Media Indonesia 23 Februari 2014
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×
 

Like this? Share it with your network

Share

Media Indonesia 23 Februari 2014

on

  • 1,245 views

 

Statistics

Views

Total Views
1,245
Views on SlideShare
1,245
Embed Views
0

Actions

Likes
0
Downloads
13
Comments
0

0 Embeds 0

No embeds

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Adobe PDF

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

Media Indonesia 23 Februari 2014 Document Transcript

  • 1. 28 Halaman Minggu @ MIdotcom Harian Umum Media Indonesia Pemasangan Iklan & Customer Service: 021 5821303 No Bebas Pulsa: 08001990990 e-mail: cs@mediaindonesia.com Rp2.900/eks (di luar P. Jawa Rp3.100/eks) Rp67.000/bulan (di luar P.Jawa + ongkos kirim) 23 FEBRUARI 2014 | NO.11997 | TAHUN XLV Bangkitkan Optimisme Perubahan Pemain Bergaji Termahal di Inggris Nuansa Gudang dengan Barang Usang Apel Siaga Perubahan akan dihadiri sekitar 200 ribu kader dan simpatisan Partai NasDem. Apel itu dinilai penting untuk membuktikan kemampuan memobilisasi massa. Wayne Rooney akan menjadi pemain dengan gaji termahal di Liga Primer. Setidaknya striker Manchester United itu akan menerima Rp5,8 miliar per pekan. Konsep underground dipilih, terinspirasi oleh bar di luar negeri. Kesan eksklusif tercipta karena hanya orang tertentu yang tahu tentangnya. Umum, Hlm 3 Sepak Bola, Hlm 7 Desain, Hlm 14 TERUS GEMAKAN PERUBAHAN S LANK dan kemapanan sudah seperti air dan minyak. Keduanya tidak bisa disatukan. Itulah mengapa Bimo Se tiawan Almachzumi (Bimbim), Akhadi Wira Satriaji (Kaka), Ivan K Arifin (Ivanka), Abdi Negara (Abdee), dan Mohammad Ridwan Hafiedz (Ridho) selalu berwajah ‘muda’ kendati usia mereka tak lagi belia. Mereka ditahbiskan mewakili kaum muda, kaum yang tak sudi berkompromi dengan kemapanan. Kaum muda, khususnya para slanker (julukan penggemar band yang didirikan pada 26 Desember 1983 itu) dipertautkan oleh syair-syair slengekan khas Slank yang sederhana, lugas, dan nakal. Ada Suit-Suit Hehe, Terlalu Manis, juga Mawar Merahku yang berkisah tentang asmara anak muda. Namun, ada pula Orkes Sakit Hati dan Tong Kosong yang mewakili rakyat yang kerap merasakan kepedihan karena dikhianati janji-janji kosong politisi. Bahkan, saking geramnya atas perilaku korup para elite di negeri ini, Slank sampai ‘menakut-nakuti’ penjarah uang rakyat itu lewat lagu Koruptor, Dor!. Slank, sebagaimana dituturkan Bimbim, dilahirkan bukan untuk politik. Namun, mereka tak mau apatis. Bagi mereka, politik harus menjadi kendaraan. “Politik harus bisa membawa Indonesia bebas korupsi, Indonesia sejahtera, dan terlepas dari cengkeraman kolusi dan nepotisme. Kami akan memberikan hak suara pada pemilu,” kata Bimbim kepada Iwan Kurniawan dari Media Indonesia, Senin (17/2). Abdee, gitaris Slank, ingin menjadikan Pemilu 2014 sebagai awal menuju perubahan. “Pemimpin baru harus memiliki integritas, jujur, dan dedikasi tinggi demi perubahan menuju Indonesia baru,” ujar dia. Karena itulah, menurut Kaka (vokalis), perubahan harus tetap digaungkan. “Jangan pernah lelah agar mimpi menjadikan Indonesia yang adil dan makmur terwujud.” Maka, bak sebuah kor, para personel Slank pun mengajak semua lapisan masyarakat untuk ikut memberikan hak suara pada pemilu nanti. Kelimanya berpesan agar jangan sampai menjadi golongan putih. (X-2) Wawancara Slank, hlm 4 MI/SUMARYANTO BRONTO SELA Pindah Sekolah dan Rapor ORANGTUA mestilah bijak ketika berniat hendak memindahkan anak ke sekolah yang baru. Pasalnya, peneliti Kanada menemukan bahwa anak yang pindah sekolah sebelum ia duduk di bangku kelas 3 cenderung mengalami penurunan nilai akademis selanjutnya. Peneliti dari Universitas McMaster menyimpulkan hal tersebut setelah meneliti rapor 45 ribu murid yang didapat dari guru-guru lokal di Kanada. Perkembangan murid diamati dari TK hingga kelas 3 SD. Hasilnya, anak-anak yang pindah sekolah sebelum kelas 3, selanjutnya memiliki nilai rendah pada mata pelajaran matematika, pelajaran membaca, dan menulis. Profesor kajian anak-anak Scott Davies yang tidak terlibat dengan penelitian itu mengatakan kesimpulan peneliti itu mungkin masih memerlukan pembuktian lagi. Walau begitu, kata Davies, hasil tersebut harus memberi kewaspadaan terhadap orangtua ketika hendak memindahkan anak ke sekolah baru. (Brampton Guardian/ Kid/X-9) FREDY Pemerintah Kurang Peduli Bahasa Daerah BANYAK pihak, termasuk pemerintah, sebetulnya sudah mengetahui punahnya 9 bahasa daerah di Papua dan 50 bahasa daerah lainnya yang terancam punah. Namun, pemerintah kurang peduli. “Alih-alih peduli, pemerintah justru ikut berperan memunahkannya. Contohnya, kurikulum 2013 kurang melihat bahasa daerah sebagai pelajaran penting,” kata dosen kebudayaan Pascasarjana Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) Institut Teknologi Bandung (ITB) Acep Iwan Saidi, kemarin, saat menanggapi ancaman kepunahan 50 bahasa daerah di Tanah Air. Menurut dosen yang akrab disapa Ais itu, bahasa daerah merupakan pintu masuk untuk mempelajari budaya sekaligus karakter. “Omong kosong bicara pendidikan karakter tanpa bicara kebudayaan, dalam hal ini khususnya budaya daerah,” tambahnya. Ais melihat kurikulum 2013 membicarakan persoalan abad ke-21, tetapi penyusunnya kurang memahami bahwa salah satu yang sangat penting ialah soal nilainilai lokal. “Mendunia itu bukan memiripmiripkan diri dengan orang lain di dunia, tetapi kembali ke dalam diri sendiri, ke dalam berbagai nilai tangible (berwujud) dan intangible Bahasa daerah merupakan pintu masuk mempelajari budaya sekaligus karakter. Omong kosong bicara pendidikan karakter tanpa bicara kebudayaan. Acep Iwan Saidi Dosen Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB (tidak berwujud) sebagai milik sendiri,” tambahnya. Untuk itu, ia meminta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) serius memperhatikan bahasa daerah. Di tempat terpisah, novelis trilogi Ronggeng Dukuh Paruk Ahmad Tohari mengatakan bahasa daerah merupakan khazanah dari peradaban dunia. Karena itu, semua pihak di daerah diimbau untuk bisa merawat local wisdom (kearifan lokal) itu. “Melestarikan lokalitas memang tidak mudah di tengah-tengah serbuan budaya asing, tetapi kita tidak boleh menyerah,” ujar Tohari dalam diskusi buku bergaya bahasa Brebes-Tegalan, Dikendangi Wong Edan, Aja Njoged (Diprovokasi Orang Gila, Jangan Terpancing), karya budayawan pantura Atmo Tan Sidik, di Kampung Seni Kota Tegal. (Bay/JI/X-7) Kala Gunung Berkomunikasi S URONO, 58, berkisah tentang pengungsi di sekitar Gunung Kelud, Jawa Timur. Dia tak ingat namanya, tapi Surono ingat si pengungsi menyatakan satu hal dengan penuh keyakinan. “Dia memberikan ruang dan waktu pada Gunung Kelud untuk bergerak. Dia sadar sudah banyak kekayaan alam yang didapatkan selama hidup berdampingan dengan Gunung Kelud, kini waktunya gunung itu membalas apa yang telah dilakukan manusia sekitarnya,” kata Kepala Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral itu, Kamis (20/2). Hidup di negara dengan jumlah gunung api aktif terbanyak, lanjut laki-laki yang biasa disapa Mbah Rono itu, harusnya tetap membuat diri berdaya. “Dinamika alam merupakan bentuk komunikasinya kepada manusia,” tutur dia. Pada kejadian erupsi, misalnya, gunung seakan memberitahukan agar manusia mengerti bahwa ada batas untuk menjejakkan kaki. Karena itu, Mbah Rono mengingatkan, informasi yang tepat diekspos di media massa ialah bantuan yang dibutuhkan pengungsi. “Bukan menjadikan pengungsi sebagai objek untuk dipertontonkan ketidakberdayaannya.” Warga di sekitar Kelud, menurut Purnawan Dwikora Negara, dosen di Universitas Widyagama, Malang, Jawa Timur, bahkan memaknai erupsi bukan sebagai bencana. Bencana sesungguhnya ialah menjadikan ekologi Kelud sebagai komoditas politik. “Dalam kosmologi warga, erupsi dipandang sebagai karma. Gunung Kelud meletus itu bentuk suksesi alam untuk mengembalikan kesuburan, bukannya bencana,” kata dia. (Wnd/BN/M-1) Jeda Hlm 5 MI/IMMANUEL ANTONIUS TETAP BEKERJA: Petani bekerja di persawahan dengan latar belakang Gunung Kelud di Desa Pagersari, Malang, Jawa Timur, Selasa (18/2). Desa Pagersari terletak dekat dengan Gunung Kelud dan terhindar dari abu vulkanis.
  • 2. SELEKTA 2 MINGGU, 23 FEBRUARI 2014 Dipaksa Pulang Pengungsi Kecewa ANTARA/ARI BOWO SUCIPTO MENEMBUS MEDAN LAHAR HUJAN: Sejumlah relawan Palang Merah Indonesia (PMI) mengirimkan bantuan terpal kepada korban letusan Kelud dengan menggunakan mobil Hagglund di Desa Pandansari, Ngantang, Malang, Jawa Timur, kemarin. Mobil itu sangat efektif karena dapat menembus aliran lahar hujan sehingga PMI dapat menjangkau dusun yang terisolasi. PASCAPEMULANGAN pengungsi erupsi Gunung Kelud di Kabupaten Malang, Jawa Timur, timbul masalah baru. Para pengungsi kecewa dengan sikap pemerintah setempat yang langsung memulangkan warga. Padahal, saat sampai di desa masing-masing, warga tidak bisa menempati rumah mereka. Ditambah lagi, listrik masih padam. Para pengungsi kini tinggal di emperan gedung milik Jasa Tirta 1 Malang, juga di gudang dan di sekitar Bendungan Selorejo. Para pengungsi yang sebelumnya menempati lokasi pengungsian di GOR Ganesha Kota Batu mengaku diusir. “Banyak pengungsi sambat (mengeluh) saat mengungsi di Kota Batu dipulangkan paksa,” kata Suyanto, warga Dusun Kutut Sambirejo, Desa Pandansari, Ke camatan Ngantang, Malang, kepada Media Indonesia, kemarin. Para pengungsi pun memprotes kepala desa masing-masing karena saat pulang, mereka ti dak bisa mendiami rumah. “Pemulangan paksa ini menambah susah korban bencana,” imbuhnya. Sejumlah pengungsi lainnya menambahkan mereka membu- Politisi Bisa Menipu dan Tertipu Banyak akun kepala daerah yang sebelum pemilihan aktif, tetapi setelah terpilih langsung tidak aktif lagi. HERA KHAERANI M URAH, cepat, dan menjangkau banyak orang secara luas. Itulah keuntungan menggunakan media sosial seperti Twitter dan Facebook. Menyadari hal itu, belakangan ini banyak politikus memanfaatkan media sosial tersebut sebagai panggung politik baru mereka. “Karena efektif sebagai panggung politik. Masyarakat harus cermat, jangan sampai tertipu. Bisa jadi apa yang disampaikan melalui media sosial itu tidak sejalan dengan sikap dan pendirian di kehidupan nyata,” kata pengamat politik dari Charta Politika, Yunarto Wijaya, pada diskusi Polemik bertema Berperang citra di media sosial, di Warung Daun, Jakarta, kemarin. Menurut Yunarto, pencitraan kosong politisi sejatinya tidak terlepas dari demokrasi Indonesia yang masih sebatas kuantitatif dan prosedural. Prestasi demokrasi pun lebih mengukur berapa banyak tingkat partisipasi politik dan sebagainya. “Kita jarang berbicara demokrasi secara kualitatif dan substansial,” kata dia mengenai penipuan elite politik kepada masyarakat pengguna media sosial. Hadir pembahas lain dalam diskusi tersebut Direktur Politicawave Yose Rizal dan politikus PDIP Budiman Sudjatmiko. Yunarto mengatakan, secara alamiah, media sosial memang membangun demokrasi partisipatif, tetapi banyak elite politik baru menggunakannya sebagai MI/ROMMY Yunarto Wijaya Pengamat politik alat mobilisasi. Fenomena akun palsu atau jual beli follower di Twitter pun menekankan betapa masyarakat pengguna media sosial hanya dipandang sebagai calon pemilih. Kecenderungan itu bisa terlihat pada akun kepala daerah yang tadinya aktif sebelum pemilihan, tetapi ia setelah terpilih, akunnya langsung tidak aktif lagi. Di sisi lain, Yose Rizal melihat praktik jual beli akun palsu atau follower bisa membuat politisi menjadi korban penipuan. Jumlah teman di Facebook atau follower di Twitter, lanjut Yose, umumnya menjadi nilai pencitraan bagi pengguna media sosial tersebut. Menyadari hal itu, kini banyak pihak menjual akun atau follower di media sosial. “Jasa semacam itu dengan mudah bisa ditemukan di situs www. kaskus.co.id. Untuk menambah 10 ribu follower secara instan, tarifnya dipatok Rp50 ribu-Rp100 ribu,” ujarnya. Celakanya, tambah Yose, banyak calon kepala daerah atau capres dan caleg tidak memahami betul penggunaan media sosial. Sebagian dari mereka lebih memilih menggunakan jasa konsultan media sosial. Yose mengingatkan tidak sedikit konsultan Kirimkan tanggapan Anda atas berita ini melalui e-mail: interupsi@mediaindonesia.com Facebook: Harian Umum Media Indonesia Twitter: @MIdotcom Tanggapan Anda bisa diakses di metrotvnews.com nakal dengan membeli follower hanya supaya politisi yang akunnya mereka urusi itu terlihat memiliki banyak pengikut. Dengan banyak pengikut, mereka terkesan berhasil menggalang dukungan. “Padahal, isinya kosong,” jelasnya. Pada kesempatan yang sama, Budiman Sudjatmiko mengakui internet menjadi sarana baru bagi dia sebagai politikus. Menurutnya, media sosial ia manfaatkan untuk mengenalkan nama, ide, dan produk politik. Budiman yang sangat aktif dalam mengelola akun Twitter itu, misalnya, memanfaatkan sarana tersebut untuk mengenalkan Undang-Undang Desa. “Saya mendapat banyak respons dari akuntan, bankir, ilmuwan, dan seniman, terkait dengan bagaimana UU Desa tersebut bisa memengaruhi dan melibatkan mereka secara profesional ataupun intelektual,” kata dia. (X-7) hera_khaerani @mediaindonesia.com Mesti Fokus Hindari Middle Income Trap DI tengah keberhasilan jangka pendek, ekonomi Indonesia keluar dari situasi sulit akibat fluktuasi perekonomian global dan masih banyak pekerjaan rumah yang mesti diselesaikan untuk jangka panjang. Peningkatan kualitas sumber daya manusia, pembangunan infrastruktur, dan memprioritaskan pertumbuhan investasi domestik menjadi beberapa langkah yang mesti digenjot bila negeri ini ingin bertransfomasi dari negara middle income menjadi negara maju. Demikian benang merah yang dirangkum dari pendapat Menteri Keuangan M Chatib Basri, pengamat ekonomi dari IPB Iman Sugema, dan guru besar ekonomi Unibraw Ahmad Erani Yustika pada kesempatan terpisah. Saat memberikan kuliah umum di Australian National University, Canberra, Jumat (21/2), Menkeu mengatakan beberapa indikator makro di Tanah Air saat ini menunjukkan tren positif. Defisit neraca pembayaran dan tingkat inflasi dapat diturunkan, nilai tukar rupiah belakangan menguat, dan pertumbuhan ekonomi juga masih cukup tinggi. Terlepas dari capaian itu, menurut Menkeu, dalam jangka panjang Indonesia harus lebih serius dalam melakukan upaya peningkatan SDM, pembangunan infrastruktur, dan reformasi kelembagaan jika tidak ingin terjebak dalam middle income trap. “Itu menjadi indikasi Indonesia telah mampu keluar dari belenggu perekonomian global yang fluktuatif,” ujarnya. Namun, terlepas dari capaian itu, menurut Menkeu, dalam jangka panjang Indonesia harus lebih serius dalam melakukan upaya peningkatan SDM, pembangunan infrastruktur, dan reformasi kelembagaan jika tidak ingin terjebak dalam middle income trap. Dalam perspektif Iman Sugema, agar terhindar dari jebakan itu, pemerintah wajib mendorong pembenahan infrastruktur dan peningkatan SDM. “Selama ini pemerintah tidak sungguh-sungguh mengejar pembangunan infrastruktur. Jadi indonesia ketinggalan jauh,” tegasnya. Di sisi lain, Erani Yustika menyebut pelaku ekonomi atau pelaku investasi dalam perekonomian Indonesia mestinya sebanyak mungkin berasal dari dalam negeri. “Pertumbuhan yang berkualitas itu adalah yang bertumpu kepada aktivitas ekonomi yang menggunakan sumber daya lokal,” tukasnya. (*/Ant/S-2) tuhkan terpal dan lilin karena jaringan listrik masih padam. Sementara itu, Sekretaris PMI Malang, Aprilianto, menjelaskan pembagian terpal belum merata karena saat ini baru 750 terpal yang dibagikan. Adapun pengungsi yang menempati sekitar Bendungan Selorejo berjumlah 1.192 orang. Hasil rapat koordinasi pascaerupsi Kelud, yang digelar di Kantor Gubernur Jawa Timur, telah menetapkan jumlah kerusakan rumah mencapai 8.651 unit, di antaranya tersebar di Malang, Kediri, Blitar, dan Kota Batu. Namun, untuk Kabupaten Blitar, sebanyak 414 unit rumah yang rusak telah diperbaiki dengan biaya dari pemkab setempat. “Itu laporan terakhir yang masuk. Mungkin bisa bertambah,” jelas Gubernur Jawa Timur Soekarwo. Seluruh rumah yang rusak akan diperbaiki mulai Senin (24/2) dan menjadi tanggung jawab Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Adapun dana yang sudah digelontorkan, yakni Rp100 miliar lebih, dipakai untuk perbaikan rumah. “PLN pun sudah menyanggupi untuk memperbaiki jaringan listrik yang rusak,” imbuhnya. (BN/FL/AU/N-3) Tidak Ada Harmonisasi Izin Impor Garam PEMERINTAH diminta transparan tentang identitas garam impor yang masuk ke pasar dalam negeri. Sebab, banjirnya garam impor tersebut telah merugikan para petambak nasional. Sesuai data temuan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), pada 2013 terdapat garam impor yang masuk ke pasar domestik mencapai 255.000 ton. Pada bulan lalu, Indonesia juga kemasukan 135 ribu ton garam impor. “Pemerintah harus menjelaskan garam-garam impor itu secara detail,” ujar Dewan Presidium Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan (Kiara) Riza Damanik melalui telepon, kemarin. Pemerintah, kata dia, selalu menyatakan tidak mengimpor garam. Alasannya, produksi nasional telah mampu memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat. Izin impor garam hanya dikeluarkan untuk memenuhi kebutuhan industri. Namun, faktanya masih kerap terjadi kebocoran impor garam konsumsi. Menurut Riza, pemerintah dalam hal ini Kementerian Perdagangan sebaiknya mengevaluasi perusahaan-perusahaan yang selama ini mendapatkan izin impor. Hal itu dilakukan untuk memastikan tidak terjadinya penyelewengan izin impor. “Jika teridentifikasi impor ilegal, pemerintah bisa membekukan izin yang selama ini diberikannya,” tandas dia. Reza menilai, masuknya garam impor ke pasar domestik ini juga disebabkan kurang koordinasinya antarkementerian. Indikatornya ialah perbedaan data produksi antara KKP dan Kemendag. Ketidaksinkronan data ini memicu tidak adanya harmonisasi dalam perizinan garam impor. “Garam kan produk yang dikonsumsi nasional. Hingga saat ini koordinasi antarkementerian tidak terjalin. Presiden sebaiknya melakukan rapat koordinasi untuk menuntaskan soal koordinasi sejak 4-5 tahun terakhir,” papar dia. Direktur Jenderal Kelaut an, Pesisir, dan Pulau-Pulau Kecil KKP Sudirman Saad enggan berkomentar terkait lemahnya koordinasi antarkementerian terkait importasi garam. Namun, ia mengaku akan melakukan rapat koordinasi terkait persoalan garam ini. “Senin siang deputi menko mengundang rapat (tentang garam impor),” ujar Sudirman melalui pesan singkat. (Wes/S-2) KPK Merasa Ada Kemunafikan Politik PEMERINTAH dan DPR boleh saja terkesan kompak mengatakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kapan pun bisa memberi masukan dalam pembahasan RUU KUHAP dan KUHP di DPR. Namun, menurut Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto, tawaran itu sebagai kemunafikan politik yang nyaris sempurna dan sudah mempermainkan hati rakyat. “Kita semakin sedih dan miris dengan sikap pemerintah dan DPR. Jika mereka jujur, kenapa baru sekarang minta masukan?” keluhnya di Jakarta, kemarin. Belajar dari pengalaman, sambungnya, perilaku serupa pernah terjadi, yakni saat UU No 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi akan direvisi pemerintah dan DPR. Sejumlah pasal yang dimuat dalam draf revisi itu memuat aturan yang mematikan KPK. “Setelah banyak yang menentang, baru sekarang dihentikan dan tidak diajukan ke DPR. Eh sekarang dicoba lagi menggergaji leher KPK dengan cara yang lain,” lanjutnya miris. Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Amir Syamsuddin belakangan hanya mengatakan RUU KUHP tak akan menghapus kekhususan tindak pidana korupsi. Sayangnya, Amir tidak menjawab kekhawatiran banyak pihak soal dimasukkannya delik korupsi ke dalam KUHP. Bambang menyebut naskah akademik draf RUU itu misleading sehingga akan sulit meletakkan secara pas pasal tindak pidana korupsi dalam revisi KUHP. Dengan kemelut yang berpeluang melemahkan KPK jika dibiarkan, Bambang mempertanyakan ketegasan sikap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. “Tidakkah Presiden paham sudah terjadi letusan korupsi di Kemenag, Kementan, SKK Migas, Kemenpora, dan elite parpol?” tanyanya. Menurutnya, ledakan korupsi itu bisa dibilang jauh lebih dahsyat daripada abu Gunung Kelud dan Sinabung yang juga dahsyat. “Untuk apa Presiden kunjungi korban Sinabung dan Kelud jika terhadap letusan dan abu-abu korupsi yang telah mematikan jutaan rakyat malah tidak mau peka?” lanjutnya geram. Bambang menekankan kini bukan zamannya untuk mengulangi rezim Orde Baru yang main tipu politik. “Rakyat sudah makin melek politik,” tukasnya mengingatkan. (RA/P-1) FESYEN DOMBA: Seekor domba tampil di atas panggung bersama pemiliknya dalam festival Domba Catwalk 2014 di objek wisata Situ Bagendit, Kabupaten Garut, Jawa Barat, kemarin. Lomba digelar dalam rangka memeriahkan hari jadi ke-201 Kota Garut. ANTARA/FERI PURNAMA
  • 3. UMUM MINGGU, 23 FEBRUARI 2014 3 Ibu Kota kembali Kebanjiran Hujan masih turun terus hingga 28 Februari, menurut perkiraan BMKG. Banjir pun tak bisa ditolak, hanya bisa diwaspadai. GOLDA EKSA H UJAN deras yang t u r u n s e j a k ke marin dini hari hingga sore menyebabkan air kali meluap. Genangan air pun merata di mana-mana, dengan ketinggian 20 cm hingga 30 cm, bahkan 70 cm di Jalan Patra Raya, Jakarta Barat. Di Jl Karang Tengah, Lebak Bulus, terdapat genangan air 30 cm, Jl Raya Cakung-Cilincing 20 cm, Jl Raya Serang Km 14 30 cm, Perumnas 3 Karawaci 25 cm, dan Jl Margonda, Depok, depan RM Kabayan 20 cm. Hal itu disebabkan banyaknya drainase ditutup atau terisi oleh sampah di wilayah Jakarta. “Ada juga genangan setinggi 20 cm di depan Green Garden di Jakarta Barat dan di Kawasan Pergudangan Bandara Mas, Tangerang, 30 cm,” ujar Kabag Operasional Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya AKB Budiyanto, kemarin, yang memantau melalui Traffic Management Centre Polda Metro Jaya. Menurut dia, tingginya curah hujan yang berimbas pada genangan di jalan raya tetap menjadi prioritas kerja. Pihak ditlantas pun berusaha mengatasi persoalan kemacetan dengan mengatur arus lalu lintas dan menerjunkan personel ke titik banjir. “Kami minta kepada masyarakat dan pengguna jalan untuk menghindari lokasi genangan di jalan dan terjebak macet. Genangan air ini menimbulkan kepadatan lalu lintas,” kata dia. Pengendara roda dua diimbau agar waspada terhadap jalan licin dan berlubang serta mematuhi peraturan lalu lintas. Ditlantas Polda Metro Jaya, imbuh dia, mengimbau pengendara roda dua untuk waspada terhadap jalan licin dan berlubang. Pengendara juga harus mematuhi peraturan lalu lintas. Di kawasan Jakarta Barat, kendati dampak guyuran hujan belum menyebar, beberapa ruas jalan dan titik permukiman warga sudah tergenang air dengan ketinggian bervariasi. Dari pantauan ruas jalan yang tergenang meliputi Jalan Panjang Green Garden, Daan Mogot sekitar Km 13, serta Jalan S Parman sekitar Mal Citraland dan Universitas Tarumanagara. Ketinggian air berkisar 20 cm-30 cm dan membuat arus lalu lintas tersendat. Di Jakarta Timur, beberapa wilayah tergenang air. Tak terkecuali di Kampung Pulo, Jakarta Timur. Dari pantauan Angkutan Umum Andal Disiapkan UNTUK mengatasi kemacetan lalu lintas, Jakarta tengah menyiapkan angkutan umum yang andal, masif, cepat, dan berkualitas. Persiapan meliputi angkutan jarak jauh dan angkutan pengumpan. Hal tersebut dikemukakan Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, M Akbar, saat berbicara pada Seminar Pengembangan Wawasan Industri (SPWI) yang diselenggarakan Ikatan Mahasiswa Teknik Industri Universitas Indonesia (FTUI) di Jakarta, kemarin. Menurut Akbar, kendaraan pengumpan selama ini dilayani jenis mikrolet, Kopaja, dan sejenisnya yang belum terintegrasi. “Ke depan, angkutan pengumpan berada dalam satu sistem manajemen dan sistem pembayaran yang sama dengan angkutan jarak jauh serta diawasi lembaga yang sama,” ujarnya. Dengan begitu, ia mencontohkan, penumpang bus Trans-Jakarta akan terasa nyaman ketika keluar bus disambut angkutan lanjutan yang berkualitas sama. Selain itu, lanjut Akbar, pemerintah berupaya meningkatkan kualitas angkutan umum termasuk menambah frekuensi pengangkutan dan meningkatkan kualitas pengemudi. “Nanti sopir tidak boleh ditarget dengan sistem setoran, tetapi harus digaji dengan layak agar tidak lagi ngetem dan kebut-kebutan.” Dengan adanya upaya-upaya itu, Akbar beranggapan pemerintah punya rencana untuk menyelesaikan masalah kemacetan. Ia juga menegaskan konsep atau masterplan sistem transportasi Jakarta bisa diakses masyarakat. “Silakan masyarakat mengawal dan beri masukan. Kita amat terbuka,” kata dia. Pada kesempatan sama, perwakilan PT MRT Jakarta, Iwan Prijanto, menyatakan sistem transportasi semestinya terintegrasi dengan tata kota. Ia menyebut Stasiun Dukuh Atas, Jakarta Pusat, sebagai contoh yang buruk. “Tata kotanya tidak disiapkan dengan baik ketika menghadapi keadaan darurat yang memerlukan ruang evakuasi dan pintu masuk mobil pemadam kebakaran.” Wakil Dekan FTUI M Asvial, dalam sambutannya, mengingatkan transportasi merupakan masalah kompleks dan dekat dengan teknik industri. Menurutnya, kegiatan SPWI akan menambah wawasan mahasiswa tentang kebijakan dan aturan terkini yang diterapkan pemerintah. (Bay/H-3) kemarin, di wilayah RT 03/03 gang V Kampung Pulo, ketinggian air mencapai 50 cm-60 cm. Bebe rapa warga masih bertahan di rumah masingmasing dan mulai memindahkan barang-barang milik mereka ke lantai dua atau tempat yang lebih aman. Sebelumnya, warga Kampung Pulo terpaksa mengungsi ke tenda pengungsian selama satu bulan karena permukim an mereka terendam air rata-rata setinggi 3 meter. Dari informasi yang diterima BPBD DKI, ketinggian Bendungan Katulampa kemarin siang mencapai 110 cm atau siaga III. Diperkirakan, air kiriman dari Bogor akan tiba sore nanti. “Ya, kita sudah dapat kabar itu dari pak RT dan masih tetap koordinasi,” kata Yono, salah seorang warga. Di Jakarta Pusat, sejumlah jalan dan permukiman kembali terendam. Di Kelurahan Petamburan, Tanah Abang, genangan air mencapai ketinggian 50 cm. “Depan kantor kelurahan tergenang 50 cm,” ujar Lurah Petamburan, Nur Komariyah, kemarin. Tidak hanya Jakarta, Kota Tangerang juga kebanjiran seperti di Perumahan Total Persada, Kelurahan Gembor, Kecamatan Periuk dan wilayah lainnya. Sudah sejak Januari hingga Februari 2014 ini, daerah itu empat kali kebanjiran sehingga warga harus bolak-balik ke pengungsian dan ke rumah saat air surut. (*/AF/SM/J-2) golda@mediaindonesia.com MI/RAMDANI GELADI BERSIH: Para kader dan simpatisan Partai NasDem melakukan geladi bersih Apel Siaga Perubahan dan Pelantikan Dewan Pimpinan Ranting (DPRT) se-Indonesia di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, kemarin. Menurut rencana, apel akan dihadiri sekitar 200 ribu kader dan simpatisan hari ini. Bangkitkan Optimisme Perubahan APEL Siaga Perubahan Partai NasDem di Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, siap digelar hari ini. Apel siaga itu dinilai penting untuk membuktikan partai peserta Pemilu 2014 bernomor urut 1 tersebut te lah mampu memobilisasi massa yang terbesar sepanjang sejarah Indonesia. “Ini hasil kerja keras kita. Perintah baru dua minggu lalu. Dikerjakan kita sendiri. Saya merasa bangga terhadap mereka semua. Jangan pikirkan biaya, energi, tapi pikirkanlah bahwa kita bersungguh-sungguh, kita bekerja untuk membawa perubahan,” kata Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh saat membuka Rapat Koordinasi Khusus (Rakorsus) Badan Pemenangan Pemilu Partai NasDem, di Kantor DPP Partai NasDem, Jakarta, kemarin. Di depan pimpinan seluruh pengurus Partai NasDem, Surya berharap Rakorsus dan Apel Siaga Perubahan membangkitkan optimisme dan keyakinan diri seluruh kader Partai NasDem. Mereka pun diharapkan tidak kehilangan semangat dan strategi yang telah disiapkan hingga saat ini. “Masyarakat juga harus dilibatkan dalam melakukan perubahan seperti cita-cita