Kedaulatan Rakyat 3 Maret 2014
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Like this? Share it with your network

Share
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Be the first to comment
    Be the first to like this
No Downloads

Views

Total Views
1,165
On Slideshare
1,165
From Embeds
0
Number of Embeds
0

Actions

Shares
Downloads
1
Comments
0
Likes
0

Embeds 0

No embeds

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
    No notes for slide

Transcript

  • 1. UNGARAN (KR) - Ke- luarga Satinah (45) di Dusun Ngrunten Desa Kalisidi Ka- bupaten Semarang, Rabu (2/4) pukul 20.00 menggelar mujahadah (doa bersama) untuk keringanan dan bebas dari hukuman pancung di SaudiArabia. Doa bersama di rumah Tenaga Kerja Wanita (TKW) yang divonis hukum- an mati dihadiri Bupati Se- marang Mundjirin. Kakak Satinah, Ferry (45) meminta tolong warga men- doakan Satinah yang saat ini sedang menunggu detik-de- tik pelaksanaan hukum pan- cung. "Doa bersama ini, se- moga Satinah bisa bebas dari hukuman pancung dan bisa berkumpul dengan keluarga di Desa Kalisidi," ujarnya. Bupati Semarang Mun- djirin minta keluarga sabar dan Satinah diberi keteguh- an hati. "Kami atas nama pri- badi dan Pemkab Semarang ikut prihatin dan mujahadah ini diharapkan bisa menolong nasib Satinah," kata bupati. Doa bersama dipimpin Kiai Jumardi, tokoh Desa Kalisidi Kabupaten Semarang. Se- dangkan tausiyah disam- paikan oleh Soliminudin. "Sa- tinah itu membunuh untuk membela diri bukan ada niat dan sengaja membunuh ma- jikannya. Pemerintah Indo- nesia ibaratnya diperas oleh warga Arab dengan diyat yang tinggi," ujarnya. Kakak Satinah lainnya, Sugiman (60) menuturkan anak Satinah bernama Nur Afriana menjadi tanggung- jawabnya. * Bersambung hal 7 kol 1 YOGYA (KR) - Masyarakat di wilayah DIY dan sebagian Jawa Tengah kembali dikejutkan oleh adanya gempa bumi dengan kekuatan 4,5 Skala Richter (SR). Gempa yang terjadi pada Rabu (2/4) tepatnya pukul 18. 21,56 WIB, tersebut berpusat di 7.90 Lintang Selatan (LS) - 110.59 Bujur Timur (BT), tepatnya di darat 28 km Tenggara Yogya atau 6,6 km Utara Wonosari dengan kedalaman 10 km. "Sebetulnya kekuatan gempa ini tidak terlalu besar (4,5 SR), tapi karena pusatnya ada di darat banyak masyarakat yang merasakan dengan kekuatan II-III (seperti truk lewat). Walaupun dampak dari gempa tersebut sempat menim- bulkan kepanikan, masyarakat tidak perlu cemas, karena tidak berpotensi tsu- nami," jelas Kasi Observasi Badan Meteorologi Klima- tologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Yogyakarta, Bambang Subadyo kepada KR di Yogyakarta, Rabu (2/4). Bambang menyatakan, gempa yang terjadi di DIY tidak ada kaitannya dengan gempa Chile. Karena selain lokasinya berjauhan, pusat gempanya (patahannya) ber- beda. * Bersambung hal 7 kol 1 TAK ADA KAITAN DENGAN CHILE Gempa DIY 4,5 SR Sampai Pacitan JAKARTA (KR) - Gempa bumi besar dengan kekuatan 8 Skala Richter (SR) dengan kedalaman 10 km di Pantai Utara Chile atau 240 Barat laut Bombay India pada Rabu (2/4) pukul 06.46 WIB telah menimbulkan tsunami setinggi 1,92 meter. Tsunami tersebut terjadi di wilayah pesisir Chile, Peru, Ekuador, Kolombia, Panama, Kosta Rika dan Nikaragua. Gempa dan tsunami telah menimbulkan kerusakan dan korban jiwa. "Indonesia Tsunami Early Warning Center (InaTEWS) di BMKG telah mengeluarkan peringatan dini tsunami yang akan melanda beberapa wilayah di Indonesia," ungkap Kepala Pusat data dan Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwonugroho di Jakarta, Rabu (2/4) Peringatan dikeluarkan berdasarkan analisis pen- jalaran tsunami. BMKG telah menyampaikan peringatan dini tsunami tersebut kepada Posko BNPB. Ada 115 lokasi di kabupaten/kota dari 19 provinsi di Indonesia akan berpotensi terja- di tsunami. Tinggi potensi tsunami 0 sampai 0,5 meter. Waktu kedatangan tsunami pada Kamis (3/4) pukul 05.11 WIB hingga 19.44 WIB. Untuk mengantisipasi terjadinya hal-hal tidak diinginkan BMKG mengeluarkan status peringatan adalah Waspada. "Dengan adanya status waspada Provinsi/- Kabupaten/Kota yang berada pada status Waspada diharap memperhatikan dan segera mengarahkan masyarakat untuk menjauhi pantai dan tepian sungai di sekitar pantai. Tindakan itu perlu dilakukan mengingat wak- tu tiba gelombang dapat berbeda. Gelombang yang pertama bisa saja bukan yang terbesar," jelas Sutopo. Menurut Sutopo, daerah di pesisir di Pro- vinsi Papua seperti Kota Jayapura, Jayapura, Sarmi, Waropen, Biak Numfor dan Supiori diperkirakan akan berpotensi terjadi tsunami pada pukul 05.11 hingga 05.51 WIB. Demikian pula daerah lain seperti di Malu- ku, Papua Barat, Banten, Jatim, DIY, Jateng, Jabar, Lampung, NTB, NTT, Bali, Sulawesi dan Kaltim juga berpotensi tsunami dengan tinggi 0 sampai 0,5 meter dengan waktu ber- variasi. Daerah-daerah yang berpotensi terke- na tsunami dapat di akses di www.bnpb.go.id. * Bersambung hal 7 kol 1 JAKARTA (KR) - Kejak- saan Agung (Kejakgung) me- nahan tersangka Al Jona Al Kautsar (AJK) terkait kasus dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang di Komisi Yudisial (KY). Sebe- lum ditahan, penyidik Kejak- gung telah memeriksa yang bersangkutan secara intensif. "Tersangka ditahan selama dua puluh hari yang dimulai dari 2 April sampai 21 April 2014 mendatang," kata Ke- pala Pusat Penerangan Hu- kum (Kapuspenkum) Keja- gung Setia UntungArimuladi di Jakarta, Rabu (2/4). AJK ditahan di rumah tahanan (Rutan) Salemba Cabang Ke- jakgung. AJK adalah staf pada Sub Bagian Verifikasi dan Pela- poran Akuntansi Bagian Ke- uangan Biro Umum Komisi Yudisial. Dalam kasus ini ia dijerat Pasal 2 dan 3 Undang- Undang Nomor 31 * Bersambung hal 7 kol 5 YOGYA (KR) - Hujan lebat disertai angin kencang yang melanda Yogya me- robohkan pohon setinggi seki- tar 50 meter di Pos Polsek Bulaksumur UGM Jalan Kaliurang Yogya, Rabu (2/4) malam. Pohon itu selain me- nimpa pagar dan menutup ja- lan raya, dikabarkan juga menimpa sepeda motor. Demikian dijelaskan warga yang melihat ada sepeda mo- tor tertimpa pohon tersebut. Kesaksian itu dikuatkan de- ngan ditemukannya helm dan kunci motor di sekitar lo- kasi."Kami hanya menemu- kan helm dan kunci motor saat membenahi pohon tum- bang. Tapi kami belum mene- mukan siapa pemiliknya, mungkin pengendara lang- sung pergi," kata Suroto ang- gota Satuan Keamanan Kam- pus (SKK) UGM saat ditemui KR di lokasi kejadian. Saksi lain yang saat kejadi- an berada di sekitar lokasi mengatakan saat pohon tum- bang, pengendara motor lang- sung berhamburan untuk menghindar dan menyela- matkan diri. Tak berselang lama, sejumlah relawan yang mendapat informasi melalui radio komunikasi langsung datang untuk membenahi po- hon tumbang. * Bersambung hal 7 kol 1 @krjogjadotcom q KOTA New York terkenal sebagai kota Skyscraper (Pencakar Langit) karena ba- nyak sekali bangunan yang tinggi-tinggi. Di kota itu saya menginap di hotel, sebuah bangunan yang sangat tinggi di Seventh Avenue. Lokasi- nya sangat strategis, dekat WTC (World Trade Center), Botanic Garden (paru-paru kota) dan Broadway (pusat hi- buran). Ketika saya check in di hotel, saya kaget karena dapat kamar No 4420. Setelah saya diantar Room Boy ke ka- mar, saya baru tahu bahwa saya ada di ... lantai 44 kamar no 20.--(Kiriman: Dr Warsi, Gumilir Indah Blok 2 No 122, Cilacap 53235, Jateng)-b Kamis Pahing 3 April 2014 2 Jumadilakir 1947 Tahun LXIX No. 182 Harian Pagi 24 Halaman Harga Eceran Rp. 3.000 http://www.krjogja.com UDARA PANAS, AWAN COMULUNIMBUS MENUMPUK Yogya Dilanda Hujan Angin Suara Hati Nurani Rakyat Terbit Sejak 27 September 1945 MOHON, doa dan restunya. Mohon doa dan dukungannya. Mohon doa restu, dukungan dan pilihannya. Mohon coblos nomor sekian. Mohon ... . Itulah sederetan kalimat permohonan yang ditengadahkan caleg peminta suara rakyat (CPSR). Mereka mem- ohon belas kasihan rakyat agar menyumbangkan suaranya pada saat coblosan nanti. Bentuk visual permohonan CPSR pun be- ragam. Biasanya mereka meminta di bawah pohon, tiang telpon, dan tiang listrik. Tak jarang mereka memohon sumbangan suara rakyat di pengkolan dan perempatan jalan. Lebih dramatis lagi, para CPSR meminta sedekah suara di areal pemakaman umum dan bantaran sungai. Istilah CPSR sengaja didengungkan Komunitas Reresik Sam- pah Visual karena tabiat para caleg yang memasang alat peraga kampanye (APK) di ruang publik sebangun dengan ideologi pe- ngemis, meminta-minta. CPSR menyejajarkan dirinya seperti * Bersambung hal 7 kol 1 MENUNGGU EKSEKUSI PANCUNG Keluarga Satinah Gelar Doa Bersama 'MARK UP' DANA SIDANG Staf Keuangan KY Ditahan KR-Surya Adi Lesmana Pohon di Pos Polsek Bulaksumur Jalan Kaliurang Yogya tumbang saat hujan lebat disertai angin kencang Rabu (2/4) malam. KR-Antara Satinah
  • 2. TANPA mengurangi perhatian pada isu publik lainnya, ada tiga agenda pokok kampanye Hanafi Rais yaitu bidang kesehatan masyarakat,kesejahteraanekono- mi,dankemajuanpendidikan. Hanafi Rais banyak terlibat da- lam kegiatan dan komunitas so- sial. Salah satunya adalah dalam gerakan sosial Sedekah Rom- bongan (www.sedekahrombon- gan.com). Gerakan sosial yang dipelopori oleh wirausahawan mu- da Saptuari Sugiharto ini telah ribuan kali berhasil membantu menyembuhkan warga yang sakit parah namun tidak mampu bero- batkarenamiskin. Menurut Hanafi, tidak perlu menjadi ahli ekonomi untuk me- ngatakan bahwa mereka miskin, dan tidak perlu menjadi dokter un- tuk mengatakan bahwa mereka sedang sakit parah. Jangan sam- pai mereka itu masih dipersulit de- ngan segala macam prosedur birokrasi yang ribet. Pasien yang jelas-jelas miskin seharusnya di- fasilitasi dengan sebuah jaminan kesehatantanpasyarat. Sementara dalam aspek eko- nomi, khususnya di DIY, Hanafi Rais berpendapat bahwa orang Jogja bisa berhasil dan menapaki kesejahteraannya lebih karena usaha berbasis ekonomi kreatif. Jogja harus menjadi pusat ekono- mi kreatif dengan memberi nilai- tambah pada produk-produk agri- kultur tradisional, misalnya, desa wisata atau wisata kuliner. Juga secara kreatif melestarikan warisan budaya dan tradisi yang melahirkan Yogya sebagai salah satupusatpariwisatanasional. Sambil berseloroh, mas Han yangseringjugadipanggilsebagai 'presiden'-nya Pangkur Jenggleng Padepokan Ayem Ayem TVRI Jogja itu menyatakan, ke depan, seharusnya Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif berasal dari Yogyakarta. Dalam bidang pendidikan, Yogya sebagai pusat pendidikan nasionalmasihmenghadapitanta- nganmutupendidikan,khususnya pendidikan karakter. Vandalisme, kekerasan antar geng, dan konflik bermuatan SARA mengin- dikasikan adanya problem dalam pembentukan karakter anak-didik. Apabila masalah tersebut tak kun- jung ditemukan solusinya, suatu saat dapat menurunkan animo sekolah/kuliah di Yogya dan tentu berdampak pula pada kelang- sungan usaha jasa pendidikan maupunbisnispendukungnya. Untuk itu para pemangku ke- pentingan di DIY ini harus berani mengarahkan haluan pendidikan berparadigma nir-kekerasan. Hanyagenerasiberkarakternir-ke- kerasan lah yang dapat menjamin terciptanyaharmonidalamkebhin- nekaan,kerukunandalamkeraga- man, dan perdamaian dengan sa- ling menghargai keragamanidenti- tas. Yogya harus mampu menjadi model bagi terwujudnya generasi pelanjut dan pelestari semangat 'bhinnekatunggalika',berbeda-be- da tetapi tetap satu, satu napas nirkekerasan. (*)-a KOMITMENcalonanggotalegis- latif (Caleg) DPR RI daerah pemilih- an (Dapil) DIY dari Partai Amanat Nasional (PAN), H Budy Setya- graha untuk mengentaskan komu- nitas terpinggirkan tidak main-main. Setelah berkomitmen mengen- taskan pedagang pasar dan peng- usaha lemah dari jeratan rentenir, Pak BudyABC, sapaan akrab pria pemilik Toko BesiABC ini berinisiatif memberikan pelatihan dan pen- didikan kewirausahaan bagi gene- rasimudayangmasihmenganggur. "Saya merasa eman-eman banyaknya pengang- guran di Indonesia, terutama di DIY. Ironisnya lagi, berdasarkan data dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) pengangguran terse- but, justru terbanyak dari kalangan pengangguran in- telektual alias pengangguran dengan posisi telah lebih dahulu menempuh pendidikan formal entah diploma atau bahkan sarjana. Kondisi ini yang mem- prihatinkan,"ujarpemilikBPRMargiRizkyini. Direncanakan nanti akan dipetakan dan didata pengangguran-pengangguran tersebut kemudian dibentukwadahsertakomunitasun- tuk diberikan pelatihan kewirausa- haan. Selepas mengikuti pen- didikan kewirausahaan akan ada pinjaman lunak bagi kelompok tersebutuntukmembukausaha. "Sudah saatnya kita berdikari mandiri. Generasi muda DIYjangan berjiwapekerjanamunmulailahber- kenalan dengan wirausaha. Tidak ada yang tidak mungkin dalam se- buah wirausaha.Asalkan ada kerja keras, ketekunan dan kesabaran pastiakantercapaisukses,"ujarnya. Pak Budy memiliki komitmen tersebut karena ia merasakan benar bagaimana susahnya mencari uang di awal mendirikan usahanya. Direncanakan modal lunak akan diberikan pada mereka generasi muda yang berkomitmen sungguh-sungguh untuk membuka usaha. Untuk itu, imbuhnya, ia meminta dukungan dan doa restu kepada masyarakat supaya dapat memegang amanah rakyat menjadi wakil rak- yat di tingkat pusat. Dengan duduk menjadi wakil rak- yatterutamamewakiliDIY,diharapkanmampumem- perbaikikhususnyaperekonomianwarga. (*)-a INCUMBENT atau petahana selalu dianggap mempunyai pelu- ang lebih besar dalam meme- nangkan pemilihan umum di Indonesia, termasuk dalam pemi- lihan legislatif. Anggapan ini ber- kembang,karenapetahanadipan- dang lebih memiliki modal besar daripada calon yang merupakan pendatang baru, disamping juga dianggap lebih populer karena ja- batanpolitikyangdidudukinya. Tak mengherankan, bila hampir di semua partai politik memasang kembali nama-nama lama yang telah menduduki kursi DPR/ DPRD pada periode sebelumnya, maupun mantan-mantan pejabat, sebagai calon legislatif pada Pe- milu 9April nanti. ÒNamun semua itu juga tergantung pada rekam je- jak dari incumbent itu sendiri. In- cumbent atau mantan pejabat yang bersih dan benar-benar memperjuangkan nasib rakyat, memang akan lebih mudah men- dapatkan dukungan kembali. Te- tapi sebaliknya, bila dia ingkar janji atas apa yang dijanjikannya pada pemilusebelumnyapastirakyatju- ga mengingatnya,Ó demikian di- sampaikanJemmySetiawan. Sebagai salah satu caleg DPR RI dari Dapil DIY, Jemmy Setia- wan, tidak menampik bahwa di dapil Yogyakarta juga bertaburan nama-nama caleg yang berlatar- belakanganggotaDPRpadaperi- odesebelumnya,termasuknama- namamantanpejabat. ÒDisinilah pemilu menjadi sarana evaluasi. Apakah orang yang dulu diberi amanah pada pemilu sebelumnya sudah men- jalankan amanah itu atau justru melupakanmasyarakatyangtelah memilihnya? Bagaimana seseo- rang ketika menjabat, apakah dia memanfaatkan jabatannya untuk kesejahteraan rakyat atau untuk menyejahterakandirinyasendiri?Ó ÒSaya yakin, ingatan masya- rakat itu sangat kuat. Masyarakat mencatat dan mengingat rekam jejak dari orang-orang yang dulu dipilihnya,Ó lanjut Jemmy Setia- wan, yang semasa mahasiswa- nyadahulujugaaktifdalamgerak- anreformasiÔ98diYogyakarta. Menurut Jemmy Setiawan, pe- milih di Yogyakarta adalah pemilih yang rasional. Masyarakat Yogya- karta mempunyai kesadaran poli- tik yang tinggi, masyarakat pasti mengingat siapa yang dipilihnya dahulu dan bagaimana orang yang dipilihnya itu menjalankan kepercayaan masyarakat selama menjabat. Masyarakat telah cer- dasmengunakanhakpolitiknya. Caleg DPR RI Dapil DIY dari PartaiDemokratyangmempunyai nomor urut 7 ini, juga mengakui, bahwa gerakan Yogyakarta Satu Suara, Lanjutkan Reformasi Ô98, yang salah satu poinnya adalah menjadikan pemilu yang bersih dan cerdas, telah mendapat ba- nyakdukungan. ÒAda sekitar 200.000an lebih yang mendukung baik menyam- paikan secara langsung maupun melalui sms atau media sosial. Insya Allah, ini akan menjadi ke- baikan bagi kita bersama dan Yogyakartatercinta,ÓtegasJemmy Setiawan. (*)-a KAMIS PAHING 3 APRIL 2014 (2 JUMADILAKIR 1947) ÓKEDAULATAN RAKYATÓ HALAMAN 2KOTAYOGYA ENTASKAN KEMISKINAN DENGAN PELATIHAN WIRAUSAHA Pinjaman Lunak bagi Pengangguran TIGA PRIORITAS HANAFI RAIS Kesehatan,EkonomiKreatif,PendidikanNir-Kekerasan ’Mulih Kandhang’untuk Jogja Lebih Gemilang (1) SIDARTO DANUSUBROTO adalah ajudan terakhir Bung Karno.Beliaumenuturkankembali pengalamannya mendampingi proklamator itu. Banyak cerita me- narik yang belum terungkap. Pan- danganmataSidartoDanusubroto menerawang ketika mulai berceri- ta mengenai sosok yang sangat dikaguminyaitu,Soekarno.Pria77 tahun tersebut tidak akan melu- pakanperistiwayangdialamipada 10Desember1967. Saat itu, Bung Karno mem- berinya sebuah buku berjudul SukarnoAnAutobiography karya CindyAdams. Sampul buku terse- but berwarna merah dengan foto Bung Karno yang berjas putih, berpeci, sambil tertawa lebar. Ketikamemberikanbukuitu,Bung Karno yang tengah berada di ujung kejatuhannya menyam- paikanwejangankepadaSidarto. Bung Karno menyatakan bah- wa dirinya bisa dikucilkan, dijauh- kan dari keluarga, bahkan ditahan dan lama-lama akan mati sendiri. ÒTapi, catat yaTo, (Sidarto, Red), ji- wa, ide, ideologi, semangat, tak dapat dibunuh,Ó ungkap Sidarto menirukan ucapan Bung Karno saat ditemui di kediamannya, Ja- lan Kemang Utara, Jakarta Selatan. Bung Karno mengutip kalimat yang diucapkannya itu dari filusuf Jerman, Freili Grath, yang dalam bahasa aslinya berbunyi, ÒMan totetdenGeistNicht.