Your SlideShare is downloading. ×
Media Indonesia 23 Maret 2014
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×

Introducing the official SlideShare app

Stunning, full-screen experience for iPhone and Android

Text the download link to your phone

Standard text messaging rates apply

Media Indonesia 23 Maret 2014

1,373
views

Published on

Published in: Education

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total Views
1,373
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
9
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. Pemasangan Iklan & Customer Service: 021 5821303 No Bebas Pulsa: 08001990990 e-mail: cs@mediaindonesia.com Rp2.900/eks (di luar P. Jawa Rp3.100/eks) Rp67.000/bulan (di luar P.Jawa + ongkos kirim) Halaman 28 23 MARET 2014 | NO.12025 | TAHUN XLV Harian Umum Media Indonesia @ MIdotcom Minggu El Clasico di Momen yang Pas Kontras dengan sebelum-sebelumnya, Barcelona kini diposisikan sebagai underdog dalam El Clasico di Santiago Bernabeu, dini hari nanti. El Clasico, Hlm 8 SELA InpresAntikorupsiDiobral,PelaksanaanTetapMajal KENDATI hingga kini belum terlihat jelas efektivitas dari inpres ataupun perpres pemberantasan korupsi yang sudah diterbitkan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kembali mengeluarkan in- struksi serupa. Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2014 yang ditandatangani pada Jumat (21/3) itu berisi Penyusunan Aksi Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi (PPK) Tahun 2014. Inpres tersebut sebagai tindak lan- jut dari Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2012 tentang Strategi Nasional Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi Jangka Panjang (2012-2015) dan Jangka Menengah (2012-2014). Dengan terbitnya inpres tersebut, sejak memerintah pada 2004, Yudhoyono telah menerbitkan tu- juh inpres pemberantasan korupsi (lihat grafik). Inpres tersebut ditujukan kepada para menteri, Sekretaris Kabinet, Jaksa Agung, Kapolri, Kepala Unit Kerja Presiden Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan, para kepala lembaga pemerintah nonkementerian, para se- kretaris jenderal pada lembaga tinggi negara, para gubernur, dan para bupati/ wali kota. Direktur Advokasi Pukat UGM Oce Madril menilai keluarnya inpres anti- korupsi tersebut patut diapresiasi. “Pertanyaannya, bagaimana efektivitas- nya? Pengalaman telah membuktikan ada banyak inpres yang diabaikan oleh bawahannya,” kata Oce saat dihubungi, kemarin. Ia menilai absennya sanksi merupakan faktor utama yang menyebabkan inpres tidak efektif dan hanya menjadi macan kertas. Selain itu, ada inkonsistensi peme- rintah dalam kebijakan antikorupsi. Di satu sisi, inpres antikorupsi diobral, tetapi di sisi lain pelemahan terhadap KPK dan pemberantasan korupsi jalan terus. “Misalnya yang terjadi pada RUU KUHAP dan KUHP, pemerintah tetap ngotot melanjutkan pembahasan,” tan- das dia. Juru bicara KPK Johan Budi menyam- but baik terbitnya inpres dengan se- mangat memberantas korupsi. Namun, menurut dia, yang perlu disoroti ialah apakah pelaksanaan inpres selama ini efektif atau tidak. “Parameter efektif itu seperti apa? Sebenarnya bagus-bagus saja, tetapi se- belum menjawab itu, perlu diketahui pelaksanaannya di lapangan seperti apa. Makanya perlu ada evaluasi. Selama ini pernah diukur atau tidak?” tanya Johan saat dihubungi, kemarin. Bagi KPK, inpres yang telah dikelu- arkan pemerintah cukup membantu lembaga antirasywah tersebut dalam bekerja. Johan mencontohkan Inpres 17/2011 tentang Aksi Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi Tahun 2012. “Sedikit banyak membantu KPK. Mung- kin dampak inpres itu lebih dirasakan oleh kejaksaan dan kepolisian, sedangkan KPK kan di luar karena kita mengguna- kan UU KPK.” (Mad/Nov/X-2) MASALAH kurang tidur perlu mendapatkan perhatian serius karena bisa merusak sel-sel otak permanen. Demikian hasil studi yang dipublikasi- kan The Journal of Neuroscience, baru-baru ini. Tim peneliti dari University of Pennsylvania School of Medicine, AS, mempelajari keterkaitan antara pola tidur yang tidak teratur dan kerugian pada sel otak, dengan menggunakan sampel tikus. Hasilnya ditemukan kehilangan 25% sel otak, juga sebagian dari batang otak, pada sampel tikus yang kurang tidur dalam waktu panjang. “Ini mungkin pada hewan sederhana, tetapi bukti itu menun- jukkan kita harus sangat hati-hati,” ujar Prof Sigrid Veasey pimpinan tim. (BBC/Hym/X-8) Kurang Tidur Rusak Sel Otak MENANG TELAK 6-0: Gelandang Chelsea Andre Schuerrle dipeluk rekan setimnya saat merayakan gol dalam duel melawan Arsenal di Stamford Bridge, kemarin. Kemenangan 6-0 membuat the Blues tetap kukuh di posisi puncak klasemen dengan 69 poin dari hasil 31 laga. RUDY POLICARPUS S ORE belum turun sempurna ke- tika dengan wajah semringah Epid melambaikan lima lembar uang pecahan sepuluh ribu rupi- ah. “Cari uang di zaman sekarang susah. Lumayan dapat Rp50 ribu. Sering-sering atuh ada kampanye,” ujarnya sembari menyalakan mesin motor tua berwarna merah yang dia gunakan untuk arak- arakan. Epid tinggal di Cimahi, Jawa Barat. Di kampungnya, banyak lelaki yang mene- rima order menjadi anggota pasukan nasi bungkus. Di mana pun kampanye digelar, di situ mereka ada. Soal warna bendera tidak menjadi masalah, yang penting perut kenyang, ada bayaran, syukur-syukur dapat rokok. Wajah gembira juga ditunjukkan Kirno dan Dirman yang sehari-hari be- kerja sebagai tukang parkir dan satpam perumahan di Yogyakarta. Keduanya bersemangat ikut kampanye dengan bayaran sekitar Rp50 ribu sampai Rp70 ribu, tergantung partai dan caleg yang mensponsori. “Selain uang, lumayan dapat makan dan kaus. Kita ini pasukan sorak, kerja- nya cuma keliling, teriak-teriak, 2 sampai 3 jam. Kampanye partai mana pun pasti kita ikuti. Kalau perlu, bolos kerja, asal jangan dipaksa nyoblos partai tertentu saja,” tukas Kirno. Pengumpul massa Jika ada massa bayaran, tentu ada pe- ngumpul massa. Sebut saja Yanto yang di masa kampanye kali ini merasa gelisah karena beberapa order ditawarkan de- ngan harga di bawah standar. “Nama saya disamarkan ya, nanti eng- gak ada yang mau pesan. Padahal sih, semua orang juga tahu bahwa semua partai pasti bayar orang kalau lagi kam- panye,” ujar ayah dua anak itu. Uang ialah magnet utama bagi Yanto. Soal visi dan misi parpol, ia tidak mau ambil pusing. “Pada 2009, total keun- tungan saya Rp40 juta. Tahun ini agak sepi. Partai maunya mengumpulkan massa sebanyak-banyaknya, tapi modal terbatas. Padahal, sekarang jarang yang mau dibayar Rp50 ribu. Minimal mereka minta Rp75 ribu,” papar Yanto. Politik uang Kondisi membayar dan dibayar dalam kampanye politik, menurut Nia Elvina, sosiolog yang mengajar di Universitas Indonesia, menunjukkan masyarakat Indonesia tengah sakit. “Masyarakat dan elite politik sama- sama kehilangan pegangan nilai. Politik uang dianggap normal-normal saja. Kondisi bangsa kita memang mempriha- tinkan,” tukas Nia. Pendidikan politik di Indonesia, menu- rut Nia, tidak berjalan baik. Akibatnya, politik jadi berbiaya tinggi dan terbentuk nilai transaksional dalam masyarakat. Kampanye yang seharusnya menjadi ajang sosialisasi berubah menjadi arena hiburan. “Elite politik pun bukan lagi mengejar perwujudan nilai, melainkan untuk kepentingan pribadi dan mem- pertahankan atau mencapai kekuasaan.” (M-7) rudy@mediaindonesia.com Mereka disebut massa bayaran, pasukan nasi bungkus, pasukan sorak, dan masih banyak istilah lainnya. Masa kampanye, bagi mereka, merupakan waktu untuk mengais rezeki di tengah obral janji. Kais Rezeki di Tengah Janji AP/KIRSTY WIGGLESWORTH SEJUMLAH kalangan mengkritik sikap pemerintah yang berkeras mencairkan dana bantuan sosial (bansos) menjelang pemilihan umum. Koordinator Indonesia Corruption Watch Ade Irawan menilai sikap itu dilatari oleh kepentingan politik. Bansos, ujar Ade, selalu mudah dicairkan peme- rintah menjelang pemilu atau pemilu kada karena pemegang kebijakan di kementerian terkait meru- pakan politisi yang ikut dalam konstestasi. ‘’Dana bansos biasa digunakan oleh incumbent, baik di eksekutif maupun legislatif, dengan dua tujuan. Pertama, bansos bisa diklaim sebagai bantuan mereka, bukan bantuan pemerintah,’’ jelasnya di Jakarta, kemarin. Tujuan kedua, imbuh Ade, bansos bisa disele- wengkan untuk modal politik mereka. “Inilah yang berbahaya karena sangat berpotensi di- salahgunakan untuk kepentingan politik tertentu oleh para menteri dari parpol. Karena beberapa kementerian dipegang orang parpol, pencairannya tidak akan sulit.’’ Ade tak heran jika pemerintah ngotot mengucur- kan bansos meski sangat rawan diselewengkan. Pencairan dana itu menjelang penyelenggaraan pemilu dan pemilu kada juga bukan hal baru. “Semestinya pemerintah melakukan moratorium, bukan malah berkeras mencairkan.’’ Direktur Advokasi dan Investigasi Forum Indo- nesia untuk Transparansi Anggaran Uchok Sky Khadaffi mengatakan semestinya Badan Penga- was Pemilu bersama KPK membuat surat edaran ke kementerian agar menghentikan sementara pencairan dana bansos. “Sebetulnya KPK dan Ke- mendagri telah melakukannya, tapi itu untuk pemerintahan daerah,’’ tandasnya. Dalam Rapat Paripurna DPR ditetapkan dana bansos Rp55,9 triliun, tetapi dalam APBN digaris- kan Rp73,2 triliun. Angka itu naik lagi jadi Rp91,8 triliun dalam realisasi bujet Februari 2014. Wakil Ketua Badan Pemeriksa Keuangan Hasan Bisri menegaskan pihaknya akan mengaudit peng- gunaan dana bansos apakah sesuai rancangan yang disepakati. “Semuanya harus bisa dipertang- gungjawabkan. Tidak bisa fiktif.” (AI/Bow/X-8) BansosGampang CairJelangPemilu Jeda Hlm 7 Kirimkan tanggapan Anda atas berita ini me- lalui e-mail: interupsi@mediaindonesia.com Facebook: Harian Umum Media Indonesia Twitter: @MIdotcom Tanggapan Anda bisa diakses di metrotvnews.com “Pendidikan politik tidak berjalan baik. Akibatnya, politik jadi berbiaya tinggi dan terbentuk nilai transaksional dalam masyarakat.” Nia Elvina Sosiolog Universitas Indonesia EBET Berita hlm 9
  • 2. 2 MINGGU, 23 MARET 2014SELEKTA JUMLAH tersangka pembakar hutan di Provinsi Riau terus bertambah. Kepolisian Daerah (Polda) Riau telah menetapkan 83 orang dan satu peru- sahaan sebagai tersangka pembakaran hutan dan lahan di Riau. “Total ada 83 tersangka. Satu dari perusahaan, PT NSP,” kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Riau Ajun Komisaris Besar Guntur Aryo Tejo di Pekanbaru, Riau, ke- marin. Perusahaan tersebut ialah PT Nasional Sagu Prima (NSP), anak usaha Sampoerna Group. Menurutnya, para tersangka telah ditahan di tiap polres kabupaten/kota. Adapun tersangka anggota TNI Serka Sudigdo telah ditahan polisi militer di Medan, Sumatra Utara. Pengusutan kasus para tersangka pembakaran hutan dan lahan dilaku- kan Satuan Reserse Kriminal Khusus (Satreskrimsus) Polda Riau. Dari 83 tersangka itu, polisi menyusun 49 la- poran dengan 21 berkas yang sudah dilimpahkan ke kejaksaan. “Untuk berkas yang dinyatakan lengkap oleh kejaksaan (P21) dua perkara untuk 14 tersangka,” jelas Guntur. Meski kabut asap yang disebabkan pembakaran hutan dan lahan di Riau sudah berkurang, tim satgas pene- gakan hukum terus memburu pelaku pembakar hutan. Ribuan personel tim gabungan TNI, Polri, dan instansi ter- kait akan bertugas hingga batas tang- gap darurat pada 26 Maret 2014. Namun, menurut Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Syamsul Maarif, total tersang- ka pembakaran hutan telah mencapai 85 orang dan satu perusahaan. “Tidak mudah memproses dan menuntut para tersangka dan peru- sahaan itu karena harus prosedural dan memerlukan bukti yang lengkap,” ujarnya dalam siaran pers, kemarin. Meski hujan deras mengguyur se- jumlah wilayah Riau sepanjang Jumat (21/3) malam, satelit National Oce- anic Atmospheric and Administration (NOAA) 18 masih menemukan 11 titik panas. Citra satelit itu juga menunjuk- kan hingga pukul 08.22 WIB kemarin, terdapat 28 titik api kebakaran hutan di Sumatra. Sebelumnya, pada Jumat (21/3), ter- pantau sedikitnya 261 titik api. Bara titik panas berada di gambut dengan kedalaman 5-10 meter. “Perlu hujan deras atau penggenang- an untuk memadamkan bara itu,” kata Komandan Satuan Tugas Nasional Ope- rasi Terpadu Penanggulangan Bencana Asap itu. Saat ini, imbuhnya, cuaca di Riau cukup cerah dengan jarak pan- dang 8-16 km serta kualitas udara cukup baik. “Penerbangan di Bandara Sutan Syarif Kasim II normal.” Upaya pemadaman melibatkan satgas udara yang mengintensifkan pengeboman air. Pada Jumat (21/3) dilakukan 207 kali water bombing. Sebanyak 94 kali pengeboman dilaku- kan di Dumai dan Rokan Hilir dengan helikopter Sikorksy. Helikopter Kamov melakukan 70 kali pengeboman di Rengat dan Bengkalis. Modifikasi cuaca juga dilakukan dengan mena- burkan 6 ton NaCl (garam). Sejumlah 4 ton disebar di angkasa Dumai, Beng- kalis, dan Siak, serta 2 ton di Indra Giri Hulu dan Pelalawan. (RK/E-5) M ANTAN Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaning- rum tengah memikirkan opsi untuk menjadi peng- ungkap kejahatan (justice collaborator) dalam kasus dugaan suap di proyek Hambalang. Menurut kuasa hukum Anas, Firman Wijaya, jika Anas tidak menjadi justice col- laborator, pengungkapan suap di proyek Hambalang hanya akan berhenti pada aktor-aktor lapangan, bukan aktor intelek- tualnya. “Bangunan kasus Hambalang bakal run- tuh bila berhenti hanya pada mantan Ketua Umum Demokrat itu. Apalagi kaitan perkara itu dengan Kongres Demokrat di Bandung pada 2010 makin jelas terlihat dari arah pertanyaan yang diajukan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi dalam pemeriksaan,” kata Firman dalam perbincang- an kemarin. Ia memastikan pihaknya memiliki bukti-bukti yang menegaskan Susilo Bam- bang Yudhoyono tak bisa lepas tangan dari kasus tersebut. “Kasus sebenarnya da- lam hal ini ialah Kongres Partai Demokrat. Yang je- las, soal pembuktian itu ada,” tegas Firman. Adapun saat ditanya soal pemberian uang muka mobil Harrier dari SBY untuk Anas, Firman mengaku pihaknya tidak mengan- tongi bukti aliran dananya. “Hubungan Anas dan Pak SBY itu tertutup, tapi ada yang mengetahui,” ungkapnya se- raya menolak untuk menyebut saksi yang dimaksud. Pihaknya, sambung dia, saat ini tengah mencari tahu mekanisme perlindungan yang akan diterima Anas jika kelak men- jadi justice collaborator. Hal itu sebagai konsekuensi dari tingginya risiko buat Anas jika membongkar kejahatan sesungguhnya di proyek Hambalang. “Kita tahu persis sedang berhadapan de- ngan siapa. Karena itu, kita harus tahu per- lindungan apa saja yang diberikan kepada seorang justice collaborator,” ujarnya. Kasus Century Dalam kasus terpisah, pada pemerik- saan di KPK Jumat (21/3) lalu, Anas kem- bali menyebut dugaan keterlibatan Susilo Bambang Yudhoyono dalam kasus dugaan korupsi dalam pencairan dana talangan Bank Century. Seusai menjalani pemeriksaan yang ketu- juh kali di KPK itu, Anas menyatakan ada- nya indikasi biaya kampanye Susilo Bam- bang Yudhoyono-Boediono saat mengikuti Pemilihan Presiden 2009 juga dialiri dana talangan Bank Century. Kecurigaannya itu muncul lantaran banyak nama fiktif yang tercantum dalam laporan audit akuntan independen dana kampanye SBY. Tak cuma itu, Anas juga mengaku kerap menerima tugas khusus dari SBY saat ia duduk sebagai Ketua Fraksi Partai Demokrat di DPR. “SayadimintamencegahagarPanitiaKhu- susCenturytidakmengarah ke SBY dan Demokrat, baik secara hukum maupun politik,” ujarnya saat itu. Dalam menyikapi tuding- an itu, juru bicara Partai Demokrat Ruhut Sitom- pul menyebut keterangan Anas Urbaningrum tak masuk akal. Ia mengata- kan Anas tengah berupaya meminta perlindungan dari Demokrat dalam ka- sus hukum yang sedang dijalaninya dengan menye- ret-nyeret nama Demokrat dalam skandal Century. Pasalnya, sebagai sesama anggota Pansus Century dari Partai Demokrat di 2010 silam, Ruhut mengaku tak pernah mendengar ada- nya penugasan khusus itu. “Saya yang anggota Pansus Century saja tidak diminta, lebih masuk akal lagi karena saya orang hukum,” katanya. Hal senada juga disampaikan oleh Mar- zuki Alie yang pada 2009 lalu menjadi sek- retaris tim kampanye pemilihan presiden untuk SBY-Boediono. Kepada Media Indonesia dia mengatakan, “Anas kan tidak pernah berurusan dengan dana kampanye, baik sumber dana maupun pelaporannya.” (P-1) hera_khaerani@mediaindonesia.com Sebelum kasus Hambalang mencuat, hubungan Anas Urbaningrum dengan Susilo Bambang Yudhoyono disebut teramat dekat. IsuAirLebihFundamentalketimbangEnergi MalaysiaBerharappadaTemuanSatelitChina Menteri Pertahanan (Menhan) Malaysia Hishammuddin Hus- sein mengungkapkan bahwa satelit China telah menangkap objek baru yang mengambang di Samudra Hindia. Benda itu diduga bagian dari serpihan pesawat Malaysia Airlines bernomor MH 370 yang hilang sejak dua pekan lalu. Dalam keterangan persnya, kemarin, Hishammuddin me- ngatakan objek itu berukuran dengan panjang 22,5 meter dan lebar 13 meter. Lokasi benda yang dicurigai serpihan pesawat MH 370 berada wila- yah perairan yang jaraknya 120 kilometer dari dua objek yang pertama kali ditemukan atau ditangkap satelit milik Australia. “Kabar yang baru saja saya terima ialah Duta Besar China (Huang Huikang) melaporkan menerima citra satelit tentang benda yang mengambang di koridor selatan dan mereka (China) akan mengirim kapal untuk memverifikasi (objek itu),” ungkap Hishammuddin yang juga menjabat pelaksana tugas Menteri Transportasi Malaysia. “Beijing diperkirakan akan membuat pengumuman da- lam beberapa jam (ke depan),” timpal Hishammuddin pada jumpa pers di Kuala Lumpur, Malaysia, kemarin, yang di- hadiri sejumlah wartawan lokal dan asing. Di luar masalah temuan baru itu, Hishammuddin me- negaskan sejumlah pesawat dan kapal telah dikerahkan ke Samudra Hindia untuk mengidentifikasi dan mencari objek yang terpantau dari citra satelit dan berada sekitar 2.500 km dari Perth, Australia. Proses pencarian tersebut akan dipimpin Otoritas Keselamatan Maritim Australia (AMSA). Hishammuddin melaporkan ada enam pesawat yang te- lah dikirim ke area tersebut kemarin untuk menyisir area yang luasnya setara dengan luas wilayah negara Denmark itu. Tim pencarian juga men- dapat bantuan tambahan ka- pal dari China, Jepang, dan Inggris. “Pesawat pertama telah kem- bali tanpa berhasil menemu- kan puing-puing (apa pun),” tegas Hishammuddin. Namun sebelumnya, dia menegaskan telah berbagai cara dilakukan untuk menyisir perairan laut yang diduga sebagai lokasi jatuhnya serpihan pesawat MH 370 dan luasnya sekitar 10.500 mil persegi. Namun, dia mengakui kon- disi lokasi pencarian dan seki- tarnya saat ini tidak mudah ditembus. Pasalnya, badai tropis dilaporkan menerjang wilayah perairan tersebut se- hingga mengganggu proses pencarian. Saat menanggapi adanya dua transkrip pesan komunikasi yang aneh antara kopilot MH 370 dan menara kontrol, se- perti yang dilaporkan surat kabar Telegraph, dia mengata- kan tidak ada yang misterius dari transkrip tersebut. (BBC/ Reuters/Hym/I-3) DUNIA selama ini disibukkan oleh isu energi dan kurang serius menanggapi krisis air. Masalah air dikhawatirkan menimbulkan konflik sosial dan horizontal di masa men- datang. “Isu krisis air lebih funda- mental daripada energi. Pasalnya, energi punya ba- nyak alternatif (energi ter- barukan), sedangkan air jika terjadi kelangkaan, tidak ada alternatifnya,” kata pengamat lingkungan Sonny Keraf, saat dihubungi terkait dengan per- ingatan Hari Air Sedunia, ke- marin. Menurut mantan Menteri Lingkungan Hidup itu, ada empat persoalan pokok air, yakni masalah kelangkaan air, pencemaran, banjir, dan kekeringan. Upaya masyarakat dan pemerintah yang sinergis dinilai amat krusial lantaran isu air dewasa ini sudah fun- damental. Saat ini, memang ada teknologi inseminasi air laut agar bisa dikonsumsi, tetapi itu sangat mahal. “Nantinya cuma kalangan tertentu yang bisa mengakses air bersih.” Sony melihat, saat ini sudah mulai terjadi konflik di an- tara daerah yang berbatasan air sungai, seperti pemerin- tah DKI Jakarta, Bogor, dan Tangerang yang saling tarik- menarik perihal Kali Ciliwung dan Cisadane. Saat dihubungi secara terpisah, Direktur Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Abetnego Tarigan me- ngatakan, peran pemerintah memberi andil besar terhadap perusakan alam yang mengaki- batkan krisis air. Keterlibatan pemerintah itu, lanjutnya, ter- lihat pada reklamasi daerah pesisir untuk kawasan wisata, seperti di Bali, dan deforestasi akibat alih fungsi lahan gam- but untuk perkebunan kelapa sawit dan penebangan liar. “Suplai air rumah tangga di wilayah perkotaan saat ini umumnya berasal dari air ta- nah. Itu sangat berbahaya bagi ekosistem air tanah. Untuk itu, pemerintah diharapkan menyuplai air bersih yang memadai sebagai salah satu upaya memerangi krisis air,” jelas Abetnego. Ia juga menyoroti sengketa lahan antara masyarakat dan perusahaan air minum ke- masan di Batu, Malang, yang mencuat baru-baru ini. Di sisi lain, sejumlah pe- cinta lingkungan dari Savilla Production membagi-bagikan flyer dan setangkai mawar putih kepada pengguna jalan yang melintasi Bundaran Hotel Indonesia, di Jalan Thamrin, Jakarta Pusat, kemarin pagi. Aksi damai dalam memper- ingati Hari Air Sedunia itu ber- tujuan membangun kesadaran masyarakat untuk menghargai dan menghormati air dan men- jaga kelestarian hutan. “Filosofinya, kita mau da- pat air bersih, putih, bukan air keruh, makanya diberikan mawar putih,” papar Awang Darmawan, kordinator aksi di lapangan. Menurut Awang, Savilla Production juga akan melun- curkan film berjudul Danum Baputi pada Juni menda- tang. Film itu mengisahkan perjuangan suku di Kaliman- tan dalam menyelamatkan air di desanya. (Fat/X-7) AnasMerasa JadiTumbal DIMAKAMKAN: CEO Media Group Surya Paloh menyiramkan air mawar di makam kakaknya, Rohana Jusuf Gading binti Daud Paloh, saat pemakaman di Cisarua, Bogor, Jawa Barat, kemarin. Rohana berpulang di usianya yang ke-75 di RS Premier Jatinegara, pada Jumat (21/3). MI/PANCA SYURKANI PEDULI AIR: Seorang aktivis yang tergabung dalam komunitas peduli hutan dan air menggelar aksi memperingati Hari Air Sedunia di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, kemarin. Mereka mengajak masyarakat untuk lebih peduli akan pentingnya air dan hutan sebagai sumber kehidupan manusia. ANTARA/ZABUR KARURU MINAT BACA: Anak-anak menyimak dongeng yang dibawakan oleh Awam Prakoso dalam acara A Day for Book di Museum Nasional, Jakarta, kemarin. Kegiatan itu digelar untuk menumbuhkan minat baca anak sejak dini. MI/ATET DWI PRAMADIA Kita tahu persis sedang berhadapan dengan siapa. Karena itu, kita harus tahu perlindungan apa saja yang diberikan kepada seorang justice collaborator. Firman Wijaya Kuasa Hukum HERA KHAERANI TersangkaPembakarHutanRiauTerusBertambah
  • 3. 4 MINGGU, 23 MARET 2014UMUM LelangKaryaSeni untukPenderitaKanker PANGKALAN MILITER: Dua prajurit Ukraina berjaga di depan pangkalan militer di Krimea, kemarin. Tentara Rusia mengultimatum paramiliter Ukraina agar segera meninggalkan pangkalan militer di Kota Krimea. ART FOR CANCER: Instalasi seni dipamerkan dalam Art for Cancer di Museum Seni Rupa dan Keramik, Kota Tua, Jakarta, kemarin. Pameran dan berbagai kegiatan amal diadakan oleh Yayasan Kanker Indonesia Provinsi DKI Jakarta guna mengumpulkan dana untuk membantu korban kanker. MI/ATET DWI PRAMADIA Derita Aisyah, Bukti Matinya Solidaritas YENNIZAR LUBIS D ERITA Siti Aisyah, bocah berusia 8 ta- hun yang terpaksa putus sekolah demi merawatayahnya,Muhammad Nawawi Pulungan, 54, dengan hidup menggelandang di atas becak, merupakan cerminan dari matinya rasa solidaritas warga terhadap sesamanya. “Kasus Aisyah yang harus menggelandang sembari mem- bawa ayahnya yang dibaring- kan di atas becak selama 3 tahun sebetulnya tidak perlu terjadi jika rasa gotong royong masih ada,” sebut sosiolog Emilia Hambali saat dihubu- ngi, kemarin. A i s y a h d a n ay a h ny a , Nawawi, yang terkulai lemas di atas becak, terpaksa tinggal di pinggiran toko di Kota Me- dan. Itu disebabkan Nawawi kehabisan uang untuk meng- obati penyakit komplikasi yang dideritanya dan tidak mampu membayar kontrakan rumah. Mereka tinggal dan beraktivitas di atas becak itu. Malam hari mereka memarkir- kan becaknya di depan teras rumah warga di seputar Jalan Sisingamangaraja. Jika pagi tiba, mereka pindah di sekitar Masjid Raya. Aisyah-lah yang mendayung becak itu. Secara logika, lanjut Emilia, mustahilwargayangberlalu-la- lang di seputar jalan dan Masjid Raya tidak melihat penderitaan kedua insan papa tersebut. Intinya, mereka melihat, tetapi hanya berpangku tangan. Fenomena seperti ini, sam- bung dia, terjadi di banyak tempat. Berangkat dari hal itu, Emilia berani menggaransi bahwa budaya luhur pening- galan nenek moyang, yakni rasa gotong royong, rupanya sudah luntur di tengah masya- rakat kita dan berganti dengan sikap individualisme. “Kalau masyarakat masih guyub, pasti ada Pak RT atau Pak RW yang akan membantu. Tetapi itulah kehidupan perko- taan,” ujar Emilia. Halsenadajugadiungkapkan Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Asrorun Ni’amSholeh.MenurutAsrorun, rasaempatiharuslahditumbuh- kan agar setiap orang yang melihat kejadian seperti yang dialami seperti Aisyah dapat segera menolong atau minimal melapor ke pihak terkait. Ditinggal ibu Saat disambangi di Rumah Sakit (RS) Pirngadi, Medan, sembari terbaring, Nawawi mengisahkan, semenjak ber- usia 1 tahun Aisyah sudah ditinggal ibunya. “Sebelum saya meninggal, saya berharap Aisyah bisa bertemu dengan ibunya,” pesan Nawawi. Saat meninggalkan Aisyah, sang ibu membawa anak le- lakinya. “Kata ayah, ibu bawa abang pergi ketika mening- galkan kami. Sampai sekarang kami tidak tahu di mana ibu berada,” ujar Aisyah yang setia mendampingi sang ayah. Kisah penderitaan Aisyah yang hidup miskin dan setia merawat ayahnya yang men- derita penyakit komplikasi paru-paru mendapat perha- tian banyak pihak. Terlebih se- jak balita Aisyah telah terpisah dari ibu kandungnya. Teman-teman seusianya dari SD Bhayangkari Medan pun tersentuh untuk meringankan beban Aisyah. Para siswa SD itu menyisihkan uang jajan un- tuk diberikan kepada Aisyah. “Kami telah menyisihkan uang jajan untuk membantu Aisyah. Nanti kami akan serahkan ke- pada Aisyah,” ujar Vira, siswi SD Bhayangkari Medan. (Fat/ Ant/S-4) yennizar @mediandonesia.com Rasa empati haruslah ditumbuhkan agar setiap orang yang melihat kejadian seperti yang dialami Aisyah segera menolong atau minimal melapor ke pihak terkait. YAYASAN Kanker Indonesia (YKI) Provinsi DKI Jakarta menggelar lelang busana be- berapa desainer dan lukisan perupa lintas generasi di Museum Seni Rupa dan Kera- mik, Jakarta Barat, Sabtu (22/3). Hasil lelang yang akan berlangsung hingga Minggu (23/3) itu akan disumbangkan kepada sejumlah rumah sakit untuk membantu penderita kanker. “Kalau lari pagi atau sepeda santai kan sudah biasa, ini ke- betulan pihak penyelenggara ada yang mengajukan untuk melakukan lelang,” ujar Ketua YKI DKI Jakarta, Veronika Basuki, kemarin. Veronica melanjutkan se- bagian hasil lelang akan diberikan untuk pemba- ngunan Palliative Care Training Center atau Pusat Perawatan dan Pelatihan Paliatif yang tengah dirintis YKI DKI Jakarta. Saat ini pelatihan dan pe- rawatan paliatif oleh YKI DKI Jakarta sudah dimulai di Graha YKI DKI Jakarta di Sunter, Jakarta Utara, dan akan dikembangkan di enam wilayah lainnya. “Ini program kerja utama kami dalam wak- tu lima tahun mendatang,” sebutnya. Para desainer yang ikut serta menyumbangkan karya dalam lelang tersebut ialah Carmanita, Ivan Gunawan, dan desainer dari Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) seperti Lenny Agustin dan Jeny Tjahyawati. Selain itu, ada juga desainer dari Dekra- nasda seperti Novita Yunus, Emma Damayanti, dan Felga Weninda. Sementara itu, pameran seni rupa akan menampilkan karya lima seniman Indone- sia, yaitu Albert Jonathan, Entang Wiharso, Eko, Sria Astari, dan Tita. Lelang busana karya de- sainer dan karya seni ini me- rupakan bagian dari rangkai- an acara pameran seni rupa ‘Art for Cancer’ yang digelar YKI DKI Jakarta mulai 16 hingga 30 Maret mendatang, yang dibuka oleh Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. (Fat/S-5) RusiaSiapBalas SetimpalSanksiEropa KEMENTERIAN Luar Negeri (Kemenlu) Rusia menegas- kan bahwa Moskow berhak membalas secara setimpal sanksi kedua yang diterap- kan Uni Eropa (UE). Sanksi itu terkait dengan keputusan Rusia yang menetapkan Se- menanjung Krimea sebagai bagian wilayahnya pascarefe- rendum. UE menerapkan sanksi baru pada Jumat (21/3) dengan me- nambah 12 nama dari Rusia dan Ukraina yang dima- sukkan daftar orang-orang dengan aset dibekukan dan dilarang melakukan perjalan- an ke luar negeri. Kini daftar itu terdiri atas 33 orang dari kedua negara tersebut. Selain Putin, ada sederet nama yang masuk target sank- si, yaitu penasihat senior un- tuk Putin, Sergei Glazyev, dan Vladislav Surkov. Dua ketua majelis parlemen Rusia, Va- lentina Matviyenko dan Sergei Naryshkin, juga termasuk nama yang mendapat sanksi. “Sangatdisayangkanbahwa Dewan Eropa membuat ke- putusan yang terpisah dari kenyataan,” kata Alexan- der Lukashevich, juru bi- cara Kemenlu Rusia, dalam pernyataan yang dipubli- kasikan melalui situs resmi Kemenlu Rusia, kemarin. “Kami percaya ini saatnya kembali ke ranah kerja sama yang pragmatis yang mencer- minkan kepentingan negara kami. Bagaimanapun pasti pihak Rusia akan memberi respons seimbang terhadap tindakan yang diambil (UE),” paparnya. Sebelumnya pada Jumat (21/3), Presiden Rusia Vladi- mir Putin menandatangani undang-undang yang secara resmi dan sah menetapkan Semenanjung Krimea yang sebelumnya bagian wilayah Ukraina menjadi wilayah Federasi Rusia. Di sisi lain, Menlu Jerman Frank-Walter Steinmeier me- ngatakan masyarakat inter- nasional tidak akan membi- arkan krisis Ukraina-Rusia menimbulkan perpecahan baru di Eropa. Setelah bertemu dengan Perdana Menteri Ukraina Arseny Yatseniuk, Steinmeier mengatakan pemantau dari OSCE (Organisasi Keamanan dan Kerja Sama Eropa) akan datang ke Ukraina untuk mendukung berbagai upaya deeskalasi dalam beberapa hari mendatang. Yatseniuk mengatakan Ukraina sangat membutuh- kan dukungan dari Eropa dalam mengatasi masalah energi dengan dihentikannya pasokan gas dari Rusia. Dia meminta bantuan militer Jer- man. (AP/Reuters/Hym/I-3) REUTERS/VASILY FEDOSENKO BENCANA yang terjadi di berbagai tempat di Indonesia, seperti Gunung Kelud, Gu- nung Sinabung, dan Gunung Merapi,mendorongkaryawan The Sunan Hotel Solo untuk membangun kepedulian. Seluruh keluarga besar kar- yawan The Sunan Hotel Solo berinisiatif untuk mengum- pulkan dana sebagai wujud kepedulian terhadap korban yang sedang tertimpa musibah. Dari aksi solidaritas yang dilakukan itu terkumpul dana sebanyak Rp10.875.000. Dana bantuan itu diserahkan melalui Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Solo pada 13 Maret lalu untuk disalurkan kepada korban bencana yang membutuhkan. “Penyerahan bantuan ini merupakan wujud serta bentuk solidaritas dan kepedulian kepada saudara-saudara se-Tanah Air demi meringankan beban mereka,” tutur Human Resources Manager The Sunan Hotel Solo, Kristriyanto. The Sunan Hotel Solo Bantu Korban Bencana SEBAGAI maskapai berbiaya murah, Citilink di sepanjang tahun ini sedang menjalankan proses rebranding dengan tagline baru ‘Simple–On Time–Convinient’. “Kami merealisasikannya dengan strategi branding secara menyeluruh, mulai dari livery baru, logo baru, interior baru pesawat, kantor pemasaran, seragam baru pramugari, sistem pada website, dan lay out baru untuk menjangkau masyarakat secara luas,” ujar Agus Dewanta, selaku VP Sales and Distribution, beberapa waktu lalu. Saat ini, Citilink mengoperasikan 29 pesawat, terdiri dari 22 buah Airbus A320 dengan kapasitas 180 kursi, 6 Boeing 737-300 dengan kapasitas 148 kursi, dan 1 Boeing 737-400 dengan kapasitas 170 kursi. Citilink mulai terbang dari Bandung menuju Denpasar dan Medan setiap hari sejak 26 Januari lalu dan berharap menjadi pemain andal di kawasan Asia. PRANAYA Suites Hotel telah diresmikan pada 6 Okto- ber 2013 sebagai salah satu hotel bintang tiga di kawasan CBD BSD City Tangerang, Banten. Nama Pranaya diambil dari bahasa Sansekerta yang berarti pemimpin dengan harapan menjadi hotel nomor satu di kawasan BSD City. Meski memiliki banyak kompetitor, Pranaya Suites Hotel yakin mampu bersaing karena memiliki segmen pasar yang berbeda dengan mayoritas pesaing di kawasan BSD dan sekitarnya. Tidak hanya strategi pemasaran, namun manajemen sangat menitikberatkan dan menjamin akan standar prosedur pelayanan bertaraf international. Pranaya Suites Hotel pun menyadari pentingnya Corporate Social Responsibility (CSR) dalam menunjang lingkungan di sekitar hotel dengan mengundang anak yatim piatu, pada 10 Maret lalu. Dari Bandung, Citilink ke Denpasar dan MedanCSR Perdana Pranaya Suites Hotel BSD City BERTEMPAT di Hotel Oria Jakarta, Rumah Sakit (RS) Awal Bros Group mengelar pertemuan antarperusa- haan pada 3 Maret lalu. Pertemuan itu dihadiri per- wakilan dari RS Awal Bros Group yang tersebar di Ja- bodetabek. Dalam kesem- patan itu, Direktur Corporate Awal Bros Group dr Ferdy D Tiwow menyampaikan kem- bali visi dan misi dari RS Awal Bros Group sekaligus memberikan informasi terbaru mengenai program–program RS Awal Bros Broup. Termasuk jika ada keluhan dari para pimpinan. Acara company gathering itu semakin tampak meriah dengan adanya edukasi tentang penanganan osteo artritis Genu oleh dr Deasy Erika SpRM. Di sela acara, panitia juga menggelar tanya jawab antara dokter dan para peserta. Acara company gathering tersebut ditutup dengan pembagian doorprize. Company Gathering RS Awal Bros Group PENYAKIT batu saluran kemih atau lebih dikenal dengan kencing batu bisa menyerang pria dan perem- puan. Penyakit itu ditandai dengan pengeluaran air seni yang tidak normal. Tampak pula batu-batu yang ber- ukuran kecil ketika buang air kecil seperti pasir kasar. Un- tuk mengedukasi masyarakat tentang bahayanya penyakit itu dan solusi untuk mengatasinya, Rumah Sakit (RS) Medistra Jakarta menggelar semi- nar bertemakan ‘Waspadai Penyakit Batu Saluran Kemih’. Kegiatan itu dilangsungkan di Auditorium RS Medistra, Gedung A Lantai 6, pada 8 Maret silam. Hadir sebagai pembicara dr Rochani SpB, SpUK, yang membahas seputar pengelolaan batu ginjal dan saluran kemih masa kini. Sedangkan pembicara lainnya dr Ginova Nainggolan, SpPD, KGH, mengupas penyebab dan pencegahaan penyakit batu ginjal. Seminar tentang Kencing Batu di RS Medistra GURU dan siswa kelas XI SMASantuPetrusPontianak, Kalimantan Barat, melakukan study tour ke Jakarta dan Bandung pada 9-13 Maret lalu. Selain menggunjungi tempat wisata, mereka juga mengunjungi beberapa per- guruan tinggi, salah satunya Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Trisakti. Saat mengun- jungi STP Trisakti, mereka mendapatkan materi berupa sharing profesi bidang pariwisata, kemudian melihat demo memasak dan pastry yang dilakukan oleh para alumni SMA Santu Petrus yang kuliah di STP Trisakti. Mereka pun sangat menikmati produk pastry dan kuliner yang dibuat oleh mahasiswa. “Penyambutannya mewah, acaranya juga seru. Alumni sudah membuktikan bahwa STP Trisakti berkualitas,” ujar Stepanie Silvia, salah satu siswi SMA Santu Petrus, menanggapi study tour ke kampus tersebut. Study Tour SMA Santu Petrus ke STP Trisakti LENSABISNIS HUBUNGI KAMI BAGIAN IKLAN: 021 580 1480 Teman-teman seusianya dari SD Bhayangkari Medan pun tersentuh untuk meringankan beban Aisyah.