NasDem,” tukas Surya. Ia juga menegaskan kehadiran Partai NasDem bukan sekadar melengkapi arti keberadaan parpol yang sudah Demonstran Kuasai Kantor Presiden Ukraina KELOMPOK demonstran antipemerintah menduduki kantor kepresidenan di ibu kota Ukraina, Kiev, kemarin, atau sehari setelah penandata nganan kesepakatan antara Presiden Viktor Yanukovych dan para pemimpin kubu oposisi. “Dia tidak ada di sini. Para pejabat bawahannya atau siapa pun yang terkait langsung dengan pemerintah tidak berada di sini,” kata Ostap Kryvdyk, salah seorang pemimpin demonstrasi di dalam kantor presiden. Media massa Ukraina melaporkan kediaman Yanukovych yang terletak 15 kilometer dari pusat Kota Kiev pun kosong dan tidak dijaga polisi. Sejumlah wartawan dapat dengan leluasa masuk dan keluar tanpa pengecekan keamanan. Aparat keamanan juga meninggalkan pos mereka di seluruh wilayah ibu kota. Akibatnya, seperti diutarakan tokoh demonstran antipemerintah, Andriy Parubiy, pengunjuk rasa telah menguasai Kota Kiev. Kantor berita Ukraina UNIAN, yang mengutip anggota parlemen yang dekat dengan Yanukovych, menyatakan sang presiden tengah menyambangi Kota Kharkiv, yang merupakan basis pendukungnya. Ketidakhadiran Yanu kovych dan ketiadaan aparat keamanan di lokasi-lokasi krusial ibu kota dimaknai kubu oposisi sebagai momentum pemakzulan pemerintah dan percepatan pemilihan umum. Pemimpin Partai Svoboda, Oleh Tyahnybok, dan pemimpin Partai UDAR, Vitaly Klitschko, mendesak para anggota parlemen untuk melakukan voting pemakzulan Yanuk- ovych, mengamendemen konstitusi yang membatasi wewenang presiden, dan menggelar pemilu pada 25 Mei mendatang. Desakan itu cukup drastis jika dibandingkan dengan hasil kesepakatan yang dimediasi Uni Eropa, Jumat (21/2) lalu. Kala itu, kedua kubu sepakat meredam aksi kekerasan, mengamendemen konstitusi, membentuk pemerintahan koalisi, dan menggelar pemi lu pada akhir tahun. Hasil kesepakatan itu mendapat restu Presiden AS Barack Obama dan Presiden Rusia Vladimir Putin yang berbincang lewat telepon beberapa jam seusai penandatanganan perjanjian. “Namun, kesepakatan ini masih sangat rentan,” kata Wakil Penasihat Keamanan Nasional AS Tony Blinken. (Reuters/AP/Ria Novosti/Kid/I-1) REUTERS/YANNIS BEHRAKIS REBUT KANTOR PRESIDEN: Pengunjuk rasa antipemerintah berada di truk menuju Independence Square di Kiev, Ukraina, kemarin. Setelah bentrokan hebat dengan polisi, para pengunjuk rasa berhasil merebut kantor Presiden Viktor Yanukovych. eksis. Perlu disadari, pihaknya memberikan yang terbaik bagi negeri ini. “Kodrat manusia, ingin sesuatu yang terbaik dan itulah hak kita.” Kemarin, persiapan Apel Siaga Perubahan Partai NasDem yang digelar di GBK Senayan, Jakarta, telah mencapai 100%. “Para pendukung dan pengisi acara telah melakukan geladi bersih,” kata Ketua DPP NasDem Jeanette Sudjunadi. Apel Siaga Perubahan akan dimeriahkan 3.000 pendukung acara dan melantik 6.678 dewan pimpinan ranting. Apel Siaga akan dihadiri sekitar 200 ribu kader dan simpatisan Partai NasDem, serta mempergunakan 4.000 bus. Kader partai juga dipastikan akan membantu kelancaran arus lalu lintas di sekitar Gelora Bung Karno Senayan. Ribuan kader Partai NasDem dari berbagai wilayah di Jawa Timur telah berangkat ke Jakarta dengan menggunakan bus dan kereta api. Mereka berasal dari daerah seperti Ngawi, Madiun, Tulungagung, Trenggalek, Surabaya, Lamongan, Tuban, dan Pacitan. “Tidak semua daerah mengirimkan karena waktunya tidak mencukupi, seperti Banyuwangi dan Jember. Tapi, untuk wilayah Jatim bagian barat sudah berangkat,” kata Sekretaris DPW Partai NasDem Jatim Aminurohman di Surabaya, kemarin. (Lov/FL/Ant/X-9) Korban Akil di Jayapura Siap Bersaksi MANTAN calon Wakil Wali Kota Jayapura, Papua, Pieter Ell mengaku akan membongkar sepak terjang Akil Mochtar dalam dugaan mafia perkara di Mahkamah Konstitusi (MK). Karena itu, ia berharap Penga dilan Tipikor Jakarta menghadirkannya di pengadilan menjadi saksi guna membeberkan modus dugaan suap dalam sengketa pemilihan umum kepala daerah (pemilu kada) yang menjerat Akil. Saat ditemui di Jayapura, kemarin, Pieter yang menjadi penggugat di MK dan kemudian dikalahkan Akil Mochtar, mengaku sangat kecewa dengan putusan tersebut. “Karena itu, saya siap jika diminta bersaksi ataupun hal lainnya guna penyelesaian kasus Akil. Saya waktu itu sudah mengambil berbagai langkah hukum. Di tingkat PTUN, saya menang. Demikian halnya kasasi. Anehnya saya kalah di MK. Ini sangat mengecewakan,” jelasnya. Pria yang berprofesi sebagai pengacara di Papua itu menyebut saat di persidangan MK, aroma kecurangan sangat kuat. Ia mencontohkan adanya salah satu tim sukses dari Wali Kota terpilih Jayapura saat ini yang mendatangi dan menawari dia untuk berdamai supaya ia mencabut gugatan di MK. “Saya waktu itu tolak mentah-mentah dan tetap lanjut hingga akhirnya ditolak MK. Putusan MK yang mengalahkan kami itu di medio Juni 2011. Saya masih simpan semua berkas gugatan mulai dari PTUN sampai MK itu,” ujarnya. Dalam dakwaan yang dibacakan jaksa Komisi Pembe- rantasan Korupsi (KPK) di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (20/2), Akil antara lain didakwa telah menerima total uang Rp125 juta untuk memenangkan lima sengketa pemilu kada di Papua. Lima sengketa yang diduga dimainkan Akil ialah pemilu kada Kabupaten Merauke, Kabupaten Asmat, dan Kabupaten Boven Digoel pada 2010. Selain itu, pada 2011 Akil juga memainkan sengketa pemilu kada Kota Jayapura dan Kabupaten Nduga. “DI PTUN, saya menang. Demikian halnya kasasi. Anehnya saya kalah di MK.” Pieter Ell Peserta pemilu kada Jayapura Untuk pengurusan Kabupaten Merauke, Kabupaten Asmat, dan Kabupaten Boven Digoel, Akil menerima uang sebesar Rp50 juta, sedangkan untuk pengurusan sengketa pemilu kada Kota Jayapura dan Kabupaten Nduga, ia mendapat Rp75 juta. Sementara itu, kuasa hukum Wali Kota terpilih Jayapura saat bersidang di MK, Paskalis Letsoin, menegaskan kecil kemungkinan pihaknya bisa menyuap Akil Mochtar. “Saat itu semua bentuk dana untuk urusan hukum dikoordinasikan pada saya sebagai pengacara. Dengan demikian, saya pastikan tak ada permainan itu. Kalau ada, mungkin itu di luar sepengetahuan saya,” tegas Paskalis. (MC/P-1)
  • 4. 4 Wawancara minggu, 23 FEBRuari 2014 mi/ramdani M ENGUMPULKAN lima personel Slank dalam satu kesempatan perbincangan panjang bukanlah perkara mudah. Maklum, kesibukan Bimbim, Kaka, Ivanka, Abdee, dan Ridho sangat bejibun. Maka, wartawan Media Indonesia pun mendapatkan kesempatan mewawancarai personel Slank secara terpisah. Bimbim dan Ivanka diwawancarai pada Senin (17/2), Abdee pada Jumat (21/2) malam di markas Slank di Gang Potlot, Jakarta Selatan, sedangkan Kaka menjawab pertanyaan melalui telepon. Adapun Ridho, hingga naskah ini disusun belum menjawab e-mail dan SMS permintaan wawancara. Bagi Slank, Indonesia terlalu mahal untuk disia-siakan. “Kita ingin Indonesia baru yang enggak ada matinya,” kata Bimbim. Berikut petikan wawancara dengan , pentolan grup band yang sudah berusia tiga dasawarsa tersebut. Jangan Terima Uangnya Jangan Pilih Orangnya Pekan kemarin Slank manggung di Go­ rontalo. Kenapa tertarik dengan wilayah timur? Sebenarnya, di mana saja enak. Kebetul­ an kalau di Indonesia timur ada bonus eksotisme pantai dan budayanya. Sesuatu banget karena ke sana kita selalu berhayal, wah pasti ketemu pantai apa nih? Dapat makanan apa di sana nih? Itu yang bikin kita jatuh cinta dan exciting. Slank membuat lagu Good Morning Pa­ ua pada 2011. Apa itu karena alasan p eksotisme Papua? Ya tentu. Kita sudah beberapa kali mang­ gung di sana. Ada rencana mengeluarkan karya di tahun ini? Masih Oktober nanti album baru keluar. Tahun kemarin kan kita sudah buat album, lagu, dan film yang sama judulnya, yaitu Slank Nggak Ada Matinya. Sekarang lagi kon­ sen ke acara liputan televisi. Kita bikin tema talkshow yang judulnya Indonesia Baru yang Nggak Ada Matinya. Kami menggali dari para tamu, pemimpin-pemimpin yang kita anggap punya wawasan maju ke depan. Mereka, calon pemimpin itu, termasuk kaum intelektual muda? Ya. Dialog Indonesia baru itu sebenarnya menarik. Virus Slank dengan solidaritasnya, Slank dengan cinta alamnya, dan Slank de­ ngan antikorupsinya kita gali di situ. Ada caleg (calon anggota legislatif ) yang kita undang. Sebelum mereka berbuat nakal, kita udah ngasih tahu, udah nakutinlah. Elo bakalan korupsi enggak kalau nanti jadi pemimpin? Soalnya kita ada lagu yang judulnya Koruptor Dor!. Ha...ha...ha.... Ada jaminan mereka bisa berubah? Kadang orang diajak untuk berubah me­ mang susah. Tapi kalau dijadiin teman dan kita kasih gambaran perubahan, pasti dia akan berubah sendiri. Raja reggae Bob Marley terpengaruh de­ ngan ideologi tokoh Kaisar Haile Selassie I. Apakah ada tokoh atau pemimpin yang memengaruhi Slank? Kita termasuk orang yang enggak terlalu banyak baca buku. Namun, bila datang ke suatu tempat, aku lebih mengamati, meli­ hat, mendengar. Aku bukan tipe orang yang pintar ngomong banyak. Segala sesuatu ditulis lewat lirik lagu. Lagu-lagu Slank termasuk curhatan (curahan hati), keluh kesah, atau apa pun yang terpikir lebih banyak keluar ke lagu-lagu. Terpengaruh tokoh tertentu enggak ada. Kalau elo enggak milih, jangan teriak-teriak. Pemilu itu mencoba menaruh seseorang (pemimpin) demi masa depan Indonesia. Tahun ini ada hajatan besar pemilihan umum. Bagaimana pandangan Anda ten­ tang pemilu? Tiap pemilu selalu memilih karena gue berprinsip memilih berarti gue berhak untuk memaki, mengkritisi, memarahi, ataupun bila perlu menjatuhkan dia lagi. Kalau elo enggak milih, jangan teriak-teriak. Pemilu itu mencoba menaruh seseorang (pemimpin) demi masa depan Indonesia. Tahun ini gue kritisi dua persoalan. Pertama, gue paling enggak suka caleg yang mencanangkan promosi di ruang pub­ lik. Gue melihat itu mengotori lingkungan dan merusak pohon karena dipaku-paku. Gue anggap mereka itu pemalas. Masa wakil rakyat yang promosikan diri? Bukannya wakil rakyat ditunjuk oleh rak­ yat untuk maju? Jadi, jangan pilih orang yang menempel wajah-wajah mereka di pinggir jalan. Kalau mau, pilihlah orang yang datang ke rumah dan menceritakan sisi dia, mem­ perkenalkan dirinya, dan orang yang mau mendengarkan keluhan masyarakat. Kedua, yaitu yang selalu diteriakin orang ‘ambil uangnya jangan pilih orangnya’. Itu gue enggak setuju, karena jangan ambil yang enggak berkah. Itu sudah pasti sial. Kita harus ubah menjadi ‘jangan ambil uang­ ya, jangan pilih orangnya.’ Berarti n orang memberi uang, sudah pasti orang itu ingin dipilih. Kalau jelek, ngapain kita pilih kan? Jadi, jangan memberi makan mulut kita, anak kita dengan uang yang bukan punya kita dan bukan hak kita. Gita Wirjawan, peserta konvensi calon pre­ iden dari Partai Demokrat, pernah s nge-jam bareng Slank. Ada unsur pende­ kat­ n, ya? a Kalau Slank bersahabat, itu bagian dari sentuhan virusnya Slank. Jadi, sama sekali kita tidak mau ada money politics. Banyak pejabat yang main ke sini, kok. Jokowi (Joko Widodo, Gubernur DKI), Amien Rais, main ke sini, begitu juga tokoh-tokoh lainnya. Selama kita bisa atau punya satu pandangan yang sama, kita tetap bersahabat. Pak Gita kan konsen dengan upaya pembasmian album bajakan dan saat itu posisi sebagai menteri. Jadi pas banget jika kita mendorong. Kenapa enggak nge-jam dan nyanyi se­ kali-kali bareng SBY? Kita belum pernah ketemu dengan SBY (Susilo Bambang Yudhoyono). Beberapa kali ada rencana, tetapi enggak pernah ketemu. Enggak tahu tuh. Berapa kali tujuh belasan Slank lewat terus, ha...ha...ha.... Siapa sosok pemimpin 2014 yang ideal bagi Slank? Belum ada. Untuk pemimpin, kita tak mau seperti beli kucing dalam karung. Masih mempelajari sosok pemimpin. Kita sudah li­ hat beberapa sosok, tetapi belum. Untuk calon pemimpin, kayaknya mengerucut, nih. Kalau partai politik, apa pendapat An­ a? d Multipartai itu menggambarkan demo­ krasi. Siapa pun berhak maju dan menitip­ kan calon untuk memimpin rakyat. Partai itu butuh ideologi dan visi yang jelas buat masa depan bangsa ini. Tapi kebanyakan partai di Indonesia tak punya ideologi. Bahkan puluhan partai memiliki ideologi yang sama. Bagi gue, itu mubazir banget. Silakan bikin partai banyak, tapi elo punya ideologi dong. Jangan hanya tahu bikin partai, tapi enggak tahu mau ngapain. Gue anggap generasi kita sekarang lebih goblok daripada generasi Soekarno. Kenapa bisa begitu? I don’t know. Berarti kita salah. Kita kan lahir dari generasi Orde Baru. Berarti, Orde Baru gagal mengangkat ilmu pendidikan di masyarakat. Padahal, di era pemilu pertama pada 1955, meski multipartai, mereka pu­ nya ideologi yang jelas. Bukan hanya politik, tetapi mereka berbicara sebagai negarawan yang berpikir ke depan. Tapi, hari ini coba tengok politisi kita, yaelah elo ngomong aja enggak selevel teman gue. Apakah Slank pernah diajak untuk men­ adi juru kampanye? j Dari 90-an, tiap tahun pasti kita diajak. Malah, zaman dulu kita dipaksa untuk pilih warna kuning (Golkar). Kita ngakalinnya dengan kabur di saat-saat jelang pemilu (za­ man Orba). Kita ngumpet di Gili Trawang­ an, Lombok, atau Carita (Banten) untuk menghindari ajakan orang parpol. Dari dulu memang kami enggak mau ikut kampanye. Sekarang artis-artis sudah mulai kena kasus korupsi kan? Gara-gara kampa­ nye, gara-gara apalah sehingga dimasukkan ke KPK karena money politics. Aktivitas apa saja saat di Carita dulu? Buat lagu-lagu. Tong Kosong lahir dari situ. Intinya, Slank di atas semua golongan sehingga kita tak mau memihak ke salah satu partai tertentu. Kalau pemilu, bendera Slank di bawa ke semua partai. Apa rahasia Slank dalam menjaga pro­ duktivitas selama tiga dekade ini? Coba melakukan sesuatu yang belum pernah dilakukan. Itu yang membuat kita tetap semangat. Setiap akhir tahun, kita selalu mencari mimpi baru, lalu kita sharing ke teman band. Kita percaya dengan menyatukan mimpi akan mempersatukan Slank. Hidup tanpa mimpi bersama bisa membuat band bubar. Tentu, pendapatan harus terbuka sehingga dibagi rata, jelas, dan saling terbuka. Kadang kami selalu duduk di depan (beranda) tiba-tiba melihat ada bencana, kami langsung turun ke kor­ ban banjir atau buat acara amal. Kepekaan menyatukan kami. Apa yang belum Slank dapat dalam perjalanan bermusik? Pengen suatu hari Slank bikin lirik lagu soal Rayuan Pulau Kelapa. Berarti Indonesia sudah permai karena alamnya sudah hijau lagi dan ekonominya makmur. Jadi, enggak ada lagi yang bisa dikritisi dan diajak untuk melakukan perubahan karena semuanya sudah makmur. Sampai hari ini, belum tercapai mimpi itu. (X-2) iwak@mediaindonesia.com
  • 5. JEDA MINGGU, 23 FEBRUARI 2014 5 Membaca Tanda Alam ANTARA/WIDODO S JUSUF Dulu, saat pepohonan masih rimbun dan hewan berkeliaran, warga di lereng gunung berapi bisa mengandalkan tanda alam untuk bersiap menghadapi erupsi. FURQON ULYA HIMAWAN S AAT Gunung Kelud di Jawa Timur meletus pada Kamis (13/2) malam, warga Dusun Kalitengah Kidul, Glagaharjo, Cangkringan, Sleman, Yogyakarta, sempat kaget. Dentumannya terdengar hingga ke sana. Beberapa warga keluar dari rumah mereka. “Ada yang menghubungi beberapa titik pemantauan. Ternyata bukan Merapi, melainkan Kelud,” kata Kepala Desa Glagaharjo, Suroto. Kawasan itu memang tidak asing akan erupsi. Lokasinya terletak sekitar 6 kilometer saja dari puncak Gunung Merapi. Suroto mengaku tak cemas tinggal di kawasan rawan seperti itu. “Nenek moyang saya juga lahir di sini,” kata Suroto. Dari erupsi Merapi yang pernah terjadi, Suroto mengaku warganya belajar banyak untuk bisa membaca tanda erupsi, dari gejala yang ditunjukkan alam hingga memadukannya dengan teknologi saat alam mulai terkikis. Pada awal 1990-an, kata Suroto, warga memercayai tanda-tanda alam ketika Merapi akan erupsi karena masih banyak pepohonan dan binatang. “Seperti ada hewan-hewan yang turun,” kata dia. Namun, saat populasi pohon dan hewan berkurang, warga mengaku kesulitan membaca tanda alam sebagai gejala Merapi akan erupsi. Kondisi itu dibenarkan Eko Teguh Paripurno, dosen peneliti di Pusat Studi Manajemen Bencana Universitas Pembangunan Nasional Veteran, Yogyakarta. “Tentunya mereka akan kesulitan membaca tanda alam kalau masih berpedoman pada model lama,” tutur dia. Pada era yang disebut Suroto, warga lereng Merapi sudah memiliki cara yang BERDAMPINGAN: Warga membawa hasil canggih sesuai dengan masanya, yakni berkomunikasi melalui kentungan, peluit, atau alat-alat yang bisa digunakan untuk mengumpulkan massa. Cara itu pun terjaga sebagai bentuk kearifan lokal. Lalu pada 2000-an, warga mulai menggunakan handy talkie alias HT. Dengan alat komunikasi itu, warga mendapatkan informasi dan menyebarkannya secara luas kepada warga lainnya. “Warga tidak hanya mendengar tanda alam, tetapi juga mendengar informasi lewat HT,” tambah Suroto. Kearifan lokal Budaya masyarakat lereng gunung dengan kebiasaan hidup komunal dan bergotong royong merupakan modal kearifan lokal yang masih ampuh dijadikan sarana komunikasi dalam mitigasi bencana. Di Desa Glagaharjo, misalnya, setiap dusun memiliki komunitas yang membuat kesepakatan sendiri ketika menghadapi bahaya erupsi Merapi. “Istilahnya cara evakuasi versi warga,” kata Suroto. Tugas komunitas ialah menginformasikan soal bahaya. Setelah mendapatkan informasi dari petugas pemantau atau Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi, komunitas meneruskan informasi tersebut kepada masyarakat. “Melihat tanda Merapi, menerima informasi dari komunitas, dan bersiap mengevakuasi diri,” kata Suroto. Warga Desa Sidorejo, Kecamatan Kemalang, Klaten, Jawa Tengah, juga tinggal di kawasan serupa, sekitar 6 kilometer dari puncak Merapi. Dita Ipomenia, 25, warga desa itu, mengaku tidak pernah takut akan bahaya erupsi Merapi. “Seumur hidup tinggal di sini, seingatku tidak pernah ada ketakutan yang luar biasa. Kami memang pasang telinga dan waspada, kami sadar hidup dengan alam, tidak boleh merusak, jadi alam mau bersahabat,” kisah perempuan yang biasa dipanggil Ipo itu. Ipo juga ingat dia dibekali cara mitigasi sejak duduk di sekolah dasar. Desanya pun memiliki tim desa siaga yang memberi tahu warga bahwa Merapi tidak akan meletus dengan tiba-tiba sehingga masyarakat tidak perlu panik. “Tanda-tanda seperti suara gemuruh, gempa, atau letupan kecil harus kami waspadai. Nah dari situ, status gunung biasanya ditingkatkan dan kami tahu kapan perkebunan dengan latar belakang Gunung Merapi di Cangkringan, Sleman, Yogyakarta, beberapa waktu lalu. Budaya masyarakat lereng gunung yang komunal dan bergotong royong merupakan bentuk kearifan lokal yang ampuh dalam mitigasi bencana. harus mengungsi,” tutur Ipo. Perempuan yang ikut mengungsi saat erupsi Merapi pada 2006 dan 2010 itu juga ingat proses evakuasi selalu berjalan tertib. “Perempuan dan anak-anak didahulukan, sedangkan laki-laki biasanya berjaga di tempat tinggal sampai status gunung ditingkatkan misalnya, barulah mereka turun ke pengungsian juga,” kisah Ipo. Kini, dengan belajar dari erupsi pada 2010, warga desa meningkatkan kewaspadaan. “Bukan berarti enggak takut terus nantang lo ya. Memang kalau lihat berita itu agak berlebih ya, padahal ya tidak seperti itu kenyataannya kok,” kata Ipo seraya tertawa. (Wnd/M-1) miweekend@mediaindonesia.com Kisah Perkutut di Lereng Kelud MI/BAGUS SURYO LEGENDA PERKUTUT: Dusun Kutut Sambirejo, Desa Pandansari, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang, Jawa Timur, porak poranda pascaerupsi Gunung Kelud. Menurut kisah turun temurun, kawasan itu dulunya merupakan habitat burung perkutut yang disimbolkan sebagai manusia berjiwa besar dan berperilaku baik, serta dihormati, yang kini sulit ditemui. DUSUN Kutut Sambirejo, Desa Pandansari, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang, Jawa Timur, luluh lantak akibat erupsi Gunung Kelud pada Kamis (13/2) malam. Dusun di kawasan Bendungan Selorejo yang berpenduduk sekitar 550 jiwa itu lengang dalam sekejap. Kini, pascaerupsi warga mengungkap kembali mitos dan legenda yang diyakini berkaitan dengan erupsi. Konon, dusun merupakan hamparan hutan di lereng gunung. Lingkungan bersih, udara menyehatkan, satwa hidup harmonis, dan air melimpah dari sumbernya. Daerah itu menjadi habitat burung perkutut. Dari situ berasal nama Dusun Kutut Sambirejo. “Cerita orangtua dulu, dusun kami menjadi habitat burung perkutut. Ukuran tubuhnya besar, suaranya merdu. Burung dari daerah kami sangat tersohor,” tutur Kepala Dusun Kutut Sambirejo Lamadi, Kamis (20/2). Gunung eksotis sumber kehidupan itu sangat dihormati. Tradisi dipertahankan melalui serangkaian ritual sebagai tanda syukur kepada Tuhan dan leluhur. Tujuannya ialah untuk membangun ingatan dan menyuburkan rasa syukur bahwa keberadaan gunung melimpahkan kemakmuran. Erupsi gunung itu menelan ribuan korban jiwa saat meletus pada 1586, 1901, 1919, 1951, 1966, 1990, dan 2007. Berdasarkan saksi mata, pada kejadian erupsi 1951, material vulkanis yang dilontarkan tidak mengarah ke utara. Artinya, Dusun Kutut Sambirejo aman. Namun, letusan kali ini berbeda. Seisi dusun malah hancur. Kejadian itu lantas dikaitkan dengan asal-usul dusun sebagai habitat burung perkutut, yang kata Lamadi, “Bertubuh besar, bersuara bagus, pasti harganya mahal.” Perkutut itu diartikan sebagai orang yang berjiwa besar, bertutur kata dan berperilaku baik, serta dihormati karena kesempurnaan ilmunya. Bahasa simbol itu, lanjut Lamadi, menjadi cara pandang dalam memahami harmonisasi alam sekaligus mengatur perilaku. Kini, habitat burung perkutut tergusur perumahan. Satwa yang disimbolkan berkaitan dengan alam itu telah hengkang. Penyebabnya pohon dibabat dan perburuan liar. Ajaran leluhur pun mulai luntur. Bencana sebenarnya sudah datang, yakni banyak orang melupakan akar budaya leluhur. Tiada lagi perkutut yang dimaknai sebagai orang berjiwa besar dan berperilaku baik dan dihormati. Itu sebabnya, Lamadi juga memandang, meletusnya Kelud menjadi pelajaran untuk kembali memahami leluhur yang mengajarkan kearifan untuk menjaga keseimbangan alam, mencintai makhluk, dan tidak merusak. Karena itu, warga beranggapan bahwa letusan Kelud ialah bentuk suksesi alam supaya manusia kembali kepada kearifan. (Bagus Suryo/M-1) Menikmati Berkat Adaptasi “BIARKAN alam bicara,” kata Mas Penewu Suraksohargo, 47, juru kunci Gunung Merapi di Jawa Tengah yang biasa dipanggil Mas Asih. Sebagai warga yang lahir di lereng gunung berapi aktif, Mas Asih tidak pernah lupa nasihat mendiang ayahnya, Mbah Maridjan, untuk selalu melestarikan lingkungan, cinta alam semesta, dan menjaganya. Dengan begitu, Asih yakin alam semesta akan berbalik mencintai manusia. “Secara umum, kita mampu menggunakan cara-cara kearifan lokal dalam melihat situasi gunung berapi. Merapi, contohnya, bisa terlihat dari status suhu yang naik, ada suara gemuruh, asap yang mengepul dengan warna kecokelat-cokelatan,” kata dia saat dijumpai di rumahnya, Dusun Karangkendal, Umbulharjo, Cangkringan, Sleman, Yogyakarta, tepatnya di Km 8 dari puncak Gunung Merapi, Jumat (21/2). Cara itu, bahkan Asih juga sepakat, perlu mengikuti perkembangan zaman. “Cinta semesta juga dipadukan dengan pandai teknologi. Itu akan sangat membantu.” Asih pun selalu berkoordinasi dengan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi untuk mencari informasi karena mempunyai alat-alat canggih untuk mengawasi gunung. Kalau sudah berpedoman pada alam dan teknologi, ketika gunung berapi meletus, Asih melanjutkan, warga tidak perlu takut dan khawatir. “Sebenarnya gunung mem- Mas Asih tidak pernah lupa nasihat mendiang ayahnya, Mbah Maridjan, untuk selalu melestarikan lingkungan, cinta alam semesta, dan menjaganya. berikan kemanfaatan pada manusia setelah itu, seperti tanah menjadi subur, pasirnya bisa dimanfaatkan, bahkan bisa menjadi objek wisata,” tambahnya. Sebagai juru kunci gunung berapi, Mas Asih memang masih jadi sumber informasi utama warga di lereng gunung. Suroto, mi- salnya, warga Desa Glagaharjo di Sleman, Yogyakarta, mengaku, “Kami ikut kata Mas Asih karena dia juru kunci Gunung Merapi.” Kepatuhan warga pada pemimpin, termasuk kepala desa dan kuncen alias juru kunci, menurut antropolog Prof Sjafri Sairin dari Universitas Gadjah Mada, memang menjadikan warga sigap dan terhindar bahaya saat erupsi terjadi. “Di Bromo, misalnya, ada pengetua Tengger. Ya, seperti itu, yang dituakan akan dijadikan acuan. Umumnya tidak ada korban juga lantaran kepatuhan kepada kepala desa, kuncen, ataupun pihak pemerintah yang bertugas memantau kondisi gunung,” kata dia. Warga di lereng gunung berapi memang menganggap gunung sebagai pemberi rezeki sehingga pemikiran untuk menjaga alam pun tecermin dari perilaku mereka. “Tampak pada masyarakat di sekitar Merapi dan Bromo yang setiap tahun mengadakan upacara sebagai wujud syukur atas berkah yang diberikan melalui gunung,” jelas Sjafri. Jika orang kota yang jauh dari gunung berapi melihat ancaman bahaya erupsi setiap saat, warga di lereng gunung berapi bisa tetap menikmati hidup berkat proses adaptasi secara turun-temurun. Itulah yang disebut Sjafri sebagai interaksi antara manusia dan lingkungan sehingga memberi pengetahuan untuk mampu bertahan. (FU/ BN/Wnd/M-1)
