Media Indonesia 2 Maret 2014
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×
 

Media Indonesia 2 Maret 2014

on

  • 1,268 views

 

Statistics

Views

Total Views
1,268
Slideshare-icon Views on SlideShare
1,249
Embed Views
19

Actions

Likes
0
Downloads
33
Comments
0

1 Embed 19

http://www.slideee.com 19

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Adobe PDF

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

    Media Indonesia 2 Maret 2014 Media Indonesia 2 Maret 2014 Document Transcript

    • 28 Halaman Minggu @ MIdotcom Harian Umum Media Indonesia Pemasangan Iklan & Customer Service: 021 5821303 No Bebas Pulsa: 08001990990 e-mail: cs@mediaindonesia.com Rp2.900/eks (di luar P. Jawa Rp3.100/eks) Rp67.000/bulan (di luar P.Jawa + ongkos kirim) 2 MARET 2014 | NO.12004 | TAHUN XLV Tiada Strategi Kedaulatan Pangan Titik Nol sang Aktivis City Waspadai Kucing Hitam Pemerintah agaknya belum optimal membangun strategi kedaulatan pangan. Akibatnya, siklus lonjakan harga yang tiba-tiba tinggi selalu berulang. Secara gamblang ia membuka pengalaman dan kegelisahan masa kecilnya akan kondisi politik kala itu, yang membawanya menjadi aktivis melawan Orde Baru. Keberhasilan Wigan mengalahkan City di final piala FA musim lalu menjadi inspirasi bagi Sunderland untuk mengalahkan The Citizen. Selekta, Hlm 2 Opmi, Hlm 9 Sepak Bola, Hlm 10 MI/RAMDANI PENAMPILAN KEIKO MATSUI: Musikus asal Jepang Keiko Matsui tampil dalam Java Jazz Festival 2014 di Jakarta International Expo, Kemayoran, tadi malam. Malam ini akan tampil sejumlah musikus, antara lain, Natalie Cole, Ruth Sahanaya, Balawan Gamelan Fusion, dan Dave Koz. Jazz juga Milik Orang Muda JAMIE Cullum tampil penuh energi. Sambil menyanyi, ia melompat, berjingkrak, sesekali mendekati penonton. Saat mendekat, kilatan lampu dari berbagai kamera penonton bersautan bak mengikuti konduktor konser. Saat tembang Mindtrick dan Everlasting Love meluncur dari mulut penyayi jazz pop asal Inggris tersebut, gemuruh tepuk tangan yang dipadu padan dengan siulan ribuan penonton Java Jazz Festival 2014, pun menggema di seluruh ruangan di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Jumat (28/2) malam. Jamie sempat ber-beatbox ria dalam pertunjukan selama 90 menit tersebut. Penyanyi 34 tahun itu mengeluarkan bermacam suara lewat mulutnya dipadu dengan pukulan ringan dari tangannya ke bagian atas piano seolah sedang memukul gendang. Aksi beat-box tersebut di-medley dengan lagu Get Lucky milik Daft Punk. Setelah itu, mengalir tembang When I Get Famous, Dont Stop The Music, dan All at Sea yang dibawakan dengan ritme tinggi. Hari pertama Java Jazz 2014 itu pun menjadi milik Jamie, yang kehadirannya di festival kali ini merupakan yang kedua. “Saya datang ke sini tujuh tahun lalu, lebih muda daripada saat ini,” ujarnya mengundang tawa penonton. Bagi Jamie, musik jazz, seperti juga hip hop, merupakan musik berbagai kalangan. Jamie menampik bahwa jazz hanya bisa dinikmati orang tua. “Musik ini saya dengar sejak kecil. Saya merekam dan membuatnya sejak saya muda.” Jamie pun sukses menutup hari pertama Java Jazz Festival 2014. Di hari kedua, tampil keyboardist AS berdarah Jepang Keiko Matsui yang memainkan instrumen apik, seperti Black Lion Kappa dan Forever yang terinspirasi dari anaknya, Maki. “Kappa saya buat untuk mengajak orang peduli lingkungan agar alam tidak liar,” tutur dia. Hari kedua JJF ditutup dengan penampilan Incognito. Grup musik asal Inggris itu banyak mengeksplorasi lalu meleburkan unsur funk, soul, R&B, hip hop, dan latin yang membuat penikmat musik jazz bergoyang. (Iwa/*/X-2) SELA Mimpi Buruk pada Anak JANGAN anggap enteng bila anakanak bermimpi buruk secara reguler (terus-menerus) di masa kanak-kanak mereka. Bisa jadi itu peringatan dini serius terhadap gangguan psikosis. Demikian temuan para peneliti EBET Inggris dari University of Warwick yang dipublikasikan di Journal Sleep baru-baru ini. Peneliti menganalisis 6.800 anak berusia hingga 12 tahun. Para orangtua dari peserta dimintai keterangan seputar masalah tidur anak-anak mereka, apakah pernah berhalusinasi, delusi, dan kontrol pikiran. Hasilnya, 47 dari setiap 1.000 anak punya pengalaman psikosis. Para pakar menyebut masalah jangka panjang yang ditimbulkan oleh mimpi buruk dan teror di masa kanak-kanak berisiko mengalami kesehatan mental di kemudian hari. (BBC/Hym/X-7) Revolusi sang Pengembara Tan Malaka dalam buku Harry Poeze menegaskan seorang revolusioner tidak akan lekang dan hilang meski mengembara berpuluh tahun. FURQON ULYA HIMAWAN P ERJALANAN hidup Tan Malaka mungkin tidak terlalu terkenal ketimbang tokoh seperti Soekarno dan Mohammad Hatta. Namun, kisah itu dituliskan oleh seorang sejarawan Belanda Harry Poeze secara terperinci. Harry Poeze membuat buku yang mengurai perjalanan Tan Malaka dalam lima jilid berjudul Tan Malaka, Gerakan Kiri, dan Revolusi Indonesia. Bagi Poeze, yang 43 tahun meneliti pahlawan asal Desa Pandan Gadang tidak jauh dari Suliki, Minangkabau, Sumatra Barat itu, perjalanan sosok Tan Malaka dalam masa revolusi kemerdekaan Indonesia belum banyak diungkap secara luas. Poeze mengatakan ketertarikannya pada Tan karena sering disebut dalam buku Ruth McVey tentang kelahiran komunis di Indonesia. Di samping itu, Tan juga banyak dibicarakan dalam buku-buku ajar nasionalisme Indonesia, yang digambarkan sebagai tokoh PKI, misterius, dan kematiannya yang masih diragukan. “Saya baca buku mengenai sejarah Indonesia dan nasionalisme. Dalam buku itu sering kali disebutkan nama Tan Malaka. Sering kali juga disebut Tan Malaka seorang misterius dan suka berpetualang. Maka tahun 1971 saya meriset Tan Malaka untuk ditulis menjadi skripsi,” jelasnya kepada Media Indonesia di Padang, Sumatra Barat, Sabtu (15/2) lalu. Poeze mulai melacak keberadaan Tan Malaka di Haarlem, kota tempat ia pernah menempuh pendidikan sekolah guru. “Saya riset dan dapat bahan banyak tentang Tan Malaka. Setelah lolos untuk lulus dijadikan skripsi pada 1972 dan saya lulus, maka saya lanjutkan untuk menjadi disertasi tahun 1976 di universitas yang sama,” tambahnya. Selama 30 tahun menjadi direktur penerbitan, ia meluangkan waktu meneliti Tan Malaka dua kali seminggu. Pada Maret 2007, Poeze menelurkan buku tentang petualangan Tan Malaka di era revolusi hingga akhir hayat, atau menghilang dari revolusi. Pada 1922, Tan Malaka ditangkap oleh Belanda dan diasingkan ke luar Indonesia karena aktivitasnya dianggap berbahaya dan bisa mengacam kedudukan Belanda di Indonesia. Sebelum dibuang ke luar negeri, dia dipenjarakan tiga kali oleh pemerintah kolonial, di Bandung, Semarang, dan Jakarta. Dalam pelariannya ke luar negeri, dia dipenjarakan di Manila dan Hong Kong. Setelah kembali ke Indonesia, dia dimasukkan ke penjara oleh pemerintah Indonesia di Mojokerto (1946-1947). Selama di pengasingan, hidup Tan Malaka selalu berpindah-pindah. Hidupnya penuh dengan kejadian luar bisa, keliling tiga benua dan dan telah menyinggahi lebih dari 10 negara. Di setiap negara yang ia singgahi, Tan Malaka selalu menggunakan nama samaran. “Saya masih punya satu keinginan, mendatangi permakaman Tan Malaka di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta,” ujar Poeze. Apa pun yang terjadi dan kondisinya, ia berjanji akan hadir dalam pemakaman tersebut. “Karena itulah puncak karier penelitian saya.” (YH/M-2) furqon@mediaindonesia.com Jeda Hlm 6 ANTARA/R REKOTOMO BEDAH BUKU TAN MALAKA: Penulis buku Tan Malaka, Gerakan Kiri, dan Revolusi Indonesia, Harry Poeze, memperlihatkan foto dokumentasi Tan Malaka pada diskusi dan bedah buku di Fakultas Ilmu Budaya Undip Semarang, Jateng, Senin (17/2). Revisi KUHP dan KUHAP Abaikan Perkembangan Hukum RANCANGAN Undang-Undang tentang Perubahan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RUU KUHP) dan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) dinilai mengabaikan politik hukum dan perkembangan hukum. Kepala Biro Hukum Komisi Pemberantasan Korupsi Chatarina Girsang mengatakan RUU KUHP ternyata disusun lebih dari 30 tahun lalu, sedangkan RUU KUHAP lebih dari 10 tahun silam. “Artinya hanya melihat kondisi riil 10 atau 30 tahun yang lalu sehingga dapat dipertanyakan apakah ketentuan dalam kedua RUU tersebut mempertimbangkan kondisi, kebutuhan, dan perkembangan hukum saat ini,’’ katanya dalam sebuah diskusi di Yogyakarta, kemarin. Kedua RUU itu mendapat banyak penolakan karena setidaknya terda- pat sejumlah pasal yang berpotensi KUHAP juga mengingkari tuntutan remelemahkan upaya pemberantasan formasi yang mendorong upaya pemkejahatan-kejahatan yang bersifat luar berantasan korupsi dengan pembenbiasa. Namun, pemerintah dan DPR tukan UU Tipikor, UU Tindak Pidana Pencucian Uang, dan tetap ngotot untuk lembaga khusus yang membahas dan memenangani pembenyelesaikannya. Rancangan Undangrantasan korupsi dan Chatarina menyaUndang tentang Perubahan pencucian uang. “Det a k a n ko n d i s i r i i l ngan demikian, RUU saat ini sudah jauh KUHP ternyata telah KUHP dan KUHAP berbeda ketimbang disusun lebih dari 30 tahun bertentangan dengan ketika kedua RUU itu lalu. Adapun Rancangan Tap MPR No XI/1998 disusun. Sekarang tedan No VIII/2001 kalah ada KPK, pengaUndang-Undang tentang rena dalam naskah dilan tipikor, Badan KUHAP sudah disusun lebih akademis kedua RUU Narkotika Nasional, dari 10 tahun silam. itu Tap MPR tidak Pusat Pelaporan dan menjadi rujukan.’’ Analisis Transaksi Dari Jakarta, hakim agung Gayus Keuangan, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme, serta pengadilan Lumbuun menegaskan lex specialis derogat legi generalis sebagai asas huHAM. Menurut Chatarina, RUU KUHP dan kum harus diterapkan dalam kedua UU itu. KUHP dan KUHAP yang mengatur tindak pidana umum atau lex generalis berbeda dengan tindak pidana khusus sehingga nanti harus dicantumkan aturan peralihan. “Untuk menghindari konflik lembaga yang menggunakan UU spesialis, itu harus direspons pemerintah dan DPR.’’ Gayus juga mendesak dua pasal dalam kedua RUU yang mengebiri kewenangan MA dicabut. Keduanya ialah Pasal 250 ayat 3 RUU KUHAP yang mengatur MA tidak bisa lagi membuat putusan lebih tinggi ketimbang putusan pengadilan di bawahnya dan Pasal 84 RUU KUHP yang mengatur putusan bebas murni tak boleh lagi diperiksa MA. Anggota Komisi III DPR dari PPP Ahmad Yani mendukung dibuatnya aturan peralihan untuk lembaga yang menangani pidana khusus. (*/ Ant/X-8)
    • SELEKTA 2 MINGGU, 2 MARET 2014 Tetap Berdedikasi meski dalam Sunyi LIMA sosok istimewa peraih Kick Andy Award kembali terpilih. Mereka menjadi pahlawan-pahlawan inspiratif yang tetap berdedikasi meski dalam kesunyian dan jauh dari publikasi. Penjurian dilakukan oleh Rektor UIN Jakarta Komaruddin Hidayat, aktivis Yenny Wahid, sosiolog Imam Prasojo, budayawan Romo Mudji serta voting pemirsa di Kickandy.com. Sosok inspiratif pertama dr Lie Agustinus Dharmawan dari Jakarta. Peraih gelar S-3 di Jerman dengan empat spesialisasi kedokteran itu kembali ke Indonesia setelah hidup nyaman selama 18 tahun di negara orang. Ia merintis rumah sakit apung untuk memberikan pengobatan gratis kepada masyarakat kurang mampu di pesisir Sumatra hingga Maluku. “Beliau seorang dokter yang tidak puas hidup di kota saat memikirkan akses layanan kesehatan yang terbatas,” ujar mantan Wapres RI Jusuf Kalla, dalam acara malam penghargaan Kick Andy Award 2014 yang ditayangkan Metro TV, tadi malam. Selanjutnya, Eko Mulyadi, 31, berhasil mengangkat derajat penyandang tunagrahita melalui usaha budi daya ikan lele dan ayam petelur. Kini, sebanyak 98 orang tunagrahita dan 290 KK miskin di desanya telah dibantu untuk mandiri. Penghargaan selanjutnya diberikan kepada seorang sarjana lulusan terbaik di Universitas Airlangga, drh Suparto, yang memilih pulang kampung ke Jatim. Ia berhasil mengembangkan peternakan ayam petelur yang pada 2008 hanya berjumlah 500 ekor menjadi 150 ribu ekor. Sosok lain, Fitri Nugraha Ningrum, sarjana yang telah menjadi tunanetra sejak usia 4 tahun, fokus membantu keberlangsungan pendidikan bagi anak kurang mampu di Solo dan Lombok Barat, lewat Yayasan Al Fitrah. Sosok kelima ialah Slamet Suriawan Sahak. Berbekal linggis dan cangkul, ia berjuang membelah bukit selama hampir 30 tahun untuk mencari aliran sungai demi mengaliri de- sanya, Desa Ijo Balit, Lombok Timur. Selain lima sosok itu, tim juri pun memutuskan untuk memberikan penghargaan Kick Andy Young Heroes 2014 kepada dua remaja berusia 17 tahun, Adeline Tiffanie Suwarna dan Gayatri Wailissa serta penghargaan Kick Andy Heroes 2014 versi pemirsa diberikan kepada Pande Putu Setiawan. Pande meninggalkan jabatan manajer di sebuah perusahaan besar demi kembali ke kampung halamannya di Songan, Bali, untuk bekerja secara sosial. “Ternyata Ibu Pertiwi masih melahirkan jiwa-jiwa terpuji,” ujar Wapres Boediono, saat memberikan penghargaan kepada Pande. (Vei/S-5) MI/SUMARYANTO KICK ANDY HEROES: Wakil Presiden Boediono bertepuk tangan seusai memberikan penghargaan Kick Andy Heroes kategori pilihan pemirsa kepada Pande Putu Setiawan, di Grand Studio Metro TV, Jakarta, Sabtu (22/2). Tiada Strategi Kedaulatan Pangan Pekan depan, harga cabai diperkirakan berangsur turun karena mendapatkan pasokan dari sentra-sentra yang mulai panen. ANSHAR DWI WIBOWO T MI/ANGGA YUNIAR ZIKIR BERSAMA: Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh memberi sambutan disaksikan Pemimpin Majelis Dzikir As-Samawat Al Maliki Syaikh KH Sa’adih Al Batawi (kedua dari kanan) dan Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah (kanan) saat zikir bersama di Taman Plaza, Tangerang, Banten, kemarin. Zikir akbar diikuti ribuan masyarakat, anak yatim, dan pegawai Pemkot Tangerang. Surya Bangkitkan Semangat Ukhuwah Islamiah KETUA Umum Partai NasDem Surya Paloh melakukan zikir akbar bersama 1.500 anak yatim, sekitar 10 ribu pegawai Pemerintahan Kota Tangerang, dan jemaah Majelis Dzikir Assammawat Al Maliki di depan Masjid Raya Al Azhom, Jl Ksatrian Sudirman, Kota Tangerang, Banten, kemarin. Pada kegiatan yang digelar dalam rangkaian HUT ke-21 Kota Tangerang sekaligus menyongsong Pemilu 2014 itu, Surya mengingatkan kembali pentingnya persatuan untuk mengatasi persoalan bangsa. Masalah yang terjadi di Indonesia, ujarnya, tidak hanya bisa diselesaikan oleh satu kelompok, satu partai politik, ataupun satu golongan. “Permasalahan bangsa ini hanya bisa diselesaikan kalau kita menyadari kita punya masalah, kita ingin bersatu, kita ingin membangun semangat kekuatan di antara kita, dan menyelesaikan masalah itu berdasarkan semangat ukhuwah islamiah,” kata Surya dalam sambutannya. Bangsa Indonesia, imbuh dia, begitu bangga menghadirkan Seusai acara, Surya kepada peraturan perundang-undangan yang baru, bahkan setiap hari wartawan menyatakan Partai bisa membuat undang-undang. NasDem akan mematuhi aturan Namun, ketika tidak ada kesa- moratorium iklan kampanye daran mengenai betapa penting- politik yang ditetapkan Kominya arti undang-undang, pelang- si Penyiaran Indonesia (KPI). “Moratorium bila bisa dilakukan, garan terus saja terjadi. “Bahkan undang-undang bu- apa salahnya? Jangan terkesan seakan NasDem kan lagi untuk ketua umumditaati, bukan nya mempunyai untuk diikuti, “Permasalahan bangsa ini melainkan unhanya bisa diselesaikan kalau media, juga Ical (Aburizal Bakrie) tuk disiasati. kita menyadari kita punya dan Hanura juga Nah, rugilah masalah, kita ingin bersatu, p u ny a m e d i a . kita sebagai suSaya tegaskan atu bangsa.” kita ingin membangun kalau aturan Surya menesemangat kekuatan bisa dijalankan, gaskan, kedadi antara kita.” NasDem akan tangannya dapatuhi,” tandaslam zikir akbar nya. tersebut atas Namun, ia undangan Wali Ketua Umum Partai NasDem mempertanyaKota Tangerang kan kenapa aturan itu diberArief R Wismansyah. “Ini inisiatif Wali Kota mengun- lakukan secara tiba-tiba jelang dang alim ulama dan saya untuk kampanye terbuka pada 16 Maret menghadiri peringatan hari jadi mendatang. “Sepertinya pemilik Kota Tangerang. Saya diundang otoritas senang mencari polemik. adik saya yang kini menjabat Jangan tiba-tiba seperti ini. Ini wali kota. Saya memberikan soal iklan, pekerja marketing bisa semangat agar Kota Tangerang protes. Seharusnya ada skala prioritas, apalah artinya kampanye lebih maju.” Surya Paloh yang tinggal belasan hari lagi.” Dalam sambutannya pada zikir akbar, Arief R Wismansyah mengajak masyarakat Kota Tangerang turut menyukseskan pemilu legislatif dan pemilu presiden. “Jangan golput. Saya minta di pemilu nanti, masyarakat Kota Tangerang menyalurkan suaranya sesuai hati nurani. Masa depan Indonesia ada di tangan rakyat dalam menentukan pemimpin.” Wali kota juga meminta warga Kota Tangerang ikut menjaga keamanan selama proses pemilu. Ia mengingatkan, beda pilihan ialah hal biasa, tetapi yang terpenting harus satu sikap dalam menjaga kebersamaan. Pemimpin Majelis Dzikir Assammawat Al Maliki KH Sa’adih Al Batawi menambahkan, pemilu itu ialah sarana untuk melahirkan pemimpin bangsa yang mampu mengemban amanah dan membawa kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia. “Karena itu, pemilu harus dilaksanakan dengan baik. Mari kita semua menyalurkan suara demi masa depan bangsa ini.” (SM/EB/*/X-8) ERLEPAS dari faktor alam yang dapat mengganggu produktivitas tanaman hortikultura seperti cabai, pemerintah agaknya belum optimal membangun strategi kedaulatan pangan. Akibatnya, siklus lonjakan harga yang tiba-tiba tinggi selalu berulang. “Menurut saya, yang jadi persoalan pemerintah tidak punya strategi untuk kedaulatan pangan. Tidak punya peta di mana tanaman cocok karena hanya mengandalkan kepentingan pasar dunia,” ujar Ketua Serikat Petani Indonesia (SPI) Henry Saragih melalui telepon, kemarin. Henry mencontohkan Provinsi Riau. Lahan perkebunan sawit di sana selalu dianggap tidak bisa memproduksi tanaman hortikultura semisal sayuran ataupun cabai. Padahal praktiknya, anggota SPI di sana sedang memanfaatkan lahan kelapa sawit seluas 5 hektare untuk menanam cabai yang bisa menghasilkan sekitar 4-5 ton per hektare sekali panen. Ia mengklaim, petani sawit juga mudah diarahkan untuk menanam cabai dan jenis sayuran lainnya untuk memenuhi kebutuhan pangan. Terlepas dari itu, petani cabai memang masih dihadapkan sejumlah persoalan seperti hama dan fluktuasi harga. Untuk itu, pertanian cabai seharusnya tidak hanya berpusat di salah satu sentra produksi. Di Pasar Tomang Barat, Jakarta Barat, kenaikan harga cabai sudah terjadi sekitar tiga hari yang lalu. Menurut salah satu pedagang, Ucup Murwudi, 36, harga cabai merah keriting naik dari Rp25 ribu per kg menjadi Rp30 ribu per kg, sedangkan harga cabai rawit hijau naik dari semula Rp32 ribu per kg menjadi Rp36 ribu ribu kg. “Harga cabai rawit merah yang naik fantastis. Semula Rp50 ribu per kg, kini harganya Rp80 ribu per kg,” katanya. Asmen Usaha dan Pengembangan Pasar Induk Kramat Jati Sugiono melaporkan, harga cabai rawit merah yang tercatat melonjak paling tinggi jika dibandingkan dengan komoditas cabai lainnya mulai berangsur turun. Saat ini sudah ada di kisaran Rp45 ribu-Rp50 ribu per kg dari sebelumnya yang Rp60 ribu per kg. “Penurunan karena sudah ada pasokan dari daerah Sulawesi,” katanya. Ia memperkirakan, pekan depan harga akan kembali turun karena mendapatkan pasokan dari sentra lain. Masih tinggi Berdasarkan pantauan Media Indonesia di sejumlah daerah, harga komoditas cabai, terutama cabai rawit masih tinggi. Di Klaten, Jawa Tengah, harga cabai rawit di pasar tradisional telah menembus Rp75 ribu per kg. Pedagang di Pasar Klaten, Purwaningsih, 43, kemarin, mengatakan dalam sepekan harga cabai rawit hampir setiap hari naik. Di Banyumas, Jawa Tengah, pasokan cabai rawit merah ke para pedagang di sejumlah pasar merosot hingga 80%. Jika sebelumnya setiap pedagang mendapat 5 kg cabai rawit merah, mereka kini hanya mendapatkan 1 kg. Minimnya pasokan membuat harga melonjak dari Rp25 ribu hingga Rp30 ribu per kg menjadi Rp70 ribu per kg. “Saya hanya mendapatkan 1 kg, padahal sebelumnya 5 kg,” kata Kamidah, 45, salah seorang pedagang di Pasar Wage, Purwokerto. Mukiyem, 57, seorang pedagang di Pasar Kliwon Selatan, Temanggung, Jawa Tengah, mengaku menjual cabai sret seharga Rp52 ribu per kg, dan cabai rawit Rp35 ribu per kg. Di Kalimantan Selatan, harga cabai kebutuhan pokok lainnya masih tinggi meski pasokan yang sebagian besar berasal dari Pulau Jawa, Sulawesi, dan Nusa Tenggara cukup lancar. Harga cabai di pasaran yang sebelumnya berkisar antara Rp30 ribu-Rp35 ribu per kg kini naik dan bertahan di kisaran Rp60 ribu-Rp65 ribu per kg. Namun di Pasar Pa’baeng-baeng, Makassar, Sulawesi Selatan, harga cabai masih stabil Rp17 ribu-Rp18 ribu per kg. (*/JS/LD/TS/DY/LN/E-4) anshar@mediaindonesia.com Kirimkan tanggapan Anda atas berita ini melalui e-mail: interupsi@mediaindonesia.com Facebook: Harian Umum Media Indonesia Twitter: @MIdotcom Tanggapan Anda bisa diakses di metrotvnews.com Negara Asia Timur Bertemu Dukung Palestina ANTARA/ANDIKA WAHYU KEMERDEKAAN PALESTINA: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyampaikan pidato saat membuka The 2nd Conference on Cooperation Among East Asian Countries for Palestinian Development (CEAPAD II) di Jakarta, kemarin. NEGARA-NEGARA Asia Timur bertemu di Jakarta untuk membantu pengembangan ekonomi Palestina. Menteri Luar Negeri Indonesia Marty Natalegawa saat membuka Konferensi ke-2 Kerja Sama Antarnegara Asia Timur untuk Pembangunan Palestina (The 2nd Conference on Cooperation Among East Asian Countries for Palestinian Development/CEAPAD II) di Kantor Kementerian Luar Negeri, Jakarta, kemarin, mengatakan bantuan kepada Palestina diberikan dengan cara membangun sumber daya manusia dan ekonomi negara itu. Pada Konferensi CEAPAD II, sebanyak 31 delegasi yang terdiri dari 13 negara peserta, 5 organisasi internasional, dan 13 negara pemantau seperti AS, Austra- lia, Norwegia, India, Uni Eropa, Quartet Office, dan sejumlah negara Timur Tengah turut hadir. Menurut Marty, solidaritas rakyat Indonesia untuk Palestina sudah mantap sejak Konferensi Asia-Afrika digelar di Bandung pada 1955. Untuk merealisasikan bantuan kepada Palestina pada CEAPAD II, digandeng Kamar Dagang Indonesia dan Islamic Development Bank. Kedua lembaga itu akan menggelar forum bisnis bagi negara-negara di Asia Timur dan Palestina. “Salah satu tujuan CEAPAD II, yakni negara partisipan mengidentifikasi program pembangunan untuk diimplementasikan bagi pertumbuhan nasional Palestina,” ujar Marty. Selain itu, anggota CEAPAD juga akan membuka jalan bagi jaringan hubungan komersial antara sektor privat Palestina dan Asia Timur. Di kesempatan sama, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengungkapkan harapannya agar negara-negara di dunia, khususnya di Asia Timur, bisa berkontribusi untuk pembangunan Palestina. Tidak hanya itu, Indonesia juga mengajak negara peserta mendukung Palestina menjadi anggota tetap PBB. SBY menyebutkan pertemuan CEAPAD II merupakan momentum untuk memperbarui kerja sama negara partisipan guna mendukung Palestina. “Bisa dilakukan dengan memperkuat peran sektor swasta dalam upaya pembangunan ekonomi Palestina. Diharap- kan otoritas Palestina mampu menarik investor asing ke negara tersebut.” SBY meminta seluruh peserta untuk terus menguatkan dukungannya menjadikan Palestina merdeka dan berdaulat. Sementara itu, Menteri Luar Negeri Jepang Fumio Kishida mengatakan proses perdamaian Palestina menjadi poin penting dalam stabilitas kawasan di Timur Tengah. CEAPAD, lanjutnya, bisa menjadi contoh bagi dunia untuk membangun perdamaian lewat inisiatif berkala. Sebelumnya, CEAPAD I telah digelar pada Februari 2013 di Jepang. “Saya meyakini partisipasi negara peserta menunjukkan determinasi umum untuk membantu pembangunan di negara Palestina.” (Kid/Che/T-3)
    • UMUM 4 4 Umum minggu, 2 maret 2014 Penderita ISPA Tembus 30 Ribu Pemprov Riau mengajukan bantuan penambahan 200 ribu masker kepada pemerintah pusat. J Rudi Kurniawansyah umlah penderita infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) di Provinsi Riau kini meningkat. Tercatat lebih dari 30 ribu warga Riau yang tersebar di 12 kabupaten/kota terserang penyakit tersebut akibat kabut asap. Data yang masuk ke Dinas Kesehatan Provinsi Riau itu berasal dari puskesmas dan rumah sakit terdekat. Masih ada warga yang belum berobat dan memilih berada di dalam rumah sehingga tidak terdata. Dalam sebulan terakhir data yang masuk ke Dinas Kesehatan Riau sebanyak 27.200 warga terkena ISPA. “Jumlah yang tercatat dalam laporan ini baru dari warga yang memeriksakan diri ke puskesmas dan rumah sakit. Jumlah sebenarnya bisa jauh lebih besar,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Riau Zainal Arifin, kemarin. Selain lonjakan penderita ISPA, penyakit asma 1.031 warga juga kambuh, disusul iritasi kulit 1.365 orang, iritasi mata 742 orang, dan 516 orang terkena penyakit kronis pneumonia. Menurut Zainal, berdasarkan indeks standar pencemaran udara, kualitas udara di Riau terus memburuk. Seperti di Kota Pekanbaru, terpantau tingkat polusi udara selama tiga pekan di atas 150 atau masuk kategori berbahaya. “Jika terpaksa berada di luar rumah, warga diimbau untuk menggunakan masker, mengenakan baju lengan panjang serta memakai kacamata,” jelasnya. Sejauh ini, kata Zainal, pihaknya sudah membagikan 130 ribu masker kepada warga. Di samping itu, Dinas Kesehatan Riau juga mengajukan permohonan bantuan tambahan 200 ribu masker kepada pemerintah pusat. Bantuan helikopter Selain masalah ISPA, Pemprov Riau kini fokus memadamkan api di wilayah konservasi Cagar Biosfer Giam Siak Kecil Bukit Batu di Kabupaten Bengkalis. Kawasan itu kini menjadi salah satu lokasi kebakaran paling parah di Riau. Komandan Satgas Udara Tanggap Darurat Asap Riau, Kolonel Pnb Andyawan, menjelaskan pemadaman api menggunakan dua helikopter milik Sinar Mas yang diperbantukan dalam tanggap darurat. “Upaya pemadaman saat ini dilakukan di lokasi kebakaran yang asapnya mengarah ke Kota Pekanbaru. Pemadaman juga dilakukan di darat. Saat ini jumlah titik api yang telah dipadamkan dari 92 titik menjadi 46 titik,” terangnya. Selain di Riau, kabut asap juga menyebar ke provinsi lain. Beberapa wilayah di Provinsi Bengkulu dan Sumatra Utara juga diselimuti kabut asap yang diduga dari Sumatra Barat dan Riau. Kebakaran hutan di Riau mendapat perhatian Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan. Menurut Menhut, kebakaran lahan yang saat ini terjadi terbanyak di lahan warga. “Kalau hutan yang terbakar hanya sedikit, sekitar 15%-20%, sedangkan mayoritas atau 85% yang terbakar perkebunan di lahan milik masyarakat,” terang Zulklifi Hasan saat dihubungi Media Indonesia, kemarin. (BG/MY/ PS/*/N-3) rudi@mediandonesia.com ANTARA/Muhammad Arif Pribadi JARAK PANDANG TERBATAS: Para pengendara harus berjalan perlahan saat melintasi jalan yang diselimuti kabut asap, di daerah Batu Hampa, Kabupaten Limo Puluah Kota, Sumatra Barat, kemarin. Kabut asap pekat kiriman dari Provinsi Riau itu membuat jarak pandang terbatas. Sertifikasi Halal Sebaiknya Sukarela SERTIFIKASI halal Majelis Ulama Indonesia (MUI) hendaknya tidak perlu bersifat wajib tetapi lebih ke sukarela. Selain itu, perlu membuat regulasi dan sistem yang baik menyangkut sertifikasi halal tersebut. Pendapat itu disampaikan Ketua Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi dan Sekjen Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman (GAPMMI) Franky Sibarani, saat dihubungi secara terpisah di Jakarta kemarin. “Sertifikasi halal tidak perlu bersifat wajib, kecuali di beberapa daerah yang penduduknya mayoritas nonmuslim, seperti Bali. Sebabnya, wisatawan yang datang sebagian besar muslim,” lanjut Tulus terkait pro dan kontra sertifikasi halal MUI. Menurutnya, MUI yang menyelenggarakan pun tidak apa-apa asal dibuat sistem yang jelas mengenai pertanggungjawaban kepada negara. Selama ini, tambahnya, biaya sertifikasi halal untuk usaha mikro Rp0-Rp2 juta. Sedangkan untuk usaha makro berkisar Rp2juta-Rp5 juta untuk dan uji laboratorium di luar akomodasi. Di sisi lain, Franky Sibarani mengatakan selama ini sertifikasi halal MUI bersifat sukarela, karena tidak diatur lewat undang-undang pangan yang digunakan oleh GAPMMI. “Kalo mau pakai silakan, nggak mau juga silakan. Tidak harus ada sertifikasi, namun diatur di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dengan memberi tanda tertentu,” jelas kata Franky. Makanan yang tidak ada sertifikasi halal dari MUI, tambahnya, harus mencantumkan pemberitahuan tentang kandungan bahan makanan yang dilarang di dalamnya. “Sebetulnya tidak sulit mendapatkan sertifikasi MUI, jika semua bahan bakunya dari dalam negeri. Hal itu menjadi sulit ketika ada bahan baku dari luar negeri. Yang mahal itu biaya tambahan buat proses sertifikasi, dan biaya operasional untuk pengecek­ an alat-alat produksi ke luar daerah,” kata Franky lagi. Mengenai audit yang akan dilakukan terhadap MUI, Franky mengaku tidak bisa berkomentar banyak. Menurutnya, hal tersebut merupakan kewenangan pemerintah. (*/X-7) REUTERS/David Mdzinarishvili RUSIA MASUK KE CRIMEA: Tentara Rusia mengambil posisi siaga di sekitar Gedung DPRD di Kota Crimea, Ukraina, kemarin. Menteri Pertahanan Ukraina mengatakan sekitar 6.000 tentara Rusia masuk dan menguasai kota dan dua bandara di Crimea. Obama Peringatkan Putin agar tidak Campuri Ukraina Presiden Amerika Serikat Barack Obama memperingatkan pemimpin Rusia Vladimir Putin agar tidak mengintervensi kedaulatan Ukraina yang pernah menjadi koloni Uni Soviet. Peringatan keras Obama itu datang setelah Moskow secara terbuka mengirim pasukan ke Semenanjung Crimea, Ukraina, yang mayoritas penduduknya beretnik dan berbahasa Rusia. Tindakan Putin yang menjadi penyokong presiden terguling Viktor Yanukovych itu dinilai Obama dan pemerintah sementara Ukraina sebagai bentuk provokasi dan tidak bisa ditoleransi. ‘‘Kami sangat prihatin dengan adanya laporan mengenai pergerakan militer yang dilakukan Federasi Rusia di wilayah Ukraina,’’ kata Obama, kemarin. Menurutnya, setiap pelanggaran kedaulat­ an Ukraina akan memperkeruh situasi. Amerika Serikat, ujarnya, akan berdiri bersama masyarakat internasional untuk menegaskan adanya ganjaran atas upaya intervensi mili- ter apa pun di Ukraina. Sebelumnya, sepekan setelah Yanukovych digulingkan, sekelompok orang bersenjata menguasai dua bandara di Crimea pada Jumat (28/2). Pemerintah sementara di Kiev menggambarkan hal itu sebagai bentuk invasi dan pendudukan pasukan Moskow di wilayah yang penduduknya mayoritas beretnik Rusia. Presiden sementara Ukraina, Oleksander Turchynov, meminta Moskow untuk berhenti memprovokasi karena akan menimbulkan benih disintegrasi atas kedaulatan negara itu. Rusia, kata dia, sedang mencoba membangun konflik di Ukraina. ‘‘Federasi Rusia memulai agresi terhadap negara kami. Di bawah kedok latihan militer, mereka menyebarkan pasukan ke wilayah Crimea.’’ Seorang sumber mengatakan 13 pesawat Rusia telah mendarat membawa 450 personel dan sedikitnya 10 helikopter militer Rusia terbang di atas Crimea. (Reuters/BBC/ Hym/T-3)
