• Share
  • Email
  • Embed
  • Like
  • Save
  • Private Content
Faktor produksi alam
 

Faktor produksi alam

on

  • 4,551 views

 

Statistics

Views

Total Views
4,551
Views on SlideShare
4,509
Embed Views
42

Actions

Likes
0
Downloads
17
Comments
0

1 Embed 42

http://faperta-umi.blogspot.com 42

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft PowerPoint

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

    Faktor produksi alam Faktor produksi alam Presentation Transcript

    • FAKTOR PRODUKSI ALAM DALAM PERTANIAN
    • FAKTOR PRODUKSI ALAM DALAM PERTANIAN Faktor produksi alam adalah segala yang disediakan alam baik langsung maupuntidak langsung dapat digunakan manusia dalam kegiatannya memenuhi kebutuhanuntuk mencapai kemakmuran.Faktor produksi alam terdiri dari terdiri dari : Udara, Iklim, Lahan, Flora dan Fauna.Tanpa faktor produksi alam tidak ada produk pertanian. Tanpa tanah/ lahan, sinarmatahari, udara dan cahaya tidak ada hasil pertanian. Orang yang kurang memahamiproses produksi pertanian menganggap faktor produksi yang tidak langka atau tidakterbatas (unscarcity) seperti udara, cahaya adalah tidak termasuk faktor produksi.Tanah/lahan yang bersifat langka/terbatas (scarcity) adalah sebagai faktor produksi.Pada era sebelum Masehi tanah ini juga belum bersifat scarcity, sama halnya denganudara dan cahaya. Air di beberapa daerah masih bersifat unscarcity, namun di beberapadaerah sudah scarcity, karena itu dibangun irigasi, sprinkle dan kadang-kadang harusdiciptakan hujan buatan. Nelayan menangkap ikan di laut, perusahaan jungle log menebang kayu di hutan.Pernahkah nelayan memberi makan ikan di laut, pernahkah penebang kayu memberipupuk kayu di hutan?? Ikan dan kayu itu adalah termasuk fauna dan flora. Analisisterhadap fauna dan flora sangat kurang sehingga terlupakan. Analisis terhadap faktorunscarcity banyak disoroti oleh orang-orang dalam bidang biologi dan lingkungan. Padazaman kehidupan manusia masih berburu, faktor lahan malah belum penting tetapifaktor flora dan fauna sebagai faktor utama. Setelah terjadi kehidupan menetap danmulai bercocok tanam, tanah sudah menjadi faktor produksi penting, tetapi modal danmanajemen saat itu belum berfungsi.
    • Pada saat perekonomian terbuka,. Sebagian flora diimprove, sebagian faunadidometifikasi oleh manusia untuk memperoleh hasilyang lebih baik dan lebih banyak,sebagian lagi flora/fauna sama sekali belum dijamah manusia.Flora/tumbuhan sebagai pabrik primer pertanian. Dia ambil CO dari udara melaluistomata di daun (bagi flora yang berstomata), dia hisap H O dan zat-zat kimia seperti:N,Ca, Mg, Cl, Fe dan lain-lain dari tanah. Bahan-bahan ini dengan bantuan energisinar matahari diproses untuk menghasilkan karbohidrat, lemak, vitamine, serat dan lain– lain yang berguna bagi manusia dan hewan. Hanya flora di dunia ini yang mampumenghisap CO dan merubahnya ke bahan yang berguna, bila manusia atau hewanmenghisap CO ini maka tammatlah riwayatnya.Fauna/binatang sebagai pabrik sekunder pertanian. Ada fauna memakan flora (jenisherbivora) ada juga memakan fauna (jenis omnivora), kemudian menghasilkan daging,susu, telor, kulit yang berguna bagi manusia.Pada awalnya kehidupan flora dan fauna di alam berlangsung tanpa campur tanganmanusia. Beribu jenis flora dan fauna telah mengalami evolusi sepanjang abad diberbagai bagian dunia yang berlainan reaksinya terhadap adanya perbedaan-perbedaandalam penyinaran matahari, suhu, jumlah air, kelembaban, sifat tubuh tanah dan lain-lain. Setiap jenis flora/fauna membutuhkan syarat-syarat tumbuh tersendiri. Akhirnyaterdapatlah berbagai kombinasi tertentu flora dan fauna di berbagai bagian di dunia ini.Pertanian timbul ketika manusia mulai mengendalikan atau menguasai atau campurtangan dalam pertumbuhan flora/fauna, dengan mengaturnya sedemikian rupa sehinggalebih bermanfaat. Beda antara pertanian primitif dengan pertanian ilmiah terletak padataraf pengendalian/pengusahaan tersebut yang telah terlaksana.