  • 4. MINGGU, 23 MARET 2014 5INDONESIA MEMILIH NasDem Didesain untuk Menang KekerasandiAcehMenggila SURYA SRIYANTI S EKRETARIS Jenderal Partai NasDem Pa- trice Rio Capella me- nyatakan partainya didesain untuk memenangi Pemilu 2014, bukan sekadar meramaikan pesta demo- krasi rakyat. “Partai NasDem didirikan tidak hanya ikut Pemilu tetapi didesain untuk memenangi Pemilu 2014,” kata Rio dalam kampanye nasional Partai NasDem di Palangkaraya, Ka- limantan Tengah, kemarin. Di hadapan ribuan kader Partai NasDem yang mema- dati lapangan sepak bola di Desa Banturung, Kecamataan BukitBatu,KotaPalangkaraya, Patrice mengatakan partainya telah menyiapkan sepuluh program rencana kerja seba- gai bukti keseriusan Partai NasDem ingin memenangi pemilu. Ia mengungkapkan bebera- pa program Partai NasDem jika nanti memenangi pemilu antara lain memberikan bea- siswa pelajar ke luar negeri, membebaskan biaya seko- lah dasar hingga perguruan tinggi, memberikan bantuan Rp1 juta bagi setiap keluarga miskin selama lima tahun, menaikkan gaji anggota Polri/ TNI, dan menciptakan 10 juta lapangan kerja selama lima tahun. “Perubahan itu akan diba- wa Partai NasDem jika me- nang pada 9 April mendatang. Untuk itu, kami berharap agar simpatisan dapat memenang- kan Partai NasDem di tem- pat pemungutan suara kita masing-masing dan jangan sampai suara NasDem hilang, dicuri, atau dikerjai partai lain,” kata Patrice. Ketua Umum Partai Nas- Dem Surya Paloh sedianya hadir dan memberi orasi poli- tik dalam kampanye akbar itu. Namun, karena kakak kan- dung Surya bernama Rohana Jusuf Gading binti Daud Paloh meninggal dunia pada Jumat (21/3) lalu, Surya urung me- nyampaikan orasi politiknya. Politik uang Di Malang, Jawa Timur, kemarin, Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) setempat menemukan pelang- garan politik uang di areal kampanye terbuka Partai Demokrat yang dihadiri Susilo Bambang Yudhoyono sebagai juru kampanye. Pada kampanye yang dige- lar di Stadion Kanjuruhan, Malang, tersebut, Ketua Divisi Penanganan dan Penindakan Panwaslu Malang George Da Silva menangkap tangan sa- lah seorang tim sukses calon anggota legislatif (caleg) yang tengah membagi-bagi uang pecahan Rp10.000 kepada kader Partai Demokrat yang hadir dalam kampanye itu. Petugas yang menangkap langsung memintai kete- rangan penerima uang dan anggota tim sukses itu. “Pelanggaran kampanye ini jelas pidana. Besok kita pang- gil semua,” tegas George. Ia mengungkapkan sudah mendata para penerima uang, di antaranya Chofiyah, warga RT 12/RW 2 Kedungpendaring- an, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang. Chofiyah menerima uang dua lembar sepuluh ribuan. Panwaslu juga memintai keterangan Inung, penyebar uang itu. Warga RT 12/RW 2, Kedungpendaringan, Keca- matan Kepanjen, Malang, itu mengaku telah membagi-bagi- kan uang kepada peserta kam- panye atas suruhan seorang calon legislatif DPRD Kabupa- ten Malang. (BN/Yah/P-1) sriyanti @mediaindonesia.com Dengan program unggulan, Partai NasDem barharap masyarakat ikut menjadi bagian dari agen perubahan. JELANG pemungutan suara 9 April 2014, eskalasi kekerasan kian meningkat di Aceh. Jumat (21/3) malam, dalam kurun waktu yang berdekatan, dua aksi kekerasan menimpa sim- patisan Partai Aceh dan Partai Nasional Aceh. Ahmad Suib, 25, simpatisan Partai Aceh, ditembak orang saat perjalanan pulang dari lokasi kampanye Partai Aceh di Kecamatan Sawang, Aceh Utara. Ahmad menderita luka tembak di bawah ketiak se- telah kendaraan hias yang ditumpanginya ditembaki. Pe- nembakan itu terjadi di Jalan Medan Banda Aceh, Desa Ulee Pulo Kecamatan Dewantara, sekitar pukul 19.40 WIB. Saat ini korban masih dira- wat dan akan menjalani ope- rasi untuk mengeluarkan pe- luru di tubuhnya. “Korban tertembak di bagian rusuk sebelah kiri. Diduga ditembak mengunakan pistol jenis FN. Pelaku penembakan belum diketahui,” sebut Kapol- res Kota Lhokseumawe AKB Joko Surachmanto. Ia menambahkan penga- manan terhadap kampanye Partai Aceh di Aceh Utara sudah maksimal dilakukan. Namun, polisi tak menduga saat perjalanan pulang, konvoi kendaraan massa pendukung partai itu ditembak. Situasi kian buruk saat mas- sa Partai Aceh marah karena ditembaki. Mereka merusak sebuah posko milik partai lain karena menduga penembak- an itu dilakukan oleh salah seorang simpatisan partai dari posko tersebut. Perusakan posko tersebut tidak berlangsung lama setelah polisi membubarkan massa de- ngan tembakan peringatan. Hanya berselang beberapa jam, tepatnya Sabtu dini hari, dua anggota Satuan Tugas (Satgas) Partai Nasional Aceh, Armia dan Tauhid, harus dira- wat dalam kondisi kritis seusai dikeroyok massa simpatisan partai lainnya, di Simpang Uni- mal, Dewantara, Aceh Utara. Pengoroyokan itu masih ter- kait dengan peristiwa penem- bakan terhadap Ahmad Suib. Tak lama setelah penem- bakan tersebut, sekelompok massa menyisir lokasi penem- bakan untuk mencari pelaku. Karena pelaku tak ditemukan, mereka melampiaskan ke- marahan dengan mengeroyok dua Satgas Partai Nasional Aceh (PNA) yang sedang ber- ada di sebuah warung kopi. (HP/MI/P-1) KADER PARTAI DITEMBAK: Sejumlah warga melihat kendaraan tank hias yang ditembak orang tidak dikenal di Desa Ulee Pulo, Aceh Utara, kemarin. Akibat peristiwa itu seorang kader Partai Aceh yang berada di dalam mobil hias tertembak. ANTARA/RAHMAD S IAPKAH Anda mengendarai mobil urban dengan fitur-fitur terkini? Dengan berbagai modal yang dimiliki di bagian eksterior dan interiornya, New Mazda2 siap memukau siapa pun yang melihatnya. Dari berbagai sisi, mobil ringkas yang satu itu memang eksepsional, bahkan dari sisi pencahayaannya. New Mazda2, yang diluncurkan pada penghujung 2013, mengusung lampu depan tipe light emitting diode (LED) reflector yang pertama di kelasnya. LED reflector itu merupakan fitur standar di varian R serta RZ. New Mazda2 juga teramat trendi dengan bekal alloy wheel yang lebih berkilau pada tipe R dan RZ dengan desain bemper depan sporty, side spoilers, roof spoilers, dan lampu sen pada eksterior kaca spion sebagai fitur standar di seluruh rangkaian New Mazda2. Keunggulan yang ditawarkan bukan cuma dari ‘sampulnya’. New Mazda2 memberikan rasa aman berkat fitur- fitur yang disematkan. Di samping lampu depan LED reflector yang memberikan daya pandang lebih baik, terdapat pula speed sensitive auto door lock system, anti-lock brake system (ABS), electronic brake force distribution (EBD), dan plus emergency brake assist (EBA). Belum cukup? Tenang saja. Masih ada Dual SRS air bags, Triple-H safety construction dan Mazda advanced impact distribution, hingga struktur bodi berteknologi absorption system (Maida’s). “Mazda2 telah mendapatkan sambutan yang hangat dari pasar Indonesia semenjak pertama kali mobil ini meluncur di jalanan Ibu Kota pada November 2009. Sejak itu, Mazda2 sukses mendapatkan gelar sebagai city car terfavorit Indonesia dan upgrade terbaru ini membuat Mazda2 semakin menarik. “Style dan keamanan selalu menjadi ciri khas line-up dari Mazda, namun dengan adanya nilai tambah dari kendaraan ini, bertambah pula alasan bagi para pembeli mobil baru untuk mempertimbangkan menjadi pemilik kendaraan luar biasa ini,” ujar Presiden Direktur PT Mazda Motor Indonesia Keizo Okue. Efisiensi energi LED reflector tersebut, seperti diaku pihak PT Mazda Motor Indonesia (MMI), menyebabkan konsumsi listrik yang lebih rendah untuk lampu depan, waktu pakai lebih panjang, plus semakin baiknya pencahayaan New Mazda2. Berdasarkan data MMI, jenis lampu depan anyar ini ‘hanya’ mengonsumsi 16 watt, sedangkan lampu dari jenis bohlam halogen menyedot 55-60 watt dan lampu bohlam xenon HID ‘memakan’ 35-60 watt. Adapun daya hidup LED reflector mencapai 10 ribu jam pemakaian, jauh dari bohlam halogen (1.500- 2.500 jam) serta bohlam xenon HID (2.500-3.500 jam). LED reflector ini juga disebut-sebut MMI menciptakan visibilitas lebih baik di malam hari. Objek-objek yang disinarinya dapat terlihat lebih jelas dan natural berkat temperatur warna yang serupa sinar matahari. Siapkah Anda memiliki New Mazda2? (Xan/S-25) Mobil Urban nan Memukau Style dan keamanan selalu menjadi ciri khas line-up dari Mazda, namun dengan adanya nilai tambah dari kendaraan ini, bertambah pula alasan bagi para pembeli mobil baru untuk mempertimbangkan menjadi pemilik kendaraan luar biasa ini.
  • 5. 6 MINGGU, 23 MARET 2014JENDELA BUKU MASTODON DAN BURUNG KONDOR IWAN KURNIAWAN S EBAGAI tokoh yang terke- nal dengan pemimpin kaum ‘urakan’, WS Rendra bukanlah sastrawan atau dramawan yang suci. Dia bukan pula seorang nabi ataupun malaikat. Namun, da- lam karya-karya Rendra tersuarakan sifat-sifat kenabian dan kesucian yang masih terasa dekat untuk dibaca, ditelaah, dan direnungkan secara mendalam. Kini, sudah hampir setengah dekade Rendra berpulang ke pangkuan Sang Khalik. Kuburannya masih kerap dikun- jungi orang-orang di kompleks Kampus Bengkel Teater Rendra Cipayung, Depok, Jawa Barat. Ada sebuah magnet sehingga harum namanya terus dikenang hingga hari ini. Pada beberapa pementasan pemba- caan puisi di Kota Bandung di era 2000 awal, misalnya, Rendra yang kala itu masih terlihat sehat dan bugar begitu tegas menyuarakan kegelisahan rakyat. Pembacaan puisi terkadang datar dan terkadang lantang. Itu menunjukkan ada sebuah semangat yang hendak dia sampaikan lewat puisi- puisinya. Tak hanya itu, sahabat dekatnya, rohaniwan sekaligus bu- dayawan Mudji Sutrisno punya kenangan manis saat melihat Mas Willy, sapaan akrap Rendra, tampil membacakan puisi di University of Melbourn, Australia, pada 28 September 2005 silam. Tentu saja, kehadiran Willy dalam du- nia kebudayaan tak bisa disepelekan. Ja- sadnya sudah dikebumikan, tetapi karya- karyanya tetap hidup. Itulah mengapa nama Willy tak akan habis-habisnya dibicarakan, dibedah, dan ‘dipanggang hingga membara’. Dalam dunia teater, karya-karya Willy cukup menyita perhatian publik. Terlahir dengan nama Willibrordus Surendra Broto pada 7 November 1935 di Solo, Jawa Tengah, Willy tumbuh dalam keluarga Katolik yang taat. Namun, setelah memeluk Islam pada 1970, namanya pun diganti menjadi Wahyu Sulaiman Rendra. D i m a t a Mudji, agama Rendra, menurutnya, ialah ‘kehidupan’. Bagaimana Rendra seperti tidak habis-habisnya menga- lirkan kehidupan itu. Pasalnya, tiap kali hadir, dia menggugat, mengkritik, menyapa lembut sampai membuat mata berlinang pedih atau bernada keras lan- tang penuh protes. Dalam puisi Pamflet Pembangunan, misalnya. Memang, Willy tidak masuk dalam suatu angkatan sastra--penahbisan Paus Sastra HB Jassin--tertentu. Namun, dia punya keberanian dan kekuatan ber- beda yang jarang dipunyai penyair atau dramawan sezamannya. Itu bisa kita lihat lewat karya Sajak Burung Kondor yang kontro- versial--ditulis pada 1973--sehingga diperbincangkan hingga sekarang. Konon, sajak itu disita dan dilarang untuk diterbitkan pada zamannya. Secuplik puisi itu berbunyi; Angin gunung turun merembes ke hutan/ lalu bertiup di atas permukaan kali yang luas/ dan akhirnya berumah di daun-daun tembakau/ kemudian hatinya pilu/ meli- hat jejak-jejak sedih para petani-buruh yang terpacak di atas tanah gembur/ namun tidak memberi kemakmuran lagi penduduknya....// Berjuta-juta burung kondor mencakar batu-batu/ mematuki batu-batu, mematuki udara/ dan di kotaorang-orang bersiap me- nembaknya//. 15 sajak Tak mengherankan jika karena Sajak Burung Kon- dor yang kemudian diracik menjadi naskah drama Mastodon dan Burung Kon- dor itulah, Willy diperiksa oleh Laksusda Jaya pada 1978 sehingga dia meminta salin- an fotokopi sa- jak-sajaknya k e H B Jassin (alm). Dalam surat (doku- men) aslinya, W i l l y m e - minta salinan 15 sajak. Ke-15 sajak itu ialah Sajak Mata, Aku Tulis Pamflet Ini, Pertemuan Mahasiswa, Seonggok Jagung di Kamar, Sajak Sebotol Bir, Sajak Tangan, dan Sajak Burung Kondor. Lalu, Renungan, Nota Bene: Aku Kangen, Sajak Ibunda, Pamflet Cinta, Sajak Orang-orang Miskin, Sajak Peperangan Abimanyu, Sajak Seorang Tua di Bawah Pohon, serta Sajak Sebatang Lisong. Membaca sajak-sajak Willy membuat kita mudah menyelisik perjalanan yang sangat memiriskan. Dia ingin menyuara- kan hak rakyat, tetapi di lain sisi pihak keamanan menentangnya. “Ada perspek- tif sosial-politik yang Rendra tuangkan se- cara kritis lewat naskah teaternya,” nilai Max Lane, pemerhati sastra Indonesia asal Ausralia di Jakarta, belum lama ini. Sejarah mencatat bahwa pada Agustus 1970, Willy ditahan oleh mereka yang bertanggung jawab terhadap ketertiban dan keamanan. Di lain sisi, saat itu ma- hasiswa gencar melakukan demontrasi. Mereka menentang Orde Lama karena Soekarno ikut dalam penandatanganan Manifesto Kebudayaan yang legendaris itu. Willy seakan berdiri di antara mana lawan dan mana musuh. Sebagai penyair, dia pun punya cara tersendiri yang apik. Dia memasukkan kejadian pada Agustus 1970 lewat pentas teaternya. Tepatnya, pada 6 Oktober 1973, Willy mementaskan lakon Mastodon dan Burung Kondor pertama kali di kampus Institut Teknologi Bandung (ITB). Mung- kin itu merupakan puncak kegelisahan Willy sehingga aksi pada Agustus 1970 dicerminkan lewat teater. Tak hanya itu, lakon itu pun dipen- taskan kembali pada 11-12 Oktober 1973 di Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, dan pada 24 November 1973 di Sporthall Kridosono (Yogyakarta). Puncaknya, lakon Mastodon dan Burung Kondor dipentaskan di Senayan, Jakarta, pada 15 Desember 1973. Dosen sekaligus penulis Bakdi Soe- manto yang pernah menulis proses krea- tif Rendra pun mengatakan, “Drama ini dengan sangat persis melukiskan peris- tiwa yang terjadi di Jalan Thamrin pada Agustus 1970.” Dalam lakon Mastodon dan Burung Kondor, ada unsur-unsur yang begitu kuat. Ada kekuasaan yang dilaksanakan oleh tentara, ada kaum revolusioner (ma- hasiswa), dan seorang penyair. Pada Agustus 1970 penyair yang tampil ialah Willy, sedangkan dalam peristiwa Mastodon dan Burung Kondor penyair yang tampil ialah Jose Karosta. Naskah Mastodon dan Burung Kondor tidak sempat dibukukan sebagaimana buku-buku kumpulan puisi Willy lain- nya. Namun, naskah itu bisa ditemukan lewat Antologi Drama Indonesia: Jilid 4 1969-2000 (Lontar, Jakarta, Edisi 2009), misalnya, atau naskah asli di Pusat Doku- mentasi Sastra HB Jassin bertahun 1978. Buah pemikiran kebudayaan Willy seakan menjadi penerapan secara simb- olis atas antropologi jiwa-badan (matter- mind anthropology). Jiwa (roh) dan tubuh yang dia kemas lewat puisi dan teater. Si Burung Merak sudah selesai bersaksi menyatukan persoalan sosial dan puisi yang autentik.(M-2) miweekend@mediaindonesia.com TOKOH WS Rendra (1935-2009) tak akan terlepas dari kesusastraan. Karya-kary- anya selalu menjadi salah satu rujukan mahasiswa yang hendak mengupas ten- tang masa-masa perkembangan dunia kepenyairan di Indonesia. Banyak karya-karya menawan Rendra yang terlahir. Salah satu karya puisi, yaitu Burung Kondor (terkadang ditulis: Burung-burung Kondor) yang sangat bergeming. Puisi itu kemudian dikem- bangkan Rendra lewat pentas teater dengan lakon Mastodon dan Burung Kondor untuk pertama kalinya pada 1973. Hal itu menjadi satu titik sejarah Rendra dalam menunjukkan reaksi dan aksi atas ketimpangan dan ketidakadilan di negeri ini. Pascareformasi, istri mendiang Rendra, Ken Zuraida, telah mementaskan kembali Mastodon dan Burung Kondor di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, pada 10-14 Agus- tus 2011 lalu. Dalam naskah drama Mastodon dan Burung Kondor, Rendra menghadirkan tokoh-tokoh dengan nama Amerika Latin dan Spanyol. Sebut saja, ada Emmanuel Valdes, Pedro Aros, Gloria Del Bianco, Don Carvallo, Kolonel Max Carlos, dan Fabiola Andrez. Mas Willy, sapaan Rendra, tak asing dengan nama-nama itu. Apalagi, sebelum mementaskan lakon itu, selama tiga tahun (1964-1967) belajar di American Academy of Dramatic Arts di Amerika Serikat. Tokoh utama dalam naskah itu adalah Jose. Ucapan-ucapannya selalu bernada puitis dan filosofis. Jelas sekali tokoh Jose merupakan prototipe Willy sendiri. Gagasan dan ide selalu dikumandangkan Jose secara sendu, tegas, dan kritis. Naskah itu memiliki pesan untuk menca- pai sebuah perubahan. Terlihat dari kaum revolusioner--mahasiswa---yang tak genting melawan penguasa. Terlepas dari persoalan itu, Willy menun- jukkan diri sebagai seorang penyair yang juga seorang pejuang demokrasi. Itu bisa terlihat pada naskah drama lainnya, seperti Orang-orang di Tikungan Jalanan (1956) dan Penembahan Reso (1988). Lalu, kumpulan sajak seperti Balada Orang-orang Tercinta (1957), Empat Kumpulan Sajak (1961), dan Blues untuk Bonnie (1971). Willy meninggalkan sederet karya berkualitas. Perjalanan hidup seseorang di bumi memang singkat, tetapi sebuah karya memiliki masa yang abadi (eeuwigdurend). Dia telah selesai bersaksi lewat Mastodon dan Burung Kondor. Ada pesan mendalam untuk menyuarakan kebenaran (waarheid) lewat panggung. (Iwa/M-2) SuaraRendra Suara Kaum Urakan Pergerakan batin membawa ‘si Burung Merak’ itu menelurkan naskah drama realis Mastodon dan Burung Kondor pada 1973. Ada perspektif sosial-politik yang dia tuangkan secara kritis. OBROLAN Pembaca Media Indone- sia (OPMI) memilih buku berjudul Kokoronotomo karya Monica Tedja & Anggabegood yang diterbitkan oleh Penerbit Andi untuk dibedah. Buku ini menceritakan persahabatan antara Tomo yang berasal dari Indonesia dan Kokoro dari Jepang yang berawal dari fan page penyanyi idola mereka. Berbagai keseruan karena perbe- daan budaya dan bahasa mewarnai buku ini. Selain itu, pem- baca diajak untuk meli- hat kebiasaan-kebiasaan warga Jepang yang disa- jikan dengan cara yang santai. Bagi pembaca yang berkeinginan ikut me- ngupas buku tersebut lewat OPMI, silakan me- ngirimkan data diri ke miweekend@mediain- donesia.com, paling lambat 28 Maret 2014, dengan subjek OPMI April. Kami akan me- ngirimkan buku un- tuk Anda baca sebe- lum mendiskusikannya. Terima kasih atas perha- tiannya. Salam. Kokoronotomo : I Heart Tokyo Monica Tedja & Anggabegood OPMI APRIL m d l d A n tu lu Te tia S ProteslewatPanggung PENGANTAR Dalam rangka memperingati 44 tahun Media Indonesia, redaksi akan mengupas 44 buku yang membawa perubahan dan meng- ubah Indonesia. Buku Mastodon dan Burung Kondor karya WS Rendra menjadi buku ke-10 yang dibahas secara mendalam. Nama Buku: Mastodon dan Burung Kondor Penulis: WS Rendra Penerbit: Burung Merak Press 2011 pp k,k, tata nn-- eett mm usus NaNamama BBukuku:u: MM tt dd dd
  • 6. BisnisPengerahanMassa di Jakarta Utara MINGGU, 23 MARET 2014 7JEDA RUDY POLICARPUS D I Kampung Beting, Koja, Jakarta Utara, berkibar deretan bendera dari beragam partai politik (parpol). Ukurannya bisa mencapai 1 meter. Tidak ketinggalan poster-poster caleg DPR/ DPRD. Hampir di setiap rumah penduduk dipenuhi berbagai atribut partai. Bahkan, tidak jarang satu rumah ‘dikotori’ beragam bendera partai. Juleha mengaku tidak keberatan apabila bendera dan tempelan brosur parpol mera- maikan rumahnya. Semakin banyak bendera parpol dikibarkan, katanya, semakin banyak rezeki yang didapat. “Satu tiang bendera tarif- nya bisa sampai cepek (seratus ribu rupiah). Ya, lumayanlah buat beli susu anak,” kata Juleha sembari menggendong anaknya yang berusia 1,5 tahun. Perempuan yang sehari-hari menjaga warung kecil di depan rumahnya itu meng- aku tidak tertarik menjadi massa kampanye bayaran. “Di sini massa bayaran itu peker- jaan laki-laki. Jarang ibu-ibu yang ikut. Kan kampanye enggak boleh bawa anak kecil,” papar Juleha yang segera diamini Yenny, te- tangganya. Andi yang kebetulan datang ke warung ikut aktif dalam percakapan. Dia mengaku sejak 2009 tertarik menjadi massa bayaran. “Penghasilannya lumayan. Kalau Rp75 ribu sekali kampanye sih ada. Itu minimal. Kalau panitianya sedang baik, kadang dikasih rokok juga,” ujar pemuda yang sehari-hari bekerja sebagai tukang ojek. Pada 2009, Andi mengaku bisa ikut 12 kam- panye dengan total penghasilan Rp500 ribu. Untuk 2014, dia baru ikut dua kampanye de- ngan penghasilan Rp175.000. “Lumayan kan?,” katanya sembari tertawa. Menanti order Di sebuah warung berbeda, di Tanah Merah, Jakarta Utara, seorang lelaki tampak gelisah menanti panggilan order lewat telepon. Berkali-kali ia mengembuskan gumpalan asap rokok. Ketika dering telepon yang ditunggu datang, dia langsung menyahut. “Iya bos, bagaimana jadinya?,” ujar Yanto sembari berjalan men- jauh. Selang 20 menit kemudian, ia kembali sembari memesan kopi ketiganya. Raut wa- jahnya jauh dari riang. “Payah, kasih order Rp25 juta, tapi minta massa 300. Mana orang mau, mana ada sisa buat saya? Pasti rugi, mending pikir-pikir dulu,” gerutu seorang lelaki, sebut saja Yanto. Dia sudah sejak lama dikenal sebagai pengum- pul atau makelar massa bayaran. Berdasarkan kalkulasi yang sudah dia buat, setiap orang saat ini minimal mematok harga Rp75 ribu. Total untuk 300 orang dibutuhkan minimal Rp22,5 juta. Jumlah tersebut, terang Yanto, belum termasuk biaya sewa bus dan uang rokok sopir. Singkat kata, Rp25 juta dianggap terlalu minim. “Tapi ini belum deal. Saya minta ditambah Rp2,5 juta lagi.” Selama sepekan terakhir, Yanto mengaku su- dah empat kali adu urat dengan klien. “Hitung- hitungannya masih belum masuk, belum lagi uang bensin dan pulsa untuk menghubungi orang-orang. Kampanye kali ini agak seret,” ujarnya. Mekanisme pembayaran Ketika ditanya tentang sistem pembayaran, Yanto menjelaskan, sehari sebelum kampanye tim sukses sudah harus menggelontorkan sege- pok duit sesuai kesepakatan. Minimal Yanto meminta 50% dari harga yang sudah disetujui. Sisa pembayaran harus dilakukan beberapa saat sebelum kampanye dimulai. “Saya enggak mau kalau belum lunas. Nanti saya yang gempor kalau ternyata bodong. Bisa dibakar orang saya,” tukas lelaki yang meng- aku tidak pernah mendekati tim sukses. Sekali sukses menjadi makelar massa, order datang sendiri. Klien mendapat informasi dan nomor teleponnya dari mulut ke mulut. (M-7) rudy@mediaindonesia.com Beberapa kampung di Jakarta Utara dikenal sebagai kantong massa bayaran. Mereka juga ‘menyewakan’ halaman rumah untuk dipasangi bendera dan atribut partai lainnya. 23 Tahun Menjadi Pengumpul SUDAH 23 tahun Fitri menjalani profesi sebagai pe- ngumpul massa. Awalnya hanya sekadar iseng, lama- lama menjadi hobi dan terus berlanjut sampai seka- rang. Usia tidak menjadi penghalang. Fitri yang sudah pensiun dan kini berusia 58 tahun, tetap energik. Dia memiliki pengikut setia, ikut ke mana pun ketika Fitri pindah partai. Pindah partai Pada pemilu lima tahun lalu, Fitri ‘disewa’ salah satu partai baru. Pada pemilu kali ini, dia kembali menjadi pengumpul massa untuk caleg dari partai yang pernah lama berkuasa. Bagi ibu yang tinggal di Kawasan Pasar Rebo, Jakarta Timur, uang bukan segalanya. Sebelum memutuskan masuk ke tim sukses dan memprak- tikkan keahliannya sebagai pengumpul massa, dia terlebih dahulu menilai plus-minus caleg yang akan dia ‘jual’. Itu juga yang dia lakukan ketika tahun ini diminta untuk mencari massa oleh salah satu caleg. Repu- tasi Fitri agaknya sudah banyak dikenal. Pada 2009 dia berhasil membantu caleg dari salah satu partai baru. Fitri menghimpun 600 massa dari 10 RW di sekitar ru- mahnya. Pemilu kali ini, dia ditargetkan menggalang 1.500 orang. “Alhamdulillah, sudah terkumpul 1.400 orang,” katanya. Metode pengumpulan Untuk mengumpulkan massa, Fitri terlebih dahulu mendekati tokoh masya- rakat, forum RW, ibu PKK, karang taruna, dan lain-lain. Kemudian ia melakukan berbagai kegiatan, mulai pengajian, membentuk kelompok kasidah, paduan suara, dan kegiatan lain. Intinya adalah memberdayakan masyarakat. Cara itu ternyata ampuh. Pada pemilu 2014, Fitri yang menjabat sebagai sekre- taris tim sukses diberi tugas mengumpul- kan 1.500 pemilik suara. Pengumpulan itu disertai dengan data fotokopi kartu keluarga (KK) dan kartu tanda pendu- duk (KTP). Hingga tulisan ini diturunkan, ia telah mengantongi 500 KK dan sekitar 1.400 suara. “Mereka ikut kampanye mendapat sembako dan program lain,” tukasnya. Apa imbalan yang didapat jika target tercapai? Jika 1.500 suara bisa dikumpulkan, caleg yang dijagokan berjanji akan memberi- kan mobil ambulans untuk warga di tempat Fitri bernaung. Terstruktur Fitri bersama teman-temannya serius menjalani tugas mengumpulkan suara. Itu sebabnya, struktur organisasi dibentuk, mulai pembina, ketua, sekretaris, bendahara, dan sebagainya. Panitia inti, terang Fitri, mendapat gaji sebesar Rp250 ribu/bulan terhitung sejak Februari hingga April 2014. Selain itu, dana operasional sebesar Rp3 juta juga diberikan. Begitulah kisah Fitri yang setia mengumpul- kan massa sejak 23 tahun lalu. (Sis/M-7) SENO
