Your SlideShare is downloading. ×
Rangkuman metode pembelajaran
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×

Introducing the official SlideShare app

Stunning, full-screen experience for iPhone and Android

Text the download link to your phone

Standard text messaging rates apply

Rangkuman metode pembelajaran

6,386
views

Published on

Published in: Education

2 Comments
1 Like
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total Views
6,386
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
211
Comments
2
Likes
1
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. METODOLOGI PEMBELAJARANMACAM-MACAM METODE PEMBELAJARANDisusun oleh :NURHAYAT10504241029PROGRAM STUDI PENDIDIKAN TEKNIK OTOMOTIFFAKULTAS TEKNIKUNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA2012
  • 2. Macam metode belajar atau metodologi mengajar adalah ilmu yangmempelajari cara-cara untuk melakukan aktivitas yang tersistem dari sebuahlingkungan yang terdiri dari pendidik dan peserta didik untuk saling berinteraksidalam melakukan suatu kegiatan sehingga proses belajar berjalan dengan baikdalam arti tujuan pengajaran tercapai. Dalam model pembelajaran terdapat strategipencapaian kompetensi peserta didik dengan pendekatan, metode, dan teknikpembelajaran. Guru perlu menguasai dan dapat menerapkan berbagai strategipembelajaran yang meliputi pendekatan, metode, dan teknik pembelajaran secaraspesifik.Penguasaan model pembelajaran akan mempengaruhi keberhasilan pesertadidik dalam pembelajaran. Proses pembelajaran pada satuan pendidikandiselenggarakan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang,memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif serta memberikan ruang yangcukup bagi prakarsa, kreativitas dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat danperkembangan fisik serta psikologis peserta didik. (Peraturan PemerintahNo.19/2005 pasal 19)
  • 3. Agar tujuan pengajaran tercapai sesuai dengan yang telah dirumuskan olehpendidik, maka perlu mengetahui, mempelajari beberapa metode mengajar, sertadipraktekkan pada saat mengajar.1. Preaching Method(Metode Ceramah)a. PengertianMetode pembelajaran ceramah adalah penerangan secara lisanatas bahan pembelajaran kepada sekelompok pendengar untukmencapai tujuan pembelajaran tertentu dalam jumlah yang relatifbesar. Seperti ditunjukkan oleh Mc Leish (1976), melalui ceramah,dapat dicapai beberapa tujuan. Dengan metode ceramah, guru dapatmendorong timbulnya inspirasi bagi pendengarnya. Gage dan Berliner(1981:457), menyatakan metode ceramah cocok untuk digunakandalam pembelajaran dengan ciri-ciri tertentu. Ceramah cocok untukpenyampaian bahan belajar yang berupa informasi dan jika bahanbelajar tersebut sukar didapatkan.b. Kelebihan dan kekuranganmetode ceramahBeberapa kelebihan metode ceramah adalah :1) Guru mudah menguasai kelas.2) Guru mudah menerangkan bahan pelajaran berjumlah besar3) Dapat diikuti anak didik dalam jumlah besar.4) Mudah dilaksanakan (Syaiful Bahri Djamarah, 2000)Beberapa kekuranganmetode ceramah adalah :1) Membuat siswa pasif.2) Mengandung unsur paksaan kepada siswa.3) Mengandung daya kritis siswa ( Daradjat, 1985).4) Anak didik yang lebih tanggap dari visi visual akan menjadi rugidan anak didik yang lebih tanggap auditifnya dapat lebih besarmenerimanya.5) Sukar mengontrol sejauhmana pemerolehan belajar anak didik.6) Kegiatan pengajaran menjadi verbalisme (pengertian kata-kata).7) Bila terlalu lama membosankan.(Syaiful Bahri Djamarah, 2000).
  • 4. c. Karakteristik metode ceramah adalah :1) Digunakan apabila proses pembelajaran lebih bersifat pemberianinformasi berupa fakta atau konsep-konsep sederhana.2) Proses pembelajaran secara klasikal dengan jumlah siswa yangrelatif banyak.3) Bersifat monoton, guru lebih banyak berbicara.4) Memerlukan adanya dukungan yang efektif dari guru sepertisuasana emosional yang dapat membangkitkan motivasi danperhatian dari siswa selama mendengarkan ceramah.d. Kemampuan yang harus dimiliki guru untuk mengoptimalkankeberhasilan dalam menggunakan metode ceramah :1) Menguasai teknik-teknik ceramah yang dapat membangkitkanminat dan motivasi siswa.2) Mampu memberikan ilustrasi sesuai dengan bahan pelajaran.3) Menguasai bahan pelajaran.4) Menjelaskan pelajaran secara sistematis.5) Menguasai aktifitas seluruh siswa dalam kelas.2. Discussion Method(Metode Diskusi)a. PengertianMetode pembelajaran diskusi adalah proses pelibatan duaorang peserta atau lebih untuk berinteraksi saling bertukar pendapat,dan atau saling mempertahankan pendapat dalam pemecahan masalahsehingga didapatkan kesepakatan diantara mereka. Pembelajaran yangmenggunakan metode diskusi merupakan pembelajaran yang bersifatinteraktif (Gagne & Briggs. 1979: 251).Menurut Mc. Keachie-Kulik dari hasil penelitiannya, dibandingmetode ceramah, metode diskusi dapat meningkatkan anak dalampemahaman konsep dan keterampilan memecahkan masalah. Tetapidalam transformasi pengetahuan, penggunaan metode diskusi hasilnyalambat dibanding penggunaan ceramah. Sehingga metode ceramah
  • 5. lebih efektif untuk meningkatkan kuantitas pengetahuan anak dari padametode diskusi.b. Kelebihan dan kekuranganmetode diskusiKelebihan metode diskusi sebagai berikut :1) Menyadarkan anak didik bahwa masalah dapat dipecahkan denganberbagai jalan.2) Menyadarkan ank didik bahwa dengan berdiskusi mereka salingmengemukakan pendapat secara konstruktif sehingga dapatdiperoleh keputusan yang lebih baik.3) Membiasakan anak didik untuk mendengarkan pendapat orang lainsekalipun berbeda dengan pendapatnya dan membiasakan bersikaptoleransi. (Syaiful Bahri Djamarah, 2000)Kekuranganmetode diskusi sebagai berikut :1) Tidak dapat dipakai dalam kelompok yang besar.2) Peserta diskusi mendapat informasi yang terbatas.3) Dapat dikuasai oleh orang-orang yang suka berbicara.4) Biasanya orang menghendaki pendekatan yang lebih formal(Syaiful Bahri Djamarah, 2000)c. Karakteristik Metode Diskusi:1) Bahan pelajaran dikemukakan dengan topik permasalahan yangakan merangsang siswa menyelesakan permasalahan tersebut2) Membentuk kelompok yang terdiri dari beberapa orang siswauntuk menyelesaikan permasalahan3) Kelancaran diskusi ditentukan oleh moderator4) Semua siswa sebagai anggota kelompok dalam diskusi mengarahpada pendapat/kesimpulan bersama5) Guru sebagai pembimbing, fasilisator, dan motivator.d. Kemampuan yang harus dimiliki oleh guru dan siswa untukmengoptimalkan metode diskusi.1) Kemampuan yang harus dimiliki guru:
  • 6. a) Mampu merumuskan permasalahan yang akan diselesaikanoleh siswa.b) Mampu membimbing siswa untukmerumuskan/mengidentifikasi permasalahan serta menarikkesimpulan.c) Mampu membagi siswa ke dalam kelompok sesuai dengankebutuhan permasalahan dan pengembangan kemampuansiswa.d) Mampu mengelola pembelajaran dengan baik.2) Kemampuan yang harus dimiliki siswa:a) Memiliki motivasi, perhatian, dan minat dalam berdiskusikelompok.b) Mampu mengikuti dan melaksanakan diskusi dengan baik.c) Mampu menerapkan belajar bersama teman sekelompok.d) Mampu memunculkan ide dan pendapat masing-masing.e) Mampu memahami dan menghargai pendapat orang lain.3. Metode Eksperimentala. PengertianMetode pembelajaran eksperimental adalah suatu carapengelolaan pembelajaran di mana siswa melakukan aktivitaspercobaan dengan mengalami dan membuktikan sendiri suatu yangdipelajarinya.Dalam metode ini siswa diberi kesempatan untuk mengalamisendiri atau melakukan sendiri dengan mengikuti suatu proses,mengamati suatu obyek, menganalisis, membuktikan dan menarikkesimpulan sendiri tentang obyek yang dipelajarinya.b. Kelebihan dan kekuranganmetode eksperimenKelebihan metode eksperimen :1) Membuat siswa lebih percaya atas kebenaran atau kesimpulanberdasarkan percobaannya.
