28

Halaman

Minggu
@ MIdotcom
Harian Umum
Media Indonesia

Pemasangan
Iklan & Customer Service:
021 5821303
No Bebas Puls...
SELEKTA

2

MINGGU, 23 FEBRUARI 2014

Dipaksa Pulang
Pengungsi Kecewa

ANTARA/ARI BOWO SUCIPTO

MENEMBUS MEDAN LAHAR HUJAN...
UMUM

MINGGU, 23 FEBRUARI 2014

3

Ibu Kota
kembali
Kebanjiran
Hujan masih turun terus hingga 28
Februari, menurut perkira...
4

Wawancara

minggu, 23 FEBRuari 2014

mi/ramdani

M

ENGUMPULKAN lima
personel Slank dalam satu
kesempatan perbincangan
...
JEDA

MINGGU, 23 FEBRUARI 2014

5

Membaca
Tanda Alam
ANTARA/WIDODO S JUSUF

Dulu, saat pepohonan masih rimbun dan hewan b...
OLAHRAGA

6

minggu, 23 FEBRuari 2014

Rekor Apik
Pertamina
kembali Diuji
KESUKSESAN menjadi juara di dua pu­
taran penyis...
SEPAK BOLA

MINGGU, 23 FEBRUARI 2014

7

Pemain dengan Gaji
Termahal di

Inggris
Manchester United
diam-diam sudah
menyiap...
JENDELA BUKU

8

MINGGU, 23 FEBRUARI 2014

Ramuan Pengalaman
dan Imajinasi yang

MENGINSPIRASI
Buku Laskar Pelangi berceri...
HIBURAN

MINGGU, 23 FEBRUARI 2014

9
MUSIK

Titik Mundur
Musikus Mayor

Berkelana, tidak Lupa
Pulang Kampung

MI/ANGGA YUN...
Media Indonesia 23 Februari 2014
Media Indonesia 23 Februari 2014
Media Indonesia 23 Februari 2014
Media Indonesia 23 Februari 2014
Media Indonesia 23 Februari 2014
Media Indonesia 23 Februari 2014
Media Indonesia 23 Februari 2014
Media Indonesia 23 Februari 2014
Media Indonesia 23 Februari 2014
Media Indonesia 23 Februari 2014
Media Indonesia 23 Februari 2014
Media Indonesia 23 Februari 2014
Media Indonesia 23 Februari 2014
Media Indonesia 23 Februari 2014
Media Indonesia 23 Februari 2014
Media Indonesia 23 Februari 2014
Media Indonesia 23 Februari 2014
Media Indonesia 23 Februari 2014
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Media Indonesia 23 Februari 2014

1,737 views

Published on

Published in: Education
0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
1,737
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
2
Actions
Shares
0
Downloads
15
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Media Indonesia 23 Februari 2014

