Laporan On the Job Learning Diklat Calon Kepala Sekolah

41,734 views
41,498 views

Published on

Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 28 Tahun 2010 tentang Penugasan Guru sebagai Kepala Sekolah/Madrasah menguraikan syarat-syarat dan tahapan yang harus dilalui seorang guru untuk dapat diberi tugas tambahan sebagai kepala sekolah/madrasah. Salah satu tahapan yang dilalui adalah Pendidikan dan Pelatihan Calon Kepala Sekolah. Dalam kegiatan ini terbagi menjadi tiga tahap yaitu in 1, on dan in 2. Hasil akhir dalam kegiatan ini peserta dapat merencanakan tindak kepemimpinan (RKT) sebagai seorang kepala sekolah.

Published in: Education
0 Comments
26 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
41,734
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
1,932
Comments
0
Likes
26
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Laporan On the Job Learning Diklat Calon Kepala Sekolah

  1. 1. MENINGKATKAN KOMPETENSI TENAGA ADMINISTRASI SEKOLAH (TAS) DALAM MENGELOLA ADMINISTRASI KEPEGAWAIAN MELALUI PERAN KEPALA SEKOLAH SEBAGAI MANAJER PENDIDIKAN Disusun sebagai laporan akhir kegiatan On The Job Learning pada Pendidikan dan Pelatihan Calon Kepala Sekolah Periode : 26 Juli s/d 26 Oktober 2012 Nama : HASTO TYAS HARJADI, S.Pd, M. Pd. Unit Kerja : SMA NEGERI JUMAPOLO NIP : 19721108 200012 1 003 PILOTING PROGRAM PENYIAPAN CALON KEPALA SEKOLAH DINAS PENDIDIKAN PEMUDA DAN OLAHRAGA KABUPATEN KARANGANYAR PROVINSI JAWA TENGAH TAHUN 2012
  2. 2. HALAMAN PENGESAHAN Laporan Akhir Kegiatan On The Job Learning ini telah disahkan pada : Hari : Kamis Tanggal : 18 Oktober 2012 Di : Karanganyar Disahkan Oleh Kepala SMA Negeri Kerjo Kab. Karanganyar Kepala SMA Negeri Jumapolo Kab. Karanganyar Drs. Jaka Wismono, M.Pd NIP. 19630912 198703 1 009 Drs. Sardiyo, M.Pd NIP. 19641002 199103 1 003 Mengetahui; Master Trainer Drs. Slamet Trihartanto NIP. 19660105 199103 1 010 Laporan On the Job Learning Hasto Tyas Harjadi ii
  3. 3. Kata Pengantar Alhamdulillah, segala puji bagi Allah SWT, Tuhan semesta alam dan segala isinya, Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Shalawat dan taslim senantiasa tercurah atas junjungan Nabiyyullah Muhammad SAW. Berkat curahan rahmat dan kasih sayang Allah SWT jualah, sehingga laporan akhir kegiatan On The Job Learning (OJL) pada Pendidikan dan Pelatihan Calon Kepala Sekolah yang berjudul “Meningkatkan Kompetensi Tenaga Administrasi Sekolah (TAS) Dalam Mengelola Administrasi Kepegawaian Melalui Peran Kepala Sekolah Sebagai Manajer Pendidikan ” ini dapat diselesaikan dengan baik. Dalam proses penyusunan hingga penyelesaian laporan ini, merupakan suatu pengalaman dan pelajaran yang sangat berharga bagi penulis. Walau diakui terasa sangat melelahkan, namun berkat bantuan, bimbingan, dan dorongan dari berbagai pihak, khususnya Bapak dan Ibu pendamping Diklat, Alhamdulillah akhirnya laporan kegiatan OJL ini selesai juga. Oleh karena itu, penulis merasa berkewajiban untuk menyampaikan ucapan terima kasih yang tulus kepada : 1. Drs. Sri Suranto, M. Pd. selaku Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Karanganyar yang telah banyak membantu sejak awal seleksi sampai pelaksanaan diklat selesai. 2. Agus Hariyanto, SE, MM selaku Kepala Bidang PTK Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Karanganyar yang menjadi penanggungjawab pelaksanaan diklat calon kepala sekolah yang telah banyak membantu sejak seleksi sampai pelaksanaan diklat selesai. 3. Drs. Slamet Trihartanto, selaku Master trainer pendampingan OJL yang tidak bosan bosannya memberikan petunjuk serta bimbingan dalam pelaksanaan OJl dari awal hingga selesainya kegiatan ini. 4. Drs. Sardiyo, M.Pd sebagai Kepala SMA Negeri Jumapolo dan Drs. Jaka Wismono, M.Pd sebagai Kepala SMA Negeri Kerjo yang telah banyak membantu, memberikan masukan dan bimbingan selama pelaksanaan magang pada kegiatan OJL. Laporan On the Job Learning Hasto Tyas Harjadi iii
  4. 4. 5. Christianto Tri Cahyono, S.Pd sebagai guru yunior SMA Negeri Jumapolo yang bersedia diobservasi pada kegiatan supervisi akademik peserta diklat calon kepala sekolah. 6. Sutarno selaku Kepala Tata Usaha SMA Negeri Jumapolo, yang telah banyak membantu kegiatan selama menggali data dan observasi tenaga kependidikan. 7. Bapak dan ibu guru beserta staf karyawan tata usaha SMA Negeri Jumapolo dan SMA Negeri Kerjo yang telah banyak membantu memberikan data dan informasi kepada penulis dalam melakukan kajian-kajian dan pelaksanaan rencana tindak kepemimpinan calon kepala sekolah. 8. Semua teman peserta diklat calon kepala sekolah kabupaten Karanganyar tahun 2012 khususnya Pokja 2 Karanganyar atas kerja sama yang terbangun selama ini mulai dari awal seleksi sampai kegiatan OJL berakhir. 9. Keluargaku yang tersayang, bapak, ibu, istri dan Ulinnuha anakku yang telah memberikan inspirasi dan motivasi, sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas ini. Atas semua bantuan yang telah diberikan kepada penulis, maka penulis hanya dapat mendoakan semoga mendapatkan balasan yang terbaik dari Allah SWT atas amal amal kebaikannya. Akhirnya, saran dan kritik yang konstruktif sangat penulis harapkan demi perbaikan laporan berikutnya. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan bimbingan, kemudahan, kelancaran dan keberuntungan serta berkah bagi kita semua, Amiin. Jumapolo, Oktober 2012 Penulis, Hasto Tyas Harjadi Laporan On the Job Learning Hasto Tyas Harjadi iv
  5. 5. Daftar Isi Halaman Halaman Judul ....................................................................................................... i Halaman Pengesahan............................................................................................ ii Kata Pengantar ...................................................................................................... iii Daftar Lampiran ..................................................................................................... vi Daftar Gambar....................................................................................................... vii BAB I. PENDAHULUAN ........................................................................................... 1 A. Latar Belakang ......................................................................................... 1 B. Tujuan ..................................................................................................... 3 C. Kompetensi Sasaran ............................................................................... 4 BAB II. KONDISI NYATA SEKOLAH MAGANG ......................................................... 5 A. Profil SMA Negeri Jumapolo ................................................................... 5 B. Profil SMA Negeri Kerjo .......................................................................... 35 C. Permasalahan yang di Temukan di Lapangan ......................................... 42 BAB III. RENCANA TINDAK KEPEMIMPINAN .......................................................... 44 A. Meningkatkan Kompetensi Tenaga Administrasi Sekolah (TAS) dalam Mengelola Administrasi Kepegawaian melalui Peran Kepala Sekolah Sebagai Manajer .................................................................................... 44 B. Kerangka Pemikiran ................................................................................. 47 C. Implementasi Program ............................................................................ 48 D. Peningkatan Kompetensi Hasil AKPK di SMA Negeri Kerjo ..................... 52 E. Supervisi Guru Yunior ............................................................................. 53 Perangkat Pembelajaran ......................................................................... 59 G. Kajian Hasil On The Job Learning (OJL) .................................................. 64 BAB IV. KESIMPULAN DAN SARAN ........................................................................ 67 A. Kesimpulan ............................................................................................... 67 B. Saran - Saran ............................................................................................ 67 F. Laporan On the Job Learning Hasto Tyas Harjadi v
  6. 6. Daftar Lampiran Nomor Halaman 1. Rencana Tindak Kepemimpinan ................................................................ 73 2. Instrumen Indentifikasi Kompetensi TAS Mengelola Administrasi Kepegawaian ............................................................................................. 78 3. Instrumen Monitoring dan Evaluasi 1 Kompetensi TAS Mengelola Administrasi Kepegawaian ......................................................................... 80 4. Instrumen Monitoring dan Evaluasi 2 Kompetensi TAS Mengelola Administrasi Kepegawaian ........................................................................ 84 5. Analisis hasil indentifikasi Kompetensi TAS Mengelola Administrasi Kepegawaian ............................................................................................. 86 6. Analisis hasil Monitoring dan Evaluasi 1 Kompetensi TAS Mengelola Administrasi Kepegawaian ......................................................................... 94 7. Analisis hasil Monitoring dan Evaluasi 2 Kompetensi TAS Mengelola Administrasi Kepegawaian ........................................................................ 102 8. Analisis hasil indentifikasi Kompetensi TAS Mengelola Administrasi Kepegawaian Sekolah Magang lain ........................................................... 110 9. Analisis hasil Monitoring dan Evaluasi Kompetensi TAS Mengelola Administrasi Kepegawaian Sekolah Magang lain ...................................... 116 10. Daftar Hadir Pembimbingan TAS Mengelola Administrasi Kepegawaian .................................................................................................................... 122 11. Materi Pembimbingan TAS ....................................................................... 137 12. Laporan Pelaksanaan Supervisi Akademik/Observasi Guru Yunior.......... . 169 13. Hasil Penyusunan Silabus, RPP dan Bahan Ajar ……………………………………… 190 14. Laporan Kajian On The Job Learning......................................................... 230 15. Dafar Hadir dalam Kegiatan On The Job Learning (OJL)………………………….. 341 16. Foto Foto Kegiatan On The Job Learning (OJL)………………………………………… 345 Laporan On the Job Learning Hasto Tyas Harjadi vi
  7. 7. Daftar Gambar Nomor Halaman 2.1. SMA Negeri Jumapolo ........................................................................ 5 2.2. Tenaga Pendidik dan Kependidikan SMA Negeri Jumapolo............... 31 2.3. Salah Satu Sudut Ruang Kelas SMA Negeri Jumapolo........................ 32 2.4. SMA Negeri Kerjo................................................................................ 35 2.5. Ruang Kelas SMA Negeri Kerjo.......................................................... . 40 3.1. Diskusi Tentang Administrasi Pembelajaran Guru Yunior.................. 57 3.2. Pelaksanaan Supervisi Guru Yunior.................................................... 58 3.3. Refleksi Pelaksanaan Supervisi dan Rencana Tindak Lanjut.............. . 59 Laporan On the Job Learning Hasto Tyas Harjadi vii
  8. 8. BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Sekolah sebagai tempat pelaksanaan proses belajar mengajar perlu dikelola secara baik dan benar. Keberhasilan suatu sekolah mencapai tujuan yang diharapkan sangat tergantung kepada bagaimana model pengelolaan terhadap segala sumber daya yang dimiliki sekolah tersebut. Sumber daya sekolah yang memadai bukan jaminan akan mewujudkan harapan-harapan warga sekolah yang telah dirumuskan menjadi tujuan sekolah tersebut jika kepala sekolah sebagai pimpinan tidak mampu melaksanakan tugas pokok dan fungsinya dengan baik. Kepala sekolah adalah guru yang diserahi tugas tambahan untuk memimpin dan mengelola sekolah dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan. Sebagai seorang guru, kepala sekolah sejatinya adalah juga pendidik yang harus mampu membina guru-guru disekolahnya menjadi guru kreatif dan selalu melakukan inovasi dalam pembelajaran. Dengan adanya tugas tambahan tersebut, kepala sekolah tidak hanya dituntut untuk membina guru saja, tetapi lebih dari itu, juga dituntut untuk membina dan mengelola seluruh komponen sekolah lainnya seperti tenaga adminstrasi sekolah, tenaga perpustakaan, tenaga laboratorium dan lain sebagainya. Tuntutan-tuntutan ini adalah merupakan tugas-tugas yang baru bagi seorang guru yang diserahi tugas tambahan kepala sekolah. Disisi lain, tujuan utama sekolah berupa peningkatan mutu pendidikan hanya dapat diraih jika seluruh komponen sekolah dapat melaksanakan tugas pokok dan fungsinya masing-masing melalui pembinaan dan pengelolaan seorang kepala sekolah yang profesional. Karena begitu banyaknya tugas-tugas baru seorang kepala sekolah maka untuk menjadi seorang kepala sekolah yang profesional tentu tidaklah mudah. Diperlukan waktu yang cukup untuk belajar bagaimana melaksanakan tugas-tugas yang baru tersebut. Pelatihan, pembimbingan dan pembinaan bagi calon kepala sekolah merupakan upaya-upaya yang mesti dilakukan oleh pihak terkait dalam rangka melahirkan pemimpin sekolah yang berkualitas yang diharapkan mampu untuk memimpin dan mengelola sekolah dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan. Laporan On the Job Learning Hasto Tyas Harjadi 1