    • UMUM MINGGU, 2 MARET 2014 5 Aksi Hijau di Tengah Kota PULUHAN mahasiswa yang tergabung dalam London School of Public Relation Climate Change Champion Club (LSPR 4C) menggalang aksi nyata peduli lingkungan dengan berkebun di Casa Goya Residence, Jakarta, kemarin. “Melalui kegiatan berkebun, para mahasiswa menanam sayur dan buah-buahan untuk meningkatkan daerah hijau di Jakarta, terutama di lahanlahan terbengkalai. Selain itu, mereka juga diajari membuat lubang resapan alias biopori di lokasi penanaman,” ujar President LSPR 4C Regent. Aktivitas berkebun itu, lanjut Regent, selain membantu mengurangi polusi, juga sebagai dasar ketahanan pangan masyarakat, yakni dapat membantu memenuhi kebutuhan sayur dan buah. “Di lingkungan perkotaan padat seperti Jakarta banyak yang berpikir gaya hidup ramah lingkungan sulit dilakukan. Melalui kegiatan gardening class ini kami ingin memotivasi masyarakat khususnya warga Jakarta bahwa dengan lahan terbatas, kegiatan berkebun bisa dilakukan,” ujar Regent. Dalam kesempatan yang sama Co-Inisiator Indonesia Berkebun Sigit Kusumawidjaya mengaku sangat mengapresiasi semangat para mahasiswa yang mengadiri Indonesia berkebun. “Antusiasme mereka baik sekali. Saya turut mengapresiasi terutama karena mereka ini anak-anak muda,” tutur Sigit. Apresiasi senada disampaikan Promotion Manager Casa Goya Residence Wisnu Priyanto. “Kami sangat mengapresiasi semangat anak-anak muda yang hadir hari ini. Kami siap memberikan dukungan karena sejak awal visi Casa Goya memang landed house yang ramah lingkungan. Karena itu, dengan senang hati kami menyediakan lahan untuk kegiatan berkebun hari ini,” ucap Wisnu. Selain kegiatan berkebun, juga ada kegiatan Mangrovement di lahan-lahan pesisir sekitar Jakarta, pengumpulan kertas bekas, kampanye diet plastik, aksi 3R (reduce, reuse, recycle). “Selama ini semangat cinta lingkungan sudah menyebar dengan baik di kalangan mahasiswa LSPR 4C. Seperti kegiatan hari ini, kami tidak pernah kesulitan mengumpulkan partisipan. Semangat yang sama ingin kami tularkan ke masyarakat di luar LSPR 4C agar gaya hidup hijau benar-benar bisa terwujud terutama di Jakarta terlebih dahulu, bukan sekadar tagline atau kalimat kampanye tanpa aksi,” tandas Regent. (YA/J-2) ANTARA/SIGID KURNIAWAN AKSI TOLAK POLITIK UANG: Warga yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Anti Politik Uang membentangkan bendera merah putih berukuran 8x10 meter dalam aksi kampanye menentang politik uang di kawasan Nol Kilometer, Yogyakarta, kemarin. Aksi itu untuk mengingatkan caleg dan parpol yang akan berkampanye jelang pemilu 9 April nanti. 4 Parpol Serahkan Laporan Dana Kampanye Transparansi dan kejelasan sumber dana kampanye untuk pemilu harus jelas dan jauh dari tindak pidana pencucian uang. ABDUS SYUKUR E mpat partai politik, yakni Partai NasDem, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Keadilan Sejahtera (PKS), serta Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) menyampaikan laporan dana kampanyenya ke Komisi Pemilihan Umum (KPU), kemarin. Dengan demikian, satu hari menjelang batas akhir, sudah enam parpol yang menyerahkan laporan dana kampanye ke KPU. Laporan yang disampaikan merupakan laporan periode kedua, berupa rekening khusus dan rekening dana kampanye. Adapun yang pertama ialah laporan awal berupa sumbangan yang diserahkan pada 27 Desember 2013. “Hari ini NasDem melaporkan dana kampanye serentak di semua tingkatan se-Indonesia. Untuk di pusat, dana kampanye yang dilaporkan sebesar Rp139,577 miliar, dengan perincian dari caleg Rp95,75 miliar, sumbangan partai Rp2,6 miliar, dan laporan awal Rp41,227 miliar,” kata Ferry Mursyidan Baldan, Ketua Badan Pemenangan Pemilu DPP NasDem, yang didampingi Franky Turtan, bendahara, dan Wismen A Razak, Kepala Sekretariat DPP NasDem. Dana sebesar Rp 139,577 miliar yang dilaporkan menjadi satu dalam rekening khusus tersebut, sebagian sudah digunakan DPP NasDem dan para calegnya untuk berbagai keperluan. “Sumber dana dan keuangan NasDem dikelola dengan jelas dan sesuai tingkat kewajaran Megawati Tegaskan Risma tidak akan Mundur KETUA Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri menilai Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini merupakan pejabat yang cerewet, tetapi baik. “Bu Risma itu seorang ibu dan cerewet, bahkan dia lebih cerewet dari saya, tapi dia orangnya baik,” katanya di hadapan mahasiswa dan sivitas akademika Universitas Surabaya, kemarin. Saat mengawali kuliah umum bertajuk Memperkokoh Kebhinnekatunggalikaan Indonesia: dari Primordial ke Sipil-Politik”, ia menyampaikan hal itu sambil menunjuk Risma. “Karena itu, saya katakan kepada teman-teman pers bahwa Bu Risma dan Pak Wisnu Sakti Buana (Wakil Wali Kota Surabaya) tidak ada masalah, saya minta Bu Risma tetap memimpin Surabaya,” katanya. Dalam acara yang juga menampilkan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo, Megawati meminta Risma memimpin Surabaya dan bekerja sama dengan Wisnu Sakti Buana secara erat. “Saya katakan bahwa tahun ini bukan saja tahun politik, tapi tahun yang menentukan, apakah bangsa ini sudah dapat berdemokrasi secara benar seperti tahun 1955 atau masih tetap belajar berdemokrasi karena di sana-sini masih melakukan kecurangan,” ujarnya. Selain itu, Mega juga berpesan kepada Wisnu untuk senantiasa mendampingi Risma selama menjalankan tugas. Tidak perlu mendengarkan isu kecil, ucap Mega, sebab saat ini masyarakat sudah pintar sehingga bisa menilai apa yang sudah dilakukan pemimpin mereka. Oleh karena itu, Megawati mengajak para mahasiswa untuk menegakkan kepala dan bangga menjadi bangsa Indonesia. Selain itu, tidak mengerdilkan diri dengan selalu meminta bantuan kepada orang asing. Dalam kesempatan itu, Joko Widodo menilai Risma dan Wisnu sebenarnya merupakan pasangan yang sangat rukun, tapi karena tahun ini merupakan tahun politik, maka semuanya ‘digoreng’. “Mereka rukun banget, lho. Lha wong berangkat satu mobil, di ruang tunggu (Bandara Juanda Surabaya) pun bersama-sama, tapi ya itu tadi ada yang ‘menggoreng’ yang senang kalau kita nggak rukun,” katanya. (HS/P-2) ANTARA/TERESIA MAY PENTAS DEMONSTRAN: Para pemain Teater Koma mementaskan lakon karya seniman N Riantiarno berjudul Demonstran di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Jumat (28/2) malam. Pementasan yang berlangsung hingga 15 Maret 2014 itu mengangkat potret suram bangsa ini dengan permasalahan korupsi, mafia hukum, dan kesejahteraan rakyat yang terabaikan. sumbangan. Seperti dana yang didapatkan para caleg, itu kami klarifikasi dengan teliti,” jelas Ferry. Empat komisioner KPU, yakni Hadar Nafis Gumay, Arief Budiman, Ida Budiati dan Ferry Kurnia Rizkyansyah menerima rombongan Partai NasDem. Adapun PKB, saat melaporkan dana kampanyenya, justru terkesan tertutup kepada wartawan. Namun, diperoleh informasi dari sumber di KPU, total dana kampanye yang dilaporkan PKB sebesar Rp29 miliar. Tidak lama kemudian, DPP PKS menyerahkan laporan dana kampanye dan sumbang-an awal yang totalnya mencapai Rp82 miliar. Libatkan KPK KPU akan melibatkan Komisi Pemberantasan Korupsi dan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan untuk meneliti dana kampanye parpol. “Deputi Pencegahan KPK kemarin melihat prosesnya saja. Tapi setelah ini (semua parpol sudah melaporkan) minta untuk melihat dokumennya,” kata Nur Syarifah, Kepala Biro Hukum KPU, kemarin Ia menjelaskan untuk dapat menindaklanjuti dugaan tindak pidana korupsi oleh parpol ataupun caleg, KPK akan meneliti lebih jauh laporan dana kampanye yang diteruskan KPU dari parpol. (*/P-2) abdus@mediaindonesia.com
    • JEDA 6 MINGGU, 2 MARET 2014 Menyibak Tabir Gelap Kisah Tan Malaka Peneliti asal Belanda Harry Poeze menilai Tan Malaka sebagai tokoh politik dan pejuang tanpa pamrih yang memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. ANTARA/ARIEF PRIYONO MAKAM TAN MALAKA: Masyarakat berdiri di samping makam yang diduga makam Tan Malaka yang sedang dibongkar untuk diteliti, di Desa Selo Panggung, Kecamatan Semen, Kediri, Jawa Timur, Sabtu (12/9). YOSE HENDRA H AMPIR setengah abad, Harry A Poeze melacak jejak Tan Malaka. Ia menggali sejarah Tan Malaka yang sengaja dikubur dan dibikin kabur oleh rezim Orde Baru berpuluh-puluh tahun lamanya. Berdasarkan riset-riset yang dilakukannya sejak 1971, ada dua fragmen lengkap tentang riwayat hidup Tan Malaka. Buku pertama, Tan Malaka: Strijder voor Indonesie’s Vrijheid : Levensloop van 1897 tot 1945 (Tan Malaka: Pejuang Kemerdekaan Indonesia; 1897-1945), lahir pada 1976. Itu merupakan sebuah disertasinya dalam mengambil gelar doktor di almameter yang sama. Selanjutnya, Poeze menerbitkan sebuah telaah lengkap babak akhir Tan Malaka di masa revolusi hingga nyawanya berakhir di tangan saudara sebangsa sendiri. Buku berjudul Verguisd en Vergeten; Tan Malaka, de Linkse Beweging en de Indonesische Revolutie, 1945-1949 (Dihujat dan Dilupakan; Tan Malaka, Gerakan Kiri, dan Revolusi Indonesia itu terbit Juni 2007 silam. Awal 2014 ini, buku Tan Malaka, Gerakan Kiri, dan Revolusi Indonesia jilid 4 diterbitkan. Bahkan, Poeze sendiri terbang ke Indonesia untuk membedah dan mengenalkan buku ini ke kampus-kampus, kelompok tertentu hingga road show ke mediamedia. Poeze diagendakan menggelar diskusi soal Tan Malaka sekaligus peluncuran buku tersebut di C20 Library Surabaya pada 7 Februari lalu. Namun, acara itu dibubarkan paksa oleh ormas yang mengatasnamakan Islam. Memburu hingga ke Dalam Kubur MENEMUKAN Tan Malaka adalah bagian hidup Harry A Poeze, 67, seorang peneliti dari ‘Negara Kincir Angin’. Ia rela meninggalkan negaranya hanya untuk mencari jejak dan kuburan Tan Malaka. Selama 43 tahun waktu yang telah dihabiskan tentu bukan masa yang singkat dan pastinya banyak suka-duka mengiringi langkah peneliti pria berkebangsaan Belanda itu. Sebenarnya, siapakah Tan Malaka. Lalu apakah Harry A Poeze berhasil menemukan kuburan Tan Malaka yang memiliki nama lengkap Ibrahim Datuk Tan Malaka? Berikut petikan wawancara khusus wartawan Media Indonesia Furqon Ulya Himawan dengan Harry A Poeze saat berada di Yogyakarta pada Sabtu (15/02) lalu. Apa menariknya Tan Malaka bagi Anda? Sejak kapan Anda meneliti Tan Malaka? Ketika saya melakukan penelitian, saya merasakan bahwa referensi keberadaan Tan Malaka sangatlah kurang, sehingga saya melakukan mulai turun ke tempat-tempat yang pernah disinggahi Tan Malaka di Belanda. Saya pergi ke Harlem, tempat sekolah Tan Malaka di Belanda, melihat arsip sekolah, dan saya Sejak 1971, bermula ketika saya hendak mengerjakan skripsi sebagai mahasiswa di Amsterdam, jurusan ilmu politik, tentang sejarah pergerakan di Indonesia waktu Hindia Belanda, dan saya tertarik dengan tokoh Tan Malaka. Tan Malaka tokoh sekaligus pelopor pergerakan penting di Indonesia, dan namanya dikenal sampai dunia internasional. Sosoknya misterius dan sepak terjangnya menjadi teka-teki karena selama puluhan tahun tidak ditemui keberadaannya. Gerakannya di wabah tanah, karena dianggap membahayakan kolonial dan menjadi buronan interpol. Tan Malaka orangnya licin dan cerdik, tidak mudah ditangkap, sampai-sampai ada yang mengatakan Tan Malaka bisa menghilang, ada di sini, ada di sana dan ada di mana-mana. Dan saya ingin menguak teka-teki itu. Lalu apa yang Anda lakukan? mencari murid-murid yang sekelas dengan Tan Malaka pada waktu sekolah guru di Harlem. Penulisan skripsi saya berhasil dan selesai pada 1972. Saya mendapatkan sumber-sumber baru di lapangan. Anda mencari Tan Malaka sampai dalam kuburnya? Iya, karena itu mimpi yang harus saya wujudkan dan sudah menjadi bagian dari hidup saya. Saya sudah 20 tahun kenal baik dan sangat dekat dengan keluarga Tan Malaka. Waktu itu, belum banyak yang memberikan perhatian kepada Tan Malaka. Keluarga Tan Malaka tidak mempunyai ruang gerak untuk melakukan penelitian. Dan saya mendapatkan dukungan yang besar dari keluarga Tan Malaka untuk menuntaskan penelitian sampai menemukan di mana kuburnya. Anda yakin kalau yang Anda temukan adalah kuburan Tan Malaka? Berdasarkan hasil uji forensik, saya yakin dan tidak ada kesangsian Padahal, jelas Tan menggagas Pan Shanghai, Kanton, Manila, Saigon, Islamisme, yang memadukan Islam Bangkok, Hong Kong, Singapura, dankomunisme untuk melawan Rangon, dan Penang. imperialisme. Ia juga memutuskan Sepanjang hidup, Tan menggukeluar dari Partai Komunis Indo- nakan 23 nama samaran. Antara nesia (PKI) pada 1927. Jalan terjal lain, Ong Song Lee sewaktu di Hong yang dihadapi Poeze meneliti dan Kong; Elias Fuentes, Alisio Rivera, mengenalkan Tan Malaka belum dan Estahislau Rivera sewaktu di diapresiasi layak oleh bangsa ini. Filipina; Hasan Gozali sewaktu di Pergulatan Tan melalui laman Singapura, Ossorio, Cheung Kun Tat, komunis mencapai titik nadir pada dan Howard Lee sewaktu di China; Juni 1927. Ia teramat kecewa ketika Tang Ming Sion di Burma; serta gagasannya menyatukan Islam- Legas Hussein, Ramli Hussein, dan komunis tidak mendapat dukungan Ilyas Hussein saat di Indonesia. kuat dari Moskow. Pemberontakan Tan begitu genius menguasai dePKI pada 1926/1927 juga tak per- lapan bahasa, yakni Minangkabau, nah direstuinya padahal, ia seba- Indonesia, gai Wakil Komunis Internasional Belanda, Rusia, Jerman, Ing(Komintern) Asia gris, Mandarin, Tenggara. dan Tagalog. TinTan menggagas Buah kekecedak tanduk Tan di waannya, pada 2 level internasional Pan Islamisme, yang Juni 1927, Tan berjelas benar adanya. memadukan Islam dan sama Djamaluddin komunisme untuk melawan Ia pernah berjuang Tamin dan Subakat di Berlin, Jerman, imperialisme. mendirikan Partai pada 1922, aktif di Republik Indonesia Komintern, pernah (Pari) di Bangkok, Thailand. Sejak jadi caleg di Belanda. itu, ia tidak lagi menjadi anggota Di China, Tan pernah bertemu PKI. Dr Sun Yat Sen. Berkat bantuan Dr Sun, Tan Malaka pun bisa bertolak ke Singapura pada 1924. Adapun Tokoh dunia Tan Malaka yang memiliki nama di Filipina, Tan bergaul dengan fiksi Patjar Merah dalam rentang pemimpin dan pendiri Partai Kolalang buananya di luar negeri ba- munis Filipina seperti Dr Jose Abbad nyak melahirkan pemikiran dan ga- Santos dan Mariano de Santos, serta gasan cemerlang. Bukunya, Naar de terlibat dalam upaya memerdekaRepubliek Indonesia (Menuju Repub- kan negara itu. Karena dianggap sebagai orang lik Indonesia) yang terbit April 1925 di Kanton, China, dan Massa-Actie pertama yang mencetuskan ide (Aksi Massa) ditulis di Singapura republik secara teoretis dan ilmiah, pada 1926, menjadi bacaan wajib Tan Malaka dijuluki M Yamin sebabagi tokoh dan aktivis pergerakan gai ‘Bapak Republik’, seperti halnya Jose Rizal di Filipina, Ho Chi Minh di Tanah Air. Selama 30 masa perantauan ide- di Vietnam, dan George Washington ologisnya, Tan singgah di beberapa di Amerika. Lebih konkret mengenai sepak kota di belahan dunia seperti Amsterdam, Berlin, Moskow, Amoy, terjang Tan Malaka ini dipaparkan kalau kuburan yang saya teliti adalah kuburan Tan Malaka. Hasilnya? Orang yang dikubur seorang lakilaki, mongoloid, tingginya 1,65 meter, umurnya antara 40-60, sangat cocok dengan ciri-ciri Tan Malaka. Orang yang ada di dalam kubur kondisi lengannya berada di belakang tubuh, berarti diikat di belakang sebagai tanda bahwa orang itu dieksekusi atau ditembak mati. Hasil DNA? Sudah beberapa kali dilakukan tes DNA di Indonesia atau di luar negeri untuk dicocokkan dengan keluarga Tan Malaka, tetapi sama sekali tidak mungkin dilakukan. Karena hanya ditemukan 0,25 gram gigi dan 1,1 gram tubuh. Dan ini terlalu susah untuk dilakukan tes DNA. Namun, berdasarkan hasil forensik tidak ada kesangsian kalau yang ada di kuburan itu adalah Tan Malaka. punya satu keinginan, yaitu mendatangi pemakaman Tan Malaka di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta. Apa pun yang terjadi dan apa pun kondisinya, saya akan hadir dalam pemakaman itu. Karena itulah puncak karier penelitian saya. Apakah Anda pernah mendapatkan tekanan selama melakukan penelitian? secara terperinci dalam buku karya Harry A Poeze. Untuk mendukung jalannya revolusi, Tan Malaka melahirkan Gerpolek melalui sebuah stensilan sekitar Oktober 1948. Gerpolek disanjung tinggi oleh AH Nasution sebagai suatu mahakarya dalam dunia militer. Pada 1946, Tan mendirikan Persatuan Perjuangan, yang sempat memunculkan konfrontasi dalam peristiwa 3 Juli 1946, dan menjadi ‘paspor’ bagi Tan meringkuk dalam tahanan. Pada November 1948 ia mendirikan Partai Murba untuk menghimpun kembali pendukungnya yang telah tercerai-berai. Akan tetapi, konstelasi politik dan agresi militer Belanda kedua menghambat perkembangan Partai Murba. Tan malah memilih menyingkir ke Kediri dan bergabung dengan batalyon TNI di bawah pimpinan Sabarudin. Pada Februari 1949 ia hilang dalam ingar bingar revolusi. Sejarawan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Asvi Warman Adam mengatakan gagasan Tan Malaka tetap relevan untuk menjawab ancaman dan tantangan saat ini. Dia menyarankan tulang belulang Tan Malaka dipindahkan ke Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata. Hal itu sebagai bentuk pengakuan negara atas kepahlawanan Tan Malaka dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. “Seharusnya Kementerian Sosial mengambil alih dengan memindahkan makam Tan Malaka ke Kalibata. Di Kediri bisa dibangun monumen,” ujarnya. (M-2) miweekend @mediaindonesia.com curan buku saya dan ini aneh sekali, baru pertama kali. Tapi sayang, ormas tidak mau berdiskusi dan berdialog. Padahal saya membuka ruang diskusi dan kritik dengan siapa saja, mereka tidak mau dan menuntut membubarkan. Hal ini namanya diktator dan melanggar konstitusi kebebasan berpendapat. (M-2) Selama puluhan tahun menjadi peneliti, baru kali ini saya mendapatkan tekanan dari ormas yang melakukan aksi untuk menggagalkan dan membubarkan pelun- Anda telah berhasil menemukan kuburan Tan Malaka, apakah merasa sudah selesai? Menemukan kuburan Tan Malaka bagi saya adalah mimpi yang menjadi kenyataan, dan mungkin sebagai ujung penelitian saya selama ini. Saya sendiri tidak pernah membayangkan akan berhasil. Terlebih bisa menulis detail kematian Tan Malaka yang belum pernah dilakukan orang lain. Namun saya masih HARRY A POEZE MI/FURQON
    • KICK ANDY MINGGU, 2 MARET 2014 7 MI/SUMARYANTO Para bintang tamu yang tampil dalam episode Kick Andy Road to 8th Anniversary, (belakang dari kiri) Imam B Prasojo, Warsito, Komaruddin Hidayat, Romo Mudji, Arief Rahman, Yenny Wahid, Nugie, Uji, dan Kan-Kan. (Depan dari kiri) Vincent, Andy F Noya, dan Desta. Mengapa Andy tidak lagi Kribo Proses rekaman yang durasinya terlampau panjang, tapi dirasa perlu dibagikan ke publik membuat edisi ulang tahun sewindu ini ditayangkan kembali. DIAN PALUPI K ICK Andy kali ini masih merayakan ulang tahun kedelapan program tersebut. Seperti pada tayangan edisi serupa pekan lalu, pembawa acara Andy F Noya menjadi narasumber dan mesti menjawab pertanyaan-pertanyaan dari Vincent dan Desta. Penayangan edisi perayaan menjadi dua episode, kata tim Kick Andy, disebabkan durasi yang terlampau panjang saat proses perekaman yang terlampau berharga buat dipotong. Maka, kali ini kisah-kisah di balik proses rekaman yang tidak diketahui masyarakat diperlihatkan, ditingkahi aksi jenaka Vincent dan Desta. Penonton diingatkan pada proses promosi pertama kali tim Kick Andy, aksi pemuda berambut kribo yang berjalan mengelilingi kota dan menghampiri masyarakat dengan papan iklan yang dipakainya. Ada adegan ia ditarik-tarik polisi karena ingin menyeberang jalan sembarangan. “Itu adalah kejadian nyata, saya sampai malu saat ditarik seperti itu,” ujar Uji, orang yang memerankan pemuda kribo tersebut. Uji yang diundang dan naik ke atas panggung menyatakan, setelah memerankan iklan tersebut, ia mendapat banyak order untuk iklan-iklan lainnya. “Dan iklan Kick Andy ini ternyata menjadi acuan di kampus-kampus juga untuk beriklan,” tambah Uji. Perubahan gaya Bagaimana ketika Bang Andy, sapaan Andy F Noya, yang kribo kini berkepala plontos? “Jangan lihat dari host-nya, tamu adalah inti dan roh dari acara ini,” ujar Andy. Perubahan gaya Andy dilakukan setelah ia melihat sahabatnya, Menuk Suwondo, kehilangan rambutnya karena kanker saat menjalani kemoterapi. Saat itu Menuk menantang Andy membotaki kepalanya. “Sempat terpikir oleh saya bahwa orangorang yang sederhana kurang dihargai ketimbang yang kemasannya bagus,” ujar Andy, yang kemudian menjawab tantangan itu dengan menggunduli kepalanya setelah berdiskusi dengan anaknya. “Ini juga resolusi menyambut tahun baru. Menonton jangan lewat mata, tapi lewat hati,” inilah kata-kata Andy saat meyakinkan penonton yang kecewa mengenai keputusannya berkepala plontos. (M-3) miweekend@mediaindonesia.com Mereka yang Tahu Lalu Berbuat KICK ANDY ROAD TO 8TH ANNIVERSARY - PART II Babak kedua Kick Andy Road to 8th Anniversary ini akan menampilkan sisi lain Andy Noya yang jarang terekspos dalam tayangan Kick Andy. SAKSIKAN DI METRO TV, Minggu, 2 Maret 2014 pukul 13.30 WIB KICK Andy Heroes Award, penghargaan kepada mereka yang berkarya nyata bagi sesama, digelar setiap tahun, juga membuka pintu dapurnya. Kriteria pemenang dalam penghargaan tahunan Kick Andy itu, seberapa besar inspirasi, kemungkinan buat diikuti, serta pengorbanan yang mereka lakukan. Karya mereka pun harus orisinal dan dapat dirasakan dampaknya oleh masyarakat. Para juri Kick Andy Heroes pun hadir buat berkisah, yakni sosiolog Imam B Prasodjo, politikus Yenny Wahid, budayawan Romo Mudji, serta akademisi Komaruddin Hidayat. Mereka bercerita tentang kriteria hingga proses pemilihan yang menyisakan 10 nama sebagai nominasi. “Di negara ini banyak orang pintar yang mencalonkan diri menjadi calon anggota legislatif, tapi sayangnya mereka tidak memiliki andil nyata, berbeda dengan orang-orang ini,” ujar Yenny. Banyak orang mengerti akan apa yang harus dilakukan, tapi tidak semuanya me- lakukan. Prinsip itulah yang menurut para dewan juri dilakukan para nomine. “Mereka, para tokoh inspiratif ini, tahu mengenai budaya untuk mengerti, merasakan, dan melakukan sehingga timbul tindak nyata dari mereka yang dapat menginspirasi orang lain di tengah kekeringan bangsa Indonesia,” kata Imam. Kesepuluh nama dan profil dari nomine Kick Andy Heroes Award dapat dilihat dan dipilih di situs Kickandy.com, buat kriteria tokoh inspiratif favorit. Rutin datang Kisah istimewa juga ditampilkan Mujaswandi, penonton setia Kick Andy yang rutin datang ke studio saat rekaman. Mujaswandi yang bermukim di Bandung menyatakan, sejak 2006, setiap pekan, tak pernah absen datang menonton proses syuting. “Awalnya sejak saat menonton episode Habibie, saya kontak ke Metro TV untuk tahu hari rekamannya. Sejak saat itu saya selalu datang saat proses rekaman,” ujar Mujaswandi yang mengaku mendapat banyak kawan baru dari aktivitasnya itu. Atas kesetiaan Mujaswandi, Vincent dan Desta melayangkan pertanyaan, apakah Mujaswandi datang menonton untuk melihat bintang tamu atau pembawa acara? “Tentu saja melihat tamunya,” ujar Mujaswandi. Ada pula rekaman-rekaman yang dipotong karena ada kalimat yang keliru terlontar serta ketika Andy F Noya larut dalam suasana pilu ketika tamunya menangis. “Ternyata dangkal juga,” ujar Vincent dan Desta menanggapi rekaman itu dan langsung disambut tawa penonton. Kalimat Vincent dan Desta itu merupakan wujud balas dendam karena beberapa kali Andy meledek mereka dengan katakata sama. “Saya juga bingung kenapa bisa salah seperti itu,” ujar Andy menanggapi kesalahan saat ia salah menyebut nama ataupun memberi pertanyaan. (*/M-3)