  1. 1. 28 Halaman Minggu @ MIdotcom Harian Umum Media Indonesia Pemasangan Iklan & Customer Service: 021 5821303 No Bebas Pulsa: 08001990990 e-mail: cs@mediaindonesia.com Rp2.900/eks (di luar P. Jawa Rp3.100/eks) Rp67.000/bulan (di luar P.Jawa + ongkos kirim) 23 FEBRUARI 2014 | NO.11997 | TAHUN XLV Bangkitkan Optimisme Perubahan Pemain Bergaji Termahal di Inggris Nuansa Gudang dengan Barang Usang Apel Siaga Perubahan akan dihadiri sekitar 200 ribu kader dan simpatisan Partai NasDem. Apel itu dinilai penting untuk membuktikan kemampuan memobilisasi massa. Wayne Rooney akan menjadi pemain dengan gaji termahal di Liga Primer. Setidaknya striker Manchester United itu akan menerima Rp5,8 miliar per pekan. Konsep underground dipilih, terinspirasi oleh bar di luar negeri. Kesan eksklusif tercipta karena hanya orang tertentu yang tahu tentangnya. Umum, Hlm 3 Sepak Bola, Hlm 7 Desain, Hlm 14 TERUS GEMAKAN PERUBAHAN S LANK dan kemapanan sudah seperti air dan minyak. Keduanya tidak bisa disatukan. Itulah mengapa Bimo Se tiawan Almachzumi (Bimbim), Akhadi Wira Satriaji (Kaka), Ivan K Arifin (Ivanka), Abdi Negara (Abdee), dan Mohammad Ridwan Hafiedz (Ridho) selalu berwajah ‘muda’ kendati usia mereka tak lagi belia. Mereka ditahbiskan mewakili kaum muda, kaum yang tak sudi berkompromi dengan kemapanan. Kaum muda, khususnya para slanker (julukan penggemar band yang didirikan pada 26 Desember 1983 itu) dipertautkan oleh syair-syair slengekan khas Slank yang sederhana, lugas, dan nakal. Ada Suit-Suit Hehe, Terlalu Manis, juga Mawar Merahku yang berkisah tentang asmara anak muda. Namun, ada pula Orkes Sakit Hati dan Tong Kosong yang mewakili rakyat yang kerap merasakan kepedihan karena dikhianati janji-janji kosong politisi. Bahkan, saking geramnya atas perilaku korup para elite di negeri ini, Slank sampai ‘menakut-nakuti’ penjarah uang rakyat itu lewat lagu Koruptor, Dor!. Slank, sebagaimana dituturkan Bimbim, dilahirkan bukan untuk politik. Namun, mereka tak mau apatis. Bagi mereka, politik harus menjadi kendaraan. “Politik harus bisa membawa Indonesia bebas korupsi, Indonesia sejahtera, dan terlepas dari cengkeraman kolusi dan nepotisme. Kami akan memberikan hak suara pada pemilu,” kata Bimbim kepada Iwan Kurniawan dari Media Indonesia, Senin (17/2). Abdee, gitaris Slank, ingin menjadikan Pemilu 2014 sebagai awal menuju perubahan. “Pemimpin baru harus memiliki integritas, jujur, dan dedikasi tinggi demi perubahan menuju Indonesia baru,” ujar dia. Karena itulah, menurut Kaka (vokalis), perubahan harus tetap digaungkan. “Jangan pernah lelah agar mimpi menjadikan Indonesia yang adil dan makmur terwujud.” Maka, bak sebuah kor, para personel Slank pun mengajak semua lapisan masyarakat untuk ikut memberikan hak suara pada pemilu nanti. Kelimanya berpesan agar jangan sampai menjadi golongan putih. (X-2) Wawancara Slank, hlm 4 MI/SUMARYANTO BRONTO SELA Pindah Sekolah dan Rapor ORANGTUA mestilah bijak ketika berniat hendak memindahkan anak ke sekolah yang baru. Pasalnya, peneliti Kanada menemukan bahwa anak yang pindah sekolah sebelum ia duduk di bangku kelas 3 cenderung mengalami penurunan nilai akademis selanjutnya. Peneliti dari Universitas McMaster menyimpulkan hal tersebut setelah meneliti rapor 45 ribu murid yang didapat dari guru-guru lokal di Kanada. Perkembangan murid diamati dari TK hingga kelas 3 SD. Hasilnya, anak-anak yang pindah sekolah sebelum kelas 3, selanjutnya memiliki nilai rendah pada mata pelajaran matematika, pelajaran membaca, dan menulis. Profesor kajian anak-anak Scott Davies yang tidak terlibat dengan penelitian itu mengatakan kesimpulan peneliti itu mungkin masih memerlukan pembuktian lagi. Walau begitu, kata Davies, hasil tersebut harus memberi kewaspadaan terhadap orangtua ketika hendak memindahkan anak ke sekolah baru. (Brampton Guardian/ Kid/X-9) FREDY Pemerintah Kurang Peduli Bahasa Daerah BANYAK pihak, termasuk pemerintah, sebetulnya sudah mengetahui punahnya 9 bahasa daerah di Papua dan 50 bahasa daerah lainnya yang terancam punah. Namun, pemerintah kurang peduli. “Alih-alih peduli, pemerintah justru ikut berperan memunahkannya. Contohnya, kurikulum 2013 kurang melihat bahasa daerah sebagai pelajaran penting,” kata dosen kebudayaan Pascasarjana Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) Institut Teknologi Bandung (ITB) Acep Iwan Saidi, kemarin, saat menanggapi ancaman kepunahan 50 bahasa daerah di Tanah Air. Menurut dosen yang akrab disapa Ais itu, bahasa daerah merupakan pintu masuk untuk mempelajari budaya sekaligus karakter. “Omong kosong bicara pendidikan karakter tanpa bicara kebudayaan, dalam hal ini khususnya budaya daerah,” tambahnya. Ais melihat kurikulum 2013 membicarakan persoalan abad ke-21, tetapi penyusunnya kurang memahami bahwa salah satu yang sangat penting ialah soal nilainilai lokal. “Mendunia itu bukan memiripmiripkan diri dengan orang lain di dunia, tetapi kembali ke dalam diri sendiri, ke dalam berbagai nilai tangible (berwujud) dan intangible Bahasa daerah merupakan pintu masuk mempelajari budaya sekaligus karakter. Omong kosong bicara pendidikan karakter tanpa bicara kebudayaan. Acep Iwan Saidi Dosen Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB (tidak berwujud) sebagai milik sendiri,” tambahnya. Untuk itu, ia meminta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) serius memperhatikan bahasa daerah. Di tempat terpisah, novelis trilogi Ronggeng Dukuh Paruk Ahmad Tohari mengatakan bahasa daerah merupakan khazanah dari peradaban dunia. Karena itu, semua pihak di daerah diimbau untuk bisa merawat local wisdom (kearifan lokal) itu. “Melestarikan lokalitas memang tidak mudah di tengah-tengah serbuan budaya asing, tetapi kita tidak boleh menyerah,” ujar Tohari dalam diskusi buku bergaya bahasa Brebes-Tegalan, Dikendangi Wong Edan, Aja Njoged (Diprovokasi Orang Gila, Jangan Terpancing), karya budayawan pantura Atmo Tan Sidik, di Kampung Seni Kota Tegal. (Bay/JI/X-7) Kala Gunung Berkomunikasi S URONO, 58, berkisah tentang pengungsi di sekitar Gunung Kelud, Jawa Timur. Dia tak ingat namanya, tapi Surono ingat si pengungsi menyatakan satu hal dengan penuh keyakinan. “Dia memberikan ruang dan waktu pada Gunung Kelud untuk bergerak. Dia sadar sudah banyak kekayaan alam yang didapatkan selama hidup berdampingan dengan Gunung Kelud, kini waktunya gunung itu membalas apa yang telah dilakukan manusia sekitarnya,” kata Kepala Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral itu, Kamis (20/2). Hidup di negara dengan jumlah gunung api aktif terbanyak, lanjut laki-laki yang biasa disapa Mbah Rono itu, harusnya tetap membuat diri berdaya. “Dinamika alam merupakan bentuk komunikasinya kepada manusia,” tutur dia. Pada kejadian erupsi, misalnya, gunung seakan memberitahukan agar manusia mengerti bahwa ada batas untuk menjejakkan kaki. Karena itu, Mbah Rono mengingatkan, informasi yang tepat diekspos di media massa ialah bantuan yang dibutuhkan pengungsi. “Bukan menjadikan pengungsi sebagai objek untuk dipertontonkan ketidakberdayaannya.” Warga di sekitar Kelud, menurut Purnawan Dwikora Negara, dosen di Universitas Widyagama, Malang, Jawa Timur, bahkan memaknai erupsi bukan sebagai bencana. Bencana sesungguhnya ialah menjadikan ekologi Kelud sebagai komoditas politik. “Dalam kosmologi warga, erupsi dipandang sebagai karma. Gunung Kelud meletus itu bentuk suksesi alam untuk mengembalikan kesuburan, bukannya bencana,” kata dia. (Wnd/BN/M-1) Jeda Hlm 5 MI/IMMANUEL ANTONIUS TETAP BEKERJA: Petani bekerja di persawahan dengan latar belakang Gunung Kelud di Desa Pagersari, Malang, Jawa Timur, Selasa (18/2). Desa Pagersari terletak dekat dengan Gunung Kelud dan terhindar dari abu vulkanis.
  2. 2. SELEKTA 2 MINGGU, 23 FEBRUARI 2014 Dipaksa Pulang Pengungsi Kecewa ANTARA/ARI BOWO SUCIPTO MENEMBUS MEDAN LAHAR HUJAN: Sejumlah relawan Palang Merah Indonesia (PMI) mengirimkan bantuan terpal kepada korban letusan Kelud dengan menggunakan mobil Hagglund di Desa Pandansari, Ngantang, Malang, Jawa Timur, kemarin. Mobil itu sangat efektif karena dapat menembus aliran lahar hujan sehingga PMI dapat menjangkau dusun yang terisolasi. PASCAPEMULANGAN pengungsi erupsi Gunung Kelud di Kabupaten Malang, Jawa Timur, timbul masalah baru. Para pengungsi kecewa dengan sikap pemerintah setempat yang langsung memulangkan warga. Padahal, saat sampai di desa masing-masing, warga tidak bisa menempati rumah mereka. Ditambah lagi, listrik masih padam. Para pengungsi kini tinggal di emperan gedung milik Jasa Tirta 1 Malang, juga di gudang dan di sekitar Bendungan Selorejo. Para pengungsi yang sebelumnya menempati lokasi pengungsian di GOR Ganesha Kota Batu mengaku diusir. “Banyak pengungsi sambat (mengeluh) saat mengungsi di Kota Batu dipulangkan paksa,” kata Suyanto, warga Dusun Kutut Sambirejo, Desa Pandansari, Ke camatan Ngantang, Malang, kepada Media Indonesia, kemarin. Para pengungsi pun memprotes kepala desa masing-masing karena saat pulang, mereka ti dak bisa mendiami rumah. “Pemulangan paksa ini menambah susah korban bencana,” imbuhnya. Sejumlah pengungsi lainnya menambahkan mereka membu- Politisi Bisa Menipu dan Tertipu Banyak akun kepala daerah yang sebelum pemilihan aktif, tetapi setelah terpilih langsung tidak aktif lagi. HERA KHAERANI M URAH, cepat, dan menjangkau banyak orang secara luas. Itulah keuntungan menggunakan media sosial seperti Twitter dan Facebook. Menyadari hal itu, belakangan ini banyak politikus memanfaatkan media sosial tersebut sebagai panggung politik baru mereka. “Karena efektif sebagai panggung politik. Masyarakat harus cermat, jangan sampai tertipu. Bisa jadi apa yang disampaikan melalui media sosial itu tidak sejalan dengan sikap dan pendirian di kehidupan nyata,” kata pengamat politik dari Charta Politika, Yunarto Wijaya, pada diskusi Polemik bertema Berperang citra di media sosial, di Warung Daun, Jakarta, kemarin. Menurut Yunarto, pencitraan kosong politisi sejatinya tidak terlepas dari demokrasi Indonesia yang masih sebatas kuantitatif dan prosedural. Prestasi demokrasi pun lebih mengukur berapa banyak tingkat partisipasi politik dan sebagainya. “Kita jarang berbicara demokrasi secara kualitatif dan substansial,” kata dia mengenai penipuan elite politik kepada masyarakat pengguna media sosial. Hadir pembahas lain dalam diskusi tersebut Direktur Politicawave Yose Rizal dan politikus PDIP Budiman Sudjatmiko. Yunarto mengatakan, secara alamiah, media sosial memang membangun demokrasi partisipatif, tetapi banyak elite politik baru menggunakannya sebagai MI/ROMMY Yunarto Wijaya Pengamat politik alat mobilisasi. Fenomena akun palsu atau jual beli follower di Twitter pun menekankan betapa masyarakat pengguna media sosial hanya dipandang sebagai calon pemilih. Kecenderungan itu bisa terlihat pada akun kepala daerah yang tadinya aktif sebelum pemilihan, tetapi ia setelah terpilih, akunnya langsung tidak aktif lagi. Di sisi lain, Yose Rizal melihat praktik jual beli akun palsu atau follower bisa membuat politisi menjadi korban penipuan. Jumlah teman di Facebook atau follower di Twitter, lanjut Yose, umumnya menjadi nilai pencitraan bagi pengguna media sosial tersebut. Menyadari hal itu, kini banyak pihak menjual akun atau follower di media sosial. “Jasa semacam itu dengan mudah bisa ditemukan di situs www. kaskus.co.id. Untuk menambah 10 ribu follower secara instan, tarifnya dipatok Rp50 ribu-Rp100 ribu,” ujarnya. Celakanya, tambah Yose, banyak calon kepala daerah atau capres dan caleg tidak memahami betul penggunaan media sosial. Sebagian dari mereka lebih memilih menggunakan jasa konsultan media sosial. Yose mengingatkan tidak sedikit konsultan Kirimkan tanggapan Anda atas berita ini melalui e-mail: interupsi@mediaindonesia.com Facebook: Harian Umum Media Indonesia Twitter: @MIdotcom Tanggapan Anda bisa diakses di metrotvnews.com nakal dengan membeli follower hanya supaya politisi yang akunnya mereka urusi itu terlihat memiliki banyak pengikut. Dengan banyak pengikut, mereka terkesan berhasil menggalang dukungan. “Padahal, isinya kosong,” jelasnya. Pada kesempatan yang sama, Budiman Sudjatmiko mengakui internet menjadi sarana baru bagi dia sebagai politikus. Menurutnya, media sosial ia manfaatkan untuk mengenalkan nama, ide, dan produk politik. Budiman yang sangat aktif dalam mengelola akun Twitter itu, misalnya, memanfaatkan sarana tersebut untuk mengenalkan Undang-Undang Desa. “Saya mendapat banyak respons dari akuntan, bankir, ilmuwan, dan seniman, terkait dengan bagaimana UU Desa tersebut bisa memengaruhi dan melibatkan mereka secara profesional ataupun intelektual,” kata dia. (X-7) hera_khaerani @mediaindonesia.com Mesti Fokus Hindari Middle Income Trap DI tengah keberhasilan jangka pendek, ekonomi Indonesia keluar dari situasi sulit akibat fluktuasi perekonomian global dan masih banyak pekerjaan