  • 7. 2) Dalam membina siswa untuk membuat terobosan-terobosan barudengan penemuan dari hasil percobaannya dan bermanfaat bagikehidupan manusia.3) Hasil-hasil percobaan yang berharga dapat dimanfaatkan untukkemakmuran umat manusia.Kekurangan metode eksperimen :1) Metode ini lebih sesuai untuk bidang-bidang sains dan teknologi.2) Metode ini memerlukan berbagai fasilitas peralatan dan bahanyang tidak selalu mudah diperoleh dan kadangkala mahal.3) Metode ini menuntut ketelitian, keuletan dan ketabahan.4) Setiap percobaan tidak selalu memberikan hasil yang diharapkankarena mungkin ada factor-faktor tertentu yang berada di luarjangkauan kemampuan atau pengendalianc. Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam melakukan metodeeksperimen menurut Fathurrahman (2008:84) adalah sebagai berikut:1) Persiapkan terlebih dahulu bahan-bahan yang dibutuhkan.2) Usahakan siswa terlibat langsung sewaktu mengadakaneksperimen.3) Sebelum dilaksanakan eksperimen siswa terlebih dahulu diberikanpengarahan tentang petunjuk dan langkah-langkah kegiataneksperimen yang akan dilakukan.4) Lakukan pengelompokan atau masing-masing individu melakukanpercobaan yang telah direncanakan, bila hasilnya belummemuaskan dapat diulangi lagi untuk membuktikan kebenarannya.5) Setiap individu atau kelas dapat melaporkan hasil pekerjaannyasecara tertulis.d. Prosedur metode pembelajaran eksperimen menurut Roestiyah(2001:81) adalah1) Perlu dijelaskan kepada siswa tentang tujuan eksprimen,merekaharus memahami masalah yang akan dibuktikan melaluieksprimen.
  • 8. 2) Memberi penjelasan kepada siswa tentang alat-alat serta bahan-bahan yang akan dipergunakan dalam eksperimen, hal-hal yangharus dikontrol dengan ketat, urutan eksperimen, hal-hal yangperlu dicatat.3) Selama eksperimen berlangsung guru harus mengawasi pekerjaansiswa. Bila perlu memberi saran atau pertanyaan yang menunjangkesempurnaan jalannya eksperimen.4) Setelah eksperimen selesai guru harus mengumpulkan hasilpenelitian siswa, mendiskusikan di kelas, dan mengevaluasidengan tes atau tanya jawab4. Metode Demonstrasia. PengertianMetode pembelajaran demontrasi merupakan metodepembelajaran yang sangat efektif untuk menolong siswa mencarijawaban atas pertanyaan-pertanyaan seperti: Bagaimana caramengaturnya? Bagaimana proses bekerjanya? Bagaimana prosesmengerjakannya. Demonstrasi sebagai metode pembelajaran adalahbilamana seorang guru atau seorang demonstrator (orang luar yangsengaja diminta) atau seorang siswa memperlihatkan kepada seluruhkelas sesuatau proses. Misalnya bekerjanya suatu alat pencuciotomatis, cara membuat kue, dan sebagainya.b. Kelebihan dan kekuranganmetode demonstrasiKelebihan metode demonstrasi :1) Perhatian siswa dapat lebih dipusatkan.2) Proses belajar siswa lebih terarah pada materi yang sedangdipelajari.3) Pengalaman dan kesan sebagai hasil pembelajaran lebih melekatdalam diri siswa.Kekurangan metode demonstrasi :
  • 9. 1) Siswa kadang kala sukar melihat dengan jelas benda yangdiperagakan.2) Tidak semua benda dapat didemonstrasikan.3) Sukar dimengerti jika didemonstrasikan oleh pengajar yang kurangmenguasai apa yang didemonstrasikan.c. Langkah-langkah Menggunakan Metode Demonstrasi1) Tahap PersiapanPada tahap persiapan ada beberapa hal yang harus dilakukan:a) Rumuskan tujuan yang harus dicapai oleh siswa setelah prosesdemonstrasi berakhir.b) Persiapkan garis besar langkah-langkah demonstrasi yang akandilakukan.c) Lakukan uji coba demonstrasi.2) Tahap Pelaksanaana) Langkah pembukaan.Sebelum demonstrasi dilakukan ada beberapa hal yang harusdiperhatikan, di antaranya:(1) Aturlah tempat duduk yang memungkinkan semua siswadapat memperhatikan dengan jelas apa yangdidemonstrasikan.(2) Kemukakan tujuan apa yang harus dicapai oleh siswa.(3) Kemukakan tugas-tugas apa yang harus dilakukan olehsiswa, misalnya siswa ditugaskan untuk mencatat hal-halyang dianggap penting dari pelaksanaan demonstrasi.b) Langkah pelaksanaan demonstrasi.(1) Mulailah demonstrasi dengan kegiatan-kegiatan yangmerangsang siswa untuk berpikir, misalnya melaluipertanyaanpertanyaan yang mengandung teka-teki sehinggamendorong siswa untuk tertarik memperhatikandemonstrasi.