ÓSidartosem- pat tertegun mendengarnya. Se- cara spontan, dia lantas meminta Bung Karno untuk menuliskan ucapannya tersebut di halaman depan buku yang baru diterima- nya. ÒWaktu beliau bicara begitu, saya bilang, Pak (Soekarno, Red) tolong ditulis sekalian disitu. Maka, jadilahtulisanini,ÓujarSidartosam- bilmenunjukkanbukuÒbersejarahÓ yangmasihterawatbaikitu. Sidarto menyatakan, coretan tangan Bung Karno itulah yang di- jadikan salah satu materi kampa- nyenya saat pemilu legislatif lalu. Dia mencetak tulisan tersebut di panel baliho kampanyenya. Hebatnya, model kampanye itu manjur. Sidarto terpilih kembali jadi anggota DPR dari PDIP untuk pe- riodeketigasejak1999. Alumnus Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) Jakarta 1962 tersebut kembali terpilih dalam Pemilu 2009 dari dapil Jawa Barat VIII yang meliputi Kabupaten dan Kota Cirebon serta Kabupaten Indramayu. Meski sudah cukup umur, Sidarto masih terlihat bugar danenergik. Dia memang berkesempatan dekat dengan Bung Karno. Sebab, sejak 6 Februari 1967, Sidarto yang kala itu berpangkat adjun komisaris besar polisi (AKBP) ditugasi menjadi ajudan Bung Karno. Dia menggantikan Kombespol Sumirat yang ditahan pasca-Supersemar. Surat kepu- tusanpengangkatanSidartoditan- datangani Bung Karno pada 22 Februari1967. (Bersambung)-a JEMMY SETIAWAN IngatanMasyarakatItuSangatKuat
  • 3. Dari hasil penelusuran Di- nas Kesehatan Gunungkidul Bidang Pelayanan Kesehat- an, balita yang mengalami gizi buruk dan kekurangan gizi berasal dari keluarga tidak mampu. "Selain itu, karena faktor penyakit lingkungan seperti flek paru-paru dan juga karena penyakit bawaan se- jak lahir atau penyakit kon- tinental," ujar Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, drg Widodo MM didampingi Kabid Pelayanan Kesehatan Bakti Pertiwi MKes, Rabu (2/4). Tingginya gizi buruk di da- erah ini menjadikan PR seri- us bagi Pemkab Gunungki- dul, sehingga dalam bulan ini akan ditindaklanjuti de- ngan pertemuan lintas sek- toral terpadu untuk pena- nganan daerah kerawanan gizi buruk. "Penanganan gizi buruk harus melibatkan lintas sek- toral tidak hanya Dinas Ke- sehatan semata," ucapnya. Menurut Bakti, angka gizi buruk di daerah ini dari ta- hun ketahun mengalami penurunan. Pada 2011 sebe- sar 0,73 persen, pada 2012 turun menjadi 0,69 persen dan tahun 2013 turun lagi menjadi 0,55 persen. Dilihat dari wilayah yang rawan gizi buruk, justru tertinggi di Wilayah Puskesmas Ngawen I sebanyak 17 balita, Pus- kesmas Wonosari II yang wi- layahnya di perkotaan meli- puti Wonosari, Kepek, Piya- man, Gari dan Karangte- ngah mencapai 15 balita dan Puskesmas Semin II ter- dapat 14 balita gizi buruk. Pemerintah sudah menun- juk Puskesmas Ponjong I se- bagai Klinik Pemulihan Gizi bagi balita gizi buruk tetapi masih ada problem dalam pelaksanaannya. Banyak orangtua dari balita gizi bu- ruk dari beberapa wilayah sekitar Ponjong kesulitan bi- aya transportasi untuk me- meriksakan ke Klinik Pe- mulihan Gizi di Puskesmas Ponjong I satu bulan 8 kali. "Kami berharap agar desa memfasilitasi memberikan biaya transport kepada pen- derita gizi buruk, karena de- sa bisa memperoleh dana dari PNPM Mandiri Perde- saan maupun dari anggaran yang lain." kata Bakti. (Awa)-f KAMIS PAHING 3 APRIL 2014 (2 JUMADILAKIR 1947) ÓKEDAULATAN RAKYATÓ HALAMAN 3GUNUNGKIDUL MAYORITAS DARI KELUARGA MISKIN 2.777BalitaKekuranganGizi WONOSARI (KR) - Kan- tor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Wonosari meng- adakan sarasehan mempe- ringati Hari Wanita Inter- nasional di Balai Desa Wa- reng. Kegiatan diikuti 70 peser- ta dari Kecamatan Wono- sari, Kades Wareng Sakiyo dan menghadirkan nara- sumber dari Rifka Annisa Tantowi SE serta Kepala KUA Wonosari H Aam Su- gasto MA. "Perempuan dan laki-la- ki mempunyai hak yang sama dalam beramal soleh. Maka untuk meraih keba- hagiaan, harus mengede- pankan adanya kebersa- maan dalam melaksana- kan tugas-tugas rumah tangga," kata H Aam Su- gasto MA usai acara sara- sehan, Rabu (2/4) Tantowi menambahkan, penyuluhan kepada ma- syarakat akan kebersa- maan dalam melaksana- kan pekerjaan rumah tang- ga baik suami maupun is- tri menjadi penting, se- hingga tercipta keluarga sakinah. Tujuan diselenggarakan sarasehan ini untuk mem- buka wawasan kebersama- an antara suami dan istri akan pentingnya memer- ankan tugas bersama dan tidak ada lagi dikotomi an- tara tugas suami dan istri. (*-3)-f SARASEHAN HARI WANITA HakPerempuandanLaki-lakiSama WONOSARI (KR) - Kabupaten Gunungkidul sejak 2012, terjadi surplus beras akibat naiknya produksi padi, tetapi masih ada 193 bayi di bawah lima tahun (balita) mengalami gizi bu- ruk. Selain itu, masih ada 2.777 balita yang ke- kurangan gizi. Balita yang mengalami gizi buruk yang mendapatkan penanganan intensif dari Puskesmas dan Klinik Pemulihan Gizi di Pus- kesmas Ponjong. PATUK (KR) - Mem- peringati Hari Ulang Ta- hun ke-22, SMA Negeri 1 Patuk mengadakan bakti sosial, Selasa (1/4). Kepala sekolah beserta guru, kar- yawan dan siswa mengiku- ti jalan sehat mengelilingi Desa Bunder, Patuk dan membagikan 220 paket peralatan tulis bagi siswa PAUD, TK dan SD. Bersa- maan didistribusikan 250 paket sembako. "Aksi bakti sosial bertu- juan menumbuhkan kepe- dulian siswa terhadap se- sama," kata Kepala SMAN 1 Patuk, Drs Hananto di dampingi panitia bakti so- sial Sugito SPd dan Slamet SPd. Selain itu, diselengga- rakan lomba kebersihan dan keindahan kelas, bas- ket, futsal, geguritan dan kompetisi paduan suara. Menurut Drs Hananto, se- kolah berkomitmen men- cetak generasi cerdas serta memiliki iman dan takwa. Peringatan ulang tahun menumbuhkan rasa cinta terhadap almamater dan memupuk semangat kom- petitif yang positip, sportif serta inovatif. "Bersamaan diluncurkan mars SMAN 1 Patuk." je- lasnya. (Ded)-f ULANG TAHUN SMAN 1 PATUK BagikanAlat Tulis dan Sembako SEMIN (KR) - Meskipun menjadi daerah tertinggal dan angka kemiskinan cu- kup tinggi, kesadaran ma- syarakat Desa Kemejing, Semin untuk membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) sangat bagus dan patut dijadikan perconto- han. Pembayaran pajak, Selasa (1/4) kemarin, da- lam waktu kurang lebih 5 jam sudah lunas. Masya- rakat sebanyak 3.679 jiwa berkumpul di 11 pedukuh- an dan membayar PBB. Se- lanjutnya dukuh langsung menuju ke balai desa me- nyetor kepada bendahara desa. "Uang PBB sebanyak Rp 39.488.668 tersebut lang- sung diserahkan kepada petugas BPD yang datang ke balai desa," kata Wardi- yo Kades Kemejing di dam- pingi Huntoro Purbo War- gono SH MSi Camat Semin. Dikatakan, gerakan pem- bayaran pajak serentak dan cepat ini sudah yang ke em- pat kalinya. Keberhasilan pemerintah desa Kemejing mendorong masyarakat un- tuk membayar tepat waktu ini memang memerlukan perjuangan. Melalui pen- dekatan ke masyarakat dan sosialisasi baik langsung maupun perangkat desa, bisa menumbuhkan ke- sadaran membayar pajak. "Selain itu, juga menggu- nakan sistem panutan. Ar- tinya bagi PNS, perangkat desa memberi contoh untuk tertib membayar pajak. Terbukti kini pembayaran bisa secara serentak dan langsung lunas," jelasnya. Camat Semin Huntoro Purbo memberikan apresi- asi terhadap tertibnya war- ga Desa Kemejing dalam membayar PBB. Desa Ke- mejing memang patut men- jadi percontohan, agar desa lainnya bisa mengikuti dan cepat pembayaran pajak- nya. Pemerintah kecamatan mendukung pelaksanaan pembayaran pajak Desa Ke- mejing yang bisa cepat dan serentak. "Pengembalian pajak yang diterima desa akan memberikan manfaat untuk pembangunan." ucapnya. (Ded)-f GERAKAN BAYAR PAJAK SERENTAK 3.679 Jiwa Dilayani 5 Jam KR-Dedy EW Siswa membagikan alat tulis kepada siswa TK.
  • 4. BANTUL (KR) - Gempa yang berpotensi tsunami di kawasan Chile dan seki- tarnya diwaspadai akan ber- dampak ke perairan pantai selatan. Meski diperkirakan akan ada kenaikan air laut, namun Badan Penanggu- langan Bencana Daerah (BPBD) mengimbau warga pesisir pantai tidak perlu me- lakukan pengungsian. Mere- ka hanya diminta mening- katkan kewaspadaan. Kepala BPBD Bantul, Drs Dwi Daryanto MSi kepada wartawan, Rabu (2/4) petang kemarin mengatakan, ter- kait antisipasi akan terjadi- nya potensi bencana, pihak- nya sudah berkoordinasi de- ngan tim Search and Resque (SAR) untuk intensif mela- kukan pemantauan dan pengamatan pada pergerak- an air laut. Dwi menegaskan, pihak- nya sengaja mengefektifkan Tim SAR sebanyak 79 anggo- ta untuk melakukan peman- tauan dan langkah antisi- pasi. "Kami tidak menggunakan sirine tanda bahaya, tetapi akan memaksimalkan Tim SAR dan Early Warning System (EWS) yang sudah tersambung ke alat voice, semacam pembesar suara untuk memberi peringatan dini tanda bahaya pada nelayan dan warga pesisir pantai," ujar Dwi. Dwi menegaskan, tim SAR juga akan memberikan im- bauan kepada warga yang rumahnya berada di radius 100 meter dari bibir pantai, untuk meningkatkan kewas- padaan. Adapun antisipasi lain be- rupa menghindari aktivitas seperti mencari ikan, serta beraktivitas di bibir pantai pada Kamis (3/4) pagi. Dwi menegaskan, warga yang ada disekitar pantai dinyatakan tidak perlu mela- kukan pengungsian namun tetap waspada guna mela- kukan langkah antisipatif. (Aje)-d KAMIS PAHING 3 APRIL 2014 (2 JUMADILAKIR 1947) ÓKEDAULATAN RAKYATÓ HALAMAN 4BANTUL BANTUL (KR) - Harga cabai dalam satu bu- lan terakhir masih tergolong tinggi. Dari pan- tauan di Pasar Bantul, harga cabai rawit merah harganya Rp 60.000/kg, cabai rawit hijau Rp 20.000/kg, cabai merah keriting Rp 12.000/kg dan Rp 10.000/kg cabai hijau keriting. Salah satu pedagang di Pasar Bantul, Esti kepada wartawan, Rabu (2/4) memaparkan, kenaikan harga sudah berlangsung sejak satu bulan terakhir. "Kalau sebelum naik, harga cabai rawit me- rah masih Rp 40.000/kg. Meski harga naik drastis namun pembeli tidak mengalami penu- runan," ujarnya. Esti memprediksikan, tingginya harga cabai yang masih stabil akibat stok di Bantul ter- batas lantaran hasil panenan yang terbatas pula. Dalam satu hari, Esti mengaku mampu menjual 5 kg untuk jenis cabai rawit merah. "Rata-rata jika seluruh barang terjual habis, bisa mencapai 15 kg. Itu untuk komoditas cabai saja," terangnya. (Aje)-m Harga Cabai Masih Tinggi TANYA: Saya membaca berita di SKH Kedaulatan Rakyat ten- tang diyat atau diyah bagi Satinah. Apa sebenarnya yang disebut diyat itu, dan apa sebabnya seseorang dike- nakan hukuman diyah? Mo- hon penjelasan. Sukari, Yogya JAWAB: Diyat atau ad-diyah arti- nya harta pengganti jiwa atau anggota tubuh. Ganti rugi yang diberikan oleh se- orang pelaku tindak pidana kepada korban atau ahli warisnya, karena suatu tin- dak pembunuhan atau keja- hatan terhadap anggota badan seseorang. Diyat me- rupakan hukuman pokok da- lam pembunuhan semi se- ngaja dan tersalah (tidak sengaja). Diyat juga meru- pakan hukuman pengganti kisas dalam tindak pidana pembunuhan atau pelukaan yang dilakukan secara se- ngaja. Menurut Ensiklopedi Hu- kum Islam terbitan PT Ich- tiar Baru - Van Hoeve Ja- karta 1997, yang menjadi dasar hukum disyariatkan- nya diyat dalam Islam ada- lah firman Allah SWT dalam surah An-Nisa'(4) ayat 92. Selanjutnya ulama fikih ju- ga mengemukakan dasar hukum dari sunah Rasulul- lah SAW, yang artinya: "Se- sungguhnya siapa yang ter- bukti membunuh seorang mukmin tanpa alasan yang dibenarkan syarak dike- nakan hukuman kisas, ke- cuali apabila ahli warisnya rela untuk menerima ganti rugi, maka untuk satu jiwa yang hilang diyatnya 100 ekor unta". (HR Malik, An- Nasa'i, Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban, Al-Hakim, dan Al-Baihaki) Imam Asy-Syafii dalam kaul jadid berpendapat, ke- wajiban pokok dalam jenis diyat itu adakah unta se- banyak 100 ekor, tanpa cacat. Akan tetapi apabila unta tidak ada lagi, atau harga un- ta telah melonjak naik se- hingga tidak sama lagi de- ngan harga unta di zaman Rasulullah SAW, maka yang diwajibkan adalah nilainya, sebagaimana yang dilakukan Umar bin Khattab. (*)-m Dasar Hukum Diyat "Kalau template DPD asumsinya varian tidak ba- nyak, sedangkan untuk DPRD Kabupaten/Provinsi varian banyak, sehingga pe- nyedia dimungkinkan kesu- litan pembuatan. Kalau tem- plate DPR RI kami belum bisa memastikan, karena belum ada informasi dari KPU Provinsi," ujar Ketua KPU Bantul, Muhammad Jo- han Komara SIP kepada KR, Rabu (2/4) di kantornya. Terkait tahapan, imbuh Jo- han, saat ini pihaknya tengah mendistribusikan undangan Daftar Pemilih Tetap (DPT), yakni C6 sebanyak 716.246. Angka ini sesuai jumlah DPT asli. Sesuai dengan aturan yang berlaku, pendistribusian C6 ke pemilih maksimal H-3 menjelang Pemilu 9 April. "Pada H-5 Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS) memberikan woro-woro atau pengumuman lewat tempat ibadah atau papan peng- umuman lain," tambah Johan. Adapun mekanisme pen- distribusian undangan C6, menurut Johan, pihaknya Rabu (2/4) kemarin menggu- nakan jasa rekanan menggu- nakan delapan truk untuk mengangkut. Sedangkan Ka- mis (3/4) ini yang akan men- distribusikan C6 ada sekitar 10 truk. "Kami tidak menggunakan jasa kepolisian untuk menga- wal pendistribusian C6, na- mun pada saat pendistribu- sian surat suara kami me- minta bantuan pengamanan kepolisian," lanjut Johan. Di bagian lain, Johan me- nambahkan, KPU juga sudah menetapkan Daftar Pemilih Khusus (DPK) sebanyak 1.804 orang, yang terdiri dari 912 laki-laki dan 892 perem- puan. "Meski ada penambahan DPK, namun tidak ada ke- khawatiran kekurangan su- rat suara. Karena surat suara memiliki cadangan sebanyak 2,5 persen dari jumlah DPT di Bantul secara keseluruhan," pungkas Johan. (Aje)-m DISIAPKAN 2.295 TEMPLATE SURAT SUARA DPD DPRDKabupaten/ProvinsiDipastikanTakAda BANTUL (KR) - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bantul, menyiapkan 2.295 template surat su- ara untuk tuna netra. Template surat suara yang diberikan dari KPU Pusat ini hanya ditujukan un- tuk surat suara DPD saja. Sementara untuk tem- plate surat suara DPRD Kabupaten dan Provinsi di- pastikan tidak tersedia. BANTUL (KR) - Sejumlah Polisi Wanita (Polwan) di ja- jaran Polres Bantul, Rabu (2/4) membagikan seribu brosur pe- ngumuman penerimaan Bri- gadir Polisi 2014, kepada pe- ngendara sepeda motor yang melewati wilayah Bantul. Re- gu Polwan yang dipimpin Ka- subag Pers Polres Bantul,AKP Sulistiyaningsih membagikan brosur di beberapa persim- pangan jalan, termasuk di sim- pang empat Klodran Bantul. Dikatakan AKP Sulistiya- ningsih kepada KR, Rabu (2/4), pembagian brosur ini dalam upaya menyosialisasikan ada- nya penerimaan Brigadir Poli- si Wanita (Polwan) yang jum- lahnya hingga 7.000 dan Bri- gadir Polisi Laki-laki (Polki), jumlahnya 10.750 untuk selu- ruh Indonesia. Penerimaan Brigadir Pol- wan ini guna memenuhi pro- gram, Kepolisian "Satu Polsek 2 Polwan" di Indonesia. Se- hingga untuk sosialisasi pene- rimaan Brigadir Polisi perlu lebih digalakkan, agar masya- rakat lebih banyak yang tahu, dan akan banyak peminat atau pelamarnya sebagai calon Brigadir Polisi. Pendaftaran dimulai 26 Maret lalu hingga 15 April 2014, tanpa dipungut biaya. (Jdm)-m Polres Bagikan 1.000 Brosur KR-Judiman Polwan Polres Bantul bagikan brosur pendaftaran polisi kepada pengendara sepeda motor. BANTUL (KR) - Sebanyak 22 personel Bintara Pembina Desa (Babinsa) jajaran Kodim 0729 Bantul, masing-masing menerima inventaris 1 unit sepeda motor Yamaha Vixion dari Kodam IV Diponegoro. Penyerahan dilakukan Dan- dim 0729 Bantul, Letkol Kav Dedy Setiawan SSos. Dikatakan Dandim Bantul, Rabu (2/4), Babinsa di jajaran Kodim Bantul ada 150 person- el, termasuk yang bertugas di Koramil masing-masing wila- yah kecamatan di Bantul. Dari jumlah tersebut yang sudah mendapatkan inventaris sepe- da motor ada 87 personel, di- tambah 22 personel, sehingga masih kekurangan 41 unit se- peda motor. Selain itu, Dandim Bantul juga mendapatkan in- ventaris mobil dinas Terios TS Extra. Letkol Kav Dedy minta ke- pada jajaran Babinsa yang su- dah mendapat sepeda motor, dapat memanfaatkan dan me- melihara kendaraan yang menjadi sarana tugasnya. Ter- utama pada saat ini sedang menghadapi pelaksanaan Pe- milu 2014, akan banyak mem- bantu sebagai sarana tugas pengamanan wilayah menje- lang pemilu maupun pasca- Pemilu 2014. Tetapi TNI-AD dalam pengamanan pemilu tu- gasnya mem-back up Polisi. Selama pengamanan Pemi- lu 2014, Kodim Bantul menyi- agakan 1 SST (satuan setara pleton) anggota, yang siap di Markas Kodim Bantul. Jika ada permintaan Polri untuk bantuan personel, pasukan siap diluncurkan. Dandim Bantul menegas- kan, dalam Pemilu 2014 ang- gota TNI harus benar-benar netral. Jika terdapat anggo- tanya ikut terlibat dalam kam- panye maupun kepentingan partai apapun, akan dike- nakan tindakan tegas. "Petu- gas Babinsa ikut aktif dalam pengawasan ini," tegas Dan- dim Bantul. (Jdm)-m Babinsa Kodim Terima 22 Motor KR-Judiman Babinsa Kodim Bantul terima inventaris sepeda motor. Warga Pesisir Diimbau Tak Perlu Mengungsi