  • 6. OLAHRAGA 6 minggu, 23 FEBRuari 2014 Rekor Apik Pertamina kembali Diuji KESUKSESAN menjadi juara di dua pu­ taran penyisihan Proliga 2014 merupa­ kan modal utama tim bola voli putri Jakarta Pertamina Energi untuk merebut gelar juara yang setahun sebelumnya diraih Jakarta Popsivo PGN. Pelatih Jakarta Pertamina Energi Octa­ vian berharap catatan tidak terkalahkan­ nya (clean sheet) di 12 laga putaran penyi­ sihan bisa terus berlanjut pada final four di C’tra Arena, Bandung, 28 Februari-2 Maret, di Bandung, Jawa Barat. Meski demikian, ia mengakui masih ada beberapa kekurangan yang harus segera diperbaiki agar Amalia Fajrina dan kawan-kawan lebih siap menghadapi final four yang tensi permainannya lebih tinggi ketimbang putaran penyisihan. “Terutama dari segi receive (peneri­ maan) servis yang harus lebih dibe­ nahi karena kemarin umpan-umpannya kurang begitu bagus karena receive ku­ ang sempurna. Kalau receive bagus, r umpan pun akan bagus dan poin bisa ki­ a dapatkan,” kata dia. t Sejak Rabu (19/2), tim putri Pertamina Energi sudah berada di Bandung untuk melakukan pemusatan latihan. Pertamina Energi memilih Bandung sebagai tempat pemusatan latihan agar mereka bisa fit saat berlaga di seri pertama final four. Dominasi Pertamina Energi selama putaran penyisihan, diakui pelatih Jakar­ ta Popsivo PGN Muhammad Anshori, mem­ ­ at peluang timnya untuk bisa bu mempertahankan gelar juara Proliga menjadi lebih berat. Terlebih dua tim lainnya, yakni Manokwari Valeria Papua Barat dan Jakarta Electric PLN, juga pu­ nya kualitas mumpuni. Untuk itu, Anshori mengharapkan tim kepelatihan memfokuskan pembenah­ an mental bertanding anak asuhnya di samping memperbaiki permainan dari se­ i fisik dan teknik. Faktor mental, me­ g nurut Anshori, punya peranan penting dalam pertandingan dengan jadwal ketat di Proliga 2014. “(Mental) kadang bagus, kadang juga jelek. Karena itu, faktor mental juga akan menjadi fokus kami menjelang final four,” kata dia. Popsivo PGN lolos ke final four dengan koleksi 8 kemenangan dan 4 kali kalah da­ lam dua putaran penyisihan. (Gnr/R-1) COBA DIHADANG: Reuters/David Manning Shooting guard Orlando Magic Victor Oladipo (tengah) mencoba melakukan drive dan dihadang dua pemain New York, Carmelo Anthony (kiri) dan Tyson Chandler, dalam lanjutan NBA Amway Center, Amerika Serikat, kemarin. Dominasi Petenis Spanyol di Brasil Rafael Nadal tak terlalu kesulitan untuk mengandaskan perlawanan petenis Portugal Joao Sousa 6-1 6-0. Ghani Nurcahyadi P ETENIS Spanyol mendo­ minasi turnamen tenis yang berlangsung di Ame­ rika Selatan. Setelah Spa­ nyol berhasil menempatkan tiga wakil di ajang Copa Claro atau ATP Buenos Aires pekan lalu, tiga petenis negara itu kini juga sukses menembus semifinal Rio Terbuka atau ATP Rio di Rio de Janeiro, Brasil. Ketiga petenis Spanyol itu ialah Rafael Nadal, David Ferrer, dan Pablo Andujar. Satu tempat lagi diisi petenis nomor satu Ukraina, Aleksandr Dolgopolov, yang melaju setelah mengalahkan petenis Italia, Fabio Fognini, 6-1, 6-1 di perempat final. Nadal yang menjadi unggulan utama pada turnamen yang ber­ langsung di Jockey CLub Brasileiro, Rio de Janeiro itu melangkah ke semifinal setelah mengalahkan pe­ enis Portugal Joao Sousa de­ t ngan skor 6-1, 6-0 dalam waktu 75 menit. Di semifinal, Nadal akan berhadapan dengan Andujar yang mengalahkan Tommy Robredo 6-1, 6-1 di perempat final. Kemenangan telak atas Sousa mengindikasikan cedera pung­ gung Nadal yang menghalanginya meraih gelar grand slam Australia Terbuka tahun ini sudah tidak mengganggunya lagi. Nadal bah­ kan menolak berkomentar menge­ nai punggungnya lagi. “Saya rasa sudah mulai berkem­ bang sekarang. Saya memainkan permainan terbaik saya di turna­ men ini. Bukan hanya itu, saya bisa bermain pada level yang tinggi dengan intensitas gerak yang tinggi dan lebih agresif,” kata Nadal Pertemuan dengan Andujar akan menjadi yang ketiga bagi Na­ al. Petenis kidal itu belum per­ d nah kalah dari petenis 28 tahun tersebut di dua laga sebelumnya. Bila menang, keberhasilan Nadal dan Ferrer ke semifinal memung­ kinkan terjadinya final di antara dua petenis papan atas Spanyol di turnamen level ATP 500 itu. Jika Nadal menang mudah, jalan Ferrer ke semifinal terjal. Ia arus meladeni perlawanan keras satusatunya wakil tuan rumah tersisa, Thomaz Belluci, yang memaksanya bermain tiga set. Pertandingan ke­ duanya pun sempat harus dihenti­ kan lebih dari 1 jam akibat lampu arena yang tiba-tiba padam. Ferrer akhirnya menang 4-6, 6-3, 6-3. “Ini pertandingan yang cukup ketat. Terlebih saat pertandingan harus dihentikan sementara aki­ bat lampu padam. Saya sedang memegang kendali, “ kata Ferrer yang akan menghadapi Dolgopolov di semifinal. Gagal Dari ajang Dubai Duty Free atau WTA Dubai, petenis nonunggulan asal Prancis, Alize Cornet, mengga­ galkan reuni Williams bersaudara di final turnamen lapangan keras itu. Cornet secara mengejutkan menghempaskan Serena Williams yang merupakan petenis nomor satu dunia dengan skor 6-4, 6-4. Cornet yang berstatus underdog menghadapi Serena karena catatan belum pernah menang atas Serena dalam tiga pertemuan terakhir, di luar dugaan meladeni servis keras Serena dengan forehand dan backhand yang tajam. Kekalahan itu menjadi kekalahan pertama Serena seusai cedera punggung yang mengakibatkan ia gagal total di Australia Terbuka tahun ini. “Ia bermain lebih baik, sedang­ kan saya tidak. Saya melakukan banyak kesalahan dan saya rasa inilah kesalahan terbanyak yang saya buat dalam satu pertandingan selama empat tahun ini,” kata Serena. Di final, Cornet akan berhadapan dengan kakak kandung Serena, Venus Williams, yang mengalahkan Caroline Wozniacki 6-3, 6-2. (R-1) gani@mediaindonesia.com DOK-PBSI KEMBALIKAN BOLA: Pasangan Zakia Ulfa, Muhammad Rian Ardianto (kanan), mencoba mengembalikan bola dari pasangan Korea Selatan Kim Jung-ho/Kong Hee-yong pada semifinal Asia Junior Championship 2014 di Taiwan, kemarin. Rian/Ulfa Gagal Raih Tiket Final PUPUS sudah harapan Mu­ ham­ ad Rian Ardianto/Zakia m Ulfa untuk melaju ke final Asia Junior Championships 2014. Pasangan ganda campuran Indonesia ini dihentikan wakil Korea, Kim Jung-ho/Kong Heeyong, setelah berjuang tiga set 17-21, 21-15, 5-21. “Meskipun sudah meme­ nuhi target, kami kecewa de­ gan hasil ini. Seharusnya n bisa menang. Namun, kami syukuri saja. Pada pertanding­ an tadi kami sulit keluar dari tekanan terutama di set ketiga lantaran lawan mempercepat tempo permainan,” kata Ulfa, pemain asal klub Aufa. Pertandingan berlangsung sengit di set pertama. Kedua pasangan berkejaran angka dan melancarkan serangan. Sayang, di akhir set pertama, Rian/Ulfa banyak membuang kesempatan meraih poin. Rian/Ulfa sempat menghem­ buskan angin segar saat ber­ hasil mencuri set kedua. Akan tetapi, di set penentuan, pe­ ’’Kami sudah berusaha untuk mengubah permainan, te­api t lawan keburu membaca permainan kami dan kami tidak dapat berbuat banyak.’’ M Rian Ardianto Pebulu Tangkis Indonesia nampilan Rian/Ulfa justru an­ iklimaks. t Mereka tertinggal jauh 2-11 di interval set ketiga. Rian/ Ulfa tak dapat keluar dari tekanan dan terus tertinggal jauh hingga semakin sulit un­ tuk mengatasi ketertinggalan. Rian/Ulfa pun gagal meraih tiket babak final AJC 2014. “Kami sudah berusaha un­ tuk mengubah permainan, te­ api lawan keburu memba­ t ca permainan kami dan kami tidak dapat berbuat banyak. Sebetulnya kuncinya di set per­ ama. Seharusnya kami t bisa mengamankan set per­ tama. Sebagai evaluasi, kami mesti memperkuat perta­ hanan dan mempertajam serangan,” tutur Rian kepada Badmintonindonesia.org. Pasangan ini sebetulnya tampil apik di semifinal. Mere­ ka melaju ke semifinal setelah menundukkan wakil China, He Jiting/Du Yue, 21-16, 21-9. Meskipun hanya beberapa kali latihan bersama, Rian/ Ulfa bisa tampil kompak dan menutupi kekurangan mas­ ing-masing. Tidak seperti Ulfa yang sudah sering bermain di nomor ganda campuran, Rian selama ini lebih fokus di ganda putra. Dengan demikian, Indone­ sia belum berhasil mengi­ rim wakil ke partai puncak. Dua andalan, yaitu Jonatan Christie (tunggal putra) dan Clinton Hendrik Kudamasa/ Muhammad Rian Ardianto (ganda putra), terhenti di ba­ bak perempat final. (Era/R-4)
  • 7. SEPAK BOLA MINGGU, 23 FEBRUARI 2014 7 Pemain dengan Gaji Termahal di Inggris Manchester United diam-diam sudah menyiapkan Louis van Gaal menjadi pelatih ‘Setan Merah’ musim depan. EKO RAHMAWANTO M U S I M i n i Way n e Rooney tak juga menunjukkan diri sebagai salah satu striker tajam. Namun, Manchester United percaya Wazza-panggilan Rooney--akan menjadi aset paling berharga di Old Trafford. Itu sebabnya manajemen the Red Devils setuju untuk memperpanjang kontrak plus menaikkan gajinya. Kontrak mantan pemain Everton itu akan habis 1,5 tahun lagi. Dengan kontrak baru, Rooney akan bertahan hingga 2019. Tak hanya itu perpanjangan kontrak itu juga membuat Rooney akan menjadi pemain dengan gaji termahal di Liga Primer. Setidaknya ia akan menerima 300 ribu pound (Rp5,8 miliar) per pekan. Nilai itu 25 kali lipat dari nilai kontrak yang didapatkan saat Rooney pertama kali datang ke Old Trafford pada 2004 dengan bayaran 12 ribu pound. Independent menulis negosiasi juga sudah menyepakati rincian royalti hak foto (image rights). Dengan bayaran terbarunya, striker timnas Inggris itu berarti digaji 10% oleh pengunjung Old Trafford. Stadion di Manchester itu memiliki kapasitas pengunjung sebesar 75.731 dengan harga rata-rata tiket seharga 40 pound. Bila stadion tersebut terisi penuh, penghasilan United dari segi pendapatan tiket ialah sebesar 3.029.240 pound. Artinya 10% pendapatan United dari sektor tiket hanya diperuntukkan untuk pembayaran gaji Rooney. Itu pun bila Old Trafford selalu menggelar pertandingan di setiap pekannya. melebihi Sir Bobby Charlton, khususnya untuk urusan mencetak gol. Saat ini Rooney tertinggal 42 gol dengan Charlton yang telah mengemas 250 gol. “Peluang ini hanya datang untuk para pemain spesial dan saya percaya bahwa Rooney akan mencetak rekor bagus yang akan memakan waktu lama untuk bisa dicapai. Ini benar-benar kabar baik bagi semua orang yang terkait dengan klub,” jelas mantan pelatih Everton itu. “Peluang ini hanya datang untuk para pemain spesial dan saya percaya bahwa Rooney akan mencetak rekor bagus.” Siapkan Van Gaal David Moyes Pelatih Manchester United “Saya memang ingin bertahan di United,” ujar penyerang internasional Inggris itu yang dilansir Reuters. “Saya yakin bahwa ini adalah awal dari bab sukses yang lain dalam sejarah Manchester United.” Pelatih David Moyes pun semringah. Ia yakin dengan performa tim yang masih jauh di bawah ekspektasi, Rooney akan jadi bagian penting dalam rencana Moyes. “Dengan kemampuan, pengalaman, dan hasrat untuk sukses yang dia miliki, dia merupakan bagian vital dari rencana-rencana saya di masa depan dan saya benar-benar merasa senang dia sudah menerima tantangannya,” ucap Moyes. Arsitek asal Skotlandia tersebut juga akan mendorong Rooney menjadi legenda di Old Trafford Moyes boleh saja mendukung langkah Rooney. Namun, manajemen diam-diam telah menyiapkan nama Louis van Gaal sebagai kandidat utama untuk menggantikan Moyes. De Telegraaf menulis Manchester sudah gerah dengan serangkaian hasil minor yang dialami klubnya. Oleh karena itu, dia siap mengambil sikap pada akhir musim nanti. Van Gaal saat ini masih terikat kerja sama dengan tim nasional Belanda di Piala Dunia 2014. Setelah gelaran pesta sepak bola itu, Van Gaal siap menanggalkan jabatannya. “Saya tertarik bekerja di Inggris karena saya sudah melatih di Spanyol, Jerman, dan Belanda. Jadi, saya pikir, Inggris jadi tempat saya berkarier selanjutnya.’’ (AP/Rtr/R-4) eko@ mediaindonesia. com AP Suarez dan Sturridge Jadi Momok Swansea Arema tanpa Gustavo Lopez Lawan Selangor FA DANIEL Sturridge dan Luis Suarez akan menjadi momok bagi Swansea saat duel lanjutan Liga Primer di Stadion Anfield malam ini. Sturridge ialah pemain Liverpool pertama yang mencetak gol di dalam tujuh penampilan beruntun di pentas Liga Primer. Duet ini juga menjadi yang paling produktif. Suarez kini menjadi top scorer dengan 23 gol. Adapun Sturridge di posisi kedua dengan 16 gol. Saat ini, the Reds nangkring di posisi keempat dengan 53 poin atau tertinggal empat angka dari Chelsea yang memimpin klasemen sementara. Meski pelatih Liverpool Brendan Rodgers mengaku tidak memikirkan perburuan gelar, peluang mereka untuk ikut memperebutkan gelar musim ini masih terbuka lebar. “Yang paling penting saat ini ialah mengalahkan Swansea untuk bersaing di papan atas,” kata Rodger yang juga mantan arsitek Swansea. Sejak kalah 1-2 dari Chelsea menjelang pergantian ta- hun, ‘Anfield Gang’ belum lagi terkalahkan tahun ini. Dari tujuh laga tahun ini, Liverpool sudah meraih dua hasil seri dan lima kemenangan, di antaranya 4-0 atas rival sekota Everton dan 5-1 dari tim posisi dua Arsenal. Jika Liverpool stabil, sebaliknya performa Swansea cenderung labil. Swansea tak pernah lagi menang seusai membekuk Cardiff 3-0. Meski begitu, Liverpool patut waspada jika melihat peningkatan penampilan Swansea saat bermain imbang 0-0 melawan Napoli di pentas Liga Europa. Dalam duel nanti Rodgers sudah bisa menurunkan kembali Jordan Henderson yang baru menjalani operasi di pergelangan tangannya. Simon Mignolet juga kembali menjadi andalan setelah diistirahatkan saat meladeni Arsenal di Piala FA. Glen Johnson hampir pulih, tetapi sepertinya masih akan diparkir. Sisanya 4 pemain Liverpool akan absen karena cedera. Mereka ialah Lucas Leiva, Mamadou Sakho, Jose Enrique, Sebastian Coates. Di kubu Swansea, Nathan Dyer dan Pablo Hernandez diragukan untuk tampil setelah mengalami cedera saat melawan Napoli. Kabar baiknya Jonjo Shelvey sudah bisa kembali diturunkan setelah turun sebagai pemain pengganti. Michu hampir pulih dari cederanya, tetapi saat menghadapi Liverpool masih harus menemani Kyle Bartley dan Alex Pozuelo di kamar perawatan cedera. (AP/Rtr/Era/R-4) RUNNER-UP Indonesia Super League (ISL) musim lalu, Arema Indonesia, sudah bertolak ke Malaysia kemarin untuk menghadapi Selangor FA di ajang Piala AFC Grup F, Selasa (25/2), di Stadion Selayang Municipal Council, Selayang, Selangor, Malaysia . Pelatih Arema Suharno hanya meninggalkan playmaker Gustavo Lopez di Malang karena masih berkutat dengan cedera. Posisi mantan pemain Persela Lamongan itu akan diisi Gede Sukadana yang akan berduet dengan kapten Ahmad Bustomi di lini tengah. “Komposisi pemain melawan Selangor sama dengan tur ke Palembang (melawan Sriwijaya FC). Hanya berkurang Gustavo Lopez yang absen karena sedang cedera. Karena masih cedera, ia fokus di Malang agar dapat segera bermain kembali,” ujar Suharno. Musim ini Arema tampil trengginas. ‘Singo Edan’ tak terkalahkan dalam lima kali laga di Grup 1 (Wilayah Barat) dengan memasukkan 14 gol dan hanya sekali kebobolan serta mengoleksi 15 poin. Andik sebenarnya masih kurang mendapatkan jam bermain dengan klub berjuluk ‘Raksasa Merah’ tersebut. Ia kerap menjadi pemain pengganti. Dalam duel nanti, Selangor FA akan diperkuat Andik Vermansyah. Mantan pemain Persebaya Surabaya itu baru musim ini berkiprah di Liga Malaysia. Kehadiran Andik bisa memberikan tambahan informasi untuk Selangor. “Ya memang ramai yang menantikan penampilan saya di sana, terutama fan lokal. Namun, Selangor ialah tim saya saat ini. Dan saya akan berusaha sebaik mungkin membantu tim untuk meraih kemenangan di pertandingan awal AFC Cup ini,” ujar Andik kepada Berita Harian. Menurut Andik, saat ini Arema memiliki tim yang cukup bagus dengan gabungan pemain muda dan impor yang berkualitas. Pertandingan di Kanjuruhan nanti menurutnya tidak akan mudah. “Perlu diingat, mereka (Arema) bukan hanya punya tiga pemain asing, tapi juga dua pemain naturalisasi, termasuk penyerang Cristian Gonzales. Dan mereka semua masuk tim utama,” lanjut Andik. Andik sebenarnya masih kurang mendapatkan jam bermain dengan klub berjuluk ‘Raksasa Merah’ tersebut. Ia kerap menjadi pemain pengganti. Meski begitu, Andik mengaku tidak ada masalah dengan keputusan pelatih Mehmet Durakovic. (AFC.com/ Era/R-4) KISI-KISI Patung Bergkamp di Emirates SAMA Seperti Thierry Henry, striker asal Belanda Dennis Bergkamp sudah menjadi legenda di Arsenal. Untuk menghormati Non-Flying Dutchman-karena Bergkamp takut naik pesawat--manajemen Arsenal akan membuatkan dia patung. Patung itu dipajang di Stadion Emirates dan sudah diresmikan kemarin serta dihadiri sang pemain yang pernah merumput bersama Ajax Amsterdam dan Inter Milan itu. Memasang patung itu sebenarnya tidak gratis. Arsenal tetap akan memberikan kompensasi kepada sang pemain yang dikenal santun itu. Laman 101greatgoals.com menulis patung itu ditempatkan bersama patungpatung legenda Arsenal lainnya seperti Thierry Henry, Tony Adams, dan Herbert Chapman. Bergkamp kini berusia 44 tahun dan saat ini jadi asisten pelatih di Ajax. (AP/Rtr/Era/R-4) 101 GREATGOALS.COM Tidak Alergi pada Kaum Gay SIKAP striker Alberto Gilardino patut ditiru. Baru-baru ini kasus homoseksualitas sering menjadi perbincangan di sepak bola. Namun bagi Gilardino, hal itu tidak masalah jika harus berteman dengan kaum gay. Mantan striker Parma dan AC Milan itu mengatakan kaum gay tidak perlu malu menunjukkan jadi dirinya di lapangan. Pasalnya, akunya, kaum gay tidak jauh berbeda dengan orang lainnya. “Saya tidak akan mempunyai masalah dengan kaum gay. Mereka ialah orangorang yang normal,” imbuh penyerang Milan pada 2005-2008 itu dikutip Football Italia. Gilardino mengaku punya banyak teman dari kaum gay. Bahkan jika ada pesepak bola yang tergolong kaum gay di Bologna--klubnya saat ini--Gilardino tidak akan canggung untuk bercengkerama. (AP/Rtr/Era/R-4) AP Ada Topeng Cantona di Selhurst Park ADA kejadian unik saat Manchester United bertandang ke markas Crystal Palace di Selhurst Park dini hari tadi. Beberapa suporter ‘Setan Merah’ itu memakai topeng Eric Cantona. Cantona ialah mantan pemain United dan dijuluki King Cantona. Kejadian tersebut untuk mengingatkan peristiwa pada 1995. Saat itu pemain asal Prancis tersebut dilarang bermain selama sembilan bulan dan denda 20 ribu pound karena menendang pendukung Palace, Matthew Simmons. Tendangan itu kemudian dikenal dengan Kungfu Cantona. Sebelumnya salah satu ordo suporter United, The Stretford End Flags, menulis rencana itu di akun Twitter mereka. ‘Banyak topeng Cantona dan bendera akan dibawa ke markas Pa lace oleh fan #mufc. Mengkhawatirkan. Beberapa masker terlihat tidak seperti Eric!’ tulis kelompok pendukung itu. (AP/Rtr/Era/R-4) DAILYMAIL.CO.UK
  • 8. JENDELA BUKU 8 MINGGU, 23 FEBRUARI 2014 Ramuan Pengalaman dan Imajinasi yang MENGINSPIRASI Buku Laskar Pelangi bercerita tentang semangat juang menyala-nyala dari anak-anak kampung Belitong untuk mengubah nasib melalui sekolah. PENGANTAR Dalam rangka memperingati 44 tahun Media Indonesia, redaksi akan menggupas 44 buku yang membawa perubahan dan mengubah Indonesia. Buku Laskar Pelangi karya Andrea Hirata menjadi buku ke lima yang dibahas secara mendalam. USMAN KANSONG S ETELAH cetakan pertamanya beredar di akhir 2005, Laskar Pelangi karya Andrea Hirata sontak memicu perdebatan. Perdebatan berkisar pada apakah ia sungguh sebuah karya sastra berbentuk novel atau justru sebuah autobiografi penulisnya? Namun, sejauh ini orang menikmati Laskar Pelangi sebagai novel. Kalaupun ia berisi pengalaman nyata penulisnya, Andrea Hirata, yang dalam karya ini ialah tokoh bernama Ikal, publik tetap menganggapnya sebagai novel, bukan otobiografi. Sebab, pastilah penulis menyisipkan imajinasi. Lagi pula, seperti kata pakar sastra Indonesia asal Belanda Prof A Teeuw, karya sastra senantiasa merupakan transformasi kenyataan yang lewat pandangan dan penghayatan pengarang menjadi rekaan. Sastrawan Sapardi Djoko Damono menyebut Laskar Pelangi sebagai ramuan pengalaman dan imajinasi yang menarik, sedangkan Media Indonesia dalam resensinya untuk edisi pertama novel ini menyebut Laskar Pelangi sebagai novel realis. Novel ini berkisah tentang 11 anak Melayu Belitong yang tergabung dalam Laskar Pelangi. Anak-anak Laskar Pelangi sungguh luar biasa, pantang menyerah walau keadaan tak bersimpati pada mereka. Tengoklah Lintang, kuli cilik pengangkut kopra yang genius dan dengan sukacita bersepeda 80 kilometer pergipulang untuk memuaskan dahaganya akan ilmu, bahkan kadang hanya untuk menyanyikan lagi Padamu Negeri di akhir jam sekolah. Atau Mahar, seorang pesuruh tukang parut kelapa sekaligus seniman dadakan yang imajinatif, tak logis, kreatif, dan sering diremehkan teman-temannya, tetapi sukses mengangkat martabat sekolah kampung mereka dalam karnaval 17 Agustus. Lihat pula semangat sembilan bocah lain anggota Laskar Pelangi dalam menjalani hidup dan berjuang menggapai cita-cita. Dengan membaca novel ini, kita diajak menyelami ironi kehidupan anak-anak Laskar Pelangi, kejujuran pemikiran mereka, serta indah dan alaminya petualangan mereka. Perhatikan pula sosok Ibu Muslimah, guru para anggota Laskar Pelangi. Ia menjadi sosok guru yang tandingannya sulit dicari dewasa ini. Dengan segera, Ibu Muslimah menjadi model guru ideal di negeri ini. Ibu Muslimah pula yang memberi nama Laskar Pelangi kepada murid-muridnya. Laskar Pelangi kontan membetot perhatian publik. Tiga bulan setelah Novel yang Menggerakkan Indonesia PADA 2007, tim program Kick Andy menerima sepucuk surat dari seorang ibu. Sang ibu menulis bahwa anaknya yang kecanduan narkoba menjadi baik dan kembali bersemangat belajar setelah membaca Laskar Pelangi. Terilhami surat itu, tim Kick Andy memutuskan mengangkat novel Laskar Pelangi dalam salah satu episodenya. Menurut tim Kick Andy, Laskar Pelangi begitu menginspirasi, cocok dengan karakter program bincang-bincang terke- muka di Metro TV itu. Sayang, amplop surat terbuang sehingga tim Kick Andy kesulitan melacak alamat sang ibu. Tim Kick Andy tadinya bermaksud mengundang sang ibu untuk memberi testimoni ihwal perubahan yang terjadi pada anaknya seusai membaca Laskar Pelangi. Kick Andy akhirnya harus puas cuma membacakan surat sang ibu dalam programnya. Dalam rekaman program, Kick Andy mengundang sejumlah orang yang hidup- nya berubah setelah membaca Laskar Pelangi. Tentu saja tim mengundang Andrea Hirata, penulis novel itu, dan Ibu Muslimah, guru para anggota Laskar Pelangi. Tak disangsikan novel Laskar Pelangi telah mengubah dan menginspirasi banyak orang. Bertobatnya sang pemadat setelah membaca Laskar Pelangi, seperti ditulis ibunya dalam surat kepada tim Kick Andy, hanyalah secuil contoh betapa novel ini begitu inspiratif. BUKU BARU masuk royalti penjualan tiket di bioskopbioskop yang memutarnya. Dibajak cetakan pertama September 2005, novel ini mengalami cetakan kedua. Hingga Juli 2007, ia mengalami cetakan kedelapan. Itu berarti sejak cetakan pertama hingga kedelapan, novel ini mengalami cetak ulang setiap 3 bulan. Perdebatan yang menyertai penerbitan awal Laskar Pelangi agaknya menjadi reklame indah buat novel ini. Namun, popularitas novel ini mencapai puncak sepertinya setelah program televisi terkemuka di Metro TV, Kick Andy, pada 2007 mengangkatnya dalam salah satu episode. Tak lama kemudian produser Mira Lesmana, yang mengangkatnya ke layar lebar pada 2008, menambah popularitas Laskar Pelangi. Itu bisa dilihat dari makin intensif dan ekstensifnya cetak ulang novel ini. Sejak Oktober 2007 hingga April 2008, Laskar Pelangi mengalami 12 kali cetak ulang. Itu artinya, dalam sebulan, Laskar Pelangi mengalami dua kali cetak ulang. Bandingkan sebelum ia diangkat Kick Andy dan ke layar lebar yang mengalami cetak ulang cuma setiap 3 bulan. Satu data menyebutkan penjualan buku ini menembus setengah juta eksemplar. Tentu saja royalti tumpah ruah ke genggaman sang penulis Andrea Hirata yang kabarnya mencapai Rp3 miliar. Itu belum ditambah royalti yang diterima Andrea dari pembuatan film yang mencapai Rp500 juta, belum ter- Begitu populernya novel ini, pihak yang tidak bertanggung jawab membajaknya. Dalam dunia perbukuan di Indonesia, berlaku semacam lelucon bahwa salah satu ukuran sebuah buku dianggap bagus dan laris manis ialah apabila ia dibajak. Andrea Hirata pada 1999 menyebut Laskar Pelangi versi bajakan mencapai 3 juta kopi. Namun, yang membuat khalayak ramai membaca Laskar Pelangi terutama tentu saja karena kontennya. Ia merupakan novel inspiratif dunia pendidikan yang gampang dilumat tanpa perlu mengernyitkan dahi. Novel yang membangun inspirasi begitu dirindukan pembaca di tengah dominasi novel percintaan berbumbu seks atau tragedi. Laskar Pelangi bahkan menginspirasi pengarang lain menulis novel bergenre pendidikan. Sebut saja novel Negeri Lima Menara. Tak ayal Laskar Pelangi menjadi pembentuk tren novel di negeri ini. Mengikuti kesuksesan Laskar Pelangi, Negeri Lima Menara pun difilmkan. Andrea Hirata kemudian menghasilkan tiga novel sekuel Laskar Pelangi. Ketiganya ialah Sang Pemimpi, Edensor, dan Maryamah Arpov. Jadilah novel-novel ini disebut tetralogi Laskar Pelangi. Seperti Laskar Pelangi, Sang Pemimpi dan Edensor pun telah diangkat ke layar lebar. Laskar Pelangi juga beroleh reputasi internasional. Terjemahannya yang berjudul Rainbow Troops menjadi pemenang pertama di New York Book Festival 2013 untuk kategori general fiction. Ia telah diterjemahkan sekurang-kurangnya ke dalam 18 bahasa. (M-2) Seorang guru SD di daerah terpencil mengaku Laskar Pelangi memberinya semangat baru. “Buku Laskar Pelangi memberiku semangat baru yang tak ternilai untuk mengajar murid-murid meskipun kami dirundung kesusahan demi kesusahan, meskipun dunia tak peduli. Buku ini membuatku sangat bangga menjadi seorang guru,” kata Herni Kusyari, guru SD tersebut, seperti dikutip novel Laskar Pelangi dalam halaman ‘Pujian untuk Laskar Pelangi’. Febi Liana mengaku Laskar Pelangi membangkitkan hasratnya untuk membantu murid-murid cerdas yang miskin. “Kekuatan karakter tokoh-tokohnya membuatku ingin berbuat sesuatu untuk membantu murid-murid cerdas yang miskin. Laskar Pelangi adalah sebuah buku yang sangat menggerakkan hati untuk berbuat lebih banyak,” ujar karyawati di Jakarta itu, juga seperti dikutip dalam halaman ‘Pujian untuk Laskar Pelangi’. Setelah Laskar Pelangi terbit dan dibaca luas oleh masyarakat, muncul gerakan di dunia pendidikan secara masif, semisal Indonesia Mengajar. Tidak berlebihan bila kita menyebut Laskar Pelangi sebagai novel yang menggerakkan Indonesia, utamanya di bidang pendidikan. (Usman Kansong/M-2) Judul buku: Laskar Judul buku: Lask Judul buku: Las ar Pelangi Penulis: Andrea Hi t Hirata P li A d H Penerbit: Bentang, Yogyakarta, Cetakan: Kedua puluh satu, April, 2008 OPMI MARET Blakblakan ala Dirut Semen Indonesia Dari Gestapu ke Reformasi: Serangkaian Kesaksian Salim Said d DIREKTUR Utama PT Semen Indonesia Dwi Soetjipto membuka rahasia kesuksesannya memimpin BUMN Semen Indonesia. Ia tidak hanya duduk nyaman di kursinya, tapi juga berani menanggung risiko, termasuk konflik, tantangan memperbaiki kinerja perusahaan, menyatukan perbedaan, mengawal proses transformasi, hingga pencapaian visi BUMN menuju world class engineering company. Ia tidak segan berbagi pengetahuan dan strategi saat Semen Padang bergejolak hingga bangkit kembali dari keterpurukan meski caci-maki dan penolakan dari serikat pekerja harus ia hadapi. Ia juga mengedepankan pentingnya sinergi dengan tim yang ia bentuk dan tim pendukung, bekerja sama untuk melakukan analisis data secara akurat, dan pentingnya inovasi. (M-5) OBROLAN Pembaca Media Indonesia (OPMI) memilih buku berjudul Dari Gestapu ke Reformasi: Serangkaian Kesaksian karya Salim Said yang diterbitkan Mizan untuk dibedah. Buku ini menguraikan serangkaian kesaksian personal Salim Said akan perjalanan bangsa yang selama ini belum tersentuh oleh publik. Selama 20 tahun ia merekam jejak sejarah bangsa saat menjadi wartawan. Ia mengajak generasi bangsa untuk ikut andil menyaksikan dan ‘menikmati’ gejolak perjuangan pahlawan untuk negeri ini, mulai G-30-S/PKI, operasi RPKAD saat Gestapu, jatuhnya Soekarno dan perannya dalam G-30-S/PKI, munculnya Soeharto sebagai penguasa Orba, hingga lahirnya era reformasi pada 1998. Road to Semen Indonesia : Transformasi Korporasi Mengubah Konflik menjadi Kekuatan/Dwi Soetjipto/ Kompas Gramedia/318 hlm Bagi pembaca yang berkeinginan ikut mengupas buku tersebut lewat OPMI, silakan mengirimkan data diri ke cs@mediaindonesia.com, paling lambat 28 Februari 2014, dengan subjek OPMI MARET. Kami akan mengirimkan buku untuk Anda baca sebelum mendiskusikannya. Terima kasih atas perhatiannya. Salam.