  • 10. (2) Ciptakan suasana yang menyejukkan dengan menghindarisuasana yang menegangkan.(3) Yakinkan bahwa semua siswa mengikuti jalannyademonstrasi dengan memerhatikan reaksi seluruh siswa.(4) Berikan kesempatan kepada siswa untuk secara aktifmemikirkan lebih lanjut sesuai dengan apa yang dilihat dariproses demonstrasi itu.c) Langkah mengakhiri demonstrasi.Apabila demonstrasi selesai dilakukan, prosespembelajaran perlu diakhiri dengan memberikan tugas-tugastertentu yang ada kaitannya dengan pelaksanaan demonstrasidan proses pencapaian tujuan pembelajaran. Hal ini diperlukanuntuk meyakinkan apakah siswa memahami proses demonstrasiitu atau tidak. Selain memberikan tugas yang relevan, adabaiknya guru dan siswa melakukan evaluasi bersama tentangjalannya proses demonstrasi itu untuk perbaikan selanjutnya.d. Metode Demonstrasi yang Efektif, seorang guru harus :1) Merumuskan keterampilan yang diharapkan akan dicapai olehsiswa setelah demonstrasi dilakukan.2) Mencoba alat-alat yang akan digunakan dalam demonstrasi, supayawaktu diadakan demonstrasi tidak gagal.3) Memperkirakan jumlah siswa apakah memungkinkan diadakanmetode demonstrasi.4) Mmenetapkan garis besar langkah yang akan dilaksanakan5) Memperhitungkan waktu yang dibutuhkan.NB : Demonstrasi menjadi tidak efektif bila benda yangdidemonstrasikan tidak dapat diamati dengan jelas oleh siswa, siswatidak dilibatkan untuk mencoba, dan bila tidak dilakukan ditempatyang sebenarnya.5. Metode Resitasi
  • 11. a. PengertianMetode pembelajaran resitasi adalah suatu metode pengajarandengan mengharuskan siswa membuat resume dengan kalimat sendiri.b. Kelebihan dan kekuranganmetode resitasiKelebihan metode resitasi adalah :1) Pengetahuan yang diperoleh peserta didik dari hasil belajar sendiriakan dapat diingat lebih lama.2) Peserta didik memiliki peluang untuk meningkatkan keberanian,inisiatif, bertanggung jawab dan mandiri.Kekuranganmetode resitasi adalah :1) Kadang kala peserta didik melakukan penipuan yakni peserta didikhanya meniru hasil pekerjaan orang lain tanpa mau bersusah payahmengerjakan sendiri.2) Kadang kala tugas dikerjakan oleh orang lain tanpa pengawasan.3) Sukar memberikan tugas yang memenuhi perbedaan individual.c. Langkah-langkah Metode ResitasiAda langkah-langkah yang harus diikuti dalam penggunaan metodepembelajaran tugas antara lain :1) Fase Pemberian TugasGuru memberikan tugas pada siswa baik itu secarapetseorangan atau kelompok. Dan hasil yang diperoleh dapatsesuai dengan yang diinginkan, hendaknya tugas yang diberikanpada siswa memperhatikan:a) Tujuan yang akan dicapaib) Jenis tugas jelas dan tepat sehingga anak mengerti apa yangditugaskan tersebutc) Sesuai dengan kemampuan siswad) Ada petunjuk atau sumber yang dapat membantu pekerjaansiswae) Sediakan waktu yang cukup untuk mengerjakan tugas tersebut.
  • 12. f) Dalam fase ini tugas yang diberikan kepada setiap anak didikharus jelas dan petunjuk-petunjuk yang diberikan harusterarah.2) Langkah Pelaksanaan Tugasa) Diberikan bimbingan atau pengawasan oleh gurub) Diberikan dorongan sehingga anak mau bekerjac) Diusahakan atau dikerjakan oleh siswa sendiri, tidak menyuruhorang laind) Dianjurkan agar siswa mencatat hasil-hasil yang dia perolehdengan baik dan sistematike) Dalam fase ini anak didik belajar (melaksanakan tugas) sesuaitujuan dan petunjuk-petunjuk guru.3) Fase Mempertanggungjawabkan Tugasa) Laporan siswa baik lisan atau tertulis dari apa yang telahdikerjakannyab) Ada tanya jawab diskusi kelasc) Penilaian hasil pekerjaan siswa baik dengan tes maupun non tesatau cara lainnyaDalam fase ini anak didik mempertanggungjawabkan hasilbelajarnya baik berbentuk laporan lisan maupun tertulis. Karenatugas yang dikerjakan pada akhirnya akan dipertanggung jawabkanmaka siswa akan terdorong untuk mengerjakan secara sungguh-sungguh. Dengan metode ini sehingga pengalaman siswa dalammempelajari sesuatu lebih mendalam.d. Pelaksanaan Metode ResitasiTugas dapat dilaksanakan dalam berbagai kegiatan belajar baikperorangan atau kelompok. Adapun pelaksaan yang ditempuh dalammetode ini antara lain:1) PendahuluanPada langkah ini perlu mempersiapkan mental murid untukmenerima tugas yang akan diberikan kepada mereka pada pelajaran
  • 13. inti, Untuk itu perlu memberikan kejelasan tentang suatu bahanpelajaran yang dilaksanakan dengan metode ini, diberikan contoh-contoh yang serupa dengan tugas jika keterangan telah cukup.2) Pelajaran intiGuru memberika tugas, murid melaporkan hasil kerjamereka sementara gurumengadakan koreksi terhadap tugas-tugastersebut, da bila ditemukan kesalahan maka perlu diadakan diskusi.3) PenutupPada langkah ini murid bersama guru mengecek kebenaransementara murid disuruh mengulangi tugas itu kembali.6. Study TourMethod(Karya Wisata)a. PengertianMetode karya wisata adalah metode mengajar denganmengajak peserta didik mengunjungi suatu objek guna memperluaspengetahuan dan selanjutnya peserta didik membuat laporan danmendiskusikan serta membukukan hasil kunjungan tersebut dengandidampingi oleh pendidik.b. Kelebihan dan kekuranganmetode karyawisataKelebihan metode karyawisata sebagai berikut :1) Karyawisata menerapkan prinsip pengajaran modern yangmemanfaatkan lingkungan nyata dalam pengajaran.2) Membuat bahan yang dipelajari di sekolah menjadi lebih relevandengan kenyataan dan kebutuhan yang ada di masyarakat.3) Pengajaran dapat lebih merangsang kreativitas anak.Kekurangan metode karyawisata sebagai berikut :1) Memerlukan persiapan yang melibatkan banyak pihak.2) Memerlukan perencanaan dengan persiapan yang matang.3) Dalam karyawisata sering unsur rekreasi menjadi prioritas daripadatujuan utama, sedangkan unsur studinya terabaikan.