  • 7. 8 MINGGU, 23 MARET 2014EL CLASICO ASNI HARISMI D UEL dua raksasa Spanyol antara Real Madrid dan Barce- lona memang men- jadi salah satu laga yang paling ditunggu para penggila bola seantero jagat. Apalagi da- lam El Clasico episode ke-227 yang akan digelar di Stadion Santiago Bernabeu, dini hari nanti, berpotensi menentukan nasib mereka musim ini. Tidak seperti musim-musim sebelumnya, bukan hanya Ma- drid atau Barca yang akan ter- pengaruh dengan hasil malam nanti. Runner-up sementara Atletico Madrid yang hanya akan menjajal juru kunci Real Betis di pekan yang sama juga bisa diuntungkan seandainya El Clasico berakhir imbang atau Los Blancos kalah. Kini, Madrid masih memim- pin klasemen dengan nilai 70, sedangkan Atletico menguntit dengan 67 poin. Barcelona yang tercecer di posisi tiga dengan 66 angka bisa kembali merekatkan diri dengan dua tim di atasnya jika mampu mencuri poin penuh. Arsitek Los Merengues Carlo Ancelotti pun antusias dengan pertemuan kontra Barca kali ini. Ia menyebut waktunya amat pas, baik dari atmosfer persaingan di tabel maupun kondisi timnya yang saat ini berada di puncak motivasi. “Momen ini sangat pas, kami akan melawan tim besar di waktu yang penting dan kami yakin bisa menampilkan permainan 100%,” tandas Ancelotti. Pernyataan Don Carlo me- mang tidak berlebihan. Me- reka sukses lolos ke perempat final Liga Champions dengan kemenangan agregat 9-2 atas Schalke 04. Anak-anak ibu kota pun hanya kalah sekali dari Atletico 0-1, tetapi itu terjadi September lalu dan setelahnya mereka tak pernah lagi tumbang di Bernabeu, ter- masuk di ajang Copa del Rey dan Liga Champions. Kali ini, Cristiano Ronaldo tetap akan diandalkan untuk mendobrak jala Blaugrana. Ia kembali bisa bekerja sama dengan Karim Benzema yang sempat menepi akibat cedera El Clasico di Momen yang Pas Kontras dengan sebelum-sebelumnya, Barcelona kini hanya diposisikan sebagai underdog dalam El Clasico di Santiago Bernabeu, dini hari nanti. ANDALAN: Pemain Barcelona Lionel Messi (kanan) berebut bola dengan pemain Real Madrid Cristiano Ronaldo dalam pertandingan di Nou Camp pada 26 Oktober tahun lalu. Dini hari nanti, kedua pemain itu akan kembali menjadi andalan tim masing-masing dalam duel El Clasico di Stadion Santiago Bernabeu. di dua laga, yaitu leg II kontra Schalke dan kontra Malaga, akhir pekan lalu. Tidak diunggulkan Meski digdaya belakangan ini, Madrid sejatinya punya catatan buruk di mata Barca. Mereka kalah 1-2 di Nou Camp lewat gol si anak baru Neymar dan Alexis Sanchez serta ha- nya bisa menyamakan lewat Jesse Rodriguez jelang peluit akhir berbunyi. Namun, jika setelah itu pe- nampilan pasukan Tata Mar- tino turun-naik, Madrid justru melesat cepat. Mereka bahkan belum pernah kalah di semua kompetisi sejak awal tahun. Sebaliknya dengan Barca. Hingga pekan ke-28 Los Cules- bahkan sudah mengantongi empat kekalahan. Satu dari tiga kekalahan itu bahkan terjadi di kandang sendiri. Tidak mengherankan jika tim ‘Biru-Merah’ itu kini hanya diposisikan sebagai underdog dalam laga nanti. Bek Jordi Alba sadar betul laga kali ini akan menjadi vital bagi timnya jika masih ingin bersaing di jalur juara. Apalagi anak-anak Catalan itu menjadi tim terendah di antara dua pesaingnya. “Sangat vital untuk bisa me- nang di Madrid karena itulah satu-satunya cara bagi kami untuk tetap berkompetisi di jalur juara,” tandas Alba. Untungnya, Barca baru saja mengirim sinyal kebangkitan dengan membantai Osasuna 7-0, akhir pekan lalu. Lionel Messi dkk pun meraih hasil positif di 16 besar Liga Cham- pions dengan selalu menang dalam dua laga kontra Man- chester City dan mengumpul- kan agregat 4-1. Barisan belakang Barca juga sudah kembali diperkuat bek Gerard Pique. “Saya pikir itu akan menjadi laga yang buat kami. Kami benar-benar harus tampil sempurna jika ingin menga- lahkan Madrid di Bernabeu,” tukas gelandang Andres Ini- esta. (Rtr/AP/R-4) asni@mediaindonesia.com OPENS TODAY BLITZ NEWS VISIT OURWEBSITE MORE INFO : www.blitzmegaplex.com Advertise your product on the big screen with us. Contact: marketing@blitzmegaplex.com @blitzmegaplex 021-293.64.800 Available at blitz Grand Indonesia & Mall Of Indonesia D KOREAN / ACTIOND D ENGLISH / ACTION INDONESIAN / DRAMARENGLISH / DRAMAINDONESIAN / HORROR R D ENGLISH / ACTIOND SCHEDULE SUBJECTTO CHANGE AT ANYTIME REMAJA[R] DEWASA[D] SEMUA UMUR[SU] Buy 1 get 1 Free tickets Reguler Class and 3D only. * BRI Prioritas, Gold & Platinum Debit Card Holder Sunday only. Buy 1 Get 1 Free ticket Regular Class (non 3D & Hindi Movie) * CIMB Credit Card (Platinum, World Card & Visa Infinite Card) Saturday - Sunday. 50% Velvet Class : * CIMB Niaga Credit Card (World Card), Saturday - Sunday. Buy 1 Get 1 Free Regular class with Mandiri Power Point Redemption * Mandiri Silver, Gold & Platinum credit card. All days. INFO & INSIGHT DD KOREAN / COMEDY 50% O FF ENGLISH / ACTIONHIINDI / DRAMAD 300: RISE OF AN EMPIRE THE MONUMENTS CPVELVET: 15:15 20:45 PPVELVET: 12:00 14:30 17:00 19:30 22:00 MOIVELVET: 11:30 16:35 19:05 CPVELVET: 12:30 18:00 PPVELVET: 12:25 15:00 17:35 20:10 MOIVELVET: 14:00 CPVELVET: 13:15 16:00 18:45 21:30 NEED FOR SPEED QUEEN MOIVELVET: 21:35 NEED FOR SPEED GI 4DX: 10:30 13:05 19:25 22:00 MOI 4DX: 10:30 13:05 15:40 18:15 20:50 REUTERS/GUSTAU NACARINO
  • 8. MINGGU, 23 MARET 2014 9OLAHRAGA Petaka di Laga ke-1.000 Arsene Wenger ASNI HARISMI I MPIAN Arsene Wenger untuk melewati laga ke- 1.000-nya bersama Ar- senal dengan gemilang di Stamford Bridge pupus su- dah. Alih-alih menutup laga dengan pesta kemenangan, malah rasa malu yang harus dia tuai. Jose Mourinho-lah yang la- gi-lagi menjadi momok bagi Wenger. Juru taktik asal Por- tugal itu bukan saja merusak pesta yang sudah dipersiap- kan Wenger. Lebih dari itu, the Happy One juga menjegal ambisi Arsenal untuk ikut ber- saing dalam perburuan gelar musim ini. Dalam duel di Stamford Bridge itu, the Gunners bahkan boleh dibilang menjadi bulan- bulanan Chelsea. Betapa tidak? Mereka dipaksa takluk 6-0. Kedigdayaan the Blues bah- kan sudah terlihat sejak awal laga. Mereka langsung me- mimpin 2-0 di 10 menit per- tama pertandingan lewat gol Samuel Eto’o (5’) dan Andre Schürrle (7’). Setelah itu, keran gol the Blues seperti tak terbendung. Dua gol lainnya dicetak Eden Hazard (17’) melalui tendang- an penalti dan Oscar (42’). Di babak kedua, the Blues belum puas mencetak gol. Mereka berhasil menambah dua gol lewat Oscar (66’) dan Mohamed Salah (71’). Skor pun berubah menjadi 6-0 untuk ke- unggulan pasukan Mourinho. Dengan hasil itu, Chelsea tetap kukuh di posisi puncak klasemen dengan 69 poin dari hasil 31 laga. Sebaliknya, Ar- senal yang ada di posisi ketiga dengan 62 poin dari 30 laga amat mungkin akan digeser Menchester City yang hingga berita ini diturunkan masih menghadapi Fulham. Seedorf diultimatum Pada bagian lain, meski belum genap tiga bulan me- nangani AC Milan, Clarence Seedorf sudah menerima ulti- matum pemecatan dari CEO Adriano Galliani. Jika dalam dua pertandingan Seri A beri- kutnya tidak mampu meng- hadirkan kemenangan, Seedorf bakal dipecat dari jabatannya sebagai arsitek Rossoneri. Dengan kata lain, pelatih yang pernah satu dekade berseragam Milan itu harus menang kala bertandang ke kandang Lazio, dini hari nanti. Masa depan pria berusia 37 ta- hun itu pun bakal ditentukan kala mempimpin laga di Arte- mio Franchi kontra Fiorentina, pekan depan. Ancaman tersebut menge- muka setelah pesepak bola yang pensiun di Botafogo akhir musim lalu itu dinilai gagal mengangkat performa Mario Balotelli dkk. Tim ‘Merah-Hi- tam’ kini masih terdampar di peringkat 11 Seri A dan tersisih dari Coppa Italia ataupun Liga Champions. Belakangan, penampilan Milan amat buruk dengan se- lalu kalah dalam empat laga beruntun, tiga di antaranya di Seri A. Pekan ini, Lazio pun bukan tim yang bakal mudah dikalahkan, apalagi mereka te- ngah berada di peringkat tujuh dan mengincar tiket Eropa. Apalagi, tim tamu akan tampil tanpa kiper Cristian Abbiati yang diganjar kartu merah saat Milan dihempas- kan Parma 2-4 di San Siro, akhir pekan lalu. Kondisi itu membuat mantan pungga- wa Rossoneri Kevin-Prince Boateng merasa miris. “Sangat menyakitkan meli- hat Milan terpuruk seperti saat ini. Saya rasa Clarence Seedorf lebih hebat ketika menjadi pemain. Ia mungkin masih bu- tuh lebih banyak waktu untuk menjadi pelatih hebat,” kata pemain Schalke 04 itu. Selain Milan dan Lazio, Na- poli dan Fiorentina juga akan saling sikut untuk meraih poin penuh pekan ini. (AP/Ash/R-4) asni@mediaindonesia.com DIKAWAL KETAT: Meski dikawal ketat dua pemain lawan, forward Oklahoma City Thunder Kevin Durant (kanan) tetap mampu memasukkan bola ke keranjang lawan. Dalam duel lanjutan kompetisi bola basket NBA di Air Canada Centre, kemarin, Thunder menundukkan tuan rumah Toronto Raptors 119-118. REUTERS/TOM SZCZERBOWSKI Kebersamaan Seedorf di Milan sepertinya tinggal menghitung hari. Masa depan dia bakal ditentukan kala berlaga di Artemio Franchi, pekan depan. JudoBisatidakDikirimkeAsianGames PELUANG cabang olahraga judo untuk dikirim ke multi- ajang Asian Games 2014 di Incheon, Korea Selatan, meni- pis. Pasalnya, peluang cabang olahraga bela diri itu untuk merebut medali di pesta o- lahraga negara-negara Asia dinilai sangat kecil. Padahal, Kemenpora dan KONI semufakat bahwa hanya cabang-cabang yang berpelu- ang merebut medali saja yang akan dikirim ke Asian Games. “Judo yang diturunkan tiga orang, dan dari tiga itu di- targetkan satu medali emas. Tapi kalau merasa berat untuk mendapatkan itu, saya saran- kan tidak usah ikut,” tegas Ketua Satlak Prima Sarwono seusai acara pembukaan Ke- jurnas Judo Kartika Cup 2014 di Jakarta, kemarin. Menurut dia, dengan tidak dikirim ke Asian Games, ca- bang judo sebenarnya lebih fokus ke SEA Games Singa- pura 2015. Namun, ia masih memberi kesempatan PB PJSI untuk menunjukkan progres para pejudo mereka sampai akhir Mei mendatang. “Terus terang peluang judo ke Asian Games berat. Tapi de- ngan waktu yang tersisa kita akan lihat nanti.” Saat menanggapi ancaman Satlak Prima tersebut, manajer tim judo untuk Asian Games Brigjen Zaidun menegaskan ti- dakakanmenyerahbegitusaja. Ia mengaku akan berusaha meningkatkan fisik para atlet binaannyasehinggapantasun- tuk mengikuti Asian Games. “Saya harus punya target. Target saya itu target fisik dan teknik tentunya akan kita evaluasi,” ungkap Zaidun. Namun, jika dalam usaha- nya tidak mencapai target, Zaidun akan berbesar hati merelakan judo tidak ikut ke Korea Selatan. “Jika memang target itu tidak tercapai. Saya akan laporkan jika judo tidak usah diberangkatkan.” Hingga seleksi kedua, ca- bang Judo sudah memilih tiga atlet yang akan dikirim ke Asian Games. Mereka ialah Ikhan Apriadi, Adesta Putu, dan Horas Manurung. Sayangnya, dalam tes selek- si kedua, ketiga pejudo itu memiliki rapor yang kurang baik dalam kondisi fisik dan stamina. Fakta tersebut tidak disanggah Zaidun. “Setelah SEA Games, kita memasuki masa konsolidasi.” (Sat/R-4) MurraybelumBisaMoveOndariLendl PETENIS peringkat enam du- nia Andy Murray mengaku masih patah hati sejak diting- gal pelatihnya, Ivan Lendl. Ia benar-benar belum menerima kenyataan bahwa mantan petenis nomor satu dunia itu sudah tidak lagi melatihnya. Alhasil, kondisi itu meme- ngaruhi penampilannya. Mes- ki melaju ke putaran ketiga turnamen Sony Open, petenis asal Skotlandia itu memang harus bekerja keras. Murray bahkan harus ber- main tiga set untuk bisa me- naklukkan petenis nonung- gulan asal Australia Matthew Ebden, 3-6, 6-0, 6-1. “Sangat sulit mencari pelatih sekelas Ivan. Sering para mantan pemain tidak berminat pada sesuatu untuk jangka waktu lama, sebab mereka punya keluarga,” ujar Murray. “Mungkin setelah perempat final Piala Davis saya akan duduk sejenak untuk me- mikirkan pengganti dia. Saya tidak tahu apakah dia mantan petenis hebat lainnya atau bukan. Yang pasti saya ingin yang berbeda dan berharap sebelum Prancis Open, saya sudah mendapat pengganti- nya,” lanjut Murray. Soal penampilan di turna- men ini, aku Murray, itu bu- kan penampilan terbaiknya. Ia hanya berusaha menang tanpa memikirkan yang lain. “Anda melakukan apa yang harus Anda lakukan untuk memenangi pertandingan,” cetus Murray. “Tidak selalu bagaimana Anda bermain atau seberapa tenang Anda di lapangan, ini soal keme- nangan di lapangan.” “Saya bisa memenangi enam laga selanjutnya dalam kondisi itu atau mungkin tidak sama sekali. Jadi saya hanya berusaha memenangi laga,” tandasnya. Kontras dengan Murray, dua petenis papan atas lainnya, Novak Djokovic dan Roger Federer, belum menemui ke- sulitan berarti. Djokovic me- ngalahkan Jeremy Chardy, 6-4, 6-3,sedangkanFederermelibas petenis Kroasia Ivo Karlovic 6-4, 7-6(4). (AP/Rtr/Mln/X-8)
  • 9. ONO SARWONO N ILAI apa yang bisa dipetik dari keputusan Megawati Soekarnoputri, Ketua Umum DPP Partai Demokrasi Indo- nesia Perjuangan (PDIP), mengeluarkan perintah Joko Widodo (Jokowi) sebagai calon presiden? Setidaknya, itu meru- pakan cermin kebesaran hatinya, yang lebih mementingkan rakyat daripada nafsu kekuasaan pribadi. Langkah politiknya itu juga membuktikan bahwa PDIP bukan partai milik keluarga walau kita bisa merasakan denyut Megawati mengelola partai bercita rasa keluarga. Yakni, kepemimpinan yang penuh kasih sayang tak ubahnya seorang ibu nggulawentah anak-anaknya. Sebagai kepala keluarga (pemimpin) sekaligus ibu PDIP, Megawati telah menunjukkan perannya sebagai orangtua tunggal (single parent) yang sukses. Ia berhasil mendidik dan membesarkan anak-anaknya (kader) hingga menjadi generasi penerus yang sehat, cerdas, dan berkarakter. Sebutlah nama Pramono Anung, Jokowi, Ganjar Pranowo, Arif Budimanta, Eva Kusuma Sundari, Rieke Diah Pitaloka, Maruarar Sirait, Effendi MS Simbolon, Budiman Sudjatmiko, Hasto Kristianto, dan lainnya. Memang kita tidak bisa menutup mata ada sebagian anaknya yang lain yang nakal. Megawati bukan hanya mampu melahirkan kaum muda andal, ia juga mulus membimbing anak-anaknya untuk selalu rukun, jauh dari cekcok secara terbuka yang dilatarbelakangi kepentingan individu. Mereka tampak sebagai keluarga utuh dan kompak. Jadi, poin penting dari peran Megawati dalam keluarga PDIP ialah cerita tentang kesuksesan seorang kepala keluarga sekaligus ibu dalam ngopeni anak- anaknya. Ia contoh orangtua tunggal yang tekun, sabar, ulet, berdedikasi, dan tegas mengelola rumah tangganya (PDIP) hingga menjadi keluarga terkemuka dan disegani di negeri ini. Terimpit penderitaan Kalau kita menilik dunia pakeliran, salah satu potret kepala keluarga sekaligus ibu (single parent) yang sukses mengantarkan anak-anaknya menjadi kesatria-kesatria pinunjul ialah Kunti Talibrata. Dalam keteduhan belaiannya, kelima anaknya, dua di antaranya anak tiri, menjadi insan-insan berbudi luhur nan pilih tandhing. Padahal, mereka hidup dalam keterbatasan dan ancaman. Hampir lebih dari separuh usia mereka, Kunti dan anak-anaknya (Pandawa) menapaki hidup dalam kesengsaraan. Namun, inilah kuncinya, Kunti piawai mengolah alam kepahitan tersebut menjadi gelanggang mesu budi sekaligus pendadaran jiwa anak- anaknya. Kalau umumnya titah akan gampang mengumpat dan ngundat-ngundat kodrat (mengeluh) karena nasib yang dirasakan sulit, Kunti bersikap sebaliknya. Ia tawakal dan sabar. Situasi dan kondisi yang mengimpitnya justru ia jadikan jalan terbaik guna menggayuh kemuliaan hidup sejati. Dalam khazanah budaya kita, sikap itu disebut manjing dadi laku. Praktis sejak ditinggal mati suaminya, Raja Astina Pandudewanata, Kunti dan kelima anaknya terlunta-lunta. Kunti harus menghidupi, mendidik, dan membesarkan anak-anaknya itu. Jadi, statusnya bukan hanya sebagai ibu, melainkan juga kepala keluarga. Kunti memilih mengurus sendirian buah hatinya meski banyak pinangan dari banyak jejaka kesatria dan raja binathara. Drama penderitaan mereka bukan disebabkan perilaku satru (musuh). Akan tetapi, itu akibat pokal gawe (tindakan) keluarga Kurawa, yang diotaki Tri Gantalpati alias Sengkuni. Mereka semata- mata ingin menguasai takhta Astina sepeninggal Pandu. Padahal, mereka-- Pandawa dan Kurawa--sama-sama trah Begawan Abiyasa. Sadar akan perilaku asor para keponakannya, Kunti memilih mengalah. Ia tidak ingin mencak-mencak kepada para Kurawa yang merupakan anak-anak kakak iparnya sendiri, Destarastra-Gendari. Kunti menyingkir, keluar dari istana Astina bersama anak-anaknya, menjadi ‘oposisi’. Padahal, berdasarkan konstitusi negara, keluarga Pandawa itulah sejatinya ahli waris kekuasaan Astina. Dalam kamus Kurawa, jika Pandawa masih ada, kekuasaannya atas Astina tidak akan langgeng. Karenanya, satu-satunya jalan harus membinasakan keluarga keturunan Pandu tersebut. Untuk itu, Kurawa menerapkan politik bumi hangus terhadap Pandawa. Itu mulai dari lakon Bale Sigala-gala, Babad Alas Wanamarta, hingga menghukum Pandawa hidup di belantara selama 12 tahun dan satu tahun menyamar. Pada masa-masa sulit itu sesekali Bratasena, anak nomor dua, geram dan berontak ingin menggasak Kurawa. Namun, setiap kali amarahnya membakar, Kunti memadamkan dengan kelembutan. Dibisikinya Bratasena, kridhaning ati ora bisa mbedhah kuthaning pesthi, budi dayane manungsa tan kuwawa ngungkuli garising kang Kuwasa (gejolak jiwa dan upaya maksimal manusia tidak bisa mengubah takdir). Singkat cerita, Kunti lulus mendidik anaknya menjadi para kesatria yang paling bersinar di jagat dan menjadi titah kekasih dewa. Pada akhirnya pula, Kunti dan anak-anaknya mendapatkan kembali hak mereka atas tahta Astina serta Indraprastha yang sempat dirampas Kurawa. Tulus dan lempeng Dari sikap dan perilakunya, Kunti layak disebut sebagai seorang ibu yang berhati kumala (indah berkemilau). Tiada pikiran, hati, ucapan, dan tindakan yang melenceng dari kaidah keluhuran budi meski terdera penderitaan. Apa pun yang terjadi, Kunti tulus dan lempeng mendarmakan jiwa raganya untuk peradaban mulia. Kunti sangat memahami tidak selamanya perbuatan baik itu linier terkonversikan dengan kenikmatan duniawi. Baginya, itu tidak menjadi masalah karena ia yakin kenikmatan di dunia lamis dan fana. Keyakinannya, ada kehidupan hakiki yang mesti diesti (dituju). (M-3) YUDHISTIRA ANM MASSARDI S ATU demi satu temanku jatuh sakit. Ada yang sakit berkepan- jangan, sakit sebentar, lalu menemui ajal. Ada yang harus dioperasi, sembuh, lalu meninggal juga. Ada yang sekarat, namun tetap bersemangat untuk terus eksis sebagai manusia, sebagai profesional. Aku sendiri, memasuki usia 60, tak terlalu ingin ini-itu. Hanya ingin hidupku punya sedikit arti, dan di hari-hari menuju akhir ini bisa bernapas dengan lancar dan benar. Seumur hidup, baru sekarang aku diberi kesadaran, betapa pentingnya bisa bernapas. Sebelum ini, aku bernapas seolah-olah itu kegiatan rutin yang membosankan dan terpaksa harus dilakukan, karena aku diberi umur untuk hidup? Itu bukan tanggung jawabku, tapi tanggung jawab Sang Pemberi Hidup. Tanggung jawab jantung dan paru-paruku, gen, dan kromosomku. Aku sekadar mengikuti. Tak ubahnya sebuah mesin eksistensial, hanya menjalaninya sesuai sistem yang sudah tersedia untukku, tanpa boleh memilih atau mengoreksinya. Semuanya sudah terprogram sedemikian canggihnya. Ketika tiba-tiba, pada suatu malam, aku merasa sulit bernapas, dan sepanjang malam hingga pagi dibuat tak bisa tidur, aku sungguh-sungguh tak habis pikir: bagaimana mungkin itu bisa terjadi pada diriku, hidupku, napasku, jantung dan paru-paruku? Aku terhenyak. Aku merasa dizalimi. Tanpa izinku, tiba-tiba aku dibikin sesak napas. Berkeringat. Gelisah. Tak bisa tidur. Mimpi buruk! Apalagi hal itu terus berlanjut hingga esok hari. Berulang lagi malam harinya. Hidupku amat tersiksa. Kamar dan tempat tidurku yang empuk dan sejuk pun seolah- olah berubah menjadi sarang hantu yang dipenuhi tangan-tangan setan pencekik. Aku takut! Untuk pertama kalinya, aku dibikin begitu takut menghadapi malam! Aku takut menghadapi waktu tidur! Maka, aku lebih memilih tidur pagi dan siang hari, supaya kalau malam bisa melotot dan melewatinya tanpa ketakutan. Aku bawa laptopku ke tempat tidur. Juga buku-bukuku. Kubeli lampu baca supaya lebih nyaman membaca sambil berbaring. Televisi, mesin pemutar cakram video, koleksi film, kubawa semua ke lantai atas, ke kamar tidurku. Semuanya disiagakan agar aku bisa selamat melewati malam tanpa harus terperangkap mimpi buruk. Gagang tombol kanal televisi selalu ditempatkan di sebelah bantalku. Dan baru sebulan ini aku menjadi penggila siaran sepak bola. Aku jadi penggila Lionel Messi dari Barcelona, sekaligus penggila Cristiano Ronaldo dan Real Madrid. Aku berharap setiap dini hari ada siaran langsung pertandingan bola, berharap laga-laga Piala Dunia segera dimainkan! Aku segera konsultasi ke dokter spesialis jantung karena pertama-tama gejala yang kurasakan adalah jantungku berdetak tak beraturan. Aku mendapatkan obat pengatur detak jantung dan pelega pernapasan. Tapi, itu tidak terlalu menolong. Maka, aku pun pergi ke dokter spesialis paru. Aku dirontgen. Hasilnya, paruku mengalami infeksi dengan banyak bercak lendir. Jantungku membengkak karena harus bekerja terlalu keras memompa darah ke dalam paru yang kembang-kempis dengan berat akibat saluran oksigen yang menyempit. Dokter paru itu memberiku obat pelega pernapasan yang manjur. Menenggak beberapa obatnya sekali saja, aku bisa bernapas lebih baik dan jatuh tertidur. Bahkan, kata istriku, aku sudah bisa mengorok lagi. Satu hal yang sebenarnya tak ingin kuungkapkan di sini adalah fakta ini: aku sudah menjadi perokok berat sejak remaja. Bahkan, aku menjadi pecandu beberapa jenis dan merek rokok sekaligus: rokok keretek ringan, rokok keretek berat, dan rokok putih. Setiap hari aku mengisap tiga jenis rokok secara bergantian, tergantung suasana mulut dan suasana hati, hingga datangnya hari-hari aku tercekik setan pernapasan. Oleh karena itu, aku lalu dipaksa berhenti merokok! Pekan lalu itu, ketika sedang antre menunggu di depan pintu kamar praktik dokter jantung, dokter Ma’mun, di rumah sakit, aku dan istriku sempat bertemu dokter anak-anak kami yang sudah begitu karib, dokter Heru. Melihat dia berjalan ke arah kami, kelihatannya dia baru saja selesai dinas, aku menyapanya. Melihat kami dengan riang dan hangat seperti biasanya, dia langsung bertanya: “Lo, ngapain di sini, Mas? Siapa yang sakit?” “Aku sesak napas, Dok. Mau periksa jantung,” kataku. Dokter Heru langsung duduk dan bertanya penuh perhatian. Kami jelaskan duduk soalnya. Dia tertawa. “Kalau enggak mau mati konyol, ya berhentilah merokok!” katanya. “Selain itu, jangan lupa, setiap siang usahakan bisa tidur sekitar satu atau dua jam. Olahraga lakukan secara teratur. Aku saja tiap hari olahraga boxing,” katanya lagi. *** “Ya, ada bocor kecil di jantung,” kata dokter Ma’mun setelah dengan teliti memeriksaku dengan bantuan alat rekam detak jantung. “Tapi, tenang saja. Itu tidak akan bikin mati!” katanya. Kami tertawa. “Dia merokoknya harus berhenti kan ya, Dok?!” kata istriku yang begitu benci melihatku tak kunjung berhenti merokok. Padahal, lebih dari lima tahun lalu kami berjanji berhenti merokok. Istriku berhasil berhenti merokok, tapi aku terus berlanjut. Istriku berhenti merokok setelah mengalami sesak napas dan bertemu dokter Ma’mun yang juga menemukan kebocoran pada jantungnya. “Memangnya harus ya merokok?” tanya dokter Ma’mun. “Ya, enggak harus sih, Dok,” sahutku sambil menyeringai. “Lah, kalau enggak harus, kenapa merokok?” Aku cuma bisa tertawa bodoh. Ya, ya, ya aku tahu dan aku sadar, sebagai perokok, aku memang bodoh. Merokok memang bukan suatu keharusan. Hanya orang-orang bodoh yang sepenuh kesadaran terus merokok dan sengaja tidak mau berhenti! Padahal, sekarang peringatan di setiap bungkus rokok sudah lebih langsung memvonis: ‘Merokok Membunuhmu!’ Tapi, begitu banyak lelucon yang membela para perokok: Tak pernah ada orang mati sambil merokok. Banyak orang mati yang seumur hidupnya tidak merokok. Banyak orang yang berhenti merokok dan malah mati. Banyak nenek- nenek dan kakek-kakek yang masih hidup karena terus merokok. Banyak bayi yang baru lahir mati, padahal mereka belum sempat merokok. Yang membunuhmu bukan rokok, tapi tsunami, banjir, longsor, bus malam, kereta api, pesawat terbang, sepeda motor, demam berdarah, HIV, gula, duren, satai kambing! Tapi, setelah bertemu dokter Heru dan dokter Ma’mun, dan aku berhasil tidak merokok selama seminggu–itu membuatku merasa jauh lebih bodoh!