  • 5. KAMIS PAHING 3 APRIL 2014 ( 2 JUMADILAKIR 1947 ) ÓKEDAULATAN RAKYATÓ HALAMAN 5KULONPROGO SENTOLO (KR) - Petani di wilayah Desa Srikayangan tanpa menyadari berhasil mengembangkan budidaya bawang merah di la- han kosong pekarangan rumah. Sedangkan un- tuk pengeringan panenan menggunakan cara pelayuan. Meskipun demikian tidak mengu- rangi kualitas panenan bawang merah. Informasi yang dihimpun KR hingga Rabu (2/4) menyebutkan dalam bercocok tanam terda- pat perbedaan antara kebiasaan petani di wilayah Desa Srikayangan dengan petani dari luar daerah. Perbedaan mencolok untuk berco- cok tanam jenis bawang merah lokal. Petani menanam bawang merah tidak hanya di areal lahan pertanian sawah dan tegalan. Lahan pekarangan rumah juga ditanami bawang merah. Pemanfaatan lahan pekarangan rumah untuk tanaman bawang merah sulit di- jumpai di daerah lain. Tingkat produktivitas di pekarangan rumah tidak kalah dengan bawang merah yang di- tanam sawah dan tegalan. "Tanaman juga dapat berproduksi seperti yang ditanam di sawah dan tegalan," ujar Noto Margono, petani bawang merah warga Pendem, Desa Srikayangan, Petugas Pengawas Benih Tanaman Kulonprogo dari Balai Pengamatan Sertifikasi Benih Pertanian (BPSBP) DIY, Sugeng Margono mengungkapkan selama melakukan observasi terdapat kebiasaan bercocok tanam bawang merah yang berbeda dengan petani bawang merah di lain daerah. Menurutnya, selain menanam bawang merah di tegalan atau di sawah, sebagian besar petani mencoba menanam bawang merah di pekarangan rumah. Terdapat seluas kurang lebih lima hektare pekarangan rumah di Desa Srikayangan yang ditanami bawang merah. "Sebagian besar bawang merah yang ditanam adalah jenis lokal Srikayangan. Umur tanaman antara 45 sampai 50 hari dengan tingkat pro- duktivitas bisa mencapai antara 10 sampai 12 ton per hektare," jelas Sugeng Margono. Para petani di Desa Srikayangan untuk pen- geringan bawang merah tidak langsung di bawah terik matahari. Dalam proses pen- geringan mengunakan cara pelayuan. Bawang merah yang dipanen diikat ukuran kecil di- angin-anginkan dengan cara digantung selama kurang lebih sepuluh hari. (Ras)-b WATES (KR)-Kompol Suryo Saptono menjabat sebagai Kepala Detasemen B Satbrimobda DIY menggantikan AKBP Antonius Widiyanto SH. Pisah sambut keduanya dilakukan Pemkab Kulonprogo di Gedung Kaca Wates, Selasa (1/4). Hadir Sekda Kulonprogo Ir RM Astungkoro beserta Forkompinda, SKPD dan lainnya. Kompol Suryo Saptono sebelumnya sebagai Wakil Kepala Detasemen A Pelopor Satbrimobda DIY. Sedangkan AKBP A Widiyanto SH selanjutnya ditugaskan di Ditpamobvit Polda DIY. AKBP Antonius Widiyanto SH menyatakan terima kasih karena selama bertugas di wilayah Kulonprogo sudah dibina dan dibimbing, hal itu menambah wawasan. "Saya merasa bangga dan dihargai karena Brimob dilibatkan dalam berbagai kegiatan oleh Pemkab Kulonprogo. Semoga nantinya megaproyek bisa dinikmati semua masyarakat," kata Widiyanto saat memberi sambutan perpisahan. Sedang Kompol Suryo Saptono yang hobi gowes mengaku terharu dan terima kasih, karena Pemkab Kulonprogo mengge- lar pisah sambut, sehingga bisa untuk saling mengenal. "Terima kasih kepada Pak Bupati, karena sudah dikaruhke, se- hingga ini memacu semangat. Kami juga minta arahan, se- hingga ke depan dapat melaksanakan tugas dengan baik," kata ayah dua putri dan suami Tri Rudy Astuti SE. Bupati Kulonprogo dr H Hasto Wardoyo SpOG(K) berterima kasih kepada pejabat lama yang memang sudah lama bertugas di Kulonprogo. "Teman-teman dari Brimob betul-betul mem- backup terhadap kerepotan di Kulonprogo dengan tidak mem- beda-bedakan. Di tengah masyarakat ada kerepotan maka Brimob juga turun tangan. Sehingga Brimob di Kulonprogo bisa bersatu dan menyatu dengan masyarakat," kata Hasto. Hasto juga berpesan kepada pejabat yang baru diharapkan sudah paham dengan Kulonprogo. Dengan ketugasan yang baru, maka banyak tugas yang perlu di-backup yakni mulai pe- milihan legislatif (pileg), megaproyek dan lainnya. (Wid)-d PergantianKepalaDetasemenB SatbrimobdaDIY KR-Widiastuti Pejabat baru (kiri) Kepala Detasemen B Satbrimobda DIY Kompol Suryo Saptono dan pejabat lama (kanan) AKBP Antonius Widiyanto SH. WATES (KR) - Direktur Community Development dan SDM PT Jogja Magaza Iron (JMI) Heru Priyono mengakui pembahasan mengenai tata letak dan pabrik pengolahan bijih besi dan ban- dara yang dimediasi serta difasilitasi Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X saat ini telah mengalami perkembangan positif. "Secara lisan kami memang telah mencapai kesepakatan. Tapi agar lebih kuat tentu harus dituangkan dalam bentuk nota kesepahaman tertulis yang di dalamnya memuat semua hal se- cara rinci," jelas Heru Priyono, Rabu (2/4). JMI sendiri siap menghadiri pertemuan dengan PT Angkasa Pura (AP) I yang difasilitasi Sultan, Jumat (4/4) di Jakarta. "Kami selalu memegang prinsip semakin cepat clear permasa- lahan semakin baik, sehingga semuanya bisa lega. Kalau dalam pertemuan di Jakarta nanti memang tidak ada yang berbeda de- ngan pembicaraan sebelumnya maka tinggal tanda tangan. Mu- dah-mudahan saja semuanya cepat beres, sehingga pembangun- an dua megaproyek tersebut bisa berjalan lancar," harapnya. Sementara Bupati Kulonprogo dr H Hasto Wardoyo mengata- kan, pihaknya berharap semua segera ditindaklanjuti agar dapat terselesaikan. "Kami di lapangan kan sebenarnya punya prinsip lebih cepat lebih baik. Karena semakin membutuhkan waktu yang panjang, maka variabelitas problem semakin banyak. Karena itu kami berharap agar cepat variabelitas masalah atau problematiknya masih sederhana," katanya. Kalau itu sudah bisa dilakukan, maka Pemkab akan segera menindaklanjuti apa yang sudah dilakukan Gubernur. "Saya su- dah perintahkan Sekda agar menindaklanjuti apa yang sudah menjadi ketugasan Pemkab. Kami memang sudah mengkomu- nikasikan konsep tersebut," ujar dr Hasto. (Rul/Wid)-d JMI Siap Hadiri Pertemuan denganAP I WATES (KR) - Swara Nusa Institute bersama Formais DIY menggelar sarasehan dengan tema 'Memaknai Keistimewaan DIY untuk Kesejahteraan Rakyat' yang dihadiri para pemangku kepentingan. Menurut Direktur Swara Nusa Institute Iranda Yudhatama, sarasehan tersebut menampilkan narasumber Ketua MPR RI Drs Sidarto Danusubroto, Sekjen Formais DIY Krisnadi Se- tyawan dan Aktivis Perempuan Tunggal Pawestri. "Melalui sarasehan kami berharap Keistimewaan DIY yang diper- juangkan masyarakat memberi manfaat berupa kesejahteraan," katanya, Selasa (1/4). Dijelaskan, dengan disahkannya UU No 13/2012 tentang Keistimewaan DIY maka kewenangan-kewenangan yang dimiliki DIY menjadi daerah khusus dibanding daerah lain atau desen- tralisasi asimetris. (Rul)-d Sarasehan Keistimewaan DIY Selain itu diberikan penjelasan teknis penyusunan laporan pertanggungjawaban- nya. Pada penyelenggaraan pemungutan suara pemilu legislatif (pileg) 9 April 2014, jumlah KPPS di setiap TPS sebanyak 7 per- sonel, sedangkan jumlah TPS di Kulon- progo 987 unit, sehingga total KPPS se- banyak 6.909 orang. Dijelaskan Sekretaris KPU Kulonprogo, Widi Purnama, honor bagi KPPS dalam menjalankan tugas pada H-1 dan hari H untuk ketua sebesar Rp 400.000 dan anggo- ta Rp 350.000. Maka total honor yang diku- curkan untuk seluruh anggota dan Ketua KPPS sebanyak Rp 2.467.500.000. Di sam- ping itu ada dana operasional untuk tiap KPPS dengan total keseluruhan Rp 733.760.000. "Keseluruhan dana yang diserahkan Rp 3,6 miliar lebih. Sebab selain honor dan dana operasional KPPS, diserahkan pula dana rekap PPS, dana rekap PPK, honor PPK serta PPS untuk Maret, operasional PPK dan operasional PPS. Sedangkan ho- nor PPK dan PPS diserahkan melalui sekretariat PPK dan PPS," ujar Widi . Honor PPK dan PPS, dikatakan Widi, di- berikan bulanan dengan variasi ketua Rp 1.250.000, anggota Rp 1 juta, sekretaris Rp 800 ribu, serta staf Rp 500 ribu. Bagi PPS honor ketua Rp 500 ribu, anggota Rp 450 ri- bu, sekretaris Rp 400 ribu, serta staf Rp 350 ribu. Sementara dana operasional KPPS misalnya pembuatan TPS, belanja, sewa serta uang makan telah ada standarnya. Sementara terkait LCD untuk rekap penghitungan suara di PPS, karena KPU tidakadaanggaranuntuksewaLCD,maka diharapkan PPS dapat meminjam dan bukan menyewa LCD. "Terhadap sejumlah PPS yang kesulitan mendapatkannya, KPU tidak mengetahui secara persis bera- pa PPS yang belum ada LCD-nya. Adanya LCD di PPS tidak wajib dan hanya bersifat saran dari KPU DIY, karena sebagai bagian transparansi agar masyarakat dapat meli- hat. Bila tidak ada LCD bisa diganti kertas plano, sebab tidak semua desa memi- likinya. Kalau mau sewa juga tidak ada anggaran sewanya," tambah anggota KPU KulonprogoDivisiTeknisPenyelenggaraan, Panggih Widodo. (Wid)-d KPUKucurkanRp2,467MuntukKPPS WATES (KR) - Anggota Komisi I DPRD Kulonprogo Agus Sujarwo mempertanya- kan perkembangan hasil audit administrasi yang dilakukan Pemkab terhadap laporan akhir masa jabatan sejumlah Kades yang mengundurkan diri karena mencalonkan diri dalam Pemilu 2014. "Ada 21 Kades yang meng- undurkan diri tapi sampai sekarang belum ada informasi hasil audit dari Inspektorat Daerah (Irsda). Padahal mere- ka mengundurkan dirinya su- dah lama. Mestinya begitu Kades berhenti ditindaklanjuti dengan melakukan audit," katanya, Rabu (2/4). Dijelaskan audit terhadap laporan akhir masa jabatan Kades sangat penting di- lakukan. Karena banyak ang- garan desa yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. "Ketegasan sikap Pemkab sangat menentukan tingkat ketertiban administrasi di Pemdes. Keterbatasan ke- mampaun SDM di desa harus didukung pendam- pingan. Langkah tersebut perlu dilakukan agar tidak terjadi pelanggaran adminis- trasi yang berisiko hukum," tegasnya. Menanggapi pernyataan Agus Sujarwo, Inspektur Pem- bantu Bidang Prasarana Wila- yah, Irsda setempat Widodo membenarkan pada 2013 lalu tercatat 21 Kades mengundur- kan diri. Sesuai urutan akhir masajabatan,sampai2014ada 55 Kades yang berakhir masa jabatannya. Menurutnya, audit akan di- lakukan sesuai urutan akhir masa jabatan Kades. Ketika Kades mengundurkan diri, akan dilanjutkan Pejabat se- mentara (Pjs). "Dalam audit itu nanti sangat mungkin kedua pejabat, Kades dan Pjs Kades diaudit," tegasnya. Mengacu Perda Kulonprogo No 6/2010 tentang Desa tidak menyebutkan audit harus di- lakukan begitu ada Kades mundur. Apalagi di 2014, juga tidak ada proses pemilihan Kades. "Tentang audit pasti kami lakukan. Kalau memang ada masalah, bisa saja mantan Kades diperiksa untuk dimin- tai pertanggungjawaban," ka- tanya. (Rul)-d DewanPertanyakanAuditJabatanKades WATES (KR) - Usai pemilu legislatif (Pileg) 2014, penambang ilegal di Kabupaten Kulon- progo bakal dikenakan tindakan pro yustisia oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Hal tersebut dalam upaya penegakan peraturan daerah (Perda). Sehingga penegakan Perda ti- dak sebatas teguran, melainkan juga sanksi yang mengikat. "Kewenangan Satpol PP memberi sanksi, se- dang dinas terkait yakni Dinas Perindustrian Perdagangan Energi Sumber Daya Alam (Perindag dan ESDM) yang melakukan pembi- naan. Kami sedang merekap beberapa titik lokasi pelanggaran Perda, tidak hanya pe- nambangan liar, tapi pelanggaran surat izin usaha, trayek, uji KIR dan lainnya," kata Kasi Penegakan Perda Satpol PP Kulonprogo Qomarul Hadi, Rabu (2/4). Di Kulonprogo, kata Qomarul, terdapat 20 Perda. Namun di lapangan, Satpol PP kadang terhambat dalam menegakkan semua Perda tersebut, karena keterbatasan personel dan sarana prasarana. Karena Satpol PP hanya me- miliki 63 personel dan dalam penegakan Perda ditangani enam orang. Padahal berdasar ideal- nya sesuai dengan Peraturan Bupati No 66 Tahun 2012 adalah 116 personel dan 32 personel di antaranya untuk menangani penegakan Perda. "Terhadap penambangan ini, Satpol PP kesu- litan dalam menindak terkait pelanggaran izin, karena tidak memiliki kelengkapan alat Global Positioning System (GPS). Sehingga kesulitan memastikan lokasi itu ada dalam koordinat kawasan penambangan yang diizinkan atau ti- dak," katanya. (Wid)-d Penambang Ilegal Bakal Dikenai Sanksi WATES (KR) - Sebanyak 11 sekolah meliputi SMA dan SMK di Kulonprogo tidak me- menuhi syarat untuk menye- lenggarakan Ujian Nasional (UN) 2014. Untuk meng- ikutkan siswa peserta UN di sekolah tersebut harus ber- gabung dengan sekolah lain. Informasi yang dihimpun KR di Sekretariat UN 2014 Kulonprogo, Rabu (2/4) menye- butkan sekolah tidak meme- nuhi persyaratan menyeleng- garakan UN karena jumlah pe- serta UN di sekolah bersang- kutan kurang dari 20 siswa atau belum terakreditasi B. "Meskipun jumlah peserta UN lebih dari 20 siswa kalau di sekolah tersebut belum ter- akreditasi minimal B belum bisa menyelenggarakan UN. Seperti tahun-tahun sebelum- nya untuk penyelenggaraan UN harus bergabung dengan sekolah lain," kata Taryono, Kepala Sub Bagian Perenca- naan, Dinas Pendidikan (Dis- dik) Kulonprogo. Menurutnya, dua SMA yang penyelenggaraan UN digabung meliputi SMABopkri Wates di- gabung di SMAN 1 Wates dan SMA Muhammadiyah Al Ma- nar Galur di SMAN 1 Lendah. Sementara sembilan SMK yang digabung meliputi SMKN 1 Pengasih di MTs Jatimulyo, SMK Maarif 2 Wates, SMK Muhammadiyah Galur, SMK Bopkri 1 Sentolo, SMK Bopkri Samigaluh, SMK YPKK 2 Kulonprogo, SMK Darul Ulum Muhammadiyah Galur, SMK Muhammadiyah 2 Lendah dan SMK Veteran Wates. UN SMA/MA dan SMK, je- lasnya, berlangsung tiga hari mulai Senin (14/4) sampai Ra- bu (16/4) dan UN susulan mu- lai Selasa (22/4) sampai Kamis (24/4). Peserta UN sebanyak 15.481 orang meliputi peserta UN SMA/MA, 1.786 orang dan peserta UN SMK 13.695 orang. Lebih lanjut dijelaskan UN SMP/MTs berlangsung empat hari mulai tanggal 5 - 8 Mei. UN susulan bagi peserta yang tidak dapat mengikuti UN uta- madimulai12-16Mei.Peserta UN SMP/MTs di Kabupaten Kulonprogo sebanyak 5.796 siswa. Selesai UN susulan SMP/ MTs, dilanjutkan Ujian Seko- lah (US) SD yang dijadwalkan berlangsung tiga hari mulai tanggal 19 - 21 Mei. US susu- lan dilaksanakan mulai 26 - 28 Mei 2014. (Ras)-d PENYELENGGARAAN UN 2014 11 Sekolah Tak Penuhi Syarat, Digabung WATES (KR) - KPU Kulonprogo mengucurkan dana sebesar Rp 2.467.500.000 untuk honor 6.909 anggota dan ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS). Penyerahan honor di- lakukan melalui sekretariat Panitia Pemungutan Suara (PPS), di Gedung Kaca Wates, Rabu (2/4). KR-Agussutata Salah seorang petani di Desa Srikayangan menyiangi tanaman bawang merah yang ditanam di pekarangan rumah. BUDIDAYA BAWANG MERAH Petani Srikayangan TanamdiPekarangan
