Your SlideShare is downloading. ×
Media Indonesia 28 Maret 2014
Media Indonesia 28 Maret 2014
Media Indonesia 28 Maret 2014
Media Indonesia 28 Maret 2014
Media Indonesia 28 Maret 2014
Media Indonesia 28 Maret 2014
Media Indonesia 28 Maret 2014
Media Indonesia 28 Maret 2014
Media Indonesia 28 Maret 2014
Media Indonesia 28 Maret 2014
Media Indonesia 28 Maret 2014
Media Indonesia 28 Maret 2014
Media Indonesia 28 Maret 2014
Media Indonesia 28 Maret 2014
Media Indonesia 28 Maret 2014
Media Indonesia 28 Maret 2014
Media Indonesia 28 Maret 2014
Media Indonesia 28 Maret 2014
Media Indonesia 28 Maret 2014
Media Indonesia 28 Maret 2014
Media Indonesia 28 Maret 2014
Media Indonesia 28 Maret 2014
Media Indonesia 28 Maret 2014
Media Indonesia 28 Maret 2014
Media Indonesia 28 Maret 2014
Media Indonesia 28 Maret 2014
Media Indonesia 28 Maret 2014
Media Indonesia 28 Maret 2014
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×
Saving this for later? Get the SlideShare app to save on your phone or tablet. Read anywhere, anytime – even offline.
Text the download link to your phone
Standard text messaging rates apply

Media Indonesia 28 Maret 2014

1,356

Published on

Published in: Education
0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total Views
1,356
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
262
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. SOLIDARITAS rakyat untuk membebaskan Satinah binti Jumadi, tenaga kerja Indone- sia (TKI) asal Ungaran, Sema- rang, Jateng, yang terancam hukuman pancung di Arab Saudi, terus mengalir. Upaya itu muncul akibat sikap pe- merintah yang dinilai gamang dalam upaya penyelamatan Satinah. Aksi Peduli Satinah, misal- nya, hingga kemarin, dilapor- kan telah berhasil mengum- pulkan dana Rp3 miliar. Itu merupakan hasil sumbangan masyarakat yang dikumpulkan Migrant Care. “Dua hari lalu itu sebesar Rp2,4 miliar dan sekarang su- dah bertambah jadi Rp3 M,” ucap Direktur Eksekutif Mig- rant Care Anis Hidayah. Anis pun yakin dalam waktu satu pekan tersisa ini, mereka sanggup mengumpulkan Rp9 miliar, sisa uang yang dibu- tuhkan untuk membebaskan Satinah. “Kalau pemerintah enggak bisa bayar, kita masyarakat yang akan bayar. Saya optimis- tis,” tegas Anis, kemarin. Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh pun meminta pe- merintah secepatnya mengejar waktu untuk meloloskan Sati- nah dari hukuman pancung, dengan memenuhi pembayar- an diat yang diminta ahli waris korban. Namun, jika pemerintah menyatakan tidak sanggup dan kemudian meminta bantuan Partai NasDem, Surya Paloh mengatakan partainya akan membayar. “Untuk nyawa manusia, kalau pemerintah minta ban- tuan, Partai NasDem akan melakukannya,” tegas Surya di Semarang, kemarin. Gubernur Jawa Tengah Gan- jar Pranowo berharap seluruh masyarakat termasuk calon anggota legislatif di daerah, pusat, dan calon anggota De- wan Perwakilan Daerah men- dukung gerakan Save Satinah dengan menyumbang uang diat. Sebelumnya, meskipun me- nyatakan akan berusaha keras membebaskan Satinah, Presi- den Susilo Bambang Yudho- yono dinilai bersikap gamang karena lebih memilih meminta perpanjangan waktu eksekusi daripada langsung membayar diat. “Saya sudah minta Pak Djoko Suyanto (Menko Polhukam) minta perpanjangan lagi. Saya kirim surat lagi agar bisa diper- panjang eksekusinya (pemba- yaran diat). Mudah-mudahan ada titik temu,” kata Presiden. (WJ/JS/HT/Mad/X-6) ARIES WIJAKSENA C AGAR Biosfer Giam Siak Kecil- Bukit Batu, Kabupaten Bengka- lis, Provinsi Riau, menjadi bancakan aparat. Dua mantan kapolres, seorang perwira tinggi TNI- AU, serta sejumlah anggota polisi dan TNI menguasai lahan di kawasan yang dilindungi demi kepentingan penelitian dan pendidikan itu. Dari hasil penelusuran Media Indone- sia, setidaknya 12 orang memiliki lahan di cagar biosfer tersebut dengan luas bervariasi. Lahan paling luas dimiliki anggota TNI-AD, Serka S, yakni 1.500 hek- tare. Brigjen Polisi (Purn) BS yang merupa- kan mantan kapolres di wilayah Polda Riau juga menguasai 200 hektare lahan. Begitu pula Ajun Komisaris Besar MH. Perwira yang pernah menjabat kapolres di Riau itu memiliki lahan 100 hektare. MarsekalPertamaTSdiketahuimengu- asai 200 hektare, sama dengan yang dimiliki anggota DPR, HI. Tak cuma oleh aparat dan pejabat, lahan Cagar Biosfer Giam Siak Kecil-Bukit Batu dijarah warga sipil (lihat grafis). Sumber Media Indonesia menambah- kan, beralihnya ribuan hektare kawa- san konservasi tersebut berawal dari pembalakan liar yang dilakukan dua koperasi pada 1997. ‘’Aktivitas illegal logging mereka dimulai dari Desa Bukit Abbas lalu merambah ke Desa Bukit Kerikil,’’ jelasnya. Setelah pembalak liar meninggalkan area, imbuh dia, lahan diubah menjadi perkebunan sawit oleh Sunardi selaku ketua kelompok tani Desa Bukit Kerikil. ‘’Lahan kemudian dijual ke masyarakat, termasuk ke aparat.’’ Kepemilikan lahan di Cagar Biosfer Giam Siak Kecil-Bukit Batu oleh aparat sebelumnya juga diungkapkan Koman- dan Satgas Pasukan Darat Operasi Darurat Asap Riau Brigjen TNI Prihadi Agus Irianto. “Semuanya terbongkar lewat kete- rangan Serka Sudigdo. Digdo ini cukong. Ia pemain lama,” ucapnya, Rabu (26/3). Tak cuma di cagar biosfer, sumber di Satgas Penegakan Hukum Terpadu juga menyebutkan adanya anggota TNI berpangkat kolonel yang menguasai 300 hektare lahan di Taman Nasional Tesso Nilo, Riau. 102 tersangka Kapolda Riau Brigjen Condro Kirono mengaku telah menerima informasi atas penguasaan lahan di cagar biosfer ter- sebut. ‘’Info ini masih kita dalami. Kami juga minta penjelasan BBKSDA (Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Kementerian Kehutanan) yang memiliki kewenangan kawasan itu. Mereka sen- diri belum membuat laporan ke polda,’’ jelasnya di Pekanbaru, kemarin. Ia menambahkan, hingga kemarin 102 orang telah ditetapkan sebagai tersangka perambahan serta pembakaran hutan dan lahan. Salah satunya Serka Sudigdo yang bertugas di Dinas Administrasi Ve- teran dan Cacat TNI Kota Dumai. Kepala Bidang Wilayah II BBKSDA Riau yang meliputi Kabupaten Bengkalis dan Dumai, Supartono, telah mendapatkan informasi itu pula. Menurutnya, perambahan Cagar Bio- sfer Giam Siak Kecil-Bukit Batu yang me- libatkan aparat, mantan aparat, pejabat, dan warga terjadi di sepanjang koridor Giam Siak Kecil, Bukit Batu, hingga Ke- lurahan Pelintung, Kecamatan Medang Kampai, Dumai. “Kalau temuan saya di lapangan ada puluhan SKT (surat keterangan tanah) yang disita. Itu operasi yang saya pimpin di Desa Tasik Serai, Kecamatan Pinggir, Bengkalis. Berkasnya sudah diserahkan ke Polres Bengkalis,” terang Supartono. Perambahan liar disertai jual beli lahan menjadi modus umum untuk pembukaan perkebunan kelapa sawit. Dengan ditopang modal dari cukong, pembalak merambah lahan bekas hak pengusahaan hutan yang telah dialihkan menjadi kawasan konservasi, hutan lin- dung, dan hutan konversi. (RK/BG/X-8) aries@mediaindonesia.com KRITIK berbagai kalangan bahwa negeri ini telah kehilangan pusat-pusat keteladanan dari para pemimpin bukanlah isapan jempol. Hampir di berbagai lini, kita mendapati elite di negeri ini kerap melakukan langkah-langkah menabrak aturan yang jauh dari teladan tertib aturan. Pemandangan seperti itu menjadi lazim saat kita menyak- sikan kampanye pemilu secara terbuka yang kini memasuki fase akhir. Salah satu yang paling kentara ialah pelanggaran aturan atas penggunaan fasilitas negara untuk kampanye. Karena itu, wajar belaka jika kepergian Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ke Lampung pada Rabu (26/3) setelah menggelar rapat terbatas di Istana Negara, Jakarta, menuai kritik tajam. Di Lampung, Yudhoyono berkampanye di ha- dapan kader dan simpatisan Partai Demokrat. Kecaman muncul karena meski Yudhoyono telah cuti dari jabatannya, kampanyenya sebagai Ketua Umum Partai Demokrat masih menggunakan pesawat yang disewa peme- rintah. Tidak sedikit pula yang menyebut tindakan tersebut merupakan bentuk bahwa Yudhoyono lebih mengutamakan kepentingan partai ketimbang urusan negara. Bahkan, pemimpin Komi- si Pemberantasan Korupsi Busyro Muqoddas menyebut Yudhoyono telah bertindak tidak etis karena menggu- nakan fasilitas negara untuk berkampanye sebagai Ketua Umum Partai Demokrat. Me- nurut Busyro, itulah akibat- nya jika memiliki presiden yang merangkap jabatan se- bagai ketua umum partai. Kasus penggunaan fasili- tas negara untuk kampanye juga disebut-sebut dilakukan pejabat negara, yakni saat Menteri Kelautan dan Per- ikanan Sharif Cicip Sutardjo berkampanye di Jawa Tengah. Cicip telah membantah dugaan itu. Namun, pengawas pemi- lu menduga kuat Cicip telah menggunakan fasilitas negara untuk kampanye. Apa yang dilakukan para elite tersebut tak pelak merupa- kan bentuk pengingkaran atas prinsip taat hukum dan taat asas. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2012 tentang Pemi- lu menegaskan secara gamblang larangan menggunakan fasilitas negara untuk kampanye. Pasal 87 UU itu menyatakan ‘Kampanye pemilu yang mengikutsertakan presiden, wakil presiden, menteri, gu- bernur, wakil gubernur, bupati, wakil bupati, wali kota, dan wakil wali kota harus memenuhi ketentuan tidak menggu- nakan fasilitas yang berkaitan dengan jabatannya, kecuali fasilitas pengamanan bagi pejabat negara sebagaimana dia- tur dalam ketentuan peraturan perundang-undangan’. Benar belaka bahwa dalam Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2013 tentang Pengajuan Cuti Pejabat Negara ter- dapat pasal yang mengatur tentang fasilitas negara yang melekat pada presiden dan boleh dipakai untuk kegiatan apa pun, termasuk kampanye. Namun, fasilitas itu terkait dengan pengamanan, protoko- ler, dan kesehatan. Sebaliknya fasilitas transportasi, ter- masuk kendaraan dinas, terlarang untuk digunakan. Selama aturan yang melarang penggunaan fasilitas negara itu masih hidup, pada titik itu pula aturan harus dihormati dan ditegakkan. Menjadi kewajiban pertama dan mula-mula bagi pejabat untuk melaksanakan aturan itu secara autentik karena merekalah pusat teladan. Pengawas pemilu harus tegas memerkarakan pelanggaran itu. Bawaslu tak elok berlindung di balik rupa-rupa alasan untuk mendiamkan. Mendiamkan pelanggaran sama saja melakukan pelang- garan. Pelanggaran yang didiamkan akan dianggap kebe- naran. JIKA profesi Anda tenaga pengajar, ada baiknya memperhatikan proses pembelajaranyangmembe- rikan ruang interaksi dan ge- rakan abstrak dalam menjelaskan materi atau soal-soal matematika. Sebuah studi menunjukkan peng- ajaran matematika dengan menggu- nakan gerakan abstrak merupakan cara yang baik untuk membantu anak-anak dalam belajar dan memahami materi pelajaran tersebut. Tim peneliti, yang terdiri dari para psikolog di AS, menga- takan anak-anak berusia 8 tahun akan memperoleh pema- haman yang lebih baik mengenai prinsip-prinsip matema- tika dengan menggunakan tangan serta otak mereka. Dalam penelitian sebelumnya disebutkan gerakan mem- bantu proses pembelajaran. Ketika membuat gerakan, anak-anak mampu mengekspresikan ide-ide secara fisik yang membantu proses pembelajaran. Lebih jauh, gerakan abstrak dapat menjadi alat pengajaran yang lebih efektif ketimbang menggunakan benda-benda. (BBC/Hym/X-4) Menabrak Aturan Fasilitas Negara Gerakan dan Pembelajaran Pemimpin KPK Busyro Muqoddas menyebut Yudhoyono telah bertindak tidak etis karena menggunakan fasilitas negara untuk kampanye Demokrat. Silakan tanggapi Editorial ini melalui: www.metrotvnews.com JUMAT, 28 MARET 2014 / NO. 12030 / TAHUN XLV / 36 HALAMAN Pemasangan Iklan & Customer Service: 021 5821303 No Bebas Pulsa: 08001990990 e-mail: cs@mediaindonesia.com Rp2.900/eks (di luar P. Jawa Rp3.100/eks) Rp67.000/bulan (di luar P.Jawa + ongkos kirim) Harian Umum Media Indonesia @ MIdotcom Dulu Dipuja Sekarang Dilupa Pertunjukan teater tradisional lenong Betawi tenggelam dalam arus modernisasi karena kaderisasinya mandek. Fokus Megapolitan, Hlm 22-23 AparatBancakan CagarBiosfer Dua mantan kapolres dan seorang perwira tinggi TNI-AU termasuk yang menguasai lahan di Cagar Biosfer Giam Siak Kecil- Bukit Batu, Riau. Rakyat Siap Bebaskan Satinah Kirimkan tanggapan Anda atas berita ini melalui e-mail: interupsi@mediaindonesia.com Facebook: Harian Umum Media Indonesia Twitter: @MIdotcom Tanggapan Anda bisa diakses di metrotvnews.com MI/SUSANTO “Kalau pemerintah enggak bisa bayar, kita masyarakat yang akan bayar.” Anis Hidayah Direktur Eksekutif Migrant Care 2x+4=2x+4= ? 2x+4= ? SENO
  • 2. PENGURUS BANK PEMEGANG SAHAM DEWAN KOMISARIS PEMEGANG SAHAM PENGENDALI (PSP) * Komisaris Utama Independen : Henry Kaunang 1. Ultimate shareholder : Dr. HCAlim Markus * Komisaris : Koesparmono Irsan melalui : PT.Alim Investindo sebesar 20,36% * Komisaris Independen : Muhammad Pujiono Santoso PEMEGANG SAHAM BUKAN PSP MELALUI PASAR MODAL ( > 5%) DIREKSI 1. PT. Maspion : 13,06% * Direktur Utama : Herman Halim PEMEGANG SAHAM BUKAN PSP TIDAK MELALUI PASAR MODAL ( > 5%) * Direktur : Sri Redjeki 1. PT.Alim Investindo : 67,69 % * Direktur : Iis Herijati 2. PT. Guna Investindo : 6,77 % * Direktur : Yunita Wanda 3. Lainnya : 5,55 % TRANSAKSI SPOT DAN DERIVATIF PER 31 DESEMBER 2013 (dalam jutaan rupiah) No. TRANSAKSI BANK NILAI NOTIONAL TUJUAN TAGIHAN DAN LIABILITAS DERIVATIF TRADING HEDGING TAGIHAN LIABILITAS A. Terkait Dengan Nilai Tukar 1. Spot - - - - - 2. Forward - - - - - 3. Option a. Jual - - - - - b. Beli - - - - - 4. Future - - - - - 5. Swap - - - - - 6. Lainnya - - - - - B. Terkait Dengan Suku Bunga 1. Forward - - - - - 2. Option a. Jual - - - - - b. Beli - - - - - 3. Future - - - - - 4. Swap - - - - - 5. Lainnya - - - - - C. Lainnya - - - - - JUMLAH - - - - - SURABAYA, 28 MARET 2014 Direksi PT. Bank Maspion Indonesia Tbk Herman Halim Sri Redjeki Direktur Utama Direktur LAPORAN POSISI KEUANGAN PER 31 DESEMBER 2013 DAN 31 DESEMBER 2012 (dalam jutaan rupiah) No. POS-POS 31-Dec-13 31-Dec-12 ASET 1. Kas 98.041 69.306 2. Penempatan pada Bank Indonesia 700.367 351.592 3. Penempatan pada bank lain 61.088 54.987 4. Tagihan spot dan derivatif - - 5. Surat berharga a. Diukur pada nilai wajar melalui laporan laba/rugi - - b. Tersedia untuk dijual - - c. Dimiliki hingga jatuh tempo 227.010 108.139 d. Pinjaman yang diberikan dan piutang - - 6. Surat berharga yang dijual dengan janji dibeli kembali (repo) - - 7. Tagihan atas surat berharga yang dibeli dengan janji dijual kembali (reverse repo) - - 8. Tagihan akseptasi 3.720 1.835 9. Kredit a. Diukur pada nilai wajar melalui laporan laba/rugi - - b. Tersedia untuk dijual - - c. Dimiliki hingga jatuh tempo - - d. Pinjaman yang diberikan dan piutang 2.952.212 2.691.286 10. Pembiayaan syariah - - 11. Penyertaan - - 12. Cadangan kerugian penurunan nilai aset keuangan -/- a. Surat berharga - - b. Kredit (5.093) (6.769) c. Lainnya (5) (4) 13. Aset tidak berwujud - - Akumulasi amortisasi aset tidak berwujud -/- - - 14. Aset tetap dan inventaris 124.822 108.895 Akumulasi penyusutan aset tetap dan inventaris -/- (61.870) (54.868) 15. Aset non produktif a. Properti terbengkalai 11.263 11.263 b. Aset yang diambil alih 3.068 1.457 c. Rekening tunda - - d. Aset antar kantor i. Melakukan kegiatan operasional di Indonesia - - ii. Melakukan kegiatan operasional di luar Indonesia - - 16. Cadangan kerugian penurunan nilai dari aset non keuangan -/- - - 17. Sewa pembiayaan - - 18. Aset pajak tangguhan 2.422 1.882 19. Aset Lainnya 53.378 64.282 TOTALASET 4.170.423 3.403.283 LIABILITAS DAN EKUITAS LIABILITAS 1. Giro 494.215 433.013 2. Tabungan 746.486 716.567 3. Simpanan berjangka 2.202.875 1.850.523 4. Dana investasi revenue sharing - - 5. Pinjaman dari Bank Indonesia - - 6. Pinjaman dari bank lain 45.495 7.249 7. Liabilitas spot dan derivatif - - 8. Utang atas surat berharga yang dijual dengan janji dibeli kembali (repo) - - 9. Utang akseptasi 3.720 1.835 10. Surat berharga yang diterbitkan - - 11. Pinjaman yang diterima a. Pinjaman yang dapat diperhitungkan sebagai modal - - b. Pinjaman yang diterima lainnya - - 12. Setoran jaminan 524 353 13. Liabilitas antar kantor a. Melakukan kegiatan operasional di Indonesia - - b. Melakukan kegiatan operasional di luar Indonesia - - 14. Liabilitas pajak tangguhan - - 15. Liabilitas lainnya 40.073 23.845 16. Dana investasi - - TOTAL LIABILITAS 3.533.388 3.033.385 EKUITAS 17. Modal disetor a. Modal dasar 1.200.000 1.200.000 b. Modal yang belum disetor -/- (814.900) (891.900) c. Saham yang dibeli kembali (treasury stock) -/- - - 18. Tambahan modal disetor a. Agio 158.678 - b. Disagio -/- - - c. Modal sumbangan - - d. Dana setoran modal - - e. Lainnya - - 19. Pendapatan (kerugian) komprehensif lainnya a. Penyesuaian akibat penjabaran laporan keuangan dalam mata uang asing - - b. Keuntungan (kerugian) dari perubahan nilai aset keuangan dalam kelompok tersedia untuk dijual - - c. Bagian efektif lindung nilai arus kas - - d. Selisih penilaian kembali aset tetap - - e. Bagian pendapatan komprehensif lain dari entitas asosiasi - - f. Keuntungan (kerugian) aktuarial program manfaat pasti - - g. Pajak penghasilan terkait dengan laba komprehensif lain - - h. Lainnya - - 20. Selisih kuasi reorganisasi - - 21. Selisih restrukturisasi entitas sepengendali - - 22. Ekuitas lainnya - - 23. Cadangan a. Cadangan umum - - b. Cadangan tujuan - - 24. Laba/rugi a. Tahun-tahun lalu 61.798 38.144 b. Tahun berjalan 31.459 23.654 TOTAL EKUITAS YANG DAPAT DIATRIBUSIKAN KEPADA PEMILIK 637.035 369.898 25. Kepentingan non pengendali TOTAL EKUITAS 637.035 369.898 TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS 4.170.423 3.403.283 LAPORAN LABA RUGI KOMPREHENSIF PERIODE : 01 JANUARI s/d 31 DESEMBER 2013 DAN 2012 (dalam jutaan rupiah) No. POS - POS 31-Dec-13 31-Dec-12 PENDAPATAN DAN BEBAN OPERASIONAL A. Pendapatan dan Beban Bunga 1. Pendapatan Bunga a. Rupiah 340.873 270.458 b. Valuta asing 442 448 2. Beban Bunga a. Rupiah 182.179 139.364 b. Valuta asing 479 289 Pendapatan (Beban) Bunga Bersih 158.657 131.253 B. Pendapatan dan Beban Operasional selain Bunga 1. Pendapatan Operasional selain Bunga a. Peningkatan nilai wajar aset keuangan i. Surat berharga - - ii. Kredit - - iii. Spot dan derivatif - - iv. Aset keuangan lainnya - - b. Penurunan nilai wajar liabilitas keuangan - - c. Keuntungan penjualan aset keuangan i. Surat berharga - - ii. Kredit - - iii. Aset keuangan lainnya - - d. Keuntungan transaksi spot dan derivatif (realised) - - e. Keuntungan dari penyertaan dengan equity method - - f. Dividen - - g. Komisi/provisi/fee dan administrasi 3.893 4.219 h. Pemulihan atas cadangan kerugian penurunan nilai 4.644 1.905 i. Pendapatan lainnya 19.159 18.493 2. Beban Operasional selain Bunga a. Penurunan nilai wajar aset keuangan i. Surat berharga - - ii. Kredit - - iii. Spot dan derivatif - - iv. Aset keuangan lainnya - - b. Peningkatan nilai wajar liabilitas keuangan - - c. Kerugian penjualan aset keuangan i. Surat berharga - - ii. Kredit - - iii. Aset keuangan lainnya - - d. Kerugian transaksi spot dan derivatif (realised) - - e. Kerugian penurunan nilai aset keuangan (impairment) i. Surat berharga - - ii. Kredit 2.970 2.679 iii. Pembiayaan syariah - - iv. Aset keuangan lainnya - - f. Kerugian terkait risiko operasional - - g. Kerugian dari penyertaan dengan equity method - - h. Komisi/provisi/fee dan administrasi - - i. Kerugian penurunan nilai aset lainnya (non keuangan) - - j. Beban tenaga kerja 80.049 76.622 k. Beban promosi 2.772 1.529 l. Beban lainnya 59.530 45.010 Pendapatan (Beban) Operasional selain Bunga Bersih (117.625) (101.223) LABA (RUGI) OPERASIONAL 41.032 30.030 PENDAPATAN DAN BEBAN NON OPERASIONAL 1. Keuntungan (kerugian) penjualan aset tetap dan inventaris 190 827 2. Keuntungan (kerugian) penjabaran transaksi valuta asing 360 177 3. Pendapatan (beban) non operasional lainnya 367 471 LABA (RUGI) NON OPERASIONAL 917 1.475 LABA (RUGI) TAHUN BERJALAN SEBELUM PAJAK 41.949 31.505 Pajak penghasilan a. Taksiran pajak tahun berjalan (11.031) (7.965) b. Pendapatan (beban) pajak tangguhan 541 114 LABA (RUGI) TAHUN BERJALAN SETELAH PAJAK BERSIH 31.459 23.654 PENDAPATAN KOMPREHENSIF LAIN a. Penyesuaian akibat penjabaran laporan keuangan dalam mata uang asing - - b. Keuntungan (kerugian) dari perubahan nilai aset keuangan dalam kelompok tersedia untuk dijual - - c. Bagian efektif dari lindung nilai arus kas - - d. Keuntungan revaluasi aset tetap - - e. Bagian pendapatan komprehensif lain dari entitas asosiasi - - f. Keuntungan (kerugian) aktuarial program manfaat pasti - - g. Pajak penghasilan terkait dengan laba komprehensif lain - - h. Lainnya - - Pendapatan komprehensif lain tahun berjalan - net pajak peghasilan terkait - - TOTAL LABA KOMPREHENSIF TAHUN BERJALAN 31.459 23.654 Laba yang dapat diatribusikan kepada : PEMILIK 31.459 23.654 KEPENTINGAN NON PENGENDALI TOTAL LABATAHUN BERJALAN 31.459 23.654 Total Laba Komprehensif yang dapat diatribusikan kepada : PEMILIK 31.459 23.654 KEPENTINGAN NON PENGENDALI TOTAL LABATAHUN BERJALAN 31.459 23.654 TRANSFER LABA (RUGI) KE KANTOR PUSAT - - DIVIDEN - - LABA BERSIH PERSAHAM 9 20 LAPORAN KOMITMEN DAN KONTINJENSI PER 31 DESEMBER 2013 DAN 31 DESEMBER 2012 (dalam jutaan rupiah) No. POS-POS 31-Dec-13 31-Dec-12 I. TAGIHAN KOMITMEN 1. Fasilitas pinjaman yang belum ditarik a. Rupiah - - b. Valuta asing - - 2. Posisi pembelian spot dan derivatif yang masih berjalan - - 3. Lainnya 854 1.523 II. KEWAJIBAN KOMITMEN 1. Fasilitas kredit kepada nasabah yang belum ditarik a. BUMN i. Commited - Rupiah - - - Valuta asing - - ii. Uncommited - Rupiah - - - Valuta asing - - b. Lainnya i. Commited - - ii. Uncommited 746.940 625.576 2. Fasilitas kredit kepada bank lain yang belum ditarik a. Commited i. Rupiah - - ii. Valuta asing - - b. Uncommited i. Rupiah - - ii. Valuta asing - - 3. Irrevocable L/C yang masih berjalan a. L/C luar negeri 4.914 5.265 b. L/C dalam negeri 1.203 2.547 4. Posisi penjualan spot dan derivatif yang masih berjalan - - 5. Lainnya 603 279 III. TAGIHAN KONTINJENSI 1. Garansi yang diterima a. Rupiah - - b. Valuta asing - - 2. Pendapatan bunga dalam penyelesaian a. Bunga kredit yang diberikan 638 906 b. Bunga lainnya - - 3. Lainnya - - IV. KEWAJIBAN KONTINJENSI 1. Garansi yang diberikan a. Rupiah 31.442 25.370 b. Valuta asing - - 2. Lainnya - - CADANGAN PENYISIHAN KERUGIAN PER 31 DESEMBER 2013 DAN 2012 (dalam jutaan rupiah) No. POS-POS 31-Des-13 31-Des-12 CKPN PPA WAJIB DIBENTUK CKPN PPA WAJIB DIBENTUK INDIVIDUAL KOLEKTIF UMUM KHUSUS INDIVIDUAL KOLEKTIF UMUM KHUSUS 1. Penempatan pada bank lain 5 - 611 5 4 - 550 4 2. Tagihan spot dan derivatif - - - - - - - - 3. Surat berharga - - - - - - - - 4. Surat berharga yang dijual dengan janji dibeli kembali (Repo) - - - - - - - - 5. Tagihan atas surat berharga yang dibeli dengan janji dijual kembali (Reverse Repo) - - - - - - - - 6. Tagihan akseptasi - - 37 - - - 18 - 7. Kredit 2 5.091 27.260 2 1.950 4.819 24.937 154 8. Penyertaan - - - - - - - - 9. Penyertaan modal sementara - - - - - - - - 10. Transaksi rekening administratif - - 308 1 - - 321 - PERHITUNGAN KEWAJIBAN PENYEDIAAN MODAL MINIMUM (KPMM) PER 31 DESEMBER 2013 DAN 2012 (dalam jutaan rupiah) No. KOMPONEN MODAL 31-Dec-13 31-Dec-12 I. KOMPONEN MODAL A. Modal Inti 594.254 334.615 1. Modal Disetor 385.100 308.100 2. Cadangan Tambahan Modal 2.1. Faktor penambah a. Agio 158.678 - b. Modal sumbangan - - c. Cadangan umum - - d. Cadangan tujuan - - e. Laba tahun-tahun lalu yang dapat diperhitungkan (100%) 59.916 36.376 f. Laba tahun berjalan yang dapat diperhitungkan (50%) 15.459 11.770 g. Selisih lebih karena penjabaran laporan keuangan - - h. Dana setoran modal - - i. Waran yang diterbitkan (50%) - - j. Opsi saham yang diterbitkan dalam rangka program kompensasi berbasis saham (50%) - - 2.2. Faktor pengurang a. Disagio - - b. Rugi tahun-tahun lalu yang dapat diperhitungkan (100%) - - c. Rugi tahun berjalan yang dapat diperhitungkan (100%) - - d. Selisih kurang karena penjabaran laporan keuangan - - e. Pendapatan komprehensif lain : Kerugian dari penurunan nilai wajar atas penyertaan dalam kategori tersedia untuk Dijual - - f. Selisih kurang antara PPAdan cadangan kerugian penurunan nilai atas aset produktif (23.126) (19.211) g. Penyisihan PenghapusanAset (PPA) atas aset non produktif yang wajib dihitung (1.773) (2.420) h. Selisih kurang jumlah penyesuaian nilai wajar dari instrumen keuangan dalam trading book - - 3. Modal Inovatif - - 4. Faktor Pengurang Modal Inti - - 5. Kepentingan Non Pengendali B. Modal Pelengkap 28.216 25.826 1. LevelAtas (Upper Tier 2) 1.1. Saham preferen (perpetual kumulatif) - - 1.2. Surat berharga subordinasi (perpetual kumulatif) - - 1.3. Pinjaman subordinasi (perpetual kumulatif) - - 1.4. Mandatory convertible bond - - 1.5. Modal inovatif yang tidak diperhitungkan sebagai modal inti - - 1.6. Instrumen modal pelengkap level atas (upper tier 2) lainnya - - 1.7. Revaluasi aset tetap - - 1.8. Cadangan umum aset produktif (maks 1,25%ATMR) 28.216 25.826 1.9. Pendapatan komprehensif lain : Keuntungan dari peningkatan nilai wajar atas penyertaan dalam kategori tersedia untuk dijual (45%) - - 2. Level Bawah (Lower Tier 2) maksimum 50% dari modal inti - - 3. Faktor Pengurang Modal Pelengkap - - C. Faktor Pengurang Modal Inti dan Modal Pelengkap Eksposur Sekuritisasi - - D. Modal Pelengkap Tambahan Yang Memenuhi Persyaratan (Tier 3) - - E. Modal Pelengkap Tambahan Yang Dialokasikan Untuk Mengantisipasi Risiko Pasar - - II. TOTAL MODAL INTI DAN MODAL PELENGKAP (A+B-C) 622.470 360.441 III. TOTAL MODAL INTI, MODAL PELENGKAP, DAN MODAL PELENGKAP TAMBAHAN YANG DIALOKASIKAN UNTUK MENGANTISIPASI RISIKO PASAR (A+B-C+E) 622.470 360.441 IV. ASET TERTIMBANG MENURUT RISIKO (ATMR) UNTUK RISIKO KREDIT 2.712.924 2.450.029 V. ASET TERTIMBANG MENURUT RISIKO (ATMR) UNTUK RISIKO OPERASIONAL 250.612 228.581 VI. ASET TERTIMBANG MENURUT RISIKO (ATMR) UNTUK RISIKO PASAR - - VII. RASIO KEWAJIBAN PENYEDIAAN MODAL MINIMUM UNTUK RISIKO KREDIT DAN RISIKO OPERASIONAL [II : (IV+V)] 21,00% 13,46% VIII. RASIO KEWAJIBAN PENYEDIAAN MODAL MINIMUM UNTUK RISIKO KREDIT, RISIKO OPERASIONAL DAN RISIKO PASAR [III : (IV+V+VI)] 21,00% 13,46% LAPORAN RASIO KEUANGAN PER 31 DESEMBER 2013 DAN 2012 (dalam %) No. RASIO 31-Dec-13 31-Dec-12 Rasio Kinerja 1. Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM) 21,00% 13,46% 2. Aset produktif bermasalah dan aset non produktif bermasalah terhadap total aset produktif dan aset non produktif 0,89% 0,65% 3. Aset produktif bermasalah terhadap total aset produktif 0,55% 0,23% 4. Cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN) aset keuangan terhadap aset produktif 0,16% 0,24% 5. NPL gross 0,61% 0,24% 6. NPL net 0,61% 0,17% 7. Return OnAsset (ROA) 1,11% 1,00% 8. Return On Equity (ROE) 6,67% 6,69% 9. Net Interest Margin (NIM) 5,07% 5,24% 10. Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) 88,88% 89,84% 11. Loan to Deposit Ratio (LDR) 85,73% 89,71% Kepatuhan (Compliance) 1. a. Persentase pelanggaran BMPK i. Pihak terkait - - ii. Pihak tidak terkait - - b. Persentase pelampauan BMPK i. Pihak terkait - - ii. Pihak tidak terkait - - 2. Giro Wajib Minimum (GWM) a. GWM Utama Rupiah 8,05% 8,05% b. GWM Valuta asing 15,69% 12,23% 3. Posisi Devisa Neto (PDN) secara keseluruhan 0,82% 1,44% KUALITAS ASET PRODUKTIF DAN INFORMASI LAINNYA PER 31 DESEMBER 2013 DAN 2012 (dalam jutaan rupiah) No. POS-POS BANK 31-Des-13 31-Des-12 L DPK KL D M JUMLAH L DPK KL D M JUMLAH I. PIHAK TERKAIT 1. Penempatan pada bank lain a. Rupiah - - - - - - - - - - - - b. Valuta asing - - - - - - - - - - - - 2. Tagihan spot dan derivatif a. Rupiah - - - - - - - - - - - - b. Valuta asing - - - - - - - - - - - - 3. Surat berharga a. Rupiah - - - - - - - - - - - - b. Valuta asing - - - - - - - - - - - - 4. Surat berharga yang dijual dengan janji dibeli kembali (repo) a. Rupiah - - - - - - - - - - - - b. Valuta asing - - - - - - - - - - - - 5. Tagihan atas surat berharga yang dibeli dengan janji dijual kembali (Reverse Repo) a. Rupiah - - - - - - - - - - - - b. Valuta asing - - - - - - - - - - - - 6. Tagihan akseptasi 782 - - - - 782 590 - - - - 590 7. Kredit a. Debitur Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) - - - - - - 50 - - - - 50 i. Rupiah - - - - - - 50 - - - - 50 ii. Valuta asing - - - - - - - - - - - - b. Bukan debitur UMKM 57.950 - - - - 57.950 990 - - - - 990 i. Rupiah 57.950 - - - - 57.950 990 - - - - 990 ii. Valuta asing - - - - - - - - - - - - c. Kredit yang direstrukturisasi - - - - - - - - - - - - i. Rupiah - - - - - - - - - - - - ii. Valuta asing - - - - - - - - - - - - d. Kredit properti 440 - - - - 440 537 - - - - 537 8. Penyertaan - - - - - - - - - - - - 9. Penyertaan modal sementara - - - - - - - - - - - - 10. Transaksi rekening administratif a. Rupiah - - - - - - 239 - - - - 239 b. Valuta asing 1.993 - - - - 1.993 590 - - - - 590 11. Aset yang diambil alih - - - - - - - - - - - - II. PIHAK TIDAK TERKAIT 1. Penempatan pada bank lain a. Rupiah 19.942 - - - - 19.942 20.992 - - - - 20.992 b. Valuta asing 41.141 - - - 5 41.146 33.991 - - - 4 33.995 2. Tagihan spot dan derivatif a. Rupiah - - - - - - - - - - - - b. Valuta asing - - - - - - - - - - - - 3. Surat berharga a. Rupiah 227.010 - - - - 227.010 108.139 - - - - 108.139 b. Valuta asing - - - - - - - - - - - - 4. Surat berharga yang dijual dengan janji dibeli kembali (repo) a. Rupiah - - - - - - - - - - - - b. Valuta asing - - - - - - - - - - - - 5. Tagihan atas surat berharga yang dibeli dengan janji dijual kembali (Reverse Repo) a. Rupiah - - - - - - - - - - - - b. Valuta asing - - - - - - - - - - - - 6. Tagihan akseptasi 2.938 - - - - 2.938 1.245 - - - - 1.245 7. Kredit a. Debitur Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) 1.100.438 3.202 2.017 - - 1.105.657 1.144.603 180 1.602 - 4.856 1.151.241 i. Rupiah 1.100.438 3.202 2.017 - - 1.105.657 1.144.603 180 1.602 - 4.856 1.151.241 ii. Valuta asing - - - - - - - - - - - - b. Bukan debitur UMKM 1.772.177 563 15.863 - 2 1.788.605 1.537.073 1.926 - - 6 1.539.005 i. Rupiah 1.766.110 563 15.863 - 2 1.782.538 1.529.444 1.926 - - 6 1.531.376 ii. Valuta asing 6.067 - - - - 6.067 7.629 - - - - 7.629 c. Kredit yang direstrukturisasi - - - - - - - - - - - - i. Rupiah - - - - - - - - - - - - ii. Valuta asing - - - - - - - - - - - - d. Kredit properti 325.112 563 220 - - 325.895 364.987 1.916 - - 1 366.904 8. Penyertaan - - - - - - - - - - - - 9. Penyertaan modal sementara - - - - - - - - - - - - 10. Transaksi rekening administratif a. Rupiah 32.645 - - - - 32.645 27.678 - - - - 27.678 b. Valuta asing 2.921 - - - - 2.921 4.675 - - - - 4.675 11. Aset yang diambil alih 2.984 - - - 84 3.068 334 - - 785 338 1.457 III. INFORMASI LAIN 1. Total aset bank yang dijaminkan a. Pada Bank Indonesia - - b. Pada pihak lain - - 2. Total CKPN aset keuangan atas aset produktif 5.098 6.773 3. Total PPAyang wajib dibentuk atas aset produktif 28.224 25.984 4. Persentase kredit kepada UMKM terhadap total kredit 37,45% 42,78% 5. Persentase kredit kepada Usaha Mikro Kecil (UMK) terhadap total kredit 0,96% 1,00% 6. Persentase jumlah debitur UMKM terhadap total debitur 54,87% 55,54% 7. Persentase jumlah debitur Usaha Mikro Kecil (UMK) terhadap total debitur 3,56% 4,69% 8. Lainnya a. Penerusan kredit - - b. Penyaluran dana Mudharabah Muqayyadah - - c. Aset produktif yang dihapus buku 2.914 2.909 d. Aset produktif dihapus buku yang dipulihkan/berhasil ditagih - - e. Aset produktif yang dihapus tagih - - NERACA PER 31 DESEMBER 2013 DAN 2012 (Disajikan Dalam Jutaan Rupiah) ASET Periode Berjalan Periode Sebelum LIABILITAS Periode Berjalan Periode Sebelum ASET LIABILITAS INVESTASI (Nilai Historis) LIABILITAS MANFAAT PENSIUN Surat Berharga Negara - - Akumulasi Iuran 9,985 8,443 Tabungan - - Hasil Usaha 2,453 2,026 Deposito On Call - - Pengalihan Dana dari DPPK dan Pemberi Kerja - - Deposito Berjangka 12,320 10,300 Total Liabilitas Manfaat Pensiun 12,438 10,469 - - LIABILITAS DI LUAR LIABILITAS MANFAAT PENSIUN - - Utang Manfaat Pensiun Jatuh Tempo - - Saham - - Utang Investasi - - Obligasi - - Pendapatan Diterima Dimuka - - Sukuk - - Beban Yang Masih Harus Dibayar - - Unit Penyertaan Reksadana - - Liabilitas Lain 33 9 Efek BeragunAset dari Kontrak Investasi Kolektif Efek BeragunAset - - Total Liabilitas di Luar Liabilitas Manfaat Pensiun 33 9 Unit Penyertaan Dana Investasi Real Estate Berbentuk Kontrak Investasi Kolektif - - Kontrak Opsi Saham - - PENDAPATAN YANG BELUM DIREALISASI - - Penempatan Langsung - - Tanah - - Bangunan - - Tanah Dan Bangunan - - Akumulasi Penyusutan Bangunan - - Total Investasi 12,320 10,300 SELISIH PENILAIAN INVESTASI - - ASET LANCAR DILUAR INVESTASI Kas dan Bank 151 178 Beban Dibayar Dimuka - - Piutang Investasi - - Piutang Hasil Investasi - - Piutang Lain-Lain - - Total Aset Lancar di luar Investsi 151 178 TOTALASET 12,471 10,478 TOTAL LIABILITAS 12,471 10,478 LAPORAN PERHITUNGAN HASIL USAHA PERIODE PER 31 DESEMBER 2013 DAN 2012 (Disajikan Dalam Jutaan Rupiah) Periode Berjalan Periode Sebelum PENDAPATAN INVESTASI Bunga/Bagi Hasil 572 437 Dividen - - Sewa - - Laba (Rugi) Pelepasan Investasi - - Pendapatan Investasi Lain - - Total Pendapatan Investasi 572 437 BEBAN INVESTASI Beban Transaksi - - Beban Pemeliharaan Tanah dan Bangunan - - Beban Penyusutan Bangunan - - Beban Manajer Investasi - - Beban Investasi Lainnya - - Total Beban Investasi - - HASIL USAHA INVESTASI 572 437 BEBAN OPERASIONAL Fee Kepada Pendiri 145 122 PENDAPATAN DAN BEBAN LAIN-LAIN Pendapatan di Luar Investasi - - Beban di Luar Investasi dan Operasional - - Total Pendapatan Dan Beban Lain-Lain - - HASIL USAHA SEBELUM PAJAK 427 315 PAJAK PENGHASILAN - - HASIL USAHA SETELAH PAJAK 427 315 LAPORAN ASET NETO PER 31 DESEMBER 2013 (Disajikan Dalam Jutaan Rupiah) Periode Berjalan Periode Sebelumnya ASET INVESTASI (Nilai Wajar) Surat Berharga Negara - - Tabungan - - Deposito On Call - - Deposito Berjangka 12,320 10,300 - - - - Saham - - Obligasi - - Sukuk - - Unit Penyertaan Reksa Dana - - Efek BeragunAset dari Kontrak Investasi Kolektif Efek BeragunAset - - Unit Penyertaan Dana Investasi Real Estat Berbentuk Kontrak Investasi Kolektif - - Kontrak Opsi Saham - - Penempatan Langsung - - Tanah - - Bangunan - - Tanah dan Bangunan - - Total Investasi 12,320 10,300 ASET LANCAR DILUAR INVESTASI Kas & Bank 151 178 Beban Dibayar Dimuka - - Piutang Investasi - - Piutang Hasil Investasi - - Piutang Lain-Lain - - Total Aset Lancar di Luar Investasi 151 178 LIABILITAS LIABILITAS DILUAR LIABILITAS MANFAAT PENSIUN Utang Manfaat Pensiun Jatuh Tempo - - Utang Investasi - - Pendapatan Diterima Dimuka - - Beban Yang Masih Harus Dibayar - - Liabilitas Lain 33 9 Total Liabilitas di Luar Liabilitas Manfaat Pensiun 33 9 ASET NETO 12,438 10,469 LAPORAN PERUBAHAN ASET NETO PER 31 DESEMBER 2013 DAN 2012 (Disajikan Dalam Jutaan Rupiah) Periode Berjalan Periode Sebelumnya PENAMBAHAN Pendapatan Investasi Bunga 572 437 Dividen - - Sewa - - Laba(Rugi) Pelepasan Investasi - - Pendapatan Investasi Lain - - Total Pendapatan Investasi 572 437 Peningkatan (Penurunan) Nilai Investasi - - Iuran 1.892 1.594 Pendapatan di Luar Investasi - - Pengalihan Dana Dari DPPK dan Pemberi Kerja - - Jumlah Penambahan 2.464 2.031 PENGURANGAN Beban Investasi - - Beban Operasional (Fee kepada Pendiri) 145 122 Manfaat Pensiun 84 119 Beban di Luar Investasi dan Operasional - - Pajak Penghasilan - - Pengalihan Dana ke Dana Pensiun Lain 266 204 Penarikan Iuran - - Jumlah Pengurangan 495 445 KENAIKAN (PENURUNAN) ASET NETO 1.969 1.586 ASET NETO AWAL PERIODE 10.469 8.883 ASET BERSIH AKHIR PERIODE 12.438 10.469 LAPORAN ARUS KAS PER 31 DESEMBER 2013 DAN 2012 (Disajikan Dalam Jutaan Rupiah) Periode Berjalan Periode Sebelum ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI Penerimaan Bunga/Bagi Hasil 663 522 Penerimaan Dividen - - Penerimaan Sewa - - Pendapatan Investasi Lain - - Pelepasan Investasi 7,815 6,425 Penanaman Investasi (9,835) (7,980) Pembayaran Beban Invetasi - - Arus Kas Bersih Dari Aktivitas Investasi (1,357) (1,033) ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASIONAL Pembayaran Beban Operasional - - Pendapatan di Luar Investasi - - Beban di Luar Investasi dan Operasional (125) (120) Pajak Penghasilan - - Arus Kas Bersih Dari Aktivitas Operasional (125) (120) ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN Penerimaan Iuran 1,892 1,594 Penerimaan Pengalihan Dana dari DPPK dan Pemberi Kerja - - Pembayaran Pengalihan Dana ke DPLK Lain (330) (253) Pembayaran Manfaat Pensiun (107) (155) Penarikan Iuran - - Arus Kas Bersih Dari Aktivitas Pendanaan 1,455 1,186 KENAIKAN (PENURUNAN) KAS BERSIH (27) 33 KAS PADAAWAL PERIODE 178 145 KAS PADAAKHIR PERIODE 151 178 Surabaya, 28 Maret 2014 DANA PENSIUN LEMBAGA KEUANGAN BANK MASPION Herman Halim Sri Redjeki Pengurus Pengurus Catatan : * Informasi keuangan di atas untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2013 dan 2012 telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Teramihardja, Pradhono & Chandra. Keduanya dengan pendapat “Wajar Tanpa Pengecualian” P T. A L I M I N V E S T I N D O D A N E N T I TA S A N A K LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2013 DAN 2012 (Dalam Jutaan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Pos-Pos 2013 2012 Pos-Pos 2013 2012 Aset Liabilitas Dan Ekuitas Kas dan Setara Kas 413.025 343.876 Liabilitas Investasi Lancar 446.469 132.009 Liabilitas Segera 11.220 3.812 Surat-Surat Berharga 227.010 108.139 Simpanan Dari Nasabah 3.488.631 3.007.005 Tagihan Akseptasi 3.720 1.835 Estimasi Kerugian Komitmen dan Kontinjensi - - Liabilitas Akseptasi 3.720 1.835 Utang Pajak 6.355 4.621 Liabilitas Lain-Lain 116.418 100.236 Total Liabilitas 3.626.344 3.117.509 Kredit yang Diberikan 2.952.212 2.691.286 Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (5.093) (6.769) Ekuitas Total Kredit Yang Diberikan - Neto 2.947.119 2.684.517 Modal Saham 37.673 37.673 Bagian Atas Perubahan Lainnya Dari Ekuitas Penyertaan Saham 61.758 61.758 Entitas Anak 106.475 9.469 Selisih Transaksi Restrukturisasi Entitas Sepengendali 72.047 72.047 Aset Tetap 69.861 69.726 Saldo Laba 185.369 172.332 Jumlah Ekuitas Yang Dapat Diatribusikan Kepada Aset Pajak Tangguhan 2.423 1.882 Pemilik Entitas Induk 401.564 291.521 Aset Lain-Lain 62.307 62.238 Kepentingan Non Pengendali 205.784 56.950 Total Ekuitas 607.348 348.471 Total Aset 4.233.692 3.465.980 Jumlah Kewajiban dan Ekuitas 4.233.692 3.465.980 LAPORAN LABA RUGI KOMPREHENSIF KONSOLIDASIAN UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR TANGGAL 31 DESEMBER 2013 DAN 2012 (Dalam Jutaan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Pos-Pos 2013 2012 Pendapatan Operasional Pendapatan bunga 343.062 272.642 Denda dan Administrasi 14.380 13.551 Provisi dan Komisi Selain Kredit 2.146 2.482 Pendapatan Dividen 4.172 4.166 Lain-lain 5.138 5.120 Total Pendapatan Operasional 368.898 297.961 Beban Operasional Beban Bunga (197.700) (154.357) Gaji dan Tunjangan (79.747) (76.321) Umum dan Administrasi (59.994) (41.627) Pembalikan Kerugian Penurunan Nilai Atas Aset Keuangan dan Non Keuangan - neto 1.674 (774) Total Beban Operasional (335.767) (273.079) Laba Operasional 33.131 24.882 Pendapatan Non Operasional, Neto 558 1.298 Laba Sebelum Manfaat (Beban) Pajak 33.689 26.180 Manfaat (Beban) Pajak (10.490) (7.851) Total Laba Komprehensif Tahun Berjalan 23.199 18.329 Jumlah Laba Komprehensif Tahun Berjalan Yang Dapat Diatribusikan kepada : Pemilik Entitas Induk 13.037 14.688 Kepentingan Nonpengendali 10.162 3.641 Jumlah Laba Komprehensif Tahun Berjalan 23.199 18.329 LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASIAN UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR TANGGAL 31 DESEMBER 2013 DAN 2012 (Dalam Jutaan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Modal Disetor Bagian atas Perubahan lainnya dari ekuitas entitas anak Selisih nilai transaksi entitas sepengendali Saldo Laba Jumlah Kepentingan Nonpengendali Jumlah Ekuitas Saldo per 1 Januari 2012 37,673 9,469 72,047 157,644 276,833 56,740 333,573 Deviden tunai - - - - - (3,431) (3,431) Laba bersih tahun berjalan - - - 14,688 14,688 3,641 18,329 Saldo per 31 Desember 2012 37,673 9,469 72,047 172,332 291,521 56,950 348,471 Bagian atas perubahan lainnya dari ekuitas anak - 97,006 - - 97,006 138,672 235,678 Laba bersih tahun berjalan - - - 13,037 13,037 10,162 23,199 Saldo per 31 Desember 2013 37,673 106,475 72,047 185,369 401,564 205,784 607,348 LAPORAN ARUS KAS PER 31 DESEMBER 2013 DAN 2012 (dalam jutaan rupiah) No. POS -POS 31-Dec-13 31-Dec-12 A. ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI 1. Penerimaan bunga, provisi, dan komisi 340.731 269.223 2. Penerimaan dari pendapatan operasional lainnya 10.678 20.078 3. Penerimaan dari pendapatan non operasional, neto 383 477 4. Pembayaran bunga, provisi dan komisi (185.146) (143.562) 5. Pembayaran beban tenaga kerja dan imbalan kerja (77.153) (75.626) 6. Pembayaran beban umum dan administrasi (47.806) (35.584) 7. Pembayaran pajak (10.231) (7.084) Kas neto diterima sebelum perubahan aset dan liabilitas operasi 31.456 27.922 Penurunan (kenaikan) dalam aset operasi 8. Penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain - 133.410 9. Tagihan akseptasi (1.885) 1.003 10. Kredit yang diberikan (260.931) (773.723) 11. Aset lain-lain 6.027 (9.017) Kenaikan (penurunan) dalam liabilitas operasi 12. Liabilitas segera 6.918 1.129 13. Simpanan dari nasabah 443.473 600.464 14. Simpanan dari bank lain 38.246 (773) 15. Utang pajak 817 652 16. Liabilitas akseptasi 1.885 (1.003) 17. Liabilitas lain-lain 892 1.134 Kas neto diperoleh dari aktivitas operasi 266.898 (18.802) B. ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI 1. Pembelian surat berharga (118.871) - 2. Penerimaan dari penjualan surat berharga - 57.885 3. Penambahan aset tetap (11.263) (23.962) 4. Penerimaan dari penjualan aset tetap 178 821 Kas neto digunakan untuk aktivitas investasi (129.956) 34.744 C. ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN 1. Penerimaan dan penambahan modal saham 246.400 - 2. Pembayaran dividen tunai - (22.300) 3. Biaya emisi efek ekuitas (10.722) - Kas neto diperoleh dari (digunakan untuk) aktivitas pendanaan 235.678 (22.300) Kenaikan (penurunan) neto kas dan setara kas 372.620 (6.358) Kas dan setara kas pada awal tahun 475.886 481.325 Pengaruh perubahan kurs mata uang asing 10.990 919 Kas dan setara kas pada akhir tahun 859.496 475.886 Kas dan setara kas terdiri dari : 1. Kas 98.041 69.306 2. Giro pada Bank Indonesia 270.936 245.604 3. Giro pada bank lain 35.036 22.343 4. Penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain - jatuh tempo tiga bulan atau kurang sejak tanggal perolehan 455.483 138.633 Total kas dan setara kas 859.496 475.886
  • 3. ASTRI NOVARIA P RESIDEN Susilo Bam- bang Yudhoyono di- kecam karena telah menunggangi agenda kegiatan kepresidenan untuk melakukan kampanye bagi kepentingan Partai Demokrat. Sikap presiden seperti itu dinilai tidak etis dan melang- gar aturan kampanye dalam pemilu. Reaksi dari berbagai kala- ngan terhadap kampanye Presiden yang menggunakan fasilitas negara tersebut dilon- tarkan oleh politisi, pengamat politik, hingga Komisi Pembe- rantasan Korupsi, kemarin. Sebelumnya, SBY setelah memimpin rapat terbatas di Istana Negara, Rabu (26/3), lalu terbang ke Lampung untuk berkampanye selaku Ketua Umum Partai Demokrat. Ma- salahnya, saat ke Lampung, SBY menggunakan pesawat yang dibayai anggaran peme- rintah. Sebelumnya, SBY juga telah berkampanye ke Yogya- karta, Tulungagung, Malang, dan Karawang. Pihak Istana tidak menam- pik bahwa perjalanan SBY berkampanye, dalam kapasi- tasnya sebagai Ketua Umum DPP PD, dibiayai negara. Bah- kan, selama berkampanye, SBY didampingi beberapa menteri nonpartai. “Saya melihat SBY telah me- nunggangi agenda kegiatan kepresidenan untuk berkam- panye bagi kepentingan partai- nya. Ini tidak etis dan menjadi contoh buruk bagi bangsa,” ujar Bambang Soesatyo, ang- gota Komisi III DPR dari Fraksi Golkar, kemarin, Menurut Bambang, SBY te- lah melanggar aturan atau etika berkampanye. Dia berha- rap Bawaslu berani mengiden- tifikasi pelanggaran yang di- lakukan SBY, serta menjatuh- kan sanksi kepada PD. “Kalau tidak bersikap akan dinilai diskriminatif dan tidak independen. Hal itu bisa men- jadi benih kecurangan dalam Pileg maupun Pilpres 2014.” Pakar hukum tata negara Lauddin Marsuni juga meng- ingatkan seluruh pejabat ne- gara termasuk Presiden un- tuk mematuhi PP 18/2013, mengatur, antara lain pejabat negara selama berkampanye wajib menyatakan cuti dan tidak menggunakan fasilitas negara. Saat disinggung mengenai penggunaan fasilitas negara oleh SBY untuk berkampa- nye, Wakil Ketua KPK Busyro Muqoddas juga mengatakan hal itu tidak etis. Ketidaketisan itu muncul akibat dari presi- den aktif di parpol apalagi menjabat ketua umum. “Tidak etis dan sulit dibeda- kan mana fasilitas negara dengan yang bukan,” kata Busyro. Pemanfaatan fasilitas negara oleh pejabat untuk berkampa- nye juga dilakukan Menag SuryadharmaAli(KetuaUmum DPP PPP) di Jawa Tengah, mes- ki dia membantah. Bansos Dalam masa pemilu, berba- gai peluang digunakan pejabat negara yang kebetulan sebagai pengurus teras partai untuk memeroleh dukungan terma- suk pendanaan pemilu. Sebelumnya, KPK juga men- duga dana bantuan sosial yang jumlahnya melonjak dari Rp55,68 triliun menjadi Rp91,8 triliun tahun ini akan diselewengkan untuk tujuan pemilu. Bahkan, KPK pada Selasa (25/3), mengirimkan surat ke- pada Presiden agar pencairan dana bansos 2014 yang berada di setiap kementerian ditunda setelah pelaksanaan pemilu. “Faktanya, bansos dijadikan bancakan korupsi pejabat incumbent untuk pemilu oleh parpol,” kata Busyro. Namun, hingga kemarin, pihak Istana menyatakan belum menerima surat dari KPK tersebut. (Yah/Mad/Wib/Bay/P-2) astri@mediaindonesia.com KEKERASAN berlatar politik di Aceh menjelang dan hingga seusai pemilu diprediksikan tidak kunjung mereda. Hal itu dapat dilihat dari eskalasi konflik seperti penembakan di Tanah Rencong yang kian hari semakin meningkat. Demikian diungkapkan komisioner Komnas HAM Na- talius Pigai kepada Media In- donesia seusai diskusi bertema Pemilu damai tanpa kekerasan dan penyelesaian pelanggaran HAM Aceh, di Kantor Kontras, Jakarta, kemarin. Menurut Natalius, dalam setiap peristiwa penembakan di Aceh peran aparat selalu mengemuka sehingga penting untuk diungkap siapa aktor intelektual di belakangnya. “Berbagai kejadian di Aceh selalu melibatkan aparat atau sering disebut dengan oknum saja,” kata Pigai. Kendati demikian, kata Ke- pala Divisi Pemantauan Im- punitas Kontras Muhammad Daud Berueh, keterlibatan aparat dalam berbagai tindak kekerasan itu tidak pernah menyentuh institusi, baik TNI maupun Polri. “Cara seperti itu yang kini digunakan untuk berebut kekuasaan di tahun politik termasuk oleh kelompok in- toleran,” ujar Daud. Menurut Daud, bentuk ke kerasan tersebut diperparah dengan sikap institusi yang terkesan melindungi aparat dengan hanya menarik atau mengungkap kejadian sebatas pada pelaku TNI atau Polri un- tuk meredam gejolak. “Kekerasan bersifat indi- vidu atau bersama-sama ti- dak pernah diadili dengan adil dan akuntabel di peng- adilan sipil. Padahal kasus penembakan posko caleg Partai NasDem bisa menjadi pintu masuk bagi polisi untuk mengungkap keterlibatan ins- titusi,” ungkap Daud. Sementara itu, Polda Aceh sudah menyelesaikan 16 ka- sus kekerasan menjelang Pe- milu 2014. Sebanyak 14 kasus di antaranya tindak pidana umum. Menurut Kabid Humas Pol- da Aceh Kombes Gustav Leo, kasus kekerasan menjelang pemilu banyak terjadi di Aceh, seperti penganiayaan, pe- nembakan, serta pembakaran atau perusakan mobil, rumah caleg, dan posko partai. “Di Aceh ada peningkatan sekitar 8.000 personel untuk mengamankan pemilu,” tan- das Gustav. (SU/HP/X-3) KETERWAKILAN perempuan di lembaga legislatif wajib diimbangi dengan peningkat- kan pengetahuan dan kemam- puan politik agar bisa mem- perjuangkan aspirasi kaum- nya dan terus bisa menjaga konstituennya. “Dengan bekal pendidikan yang memadai, perempuan diharapkan mampu terlibat dan mengambil peran dalam proses demokrasi partisipatif. Pada titik ini, kaum perem- puan akan dilibatkan lebih jauh dalam proses pengambil- an keputusan,” ujar Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Linda Gumelar, saat peluncuran ik- lan layanan masyarakat Pilih Caleg Perempuan di Menara Merdeka, Jakarta, kemarin. Untuk itu, Linda berharap di Pemilu 2014, partisipasi ca- leg perempuan terus mening- kat dari tahun sebelumnya. Yang menjadi catatan, caleg perempuan juga harus me- mahami substansi di DPR ialah memerjuangkan harap- an-harapan rakyat, terutama kaum perempuan yang sela- ma ini aspirasinya masih termarjinalisasi. Mengenai peningkatan ku- antitas perempuan di parle- men, pada Pemilu 2004, jum- lahnya mencapai 11% dari total jumlah caleg mening- kat menjadi 18% pada 2009. Adapun di pemerintahan, pada 2009 sekitar 9% pada tingkatan eselon I. Jumlah itu meningkat menjadi 16% pada 2013. Namun demikian, Linda mengakui keterlibatan pe- rempuan di parlemen masih terbilang sedikit ketimbang laki-laki. Salah satu penye- bab ialah minimnya akses perempuan untuk ikut dalam pemilu baik dari perolehan informasi serta ketidakpa- haman politik mereka. Dari sini, pemilih perempuan diharapkan memilih caleg perempuan agar tujuan kuan- titas dan kualitatif di DPR bisa terlaksana. Minimnya perhatian pemi- lih perempuan terhadap ca- leg perempuan juga diakui Dewan Pengawas Lembaga Penyiaran Publik (LPP) RRI Ida Bagus Alit Wiratmaja. “Hal itu terlihat dari kuota jumlah penduduk perempuan yang lebih banyak ketim- bang laki-laki, tapi suara caleg perempuan masih kurang dari 30%,” katanya dalam acara focus group dicussion, di Mata- ram, kemarin. (Nov/Ant/P-2) RAZIA KEAMANAN: Anggota Brimob memperlihatkan senjata tajam yang disita saat razia di lintas Aceh- Sumut di depan Kantor Polres Lhokseumawe, Aceh. kemarin. Razia digelar menyusul maraknya bentrokan antarsimpatisan partai dan perusakan posko partai politik di Aceh. KAMPANYE PARTAI DEMOKRAT: Sejumlah simpatisan Partai Demokrat menghadiri kampanye yang diselenggarakan di GOR Jakarta Utara, kemarin. Juru kampanye Jenderal (purn) Pramono Edhie Wibowo memberikan orasi politik dalam kampanye tersebut. ANTARA/RAHMAD ANTARA/MUHAMMAD ADIMAJA Sikap pejabat negara dalam berkampanye dengan melanggar aturan menjadi cerminan bahwa mereka tidak amanah dan tidak bisa dipercaya saat memegang jabatan. SBY Diduga Gunakan Fasilitas Negara PengungkapkanPenembakan diAcehtidakSentuhInstitusi AksesdanPengetahuanCaleg PerempuanDitingkatkan JUMAT, 28 MARET 2014 INDONESIA MEMILIH 3
  • 4. JUMAT, 28 MARET 2014INDONESIA MEMILIH4 MAHKAMAH Konstitusi me- nyatakan Keraton Surakarta tidak dapat menerima hak keistimewaan seperti Kesul- tanan Yogyakarta. Hal itu diputuskan dalam sidang putusan gugatan UU Nomor 10 Tahun 1950 tentang Pembentukan Provinsi Djawa Tengah Pasal 1 ayat (1) dan bagian memutuskan angka 1. “Mahkamah menyatakan pengajuan ini bukan oleh anak kandung Susuhunan Paku Buwono XII, melainkan hanya oleh satu dari beberapa anak kandung, yaitu oleh Gusti Raden Ayu. Sementara itu, masih ada beberapa anak kan- dungSusuhunanPakuBuwono XII dengan hak yang sama. Oleh sebab itu, permohonan tidak dapat diterima karena ti- dak mempunyai legal standing yang kuat untuk menguji Pasal 1 ayat 1 UU Nomor 10 Tahun 1950,” tegas Hamdan pada si- dang putusan Nomor Perkara 63/PUU-XI/2013,diGedungMK, Jakarta, kemarin. Pemohon gugatan itu rupa- nya hanya dari putri kandung Susuhunan Paku Buwono XII Gusti Raden Ayu Koes Isbandi- yah dan Eddy S Wirabhumi. MK menyatakan alasan pemohon yang menyebutkan tuntutan itu untuk melestari- kan Kasunanan Surakarta ti- dak diterima. Pasalnya, peles- tarian kebudayaan Surakarta sudah ditangani oleh Peme- rintah Provinsi Jawa Tengah. Putusan tersebut sudah bisa ditebak Eddy S Wirabhumi. Dia meyakini sulit untuk men- dapatkan keistimewaan se- perti Yogyakarta. Dia akan memperkuat legal standing yang dipermasalahkan oleh MK, dengan meminta seluruh keluarga Kasunanan Sura- karta mengajukan gugatan menguji Pasal 1 ayat 1 UU Nomor 10 Tahun 1950. “Saya sudah menebak bahwa hasil putusan akan menolakgugatan.Karenakeis- timewaan sulit untuk didapat meskipun sudah dijanjikan oleh Pemerintah Indonesia sesaat setelah hari Kemerde- kaan. Ada juga Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1946 dan Surat Wakil presi- den bertanggal 12 September 1949. Saat itu, Surakarta dan Yogyakarta diberikan hak khusus jika bergabung dengan Indonesia,” pungkas Ketua Umum Paguyuban Kawula Keraton Surakarta itu. Karena penghapusan Eddy menyebutkan, mereka menggugat karena Pasal 1 ayat 1 dan bagian memutuskan angka 1 UU Nomor 10 Tahun 1950 tentang Pembentukan Provinsi Djawa Tengah diter- bitkan akibat adanya pengha- pusan pemerintahan daerah Karesidenan Semarang, Pati, Pekalongan, Banjumas, Kedu, dan Surakarta, serta mem- bubarkan dewan perwakilan rakyat daerah karesidenan-ka- residenan tersebut. Setelah ka- residenan dihapus, lalu diben- tuklah Provinsi Jawa Tengah seperti tertuang dalam Pasal 1 ayat 1 yang berbunyi, ‘daerah yang meliputi Daerah Karesi- denan Semarang, Pati, Peka- longan, Banjumas, Kedu, dan Surakartaditetapkanmendjadi Provinsi Jawa Tengah’. Dengan lahirnya UU terse- but, para pemohon merasa telah kehilangan hak mereka sebagai ahli waris, untuk me- ngelola tanah-tanah Keraton Surakarta. Hal itu berdampak pula terhadap kewibawaan serta status sosial dan keluarga keturunan Keraton Surakarta. Alasan lainnya, jelas Eddy, UU itu menyebabkan pihak Keraton tidak dapat meles- tarikan dan mengembangkan budaya Jawa dari Keraton Surakarta yang merupakan tujuan pendirian Paguyuban Kawula Keraton Surakarta. Se- lain itu, Daerah Istimewa Sura- karta merupakan salah satu daerah dan juga kerajaan yang mempunyai pemerintahan sendiri yang bersifat istimewa yang secara historis dilindungi oleh konsitusi dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. (Cah/P-4) MKTolakHakIstimewauntukSurakarta ANTARA/WAHYU PUTRO A HAK ISTIMEWA SURAKARTA: Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Hamdan Zoelva (tengah) bersama delapan hakim konstitusi lain memimpin sidang pengucapan putusan pengujian UU No 10 Tahun 1950 tentang Pembentukan Provinsi Djawa Tengah di Jakarta, kemarin. MK menyatakan Keraton Surakarta tidak dapat menerima hak keistimewaan seperti Kesultanan Yogyakarta. MI/RAMDANI KAMPANYE TERBUKA DI SURAKARTA: Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh dengan didampingi Sekjen Patrice Rio Capella (kiri) dan Ketua Dewan Pertimbangan Partai NasDem Rachmawati Soekarnoputri memberikan orasi politik di depan kader dan simpatisan Partai NasDem saat kampanye terbuka di Alun-Alun Selatan Keraton Surakarta, Surakarta, Jawa Tengah, kemarin. P ARTAI NasDem ke- marin menggelar kampanye di Alun- Alun Selatan Keraton Surakarta, Solo, Jawa Tengah. Di rumah PDI Perjuangan dan mantan Wali Kota Surakarta Joko Widodo itu, NasDem optimistis mampu meraih suara. “Justru di basis Mas Jokowi kita harus optimistis. Kalau kita masuk daerah Solo dan membatasi emosi kita karena ini markas Jokowi, berarti sama saja menunjukkan niat yang tidak baik. Seluruh tem- pat dengan niat baik, masya- rakat Indonesia kita berikan gerakan perubahan,” ujar Surya Paloh di Surakarta, Jawa Tengah, kemarin. Surya menambahkan, di Surakarta, Partai NasDem menawarkan pemikiran-pe- mikiran yang bisa mengubah Indonesia. Untuk itu, dia ya- kin tidak ada masalah untuk kampanye di Surakarta. “Di mana-mana ada tan- tangan. Jokowi dan saya kan bukan orang lain, dia kan adik saya,” katanya. Meskidemikian,dalamkam- panye di Surakarta harus me- lakukan pendekatan khusus. “Pendekatan khusus itu perlu. Tidak di semua tempat kita bisa melakukan hal yang sama. Ada kearifan lokal dan adat istiadat. Kalau di Sura- karta harus kulo nuwun. Kalau masuk Medan harus horas,” ucap Surya. Mengenai target kursi, Surya juga berkeyakinan bisa meraihnya di setiap daerah pemilihan. “NasDem sadar Surakarta ini basisnya PDIP. Jadi tidak usah mengimbangi, dekat- dekat saja sudah bagus. Insya Allah tidak kosong,” ujarnya. Militansi Kota Surakarta yang dike- nal sebagai basis suara PDIP tidak menyurutkan Partai NasDem menyebarkan gerak- an restorasi perubahan. Di- hadapan 7.000 orang, Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh mengingatkan kembali para Banteng Keraton Solo dan juga seluruh rakyat Indonesia bahwanasionalismeIndonesia merupakanhargamutlakyang harus dipertahankan. “Banteng-banteng keraton yang penuh semangat nasio- nalisme tetap terus-menerus menjalankanajaranBungKar- no. Solo yang dipenuhi patriot benteng keraton yang pantang menyerah! Ini dadaku, mana dadamu!” tegas Surya dalam orasi politiknya kepada para kader dan simpatisan Partai NasDem di Alun-Alun Kidul Keraton Surakarta. Ia memaparkan, cita-cita pendirian bangsa Indonesia dapat terwujud melalui tekad, semangat, dan militansi kader Partai NasDem untuk dapat meyakinkan seluruh rakyat Indonesia melalui gerakan restorasi. Menurutnya, tugas pemerintah Indonesia ialah menjagaseluruhwarganegara Indonesia, mencerdaskan ke- hidupan bangsa, memajukan kesejahteraan rakyat, serta bertugas aktif menjaga per- damaian dan kemerdekaan dunia belum terwujud. “Enampuluhsembilantahun Indonesia merdeka dan sudah mengalami masa pergantian pemerintahan. NasDem mera- sa waswas bangsa ini mampu menjalankan cita-cita pendiri bangsa dengan konsisten.” Surya mengatakan melihat fakta Indonesia dengan kele- bihan sumber daya alam dan sumber daya manusia, rakyat Indonesiasemestinyatidakber- adadibawahgariskemiskinan. Palingtidak,menurutnya,Indo- nesia sudah mampu swasem- bada pangan, mendapatkan kecukupan pangan di negeri sendiri. (Yah/P-4) hillarius @mediaindonesia.com NasDem Yakin Raih Suara di Basis PDIP Cita-cita bangsa Indonesia dapat terwujud melalui tekad dan semangat meyakinkan seluruh rakyat Indonesia dengan gerakan restorasi. HILARIUS U GANI MI/RAMDANI TENDA PENITIPAN ANAK: Tenda penitipan anak disediakan saat kampanye terbuka Partai NasDem di Alun-Alun Selatan Keraton Surakarta, Surakarta, Jawa Tengah, kemarin. Tenda disediakan untuk mematuhi aturan KPU mengenai larangan keterlibatan anak-anak dalam kampanye.
  • 5. JUMAT, 28 MARET 2014 INDONESIA MEMILIH 5 NUR AIVANNI P ENELITI politik LIPI Siti Zuhro menye- but PDIP saat ini s e d a n g m e n g h a - dapi serangan politik pasca- pengumuman Joko Widodo (Jokowi) sebagai calon presi- den dari partai tersebut. Serangan itu, kata dia, jika berlangsung terus-menerus, akan mengancam elektabilitas PDIP termasuk capres yang telah diusungnya. “Kalau protes dan demo terus digencarkan, itu akan mengancam elektabilitas PDIP dan Jokowi. PDIP harus mem- pertimbangkan hal ini, apa- lagi waktu pemungutan suara semakin dekat,” ujar Siti di Jakarta, kemarin. Dari kacamatanya sebagai peneliti, ia melihat posisi sama kuat antara sikap warga yang mendukung dan menolak Jokowi sebagai capres. Ting- ginya dukungan terhadap Jokowi itu bisa dilihat dari hasil survei banyak lembaga yang menempatkan Gubernur DKI Jakarta tersebut di tempat teratas. “Tapi lihat juga banyaknya warga yang tidak setuju atas rencana Jokowi itu. Bahkan, sampai ada yang menggugat secara hukum rencana Jokowi mundur dari jabatan guber- nur,” ujar Siti mengingatkan. Ia menambahkan, selama Jokowi belum terdaftar di KPU, partai masih memiliki waktu untuk memantapkan kembali apakah akan melanjutkan pencalonan Jokowi atau meng- kaji ulang. Di kesempatan berbeda, Wakil Sekjen PDIP Hasto Kris- tiyanto mengatakan sikap pro-kontra masyarakat atas pengumuman nama Jokowi se- bagai capres tidak akan mem- pengaruhi elektabilitasnya. “Wajar-wajar saja. Dari hasil survei, elektabilitas Jokowi ti- dak terganggu,” ujarnya. Dia menyatakan PDIP sudah memperkirakan situasi yang akan terjadi setelah Jokowi dimandatkan menjadi capres dari PDIP. “Kita sudah anti- sipasi hal tersebut. Tapi kita tetap bekerja kepada rakyat,” ujarnya. Cawapres muda Di tempat terpisah, Survey Nusantara Network (SNN) menilai bakal capres PDIP Jokowi harus dipasangkan dengan bakal calon wapres muda yang berkualitas ung- gul untuk menghasilkan duet yang tangguh. “Dalam survei SNN, kami menemukan lima nama. Me- reka ialah Gita Wirjawan, Gan- jar Pranowo, Priyo Budisan- toso, Ali Masykur Musa, dan Sukardi Rinakit,” kata Meidy Poluan, Direktur Eksekutif SNN. Menurut Meidy, berdasar- kan hasil survei, sebagian be- sar responden menilai kelima tokoh tersebut bebas dari ber- bagai konflik kepentingan. Di kesempatan berbeda, pe- neliti politik dari Charta Poli- tica Arya Fernandes meyakini Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri saat ini tengah menyiapkan Puan Maharani untuk mendapatkan jabatan strategis di eksekutif atau partai pascapemilu. “Pilihan- nya ada dua, pilihan akan ditentukan Megawati sendiri. Puan akan ditunjuk jadi ketua harian untuk melakukan ka- derisasi di partai, atau Puan ditempatkan sebagai menteri,” tandas Arya. (*/P-1) aivanni @mediaindonesia.com BawasluLoloskanGerindradanPAN BADAN Pengawas Pemilu (Bawaslu) memutuskan Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) tetap mengkuti Pemilu 2014 di daerah yang sebe- lumnya didiskualifikasi. Menurut Bawaslu, KPU telah membuat kekeliruan dalam menjatuhkan sanksi atas dugaan pelanggaran penyerahan laporan dana kampanye kepada PAN dan Gerindra. “Ini sebenarnya masalah teknis, yakni laporan dari KPU Pelalawan tidak diterima dengan baik oleh KPU karena ada missing link,” jelas anggota tim advokasi yang juga Ketua DPP PAN Didi Supriyanto di Jakarta, kemarin. Sebelumnya, KPU memutuskan PAN di Kabupaten Pelala- wan (Riau) dan Gerindra di Kabupaten Donggala (Sulawesi Tengah) didiskualifikasi dari kepesertaannya di pemilu. Dua partai itu dijatuhi sanksi karena terlambat menyerahkan laporan dana kampanye. (AB/P-1) DuaAnggotaKPUDidugaJualSuara SEORANG caleg dari Partai Gerindra untuk DPR Razman Aif Nasution mendatangi kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatra Utara untuk mengadukan dua anggota KPU Kabu- petan Padang Lawas Utara atas dugaan percobaan pemerasan terhadap dirinya. Dalam catatan kronologi tertulis yang diserahkan kepada KPU Sumut, Razman Arif menyebutkan upaya pemerasan tersebut dilakukan anggota KPU dengan modus menjamin jumlah perolehan suara sehingga bisa lolos menjadi anggota DPR. “Pertemuan kami terjadi pada Januari lalu,” katanya di Kantor KPU Sumut, kemarin. Razman Arif menyebutkan, dalam pertemuan tersebut, kedua anggota KPU itu menyatakan sanggup menyediakan suara sesuai kebutuhannya. Untuk hal tersebut, ia mengaku diharuskan membayar Rp70 ribu untuk setiap suara. “Penambahan suara tersebut dilakukan dengan cara men- coblos surat suara tambahan dan langsung dimasukkan ke kotak suara, saat seluruh saksi berada di tingkat kecamatan,” ujarnya. (PS/P-1) KampungCalegBebasAlatPeraga TIDAK seperti dusun lain di Kabupaten Pamekasan, Jawa Ti- mur, yang sejak memasuki masa kampanye pemilu dipenuhi alat peraga kampanye partai politik dan calon anggota legis- latif (caleg), Dusun Sumberanyar justru sebaliknya. Tidak ada satu pun alat peraga yang dipasang. Sejak memasuki jalan menuju dusun yang masuk wilayah Desa Larangantokol, Kecamatan Tlanakan, Pamekasan, tidak ditemukan bendera partai politik maupun gambar caleg, bahkan stiker yang biasa ditempel di pagar, tiang telepon, dan rumah-rumah penduduk. Padahal, di dusun tersebut, ada empat orang yang pada pemilu kali ini maju sebagai caleg dari tiga partai berbeda. Mereka ialah Badruttamam dan Juhaini dari PKB, Habibullah dari Partai NasDem, dan Alfia Rahmah dari PPP. “Tidak ada kesepakatan apa pun yang kami buat. Kami hanya ingin menjaga agar di kampung ini tidak ada konflik akibat perbedaan dukungan,” kata Habibullah, kemarin. (MG/P-1) PDI PERJUANGAN DI SEMARANG: Artis Mpok Atiek tampil menghibur para kader dan simpatisan PDI Perjuangan dalam kampanye terbuka di Stadion Tri Lomba Juang, Semarang, Jawa Tengah, kemarin. Kampanye dengan jurkam Sekjen PDIP Tjahjo Kumolo itu dihadiri ribuan warga. ANTARA/R REKOTOMO Pro-KontraPengaruhiElektabilitas Sikap calon pemilih yang masih terbelah membuat PDIP harus segera mengambil keputusan jelang pemungutan suara. PERNIK KAMPANYE M EMORI masa lalu berpadu dengan kecanggihan masa kini di Nagoya. Kota itu pernah menjadi jalur penghubung utama antara Edo dan Osaka sekitar empat abad lalu. Sisa kenangan masa lalu itu masih terpatri di lantai dasar JR Central Tower. Gedung yang berfungsi sebagai stasiun utama itu kini menjadi tengara (landmark) modern kota Nagoya. Dengan ketinggian 245 meter, bangunan itu menjadi stasiun tertinggi di Jepang. Beragam fasilitas terintegrasi, meliputi pusat perbelanjaan, restoran hingga hotel. Anda pun bisa memandangi keseluruhan kota dari puncak bangunan. Kerlap-kerlip lampu yang bersinar di kala malam mampu menarik pengunjung untuk datang. Banyak orang sekadar bersantai melepas lelah, terutama saat Natal tiba. Apalagi, di sekitar area tersebut, berdiri banyak pusat perbelanjaan, hotel dan gedung perkantoran yang saling terhubung lewat gang bawah tanah, seperti Midland Square dan The Nagoya Lucent Tower. Jika belum puas, Anda bisa melanjutkan wisata belanja di Sakae. Terdapat banyak toko yang memajang barang- barang unik kesukaan kaum muda, termasuk fesyen dan perlengkapan interior rumah. Area itu juga dikelilingi sejumlah kafe dan restoran berkualitas tinggi yang mampu memanjakan lidah Anda. Untuk mencapai daerah ini, Anda cukup menumpang kereta lima menit dari stasiun utama Nagoya. Kekontrasan suasana modern Nagoya dihadirkan oleh Kastil Nagoya. Bangunan yang terkenal dengan sepasang ‘sachihoko’ keemasan ini didirikan semasa pemerintahan Tokugawa Ieyasu pada 1612 lalu. Lokasinya berada hampir di pusat Kota Nagoya. Awalnya, benteng itu ditujukan untuk mengamankan Jalan Tokaido sekaligus menahan ancaman serangan dari Osaka. Bangunan itu berkembang menjadi sebuah komplek dan sebanyak tiga generasi keluarga Owari menetap di tempat ini. Hingga Perang Dunia II menghancurkannya pada 1945, bangunan itu berhasil didirikan kembali pada 1959 dengan struktur bangunan yang lebih kokoh. Di dalam bangunan kastil dibuka ruang pamer sehingga Anda bisa mengamati lebih dekat sejarah panjang simbol masa lalu Nagoya ini. Anda juga bisa menemukan penjelasan atas kisah keluarga Owari didalamnya. Setelah puas menjelajah bagian dalam bangunan, Anda bisa menikmati Meijo-koen. Koen berarti taman dalam bahasa Indonesia. Area itu dibangun mengelilingi kastil dan memiliki sejumlah koleksi tanaman bunga yang mekar dalam musim berbeda-beda. Banyak turis yang datang menikmati keindahannya, terutama saat digelar festival sakura di musim semi, festival musim panas, dan pertunjukan boneka bunga krisan. Belanja cinderamata Tak lengkap rasanya berkunjung ke Nagoya tanpa membawa pulang cinderamata. Oleh-oleh yang populer dari Nagoya di antaranya adalah mi pipih bernama Kishimen, kue berbahan tepung beras bernama Uiro dan keramik. Anda bisa mengunjungi Noritake-no-Mori yang berjarak 15 menit jalan kaki dari Stasiun Nagoya untuk membeli keramik yang cantik. Jika bujet terbatas, Anda bisa tetap menikmati pajangan keramik yang ditata di bangunan museum yang sengaja dibuka oleh pabrik barang pecah belah Noritake. Bagi Anda kaum muslim yang memerlukan tempat ibadah, Nagoya memiliki Masjid Nagoya. Mesjid yang berdiri pada 1998 ini terletak di Nakamura-ku, Nagoya dan dapat ditempuh dengan jalan kaki dari stasiun subway Honjin. Masjid itu terdiri atas empat lantai. Lantai satu adalah pusat kebudayaan Islam, lantai 2 tempat salat untuk perempuan, lantai 3 dan 4 adalah tempat salat pria. (Din/S-25/) Berkelana ke Persimpangan Peradaban di Nagoya Bagi Anda kaum muslim yang memerlukan tempat ibadah, Nagoya memiliki Masjid Nagoya. Mesjid yang berdiri pada 1998 ini terletak di Nakamura-ku, Nagoya dan dapat ditempuh dengan jalan kaki dari stasiun subway Honjin.