--aku heran juga. Ternyata begitu mudah berhenti merokok. Aku berhasil tidak merokok! Aku kagum juga pada diriku. Kagum campur tolol. Aku tertawa. (Jadi, serius nih, tidak mau merokok lagi?) Diam-diam, tanpa setahu istri dan ketiga anak kami–yang semuanya sudah menjadi komplotan petugas antirokok yang galak di rumah–aku coba merokok lagi. Malam itu aku sukses menghabiskan tiga batang rokok dalam isapan cepat-cepat. Setiap kali berhasil menghabiskan satu batang, segera aku semprotkan pengharum ruangan. Sebelum naik ke tempat tidur, aku sikat gigi, cuci muka dengan sabun wangi dan berganti baju tidur. Malam itu, aku dengan bahagia menyongsong tidurku. Dan, benar! Malam itu dadaku serasa terbakar! Dadaku terasa mengeras dan memberat. Aku tercekik lagi. Napasku sesak lagi. Tidurku jadi mimpi buruk lagi! Sepanjang malam itu, aku berjuang sendirian. Sebab, untuk meminta tolong kepada istriku, aku malu. Aku memasuki pagi dengan wajah pucat pasi, napas tersengal-sengal, berkeringat dingin, mata berkunang-kunang, pusing. Karena tak tahan menderita lebih lama, aku segera membuat pengakuan dosa dan memohon bantuan istriku untuk segera membawaku ke dokter spesialis paru, di rumah sakit baru, yang lebih dekat dengan rumah kami. Maka, bertemulah aku dengan dokter Etty, dokter paru yang merontgen dan memberiku obat pelega pernapasan yang sangat manjur itu. Seminggu kemudian, aku memilih menjadi manusia bodoh lagi. Aku uji nyali dan uji paru lagi. Kali ini di pagi hari. Aku coba kebiasaan lama, setiap hendak nongkrong di kamar mandi, aku bawa sebatang rokok. Aku menyalakannya sambil berjongkok. Hfffhhh... ternyata memang.... Sekali lagi, seperti yang kalian duga, tujuh jam kemudian aku terbangun dari tidur siangku dengan basah keringat. Jantungku berdegup tak beraturan lagi. “Kamu kenapa, sesak lagi?” istriku bertanya tanpa curiga. Penuh cinta. “Sesak sih, enggak. Cuma detak jantungnya kacau lagi,” kataku. Aku segera ambil alat deteksi tekanan darah digital. Hasilnya: tensi tinggi dan denyut nadi melebihi normal. “Aku juga dulu begitu,” katanya menghibur. “Tidak apa-apa. Yang penting jangan cemas. Kondisi seperti itu akan berulang lagi.” “Oke. Terima kasih, darling,” kataku. Aku diam-diam menggunakan penyemprot pelega pernapasan melalui mulut agar mendapatkan pemulihan segera. Beberapa waktu kemudian, begitu istriku masuk lagi ke kamar, dan berdandan di depan cermin, aku memeluknya dari belakang sambil berbisik, “Kita jadi makan malam di luar, sayangku?” “Enggak usah, deh. Papa istirahat saja dulu,” katanya. ”Mama takut nanti ada apa-apa.” “Yo wis... Besok aja ya,” kataku. “Sekalian malam mingguan. Makan di restoran Korea, ya.” Aku lega dan selamat dari bencana. Malam itu aku naik ke tempat tidur lebih awal. Aku membawa biografi Einstein, fisikawan perokok yang bisa hidup hingga 76 tahun. Ia menolak dioperasi akibat sakit menahun di perutnya. “Tak ada gunanya memperpanjang hidup dalam kepalsuan,” katanya. “Aku sudah menyelesaikan bagianku. Sekarang saatnya untuk pergi. Aku akan melakukannya dengan elegan.” Tapi, sungguh, aku cemas napasku tersengal lagi! Bekasi, 2014 Yudhistira ANM Massardi adalah sastrawan yang telah berkarya sejak 1977. Kini ia mengelola sekolah gratis untuk kaum duafa. Berhati Kumala EKSIS 10 MINGGU, 23 MARET 2014CERPEN PIGURA Redaksi menerima kiriman naskah cerpen, ketik sebanyak 9.000 karakter, karya orisinal dan belum pernah diterbitkan di media massa lain. Kirim e-mail ke cerpenmi@mediaindonesia.com dan cerpenmi@yahoo.co.id @Cerpen_Mi
  • 10. LIMA jalur membujur dan melengkung mem- bawa sebuah imajinasi liar yang Sudita Nashar, 52, hadirkan. Dia tak sekadar menyiratkan sebuah tapsiran atas simbol jalan tol (bebas hambatan), tetapi kehadiran garis putus-putus seperti yang ada di lintasan jalan menunjukkan ada sebuah titik yang ingin ia sampaikan. Di bawah jalan itu, seakan ada jalur rel keret melintas. Ada aliran sungai menghiasi peman- dangan sehingga membuat dekorasi begitu kuat Sudita hadirkan lewat suguhan karya terbarunya. Nuansa itu terlihat jelas pada karya Keluar Garis (140x140 cm, 2014) pada pameran tung- galnya di Galeri Cipta III, Taman Ismail Marzuki (PKJ), Jakarta, 20-28 Maret. Pameran tersebut menghadirkan 22 karya yang dia buat dalam tiga tahun terakhir. Memperhatikan karya Sudita yang sehari- hari berprofesi sebagai pengojek motor di kawasan Jakarta Pusat itu, ada sebuah benang merah yang begitu kuat. Unsur gitar yang lebih kepada deformasi begitu kuat. Tak ayal, karya- karyanya tampak dekoratif. Tengok saja karya lainnya berjudul Menem- bus Batas (140x140 cm) yang begitu kuat dengan deformasi itu. Perubahan bentuk yang ada, yaitu dua gitar yang Sudita hadirkan tampak melengkung tungkainya. Tidak terlihat gitar secara utuh, tetapi itulah Sudita yang mencoba untuk nakal lewat karya-karyanya. Aliran sungai yang sering membanjir di kala hujan deras dia simbolkan lewat bentuk dan ruang meliuk-liuk. Namun, sesungguhnya itu hanya sekadar pemanis yang menjadi ciri khas Sudita. Sudita Nashar, 52, sendiri merupakan putra dari pelukis legendaris dari Jakarta, almarhum Nashar (1928-1995). Sudita belajar melukis sejak 1980, sering mengadakan pameran bersama sejak tahun 1982 - di antaranya TIM, Pasar Seni Jaya Ancol, dan Museum Keramik. Kehadiran Sudita itu memang memiliki corak dekoratif tersendiri. Tak mengherankan, ba- nyak pandangan tentang dirinya yang meru- pakan epigon sang ayah. Nashar merupakan pendiri Pusat Kesenian Jakarta TIM, bersama Osman Effendy, Umat Khayam, dan Ayip Ro- sidi. Dia melukis dengan rasa dan perenungan atas kota yang menjadi tempat tinggalnya sehingga berbeda bentuk dengan ayahnya. “Saya me- mang belajar dari ayah. Namun, saya pastikan lukisan saya berbeda dengan ayah,” tuturnya Sudita di sela-sela pameran. Memang pada beberapa karya, kita bisa me- nemukan karya Sudira yang tampak abstrak dengan corak karya sang ayahnya. Namun lagi- lagi dia enggan mau disebut sebagai peniru. Dia punya rasa tersendiri sehingga bisa mem- bedakan karyanya dengan karya sang ayah. Karya Pemberontakan dalam Diam (140x140 cm), begitu kuat dengan bidang mengisi bidang. Perubahan bentuk itulah yang membuat kriti- kus seni rupa Merwan Yusuf sebagai sebuah pemaksaan bidang. Begitu pula dengan Tertidur (145x145 cm) dan Matahari Tenggelam (140x140 cm). “Objek yang dihadirkan menunjukkan ada perubahan bentuk. Ini saya lihat sebagai karya dekoratif,” nilainya. Sebagai pelukis dan juga pengojek, Sudira menunjukkan diri sebagai sosok pekerja keras. Dia berkarya karena dara seni begitu kuat mengalir di dalam darahnya. Bukan sebagai pengaruh kuat sang ayah, tetapi ada tanggung jawab dan kerja keras yang ingin ia buktikan. Pekerja ngojek sebagai mata pencarian dan melukis sebagai panggilan nurani. (Iwan Kurniawan/M-2) MINGGU, 23 MARET 2014 11TIFA IWAN KURNIAWAN P ERJALANAN sebuah bangsa tak akan lepas dari peranan para pemikir, ilmuwan, sastrawan, hingga seniman. Mereka memiliki ide masing-masing untuk menyuarakan kegundahan dan kritik sosial atas kondisi bangsa. Pembelajaran lewat sastra, misalnya, ma- sih menjadi persoalan yang tak bisa dimung- kiri. Keberadaan sastra tanpa disadari telah memacu perguruan tinggi, terutama untuk menghasilkan alumnus yang kompeten seka- ligus memberikan ruang bagi pecinta sastra mengembangkan profesionalismenya. Lewat Tur Diskusi Kebudayaan yang me- ngupas dunia kesusastraan di Learning Media Center Media Group, Kedoya, Jakarta Barat, awal pekan ini, ada sebuah kecemasan terha- dap sastrawan-sastrawan tertentu yang masih dilabeli sebagai ‘dewa’ sastra Indonesia. “Pengetahuan mendasar tentang sastra sangat penting. Produktivitas penyair Indonesia sangat luar biasa, termasuk yang plagiasi-plagiasi. Un- tuk memahami puisi secara hakikat dan peta puisi, butuh pengetahuan lebih,” ujar pengajar sastra dari Universitas Indonesia Ibnu Wahyudi di sela-sela acara yang diinisiasi Forum Diskusi Jurnalis Kebudayaan (FDJK) itu. Hadir sebagai pembicara lainnya dalam dis- kusi tersebut, yaitu sastrawan Yudhistira ANM Massardi, ilustrator cerpen Ruddy Pata Areadi, dan dimoderatori Damhuri Muhammad. Acara selama tiga jam itu dibuka oleh Direktur Pem- beritaan Media Indonesia Usman Kansong. Menurut Ibnu, banyak penyair dan prosais yang terlahir dari bakat alam. Namun, terka- dang mereka tak mendapatkan tempat bersas- tra dan berkarya di daerah-daerah tertentu. Tak ayal, bakat itu sering kali tak diimbangi dengan ilmu pengetahuan sehingga terkesan ‘mati sebelum berkembang’. “Mendekatkan sastra kepada penikmat bu- kan saja melalui teori-teori. Namun, langsung bersentuhan dengan karya. Bergaul dengan ba- nyak karya sastra sangat penting. Seberapa pun sumbangan karya sastra melalui media massa, sumbangannya sangat penting bagi dunia pen- didikan,” papar Ibnu. Ibnu mengatakan media se- harusnya bisa memberi ruang untuk sastra dan budaya di dalam rubriknya. Menurutnya, hal ini kelak akan menjadi sumbangan be- sar di dunia pendidikan, khu- susnya bagi mahasiswa sastra. “Selama ini mahasiswa ter- batas pada karya sastra yang itu-itu saja. Penyebabnya, minimnya media yang menyediakan rubrik cerpen atau puisi di halamannya. Jadi ketika mahasiswa disuruh membuat tugas puisi atau cerpen yang diambil dari media, me- reka hanya terbatas pada media yang itu-itu,” terangnya. Selain itu, pentingnya ruang kebudayaan di sebuah media, ditambahkan Ibnu akan mampu memberi peluang bagi para penyair dan cer- penis, yang akan merawat iklim sastra dan melahirkan penulis-penulis baru Pengalaman Tak dapat dimungkiri, keberadaan sastra di tengah masyarakat masih dirasakan hambar. Sebagai negara ketiga alias negara berkem- bang, karya sastra Indonesia terkadang belum bisa menandingi karya sastra di negara-negara maju, semisal Inggris, Rusia, Jerman, China, dan Jepang. Kendati demikian, bukan berarti sastra Indonesia kehi- langan taji dalam kedudukan- nya. Bahasa Indonesia pun telah dipelajari sebagai sebuah kajian khusus di beberapa ne- gara seperti Belanda, Australia, dan Selandia Baru. Terbukti, beberapa sastrawan pernah me- netap dan mengajar hingga meninggal di negeri seberang. Salah satunya, sebut saja sastrawan Achdiat Karta Mihardja yang selama pelarian di ‘Negeri Kanguru’ dilabeli subversif. Sastra sebagai bagian dari pengalaman batin seseorang tak bisa dilepaskan dalam kehidupan ini. Bahkan, karya sastra, berupa puisi kerap disebut sebagai ‘doa’. Begitu pula dengan prosa yang terkadang disebut sebagai ‘sabda’. Semuanya menyimpan pesan atas kebenaran sejati sesungguhnya. “Keberagaman dalam sastra sangat penting sehingga sastra kita akan terasa kuat. Muncul- nya konco(isme) harus disikapi dengan arif sehingga dapat memberikan (pendewasaan),” jelas Yudhistira. Keberadaan sastra memang masih menjadi sebuah momok bagi segelintir orang. Namun, sastra juga menjadi sebuah nilai positif bagi sebagian lainnya. Tak mengherankan, puisi dan cerpen tak bisa berdiri sendiri tanpa adanya ilustrasi sebagai jembatan. “Ilustrasi itu sebagai inti untuk menghubung- kan pembaca awam. Ini yang membuat saya harus membaca baik-baik suatu karya sebelum divisualkan lewat gambar,” timpal Ruddy. Meski sastra telah mengalami kemajuan. Na- mun dalam literasi dunia, belum ada sastrawan Indonesia yang meraih Penghargaan Nobel Ke- susastraan. Di Asia, ada nama-nama seperti Mo Yan (China, 2012), Kawabata Yasunari (Jepang, 1968), dan Rabindranath Tagore (India, 1913). Sudah bukan waktunya kita menabur benih di semak belukar. (M-2) miweekend@mediaindonesia.com Ruang, Sabda, dan RohSastra Karya sastra sejatinya menjadi bagian perubahan dalam perjalanan bangsa. Ada imajinasi mendalam atas pengalaman yang selalu disuarakan dari masa ke masa. PengojekdanDekoratifnya Keberadaan sastra tanpa disadari telah memacu perguruan tinggi, terutama untuk menghasilkan alumnus yang kompeten. DISKUSI KEBUDAYAAN: Penyair Hanna Fransisca membuka Diskusi Kebudayaan dengan puisi berjudul Air Mata Tanah Air di Gedung MI Kebon Jeruk, Jakarta, Selasa (18/3). Diskusi yang digagas Forum Diskusi Jurnalis Kebudayaan membahas tema Sastra dan Dunianya. MI/ADAM DWI LUKISAN ABSTRAK: Pengunjung mengamati lukisan tunggal karya Sudita Nashar di Galeri Cipta III, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Jumat, (21/3). Pameran ini menampilkan karya abstrak dan semi abstrak . MI/ATET DWI PRAMADIA Pendiri: Drs. H. Teuku Yousli Syah MSi (Alm) Direktur Utama: Lestari Moerdijat Direktur Pemberitaan/Penanggung Jawab: Usman Kan- song Dewan Redaksi Media Group: Saur M. Hutabarat (Ketua), Bambang Eka Wijaya, Djadjat Sudradjat, Elman Saragih, Lau- rens Tato, Lestari Moerdijat, Rahni Lowhur Schad, Suryoprato- mo, Toeti P. Adhitama, Usman Kansong Redaktur Senior: Elman Saragih, Gaudensius Suhardi, Lau- rens Tato Kepala Divisi Pemberitaan: Abdul Kohar Kepala Divisi Content Enrichment: Teguh Nirwahyudi Kepala Divisi Artistik & Foto: Hariyanto Asisten Kepala Divisi Pemberitaan: Ade Alawi, Haryo Prase- tyo, Jaka Budisantosa, Ono Sarwono, Rosmery C. Sihombing, Tjahyo Utomo Kepala Sekretariat Redaksi: Sadyo Kristiarto Kebon Jeruk: 117-009-500-9098; BCA - Cab. Sudirman: 035- 306-5014, Diterbitkan oleh: PT Citra Media Nusa Purnama, Jakarta, Alamat Redaksi/Tata Usaha/Iklan/Sirkulasi: Kompleks Delta Kedoya, Jl. Pilar Raya Kav. A-D, Kedoya Selatan, Kebon Jeruk, Jakarta Barat - 11520, Telepon: (021) 5812088 (Hunting), Fax: (021) 5812105 (Redaksi) e-mail: redaksi@ mediaindonesia.com, Percetakan: Media Indonesia, Jakarta, ISSN: 0215-4935, Website: www.mediaindonesia.com, DALAM MELAKSANAKAN TUGAS JURNALISTIK, WAR- TAWAN MEDIA INDONESIA DILENGKAPI KARTU PERS DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA ATAU ME- MINTA IMBALAN DENGAN ALASAN APA PUN Redaktur: Agus Mulyawan, Ahmad Punto, Anton Kustedja, Aries Wijaksena, Cri Qanon Ria Dewi, Denny Parsaulian Sinaga, Eko Rah- mawanto, Eko Suprihatno, Hapsoro Poetro, Ida Farida, Iis Zatnika, Irana Shalindra, Jerome E. Wirawan, M. Soleh, Mathias S. Brahmana, Mirza Andreas, Patna Budi Utami, Santhy M. Sibarani, Soelistijono, Sitria Hamid, Wendy Mehari Utami, Widhoroso, Windy Dyah Indri- antari Staf Redaksi: Adam Dwi Putra, Agung Wibowo, Ahmad Maulana, Akhmad Mustain, Anata Syah Fitri, Anshar Dwi Wibowo, Arief Hul- wan Muzayyin, Asep Toha, Asni Harismi, Bintang Krisanti, Corne- lius Eko, Daniel Wesly Rudolf, Deri Dahuri, Dian Palupi, Dika Dania Kardi, Dinny Mutiah, Dwi Tupani Gunarwati, Emir Chairullah, Eni Kartinah, Fardiansah Noor, Gayatri Suroyo, Ghani Nurcahyadi, Gino F. Hadi, Hafizd Mukti Ahmad, Heni Rahayu, Heryadi, Hillarius U. Gani, Iwan Kurniawan, Jajang Sumantri, Jonggi Pangihutan M, Mo- hamad Irfan, Muhamad Fauzi, Nurulia Juwita, Panca Syurkani, Per- mana Pandega Jaya, Raja Suhud V.H.M, Ramdani, Rommy Pujianto, Rudy Polycarpus, Sabam Sinaga, Selamat Saragih, Sidik Pramono, Siswantini Suryandari, Siska Nurifah, Sugeng Sumariyadi, Sulaiman Basri, Sumaryanto, Susanto, Syarief Oebaidillah, Thalatie Yani, Us- man Iskandar, Zubaedah Hanum Biro Redaksi: Dede Susianti (Bogor) Eriez M. Rizal (Bandung); Kisar Rajagukguk (Depok); Firman Saragih (Karawang); Sumantri Handoyo (Tangerang); Yusuf Riaman (NTB); Baharman (Palem- bang); Parulian Manulang (Padang); Haryanto (Semarang); Wi- djajadi (Solo); Faishol Taselan (Surabaya) METROTVNEWS.COM News: Khudori Redaksi: Agus Triwibowo, Asnawi Khaddaf, Basuki Eka P, Deni Fauzan, Henri Salomo, Irvan Sihombing, Laila B, Rizky Yanuardi, Sjaichul, Wily Haryono, Wisnu AS, Retno Hemawati, Nurtjahyadi, Afwan A, Andrie, Donny Andhika, Fario Untung, Prita Daneswari, Rita Ayuningtyas, Torie Natallova DIVISI TABLOID, MAJALAH, DAN BUKU (PUBLISHING) Kepala Divisi: Budiana Indrastuti Asisten Kepala Divisi: Mochamad Anwar Surahman, Victor JP Nababan Redaktur: Agus Wahyu Kristianto, Lintang Rowe, Sri Purwandhari CONTENT ENRICHMENT Periset: Heru Prasetyo (Redaktur), Desi Yasmini S, Gurit Adi Suryo Bahasa: Dony Tjiptonugroho (Redaktur), Aam Firdaus, Adang Iskandar, Henry Bachtiar, Ni Nyoman Dwi Astarini, Riko Alfonso, Suprianto ARTISTIK Asisten Kepala Divisi: Rio Okto Waas Redaktur: Annette Natalia, Donatus Ola Pereda, Gatot Purnomo, Marjuki, Prayogi, Ruddy Pata Areadi Staf Redaksi: Ali Firdaus, Ami Luhur, Ananto Prabowo, Andi Nursandi, Bayu Aditya Ramadhani, Bayu Wicaksono, Briyan Bodo Hendro, Budi Setyo Widodo, Catherine Siahaan, Dedy, Dharma Soleh, Endang Mawardi, Fredy Wijaya, Gugun Permana, Hari Syahri- ar, Haris Imron Armani, Haryadi, Marionsandez G, M. Rusli, Muhamad Nasir, Muhamad Yunus, Nana Sutisna, Novi Hernando, Nurkania Ismono, Putra Adji, Rugadi Tjahjono, Seno Aditya, Tutik Sunarsih, Warta Santosi Olah Foto: Saut Budiman Marpaung, Sutarman PENGEMBANGAN BISNIS Kepala Divisi Marketing Communication: Fitriana Saiful Bachri Kepala Divisi Iklan: Gustaf Bernhard R Asisten Kepala Divisi Iklan: Wendy Rizanto Perwakilan Bandung: Aji Sukaryo (022) 4210500; Surabaya: Tri Febrianto (031) 5667359; Yogyakarta: Andi Yudhanto (0274) 523167. Telepon/Fax Layanan Pembaca: (021) 5821303, Telepon/ Fax Iklan: (021) 5812107, 5812113, Telepon Sirkulasi: (021) 5812095, Telepon Distribusi: (021) 5812077, Telepon Per- cetakan: (021) 5812086, Harga Langganan: Rp67.000 per bu- lan (Jabodetabek), di luar P. Jawa + ongkos kirim, No. Rekening Bank: a.n. PT Citra Media Nusa Purnama Bank Mandiri - Cab. Taman
  • 11. Konser yang disiarkan secara streaming merupakan pengganti dari batalnya konser mereka. G I G I MasihUnjukGigidiUsia20Tahun SELEBRITASMINGGU, 23 MARET 2014 HALAMAN 12 ONLINEHARIINI k l i k ! k l i k ! BACAAN FAVORIT LAPTOP LENOVO LOLOS UJI MILITER PRODUSEN teknologi asal China, Lenovo, menjamin produknya memiliki durabilitas yang baik. Produk terbaru mereka, Thinkpad X1 Carbon, laptop tipis dengan berat 1,2 kg, diklaim telah lulus serangkaian uji militer. (Trend) MAL CIPUTRA GANDENG 21 SELEBRITAS PEDULI KANKER MAL Ciputra Jakarta luncurkan program Pink Ribbon Campaign de- ngan tema Happiness is me. Acara itu dikemas dalam Gala Charity Dinner bersama para donatur, sponsor, dan 21 selebritas yang peduli kanker payudara. (Showbiz) 16 PROVINSI JADI TARGET PEMANTAPAN PROGRAM BIDAN DELIMA IKATAN Bidan Indonesia (IBI) dan Bayer menggelar Pemantapan Program Bidan Delima serta Revitalisasi Program KB 2014 di 16 provinsi yang mencakup 40 kabupaten dan kota. (Showbiz) RIBisaJadiKiblatFesyenMuslim AKTRIS dan penyanyi Millane Fernandez terpilih men- jadi wakil Asia Tenggara untuk menyanyikan lagu tema Piala Dunia 2014, The World is Ours. Dalam proses peng- garapannya, finalis VJ Hunt 2006 yang kini berusia 27 tahun tersebut, berjanji bakal memasukkan unsur budaya Indonesia dalam komposisi lagunya. “Saya akan memasukkan alat musik khas Indo- nesia, angklung dan kendang,” ujar wanita berpa- ras cantik itu, beberapa waktu lalu di Jakarta. Usulan Millane ini berjalan mulus. Niatannya itu diterima dengan baik oleh Rock Mafia, label rekaman asal AS yang memproduksi lagu tersebut, serta David Corry dan Monobloco, dua pemain perkusi asal Brasil yang menjadi rekan kolaborasi Millane. “Alhamdulillah musik Brasil cocok dengan angklung dan kendang. Itu yang bikin aku heran,” ujar Millane. Single The World is Ours itu akan dibawakan secara duet dengan David Correy, penyanyi keturunan Brasil yang sukses di ajang pencarian bakat, X Factor USA 2012. (Metrotvnews.com/S-4) KENDATI digarap oleh Gareth Evans, sutradara yang ber- asal dari Wales, film The Raid (2011) dan sekuelnya The Raid 2 Berandal dipastikan adalah karya budaya sineas Indonesia. Hal itu diklarifikasi sendiri oleh sang sutradara, seusai pemutaran The Raid 2 Berandal untuk awak media, kemarin lusa, di Jakarta. “Ya, ini ialah film Indonesia, semua kru, pemain, dan pendanaan dari Indonesia,” ujar Evans kepada Metrotvnews.com. Pengukuhan Evans atas The Raid sebagai film Indonesia tentu berimbas positif bagi per- kembangan film di dalam negeri. Pasalnya, The Raid 2 Berandal akan tayang di berbagai negara, seperti Amerika, Australia, dan Rusia, selain di dalam negeri. Evans sendiri mengaku mengagumi budaya In- donesia sejak lama. Pada 2007, Evans menyutrada- rai film dokumenter tentang warisan kebudayaan In- donesia untuk Christine Hakim Film. Dari pengalaman itu, Evans jatuh cinta dengan pencak silat, sebuah seni bela diri asli Indonesia. (Metrotvnews.com/S-4) PENDUDUK muslim In- donesia merupakan yang terbesar di antara nega- ra-negara muslim di du- nia. Selain berpenduduk terbanyak, Indonesia juga memiliki beragam produk kain yang seharusnya bisa dimanfaatkan untuk men- jadikan Indonesia sebagai sentral fesyen muslim dunia. Harapan yang diungkapkan Menteri Perdagangan Muhamad Lutfi ter- sebut sangat rasional dan dapat diwujudkan dengan segera. “Saat ini dalam pertumbuhan website jual beli produk fesyen muslim, Indonesia menempati urutan satu di atas Malaysia. Namun, kita harus ada perbaikan agar mimpi menjadi kiblat fesyen muslim dunia dapat terwujud,” ucap Lutfi, Jumat (21/3). Menurutnya, model fesyen wanita muslim di Timur Tengah hanya meng- andalkan cadar dan tidak memiliki fesyen yang menarik. Dengan begitu, ia sangat yakin bahwa fesyen muslim Indonesia yang beragam dapat melibas model busana muslim dari Timur Tengah dan bahkan merajai dunia. (Fashion) GARETH EVANS MILLANE FERNANDEZ DOK. INDEK METRO ANTARA/ROSA PANGGABEAN MI/RAMDANI AP/ARTHUR MOLA TheRaidKarya SineasIndonesia SelipkanAngklung padaTembang PialaDunia2014 RICHALDO Y HARIANDJA “B O H O N G . . . bohong... bo- hong,” teriak vokalis band Gigi, Armand Maulana, me- nyanyikan penggalan lirik lagu berjudul Tak Lagi Per- caya. Lagu itu menjadi pem- buka konser perayaan ulang tahun ke-20 grup beraliran rock progesif tersebut. Kendati telah memasuki usia 42, Armand masih memi- liki teknik vokal yang stabil. Untuk ukuran vokalis pria In- donesia yang telah berumur, staminanya masih kuat. De- ngan busana panggung serba- hitam, Armand dan personel Gigi yang lain, yakni Dewa Budjana (gitar), Thomas Ram- dhan (bas), dan Gusti Hendy (drum), tampil energik. Sang vokalis bahkan terus tampil dengan gaya khasnya, pecicilan, melompat ke sana- kemari, sembari menjelajahi panggung di Umaniara Brawi- jaya, Jakarta, kemarin malam. Melihat aksi para idola me- reka, para Gigi Kita--sapaan bagi komunitas penggemar band tersebut--terlihat girang bukan kepalang. Di bawah sorotan lampu panggung yang berwarna-warni, para pengge- mar ikut melantunkan setiap penggalan bait lagu sembari menari-nari. Selain aksi panggung yang ciamik, konser untuk mem- peringati perjalanan karier band selama 20 tahun ini juga menyuguhkan hal yang isi- timewa. Pasalnya, selain me- nyajikan lebih dari separuh lagu dari album baru mereka yang direkam secara live di Abbey Road Studio, London, Inggris, konser tersebut juga disiarkan secara streaming via internet melalui Gigi.com. Konser yang disiarkan se- cara streaming ini merupakan pengganti dari batalnya konser yang semula akan diadakan di Istora Senayan, Jakarta. “Tentu kami kecewa, ka- rena ini untuk peringatan 20 tahun kami berkarya. Karena masih dalam suasana pemilu, pergelaran apa pun dilarang,” kata Armand. Album Baru Dalam jumpa pers sebe- lum konser digelar, Armand dengan bangga mengklaim bahwa album terbaru mereka sejatinya cukup unik ketim- bang album band lain. “Umumnya untuk album live, band lain menggunakan lagu lama mereka, tapi kali ini kami menggunakan lagu- lagu baru kami,” jelas Armand yang mengaku butuh waktu dua setengah bulan untuk menggarap album tersebut. Abbey Road Studio dipilih, menurut basis Thomas Ram- dhan, karena studio itu meru- pakan studio legendaris yang pernah dipakai oleh band- band besar di luar negeri. “Kami ingin memiliki peng- alaman besar dalam hidup. Terlebih studio itu akan tutup di 2014,” papar Thomas. Dalam album ini Gigi mem- perkenalkan sembilan lagu baru dengan hit pertama yang berjudul Seseorang. (Ant/S-4) richaldo @mediaindonesia.com MEMUKAU: Group band GIGI di Jakarta, Sabtu (22/3) tampil memukau membawakan lagu-lagu dari album terbaru bertajuk GIGI Live at Abbey yang diluncurkan bersamaan Ulang Tahun GIGI ke-20 tahun.