rumah yang mesti diselesaikan untuk jangka panjang. Peningkatan kualitas sumber daya manusia, pembangunan infrastruktur, dan memprioritaskan pertumbuhan investasi domestik menjadi beberapa langkah yang mesti digenjot bila negeri ini ingin bertransfomasi dari negara middle income menjadi negara maju. Demikian benang merah yang dirangkum dari pendapat Menteri Keuangan M Chatib Basri, pengamat ekonomi dari IPB Iman Sugema, dan guru besar ekonomi Unibraw Ahmad Erani Yustika pada kesempatan terpisah. Saat memberikan kuliah umum di Australian National University, Canberra, Jumat (21/2), Menkeu mengatakan beberapa indikator makro di Tanah Air saat ini menunjukkan tren positif. Defisit neraca pembayaran dan tingkat inflasi dapat diturunkan, nilai tukar rupiah belakangan menguat, dan pertumbuhan ekonomi juga masih cukup tinggi. Terlepas dari capaian itu, menurut Menkeu, dalam jangka panjang Indonesia harus lebih serius dalam melakukan upaya peningkatan SDM, pembangunan infrastruktur, dan reformasi kelembagaan jika tidak ingin terjebak dalam middle income trap. “Itu menjadi indikasi Indonesia telah mampu keluar dari belenggu perekonomian global yang fluktuatif,” ujarnya. Namun, terlepas dari capaian itu, menurut Menkeu, dalam jangka panjang Indonesia harus lebih serius dalam melakukan upaya peningkatan SDM, pembangunan infrastruktur, dan reformasi kelembagaan jika tidak ingin terjebak dalam middle income trap. Dalam perspektif Iman Sugema, agar terhindar dari jebakan itu, pemerintah wajib mendorong pembenahan infrastruktur dan peningkatan SDM. “Selama ini pemerintah tidak sungguh-sungguh mengejar pembangunan infrastruktur. Jadi indonesia ketinggalan jauh,” tegasnya. Di sisi lain, Erani Yustika menyebut pelaku ekonomi atau pelaku investasi dalam perekonomian Indonesia mestinya sebanyak mungkin berasal dari dalam negeri. “Pertumbuhan yang berkualitas itu adalah yang bertumpu kepada aktivitas ekonomi yang menggunakan sumber daya lokal,” tukasnya. (*/Ant/S-2) tuhkan terpal dan lilin karena jaringan listrik masih padam. Sementara itu, Sekretaris PMI Malang, Aprilianto, menjelaskan pembagian terpal belum merata karena saat ini baru 750 terpal yang dibagikan. Adapun pengungsi yang menempati sekitar Bendungan Selorejo berjumlah 1.192 orang. Hasil rapat koordinasi pascaerupsi Kelud, yang digelar di Kantor Gubernur Jawa Timur, telah menetapkan jumlah kerusakan rumah mencapai 8.651 unit, di antaranya tersebar di Malang, Kediri, Blitar, dan Kota Batu. Namun, untuk Kabupaten Blitar, sebanyak 414 unit rumah yang rusak telah diperbaiki dengan biaya dari pemkab setempat. “Itu laporan terakhir yang masuk. Mungkin bisa bertambah,” jelas Gubernur Jawa Timur Soekarwo. Seluruh rumah yang rusak akan diperbaiki mulai Senin (24/2) dan menjadi tanggung jawab Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Adapun dana yang sudah digelontorkan, yakni Rp100 miliar lebih, dipakai untuk perbaikan rumah. “PLN pun sudah menyanggupi untuk memperbaiki jaringan listrik yang rusak,” imbuhnya. (BN/FL/AU/N-3) Tidak Ada Harmonisasi Izin Impor Garam PEMERINTAH diminta transparan tentang identitas garam impor yang masuk ke pasar dalam negeri. Sebab, banjirnya garam impor tersebut telah merugikan para petambak nasional. Sesuai data temuan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), pada 2013 terdapat garam impor yang masuk ke pasar domestik mencapai 255.000 ton. Pada bulan lalu, Indonesia juga kemasukan 135 ribu ton garam impor. “Pemerintah harus menjelaskan garam-garam impor itu secara detail,” ujar Dewan Presidium Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan (Kiara) Riza Damanik melalui telepon, kemarin. Pemerintah, kata dia, selalu menyatakan tidak mengimpor garam. Alasannya, produksi nasional telah mampu memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat. Izin impor garam hanya dikeluarkan untuk memenuhi kebutuhan industri. Namun, faktanya masih kerap terjadi kebocoran impor garam konsumsi. Menurut Riza, pemerintah dalam hal ini Kementerian Perdagangan sebaiknya mengevaluasi perusahaan-perusahaan yang selama ini mendapatkan izin impor. Hal itu dilakukan untuk memastikan tidak terjadinya penyelewengan izin impor. “Jika teridentifikasi impor ilegal, pemerintah bisa membekukan izin yang selama ini diberikannya,” tandas dia. Reza menilai, masuknya garam impor ke pasar domestik ini juga disebabkan kurang koordinasinya antarkementerian. Indikatornya ialah perbedaan data produksi antara KKP dan Kemendag. Ketidaksinkronan data ini memicu tidak adanya harmonisasi dalam perizinan garam impor. “Garam kan produk yang dikonsumsi nasional. Hingga saat ini koordinasi antarkementerian tidak terjalin. Presiden sebaiknya melakukan rapat koordinasi untuk menuntaskan soal koordinasi sejak 4-5 tahun terakhir,” papar dia. Direktur Jenderal Kelaut an, Pesisir, dan Pulau-Pulau Kecil KKP Sudirman Saad enggan berkomentar terkait lemahnya koordinasi antarkementerian terkait importasi garam. Namun, ia mengaku akan melakukan rapat koordinasi terkait persoalan garam ini. “Senin siang deputi menko mengundang rapat (tentang garam impor),” ujar Sudirman melalui pesan singkat. (Wes/S-2) KPK Merasa Ada Kemunafikan Politik PEMERINTAH dan DPR boleh saja terkesan kompak mengatakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kapan pun bisa memberi masukan dalam pembahasan RUU KUHAP dan KUHP di DPR. Namun, menurut Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto, tawaran itu sebagai kemunafikan politik yang nyaris sempurna dan sudah mempermainkan hati rakyat. “Kita semakin sedih dan miris dengan sikap pemerintah dan DPR. Jika mereka jujur, kenapa baru sekarang minta masukan?” keluhnya di Jakarta, kemarin. Belajar dari pengalaman, sambungnya, perilaku serupa pernah terjadi, yakni saat UU No 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi akan direvisi pemerintah dan DPR. Sejumlah pasal yang dimuat dalam draf revisi itu memuat aturan yang mematikan KPK. “Setelah banyak yang menentang, baru sekarang dihentikan dan tidak diajukan ke DPR. Eh sekarang dicoba lagi menggergaji leher KPK dengan cara yang lain,” lanjutnya miris. Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Amir Syamsuddin belakangan hanya mengatakan RUU KUHP tak akan menghapus kekhususan tindak pidana korupsi. Sayangnya, Amir tidak menjawab kekhawatiran banyak pihak soal dimasukkannya delik korupsi ke dalam KUHP. Bambang menyebut naskah akademik draf RUU itu misleading sehingga akan sulit meletakkan secara pas pasal tindak pidana korupsi dalam revisi KUHP. Dengan kemelut yang berpeluang melemahkan KPK jika dibiarkan, Bambang mempertanyakan ketegasan sikap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. “Tidakkah Presiden paham sudah terjadi letusan korupsi di Kemenag, Kementan, SKK Migas, Kemenpora, dan elite parpol?” tanyanya. Menurutnya, ledakan korupsi itu bisa dibilang jauh lebih dahsyat daripada abu Gunung Kelud dan Sinabung yang juga dahsyat. “Untuk apa Presiden kunjungi korban Sinabung dan Kelud jika terhadap letusan dan abu-abu korupsi yang telah mematikan jutaan rakyat malah tidak mau peka?” lanjutnya geram. Bambang menekankan kini bukan zamannya untuk mengulangi rezim Orde Baru yang main tipu politik. “Rakyat sudah makin melek politik,” tukasnya mengingatkan. (RA/P-1) FESYEN DOMBA: Seekor domba tampil di atas panggung bersama pemiliknya dalam festival Domba Catwalk 2014 di objek wisata Situ Bagendit, Kabupaten Garut, Jawa Barat, kemarin. Lomba digelar dalam rangka memeriahkan hari jadi ke-201 Kota Garut. ANTARA/FERI PURNAMA
  3. 3. UMUM MINGGU, 23 FEBRUARI 2014 3 Ibu Kota kembali Kebanjiran Hujan masih turun terus hingga 28 Februari, menurut perkiraan BMKG. Banjir pun tak bisa ditolak, hanya bisa diwaspadai. GOLDA EKSA H UJAN deras yang t u r u n s e j a k ke marin dini hari hingga sore menyebabkan air kali meluap. Genangan air pun merata di mana-mana, dengan ketinggian 20 cm hingga 30 cm, bahkan 70 cm di Jalan Patra Raya, Jakarta Barat. Di Jl Karang Tengah, Lebak Bulus, terdapat genangan air 30 cm, Jl Raya Cakung-Cilincing 20 cm, Jl Raya Serang Km 14 30 cm, Perumnas 3 Karawaci 25 cm, dan Jl Margonda, Depok, depan RM Kabayan 20 cm. Hal itu disebabkan banyaknya drainase ditutup atau terisi oleh sampah di wilayah Jakarta. “Ada juga genangan setinggi 20 cm di depan Green Garden di Jakarta Barat dan di Kawasan Pergudangan Bandara Mas, Tangerang, 30 cm,” ujar Kabag Operasional Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya AKB Budiyanto, kemarin, yang memantau melalui Traffic Management Centre Polda Metro Jaya. Menurut dia, tingginya curah hujan yang berimbas pada genangan di jalan raya tetap menjadi prioritas kerja. Pihak ditlantas pun berusaha mengatasi persoalan kemacetan dengan mengatur arus lalu lintas dan menerjunkan personel ke titik banjir. “Kami minta kepada masyarakat dan pengguna jalan untuk menghindari lokasi genangan di jalan dan terjebak macet. Genangan air ini menimbulkan kepadatan lalu lintas,” kata dia. Pengendara roda dua diimbau agar waspada terhadap jalan licin dan berlubang serta mematuhi peraturan lalu lintas. Ditlantas Polda Metro Jaya, imbuh dia, mengimbau pengendara roda dua untuk waspada terhadap jalan licin dan berlubang. Pengendara juga harus mematuhi peraturan lalu lintas. Di kawasan Jakarta Barat, kendati dampak guyuran hujan belum menyebar, beberapa ruas jalan dan titik permukiman warga sudah tergenang air dengan ketinggian bervariasi. Dari pantauan ruas jalan yang tergenang meliputi Jalan Panjang Green Garden, Daan Mogot sekitar Km 13, serta Jalan S Parman sekitar Mal Citraland dan Universitas Tarumanagara. Ketinggian air berkisar 20 cm-30 cm dan membuat arus lalu lintas tersendat. Di Jakarta Timur, beberapa wilayah tergenang air. Tak terkecuali di Kampung Pulo, Jakarta Timur. Dari pantauan Angkutan Umum Andal Disiapkan UNTUK mengatasi kemacetan lalu lintas, Jakarta tengah menyiapkan angkutan umum yang andal, masif, cepat, dan berkualitas. Persiapan meliputi angkutan jarak jauh dan angkutan pengumpan. Hal tersebut dikemukakan Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, M Akbar, saat berbicara pada Seminar Pengembangan Wawasan Industri (SPWI) yang diselenggarakan Ikatan Mahasiswa Teknik Industri Universitas Indonesia (FTUI) di Jakarta, kemarin. Menurut Akbar, kendaraan pengumpan selama ini dilayani jenis mikrolet, Kopaja, dan sejenisnya yang belum terintegrasi. “Ke depan, angkutan pengumpan berada dalam satu sistem manajemen dan sistem pembayaran yang sama dengan angkutan jarak jauh serta diawasi lembaga yang sama,” ujarnya. Dengan begitu, ia mencontohkan, penumpang bus Trans-Jakarta akan terasa nyaman ketika keluar bus disambut angkutan lanjutan yang berkualitas sama. Selain itu, lanjut Akbar, pemerintah berupaya meningkatkan kualitas angkutan umum termasuk menambah frekuensi pengangkutan dan meningkatkan kualitas pengemudi. “Nanti sopir tidak boleh ditarget dengan sistem setoran, tetapi harus digaji dengan layak agar tidak lagi ngetem dan kebut-kebutan.” Dengan adanya upaya-upaya itu, Akbar beranggapan pemerintah punya rencana untuk menyelesaikan masalah kemacetan. Ia juga menegaskan konsep atau masterplan sistem transportasi Jakarta bisa diakses masyarakat. “Silakan masyarakat mengawal dan beri masukan. Kita amat terbuka,” kata dia. Pada kesempatan sama, perwakilan PT MRT Jakarta, Iwan Prijanto, menyatakan sistem transportasi semestinya terintegrasi dengan tata kota. Ia menyebut Stasiun Dukuh Atas, Jakarta Pusat, sebagai contoh yang buruk. “Tata kotanya tidak disiapkan dengan baik ketika menghadapi keadaan darurat yang memerlukan ruang evakuasi dan pintu masuk mobil pemadam kebakaran.” Wakil Dekan FTUI M Asvial, dalam sambutannya, mengingatkan transportasi merupakan masalah kompleks dan dekat dengan teknik industri. Menurutnya, kegiatan SPWI akan menambah wawasan mahasiswa tentang kebijakan dan aturan terkini yang diterapkan pemerintah. (Bay/H-3) kemarin, di wilayah RT 03/03 gang V Kampung Pulo, ketinggian air mencapai 50 cm-60 cm. Bebe rapa warga masih bertahan di rumah masingmasing dan mulai memindahkan barang-barang milik mereka ke lantai dua atau tempat yang lebih aman. Sebelumnya, warga Kampung Pulo terpaksa mengungsi ke tenda pengungsian selama satu bulan karena permukim an mereka terendam air rata-rata setinggi 3 meter. Dari informasi yang diterima BPBD DKI, ketinggian Bendungan Katulampa kemarin siang mencapai 110 cm atau siaga III. Diperkirakan, air kiriman dari Bogor akan tiba sore nanti. “Ya, kita sudah dapat kabar itu dari pak RT dan masih tetap koordinasi,” kata Yono, salah seorang warga. Di Jakarta Pusat, sejumlah jalan dan permukiman kembali terendam. Di Kelurahan Petamburan, Tanah Abang, genangan air mencapai ketinggian 50 cm. “Depan kantor kelurahan tergenang 50 cm,” ujar Lurah Petamburan, Nur Komariyah, kemarin. Tidak hanya