  • 14. 4) Memerlukan pengawasan yang lebih ketat terhadap setiap gerak-gerik anak didik di lapangan.5) Biayanya cukup mahal.6) Memerlukan tanggung jawab guru dan sekolah atas kelancarankaryawisata dan keselamatan anak didik, terutama karyawisatajangka panjang dan jauh.c. Langkah-Langkah Pelaksanaan Metode Karyawisata :Agar metode karya wisata dapat terlaksana dengan efektif, maka perludiperhatikan langkah-langkah sebagai berikut :1) Merumuskan tujuan yang hendak dicapai secara matang.2) Dapat mempertimbangkan segi untung rugi serta manfaat karyawisata dilaksanakan. Jika karyawisata menuju tempat-tempatpabrik, ke suatu percetakan, musium bersejarah dan ke pantiasuhan biasanya diadakan terlebih dahulu kontak / hubungandengan pimpinan instansi bersagkutan, dan menetapkan waktupelaksanaannya.3) Mempersiapkan segala perangkat/peralatan yang diperlukan dalamperjalanan.4) Bila diperlukan bentuklah tim panitia pelaksana karya wisata.Yang bertugas mengkoordinir dan bertanggung jawab penuhterhadap pelaksanaan karyawisata dan keamanan5) Membuat tata tertib yang harus ditaati, merencanakan waktu yangtepat, rencana biaya dan sebagainya jauh-jauh hari sebelumnya6) Mendiskusikan hasil karyawisata, serta merumuskan follow up darihasil karya wisata. Misalnya dengan membuat laporan dankarangan ilmiah7) Perlu berhati-hati agar pelaksanaan metode ini tidak hanyamerupakan pikink belaka.7. Drill Method(Metode Latihan Keterampilan)a. Pengertian
  • 15. Metode latihan keterampilan (drill method) adalah suatumetode mengajar dengan memberikan pelatihan keterampilan secaraberulang kepada peserta didik, dan mengajaknya langsung ketempatlatihan keterampilan untuk melihat proses tujuan, fungsi, kegunaan danmanfaat sesuatu (misal: membuat tas dari mute). Metode latihanketerampilan ini bertujuan membentuk kebiasaan atau pola yangotomatis pada peserta didik.b. Kelebihan dan kekuranganmetode latihan keterampilanKelebihan metode latihan keterampilan sebagai berikut :1) Dapat untuk memperoleh kecakapan motoris, seperti menulis,melafalkan huruf, membuat dan menggunakan alat-alat.2) Dapat untuk memperoleh kecakapan mental, seperti dalamperkalian, penjumlahan, pengurangan, pembagian, tanda-tanda/simbol, dan sebagainya.3) Dapat membentuk kebiasaan dan menambah ketepatan dankecepatan pelaksanaan.Kekurangan metode latihan keterampilan sebagai berikut :1) Menghambat bakat dan inisiatif anak didik karena anak didik lebihbanyak dibawa kepada penyesuaian dan diarahkan kepada jauh daripengertian.2) Menimbulkan penyesuaian secara statis kepada lingkungan.3) Kadang-kadang latihan tyang dilaksanakan secara berulang-ulangmerupakan hal yang monoton dan mudah membosankan.4) Dapat menimbulkan verbalismec. Karakterisrik metode latihan keterampilan.1) Memerlukan perencanaan yang matang.2) Memerlukan keahlian dan keterampilan yang lebih dari guru.3) Dapat memanggil narasumber ahli untuk membantu gurumengajarkan siswa membuat hasil karya.4) Menentukan jenis latihan keterampilan yang sesuai denganperkembangan siswa.
  • 16. 5) Melatih keterampilan secara berulang hingga dikuasai oleh siswa.6) Bertujuan membentuk kebiasaan dan pola pada siswa.8. Metode Inquirya. PengertianMetode inquiry menurut Mulyasa (2003:234)adalah metodeyang mampu menggiring peserta didik untuk menyadari apa yang telahdidapatkan selama belajar. Inquiry menempatkan peserta didik sebagaisubyek belajar yang aktif.Metode inquiry menurut Roestiyah (2001:75) merupakan suatuteknik atau cara yang dipergunakan guru untuk mengajar di depankelas, dimana guru membagi tugas meneliti suatu masalah ke kelas.Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok, dan masing-masingkelompok mendapat tugas tertentu yang harus dikerjakan, kemudianmereka mempelajari, meneliti, atau membahas tugasnya di dalamkelompok. Setelah hasil kerja mereka di dalam kelompok didiskusikan,kemudian dibuat laporan yang tersusun dengan baik. Akhirnya hasillaporan dilaporkan ke sidang pleno, dan terjadilah diskusi secara luas.Dari sidang pleno kesimpulan akan dirumuskan sebagai kelanjutanhasil kerja kelompok. Dan kesimpulan yang terakhir bila masih adatindak lanjut yang harus dilaksanakan, hal itu perlu diperhatikan.Metode inquiry menurut Suryosubroto (2002:192) adalahperluasan proses discovery yang digunakan lebih mendalam. Artinyaproses inqury mengandung proses-proses mental yang lebih tinggitingkatannya, misalnya merumuskan problema, merancangeksperimen, melakukan eksperimen, mengumpulkan dan menganalisadata, menarik kesimpulan, dan sebagainya.b. Kelebihan dan kekurangan metode inquiryKelebihan metode inquiry sebagai berikut :
  • 17. 1) Dapat membentuk dan mengembangkan konsep dasar kepadasiswa, sehingga siswa dapat mengerti tentang konsep dasar ide-idedengan lebih baik.2) Membantu dalam menggunakan ingatan dan transfer pada situasiproses belajar yang baru.3) Mendorong siswa untuk berfikir dan bekerja atas inisiatifnyasendiri, bersifat jujur, obyektif, dan terbuka.4) Mendorong siswa untuk berpikir intuitif dan merumuskanhipotesanya sendiri.5) Memberi kepuasan yang bersifat intrinsik. Situasi pembelajaranlebih menggairahkan.6) Dapat mengembangkan bakat atau kecakapan individu.7) Memberi kebebasan siswa untuk belajar sendiri. Menghindarkandiri dari cara belajar tradisional.8) Dapat memberikan waktu kepada siswa secukupnya sehinggamereka dapat mengasimilasi dan mengakomodasi informasi.Kekurangan metode inquiry :1) Memerlukan perencanaan yang teratur dan matang. Bagi guru yangterbiasa dengan cara tradisional, merupakan beban yangmemberatkan2) Pelaksanaan pengajaran melalui metode ini, dapat memakan watuyang cukup panjang. Apalagi proses pemecahan masalah itumemerlukan pembuktian secara ilmiah3) Proses jalannya inquiry akan menjadi terhambat, apabila siswatelah terbiasa cara belajar “nrimo” tanpa kritik dan pasif apa yangdiberikan oleh gurunya4) Tidak semua materi pelajaran mengandung masalah. Akan tetapijustru memerlukan pengulangan dan penanaman nilai. Misalnyapada pengajaran agama, mengenai keimanan, ibadah dan akhlak5) Metode inquiry ini baru dilaksanakan pada tingkat SLTA,Perguruan Tingi. Dan untuk tingkat SLTP dan tingkat SD masih