  • 12. SISKA NURIFAH D ALAM setiap penampilannya di pang- gung, Andien memang selalu tampil modis. Tahun lalu pun ia dinobatkan sebagai The Most Stylish Celebrity 2013 oleh Audi Senayan City Fashion Nation. Namun, penyanyi jazz yang memulai kariernya dari 2000 hingga detik ini tak pernah mengguna- kan jasa fashion stylist (penata busana). Perempuan berusia 27 tahun itu selalu memilih busananya sen- diri, termasuk busana panggung. Kepiawaian Andien pun dibidik oleh Iroo, brand fesyen asal Taiwan yang sedang melebarkan pa- sar ke Jakarta. Andien didaulat sebagai salah satu penata busana untuk trunk show berta- juk Postcard from Iroo yang berlangsung di mal Pacific Place, Kamis (20/3). Andien yang hari itu tampil dengan terusan berwarna hijau mengaku an- tusias dengan proyek baru itu. “Ini jadi tantangan bagiku karena baru pertama kali,” ujar perempuan bernama asli Andini Aisyah Hariadi itu di sela-sela acara. Tantangan itu ia jawab dengan gaya busana bertema Garden romance. “Tapi ga mau diterje- mahkan dengan bunga, sweet dan sebagainya. Di sini, aku berusaha twist dengan gaya yang edgy,” tutur nya. Andien juga mengaku tidak menggunakan warna-warni pastel yang lekat dengan kesan ro- mantis. Ia justru berusaha membuat gaya yang berbeda dengan nuansa emas dan gelap. Eksperimen Andien dituangkan dalam enam gaya busana. Dalam salah satu busana, ia memadukan rok pendek bermotif flora de- ngan blazer biru gelap. Andien juga memilih busana hijau serupa yang ia kenakan untuk tampil dalam trunk show itu. Namun, dalam peragaan itu, dress tersebut ia padankan dengan scraf biru kehijauan. Sementara itu, gaya edgy ditunjukkan dengan rok yang dipadukan dengan sweter atau padanan blazer dengan celana pendek. Andien mengaku semua gaya yang ia ciptakan sesuai dengan seleranya. Sebagai pecinta mode, ia juga meng- ambil dan mengikuti tren yang ada di kota-kota mode dunia. Namun, yang menjadi favorit- nya adalah karya-karya dari desainer Paris dan Tokyo. Perempuan yang beberapa kali menonton pekan mode di luar negeri itu menilai gaya busana di Paris sangat berkelas, se- dangkan di Tokyo penuh imajinasi. Begitu pun Andien mengaku tidak mentah-mentah mengikuti tren. “Aku se- lalu berusaha mengenal diri sehingga bisa berbusana yang cocok dengan karakter diri,” imbuhnya. Detail unik Selain Andien, dua perempuan lain yang didaulat sebagai penata busana adalah Ayla Dimitri dan Katarina Aie. Ayla yang merupakan penata busana di salah satu majalah fesyen meng- usung tema Jungle adventure. Tampilan tema itu diwujudkan dengan busana yang didominasi warna alam seperti cokelat, hitam, dan putih. Ayla juga banyak menggunakan sweter. Ia mengaku bahwa hal itu dipilih untuk mencipta- kan kesan sporty dan mengikuti tren yang ada. Wujud koleksi Ayla di antaranya adalah jumpsuit dengan atasan bergaya gaya kemban. Jumpsuit ini kemudian dikenakan dengan sweter di bagian da- lam. “Aku mencoba membuat tampilan yang cocok untuk kegiatan outdoor di Jakarta. Warna bumi, hijau cokelat, dan putih. Warna ini mendukung cuaca kita. Sementara look-nya antara lady like, dan maskulin,” imbuh Ayla. Sementara itu, Katarina Aie memilih gaya yang lebih playful. Perempuan yang menjadi salah satu penggagas acara makan-makan dengan tema unik, Feastopia, ini memadukannya dalam tema Exotic island. Di antara pilihan gayanya adalah terusan longgar berwarna oranye yang dipadukan dengan scraft ber- motif biru yang segar. Ada pula celana pendek jins dengan atasan tanpa lengan dan bersiluet peplum. Keseluruhan busana dan aksesori yang digunakan dalam peragaan itu merupakan koleksi dari Spring Travel Collection Iroo. Koleksi tersebut disebut-sebut terinspirasi dari koleksi yang ada di pekan mode Paris dan Milan ter- baru. Selain di Jakarta, Iroo memiliki 80 outlet yang tersebar di Taiwan, China, dan Singapura. (M-4) miweekend@mediaindonesia.com Inspirasidari3FashionStylist BERPERAN sebagai Maleficent ternyata membuat Angelina Jolie menambah daftar profesinya. Tidak hanya bermain film pro- duksi Disney itu, Jolie juga didaulat mendesain pakaian anak yang terinspirasi dari sosok jahat di kisah Sleeping Beauty tersebut. Ia akhirnya mengikuti selebritas lain yang terjun ke bisnis fesyen. Namun bukan pakaian dewasa, pasangan aktor Brad Pitt itu memilih jenis pakaian anak. Untuk mewujudkan koleksi yang bagus, ia berkolaborasi dengan desainer Stella McCartney. Beberapa koleksi yang telah dipublikasi terdiri dari baju terusan bernu- ansa ungu. Baju untuk gadis cilik itu tampil imut dengan detail tile dan makin mengge- maskan dengan aksesori topi bertanduk. Sementara itu, untuk anak laki-laki, Jolie dan McCartney membuat kaus yang bersayap. Koleksi itu pun dilengkapi aksesori topeng. McCartney menuturkan ia sangat antusias dengan proyek tersebut. “Saya penggemar Disney dan ketika Angelina Jolie mengun- dang saya ke set film saya lang- sung mau,” kata dia seperti dilansir Vogue.co.uk, Jumat (21/3). (Big/M-1) PHARRELL Williams dikenal tidak hanya sebagai seorang genius musik, tetapi juga pria dengan gaya pakaian unik. Ingat saja topi-topi superbesar yang ia pakai di Grammy Awards hingga Academy Awards. Kini para penggemar Pharrell juga dapat bergaya dengan topi tersebut. Sebagai aksesori kepala, topi tersebut ditampilkan sebagai gambar-gambar dalam koleksi kaus yang diluncurkan musikus berusia 40 tahun itu. Rabu (19/3), pria yang sebelum- nya juga telah meluncurkan koleksi parfum tersebut merilis bisnis baru di bidang fesyen. Selain memuat gambar topi, koleksi kaus Pharrell juga memuat tulisan dan emoti- con yang menggambarkan rasa senang. Seperti diberitakan Graziadaily. co.uk, koleksi awal itu sekaligus untuk memperingati International Day of Happiness. Pro- gram yang dibuat oleh PBB itu dimulai pada 2012. Tahun ini Pharrell memang sangat pas didapuk PBB ka- rena sesuai dengan lagu karyanya, Happy, yang menjadi hit dunia. Lagu yang merupakan soundtrack film Despi- cable Me 2 itu memiliki melodi dan lirik yang riang. Lagu itu pun menjadi nomine lagu terbaik di ajang Grammy Awards 2013. (Big/M-1) BLITZ MiniMaleficentdariJolie PharrellLuncurkanKaus PESONA MINGGU, 23 MARET 2014 HALAMAN 13 HAL 22 Menyintas dengan Semangat Koleksi Spring Travel Collection Iroo dalam peragaan busana ini terinspirasi dari koleksi yang ada di pekan mode Paris dan Milan terbaru. Merek fesyen asal Taiwan Iroo mendaulat tiga perempuan Indonesia, termasuk penyanyi Andien, menjadi penata busana untuk trunk show di Jakarta. AP/JORDAN STRAUSS REUTERS/TOBY MELVILLEDAN STEINBERG/INVISION-APDOK. FRANK CONNOR-DISNEY ENTERPRISES INC Jejak Jember di Balik Selebritas Dunia Tamu Kita, Hlm 15 Andien dan dua busana hasil penataannya. Busana hasil penataan Ayla Dimitri. Busana hasil penataan Katharina Aie. FOTO-FOTO: MI / ADAM DWI
  • 13. WENDY MEHARI UTAMI K AMAR 855 di lantai 8 sedang tak berpenghu- ni. Dengan mengguna- kan selembar keycard, Amelia Defrina membuka kunci pintunya. “Ini dia salah satu kamar yang direnovasi,” kata Public Relations Manager Hotel Pullman Jakarta itu, beberapa waktu lalu. Ruangan itu bernuansa abu-abu. Gorden dan sebuah sofa dudukan tunggal yang ditempatkan di sudut ruang berkelir abu-abu. Karpet- nya garis-garis, biru berseling abu-abu. Lewat kaca lebar di sana terhampar pemandangan sebuah pusat perbelanjaan elite di tengah Jakarta, persis di tepian Jalan Thamrin. Ada dua warna mencolok di kamar grand deluxe yang luas- nya 43 meter persegi itu. Kuning pada bantal-bantal kecil berfungsi sebagai aksen di ranjang berukur- an king dan merah pada lukisan abstrak berbentuk persegi panjang yang dipajang pada dinding sam- ping jendela kaca. Tidak ada yang rumit pada tampilan kamar hotel yang baru direnovasi itu. Semua serba- geometris, minimalis. “Dari reno- vasi, kami memang ingin mem- bawa karakter Indonesia ke dalam interior kamar. Gayanya tetap minimalis,” jelas Amelia. Karakter itu rupanya tidak serta- merta berwujud ukiran atau pa- tung-patung khas etnik yang kerap identik dengan karakter Indone- sia. Amelia menunjuk dekorasi semacam panel yang berbentuk kepala wayang pada sisi headboard ranjang. Dekorasi itulah yang lantas membuat nuansa ruangan berubah total. Saat berada di ru- angan itu, orang akan terpaku de- ngan pemikiran bahwa ia berada di Indonesia. Amelia juga me- nambahkan, karak- ter Indonesia yang ditambahkan dalam interior kamar me- mangsengajadibuat samar, tapi tetap berpengaruh secara kuat dalam ruang. Dekorasi berben- tuk kepala wayang itu, misalnya, te- tap dalam nuansa minimalis, tetapi memberi aksen kuat karakter Indonesia. “Selain itu, ada pula motif ikat pada ban- tal-bantal kecil di ranjang dan sofa,” terang Amelia sem- bari menunjuk. Kamar 855 ialah satu dari 110 kamar di Pullman Tower yang direnovasi, termasuk kamar- kamar grand deluxe, executive, dan executive suite. Renovasi hotel yang memiliki 427 kamar itu me- nelan biaya sebesar US$15 juta dan ditangani oleh firma arsitek asal Singapura, Wilson and Associates. Renovasi juga tidak hanya meliputi kamar, tetapi juga beberapa lounge dan lobi. “Kami ingin menciptakan sua- sana dinamis, relaksasi berpadu dengan bisnis, dalam konsep ‘blei- sure’ yang didefinisikan oleh hotel kami, juga didukung tema seni rupa Indonesia yang kuat,” tutur Gerard Guillouet, Senior Vice Presi- dent Accor Malaysia, Indonesia, dan Singapura, dalam peresmian hotel pascarenovasi. Sedikit saja Tidak hanya kamar hotel, be- berapa lounge dan sudut-sudut di lobi pun tak luput dari renovasi de- ngan konsep menerapkan elemen Indonesia dalam interiornya. Di sebuah sudut lobi, misalnya, ditempatkan sofa-sofa dudukan tunggal berwarna merah dan sofa hitam yang mengelilingi meja berdesain kontemporer. Meja itu seakan dibentuk dari balok-balok kayu berwarna-warni yang di- susun. Gaya minimalis dan modern jelas terpancar di sana, tapi elemen etnik terselip lewat dua bantal kecil yang bermotif ikat. Pengaruh etnik khususnya Asia, oleh para editor majalah gaya hidup Harper’s Bazaar, rupanya diperkirakan semakin kuat da- lam tren dunia desain interior menjelang musim semi di dunia Barat ini. Pada laman Elledecor juga disa- jikan beberapa contoh penerapan- nya dalam interior. Salah satunya aksen motif tekstil Thailand dan India yang berwarna-warni cerah, yang digunakan sebagai kain pem- bungkus kursi dan ottoman. Sebaliknya, dekorasi ruangan de- ngan menempatkan terlalu banyak elemen etnik juga tidak disarankan oleh Jim Walters, desainer interior di JP Walters Design di San Diego, Amerika Serikat. Itu, kata dia seba- gaimana dikutip dalam Mcall.com, justru akan membuat gaya interior terasa dipaksakan. “Pengaruh elemen etnik lebih tepat diaplikasikan secara lamat- lamat. Misalnya dengan dekorasi di dinding, aksen di taman, atau aksesori di meja. Hanya dua atau tiga items dan itu bisa menciptakan nuansa Asia di seantero ruang,” jelas Walters. Di dunia Barat, dekorasi etnik bernuansa Asia yang paling popu- ler dan paling sering diterapkan ialah elemen-elemen yang identik dengan gaya China dan Jepang. Misalnya penggunaan material bambu, penempatan elemen lam- pion, atau sekadar pembatas ruang alias sketsel berlukiskan bunga sakura. Elemen khas Indonesia semacam motif ikat dan batik mulai me- nunjukkan geliat dalam dunia desain internasional. Pada laman Houzz.com yang menyajikan kiat dan rekomendasi produk desain interior berkantor pusat di Palo Alto, California, Amerika Serikat, misalnya, terpampang beberapa foto penerapan elemen batik dan kain ikat sebagai gorden, sarung bantal, bahkan pelapis sofa, serta produk-produk yang bisa dibeli secara daring (online). Adapun wujud wayang yang seu- tuhnya bisa pula disajikan sebagai dekorasi ruang demi mencipta nuansa etnik, sedangkan wujud wayang dalam siluet minimalis seperti yang diterapkan dalam kamar hotel bisa menjadi satu cara lain untuk mengaplikasikan aksen etnik dalam ruang. (M-5) miweekend @mediaindonesia.com BANGUNAN itu kontras dalam lingkungannya. Bentuknya me- lengkung dengan struktur baja yang menurut orang mirip pesa- wat angkasa luar. Permukaannya dilapisi 45 ribu tile berwarna kelabu keperakan, memunculkan kesan futuristis. Namanya Dongdaemun Design Plaza (DDP). Ia dibangun di lahan seluas 63 ribu meter persegi di pusat Kota Seoul, Korea Selatan. Konstruksinya memakan biaya US$450 juta. Beberapa memujinya sebagai karya arsitektur luar biasa, tetapi beberapa lainnya mengang- gap bangunan itu merusak wari- san sejarah. DDP dirancang Zaha Hadid, arsitek kelahiran Irak, yang me- rupakan pemenang perempuan pertama atas Pritzker Prize pada 2004, penghargaan arsitektur yang kerap disamakan dengan Piala Os- car dalam dunia perfilman. Konsep DDP tercetus pada masa pemerintahan Wali Kota Oh Se- hoon. Oh berkeras menggalang konstruksi bangunan raksasa itu demi tujuannya meredesain Seoul dan menjadikannya sebagai pusat desain dunia. Pembiayaannya memakan sekitar 2,4% anggaran tahunan kota. Sejak 2011, Oh tidak lagi menja- bat wali kota. Namun, proyek di- lanjutkan hingga DDP diresmikan Jumat (21/3). Namun, pemerintah kota belum memastikan cara untuk menanggung biaya operasi gedung yang mencapai sekitar US$30 juta per tahun. Wali Kota Seoul, Park Won-soon, mengatakan DDP akan menuai penghasilan lewat penye- lenggaraan konferensi, konser, dan pameran. Di luar perkara dana, beberapa kalangan juga mempertanyakan ‘pengorbanan’ demi keberadaan bangunan baru. DDP dibangun dengan menggusur sebuah stadion berusia 80 tahun. Hingga 1980-an, stadion itu merupakan stadion modern pertama dan satu-satunya di Korea, tempat berlangsungnya liga bisbol dan sepak bola profe- sional di ‘Negeri Ginseng’. Kim Eun-sik, 40, penulis yang kerap berolahraga di stadion tua itu saat remaja, mengaku sedih. “DDP merupakan karya arsitek- tur yang menakjubkan, tapi saya merasa hampa karena ia meng- gantikan suatu tempat yang penuh kenangan,” kata dia. DDP juga menggusur sekitar 900 pedagang yang kemudian dire- lokasi. Penulis buku Korea: The Impossible Country, Daniel Tudor, ikut menyindir. Pemilihan Hadid sebagai arsitek DDP itu seperti me- miliki tas Hermes yang dipandang sebagai simbol status di Korea Selatan. “Orang berpikir, jika kita punya bangunan-bangunan keren yang mengilat, kita bisa pamer kepada orang luar bahwa kita te- lah menjadi negara maju,” kata Tudor. Kritik juga dilontarkan profesor arsitektur di University of Seoul, Pai Hyung-min. Dia menyesalkan pemerintah kota di bawah wali kota saat itu yang telah memin- dahkan artefak bersejarah yang ditemukan dalam proses kon- struksi DDP. Di Dongdaemun-lah Dinasti Joseon yang berkuasa di Se- menanjung Korea pada 1392-1897 melatih pasukannya. “Jika hendak mempertahankan sejarah tempat ini, sebenarnya ba- nyak cara lain yang bisa kita laku- kan. DDP seperti pengingat yang memalukan bagaimana Korea Se- latan lebih mendahulukan sesuatu yang modern, tapi meminggir- kan warisan kulturalnya.” (AP/ Wey/M-4) DemiSebuah Konstruksi Modern Siluet Wayang dalamRuang Memasukkan karakter Indonesia ke dalam desain interior tidak sebatas menggunakan elemen ukiran. Banyak inspirasi yang bisa dicomot, termasuk yang satu ini. 14 MINGGU, 23 MARET 2014DESAIN FOTO-FOTO: AP/AHN YOUNG-JOON FOTO-FOTO: MI / ROMMY PUJIANTO Lampu gantung bergaya kontemporer. Bagian dari lobi. Lukisan abstrak sebagai aksen.
  • 14. Rasanya gimana dapat kabar itu? Rasanya mau pingsan! He he he... saya senang sekali, rasanya alhamdulillah banget. Bisa berkesempatan bertemu dengan Tyra Banks. Waktu itu, saya dim- inta jadi head hair stylist (penata rambut utama) karena head make-up-nya (penata rias utama) dari Amerika Serikat. Tapi saya pada akhirnya saya juga kebagian make-up. Pengalaman apa yang paling berkesan dari ikut acara itu? Saya merasa Indonesia benar-benar dihargai orang luar. Mereka tak membeda- kan, baik fasilitas hingga bayarannya juga tinggi. Krunya menyenangkan, finalisnya baik, begitu pun Tyra Banks juga baik sekali. Saya menangani finalis-finalis ter- masuk jurinya (Tyra Banks). Yang paling membahagiakan, di malam final, saya yang menangani make-up dan rambut ke- dua finalisnya. Rasanya enggak percaya sekali. Ini salah satu pencapaian tertinggi saya. Bagi saya, ini juga menunjukkan kita juga enggak kalah kreatif dengan make-up artist luar! Apa kamu juga sudah menjajal berkarya di luar negeri? Pada 2012 saya pernah ke Paris. Klien saya waktu itu dari Australia dan mereka minta untuk prewedding. Seru sekali, semua perjalanan ditanggung. Enggak nyangka juga dari make-up bisa mengantarkan saya ke luar negeri dan dihargai. Saya juga per- nah melakukan make-up di Singapura dan Bangkok (Thailand). Pada Juni nanti juga saya rencana ada kerjaan di Milan (Italia). Saya juga pernah menangani make-up pemotretan model untuk halaman Nylon (salah satu majalah fesyen besar di USA), tapi waktu itu pe- motretannya di Bali. Sebenarnya saya juga ditawari untuk kerja sebagai make-up artist di Amerika Serikat, hanya saya belum berani ke sana. Saya memang juga ingin membawa nama Indonesia ke luar. Tapi saya masih ingin membangun akar yang kuat di sini. Jadi meskipun nanti saya pergi, orang di sini masih mengingat saya. Dengan segala kesuksesan ini pastinya orangtua kamu sudah merestui kamu hijrah dari Jember dong? Ya (kesuksesan) ini sekaligus pembuktian ke orangtua dan juga pembuktian ke ma- syarakat Indonesia bahwa make-up artist juga bisa dihargai dan bisa berprestasi. Soalnya, pandangan di sini kan, ah make- up artist tuh bencong, masih dipandang sebelah matalah. Padahal kan make-up artist tidak se- muanya berkarakter gemulai. Kita sangat dihargai orang. Kalau mau ngomongin pen- dapatan, alhamdulillah melebihi pegawai negerilah... bisa menjadi pekerjaan yang bagus. (M-4) miweekend@mediaindonesia.com MESKIPUN di awal perbincangan terkesan perjalanan Bubah tidak direstui sang ibu, sosok itu pula nyatanya yang berjasa men- geluarkan bakat terpendamnya. Bubah mengaku sudah sejak kecil menyukai hal-hal yang berhubungan dengan kecan- tikan. Saat bocah ia sering asyik sendiri ber- main boneka di pojok rumah. Saat masih tinggal di Bali, Bubah mengenang pernah memiliki banyak boneka. Kegemarannya pun tidak dirisaukan oleh sang bunda. Meski begitu, ketika beranjak besar, ibunya mengharapkan Bubah menjadi dok- ter. Keinginan itu ditolak mentah-mentah oleh Bubah. Alasannya sederhana, pria bertubuh kurus itu mengaku tidak tahan melihat darah. Tidak ingin memaksa, Bubah menuruti ibunya kemudian berusaha mengarahkan hobi dan bakat sang buah hati. “Justru ibu yang melihat potensi saya, dan mendorong saya untuk belajar di sekolah makeup dan hair stylist,” ungkap Bubah. Di usia 19 tahun, Bubah remaja pun dilepas pergi ke Jember, Jawa Timur, untuk belajar di sekolah milik Rudy Hadisuwar- no. Saat pergi, Bubah mengaku sebenarnya belum yakin akan jalan hidupnya. Namun, di hari pertama belajar menata rambut, ia sudah merasa jatuh cinta. Ia pun menggeluti ilmu tata rambut selama setahun. “Saya kan cowok, rada malu juga (belajar tata rambut). Tapi saya coba, ehh.. hari pertama belajar hair styling su- dah suka. Kayaknya passion saya di sini,” imbuhnya. Lulus dari sekolah itu Bubah bergabung di Jember Fashion Carnaval (JFC). Di situ ia belajar tata rias wajah dan membuat kostum. Kemampuan belajarnya terbukti cepat. Membuat kostum pertama pada 2007, dua tahun kemudian Bubah menyabet penghargaan Costume of The Year dalam ajang itu. Ajang yang diinisiasi oleh Dynand Fariz itu pun diakui paling berjasa mengasah kreativitasnya. Banyak inspirasi-inspirasi liar dalam tata rias wajah dan rambut diambil Bubah dari acara itu. Setelah empat tahun mengasah kemam- puan di JFC, Bubah menantang diri lebih jauh dengan hijrah ke Jakarta. Mimpinya menjadi makeup artis dan hair stylist ter- nama di Jakarta akhirnya terwujud berkat kerja keras dan perjuangannya. Bahkan, namanya kini cukup diperhitungkan di Amerika Dan Eropa. Hubungan Bubah dan sang ibu pun su- dah kembali hangat. Salon yang mereka buka bersama pada 2008 kini sudah me- miliki dua cabang. Dua dari Bubah Salon berada di Pulau Jawa, sedangkan satu lainnya dibuka di Bali. “Peran ibu sangat besar bagi perjalanan karier saya. Saya gak mungkin bisa ber- tahan dan berkarier di Jakarta tanpa doa dan dukungan orangtua,” pungkas Bubah mengenai ibundanya. (Sky/M-4) MINGGU, 23 MARET 2014 15TAMU KITA Setelah Emoh Jadi Dokter SISKA NURIFAH P ARA penggemar acara America’s Next Top Model (ANTM) tentu tahu bahwa tahun lalu tayangan tersebut singgah ke Bali. Di Pulau Dewata, episode dilakukan dari delapan besar hingga malam final. Beragam sesi pemotretan menakjubkan dilakukan, termasuk yang melibatkan hewan-hewan asli Indonesia. Namun, mungkin belum banyak yang tahu bahwa tampilan eksotis para finalis hingga sang juri supermodel Tyra Banks juga berkat sentuhan anak muda dalam negeri. Di- alah Bubah Alfian, penata rias muda asal Jember, Jawa Timur, yang sudah lebih dulu menjadi favorit beberapa selebritas Indonesia. Tidak hanya sibuk di dalam negeri, pena- ta rias yang menjadi favorit Andien, Pevita Pearce, hingga Raisa ini juga beberapa kali terbang ke Eropa dan Amerika Serikat khu- sus untuk merias. Minggu lalu, di sela-sela merias penyanyi Angel Pieters di Jakarta, Bubah menceritakan perjalanan karier dan mimpinya kepada Media Indonesia: Bagaimana bisa jadi penata rias? Awalnya saya belajar hairstyling dulu. Saya sekolah di sekolah milik Rudy Hadisuwarno di Jember pada 2006. Semen- tara itu, kalau belajar make-up saat terjun di Jember Fashion Carnaval (JFC). Saya ba- nyak dapat ide-ide liar dari sana. Enggak tahu, mungkin kalau enggak gabung di JFC kreasi saya enggak akan seliar ini. Dari situ saya lalu hijrah ke Jakarta pada 2010. Sebenarnya saya kabur dari rumah karena enggak direstui ibu. Waktu itu saya cuma bawa Rp3 juta dari hasil jual laptop dan itu pun termasuk untuk ongkos pesa- wat. Jadi sebenarnya saya ke Jakarta eng- gak bawa apa-apa, modal nekat saja. Saya sempat tertekan banget masa-masa itu, tapi saya mencoba tegar. Saya ingin mandiri. Untung, saya punya teman di Jakarta, Adi Mulyadi, desainer kebaya. Saya numpang tiga bulan di rumahnya. Kemudian, saya ikut lomba Gading Beauty Awards (lomba tata rias) dan menang! Hadiah uangnya jadi modal pertama. Kalau ingat itu (per- jalanan), sangat mengharukan. Lalu bagaimana caranya bisa laris? Setelah itu (lomba), saya mulai dapat kesempatan hairdo pertama, waktu itu dari majalah Aneka. Setelah itu, mulailah saya menggarap majalah-majalah lainnya. Yang paling berkesan ialah majalah Bazaar karena tidak semua make-up artist bisa ke sana. Saya pernah, pukul 03.00 sudah menunggu di lokasi. Tapi saya senang ka- rena bisa kerja sama dengan Davy Linggar yang bisa dibilang salah satu fotografer yang didewakan. Dari situ, akhirnya saya busa masuk ke semua majalah di Indone- sia. Pernah di September 2012, sebulan mengerjakan (tata rias) untuk 21 sampul majalah di Jakarta. Ciri make-up kamu seperti apa? Sebenarnya karakter make-up aku lebih condong ke flawless (mulus, sempurna) tapi tidak berat. Make-up saya juga bisa meng- ubah tampilan mata dan muka walaupun tanpa produk yang banyak. Selain itu, saya juga bisa (mengerjakan) tata rambut. Eng- gak semua make-up artist bisa hairdo. Cerita dong pengalaman digandeng America’s Next Top Model? Saya sempat juga make-up untuk cover Jakarta Fashion Week di 2012. Dari situ saya bisa kenalan dengan Dame Sitorus (fashion stylist). Lalu dia minta portofolio make-up cover yang pernah saya lakukan. Dia minta dengan segera, saya juga enggak tahu buat apa. Setelah dikirim, tak sampai 30 menit ternyata saya dapat kabar. Dia bi- lang, Bubah tolong kosongin tanggal. Saya jawab jadwal saya penuh tapi terus dia bilang, “Kamu mau enggak mengerjakan America’s Next Top Model? Portofolio kamu diterima!” Langsung saja saya iyakan. JejakJember di BalikSelebritasDunia Bukan hanya selebritas Indonesia, para finalis dan juri America’s Next Top Model menjadi klien dari penata rias muda ini. Bubah Alfian FOTO-FOTO: MI / SUSANTO Bubah merias Angel Pieters. Biodata Nama Lengkap: Zakaria Mahfudi Alfiansyah Nama Tenar: Bubah Alfian Tanggal Lahir: Jember, 30 Mei 1986 Profesi: Penata rambut dan rias Prestasi: Penata rambut utama dan penata rias finalis America’s Next Top Model 2013 dalam episode di Bali Juara 1 lomba tata rias Gading Beauty Awards 2011 Best Costume of the Year Jember Fashion Carnaval 2010
  • 15. “PERKENALKAN, nama saya Cedil. Saya pelawak dari Bali, katanya. Kalau di Bali, Bondres namanya,” ujar seorang pria dengan nada tinggi, yang kental dengan aksen Bali, saat memperkenalkan diri di atas panggung Kick Andy. Ia adalah Ketut Suadana, laki-laki paruh baya yang lahir dan besar dari keluarga seni di Batubulan, Gianyar, Bali. Di desa tersebut, masyarakatnya sebagian besar berkesenian. Sejak kecil ia memang menyukai seni tradisional dan suka melucu. Sejak usia 5 tahun, ia sudah mulai menabuh gamelan. Ketekunannya pada seni tidak sia-sia. Kini, ia dijuluki seniman serba bisa. Pada usia relatif muda, alumnus Sekolah Menegah Karawitan Indonesia itu pernah beberapa kali juara pada lomba dan festival budaya. Salah satu karya terbesarnya, yakni sanggar bernama Gamelan Cendana yang berdiri sejak 1992. Sanggar itu didirikan untuk mengajak publik, terutama generasi muda, mencintai seni tradisi Bali. Uniknya, sanggar itu ramai pada saat terten- tu, salah satunya menjelang pesta keseian Bali, yang ia ikuti setiap ta- hun. Selain aktif me- mimpin sanggar Gamelan Cendan- anya, ia piawai menabuh gamelan dan luwes menari. I Ketut Suadana juga dikenal seba- gai sosok pelawak bernama Cedil. Ia yang juga ma- hir berpantomim dan menari break- dance tak jarang menggabungkan keahliannya tersebut ketika berperan seba- gai Cedil. Tokoh rekaan I Ketut Suadana itu juga punya busana dan tata rias berwajah muram. Walaupun kerap memerankan Cedil de- ngan bahasa Bali, pementasan Suanda tak pernah sepi peminat. Bahasa Bali ia pilih karena, menurutnya, ada lelucon-lelucon daerah yang susah diindonesiakan. Bahasa Bali “Kalau diindonesiakan jadi kaku,” kata seniman yang sempat manggung di Paris dan Jepang itu. “Saya senang dapat meneruskan cita-cita para leluhur. Bagi saya seni tradisional ibarat dasar bangunan yang begitu kuat. Saya yakin bisa terbang keliling dunia dengan jadi seni- man melalui sayap seni tradisional. Kalau ingin mengetahui seni tradisi lain, kenali dulu seni tradisional bangsa sendiri untuk memperkuat identitas.” (M-3) 16 MINGGU, 23 MARET 2014KICK ANDY FOTO-FOTO: MI/SUMARYANTO SAKSIKAN DI METRO TV, Minggu, 23 Maret 2014 pukul 13.30 WIB Melalui seni tradisional berupa lawak, tari, dan nyanyi itu, kedua tokoh kita bisa melanglang dunia. MENGGAPAI DUNIA LEWAT SENI Serbabisa Cedildan Tawa diBali RUDY POLYCARPUS L AHIR di lingkungan yang akrab dengan seni tradisi Jawa, Endah Murwani Laras dibesarkan seba- gai salah seorang seniman serba bisa yang patut dibanggakan. Kariernya berawal dari satu panggung ke panggung lain di Kota Solo, Jawa Tengah. Salah satu puncaknya, ia berkolaborasi dengan se- jumlah seniman papan atas sekelas Garin Nugroho di Eropa. “Bapak saya dalang, ibu saya penari. Kakek dan nenek saya juga da- lang. Nenek dalang perempuan per- tama di Indone- sia. Jadi kami me- mang keluarga seniman,” ujar perempuan kela- hiran 3 Agustus 1976 itu. Kepiawaian En- dah diasah ber- b a g a i kompetisi menari dan bernyanyi di Kota Solo. Namun, Endah dan adik-adiknya ke- mudian diboyong ke Jakarta oleh ayahnya untuk tinggal bersama ibu tiri yang berke- bangsaan Amerika Serikat. “Saya mengalami gegar budaya waktu pertama ke Jakarta,” ungkap Endah. En- dah merasa tidak menemukan tempat untuk belajar kesenian Jawa di Ibu Kota. Kalaupun ada, letaknya jauh sekali dari rumah. Sementara kedua adik perempuan- nya justru sangat menikmati masa-masa belajar balet. Saat lulus SMA, Endah remaja ha- rus kembali ke Solo lantaran sang ayah berpisah dengan ibu tirinya. “Tidak sengaja sewaktu saya pin- dahan, sopir truk yang mengang- kut barang-barang mendengar saya menyanyi,” ce- letuk perem- puan yang selalu tampil menggunakan kebaya lengkap dengan sanggul. “Si sopir bilang mau punya hajatan, ‘Sila- kan datang untuk menyanyi’. Saya bilang, ‘saya bukan penyanyi’. Tapi dua minggu berikutnya, ternyata saya dijemput,” sam- bungnya. Sejak itu, Endah bergabung dengan salah satu orkes keroncong yang mengiringinya bernyanyi dalam hajatan itu. “Tiba-tiba saya langsung jatuh cinta pada pandangan pertama terhadap keroncong,” kenang- nya. Eksistensinya sebagai penyanyi ke- roncong cepat melesat hingga suaranya disukai masyarakat atau sesama pegiat seni lainnya. Lintas genre Kini, perempuan lulusan Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta itu tak hanya menyanyi keroncong, tetapi juga memadu- kan nada-nada musik yang sarat dengan kisah tradisi dalam aransemen musik jazz. Di panggung, Endah memperdengarkan Gundul Pacul dalam nada jazz. Ia menyanyi sambil memetik ukulele di pangkuannya. Penonton kemudian dia- jaknya menyanyi Ayo Ngguyu Bersama- sama. “Ukulele ini ada riwayatnya,” papar Endah. Pada 2009, ketika ia bergabung dalam pertunjukan besar karya seniman Garin Nugroho, ia mendapat tantangan. Garin bertanya apakah ia bisa bermain ukulele. “Saya mengaku memang tidak bisa, tapi sangat ingin mencobanya. Lalu Garin bilang, ‘Kalau begitu, besok pagi latihan, kamu harus bawa ukulele dan sudah bisa memainkannya’,” ujar Endah sembari me- niru ucapan sang sutradara kala itu. “Sepulang latihan hari itu, saya langsung ke tempat teman saya. Namanya Mas Sapto, musikus keroncong asal Solo. Jadi, ukulele ini ya pemberian dia. Enggak usah dibeli katanya, justru kalau dipakai seterusnya malah boleh, hehe,” kenangnya. Bersama ukulele yang kemudian me- ngiringinya bernyanyi, Endah melanglang buana ke Belanda, Paris, hingga Jepang. Endah yang sangat dekat dengan seniman Slamet Gundono beberapa kali terlihat sa- ngat emosional ketika berbicara tentang sosok yang menginspirasinya tersebut. “Mas Slamet Gundono adalah teman sekaligus guru bagi saya, saya banyak terinspirasi dari almarhum. Teringat betul waktu saya duduk di sebelahnya dan diajari sebuah lagu,” kenang seniman yang selain menyanyi juga bermain dalam sejumlah film garapan Garin Nugroho, se- perti Soegija. Kini, nama Endah Laras kerap tercantum dalam berbagai acara seni di Tanah Air ataupun mancanegara. Selain itu, ia bekerja sama dengan sederet nama besar mulai mu- sisi, koreografer, hingga perancang busana Anne Avantie. Endah juga sempat bergabung dalam pementasan Subur yang semua pendukung- nya memiliki bobot di atas 80 kg. “Saat itu berat saya 105 kg. Menurut saya ya, Big is Beautiful. Haha...” cetus seniman yang se- dang mempersiapkan pementasan seni di Singapura dan Hong Kong itu. (M-3) miweekend@mediaindonesia.com Mereka mengabdi pada seni tradisi. Merintis karier dalam kesenyapan, mereka kini konsisten membuahkan pengakuan. Seniman Panggung Tiba-tiba saya langsung jatuh cinta pada pandangan pertama terhadap keroncong. Ketut Suadana Endah Murwani Laras