  9. 9. Peraturan menteri pendidikan nasional (permendikas) Republik Indonesia nomor 28 tahun 2010 tentang penugasan guru sebagai kepala sekolah memberikan angin segar bagi peningkatan profesionalisme seorang kepala sekolah ataupun calon kepala sekolah. Dalam permendiknas tersebut dijelaskan bahwa seorang guru yang telah dinyatakan lulus seleksi calon kepala sekolah diharuskan mengikuti pendidikan dan pelatihan sebagai kegiatan pemberian pengalaman pembelajaran teoretik maupun praktik yang bertujuan untuk menumbuhkembangkan pengetahuan, sikap dan keterampilan pada dimensi-dimensi kompetensi kepribadian, manajerial, kewirausahaan, supervisi, dan sosial. Berdasarkan permendiknas nomor 13 tahun 2007 tentang standar kompetensi kepala sekolah menetapkan dimensi kompetensi manajerial kepala sekolah merupakan dimensi kompetensi yang menuntut 16 kompetensi. Jumlah kompetensi ini merupakan jumlah terbanyak dibandingkan dengan kompetensi pada dimensi kompetensi kepribadian, kewirausahaan, supervisi dan sosial. Tingkat kemampuan kepala sekolah dalam mengarahkan, memberdayakan, menggerakkan, dan mengembangakan sumber daya sekolah dalam usaha meningkatkan mutu pendidikan di sekolah sangat bergantung kepada kompetensi manajerial seorang kepala sekolah. SMA Negeri Jumapolo sebagai sekolah tempat mengajar penulis misalnya, memiliki 9 tenaga kependidikan yang berfungsi sebagai tenaga administrasi sekolah, sesungguhnya sangat tidak ideal dibandingkan dengan beban kerja sekolah yang memiliki 27 rombongan belajar dan 56 tenaga pendidik. Hal ini juga semakin diperparah dengan sumber daya manusianya yang masih dibawah standar kualifikasi dan kompetensi tenaga kependidikan. Berdasarkan hasil pengamatan penulis selama mengabdi di SMA Negeri Jumapolo, menemukan beberapa tenaga administrasi sekolah yang belum memahami tugas dan fungsinya. Bahkan ada sebagian kecil diantara mereka hanya datang kemudian pulang tanpa berbuat sesuatu. Sebahagian lagi ada yang tidak tertib waktu saat masuk dan pulang kantor. Kemampuan menyelesaikan tugas Laporan On the Job Learning Hasto Tyas Harjadi 2
  10. 10. dengan memanfaatkan perangkat komputer juga hanya dibebankan pada personil personil tertentu. Pendidikan dan pelatihan yang dijalani calon kepala sekolah dalam kegiatan tatap muka (in servis-1) dalam kurun waktu 70 jam merupakan modal awal untuk menjalani praktek lapangan on the job learning (OJL) selama kurang lebih 3 bulan. Kegiatan OJL penting bagi peserta diklat untuk mempraktekkan kompetensi yang telah dipelajari selama kegiatan tatap muka. Dalam OJL dipraktekkan bagaimana mengkaji pengelolaan kurikulum sekolah, RKAS/RKJM, pengelolaan keuangan, produksi dan jasa, pembinaan tenaga administrasi sekolah, pengelolaan peserta didik, sarana dan prasarana, pengelolaan pendidikan dan tenaga kependidikan, pemanfaatan TIK, monitoring dan evaluasi serta program supervisi akademik. Sehubungan dengan hasil penilaian analisis kebutuhan pengembangan keprofesian (AKPK) penulis sebagai peserta diklat calon kepala sekolah yang menemukan kelemahan pada dimensi manajerial dan permasalahan pada pemberdayaan tenaga administrasi sekolah yang belum optimal, maka penulis akan mengangkat tema tulisan yang terkait dengan dimensi manajerial kepala sekolah. Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan di atas, maka penulis mengangkat tema tulisan dengan judul “Meningkatkan Kompetensi Tenaga Administrasi Sekolah (TAS) dalam Mengelola Administrasi Kepegawaian melalui Peran Kepala Sekolah Sebagai Manajer Pendidikan ” B. Tujuan Tujuan yang ingin dicapai berdasarkan tema yang diangkat dalam tulisan ini adalah: 1. Untuk mengetahui tingkat kompetensi tenaga administrasi sekolah (TAS) dalam mengelola administrasi kepegawaian, 2. Untuk meningkatkan kompetensi tenaga administrasi sekolah (PAS) dalam mengelola administrasi kepegawaian. 3. Untuk menambah wawasan dan pengalaman dalam mengelola suatu instituisi pendidikan ditingkat sekolah menengah. 4. Untuk memahami kelebihan dan kelemahan penulis sebagai seorang pemimpin. Laporan On the Job Learning Hasto Tyas Harjadi 3
  11. 11. C. Kompetensi Sasaran Berdasarkan hasil analisis AKPK penulis yang menyimpulkan kelemahan terbesar pada dimensi kompetensi manajerial, maka sasaran yang ingin dicapai dalam tulisan ini adalah pengembangan dimensi kompetensi manajerial kepala sekolah melalui pembinaan tenaga administrasi sekolah (TAS) dalam mengelola administrasi kepegawaian. Laporan On the Job Learning Hasto Tyas Harjadi 4
  12. 12. BAB II KONDISI NYATA SEKOLAH MAGANG A. Profil SMA Negeri Jumapolo SMA Negeri Jumapolo berlokasi di jalan Jurug No 1 Jumapolo, Kec, Jumapolo Kab Karanganyar, merupakan satu satunya sekolah menengah atas (SMA) di Kabupaten Karanganyar bagian selatan (4 J : Jumapolo, Jumantono, Jatipuro dan Jatiyoso) karena dua sekolah masing masing di kecamatan Jumantono dan kecamatan Jatipuro telah beralih fungsi menjadi SMK. Sekolah yang didirikan pada 20 Nopember 1984 ini memulai tahun pelajaran 1984/1985 dengan menerima 121 siswa dan hingga sekarang telah meluluskan 5872 siswa. Gambar 2.1. SMA N Jumapolo Kondisi Geografis Lingkungan Sekolah yang edukatif , kondusif, jauh dari hiruk pikuk keramaian dan terluas di Kabupaten Karanganyar banyak menunjang proses pengembangan sekolah. Kondisi lingkungan seperti ini terkelola pula di lingkungan sekolah dengan baik, ini di buktikan dengan keasrian dan keindahan SMA Negeri Jumapolo dan program Green School yang memanfaatkan area yang masih ada. Secara geografis SMA N Jumapolo berada 15 Km dari pusat Kabupaten Karanganyar dan dapat dikatakan jauh dari keramaian tetapi terdapat kemudahan untuk menuju Sekolah ini. Laporan On the Job Learning Hasto Tyas Harjadi 5
  13. 13. Kondisi Keamanan sekitar SMA Negeri Jumapolo yang berlokasi di pinggir kecamatan Jumapolo dan bersebelahan dengan Lapangan Kecamatan Jumapolo dan jarak antara sekolah menengah pertama yang tidak berjauhan, dan kondisi lingkungan bernuansa kecamatan pelajar di Kabupaten Karanganyar, sangat terasa, sehingga situasi sangat kondusif karena adanya koordinasi dan kerjasama yang baik antara masyarakat sekolah. Perkembangan Globalisasi di Era pasar bebas semakin merambah ke Kabupaten-Kabupaten, begitu juga di Kabupaten Karanganyar. Hampir setiap keluarga besar SMA Negeri Jumapolo memiliki pesawat televisi, Telephone, Internet dan berbagai alat elektronik ini memudahkan memperoleh informasi yang banyak. masyarakat Jumapolo untuk Hal tersebut dapat mewujudkan perkembangan dan pengaruh ke berbagai aspek kehidupan, bahkan perilaku dan aktifitas manusia kini banyak tergantung kepada teknologi, inforamasi dan komunikasi. Sekolah sebagai tempat mempersiapkan generasi muda yang mampu mengendalikan dan memanfaatkan perubahan-perubahan dari dampak proses globalisasi. Perkembangan IPTEK di era globalisasi telah mempercepat proses kemajuan Iptek sehingga kehidupan masyarakat Jumapolo telah bergerak dengan lompatanlompatan dahsyat dalam kehidupannya. Kehidupan masyarakat yang terus menerus mengalami perubahan sebagai akibat dari kemajuan IPTEK menuntut SMA Negeri Jumapolo untuk menyesuaikan serta mengantisipasi setiap kemajuan dan perubahan yang terjadi. Dengan perkembangan tersebut materi dan pengalaman belajar yang diajarkan di SMA Negeri Jumapolo harus bermakna dan bermamfaat untuk bekal kehidupan peserta didik. Selain itu sarana dan prasarana khususnya menyangkut koneksi internet terus ditingkatkan dan terbentuklah kawasan bebas akses internet dengan fasilitas Hot Spot. Peraturan / kebijakan Pemerintah di gulirkan oleh Pemerintah Kabupaten Jumapolo melalui PERDA terkait dengan pendidikan banyak berdampak pada peningkatan mutu. Sejalan pula dengan Peraturan Pemerintah (PP) nomor 19 Tahun 2005 tentang Standart Nasional Pendidikan (SNP) berisi pemetaan 8 komponen. Pada standart Isi (SI) dan Standart Kompetensi Lulusan (SKL), telah Laporan On the Job Learning Hasto Tyas Harjadi 6
  14. 14. ditetapkan pula Peraturan Menteri Nomor 22, 23 dan 24 tahun 2006 berisi tentang arah pengembangan kurikulum dalam rangka implementasi Standart Isi dan Standart Kompetensi Lulusan untuk jenjang pendidikan dasar dan menengah 1. Visi Misi dan Tujuan Sekolah a. Visi Sekolah Unggul dalam mutu, santun dalam budi, terampil dalam karya Dengan Indikator sebagai berikut : 1) Unggul dalam penguasaan materi pelajaran 2) Unggul dalam lomba olagraga 3) Siap membentuk budi pekerti yang luhur 4) Siap menghantarkan peserta didik yang terampil dan mandiri b. Misi Sekolah Unggul dalam mutu berdasarkan penguasaan iptek yang dilandasi imtaq yang mantap Dengan rumusan sebagai berikut : 1) Upaya meningkatkan sumber daya manusia terus dilakukan untuk mengikuti perkembangan pendidikan. 2) Siswa sadar bahwa budaya tertib dan disiplin merupakan sarana kesuksesan tiap-tiap personal. 3) Daya serap materi tiap-tiap mata pelajaran meningkat tiap semester. 4) Jurusan IPA dan IPS dalam memperoleh NEM minimal memperoleh peringkat IV tingkat kabupaten. 5) Dalam Lomba kegiatan akademik dan nonakademik minimal memperoleh peringkat III. 6) Memberikan bekal keterampilan yang memadai bagi para tamatan SMA agar dapat hidup mandiri. c. Tujuan Sekolah Meningkatkan pengetahuan siswa untuk melanjutkan pendidikan pada jenjang yang lebih tinggi dan untuk mengembangkan diri sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kesenian. Laporan On the Job Learning Hasto Tyas Harjadi 7
  15. 15. Meningkatkan kemampuan siswa sebagai anggota masyarakat dalam mengadakan hubungan timbal balik dengan lingkungan sosial, budaya, dan alam sekitarnya. Dengan rumusan sebagai berikut : 1) meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan, 2) meningkatkan kualitas kelulusan, 3) menyiapkan peserta didik yang terampil, disiplin tinggi, berbudi pekerti luhur yang dilandasi IMTAQ dan IPTEK yang mantap, 4) menyiapkan peserta didik untuk melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi 2. Identitas Sekolah a. Nama Sekolah : SMA Negeri Jumapolo b. Status : Negeri c. NIS : 20312174 d. NSS : 301031303018 e. Alamat Sekolah : Jl.Jurug no 1 Jumapolo Desa : Jumapolo Kabupaten : Karanganyar Propinsi : Jawa Tengah Nomor Telpon : (0271) 7081121 Web : www.smajumapolo-kra.sch.id Email : sman75polo@smanjumapolo-kra.sch.id f. 3. Kepala Sekolah Identitas Diri a. Nama Lengkap : Drs.Sardiyo, M.Pd b. NIP : 19641002 199103 1 003 c. Pangkat Gol./Ruang : Pembina Tk I/IV.b d. Tempat/Tgl.lahir : Gunung Kidul, 02 Oktober e. Jenis Kelamin : Laki-laki f. Agama : Islam g. Status Perkawinan : Kawin Laporan On the Job Learning Hasto Tyas Harjadi 8
  16. 16. h. Alamat Rumah : Tegalasri RT 01 RW 07 Bejen Kec. Karanganyar Kab. Karanganyar 4. Data Siswa a. Jumlah Rombongan Belajar : 27 Rombongan Belajar Kelas X : 9 Rombongan Belajar Kelas XI : 9 Rombongan Belajar Kelas XI IPA : 4 Rombongan Belajar Kelas XI IPS : 5 Rombongan Belajar Kelas XII : 9 Rombongan Belajar Kelas XII IPA : 4 Rombongan Belajar Kelas XII IPS : 5 Rombongan Belajar b. Jumlah Siswa Kelas Laki-laki Perempuan Jumlah X 126 184 310 XI IPA 28 82 110 XI IPS 62 83 145 XII IPA 39 71 110 XII IPS 67 116 183 Jumlah 322 536 858 5. Kemajuan Yang Telah Dicapai a. PRESTASI BELAJAR SISWA YANG DILIHAT DARI HASIL UN DAN US No. Tahun Peringkat Kecamatan Peringkat Kabupaten/kota Peringkat Provinsi IPA IPS IPA Keterangan IPS 1 2011 1 (Satu) 11 10 269 333 N 2 2012 1 (Satu) 8 7 249 291 N Laporan On the Job Learning Hasto Tyas Harjadi 9