  • 6. JUMAT, 28 MARET 20146 LIABILITAS JANGKA PENDEK Utang Usaha 166.659.320.453 129.398.801.016 Utang Pajak 4.852.825.252 3.658.899.320 Bagian Lancar atas Pendapatan Diterima di Muka 745.485.214 782.739.736 Beban Akrual 712.732.399 486.178.599 Utang Lain-lain dan Uang Diterima di Muka 54.977.733.806 41.449.685.592 Total Liabilitas Jangka Pendek 227.948.097.124 175.776.304.263 LIABILITAS JANGKA PANJANG Pendapatan Diterima di Muka Jangka Panjang 596.723.259 1.592.280.778 Liabilitas Imbalan Kerja Jangka Panjang 3.349.440.196 4.542.293.628 Liabilitas Pajak Tangguhan - 416.996 Total Liabilitas Jangka Panjang 3.946.163.455 6.134.991.402 Total Liabilitas 231.894.260.579 181.911.295.665 EKUITAS Ekuitas yang Dapat Distribusikan kepada Pemilik Entitas Induk Modal Saham - Nilai Nominal Rp 500 per Saham Modal Dasar - 960.000.000 Saham Modal Ditempatkan dan Disetor - 353.220.780 Saham 176.610.390.000 176.610.390.000 Telah Ditentukan Penggunaannya 51.583.000 51.583.000 Pendapatan Komprehensif Lainnya 70.855.200.000 34.837.140.000 Total Ekuitas yang Dapat Diatribusikan kepada Pemilik Entitas Induk 219.504.364.165 163.035.292.149 Kepentingan Non Pengendali 2.282.739.090 1.629.329.117 Total Ekuitas 221.787.103.255 164.664.621.266 TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS 453.681.363.834 346.575.916.931 ASET LIABILITAS DAN EKUITAS Catatan : Informasi Keuangan diambil dari Laporan Keuangan Konsolidasian untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2013 dan 2012 telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Aryanto, Amir Jusuf, Mawar & Saptoto (Member Firm Jakarta, 28 Maret 2014 PT. BAYU BUANA Tbk DIREKSI ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI Penerimaan dari Pelanggan 1.612.623.280.501 1.503.163.640.545 Arus Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Operasi 66.059.555.969 28.303.447.550 ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI Pencairan Investasi Jangka Pendek - 12.565.840.000 Penerimaan Bunga 3.340.781.450 2.833.013.064 Hasil Penjualan Aset Tetap 414.200.000 1.000.000 ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN Penerimaan dari Pihak Berelasi 2.361.066.779 9.696.464.767 KENAIKAN BERSIH KAS DAN SETARA KAS 61.919.645.537 39.535.987.482 DAMPAK PERUBAHAN KURS TERHADAP KAS DAN SETARA KAS 2.540.694.142 1.375.392.760 SALDO KAS DAN SETARA KAS PADA AWAL TAHUN 141.383.029.704 100.471.649.462 SALDO KAS DAN SETARA KAS PADA AKHIR TAHUN 205.843.369.383 141.383.029.704 KAS DAN SETARA KAS TERDIRI DARI: Kas 6.351.152.708 8.805.037.123 Bank 117.952.965.675 65.504.991.581 Deposito Berjangka 81.539.251.000 67.073.001.000 Total 205.843.369.383 141.383.029.704 31 Des 2013 Rp 31 Des 2012 Rp 31 Des 2013 Rp 31 Des 2012 Rp LAPORAN LABA RUGI KOMPREHENSIF KONSOLIDASIAN Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2013 dan 2012 (Dalam Rupiah Penuh) LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2013 dan 2012 (Dalam Rupiah Penuh) PT. BAYU BUANA Tbk dan Entitas AnakJl. Ir. H. Juanda III 2A Jakarta 10120, Indonesia, Telp. (021) 23509999 (Hunting), Fax. (021) 3459535, 3861955 31 Des 2013 Rp 31 Des 2012 Rp 31 Des 2013 Rp 31 Des 2012 Rp PENDAPATAN 1.606.656.067.722 1.528.573.317.036 BEBAN POKOK PENJUALAN 1.518.803.565.363 1.452.590.988.683 LABA KOTOR 87.852.502.359 75.982.328.353 Pendapatan Lainnya 10.652.488.595 7.262.213.358 LABA USAHA 27.402.129.976 22.220.316.502 LABA SEBELUM PAJAK PENGHASILAN 27.299.165.691 22.132.110.990 BEBAN PAJAK PENGHASILAN LABA TAHUN BERJALAN 21.104.421.989 16.525.778.806 PENDAPATAN KOMPREHENSIF LAIN Keuntungan dari Pengukuran Kembali Aset Keuangan yang Dikategorikan sebagai Tersedia untuk Dijual 36.018.060.000 29.326.180.000 Total Pendapatan Komprehensif Lain 36.018.060.000 29.326.180.000 TOTAL PENDAPATAN KOMPREHENSIF TAHUN BERJALAN 57.122.481.989 45.851.958.806 Laba Tahun Berjalan yang Dapat Diatribusikan kepada: Pemilik Entitas Induk 20.451.012.016 16.708.349.490 21.104.421.989 16.525.778.806 Total Laba Komprehensif yang Dapat diatribusikan kepada: Pemilik Entitas Induk 56.469.072.016 46.034.529.490 57.122.481.989 45.851.958.806 57,90 47,30 LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN Per 31 Desember 2013 dan 2012 (Dalam Rupiah Penuh) ASET LANCAR Kas dan Setara Kas 205.843.369.383 141.383.029.704 Piutang Usaha 89.752.080.379 95.778.753.097 Aset Keuangan Lancar Lainnya 7.459.088.670 7.114.916.168 Pajak Dibayar di Muka 7.014.489 34.479.479 Biaya Dibayar di Muka 6.822.697.738 5.851.432.908 Uang Muka 19.279.814.645 9.122.934.475 Total Aset Lancar 329.164.065.303 259.285.545.831 ASET TIDAK LANCAR Aset Keuangan Tidak Lancar Lainnya 81.728.000.000 42.709.940.000 Piutang Pihak Berelasi 639.789.000 1.503.712.000 Properti Investasi 19.547.793.072 19.567.272.980 Aset Tetap 20.548.433.354 21.135.795.426 Aset Tidak Lancar Lainnya 1.100.245.398 1.187.399.039 Aset Pajak Tangguhan 953.037.706 1.186.251.654 Total Aset Tidak Lancar 124.517.298.530 87.290.371.100 TOTAL ASET 453.681.363.834 346.575.916.931
  • 7. PompaPluit Atasi Banjir JAKARTA UTARA P ENGOPERASIAN Ru- mah Pompa Pluit mem- bebaskan 34,2 kilome- ter persegi wilayah strategis di Jakarta dari bencana ban- jir. Antara lain Istana, Cideng, dan Jalan Thamrin. “Coverage area-nya luas sekali, mulai dari Istana, daerah Cideng, Thamrin, dan beberapa sektor penting negara, semua ditopang oleh Pompa Pluit,” kata Guber- nur DKI Jakarta Joko Wido- do atau Jokowi di sela-sela peresmian Rumah Pompa Pluit di Jalan Muara Baru Ujung, Penjaringan, Jakarta Utara, kemarin. Ia berharap pengoperasian stasiun pompa juga membuat Jakarta lebih siap menganti- sipasi banjir. Pembangunan rumah pompa yang terdiri dari tiga unit pompa itu me- rupakan hibah pemerintah Jepang. Ketiga pompa dida- tangkan dari ‘Negeri Sakura’ oleh pengelola Waduk Pluit. Jokowi mengatakan mes- kipun perbaikan Rumah Pompa Pluit merupakan proyek pemerintah pusat bekerja sama dengan peme- rintah Jepang, pengelolaan dan perawatannya menjadi tanggung jawab Pemerin- tah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. Hal tersebut mem- permudah pemrov dalam mengambil tindakan apabila terjadi kerusakan. Hal itu sekaligus menjawab persoalan yang selama ini terjadi ketika penanganan masalahpompamenjadirumit dan berkepanjangan karena koordinasi berbelit-belit an- tara pemerintah pusat dan daerah. Rp120 miliar Sementara itu, Wakil Menteri Pekerjaan Umum (PU) Hermanto mengatakan proyek perbaikan Rumah Pompa Pluit yang mema- kan waktu sekitar dua ta- hun menghabiskan biaya 1,6 miliar yen atau Rp120 miliar. “Proyek ini memang untuk merekonstruksi sta- siun pompa dan memasang pompa-pompa baru lengkap dengan fasilitas pendukung seperti tanggul laut, sehingga bisa berfungsi dengan baik kembali,” jelasnya. Menurutnya, pemerin- tah pusat memberikan kewenangan pengelolaan rumah pompa itu kepada Pemprov DKI. Termasuk untuk pengoperasian sehari- hari dan perbaikan jika ter- jadi kerusakan. Dirjen Sumber Daya Air Kementerian PU Muham- mad Hasan menjelaskan, pihaknya sebagai konsultan supervisi proyek bersama Yacchico Engineering me- mastikan kapasitas pompa baru itu sangat memadai untuk menyedot air Waduk Pluit, sehingga dapat meng- atasi banjir di Ibu Kota. “Ka- pasitas setiap mesin bisa menyedot 5 meter kubik air per detik,” katanya. Menurutnya, perbaikan Rumah Pompa Pluit dilaku- kan setelah terhentinya fungsi pompa timur pada Februari 2009, sehingga me- ngurangi kapasitas Pompa Pluit secara keseluruhan. Duta Besar Jepang untuk Indonesia Yosonori Katori dalam sambutannya menya- takan antusias mendanai proyek itu, apalagi saat ban- jir beberapa waktu, kantor Kedutaan Besar Jepang di Jalan Thamrin, juga terkena imbasnya. (Ths/Ssr/J-4) LIMA dari sembilan pengurus penyalur tenaga kerja Bina Jasa Mina di Penjaringan, Jakarta Utara, yang tempat penampungannya digerebek pada Selasa (25/3) malam, menjadi tersangka. Mereka terbukti mem- pekerjakan anak di bawah umur sebagai anak buah kapal (ABK). Kapolres Pelabuhan Tan- jung Priok Ajun Komisaris Besar Asep Adi Syahputra mengatakan kelima orang itu berinisial, MY, 35, sebagai ketua yayasan, S, 43 sebagai wakil ketua yayasan, YA, 41, sekretaris, HA, 42, selaku bendahara, dan SM, 44, wakil bendahara. “Setelah diperiksa, mereka terbukti melakukan tindak pidana perdagangan orang,” katanya, kemarin. Menurutnya, selain me- nyalurkan tenaga kerja di bawah umur sebagai ABK, penyalur tenaga kerja yang belokasi di Ruko Pelabuhan Muara Baru Center, Penja- ringan, itu juga tidak memi- liki izin usaha. Selama ini, untuk membuat dokumen, mereka mema- nipulasi administrasi calon pekerja di bawah umur. Ke- lima tersangka ialah inisiator agen tersebut. Dalampenggerebekanpada Selasa malam, petugas juga mengevakuasi 19 orang calon ABK, tiga di antara mereka di bawah umur. Sementara itu, 16 lainnya merupakan laki- laki dewasa. (Ths/J-4) JAKARTA UTARA LimaPenyalurABK JadiTersangka RUMAH POMPA WADUK PLUIT: Pengendara motor melewati jembatan yang melintasi tiga pipa pembuangan dari rumah pompa di Waduk Pulit, Jakarta Utara, kemarin. Pemprov DKI Jakarta bersama Kementerian Pekerjaan Umum meresmikan tiga pompa baru bantuan dari pemerintah Jepang guna menormalisasi pompa timur dan Waduk Pluit. MI/SUSANTO JUMAT, 28 MARET 2014 7 PT. BANK PUNDI INDONESIA, Tbk. Jl. RS Fatmawati No. 12, Jakarta 12140, Indonesia Telepon: (021) 7234666, www.bankpundi.co.id Kini Bank Pundi telah didukung oleh 207 kantor yang tersebar di seluruh Indonesia, dari Banda Aceh hingga Abepura, Papua. I. PIHAK TERKAIT 1. Penempatan pada bank lain a. Rupiah – – – – – – – – – – – – b. Valuta asing – – – – – – – – – – – – 2. Tagihan spot dan derivatif a. Rupiah – – – – – – – – – – – – b. Valuta asing – – – – – – – – – – – – 3. Surat berharga a. Rupiah – – – – – – – – – – – – b. Valuta asing – – – – – – – – – – – – 4. Surat berharga yang dijual dengan janji dibeli kembali (Repo) a. Rupiah – – – – – – – – – – – – b. Valuta asing – – – – – – – – – – – – 5. Tagihan atas surat berharga yang dibeli dengan janji dijual kembali (Reverse Repo) a. Rupiah – – – – – – – – – – – – b. Valuta asing – – – – – – – – – – – – 6. Tagihan akseptasi – – – – – – – – – – – – 7. Kredit a. Debitur Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) i. Rupiah – – – – – – – – – – – – ii. Valuta asing – – – – – – – – – – – – b. Bukan debitur UMKM i. Rupiah – – – – – – – – – – – – ii. Valuta asing – – – – – – – – – – – – c. Kredit yang direstrukturisasi i. Rupiah – – – – – – – – – – – – ii. Valuta asing – – – – – – – – – – – – d. Kredit properti – – – – – – – – – – – – 8. Penyertaan – – – – – – – – – – – – 9. Penyertaan modal sementara – – – – – – – – – – – – 10. Komitmen dan kontinjensi a. Rupiah – – – – – – – – – – – – b. Valuta asing – – – – – – – – – – – – 11. Aset yang diambil alih – – – – – – – – – – – – II. PIHAK TIDAK TERKAIT 1. Penempatan pada bank lain a. Rupiah 6.585 – – – – 6.585 90.165 – – – – 90.165 b. Valuta asing – – – – – – – – – – – – 2. Tagihan spot dan derivatif a. Rupiah – – – – – – – – – – – – b. Valuta asing – – – – – – – – – – – – 3. Surat berharga a. Rupiah 402.771 – – – – 402.771 203.466 – – – – 203.466 b. Valuta asing – – – – – – – – – – – – 4. Surat berharga yang dijual dengan janji dibeli kembali (Repo) a. Rupiah 110.813 – – – – 110.813 – – – – – – b. Valuta asing – – – – – – – – – – – – 5. Tagihan atas surat berharga yang dibeli dengan janji dijual kembali (Reverse Repo) a. Rupiah – – – – – – – – – – – – b. Valuta asing – – – – – – – – – – – – 6. Tagihan Akseptasi – – – – – – – – – – – – 7. Kredit a. Debitur Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) i. Rupiah 5.585.955 579.968 73.091 49.154 318.242 6.606.410 4.493.989 452.133 160.423 42.927 145.179 5.294.651 ii. Valuta asing – – – – – – – – – – – – b. Bukan debitur UMKM i. Rupiah 163.770 858 101 146 17.490 182.365 142.152 2.973 348 332 213.545 359.350 ii. Valuta asing – – – – – – – – – – – – c. Kredit yang direstrukturisasi i. Rupiah 765.704 355.854 56.163 20.010 59.807 1.257.538 140.184 137.808 135.281 5.297 3.731 422.301 ii. Valuta asing – – – – – – – – – – – – d. Kredit properti 129.402 1.969 236 48 69.694 201.349 110.164 1.888 897 17 130.866 243.832 8. Penyertaan – – – – – – – – – – – – 9. Penyertaan modal sementara – – – – – – – – – – – – 10. Transaksi rekening administratif a. Rupiah 2.785 – – – – 2.785 2.252 – – – – 2.252 b. Valuta asing – – – – – – – – – – – – 11. Aset yang diambil alih – – – 23.320 12.769 36.089 – – 15.789 22.197 – 37.986 III. INFORMASI LAIN 1. Total aset bank yang dijaminkan : a. Pada Bank Indonesia – – b. Pada pihak lain – – 2. Total CKPN aset keuangan atas aset produktif 236.065 295.714 3. Total PPA yang wajib dibentuk atas aset produktif 241.317 279.129 4. Persentase kredit kepada UMKM terhadap total kredit 97,31% 93,64% 5. Persentase kredit kepada Usaha Mikro Kecil (UMK) terhadap total kredit 93,50% 92,02% 6. Persentase jumlah debitur UMKM terhadap total debitur 97,14% 96,22% 7. Persentase jumlah debitur Usaha Mikro Kecil (UMK) terhadap total debitur 95,68% 95,54% 8. Lainnya a. Penerusan kredit – – b. Penyaluran dana Mudharabah Muqayyadah – – c. Aset produktif yang dihapus buku 242.498 156.817 d. Aset produktif dihapusbuku yang dipulihkan/berhasil ditagih 16.597 5.139 e. Aset produktif yang dihapus tagih 8.670 3.252 PENDAPATAN DAN BEBAN OPERASIONAL A. Pendapatan dan Beban Bunga 1. Pendapatan Bunga 3.418.822 2.955.015 a. Rupiah 3.418.822 2.955.015 b. Valuta asing – – 2. Beban Bunga 2.478.424 1.978.683 a. Rupiah 2.478.424 1.978.683 b. Valuta asing – – Pendapatan Bunga Bersih 940.398 976.332 B. Pendapatan dan Beban Operasional Selain Bunga 1. Pendapatan Operasional Selain Bunga 185.346 247.767 a. Peningkatan nilai wajar aset keuangan i. Surat berharga 140 – ii. Kredit – – iii. Spot dan derivatif – – iv. Aset keuangan lainnya – – b. Penurunan nilai wajar liabilitas keuangan – – c. Keuntungan penjualan aset keuangan i. Surat berharga 1.507 38.633 ii. Kredit – – iii. Aset keuangan lainnya – – d. Keuntungan transaksi spot dan derivatif (realised) – – e. Keuntungan dari penyertaan dengan equity method – – f. Dividen – – g. Komisi/provisi/fee dan administrasi 139.335 98.421 h. Pemulihan atas cadangan kerugian penurunan nilai 26.769 105.412 i. Pendapatan lainnya 17.595 5.301 2. Beban Operasional Selain Bunga 1.113.283 1.152.546 a. Penurunan nilai wajar aset keuangan i. Surat berharga – – ii. Kredit – – iii. Spot dan derivatif – – iv. Aset keuangan lainnya – – b. Peningkatan nilai wajar liabilitas keuangan – – c. Kerugian penjualan aset keuangan i. Surat berharga – 6.092 ii. Kredit – – iii. Aset keuangan lainnya – – d. Kerugian transaksi spot dan derivatif (realised) – – e. Kerugian penurunan nilai aset keuangan (impairment) i. Surat berharga – – ii. Kredit 127.910 274.435 iii. Pembiayaan syariah – – iv. Aset keuangan lainnya – – f. Kerugian terkait risiko operasional – 1.135 g. Kerugian dari penyertaan dengan equity method – – h. Komisi/provisi/fee dan administrasi – 76 i. Kerugian penurunan nilai aset lainnya (non keuangan) – 3.590 j. Beban tenaga kerja 697.356 589.274 k. Beban promosi 12.457 24.965 l. Beban lainnya 275.560 252.979 Beban Operasional Selain Bunga Bersih (927.937) (904.779) LABA OPERASIONAL 12.461 71.553 PENDAPATAN DAN BEBAN NON OPERASIONAL 1. Keuntungan (kerugian) penjualan aset tetap dan inventaris 87.548 (34) 2. Keuntungan (kerugian) penjabaran transaksi valuta asing – – 3. Pendapatan (beban) non operasional lainnya 2.420 (3.299) LABA (RUGI) NON OPERASIONAL 89.968 (3.333) LABA TAHUN BERJALAN SEBELUM PAJAK 102.429 68.220 Pajak penghasilan a. Taksiran pajak tahun berjalan – – b. Beban pajak tangguhan (6.157) (21.355) LABA TAHUN BERJALAN SETELAH PAJAK BERSIH 96.272 46.865 RUGI KOMPREHENSIF LAIN a. Penyesuaian akibat penjabaran laporan keuangan dalam mata uang asing – – b. Kerugian dari perubahan nilai aset keuangan dalam kelompok tersedia untuk dijual (32.540) (32.610) c. Bagian efektif dari lindung nilai arus kas – – d. Keuntungan revaluasi aset tetap – – e. Bagian pendapatan komprehensif lain dari entitas asosiasi – – f. Keuntungan (kerugian) aktuarial program manfaat pasti – – g. Pajak penghasilan terkait dengan laba komprehensif lain – – h. Lainnya – – Rugi komprehensif lain tahun berjalan - net pajak penghasilan terkait (32.540) (32.610) TOTAL LABA KOMPREHENSIF TAHUN BERJALAN 63.732 14.255 Laba yang dapat diatribusikan kepada : PEMILIK 96.272 46.865 KEPENTINGAN NON PENGENDALI TOTAL LABA PERIODE BERJALAN 96.272 46.865 Total Laba Komprehensif yang dapat diatribusikan kepada : PEMILIK 63.732 14.255 KEPENTINGAN NON PENGENDALI TOTAL LABA KOMPREHENSIF TAHUN BERJALAN 63.732 14.255 TRANSFER LABA KE KANTOR PUSAT – – DIVIDEN – – LABA BERSIH PER SAHAM 8,95 4,80 1 Informasi keuangan per tanggal dan tahun yang berakhir 31 Desember 2013 diambil dari Laporan Keuangan PT. Bank Pundi Indonesia, Tbk. yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Hendrawinata Eddy & Siddharta, anggota dari Kreston International (Partner penanggung jawab adalah Florus Daeli, MM, CPA) yang dalam laporannya tertanggal 27 Maret 2014 menyatakan pendapat Wajar Tanpa Pengecualian. Informasi keuangan per tanggal dan tahun yang berakhir 31 Desember 2012 diambil dari Laporan Keuangan PT. Bank Pundi Indonesia, Tbk. yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Kosasih, Nurdiyaman, Tjahjo & rekan, anggota dari Crowe Horwath International (Partner penanggung jawab adalah Darmenta Pinem, SE, CPA) yang dalam laporannya tertanggal 18 Maret 2013 menyatakan pendapat Wajar Tanpa Pengecualian dengan paragraf penjelasan mengenai penerapan beberapa Standar Akuntansi Keuangan. 2. Laporan keuangan Publikasi ini telah disusun untuk memenuhi: a. Peraturan Bank Indonesia No. 3/22/PBI/2001 tanggal 13 Desember 2001, sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Bank Indonesia No. 14/14/PBI/2012 tanggal 18 Oktober 2012 perihal “Transparansi dan Publikasi Laporan Bank”. b. Surat Edaran Bank Indonesia No. 13/30/DPNP tanggal 16 Desember 2011, perihal “Perubahan Ketiga atas Surat Edaran Bank Indonesia No. 3/30/DPNP tanggal 14 Desember 2001 mengenai Laporan Keuangan Publikasi Triwulanan dan Bulanan Bank Umum serta Laporan Tertentu yang disampaikan kepada Bank Indonesia”. c. Peraturan Bapepam-LK No. X.K.2 sebagai Lampiran Keputusan Ketua Bapepam-LK No. Kep-346/BL/2011 tanggal 5 Juli 2011 tentang “Penyampaian Laporan Keuangan Berkala Emiten atau Perusahaan Publik”. ASET 1. Kas 44.477 78.101 2. Penempatan pada Bank Indonesia 1.066.305 1.256.972 3. Penempatan pada bank lain 6.585 90.165 4. Tagihan spot dan derivatif - - 5. Surat berharga a. Diukur pada nilai wajar melalui laporan laba/rugi - - b. Tersedia untuk dijual 18.788 203.466 c. Dimiliki hingga jatuh tempo 383.983 - d. Pinjaman yang diberikan dan piutang - - 6. Surat berharga yang dijual dengan janji dibeli kembali (repo) 110.813 - 7. Tagihan atas surat berharga yang dibeli dengan janji dijual kembali (reverse repo) - - 8. Tagihan akseptasi - - 9. Kredit a. Diukur pada nilai wajar melalui laporan laba/rugi - - b. Tersedia untuk dijual - - c. Dimiliki hingga jatuh tempo - - d. Pinjaman yang diberikan dan piutang 6.788.775 5.654.001 10. Pembiayaan syariah - - 11. Penyertaan - - 12. Cadangan kerugian penurunan nilai aset keuangan -/- a. Surat berharga - - b. Kredit (236.065) (295.714) c. Lainnya (14.975) (41.744) 13. Aset tidak berwujud 35.071 24.116 Akumulasi amortisasi aset tidak berwujud -/- (12.712) (8.134) 14. Aset tetap dan inventaris 326.375 437.718 Akumulasi penyusutan aset tetap dan inventaris -/- (152.070) (118.719) 15. Aset non produktif a. Properti terbengkalai - 2.594 b. Aset yang diambil alih 36.089 37.986 c. Rekening tunda - - d. Aset antar kantor i. Melakukan kegiatan operasional di Indonesia 15 1 ii. Melakukan kegiatan operasional di luar Indonesia - - 16. Cadangan kerugian penurunan nilai dari aset non keuangan -/- (6.843) (8.532) 17. Sewa pembiayaan - - 18. Aset pajak tangguhan 76.620 82.777 19. Aset lainnya 531.893 287.884 TOTAL ASET 9.003.124 7.682.938 LIABILITAS DAN EKUITAS LIABILITAS 1. Giro 23.182 32.408 2. Tabungan 664.821 552.655 3. Simpanan berjangka 6.985.458 6.171.579 4. Dana investasi revenue sharing - - 5. Pinjaman dari Bank Indonesia - - 6. Pinjaman dari bank lain 211.411 31.101 7. Liabilitas spot dan derivatif - - 8. Utang atas surat berharga yang dijual dengan janji dibeli kembali (repo) 101.813 - 9. Utang akseptasi - - 10. Surat berharga yang diterbitkan - - 11. Pinjaman yang diterima a. Pinjaman yang dapat diperhitungkan sebagai modal - - b. Pinjaman yang diterima lainnya - - 12. Setoran jaminan 181 179 13. Liabilitas antar kantor a. Melakukan kegiatan operasional di Indonesia - - b. Melakukan kegiatan operasional di luar Indonesia - - 14. Liabilitas pajak tangguhan - - 15. Liabilitas lainnya 168.704 111.194 16. Dana investasi - - TOTAL LIABILITAS 8.155.570 6.899.116 EKUITAS 17. Modal disetor a. Modal dasar 2.000.000 2.000.000 b. Modal yang belum disetor -/- (924.488) (924.488) c. Saham yang dibeli kembali (treasury stock) -/- - - 18. Tambahan modal disetor a. Agio 24.025 24.025 b. Disagio -/- - - c. Modal sumbangan - - d. Dana setoran modal 129.638 129.638 e. Lainnya - - 19. Kerugian komprehensif lainnya a. Penyesuaian akibat penjabaran laporan keuangan dalam mata uang asing - - b. Kerugian dari perubahan nilai aset keuangan dalam kelompok tersedia untuk dijual (37.403) (4.863) c. Bagian efektif lindung nilai arus kas - - d. Selisih penilaian kembali aset tetap - - e. Bagian pendapatan komprehensif lain dari entitas asosiasi - - f. Keuntungan (kerugian) aktuarial program manfaat pasti - - g. Pajak penghasilan terkait dengan laba komprehensif lain - - h. Lainnya - - 20. Selisih kuasi reorganisasi - - 21. Selisih restrukturisasi entitas sepengendali - - 22. Ekuitas lainnya - - 23. Cadangan a. Cadangan umum - - b. Cadangan tujuan - - 24. Laba/rugi a. Tahun-tahun lalu (440.490) (487.355) b. Tahun berjalan 96.272 46.865 TOTAL EKUITAS YANG DAPAT DIATRIBUSIKAN KEPADA PEMILIK 847.554 783.822 25. Kepentingan non pengendali TOTAL EKUITAS 847.554 783.822 TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS 9.003.124 7.682.938 LAPORAN POSISI KEUANGAN Per 31 Desember 2013 dan 2012 (Dalam jutaan Rupiah) No. POS-POS BANK 31-Des-13 Diaudit 31-Des-12 Diaudit LAPORAN LABA RUGI KOMPREHENSIF Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2013 dan 2012 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali untuk laba bersih per saham) No. POS-POS BANK 31-Des-13 Diaudit 31-Des-12 Diaudit I. KOMPONEN MODAL A. Modal Inti 693.124 613.819 1 Modal disetor 1.075.512 1.075.512 2 Cadangan Tambahan Modal (382.388) (461.693) 2.1 Faktor penambah 201.799 177.096 a Agio 24.025 24.025 b Modal sumbangan – – c Cadangan umum – – d Cadangan tujuan – – e Laba tahun-tahun lalu yang dapat diperhitungkan (100%) – – f Laba tahun berjalan yang dapat diperhitungkan (50%) 48.136 23.433 g Selisih lebih karena penjabaran laporan keuangan – – h Dana setoran modal 129.638 129.638 i Waran yang diterbitkan (50%) – – j Opsi saham yang diterbitkan dalam rangka program kompensasi berbasis saham (50%) – – 2.2 Faktor pengurang (584.187) (638.789) a Disagio – – b Rugi tahun-tahun lalu yang dapat diperhitungkan (100%) (554.507) (622.727) c Rugi tahun berjalan yang dapat diperhitungkan (100%) – – d Selisih kurang karena penjabaran laporan keuangan – – e Pendapatan komprehensif lain : Kerugian dari penurunan nilai wajar atas penyertaan dalam kategori tersedia untuk dijual – – f Selisih kurang antara PPA dan cadangan kerugian penurunan nilai atas aset produktif (5.252) – g Penyisihan Penghapusan Aset (PPA) atas aset non produktif yang wajib dihitung (24.428) (16.062) h Selisih kurang jumlah penyesuaian nilai wajar dari instrumen keuangan dalam trading book – – 3 Modal Inovatif 3.1 Surat berharga subordinasi (perpetual non kumulatif) – – 3.2 Pinjaman subordinasi (perpetual non kumulatif) – – 3.3 Instrumen modal inovatif lainnya – – 4 Faktor Pengurang Modal Inti 4.1 Goodwill – – 4.2 Aset tidak berwujud lainnya – – 4.3 Penyertaan (50%) – – 4.4 Kekurangan modal pada perusahaan anak asuransi (50%) – – 5 Kepentingan Non Pengendali B. Modal Pelengkap 71.615 61.314 1 Level Atas (Upper Tier 2) 71.615 61.314 1.1 Saham preferen (perpetual kumulatif) – – 1.2 Surat berharga subordinasi (perpetual kumulatif) – – 1.3 Pinjaman subordinasi (perpetual kumulatif) – – 1.4 Mandatory convertible bond – – 1.5 Modal inovatif yang tidak diperhitungkan sebagai modal inti – – 1.6 Instrumen modal pelengkap level atas (upper tier 2) lainnya – – 1.7 Revaluasi aset tetap 14.058 14.058 1.8 Cadangan umum aset produktif (maks 1,25% ATMR) 57.557 47.256 1.9 Pendapatan komprehensif lain : Keuntungan dari peningkatan nilai wajar atas penyertaan dalam kategori tersedia untuk dijual (45%) – – 2 Level Bawah (Lower Tier 2) maksimum 50% Modal Inti 2.1 Redeemable preference shares – – 2.2 Pinjaman atau obligasi subordinasi yang dapat diperhitungkan – – 2.3 Instrumen modal pelengkap level bawah (lower tier 2) lainnya – 3 Faktor Pengurang Modal Pelengkap 3.1 Penyertaan (50%) – – 3.2 Kekurangan modal pada perusahaan anak asuransi (50%) C. Faktor Pengurang Modal Inti dan Modal Pelengkap Eksposur Sekuritisasi – – D. Modal Pelengkap Tambahan Yang Memenuhi Persyaratan (Tier 3) – – E. MODAL PELENGKAP TAMBAHAN YANG DIALOKASIKAN UNTUK MENGANTISIPASI RISIKO PASAR – – II. TOTAL MODAL INTI DAN MODAL PELENGKAP (A + B - C) 764.739 675.133 III. TOTAL MODAL INTI, MODAL PELENGKAP, DAN MODAL PELENGKAP TAMBAHAN YANG DIALOKASIKAN UNTUK MENGANTISIPASI RISIKO PASAR (A + B - C + E) 764.739 675.133 IV. ASET TERTIMBANG MENURUT RISIKO (ATMR) UNTUK RISIKO KREDIT 5.808.027 4.819.253 V. ASET TERTIMBANG MENURUT RISIKO (ATMR) UNTUK RISIKO OPERASIONAL 883.821 267.003 VI. ASET TERTIMBANG MENURUT RISIKO (ATMR) UNTUK RISIKO PASAR – – VII. RASIO KEWAJIBAN PENYEDIAAN MODAL MINIMUM UNTUK RISIKO KREDIT DAN RISIKO OPERASIONAL [II:(IV+V)] 11,43% 13,27% VIII. RASIO KEWAJIBAN PENYEDIAAN MODAL MINIMUM UNTUK RISIKO KREDIT, RISIKO OPERASIONAL DAN RISIKO PASAR [III : (IV + V + VI)] 11,43% 13,27% KEWAJIBAN PENYEDIAAN MODAL MINIMUM (KPMM) Per 31 Desember 2013 dan 2012 (Dalam jutaan Rupiah) 31-Des-13 Diaudit 31-Des-12 Diaudit No. KOMPONEN MODAL BANK I. TAGIHAN KOMITMEN 1. Fasilitas pinjaman yang belum ditarik a. Rupiah – – b. Valuta asing – – 2. Posisi pembelian spot dan derivatif yang masih berjalan – – 3. Lainnya 9.323 8.788 II. KEWAJIBAN KOMITMEN 1. Fasilitas kredit kepada nasabah yang belum ditarik a. BUMN i. Committed - Rupiah – – - Valuta asing – – ii. Uncommitted - Rupiah – – - Valuta asing – – b. Lainnya i. Committed 2.705 2.137 ii. Uncommitted – – 2. Fasilitas kredit kepada bank lain yang belum ditarik a. Committed i. Rupiah – – ii. Valuta asing – – b. Uncommitted i. Rupiah – – ii. Valuta asing – – 3. Irrevocable L/C yang masih berjalan a. L/C luar negeri – – b. L/C dalam negeri – – 4. Posisi penjualan spot dan derivatif yang masih berjalan – – 5. Lainnya 80 115 III. TAGIHAN KONTINJENSI 1. Garansi yang diterima a. Rupiah – – b. Valuta asing – – 2. Pendapatan bunga dalam penyelesaian a. Bunga kredit yang diberikan 158.201 133.695 b. Bunga lainnya – – 3. Lainnya – – IV. KEWAJIBAN KONTINJENSI 1. Garansi yang diberikan a. Rupiah – – b. Valuta asing – – 2. Lainnya – – LAPORAN KOMITMEN DAN KONTINJENSI Per 31 Desember 2013 dan 2012 (Dalam jutaan Rupiah) 31-Des-13 Diaudit 31-Des-12 Diaudit No. POS-POS BANK Rasio Kinerja 1 Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM) 11,43% 13,27% 2 Aset produktif bermasalah dan aset non produktif bermasalah terhadap total aset produktif dan aset non produktif 6,32% 8,97% 3 Aset produktif bermasalah terhadap total aset produktif 5,89% 8,42% 4 Cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN) aset keuangan terhadap aset produktif 3,03% 4,42% 5 NPL gross 6,75% 9,95% 6 NPL net 3,39% 4,81% 7 Return on Asset (ROA) 1,23% 0,98% 8 Return on Equity (ROE) 14,44% 9,52% 9 Net Interest Margin (NIM) 13,04% 16,64% 10 Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) 99,65% 97,77% 11 Loan to Deposit Ratio (LDR) 88,46% 83,68% Kepatuhan (Compliance) 1 a. Persentase pelanggaran BMPK i. Pihak terkait 0,00% 0,00% ii. Pihak tidak terkait 0,00% 0,00% b. Persentase pelampauan BMPK i. Pihak terkait 0,00% 0,00% ii. Pihak tidak terkait 0,00% 0,00% 2 Giro Wajib Minimum (GWM) a. GWM Utama Rupiah 8,12% 8,25% b. GWM Valuta asing 0,00% 0,00% 3 Posisi Devisa Neto (PDN) secara keseluruhan 0,00% 0,00% PERHITUNGAN RASIO KEUANGAN Per 31 Desember 2013 dan 2012 31-Des-13 31-Des-12No. RASIO (%) A. Terkait dengan Nilai Tukar 1. Spot – – – – – 2. Forward – – – – – 3. Option a. Jual – – – – – b. Beli – – – – – 4. Future – – – – – 5. Swap – – – – – 6. Lainnya – – – – – B. Terkait dengan Suku Bunga 1. Forward – – – – – 2. Option a. Jual – – – – – b. Beli – – – – – 3. Future – – – – – 4. Swap – – – – – 5. Lainnya – – – – – C. Lainnya J U M L A H – – – – – LAPORAN TRANSAKSI SPOT DAN DERIVATIF Per 31 Desember 2013 BANK Tujuan Tagihan dan Liabilitas Derivatif Trading Hedging Tagihan Liabilitas Nilai Notional No. TRANSAKSI ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI Penerimaan bunga 1.615.421 1.428.775 Pembayaran bunga (639.126) (493.209) Penghasilan operasional lainnya - bersih 109.465 70.441 Pembayaran beban umum dan administrasi (203.677) (189.679) Pembayaran beban tenaga kerja dan tunjangan (697.752) (583.375) Pendapatan (beban) non operasional - bersih 2.498 (2.548) Arus Kas Sebelum Perubahan Aset dan Liabilitas Operasi 186.829 230.405 Penurunan (kenaikan) aset operasi: Penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain – 118.895 Efek-efek (341.010) 295.825 Tagihan atas efek-efek yang dibeli dengan janji dijual kembali – 125.394 Kredit (1.311.717) (2.175.687) Biaya dibayar dimuka 20.837 (5.683) Agunan yang diambil alih dan aset lain-lain (63.338) 5.657 Kenaikan (penurunan) liabilitas operasi: Liabilitas segera 5.183 1.324 Simpanan dari nasabah 916.819 1.434.131 Simpanan dari bank lain 180.310 19.933 Liabilitas atas efek-efek yang dijual dengan janji dibeli kembali 101.813 – Utang pajak 2.516 6.008 Liabilitas lain-lain 6.510 12.172 Kas Bersih (Digunakan untuk) Diperoleh dari Aktivitas Operasi (295.248) 68.374 ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI Hasil penjualan aset tetap 55 24 Perolehan aset tetap (12.678) (31.276) Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Investasi (12.623) (31.252) ARUS KAS BERSIH DARI AKTIVITAS PENDANAAN Penerbitan saham baru - bersih – 179.593 Biaya emisi saham – (2.905) Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Pendanaan – 176.688 (PENURUNAN) KENAIKAN BERSIH KAS DAN SETARA KAS (307.871) 213.810 KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN 1.425.238 1.211.428 KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN 1.117.367 1.425.238 Kas dan setara kas akhir tahun terdiri dari: Kas 44.477 78.101 Giro pada Bank Indonesia 596.080 520.795 Giro pada bank lain 6.585 50.142 Penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain 470.225 776.200 Jumlah 1.117.367 1.425.238 LAPORAN ARUS KAS Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2013 dan 2012 (Dalam jutaan Rupiah) POS-POS ARUS KAS BANK 31-Des-13 Diaudit 31-Des-12 Diaudit DEWAN KOMISARIS Komisaris Utama : Endriartono Sutarto (merangkap Komisaris Independen) Komisaris : Dedy Rifdy Ramsey Komisaris Independen : I Goesti V. Bagoes Oka DIREKSI Direktur Utama : Paulus Wiranata Direktur : Ramono Sukadis Direktur : Maximianus Puguh Djiwanto Direktur : Beni Nurtantijo Direktur : Lungguk Gultom Pemegang Saham Pengendali (PSP) : - PT Recapital Securities : 67,85% - IF Services Netherlands B.V : 13,34% - Pershing LLC : 10,71% Tidak ada PENGURUS BANK PEMEGANG SAHAM 1. Penempatan pada bank lain – – 66 – – – 902 – 2. Tagihan spot dan derivatif – – – – – – – – 3. Surat berharga – – – – – – – – 4. Surat berharga yang dijual dengan janji dibeli kembali (Repo) – – – – – – – – 5. Tagihan atas surat berharga yang dibeli dengan janji dijual kembali (Reverse Repo) – – – – – – – – 6. Tagihan akseptasi – – – – – – – – 7. Kredit 77.160 158.905 57.488 183.735 114.122 181.592 46.354 231.850 8. Penyertaan – – – – – – – – 9. Penyertaan modal sementara – – – – – – – – 10. Transaksi rekening adminitratif – – 28 – – – 23 – 31-Des-13 (Diaudit) CKPN IndividualIndividual KolektifKolektif UmumUmum KhususKhusus CKPNPPA wajib dibentuk PPA wajib dibentuk 31-Des-12 (Diaudit) CADANGAN PENYISIHAN KERUGIAN Per 31 Desember 2013 dan 2012 (Dalam jutaan Rupiah) POS-POSNo. LAPORAN KUALITAS ASET PRODUKTIF DAN INFORMASI LAINNYA Per 31 Desember 2013 dan 2012 (Dalam jutaan Rupiah) BANK 31-Des-13 (Diaudit)POS-POSNo. 31-Des-12 (Diaudit) L DPK KL D M Jumlah L DPK KL D M Jumlah Jakarta, 28 Maret 2014 PT. Bank Pundi Indonesia, Tbk. Direksi Paulus Wiranata Maximianus Puguh Djiwanto Direktur Utama Direktur
  • 8. VERA TRIYANI B ERDASARKAN data dari Kementerian Lingkungan Hidup pada 2010, diketa- hui fakta yang cukup mence- ngangkan, yaitu 57,8% warga Jakarta menderita penyakit yang terkait dengan pence- maran udara. Polutan, debu, dan asap yang berasal dari kendaraan bermotor diduga menjadi penyumbang terbesar pencemaran udara di Kota Jakarta. “Biaya kesehatan yang harus dikeluarkan warga Jakarta ka- rena penyakit ISPA dan penya- kit lainnya akibat pencemaran udara mencapai Rp38,5 triliun. Untuk itu, perlu strategi untuk mengendalikan pencemaran udara, salah satunya melalui uji emisi kendaraan bermo- tor,” ujar Direktur Eksekutif Komite Penghapusan Bensin Bertimbal (KPBB), Ahmad Safrudin, dalam Diskusi Pub- lik bertema Melaksanakan uji emisi di DKI Jakarta, di Gedung Sarinah, Jalan MH Thamrin, Ja- karta Pusat, Rabu (26/3). Menurutnya, pelaksanaan uji emisi di Jakarta sebenarnya sudah memiliki landasan hu- kum yang kuat. “Sebenarnya di DKI peraturan sudah komplit, sudah ada perda dan pergub yang tidak berbenturan de- ngan peraturan yang ada. Tinggal mendorong efektivitas uji emisi itu sendiri,” jelas Ahmad. Ia melanjutkan, koordinasi penerapan hukum penting di- lakukan untuk memastikan uji emisi tidak berjalan setengah- setengah. “Langkah pertama perlu koordinasi penaatan hukum dan razia rutin secara acak di jalan-jalan. Penegakan hukum harus konsisten de- ngan sanksi yang maksimal agar ada efek jera. Di samping itu, perlu juga didorong ke- lengkapan fasilitas uji emisi, seperti kesiapan bengkel uji emisi,” tutur Ahmad. Pihak kepolisian pun me- nyatakan kesiapannya dalam menyokong keberlanjutan program uji emisi di Jakarta. “Saya hanya bisa mendukung karena di satu sisi anggota kita di lapangan juga menghirup udara yang berpolusi. Na- mun, tunggu sistemnya dibe- nahi dulu, baru penegakan hukum. Untuk sementara ini, kita lakukan operasi simpatik dulu dengan sosialisasi karena kualitas udara itu penting, ka- lau nunggu sistem kelamaan,” ujar Kasie Sarana Angkutan Ditlantas Polda Metro Jaya, Kompol Yuli, saat di acara yang sama. Tidak bisa menunggu Kementrian Perhubungan sepakat menangani pence- maran udara dengan lebih baik. “Kerugian akibat karbon- monoksida dan hidrokarbon sangat berdampak pada kese- hatan manusia, saya sepakat menangani ini dengan lebih baik,” ungkap Kasubdit Dam- pak Transportasi Kementerian Perhubungan, Karlo Manik, da- lam kesempatan yang sama. Wacana mengaitkan uji emi- si sebagai syarat perpanjangan STNK dinilai tidak melanggar ketentuan, asal teknis penye- lenggaraannya jelas. “Uji emisi ini sebenarnya merupakan satu kesatuan persyaratan,” ujar Karlo. Saat menanggapi hal itu, Ah- mad Safrudin mengatakan uji emisi kendaraan sebenarnya tidak harus dikaitkan dengan dokumen terkait kepemilikan kendaraan. “Di beberapa ne- gara bagian di Amerika, uji emisi dilakukan dengan razia,” kata Ahmad. (VER/J-2) triyani @mediaindonesia.com PERSOALAN uji emisi kendaraan bermotor di DKI Jakarta sebenarnya bukan barang baru. Pasalnya, Pemerintah Provisi DKI telah membuat Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2005 tentang Pengendalian Pencemaran Udara, yang di dalamnya menyinggung pelaksanaan uji emisi di DKI Jakarta. Kebijakan ini pun sempat berjalan de- ngan dukungan penegakan hukum di lapangan, hingga kemudian di tahun 2010 program ini pun mati suri. Ada apa dan kenapa kebijakan uji emisi di DKI Jakarta tak lagi berjalan? Berikut petikan wawancara Media Indo- nesia Vera Triyani dengan Kepala Subbidang Pengen- dalian Pencemaran Sumber Kegiatan Badan Pengelola Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) DKI Jakarta, Rosa Ambarsari, di Jakarta. Kebijakan pelaksanaan uji emisi di Jakarta sempat berjalan beberapa tahun hingga terhenti di 2010. Ba- gaimana itu bisa terjadi? Uji emisi memang sempat berjalan, tapi dalam perjalanannya kami menemukan berbagai kendala sehingga akhirnya program uji emisi kami hentikan sementara untuk dievaluasi kembali mekanisme yang sesuai. Kendala apa saja yang ditemukan saat menjalankan uji emisi di DKI Jakarta? Dari segi komponen uji emisi, ada beberapa hal yang menjadi bahan evaluasi kami. Pertama, dalam hal bengkel yang menguji emisi, quality control dan peng- awasan terhadap bengkel masih kurang. Di samping itu, belum ada standar baku tentang alat uji emisi dan teknisi pengujinya sendiri. Kami tidak bisa menunjuk suatu lembaga pelatihan sertifikasi teknisi uji emisi. Kami ingin prosedurnya aman. Kemudian, kami juga belum memiliki acuan spesifikasi alat uji emisi yang digunakan dalam program ini. Karena, pengalaman kemarin, jika merek alat uji emisi beda, hasilnya pun akan berbeda. Bengkel satu dengan bengkel lain hasil- nya bisa berbeda. Apakah kurang dukungan stakeholder saat melak- sanakan uji emisi? Stake holder sudah membantu. Misalnya dari kepolisian, dalam kurun 2008-2010, sering merazia emisi kendaraan di beberapa kawasan percontohan di Jakarta. Namun, setelah kami evaluasi, sepertinya dari segi penegakan hukum masih perlu adanya mekanisme baku penerapan tilang bagi pelanggar ketentuan emisi kendaraan. Setelah mengevaluasi dari berbagai aspek, selanjut- nya langkah apa yang dilakukan untuk melanjutkan program uji emisi? Rasanya perlu membuat sistem yang baku tanpa me- ninggalkan komponen-komponen uji emisi ini. Bulan de- pan sudah harus ada laporan ke gubernur untuk berbuat seperti apa. Paling tidak, April sudah ada konsep yang jelas, (J-2) PerluStandarBaku Pelaksanaan UjiEmisi Rp38,5 T untuk Pengobatan ISPA Kadar polusi di Jakarta sudah sangat tinggi. Asap bus, Kopaja, metromini, dan mobil-mobil pribadi yang berumur tua turut meramaikan polusi. Uji emisi sudah seharusnya dilaksanakan. JUMAT, 28 MARET 20148 POLUSIUDARA WAWANCARA