  • 16. DIAN PALUPI I NDONESIA memang luar biasa beragam. Keragaman itu yang ke- mudian menginspirasi Putri Lestari, 27, bersama tujuh rekannya, untuk menggagas program pertukaran pelajar tingkat sekolah menengah pertama (SMP) antardaerah di Indonesia yang dinamai Sabangmerauke. “Indonesia ini kan beragam luar biasa. Toleransi tidak cukup diajarkan di seko- lah-sekolah, tapi juga harus dialami dan dirasakan langsung,” tutur Putri menjelas- kan tentang salah satu alasan diadakan- nya program Sabangmerauke saat ditemui Move di Jakarta, Selasa (18/3) sore. Putri merupakan satu dari delapan penggagas program Sabangmerauke. Berangkat dari pengalaman mereka yang pernah menjadi tenaga pengajar di beberapa daerah di Nusantara, Putri dan rekan-rekannya ingin generasi muda merasakan keberagaman yang ada di sisi lain negeri ini. “Beberapa dari kita kebetulan alumnus Pengajar Muda (nama pengajar dalam lembaga Indonesia Mengajar) dan dari sana kita tahu anak-anak yang ada di pelo- sok praktis tidak paham dengan keberaga- man. Anak-anak (didik) saya dulu malah takut dengan orang-orang Papua. Mereka tidak terbiasa dengan perbedaan,” lanjut Putri yang pernah mengajar di Kepulauan Bawean pada rentang 2011 hingga 2012. Indahnya keberagaman juga pernah dialami langsung oleh para penggerak Sa- bangmerauke. Putri dan rekan-rekannya pernah mengikuti program pertukaran pelajar ke berbagai negara di Asia hingga Eropa. Di sana pula mereka merasakan pentingnya sikap menghargai. “Kami prihatin, perbedaan di sini (In- donesia) masih menjadi masalah. Padahal kami semua pernah memiliki pengalaman dalam pertukaran pelajar di luar negeri yang otomatis kami menjadi minoritas saat itu. Saya yang beragama Islam tetap diingatkan oleh orang-orang sana tentang makanan yang mengandung babi, misal- nya. Saya tetap dihargai,” ujar perempuan berkerudung itu. Pertama Momen Sumpah Pemuda pada 2012 merupakan titik awal gerakan Sabang- merauke. Pada tahun awal program ini, Putri mengaku Sabangmerauke masih jauh dari kesempurnaan. Meski begitu, bertepatan dengan jadwal libur sekolah pada Juni 2013 lalu, anak-anak muda ini sukses menjalankan program Sabangmer- auke yang pertama. Selama dua minggu, seizin para orang- tua, 10 anak yang memiliki latar belakang suku, agama, hingga budaya berbeda dari sembilan daerah di Indonesia diundang ke Jakarta. Anak Sabangmerauke atau ASM, sebutan bagi peserta program ini, dipilih dari 300 siswa SMP yang telah mendaftar. “Yang bisa kita organisasi saat itu baru Jakarta. Di sini kita ajak mereka tinggal di keluarga asuh yang berbeda dan di- dampingi kakak-kakak asuh yang berbeda pula. Kita ingin mereka mengenal, dekat, saling menghargai, dan jadi sahabat,” je- las Putri lagi. Siswa-siswi SMP yang berasal dari Aceh, Rupat (Riau), Kapuas Hulu (Kalim- antan Barat), Halmahera Selatan (Maluku Utara), Tengger (Jawa Timur), Bali, Majene (Sulawesi Barat), hingga Nabire (Papua), nantinya diharap mampu menjadi duta toleransi dan kebinekaan di masa depan. Bahkan ada pula peserta yang berasal dari daerah perbatasan Indonesia-Malaysia di Kalimantan. Putri juga mengungkapkan alasan memilih anak-anak SMP menjadi peserta ialah mereka sudah cukup matang untuk bepergian sendiri dan jauh dari orangtua. Mereka juga dalam perjalanan meraih cita-cita. Masa-masa SMP juga dinilai merupakan saat yang tepat untuk menum- buhkan jiwa kepemimpinan. Nasionalisme Dalam program Sabangmerauke, Putri menuturkan nilai pendidikan juga di- tanamkan pada ASM. “Kita ingin mereka merasakan pendidikan itu mempunyai dampak yang besar untuk masa depan mereka. Kita melihat di daerah itu bu- kan karena tidak ada uang mereka tidak bersekolah, tapi karena kurang motivasi,” ungkap Putri. Hal itu juga diamini Danty Muchsin, 23, yang juga termasuk tim perumus Sabangmerauke. Dia mengatakan bahwa nilai pendidikan menjadi satu dari tiga nilai utama yang ditanamkan program itu. “Kalau berpendidikan tinggi, mereka berpeluang membangun masa depan lebih baik. Bukannya karena bapaknya tukang sawah, lalu ia harus jadi tukang sawah juga,” tutur Danty. Salah satu kegiatan untuk menyadarkan pentingnya pendidikan ialah sesi diskusi bersama para mahasiswa dari daerah. Tahun lalu, sesi diskusi itu dilakukan di kampus Universitas Indonesia. Sejumlah mahasiswa perantau yang ada di uni- versitas itu berbagi pengalaman mereka kepada ASM. Di sana pula para remaja itu diajak menanam janji untuk menca- pai cita-cita. Program Sabangmerauke menorehkan tiga nilai sebagai misinya. Selain toleransi dan pendidikan, rasa nasionalisme juga menjadi hal yang diharapkan lekat pada ASM. Cara yang dipilih oleh para mentor ASM yang disebut Kakak Sabangmerauke ialah dengan membawa mereka menapak tilas perjuangan para pahlawan bangsa dalam merebut kemerdekaan Indonesia. ASM diajak untuk mengunjungi tempat- tempat bersejarah seperti menelusuri Jalan Pegangsaan Timur di Jakarta--seka- rang bernama Jalan Proklamasi--tempat dibacakannya naskah proklamasi pada 1945, hingga bertemu para veteran pe- juang RI. “Setiap harinya, kegiatan yang dilalukan disesuaikan dengan susunan kurikulum yang berbeda-beda pula. Di antaranya ada hari nasionalisme, hari pendidikan dan seni, juga hari sosial,” jelas Danty. Diakui Putri, para ASM dalam program tahun lalu langsung memperlihatkan pen- garuh. Pernah, saat mereka sedang dalam perjalanan, anak-anak serempak meng- ingatkan temannya untuk beribadah. “Fila sama Novita yang beragama Hindu harus berdoa pukul 12.00 tepat, mesti tenang, mobilnya mesti dipinggirkan dulu,” Putri mencontohkan ucapan anak-anak. Program Sabangmerauke yang diga- gas sejumlah anak muda ini terealisasi karena prinsip kolaborasi yang mereka usung bersama pihak-pihak lain. Putri menuturkan tidak jarang mereka urunan untuk menutupi biaya program. Mereka tidak ingin membebankan sejumlah biaya kepada peserta Sabangmerauke. Seperti kepanjangan Sabangmerauke itu sendiri, yakni seribu anak bangsa merantau untuk kembali, para penggagas ingin nantinya ada seribu anak muda yang bahu-membahu membangun bang- sanya dengan kedamaian. Tahun ini pun Sabangmerauke akan kembali diadakan pada Juni mendatang. (*/M-1) move@mediaindonesia.com Biasanya program pertukaran pelajar dilakukan saling silang oleh para pelajar antarnegara. Namun setahun belakangan, sejumlah anak muda mengadakan program pertukaran pelajar yang tidak biasa. MINGGU, 23 MARET 2014 17 OPINI MUDA Haryorachmantyo Wijowarastro, 24 FISIP Universitas Atma Jaya, Yogyakarta BHINNEKA Tunggal Ika sekadar selembar kain di kaki Garuda. Keberagaman dan tenggang rasa cuma beberapa paragraf di buku pelajaran anak sekolah dasar. Indonesia sudah mulai ke- hilangan keberagamannya satu per satu, di- singkirkan perlahan atau secara telak. Kearifan lokal adiluhung dituduh sesat dan dikambinghitamkan, kesenian tradisional menjadi barang museum, bahasa daerah tidak terdengar gaungnya, dan agama impor menjajah moral bangsa. Inilah nasib pluralisme Indonesia, seperti kulit kacang yang dilupakan. Andri Budrah Sadam, 21 Universitas Airlangga, Surabaya BANYAK konflik terjadi terutama apabila menying- gung SARA (suku, agama, ras, dan antargolongan) untuk kepentingan masing-masing. Tidak sedikit korban jiwa akibat kurangnya toleransi khususnya antarumat beragama. Seharusnya setiap pemimpin memiliki ketegasan dalam mengedukasi indahnya hidup bertoleransi sesuai dengan Bhinneka Tunggal Ika yang menjadi semboyan negara. Tak sedikit juga contoh edukasi dari seniman-seniman tentang plural- isme yang dapat mempersatukan bangsa. Film, musik, lukisan, puisi menjadi sarana penyampa- ian indahnya perdamaian dalam keanekaragaman. DOK. PRIBADI DOK. PRIBADI MembangunToleransiBersama Sabangmerauke TIGA NILAI: Program Sabangmerauke mengusung nilai toleransi, pendidikan, dan nasionalisme dalam setiap kegiatan. Para peserta program pertukaran pelajar SMP antardaerah di Indonesia itu belajar toleransi lewat pertemanan dan belajar nasionalisme lewat kunjungan ke tempat bersejarah. FOTO-FOTO: DOK. SABANGMERAUKE Percaya pada ketiga nilai Sabangme- rauke, yakni toleransi, pendidikan, dan nasionalisme. Membuka pikiran terhadap perbedaan atau kemajemukan. Ikhlas mematuhi panduan relawan Sa- bangmerauke. Siap-siap menikmati Jakarta dengan se- gala kekurangan dan kelebihannya. Lalu daftarkan dirimu di situs Sabang- merauke.org. (Sumber: Sabangmerauke/*/M-1) HOW TO Yuk,MenjadiRelawan! BERGABUNG sebagai relawan program Sa- bangmerauke bisa menjadi caramu untuk berkontribusi dalam menanamkan toleransi dalam keberagaman Nusantara bagi adik-adik peserta program, juga diri sendiri. Berikut ini beberapa kiat untuk kamu yang tertarik ikut berkegiatan dalam program per- tukaran pelajar antardaerah tersebut: DOK. SABANGMERAUKE
  • 17. L IGA Sepak Bola Mahasiswa se-Jawa Barat, atau yang dikenal dengan nama Lismajab, bukanlah event sepak bola tahunan belaka. Di da- lamnya terdapat gengsi, reputasi, dan nama baik kampus yang dipertaruhkan. Ajang se- pak bola terbesar bagi kalangan mahasiswa di Jawa Barat tersebut menjadi momentum untuk mengukir prestasi di luar kampus. Tahun ini, Lismajab digelar di Lapangan Bentang, Lembang, Kabupaten Bandung, se- jak 19 Februari hingga 9 Maret 2014. Seperti setiap tahunnya, peserta yang mengikuti kegiatan ini berjumlah 16 tim dari berbagai kampus yang tersebar di Jawa Barat. Dari ke-16 kampus tersebut, 3 di antaranya merupakan pendatang baru. Ketiganya ialah Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendi- dikan (STKIP) Muhammadiyah Kuningan, Universitas Wiralodra Indramayu, dan Uni- versitas Cianjur. Kondisi Lapangan Bentang memang men- jadi sedikit kendala. Berbeda dari penyeleng- garaan tahun lalu yang bertempat di kampus Universitas Padjadjaran, Jatinangor, dengan rumput yang tergolong bagus, rumput di stadion kali ini didominasi tanah. Jadi ketika turun hujan ataupun setelah hujan, kondisi lapangan sedikit menjadi hambatan. “Kalau hujan, pemain sulit mengontrol bola karena lapangan jadi licin,” tutur Iwan Bachtiar, pemain yang membela tim Univer- sitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati (UIN SGD) Bandung, Senin (3/3). Senada dengan Iwan, Iif Firmana, 28, pelatih tim STKIP Mu- hammadiyah Kuningan berpendapat, “Secara teori, kondisi lapangan seperti ini sangat menghambat permainan anak-anak.” Debu juga terkadang menjadi kendala. Terlebih jika pertandingan berlangsung di siang hari yakni pukul 13.00. Pada babak penyisihan dan perdelapan final, pertan- dingan memang digelar empat kali sehari, yaitu pada pukul 08.00, 10.00, 13.00, dan 15.00. Adapun waktu yang dimainkan ialah 18 MINGGU, 23 MARET 2014 Muhamad Faisal Al’ansori Jurusan Jurnalistik Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Gunung Djati, Bandung Liga ini merupakan wadah untuk berprestasi sekaligus menapaki karier dalam sepak bola. Tak ada kata menyerah meskipun hambatan saat latihan kerap dihadapi. CREATIVE MOVE Suap Karya: Naufal Fauzy Ilmu Komunikasi Jurnalistik Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Bandung DOK. MUHAMAD FAISAL AL’ ANSORI Mengukir Prestasi Melalui Lismajab SEPAK BOLA: Ajang Liga Sepak Bola Mahasiswa se-Jawa Barat atau Lismajab yang digelar setahun sekali sebagai wadah mengukir prestasi dan menapaki karier sepak bola bagi mahasiswa. 2x40 menit, 5 menit lebih singkat daripada waktu normal yang digunakan dalam liga sepak bola profesional. “Menurut saya, Lismajab merupakan wadah bagi para mahasiswa yang mem- punyai hobi sepak bola. Melalui turnamen ini, mereka bisa menapaki jenjang sepak bola yang lebih tinggi,” lanjut Iif yang juga dosen di Program Studi Pendidikan Jas- mani Kesehatan dan Rekreasi (PJKR) STKIP Muhammadiyah Kuningan tersebut. STKIP Muhammadiyah Kuningan dan Universitas Wiralodra (Unwir) berha- sil mencapai babak semifinal Lismajab 2014. Hal tersebut merupakan prestasi membanggakan mengingat mereka meru- pakan tim baru yang mengikuti Lismajab tahun ini. Persiapan Persiapan yang dilakukan untuk meng- hadapi kompetisi sepak bola level provinsi ini tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Hambatan selalu menghampiri, baik teknis maupun nonteknis. M Mustopa Kamil, Ketua Umum Unit Ke- giatan Mahasiswa Liga UIN SGD Bandung, mengaku mengalami kesulitan dalam hal pendanaan. “Birokrasi di kampus terka- dang menghambat bantuan dana dan ako- modasi untuk persiapan tim,” tuturnya. Ia bersama para pemain dan ofisial per- nah harus menggunakan kendaraan roda dua dari Cibiru menuju Lembang dengan menghabiskan waktu perjalanan sekitar 1 jam. Hal tersebut dilakukan karena ia ti- dak bisa menggunakan bus milik kampus. “Kalau harus carter mobil, kami harus membayar mahal. Mendingan naik motor aja,” lanjut mahasiswa semester 6 itu. Lain halnya dengan tim STKIP Muham- madiyah Kuningan. “Di Lembang udaranya cukup dingin. Anak-anak telah terbiasa dengan udara di Kuningan yang panas. Mungkin cuaca menjadi kendala lainnya untuk anak-anak,” kata Iif. Selain menjadi wadah untuk menyalur- kan hobi sepak bola, Lismajab juga dapat dijadikan gerbang bagi para mahasiswa di Jawa Barat untuk menapaki karier sepak bola yang lebih tinggi, yakni berlaga di Pe- kan Olahraga Pelajar Nasional, bahkan ke kejuaraan tingkat Asia. Melalui Lismajab pula mahasiswa dapat mengukir prestasi di luar kampus ataupun bidang nonakade- mis serta melatih jiwa sportif. Beton pun jadi Dalam mengikuti kompetisi, tentunya tim harus bersiap secara menyeluruh, baik segi fisik, teknik, taktik, maupun fasilitas seperti lapangan yang menjadi kebutuhan utama. Minimnya jumlah lapangan di seki- tar kampus rupanya tidak menghambat tim UIN SGD Bandung untuk tetap meng- gelar latihan. Mereka memanfaatkan halaman salah satu fakultas di kampus untuk menggelar latihan. Mereka berlatih di Gazebo, sebuah halaman beralaskan beton dengan ukuran kurang lebih 10 meter persegi. Dua sampai tiga kali dalam seminggu, setiap sore, me- reka berlatih fisik dan passing. “Keuntungannya yaitu tempat ini tergo- long dekat dengan kos-kosan atau rumah mahasiswa. Jadi kita juga mudah meng- umpulkan anak-anak. Kelemahannya, kita tidak bisa melakukan game selayaknya lapangan besar karena takut bolanya kena kaca gedung fakultas,” kata Fauzan Ni’am, salah satu ofisial tim UIN SGD Bandung. Adapun Ridwan Ali Mumin, pemain belakang UIN SGD Bandung, mengatakan bahwa kesederhanaan dan serbaketer- batasan, baginya, tidak mengendurkan semangat dalam berlatih. “Mungkin kelemahan bermain di Gazebo ialah kita harus berhati-hati saat turun hujan. Permukaan akan licin. Kalau kita enggak hati-hati, nanti bisa jatuh dan ce- dera,” lanjut mahasiswa jurusan jurnalistik semester 4 tersebut. Lain lagi dengan persiapan yang di- lakukan oleh tim STKIP Muhammadiyah Kuningan. Persiapan yang mereka lakukan dalam menghadapi Lismajab sudah dilaku- kan sejak 4 bulan sebelumnya. “Kita sudah melakukan persiapan sejak 4 bulan ke belakang, baik dari segi fisik, taktik, maupun mental. Alhamdulillah, berkat itu, baik pemain maupun ofisial mempunyai kekompakan,” kata Iif sang pelatih. Dalam menghadapi sebuah kompetisi, persiapan memang harus dilakukan secara matang. Kekurangan dan keterbatasan se- jatinya tidaklah dijadikan sebagai kendala untuk mengukir prestasi. Hal tersebut bisa disiasati dengan rajin berlatih, kerja keras, dan bersemangat pantang menyerah. (M-1) move@mediaindonesia.com
  • 18. BILA ada yang bertanya apakah klub debat mahasiswa pertama yang ada di Indonesia? Jawabannya adalah Eng- lish Debating Society (EDS) Universitas Indonesia. Klub debat mahasiswa itu telah berdiri sejak 1998 silam. “Benar bila EDS adalah klub debat pertama dan tertua di Indonesia,” ungkap Dinda Adhalia Royhan, 19, ma- hasiswa Ilmu Kesejahteraan UI yang merupakan salah satu anggota EDS. Menurut Dinda, EDS juga telah men- jadi percontohan bagi klub-klub debat mahasiswa yang sedang berkembang di berbagai universitas. Pasalnya, EDS telah mampu mewadahi para debater alias pendebat dengan cara menggelar kejuaraan debat bergengsi di tingkat nasional secara konsisten. Bahkan, Dinda menuturkan mo- tivasinya ingin menimba ilmu di UI salah satunya adalah karena pamor EDS yang ciamik. “Aku dari SMA sudah suka sekali debat dan dulu tujuan masuk UI sebe- narnya cuma satu, karena ingin masuk EDS karena sudah terkenal sebagai komunitas debat yang lulusannya oke- oke banget,” ungkapnya pada Move beberapa waktu lalu. Konsistensi EDS selama 16 tahun mewadahi para mahasiswa untuk mengasah kemampuan berdebat mereka, aku Dinda, tidak lain karena pada dasarnya debat itu termasuk hal yang penting, terlebih di negara demokrasi seperti Indonesia. Dengan debat, orang-orang bisa mengkritik permasalahan yang terjadi demi tu- juan baik dan untuk kepentingan bersama. (*/M-1) BelajarTakeandGive dalam Bisnis MINGGU, 23 MARET 2014 19 DOK. ALDO FENALOSA EKSIS EVENT SuasanaJepangdiNihonFestUI KritikNegeriBersamaEnglishDebatingSociety DOK. ENGLISH DEBATING SOCIETY UNIVERSITAS INDONESIA DIAN PALUPI W ISNU Aryo Setio, 20, menjadi pe- menang Unilever Future Leaders’ League 2014, sebuah kompetisi bisnis berskala internasional yang diada- kan di Singapura pada awal Maret lalu. Iyo, begitu nama panggilannya, bersama Pundarika Lestari dan Nasha Pinasthika berhasil mengalahkan para peserta dari 21 negara. Iyo dan timnya unggul atas tuan rumah Singapura yang menjadi juara 2 dan Kolombia yang menjadi juara 3. Sejak duduk di bangku sekolah menengah per- tama, Iyo telah sering kali mengikuti berbagai lomba debat dan kompetisi bisnis baik yang ber- skala nasional maupun internasional. Selasa (18/3) pagi, Move menyambangi kampus Sekolah B i s n i s dan Manaje- men (SMB) Institut Teknologi Bandung (ITB), tempat Iyo tengah menempuh pendidikan. Iyo berbagi pengalaman dan cerita buat sobat Move tentang bidang bisnis yang tengah ditapakinya. Apa kegiatanmu saat ini? Saat ini selain ikut lomba-lomba bisnis, saya juga sedang menjalankan bisnis namanya Goodisminc dengan produk sebuah dompet yang awalnya ber- asal dari tugas kuliah. Jadi tugas kuliah ini meng- haruskan kita membuat start up business. Jadi saya sedang memimpin perusahaan ini sebagai direktur eksekutif. Dari mana idenya? Waktu itu kita melihat orang-orang susah untuk mengatur keuangannya, terutama cowok umur 18 sampai 24 tahun. Biasanya itu terjadi karena mereka dalam masa transisi antara biasa dikasih uang sama nyokap dan ngurus uang sendiri. Nah, dompet ini membantu pemakainya mengatur ke- uangan dengan label-label yang kita bikin di dalam dompet itu. Apa rencana dalam waktu dekat? Semester depan saya ingin membuat organisasi di kampus yang menangani lomba-lomba. Semua input yang pernah saya dapat dari berbagai lomba nanti ingin saya buatkan bank datanya. Jadi ingin mengakomodasi dan semacam balas budi dalam artian bila ada yang ingin ikut kompetisi-kompetisi seperti yang saya ikuti, ya, kenapa tidak kita bagi informasinya. Apa rasanya menjalankan bisnis sendiri? Ada hal-hal baru yang awalnya tidak terbayang oleh saya. Pertama, dalam membangun jaringan, saya akan sepenuh hati mengenalkan produk saya ke orang karena produk itu ibarat anak sendiri. Kedua, implementasi dari yang telah dipelajari di kampus dan di lomba yang saya ikuti. Yang ketiga, saya jadi belajar bagaimana caranya mengambil keputusan saat muncul kendala dalam bisnis. Bagaimana awalnya kamu mengenal bisnis? Awalnya karena orangtua saya adalah entrepre- neur juga, jadi pemikiran saya terpacu untuk suatu saat nanti bisa menjadi bos bagi diri sendiri. Banyak anak muda masih bingung saat akan memulai bisnis, bagaimana menurutmu? Salah satu alasan orang malas atau bingung dalam memulai bisnisnya sendiri ialah karena mereka tidak tahu kerangka kerja dan infrastruktur untuk bisnis mereka. Tapi saya bersyukur tidak se- perti itu karena sekolah saya sekarang menuntun saya lebih baik dalam dunia bisnis. Berarti bisnis memang jadi kegemaranmu? Dari kecil saya sudah sangat suka dengan yang namanya advertising, branding, dan marketing. Tapi kenapa akhirnya memilih sekolah bisnis ka- rena saya tidak ingin belajar dalam satu sisi saja di advertising tapi juga harus mengerti keuangan, harus tahu pengerjaannya. Makanya saya lebih memilih sekolah bisnis jika dibandingkan dengan sekolah advertising. Mengapa kamu juga sering ikut kompetisi? Keinginan untuk bisa lebih dari orang lain. Saya tidak ingin menggeneralisasi, tapi yang saya lihat banyak orang tidak mau keluar dari zona nyaman. Padahal, dengan ikut kompetisi, saya selalu merasa lebih berkembang dan selalu terus meningkat. Manfaat apa yang kamu dapat di kompetisi? Saya jadi tahu bagaimana kerangka dan pemi- kiran bisnis yang ada di perusahaan-perusahaan bisnis. Dengan ikut kompetisi itu, saya jadi punya sa- rana simulasi untuk mencoba menjalankan rencana bisnis dengan nyaman dan enggak merugikan siapa pun. Bahkan kadang kita mendapatkan hadiah dan diberitakan media bila berhasil menang. Apa kompetisi bisnis yang paling berkesan? World School Debating Championship 2011 di Skotlandia. Saat itu saya menjadi salah satu tim yang terburuk selama mewakili Indonesia di ajang itu. Itu pertama kali saya ikut lomba internasional dan di sana ternyata tidak jadi apa-apa. Apa yang terjadi di sana saat itu? Saya pikir karena ketakutan dari diri saya karena saya benar-benar baru pertama kali ke luar negeri. Saya pun belajar bahasa Inggris secara autodidak. Di sana saya bertemu dengan orang-orang yang pintar- pintar banget, dari Harvard-lah, dari Oxford-lah. Saya minder dan tidak ada apa-apanya. Dari sana saya belajar untuk menghilangkan minder saya, be- lajar percaya pada kemampuan yang saya miliki. Adakah misi pribadimu dalam berbisnis? I want to touch people’s lives and make them a little bit better. Sekecil apa pun interaksi saya de- ngan orang lain, tapi bila itu membuat hidup me- reka menjadi sedikit lebih baik, berarti misi saya tercapai. Begitu pun dalam bisnis, harus ada nilai tambahan yang kita berikan pada hidup seseorang saat orang itu membeli barang kita. Kita jangan ha- nya memikirkan profit. Take and give harus ada. Bagaimana dengan kompetisi internasional Unilever Future Leaders’ League yang kamu menangi baru-baru ini? Pesertanya lumayan bergengsi. Universitas-uni- versitas top di dunia ada di sana. Sebagian sudah bergelar master, ada yang lagi ngambil PhD. Ternya- ta suasananya malah sangat hangat. Anehnya sama sekali tidak ada atmosfer kompetisi yang ketat di dalam lomba sebesar itu. Di sana rasanya lebih se- perti membangun satu sama lain. Orang-orangnya sangat terbuka. Saya suka sekali budayanya. Apa yang kamu lihat dari kompetitor di berba- gai kompetisi internasional yang kamu ikuti? Sebenarnya ketika kita berada dalam kompetisi yang lebih beragam, semakin beragam pesertanya, tapi kita akan merasa semakin sama mereka dengan kita. Itu yang menurut saya menarik. Ternyata meskipun orang-orang luar itu tinggi, putih, can- tik, ganteng, tapi saat kita ngobrol dengan mereka, ternyata mereka sama saja dengan kita. Misalnya ketika saya nyanyi lagu top 40, mereka juga nyanyi. Ketika ngomongin (serial komedi) How I Met Your Mother, mereka juga nimbrung. (*/M-1) move@mediaindonesia.com Prestasinya di berbagai lomba, termasuk kompetisi bisnis tingkat internasional baru-baru ini, bukan diperoleh dengan tiba-tiba. Berbagai ajang dia ikuti sebagai wahana menghapus rasa minder dan meraih kepercayaan diri. BIODATA Nama lengkap: Wisnu Aryo Setio Tempat, tanggal lahir: Bandung, 4 Januari 1994 E-mail: wisnu.aryo@sbm-itb.ac.id Pendidikan: Manajemen, Sekolah Manajemen dan Bisnis, Institut Teknologi Bandung, 2012 Prestasi: Juara I, Global Round, Unilever Future Leaders League 2014, Maret 2014 Juara I, HSBC Asia Pacific Business Case Competition 2013, level nasional, April 2013 Juara I, Innovation Challenge Universitas Pelita Harapan, Maret 2013 Juara I, National Schools Debating Championship, April 2010 Juara I, ALSA UI E-Comp Debate Competition, Universitas Indonesia, April 2010 DI dalam ruangan berbentuk teater, sebuah layar berukuran 3x2 meter menayangkan aksi grup musik Jepang bernama One OK Rock. Di luar ruangan, sejumlah orang tengah mengantre masuk. Pasalnya, acara pemutaran video konser grup musik itu baru saja dimulai. Kamis (20/3) sore, sebuah festival budaya Jepang tengah berlangsung di kampus Fakultas Ilmu Penge- tahuan Budaya (FIB) Universitas Indonesia, Depok. Festival Budaya bernama Nihon Fest itu digelar sejak Rabu (19/3) hingga Jumat (21/3). “Ini merupakan roadshow menu- ju acara tahunan Gelaran Jepang di kampus UI. Acara ini juga menjadi cara kami menggalang dana untuk Gelaran Jepang ke-20 nanti. Kita ingin orang-orang bisa senang de- ngan acara yang kami buat,” tutur Dwi Mutiara, 21, mahasiswi FIB yang menjadi ketua pelaksana Ni- hon Fest kepada Move di sela-sela acara saat ditemui sore itu. Tidak hanya menampilkan pe- mutaran video konser musik, festi- val itu juga menampilkan berbagai bazar aksesori berbau Jepang, sesi foto ala Jepang, dan obakeyashiki. Obakeyashiki ialah rumah hantu yang menampilkan hantu dan makhluk mitologi dari ‘Negeri Sakura’. Rumah hantu itu menjadi favorit di kalangan pengunjung karena mereka bisa merasakan kete- gangan bertemu hantu-hantu ala Jepang. (*/M-5) WISNU ARYO SETIO DOK. ALDO FENALOSA