  17. 17. b. PRESTASI SEKOLAH DALAM BIDANG OLAHRAGA NO CABANG OLAHRAGA YANG DIIKUTI NAMA SISWA NAMA LOMBA/PERTANDI NGAN YANG DIIKUTI TAHUN PRESTASI YANG DIRAIH 1 Atletik( Tolak Peluru) Dwi Haryono POPDA Tingkat , Kab. 2011 Juara lll 2 Atletik( Lempar Cakram) Dwi Haryono POPDA Tingkat , Kab. 2011 Juara ll 3 Pencak Silat Waqid Isnanto POPDA Tingkat , Kab. 2011 Juara l 4 Pencak Silat Waqid Isnanto POPDA Tingkat, Karisidenan Surakarta 2011 Juara ll 5 Atletik( Lempar Lembing) Siam Widiyahti POPDA Tibgkat, Kab. 2011 Juara l 6 Atletik( Lompat Tinggi) Ratna Dwi Rohmawati POPDA Tibgkat, Kab. 2011 Juara ll 7 Atletik( Lari 200 m) Rahman Dini Nur Prayogi POPDA Tibgkat, Kab. 2011 Juara l 8 Atletik( Lempar Cakram) Riyanti POPDA Tingkat, Kab. 2011 Juara l 9 Atletik( Lompat Tinggi) Aryndra Puspa Aji POPDA Tingkat, Kab. 2011 Juara lll 10 Atletik( Tolak Peluru) Riyanti POPDA Tingkat, Kab. 2011 Juara ll Laporan On the Job Learning Hasto Tyas Harjadi 10
  18. 18. 11 Atletik( Tolak Peluru) 12 Nunung Kristiana Setiyawati POPDA Tingkat, Kab. 2011 Juara lll Pencak Silat Ahmad Syafii POPDA Tingkat, Kab. 2011 Juara ll 13 Pencak Silat Edy Mustofa POPDA Tingkat, Kab. 2011 Juara ll 14 Pencak Silat Syaiful Fatah Rohmadhon POPDA Tingkat, Kab. 2011 Juara lll 15 Pencak Silat G. Andrea POPDA Tingkat, Mustikaningrat Kab. 2011 Juara lll 16 Bola Basket POPDA Tingkat, Kab. 2011 Juara lll 17 Pencak Silat Adi Setyo Nugroho POPDA Tingkat, Kab. 2012 Juara l 18 Pencak Silat Desiana Nur Hastuti POPDA Tingkat, Kab. 2012 Juara ll 19 Pencak Silat Arip Nur Rohman POPDA Tingkat, Kab. 2012 Juara ll 20 Pencak Silat Nur Afifahi POPDA Tingkat, Kab. 2012 Juara ll 21 Pencak Silat Febby Andiansyah POPDA Tingkat, Kab. 2012 Juara ll 22 Pencak Silat Soni Widiyarto POPDA Tingkat, Kab. 2012 Juara lll 23 Pencak Silat Eko Wahyudi POPDA Tingkat, Kab. 2012 Juara lll 24 Pencak Silat Ikka Wahyu Lestari POPDA Tingkat, Kab. 2012 Juara ll 25 Atletik( Lempar POPDA Tingkat, Kab. 2012 Juara l Siti Rahayu Ferly Pradipta Asmoro Laporan On the Job Learning Hasto Tyas Harjadi 11
  19. 19. Cakram) 26 Atletik( Tolak Peluru) Fatimah Suci Wardani POPDA Tingkat, Kab. 2012 Juara ll 27 Atletik( Lempar Cakram) Supriyono POPDA Tingkat, Kab. 2012 Juara ll 28 Atletik( Lompat Tinggi) Ratna Dwi Rohmawati POPDA Tingkat, Kab. 2012 Juara lll 29 Bulu Tangkis Deny Nur Handayani POPDA Tingkat, Kab. 2012 Juara lll TAHUN PRESTASI YANG DIRAIH c. PRESTASI SEKOLAH DALAM BIDANG KESINIAN NO KESINIAN YANG DIIKUTI NAMA LOMBA YANG DIIKUTI 1. MTQ Pelajar Tingkat Kab. Tilawatil Qur’an Tingkat SLTA/MA Putra 2011 Juara ll 2. MTQ Pelajar Tingkat Tilawatil Qur’an Tingkat Kab. SLTA/MA Putra 2011 Juara lll 3 MTQ Pelajar Tingkat Tilawatil Qur’an Tingkat Kab. SLTA/MA Putri 2011 Juara lll 4 MTQ Pelajar Tingkat Tilawatil Qur’an Tingkat Kab. SLTA/MA Putri 2011 Juara lll d. KESEMPATAN GURU DALAM MENGEMBANGKAN PROFESI ( Peningkatan Kualifikasi Pendidikan, Diklat, Penataran, Seminar, dll) Laporan On the Job Learning Hasto Tyas Harjadi 12
  20. 20. No Nama Guru Nama Kegiatan 1 TB Widayat K, M.Pd 2008 Alfa Bank 2 3 Drs.Hartono Drs.Hartono Pelatihan Internet dan pembuatan bahan ajar power point Lomba KTI Temu Ilmiah 2008 2008 UMS UNS 4 Drs.Hartono Temu Ilmiah 2008 UNS 5 Drs.Hartono IHT 2008 Dinas Dikbud 6 TB Widayat K, M.Pd Kuwadi, S.Pd TOT Guru Pemandu I 2009 TOT Guru Pemandu I 2009 Drs. Dwi Susianto, M.Pd TB Widayat K, M.Pd Kuwadi, S.Pd TOT Guru Pemandu I 2009 TOT Guru Pemandu II 2009 TOT Guru Pemandu II 2009 Drs. Dwi Susianto, M.Pd Harsono TOT Guru Pemandu II 2009 Pemberdayaan MGMP Matematika SMA 2009 LPMP Jateng LPMP Jateng LPMP Jateng LPMP Jateng LPMP Jateng LPMP Jateng Karangany ar 13 Cristiyanto T C,S.Pd Pemberdayaan MGMP Matematika SMA 2009 Karangany ar 14 Dra Nunung P Pemberdayaan MGMP Ekonomi SMA 2009 Karangany ar 15 Dra Sri Endah Hadi Dra.Kussetyani ngsih, M.Pd Pemberdayaan MGMP Fisika SMA Pemberdayaan MGMP Bhs Indonesia SMA 2009 Karangany ar Karangany ar 7 8 9 10 11 12 16 Laporan On the Job Learning Hasto Tyas Harjadi Tahun 2009 Tempat Institusi Penyelengg ara Alfa Bank FKIP UMS Mahkamah Konstitusi RI Mahkamah Konstitusi RI Dinas Kab. Karanganya r LPMP Jateng LPMP Jateng LPMP Jateng LPMP Jateng LPMP Jateng LPMP Jateng MGMP Matematika SMA MGMP Matematika SMA MGMP Ekonomi SMA MGMP Fisika SMA MGMP Bhs Indonesia SMA 13
  21. 21. 17 Dra Sri Endah Hadi 18 20 Alimin Sutanto, S.Pd Alimin Sutanto, S.Pd Harsono 21 Sri Endah Hadi 22 Dwi Rihatmono Drs. Sugiman 19 23 24 25 Aris Tri Margono, S.Pd Drs. Sugiman 26 Unindiati, S.Pd 27 Meita Dwi A, S.Pd 28 Meita Dwi A, S.Pd 29 Sri Purwani, S.Pd Dra. Kussetyaningsi h M.Pd Drs Dwi Susianto, M.Pd 30 31 32 Dra. Kussetyaningsi h M.Pd Pelatihan pemanfaatan Spreadsheet dalam pembelajaran fisika Pelatian Web Desain 2009 UMS FKIP UMS 2009 Alfa Bank Alfa Bank Cources of study prescribed Cources of study prescribed Cources of study prescribed Cources of study prescribed Cources of study prescribed Cources of study prescribed Pemberdayaan MGMP Matematika Diklat komputer 2009 LPIA Jakarta Seminar Nasional Realisasi hak dan kewajiban warga Negara dibidang pajak Seminar Pengembangan Profesionalisme guru melalui PTK Penataran PAK 2009 SMA Jumapolo SMA Jumapolo SMA Jumapolo SMA Jumapolo SMA Jumapolo SMA Jumapolo Karangany ar Karangany ar UNS Work Shop Pembinaan MGMP 2009 Seminar nasional dan work shop Seminar Pendidikan Nasional Laporan On the Job Learning Hasto Tyas Harjadi 2009 2009 2009 2009 2009 2009 2009 LPIA Jakarta LPIA Jakarta LPIA Jakarta LPIA Jakarta LPIA Jakarta Dinas Dikpora MGMP Basasin Kra. LPPKM UNS DIRJEN PAJAK JATENG II STAIN 2009 Karangany ar 2009 Dinas DIKPORA LPMP Jateng Dinas Dikpora Kra. LPMP 2009 UNS 2009 UNS HMP Geografi FKIP UNS Kantor Humas UNS 14
  22. 22. 33 34 35 Suryani, S.Pd Drs. Hartono Harsono, S.Pd Seminar Nasional Seminar Nasional Seminar Nasional 2009 2009 2009 UNS UNS STAIN Surakarta 36 H Dwirihatmono, S.Pd Agus Priyanto, S.Pd Seminar Nasional 2009 STAIN Surakarta Seminar Nasional 2009 STAIN Surakarta Agus Priyanto, S.Pd Agus Priyanto, S.Pd H.Dwirihatmon o,S.Pd H.Dwirihatmon o,S.Pd H.Dwirihatmon o,S.Pd Seminar Nasional 2009 UNS Seminar 2009 Seminar Nasional 2009 Karangany ar UNS Seminar Nasional 2009 UNS Diklat Nasional 2009 MTSN Jumapolo 43 Suryani, S.Pd Seminar Nasional 2009 44 2009 Solocom Solocom 46 Harsono,S.Pd 2009 Karangany ar 47 Aris Tri Margono, S.Pd Pelatihan Internet dan Power Point Internet dan pembuatan Blog Kegiatan Pemetaan Kompetensi Guru tersertifikasi Semnar Nasional 2009 45 Dra. Sri Endah Hadi Harsono, S.Pd DPRD Karangany ar Karangany ar Solocom 2009 Matesih Kra 48 Aris Tri Margono, S.Pd Kegiatan POPDA 2009 49 Aris Tri Margono, S.Pd Pelatihan Pendidikan budi pekerti 2009 Dinas Dikpora Kab. Kra Dinas Dikpora Kab. Kra Forum Ilmiah Guru Kra Pasca sarjana STAIN Ska Dinas Dikpora Kab. Kra Dinas Dikpora Kab. Kra 37 38 39 40 41 42 Laporan On the Job Learning Hasto Tyas Harjadi Dirjen Pajak Dirjen Pajak Pasca sarjana STAIN Pasca sarjana STAIN Pasca sarjana STAIN JPOKFKIPUNS Dharma wanita KRA Pasca Sarjana UNS FISIP UNS Kanwil Dirjen Pajak Solocom 15
  23. 23. 50 Aris Tri Margono, S.Pd 51 Suryani 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 Pelatihan Pendidikan jasmani dan kesehatan 2009 Cources of study prescribed Sugiyarti Cources of study prescribed Cristiyanti Tri C Cources of study prescribed Pratiwi Cources of study Patsetyawati prescribed Nunung Cources of study Purwaningsih prescribed Zaenal Suparwi Cources of study prescribed Hartono Cources of study prescribed Agus Priyanto Cources of stud60y prescri61bed Antiek Cources of study Ekowati, S.Pd prescribed Agus Dwi Cources of study Handoyo, prescribed S.Kom Unindiati, S.Pd Cources of study prescribed Meita Dwi A, Cources of study S.Pd prescribed Unindiati, S.Pd Seminar Nasional pengembangan bahan ajar berbasis ICT Anggraini International Wahyu P S.Pd Conference on traditional wisdom for character building Anggraini Toefl Wahyu P S.Pd Agus Dwi Diklat Nasional Handoyo, “Inovasi Pembelajaran S.Kom Kreatif dalam 2010 Laporan On the Job Learning Hasto Tyas Harjadi Dinas Dikpora Kab. Kra SMA Jumapolo SMA Jumapolo SMA Jumapolo SMA Jumapolo SMA Jumapolo SMA Jumapolo SMA Jumapolo SMA Jumapolo SMA Jumapolo SMA Jumapolo Dinas Dikpora Kab. Kra LPIA Jakarta SMA Jumapolo SMA Jumapolo Karangany ar LPIA Jakarta 2010 UNY FBS UNY 2010 Yogyakart a Gedung Guru SD Karangany SSC 2010 2010 2010 2010 2010 2010 2010 2010 2010 2010 2010 2010 2010 LPIA Jakarta LPIA Jakarta LPIA Jakarta LPIA Jakarta LPIA Jakarta LPIA Jakarta LPIA Jakarta LPIA Jakarta LPIA Jakarta LPIA Jakarta KOMAS Forom Karya Pendidikan 16
  24. 24. 67 Meita Dwi A, S.Pd 68 Meita Dwi A, S.Pd 69 Meita Dwi A, S.Pd 70 Meita Dwi A, S.Pd 71 Sri Purwani, S.Pd 72 Hasto Tyas Harjadi, S.Pd, M.Pd 73 Dra. Sri Endah Hadi Dwi Handayani SW 74 mengatasi kenakalan remaja DIKLAT NASIONAL PTK Menuju guru sebagai inovator Diklat Nasional : Inovasi pembelajaran kreatif dlm mengatasi kenakalan remaja Seminar Nasional Revitalisasi peran sertifikasi guru untuk mewujudkan tenaga kependidikan profesional Seminar Sistem ketatanegaraan Indonesia Pasca amandemen UUD’45 Seminar Nasional Komodifikasi informasi dalam era kebebasan dan keterbukaan informasi publik Pelatihan pembelajaran Multimedia SMA Kab Kra. Pel atihan pembuatan bahan ajar berbasis ICT Seminar Nasional ar Indonesia 2010 Karangany ar STMIK Duta Bangsa SKA. 2010 Karangany ar 2010 Karangany ar Forum Karya Pendidik Bangsa UNS 2010 DPRD Kra. Dewan Pendidikan 2010 UNS FISIP UNS 2010 SMA MUH.1 Karanganyar UNS DINAS DIKPORA Karanganyar MIPA UNS DPRD Karangany ar DPRD Karangany ar CES’Citra Mas’ 2010 2010 75 Drs. Hartono Ceramah umum wawasan ketatanegaraan 2010 76 Cristiyanto Tri C, S.Pd Pembinaan menejemen perpustakaan 2010 Laporan On the Job Learning Hasto Tyas Harjadi UNS Dewan Pendidikan Karanganya r FISIP Prodi Perpustakaa n 17
  25. 25. 77 Diklat Nasional PTK 2010 Diklat Nasional KTI 2010 Pelatihan Guru mapel UN 2010 80 H. Dwi Rihatmono, S.Pd H. Dwi Rihatmono, S.Pd Pratiwi Padsetyawati, S.Pd Sugiyarti, S.Pd Seminar Nasional 2010 81 Kuwadi, S.Pd TOT Guru Pemandu I 2010 82 Kuwadi, S.Pd TOT Guru Pemandu II 2010 83 Dra Kussetyaningsi h. M.Pd Drs. Dwi Susianto, M.Pd Drs. Dwi Susianto, M.Pd Drs. Dwi Susianto, M.Pd Drs. Dwi Susianto, M.Pd Suryani Aris Tri Margono,S.Pd Aris Tri Margono,S.Pd Dra Sri Endah Hadi Work shop penyusunan 2010 KTSP Hasto Tyas Harjadi, S.Pd, M.Pd TOT Pemanfaatan TIK Untuk Pembelajaran bagi pendidik jenjang 78 79 84 85 86 87 88 89 90 91 92 Gedung Guru SD Kra Gedung Wanita KRA Dinas DIKPORA STMIK Duta Bangsa CES’Citra Mas’ Work shop 2010 Gedung DPRD Karangany ar LPMP Jateng LPMP Jateng P2PNFI Kab.Semar ang UMS Seminar 2010 UGM Seminar Nasional 2010 UMS Seminar Nasional 2010 UNS Diklat Nasional Seminar Remaja 2010 2010 Pembimbing PPL 2010 UNS Dinas Dikpora SMA N Jumapolo SMAN Kebakram at Fasilitator Pelatihan ICT 2010 Laporan On the Job Learning Hasto Tyas Harjadi 2011 Semarang STMIK Duta Bangsa Dinas DIKPORA LPMP Jateng LPMP Jateng Dinas Pendidikan Prov. Jateng F.Geografi UMS F.Geografi UGM F.Geografi UMS Pasca Sarjana UNS FKIP UNS IDI Kab.Kra FKIP UTP FMIPA UNS Dinas Pendidikan Propinsi 18
  26. 26. 93 Meita Dwi A, S.Pd 94 Anggraini Wahyu P, S.Pd 95 Sugiyarti, S.Pd 96 Kuwadi, S.Pd 97 Indras Warianti HS,S.Psi Dra. Sri Endah Hadi Christianto Tri C, S.Pd 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 Agus Priyanto, S.Pd Dwi Handayani, S.Pd Dra. Nunung Purwaningsih Sentot Pramono, S.Pd Aris Tri Margono, S.Pd Suryani, S.Pd Alimin Sutanto, S.Pd Drs. Sugiman SMA/MA Seminar Revitalisasi Pembelajaran Kn melalui Praktek belajar Kn. Seminar Nasional Pendidikan karakter Tawaran Solutif kemerosotan moral bangsa Pelatihan optimalisasi Power Point Pelatihan optimalisasi Power Point Pelatihan optimalisasi Power Point 2011 Karangany ar 2011 UNS FKIP UNS 2011 SMAN Jumapolo SMAN Jumapolo SMAN Jumapolo F. MIPA UNS F. MIPA UNS F. MIPA UNS SMAN Jumapolo SMAN Jumapolo F. MIPA UNS F. MIPA UNS SMAN Jumapolo SMAN Jumapolo F. MIPA UNS F. MIPA UNS SMAN Jumapolo SMAN Jumapolo SMAN Jumapolo SMAN Jumapolo SMAN Jumapolo SMAN Jumapolo F. MIPA UNS F. MIPA UNS F. MIPA UNS F. MIPA UNS F. MIPA UNS F. MIPA UNS 2011 2011 Pelatihan optimalisasi Power Point Pelatihan optimalisasi Power Point 2011 Pelatihan optimalisasi Power Point Pelatihan optimalisasi Power Point 2011 Pelatihan optimalisasi Power Point Pelatihan optimalisasi Power Point Pelatihan optimalisasi Power Point Pelatihan optimalisasi Power Point Pelatihan optimalisasi Power Point Pelatihan optimalisasi Power Point 2011 Laporan On the Job Learning Hasto Tyas Harjadi Jateng UNS 2011 2011 2011 2011 2011 2011 2011 19