  • 6. ISMARINDAYANI PRIYANTI SHMHCN,atauyangdikenalde- ngan Ririen Roy Suryo punya komitmen yang tinggi untuk memperjuangkan kesetaraan gender, Hal inilah yang selalu di- dengungkan dan dikedepankan dalam setiap langkah dan kiprah- nya sejak dulu, hingga sekarang sebagai istri Menteri Pemuda dan Olahraga(Menpora)RI. Namun Ririen menegaskan, ia tak menerapkan aji mumpung, selagi sang suami, Roy Suryo, menjabat sebagai Menpora. Ia maju sebagai calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Pemilu 2014, karena ingin berjuang di ranah politik untuk memperjuangkan kesetaraan gender dan hak perempuan. "Saya merasakan benar keter- wakilan perempuan di politik masih minim. terasa masih ada diskriminasiterhadaphak-hakpe- rempuan. Untuk itulah, makanya saya putuskan untuk terjun ke politik",lataRirienSuryo. Alumnus SMA Stella Duce Yogyaiturupanyamemilikialasan kuat untuk maju dalam pemilihan DPD. Ririen menginginkan adanya kesetaraan gender di Indonesia. Kemantapan hati putri dari almarhum Ismanto dan Djumarti itu membuat kagum suami meski memiliki latar bela- kangdisiplinilmuyangberbeda. Ia mengaku selalu curhat bersama suami, mengenai per- soalan kesetaraan gender dan perlindungan anak. "Saat minta restu maju jadi DPD, suami men- dukung"tambahnya. Ririen mengungkapkan ke- mantapannya jadi terinspirasi olehtokohperempuanRAKartini. Sosoknya menginspirasi Ririen untuk ikut memperjuangkan emansipasi perempuan di tengah perkembangan teknologi se- karang. Meski tidak memiliki pengala- man di dunia politik yang penuh dengan intrik, Ririen mengang- gap hal itu sebagai tantangan. Menurutnya semua hal bisa dipelajari asalkan memiliki ke- mauan. Ia mencontohkan ketika suaminya yang memiliki latar be- lakang pakar telematika berubah haluan dan berkecimpung di dunia olahraga, semuanya ter- buktibisadipelajari. Perempuan kelahiran Yogya, 11 Desember 1967 ini memiliki semangat tinggi bersama GKR Hemas memperjuangkan suara perempuan. Majunya Ririen telah mendapat dukungan dari suami dan sejumlah warga Yogya, ter- masuk teman, relasi dan komuni- tas yang ia ikuti. Ririen tidak segan-segan membeberkan pro- gram kerjanya, antara lain ke- peduliannya pada masalah keke- rasan anak, diskriminasi hak pe- rempuan dikeluarga dan ruang publik. Selain itu sebagai perem- puan yang memiliki karir di dunia perbankan tentunya kesejahtera- an juga menjadi pemikirannya, khususnya pengembangan UKM danpariwisatadiYogya. Ririen melihat masih banyak potensi di Yogya belum tergali maksimal untuk pengelolaannya. Padahal UKM di Yogya sangat mendukung karena menjadi ru- jukan pariwisata. Ririen akan memperjuangkan semua potensi yang ada diYogya, dengan target kesejahteraanmasyarakat. (*)-f KAMIS PAHING 3 APRIL 2014 (2 JUMADILAKIR 1947) ÓKEDAULATAN RAKYATÓ HALAMAN 6SLEMAN PENATAAN PASAR PRAMBANAN RelokasiPedagangMasihSimpangSiur Herusalahsatupedagangja- mu secara pribadi setuju de- ngan rencana relokasi tersebut. Hanya saja, dia masih membu- tuhkan kejelasan. Sebab ketika pedagang menanyakan ke pa- guyuban, ternyata disarankan untuk bertanya langsung ke di- nas. Salah satunya anggapan sejumlahpedagangyanghanya disediakanlahankosongsajadi tempat relokasi. "Melalui sosialisasi ini kami jadi paham, kalau nantinya akan disediakan tempat untuk berdagang.Meskipununtuklu- asannya kemungkinan tidak sama. Hanya saja kalau diper- bolehkan kami tetap akan membawa sejumlah kayu atau papan untuk nanti digunakan di tempat relokasi. Setidaknya bisa menghemat pengeluaran. Sebab meskipun sudah dise- diakan tempat, kemungkinan kami masih akan melakukan sejumlah renovasi," katanya. Sementara itu informasi yang didengar Eko justru un- tuk lokasi relokasi ditentukan sendiri oleh pedagang melalui paguyuban. Termasuk luasan tempat berjualan. Kondisi ini justru berdampak negatif, se- bab dapat menimbulkan ke- kisruhan antar pedagang. Menanggapi hal tersebut, Kabid Pembinaan dan Pe- ngembangan Dinas Pasar Kabupaten Sleman Haris Martapa mengungkapkan, ti- dak masalah jika memang pedagang ingin membawa se- jumlah peralatan dari tempat lama ke lokasi reloksi. Namun jangan sampai melebihi batas yang sudah ditetapkan. Sebab untuk luasan kios maupun los sudah ditentukan. Kalau peda- gang mau membawa kayu ataupun papan tidak masalah. "Sosialisasi ini merupakan kelanjutan dari sosialisasi awal yang dilakukan tahun 2012 lalu. Kebetulan di awal tahun 2014 renovasi pasar sudah me- masuki tahap kedua, sehingga pedagangwajibtahuterkaitke- lanjutan renovasi ini. Mereka kembali dikumpulkan guna menghindarikesalahanpersep- si baik dengan paguyuban maupun dinas," ujar Haris. Ditambahkan, pembangun- an fisik tahap dua rencananya dilakukan mulai Juni nanti oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan (DPUP). Untuk itu, setidaknya pada pertengahan Mei nanti seluruh pedagang harus sudah berada di lokasi relokasi. (Awh)-f PRAMBANAN (KR) - Puluhan pedagang yang se- hari-hari berjualan di Pasar Prambanan mengikuti sosialisasi terkait rencana relokasi pasar di pendapa kecamatan setempat, Rabu (2/4). Mereka dibagi dalam tiga gelombang disesuaikan dengan jenis dagangan. Dalam sosialisasi muncul pernyataan dari pedagang, terkait rencana relokasi ternyata masih simpang siur. SLEMAN (KR) - Daftar pemilih dalam Pemilu 2014 mendatang di Kabupaten Sleman sebanyak 780.237 orang. Sedangkan bagi warga yang belum masuk sebagai daftar pemilih, bisa menunjukkan KTP pada saat pelaksanaan pencoblosan. Anggota KPU Divisi Teknis Penyelengga- raan, Haryanta menjelaskan, daftar pemilih terdiri dari Daftar Pemilih Tetap (DPT) se- banyak 777.068 orang, Daftar Pemilih Khusus (DPK) 1.043 dan Daftar Pemilih Tambahan (DPTb) sebanyak 2.126 orang. "Untuk DPK itu dilakukan warga yang se- belumnya tidak masuk dalam DPT dan pen- dataannya terakhir 26 Maret. Sedangkan DPTb itu bagi warga yang mengurus A5 atau pindah TPS karena alasan kerja atau kuliah," kata Haryanta kepada KR, Rabu (2/4) di Kantor KPU Sleman. Bagi warga yang belum masuk sebagai daf- tar pemilih, baik DPT, DPK maupun DPTb, nantinya tetap bisa melakukan pencoblosan. Warga cukup menunjukkan KTP atau tempat berdomisili di TPS. "Tapi nanti dilayani mulai pukul 12.00 hingga 13.00. Karena mulai pagi hingga siang, petugas mengutamakan pela- yanan yang masuk DPT, DPK dan DPTb," je- lasnya. Sedangkan anggota KPU Sleman Divisi Logistik Keuangan Rumah Tangga dan Umum Aswino Wardana SIP menuturkan, hingga saat ini kekurangan surat suara sebanyak 5.800 belum dikirim ke Sleman. Selain itu, sebagian formulir penghitungan surat suara juga belum datang. "Kami hanya tinggal menunggu keku- rangan surat suara dan formulir saja, sedang- kan lainnya sudah datang semua. Sekarang ka- mi sudah mulai pengepakan dan seting kotak suara," tuturnya. Ditargetkan dalam beberapa hari ini, logis- tik yang masih kurang tersebut sudah datang di Sleman. Dengan harapan mulai 7-8 April 2014, mulai dilakukan pendistribusian logis- tik ke TPS-TPS. "Rencananya H-2 dan H-1 pencoblosan, lo- gistik didistribusikan ke TPS. Sekarang petu- gas sedang mengebut seting dan pengepakan ke kotak suara," paparnya. (Sni)-f SLEMAN WADAHI PARA PENELITI Lomba Riset Berhadiah Rp 100 Juta BELUM MASUK DPT DAN DPK BisaGunakanKTPSaat Pencoblosan KR-Saifullah Nur Ichwan Para pekerja melakukan seting kotak suara. INTERNET marketing, sebuah usaha bis- nis yang dilakukan oleh seseorang untuk memasarkan produknya untuk promosi dan meningkatkan hasil penjualan. Guna mema- hami mengenai soal internet marketing, Srikandi Internet Marketer menggelar semi- nar yang membahas bagaimana menemukan ide dan merintis bisnis online yang mudah serta cepat laku. Seminar akan berlangsung di Hotel Santika Jalan Jenderal Sudirman 19 Yogya, Sabtu (5/4) mulai pukul 16.00-21.00 WIB, khusus untuk perempuan karier, ibu rumah tangga, pelajar, wirausaha, mahasiswi. Santi, selaku Project Officer mengatakan, seminar ini akan menampilkan pembicara Enggah Pangestuti (pemilik Laluna Sprei, Adhitama Pangestu Properti dan Unitel CCTV serta alat komunikasi), siap mema- parkan bagaimana melakukan riset pasar yang segmented. Sedangkan, berbagai cara mudah dan efektif memasarkan produk de- ngan modal minim dan menjangkau pasar tak terbatas yang menggunakan media jejaring sosial seperti Facebook akan disampaikan oleh Ratna Yuniarti SAg pemilik TH Ihya, Raka Catering, dan pemilik Yariza Group, praktisi MLM dan agen asuransi. Untuk ba- gaimana mengoptimalkan Blackberry dapat menghasilkan penghasilan tambahan dengan tips-tips yang bisa langsung praktik di an- taranya, cara permintaan pertemanan diteri- ma bakal disampaikan oleh Ir Riyana Widya (pemilik Nadifa Collection, pemilik Ranau Distro, Orange Juice, Riyana Baju Jeans). "Investasi seminar Rp 150 ribu untuk satu orang dan Rp 200 ribu untuk pasangan. Tiket bisa diperoleh di Bagian Promosi SKH Kedaulatan Rakyat Jalan P Mangkubumi 40- 44 Yogya," kata Santi. (Cil)-f Seminar Bisnis Internet Marketing SUKOYO KaderPKByangAmanahdanIstiqomah SLEMAN (KR)-Konsisten- si perjuangan Partai Kebang- kitan Bangsa (PKB) mengawal nilai Aswaja dalam kehidupan politik, dan menyuarakan aspi- rasi masyarakat pinggiran, menjadikomitmenSukoyoSAg sebagai Calon Legislatif (Caleg) PKB untuk DPRD Provinsi DIY dari Dapil DIY VI (Sleman utara). Maka pada Pileg 2014 ini, visi yang dikembangkan adalah meningkatkan sektor pertanian, perikanan dan pari- wisata. "Sebagai kader PKB, kami harus bersikap amanah dan is- tiqomah. Ini penting untuk menjaga dan mengawal nilai Aswaja dalam perjuangan PKB. Selama ini, saya tidak pernah ada persoalan, baik terkaitmoralmaupunhukum," ujar Wakil Ketua DPW PKB DIY, Sukoyo SAg, di Sleman, Yogyakarta, Rabu (2/4). Putra kelahiran Pati, Jawa Tengah ini, mengabdi di PKB sudah dilakukan selama 16 tahun lalu, dimana sejak PKB berdiri yang dideklarasikan oleh KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), KH Mustofa Bisri (Gus Mus) dan kiai sepuh lain- nya. Maka tak heran, jika sela- ma pengabdiannya menjadi kader PKB diawali dengan ma- suk menjadi pengurus GP Ansor DIY selama sembilan (9) tahun. Menurut Sukoyo yang per- nah menjadi anggota antar waktuDPRDProvinsiDIYdari PKB selama sembilan (9) bu- lan, tetap istiqomah dalam menjalankan hidup di masya- rakat. Karena dalam prinsip hidup, selalu dalam jalur yang berhaluan dengan Islam ahlus- sunah waljamaah yang selama ini diajarkan oleh tokoh-tokoh Nahdlatul Ulama (NU). Sedangkan visi dan misi yang disampaikan kepada ma- syarakat, ujar Sukoyo caleg PKB untuk DPRD Provinsi DIY nomor urut 1 dari Dapil DIY VI (Sleman Utara), siap menjalankan amanah partai untuk mengembangkan aspi- rasi rakyat dengan meningkat- kan sektor pertanian, per- ikanan dan pariwisata. "Dae- rah Sleman, merupakan da- erah pertanian, perikanan air tawar, dan lainnya," katanya. Selain sektor pertanian dan perikanan, juga harus dikem- bangkan sektor pariwisata, karena wilayah Kabupaten Sleman, mempunyai potensi wisata yang harus dikem- bangkan dengan baik. "Pengembangan budaya lokal dan pariwisata harus menjadi prioritas pengem- bangan oleh pemerintah, kare- na Sleman salah satu daerah tujuan wisata lokal maupun internasional, sehingga pe- ngembangannya harus di- tingkatkan," jelas Sukoyo alumni PMII tersebut. Karena PKB adalah alat politik yang dilahirkan oleh NU, dan merupakan kewa- jiban semua warga nahdliyin untuk membesarkan partai berlambang bola dunia terse- but. Tujuannya untuk kema- slahatan rakyat Indonesia ke depan, khususnya warga di daerah Kabupaten Sleman. Maka pada Pileg 9 April 2014 ini, masyarakat khususnya warga NU untuk mendukung PKB. Saat ini, lanjutnya, keper- cayaan masyarakat terhadap PKB terus meningkat. Kondisi itu terlihat saat sosialisasi yang dilakukan di tengah masyarakat, bahkan kelom- pok ibu-ibu yang tergabung dalam senam kesehatan di Kecamatan Prambanan, telah memberikan dukungan positif terhadap PKB. Ini bukti, jika caleg dari PKB diterima oleh masyarakat. (*)-f KR-Istimewa Sukoyo SAg SLEMAN (KR) - Untuk mewadahi para peneliti (akade- misi maupun masyarakat) da- lam melakukan penelitian un- tuk menemukan atau mengem- bangkan karyanya, Pemkab Sleman melalui Bappeda meng- gelar lomba Riset Unggulan Daerah (RUD) Kreanova 2014. Panitia menyediakan hadiah cukup besar, Rp 100 juta untuk 10pemenang. Menurut Kepala Bappeda Sleman drg Intriati Yudati- ningsih, lomba ini juga untuk mengoptimalkan potensi dan kemampuan daerah guna me- ningkatkan kesejahteraan masyarakat. "Tema lomba kali ini adalah penelitian kreatif dan inovatif berbasis pertanian un- tuk membangun kedigdayaan Kabupaten Sleman," ujarnya padaKR,Rabu(2/4). Dijelaskan, ruang lingkup RUD meliputi bidang infra- struktur, teknologi informasi, pariwisata, lingkungan hidup, pendidikan, kesehatan, ekono- mi, sosial dan budaya, tenaga kerja (termasuk entrepreneur- ship)berbasispertanian.Sedang wujud penelitian berupa tools pertanian (penemuan alat-alat pertanian, alat-alat yang mem- bantu pertanian), Seed (pene- muan benih unggul pertanian), danmediayangmendukungbu- daya pertanian. "Pendaftaran dibuka mulai 7 Maret - 14 Mei 2014 di Sekretariat DRD d/a Bidang Pengendalian dan Eva- luasi Bappeda Sleman Jalan Parasamya No 1 Beran Sleman atau lewat email bappeda@sle- mankab.go.id. Pengajuan pro- posal penelitian harus dileng- kapidenganbiodatapenelitidan surat pernyataan akan me- laksanakan sendiri dibuktikan dengan tanda tangan di atas meteraiRp6.000,"kataIntri. Untuk peserta, perorangan atau tim maksimal 3 orang/tim. Anggota tim yang terdaftar ti- dak bisa diganti dengan alasan apapun dan peserta bersedia mengikuti rangkaian acara dan prosedur kompetisi. Lokus penelitian di wilayah Kabupa- ten Sleman dan peserta boleh mengirimkan lebih dari satu penelitian dalam bentuk soft- copydanhardcopy. "Panitia menyediakan total hadiahRp100jutauntuk10pe- menang. Sedang mekanisme pencairan sebesar 50% pada saat proposal disetujui, 30% ketika penelitian sudah selesai dilakukan dengan menun- jukkan progress report peneli- tian, kemudian 20% ketika me- nyerahkan dan mempresen- tasikan hasil penelitian," tam- bahIntri. (Has)-f ISMARINDAYANI PRIYANTI SH MH CN Komitmen Perjuangkan Kesetaraan Gender PULIHKANHUTANTERDAMPAKERUPSI PenganekaragamanTanamanDigencarkan SLEMAN (KR) - Proses suksesi alamiah di kawasan hutan lereng Merapi dinilai sangat membantu percepatan restorasi dan pemulihan ekosistem. Meski demikian upaya penataan dan pe- nganekaragaman jenis tanaman penghijauan harus terus di- lakukandenganharapanpemulihanlingkunganterdampakerupsi bisa berjalan lebih optimal. Koordinator Urusan Konservasi Balai Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) Kaliurang Asep Nia Kurnia mengatakan, selain keberhasilan pemulihan melalui kegiatan penanaman saat ini su- dahmulaiterlihathasilnya.Sejumlahkawasanhutanyangsemula hancur terdampak erupsi kini sudah hijau kembali berkat penghi- jauan secara alamiah. Seperti di kawasan hutan TNGM wilayah Glagahsari Kalitengah Glagaharjo, dan Umbulharjo. Bahkan termasuk di se- kitar kawasan lereng gunung, jurang dan wilayah yang tidak ter- jangkau akses. Namun demikian diakuinya untuk menjaga kese- imbangan ekosistem masih perlu penataan untuk mencegah ho- mogenisasi jenis tanaman. "Pemulihan kawasan dengan pena- naman pohon hingga tahun ini tercatat seluas 600 hektare lebih. Termasuk di antaranya penganekaragaman jenis yang dilakukan di lahan seluas 80 hektare" katanya kepada KR Rabu (2/4). Dijelaskan, dalam program penghijauan juga telah ditanam ber- bagaijenistanamansepertirasamaladanpuspa.Tanamaninijuga memiliki kemampuan suksesi secara alami jika rusak terkena awan panas. Termasuk di sejumlah kawasan hulu daerah aliran Sungai Opak, Kuning dan Gendol. (R-1)-f BupatiDukungPendidikanAkhlakUsiaDini SLEMAN (KR) - Pendidikan akhlak usia dini merupakan langkah strategis yang penting bagi lahirnya generasi penerus bangsa. Selain melalui pendidikan formal di sekolah, upaya lain un- tuk pendidikan akhlak usia dini bisa dilakukan melalui kegiatan lombadanajangkreativitaslainnya. Hal itu dikatakan Bupati Sleman Sri Purnomo saat membuka acara Karima Golden Cup 2 di SD Muhammadiyah Macanan, Ngemplak, Sleman, Minggu (30/3).Acara yang didukung KR Grup itu dihadiri muspika dan pengurus Muhammadiyah setempat. "Pendidikan akhlak tidak harus selalu formil, seperti siswa yang mengejar nilai tinggi dalam ujian. Berbagai ajang lomba dan krea- tivitaspunbisauntukpendidikanakhlak,"katanya. Dalam Karima Golden Cup 2 diadakan lomba menggambar, mewarnai, serta hapalan surat-surat pendek dan doa keseharian. Kegiatan ini diikuti sekitar 300 peserta dari kalangan Pendidikan AnakUsiaDini(PAUD)danTamanKanak-kanak(TK). "Ini kegiatan rutin tahunan kami. Selain ajang promosi sekolah di setiapawaltahunajaran,acarainijugauntuk pemberdayaananak- anak usia dini, khususnya PAUD dan TK, agar karakter sikap dan keimanan mereka dapat terbentuk dengan lebih baik," jelas Kepala SDMuhammadiyahMacananAilisSafitriSH Juaralombamewarnai untukkategoriPAUDdiraihAkhtarAlma Ernesto dari Khalifah Center, untuk kategori TK dimenangkan YurikoPutriNugrahenidariTejokusuman.Juaralombahapalandoa kategori PAUD adalah Siti Nurjannah dari Harapan Bunda, untuk kategoriTKdiraihFathiyahAzizahdariTKABAGandok. (Bro)-f