  • 9. AKTIVITAS Gunung Slamet di Jawa Tengah hingga saat ini masih mengeluarkan gempa hembusan dan letusan. Kepala Pusat Data In- formasi dan Humas Badan Nasional Penanggu- langan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho menjelaskan aktivitas Gunung Slamet tidak menunjukkan peningkatan yang signifikan. “Dari hasil pengamatan, ada 10 kali letusan dengan asap berwarna kelabu tebal, tinggi sekitar 300-800 meter, ke arah timur. Gempa hembusan asap sebanyak 75 kali dan status tetap waspada. Masyarakat dilarang melaku- kan aktivitas pada radius 2 kilometer,” ujar Sutopo. Untuk mengantisipasi hal-hal tidak terduga pada Gunung Slamet di Jawa Tengah, Peme- rintah Kabupaten Banyumas dan Kodim 0701 Banyumas menggelar simulasi penanganan bencana erupsi. Pelatihan simulasi dipusatkan di Lapangan Rempoah, Baturraden. Dalam simulasi itu diikuti sekitar 700 warga yang berasal dari desa-desa di lereng selatan Gunung Slamet, terutama Kecamatan Batur- raden. Selain itu, ada 800 petugas berasal dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyumas, TNI, Polri, dan sukarelawan terlibat dalam simulasi yang dipimpin Bupati Banyumas Achmad Husein. Di sekitar lereng Slamet terda- pat 35 desa rawan bencana erupsi. Di Banyuwangi, Jawa Timur, BPBD setempat mulai menyusun rencana mitigasi penanggu- langan bencana erupsi Gunung Raung. “BPBD Banyuwangi mulai menyusun rencana miti- gasi penanggulangan bencana erupsi Gunung Raung dengan melibatkan elemen dari empat kecamatan terdampak,” terang Kepala Seksi Kesiapsiagaan BPBD Banyuwangi, Budiyono. Empat kecamatan yang terdampak ialah Ke- camatan Singojuruh, Songgon, Glenmore, dan Kalibaru. (LD/KH/N-3) FURQON ULYA HIMAWAN G UNUNG Merapi yang berlokasi di perbatasan Yogya- karta, Magelang, Klaten, dan Boyolali tiba-tiba meletusdanmengeluarkanhu- jan kerikil serta debu vulkanis, kemarin, sekitar pukul 13.12 WIB. Padahal, status gunung saat ini masih normal. MenurutSukiman,Koordina- tor Jalin Merapi, hujan kerikil mengguyur tiga kecamatan di tiga kabupaten berbeda. “Dae- rah yang terkena hujan kerikil, yaitu Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten, Kecamatan Musuk Kabupaten Boyolali, keduanyamasukProvinsiJawa Tengah. Dan Kecamatan Cang- kringan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta,” terangnya, kemarin. Sebelum terjadi hujan keri- kil, terdengar suara gemuruh dankepulanasaphitam.Warga yang berada di sekitar lereng Merapilangsungberhamburan keluar dan mencari tempat yang aman. WargaDesaGlagaharjoyang berada di radius 6 kilometer dari puncak Merapi mende- ngar suara gemuruh sangat keras yang disusul hujan abu. Kepala Desa Glagaharjo, Cang- kringan,Sleman,Surotomenje- laskansuaragemuruhmengge- ma tiada henti sampai sekitar 10 menit. “Suara gemuruh itu mirip seperti saat Merapi erupsi pada 2010. Setelah itu, keluar asap dan langsung hu- jankerikil,”kataSurotokepada Media Indonesia, kemarin. Kepanikan akibat erupsi ti- ba-tiba juga dirasakan warga Desa Balerante dan Desa Si- dorejo, Kecamatan Kemalang, Klaten, Jawa Tengah. Warga pun sudah bersiap- siap untuk mengungsi apabila terjadi erupsi susulan karena sebelum hujan kerikil terjadi gempa selama 5 detik. Hujan pasir juga dirasakan warga Bawukan, Dompol, dan Bumi- harjo. Namun, hujan material vulkanis mulai reda sekitar pukul 14.00 WIB. Halsamajugadialamiwarga Dusun Kemiren, Desa Kali- urang, Kecamatan Srumbung, Kabupateb Magelang. Warga langsung berhamburan keluar rumah saat mendengar suara gemuruh yang cukup keras. Petugas Pengamat Pos Merapi Babadan, Kecamatan Dukuh, Kabupaten Magelang, Triyono membenarkan adanya suara gemuruh Merapi. “Tapi secara visual saat ini Merapi masih tertutup kabut,” kata Triyono. Asap hitam Kepala Badan Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPT- KG) Subandrio membenarkan adanya aktivitas Gunung Me- rapiyangtiba-tibameletusdan mengeluarkan hujan kerikil. Data BPPTKG menyebutkan terjadi hembusan asap solvata- radigunungteraktifdiduniaitu pukul 13.12 WIB. Disusul suara gemuruhsekitar5menit.“Asap yang dihembuskan Merapi berwarna hitam pekat dengan ketinggian 1 kilometer. Warna asap hitam karena membawa material vulkanis.” Hembusan asap dan suara gemuruh dirasakan warga sekitarlerengMerapiterutama di kawasan rawan bencana III, di antaranya Desa Glagaharjo. Subandrio belum bisa me- mastikan penyebab asap dan hujan kerikil yang keluar dari puncak Merapi. Namun, ia memperkirakan penyebabnya ialah gempa vulkanis dalam yangterjadibeberapaharilalu. “Status Merapi sampai seka- rang masih normal,” jelasnya. IamengakuiisaatiniGunung Merapi memiliki kecende- rungan baru, yaitu mengelu- arkan asap karena pengaruh gempa tektonik seperti yang terjadi pada Senin (10/3), yang dipengaruhi gempa tektonik di Malang, Jawa Timur pada Minggu (9/3). (JS/TS/N-3) furqon@mediaindonesia.com ANTARA/ANDIKA BETHA MATERIAL MERAPI: Penambang pasir dan batu tradisional beraktivitas di Sungai Apu, lereng utara Gunung Merapi wilayah Selo, Boyolali, Jawa Tengah, kemarin. Gunung Merapi mengeluarkan hembusan yang sempat mengakibatkan hujan material berupa kerikil dan abu tipis di daerah radius kurang lebih 7 kilometer dari puncak. Gunung Merapi Tiba-Tiba Erupsi Asap hitam dan hujan kerikil keluar dari puncak gunung yang menyebabkan warga panik. Warga Mulai Latihan Simulasi JUMAT, 28 MARET 2014 BENCANA 9 Lembaga Penyiaran Publik Televisi Republik Indonesia (LPP TVRI) Laporan Posisi Keuangan Per 31 Desember 2013 (Unaudited) & 31 Desember 2012 (Audited) (dalam jutaan rupiah) 2013 (Unaudited) 2012 (Audited) ASET ASET LANCAR Kas dan Setara Kas 54,360 51,392 Piutang Kerjasama dengan Pihak III - bersih (setelah dikurangi nilai akumulasi penyisihan) 31,216 16,478 Piutang Iklan - bersih (setelah dikurangi nilai akumulasi penyisihan) 5,823 7,214 Piutang Sewa - bersih (setelah dikurangi nilai akumulasi penyisihan) 9,393 21,780 Piutang Lain-lain - bersih (setelah dikurangi nilai akumulasi penyisihan) 1,185 1,030 Persediaan 10,541 8,072 Pajak Dibayar Di Muka 155 207 Uang Muka 54,964 38,831 Beban Dibayar Dimuka 2 - JUMLAH ASET LANCAR 167,639 145,004 ASET TIDAK LANCAR Aset Tetap (setelah dikurangi nilai akumulasi penyusutan) 3,513,607 3,499,858 Aset Lain-lain 10,568 9,451 JUMLAH ASET TIDAK LANCAR 3,524,175 3,509,309 JUMLAH ASET 3,691,814 3,654,313 KEWAJIBAN & EKUITAS KEWAJIBAN KEWAJIBAN JANGKA PENDEK Utang Pajak 7,728 4,037 Utang Rekanan 96,238 87,923 Biaya Yang Masih Harus Dibayar 8,342 6,732 Utang Satelit 10,632 45,212 Utang PLN - 5 Utang Lain-lain Pihak III 595 942 JUMLAH KEWAJIBAN JANGKA PENDEK 123,535 144,851 KEWAJIBAN JANGKA PANJANG Penerimaan Diterima Dimuka 10,939 3,453 Kewajiban Pajak Tangguhan (49,830) (52,534) Kewajiban Pajak SKP 34,684 35,890 Hutang Kredit Kepemilikan Rumah/Leasing Kendaraan - 4 JUMLAH KEWAJIBAN JANGKA PANJANG (4,207) (13,187) EKUITAS 3,572,486 3,522,649 JUMLAH KEWAJIBAN & EKUITAS 3,691,814 3,654,313 Lembaga Penyiaran Publik Televisi Republik Indonesia (LPP TVRI) Laporan Perhitungan Penerimaan & Biaya Untuk Tahun Yang Berakhir 31 Desember 2013 (Unaudited) & 31 Desember 2012 (Audited) (dalam jutaan rupiah) 2013 (Unaudited) 2012 (Audited) PENERIMAAN OPERASIONAL APBN 675,501 655,549 Penerimaan Iklan 30,205 33,649 Penerimaan Kerjasama Dengan Pihak III 128,865 106,169 Penerimaan Sewa Peralatan Tehnik 58,154 24,319 Penerimaan Iuran Penyiaran - - Penerimaan Operasional Lainnya 937 1,016 JUMLAH PENERIMAAN OPERASIONAL 893,662 820,702 BIAYA OPERASIONAL Biaya Siaran 306,395 331,434 Biaya Pegawai 341,526 309,817 Biaya Kantor 80,240 69,117 Biaya Umum 34,549 30,445 Biaya Pemeliharaan 60,235 54,116 Biaya Penyisihan Piutang Ragu-ragu 2,720 3,400 Biaya Penyusutan 166,281 57,524 Biaya Pemasaran 1,724 2,648 Biaya Promosi & Humas 1,655 769 Biaya Litbang & Diklat 8,264 4,502 JUMLAH BIAYA OPERASIONAL 1,003,589 863,772 SURPLUS (DEFISIT) OPERASIONAL (109,927) (43,070) PENERIMAAN NON OPERASIONAL 8,638 12,287 BIAYA NON OPERASIONAL 13,619 10,434 SURPLUS (DEFISIT) NON OPERASIONAL (4,981) 1,853 SURPLUS (DEFISIT) - SEBELUM PAJAK (114,908) (41,217) TAKSIRAN BEBAN (PENDAPATAN) PAJAK PENGHASILAN Beban (Manfaat) Pajak Kini - - Beban (Pendapatan) Pajak Tangguhan 2,704 (38,218) TAKSIRAN BEBAN PAJAK PENGHASILAN 2,704 (38,218) SURPLUS (DEFISIT) BERSIH -TAHUN BERJALAN (117,612) (2,999) Lembaga Penyiaran Publik Televisi Republik Indonesia (LPP TVRI) Laporan Perubahan Kekayaan Bersih Untuk Tahun Yang Berakhir 31 Desember 2013 (Unaudited) & 31 Desember 2012 (Audited) (dalam jutaan rupiah) Kekayaan Awal Dana APBN untuk Dana APBN untuk Saldo Jumlah LPP TVRI Pembayaran Hutang Pembelian Aset Tetap Surplus (Defisit) Saldo Per 1 Januari 2012 3,462,224 431,563 179,239 (720,798) 3,352,228 Penyesuaian : Defisit tahun berjalan - - (2,999) (2,999) Dana APBN untuk Pembelian Aset Tetap - - 56,883 - 56,883 Dana APBN untuk Pembayaran Hutang - - - - - Kekayaan Awal LPP TVRI 359,087 - - - 359,087 Koreksi Laba Rugi Tahun Lalu - - - (242,551) (242,551) Saldo Per 31 Desember 2012 3,821,311 431,563 236,122 (966,348) 3,522,648 Saldo Per 1 Januari 2013 3,821,311 431,563 236,122 (966,348) 3,522,648 Penyesuaian : Defisit tahun berjalan - - - (117,612) (117,612) Dana APBN untuk Pembelian Aset Tetap - - 95,643 - 95,643 Dana APBN untuk Pembayaran Hutang - 3,787 - - 3,787 Kekayaan Awal LPP TVRI 21,230 - - - 21,230 Koreksi Laba Rugi Tahun Lalu - - - 46,790 46,790 Saldo Per 31 Desember 2013 3,842,541 435,350 331,765 (1,037,170) 3,572,486 Catatan : 1. Penyajian Laporan Keuangan ini disusun sesuai dengan UU No.32 Tahun 2002 tentang Penyiaran, Peraturan Pemerintah nomor : 11 tahun 2005 tentang Penyelenggaraan Penyiaran Publik, dan Peraturan Pemerintah nomor: 13 tahun 2005 tentang Lembaga Penyiaran Publik Televisi Republik Indonesia.” 2. Laporan Keuangan LPP TVRI per 31 Desember 2012 telah diaudit oleh Badan Pemeriksa Keuangan RI dengan pendapat wajar dengan pengecualian sesuai dengan surat nomor: 68/S/V-XVI/06/2013 tanggal 24 Juni 2013 perihal Hasil Pemeriksaan atas Laporan Keuangan LPP TVRI Tahun 2012.” Iskandar Achmad Direktur Utama Aji H Erawan PLT. Direktur Keuangan
  • 10. JUMAT, 28 MARET 2014NUSANTARA10 FERDINAND S TABILITAS harga cabai rawit baik di tingkat petani, pengepul, maupun pedagang di pasar akan dijaga. Untuk itu, produksi cabai rawit akan terus ditingkatkan. “Acara panen cabai di Tlogolele ini bukti ke- seriusan pemerintah meningkatkan produksi cabai rawit,” ungkap Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi saat menghadiri acara panen cabai di Kabupaten Boyolali, Jawa Te- ngah, kemarin. MenteriPerdagangan(Mendag)Muhammad Lutfi hadir dalam acara panen cabai di Desa Tlogolele, Kecamatan Selo, tersebut bersama Menteri Pertanian Suswono. Menurut Mendag, kenaikan harga cabai rawit merah disebabkan minimnya pasokan dari daerah sentra produksi ke pasar induk seperti Kramat Jati, Jakarta. Saat ini, pasokan dari daerah itu hanya mencapai sekitar 3% atau 3 ton per hari dari total pasokan normal mencapai yang mencapai 6%. Pemerintah, menurut Mendag, berupaya menjaga stabilitas harga dan ketersediaan ca- bai karena harga cabai sering bergejolak dan memberi andil besar terhadap laju inflasi. Karena itu, kecukupan pasokan ke pasar harus terjaga kontinuitasnya guna menjaga tingkat margin yang wajar bagi petani dan stabilitas harga di tingkat konsumen. Mendagmenjelaskanmasyarakatyanglebih memilih cabai segar secara tidak langsung memberikan pengaruh terhadap tingginya permintaan dan elastisitas harga cabai. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) dalam dua bulan terakhir, baik cabai rawit maupun merah memberikan andil sig- nifikan terhadap inflasi. Pada Januari 2014, cabai rawit dan merah masing-masing memberikan andil inflasi se- besar 0,02% dan 0,08%, sedangkan Februari sebesar 0,03% dan 0,10%. Menurut Mendag, harga rata-rata nasional untuk cabai merah biasa dan keriting saat ini, jika dibandingkan dengan sepekan sebelum- nya, relatif stabil. Harga cabai merah keriting turun sekitar 5,16% atau menjadi Rp23.838 per kilogram, sedangkan cabai merah biasa hanya naik 0,78% atau menjadi Rp26.101 per kg. Namun, lanjut Mendag, pada periode yang sama, khusus cabai rawit merah mengalami kenaikan sebesar 9,6% dan merah biasa 0,10%. Menurut Mendag, sebagai gambaran, daerah sentra pemasok ke Pasar Induk Kramat Jati saat ini hanya berasal dari Magelang, Rem- bang, dan Wonosobo, Jawa Tengah. Sementara itu, tidak ada pasokan cabai dari Blitar, Kediri, Jember, Jawa Timur, yang selama ini menjadi daerah pemasok utama Pasar Kramat Jati. Tanam cabai Di sisi lain, Menteri Pertanian Suswono mengajak para petani mencanangkan untuk menanam cabai agar produksinya melimpah dan mampu mencukupi kebutuhan masyara- kat sehingga harga di pasar bisa terkendali. “Pencanangan tanam cabai kepada para petani agar produksinya mampu mencukupi kebutuhan masyarakat sehingga Indonesia tidak perlu impor,” kata Suswono. Menteri Pertanian menjelaskan alasan petani tetap miskin karena mereka rata-rata hanya memiliki lahan sekitar 0,3 hektare se- hingga hasil produksinya tidak efisien. Pada- hal, areal lahan pertanian jika dibandingkan dengan Negara Jerman, misalnya rata-rata memiliki mencapai 40 hektare. “Bahkan, di negara tetangga kita, yakni Thai- land, setiap petani rata-rata memiliki 4 hektare sehingga mereka meningkat kesejahteraan- nya,” ucapnya. Menurut Suswono, jika petani bisa efisien dan memiliki produksi yang lebih baik, me- reka rata-rata harus memiliki lahan sekitar 3 hektare setiap orang. (WJ/Ant/N-1) ferdinan@mediaindonesia.com Kecukupan pasokan ke pasar harus terjaga kontinuitasnya guna menjaga tingkat margin dan stabilitas harga. Produksi Cabai akanDitingkatkan PRESIDEN Susilo Bambang Yudhoyono meresmikan pengoperasian Bandara In- ternasional Kualanamu di Kabupaten Deli Serdang, Sumatra Utara, kemarin. Di lokasi yang sama, Kepala Negara secara simbolis juga meresmikan lima proyek dan bandara lain, yakni Terminal Bandara Sultan Syarif Kasim II di Pekanbaru, Riau, terminal pe- numpang Bandara Raja Haji Fisabilillah di Tanjungpinang, Kepulauan Riau, Bandara Muara Bungo di Jambi, Pekon Serai di Lampung Barat, dan Pagar Alam di Lahat, Sumatra Selatan. Proyek lain yang diresmikan ialah Geopark Kaldera Toba. Lokasi itu ditetap- kansebagaitamanbumikalderaterbesardi dunia, yang juga sudah masuk daftar Global Geopark Network UNESCO. Presiden mengungkapkan sektor trans- portasisangatpentinguntukmeningkatkan konektivitas wilayah. “Itu sangat penting untuk meningkatkan kemampuan ekonomi dan memenuhi kebutuhan warga.” Kualanamu menggantikan Bandara Po- lonia yang dinilai sudah tidak layak seba- gai bandara internasional. Pembangunan bandara seluas 1.365 hektare itu sempat terkendala karena anggaran dari pemerin- tah pusat tersendat. Dana yang dikucurkan untuk pembangunannya mencapai Rp5,59 triliun, berasal dari APBN sebesar Rp3,39 triliun dan PT Angkasa Pura Rp2,2 triliun. Guna mendukung kelancaran transpor- tasi menuju bandara, pemerintah pusat su- dah membangun jalur transportasi kereta api dari Medan ke Kualanamu. Dengan begitu, Kualanamu menjadi satu-satunya bandara di Indonesia yang terkoneksi de- ngan moda kereta api. Selain itu, saat ini sedang dibangun jalan tol dari Medan ke Kualanamu dengan pan- jang 18 kilometer. Pembangunan tol itu dimodali swasta, yakni konsorsium PT Hu- tamaKaryadanduaperusahaankontraktor asal Tiongkok dengan biaya Rp1,5 triliun. “Bandara Kualanamu sudah melayani 205 penerbangan per hari yang dioperasi- kan 14 maskapai. Sejak Juli 2013 hingga Desember 2013 jumlah penumpang men- capai 8,05 juta orang,” ungkap Dirut PT Angkasa Pura II Tri S Sunoko. (PS/N-2) Presiden Resmikan Bandara Kualanamu ANTARA/ANDIKA BETHA PANEN CABAI: Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi (kanan) dan Menteri Pertanian Suswono menunjukkan cabai merah saat panen raya cabai di lereng utara Gunung Merapi, Desa Tlogolele, Selo, Boyolali, Jawa Tengah, kemarin. Muhammad Lutfi dan Suswono juga menyempatkan diri berdialog dengan para petani. ”Agar produksi cabai mampu mencukupi kebutuhan masyarakat, sehingga Indonesia tidak perlu impor.” Suswono Menteri Pertanian MENTERI Koordinator Bidang Perekono- mian Hatta Rajasa berjanji akan menjadikan ProvinsiMaluku,terutamaKabupatenMaluku Tenggara, sebagai pusat unggulan budi daya rumput laut. “Saya akan masukkan ini sebagai program saya, agar bisa menempatkan daerah ini seba- gaipusatunggulanrumputlaut,”ungkapHatta Rajasa seusai melakukan panen raya rumput laut di Desa Levtuan, Kecamatan Kei Kecil, Ka- bupaten Maluku Tenggara, kemarin. Menurut Hatta, ia bakal segera mengadakan rapatkoordinasidenganMenteriPerindustrian dan Menteri Kelautan dan Perikanan guna mengupayakan secepat mungkin meningkat- kan konektivitas dan industri hilir sehingga nilai tambah bisa ditingkatkan. “Supaya ekosistem berbasis kelautan ini benar-benar didukung penuh dan dijadikan sebagai ung- gulan,” ujarnya. MenurutMenkoPerekonomian,penghasilan nelayan rumput laut rata-rata per bulan men- capai Rp5 juta. Dengan demikian, pemerintah harus berusaha keras menjaga pendapatan masyarakat tersebut. Hatta menyebutkan pemerintah terus beru- paya meningkatkan produktivitas melalui pendekatan teknologi dan penyediaan bibit unggul. “Dengan demikian, nilai tambah in- dustri olahan berbasis rumput laut bisa terus ditingkatkan,” ujar politikus PAN itu. Kemarin, Menko Perekonomian juga me- ninjaulangsungpabrikpengolahanteri,pabrik surimi, dan sejumlah fasilitas yang dimiliki PT MTJ.Padakesempatantersebut,Hattajugaber- tatap muka dan berbincang-bincang dengan para nelayan, yang mengakui keberadaan PT MTJ di Kota Tual sangat menguntungkan para nelayankarenamerekabisalangsungmenjual ikan hasil tangkapan ke perusahaan. “Kami bersyukur dengan keberadaan perusahaan ini (PT MTJ) karena berapa pun banyaknya ikan yang kami dapatkan, perusa- haanpastimembelinya,”ungkapJaelani,salah seorang nelayan setempat. Para nelayan juga mengatakan dengan ada- nya kerja sama tersebut, PT MTJ telah menjadi bapak angkat bagi mereka. Salah satu bukti kerja sama tersebut ialah pembuatan bagan apung berukuran 50 x 50 meter. (HJ/N-1) Maluku Jadi Unggulan Rumput Laut Nasional
  • 11. M AHKAMAHKonstitusimengabul- kan uji materi yang diajukan 6 warga korban semburan lumpur Lapindo, Rabu (26/3). Hakim mahkamah meminta pemerintah mendesak PT Mina- rak Lapindo Jaya melunasi ganti rugi yang belumberesdiarealpetaterdampak,yang tidak juga kelar sejak 8 tahun lalu. Dalam menanggapi keputusan itu, Pem- prov Jawa Timur berjanji akan mengawal hingga tuntas seluruh proses pembayaran ganti rugi terhadap korban lumpur. “Me- rekaadalahmasyarakatJawaTimur.Kami akanmengawalnyasampaituntas,sampai benar-benar ganti rugi dibayarkan sesuai amanat keputusan MK,” kata Gubernur Jatim Soekarwo di Surabaya, kemarin. PengawalanjugaakandilakukanBadan PenanggulanganLumpurSidoarjosebagai wakil pemerintah. Selama ini, badan itu banyak berperan dalam masalah penang- gulangan dampak semburan. Soekarwomengakuisinyalpembayaran memangbelumdiperlihatkanPTMinarak. Namun, ia optimistis perusahaan akan membayarnya. “Optimisyaoptimiskarenasudahdidok. Cumaduwetegorongonok(uangnyabelum ada),” ujarnya. Keenamwargayangmengajukangugat- an adalah Siti Askabul Maimanah, Rini Arti, Sungkono, Dwi Cahyani, Tan Lanny Setyawati, dan Marcus Johny Ranny. Me- reka berasal dari Desa Jatirejo, Siring, Ke- dungbendo,danRenokenongo,Kecamatan Porong. Mereka adalah korban semburan lumpur pertama. Mantan bos kelompok Bakrie, Aburizal Bakrie, di sela kampanyenya di Malang menanggapi enteng keputusan MK itu. “Daridulu,memangtidakpernahadagan- ti rugi, yang ada adalah jual beli. Putusan MK itu sudah benar.” Ia mengaku sepakat bahwa PT Minarak berkewajiban membayar sesuai harga tanah dan bangunan di peta terdampak. Adapun di luar peta terdampak menjadi tanggung jawab pemerintah. (FL/BN/N-2) PEMBUATAN KAPAL IKAN: Pekerja menyelesaikan proses pembuatan kapal nelayan di Desa Karangsong, Indramayu, Jawa Barat, kemarin. Sulit dan mahalnya memperoleh kayu merupakan kendala utama pembuatan kapal berkapasitas sekitar 30 gros ton tersebut, yang memakan waktu 3-6 bulan dengan biaya Rp1 miliar-Rp3 miliar. ANTARA/DEDHEZ ANGGARA PemprovKawalGanti RugiKorbanLumpur SURABAYA, JAWA TIMUR DanaPerayaanHUT Dipertanyakan RSHSPerketat Keamanan PERAYAAN HUT Kabupaten Simalungun, Suma- tra Utara, yang menghabiskan dana hingga Rp2,8 miliar diprotes warga. Bahkan, anggota DPRD Bernhard Damanik berencana mendesak Ketua DPRD memanggil Bupati JR Saragih untuk menjelaskannya. “BupatitidakpernahmengajarDPRDberkoor- dinasisoalpenyelenggaraanpestaHUT.Perayaan ini juga aneh karena digelar 24 Maret, padahal hari jadi kabupaten Simalungun jatuh pada 11 April,” papar Bernhard. Ia menambahkan, soal asal dana yang digulir- kan untuk kegiatan itu, Ketua DPRD mengaku tidak tahu. “Saya akan mendesak ketua untuk memanggil bupati guna menjelaskan masalah ini.” Di sisi lain, seorang kepala unit mengaku diharuskan menyetor dana Rp6 juta untuk menyumbang panitia. “Tarikan pun dilakukan kepala dinas, yang mewajibkan semua pegawai menyumbang Rp150 ribu per orang.” (DK/N-2) PELAKU penculikan bayi di RS Hasan Sadikin, Bandung,sampaikemarin,belumterlacak.Tidak inginkecolonganlagi,manajemenrumahsakitru- jukandiJawaBaratitumengetatkankeamanandi semua ruangan, khususnya ruangan Alamanda, lokasi penculikan terjadi. “Ada pengerahan anggota dari Polrestabes Bandung, Polda Jabar, dan polsek, untuk ikut memperketat pengawasan di RSHS. Untuk mem- buru pelaku, kami juga sudah membentuk tiga tim,” papar Kapolrestabes Bandung Komisaris Besar Mashudi, kemarin. Humas RSHS Nurul Wulandhani mengakui manajemen juga memperketat pengamanan sesuai aturan yang ada. “Jam besuk pengunjung dibatasidanmerekamendapatkankartuidentitas setelahdidatadanmeninggalkanKTP.Dokterdan tim medis pun juga diperiksa secara ketat.” Penculikan menimpa anak pasangan Toni Manurung, 26, dan Lasmaria Boru Manulang, 24, yang baru dilahirkan Selasa (25/3). (EM/N-2) SIMALUNGUN, SUMUT BANDUNG, JAWA BARAT Nyepi,TolDitutupTotal JALAN Tol Bali Mandara akan ditutup selama 34 jam saat perayaan Hari Raya Nyepi. Penutupan dilakukan mulai Minggu (30/3) mulai pukul 22.00 Wita hingga Selasa (1/4) pukul 08.00 Wita. “Kami akan memberlakukan kebijakan tutup selama 34 jam secara total. Tidak ada istilah buka untuk kepentingan apa pun karena akses jalur lain di hari itu pasti lancar,” kata Dirut Jasa Marga Bali Akhmad Tito Karim, di Denpasar, kemarin. Ia mengakui penutupan itu membuat perusahaan kehilangan potensi pendapatan sekitar Rp275 juta. (OL/N-2) KPKPeriksaSuswono KUNJUNGAN kerja Menteri Pertanian Suswono di Jawa Tengah tidak berjalan mulus. Rabu (26/3) malam, ia merelakan untuk meladeni tim dari KPK yang memeriksanya dalam kasus pengadaan Sistem Komunikasi Radio Terpadu di Kementerian Kehutanan, dengan tersangka Anggoro Wijoyo. Pemeriksaan digelar di Kantor Polres Tegal. Saat proyek tersebut digelar, politikus PKS itu anggota DPR. “Saya diperiksa sebagai saksi, karena saat itu saya wakil ketua Komisi IV,” tandas pria asal Tegal itu. Kala itu, ia mengaku mendapat sejumlah titipan berupa uang. (JI/N-2) RokokLintingTersisihkan SEJAK 2008, pangsa pasar dan ruang gerak industri sigaret keretek tangan (SKT) atau rokok keretek linting terus melemah. Yang terparah terjadi pada 2013, saat pertumbuhan ekonomi melambat akibat tingginya angka inflasi karena kenaikan berbagai harga bahan pokok. “Kami juga makin terdesak karena minimnya insentif dari pemerintah, khususnya menyangkut kebijakan cukai untuk produk SKT. Karena itu, kami meminta pemerintah mengambil langkah serius untuk menyelamatkan industri SKT,” kata Ketua Harian Forum Masyarakat Industri Rokok Indonesia (Formasi) di Malang, Jawa Timur, kemarin. SKT adalah warisan produk asli Indonesia yang merupakan industri padat karya. (BN/N-2) PULAU KE PULAU JUMAT, 28 MARET 2014 TANAH AIR 11
  • 12. Wariskan Fondasi yang Kuat IRENE HARTY K EBIJAKAN-KEBIJAKAN ekonomi di bawah kepemimpinan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Boediono pada periode 2009-2014 dari tataran makro dinilai cukup sukses. Terbukti nilai utang dalam batas aman, inflasi rendah, nilai tukar rupiah menguat, dan kestabilan ekonomi nasional terjaga pascakrisis global, beberapa waktu lalu. Peneliti Pusat Penelitian Ekonomi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Latif Adam menjelaskan, nilai utang Indonesia yang masih dalam batas aman menurut Latif dapat dilihat dari cadangan devisa negara. “Cadangan devisa yang masih cukup untuk bayar utang dan belanja impor dalam waktu 5 hingga 6 bulan termasuk aman. Yang tidak aman itu kalau dalam tiga bulan tidak dapat bayar,” papar Latif kepada Media Indonesia di Jakarta, Kamis (27/3). Selain dapat dilihat dari cadangan devisa, sambungnya, nilai utang dalam batas aman juga dapat dilihat dari rasio utang dengan penerimaan ekspor. Indonesia menurutnya masih di bawah 30% untuk rasio utang dengan penerimaan ekspor. Adapun untuk inflasi yang rendah, Latief mengatakan nilai tersebut lantaran alokasi subsidi bahan bakar minyak (BBM) terus diperbesar hingga Rp200 triliun. “Ke depan, inflasi yang rendah tidak bagus juga. Sudah sepantasnya alokasi subsidi BBM dikurangi,” ucapnya. Adapun untuk nilai tukar rupiah yang cenderung menguat akhir- akhir ini, Latif melihat itu sebagai suatu kemajuan. “Namun, masih perlu terus diawasi karena nilai tukar rupiah cenderung rentan,” sergahnya. Agar ekonomi nasional stabil saat krisis global, Latif memandang hal itu sebagai pengecualian berkat rasio ekspor Indonesia di sektor perdagangan dunia baru mencapai 60%. “Negara kita kurang bergaul dengan perekonomian global, jadi mau ada krisis atau tidak pun kita tidak apa-apa karena risiko minim,” ungkapnya. Lebih bersinergi Latif mengharapkan kepemimpinan pemerintahan yang baru nanti akan mampu menaikkan rasio ekspor Indonesia hingga 90% meski dengan risiko yang lebih tinggi. “Pertumbuhan ekonomi nasional kita 4%-6% saja, kalau mau 8% atau dua digit harus disiapkan dengan manajemen yang baik,” sarannya. Alumnus lulusan Queensland University itu mencontohkan, Singapura yang meskipun saat krisis global kemarin goyah dengan rasio ekspor besar, ia mampu mengatasi ketertinggalannya. “Meskipun risiko tinggi akan ada pengembalian yang tinggi,” pungkasnya. Kebijakan makro yang cukup baik ini sebaiknya diimbangi dengan kemajuan dalam membuat kebijakan sektoral. “Butuh sinergi yang lebih kuat lagi antara kebijakan makro dan mikro,” tandas Latif. Sementara itu, dia juga mengungkapkan keberhasilan ekonomi sebaiknya tidak hanya pada tataran kontrol. Tetapi dapat dioptimalkan pada sektor-sektor pertanian dan industri agar dapat dirasakan langsung hasilnya kepada rakyat. “Harus lebih berkomitmen pada kebijakan-kebijakan yang telah dibuat,” tandasnya. Setali tiga uang, pengamat ekonomi Fauzi Ikhsan juga mengingatkan hal yang sama. Ia mencontohkan paket kebijakan yang diumumkan oleh Menteri Koordinasi Bidang Perekonomian, Hatta Rajasa, beberapa waktu lalu. Paket itu meliputi upaya mendorong ekspor, konvensi bahan bakar minyak menjadi biodiesel, penetapan pajak barang mewah lebih tinggi, dan percepatan investasi. Ia menyatakan, ekspor Indonesia selama ini malah menurun tajam karena komoditas juga menurun. Adapun realisasi penerapan untuk pajak atau pembiayaan, tambahnya, dianggap berdampak minim. Untuk konvensi BBM ke biodiesel sendiri, kebijakan tersebut dianggap belumlah efektif selama harga BBM bersubsidi belum dinaikkan. “Karena defisit APBN (anggaran pendapatan dan belanja negara) batasnya di undang-undang kan 3%, kalau semua terserap ke subsidi BBM, bisa lewat batas itu dan timbul banyak masalah,” kata Fauzi yang juga ekonom Bank Standard Chartered itu. Secara keseluruhan, Fauzi menyatakan, SBY yang telah memimpin selama dua periode berhasil menjaga kestabilan politik dalam sembilan tahun terakhir. Dengan modal tersebut, di kepemimpinan selanjutnya semestinya Indonesia bisa lepas landas menjadi negara makmur dan sejahtera seperti yang diimpikan. (S-5) irene@mediaindonesia.com Kebijakan makro yang cukup baik saat ini sebaiknya diimbangi dengan kebijakan mikro yang mumpuni dengan terobosan kebijakan yang mangkus. “Pertumbuhan ekonomi nasional kita 4%-6% saja, kalau mau 8% atau dua digit harus disiapkan dengan manajemen yang baik.” Latif Adam Peneliti Pusat Penelitian Ekonomi LIPI JUMAT, 28 MARET 2014 KINERJA PEMERINTAHAN 13 D I tengah arus informasi dan perkembangan teknologi informasi, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menyediakan media center untuk kegiatan Multilateral Naval Excercise Komodo 2014 yang diselenggarakan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL). Acara itu berlangsung pada 28-31 Maret di beberapa wilayah di Kepulauan Riau, yakni Kota Batam, Kepulauan Anambas, serta Kepualauan Natuna. Kegiatan yang direncanakan akan dihadiri Presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu melibatkan berbagai negara. Adapun negara yang ikut serta di antaranya negara ASEAN, Amerika Serikat, Rusia, Tiongkok, India, Jepang, Korea Selatan, Selandia Baru, dan Australia ikut terlibat. Mengingat hal itu, peran media center amat penting sebagai simpul pusat pelayanan informasi sekaligus komunikasi publik untuk mengomunikasikan kebijakan publik yang lahir dari kegiatan tersebut nantinya. “Sehingga kebijakan itu nantinya dapat dipahami dan didukung oleh para stakeholder dan shareholder yang kemudian memberikan kontribusi terhadap peningkatan partisipasi publik dalam penanggulangan bencana,” ungkap Sadjan, Direktur Pengelolaan Media Publik Kominfo, dalam rilis yang dikirim ke redaksi, beberapa waktu lalu. Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik, melalui Direktorat Pengelolaan Media Publik, menyelenggarakan media center tersebut bagi para jurnalis, fotografer, dan juru kamera baik dari media cetak, online, dan elektonik untuk mendukung kegiatan Multilateral Naval Excercise Komodo 2014. Media Center utama terdiri dari front o ce, press release, data base foto, website, internet dan telekomunikasi dan ruang jumpa pers berlokasi di Ruang Dahlia, Swiss Bell Hotel, Batam, Kepulauan Riau yang akan beroperasi setiap harinya sejak pukul 08.00- 19.00 WIB. Perangkat pendukung Media Center terdiri dari 15 unit PC, internet (Wi ), telepon/ fax, printer, sound system, stop contact, dan backdrop. Koordinasi dan survei Sebelum pengadaan media center, lanjut Sadjan, pihaknya telah melakukan koordinasi dan survei dengan mengundang beberapa instansi terkait. Perwakilan dari Komando Armada RI Kawasan Barat, PT Telkom, PT Telkomsel, PT Indosat, PT XL, Ditjen Aptika, Ditjen PPI, Ditjen SDPPI, Kepala Dinas Pariwisata Kota Batam, dan sejumlah media lokal turut diundang. Setelah ditelusuri lebih lanjut, permasalahan yang terjadi ialah jaringan sinyal komunikasi yang kurang baik akibat kendala operasional menara BTS Telinfo Tuntas. Dari 10 menara BTS Telinfo Tuntas yang dibantu oleh Kementerian Kominfo masih mengalami kendala terhadap operasionalisasi. “Selain itu masuknya signal Sintel dari negara tetangga sehingga menganggu dalam pelaksanaan kegiatan,” ujar Sadjan. Untungnya, sambung Sadjan, PT Telkom Batam dan Telkomsel siap mendukung penuh kegiatan itu. Di antaranya memberi bantuan penguatan sinyal di Anambas dan Natuna, pemasangan bandwith, dan jaringan dan perangkat internet, telepon, dan faksimili di media center. Multilateral Naval Excercise Komodo merupakan kegiatan yang dilaksanakan sebagai latihan gabungan serta kerja sama penanggulangan bencana dalam situasi tanggap darurat dengan skala internasional. Dasar kegiatan multilateral Naval Excercise Komodo 2014 adalah kajian ilmiah tentang perubahan iklim global yang berpotensi menimbulkan bencana alam dalam skala besar. Pengalaman seperti bencana alam tsunami pada 2004 di Aceh, membutuhkan kehadiran, keterlibatan dan bantuan internasional serta penanganan dan koordinasi yang terpadu dari berbagai pihak. Penanggulangan bencana alam, khususnya yang terjadi di wilayah kelautan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), perlu adanya kerja sama internasional sehingga dibutuhkan latihan guna menyamakan persepsi dan prosedur. Oleh karena itu, TNI AL mewadahi kepentingan tersebut dalam suatu latihan bersama dengan sandi KOMODO 2014 dalam kegiatan Multirateral Naval Excercise Komodo 2014, serta mengambil tema utama ‘Corperation for Stability’. Kegiatan Multilateral Naval Exercise Komodo 2014 baru pertama kalinya digelar di dunia. Itu merupakan kegiatan bakti sosial dan bakti kesehatan. Dalam rangkaian acara itu ada skenario terjadi ledakan kapal di Anambas dan Natuna yang mengakibatkan rusaknya platform perusahaan kilang minyak di Anoa. Penyediaan media center untuk kegiatan Multilateral Naval Excercise Komodo 2014 itu merupakan rangkaian dari penyediaan media center untuk kegiatan Mentawai Megathrust Disaster Exercise (MMDirex) 2014 di PT Semen Padang Indarung, Sumatra Barat pada 21 Maret lalu. Menurut Sadjan, tugas media center itu di antaranya membuat rilis media, membuat analisa berita dari media online, menggelar jumpa wartawan. “Selain itu membuat notulen pada rapat-rapat koordinasi harian.” Untuk melancarkan kegiatan itu, Kominfo mendapat dukungan dari PT Telkok dan PT Telkomsel. Namun, fungsi media center sempat terhambat akibat tenda media center bocor akibat hujat deras. (Irm/S-25) MultilateralNavalExcerciseKomodo2014 KOMINFO IKUT SUKSESKAN GELARAN FOTO-FOTO: DOK KOMINFO Perangkat pc di dalam Media Center.Kesibukan peserta di CPX/TTX MM direx 2014.