  27. 27. 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 Unindiati, S.Pd Pelatihan optimalisasi Power Point Aminatun S.Pdi Pelatihan optimalisasi Power Point Suwarto, S.Pd Pelatihan optimalisasi Power Point Drs. Paiman Pelatihan optimalisasi Power Point Sri Purwani, Pelatihan optimalisasi S.Pd Power Point Unindiati, S.Pd Diklat Manajemen kearsipan dan perpustakaan Unindiati, S.Pd Seminar Pendidikan pengembangan keprofesian berkelanjutan menuju guru professional Unindiati, S.Pd Seminar nasional Pendidikan Karakter, tawaran solutif kemerosotan moral bangsa Drs. Paiman Seminar Nasional Drs. Paiman Sertifikasi GURU Drs. Paiman Seminar Pendidikan pengembangan keprofesian berkelanjutan menuju guru profesional Gandung Fasilitasi Peningkatan Widaryatmo, Kompetensi SMA/SMK S.S Zaenal Suparwi Seminar Nasional Sugiyarti, S.Pd Seminar Sugiyarti,S.Pd Jambore Pemuda 2011 Aris Tri Margono, S.Pd Indras Jambore Pemuda 2011 Seminar 2011 Laporan On the Job Learning Hasto Tyas Harjadi F. MIPA UNS F. MIPA UNS F. MIPA UNS F. MIPA UNS F. MIPA UNS LPSA Pratama 2011 SMAN Jumapolo SMAN Jumapolo SMAN Jumapolo SMAN Jumapolo SMAN Jumapolo Gedung PKP-RI Kab. Kra. UMS 2011 UNS LPM Motivasi FKIP UNS 2011 2011 2011 UNIVET UMS UMS UNIVET UMS FKIP UMS 2011 LPMP Semarang PPTK Prov. Jateng 2011 2011 2011 UMS UNS Gondangr ejo, Kra Gondangr ejo, Kra Poltek FKIP UMS FISIP UNS Pemkab Kra 2011 2011 2011 2011 2011 FKIP UMS Pemkab Kra Poltek 20
  28. 28. 126 Wariyanti HS, S.Psi Indras Wariyanti HS, S.Psi Aris Tri M, S.Pd 127 Suryani, S.Pd 128 130 Aris Tri Margono, S.Pd Agus Priyanto, S.Pd Drs. Hartono 131 Suryani,S.Pd Seminar Nasional 2011 132 Drs. Hartono 2011 133 H. DwiRihatmono , S.Pd Program pengabdian Masyarakat Work Shop Nasional 134 H. DwiRihatmono , S.Pd Suryani, S.Pd Seminar Nasional 2011 UNIVET Skh Seminar Nasional 2011 Sentot Pramono, Spd Kussetyaningsi h, M.Pd Sentot Pramono, Spd Kussetyaningsi h, M.Pd Drs. Dwi Susianto, S.Pd TOT Guru Pemandu 1 2011 TOT Guru Pemandu 1 2011 TOT Guru Pemandu 2 2011 TOT Guru Pemandu 2 2011 Diklat Pemberdayaan MGMP geografi 2011 UNIVET Skh LPMP Jateng LPMP Jateng LPMP Jateng LPMP Jateng Karangany ar 125 129 135 136 137 138 139 140 Work shop Penanggulangan dampak rokok Work shop Penanggulangan dampak rokok Work shop Penanggulangan dampak rokok Panitia POPDA 2011 Indonusa Ska Semarang 2011 Semarang 2011 Semarang 2011 Seminar Nasional 2011 Seminar Nasional 2011 Karangany ar DPRD Kab. Kra DPRD Kab. Kra DPRD Kab. Kra Karangany ar PGSD UNS Laporan On the Job Learning Hasto Tyas Harjadi 2011 Indonusa Ska Dinas Pendidikan Prov. Jateng Dinas Pendidikan Prov. Jateng Dinas Pendidikan Prov. Jateng Dinas Dikpora KNPI Kra KNPI Kra KNPI Kra FKIP UNS Himpunan Mahasiswa Pend. Guru SD UNIVET SKH UNIVET SKH LPMP Jateng LPMP Jateng LPMP Jateng LPMP Jateng MGMP Geografi 21
  29. 29. 141 Drs. Dwi Susianto, S.Pd Drs. Dwi Susianto, S.Pd Drs. Dwi Susianto, S.Pd Drs. Dwi Susianto, S.Pd Dwi Handayani SW, S.Pd Agus Priyanto, S.Pd Aris Tri Margono, S.Pd Suryani, S.Pd Work Shop 2011 Work Shop 2011 Karangany ar UMS Work Shop 2011 UMS Work Shop 2011 UMS Pelatihan open Source 2012 Pelatihan open Source 2012 Pelatihan open Source 2012 Pelatihan open Source 2012 Pelatihan open Source 2012 Pelatihan open Source 2012 Pelatihan open Source 2012 Pelatihan open Source 2012 Pelatihan open Source 2012 Pelatihan open Source 2012 155 Kussetyaningsi h, M.Pd Dra. Sri Endah Hadi Cristianto Tri C, S.Pd Sentot Pramono, S.Pd Antiek Ekowati, S.Pd Agus Dwi Handoyo, S.Kom Unindiati, S.Pd SMA Jumapolo SMA Jumapolo SMA Jumapolo SMA Jumapolo SMA Jumapolo SMA Jumapolo SMA Jumapolo SMA Jumapolo SMA Jumapolo SMA Jumapolo Pelatihan open Source 2012 156 Suwarto, S.Pd Pelatihan open Source 2012 157 Aminatun S.Pdi Pelatihan open Source 2012 158 Pelatihan open Source 2012 159 Anggraini wahyu P, S.Pd Harsono, S.Pd Pelatihan open Source 2012 160 Agus Dwi Workshop Penyusunan 2012 142 143 144 145 146 147 148 149 150 151 152 153 154 Laporan On the Job Learning Hasto Tyas Harjadi SMA Jumapolo SMA Jumapolo SMA Jumapolo SMA Jumapolo SMA Jumapolo Ho tel MGMP Geografi F.Geografi UMS F.Geografi UMS F.Geografi UMS F-MIPA UNS F-MIPA UNS F-MIPA UNS F-MIPA UNS F-MIPA UNS F-MIPA UNS F-MIPA UNS F-MIPA UNS F-MIPA UNS F-MIPA UNS F-MIPA UNS F-MIPA UNS F-MIPA UNS F-MIPA UNS F-MIPA UNS Dinas 22
  30. 30. Handoyo, S.Kom RAPBS Pondok Asri Tawangma ngu Ho tel Pondok Asri Tawangma ngu LPMP Dikpora Kab. Karanganya r Dinas Dikpora Kab. Karanganya r LPMP 161 Pratiwi Padsetyawati, S.Pd Workshop Penyusunan RAPBS 2012 162 Meita Dwi A, S.Pd 2012 163 Sri Purwani, S.Pd Diklat fasilitasi pengembangan wawasan kebangsaan guru se Jawa Tengah Pemberdayaan MGMP Bhs. Inggris 2012 SMA 1 KRA Seminar the art of teaching Seminar Nasional 2012 FKIP UNS MGMP BHS INGGRIS FKIP UNS 164 Sri Purwani, S.Pd Sri Purwani, S.Pd Unindiati, S.Pd 2012 FKIP UNS FKIP UNS Pelatihan peningkatan kemampuan profesionalitas guru Mapel UN Pendidikan Menengah 2012 Pasca sarjana UNY Sri Purwani, S.Pd Pelatihan peningkatan kemampuan profesionalitas guru Mapel UN Pendidikan Menengah 2012 Pasca sarjana UNY 168 Dra. Sri Endah Hadi Pelatihan peningkatan kemampuan profesionalitas guru Mapel UN Pendidikan Menengah 2012 Pasca sarjana UNY 169 Kuwadi, S.Pd Pelatihan peningkatan kemampuan 2012 Pasca sarjana Kemendikna s Dirjen Dikmen Direktorat Pembinaan PTK Dikmen Kemendikna s Dirjen Dikmen Direktorat Pembinaan PTK Dikmen Kemendikna s Dirjen Dikmen Direktorat Pembinaan PTK Dikmen Kemendikna s Dirjen 167 165 166 Laporan On the Job Learning Hasto Tyas Harjadi 23
  31. 31. profesionalitas guru Mapel UN Pendidikan Menengah UNY 170 Harsono, S.Pd Pelatihan peningkatan kemampuan profesionalitas guru Mapel UN Pendidikan Menengah 2012 Pasca sarjana UNY 171 Cristianto Tri C., S.Pd Pelatihan peningkatan kemampuan profesionalitas guru Mapel UN Pendidikan Menengah 2012 Pasca sarjana UNY 172 Pratiwi Patsetyawati, S.Pd Pelatihan peningkatan kemampuan profesionalitas guru Mapel UN Pendidikan Menengah 2012 Pasca sarjana UNY 173 Hartanta, S.Pd Pelatihan peningkatan kemampuan profesionalitas guru Mapel UN Pendidikan Menengah 2012 Pasca sarjana UNY 174 Hartanta, S.Pd Lokakarya Kebanksentralan 2012 175 Hartanta, S.Pd Seminar Nasional 2012 Bank Indonesia Solo UNS 176 Cristianto Tri C, Road Show IMC & FISIP S.Pd 2012 Surakarta Laporan On the Job Learning Hasto Tyas Harjadi Dikmen Direktorat Pembinaan PTK Dikmen Kemendikna s Dirjen Dikmen Direktorat Pembinaan PTK Dikmen Kemendikna s Dirjen Dikmen Direktorat Pembinaan PTK Dikmen Kemendikna s Dirjen Dikmen Direktorat Pembinaan PTK Dikmen Kemendikna s Dirjen Dikmen Direktorat Pembinaan PTK Dikmen Bank Indonesia Magister Pend Ekonomi FKIP UNS FISIP UNS 24
  32. 32. e. PRESTASI GURU NO NAMA GURU DALAM BIDANG PRESTASI TAHUN YANG DIRAIH KETERANGAN 1. Dra. Partini Darma Wanita Juara ll 2009 Lomba Pidato Basa Jawa Dalam rangka HUT Darma Wanita 2. Dra. Guru Kusetyaningsih,M.Pd Berprestasi Juara Harapan l 2012 Lomba Guru Berprestasi Tingkat. Kab 3. Hasto Tyas Harjadi,S.Pd,M.Pd Guru Juara ll Berprestasi 2011 Lomba Guru Berprestasi. Tingkat. Kab 4. Hasto Tyas Harjadi,S.Pd,M.Pd Guru Juara ll Berprestasi 2009 Lomba Guru Berprestasi. Tingkat. Kab 5. Gandung Widaryatmo,S.S Hardiknas 2010 Lomba Pidato Basa Jawa,Tingkat.Kec Juara l f. PENGEMBANGAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI SEKOLAH ( Lab. Komputer, Website, Internet ) No. Jenis Program Tahun Hasil Yang Dicapai 1 Laboratorium Komputer 2011 Pengembangan Lab. Komputer 2 Internet 2011 Pengadaan Jaringan internet 3 Website 2011 Pembuatan Website 6. SARANA DAN PRASARANA a. Gedung yang dimiliki sekolah Laporan On the Job Learning Hasto Tyas Harjadi 25
  33. 33. Keberadaan No Jenis Ada Fungsi Luas ( m2) Tidak Ada Ya 1 Ruang Kepala Sekolah  27.5  2 Ruang Kepala Sekolah  32  3 Ruang guru  120  4 Ruang Layanan Bimbingan  36 Tidak  dan Konseling 5 Ruang Tamu  18  6 Ruang UKS  15  7 Ruang Komite Sekolah  16  8 Ruang OSIS  25  9 Ruang media dan alat  72  bantu PBM 10 Ruang Penjaga Sekolah  36  11 Ruang/Pos Keamanan  4  12 Aula/Gedung serba guna  300  13 Gudang  7.5  14 Kantin Sekolah  21  15 Halaman Sekolah  1.400  b. WC dan Kamar Mandi Keberadaan Peruntukan Ada Tidak Luas (m2) Kondisi Jumlah Baik Kepala Sekolah  3 1  3.5 1  Guru/karyawan  4.2 1   3 13 Baik  Guru/karyawan laki-laki Tidak  perempuan Siswa laki-laki Laporan On the Job Learning Hasto Tyas Harjadi 26
  34. 34.  Siswa Perempuan 3  13 c. Laboratorium dan Ruang Praktek Jenis Keberaradaa n lab/Ruang Praktek Ada Tidak Kondisi Penggunaan Luas (Jam/Minggu (m2) ) Ada Baik Tidak Baik Berfungsi Ya Fisika  120 14   Kimia  120 14   Biologi  144 14   Bahasa  120 23   Keterampilan  45.5 24   Ruang ibadah  2703 10  Tdk  7. Prasarana Jenis Keberadaan Ya Tidak Berfungsi Ya Instalasi air   Jaringan Listrik   Jaringan Telepon   Internet   Akses Jalan  Tidak  Kinerja SMA Negeri Jumapolo dilihat dari pencapaian delapan standar pendidikan dapat diuraikan sebagai berikut: Laporan On the Job Learning Hasto Tyas Harjadi 27
  35. 35. 1. Standar Isi SMA Negeri Jumapolo telah memiliki kurikulum sendiri yang dikembangkan dengan menggunakan panduan yang disusun BSNP dengan mempertimbangkan karakter daerah, kebutuhan sosial masyarakat, kondisi budaya, usia peserta didik, dan kebutuhan pembelajaran. Mata pelajaran Bahasa Jawa adalah mata pelajaran muatan lokal. Kurikulum sekolah memuat 16 mata pelajaran muatan nasional dan satu mata pelajaran muatan lokal. Jumlah jam pelajaran perminggu 32 jam pelajaran untuk kelas X, 33 jam pelajaran perminggu untuk kelas XI dan XII. Jumlah jam pelajaran tatap muka sebanyak 32 jam pelajaran per rombel 9 rombel = 288 ditambah 33 jam pelajaran x 18 rombel = 594 , jadi keseluruhan adalah 882. Program pembelajaran remedial dan pengayaan bagi siswa belum berjalan secara sistematis sebagaimana mestinya. Bagi siswa yang dinyatakan belum mencapai nilai ketuntasan minimal dalam pencapaian kompetensi hanya diberikan kesempatan belajar sendiri indikator-indikator kompetensi yang belum dikuasai untuk mempersiapkan diri dalam mengikuti ulangan perbaikan. Pembelajaran remedial dan pengayaan mestinya dilaksanakan diluar jam pelajaran terjadual disore hari. Hal ini dilakukan untuk memastikan tercapainya pelayanan kepada siswa yang memerlukan penjelasan ulang tentang kompetensi yang belum dikuasai ataupun yang ingin dikembangkan. Kegiatan ekstra kurikuler yang disediakan mengacu kepada kebutuhan pengembangan pribadi siswa. Program kegiatan ektra kurikuler yang disediakan diantaranya pembinaan kepramukaan, PMR, OSIS, pencak silat, basket, bola volley, bulu tangkis, sepak bola dan seni (musik dan tari). Pemenuhan akan kebutuhan pengembangan pribadi siswa dilakukan dengan menyediakan layanan bimbingan dan konseling (BK). Jumlah tenaga konseling yang dimiliki berjumlah 3 personil yang masing-masing memiliki program rencana dan pelaksanaan layanan BK. Tiga guru BK belum sebanding dengan siswa yang berjumlah 993 orang. Artinya setiap guru BK memberikan layanan rata-rata kepada 150 orang siswa. Dalam hal ini setidaknya sekolah masih membutuhkan tenaga konseling sebanyak 5 orang guru BK. Laporan On the Job Learning Hasto Tyas Harjadi 28
  36. 36. 2. Standar Proses Silabus yang dikembangkan oleh guru-guru berdasarkan Standar Isi (SI), Standar Kompetensi Lulusan (SKL), dan panduan penyusunan KTSP. Kegiatan penyusunan dan pengembangkan silabus dilakukan secara mandiri ataupun berkelompok dalam pertemuan MGMP sekolah ataupun MGMP mata pelajaran. Diakui bahwa silabus yang dikembangkan oleh guru-guru belum sepenuhnya berasal dari hasil pemikiran sendiri namun sebahagian masih mencontoh silabus dari sekolah-sekolah lain melalui wadah MGMP mata pelajaran ditingkat kabupaten dengan beberapa perbaikan-perbaikan. Kegiatan pembelajaran yang dirancang dalam silabus belum membagi ke dalam bentuk tatap muka (TM), penugasan terstruktur (PT) dan kegiatan mandiri tidak terstruktur (KMTT). Guru-guru memiliki rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang disusun berdasarkan pada prinsip-prinsip perencanaan pembelajaran baik mata pelajaran muatan nasional ataupun mata pelajaran muatan lokal. Seperti halnya dengan silabus, kegiatan penyusunan RPP juga dilakukan oleh guru-guru secara mandiri ataupun berkelompok dalam pertemuan MGMP sekolah ataupun MGMP mata pelajaran. RPP yang disusun guru sebahagian masih meng-copy paste RPP sekolah lain dengan beberapa perubahan-perubahan. Namun tentu ada juga beberapa guru yang telah menyusun RPP berdasarkan hasil pemikiran sendiri ataupun kelompok dengan memperhatikan lingkungan sekolah atau siswa, nilai-nilai, dan normanorma yang ada dalam masyarakat Karanganyar. Metode pembelajaran yang dirancang guru-guru dalam silabus dan RPP sebahagian sudah menggunakan metode yang interaktif, inspiratif, menyenangkan, kreatif, menantang dan memotivasi siswa. Sebahagian guru masih ada yang menggunakan pembelajaran konvensional dengan model pembelajaran langsung. Keterbatasan jumlah buku referensi yang dimiliki sekolah mengakibat-kan terbatasnya sumber belajar dari buku. Kebijakan pelarangan penjualan buku paket di sekolah dan terbatasnya anggaran pengadaan buku paket sangat merugikan siswa sendiri. Buku-buku yang disediakan sekolah paling lama bertahan satu atau dua tahun dimanfaatkan oleh siswa. Umur penggunaan buku-buku paket yang Laporan On the Job Learning Hasto Tyas Harjadi 29