  • 18. sulit dilaksanakan. Sebab pad tingkat tersbeut anak didik belummampu berpikir secara ilmiah, merupakan ciri dari metode inquiry.c. Langkah-langkah Metode InquiryLangkah-langkah yang ditempuh dalam penggunaan metode inkuirimenurut Ibrahim dan Nur, (2000: 13), antara lain sebagai berikut:1) Orientasi siswa pada masalahGuru menjelaskan tujuan pembelajaran , menjelaskanlogistik yangdibutuhkan dan memotivasi siswa terliibat padaaktivitas pemecahan masalah.2) Mengorganisasikan siswa dalam belajarGuru membantu siswa adalam mengidentifikasi danmengorganisasikan tugas tugas yang berkaitan dengan masaklahserta menyediakan alat3) Membimbing penyelidikan individual maupun kelompokGuru mendporongsiswa untuk mengumpulkan informasiyang sesuai, melaksanakan eksperimen yangberkaitan denganpemecahan masalah4) Menyajikan atau mempresentasdikan hasil kegiatanGuru membantu siswa dalam merencanakan danmenyiapkan karya yang sesuai seperti laporan dan model yangmembantui mereka untuk berbagi tugas dengantemannya.5) Mengevaluasi kegiatanGuru membantu sisa untuk merefleksi pada penyelidikan danproses penemuan yang digunakand. Kondisi belajarAgar teknik inquiry dapat dilaksanakan dengan baik, memerlukankondisi belajar sebagai berikut :1) Menciptakan situasi kondisi yang fleksibel (tidak terlalu kaku)dalam interaksi belajar, dan siswa belajar dari perasaan takut dantekanan
  • 19. 2) Kondisi lingkungan yang dapat memancing gairah intelektual, dansemangat3) Guru mampu menciptakan situasi belajar yang kondusif danresponsife. Tujuan Metode InkuiriAdapun tujuan dari metode inkuiri adalah sebagai berikut:1) Meningkatkan keterlibatan peserta didikdalam menemukan danmemproses bahan pelajarannya.2) Mengurangi ketergantungan siswa pada guru untuk mendapatkanpelajarannya3) Melatih peserta didik dalam menggali dan memanfaatkanlingkungan asebagai sumber belajar yang tidakada habisnya4) Memberi pengalaman belajar seumur hidup5) Meningkatkabn ketrlibatan peserta didikdalam menemukan danmemrosesbahan pelajarannya.6) Mengurangi ketergantungna peserta didik padaguru untukmendaopatkan pengalaman belajarnya7) Melatih peserta didik menggali dan memanfaaatkan liongkuneansebagai sumber belajar yang tidak ada habisnya.8) Memberi pengalaman belajar seumur hidup.9. Problem Solving Method (Metode Pemecahan Masalah)a. PengertianMetode pemecahan masalah bukan hanyasekadar metodemengajar, tetapi juga merupakan suatu metode berpikir, sebabdalamproblem solving dapat menggunakan metode-metode lainnya yangdimulaidengan mencari data sampai pada menarik kesimpulan.Metodepemecahan masalah merupakan metode yang merangsang berfikirdanmenggunakan wawasan tanpa melihat kualitas pendapat yangdisampaikan olehsiswa. Seorang guru harus pandai-pandai merangsangsiswanya untuk mencobamengeluarkan pendapatnya.
  • 20. b. Kelebihan dan kekuranganmetodepemecahan masalahKelebihan metodepemecahan masalah sebagai berikut :1) Dengan metode ini potensi intelektual dari dalam diri siswa akanmeningkat.2) Dengan meningkatkan potensi intelektual dari dalam diri siswamaka akan menimbulkan motivasi intern bagi siswa.3) Dengan menggunakan metode ini menyebabkan materi yang telahdipelajari akan tahan lama.4) Masing-masing siswa diberi kesempatan yang sama dalammengeluarkan pendapatnya sehingga para siswa merasa lebihdihargai dan yang nantinya akan menumbuhkan rasa percaya diri5) Para siswa akan diajak untuk lebih menghargai orang lain6) Untuk membantu siswa dalam mengembangkan kemampuanlisannya7) Mengajak siswa berpikir secara rasional8) Siswa aktif9) Mengembangkan rasa tanggung jawab10) Melatih siswa untuk mendesain suatu penemuan11) Berpikir dan bertindak kreatif.12) Memecahkan masalah yang dihadapi secara realistis13) Mengidentifikasi dan melakukan penyelidikan14) Menafsirkan dan mengevaluasi hasil pengamatan.15) Merangsang perkembangan kemajuan berfikir siswa untukmenyelesaikan masalah yang dihadapi dengan tepat.16) Dapat membuat pendidikan sekolah lebih relevan dengankehidupan, khususnya dunia kerja.Kekurangannya metodepemecahan masalah sebagai berikut :1) Bagi siswa yang sangat kurang pemahaman dasar matematikamaka pengajaran dengan metode ini akan sangat membosankandan menghilangkan semangat belajarnya.
  • 21. 2) Bila guru tidak berhati-hati dalam memilih soal pemecahanmasalah akan berubah fungsinya menjadi latihan, apabila tanpamemahami konsep yang dikandung soal-soal tersebut.3) Karena tidak melihat kualitas pendapat yang disampaikanterkadang penguasaan materi sering diabaikan4) Metode ini sering kali menyulitkan mereka yang sungkanmengutarakan pendapat secara lisan5) Memakan waktu lama6) Kebulatan bahan kadang – kadang sukar dicapai7) Beberapa pokok bahasan sangat sulit untuk menerapkan metodeini. Misal terbatasnya alat-alat laboratorium menyulitkan siswauntuk melihat dan mengamati serta akhirnya dapat menyimpulkankejadian atau konsep tersebut.8) Memerlukan alokasi waktu yang lebih panjang dibandingkandengan metode pembelajaran yang lain.c. Langkah-langkah metodepemecahan masalah sebagai berikut :1) Merumuskan masalahAdanya masalah yang jelas untuk dipecahkan. Masalah ini harustumbuh dari siswa sesuai dengan taraf kemampuannya.2) Menelaah masalahMencari data atau keterangan yang dapat digunakan untukmemecahkan masalah tersebut. Misalnya, dengan jalan membacabuku-buu, meneliti, bertanya, dan lain-lain.3) Merumuskan hipotesisBerimajinasi dan menghayati ruang lingkup, sebab – akibat danalternative penyelesaian. Menetapkan jawaban sementara darimasalah tersebut. Dugaan jawaban ini tentu saja didasarkan kepadadata yang telah diperoleh, pada langkah kedua diatas.4) Mengumpulkan dan mengelompokkan dataKecakapan mencari dan menyusun data menyajikan data dalambentuk diagram,gambar dan tabel.
