Next Generation
Voting, Counting, and Tabulation
VISI & MISI
                  Lembaga Pengembangan
            Teknologi, Demokrasi, dan “Governance”

VISI:
Menjadi lemba...
PILAR R & D
          Lembaga Pengembangan
    Teknologi, Demokrasi, dan “Governance”



                  BETTER
e-Busine...
KEGIATAN UTAMA
               Lembaga Pengembangan
         Teknologi, Demokrasi, dan “Governance”

• Inovasi & Riset Tekn...
e -D e m o c r a c y
TU J U A N M E M B A N G U N E -
                           D EM O KR AS I
                     M EM AJ U KAN D EM O KR AS...
R IS E T & P E N G E M B A N G A N E - D E M O K R A S
           e-Election, and Next Generation Voting, Counting, & Tabu...
O v e r v ie w
e - E le c t io n &
      De mo
KEUNGGULAN E-ELECTION

Solusi Komprehensif [End-to-End] untuk Election
Karakter Modular & Integrasi Antar Modul
Sistem Tab...
A R S I T E K T U R E - E L E C T IO N : 28 P O R T O F
                                                                  ...
BERBAGAI JENIS TABULASI
1. Tabulasi Daerah Pemilihan, berfungsi untuk menampilkan data hasil
   penghitungan surat suara d...
18 April 2004
                PENILAIAN KINERJA TEKNOLOGI TABULASI
Catatan media
Perhitungan Suara
Laporan :TAUFIK RACHMAN...
LANJUTAN : PENILAIAN KINERJA ..............
Boleh jadi, karena KPU menampilkan hasil perhitungan suara berdasarkan wilayah...
KOMPLEKSITAS SISTEM COUNTING
                                                                    DP
              DP 1    ...
O v e r v ie w
e - C o u n t in g &
      De mo
MULTIPEL SISTEM INPUT & TABULASI
             PLAN C                       PLAN B                      PLAN A
Digital Form...
MODEL SISTEM E-COUNTING
                 [Counting Proces Dilakukan di Counting Center VS di TPS]

      LONDONELECT      ...
R A N C A N G A N L A R G E S C A L E E - C O U N T IN G S Y S
                               [ M o d e l L o n d o n E le...
MB NC
                                                    DUER
C A T A T A N P A D A E - C O U N T IN G P E M IL U 2009IE
...
OPTIMIZED DEPLOYMENT ARCHITECTURE
              •471 Kab/Kota                                                             ...
ISU KEAMANAN SISTEM
• Hasil Scan Secara Otomatis [oleh program e-CountingLocal] diberi W a t e r m a r k &
  Dilakukan E n...
O v e r v ie   w
e - V o t in g &     De mo
MODEL PERALATAN E-VOTING
                               [Model INDIA VS US]



             EVM                           ...
MODEL PERALATAN E-VOTING
         [Model Accuvote TSX (US) + VVPB (Voter Veriable Paper Ballot)]


3 in 1
Solusi




     ...
B u s in e s s P la n /
       As p e c t
A S P E K B IS N IS E - D E M O K R A S I
                 [Under Biz-Development]
   Internet Service
       Provider
   ...
S E R T IF IK A T H A K C IP T A



                     Pencipta
                     Tam bahan
                     Yang...
Pendiri & Pengurus (Akte / Harian)
Pendiri :
Hemat Dwi Nuryanto, Dr. Agung Harsoyo, Dr. Dadang F Erawan, Sofwandi Noor,
Ag...
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Next Generation Voting, Counting, and Tabulation

879
-1

Published on

Overview : Next Generation Voting, Counting, and Tabulation. Sebuah karya cipta software untuk memajukan Demokrasi ditanah air yang dibangun sejak 2003 dan memperhatikan Best Practices di US, Eropa, Indian, ... dll, dan perkembangan TIK terkini.