  • 19. Mari Menari Penuh Aksi! H ENTAKAN musik hip hop terdengar sayup dari luar studio. Di dalam, terlihat beberapa pemuda bergerak mengikuti irama musik. Di depan mereka, seorang ber- baju serbahitam sedang memimpin koreografi. Ruangan tempat mereka berada itu dikelilingi cermin raksasa. Dua di antara beberapa pemuda itu tampak melatih langkah me- reka di pojok kanan ruangan. Hujan yang mengguyur kota kecil Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat, sore itu beberapa waktu lalu tidak menyurutkan semangat anggota Kru Jatinangor Breaking untuk melakukan rutinitas me- reka, yakni berlatih breakdance. Apakah Sahabat Medi tahu apa sih breakdance itu? Mari kita lanjutkan membaca, ya! Breakdance sebenarnya mempunyai sejarah panjang. Pada awal 1970-an, musik hip hop belum seterkenal sekarang karena masih sedikit sekali orang-orang muda yang mau mengekspresi- kan diri dengan menari diiringi musik hip hop. Namun, di akhir 1970-an, breakdance, yakni tarian jalanan yang ke- banyakan dilakukan pemuda kulit hitam di Kota New York, Amerika Serikat, telah menjadi salah satu hal yang menarik perhatian media massa. Musik hip hop dengan beat atau unit irama alias ketukan dalam musik, yang terdengar seperti patah-patah, biasa disebut dengan break beat. Musik itulah yang berjasa dalam menginspirasi para pe- nari menciptakan gerakan-gerakan yang menyesuaikan musik tersebut. Penari tersebut dinamakan breaker, yakni penari breakdance yang kemudian lebih dike- nal dengan sebutan b-boy (kependekan dari beat boy), dan b-girl. Mereka menciptakan gaya-gaya yang atraktif dan unik, serta penuh aksi, berupa tarian breakdance. Muncul kompetisi Perkembangan jenis tarian yang satu ini pun sa- ngat pesat, menye- b a r hingga ke seluruh dunia, terutama di daerah seperti Korea Selatan, Inggris, Jer- man, Prancis, The Talking Fish Prof. Yohanes Surya Menjawab Mengapa air minum kemasan memiliki tanggal kadaluarsa? Pertanyaan oleh: Monica Heryono S EMUA produsen air minum dalam kemasan mencantumkan tanggal kadaluarsa pada produknya. Hal itu bukan berarti air dapat membusuk dan tidak aman lagi dikonsumsi. Air tidak dapat membusuk dan akan bertahan dalam waktu yang sangat lama. Penulisan tanggal kadaluarsa pada botol digunakan untuk membantu kita untuk mendapatkan kemasan plastik yang baru. Botol plastik akan secara bertahap melepaskan molekulnya dari plastik. Sebagian besar akan lepas ke udara tetapi sebagian lainnya dapat larut ke dalam air. Ketika botol plastik yang digunakan sudah lama, molekul plastik tersebut akan terakumulasi dalam air dan dapat berbahaya bagi kesehatan. Kirim pertanyaan kamu ke: YSmenjawab@suryainstitute.org WWW.CORBISIMAGES.COM FUN WITH ENGLISH FOLKLORE FROM ARMENIA 20 A long time ago there lived a poor man with his wife. He worked for a rich fisherman. One day, the poor man was trying to catch some fish. He caught a beautiful fish. Suddenly, the fish was able to talk. “Please… let me go. I want to go home now.” The poor man could not believe what he just heard. “Are you really talking to me?” “Yes, I am. Now, please help me. Throw me back to the water,” begged the fish. The poor man felt so sorry. He finally threw the fish back to the water. Later he told the fisher- man about the talking fish. The fisherman was so angry. “Your job is to catch the fish! Not to throw it back to the water! I don’t want you to work here any longer, you are fired!” The poor man was speechless. He never thought that his help to the fish would make him lose his job. The poor man walked weakly. He did not know how to tell this bad news to his wife. Suddenly, a man stopped him. The man had a cow. He asked the poor man why he looked so sad. The poor man at first refused to talk. He was afraid with the man. Why? Well, the man was actually a monster! However the monster kept on asking the poor man’s problem. He finally gave up. He told the monster about how he just lost his job. The monster offered him some help. “Listen, I will lend you this cow for three years. You can drink and sell its milk. After three years, I will come back to you and give you some questions. If you can answer my questions, you can keep the cow. But if you cannot answer my questions, I will take you and your wife and do anything to you whatever I like. Agree?” The poor man said yes. “At least I can drink and sell the milk for three years.” The poor man brought the cow home. He told his wife about how he lost his job and how he got the cow. His wife tried to con- sole him. “We have three years to find the monster’s questions.” Since then the poor man and his wife tried to guess the monster’s answers. Well, they were frustrated. How could they know the answers if they did not know the ques- tions? Finally three years were over. The monster would come soon. Suddenly, they heard a man knocking on the door. When the poor man opened the door, he saw a very handsome man. He talked politely. “Excuse me, Sir. I’m so tired and it’s getting dark. May I spend the night here?” asked the stranger. The poor man said, “Yes, you can. But I have to tell you that I have a big problem. Tomorrow a monster will come and ask me some questions. If I can’t answer the questions, he will take me and my wife.” The stranger smiled. “Don’t worry, Sir. I will help you.” On the following day, the monster came! “Are you ready?” asked the monster. The stranger replied, “I will answer your questions.” “Ha ha ha… I don’t care who will answer my questions. Where are you from?” “I’m from the other side of the sea.” “How did you get here?” “Riding a lame flea!” “Then the sea must have been very small?” “Not at all. Even an eagle couldn’t fly across it!” “Then that eagle must have been a fledg- ling?” “Not at all. The shadow of his wings would cover a whole city!” “Then the city must have been very small?” “Not at all. A hare couldn’t run from one end of it to the other.” The monster was speechless. He didn’t know what other questions to ask. He stood there silently at the door for some time and then disap- peared into the darkness. After the monster disappeared, the stranger told them that he wanted to continue his jour- ney. The poor man thanked him and gave him the cow’s milk. However the stranger said no. “I can’t take your milk. It’s yours. I’m here to help you because you already helped me by throwing me back to the water.” A moment later, the stranger vanished. PADA dasarnya semua orang bisa menari break- dance asalkan serius dan punya niat yang kuat. “Harus disiplin, harus punya komitmen, harus nyaman, dan harus punya motivasi dan tujuan di sini,” begitu kata Kang Iya, pelatih breakdance di Bandung, Jawa Barat. Dasar breakdance ialah menari. Gerakan- gerakannya banyak terinspirasi dari gerakan- gerakan gimnastik alias senam. Ada pula pen- garuh kungfu ataupun capoeira, yakni seni bela diri asal Brasil. “Sekarang bahkan banyak yang sudah menggabungkan basic tarian tradisional ke dalam gerakan breaking (breakdance),” cel- etuk Kang Iya. Nah, kali ini Medi ingin membagi beberapa gera- kan dasar breakdance kepada para Sahabat Medi yang mungkin tertarik untuk mengikuti jejak Kang Iya. Perlu diingat, gerakan-gerakan dalam break- dance memang tergolong ekstrem dan mungkin saja mengakibatkan cedera. Namun, Kang Iya me- mastikan, “Kalau ada yang ngajarin dan ngawasin, faktor kecelakaan bisa diminimalkan kok.” Jadi, jangan coba-coba di rumah tanpa diawasi oleh pelatih ataupun ahlinya, ya, Sahabat Medi! Toprock Istilah itu mengacu pada rangkaian langkah- langkah yang dilakukan dari posisi berdiri. Gerakannya fleksibel, bergaya, dan yang paling penting sesuai irama. Toprock biasa digunakan pada awal pertunjukan sebagai pemanasan. Downrock Biasanya dikenal juga sebagai footwork, pergerakan di lantai saat tangan lebih ba- nyak berfungsi menopang tubuh ketimbang kaki. Penari breakdance menampilkan perputaran tubuh cepat disertai kombinasi gerakan kaki. Power moves Merupakan gerakan akrobatik yang membutuhkan momentum, kecepatan, daya tahan, kekuatan, dan kontrol yang baik. Pada power moves, breaker lebih bergantung pada kekuatan tubuh bagian atas untuk menari. Power moves terdiri dari gerakan yang disebut windmill, swipe, dan flare, serta butterfly kick. Freeze Merupakan menahan suatu gerakan dengan pose yang bagus. Misalnya gaya handstand satu tangan yang ditahan be- berapa detik. Suicide Ini adalah tarian penutup. Breaker akan membuat dirinya terlihat seperti jatuh ber- landaskan punggung, perut, atau bagian lain. Tentu saja breaker melakukannya dengan trik dan tidak benar-benar jatuh. (*/M-1) Mengenal GerakanDasar Breakdance CARI TAHU YUK! 1 2 3 4 5 SENO DOK. B-BOY BANDUNG
  • 20. Rusia, dan Jepang. Memasuki 1980, hampir setiap malam di beberapa bagian kota di Amerika Serikat terdapat beberapa komunitas yang saling menun- jukkan kebolehan melakukan jenis tarian ini di jalanan. Perlahan, penari-penari breakdance mulai me- nunjukkan kelas. Pada akhir 1980, mulai banyak kompetisi breakdance yang resmi bermunculan. Salah satunya bernama Battle of the Year, yaitu kompetisi breakdance pertama dan terbesar un- tuk sekelompok b-boy. Kompetisi tersebut juga menjadi salah satu kompetisi tari yang sangat berkelas. Kehadiran kompetisi itu lalu diikuti de- ngan kemunculan berbagai kompetisi lain seperti Red Bull BC One dan R16 Korea. B-boy di Indonesia Di Indonesia, peminat dan penari breakdance sebenar- nya tidak sedikit, lo. Na- mun, kesempatan untuk berkompetisi rupanya sangat sedikit sehingga membuat eksistensi para b-boy ataupun b-girl In- donesia semakin tidak kedengaran. Nah, hal itulah yang memotivasi seorang b- boy Indonesia bernama Supria Budiman, yang akrab dipanggil Kang Iya, untuk menyelenggarakan Bandung Reborn. Bandung Reborn merupakan kom- petisi bagi kru-kru b-boy ataupun b-girl untuk ka- wasan Bandung dan Jawa Barat, yang pertama kali diselenggarakan pada 2009. Inti dari jenis tarian ini ialah mengadu gerakan yang biasa disebut battle. Itulah yang dijadikan kompetisi. Pada tahun yang sama pula tercetus nama Playb- boy. “Playbboy bukan tim, melainkan per- gerakan yang mendukung kegiatan b-boy di Indone- sia,” jelas Kang Iya kepada Medi, seusai sesi latihan sore itu. Dengan bantuan beberapa teman sesama b-boy, Bandung Reborn mulai rutin diselenggarakan. Awalnya Bandung Reborn memang dikhususkan bagi b-boy yang sudah duduk di bangku sekolah menengah atas (SMA) dan direncanakan untuk diadakan setiap tiga bulan. Namun, tidak semuanya selalu berjalan sesuai rencana kan, Sahabat Medi? Tahun lalu, karena keterbatasan dana dan tenaga, Kang Iya dan teman-teman hanya dapat melak- sanakan Bandung Reborn satu kali di akhir tahun. Namun, ada kejutan yang muncul karena saat itu tampil peserta yang sangat muda. “Waktu Bandung Reborn 8 kita kedatangan b-boy dari Cire- bon, usia 4 tahun. Saya juga masih ingat sekali, waktu Bandung Reborn 3, Bastian (mantan personel kelompok Coboy Junior) ikutan. Masih SD, masih kecil, tapi sudah bisa head spin dan be- berapa teknik lainnya,” kenang Kang Iya yang sudah menekuni jenis tarian yang satu ini sejak masih duduk di bangku SMA pada 2003. Sejak 2011 sampai sekarang, nama Playbboy akhirnya sudah cukup dikenal terutama di kalangan b-boy dan b-girl tentunya. Kang Iya sendiri masih aktif mengajar anak-anak hingga remaja penggemar breakdance di beberapa tempat di daerah Kota Bandung dan sekitarnya. “Dulu pernah ngajar di sekolah Labschool UPI, Santa Maria, juga di rumah-rumah buat anak-anak home schooling, juga keterbe- lakangan mental. Di Jatinangor sendiri baru jalan 6 bulan, semuanya gara-gara Bandung Reborn,” terang Kang Iya. Karena pengalaman dan pengetahuan- nya seputar dunia tari yang bisa dibilang ekstrem ini, sudah banyak juga pihak- pihak yang meminta ban- tuan Kang Iya saat hendak mengadakan sejenis kom- petisi adu tari. Siswa SD juga bisa, lo Dilihat dari ani- mo peser- ta dalam acara Bandung Reborn selama ini, Kang Iya me- nilai peminat breakdance dari kalangan siswa dan siswi yang duduk di bangku SD maupun SMP di Bandung sebe- narnya cukup banyak. “Saya lihat anak-anak kecil juga sudah bagus- bagus,” tutur alumnus jurusan desain grafis di Universitas Komput- er Indonesia (Unikom), Bandung, itu. Salah satunya adalah Fadil Muhammad Aflah, 10. Sahabat Medi yang bersekolah di SDN Cibabat Mandiri 1, Cimahi, itu sudah ba- nyak menorehkan prestasi di bidang tari dan breakdance sejak usia yang sangat muda. Fadil sudah sering bekerja sama dengan sejumlah kelompok musik muda Tanah Air seperti Super7, Coboy Junior, ataupun Cherrybelle dalam pembuatan musik video dan film mereka. “Awalnya cuma modeling atau fashion show gitu. Namun, dua tahun lalu pernah diminta dance. Setelah ketemu pelatih dance dan breaking (breakdance) yang sekarang, malah keterusan,” kenang Fadil. Semuanya berawal dari keberanian Fadil untuk mengikuti berbagai ajang pencarian bakat, baik lokal maupun nasional, mulai Aksi Anak Bangsa, Indonesia Mencari Bakat, Indonesia’s Got Talent, hingga Jagoan Clevo, We Dance. “Menang kalah ya sudah biasa, hehe,” ungkapnya. Ayah dan ibu pun sangat mendukung rutinitas Fadil satu ini. Jika Fadil harus latihan pada Selasa, Rabu, Jumat, ataupun Sabtu, kedua orangtuanya pasti tidak keberatan untuk mengantarnya ke tempat latihan. “Ibu dan Ayah juga enggak pernah khawatir. Soalnya kan juga diajarin sama ahlinya,” jawab Fadil. Lagi pula, melalui hobinya satu itu, Fadil bisa bertemu banyak orang dan mendapat banyak teman. Siapa sangka pula kalau te- man battle-nya terdahulu, yakni Bastian, sudah dikenal banyak orang seperti saat ini. “Sehat juga, soalnya kan kalau nge-dance dan breaking tubuhnya gerak semua. Sebelum itu juga harus rajin pemanasan, kayak lari, sit up, push up,” tutur Sahabat Medi yang akan berulang tahun sebentar lagi itu penuh sema- ngat. (*/M-1) mediaanak @mediaindonesia.com GaunBaruAleshia Banjir PemandanganLaut Kini kau merajalela hingga ke pelosok negeri Curah hujan yang deras Selokan yang penuh dengan sampah Sungai yang kotor dan penuh sampah juga Membuat sungai yang tidak mampu menahan airnya meluap Semua warga yang terkena banjir... Berjanji pada dirinya sendiri Berjanji tidak akan membuang sampah ke sungai dan selokan lagi... Tetapi semua itu hanyalah sebuah janji... Warga-warga tetap membuang sampah di sungai dan selokan lagi... Amanda Atma Pamabel SD Negeri 3 Kemiling Permai Bandar Lampung, Lampung MINGGU, 23 MARET 2014 21 “Bunda, bagaimana nanti sore kita pergi ke mal? Atau ke butik?” ajak Aleshia ketika ia sedang pergi ke sekolah bersama bundanya. “Ke mal, ya? Bukannya seminggu yang lalu kita sudah ke mal juga?” Aleshia sudah yakin bahwa Bun- da tidak setuju dengan ajakannya, tapi Aleshia tetap merayu Bunda. “Ayolah, Bun, untuk hari ini saja, dua minggu ke depan kita tidak ke mal lagi,” Aleshia mulai menunjuk- kan wajah memelasnya. Tetapi, Bunda Aleshia tetap saja menggeleng-gelengkan kepalanya. ‘Apa Bunda tidak ingat bahwa hari ini adalah hari ulang tahunku?’ batin Aleshia sedikit kecewa. Tetapi Aleshia terus berusaha untuk tetap tegar, walaupun hatinya sangat merasa kecewa. Sampai akhirnya waktu pulang sekolah tiba. Lagi-lagi Aleshia membujuk Bunda untuk pergi ke mal. Sebenarnya, maksud Aleshia ke mal ingin membeli gaun baru. Tapi, Aleshia tidak punya uang yang cukup untuk membeli gaun itu sendirian. “Bunda, nanti malam ke mal bareng Ayah, yuk! Bunda bisa beli sepatu baru,” kata Aleshia. Bunda Aleshia tetap menggeleng- gelengkan kepalanya. “Tetap tidak boleh! Nanti malam Bunda mau buat kue nastar dan tar untuk tetangga sebelah, jadi tidak ada waktu.” Aleshia berlari cepat-cepat menu- ju rumahnya, lalu segera masuk dan dengan tergesa-gesa menuju kamarnya dengan hati sedih. Kena- pa sih, Bunda enggak ingat kalau hari ini hari ulang tahunku, bahkan Bunda lebih mementingkan kue tar dan nastar untuk tetangga sebelah di- bandingkan dengan aku! Kenapa? Aleshia sangatlah sa- kit hati. Semua perasaan tercampur aduk di hatinya. Bahkan, bundanya sendiri tidak tahu bahwa hari ini ia ulang tahun. “Aku mau gaun!” teriak Aleshia kencang sembari menangis tersedu-sedu. Tak disangka, ternyata Bunda Aleshia melihat dan mendengar semua perkataan Aleshia di kamar. Bunda Aleshia pun tahu bahwa hari ini hari ulang tahun Aleshia. Bunda juga tahu kalau Aleshia ingin gaun. Tapi, kenapa Bunda tidak membeli- kannya? Pasti Bunda Aleshia punya alasan tersendiri. Bunda membiar- kan hati Aleshia tenang dahulu. Beberapa saat kemudian, Bunda Aleshia mengetuk pintu kamar Aleshia dengan pelan. Bunda terse- nyum menatap Aleshia yang tam- pak kesal. “Aleshia, jam 3 sore nanti kita pergi ke suatu tempat. Kamu mau ikut?” tanya Bunda Aleshia pelan. “Ke mana?” tanya Aleshia ba- lik, dengan wajah bekas air mata, kusut. “Rahasia! Kamu ikut saja, seka- rang kamu mandi dan bersihkan wajahmu yang kusut itu. Bunda tunggu di garasi.” Aleshia hanya mengangguk dan langsung bergegas menuju kamar mandi. Tanpa disangka, ternyata Aleshia dan Bunda pergi ke butik gaun anak-anak. Bunda Aleshia membeli satu gaun berwarna merah muda yang cantik sekali. Aleshia yakin bahwa gaun itu untuknya. “Bunda, gaun ini untuk siapa?” tanya Aleshia memastikan, sembari mendadak gembira. “Untuk te- tangga sebe- lah,” balas Bunda sem- bari masuk ke mobil untuk pulang. Aleshia t i d a k p e r - c a y a , ternya- ta baju i n i b u - kan untuk dirinya, me- lainkan untuk tetangga sebe- lah rumahnya. “Oh, begitu,” kata Aleshia perlahan. Bunda mengangguk lalu mengendarai mobil pelan- pelan. Setelah Bunda membuat kue, malam harinya, tiba-tiba lampu dimatikan oleh seseorang. Aleshia kaget dan langsung berteriak. Beberapa menit kemudian lampu menyala, terlihat Bunda membawa kue dan Ayah Aleshia membawa gaun. “Ayah, Bunda, jadi kalian sudah merencanakan semua ini? Terima kasih!” Aleshia mulai meneteskan air matanya karena terharu. Bunda dan Ayah Aleshia mengangguk, lalu tersenyum. ‘Inilah hadiah terbaik bagiku,’ ucap Aleshia di dalam hatinya sembari memegang gaun miliknya. Hatinya merasa senang sekali. g Umair Muhammad Tamam Kelas 1 SDIT Ukhuwwah Islamiyah Sleman, Yogyakarta RAGAM Fatrekiesa Kartika Aranta SDN Setia Darma 01 Kelas 6C Bekasi, Jawa Barat Media Anak @Media_ Anak SENO SENO CERPEN DOK. B-BOY BANDUNG
  • 21. 22 MINGGU, 23 MARET 2014PEREMPUAN SITI RETNO WULANDARI W AJAH delapan perempuan penuh senyum sembari sal- ing melempar canda. Obro- lan riuh tawa pun memenuhi ruangan di sebuah rumah di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (18/3) pagi itu. Dengan lincah mereka bermain kaki, melangkah ke depan dan ke belakang, sembari menggerakkan tangan dengan gemulai, serta menggoyang badan sesuai dengan ritme yang menghentak dari mesin pemutar musik. Peluh menetes, tetapi itu bukan soal. Mereka tidak putus semangat untuk berlatih menari. Kedelapannya bukanlah penari, me- lainkan perempuan-perempuan penyintas kanker yang tergabung dalam Cancer Information and Support Center. Hari itu, seperti rutin setiap bulan, mereka berkum- pul untuk latihan menari dengan panduan seorang dokter perempuan. Bayangan wajah kuyu dengan tubuh lunglai yang kerap menjadi bayangan orang awam tentang penyandang kanker jelas ter- hapus begitu melihat kedelapan perempuan berusia rata-rata di atas 50 tahun itu asyik meliukkan tubuh. Semua terlihat segar bu- gar seakan tidak pernah ada kisah tentang kesakitan yang mereka rasakan. “Kematian itu jadi hal pertama yang dipikirkan pengidap kanker. Yang berbeda hanya seberapa cepat ia bangkit,” tutur Di- ana Subiyanto, 57, perempuan yang divonis kanker payudara stadium 3B pada 1999. Bayang-bayang Diana masih ingat awal keluhannya 15 ta- hun silam itu. Mulanya ia mengaku merasa pegal di sekitar bahu. Untuk meredakannya, ia mengoleskan salep obat pegal. Namun, di saat rasa pegal itu tak kunjung pergi, Di- ana lantas menemukan benjolan di sekitar ketiak. Vonis kanker payudara dari dokter seakan menghantamnya. Saat itu pula, Diana mengaku kemati- an membayanginya. Dia mulai enggan berkomunikasi dengan orang lain. Dia juga dibayangi ketakutan suaminya akan meninggalkannya. Namun, itu semua hanya bayang-bayang. Nyatanya sang suami tetap mendampingi Diana, bahkan mendorong- nya untuk segera menjalani pengobatan medis. Diana mencukupkan dua bulan saja un- tuk meratapi sesal dan sedih. Dia bangkit dengan mengikuti segala dukungan suami serta anjuran dokter. Ibu dua anak itu pun menjadikan keluarga sebagai semangat un- tuk melawan penyakitnya. Dengan berupaya untuk selalu berhati lapang, Diana menjalani operasi dan ke- moterapi. “Yang terpenting ialah segala cara yang ada dicoba. Urusan kematian itu diserahkan kepada Yang Mahakuasa,” kata Diana. Seiring waktu, kanker di payudara ka- nannya rupanya menjalar sampai-sampai saraf pada tangan kanannya pun harus diangkat. Diana bukannya tidak paham risiko. Harapannya satu, bertahan hidup demi keluarga. “Tangan kanan saya ini disebutnya golden hand. Tidak boleh terluka sekecil apa pun, bisa bengkak nanti jari saya, dan tidak akan dapat kembali ke bentuk normal. Ruang gerak memang terbatas, tetapi bukan ber- arti akhir dari segalanya. Saya masih bisa berkarya,” kata perempuan yang menjalani proses pengobatan selama tiga tahun itu. Paranoid Kisah penyintas lain, Sri Suharti, 61, tak kalah penuh semangat. Pada 2001, Sri di- nyatakan positif kanker payudara stadium awal. Serta-merta rasa percaya dirinya am- bruk. Meski hatinya pedih, Sri bangkit de- ngan mencari tahu tentang penyakit kanker dari segala sumber, media daring, hingga mendatangi berbagai seminar kesehatan. Sri berniat mencari tahu seluk-beluk kanker yang bertumbuh di payudaranya. Tiga bulan dihabiskan Sri untuk men- jalani pengobatan. Sembari terus menari, Sri mengaku hingga saat ini belum tahu penyebab kanker payudaranya. Ia ber- asumsi gaya hidup menjadi faktor utama lantaran dia kerap mengonsumsi makanan instan yang marak didengungkan sebagai karsinogen. Sri ingat betul ketika mengetahui ada kanker dalam payudaranya, ia bertukar cerita dengan pasien lain yang sama- sama sedang menunggu panggilan dokter. Kekuatan ia dapatkan dari keluarga inti, terutama suami, yang terus menyemangati dan meyakinkan bahwa Sri bisa sembuh. Dulu, kata Sri, istilah penyintas atau sur- vivor disematkan kepada para penyandang kanker yang telah melewati masa lima tahun. Namun kini, lanjut Sri, mereka yang terus berjuang melawan kanker seberapa pun lamanya bisa dikatakan penyintas. “Kanker itu enggak ada yang benar-benar hilang lo, Mbak. Nah, kami sering paranoid jika menemukan sesuatu yang aneh, semisal benjolan he he he,” ujarnya. Iman Esterina Sutiono, 54, punya pengalaman berbeda saat dia memilih jalur pengobatan ‘tradisional’ untuk mengobati kanker. Sete- lah empat tahun menjalani pengobatan itu, Ester berkelakar, “Uang terkuras, penyakit naik kelas, umur mendekati ‘bablas’, he he he!” Dia lantas berkesimpulan sembari ber- bagi saran agar setiap penyakit ditanggapi sesuai dengan kondisinya. “Bukan gagal ya, tetapi ternyata pertumbuhan sel kanker saya cepat. Kalau pertumbuhannya lama, bukan tidak mungkin bisa sembuh juga dengan cara itu,” kata dia. Ester lantas didorong suaminya untuk segera berkonsultasi ke dokter. Usaha, kata Ester, harus tetap dilakukan selama jalan masih terbuka. Selain semangat, buat Ester, iman pun tak boleh melemah karena menu- rut dia, imanlah yang menjadi penangkal rasa sedih dan menurunnya semangat hidup penyandang kanker. “Ya yang bikin lemah itu karena iman- nya enggak kuat, merasa hidupnya tinggal sebentar. Psikologis itu memengaruhi pi- kiran dan lari ke penyakit lainnya,” tutur perempuan yang mengaku berlimpah anugerah justru dari penyakit yang dia miliki itu. (M-1) miweekend@mediaindonesia.com dengan Semangat MI/ADAM DP NYATANYA tidak semua pengidap kanker beroleh dukungan dari keluarga. Seorang anggota Cancer Information and Support Center (CISC) mengaku merasa sangat terpuruk secara kejiwaan lantaran diting- gal pergi suami saat mengetahui dirinya mengidap kanker payudara. Karena itu, kelompok dukungan seperti CISC menjadi salah satu wadah untuk berbagi semangat dan kekuatan. CISC bermula 11 tahun silam dari dua perempuan penyintas kanker payudara, Aryanthi Baramuli dan Yuniko Deviana. Keduanya merasa tersentil untuk berbagi, tak sekadar informasi seputar kanker, tetapi juga berbagi dukungan emosional bersama sesama penyandang kanker. Selain pertemuan, orang-orang yang tergabung dalam CISC juga kerap berbagi lewat komunikasi ponsel. Apa yang pernah dialami oleh satu orang akan dibagi kepada orang lain dalam acara pertemuan support group yang biasa dilakukan setiap Sabtu pada pekan kedua. “Keluhan tidak menjadikan kami demoti- vasi, justru kami terus dukung. Secara tidak langsung itu juga memberikan dukungan pada diri sendiri, lo. Kalau senang berbagi, tidak akan merasa lelah. Kami itu saling mengurus supaya tidak takut dan sema- ngat bisa bangkit kembali dengan adanya kelompok ini,” tutur Sri Suharti, 61, ketua harian CISC. Selain acara support group, CISC juga mendatangkan dokter ahli yang bisa ber- bagi informasi tentang kanker serta meng- gelar acara kreatif seperti berlatih menari dan merajut. Keduanya dianggap sebagai terapi untuk mencegah pikun sekaligus sebagai olahraga. Rumah pendiri CISC di Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, terbuka untuk yang ingin bergabung tanpa dipungut biaya. “Kami sudah beberapa kali mengisi acara dengan menari, hehehe. Tetap bisa produk- tif, toh? Biasanya ibu-ibu suka rumpi, besok mau bawa makanan apa, saling tukar ma- kanan gitu,” kata Diana Subiyanto, 57. Dia lantas bercerita tentang ibu penjual kopi keliling yang selalu datang ke ajang latihan menari CISC dengan membawa pisang. “Ti- dak ada yang memaksa, ibu itu menuruti keinginannya sendiri untuk membawa ma- kanan,” tambah Diana. Selain memiliki cabang, antara lain di Bandung, Yogyakarta, Batam, dan Surabaya, CISC juga membuka empat rumah singgah sebagai tempat beristirahat bagi pasien kanker yang sedang menjalani pengobatan di Ibu Kota. Bukan pasien kanker payudara saja, melainkan juga kanker otak, limfoma, dan serviks boleh bergabung untuk ber- bagi. Kelompok itu pun bekerja sama dengan beberapa rumah sakit, seperti RS Dharmais dan RS Cipto Mangunkusomo. Mereka ber- bagi semangat kepada pasien yang sedang berada di ruang tunggu. “Pasien menolong pasien, kami berbagi rasa dan dukungan. Siapa lagi yang bisa menolong kami kalau tidak peduli terhadap sesama, baik laki-laki maupun perempuan. Tidak ada bayaran, ini kerja sosial, yang penting kami sama-sama semangat. Persoal- an umur, jangan menjadi pikiran, yang terpenting jaga pola hidup dan istirahat cukup,” pungkas Esterina Sutiono, 54. Ia dan rekan-rekannya di CISC seakan membukti- kan bahwa orang yang berpenyakit bukan berarti tidak gesit. (Wnd/M-1) PasienMenolongPasien Vonis penyakit memang menyakitkan, tetapi semangat dan upaya dalam proses pengobatan lebih dibutuhkan. Selain semangat, iman pun tak boleh melemah karena itulah yang menjadi penangkal rasa sedih dan menurunnya semangat hidup para penyandang kanker. MENARI: Kelompok penyintas kanker yang tergabung dalam Cancer Information and Support Center berlatih menari di Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (18/3). Menari merupakan salah satu kegiatan yang rutin dilakukan bersama untuk berbagi semangat dan tetap aktif. Menyintas MI/ADAM DP Dari kiri: Sri Suharti, Esterina Sutiono, dan Diana Subiyanto.