  • 13. JUMAT, 28 MARET 2014KINERJA PEMERINTAHAN14 Implementasi UU Perindustrian ANSHAR DWI WIBOWO D ALAM hitungan bulan, era kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan berakhir. Selama dua periode Kabinet Indonesi Bersatu, sejumlah figur dari partai ataupun nonpartai diberi mandat untuk mengawal program- program yang sudah direncanakan internal kementerian. Selain itu, mereka juga dituntut untuk berkontribusi membawa gebrakan baru yang bisa meningkatkan kinerja kementerian dan sektor-sektor yang menjadi lingkung tanggung jawab pengembangannya. Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian Ansari Bukhari mengungkapkan, Undang- Undang Perindustrian yang telah digodok sekitar 10 tahun akhirnya bisa diparipurnakan pada era kepemimpinan Menteri Perindustrian MS Hidayat, awal tahun ini. UU Nomor 3 Tahun 2014 itu jelas merupakan sebuah pencapaian yang besar. “Satu hal yang kita rancang 10 tahun lalu (UU Perindustrian) bisa kita wujudkan. Dari aspek regulasi kita sudah selesaikan,” ujar Ansari saat ditemui di ruang kerjanya, di Jakarta, Rabu (26/3). UU Perindustrian yang baru menggantikan UU Nomor 5/1984 yang telah berusia 30 tahun. Menurut Ansari, UU baru itu diyakini akan bisa membawa pertumbuhan industri ke arah lebih baik dan lebih terintegrasi. Pasalnya, pengembangan dan kebijakan industri akan lebih terarah. Salah satunya melalui Rencana Induk Pembangunan Industri Nasional (RIPIN). RIPIN disusun untuk jangka 20 tahun dan dapat ditinjau kembali setiap lima tahun. Adapun penyusunan RIPIN memperhatikan potensi sumber daya industri, budaya industri, dan kearifan lokal yang tumbuh di masyarakat, serta potensi dan perkembangan sosial ekonomi wilayah. Selain itu, perkembangan industri dan bisnis serta perkembangan lingkungan strategis baik nasional maupun internasional juga diperhatikan. Ansari menambahkan, RIPIN juga akan berfungsi sebagai acuan bagi kepala daerah dalam menyusun rencana pembangunan industri daerah. Ketentuan baru yang termuat dalam UU Perindustrian ialah provinsi dan kabupaten/ kota diharuskan membuat rencana pembangunan industri daerah. Melalui rumusan pengembangan industri nasional, Kemenperin menargetkan pertumbuhan industri sebesar dua digit dapat digapai pada 2020. Meski begitu, upaya ini harus ditopang dengan penyediaan bahan baku di dalam negeri, sumber daya manusia (SDM), pembangunan infrastruktur, dan pembiayaan yang murah bagi dunia industri. “Di sinilah tantangannya,” cetus Ansari. Lebih lanjut ia menjelaskan, pemerintahan yang baru nantinya harus bisa mengimplementasikan UU Perindustrian. “Sekarang bagaiamana 16 PP (peraturan pemerintah), 5 perpres (peraturan presiden), dan 15 peraturan menteri bisa dikeluarkan. Jika itu betul-betul dipegang, kita yakin pertumbuhan industri yang minimal dua digit bisa dikejar. Bagi saya, sangat penting bagaimana UU ini bisa diimplementasikan,” tuturnya. Ansari mengklaim, kementeriannya telah berhasil menjalankan program-program dengan baik. Hal itu bisa dilihat dari upaya merevitalisasi industri yang terkena dampak krisis pada 2008. “Antara lain revitalisasi industri tekstil, industri gula, dan industri baja. Pokoknya industri yang banyak terkena dampak. Kita fokus bagaimana mengembalikan kinerja mereka sehingga pada waktu itu industri kembali tumbuh.” Selain itu, Kemenperin juga berusaha mendorong nilai tambah di dalam negeri melalui hilirisasi di berbagai sektor seperti industri agro maupun mineral dan batu bara yang tertuang dalam UU Minerba Nomor 4 Tahun 2009. Dorongan juga diberikan untuk lebih banyak menangkap investasi. Salah satunya melalui pemberian insentif tax holiday kepada para investor. “Itu kan enggak ada selama ini (tax holiday). Baru ada di zaman Pak Hidayat dan itu juga perlu berjuang 1-2 tahun untuk disetujui. Karena itu, pertumbuhan investasi sangat besar. Menteri bisa meyakinkan bahwa kebijakan tax allowance saja tidak cukup, jadi perlu didorong dengan tax holiday karena negara lain melakukan itu,” imbuh Ansari. Upaya-upaya itu diyakininya menjadi motor penggerak pertumbuhan industri yang bisa melampaui pertumbuhan ekonomi nasional dalam tiga tahun terakhir. Catatan Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi pada 2011 sebesar 6,49%, 2012 sebesar 6,23%, dan triwulan III 2013 sebesar 5,83%. Adapun pertumbuhan industri pada periode yang sama berturut-turut sebesar 6,74%, 6,40%, dan 6,22%. Dari sisi investasi, menurut Kemenperin investasi penanaman modal dalam negeri (PMDN) pada 2013 meningkat 2,57% dari tahun sebelumnya. Sedangkan nilai investasi penanaman modal asing (PMA) pada 2013 meningkat 34,74%. Ia pun berharap, ke depan peran pemerintah lebih konkret dalam mendukung pengembangan industri. Artinya, bagaimana peranan pemerintah terkait insentif, dukungan infrastruktur, dan ketentuan mengenai sumber daya alam yang harus dioptimalkan di dalam negeri. (S-3) anshar@mediaindonesia.com Tantangan Besar ke Depan Setelah 30 tahun, Undang-Undang Perindustrian hadir menggantikan undang-undang lama yang sudah kedaluarsa. TERINTEGRASI: Kelahiran UU Perindustrian yang baru diyakini akan membawa pertumbuhan industri ke arah lebih baik dan terintegrasi. MI/ADAM DWI K OMITMEN pemerintah untuk mewujudkan kesejahteraan guru, yang didasarkan pada amanat UU No 14 Tahun 2005 dan PP No 74 Tahun 2008, mulai dilaksanakan. Melalui Program Percepatan dan Penataan Penyaluran Tunjangan Profesi Guru, Kemdikbud akan merealisasikan tunjangan profesi, tunjangan khusus, dan subsidi tunjangan fungsional, serta bantuan peningkatan kuali kasi guru ke S-1/D-4. Kesejahteraan guru yang merupakan amanat dari UU Guru dan Dosen memang sudah bagian yang tidak terpisahkan dalam upaya meningkatkan kualitas dunia pendidikan. Ada tiga segitiga yang dijalankan Kemdikbud dalam mewujudkannya sehingga dana yang dianggarkan tidak mubazir. Itu sebabnya, selain kesejahteraan, bersamaan dengan disalurkannya tunjangan profesi, tunjangan khusus dan subsidi tunjangan fungsional, pemerintah melakukan pengukuran kinerja serta peningkatan kompetensi dan profesionalitas. Pada dasarnya, tunjangan profesi yang diberikan kepada guru-guru di Indonesia mulai jenjang pendidikan PAUD (TK), pendidikan dasar (SD/SMP) hingga menengah (SMA/SMK), merupakan bentuk penghargaan dan apresiasi pemerintah terhadap kompetensi guru, sesuai bidang keahlian masing-masing, sekaligus memotivasi guru lain untuk memiliki kuali kasi S-1/D-4. Proses pembayaran tunjangan profesi sudah dapat dilakukan mulai akhir Maret 2014 sehingga pada awal minggu pertama April 2014, guru sudah bisa menerima tunjangan sebagai haknya. Selain tunjangan profesi, pemerintah memberikan tunjangan di luar profesi yang mencakup tunjangan khusus dan subsidi tunjangan fungsional. Tunjangan khusus diberikan untuk guru-guru yang mengajar di daerah khusus, sementara tunjangan fungsional diberikan kepada guru-guru swasta yang belum mendapat tunjangan profesi. Di samping itu, Pemerintah juga memberikan bantuan peningkatan kuali kasi guru ke jenjang S1/D4. Dalam satu tahun program, tunjangan profesi yang besarnya sebesar gaji pokok dibayarkan tiap tiga bulan. Pembayaran dilakukan dengan dua skema, yakni bagi guru-guru PNS, tunjangan profesi dibayarkan oleh pemerintah daerah di tiap kabupaten, bagi guru-guru non-PNS, tunjangan profesi dibayarkan oleh pemerintah pusat. Tidak semua guru pemilik serti kat profesi berhak menerima tunjangan profesi. Ada beberapa kriteria persyaratan yang harus dipenuhi. Guru penerima tunjangan profesi adalah guru-guru yang dalam satu minggu mengajar 24 jam sesuai mata pelajaran yang diampunya, terdaftar sebagai PNS atau guru tetap, dan belum pensiun. Melalui program ini, gambaran tentang guru sejahtera di Indonesia kini bukan lagi impian. Pemerintah pusat melalui Kemdikbud telah mendorong penataan dan percepatan pembayaran untuk guru tersebut, diharapkan pemerintah daerah pun bisa segera merealisasikannya. Program PMU Sementara itu, Program Pendidikan Menengah Universal (PMU) telah diluncurkan pada 25 Juni 2013. Untuk merealisasikannya, sedikitnya ada dua instrumen menyertainya, yaitu bantuan operasional sekolah menengah (BOS SM) dan bantuan siswa miskin (BSM). Presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah memberikan dukungan terhadap program PMU yang secara eksplisit disampaikan saat sambutan pada acara Kongres Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) dan Kongres Guru, 3 Juli 2013. Ketika itu, Presiden berpesan agar para guru dapat menyukseskan program PMU dan kurikulum yang lebih tepat. “Saudara adalah pelaku yang mengubah jalannya sejarah karena Indonesia akan memiliki sistem pendidikan selama 12 tahun dengan kurikulum yang lebih tepat. Pak Nuh (Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh) mengatakan kalau itu dijalankan, tidak perlu menunggu sampai 2040, terlalu lama, agar angka partisipasi kasar sekolah menengah mencapai 97%,” kata Presiden. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh mengatakan PMU ialah program strategis untuk pembangunan bangsa Indonesia di masa depan dalam menyiapkan generasi 100 tahun kemerdekaan Indonesia. “Program itu sangat strategis untuk adik-adik kita, untuk bangsa kita ke depan,” kata M Nuh dalam acara peluncuran PMU pada 25 Juni 2013. Hingga 2012, sambung M Nuh, angka partisipasi kasar (APK) pendidikan menengah baru sebesar 78,9%. Namun, dengan PMU, pada 2020 APK pendidikan menengah ditargetkan dapat meningkat menjadi 97%. Dalam simulasi yang dilakukan, untuk mencapai APK 97% penduduk Indonesia, jika tanpa program PMU, baru tercapai pada 2040. Itu berarti dengan PMU, APK pendidikan menengah sebesar 97% dapat lebih cepat 20 tahun. Sebagai konsekuensi logis atas pelaksanaan kebijakan PMU, pemerintah mulai tahun ajaran 2013/2014 menyalurkan BOS untuk pendidikan menengah. Nilai nominal BOS dipatok sebesar Rp1 juta per siswa per tahun untuk seluruh siswa sekolah menengah negeri dan swasta. Selain BOS, yang disiapkan untuk merealisasikan PMU ialah BSM. BSM merupakan bantuan tunai yang diberikan secara langsung kepada anak-anak usia sekolah untuk semua jenjang, dasar dan menengah, yang berasal dari rumah tangga miskin dan rentan. “BSM ini bertujuan melindungi dunia pendidikan agar anak-anak tetap bersekolah,” tandas M Nuh. Berbeda dengan BOS yang diterima pihak sekolah berdasarkan pada jumlah siswa, BSM lebih bersifat personal, yakni diterima langsung oleh peserta didik. Kini penyaluran BSM melalui mekanisme berbasis rumah tangga dengan kartu perlindungan sosial sehingga diharapkan lebih tepat sasaran. “Dua instrumen ini (BOS dan BSM) disiapkan pemerintah agar tidak ada lagi anak usia sekolah di jenjang pendidikan menengah karena keterbatasan ekonomi, tidak sekolah,” tegas Mendikbud. Sementara itu, pada 2013 juga telah diluncurkan implementasi kurikulum 2013. Untuk mencapai tujuan PMU yang terjangkau dan bermutu serta menyukseskan pelaksanaan kurikulum 2013, pemerintah telah menyiapkan program BOS SM untuk 8,6 juta siswa pada 2014. Dengan besaran per siswa per tahun sebesar Rp1 juta, dibutuhkan anggaran sebesar Rp8,6 triliun, yang akan disalurkan kepada SMA dan SMK negeri dan swasta di seluruh Indonesia. Program ini bertujuan membantu sekolah memenuhi biaya operasional nonpersonalia, termasuk di dalamnya membantu pengadaan buku pelajaran kurikulum 2013. Berkaitan dengan pengadaan buku pelajaran kurikulum 2013, pada semester I tahun pelajaran 2014/2015 buku itu dibiayai dengan dana BOS periode I Januari–Juni 2014. Pengadaan buku pelajaran kurikulum 2013 untuk semester II tahun pelajaran 2014/2015 dibiayai dengan program dana alokasi khusus (DAK) 2014. Untuk kegiatan terkait dengan pembelajaran di sekolah, dana itu tidak diperbolehkan untuk membayar honor guru dan atau warga sekolah. (RO/S-25) MewujudkanKesejahteraanGuru SUMBER: KEMDIKBUDDOK KEMDIKBUD
  • 14. PROGRAM PRO RAKYAT DAN PRO MASA DEPAN CAPAIAN KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN UNTUK MENYIAPKAN GENERASI EMAS 2045 www.kemdikbud.go.id Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI @Kemdikbud_RI 1. Angka Partisipasi Kasar (APK) Sekolah Menengah Atas (SMA/sederajat) pada tahun 2010 sebesar 70%; 2011 (76,50%); 2012 (78,7%); 2013 (82%); dan pada tahun 2014 ditargetkan 85%. Melalui Program Pendidikan Menengah Universal (PMU) di tahun 2020 APK SMA ditargetkan mencapai 97%. 2. APK Perguruan Tinggi pada tahun 2009 sebesar 18,36%; 2010 (26,34%); 2011 (27,10%); 2012 (28,57%), dan pada tahun 2013 telah mencapai 29,87%; dan pada tahun 2014 ditargetkan 30%. 3. Untuk meningkatkan layanan di bidang pendidikan, sejak tahun 2011, Pemerintah telah melakukan program nasional rehab ruang kelas SD dan SMP lebih dari 756 ribu ruang kelas, dengan total anggaran lebih dari Rp 16 triliun. 4. Hingga saat ini jumlah penerima Bantuan Siswa Miskin (BSM) sebanyak 62 juta siswa di berbagai jenjang (SD/sederajat-SMA/sederajat), dengan total biaya dari tahun 2005-2014 sebesar Rp 32,8 triliun. 5. Untuk menunjang keberlangsungan sekolah, Biaya Operasional Sekolah (BOS) terus dinaikkan. Tahun 2014 pemerintah menyediakan dana BOS sebesar Rp 580.000 per siswa per tahun bagi siswa SD/sederajat; Rp 710.000 per siswa per tahun bagi siswa SMP/sederajat, dan untuk tingkat SMA/SMK sebesar Rp 1.000.000 per siswa per tahun. Total biaya BOS pada tahun 2014 yang disediakan pemerintah sebesar Rp 32 triliun. 6. Hingga akhir tahun 2013, lebih dari separuh desa (53.832 desa) di Indonesia, tercatat telah terlayani PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini), dan capaian APK PAUD dari tahun ke tahun terus meningkat. Tahun 2010 sebesar 46,5%; tahun 2011 (51,8%); 2012 (62,2%); 2013 (67,67%); dan pada 2014 ditargetkan mencapai 75%. 7. Selain menyediakan BOS untuk Sekolah Menengah, melalui Program PMU, Pemerintah menargetkan pembangunan 132 unit sekolah baru (termasuk SMA/SMK dan sekolah berasrama di daerah perbatasan), pembangunan 5.739 ruang kelas baru (dana pusat), pembangunan 6.300 ruang kelas baru (DAK). 8. Untuk meningkatkan pemerataan pembangunan di bidang pendidikan tinggi, sejak tahun 2010, Pemerintah membangun 8 PTN baru, dan 102 Akademi Komunitas. Sedang untuk meringankan biaya kuliah, Pemerintah mengeluarkan aturan Uang Kuliah Tunggal (UKT), dan mengucurkan anggaran Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri (BOPTN) senilai Rp 2,7 triliun pada 94 PTN. Sementara sejak tahun 2010 sampai 2014, Pemerintah telah memberikan bantuan Bidikmisi kepada 222.961 mahasiswa dari keluarga tidak mampu untuk kuliah gratis/tanpa biaya sampai lulus, ditambah dengan uang saku atau biaya hidup tiap bulan. 9. Untuk mengatasi kekurangan guru, sejak tahun 2011 Pemerintah melalui program Sarjana Mendidik di daerah Terdepan, Terluar, Tertinggal (SM3T), telah mengirim sebanyak 8.146 tenaga pendidik di daerah 3T. 10. Melalui program Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM), sebanyak 500 peserta didik lulusan SMP/sederajat dari Papua dan Papua Barat menempuh pendidikan di 178 SMA/SMK terbaik di Provinsi Banten, Jawa Barat, Yogyakarta, Jawa tengah, Jawa Timur, dan Bali. Sedangkan program Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADIK) telah merekrut 600 peserta didik lulusan SMA/sederajat untuk melanjutkan studi di 32 perguruan tinggi negeri di seluruh Indonesia. EDISI SATU
  • 15. BACAAN FAVORIT ALL NEW TEANA GENERASI KETIGA PT Nissan Motor Indonesia (NMI) meluncurkan All New Nissan Teana generasi ketiga di Jakarta. (Otomotif) PUTU WIJAYA BARU TAHU DINILAI KEJAM PUTU Wijaya tertawa saat mendengar cerita Gandung Wibisono. Gandung, salah satu murid, berkisah bagaimana Putu melatih anak didiknya di Teater Mandiri. (Showbiz) NasibBertoneDitentukanBulanDepan ONLINEHARIINI k l i k ! k B k l i k ! SELEBRITASJUMAT, 28 MARET 2014 HALAMAN 16 TentangKrisisKepercayaan Oka Antara meraih penghargaan pemeran utama pria terfavorit pada Indonesian Movie Awards 2010 dan pemeran pembantu pria terpuji pada Festival Film Bandung 2009. K ETUKAN palu Ketua Majelis Hakim Suwidya menandai vonis bersalah terdakwa kasus suap pengurusan sengketa pemilu kada Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah, di Mahkamah Konstitusi, Chairun Nisa. Penghubung mantan Ketua MK Akil Mochtar itu divonis empat tahun penjara dan denda Rp100 juta subsider tiga tahun penjara. Vonis itu lebih rendah daripada tuntutan jaksa penuntut umum KPK, yakni 7,5 tahun penjara. “Menjatuhkan putusan terhadap terdak- wa Chairun Nisa dengan pidana penjara selama empat tahun dikurangi masa ta- hanan,” kata hakim Suwidya di Pengadilan Tipikor Jakarta, kemarin. Tok ... tok ... tok! Nisa yang juga anggota non-aktif Komisi II DPR dari Fraksi Partai Golkar itu terbukti menjadi perantara suap Rp3 miliar dari bupati terpilih Gunung Mas Hambit Bin- tih, dan pengusaha Cornelis Nalau Antun, kepada Akil Mochtar. Gelontoran fulus itu untuk memengaruhi putusan sengketa gu- gatan pemilu kada Kabupaten Gunung Mas. Hal meringankan, kata Suwidya, status Nisa belum pernah dihukum, jujur, dan menyesali perbuatannya. Terdakwa juga dinilai berjasa sebagai anggota DPR RI. Sementara itu, hal yang memberatkan, ia dianggap tidak mendukung upaya pem- berantasan korupsi. “Serta merusak citra lembaga peradilan MK,” tambah hakim Suwidya. Nisa yang tadinya terlihat tegar saat mendengarkan putusan, setelah hakim Suwidya mengetukkan palu, tertunduk lesu. “Mohon maaf yang mulia, saya akan menyatakan banding,” ujarnya terisak. Bila Nisa banding, terdakwa lain, Hambit Bintih, yang divonis empat tahun, masih pikir-pikir. Vonis hakim untuk penyuap Akil itu lebih ringan ketimbang tuntutan jaksa, yaitu enam tahun. Sementara itu, penyuap Akil lainnya, pe- ngusaha Cornelis Nalau Antun, divonis tiga ta- hun. Lagi-lagi vonis itu lebih rendah daripada tuntutan jaksa, enam tahun. “Saya langsung terima yang mulia,” ujar Cornelis. (Pol/X-5) Banding sang Penghubung Akil RUMAH desain legendaris Italia, Bertone, menyatakan memasuki am- bang kebangkrutan. Perusahaan itu memiliki utang yang menumpuk dan para karyawan tidak bekerja lagi sejak sekitar satu setengah bulan lalu. The Telegraph memberitakan, hing- ga akhir April 2014, tidak ada investor yang berminat membeli rumah desain yang banyak menghasilkan karya-karya spektakuler. Satu-satunya pilihan ialah menutup perusahaan selama-lamanya. Ini bukan pertama kalinya Bertone mengalami masalah keuangan. Perusahaan itu pernah bangkrut pada 2008. (Cdx) DOK. BERTONE MI/ADAM DWI MI/SUSANTO DINNY MUTIAH A KTOR Oka Antara mengaku miris dengan kondisi perfilm- an Tanah Air. Pasalnya, para penggemar film di Tanah Air mengalami krisis kepercayaan terha- dap film produksi dalam negeri. Meski kualitas semakin membaik, film Indo- nesia baru ditonton setelah mendapat pengakuan internasional. “Itu mindset yang sudah tercipta di masyarakat luas sendiri,” ujar Oka pada acara Gala Premier The Raid 2 di Jakarta Pusat, Rabu (26/3). Sebagai aktor, Oka mengaku mengambil peran apa saja, tidak memilih film yang berpotensi diakui internasional. “Para filmmaker, produser, dan kru film sudah melakukan tugas. Yang belum itu, menurut gue, ialah distributor yang cuma punya sekitar 700 layar di Indonesia,” ujar pria kelahiran 8 Juli 1980 itu. Jumlah layar yang terbatas itu menjadi kendala dalam distribusi film. Mayoritas bioskop berada di kota-kota besar. Banyak calon penonton di kota-kota kecil yang ti- dak memiliki akses menonton film. “Kalau mau buat penambahan penon- ton, bikin (layar bioskop) di Puncak gitu. Di sana enggak ada bioskop gitu,” kata suami dari Rara Wiritanaya itu mencontohkan. Penambahan penonton dapat dilakukan melalui kebijakan pemerintah yang meng- izinkan pihak asing menanamkan modal mereka untuk mendirikan bioskop. Dengan adanya bioskop di daerah-daer- ah pelosok, kesempatan film Indonesia untuk ditayangkan di bioskop lebih lama pun akan lebih besar. Penduduk di daerah akan lebih memilih menonton film berba- hasa Indonesia daripada film asing. Pengaruh gadget Pada kesempatan terpisah, pria yang mengawali kariernya pada 2006 melalui film Gue Kapok Jatuh Cinta itu bercerita tentang peran alat komunikasi (gadget) pada diri dan keluarganya. Alat komunikasi yang dimiliki Oka ha- nya digunakan untuk menjaga komunikasi dengan keluarga. “Soalnya, di rumah itu ada empat ‘magnet’ gue. Tiga anak gue dan istri. Jadi, kalau boros pulsa, ya, risiko,” tuturnya di Jakarta pada Kamis (27/3). Pemeran Eka dalam film The Raid 2: Be- randal itu sempat kesal karena diacuhkan istrinya yang sibuk berselancar di dunia maya. Makanya, ia berusaha membatasi pengaruh gadget dalam rumah tangganya. “Kalau dibatasi, dia malah membuat ben- teng duluan. Jadi, mending gue diamkan dan biarkan dia sendiri yang menanggung risikonya.” Ia pun berupaya bersikap terbuka. Ia terbiasa mengobrol tentang aktivitas yang dilakukan di luar rumah, terutama menjelang tidur. Ia tak segan mengajak istrinya untuk berkenalan dengan para sahabatnya. “Dengan dia kenal dengan teman-teman gue, dia bisa paham bahwa gue memang berada di lingkungan yang aman. Dia enggak akan berpikiran macam- macam.” (Khristina Ruth Bintang/H-1) dinny@mediaindonesia.com OKA ANTARA Meski kualitas kian membaik, film Indonesia baru diminati penonton setelah mendapat pengakuan internasional. Chairun Nisa Anggota non-aktif DPR RI
  • 16. EKONOMI JUMAT, 28 MARET 2014 HALAMAN 17 HLM 28 Ganti Sepatu Bawa PetakaHLM 18 Sinergi Anak-Induk Tersendat SUSUTNYA lahan pertanian akibat konversi tidak lepas dari peran pe- merintah daerah (pemda). Pasalnya, kewenangan rencana tata ruang dan wilayah berada di pemda. “Kalau pemda enggak serius mengatasi konversi pengalihan lahan, itu bisa menjadi ancaman. Pemda harus ditegaskan jangan memberikan izin,” ujar pengamat pertanian dari Institut Pertanian Bogor, Hermanto Siregar, melalui sambungan telepon, kemarin. Di sisi lain, ia mengungkapkan pemerintah pusat juga harus mem- buat kebijakan yang menjadikan petani kembali bergairah untuk menanam. Hal itu harus diiringi dengan reformasi agraria dan pe- nyuluhan penggunaan teknologi tepat guna kepada petani. Dengan begitu, diharapkan petani tidak akan beralih profesi dan melepas lahan untuk dikonversi. Seperti diberitakan sebelumnya, berdasarkan data Badan Pusat Statistik, jumlah rumah tangga petani yang masih memiliki la- han menyusut drastis dalam satu dekade terakhir. “Itu bukan suatu yang buruk, jumlah rumah tangga petani ber- transformasi ke nonpertanian, tapi kepemilikan lahan petani meng- alami peningkatan. Ini cuma per- soalan perusahaan pertanian naik lebih cepat. Istilahnya orang kaya yang mengembangkan pertanian yang mempunyai lahan luas itu se- makin banyak,” katanya. Pada kesempatan lain, Menteri Pertanian Suswono mengakui mi- nimnya penguasaan lahan mem- buat kesejahteraan petani susah naik. Petani tetap miskin karena mereka rata-rata hanya memiliki la- han sekitar 0,3 hektare sehingga ha- sil produksi mereka tidak efisien. “Bahkan, di negara tetangga kita, Thailand, setiap petani rata- rata memiliki 4 hektare sehingga kesejahteraan mereka meningkat,” ucapnya. Menurut Suswono, untuk men- jadikan petani efisien dan memiliki produksi yang lebih baik, mereka rata-rata harus memiliki lahan sekitar 3 hektare per rumah tangga. Dengan begitu, produktivitas per- tanian seperti untuk pemenuhan pangan bisa meningkat. Karena itu, ia mendorong agar petani memanfaatkan berbagai lahan yang ada, termasuk lahan pekarangan. Menurutnya, total luas lahan pekarangan di seluruh Indo- nesia sangat luas, yakni mencapai sekitar 10 juta hektare lebih. (Wib/ Ant/E-3) PemerintahDaerahHarusSerius AtasiKonversiLahanPertanian LubernyaBandara-BandaraIndonesiaDiakuiDunia EKONOMIKA Pemerintah GagalKembangkan BUMNPangan SERIKAT Pekerja PT Pertani (Sekar Petani) Indonesia menilai pemerintah gagal mendukung pe- ngembangan PT Pertani sebagai BUMN pangan. “Anggota Sekar Petani pun resah dengan adanya sinyal perombakan jumlah dan gaji karyawan di PT Pertani,” kata Ketua Sekar Petani Sukarno dalam siaran pers di Jakarta, kemarin. Keresahan Sekar Petani terjadi setelah Menteri BUMN Dahlan Iskan menerbitkan Surat Kuasa No SKU-241/MBU/2013 tentang pemberian kuasa pada PT Pupuk Indonesia dengan pemberian hak substitusi untuk merestrukturasi dan merevitalisasi PT Sang Hyang Seri dan PT Pertani. PTPertanijugamenghadapima- salah setelah Kementrian BUMN melarang pengajuan penyertaan modal negara dan peran serta pengadaan benih. “Anggota Sekar Petani menuntut Kementerian BUMN menghentikan langkah kontraproduktif terhadap BUMN pangan dan mencabut putusan SKU-241. Direksi pun dituntut untuk mundur karena diang- gap tidak mampu mengelola PT Pertani sebagai BUMN pangan,” imbuh Sukarno. (*/E-4) BJB BagikanDividen 55%dariLaba RAPAT Umum Pemegang Saham Tahunan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJB) menyetujui porsi pem- bagian dividen sebesar 55% atau sekitar Rp735,5 miliar dari laba bersih 2013 sebesar Rp1,37 triliun, atau Rp78 per lembar saham. Direktur Utama Bank BJB Bien Subiantoro mengatakan sisanya sebanyak 45% dari total laba 2013 atau Rp616,5 miliar akan diserap perseroan untuk cadangan. Dia mengatakan secara nominal ni- lai dividen itu naik dari tahun sebelumnya. Pada 2012, bank milik Pemprov Jawa Barat dan Banten itu mem- bagikan dividen Rp663,8 miliar atau 56% dari laba Rp1,19 triliun, dan sisanya 44% atau Rp521,6 mi- liar untuk cadangan. Untuk memperkuat struktur permodalan, BJB berencana menerbitkan obligasi pada se- mester I 2014 senilai Rp2,5 triliun. “Right issue belum. Harus meng- kaji regulasi dulu,” katanya seusai rapat tahunan di Bandung, Rabu (26/3). (RO/E-4) AYOMI AMINDONI P EMERINTAH akan mewajibkan agen tunggal pemegang merek (ATPM) untuk memproduksi mobil hibrida yang berbahan bakar ganda, gas dan minyak (dual fuel). Itu dimaksudkan untuk mempercepat program konversi BBM ke BBG yang beberapa tahun ini jalan di tempat. “Rencananya ke sana (wajib dual fuel). Bukan permen (ESDM), itu SKB (surat kepu- tusan bersama),” kata Wakil Menteri ESDM Susilo Siswoutomo seusai Forum Bisnis CNG yang digelar di Jakarta, kemarin. Pihaknya bersama Kementerian Perin- dustrian, Kementerian Perhubungan, dan Kementerian Keuangan tengah menggodok regulasi terkait. Diharapkan, penetapannya bisa dalam tahun ini. Menurut rencana, kelak ATPM bakal diberi sekitar 2 tahun untuk mempersiap- kan produksi mobil hibrida tersebut. “Ini perlu pembahasan lagi. Yang jelas kita ingin mengurangi beban impor,” imbuh Susilo. Pasar bisnis BBG pun akan turut menggeliat seiring pembangunan infrastrukur penun- jang, seperti stasiun pengisian bahan bakar gas (SPBG). Menurut Susilo, pasar bisnis akan terbentuk, bergantung pada ketersediaan gas dan harga yang ekonomis. “Rasa aman bahwa ketika dipasang converter, dia akan bisa isi. Jangan sampai nanti orangnya di Jakarta Selatan, tapi SPBG-nya di utara.” Ketua Tim Percepatan Konversi BBM ke BBG Wiraatmaja Puja melanjutkan, dari hasil pembahasan bersama, para produsen otomo- tif mengaku siap memproduksi mobil dual fuel dalam 12-16 bulan setelah aturan ditetapkan. “Sudah ready (siap), asal ada kepastian.” Lebih lanjut, beleid yang tengah dikaji lintas kementerian itu juga akan mengatur insentif fiskal bagi produsen yang mem- produksi kendaraan dual fuel. “Umpama treatment-nya seperti LCGC, bebas PPnBM (pajak penjualan barang mewah),” ujarnya seraya menambahkan, untuk periode awal, mandatory akan dilakukan untuk taksi dan kendaraan umum. Secara terpisah, Direktur Industri Alat Transportasi Darat Kemenperin Soerjono mengatakan tahun ini pihaknya menga- lokasikan Rp200 miliar untuk pemasangan 4.000-4.600 converter kit. “Prioritasnya se- dan taksi. Pemerintah baru akan membayar converter kit kalau sudah terpasang.” Walakin, ia belum bersedia mengungkap- kan perusahaan mana yang akan mengikuti tender pengadaan alat konversi itu. Minta naik Di lain hal, Ketua Umum Himpunan Wirausaha Swasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) Eri Purnomohadi mengatakan harga BBG Rp3.100 per liter setara premium (lsp) yang berlaku sekarang belum mengakomodasi margin pengusaha. Pasalnya, kendaraan ber-BBG masih sedikit. “Sekarang kalau jual BBG saja, lama-lama tutup. Tapi kalau nyambung dengan SPBU, bisa menutup biaya operasional,” kata dia. Maka, Hiswana Migas pun mengusulkan harga CNG (compressed natural gas) yang lebih wajar, yakni Rp 4.500 per lsp. VP Engineering and Project Management Pertamina Daniel Purba menambahkan, guna mengakselerasi CNG untuk trans- portasi, Pertamina telah menyediakan 10 SPBG online di Jabodetabek, 1 mother sta- tion, 2 daughter station, 1 SPBG online di Jawa Timur, serta 1 mother station dan 3 daughter station di Palembang. Targetnya, pada 2017, jumlah infrastruktur CNG 116 unit. Adapun via program pemanfaatan CNG untuk transportasi, pada 2018 negara berpotensi menghemat subsidi BBM US$3,8 miliar. (Wib/E-2) amindoni@mediaindonesia.com Dirancang,Beleid MobilHibrida Pemerintah mempertimbangkan untuk menaikkan harga BBG dari saat ini Rp3.100 per liter setara premium. BANTUAN BERAS DARI TAIWAN: Warga menerima bantuan beras dari pemerintah Taiwan yang disalurkan melalui kantor perwakilan negara itu di Jakarta, kemarin. Bantuan 200 ton beras itu disalurkan melalui kantor perwakilan Taiwan di Jakarta bersama Yayasan Amal Tiga Roda dan Asosiasi Lu Zhu. DOK PERWAKILAN TAIWAN JAKARTA S AAT mengejar jadwal pesawat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, calon penumpang akan dihadapkan pada dua kemacetan. Selain kemacetan di jalan menuju bandara, kemacetan juga terjadi saat akan tinggal landas. Bandara kelolaan PT Angkasa Pura (AP) II itu memang sudah kelebihan kapasitas. Hal itu menjadikan bandara utama di Nusantara itu masuk jajaran bandara dengan perkembangan terpesat di dunia (lihat grafik). Akan tetapi, booming penggunaan bandara bukan hanya dialami Bandara Soekarno-Hatta. Menurut AP II, kondisi sama juga terjadi di Bandara Husein Sastranegara Bandung, Bandara Sultan Thaha Jambi, Bandara Dipati Amir Pangkal Pinang, Bandara Supadio Pontianak, dan Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang. “Keenam bandara tersebut saat ini masih dalam tahap pengembangan dan ditargetkan selesai pada awal 2015 dan 2016,” jelas Sekretaris Perusahaan AP II, Daryanto, saat dihubungi Media Indonesia, Rabu (26/3). Dia menambahkan, khusus untuk Bandara Husein Sastranegara, sudah masuk tahap beauty contest design and build. Sementara itu, target penyeselesaiannya awal 2015. Pengembangan bandara di Tanah Air memang sudah sangat mendesak. GM Copo- rate Affairs PT Nusantara Infra- sctructure Deden Rochmawaty mengatakan pengembangan bandara harus mengimbangi pertumbuhan penerbangan yang rata-rata 14%-20% per tahun. Tengok saja Bandara Soekarno-Hatta yang pergerakan penumpangnya mencapai 62,1 juta. Padahal, daya tampung hanya 18 juta penumpang. Sehingga Airport Council International menempatkannya sebagai bandara tersibuk ke delapan di dunia di 2013. Posisi itu naik satu peringkat dari posisi pada 2012. (Rizky Noor Alam/Wibowo/E-3)
  • 17. Sinergi Anak-Induk Tersendat DANIEL WESLY RUDOLF U PAYA regulator untuk mendorong perbankan syariah dalam menggu- nakan jaringan induk usahanya (office channelling) be- lum membuahkan hasil. Industri mengaku masih kesulitan dalam menyinkronkan jaringan. Mulai awal 2014, bank umum syariah (BUS) dapat bekerja sama dengan induk usaha mereka da- lam pemanfaatan jaringan kan- tor dan jasa konsultasi. Hal itu tertuang dalam Peraturan Bank Indonesia Nomor 15/13/2013 ten- tang Bank Umum Syariah. Dengan sinergi induk, para pelaku industri berbasis syariat Islam dapat melakukan efisiensi. Sesuai data BI, hingga akhir 2013, biaya operasional terhadap pen- dapatan operasional (BOPO) mencapai 82,16%, naik jika di- bandingkan dengan pada akhir 2012 yang sebesar 76,35%. Selain itu, terjadi peningkatan penetrasi atau pangsa pasar. Adapun pangsa pasar industri ke- uangan syariah masih bertengger di bawah level 5%. Sekretaris Perusahaan PT Bank Syariah Mandiri (BSM) Taufik Machrus mengatakan perseroan sebenarnya telah melakukan konsolidasi jaringan kantor de- ngan induk usaha sejak tahun lalu. Bank kategori BUKU II itu menguji coba sejumlah kantor cabang Bank Mandiri seperti Ja- karta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, dan Bandung. Dalam ker- ja sama dengan jaringan induk, perseroan masih menawarkan produk pembiayaan seperti gadai emas. Namun hingga kini, menurut Taufik, belum ada penambahan pembukaan layanan BSM pada kantor cabang di Bank Mandiri yang merupakan induk BSM. Di samping itu, perseroan juga belum menambah produk yang dipasarkan seperti produk sim- panan. “Kita mengarah pada aturan (office channeling), tapi peman- faatan jaringan kantor induk juga tidak mudah, butuh persiapan, dan sinkronisasi teknologi, dan lainnya,” tandas Taufik ketika dihubungi, kemarin. Ketika dihubungi secara terpi- sah, Direktur Bisnis BRI Syariah Ari Purwandono mengungkap- kan masih akan memperluas jaringan di tahun ini. Menurut rencana, perseroan membuka 40 kantor cabang. “Tahun ini buka 40 kantor ca- bang,” sebut Ari. Ia menyebutkan hingga akhir tahun lalu, perse- roan memiliki 255 cabang. Ari mengungkapkan persero- an sebenarnya telah bersinergi dengan induk. BRI Syariah mem- buka kantor layanan syariah (KLS) pada 512 kantor BRI untuk produk tabungan. Namun, hasilnya belum cukup menggembirakan. Nilai simpanan yang terhimpun melalui jaringan induk baru Rp18 miliar dari total simpanan BRI Rp2,6 triliun. “Perseroan menjalin kerja sa- ma dalam layanan produk tabun- gan. Belum ada pembiayaan,” tandas dia. Tidak buka baru Kepala Departemen Perbankan Syariah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Edy Setiadi mengaku men- dorong perbankan syariah agar semakin agresif berekspansi. Tu- juannya ialah mencapai pangsa pasar syariah di tahun ini sebesar 7% dari total pasar keuangan Tanah Air. Namun, regulator yang men- jadi otoritas perbankan sejak awal 2014 tersebut, tidak ingin ada penambahan kantor cabang baru. Pelaku industri diharapkan menambah jaringan melalui pemanfaatan kantor cabang induknya. “Kami (OJK) ingin perbankan syariah memperluas jumlah jaringan mereka, tapi bukan penambahan kantor cabang. Na- mun, tetap sesuai aturan (office channeling),” tegas Edy. (E-1) wesly@mediaindonesia.com OJK berharap pelaku industri lebih memanfaatkan kantor-kantor cabang induknya untuk menambah jaringan ketimbang membuka kantor cabang baru. JUMAT, 28 MARET 2014EKONOMI SYARIAH18 OTORITAS Jasa Keuangan (OJK) akan mem- perkuat pengawasan industri keuangan syariah dengan mengacu ke aturan internasional, ter- masuk penerapan manajemen risiko asuransi syariah (takaful) untuk menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015. “Penerapan manajemen risiko asuransi syariah itu dimaksudkan agar perkembangan asuransi syariah yang cepat dapat dicapai secara berkesinambungan dan sehat. Tentunya juga se- bagai upaya mempersiapkan industri keuangan syariah siap dalam menghadapi era ekonomi terintegrasi MEA 2015,” kata Ketua Dewan Komi- sioner OJK Mulia- man D Hadad da- lam siaran pers di Jakarta, kemarin. M u l i a m a n m e n a m b a h k a n , naiknya populasi kelas pendapatan menengah di Indo- nesia telah memicu naiknya permin- taan akan produk- produk keuangan seperti produk asuransi. Termasuk di dalamnya produk asuransi syariah, yang bertumbuh sa- ngat cepat. Ia mengemukakan hal itu telah disampaikan dalam pertemuan The Islamic Financial Services Board (IFSB) yang berlangsung di Kota Bandar Seri Begawan, Brunei Darussalam, 25-27 Maret. OJK hadir sebagai anggota penuh dari IFSB. Muliaman menjelaskan kehadiran OJK dalam pertemuan IFSB yang ke-24 di Brunei Darussalam itu akan menjadi kesempatan yang baik bagi OJK untuk memperkuat pengaturan penerapan international best practice manajemen risiko di asuransi syariah. “OJK mengharapkan industri asuransi syariah senantiasa memperkuat penerapan manajemen risikonya baik secara solo basis maupun secara konsolidasi,” tutur Muliaman. Ia menjelaskan dalam pertemuan kali ini IFSB menetapkan beberapa standar kehati-hatian di bidang perbankan, pasar modal, dan asuransi. Selain mendapatkan informasi terkini di per- temuan, OJK juga dapat ikut serta memberikan masukan terhadap aturan-aturan kehati-hatian yang akan menjadi pedoman di negara negara anggota IFSB. (Ant/E-1) HadapiMEA, OJKPerkuat Pengawasan RUPS BANK SYARIAH BUKOPIN : Dirut Bank Syariah Bukopin (BSB) Riyanto (tengah) berbincang dengan Direktur BSB Eriandi (kiri) dan Direktur BSB Ruddy Susatyo seusai rapat umum pemegang saham di Jakarta, Rabu (26/3). BSB meraup laba bersih sebesar Rp19,55 miliar hingga akhir tahun lalu atau tumbuh 13,01%. ANTARA/ARIF Naiknya populasi pendapatan menengah mendorong permintaan terhadap produk-produk keuangan.