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total Views
879
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
44
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Next Generation Voting, Counting, and Tabulation

  1. 1. Next Generation Voting, Counting, and Tabulation
  2. 2. VISI & MISI Lembaga Pengembangan Teknologi, Demokrasi, dan “Governance” VISI: Menjadi lembaga terbaik dan terdepan dalam bidang Riset, Pendidikan dan Pelayanan dibidang Teknologi untuk Demokratisasi dan “Governance”. MISI: Melakukan Inovasi dan Riset untuk perbaikan demokrasi & “governance” secara berkesinambungan. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia bidang demokratisasi dan “governance” secara menyeluruh. Membangun dan menyediakan layanan bidang perbaikan demokrasi dan “governance” yang dibutuhkan. Menjalin sinergi dengan lembaga lain yang mendukung perwujudan Visi
  3. 3. PILAR R & D Lembaga Pengembangan Teknologi, Demokrasi, dan “Governance” BETTER e-Business GOVERNANC e-Government E BY SYSTEM [& ICT] e-Democracy
  4. 4. KEGIATAN UTAMA Lembaga Pengembangan Teknologi, Demokrasi, dan “Governance” • Inovasi & Riset Teknologi Untuk Perbaikan Demokrasi [e-Democracy] dan “Governance” di Pemerintahan [e- Government] dan di Perusahaan [e-Business] • Pendidikan & Pelatihan Teknologi Untuk Perbaikan Demokrasi [e-Democracy] dan “Governance” di Pemerintahan [e-Government] dan di Perusahaan [e- Business] • Sosialisasi & Pelayanan Teknologi Untuk Perbaikan Demokrasi [e-Democracy] dan “Governance” di Pemerintahan [e-Government] dan di Perusahaan [e- Business]
  5. 5. e -D e m o c r a c y
  6. 6. TU J U A N M E M B A N G U N E - D EM O KR AS I M EM AJ U KAN D EM O KR AS I D EN G AN M E M A N F A A T K A N T IK Menerapkan Tatakelola Demokratisasi Terbaik Secara Sistemik [Kombinasi Administrasi Publik dan Teknologi Informasi & Komunikasi] Software Research Tujuan Center KPU Proses PILKADA/PEMILU : • Efektif & Efisien • Transparan & Akuntabel PEMILU • Minimum Sengketa • DLL Best Practices, KEMITRAAN Tata Kelola Adv. Technology, PEMILU PEMILU & Regulation STRATEGIS Yang Sistemik Yang Sukses Hasil PILKADA/PEMILU : E-DEMOKRASI • Calih yg bertanggung-jawab • Janji Kampanye yang terjaga • Masyarakat yg Demokratis • DLL • Meningkatkan Kualitas Demokrasi Tujuan Technology • Meningkatkan Pelayanan & Kepercayaan Publik Komunitas Partner • Meminimalkan Sengketa PEMILU • Transparansi & Akuntabilitas PEMILU • Meningkatkan Partisipasi Dalam PEMILU
  7. 7. R IS E T & P E N G E M B A N G A N E - D E M O K R A S e-Election, and Next Generation Voting, Counting, & Tabulation Technology Customizable System for Any Country C1 3 in 1 Solution e-Counting Model LondonElect (EU) modified e-Election Large Scale Tabulation • Legislative e-Voting & • Executive Business • Major Model Accuvote TSX (US) modified Intelligence Paper Ballot 28 Portofolio Aplikasi e-Counting Remark : Hanya Dari Perubahan Terpadu Desain Surat Suara Dapat Model Accuvote OS (US) Pendukung Pelaksanaan Under development Menghemat Biaya Rp 750 M Tahapan Pemilu R&D mengenai Next Generation : Voting, Counting, & Tabulation Didanai Melalui Proyek Riset Insentif Dari Kantor Menristek & DRN Proses Voting, Counting, & Tabulasi Yang Meminimalkan Kecurangan (FRAUD) Pada Saat Pelaksanaan Penghitungan Suara
