Transmigrasi dan urbanisasi, kelompok 4 agbc

12,481 views

Published on

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
12,481
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
93
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Transmigrasi dan urbanisasi, kelompok 4 agbc

  1. 1. ‘’Urbanisasi danTransmigrasi(Tentang tenaga kerjanya)’’
  2. 2. Urbanisasi dan Transmigrasi (Tentang tenaga kerjanya)A. Pengertian Urbanisasi Urbanisasi adalah perpindahan penduduk dari desa ke kota atau dari kota kecil kekota besar. Perpindahan penduduk dari desa ke kota disebabkan oleh adanya beberapa faktor yang secara garis besarnya dikelompokkan menjadi dua, yaitu faktor pendorong dari desa (daya tolak desa) dan faktor penarik dari kota (daya tarik kota).
  3. 3. 1. Faktor pendorong dari desa Pemilikan tanah di desa semakin sempit sebagai akibat pertambahan penduduk yang cepat sehingga pendapatan rendah. Kesempatan kerja atau lapangan kerja di desa terbatas. Upah tenaga kerja rendah. Kurangnya fasilitas-fasilitas di desa, misalnya fasilitas pendidikan, kesehatan, penerangan, dan hiburan.
  4. 4. 2. Faktor penarik dari kota Kesempatan kerja di kota lebih banyak, misalnya di sektor industri, perdagangan, bidang jasa, dan sebagainya. Upah tenaga kerja lebih tinggi. Kota memiliki kemudahan fasilitas, misalnya fasilitas pendidikan, kesehatan, hiburan, penerangan, dan transportasi. Kota sebagai pusat pemerintahan, perdagangan, ilmu pengetahuan dan teknologi, dan sebagainya. Urbanisasi akan menimbulkan akibat, baik di daerah pedesaan yang ditinggalkan maupun di kota yang dituju.
  5. 5. Usaha-usaha Mencegah atau Mengurangi Urbanisasi  Upaya pemerintah untuk mencegah atau mengurangi terjadinya urbanisasi antara lain sebagai berikut : 1. Melaksanakan pembangunan secara desentralisasi 2. Mengadakan modernisasi desa dengan program pembangunan. 3. Memperbanyak fasilitas yang dibutuhkan oleh masyarakat pedesaan, 4. Mengendalikan pertumbuhan penduduk di pedesaan melalui program keluarga berencana
  6. 6. B. Pengertian Transmigrasi Transmigrasi adalah perpindahan penduduk dari satuprovinsi atau pulau yang padat penduduknya ke provinsi ataupulau lain yang jarang penduduknya dalam satu wilayah negara. Faktor-faktor Penyebab Dilaksanakannya Transmigrasi 1. Faktor kependudukan 2. Faktor ekonomi 3. Faktor lain dilaksanakannya transmigrasi adalah karena bencana alam, daerahnya rawan terhadap bencana alam, daerahnya terkena proyek pembangunan misalnya akan dibangun waduk
  7. 7. Tujuan Transmigrasi Meratakan persebaran penduduk Indonesia. Mengurangi kepadatan penduduk di Pulau Jawa, Bali, dan Lombok. Mempertinggi kesejahteraan penduduk yang dipindahkan dan yang didatangi. Menambah tenaga kerja untuk pembangunan daerah-daerah yang jarang penduduknya. Memberi kesempatan kerja kepada petani yang menganggur di Pulau Jawa, Bali, dan Lombok. Meningkatkan produksi pertanian, terutama bahan pangan. Memperkukuh persatuan dan kesatuan bangsa. Meningkatkan ketahanan dan keamanan nasional.