  • 22. 5) Pembuktian hipotesisMenguji kebenaran jawaban sementara tersebut. Dalam langkah inisiswa harus berusaha memecahkan masalah sehingga betu-betyakin bahwa jawaban tersebut betul-betul cocok. Apakah sesuaidengan jawaban sementara atau sama sekali tidak sesuai. Untukmenguji kebenaran jawaban ini tentu saja diperukan metode-metode lainnya seperti demonstrasi, tugas diskusi, dan lain-lain.6) Menarik kesimpulan.Artinya siswa harus sampai kepada kesimpulan terakhir tentangjawaban dari masalah tadi.Catatan: Metode problem solving akan melibatkan banyak kegiatansendiri dengan bimbingan dari para pengajar.10. Project Method(Metode perancangan)a. PengertianMetode perancangan adalah suatu metode mengajar denganmeminta peserta didik merancang suatu proyek yang akan ditelitisebagai obyek kajian.b. Kelebihan dan kekuranganmetode perancanganKelebihan metode perancangan sebagai berikut :1) Dapat merombak pola pikir anak didik dari yang sempit menjadilebih luas dan menyuluruh dalam memandang dan memecahkanmasalah yang dihadapi dalam kehidupan.2) Melalui metode ini, anak didik dibina dengan membiasakanmenerapkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan dengan terpadu,yang diharapkan praktis dan berguna dalam kehidupan sehari-hari.Kekurangan metode perancangan sebagai berikut :1) Kurikulum yang berlaku di negara kita saat ini, baik secara vertikalmaupun horizontal, belum menunjang pelaksanaan metode ini.
  • 23. 2) Organisasi bahan pelajaran, perencanaan, dan pelaksanaan metodeini sukar dan memerlukan keahlian khusus dari guru, sedangkanpara guru belum disiapkan untuk ini.3) Harus dapat memilih topik unit yang tepat sesuai kebutuhan anakdidik, cukup fasilitas, dan memiliki sumber-sumber belajar yangdiperlukan.4) Bahan pelajaran sering menjadi luas sehingga dapat mengaburkanpokok unit yang dibahas.11. Team Teaching Method( Metode Mengajar Beregu)a. PengertianMetode mengajar beregu adalah suatu metode mengajardimana pendidiknya lebih dari satu orang yang masing-masingmempunyai tugas.Biasanya salah seorang pendidik ditunjuk sebagaikordinator. Cara pengujiannya,setiap pendidik membuat soal,kemudian digabung. Jika ujian lisan maka setiapsiswa yang diuji haruslangsung berhadapan dengan team pendidik tersebut.b. Kelebihan dan kekuranganmetode mengajar bereguKelebihan metode mengajar beregu sebagai berikut :1) Pengetahuan siswa menjadi lebih lengkap2) Materi yang disajikan bersama semestinya lebih lengkap3) Secara tidak langsung pengetahuan guru bertambah pula.Kekurangan metode mengajar beregu sebagai berikut :1) Bila tidak ada kerjasama yang baik, kurang ada toleransi, apalagibila ada anggota regu yang cenderung kerja sendiri2) Pengetahuan guru dalam satu regu tidak merata.12. Peer Theaching Method(Metode Mengajar Sesama Teman)a. PengertianMetode mengajar sesama teman, yaitu suatu metode mengajaryang dibantu oleh temannya sendiri.
  • 24. b. Kelebihan dan kekuranganmetodemengajar sesama temanKelebihanmetodemengajar sesama teman sebagai berikut :1) Meningkatkan motivasi belajar siswa.2) Meningkatkan kualitas dan proses pembelajaran.3) Meningkatkan interaktif sosial siswa dalam pembelajaran.4) Mendorong siswa ke arah berpikir tingkat tinggi.5) Mengembangkan keterampilan bekerja dalam kelompok.6) Meningkatan rasa tanggung jawab untuk belajar sendiri.7) Membangun semangat bekerja sama.8) Melatih keterampilan berkomunikasi.9) Meningkatkan hasil belajar.Kelemahan metodemengajar sesama teman sebagai berikut :1) Memerlukan waktu yang relatif lama.2) Jika siswa tidak memiliki dasar pengetahuan yang relevan makametode ini menjadi tidak efektif.3) Kemungkinan didominasi oleh siswa yang suka berbicara, pintar,atau yang ingin menonjolkan diri.4) Tidak semua guru benar-benar memahami cara masing-masingsiswa bekerja di kelompok.5) Perlu dimodifikasi agar sesuai diterapkan pada siswa SD (teknikini biasanya diterapkan di PT).6) Memerlukan perhatian guru yang ekstra ketat.13. Role-Play(Bermain Peran)a. PengertianBermain peran pada prinsipnya merupakan metode untuk„menghadirkan‟ peranperan yang ada dalam dunia nyata ke dalamsuatu „pertunjukan peran‟ di dalam kelas/pertemuan, yang kemudiandijadikan sebagai bahan refleksi agar peserta memberikan penilaianterhadap. Misalnya: menilai keunggulan maupun kekurangan masing-masing peran tersebut, dan kemudian memberikan saran atau alternatif
  • 25. pendapat bagi pengembangan peran-peran tersebut. Metode ini lebihmenekankan terhadap masalah yang diangkat dalam „pertunjukan‟, danbukan pada kemampuan pemain dalam melakukan permainan peran.b. Kelebihan dan kekuranganmetodebermain peranKelebihan metodebermain peran sebagai berikut :1) Siswa melatih dirinya untuk memahami dan mengingat isi bahanyang akan diperankan. Sebagai pemain harus memahami,menghayati isi cerita secara keseluruhan, terutama untuk materiyang harus diperankannya. Dengan demikian, daya ingatan siswaharus tajam dan tahan lama.2) Siswa akan berlatih untuk berinisiatif dan berkreatif. Pada waktubermain peran para pemain dituntut untuk mengemukakanpendapatnya sesuai dengan waktu yang tersedia.3) Bakat yang terdapat pada siswa dapat dipupuk sehinggadimungkinkan akan muncul atau tumbuh bibit seni drama darisekolah.4) Kerjasama antar pemain dapat ditumbuhkan dan dibina dengansebaikbaiknya.5) Siswa memperoleh kebiasaan untuk menerima dan membagitanggung jawab dengan sesamanya.6) Bahasa lisan siswa dapat dibina menjadi bahasa yang lebih baikagar mudah dipahami orang lain.Kekurangan metodebermain peran sebagai berikut :1) Sebagian anak yang tidak ikut bermain peran menjadi kurang aktif.2) Banyak memakan waktu.3) Memerlukan tempat yang cukup luas.4) Sering kelas lain merasa terganggu oleh suara para pemain dantepuk tangan penonton/pengamat.c. Langkah-langkah yang ditempuh dalam metode bermain peran :1) Guru menyusun/menyiapkan skenario yang akan ditampilkan.