  • 7. pengemis lewat rontek, poster, spanduk, baliho dan billboard. Hebatnya, APK yang terpasang di ruang pu- blik dideretkan sedemikian rupa, persis deretan peminta sedekah para pengunjung pasar, plaza, mal atau di ru- ang publik lainnya. Di sudut lain, atas nama berburu kekuasaan, CPSR sengaja membutakan mata hati dan membanting harga dirinya pada kasta paling rendah lewat program 'mengemis massal'. Fenomena tebaran iklan politik yang disebar CPSR mengindikasikan matinya iklan politik di ruang publik. Ajal iklan politik menemu- kan momentum kematian- nya di pangkuan calon pemi- lih yang semakin kritis dan apatis pada perhelatan kam- panye pemilu. Matinya iklan politik ditandai dengan per- lombaan narasi visual yang digelar para caleg dan kandi- dat presiden lewat upaya mengemis suara calon pemi- lih yang dijadikan target sasarannya. Matinya iklan politik se- makin kentara manakala CPSR dalam keadaan panik melakukan kampanye pe- milu yang berujung sampah visual. Selain memroduksi sampah visual iklan politik, sepak terjang mereka diten- garai menjadi teroris visual. Modus operandinya: menem- pelkan dan menancapkan se- banyak mungkin billboard, baliho, spanduk, poster, stik- er, dan rontek di ruang pu- blik. Mereka bergerak tanpa mengindahkan tatakelola ko- ta yang mengedepankan as- pek ramah lingkungan. Me- reka sengaja mengabaikan ergonomi pemasangan APK serta tidak peduli dengan as- pek etika dan estetika pen- empatan APK tersebut. Ironisnya, pola pemasang- an dan cara menempatkan APK versi CPSR sangat berlawanan dengan esensi desain iklan luar ruang yang dirancang sedemikian rupa agar tampil menarik, artis- tik, informatif, dan komu- nikatif. Di tangan tukang pasang APK, desain iklan politik yang bagus bersalin fungsi menjadi sampah vi- sual. Di tangan orang ëperkasaí seperti itulah, ik- lan politik tewas dengan suk- ses. Hal ini menjadi fenome- na menyedihkan bagi keber- adaan ilmu desain komu- nikasi visual dan iklan poli- tik. Dalam konteks APK CP- SR, rasanya tidak pernah tuntas saat membicarakan penjarahan ruang publik yang dilakukan secara mas- sal tim sukses, caleg DPR RI, DPRD dan DPD serta capres. Akibat ketidaktuntasannya, menyebabkan napas iklan politik kehilangan denyut- nya. Lalu, di manakah sim- pul sengkarutnya? Sejatinya, inti permasalahan bersum- ber pada penentuan titik penempatan dan pola pe- masangannya semrawut ser- ta ’penuh kebijakan’ yang ti- dak bijaksana. Pada titik ini, seyogianya pemerintah tegas menert- ibkan keliaran APK dan ik- lan politik liar. Langkah per- tama, pemerintah bersama instansi terkait: Panwaslu, KPU dan Satpol PP tanpa menunda-nunda berani me- nurunkan, membongkar, dan menyabut APK yang menyalahi aturan KPU No 15/2013. Kedua, menerapkan hukuman setimpal bagi parapihak yang diketahui melanggar aturan KPU No 15/2013. Ketiga ada kesamaan persepsi terkait penempatan serta pemasangan APK caleg dan kandidat presiden. Jika hal itu dilaksanakan ber- sungguh-sungguh, peserta kampanye dan pelaksana Pemilu 2014 telah menggelar pesta demokrasi dengan sempurna. Mereka dinilai memberikan pendidikan po- litik secara elegan karena mengedepankan estetika dan etika kampanye pemilu. (Penulis adalah Dosen Komunikasi Visual ISI Yogyakarta dan Relawan Komunitas Reresik Sampah Visual)-f JAKARTA (KR) - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta pembangunan Pusat Listrik Tenaga Uap (PLTU) Nagan Raya diper- cepat. Dalam dua pekan ke depan harus sudah rampung. Hal itu dimaksudkan untuk meng- atasi defisit listrik. Menko Perekonomian Hatta Rajasa me- nyampaikan hal tersebut dalam keterangan per- snya usai menghadiri rapat terbatas kabinet di Kantor Presiden, Rabu (2/4). Rapat tersebut, membahas pengembangan in- frastruktur Bandara Ahmad Yani Semarang, Jateng dan kelistrikan di Sumatera Utara (Sumut). "Langkah jangka pendek yang pertama adalah mempercepat pembangunan PLTU Nagan Raya dengan kapasitas listrik 2x95 MW. Proses pembangunan PLTU ini sudah memasu- ki tahap pemasangan pipa pada April ini. Jadi, solusi jangka pendek sudah teratasi," ujar Hatta Rajasa. Ada juga usulan 'excess power' dengan me- nambah kapasitas yang ada di PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) menjadi 130 MW, dari semula 90 MW. Presiden secara tegas mem- berikan tenggat dua pekan untuk menyele- saikan persoalan jangka pendek masalah listrik di Sumut tersebut. Tenggat yang sama juga berlaku untuk pembahasan teknis pengembang- an Bandar Udara Internasional Ahmad Yani di Semarang, Jawa Tengah. Dalam dua pekan ke depan, Presiden SBY me- minta pembicaraan antara Kementerian Pertahanan (Kemenhan) sebagai pemilik lahan bandara dengan PTAngkasa Pura sebagai pihak pengelola bandara dapat diselesaikan. "Dalam dua pekan ke depan, Bapak Presiden meminta agar ini bisa dirampungkan. Menko Polhukam juga akan segera memimpin rapat bersama Kemenhan dan pihak-pihak terkait lainnya me- ngenai Bandar Udara Ahmad Yani," Hatta men- jelaskan. Dalam rapat tadi, ujar Menko Perekonomian, juga dilaporkan adanya usulan baru dari Kemenhan dan Dirjen Kekayaan Negara Kementerian Keuangan dalam menetapkan po- la kerja sama bagi hasil sebagai upaya per- cepatan pembangunan Bandara Ahmad Yani . "Nantinya dalam keekonomian yang akan dikelolaAngkasa Pura ini masuk dalam kategori commercially viable sehingga dapat memper- cepat BandaraAhmad Yani di Semarang," Hatta menambahkan. (Sim)-d KAMIS PAHING 3 APRIL 2014 (2 JUMADILAKIR 1947) HALAMAN 7 Stop Kata Gratis Stop kata "gratis" saat janji kampanye. Ganti kata "gratis: dengan kata "murah", itu su- dah cukup 'nglegani'. Karena tak ada yang gratis di negeri ini tanpa, "syarat dan ketentu- an berlaku". +62877383XXXX Tabung Elpiji Kedaluwarsa Kepada Disperindag dan YLKI DIY. Sekarang mulai banyak tabung gas elpiji 3 kg kedaluwarsa masih beredar di pasaran. Mohon dicek se- belum terjadi musibah di ma- syarakat akibat kebocoran tabung gas. +62815788XXXX Matinya . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . Sambungan hal 1 Keluarga . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . Sambungan hal 1 Namun untuk biaya kuliah di Semarang di- tanggung negara. "NurAfriana ikut saya. Ia la- ju dari Semarang dan memang sejak kecil saya yang menemaninya," tuturnya. Sementara di Jakarta, Presiden Susilo Bam- bangYudhoyono (SBY) belum mendapatkan in- formasi mengenai adanya mafia uang darah (diyat) untuk membebaskan Satinah dari hu- kuman pancung. "Soal munculnya mafia diyat, kita belum tahu," kata Juru Bicara (Jubir) Kepresidenan Julian Aldrin Pasha, di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (2/4). Menurutnya, Presiden hanya menerima in- formasi dari satu sumber, yaitu Satuan Tugas (Satgas) TKI. "Itu bersumber dari yang dikumpulkan, satgas untuk mengelola kasus TKI yang harus menghadapi pengadilan, itu sumber yang kita terima," ucapnya. Sedang pimpinan LSM FITRA, Ucok Sky Khadafi, menilai kepura-puraan pemerintah dengan menyebutkan kesulitan membayar diy- at ini justru memperlihatkan pemerintah tidak serius ingin membantu Satinah. Pemerintah baru membayar diyat sebesar 4 juta riyal. "Jumlah itu baru setara dengan Rp 12 miliar. Itu berarti masih kurang sebesar 3 juta riyal atau Rp 9 miliar," kata Ucok. (Sus/Edi/Sim)-f Staf . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . Sambungan hal 1 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU No 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Kasus tersebut bermula dari tugas tersangka sebagai pembuat Daftar Rekapitulasi untuk pembayaran uang layanan persidangan (ULP) dan uang layanan pe- nanganan/penyelesaian laporan masyarakat (ULS) kepada pejabat/pegawai KomisiYudisial. Namun uang tersebut telah dimanipulasi atau digelembungkan (mark up) dengan cara menaikkan anggaran total pembayaran dari angka yang sebenarnya, sehingga terjadi selisih sebesar Rp 4.165.261.341. Selisih uang itu, kemudian disimpan dalam rekening pribadi tersangka. Hal inilah yang dinilai sebagai tindak pidana korupsi yang di- lakukan AJK. Sehubungan kasus ini, KY pada akhir tahun 2013 melaporkan stafnya yang diduga nilep anggaran sebesar Rp 4 miliar itu ke Kejakgung. Pasalnya, AJK diindikasikan melakukan mark up anggaran sejak tahun 2009. (Ful)-b Yogya . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . Sambungan hal 1 Relawan dan warga sekitar langsung memotong pohon yang melintang di te- ngah jalan tersebut dengan menggu- nakan mesin pemotong. Selama proses pembersihan, Jalan Kaliurang sempat ditutup untuk kendaraan yang datang dari arah Mirota Kampus maupun dari arah Kentungan. Terpisah staf Kasi Data dan Informasi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geo- fisika (BMKG) Stasiun Geofisika Yogya- karta,Agus Triyanto menjelaskan, angin kencang disertai hujan lebat yang terjadi di Yogya bagian Selatan, selain karena wilayah DIY sedang memasuki musim pancaroba juga dikarenakan adanya penumpukan awan Comulunimbus. Dampak dari adanya awan Comu- lunimbus tersebut mengakibatkan ter- jadinya perubahan cuaca yang bersifat ekstrem seperti hujan lebat dan angin kencang. Mengingat sifatnya lokal, bia- sanya hujan dan angin kencang ini ha- nya terjadi sesaat. "Sebenarnya penumpukan awan Co- molunimbus ini sudah terpantau sejak Rabu (2/4) siang. Bahkan pada Rabu (2/4) kemarin suhu udara di Yogya tergo- long cukup panas, karena mencapai 33 derajat Celcius. Berdasarkan pengalam- an, jika siang harinya cuacanya cukup panas, sore atau malam hari terjadi hu- jan yang disertai angin," terang Agus. Menurut Agus, saat ini wilayah DIY sudah memasuki musim pancaroba, dampaknya sering terjadi perubahan cuaca yang bersifat mendadak dan ek- strem. Kondisi tersebut selain memicu terjadinya hujan lebat juga bisa meng- akibatkan angin kencang. Oleh karena itu untuk mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan bagi anggota masyarakat yang memiliki pohon sudah rapuh, alangkah baiknya jika dipangkas. Tindakan itu perlu di- lakukan untuk menghindari adanya korban akibat angin kencang. (Sal/Ria)-a Masyarakat . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . Sambungan hal 1 Kepala BNPB Syamsul Maarif, telah memerintahkan agar peringatan dini tersebut disampaikan kepada masyara- kat dan BPBD. Masyarakat diimbau tetap tenang dan selalu waspada, meski mereka belum perlu mengungsi. Terpisah, Kasi Observasi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Yogyakarta Bambang Subadyo mengungkapkan, sesuai dengan informasi yang diterima BMKG Pusat, sejumlah daerah di Indonesia termasuk DIY berpotensi terkena tsunami dengan ketinggian 0 sampai 0,5 meter. Berdasarkan data yang ada diterima oleh BMKG DIY, un- tuk daerah pantai di Gunungkidul berpotensi terjadi tsunami pada pukul 7.26 WIB, Bantul pukul 7.29 WIB dan Kulonprogo pukul 7.31 WIB. "Meski potensi tsunami hanya 0 sam- pai 0,5 meter, tapi masyarakat tetap ka- mi minta untuk waspada. Adapun ben- tuk kewaspadaan itu bisa dilakukan dengan menjauhi daerah pantai untuk sementara waktu. Dengan adanya langkah antisipasi tersebut diharapkan terjadinya korban bisa diantisipasi se- jak dini," jelas Bambang. (Ati/Ria)-d Gempa . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . Sambungan hal 1 Untuk itu BMKG mengimbau pada ma- syarakat, agar tidak mudah terpenga- ruh oleh adanya isu-isu menyesatkan. "Indonesia termasuk DIY merupakan daerah yang rawan gempa. Jadi ke- mungkinan terjadinya gempa besar (di atas 3 SR) tetap ada. Namun kapan dan di mana gempa akan terjadi, sampai saat ini belum bisa diprediksikan," te- rang Bambang, setelah terjadi gempa dengan kekuatan 4,5 SR sempat terjadi gempa susulan dengan kekuatan 1,6 SR. Gempa bumi tersebut juga menggem- parkan warga Gunungkidul pada Rabu (2/4) sekitar pukul 18.21. Bahkan gon- cangan tersebut sempat dirasakan war- ga Wonogiri dan Pacitan Jawa Timur. Kapolres Gunungkidul AKBP Faried Zulkarnaen SIK MH, sesaat gempa ter- jadi langsung meminta jajaran polsek untuk melakukan pendataan, seandai- nya gempa menimbulkan dampak kerusakan. Namun hingga berita ini di- turunkan dari sebanyak 18 Polsek belum ada satupun yang melaporkan adanya kerusakan akibat terdampak gempa. "Kami sudah memantau seluruh polsek tetapi hingga kini belum ada la- poran terjadinya kerusakan," katanya. Sementara Sukamto anggota Tim SAR Baron juga menginformasikan meskipun terjadi gempa tetapi kondisi perairan laut tetap landai. Tidak terjadi adanya gelombang laut pasang dan warga telah meningkatkan kewas- padaan. (Ria/Bmp)-f WIRANTO SERUKAN IndonesiaButuhPemimpinTahuDeritaRakyat BANTUL (KR) - Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), Rabu (2/4) menggelar kampanye ra- pat terbuka di zona Bantul Barat, Lapangan Pendowoharjo Sewon, menghadirkan juru kampanye (Jurkam) dari pusat, H Wiranto, yang juga diusung oleh Partai Hanura sebagai calon presiden RI dalam Pemilu 2014. Ribuan simpatisan menghadiri kampanye tersebut. Wiranto dalam orasi politiknya menge- mukakan, bangsa Indonesia saat ini membu- tuhkan pemimpin yang tahu tentang kesen- gsaraan rakyatnya, juga mau merasakan sakit dan penderitaan rakyatnya. Karena itu, Partai Hanura telah mempersiapkan kadernya, yang mempunyai hati nurani, untuk menjadi wakil maupun pemimpin rakyat ke depan. Lebih lanjut Wiranto mengatakan, Partai Hanura merupakan partai paling bersih dari pelaku korupsi, karena memang kadernya su- dah dibekali dengan hati nurani. Ke depan Indonesia harus menjadi negara yang disegani dan diperhitungkan oleh negara lain dan tidak dilecehkan. Untuk itu, dalam Pemilu 2014 nan- ti, masyarakat Indenosia harus bisa memilih calon pemimpin yang tegas dan bersih, dapat diteladani dan tidak korupsi. "Kalau negara ini masih banyak pemimpin yang korupsi dan tidak dapat diteladani, maka Indonesia tidak akan bisa maju bahkan akan terpuruk, sehingga dilecehkan oleh negara lain. Karena pemimpin yang korupsi harus dime- laratkan, kekayaan hasil korupsi harus diram- pas, dikembalikan kepada negara. Kalau perlu korupsi ditembak mati," tegas Wiranto. Yang kemudian disambut teriakan 'setuju' peserta kampanye. Simpatisan Partai Hanura yang memenuhi Lapangan Pendowoharjo kemarin datang dari Sleman, Kota Yogya, Kulonprogo, Gunungkidul dan dari Bantul sendiri. Sebelum Wiranto menyampaikan orasinya, peserta kampanye di- hibur musik campursari pimpinan Cak Dikin dan pengenalan semua Caleg Partai Hanura di DIY. (Jdm)-d KR-Bambang NUrcahya Ketua Umum Partai Hanura, Jend (Purn) Wiranto menyapa ribuan pendukungnya di Lapangan Pendowoharjo, Sewon, Bantul, Rabu (2/4). PRESIDEN MINTA DIPERCEPAT Pembangunan PLTU Nagan Raya KR-Antara/Anis Efizudin OPERASI MIRAS JELANG PEMILU: Polisi menunjukkan barang bukti miras ilegal dan miras oplosan saat gelar perkara minuman keras di Mapolres Temanggung, Jateng, Rabu (2/4). Untuk menjaga Kamtibmas menjelang Pemilu 2014 polisi melakukan operasi Pekat (penyakit masyarakat) dan berhasil menyita ratusan botol miras berbagai merek dan miras oplosan.