  8. 8. O v e r v ie w e - E le c t io n & De mo
  9. 9. KEUNGGULAN E-ELECTION Solusi Komprehensif [End-to-End] untuk Election Karakter Modular & Integrasi Antar Modul Sistem Tabulasi Paling Lengkap [7 Model] Rancangan Teruji Pada 2 x Pemilu Dalam Implementasi Skala Besar Mudah Disesuaikan Dengan Kondisi dan Kasus Sistem Demokrasi Utama Di Berbagai Negara [Kustomisasi : Wilayah & Election Region, Voter, Political Party, Candidats, Paper Ballots, Tabulation, ...]
  10. 10. A R S I T E K T U R E - E L E C T IO N : 28 P O R T O F E-ELECTION SIPEMILU SIPEMILU SIPEMILU DPR, DPD, DPRD Presiden/Wapres Kada/Wakada Pemutakhiran Wil, DP, TPS Sidapil-dpr Siwil-pres Siwil-kada Pemutakhiran Data Pemilih Sitakhlih-dpr Sitakhlih-pres Sitakhlih-kada TAHAPAN PEMILU Verifikasi Parpol Siparpol-dpr Siparpol-pres Siparpol-kada Pendataan Calon Silon-dpr Silon-pres Silon-kada Surat Suara Sisuara-dpr Sisuara-pres Sisuara-kada Penghitungan Suara Situng-dpr Situng-pres Situng-kada Penetapan Terpilih Sitaplih-dpr Sitaplih-pres Sitaplih-kada SIPER Portal Sikom Siar SIKEU SIPEG & Silogdis SIPENDUKUNG
  11. 11. BERBAGAI JENIS TABULASI 1. Tabulasi Daerah Pemilihan, berfungsi untuk menampilkan data hasil penghitungan surat suara dari suatu Daerah Pemilihan. 2. Tabulasi Wilayah, berfungsi untuk menampilkan data hasil penghitungan surat suara dari suatu Wilayah. 3. Tabulasi Status, berfungsi untuk menampilkan status data hasil penghitungan surat suara dari suatu TPS apakah sudah masuk atau belum. 4. Tabulasi Progress, berfungsi untuk menampilkan data progress hasil penghitungan surat suara dari suatu TPS. 5. Tabulasi Resume Surat Suara, berfungsi untuk menampilkan data resume surat suara hasil penghitungan dari suatu TPS ataupun wilayah. 6. Tabulasi Resume Pemilih, berfungsi untuk menampilkan data resume pemilih dari suatu Kecamatan. 7. Tabulasi Peringkat, berfungsi untuk menampilkan data peringkat caleg dari suatu Daerah Pemilihan.
  12. 12. 18 April 2004 PENILAIAN KINERJA TEKNOLOGI TABULASI Catatan media Perhitungan Suara Laporan :TAUFIK RACHMAN Sekali-sekali, klik website Komisi Pemilihan Umum DKI Jakarta, dan perhatikan laporan hasil perhitungan suara Pemilihan Umum Legislatif 2004 di DKI Jakarta. Kita akan menemukan hasil perhitungan berdasarkan daerah pemilihan, dengan berbagai kategori. Misalnya daerah pemilihan untuk DPR RI, pada website tersebut, kita akan menemukan dua kategori. Untuk daerah pemilihan DPRD DKI Jakarta, karena Jakarta dibagi menjadi enam daerah pemilihan, ditampilkan hasil perhitungan di masing-masing daerah pemilihan. Sebagai pelengkap informasi, KPU DKI Jakarta menampilkan hasil sementara perolehan suara masing-masing partai politik berdasarkan wilayah administrasi pemerintahan, misalnya hasil sementara perolehan suara untuk provinsi, kabupaten atau kota. KPU DKI Jakarta, rupanya menyadari betul bahwa sistem pemilihan umum telah berubah. Daerah pemilihan yang sebelumnya terikat dengan wilayah administrasi pemerintahan, kini lebih mengacu pada perimbangan jumlah penduduk. Dari laporan itu, kita akan mengetahui secara rinci perolehan suara masing-masing partai politik di masing-masing daerah pemilihan. Dengan mengetahui hasil perolehan suara di masing-masing daerah pemilihan, bisa