  • 26. 2) Menunjuk beberapa siswa untuk mempelajari skenario dalamwaktu beberapa hari sebelum pelaksanaan Kegiatan BelajarMengajar.3) Guru membentuk kelompok siswa yang anggotanya 5 orang.4) Memberikan penjelasan tentang kompetensi yang ingin dicapai.5) Memanggil para siswa yang sudah ditunjuk untuk melakonkanskenario yang sudah dipersiapkan.6) Masing-masing siswa berada di kelompoknya sambil mengamatiskenario yang sedang diperagakan.7) Setelah selesai ditampilkan, masing-masing siswa diberikan lembarkerja untuk membahas/memberi penilaian atas penampilan masing-masing kelompok.8) Masing-masing kelompok menyampaikan hasil kesimpulannya.9) Guru memberikan kesimpulan secara umum.10) Evaluasi.11) Penutup.14. Metode Discoverya. PengertianMetode discovery menurut Suryosubroto (2002:192) diartikansebagai suatu prosedur mengajar yang mementingkan pengajaranperseorangan, manipulasi obyek dan lain-lain, sebelum sampai kepadageneralisasi.Metode Discovery menurut Rohani (2004:39) adalah metodeyang berangkat dari suatu pandangan bahwa peserta didik sebagaisubyek di samping sebagai obyek pembelajaran. Mereka memilikikemampuan dasar untuk berkembang secara optimal sesuai dengankemampuan yang mereka miliki.Metode discovery menurut Mulyasa (2005:110) merupakanmetode yang lebih menekankan pada pengalaman langsung.
  • 27. Pembelajaran dengan metode penemuan lebih mengutamakan prosesdaripada hasil belajar.b. Kelebihan dan kekuranganmetode discoveryKelebihan metode discovery sebagai berikut :1) Siswa aktif dalam kegiatan belajar mengajar.2) Siswa memehami benar bahwa pelajaran.3) Menimbulakan rasa puas bagi siswa.4) Siswa akan dapat mentransfer pengetahuannya keberbagai konteks.5) Melatih siswa belajar mandiri.Kelemahan metode discovery sebagai berikut :1) Menyita waktu banyak.2) Menyita pekerjaan guru3) Tidak semua siswa mampu melakukan penemuan4) Tidak berlaku untuk semua topik5) Untuk kelas yang besar sangat merepotkan guruc. Langkah-langkah Metode discoveryMenurut Gilstrap (dalam Suryosubruto, 2008: 197)mengemukakan langkah-langkah yang harus ditempuh kalau seorangguru melaksanakan metode discovery :1) Menilai kebutuhan dan minat siswa, dan menggunakannya sebagaidasar untuk menentukan tujuan yang berguna dan realistis untukmengajar dengan penemuan.2) Seleksi pendahuluan, atas dasar kebutuhan dan minat siswa,prinsip-prinsip, generalisasi, pengertian dalam hubunganya denganapa yang akan dipelajari.3) Mengatur susunan kelas sedemikian rupa sehingga memudahkanterlibatnya arus bebas pikiran siswa dalam belajar denganpenemuan.4) Bercakap-cakap dengan siswa untuk membantu menjelaskanperanan.
  • 28. 5) Menyiapkan suatu situasi yang mengandung masalah yang mintadipecahkan.6) Mengecek pengertian siswa tentang masalah yang digunakan untukmerangsang belajar dengan penemuan.7) Menambah berbagai alat peraga untuk kepentingan pelaksanaanpenemuan.8) Memberi kesempatan kepada siswa untuk bergiat mengumpulkandan bekerja dengan data, misalnya tiap siswa mempunyai sebuahtabung yang diamatinya dan dicatatnya.9) Mempersilahkan siswa mengumpulkan dan mengatur data sesuaidengan kecepatanya sendiri, sehingga memperoleh tilikan umum.10) Memberi kesempatan kepada siswa melanjutkan pengalamanbelajar, walaupun sebagai atas tanggung jawabnya sendiri.11) Memberi jawaban dengan tepat dan cepat dengan data daninformasi kalau ditanya dan kalau ternyata diperlukan siswa dalamkelangsungan kegiatannya.12) Memimpin anlisisnya sendiri melalui percakapan daneksplorasinya sendiri dengan pertanyaan yang mengarahkan danmengindentifikasi proses.13) Mengajarkan keterampilan untuk belajar dengan penemuan yangdiidentifikasi oleh kebutuhan siswa, misalnya latihan penyelidikan.14) Merangsang interaksi siswa dengan siswa, misalnya merundingkanstrategi penemuan, mendiskusikan hipotesis dan data yangterkumpul.15) Mengajukan pertanyaan tingkat tinggi maupun pertanyaan tingkatyang sederhana.16) Bersikap membantu jawaban siswa, ide siswa, pandangan dantafsiran yang berbeda. Bukan menilai secara kritis tetapi membantumenarik kesimpulan yang benar.17) Membesarkan siswa untuk memperkuat pertanyaannya denganalasan dan fakta.
  • 29. 18) Memuji siswa yang sedang bergiat dalam proses penemuan,misalnya seorang siswa yang bertanya kepada temannya ataukepada guru tentang berbagai tingkat kesukaran dan siswa yangmengindentifikasi hasil dari penyelidikannya sendiri.19) Membantu siswa menulis atau merumuskan prinsip, aturan, ide,generalisasi atau pengertian yang menjadi pusat dari masalahsemula dan yang telah ditemukan melalui strategi penemuan.20) Mencek apakah siswa menggunakan apa yang telahditemukannya, misalnya pengertian atau teori atau teknik, dalamsituasi berikutnya; situasi dimana siswa bekas menentukanpendekatannya (Suryosubruto, 2008: 200).15. Metode Simulasia. PengertianMetode simulasi adalah bentuk metode praktek yang sifatnyauntuk mengembangkan ketermpilan peserta belajar (keterampilanmental maupun fisik/teknis). Metode ini memindahkan suatu situasiyang nyata ke dalam kegiatan atau ruang belajar karena adanyakesulitan untuk melakukan praktek di dalam situasi yangsesungguhnya. Misalnya: sebelum melakukan praktek penerbangan,seorang siswa sekolah penerbangan melakukan simulasi penerbanganterlebih dahulu (belum benar-benar terbang). Situasi yang dihadapidalam simulasi ini harus dibuat seperti benar-benar merupakankeadaan yang sebenarnya (replikasi kenyataan).b. Kelebihan dan kekuranganmetode simulasiKelebihan metode simulasi sebagai berikut :1) Metode ini dapat dijadikan sebagai bekal bagi para murid dalammenghadapi situasi yang sebenarnya kelak, baik dalam kehidupankeluarga, masyarakat maupun dunia kerja.