  8. 8. Pemilihan Lokasi Transmigrasi Awalnya program transmigrasi dikhususkan untuk memindahkan penduduk dari pulau Jawa, Madura, dan Bali yang memiliki persoalan kepadatan penduduk yang sangat tinggi, ke pulau- pulau lain yang kepadatan penduduknya masih cukup rendah. Para transmigran dari pulau Jawa kebanyakan memilih pulau Sumatera, dan transmigran dari pulau Madura lebih terkonsentrasi ke pulau Kalimantan. Sedangkan transmigran dari pulau Bali lebih memilih pulau Sulawesi sebagai tujuannya.
  9. 9. Jenis-jenis Transmigrasi 1. Transmigrasi umum Transmigrasi umum adalah pengiriman transmigrasi yang pelaksanaannya dan pembiayaannya ditanggung oleh pemerintah. 2. Transmigrasi khusus transmigrasi yang diselenggarakan dengan tujuantujuan tertentu, misalnya penduduk yang tertimpa bencana alam, pengangguran dan tunawisma di kota-kota besar, para karyawan yang ditugaskan dalam pembangunan proyek-proyek di daerah. 3. Transmigrasi bedol desa transmigrasi yang meliputi seluruh penduduk desa beserta pejabat-pejabat pemerintah desa.
  10. 10. 4. Transmigrasi lokal Transmigrasi lokal adalah transmigrasi dari suatu daerah kedaerah lain dalam provinsi yang sama. Contohnya adalah perpindahanpenduduk antar kabupaten diLampung dan di Kalimantan Timur.5. Transmigrasi spontanTransmigrasi spontan adalah transmigrasi yang dilakukan oleh seseorangatas kesadaran, kemauan, dan biaya sendiri. Apabila transmigranmengajukan permohonan, pemerintah akan memberi bantuan berupatanah yang belum dibuka seluas dua hektar, tanah tersebut masihberupa hutan.6. Transmigrasi swakarsaTransmigrasi swakarsa adalah transmigrasi semacam transmigrasispontan. Jadi, pembiayaan sebagian atau seluruhnya ditanggung olehtransmigran dan dapat pula pembiayaan dari pihak lain yang bukanpemerintah.
  11. 11. Penyiapan Sarana Dan Prasarana PermukimanTransmigrasi Pembangunan transmigrasi sebagai bagian integral dari pembangunan daerah melaksanakan pembangunan pedesaan baru dan rehabilitasi serta peningkatan sarana dan prasarana permukiman transmigrasi yang sudah ada untuk mendukung perkembangan permukiman transmigrasi dan desa sekitarnya. Pembangunan pedesaan baru meliputi pembangunan desa-desa baru yang terintegrasi dalam Satuan Kawasan Pengembangan (SKP) dan wilayah pengembangan parsial, hinterland dari pusat pusat pertumbuhan yang sudah ada dan mendorong pertumbuhan desa-desa yang kurang berkembang melalui pertambahan penduduk dan pembangunan prasarana.
  12. 12. Hasil Pelaksanaan PembangunanTransmigrasi Program Transmigrasi memang unik dan sangat khas di Indonesia. Dalam program ini, pemerintah secara aktif terlibat langsung dalam memindahkan penduduk dalam jumlah besar, menyeberangi lautan dan berlangsung terus menerus dalam waktu cukup lama. Salah satu peranan program transmigrasi yang menonjol ialah pemanfaatan sumberdaya alam yang tersedia dan penyaluran potensi sumberdaya manusia dalam rangka peningkatan kesejahteraan dan pembangunan wilayah.
  13. 13. Pengaruh Mobilitas Penduduk terhadap Jumlah dan MutuPenduduk Perpindahan penduduk dari satu daerah ke daerah lainatau dari satu tempat ke tempat lain dapat menimbulkanpengaruh terhadap jumlah dan mutu penduduk, baik terhadapdaerah yang ditinggalkan maupun daerah yang didatangi.Pengaruh terhadap daerah yang ditinggalkanPengaruh positif :1. Mengurangi jumlah penduduk sehingga kepadatan pendudukberkurang.2. Mengurangi jumlah pengangguran di daerah asal.3. Meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraankeluarga, misalnya bagi mereka yang pergi untuk mencaripekerjaan, setelah mendapat penghasilan dikirimkan kepadakeluarga yang ditinggalkan sehingga kebutuhan-kebutuhanutamanya dapat terpenuhi.