  37. 37. singkat sangat terkait dengan kepribadian siswa yang senang merusak atau menghilangkan buku-buku yang dipinjamkan. Untuk meningkatkan mutu pelaksanaan proses pembelajaran di kelas, pengawas, kepala SMA Negeri Jumapolo, wakil kepala sekolah dan guru senior yang berkompeten, melakukan supervisi dan evaluasi proses pembelajaran. Hanya saja kegiatan supervisi belum dilakukan secara berkala dan berkelanjutan. 3. Standar Kompetensi Lulusan Perolehan rata-rata nilai ujian nasional tahun pelajaran 2010/2011 dan 2011/2012 untuk masing-masing mata pelajaran berturut-turut Bahasa Indonesia 6,47 dan 5,62, Bahasa Inggris 7,27 dan 8,13, Matematika 7,41 dan 8,24 serta IPA 7,81 dan 7,95. Kecuali untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia, dapat dikatakan bahwa hasil ini menggambarkan adanya peningkatan pencapaian kompetensi siswa artinya siswa sudah memperlihatkan kemajuan yang lebih baik dalam mencapai target yang ditetapkan SKL. Untuk mengembangkan nilai-nilai agama, SMA Negeri Jumapolo melaksanakan kegiatan pesantren kilat setiap bulan ramadhan bekerja sama dengan lembaga perguruan tinggi yang berkompeten seperti pada pelaksanaan tahun ini bekerja sama dengan AKPERMUS Surakarta untuk yang beragama Islam dan kegiatan Ziarah bersama untuk non Islam. Selain itu, sekolah membudayakan saling memberi senyum, sapa, dan salam setiap bertemu, baik guru ataupun siswa. Hal ini memberikan pengaruh yang positif bagi siswa. Hal ini dapat ditunjukkan dengan sikap yang baik di sekolah dan di tengah masyarakat luas, serta memahami tentang disiplin, toleransi, kejujuran, kerja keras, dan perhatian kepada orang lain. Untuk membekali siswa bagi yang tidak melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi, di SMA Negeri Jumapolo membuka ketrampilan tata busana khususnya menjahit dan ketrampilan elektronika yang terfokus pada perbaikan alat elektronika (reparasi). Selain tujuan diatas, diharapkan potensi dan minat peserta didik dapat berkembang secara penuh melalui partisipasi mereka dalam kegiatan tersebut. 4. Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan Laporan On the Job Learning Hasto Tyas Harjadi 30
  38. 38. Jumlah guru PNS yang berjumlah 55 guru dengan 29 diantaranya telah mempunyai sertifikat pendidik sudah dapat dikatakan memenuhi standar jumlah pendidik. Walaupun untuk beberapa mata pelajaran tertentu ada yang kelebihan (PKn, Seni Budaya dan Ekonomi) dan ada yang kekurangan guru (TIK, Ketrampilan, dan Bahasa Jawa). Gambar 2.2. Tenaga Pendidikan dan Kependidikan SMA N Jumapolo Tenaga administrasi sekolah sebanyak 9 orang dengan jumlah rombongan belajar sebanyak 27 rombel , jelas bukan merupakan jumlah yang ideal atau memenuhi standar jumlah tenaga kependidikan sekolah baik standar kualifikasi maupun standar kompetensi. Pegawai administrasi berkualifikasi S1 sebanyak 2 orang, SMA sebanyak 2 orang dan SMP sebanyak 5 orang. 5. Standar Sarana dan Prasarana SMA Negeri Jumapolo memiliki luas lahan 30,168 m2 dengan status kepemilikan bersertifikat. Kondisi lahan yang terbangun seluas 14,457 m 2 dan kondisi lahan yang belum terbangun 15,711 m2 . Ruang kelas yang digunakan sebagai tempat proses belajar mengajar sebanyak 29 ruang kelas dengan perincian 27 ruang kelas dan 2 kelas moving untuk pelajaran ketrampilan menjahit dan elektronika. Untuk luas masing-masing 72 m2 per ruang kelas. Setiap ruang kelas masing-masing memiliki satu white board dan Laporan On the Job Learning Hasto Tyas Harjadi 31
  39. 39. black board, satu meja dan kursi guru, masing-masing satu meja dan kursi untuk setiap siswa. Ruang guru berukuran (15 8) m2 memuat 55 pasang meja dan kursi guru, 2 papan white board, satu meja panjang dan 5 kursi untuk tempat pimpinan rapat pertemuan, 2 kamar kecil (WC), 1 lemari buku, 1 set sound system, 1 buah LCD , Printer 2 buah, Televisi 1 buah dan 1 buah jam dinding. Gambar 2.3. Salah satu sudut ruang kelas Ruang perpustakaan terdiri dari satu unit dengan luas (15 8 ) m2. Koleksi buku yang terdapat diperpustakaan meliputi buku pegangan guru, buku teks siswa, dan buku penunjang pelajaran siswa. Namun demikian dari segi jumlah buku teks pelajaran masih kurang dari jumlah siswa. Laboratorium yang dimiliki terdiri dari laboratorium fisika, biologi, kimia , bahasa dan komputer. Dua Laboratorium komputer memiliki jaringan LAN yang terkoneksi dengan jaringan internet solonet dan dilengkapi dengan 2 buah pendingin udara. Ruang kepala sekolah berukuran (4 5)m2 terdapat 1 kamar kecil (WC), 2 lemari buku, 1 pasang meja dan kursi kepala sekolah, 1 set kursi tamu, 1 lemari piala, 1 set komputer PC, dan 1 pendingin udara. Laporan On the Job Learning Hasto Tyas Harjadi 32
  40. 40. Ruang wakil kepala sekolah berukuran (4 5)m2 terdapat 5 pasang meja dan kursi, 1 set komputer PC, 3 buah lemari buku, 1 pendingin udara dan dilengkapi dengan jaringan internet speedy schoolnet. Sarana dan prasana sekolah lainnya adalah ruang tata usaha, ruang guru BK, ruang UKS, kantin, mushallah, kantin kejujuran, gudang, jamban (WC) siswa. 6. Standar Pengelolaan Visi dan misi serta tujuan pendidikan SMA Negeri Jumapolo sudah disosialisasikan kepada warga sekolah, masyarakat ataupun pemangku kepentingan melalui beberapa cara diantaranya menuliskannya ditembok dinding sekolah, dipasang di blog guru, website sekolah dan pembinaan kesiswaan. Rencana kerja sekolah (RKS), rencana kerja tahunan (RKT) ataupun rencana kerja jangka menengah (RKJM) sudah disosialisasikan kepada warga sekolah. Demikian pula dengan rencana kegiatan dan anggaran sekolah (RKAS). Sekolah sudah pernah melakukan pengisian EDS sehingga RKAS yang disusun masih mengacu pada profil sekolah hasil dari rekomendasi EDS. Bahkan untuk tahun pelajaran 2012/2013 SMA Negeri Jumapolo sudah melakukan pengisian EDS secara On line. Kegiatan supervisi belum dilaksanakan secara berkala dan berkelanjutan sehingga masih sulit untuk mengukur dan menilai kinerja untuk melakukan perbaikan-perbaikan terutama dalam peningkatan hasil belajar siswa. Pengumpulan dan penggunaan data sudah menggunakan sistem informasi berbasis ICT program office. Sebagian data dan informasi sekolah dapat diakses website sekolah ataupun blog guru. 7. Standar Pembiayaan SMA Negeri Jumapolo mempunyai RKAS yang disusun oleh kepala sekolah, Wakil Kepala sekolah, Guru dan bendahara sekolah . Disamping itu penyusunan RKAS sudah melibatkan secara langsung pihak komite sekolah ataupun pemangku kepentingan yang relevan, hal ini dapat dilihat dengan adanya pertemuan secara rutin Komite sekolah dengan pihak manajemen sekolah. Sumber keuangan sekolah masih tergantung pada bantuan pemerintah berupa dana BOS APBN, Blockgrant APBN, dan Iuran Orang tua. Sekolah belum Laporan On the Job Learning Hasto Tyas Harjadi 33
  41. 41. mampu untuk mencari sumber keuangan lain misalnya dengan membangun kerja sama yang saling menguntungkan dengan dunia usaha dan industri. Namun demikian dalam penyusunan rencana keuangan sekolah yang diwujudkan dalam APBS sekolah untuk tahun pelajaran 2012/2013 telah mendapatkan persetujuan sekaligus pengesahan dari Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupetn Karanganyar. Sosialisasi APBS dilakukan secara transparan kepada seluruh warga sekolah dengan ditempel di papan pengumuman sehingga dapat dilihat dan dicermati segenap civitas akdemika SMA N Jumapolo. Untuk menjamin akuntabilitas pengelolaan keuangan setiap tiga bulan/tri wulan dilaporkan oleh pengelola keuangan sekolah kepada Kepala sekolah yang untuk selanjutnya dilaporkan ke dinas pendidikan kabupaten atas nama pemerintah sebagai pemberi dana juga dipertanggungjawabkan kepada orang tua melalui komite sekolah. 8. Standar Penilaian Pendidikan Sebagian guru mata pelajaran sudah menyusun perencanaan penilaian berdasarkan standar kompetensi dan kompetensi dasar. KKM yang telah ditetapkan oleh masing-masing guru mata pelajaran diinformasikan oleh sebagian guru kepada siswa diawal pertemuan tatap muka dan sebagiannya menginformasikan KKM sebelum pelaksanaan setiap ulangan harian. Guru melaksanakan penilaian melalui pelaksanaan ulangan harian, ulangan tengah semester, ulangan akhir semester, kenaikan kelas, ujian sekolah dan ujian nasional. Penilaian melalui ulangan harian kadang tidak dilaksanakan berdasarkan rencana yang telah dibuat oleh sebahagian guru. Hasil penilaian sebahagian guru pada pelaksanaan ulangan harian ataupun tugas-tugas pekerjaan rumah ditambahkan informasi berupa komentar dan masukan untuk perbaikan. Setiap guru menyampaikan hasil penilaian sikap dan akademik siswa kepada kepala sekolah melalui wakil kepala sekolah urusan kurikulum. Hasil penilaian dijadikan dasar bagi sebahagian guru sebagai koreksi untuk melakukan perbaikan pembelajaran berikutnya.Walaupun dalam pelaksanaan remidi dan pengayaan belum dilaksanakan secara optimal. Bahkan ada sebagaian Laporan On the Job Learning Hasto Tyas Harjadi 34
  42. 42. dari guru yang mengartikan bahwa remidi adalah sekedar mengulang mengerjakan soal tanpa memberikan penjelasan dan pencerahan materi mana yang dianggap kurang dapat dipahami oleh siswa. B. Profil SMA Negeri Kerjo SMA Negeri Kerjo yang berlokasi di jalan Sumberejo RT 01 RW 02 Sumberejo Kecamatan Kerjo Kabupaten Karanganyar didirikan berdasarkan surat keputusan Mendiknas RI nomor 227/I03/H.88 tanggal 16 Oktober 1990 dan saat ini kepala sekolah dijabat oleh Drs. Jaka Wismono, M.Pd Gambar 2.4. SMA Negeri Kerjo Kab Karanganyar Dengan berada dipinggiran pusat kecamatan Kerjo, maka kondisi dan situasi sangat mendukung proses kegiatan belajar mengajar. Walaupun tergolong sekolah yang baru di kabupaten Karanganyar, ternyata sekolah ini telah menelorkan beberapa prestasi baik dalam bidang akademik maupun non akademik. Sekolah dengan visi : Terwujudnya SMA yang Berwawasan Keunggulan Ilmu Pengetahuan, Kesenian, Ketrampilan, Olahraga dan Berilaku Santun diwujudkan dalam program dan kegiatan sekolah yang bertujuan 1) menciptakan dan menyelenggarakan proses pendidikan yang berorientasi pada target pencapaian efektifitas proses pembelajaran berdasarkan konsep MPMBS, 2) Mewujudkan kepemimpinan yang kuat dalam mengakomodasi, menggerakkan dan menyerasikan semua sumber daya Laporan On the Job Learning Hasto Tyas Harjadi 35
  43. 43. pendidikan yang tersedia, 3) Mengelola tanaga kependidikan secara efektif berdasarkan analisis kebutuhan, perencanaan, pengembangan, evaluasi kerja, hubungan kerja, imbal jasa yang memadai. Kinerja SMA Negeri Kerjo dilihat dari pencapaian delapan standar pendidikan dapat diuraikan sebagai berikut: 1. Standar Isi SMA Negeri Kerjo telah memiliki kurikulum sendiri yang dikembangkan dengan menggunakan panduan yang disusun BSNP dengan mempertimbangkan karakter daerah, kebutuhan sosial masyarakat, kondisi budaya, usia peserta didik, dan kebutuhan pembelajaran. Kurikulum SMA Negeri Kerjo telah disetujui dan disahkan penggunaannya oleh Dinas Pendidikan Propinsi Jawa Tengah tanggal 27 Juni 2012. SMA Negeri Kerjo menerapkan sistem paket dengan struktur kurikulum sebagai berikut: a. Struktur Kurikulum Kelas X Kurikulum kelas X terdiri atas 16 mata pelajaran dengan muatan lokal mata pelajaran Bahasa Jawa dengan program pengembangan diri yang dipilih sebagai ekstra kurikuler. Sekolah menambah alokasi waktu untuk mata pelajaran Biologi, Kimia, Sejarah dan Geografi masing masing satu jam pelajaran dengan alokasi waktu 45 menit. Sehingga untuk keseluruhan jam pelajaran selama satu minggu adalah 42 jam. b. Struktur Kurikulum Kelas XI dan XII Kurikulum kelas XI dan XII untuk program IPA dan IPS terdiri atas 13 mata pelajaran dengan muatan lokal mata pelajaran Bahasa Jawa. Untuk beberapa mata pelajaran alokasi jam melebihi ketentuan dalam Permendiknas no 22 tahun 2006 tentang Standar Isi, namun tidak melebihi 4 jam. Dalam satu minggu jumlah keseluruhan jam adalah 43 jam pelajaran. Program pengembangan diri yang dipilih sebagai kegiatan ekstrakulikuler. Secara umum mata pelajaran di SMA N Kerjo terdiri dari mata pelajaran wajib dan mata pelajaran pilihan sebagai berikut: Laporan On the Job Learning Hasto Tyas Harjadi 36