    • JENDELA BUKU 8 Rujukan Analisis Sosial dan Politik Zaman edan yang terjadi saat ini sudah diramalkan pujangga besar Kesultanan Surakarta Ranggawarsita sekitar dua ratus tahun yang lalu. ONO SARWONO T IDAK terlalu banyak tulisan yang mengupas dengan mendalam karya-karya agung pujangga besar Kesultanan Surakarta Raden Ngabehi Ranggawarsita (1802-1873). Barangkali, itu karena tidak banyak pakar yang mampu menjelaskan kandungan serta nilai semua karya Ranggawarsita dengan bahasa kekinian sehingga terasa gampang dan gamblang dipahami. Di antara dari sedikit buku yang mengaktualisasikan sebagian karya Ranggawarsita ialah buku berjudul Ramalan Zaman Edan Ronggowarsito karya Dr Purwadi M Hum. Penulis buku itu menggunakan huruf ‘o’ pada nama sang pujangga. Dalam bahasa Jawa, yang tepat ialah ‘a’. Buku setebal 244 halaman tersebut bisa mengomunikasikan karya Ranggawarsita, yang sesungguhnya tidak mudah karena dalamnya kandungan nilai dan filsafat Judul Buku: RAMALAN ZAMAN EDAN R RONGGOWARSITO Penulis: D Purwadi, M Hum Dr Penerbit: MEDIA ABADI Cetakan: Pertama 2004 serta tingginya nilai sastranya, sehingga menjadi rada mudah dan enteng bagi para pembaca pada umumnya. Buku itu memang belum menguraikan tuntas semua karya Ranggawarsita yang mencerminkan akan kecerdasan spiritualitas sang pujangga dalam membaca situasi yang dialaminya pada saat itu serta rahasia masa depan. Namun, paling tidak penulis telah berusaha mengulikulik ‘intisarinya’. Khususnya pada angle yang dipilih sesuai dengan judulnya, yakni ramalan-ramalan Ranggawarsita. Di antara sekian banyak karya (baca ramalan) Ranggawarsita yang amat terkenal dan dijelaskan secara cukup jelas dalam buku tersebut ialah Serat Kalatidha, yang berisi gambaran tentang zaman edan. Kemudian Serat Jaka Lodhang yang mengandung ramalan datangnya zaman baik, serta Serat Sabdatama yang berisi ramalan tentang sifat zaman kemakmuran dan perilaku manusia yang tamak. Penyimpangan Dalam Serat Kalatidha digambarkan adanya tanda-tanda zaman edan, yakni situasi dan kondisi masyarakat yang telah jauh menyingkur keutamaan. Semuanya jadi serbaterbolak-balik. Yang baik disebut buruk, yang salah justru dibenarkan, dan sebaliknya, yang jujur malah kojur (celaka), dan lain sebagainya. Tanda-tanda itu selengkapnya ditulis dalam tembang sinom sebanyak 12 pupuh (bait). Di antara pupuh tersebut, pupuh ketujuh secara jelas menyebut zaman edan. Lengkapnya sebagai berikut: ‘Amenangi jaman edan, ewuhaya ing pambudi, melu ngedan nora tahan, yen tan melu anglakoni, boya keduman melik, kaliren wekasanipun, ndilalah kersa Allah, begja-begjaning kang lali, luwih begja kang eling klawan waspada’. (Hidup di zaman edan, memang repot, akan mengikuti tidak sampai hati, tetapi kalau tidak mengikuti geraknya zaman, tidak mendapatkan apa pun juga, akhirnya dapat menderita kelaparan, tetapi sudah menjadi kehendak Tuhan, bagaimana pun juga walaupun orang yang lupa itu bahagia, tapi masih lebih bahagia lagi orang yang senantiasa ingat dan waspada) (hlm 47). Menurut Ranggawarsita, zaman edan ialah zaman terjadinya penyimpangan dalam kehidupan masyarakat. Penyimpan- PENGANTAR Dalam rangka memperingati 44 tahun Media Indonesia, redaksi akan mengupas 44 buku yang membawa perubahan dan mengubah Indonesia. Buku RAMALAN ZAMAN EDAN RONGGOWARSITO menjadi buku ke tujuh yang dibahas secara mendalam. gan itu kompleks, tetapi berpangkal pada tiga hal, yakni arta alias uang, nistana atau kemelaratan, dan jutya yang berarti kriminalitas. Penjelasan pada aspek arta (uang) ialah setiap orang mendewakan uang. Maknanya, orang menjadi rakus. Kemudian nistana (kemelaratan) diartikan selain miskin dalam hal materi, juga soal etikamoral-spiritual. Adapun pada aspek jutya (kriminalitas), perampok, pembunuh, koruptor, manipulator, dan lainnya merajalela. Kondisi itulah yang disebut filsuf Inggris Thomas Hobbes (dalam bukunya, Leviathan), homo homini lupus. Kerunyaman tiga sektor itu saling bersangkut paut dan melahirkan bendu alias marah, yang selanjutnya menjadi ciri pokok zaman edan. Ciri dari Kalabendu ialah banyak orang suka marah, banyak konflik. Angkara murka menjadi raja, segala cara dihalalkan (hlm 59). Dengan penggambaran itu, rasanya hal itu semua sungguh-sungguh terjadi di negeri ini saat ini. Betapa yang disampaikan Ranggawarsita sekitar 200 tahun yang lalu benar-benar terjadi. Betapa uang kini telah menjadi segalagalanya alias penentu hidup. Tidak ada nilai dan kenikmatan lain yang digayuh selain uang. Imbasnya, nol moralitas. Itu terbukti dengan banyaknya pejabat negara yang terjerat korupsi dan suap. Setelah zaman edan, akan diikuti zaman keemasan atau kalasuba. Itu ditandai dengan berakhirnya kalabendu atau zaman kesengsaraan. Zaman keemasan itu ditulis dalam Serat Jaka Lodhang. Zaman itu digambarkan orang yang sedang mengantuk dan sambil duduk saja mendapat kethuk (berkah). Kethuk itu terdapat di mana-mana. Ramalan kematian Dalam buku tersebut juga diulas sebagian karya Ranggawarsita lainnya yang juga berisi ramalan. Misalnya Serat Wedharaga, Serat Wirid Hidayat Jati, Serat Suluk Saloka Jiwa, Serat Suluk Supanalaya, Serat Suluk Pamoring Kawula Gusti, Serat Suluk Suksma Lelana, dan Serat Paramayoga. Buku karya Purwadi ini dibagi dalam 16 bab, dan setiap bab masih dibagi lagi menjadi empat hingga enam judul kupasan, yang dimulai dari riwayat hidup Ranggawarsita hingga jalan kematiannya. Tentang ramalan seda (meninggal)-nya diri sendiri, Ranggawarsita menulis dalam Serat Sabdajati yang ditulis dengan tembang Megatruh sebanyak 19 pupuh. Tepatnya sang pujangga pamit untuk kembali ke alam keabadian yang tertulis sebagai berikut: ‘Cinitra ri budha kaping wolu likur, sawal ing tahun jimakir candraning warsa pinetung, sembah mekswa pejangga ji, ki pujangga pamit layon. (Karya ini ditulis di hari Rabu tanggal 28 Sawal tahun Jimakir 1802 atau 1873 Masehi, Ki pujangga pamit mati) (hlm 95). Semua karya-karya Ranggawarsita meneguhkan bahwa sang pujangga ialah titah yang benar-benar waskitha. Maknanya orang yang pintar dan tahu kehidupan di masa mendatang. Karenanya, masyarakat, khususnya Jawa, hingga saat ini masih menggunakan karya-karya Ranggawarsita sebagai rujukan menganalisis situasi sosial dan politik yang sedang terjadi saat ini dan nanti. (M-2) Masa Kecil Dikenal Nakal dan Bandel RADEN Ngabehi Ranggawarsita senantiasa dikenang sebagai pujangga besar terakhir tanah Jawa yang karya-karyanya abadi hingga kini. Namun, sebagian masyarakat Jawa lebih mengidentikkan Ranggawarsita sebagai orang yang ngerti sakdurunge winarah, mengetahui sesuatu yang akan terjadi di masa depan. Ranggawarsita lahir di Surakarta pada Senin Legi, 10 Dulkaidah, tahun Be 1728, sekitar pukul 12.00, wuku Sungsang atau 15 Maret 1802 di Kampung Yasadipuran, Surakarta. Nama kecilnya Bagus Burhan. Ayahnya ialah carik Kadipaten Anom bernama Raden Mas Pajangswara, keturunan Kesultanan Pajang. Ibunya, RA Pajangswara, merupakan keturunan Sultan Trenggana dari Demak. Sejak kecil, Burhan diasuh Raden Tumenggung (RT) Sastranegara sesuai dengan anjuran kakek piyutnya, RT Yasadipura I. Setelah berusia empat tahun, Burhan diasuh Ki Tanujaya, abdi kepercayaan Sastranegara, hingga berusia sekitar 12 tahun. Sewaktu muda, Burhan terkenal nakal dan gemar berjudi. Ia pernah dikirim kakeknya belajar agama Islam kepada Kiai Imam Besari, pemimpin Pesantren Gebang Tinatar di Desa Tegalsari, Pono- MINGGU, 2 MARET 2014 rogo, Jawa Timur. Pada mulanya ia tetap bandel, tidak mau belajar, hingga ia sempat kabur ke Madiun. Namun setelah kembali ke Ponorogo, ia berubah setelah, konon, mendapatkan ‘pencerahan’ di Sungai Kedungwatu. Pada 9 November 1821, Burhan menikahi Raden Ayu Gombak dan ikut mertuanya, Adipati Cakradiningrat, di Kediri, Jawa Timur. Namun, di sana ia merasa jenuh dan memutuskan untuk berkelana. Puncak kejayaan karier Burhan ketika ia diangkat sebagai Panewu Carik Kadipaten Anom bergelar Raden Ngabehi Ranggawarsita. Lalu, setelah kematian kakeknya (Yasadipura II), Ranggawarsita diangkat sebagai pujangga Kasunanan Surakarta oleh Pakubuwana VII pada 14 September 1845. Pada masa inilah Ranggawarsita melahirkan banyak karya sastra. Hubungannya dengan Pakubuwana VII juga sangat harmonis. Ranggawarsita meninggal dunia secara misterius pada 24 Desember 1873. Jenazahnya dimakamkan di Desa Palar, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. (Ono/M-2) miweekend@mediaindonesia.com BUKU BARU Kumpulan Puisi Ijab Kibul Kesempatan Kedua Judul: Love Command: The Second Chance Penulis: Janice Nathania Penerbit: Gramedia Pustaka Utama Tebal: 200 halaman Terbit: November 2013 ISBN: 978-602-03-0016-0 SEJAK awal, Shilla tahu hubungannya dengan Ryo tidak akan mudah. Pertengkaran demi pertengkaran tetap menjadi rutinitas mereka, tetapi bukan itu masalahnya. Shilla sadar perbedaan status mereka begitu mencolok dan itu akan segera menjadi masalah. Di satu sisi, masih ada sosok lain yang bercokol di hatinya. Hatinya kembali tak menentu ketika Arya––kakak Ryo––tiba-tiba kembali dari Paris, menghidupkan kembali perasaan yang dulu tersimpan. Meskipun kini ia sudah bersama Ryo, sebagian hatinya masih menjadi milik Arya. Maka, tak ingin menyakiti hati siapa pun terutama Ryo, Shilla memutuskan untuk menghindari keduanya. Hal itu membuat Ryo bingung. Hingga pada akhirnya, ia memberi Shilla pilihan untuk menentukan pilihan hatinya, Ryo atau Arya. Di luar kisah cinta segitiga itu, ada satu kenyataan lain yang terkuak, tentang kisah masa lalu keluarga Shilla dan keluarga Luzardi. Masa lalu yang membuat kehidupan Shilla berubah 180 derajat. (*/M-2) Judul: Ijab Kibul Penulis: A Slamet Widodo Penerbit: Pena Kencana, Desember 2013 Penyunting: Kurnia Effendi Tebal: 192 Halaman ISBN: 978-602-14879-0-7 PUISI sebagai bahasa jiwa menjadi titik mangsa yang tak habis-habisnya disampaikan penyair A Slamet Widodo. Imajinasi yang liar pun dia abadikan lewat kalimat-kalimat berima dan bermetafora. Lewat buku kumpulan puisi terbarunya, Ijab Kibul, lelaki kelahiran Surakarta, Jawa Tengah, 29 Februari 1952 itu mencoba mengungkapkan sajak-sajaknya secara lugu dan ndeso, yang merujuk pada dialektika hidup sehari-hari. Buku 192 halaman ini terdiri dari lima bagian (bab). Kelimanya yaitu puisi suka-suka, puisi cinta, puisi balada, puisi perjalanan, dan puisi sosial politik. Tiap bab mengupas tema yang sesuai dengan pendekatan imajinatif yang dia rasakan. Beberapa puisi tampak seperti glenyengan--serius tapi guyonan--ini hampir memiliki kenakalan yang sama seperti puisi mbeling. Buku Ijab Kabul menunjukkan ada sebuah pesan mendasar yang ingin Slamet sampaikan kepada pembaca. Ada rindu, cinta, dan kasih yang terangkum secara sederhana dan mudah dipahami. (Iwa/M-2)
    • 9 OPMI MINGGU, 2 MARET 2014 OPINI PEMBACA Menarik. Dua alur yang membuat membaca jadi lebih sedap, mudah diikuti. Buku ini juga seru seperti cerita petualangan ada unsur detektif, ada kekerasan, love, tanpa seks. Aris Kurniawan Penulis FOTO-FOTO: MI/ADAM DWI DISKUSI: Budiman Sudjatmiko menjelaskan isi buku Anak-Anak Revolusi kepada peserta OPMI di Jakarta, pekan lalu. Titik Nol sang Aktivis Secara gamblang ia membuka pengalaman dan kegelisahan masa kecilnya akan kondisi politik kala itu, yang membawanya menjadi aktivis melawan Orde Baru. RUDY POLYCARPUS S ETIAP zaman, ketika pemimpin otoriter berkuasa, selalu muncul pemuda revolusioner yang memantik perubahan. Di Kuba, ada Fidel Castro yang menundukkan Batista sang Diktator, dari Myanmar ada Aung San Suu Kyi yang melawan rezim militer hingga ia meraih nobel berdamaian. Atau Che Guevara, penganut marxisme yang wajah khasnya dengan topi baret menjadi ikon para aktivis dunia hingga kini. Indonesia juga memiliki sejumlah tokoh, seperti Soekarno, M Hatta, hingga Tan Malaka yang menjadi simbol perlawanan akan tirani. Selain itu, ada nama mantan aktivis bernama Budiman Sudjatmiko yang menyerap semangat revolusioner para tokoh itu. Budiman belum memiliki karisma atau pemikiran seperti Bung Karno atau Tan Malaka. Namun, coba tanya kepada mahasiswa era reformasi akan sepak terjangnya bersama Partai Rakyat Demokratik (PRD) yang menjadi ‘kurikulum wajib’ bagi mereka. Ini pengakuan Annisa Indriyani, seorang peserta Obrolan Pembaca Media Indonesia (OPMI) yang mengupas buku Budiman berjudul Anak-Anak Revolusi, terbitan Gramedia Pustaka Umum, di Demang Resto and Coffee Lounge, Jakarta, pekan kemarin. “Iya teman-teman banyak tertarik dengan buku ini karena sosok Mas Budiman yang mantan aktivis,” ujar Annisa, mahasiswa Universitas Negeri Jakarta. Pernyataan Annisa merujuk peristiwa Juli 2006. Kala itu, seorang anak muda berkacamata, berkemeja putih tengah, dan rambut dipotong rapi menyampaikan orasi di tengahtengah massa yang mendukung Megawati Soekarnoputri sebagai Ketua Partai Demokrasi Indonesia (PDI). Suaranya menggelegar membakar emosi massa. Namanya semakin melambung setelah peristiwa berdarah, 27 Juli 1996, di Jl Diponegoro, Jakarta Pusat, atau di Kantor PDI yang menjadi pemantik perlawanan rakyat akan rezim Soeharto. Ia pun menjadi buron dan dibui setelah menjalani serangkaian interogasi yang tidak menyenangkan. Ia pun divonis 13 tahun penjara karena dicap komunis dan subversif. Terkungkung di balik jeruji besi selama 3,5 tahun ibarat ritual ‘pembaptisan’ dirinya sebagai seorang aktivis. Kegelisahan Peristiwa Juli 1996 merupakan sebagian tirai yang tersibak dari kehidupannya yang ditumpahkan dalam buku setebal 473 halaman ini. Secara gamblang ia menceritakan kegelisahan masa kecilnya saat melihat kemiskinan. “Kegelisahan kenapa ada orang miskin yang meninggal. Mengapa ada orang miskin, padahal ada pemimpin. Pemimpin dalam logika saya waktu kecil ialah orang yang memerintah. Memerintahkan orang agar tidak miskin,” ujar politikus PDIP itu mengenang masa kecilnya. “Kalau ada pemimpin, mengapa masih ada orang miskin?” Realitas itu merupakan kondisi masyarakat di Desa Ponjehan, Cilacap, Jawa Tengah, tempat ia menghabiskan masa kecilnya bersama sang kakek. Di tengah kegelisahan itu ia berhasil menemukan buku-buku milik kakeknya yang tersimpan di gudang yang merangsang intelektualnya. Buku-buku itu dikarang John Locke, Machiavelli, Tan Malaka, hingga Soekarno. “Waktu kecil, pahlawan saya bukan Superman atau tokoh fiksi lainnya. Pahlawan saya seperti Bung Karno atau Tan Malaka. Sosok-sosok ini yang menginspirasi saya,” ujarnya. Anak-anak revolusi merupakan rekaman-rekaman peristiwa yang mereka alami sejak kecil hingga memutuskan bahwa menjadi aktivis merupakan jalur perjuangan untuk menjawab kegelisahan. “Sebenarnya ada tiga buku. Ini buku pertama. Buku pertama merupakan cermin eksistensi saya, buku kedua tentang toleransi bahwa ada kebenarankebenaran lain di luar sana, sedangkan ketiga tentang hegemoni,” ujar pria kelahiran Cilacap, Jawa Tengah, 10 Maret 1970, itu. Buku kedua, lanjutnya, akan diluncurkan Maret tahun ini. Partai politik Perjalanan Budiman selaku aktivis berujung pada pilihannya untuk terjun di dunia politik dengan bergabung kepada PDIP, partai yang dibelanya ketika rezim Orde Baru mencengkeram kekuasaan selama 32 tahun. Untuk sebagian orang atau pengagumnya, pilihan itu dinilai menggoreskan nila. Ia tak lagi dianggap ‘suci’. Budiman tidak sendirian. Banyak aktivis yang ‘terjerembap’ ke lubang politik kala perjuangan di jalanan dipandang tak lagi efektif sebagai alat perjuangan. Aktivis seangkatannya antara lain Pius Lustrilanang, Andi Arief, dan Dita Indah Sari. Banyak pertanyaan yang muncul, seperti apakah Budiman ingat pidato pembelaannya saat diadili rezim Orde Baru. “Aku menjadi saksi atas penderitaan rakyatku yang tengah berjuang, dan akan kubawa kesaksian itu sampai ke pembebasannya.” Mungkin ingat, tapi rakyat masih menderita. Apakah Andi Arief dan Pius Lustrilanang ingat siksaan yang mereka terima ketika diculik? Mungkin ingat, tapi apa selanjutnya? Pertanyaanpertanyaan sejenis dilontarkan peserta OPMI lainnya, Tumpak Winmark Hutabarat. “Keputusan Mas Budiman ke politik banyak disayangkan oleh aktivisaktivis lain. Satu peristiwa ketika Taufiq Kiemas memberikan uang kepada Anda untuk membeli kacamata banyak dianggap melecehkan perjuangan aktivis kala itu,” ujar Tumpak. Budiman menjawabnya secara diplomatis. “Temukan jawabannya di buku saya yang kedua,” ujarnya tersenyum. Buku biografi ini tak hanya mengupas gagasan atau aksi ‘heroik’ sang mantan aktivis. Ada sekelabat kisah romantis ala aktivis dengan perempuan bernama Catherine. “Aku juga mencintaimu, Bud. Aku mau menunggumu,” kata perempuan itu ketika mengunjungi Iko, panggilan Budiman, di Rutan Salemba. (M-5) Buku biografi yang inspiratif, ditulis dengan bahasa yang indah dan paling penting, mendukung ‘menolak lupa’ terharap peristiwa sejarah yang terjadi. Layak dibaca oleh semua generasi untuk menumbuhkan kecintaan pada bangsa dan mau ikut bertindak melakukan sesuatu untuk negeri. Wikan Satriati Editor Metode penulisan yang mix sehingga nyaman dibaca, aspiratif, dan penyemangat, banyak referensi ilmu dan buku. Abdul Rojak Pegawai swasta Membuka pikiran saya tentang pemikiran yang memang tumbuh dan berkembang dari kebutuhan rakyat. Membuka tabir tentang ‘doktrin orba’ pada PRD/Budiman Sudjatmiko sebenarnya seperti apa dan tingkat realitas anak muda akan politik. Harus dibaca! Elzam Zami Karyawan swasta miweekend@mediaindonesia.com POJOK PENULIS Reformasi belum Menghasilkan Pemuda Revolusi “PIYE kabare, isih penak zamanku toh.” Entah siapa yang pertama kali membuat kalimat itu. Belakangan, kalimat itu banyak terpampang dalam bentuk stiker atau di belakang bak truk lengkap dengan foto Soeharto yang tengah tersenyum sembari melambaikan tangan. Bagi Budiman Sudjatmiko, kalimat itu seakan menyindirnya secara pribadi. Budiman masih ingat betul ketika menggulingkan rezim Orde Baru (Orba), rakyat menggenggam satu suara, “Maju dan lawan!” Menurut Budiman, kalimat dengan gambar Soeharto itu muncul karena kegagalan reformasi. “Dulu, wajah Che Guevarra, Soekarno, dan tokoh-tokoh revolusioner lainnya yang menghiasi belakang truk-truk ini. Semacam kerinduan kepada sosok-sosok revolusioner,” katanya. Namun kenyataannya, kata Budiman, alihalih menelurkan tokoh revolusioner, reformasi seakan melupakan tujuan awalnya menyejahterakan rakyat. “Buku ini menjawab novel dari pengalaman sendiri, keresahan-keresahan masyarapasti akan menarik,” tantang kat soal itu tadi,” ujarnya. Andrea. Suami Kesi Yovana itu Budiman mengaku membujuga terinspirasi buku-buku tuhkan waktu tak kurang dari Nietzsche, Camus, dan Sartre, setahun untuk merampungkan yang dilahapnya sejak muda. autobiografinya. Kebetulan ia gemar menulis di blog, ataupun di berbagai surat kabar. Motivasi politik “Awalnya wawancara kasar, Budiman mengaku sengaja lalu dibuat transkrip kemumeluncurkan buku pertamanya dian disusun berdasarkan pada Oktober 2013, sesaat sebekronologi,” ujarnya mencerilum memasuki tahun politik, takan proses pembuatan buku karena mempunyai motivasi Anak-Anak Revolusi. lain. Buku keduanya pun bulan Tak segan ia mengaku penu- Budiman Sudjatmiko ini akan diluncurkan. lis Laskar Pelangi, Andrea Hi- Penulis “Memang ada motivasi polirata, menginspirasinya menulis tik. Lewat buku ini, saya ingin autobiografi. “Mas Bud tidak berniat menulis menunjukkan karya yang sudah dilakukan novel,” tanya Andrea kala itu. Budiman untuk masyarakat,” ujar anggota DPR Komisi menjawab tak berbakat menjadi novelis II Fraksi PDIP ini. karena dibutuhkan imajinasi luar biasa dan Dengan kata lain, Budiman ingin kembali kemampuan menuangkannya dalam kata- ke titik nol. Sebagai politikus, penggemar kata indah. “Kalau Mas Bud mau menulis klub sepak bola Real Madrid itu mengaku memilih jeneng (nama) dibandingkan jenang (makanan/kekayaan). “Jeneng itu artinya nama. Saya memilih memiliki reputasi dan kredibilitas ketimbang jenang atau kekayaan,” jelasnya. Meski belum sempurna, klaim Budiman, ia mencoba menjalankan amanat konstituennya. “UU desa merupakan hasil perjuangan yang panjang. Memang masih belum sempurna. Namun dalam satu perjuangan, butuh kemenangan-kemenangan kecil sebagai vitamin untuk semangat,” ujar lulusan Universitas Cambridge, Inggris, itu. Menurut rencana, buku ini terdiri atas tiga judul. Buku kedua akan diluncurkan pada Maret. “Buku ketiga belum karena Anak-Anak Revolusi sebenarnya berisi 1.000 halaman. Karena dianggap terlalu tebal, pihak penerbit menyarankan agar dibagi menjadi dua buku saja,” ujarnya sembari menunjukkan gambar sampul buku kedua dari perangkat elektroniknya. (Pol/M-5)
    • SEPAK BOLA 10 MINGGU, 2 MARET 2014 Indra bakal Lakukan Pencoretan LEBIH DIUNGGULKAN: Pemain Manchester City Alvaro Negredo (kiri) berebut bola dengan pemain Sunderland Wes Brown dalam pertandingan Liga Primer Inggris, November tahun lalu. Dalam duel di final Piala FA nanti malam, City dijagokan bakal mengalahkan Sunderland. REUTERS/NIGEL RODDIS City Waspadai Kucing Hitam Keberhasilan Wigan mengalahkan City di final Piala FA musim lalu menjadi inspirasi bagi Sunderland untuk mengalahkan the Citizen. ACHMAD MAULANA “I NI bukan soal dendam, karena kami akan menghadapi tim yang berbeda, tahun yang beda, dan situasi yang berbeda pula. Akan tetapi, saya benar-benar yakin kami punya motivasi 100% untuk menang,” tegas arsitek Manchester City Manuel Pellegrini saat ditanya soal kesiapan timnya menghadapi Sunderland pada final Piala Liga Inggris di Wembley, malam ini. Pernyataan arsitek asal Cile itu sendiri dilontarkan setelah ia diingatkan dengan kejadian musim lalu di Wembley. Kala itu the Citizen yang begitu difavoritkan bakal menjuarai Piala FA di luar dugaan takluk dari Wigan Athletic lewat tandukan Ben Watson. “Saya tidak suka bicara kejadian tahun lalu, tapi saya yakin semua pasti sudah belajar dari kesalahan itu. Sangat menyenangkan merebut trofi di Wembley, tapi sangat menyakitkan jika kalah,” kata Pellegrini lagi. Menurut mantan arsitek Malaga tersebut, kendati timnya lebih difavoritkan dalam laga nanti, mereka tidak mau menganggap enteng Sunderland. Keberhasilan tim berjuluk ‘Kucing Hitam’ itu menyingkirkan dua tim besar di ajang ini, yakni Chelsea di perempat final dan Manchester United di semifinal, membuktikan bahwa tim besutan Gus Poyet itu bukan lawan yang mudah. “Sunderland juga punya motivasi besar untuk menang, sama seperti kami. Sah-sah saja kami difavoritkan, tapi kami tidak bisa melupakan kehebatan Sunderland yang sukses mengeliminasi dua klub besar Chelsea dan Manchester United. Mereka tim yang berbahaya,” tukas Pellegrini. Kemenangan 1-0 atas Stoke City pada pekan lalu diakui Pellegrini memang sangat membantu memulihkan kepercayaan diri para pemainnya setelah sebelumnya takluk 0-2 dari Barcelona di ajang Liga Champions. Keyakinan mantan arsitek Malaga itu semakin bertambah karena ia sudah bisa menurunkan kembali mesin gol tim Sergio Aguero yang baru sembuh dari cedera hamstring. Sayangnya kepulihan Aguero harus dibarengi absennya Stevan Jovetic lantaran cedera hamstring dan Matija Nastasic (cedera lutut). David vs Goliath Di sisi lain, Sunderland juga bukan dalam kondisi bagus menjelang laga nanti. Betapa tidak? Dalam laga terakhir mereka, pekan lalu ‘Kucing Hitam’ dihajar Arsenal 1-4 di ajang Liga Primer. Poyet pun mengakui dalam menghadapi salah satu tim terbaik di dunia timnya hanya menjadi underdog. Ia bahkan menggambarkan laga itu seperti David melawan Goliath. Meski begitu, arsitek asal Uruguay tidak mau inferior. Apalagi dari head-to-head, mereka punya rekor yang tidak jelek. Dari lima laga terakhir kedua, Surderland sukses mengemas dua kemenangan, sedangkan sisanya dua kali kalah dan sekali seri. Bahkan dalam laga terakhinya pada November tahun lalu, mereka sukses mengandaskan City. “Kami sudah menanti gelar itu selama 41 tahun, jadi tentu kami sangat termotivasi” tukas Poyet. Menurut dia, gelar Piala Liga itu sangat penting untuk mendongkrak motivasi mereka musim ini. Saat ini the Black Cats memang tengah berjuang keras untuk menghindari zona degradasi. (AP/Rtr/R-3) maulana@mediaindonesia. com PELATIH tim nasional Indonesia U-19 Indra Sjafri mengaku akan segera melakukan pencoretan beberapa pemain dan sekaligus memanggil beberapa pemain baru untuk mengikuti pelatnas tim Garuda Jaya. Duel melawan Persikoba Kota Batu disebut Indra menjadi salah satu bahan evaluasi terakhir. Menurut Indra, jajaran pelatih memastikan akan mengadakan evaluasi secara menyeluruh terhadap kinerja semua penggawa timnas U-19 hari ini. Hal itu diungkap Indra seusai tim besutannyanya mengalahkan Persikoba Kota Batu 1-0 di Stadion Brantas pada Jumat (28/2) malam lalu. “Kita akan melakukan evalusi secara menyeluruh terhadap kinerja semua pemain. Mungkin besok (hari ini) akan kami putuskan berapa pemain yang akan bertahan,” tegas Indra. Selain melakukan evaluasi terhadap kinerja Evan Dimas dkk, Indra dan jajaran pelatih juga akan memanggil beberapa pemain baru. “Kemungkinan akan kami panggil lebih kurang dua, atau tiga pemain baru, dengan pertimbangan selain kualitas juga regulasi turnamen, kita hanya panggil pemain kelahiran Oktober 1995,” tambahnya. Dia berjanji hasil evaluasi akan disampaikan seusai laga uji coba di Sidoarjo esok. Siapa pemain yang terdegradasi ataupun wajah baru yang mengganti. “Apakah itu lima atau dua pemain. Besok jawabannya, santai saja jangan buru-buru. “Pemain semua tahu, makanya mereka saling berkompetisi,” tuturnya. Dia mengaku telah mengetahui kualitas dari 29 pemain dan memberikan kesempatan menunjukkan kemampuan saat uji coba. Para pemain pun sudah diberi tahu sistem promosi dan degradasi jika tidak memenuhi kriteria. Sjafrie juga belum mau menyebut nama-nama baru yang akan memperkuat Timnas U-19 mendatang. Menurut dia, persiapan masih cukup panjang, pergantian pasti akan terus ada menyesuaikan kebutuhan tim. Sementara itu, beberapa pemain yang dimintai tanggapannya mengaku menyerahkan semua keputusan pada pelatih. “Semua tergantung pada pelatih, kita hanya harus tampil maksimal setiap diberikan kesempatan bermain. Tentu saya optimis akan lolos tahapan selanjutnya,” kata bek Hansamu Yama. (Ant/Mln/R-3) Menjamu Si Nyonya Tua Milan tanpa Balotelli JIKA biasanya duel dua raksasa Italia Juventus kontra AC Milan menjadi ajang penentuan juara Seri A, tidak kali ini. Dengan jurang pemisah 31 poin, Rossoneri kini memang tidak bisa disandingkan dengan Bianconeri yang masih kukuh di puncak klasemen dengan 66 poin dari 25 laga. Betul, sejak ditukangi Clarence Seedorf, Milan saat ini mulai sedikit menemukan keseimbangannya, tetapi tetap saja aroma laga tidak seperti di masa sebelumnya. Ko n d i s i i t u p u n t i d a k dimungkiri Seedorf. Arsitek asal Belanda itu bahkan menyebut duel menghadapi Juventus di San Siro, dini hari nanti, bakal menjadi ujian terberatnya sejak ditunjuk sebagai pengganti Maximiliano Allegri. Betapa tidak? Mereka akan menghadapi tim yang belum terkalahkan sejak Oktober tahun lalu dengan amunisi seadanya. Menjamu Juve, dini hari nanti, Seedorf tidak bisa menurunkan striker andalannya Mario Balotelli. Bomber berusia 23 tahun itu disebut- AP/MASSIMO PINCA JADI ANDALAN: Striker Juventus Carlos Tevez (kanan) mencoba melewati hadangan bek AC Milan Philippe Mexes dalam pertandinan di Turin, tahun lalu. Dalam duel di San Siro dini hari nanti, Tevez menjadi andalan Juve. sebut tengah mengalami masalah pada kebugarannya akibat cedera bahu yang dia alami saat timnya kalah dari Atletico Madrid Liga Champions, dua pekan lalu. Padahal, dengan amunisi penuh pun Rossoneri belum tentu bisa mengalahkan si ‘Nyonya Tua’. Moncernya penampilan Bianconeri musim ini memang menjadi salah satu tolok ukurnya. Terakhir tim besutan Antonio Conte itu sukses melibas wakil Turki Trabzonspor 2-0 pada laga kedua babak 32 besar Liga Europa, Jumat (27/2) lalu dan sekaligus memastikan lolos ke babak selanjutnya dengan kemenangan agregat 4-0. Bahkan dari lima laga terakhirnya La Vecchia Signora tidak pernah kalah. Satu-satunya hasil terburuk mereka, yakni saat diimbangi Verona 2-2 tiga pekan lalu (9/2). Sebaliknya dengan Milan. Dari lima laga terakhir, il Diavolo hanya mampu memetik dua kemenangan, sedangkan sisanya dua kali kalah dan sekali seri. “Ini akan menjadi laga yang sulit buat kami, tetapi kami tidak inferior, ini justru menjadi tantangan,” tukas Seedorf. “Saya pikir itu bukan sekedar perburuan tiga angka. Bisa mengalahkan Juve bakal memberi kami energi tambahan untuk mengakhiri musim,” timpal gelandang Kaka. (AP/Rtr/Mln/R-3)