  • 9. HIBURAN MINGGU, 23 FEBRUARI 2014 9 MUSIK Titik Mundur Musikus Mayor Berkelana, tidak Lupa Pulang Kampung MI/ANGGA YUNIAR DANIEL SAHULEKA ANTARA/TERESIA MAY INDRA LESMANA, AHMAD DHANI, RUTH SAHANAYA, DAN TITI DJ Mengangkat kembali lagu lawas menjadi peluang jitu agar karya itu tetap diketahui generasi kini. Dhani dan Indra mencoba meraih peruntungan di jalur komersial. IWAN KURNIAWAN P ERJALANAN bermusik melewati tiga hingga empat dekade memang tidaklah m u d a h . Ta k m e n g h e ra n kan bila beberapa musikus kawakan di Tanah Air pun mencoba peruntungan lain dengan mengeluarkan kembali lagu-lagu lama dengan a ra n s e m e n d a n h a r m o n i yang baru. Keberadaan sederet band ternama di era 80-an hingga 90-an menjadi kian redup dan hilang di dalam industri musik Indonesia akhir-akhir ini. Untuk itulah musikus Ahmad Dhani dan Indra Lesmana pun menggaet sederet penyanyi lain untuk menyanyikan lagu ciptaan mereka lewat album kompilasi terbaru bertajuk Adu Bintang 2. Dalam album yang diproduseri Musik Factory Indonesia itu terdapat 11 lagu. Ada sentuhan khas sehingga secara langsung kita bisa melihat pada corak dan warna baru sesuai dengan karakteristik vokal mereka. Ke-11 lagu itu antara lain Aku Ingin (BCL dan Ari Lasso), Sedang Ingin Bercinta (Fatin Shidqia, Isa Raja, Mikha Angelo), Selamat Tinggal (3 Diva), Kasidah Cinta (Al Ghazali dan Eva Celia), Tiada Kata (Mike Mohede dan Mulan Jameela), Cukup Siti Nurbaya (Sammy Simorangkir dan Truth), Keinginan (BCL dan Marcell), dan Manusia (Ahmad Dhani dan Indra Lesmana), serta Pupus (Dewi Dewi). Bila melihat secara jeli, hanya ada satu lagu yang merupakan lagu baru dalam kompilasi, yaitu Manusia yang tentu saja diracik Dhani yang notabene adalah pendiri Dewa 19, sebuah band yang aktif pada 1986-2011. Lewat tautan itulah Dhani masih menjadi otak di balik peluncuran album Adu Bintang 2 tersebut. Tentu saja, ada satu alasan utama, yaitu lagu-lagu yang dinyanyikan ulang sebagian besar sudah dipopulerkan Dewa 19. “Saya tak suka membuat lagu seperti dulu lagi. Sama saja seperti bertanya kepada David Foster seperti lagu After the Love Has Gone (1979) kenapa (dia) tak buat lagu lagi?” cetus Dhani di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, pertengahan pekan ini. Kemunduran Kegelisahan terhadap masyarakat yang kurang mengapresiasi lagu-lagu Indonesia masih menjadi kegelisahan Dhani yang memang terkesan naif. Pasalnya, sebagai seorang musikus kawakan, sisi idealisme karya harus perlu dijaga, bukan sekadar komersial belaka. Banyak lagu yang sempat populer pada zamannya. Kini, itu diangkat kembali agar bisa didengar generasi sekarang lewat kemasan yang baru. Sayang, sentuhan penyanyi lain bisa saja membuat karya bagus menjadi kurang maksimal. “Mengambil lagu lama untuk dinyanyikan penyanyi lainnya HINDI / ACTION D merupakan cermin kedangkalan dan kemunduran yang sedang dipamerkan musikus. Ini semacam sebuah pengultusan untuk menjadikan Dhani sebagai legenda,” ujar musikolog Bayu Wirawan. Musisi sejatinya selalu akan membuat karya baru sehingga membawa khazanah terbaru dalam industri musik Indonesia. Meluncurkan kembali lagu lama memang pernah dilakukan Deddy Dores dan Dedi Dukun. “Jadi, kalau mengetahui ha kikat karya, biarlah lagu memiliki rohnya. Karya tersebut abadi sehingga tak perlu dinyanyikan orang lain, lalu rekaman, dan dijual ke pasaran,” pungkas alumnus Berklee College of Music di Boston, Amerika Serikat, tersebut. (M-2) miweekend @mediaindonesia.com INDONESIAN / ACTION D [D] DEWASA [SU] SEMUA UMUR SCHEDULE SUBJECT TO CHANGE AT ANY TIME INFO & INSIGHT Buy 1 get 1 Free tickets Reguler Class and 3D only. * BRI Prioritas, Gold & Platinum Debit Card Holder Sunday only. Buy 1 Get 1 Free ticket Regular Class (non 3D & Hindi Movie) * CIMB Credit Card (Platinum, World Card & Visa Infinite Card) Saturday - Sunday. % 50 FF O D ENGLISH / DRAMA D ENGLISH / FANTASY D INDONESIAN / COMEDY D INDONESIAN / THRILLER D D THAI / HORROR SU ENGLISH / ANIMATION 50% Velvet Class : * CIMB Niaga Credit Card (World Card), Saturday - Sunday. Buy 1 Get 1 Free Regular class with Mandiri Power Point Redemption * Mandiri Silver, Gold & Platinum credit card. All days. ROBOCOP GI 4DX: 12:00 14:30 17:00 19:30 22:00 MOI 4DX: 11:45 14:15 16:45 19:15 21:50 D ROBOCOP PP VELVET: 11:30 13:50 16:10 18:30 20:50 MOI VELVET: 12:00 14:40 17:20 20:00 CP VELVET: 12:30 15:15 18:00 20:45 WINTER’S TALE FILM Cinta antara Dunia Nyata dan Maya Available at blitz Grand Indonesia & Mall Of Indonesia [R] REMAJA PERJALANAN pulang kampung tak terpisahkan lagi bagi penyanyi sekaligus gitaris Daniel Sahuleka, 63. Dalam setiap titik perjalanan ke Indonesia, dia selalu menyempatkan diri tampil lewat konser mini untuk menjaga kekerabatan dengan penggemarnya. Lelaki gondrong itu hadir dengan gaya yang khas. Tutur sapa yang sedikit berbahasa Inggris, Belanda, dan dicampur dengan bahasa Indonesia berdialeg Ambon menjadi ciri khasnya saat tampil di Gedung Kesenian Jakarta, pertengahan pekan ini. Daniel memang selalu menyuguhkan konser yang santai dan intensif. Dia pun tak malu-malu saat harus bercanda dengan 200-an penonton yang duduk setia menyaksikan performa selama 2 jam, malam itu. “Saya senang kembali main di sini. Saya rasa senang,” ujarnya, santai. Malam itu, penampilan suami Alice Sahuleka Nijman tersebut hampir sama seperti saat konser pada 2010 dan 2011 silam, misalnya. Lagu-lagu yang dia hadirkan sebagian besar memang sudah tak asing lagi sehingga penonton dibuat lebih rileks dalam menyaksikan alunan yang romantis. Terlepas dari performanya, ada yang menarik terkait kehadiran Daniel kali ini. Dia lebih akrab saat menceritakan masa-masa 80-an ketika tiba di Indonesia. “Saya ke Semarang, tapi Semarang tak sebagus dulu lagi,” tuturnya seraya melantunkan Long Distance Highway. Memang, Daniel merasakan kota kelahirannya sudah padat, macet, dan mudah banjir saat musim penghujan. Hal itulah yang membuat dia menumpahkan kegundahannya di depan audiens secara santai. Sederet lagu yang dia bawakan membuat semuanya terpaku. Dari bangku penonton terlihat beberapa penonton mencoba mengabadikan Daniel bernyanyi lagu-lagu tertentu lewat ponsel, sedangkan lainnya terlihat begitu menikmati performanya. Saat memainkan The Rain, Daniel mencoba membuat alunan rintik hujan dengan bunyi gitarnya secara perlahan sekali. Alunan itu sontak membuat penonton seakan ikut berimajinasi tentang rintik hujan yang dimaksudkan Daniel. Begitu pula dengan Wake Up. “Saya paling tidak suka bila sedang tidur dibangunkan. Kalau istri saya membangunkanku, pasti saya marah-marah,” canda penyanyi yang tinggal di Belanda itu. Lagu-lagu terbaik yang populer pada eranya tak lepas dari suguhan Daniel. Sebut saja, You Make My World So Colorful dan Don’t Sleep Away the Night yang menjadi senjata pemungkas untuk menggetarkan hati penonoton. Kehadiran Daniel di Indonesia menunjukkan dia tetap merindukan tanah asal leluhurnya. Dia sudah berkelana dan berlayar jauh, akhirnya kembali ke sarang. Sebuah suguhan sang pengelana yang membekas dalam ingatan para penggemar. “Sahuleka membawakan karya yang romantis. Dia tak lupa pulang kampung,” ujar Danti, 27, salah satu penonton malam itu. (Iwa/M-2) ENGLISH / DRAMA PP VELVET: 12:00 14:30 17:00 19:30 22:00 I, FRANKENSTEIN CP VELVET: 13:15 16:00 18:45 21:30 BLITZ PROMOTION VISIT OUR WEBSITE MORE INFO : www.blitzmegaplex.com Advertise your product on the big screen with us. Contact: marketing@blitzmegaplex.com @blitzmegaplex 021-293.64.800 KEMAJUAN teknologi di masa mendatang membuat kita dapat berdialog secara langsung dengan smartphone kita yang terhubung dalam satu sistem operasi (OS) canggih. Sutradara Spike Jonze menuangkan kisah tersebut ke dalam film terbarunya yang berjudul Her. Theodore (Joaquin Phoenix) merupakan seorang yang romantis. Ia DOK FILM bekerja sebagai penulis surat di HER sebuah jasa penulisan surat untuk orang-orang dengan latar belakang dan perasaan yang berbeda dalam setiap surat. Kehidupan Theodore yang kesepian dan patah hati membuatnya tergoda untuk membeli sebuah operating system (OS). Meskipun itu hanya sebuah suara, Theodore dan asisten pribadinya (OS) tersebut, yang diberi nama Samantha (Scarlett Johansson), menjadi teman akrab dan tak jarang perasaan-perasaan pribadi Theodore dicurahkan kepada Samantha. Hubungan kedua insan beda dunia itu seakan merupakan sesuatu yang lumrah dalam masyarakat di film itu. Theodore juga banyak bercerita mengenai Samantha kepada rekan dekatnya, Amy (Amy Adams). Amy juga bercerita bahwa ada kejadian-kejadian yang dia temui mirip dengan apa yang dialami Theodore. Meskipun ikatan emosional yang diciptakan dalam film ini antara komputer dan tuannya terlihat sangat kuat dan mesra, hubungan itu harus berakhir karena mereka memiliki perbedaan dunia. (M-2)
  • 10. CERPEN 10 MINGGU, 23 FEBRUARI 2014 Pembuat Peta dan Penenun Kain DIANI SAVITRI D I Kota Tuamana yang pernah dialiri sungai purba, hiduplah seorang pembuat peta dengan istri dan putra semata wayang mereka. Bakat dan keahlian orang memang berlainan. Si pembuat peta ini sedikit berbeda dari para pembuat peta lainnya. Sebetulnya ini biasa. Seperti sering kita lihat bagaimana seorang penari mengungguli penari-penari kebanyakan. Penari kebanyakan menjadikan gerakannya hiburan bagi kita, pemirsanya. Sebaliknya, ada seorang penari yang melenggang-lenggok seiring irama, seperti ia bernapas dengan udara. Menari ia dengan segenap jiwa. Terhisap kita ke dunianya saat menyaksikan lenggoknya, lupa akan kenyataan hidup kita sendiri. Pembuat peta kebanyakan sekadar merekam ulang jalur yang sudah ditapak orang ke selembar kertas. Sebaliknya, si pembuat peta yang sedang dikisahkan ini, menggores di lembaran kertas, apa yang digariskan alam, baik yang sudah mewujud maupun yang belum nyata adanya. Praja tata kota adalah pelanggan tetapnya. Ini karena ada saja perubahan tata letak orang bermukim, berniaga, dan berkegiatan. Orang berpindah karena kebutuhan atau barangkali karena keterpaksaan. Karena mencari tempat yang lebih lapang atau justru ingin berjejalan. Orang berpindah juga karena mencari-cari jalan menuju apa yang dicitacitakan. Menuju suatu titik yang menurutnya ia dapat meraih kebahagiaan di sana. Maka, ada saja orang yang minta digambarkan sketsa jalan hidupnya. Di kertas gambar putih selebar dada laki-laki dewasa, si pembuat peta meletakkan titik penanda lokasi terkini dari orang yang sedang mencari tujuannya, dan beberapa pilihan jalan yang mengarah pada titik yang diidam-idamkannya. Setiap hari pembuat peta bekerja di kamarnya yang gelap. Bukan soal magis sebagaimana ritual dukun. Bukan pula karena hampir sepanjang usianya, pembuat peta merasa sendiri dan memilih mendengarkan suara sepi. Tapi karena daya lihat pembuat peta bekerja lebih baik saat ia tidak disilaukan oleh cahaya. Kalau ada tamu, maka istrinya, si penenun kain, akan mempersilakan tamu itu masuk ke kamar kerja suaminya. Beberapa orang yang pernah bertamu akan bersumpah bahwa saat pintu terbuka, bukan cahaya dari luar yang memasuki kamar, tapi gelap dari kamar itu yang akan merembang ke luar. Suatu hari, Srivati, yang sedang mencari jalan pulang, datang sebagai tamu keempat. Istri pembuat peta yang tadi menemani Srivati duduk menunggu di beranda sebelum tamu ketiga pulang, lalu mengantarkan Srivati memasuki kamar kerja pembuat peta. Setelah itu si penenun kain senantiasa menunggu di luar kamar, kembali menekuni alat tenun warisan keluarga. Mengikatkan pinggangnya pada pemintal untuk membuat alat itu menjadi bagian dari tubuhnya, dan bergerak bersamanya. Ia piawai menggunakan alat pemisah yang menjaga benang agar tidak kusut. Perempuan yang percaya dan hormat mencari, sama saja seperti tidak ada yang mencintai. Lalu, bagaimana seorang perempuan bisa punya arti? Seingat penenun kain di kemudian hari, suaminya tidak menjawab pertanyaan itu. Namun karena diamnya pembuat peta bukan hal yang berbeda dari kebiasaan selama ini, kali itu pun tidak menjadi hal istimewa. Selepas itu, pada suatu hari, telepon cerdas pembuat peta berbunyi dan layar lebarnya menampilkan sederetan nomor tanpa nama. Ia biasa dicari oleh orang yang tidak mengenal dirinya, tapi Tanpa peringatan atau tepukan di pundak macam pertunjukan di TV yang membuat orang kena hipnosis dan bisa disuruh-suruh untuk melakukan hal konyol agar penonton tertawa. Ia merasa tersihir, tapi sihir yang ini tidak memperbudaknya untuk melakukan hal yang tolol, tapi mendekatkannya ke sesuatu yang terasa niscaya dan benar. Garis pada peta yang digoreskannya di kertas terjejas dalam dan jelas. Setelah petang itu pembuat peta merasa diingatkan bahwa dirinya juga butuh arah. pada suami itu tidak pernah mencampuri pekerjaan suaminya. Dijunjungnya harkat menenun kain untuk mereka pakai secara turun-temurun.Demikianlah nenek moyang mereka menetapkan tugas seorang istri. Setelah Srivati pulang, saat makan malam dengan putra mereka, si penenun kain mengutarakan keheranannya. “Apakah tidak ada yang mencari perempuan tadi, dan menuntunnya menuju jalan pulang?” ia bertanya dengan nada suara bercampur iba. Bagaimana bisa seorang perempuan bisa pergi, sendiri, dan tidak ada yang mencarinya? Kalau itu terjadi padanya, tentu ia akan sedih sekali dan memilih untuk tidak kembali. Bila tidak ada yang membutuhkannya. Lalu, pembuat peta menjawab panggilan telepon. “Aku belum menemukan jalan pulang. Aku berputar-putar di jalan yang sepertinya harus kuhindari. Peta yang Anda buat sepertinya menyesatkan aku ke rute yang lebih rumit.” Suara itu dikenalinya sebagai suara Srivati. Si pembuat peta tidak segera menjawab. Lekat diingatnya Srivati sebagai perempuan pencari jalan pulang yang pada matanya ada sesuatu yang benderang. Petang itu di kamar kerjanya yang remang, pembuat peta jadi menghindari tatapan Srivati. Sudah begitu pun, pembuat peta masih merasa seperti tersihir. “Anda di mana?” “Entahlah. Tapi ini satu titik di alur yang Anda gariskan untukku.” Jawaban pembuat peta kini lebih menyegera, “Berdiamlah di sana. Biar kutunjukkan jalan untuk Anda.” *** Ini malam ketiga dari belum kembalinya si pembuat peta ke rumah. Penenun kain tanpa ratap atau prasangka mulai menanyakan ke kawan, kerabat, dan tetangga. Satu hal yang tidak mungkin dikhawatirkannya; bahwa pembuat peta akan tersesat dan tidak menemukan jalan pulang. Tapi yang ditanyakan, apakah mereka menyimpan dugaan, ke mana perginya si pembuat peta? Kapan kiranya ia kembali? Kini setiap siang, bertambahlah kegiatan penenun kain, selain menenun kain, mengantarkan putra mereka sekolah, dan kunjung-mengunjungi handai tolan sebagaimana yang moyang mereka ajarkan pada setiap istri untuk menjaga silaturahmi. Penenun kain bertanya di sana-sini, ia bersetia mencari tahu keberadaan suaminya. Setiap petang pula, si penenun kain akan kembali duduk menunggu di dalam rumah, di luar kamar kerja pembuat peta. Kembali menekuni tenunan kainnya. Istri sejati sebagaimana ia, meyakini si pembuat peta suaminya akan kembali. Pikirnya, di mana lagi kehangatan bisa didapatkan, bila kain tenun penghangat tubuh warisan keluarga sudah ada di rumah? Matahari tidak bisa diandalkan dan terbatas masa, terbit dan terbenam sesuai takdirnya. Api adalah moda zaman baheula. Lagi pula, bila ijuk mengikat pelepah pada batang, kain tenun keluarga adalah pengikat kasih sayang antarmereka. Demikian ia percaya, demikian yang disematkan oleh leluhur penenun kain pada garis hidupnya. Tanpa peta, penenun kain menanti suami yang belum kembali. Ia memilih untuk percaya ada yang lebih tinggi dan bisa menggariskan jalan hidup. Lebih tinggi dari seorang pria yang dianugerahi kepekaan dan ketajaman pikiran untuk menuangkan garis alam dalam peta bagi orang lain, namun tidak bisa menemukan jalan pulangnya sendiri. Dengar-dengar kabar yang samar dan belum tentu benar, pembuat peta dan Srivati kini bermukim di satu titik yang digariskan alam untuk mereka. Di tempat yang hanya sangat sedikit orang sanggup memetakannya dan pernah ke sana. Konon, si pembuat peta menemukan Srivati dengan menyusuri alur sungai purba yang bagi orang kebanyakan cuma legenda. Di kediaman baru mereka, selamanya keduanya tidak pernah benarbenar pulang, juga tidak bisa beranjak pergi, meski kini mereka tak pernah sendiri dan merasa sepi lagi. Diani Savitri, menekuni dunia kepengarangan, di sela-sela kesibukannya sebagai peneliti. Karya-karyanya tersebar di sejumlah media. Ia tinggal di Jakarta. Redaksi menerima kiriman naskah cerpen, ketik sebanyak 9.000 karakter, karya orisinal dan belum pernah diterbitkan di media massa lain. Kirim e-mail ke cerpenmi@mediaindonesia.com dan cerpenmi@yahoo.co.id @Cerpen_Mi PIGURA Paradigma ONO SARWONO PANDAWA bangkrut. Demikian fakta pilu yang mendera lima kesatria keturunan almarhum Pandudewanata, raja Astina. Biang penyebabnya, si sulung Puntadewa dikalahkan Kurawa yang dimentori ‘si julik’ Sengkuni dalam permainan dadu yang penuh keculikaan. Sebenarnya, Puntadewa sadar dirinya diakali secara telanjang oleh Sengkuni, paman keluarga Kurawa, dalam permainan itu. Tetapi, ia memilih tidak protes, bahkan lantas pasrah dan kemudian legawa menerima kekalahan dengan semua poin-poin konsekunsensinya. Sikap Puntadewa yang demikian itulah yang mengakibatkan Pandawa kehilangan negara Amarta atau Indraprastha beserta segala kekayaannya. Mereka pun harus menjalani hidup di hutan belantara selama 12 tahun. Jika selamat dalam rentang waktu 144 bulan itu, Pandawa masih harus menjalani hidup menyamar 365 hari dan tidak diketahui telik sandi Kurawa. Kalau syarat-syarat tersebut gagal dipenuhi, Pandawa mesti kembali masuk hutan. Demikianlah memang taruhan yang disepakati. Bukan itu saja. Kebangkrutan Pandawa juga termasuk nonmateri. Drupadi, istri Puntadewa, menjadi objek dolanan keluarga Kurawa. Dari seratus orang anggota keluarga mereka, tampak Dursasana yang paling kurang ajar. Intinya, telah terjadi penghinaan sekaligus pelecehan luar biasa terhadap Drupadi sekaligus martabat keluarga Pandawa. Pada puncak kemarahannya, Drupadi bersumpah, dengan bumi dan langit sebagai saksi, dirinya tidak akan menggelung rambutnya jika belum keramas darah Dursasana. Kata-kata bernada bergetar itu memerindingkan kulit dan menjungkitkan bulu kuduk siapa pun yang mendengar. Sebenarnya, kebangkrutan serta penistaan tersebut tidak akan terjadi bila Puntadewa menerima iguh pertikel (saran) Bratasena. Adiknya itu usul kepada Puntadewa agar tidak meladeni tawaran main dadu dari Kurawa. Namun, itu tidak digubris. Lantas, ketika permainan tetap berlangsung dengan penuh akal-akalan, Bratasena siap mengamuk. Apalagi, ketika Drudapi dijamah Kurawa hingga seluruh benang pakaiannya tanggal, Bratasena tidak tahan ingin menggasak semua Kurawa. Akan tetapi, kompleksitas amarah yang telah menyundul ubun-ubunnya itu bisa diredampadamkan Puntadewa. Bratasena akhirnya hanya bisa menahan geram, sedangkan ketiga adiknya, yakni Arjuna serta si kembar Nakula dan Sadewa, sejak awal memang tidak berani berpendapat atau berkomentar. Mereka memilih nurut kepada Puntadewa demi kerukunan dan keutuhan Pandawa. Menjadi berkah Akhirnya, yang terjadi terkatuplah bibir Bratasena dan adik-adiknya. Terbelenggulah pula lidah-lidah mereka karena terasa kelu. Namun, tidaklah demikian Puntadewa. Ia menganggap ‘bencana’ yang disadarinya berhulu pada perilakunya itu ia nilai bukan apa-apa. Lantas meluncurlah untaian kata-kata bersantiaji. Dia berucap lirih tapi jernih, “Kesatria tidak pernah menyesali kodrat. Kesatria teguh memegang janji. Kesatria menjunjung tinggi nilai-nilai kejujuran dan keluhuran meski berat risiko yang harus disunggi. Kesatria selalu riang dan senyum meniti hidup walau pilu.” Mendengar sesanti itu, hati dan pikiran Bratasena, Arjuna, serta Nakula dan Sadewa byar padhang terawangan, terang benderang. Mereka merasa tidak perlu menggetuni sesuatu yang telah terjadi. Ada nilai hakiki yang semestinya digayuh daripada kelezatan duniawi. Karenanya, tiada kemurungan ketika Pandawa memulai hidup di hutan belantara. Bayangan semula akan hari-hari kelam yang sarat ketidakpastian telah sirna. Mereka menjalaninya dengan keweningan hati dan batin seraya selalu mendekatkan diri kepada Shang Hyang Widi. Kurawa yakin Pandawa tidak mampu bertahan hidup di hutan. Mereka memastikan trah (keturunan) Pandudewanata bakal tumpes. Dengan demikian, tidak ada lagi yang mengungkit atau berhak mengambil alih kedudukan Duryudana, sulung Kurawa, atas takhta Astina dan Indraprastha. Namun, hitungan Kurawa itu meleset. Jangka jagat (takdir) memastikan Pandawa kalis dari tekanan hidup dan tetap survive. Mereka malah menjadi kesatria-kesatria pinunjul. Itu karena Pandawa cerdas lahirbatin menjalani masa-masa kebangkrutan dengan ego dan naluri positif. Misalnya Arjuna. Ia tekun mesu budi-mengerahkan seluruh potensi kejiwaan, untuk mendapat kenugrahaan dewa. Di antara episode hebat dalam masa-masa asah kebatinannya itu ketika ia gentur bertapa di Gunung Indrakila dengan sebutan Begawan Ciptaning atau Mintaraga. Laku keprihatinannya yang sangat dalam itulah yang kemudian mengantarkannya mendapat anugerah eksklusif dari penguasa arcapada. Ia menerima senjata mahasakti berupa panah pasopati yang ia gunakan untuk menyirnakan gergasi pengacau Kahyangan, Prabu Niwatakawaca, Raja Manimantaka. Dari jasanya itu, Arjuna kemudian dinikahkan dewa dengan salah satu ‘kembang Kahyangan’, yakni Bethari Supraba, serta dinobatkan sebagai raja di Kahyangan selama 40 hari bergelar Prabu Kiritin. Itulah berkah dan kenikmatan yang ia terima atas semua laku prihatin. Jadi inspirasi Nilai dari kisah ini ialah Pandawa, khususnya Arjuna, memiliki paradigma lain daripada yang lain dalam menghadapi bencana yang ujudnya kebangkrutan. Implementasinya, melakoni kesengsaraaan dengan laku positif sehingga bencana menjadi berkah. Itu bisa dijadikan inspirasi bagi kita untuk menghadapi bencana yang merundung. Intinya, bagaimana caranya kita bisa mengubah pikiran, hati, dan perilaku dari kesengsaraan atau penderitaan yang riil akibat bencana kemudian menjadi berkah karenanya. Arjuna telah memberikan contoh. Dalam perspektif kekinian, Arjuna telah menerapkan apa yang disebut paradigma seperti buah pikiran pakar ilmu kepemimpinan dari AS, Stephen R Covey, yang ia tulis dalam bukunya yang berjudul The 7 Habits of Highly Effective People. Jadi, dari kisah Arjuna itu, maka sesungguhnya kandungan nilai tentang paradigma dalam kearifan lokal kita sudah ada jauh sebelum Covey menyusun konsepnya tersebut. Karena, cerita Arjuna tersebut tersua dalam Kakawin Arjunawiwaha, gubahan Empu Kanwa pada zaman Raja Airlangga, pendiri Kerajaan Kahuripan, yang memerintah pada 1009-1042. (M-3)
  • 11. TIFA MINGGU, 23 FEBRUARI 2014 11 negara ditelanjangi lewat karya-karya seni rupa kontemporer. Kala Seniman Kritik Menelanjangi Koruptor MI/RAMDANI SINDIR KORUPTOR: Pengunjung menyaksikan pameran Ada Uang di Balik Tabu di Galeri Cipta III, TIM, Jakarta Pusat, Kamis (20/2). Pameran Seni Rupa kelompok 12 Pas ini berlangsumg 12-28 Februari 2014. Persoalan koruptor yang menggerogoti institusi negara diabadikan lewat karya. Para seniman mencoba menumpahkan hujatan, amarah, dan sinisme. IWAN KURNIAWAN E NAM tikus hitam tampak sibuk beraktivitas. Masing-masing mulai menggerogoti bagian-bagian tertentu dari selembar uang nominal Rp10 miliar. Lembaran uang kertas nominal itu memang tidak ada dalam peredaran, tetapi hanya sebagai sebuah simbol dalam karya. Uang tertanda Bank Indonesia (BI) plus tanda tangan direksi gubernur dan direktur itu sudah sobek. Tiga tikus baru selesai menggigit lembaran itu hingga cabir. Dua tikus lain berdiri di sisi luar objek uang tersebut, sedangkan satu tikus lainnya gesit menggigit bagian uang kertas bergambar Jenderal Soedirman di bagian kiri dan Gedung Mahkamah Konstitusi di bagian kanan. Soedirman digambarkan sedang menatap ke arah kiri sehingga sejenak berpapasan dengan seekor tikus--berukuran besar--yang sedang merayap dari depan gedung para hakim itu. Sang jenderal tampak tegar, tetapi ada rinai air mata di pipinya. Seakan dia merasa kasihan melihat kondisi bangsa yang digerayangi para koruptor. Gambaran itu jelas terlihat pada lukisan berjudul Tangisan Jenderal Besar karya Martin Treshnasetia yang dipajang lewat pameran bersama bertajuk Ada Uang di Balik Tabu di Galeri Cipta III, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, 18-28 Februari 2014. Selain Martin, ada pula sederet nama yang terlibat. Mereka adalah Tipto, Oky Arfie Hutabarat, Kusmei Santo, Jack S Riyadi, Amalia Sigit, dan Hardiman Radjab. Lalu, ada seniman muda, yaitu Just Jessy, Fachriza Jayadimansyah, Dessy Wahyuni, serta Andita Naradwinantri. Bila dicermati secara jeli, ada satu kata yang tepat untuk menggambarkan tema pameran tersebut, yaitu kata amarah! Kasus-kasus korupsi yang menggerogoti tatanan dan sendi institusi Pada pameran yang digagas Kelompok 12 Pas itu, para seniman mencoba mengkritik. Mereka mampu menfasirkan kembali kasus-kasus hukum yang hangat terjadi di negeri ini. Setiap seniman punya cara berbeda dalam menghadirkan karya. Ada yang keras dan ada pula yang masih malumalu dalam mengkritik. Yang masih malu-malu, yaitu karya Amalia Sigit berjudul Ada Uang di Balik Tabu (200x100x120 cm, mixed media). Ia menghadirkan sosok Muhammad Nazaruddin yang disimbolkan seperti ayam jago. Tema utama pameran bersama memang sangat relevan dengan kondisi kasus-kasus yang merajalela sehingga menyeret beberapa nama koruptor ke dalam penjara. Tentu saja, ada sanksi sosial atas apa yang dilakukan seorang koruptor. Kehadiran pameran bersama tersebut menjadi sebuah tanda. Seniman ingin menjadi bagian sejarah dalam perjalanan bangsa ini. Ada pemikiran besar agar nama-nama koruptor dipertontonkan lewat karya yang sudah tentu sebagai sebuah sindiran atas perilaku koruptor itu sendiri. Tengok saja karya Oky berjudul Te(e)n Million Babe (14, 5x6,5 cm, digital printing). Ada dua sosok utama dalam uang tersebut, yaitu terdakwa kasus suap pengurusan kuota impor daging sapi di Kementerian Pertanian Ahmad Fathanah dan seorang perempuan cantik di baliknya. Dengan teknik desain, Oky membaca kembali kasus impor daging sapi sehingga dia menuangkannya lewat karya sederhana. Namun, itu langsung mengingatkan pengunjung pada sosok koruptor yang dimaksudkan. Tak dapat dimungkiri, korupsi yang berkonotasi negatif bisa dikatakan sebagai ‘mencuri’. Hal tersebut menyangkut moral dan norma sehingga tentu saja bertentangan dengan moral itu sendiri. Pada titik itulah kritik lewat karya dilakukan seniman untuk menyadarkan masyarakat sehingga kejujuran, keberanian, dan kesetiaan cenderung memancarkan suatu keindahan dalam nilainya. Kurator Benny Ronald Tahalele menilai pameran itu merupakan tantangan untuk menandai fenomena-fenomena menjadi sensasisensasi artistik. “Para seniman mengamati fenomena, memperoleh gagasan, dan mengekspresikan ke dalam bahasa artistik,” ungkapnya. Betapapun, seniman-seniman yang berpameran memiliki kecenderungan pragmatis, melalui finalitas (in order to motive) dan kausalitas (because-motive). Ada penggalian-penggalian imajinatif yang pipih dan cangkat. Sebagian karya telah mencapai substansi, tetapi sebagian amat dangkal dalam pemaknaan kembali atas kasus hukum lewat media dua dimensi dan tiga dimensi. Meski demikian, tema penyakit korupsi selalu menarik untuk diangkat ke dunia seni rupa. (M-2) miweekend@mediaindonesia.com Karya Baru Epigon Barat PERJALANAN pelukis asal China, Xie Dongming, ke daerah pertanian di lembah Gunung Merapi telah mendatangkan sebuah imajinasi. Tak mengherankan, pengalaman mengunjungi para petani berhasil dia tuangkan lewat karyanya. Salah satu karya terbaru pelukis alumnus Oil Painting Departemen, Central Academy of Fine Arts, Beijing, China, 1984, itu adalah Blazing (200x70 cm, 2014). Dia menghadirkan sesosok petani yang baru selesai mencangkul di pedusunan. Tidak begitu jelas lokasi dalam catatannya, tetapi petani yang dimaksudkan ialah kaum buruh yang pernah diistilahkan proklamator Soekarno sebagai kaum Marhaen(isme). Ada sebuah perjumpaan antara Dongming dan sesosok petani itu sehingga dia abadikan lewat karya yang mengupas tentang sosialisme itu. Terlepas dari pengalaman Dongming, dia ingin agar orang banyak melihat juga karya terbarunya itu. Hal itu pun bisa menjadi titik tolak dalam pencarian akan identitas masyarakat bumi dan tak hanya sebagai sosok China-nya. Karya-karya Dongming terpajang rapi lewat pameran bertajuk Resonance di Galeri Nasional, Jakarta, 20-27 Februari 2014. Selain itu, ada pula tujuh pelukis asal ‘Negeri Bambu’ yang juga ikut berpameran. Di antaranya Luo Erchun, Hong Pendiri: Drs. H. Teuku Yousli Syah MSi (Alm) Direktur Utama: Lestari Moerdijat Direktur Pemberitaan/Penanggung Jawab: Usman Kansong Dewan Redaksi Media Group: Saur M. Hutabarat (Ketua), Bambang Eka Wijaya, Djadjat Sudradjat, Elman Saragih, Laurens Tato, Lestari Moerdijat, Rahni Lowhur Schad, Suryopratomo, Toeti P. Adhitama, Usman Kansong Redaktur Senior: Elman Saragih, Gaudensius Suhardi, Laurens Tato Kepala Divisi Pemberitaan: Abdul Kohar Kepala Divisi Content Enrichment: Teguh Nirwahyudi Kepala Divisi Artistik & Foto: Hariyanto Asisten Kepala Divisi Pemberitaan: Ade Alawi, Haryo Prasetyo, Jaka Budisantosa, Ono Sarwono, Rosmery C. Sihombing, Tjahyo Utomo Kepala Sekretariat Redaksi: Sadyo Kristiarto Ling, Liu Xiaodong, Liu Shangying, Yu Hong, dan Zhan Jianjun. Kurator Rizki A Zaelani lewat catatan kuratorisnya menilai kekuatan visual pada karyakarya di sini tak hanya pada kekuatan. Namun, ada unsur tradisi yang begitu kuat sehingga mencerminkan nilai-nilai (filosofi) yang dicerminkan lewat karya. Dengan melihat karya-karya itu, kita akan menemukan tiga hal menarik, yaitu perjalanan, pesta, dan perempuan. Objek-objek perempuan mendominasi sehingga terasa sisi feminis yang tertuang lewat karya-karya seniman yang rupawan dan elegan. Itu bisa terlihat pada karya berjudul Memory Time suguhan Xiaodong. Namun, tak hanya itu, ada karya yang kuat pada sisi perjalanan hidup lewat Time garapan Erchun. Ekpresis bebas Pada pameran itu ada sekitar 20 karya yang dipamerkan kepada khalayak. Semua memiliki ciri khas tersendiri. Tiga pelukis sempat tinggal