  44. 44. a. Mata pelajaran wajib: Pendidikan Agama, Pendidikan Kewarganegaraan, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Fisika, Kimia, Biologi, Ekonomi, Sosiologi, Geografi, Sejarah, Seni Budaya, Penjasorkes, Teknologi Informasi dan Komunikasi. b. Mata pelajaran pilihan: ketrampilan Komputer, Ketrampilan Tata Boga dan ketrampilan Tata Busana. Pilihan mata pelajaran ini dimungkinkan dengan adanya sumber daya manusia yang memadai dan kehidupan masyarakatnya yang mendukung program pembelajaran tersebut. Sama dengan di SMA Negeri Jumapolo, program pembelajaran remedial dan pengayaan bagi siswa SMA Negeri juga belum berjalan secara sistematis sebagaimana mestinya. Bagi siswa yang dinyatakan belum mencapai nilai ketuntasan minimal dalam pencapaian kompetensi hanya diberikan kesempatan belajar sendiri indikator-indikator kompetensi yang belum dikuasai untuk mempersiapkan diri dalam mengikuti ulangan perbaikan. Pembelajaran remedial dan pengayaan mestinya dilaksanakan diluar jam pelajaran secara terjadual disore hari. Hal ini dilakukan untuk memastikan tercapainya pelayanan kepada siswa yang memerlukan penjelasan ulang tentang kompetensi yang belum dikuasai ataupun yang ingin dikembangkan. Kegiatan ekstra kurikuler yang disediakan mengacu kepada kebutuhan pengembangan pribadi siswa. Program kegiatan ektra kurikuler yang disediakan yakni pembinaan kepramukaan, PMR, OSIS, LDK, karate, basket, bulutangkis, tenis meja, futsal dan pembinaan kultum keagamaan. 2. Standar Proses Silabus yang dikembangkan oleh guru-guru berdasarkan Standar Isi (SI), Standar Kompetensi Lulusan (SKL), dan panduan penyusunan KTSP. Kegiatan penyusunan dan pengembangkan silabus dilakukan secara mandiri ataupun berkelompok dalam pertemuan MGMP sekolah ataupun MGMP mata pelajaran. Silabus yang dikembangkan oleh guru-guru belum sepenuhnya berasal dari hasil pemikiran sendiri namun sebahagian masih mencontoh silabus dari sekolah-sekolah lain dengan beberapa perbaikan-perbaikan. Laporan On the Job Learning Hasto Tyas Harjadi 37
  45. 45. Kegiatan pembelajaran yang dirancang dalam silabus belum membagi ke dalam bentuk tatap muka (TM), penugasan terstruktur (PT) dan kegiatan mandiri tidak terstruktur (KMTT). Guru-guru memiliki rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang disusun berdasarkan pada prinsip-prinsip perencanaan pembelajaran baik mata pelajaran muatan nasional ataupun mata pelajaran muatan lokal. Seperti halnya dengan silabus, kegiatan penyusunan RPP juga dilakukan oleh guru-guru secara mandiri ataupun berkelompok dalam pertemuan MGMP sekolah ataupun MGMP mata pelajaran. RPP yang disusun guru sebahagian masih meng-copy paste RPP sekolah lain dengan beberapa perubahan-perubahan. Namun tentu ada juga beberapa guru yang telah menyusun RPP berdasarkan hasil pemikiran sendiri ataupun kelompok dengan memperhatikan lingkungan sekolah atau siswa, nilai-nilai, dan normanorma yang ada dalam masyarakat Karanganyar. Metode pembelajaran yang dirancang guru-guru dalam silabus dan RPP sudah menggunakan metode yang interaktif, inspiratif, menyenangkan, kreatif, menantang dan memotivasi siswa. Jumlah buku referensi yang dimiliki sekolah masih sangat sedikit mengakibatkan terbatasnya sumber belajar dari buku. Pemerintah daerah yang mengeluarkan kebijakan pelarangan penjualan buku paket di sekolah memberi dampak kepada motivasi siswa dan orang tua untuk membeli buku paket sendiri. Pemenuhan buku paket siswa terbentur pada terbatasnya anggaran pengadaan buku paket yang dikeluarkan oleh pemerintah pusat ataupun daerah. Untuk meningkatkan mutu pelaksanaan proses pembelajaran di kelas, pengawas, kepala SMA Negeri dibantu wakil kepala sekolah melakukan supervisi dan evaluasi proses pembelajaran. Hanya saja kegiatan supervisi belum dilakukan secara berkala dan berkelanjutan. 3. Standar Kompetensi Lulusan Perolehan rata-rata nilai ujian nasional tahun pelajaran 2011/2012 untuk masing-masing mata pelajaran berturut-turut Bahasa Indonesia 7,09, Bahasa Inggris 5,84, Matematika 6,89, Fisika 5,37, Kimia 7,48, Biologi 7,16, Ekonomi 7,01, Sosiologi 7,22 dan Geografi 8,06. Rata rata keseluruhan untuk semau mata pelajaran 6,90. Laporan On the Job Learning Hasto Tyas Harjadi 38
  46. 46. Walaupun tergolong masih rendah namun pencapaian ini melebihi rata rata nilai UN untuk tahun pelajaran 2010/2011 yaitu 6,57. Dapat dikatakan bahwa hasil ini menggambarkan adanya peningkatan pencapaian kompetensi siswa artinya siswa sudah memperlihatkan kemajuan yang jauh lebih baik dalam mencapai target yang ditetapkan SKL. Untuk mengembangkan nilai-nilai agama khusunya Islam dan budaya masyarakat Karanganyar, SMA Negeri Kerjo juga melaksanakan kegiatan pesantren kilat setiap bulan ramadhan. Kegiatan pesantren dikelola oleh pengurus OSIS dan dikoordinir oleh guru agama Islam. Selain itu, sekolah membudayakan saling memberi salam setiap bertemu, baik guru ataupun siswa. 4. Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan Jumlah guru yang dimiliki sebanyak 36 guru berstatus PNS, dan 21 guru tidak tetap (GTT). Guru yang berkualifikasi S1 sebanyak 94,74%, berkualifikasi S2 sebanyak 5,26%. Guru yang sudah bersertifikasi sebanyak 22 guru. Tenaga administrasi sekolah sebanyak 13 orang dengan kualifikasi pendidikan dibawah SMA 7 orang, D3 Non keguruan 2 orang dan S1 sebanyak 4 orang. Standar kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan SMA Negeri Kerjo belum terukur karena belum ada hasil penilaian yang mengukur berapa tingkat pencapaian kompetensi masing-masing. 5. Standar Sarana dan Prasarana Ruang kelas yang digunakan sebagai tempat proses belajar mengajar sebanyak 21 ruang kelas dengan luas masing-masing 72 m2 per ruang kelas dengan kondisi 2 rusak ringan dan 1 rusak berat yang perlu segera diadakan rehabilitasi ruang kelas. Setiap ruang kelas masing-masing memiliki satu white board, satu meja dan kursi guru, serta 20 meja dan kursi untuk siswa. Karena kondisi tanah yang tidak datar maka dalam penempatan ruang kelas tersebar sesuai dengan tinggi rendahnya permukaan tanah. Dari satu ruang kelas ke ruang kelas lainnya dapat diakses dengan mudah . Laporan On the Job Learning Hasto Tyas Harjadi 39
  47. 47. Gambar 2.5. Ruang Kelas SMA N Kerjo Ruang guru memiliki luas 105 m2 memuat 35 pasang meja dan kursi guru, 2 papan white board, 2 lemari buku, dan 1 buah jam dinding. Ruang perpustakaan yang berukuran (12 10) m2 masih bersifat perpustakaan konvensional dengan jumlah buku teks pelajaran ataupun buku bacaan umum masih sangat kurang. Laboratorium komputer memuat 25 unit komputer, 2 printer, 2 LCD, dan sudah terkoneksi dengan jaringan internet. Untuk kedepan yang perlu dipertimbangankan adalah prioritas pembangunan laboratorium Fisika, Kimia dan Biologi, karena hingga saat ini SMA N Kerjo belum memiliki. Untuk sementara waktu pelaksanaan kegiatan praktikum dilaksanakan di kelas. Ruang kepala sekolah berukuran (4 5)m2 terdapat 1 kamar kecil (WC), 2 lemari buku, 1 pasang meja dan kursi kepala sekolah, 1 set kursi tamu, dan 1 set komputer PC. Sedangkan ruang wakil kepala sekolah berukuran (6 3)m2 terdapat 5 pasang meja dan kursi, 2 buah lemari buku, Sarana dan prasana sekolah lainnya adalah ruang tata usaha, ruang guru BK, ruang UKS, mushallah, kantin kejujuran, jamban (WC) siswa, lapangan olahraga, rumah guru dan asrama siswa. 6. Standar Pengelolaan Visi dan misi serta tujuan pendidikan SMA Negeri Kerjo sudah disosialisasikan kepada warga sekolah, masyarakat ataupun pemangku kepentingan melalui rapat komite sekolah dan melalui persuratan. Laporan On the Job Learning Hasto Tyas Harjadi 40
  48. 48. Rencana kerja sekolah (RKS), rencana kerja tahunan (RKT) ataupun rencana kerja jangka menengah (RKJM) disosialisasikan kepada warga sekolah. Demikian pula dengan rencana kegiatan dan anggaran sekolah (RKAS). RKAS yang disusun berdasarkan rekomendasi dari evaluasi diri sekolah (EDS) yang mengacu pada pengelompokan ke dalam delapan standar pendidikan. Kegiatan supervisi belum dilaksanakan secara berkala dan berkelanjutan sehingga masih sulit untuk mengukur dan menilai kinerja untuk melakukan perbaikan-perbaikan terutama dalam peningkatan hasil belajar siswa. Pengumpulan dan penggunaan data sudah menggunakan sistem informasi berbasis ICT program office. Sebagian data dan informasi sekolah dapat diakses melalui telepon, jardiknas Karanganyar ataupun blog SMA Negeri Karanganyar. 7. Standar Pembiayaan SMA Negeri Kerjo mempunyai RKAS yang disusun oleh kepala sekolah dan guru-guru dengan mempertimbangkan masukan-masukan dari siswa dan komite sekolah. Sumber keuangan sekolah masih tergantung pada bantuan pemerintah berupa dana BOS APBN dan iuran rutin orang tua/wali murid setiap bulannya. Sekolah belum mampu untuk mencari sumber keuangan lain misalnya dengan membangun kerja sama yang saling menguntungkan dengan dunia usaha dan industri. Penyusunan rencana keuangan sekolah dilakukan secara transparan, efisien dan akuntabel. Laporan keuangan sekolah setiap tiga bulan diverifikasi kepala sekolah dan untuk selanjutnya dilaporkan ke Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Karanganyar, sekaligus sebagai bahan pertimbangan untuk penyusunan RAPBS tahun pelajaran berikutnya. 8. Standar Penilaian Pendidikan Sebagian guru mata pelajaran sudah menyusun perencanaan penilaian berdasarkan standar kompetensi dan kompetensi dasar. KKM yang telah ditetapkan oleh masing-masing guru mata pelajaran diinformasikan oleh sebagian guru kepada siswa diawal pertemuan tatap muka dan sebagiannya menginformasikan KKM sebelum pelaksanaan setiap ulangan harian. Laporan On the Job Learning Hasto Tyas Harjadi 41
  49. 49. Guru melaksanakan penilaian melalui pelaksanaan ulangan harian, ulangan tengah semester, ulangan akhir semester, kenaikan kelas, ujian sekolah dan ujian nasional. Penilaian melalui ulangan harian kadang tidak dilaksanakan berdasarkan rencana yang telah dibuat oleh sebahagian guru. Hasil penilaian sebahagian guru pada pelaksanaan ulangan harian ataupun tugas-tugas pekerjaan rumah ditambahkan informasi berupa komentar dan masukan untuk perbaikan. Setiap guru menyampaikan hasil penilaian sikap dan akademik siswa kepada kepala sekolah melalui wakil kepala sekolah urusan kurikulum. Hasil penilaian dijadikan dasar bagi sebahagian guru sebagai koreksi untuk melakukan perbaikan pembelajaran berikutnya. C. Permasalahan yang Ditemukan di Lapangan Pelaksanaan kegiatan on the job learning bagi peserta diklat calon kepala sekolah di sekolah-sekolah magang merupakan pembelajaran dan arena latihan dalam melakoni sebagian peran dan fungsi seorang kepala sekolah. Penulis sudah berusaha beradaptasi dengan warga sekolah tempat magang tetapi ternyata melakoni peran kepala sekolah bukanlah hal mudah. Tak jarang kami menemukan beberapa permasalahan. Permasalahan yang ditemukan di lapangan yang berkaitan dengan tenaga administrasi sekolah secara umum dalam tiga kelompok besar yaitu sebagai berikut: 1. Pengelolaan buku induk siswa Dalam pengelolaan buku induk siswa, terkesan tidak dilaksanakan secara teratur dan terpogram. Banyak dijumpai beberapa identitas siswa tidak lengkap, nilai tiap jenjang yang belum terdokumentasi. Dari hasil pengamatan penulis, personil yang diberi tugas untuk mengurusi administrasi buku dalam menulis buku induk siswa ada kalanya di bawa pulang dengan alasan dapat dikerjakan secara intensif di rumah. Padahal data berupa nilai siswa bersumber dari buku raport. Jika ini terus dilakukan maka sangat riskan bagi keamanan dan dokumentasi nilai raport. Selain itu ada kemungkinan, dalam pengisiannya tidak dilakukan sendiri tapi menggunakan jasa orang lain yang belum tentu mengerti akan keberadaan buku Laporan On the Job Learning Hasto Tyas Harjadi 42