    • OLAHRAGA OLAHRAGA minggu, 2 maret 2014 11 11 Dimitrov Hentikan Ambisi Murray Pascaoperasi ANDY Murray hanya bisa mendongakkan wajahnya setelah tersingkir di semifinal turnamen tenis Acapulco International di Acapulco, Meksiko, kemarin. Petenis peringkat ketujuh dunia itu gagal mewujudkan final pertamanya sejak menjalani operasi punggung September 2013 lalu. Juara Wimbledon 2013 itu berhasil memenangi set pertama 6-4. Namun, dia kalah di dua set terakhir. Keduanya lewat tie-break 5-7 dan 3-7. Di atas kertas, Dimitrov unggul head to head 3-1 atas Anderson. Mereka terakhir kali bertemu 18 bulan lalu di Wimbledon 2012 dan Dimitrov menang. Adalah petenis Bulgaria Grigor Dimitrov (peringkat 22 dunia) yang menyingkirkan Murray, unggulan kedua itu. “Saat ini rasanya seperti kemenangan terbaik saya sepanjang karier,’’ ujar petenis 22 tahun itu. “Saya selalu merasa Andy adalah pemain yang sulit ditaklukkan. Kita semua tahu bagaimana dia berkompetisi. Saya senang bisa menang hari ini apalagi karena dia tidak gampang menyerah. Itu terlihat dari dua kali tiebreak.’’ Di final, Dimitrov yang menjadi unggulan keempat di Acapulco akan bertemu petenis Afrika Selatan Kevin Anderson. Anderson mengalahkan petenis Ukraina Alexandr Dolgopolov 6-1, 5-7, 6-4 di pertandingan pagi harinya. “Saya menikmati semua pertandingan yang saya mainkan. Saya memulai dengan baik pertandingan tadi,’’ kata Anderson. “Set kedua sangat berat. Saya seperti membeku, selalu gagal membuat peluang. Beruntung di set ketiga saya bisa mencuri kemenangan. Ini pertama kali saya tampil di final beruntun dalam waktu berdekatan.’’ Sebelumnya, Anderson yang merupakan petenis peringkat ke-21 dunia ini tampil di final ATP Delray Beach pekan lalu. Ini adalah penampilan pertama Anderson di Acapulco. Dimitrov bertemu Anderson empat kali, unggul head to head 3-1. Namun, pertemuan terakhir mereka terjadi pada 18 bulan lalu. Di Acapulco, Dimitrov sedang menyasar gelar keduanya setelah yang pertama pada Oktober 2013 lalu di ATP Stockholm. Di bagian putri, unggulan pertama Dominika Cibulkova (Slovakia) bakal bertemu Christina McHale (AS) di final. Cibulkova ke final setelah Shuai Zhang (China) mundur. McHale menang 3-6, 6-2, 7-5 atas Caroline Garcia (Prancis). (Reuters/Yan/R-4) SEKILAS GELANGGANG Daud Ditantang Petinju Ghana JUARA dunia kelas ringan (61,2 kilogram) IBO Daud ‘Cino’ Yordan bakal ditantang juara dunia WBA/IBF. Adalah petinju Ghana, Immanuel Tagoe, yang akan berlaga dengan Daud di Metro City, Perth, Australia Barat, Australia, 2 April 2014. “Saya juga sudah mulai latihan dengan sparring partner dari petinju setempat, dan itu akan dilakukan hingga beberapa hari sebelum pertarungan mendatang,” kata pemilik rekor 32 menang (23 KO) dan tiga kali kalah itu di Jakarta, kemarin. Saat ini, petinju Sasana Kayong Utara Kalbar tersebut sedang fokus latihan di Sasana Herry’s Gym di Perth. (Ant/R-3) Massa Pastikan Williams Siap Bersaing FELIPE Massa memastikan mobil FW36 Williams yang dikendarainya melewati tes dengan baik pada sesi uji coba di International Circuit Bahrain, kemarin. Massa menjadi yang tercepat setelah pada Jumat (28/2) berada di posisi keempat. Sebaliknya, juara bertahan tim Red Bull mengalami kemunduran. RB 10 yang dikemudikan Daniel Ricciardo sempat menjadi yang tercepat ketiga pada Jumat (28/2). Sebaliknya RB10 yang dikemudikan Sebastian Vettel rusak. Pembalap Mercedes Nico Rosberg menjadi yang tercepat ketiga. Adapun pembalap Ferrari Fernando Alonso menyelesaikan lebih dari 100 putaran, kemarin. Raikkonen sebaliknya, hanya menyelesaikan sembilan putaran sejauh ini. (Autosport/MN/R-3) Trio Pembalap Muda Siap Beraksi TRIO pem alap tim TKM-PDB siap menggebrak Sirkuit Karting Sepang, Malaysia, dalam ajang Rotax Asia Max Challenge (AMC) Seri I. Kompetisi balap gokart terakbar di Asia itu akan digelar pada 8-9 Maret. Tiga pembalap TKB-PDB Racing yang akan diterjunkan ialah Kezia Santoso, Keanon Santoso, dan Akmal Mochamad. Kakak beradik Kezia dan Keanon turun di kelas rotax junior, sedangkan Akmal di kategori micro max. “Tim mematok target juara karena saya punya pengalaman sebagai juara di Sepang, Apalagi nanti tim PDB Racing akan didukung PDB Racing dari Belanda,” kata Kazia, pelajar kelas X SMA Sevilla International School, Pulomas, Jakarta, itu. (Era/R-3) mElAyaNG: Guard Los Angeles Lakers Jordan Farmar (kanan) berusaha memasukkan bola ke ring Sacramento Kings. Di saat bersamaan guard Kings, Ray McCallum, melompat seakan melayang menghalangi upaya Farmar. Pada pertandingan di Staples Center, Los Angeles, itu Lakers menang 126-122. Pada pertandingan itu, Lakers membuat rekor dengan membukukan 19 tembakan tiga angka. AP/mark J terrill Peluang BSB Terbuka Lagi Di bagian putri, Manokwari Valeria Papua dan Jakarta Pertamina Energi mantap di posisi 1-2 klasemen final four. Ghani Nurcahyadi A mbisi tim voli putra Palembang Bank Sumsel Babel (BSB) untuk mempertahankan gelar juara Proliga kembali terbuka lebar. Harapan itu didapatkan setelah Andri dan kawan-kawan memetik kemenangan 3-1 (25-27, 28-26, 25-21, 25-22) atas Jakarta Pertamina Energi dalam lanjutan laga Seri I Final Four (empat besar) BSI Proliga 2014 di GOR C-tra Arena, Bandung, Jawa Barat, kemarin. Kemenangan 3-1 atas Pertamina Energi membuat BSB yang sehari sebelumnya kalah telak 0-3 dari Surabaya Samator meraih poin penuh dari pertandingan keduanya di final four BSI Proliga 2014. BSB kini membuntuti Pertamina Energi dan Surabaya Sa- mator di klasemen putra dengan raihan 3 poin hasil satu kali menang dan satu kali kalah. “Senang sekali bisa menang dari Pertamina. Kemenangan ini berkat komitmen besar para pemain untuk memenangi pertandingan. Sebelumnya bisa dibilang kami cukup takut dengan nama besar Pertamina Energi,” kata pelatih BSB, Munawar. Meski demikian, kemenangan BSB kali ini, menurut Munawar, juga tidak terlepas dari faktor keberuntungan, selain telah mempelajari pola permainan Pertamina Energi sebelumnya melalui rekaman video yang dimiliki. Mental para pemain BSB menjadi modal utama untuk mengalahkan Pertamina Energi. Takluk di set pertama, BSB hampir saja menelan kekalahan di set kedua saat Pertamina unggul 24-22. Namun, smes keras Raydel Poey Romero dan penerimaan servis (receive) yang baik membuat BSB sukses membalikkan kedudukan menjadi 28-26 di akhir set kedua. Skor imbang 1-1 membuat BSB bermain lepas di dua set berikutnya. Hasilnya, juara Proliga 2011 dan 2013 itu sukses mengungguli Ayip Rizal dkk dan memanfaatkan kesalahan yang sering dilakukan Pertamina melalui servis ataupun saat mengumpan bagi spiker mereka. Pelatih Pertamina Energi, Johan Verrstappen, mengakui anak asuhnya sering melakukan kesalahan yang berakibat bertambahnya poin bagi BSB. Ia juga menyayangkan anak asuhnya yang sering kehilangan fokus saat sedang memimpin. “Pada set kedua, kami sudah memimpin 14-10, kami seharusnya sudah berhasil mem- berikan pukulan ‘pembunuh’ kepada mereka, tapi ternyata kami gagal melakukannya dan akhirnya jadi melakukan kesalahan yang bodoh,” ujar pelatih asal Belanda itu. Laga panas Di bagian putri, Manokwari Valeria Papua Barat dan Jakarta Pertamina Energi membuktikan diri sebagai tim favorit juara BSI Proliga 2014. Keduanya kembali mengemas poin penuh setelah menumbangkan lawan masing-masing. Valeria mengemas 3 poin setelah menundukkan Jakarta Electric PLN 3-1 (26-28, 25-21, 25-15, 25-21), sedangkan Pertamina Energi menang 3-0 (2520, 25-18, 25-15) atas juara bertahan Jakarta Popsivo PGN. Dengan kemenangan itu, keduanya masih memimpin secara bersamaan di puncak klasemen putri dengan koleksi 6 poin hasil dari dua kemenangan. Catatan belum terkalahkan di final four membuat laga terakhir Seri I final four pada hari ini yang akan mempertemukan Valeria dan Pertamina Energi akan menjadi laga paling panas, karena akan menentukan pemuncak klasemen sejati sekaligus juara Seri I final four. Pelatih Valeria, Eko Waluyo, berharap Yola Yuliana dkk kembali dapat menunjukkan permainan terbaik menghadapi Pertamina yang menyandang status tak terkalahkan di dua putaran reguler itu. Kemenangan atas Pertamina, menurut Eko, akan mendekatkan Valeria ke partai grand final. “ U n t u k b i s a s a m p a i ke grand final, butuh empat kemenangan dalam final four dan dari dua pertemuan di putaran reguler yang hasilnya selalu kalah, itu bisa jadi motivasi ataupun bumerang buat anakanak. Yang penting mereka harus bisa main tenang dulu,” kata Eko. (R-3) gani@mediaindonesia.com
    • SELEBRITAS MINGGU, 2 MARET 2014 HALAMAN 12 DANI PEDROSA AGNES MONICA Populer di Radio AS SETELAH meneken kontrak dengan label internasional, penyanyi rhythm and blues (R&B) Agnes Monica boleh kembali berbangga lantaran lagu internasional pertamanya yang bertajuk Coke Bottle berhasil menduduki peringkat pertama di Top 40 salah satu radio Amerika Serikat. Dikutip dari daftar lagu Wild 103.6 FM Radio yang tersebar di dunia jejaring sosial, lagu Coke Bottle bahkan mampu mengalahkan lagu-lagu ternama lain seperti Royal milik Lorde hingga Dark Horse milik Katy Perry. Agnes juga termasuk satu dari Top 5 Artist di EAE Major Radio Stations saat ini bersama Jacob Sunday, Missy Elliott, Rihanna, dan Columbia BT. Tidak mengherankan, dikutip dari @Agnezmo yang merupakan akun Twitter pribadinya, beberapa ucapan selamat ditujukan kepada Agnes yang mengambil nama panggung internasional dengan julukan Agnezmo. ‘Aku sangat bangga kepadamu! Kukirim cinta dari masyarakat Amerika!! Segeralah kembali, aku sudah merindukanmu’, tulis @ JuanCarlosMonk yang kemudian di-retweet oleh Agnes. (*/Ant/S-4) Berharap Disambangi Dewi Fortuna Entah mengapa trofi juara Moto-GP selalu terasa licin bila sudah berada di telapak tangan Pedrosa. ANTARA BUTET KARTAREDJASA Keranjingan Berinvestasi PEMAIN teater dan pelawak Butet Kartaredjasa tidak kapok berinvestasi emas, meski pada September 2013 ia dan enam nasabah lain tidak puas terhadap putusan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat terkait sengketa gadai emas dengan salah satu bank syariah. “Sekarang ini saya makin banyak berinvestasi. Pokoknya apa saja, ya properti, emas, saham, dan reksadana,” kata pria berusia 52 tahun itu, kemarin. Saat disingung soal kasus investasi tersebut, lelaki yang lahir dan besar di Yogyakarta ini mengaku sudah legawa. “Biarlah urusan itu saya pendam sendiri,” jawab dia. Butet mengatakan kegiatan berinvestasi yang dia lakukan belakangan ini sebagai upaya persiapan pensiun. Menurut dia, semakin berumur, kesehatan orang akan semakin menurun dan tidak produktif. “Maunya sih kerja terus sampai modar (meninggal),” ujarnya berkelakar. (Metrotvnews/S-4) Pedrosa mulai mengendarai sepeda motor di usia empat tahun, ketika ia mendapat sepeda motor pertamanya, Italjet 50. MAGGIE NUANSA MAHARDIKA S EMPAT tampil menjanjikan di awalawal seri Moto-GP 2013, untuk kesekian kalinya Dani Pedrosa harus kehilangan kesempatan meraih gelar juara dunia yang sejatinya sudah berada di gengaman tangan. Dua insiden membuat pembalap tim Repsol Honda tersebut harus puas duduk di posisi ketiga seri Moto-GP 2013. Di seri grand prix tahun lalu, pembalap berusia 28 tahun itu memang benar-benar apes. Dia mengalami dua insiden yang memupuskan peluangnya menjadi juara dunia. Insiden pertama terjadi pada seri Moto-GP Jerman. Dia terjatuh pada sesi latihan Sabtu pagi. Insiden tersebut membuat tulang selangka dadanya (collarbone) patah sehingga membuatnya absen mengikuti balapan. Pada seri berikutnya di Laguna Seca, Pedrosa yang belum pulih benar hanya mampu finis di posisi lima. Di saat bersamaan, rekan setimnya, Marc Marquez, memenangi dua seri tersebut. Hal itu membuat peluang rider berjuluk Little Spaniard itu mulai terkikis. Meski Pedrosa sempat terpuruk, sejatinya ia mulai mengalami grafik peningkatan. Di Indianapolis, Republik Ceko, Inggris, dan San Marino, dia sudah kembali berhasil naik podium. Namun, dewi fortuna tampaknya kembali menjauhi Pedrosa. Dia kembali mengalami insiden. Kali ini terjadi pada race di Aragon. Pembalap kelahiran Sabadell, Spanyol, itu bersenggolan dengan Marquez dan membuatnya terjatuh karena kabel kontrol traksinya putus akibat senggolan. Pedrosa pun kembali gagal mencetak poin. Insiden itulah yang benar-benar memupuskan harapannya untuk menjadi juara karena di saat bersamaan dua kontendernya, Marquez dan Lorenzo, tampil konsisten hingga akhir musim. Entah mengapa trofi juara Moto-GP selalu terasa licin bila sudah berada di telapak tangan Pedrosa. Moto-GP 2013 merupakan kali keenam Pedrosa harus puas berada di tiga besar klasemen akhir, setelah sebelumnya mencatatkan hasil yang sama pada 2007 (2), 2008 (3), 2009 (3), 2010 (2), dan 2012 menjadi runner-up. “Seperti biasa, setiap musim saya selalu menargetkan titel juara. Kemampuan sudah saya kerahkan 100%, tetapi keburuntungan selalu menjauhi saya,” keluh Pedrosa pada pewarta, di Jakarta kemarin. Musim ini, Pedrosa menyatakan bakal kembali memeberikan yang terbaik. Dia pun mengaku sudah tidak sabar untuk memulai race perdana musim ini di Qatar. “Saya akan selalu memberikan seluruh kemampuan saya di musim ini dan siap berkompetisi dengan pembalap lain,” ujarnya. Tampil menjanjikan Mengawali musim ini, Pedrosa telah menjalani tes pramusim di Sepang, Malaysia, dengan cukup baik. Kini ia mulai fokus pada tes ban yang akan berlangsung di Phillip Island, Australia, 3-5 Maret mendatang. Pada hari pertama tes di Sepang, Pedrosa mampu finis di posisi keenam dengan toreh an waktu tercepat 2 menit 1,160 detik. Di hari kedua, pembalap asal Spanyol itu melesat ke posisi pertama dengan waktu 2 menit 0,039 detik. Di hari terakhir, Pedrosa hanya mampu finis di posisi kedua. Pedrosa mengaku telah melakukan simulasi balapan dengan baik demi memperbaiki motornya. Pasalnya, pihak Honda sendiri mengakui bahwa motor tersebut masih lemah di tikungan jika dibandingkan dengan motor rivalnya, Yamaha.(Ant/ Crash/S-4) MI/BAGUS SURYO CORNELIA AGATHA Berutang pada Teater AKTRIS Cornelia Agatha mengaku berutang budi dengan dunia teater. Pasalnya dengan menggeluti dunia tersebut, kemampuan dia berakting semakin terpoles menjadi lebih sempurna. “Di Indonesia teater belum jadi industri. Padahal teater adalah cikal-bakal akting. Kalau di luar negeri, teater itu prestise,” kata dia di sela persiapan pentas Demonstran dari Teater Koma di Taman Ismail Marzuki, Jumat (28/2) lalu. Aktris yang menanjak namanya lewat sinetron Si Doel Anak Sekolahan itu menambahkan, ilmu yang diserapnya dari teater sungguh melimpah. Proses kreatif yang mewarnai produksi pentas teater merupakan sesuatu yang tidak ternilai baginya. “Teater sudah menghidupkan keaktrisan saya,” sebut dia. Wanita berusia 41 tahun itu berkecimpung di bidang teater sejak 1994. (Ant/S-4) maggie@ mediaindonesia. com ANTARA ! ONLINE HARI INI k REUTERS lik Pengguna Jomblo.com T b 20 ribu Akun Tembus China Yakin Manusia Bisa Tinggal di Bulan JUMLAH pengguna Jomblo.com, jejaring sosial karya pengembang Indonesia, menembus angka 20 ribu setelah diluncurkan 6 Februari lalu. Sebelum diluncurkan secara resmi, Jomblo.com sudah dapat diakses sejak September 2013 dan telah mencapai 9.000 pengguna. Jumlah pengguna kemudian naik dua kali lipat hanya dalam kurun dua minggu hingga akhirnya melampaui 20 ribu pengguna. “Kami sangat senang melihat animo terhadap Jomblo.com dan berharap kami menjadi bagian dari potensi berkembangnya start-up teknologi karya anak bangsa di Indonesia,” kata Co-Founder dan Managing Partner Jomblo.com Darrick Rochili dalam siaran persnya. CHINA memang belum berencana mendirikan pangkalan riset ilmiah di bulan. Namun, negara tersebut meyakini suatu saat bulan bisa dijadikan sebagai daerah koloni tempat tinggal baru manusia. “Dari sudut pandang ilmiah dan perkembangan teknologi penjelajahan bulan, sebuah tempat tinggal (di bulan) untuk jangka waktu lama suatu saat akan dibangun,” ujar Kepala Ilmuwan Program Chang’e-3, Ye Peijian, Sabtu (1/3). Menurut Peijian, manusia sudah terbukti dapat mendarat dan berjalan di bulan se- DOK. JOMBLO.COM Jomblo.com diluncurkan sebagai situs jejaring sosial karya anak muda Indonesia, untuk anak muda Indonesia, yang dirancang untuk menghubungkan para jomblo-ers (yang belum punya pasangan) dengan individu, kegiatan, atau komunitas dari berbagai latar belakang yang memiliki passion dan minat serupa. (Antara) AP lama beberapa waktu. Ia yakin suatu saat manusia dapat bertahan lebih lama, atau bahkan tinggal di bulan. China sendiri merupakan negara ketiga dunia yang mengirimkan kendaraan berjenis rover untuk menjelajahi bulan. Program Chang’e-3 ialah bagian dari fase kedua program penjelajahan bulan pemerintah China. Fase itu termasuk memasuki orbit dan mendarat di bulan serta kembali ke bumi. Pada 2007 dan 2010, China mengirimkan sejumlah roket khusus ke orbit bulan. (Xinhua) BACAAN FAVORIT BOEING KEMBANGKAN PONSEL RAHASIA BOEING mengembangkan ponsel pintar yang dirancang khusus untuk menangani komunikasi super rahasia. Jika ponsel itu dibuka secara paksa, seluruh data akan terhapus secara otomatis. (Tekno) DIET DENGAN RUMPUT LAUT RUMPUT laut bisa menjadi unsur penting dalam upaya penurunan berat badan. Ilmuwan di Universitas Newcastle mengatakan rumput laut bisa menekan lemak di dalam usus. (Health) CHRIS BROWN JALANI REHABILITASI AMARAH HAKIM di California, Amerika Serikat, Jumat (28/2), memerintahkan penyanyi Chris Brown tetap mengikuti program rehabilitasi amarah untuk dua bulan ke depan. (Entertainment)
    • MINGGU, 2 MARET 2014 HALAMAN 13 “Saya melihat kain ini hanya untuk pengikat di pura, penutup sesaji. Padahal, saya melihat (kain) itu bisa digunakan sebagai alternatif untuk pecinta fesyen.” PESONA Jenang, Kaya Rasa Sarat Makna Kuliner, Hlm 23 HAL 22 Tidak Nyaman, tapi Dibutuhkan Eksplorasi Bahan tidak Lazim LEKAT GREGORIUS VICI SAPTO DJOJOKARTIKO POPPY DHARSONO PRIYO OKTAVIANO FOTO-FOTO: MI / PANCA SYURKANI Bukan lagi kain adati, para desainer Tanah Air juga menggunakan kain dekoratif untuk pura hingga kulit kayu untuk koleksinya. BINTANG KRISANTI K AIN bermotif kotak-kotak hitam putih itu mengingatkan kita pada Pulau Dewata. Kain itu sering terlihat dipakai para penari kecak ataupun di pura-pura sebagai penghias. Namun, di panggung Indonesia Fashion Week, Minggu (23/2) malam, kain itu menjadi detail dalam kebayakebaya mewah nan seksi. Berlangsung di Plenary Hall, Balai Sidang Jakarta, inilah peragaan koleksi bertajuk Legong Srimpi karya Anne Avantie. Selain kain dengan motif bungabunga besar, maestro kebaya asal Semarang, Jawa Tengah, itu juga menggunakan kain bermotif bungabunga besar dengan pinggiran prada. Penggunaannya ada yang sendiri maupun dipadankan dan diolah menjadi bawahan lurus berbelahan tinggi atau bergaya rok lebar. “Saya melihat kain ini hanya untuk pengikat di pura, penutup sesaji,... padahal saya melihat (kain) itu bisa digunakan sebagai alternatif untuk pecinta fesyen,” tutur Anne dalam konfrensi pers siang harinya. Ia memang sudah sering berinovasi dengan kain yang tidak lazim. Seperti menggunakan kain batik lawas (usang dan bekas pakai) untuk label siap pakainya, Batiken. Desainer berusia 59 tahun ini juga pernah menggunakan kain stagen (pengikat perut) untuk karyanya. Namun, koleksi Anne kali ini bisa dibilang bukan hanya bermain dengan tampilan, tapi juga kenyamanan. “Soal nyaman dan tampilan itu tergantung di mana ditempatkan... Kita lihat saja nanti,” ucapnya ketika ditanya tentang dua hal itu. Di atas panggung, soal tampilan yang langsung terjawab. Seperti biasa, koleksi Anne mampu membuat orang selalu jatuh cinta pada kebaya. Kain-kain dekoratif itu dipadankan dengan kebaya kontemporer berbelahan dada rendah. Anne terlihat memasukkan pula gaya kain transparan yang belakangan tren. Kain itu digunakan mulai dari bahu dan terus ke arah perut membentuk siluet V. Bagian buah ada dan tepi perut ditutupi dengan kain lace penuh bordir hingga menciptakan kesan sangat seksi. Model baru lainnya dari Anne adalah kebaya kontemporer lengan pendek dengan leher tinggi dan rapat. Anne berharap inovasi kain darinya membuka potensi ekonomi baru bagi banyak orang. “Saya berharap membuka wacana dan membuka rezeki bagi siapa saja,” tukasnya. Tidak hanya Anne, malam itu, ino- vasi kain juga ditampilkan Gregorius Vici. Namun, bukan pada jenis kain, Vici menampilkan inovasi teknik. Kain-kain penuh payet dan bordir yang ia gunakan dalam gaun-gaun siap pakai eksklusif itu merupakan hasil produksi mesin. “Saya memodifikasi mesin itu sehingga mesin itu langsung bisa mayet dan bordir,” ujar pria yang juga asal Semarang itu. Desainer yang rutin tampil di Hong Kong Fashion Week itu mengungkapkan, mesin jenis tersebut sebenarnya sudah banyak di pasaran, namun harus berproduksi dalam jumlah besar. “Sekali produksi, setiap kainnya itu minimal 20 atau 30 meter. Kalau ini bisa hanya sedikit dan bisa menekan harga. Jadi baju bisa harganya Rp3 juta,” tuturnya. Hari sebelumnya, Priyo Oktaviano mengolah kain tapis lampung menjadi busana dengan gaya terinspirasi dari robot Gundam. Salah satu wujud busananya adalah celana pipa skinny dengan kain tapis yang diterapkan dengan konsep mirip patchwork. Padanannya adalah blus tanpa lengan yang diberi efek feminin dengan aksen frill di pinggang. Pada peragaan itu juga ditampilkan koleksi Sapto Djodjokartiko. Penjualan daring Eksplorasi bahan juga terlihat pada koleksi siap pakai. Pada peragaan gabungan yang berlangsung minggu siang, brand asli Indonesia, Lekat ANNE AVANTIE Tex Saverio Memukau di Paris DI antara nama besar desainer pada pekan mode Paris, Prancis, desainer Indonesia tidak sekadar menjadi penggembira. Setidaknya hal itu sudah dilakukan Tex Saverio. Koleksi Tex yang diperagakan Selasa (25/2) waktu setempat cukup menjadi pembicaraan. Setidaknya dua kantor berita asing, AP dan AFP, begitu juga dengan blog fesyen yang cukup populer di Inggris, My Fashion Life, meliput koleksi desainer kelahiran Jakarta, 29 tahun lalu itu. Koleksi Tex didominasi warna hitam dan emas, dengan karakter busana yang seksi, misterius, dan edgy. Ia tampak menggunakan material lace, kulit, hingga material serupa metal. Busananya terdiri dari rok mini dan midi bergelombang yang dipadankan de- di karpet merah acara-acara bergengsi. Nama Tex mulai naik daun di dunia internasional semenjak busananya dikenakan Lady Gaga dalam sebuah pemotretan tahun 2011. Awal 2013, busananya juga dikenakan Kim Kardahsian di pemotretan salah satu majalah. Tex semakin meroket setelah dipercaya mendesain busana pengantin yang dikenakan aktris pemenang Oscar Jennifer Lawrence di film The Hunger Games Catching Fire. Di Paris kali ini sebenarnya FOTO-FOTO: AP/JACQUES BRINON beberapa desainer Indonesia juga menggelar perangan blus lengan panjang, celana skinny, gaun-gaun malam bersiluet duyung, gaan. Desainer Ari Seputra, Yosafat Dwi hingga dress ultramini. Tidak ketinggalan, Kurniawan, Toton, dan Vinora Ng bisa Tex menggunakan teknik laser cut yang menggelar peragaan lewat program Fashion Forward yang digagas oleh Jakarta menjadi ciri khasnya. Maria Pierides dari My Fashion Life Fashion Week. Tex terpilih pula dalam memperkirakan koleksi Tex bakal muncul program itu.(AP/M-4) menggunakan kulit kayu untuk rok maupun aksen pada atasan. Untuk memberi kesan lebih luwes, namun tetap etnik, ada pula padanan dengan dengan tenun. Selain itu digunakan juga menggunakan teknik patchwork dengan warna-warni cerah. Di sisi lain, desainer senior yang juga pendiri Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) Poppy Dharsono mengolah tenun ikat Troso asal Jepara. Unsur modern dimasukkan Poppy lewat potongan, seperti gaun malam one shoulder dan jubah panjang yang dipadankan dengan mini dress. Koleksi Poppy dan Lekat termasuk 18 koleksi yang bergabung dalam peragaan Digital Fashion Show yang digelar atas kerja sama dengan situs belanja daring, Zalora. Selain Poppy, desainer dan label terkenal lainnya yang ikut memperluas penjualannya lewat situs itu adalah Ian Adrian hingga label Damn I Love Indonesia. Masuk ke situs penjualan daring memang telah lama dilakukan label-label kelas dunia. Mereka tidak khawatir turun kelas karena bersanding dengan label-label baru. Hal ini pula yang tampak pada Poppy. “Malah saya senang sekali bisa sama-sama dengan desainer yang muda-muda ini. Harapannya, kalau saya bisa berdampingan, saya bisa memberikan citra yang baik dan bimbingan,” tutur Poppy. (*/M-1) miweekend@mediaindonesia.com