  • 8. KAMIS PAHING 3 APRIL 2014 (2 JUMADILAKIR 1947) HALAMAN 8 IndonesiaBekukVillarealB BUNGKAM NEW RADIANT PersipuraKokohdiPuncak VALENCIA (KR) - Timnas Indonesia kembali meraih hasil positif dalam tur Spa- nyol dengan menumbangkan Villareal B 1-0 dalam laga yang dihelat di Luis Suner Pico, Alzira, Valencia, Rabu (2/4) tadi malam WIB. Gol pe- nentu kemenangan Tim ‘Merah Putih’ disarangkan Zulham Zamrun menit 3. Zulham berhasil mengoyak gawang yang dijaga Raul Bernabeu, hasil kerja sama dengan Firman Utina. Ke- colongan gol, Villareal me- ningkatkan frekuensi serang- an dari tengah maupun kedua sayapnya. Namun kedisiplinan M Roby dan kawan-kawan da- lam menggalang pertahanan, membuat gawang Indonesia yang dijaga Choirul Huda aman dari gol. Villareal terus menekan yang berlanjut hingga babak kedua. Peluang demi peluang pun dihasilkan, namun selalu mentah di pertahanan lawan. Sedang Indonesia praktis ha- nya mengandalkan serangan balik dalam melakukan per- lawanan dan berhasil mem- pertahankan kemenangan 1-0 hingga laga usai. Sukses juga diraih Timnas Indonesia U-23 yang men- jungkalkan tuan rumah Si- ngapura U-23 dengan skor 2-1 pada laga di Stadion Hou- gang, tadi malam. Dua gol pa- sukan Garuda Muda masing- masing disarangkan Ram- dhani Lestaluhu menit 56 dan Dedi Kusnandar menit 78. Tuan rumah sempat unggul dulu berkat gol Shahfiq Ghani menit 36. Setelah tertinggal 0-1, Tim- nas Indonesia U-23 tampil lebih agresif untuk menge- jarnya. Setelah mencipta se- jumlah peluang matang, tim besutan Aji Santosa ini mam- pu menyamakan kedudukan setelah Ramdani mampu me- nuntaskan umpan lambung Syakir Sulaiman. Indonesia U-23 mampu membalikkan keadaan lewat gol Dedi, me- manfaatkan kesalahan lawan dalam menghadang umpan Ramdani. (Jan/Fon)-b BAWASLU PANGGIL PETINGGI DEMOKRAT DAN SETNEG SBYDidugaLanggarKampanye “Yang kami rencanakan itu memanggil PD sebagai partai yang melakukan kampanye. Kemudian mungkin Setneg sebagai lembaga yang meng- urus perjalanan Presiden,” ujar anggota Bawaslu, Nelson Simanjuntak. Nelson meminta semua pi- hak terkait kasus tersebut un- tuk bekerja sama dengan Bawaslu agar persoalan ter- sebut cepat selesai karena hal itu terkait dengan Presiden. Pemanggilan itu merupakan tindak lanjut dari laporan yang disampaikan Direktur Lingkar Madani Indonesia (LIMA) Ray Rangkuti terkait dugaan penggunaan uang ne- gara oleh Presiden dalam kegiatan kampanyenya. Laporan itu didasarkan pa- da kejadian ketika SBY ber- tolak ke Lampung pada Rabu (26/3) setelah menggelar ra- pat terbatas di Istana Negara Jakarta. Di Lampung, SBY berkampanye di hadapan ribuan kader dan simpatisan Partai Demokrat. Terkait itu, Juru Bicara Kepresidenan, Julian Aldrin Pasha mengatakan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam menjalankan tu- gasnya selaku Ketua Umum Partai Demokrat selalu meng- ikuti aturan yang berlaku. Presiden tidak akan berbuat jika ternyata melanggar. Untuk itu tidaklah relevan keputusan Bawaslu untuk memanggil perwakilan ke- presidenan, Menteri Sekre- taris Negara Sudi Silalahi terkait dugaan kampanye SBY menggunakan fasilitas negara. “Sangat tidak relevan. Saya kira bisa dipahami bah- wa ada pengecualian bagi Presiden karena ada hak-hak yang melekat,” jelas Julian di Istana Kepresidenan, Ja- karta, Rabu (2/4). Dijelaskan pula, Presiden sudah meminta Badan Peme- riksa Keuangan (BPK) me- lakukan audit terhadap biaya kampanyenya. Presiden sama sekali tidak memanfaatkan jabatannya untuk menggu- nakan fasilitas negara. “Tentu tidak bisa serta-mer- ta itu dikatakan penggunaan uang negara, posisi SBY seba- gai ketum tidak bisa lepas jadi Presiden. Negara punya ke- wajiban untuk mengaman- kan. Ada fasilitas kesehatan, hak-hak protokoler, ini amanat undang-undang bah- wa negara melindungi presi- den. Saya tidak bisa mem- bayangkan Presiden berjalan sendiri tanpa ada perangkat melekat,” kilah Julian. (Sim/Edi)-f WUJUDKAN MANUSIA UNGGUL Presiden Beri Beasiswa JAKARTA (KR) - Pemerintah memiliki tanggung jawab un- tuk menyediakan peluang belajar kepada generasi muda agar bisa menjadi manusia unggul dan berdaya saing tinggi. Falsafah dan motto ‘pendidikan untuk semua’ telah dikembangkan peme- rintah melalui program aksi dan kebijakan nyata. “Misalnya, pemberian beasiswa kepada anak dari keluarga yang tidak mampu dan program prorakyat sebagai penanggu- langan kemiskinan melalui Program BOS (Bantuan Operasional Sekolah),” kata Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat melun- curkan ‘Indonesia Presidential Scholarship’ atau Beasiswa Pre- siden Republik Indonesia (BPRI), di Istana Negara, Rabu (2/4). Persoalan yang sering dihadapi generasi muda Indonesia, kata Presiden SBY, apakah mereka semua memiliki kesempatan un- tuk terus belajar dan menjadi manusia unggul tersebut. Oleh karena itu, pendidikan untuk semua menjadi salah satu priori- tas pemerintah dalam 10 tahun terakhir ini. “Anggaran cukup besar untuk memastikan anak-anak Indonesia bisa bersekolah dengan mudah. Sekolah makin ber- kualitas dan yang tidak mampu kita gratiskan. Itu basic policy yang kita jalankan,” ujar SBY. (Sim)-d MALE (KR) - Wakil Indonesia Per- sipura Jayapura se- makin kokoh di pun- cak klasemen semen- tara Piala AFC dari Grup E, setelah suk- ses membungkam tu- an rumah New Ra- diant dari Maladewa 2-0 da- lam laga di National Sta- dium, Male, Rabu (2/4) ke- marin petang. Boaz Salossa menjadi bintang kemenang- an ‘Mutiara Hitam’ dengan memborong 2 gol. Persipura kini mengemas nilai 10, unggul 4 poin dari Churchill Brothers pada posisi runner up klasemen semen- tara. Pada laga lainnya, Chur- chill Brothers harus mengakui keunggulan tuan rumah Home United 1-2 di Jalan Besar Stadium, Singapura. Mengusung misi balas den- dam setelah dilibas lawan yang sama dengan skor 0-3 pada pertemuan sebelumnya, New Radiant langsung tampil agresif dengan serangan gen- car. Namun tidak mampu membongkar ketatnya perta- hanan Persipura yang diko- mando Bio Paulin. Justru tim tamu mampu mencuri gol setelah Boaz berhasil menuntaskan umpan terobosan Bio Paulin menit 36. New Radiant mere- spons kebobolan de- ngan meningkatkan tekanan yang berlanjut pada babak ke- dua. Namun tetap tidak mam- pu membobol gawang yang di- jaga Yoo Jae Hoon. Namun la- gi-lagi justru Persipura mam- pu menambah keunggulan lewat gol yang kembali disa- rangkan Boaz menit 68 lewat sundulan. Mantan bomber Timnas ini nyaris mencetak hatrik, namun bola hasil tem- bakannya masih bisa diredam Imran. Skor 2-0 bertahan hingga bubaran. (Jan/Fon)-f PENGGUNAAN BANSOS Jika Program Jelas, Jalan Terus JAKARTA (KR) - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengamati peng- gunaan dana bantuan sosial (bansos) di sejumlah kemen- terian. Pasalnya, nilai bansos tersebut mencapai triliunan rupiah, sehingga KPK perlu mengingatkan agar penggu- naannya dihentikan lebih dahulu kalau programnya tidak jelas. Terlebih lagi, tutur Wakil Ketua KPK Zulkarnaen, saat ini menjelang pemilih- an umum (pemilu) KPK telah mengirimkan surat kepada Presiden dan lang- sung mendapat respons. “Ini kan menyangkut dana ban- sos yang potensi untuk mo- ney politik, maka harus kita cegah,” katanya di Jakarta, Rabu (2/4). Meski demikian, Zulkar- naen menyebutkan, jika yang sudah dilakukan benar, maka tidak masalah. Namun, lan- jutnya, untuk masalah ini KPK sudah menyampaikan usulan ke kementerian dan lembaga. Intinya, jelas Zul- karnaen, KPK mengingat- kan, terutama terkait dengan posisi menteri yang berasal dari partai politik dan mereka melakukan kampanye. KPK juga menjalin kerja sama dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Hal ini dilakukan untuk memperkuat sistem yang le- mah. Begitu pula, ujar Zul- karnaen, yang berkaitan de- ngan pengawasan diperketat sehingga tidak disalah- gunakan. “Terhadap masalah ini se- kali lagi kita mengingatkan. Dan kalau memang ada pelu- ang terjadi penyalahgunaan, ya hentikan dulu. Sebaliknya, jika programnya jelas, sesuai perencanaan yang sudah di- rencanakan, ya silakan,” tan- das Zulkarnaen. Sebelumnya Wakil Ketua KPK Busyro Muqoddas mengungkapkan tentang kekhawatiran KPK dengan pencairan dana Bansos yang dilakukan menjelang pemilu. Kekhawatiran ini muncul sa- ngat beralasan, mengingat hingga saat ini KPK belum mendapat data pencairan dana yang dilakukan secara transparan. “Sampai kini KPK belum memperoleh data apakah ada incumbent punya kebijakan yang diketahui oleh masya- rakat bahwa dana bansos itu jumlahnya sekian, digunakan untuk sekian kebutuhan rak- yat, lalu pencairannya dari bulan ini sampai ini,” tutur Busyro. (Ful)-b JAKARTA (KR) - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) akan memanggil dan memeriksa pengurus Partai Demokrat (PD) serta Menteri Se- kretaris Negara (Mensesneg) Sudi Silalahi terkait penggunaan pesawat kepresidenan oleh Ketua Umum DPP Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). SBY diduga melakukan pelang- garan kampanye karena menggunakan pesawat kepresidenan untuk berkampanye di Lampung lalu. Klasemen Sementara Grup E 1. Persipura 4 3 1 0 8-1 10 2. Churchill 4 2 0 2 7-5 6 3. Home United 4 1 1 2 4-6 4 4. New Radiant 4 1 0 3 1-8 3
  • 9. KAMIS PAHING 3 APRIL 2014 ( 2 JUMADILAKIR 1947 ) ÓKEDAULATAN RAKYATÓ HALAMAN 9LINGKARYOGYA Menurut Sekretaris Daerah (Sek- da) Kota Yogyakarta, Titik Sulastri, di tingkat lapangan pelaksanaan BPJS Kesehatan masih banyak di- keluhkan masyarakat. "Kami berha- rap para Camat, Lurah serta Puskes- mas memiliki pemahaman yang utuh. Sehingga jika ada komplain dari masyarakat, langsung bisa dipa- hamkan," ungkapnya di sela Sosiali- sasi dan Koordinasi Program JKN antara Puskesmas, Camat dan Lu- rah, Rabu (2/4). Rata-rata keluhan tersebut terkait jaminan yang bisa diakses masyara- kat secara penuh. Hal ini lantaran ada batasan layanan kesehatan yang dinikmati secara cuma-cuma. Secara menyeluruh, imbuh Titik, program Jamkesda akan melebur ke JKN pada 2016 mendatang. Pe- rangkat pemerintah yang ada di wila- yah selama ini menjadi ujung tombak atau garda terdepan yang berhadap- an langsung dengan masyarakat. Se- hingga perlu ada pemahaman ber- sama secara hierarkis terkait pro- gram JKN. Oleh karena itu, kelak ketika Jam- kesda dihapus dan melebur ke JKN, harapannya masyarakat tidak meng- alami kebingungan. Pasalnya, de- ngan Jamkesda, maka warga Kota Yogyakarta cukup menunjukkan kar- tu identitas untuk memperoleh la- yanan kesehatan dasar secara gratis. "Nanti pemerintah akan mengkover warga kurang mampu," imbuhnya. Sementara bagi warga yang ting- kat kesejahteraannya sudah tinggi, akan didorong mengikuti program JKN secara mandiri. Dengan demi- kian, tidak ada disparitas antara warga miskin dengan warga mampu dalam jaminan kesehatan karena subsidi silang dari warga mampu. Titik menambahkan, keberadaan JKN tersebut sebenarnya mampu menjamin ketersediaan anggaran di tingkat daerah. Terutama terkait sis- tem pembayaran kapitasi di pusat layanan kesehatan. Hanya saja, war- ga mampu harus membayar premi secara mandiri. (R-9)-m KUMPULKAN CAMAT DAN LURAH YOGYA (KR) - Kendati proses peleburan program Jaminan Kesehat- an Daerah (Jamkesda) ke Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) masih dua tahun lagi, namun upaya pematangan terus dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta. Salah satunya dengan mengumpulkan para Lurah dan Camat serta Kepala Puskesmas untuk mempertajam pema- haman terkait Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehat- an. Bp Naryo Diharjo, Patangpuluhan, Wirobrajan, Yogyakarta. Meninggal dunia Jumat Legi 28 Maret 2014 (26 Jumadilawal 1947Alip) Tujuh harinya: Kamis Pahing 3 April 2014 (2 Jumadilakir 1947 Alip). Em- pat Puluh harinya: Selasa Kliwon 6 Mei 2014 (6 Rejeb 1947Alip). Seratus harinya: Sabtu Kliwon 5 Juli 2014 (7 Pasa 1947 Alip). Satu tahunnya: Se- nin Wage 16 Maret 2015 (25 Jumadilawal 1948 Ehe). Dua tahunnya: Ahad Kliwon 6 Maret 2016 (26 Jumadilawal 1949 Jimawal). Seribu hari- nya: Rabu Kliwon 21 Desember 2016 (21 Mulud 1950 Je). (R) - s. MEDIAVISIT PRASMI SANTAMARIA GugahKesadaranMahasiswaMenulis YOGYA(KR)- Sebanyak 30 mahasiswa Program Studi Public Relations (PR) Akademi Sekretaris dan Manajemen Marsudirini (ASMI) Santa Maria Yogyakarta, berkunjung ke Percetakan SKH Kedaulatan Rakyat di Jl Solo KM ll Kalitirto Jumat (28/3). Seluruh mahasiswa PR tergabung dalam Himpunan Mahasiswa (Hima) PR, dibimbingYulius Pribadi SIP M I Kom. Menurut Yulius, peserta merupakan mahasiswa PR se- mester IV dan semester II. Mereka didampingi Pembantu Di- rektur III Bambang Hastono serta dosen Kurnia Dyah Mar- haeni dan Agnes Erna Wantiyastuti, dan dikoordinir Misella Liza Febriyani. "Seorang praktisi PR dalam dunia kerja, tidak bisa dipisahkan hubungannya dengan media massa baik cetak maupun elektronik," kata Yulius. Diharapkan kegiatan ini da- pat menggugah kesadaran mahasiswa untuk menulis. Lebih lanjut Yulius mengatakan kegiatan ini menambah wa- wasan dan pengetahuan mahasiswa. Selama ini banyak kegiatan PR yang kurang dipublikasikan ke masyarakat melalui media, karena minimnya pengetahuan mengenai jurnalistik. (Isw)-m BIDIK WISATAWAN ‘REPEATER’ DIY Gencar Jualan Wisata Minat Khusus YOGYA (KR) - Provinsi DIY opti- mis target kunjungan wisatawan ke DIY naik 15-16 persen tahun ini. Salah satu upayanya adalah dengan menggenjot wisata minat khusus de- ngan memasarkan baik ke dalam ne- geri maupun manca negara. Harap- annya bisa mendatangkan wisata- wan yang pernah datang ke Indonesia sebelumnya (wisatawan repeater) su- paya memberikan alternatif wisata baru dan tidak pernah bosan berkun- jung ke DIY. Demikian disampaikan Kepala Seksi Promosi Dinas Pariwisata DIY, Putu Kertiyasa kepada KR di kantor- nya, Rabu (2/4). Sejumlah stakeholder dan insan pariwisata DIY diharapkan tidak lengah menghadapi kompetitif- nya persaingan destinasi pariwisata antardaerah dengan berbekal pen- ingkatan dan pengembangan kualitas destinasi serta pengemasan event yang menarik. Salah satunya dengan mengikuti pameran 'Deep & Extreme Indonesia Expo 2014' yang digelar di Jakarta pada akhir bulan Maret lalu. Pamer- an wisata minat khusus tersebut di- ikuti berbagai daerah di Nusantara yang memiliki goa, tebing,sungai dan lain-lain yang sifatnya ekstrem, tidak terkecuali DIY. "Tahun ini kami mengajak dan memfasilitasi pelaku dan pengelola wisata minat khusus di DIY yang ke empat kalinya dalam pameran terse- but seperti Lava Tour Merapi, Goa Jomblang, Goa Pindul, Kali Suci dan rafting Kulonprogo. Promosi minat khusus ini guna menggaet wisatawan repeater agar berkunjung lagi ke DIY dengan objek wisata yang baru," tu- tur Putu. Putu mengungkapkan ternyata animo wisatawan baik Nusantara maupun mancanegara tinggi terha- dap wisata minat khusus di DIY ter- sebut. Mayoritas wisatawan telah me- mesan paket wisata minat khusus tersebut jauh-jauh hari karena seti- daknya mereka harus meluangkan waktu hingga dua hari. "Wisata minat khusus di DIY ini sa- ngat menarik bagi wisatawan re- peater yang ingin cari sesuatu yang baru. Animo yang tinggi dari wisa- tawan tersebutlah yang membuat ka- mi berjualan dan berpromosi besar- besaran melalui film-film tentang ob- jek wisata minat khusus tersebut," paparnya. Menurutnya selain mencari pasar, wisata minat khusus tetaplah harus memenuhi SOPkeamanan dan kesela- matan bagi wisatawan misalnya de- ngan asuransi, SDM bersertifikat dan sebagainya. Tanpa hal itu, pihaknya tidak berani menjual wisata minat khusus karena berhubungan dengan keselamatan dan keamanan wisa- tawan mengingat risikonya cukup tinggi. Sejauh ini wisata minat khusus di DIY masih kalah dengan wisata konvensionalnya seperti Kraton Yog- yakarta, Candi Prambanan, Malioboro dan sebagainya, namun potensi ini terus digarap supaya memberikan al- ternatif dan variasi objek wisata. "Tidak hanya wisnus yang rata-ra- ta memang repeater tertarik dengan wisata minat khusus, wisman juga sudah banyak yang masuk seperti dari Malaysia, Singapura, Rusia dan Ceko. Kami benar-benar ingin semua- nya berbenah karena kompetitor juga tidak kalah menawarkan wisata al- ternatif," tandas Putu. (*-24)-k Supardi Kena Tumor Kandung Kemih SUPARDI (60), warga Pu- cungan RT 03/RW 02 Candirejo Borobudur Kabupaten Mage- lang harus bolak-balik ke rumah sakit dan menjalani operasi un- tuk menyembuhkan penyakit tumor di kandung kemihnya (carcinoma buli). Tak terhitung sudah biaya yang harus dike- luarkan namun sampai saat ini belum menunjukkan perkem- bangan sampai akhirnya harus memohon bantuan kepada para pembaca SKH Kedaulatan Rak- yat. Menurut Supardi pada tahun 2012 mengalami lemas tubuhnya, lalu merasa- kan sakit saat buang air kecil dan berdarah. Dia akhirnya menjalani operasi pertama pada ta- hun 2012 di RSUP dr Sardjito serta menjalani kemoterapi dua pekan sekali. "Saya sempat menjalani pengobatan di RSUD Muntilan dan akhirnya dibawa ke Sar- djito karena alat-alat untuk operasi tidak leng- kap. Saat itu, belum terdaftar sebagai peserta Jamkesmas sehingga harus mengeluarkan uang sebesar Rp 13 jutaan untuk membeli obat, biaya operasi dan transportasi," katanya saat di Redaksi KR, Kamis (27/3). Dua tahun berselang, kata Su- pardi penyakitnya kambuh dan pada Februari 2014, Puskesmas Borobudur Kabupaten Mage- lang kembali memberikan surat pengantar untuk menjalani pe- rawatan di RSUP dr Sardjito. Beruntung, saat itu sudah ter- daftar sebagai Peserta Jamkes- mas (dan sekarang bertransfor- masi menjadi BPJS Kesehatan). Dia harus kembali naik ke meja operasi serta harus menjalani kembali kemoterapi ditambah penyinaran. "Saya sudah menjalani enam kali kemoterapi, enam kali dari 25 kali penyinaran. Semua di- tanggung BPJS Kesehatan, na- mun membutuhkan dana untuk transportasi. Sekali kontrol, dana untuk naik angkutan se- kitar Rp 80 ribu. Karena itu, melalui rubrik Migunani Tumraping Liyan di KR, Saya mem- butuhkan dana untuk penyembuhan," pung- kasnya. Supardi menambahkan sejak menjalani ope- rasi pertama, sudah tidak bisa berwiraswasta lagi lantaran modalnya tergerus untuk membia- yai pengobatan. Sedangkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, tanggung jawabnya di- ambil alih oleh istri tercintanya, Sumidah yang bekerja sebagai buruh tani dan pabrik. (*-26)-m 13 DOSEN ISTAKPRIND RaihHibahPenelitianDikti YOGYA (KR) - Tri Dharma Perguruan Tinggi tidak hanya mewajibkan dosen melakukan pengajaran, tetapi juga penelitian dan pelaksanaan pengabdian pada masyarakat. Pembinaan ser- ta pengembangan penelitian dan pengabdian kepada masya- rakat bagi dosen Institut Sains dan Teknologi (IST)Akprind terus diupayakan agar semakin meningkat dari sisi kualitas maupun kuantitas. Pada 2014 ini, IST Akprind kembali mendapatkan Program Hibah Penelitian dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Ditjen Dikti Kem- dikbud). "Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (LPPM) IST Akprind selalu mendorong dosen untuk melakukan penelitian dan pengabdian pada masyarakat. Pada Maret 2014, 13 orang dosen memperoleh hibah penelitian dosen pemula. Penelitian dosen pemula diperuntukkan bagi dosen yang mem- punyai jabatan akademik paling tinggi lektor," papar Ir Pra- setyono Eko Pambudi MT dari LPPM IST Akprind di ruang ker- janya, Rabu (2/4). Penelitian ini hasilnya nanti dapat diterapkan di masyarakat. Salah satunya Ir Hary Wibowo MT yang merancang alat untuk mengeringkan padi. Pembantu Dekan Fakultas Teknologi Industri Ir Syafriyudin MT menambahkan, dari 13 peneliti, 11 peneliti merupakan do- sen FTI yang terdiri dua dosen Teknik Kimia, tiga dosen Teknik Elektro, empat dosen Teknik Mesin dan dua dosen Teknik Infor- matika. Di samping dosen pemula, dosen FTI juga meraih hibah lain seperti Hibah Bersaing, Hibah Ibm dan Hibah Bappeda Kota Yogyakarta. "Dengan mendapatkan hibah penelitian ini, menunjukkan kualitas penelitian teman-teman semakin baik. Penyebaran bidang ilmu kajian penelitian yang merata menun- jukkan potensi dan kompetensi dosen setiap prodi yang sangat baik," imbuh Syafriyudin. (San)-m KR-Fira Nurfiani Stan wisata minat khusus DIY dalam Pameran Deep & Extreme Indo- nesia Expo 2014. KR-Yuwono Supardi Rumah Sakit: Dr Sardjito 587333 & 631190 (Hunting). Bethesda 562246, 586688. Panti Rapih 514845. PKU Muhammadiyah 512653. RSUD Kota 371195. Mata Dr Yap 562054. Klinik Ludira Husada Tama 620091, 620373. Khusus Bedah Patmasuri 372021 & 372022. Khusus Bedah Sudirman 589090. DKT 566596. Syaraf Puri Nirmala 515255. RSI Hidayatullah 389194. RSIY PDHI 6991084. RSUD Bantul 367381 dan 367386, At-Turots Al-Islamy 7431668, 7114823. UST Medical Center (UMC) 7492025, 7165917, 7459681. Puri Husada 867270. Kharis- ma Paramedika 774633. Happy Land Medical Centre: 550058, 550060. Khusus Bedah Ringroad Selatan 7485737. Jogja International Hospital (JIH) 4463535. PKU Muhammadiyah Bantul 367437, 368238, 368587.ASakina Idaman 582039. Permata Husada 441212, 441313. Rachma Husada Bantul 7459464. 6460091. Asri Medical Center (AMC) 618400. Queen Latifa 581402, 620555. Nur Hidayah 747294. RSU Panti Baktiningsih Klepu 6497209. Polisi: Poltabes/Pamapta 512511. Unit Lakalantas 513237. Jasa Raharja: 562531. SAR DIY: 563231, 562811, Psw 319. Call Center Kota Yogya: 290274, SMS/HP: 2740/ 08122780001. Mitra Medika Tourist Medical Service: 444 444, 377019. Ambulance Gawat Darurat di Kota Yogyakarta 118 atau 420118. Search Rescue Daerah Istimewa Yogyakarta (SAR DIY), Alamat: Kompleks Kepatihan, Danurejan, Yogyakarta, Telp: 8543339, Call Freq: 148.160 Mhz. Denpom IV/2 Yogyakarta: 566103, Fax: 623733, e-mail: puskodal_denpom42@yahoo.co.id. u MELINDUNGI DIRI: Kesadaran untuk menjaga kesehatan ditunjukkan tiga penumpang andong yang diambil gambarnya saat melewati kawasan Alun-alun Utara Yogyakarta, Rabu (2/4). Ketiga penumpang tersebut melindungi diri dari polusi udara dengan mengenakan masker sepanjang perjalanan di Kota Yogyakarta yang panas dan diwarnai berbagai polutan. KR-Iswantoro Mahasiswa ASMI Santa Maria di Percetakan KR. KR-Effy Widjono Putro PemkotMatangkanPeleburanJamkesdakeJKN