  14. 14. Pengaruh negatif :1. Berkurangnya tenaga kerja yang muda karena yang pergi umumnya orang muda.2. Stabilitas keamanan kurang kuat sebab penduduknya tinggal yang tua-tua.
  15. 15. Pengaruh terhadap daerah yang didatangiPengaruh positif:1. Jumlah tenaga kerja bertambah. Untukmengembangkan daerah baru, misalnya daerahtransmigrasi, sangat dibutuhkan banyak tenaga kerja.Akan tetapi, jika yang mereka datangi adalah kota besarkemungkinan akan terjadi penumpukan tenaga kerjasehingga memperbesar pengangguran.2. Meningkatkan ekonomi penduduk. Denganbertambahnya tenaga kerja produktifitas meningkat.
  16. 16. Pengaruh Negatif:1. Memperbesar jumlah penduduk sehinggakepadatan penduduknya semakintinggi,2. Lapangan kerja semakin berkurang,3. Timbul masalah-masalah sosial, misalnyabanyaknya tunawisma, gelandangan,dan pemukiman kumuh (gubuk liar), dan4. Meningkatnya kriminalitas.
  17. 17. Penciptaan Pendapatan Pada Masa TransisiDalam rangka menciptakan lapangan kerja dilakukanmelalui kegiatan padat karya yang difokuskan padakegiatan “cash for work”. Prinsip-prinsip pekerjaan padatkarya perlu dipertimbangkan untuk memaksimalkankesempatan memperoleh pekerjaan, termasukmempertimbangkan efisiensi biaya :1. Peluang kerja sangat terbuka dalam pekerjaanprasarana. Pemilihan teknologi (antara kegiatan padatkarya dan kegiatan padat modal) merupakan faktorutama dalam menentukan berapa banyak kesempatankerja yang dapat diciptakan.
  18. 18. 2. Pekerjaan pembuatan jalan dan pembangunanprasarana lainnya (jembatan, gorong-gorong, selokan-saluran) dapat dilaksanakandengan menggunakan kontraktor berskala kecil.Pengalaman di berbagai negara Asiamenunjukkan bahwa penggunaan kontraktorberskala kecil dapat menghasilkan manfaathemat biaya, karena para kontraktor ini dalambanyak hal akan melaksanakan kegiatan denganmetode padat karya digabungkan dengan sumberdaya setempat.
  19. 19. Tujuan Pelaksanaan Padat Karya Pembangunan InfrastrukturPengelolaan Lahan Dan Air1. Menyediakan lapangan kerja produktif bagi tenaga kerja baik petani, buruh tani, warga miskin lainnya dilokasi pembangunan/rehabilitasi infrastruktur pengelolaan lahan dan air.2. Memberikan kompensasi kepada para petani maupun buruh tani yang berkurang atau bahkan kehilangan pendapatan akibat kekeringan/serangan hama/over produksi dll.3. Mendayagunakan tenaga kerja petani, buruh tani, atau warga miskin lainnya yang menganggur karena tidak ada kegiatan usaha tani/lapangan pekerjaan yang mampu menyerap tenaga kerja setempat (“off season job opportunity”).
  20. 20. 4. Meningkatkan kinerja infrastruktur pengelolaan lahan dan air serta sekaligus meningkatkan kebersamaan, tanggung jawab dan rasa memiliki petani setempat terhadap bangunan infrastruktur pengelolaan lahan dan air yang telah mereka bangun.5. Memberdayakan ekonomi masyarakat pedesaan dan meningkatkan dayabeli masyarakat.
  21. 21. Sekian danTerima Kasih
  22. 22. DAFTAR PUSTAKAWWW.DEFINISI URBANISASI DAN TRANSMIGRASI.COM

×