    • CERPEN 14 MINGGU, 2 MARET 2014 Tubuh yang Diam ADI ZAMZAM S EJAK bangun tidur, ia sudah merasakan kekosongan itu. Semakin terasa saat ia memaksakan diri untuk bangun. Kosong yang paling kosong. Seperti lelah yang telah lama menumpuk, hingga ia kembali merebahkan tubuh, sebelum akhirnya berkeputusan untuk pergi ke dokter. Ia tak yakin, apakah kekosongan yang seperti lelah ini bersumber dari gejala sebuah penyakit atau hanya perasaannya. Karena itulah ia juga tak yakin apakah dokter bisa menyembuhkan keluhan yang dialaminya sekarang, meski akhirnya ia berangkat ke dokter juga. “Lelah saja rasanya, Dok,” jawabnya saat dokter menanyakan keluhan. “Rasanya seperti tidak punya kaki, tidak punya tangan, dan tidak punya kepala. Mau mengerjakan apa, mau ke mana, rasanya bingung saja. Tak ada gairah.” Dokter sepertinya sudah paham dengan keluhan semacam itu. Dan ia kemudian menuliskan resep. “Diminum yang teratur ya, Pak. Sementara ini Bapak istirahat dulu sampai lelahnya hilang.” * Ia sudah minum obat dari dokter. Tapi kekosongan yang membawa rasa lelah itu tetap tak mau mengendap dalam tubuhnya. Seperti ada riuh yang tak mau berhenti, bahkan saat ia coba berkonsentrasi dengan televisi yang ia tonton. Ia merasa kepalanya sedang berada di tempat lain. Kepalanya sedang berbicara di hadapan banyak orang, dari A sampai Z, tentang taktik pemenangan dirinya yang harus dijalankan oleh mereka, tentang bagaimana caranya mengumpulkan dana dan bagaimana caranya mengoptimalkan dana tersebut, bagaimana caranya meraih simpati orang-orang, juga tentang bagaimana-bagaimana lainnya yang berkaitan dengan pencalonan dirinya sebagai orang nomor satu di kotanya. Ia merasa telinganya tidak sedang mendengarkan suara televisi. Telinganya sedang mendengarkan semua yang dilaporkan oleh mereka. Tentang citra dirinya di mata masyarakat, tentang isu-isu negatif seputar dirinya, tentang aspirasi para pendukungnya, juga tentang konstelasi panggung pemilu. Telinganya harus selalu mendengar semua berita tentang itu, kapan pun, di mana pun. Suara-suara itu tak boleh ia abaikan. Ia juga merasa kedua matanya tidak sedang melihat gambar televisi semata. Di kedua matanya juga melintas gambar-gambar lain. Perihal keadaan orang-orang yang akan menjadi sasaran kampanyenya, perihal apa-apa yang mesti ia janjikan kepada mereka kemudian, juga perihal semua yang berkaitan dengan pelaksanaan program-program yang telah direncanakan. Ia juga merasa bahwa kedua tangannya sedang berada di tempat lain. Kedua tangannya tidak sedang menyertai kepalanya yang sibuk sendiri. Kedua tangannya sedang menemani istri tercinta yang memanjakan diri ke mana pun perempuan itu berselera, mulai dari tempat perawatan tubuh sampai butikbutik ternama. Ia sengaja menyisakan tangannya saja di samping sang istri, sebab kepalanya tak begitu penting saat berada di samping perempuan itu. Selera istrinya untuk memanjakan diri sering tak bisa diganggu gugat oleh siapa pun, termasuk dirinya. Karena itulah ia selalu hanya menyisakan kedua tangannya saja untuk merangkul sang istri. Sekadar memberi tanda bahwa ia selalu setia menemani dan mendukung keinginan istri. Tentu saja hal itu juga karena ia tak bisa membebani tangannya untuk berpikir. Saat bersama sang istri, ia hanya menyuruh tangannya untuk bersetia melayani dan membuatnya senang. Lagi pula kedua tangannya tak begitu penting bagi kepalanya lagi, sebab kepalanya bisa dengan mudah menjadikan orang lain sebagai tangan kanan atau tangan kirinya. Terakhir kedua kakinya. Ia pun PIGURA ONO SARWONO TOPENG. Kata itu, selain memiliki arti leksikal yang berarti penutup muka atau wajah, juga mengandung makna konotatif. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), makna lain selain penutup muka, topeng juga berarti kedok atau kepura-puraan guna menutupi maksud sebenarnya. Topeng dengan makna kedua itulah yang kini banyak dikenakan orang di sekeliling kita. Banyak pula pejabat di negeri ini yang bermuka aneka topeng. Misalnya, ada pejabat yang mencitrakan diri sebagai gembala rakyat, tetapi nyatanya jabatan yang mereka genggam erat dijadikan ajang sepak terjang watak aslinya, pemaling. Kita khawatir topeng demikian itu juga akan menjadi tren kedok wajahwajah para calon elite dan pemimpin yang kini sedang gencar menjajakan diri menghadapi pemilu. Baik bagi mereka yang mencalegkan diri maupun yang menggadang-gadang mencapres dan mencawapreskan diri. Lihatlah, aneka poster atau baliho bergambar atau potret diri dengan berbagai ukuran yang mereka paku atau tempel atau lem di tempat-tempat strategis. Selain bergambar wajah diri tersenyum, umumnya disertai deretan gelar akademik dan janji muluk. Promosi yang mencitrakan sang calon pantas menjadi pejabat dan pemimpin elok. Namun, cobalah mengendapkan pesan reklame diri itu dalam hati, mungkin akan muncul tanda tanya, dan pertanyaan jangan-jangan itu topeng. Akankah mereka menjadi pejabat atau pemimpin yang baik-baik kelak? Kita punya banyak pengalaman. Misalnya, dulu banyak elite yang tampak merakyat, bersih, berintegritas, serta ngalor-ngidul berbusa menebar janji, merasa kedua kakinya sedang berada di tempat lain. Kedua kakinya tidak sedang menemani kepalanya yang sibuk dengan urusannya sendiri. Kedua kakinya tidak begitu penting bagi kepalanya, sebab kepalanya juga bisa dengan mudah menjadikan orang lain sebagai kedua kakinya. Kedua kakinya juga tidak sedang menemani tangannya yang sedang sibuk menemani istrinya. Kedua kakinya mempunyai kesibukan tersendiri, yakni memanjakan diri dari satu tempat hiburan ke tempat hiburan lainnya. Kedua kakinya akan sangat senang sekali saat bisa turun ke lantai diskotek yang bingar, joget berdesak-desakan, lalu setelah lelah dia akan menepi dengan seorang perempuan. Kakinya tak perlu khawatir dengan omongan orang-orang, dengan para wartawan yang selalu ingin mendapatkan berita sensasional tentang dirinya, sebab tak ada yang kenal betul bahwa kedua kaki itu adalah kepunyaannya. Karena itulah kedua kakinya bisa dengan leluasa pergi bersenang-senang ke tempat mana pun yang ia suka. Kedua kakinya selalu hanya membawa uang saat pergi bersenang-senang. Kedua kakinya tahu persis bahwa di tempat semacam itu yang jadi perhatian hanyalah uang. Ia tak pernah membiarkan kepala atau tangannya mengikuti langkah kedua kakinya. Itu jelas berbahaya! Toh hanya dengan kedua kaki ia bisa mendapatkan kesenangan yang memuaskan. * Obat dari dokter telah habis, tapi ia masih saja merasakan gejala itu. Kekosongan yang membawa rasa lelah. Seperti selalu dikejar-kejar sesuatu. Seperti ada yang selalu melompat-lompat tergesa di dalam kepalanya. Seperti ada yang selalu berseliweran di depan matanya, bahkan dalam keadaan pejam sekalipun. Seperti ada suara-suara yang tak mau mengendap di liang telinganya. Ia sering merasa semua anggota tubuhnya sedang tak berdiam meski ia berdiam atau berbaring di pembaringan. Ia sering hilang fokus, konsentrasi, juga gairah. Meski kemudian ia sudah berusaha memanjakan diri sepuas-puasnya. Entah apa yang sebenarnya terjadi dengan dirinya. Sampai pada keterkejutan di sebuah pagi, saat ia becermin merapikan diri. Tak ada bayangan yang bisa ia lihat dalam cermin. Seolah tak ada orang yang berdiri di depan cermin, padahal ia sedang mematut diri di hadapan cermin. Ia tercenung. Kenapa bisa begitu? Ia merenung. Inikah penyebab dari semua yang ia rasakan selama ini? Akhirnya ia pun memutuskan. Hal pertama yang dilakukannya adalah mengambil kembali sepasang tangannya yang selama ini selalu setia menemani si istri. “Aku tahu kalau selama ini kau hanya memberikan tanganmu untukku. Kau tak pernah benar-benar ada untukku. Lalu kenapa sekarang kau ingin mengambilnya juga dariku?” ujar si istri ketika dua tangan yang selalu menemani diambil kembali oleh suaminya. “Hanya sebentar,” jawabnya. “Sebentar? Dulu kepalamu pamitnya juga hanya untuk sebentar. Tapi nyatanya sampai detik ini kepalamu selalu sibuk dengan urusanmu sendiri.” “Itu tanganku. Kenapa kau melarangku mengambil tanganku kembali?” “Baik, ambillah. Tapi kalau kau ingkar janji, tak mau mengembalikan tangan itu kepadaku lagi, aku pun bisa mengambil keputusan.” “Kau itu istriku. Mengertilah sedikit keadaanku.” “Iya, aku tahu kau suamiku. Tapi kau juga mesti sadar apa kewajibanmu kan?” Dengan sedikit perasaan kecewa ia pun akhirnya meninggalkan si istri dan lalu bergegas ke tempat di mana kepalanya sedang sibuk membagi tugas ini-itu kepada tim suksesnya. “Kuambil kepalaku dulu ya? Untuk sementara jangan ganggu kami dengan persoalan apapun. Kami mau liburan sebentar. Untuk sementara kerjakanlah semua agenda yang telah kita susun kemarin,” ujarnya saat menghampiri kepalanya di hadapan para anak buah. “Liburan berapa lama, Pak? Kenapa kami tak boleh menghubungi Bapak?” tanya salah seorang anak buah yang selama ini menjadi tangan kanannya. “Mungkin dua atau tiga hari. Doakan saja keadaanku semakin membaik.” “Bapak sakit?” bernada khawatir. Sebagai orang yang paling dipercaya, sikap perhatian itu hal lumrah. “Tak usah khawatir. Kerjakan saja semua sesuai rencana. Nanti setelah keadaanku membaik, aku akan menghubungimu.” Dengan sedikit perasaan lega, ia pun bergegas menuju sebuah tempat hiburan, tempat kedua kakinya sering bersenangsenang di sana. Ia mendatangi tempat itu dengan menyamar, sebab jika ketahuan banyak orang bisa ditebak akibatnya. Berbagai media akan habis-habisan memakannya. Dan tentu saja itu adalah kemenangan di pihak lawan. Tak boleh ada yang tahu bahwa orang itu adalah dirinya. Hanya kedua kaki nakal itu yang tahu. Kedua kaki yang hobi berdesakdesakan dengan perempuan-perempuan diskotek. Kedua kaki yang hobi mabuk. Kedua kaki itu menolak ketika tahu ia dijemput. Ia bahkan sempat melarikan diri ketika dipaksa ikut. * Dugaannya benar. Setelah mengambil tangan dari sisi istri, kepala dari hadapan anak buah, dan kaki dari tempat bersenang-senang, ia pun serasa mendapatkan kesegaran baru. Kini ia merasa telah bertemu dengan dirinya sendiri. Ia menemukan kenyamanan yang paling nyaman. Tapi kemudian ia merasa bingung dengan apa yang mesti dilakukannya beberapa hari ke depan. Jika ia kembali kepada istrinya, kepada anak buahnya yang amat menunggu, atau mampir lagi ke tempat hiburan itu, kejadian kemarin pasti akan terulang lagi. Tubuhnya serasa terpencar-pencar. Ia merasa tak memiliki tubuh itu. Setiap bagian tubuhnya seperti memiliki keinginan sendiri-sendiri. 2014 Adi Zamzam, tinggal di Jepara telah menulis sejumlah buku fiksi Redaksi menerima kiriman naskah cerpen, ketik sebanyak 9.000 karakter, karya orisinal dan belum pernah diterbitkan di media massa lain. Kirim e-mail ke cerpenmi@mediaindonesia.com dan cerpenmi@yahoo.co.id @Cerpen_Mi Topeng Gorawangsa tetapi glethek pethele (kenyataannya) menggaruk dan menimbun duit rakyat. Jabatan yang diemban, dengan sumpah segala, bukan sebagai gelanggang pengabdian. Sebaliknya, mereka jadikan itu sebagai ladang dan sawah mencari nafkah. Jadi, tidak ada bedanya dengan karnivora rakus. Karena itu, masyarakat jangan gampang lumer. Kita harus selalu waspada terhadap jenis ‘makhluk’ seperti itu. Paling tidak agar kita tidak, lagi-lagi, termakan oleh tipu muslihat golongan bertopeng penuh misteri. Basudewa palsu Dalam cerita wayang, ada tokoh yang pernah sekali bertopeng untuk menutupi keasliannya, tetapi setelah itu ia berkalang tanah. Itu risiko yang disadari dan ia berani menanggung konsekuensinya. Tokoh itu adalah titah gergasi bernama Gorawangsa. Gorawangsa bukan sosok rendahan. Ia raja atau penguasa di Kerajaan Goabarong. Ia memiliki adik kandung yang dipercaya menduduki jabatan patih, yakni Ditya Suratimantra. Dari sanggit pendalangan, mereka keturunan Bathara Kalagotama, putra Bathara Kala dengan Dewi Pramuni dari Kahyangan Setragandamayit. Gorawangsa dikenal sakti dan memiliki aji kemayan. Bila ajian itu diwatek (digunakan), ia bisa berubah wujud atau rupa sesuai dengan apa pun yang ia kehendaki. Itulah yang ia manfaatkan dengan sewenang-wenang untuk memenuhi syahwat. Dalam perjalanan hidupnya, pernah ada perempuan yang mampir di hatinya. Titah itu bernama Dewi Maerah, putri Prabu Kurandapati, raja Negara Widarba. Namun, harapan untuk menyuntingnya kandas karena Maerah telanjur dinikahi Raja Mandura Prabu Basudewa. Akan tetapi, meski sudah lama berlalu, Gorawangsa masih menyimpan sisasisa kehendak untuk suatu ketika bisa berdekatan dengan Maerah. Penyakit itulah yang pada saat-saat tertentu muncul dan menggoda hasratnya. Akibat kuatnya godaan itu, Gorawangsa mulai merancang kapan waktu yang paling memungkinkan dirinya bisa berduaan dengan Maerah. Karena itulah ia kemudian mempelajari kebiasaan-kebiasaan Basudewa dan juga Maerah. Dari sanalah ia merancang strategi. Berdasarkan pengamatan sendiri serta telik sandi yang ia kirim ke Mandura, ditemukan peluang untuk bisa menggauli Maerah. Yakni, pada waktu-waktu ketika Basudewa melakukan bebedhat (berburu) kijang di hutan belantara. Perburuan itu bisa berlangsung berhari-hari, bahkan bisa sampai lebih dari satu pekan. Benar adanya. Pada suatu waktu yang telah dijadwalkan, Basudewa bersama rombongan berburu. Sang raja ditemani dua adiknya, Arya Prabu dan Oegrosena, disertai pula sejumlah prajurit pilihan. Seperti biasanya, mereka berkemah di hutan. Itulah kesempatan yang ditunggutunggu dan kemudian dimanfaatkan Gorawangsa. Dengan mengerahkan kekuatan aji kemayan, Gorawangsa beralih rupa menjadi Prabu Basudewa. Tidak ada titah yang bisa melihat titik kepalsuan pada Gorawangsa. Ia memang persis Basudewa. Basudewa palsu itu kemudian dengan percaya diri tiba di Mandura. Tidak ada prajurit dan nayaka praja yang tahu bahwa yang datang itu adalah Basudewa palsu. Dengan penuh ketenangan, Gorawangsa memasuki istana. Setelah melewati sejumlah penjagaan dengan aman, ia langsung melenggang masuk puri tempat tinggal Maerah. Di tempat itu, Maerah pun tidak mencium sedikit pun aroma kepalsuan. Karena merasa sudah berhari-hari tidak bertemu, keduanya lantas rubuh melepaskan kangen. Basudewa palsu (Gorawangsa) tidak melewatkan sedetik pun kesempatan yang telah lama ia harapkan itu. Maka, Basudewa palsu itu sprint melakukan saresmi (berhubungan layaknya suami-istri), dengan Maerah berulang kali. Namun, petualangan gila Basudewa palsu itu berakhir ketika tepergok oleh Arya Prabu yang pulang mendahului kakaknya. Singkat cerita terjadilah peperangan dan tewaslah Gorawangsa. Timbulkan mala Inti dari cerita itu adalah tentang kepalsuan. Dengan kesaktian yang dimiliki, Gorawangsa memoles dan menggincu diri untuk mengelabui Maerah demi memetik ‘keuntungan’, yaitu pelampiasan syahwat. Ia tidak peduli dari perbuatan itu melahirkan anak dari benihnya yang menjadi mala (penyakit) di Negara Mandura di kelak kemudian hari. Ini tentu bisa dijadikan renungan bagi kita. Janganlah kita menginginkan atau menikmati sesuatu lantas berkamuflase, memalsukan jati diri dengan berkedok mentereng. Kepalsuan seperti itu selain berdampak asor pada martabat sendiri juga akan merugikan pihak lain. Dalam konteks perpolitikan kita, ke depan kita berharap jangan sampai ada topeng-topeng Gorawangsa. Janganlah demokrasi yang kita nikmati ini dikotori aksi-aksi pengelabuan rakyat. Enyahkanlah tabiat bertopeng-topengan atau bercitra-citraan. Praktik politik seperti itu akan memunculkan mala-mala destruktif. (M-3)
    • TIFA MINGGU, 2 MARET 2014 15 TARI HIP HOP: Sejumlah penari melakukan gerakan khas gaya hip hop dalam pertunjukan tari kontemporer berjudul We Came From East karya koreografer Jacko Siompo di Goethe Institute di Jakarta, beberapa waktu lalu. Tarian ini menggambarkan sejarah munculnya hip hop yang merupakan kombinasi gerakan khas tradisional Papua dengan tingkah laku hewan. Seni tradisi tergeser akan seni tradisi hampir tak terkenal. Padahal, seni tradisi dari Minang, Jawa, Batak, dan Papua begitu kuat. “Setiap daerah pesisir dan pegunungan di Minang cukup berbeda, baik dari gerak maupun simbol. Inilah khazanah yang perlu digali. Belum ada ruang yang cukup bagi ekspresi suku-suku kita,” nilai Edi. Dia menilai keberadaan seni pertunjukan tradisional seperti wayang dan teater rakyat perlu mendapatkan ruang. “Jangan sampai hilang sehingga menjadi general kita melihat seni tradisi itu,” ungkap peraih Bintang Chevalier des Arts et Letters dari Republik Prancis (1997) itu. Persoalan seniman yang jarang menghadirkan persoalan terkini dalam karya, menurut Jecko, bukanlah suatu persoalan mendasar. Pasalnya, dia masih giat menghadirkan seni yang mengusung seni tradisi dan modern. Saat dia belajar di Amerika Serikat, misalnya, pengaruh balet dan hip hop begitu kuat bagi Jecko. “Saat kembali, saya pun berimajinasi dan mencari sesuatu yang baru di negeri ini. Saya terinspirasi dari gerakan burung dan ayam,” ungkapnya. Tak berlebihan bila Jecko pun menggabungkan setiap gerakan hewan yang dia temui dari Sabang hingga Merauke yang dia sebut animal pop. “Ada benang merah dalam tarian yang saya usung, yaitu gerakan animal. Saya memasukkan tradisi dan modern sehingga terkesan kontemporer,” tandasnya. Lewat diskusi tersebut, ada sebuah harapan agar pelaku seni tari dapat menghadirkan karya yang berkualitas. Tak sekadar mencari sisi komersial, tetapi ada sisi kemanusiaan di dalam karya. Salah satu peserta forum, Madia Patra Ismar, melihat diperlukan forum-forum di ranah pertunjukan guna menunjang kreativitas. “Semakin tumbuh ruang-ruang diskusi menunjukkan sebuah peradaban,” nilai peneliti di sebuah institusi seni di Jakarta itu. Diskusi sore itu berlangsung alot. Selain diskusi, ada pula pembacaan puisi dan prosa. Radhar, Edi, dan Jecko tampak antusias memberikan pandangan mereka mengenai topik seni pertunjukan. Sebuah forum terlahir untuk mendukung perubahan dalam ranah kebudayaan di Indonesia. Ada harapan. Ada idealisme. Tentu saja, ada pula dedikasi yang tak ternilai. (M-2) Munculnya tari kontemporer telah membuat seni tradisi mengalami pergeseran. Ekspresi miweekend@mediaindonesia.com Seniman dan Kemanusiaan MI/USMAN ISKANDAR Seni panggung selalu menyentil persoalan dalam karya. Sayang, jarang sekali seniman yang menghadirkan isu terkini, baik mempersoalkan ekonomi maupun politik. IWAN KURNIAWAN M INIMNYA konsep hingga kemiskinan ide masih menjadi persoalan utama dalam ranah seni pertunjukan di Indonesia, baik dari segi tari, teater, maupun pertunjukan kontemporer. Di balik keseriusan seniman hingga koreografer yang berkancah, ide-ide masih bertumpu pada persoalan yang biasa-biasa saja. Belum ada ledakan karya panggung yang dibuat seniman sehingga menjadi karya yang dapat memengaruhi pemegang kekuasaan untuk mengambil keputusan. Demikian benang merah yang dirangkum dari pendapat budayawan Radhar Panca Dahana, pengajar Fakultas Sastra Universitas Indonesia Edi Sedyawati, dan koreografer Jecko SEBATANG pohon beringin tua berdiri tegar di panggung. Sebuah kursi panjang terpajang jelas di sisi kiri. Di kanan, tampak sebuah kotak lusuh yang biasa digunakan sebagai sandaran kepala. Di bawah beringin itulah, sekawanan gelandangan memanfaatkan selingkung taman untuk beraktivitas, mulai tempat berkumpul hingga tempat melepaskan lelah saat bintang gemintang mulai menampakkan parasnya di langit yang hitam pekat. Gambaran tata panggung itu begitu jelas terlihat pada pementasan lakon Mega Mega karya Arifin C Noer di Teater Kecil, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Sabtu (22/2). Pementasan itu dipersembahkan Dewan Kesenian Jakarta dan Prodi Teater IKJ. Ada pesan mendalam atas tafsiran naskah yang ditulis Arifin (1941-1995) pada 1967 itu. Bila diperhatikan secara jeli, Mega Mega memang sudah sering dipentaskan berbagai kelompok. Lakon tersebut pernah dipentaskan Prodi Teater IKJ pada Art Summit Internasional Festival 2013. Melihat Mega Mega memang sedikit berbeda dengan Kapai-Kapai karya lain Arifin. Lakon itu memang sedikit terpengaruh oleh drama absurd Barat dan drama rakyat Indonesia. Karya Mega Mega mengambil latar belakang Yogyakarta dengan bahasa puitis yang kaya metafora, kata-kata berirama, dan struktur ritmis. Itu bisa terlihat pada kalimat-kalimat puitis yang diteriakkan para aktor. Minim penjiwaan Untuk menafsir karya, memang tak bisa disepelekan. Namun, ada beberapa hal yang menjadi titik perhatian, yaitu pada penjiwaan (penokohan) lakon, setting tempat, dan pro- Pendiri: Drs. H. Teuku Yousli Syah MSi (Alm) Direktur Utama: Lestari Moerdijat Direktur Pemberitaan/Penanggung Jawab: Usman Kansong Dewan Redaksi Media Group: Saur M. Hutabarat (Ketua), Bambang Eka Wijaya, Djadjat Sudradjat, Elman Saragih, Laurens Tato, Lestari Moerdijat, Rahni Lowhur Schad, Suryopratomo, Toeti P. Adhitama, Usman Kansong Redaktur Senior: Elman Saragih, Gaudensius Suhardi, Laurens Tato Kepala Divisi Pemberitaan: Abdul Kohar Kepala Divisi Content Enrichment: Teguh Nirwahyudi Kepala Divisi Artistik & Foto: Hariyanto Asisten Kepala Divisi Pemberitaan: Ade Alawi, Haryo Prasetyo, Jaka Budisantosa, Ono Sarwono, Rosmery C. Sihombing, Tjahyo Utomo Kepala Sekretariat Redaksi: Sadyo Kristiarto Siompo dalam Tur Diskusi Kebudayaan di Kantor Redaksi Koran Jakarta, Selasa (25/2) sore. Acara yang digagas Forum Diskusi Jurnalis Kebudayaan (FDJK) itu dimoderatori pegiat teater Bambang Priadi. “Banyak seniman yang jarang mempersoalkan ekonomi dan politik. Yang notabene, di dua hal itulah kita mengalami persoalan besar,” papar Radhar. Tur Diskusi Kebudayaan tersebut mengupas berbagai persoalan, mulai proses kreatif dalam penciptaan ide dalam sebuah pementasan, persoalan dunia pendidikan seni, hingga isu politik dalam tatanan kesenian di Indonesia. Radhar menyoroti perlunya sebuah pertunjukan menghadirkan persoalan mutakhir, terutama tentang kondisi sosial masyarakat, sehingga dapat menunjukkan sebuah kualitas. “Tugas seniman harus mampu melihat kondisi terbaru dan yang akan datang. Kesenian membicarakan manusia dan kemanusiaan. Tujuan seni adalah memuliakan spesies yang bernama Homo sapiens,” ujar Radar. Kehadiran pop art yang akhir-akhir ini menjamur menjadi sebuah bukti autentik. Para seniman telah mencoba menghadirkan sebuah persoalan keseharian mereka. Tak mengherankan bila pop art kerap dilihat sebagai karya ‘murahan’. “Kita berkarya agar kita ingin berdialog kepada manusia. Selama 40 tahun terakhir kita mengalami invasi (globalisme). Seniman kita hampir seluruhnya pecundang (pengecut) karena tak berani menghadapi realitas,” tegas Radhar. Realitas yang dia maksudkan yaitu para seniman masih bersembunyi dalam estetika, puitis, dan mistik. Tak mengherankan jika penyair sekaligus pegiat teater seperti WS Rendra pernah mengkritisi senimanseniman yang bersembunyi sebagai ‘penyair-penyair salon’. “Rendra pernah bersaksi ‘seniman bukan nabi, namun setengah nabi’. Seniman tak menulis kitab, namun bersaksi. Masyarakat membutuhkan seniman yang mampu menyuarakan kegelisahan masyarakat,” jelas Radhar. Seniman masih bersembunyi dalam estetika, puitis, dan mistik. Keinginan di Bawah Beringin MI/IWAN KURNIAWAN MEGA MEGA: Prodi Teater IKJ sedang mementaskan lakon Mega Mega karya Arifin C Noer di Teater Kecil, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Sabtu (22/2). Lakon lama ini digarap sutradara Bejo Sulaktono dengan pendekatan kekinian tentang kehidupan masyarakat kelas bawah. perti. Penggarapan naskah oleh sutradara Prodi Teater IKJ, Bejo Sulaktono, memang cukup berhasil. Dia mencoba mengangkat kembali lakon lama dengan sentuhan kekinian. Redaktur: Agus Mulyawan, Ahmad Punto, Anton Kustedja, Aries Wijaksena, Cri Qanon Ria Dewi, Denny Parsaulian Sinaga, Eko Rahmawanto, Eko Suprihatno, Hapsoro Poetro, Ida Farida, Iis Zatnika, Irana Shalindra, Jerome E. Wirawan, M. Soleh, Mathias S. Brahmana, Mirza Andreas, Patna Budi Utami, Santhy M. Sibarani, Soelistijono, Sitria Hamid, Wendy Mehari Utami, Widhoroso, Windy Dyah Indriantari Staf Redaksi: Adam Dwi Putra, Agung Wibowo, Ahmad Maulana, Akhmad Mustain, Anata Syah Fitri, Anshar Dwi Wibowo, Arief Hulwan Muzayyin, Asep Toha, Asni Harismi, Bintang Krisanti, Cornelius Eko, Daniel Wesly Rudolf, Deri Dahuri, Dian Palupi, Dika Dania Kardi, Dinny Mutiah, Dwi Tupani Gunarwati, Emir Chairullah, Eni Kartinah, Fardiansah Noor, Gayatri Suroyo, Ghani Nurcahyadi, Gino F. Hadi, Hafizd Mukti Ahmad, Heni Rahayu, Heryadi, Hillarius U. Gani, Iwan Kurniawan, Jajang Sumantri, Jonggi Pangihutan M, Mohamad Irfan, Muhamad Fauzi, Nurulia Juwita, Panca Syurkani, Permana Pandega Jaya, Raja Suhud V.H.M, Ramdani, Rommy Pujianto, Rudy Polycarpus, Sabam Sinaga, Selamat Saragih, Sidik Pramono, Siswantini Suryandari, Siska Nurifah, Sugeng Sumariyadi, Sulaiman Basri, Sumaryanto, Susanto, Syarief Oebaidillah, Thalatie Yani, Usman Iskandar, Zubaedah Hanum Biro Redaksi: Dede Susianti (Bogor) Eriez M. Rizal (Bandung); Kisar Rajagukguk (Depok); Firman Saragih (Karawang); Sumantri Handoyo (Tangerang); Yusuf Riaman (NTB); Baharman (Palem- “Saya mencoba membawa lakon ini menembus batas kota dan wilayah. Latar belakang di Yogyakarta, tetapi penonton bisa merasakan seperti di kota lainnya,” ujar Bejo seusai pementasan. bang); Parulian Manulang (Padang); Haryanto (Semarang); Widjajadi (Solo); Faishol Taselan (Surabaya) METROTVNEWS.COM News: Khudori Redaksi: Agus Triwibowo, Asnawi Khaddaf, Basuki Eka P, Deni Fauzan, Edwin Tirani, Henri Salomo, Irvan Sihombing, Laila B, Rizky Yanuardi, Sjaichul, Wily Haryono, Wisnu AS, Retno Hemawati, Nurtjahyadi, Afwan A, Andrie, Donny Andhika, Fario Untung, Prita Daneswari, Rita Ayuningtyas, Torie Natallova DIVISI TABLOID, MAJALAH, DAN BUKU (PUBLISHING) Kepala Divisi: Budiana Indrastuti Asisten Kepala Divisi: Mochamad Anwar Surahman, Victor JP Nababan Redaktur: Agus Wahyu Kristianto, Lintang Rowe, Sri Purwandhari CONTENT ENRICHMENT Periset: Heru Prasetyo (Redaktur), Desi Yasmini S, Gurit Adi Suryo Bahasa: Dony Tjiptonugroho (Redaktur), Aam Firdaus, Adang Iskandar, Henry Bachtiar, Ni Nyoman Dwi Astarini, Riko Alfonso, Suprianto ARTISTIK Asisten Kepala Divisi: Rio Okto Waas Redaktur: Annette Natalia, Donatus Ola Pereda, Gatot Purnomo, Pementasan itu didukung aktor Hestu Wreda (sebagai Hanung), Arief Wiyatna (Tukijan), Rini Samsi (Retno), Megarita (Ma’e), Banon Gautama (Koyal), dan Aryo Nagoro (Panut). Hestu, misalnya, menjadi salah satu aktor yang mencoba memberikan penjiwaan yang sangat khas. Maklum, dia pernah merah penghargaan sebagai aktor terbaik Festival Teater se-DKI Jakarta pada 1998. Terlepas dari itu, tokoh lain yang dibawakan masing-masing aktor masih dangkal dalam penguasaan naskah. Artikulasi dari beberapa aktor masih terlihat kurang jelas dan menarik sehingga terkesan lupa pada beberapa petilan naskah. Kisah Mega Mega mengupas manusiamanusia dengan impian yang menyenangkan. Seorang perempuan tua (Ma’e) bermimpi memiliki anak-anak, tetapi mandul. Seorang perempuan muda (Retno) bermimpi memiliki sebuah keluarga yang baik, tetapi dia hanyalah seorang pelacur. Di sisi lain, seorang lelaki muda (Panut) berapi-api memiliki sebuah lahan pertanian, tapi dia hanya seorang pe ngangguran. Begitu pula dengan seorang remaja (Tukijan) yang memiliki impian hebat untuk menjadi laki-laki sejati, tetapi dia hanya seorang gembel dan pencopet. Semuanya berkutat di bawah beringin tua. Terlepas dari naskah yang bagus, para pemain dari Prodi Teater IKJ masih kecolongan, terutama pada bagian akhir yang kurang terasa. Penjiwaan dari tokoh Ma’e masih terasa hambar di ujung pementasan. Kendati demikian, Bejo mampu menghadirkan lakon yang dikemas dengan makna global. Ada renungan-renungan filosofis yang dihadirkan untuk menyuarakan kondisi masyarakat kelas bawah. (Iwan Kurniawan/M-2) Marjuki, Prayogi, Ruddy Pata Areadi Staf Redaksi: Ali Firdaus, Ami Luhur, Ananto Prabowo, Andi Nursandi, Bayu Aditya Ramadhani, Bayu Wicaksono, Briyan Bodo Hendro, Budi Setyo Widodo, Catherine Siahaan, Dedy, Dharma Soleh, Endang Mawardi, Fredy Wijaya, Gugun Permana, Hari Syahriar, Haris Imron Armani, Haryadi, Marionsandez G, M. Rusli, Muhamad Nasir, Muhamad Yunus, Nana Sutisna, Novi Hernando, Nurkania Ismono, Putra Adji, Rugadi Tjahjono, Seno Aditya, Tutik Sunarsih, Warta Santosi Olah Foto: Saut Budiman Marpaung, Sutarman PENGEMBANGAN BISNIS Kepala Divisi Marketing Communication: Fitriana Saiful Bachri Kepala Divisi Special Project & Partnership: Andreas Sujiyono Kepala Divisi Iklan: Gustaf Bernhard R Asisten Kepala Divisi Iklan: Wendy Rizanto Perwakilan Bandung: Aji Sukaryo (022) 4210500; Surabaya: Tri Febrianto (031) 5667359; Yogyakarta: Andi Yudhanto (0274) 523167. Telepon/Fax Layanan Pembaca: (021) 5821303, Telepon/ Fax Iklan: (021) 5812107, 5812113, Telepon Sirkulasi: (021) 5812095, Telepon Distribusi: (021) 5812077, Telepon Percetakan: (021) 5812086, Harga Langganan: Rp67.000 per bulan (Jabodetabek), di luar P. Jawa + ongkos kirim, No. Rekening Bank: a.n. PT Citra Media Nusa Purnama Bank Mandiri - Cab. Taman Kebon Jeruk: 117-009-500-9098; BCA - Cab. Sudirman: 035306-5014, Diterbitkan oleh: PT Citra Media Nusa Purnama, Jakarta, Alamat Redaksi/Tata Usaha/Iklan/Sirkulasi: Kompleks Delta Kedoya, Jl. Pilar Raya Kav. A-D, Kedoya Selatan, Kebon Jeruk, Jakarta Barat - 11520, Telepon: (021) 5812088 (Hunting), Fax: (021) 5812105 (Redaksi) e-mail: redaksi@ mediaindonesia.com, Percetakan: Media Indonesia, Jakarta, ISSN: 0215-4935, Website: www.mediaindonesia.com, DALAM MELAKSANAKAN TUGAS JURNALISTIK, WARTAWAN MEDIA INDONESIA DILENGKAPI KARTU PERS DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA ATAU MEMINTA IMBALAN DENGAN ALASAN APA PUN