sebulan Indonesia, yaitu di Jakarta, Yogyakarta, dan Bali sehingga tak asing lagi. Mereka adalah Dongming, Xiaodong, dan Ling. “Xiaodong banyak melukis di sejumlah tempat. Dalam jiwa sebagai guru, Xiaodong sangat senang mencari sesuatu yang bebas, sederhana, dan seadanya Redaktur: Agus Mulyawan, Ahmad Punto, Anton Kustedja, Aries Wijaksena, Cri Qanon Ria Dewi, Denny Parsaulian Sinaga, Eko Rahmawanto, Eko Suprihatno, Hapsoro Poetro, Ida Farida, Iis Zatnika, Irana Shalindra, Jerome E. Wirawan, M. Soleh, Mathias S. Brahmana, Mirza Andreas, Patna Budi Utami, Santhy M. Sibarani, Soelistijono, Sitria Hamid, Wendy Mehari Utami, Widhoroso, Windy Dyah Indriantari Staf Redaksi: Adam Dwi Putra, Agung Wibowo, Ahmad Maulana, Akhmad Mustain, Anata Syah Fitri, Anshar Dwi Wibowo, Arief Hulwan Muzayyin, Asep Toha, Asni Harismi, Bintang Krisanti, Cornelius Eko, Daniel Wesly Rudolf, Deri Dahuri, Dian Palupi, Dika Dania Kardi, Dinny Mutiah, Dwi Tupani Gunarwati, Emir Chairullah, Eni Kartinah, Fardiansah Noor, Gayatri Suroyo, Ghani Nurcahyadi, Gino F. Hadi, Hafizd Mukti Ahmad, Heni Rahayu, Heryadi, Hillarius U. Gani, Iwan Kurniawan, Jajang Sumantri, Jonggi Pangihutan M, Mohamad Irfan, Muhamad Fauzi, Nurulia Juwita, Panca Syurkani, Permana Pandega Jaya, Raja Suhud V.H.M, Ramdani, Rommy Pujianto, Rudy Polycarpus, Sabam Sinaga, Selamat Saragih, Sidik Pramono, Siswantini Suryandari, Siska Nurifah, Sugeng Sumariyadi, Sulaiman Basri, Sumaryanto, Susanto, Syarief Oebaidillah, Thalatie Yani, Usman Iskandar, Zubaedah Hanum Biro Redaksi: Dede Susianti (Bogor) Eriez M. Rizal (Bandung); Kisar Rajagukguk (Depok); Firman Saragih (Karawang); Sumantri Handoyo (Tangerang); Yusuf Riaman (NTB); Baharman (Palem- MI/ATET DWI PRAMADIA LUKISAN CHINA: Suasana pengunjung saat berlangsungya pameran lukisan Resonance di Galeri Nasional, Jakarta, Kamis, (20/2). Pameran yang dikuratori Guo Fang Fang ini diikuti oleh tujuh pelukis China dan berlangsung hingga 27 Februari. sehingga datang ke Indonesia,” ujar Penyelenggara Pameran, Guo Fanfang, di sela-sela acara. Terlepas dari gaya dan corak lukisan tradisi yang khas dari ketujuh seniman itu, pameran tersebut masih kurang menghadirkan sisi lain China yang jarang diperlihatkan kepada publik. Namun, lukisan-lukisan itu masih tampak epigonis terhadap gaya impresionisme di Barat yang sudah ada sejak abad ke-19 lewat art movement. Bila kita memperhatikan karya Edouard Ma- bang); Parulian Manulang (Padang); Haryanto (Semarang); Widjajadi (Solo); Faishol Taselan (Surabaya) METROTVNEWS.COM News: Khudori Redaksi: Agus Triwibowo, Asnawi Khaddaf, Basuki Eka P, Deni Fauzan, Edwin Tirani, Henri Salomo, Irvan Sihombing, Laila B, Rizky Yanuardi, Sjaichul, Wily Haryono, Wisnu AS, Retno Hemawati, Nurtjahyadi, Afwan A, Andrie, Donny Andhika, Fario Untung, Prita Daneswari, Rita Ayuningtyas, Torie Natallova DIVISI TABLOID, MAJALAH, DAN BUKU (PUBLISHING) Kepala Divisi: Budiana Indrastuti Asisten Kepala Divisi: Mochamad Anwar Surahman, Victor JP Nababan Redaktur: Agus Wahyu Kristianto, Lintang Rowe, Sri Purwandhari CONTENT ENRICHMENT Periset: Heru Prasetyo (Redaktur), Desi Yasmini S, Gurit Adi Suryo Bahasa: Dony Tjiptonugroho (Redaktur), Aam Firdaus, Adang Iskandar, Henry Bachtiar, Ni Nyoman Dwi Astarini, Riko Alfonso, Suprianto ARTISTIK Asisten Kepala Divisi: Rio Okto Waas Redaktur: Annette Natalia, Donatus Ola Pereda, Gatot Purnomo, net berjudul The Plum (1878) yang kini menjadi koleksi National Gallery of Art, Washington DC, atau karya Camille Pissarro berjudul Hay Harvest at Eragny (1901) koleksi National Gallery of Canada, Ottawa, Ontario, mungkin bisa jadi perbandingan. Karya-karya dalam Resonance tidak begitu memberikan pengaruh mendasar. Belum ada letupan dalam memengaruhi perkembangan seni rupa kontemporer Asia pada umumnya. (Iwan Kurniawan/M-2) Marjuki, Prayogi, Ruddy Pata Areadi Staf Redaksi: Ali Firdaus, Ami Luhur, Ananto Prabowo, Andi Nursandi, Bayu Aditya Ramadhani, Bayu Wicaksono, Briyan Bodo Hendro, Budi Setyo Widodo, Catherine Siahaan, Dedy, Dharma Soleh, Endang Mawardi, Fredy Wijaya, Gugun Permana, Hari Syahriar, Haris Imron Armani, Haryadi, Marionsandez G, M. Rusli, Muhamad Nasir, Muhamad Yunus, Nana Sutisna, Novi Hernando, Nurkania Ismono, Putra Adji, Rugadi Tjahjono, Seno Aditya, Tutik Sunarsih, Warta Santosi Olah Foto: Saut Budiman Marpaung, Sutarman PENGEMBANGAN BISNIS Kepala Divisi Marketing Communication: Fitriana Saiful Bachri Kepala Divisi Special Project & Partnership: Andreas Sujiyono Kepala Divisi Iklan: Gustaf Bernhard R Asisten Kepala Divisi Iklan: Wendy Rizanto Perwakilan Bandung: Aji Sukaryo (022) 4210500; Surabaya: Tri Febrianto (031) 5667359; Yogyakarta: Andi Yudhanto (0274) 523167. Telepon/Fax Layanan Pembaca: (021) 5821303, Telepon/ Fax Iklan: (021) 5812107, 5812113, Telepon Sirkulasi: (021) 5812095, Telepon Distribusi: (021) 5812077, Telepon Percetakan: (021) 5812086, Harga Langganan: Rp67.000 per bulan (Jabodetabek), di luar P. Jawa + ongkos kirim, No. Rekening Bank: a.n. PT Citra Media Nusa Purnama Bank Mandiri - Cab. Taman Kebon Jeruk: 117-009-500-9098; BCA - Cab. Sudirman: 035306-5014, Diterbitkan oleh: PT Citra Media Nusa Purnama, Jakarta, Alamat Redaksi/Tata Usaha/Iklan/Sirkulasi: Kompleks Delta Kedoya, Jl. Pilar Raya Kav. A-D, Kedoya Selatan, Kebon Jeruk, Jakarta Barat - 11520, Telepon: (021) 5812088 (Hunting), Fax: (021) 5812105 (Redaksi) e-mail: redaksi@ mediaindonesia.com, Percetakan: Media Indonesia, Jakarta, ISSN: 0215-4935, Website: www.mediaindonesia.com, DALAM MELAKSANAKAN TUGAS JURNALISTIK, WARTAWAN MEDIA INDONESIA DILENGKAPI KARTU PERS DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA ATAU MEMINTA IMBALAN DENGAN ALASAN APA PUN
  • 12. MINGGU, 23 FEBRUARI 2014 SELEBRITAS HALAMAN 12 DEWI YULL DIAN PELANGI Berbagi Kiat Sukses Ingin Jadi Penerjemah PERANCANG Dian Pelangi berbagi kiat untuk anakanak muda yang ingin berkarya di industri mode, khususnya busana muslim, seperti dirinya. Perempuan kelahiran Palembang 1991 itu mengatakan hal pertama yang harus dilakukan ialah memastikan punya niat baik. “Kalau demi popularitas atau ingin pamer, ganti niatnya,” kata dia di Jakarta, Kamis (20/2). Niat saja tidak cukup, langkah berikutnya adalah menimba ilmu sebanyak-banyaknya. “Berbisnis tanpa ilmu sama seperti berlayar tanpa bekal. Setidaknya ikut short course atau belajar dari teman desainer.” Bila sudah memiliki ilmu yang cukup, mulailah berbisnis dengan gigih dan pantang menyerah. Berinovasi membuat sesuatu yang baru sangatlah penting untuk menjadi yang terdepan di tengah para pesaing. Terakhir, buatlah identitas ciri khas yang akan mewarnai seluruh karya. “Misalnya Jenahara biasa membuat nuansa hitam atau Ria Miranda yang identik dengan warna pastel,” tutup dia. (Ant/H-3) Bahasa Isyarat Menurutnya, semakin banyak masyarakat yang memahami bahasa isyarat, kaum tunarungu akan semakin terbantu. SORAYA BUNGA LARASATI MI/ARDI SHEILA ON 7 Siapkan Album Baru GRUP musik Sheila on 7 siap meluncurkan album baru tahun ini dengan salah satu single berjudul Canggung. Vokalis Sheila on 7, Duta, mengungkapkan hal tersebut pada jumpa pers di Makassar menjelang konser bertajuk Like a Superstar Jumat MI/ARDI (21/2). Menurutnya, materi album dan single telah siap diluncurkan sejak akhir 2013, tetapi hingga kini tertunda karena sejumlah pertimbangan. “Mudah-mudahan konser ini menjadi awal yang baik bagi semua untuk menerima album baru itu,” ujarnya. Meski belum menyebutkan nama album terbaru itu, Duta menjelaskan 10 lagu yang akan mengisi album tersebut bertema cinta dan persahabatan. Ia memastikan album yang akan lahir bertepatan dengan 18 tahun eksistensi Sheila on 7 di Tanah Air. Karena itu, album tersebut akan memiliki warna berbeda dengan album-album sebelumnya, tetapi tidak akan keluar dari karakter grup tersebut. “Kami berusaha bijak menuangkan perubahan-perubahan,” imbuhnya. (Ant/H-3) WIDI MULIA Siapkan Pensiun, Rajin Investasi SALAH satu anggota kelompok vokal Be3, Widi Mulia, 34, sedang giat-giatnya berinvestasi. Dirinya menerangkan bahwa sebagian dari penghasilannya diinvestasikan dalam bentuk reksa dana dan properti. “Investasi ini enggak boleh absen karena untuk mempersiapkan masa depan, termasuk untuk mengisi pos dana pendidikan anak dan dana pensiun,” kata ibu dua anak itu. Widi dan sang suami Dwi Sasono, 33, berencana pensiun pada usia 60 tahun. Di usia itu mereka bertekad tidak mau menyusahkan anak. “Kami memperhitungkan, dengan investasi dari sekarang pada usia 60 tahun sudah terkumpul sekian dana untuk pensiun. Kami ingin di usia itu masih bisa gaul, jalan-jalan, dan tidak menyusahkan anak,” jelas Widi. Dirinya pun cermat mengamati gaya hidup kelas menengah di Jakarta. “Hari gini lifestyle wanita pekerja kelas menengah di Jakarta saja, sehari bisa mengeluarkan Rp500 ribu atau bahkan Rp1 juta. Saya dan suami bisa berhemat, tetapi yang enggak maksa, harus dipikirkan bagaimana caranya supaya tidak berutang di tengah tuntutan.” (Eno/H-3) P ENYANYI Dewi Yull, 52, mengungkapkan keinginannya menjadi penerjemah bahasa isyarat untuk membantu menyambungkan komunikasi kaum tunarungu. “Saya berharap Indonesia punya banyak penerjemah bahasa isyarat. Termasuk saya ingin menjadi penerjemah bahasa isyarat,” ujar Dewi di acara perayaan Hari Disabilitas Internasional bertema Hormati hak-hak kami, biarkan kami berkomunikasi dengan cara kami di Graha Utama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta, kemarin. Penyanyi Jangan Ada Dusta di Antara Kita itu mengungkapkan keinginan tersebut muncul sejak dirinya mengetahui bahwa anak ketiganya yang menyandang tunarungu, Panji Surya Putra Sahetapy, bercita-cita ingin menjadi dosen. “Saya sangat mendukung citacita itu,” ungkap pemilik nama lengkap Raden Ayu Dewi Pujiati itu. Panji merupakan anak ketiga Dewi dari mantan suaminya, Ray Sahetapy. Meski menyandang tunarungu, menurutnya, Panji mempunyai kemampuan luar biasa. Dia pernah mewakili Indonesia dalam ajang kompetisi informasi dan teknologi di Bangkok, Thailand. Ia pun berharap nantinya kaum tunarungu tidak hanya belajar dari pengajar normal, tetapi juga dari sesama penyandang tunarungu. “Guru normal yang mengajari anak penyandang disabilitas kan sudah banyak, tapi pengajar yang juga penyandang tunarungu masih jarang.” Dewi menambahkan dirinya pertama kali belajar bahasa isyarat saat mengetahui putri sulungnya, almarhumah Gisca Putri Agustina Sahetapy, mengalami gangguan pendengaran. “Bahasa isyarat itu sangat indah,” ungkapnya. Dewi Yull meraih penghargaan Anugerah Musik Indonesia (AMI) Awards selama dua tahun berturut-turut, 20002001, untuk kategori penyanyi pop wanita terbaik. Kurang perhatian Pada kesempatan itu, Dewi berharap pemerintah mau memberi perhatian yang lebih besar lagi bagi anak-anak penyandang disabilitas. Berdasarkan pengalamannya membesarkan anak, Dewi menilai peran pemerintah masih kurang. “Saat ini orangtua anak penyandang disabilitas masih harus banyak berjuang sendiri. Pemerintah memang sudah membantu, tapi belum maksimal. Kita butuh peran pemerintah yang lebih besar. Salah satunya dalam memenuhi kebutuhan penerjemah bahasa isyarat,” papar bintang film dan sinetron itu. Saat ini, lanjut Dewi, anak-anak penyandang disabilitas yang terdaftar di sekolah berjumlah sekitar 12 juta. Namun, jumlah yang tidak terdaftar diyakini lebih banyak lagi. “Masih banyak orangtua yang malu menyekolahkan anak penyandang disabilitas mereka. Anak-anak itu tidak terdata.” Ia pun mendorong para orangtua yang memiliki anak penyandang disabilitas agar mau menyekolahkan mereka. Anak-anak itu juga berhak mendapat pendidikan. “Mendidik anak penyandang disabilitas memang sulit. Namun, ini harus diperjuangkan,” pungkasnya. (metrotvnews.com/H-3) soraya@mediaindonesia.com C&R ! ONLINE HARI INI k C&R lik Hacker Bisa Cegat E-mail dari Ios il d SATU kecacatan utama pada software Apple Inc untuk perangkat mobile memungkinkan peretas (hacker) mencegat e-mail pengguna atau bentuk komunikasi lainnya sebelum data itu terenkripsi. Jika penyerang memiliki akses ke jaringan pengguna, seperti melalui sharing jaringan layanan wireless tidak aman yang ditawarkan restoran, mereka bisa melihat atau mengubah pertukaran antara pengguna dan situs yang dilindungi seperti Gmail dan Facebook, kata para ahli. “Ini buruk seperti yang Anda bisa bayangkan. Itu saja yang bisa saya katakan,” kata profesor kriptografi Universitas Johns Hopkins, Matthew Green. Menurutnya, bila REUTERS itu tanpa perbaikan, peretas bisa meniru (memalsu) sebuah situs yang dilindungi dan berada di tengah lalu lintas e-mail atau data finansial antara pengguna dan situs aslinya. Apple tidak merespons permintaan tanggapan. Baru-baru ini intelijen juga melaporkan pihaknya memiliki tingkat keberhasilan 100% dalam membobol Iphone. (Ant) Koleksi Kendaraan James Bond Dilelang KENDARAAN-KENDARAAN unik dan ajaib yang pernah dikendarai agen rahasia Inggris James Bond dalam 23 film sejak 1962 akan dilelang, seperti yang dikabarkan The Daily Express beberapa waktu lalu. Yang menjadi masalah, sepertinya sang pemilik koleksi, Michael Dezer, tidak mau menjual kendaraan itu satu per satu, tapi sekaligus dengan harga yang dia minta sebesar 20 juta pound sterling atau setara US$33 juta. Koleksi ‘artefak’ James Bond 007 yang dimilikinya tidak kepalang tanggung. Total ada 59 kendaraan, mulai perahu Fairey Huntress yang digunakan dalam film From Russia with Love (1963) hingga Audi A5 dan Land Rover Defender yang digunakan dalam aksi keYACHWOLR.OC.UK jar-kejaran film terbaru Bond berjudul Skyfall. Di antara koleksi Dezer, terdapat sepasang Aston Martin DB5 Coupe yang dikendarai Pierce Brosnan dalam Golden Eye, tank Rusia T55 yang digunakan di film yang sama, BMW 750iL dari film Tomorrow Never Dies, dan Jaguar XKR dari film Die Another Day. (The Daily Express) BACAAN FAVORIT BOCAH 10 TAHUN DUA KALI TERTANGKAP BAWA MOBIL SEORANG anak laki-laki berusia 10 tahun di Norwegia dua kali membuat heboh karena mengemudi mobil. Pekan lalu, dia mengaku sebagai orang cebol yang lupa bawa SIM. (Otomotif) PATUNG YUNANI KUNO DITEMUKAN DI JALUR GAZA SEBUAH patung perunggu yang diduga sosok Dewa Yunani kuno, Apollo, ditemukan seorang nelayan di perairan Jalur Gaza. Diperkirakan, patung itu berusia 2.500 tahun dan tidak ternilai harganya. (Tekno) KISAH DI FILM 12 YEARS A SLAVE DINILAI AKURAT FILM 12 Years a Slave ialah salah satu contoh film drama yang mengangkat kisah sejarah perbudakan di Amerika Serikat yang terjadi pada pertengahan 1800-an. (Entertainment)
  • 13. MINGGU, 23 FEBRUARI 2014 HALAMAN 13 ”Di satu sisi modern, tapi di sisi lain kental akan unsur budaya.” PESONA Dari Sosialita ke Desainer Mode Tamu Kita, Hlm 15 HAL 22 Teror Emosi Setiap Bulan Indonesia Fashion Week 2014 Tren Lokal untuk Dunia Di tahun ketiga ini cita-cita menjadi salah satu kota pusat mode dunia diwujudkan dengan membuat ramalan tren mode sendiri dan gerakan ramah lingkungan. SISKA NURIFAH H ARI kedua rangkaian Indonesia Fashion Week (IFW) 2014 tidak hanya diisi dengan peragaan busana dan konferensi pers. Di sebuah ruang di Balai Sidang Jakarta, Jakarta, yang merupakan tempat gelaran itu, ada sebuah presentasi yang menggabungkan mulai fenomena sosial hingga warna, gaya dan potongan busana. “Distrust inilah yang mendorong munculnya bentuk kreativitas-kreativitas baru, yang (kemudian) melahirkan tren baru,” ujar sosok perempuan dalam video yang disajikan Jumat (21/2) itu. Dialah Isti Dhaniswari, seorang peneliti tren yang berbasis di Nuremberg, Jerman. Distrust yang ia maksud ialah krisis kepercayaan masyarakat di berbagai belahan dunia terhadap banyak hal. Menyajikan peramalan tren mode sendiri menjadi salah satu bentuk upaya IFW untuk menjadikan Indonesia salah satu kota pusat mode dunia. Untuk tahun ini, dengan menggandeng peramal tren luar negeri, IFW menampilkan tren 2015/2016 yang dinamakan Re+Habitat (Rehabilitation Habitat). Tren itu memiliki empat subtema. Tema Alliance dicirikan dengan unsur tradisi yang kemudian diwujudkan dengan penggunaan warna cerah, bahan transparan, dan jahitan tanpa kelim. Sementara itu, tema Biomimetic menggunakan bahan-bahan serat yang hangat. Tema Adoirt juga didominasi warna cerah, tetapi memasukkan juga motif dan potongan geometris. Tema Veracious memadukan bahan-bahan etnik dengan potongan terbuka. “Di satu sisi modern, tapi di sisi lain kental akan unsur budaya,” kata Dina Midiani, Direktur IFW 2914 yang juga menjadi salah seorang inisiator peramalan tren itu. Di kesempatan lebih awal, perempuan yang juga desainer dan pengurus Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) itu mengatakan dengan membuat peramalan tren sendiri, Indonesia bisa menawarkan tren baru kepada dunia. Salah satu bentuk tren yang telah ditawarkan ialah penggunaan sarung sebagai bagian busana masa kini. Tahun ini, di usia ketiga IFW, beberapa tren yang diramalkan telah terlihat pula di panggung mereka. Dalam peragaan gabungan bertajuk Universe Bonding ALI CHARISMA IKA BUTONI IKA BUTONI SHAFIRA yang berlangsung Kamis (20/2), warnawarni cerah dan bahan transparan terlihat dalam peragaan Votum. Label milik Sebastian Gunawan itu menyajikan gaun-gaun malam dan koktail yang manis dengan motif-motif bunga berwarna cerah. Bahan transparan digunakan pada bagian bahu. Peragaan itu juga menampilkan koleksi Ali Charisma dan Ika Butoni. Ali menampilkan koleksi bergaya misterius dan modern dengan penggunaan bahan kulit dan nuansa biru gelap. Dalam koleksi ini juga terlihat penggunaan siluet sarung. “Sarung juga bisa digunakan oleh anakanak muda,” katanya. Bahan kulit imitasi banyak terlihat di koleksi Ika Butoni. Sang desainer Mardiana Ika masih dengan ciri khas desainnya yang menampilkan teknik patchwork dengan slashing dan piping, tetapi desainnya tidak lagi kental dengan etnik. Di antara busananya adalah setelan blazer ketat dan rok mini dalam nuansa cokelat. Peragaan itu juga berupaya menyandingkan desain lokal dan internasional dengan ditampilkannya koleksi Steven Tach (Jepang) dan Said Mahrouf (Maroko). Mencoba ramah lingkungan Selain menghadirkan tren sendiri, IFW kali ini mengusung misi lain yang tersurat lewat tajuk mereka, Local Movement & Green Movement. Menurut Dina, gerakan lokal itu dapat diartikan dengan penggunaan unsur lokal dan juga menumbuhkan kecintaan pada fesyen lokal. Sementara itu, Green Movement dimaksudkan untuk membuat industri fesyen Indonesia lebih ramah lingkungan. Gerakan itu dibuat karena melihat kecenderungan masyarakat dunia yang makin mementingkan soal kelestarian lingkungan. Jika pelaku mode Indonesia tidak memperhatikan itu, menurut Dina, produk mereka akan sulit menembus pasar internasional. M i s i I F W i t u j u g a b e r u p ay a dipenuhi para desainer. Ali, misalnya, menggunakan batik Bantul yang dibuat dengan pewarna alam. Meski begitu, desainer juga memiliki terjemahan masing-masing. Soal unsur lokal, Monica Jufry berpendapat unsur lokal tidak hanya berarti bahan-bahan, tetapi juga sumber daya manusia. Soal upaya menjadi lebih ramah lingkungan, desainer yang menampilkan koleksi baju muslim pada Jumat (21/2) itu mengaku belum menggunakan serat dan pewarna alam. “Misi ini sangat baik, tetapi sangat idealis,” ujar Monica. P r o g ra m g r e e n m o v e m e n t s e b e n a r ny a t e l a h d i d o r o n g sejak tahun lalu. Bekerja sama dengan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) dan Kamar Dagang Swedia, IFW memberi pelatihan industri fesyen yang ramah lingkungan bagi 30 merek pakaian lokal. Dina sendiri mengakui gerakan lingkungan membutuhkan waktu lama untuk berhasil. Karena itu, pihaknya sangat memaklumi jika para desainer masih berusaha beradaptasi meski dalam langkah kecil. Rangkaian IFW akan berlangsung hingga hari ini dan menampilkan beragam koleksi. Setelah pada Sabtu ditampilkan koleksi antara lain dari Lenny Agustin, Priyo, dan Sapto Djojokartiko, hari ini akan tampil koleksi dari desainer muda seperti Kleting hingga desainer senior Anne Avantie. (*/Pri/ M-4) miweekend@ mediaindonesia.com VOTUM FOTO-FOTO: MI / PANCA SYURKANI BLITZ Lima Label Indonesia di Pekan Mode Paris PROGRAM Fashion Forward yang digagas oleh Jakarta Fashion Week (JFW) meneruskan komitmennya membawa desainer lokal ke panggung internasional. Di pekan mode Paris yang berlangsung akhir bulan ini, lima label Indonesia akan ambil bagian. Mereka adalah Major Minor, Tex Saverio, Toton, Yosafat Dwi Kurniawan, dan Vinora. Peragaan mereka akan berlangsung di acara Passage Jakarta Showcase di Triangle Showroom di Paris Fashion Week, 28 Februari–3 Maret 2014. Empat label pertama juga sudah dibawa JFW yang berpartisipasi di pekan mode yang sama pada September 2013. Label-label ini dipilih karena dianggap punya kekuatan untuk menarik minat publik fesyen di pusat kota mode itu. Melalui rilis pada Kamis (20/2), Direktur JFW Lenni Tedja mengungkapkan bahwa program ke panggung dunia itu dilakukan demi membuat para desainer lokal memiliki pemikiran global. Selain itu, mereka diharapkan mampu beradaptasi dengan pasar global. “Jakarta Fashion Week juga terus menjalin Tas Cara Delevingne kerja sama dengan organisasi fashion maupun department store terkemuka dari berbagai negara penting agar desainer dan produk-produk Indonesia semakin dikenal di mancanegara,” ungkapnya. (Pri/M-4) PAMOR Cara Delevingne di dunia mode semakin bersinar. Supermodel asal Inggris ini baru saja meluncurkan koleksi tas yang dibuat berkolaborasi dengan rumah mode Mulberry. Koleksi tas yang dinamakan Cara Delevingne Collection itu diluncurkan dalam rangkaian pekan mode London di London, Inggris, Kamis (20/2) waktu setempat. Delevingne memperagakan sendiri koleksi tasnya. Koleksi bergaya tote bag itu tersedia dalam tiga ukuran dalam tiga nuansa warna, yakni cokelat, hijau, dan hitam-putih. Bos Mulberry, Bruno Guillon, mengungkapkan bahwa kolaborasi tersebut merupakan bagian dari upaya mereka untuk memperbaiki penjualan dan menyegarkan citra. Rumah mode yang didirikan di Inggris pada 1971 ini memang belakangan sulit bersaing dengan label-label baru yang lebih segar. Mulberry pun memutuskan mengubah citranya dari kemewahan klasik menjadi gaya mewah yang lebih terjangkau. Mereka berharap dapat meraih klien baru terutama dari Asia. (Reu/M-4) ANTARA/TERESIA MAY AP/INVISION- RICHARD CHAMBURY
  • 14. 14 DESAIN MINGGU, 23 FEBRUARI 2014 Nuansa Gudang dengan Barang Usang Konsep underground dipilih, terinspirasi oleh bar di luar negeri. Kesan eksklusif tercipta karena hanya orang tertentu yang tahu tentangnya. Interiornya bak gudang barang bekas. Salah satu sudut kafe dengan tembok mengelupas, kursi-kursi bekas, daun jendela sebagai hiasan dinding, dan televisi tua. Sudut lain dengan dinding bata putih, lampu dari krat minuman, dan meja dari drum. RUDY POLYCARPUS K A L I M AT ‘ J u n k y a r d , where it all ends’ yang menempel di dinding seolah memberi pesan kepada setiap pengunjung yang datang ke tempat ini. Di tempat inilah sampah rongsok, barangbarang yang tak berguna, dikucilkan, dan tak dipandang manusia, seakan menemukan habitat. Di Junkyard Cafe & Bar, nama tempat tersebut, sampah rongsokan atau istilah kerennya barangbarang vintage disulap menjadi perabot dan menemukan fungsinya lagi. Junkyard terletak di Jalan Birah, bilangan Senopati, Jakarta Selatan. Posisinya dikelilingi pusat jajanan kaki lima di lapangan Blok S dan bertempat di lantai dua. Di ruangan berukuran sekitar 20x10 meter itu, suasana bernuansa gudang jelas terasa. Dindingnya terbuat dari bata putih, beberapa bagiannya malah dibiarkan terlihat mengelupas tanpa lapisan aci pada tembok. Perabot-perabotnya tak kalah nyentrik, difungsikan dari barang-barang usang. Ada kursi bekas pesawat yang joknya terkelupas di sana-sini, ada kursi pendek yang biasa disebut kursi becak, juga beberapa kursi yang tak seragam. Krat minuman pun dijadikan lampu dan daun pintu direbahkan menjadi meja. Di salah satu sudut, ditempatkan juga sebuah televisi tua hitamputih. Pada meja bar, deretan tabung bekas setinggi 1 meter menjadi fondasinya. Atapnya pun sengaja dibuat dengan menggunakan bahan seng. Saluran udara berwarna perak terekspos di langitlangit. Junkyard adalah sebuah kafe Marianne Mahendra, satu dari 5 pemilik Junkyard Cafe & Bar. FOTO-FOTO: MI / ANGGA YUNIAR sekaligus bar. “Pada akhir pekan, kami ada live music, tapi bentuknya DJ (disc jockey),” kata Marianne Mahendra, 25, salah satu pemilik. Underground Ria, begitu ia biasa disapa, menuturkan Junkyard dibuka pada akhir 2012 bersama empat rekannya. Pada awal berdiri, ujar perempuan kelahiran 26 Mei 1988 itu, tidak ada papan penunjuk nama Junkyard yang dipasang. “Selama beberapa bulan, kami tidak pakai plang nama. Jadi soksok mau underground begitu,” kata dia saat dijumpai beberapa waktu lalu. Meski tanpa penunjuk nama, sambung Ria, Junkyard tetap ramai dikunjungi berkat kabar dari mulut ke mulut. Konsep ala underground dia akui memang menjiplak bar di luar negeri. “Jadi kesannya eksklusif begitu, hanya orang-orang tertentu yang tahu karena memakai jaringan pertemanan kami,” ujarnya. Perabot-perabot yang digunakan memang barang-barang bekas pakai yang kemudian difungsikan lagi. Hal itu seakan seiring dengan maraknya konsep ramah lingkungan. Meski begitu, Ria mengaku tidak muluk-muluk dalam mengusung isu ramah lingkungan, pun enggan terseret ke dalam isu tersebut. Menjaga alam, kata Ria, merupakan keniscayaan. Memanfaatkan barang bekas adalah hal kecil yang mereka terapkan untuk menjalin hubungan baik dengan lingkungan. “Kan sayang. Daripada dibuang, lebih baik dimanfaatkan, karena sampah bisa jadi harta karun bagi orang lain,” tuturnya. Harga tinggi Ria menghabiskan sebagian masa hidupnya di Australia. Di benua itu, ia menempuh pendidikan sejak sekolah menengah atas hingga meraih gelar S-2. Di ‘Negeri Kanguru’, dia bekerja paruh waktu di sejumlah restoran. Ilmu yang Ria peroleh tak hanya diserap untuk diterapkan saat merintis Junkyard. Upahnya sebagai tenaga paruh waktu ia tabung sebagai modal membuka usaha. Konsep kafe itu, diakui Ria, memang terinspirasi dari restoran dan bar di Australia. “Kalau bar atau resto di sana kan unik-unik, dan ide mereka ekstrem, meski tempatnya enggak besar. Lalu terlintas ide membuat konsep Junkyard seperti Pengunjung di Junkyard Cafe & Bar, Jakarta. sekarang ini,” ujarnya. Ketika merintis usaha bersama keempat rekannya yang dia kenal saat tinggal di Australia, konsep memanfaatkan barang yang sudah tidak terpakai terbilang masih sedikit di Jakarta. Sekarang, kata Ria, di daerah Kemang, Jakarta, misalnya, sudah banyak yang memakai konsep seperti ini. Perabot ataupun pajangan dari barang-barang bekas yang ditata di dalam ruang di Junkyard diperoleh dari kota-kota di Pulau Jawa. Saat memiliki waktu lenggang, Ria berkisah, mereka berburu barangbarang bekas. Meskipun bekas, sambung dia, barang-barang vintage itu memiliki harga terbilang tinggi. Misalnya saja, Ria menunjuk satu set kursi bekas pesawat yang harganya bisa mencapai jutaan rupiah. “Tabung ini juga lumayan, satunya bisa ratusan ribu,” kata dia sembari menunjuk deretan tabung yang dialihfungsikan menjadi penyangga meja bar. Penjual biasanya tahu harga. “Meski barang bekas, tetap banyak yang mencari. Karena itu, harganya cukup tinggi,” ujar Ria sambil tersenyum. Namun tetap saja, tambahnya, harga itu lebih murah jika dibandingkan dengan beli baru. Kursi bekas pesawat. Berbeda Ruangan ala gudang yang dikonsep Ria bersama rekan-rekannya memang lekat dengan anak muda yang menyukai hal-hal berbeda. “Di sini 80% tamunya anak kuliahan atau pekerja muda,” ujarnya. Karena membidik kalangan muda, Ria mematok harga rata-rata makanan berkisar puluhan ribu rupiah. Misalnya saja crispy corn dog yang dibanderol Rp45 ribu atau pasta di angka Rp55 ribu. Laiknya bar, botol-botol minu- man terpajang berderet di sana dan menjadi pilihan paling laris. Makanan yang ditawarkan dalam menu, menurut Ria, justru semacam sampingan saja. Seperti bar pada umumnya pula, jam operasional Junkyard baru dimulai pada sore hari. “Karena malam biasanya baru ramai. Namun, baru dua minggu kami mencoba buka dari siang,” kata Ria. (M-1) miweekend @mediaindonesia.com Memanfaatkan Kekuatan Media Sosial MEDIA sosial tak hanya menjadi ajang saling berbagi di dunia maya. Media sosial kini menjadi sarana promosi barang dagangan atau berbisnis. Para pengguna memanfaatkan Twitter, Facebook, bahkan fitur grup di aplikasi chatting untuk itu. Marianne Mahendra, 25, salah satu pendiri Junkyard Cafe & Bar di Jakarta tahu betul bagaimana luasnya jangkauan internet menjamah dunia. Selain sebagai ajang promosi gratis, di era serbadigital seperti sekarang ini, menggunakan media sosial untuk memperluas jaringan, buat dia dan bisnis kafenya, merupakan keniscayaan. “Kami memanfatkan betul Facebook, Instagram, dan Twitter. Media sosial itu bermanfaat betul sebagai ajang promosi. Kebanyakan pelanggan kami tahu Junkyard dari media sosial,” ujar Ria, begitu dia biasa disapa. Ria memang lulusan S-1 jurusan bisnis dan S-2 jurusan komunikasi di Australia. Berbekal dua ilmu yang ia punya itu, Ria semakin mantap menapakkan kakinya di dunia bisnis. Bekal ilmu komunikasi yang dikuasainya juga berguna untuk melebarkan sayap guna menjangkau calon pelanggan Junkyard. Selain memanfaatkan media sosial, ia juga masih menggunakan cara konvensional, yakni kekuatan mulut. “Pemilik Junkyard kan ada lima orang, dan masing-masing memiliki lingkungan pertemanan yang berbeda. Jadi jaringan yang dibangun pun semakin luas,” tuturnya. Junkyard di bilangan Senopati itu juga sering dipakai sebagai tempat konferensi pers. “Secara tidak langsung itu menguntungkan kami karena ada sorotan media di sana,” Ria menambahkan. Ketika menyelesaikan kuliahnya pada 2012, Ria sempat mencicipi bekerja di sebuah perusahaan swasta. Namun, ia merasa jiwanya tak di sana. “Dulu marketing di perusahaan swasta. Tapi capek, karena harus pergi-pergi dan terkena macet. Jadi mending usaha saja, lebih santai dan sesuai dengan kuliah saya juga,” kata dia. Ketika mulai merintis Junkyard bersama kawan-kawan kuliahnya di ‘Negeri Kanguru’, Ria merasakan sulitnya berbisnis. Birokrasi, ujarnya, adalah tantangan yang paling melelahkan. “Birokrasinya ribet. Kami mau membuka usaha seperti dipersulit. Bisa dibuat mudah sih, tapi tahu sendiri, tak ada yang gratis. Ya untung sekarang semua sudah selesai,” kata Ria yang juga mengoperasikan usaha event organizer untuk pesta ulang tahun, pernikahan, juga pertemuan. Bersama empat rekan pendiri Junkyard, Ria berencana memfokuskan melebarkan sayap untuk menjangkau lebih banyak pelanggan. Salah satunya lewat penataan interior. “Ya persaingan bar dan tempat makan di Jakarta kan ketat banget karena menjamur, seperti di Kemang. Mungkin dari segi interior akan dibuat sedikit perubahan, tapi tetap dengan tema yang sama,” ujarnya. (Pol/M-1)