diprediksikan berapa perolehan kursi masing-masing partai politik, serta siapa calon yang akan duduk di lembaga perwakilan. Tak banyak website resmi yang melaporkan perkembangan hasil perhitungan suara seperti yang dilakukan KPUD DKI Jakarta. Ada kecenderungan website resmi hanya mengumumkan perolehan suara berdasarkan wilayah administrasi pemerintahan, yakni nasional, provinsi, kabupaten dan kota, hingga kecamatan. Pola yang sama--menampilkan perhitungan sementara berdasarkan wilayah administrasi pemerintahan, ternyata juga dilakukan website. Boleh jadi, karena KPU menampilkan hasil perhitungan suara berdasarkan wilayah administratif, hal serupa dilakukan website lain. Termasuk media massa. Memang, data perolehan suara yang dilaporkan KPU lengkap, meliputi data seluruh provinsi, kabupaten/kota, hingga kecamatan. Namun jangan berharap anda akan mendapatkan data untuk masing-masing daerah pemilihan. Misalnya daerah pemilihan Jakarta I atau daerah pemilihan Jawa Barat I. Search engine KPU tak bisa memenuhi permintaan anda. Jika anda mau, klik dulu menu mengenai daerah pemilihan yang anda inginkan.
  13. 13. LANJUTAN : PENILAIAN KINERJA .............. Boleh jadi, karena KPU menampilkan hasil perhitungan suara berdasarkan wilayah administratif, hal serupa dilakukan website lain. Termasuk media massa. Memang, data perolehan suara yang dilaporkan KPU lengkap, meliputi data seluruh provinsi, kabupaten/kota, hingga kecamatan. Namun jangan berharap anda akan mendapatkan data untuk masing-masing daerah pemilihan. Misalnya daerah pemilihan Jakarta I atau daerah pemilihan Jawa Barat I. Search engine KPU tak bisa memenuhi permintaan anda. Jika anda mau, klik dulu menu mengenai daerah pemilihan yang anda inginkan. Perhatikan betul wilayah yang masuk dalam daerah pemilihan bersangkutan, lalu berpindah ke perhitungan suara. Kumpulkan satu persatu wilayah yang masuk daerah pemilihan, lantas bikin tabulasi sendiri. Mengapa website KPU masih mengumumkan hasil perolehan suara 'model lama'? Bukankah sistem pemilu telah berubah saat ini. Inilah yang menjadi pertanyaan kita semua. Mengapa institusi sebesar KPU sampai lalai atau tidak memperhatikan format penyampaian informasi kepada publik melalui website resmi. Terlalu gegabah jika kita menyatakan KPU sengaja melakukan itu. Karena sebagai penyelenggara, KPU--termasuk personil yang ada di lembaga ini--, pemahaman mengenai sistem pemilu beserta penerapannya akan lebih baik ketimbang masyarakat umum. Karena memiliki pemahaman yang lebih baik, dengan sendirinya KPU seharusnya bisa mengkomunikasikan kepada masyarakat lebih baik dan taat pada ketentuan perundangan. Dalam konteks penyampaian informasi mengenai hasil perhitungan suara apalagi laporan itu menjadi rujukan resmi, format penyampaiannya mengikuti sistem atau mekanisme yang diterapkan dalam pemilu. Karena daerah pemilu sekarang tidak lagi terikat dengan wilayah administrasi pemerintahan, KPU tentu saja konsisten dengan aturan main ini. Dengan demikian, laporan perhitungan sementara perolehan suara masing-masing partai politik, harus berorientasi pada daerah pemilihan. Laporan seperti ini amat dibutuhkan calon anggota legislatif, pengurus partai politik, pendukung partai politik dan masyarakat luas. Rupanya, KPU