  • 18. JUMAT, 28 MARET 2014 KORPORASI 19 MI/ADAM DWI PGN Setor Dividen Rp2,9 T WIBOWO P EMERINTAH seba- gai pemegang 56,97% PT Perusahaan Gas Negara (persero) Tbk bakal mendapat dividen Rp2,9 triliun dari total dividen tahun buku 2013. Dividen untuk ne- gara itu naik dari 2012 yang se- besar Rp2,8 triliun dan masih ditambah dengan pembayaran pajak perseroan senilai US$231 juta (Rp2,65 triliun). Dengan harga saham PGN Rp5,025 per lembar yang ter- catat pada Rabu (26/3), nilai saham pemerintah di PGN mencapai Rp69,4 triliun. Dari total dividen Rp5,1 trili- un,parapemegangsahambakal mendapatkan dividen Rp210 per lembar saham. Angka itu meningkat jika dibandingkan dengan tahun lalu Rp4,9 triliun atau Rp202 per saham. “PGN membukukan penda- patan US$3 miliar sepanjang 2013, atau naik 16% dari ta- hun sebelumnya pada angka US$2,5 miliar. Kenaikan juga terjadi pada aset perseroan menjadi US$4,3 miliar dari US$3,9 miliar,” ujar Direktur Utama PGN Hendi Prio Santoso seusai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT PGN di Jakarta, kemarin. Menurutnya,sepanjang2013, kinerja bisnis PGN tumbuh berkelanjutan dengan ekuitas melonjak dari US$2,3 miliar menjadi US$2,7 miliar. Tahun lalu juga menjadi momentum penting bagi PGN dalam upaya memperkuat posisi sebagai perusahaan energi kelas dunia. Selain terus membangun dan mengembangkan infrastruktur gas bumi di dalam negeri, PGN juga mulai berinvestasi ke sek- tor hulu migas. “Langkah ini merupakan u- paya PGN untuk memastikan pasokan gas bumi akan terus meningkat dan digunakan se- penuhnya untuk kesejahteraan rakyat Indonesia,” katanya. Direktur Keuangan PGN Riza Pahlevi menambahkan, pihaknya menyediakan belanja modal (capex) pengembangan usahaUS$1,25miliar.Daridana itu, akan dialokasikan US$200 juta untuk infrastruktur gas bumi terintegrasi, US$400 juta untuk bisnis di sektor LNG, dan US$650 juta untuk investasi di sektor hulu. “Dengan fundamental yang stabil, PGN memiliki ruang yang cukup untuk membiayai ekspansi bisnis,” tuturnya. Hemat Rp55 triliun Secara operasional, bisnis distribusi PGN berhasil menya- lurkan 827 juta kaki kubik per hari (mmscfd) gas bumi, naik dari 807 mmscfd di 2012. “Penyaluran 827 mmscfd setara 145 ribu barel minyak per hari ke sektor industri, komersial, UMKM, dan rumah tangga. Penghematan bisa Rp55 triliun per tahun jika di- bandingkan dengan memakai minyak,” ujar Hendi. Di bisnis transmisi, melalui anak perusahaan PT Trans- portasi Gas Indonesia, ada pe- nurunan penyaluran dari 877 mmscfd menjadi 854 mmscfd di 2013. “Turun karena terhentinya penyaluran gas ke pembangkit listrik PLN di Medan akibat ketiadaan pasokan dan penu- runan penyerapan gas oleh pembeli (offtaker) di Singa- pura,” ujar Hendi. (E-5) bowo@mediaindonesia.com Proyek infrastruktur PGN tahun ini di antaranya pipa gas Kalimantan- Jawa tahap I, 1 juta sambungan gas rumah tangga, dan pembangunan 16 SPBG serta MRU. RUPST BANK CIMB NIAGA: Presdir PT Bank CIMB Niaga Arwin Rasyid (kanan) berbincang dengan Direktur Bank CIMB Niaga John Simon (tengah) dan Preskom Bank CIMB Niaga Dato’ Sri Nazir Razak setelah rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) di Jakarta, kemarin. RUPST itu menyepakati antara lain laporan keuangan 2013, laba bersih CIMB Niaga sebesar Rp4,28 triliun yang seluruhnya akan dicatat sebagai laba ditahan, dan pengangkatan John Simon sebagai direktur. Wika Realty Berencana IPO di 2015 ANAK usaha PT Wijaya Karya Tbk (Wika), PT Wika Real- ty, akan akan melaksanakan penawaran umum perdana saham (initial public offering/ IPO) pada 2015. Rencana itu diwujudkan setelah perusa- haan menambah ketersediaan cadangan lahan (land bank) di tahun ini. “Saat ini, perseroan memi- liki land bank sebanyak 150 hektare (ha),” kata Komisaris Utama Wika Realty Ganda Kusuma di Jakarta, kemarin. Menurutnya, Wika Real- ty menyediakan anggaran sebesar Rp75 miliar untuk mengakuisisi lahan di Me- dan, Bandung, Jakarta, Sura- baya, dan Manado. Termasuk mengembangkan land bank di Bali pada empat lokasi, Makas- sar, Yogyakarta, dan Solo. “Bentuknya bisa beli tanah kepada BUMN atau swasta lalu kerja sama dengan pemilik lahan untuk bagi hasil (profit sharing),” ungkap Ganda. Ganda yang juga menjabat Direktur Keuangan Wika me- nuturkan pihaknya menar- getkan laba perusahaan Wika Realty Rp100 miliar di 2014 atau naik ketimbang tahun sebelumya Rp90 miliar. Sementara itu, Sekretaris Perusahaan Wika Natal Ar- gawan menuturkan perseroan membagikan dividen sebesar Rp170,98 miliar atau 30% dari laba bersih pada 2013 Rp569,93 miliar. “Sementara itu, 10% dari laba bersih Rp56 miliar se- bagai cadangan wajib, dan 60% atau Rp341,96 miliar akan di- gunakan sebagai laba ditahan untuk modal,” tuturnya. Adapun pembayaran tunai dividen yang akan dibagikan dengan besaran Rp27,894 per lembar saham tersebut dijad- walkan akan jatuh pada 30 hari mendatang setelah rapat umum pemegang saham ta- hunan. Dalam kesempatan itu, Na- tal Argawan juga mengatakan bahwa hingga pekan ketiga Maret 2014 ini pencapaian kontrak baru perseroan sebe- sar Rp4,8 triliun atau 18,58% dari target kontrak baru ta- hun ini yang sebesar Rp25,83 triliun. Salah satu proyek yang telah diperoleh hingga Maret 2014 ialah apartemen di Central Business District (CBD) Sura- baya Rp636,4 miliar. (Bow/ Ant/E-4) Sudirman Plaza Business Complex, Plaza Marein Lt.16, Jl. Jend. Sudirman Kav.76-78, Jakarta 12910. Telp. : (021) 57936733 (Hunting), Fax. (021) 57936730 LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) KONSOLIDASI 31 DESEMBER 2013 DAN 2012 (Dalam Ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan Lain) LAPORAN LABA RUGI KOMPREHENSIF KONSOLIDASI UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL 31 DESEMBER 2013 DAN 2012 (Dalam Ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan Lain) LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASI UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL 31 DESEMBER 2013 DAN 2012 (Dalam Ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan Lain) 2012 20122013 2013 20122012 20132013ASET LIABILITAS DAN EKUITAS Jakarta, 28 Maret 2014 PT SURYAMAS DUTAMAKMUR Tbk DIREKSI Aset Lancar Kas dan setara kas Pihak berelasi 1.152.557 21.853.261 Pihak ketiga 287.257.134 159.739.613 Piutang usaha Pihak ketiga – setelah dikurangi penyisihan penurunan nilai piutang sebesar Rp 1.163.702 pada tahun 2013 dan Rp 1.052.604 pada tahun 2012 18.430.296 17.860.650 Pihak berelasi 2.105.514 - Piutang lain-lain - pihak ketiga 5.840.497 2.907.277 Piutang pihak berelasi - 810.120 Persediaan 1.519.823 1.437.349 Biaya dibayar dimuka 1.604.640 1.487.677 Pajak dibayar dimuka 26.646.493 14.803.738 Uang muka 35.348.706 78.158.171 Aset real estat 758.051.159 702.162.725 Investasi saham 225.000 225.000 Aset lain-lain 1.979.963 1.206.223 Taksiran tagihan pajak penghasilan - 200.612 Jumlah Aset Lancar 1.140.161.782 1.002.852.416 Aset Tidak Lancar Aset real estat 1.548.103.354 1.422.592.128 Aset pajak tangguhan 1.304.563 851.301 Aset tetap - setelah dikurangi akumulasi penyusutan sebesar Rp 76.514.395 pada tahun 2013 dan Rp 66.643.396 pada tahun 2012 260.744.747 211.368.931 Jumlah Aset Tidak Lancar 1.810.152.664 1.634.812.360 JUMLAH ASET 2.950.314.446 2.637.664.776 LIABILITAS Liabilitas Jangka Pendek Utang usaha – pihak ketiga 26.322.506 23.899.729 Utang lain-lain – pihak ketiga 33.867.578 17.760.253 Utang pajak 8.412.942 3.713.912 Biaya masih harus dibayar 1.422.282 1.048.904 Utang obligasi 330.000 330.000 Utang jangka panjang yang jatuh tempo dalam satu tahun : Uang muka diterima 475.468.819 271.848.031 Utang bank 48.197.109 38.652.918 Utang lembaga keuangan 434.109 819.536 Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 594.455.345 358.073.283 Liabilitas Jangka Panjang Utang jangka panjang yang jatuh tempo lebih dari satu tahun : Uang muka diterima 21.982.282 3.024.797 Utang bank 71.812.001 54.340.203 Utang lembaga keuangan - 434.109 Utamg obligasi konversi 75.131.480 68.301.345 Liabilitas derivatif 8.038.873 3.675.862 Jaminan keanggotaan golf 4.381.144 3.956.198 Pendapatan bunga yang ditangguhkan 8.998.188 9.894.407 Liabilitas diestimasi atas imbalan kerja 21.329.787 21.593.664 Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 211.673.755 165.220.585 JUMLAH LIABILITAS 806.129.100 523.293.868 EKUITAS Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk Modal saham - nilai nominal Rp 318 (Rupiah penuh) per saham Modal dasar - 6.000.000.000 saham pada tahun 2013 dan 4.700.000.000 saham pada tahun 2012 Modal ditempatkan dan disetor penuh - 4.772.138.237 saham pada tahun 2013 dan 4.006.783.831 saham pada tahun 2012 1.517.539.959 1.274.157.258 Tambahan modal disetor 2.248.289 2.248.289 Uang muka pemesanan saham 3.979.097 247.361.798 Saldo laba (de sit sebesar Rp 1.010.014.529 dieliminasi melalui kuasi reorganisasi pada tanggal 30 April 2011) 71.656.916 33.560.178 Sub-jumlah 1.595.424.261 1.557.327.523 Kepentingan nonpengendali 548.761.085 557.043.385 JUMLAH EKUITAS 2.144.185.346 2.114.370.908 JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 2.950.314.446 2.637.664.776 PENJUALAN BERSIH DAN PENDAPATAN USAHA 329.307.227 267.813.147 BEBAN POKOK PENJUALAN DAN BEBAN LANGSUNG USAHA (201.465.368) (174.487.009) LABA KOTOR 127.841.859 93.326.138 Pendapatan lain-lain 24.596.461 13.488.786 Beban penjualan (21.048.081) (15.920.260) Beban umum dan administrasi (65.474.626) (54.178.644) Pendapatan (beban) pendanaan (22.873.357) 21.050.556 Beban lain-lain (688.927) (203.812) LABA SEBELUM TAKSIRAN PENGHASILAN (BEBAN) PAJAK 42.353.329 57.562.764 TAKSIRAN PENGHASILAN (BEBAN) PAJAK Kini Final (13.152.846) (10.120.921) Tidak nal (3.182.536) (1.483.274) Tangguhan 453.262 361.117 Jumlah Taksiran Beban Pajak (15.882.120) (11.243.078) JUMLAH LABA TAHUN BERJALAN 26.471.209 46.319.686 Pendapatan komprehensif lain: Keuntungan aktuarial 3.383.432 688.584 JUMLAH LABA KOMPREHENSIF TAHUN BERJALAN 29.854.641 47.008.270 Jumlah laba yang dapat diatribusikan kepada: Pemilik entitas induk 35.046.915 12.415.930 Kepentingan nonpengendali (8.575.706) 33.903.756 26.471.209 46.319.686 Jumlah laba komprehensif yang dapat diatribusikan kepada: Pemilik entitas induk 38.096.738 13.346.102 Kepentingan nonpengendali (8.242.097) 33.662.168 29.854.641 47.008.270 Laba per saham (Rupiah penuh) Dasar 8,62 3,10 Dilusian 7,32 2,59 ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI Penerimaan kas dari pembeli real estat dan anggota golf 560.364.852 374.726.534 Perolehan aset real estat (308.471.696) (253.713.817) Pembayaran kas kepada pemasok. konsultan dan karyawan (107.258.548) (127.456.802) Kas yang dihasilkan dari (digunakan untuk) operasi 144.634.608 (6.444.085) Pembayaran pajak penghasilan dan tagihan pajak (26.065.061) (20.954.937) Pembayaran beban keuangan (12.151.483) (9.636.046) Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan untuk) Aktivitas Operasi 106.418.064 (37.035.068) ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI Penerimaan bunga 14.798.380 9.700.705 Perolehan aset tetap (41.569.745) (5.805.274) Hasil penjualan aset tetap 163.545 517.000 Kas Bersih yang Diperoleh dari (Digunakan untuk) Aktivitas Investasi (26.607.820) 4.412.431 ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN Penerimaan utang bank 27.015.989 42.263.304 Pembayaran utang lembaga keuangan (819.536) (819.045) Penambahan (penerimaan) piutang pihak berelasi 810.120 (50.680) Penambahan modal saham Entitas Anak - 9.900.000 Kas Bersih yang Diperoleh dari Aktivitas Pendanaan 27.006.573 51.293.579 KENAIKAN BERSIH KAS DAN SETARA KAS 106.816.817 18.670.942 KAS DAN SETARA KAS PADA AWAL TAHUN 181.592.874 162.921.932 KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN 288.409.691 181.592.874 Catatan : 1) Laporan Keuangan Konsolidasi untuk tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2013 dan 2012 di audit oleh Kantor Akuntan Publik Hadori Sugiarto Adi & Rekan dengan pendapat wajar tanpa pengecualian. 2) Laba per saham dihitung dengan membagi laba tahun berjalan dengan jumlah rata-rata tertimbang saham yang beredar selama tahun tersebut. 3) Kurs tutup buku per tanggal 31 Desember 2013 dan 2012 masing-masing sebesar Rp 12.189,- dan Rp 9.670,- untuk US$ 1. SALDO PER 31 DESEMBER 2011 90.517.778.000 803.458.000 19.994.801.276 111.316.037.276 Jumlah laba komprehensif di tahun berjalan – – 4.443.840.864 4.443.840.864 SALDO PER 31 DESEMBER 2012 90.517.778.000 803.458.000 24.438.642.140 115.759.878.140 Jumlah laba komprehensif di tahun berjalan – – 10.331.808.096 10.331.808.096 SALDO PER 31 DESEMBER 2013 90.517.778.000 803.458.000 34.770.450.236 126.091.686.236 L A P O R A N K E U A N G A N PT INTANWIJAYA INTERNASIONAL Tbk. F O R M A L I N & A D H E S I V E I N D U S T R I E S ASET LIABILITAS DAN EKUITAS LAPORAN POSISI KEUANGAN PER 31 DESEMBER 2013 DAN 2012 Jakarta, 28 Maret 2014 PT. INTANWIJAYA INTERNASIONAL Tbk. Direksi Catatan : Infomasi keuangan di atas untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2013 dan 2012 telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Hananta Budianto dan Rekan (member of UHY International) dengan pendapat wajar tanpa pengecualian. Saldo Laba Rp Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh Rp Jumlah Ekuitas Rp Agio Saham Rp LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2013 DAN 2012 2013 (Rp) 2012 (Rp) 2013 (Rp) 2012 (Rp) 2013 (Rp) 2012 (Rp) 2013 (Rp) 2012 (Rp) ASET LANCAR Kas dan setara kas 60.564.745.621 55.044.575.611 Piutang usaha Pihak ketiga (Setelah dikurangi cadangan penurunan nilai per 31 Desember 2012 sebesar Rp 2,883,109,548 ) 1.047.541.602 12.177.658.428 Pihak berelasi 14.629.186.205 15.723.645.567 Piutang lain-lain - Pihak berelasi 8.626.399 49.818.800 Persediaan 5.784.499.923 12.059.989.982 Pajak Dibayar di Muka 282.398.000 1.158.508.689 Uang muka dan biaya dibayar di muka 2.399.527.654 526.787.758 Jumlah Aset Lancar 84.716.525.404 96.740.984.835 ASET TIDAK LANCAR Aset Pajak Tangguhan 3.950.679.166 4.309.686.449 Aset Tetap (Setelah dikurangi akumulasi penyusutan per 31 Desember 2013 dan 2012 sebesar Rp. 108,524,174,792 dan Rp 106,052,045,278 ) 40.639.319.448 23.343.960.988 Dana yang dibatasi penggunaannya 6.598.219.201 7.751.386.807 Aset Lain-lain 237.320.000 132.820.000 Jumlah Aset Tidak Lancar 51.425.537.815 35.537.854.244 JUMLAH ASET 136.142.063.219 132.278.839.079 LIABILITAS JANGKA PENDEK Utang usaha - pihak ketiga 4.075.270.435 10.805.702.881 Utang pajak 292.125.055 95.719.327 Biaya yang masih harus dibayar – 52.352.000 Bagian jangka pendek dari utang sewa pembiayaan 482.320.305 353.750.838 Liabilitas jangka pendek lainnya 1.257.619.999 1.238.494.845 Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 6.107.335.794 12.546.019.891 LIABILITAS JANGKA PANJANG Utang sewa pembiayaan, setelah dikurangi bagian jangka pendek 376.873.389 278.333.715 Liabilitas Diestimasi atas Imbalan Kerja 3.566.167.800 3.694.607.333 Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 3.943.041.189 3.972.941.048 JUMLAH LIABILITAS 10.050.376.983 16.518.960.939 EKUITAS Ekuitas yang Dapat Diatribusikan kepada Pemilik Perusahaan Modal saham Modal Dasar 220,000,000 saham dengan nilai nominal Rp 500 Modal ditempatkan dan disetor penuh 181,035,556 lembar saham 90.517.778.000 90.517.778.000 Agio saham 803.458.000 803.458.000 Saldo laba 34.770.450.236 24.438.642.140 Jumlah Ekuitas 126.091.686.236 115.759.878.140 JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 136.142.063.219 132.278.839.079 PENDAPATAN USAHA - BERSIH 81.244.267.131 64.628.362.916 HARGA POKOK PENJUALAN (63.381.341.326) (55.841.016.923) LABA BRUTO 17.862.925.805 8.787.345.993 Beban Penjualan (3.206.463.049) (2.827.055.761) Beban umum dan administrasi (8.378.821.090) (6.740.103.803) Penghasilan operasi lain-lain 14.462.471.302 8.435.619.176 Beban operasi lain-lain (11.060.068.382) (5.519.033.170) Penghasilan Keuangan 1.186.592.921 2.605.647.175 Biaya Keuangan (175.822.127) (164.066.872) LABA SEBELUM PAJAK PENGHASILAN 10.690.815.380 4.578.352.738 MANFAAT (BEBAN) PAJAK PENGHASILAN Pajak kini – – Pajak tangguhan (359.007.284) (134.511.874) Jumlah beban pajak penghasilan (359.007.284) (134.511.874) LABA TAHUN BERJALAN 10.331.808.096 4.443.840.864 PENDAPATAN KOMPREHENSIF LAINNYA – – JUMLAH LABA KOMPREHENSIF TAHUN BERJALAN 10.331.808.096 4.443.840.864 LABA YANG DAPAT DIATRIBUSIKAN KEPADA Pemilik Perusahaan 10.331.808.096 4.443.840.864 JUMLAH LABA KOMPREHENSIF YANG DAPAT DIATRIBUSIKAN KEPADA Pemilik Perusahaan 10.331.808.096 4.443.840.864 Laba Per Saham Dasar Dasar 57 25 LAPORAN LABA RUGI KOMPREHENSIF UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2013 DAN 2012 Arus kas dari aktivitas operasi Penerimaan dari pelanggan 99.744.333.378 63.202.848.190 Pembayaran kepada pemasok (67.775.569.166) (49.169.691.720) Pembayaran kepada karyawan dan direksi (6.714.447.983) (4.622.288.354) Pembayaran kas untuk beban pabrik dan beban usaha (13.232.260.785) (5.951.005.047) Pembayaran uang muka (1.785.761.130) (434.767.790) Penerimaan restitusi dari pajak 255.050.632 285.883.128 Pembayaran pajak (80.442.329) (75.306.269) Pembayaran beban bunga (61.591.141) (40.990.842) Pembayaran beban bank/ (impor) (114.230.986) (123.076.030) Penerimaan pendapatan lain-lain – 296.356.600 Penerimaan/ (pembayaran) pinjaman karyawan 41.192.401 (27.054.800) Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi 10.276.272.892 3.340.907.066 Arus kas dari aktivitas investasi Penambahan aset tetap (19.783.237.973) (19.542.637.568) Pencairan dana yang dibatasi penggunaannya 2.841.488.892 7.029.834.581 Penghapusan aset tetap 13.125.000 – Penjualan Aset – 3.356.248.000 Penerimaan bunga deposito dan jasa giro 863.910.138 2.243.766.080 Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi (16.064.713.943) (6.912.788.907) Arus kas dari aktivitas pendanaan Penerimaan utang sewa pembiayaan 580.859.979 632.084.553 Pembayaran utang sewa pembiayaan (353.750.838) (52.208.331) Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan 227.109.141 579.876.222 Penurunan bersih kas dan setara kas (5.561.331.911) (2.992.005.619) Dampak perubahan selisih kurs terhadap kas dan setara kas 11.081.501.920 (277.926.669) Kas dan setara kas pada awal tahun 55.044.575.611 58.314.507.899 Kas dan setara kas pada akhir tahun 60.564.745.621 55.044.575.611 LAPORAN ARUS KAS UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2013 DAN 2012
  • 19. P ARTISIPASI sejajar antara laki-laki dan perempuan dalam ke- hidupan publik terus mengemuka. Hal tersebut sejalan dengan salah satu prinsip mendasar yang dia- manatkan di dalam Kon- vensi Penghapusan Segala B e n t u k D i s - kriminasi terhadap Perem- p u a n (Conven- tion on the Elimination of All Forms of Discrimi- nation Against Women atau CEDAW). CE- DAW diadopsi oleh Sidang Umum PBB pada 1979 dan disahkan mulai 1981. CEDAW telah mengilhami perempuan seluruh dunia untuk bangkit. Mereka mem- punyai peluang yang sama dengan laki-laki dalam kehi- dupan publik. Bahkan, dengan semangat itu, kini, di belahan bumi sedang menyongsong kebangkitan perempuan da- lam bidang politik, termasuk di Indonesia. Jauh sebelum CEDAW lahir, Alquran pun telah mengamanatkan partisi- pasi sejajar itu. Alquran mengangkat derajat perempuan kepada maqam yang sa- ngat tinggi. Seraya mengamini amanat Alquran tersebut, kini semakin banyak perempuan tertarik berkiprah di bidang politik. Pada periode 1997-1999 perempuan yang menjadi ang- gota DPR RI berjumlah 54 o- rang dari 500 anggota (10,8%). Pada 1999-2004 jumlahnya 45 orang dari 500 anggota (9%). Dengan semangat mendo- rong kuota 30% di parlemen, terjadi peningkatan jumlah anggota DPR pada periode 2004-2009, yaitu menjadi 61 orang (11,6%), dan pada pe- riode 2009-2014 meningkat lagi menjadi 93 orang. Jumlah itu masih jauh dari ideal, yakni 30% perempuan di DPR atau sebanyak 168 anggota. Namun, di tengah kurang idealnya jumlah perempuan di parlemen, sinyal kurang baik muncul dari daftar calon tetap (DCT) anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD). Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyatakan DCT anggota DPD di 33 provinsi sebanyak 945 orang, terdiri dari 826 orang laki-laki dan 119 orang perem- puan. Artinya, hanya 13% perempuan dari jumlah total DCT DPD yang ada. Feminisasi politik Perjuangan politik perem- puan untuk menduduki kursi legislatif sepertinya ingin membuktikan tesis bahwa meningkatnya jumlah wakil perempuan di dunia politik akan mengubah wajah politik. Benarkah demikian? Apakah feminisasi politik bisa sung- guh-sungguh terjadi? Apakah benar kaum perempuan bisa membuat perbedaan dalam kehidupan politik, dan jika demikian, dalam kondisi se- perti apa? Joni Lavenduski (2008) me- nyebut feminisasi politik meru- pakan suatuunsurpenting dari peran-peran yang dimainkan oleh kaum perempuan dan kaum laki-laki dalam politik. Tidak hanya pada satu sama lain, tetapi juga pada hakikat lembaga-lembaga perwakilan politik. Lembaga-lembaga per- wakilan menentukan proses- proses feminisasi politik. Lebih dari itu, feminisasi politik diartikan sebagai cara kaum perempuan memikirkan perwakilan politik sekurang- kurangnya sama pentingnya dengan bagaimana proses- prosesnya benar-benar ber- jalan. Teori feminislah yang mencerahkan sifat gender dari perwakilan politik. Dengan demikian, caleg perempuan diharapkan me- mahami dengan baik lembaga- lembaga politik. Pasalnya, di situlah seseorang akan berge- lut dengan persoalan yang perlu dijawab dengan cermat dan bijak. Pemahaman yang benar mengenai lembaga-lembaga politik akan mengantarkan legislator perempuan menuju peran politik yang berbeda. Kehadiran perempuan mem- berikan dasar teori perbedaan gender dan perwakilan politik, sementara pengertian massa yang kritis telah digunakan se- bagai indikator deskriptif dari pembagian perempuan yang dituntut untuk menghasilkan perbedaan yang berarti bagi politik. Artinya, kehadiran perempuan dalam politik setidaknya mampu memberi- kan perubahan dalam sikap, institusional, tingkah laku, dan kebijakan. Oleh karena itu, ketika caleg perempuan belum mampu me- mahamiinstitusipolitikNusan- tara, ia akan mudah terperosok dalam politik transaksional. Sebagaimana dialami oleh Angelina Sondakh. Keterkaitan Angie dengan kubangan ko- rupsi, menurut saya karena ia tidak memahami secara baik ‘permainan Senayan’. Ia kemudian menjadi salah satu korban keganasan itu. Guna mengetahui hal ter- sebut, caleg perempuan se- layaknya sudah membaca buku-buku babon ilmu politik. Membaca buku itu penting sebagai bekal teori mengha- dapi realitas sesungguhnya di jagat penuh tipu-tipu itu. Jadi, jika caleg perempuan sekadar ingin belajar di Senayan, ia akan menjadi mangsa empuk pemain lama. Ia akan dijadi- kan bulan-bulanan sekaligus benteng hidup guna menutupi kebusukan pihak berkepen- tingan. Oleh karena itu, perjuangan politik perempuan tidak hanya dalam memenuhi kuota 30%. Ada yang lebih esensial dari itu, yakni bagaimana perem- puan mampu memberi warna dalam politik. Ciri khas perempuan seba- gai seorang ibu selayaknya mampu hadir di tengah ke- gersangan politik. Sosok ibu adalah individu yang mene- kankan arti keteraturan hidup kepada anaknya. Ia pun sering kali menggunakan otoritasnya untuk mendisiplinkan anak- anaknya. Dalam kerangka politik, sosok inilah yang ditunggu, yakniperempuanyangmampu bersikap tegas terhadap per- aturan. Legislator perempuan selayaknya mampu menjadi teladan bagi yang lain. Mereka adalah ibu yang mengajarkan kebijaksanaan, kebajikan, dan keteraturan hidup. Politik membutuhkan ke- bijaksanaan. Pasalnya, tanpa kebijaksanaan politik hanya akan menjadi ruang mengha- kimi orang lain. Politik pun menjadi wahana angker ka- rena di sana hanya dipenuhi oleh hasutan dan hardikan. Ke- bajikan dalam berpolitik pun demikian. Saat politik tidak mampu mewujud dalam laku itu, korupsi menjadi sebuah keniscayaan. Adapun keteraturan hidup ialah ketika politik itu ber- proses. Politik bukan laku instan. Ia investasi kehidupan yang beradab. Dalam falsafah Jawa disebut ojo duwe watak nggege mangsa. Kuasa iku ora bisa digege, kuasa itu ti- dak bisa di-age-age, dimiliki dengan cepat dan tergesa- gesa (Sindhunata, Kompas, 18 Maret 2014). Pada akhirnya, perjuangan politik perempuan bukan seka- dar memenuhi kuota 30%. Na- mun, bagaimana perempuan mampu mewarnai jagat politik yang hingga kini cenderung diselimuti awan pekat. M ENGINJAK bu- lan depan, ribuan caleg yang akan bertarung pada 9 April tentu makin waswas. Se- mentara ini, mungkin sebagian yang mengibarkan bendera de- mokrasi bersuluk: “Bukan ka- lah atau menang yang penting, melainkan apa tujuan bersaing dalam pemilu.” Mereka yakin semua gairah politik itu demi demokrasi. Untuk itu, mereka bersedia berkorban waktu dan harta; bahkan tidak jarang mengorbankan tugas dan ke- wajiban lain. Candu politik tersebar di mana-mana. Masyarakat sekarang sudah jauh beda dari masyarakat di masa perjuangan dulu, ketika generasi muda Budi Utomo, Indische Vereneging, Sarekat Islam, Indische Partij--yakni Generasi ‘20--memelopori bangsa ini untuk mengenal ide-ide politik yang mereka pelajari lewat bahasa Belanda yang mereka dapat di sekolah- sekolah. Ide-ide itu membuat mereka sadar bahwa yang me- reka baca berbeda dari fakta yang ada. Mereka menjadi le- bih peka tentang ketimpangan- ketimpangan waktu itu. Angkatan ‘20 tentu berbeda dari angkatan sekarang yang bersikap lebih pragmatis dan individualistis sesuai dengan perkembangan zaman. Na- mun, sebagai anak zaman, ada kesamaan antargenerasi dari berbagai zaman: mereka pem- bawa bendera masa depan. Mereka merasa terpilih dan merasa bertanggung jawab untuk masa depan. Mungkin kenyataan macam ini bisa membuat mereka yang terjun ke politik masa kini--para ca- leg, misalnya--merasa gagal dan mengalami depresi bila kemudian terbukti segenap usaha mereka sia-sia. Mereka merasa terpukul karena meng- anggap idealisme dan energi mereka ternyata tidak tersalur ke masyarakat. Satu tesis yang dapat kita tarik: kita diajak sadar bahwa bukan kalangan politikus, atau partai-partai politik saja, yang menjadi pusat berpikir dan penggerak seluruh usaha. Tanggung jawab menyejahter- akan rakyat bukan harus dipi- kul secara tunggal. ‘Kenyataan- kenyataan baru mengajukan tuntutan-tuntutan lain yang baru’, demikian menurut pa- kar teori manajemen Peter Drucker dalam buku The New Realities (1989). Misalnya, kalau dulu jajaran tokoh yang karismatik saja sudah akan mampu memimpin masyara- kat, sekarang lain situasinya. Karisma saja bahkan bisa membawa masyarakat ke arah malapetaka. Sekarang tuntut- annya lebih besar dan lebih luas. Mengingat kompleksitas situasi yang ada, diperlukan pemikiran cerdas yang jelas arahnya. Sikap membandel mengukuhi norma-norma lama yang kedaluwarsa bukan hanya menunjukkan wawasan yang pendek, melainkan juga menimbulkan tanda tanya, apakah kebandelan itu bukan dilandasi situasi dan kondisi individu? Waspadai pagar makan tanaman Paparan tersebut menyirat- kan di masa depan kita me- merlukan jajaran pemimpin yang bukan hanya cerdas, melainkan juga jelas dan tegas dalam mengambil tindakan terbaik bagi rakyat. Harapan itu ditujukan pula kepada para caleg yang nantinya diluluskan pemilu untuk ikut menentukan kebijakan pemerintahan. Apa- kah ribuan caleg yang ada se- karang sudah siap membekali diri dengan pengetahuan, wawasan, dan bahkan dana yang diperlukan untuk bisa lolos menjadi anggota legis- latif? Tantangan mereka luar biasa besar. Ketika tersiar berita bahwa banyak rumah sakit, seki- tar 15, telah disiapkan un- tuk membantu para caleg yang mengalami gangguan kejiwaan karena gagal, publik toh terkaget-kaget. Apalagi diprediksi, yang akan meng- alami depresi/frustrasi me- lebihi jumlah di Pemilu 2009. Rumah-rumah sakit, yang beberapa di antaranya bekerja sama dengan rumah sakit jiwa, tersebar di Jawa, Sumatra, dan Kalimantan. Kegagalan caleg banyak alasannya, tetapi umumnya karena kemampuan mereka- -dilihat dari sisi mental, spiri- tual, maupun finansial--tidak memadai untuk tuntutan tugas politik mereka. Di lain pihak, pengawasan publik makin keras, seperti terbukti dengan derasnya kritikan terhadap para pemimpin yang menyimpang dari jalan lurus. Dari sisi finansial saja, diper- lukan setengah hingga bebera- pa miliar untuk dana kampa- nye. Banyak keluarga/kerabat mengeluh karena calegnya lupa diri, didorong semangat kampanye yang menggebu. Mayoritas caleg bukan ter- diri dari orang-orang dengan dana melimpah. Bukan tidak mungkin cadangan simpanan terkuras habis karena dana yang diharapkan tidak kun- jung datang. Mereka terpaksa berpikir dan bekerja keras un- tuk memenuhi target. Yang juga membuat mereka memelas: bisa terjadi manipu- lasi suara, baik oleh rekan/ partai mereka sendiri maupun oleh pihak penyelenggara. Dapat dibayangkan betapa ke- cewanya ketika suara elektorat yang mereka bina selama itu kemudian dimanipulasi dan disalurkan ke tokoh-tokoh lain; mungkin dengan sistem jual beli. Di sinilah Bawaslu, Panwaslu, maupun kelompok penyelenggara pemungutan suara di tempat pemilihan bisa berperan untuk membantu. Jangan sampai pagar makan tanaman. Jelas bahwa sistem pemilu pun memerlukan perubahan. Antara lain ada saran agar pe- milu dengan sistem terbuka se- perti sekarang, yang memung- kinkan para elektorat memilih caleg yang memancangkan gambar masing-masing di mana-mana, diganti dengan sistem terbuka proporsional. Caleg yang populer dan banyak dikenal masyarakat, dan diang- gap merakyat, tak pelak akan memperoleh jumlah suara besar; melebihi persyaratan jumlah untuk mendapat kursi. Apa jadinya dengan kelebihan suara yang didapatnya? Untuk sistem terbuka proporsional, partai politik bisa ikut me- nyalurkan kelebihan suara ke caleg-caleg mereka yang kurang suara, yang menurut partai sepantasnya mendapat kursi sesuai dengan kinerja mereka. Bukankah partai lebih tahu kinerja mereka? Pesaing-pesaing dalam pemi- lu pada dasarnya ialah partai- partai politik. Bila sistem ter- buka proporsional dijalankan dengan benar, politik uang bisa dikurangi, kalau bukan dihindari. Lagi pula, bukan hanya uang yang menentukan; partai politik pun seharusnya berperan dan bertanggung jawab. Menurut yang tidak setuju gagasan tersebut, sis- tem itu akan memperbesar dominasi partai politik. Kon- troversi itu menunjukkan rasanya tidak ada sistem yang sempurna. Itulah indahnya demokrasi: berbagai pendapat mengalir bebas, rakyat yang menentukan. PARTISIPASI OPINI Kirimkan ke email: opini@mediaindonesia.com atau opinimi@yahoo.com atau fax: (021) 5812105, (Maksimal 6.000 karakter tanpa spasi. Sertakan nama, alamat lengkap, nomor telepon, foto kopi KTP, nomor rekening, dan NPWP) Stres Pemilu Perjuangan Politik Perempuan JUMAT, 28 MARET 2014OPINI20 Benni Setiawan Dosen Universitas Negeri Yogyakarta, Peneliti Maarif Institute for Culture and Humanity Pendiri: Drs. H. Teuku Yousli Syah MSi (Alm) Direktur Utama: Lestari Moerdijat Direktur Pemberitaan/Penanggung Jawab: Usman Kan- song Dewan Redaksi Media Group: Saur M. Hutabarat (Ketua), Bambang Eka Wijaya, Djadjat Sudradjat, Elman Saragih, Lau- rens Tato, Lestari Moerdijat, Rahni Lowhur Schad, Suryoprato- mo, Toeti P. Adhitama, Usman Kansong Redaktur Senior: Elman Saragih, Gaudensius Suhardi, Lau- rens Tato Kepala Divisi Pemberitaan: Abdul Kohar Kepala Divisi Content Enrichment: Teguh Nirwahyudi Kepala Divisi Artistik & Foto: Hariyanto Asisten Kepala Divisi Pemberitaan: Ade Alawi, Haryo Prase- tyo, Jaka Budisantosa, Ono Sarwono, Rosmery C. Sihombing, Tjahyo Utomo Kepala Sekretariat Redaksi: Sadyo Kristiarto a.n. PT Citra Media Nusa Purnama Bank Mandiri - Cab. Taman Kebon Jeruk: 117-009-500-9098; BCA - Cab. Sudirman: 035- 306-5014, Diterbitkan oleh: PT Citra Media Nusa Purnama, Jakarta, Alamat Redaksi/Tata Usaha/Iklan/Sirkulasi: Kompleks Delta Kedoya, Jl. Pilar Raya Kav. A-D, Kedoya Selatan, Kebon Jeruk, Jakarta Barat - 11520, Telepon: (021) 5812088 (Hunting), Fax: (021) 5812105 (Redaksi) e-mail: redaksi@ mediaindonesia.com, Percetakan: Media Indonesia, Jakarta, ISSN: 0215-4935, Website: www.mediaindonesia.com, DALAM MELAKSANAKAN TUGAS JURNALISTIK, WAR- TAWAN MEDIA INDONESIA DILENGKAPI KARTU PERS DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA ATAU ME- MINTA IMBALAN DENGAN ALASAN APA PUN Redaktur: Agus Mulyawan, Ahmad Punto, Anton Kustedja, Aries Wijaksena, Cri Qanon Ria Dewi, Denny Parsaulian Sinaga, Eko Rah- mawanto, Eko Suprihatno, Hapsoro Poetro, Ida Farida, Iis Zatnika, Irana Shalindra, Jerome E. Wirawan, M. Soleh, Mathias S. Brahmana, Mirza Andreas, Patna Budi Utami, Santhy M. Sibarani, Soelistijono, Sitria Hamid, Wendy Mehari Utami, Widhoroso, Windy Dyah Indri- antari Staf Redaksi: Adam Dwi Putra, Agung Wibowo, Ahmad Maulana, Akhmad Mustain, Anata Syah Fitri, Anshar Dwi Wibowo, Arief Hul- wan Muzayyin, Asep Toha, Asni Harismi, Bintang Krisanti, Corne- lius Eko, Daniel Wesly Rudolf, Deri Dahuri, Dian Palupi, Dika Dania Kardi, Dinny Mutiah, Dwi Tupani Gunarwati, Emir Chairullah, Eni Kartinah, Fardiansah Noor, Gayatri Suroyo, Ghani Nurcahyadi, Gino F. Hadi, Hafizd Mukti Ahmad, Heni Rahayu, Heryadi, Hillarius U. Gani, Iwan Kurniawan, Jajang Sumantri, Jonggi Pangihutan M, Mo- hamad Irfan, Muhamad Fauzi, Nurulia Juwita, Panca Syurkani, Per- mana Pandega Jaya, Raja Suhud V.H.M, Ramdani, Rommy Pujianto, Rudy Polycarpus, Sabam Sinaga, Selamat Saragih, Sidik Pramono, Siswantini Suryandari, Siska Nurifah, Sugeng Sumariyadi, Sulaiman Basri, Sumaryanto, Susanto, Syarief Oebaidillah, Thalatie Yani, Us- man Iskandar, Zubaedah Hanum Biro Redaksi: Dede Susianti (Bogor) Eriez M. Rizal (Bandung); Kisar Rajagukguk (Depok); Firman Saragih (Karawang); Sumantri Handoyo (Tangerang); Yusuf Riaman (NTB); Baharman (Palem- bang); Parulian Manulang (Padang); Haryanto (Semarang); Wi- djajadi (Solo); Faishol Taselan (Surabaya) METROTVNEWS.COM News: Khudori Redaksi: Agus Triwibowo, Asnawi Khaddaf, Basuki Eka P, Deni Fauzan, Henri Salomo, Irvan Sihombing, Laila B, Rizky Yanuardi, Sjaichul, Wily Haryono, Wisnu AS, Retno Hemawati, Nurtjahyadi, Afwan A, Andrie, Donny Andhika, Fario Untung, Prita Daneswari, Rita Ayuningtyas, Torie Natallova DIVISI TABLOID, MAJALAH, DAN BUKU (PUBLISHING) Kepala Divisi: Budiana Indrastuti Asisten Kepala Divisi: Mochamad Anwar Surahman, Victor JP Nababan Redaktur: Agus Wahyu Kristianto, Lintang Rowe, Sri Purwandhari CONTENT ENRICHMENT Periset: Heru Prasetyo (Redaktur), Desi Yasmini S, Gurit Adi Suryo Bahasa: Dony Tjiptonugroho (Redaktur), Aam Firdaus, Adang Iskandar, Henry Bachtiar, Ni Nyoman Dwi Astarini, Riko Alfonso, Suprianto ARTISTIK Asisten Kepala Divisi: Rio Okto Waas Redaktur: Annette Natalia, Donatus Ola Pereda, Gatot Purnomo, Gugun Permana, Marjuki, Prayogi, Ruddy Pata Areadi Staf Artistik: Ali Firdaus, Ami Luhur, Ananto Prabowo, Andi Nursandi, Bayu Aditya Ramadhani, Bayu Wicaksono, Briyan Bodo Hendro, Budi Setyo Widodo, Catherine Siahaan, Dedy, Dharma Soleh, Dina Amalina, Endang Mawardi, Fauzi Zulkarnaen, Fredy Wi- jaya, Hari Syahriar, Haris Imron Armani, Haryadi, Marionsandez G, M. Rusli, Melinda R. Sopyani, Muhamad Nasir, Muhamad Yunus, Nana Sutisna, Novi Hernando, Nurkania Ismono, Putra Adji, Rengga Her- man Saputra, Reza Fitarza Z, Rugadi Tjahjono, Seno Aditya, Tutik Sunarsih, Warta Santosi Olah Foto: Saut Budiman Marpaung, Sutarman PENGEMBANGAN BISNIS Kepala Divisi Marketing Communication: Fitriana Saiful Bachri Kepala Divisi Iklan: Gustaf Bernhard R Asisten Kepala Divisi Iklan: Wendy Rizanto Perwakilan Bandung: Aji Sukaryo (022) 4210500; Surabaya: Tri Febrianto (031) 5667359; Yogyakarta: Andi Yudhanto (0274) 523167. Telepon/Fax Layanan Pembaca: (021) 5821303, Telepon/ Fax Iklan: (021) 5812107, 5812113, Telepon Sirkulasi: (021) 5812095, Telepon Distribusi: (021) 5812077, Telepon Per- cetakan: (021) 5812086, Harga Langganan: Rp67.000 per bulan (Jabodetabek), di luar P. Jawa + ongkos kirim, No. Rekening Bank: DOK-PRIBADI Toeti Prahas Adhitama Anggota Dewan Redaksi Media Group