  • 15. TAMU KITA MINGGU, 23 FEBRUARI 2014 15 Vicky Supit Dari Sosialita ke Desainer Mode Di balik sosoknya yang langganan tampil di acara pesta dan kongko kelas atas Ibu Kota, Vicky Supit memiliki dua bisnis kreatif yang sukses. SISKA NURIFAH V ICKY Supit dan kehidupan sosialita merupakan dua hal tidak terpisahkan. Di berbagai pesta kelas atas, sosoknya sering terlihat. Dengan dandanan yang stylish, ia juga favorit dijepret para fotografer. Namun, semua itu berubah sejak November 2012. Citra ibu dua anak ini bukan sekadar perempuan jet-set dengan busana terkini. Runner-up 1 Miss ASEAN 1995 ini menjadi pelaku mode itu sendiri. Pada bulan itu, Vicky meluncurkan label pakaian siap pakai Visuu. Keseriusannya dibuktikan dari empat kali peragaan mode yang telah digelar. Terakhir, koleksi terbaru ia luncurkan Rabu (12/2) di Jakarta sekaligus pembukaan Visuu Gallery. Sebelum menjadi desainer, Vicky ternyata sudah lebih dulu berbisnis florist. Perempuan berusia 38 tahun ini menganggap segala kesibukannya menjadi contoh yang baik untuk kedua putranya. Mengapa? Berikut jawaban serta kisah lain dari Vicky yang diutarakan kepada Media Indonesia, Rabu (19/2). Ternyata seorang Vicky Supit bukan sekadar sosialita, ya. Sejak kapan sebenarnya Anda menjadi enterpreneur? Saya sebenarnya memang tidak mau hidup saya sehari-hari larut dengan aktivitas sosialita. Teman-teman di Jakarta banyak dan akan cepat berkembang. Tentu menolak setiap undangan acara tak enak. Tapi, saya tak mau terhanyut cuma datang ke acara satu ke acara lainnya, dan pulangnya saya feel empty. Enggak produktif banget. Makanya, saya buat usaha. Saya berharap bisa menginspirasi banyak teman lainnya (sosialita) untuk kenapa tidak ada usaha juga sebagai wanita. Kalau usaha florist sudah jalan 8 tahun. Awalnya memang sejak menikah, saya ingin cari kerja yang saya bisa atur waktu sendiri, bisa mengurus anak sekolah. Karena saya hobi melihat keindahan, saya berpikir kenapa tidak sekolah bunga. Terlebih, saya sangat suka bunga sejak kecil. Saya suka pengatur perpaduan warna dan sebagainya. Akhirnya, saya membuka florist (Victoria Flower Boutique). Seberapa serius Anda mendalami bisnis bunga itu, hanya atur manajemen saja atau ikut merangkai? Selama ini, semua desain bunga saya kreasi sendiri. Saya belajar florist di Jakarta selama 6 bulan. Saya belajar menata bunga, pengaturan proporsi bunga, tekstur, jenis bunga, colour combination, hingga hargaharga bunga. Saya juga banyak terinspirasi dari Preston Baily, salah satu desainer bunga terkenal di New York yang kliennya orangorang Hollywood. Namun, tetap saya punya style sendiri, yakni grouping combination yang modern. Simple but elegant, dengan permainan warna. Lalu kenapa terjun ke mode? Karena usaha florist ini sudah bisa berjalan sendiri. Tak perlu pengawasan penuh lagi dari saya. Jadi, saya tertantang untuk buka usaha baru. Di sisi lain, saya suka bikin busana untuk sendiri. Jadi, ada beberapa baju dari desainer luar yang saya suka, tapi sering susah dapat dan size-nya susah. Akhirnya saya ke toko kain sendiri. Di sana saya sering kalap setelah melihat banyak kain yang bagus, saya beli beragam macam. Imajinasi saya langsung keluar kalau saya lihat bahan bagus. Jadinya juga bagus, bikinnya tak mahal, tapi berkesan mahal. Dari situ teman-teman banyak yang lihat dan minta dibuatkan. Akhirnya saya putuskan buat banyak, sekitar 50 busana, dan meluncurkannya di November 2012. Ternyata sold out dan jadi keterusan. Saya awalnya bikin di rumah saja. Tapi karena banyak yang datang, diputuskan bikin galeri. Di dalam galeri ini juga ada Victoria Flower Boutique saya dan Kafe Nomu-Nomu (investasi bersama dengan teman dekat). Belajar desain fesyen dari mana? Semua autodidak. Saya memang orangnya begitu terinspirasi, imajinasi akan running wild. Biasanya langsung mikir kreatif dan langsung bikin, tak mau tunda. Dikerjakan total, baik jahitan dan kualitas. Sampai saat ini saya masih terus belajar. Saya desain untuk teman-teman yang feminin, edgy, konservatif klasik, saya tuangkan semua di sini. Boleh dikatakan, kreasi saya itu lebih ke clean cut, chic, and edgy. Dengan kesibukan ini, pesta dan kongko sosialita bagaimana? Sebenarnya saat ini saya sudah jarang ngumpul-ngumpul. Paling datang ke acara ulang tahun teman dekat. Untuk undangan lainnya sudah lama saya coba kurangi, mana prioritas, mana yang penting. Saya mengikuti tiga arisan. Arisan bersama teman-teman ibu-ibu di sekolah anak saya. Ada juga arisan dengan ibu-ibu di sekolah Global tempat anak sekolah. Satu lagi, arisan dengan temanteman dekat saya. Yang penting kegiatan sosial ini tidak merusak waktu di rumah dengan anak-anak. Jadi kalau siang sampai sore, saya bersosial dan mengurus kerjaan. Jadi saat anak-anak pulang sekolah, kita sudah di rumah. Satu hal lain, kenapa saya ingin anak-anak melihat saya lebih ke kerja, karena anak saya dua-duanya cowok. Kalau mereka melihat orangtuanya kerja, paling tidak mereka melihat sebuah contoh bahwa sebagai sosok dewasa, biar gimana pun kita harus tanggung jawab, tidak hanya santai-santai di rumah atau leyeh-leyeh. (M-4) miweekend@mediaindonesia.com MI / ATET DWI PRAMADIA Berbagi lewat Peragaan Busana Koleksi terbaru Visuu. MI/PANCA SYURKANI DALAM empat kali peragaan busana yang telah digelar Vicky, ada satu hal yang tidak pernah berubah. Perempuan berayahkan pendeta itu selalu menyisihkan pendapatan untuk sumbangan sosial. Pada peragaan perdana, Vicky menyumbangkan 20% dari penjualan busana untuk anak-anak di Papua. Sumbangan itu diberikan dalam bentuk buku-buku pelajaran dan pengetahuan umum. Di peragaan busana kedua, ia menyumbangkan 10% penjualan untuk anak-anak penderita kanker. Selanjutnya, di peragaan yang bertepatan dengan hari ulang tahunnya pada September 2013, Vicky memilih berbagi dengan anak-anak jalanan dan pemulung di Jakarta. Terakhir, pada peragaan sekaligus pembukaan Visuu Gallery, ia memberikan hasil lelang dua baju rancangannya kepada yayasan yang membantu korban banjir di Jakarta. “Saya ingat awal buka Visuu, saya berpikir ingin membuat sebuah acara, yang mana saya bisa turut pula berbagi dengan orang yang membutuhkan. Akhirnya terpikir kenapa tidak bikin fashion show. Baju-baju laku dan dari situ sekalian ‘berbagi’,” ujarnya. Vicky bertekad kegiatan berbagi itu terus ia lakukan. Terlebih seiring dengan waktu bukan hanya ia yang berkeinginan menyalurkan sumbangan, melainkan juga teman-teman sosialitanya. Kini meski sudah sukses dengan dua bisnis, Vicky belum berpikir untuk menambah kesibukan. Ia ingin fokus mengembangkan bisnis busana tersebut agar bisa selanggeng bisnis flourish-nya. Jika masih ada waktu luang tersisa, Vicky lebih memilih untuk berkeringat di pusat kebugaran. Tubuhnya yang langsing semampai rupanya buah rutinitas mengangkat beban hingga lari di treadmill sebanyak tiga kali seminggu. Vicky pun tidak segan-segan berbagi kiatnya untuk tampil cantik. Wajahnya yang mulus dan cerah merupakan hasil perawatan di klinik dermatologi dengan teknik antipenuaan dini menggunakan bahan-bahan organik. Namun, di luar latihan di pusat kebugaran dan perawatan kulit dengan teknologi terkini, wanita penyuka bunga peony rose itu mengaku kiat utamanya untuk tampil cantik ialah menjaga hati tetap bersih. Selain itu, ia selalu berusaha memenuhi tanggung jawab pekerjaan. “Saya juga tak mau lupa, prioritas saya adalah rumah dan anak-anak. Jangan sampai kerjaan ini menukar prioritas saya,” tutupnya. (Sky/M-4) Biodata Nama lengkap: Victoria M Supit Tempat, tanggal lahir: Jakarta, 30 Juni 1975 Profesi: Pengusaha mode dan florist Anak : - I. B Wedhanta (13 tahun) - I. B Jevon (10 tahun) Prestasi: Runner-up 1 Miss ASEAN 1995
  • 16. KICK ANDY 16 Ketika Andy Grogi Sewindu rutin menyapa, Kick Andy membuka pintu dapurnya sekaligus berkisah tentang cerita-cerita jenaka di balik layar. DIAN PALUPI P ADA ulang tahun kedelapan, Kick Andy hadir istimewa. Jika selama ini Andy F Noya membombardir tamunya dengan pertanyaan, kali ini ia yang mesti menjawab pertanyaan. Posisi pembawa acara diambil alih dua presenter, Vincent Ryan Rompies dan Deddy Mahendra Desta. “Nyebelin sekali dan nyesel saya mengundang mereka,” ujar Andy, mengomentari polah Vincent dan Desta. Episode perayaan ini juga mengulas fakta-fakta yang tidak sempat dinikmati publik, menapaki jejak perjalanan Kick Andy dari episode pertama hingga proses kerja di belakang layar. “Kick Andy ini merupakan sebuah program yang dikerjakan dengan hati dan sebuah ungkapan perasaan tim ini sendiri. Orang-orang yang kami undang ialah inspirator banyak orang. Dengan berbagi kisah positif kepada publik, dampak positifnya juga dirasakan oleh tim kami,” ujar Andy menjelaskan alasan acara ini dapat bertahan hingga tahunnya yang ke delapan. “Karena kami ingin Kick Andy sebagai program yang dirindukan. Kami tidak ingin program ini menjadi stripping, karena pasti masyarakat akan bosan,” urai Bang Andy, sapaan akrab Andy. Kick Andy sendiri nyaris dihentikan pada 2005 saat itu Andy mempertimbangkan untuk membuka usaha sendiri. “Saya beranggapan, kalau mau berhenti, jangan tunggu sampai program ini berada di bawah, tapi ketika masih di atas, itulah saat tepat untuk berhenti,” ujar Andy yang mengaku mengurungkan niatnya karena desakan timnya. Tayangan dan rekaman perdana Mari mengenang episode pertama Kick Andy! Saat itu mengangkat topik operasi plastik dan bintang tamunya ialah Becky Tumewu, artis yang pernah menjalaninya dan memasang implan pada payudaranya. Saat itu Becky bercerita MINGGU, 23 FEBRUARI 2014 yang telah keluar dari studio,” papar Bang Andy. Ternyata, bukan hanya karena itu syuting pertama kali, tetapi senjata yang dibawa Warsito ke panggung juga membuat Andy grogi. Akibat drama di panggung itu, Andy mengaku tidak bisa tidur. Soal kegusaran Warsito, ternyata berlanjut pada materi penayangan yang dinilainya tak sesuai dengan yang disampaikan juga hasil syuting yang tidak ditayangkan. “Yang paling membuat kesal adalah episode saya tidak kunjung ditayangkan. Saya sampai menelepon pihak Metro TV dan berkata ingin memberikan somasi. Tapi, ketika saya sampai ditelepon oleh pemiliknya, saya berkata hanya bercanda, hehe,” terang Warsito yang hadir pada perayaan itu. Kerja keras tim riset tanpa canggung dan ternyata operasi itu direstui suaminya.“Yang ingin diangkat dari episode pertama bagaimana mereka yang tidak memiliki uang, tapi memakai jasa tenaga yang tidak profesional untuk menyulap wajah mereka menjadi cantik, bahaya sekali,” ujar Bang Andy. Tema ini terkait kasus yang saat itu terjadi, seorang remaja yang mengalami kesalahan prosedur saat ingin merekayasa payudaranya. Saat itu, ada juga korban yang mengaku karena ingin cantik, melakukan suntikan silikon beberapa kali hingga wajahnya rusak. Namun, isu operasi plastik yang ditayangkan pertama kali itu bukanlah rekaman perdana Kick Andy. Wawancara dengan penyelidik asuransi, Warsito Sanyoto, adalah rekaman yang dilakukan pertama kalinya. Saat itu Andy gugup dan melakukan beberapa kesalahan sehingga Warsito tidak nyaman dan meninggalkan lokasi rekaman. “Saya sampai harus mengejar beliau Jika awalnya tim Kick Andy harus meriset dan studi ke berbagai tempat untuk mencari tema dan narasumber, saat ini pekerjaan itu dipermudah internet. “Jejaring sosial juga berpengaruh, masyarakat banyak yang mengusulkan nama orang-orang yang bisa dijadikan bintang tamu karena mereka sudah tahu mengenai standar program ini,” kata Andy. Riset yang dilakukan tim Kick Andy juga membuat kagum Arief Rachman, tokoh pendidikan yang beberapa kali diundang. “Penelitian yang dilakukan beserta persiapannya sungguh membuat kagum,” ujar Arief. Tak jarang pula, kejutan-kejutan diberikan pada narasumber. Maka, memori dikembalikan pada episode pertemuan korban kerusuhan konser band Ungu dengan personel kelompok musik itu sendiri. Lalu, anak yang diadopsi seorang dosen dari Jerman yang dipertemukan dengan ibu kandungnya untuk pertama kali. (*/M-3) miweekend@mediaindonesia.com (DARI KIRI) VINCENT RYAN ROMPIES, DEDDY MAHENDRA DESTA DAN ANDY F NOYA MI/SUMARYANTO Terjun ke Lokasi agar Terus Bertumbuh SELAIN rekaman di studio, Kick Andy juga terus berupaya bertumbuh dengan Kick Andy on Location, mengunjungi langsung masyarakat dan bertegur sapa secara intim. Pada episode ini, biasanya tim Kick Andy selalu datang ke lokasi narasumber untuk melihat langsung kondisi lapangan serta membawa donatur untuk membantu kiprah para narasumber. Andy, yang ternyata fobia naik pesawat, mempertimbangkan betul ketika akan berangkat ke lokasi dengan pesawat, baik itu jenisnya maupun keadaan cuaca. “Karena itulah selama bulan-bulan ini tidak pernah saya naik pesawat,” ujarnya merujuk kondisi cuaca yang sedang tidak bersahabat akhir-akhir ini. Lentera jiwa Buat bertemu langsung dengan publik, program berlabel Lentera Jiwa diselenggarakan. Nama kegiatan di luar tayangan televisi itu mengambil judul lagu karya musikus Agustinus Gusti Nugroho alias Nugie. Alasannya, makna yang terkandung dalam lagu tersebut ialah menemukan passion dalam hidup, dan ketika sudah ditemukan, apa pun yang dilakukan akan menyenangkan sekaligus sukses. Nugie yang sudah 10 kali lebih ikut program ini hadir di studio. “Sebenarnya lagu ini hanyalah single dan bukan untuk dipublikasikan, tetapi kemudian didengar dan dikomentari Bang Andy. Menjalani hidup itu untuk membuat diri menjadi penuh,” ujar Nugie yang kemudian menyanyikan Lentera Jiwa. (*/M-3) KICK ANDY ROAD TO 8TH ANNIVERSARY Seperti apa jika Andy Noya menjadi narasumber di Kick Andy? Delapan tahun perjalanan Kick Andy akan dikupas melalui kacamata Andy Noya, sang pembawa acara. SAKSIKAN DI METRO TV, Minggu, 23 Februari 2014 pukul 13.30 WIB
  • 17. 17 Cu MINGGU, 23 FEBRUARI 2014 Daring a t a h l a Sahaja r Media konseling Sahabat Remaja memosisikan diri sebagai teman yang siap menjadi tempat curahan hati sekaligus membantu memberi solusi pemecahan masalah. DIAN PALUPI T IGA mahasiswa Ilmu Kesejahteraan Sosial Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Padjadjaran Bandung memanfaatkan jaringan media sosial dalam mengembangkan sebuah pelayanan konsultasi konseling gratis untuk remaja bernama Sahabat Remaja (Sahaja). Ide layanan konseling berbasis daring (online) yang dikembangkan Panji Aziz Pratama, 20, Fitri Ismail, 19, dan Muhammad Sampurna Jaya, 19, itu bermula dari keprihatinan mereka terhadap anak muda terutama remaja yang marak menuangkan kegalauan dan kefrustrasian mereka di jejaring sosial. Menurut Panji, kecenderungan negatif berupa kegalauan dan kefrustrasian yang sering muncul di kalangan remaja berpeluang mengganggu kesehatan mental mereka sendiri. Tidak hanya itu, kemunculan media sosial juga bisa menjadi salah satu faktor gangguan pada perkembangan remaja. Ia melihat saat ini tidak hanya mahasiswa dan anak SMA yang aktif menjadi pengguna media sosial. Remaja-remaja SMP pun telah intens dengan media sosial. Mereka berpeluang menjadi korban cyber bullying bila tidak ada perlindungan dari wadah-wadah konseling yang menampung kegelisahan mereka. “Sekarang kan banyak kegalauan remaja yang dituangkan ke Twitter dan Facebook, tapi itu enggak menyelesaikan masalah. Mereka malah menjadi bahan bully teman-temannya. Nah akhirnya kita membuat Sahaja biar mereka punya tempat untuk curhat,” tutur Panji saat ditemui Move di lingkungan kampus Universitas Padjadjaran Bandung, Rabu (12/2) siang. Media konseling yang dirintis sejak September 2013 oleh Panji dan dua rekannya itu tidak sekadar menjadi tempat curahan hati para remaja yang tengah memiliki masalah. Sahaja juga membantu remaja agar bisa menyelesaikan masalah yang mereka hadapi. Panji menyebutkan kegalauan-kegalauan remaja yang muncul tidak hanya disebabkan masalah percintaan. Sejumlah masalah tentang pendidikan hingga kesehatan mental juga menjadi perhatian Sahaja. Sahaja rupanya mendapat respons positif dari banyak anak muda. Mulai anak SMP sampai mahasiswa pernah menjadi klien Sahaja. Bahkan pernah ada orang kantoran yang sempat menjadikan Sahaja sebagai tempat konselingnya. Memosisikan diri sebagai seorang teman menjadi kunci Sahaja. Latar belakang Panji dan kawan-kawan yang juga selalu menjadi tempat curhat teman-teman sekitar membuat mereka lebih mudah mengembangkan konseling di Sahaja. “Sebenarnya karena pendekatan kita yang menyejajarkan diri dengan mereka, bukan di bawah kita. Misalnya kalau mereka manggil dengan panggilan aku-kamu, kita bakal ikut mereka manggil aku-kamu, jadi akan memupuk kayak teman dekat,” sebut Panji. Ketiadaan tatap muka tidak menjadi hambatan bagi Sahaja dalam menghadapi curhatan para remaja. Bak teman dekat, Sahaja selalu siap sedia ketika klien mereka ingin berkonsultasi. Sejumlah fasilitas seperti FB Messenger, DM Twitter, dan Blackberry Messenger digunakan untuk melakukan konsultasi. “Kita selalu menyesuaikan waktu dengan klien yang ingin konsultasi. Biasanya jika mereka ingin komunikasi dua arah secara langsung, kita akan janjian terlebih dahulu untuk online jam berapa agar bisa chatting bareng,” ungkap Panji tentang sistem konsultasi mereka. Kuliah ekstra Berbekal ilmu konseling yang didapat Panji, Fitri, dan Sam di bangku kuliah, jalannya konseling tidak memakan masalah secara langsung. Layanan yang mereka buat itu hanya sebagai wadah yang mengarahkan sejumlah masukan atas masalah yang dihadapi klien mereka. “Kita menggunakan metode kolaborasi tempat dia menjelaskan masalahnya terus kita bantu dengan arahan saran. Jadi kita kasih arahan, mereka yang berpikir itu cocok atau tidak dan begitulah seterusnya. Klien itu harus bisa memecahkan masalah mereka sendiri,” tutur Fitri yang juga ikut bertemu Move bersama Panji. Sejumlah metode konseling yang dikuasai Panji dan kawan-kawan rupanya dipelajari di luar jadwal normal kuliah mereka. “Sebenarnya mata kuliah konseling diajarkan di semester enam. Kita baru semester empat. Namun karena kita telah mengembangkan Sahaja sejak dulu, jadi kita lebih sering membuat FGD (focus group discussion) bersama dosen yang menguasai ilmu itu. Untungnya dosen-dosen juga mendukung kegiatan kita,” ungkap Panji. Rintis konseling offline DOK. SAHAJA Testimoni klien yang pernah mengikuti konseling gratis Sahaja. waktu yang lama. Fitri menuturkan ada tiga hal yang menjadi penting saat konseling berlangsung, yaitu masalahnya apa, motivasi dia apa, dan apa harapannya. Karena keterbukaan para remaja tersebut, masalah-masalah yang pernah timbul bisa langsung dicarikan penyelesaian. Meski begitu, Fitri mengatakan Sahaja bukanlah tempat menyelesaikan Sejak awal tahun ini, mereka bertiga telah mengenalkan metode tatap langsung pada orang-orang di sekitar mereka. Panji bahkan telah melakukan konseling Sahaja secara offline kepada 15 orang berbeda. “Sistemnya kita janjian terus ketemu di suatu tempat yang sama-sama mudah dijangkau,” pungkas Panji. (*/M-1) move@mediaindonesia.com HOW TO OPINI MUDA Padma Rizki Dwi Arieanti Arsyad, 22 Mikrobiologi ITB Bandung DOK. PRIBADI Mikhael Fransisco Purba, 21 Telekomunikasi Politeknik Negeri Medan SAMPAI saat ini masalah kenakalan remaja belum menjadi perhatian bagi pemerintah dan pihak-pihak lain yang terkait. Kalau ditanya tentang faktor pendorong terjadinya kenakalan remaja, pasti jawabannya banyak. Mulai faktor dari luar hingga dari dalam individu remaja tersebut. Akan tetapi, menurut saya, yang paling berpengaruh besar terhadap kenakalan remaja terhadap seorang anak adalah orangtua dan keluarga dan menurut saya dari hulu itulah kenakalan remaja dapat diatasi. Keluarga dan khususnya orangtua adalah pembentuk karakter dari seorang anak dan perilaku anak yang melenceng ataupun tidak merupakan gambaran bagaimana anak tersebut dididik di rumah. MENURUT saya, kenakalan remaja lebih kepada aspek pengenalan dan pengembangan diri. Namun, kurangnya arahan dan bimbingan dari orangtua dan lingkungan sekitar membuat mereka menuju ke arah negatif. Mungkin awalnya coba-coba dan akhirnya terjerat. Kurangnya mendalami dan menjalankan perintah agama juga hal yang mengakibatkan kenakalan remaja. Yang terpenting di sini ialah kesadaran dari setiap individu untuk pintar-pintar membawakan dirinya. DOK. PRIBADI Menggunakan Layanan Sahaja 1 2 Like fanpage Facebook Sahaja Indonesia, lalu kirim pesan ke fanpage tersebut untuk meminta formulir klien. 3 Setelah itu, klien bisa langsung berinteraksi melalui sejumlah fasilitas media sosial seperti FB Messenger, DM Twitter, dan Blackberry Messenger. (*/M-6) Setelah klien mengisi formulir yang berisi sejumlah keterangan mengenai permasalahan mereka, pihak Sahaja akan merumuskan metode pelayanan yang cocok untuk klien tersebut.
  • 18. 18 MINGGU, 23 FEBRUARI 2014 Bentuk Generasi Penjaga Alam Komunitas Suku Badot didirikan agar anakanak dan remaja dapat mengakrabi alam dan lingkungannya. Muhammad Irfan Zidni Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara Institut Teknologi Bandung K ETIKA bangunan industri mengikis lahan-lahan di alam terbuka, ketika itulah anak-anak mulai kehilangan ruang bermain, ketika kemudian mereka mulai mendapatkan kesenangan baru dengan duduk asyik bersama produk teknologi, menatap layar ponsel atau laptop. Ketika itu pula kesehatan proses pertumbuhan anak-anak mulai diabaikan. Dalam situasi tersebut, tiga pemuda asal Padalarang, Devi Firmansyah, 25, Andri Prayoga, 25, dan Irsan Risalat, 25, merasa gelisah. Berbekal niat menyelamatkan ruang bermain anak-anak serta keinginan agar anak-anak dapat mengakrabi alam dan lingkungan sekitar, mereka pun sepakat mendirikan komunitas yang diberi nama Suku Badot. Anggotanya terdiri dari anak-anak yang berasal dari daerah mereka sendiri, yakni Kampung Cidadap, RT 01 RW 12, Desa Padalarang, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat. “Tujuan jangka panjang kami ada- KEGIATAN: Memanjat tebing, salah satu kegiatan Komunitas Suku Badot. Selain itu, anakanak juga diajak membaca dan mengaji. lah konservasi alam di kawasan Padalarang yang sebagian sudah rusak akibat penambangan,” kata Irsan Risalat. Maka, keberadaan Komunitas Suku Badot dimulai dengan mengenalkan anak-anak pada alam lingkungan. Ia berharap anak-anak nantinya menjadi penjaga alam generasi selanjutnya. Anak-anak anggota Suku Badot diharapkan tumbuh dan berkembang dengan baik, tanpa kehilangan kesempatan untuk bermain sambil mengenali lingkungannya sendiri. Diakui Yoga, Suku Badot adalah komunitas hura-hura, tapi serius. Awalnya, ia memperhatikan sahabatnya, Devi Firmansyah atau yang akrab disapa Ebet, sering bermain dengan anak-anak seumuran SMP. Ebet sering mengajak anak-anak di kampungnya tersebut jalan-jalan dan memanjat gunung. Yoga pun terinspirasi Warriors of the Rainbow, film yang bercerita tentang suku Mehebu berperang melawan Jepang. Kepada Ebet, ia pun mengusulkan untuk mengarahkan anak-anak tanpa mengusik kegiatan bermain mereka. Idenya disambut Ebet, juga Irsan. Tak perlu banyak konsep apalagi anggaran, Komunitas Suku Badot pun didirikan, tepatnya 5 September 2013. Pengasuh tanpa gaji Tugas anak-anak Suku Badot ialah bermain dan mengekspresikan diri. Sementara itu, Yoga dan kawan-kawan memosisikan diri sebagai pengasuh. Kegiatan bermain dilabeli Program Jalan-Jalan. Lokasi yang dikunjungi yaitu tempat-tempat di sekitar Kampung Cidadap, di antaranya Mata Air Ciseureuh, Cibakung, Gunung Hawu, Gunung Pabeasan, Gunung Puter, dan Gunung Halimun. “Itu semua kami anggap menjadi faktor pembangun mentalitas yang dibutuhkan Indonesia saat ini. Percaya diri, mandiri, teguh pendirian, serta tangguh,” tutur Yoga yang merupakan mahasiswa jurusan Akidah Filsafat Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati, Bandung. Sampai saat ini, Suku Badot punya 10 pengasuh. Mereka bukan baby sitter profesional atau bodyguard yang dibayar untuk menjaga anak-anak ketika para orangtua sibuk dengan karier mereka. Pengasuh Suku Badot istimewa. Mereka terdiri dari para pemuda Kampung Olah Sampah ala SMAN 9 Tangsel Filani Olyvia Jurusan Jurnalistik Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran, Bandung DOK. TETRA PAK JIKA sebagian orang, terutama generasi muda, menganggap masalah lingkungan bukan masalah utama, tidak demikian halnya dengan Shasqirana Izrafelany, 15. Siswi kelas 10 SMA Negeri 9 Tangerang Selatan itu dipercaya menjadi ketua bank sampah di sekolahnya. Bank sampah merupakan salah satu anak kegiatan Green 9 Community di Sekolah Berbudaya Lingkungan Hidup (SBLH) itu. Di tahun pertamanya di sekolah, Shasqi, begitu sapaannya, mampu menggerakkan sebagian Cidadap yang gemar mendaki gunung. Ada juga pengasuh yang merangkap sebagai pengajar, yaitu Dwi, Widi, dan Kokom. Ketiganya ialah pegawai pabrik yang mau meluangkan waktu untuk mengajar mengaji dan matematika, tanpa meminta gaji. Untuk membangun mentalitas tangguh, para pengasuh mengarahkan anak-anak Suku Badot untuk berani berekspresi; menyanyi, menari, membuat saung, berkabaret, mengemukakan mimpi-mimpi mereka. Para pengasuh memberikan sedikit arahan kepada anak-anak agar mencintai dan mengenal lingkungan sendiri. Selebihnya, mereka banyak