  • 30. 2) Dapat mengembangkan kreatifitas murid, karena melalui simulasipara murid diberikan kesempatan untuk memainkan peranan sesuaidengan topik yang disimulasikan.3) Dapat memupuk keberanian dan percaya diri murid.4) Menambah pengetahuan dan ketrampilan yang diperlukan dalammenghadapi situasi sosial.5) Meningkatkan gairah murid dalam proses belajar mengajar.Kelemahan metode simulasi sebagai berikut :1) Pengelolaan yang kurang baik sering dijadikan sebagai alathiburan, sehingga tujuan pembelajaran yang sebenarnya menjaditerabaikan.2) Rasa takut dan malu sering mempengaruhi murid dalam melakukansimulasi.3) Pengalaman yang diperoleh dalam simulasi tidak selalu sesuaidengan kenyataan di lapangan.c. Langkah-langkah metode simulasiDalam pelaksanaan simulasi, harus terjadi proses kegiatan yangmenimbulkan domein afektif, (misalnya menyenangkan, suka, sedih,terharu, gotong royong dan sebagainya), domein psikomotorik(misalnya keterampilan berbicara, bertanya, memimpin, mengorganisirdan sebagainya), dan domein kognitif (misalnya memahami konsep-konsep tertentu, pengertian, teori dan sebagainya).Adapun bagaimana Kegiatan simulasi itu bisa diterapkan, berikutcontoh langkah-langkahnya:1) Persiapan Simulasia) Menetapkan topik atau masalah serta tujuan yang hendakdicapai melalui simulasi.b) Guru memberikan gambaran masalah dalam situasi yang akandisimu-lasikan.
  • 31. c) Guru menetapkan pemain yang akan terlibat dalam simulasi,peranan yang harus dimainkan oleh para pemeran, serta waktuyang disedia-kan.d) Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanyakhusus-nya pada siswa yang terlibat dalam pemeranansimulasi.2) Pelaksanaan Simulasia) Simulasi mulai dimainkan oleh kelompok pemeran.b) Para siswa lainnya mengikuti dengan penuh perhatian.c) Guru hendaknya memberikan bantuan kepada pemeran yangmenda-pat kesulitan.d) Simulasi hendaknya dihentikan pada saat puncak. Hal inidimaksudkan untuk mendorong siswa berpikir dalammenyelesaikan masalah yang sedang disimulasikan.3) Penutupa) Melakukan diskusi baik tentang jalannya simulasi maupunmateri ce-rita yang disimulasikan.Guru harus mendorong agarsiswa dapat mem-berikan kritik dan tanggapan terhadap prosespelaksanaan simulasi.b) Merumuskan kesimpulan.16. Teileren Method(Metode Bagian)a. PengertianMetode bagian yaitu suatu metode mengajar denganmenggunakan sebagian-sebagian,misalnya ayat per ayat kemudiandisambung lagi dengan ayat lainnya yang tentusaja berkaitan denganmasalahnya.17. Ganze Method (Metode Global)a. Pengertian
  • 32. Metode global yaitu suatu metode mengajar dimana siswadisuruh membaca keseluruhan materi, kemudian siswa meresume apayang dapat mereka serap atau ambil intisaridari materi tersebut.18. Metode Sandiwaraa. PengertianMetode sandiwara seperti memindahkan „sepenggal cerita‟yang menyerupai kisah nyata atau situasi sehari-hari ke dalampertunjukkan. Penggunaan metode ini ditujukan untukmengembangkan diskusi dan analisa peristiwa (kasus).Tujuannyaadalah sebagai media untuk memperlihatkan berbagaipermasalahan pada suatu tema (topik) sebagai bahan refleksi dananalisis solusi penyelesaian masalah. Dengan begitu, rana penyadarandan peningkatan kemampuan analisis dikombinasikan secaraseimbang.
  • 33. DAFTAR PUSTAKAHaryanto. (2011). “Macam-Macam Metode Pembelajaran“. Diambil pada tanggal13 Desember 2012 darihttp://belajarpsikologi.com/macam-macam-metode-pembelajaran/Saiful. (2012). “Macam-Macam Metode Pembelajaran“. Diambil pada tanggal 13Desember 2012 darihttp://www.tokoblog.net/2010/10/macam-macam-metode-pembelajaran.htmlAnonim. (2012). “Berbagai Macam metode Guru dalam Mengajar“. Diambilpada tanggal 13 Desember 2012darihttp://majalahsiantar.blogspot.com/2012/05/berbagai-macam-metode-guru-dalam.htmlArif A. R. (2012). “Model-Model Pembelajaran“. Diambil pada tanggal 13Desember 2012 darihttp://arifar.blogdetik.com/model-model-pembelajaranPartha. (2012). “Metode Pemberian Tugas, Proyek dan Pengajaran BereguDalam Pembelajaran Matematika“. Diambil pada tanggal 18 Desember2012 darihttp://partha31.wordpress.com/2012/01/14/metode-pemberian-tugas-proyek-dan-pengajaran-beregu-dalam-pembelelajaran-matematika/Anonim. (2012). “Metode Inquiry”Diambil pada tanggal 18 Desember 2012 darihttp://id.shvoong.com/social-sciences/education/2112280-metode-inquiry/Anonim. (2012). “Metode Mengajar (Metode Pemecahan Masalah “ProblemSolving” dan Metode Studi Lapangan)”Diambil pada tanggal 18Desember 2012 darihttp://himitsuqalbu.wordpress.com/2012/03/12/metode-mengajar-metode-pemecahan-masalah-problem-solving-dan-metode-studi-lapangan-makalah/Syamrilaode. (2011). “Kelebihan dan Kekurangan Metode ProblemSolving”Diambil pada tanggal 18 Desember 2012 darihttp://id.shvoong.com/writing-and-speaking/presenting/2116421-kelebihan-dan-kekurangan-metode-problem/Anonum. (2012). “Metode Mengajar Sesama Teman (Peer TeachingMethods)”Diambil pada tanggal 18 Desember 2012 darihttp://www.gurukelas.com/2012/10/metode-mengajar-sesama-teman-peer-teaching-methods.html
  • 34. Ras Eko B. S. (2011). “Metode Pembelajaran Bermain peran (RolePlaying)”Diambil pada tanggal 18 Desember 2012 dari http://ras-eko.blogspot.com/2011/05/metode-pembelajaran-bermain-peran-role.htmlAli Priyono. (2012). “Kelebihan dan Kekurangan Metode Simulasi”Diambil padatanggal 18 Desember 2012 dari http://id.shvoong.com/social-sciences/education/2249732-kelebihan-dan-kekurangan-metode-simulasi/Suko Prayogi. (2011). “Kelebihan dan Kekurangan Metode Simulasi”Diambilpada tanggal 18 Desember 2012 dari http://id.shvoong.com/social-sciences/education/2133254-kelebihan-dan-kekurangan-metode-discovery/