  • 20. JUMAT, 28 MARET 2014 BEDAH EDITORIAL 21 Indonesia Jangan Dipimpin Manula MEMANG sulit mencari pemimpin yang me- miliki rekam jejak dan visi ke depan yang baik, bisa mengatasi persoalan krusial di negeri ini. Apalagi pemimpin-pemimpin partai cenderung arogan dalam menempat- kan capres mereka dengan tidak melalui demokrasi partai. Coba dong cari pemimpin jangan yang mendekati manula. Sudah saat- nya RI 1 dipimpin tokoh muda yang punya skill kepemimpinan andal dan punya rekam jejak yang baik. Lexlox Klinten Belum Pandai Berdemokrasi RAKYAT ini belum pandai untuk ber- demokrasi. Mereka cuma melihat dari ketenaran/kepopuleran dan lebih memilih selebritas daripada yang memiliki gagasan visi dan misi. Dulu banyak yang memilih SBY karena survei dan lihat apakah tahun ini akan terulang dengan memilih Jokowi atau tidak. Arema Bandung Masih Bisa Netralkah? APAKAH mereka yang sering nampang di ber- bagai media itu orisinal ataukah artifisial? Masih bisakah mengharapkan netralitas pers sebagai pilar ke-4 demokrasi? Novrian Eka Sandhi Ganti Sistem Pemerintahan SISTEM pemerintahan harus segera diganti dengan sistem kerajaan. Coba lihat Inggris dan Brunei Darussalam. Mereka makmur, kok. Kapan kita bisa begitu? Revolusi ialah jalan terbaik. Suryo Kencono Wunggu Lihat Sistem Rekrutmen KALAU melihat sistem rekrutmennya saat ini, kita sulit untuk memperoleh seorang pemimpin yang mumpuni. Yang muncul hanya elite kar- bitan, yang kalau tidak dengan kekuatan uang, pasti menggunakan cara-cara premanisme se- perti kerap kita lihat dalam demonstrasi yang anarkistis. Lily Yumili Hajah Jadilah Pemimpin yang Tulus JADILAH pemimpin yang tulus, ikhlas untuk pengabdian demi bangsa. Muhammad Makhfudz Harus Lebih Berkualitas MESTINYA yang mau mengakhiri harus lebih berkualitas daripada yang diakhiri. Atau justru seperti GAM yang bisa diakhiri pemerintah (gerakan anak media). Firman Novrianto 27Maret2014 EDITORIAL Editorial @ PemimpinHarus Utamakan NasibPetanidanNelayan BAGI calon pemimpin bangsa, Anda harus mengutamakan perbaikannasibpetanidanne- layan sebab merekalah tulang punggung bangsa. Pemimpin tidak mudah menyerah terha- dap tekanan dari pengusaha. 081917702xxx INDONESIA menjadi negara besar di dunia ini yang se- ring ditertawakan negara-ne- gara yang lebih kecil karena pemimpinnya yang lucu dan menyebalkan. 085325769xxx BEGITULAH adanya bahwa selama ini Indonesia digam- barkan dunia internasional sebagai negara lemah dan pengecut.Faktorkepemimpin- an menjadi kata kunci. 08179727xxx DENGAN kondisi negara seperti sekarang ini, tentu saja sangat dibutuhkan pemimpin yang tegas dan visioner. Kalau cuma meng- andalkan pencitraan, ha- silnya seperti yang sudah- sudah. 08124882xxx BANGSA Indonesia dikenal sebagai bangsa pelupa de- ngan ingatan yang pendek. Bagaimana mungkin para pemimpin bisa berbuat yang terbaik untuk bangsa ini? 08128113xxx R A K YAT c u m a b u t u h pemimpin yang berani men- jatuhkan hukuman mati untuk para koruptor. 085288095xxx Jago Pencitraan SIAPA yang memberi kontri- busi melahirkan pemimpin artifisial? Ya, partai politik. Jadi pemimpin artifisial yang hanya jago pencitraan dan jago berkoar-koar itu dila- hirkan oleh partai politik. Sementara negeri ini sebe- narnya masih banyak stok birokrat, teknokrat, dan para profesional yang bersih dan pekerja keras. Masalahnya mereka sering menjadi kor- ban bullying karena tidak mau kompromi, tidak pintar mencitrakan diri, tidak pintar berorasi, dan tidak bisa berak- robat politik. Anissa Karmida Kuasai Media Massa PEMIMPIN artifisial = merasa bisa jadi presiden. Syarat- nya harus menguasai media massa. Herwin Nur Kapan Muncul KAPAN kita bisa kembali me- miliki pemimpin sejati yang tak palsu seperti sekarang? Kini banyak pemimpin palsu yang tidak tulus bekerja, tak tuntas, dan tak amanah. Aki- batnya, rakyat hanya terpaksa patuh, pemimpin tak disegani dan tak berwibawa. Inilah waktunya pemilu, warga seharusnya bisa memilih pemimpin sejati yang dahulu pernah datang di tengah- tengah kita. Muhammad Makhfudz Himpun Dana PEMIMPIN RI harus berani mengembalikan kedaulatan negara ini, menghimpun dana sebanyak-banyaknya dari koruptor untuk mem- perkuat batas wilayah RI baik darat, laut, maupun udara. Selain itu, memiliki dana cadangan yang besar untuk membangun sarana dan prasarana. Nugroho Pemimpin Amanah SEMOGA setelah pemilu usai, akan muncul pemimpin yang bisa menjadi pemimpin sebe- narnya. Pemimpin yang dipi- lih rakyat dan bisa memenuhi amanah. Abdul Satar Dipilih Rakyat CUMA pemimpin yang besar jasanya kepada negara yang berhak dikenang dan dipuji. Apalagi sekarang banyak musang berbulu ayam yang sedang mencari peruntung- an sebagai calon pemimpin negara Indonesia sungguh memilukan. Said Abdullah SMS INTERAKTIF 0811140772 Senin-Sabtu, 07.05 WIB di Metro TV ONLINE metrotvnews.com FACEBOOK Harian Umum Media Indonesia Kirimkan tanggapan dan komentar Anda melalui: ONLINE FACEBOOK N EGERI ini memang paradoksal. Indonesia ialah negara besar, tetapi sudah berpuluh-puluh tahun gagal menunjukkan kebesaran- nya. Indonesia ialah negara dengan 250 juta penduduk, tetapi teramat sukar mencari pemimpin yang benar- benar pemimpin. Sudahteramatlamabangsainikrisis kepemimpinan. Kita pernah memiliki sosok-sosok besar seperti Bung Karno, Hatta, Syahrir, Natsir, atau Kasimo. Mereka pemimpin-pemimpin besar yang tak hanya dicintai rakyat, tetapi juga disegani bangsa-bangsa lain. Mereka pemimpin berintegritas, yang setiap laku dan tindakan semata-mata demi mengangkat harkat dan marta- bat bangsa. Mereka bukan pemimpin yang asal jadi dan mengaku-aku seba- gai pemimpin, melainkan pemimpin yang benar-benar pemimpin. Namun, kisah membanggakan itu tinggal cerita. Kerinduan rakyat untuk mendapatkan kembali pemimpin- pemimpin seperti mereka, yang ber- jiwa negarawan, pun sudah sangat lama terpendam, seakan-akan seka- dar impian yang entah kapan men- jadi kenyataan. Era reformasi yang digadang-gadang sebagai momentum kebangkitan mencetak pemimpin besar, yang punya gagasan-gagasan besar dan punya kemauan besar un- tuk mewujudkannya, masih jauh dari harapan. Betul bahwa sejak keran reformasi dibuka, ribuan anak bangsa terobsesi menjadi pemimpin. Namun, mereka baru pemimpin dalam arti julukan, bukan orang yang berjiwa pemimpin. Itulah keprihatinan yang sudah lama menggumpal seakan-akan tanpa jalan keluar. Keprihatinan itu pula yang diungkapkan secara gamblang oleh Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh saat berdialog dengan sekitar 200 mahasiswa di Padang, Sumatra Barat, Selasa (25/3). Menurut Surya, selama 16 tahun era reformasi, kita terperangkap pada pemimpin artifi- sial, pemimpin buatan yang lahir dari pencitraan. Bukan pemimpin substansial dengan ide-ide be- sar yang bisa mengembalikan kebesaran bangsa. Di masa silam, bangsa ini mampu menyejajar- kan diri dengan negara- negara besar lantaran memiliki pemimpin substansial. Mereka berhasil menjulangkan nama bangsa lantaran lahir dari pergerakan terdidik yang visioner. Namun, setelah dikelola pemimpin artifisial, Indone- sia kehilangan kebanggaan di segala bidang. Jangankan de- ngan negara-negara superior semacam Amerika Serikat, tat- kala berhadapan dengan ne- gara-negara tetangga saja kita kerap inferior. Ketegasan bersalin wujud menjadi ketidakberdayaan untuk menunjukkan harga diri. MengakhiriJebakan PemimpinArtifisial K AMPANYE sudah dilaku- kan sekaligus mengawali langkah menuju pemi- lihan umum (pemilu). Berbagai cara dilakukan partai maupun calon legislatif (caleg) dalam berkampanye untuk mempromo- sikan dirinya. Tujuannya adalah agar lebih dikenal dan merebut simpati. Berbagai cara dan sa- rana digunakan untuk menca- pai tujuan tersebut. Mulai dari tatap muka hingga pemasangan materi promosi seperti bendera, spanduk, poster dan lain-lain. Sa- rana yang digunakan mulai dari tembok, jembatan, pohon, tiang- tiang, dan lain-lain. Hasilnya tak sekadar meriah, namun merusak pemandangan kota. Seharusnya KPU dan pemilik kota dalam hal ini pemerintah daerah membuat peraturan yang lebih ketat dan tegas dalam hal ini karena materi promosi itu benar-benar merusak peman- dangan dan keindahan kota. Dan, tak hanya sampai di situ, seusai masa kampanye umumnya tak ada caleg atau partai yang benar- benar bertanggung jawab dalam membersihkan atribut yang telah terpasang tersebut. Spanduk/ bendera meskipun menghilang, biasanya meninggalkan tali-tali berbagai warna. Apalagi dengan poster yang ditempel (khsusus- nya di tembok dan tiang-tiang), karena pastinya sulit dibersihkan akhirnya dibiarkan begitu saja. Cara mereka berkampanye se- perti itu tidaklah simpatik. Bagi saya, caleg atau partai yang tidak peduli dengan kebersihan dan keindahan kotanya tidak layak untuk dipilih. Jika dalam hal kecil saja me- reka tidak peduli bagaimana de- ngan urusan yang lebih besar. Ini sebagai salah satu bukti bahwa mereka adalah orang/partai yang tidak mencintai dan bertanggung jawab dalam menjaga wilayah/ kota/negerinya. Maka katakan ‘tidak’ untuk mereka yang mela- kukan kerusakan. Dewi Indrasari Cempaka Putih Barat Jakarta KampanyeyangtidakSimpatikTanggapanXLatasKeluhan SuryaFerdian Jika dalam hal kecil saja mereka tidak peduli bagaimana dengan urusan yang lebih besar. SENO M ENANGGAPI surat pembaca Bapak Surya Ferdian mela- lui Media Indonesia Selasa (18/3) berjudul XL kok Mengambil Pulsa Hak Saya?, kami telah meng- hubungi Bapak Surya untuk me- nyampaikan permohonan maaf atas keluhan penonaktifan paket pada nomor XL 0818********. Kami telah menindaklanjuti keluhan tersebut dan memberikan penjelasan atas keluhan yang dialami. Bapak Surya dapat menerima penjelasan yang disampaikan. Peningkatan kualitas layanan akan terus kami lakukan agar dapat mem- berikan layanan yang lebih baik lagi di masa mendatang. Kami senantiasa terbuka untuk menerima masukan serta kritik da- lam melakukan perbaikan layanan kami. Demikian tanggapan kami. Atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih. Turina Farouk Vice President of Corporate Communication of XL Kirimkan keluhan dan komentar Anda tentang pelayanan publik ke e-mail: forum@mediaindonesia.com FORUM Kirimkan komentar Anda atas tema: Solidaritas makin Menurun di Masyarakat (Periode 24 Maret-29 Maret 2014) opini publik ke e-mail: forum@mediaindonesia.com
  • 21. FOKUS MEG22 Dulu Dipuja Sekarang Dilupa
  • 22. JUMAT, 28 maret 2014GAPOLITAN 23 KESENIAN lenong di cagar budaya Betawi Setu Babakan, Jakarta Selatan, ternyata menyurut peminatnya. Satu per satu sanggar lenong di Setu Babakan tidak lagi berlatih dan mementaskan lenong. Kepala Seksi Harian Setu Babakan Indra meng­ ungkapkan pelakon lenong di daerah setu babak­ an telah lama surut. Selain itu, tidak ada lagi generasi baru anak-anak yang berlatih lenong. Menurutnya, turunnya minat anak-anak untuk berlatih dan persaingan pasar yang membuat pertunjukan lenong surut di Setu Babakan. Pa­ dahal sebelumnya, pertunjukan lenong di Setu Babakan cukup hidup dan berkembang. Namun, setelah pemain senior lanjut usia dan sakit, sudah tidak ada lagi yang meneruskan. “Lenong di sini agak surut, ya. Seleksi alam yang membuat lenong di Setu tidak berkembang. Kalau pun ada, bukan asli penduduk sini,” ujarnya. Dia menerangkan, sebelumnya Sanggar Seni Bunga Cempedak yang terletak di sekitar Setu Ba­ bakan pernah membawa lenong di Setu Babakan hidup kembali, bahkan gairah para pelakonnya sangat antusias hingga tampil di sejumlah acara. Namun, lanjut dia, sanggar lenong itu pun tidak bertahanlama.Hanyakuranglebih4tahunlenong di Sanggar Bunga Cempedak bertahan. Setelah itu, mereka tidak lagi tampil ataupun latihan. “Sangar ini mengelola jinong (tanjidor lenong), tapi tidak bertahan lama hanya 4 tahun. Terakhir kali 2013,” terangnya. Terkait dengan lemahnya pelestarian lenong, dia menilai, sejak awal lenong memang tidak hidup pada darah Betawi Jakarta Selatan. Lenong tumbuh dan besar di Jakarta Timur. Bahkan para pemain lenong ternama dilahirkan di Sanggar Lenong Jakarta Timur seperti Nyak Tonah Nasir, Mpok Nori, dan Bang Burhan. Selain itu, lemah­ nya SDM dalam mengemas lenong dengan baik membuat Lenong tidak diminati. “Lenong itu melakoni cerita yang memiliki pesan moral yang ingin disampaikan. Kalau sa­ lah perhitungan durasi, pemain, dan alur cerita, penonton mudah jenuh dan akhirnya pergi,” ujarnya. Kendala biaya pun menjadi hambatan lenong berkembang. Menurutnya, sekali pementasan butuh biaya minimal Rp10 juta-Rp30 juta untuk pertunjukan lenong biasa. Sementara itu, untuk pertunjukan lenong lengkap dengan bintang tamu terkenal membutuhkan dana yang lebih besar. “Untuk pemain bintang tamu itu minimal Rp8 juta per orang. Belum untuk lakon yang lain,” tambahnya. Meski demikian, dia menegaskan kesenian le­ nong di Jakarta Selatan khususnya di Setu Babak­ an tetap ada, tapi hanya sebatas sisipan di antara pertunjukan tari dan gamang keromong. Itu pun, bila ada permintaan khusus. (Nel/J-1) Menyurutdi SetuBabakan DENYUT kehidupan lenong Betawi di­ sebut masih stabil. Itu lantaran imbas upaya perdamaiannya dengan tuntutan zaman dan pasar. Meski banyak pihak pesimistis dengan perkembangan seni budaya Betawi, titik cerah dipandang masih ada dari kaum muda di daerah penyangga Jakarta. Wakil Ketua Lembaga Kebudayaan Betawi Yahya Andi Saputra menepis berbagai opini bahwa kesenian Betawi sudah meluruh. Menurutnya, itu ha­ nya asumsi berdasar atas frekuensi kemunculan seni pertunjukan Betawi di televisi maupun media arus utama lainnya. Padahal, sanggar-sanggar seni di daerah tetap menggeliat. “Yang namanya seni pertunjukan mengalami kemunduran, itu sudah wajar. Karena orang ada musimnya meminati pertunjukan-pertunjukan itu. Cuma, yang pertunjukan-pertunjukan lenong itu sekarang masih di jalur aman,” tuturnya kemarin. Tak sekadar seni pertunjukan, lanjut­ nya, bentuk kesenian Betawi semacam sampyong (orkes Betawi tanpa laras), wayang betawi, tanjidor, dan seni cerita lisan Sohibul Hikayat, pun masih hidup di masyarakat. Resep tetap bertahannya seni pertun­ jukan itu, ungkapnya, adalah kompromi dengan zaman dan permintaan masya­ rakat. Misalnya, ada penyesuaian durasi pertunjukan lenong dengan kebutuhan saat hajatan warga menjadi lebih sing­ kat. Selain itu, seniman lenong bisa me­ nyisipkan pesan layanan masyarakat, contohnya, dalam hal keluarga beren­ cana dan narkoba. Salah satu bentuk nyata kompromi lenong dengan zaman adalah Komedi Betawi. “Grafik kreati­ fitasnya lumayan, dengan improvisasi yang bisa berdamai dengan keinginan pasar,” katanya. Pemimpin Yayasan Komedi Betawi Syaiful Amri pun mengakui modifikasi­ nya atas lenong dilakukan sebagai kom­ promi antara kemajuan zaman dengan pakem Lenong yang masih kaku. Salah satu bentuk kecil modifikasinya adalah durasi pertunjukan yang diper­ pendek dan pemasukan unsur drum untuk mengiringi gambang kromong yang wajib dalam lenong. Namun tetap, unsur improvisasi berupa celetukan dengan aksen Betawi tetap diperta­ hankan. “Tadinya kalau lenong kita modifikasi, orang-orang tua pada marah. Makanya kita ubah jadi komedi Betawi (kombet). Sekalian yang sesepuhnya juga kita ajak main,” ucap pria yang tengah me­ nempuh pendidikan doktoral dengan desertasi soal lenong. Ia menjelaskan, kombet bukan per­ ubah­an radikal atas tradisi lama. Na­mun, merupakan tafsir baru atas ke­budayaan itu tanpa mengenyahkan sub­stansinya. Strategi ini merupakan keniscayaan upaya pertahanan hi­ dup aki­bat tergerus perkembangan teknologi. Kombet diakuinya masih pu­ nya unsur-unsur hasil perkembangan dua jenis lenong; lenong preman dan lenong dines. “Kalau tetap enggak mau libatkan hal baru, kita akan ketinggalan, dan lama- lama dilupakan. Tapi tetap kita hormati (tradisi) lah. (Lenong) itu kan hasil orang tua-orang tua kita juga,” ucap dia. Namun demikian, Amri menyesalkan atas kompromi berlebihan pegiat tra­ disi Betawi terhadap tuntutan pasar. Ia memisalkan adanya sejumlah sanggar yang mulanya memang menampilkan pertunjukan lenong, namun dengan dangdutan yang lebih dominan. Ditam­ bah pula dengan kostumnya yang sepa­ ruh kebaya separuh celana jeans. “Di satu sisi ingin membawakan seni tradisi, sementara harus menuruti yang punya hajat juga. Karena kalau enggak, ya enggak bakalan dipanggil lagi buat manggung kalau ada hajatan nanti. Jadi, harus dilihat pula, berdamai dengan za­ man yang seperti apa. Kalau berdamai, tapi menghancurkan tradisi ya enggak seperti itu juga,” paparnya. (Kim/J-1) DilemaBerdamaidenganZaman Akmal Fauzi P ERTUNJUKAN teater tradisional lenong Betawi pernah menjadi bu­ daya kebanggaan masyarakat Ibu Kota. Lantunan musik gambang keromong mengiringi aktor lenong melaku­ kan pertunjukan dibumbui unsur bodoran atau lawakan tanpa ada plot cerita. Lenong sendiri berkembang menjadi lakon-lakon berisi banyolan pendek, yang dirangkai dalam cerita tak berhubungan. Lantas menjadi pertunjukan semalam sun­ tuk, dengan lakon panjang utuh. Walaupun terus menyesuaikan diri de­ ngan perkembangan zaman, untuk dapat terus bertahan, kesenian ini masih harus berjuang keras untuk dapat dilestarikan, dan ini bukanlah perkara yang mudah. Seperti halnya di Condet, Jakarta Timur. Lenong kian tergerus perkembangan za­ man. Pada awalnya, banyak masyarakat yang optimistis Condet bakal menjadi trademark Jakarta dengan tradisi lenong di dalamnya. Condet yang dikenal dulunya sebagai kawasan yang 90% penduduknya asli Betawi dianggap sebagai kawasan cagar budaya Betawi, salah satunya bagi kese­ nian lenong. Condet sebagai tujuan wisata budaya Betawi kini memang sudah menjadi mitos. Menjadi tuturan masa lampau, hilang atau tepatnya dihilangkan karena visi perko­ taan yang kabur. Itu terlihat dari minim­ nya sanggar-sanggar lenong di daerah penghasil salak tersebut. Sanggar Pelangi Betawi, salah satu sang­ gar kesenian Betawi yang beralamat di Jalan Kayu Manis, Balekambang, Condet, Jakarta Timur, hingga kini masih terjaga eksistensinya. Sanggar yang didirikan sejak 2007 itu mengakui sepinya peminat lenong di kalangan masyarakat Jakarta. “Kalau yang manggil untuk tampil bia­ sanya dari sudin (Suku Dinas Kebudayaan dan Pariwisata), tapi kalau untuk masya­ rakat biasa itu jarang banget,” kata Wi­ wid, Ketua Sanggar Pelangi, saat ditemui, kemarin. Minimnya permintaan berpentas mem­ buat Wiwid dan anggota Sanggar Pelangi lainnya harus memutar otak agar bisa eksis. Salah satunya dengan memasukan unsur musik modern yang dikombinasikan dengan musik gambang keromong dalam menggiringi pementasan lenong. “Musik gambang keromongnya kita aransemen ulang, pakai alat-alat musik modern juga kita tambah, kita sesuaikan dengan selera zaman, agar lenong bisa diterima dan dinikmati semua kalangan. Para pemainnya pun mayoritas anak muda,” ucap Wiwid Untuk sekali pementasan, terang Wiwid, biaya sewa untuk tampil terbilang cukup mahal. Itu juga menjadi faktor sepinya panggilan tampil di kalangan masyarakat biasa. “Sekali tampil biasanya minimal Rp8 juta. Enggak mengherankan jika kami ja­ rang dapat permintaan tampil kala hajatan nikah,” terang Wiwid. Namun, ia bertekad untuk tetap berlatih supaya kualitas pertunjukan tetap bagus. “Latihan seminggu sekali harus rutin agar kualitas bagus, kerja sama dengan dinas juga perlu. Alhamdulillah setiap bulan selalu ada permintaan. Bahkan, dalam waktu dekat kita ada panggilan ke luar kota seperti Bali dan Papua,” jelasnya Oplet Robet Lain hal dengan sekumpulan anak muda yang menamakan diri Oplet Robet (ocehan plesetan rombongan Betawi). Oplet Robet merupakan sebuah grup kesenian Betawi yang dipenggawai oleh Qubil AJ, atau biasa disapa Bang Madit Musyawaroh. Mereka menjaga eksistensi dengan meluncurkan sebuah album musik rekaman berjudul Akustik Oplet. “Sebenarnya Oplet Robet ini cikal bakal berdirinya dari Teater Cagar Budaya yang bermarkas di Batu Ampar, Condet. Setelah pimpinan sanggar tersebut meninggal, beberapa anggota melanjutkan cita-cita mempertahankan kesenian Betawi ini de­ ngan mendirikan Oplet Robet,” kata Bang Madit. Grup itu didirikan pada 2010, yang di dalamnya berisi orang-orang yang sangat peduli dengan kelangsungan hidup budaya Betawi. Oplet Robet menyadari kesenian lenong yang nyaris hilang akibat perkembangan zaman. Maka, grup ini bukan hanya menampilkan kesenian yang sifatnya tra­ disional, melainkan mereka juga mampu memainkan lenong dengan kemasan yang sudah mulai ngepop. Tu­juan­nya, tentu agar Lenong tetap bisa diterima anak-anak muda Jakarta. “Kita semua menyadari kesenian Betawi seperti lenong kian hilang. Dengan konsep seperti ini, semoga lenong bisa diterima masyarakat dan bisa kembali eksis di an­ tara seni-seni lain,” harapnya. Budayawan Betawi Ridwan Saidi meng­ akui lenong kalah populer dan tenggelam dalam arus modernisasi. “Di tengah mo­ dernisasi itu, kampung-kampung pun sudah tergusur dari tengah kota. Padahal, lenong itu ya hidup di dalam kultur kam­ pung,” katanya. Menurut Ridwan, selain karena tergu­ surnya kampung-kampung khas Betawi, ketidakpopuleran lenong juga disebabkan tidak adanya kaderisasi. “Yang main lenong sudah banyak yang meninggal. Tidak ada yang melanjutkan itu. Kalau pun itu ada, paling di sanggar- sanggar, tetapi menjadi suatu yang hidup di tengah kampung itu rasanya tidak ada lagi,” kata Ridwan. Seiring bergesernya kampung dari te­ ngah kota, kata dia, lenong pun bergeser ke pinggiran seperti Parung, Tambun, Tangerang, dan beberapa kampung Betawi lain di luar Jakarta. “Kalau dicari di tengah kota, ya tentu ti­ dak ada. Di kampung-kampung pinggiran juga sudah jarang. Kalau sekarang mau dihidupkan lagi, ya tinggal mendukung sanggar-sanggar itu supaya tidak benar- benar mati,” katanya. Meskipun nasib lenong Betawi yang su­ dah meredup, Ridwan mengatakan tidak boleh melupakan pesan atau nilai yang disampaikan dalam pertunjukan lenong. “Sebenarnya banyak yang bisa dipela­ jari. Melalui lenong kita bisa belajar soal kehidupan bermasyarakat, kejujuran, hormat kepada orangtua, nilai-nilai cinta kasih, dan karena itu harus dilestarikan,” tutupnya. (Ths/J-1) akmal@mediaindonesia.com Lenong Betawi tenggelam dalam arus modernisasi karena kaderisasinya mandek. KHAS BETAWI: Pertunjukan lenong saat memeriahkan festival Budaya Betawi yang diselenggarakan di Hutan Kota Srengseng, Kembangan, Jakarta Barat. Festival yang menyajikan kebudayaan Betawi serta makanan khas Betawi sudah jarang digelar sehingga banyak dilupakan warga Jakarta. LENONG MAHASISWA: Para penari dari Liga Tari Mahasiswa Universitas Indonesia Krida Budaya mementaskan lenong dalam Lakon Sensasi Urban Jakarta di Taman Ismail Marzuki, Jakarta. Melalui pergelaran ini, mahasiswa mencoba memberikan pemikiran dan masukan untuk Jakarta. dok miMI/ANGGA YUNIAR
  • 23. 21023102TESA ASET 085.317643.926sakaratesnadsaK Piutang pembiayaan konsumen - setelah dikurangi penyisihan kerugian penurunan nilai sebesar Rp 286.186 pada tahun 2013 (2012: Rp 248.891) 834.1564isalerebkahiP 195.655.11528.273.41agitekkahiP Aset derivatif untuk tujuan manajemen risiko 1.197.967 140.454 nial-nialgnatuiP 589-isalerebkahiP 156.32552.23agitekkahiP -347.63hisreb-nahuggnatkajaptesA Aset tetap - setelah dikurangi akumulasi penyusutan sebesar Rp 150.852 pada tahun 2013 104.47320.19)389.331pR:2102( hisreb-nial-nialtesA 280.5697.6isalerebkahiP 257.141743.303agitekkahiP 439.756.21767.076.61TESAHALMUJ LIABILITAS DAN EKUITAS 2013 2012 LIABILITAS amiretidgnaynamajniP --isalerebkahiP 244.116.7528.918.11agitekkahiP isagilbognatU Pihak ketiga - setelah dikurangi beban emisi obligasi yang belum diamortisasi sebesar Rp 289 pada tahun 2013 (2012: Rp 1.139) 199.711 773.861 720.14188.031nalisahgnepkajapgnatU Liabilitas derivatif untuk tujuan manajemen risiko 191.422 189.047 Beban yang masih harus dibayar 504.2186.2isalerebkahiP 038.902287.531agitekkahiP 314.87-hisreb-nahuggnatkajapsatilibaiL 665.93103.84ajrek-acsapnalabmisatilibaiL 492.111133.08nial-nialsatilibaiL JUMLAH LIABILITAS 12.608.934 9.056.885 EKUITAS Modal saham - nilai nominal Rp 1.000 (dalam Rupiah penuh) per saham -rasadladoM 1.500.000.000 saham biasa Modal ditempatkan dan disetor penuh - 995.693995.693asaibmahas000.995.693 104.882961.892rotesidladomnahabmaT abalodlaS Telah ditentukan penggunaannya 79.320 79.320 Belum ditentukan penggunaannya 3.335.680 2.873.027 Selisih nilai transaksi restrukturisasi entitas 867.9-iladnegnepes Kerugian kumulatif atas instrumen derivatif untuk )660.64()539.74(hisreb-saksuraialingnudnil JUMLAH EKUITAS 4.061.833 3.601.049 JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 16.670.767 12.657.934 2013 2012 PENDAPATAN Pendapatan pembiayaan konsumen - bersih 1.286.440 1.255.997 Pendapatan pembiayaan konsumen melalui penjualan portofolio 661.6- 393.61790.42agnubnatapadneP 860.2-hisreb-srukhisilesabaL 653.987030.269hisreb-nial-nialnatapadneP JUMLAH PENDAPATAN 2.272.567 2.069.980 BEBAN )118.867()990.228(agnubnabeB Tambahan penyisihan kerugian penurunan nilai piutang pembiayaan konsumen - bersih (144.018) (158.788) Beban umum dan administrasi (320.777) (258.111) )083.8()536.21(aynnialnagnaueknabeB )910.612()096.462(nawayraknagnajnutnadijaG (Tambahan)/pemulihan penyisihan kerugian penurunan nilai piutang dari kendaraan yang dijaminkan dan dikuasai kembali (859) 4.324 Rugi penyelesaian piutang dari kendaraan yang dijaminkan dan dikuasai kembali (34.208) (55.108) -)443.1(hisreb-srukhisilesiguR JUMLAH BEBAN (1.600.630) (1.460.893) LABA SEBELUM PAJAK PENGHASILAN 671.937 609.087 BEBAN PAJAK iniK - Pajak )182.3()818.4(lan - Pajak non )707.301()899.813(lan )146.15(235.411nahuggnaT )926.851()482.902( LABA BERSIH TAHUN BERJALAN 462.653 450.458 PENDAPATAN KOMPREHENSIF LAIN SETELAH PAJAK : :ialingnudnilsaksurA Bagian efektif dari perubahan nilai wajar (505.630) (102.639) Jumlah yang direklasi kasi ke laba rugi 503.137 45.882 Pajak penghasilan terkait dengan pendapatan komprehensif lain 624 14.189 (1.869) (42.568) JUMLAH LABA KOMPREHENSIF TAHUN BERJALAN 460.784 407.890 Laba bersih per saham - dasar 631.1761.1)hunephaipuRmalad( LAPORAN LABA RUGI KOMPREHENSIF TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2013 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) LAPORAN ARUS KAS TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2013 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) LAPORAN POSISI KEUANGAN 31 DESEMBER 2013 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 2013 2012 ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI :iradsaknaamireneP Transaksi pembiayaan konsumen 9.185.380 9.719.664 Transaksi pembiayaan konsumen sehubungan 920.58-oilofotropnalaujnepnagned Penerimaan dari penyelesaian piutang dari kendaraan yang dijaminkan dan dikuasai kembali 120.128 286.771 117.754400.146hisreb-isnarusaimerP 127.031520.421naggnalepiradadneD 411.31872.91agnubnatapadneP 010.396.01518.980.01saknaamirenephalmuJ Pengeluaran kas untuk/kepada: Transaksi pembiayaan konsumen (9.882.051) (7.313.895) )880.21()179.97(nagnaueknabeB )066.414()730.837(ahasunabeB )133.225()282.886(agnubnabeB Pihak lain sehubungan dengan transaksi )054.660.2()003.158(oilofotropnalaujnep )424.923.01()146.932.21(saknaraulegnephalmuJ Pembayaran pajak penghasilan (144.154) (65.959) Pembayaran atas kurang bayar pajak sehubungan dengan pemeriksaan Pajak Penghasilan Badan tahun skal 2011 (228.515) - Kas bersih (digunakan untuk)/ diperoleh dari aktivitas operasi (2.522.495) 297.627 ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI 929.1566patettesanalaujneplisaH )574.31()757.93(patettesanailebmeP Kas bersih digunakan untuk aktivitas investasi (39.092) (11.546) ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN Penerimaan dari pinjaman yang diterima 10.957.250 8.848.978 Pelunasan pinjaman yang diterima (7.905.144) (7.939.688) Pembayaran pokok utang obligasi (575.000) (871.685) Kas bersih diperoleh dari aktivitas pendanaan 2.477.106 37.605 (PENURUNAN)/KENAIKAN BERSIH KAS DAN SETARA KAS (84.481) 323.686 KAS DAN SETARA KAS, AWAL TAHUN 713.580 389.780 PENGARUH FLUKTUASI KURS MATA UANG ASING PADA KAS DAN SETARA KAS 247 114 KAS DAN SETARA KAS, AKHIR TAHUN 629.346 713.580 LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2013 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) Modal saham Tambahan modal disetor Saldo laba Selisih nilai transaksi restrukturisasi entitas sepengendali Kerugian kumulatif atas instrumen derivatif untuk lindung nilai arus kas - bersih Jumlah ekuitasTelah ditentukan penggunaannya Belum ditentukan penggunaannya Saldo pada tanggal 1 Januari 2013 396.599 288.401 79.320 2.873.027 9.768 (46.066) 3.601.049 Dampak penerapan PSAK No. 38 (Revisi 2012) -)867.9(--867.9- - Saldo pada tanggal 1 Januari 2013 setelah dampak penerapan PSAK No. 38 (Revisi 2012) 940.106.3)660.64(-720.378.2023.97961.892995.693 Laba bersih tahun berjalan 356.264--356.264--- Pendapatan komprehensif lain, setelah pajak )968.1(-----saksuraialingnudnilkutnufitavirednemurtsnirajawialinnahaburepsatafitkefenaigaB (1.869) Jumlah laba komprehensif tahun berjalan 487.064)968.1(-356.264--- Saldo pada tanggal 31 Desember 2013 338.160.4)539.74(-086.533.3023.97961.892995.693 Saldo pada tanggal 1 Januari 2012 396.599 288.401 79.320 2.422.569 9.768 (3.498) 3.193.159 Jumlah pendapatan komprehensif tahun berjalan Laba bersih tahun berjalan 854.054--854.054--- Pendapatan komprehensif lain, setelah pajak 865.24(-----saksuraialingnudnilkutnufitavirednemurtsnirajawialinnahaburepsatafitkefenaigaB ) (42.568) Jumlah laba komprehensif tahun berjalan 098.704)865.24(-854.054--- Saldo pada tanggal 31 Desember 2012 396.599 288.401 79.320 2.873.027 9.768 (46.066) 3.601.049 LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2013 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) Modal saham Tambahan modal disetor Saldo laba Keuntungan (kerugian) kumulatif atas instrumen derivatif untuk lindung nilai arus kas - bersih Jumlah ekuitasTelah ditentukan penggunaannya Belum ditentukan penggunaannya Saldo pada tanggal 1 Januari 2013 1.625.729 159.450 325.146 894.548 (38.088) 2.966.785 Laba bersih tahun berjalan 987.313-987.313--- Pendapatan komprehensif lain, setelah pajak: 6.64776.64----saksuraialingnudnilkutnufitavirednemurtsnirajawialinnahaburepsatafitkefenaigaB 77 Jumlah laba komprehensif tahun berjalan 664.063776.64987.313--- 985.8733.802.1641.523054.951927.526.13102rebmeseD13laggnatadapodlaS 3.327.251 Saldo pada tanggal 1 Januari 2012 1.625.729 159.450 325.146 715.798 (8.628) 2.817.495 Laba bersih tahun berjalan 057.871-057.871--- Pendapatan komprehensif lain, setelah pajak: 92()064.92(----saksuraialingnudnilkutnufitavirednemurtsnirajawialinnahaburepsatafitkefenaigaB .460) Jumlah laba komprehensif tahun berjalan 092.941)064.92(057.871--- 587.669.2)880.83(845.498641.523054.951927.526.12102rebmeseD13laggnatadapodlaS LAPORAN POSISI KEUANGAN 31 DESEMBER 2013 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 2013 2012 ASET 312.817168.636sakaratesnadsaK Piutang pembiayaan konsumen - setelah dikurangi penyisihan kerugian penurunan nilai sebesar Rp 381.700 pada tahun 2013 (2012: Rp 391.233) 8.102.528 8.186.577 Aset derivatif untuk tujuan manajemen risiko 508.282 195.818 nial-nialgnatuiP 771.1443.1isalerebkahiP- 683.46574.95agitekkahiP- -676.74hisreb-nahuggnatkajaptesA Aset tetap - setelah dikurangi akumulasi penyusutan sebesar Rp 294.336 pada tahun 2013 169.101329.97)690.742pR:2102( hisreb-nial-nialtesA 004.4506.5isalerebkahiP- 351.461115.151agitekkahiP- 586.634.9502.395.9TESAHALMUJ 2013 2012 LIABILITAS DAN EKUITAS LIABILITAS 596.368.4820.813.5amiretidgnaynamajniP Utang obligasi - setelah dikurangi beban emisi obligasi yang belum diamortisasi sebesar Rp 564 pada 203.898634.992)896.1pR:2102(3102nuhat 433.4885.97nalisahgnepkajapgnatU Liabilitas derivatif untuk tujuan manajemen risiko 87.766 77.445 532.701259.921rayabidsurahhisamgnaynabeB 075.74-hisreb-nahuggnatkajapsatilibaiL 204.07967.19ajrek-acsapnalabmisatilibaiL 719.004514.952nial-nialsatilibaiL 009.964.6459.562.6SATILIBAILHALMUJ EKUITAS Modal saham - nilai nominal Rp 500.000 (dalam Rupiah penuh) per saham Modal dasar - 12.000.000 saham Modal ditempatkan dan disetor penuh - 927.526.1927.526.1mahas854.152.3 054.951054.951rotesidladomnahabmaT abalodlaS Telah ditentukan penggunaannya 325.146 325.146 Belum ditentukan penggunaannya 1.208.337 894.548 Keuntungan (kerugian) kumulatif atas instrumen derivatif untuk lindung nilai arus kas - bersih 8.589 (38.088) 587.669.2152.723.3SATIUKEHALMUJ JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 9.593.205 9.436.685 2013 2012 PENDAPATAN Pendapatan pembiayaan konsumen - bersih 1.580.614 1.757.538 Pendapatan pembiayaan konsumen melalui 133.891554.13oilofotropnalaujnep 086.13697.73agnubnatapadneP 333.127389.658nial-nialnatapadneP 288.807.2848.605.2NATAPADNEPHALMUJ BEBAN )556.417()936.025(agnubnabeB )482.956()052.906(nawayraknagnajnutnadijaG Penambahan penyisihan kerugian penurunan nilai piutang pembiayaan konsumen - bersih (327.587) (435.434) )096.334()761.705(isartsinimdanadmumunabeB (Tambahan) / pemulihan penyisihan kerugian penurunan nilai piutang dari kendaraan yang dijaminkan dan dikuasai kembali - bersih (7.906) 7.512 Rugi terkait penyelesaian piutang dari kendaraan yang dijaminkan dan dikuasai kembali (73.730) (213.686) )732.944.2()972.640.2(NABEBHALMUJ LABA SEBELUM PAJAK PENGHASILAN 460.569 259.645 BEBAN PAJAK :iniK - Pajak )633.6()955.7(lan - Pajak non )964.21()620.052(lan )090.26(508.011nahuggnaT )598.08()087.641( LABA BERSIH TAHUN BERJALAN 313.789 178.750 PENDAPATAN KOMPREHENSIF LAIN, SETELAH PAJAK : :saksuraialingnudniL Bagian efektif atas perubahan nilai wajar )080.79()355.54(fitavirednemurtsni Jumlah yang ditransfer ke laba rugi 107.789 57.800 Pajak penghasilan terkait dengan komponen pendapatan komprehensif lain (15.559) 9.820 Pendapatan komprehensif lain, setelah pajak 46.677 (29.460) Jumlah laba komprehensif tahun berjalan 360.466 149.290 Laba Bersih per Saham Dasar 579.45705.69)hunephaipuRmalad( 2013 2012 ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI :iradsaknaamireneP Transaksi pembiayaan konsumen 9.692.552 11.370.935 Transaksi pembiayaan konsumen sehubungan dengan penjualan portofolio 286.066 1.832.987 Penerimaan dari penyelesaian piutang dari kendaraan yang dijaminkan dan dikuasai kembali 165.141 373.898 465.422000.512hisreb-isnarusaimerP 994.281314.881naggnalepiradadneD 443.52732.03agnubnatapadneP 496.88561.06nial-nialnatapadneP 129.890.41475.736.01saknaamirenephalmuJ Pengeluaran kas untuk/kepada: Transaksi pembiayaan konsumen (6.832.099) (6.613.605) Pihak lain sehubungan dengan transaksi )255.553.3()960.367.1(oilofotropnalaujnep )077.297()558.358(ahasunabeB Beban bunga atas pinjaman yang diterima (403.356) (578.548) Beban bunga atas utang obligasi (86.250) (139.908) )931.76()878.861(nial-nialnabeB )225.745.11()705.701.01(saknaraulegnephalmuJ )167.85()423.44(nalisahgnepkajapnarayabmeP Pembayaran ke kantor pajak sehubungan dengan pemeriksaan pajak tahun skal 2011 (termasuk -)286.311()adned Kas bersih diperoleh dari aktivitas operasi 372.061 2.492.638 ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI 737627patettesanalaujneplisaH )894.14()292.72(patettesanailebmeP Kas bersih digunakan untuk aktivitas investasi (26.566) (40.761) ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN Penerimaan dari pinjaman yang diterima 4.421.260 4.417.410 Pelunasan pinjaman yang diterima (4.240.620) (5.797.161) )120.058()000.006(isagilbokokopnarayabmeP Kas bersih digunakan untuk aktivitas pendanaan (419.360) (2.229.772) (PENURUNAN) KENAIKAN BERSIH KAS DAN SETARA KAS (73.865) 222.105 KAS DAN SETARA KAS, AWAL TAHUN 718.213 496.134 PENGARUH FLUKTUASI KURS MATA UANG ASING PADA KAS DAN SETARA KAS (7.487) (26) KAS DAN SETARA KAS, AKHIR TAHUN 636.861 718.213 LAPORAN LABA RUGI KOMPREHENSIF TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2013 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) LAPORAN ARUS KAS TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2013 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
  • 24. PEMERINTAH ingin mewa- dahi insan perfilman Indone- sia laksana rumah besar yang bisa dihuni dengan nyaman secara bersama tanpa pe- ngelompokan. “Nantinya, siapa pun insan film itu bisa dengan nya- man berkreasi baik secara permanen atau temporer dalam ‘rumah besar’ itu,” kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) M Nuh pada sambutan Peri- ngatan Hari Film Nasional ke-64 di Gedung Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta, kemarin. Untuk mewujudkan hal itu, Nuh mensyaratkan para insan film harus melakukan pengkaderan dengan cara formal maupun informal. “Dunia film tidak bisa ha- nya mengandalkan orang perorang. Tokoh film bisa saja mangkat namun dunia film terus berlanjut.” Sebagai rumah besar, lan- jut Nuh, pemerintah mesti ikut serta mempromosikan produk film agar industri film bisa memberikan ke- sejahteraan bagi seluruh insan film. “Jadi dunia film bukan sekadarhobi,tetapidapatber- manfaat untuk kesejahtera- an,” cetusnya. Nuh juga mengingatkan agar film Indonesia dapat mengedukasi dan mence- rahkan masyarakat. “Melalui film, kita dapat memberdayakan seluruh potensi untuk membangun masyarakat dan menumbuh- kan nasionalisme kita.” Acara peringatan Hari Film Nasional itu dihadiri anggota komunitas film yang dihim- punSekretariatNasionalKine Klub Indonesia (Senakki) dan sejumlah tokoh perfilman. Di acara itu juga berlangsung pameran poster bertajuk Jejak Film Indonesia. Salah seorang pegiat film dan sutradara, Akhlis Sur- yapati, menilai dukungan Kemendikbud dalam per- ingatan Hari Film Nasional tahun ini semakin semarak dengan melibatkan masyara- kat dan kalangan remaja. Aktor film senior Alex Ko- mang pada sambutan di aca- ra itu menyatakan penting- nya memperkukuh semangat keindonesiaan melalui film. “Seperti tercantum pada tagline acara ini, kukuhkan film sebagai karya budaya kita,” tegasnya. (Bay/H-3) Pemerintah Wadahi InsanFilm UNIVERSITAS Trilogi merayakan dies natalis pertama di kam- pus mereka di Jakarta Selatan, kemarin. Rektor Universitas Trilogi, Prof Asep Saeffudin, menyatakan pencapaian univer- sitas yang dipimpinnya cukup signifikan. Hal itu antara lain dilihat dari segi produksi karya ilmiah. “Masih minimnya budaya riset telah menjadi persoalan di lingkungan perguruan tinggi sampai saat ini. Karena itu, kami mencoba menumbuhkan kebiasaan tersebut sehingga nantinya akan menjadi budaya,” kata Asep. Menurut Asep, para dosen dan mahasiswa Universitas Trilogi telah membuat karya tulis ilmiah yang dipublikasikan di berbagai media masa. Mereka juga rajin mengikuti kompe- tisi menulis karya ilmiah di tingkat nasional. “Ke depan, kami akan menjadikan pangan sebagai fokus da- lam menyumbangkan gagasan dan riset kepada negara supaya negara kita menjadi mandiri pangan,” pungkasnya. (*/H-3) ARTHA Graha Peduli (AGP) bekerja sama dengan Media Indonesia kembali menggelar pasar sembako murah sejak Selasa (25/3) hingga Kamis (3/4) di ratusan titik di seluruh Indonesia. “Kegiatan ini merupakan rangkaian dari apa yang sudah dilakukan tahun lalu. Tahun ini, sedikitnya dua juta paket sembako murah akan didistribusikan. Pelaksanaannya ber- barengan dengan berbagai agenda besar negeri ini,” ujar Koordinator Pasar Sembako Murah AGP, Anas Latief, di Ja- karta, kemarin. Kegiatan itu juga didukung oleh organisasi Musisi Peduli In- donesia, Gerakan Pramuka, dan merek susu Indomilk. Dalam kegiatan itu, 1.000 paket sembako murah seharga Rp25 ribu dijual setiap harinya. Dana yang diperoleh akan digunakan untuk membeli paket sembako murah yang akan dijual ke- pada masyarakat miskin di wilayah lain. (Fat/H-3) MENTERI Kehutanan (Menhut) Zulkifli Hasan melakukan kunjungan kerja ke PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (IKPP) Tangerang Mill, Selasa (25/3). Menhut melihat secara langsung proses produksi di IKPP Tangerang. IKPP Tangerang merupakan salah satu unit usaha di bawah payung Asia Pulp and Paper (APP). Mill itu dibangun pada 1976 dan merupakan mill APP pertama dari tiga mill IKPP dengan kapasitas produksi lebih dari 100 ribu metric tones per tahun. Produk unggulan IKPP Tangerang antara lain berbagai jenis kertas warna dan kertas Alquran bermutu tinggi bermerek Sinartech yang diekspor ke banyak negara. Pada kesempatan itu, APP mewakafkan 500 Alquran dan 5.000 buku tulis untuk warga sekitar. “Semoga Alquran yang diwakafkan dan buku yang disumbangkan ini akan memberi manfaat bagi kita semua,” kata Menhut yang menyerahkan bantuan itu pada perwakilan warga. (RO/H-1) UniversitasTrilogiRayakanHUTPertama AGPGelarPasarSembakoMurah MenhutKunjungiPabrikKertasAlquran K EMENTERIAN Riset dan Teknologi (Ke- menristek) mengu- sulkan pengurangan pajak guna menggairahkan perusahaan swasta menanam- kan investasi dalam penelitian dan pengembangan. Hal itu dilakukan untuk meningkat- kan daya saing industri. “(Bentuk) kebijakannya, bisa berupa keringanan pajak jika dia (perusahaan swasta) menanamkan uang untuk penelitian. Perusahaan ba- yar pajak tiap tahun kan, kalau mereka lakukan pene- litian, ya pajak (diusulkan) bisa dikurangi, tidak sebesar biasanya,” kata Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Gusti Muhammad Hatta seusai membuka seminar nasional bertajuk Dukungan Insentif Fiskal bagi Industri yang Mela- kukan Penelitian di Indonesia di Jakarta, kemarin. Menurut dia, saat ini pengu- rangan pajak sudah diberikan kepada pihak swasta yang mendatangkan alat-alat dari luar negeri untuk penelitian. “Bisa jadi alat itu tidak bisa sama sekali dibuat di tempat kita, jadi agak tinggi potongan pajaknya. Atau kita usulkan pengurangan pajak lebih be- sar kalau memang mereka datangkan alat untuk pene- litian sekaligus melakukan penelitian,” ujar dia. Kemenristek, lanjutnya, hanya sebagai pihak yang memberikan usulan. Berapa besaran potongan pajak un- tuk penelitian tentu menjadi kewenangan Kementerian Keuangan. “Kalau kita (Ke- menristek) maunya bebas, tapi kan tidak mungkin. Atau bisa dilihat kasus per kasus.” Peran ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) dalam pertumbuhan ekonomi, lan- jut Menristek, sudah terbukti efektif dan berhasil di berba- gai negara. Khususnya nega- ra-negara yang tidak meng- gantungkan kekuatan pada sumber daya alam. Pembangunan iptek me- merlukan dukungan, salah sa- tunya pendanaan yang harus ditopang bersama antara pe- merintah dan pihak swasta. “Karena alasan itu pula seminar ini diadakan, untuk mencari solusi bentuk kebi- jakan seperti apa yang dapat menggairahkan pihak swasta berinvestasi melakukan pe- nelitian untuk mendukung perkembangan industri.” Pembiayaan minim Menurut Menristek, di ne- gara-negara maju, peran iptek sudah kuat. Hal itu diindikasi- kan dengan besarnya proporsi pembiayaan penelitian dan pengembangan (litbang) jika dibandingkan dengan produk domestik bruto (PDB). Sebagai gambaran, pada 2012, persentase investasi lit- bang Singapura terhadap PDB mencapai 2,6%, Jepang menca- pai 3,4%, Korea Selatan 3,6%, dan Malaysia 0,8%. Sementara itu, di Indonesia, berdasarkan data 2009, angkanya mencapai 0,08% yang porsinya didomi- nasi anggaran pemerintah. Pada kesempatan sama, Kepala Pusat Kebijakan Pen- dapatan Negara-Badan Ke- bijakan Fiskal Kementerian Keuangan Astera Primanto Bhakti mengatakan perusa- haan harus didorong untuk melakukan kegiatan litbang di Indonesia agar kita tidak perlu membayar royalti ke luar negeri saat akan memakai hasil riset. “Selain itu, kalau litbang dilakukan di Indonesia, biaya yang dikeluarkan akan jauh berkurang.” (Ant/H-3) vera@mediaindonesia.com Riset Swasta akan Disubsidi Perusahaan harus didorong melakukan riset di Indonesia agar kita tidak perlu membayar royalti ke luar negeri saat akan memakai hasil riset. VERA ERWATY ISMAINY TEATER GARASI: Pemain dari kelompok Teater Garasi mementaskan pertunjukan bertajuk After The Voices yang disutradarai Yudi Ahmad Tajudin di Erasmus Huis, Jakarta Selatan, Rabu (26/3) malam. Teater Garasi mendapat penghargaan Prince Claud karena dinilai berjiwa berani dalam terobosan mereka untuk menstimulasi seni pertunjukan di kawasan Asia Tenggara. PASAR MURAH: Kordinator pasar murah Artha Graha Peduli, Anas Latief (kanan), secara simbolis membagikan sembako murah kepada warga di Kelurahan Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (25/3). MI/IMMANUEL ANTONIUS MI/ATET DWI PRAMADIA JURNALISME warga kian marak terutama setelah me- dia sosial menjamur. Data pada 2014 menunjukkan In- donesia memiliki 110 juta pengguna internet. Pengguna media sosial populer di Tanah Air seperti Facebook sekitar 60 juta WNI. Adapun peng- guna Twitter 35 juta orang. Ketua Aliansi Jurnalis In- dependen (AJI) Eko Maryadi menilai perlu kode etik atau aturan yang menaungi para pengguna media sosial dalam melakukan kegiatan jurnalis- tik mereka. “Itu juga supaya kualitas berita di media citizen me- miliki kadar yang tidak jauh dengan media mainstream,” kata Eko saat dihubungi Me- dia Indonesia, kemarin. Kode etik, menurut dia, penting untuk menghindari pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elek- tronik (UU ITE). Ia mengutarakan baik AJI maupun Dewan Pers saat ini belum bisa mengakomodasi keberadaan jurnalisme warga karena status yang masib rancu. Di sisi lain, aktivitas para jurnalis tersebut juga mem- bantu dalam mendapatkan informasi. Ia mencontohkan, Radio Elshinta saat ini te- lah menjadi tolok ukur yang digunakan pihak terkait se- perti kepolisian, media main- stream, dan radio itu sendiri untuk memperoleh informasi. Jumlah jurnalis yang masif membuat berita penting un- tuk segera disiarkan dan membutuhkan penanganan lebih mudah dan cepat dike- tahui masyarakat. Selain Elshinta, beberapa akun media sosial seperti @ fahiraidris yang menyebarkan kampanye #antimiras dan @justsilly dengan program #bloodforlife aktif melapor- kan isu-isu yang sering kali luput dari perhatian media mainstream. Pegiat media sosial, Enda Nasution, berpendapat pen- ting untuk dibedakan antara pengguna media sosial dan jurnalisme warga. “Saat ini banyak warga yang melaku- kan aktivitas yang semesti- nya dilakukan oleh jurnalis, tetapi mereka tentu saja tidak memiliki hak seperti halnya reporter. Reportase mereka belum lengkap dan menjadi tugas jurnalis untuk meleng- kapi,” ujar Enda. Enda melihat terdapat pa- kem jurnalistik yang harus diikuti para jurnalis warga se- perti keharusan untuk objek- tif dan mendalam. (Fat/H-1) JurnalismeWargaPerluKodeEtik SEKILAS JUMAT, 28 MARET 2014 HUMANIORA 25