  • 22. MINGGU, 23 MARET 2014 23KULINER SISKA NURIFAH I TALIA, bagian kultur Eropa yang lekat dengan citra elegan di benak publik negeri ini, tampil dalam wajah berbeda di kawasan Seminyak, Bali. Karena itu, sebutan tempat makan Italia ala warteg bisa dilekatkan di warung pinggir Jalan Kunti bertuliskan Warung Italia itu. Siang itu, di awal pekan lalu, para pelang- gan, sebagian besar berkulit putih alias bule, mengerubungi lemari kaca berisi beragam hidangan khas Italia. Kendati bergaya warungan, tempat makan yang berdiri sejak 2004 itu tetap resik dan bergaya. Gaya warteg terlihat paling signifikan ketika para pengunjung memilih beragam menu yang ingin disantap. Tinggal tunjuk saja, pramusaji akan menyendokkan makanan itu ke piring. Tahu diri tak banyak kenal makanan Italia, saya meminta rekomendasi sang pramusaji. Paduan makaroni keju pang- gang yang disiram dengan pollo stroganoff disebut sebagai menu favorit. Pollo stroganoff adalah salah satu jenis saus yang tersohor dalam kultur kuliner Italia. Terbuat dari po- tongan ayam, jamur, kri dan bawang bombai. Ada pula salad bayam, buncis, tomat, atau wortel. Di jajar- an makanan berat, ada pula lasagna seharga Rp22 ribu per potong. Di dekatnya, ada patate grill atau kentang panggang, cannelloni yang terbuat dari racikan pasta, bayam, ricotta, keju parmesan dan saus tomat serta menu melanzane grill. Ada pula aneka menu barbeku, spageti, pasta, dan menu makanan penutup bergaya Italia, dolci. Pizza dan kayu kopi Bersantap ala Italia tentu tak boleh melewatkan pizza, sa- lah satu primadona di sini. Ada pizza nettuno yang dikenal unik sekaligus favorit. Wujudnya, pizza bergaya Italia klasik, tipis dengan taburan potongan tomat, keju mozarella, saus tomat serta udang dan cumi. Sebelum dijadikan taburan, daging udang dan cumi terlebih dahulu dimasak dengan aneka bumbu. Setelah matang, ditaburkan dan dipanggang bersama adonan pizza. Langkah itu dilakukan karena pe- manggangan hanya dilakukan selama 5 menit. Ada pula pizza romana dengan tambahan ikan asin di atasnya dan pizza nos- tronomo dengan taburanikantuna serta beraneka rupa pizza lain- nya. Keju yang digunakan juga bisa dipilih: fresh ricotta atau keju edam. Seperti juga restoran pizza lainnya, pizza di Warung Italia juga bisa sampai ke depan pintu rumah setelah kita meneleponnya. Aneka pizza itu dipanggang dengan cara tradisional menggunakan tungku bata khas Italia yang bisa dilihat langsung pengunjung. Bahan bakarnya, yakni kayu pohon kopi.“Agar aromanya juga sesedap rasanya,” ungkap Iluh, sang pemilik Warung Italia yang juga ikut mengoperasikan tempat makan tersebut. Harga membumi Menu buffet dibanderol Rp4 ribu-Rp22 ribu. Adapun pizza Rp55 ribu-Rp85 ribu per loyang. “Selama ini restoran Italia selalu dianggap mahal dan hanya bisa dinikmati ma- syarakat menengah atas. Jadi kami hadirkan dengan gaya warung dan harga terjangkau. Ya, ibarat wartegnya Eropa lah. Dengan uang Rp50 ribu bisa dapat tiga hingga empat jenis masakan,” papar Iluh. Untuk menjaga cita rasa orisinal Italia, bahan-bahan baku impor dari negeri yang kaya tradisi kuliner itu dihadirkan antara lain keju dan daging. “Saya lebih baik memberikan harga murah tapi makanan terjual habis, dibandingkan menjual mahal, tapi terbuang,” kata Iluh. Iluh bermitra dengan sang suami, Antonio Marras, 55, pria asal Sardinia, Italia. Marras berpengalaman bekerja sebagai chef di negeri asalnya, sebelum akhirnya hijrah ke Bali pada 2000 silam dan menikah dengan Iluh yang asli Bali. Sebelum membuka Warung Italia, Antonio Marras sempat berbisnis di luar kuliner dan hanya memasak untuk teman-temannya saja. Dorongan kawan-kawannya dan istri yang memvalidasi kepiawaiannya di dapur, akhirnya membuat Warung Italia dibuka pada 2004. Antonio Marras pun melakukan modifikasi rasa untuk menyesuaikan dengan selera masyarakat lokal. Kendati sebagian pasarnya adalah para ekspatriat dan pelancong, warga Bali pun bagian dari pelanggannya. “Di sini ada sambal untuk menghadirkan rasa pedas,” kata Iluh. Kini, Warung Italia itu menjadi salah satu destinasi wisata kuliner di Seminyak. Di sini, warga Italia, Prancis, Jepang, dan lokal bergabung menikmati Italia dalam gaya berbeda, terjangkau dan sedap. (M-3) miweekend@mediaindonesia.com FOTO-FOTO: MI/SISKA NURIFAH REKOMENDASI KejutandariBatangBambu RasaItalia Gaya Warungan PRASMANAN: Warung Italia di Seminyak, Bali, menyajikan tradisi kuliner Italia dalam konsep prasmanan. Namun, khusus buat memasak pizza, digunakan tungku dari bata berbahan bakar kayu pohon kopi. Italia tampil bersahabat dalam rasa, suasana, dan harga di Seminyak. Inilah buah cinta perempuan Bali dan pria asal Sardinia, Italia. MARI mengeksplorasi bambu yang tersaji di atas piring! Bambu bukan cuma jadi penghias, tetapi juga menyumbangkan rasa dan aroma. Kreasi memadukan bambu dan aneka resep tradisi Nusantara dihadirkan di Hotel Quest Hotel, Sema- rang, Jawa Tengah, pada Maret-April 2014. Supendi, sang koki, mengajak kami menikmati se- kaligus mengamati kerja kreatif timnya menyiapkan menu-menu istimewa ini. Ayam bambu, makanan utama ini, dibuat dari da- ging ayam yang telah dipotong-potong kecil, digoreng kering kemudian ditumis bersama bumbu-bumbu yang sudah disiapkan, seperti bawang merah, kunyit, cabai merah serta aneka rempah. Ayam yang sudah digoreng kemudian dimasukkan ke batang bambu yang sebelumnya telah dijejali daun pisang. Bagian ujungnya ditutup dengan de- ngan aluminium foil. Bambu itu kemudian dipang- gang hingga ayam matang dan bumbu meresap sempurna. Bambu kemudian dibelah, kawan ayam terbaik adalah daun singkong, sambal tomat, dan tentunya nasi putih panas. Daun singkong yang disajikan sebagai sayur itu juga sebelumnya dimasak dalam bambu. Bumbunya antara lain tumisan bawang merah, bawang putih, cabai merah yang telah keluar aromanya dan di- kucuri minyak ikan. “Lalu, campurkan bumbu yang sudah ditumis de- ngan daun singkong dan tomat, isi garam dan merica secukupnya,” kata Supendi. Daun singkong dalam bambu Kemudian, masukkan daun singkong dalam ba- tang bambu, tutup ujungnya dengan aluminium foil, lalu masak di atas panggangan sampai matang. Makanan utama lainnya yang dimasak dalam bam- bu adalah seafood bambu yang terdiri dari udang dan cumi yang sebelumnya dibumbui dengan garam, merica dan air jeruk, rempah dan olahan acar. Lalu, seperti pada menu ayam, terlebih dahulu masukkan daun pisang dalam bambu. Menyusul, udang dan cumi. Masih dengan teknik dipanggang, udang dan cumi dimatangkan dalam panggangan. Masih dari laut, ada kakap yang juga diolah da- lam bambu. Cara membuatnya tak jauh beda, tetapi bedanya adalah kawannya, yakni sayur rebung yang juga dimasak dalam bambu serta nasi jagung. Ada pula aneka minuman segar seperti bali’s mok- tail yang sarat vitamin C. “Bisa membantu sistem kekebalan tubuh meng- hadapi cuaca tidak menentu, juga bermanfaat bagi yang baru saja sembuh dari sakit,” kata Adinda Santjoko, humas Quest Hotel. (Haryanto/M-3) FOTO-FOTO: MI/HARYANTO Ayam bambuAyam bambu Kakap bambu dan nasi jagungKakap bambu dan nasi jagung PizzaPizza
  • 23. Penyelamatan Karya Seni PERANG tidak hanya soal kekuasaan, menunjukkan yang paling kuat, atau merebut kekayaan alam. Lewat film ter- barunya, George Clooney menggambarkan sisi lain dalam perang antara Nazi dan tentara sekutu yang belum banyak diketahui orang. Karya seni menjadi sebuah tema dalam film yang disu- tradarai dan diperankan langsung oleh aktor kawakan itu. Dia juga menggandeng beberapa nama top untuk berperan dalam film yang berjudul The Monuments Men ini, termasuk Matt Damon, Bill Murray, dan aktris terbaik Oscar 2014, Cate Blanchett. Film berlatar belakang 1943 ini menceritakan tujuh ten- tara cabutan yang terdiri dari kurator, direktur museum, dan sejarawan yang dipilih langsung oleh Frank Stokes (George Clooney) dan James Granger (Matt Damon) untuk memimpin pasukan sekutu dalam mendapatkan karya-karya seni yang dicuri Nazi selama Perang Dunia II. Perjuangan pasukan yang menamai diri mereka Monu- ments Men itu tidaklah mudah. Selain rintangan dari tentara Jerman, mereka harus mengalami penolakan dari komandan pasukan perang di lapangan yang mengang- gap mereka gila. Pasalnya, mereka ingin mengubah taktik berperang demi menyelamatkan benda-benda seni karena tentara Rusia juga mengincar benda-benda seni itu sebagai imbalan memenangi perang. Film yang diangkat dari kisah nyata yang diceritakan lewat sebuah buku berjudul The Monuments Men: Allied Heroes, Nazi Thieves and the Greatest Treasure Hunt in History oleh Robert M Edsel ini tidak hanya menyajikan adegan-adegan serius. Dalam durasi 118 menit, ada pula humor-humor dan ketegangan yang tersaji. Setiap perang pasti memakan korban jiwa. Itu pula yang dialami pasukan Monuments Men saat kehilangan dua anggotanya. Film ini mengisahkan kerasnya perjuangan menjaga karya seni agar bisa dinikmati generasi penerus. “Bisa Anda bayangkan, mereka maju ke garis depan, me- minta para jenderal untuk berhenti mengebom gereja untuk menyelamatkan jendela, patung, atau lukisan-lukisan, demi menyelamatkan sejarah,” tutur Blanchett. The Monuments Men merupakan film yang diproduseri George Clooney setelah film Ides of March yang keluar pada 2011 lalu. (Ric/M-2) DOK SONYCLASSICS.COM IKO UWAIS (KIRI) DALAM SEBUAH ADEGAN DI FILM THE RAID 2: BERANDAL RICHALDO Y HARIANDJA I NI belum berakhir. Begitu movie tagline untuk film The Raid 2: Berandal. Se- telah beraksi dalam film sebelumnya, The Raid (2011), aktor Iko Uwais kembali da- lam sekuelnya, masih dalam garapan sutradara kelahiran Wales berkebangsaan Inggris, Gareth Evans. Belum, ini memang belum berakhir dan masih berlanjut. Iko masih berperan sebagai Rama, polisi, dan film Evans yang berdurasi 150 menit ini masih keras dan penuh aksi seperti yang sebelumnya. Di cerita terbaru ini, Rama menyamar untuk bisa masuk sebuah geng mafia di Jakarta. Dia hendak membongkar ke- busukan yang terendus dari relasi antara geng dan pelin- dungnya, yakni polisi korup. Namun bukan itu saja. Rama juga menyimpan den- dam atas kematian kakaknya, Andi (diperankan oleh Donny Alamsyah) di tangan seorang anggota geng mafia, Bejo (Alex Abbad). Rama hendak mem- balaskan dendamnya. Penyamaran Rama diatur oleh seorang polisi bersih, Bunawar (Cok Simbara). Da- lam penyamarannya, Rama diharuskan masuk penjara dan bertahan hidup di sana, sembari mendekati anak se- orang mafia kakap bernama Uco (Arifin Putra). Dialah kunci Rama untuk berhasil menyusup ke badan mafia. Sesuai judulnya, ‘raid’ yang berarti ‘serangan’ dan ‘beran- dal’, adegan-adegan penyer- buan, kehidupan, dan gaya bertarung ala berandal tersaji sepanjang film. Pada akhirnya ada yang harus tewas dan yang lain bertahan hidup. Penuh aksi, darah The Raid 2: Berandal meng- habiskan biaya produksi US$4-5 juta. Selain aktor-aktor Indonesia tadi, ditambah Oka Antara, Tio Pakusadewo, Julie Estelle, dan Roy Marten, film ini juga diisi aksi tiga aktor ke- namaan Jepang, yakni Ryunei Matsuda, Kenichi Endo, dan Kazuki Kitamura. Evans, sutradaranya, selain TetapBrutal Tuai Pujian Sekuel ini penuh aksi, darah, dan kekerasan, juga marak pujian, seperti film sebelumnya. memunculkan aksi-aksi perke- lahian dengan cipratan darah, efek patah tulang, serta sendi bergeser, seperti dalam film sebelumnya, juga menghiasi besutannya ini dengan aksi kebut-kebutan dan desingan peluru di mana-mana. Dua kata yang identik untuk film ini, adrenalin dan tegang. “Film ini khusus untuk de- wasa, jadi jangan ajak anak Anda untuk menontonnya ya!” kata Evans sembari ter- bahak, dalam acara skrining film, Jumat (21/3) malam, di Jakarta. Festival Film The Raid 2: Berandal memang baru akan diputar secara serentak di bioskop mulai 28 Maret mendatang, baik di Indonesia, Malaysia, Australia, Selandia Baru, mau- pun Rusia. Namun film ini telah tampil dalam beberapa ajang bergengsi di luar negeri. Termasuk Festival Film Sun- dance di Utah, Amerika Seri- kat, Januari lalu, dan menjadi salah satu film pilihan dalam SXSW Festival di Texas, Ame- rika Serikat, Maret ini. “Film ini berhasil mendapat sambutan meriah dan apresia- si tersendiri, standing ovation, di Festival Film Sundance,” ujar Ario Sagantoro, produser The Raid 2: Berandal. Laman pengupas film, Col- lider.com, menyebut film ini sebagai salah satu film aksi terbaik yang pernah dibuat. Adapun review The Telegraph. co.uk tentang The Raid 2: Berandal saat diputar di Fes- tival Sundance menyebutnya sebagai film yang inventif tanpa batas dalam urusan koreografi. Media Inggris itu juga me- laporkan, kekerasan yang ditampilkan dalam The Raid 2: Berandal sangat mendalam dan bervariasi. Film ini, ditu- lis di sana, bisa dibilang hyper- violent, tetapi ada keindahan dalam kebrutalannya. (M-1) miweekend @mediaindonesia.com 24 MINGGU, 23 MARET 2014HIBURAN DOK COLOMBIA PICTURES THE MONUMENTS MEN
  • 24. MINGGU, 23 MARET 2014 25METRO TV
  • 25. Media Indonesia menerima kiriman artikel yang terkait dengan bahasa, dengan panjang naskah 400 kata dan berformat .doc (word document). Naskah dikirim ke alamat surat elektronik bahasa@mediaindonesia.com. BIDASAN BAHASA Tanggapan dan komentar: miweekend@mediaindonesia.com SUDOKU atau dikenal juga dengan tebak angka (number place) merupakan teka-teki logika. Aturan mainnya sangat sederhana. Isilah kotak kosong hingga setiap kolom, baris, serta area kotak 3 x 3, terisi angka 1-9 tanpa ada pengulangan. Untuk pemainkan Sudoku, Anda tidak harus pintar matematika. Anda hanya memerlukan logika dan penalaran. Selamat menghadapi tantangan! Jawaban Edisi Minggu, 16 Maret 2014 Santun BANDUNG MAWARDI Pengelola Jagat Abjad Solo K AMPANYE tak melulu pidato bergeli- mang janji para tokoh atau lagu dari para artis untuk menghibur massa. Di Bali, 17 September 2014, Prabowo Subianto membacakan puisi pendek, berjudul Santun. Pilihan Prabowo berpuisi menge- sankan ada siasat menguak imajinasi politik dari publik, berkaitan dengan situasi politik mutakhir dan ulah para elite politik. Barangkali Prabowo merasa ada sensasi dan impresi dengan membaca puisi ketimbang ber- pidato panjang. Prabowo menggunakan bahasa tanpa perumitan susunan. Bahasa diusahakan sanggup mengantar pesan secara gamblang: ‘Boleh berbohong asal santun/ Boleh mencuri asal santun/ Boleh korupsi asal santun/ Boleh menipu rakyat asal san- tun/ Boleh menjual negeri asal santun/ Boleh merampok asal santun’. Prabowo mengguna- kan kata santun secara beru- lang, enam kali. Apakah pengertian santun dalam puisi gubah- an Prabowo bisa dipahami publik? Kita merasa ada keanehan saat ingin mengartikan santun jika dikaitkan dengan pelbagai tindakan: berbohong, mencuri, korupsi, menipu rakyat, menjual ne- geri, dan merampok. Tindakan-tindakan itu tak mencerminkan sifat santun atau kesantunan. Me- ngapa ada ‘pemakluman’ atas tindakan-tindakan berlawanan dengan kesantunan? Penggunaan ‘asal’ berarti mengesankan ‘ada syarat’ atau ‘yang penting’. Sekian keanehan dalam puisi gubahan Prabowo mengalami kerancuan makna. Pengertian santun dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (2001) ialah ‘(1) halus dan baik (budi bahasanya, tingkah lakunya); sabar dan tenang; sopan; (2) penuh rasa belas kasihan; suka meno- long’. Pengertian dalam kamus sulit diterapkan dalam puisi berjudul Santun. Puisi memang tak memiliki keharusan patuh dengan pengertian- pengertian konvensional. Tatanan kata mung- kin memiliki arti berbeda dengan kamus atau anggapan publik. Prabowo justru berani meng- gunakan istilah santun dengan latar kepentingan politik, tapi menimbulkan keanehan, keganjilan, kerancuan. Kita pun mengerti bahwa khazanah kata dalam politik sering mengandung makna- makna kontradiktif dengan pengertian umum. Para elite politik biasa menggunakan kata-kata meski tak menjamin memiliki kepahaman ba- hasa atau konsekuensi politik. Santun mengingatkan kita dengan seruan etika politik dari para guru bangsa. Berpolitik memerlukan etika, basis dari kesadaran politik tanpa keja- hatan, kekerasan, kemunafikan. Santun tentu termuat dalam etika politik. Etika menjadi modal dan orientasi berpoli- tik. Kesadaran penggunaan bahasa juga berkaitan dengan etika politik. Santun dalam puisi berkonteks politik mengesankan ada maksud terselubung, berkemungkinan tak sesuai dengan etika politik. Dulu, Sutan Muhammad Zain dalam Kamus Moderen Bahasa Indonesia (1954) mengartikan santun agak berbeda dengan Kamus Umum Bahasa Indonesia (WJS Poerwadarminta) dan Kamus Besar Bahasa Indonesia. Pengertian santun ialah ‘sopan, hormat, sabar, tata krama, adat halus, adat orang.’ Pengertian lama dan baru bisa menjadi referensi bagi kita untuk mengerti penggunaan kata-kata oleh para elite politik da- lam slogan, pidato, puisi. Berpolitik memerlukan pengetahuan bahasa. Kamus pun berperan besar agar penggunaan kata tak menjadi petaka. 26 MINGGU, 23 MARET 2014INTERMEZO KARTUN MEDIA UTAK ATIK SUDOKU Ada keanehan saat mengartikan santun dikaitkan dengan berbohong, korupsi, menipu rakyat, menjual negeri, dan merampok. PERTANYAAN MENDATAR: PERTANYAAN MENURUN: 1 Perang Dunia 2 Sikap mengindahkan; perhatian 5 Pulang pergi 8 Organisasi guru 10 Sarjana Muda (bah. Inggris) 11 Undang-undang 13 Siksa (Allah); hukuman 15 Tempat Pemilihan Umum 19 Partai yamg berideologi Pancasila dan Konservatisme ini berdiri tanggal 23 Juli 1998; dideklarasikan para kiai NU, termasuk Abdurrahman Wahid. Wakil di DPR periode 2009 -sekarang: 27 dari 560 anggota DPR. 22 Solder 23 Daya; kehendak/niat 24 ...kecantikan: tempat orang merawat kecantikan 25 Jawatan yang menyelenggarakan kirim-mengirim surat, barang dan uang 27 Partai politik dengan Hatta Rajasa sebagai Ketua Umum ini berdiri 23 Agustus 1998 dengan azas: "Akhlak politik berlandaskan Agama yang membawa Rahmat bagi Sekalian Alam"; menguasai 43 dari 560 kursi DPR (sejak 2009). 29 Hasil membohongi/menipu 30 Tidak muda 31 Zat yang bersenyawa dengan asam(an) yang merupakan garam, digunakan dalam pembuatan sabun 33 Jajaran pimpinan suatu lembaga 34 ... Tse Tung (1893-1976): pemimpin komunis China 36 Anjungan Tunai Mandiri 37 Melemahkan; merugikan (bah. Inggris) 42 Kota; negeri 44 Dengan alamat 45 Lega; gembira merasa terpenuhi 47 Saku 48 Organisasi Peserta Pemilu 49 Surat Keputusan 50 Pribumi 52 Tidak setuju 53 Partai politik ini berdiri tahun 1999 sebagai penerus PDI yang berdiri 10 Januari 1973. Sekarang Megawati tercatat sebagai Ketua Umumnya. Partai politik ini menduduki 95 dari 560 kursi di DPR sejak 2009 55 Dia 56 Kalah telak (bah. Inggris) 57 Angkatan Laut 58 Sebutan untuk orang tua/guru (bah. Jawa) 59 Amerika 62 Jagung berondong (bah. Inggris) 65 Pembantu 70 Selesai tuntas; tidak ada masalah 72 Bina Nusantara (nama lembaga pendidikan swasta) 74 Naik pangkat; perkenalan usaha/dagang 76 Keadaan seimbang/sebanding 78 Bekerja melebihi jam kerja 79 Akan; bersedia 80 Adres 81 Ilmu Pengetahuan Sosial 83 Pekan Olahraga Nasional 85 Sedekah 86 Anak perempuan 87 Surga; firdaus 88 Nomor 90 Akademi Bahasa Asing 93 Raden Ajeng: gelar kebangsawanan untuk perempuan Jawa 95 Kereta api 97 Nota Bene: catat baik-baik 98 Pihak pertama dalam jumlah lebih dari satu 100 Sidang Istimewa 101 Partai yang dididirikan 9 September 2001 itu disahkan tanggal 27 Agustus 2003. Partai yang pada periode sekarang memiliki 150 dari 560 kursi yang ada, diketuai oleh Susilo Bambang Yudhoyono, yang juga Presiden RI; dan Sekjen Edhie Baskoro Yudhoyono. Pertama kali mengikuti Pemilu tahun 2004, dia memperoleh suara terbanyak dari total suara dan mendapat kursi 57 di DPR. Dia meraih peringkat ke-5 pada Pemilu Legislatif 2004. Ideologinya Pancasila, Konservatisme dan Anti-Komunisme. 102 Insinyur 103 Indonesia 13a Semangat 14 Partai politik yang berdiri 14 November 2006 ini diketuai H. Wiranto SH. Untuk DPR hasil Pemilu 2009, dia memiliki 18 dari 560 kursi yang ada. Pada tanggal 10 Maret 2013, sepuluh partai politik yang gagal dalam verifikasi administrasi menyatakan bergabung dengan patai ini. 16 Palestine Liberation Organization 17 Tentu/mesti; Yakin 18 Mayoritas masyarakat Indonesia memeluk agama ini 20 Kursus Pegawai Administrasi 21 Partai ini bermula dengan berdirinya Sekretariat (Sekber) golongan karya pada tahun 1964 oleh Angkatan Darat untuk menandingi pengaruh Partai Komunis Indonesia dalam kehidupan politik. Setelah pemerintahan Soeharto selesai dan reformasi bergulir, dia berubah menjadi Partai yang dikenal sekarang; berideologi Pancasila. Pada Pemilu anggota DPR 2009, dia memperoleh 107 dari 560 kursi DPR RI; peringkat ke-2 setelah Partai Demokrat yang memperoleh 150 kursi. 25 Cabang ilmu jiwa tentang hal-hal yang gaib 26 Jiwa 27 Setuju 28 Menunjukkan milik pihak ke-3 29 Nama suatu jenis kain 31 Menunjukkan waktu setelah tengah malam (bah. Inggris) 32 Tuhanku 35 Akademi Militer Nasional 38 Partai politik yang dideklarasikan 15 Januari 1999 sebagai PKP (Partai Keadilan dan Persatuan); didirikan sebagai partai yang sekarang tanggal 9 September 2002, berideologi Pancasila. Partai ini sekarang diketuai oleh Letjen TNI (Purn) Sutiyoso 39 Orang yang bercita-cita tinggi, penganut idealisme 40 Bung Karno 41 Korps Pegawai Reublik Indonesia 42 Partai ini memiliki sejarah panjang. Dengan lembaga dakwah di kampus-kampus, partai ini berbasis Islam dan berideologi Pancasila; berdiri 20 April 2002. Presidennya yang sekarang: Anis Matta. Slogan Partai: Cinta, Kerja, Harmoni. Kursi di DPR RI periode sekarang berjumlah 57, dari 560 yang ada. 43 Lupa 46 Negara Inggris (bah. Inggris) 54 Sebelum (bentuk terikat) 55 Information Technology 56 Tahan terhadap penyakit; tidak mempan oleh senjata 60 Salah jalan 61 Pekerjaan Rumah 63 Silang (bah. Inggris) 64 Nona 66 Enak; nikmat 67 Penyebutan nama untuk para wali 68 Nota bene: catat baik-baik 69 Di dalam (bah. Inggris) 1 Partai yang berdiri 5 Januari 1973 ini terbentuk sebagai penggabungan Partai Nahdatul Utama (NU), Partai Serikat Islam Indonesia (PSII), Perti dan Parmusi. Penggabung empat partai keagamaan itu bertujuan menyederhankan sistem kepartaian menghadapi Pemilu pertama pada masa Orde Baru tahun 1973. Untuk periode mulai 2009, jumlah anggotanya di DPR mencapai 38 orang dari 560 anggota DPR. Sekarang diketuai Suryadharma Ali 2 Ter...: bersangkut-paut 3 Satu 4 Masalah 6 Partai politik ini telah ikut Pemilu tiga kali: 1999, 2004 dan 2009. Dalam Pemilu Anggota Legislatif 2009, partai ini memperoleh suara sekitar 1,8 juta (1,7%), kurang dari 2,5% yang diperlukan untuk parliamentary threshold. Akibatnya, dia tidak memiliki wakil di DPR RI. Partai ini kemudian diloloskan KPU sebagai peserta Pemilu 2014. 7 Bagian dalam buku 9 Partai politik ini berdiri pada tanggal 6 Februari 2008. Dalam Pemilu 2009, dia mendapat 26 kursi DPR RI. Partai ini mengusung Prabowo Subianto, ketua Dewan Pembina, sebagai calon presiden dalam Pemilu yang akan datang. 10 Panggilan untuk perempuan lebih tua/yang dihormati 12 Untuk perhatian KETENTUAN: No. 688 Diumumkan 29 Maret 2014 HADIAH : Pemenang ditetapkan sebanyak 5 orang. Hadiah dalam bentuk uang masing-masing senilai Rp 250.000,- (dipotong pajak hadiah 25%) Hadiah dikirim wesel pos paling lambat 2 minggu setelah diumumkan ke alamat pemenang. Guntinglah Media utak-atik yang telah Anda isi dan tempelkan pada sehelai kartu pos / amplop tertutup Tuliskan nama dan alamat lengkap Kirim ke bagian Promosi Media Indonesia Jl. Pilar Mas Raya Kav. A-D, Kedoya Selatan, Jakarta 11520 Kartu pos ditunggu selambat-lambatnya tanggal 28 Maret 2014 (stempel pos). 71 Lambang; simbol 73 Seruan untuk salat berjmaah 74 Nomor wahid 75 Tambah (bah. Jawa) 76 Anak laki-laki 77 Partai berideologi Pancasila dengan misi mengadakan perubahan ini baru diresmikan di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta pada tanggal 26 Juli 2011, didukung Surya Paloh yang mendirikan organisasi masyarakat bernama sama. Pada kongres perdana partai yang diadakan bulan Januari 2013, seluruh peserta Kongres Partai dari seluruh Indonesia secara aklamasi mengangkat Surya Paloh sebagai Ketua Umum yang baru, mengganti . kan Patrice Rio Capella, yang kemudian menduduki jabatan Sekretaris Jendral Partai Nasdem 82 Jarum penyemat; peniti 84 Orang Kaya Baru 89 Beres (bah. Inggris) 90 Dua huruf pertama dalam abjad 91 Rujuk 92 Tepat 94 Bantuan (bah. Inggris) 96 Meng...: beristirahat 97 Gila (bah. Inggris) 99 Konten. 1 11 18 24 30 31 32 33 25 26 19 20 21 27 28 29 65 56 555453 60 52 5150 58 62 63 59 49 44 45 39 40 4137 363534 38 46 61 88 878685 84838281 7978 80 77767574 73727170 69686766 89 47 57 48 4342 64 103102101100 92 93 94 95 96 97 98 9190 99 22 23 2 3 4 5 6 12 14 15 16 17 7 8 9 13 13a10
  • 26. P ERKEMBANGAN efisiensi bahan bakar pesawat sepuluh tahun ter- akhir cukup tinggi. Efisiensi juga terdapat pada bentuk badan dan sayap pesawat yang menggunakan bahan dari fosil. Inspirasi kembali ke alam me- mungkinkan manusia memperoleh ide- ide baru yang dapat terus dikembangkan. Mike Griffin, Presiden AIAA, menyatakan gagasannya dalam Scitech 2014, ‘biologi menjadi dasar terbaru untuk sebuah teknologi’. Sangat banyak penemuan dan inovasi yang masih tersembunyi di dalam alam, tambahnya. Saat ini pesawat secara intrinsik dibangun untuk dapat terbang secara efisien pada suatu titik hipotesis, seperti kecepatan, ketinggian, dan suhu tertentu. Satu hipotesis dan efisiensi bahan bakar di setiap tetesnya merupakan suatu perubahan aerodinamis. Parameter- parameter seperti itulah yang akan digunakan secara geometri untuk menetapkan berapa lama proses terbang yang akan menghasilkan keuntungan efisiensi di setiap penerbangan- nya. Berdasarkan hasil penelitian diketahui, sangat memungkinkan untuk menghasilkan variasi dalam bentang sayap dan lebar sayap selama penerbangan, misalkan dengan per- ubahan struktur mirip sarang lebah. Pener- bangan komersial dengan menggunakan metode itu akan menghasilkan pesawat yang 20% lebih aerodinamis. Desainer pesawat yang sudah sangat berpengalaman, Sir Sydney, mengklaim semua pesawat modern memiliki empat dimensi, yaitu rentang, panjang, tinggi, dan politik. Teori perubahan semacam itu me- miliki efek perubahan yang sangat penting. Propulsi elektrik, sistem tenaga, penggunaan bahan komposit ringan, dan pembentukan desain terbang merupakan beberapa solusi untuk mengatasi permasalahan lingkungan. Boeing dan Airbus sekarang ini sama-sama mengklaim pesawat mereka 20% lebih efisien jika dibandingkan dengan kompetitor lain- nya atau jika dibandingkan dengan bentuk pesawat yang mirip dengannya, tapi jumlah emisi yang dikeluarkan tetap tidak berkurang. Pada masa saat ini, itu diperkirakan memiliki efisiensi bahan bakar 5%-10% ketimbang ge- nerasi sebelumnya. (E space/*/L-2/Riset MI) H ABITAT lebah anggrek neotro- pikal berkurang 30% hingga 50% selama terjadinya peru- bahan iklim. Dahulu kala, ke- tika curah hujan sangat rendah, jumlah setiap spesies berkurang secara signifikan. Kesimpulan itu diambil dari hasil pene- litian yang dilakukan para peneliti dari Cornell University. Mereka menggunakan model komputer dan data genetika untuk memahami penyebarannya selama terjadi perubahan iklim. Dalam penelitian terdahulu, para peneliti mengikuti jejak lebah anggrek jantan dan be- tina, dan menemukan ketika lebah betina ber- tahan di dekat sarang mereka, lebah anggrek jantan bepergian. Berdasarkan pengamatan, lebah jantan itu maksimal melakukan per- jalanan sejauh 7 kilometer per hari. Penemuan terakhir itu diperkuat data genetika yang me- nunjukkan lebah jantan lebih banyak bergerak bila dibandingkan dengan lebah betina. Hasil penelitian yang diumumkan dalam jurnal Molecular Ecology itu sangat berguna untuk memprediksi kondisi akibat perubahan iklim di masa mendatang. Kebiasaan lebah anggrek jantan tersebut ternyata menguntungkan karena dengan begitu mereka dapat menjaga tingkat popu- lasi dan kesehatan mereka. “Lebah jantan mengimbangi perubahan genetika di antara populasi,” kata Lopez-Uribe. “Mekanisme ter- sebut yang paling nyata yang bisa digunakan lebah untuk memperbaiki dampak isolasi po- pulasi dari perubahan iklim dan deforestasi.” Lopez-Uribe dan rekan peneliti mengamati iklim saat ini dan penyebaran lebah untuk mengukur pengaruhnya. Mereka menemukan tiga spesies lebah yang tiga kali lebih toleran terhadap kondisi iklim yang berubah-ubah. Para peneliti menggunakan model komputer untuk membuat simulasi penyebaran lebah berdasarkan kondisi iklim pada suatu masa. Hasilnya, dahulu kala ketika curah hujan sangat rendah, setiap spesies berkurang jum- lahnya secara siginifikan. Berdasaran data DNA mitokondria dike- tahui, lebah yang hidup di suatu wilayah berhubungan erat dengan lebah yang hidup di tempat yang sama. Itu lebih erat jika di- bandingkan dengan lebah yang berasal dari tempat berbeda. (sciencedaily/*/L-2/Riset MI) MembuatPesawatLebihEfisien IklimKeringdanHabitatLebah S I ayam dari neraka, begitulah para peneliti menjuluki dinosaurus temuan terbaru itu. Julukan itu dicetuskan karena visual pe- nampilann dan lokasi penemuannya. Peneliti di Amerika Serikat menemukan fosil dinosau- rus jenis terbaru bernama Anzu wyliei. Hewan itu secara visual memiliki tampilan mirip ayam. Ia mempunyai ekor panjang dan kepala dengan tulang menonjol me- nyerupai helm prajurit Yunani kuno. Jika dibandingkan dengan ciri pada dinosaurus lainnya, Anzu dinilai me- rupakan spesies yang tak lazim. Tengkoraknya sangat tinggi dengan bentuk sirip tipis. Moncong dan paruhnya besar dilengkapi dengan tepian tajam tetapi tanpa gigi, cocok untuk memotong pepohonan dan daging. Anzu diperkirakan sebagai hewan omnivora. Ciri khas unik lain dari Anzu ialah kuku beserta bulu di bagian atas lengannya. Dinosaurus itu diperkirakan setinggi 3,3 meter dengan bobot mencapai 226 kilogram. Spesies itu ditemukan di sebuah formasi geologi be- batuan bernama Hell Creek di daerah Dakota Utara dan Selatan, AS. Hell Creek dikenal sebagai daerah eksplorasi fosil dinosaurus di Amerika. Dari wilayah itu, diketahui banyak jenis dinosaurus pernah hidup di Amerika Utara seperti Tyrannosaurus (T rex) and Triceratops. Anzu wyliei baru bisa diidentifikasi setelah dikum- pulkan bersama tiga kerangka tulang yang ditemukan di daerah utara dan selatan Dakota, AS. Hans-Dieter Sues, kurator di National Museum of Natural History Washington DC, telah menduga akan adanya temuan dinosaurus itu. Namun, proses pengumpulan kerangka Ditemukan, Ayam dari Neraka MARK KLINGLER tulang hingga menjadi temuan utuh membutuhkan wak- tu lama. Tyler Lyson, peneliti dari Smithsonian National Museum of Natural History, menemukan bagian tulang belikat Anzu pada 1999 di sekitar rumah pamannya di Dakota Utara. Fosil itu kemudian selama bertahun-tahun disimpan di museum. Baru pada 2005, temuan fosil itu mulai menunjukkan titik terang. Beberapa peneliti mulai menyatukan fosil secara lengkap hingga 80%. Menurut Dr Lyson, temuan tulang belulang harus dikomparasikan dengan spesies lain dan didiskusikan bersama para peneliti. Para peneliti menduga dinosaurus tersebut termasuk dalam kelompok bernama Oviraptorosauria. Kelompok Oviraptorosauria sendiri diketahui hidup di kawasan A- merika Utara. Tesis itu pun dinilai semakin kuat berkat penemuan tulang belulang Anzu. Secara fisik, ayam dari neraka memiliki kesamaan ciri dengan Caenagnathidae. (bbc/cnn/PlosOne/*/L-2/Riset MI) MORPHING-WINGS CHRISTIAN ZIEGLER ALAM MINGGU, 23 MARET 2014 27EKSPLORASI EKSPEDISI BIOTEK KERJASAMA Program kemitraan usaha tanpa jaminan, semua jenis usaha,seluruh Indonesia siap dana 1M s/d 500M,trm agen.PT. SDAI, hub. 0821 1308 2182 , 0813 1812 7285. PERHIASAN STAR ARLOJI ,BELI JAM bks/berlian dgn hrgTgg ROLEX,BULGARI,OMEGA,BREITLING,dll,Hub:Bp. TONY3929079,08129455198AptMentengPrada Lt.1No.10A dpnSt.Cikini(Dtgketmpt). RUANG KANTOR DISEWAKAN...65m2, 2 lantai, 2 kmr tidur/R. direksi,5 ac & 1kitchen set, 2K,MANDI dlm, parkir pribadi, satpam,JLPersada Raya no 48 *Saharjo Jaksel, tlp 83705285 bbm27562ddc DISEWAKAN...RUANGkantor40m2,lantai1, R.direksi & R.kasir, 2 ac & 2 toilet dlm, parkir, satpam,akses MT. Haryono Jl.Tebet tmr III no 4 Jaksel, tlp 83705285, bbm27562ddc
  • 27. C HINA punya wajah berbeda di Xin- jiang, yang terletak di barat daya negeri itu. Di sana, 47 kelompok etnik meramu kehidupan. Ismar Patrizki, pewarta foto kantor berita Antara, bertandang ke sana tiga pekan, waktu yang menurutnya tak cukup buat menjelajah secara maksimal. Namun, Ismar mengaku beruntung bisa memotret kebahagiaan yang sederhana suku Uyghur, etnik minoritas di Xinjiang saat merayakan Idul Fitri 1434 H. Perjalanan Ismar di Xinjiang bisa disimak dalam pameran foto Bianglala Xinjiang di Galeri Foto Jurnalistik Antara, Pasar Baru, Jakarta, hingga 28 Maret. Pada pameran tunggal keduanya, Ismar membawa mata kita ke kawasan yang ber- batasan langsung dengan Pakistan, Tajikistan, Uzbekistan, Kirgizstan, dan Kazakhstan itu. Secara kultural beberapa etnik di sana lebih dekat dengan negara-negara tetangganya ter- sebut dibanding China. Namun, etnik Han yang mendominasi China kini menjadi mayoritas di sana. Mereka dimobilisasi ke Xinjiang untuk mengawal kehidupan ekonomi dan menjaga wilayah FOTO: ANTARA / ISMAR PATRIZKI TEKS: MI / SUMARYANTO BRONTO FOTOMINGGU, 23 MARET 2014 HALAMAN 28 Foto Mao Zedong di sebuah rumah di Karamay. Warga menari di Taman Kota Tacheng. Busana etnik Mongol, Hobostar. Hiasan dinding bergambarkan Chinggis Khaan di permukiman etnik Mongol. Umat muslim etnik Uyghur, Hoboksar. Seorang warga melintas berlatar belakang pembangkit listrik di Kota Shihezi.Etnis Kazakh, bermain musik di kawasan padang rumput Tacheng. WajahBerbedadiXinjiang perbatasan. Maka etnik-etnik lain pun kemudian men- jadi minoritas, yaitu Uygur dan Kazakh yang merupakan pemeluk Islam, Mongol yang mendiami kawasan stepa di Xinjiang Utara, Daur yang menganut aliran kepercayaan Shaman, dan etnik Rusia yang masuk pada sekitar abad ke-18. Setiap etnik punya pembedanya masing- masing. Mereka punya sejarah dan adat istiadat sendiri, tetapi sama-sama menggan- tungkan hidup pada alam. Idul Fitri bersahaja itu dirayakan dengan salat Id oleh warga Uygur, serta dengan acara makan bersama etnik Kazakh di pelosok Kota Tacheng. Ada pula pesta ala pedesaan yang memadu- kan warga nonmuslim dari etnik Mongol di padang rumput Chagankule. Mereka merajut kebersamaan untuk bertahan dari dominasi etnik mayoritas. Xinjiang pun menjadi aksen yang menarik karena dilintasi jalur perdagangan Jalur Sutra yang menghubungkan China, Eropa, dan India. Potret wajah-wajah mereka bisa diterjemahkan dalam banyak makna oleh kita. (M-3)