menganggap remeh soal laporan perkembangan perhitungan suara. Buktinya, pada website resmi KPU, format perhitungan suara masih mengacu pada wilayah administrasi pemerintahan, dari tingkat nasional hingga tingkat kecamatan. Tak jelas, mengapa model perhitungan kuno seperti ini masih nongol di website KPU. Ada unsur kesengajaan, atau semata-mata karena kelalaian? Kasus ini, boleh jadi, menjadi semacam 'ikon' betapa semrawutnya KPU menyiapkan Pemilu kali ini. Bagaimana tidak. Pada satu sisi gencar disosialisasikan sistem pemilu baru dan daerah pemilihan tidak lagi terikat dengan wilayah administratif. Pada sisi lain, KPU mengumumkan hasil perolehan suara berdasarkan wilayah administratif. Mengapa bisa terjadi hal seperti ini? Hanya KPU yang bisa menjawabnya.
  14. 14. KOMPLEKSITAS SISTEM COUNTING DP DP 1 DP 2 PEMILU DPR, DPD, DPRD 2.1 DPR (77 DP), DPD (33 DP), 7 7 DPRD Prov (486 DP), DPRD Kab/Kota (1581 DP) Calon 1 Calon 1 Calon 1 .... .... .... Calon 400 Calon 400 Calon 400 General Election Information System with Large Scale Tabulation Technology Proven Optical Mark Recognition Technology Reliable & Robust Scanner Technology Calon 1 1 Calon Calon 1 1 Calon Calon 1 1 Calon 120 Lembar C1 -IT/TPS Calon 1 1 Calon ....Calon 1 .... ....Calon 1 .... ....Calon 1 .... ....Calon 1 .... ........ .... ........ .... ........ .... ........ .... ........ .... ........ .... ........ .... ........ .... Calon 1200 Calon 1500 Calon 1200 Calon 1500 Calon 1200 Calon 1500 300-500 Pemilih/TPS Calon 1200 Calon 1500 Calon 1500 Calon 1500 Calon 1500 Calon 1500 TPS 1 TPS 2 TPS 3 TPS 512.376 Remark : - Diselenggarakan di 33 Provinsi, 471 Kab/Kota, 6.576 Kecamatan, 77.159 Kelurahan/Desa, 512.188 TPS - Dengan Pemilih Lebih Dari 171 Juta dan Peserta Pemilu : 38 Partai Nasional dan 6 Partai Lokal [Di Aceh] - Yang Akan Memilih Lebih Dari 20 Ribu Anggota Legislatif dari Sekitar 1,4 Juta Calon Legislatif
  15. 15. O v e r v ie w e - C o u n t in g & De mo
  16. 16. MULTIPEL SISTEM INPUT & TABULASI PLAN C PLAN B PLAN A Digital Form Aplikasi Input Data Optical Scan [i.e. Excel] [System Entry Manual] [Marking Technology] s tice Prac & B est d Centralized Approach Distributed Approach s te en Te rov P CORE ELECTION SOFTWARE[> 28 Aplikasi Utama] [Hybrid Architecture: Centralized & Decentralized] Distributed : Jika Jaringan Centralized Approach Distributed Approach Tidak Bagus Portal View Data Berbasis [Publik & Pusat Aplikasi View Data BI & Digital Dashboard Tabulasi]
  17. 17. MODEL SISTEM E-COUNTING [Counting Proces Dilakukan di Counting Center VS di TPS] LONDONELECT Accuvote OS [EUROPE] Both Used [US] OMR Proses Counting Dilakukan Di TPS. Proses Counting Di Pusatkan Di Technology Scanning Pada Level Paper Ballot Counting Center. Scanning Pada Level Paper Ballot V E R S I IN D O N E S IA : •M o d e l L o n d o n E le c t D e n g a n S c a n n in g P a d a L e v e l C 1 / R e k a p T P S [ n o t B e s t P r c a t ic e s ] •M o d e l L o n d o n E le c t D e n g a n S c a n n in g P a d a L e v e l P a p e r B a llo t [ S u r a t S u a r a ] •M o d e l A c c o v o t e O S