  • 25. LAPORAN KEUANGAN P.T. NIPRESS Tbk. (ALL ABOUT BATTERY) Bogor, 28 Maret 2014 Direksi PT. Nipress Tbk Catatan : 1. Informasi keuangan diatas per tanggal 31 Desember 2013 diambil dari Laporan Keuangan yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Supoyo, Sutjahjo, Subyantara dan rekan dengan Pendapat Wajar Tanpa Pengecualian dalam Laporannya tertanggal 28 Maret 2014. 2. Kurs tutup buku pada 31 Desember 2013 dan 2012 masing-masing adalah Rp. 12.189 dan Rp. 9.638 untuk setiap satu (1) Dollar AS, serta Rp 16.822 dan Rp 12.810 untuk setiap satu (1) Euro. LAPORAN POSISI KEUANGAN 31 Desember 2013 dan 2012 (Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Nilai Nominal Per Saham dan Jumlah Lembar Saham) Liabilitas jangka pendek Utang bank 425.174 207.836 Utang Usaha Pihak Ketiga 50.767 60.377 Utang Pajak 2.462 751 Beban akrual 3.914 1.760 Utang jangka panjang yang akan jatuh tempo dalam waktu satu tahun - Utang Bank 21.306 7.539 - Sewa pembiayaan 5.214 559 Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 508.837 278.822 Liabilitas jangka panjang Liabilitas pajak tangguhan 10.418 12.915 Utang jangka panjang setelah dikurangi bagian yang akan jatuh tempo dalam waktu satu tahun - Utang Bank 8.557 9.318 - Sewa pembiayaan 7.440 223 Liabilitas imbalan kerja 27.210 21.342 Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 53.625 43.798 Jumlah Liabilitas 562.462 322.620 EKUITAS Modal Saham - nilai nominal Rp 1.000 per saham Modal Dasar – 80.000.000 saham Modal Ditempatkan dan Disetor - 20.000.000 saham 36.000 20.000 Agio Saham - 16.000 Pendapatan komprehensif lain - surplus revaluasi aset tetap 53.064 53.064 Saldo Laba - belum ditentukan penggunaannya 146.881 113.009 Jumlah Ekuitas 235.946 202.073 JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 798.408 524.693 ASET LANCAR Kas dan Setara Kas 7.306 7.897 Aset keuangan Lainnya 60.000 11.603 Piutang Usaha Pihak Ketiga (setelah dikurangi cadangan penurunan nilai sebesar Rp 242 tahun 2013 dan 2012 255.207 159.319 Piutang Lain – Lain Pihak Ketiga (setelah dikurangi cadangan penurunan nilai sebesar Rp 12 tahun 2013 dan 2012 461 832 Persediaan 193.146 123.127 Pajak Dibayar Dimuka 6.828 - Biaya Dibayar Dimuka 1.463 1.099 Uang muka 10.429 4.609 Jumlah Aset Lancar 534.840 308.486 ASET TIDAK LANCAR Aset Tetap - setelah dikurangi akumulasi penyusutan sebesar Rp 155.326 tahun 2013 dan Rp 138.980 tahun 2012 256.657 213.872 Beban tangguhan – bersih 1.445 82 Aset Lain-lain 5.465 2.253 Jumlah Aset Tidak Lancar 263.567 216.207 J U M L A H A S E T 798.408 524.693 31 Des 201331 Des 2013 31 Des 201231 Des 2012 LIABILITAS DAN EKUITASASET LAPORAN LABA RUGI KOMPREHENSIF Untuk Tahun-Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2013 dan 2012 (Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Laba (Rugi) Per Saham Dasar) PENJUALAN BERSIH 911.064 702.719 BEBAN POKOK PENJUALAN (757.501) (583.439) LABA BRUTO 153.564 119.280 BEBAN USAHA Penjualan (31.716) (29.641) Beban Umum Dan Administrasi (36.260) (34.672) kerugian selisih kurs-bersih (10.126) (2.770) Lain - lain 1.048 (1.659) LABA USAHA 76.509 50.538 PENGHASILAN (BEBAN) LAIN-LAIN Beban bunga dan keuangan (31.279) (21.317) Penghasilan bunga dan keuangan 354 142 LABA SEBELUM PAJAK 45.584 29.363 Beban pajak penghasilan (11.712) (7.753) LABA PERIODE BERJALAN 33.872 21.610 Pendapatan Komprehensif lain - surplus revaluasi atas aset tetap - 27.362 - pajak penghasilan terkait - (5.472) Pendapatan Komprehensif lain sesudah pajak - 21.890 JUMLAH LABA KOMPREHENSIF PERIODE BERJALAN 33.872 43.500 LABA PER SAHAM DASAR (dalam Rupiah penuh) 47 1,081 31 Des 2013 31 Des 2012 LAPORAN ARUS KAS Untuk Tahun-Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2013 dan 2012 (Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Laba (Rugi) Per Saham Dasar) 31 Des 2013 31 Des 2012 ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI Penerimaan kas dari pelanggan 815.475 679.437 Pembayaran kas pada pemasok (776.481) (542.273) Pembayaran kas pada karyawan 289 (29.762) Penerimaan Penghasilan bunga yang diterima 354 270 Pengeluaran Pembayaran bunga (31.279) (21.317) Pembayaran pajak penghasilan (14.528) (7.880) Pembayaran aset lain - lain (2.082) 506 Pembayaran Lainnya (67.164) (57.419) Arus kas bersih digunakan untuk Aktivitas Operasi (75.416) 21.562 ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI Penempatan aset keuangan lainnya (48.397) (11.603) Perolehan aset tetap (24.291) (22.792) Arus Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Investasi (72.688) (34.395) ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN Penerimaan Penerimaan Utang Bank Jangka Pendek 117.347 22.155 Penerimaan Utang Bank Jangka Panjang 13.006 - Penerimaan utang sewa pembiayaan 11.871 245 Pengeluaran Pembayaran utang bank jangka panjang - (6.514) Pembayaran utang sewa pembiayaan - (950) Arus kas bersih diperoleh dari aktivitas pendanaan 142.224 14.936 KENAIKAN BERSIH (5.880) 2.103 KAS DAN SETARA KAS - AWAL PERIODE 7.897 5.348 PENGARUH SELISIH KURS 5.288 446 KAS DAN SETARA KAS - AKHIR PERIODE 7.306 7.897 PT SMARTFREN TELECOM Tbk DAN ENTITAS ANAK Kantor Pusat : Jl H Agus Salim No.45, Menteng, Jakarta Pusat 10340; Telp. (+62 21) 5027 8888/5053 8888, Faksimili : (+62 21) 315 6853 A S E T 2013 ASET ASET LANCAR Kas dan setara kas 915.087.107.062 141.301.222.795 Piutang usaha Pihak berelasi 6.653.428.323 7.875.369.621 Pihak ketiga - setelah dikurangi cadangan kerugian penurunan nilai masing-masing sebesar Rp 41.028.192.290 dan Rp 36.787.287.640 pada tanggal 31 Desember 2013 dan 2012 104.534.447.241 36.452.154.553 Piutang lain-lain Pihak berelasi 3.694.733.256 2.503.790.685 Pihak ketiga 85.668.487.881 34.053.703.614 Persediaan - setelah dikurangi cadangan kerugian penurunan nilai persediaan masing-masing sebesar Rp 2.385.304.777 dan Rp 3.745.048.351 pada tanggal 31 Desember 2013 dan 2012 343.822.470.348 350.892.993.093 Pajak dibayar dimuka 233.401.074.881 181.179.354.322 Biaya dibayar dimuka 289.639.942.056 63.230.864.263 Aset lancar lain-lain 31.793.712.621 35.497.343.577 Jumlah Aset Lancar 2.014.295.403.669 852.986.796.523 ASET TIDAK LANCAR Aset pajak tangguhan - bersih 1.015.581.195.698 841.985.421.800 Aset tetap - setelah dikurangi akumulasi penyusutan masing-masing sebesar Rp 4.752.957.827.236 dan Rp 3.502.611.192.887 pada tanggal 31 Desember 2013 dan 2012 9.268.792.260.898 9.841.051.649.747 Goodwill dan aset takberwujud lainnya - setelah dikurangi amortisasi masing-masing sebesar Rp 1.166.601.277.540 dan Rp 974.416.103.347 pada tanggal 31 Desember 2013 dan 2012 1.555.326.418.015 1.537.522.350.999 Uang muka jangka panjang 1.956.958.433.229 1.190.716.578.692 Biaya dibayar dimuka jangka panjang 21.165.944.058 22.419.368.755 Aset lain-lain 34.373.773.990 53.124.824.299 Jumlah Aset Tidak Lancar 13.852.198.025.888 13.486.820.194.292 JUMLAH ASET 15.866.493.429.557 14.339.806.990.815 LIABILITAS DAN EKUITAS LIABILITAS LIABILITAS LANCAR Pinjaman jangka pendek 1.997.777.100.000 - Utang usaha - pihak ketiga 436.095.921.473 308.425.972.564 Utang lain-lain 298.831.250.947 239.517.110.042 Utang pajak 10.093.976.941 21.783.907.451 Beban akrual 1.631.277.045.320 1.556.555.537.519 Pendapatan diterima dimuka 95.731.934.818 94.234.792.460 Uang muka pelanggan 95.371.767.319 102.473.810.092 Bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun: Utang pinjaman 819.894.789.923 573.661.732.718 Liabilitas sewa pembiayaan 154.476.644.445 134.196.591.986 Jumlah Liabilitas Lancar 5.539.550.431.186 3.030.849.454.832 LIABILITAS TIDAK LANCAR Bagian yang jatuh tempo lebih dari satu tahun - setelah dikurangi bagian yang akan jatuh tempo dalam waktu satu tahun : Utang pinjaman 3.852.323.304.771 3.022.093.232.913 Liabilitas sewa pembiayaan 1.351.900.942.284 1.498.284.454.629 Utang obligasi 1.157.569.990.557 983.466.808.861 Liabilitas derivatif 693.605.795.916 643.009.348.654 Liabilitas imbalan kerja jangka panjang 152.664.493.000 128.565.963.000 Liabilitas tidak lancar lainnya 68.933.522.431 49.129.549.795 Jumlah Liabilitas Tidak Lancar 7.276.998.048.959 6.324.549.357.852 Jumlah Liabilitas 12.816.548.480.145 9.355.398.812.684 EKUITAS Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas Modal saham : - Seri A - nilai nominal Rp 2.000 per saham - Seri B - nilai nominal Rp 1.000 per saham - Seri C - nilai nominal Rp 100 per saham Modal dasar : - Seri A - 1.011.793.622 saham - Seri B - 6.793.548.068 saham - Seri C - 189.528.646.880 saham Modal ditempatkan dan disetor : - Seri A - 1.011.793.622 saham - Seri B - 4.920.163.075 saham - Seri C - 11.863.913.394 saham 8.130.141.658.400 8.130.141.658.400 Tambahan modal disetor - bersih 717.848.242.163 717.848.242.163 Obligasi wajib konversi 4.700.000.000.000 4.100.000.000.000 Saldo laba (defisit) Ditentukan penggunaannya 100.000.000 100.000.000 Tidak ditentukan penggunaannya (10.499.067.701.498) (7.964.888.864.473) 3.049.022.199.065 4.983.201.036.090 Kepentingan non-pengendali 922.750.347 1.207.142.041 Jumlah Ekuitas 3.049.944.949.412 4.984.408.178.131 JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 15.866.493.429.557 14.339.806.990.815 LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2013 DAN 2012 2012 2013 2012 PENDAPATAN USAHA 2.428.857.501.221 1.649.165.727.254 BEBAN USAHA Operasi, pemeliharaan dan jasa telekomunikasi 1.704.800.861.583 1.486.295.131.387 Penyusutan dan amortisasi 1.481.596.924.839 1.059.905.652.160 Penjualan dan pemasaran 404.493.013.933 324.591.305.643 Karyawan 370.219.423.890 303.696.929.802 Umum dan administrasi 78.834.412.214 77.274.111.826 Jumlah Beban Usaha 4.039.944.636.459 3.251.763.130.818 RUGI USAHA (1.611.087.135.238) (1.602.597.403.564) PENGHASILAN (BEBAN) LAIN-LAIN Penghasilan bunga 13.620.395.747 11.089.581.825 Keuntungan (kerugian) penjualan dan penghapusan aset tetap (1.569.593.855) 1.710.846.425 Keuntungan (kerugian) dari perubahan nilai wajar opsi konversi (50.596.447.262) 24.556.408.346 Beban bunga dan keuangan lainnya (390.141.608.991) (367.979.998.582) Kerugian kurs mata uang asing - bersih (730.168.154.019) (115.013.226.330) Keuntungan atas pelunasan utang - 301.010.317.214 Keuntungan atas restrukturisasi obligasi wajib konversi - 46.562.196.173 Lain-lain - bersih 61.883.541.001 (110.944.271.343) Beban Lain-lain - Bersih (1.096.971.867.379) (209.008.146.272) RUGI SEBELUM PAJAK (2.708.059.002.617) (1.811.605.549.836) PENGHASILAN PAJAK TANGGUHAN 173.595.773.898 248.515.021.226 RUGI TAHUN BERJALAN (2.534.463.228.719) (1.563.090.528.610) PENDAPATAN KOMPREHENSIF LAIN - - JUMLAH RUGI KOMPREHENSIF (2.534.463.228.719) (1.563.090.528.610) Rugi bersih/rugi komprehensif yang dapat diatribusikan kepada : Pemilik perusahaan (2.534.178.837.025) (1.562.830.980.779) Kepentingan non-pengendali (284.391.694) (259.547.831) (2.534.463.228.719) (1.563.090.528.610) RUGI PER SAHAM DASAR (39,98) (33,05) LAPORAN RUGI KOMPREHENSIF KONSOLIDASIAN UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2013 DAN 2012 ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI Penerimaan kas dari pelanggan 3.954.052.988.796 2.512.683.049.555 Pembayaran kas kepada pemasok (4.086.311.990.635) (2.363.805.066.546) Pembayaran kas kepada karyawan (307.487.258.847) (311.775.349.081) Kas digunakan dari operasi (439.746.260.686) (162.897.366.072) Penerimaan restitusi pajak 25.023.502.725 119.284.705.628 Penerimaan bunga 13.620.395.747 11.089.581.825 Pembayaran pajak penghasilan (49.653.141.543) (18.844.795.503) Pembayaran beban bunga dan keuangan (406.781.372.787) (370.234.460.619) Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Operasi (857.536.876.544) (421.602.334.741) ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI Hasil bersih penjualan aset tetap 92.472.802.455 14.120.649.752 Perolehan aset tidak berwujud (2.977.810.705) (723.656.490) Kapitalisasi pembayaran bunga ke aset tetap (22.307.112.696) (56.761.275.873) Perolehan aset tetap (399.262.928.117) (491.701.340.979) Pembayaran uang muka (446.499.016.874) (984.934.483.407) Penerimaan dari klaim asuransi - 88.350.000 Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Investasi (778.574.065.937) (1.519.911.756.997) ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN Penerimaan dari fasilitas pinjaman 2.570.220.277.830 801.415.404.376 Penerimaan dari penerbitan obligasi wajib konversi 600.000.000.000 1.700.000.000.000 Pembayaran atas liabilitas sewa pembiayaan (127.331.253.154) (116.675.269.470) Pembayaran untuk fasilitas pinjaman (634.178.407.905) (1.211.599.479.313) Penerimaan bersih dari penerbitan saham - 1.186.391.341.150 Penerimaan dari tambahan modal disetor - 450 Pembayaran untuk biaya emisi saham - (4.344.200.365) Pembayaran pinjaman jangka pendek - (500.000.000.000) Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Pendanaan 2.408.710.616.771 1.855.187.796.828 KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN SETARA KAS 772.599.674.290 (86.326.294.910) KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN 141.301.222.795 227.343.302.579 Pengaruh perubahan kurs mata uang asing 1.186.209.977 284.215.126 KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN 915.087.107.062 141.301.222.795 2013 2012 LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2013 DAN 2012 2013 2012 Catatan: Laporan posisi keuangan konsolidasian tanggal 31 Desember 2013 dan 2012 serta laporan rugi komprehensif dan laporan arus kas konsolidasian untuk tahun-tahun yang berakhir 31 Desember 2013 dan 2012 diambil dari laporan keuangan konsolidasian PT Smartfren Telecom Tbk dan entitas anak untuk tahun-tahun yang berakhir 31 Desember 2013 dan 2012 yang diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Mulyamin Sensi Suryanto & Lianny (Member Firm of Moore Stephens International Limited) yang laporannya menyatakan opini wajar tanpa pengecualian dengan penekanan mengenai kelangsungan usaha atas laporan keuangan tersebut. Jakarta, 28 Maret 2014 Direksi PT SMARTFREN TELECOM Tbk ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI Penerimaan kas dari pelanggan Pembayaran kas kepada pemasok Pembayaran kas kepada karyawan Kas dihasilkan dari operasi Penerimaan bunga Penerimaan bunga pengembalian Pajak Pembayaran kas untuk: Pajak pertambahan nilai dan bea cukai Pajak penghasilan Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Operasi ARUS KAS DARI KEGIATAN INVESTASI Hasil penjualan aset tetap Perolehan aset tetap Rekening bank yang dibatasi penggunaannya Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Investasi ARUS KAS DARI KEGIATAN PENDANAAN Pembayaran dividen tunai KENAIKAN BERSIH KAS DAN SETARA KAS KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN ASET ASET LANCAR Kas dan setara kas Rekening bank yang dibatasi penggunaannya Piutang usaha Pihak berelasi Pihak ketiga - setelah dikurangi cadangan kerugian penurunan nilai sebesar Rp 15.109.974 ribu tahun 2013 dan Rp 21.300.749 ribu tahun 2012 Piutang lain-lain dari pihak ketiga-setelah dikurangi bagian jangka panjang Persediaan - bersih Kelebihan pembayaran pajak - setelah dikurangi bagian jangka panjang Biaya dibayar di muka dan uang muka Jumlah Aset Lancar ASET TIDAK LANCAR Investasi saham Aset tetap - setelah dikurangi akumulasi penyusutan sebesar Rp 305.746.324 ribu tahun 2013 dan Rp 292.850.871 ribu tahun 2012 Piutang lain-lain dari pihak ketiga - jangka panjang Kelebihan pembayaran pajak-jangka panjang Aset pajak tangguhan - bersih Aset tidak lancar lainnya Jumlah Aset Tidak Lancar JUMLAH ASET 31 Desember31 Desember LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Jl. Inspeksi Tarum Barat, Tambun - Bekasi Timur 17510, Telepon (021) 8822520 Fax : (021) 8819423 LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2013 DAN 2012 (Dalam Ribuan Rupiah, kecuali nilai nominal per saham dalam Rupiah penuh ) Modal Saham Tambahan Modal Disetor Ditentukan Penggunaannya Tidak Ditentukan Penggunaannya Saldo Laba Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada entitas induk Kepentingan nonpengendali Jumlah Ekuitas LAPORAN LABA RUGI KOMPREHENSIF KONSOLIDASIAN UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2013 DAN 2012 (Dalam Ribuan Rupiah, kecuali laba dasar per saham dalam Rupiah penuh) LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2013 DAN 2012 ( Dalam Ribuan Rupiah ) LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASIAN UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2013 DAN 2012 (Dalam Ribuan Rupiah, kecuali nilai nominal per saham dalam Rupiah penuh ) 433.776.477 1.579.534 1.677.263 115.867.339 3.347.018 171.744.931 4.216.772 15.901.669 748.111.003 6.074.818 93.078.878 2.685.112 2.824.582 13.282.748 983.661 118.929.799 867.040.802 LIABILITAS DAN EKUITAS LIABILITAS JANGKA PENDEK Utang usaha Pihak berelasi Pihak ketiga Utang pajak Utang dividen Biaya yang masih harus dibayar Utang lain-lain Utang pihak berelasi Jumlah Liabilitas Jangka Pendek LIABILITAS JANGKA PANJANG Liabilitas imbalan pasca kerja Jumlah Liabilitas EKUITAS Modal saham - nilai nominal Rp 1.000 per saham Modal dasar - 20.000.000 saham Modal ditempatkan dan disetor penuh - 16.013.181 saham Tambahan modal disetor Saldo laba Ditentukan penggunaannya Tidak ditentukan penggunaannya Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik Perusahaan Kepentingan nonpengendali Jumlah Ekuitas JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 4.986.209 39.680.749 26.255.016 1.757.462 43.142.978 42.227.290 941.037 158.990.741 31.492.068 190.482.809 16.013.181 19.015.656 6.000 631.854.548 666.889.385 9.668.608 676.557.993 867.040.802 2.365.188 24.394.902 33.352.464 1.474.917 28.427.030 29.239.155 665.896 119.919.552 27.175.770 147.095.322 16.013.181 19.015.656 5.000 551.556.468 586.590.305 11.621.208 598.211.513 745.306.835 2.001.358.536 (1.134.291.994) 867.066.542 (261.802.094) 605.264.448 (211.927.899) (56.931.670) - 15.740.296 6.250.813 358.395.988 (87.897.926) 270.498.062 264.450.662 6.047.400 270.498.062 16.515 1.719.814.548 (999.862.755) 719.951.793 (202.564.206) 517.387.587 (187.303.466) (47.997.113) (4.018.674) 9.888.518 (451.782) 287.505.070 (74.083.993) 213.421.077 208.120.871 5.300.206 213.421.077 12.997 Saldo per 1 Januari 2012 Pencadangan saldo laba untuk cadangan menurut undang - undang Dividen tunai Jumlah laba komprehensif tahun berjalan Saldo per 31 Desember 2012 Pencadangan saldo laba untuk cadangan menurut undang - undang Dividen tunai Jumlah laba komprehensif tahun berjalan Saldo per 31 Desember 2013 16.013.181 - - - 16.013.181 - - - 16.013.181 19.015.656 - - - 19.015.656 - - - 19.015.656 4.000 1.000 5.000 1.000 - - 6.000 519.581.588 (1.000) (176.144.991) 208.120.871 551.556.468 (1.000) (184.151.582) 264.450.662 631.854.548 554.614.425 - (176.144.991) 208.120.871 586.590.305 - (184.151.582) 264.450.662 666.889.385 18.321.002 - (12.000.000) 5.300.206 11.621.208 - (8.000.000) 6.047.400 9.668.608 572.935.427 - (188.144.991) 213.421.077 598.211.513 - (192.151.582) 270.498.062 676.557.993 PENJUALAN Cukai bir dan pajak penjualan PENJUALAN BERSIH BEBAN POKOK PENJUALAN LABA KOTOR Beban penjualan Beban umum dan administrasi Kerugian penurunan nilai investasi saham Penghasilan bunga Laba (rugi) lain-lain bersih LABA SEBELUM PAJAK BEBAN PAJAK - BERSIH LABA BERSIH TAHUN BERJALAN DAN JUMLAH PENDAPATAN KOMPREHENSIF Laba bersih dan jumlah laba rugi komprehensif yang dapat diatribusikan kepada: Pemilik Perusahaan Kepentingan non pengendali Jumlah Laba dasar per saham 1.918.662.942 (431.641.913) (73.598.042) 1.413.422.987 14.727.280 5.021.847 (984.383.360) (100.076.713) 348.712.041 1.492.804 (15.065.968) (262.534) (13.835.698) (191.869.037) 143.007.306 290.769.171 433.776.477 1.635.884.960 (384.901.806) (64.616.394) 1.186.366.760 9.787.468 - (873.034.064) (74.678.912) 248.441.252 330.775 (15.524.436) (1.317.000) (16.510.661) (187.830.906) 44.099.685 246.669.486 290.769.171 2013 2012 2013 2012 2013 2012 2013 2012 290.769.171 1.317.000 225.463 149.270.154 2.053.035 152.086.013 7.041.354 28.571.031 631.333.221 6.074.818 95.121.198 2.540.438 - 8.951.503 1.285.657 113.973.614 745.306.835 Catatan : Informasi keuangan di atas pada tanggal 31 Desember 2013 dan 2012 diambil dari laporan keuangan konsolidasian yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Osman Bing Satrio & Eny (anggota Deloitte Touche Tohmatsu Limited), yang telah memberikan opini wajar tanpa pengecualian.
  • 26. RedBullBidikPoindiSepang GAGAL total di Australia dua pekan silam, membuat Red Bull bertekad meraih hasil ter- baik di GP Malaysia, Minggu (30/3). Meraih podium di Sirkuit Sepang menjadi incaran duet Red Bull Sebastian Vettel dan Daniel Ricciardo. Vettel yang yang gagal finis di Sirkuit Albert Park Melbourne yakin hal itu tidak akan ter- ulang di Malaysia. “Masih banyak yang harus kami kerjakan. Terlepas dari hasil yang dida- pat, kecepatan mobil kami di Australia lebih baik dari yang kami perkirakan. Berharap saja kami akan bisa segera meraih poin,” ungkap pembalap Jerman itu. Optimisme untuk bisa meraih sukses juga diungkapkan Ricciardo. Pembalap yang tampil gemilang di GP Australia dengan finis di posisi dua namun akhirnya dibatalkan akibat mobil- nya dinilai melanggar aturan soal bahan bakar, bertekad membuktikan kembali kemampuan- nya di Malaysia. “Saya ingin membuktikan bisa tampil di depan. Saya hanya perlu terus mencoba. Per- jalanan masih panjang dan saya akan mencoba meraih poin sebanyak mungkin pekan ini,” tegas pembalap Australia tersebut. (AP/Rtr/ Wido/R-3) SimonkePerempatFinal SIMON Santoso memastikan satu tempat ke perempat final tunggal putra turnamen bulu- tangkis Malaysia Grand Prix Gold (GPG) 2014. Di babak 16 besar kemarin, Simon menun- dukkan menundukkan unggulan kelima asal China Xue Song, China 21-12 21-15. Selain tunggal putra, Indonesia juga memas- tikan satu tempat di perempat final. Tiket terse- but diperebutkan pasangan Fran Kurniawan/ Shendy Puspa Irawati yang harus menghadapi rekan senegaranya Praveen Jordan/Debby Susanto. Di ganda putra, Agrippina Primarahmanto Putera/Hardianto gagal setelah ditaklukkan unggulan kedelapan, Tan Boon Heong/Ow Yao Han (Malaysia), 28-26, 21-13. “Di game kedua, kami susah mengembalikan permainan seperti di game pertama. Ow/Tan lebih mempercepat irama permainan. Mereka juga lebih percaya diri setelah memenangkan game pertama,” ucap Agri. Sebelumnya, langkah pasangan Didit Juang/ Muhammad Ulinnuha juga terhenti di babak kedua. Didit/Ulin yang baru saja berpasangan ini dikalahkan oleh ganda Jepang, Kenta Kazu- no/Kazushi Yamada, 11-21, 11-21. (Mag/R-2) SEKILAS GELANGGANG SINGKIRKAN FEDERER: Petenis Jepang Kei Nishikori menyingkirkan unggulan kelima Roger Federer (Swiss) di perempat final Miami Masters. DENNY P SINAGA M ANTAN petenis nomor satu dunia Roger Federer (Swiss) tidak berdaya menghadapi Kei Nishiko- ri (Jepang) di perempat final ATP Masters 1.000 Sony Open di Miami. Pengoleksi 17 gelar grand slam itu takluk 6-3, 5-7, 4-6. PenampilanNishikoriyangmerupa- kan unggulan ke-20 itu disebut-sebut yang terbaik. Pasalnya, dalam dua hari, dia menyingkirkan dua petenis lima besar. Sebelum menyingkirkan unggulan kelima Federer, unggulan keempat David Ferrer (Spanyol) yang dia tun- dukkan untuk menjejakkan kaki di semifinal Miami Masters. Saat melawan Ferrer, petenis pe- ringkat 21 dunia itu bertarung hingga 3 jam. Ketika menghadapi Federer, Nishikori memerlukan 2 jam. Dengan kemenangan itu, kini Nishikori unggul head to head 2-1 atas Federer. “Mengalahkan Roger, ini yang kedua kali, saya rasa karena saya bermain sangat baik. Terutama di set ketiga,’’ ujar petenis berusia 24 tahun itu. “Saya berusaha keras hari ini dan saya senang bisa menang.’’ FederertampildiMiamidenganmo- mentum setelah tampil di final Indian Wells. Di turnamen itu, sang Maestro tampil impresif sebelum kalah dari Novak Djokovic (Serbia) di final. Saat menghadapi Nishikori, Federer sebenarnya sempat unggul meya- kinkan di set pertama. “Setelah itu saya tidak bisa menemukan ritme permainan saya,’’ ujar Federer, 32. “Sangat mengejutkan apalagi setelah saya tampil baik pekan lalu. Dia (Ni- shikori) lebih konsisten di set 2-3. Jadi dia pantas menang,’’ imbuhnya. Di semifinal, Nishikori akan ber- temu unggulan kedua Novak Djoko- vic. Djokovic menyingkirkan juara bertahan Andy Murray (Inggris) 7-5, 6-3. Bagi Djokovic, kemenangan itu menjadi balas dendam karena Murray mengalahkannya di final turnamen grand slam Wimbledon 2013. Dua tiket semifinal lainnya masih diperebutkan. Dua partai perempat final lainnya mempertemukan ung- gulan pertama Rafael Nadal (Spanyol) dengan unggulan12 Milos Raonic (Ka- nada) serta Alexandr Dolgopolov (Ukraina) dan unggulan ketujuh Tomas Berdych (Republik Ceko). Ke- duanya dipertandingkan hari ini. Semifinal putri Di bagian putri, unggulan kedua Li Na (Tiongkok) kembali bertemu petenis Slovakia Dominika Cibulkova di semifinal. Itu pertemuan ketiga me- reka tahun ini. Pertemuan sebelum- nya terjadi di final Australia Terbuka dan perempat final WTA Indian Wells. Keduanya dimenangi Li Na. Li Na ke semifinal setelah menying- kirkan Caroline Wozniacki (Denmark) 7-5, 7-5. Sementara itu, Cibulkova me- ngalahkan unggulan ketiga Agnieszka Radwanska (Polandia) 3-6, 7-6(5), 6-3. Semifinal lainnya mempertemukan unggulan keempat Maria Sharapova (Rusia) dan unggulan pertama Serena Williams (AS). (Reuters/R-2) denny@mediaindonesia.com Nishikori Kejutkan Federer Untuk ketiga kalinya, Li Na (Tiongkok) kembali bertemu Dominika Cibulkova (Slovakia). REUTERS/GEOFF BURKE-USA TODAY SPORTS SETELAH melakukan rangka- ian seleksi terhadap 154 atlet pemusatan latihan nasional (pelatnas) Asian Games 2014, Dewan Pelaksana Program Indonesia Emas (Prima) dan Satuan Pelaksana Prima (Sat- lak Prima) mencoret dua atlet dari pelatnas yang telah ber- jalan sejak Februari 2014. Keduanya adalah Hendro (jalan cepat putra) dan Ivana Hie (boling). Keputusan pen- coretanitudiambildalamrapat pleno Dewan Pelaksana Prima dan Satlak Prima di Jakarta, kemarin. Ketua tim seleksi Satlak Prima Ria Lumintuarso men- jelaskan hasil tes kedua atlet tersebut pada dasarnya cukup bagus. Namun, probabilitas keduanya untuk meraih medali masih terlalu jauh. “Jadi selain tes fisik, kese- hatan, dan psikologi juga kita lihat dari kelayakan performa mereka. Nah, keduanya ma- sih terlalu jauh. Mereka akan masuk pelatnas SEA Games 2015,” kata Ria. Meski demikian, Ria me- nambahkan Hendro dan Ivana masih punya peluang masuk kembali ke dalam pelatnas Asian Games. Syaratnya, kedua atlet tersebut masuk 5 besar kejuaraan atletik Asia. Di sisi lain, Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kementerian Pemuda dan O- lahraga Djoko Pekik Irianto mengatakan dari 154 atlet yang diseleksi, 70 atlet belum menjalani tes tim inti. “Hal ini disebabkan mereka ada di aderah atau sedang uji coba di luar negeri,” ujar Djoko. Walau belum menjalani tes, ke-70 atlet tersebut akan tetap masuk dalam Surat Keputusan (SK) 1 April dan diberi kesem- patan hingga 15 April untuk melakukan tes. Bila hingga tenggat belum melakukan tes seleksi, otomatis langsung dicoret. SK definitif tim inti pelatnas Asian Games akan diterbitkan 1 Mei mendatang. (Gnr/R-2) SatlakPrimaMulaiCoretAtlet JUMAT, 28 MARET 2014 OLAHRAGA 27
  • 27. SEJATINYA laga melawan Atletico Madrid (18/5) di La Liga akan menjadi kiprah terakhir kiper Victor Valdes bersama Barcelona. Klub sudah mempersiapkan acara perpisahan di Stadion Nou Camp untuk portero (kiper) nomor satu mereka yang musim depan akan pindah ke klub lain. Namun, karier kiper kelahiran 14 Januari 1982 itu berakhir lebih cepat. Cedera ligamen anterior kaki kiri memaksa penjaga gawang berusia 32 tahun itu harus berpisah lebih cepat dengan skuat Blaugrana. Setelah dilakukan pemeriksaan, kiper kedua timnas Spanyol yang telah membela Barcelona sejak 2002 itu harus menjalani operasi. Mulai saat ini, posisinya akan digantikan kiper kedua, Jose Pinto. Meski kehilangan kiper utamanya hingga akhir musim, pelatih Gerardo ‘Tata’ Martino mengaku enggan untuk mendatangkan kiper baru. “Saya tak ingin mendatangkan kiper lain meski kami menderita dengan kabar tak menyenangkan ini,” kata Martino dilansir Soccerway. (AP/Rtr/Era/R-4) Perpisahan Pahit sang Portero Ganti Sepatu Bawa Petaka IMPIAN Liverpool untuk mere- but gelar Liga Primer pertama mereka dalam 24 tahun ter- akhir tetap terjaga. Keberha- silan tim besutan Brendan Rodgers itu mengalahkan Sunderland 2-1 di Anfield, kemarin, membuat mereka hanya tertinggal satu angka dari pemuncak klasemen se- mentara Chelsea dan unggul dua poin dari tim peringkat ketiga Manchester City. Dengan kompetisi yang ha- nya menyisakan tujuh pekan lagi, segala sesuatunya me- mang amat mungkin terjadi. Apalagi, selisih poin empat tim teratas tidak terlalu jauh. Karena itu, tambahan tiga angka tersebut menjadi sangat penting bagi ‘si Merah’. Apalagi, Sunderland mampu memberi perlawanan alot. Dalam duel tersebut, dua gol ‘si Merah’ di- cetak Steven Gerrard (39’) dan Daniel Sturridge (48’), sedang- kan gol balasan the Black Cats dibuat Ki Sung-yueng (76’). Dengan hasil itu, Liverpool tetap kukuh di posisi runner- up dengan 68 poin dari hasil 31 laga. Sebaliknya, Sunderland tetap berkubang di posisi ba- wah. Dengan raihan 25 poin dari 29 laga, tim besutan Gus Poyet itu ada di urutan ke-18. “Saya tidak mau memainkan pikiran dengan konyol. Saya hanya berkonsentrasi pada tim saya dan seperti dika- takan Jose Mourinho, jika Manchester City memenangi semua pertandingan mereka, merekalah yang akan menjua- rai liga. Ini matematika seder- hana,” tegas Rodgers. “Saya pikir Anda harus mem- beri kredit bagi Sunderland. Mereka benar-benar sukses membuat kami kesulitan. Me- reka sangat sulit untuk dika- lahkan. Kami harus belajar lagi bahwa ketika sudah memim- pin dua gol, kami tidak boleh lengah. Kami harus memper- tahankan itu dan bermain le- bih baik lagi,” timpal Gerrard seperti dikutip Sky Sports. Sementara itu, dari Seri A Italia, AC Milan akhirnya ber- hasil memetik poin penuh per- tama mereka bulan ini setelah melibas Fiorentina 2-0. Dalam duel di Stadion Arte- mio Franchi tersebut, dua gol Milan dicetak Philippe Mexes (23’) dan Mario Balotelli (64’). Tambahan tiga angka itu ti- dak mengerek posisi Milan di klasemen Seri A. Setidaknya kemenangan itu sedikit me- ngurangi beban sang arsitek Clarence Seedorf. Tidak ber- lebihan jika arsitek asal Belan- da tersebut begitu semringah menyambut kemenangan itu. “Ini kemenangan indah ka- rena tim benar-benar tampil bagus,” tegas Seedorf. Milan saat ini masih terpaku di posisi ke-12 klasemen dengan 39 poin dari 30 laga. (AP/Rtr/Mln/R-1) UNTUK kali pertama, timnas Indonesia mampu menang atas tim asal Eropa. Meski hanya memetik kemenangan tipis 1-0 atas Andorra, hasil itu membuat mental para pemain meningkat jelang laga uji coba kedua di Spanyol melawan Kuba, besok. Pelatih timnas Indonesia Alfred Riedl mengaku puas dengan respons para pemain- nya di laga tersebut. Hal itu diperlukan mengingat Kuba merupakan tim yang lebih kuat dengan komposisi skuat yang lebih solid ketimbang Andorra. “Kuba merupakan tim yang jauh lebih kuat dari Andorra atau Indonesia sehingga saya berharap pemain-pemain Indonesia bisa tampil lebih baik lagi di laga berikutnya,” kata Riedl. Secara peringkat, Kuba juga jauh di atas tim zona UEFA maupun skuat Garuda. Kini, negara yang tergabung di zona Concacaf itu menghuni peringkat 93, sedangkan An- dorra berada di posisi 198 du- nia alias di bawah Indonesia yang mendiami ranking 152 versi FIFA. Di laga berikutnya, Riedl tidak menutup kemungkinan bakal menurunkan nama- nama berbeda. Hal terse- but dilakukan untuk lebih mengetahui kekuatan skuat yang dibawanya sebagai per- timbangan menyusun skuat utama ke Piala AFF 2014. “Melawan Kuba kami akan memainkan beberapa pemain berbeda (ketimbang laga kon- tra Andorra),” imbuh arsitek asal Austria itu. Sebelumnya, asisten pelatih timnas Wolfgang Pikal men- jelaskan laga uji coba di Sta- dion Luis Suner Pico, Alzira, Valencia, Spanyol, ini akan menjadi seleksi perdana untuk skuat Piala AFF 2014. Selain melawan Andorra dan Kuba, Firman Utina dkk juga akan menghadapi salah satu klub La Liga, Elche. Meski puas dengan perkem- bangan mental pemainnya, Riedl mengakui timnas masih banyak kekurangan dari segi permainan, khususnya pe- main belum padu dan banyak melalukan kesalahan umpan. (Ash/R-1) Liverpool Jaga Asa Juara Respons Positif Jelang Lawan Kuba “Saya tidak mau memainkan pikiran dengan konyol. Saya hanya berkonsentrasi pada tim saya.” Brendan Rodgers Pelatih Liverpool SEPAK BOLAJUMAT, 28 MARET 2014 HALAMAN 28 BERGURAU: Kapten Liverpool Steven Gerrard (kiri) bergurau dengan Luis Suarez setelah mencetak gol ke gawang Sunderland dalam lanjutan Liga Primer di Stadion Anfield, kemarin. BERI PENGARAHAN: Asisten pelatih timnas senior Wolfgang Pikal (kanan) memberikan instruksi kepada sejumlah pemain, kemarin, menjelang uji coba melawan Kuba di Stadion Luis Suner Pico, Valencia, Spanyol, besok. EKO RAHMAWANTO G ARETH Bale pasti menyesal. Saat ia mengganti sepatu di pinggir lapang- an dan Real Madrid harus bermain 10 pemain, para pemain Sevilla mampu memanfaatkan momentum itu untuk mencetak gol. Tak diketahui pasti apa yang terjadi pada sepatunya hingga Bale harus menggantinya di tengah laga. Yang jelas, momen dia keluar lapangan di pertengahan babak kedua berte- patan dengan keberhasilan Sevilla mencetak gol kedua yang membuat Madrid pulang membawa kekalahan 1-2 dalam lanjutan La Liga di Stadion Ramon Sanchez Pizjuan dini hari kemarin. Marca menulis apa yang dilakukan Bale un- tuk mengganti sepatu sudah tepat karena se- cara bersamaan Sevilla juga sedang mengganti pemain. Akan tetapi, mengganti sepatu tak bisa dilakukan secepat mengganti pemain. Nah saat itulah mimpi buruk Madrid datang. Sevilla membangun serangan balik cepat dari sisi kanan pertahanan Madrid. Dengan ber- usaha menutup ruang yang ditinggalkan Bale, Pepe maju untuk menghalau Ivan Rakitic. Na- mun, dengan satu sontekan backheel, Rakitic berhasil memperdaya Pepe dan langsung me- nyerbu masuk ke pertahanan El Real. Saat masuk kotak penalti, gelandang asal Kroasia itu memberi umpan pendek pada Car- los Bacca. Meski sempat mengenai kaki kiper Diego Lopez, bola hasil tendangan Bacca tetap masuk gawang. Gol itu terjadi di menit 26 Saat itu Bale masih belum masuk lapangan seusai mengganti sepatunya. Beruntung entrenador Madrid Carlos Ance- lotti tak menyalahkan Bale. “Saya tidak ber- pikir kami pantas kalah. Kami menciptakan banyak peluang, tapi kami tidak cukup siap untuk laga lawan Sevilla,” kata Ancelotti di- lansir Soccerway. Inimenjadikekalahankeduaberun- tun Madrid setelah melawan Barcelona. Sebaliknya Sevil- la sudah memenangi enam laga La Liga secara berun- tun. Madrid pun kini melorot satu tingkat ke posisi ke- tiga dengan 70 angka atau terpaut dua a n g k a d a r i Barcelona dan tiga angka dari Atletico Ma- drid. Duet Neymar-Messi Pada laga lain- nya, kolaborasi Ney- mar dan Lionel Messi makin menakutkan. Ney- mar mencetak dua gol dan Messi satu saat menang 3-0 atas Celta Vigo. Neymar kini sudah mencetak 8 gol di La Liga musim ini. Jumlah itu menyamai catatan gol rekan setimnya di timnas Brasil, Robinho, pada musim pertaman- ya bersama Real Ma- drid pada 2005/2006. Total Neymar sudah mencetak 14 gol dalam 34 laga di semua kom- petisi musim ini. Bagi Barcelona, ke- menangan atas Celta Vigo juga merupakan kemenangan ke-1.000 di pentas La Liga. Blaugrana menjadi klub kedua yang mampu mencatatkan 1.000 kemenangan atau lebih di La Liga setelah Real Madrid (1.013 keme- nangan). Bagaimana dengan Atletico? Meski menang 1-0 atas Granada, pelatih Diego Simeone tetap merendah. Pelatih asal Argentina itu tetap menilai tim seperti Madrid dan Barcelona sebagai favorit juara. “Setiap pertandingan terasa lama, keras, dan sulit. Barcelona dan Madrid tetap menjadi favorit juara.” (AP/Rtr/R-4) eko@mediaindonesia.com Pemain Sevilla mampu memanfaatkan momentum saat Gareth Bale mengganti sepatu dan sisi kanan Real Madrid menjadi lebih lowong. Dengan satu sontekan backheel, Rakitic berhasil memperdaya Pepe dan langsung menyerbu masuk ke pertahanan El Real. REUTERS/PHIL NOBLE ANTARA/MUHAMMAD IQBAL AP/MANU FERNANDEZ Gareth Bale Pemain Real Madrid REUTERS/MARCELO DEL POZO

×