Jakarta, Kota Tangerang juga kebanjiran seperti di Perumahan Total Persada, Kelurahan Gembor, Kecamatan Periuk dan wilayah lainnya. Sudah sejak Januari hingga Februari 2014 ini, daerah itu empat kali kebanjiran sehingga warga harus bolak-balik ke pengungsian dan ke rumah saat air surut. (*/AF/SM/J-2) golda@mediaindonesia.com MI/RAMDANI GELADI BERSIH: Para kader dan simpatisan Partai NasDem melakukan geladi bersih Apel Siaga Perubahan dan Pelantikan Dewan Pimpinan Ranting (DPRT) se-Indonesia di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, kemarin. Menurut rencana, apel akan dihadiri sekitar 200 ribu kader dan simpatisan hari ini. Bangkitkan Optimisme Perubahan APEL Siaga Perubahan Partai NasDem di Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, siap digelar hari ini. Apel siaga itu dinilai penting untuk membuktikan partai peserta Pemilu 2014 bernomor urut 1 tersebut te lah mampu memobilisasi massa yang terbesar sepanjang sejarah Indonesia. “Ini hasil kerja keras kita. Perintah baru dua minggu lalu. Dikerjakan kita sendiri. Saya merasa bangga terhadap mereka semua. Jangan pikirkan biaya, energi, tapi pikirkanlah bahwa kita bersungguh-sungguh, kita bekerja untuk membawa perubahan,” kata Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh saat membuka Rapat Koordinasi Khusus (Rakorsus) Badan Pemenangan Pemilu Partai NasDem, di Kantor DPP Partai NasDem, Jakarta, kemarin. Di depan pimpinan seluruh pengurus Partai NasDem, Surya berharap Rakorsus dan Apel Siaga Perubahan membangkitkan optimisme dan keyakinan diri seluruh kader Partai NasDem. Mereka pun diharapkan tidak kehilangan semangat dan strategi yang telah disiapkan hingga saat ini. “Masyarakat juga harus dilibatkan dalam melakukan perubahan seperti cita-cita NasDem,” tukas Surya. Ia juga menegaskan kehadiran Partai NasDem bukan sekadar melengkapi arti keberadaan parpol yang sudah Demonstran Kuasai Kantor Presiden Ukraina KELOMPOK demonstran antipemerintah menduduki kantor kepresidenan di ibu kota Ukraina, Kiev, kemarin, atau sehari setelah penandata nganan kesepakatan antara Presiden Viktor Yanukovych dan para pemimpin kubu oposisi. “Dia tidak ada di sini. Para pejabat bawahannya atau siapa pun yang terkait langsung dengan pemerintah tidak berada di sini,” kata Ostap Kryvdyk, salah seorang pemimpin demonstrasi di dalam kantor presiden. Media massa Ukraina melaporkan kediaman Yanukovych yang terletak 15 kilometer dari pusat Kota Kiev pun kosong dan tidak dijaga polisi. Sejumlah wartawan dapat dengan leluasa masuk dan keluar tanpa pengecekan keamanan. Aparat keamanan juga meninggalkan pos mereka di seluruh wilayah ibu kota. Akibatnya, seperti diutarakan tokoh demonstran antipemerintah, Andriy Parubiy, pengunjuk rasa telah menguasai Kota Kiev. Kantor berita Ukraina UNIAN, yang mengutip anggota parlemen yang dekat dengan Yanukovych, menyatakan sang presiden tengah menyambangi Kota Kharkiv, yang merupakan basis pendukungnya. Ketidakhadiran Yanu kovych dan ketiadaan aparat keamanan di lokasi-lokasi krusial ibu kota dimaknai kubu oposisi sebagai momentum pemakzulan pemerintah dan percepatan pemilihan umum. Pemimpin Partai Svoboda, Oleh Tyahnybok, dan pemimpin Partai UDAR, Vitaly Klitschko, mendesak para anggota parlemen untuk melakukan voting pemakzulan Yanuk- ovych, mengamendemen konstitusi yang membatasi wewenang presiden, dan menggelar pemilu pada 25 Mei mendatang. Desakan itu cukup drastis jika dibandingkan dengan hasil kesepakatan yang dimediasi Uni Eropa, Jumat (21/2) lalu. Kala itu, kedua kubu sepakat meredam aksi kekerasan, mengamendemen konstitusi, membentuk pemerintahan koalisi, dan menggelar pemi lu pada akhir tahun. Hasil kesepakatan itu mendapat restu Presiden AS Barack Obama dan Presiden Rusia Vladimir Putin yang berbincang lewat telepon beberapa jam seusai penandatanganan perjanjian. “Namun, kesepakatan ini masih sangat rentan,” kata Wakil Penasihat Keamanan Nasional AS Tony Blinken. (Reuters/AP/Ria Novosti/Kid/I-1) REUTERS/YANNIS BEHRAKIS REBUT KANTOR PRESIDEN: Pengunjuk rasa antipemerintah berada di truk menuju Independence Square di Kiev, Ukraina, kemarin. Setelah bentrokan hebat dengan polisi, para pengunjuk rasa berhasil merebut kantor Presiden Viktor Yanukovych. eksis. Perlu disadari, pihaknya memberikan yang terbaik bagi negeri ini. “Kodrat manusia, ingin sesuatu yang terbaik dan itulah hak kita.” Kemarin, persiapan Apel Siaga Perubahan Partai NasDem yang digelar di GBK Senayan, Jakarta, telah mencapai 100%. “Para pendukung dan pengisi acara telah melakukan geladi bersih,” kata Ketua DPP NasDem Jeanette Sudjunadi. Apel Siaga Perubahan akan dimeriahkan 3.000 pendukung acara dan melantik 6.678 dewan pimpinan ranting. Apel Siaga akan dihadiri sekitar 200 ribu kader dan simpatisan Partai NasDem, serta mempergunakan 4.000 bus. Kader partai juga dipastikan akan membantu kelancaran arus lalu lintas di sekitar Gelora Bung Karno Senayan. Ribuan kader Partai NasDem dari berbagai wilayah di Jawa Timur telah berangkat ke Jakarta dengan menggunakan bus dan kereta api. Mereka berasal dari daerah seperti Ngawi, Madiun, Tulungagung, Trenggalek, Surabaya, Lamongan, Tuban, dan Pacitan. “Tidak semua daerah mengirimkan karena waktunya tidak mencukupi, seperti Banyuwangi dan Jember. Tapi, untuk wilayah Jatim bagian barat sudah berangkat,” kata Sekretaris DPW Partai NasDem Jatim Aminurohman di Surabaya, kemarin. (Lov/FL/Ant/X-9) Korban Akil di Jayapura Siap Bersaksi MANTAN calon Wakil Wali Kota Jayapura, Papua, Pieter Ell mengaku akan membongkar sepak terjang Akil Mochtar dalam dugaan mafia perkara di Mahkamah Konstitusi (MK). Karena itu, ia berharap Penga dilan Tipikor Jakarta menghadirkannya di pengadilan menjadi saksi guna membeberkan modus dugaan suap dalam sengketa pemilihan umum kepala daerah (pemilu kada) yang menjerat Akil. Saat ditemui di Jayapura, kemarin, Pieter yang menjadi penggugat di MK dan kemudian dikalahkan Akil Mochtar, mengaku sangat kecewa dengan putusan tersebut. “Karena itu, saya siap jika diminta bersaksi ataupun hal lainnya guna penyelesaian kasus Akil. Saya waktu itu sudah mengambil berbagai langkah hukum. Di tingkat PTUN, saya menang. Demikian halnya kasasi. Anehnya saya kalah di MK. Ini sangat mengecewakan,” jelasnya. Pria yang berprofesi sebagai pengacara di Papua itu menyebut saat di persidangan MK, aroma kecurangan sangat kuat. Ia mencontohkan adanya salah satu tim sukses dari Wali Kota terpilih Jayapura saat ini yang mendatangi dan menawari dia untuk berdamai supaya ia mencabut gugatan di MK. “Saya waktu itu tolak mentah-mentah dan tetap lanjut hingga akhirnya ditolak MK. Putusan MK yang mengalahkan kami itu di medio Juni 2011. Saya masih simpan semua berkas gugatan mulai dari PTUN sampai MK itu,” ujarnya. Dalam dakwaan yang dibacakan jaksa Komisi Pembe- rantasan Korupsi (KPK) di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (20/2), Akil antara lain didakwa telah menerima total uang Rp125 juta untuk memenangkan lima sengketa pemilu kada di Papua. Lima sengketa yang diduga dimainkan Akil ialah pemilu kada Kabupaten Merauke, Kabupaten Asmat, dan Kabupaten Boven Digoel pada 2010. Selain itu, pada 2011 Akil juga memainkan sengketa pemilu kada Kota Jayapura dan Kabupaten Nduga. “DI PTUN, saya menang. Demikian halnya kasasi. Anehnya saya kalah di MK.” Pieter Ell Peserta pemilu kada Jayapura Untuk pengurusan Kabupaten Merauke, Kabupaten Asmat, dan Kabupaten Boven Digoel, Akil menerima uang sebesar Rp50 juta, sedangkan untuk pengurusan sengketa pemilu kada Kota Jayapura dan Kabupaten Nduga, ia mendapat Rp75 juta. Sementara itu, kuasa hukum Wali Kota terpilih Jayapura saat bersidang di MK, Paskalis Letsoin, menegaskan kecil kemungkinan pihaknya bisa menyuap Akil Mochtar. “Saat itu semua bentuk dana untuk urusan hukum dikoordinasikan pada saya sebagai pengacara. Dengan demikian, saya pastikan tak ada permainan itu. Kalau ada, mungkin itu di luar sepengetahuan saya,” tegas Paskalis. (MC/P-1)
  4. 4. 4 Wawancara minggu, 23 FEBRuari 2014 mi/ramdani M ENGUMPULKAN lima personel Slank dalam satu kesempatan perbincangan panjang bukanlah perkara mudah. Maklum, kesibukan Bimbim, Kaka, Ivanka, Abdee, dan Ridho sangat bejibun. Maka, wartawan Media Indonesia pun mendapatkan kesempatan mewawancarai personel Slank secara terpisah. Bimbim dan Ivanka diwawancarai pada Senin (17/2), Abdee pada Jumat (21/2) malam di markas Slank di Gang Potlot, Jakarta Selatan, sedangkan Kaka menjawab pertanyaan melalui telepon. Adapun Ridho, hingga naskah ini disusun belum menjawab e-mail dan SMS permintaan wawancara. Bagi Slank, Indonesia terlalu mahal untuk disia-siakan. “Kita ingin Indonesia baru yang enggak ada matinya,” kata Bimbim. Berikut petikan wawancara dengan , pentolan grup band yang sudah berusia tiga dasawarsa tersebut. Jangan Terima Uangnya Jangan Pilih Orangnya Pekan kemarin Slank manggung di Go­ rontalo. Kenapa tertarik dengan wilayah timur? Sebenarnya, di mana saja enak. Kebetul­ an kalau di Indonesia timur ada bonus eksotisme pantai dan budayanya. Sesuatu banget karena ke sana kita selalu berhayal, wah pasti ketemu pantai apa nih? Dapat makanan apa di sana nih? Itu yang bikin kita jatuh cinta dan exciting. Slank membuat lagu Good Morning Pa­ ua pada 2011. Apa itu karena alasan p eksotisme Papua? Ya tentu. Kita sudah beberapa kali mang­ gung di sana. Ada rencana mengeluarkan karya di tahun ini? Masih Oktober nanti album baru keluar. Tahun kemarin kan kita sudah buat album, lagu, dan film yang sama judulnya, yaitu Slank Nggak Ada Matinya. Sekarang lagi kon­ sen ke acara liputan televisi. Kita bikin tema talkshow yang judulnya Indonesia Baru yang Nggak Ada Matinya. Kami menggali dari para tamu, pemimpin-pemimpin yang kita anggap punya wawasan maju ke depan. Mereka, calon pemimpin itu, termasuk kaum intelektual muda? Ya. Dialog Indonesia baru itu sebenarnya menarik. Virus Slank dengan solidaritasnya, Slank dengan cinta alamnya, dan Slank de­ ngan antikorupsinya kita gali di situ. Ada caleg (calon anggota legislatif ) yang kita undang. Sebelum mereka berbuat nakal, kita udah ngasih tahu, udah nakutinlah. Elo bakalan korupsi enggak kalau nanti jadi pemimpin? Soalnya kita ada lagu yang judulnya Koruptor Dor!. Ha...ha...ha.... Ada jaminan mereka bisa berubah? Kadang orang diajak untuk berubah me­ mang susah. Tapi kalau dijadiin teman dan kita kasih gambaran perubahan, pasti dia akan berubah sendiri. Raja reggae Bob Marley terpengaruh de­ ngan ideologi tokoh Kaisar Haile Selassie I. Apakah ada tokoh atau pemimpin yang memengaruhi Slank? Kita termasuk orang yang enggak terlalu banyak baca buku. Namun, bila datang ke suatu tempat, aku lebih mengamati, meli­ hat, mendengar. Aku bukan tipe orang yang pintar ngomong banyak. Segala sesuatu ditulis lewat lirik lagu. Lagu-lagu Slank termasuk curhatan (curahan hati), keluh kesah, atau apa pun yang terpikir lebih banyak keluar ke lagu-lagu. Terpengaruh tokoh tertentu enggak ada. Kalau elo enggak milih, jangan teriak-teriak. Pemilu itu mencoba menaruh seseorang (pemimpin) demi masa depan Indonesia. Tahun ini ada hajatan besar pemilihan umum. Bagaimana pandangan Anda ten­ tang pemilu? Tiap pemilu selalu memilih karena gue berprinsip memilih berarti gue berhak untuk memaki, mengkritisi, memarahi, ataupun bila perlu menjatuhkan dia lagi. Kalau elo enggak milih, jangan teriak-teriak. Pemilu itu mencoba menaruh seseorang (pemimpin) demi masa depan Indonesia. Tahun ini gue kritisi dua persoalan. Pertama, gue paling enggak suka caleg yang mencanangkan promosi di ruang pub­ lik. Gue melihat itu mengotori lingkungan dan merusak pohon karena dipaku-paku. Gue anggap mereka itu pemalas. Masa wakil rakyat yang promosikan diri? Bukannya wakil rakyat ditunjuk oleh rak­ yat untuk maju? Jadi, jangan pilih orang yang menempel wajah-wajah mereka di pinggir jalan. Kalau mau, pilihlah orang yang datang ke rumah dan menceritakan sisi dia, mem­ perkenalkan dirinya, dan orang yang mau mendengarkan keluhan masyarakat. Kedua, yaitu yang selalu diteriakin orang ‘ambil uangnya jangan pilih orangnya’. Itu gue enggak setuju, karena jangan ambil yang enggak berkah. Itu sudah pasti sial. Kita harus ubah menjadi ‘jangan ambil uang­ ya, jangan pilih orangnya.’ Berarti n orang memberi uang, sudah pasti orang itu ingin dipilih. Kalau jelek, ngapain kita pilih kan? Jadi, jangan memberi makan mulut kita, anak kita dengan uang yang bukan punya kita dan bukan hak kita. Gita Wirjawan, peserta konvensi calon pre­ iden dari Partai Demokrat, pernah s nge-jam bareng Slank. Ada unsur pende­ kat­ n, ya? a Kalau Slank bersahabat, itu bagian dari sentuhan virusnya Slank. Jadi, sama sekali kita tidak mau ada money politics. Banyak pejabat yang main ke sini, kok. Jokowi (Joko Widodo, Gubernur DKI), Amien Rais, main ke sini, begitu juga tokoh-tokoh lainnya. Selama kita bisa atau punya satu pandangan yang sama, kita tetap bersahabat. Pak Gita kan konsen dengan upaya pembasmian album bajakan dan saat itu posisi sebagai menteri. Jadi pas banget jika kita mendorong. Kenapa enggak nge-jam dan nyanyi se­ kali-kali bareng SBY? Kita belum pernah ketemu dengan SBY (Susilo Bambang Yudhoyono). Beberapa kali ada rencana, tetapi enggak pernah ketemu. Enggak tahu tuh. Berapa kali tujuh belasan Slank lewat terus, ha...ha...ha.... Siapa sosok pemimpin 2014 yang ideal bagi Slank? Belum ada. Untuk pemimpin, kita tak mau seperti beli kucing dalam karung. Masih mempelajari sosok pemimpin. Kita sudah li­ hat beberapa sosok, tetapi belum. Untuk calon pemimpin, kayaknya mengerucut, nih. Kalau partai politik, apa pendapat An­ a? d Multipartai itu menggambarkan demo­ krasi. Siapa pun berhak maju dan menitip­ kan calon untuk memimpin rakyat. Partai itu butuh ideologi dan visi yang jelas buat masa depan bangsa ini. Tapi kebanyakan partai di Indonesia tak punya ideologi. Bahkan puluhan partai memiliki ideologi yang sama. Bagi gue, itu mubazir banget. Silakan bikin partai banyak, tapi elo punya ideologi dong. Jangan hanya tahu bikin partai, tapi enggak tahu mau ngapain. Gue anggap generasi kita sekarang lebih goblok daripada generasi Soekarno. Kenapa bisa begitu? I don’t know. Berarti kita salah. Kita kan lahir dari generasi Orde Baru. Berarti, Orde Baru gagal mengangkat ilmu pendidikan di masyarakat. Padahal, di era pemilu pertama pada 1955, meski multipartai, mereka pu­ nya ideologi yang jelas. Bukan hanya politik, tetapi mereka berbicara sebagai negarawan yang berpikir ke depan. Tapi, hari ini coba tengok politisi kita, yaelah elo ngomong aja enggak selevel teman gue. Apakah Slank pernah diajak untuk men­ adi juru kampanye? j Dari 90-an, tiap tahun pasti kita diajak. Malah, zaman dulu kita dipaksa untuk pilih warna kuning (Golkar). Kita ngakalinnya dengan kabur di saat-saat jelang pemilu (za­ man Orba). Kita ngumpet di Gili Trawang­ an, Lombok, atau Carita (Banten) untuk menghindari ajakan orang parpol. Dari dulu memang kami enggak mau ikut kampanye. Sekarang artis-artis sudah mulai kena kasus korupsi kan? Gara-gara kampa­ nye, gara-gara apalah sehingga dimasukkan ke KPK karena money politics. Aktivitas apa saja saat di Carita dulu? Buat lagu-lagu. Tong Kosong lahir dari situ. Intinya, Slank di atas semua golongan sehingga kita tak mau memihak ke salah satu partai tertentu. Kalau pemilu, bendera Slank di bawa ke semua partai. Apa rahasia Slank dalam menjaga pro­ duktivitas selama tiga dekade ini? Coba melakukan sesuatu yang belum pernah dilakukan. Itu yang membuat kita tetap semangat. Setiap akhir tahun, kita selalu mencari mimpi baru, lalu kita sharing ke teman band. Kita percaya dengan menyatukan mimpi akan mempersatukan Slank. Hidup tanpa mimpi bersama bisa membuat band bubar. Tentu, pendapatan harus terbuka sehingga dibagi rata, jelas, dan saling terbuka. Kadang kami selalu duduk di depan (beranda) tiba-tiba melihat ada bencana, kami langsung turun ke kor­ ban banjir atau buat acara amal. Kepekaan menyatukan kami. Apa yang belum Slank dapat dalam perjalanan bermusik? Pengen suatu hari Slank bikin lirik lagu soal Rayuan Pulau Kelapa. Berarti Indonesia sudah permai karena alamnya sudah hijau lagi dan ekonominya makmur. Jadi, enggak ada lagi yang bisa dikritisi dan diajak untuk melakukan perubahan karena semuanya sudah makmur. Sampai hari ini, belum tercapai mimpi itu. (X-2) iwak@mediaindonesia.com
  5. 5. JEDA MINGGU, 23 FEBRUARI 2014 5 Membaca Tanda Alam ANTARA/WIDODO S JUSUF Dulu, saat pepohonan masih rimbun dan hewan berkeliaran, warga di lereng gunung berapi bisa mengandalkan tanda alam untuk bersiap menghadapi erupsi. FURQON ULYA HIMAWAN S AAT Gunung Kelud di Jawa Timur meletus pada Kamis (13/2) malam, warga Dusun Kalitengah Kidul, Glagaharjo, Cangkringan, Sleman, Yogyakarta, sempat kaget. Dentumannya terdengar hingga ke sana. Beberapa warga keluar dari rumah mereka. “Ada yang menghubungi beberapa titik pemantauan. Ternyata bukan Merapi, melainkan Kelud,” kata Kepala Desa Glagaharjo, Suroto. Kawasan itu memang tidak asing akan erupsi. Lokasinya terletak sekitar 6 kilometer saja dari puncak Gunung Merapi. Suroto mengaku tak cemas tinggal di kawasan rawan seperti itu. “Nenek moyang saya juga lahir di sini,” kata Suroto. Dari erupsi Merapi yang pernah terjadi, Suroto mengaku warganya belajar banyak untuk bisa membaca tanda erupsi, dari gejala yang ditunjukkan alam hingga memadukannya dengan teknologi saat alam mulai terkikis. Pada awal 1990-an, kata Suroto, warga memercayai tanda-tanda alam ketika Merapi akan erupsi karena masih banyak pepohonan dan binatang. “Seperti ada hewan-hewan yang turun,” kata dia. Namun, saat populasi pohon dan hewan berkurang, warga mengaku kesulitan membaca tanda alam sebagai gejala Merapi akan erupsi. Kondisi itu dibenarkan Eko Teguh Paripurno, dosen peneliti di Pusat Studi Manajemen Bencana Universitas Pembangunan Nasional Veteran, Yogyakarta. “Tentunya mereka akan kesulitan membaca tanda alam kalau masih berpedoman pada model lama,” tutur dia. Pada era yang disebut Suroto, warga lereng Merapi sudah memiliki cara yang BERDAMPINGAN: Warga membawa hasil canggih sesuai dengan masanya, yakni berkomunikasi melalui kentungan, peluit, atau alat-alat yang bisa digunakan untuk mengumpulkan massa. Cara itu pun terjaga sebagai bentuk kearifan lokal. Lalu pada 2000-an, warga mulai menggunakan handy talkie alias HT. Dengan alat komunikasi itu, warga mendapatkan informasi dan menyebarkannya secara luas kepada warga lainnya. “Warga tidak hanya mendengar tanda alam, tetapi juga mendengar informasi lewat HT,” tambah Suroto. Kearifan lokal Budaya masyarakat lereng gunung dengan kebiasaan hidup komunal dan bergotong royong merupakan modal kearifan lokal yang masih ampuh dijadikan sarana komunikasi dalam mitigasi bencana. Di Desa Glagaharjo, misalnya, setiap dusun memiliki komunitas yang membuat kesepakatan sendiri ketika menghadapi bahaya erupsi Merapi. “Istilahnya cara evakuasi versi warga,” kata Suroto. Tugas komunitas ialah menginformasikan soal bahaya. Setelah mendapatkan informasi dari petugas pemantau atau Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi, komunitas meneruskan informasi tersebut kepada masyarakat. “Melihat tanda Merapi, menerima informasi dari komunitas, dan bersiap mengevakuasi diri,” kata Suroto. Warga Desa Sidorejo, Kecamatan Kemalang, Klaten, Jawa Tengah, juga tinggal di kawasan serupa, sekitar 6 kilometer dari puncak Merapi. Dita Ipomenia, 25, warga desa itu, mengaku tidak pernah takut akan bahaya erupsi Merapi. “Seumur hidup tinggal di sini, seingatku tidak pernah ada ketakutan yang luar biasa. Kami memang pasang telinga dan waspada, kami sadar hidup dengan alam, tidak boleh merusak, jadi alam mau bersahabat,” kisah perempuan yang biasa dipanggil Ipo itu. Ipo juga ingat dia dibekali cara mitigasi sejak duduk di sekolah dasar. Desanya pun memiliki tim desa siaga yang memberi tahu warga bahwa Merapi tidak akan meletus dengan tiba-tiba sehingga masyarakat tidak perlu panik. “Tanda-tanda seperti suara gemuruh, gempa, atau letupan kecil harus kami waspadai. Nah dari situ, status gunung biasanya ditingkatkan dan kami tahu kapan perkebunan dengan latar belakang Gunung Merapi di Cangkringan, Sleman, Yogyakarta, beberapa waktu lalu. Budaya masyarakat lereng gunung yang komunal dan bergotong royong merupakan bentuk kearifan lokal yang ampuh dalam mitigasi bencana. harus mengungsi,” tutur Ipo. Perempuan yang ikut mengungsi saat erupsi Merapi pada 2006 dan 2010 itu juga ingat proses evakuasi selalu berjalan tertib. “Perempuan dan anak-anak didahulukan, sedangkan laki-laki biasanya berjaga di tempat tinggal sampai status gunung ditingkatkan misalnya, barulah mereka turun ke pengungsian juga,” kisah Ipo. Kini, dengan belajar dari erupsi pada 2010, warga desa meningkatkan kewaspadaan. “Bukan berarti enggak takut terus nantang lo ya. Memang kalau lihat berita itu agak berlebih ya, padahal ya tidak seperti itu kenyataannya kok,” kata Ipo seraya tertawa. (Wnd/M-1) miweekend@mediaindonesia.com Kisah Perkutut di Lereng Kelud MI/BAGUS SURYO LEGENDA PERKUTUT: Dusun Kutut Sambirejo, Desa Pandansari, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang, Jawa Timur, porak poranda pascaerupsi Gunung Kelud. Menurut kisah turun temurun, kawasan itu dulunya merupakan habitat burung perkutut yang disimbolkan sebagai manusia berjiwa besar dan berperilaku baik, serta dihormati, yang kini sulit ditemui. DUSUN Kutut Sambirejo, Desa Pandansari, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang, Jawa Timur, luluh lantak akibat erupsi Gunung Kelud pada Kamis (13/2) malam. Dusun di kawasan Bendungan Selorejo yang berpenduduk sekitar 550 jiwa itu lengang dalam sekejap. Kini, pascaerupsi warga mengungkap kembali mitos dan legenda yang diyakini berkaitan dengan erupsi. Konon, dusun merupakan hamparan hutan di lereng gunung. Lingkungan bersih, udara menyehatkan, satwa hidup harmonis, dan air melimpah dari sumbernya. Daerah itu menjadi habitat burung perkutut. Dari situ berasal nama Dusun Kutut Sambirejo. “Cerita orangtua dulu, dusun kami menjadi habitat burung perkutut. Ukuran tubuhnya besar, suaranya merdu. Burung dari daerah kami sangat tersohor,” tutur Kepala Dusun Kutut Sambirejo Lamadi, Kamis (20/2). Gunung eksotis sumber kehidupan itu sangat dihormati. Tradisi dipertahankan melalui serangkaian ritual sebagai tanda syukur kepada Tuhan dan leluhur. Tujuannya ialah untuk membangun ingatan dan menyuburkan rasa syukur bahwa keberadaan gunung melimpahkan kemakmuran. Erupsi gunung itu menelan ribuan korban jiwa saat meletus pada 1586, 1901, 1919, 1951, 1966, 1990, dan 2007. Berdasarkan saksi mata, pada kejadian erupsi 1951, material vulkanis yang dilontarkan tidak mengarah ke utara. Artinya, Dusun Kutut Sambirejo aman. Namun, letusan kali ini berbeda. Seisi dusun malah hancur. Kejadian itu lantas dikaitkan dengan asal-usul dusun sebagai habitat burung perkutut, yang kata Lamadi, “Bertubuh besar, bersuara bagus, pasti harganya mahal.” Perkutut itu diartikan sebagai orang yang berjiwa besar, bertutur kata dan berperilaku baik, serta dihormati karena kesempurnaan ilmunya. Bahasa simbol itu, lanjut Lamadi, menjadi cara pandang dalam memahami harmonisasi alam sekaligus mengatur perilaku. Kini, habitat burung perkutut tergusur perumahan. Satwa yang disimbolkan berkaitan dengan alam itu telah hengkang. Penyebabnya pohon dibabat dan perburuan liar. Ajaran leluhur pun mulai luntur. Bencana sebenarnya sudah datang, yakni banyak orang melupakan akar budaya leluhur. Tiada lagi perkutut yang dimaknai sebagai orang berjiwa besar dan berperilaku baik dan dihormati. Itu sebabnya, Lamadi juga memandang, meletusnya Kelud menjadi pelajaran untuk kembali memahami leluhur yang mengajarkan kearifan untuk menjaga keseimbangan alam, mencintai makhluk, dan tidak merusak. Karena itu, warga beranggapan bahwa letusan Kelud ialah bentuk suksesi alam supaya manusia kembali kepada kearifan. (Bagus Suryo/M-1) Menikmati Berkat Adaptasi “BIARKAN alam bicara,” kata Mas Penewu Suraksohargo, 47, juru kunci Gunung Merapi di Jawa Tengah yang biasa dipanggil Mas Asih. Sebagai warga yang lahir di lereng gunung berapi aktif, Mas Asih tidak pernah lupa nasihat mendiang ayahnya, Mbah Maridjan, untuk selalu melestarikan lingkungan, cinta alam semesta, dan menjaganya. Dengan begitu, Asih yakin alam semesta akan berbalik mencintai manusia. “Secara umum, kita mampu menggunakan cara-cara kearifan lokal dalam melihat situasi gunung berapi. Merapi, contohnya, bisa terlihat dari status suhu yang naik, ada suara gemuruh, asap yang mengepul dengan warna kecokelat-cokelatan,” kata dia saat dijumpai di rumahnya, Dusun Karangkendal, Umbulharjo, Cangkringan, Sleman, Yogyakarta, tepatnya di Km 8 dari puncak Gunung Merapi, Jumat (21/2). Cara itu, bahkan Asih juga sepakat, perlu mengikuti perkembangan zaman. “Cinta semesta juga dipadukan dengan pandai teknologi. Itu akan sangat membantu.” Asih pun selalu berkoordinasi dengan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi untuk mencari informasi karena mempunyai alat-alat canggih untuk mengawasi gunung. Kalau sudah berpedoman pada alam dan teknologi, ketika gunung berapi meletus, Asih melanjutkan, warga tidak perlu takut dan khawatir. “Sebenarnya gunung mem- Mas Asih tidak pernah lupa nasihat mendiang ayahnya, Mbah Maridjan, untuk selalu melestarikan lingkungan, cinta alam semesta, dan menjaganya. berikan kemanfaatan pada manusia setelah itu, seperti tanah menjadi subur, pasirnya bisa dimanfaatkan, bahkan bisa menjadi objek wisata,” tambahnya. Sebagai juru kunci gunung berapi, Mas Asih memang masih jadi sumber informasi utama warga di lereng gunung. Suroto, mi- salnya, warga Desa Glagaharjo di Sleman, Yogyakarta, mengaku, “Kami ikut kata Mas Asih karena dia juru kunci Gunung Merapi.” Kepatuhan warga pada pemimpin, termasuk kepala desa dan kuncen alias juru kunci, menurut antropolog Prof Sjafri Sairin dari Universitas Gadjah Mada, memang menjadikan warga sigap dan terhindar bahaya saat erupsi terjadi. “Di Bromo, misalnya, ada pengetua Tengger. Ya, seperti itu, yang dituakan akan dijadikan acuan. Umumnya tidak ada korban juga lantaran kepatuhan kepada kepala desa, kuncen, ataupun pihak pemerintah yang bertugas memantau kondisi gunung,” kata dia. Warga di lereng gunung berapi memang menganggap gunung sebagai pemberi rezeki sehingga pemikiran untuk menjaga alam pun tecermin dari perilaku mereka. “Tampak pada masyarakat di sekitar Merapi dan Bromo yang setiap tahun mengadakan upacara sebagai wujud syukur atas berkah yang diberikan melalui gunung,” jelas Sjafri. Jika orang kota yang jauh dari gunung berapi melihat ancaman bahaya erupsi setiap saat, warga di lereng gunung berapi bisa tetap menikmati hidup berkat proses adaptasi secara turun-temurun. Itulah yang disebut Sjafri sebagai interaksi antara manusia dan lingkungan sehingga memberi pengetahuan untuk mampu bertahan. (FU/ BN/Wnd/M-1)