  50. 50. induk siswa. Dalam beberapa lembar buku induk penulis temukan beberapa tulisan yang tidak konsisten dengan tulisan sebelumnya. 2. Pengelolaan daftar urut kepangkatan (DUK) Daftar urut kepangkatan sebagai daftar yang memuat nama Pegawai Negeri Sipil dari suatu satuan organisasi Negara yang disusun menurut tingkatan kepangkatan di sekolah tempat penulis magang juga belum dilaksanakan dengan benar. Pengerjaan di saat terdahulu yang dilakukan oleh Kepala TU yang saat ini sudah almarhum membawa implikasi terhadap ketidaktahuan petugas berikutnya. Hal ini masih diperparah dengan kemampuan penggunaan alat berbantuan komputer sebagai alat untuk mempermudah pengerjaan tugas tersebut. Karena pentingnya penulisan daftar urut kepangkatan sebagai salah satu bahan obyektif untuk melaksanakan pembinaan karier Pegawai Negeri Sipil berdasarkan sistem karier dan sistem prestasi kerja, maka daftar urut kepangkatan perlu dibuat dan dipelihara secara terus menerus. 3. Pemanfaatan TIK dalam mengadministrasikan kepegawaian Di era teknologi informasi dan komunikasi yang berkembang sedemikian pesatnya maka membuka peluang dan kesempatan untuk mempermudah dan mempercepat tugas. Beberapa pekerjaan pada waktu dulu dilaksanakan beberapa hari, dengan nilai kepraktisan yang rendah, sekarang dengan memanfaatkan TIK pekerjaan tersebut dapat dikerjakan dengan cepat dan mempunyai nilai ekonomis serta kepraktisan yang tinggi. Fakta di sekolah magang, terutama di SMA Negeri Jumapolo, belum semua TAS memanfaat TIK dalam mempermudah dan mempercepat tugasnya. Kurang familiar dan sikap yang enggan untuk berubah merupakan tantangan tersendiri bagi penulis untuk sekedar bias berbagi. Laporan On the Job Learning Hasto Tyas Harjadi 43
  51. 51. BAB III RENCANA TINDAK KEPEMIMPINAN A. Meningkatkan Kompetensi Tenaga Administrasi Sekolah (TAS) dalam Mengelola Administrasi Kepegawaian melalui Peran Kepala Sekolah Sebagai Manajer. a. Rasional Tenaga administrasi sekolah (TAS) mempunyai peranan yang penting dalam membantu mengembangkan sekolah menjadi lebih maju dan berkualitas. Tenaga administrasi sekolah berfungsi sebagai juru kelola administrasi sekolah yang berkaitan dengan pengelolaan data siswa, data pendidik dan tenaga kependidikan, persuratan, arsip, administrasi sarana-prasarana, dan administrasi keuangan. TAS juga berperan aktif dalam memberikan pelayanan administrasi kepada seluruh pihak yang berkepentingan. Kedudukan dan peran tenaga administrasi yang begitu penting dalam pengelolaan suatu sekolah sehingga pemerintah melalui permendiknas nomor 24 tahun 2008 menetapkan standar tenaga administrasi sekolah. Standar ini mengatur tentang kualifikasi dan kompetensi minimal yang harus dipenuhi oleh seorang tenaga administrasi sekolah. Ketersediaan tenaga administrasi merupakan modal sumber daya yang harus dikelola secara optimal oleh kepala sekolah. Sebagai seorang manajer, kepala sekolah harus mampu mengelola TAS dan ketatausahaan dalam mendukung pencapaian tujuan sekolah yang sudah ditetapkan. b. Kompetensi Tenaga Administrasi Sekolah Kompetensi adalah kemampuan melaksanakan tugas yang diperoleh melalui pendidikan dan/atau latihan. Kompetensi dapat pula dimaknai sebagai pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai dasar yang direfleksikan dalam kebiasaan berfikir dan bertindak (Junaidi dalam Herry, 2012). Sedangkan tenaga administrasi sekolah adalah tenaga kependidikan pada satuan pendidikan yang bertugas melaksanakan administrasi, pengelolaan, pengembangan, pengawasan, dan pelayanan teknis untuk menunjang proses pendidikan pada satuan pendidikan. Laporan On the Job Learning Hasto Tyas Harjadi 44
  52. 52. Dengan menggabungkan dua pengertian di atas dapat dikatakan bahwa kompetensi tenaga administrasi sekolah (TAS) adalah kemampuan yang diperoleh TAS melalui pendidikan dan/atau latihan untuk melaksanakan tugas-tugas administrasi, pengelolaan, pengembangan, pengawasan, dan pelayanan teknis untuk menunjang proses pendidikan pada satuan pendidikan. Sedangkan menurut Syaefuddin (dalam Risnawati, 2003) memberikan pengertian kompetensi tenaga administrasi sekolah sebagai kemampuan untuk melaksanakan tugas, peran dan kemampuan mengintegrasikan pengetahuan yang didasarkan pada pengalaman dan pembelajaran yang dilakukan dalam pelaksanaan pekerjaannya yang dituntut dalam kecakapan teknis operasional atau teknis administratif di sekolah. Kompetensi standar yang harus dimiliki oleh tenaga administrasi sekolah diatur dalam permendiknas nomor 24 tahun 2008. Dalam permendiknas tersebut kompetensi tenaga administrasi sekolah dipetakan ke dalam empat dimensi kompetensi yaitu kompetensi kepribadian, sosial, teknis dan manajerial. Untuk dapat memperjelas komponen dimensi kompetensi tersebut dapat dijabarkan sebagai berikut : a. Dimensi kompetensi kepribadian meliputi: kompetensi memiliki integritas dan akhlak mulia, etos kerja, pengendalian diri, rasa percaya diri, fleksibilitas, ketelitian, kedisiplinan, kreativitas dan inovasi, serta tanggung jawab. b. Dimensi kompetensi sosial meliputi: kompetensi bekerja dalam tim, memberikan pelayanan prima, kesadaran berorganisasi, berkomunikasi efektif, dan membangun hubungan kerja. c. Dimensi kompetensi teknis meliputi: kompetensi melaksanakan administrasi kepegawaian, keuangan, sarana prasarana, hubungan sekolah dengan masyarakat, persuratan dan pengarsipan, administrasi kesiswaaan, administrasi kurikulum, administrasi layanan khusus, dan penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). d. Dimensi kompetensi manajerial (khusus bagi kepala tenaga administrasi sekolah) meliputi: kompetensi mendukung pengelolaan standar nasional pendidikan, menyusun program dan laporan kerja, mengorganisasikan staf, Laporan On the Job Learning Hasto Tyas Harjadi 45
  53. 53. mengembangkan staf, mengambil keputusan, menciptakan iklim kerja yang kondusif, mengoptimalkan pemanfaatan sumberdaya, membina staf, mengelola konflik, dan menyusun laporan. Masing-masing kompetensi ini dalam permendikas nomor 24 tahun 2008 kemudian dijabarkan dalam sub kompetensi yang lebih rinci agar dapat dilaksanakan sesuai dengan tugas dan fungsi dalam setiap jenis dan jabatan administrasi sekolah dalam menunjang proses pembelajaran di sekolah. c. Administrasi Kepegawaian Kegiatan administrasi kepegawaian sekolah dapat dibagi menjadi tiga bidang administrasi sebagai berikut : a. Bidang administrasi material yaitu kegiatan administrasi yang menyangkut bidang-bidang materi seperti: ketatausahaan sekolah, administrasi keuangan, alat-alat perlengkapan. b. Bidang administrasi personal, yang mencakup di dalamnya persoalan guru dan pegawai sekolah dan sebagainya. c. Bidang administrasi kurikulum, yang mencakup didalamnya pelaksanaan kurikulum, pembinaan kurikulum, penyusunan silabus, perisapan harian, dan sebagainya Administrasi kepegawaian yang dimaksudkan dalam tulisan ini administrasi personal pegawai sekolah dalam bidang pengelolaan administrasi kepegawaian. d. Kepala Sekolah Sebagai Manajer Wahyudi (2009) memberikan pengertian manajemen sebagai suatu proses merencanakan, mengorganisasi, melaksanakan, dan mengevaluasi usaha para anggota organisasi serta mendayagunakan seluruh sumberdaya organisasi dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Dikatakan proses karena semua manajer dengan ketangkasan dan keterampilan yang dimilikinya mengusahakan dan mendayagunakan berbagai kegiatan yang saling berkaitan untuk mencapai tujuan. Dalam rangka melakukan peran dan fungsinya sebagai manajer, kepala sekolah harus memiliki strategi yang tepat untuk mendayagunakan tenaga kependidikan (TAS) melalui kerjasama, memberi kesempatan kepada para guru Laporan On the Job Learning Hasto Tyas Harjadi 46
  54. 54. untuk meningkatkan profesinya, dan mendorong keterlibatan seluruh tenaga kependidikan dalam berbagai kegiatan yang menunjang program sekolah. Memberdayakan tenaga administrasi melalui kerjasama dimaksudkan bahwa dalam peningkatan profesonalisme tenaga administrasi, kepala sekolah harus mementingkan kerjasama dengan tenaga administasi dan pihak lain yang terkait dalam melaksanakan setiap kegiatan. Sebagai manajer, kepala sekolah harus mau dan mampu mendayagunakan seluruh sumber daya sekolah dalam rangka mewujudkan visi, misi dan mencapai tujuan. Kepala sekolah harus mampu bekerja melalui pembantu-pembantunya (wakil-wakil), serta berusaha untuk senantiasa mempertanggungjawabkan setiap tindakannya. Kepala sekolah juga harus mampu menghadapi berbagai persoalan di sekolah, berfikir secara analitik dan konseptual, dan harus senantiasa berusaha menjadi penengah dalam memecahkan berbagai masalah yang dihadapi oleh guru dan tenaga administrasi yang menjadi bawahannya serta berusaha mengambil keputusan yang dapat memuaskan bagi semua. Kepala sekolah sebagai manajer harus memberi kesempatan kepada para guru dan tenaga administrasi untuk meningkatkan profesinya. Kepala sekolah harus bersikap demokratis dan memberikan kesempatan kepada seluruh guru dan tenaga administrasi untuk mengembangkan potensinya secara optimal misalnya melalui penataran, kegiatan MGMP ataupun lokakarya berdasarkan bidangnya masingmasing. Sebagai manajer, kepala sekolah juga harus mampu mendorong keterlibatan seluruh komponen sekolah dalam setiap kegiatan sekolah. Keterlibatan dan partisipasi aktif mereka akan sangat menentukan keberhasilan pelaksanaan kegiatan-kegiatan sekolah. B. Kerangka Pemikiran Kompetensi yang diatur dalam peraturan menteri pendidikan nasional nomor 24 tahun 2008 merupakan kompetensi standar atau kompetensi minimal yang harus dimiliki oleh tenaga administrasi sekolah. Kenyataan di sekolah-sekolah memperlihatkan banyaknya tenaga administrasi sekolah yang memiliki kompetensi Laporan On the Job Learning Hasto Tyas Harjadi 47
  55. 55. di bawah standar kompetensi yang diharapkan. Hal ini terjadi karena proses perekrutan mereka menjadi tenaga administrasi sekolah tidak mengacu kepada pemenuhan kompetensi berdasarkan permendiknas tersebut. Mereka diangkat menjadi pegawai administrasi jauh sebelum diterbitkannya permendiknas tersebut. Akibatnya, pengelolaan administrasi kepegawaian tidak berjalan sebagaimana mestinya. Kompetensi tenaga administrasi sekolah harus berkembang mengikuti perubahan dan kemajuan dibidang pendidikan khususnya dan kemajuan dibidang teknologi informasi dan komunikasi umumnya. Tingkat kompetensi yang dimiliki tenaga administrasi dalam mengelola administrasi sekolah ikut menentukan keberhasilan sekolah dalam mencapai tujuannya. Ketersediaan sumberdaya tenaga administrasi dalam jumlah yang memadai di sekolah sudah merupakan satu modal besar untuk dapat dikelola secara optimal. Kompetensi tenaga administrasi yang belum memenuhi standar dapat dikembangkan menjadi tenaga administrasi yang memenuhi standar melalui pengelolaan dan pembimbingan yang terarah oleh kepala sekolah. Sebagai manajer, kepala sekolah mempunyai kewajiban mengelola staf administrasi untuk mengarahkan, memberdayakan, menggerakkan dan mengembangkan guna membantu mencapai tujuan sekolah yang telah ditetapkan. Uraian di atas menggambarkan pentingnya peran kepala sekolah sebagai manajer dalam mengelola sumberdaya tenaga administrasi guna membantu mengembangkan dan meningkatkan kompetensinya menjadi tenaga administrasi yang memenuhi standar TAS. C. Implementasi Program 1. Rancangan tindakan siklus 1 Pada tahap rancangan tindakan siklus 1, dilakukan penyusunan atau pengadaan instrumen-instrumen yang akan digunakan pada tahap pelaksanaan tindakan siklus 1. Adapun kegiatan yang dilakukan dalam tahap perencanaan antara lain adalah sebagai berikut: Laporan On the Job Learning Hasto Tyas Harjadi 48
  56. 56. a. Menyusun instrumen identifikasi kompetensi tenaga administrasi sekolah (TAS) dalam mengelola administrasi kepegawaian. b. Mengidentifikasi kompetensi TAS dalam mengelola administrasi kepegawaian melalui pengisian instrumen. c. Memilih tenaga administrasi atau guru yang dapat diberdayakan membantu calon kepala sekolah dalam melakukan pembimbingan terhadap tenaga administrasi berdasarkan kompetensi yang perlu ditingkatkan. d. Menyusun instrumen monitoring dan evaluasi pelaksanaan tindakan siklus 1. 2. Pelaksanaan tindakan siklus 1 Kegiatan yang dilakukan pada pelaksanaan tindakan siklus 1 yaitu melakukan pembimbingan tenaga administrasi berdasarkan hasil identifikasi kompetensi yang dianggap rendah atau tidak memenuhi standar kompetensi yang ditetapkan dalam permendiknas nomor 24 tahun 2008. Pembimbingan dilakukan bersama-sama dengan tenaga administasi dan guru yang sudah ditentukan sebelumnya. Pembimbingan dilakukan selama dua minggu dengan jumlah pertemuan minimal 4 kali pertemuan. Pelaksanaan bimbingan dilakukan diwaktu-waktu lowongnya tenaga pembimbing atau saat jam istirahat. Lama pembimbingan setiap pertemuan tergantung dari waktu lowong yang dimiliki oleh pembimbing. Kisaran waktu lowong yang dapat digunakan untuk pembimbingan adalah 30 – 90 menit. 3. Monitoring dan evaluasi (monev) pelaksanaan tindakan siklus 1 Pada tahap monev pelaksanaan tindakan siklus 1, tenaga administrasi sekolah yang menjadi peserta pembimbingan melakukan pengisian instrumen monev pelaksanaan tindakan siklus 1. Sebelum melakukan pengisian instrumen diberikan penjelasan tentang cara pengisian instrumen. Dijelaskan pula bahwa apapun yang diisikan tidak mempengaruhi penilaian kinerja mereka. 4. Hasil yang di peroleh Berdasarkan analisis hasil pelaksanaan pembimbingan yang dilakukan pada pelaksanaan tindakan siklus 1 melalui pengisian instrumen monev 1 diperoleh hasil sebagai berikut: Laporan On the Job Learning Hasto Tyas Harjadi 49