    • HIBURAN 16 MINGGU, 2 MARET 2014 Mahalnya Sebuah Kebebasan Film 12 Years a Slave merupakan film menyentuh yang akan membeberkan kekejaman sistem perbudakan yang memang pernah terjadi. A WAHYU KRISTIANTO “A KU bukan mau bertahan, aku mau hidup.” Itulah sepenggal kata-kata yang dilayangkan Solomon Northup ( C h i w e t e l E j i o f o r ) ke t i k a kebebasannya harus direnggut orang tak bertanggung jawab dan ia dijual menjadi budak. Potret terbaru dari perbudakan dapat dilihat dalam film 12 Years a Slave karya sutradara Steve McQueen. Film ini diangkat diangkat dari kisah nyata Solomon Northup, seorang pria terhormat dari New York yang tiba-tiba direnggut kebebasannya dan dijual menjadi budak di Louisiana. Selama 12 tahun Solomon harus bekerja menjadi budak kepada tiga tuan berbeda. Ia dipaksa menggunakan identitas palsu dan menerima perlakuan tak manusiawi dari salah satu tuannya, Edwin Epps (Michael Fassbender). Edwin menganggap budak ialah sebuah ‘properti’ yang bebas untuk dia perlakukan. Solomon pun melakukan segala cara agar dapat memperoleh kembali kebebasan- AP/FOX SEARCHLIGHT FILM 12 YEARS A SLAVE nya meskipun harus melewati cambukan, pengkhianatan, dan usaha sembunyi-sembunyi. Semuanya dia jalani agar dapat bertahan hidup dan kembali kepada keluarganya sebagai orang bebas. Tidak hanya mengangkat kehidupan menderita Solomon, dalam film ini McQueen juga menggambarkan kultur Amerika pada zaman itu yang terlihat ironis, yaitu ketika keagamaan juga kuat di tengah budaya perbudakan pada saat itu. Hal itu terlihat dari adegan saat William Ford (Benedict Cumberbatch) terlihat memberikan khotbah kepada para budaknya ataupun saat Edwin Epps merasa bahwa gagal panen yang dialaminya diakibatkan kutukan Tuhan. Kisah nyata Film ini berangkat dari kisah nyata tentang Solomon Northup yang mengalami perbudakan di abad ke-19, tepatnya dari 1841 hingga 1843. Steve McQueen mencoba menguak rahasia perbudakan yang tak tertandingi dan tak terhapuskan di balik sejarah kejayaan Amerika. Kisah Solomon yang tertuang dalam memoar tentangnya ini pernah menjadi sebuah novel best seller di tahun itu. Setelah ia bebas, ia tidak hanya menerbitkan buku, tetapi juga mencoba untuk mencari keadilan. Sayangnya, rasialisme yang begitu kuat membuatnya kalah dalam segala persidangan yang ia jalani untuk menuntut Edwin Epps ataupun pencu- liknya. Kisah pilu Solomon yang berhasil bebas setelah melewati perbudakan hanyalah satu dari sekian banyak cerita dalam periode kelam Amerika yang tidak terkuak ke permukaan. Film 12 Years a Slave mendapat sambutan positif dari penonton bahkan yang berasal dari Amerika. Dalam sebuah wawancara kepada BBC, sutradara McQueen menyatakan bahwa dia mendapat dukungan atas filmnya ini dari segala lapisan. “Aku merasakan sangat banyak yang menyukai film ini dan aku tetap rendah hati dan sangat tersanjung bahwa pujian ini berasal dari negara ini sendiri,” ujar McQueen. Film 12 Years a Slave mendapatkan tujuh nominasi dalam penghargaan Golden Globe 2014 dan meraih penghargaan best motion picture dalam Film bergenre drama. Dalam Golden Globe, film ini bersaing ketat dengan American Hustle yang mendapatkan nominasi dengan angka yang sama. Segala kesuksesan dan respons yang didapat bertambah dengan masuknya film 12 years a Slave ke dalam sembilan nominasi Oscar tahun ini. Steve McQueen berpeluang menjadi sutradara berkulit hitam pertama yang meraih penghargaan sutradara terbaik. (*/M-1) miweekend @mediaindonesia.com Menghibur meski Menegangkan PADA usianya yang ke-61 tahun, aktor yang telah melakoni puluhan drama yang tidak sedikit menjadi nominae dalam ajang Academy Award ini telah bertransformasi menjadi salah seorang aktor laga dengan bayaran tertinggi di Hollywood. Todd McCarthy, melalui situs The Hollywood Reporter, pun menilai momen reuni antara Liam Neeson dan Jaume Collet-Serra (sutradaranya dalam film Unknown) dalam film Non-Stop kali ini tampak seperti mendaur ulang latar belakang tokoh pemeran utama dalam film Taken, yang juga diperankan Neeson. Seorang aparat penegak hukum yang memiliki anak perempuan, yang disertai garis takdir yang menyedihkan. Marsekal Federal Udara Amerika Serikat Bill Marks (Lian Neeson) ialah seorang pecandu alkohol. Walaupun sudah menjadi polisi selama 25 tahun, karakter Bill tidak cocok dengan profil ideal seorang marsekal udara. Ia tidak suka terbang, ia selalu sangat panik ketika lepas landas dan masih mencuri-curi kesempatan untuk merokok di kamar mandi selama penerbangan. Namun, di tengah penerbangannya dari New York menuju London malam itu, Bill diganggu dengan serangkaian pesan singkat dari salah seorang penumpang dalam pesawat itu, berisi peringatan bahwa ia akan membunuh salah seorang penumpang jika Bill tidak mengirimkan uang sebesar US$150 juta ke sebuah rekening bank dalam waktu 20 menit. Sejak saat itulah, seperti yang dijanjikan melalui judulnya, film ini memberikan ketegangan tiada henti untuk mengungkap siapa pelaku kejahatan sebenarnya ketika korban mulai berjatuhan satu per satu. Neeson pun sekali lagi membuktikan kemampuan berlakonnya dengan menjadi seorang pahlawan laga tangguh dengan memberikan daya tarik dalam penampilannya sebagai tokoh baik dengan emosi yang sulit dikendalikan. Karena sifatnya yang terkadang tidak bersahabat, sebagian besar karakter, bahkan penonton, percaya Bill (Neeson) ialah penjahat yang bertanggung jawab atas pembajakan pesawat yang terjadi saat itu. Meskipun plot yang diciptakan terkadang terasa tidak masuk akal.(*/M-2) AP/UNIVERSAL PICTURES FILM NON-STOP
    • 17 MINGGU, 2 MARET 2014 Unju k Ba Sine di G kat as M anff est 2 uda 014 EBET Ide cerita yang inovatif dan jarang terlihat pada layar kaca tumpah ruah di festival ini. DIAN PALUPI R UANG kuliah umum bernomor 9009 yang terletak di tenggara Institut Teknologi Bandung (ITB) itu disulap menyerupai ruang bioskop. Kemeriahan yang sederhana, merupakan kesan pertama yang muncul saat Move memasuki ruangan tersebut pada Minggu (23/2) siang itu. Sebuah film berjudul Si Manggale tengah diputar di layar putih berukuran 3x2 meter yang ada di depan ruangan. Sekitar seratusan penonton yang ratarata anak muda duduk nyaman menikmati film. Beberapa dari mereka tak henti melahap berondong jagung yang ada di tangan. Si Manggale, film ke-7 yang diputar hari itu, merupakan salah satu film yang diputar di Ganesha Film Festival (Ganffest). Festival film independen itu diselenggarakan oleh unit kegiatan mahasiswa Liga Film Nasional (LFM) ITB. Ini merupakan kali keempat gelaran Ganffest dibuat anak-anak LFM. Sejak pertama kali diadakan pada 2008, Ganffest terus berusaha konsisten untuk mewadahi karya para sineas-sineas muda Indonesia, terutama Kota Bandung. Kali ini festival rutin dwitahunan itu mengangkat tema Make it seen sebagai benang merahnya. “Kita ingin sharing-sharing karya. Dengan tema Make it seen ini kita ingin menjadi wadah bagi sineas-sineas berbagai daerah di Indonesia untuk bisa memperlihatkan karyanya pada orang-orang di sini,” tutur Ibadur Rahman Siddiq, 22, ketua LFM ITB saat bertemu Move di selasela acara. Senada dengan Ibadur, ketua panitia Ganffest 2014 Muhammad Ishilutfidianto, 19, juga berharap dengan adanya Ganffest ini para sineas dan penikmat film bisa saling mengapresiasi. “Film indie di Indonesia itu sudah sebegitu majunya lo, cuma kita enggak punya tempat buat nampilin ke khalayak umum. Biasanya festival-festivalnya pun juga lebih banyak diketahui oleh komunitas (film) saja,” tutur mahasiswa program studi Perencanaan Wilayah dan Kota tersebut. Lebih dari seratus film pendek telah didaftarkan oleh para pelajar, mahasiswa, dan sejumlah sineas nonprofesional sejak September 2013 lalu. Tidak hanya dari Bandung, karya-karya gambar bergerak itu juga berasal dari sineas muda Jakarta, Yogyakarta, Surabaya, Aceh, dan Makassar. Dari total 165 film yang telah diajukan, selanjutnya para kurator LFM ITB melakukan serentetan penilaian hingga hanya memilih 13 film utama. Film- film tersebut ialah Cerita Ivy, Sore Hari, Liburan Keluarga, Sunset, Pail, Si Manggale, Whispering Box, Cita, Sang Pembawa Pesan, Loper, Pingitan, Pencuri Sejarah, dan Haryo. Ketiga belas film itu diputar bersama film-film karya anak-anak LFM selama dua hari, 22-23 Februari 2014. Hingga hari terakhir, antusiasme pengunjung yang ingin menyaksikan filmfilm indie tetap tinggi. “Jumlah pengunjung sangat banyak, sangat ramai, sangat antusias. Yang paling saya suka ialah ketika melihat ekspresi mereka saat selesai menonton, entah itu terkejut, entah itu... wah film ini keren..., itulah yang kita cari. Membuat para filmaker juga terapresiasi,” ungkap Ibadur pada Move. Lebih bervariasi ghargaan Plakat Pen untuk Film-film yang didaftarkan di Ganffest kali ini diakui Muhammad Ishilutfidianto lebih bervariasi. Ide cerita yang jarang dilihat pada layar kaca tumpah ruah 014. di festival itu. Ganffest 2 dalam ng terpilih “Banyak yang inofilm-film ya vatif, misalnya menceritakan hal-hal kehidupan, tetapi tidak pernah terekspos di TV. Saya paling suka film berjudul Liburan Keluarga yang menceritakan shock culture tentang liburan di Jawa sana,” tutur Lutfi, sapaan Muhammad Ishilutfidianto. Film Liburan Keluarga tersebut akhirnya dinobatkan sebagai yang terbaik di ajang Ganffest tahun ini. Film yang disutradarai oleh Tunggul Banjaransari asal Solo itu berhasil menyabet dua penghargaan sekaligus, yaitu penghargaan Piala Gading Yang Tak Retak untuk nominasi sinematografi terbaik dan penghargaan Piala Gajah Emas untuk nominasi film terbaik. Tidak hanya keberagaman dari sisi ce rita, Ganffest juga menawarkan keberagam an pada isi festival secara keseluruhan. Siang itu tidak hanya ruang 9009 yang ramai oleh pengunjung. Sebuah lapangan bernama Lapangan Segitiga yang ada di depan ruang 9009 juga diubah menjadi Plaza Make It Seen. Di sana terdapat sejumlah gerai yang memperlihatkan proses dibalik layar dalam produksi sebuah film. Pengunjung bisa belajar langsung bagaimana merias wajah pemain hingga melakukan penyuntingan gambar.Ada lagi yang unik dari festival ini. Sebuah bus yang parkir di depan gerbang ITB ikut disulap menjadi bioskop. Bismegaplex namanya. Berbalut kain terpal berwarna hitam, instalasi kamera video, serta tulisan Ganesha Film Festival 2014, bus tersebut cukup mengundang perhatian. Beberapa orang terlihat mengantre di pintu bagian belakang bus untuk masuk ke dalamnya. Semua tirai jendela bus ditutup sehingga ruang dalam bus tampak minim cahaya. Hanya ada satu cahaya dari sebuah layar putih yang ditembak oleh cahaya proyektor, siap untuk memutar film. Bangkubangku yang biasanya diduduki oleh penumpang beralih fungsi menjadi kursi bioskop. “Kita ingin masyarakat mencoba merasakan sensasi baru, suasana baru, selain nonton di bioskop yang biasa dilakukan orang banyak,” sebut Lutfi. FOTO-FOTO: DOK. LFM ITB Beberapa sineas muda tengah melakukan diskusi tentang film yang mereka garap (Atas). Suasana di depan pintu masuk ruang screening sebelum film Si Manggale dimulai. Ajang bertemu Ganffest rupanya juga menjadi ajang bagi sejumlah komunitas film Indonesia untuk bertemu dan bertukar ilmu. Puluhan komunitas yang datang difasilitasi oleh LFM untuk melakukan jambore kecilkecilan pada Sabtu (22/3) malam. “Kita membuat satu malam khusus sebagai ajang temu dan kenal berbagai komunitas film yang ikut serta dalam Ganffest kali ini. Ada 35 komunitas dengan 180 orang dari berbagai daerah di Indonesia yang kita pertemukan,” tutur Ibadur. Komentar positif pun datang dari para peserta Ganffest 2014. “Kita bisa kenal dengan komunitas lain melalui kumpulkumpul di Ganffest. Semoga ada terus acaranya jadi kita bisa selalu ke sini dan bawa karya-karya kita,” ungkap Mayo Sinatria, peserta dari Yogyakarta. “Banyak pengalaman penting yang kita dapat, yang paling utama bagaimana edukasi dari setiap sutradara. Selain itu, kita juga dikasih kesempatan buat mengenalkan komunitas,” tukas Andi Budrah Sadam, 21, perwakilan komunitas Sinematografi Universitas Airlangga Surabaya. (*/M-1) move@mediaindonesia.com HOW TO OPINI MUDA Henry Suhandar, 23 tahun Teknik Kimia Institut Teknologi Nasional Bandung DOK. PRIBADI Muhammad Fahmi Alfarisi, 23 tahun Fakultas Ekonomi Universitas Andalas Padang FILM independen sudah mulai banyak dilirik oleh penonton di Indonesia. Salah bila kita menganggap budaya sinema Indonesia masih terbatas oleh bioskop dan televisi. Sekarang sudah banyak komunitas perfilman yang mampu menghasilkan karya sinema dengan kualitas sinematografi yang tak kalah bagus dengan rumah produksi terkenal. Hanya saja di beberapa daerah masih belum memiliki jalur distribusi yang baik. Perkembangan teknologi informasi harus dimanfaatkan dengan maksimal oleh komunitas perfilman untuk mendistribusikan karya sinema mereka agar dapat dinikmati oleh khalayak umum. RUMAH produksi perfilman besar di Indonesia saat ini hanya menampilkan film-film yang kurang berkualitas. Bahkan hanya menjatuhkan mental generasi Indonesia. Film bertema remaja dan takhayul lebih banyak menghiasi baliho bioskop. Di sisi lain, film-film bertema independen yang menyuguhkan cerita yang berisi pesan moral yang lebih mendidik masih kalah saing. Mungkin karena masyarakat kurang tertarik dengan nilai-nilai kemanusiaan yang diangkat di sana. Padahal, film indie harusnya lebih ditonjolkan dan dikembangkan. Salah satu caranya mungkin dipasarkan secara online menggunakan media sosial agar lebih mudah diakses orang banyak. DOK. PRIBADI Tips Memikat Juri Festival KALAU kamu ingin mencoba membuat film yang bisa memikat juri, minimal juri Ganffest edisi selanjutnya, tips dari teman-teman LFM ITB ini barangkali bisa diterapkan. 1 2 Coba beranikan diri untuk mengangkat tema tentang apa saja. Jangan terpaku pada tema film yang sedang populer saat ini. 3 Aspek teknis cukup menjadi pertimbangan bagi juri. Bila gambar sudah bagus, rapi, dan tidak ada kesalahan, tidak ada alasan bagi juri untuk tidak mempertimbangkan karyamu. (*/M-6) Jalan cerita filmmu harus inovatif. Ide cerita yang berbeda dengan arus utama bisa jadi pertimbangan juri untuk melihat lebih karyamu. Kamu bisa melakukan riset-riset sebelum mulai menyusun cerita filmmu.
    • 18 MINGGU, 2 MARET 2014 Bergerak untuk Perubahan Ibu Kota B Bagi komunitas Ganti Jakarta, sehebat apa pun gubernurnya, tak akan bisa mengubah wajah Jakarta tanpa ada kesadaran dan peran dari para warga. Indra Nugraha Program Studi Jurnalistik Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung FOTO-FOTO: DOK. GANTI JAKARTA ANJIR, macet, perkampungan kumuh, dan sampah masih menjadi masalah yang terus melanda ibu kota negara Indonesia, Jakarta. Meski begitu, sekelompok pemuda yang tergabung dalam komunitas Ganti Jakarta bertekad mengubah hal tersebut. Mereka yakin perubahan tak akan datang begitu saja dengan hanya mengharap pada upaya yang dilakukan pemerintah. Karena itulah mereka melakukan aksi nyata sesuai kemampuan, dengan harapan bisa memberikan dampak positif bagi perubahan kota. “Kami terdiri dari berbagai kalangan, umumnya orang-orang yang bekerja dan kuliah di hari biasa. Ketika weekend tiba, kami mencari kegiatan sosial yang bersifat fun, tapi berdampak secara langsung,” tutur pendiri komunitas Ganti Jakarta, Hariadhi, saat ditemui di sebuah kafe di kawasan Jalan Sabang, Jakarta, Senin (24/2). Menurutnya, komunitas tersebut mengusung misi perbaikan untuk Jakarta. Mereka ingin Jakarta berubah ke arah yang lebih baik, siapa pun gubernurnya. “Siapa pun yang memimpin, kalau dia melakukan sesuatu, ya, harus kita dukung. Pemimpin sehebat apa pun dia, membuat sebuah program kalau tidak didukung rakyatnya, ya percuma,” ucap Hariadhi. Awalnya Hariadhi membuat akun Twitter @gantijakarta untuk mengampanyekan politik bersih dalam pemilu kada. Setiap hari ia aktif nge-tweet terkait dengan permasalahan pemilu kada DKI. “Awalnya iseng saja. Akun tersebut dibuat jauh sebelum pemilu kada. Sekitar Juni 2012, dibuat untuk mengampanyekan pemilu kada yang bersih,” kata Hariadhi. Ia berharap, melalui kultwit yang dilakukannya setiap hari, follower @gantijakarta tidak melakukan tindakan anarkistis saat kampanye ataupun melakukan kampanye hitam, apa pun pilihan mereka. “Nah setelah pemilu kada selesai, akhirnya kita lanjutkan misinya. Bahwa seka- rang kita sudah mempunyai pemimpin baru. Percuma kalau ada pemimpin baru, tapi mindset masyarakatnya masih menggunakan pola lama. Masyarakat harus mau berubah. Kalau kita tidak memainkan peran kita sebagai warga, ya enggak akan berubah sampai kapan pun,” tutur alumnus Institut Kesenian Jakarta (IKJ) itu. Nama Ganti Jakarta diambil karena mengusung filosofi adanya sebuah perubahan. Ia berharap Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan warga bisa berkolaborasi secara aktif untuk menciptakan perubahan ke arah yang lebih baik. Komunitas tersebut mengusung misi perbaikan untuk Jakarta. Mereka ingin Jakarta berubah ke arah yang lebih baik, siapa pun gubernurnya. Selain gencar kampanye melalui Twitter, Ganti Jakarta membuat berbagai poster info grafis keuntungan menggunakan transportasi umum, tidak membuang sampah sembarangan, dan berbagai aktivitas positif lainnya. Selain menyebar poster, mereka mengelola website www.gantijakarta.org. Website itu sepenuhnya dikelola para relawan. “Kalau kita mau ada perubahan, jangan menunjuk orang lain, tapi tunjuk diri sendiri,” kata Hariadhi. Seiring dengan bertambahnya follower, Hariadhi sadar, jika sekadar kultwit di media sosial, hal itu hanya akan menjadi omong kosong. Hingga akhirnya, ia melontarkan ide untuk membuat gerakan sosial melalui Twitter. “Responsnya sangat positif. Follower @gantijakarta merespons ide tersebut dengan baik,” ujar Hariadhi. Akhirnya mereka sepakat menggelar kopi darat dan membuat acara-acara rutin untuk perbaikan Jakarta. “Kopdar pertama kali dilakukan di Masjid Sunda Kelapa Januari tahun ini, hanya dihadiri 12 orang. Setelah kopdar kita melakukan kunjungan ke Waduk Pluit dan Ria Rio. Kita melihat perubahan yang ada di sana,” tutur salah satu relawan, Gumilar Satriyo Nugroho. Pertemuan yang awalnya hanya satu bulan sekali semakin naik intensitasnya seiring dengan tingginya antusiasme para relawan. “Sekarang dua minggu sekali kita membuat kegiatan. Ke depan mungkin akan lebih sering,” tambah Satriyo. Tak hanya warga Jakarta Anggota komunitas Ganti Jakarta tak hanya warga Ibu Kota. Banyak juga warga perantauan yang ikut bergabung. Salah satunya Satriyo. Ia mengaku, meskipun tercatat sebagai warga Jawa Timur, ia ingin berkontribusi langsung secara aktif untuk perubahan Jakarta. “Saya kan dari dulu, ya, kalau merantau di mana pun saya berada, selalu berusaha melakukan suatu hal yang positif bagi kota yang saya tempati. Kita juga membantu mewujudkan perubahan di daerah yang kita tempati. Jadi enggak cuma ikut numpang tinggal saja,” kata Satriyo. Relawan lainnya, Mais Saputra, mengaku senang bergabung dengan komunitas tersebut. Ia merasa kepedulian terhadap pembangunan Ibu Kota semakin bertambah. “Jadi kenal orang dengan karakter masing-masing. Tahu tempat yang tadinya enggak tahu seperti waduk Pluit dan Ria Rio. Pengetahuan juga nambah. Saya juga jadi sering mengajak teman-teman untuk mengubah perilaku mereka,” kata Mais. Saat ini sudah ada 180 relawan yang tergabung di komunitas Ganti Jakarta. Bagi sahabat Move yang mau gabung bisa follow Twitter mereka atau mendaftar jadi relawan dengan mengirim data diri ke website mereka. Ayo bergerak menuju perubahan Jakarta! (M-6) move@mediaindonesia.com TANDA MASUK: Kegiatan kopi darat Komunitas Ganti Jakarta yang berlangsung setiap dua minggu. Anggota yang hadir diharuskan membawa dua botol plastik bekas pakai yang dipungut sepanjang perjalanan menuju tempat kegiatan, sebagai tanda masuk acara kopi darat. Dimulai dari Hal Sederhana INDRA NUGRAHA CREATIVE MOVE SOEHARTO Karya : Ramadhan Setia Nugraha Mahasiswa Fakultas Dakwah dan Komunikasi Jurusan Program Studi Jurnalistik Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung anggotanya. Tiap relawan berkontribusi sesuai dengan kemampuan masing-masing. Ada yang menyumbang dana, makanan, peralatan, dan sebagainya,” tambah Hariadhi. bawa dampak positif. Pasalnya, hal tersebut terbawa dalam kehidupan sehari-hari para relawan Ganti Jakarta. “Setelah botol KEGIATAN yang telah dilakukan komunitas plastik terkumpul, mereka buang ke tempat Ganti Jakarta cukup beragam. Dalam setiap yang seharusnya. Sepele, tapi menghasilkegiatan, mereka membalutnya dengan kan perubahan nyata,” tukas Hariadhi. konsep fun khas anak muda. Mereka juga melakukan kampanye “Kita memberikan pelatihan cara mem- Botol tiket masuk buat biopori. Tapi, ketika pengumuman Satu hal menarik dalam kegiatan Ganti Ja- penggunaan transportasi umum yang bisa di Twitter, kita enggak bilang mau bikin karta ialah setiap acara kopi darat (kopdar) berkontribusi untuk mengurangi kemabiopori. Biasanya kan kesan orang kalau digelar, peserta diharuskan membawa dua cetan. “Sekarang kan kebanyakan orang mendengar kata biopori itu membuat susah botol plastik bekas. “Dua botol plastik itu ketika menggunakan transportasi umum dan memerlukan tenaga ekstra. Jadi, kita jadi harga tiket masuk acara kopdar. Jadi, nge-tweet keluhan saja. Kenapa kita enggak bilang acara makan-makan,” ucap Hari- yang datang di acara itu harus memungut coba nge-tweet atau update status yang enak adhi, pendiri Ganti Jakarta. sampah minimal dua botol plastik di se- saat menggunakan bus Trans-Jakarta, KRL, Mereka juga pernah melakukan peng- panjang perjalanan mereka dari rumah atau transportasi umum lainnya,” tutur Mais Saputra. galangan buku bacaan anak-anak untuk menuju lokasi acara,” ujar Hariadhi. Menurut mahasiswa jurusan Public Redisumbangkan ke perpustakaan anak. “SeHal tersebut memang terkesan sepele. bulan sekali kita mengadakan acara jalan Namun, tindakan yang sepele itu mem- lations Universitas YAI Jakarta itu, hal itu akan membuat orang tertarik sehat. Tapi, ini bukan jalan untuk beralih menggunakan sehat biasa. Peserta yang transportasi massal. ikut mempunyai misi unPrinsip komunitas Ganti tuk memungut sampah,” Jakarta ialah membuat perterang Hariadhi. ubahan tidak harus dengan Relawan Ganti Jakarta cara yang ribet. Hal sederhana berjalan di kawasan hari dan menyenangkan pun bisa bebas kendaraan bermotor membuat perubahan nyata. alias car free day sambil “Kita ada gerakan foto selfie memungut sampah. Di adi transportasi umum. Jadi khir perjalanan, sampah ketika kita naik bus Transdikumpulkan. Aksi terseJakarta atau KRL, kita foto but menjadi agenda budan mention di Twitter. Kita lanan atas kerja sama dekampanyekan kalau pakai ngan komunitas Good Life transportasi massal itu nyaSociety. man dan sekaligus berkon“Semua kegiatan yang tribusi untuk mengurangi dilakukan oleh komunitas ini terselenggara dengan FUN: Kegiatan pelatihan cara membuat biopori yang diselenggarakan Komunitas kema cetan,” tandas Mais. (M-6) dana swadaya dari para Ganti Jakarta yang dibalut dalam konsep fun khas anak muda.
    • 19 MINGGU, 2 MARET 2014 EKSIS Jumpa Mixtape Kampus Unpad BERAGAM hal dilakukan orang untuk berbagi kesukaan dalam musik. Salah satunya seperti apa yang dilakukan oleh sekelompok mahasiswa lintas komunitas Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran. Secara terjadwal, mereka membuat kegiatan bernama Jumpa Mixtape di lorong Pusat Studi Bahasa Jepang (PSBJ) kampus Unpad Jatinangor saat sore menjelang. Mixtape sendiri berarti kegiatan membuat kompilasi lagu untuk kesenangan pribadi. Tidak ada musik yang dilarang saat Jumpa Mixtape. Orang-orang yang datang dibebaskan menyusun daftar lagu kesukaan mereka untuk diperdengarkan bersama-sama dan membahas latar belakang mixtape yang dibuat. Jumpa Mixtape sengaja diadakan sebagai kegiatan kopi darat antara kreator, apresiator, dan orang yang ingin merayakan kultur mixtape. “Kita sudah dua kali bikin, pertama bulan Desember lalu dan akhir Februari kemarin. Kegiatan Jumpa Mixtape ini sebenarnya berawal dari teman-teman yang senang nongkrong di kampus. Dengan adanya Jumpa Mixtape, kita setidaknya bisa belajar untuk mendengarkan dan menghargai pendapat orang lain,” tutur Audry Rizki, 21, yang menjadi salah satu penggagas kegiatan itu pada Move beberapa waktu lalu. (*/M-6) DOK. JUMPA MIXTAPE Ciptakan Aplikasi Pembatasan BBM Kartu elektronik buatannya memiliki sistem yang mewajibkan konsumen membeli BBM nonsubsidi saat kuota yang ditentukan telah habis terpakai. H anif Lyonnais, 21, menggandrungi dunia informatika sejak duduk di bangku sekolah menengah atas. Mahasiswa tingkat akhir di Teknik Informatika Institut Teknologi Bandung (ITB) itu mengasah kemampuannya dalam teknologi dengan mengikuti kompetisi. Desember 2013, Hanif menjadi salah satu pemenang kompetisi Olimpiade Sains Nasional (OSN) yang digelar Pertamina untuk kategori proyek sains perangkat lunak. Program aplikasi yang dinamai Eazyfuel membawa Hanif dan timnya mengalahkan lebih dari 600 mahasiswa. Eazyfuel merupakan aplikasi pembantu transaksi pembelian dan pengelolaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi yang ia harapkan bisa menjadi solusi masalah penjualan BBM bersubsidi di negeri ini. Minggu (23/2) siang di kampus ITB, Hanif meluangkan waktu untuk diwawancarai Move. Cowok kelahiran Lyon, Prancis, itu bercerita tentang passion-nya dalam informatika dan Eazyfuel, serta prestasinya dalam OSN 2013. Apa kesibukanmu sekarang? Saya dan beberapa teman sedang mengembangkan Velocite Technology, rumah software yang memproduksi aplikasi mobile hingga konsultan pengembangan sistem informasi dan produk TI lainnya. Sejak kapan mengenal dunia informatika? S ay a s e j a k SMA telah suka komputer, dulu sih suka mengulik komputer. Banyak yang bisa dilakukan dengan komputer dan bagi saya teknologi yang ada di komputer itu adalah masa depan. Akhirnya saat pemilihan jurusan ternyata minat saya ke sains khususnya informatika. Mengapa tertarik dengan sains? Saya orangnya penasaran. Saya suka baca dan pengen tahu. Menurut saya, IPA dan sains itu sangat menarik. Sebenarnya waktu kecil saya juga ingin menjadi insinyur atau dokter. HANIF LYONNAIS Satria Adi Pradana yang satu jurusan dengan saya. Waktu saya menceritakan konsep aplikasi ini mereka juga tertarik. Apa itu aplikasi pembantu transaksi BBM bersubsidi? Mengapa memilih fokus mengembangkan teknologi di bidang energi? Namanya Eazyfuel, konsepnya sama dengan kartu kredit. Ada kartu elektronik yang berisi saldo dan kuota yang akan digunakan untuk membeli BBM. Transaksi BBM di lokasi SPBU tidak akan menggunakan uang, tinggal di-tap sesuai dengan nominal pembelian. Karena energi merupakan elemen yang substansial dalam negara. Kita ingin berkontribusi membantu pemerintah meskipun secara tidak langsung. Bagaimana cara kerja Eazyfuel? Proses kerjanya, setiap orang dikasih kartu yang telah mempunyai saldo dan kuota pembelian BBM. Apa keunggulan Eazyfuel ini? Keunggulan kartu ini yaitu adanya sistem kuota yang saya ciptakan untuk membatasi BBM bersubsidi sebanyak yang telah ditentukan. Kalau kuotanya sudah habis, konsumen akan diwajibkan membeli BBM yang tidak bersubsidi. Mengapa terpikir ide membuat aplikasi ini? Mengapa tertarik ikut OSN Pertamina? Biodata Nama: Hanif Lyonnais Tempat, tanggal lahir: Lyon, 31 Juli 1992 Pendidikan: S-1 Teknik Informatika ITB 2010 Prestasi: - Juara 2 OSN Pertamina 2013 - Juara 2 LEN Aplikasi Smartcard Harteknas 2013 - 10 Besar Gemastik V 2012 E-mail: hanif.lyonnais@gmail.com Website: www.vt-id.com Awal pengembangan itu berbarengan dengan pro-kontra kenaikan harga BBM pada pertengahan tahun lalu. Saya dan teman-teman berpikir apa yang bisa kami lakukan untuk memberikan solusinya. Sebenarnya saya terinspirasi dengan e-KTP. Saya berpikir suatu saat e-KTP bisa dipakai nih buat semua. Dari situ terpikir teknologinya harus dari kartu. Tujuanmu apa dengan aplikasi ini? Pertama, kondisinya sekarang kita tidak bisa membatasi pembelian BBM oleh orang-orang tertentu. Yang kedua tidak ada data valid yang menunjukkan siapa pembeli BBM, apakah orang mampu atau tidak mampu. Dengan aplikasi ini, semua data akan terekam. Data itu yang menjadi dasar bagi pemerintah untuk menetapkan kebijakan tentang BBM ini. Intinya ialah membatasi pembelian BBM, jadi orang didorong untuk membeli BBM tidak bersubsidi. Apa manfaat aplikasi ini bagi masyarakat? Bagi masyarakat kemudahannya adalah kecepatan transaksi dan tidak perlu bawa uang tunai saat berbelanja BBM. Adakah riset yang kamu lakukan? Sejak Juni 2013 kita memang sudah melakukan riset tentang bagaimana pengelolaan BBM di negara lain. Kita juga mengulik seberapa memungkinkan teknologinya bisa diterapkan di Indonesia. Berapa orang yang mengerjakan aplikasi ini? Ada tiga, saya mengerjakan bersama Irfan Kamil dan Sebenarnya ini idealisme pribadi, saat menjadi mahasiswa saya harus bisa membuat sesuatu. Akan sangat baik bila sesuatu yang saya buat itu memberikan manfaat bagi masyarakat. Dari hal itulah saya mengikuti OSN Pertamina. Ada target khusus dalam kompetisi? Saya ingin menang di sana. Sebenarnya agak kecewa karena saya ternyata juara dua. Tapi saya akhirnya paham berarti ada kekurangan yang membuat saya tidak menang dan ke depannya harus ada yang diperbaiki supaya apa yang saya buat itu menjadi lebih baik. Adakah pelajaran ataupun kesan yang kamu dapat dari OSN? Hmm... pada saat semua finalis dikumpulin, sebenarnya banyak karya mahasiswa Indonesia yang potensial bila dikembangkan. Dari sana saya harapkan pemerintah bisa memberi perhatian lebih pada karya-karya tersebut. Selain Eazyfuel, adakah program aplikasi lain yang kamu buat? Dua tahun lalu saya pernah membuat aplikasi web untuk anak autis namanya Indonesia Caution. Di Indonesia belum ada suatu website aplikasi yang mewadahi dan memberikan informasi yang lengkap tentang anak autis. Di sana kita masuk permainan dan video yang bisa dimainkan anak-anak autis. Saya juga kerja sama dengan Pemerintah Purwakarta. Saya membuatkan sistem pengaduan masyarakat terintegrasi SMS buat mereka. Jadi pemerintah sana bisa punya kontrol lebih terhadap kinerjanya. Mengapa kamu ingin bekerja sama dengan pemerintah? Menurut saya, pemerintah kan merupakan pembuat kebijakan tertinggi. Jadi kalau kita bisa membantu pemerintah, dampak yang dihasilkan bisa besar. (*/M-1) move@mediaindonesia.com FOTO-FOTO: DOK. ALDO FENALOSA EVENT Mengingat Hal Kecil lewat Pameran SEBUAH potret kue icing terbingkai di salah satu sisi instalasi ruang pameran kampus Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung. Sekilas, foto tersebut tidak menyimpan pesan apa-apa. Namun, menurut Liana Firdaus, 18, potret kue tersebut mempunyai pesan bahwa kue-kue semacam itu pernah populer di zaman dulu. “Banyak orang udah ninggalin makanan seperti ini. Kalah saing dengan kue-kue dan jajanan yang lebih hits dari luar negeri,” tuturnya. DOK. RICHALDO HARIANDJA DOK. ALDO FENALOSA Senin (24/2) siang, sebuah pameran foto bertema The Forgotten tengah digelar unit kegiatan mahasiswa Fotografi Kampus (Fokus) Unpad. Sebanyak 54 karya foto memenuhi Ruang Ekshibisi Fikom dalam pameran yang diadakan selama lima hari hingga Jumat (28/2) sore itu. “Dengan adanya pameran ini, kami berharap bisa mengingatkan orangorang kembali pada hal-hal apa saja yang dilupakan, yang sebenarnya penting buat kita agar nantinya tidak meng- hilang lalu mati,” ungkap Liana pada Move beberapa waktu yang lalu. Foto-foto yang dipamerkan mengangkat berbagai isu sosial yang ada di sekitar kita. Di salah satu sudut misalnya, seorang fotografer memamerkan foto seorang ibu sedang menggendong bayi dengan judul Love Your Self. Foto itu menceritakan tentang kasih sayang orangtua yang kadang terlupakan anaknya karena sang anak setelah dewasa lebih mencintai dirinya sendiri. (*/M-6)