  • 10. JAKARTA (KR) - Nilai ekspor Indonesia Februari 2014 mencapai 14, 57 miliar dolar AS atau mengalami pe- ningkatan 0,68 persen di- bandingkan ekspor Januari sebelumnya. Sementara bila dibandingkan Februari 2013 mengalami penurunan 2,96 persen. Menurut Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Surya- min di Jakarta, Selasa (1/4), ekspor nonmigas Februari 2014 mencapai 11,91 miliar dolar AS atau mengalami penurunan sebesar 0,50 per- sen dibandingkan Januari, demikian juga bila diban- dingkan ekspor Februari 2013 turun 4,32persen. Secara kumulatif nilai eks- por Indonesia Januari-Fe- bruari 2014 mencapai 29,04 miliar dolar AS atau menu- run 4,44 persen dibanding- kan periode yang sama tahun 2013, demikian juga ekspor nonmigas mencapai 23,88 miliar dolar AS atau menu- run 5,12persen. Peningkatan terbesar eks- por nonmigas Februari 2014 terjadi pada lemak dan minyak hewan/nabati sebe- sar 375,4 juta dolar AS (26,10 persen), sedangkan penu- runan terbesar terjadi pada mesin-mesin/pesawat mekanik sebesar 146,4 Juta dolar AS (24,39 per- sen). Sedangkan negara tu- juan ekspor yakni terbesar ke China Februari 2014 men- capai angka terbesar 1,59 mi- liar dolar AS, disusul Amerika Serikat 1,28 miliar dolar AS dan Jepang 1,15 mi- liar dolar AS, dengan kon- tribusi ketiganya mencapai 33,69 persen. Sementara eks- por ke Uni Eropa (27 negara) sebesar 1,37 miliar dolar AS. Menurut sektor, ekspor ha- sil industri periode Januari- Februari 2014 turun sebesar 0,44 persen dibandingkan pe- riode yang sama tahun 2013, demikian juga ekspor hasil tambang dan lainnya 24,50 persen, sedangkan ekspor hasil pertanian naik sebesar 5,58 persen. (Lmg)-c ”KEDAULATAN RAKYAT” HALAMAN 10PENDIDIKANKAMIS PAHING 3 APRIL 2014 ( 2 JUMADILAKIR 1947) YOGYA (KR) - Kesuksesan pelaksanaan Kurikulum 2013 tidak bisa dipisahkan dari pe- ran guru di sekolah. Menya- dari hal itu, sejak Selasa (1/4) Lembaga Penjamin Mutu Pen- didikan (LPMP) DIY meng- adakan pendidikan dan pela- tihan pelaksanaan Kurikulum 2013 bagi 104 Instruktur Nasional. Dari jumlah terse- but, sebanyak 52 orang meru- pakan Instruktur Nasional untuk Kelas I dan sisanya, 52 orang untuk Kelas IV. "Guru-guru itu mengikuti diklat sebagai Instruktur Na- sional selama 72 jam. Meng- ingat kegiatan ini cukup pen- ting, panitia menghadirkan narasumber dari Perguruan Tinggi (PT), penulis buku dan widyaiswara," terang Kepala Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) DIY Drs Harmanto MSi kepada KR, di Auditorium Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Rabu (2/4). Harmanto menyatakan, berdasar data di LPMP DIY, jumlah Instruktur Nasional peserta diklat untuk jenjang SD sebanyak 208 orang, SMP 302 orang dan SMA/SMK 262 orang. Supaya pelaksanaan Kurikulum 2013 bisa berjalan baik, jumlah Instruktur Nasio- nal tersebut disesuaikan de- ngan guru di sekolah sasaran. "Setelah mengikuti diklat, mereka akan bertugas untuk menatar guru di Tempat Pelatihan Kurikulum (TPK). Rencananya setiap satu kelas ditangani dua orang Instruktur Nasional," papar Harmanto. Ditambahkan, secara prin- sip pelaksanaan diklat yang diadakan di LPMP bisa ber- jalan baik dan tidak ada per- soalan berarti. Selain buku panduan dikirimkan tepat waktu, para peserta juga antu- sias mengikuti diklat. (Ria)-c HARUS JADI PERHATIAN PEMERINTAH INDONESIA 2015,BisaJadi'Pasar'DokterAsing Jika dokter-dokter Indone- sia apalagi yang baru lulus ti- dak mau ke luar Jawa, maka kekosongan itu sangat mung- kin akan diserbu dan diisi dokter asing yang datang ke Indonesia. Sangat dimungkin- kan, Indonesia jadi 'pasar' ba- gi dokter asing. "Dalam waktu yang hanya kurang sembilan bulan lagi, ini harus dipikirkan bersama, pemerintah dan semua pihak. Karena akan memberi dam- pak luar biasa pula bagi Indo- nesia," tandas Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia (FK UII) Yogyakar- ta dr Isnatin Miladiyah MKes dalam pengambilan sumpah dan pelantikan 30 dokter baru di Kampus UII, Rabu (2/4). Dari ke-30 dokter baru terse- but, 17 di antaranya perem- puan dan 13 laki-laki. Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) ter- tinggi diraih dr Nuklear Adi- wena asal Ngawi Jawa Timur yang meraih angka 3,58. Dipertanyakan Isnatin, ketika negara-negara tetang- ga seperti Filipina, Malaysia, Singapura dan Thailand su- dah mengembangkan health tourism, berapa banyak uang yang sudah ke luar untuk ber- obat ke sana. Jangan sampai, harapnya, nanti masyarakat di luar Jawa apalagi di per- batasan atau daerah terting- gal, lebih percaya orang asing, terlebih dokternya. Padahal, ujar Isnatin, tan- tangan profesi kesehatan di Indonesia masih sangat ba- nyak. Dicontohkan, data WHO 2011 menunjukkan per- salinan yang ditangani tenaga terampil baru mencapai 77% dibandingkan Singapura, Brunei dan Thailand yang su- dah 100%. Sementara, jumlah dokter kita masih jauh dari cukup yakni 0,29/1.000 pen- duduk. Berarti dengan jumlah ini seorang dokter melayani sekitar 3.500. "Menjadi tidak mengherankan jika angka ke- matian bayi (AKB) masih 17/1.000 dan angka kematian ibu (AKI) melahirkan juga tinggi, 240/1.000. Selain itu, jumlah malnutrisi juga masih sangat besar," tambahnya. Sementara dr Bambang Suryono dari Ikatan Dokter Indonesia(IDI)DIYmengemu- kakan, kesejahteraan dokter yang belum memadai merupa- kan satu masalah tersendiri. Baik sebagai dokter intern- ship, dokter layanan primer maupun sistem remunerasi yang masih beragam penafsir- annya. Karenanya, mengha- dapi pemilihan legislatif dan pemilihan presiden, para dok- ter hendaknya menjadi pemi- lih yang cerdas. "Mungkin, ini era kebangkitan nasional ke- dua dan dokter bisa memelo- porinya. Sebagaimana seabad silam, kebangkitan nasional juga dipelopori anak-anak bangsa yang bersekolah dok- ter," tandas Bambang Sur- yono seraya mengingatkan, menjadi dokter bukan kli- maks dari karier tetapi awal perjuangan panjang. (Fsy)-c YOGYA (KR) - Ketika pasar bebas dimulai pada 2015 mendatang, akan terbuka kemungkinan Indonesia menjadi tujuan dokter luar negeri. Apa- lagi sekarang masih terjadi maldistribusi atau dis- tribusi dokter yang tidak merata di negeri ini. SISTEM PELATIHAN KERJA PerluDidukungHarmonisasiRegulasi KUMPULKAN 1.001 CERITANUSANTARA QbacaSediakanBukuDigitalPendidikan TAHAP I DIIKUTI 104 INSTRUKTUR NASIONAL LPMPDIYAdakan Diklat Kurikulum 2013 mafia: .perkumpulan rahasia di bidang kejahatan. Contoh: Pemerintah sinyalir mafia diyat. (KR 2/4 hal 1) gratifikasi: .uang hadiah di luar gaji yang ditentukan. Contoh: Rudi hanya akui gratifikasi. (KR 2/4 hal 8)-c JAKARTA (KR) - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) Indonesia dan Kementerian Kerja Sama Ekonomi dan Pem- bangunan Republik Federal Jerman, bekerja sama dengan Kementerian Tenaga kerja dan Transmigrasi Indonesia, Kementerian Perin- dustrian Indonesia dan Bappenas, menggelar Konferensi Regional Pendidikan Kejuruan dan Pelatihan Kerja (Technical and Vocational Education and Training/TVET), Senin-Selasa (1-2/4) di Jakarta. Konferensi bertema 'Menjamin Kualitas Pendidikan Kejuruan dan Pelatihan Kerja, da- lam rangka Persiapan Komunitas Ekonomi ASEAN 2015' ini untuk memfasilitasi kerja sama dan pengembangan bersama pendidikan kejuruan dan pelatihan kerja diASEAN. Para peserta diajak berbagi dan belajar dari pengalaman yang berhasil, memperluas jaring- an kerja sama dan kolaborasi dengan kalangan profesional di bidang pendidikan kejuruan dan pelatihan kerja dari negara-negara ASEAN. Konferensi dibuka Prof Dr Ir H Mohammad Nuh DEA (Mendikbud Indonesia) dan Thomas Silberhorn (The Parliamentary State Secretary untuk Kementerian Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan Republik Federal Jerman). Mohammad Nuh mengatakan, masih ba- nyak permasalahan yang harus diselesaikan dalam pendidikan dan pelatihan kejuruan, seperti kurangnya tenaga kerja terampil, keter- batasan untuk mendapatkan praktik pelatihan di Sekolah Menengah Kejuruan, hingga har- monisasi regulasi terkait sistem pelatihan ker- ja dan pasar kerja. Konferensi regional ini merupakan ajang yang baik untuk pertukaran pengalaman dan memperluas jaringan kerja antarpembuat ke- putusan dan para aktor di bidang pendidikan kejuruan dan pelatihan kerja diASEAN. Event ini menekankan pendidikan kejuruan dan pe- latihan kerja sebagai salah satu penggerak uta- ma bagi peningkatan keterampilan dan mobili- tas tenaga kerja di masa depan sekaligus meningkatkan produktivitas sektor bisnis dan mempromosikan pengembangan ekonomi. Sehubungan dengan pasar bebas tenaga ker- ja, Nuh mengatakan, para lulusan pendidikan kejuruan dan pelatihan kerja secara khusus akan menjadi pekerja lintas negara di berbagai sektor seperti konstruksi, manufaktur dan pariwisata. Harmonisasi standar di bidang ini akan meningkatkan kualitas daya saing mere- ka di kawasan regional. Hal ini akan memung- kinkan pekerja terampil berkontribusi dalam mendorong perekonomian nasional. (Rsv)-c EKBIS Investasi'Trigger'KembangkanPansela Demikian ditegaskan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) DIY Drs Tavip Agus Rayanto MSi kepada KR, Rabu (2/4). Ia mengakui, apabila berbicara wilayah tertinggal di DIY, memang ada di Gunungkidul dan Kulonprogo yang berada di Pansela de- ngan gap pendapatan individunya yang rendah dibandingkan di wilayah lain. "Pekerjaan rumah (PR) kami yang terbesar dengan arahan Gubernur DIY melalui “Among Tani Dagang Layar” yang intinya memajukan wilayah Pan- sela. Dengan strategi menghadapkan pantai selatan sebagai halaman muka DIY, namun bukan berarti petani menja- di nelayan karena itu budaya masyara- kat yang cukup lama dan tidak bisa di- ubah," papar Tavip, seraya menjelaskan, Among Tani Dagang Layar adalah isti- lah dari Bahasa Jawa yang memiliki makna memfokuskan pengembangan wilayah pantai selatan. Karena selama ini pembangunan sebagian besar hanya berfokus di darat. Tavip menyatakan, dari data yang ada, ketimpangan kawasan utara dan selatan itu yakni pada jumlah penduduk miskin rata-rata di pesisir pantai, sehingga Pemda DIY ingin menjadikan orang- orang miskin tersebut dengan strategi 'Among Tani Dagang Layar' itu digarap dengan infrastrukturnya, ekonomi dan pemberdayaannya. "Salah satunya kita sedang merumuskan dengan tenaga ahli, khususnya 2015 yang memasuki tahun ketiga Undang-undang Keistimewaan. Kami tak ingin memasuki tahun ketiga tidak ada perubahan istimewa, oleh kare- na itu kita upayakan dengan stakeholder yang ada," katanya. Lebih lanjut dijelaskan, Among Tani Dagang Layar ini mengarah pada upaya mengatasi kemiskinan berbasis kewi- layahan. Artinya kalau wilayahnya tum- buh, orang miskin menjadi berkurang. Tetapi penanganan kemiskinan secara massif ada programnya sendiri yang ba- sisnya pemberdayaan dan integrasi antar sektor. Sementara melalui Among Tani Dagang Layar tersebut lebih didorong pa- da perbaikan sistem ekonomi, industri dan infrastruktur. Misalnya pembagunan Jalur Lintas Selatan (JLS), bandara in- ternasional, pelabuhan Tanjung Adikarto dan lain-lain. Asekda Perekonomian dan Pemba- ngunan Setda DIY, Didik Purwadi me- ngatakan, Pansela merupakan kawasan yang akan dikembangkan sesuai Perda No 2 Tahun 2010 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah DIY. Hal ini sejalan de- ngan paradigma Among Tani Dagang Layar yang konsekuensinya laut selatan tidak ditempatkan menjadi halaman be- lakang disamping berpotensi memacu tingkat pertumbuhan ekonomi dan men- dorong tumbuh kembangnya investasi di Pansela. "Pembangunan perekonomian dengan melibatkan investor, tentunya menjadi hal yang tidak bisa kita hindari. Kalau hanya mengandalkan kemampuan ke- uangan daerah, tidak mungkin kita da- pat melakukan akselerasi pembangunan mengingat keterbatasan waktu, tenaga dan biaya," tutur Didik. Didik menjelaskan, kawasan Pansela merupakan kawasan strategis DIY dalam Pasal 27 Perda 2 Tahun 2010 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah DIY 2009- 2029, kawasan strategis pendayagunaan sumber daya alam dan teknologi tinggi, kawasan strategis lindung dan budidaya serta kawasan strategis pengembangan pesisir dan pengelolaan hasil laut. (*-24)-g MKFashionKenalkan'ChristieBloom' YOGYA (KR) - Pening- katan kualitas dan layanan, menjadi prioritas MK Fa- shion. Untuk itu dengan tagline 'Temukan Gayamu' MK Fashion kembali memenuhi kebutuhan fashion bagi kaum perempuan dengan koleksi beragam. "Kami selalu mencoba menghadirkan koleksi-kolek- si terbaru dengan harga ter- jangkau bagi wanita yang ingin tampil fashionable, MK Fashion merupakan tempat yang tepat mengekspresikan style busana, sehingga mere- ka bisa tampil secara lebih sempurna," kata Humas Mirota Kampus Andreas Probo dalam keterangan per- snya yang diterima KR, Rabu (2/4). Andreas menyatakan, se- bagai bentuk keseriusan da- lam memberikan layanan ba- gi para konsumen, Sabtu (29/3), pihaknya melakukan launching private label 'Christie Bloom' di outlet MK Fashion Jl C Simanjuntak 64 Yogya. Produk-produk tersebut, ditampilkan melalui pera- gaan busana oleh model- model yang menjadi peme- nang dalam program 'Model Hunt 2014'. (Ria)-c CitraGrand Sediakan Layanan Digital YOGYA (KR) - CitraGrand Mutiara Yogyakarta masih menawarkan beberapa tipe rumah yang berada di kawa- san cluster terakhir, Fluorite Hills selama pameran Home Living yang diselenggarakan Mavindo, di Plaza Ambarruk- mo Yogyakarta, 27 Maret - 7 April. Fluorite Hill merupa- kan cluster ke-5 dengan ber- bagai pilihan ukuran bangun- an dan tanah dengan harga mulai Rp 700 juta. Selain itu, setelah beberapa waktu, tipe terkecil yakni type Chester dan tipeAlbert terjual habis, kini CitraGrand Mu- tiara Yogyakarta juga sedang membangun rumah contoh baru, tipe Alexander yang di- launching akhir April. "De- ngan tambahan promo me- narik berupa voucher ACE hardware senilai Rp 3 juta, kami juga mengusung tekno- logi baru yang masuk ke huni- an di CitraGrand Mutiara Yogyakarta, Indi Home. Selain itu, kembali mem- persembahkan fitur-fitur me- narik yang menambah kenya- manan bagi yang memiliki dan tinggal di perumahan ka- mi,î ujar Marketing Manager, Florentia Tisila. Pada bulan Maret-April 2014 ini, pihaknya berinovasi dan bekerja sama dengan pe- nyedia layanan komunikasi Telkom menyediakan Layan- an Rumah Digital (smart home) bagi pemilik hunian di CitraGrand Mutiara. Selain itu, juga gratis layanan triple play dengan bergabung sela- ma bulan Maret-April yakni manfaat satu tahun gratis menggunakan telepon rumah (pstn, flexi), gratis UseeTV 51 channel, gratis Internet Speedy 512k termasuk gratis Modem Wifi. "CitraGrand Mu- tiara Yogyakarta juga me- miliki komersial area, The Arcade Shophouse. (Mez)-g Nilai Ekspor Turun 4,44 Persen KR-Frans Boedisoekarnanto Stand Citra Grand Mutiara di Plaza Ambarrukmo. KR-Fadmi Sustiwi Penandatanganannaskahsumpahdokterdihadapandekan. YOGYA (KR) - Indonesia merupakan surga bagi konten yang mengandung nilai cerita di seluruh provinsi. Tiap daerah memiliki khasa- nah cerita dalam bentuk cerita rakyat, asal usul, sejarah tempat, biografi tokoh, atau se- jarah kesenian serta kekayaan budaya lainnya. Namun tidak semua konten itu tersedia dalam bentuk tulisan maupun buku. Karena itu sa- ngat berpotensi punah. "Seiring berkiprahnya Qbaca sebagai ekosis- tem buku digital di Indonsia yang dikem- bangkan PT Telkom Tbk, sudah sepatutnya tu- rut berpartisipasi dalam pelestarian budaya bangsa melalui penyediaan konten digital bertajuk 'Cerita Nusantara'. Qbaca berupaya mengumpulkan 1.001 cerita Nusantara dalam bentuk buku digital yang dapat diakses siapa pun," papar Executive General Manager Divisi Solution Convergence TelkomAchmad Sugiarto didampingi General Manager Telkom Wilayah Telekomunikasi Yogyakarta Firdaus Roeswan- di di Yogyakarta, Rabu (2/4). Kemarin, di Tel- kom Witel Yogya juga digelar Workshop 'Meng- gagas 1.001 Cerita Nusantara; Mengorbit Bersama Qbaca'. Achmad Sugiarto mengatakan, program ini cukup penting untuk 'menyelamatkan' konten- konten Nusantara dan menghimpunnya dalam bentuk digital berupa e-book yang ditayangkan di Qbaca. Qbaca merupakan platform buku di- gital dari Telkom yang dapat diakses dari An- droid, iOS maupun Windows Phone. "Karena itu, konten ini pun nantinya dapat digunakan sebagai konten pendidikan untuk anak-anak sekolah demi mengenalkan kekayaan kha- sanah budaya Indonesia yang dapat diakses kapan pun di mana pun," katanya. Dijelaskan, Qbaca banyak menyediakan e- book gratis. Jadi pengguna tetap dapat menik- mati berbagai e-book tanpa harus membayar, tinggal unduh dari gadget pengguna. Saat ini di Qbaca tersedia 400-an e-book gratis baik no- vel, komik, maupun buku-buku pelajaran dari berbagai penerbit dan pemerintah. Buku Sekolah Elektronik dari Kemdikbud (Kelas IV hingga Kelas XII) juga tersedia. Bahkan Qbaca menyediakan pula text book un- tuk komunitas kampus, seperti e-book dari UGM dan PPM serta disusul lembaga penerbit- an kampus lainnya. (San)-c YOGYA (KR) - Ketimpangan pendapatan dan wilayah antara kawasan utara dan selatan masih menjadi kendala pembangunan di DIY. Untuk itu, Pemerintah Daerah (Pemda) DIY mendorong pada perbaikan sistem ekonomi, industri dan infrastruktur di kawasan Pantai Selatan (Pansela) yang bakal menjadi lokomotif pembangunan hingga trigger atau pemicu investasi. KR-Istimewa Suasana peragaan busana di MK Fashion.