mendengarkan apa yang dibutuhkan dan diinginkan anak-anak. Sebisa mungkin mereka menghindarkan diri dari perilaku memaksa dan mengekang. Sebab, menurut Ebet, laku itu sudah cukup diwakili oleh institusi sekolah atau keluarga. “Mereka ingin punya saung, kami bantu. Mereka ingin panjat tebing, kami bantu. Mereka ingin kemping, kami juga bantu. Dari para senior, sesungguhnya kami lebih mirip pembantu yang tak digaji. Walau tak digaji, kami senang,” tuturnya. Di saung berukuran 3x3 meter yang terbuat dari bambu itulah anakanak berkumpul untuk bermain juga belajar. Di sana, mereka menjalani program bimbingan belajar yang diadakan jajaran pengasuh. Materi pelajarannya yaitu pendidikan agama Islam, tahsin alquran, dan matematika. Semua diselenggarakan terjadwal, tiga kali seminggu. “Karena sebagian besar anggota Suku Badot masih SMP dan punya keinginan untuk pintar di sekolah masing-masing,” tambah Irsan. Ada satu lagi harta Suku Badot, yakni perpustakaan Pustaka Badot. Saat ini sudah terkumpul 107 eksemplar buku dengan beragam judul. “Komunitas Suku Badot masih menerima titipan atau hibah buku untuk menambah koleksi Pustaka Badot agar Suku Badot bisa lebih banyak membaca serta makin kaya wawasannya,” papar Budi Ramdani, 24, salah satu pengasuh Suku Badot. Anak-anak Suku badot juga rajin berkarya. Bahkan beberapa hasil kreasi mereka, seperti karya lukis, karya pahat, dan karya cukil sempat dipamerkan dalam perayaan ulang tahun Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) ke-33 beberapa waktu lalu. (*/M-6) FOTO-FOTO: DOK. SUKU BADOT BERMAIN: Komunitas Suku Badot di Kampung Cidadap, Desa Padalarang, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, mengajak anak-anak setempat untuk bebas bermain di alam sembari mengajari mereka untuk menjaga kelestarian lingkungan. CREATIVE MOVE SOEKARNO Karya : Naufal Fauzy Mahasiswa Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung move@mediaindonesia.com kecil teman-temannya untuk sadar terhadap pelestarian lingkungan, salah satunya dengan membuang sampah pada tempatnya. Setiap Sabtu, anggota bank sampah berkeliling dari kelas satu ke kelas lain untuk mengumpulkan sampah. Sampah-sampah yang dikumpulkan dipilah dan ditimbang. Dua minggu sekali, sampah-sampah yang tidak dapat didaur ulang, seperti plastik dan kaleng minuman, diberikan kepada pengepul. Uang yang diperoleh disimpan untuk dimanfaatkan di kemudian hari oleh anggota bank sampah ataupun Green 9 Community. Adapun sampah-sampah organik akan diolah Green 9 Community untuk bahan pembuatan pupuk kompos. “Kebetulan di sekolah sudah ada alatnya,” ujar Shasqi. Berkat bimbingan beberapa guru, pupuk kompos yang dibuat siswa bahkan sudah dijual ke beberapa daerah di sekitar sekolah. Sementara itu sampah kemasan berbahan dasar karton diserahkan kepada sebuah perusahaan pemrosesan dan penge- masan pangan, Tetra Pak, untuk didaur ulang. Hasil daur ulang kali ini tidak sebatas kertas yang dikreasikan menjadi buku catatan ataupun paper bag. Green Stanzel SMAN 9 Tangerang Selatan dinobatkan sebagai Sekolah Adiwiyata Mandiri oleh Kementerian Lingkungan Hidup, tahun lalu. Hari itu, Senin (10/2), sedang digelar acara pelun- DOK. FILANI OLYVIA Shasqirana Izrafelany curan pusat edukasi lingkungan yang diberi nama Green Stanzel. Hampir seluruh bagian dari bangunan Green Stanzel, baik papan, atap, maupun perabot seperti kursi dan meja terbuat dari bahan daur ulang. Menurut Mignonne NB Maramis, Direktur Komunikasi Tetra Pak Indonesia, kemasan minuman pada umumnya 3/4-nya dibuat dari kertas, sedangkan 1/4-nya ialah lapisan polietilena dan aluminium foil. Kemasankemasan yang sudah terkumpul dari anggota Bank Sampah selanjutnya dibawa ke pabrik dan dimasukkan ke dalam mesin pemilahan. Di mesin itulah akan terpilah elemen-elemen kemasan, seperti bubur kertas dan aluminium. “Jadi daur ulangnya kebanyakan memang jadi kertas dan notes. Sisanya, 25%, yang berbahan polietilena dan aluminium itulah yang diolah untuk dijadikan papan dan atap gelombang. Ini adalah terobosan unik yang pertama kali kita lakukan di Indonesia. Bahan ini juga layak untuk dijadikan furnitur,” jelasnya. Menurut Ahmad Nanan Mahmur, Kepala SMAN 9 Tangerang Selatan, sarana Pusat Edukasi Lingkungan Green Stanzel ini nantinya dimanfaatkan sebagai tempat berbagi pengetahuan untuk meningkatkan pemahaman siswa dan siswi terhadap tindakan nyata untuk menjaga kelestarian bumi. Lepas, lipat, letakkan Bagi kamu yang suka mengonsumsi minuman kemasan, ada tip khusus untuk membuang bungkusnya. “3L; lepas, lipat, letakkan,” ujar Shasqi mempraktikkan. Kamu hanya perlu melepaskan perekat yang ada di pojok kiri dan kanan atas dan bawah kemasan. Kemudian kempiskan dan lipat. Setelah dilipat, letakkan di disposal bag atau tempat sampah. Dengan demikian, kita dapat menghemat ruang di tempat sampah. Dengan begitu, minimnya tempat sampah yang tersedia tidak lagi menjadi alasan untuk buang sampah sembarangan karena terkadang lebih cepat penuh bukan? (M-6)
  • 19. 19 MINGGU, 23 FEBRUARI 2014 EVENT Tawuran Topeng lam teater mini itu. Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Budaya (FISIB) Universitas Pakuan Bogor memberikan nama acara tersebut Tawuran Topeng. Acara tersebut menjadi ruang apresiasi, ekspresi, belajar, berkenalan, dan berbagi ilmu sesama komunitas teater di kalangan pelajar dan mahasiswa Kota Bogor. Dalam Tawuran Topeng itu, semua peserta bebas me- RUANG Auditorium Universitas Pakuan Bogor disulap menjadi sebuah ruangan dengan desain gelap dan serbahitam. Di bagian depan dibentuk sebuah panggung dan lampu-lampu sorot diatur sedemikian rupa sehingga siap untuk menembakkan sinar ke arah panggung. Puluhan siswa, mahasiswa, dan masyarakat umum duduk bersila di depan panggung untuk menyaksikan acara yang akan disajikan da- nampilkan apa saja. Nantinya, saat forum diskusi, semua akan dievaluasi dan diberi masukan. “Dalam kesenian ada banyak bentuk, di sini tidak hanya teater yang dapat mentas, tetapi seni musik, seni rupa, seni gerak, dan lainnya menyatu dan menghadirkan sebuah keindahan,” papar Acu Samsuri Barjanji, koordinator umum Teater Karoenk yang menjadi penyelenggara acara tersebut. Ac a ra y a n g m e r u p a k a n bagian dari program kerja Teater Karoenk tersebut mengusung tema ‘pola-pola kesenian menyatu menjadi satu keindahan’. Ada 18 grup yang berasal dari kalangan siswa SMK, SMA, dan perguruan tinggi di Bogor menampilkan kebolehan mereka. Selain pentas, ada juga workshop keaktoran yang diselenggarakan pada Minggu pagi bersama dengan seniman lokal Bogor, Udin Mandarin. Meski sebenarnya hanya menjadi sebuah ruang belajar, acara yang sudah memasuki tahun kedelapan penyelenggaraan itu ternyata juga dinanti masyarakat nonpelajar di Kota Bogor. “Kami sebenarnya hanya sebar info lewat banner, tapi sudah banyak juga yang nanyain ‘kapan lagi nih acaranya’ kepada kami. Jadi sudah lumayan dikenal lah acara ini,” pungkas Acu. (*/M-6) DOK. RICHALDO HARIANDJA FAUZAN REZA MAULANA NA Taklukkan Dunia lewat Debat Pertama kali mengikuti kompetisi debat internasional, ia langsung juara dunia dengan menyisihkan banyak lawan dari negara-negara kuat. DIAN PALUPI F AUZAN Reza Maulana, 20, sebelumnya tidak pernah membayangkan akan menjadi mahasiswa pertama Indonesia yang memenangi kejuaraan debat antarmahasiswa terbesar di dunia, World University Debating Championship (WUDC). Kompetisi yang digelar di Chennai, India, pada 28 Desember 2013 hingga 4 Januari 2014 lalu itu diikuti 384 universitas dari berbagai penjuru dunia. Fauzan, begitu ia biasa disapa, berhasil menorehkan rekor apik bersama mitra debatnya, Vicario Reinaldo, dengan keluar sebagai juara dunia debat kategori English as foreign language. Padahal, ia baru pertama kali mengikuti kompetisi debat tingkat internasional. Mahasiswa yang sedang menimba ilmu di Fakultas Teknik Sipil Institut Teknologi Bandung (ITB) itu berhasil mengalahkan tim mahasiswa dari Jerman, Jepang, China, hingga Rusia di babak final. Selasa (18/2) sore, Move berkesempatan mewawancarai Fauzan di sela-sela kesibukan kuliahnya. Serangkaian pembicaraan mengenai perjalanannya menjadi juara dunia debat disampaikan kepada Move. Apa saja keseharianmu sekarang? Pertama belajar akademik, saat ini sudah semester 6. Yang kedua berkegiatan di himpunan mahasiswa teknik sipil dan juga di klub debat kampus bernama SEF, Student English Forum. Kapan pertama kali mengenal dunia debat? Pas saya masuk ITB dan gabung SEF. Kebetulan teman saya punya kakak yang dulunya anggota SEF, saya jadi tertarik ikut SEF. Apa yang kamu lihat dari dia hingga tertarik ikut debat? Saya diceritain ibunya gara-gara ikut klub debat bahasa Inggris kakak teman saya jadi bagus, kalau interview kerja dan semacamnya jadi punya kepercayaan diri. Kalau debat kan harus punya kemampuan public speaking, jadi di mana pun berfungsi banget. bareng Vicario. Banyak lomba a yang dilewati. Dari mana saja kamu belajar debat? Apa sih pelajaran yang kamu dapat dari lomba debat? Belajar debat murni dari klub itu. Jadi di sana ada senior-senior yang telah berpengalaman dalam dunia debat, mereka sering berprestasi dan menjadi pengajar kita. Berangkat dari nol, sulitkah untuk belajar debat? Awalnya memang sulit, tapi untungnya pelatih saya sabar. Saya yang awalnya terbilang cupu, tetapi tetap dikasih materi-materi. Ya sama kayak belajar akademik biasalah. Banyak sih, terutama kalau debat-debat di kampus kan orangorangnya itu-itu lagi tapi kalau sudah kompetisi ke luar kita bisa bertemu orang-orang lain yang belum kita tahu cara menghadapinya, jadi bisa lebih mengasah spontanitas. Selain itu, juga tentang atmosfernya lebih tinggi, jadi kayak belajar untuk di bawah tekanan. Yang ketiga kita a bisa dapat support dari juri. Biodata Butuh berapa lama kamu mahir debat? Mengapa kamu senang mengikuti berbagai kompetisi debat? Lama sih, dua tahun mungkin. Pas tahun pertama saya memasuki dunia debat mahasiswa, ada sembilan sampai sepuluh lomba yang saya ikuti. Saat itu saya tidak pernah berhasil juara, bahkan tidak mencapai final. Tapi saya selalu mengatakan pada diri sendiri kalau ini adalah fase-fase belajar, bukan untuk juara melainkan memupuk sebanyak-banyaknya pengalaman. (Sambil tertawa) Enggak tahu, itu katanya tuh kutukan seorang debater, sudah tahu lomba kalau kalah menyakitkan tapi tetap ikut lagi, ikut lagi. Kalau bisa saya pribadi simpulkan sih kegigihan, penasaran untuk menang. Sebenarnya tidak ada topik-topik khusus sih, tapi akhir-akhir ini saya tertarik dengan topik women empowering karena sering melihat akhir-akhir ini. Ada topik-topik favorit saat debat? Sebenarnya tidak ada topik-topik khusus sih, tapi akhir-akhir ini saya tertarik dengan topik women empowering karena sering melihat akhir-akhir ini. Saya suka topik ketika saya bisa berlogika dan menyimpulkan sendiri dari pengalaman-pengalaman. Adakah pengaruh kegiatan yang kamu ikuti ini pada prestasi akademik ataupun kehidupan pribadimu? Berapa lama durasi latihannya? Bentuk latihannya seperti apa? Biasanya 2 jam lebih. Kita lebih banyak bikin kayak simulasi debat gitu kalau latihan. Topik-topik bahasan biasanya kita pilih yang menurut kita masih belum kita kuasai. Kapan pertama kali kamu berhasil juara lomba debat skala nasional? Pada 2013 saat Asian English Olympics yang diselenggarakan Binus di Jakarta. Di sana saya berhasil juara Ada, tahun-tahun pertama saya masih belum bisa mengatur waktu yang akhirnya malah mengurangi waktu belajar. Tapi manfaat yang saya rasakan juga ada kayak jadi lebih tahu perkembangan dunia. Debat juga melatih logika kita buat nyusun argumen dan berpikir juga jadi lebih cepat. Jadinya kita lebih pede buat menghadapi orang. Bagaimana ceritanya ikutan World University Debating Championship? Jadi awalnya Dikti (Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi) membuat olimpiade debat skala nasional pada Juli 2013. Empat tim terbaik dari DOK. ALDO FEN ALOSA Nama: Fauzan Reza Maulana Tempat, tanggal lahir: Jakarta, 12 Oktober 1993 Pendidikan: SMA Labschool Kebayoran (2008) Teknik Sipil Institut Teknologi Bandung (2011) Prestasi: - Champion of World University Debating Championship 2014 - Champion of ALSAE-UI 2013, Champion of AEO 2013 E-mail: reza.maulana@gmail.com nya saat saya ikut AEO Binus. Ternyata kita berhasil juara di sana. Dari sana kayaknya kita merasa ada kecocokan dan terus-terusan hingga WUDC. Bagaimana rasanya jadi mahasiswa Indonesia pertama yang juara di lomba debat kelas dunia? Senang sih pastinya. Kita enggak nyangka menang, kita enggak nyangka kalah juga. Hanya lakukan yang terbaik di setiap babak kompetisi. Seperti apa sih atmosfer WUDC? kompetisi itu disponsori Dikti untuk berangkat ke WUDC. Nah di kompetisi nasional itu saya berhasil jadi juara 3 bersama Vicario. Akhirnya kami menjadi salah satu wakil yang disponsori Dikti. Selain kita ada tim dari UGM, Binus International, dan UI. Apa saja persiapanmu? Saya mengikuti pelatihan di luar kampus yang dibiayai Dikti, tapi 95% lebih banyak latihan di dalam kampus sendiri. Kita juga bikin kompilasi topik-topik yang sedang hangat di dunia, kita bikin dalam format buku gitu. Empat sampai enam bulan kita habiskan untuk ke WUDC. Bagaimana kamu bertemu Vicario? Di tahun pertama saya di klub debat itu sudah ada dia, dia itu senior saya. Di tahun kedua saya satu tim dengan- Sangat cepat, sangat beda, atmosfernya lebih menekan, lebih rapid soalnya itu kan sembilan babak jadi berpengaruh pada fisik juga, kecapekan. Biasanya kalau di sini paling banyak cuma ada tujuh babak gitu. Apa bentuk apresiasi yang kamu dapat setelah memenangi WUDC? Yang jelas dari teman-teman, sewaktu malam pengumuman juara, media sosial saya langsung penuh banget. Waktu itu juga sempat di-mention (Twitter) sama SBY. Cara jadi debater andal? Ya latihan terus, baca-baca terus. Biasanya orang tuh kalah di kegigihannya. Sebenarnya orang-orang tahu kunci keberhasilan itu apa, tapi kadang kegigihannya kurang. (*/M-1) move@mediaindonesia.com EKSIS Tim Dokumentasi Wisuda di Kampus M E N D O K U M E N TA S I K A N kegiatan wisuda bukan merupakan hal umum bagi mahasiswa. Namun di kampus Institut Teknologi Bandung (ITB), hal seperti itu menjadi kegiatan rutin bagi unit kegiatan mahasiswa Liga Film Mahasiswa (LFM) ITB. “Seluruh rangkaian acara dokumentasi wisuda didokumentasikan oleh LFM, mulai dari pengambilan toga di tempat rektorat, geladi bersih, pas wisuda waktu DOK. LFM ITB bersalaman dengan rektor dan kaprodi, hingga sampai acara arak-arakan wisuda,” tutur Kamal Dwi Jatmoko, salah satu anggota LFM ITB, kepada Move Rabu (19/2) lalu. Kegiatan pendokumentasian wisuda kampus ITB oleh LFM sebenarnya telah berlangsung sejak 30 tahun yang lalu. Pihak kampus memberi kepercayaan kepada LFM untuk mengorganisasi pendokumentasian karena ingin memprioritaskan pada UKM yang ada, alih-alih kepada pihak luar. Kegiatan pendokumentasian wisuda juga membuat para anggota LFM belajar bekerja profesional. Seperti dalam sebuah instansi, sejumlah divisi dibentuk agar pekerjaan lebih terarah. Kurang lebih 80 orang anggota LFM bekerja pada setiap jadwal wisuda. Mulai dari supervisor, tim fotografer, hingga tim sortir bekerja hingga pascahari H wisuda. Menurut Kamal, kegiatan dokumentasi yang lakukan juga menjadi keseruan tersendiri. Menjadi semacam keistimewaan untuk bebas memasuki area wisuda saat proses sakral sedang berlangsung. “Enaknya juga bisa mendokumentasikan momen bersejarah bagi wisudawan, bisa mendokumentasikan kebahagiaan wisudawan,” ungkapnya. (*/M-6)
  • 20. 20 s Setiap Hari arapan Sehat P ERNAH merasa lemas ketika belajar di kelas? Atau pingsan saat mengikuti upacara bendera? Hmm, bisa jadi salah satu penyebabnya karena kamu melewatkan sarapan pagi. Ya, dengan alasan terburu-buru dan takut terlambat tiba di sekolah, anak-anak sering tidak sarapan. Padahal sarapan itu penting lo! Sama pentingnya dengan makan siang dan makan malam. Ketika kita tidur di malam hari, 8-10 jam, simpanan makanan di tubuh kita juga terus berkurang karena terpakai untuk proses pertumbuhan yang terus berlangsung. Jadi, ketika bangun pagi, cadangan untuk tenaga juga hampir habis. “Kalau tidak sarapan pagi, bahan baku untuk pertumbuhan kurang,” tutur Prof Ir Hardinsyah, Ketua Umum Perhimpunan Pakar Gizi dan Pangan Indonesia (Pergizi Pangan), yang mengagas kegiatan Pekan Sarapan Nasional (Pesan). Pesan yang berlangsung selama 14-20 Februari itu telah dimulai sejak tahun lalu. Menurut guru besar gizi dari Institut Pertanian Bogor (IPB) tersebut, Pesan bertujuan mengingatkan dan mendorong masyarakat pada umumnya, dan anak-anak khususnya, agar melakukan kebiasaan sarapan yang sehat dalam rangka mewujudkan gizi seimbang. Senada dengan Hardinsyah, dokter spesialis anak dr Soedjatmiko SpA(K) juga menekankan pentingnya sarapan buat anak-anak. “Kebiasaan melewatkan sarapan ini dapat mengakibatkan dampak buruk pada anak-anak seperti menurunnya gairah belajar, kesulitan dalam menerima pelajaran dengan baik, menurunkan daya konsentrasi, bahkan dapat membuat anak jadi mudah sakit,” paparnya. Wah, banyak juga ya akibat buruknya teman-teman! Nah, pengertian dari sarapan itu sendiri ialah kegiatan makan dan minum sebelum pukul sembilan pagi, atau sebelum kita memulai aktivitas fisik dan berpikir yang intens. Jadi, kapan idealnya Sahabat Medi menyantap sarapan? Sebelum berangkat ke sekolah dan memulai semua aktivitas Sahabat Medi hari itu tentunya! Karena sarapan berpengaruh sekali terhadap ketahanan fisik dan kemampuan berpikir kita. SUARA ANAK Prof. Yohanes Surya Menjawab Tidak Lemas saat Belajar Pertanyaan oleh: Meylani Gunawan Mengapa kita bisa hilang suara ketika sedang sakit tenggorokan? K ETIKA sedang sakit tenggorokan, tenggorokan mengalami peradangan dan dapat membuat pita suara yang berada di tenggorokan menjadi membengkak dan terganggu. Penyakit tersebut dikenal dengan laryngitis. Akibatnya kita akan berbicara dengan suara yang berbeda, serak, atau bahkan tidak bisa berbicara, yang kita kenal dengan istilah suara habis. Pembengkakan pita suara tersebut dapat terjadi karena infeksi pada tenggorokan ataupun karena terlalu WWW.CORBISIMAGES.COM sering berteriak dan berbicara dengan kencang. Tetapi setelah beberapa hari pita suara itu beristirahat dengan tidak berbicara banyak, pita suara akan kembali normal dan dapat berbicara dan menghasilkan suara kembali. Kirim pertanyaan kamu ke: YSmenjawab@suryainstitute.org Findra Chairul Anam, 9 Kelas 4 SDN Pondok Pinang 09 Pagi Jakarta SEBELUM berangkat sekolah saya selalu dibuatkan susu oleh ibu. Jadi sarapannya ya cuma susu. Jarang banget makan atau minum yang lain. Soalnya saya juga suka banget minum susu. Kalau pagi harinya kelupaan minum susu, sore hari atau malam sebelum tidur, pasti minum susu. Serealnya malah dimakan buat ngemil sore, ha ha. Jadi saya baru tahu di kampanye Pesan (Pekan Sarapan Nasional), kalau sarapan itu harus minum beserta makan juga. Mulai sekarang tiap pagi mau makan sereal juga, deh. IBU memang sudah rutin menyediakan sarapan untuk anggota keluarga sejak dulu. Apalagi ada tukang bubur ayam yang suka ngelewat depan rumah. Kalau enggak makan bubur ayam, pasti ada susu dan roti juga. Tapi aku juga baru tahu pentingnya sarapan setelah ikut kampanye Pekan Sarapan Nasional, kok. Dikirain sepele karena butuh waktu jangan-jangan malah bikin telat berangkat sekolah dan sebagainya. Apalagi yang suka bangun kesiangan tuh, he he. Semoga ke depannya anak-anak Indonesia lebih rajin Kasih Setiarini, 11 sarapan, ya. Biar semangat juga belajarnya! Kelas 5 SDN Pondok Pinang 01 Pagi Jakarta Yoga Setyo Pambudi, 11 Kelas 5 SDN Pondok Pinang 01 Pagi Jakarta SAYA jarang sekali sarapan sebelum berangkat ke sekolah. Soalnya pagi-pagi berasa masih kenyang setelah makan malam. Padahal, ibu sering menyiapkan sarapan seperti nugget, jadi ya di bekal saja sarapannya. Nanti di makan di sekolah sewaktu istirahat, sekitar jam 9. Akibatnya sebelum istirahat memang duka lemas, sih. Begitu istirahat jajannya juga jadi ampun-ampunan karena kelaparan. Jadi, teman-teman sebaiknya membiasakan sarapan, ya. Biar enggak lemas sewaktu mengikuti pelajaran. FOTO-FOTO: DOK. FILANI OLYVIA
  • 21. MINGGU, 23 FEBRUARI 2014 Buat Sendiri CARI TAHU YUK! at sarasa lo, membu Kamu juga bi wah ini ndiri. Di ba pan sehat se p sederkan dua rese Medi cantum ti. Muan dasar ro hana berbah tis. dah dan prak mencoba! Selamat Makan Pagi Versi Negara Lain * ti biskuit susu Ro INDONESIA terkenal dengan macam-macam kuliner dengan cita rasa tinggi dan unik. Banyak resep makanan daerah yang bisa kita jadikan alternatif sebagai menu sarapan. Di antaranya nasi kuning, lontong sayur, bubur ayam, pecel, dan lain sebagainya. Bagaimana dengan teman-teman kita di belahan dunia lainnya? Bahan: rin - 2 sdm marga kotak buk halus r roti tawar gulanya, tum - 4 lemba t, buang krim kela - 4 biskuit co nila ntal manis va sdm susu ke -1 K Kolombia : garin Cara membuat bar roti, oleskan dengan mar lat. uit coke bil selem bisk Am Memulai hari-hari dengan menyantap semangkuk sup lezat dapat kamu temukan di banyak belahan dunia. Kamu bisa menemukan k pho di Vietnam, congee di China, sup miso di Jepang, dan changua p di d Kolombia. Changua adalah makanan berupa sup yang dibuat dari susu dengan sebuah telur rebus di dalamnya, dibumbui ded ngan daun bawang cincang, dan tangkai daun ketumbar. Bisa n juga ditambah dengan tumisan bawang putih. Untuk pelengkap, j changua biasanya juga disajikan dengan sepotong roti panggang c atau roti jagung. Walaupun sebenarnya sup ini berasal dari kawasan perdesaan, tapi saat ini changua juga sudah bisa menikmatinya di restoran-restoran berkelas di Kolombia, kok. ti 1. dengan selembar ro rmukaannya pkan dengan 2. Taburi pe is, lalu tangku ra. ntal man Sajikan sege Beri susu ke ga roti habis. i proses hing 3. Ulang l* cang tabur ape Roti ka Bahan: rin - 2 sdm marga kotak r roti tawar - 4 lemba ng kaca - 2 sdm selai potong dadu erah, kupas, buah apel m -1 is - 1 sdm kism Swedia : garin. Cara membuat bar roti, oleskan dengan mar an apel dan kismis. a. Tabur deng Ambil selem 1. atasny ra. (*/M-6) lai kacang di Sajikan sege 2. Ratakan se ga roti habis. es hing 3. Ulangi pros le Sumber: Book t resep sarapa 21 n Blue Band Media Anak @Media_ Anak Sarapan di Swedia biasanya disajikan dingin berupa a open-faced sandwich yang dikenal dengan nama smorgas. Terdiri dari sepotong roti mentega dengan keju, mentimun, dan tomat segar yang sudah dipotong. Untuk topping-nya, Sahabat Medi bisa tambahkan apa saja, mulai potongan salmon asap bahkan buah-buahan, tidak masalah. Namun, jangan salah, walaupun mirip sandwich tanpa roti untuk menutupi tumpukan paling atas, orang-orang Swedia biasanya menyantap smorgas menggunakan pisau dan garpu, lo. Menggambarkan bagaimana cara hidup orang-orang Swedia, elegan dan bersahaja. Maroko Cukup gizi Dari sebuah penelitian yang dilakukan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) terhadap 35 ribu anak usia sekolah pada 2010, terbukti bahwa hampir setengahnya hanya memperoleh kurang dari 15% kebutuhan asupan energi yang dibutuhkan untuk beraktivitas sepanjang hari. Padahal seharusnya sarapan dapat memenuhi 15%-25% kebutuhan energi kita dalam sehari, Sahabat Medi. Jadi, apa yang kita konsumsi saat sarapan juga harus diperhatikan, ya, apakah sudah memenuhi gizi yang seimbang atau tidak. Memangnya seperti apa sarapan yang sehat? Menurut Prof Hardinsyah, untuk anak seumuran kita, normalnya dibutuhkan 300-400 kilo kalori dalam sarapan. Sarapan sehat di dalamnya harus terkandung unsur karbohidrat, protein, vitamin, dan mineral. Karena banyaknya asupan energi yang dibutuhkan untuk menjaga keseimbangan gizi, Prof Hardinsyah pun menambahkan agar Sahabat Medi tidak puas dengan hanya mengonsumsi satu jenis penganan. Misalnya, dalam segelas susu Sahabat Medi sudah bisa mendapatkan asupan karbohidrat, protein, vitamin, dan lemak. “Namun, bentuknya tidak padat. Jadi masih dibutuhkan serat, caranya bisa ditambah dengan sereal atau konsumsi buah sebagai pendamping,” terangnya. “Kecuali kalau mengonsumsi produk yang diolah dengan mencampurkan beberapa jenis bahan makanan, seperti bubur kacang hijau. Asupan protein kita peroleh dari kacang hijau, lemaknya kita peroleh dari santan, sudah ditambah gula juga untuk karbohidratnya, bahkan ada yang ditambah susu,” timpalnya. Prof Hardinsyah juga tidak melarang kalau sekalikali Sahabat Medi ingin mengonsumsi mi instan saat sarapan. “Asal dicampur dengan sayuran seperti ketimun dan tomat, juga telur, seperti yang tertera dalam saran penyajian di kemasannya,” kata Pak Profesor mengakhiri. Ayo teman-teman, mari kita sarapan sehat setiap hari! (*/M-6) FUN WITH ENGLISH The Story of the Coconut Tree FOLKLORE FROM MALAYSIA ONCE upon a time there lived a young man. He was very kind and helpful. He liked to help people. He felt very happy after he helped others. No wonder people also liked him very much. The young man wanted to be more useful for others. He wanted to dedicate his life for other people. Though he had helped people a lot, he did not feel satisfied. He wanted to be more valuable and beneficial for other people. He asked an old man what he could do. “Sir, please tell me what to do. I want to be more valuable and beneficial for other people.” The old man answered, “I know o n e m a n w h o can help you. He is a wise man. He knows all the answers to a ny q u e s tions. And you know what? He is also very old. People say that he is a hundred years FREDY old.” “Do you know where I can find him?” asked the young man. “Sure, just go to the beach and find a cave. He lives there.” The young man immediately went to the beach. He was so impatient to meet the old man. Finally he arrived at the wise man’s cave. He immediately talked to the old man. “Sir, please help me...” The wise man smiled. He asked, “How can I help you, Young Man?” “Please tell me how I can be more valuable and beneficial for other people?” asked the young man politely. “Yes, I can help you. But you have to obey my instruction. Do you understand?” asked the wise man. “Yes, I do. I will be obedient to you, Sir,” replied the young man. The wise man went inside his cave. He was looking for something. Not long after that, he returned with a box. The wise man said, “Please accept this box. Bring it home and don’t open it until you arrive.” The young man was curious, he asked. “What’s inside the box?” “I can’t tell you now. One thing for sure, it can make you become more valuable and beneficial for other people. Please promise that you will not open it until you arrive home,” asked the wise man. The young man nodded. “Yes, Sir... I promise.” He thanked the wise man and said goodbye. He carefully brought the box. On the way to his home, he met a stranger. The stranger asked, “What box is that?” “I got it from the wise man. He said that this can make me more valuable and beneficial for other people,” replied the young man. “What’s inside the box?” asked the stranger curiously. “I don’t know... The wise man forbade me to open it until I arrive in my home,” answered the young man. “If I were you, I would open it now,” said the stranger. The young man ignored the stranger. He had promised the wise man not to open it until he was home. He continued walking. Suddenly, another stranger asked him the same question and he also suggested that the young man open the box. Again, the young man refused his suggestion. The young man met several strangers who asked the same question to open the box. Well, the young man could not hold it any more. After all, he was also so curious about what was inside the box. He carefully opened the box. When the box was opened, he saw something very shining inside it. It was so shining that it blinded his eyes. Slowly, his body changed into a tree. He became a coconut tree! The young man was so sad that he broke his promise. However he was also happy. His dream to be more valuable and beneficial finally came true. People love coconut tree because the tree is valuable and beneficial. All parts of the coconut tree, from the roots, stems, fruit, leaves, and the other parts of the tree are beneficial to humans. Sebagai negara pengimpor teh hijau terkemuka di seluruh belahan dunia, orang-orang Maroko tentunya juga senang mengonsumsi minuman menyegarkan itu. Selain itu, teh hijau sangat cocok menemani berbagai jenis panganan sarapan khas Maroko, khususnya dengan baghrir. Semacam panekuk, tetapi dengan salah satu sisi yang terlihat seperti spons, yang diolesi amlou, semacam selai manis yang dibuat dari campuran almond panggang, madu murni, dan minyak argan di atasnya. Hmmm... tampak lezat ya, Sahabat Medi? Kapan-kapan kamu bisa minta dibuatkan sarapan dari belahan dunia lainnya ini kepada ibu. Lebih baik kalau ikut serta membantu ibu menyiapkan sarapan. Selamat mencoba! (*/M-6) FOTO-FOTO: DOK. BOOTSNALL Sumber: bootsnall.com