    • Pada pertanian yang sangat primif orang menerima tubuh tanah, jenis tanaman/hewanseadanya. Pertanian ilmiah telah memakai kekuatan otak untuk meningkatkan pengendalianterhadap semua faktor yang mempengaruhi produksi tanaman/hewan. Pada tahap awaltimbulnya pertanian, faktor lahan bersifat unscarcity, makin lama sifatnya menjadi scarcity.Tuhan hanya sekali menciptakan lahan/tanah, manusia bertambah banyak, lahan menjadibarang rebutan. Orang yang kuat merebut atau berkemampuan tinggi memiliki lahan luas,orang yang lemah memiliki lahan sempit. Inilah awal dari timbulnya ketimpangan pemilikanlahan. Tanah/lahan dalam arti sesungguhnya bukan termasuk modal, karena tanah bukanbuatan manusia atau hasil produksi. Orang awam menganggap tanah sebagai modal utamaatau satu-satunya modal bagi petani. Hal ini karena tanah mempunyai fungsi ekonomi. Fungsi ekonomi dari tanah adalah:1. Dapat diperjual belikan2. Dapat disewakan,3. Dapat dijadikan jaminan kredit.Areal tanah di pinggiran kota atau di dekat proyek industri/pemukiman, saat ini sudahbanyak diperjual belikan yang kemudian lahan pertanian beralih fungsi ke lahan nonpertanian. Harga tanah per m² di lokasi tersebut cukup tinggi dan menggiurkan,sehingga petani pemilik tanah menjualnya. Petani menganggap lebih beruntung tanah itudijual daripada diusahakan sebagai lahan pertanian. Bila tanah sudah beralih fungsi, makatingkat kesuburan tubuh tanah tidak berarti lagi. Tidak ada atau sangat langka tanah/lahannon pertanian beralih fungsi ke tanah/lahan pertanian..
    • Antar sesama petani juga sering terjadi transaksi jual beli tanah yang belum beralih fungsi.Menyusul ada pula penduduk kota membeli lahan pertanian, ini juga menambahketimpangan pemilikan lahan. Ada petani yang dulunya memiliki lahan beberapa hektar,akhirnya dia berubah status menjadi petani penyewa atau buruh tani. Mengapa orang kota mau membeli lahan ke desa karena:1. Sifat berjaga-jaga.2. Sifat harga tanah makin lama makin tinggi.3. Jumlah/luas lahan bersifat scarcity.4. Menyimpan harta, tanah tidak dapat terbakar, mudah mengurusnya, sulit dicuri orang.5. Meningkatkan status sosial/gengsi/ dan kesejahteraan rohaninya. Tanah dapat disewakan misalnya dengan bagi hasil atau bentuk-bentuk lain.UUPH (Undang2 Pokok Bagi Hasil) sejak tahun 1960 menganjurkan agar perjanjiansewa-menyewa tanah dibuat secara tertulis agar supaya:1. Ada jaminan dalam waktu penyakapan2. Dapat ditentukan secara tegas hak dan kewajiban pemilik dan penyewa tanah3. Pembagian hasil bersifat adil, tidak ada pihak ditekan.
    • Ciri-ciri faktor produksi alam:1. tersebar tidak merata2. jumlahnya terbatas3. kondisi alam tidak dapat dikendalikan4. barang tersebut ada yang dapat diperbarui dan ada yang tidak dapat di Perbaharui.KEADAAN LAHAN PERTANIAN Kondisi yang memprihatinkan tanah di Indonesia khususnya dipulau jawa karenakondisi kandungan C-organic sudah sangat rendah, rata rata kurang dari 2% padahalkondisi yang seharusnya adalah 5% Kondisi tanah yang bagus terdiri dari udara 25%,Bahan Organik 5%, Air 25%, mineral 45%. Kondisi kandungan C-organik lahanpertanian kita yang sangat rendah karena akibat dari lahan lahan yang dikelola secaraintensif tanpa memperhatikan kelestarian kesehatan tanah (tanpa usaha pengembalianbahan organic ke dalam tanah). Hal ini menjadi salah satu sebab terjadinya pelandaianproduktivitas meskipun jenis dan dosis pupuk kimia ditingkatkan, karena tanah telahmenjadi sakit. Bahan organic tanah merupakan bagian dari tanah dan mempunyai fungsiyaitu: Meningkatkan kesuburan tanah dan menyediakan micro hara dan factor-faktorpertumbuhan lainnya yang biasanya tidak disediakan oleh pupuk kimia (anorganik)tanah dengan bahan organic yang rendah, mempunyai daya daya sangga hara yangrendah, sehingga pemupukan kurang efisien.Tanah yang subur mengandung bahanOrganic sekitar 3-5%.