  57. 57. Tabel 3.1. Rata-rata peningkatan kompetensi tindakan siklus 1 Kompetensi awal Kompetensi setelah Peningkatan tindakan 1 kompetensi (%) (%) 68 10 (%) 58 Tabel 3.1 memperlihatkan tingkat kompetensi tenaga administrasi sekolah dalam mengelola administrasi kepegawaian setelah mengikuti pembimbingan siklus pertama naik dari 58% menjadi 68%. Peningkatan kompetensi sebesar 10% menunjukkan adanya hasil jerih payah calon kepala sekolah sebagai manajer dalam melakukan pembimbingan dan menjalankan tugasnya mengembangkan kompetensi tenaga administrasi sekolah. 5. Rancangan tindakan siklus 2 Berdasarkan hasil pelaksanaan tindakan siklus 1 diperoleh bahwa tenaga adminstrasi masih memiliki kompetensi yang rendah pada kompetensi-kompetensi tertentu terutama yang berkaitan dengan pemanfaatan TIK dalam pengelolaan administrasi kepegawaian. Untuk itu, pada rancangan kegiatan siklus 2 akan difokuskan pada usaha pembimbingan pada kompetensi-kompetensi tersebut. Adapun kegiatan yang dilakukan dalam tahap perencanaan tindakan siklus 2 antara lain adalah sebagai berikut: a. Meminta kembali kesediaan tenaga administrasi atau guru yang memiliki kompetensi lebih untuk diberdayakan membantu calon kepala sekolah dalam melakukan pembimbingan terhadap tenaga administrasi berdasarkan kompetensi yang perlu ditingkatkan. b. Menyusun instrumen monitoring dan evaluasi pelaksanaan tindakan siklus 2. 6. Pelaksanaan tindakan siklus 2 Kegiatan yang dilakukan pada pelaksanaan tindakan siklus 2 yaitu melakukan pembimbingan tenaga administrasi berdasarkan pada kompetensi-kompetensi yang masih kurang atau rendah berdasarkan analisis hasil kegiatan monev 1. Pembimbingan dilakukan bersama-sama dengan tenaga administasi dan guru yang sudah ditunjuk sebelumnya. Pembimbingan dilakukan paling lama dua minggu Laporan On the Job Learning Hasto Tyas Harjadi 50
  58. 58. dengan jumlah pertemuan minimal 4 kali pertemuan. Pelaksanaan bimbingan dilakukan diwaktu-waktu lowongnya tenaga pembimbing atau saat jam istirahat siswa yang berkisar 30 – 90 menit . 7. Monitoring dan evaluasi pelaksanaan tindakan siklus 2 Pada tahap monev pelaksanaan tindakan siklus 2, tenaga administrasi sekolah yang menjadi peserta pembimbingan melakukan pengisian instrumen monev pelaksanaan tindakan siklus 2. Sebelum melakukan pengisian instrumen diberikan penjelasan tentang cara pengisian instrumen. Dijelaskan pula bahwa apapun yang diisikan pada instrumen tersebut tidak akan mempengaruhi penilaian kinerja mereka. 8. Hasil yang di peroleh Berdasarkan analisis hasil pelaksanaan pembimbingan yang dilakukan pada pelaksanaan tindakan siklus 2 melalui pengisian instrumen monev 2 diperoleh hasil sebagai berikut: Tabel 3.2. Rata-rata peningkatan kompetensi tindakan siklus 2 Kompetensi setelah Kompetensi setelah Peningkatan tindakan 1 tindakan 2 kompetensi (%) (%) (%) 68 95 27 Tabel 3.2 menunjukkan tingkat kompetensi tenaga administrasi sekolah dalam mengelola administrasi kepegawaian setelah mengikuti pembimbingan yang kedua naik dari 68% menjadi 95%. Kompetensi 95% sudah termasuk kategori kompetensi sangat baik. Peningkatan kompetensi tenaga adminstrasi sekolah menunjukkan adanya peningkatan yang drastis yaitu sebesar 27%. Peningkatan tersebut merupakan hasil dari usaha pembimbingan yang diberikan kepada tenaga administrasi sekolah yang mengelola administrasi kepegawaian. Pembimbingan tersebut adalah tugas seorang kepala sekolah membina dan mengembangkan kompetensi TAS dalam perannya sebagai manajer di sekolah. Laporan On the Job Learning Hasto Tyas Harjadi 51
  59. 59. D. Peningkatan Kompetensi Hasil AKPK di SMA Negeri Kerjo. Untuk lebih meningkatkan kompetensi penulis pada dimensi manajerial melalui pembinaan dan pembimbingan tenaga administrasi sekolah guna meningkatkan kompetensi TAS dalam mengelola administrasi kepegawaian, maka penulis melanjutkan pembimbingan TAS di SMA Negeri Kerjo. Proses pembimbingan dilaksanakan mengikuti pembimbingan TAS di SMA Negeri Jumapolo. Akan tetapi dalam pembimbingannya penulis tidak secara intensif, hanya dilakukan 2 kali dalam dua minggu karena pertimbangan jarak dan kewajiban mengajar pemulis di SMA Negeri Jumapolo. Untuk selanjutnya dilakukan oleh teman sejawat, terutama oleh tanaga administrasi sekolah yang sudah memenuhi kompetensi TAS. 1. Rancangan tindakan Pada tahap rancangan tindakan, dilakukan penyusunan atau pengadaan instrumen-instrumen yang akan digunakan pada tahap pelaksanaan tindakan. Instrumen-instrumen yang digunakan menggunakan instrumen yang telah digunakan di SMA Negeri Jumapolo, yaitu: a. Instrumen identifikasi kompetensi tenaga administrasi sekolah (TAS) dalam mengelola administrasi kepegawaian. b. Instrumen monitoring dan evaluasi pelaksanaan tindakan. Kegiatan yang dilaksanakan sebelum pelaksanaan tindakan adalah mengidentifikasi kompetensi TAS dalam mengelola administrasi kepegawaian. Kegiatan identifikasi diperlukan untuk mengetahui kemampuan awal TAS yang kemudian dijadikan sebagai dasar pembimbingan. Berdasarkan hasil pengisian instrumen dua TAS yang mengelola administrasi kepegawaian, diperoleh rata-rata kemampuan awal TAS adalah 68%. Rata-rata kompetensi TAS masih rendah pada aspek yang berhubungan dengan penyusunan dan penyajian data statistik kepegawaian termasuk penyajian data statistik dengan menggunakan TIK. 2. Pelaksanaan tindakan. Kegiatan yang dilakukan pada pelaksanaan tindakan yaitu melakukan pembimbingan tenaga administrasi berdasarkan hasil identifikasi kompetensi yang Laporan On the Job Learning Hasto Tyas Harjadi 52
  60. 60. dianggap rendah atau tidak memenuhi standar kompetensi yang ditetapkan dalam permendiknas nomor 24 tahun 2008. Pembimbingan dilakukan selama dua minggu dengan jumlah pertemuan minimal 2 kali pertemuan. Pelaksanaan bimbingan dilakukan pada saat kunjungan pengkajian dengan mempertimbangkan ketersediaan waktu dari TAS yang akan dibimbing, kadang sebelum atau sesudah melakukan pengkajian. 3. Monitoring dan evaluasi (monev) pelaksanaan tindakan. Pada tahap monev pelaksanaan tindakan, tenaga administrasi sekolah yang menjadi peserta pembimbingan melakukan pengisian instrumen monev pelaksanaan tindakan. Sebelum melakukan pengisian instrumen diberikan penjelasan tentang cara pengisian instrumen. Dijelaskan pula bahwa apapun yang diisikan tidak mempengaruhi penilaian kinerja mereka. 4. Hasil yang di peroleh Berdasarkan analisis hasil pelaksanaan pembimbingan yang dilakukan pada pelaksanaan tindakan melalui pengisian instrumen monev diperoleh hasil sebagai berikut: Tabel 3.3. Rata-rata peningkatan kompetensi Kompetensi awal Kompetensi setelah Peningkatan tindakan 1 kompetensi (%) (%) 92 26 (%) 66 Tabel 3.3 memperlihatkan tingkat kompetensi tenaga administrasi sekolah dalam mengelola administrasi kepegawaian setelah mengikuti pembimbingan naik dari 66% menjadi 92%. Peningkatan kompetensi sebesar 26% menunjukkan adanya hasil calon kepala sekolah sebagai manajer dalam melakukan pembimbingan dan menjalankan tugasnya mengembangkan kompetensi tenaga administrasi sekolah. E. SUPERVISI GURU YUNIOR 1. Latar Belakang Salah satu program yang dapat diselenggarakan dalam rangka pemberdayaan guru adalah supervisi akademik (supervisi akademik). Supervisi akademik adalah Laporan On the Job Learning Hasto Tyas Harjadi 53
  61. 61. serangkaian kegiatan membantu guru mengembangkan kemampuannya mengelola proses pembelajaran demi pencapaian tujuan akademik. Supervisi akademik merujpakan upaya membantu guru-guru mengembangkan kemampuannya mencapai tujuan akademik. Dengan demikian, berarti, esensial supervisi akademik adalah membantu guru mengembangkan kemampuan profesionalismenya. Mengembangkan kemampuan dalam konteks ini janganlah ditafsirkan secara sempit, semata-mata ditekankan pada peningkatan pengetahuan dan keterampilan mengajar guru, melainkan juga pada peningkatan komitmen (commitmen) atau kemauan (willingness) atau motivasi (motivation) guru, sebab dengan meningkatkan kemampuan dan motivasi kerja guru, kualitas akademik akan meningkat. Di dalam Peraturan menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) Nomor 13 Tahun 2007 tentang Standar Kepala Sekolah ditegaskan bahwa salah satu kompetensi yang harus dimiliki seorang kepala sekolah adalah kompetensi supervisi. Dengan Permendiknas tersebut berarti seorang kepala sekolah harus kompeten dalam melakukan supervisi akademik terhadap guru-guru yang dipimpinnya. Dalam rangka itu seorang guru yang berkeinginan menjadi kepala sekolah perlu mengikuti program pendidikan dan pelatihan supervisi akademik dalam peningkatan profesionalisme guru. 2. Pengertian Supervisi Akademik supervisi akademik adalah serangkaian kegiatan membantu guru mengembangkan kemampuannya mengelola proses pembelajaran demi pencapaian tujuan pembelajaran. Supervisi akademik merujpakan upaya membantu guru-guru mengembangkan kemampuannya mencapai tujuan pembelajaran. (Daresh, 1989). Dengan demikian, berarti, esensi supervisi akademik itu sama sekali bukan menilai unjuk kerja guru dalam mengelola proses pembelajaran, melainkan membantu guru mengembangkan kemampuan profesionalismenya. Meskipun demikian, supervisi akademik tidak bisa terlepas dari penilaian unjuk kerja guru dalam mengelola pembelajaran. Apabila di atas dikatakan, bahwa supervisi akademik merupakan serangkaian kegiatan membantu guru mengembangkan kemampuannya mengelola proses pembelajaran, maka menilai unjuk kerja guru dalam mengelola proses pembelajaran merupakan salah satu Laporan On the Job Learning Hasto Tyas Harjadi 54
  62. 62. kegiatan yang tidak bisa dihindarkan prosesnya (Sergiovanni, 1987). Penilaian unjuk kerja guru dalam mengelola proses pembelajaran sebagai suatu proses pemberian estimasi kualitas unjuk kerja guru dalam mengelola proses pembelajaran, merupakan bagian integral dari serangkaian kegiatan supervisi akademik. Apabila dikatakan bahwa supervisi akademik merupakan serangkaian kegiatan membantu guru mengembangkan kemampuannya, maka dalam pelaksanaannya terlebih dahulu perlu diadakan penilaian kemampuan guru, sehingga bisa ditetapkan aspek yang perlu dikembangkan dan cara mengembangkannya. Tiga konsep pokok (kunci) dalam pengertian supervisi akademik. a. Supervisi akademik harus secara langsung mempengaruhi dan mengembangkan perilaku guru dalam mengelola proses pembelajaran. Inilah karakteristik esensial supervisi akademik. Sehubungan dengan ini, janganlah diasumsikan secara sempit, bahwa hanya ada satu cara terbaik yang bisa diaplikasikan dalam semua kegiatan pengembangan perilaku guru. Tidak ada satupun perilaku supervisi akademik yang baik dan cocok bagi semua guru (Glickman, 1981). Tegasnya, tingkat kemampuan, kebutuhan, minat, dan kematangan profesional serta karakteristik personal guru lainnya harus dijadikan dasar pertimbangan dalam mengembangkan dan mengimplementasikan program supervisi akademik (Sergiovanni, 1987 dan Daresh, 1989). b. Perilaku supervisor dalam membantu guru mengembangkan kemampuannya harus didesain secara ofisial, sehingga jelas waktu mulai dan berakhirnya program pengembangan tersebut. Desain tersebut terwujud dalam bentuk program supervisi akademik yang mengarah pada tujuan tertentu. Oleh karena supervisi akademik merupakan tanggung jawab bersama antara supervisor dan guru, maka alangkah baik jika programnya didesain bersama oleh supervisor dan guru. c. Tujuan akhir supervisi akademik adalah agar guru semakin mampu memfasilitasi belajar bagi murid-muridnya. Secara rinci, tujuan supervisi akademik akan diuraikan lebih lanjut berikut ini. Laporan On the Job Learning Hasto Tyas Harjadi 55

×