  6. 6. OLAHRAGA 6 minggu, 23 FEBRuari 2014 Rekor Apik Pertamina kembali Diuji KESUKSESAN menjadi juara di dua pu­ taran penyisihan Proliga 2014 merupa­ kan modal utama tim bola voli putri Jakarta Pertamina Energi untuk merebut gelar juara yang setahun sebelumnya diraih Jakarta Popsivo PGN. Pelatih Jakarta Pertamina Energi Octa­ vian berharap catatan tidak terkalahkan­ nya (clean sheet) di 12 laga putaran penyi­ sihan bisa terus berlanjut pada final four di C’tra Arena, Bandung, 28 Februari-2 Maret, di Bandung, Jawa Barat. Meski demikian, ia mengakui masih ada beberapa kekurangan yang harus segera diperbaiki agar Amalia Fajrina dan kawan-kawan lebih siap menghadapi final four yang tensi permainannya lebih tinggi ketimbang putaran penyisihan. “Terutama dari segi receive (peneri­ maan) servis yang harus lebih dibe­ nahi karena kemarin umpan-umpannya kurang begitu bagus karena receive ku­ ang sempurna. Kalau receive bagus, r umpan pun akan bagus dan poin bisa ki­ a dapatkan,” kata dia. t Sejak Rabu (19/2), tim putri Pertamina Energi sudah berada di Bandung untuk melakukan pemusatan latihan. Pertamina Energi memilih Bandung sebagai tempat pemusatan latihan agar mereka bisa fit saat berlaga di seri pertama final four. Dominasi Pertamina Energi selama putaran penyisihan, diakui pelatih Jakar­ ta Popsivo PGN Muhammad Anshori, mem­ ­ at peluang timnya untuk bisa bu mempertahankan gelar juara Proliga menjadi lebih berat. Terlebih dua tim lainnya, yakni Manokwari Valeria Papua Barat dan Jakarta Electric PLN, juga pu­ nya kualitas mumpuni. Untuk itu, Anshori mengharapkan tim kepelatihan memfokuskan pembenah­ an mental bertanding anak asuhnya di samping memperbaiki permainan dari se­ i fisik dan teknik. Faktor mental, me­ g nurut Anshori, punya peranan penting dalam pertandingan dengan jadwal ketat di Proliga 2014. “(Mental) kadang bagus, kadang juga jelek. Karena itu, faktor mental juga akan menjadi fokus kami menjelang final four,” kata dia. Popsivo PGN lolos ke final four dengan koleksi 8 kemenangan dan 4 kali kalah da­ lam dua putaran penyisihan. (Gnr/R-1) COBA DIHADANG: Reuters/David Manning Shooting guard Orlando Magic Victor Oladipo (tengah) mencoba melakukan drive dan dihadang dua pemain New York, Carmelo Anthony (kiri) dan Tyson Chandler, dalam lanjutan NBA Amway Center, Amerika Serikat, kemarin. Dominasi Petenis Spanyol di Brasil Rafael Nadal tak terlalu kesulitan untuk mengandaskan perlawanan petenis Portugal Joao Sousa 6-1 6-0. Ghani Nurcahyadi P ETENIS Spanyol mendo­ minasi turnamen tenis yang berlangsung di Ame­ rika Selatan. Setelah Spa­ nyol berhasil menempatkan tiga wakil di ajang Copa Claro atau ATP Buenos Aires pekan lalu, tiga petenis negara itu kini juga sukses menembus semifinal Rio Terbuka atau ATP Rio di Rio de Janeiro, Brasil. Ketiga petenis Spanyol itu ialah Rafael Nadal, David Ferrer, dan Pablo Andujar. Satu tempat lagi diisi petenis nomor satu Ukraina, Aleksandr Dolgopolov, yang melaju setelah mengalahkan petenis Italia, Fabio Fognini, 6-1, 6-1 di perempat final. Nadal yang menjadi unggulan utama pada turnamen yang ber­ langsung di Jockey CLub Brasileiro, Rio de Janeiro itu melangkah ke semifinal setelah mengalahkan pe­ enis Portugal Joao Sousa de­ t ngan skor 6-1, 6-0 dalam waktu 75 menit. Di semifinal, Nadal akan berhadapan dengan Andujar yang mengalahkan Tommy Robredo 6-1, 6-1 di perempat final. Kemenangan telak atas Sousa mengindikasikan cedera pung­ gung Nadal yang menghalanginya meraih gelar grand slam Australia Terbuka tahun ini sudah tidak mengganggunya lagi. Nadal bah­ kan menolak berkomentar menge­ nai punggungnya lagi. “Saya rasa sudah mulai berkem­ bang sekarang. Saya memainkan permainan terbaik saya di turna­ men ini. Bukan hanya itu, saya bisa bermain pada level yang tinggi dengan intensitas gerak yang tinggi dan lebih agresif,” kata Nadal Pertemuan dengan Andujar akan menjadi yang ketiga bagi Na­ al. Petenis kidal itu belum per­ d nah kalah dari petenis 28 tahun tersebut di dua laga sebelumnya. Bila menang, keberhasilan Nadal dan Ferrer ke semifinal memung­ kinkan terjadinya final di antara dua petenis papan atas Spanyol di turnamen level ATP 500 itu. Jika Nadal menang mudah, jalan Ferrer ke semifinal terjal. Ia arus meladeni perlawanan keras satusatunya wakil tuan rumah tersisa, Thomaz Belluci, yang memaksanya bermain tiga set. Pertandingan ke­ duanya pun sempat harus dihenti­ kan lebih dari 1 jam akibat lampu arena yang tiba-tiba padam. Ferrer akhirnya menang 4-6, 6-3, 6-3. “Ini pertandingan yang cukup ketat. Terlebih saat pertandingan harus dihentikan sementara aki­ bat lampu padam. Saya sedang memegang kendali, “ kata Ferrer yang akan menghadapi Dolgopolov di semifinal. Gagal Dari ajang Dubai Duty Free atau WTA Dubai, petenis nonunggulan asal Prancis, Alize Cornet, mengga­ galkan reuni Williams bersaudara di final turnamen lapangan keras itu. Cornet secara mengejutkan menghempaskan Serena Williams yang merupakan petenis nomor satu dunia dengan skor 6-4, 6-4. Cornet yang berstatus underdog menghadapi Serena karena catatan belum pernah menang atas Serena dalam tiga pertemuan terakhir, di luar dugaan meladeni servis keras Serena dengan forehand dan backhand yang tajam. Kekalahan itu menjadi kekalahan pertama Serena seusai cedera punggung yang mengakibatkan ia gagal total di Australia Terbuka tahun ini. “Ia bermain lebih baik, sedang­ kan saya tidak. Saya melakukan banyak kesalahan dan saya rasa inilah kesalahan terbanyak yang saya buat dalam satu pertandingan selama empat tahun ini,” kata Serena. Di final, Cornet akan berhadapan dengan kakak kandung Serena, Venus Williams, yang mengalahkan Caroline Wozniacki 6-3, 6-2. (R-1) gani@mediaindonesia.com DOK-PBSI KEMBALIKAN BOLA: Pasangan Zakia Ulfa, Muhammad Rian Ardianto (kanan), mencoba mengembalikan bola dari pasangan Korea Selatan Kim Jung-ho/Kong Hee-yong pada semifinal Asia Junior Championship 2014 di Taiwan, kemarin. Rian/Ulfa Gagal Raih Tiket Final PUPUS sudah harapan Mu­ ham­ ad Rian Ardianto/Zakia m Ulfa untuk melaju ke final Asia Junior Championships 2014. Pasangan ganda campuran Indonesia ini dihentikan wakil Korea, Kim Jung-ho/Kong Heeyong, setelah berjuang tiga set 17-21, 21-15, 5-21. “Meskipun sudah meme­ nuhi target, kami kecewa de­ gan hasil ini. Seharusnya n bisa menang. Namun, kami syukuri saja. Pada pertanding­ an tadi kami sulit keluar dari tekanan terutama di set ketiga lantaran lawan mempercepat tempo permainan,” kata Ulfa, pemain asal klub Aufa. Pertandingan berlangsung sengit di set pertama. Kedua pasangan berkejaran angka dan melancarkan serangan. Sayang, di akhir set pertama, Rian/Ulfa banyak membuang kesempatan meraih poin. Rian/Ulfa sempat menghem­ buskan angin segar saat ber­ hasil mencuri set kedua. Akan tetapi, di set penentuan, pe­ ’’Kami sudah berusaha untuk mengubah permainan, te­api t lawan keburu membaca permainan kami dan kami tidak dapat berbuat banyak.’’ M Rian Ardianto Pebulu Tangkis Indonesia nampilan Rian/Ulfa justru an­ iklimaks. t Mereka tertinggal jauh 2-11 di interval set ketiga. Rian/ Ulfa tak dapat keluar dari tekanan dan terus tertinggal jauh hingga semakin sulit un­ tuk mengatasi ketertinggalan. Rian/Ulfa pun gagal meraih tiket babak final AJC 2014. “Kami sudah berusaha un­ tuk mengubah permainan, te­ api lawan keburu memba­ t ca permainan kami dan kami tidak dapat berbuat banyak. Sebetulnya kuncinya di set per­ ama. Seharusnya kami t bisa mengamankan set per­ tama. Sebagai evaluasi, kami mesti memperkuat perta­ hanan dan mempertajam serangan,” tutur Rian kepada Badmintonindonesia.org. Pasangan ini sebetulnya tampil apik di semifinal. Mere­ ka melaju ke semifinal setelah menundukkan wakil China, He Jiting/Du Yue, 21-16, 21-9. Meskipun hanya beberapa kali latihan bersama, Rian/ Ulfa bisa tampil kompak dan menutupi kekurangan mas­ ing-masing. Tidak seperti Ulfa yang sudah sering bermain di nomor ganda campuran, Rian selama ini lebih fokus di ganda putra. Dengan demikian, Indone­ sia belum berhasil mengi­ rim wakil ke partai puncak. Dua andalan, yaitu Jonatan Christie (tunggal putra) dan Clinton Hendrik Kudamasa/ Muhammad Rian Ardianto (ganda putra), terhenti di ba­ bak perempat final. (Era/R-4)
  7. 7. SEPAK BOLA MINGGU, 23 FEBRUARI 2014 7 Pemain dengan Gaji Termahal di Inggris Manchester United diam-diam sudah menyiapkan Louis van Gaal menjadi pelatih ‘Setan Merah’ musim depan. EKO RAHMAWANTO M U S I M i n i Way n e Rooney tak juga menunjukkan diri sebagai salah satu striker tajam. Namun, Manchester United percaya Wazza-panggilan Rooney--akan menjadi aset paling berharga di Old Trafford. Itu sebabnya manajemen the Red Devils setuju untuk memperpanjang kontrak plus menaikkan gajinya. Kontrak mantan pemain Everton itu akan habis 1,5 tahun lagi. Dengan kontrak baru, Rooney akan bertahan hingga 2019. Tak hanya itu perpanjangan kontrak itu juga membuat Rooney akan menjadi pemain dengan gaji termahal di Liga Primer. Setidaknya ia akan menerima 300 ribu pound (Rp5,8 miliar) per pekan. Nilai itu 25 kali lipat dari nilai kontrak yang didapatkan saat Rooney pertama kali datang ke Old Trafford pada 2004 dengan bayaran 12 ribu pound. Independent menulis negosiasi juga sudah menyepakati rincian royalti hak foto (image rights). Dengan bayaran terbarunya, striker timnas Inggris itu berarti digaji 10% oleh pengunjung Old Trafford. Stadion di Manchester itu memiliki kapasitas pengunjung sebesar 75.731 dengan harga rata-rata tiket seharga 40 pound. Bila stadion tersebut terisi penuh, penghasilan United dari segi pendapatan tiket ialah sebesar 3.029.240 pound. Artinya 10% pendapatan United dari sektor tiket hanya diperuntukkan untuk pembayaran gaji Rooney. Itu pun bila Old Trafford selalu menggelar pertandingan di setiap pekannya. melebihi Sir Bobby Charlton, khususnya untuk urusan mencetak gol. Saat ini Rooney tertinggal 42 gol dengan Charlton yang telah mengemas 250 gol. “Peluang ini hanya datang untuk para pemain spesial dan saya percaya bahwa Rooney akan mencetak rekor bagus yang akan memakan waktu lama untuk bisa dicapai. Ini benar-benar kabar baik bagi semua orang yang terkait dengan klub,” jelas mantan pelatih Everton itu. “Peluang ini hanya datang untuk para pemain spesial dan saya percaya bahwa Rooney akan mencetak rekor bagus.” Siapkan Van Gaal David Moyes Pelatih Manchester United “Saya memang ingin bertahan di United,” ujar penyerang internasional Inggris itu yang dilansir Reuters. “Saya yakin bahwa ini adalah awal dari bab sukses yang lain dalam sejarah Manchester United.” Pelatih David Moyes pun semringah. Ia yakin dengan performa tim yang masih jauh di bawah ekspektasi, Rooney akan jadi bagian penting dalam rencana Moyes. “Dengan kemampuan, pengalaman, dan hasrat untuk sukses yang dia miliki, dia merupakan bagian vital dari rencana-rencana saya di masa depan dan saya benar-benar merasa senang dia sudah menerima tantangannya,” ucap Moyes. Arsitek asal Skotlandia tersebut juga akan mendorong Rooney menjadi legenda di Old Trafford Moyes boleh saja mendukung langkah Rooney. Namun, manajemen diam-diam telah menyiapkan nama Louis van Gaal sebagai kandidat utama untuk menggantikan Moyes. De Telegraaf menulis Manchester sudah gerah dengan serangkaian hasil minor yang dialami klubnya. Oleh karena itu, dia siap mengambil sikap pada akhir musim nanti. Van Gaal saat ini masih terikat kerja sama dengan tim nasional Belanda di Piala Dunia 2014. Setelah gelaran pesta sepak bola itu, Van Gaal siap menanggalkan jabatannya. “Saya tertarik bekerja di Inggris karena saya sudah melatih di Spanyol, Jerman, dan Belanda. Jadi, saya pikir, Inggris jadi tempat saya berkarier selanjutnya.’’ (AP/Rtr/R-4) eko@ mediaindonesia. com AP Suarez dan Sturridge Jadi Momok Swansea Arema tanpa Gustavo Lopez Lawan Selangor FA DANIEL Sturridge dan Luis Suarez akan menjadi momok bagi Swansea saat duel lanjutan Liga Primer di Stadion Anfield malam ini. Sturridge ialah pemain Liverpool pertama yang mencetak gol di dalam tujuh penampilan beruntun di pentas Liga Primer. Duet ini juga menjadi yang paling produktif. Suarez kini menjadi top scorer dengan 23 gol. Adapun Sturridge di posisi kedua dengan 16 gol. Saat ini, the Reds nangkring di posisi keempat dengan 53 poin atau tertinggal empat angka dari Chelsea yang memimpin klasemen sementara. Meski pelatih Liverpool Brendan Rodgers mengaku tidak memikirkan perburuan gelar, peluang mereka untuk ikut memperebutkan gelar musim ini masih terbuka lebar. “Yang paling penting saat ini ialah mengalahkan Swansea untuk bersaing di papan atas,” kata Rodger yang juga mantan arsitek Swansea. Sejak kalah 1-2 dari Chelsea menjelang pergantian ta- hun, ‘Anfield Gang’ belum lagi terkalahkan tahun ini. Dari tujuh laga tahun ini, Liverpool sudah meraih dua hasil seri dan lima kemenangan, di antaranya 4-0 atas rival sekota Everton dan 5-1 dari tim posisi dua Arsenal. Jika Liverpool stabil, sebaliknya performa Swansea cenderung labil. Swansea tak pernah lagi menang seusai membekuk Cardiff 3-0. Meski begitu, Liverpool patut waspada jika melihat peningkatan penampilan Swansea saat bermain imbang 0-0 melawan Napoli di pentas Liga Europa. Dalam duel nanti Rodgers sudah bisa menurunkan kembali Jordan Henderson yang baru menjalani operasi di pergelangan tangannya. Simon Mignolet juga kembali menjadi andalan setelah diistirahatkan saat meladeni Arsenal di Piala FA. Glen Johnson hampir pulih, tetapi sepertinya masih akan diparkir. Sisanya 4 pemain Liverpool akan absen karena cedera. Mereka ialah Lucas Leiva, Mamadou Sakho, Jose Enrique, Sebastian Coates. Di kubu Swansea, Nathan Dyer dan Pablo Hernandez diragukan untuk tampil setelah mengalami cedera saat melawan Napoli. Kabar baiknya Jonjo Shelvey sudah bisa kembali diturunkan setelah turun sebagai pemain pengganti. Michu hampir pulih dari cederanya, tetapi saat menghadapi Liverpool masih harus menemani Kyle Bartley dan Alex Pozuelo di kamar perawatan cedera. (AP/Rtr/Era/R-4) RUNNER-UP Indonesia Super League (ISL) musim lalu, Arema Indonesia, sudah bertolak ke Malaysia kemarin untuk menghadapi Selangor FA di ajang Piala AFC Grup F, Selasa (25/2), di Stadion Selayang Municipal Council, Selayang, Selangor, Malaysia . Pelatih Arema Suharno hanya meninggalkan playmaker Gustavo Lopez di Malang karena masih berkutat dengan cedera. Posisi mantan pemain Persela Lamongan itu akan diisi Gede Sukadana yang akan berduet dengan kapten Ahmad Bustomi di lini tengah. “Komposisi pemain melawan Selangor sama dengan tur ke Palembang (melawan Sriwijaya FC). Hanya berkurang Gustavo Lopez yang absen karena sedang cedera. Karena masih cedera, ia fokus di Malang agar dapat segera bermain kembali,” ujar Suharno. Musim ini Arema tampil trengginas. ‘Singo Edan’ tak terkalahkan dalam lima kali laga di Grup 1 (Wilayah Barat) dengan memasukkan 14 gol dan hanya sekali kebobolan serta mengoleksi 15 poin. Andik sebenarnya masih kurang mendapatkan jam bermain dengan klub berjuluk ‘Raksasa Merah’ tersebut. Ia kerap menjadi pemain pengganti. Dalam duel nanti, Selangor FA akan diperkuat Andik Vermansyah. Mantan pemain Persebaya Surabaya itu baru musim ini berkiprah di Liga Malaysia. Kehadiran Andik bisa memberikan tambahan informasi untuk Selangor. “Ya memang ramai yang menantikan penampilan saya di sana, terutama fan lokal. Namun, Selangor ialah tim saya saat ini. Dan saya akan berusaha sebaik mungkin membantu tim untuk meraih kemenangan di pertandingan awal AFC Cup ini,” ujar Andik kepada Berita Harian. Menurut Andik, saat ini Arema memiliki tim yang cukup bagus dengan gabungan pemain muda dan impor yang berkualitas. Pertandingan di Kanjuruhan nanti menurutnya tidak akan mudah. “Perlu diingat, mereka (Arema) bukan hanya punya tiga pemain asing, tapi juga dua pemain naturalisasi, termasuk penyerang Cristian Gonzales. Dan mereka semua masuk tim utama,” lanjut Andik. Andik sebenarnya masih kurang mendapatkan jam bermain dengan klub berjuluk ‘Raksasa Merah’ tersebut. Ia kerap menjadi pemain pengganti. Meski begitu, Andik mengaku tidak ada masalah dengan keputusan pelatih Mehmet Durakovic. (AFC.com/ Era/R-4) KISI-KISI Patung Bergkamp di Emirates SAMA Seperti Thierry Henry, striker asal Belanda Dennis Bergkamp sudah menjadi legenda di Arsenal. Untuk menghormati Non-Flying Dutchman-karena Bergkamp takut naik pesawat--manajemen Arsenal akan membuatkan dia patung. Patung itu dipajang di Stadion Emirates dan sudah diresmikan kemarin serta dihadiri sang pemain yang pernah merumput bersama Ajax Amsterdam dan Inter Milan itu. Memasang patung itu sebenarnya tidak gratis. Arsenal tetap akan memberikan kompensasi kepada sang pemain yang dikenal santun itu. Laman 101greatgoals.com menulis patung itu ditempatkan bersama patungpatung legenda Arsenal lainnya seperti Thierry Henry, Tony Adams, dan Herbert Chapman. Bergkamp kini berusia 44 tahun dan saat ini jadi asisten pelatih di Ajax. (AP/Rtr/Era/R-4) 101 GREATGOALS.COM Tidak Alergi pada Kaum Gay SIKAP striker Alberto Gilardino patut ditiru. Baru-baru ini kasus homoseksualitas sering menjadi perbincangan di sepak bola. Namun bagi Gilardino, hal itu tidak masalah jika harus berteman dengan kaum gay. Mantan striker Parma dan AC Milan itu mengatakan kaum gay tidak perlu malu menunjukkan jadi dirinya di lapangan. Pasalnya, akunya, kaum gay tidak jauh berbeda dengan orang lainnya. “Saya tidak akan mempunyai masalah dengan kaum gay. Mereka ialah orangorang yang normal,” imbuh penyerang Milan pada 2005-2008 itu dikutip Football Italia. Gilardino mengaku punya banyak teman dari kaum gay. Bahkan jika ada pesepak bola yang tergolong kaum gay di Bologna--klubnya saat ini--Gilardino tidak akan canggung untuk bercengkerama. (AP/Rtr/Era/R-4) AP Ada Topeng Cantona di Selhurst Park ADA kejadian unik saat Manchester United bertandang ke markas Crystal Palace di Selhurst Park dini hari tadi. Beberapa suporter ‘Setan Merah’ itu memakai topeng Eric Cantona. Cantona ialah mantan pemain United dan dijuluki King Cantona. Kejadian tersebut untuk mengingatkan peristiwa pada 1995. Saat itu pemain asal Prancis tersebut dilarang bermain selama sembilan bulan dan denda 20 ribu pound karena menendang pendukung Palace, Matthew Simmons. Tendangan itu kemudian dikenal dengan Kungfu Cantona. Sebelumnya salah satu ordo suporter United, The Stretford End Flags, menulis rencana itu di akun Twitter mereka. ‘Banyak topeng Cantona dan bendera akan dibawa ke markas Pa lace oleh fan #mufc. Mengkhawatirkan. Beberapa masker terlihat tidak seperti Eric!’ tulis kelompok pendukung itu. (AP/Rtr/Era/R-4) DAILYMAIL.CO.UK
  8. 8. JENDELA BUKU 8 MINGGU, 23 FEBRUARI 2014 Ramuan Pengalaman dan Imajinasi yang MENGINSPIRASI Buku Laskar Pelangi bercerita tentang semangat juang menyala-nyala dari anak-anak kampung Belitong untuk mengubah nasib melalui sekolah. PENGANTAR Dalam rangka memperingati 44 tahun Media Indonesia, redaksi akan menggupas 44 buku yang membawa perubahan dan mengubah Indonesia. Buku Laskar Pelangi karya Andrea Hirata menjadi buku ke lima yang dibahas secara mendalam. USMAN KANSONG S ETELAH cetakan pertamanya beredar di akhir 2005, Laskar Pelangi karya Andrea Hirata sontak memicu perdebatan. Perdebatan berkisar pada apakah ia sungguh sebuah karya sastra berbentuk novel atau justru sebuah autobiografi penulisnya? Namun, sejauh ini orang menikmati Laskar Pelangi sebagai novel. Kalaupun ia berisi pengalaman nyata penulisnya, Andrea Hirata, yang dalam karya ini ialah tokoh bernama Ikal, publik tetap menganggapnya sebagai novel, bukan otobiografi. Sebab, pastilah penulis menyisipkan imajinasi. Lagi pula, seperti kata pakar sastra Indonesia asal Belanda Prof A Teeuw, karya sastra senantiasa merupakan transformasi kenyataan yang lewat pandangan dan penghayatan pengarang menjadi rekaan. Sastrawan Sapardi Djoko Damono menyebut Laskar Pelangi sebagai ramuan pengalaman dan imajinasi yang menarik, sedangkan Media Indonesia dalam resensinya untuk edisi pertama novel ini menyebut Laskar Pelangi sebagai novel realis. Novel ini berkisah tentang 11 anak Melayu Belitong yang tergabung dalam Laskar Pelangi. Anak-anak Laskar Pelangi sungguh luar biasa, pantang menyerah walau keadaan tak bersimpati pada mereka. Tengoklah Lintang, kuli cilik pengangkut kopra yang genius dan dengan sukacita bersepeda 80 kilometer pergipulang untuk memuaskan dahaganya akan ilmu, bahkan kadang hanya untuk menyanyikan lagi Padamu Negeri di akhir jam sekolah. Atau Mahar, seorang pesuruh tukang parut kelapa sekaligus seniman dadakan yang imajinatif, tak logis, kreatif, dan sering diremehkan teman-temannya, tetapi sukses mengangkat martabat sekolah kampung mereka dalam karnaval 17 Agustus. Lihat pula semangat sembilan bocah lain anggota Laskar Pelangi dalam menjalani hidup dan berjuang menggapai cita-cita. Dengan membaca novel ini, kita diajak menyelami ironi kehidupan anak-anak Laskar Pelangi, kejujuran pemikiran mereka, serta indah dan alaminya petualangan mereka. Perhatikan pula sosok Ibu Muslimah, guru para anggota Laskar Pelangi. Ia menjadi sosok guru yang tandingannya sulit dicari dewasa ini. Dengan segera, Ibu Muslimah menjadi model guru ideal di negeri ini. Ibu Muslimah pula yang memberi nama Laskar Pelangi kepada murid-muridnya. Laskar Pelangi kontan membetot perhatian publik. Tiga bulan setelah Novel yang Menggerakkan Indonesia PADA 2007, tim program Kick Andy menerima sepucuk surat dari seorang ibu. Sang ibu menulis bahwa anaknya yang kecanduan narkoba menjadi baik dan kembali bersemangat belajar setelah membaca Laskar Pelangi. Terilhami surat itu, tim Kick Andy memutuskan mengangkat novel Laskar Pelangi dalam salah satu episodenya. Menurut tim Kick Andy, Laskar Pelangi begitu menginspirasi, cocok dengan karakter program bincang-bincang terke- muka di Metro TV itu. Sayang, amplop surat terbuang sehingga tim Kick Andy kesulitan melacak alamat sang ibu. Tim Kick Andy tadinya bermaksud mengundang sang ibu untuk memberi testimoni ihwal perubahan yang terjadi pada anaknya seusai membaca Laskar Pelangi. Kick Andy akhirnya harus puas cuma membacakan surat sang ibu dalam programnya. Dalam rekaman program, Kick Andy mengundang sejumlah orang yang hidup- nya berubah setelah membaca Laskar Pelangi. Tentu saja tim mengundang Andrea Hirata, penulis novel itu, dan Ibu Muslimah, guru para anggota Laskar Pelangi. Tak disangsikan novel Laskar Pelangi telah mengubah dan menginspirasi banyak orang. Bertobatnya sang pemadat setelah membaca Laskar Pelangi, seperti ditulis ibunya dalam surat kepada tim Kick Andy, hanyalah secuil contoh betapa novel ini begitu inspiratif. BUKU BARU masuk royalti penjualan tiket di bioskopbioskop yang memutarnya. Dibajak cetakan pertama September 2005, novel ini mengalami cetakan kedua. Hingga Juli 2007, ia mengalami cetakan kedelapan. Itu berarti sejak cetakan pertama hingga kedelapan, novel ini mengalami cetak ulang setiap 3 bulan. Perdebatan yang menyertai penerbitan awal Laskar Pelangi agaknya menjadi reklame indah buat novel ini. Namun, popularitas novel ini mencapai puncak sepertinya setelah program televisi terkemuka di Metro TV, Kick Andy, pada 2007 mengangkatnya dalam salah satu episode. Tak lama kemudian produser Mira Lesmana, yang mengangkatnya ke layar lebar pada 2008, menambah popularitas Laskar Pelangi. Itu bisa dilihat dari makin intensif dan ekstensifnya cetak ulang novel ini. Sejak Oktober 2007 hingga April 2008, Laskar Pelangi mengalami 12 kali cetak ulang. Itu artinya, dalam sebulan, Laskar Pelangi mengalami dua kali cetak ulang. Bandingkan sebelum ia diangkat Kick Andy dan ke layar lebar yang mengalami cetak ulang cuma setiap 3 bulan. Satu data menyebutkan penjualan buku ini menembus setengah juta eksemplar. Tentu saja royalti tumpah ruah ke genggaman sang penulis Andrea Hirata yang kabarnya mencapai Rp3 miliar. Itu belum ditambah royalti yang diterima Andrea dari pembuatan film yang mencapai Rp500 juta, belum ter- Begitu populernya novel ini, pihak yang tidak bertanggung jawab membajaknya. Dalam dunia perbukuan di Indonesia, berlaku semacam lelucon bahwa salah satu ukuran sebuah buku dianggap bagus dan laris manis ialah apabila ia dibajak. Andrea Hirata pada 1999 menyebut Laskar Pelangi versi bajakan mencapai 3 juta kopi. Namun, yang membuat khalayak ramai membaca Laskar Pelangi terutama tentu saja karena kontennya. Ia merupakan novel inspiratif dunia pendidikan yang gampang dilumat tanpa perlu mengernyitkan dahi. Novel yang membangun inspirasi begitu dirindukan pembaca di tengah dominasi novel percintaan berbumbu seks