    • Sedangan bahan organic tanah merupakan hasil dari pelapukan sisasisa tanaman dan atau binatang yang bercampur dengan bahanmineral lain didalam tanah pada lapisan atas tanah, yang mempunyaifungsi yaitu:1. fisika : memperbaiki struktur tanah, memperbaiki aerasitanah, meningkatkan daya penyangga air tanah, menekan laju erosi.2. Kimia : menyangga dan menyediakan hara tanaman, meningkatkanefisiensi pemupukan, menetralkan sifat racun Al dan Fe.3. Biologi : sumber energi bagi jasad renik / microba tanah yangmampu melepaskan hara bagi tanaman.4. Bahan organic tanah merupakan penyangga biologis tanah yangmampu menyeimbangkan hara dalam tanah dan menyediakan harabagi tanaman secara efisien. Bahan organic adalah bahan yang berasaldari limbah tumbuhan atau hewan atau produk sampingan sepertipupuk kandang atau unggas pupuk hijau dll.
    • KONDISI LAHAN PERSAWAHAN Kondisi lahan sawah di Indonesia sudah sangat mengkhawatirkan dansudah termasuk kategori sakit dan kelelahan (sick soils and fatigue). Sekitar 70% dari lahan sawah telah memiliki kandungan C-organik yang rendah (<2% )akibat intensifnya pemberian pupuk anorganik dan eksploitasi yang berlebihan(input < output). Konsekuensinya lahan tidak responsif lagi terhadap pupuk(levelling off) dan meningkatkan organisme pengganggu tanaman (OPT).Hal ini disebabkan oleh tidak seimbangnya input dengan output pada lahansawah (terjadi eksploitasi). Sebenarnya, produk utama bertanam padi adalahpupuk organik berbentuk jerami (sekitar 1,5 x hasil gabah). Hanya saja jeramisebagai pupuk organik yang sangat murah dan multi manfaat, umumnya belumdimanfaatkan, bahkan dibakar atau diangkut untuk keperluan lainnya.Akibatnya, output yang keluar dari lahan semakin besar sehingga mempercepatterjadinya penurunan kesehatan lahan dan pengurasan nutrisi yang sangatpenting untuk padi yaitu silika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa saat inidisebagian besar lahan sawah di Indonesia kandungan silikanya sudah semakinkritis. Silika diserap tanaman padi dalam jumlah besar dan berperan pentingdalam meningkatkan kesehatan tanaman dan ketahanan tanaman terhadapserangan penyakit (blast) maupun hama (wereng).
    • Upaya pemulihan kesehatan lahan sawah dan peningkatanproduktivitas padi dapat dilakukan dengan pengelolahan lahan sawahterpadu secara berkelanjutan (sustainable of integrated paddy soilmanagement). Salah satu diantaranya adalah (Intensifikasi Padi AerobTerkendali Berbasis Organik(IPAT – BO). IPAT-BO adalah sistemproduksi holistik terpadu berbasis input lokal (kompos jerami, pupukhayati, dan input lainnya ) dengan konsep LEISA (Low External InputSustaibale Agriculture) dan managemen tata air, tanaman danpemupukan untuk memanfaatkan kekuatan biologis tanaman (potensisistem perakaran dan jumlah produktif) maupun kekuatan biologistanah atau soil biological power (kelimpahan organisme tanahmenguntungkan). Teknologi IPAT-BO dikembangkan sejak tahun2007 oleh Tim peneliti Fakultas Pertanian Unpad bekerjasama denganKementerian Negara Riset dan Teknologi. Adopsi IPAT-BO denganmemanfaatkan jerami (kompos jerami) pada berbagai provinsi diIndonesia (Jabar, Banten, Jateng, Jatim, Sulsel, Sumut, NTT, dll)hingga awal 2011, mampu menghasilkan padi 8-12 ton/ha(peningkatan hasil rata-rata berkisar 50-150%).