  18. 18. R A N C A N G A N L A R G E S C A L E E - C O U N T IN G S Y S [ M o d e l L o n d o n E le c t + T a b u la s i + In t e g r a s i S is t e m ] FORMS SCANNING & “MANUAL VOTING” di TPS & 471 KPU VERIFICATION & FORMS ENCRYPTION, e- Kab /Kota Perhitung Elektronik Dimulai FILLING, COVERTING, ADJUDICATION Dari Sertifikat HPS TPS CONVERT Sertifikat Hasil SEND TO IDC 471 KPU Penghitungan Suara OMR TP S dariTPS diterima Validasi Kab /Kota di Kelurahan Dokumen Staf Operator Verifikasi / Analisis data status Validasi Dokumen 1 Form IT - Sertifikat Hasil Entri Data 4 scanning (Stop Light Chart) Suara Penghitungan [Scan] ? dihitung di Salin Suara dariTPS Penyimpanan Data/Image = TPS Form Manual diterima KPUD KAB/KOTA 2 using e-Filling, Convert to Hasil Scan Sertifikat Hasil Penghitungan Pemilih mencoblos dalam Form IT database, Send to Data Suara TPS [C1] Caleg / Capres PPS Center & Monitoring data (Ke lurahan) entry Auto Yellow/ Green approval Red 8 Masyarakat Back up data Kasubbag Data Internet MONITORING / Update & Publik Intranet 5 Approval REPORTING KPU Pusat Tabulasi 7 Nasional IDC & DRC KPU FORM 7 7 PROCESSING Pusat Tabulasi Pusat Tabulasi 6 & DATA Provinsi Kab/Kota 3 WAREHOUSE Anggota KPU Anggota KPU Kab/Kota Anggota Hasil KPU Prov Tabulasi Nasional KPU Pemilu 2009 Hasil Hasil SERVER FARM 33 Tabulasi Kab/Kota 471 KPU Convert to database (QA), & Tabulasi Prov. Pemilu 2009 KPU Pemilu 2009 Kab /Kota Monitoring Status data entry Prov.
  19. 19. MB NC DUER C A T A T A N P A D A E - C O U N T IN G P E M IL U 2009IE P EX E • Terdapat Kegagalan Teknologi ICR (Handwriting Recognition) Yang Tidak Tepat, Tidak Sesuai Rekomendasi Tim Ahli, dan Tidak Sesuai Best Practices [di : EU, US, dan Berbagai Negara Memakai Marking Technology (OMR)] Untuk Entry Data Sehingga Hasil Tidak Akurat, Banyak Kesalahan, dan Perlu Verifikasi Yang Melelahkan. HAR EXPE D • NAMUN RIEN C E • Tim Integrasi Sistem [Kami] Dalam Waktu Kurang Dari 10 Hari [27 Maret S/d 4 April 2009] Berhasil Menyiapkan Semuanya Aplikasi [Untuk 471 Counting Center s/d DRC] Yang Dibutuhkan [Selain ICR dan Server Yang Bukan Merupakan Tanggung Jawab Kami] Dan Hampir Semuanya Berjalan Dengan Baik [Except Statics View] Lihat Dokumentasi Kronologis Dialektika OMR VS ICR di : http://hdn.zamrudtechnology.com/2009/04/30/dokumentasi-kronologis-icr-pemilu-2009-dan-it-kpu/
  20. 20. OPTIMIZED DEPLOYMENT ARCHITECTURE •471 Kab/Kota INTERNET PUBLIK INTRANET •33 Provinsi • Asumsi View ~ 1MB per hari (1 hari = 20 jam) per pengguna internet Indonesia. • 1 juta per jam orang masing-masing akan melakukan Server OMR [QA] search and view 1MB data. Processing • Jadi beban server publik untuk melakukan search dan [10 unit] Server Aplikasi/ query database adalah 1TB per jam setara dg 278 MB Konsolidasi [5 unit] per detik pemrosesan & Storage Server 25 juta 64 - 256 kbps Server pemakai [IP VPN] Publik & Mail internet Server [5 unit] Indonesia 1 Gbps >=100 Mbps >= 100 Mbps IIX Port & Load Backbone balancer intranet menerima beban 2,2 TB [70 juta lembar] selama Back-up Server 5,4 hari (130 jam) [lupgrade lama] & Storage Server Server Dengan Efisiensi 0,6 Kapasitas TNP & Konversi OMR Per Server Aplikasi LN [3 unit] adalah 1,3 Juta Lembar/Hari DRC TNP Provinsi, Kab /Kota, danPPLN [504 + 117] lokasi akses Setiap Kab/Kota memproses dan mengalirkan data via jaringan komunikasi sebesar 4,6 GB data [150 ribu lembar] Server DRC [2 unit] dalam waktu 5,4 hari (130 jam) & Storage Server