    • 20 Serunya Sains A KHIR-AKHIR ini negeri kita banyak didera bencana, mulai dari banjir di berbagai daerah, longsor di Tomohon, gempa bumi di Kebumen, hingga Erupsi Gunung Sinabung dan Gunung Kelud. Ya, karena letak geografisnya, Indonesia memang memiliki potensi bencana yang sangat tinggi, sahabat Medi. Tapi jangan salah, letak geografis ini pula yang menyebabkan Indonesia mempunyai kekayaan alam yang luar biasa. Apakah kita hanya pasrah dengan adanya bencana? Tentu tidak dong! Perlu sikap optimisme bersama menghadapi bencana. Kita harus optimistis menjawab tantangan bagaimana untuk mengelola bencana. Dengan begitu, kita dapat mengurangi atau meminimalisasi kerugian yang ditimbulkan, baik korban jiwa maupun materi. Pengetahuan mengenai bencana saja tidaklah cukup, lho, sahabat Medi. Perlu penanaman kesadaran sains pada masyarakat yang dapat dibangun sejak anak-anak. Karena dengan sains kita bisa semakin memahami alam dan lingkungan kita. Untuk mendekatkan diri dan menguasai sains salah satu caranya ialah dengan mengikuti Olimpiade Sains. Nah, itulah yang dilakukan teman-teman kita dari 34 provinsi di ! Indonesia pada 22 Februari lalu. Sebanyak 90.134 siswa SD/MI ikut serta dalam penyisihan Olimpiade Sains Kuark (OSK) 2014. “Sains merupakan bagian penting dalam kehidupan manusia. Dengan OSK, anak-anak diajak untuk mengenal dan mencintai sains sejak dini. Hal ini tentu jika konsisten akan melahirkan penguasaan sains, yang akan membuat mereka memahami dan menyadari untuk hidup berdampingan dengan alam dan lingkungan,” ujar Drs Ir Poerwanto P, MA, Ketua Komite Pendukung Olimpiade Sains Kuark 2014. OSK ini terbuka untuk siswa setingkat sekolah dasar. Kompetisi dibagi menjadi tiga level, yakni level 1 untuk kelas 1 dan 2, level 2 untuk kelas 3-4, serta level 3 untuk siswa kelas 5-6. Pembukaan babak penyisihan OSK tahun ini dipusatkan di kota Malang, Jawa Timur. Pada kesempatan tersebut, kami, Regina Anindita Marhendro (SD PL Santo Yusup Semarang) dan Najwa Nur Faiza (SD Taruna Bakti Bandung) berkesempatan meliput acara pembukaan OSK yang telah memasuki tahun kedelapan tersebut. Acara diawali dengan upacara bendera pada pukul 07.00 WIB di Universitas Ma Chung, Malang. Para petugas upacaranya merupakan siswa-siswi SDK Santa Maria 2, Malang. Pembina upacara saat itu ialah Muhammad Anton, Walikota Malang. Selain itu, pembukaan ini juga dihadiri oleh Prof Dr Ing Wardiman Djojonegoro (Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nasional tahun 1993-1998), Drs Ir Poerwanto P, MA (Ketua Komite Pendukung Olimpiade Sains Kuark 2014), dan Prof Yohanes Surya, PhD (penasihat PT Kuark Internasional), serta Sanny Djohan, Direktur PT Kuark Internasional. Selesai upacara, ada pelepasan balon merah putih. Ratusan balon itu menjadi tanda pembukaan OSK 2014. Tibalah saatnya bagi para peserta untuk mengerjakan tes babak penyisihan. Dengan tenang, mereka mengerjakan soal-soal yang diberikan. Di saat yang sama di tempat terpisah, para orang tua dan guru mengikuti seminar pendidikan dengan pembicara Prof, Yohanes Surya, PhD. Sementara itu, kami, Reporter Cilik, beserta Prof Dr Ing Wardiman Djojonegoro, berkunjung ke SDN Karangrejo 02 dan SDN Karangbesukih 02 untuk melihat jalannya penyisihan OSK di sekolah Prof. Yohanes Surya Ilham Gunawan Mengapa balon yang kita tiup tidak dapat terbang? Kirim pertanyaan kamu ke: YSmenjawab@suryainstitute.org Setelah itu, kami kembali ke Universitas Ma Chung. Di sana kami berkesempatan menyaksikan Karnaval Sains! Di Karnaval Sains tersebut terdapat berbagai permainan menyenangkan yang berhubungan dengan sains, seperti membuat replika dan melihat cara kerja gunung berapi, menciptakan arus listrik dengan cuka dan uang logam, serta menjalankan mobil-mobilan kertas dengan bantuan gaya magnet. Siapa pun boleh mencoba, baik anak-anak, orang tua, maupun guru. Menyenangkan sekali! Asyiknya lagi, di setiap Regina Anindita permainan ada hadiahnya! Hehe. Marhendro Sains itu ternyata bisa dipelajari deDuta Reporter Cilik ngan cara menyenangkan, lho! Semarang Sahabat Medi yang belum sempat ikut OSK kali ini, bisa mencoba ikut dan serta tahun depan kok. Pasti banyak Najwa Nur Faiza manfaat yang akan kamu dapatkan. Duta Reporter Cilik Salam sains! (M-6) Bandung mediaanak@mediaindonesia.com Apa Saja yang Melindungi Tubuh Kita? (Seri Confidence in Science) Pertanyaan oleh: B Karnaval sains DUNIA BUKU Menjawab ALON udara yang dapat melayang dan terbang berisi helium atau hidrogen, gas yang lebih ringan dibandingkan dengan udara sekitar. Akibatnya balon tersebut akan terdorong oleh udara WWW.CORBISIMAGES.COM sekitar untuk naik ke atas. Ketika kita meniup sebuah balon, udara yang masuk ke dalam balon adalah udara yang berasal dari paru-paru yang hampir sama dengan komposisi udara sekitar hanya dengan kandungan gas karbon dioksida atau CO2 nya lebih besar. Dan dengan berat balon yang terbuat dari karet, balon tersebut menjadi lebih berat dan akan turun akibat gravitasi Bumi. tersebut. Penulis Penerjemah Penerbit : Han Ji-Su : Rani S Ekawati : Pelangi Mizan BUKU ini mengajarkan konsep sains yang ringan dan aspiratif mengenai penyakit dan kekebalan tubuh manusia. Isinya disajikan dengan bahasa yang sederhana dan mudah dimengerti, serta ilustrasi komikal yang sangat menarik. Buku ini berisikan tiga bagian penting yang menumbuhkan kecerdasan visual anak. Bagian pertama berisikan cerita komik tentang seorang raja yang rakus menyantap makanan yang banyak mengandung gula. Kebiasaan sang raja yang bermalas- malasan dan jauh dari kata sehat ini menjadikan raja sakit. Dokter istana tak mampu mengobati penyakit sang raja. Hanya sang raja yang mampu mengobati dirinya sendiri dengan mengonsumsi makanan yang sehat serta melakukan kebiasaan-kebiasaan yang sehat. Bagian kedua buku ini berisi penjelasan sederhana yang dapat menjawab keingintahuan anak tentang kesehatan tubuh manusia. Pada bagian ketiga, tercantum halhal yang dapat diterapkan untuk meningkatkan kesehatan tubuh. Rekreasi Air (Seri Dongeng Sains) Penulis : Firmanawaty Sutan Penerbit : PT Penerbitan Pelangi Indonesia BIASANYA anak mengenal siklus air melalui buku teks dengan bahasa baku, lengkap dengan penjelasan dan bagannya. Namun, kali ini mereka diajak untuk berimajinasi lewat dongeng Peri Guru dan peri kecil Faye dan Aine yang menjadi muridnya. Buku ini menawarkan gagasan cerdas yang dapat membius rasa ingin tahu anak-anak untuk terus membalik-balik halaman demi halaman cerita dongeng para peri bersayap untuk belajar mengenai siklus air. Dikisahkan, Peri Guru mengajak peri-peri kecil murid- nya untuk ke luar ruangan dan menikmati alam. Peri Guru tersebut menjelaskan siklus air dengan cara mengajak mereka terbang dan mengamati butir-butir air, awan, dan hujan. Buku dongeng yang sarat ilustrasi ini pun dilengkapi dengan lima pertanyaan mengenai cerita yang dapat membantu orangtua mengecek pemahaman anakanak. Buku ini layak diperuntukkan untuk anak-anak usia TK hingga SD awal. Selamat mendongeng ya para ayah dan ibu.
    • MINGGU, 2 MARET 2014 21 FUN WITH ENGLISH Tajiri and Maskini FOLKLORE FROM EAST AFRICA SUARA ANAK Pengalaman Ikut Lomba IPA Gaizzka Metsu Wilsensa Kelas 5 SDT Krida Nusantara Bandung CITA-CITA saya sebenarnya jadi seorang desainer interior, sih. Tetapi untuk menambah pengalaman, sejak bersekolah, saya tidak melulu mengikuti lomba-lomba melukis, kok. Waktu kelas dua, saya juga pernah ikut Olimpiade Sains Kuark (OSK). Memang tidak sempat masuk babak final, tetapi di babak penyisihan saya dapat peringkat terbaik se-Kota Bandung lo, hehe. Memang saya senang belajar sains, apalagi kalau belajar tentang organ tubuh manusia. Seru! Sampai sekarang nilai mata pelajaran sains di sekolah juga masih bagus SEMESTER lalu, aku dan teman-teman pernah mengikuti olimpiade sains antarsekolah se-Kota Bandung di SMPK Yahya. Sekolah aku kirim dua tim sebagai perwakilan, setiap tim terdiri dari tiga orang. Jadi tahapan olimpiadenya ada tebak nama dan fungsi alat-alat laboratorium, tebak gambar, hingga cerdas cermat. Sayangnya, grup aku enggak sempat masuk ke babak cerdas cermat, haha. Jadi, buat Sahabat Medi yang nanti ingin mengikuti olimpiade sains, harus lebih giat berlatih, ya. Jangan malas! Kalau berangkat bersama tim, bagi-bagi tugas saja waktu persiapan biar kerja samanya lebih oke sewaktu perlombaan. FOTO-FOTO: DOK. KUARK Raden Sjora Okalani Kelas 6 SD Gagas Ceria, Bandung FOTO-FOTO: DOK PRIBADI Media Anak @Media_ Anak DOK PRIBADI Yovita Della H Guru St Peter Primary School, Jakarta B Lembayung H Guru St Peter Primary School Jakarta FOTO-FOTO: DOK PRIBADI THERE was a big house in a village. Well, it was the biggest house and the person who owned it was the richest man. Who was he? People called him Tajiri or a rich man. People did not like or respectTajiri. He was very stingy. He hated to donate his money. Whenever people asked for his help, Tajiri always refused. Tajiri loved to eat delicious food. He always asked his servants to cook lots of delicious food. He was so greedy. He ate the food until he felt very full. There were lots of leftovers. However he did not share them with others, he preferred to give the leftovers to his pigs. He wanted to fatten all his pigs. Tajiri had a neighbor. People called him Maskini or the poor man. Maskini was . HAHA.... HA... very poor. He only had a goat that could give him some milk. UnlikeTajiri, Maskini could not eat delicious food. However, he never had any problems with his appetite. He had a solution how to eat it more enjoyable. How? Well, he always ate FREDY near Tajiri’s kitchen. So, when Tajiri’s servant cooked delicious food, Maskini became very Maskini nodded weakly. “Yes, it’s true. I alhungry and his mouth was watering. Maskini ways eat near his kitchen. It’s because my food could eat his simple food enjoyably. One day, Tajiri saw Maskinisitting near his is plain and simple. Sometimes I don’t get any appetite to eat.” kitchen. He asked him. “Give us a moment, we will discuss how to “What are you doing here?” asked Tajiri. “I want to smell your delicious food coming solve this,” said one elder. Not long after that, one elder spoke. People from your kitchen,” answered Maskini. “You what?! You cannot do that! Go away!” were silent, they wanted to know what happened with Maskini. yelled Tajiri angrily. “This case is unique. We have to be very careTajiri was so angry. He went to the elders of the village and asked them to punish Mas- ful to find the solution,” said one elder. He continued, “Maskini, you are guilty for kini. Soon, the village elders called Tajiri and smelling the aroma of the food coming from TaMaskinito meet. They wanted to know what jiri’s kitchen. Therefore, we will punish you!” Tajiri was smiling. “Yes! His goat will be happened and find the solutions. All the villagers also gathered. They were so mine!” thought Tajiri. The elder continued. “As your punishment, curious with the strange case. you have to allow Tajiri to smell your goat The village elders askedTajiri to talk first. “The kitchen is mine, therefore the smell of anytime he wants it.” “What! It’s not fair!” yelled Tajiri. the food is also mine. He already stole the smell Meanwhile all the villagers were laughing. and as a punishment he must give me his goat!” They all agreed with the elders’ decision. After said Tajiri to the village elders. all, they did not like Tajiri. One of the elders asked Maskini. “Is it true?”
    • PEREMPUAN 22 MINGGU, 2 MARET 2014 Tidak Nyaman, tapi Dibutuhkan Perlu Kiat untuk Ciptakan Rasa Aman MI / IMMANUEL ANTONIUS Begitu rupanya pandangan kaum perempuan terhadap pelayanan jasa angkutan umum. Mereka putar otak untuk mengusir ketidaknyamanan karena hampir tak punya pilihan. SITI RETNO WULANDARI N AIK angkutan umum di Jakarta bukan perkara sepele buat warga Ibu Kota, terutama perempuan. Anindita Parakitri, 33, misalnya. Pernah, Anin ingat, saat menumpang di sebuah bus patas AC, ia mendapati seorang laki-laki yang duduk di sebelah temannya mengeluarkan alat kelamin. Anin pun segera memarahi pria tersebut dan meminta pertolongan pada sang kondektur. Untungnya si kondektur peka dan menegur si penumpang laki-laki. Anin juga merasa menumpang di angkutan umum bus Trans-Jakarta tidak berbeda. Padahal, 6 tahun yang lalu, seingat Anin, moda transportasi yang memiliki jalur tersendiri itu terasa sangat nyaman. Namun sejak dua tahun belakangan ini, Anin memutuskan untuk tidak lagi menggunakan bus Trans-Jakarta. “Enggak bisa diandalkan, semakin penuh dan sesak. Belum lagi antrean yang mengular, bus lama datangnya, begitu datang, semua berebut saling dorong,” cerita Anin. Mental orang Indonesia, diakui Anin, sebagai masalah utama yang harus dipecah- kan untuk menambah keamanan dan kenyamanan angkutan umum. Saat dia dalam kondisi hamil, contohnya, Anin hampir tak pernah melihat kesediaan penumpang lain untuk memberinya tempat duduk di bus Trans-Jakarta. Untungnya, petugas bus sering meminta kesediaan penumpang untuk memberi Anin tempat duduk. Anin mengaku tidak pernah memintanya. Kalau tidak ada kesadaran, kata dia, lebih baik ia mengurus diri sendiri dan kandungannya. “Aku naik taksi sekarang, ya lebih mahal pasti, tetapi kan enggak capek, enggak emosi, badan tetap segar. Kalau urusan macet, naik bus Trans-Jakarta juga kena macet di beberapa titik. Enggak masalah bayar mahal, asal dapat nyaman dan aman,” tutur pegawai swasta di bilangan Jalan Sudirman Jakarta itu. Tetap setia Cerita Nurul Adriyana Salbiah, 23, lain lagi. Jurnalis media cetak itu mengaku enggan menuangkan keluhan pelayanan angkutan umum dalam berita yang menjadi pekerjaannya sehari-hari. Dia berkaca pada banyak teman yang kerap kali menulis hal tersebut, tetapi nyatanya tidak juga ada perubahan yang dia rasakan. Meski tak lagi menemukan rasa nyaman dan aman dengan pelayanan umum itu, mau tidak mau Nurul tetap mengandalkan angkutan umum seperti bus antarkota dan mobil angkutan kota (angkot). Jika bertemu dengan teman di mobil angkutan umum, Nurul memilih untuk mengobrol. Namun kalau tidak bertemu dengan yang dia kenal, Nurul memilih tidur di bus atau angkot. Dengan wajah antusias, ia menegaskan angkot dapat ditemui di mana saja dan penumpang bisa turun di mana saja meskipun hal tersebut menjadi penyebab kemacetan. “Enggak perlu mikirin jalanan macet ha ha ha, kalau bawa kendaraan sendiri bisa stres. Nah minusnya itu, abang kondekturnya suka maksa, penumpang di dalam sudah kayak pepes, eh masih aja dia naikin penumpang. Belum lagi kalau ada pengamen yang tidak sopan, hih, bikin emosi,” cerita Nurul. Tetap, Nurul setia menggunakan bus dan angkot. Biaya untuk naik taksi, buat Nurul, terlampau besar. Adapun pilihan lain, yakni ojek sepeda motor, ditepis Nurul karena membuat dia kelelahan gara-gara tidak ada sandaran duduk. Angkutan umum lain yang punya jalur khusus yakni Trans-Jakarta yang dilengkapi kamera CCTV pun, menurut pengalaman Nurul, tidak menjamin keamanan. Dia sendiri mengaku pernah kecopetan di bus Trans-Jakarta beberapa kali. Pengalaman buruk lain, Nurul ingat per- nah hampir dipeluk seorang penumpang laki-laki. “Jeleknya lagi kalau naik bus, pas kita mau turun si sopir enggak berhenti dengan sempurna, nah kita disuruh turun begitu aja,” sesalnya. Lebih baik turun Penumpang yang tidak patuh juga menjadi salah satu alasan Rosilawati, 54, merasa tidak nyaman menumpang angkutan umum di Jakarta. Ditambah lagi kemacetan yang semakin menambah rasa gelisah. Karena itu, perempuan yang bekerja di bidang perbankan itu pun memilih kereta. Meskipun penumpang kereta tak kalah ramai jika dibandingkan dengan bus, perjalanan dapat ditempuh dengan waktu yang lebih singkat. Saat pertama kali bekerja pada 1987, perempuan yang akrab disapa Kiki itu ingat masih merasa nyaman dan aman ketika menumpang angkutan umum seperti bus dan angkot meskipun dia tak luput dari beberapa pengalaman buruk. Kiki ingat ketika berada di sebuah bus Kopaja. Penumpang di sampingnya memamerkan pisau yang ditaruh di kedua kakinya. Si penumpang juga pura-pura tertidur sembari bersandar di bahu Kiki. “Saya tanya apa maksudnya seperti itu, kalau mau tidur ya di rumah. Setelah itu saya turun dari Kopaja. Nah, kalau sudah curiga, lebih baik turun. Naik mobil lainnya,” sarannya. (M-1) miweekend@mediaindonesia.com LENSABISNIS KEBERANIAN itu wajib dimiliki perempuan yang mengandalkan moda transportasi umum di Jakarta. Hal itu diperlukan untuk membentengi diri dari perilaku yang tidak menyenangkan yang bisa terjadi di dalam impitan penumpang di bus. Rosilawati, 54, misalnya, selalu membawa botol pelembap tubuh dalam ukuran besar sebagai alat pukul. Selain memang dia gunakan sebagai losion pelembap, benda tersebut juga sangat berarti sebagai pelindung diri. Ia juga berbagi gagasan kepada perempuan agar tidak berdandan terlalu mencolok saat harus naik bus, mobil angkot, dan kereta, untuk meminimalisasi tindak kejahatan. “Kalau pakai tas tuh yang simpel, kalau hand bag itu kan menghambat. Saya sih lebih senang pakai shoulder bag (tas yang disampirkan ke pundak). Botol pelembap itu jadi senjata kalau ada yang macammacam he he he,” tutur ibu dua anak tersebut. Warga perempuan lain di Ibu Kota, Anindita Parakitri, 33, dan Nurul Adriyana Salbiah, 23, juga memiliki kiat supaya tidak diganggu orang berniat jahat saat naik angkutan umum. Anindita, misalnya, memilih taksi yang sudah jelas namanya. Walaupun percaya hal buruk bisa saja terjadi di taksi yang punya reputasi baik, Anindita berusaha untuk selalu memberitahukan identitas pengemudi dan nomor lambung taksi kepada suaminya lewat ponsel. Ketika suatu saat taksi berlabel kepercayaannya itu sulit didapat, Anindita mengaku tak sungkan memilih taksi premium dari perusahaan yang sama. “Biar mahal asal selamat!” kata dia. Adapun Nurul memilih untuk menegur dengan suara keras jika curiga akan tindak tanduk penumpang lain. Supaya penumpang lain tahu apa yang sedang terjadi, kata dia. Yang penting pula, Nurul menambahkan, setiap perempuan harus selalu sadar suasana supaya tetap awas akan kemungkinan tindak kejahatan. “Ngomong yang kenceng, nanti kan orang itu yang kita curigai malu sendiri. Asalkan si sopir bawa mobilnya enggak ngebut, itu sudah aman deh, yang terjadi kan justru sebaliknya, kalau ada mobil serupa langsung kebut-kebutan,” ucapnya sembari menyarankan setiap perusahaan bus menghadirkan pengintai supaya kalau terjadi kebut-kebutan bisa dilaporkan langsung ke pemilik perusahaan. (Wnd/M-1) HUBUNGI KAMI BAGIAN IKLAN: 021 580 1480 UMKM Mitra YDBA Ikuti Pelatihan di Jepang Grand Zuri Hotels Jababeka Gelar Donor Darah Padjadjaran Suites Hotel Resmi Beroperasi USAHA mikro kecil menengah (UMKM) yang menjadi mitra Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) akan mengikuti ‘Training The Program on Corporate Management for Indonesia (IDCM)’ Gelombang II di Jepang. Sebelum bertolak ke Negeri Matahari Terbit itu, Kamis (27/2), para peserta foto bersama dengan Ketua Pengurus YDBA FX Sri Martono (tengah) di kantor YDBA, Jakarta. Program pelatihan itu merupakan kerja sama YDBA, Human Resources and Industry Development Association (HIDA), dan Himpunan Alumni AOTS Indonesia (HAAI). Seluruh UMKM mitra YDBA telah mengikuti seleksi administrasi dengan melengkapi pre-training report yang terdiri dari struktur organisasi UMKM. Profil perusahaan serta bidang usaha dari UMKM masing-masing juga menjadi salah satu pertimbangan dalam penilaian yang dilakukan oleh HIDA. ‘EVIDENCE of Your LOVE’ Give Blood, Give Life merupakan tema yang diusung oleh Grand Zuri Hotels Jababeka dalam aksi donor darah pada 11 Februari lalu. Itu merupakan kegiatan corporate social responsibility (CSR) dari Hotel Grand Zuri Jababeka bekerja sama dengan PMI Kabupaten Garut yang dilakukan setiap empat bulan sekali. Tema itu diusung sebagai bentuk kepedulian bersama yang melibatkan seluruh karyawan, KOREM 051 Wijayakarta, serta masyarakat sekitar. Acara yang berlangsung selama enam jam mulai pukul 08.00 WIB itu dilaksanakan di Mulia Room I, lantai 2, Hotel Grand Zuri Jababeka. Para pendonor berasal dari para staf hotel dan masyarakat sekitar hotel dan berhasil mengumpulkan total 48 kantong darah. PA D J A D J A R A N S u i t e s Hotel Indonesia kembali membuka satu properti di Bogor, tepatnya di kawasan strategis Bogor Nirwana Residence. Hotel yang berdiri di atas lahan seluas 1 hektare itu menawarkan konsep resor dengan pemandangan Gunung Salak yang megah. Dengan total 143 kamar yang terbagi dalam tiga tipe kamar, hotel itu bertahan dengan desain modern minimalis. “Salah satu keunggulan Padjadjaran Suites and Convention Hotel adalah lokasinya yang dekat dengan mal BNR dan The Jungle Water Park serta sebuah wahana baru Junglefest yang terletak tepat di depan hotel,” ujar Aan Kristiawan, Corporate Ge-neral Manager Padjadjaran Suites Hotel Indonesia, sebelum upacara resmi grand opening, 22 Februari lalu. Aksi Donor Darah di Redtop Hotel BNI Sumbang Kursi Roda untuk RSUD Cengkareng Hotel Savoy Homann Bidakara Gelar Jalan Sehat REDTOP Hotel and Convention Center bekerja sama dengan PMI Jakarta Pusat melakukan aksi donor darah pada 7 Februari lalu. Kegiatan itu bertempat di Onyx Meeting Room mulai pukul 14.00 hingga 17.00 WIB. Sebanyak 40 kantong darah terkumpul dalam kegiatan yang merupakan tanggung jawab sosial perusahaan Redtop Hotel and Convention Center. “Selain untuk mengumpulkan stok darah, kegiatan ini juga dimaksudkan untuk menumbuhkan rasa solidaritas sosial,” tutur Anastasia Tri Wulansari selaku Public Relations Executive . Aksi donor darah itu dilakukan setiap tiga bulan sekali agar dapat membantu masyarakat umum yang membutuhkan darah. Sebagai bentuk terima kasih kepada peserta donor darah, hotel menyiapkan makanan ringan berupa bubur kacang hijau, ketan hitam, teh, dan susu segar. DALAM rangka mendukung pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah Cengkareng, PT Bank Negara Indonesia (BNI) Kantor Cabang Daan Mogot, Jakarta Barat, memberi bantuan alat penunjang kesehatan berupa kursi roda. Dalam acara yang bertema ‘Mari kita dukung peningkatan pelayanan kesehatan untuk masyarakat’ itu, BNI menyerahkan 20 unit kursi roda yang diserahkan secara simbolis oleh Pemimpin Kantor Cabang Utama BNI Daan Mogot Y Priatmodjo kepada Wakil Direktur Pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah Cengkareng dr Dwi Yani Mahastuti MKes. Prosesi penyerahan bantuan 20 unit kursi roda itu dilangsungkan pada 20 Februari lalu dan disaksikan oleh sejumlah jajaran manajemen RSUD Cengkareng. PADA 23 Februari lalu, Hotel Savoy Homann Bidakara sukses menyelenggarakan kegiatan ‘Jalan Sehat Sareng Bebersih Kota Bandung’. Kegiatan itu dilaksanakan dalam rangka hari ulang tahun ke-75 Hotel Savoy Homann Bandung sekaligus HUT ke-14 PT Bidakara Savoy Homann Duaribu. Acara ‘Jalan Sehat Sareng Bebersih Kota Bandung’ dimulai pada pukul 07.00 WIB dan dibuka langsung oleh Direktur PT Bidakara Savoy Homann Duaribu Harry Satrio dan Komisaris PT Bidakara Savoy Homann Duaribu Uun S Gunawan. Jalan sehat itu diikuti sekitar 300 peserta, yang terdiri dari seluruh karyawan Hotel Savoy Homann Bidakara beserta keluarga serta para tamu undangan dari instantsi dan perusahaan sekitar lokasi hotel.