  • 22. MINGGU, 23 FEBRUARI 2014 KULINER 23 FOTO-FOTO: MI/RAMDANI ORIENTAL: Hong Tang, restoran yang menyajikan Hong Tang aneka makanan penutup bercita rasa Oriental di Central Park Mall, Jakarta Barat. Sajian Penutup ala Taiwan hingga Thailand Demam Hong Tang melanda Jakarta, di media sosial, restoran yang khusus menyajikan aneka santapan penutup nan segar itu menjadi perbincangan. SISKA NURIFAH K Q Ball Desse rt ALANGAN urban muda dikabarkan berduyun-duyun menyerbu kawasan Pantai Indah Kapuk, lokasi pertama restoran ini. Penasaran pada kehebohan itu dan mumpung Jakarta pun kini mulai menunjukkan hawa aslinya, menyengat, mendatangi Hong Tang di siang pertengahan pekan ini menjadikan hari kami bahagia. Kami mampir ke Hong Tang yang berada di di kawasan Central Park Mall, Jakarta Barat. Karena tema restoran ini Oriental dessert culture, yang dijual tentu saja aneka sajian penutup yang lazimnya disantap paling akhir dan bergaya oriental, dengan kemasan premium. Primadona di sini, Grass Jelly 28. Di bagian bawahnya terdapat limpahan es serut sedangkan di atasnya bertabur grass jelly yang tampilannya mirip cincau dan bubble atau butiran kenyal berwarna hitam. Ada pula Q Ball, yang berwujud mirip biji salak, terbuat dari ubi dan talas. Aneka warna dan rupa menu yang ditaburkan di atas es itu kemudian disiram susu murni segar dan eskrim rasa matcha. Harganya, Rp38 ribu. Istimewanya, es serut yang biasanya tanpa rasa, di sini diberi aneka rasa. Di mangkuk Grass Jelly 28, es serutnya diberi rasa grass jelly. Pun, dalam menu berikutnya yang sampai di meja kami, Super Mango Crush Ice. Es serutnya berasa susu nan gurih. Di atasnya, potongan buah mangga harum manis dan satu sendok es krim vanila. Harganya, Rp59 ribu. Favorit lainnya, Q Ball Dessert, es serut yang berkawan Q Ball, puding telur dan mochi. Siramannya, sirup gula merah nan kental. Jika ingin es serut berasa, ada yang diberi rasa taro. Bukan cuma yang dingin-dingin, ada Zimi Soup yang hangat, bubur ketan hitam dengan kacang merah dan kacang tanah rebus serta bubble atau butiran kenyal. Harga menu-menu di sini antara Rp25 ribuRp60 ribu. Sesuai temanya, menu-menu penutup yang lazim ditemui di negeri-negeri berlatar kultur oriental juga bisa ditemui. Sup kembang tahu, yang juga populer di Indonesia, salah satunya. Porsinya terbilang cukup besar dan kental. Selain itu, gaya Jepang hadir dalam sentuhan es krim Matcha, taburan sajian bernama oguran dan aneka kacang. Adapun Thailand, punya kultur es serut tanpa siraman susu dan Q Ball. Zimi Soup pun juga menjadi populer di Thailand. Buat memadukan rasa dan gaya dengan sempurna, Andrew mendatangkan konsultan ahli sajian penutup dari Taiwan untuk meramu beragam menu di Hong Tang.Sementara, bahan-bahannya, sebagian lokal, namun ada pula yang diimpor, seperti grass jelly yang didatangkan langsung dari Taiwan. Zimi Soup Manis namun sehat Nama hong tang, kata Andrew, berasal dari bahasa Mandarin berarti ‘gula merah’. “Bagi saya gula merah memiliki kadar yang lebih menyehatkan dibandingkan dengan gula putih. Diharapkan, dessert-dessert di sini juga memeberikan manfaat kesehatan lebih baik. Terlihat dari bahan yang digunakannya, seperti kacang merah dan kedelai. Memang manis, tapi health benefit.” Beberapa bahan yang digunakan juga masuk daftar bahan baku pengobatan China. Andrew mencontohkan biji Zimi, Ice yang menurutnya jauh lebih sehat dibanango Crush Super M ding ketan atau beras biasa karena kaya antioksidan dan mineral. Nuansa oriental tak cuma hadir dalam rasa, mengenyang kan, dapat pula me- tetapi juga dalam interior restoran bergaya nyantapnya bersama teman-teman. Di sini dise- minimalis, penuh aksen merah di tempat duduk, diakan mangkuk-mangkuk kecil untuk berbagi. serta lampion. Selain di Pantai Indah Kapuk dan Central Park Mall, Hong Kultur berbagai negara Andrew S Iskandar, 30, sang pemilik Hong Tang yang diklaim Tang berujar tren bersantap sajian penutup telah Andrew halal, kini mengemuka beberapa tahun terakhir di Taiwan, juga buka di PluThailand, Malaysia hingga Hong Kong. Konsep it, Jakarta Utara. itu yang dibawanya ke Indonesia dua tahun lalu. Para penggemar “Dessert culture ini sudah ada di mana-mana, bisa fanatiknya bahkan disantap kapan saja. Bahkan breakfast, tea time kerap menjadikan hingga jadi main menu. Nongkrong nggak harus mangkuk-mangkuk berisi serutselalu ngopi, dessert segar pun bisa.” Andrew berkisah, tiap negara memiliki karak- a n e s d e n g a n ter sajian penutup masing-masing. Sentuhan es taburan berbaserut dengan campuran mangga atau grass jelly, g a i p e n g a n a n populer di Taiwan. Es serut banyak disuka ka- itu sebagai marena temperaturnya yang cenderung hangat, tak kan siang dan malam! (M-3) berbeda jauh dengan Indonesia. Adapun sentuhan susu dan puding adalah penanda sajian penutup di Hong Kong. Pun, Tong miweekend Saui, alias air gula dan sup-sup manis berkuah @mediaindonesia.com Grass Jelly 2 8
  • 23. 24 Klasifa minggu, 23 FEBRUARI 2014 PERHIASAN Menerima Materi dalam Bentuk Digital STAR ARLOJI ,BELI JAM bks/berlian dgn hrgTgg ROLEX,BULGARI,OMEGA,BREITLING,dll,Hub:Bp. TONY 392 9079, 0812 9455 198 Apt Menteng Prada Lt. 1 No.10 A dpn St.Cikini (Dtg ke tmpt). Aplikasi/Software yang kami rekomendasikan untuk pemasangan iklan di Harian Media Indonesia (format warna CMYK, kalau disertai link, ukurannya harus real size/100%) Adobe Illustrator 10/CS1-3 l Adobe Photoshop 7.0/CS 1-3 l Adobe Indesign CS 1-3 l Macromedia Freehand 10/MX l
  • 24. MINGGU, 23 FEBRUARI 2014 METRO TV 25
  • 25. INTERMEZO 26 KARTUN MINGGU, 23 FEBRUARI 2014 BIDASAN BAHASA Interpretan KRI Usman-Harun kepada warga yang membela dan berjasa bagi negara. Di dalam kata ‘pahlawan’ terkandung kedalaman makna heroik, yang harus diapreAMA Sersan Usman Mohamed Ali siasi dan dikenang sepanjang masa. Pelekatan dan Kopral Harun Said merupakan kata ‘Usman-Harun’ pada nama KRI merupakan sebuah alusio. Nama itu merujuk perekaman sejarah agar nama itu terpatri dalam sejarah perjuangan rakyat Indone- lembaran sejarah Indonesia. Sebaliknya, tanda interpretan ‘Usman-Harun’ sia. Dalam nama itu terkandung persona: anak bangsa yang mengemban tugas mulia dan gu- bagi Singapura merupakan nama tokoh teroris gur dalam rangka cinta tanah air dan bangsa. yang mengebom pusat keramaian di Jalan OrKeduanya menjalankan misi dari negara. chard, Singapura, pada 1965. Negara pulau deApresiasi pun muncul istimewa: Usman-Harun ngan sebutan nama the Little Dot Red itu menilai dinobatkan sebagai pahlawan kita, pahlawan penggunaan nama Usman-Harun untuk kapal perang RI itu justru melukai perasaan rakyat Indonesia. Dalam konteks semiotika, kata ‘Usman-Harun’ Singapura, terutama keluarga korban peristiwa pengeboman tersebut. yang akan dilekatkan pada Selain faktor ground, tanda sebuah nama KRI merupakan interpretan itu dimaknai kesebuah tanda. Tanda bahasa Singapura dan Indonesia dua partisipan (Indonesia-Siyang bersifat dua sisi (a twomempunyai tanda ngapura) dari sisi informasi sided atau bilateral sign), yakni interpretan yang berbeda dan maksud (Abdul Chaer, berupa imaji bunyi (Usman1995). Singapura melihat perHarun) dan penanda yang terhadap ‘Usman-Harun’. sona Usman-Harun dari inmewakili konsep (objeknya). Dalam segitiga semiotika (oleh Ferdinand de formasi yang menempatkan keduanya sebagai Saussure, 1969), makna (acuan) tanda itu berada anggota TNI yang menyabotase di negaranya. di luar konteks bahasa yang hubungannya ber- Informasi itu memang tanda interpretan objektif sifat semena (arbitrer). Kearbitreran inilah yang yang terekam sejarah. Sebaliknya, bagi Indonesia, persona Usmanmemunculkan tanda interpretan berbeda antara pengirim dan penerimanya. Dalam komunikasi, Harun dilihat dari makna maksud bahwa nama tanda interpretan selalu muncul dan kadang kedua anggota satuan elite Korps Komando Operasi (cikal bakal Marinir) harus diabadikan menjadi pangkal masalah. Baik Singapura maupun Indonesia mempunyai sebagai tanda penghormatan. Maksud dalam satuan makna memang cendetanda interpretan yang berbeda terhadap kata ‘Usman-Harun’ (representamen). Kedua negara rung subjektif, terutama bagi pengirim pesan. tidak sepadan dan cenderung bergeser ke arah Bagi Indonesia, tanda interpretan Usman-Harun interpretasi dan asumsi terhadap tanda tersebut. pada nama KRI itu merupakan subjektif negara Hal itu muncul karena ketidaksamaan pengeta- yang tidak bisa diatur, didikte, atau diarahkan huan (ground) yang ada pada pengirim (Indone- negara mana pun. Oleh karena itu, mau atau sia) dan penerima (Singapura) tanda. Menurut tidak mau, suka tidak suka, Singapura harus Piere (1977), tanpa ground, representamen sama keluar dari lingkaran makna interpretan atas pemberian nama KRI itu. Rakyat Indonesia tidak sekali tidak dapat diterima. Bagi Indonesia, kata ‘Usman–Harun’ dimaknai bisa dihalangi untuk mencintai pahlawan bangsa, sebagai pengacuan pahlawan, suatu penghargaan Usman-Harun. SUPRIANTO ANNAF Tim Redaksi Bahasa Media Indonesia N SUDOKU Jawaban Edisi Minggu, 16 Februari 2014 Tanggapan dan komentar: miweekend@mediaindonesia.com SUDOKU atau dikenal juga dengan tebak angka (number place) merupakan teka-teki logika. Aturan mainnya sangat sederhana. Isilah kotak kosong hingga setiap kolom, baris, serta area kotak 3 x 3, terisi angka 1-9 tanpa ada pengulangan. Untuk pemainkan Sudoku, Anda tidak harus pintar matematika. Anda hanya memerlukan logika dan penalaran. Selamat menghadapi tantangan! MEDIA UTAK ATIK PERTANYAAN MENDATAR: 1. 4. 8. 8a. 9. 12. 15. 16. 17. 18. 19. 20. 23. 26. 27. 29. 31. 32. 33. 35. 37. 38. 39. 40. 41. 42. 45. 47. 48. 50. 52. 55. 56. 57. 58. 59. 61. 62. 64. 66. 67. 69. 72. 75. 77. 81. 85. 87. 89. 90. 91. 92. 93. 94. Berbusana Bermusuhan Dokter (bah. Inggris) Melihat (bah. Inggris; Bentuk past participle) Bilangan Sistem membaca dan menulis untuk tuna netra ...minator: penguji Semua (bah. Inggris) Dusta, bohong (bah. Inggris) Lawan "turun" Mengenakan (bah. Inggris) Iuran Pembangunan Daerah Negara asal Mahabharata dan Ramayana Dua huruf pertama dalam abjad Tukang riba; lintah darat Tidak sempurna Menyewa (bah. Inggris) Minyak Buku peta bumi Akar yang menjadi besar dan berisi Bertanya (bah. Inggris) Ladang gas di Nanggroe Aceh Darussalam Meng...: mengeluarkan senjata tajam dari sarungnya Api penyuluh Nama pertama raja dan politikus Kampuchea yang naik singgasana tahun 1941. Tahun 1960 Dia menjadi kepala negara pemerintahan sosialis. ...an: yang diinginkan Tamat Tidak jujur; palsu Kecut ...: ditekadi Yang dipercaya Berkurang; tenang kembali Kumpulan air asin yang luas antardaratan Nama perempuan Bendungan Yang tertinggal dalam pikiran Pinjaman (bah. Inggris) Kata seru untuk menyudahi perkataan Gerombolan (bah. Inggris) Meng...: beristirahat Tali Sendi-sendi dari besi yang menghubungkan daun pintu dengan pintu Panggung kecil tempat berkhotbah Berlaku; syah (bah. Inggris) Banyak manfaatnya Dibuat dalam keadaan tidur, semua perintah diikuti Tua Semangat Nomor Saya Ruang tengah yang terbuka sampai ke atas (satu tingkat atau lebih) Ber...: berlomba Kepala Staf AD Menutup kekurangan PERTANYAAN MENURUN: 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 21. 22. 24. 25. 27. 28. 30. 33. 34. 36. 38. 43. 44. 45. 46. 49. 51. 53. 54. 57. 60. 63. 65. 68. 70. 71. 73. 74. 76. 78. 79. 80. 81. 82. 83. 84. 86. 88. Sepuluh tahun Mata uang emas lama Keberanian Muda Sebelum Masehi Edisi Penghargaan dari pemerintah kepada pengrajin karena kepeloporannya Saya (bah. Jakarta) Seperti Ibu kota Libanon, di pantai Laut Tengah Kamu Anda (bah. Jakarta) Pelaksanaan Istana; rumah pemjujaan (Hindu) Penyumbang Putera Presiden SBY Ilmu mengenai azas-azas produksi, distribusi, serta penggunaan barang-barang dan kekayaan Komponis romantis dan pianis Rusia (1873-1943) Tengkoraknya ditemukan di Jerman tahun 1856. Dia diperkirakan hidup di pertengahan zaman batu Alat penggosok gigi dll Tahunan (bah. Inggris) Bau (wangi) Ongkos Makna Meninggal (bah. Inggris) Binatang pengerat dari jenis tupai Ukuran jarak Tidak setuju Saya (bentuk obyektif, bah. Inggris) Gosong Batu Safir Diukur oleh peredaran bulan (bah. Inggris) Sesudah angka lima Jalan yang memungut bea dari pemakainya Program televisi untuk ditayangkan di pesawat televisi Orangtua/kerabat menantu Bukan palsu Hiasan yang melingkar di pergelangan tangan ...Awards: hadiah dalam dunia perfileman Hollywood Keyakinan; maksud Akademi Militer Nasional Bagus Lapang Menyumbang Asia-Afrika Hektar Catatan Langsing (bah. Inggris) Tidak beda Satu Keadaan darurat perang (bah. Belanda). No. 684 2 1 3 4 5 6 7 8 9 8a 10 11 12 13 17 16 19 20 21 22 24 23 26 30 33 37 28 35 34 42 43 41 47 46 50 48 52 53 51 64 49 58 62 61 60 70 71 77 72 73 78 79 67 68 75 76 74 80 81 82 83 84 87 88 86 89 92 63 66 65 69 44 55 54 57 56 59 36 39 38 40 85 27 31 32 45 15 18 25 29 14 90 93 91 94 KETENTUAN: Guntinglah Media utak-atik yang telah Anda isi dan tempelkan pada sehelai kartu pos / amplop tertutup Tuliskan nama dan alamat lengkap Kirim ke bagian Promosi Media Indonesia Jl. Pilar Mas Raya Kav. A-D, Kedoya Selatan, Jakarta 11520 Kartu pos ditunggu selambat-lambatnya tanggal 28 Februari 2014 (stempel pos). Diumumkan 01 Maret 2014 HADIAH : Pemenang ditetapkan sebanyak 5 orang. Hadiah dalam bentuk uang masing-masing senilai Rp 250.000,- (dipotong pajak hadiah 25%) Hadiah dikirim wesel pos paling lambat 2 minggu setelah diumumkan ke alamat pemenang.
  • 26. EKSPLORASI MINGGU, 23 FEBRUARI 2014 27 ALAM Menggerakkan Organ yang Lumpuh S INYAL yang berasal dari otak seekor monyet dapat ditiru dan dikirim ke bagian tubuh yang lumpuh pada individu lain dalam spesies mereka sehingga organ tersebut dapat bergerak kembali. Keberhasilan itu menjadi satu langkah besar dalam pengobatan pasien penderita cedera tulang belakang untuk mendapatkan kembali kendali atas tungkai mereka. Akhir-akhir ini banyak kemajuan dalam penelitian yang bertujuan menghubungkan otak dengan fungsi anggota badan buatan. Kemajuan itu juga bermanfaat bagi pasien yang menjalani amputasi. Penemuan itu memberikan satu kesempatan untuk memperbaiki kerusakan langsung ke sistem saraf pusat sehingga otak mereka dapat berhubungan kembali de- sedangkan induk monyet diperlihatkan tayangan yang sudah akrab dengannya. Induk monyet dapat menggunakan perangkat tersebut dengan baik, mengawasi pergerakan kursor yang diarahkan melalui joystick yang dipegang monyet lumpuh. Tim peneliti memperhatikan dengan harap-harap cemas untuk melihat proses bergeraknya organ yang lumpuh. “Dengan memusatkan kepada tujuan akhir, yaitu menghasilkan suatu gerakan, kami dapat mengurangi kesulitan dalam membuat parameter yang cocok untuk menstimulasi tulang belakang,” kata asisten peneliti Profesor Ziv Williams dari Harvard Medical School. Dalam penelitian tersebut, para peneliti menguji coba beberapa jenis hewan untuk membuktikan bahwa sinyal dari otak hanya dikirim melalui satu cara.Sejauh ini gerakan yang dihasilkan terbagi dalam dua bentuk, sedangkan setiap harinya kita melakukan gerakan yang kompleks. (iflscience/*/L-2) ngan organ yang rusak. “Masalahnya bukan hanya mengurai informasi dari otak sehingga kita bisa melakukan gerakan, melainkan juga terkait dengan rangsangan pada tulang belakang untuk menggerakkan organ yang lumpuh,” kata ahli listrik dari Cornell, Dr Maryam Shanechi. Dalam Nature Communication, Shanechi mengatakan penanaman cip pada otak dapat mengawasi 100 simpul saraf dalam otak monyet. Pihaknya mengawasi seekor monyet yang mengalami kelumpuhan permanen dan menanamkan sebanyak 36 elektrode dalam tulang belakangnya. Induk monyet dilatih menggunakan sebuah joystick untuk menangkap suatu objek pada layar. Joystick tersebut kemudian diberikan kepada monyet yang lumpuh, JM GARG EKSPEDISI Gelombang Kejut Supercepat S NASA EBUAH gelombang kejut yang sangat cepat ditemukan. Kecepatannya mencapai 1.000 kali kecepatan suara dan menghasilkan efek cahaya akibat ledakan kosmis yang sangat kuat. Penemuan itu didapat ketika para astronom mempelajari sisa-sisa ledakan bintang SN 1572, baru-baru ini. Pada saat bintang berada dalam keadaan sekarat, mereka menghasilkan ledakan supernova yang sangat terang di galaksi tempat mereka tinggal. Biasanya efek ledakan supernova akan menghilang setelah beberapa minggu atau bulan, tapi sisa material yang ditinggalkan akibat ledakan itu dapat terus bercahaya hingga ratusan atau ribuan tahun. Para ilmuwan saat ini sedang mengamati seberapa kuat efek gelombang kejut yang membuat material bintang mati itu tetap bersinar. Menurut peneliti, gelombang kejut berkecepatan 1.000 mach (1.000 kali kecepatan suara) tetap melakukan proses pemanasan atas sisa-sisa ledakan supernova SN 1572 sehingga materi tersebut tetap memancarkan cahaya sinar X. Kita tidak akan mampu untuk mempelajari supernova kuno tanpa adanya gelombang kejut untuk menerangi mereka, tambah ketua penelitian Hiroya Yamaguchi, astronom astrofisika dari Harvard-Smithsonian Center, Massachusetts, AS. SN 1572 atau dikenal sebagai supernova Tycho ialah bintang yang meledak pada November 1572. Supernova Tycho diambil dari nama astronom dari Denmark, Tycho Brahe, yang mempelajari secara ekstensif bintang yang terletak pada sekitar 10 ribu tahun cahaya di rasi Cassiopeia. Efek ledakan dari supernova Tycho sangat terang dan dapat dilihat dengan mata telanjang. Munculnya bintang baru tersebut di langit membuat banyak orang pada saat itu bingung dan percaya bahwa surga di langit telah diperbaiki dan tidak berubah. Ledakan supernova yang sangat terang dan diiringi cahaya dari Planet Venus membuat cahaya akibat ledakan tersebut terlihat selama 15 bulan, dan akhirnya hilang dari pandangan. Supernova Tycho merupakan supernova bertipe ‘la’, yang terjadi ketika bintang putih di sistem biner saling mendekat dan menarik materi di sekitarnya. (Space/*/L-2) BIOTEK Menyibak Misteri Mulut Manusia G EN dalam bakteri yang menghuni mulut manusia menjadi penyebab penyakit gusi. Kesimpulan itu didapat setelah para ilmuwan menyusun DNA dari 12 sel untuk mengurutkan genom bakteri yang hidup pada mulut manusia sehat. Lebih dari 60% bakteri pada mulut manusia tidak bisa tumbuh dalam cawan laboratorium sehingga tidak bisa diklasifikasi, dinamai, ataupun dipelajari. Salah satunya ialah bakteri tannerella BU063, yang menjadi ‘most wanted’ dalam penelitian bertajuk the Human Microbiome Project. Sebanyak 12 sel BU063 dijadikan sampel. Bakteri itu ternyata berkaitan erat dengan patogen tannerella forsythia, yaitu bakteri penyebab periodontitis atau infeksi gusi serius yang merusak jaringan lunak dan tulang penyangga gigi. “Salah satu yang menarik dalam penelitian ini ialah kemampuan untuk melakukan pencarian acak bakteri lain yang mempunyai sumbangsih lebih besar terhadap periodontitis,” kata Clifford Beall, ahli biologi oral dari Ohio State University yang menjadi peneliti utama dalam proyek penelitian tersebut. “Kami mencari gen forsythia yang tidak terdapat dalam BU063. Ada satu gen kompleks dalam daftar bakteri periodontitis yang terkait dengan virulensi,” ungkap Beall dalam jurnal OCSKAY BENCE / FOTOLIA PLOS ONE. Periodontitis terjadi ketika peradangan gusi meluas dan infeksi gusi menyebar. Infeksi gusi tersebut akan merusak struktur pendukung gigi, termasuk tulang. Kantong yang terbentuk di antara gusi dan gigi juga akan dipenuhi dengan berbagai jenis bakteri. Pengobatan biasanya dilakukan dengan metode pembersihan atau operasi untuk mengangkat kantong yang terinfeksi karena antibiotik belum mampu secara efektif menangkal beberapa jenis bakteri. “Sulit untuk menentukan obat yang secara efektif memengaruhi salah satu bakteri karena ada banyak bakteri yang berbeda pada periodontitis.” Beall menyusun genom BU063 dari 12 sel dengan menggunakan segmen genom dari sel tunggal atau kelompok. (sciencedaily/*/L-2) ANDA PERLU TAHU Bicaralah dengan Bayi Anda Serangga Bernama Darwin Makhluk Hidup dalam Foto Tarian Manusia Virtual TAHUKAH Anda, berbicara dengan bayi sangat bermanfaat? Meski belum bisa merangkai katakata dengan baik, percakapan di usia dini sangat penting bagi perkembangan NATURAL HISTORY bayi. Ternyata, kemampuan bahasa, ingatan, dan aspek kognitif bayi dapat dikembangkan melalui proses dialogis dengan orangtua. Menurut psikolog Stanford University Anne Fernald, bayi yang intensif berbicara dengan orangtuanya bisa mengembangkan kemampuan memproses kata-kata. Tak hanya itu, kemampuan bayi mengikuti kalimat tentang berbagai objek dan situasi juga dapat meningkat. Anne Fernald meneliti kemampuan berbicara bayi dari beragam latar belakang SSE (status sosial ekonomi) orangtua. Studi Anne menyimpulkan adanya ketimpangan mencolok kemampuan bahasa antara bayi dari keluarga kalangan atas dan kalangan bawah. Kemampuan berbahasa bayi dari keluarga SSE atas lebih unggul. TAHUKAH Anda, ada serangga bernama Darwin? Mendengarnya, sekilas mengingatkan kita pada ahli biologi ternama Charles Darwin. Di Natural History Museum MUSEUM OF LONDON London, ada koleksi serangga dengan label bernama C Darwin. Serangga itu dikenal dengan nama Darwinilus sedarisi. Serangga asal Argentina itu memiliki ciri khas antena menyerupai gigi gergaji. Charles Darwin dikenal sebagai pencinta serangga. Saat masih muda, ia melakukan ekspedisi keliling dunia dengan kapal HMS Beagle.Dari perjalanan itu ia mengoleksi berbagai jenis serangga. Darwin mencatat berbagai spesimen serangga yang ia temukan di Insect Notes, yang tersimpan di Natural History Museum. Serangga yang ditemukan Darwin di Argentina itu diakui sebagai spesies baru. Sayangnya, habitat asli spesies serangga itu diperkirakan telah punah. Perubahan area asli menjadi wilayah peternakan diduga penyebab kepunahan. Daguerreotypes merupakan teknik pengambilan gambar pertama di dunia. Metode itu populer pada pertengahan abad 1 9 d a n d i ke n a l sebagai pelopor fotografi.Usia CREATIVE COMMONS WIEGAND hasil gambar kini berumur lebih dari 150 tahun. Gambar hasil daguerreotypes tampak tahan lama, meski terlihat buram.Di balik tampilan luar itu, ada makhluk hidup di permukaannya. Sebuah laporan menyimpulkan adanya aktivitas makhluk hidup pada permukaan foto daguerreotypes. Peneliti melakukan pemindaian mikroskopik untuk mengetahui kondisi gambar. Ternyata parasit hidup berkembang biak pada foto tersebut. Fungus merupakan organisme yang paling banyak terlihat. Sedangkan organisme lainnya belum bisa diidentifikasi. Parasit tersebut menggerogoti partikel perak dan emas daguerreotypes, yang berakibat pada rusaknya gambar. TEKNOLOGI penangkap gerakan melalui sebuah pandora seperti dalam film Avatar diuji coba di laboratorium. Ilmuwan komputer Nadia Magnenat Thalman dari University UNIVERSITY OF GENEVA of Geneva di Swiss bersama koleganya tengah merancang replika virtual tubuh atlet. Mereka mencoba eksperimen itu terhadap para balerina profesional dari Grand Theater Geneva. Tiruan dirancang meliputi bentuk tubuh, gerakan, beserta dinamikanya. Uji coba menggunakan teknik pencitraan resonansi magnetik untuk menghasilkan gambaran otot, persendian, dan tulang secara mendetail. Para balerina kemudian menggunakan pakaian sensor gerakan sebagai sumber data pencitraan. Hasil eksperimen itu dapat membantu para penari balet memahami gerakan mereka, terutama yang berpotensi mencederai. Pemantauan virtual semacam itu juga berguna untuk memperkirakan kebutuhan operasi medis. (sciencemag/*/L-2)
  • 27. MINGGU, 23 FEBRUARI 2014 FOTO HALAMAN 28 Paimin, 60, keluar meninggalkan rumahnya pukul 08.00 setelah erupsi terjadi pada malam sebelumnya. Riyadi, 40, dan Sopiah, 37, pasangan suami istri ini mengira suara ledakan erupsi adalah suara beduk pencak silat yang biasanya berlatih tak jauh dari rumah mereka. Pasangan suami istri, Suger Sutrisno, 51, dan Basri, 38, kehabisan bensin saat menghindar dari erupsi dengan menggunakan sepeda motor menuju titik evakuasi. Potret Warga Lereng Kelud FOTO DAN TEKS: MI/ROMMY PUJIANTO W ARGA Dusun Pait, Desa Pandansari, Ngan- Malang, pada kisaran pukul 08.00, keesokan harinya tang, Malang, Jawa Timur, yang berada menuju pengungsian. Wusono, 63, pun tak beda. Dia baru memutuskan untuk di lereng Gunung Kelud, baru saja selesai mengikuti sosialisasi naiknya status keluar dari rumahnya 1 jam setelah erupsi terjadi. BerKelud menjadi awas sekitar pukul 21.30 WIB, Kamis sama orangtua dan adiknya, Wusono sempat panik saat (13/2). Mereka lantas pulang ke rumah masing-masing genteng-genteng rumahnya hancur. Mereka juga sempat untuk melaksanakan instruksi perangkat desa agar bersembunyi di bawah meja. Wusono lantas bergegas menjauh dari puncak Kelud bersiap mengungsi dan menyiapkan barang-barang pribadi serta dokumen penting untuk dibawa serta. dengan menggunakan kendaraan seleb (semacam traktor Kemudian gunung setinggi 1.731 meter di permukaan untuk sawah). Di luar, kondisi sudah gelap tertutup abu vulkanis. Kerikil-kerikil laut itu erupsi. vulkanis seukuran diamRumayah, 49, seorang eter 10 cm yang berwarna warga, tengah terlelap kemerahan dan hangat saat erupsi terjadi. “Kemenghujaninya selama tika Kelud mbledos, kami perjalanan menuju titik warga belum siap, belum evakuasi. ada yang ngungsi. Saya Warga lain yang tinggal saja lagi tidur dan terbandalam radius 10 kilometer gun karena gempanya. di lereng Kelud, yakni Kami santai karena sebeSuliani, 48, Riyadi, 40, lum-sebelumnya status dan istrinya, Sopiah, 37, Kelud jadi awas pun hayang tinggal di Desa Pannya keluar abu,” ujar dia dansari, Ngantang, Masembari membereskan lang, juga Suger Sutrisno, rumahnya yang hancur 51, dan istrinya, Basri, terkena semburan mate38, yang tinggal di Desa rial vulkanis. Wusono, 63, melarikan diri ke titik evakuasi pengungsian di Pujon Asmorobangun, Puncu, Kisah Paimin, 60, juga sejauh sekitar 15 kilometer dengan memakai sepeda motor yang Kediri, juga mengaku serupa. Beserta istri, anak, ditinggalkan orang lain. kaget saat erupsi Kelud cucu, dan keponakannya, dia tengah berada di rumahnya ketika erupsi terjadi. terjadi. Meski mengaku belum siap sama sekali, mereka Paimin lantas melihat sendiri ke luar rumah. Setelah yakin tetap lari dari rumah dengan menggunakan sepeda motor, erupsi benar-benar terjadi, Paimin akhirnya berlindung di sedangkan abu dan batu vulkanis berhamburan. Alam memang tak bisa dilawan. Tuhan berkehendak rumah kerabatnya yang berdampingan dengan rumahnya sendiri. Atap rumah itu berupa dak. “Saya pikir rumah jauh melampaui kemampuan manusia. Namun, itu semua keponakan saya yang atapnya dak pasti kuat jika diterjang terjadi bukan untuk disesali dan diratapi dengan berlebikerikil yang dikeluarkan Kelud, jadi saya ngajak seluruh han. Hal yang penting saat ini ialah pemulihan seluruh keluarga berlindung di sana,” tutur Paimin yang baru kerusakan materiil maupun nonmateriil untuk melangkah keluar dari Dusun Munjung, Desa Pandansari, Ngantang, ke masa depan. (M-1) Suliani, 48, terpisah dari suami dan anak-anaknya hingga dua hari setelah erupsi. Rumayah, 49, belum berhasil menemukan KTP dan dokumen-dokumen penting lainnya.