  21. 21. ISU KEAMANAN SISTEM • Hasil Scan Secara Otomatis [oleh program e-CountingLocal] diberi W a t e r m a r k & Dilakukan E n k r ip s i Di KPUD Kab/Kota • Data Dikirim/Push [Diambil/Pull] ke [oleh] Pusat Data memakai fasilitas pengiriman yang aman yaitu S C P [Secure Copy] via Jaringan Intranet berbasis VPN-IP yang disediakan dan diamankan oleh penyedia jaringan [Telkom, Indosat, ... atau lainnya] disamping itu jaringan intranet tersebut juga diamankan oleh Tenaga Ahli Keamanan Jaringan Sipemilu berbasis Perangkat Keamanan Jaringan Terpadu [R o u t e r s ]. • Setelah proses konversi [image ke database] oleh 10 processing & e-counting server, data yang berupa angka yang sensitif terhadap perubahan disimpan kedalam database melalui E n k r ip s i . Verifikasi dan Validasi Hasil Perhitungan Suara di KPUD dilakukan dengan akses via h t t p s • Data luaran dari 10 processing & e-counting server dikonsolidasikan kedalam sebuah D a t a b a s e P e r h it u n g a n S u a r a & S ip e m ilu . • Dibuatkan mirror terhadap database tersebut yaitu : D R C mirror yang lokasinya dirahasiakan dan kedua adalah mirror untuk server publik yang menampilkan hasil perhitungan suara secara t r a n s p a r a n dan dalam tenggang waktu yang hampir r e a l - t im e . • Meningkatkan Awareness Hacker Terkait U n t u n g /R u g i S e rta K o n s e k u e n s i P e la n g g a r a n U U IT E [Termasuk Konsekuensi Hacking Atas Data Milik Masyarakat & Negara]
  22. 22. O v e r v ie w e - V o t in g & De mo
  23. 23. MODEL PERALATAN E-VOTING [Model INDIA VS US] EVM Accuvote TSX [INDIA] [US] Election Dengan Jumlah Election Dengan Jumlah Partai & Calon Tidak Terlalu Partai & Calon Banyak Dan Banyak Bervariasi
  24. 24. MODEL PERALATAN E-VOTING [Model Accuvote TSX (US) + VVPB (Voter Veriable Paper Ballot)] 3 in 1 Solusi Terintegrasi Dengan Modul-Modul E-Election
  25. 25. B u s in e s s P la n / As p e c t
  26. 26. A S P E K B IS N IS E - D E M O K R A S I [Under Biz-Development] Internet Service Provider Pemilu/Pilkada • 100 Pilkada / Year • 1 Pemilu / 5 Year e - D e m o c ra c y To t a l Election Abroad S o lu t io n • Ribuan Pilkada / Year • Puluhan Pemilu / Year Hardware & Operational Service Provider H a n y a U n t u k P e n g h it u n g a n S u a r a S a ja : Pilkada DKI (Rp 3,4 M), Kota Palembang (Rp 2,1 M) Pemilu 2004 (Rp 321 M), Pemilu 2009 (> Rp 150 M)
  27. 27. S E R T IF IK A T H A K C IP T A Pencipta Tam bahan Yang Mendukung P em eng bang an Solusi Tam bahan : Dr. Ag ung Harsoyo Dr. Dadang F Erw an Ade Sug iandi, ST
  28. 28. Pendiri & Pengurus (Akte / Harian) Pendiri : Hemat Dwi Nuryanto, Dr. Agung Harsoyo, Dr. Dadang F Erawan, Sofwandi Noor, Agung Yuwono, M Zhuriansyah Rahman Pengurus [Akte] : Hemat Dwi Nuryanto (Ketua), Dr. Agung Harsoyo (Wakil), Agung Yuwono (Sekretaris), Sofwandi Noor (Bendahara) Pengurus & Steering Team [Operasional] Advisory & Honorary : Ir. Edy Satrya, MA, Dr. Bambang E Leksono, Indro Kussambodo, ... dll Pengurus Harian [& Peneliti] : Hemat Dwi Nuryanto (Chairman), Dr. Agung Harsoyo (Direktur Eksekutif), Dr. Dadang F Erawan (Direktur R & D), Agung Yuwono (Direktur Proses), M Zhuriansyah Rahman (Direktur Teknologi), Totok Siswantara (Direktur Komunikasi Perusahaan)

×