    • KULINER MINGGU, 2 MARET 2014 FESTIVAL: Masyarakat Surakarta mengenali kembali berbagai jenis jenang yang dimasa lalu lekat dengan kehidupan warga kota itu. Festival Jenang Surakarta digelar Minggu, 23 Februari menghadirkan 17 jenis jenang. Jenang Kaya Rasa Sarat Makna Akhir pekan lalu, warga Kota Surakarta, Jawa Tengah, merayakan tradisi mengolah makanan yang sarat makna. Mereka menikmati aneka rupa jenang, yang dalam kultur kuliner Surakarta berwujud bubur. 23 FERDINAND J ENANG-JENANG itu dipamerkan dengan bermartabat. Ditata rapi dan kemudian warga berebut memotretnya, juga mengambil foto diri mereka dengan berlatar makanan yang disajikan dalam pinggan berbahan tanah liat itu. Lalu, jenangjenang itu kemudian dibagikan, diseruput buat menuntaskan nostalgia ke masa lalu. Atau, buat anak-anak muda yang belum pernah menjumpai jenis bubur yang beberapa terbilang sudah langka itu, mereka mengeksplorasi rasa baru di lidah. Ingatan yang kemudian melekat di benak itu kemudian akan menjadi bagian dari kebanggaan atas kultur kuliner kota mereka. Perayaan itu dihelat Yayasan Jenang Indonesia (YJI) melalui gelaran Festival Jenang Surakarta yang diselenggarakan untuk kedua kalinya. Pada 2014, festival yang digelar pada Minggu, 23 Februari, di kawasan Pasar Ngarsopuro, itu sukses memikat ribuan warga kota. Festival itu digelar sebagai upaya mengingat prosesi boyong kedaton atau perpindahan ibu kota kerajaan Kasunanan Surakarta Hadiningrat yang dilakukan 17 Februari 1745 dari Kartasura ke Desa Solo. Pada acara 269 tahun silam itu, 17 macam jenang atau bubur dibuat. Maka, pada ulang tahun boyong kedaton tahun ini, sebanyak 17 ribu porsi jenang disuguhkan buat warga kota yang lebih lazim disebut Solo itu. Jenang yang disediakan pun 17 jenis, hanya sebagian kecil saja yang masih dikenal masyarakat. Berwujud bubur Jenang, yang di beberapa kota di Jawa Tengah dan Jawa Timur merupakan sebutan buat penganan bertekstur lembut, manis serupa dodol dalam tradisi Sunda, di Solo berwujud aneka bubur. Bahan utamanya beras, beras ketan, tepung beras, tepung ketan, serta tepung pati. Penyedapnya santan, garam, gula putih, gula merah, daun salam, dan daun pandan. Meski bahan utama dan bahan campuran yang digunakan nyaris sama, ketika diolah FOTO-FOTO: MI/FERDINAND menjadi 17 jenis jenang, rasanya menjadi berbeda. Mari menikmati jenang sumsum dan jenang timbul. Bahan dan proses pembuatan keduanya sama, tepung beras dimasak dengan air santan lalu ditambahkan daun salam dan garam. Namun, ketika disajikan, rasanya sangat berbeda. Jenang sumsum yang disajikan dengan juruh atau kuah gula merah yang direbus dengan santan bercita rasa gurih berpadu manis yang lembut. Berbeda dengan jenang timbul yang disajikan tanpa juruh, hanya berasa gurih. Lain lagi kisahnya dengan jenang suran dan jenang lemu sambel goreng. Keduanya dibuat dari beras yang dimasak dengan santan, garam, dan daun salam. Keduanya gurih. Namun, jenang suran kemudian tampil meriah karena disajikan dengan sambal goreng, irisan telur dadar tipis, perkedel, klengkam atau sejenis sambal tempe, lalapan timun dan kemangi, mirip sajian nasi tumpeng. Sementara itu, jenang lemu disajikan dengan sambal goreng, sejenis kuah santan berisi kedelai dan kerupuk kulit. Bagian dari ritual satu makanan yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan orang Jawa. Jenang merupakan simbol dari rasa syukur, penghormatan, doa, dan pengharapan. “Jenang sudah ada sebelum Hindu masuk ke Jawa pada abad ke-4. Pada zaman Walisongo, jenang menjadi simbol, sebagai pengingat Tuhan. Jenang sebagai pengingat itu masih lestari sampai sekarang,” jelas Puger, pemimpin atau Pengageng Museum dan Pariwisata Keraton Kasunanan Surakarta. Buat Slamet Raharjo, Ketua Dewan Pendiri Yayasan Jenang Indonesia, jenang melekat dengan kebiasaan masyarakat Jawa menggunakan bahasa simbol sekaligus pengingat dalam mengutarakan sesuatu. “Setiap jenang memiliki makna sendiri. Jenang empat warna misalnya, mengandung pesan moral, manusia senantiasa mengendalikan empat hawa nafsu yang melekat pada dirinya. Jenang suran yang biasa disajikan setiap 10 Muharam mengingatkan manusia mengingat masa lalu dan memperbaiki masa depan. Intinya jenang adalah simbol dari kesejahteraan, gemah ripah loh jinawi, juga pengingat agar kita senantiasa mendekatkan diri kepada Allah,” kata Slamet. (M-3) Kanjeng Gusti Pangeran Haryo (KGPH) Puger berucap jenang merupakan salah miweekend@mediaindonesia.com Resep dan Arti Jenang Taming JENANG merupakan pusaka kuliner Jawa. Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat sebagai salah satu pusat budaya Jawa memiliki koleksi resep jenang yang berakar dari tradisi. Resep-resep jenang berikut ini diberikan Nyai Sekulanggi Nik Swaminarso, Kepala Dapur Kasunanan Surakarta Hadiningrat, kepada Yayasan Jenang Indonesia. JENANG SURAN Bahan: Beras, santan, garam, dan daun salam. Cara pembuatan: Beras direbus sampai lembek kemudian tambahkan santan, garam, daun salam dan sambil terus diaduk sampai matang. Penyajian: Disajikan dengan tambahan sambal JENANG KOLEP goreng, telur dadar irisan tipis, perkedel, klengkam kentang atau tempe, lalapan timun, dan daun kemangi. Makna: Waktu itu terbatas dan selalu menjalani siklusnya. Kita seharusnya ingat masa lalu dan memperbaiki masa depan. JENANG GRENDUL Bahan: Tepung beras, tepung ketan, santan, gula jawa, pandan, kapur sirih, dan garam. Cara pembuatan: Untuk membuat grendul, campurkan tepung ketan, tepung beras, kapur sirih, dan garam lalu ditambah air dan diuleni sampai menjadi adonan yang kalis. Bentuk adonan itu menjadi bulatan-bulatan sebesar kelereng dan rebus sampai mengapung dalam air rebusan. Untuk membuat jenangnya, rebus santan sampai mendidih dan tambahkan gula jawa dan garam. Sebelum kembali mendidih, masukkan tepung beras yang sudah diencerkan dan masak grendul sampai ma- Jenang Kolep tang. Jenang ini disajikan dengan tambahan kuah santan. Makna: Kehidupan itu seperti cakra penggilingan dan bagai roda yang berputar, yang terkadang di atas kadang pula di bawah. Kita perlu menemukan keharmonisan dari perbedaan-perbedaan yang terjadi dalam kehidupan. Bahan: Tepung beras, santan, garam, daun salam, dan pandan. Serta pewarna makanan merah, hijau, kuning, dan hitam. Cara pembuatan: Tepung beras diseduh air hingga cair. Rebus air santan sampai agak mendidih lalu masukkan tepung beras, sambil terus diaduk tambahkan garam, daun salam, santan, dan daun pandan. Disajikan dalam wujud jenang putih dengan bagian atasnya digaris-garis dan telah diberi pewarna. Makna: Manusia sebagai makhluk sosial selalu dihadapkan pada perbedaan-perbedaan. Menghargai dan menghormati perbedaan dalam masyarakat yang plural dan multikultur menjadi nilai penting dalam kehidupan sehari-hari. Cara pembuatan: Jenang ini hanya merupakan perpaduan dari empat jenis jenang yang cara pembuatannya telah diulas di atas, dan disajikan dalam satu wadah dengan komposisi sama. Makna: Belajar menjaga kekuatan diri dengan berdoa kepada Tuhan dan mengenali atau memahami kelemahan diri. (Ferdinand/ M-3) JENANG TAMING Bahan: Jenang pati, jenang grendul, jenang sumsum, dan jenang lang. Jenang Suran
    • 24 KLASIFA M PERHIASAN STAR ARLOJI ,BELI JAM bks/berlian dgn hrgTgg ROLEX,BULGARI,OMEGA,BREITLING,dll,Hub:Bp. TONY 392 9079, 0812 9455 198 Apt Menteng Prada Lt. 1 No.10 A dpn St.Cikini (Dtg ke tmpt). RUMAH DIJUAL RUMAH BARU 2 Lt exclusif nyaman & mewah“ PESONA JATILUHUR2” lebar jln 8m, bbs Bnjr Jl H. Dehir jatiluhur, jati asih Pd Gede.Tinggal 8 unit lagi, 85/125,95/125,70/84 hrg mulai 300 s/d 700Jt-an KPR dibantu hgg berhasil. Hub: 0813 1442 5300 & 0896 5389 2938.
    • MINGGU, 2 MARET 2014 METRO TV 25 Mario Teguh Golden Ways Secret of Health Indonesia Now Just Alvin Tea Time with Desi Anwar Jurnelis Kick Andy Public Relations
    • INTERMEZO 26 KARTUN MINGGU, 2 MARET 2014 BIDASAN BAHASA Terusik Telisik juga bermakna ‘mencari kutu di kepala dengan cara meraba-raba sepanjang rambut’, atau ‘mencari (keterangan dsb); mengusut dengan teliti’. Tak puas sampai di situ, saya terus mencoba EBUAH media dalam jaringan (daring) ternama membuat pemberitaan berju- mencari kata yang mirip dengan ‘selisik’. Ternyadul ‘KPK Telisik Hubungan Khusus para ta bahasa Tagalog Filipina mempunyai kata Artis dan Wawan’ pada Sabtu (15/2) lalu. benda saliksik yang berarti penelitian (research) Pemberitaan itu terkait dengan uang yang di- dan kata kerja saliksikin yang berati ‘mencari duga hasil korupsi Tubagus Chaeri Wardana atau dengan hati-hati atau teliti’ (search carefully); Wawan yang mengalir ke beberapa artis. Dalam bergerak lebih cepat untuk mencari sesuatu kasus itu Wawan dijerat dengan pasal pencucian (move quickly over in search of something)’. Di sisi lain, Steve Erman Bala dalam sebuah tuuang. KPK pun terus melacak aset-aset milik adik Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah yang juga lisan di situs Tesamoko menyebutkan ‘selisik’ terbentuk melalui proses morfofonemis kata ‘sisik’ telah menjadi tersangka kasus rasywah. Saya tak embuh menyoal substansi pem- sejalan dengan munculnya bentuk sisipan ‘-el-’ beritaan itu. Yang membuat saya tergoda, justru pada ‘gigi–geligi, patuk–pelatuk, getar–geletar). Sisipan itu selain menunjukpenggunaan kata ‘telisik’ oleh kan makna ‘pengulangan perpenulis berita itu. Pencarian informasi kata ‘telisik’ pun dimuDari mana kata ‘telisik’ yang buatan’, juga menggambarkan ‘intensitas’. lai dengan menggunakan gawai sering digunakan di berita, Lalu dari mana sebenarnya sistem pencari di internet. Kata sementara di KBBI sendiri muncul kata ‘telisik’ yang seitu muncul banyak sekali untuk ring digunakan para penulis mengacu pada ‘menyelidiki, tidak ditemukan. berita, sementara di KBBI senmengusut dengan teliti’. Kamus Besar Bahasa Indonesia pun dijadikan diri tidak ditemukan lema itu. Rasa penasaran acuan untuk menguji apakah lema ‘telisik’ su- pun dialihkan pada kajian morfofonemik. Bunyi dah terkodifikasi. Lagi-lagi lema ‘telisik’ diberi s dan t yang mengawali kata ‘selisik’ dan ‘telisik’ tanda tanya (?), yang berarti tidak terkodifikasi rupanya tergabung dalam bunyi dental/aveolar. di KBBI, dan kita dianjurkan untuk melihat Keduanya sama-sama bunyi tidak bersuara. lema ‘selisik’. Di KBBI, verba ‘selisik/menyelisik’ Hanya saja bunyi t termasuk bunyi hambat, seberarti ‘menyingkap-nyingkap (rambut, bulu) dangkan bunyi s termasuk bunyi frikatif yang diuntuk mencari kutu; mencari (keterangan dsb); hasilkan dari geseran udara dan gigi. Pertanyaan pun muncul: adakah kata ‘telisik’ jelmaan dari mengusut dengan teliti; menyelidiki’. Dalam Tesaurus Bahasa Indonesia karya Eko tertukarnya bunyi awal s dan t yang termasuk Endarmoko lema ‘telisik’ juga dirujuk ke kata bunyi berdekatan, seperti halnya k pada kata ‘selisik’, yang berarti ‘singkap, usut; menyelisik ‘kempes’ diubah ‘gembes’ pada penutur Jawa? v 1) mencari kutu, medidis, mengutui; 2) mena- Atau kata itu merupakan kata yang tak bertuan, fahus, menelaah, menelisik, meneliti, menentui, yang muncul sebagai sinonim kata ‘selisik’ yang menganalisis, mengeksplorasi, menjelajahi, memiliki intensitas pemakaian yang sama. Termengkaji, mengusut, menyelidiki, menyidik, akhir, sekadar memenuhi rasa terusik saya, bisa jadi pula kata ‘telisik’ muncul dari kata ‘selisik’ menyigi (ki). Kata yang mirip dan bermakna sama dengan yang berproses secara paradigmatik dengan ‘selisik’ ditemukan dalam bahasa Sunda, yang kata ‘teliti’ dan ‘telusuri’ yang memang memiliki mengenal kata kerja saliksik/nyaliksik. Kata itu kedekatan arti. ADANG ISKANDAR Tim Redaksi Bahasa Media Indonesia S SUDOKU Jawaban Edisi Minggu, 23 Februari 2014 Tanggapan dan komentar: miweekend@mediaindonesia.com SUDOKU atau dikenal juga dengan tebak angka (number place) merupakan teka-teki logika. Aturan mainnya sangat sederhana. Isilah kotak kosong hingga setiap kolom, baris, serta area kotak 3 x 3, terisi angka 1-9 tanpa ada pengulangan. Untuk pemainkan Sudoku, Anda tidak harus pintar matematika. Anda hanya memerlukan logika dan penalaran. Selamat menghadapi tantangan! MEDIA UTAK ATIK PERTANYAAN MENDATAR: 1. 3. 8. 10. 11. 12. 16. 18a 21. 22. 24. 27. 28. 31. 32. 35. 38. 40. 42. 47. 49. 50. 52. 53. 54. 55. 58. 61. 63. 64. 67. 68. 71. 72. 73. 74a 76. 77. 78. 79. Sejodoh; satu tim Perguruan tinggi Sesudah tujuh Jiwa Menunjukkan tempat Tanda-tanda Meng...: membuat sebanding/sepadan Kata sambung Minuman beralkohol ringan yang populer (bah. Belanda) Sungai hampir sepanjang 3000 km di Asia Selatan, berawal dari Tibet dan mengalir lewat China dan India, sebelum masuk ke Bangladesh Bilangan Gembira Buah bundar berkulit hijau kasar dan bermata banyak, dagingnya putih Buruh kasar Semua, aneka Malas; enggan Buahnya untuk kopra Nyanyian; ragam suara yang berirama Proses penggabungan suatu zat dengan oksigen ...ualakium: keselamatan bagimu ...olok: Ejekan; lelucon Minyak ...ing: merana; berpenyakitan (bah. Inggris) Jadi (bah. Inggris) Karena Ramalan/pesan oleh orang suci atau petunjuk dewa di zaman Yunani kuno Daniel...: Jurnalis dan novelis Inggris (1660-1731) yang secara politis kontroversial. Karya terkenalnya, Robinson Crusoe. NKRI Seperti; kolam ...kata: seandainya Tempat minum-minum, biasanya menghidangkan minuman beralkohol Merah jambu (bah. Inggris) Tak ada Rumah Los Angeles Datang berkunjung Suatu ajaran yang dipelopori Lao Tse Meng...: berjalan menyeberang/melintas Harga; mutu Nomor PERTANYAAN MENURUN: 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 13. 14. 15. 17. 18. 19. 20. 23. 25. 26. 27. Tidak mengenal perikemanusiaan/sopan santun Sebelum angka satu Gas dari cairan yang dipanaskan Singkatan "Virginia", nama sebuah negara bagian di Australia Ikhlas Siung Hamba Uang yang tersedia untuk suatu keperluan Maksud Air beku Asian Development Bank Baris; leret; deret Hampir Dokar Akibat Meng...: mengambang Me...: menduga; mengira-ira Tidak luput; tepat sasaran Rendah Masakan Padang terkenal 29. 30. 33. 34. 36. 37. Ibu kota Pakistan Ilmu tentang pembuluh darah dan limfa Besok Asal Bapak Senang Editor Partai Buruh Jerman (1921-1945) dengan doktrin sosialis nasional yang meyakini bahwa ras Arya yang paling unggul Abang Amerika Belas Kasihan Tidak setuju Keturunan orang Indonesia dengan orang asing (kulit putih) Longgar Lambang zodiak untuk yang dilahirkan antara 23 September dan 22 Oktober Utara Besar kepala Warna abu-abu Liang; lekuk di tanah Charles...(1809-'82), penemu teori evolusi. Bukunya "The Origin of Species" (1859) Bukti tentang eksistensi organisme yang usanya lebih dari 10 ribu tahun (bah. Inggris) Memahami dan menghayati perasaan dan pikiran orang lain Tinta (bah. Inggris) Bola Cahaya Kata tanya Tengah hari (bah. Inggris) Bapa Tidak muda Atas nama Ke (bah. Inggris) 39. 41. 43. 44. 45. 46. 48. 51. 54. 56. 57. 58. 59. 60. 62. 63. 65. 66. 69. 70. 71. 74. 75. No. 685 a 21 33 74a 75 76 77 78 79 KETENTUAN: Guntinglah Media utak-atik yang telah Anda isi dan tempelkan pada sehelai kartu pos / amplop tertutup Tuliskan nama dan alamat lengkap Kirim ke bagian Promosi Media Indonesia Jl. Pilar Mas Raya Kav. A-D, Kedoya Selatan, Jakarta 11520 Kartu pos ditunggu selambat-lambatnya tanggal 07 Maret 2014 (stempel pos). Diumumkan 08 Maret 2014 HADIAH : Pemenang ditetapkan sebanyak 5 orang. Hadiah dalam bentuk uang masing-masing senilai Rp 250.000,- (dipotong pajak hadiah 25%) Hadiah dikirim wesel pos paling lambat 2 minggu setelah diumumkan ke alamat pemenang.
    • MINGGU, 2 MARET 2014 EKSPLORASI 27 ALAM Toilet Bambu Jadi Terobosan B ILA Anda belum pernah pergi ke Amerika Serikat, hati-hati bila hendak membuang hajat karena di negara adi daya itu toilet umum sangat sulit ditemukan. Namun, jangan khawatir karena sebuah terobosan bernama PPlanter menginisiasi toilet umum dengan sentuhan ekologis. Toilet itu menggunakan teknologi biofilter untuk menyerap urine. Tumbuhan bambu hidup ditanam di toilet. Proses penyerapan dimulai ketika pengguna mencuci tangannya menggunakan bak cuci. Sebuah pompa kaki mengeluarkan air bersih melalui keran. Air buangan berfungsi ganda membuang urine. Air dan urine masuk ke tangki kedap udara. Tanpa bercampur udara, urine tidak dapat menghasilkan amoniak yang bau. Cairan terdorong masuk perimen itu cukup berhasil, mampu melayani sekitar 300 orang dalam 8 jam. Pemerintah kota bahkan memesan toilet bambu itu. Bucknum berencana menyewakan PPlanter dalam acara-acara festival. Meski selaras dengan semangat kepedulian ekologis, PPlanter dinilai tidak mengindahkan privasi penggunanya. Toilet bambu tersebut tidak memiliki atap ataupun partisi sebagai penutup. Jika menggunakannya, bagian kepala dan kaki akan terlihat. Hal itu memungkinkan orang-orang yang sedang lewat bisa melirik pengguna toilet. PPlanter bisa bertahan selama 10 sampai 15 tahun jika dirawat dengan baik. Toilet bambu itu juga dinilai berbiaya murah serta pemeliharaan yang mudah. Para pencipta PPlanter berharap produknya bisa diaplikasikan di negara-negara yang minim infrastruktur saluran pembuangan air dan area-area dengan kepadatan penduduk tinggi. (newscientist/*/L-2/Riset MI) ke biofilter seukuran palet yang ringan, berisi bambu, serpihan kayu, jerami, batu, dan styrofoam. Bambu berfungsi sebagai penyerap air dan kandungan urine, termasuk nitrogen dan fosfor. Bakteri kemudian mengurai protein dan karbohidrat sehingga hanya menyisakan garam. Teknologi PPlanter dirancang dan dibangun oleh Hyphae Design Laboratory of Oakland, California. Toilet tersebut dibuat untuk mengurangi kotoran manusia secara umum. Menurut Brent Bucknum, pendiri laboratorium Oakland, penciptaan PPlanter merupakan upaya untuk mengembangkan sistem sanitasi ekologis. Ia menambahkan, membuang air di PPlanter merupakan cara menyenangkan, bersih, fungsional, dan keren. Tahun lalu, PPlanter diuji coba di San Francisco. EksBEN COXWORTH EKSPEDISI BIOTEK Test Pack untuk Uji Kanker Roket Besar Pertama Rusia C PULLIAM/D AGUILAR VLADIMIR FEDORENKO ANDREW WARREN EBUAH roket berukuran besar siap diluncurkan dalam waktu dekat. Roket tersebut merupakan roket berukuran besar pertama yang dimiliki Rusia semenjak era Uni Soviet. Angara, nama roket tersebut, dibuat dengan lapisan penguat di sekelilingnya. Lapisan itu mampu membakar oksigen cair dan minyak yang ramah lingkungan. Roket itu memiliki desain modular yang sama dalam evolusi pembuangan kendaraan peluncur (EELV) yang didasarkan pada modul roket universal (URM). Dengan menambahkan cairan pendorong roket pada tahap pertama, kapasitas angkut Angara dapat ditingkatkan sehingga hampir mirip dengan kapasitas muatan yang dimiliki SpaceX Falcon yang saat ini masih dalam tahap pengembangan. Angara menggunakan penguat bahan bakar cair pada semua roketnya, motor penggerak roket tidak padat seperti yang diluncurkan United Launch Alliance, beberapa waktu lalu, dengan menambahkan kapasitas roket Atlas dan Delta milik mereka. Kapasitas roket diklaim mampu membawa berat mulai 2.000 kg hingga 40.500 kg ke orbit rendah bumi, dan telah dikembangkan sejak 1995 lalu. Tujuan dari peluncuran Angara ialah mengamankan akses independen Rusia dalam hal angkasa luar. Roket Angara akan meluncur dari Kosmodrom Plesetsk, Rusia. Hal itu mematahkan ketergantungan Rusia pada Kazakhstan di Kosmodrom Baykonur setelah bubarnya Uni Soviet pada 1991. Kosmodrom Baykonur merupakan fasilitas operasional peluncuran kendaraan angkasa luar terbesar di dunia yang terletak di Kazakhstan. Roket Angara juga mungkin dapat diluncurkan dari Kosmodrom Vostochny yang saat ini dalam tahap pembangunan di wilayah timur jauh Amur, Rusia. Menurut Menteri Pertahanan Rusia, Sergei Shoigu, peluncuran roket itu sebenarnya telah dijadwalkan pada 2013 lalu, tetapi mengalami kemunduran akibat adanya pengembangan secara lanjut dan mendalam hingga ditetapkan akan meluncur pada tahun ini. Pengembangan pada proyek roket itu sangat penting dan akan dilakukan pengecekan secara teratur setiap minggunya. Hal serupa juga dinyatakan Perdana Menteri Rusia Dmitry Medvedev. Pada 19 Februari 2014 lalu, ia menyatakan roket dalam tahap tes penerbangan. (space/*/L-2/Riset MI) EPOTONG kertas dapat memberikan tanda adanya tumor di badan kita. Satu hari nanti sepotong kertas, mirip kertas pendeteksi kehamilan (test pack), dengan mudah mendeteksi sejumlah penyakit kanker stadium dini yang menggerogoti badan kita. “Prevalensi penyakit kanker dan kardiovaskular di dunia maju dan dunia berkembang saat ini sungguh mengejutkan,” kata Andrew Warren, mahasiswa jebolan Massachusetts Institute of Technology yang memimpin penelitian tersebut. Tidak seperti penyakit infeksi menular semisal HIV dan tuberkulosis, tanda-tanda dari protein pada tumor sulit dikenali. Untuk melihat permasalahan tersebut, para peneliti membuat alat biomarker yang dapat disuntikkan ke aliran darah. Setiap penanda dirancang untuk berinteraksi dengan protein tertentu yang menghasilkan sel-sel kanker. Ketika penanda bertemu dengan protein tersebut, protein itu membagi penanda menjadi beberapa bagian. Bagianbagian tersebut akhirnya akan mencari jalan menuju air kemih. Teknik pengujian itu bekerja seperti uji kehamilan. Pada uji tersebut, air kemih seseorang diteteskan pada sepotong kertas yang dilapisi zat antibodi yang dapat mendeteksi bagian penanda. Bila ditemukan bagian penanda, pada potongan kertas akan terlihat sebuah garis yang menunjukkan adanya jaringan kanker pada tubuh. Secara keseluruhan proses tersebut memakan waktu sekitar 1 jam. Hasil penelitian itu dimuat akhir minggu ini di PNAS. Dalam artikel itu dijelaskan, potongan kertas uji tersebut dapat mendeteksi kanker usus dan penggumpalan darah (yang bisa menjadi sebuah tanda adanya masalah kardiovaskular) pada sekelompok sampel tikus percobaan. Menurut Warren, mereka dapat mengembangkan biomarker sehingga mampu mendeteksi jenis kanker lainnya. Tim peneliti, dalam waktu dekat ini, berencana untuk memproduksi kertas uji secara besar-besaran sehingga dapat digunakan manusia. Uji kanker dengan menggunakan potongan kertas uji merupakan satu cara baru untuk mengatasi masalah deteksi dini kanker, demikian kata Lina Nilsson dari University of California, Berkeley. (newscientist/*/L-2/ Riset MI) S S ANDA PERLU TAHU Media Sosial Hambat Uji Medis Musik Jazz Aktifkan Bahasa Bersekutu dengan Predator Mengungkap Asal Usul Kerak Bumi INTERNET ditengarai sebagai penyebab turunnya dukungan uji medis pada hewan sebesar 12% sejak 2001 di Amerika Serikat. Kesimpulan itu merupakan hasil peneliSCIENCEMAG.ORG tian yang dilakukan peneliti dari kelompok advokasi People for the Ethical Treatment of Animals (PETA ) dan Western Governors University, baru-baru ini. Para peneliti menggunakan data survei Gallup dalam 12 tahun terakhir secara nasional. Pada 2013 mereka mengungkapkan sebanyak 41% warga Amerika menganggap uji medis pada hewan salah secara moral. Angka itu mengalami kenaikan 29% jika dibandingkan dengan sebelumnya, atau pada 2001. Penolakan atas pengujian tersebut meningkat pada semua kelompok demografis. Lompatan terbesar terjadi pada kelompok dengan rentang usia 18 sampai 29 tahun. KEBANYAKAN pecinta jazz mengatakan puncak konser ialah ketika musisi dibiarkan bebas improvisasi. Mereka seolah mampu ‘berbicara’ dengan musisi lain menggunakan instrumen masing-masing. Musik jazz modern berutang banyak pada pianis Art Tatum (foto atas) yang telah memperkenalkan WILLIAM P. GOTTLIEB improvisasi dalam seni. Para ilmuwan telah lama menduga adanya hubungan antara otak, musik, dan bahasa. Namun, dugaan tersebut telah berakhir ketika peneliti merekrut 11 pianis jazz profesional untuk terlibat dalam sesi yang disebut trading fours atau sesi improvisasi dua solois secara bergantian bermain empat tangga nada dari musik masing-masing, kemudian berhenti secara spontan. Peneliti memublikasikan hasil penelitian tersebut dalam PLoS ONE. SELAMA lebih dari satu abad tupai abuabu mengintimidasi tupai merah. Invasi tersebut mengakibatkan kekalahan tupai merah dan populasi mereka pun berkurang drastis. PETER TRIMMING Namun, sebuah penelitian terbaru menemukan tupai merah (Sciurus vulgaris) telah menjadikan predator alami, pine marten, menjadi sekutunya. Penemuan tersebut berawal dari survei ekologi pada 2007, yang mencatat penurunan tak terduga dalam jumlah tupai abu-abu (S carolinensis) di pulau bagian timur Amerika Utara dan bersamaan dengan peningkatan dalam jumlah pine marten (Martes martes), kucing, dan tupai karnivora. Pada daerah yang terdapat pine marten berlimpah, ternyata juga ditemukan tupai merah. Tim merilis hasil penelitian mereka dalam Biodiversity and Conservation. PENAMPILANNYA menipu, kristal biru (gambar) terlihat begitu memesona, berkilau, dan baru. Namun, sebenarnya kristal permata itu berusia sekitar 4,4 miliar tahun, memJOHN VALLEY buatnya menjadi salah satu bagian tertua dari kerak bumi. The zircon crystal dari Jack Hills di Australia Barat mempunyai lebar kurang dari 1 milimeter, tetapi memberi wawasan dalam sejarah bumi. Zircon dari Jack Hills diakui sebagai material tertua yang membentuk Bumi. Para peneliti menganalisis struktur atom dari beling kecil itu. Berdasarkan hasil penelitian, ternyata bumi dan bulan diperkirakan telah terbentuk 100 juta tahun lebih awal dari sampel zircon sehingga penentuan usia zircon dapat membantu memperbaiki model kerak bumi. (sciencemag/newscientist/*/L-2/Riset MI)
    • FOTO MINGGU, 2 MARET 2014 HALAMAN 28 Orkestra Sayur-mayur 1 Penampilan para musisi Vegetable Orchestra dalam konser, membawakan lantunan alat musik dari sayuran di Haguenau, Prancis (atas). 5 TEKS: MI/SUMARYANTO BRONTO FOTO: REUTERS/VINCENT KESSLER S 2 3 AYURAN memang layaknya dimakan. Akan tetapi, tahukah Anda ada kelompok orkestra yang membuat alat musik dari sayuran? Di tangan para musisi yang tergabung dalam The Vegetable Orchestra, sayur-mayur digunakan sebagai instrumen musik yang unik. Kelompok musik ini berdiri sejak 1998 di Wina, Austria. Para pemain Vegetable Orchestra terdiri dari orang-orang dengan latar belakang berbeda, yakni musikus, seniman visual, desainer, penulis, dan arsitek. Mereka dipilih karena dinilai memiliki selera estetika dan artistik tinggi demi mencapai kesamaan karakteristik pemain untuk menjaga harmoni lagu. Peralatan musik yang mereka gunakan selalu masih segar dan dibuat beberapa saat sebelum pertunjukan. Adapun bagian sayur yang tidak digunakan untuk bermusik dipotong-potong lalu dimasak menjadi sup. Sup aneka sayuran itu dibagikan kepada para penonton seusai pertunjukan. Vienna Vegetable Orchestra membutuhkan 70 kilogram sayuran segar untuk setiap konser dan butuh 3 jam untuk mengukir instrumen yang mereka gunakan. Namun, musik mereka tidak akan ada tanpa peralatan teknologi modern, seperti amplifier dan mikrofon canggih. Alat-alat itu dikombinasikan dengan mentimun yang berdecit, daun kubis yang berderak-derak, dan terong sebagai alat pemukul. Layaknya pertunjukan orkestra, setiap personel Vegetable Orchestra menggunakan sayur-mayur tersebut sebagai pengganti biola, bas, dan tambur, yang menghadirkan komposisi nada. Trompet dari gabungan mentimun jepang dan paprika, biola dari bawang bakung, bongo dari daun seledri, dan drum dari labu parang. Dengan menggunakan instrumen sayuran itu, Vegetable Orchestra memperkenalkan musik kontemporer. Mereka memainkan jenis musik eksperimental elektronik dengan sentuhan jazz. Daun bawang disulap jadi biola, lobak dan wortel pun didesain khusus untuk menghasilkan nada apik ketika ditiup. (M-1) 6 7 8 4 Para musisi Vegetable Orchestra bersama alat musik mereka (1-9). Melubangi wortel dengan menggunakan alat bor. Memasak sayuran yang tidak digunakan sebagai instrumen menjadi sup. Memukul wortel yang sudah diubah menjadi alat musik. Mengetes wortel yang sudah diubah menjadi alat musik.