atau tragedi. Laskar Pelangi bahkan menginspirasi pengarang lain menulis novel bergenre pendidikan. Sebut saja novel Negeri Lima Menara. Tak ayal Laskar Pelangi menjadi pembentuk tren novel di negeri ini. Mengikuti kesuksesan Laskar Pelangi, Negeri Lima Menara pun difilmkan. Andrea Hirata kemudian menghasilkan tiga novel sekuel Laskar Pelangi. Ketiganya ialah Sang Pemimpi, Edensor, dan Maryamah Arpov. Jadilah novel-novel ini disebut tetralogi Laskar Pelangi. Seperti Laskar Pelangi, Sang Pemimpi dan Edensor pun telah diangkat ke layar lebar. Laskar Pelangi juga beroleh reputasi internasional. Terjemahannya yang berjudul Rainbow Troops menjadi pemenang pertama di New York Book Festival 2013 untuk kategori general fiction. Ia telah diterjemahkan sekurang-kurangnya ke dalam 18 bahasa. (M-2) Seorang guru SD di daerah terpencil mengaku Laskar Pelangi memberinya semangat baru. “Buku Laskar Pelangi memberiku semangat baru yang tak ternilai untuk mengajar murid-murid meskipun kami dirundung kesusahan demi kesusahan, meskipun dunia tak peduli. Buku ini membuatku sangat bangga menjadi seorang guru,” kata Herni Kusyari, guru SD tersebut, seperti dikutip novel Laskar Pelangi dalam halaman ‘Pujian untuk Laskar Pelangi’. Febi Liana mengaku Laskar Pelangi membangkitkan hasratnya untuk membantu murid-murid cerdas yang miskin. “Kekuatan karakter tokoh-tokohnya membuatku ingin berbuat sesuatu untuk membantu murid-murid cerdas yang miskin. Laskar Pelangi adalah sebuah buku yang sangat menggerakkan hati untuk berbuat lebih banyak,” ujar karyawati di Jakarta itu, juga seperti dikutip dalam halaman ‘Pujian untuk Laskar Pelangi’. Setelah Laskar Pelangi terbit dan dibaca luas oleh masyarakat, muncul gerakan di dunia pendidikan secara masif, semisal Indonesia Mengajar. Tidak berlebihan bila kita menyebut Laskar Pelangi sebagai novel yang menggerakkan Indonesia, utamanya di bidang pendidikan. (Usman Kansong/M-2) Judul buku: Laskar Judul buku: Lask Judul buku: Las ar Pelangi Penulis: Andrea Hi t Hirata P li A d H Penerbit: Bentang, Yogyakarta, Cetakan: Kedua puluh satu, April, 2008 OPMI MARET Blakblakan ala Dirut Semen Indonesia Dari Gestapu ke Reformasi: Serangkaian Kesaksian Salim Said d DIREKTUR Utama PT Semen Indonesia Dwi Soetjipto membuka rahasia kesuksesannya memimpin BUMN Semen Indonesia. Ia tidak hanya duduk nyaman di kursinya, tapi juga berani menanggung risiko, termasuk konflik, tantangan memperbaiki kinerja perusahaan, menyatukan perbedaan, mengawal proses transformasi, hingga pencapaian visi BUMN menuju world class engineering company. Ia tidak segan berbagi pengetahuan dan strategi saat Semen Padang bergejolak hingga bangkit kembali dari keterpurukan meski caci-maki dan penolakan dari serikat pekerja harus ia hadapi. Ia juga mengedepankan pentingnya sinergi dengan tim yang ia bentuk dan tim pendukung, bekerja sama untuk melakukan analisis data secara akurat, dan pentingnya inovasi. (M-5) OBROLAN Pembaca Media Indonesia (OPMI) memilih buku berjudul Dari Gestapu ke Reformasi: Serangkaian Kesaksian karya Salim Said yang diterbitkan Mizan untuk dibedah. Buku ini menguraikan serangkaian kesaksian personal Salim Said akan perjalanan bangsa yang selama ini belum tersentuh oleh publik. Selama 20 tahun ia merekam jejak sejarah bangsa saat menjadi wartawan. Ia mengajak generasi bangsa untuk ikut andil menyaksikan dan ‘menikmati’ gejolak perjuangan pahlawan untuk negeri ini, mulai G-30-S/PKI, operasi RPKAD saat Gestapu, jatuhnya Soekarno dan perannya dalam G-30-S/PKI, munculnya Soeharto sebagai penguasa Orba, hingga lahirnya era reformasi pada 1998. Road to Semen Indonesia : Transformasi Korporasi Mengubah Konflik menjadi Kekuatan/Dwi Soetjipto/ Kompas Gramedia/318 hlm Bagi pembaca yang berkeinginan ikut mengupas buku tersebut lewat OPMI, silakan mengirimkan data diri ke cs@mediaindonesia.com, paling lambat 28 Februari 2014, dengan subjek OPMI MARET. Kami akan mengirimkan buku untuk Anda baca sebelum mendiskusikannya. Terima kasih atas perhatiannya. Salam.
  9. 9. HIBURAN MINGGU, 23 FEBRUARI 2014 9 MUSIK Titik Mundur Musikus Mayor Berkelana, tidak Lupa Pulang Kampung MI/ANGGA YUNIAR DANIEL SAHULEKA ANTARA/TERESIA MAY INDRA LESMANA, AHMAD DHANI, RUTH SAHANAYA, DAN TITI DJ Mengangkat kembali lagu lawas menjadi peluang jitu agar karya itu tetap diketahui generasi kini. Dhani dan Indra mencoba meraih peruntungan di jalur komersial. IWAN KURNIAWAN P ERJALANAN bermusik melewati tiga hingga empat dekade memang tidaklah m u d a h . Ta k m e n g h e ra n kan bila beberapa musikus kawakan di Tanah Air pun mencoba peruntungan lain dengan mengeluarkan kembali lagu-lagu lama dengan a ra n s e m e n d a n h a r m o n i yang baru. Keberadaan sederet band ternama di era 80-an hingga 90-an menjadi kian redup dan hilang di dalam industri musik Indonesia akhir-akhir ini. Untuk itulah musikus Ahmad Dhani dan Indra Lesmana pun menggaet sederet penyanyi lain untuk menyanyikan lagu ciptaan mereka lewat album kompilasi terbaru bertajuk Adu Bintang 2. Dalam album yang diproduseri Musik Factory Indonesia itu terdapat 11 lagu. Ada sentuhan khas sehingga secara langsung kita bisa melihat pada corak dan warna baru sesuai dengan karakteristik vokal mereka. Ke-11 lagu itu antara lain Aku Ingin (BCL dan Ari Lasso), Sedang Ingin Bercinta (Fatin Shidqia, Isa Raja, Mikha Angelo), Selamat Tinggal (3 Diva), Kasidah Cinta (Al Ghazali dan Eva Celia), Tiada Kata (Mike Mohede dan Mulan Jameela), Cukup Siti Nurbaya (Sammy Simorangkir dan Truth), Keinginan (BCL dan Marcell), dan Manusia (Ahmad Dhani dan Indra Lesmana), serta Pupus (Dewi Dewi). Bila melihat secara jeli, hanya ada satu lagu yang merupakan lagu baru dalam kompilasi, yaitu Manusia yang tentu saja diracik Dhani yang notabene adalah pendiri Dewa 19, sebuah band yang aktif pada 1986-2011. Lewat tautan itulah Dhani masih menjadi otak di balik peluncuran album Adu Bintang 2 tersebut. Tentu saja, ada satu alasan utama, yaitu lagu-lagu yang dinyanyikan ulang sebagian besar sudah dipopulerkan Dewa 19. “Saya tak suka membuat lagu seperti dulu lagi. Sama saja seperti bertanya kepada David Foster seperti lagu After the Love Has Gone (1979) kenapa (dia) tak buat lagu lagi?” cetus Dhani di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, pertengahan pekan ini. Kemunduran Kegelisahan terhadap masyarakat yang kurang mengapresiasi lagu-lagu Indonesia masih menjadi kegelisahan Dhani yang memang terkesan naif. Pasalnya, sebagai seorang musikus kawakan, sisi idealisme karya harus perlu dijaga, bukan sekadar komersial belaka. Banyak lagu yang sempat populer pada zamannya. Kini, itu diangkat kembali agar bisa didengar generasi sekarang lewat kemasan yang baru. Sayang, sentuhan penyanyi lain bisa saja membuat karya bagus menjadi kurang maksimal. “Mengambil lagu lama untuk dinyanyikan penyanyi lainnya HINDI / ACTION D merupakan cermin kedangkalan dan kemunduran yang sedang dipamerkan musikus. Ini semacam sebuah pengultusan untuk menjadikan Dhani sebagai legenda,” ujar musikolog Bayu Wirawan. Musisi sejatinya selalu akan membuat karya baru sehingga membawa khazanah terbaru dalam industri musik Indonesia. Meluncurkan kembali lagu lama memang pernah dilakukan Deddy Dores dan Dedi Dukun. “Jadi, kalau mengetahui ha kikat karya, biarlah lagu memiliki rohnya. Karya tersebut abadi sehingga tak perlu dinyanyikan orang lain, lalu rekaman, dan dijual ke pasaran,” pungkas alumnus Berklee College of Music di Boston, Amerika Serikat, tersebut. (M-2) miweekend @mediaindonesia.com INDONESIAN / ACTION D [D] DEWASA [SU] SEMUA UMUR SCHEDULE SUBJECT TO CHANGE AT ANY TIME INFO & INSIGHT Buy 1 get 1 Free tickets Reguler Class and 3D only. * BRI Prioritas, Gold & Platinum Debit Card Holder Sunday only. Buy 1 Get 1 Free ticket Regular Class (non 3D & Hindi Movie) * CIMB Credit Card (Platinum, World Card & Visa Infinite Card) Saturday - Sunday. % 50 FF O D ENGLISH / DRAMA D ENGLISH / FANTASY D INDONESIAN / COMEDY D INDONESIAN / THRILLER D D THAI / HORROR SU ENGLISH / ANIMATION 50% Velvet Class : * CIMB Niaga Credit Card (World Card), Saturday - Sunday. Buy 1 Get 1 Free Regular class with Mandiri Power Point Redemption * Mandiri Silver, Gold & Platinum credit card. All days. ROBOCOP GI 4DX: 12:00 14:30 17:00 19:30 22:00 MOI 4DX: 11:45 14:15 16:45 19:15 21:50 D ROBOCOP PP VELVET: 11:30 13:50 16:10 18:30 20:50 MOI VELVET: 12:00 14:40 17:20 20:00 CP VELVET: 12:30 15:15 18:00 20:45 WINTER’S TALE FILM Cinta antara Dunia Nyata dan Maya Available at blitz Grand Indonesia & Mall Of Indonesia [R] REMAJA PERJALANAN pulang kampung tak terpisahkan lagi bagi penyanyi sekaligus gitaris Daniel Sahuleka, 63. Dalam setiap titik perjalanan ke Indonesia, dia selalu menyempatkan diri tampil lewat konser mini untuk menjaga kekerabatan dengan penggemarnya. Lelaki gondrong itu hadir dengan gaya yang khas. Tutur sapa yang sedikit berbahasa Inggris, Belanda, dan dicampur dengan bahasa Indonesia berdialeg Ambon menjadi ciri khasnya saat tampil di Gedung Kesenian Jakarta, pertengahan pekan ini. Daniel memang selalu menyuguhkan konser yang santai dan intensif. Dia pun tak malu-malu saat harus bercanda dengan 200-an penonton yang duduk setia menyaksikan performa selama 2 jam, malam itu. “Saya senang kembali main di sini. Saya rasa senang,” ujarnya, santai. Malam itu, penampilan suami Alice Sahuleka Nijman tersebut hampir sama seperti saat konser pada 2010 dan 2011 silam, misalnya. Lagu-lagu yang dia hadirkan sebagian besar memang sudah tak asing lagi sehingga penonton dibuat lebih rileks dalam menyaksikan alunan yang romantis. Terlepas dari performanya, ada yang menarik terkait kehadiran Daniel kali ini. Dia lebih akrab saat menceritakan masa-masa 80-an ketika tiba di Indonesia. “Saya ke Semarang, tapi Semarang tak sebagus dulu lagi,” tuturnya seraya melantunkan Long Distance Highway. Memang, Daniel merasakan kota kelahirannya sudah padat, macet, dan mudah banjir saat musim penghujan. Hal itulah yang membuat dia menumpahkan kegundahannya di depan audiens secara santai. Sederet lagu yang dia bawakan membuat semuanya terpaku. Dari bangku penonton terlihat beberapa penonton mencoba mengabadikan Daniel bernyanyi lagu-lagu tertentu lewat ponsel, sedangkan lainnya terlihat begitu menikmati performanya. Saat memainkan The Rain, Daniel mencoba membuat alunan rintik hujan dengan bunyi gitarnya secara perlahan sekali. Alunan itu sontak membuat penonton seakan ikut berimajinasi tentang rintik hujan yang dimaksudkan Daniel. Begitu pula dengan Wake Up. “Saya paling tidak suka bila sedang tidur dibangunkan. Kalau istri saya membangunkanku, pasti saya marah-marah,” canda penyanyi yang tinggal di Belanda itu. Lagu-lagu terbaik yang populer pada eranya tak lepas dari suguhan Daniel. Sebut saja, You Make My World So Colorful dan Don’t Sleep Away the Night yang menjadi senjata pemungkas untuk menggetarkan hati penonoton. Kehadiran Daniel di Indonesia menunjukkan dia tetap merindukan tanah asal leluhurnya. Dia sudah berkelana dan berlayar jauh, akhirnya kembali ke sarang. Sebuah suguhan sang pengelana yang membekas dalam ingatan para penggemar. “Sahuleka membawakan karya yang romantis. Dia tak lupa pulang kampung,” ujar Danti, 27, salah satu penonton malam itu. (Iwa/M-2) ENGLISH / DRAMA PP VELVET: 12:00 14:30 17:00 19:30 22:00 I, FRANKENSTEIN CP VELVET: 13:15 16:00 18:45 21:30 BLITZ PROMOTION VISIT OUR WEBSITE MORE INFO : www.blitzmegaplex.com Advertise your product on the big screen with us. Contact: marketing@blitzmegaplex.com @blitzmegaplex 021-293.64.800 KEMAJUAN teknologi di masa mendatang membuat kita dapat berdialog secara langsung dengan smartphone kita yang terhubung dalam satu sistem operasi (OS) canggih. Sutradara Spike Jonze menuangkan kisah tersebut ke dalam film terbarunya yang berjudul Her. Theodore (Joaquin Phoenix) merupakan seorang yang romantis. Ia DOK FILM bekerja sebagai penulis surat di HER sebuah jasa penulisan surat untuk orang-orang dengan latar belakang dan perasaan yang berbeda dalam setiap surat. Kehidupan Theodore yang kesepian dan patah hati membuatnya tergoda untuk membeli sebuah operating system (OS). Meskipun itu hanya sebuah suara, Theodore dan asisten pribadinya (OS) tersebut, yang diberi nama Samantha (Scarlett Johansson), menjadi teman akrab dan tak jarang perasaan-perasaan pribadi Theodore dicurahkan kepada Samantha. Hubungan kedua insan beda dunia itu seakan merupakan sesuatu yang lumrah dalam masyarakat di film itu. Theodore juga banyak bercerita mengenai Samantha kepada rekan dekatnya, Amy (Amy Adams). Amy juga bercerita bahwa ada kejadian-kejadian yang dia temui mirip dengan apa yang dialami Theodore. Meskipun ikatan emosional yang diciptakan dalam film ini antara komputer dan tuannya terlihat sangat kuat dan mesra, hubungan itu harus berakhir karena mereka memiliki perbedaan dunia. (M-2)

×