  • 11. SIDANTI menjadi heran. Betapa ia berhasil me- ngenai lawannya, bahkan dengan segenap tena- ganya, dan betapa ia melihatAgung Sedayu terlem- par jatuh, tetapi seakan-akan tubuh Agung Sedayu sedemikian liatnya. Demikian ia terbanting, demikian ia bangun kembali. Pukulan-pukulan yang mengenai Agung Sedayu benar-benar tak pernah membekas, seakan-akan tubuhnya dapat dibebaskan dari rasa sakit. Sebenar- nyalah, Agung Sedayu sudah waringuten. Ia seolah- olah kehilangan segenap perasaannya. Bahkan rasa sakitpun seakan-akan tak dimilikinya. Tekanan gelo- ra yang membakar dadanya telah menjadikannya nggegirisi. Sidanti benar-benar menjadi bimbang. ApakahAgung Sedayu memiliki ilmu kekebalan? "Omong kosong," kata Sidanti dalam hati. Dan ge- raknyapun semakin dipercepat. Sisa gelap malam semakin lama menjadi semakin tipis. Sejalan dengan itu, hati Sidanti menjadi sema- kin cemas. Ia ingin segera menyelesaikan perkelahian itu. Namun Agung Sedayu seakan-akan tak dapat disakitinya. Seandainya seseorang melihatnya ber- tempur, dan orang itu mengetahui sebab dari pertem- puran itu, mau tak mau Sidanti harus berhadapan de- ngan seluruh laskar Pajang di Sangkal Putung. Meskipun pada saat itu guru Sidanti berada di sampingnya, alangkah baiknya kalau ia menyele- saikan persoalan itu sendiri. Tanpa gurunya. Dan persoalan itu akan selesai, kalau ia dapat mem- bunuh Agung Sedayu. Mudah-mudahan baru Agung Sedayu sajalah yang mendengar dari Untara, Sidanti yang telah melukai Untara. Nanti, akan dicari kesempatan untuk menyempurnakan pembunuhannya atas Untara. Seandainya ia sempat menutup jalan per- napasan anak yang luka itu, segera pekerjaannya akan selesai tanpa bekas. Dengan demikian Sidanti semakin memperketat tekanannya, sehingga titik pertempuran itu telah bergeser dari tempatnya. Mereka kini sudah me- rambat mendekati kandang kuda Demang Sangkal Putung. Sidanti terkejut, ketika ia mendengar kuda di da- lam kandang itu terpekik, karena terkejut. Sesaat ke- mudian, kuda-kuda yang lainpun menjadi gelisah, se- hingga kandang itu menjadi ribut karenanya. "Gila," geram Sidanti. Suara kuda itu pasti akan memanggil beberapa orang untuk datang. Karena itu, sebelum Agung Sedayu sempat berkata sesuatu, ia harus dibunuh atau dilumpuhkan. Sidanti menjadi semakin gelisah, ketika dalam keremangan fajar, dilihatnya beberapa orang ber- datangan. Dan Agung Sedayu itu masih bertempur dengan garang. Kini, Sidanti benar-benar mengerahkan segenap kemampuan. Ia berkelahi seperti seekor harimau yang ganas. Dengan segenap kemampuan dan tenaga, ia berusaha segera mengakhiri pertempuran. Namun tubuh Agung Sedayu itu seakan-akan terbuat dari tanah liat. Ketika langit menjadi semakin terang, tampak- lah bahwa dari tubuh anak muda itu telah mengalir darah dari luka-luka. Pakaiannya telah rontang-ranting dan wajahnya menjadi merah biru. (Bersambung)-e 392 Menteri Dalam Negeri Ro- drigo Penalillo mengatakan gempa terjadi pada pukul 20.46 waktu setempat Selasa (1/4) atau pukul 06.46 WIB, Rabu (2/4) dengan kedalaman 10 kilometer. Pusat gempa berjarak 83 kilometer dari Iqueque, pantai utara Chile, demikian United States Geo- logical Survey (USGS). Pacific Tsunami Warning Center mengeluarkan pering- atan dini tsunami ke sejumlah negara yang warganya tinggal di garis pantai sepanjang 4.800 kilometer. Peringatan dini tsunami itu antara lain juga disampaikan kepada de- lapan negara, termasuk Eku- ador, Peru, Indonesia, Ko- lombia dan Panama. Menurut peneliti Balai Pengkajian Dinamika Pantai - Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPDP- BPPT) Widjo Kongko, potensi tsunami akibat gempa Chile diperkirakan bisa sampai ke Papua 22 jam setelah gempa berlangsung. Ini berarti po- tensi tsunami di Jayapura yang terjadi akibat gempa Chile akan berlangsung pada pukul 04.46, Kamis (3/4). Getaran gempa Chile terasa sampai ke La Paz, Ibukota Bo- livia. Sesudah itu terjadi ra- tusan gempa susulan. Gempa susulan itu ada yang bermag- nitudo 6,2. Menurut Ricardo Toro dari Kantor Darurat Na- sional Chile, Angkatan Laut mengevakuasi ribuan warga yang tinggal di tepi pantai. Gelombang tsunami yang pertama melanda Pisagua di pantai utara Chile dan men- jalar ke pantai selatan selama lima jam. Warga Arica, kota yang berjarak 139 kilometer dari pusat gempa, panik dan mengungsi ke tempat yang lebih tinggi, demikian laporan Veronica Castillo. Lalu lintas macet akibat ja- lan raya dipenuhi warga yang panik dan lari mengungsi. Aliran listrik di sejumlah wila- yah terputus. Deputi Men- dagri Mahmud Aleuy mela- porkan air surut 2,5 meter dari bibir pantai sebelum tsu- nami menghantam. Sedikitnya 300 perempuan nara pidana di Penjara Ique- que melarikan diri. Kota Iqueque gelap gulita karena 90 persen aliran listrik di kota ini terputus. Militer menge- rahkan pasukan khusus ke Iqueque untuk mencegah ter- jadinya aksi penjarahan. Pu- tusnya aliran listrik juga ter- jadi di sejumlah kota di Peru, termasuk Tacna, Maquegua sertaArequipa. Melalui akun Twitter, Presi- den Ekuador Rafael Correa meminta warga yang tinggal di sepanjang pantai segera mengungsi. Walikota Lima, Susana Villaran meminta warga Ibukota Peru meng- ungsi, sementara jalan menu- ju pantai ditutup. Perintah untuk mengungsi juga disam- paikan oleh komandan Ang- katan Laut Peru Colbert Ruiz. Chile merupakan negara yang memiliki aktivitas seis- mik sangat tinggi. Gempa be- sar sering terjadi di negara ini. Pada Februari 2010, Chile di- guncang gempa bermagnitudo 8,8 yang diikuti tsunami. Insiden itu menewaskan 500 jiwa dan menimbulkan keru- gian materiil lebih dari 30 mi- liar dolarAmerika Serikat. Ahli geofisika Gerard Fryer dari Pacific Tsunami Warning Center mengatakan ancaman tsunami di sepanjang partai Chile dipantau selama lebih da- ri enam jam. Warga pantai ba- ru boleh pulang ke rumah sete- lah keadaan dinyatakan aman. Dokter ahli jiwa Ricardo Yevenes mengatakan kepa- nikan melanda dokter dan pa- sien di rumah sakit tempat- nya bekerja di Arica. Presiden Chile Michelle Bachelet me- mantau situasi dengan sek- sama dan mengambil kepu- tusan untuk menyelamatkan rakyatnya yang menjadi kor- ban gempa. Gelombang pasang setinggi dua meter juga terjadi di Boca del Rio, Peru dan memaksa 200 orang diungsikan. Kolonel Enrique Blanco mengatakan gempa juga melanda Tacna, kota di Peru yang berpendu- duk 300.000 jiwa dan terletak di perbatasan Chile. Gempa bermagnitudo 8,2 yang melanda Chile telah di- dahului gempa-gempa lainnya sejak 16 Maret 2014. Saat itu terjadi gempa bermagnitudo 6,7 dan memaksa 100.000 orang mengungsi. Iqueque per- nah dilanda gempa bermag- nitudo 8,3 pada tahun 1877 yang memicu terjadinya tsu- nami setinggi 24 meter. Gempa terbesar yang pernah tercatat terjadi di Chile dengan magni- tudo 9,5 pada tahun 1960 dan merenggut 5.000 jiwa. Iqueque merupakan kota pelabuhan di dekat pertam- bangan tembaga. Kendati ter- jadi gempa, namun operasio- nal pertambangan tidak ba- nyak terganggu. Paling tidak hal ini terjadi di pertambang- an Codelco dan Collahuasi serta pertambangan yang dikelola oleh BHP Billiton. Gempa ini menyebabkan ter- jadinya tanah longsor yang menimbun jalan raya di se- jumlah lokasi. (AP/Bro) -g KAMIS PAHING 3 APRIL 2014 ( 2 JUMADILAKIR 1947 ) ÓKEDAULATAN RAKYATÓ HALAMAN 11 MANCANEGARA POTENSI TSUNAMI BISA SAMPAI JAYAPURA GempaBermagnitudo8,2MelandaChile KR-AP Photo Sebuah restoran di Iqueque terbakar tak lama setelah ter- jadi gempa di Chile. SANTIAGO (KR) - Gempa bermagnitudo 8,2 me- landa Chile dan menimbulkan tsunami setinggi 2,3 meter yang terjadi 45 menit setelah gempa, Associ- ated Press melaporkan, Rabu (2/4). Bencana tersebut menewaskan puluhan jiwa di Iqueque serta Alto Hospicio.
  • 12. HH ARIANARIAN Kedaulatan Rakyat terbi- tan 6 Maret 2014 mengekspose pe- mikiran Gita Wirjawan tentang ke- tahanan pangan. Pendapat Gita barangkali merupakan pencitraan karena beliau adalah salah seorang peserta Konvensi Calon Presi- den dari Partai Demokrat, bukan lagi sebagai Menteri Perdagangan. Melontarkan pendapat tentang ketahanan pangan yang begitu ringannya tanpa melihat dan mempelajari kondisi nyata di lapangan, merupakan pembohongan terhadap publik. Hal ini merupakan awal dari kengawuran dan ketidakjujuran. Reformasi, Ketahanan Pangan Menurut Gita Wirjawan, ketahanan pa- ngan menjadi masalah pokok dan harus men- jadi prioritas pemimpin Indonesia; tanpa ada ketahanan pangan, sulit untuk tidak melaku- kan impor, pemimpin Indonesia harus mam- pu melakukan reformasi agraria, agar bisa mengelola lahan untuk anak cucu dan mam- pu mewujudkan ketahanan pangan. Nasib petani Indonesia masih jauh dari harapan dan tidak banyak mengalami perbaikan. Barangkali karena belum memahami pe- ngertian ketahanan pangan, di mana yang di- maksud beliau adalah bahwa ketahanan pa- ngan itu adalah dalam kondisi swasembada pangan atau tidak sama sekali melakukan impor pangan. Sedang pengertian yang benar adalah bahwa seluruh penduduk itu kecuku- pan pangannya, baik yang berasal dari pro- duksi sendiri di dalam negeri maupun yang berasal dari impor. Seperti Indonesia karena hasil produksi pangan dari hasil produksi di dalam negeri tidak mencukupi kebutuhan konsumsi maka kekurangannya harus meng- impor pangan agar seluruh penduduk Indo- nesia bisa bertahan hidup. Untuk dapat mencapai tingkatan swasem- bada pangan itu bagi Indonesia amat sangat dan maha sulit. Sebab, jumlah penduduk yang setiap hari harus mengonsumsi pangan terutama beras itu sangat cepat meningkat. Sedang kondisi di lapangan menunjukkan keprihatinan yaitu konversi lahan pertanian ke non pertanian semakin besar dan cepat, merupakan gejala krisis lahan; seperti hasil Sensus Penduduk 2013 menunjukkan menu- runnya jumlah petani sebanyak 5,6 juta pe- tani dalam periode selama 10 tahun terakhir, merupakan gejala atau fenomena krisis pe- tani. Terdapat hambatan-hambatan lainnya yang merintangi yaitu : pemerintah meng- abaikan pertanian, jaringan infrastruktur sa- luran irigasi semakin rusak dan pendan- gkalan waduk-waduk, teknologi budidaya ta- naman pangan kurang berkembang, semakin banyak musibah yang mengakibatkan gagal panen seperti banjir, kekeringan, serangan hama/penyakit. Sejarah menunjukkan, Indonesia selama ini berhasil mencapai tingkatan swasembada beras hanya pada tahun 1984. Sebelum dan setelah 1984 Indonesia merupakan pengim- por beras, bahkan dapat dipastikan bahwa Indonesia sebagai negara pengimpor beras terbesar di dunia. Pencapaian swasembada beras tahun 1984 melalui proses yang pan- jang (lama) melalui berbagai program intensi- fikasi tanaman padi dan melalui berbagai sis- tem rekayasa sosial ekonomi dan teknologi yaitu : Bimas, Inmas, Insus, dan Supra Insus, yang telah meng- gunakan dana puluhan triliun rupiah. Reformasi Agraria itu sulit di- laksanakan. Kesenjangan sosial ekonomi yang semakin lebar itu berawal dari ketimpangan pe- nguasaan lahan. Reformasi Agraria yang menjadi agenda pe- merintah Presiden SBY sebatas wacana tanpa realisasi. Namun demikian memang perlu diakui bahwa Undang-Undang No 5 Ta- hun 1960 tentang Peraturan Da- sar Pokok-Pokok Agraria, yang disahkan Presiden Soekarno pa- da tanggal 24 September 1960 dan masuk dalam Lembaran Negara 1960 Nomor 104 itu memang sulit di- laksanakan sekarang ini. Undang-Undang ini memuat 4 Bab dan 58 Pasal itu merupakan pasca pencabutan Agrarische Wet 1870. Penyusunan UU Pokok-Pokok Agraria 1960 itu dalam situasi kondisi lahan pertani- an dan lahan-lahan lainnya masih sangat lu- as dan belum banyak tersentuh pembangun- an infrastruktur, jumlah penduduk Indonesia belum banyak dan tingkat kepadatannya ma- sih kecil, kehidupan sosial ekonomi dan bu- daya masih sederhana (tradisional) karena memang belum ada pembangunan nasional di segala bidang. Dengan demikian substansi UU Pokok-Pokok Agraria Tahun 1960 itu sa- ngat sulit diimplementasikan di lapangan se- hingga perlu amandemen atau penyusunan UU Pokok Agraria yang disesuaikan kondisi sekarang dan masa mendatang. Apa yang dilontarkan Gita Wirjawan dalam kapasitasnya sebagai peserta Konvensi Calon Presiden Partai Demokrat semata-mata merupakan pencitraan, teoritis dan utopis (muluk-muluk) yang sulit dilaksanakan di la- pangan. u - s. *) Ki Hatta Sunanto MS, Lektor Kepala pada Fakultas Pertanian Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST) Yogyakarta, Anggota PERHEPI. Swasembada Pangan Itu Sulit Ki Hatta Sunanto PeluangPenyidikanBaruHambalang OPINI ÓKEDAULATAN RAKYATÓ HALAMAN 12KAMIS PAHING 3 APRIL 2014 ( 2 JUMADILAKIR 1947 ) SIUPP (Surat Izin Usaha Penerbitan Pers) No. 127/SK/MENPEN/SIUPP/A.7/1986 tanggal 4 Desember 1990. Anggota SPS. ISSN: 0852-6486. Penerbit: PT-BP Kedaulatan Rakyat Yogyakarta, Terbit Perdana: Tanggal 27 September 1945. Perintis: H Samawi (1913 - 1984) M Wonohito (1912 - 1984). Penerus: Dr H Soemadi M Wonohito SH (1985-2008) Penasihat: Drs HM Idham Samawi. Komisaris Utama: Drs HM Romli. Direktur Utama: dr Gun Nugroho Samawi. Direktur Keuangan: Imam Satriadi SH. Direktur Pemasaran: Fajar Kusumawardhani SE. Direktur Produksi: HM Wirmon Samawi SE MIB. Direktur Penelitian dan Pengembangan: Sugeng Wibowo SH Pemimpin Umum: dr Gun Nugroho Samawi. Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Drs Octo Lampito MPd. Wakil Pemimpin Redaksi: Drs H Ahmad Luthfie MA. Ronny Sugiantoro SPd, SE, MM. Redaktur Pelaksana: Mussahada, Drs Hudono SH, Joko Budhiarto. Manajer Litbang Diklat Redaksi: Wismoko Poernomo, Manajer Produksi Redaksi: Ngabdul Wakid. Redaktur: Drs Suhadi Sukarno S, Drs Sihono HT, Theo Sutiyono, H Soeparno SAdhy, Drs Widyo Suprayogi, Dra Esti Susilarti MPd,Yon Haryono Hadi, Dra Hj Fadmi Sustiwi, Dra Prabandari, Isnawan, Benny Kusumawan, Primaswolo Sudjono SPt, Drs Swasto Dayanto, Hanik Atfiati, MN Hassan, Herry Sugito, Drs Jayadi K Kastari, Sutopo Sgh, M Arief Budiarto, Subchan Mustafa, Sulistyo Sutopo, Drs Hasto Sutadi, Eko Boediantoro, Muhammad Fauzi SSos, Drs Mukti Haryadi, Retno Wulandari SSos, H Chaidir, M Sobirin, Linggar Sumukti, Agung Purwandono, Isdiyanto SIP (Pjs Ka Biro Semarang), H Imong Dewanto (Pjs Ka Biro Jakarta), Qomarul Hadi (Ka Biro Surakarta), Edhi Romadhon (Ka Biro Purwokerto), Drs M Thoha ( Ka Biro Kedu Utara), Gunarwan (Ka Biro Kedu Selatan), R Agussutata (Ka Sub Biro Kulonprogo), Sri Warsiti (Ka Sub Biro Klaten & Boyolali), Y Agus Waluyo (Ka Sub Biro Gunungkidul), Sukaryono BA (Pjs Waka Biro Semarang). Fotografer: Yuwono, Effy Widjono Putro. Sekretaris Redaksi: Dra Hj Supriyatin. Pemimpin Perusahaan: Fajar Kusumawardhani SE. Kepala TU Langganan: Purwanto Hening Widodo BSc, telp (0274)- 565685 (Hunting) Manajer Iklan: M Amien Syarif SPt, telp (0274) - 565685 (Hunting) Fax: (0274) 555660. E-mail: iklan@kr.co.id, iklankryk23@yahoo.com, iklankryk13@gmail.com. Langganan per bulan termasuk ‘Kedaulatan Rakyat Minggu’... Rp 65.000,00, Iklan Umum/Display...Rp 25.000,00/mm klm, Iklan Keluarga...Rp 12.000,00 /mm klm, Iklan Baris/Cilik (min. 3 baris. maks. 10 baris) .. Rp 12.000,00 / baris, Iklan Satu Kolom (min. 30 mm. maks. 100 mm) Rp 12.000,00 /mm klm, Iklan Khusus: Ukuran 1 klm x 45 mm .. Rp 210.000,00, (Wisuda lulus studi D1 s/d S1, Pernikahan, Ulang Tahun) q Iklan Warna: Full Colour Rp 46.000,00/ mm klm (min. 600 mm klm), Iklan Kuping (2 klm x 40 mm) 500% dari tarif. Iklan Halaman I: 300 % dari tarif (min. 2 klm x 30 mm, maks. 2 klm x 150 mm). Iklan Halaman Terakhir: 200% dari tarif . Tarif iklan tersebut belum termasuk PPN 10% Bank: Bank BNI - Rek. Giro: 003.044.0854, Bank Bukopin - Rek. No. 1000.103.04.3, Dinas Giro dan Cekpos No.j.15.78 Dicetak di Percetakan “Kedaulatan Rakyat” Jalan RayaYogya - Solo Km 11 Sleman Yogyakarta 55573, telp (0274) - 496549 dan (0274) - 496449. Isi di luar tanggungjawab percetakan Alamat Kantor Redaksi: Jalan P Mangkubumi 40 - 42 Yogyakarta, 55232. Fax (0274) - 563125, Telp (0274) - 565685 (Hunting) Alamat Homepage: http://www.kr.co.id Alamat e-mail: naskahkr@gmail.com. Perwakilan dan Biro: Jakarta: Jalan Utan Kayu No. 104B Jakarta Timur 13120, telp (021) 8563602, fax: 8500529. Kuasa Direksi: Ir Ita Indirani. Wakil Kepala Perwakilan Hariyadi Tata Raharja. Wartawan: H Ishaq Zubaedi Raqib, Syaifullah Hadmar, Muchlis Ibrahim,Alfons Suhadi, H Margono Herwoto, Rini Suryati, Ida Lumongga Ritonga. Kedu Utara: JalanAchmad Yani No 133, telp (0293) 363552 dan 362502 Magelang. Kepala Perwakilan Sumiyarsih. Surakarta: Jalan Bhayangkara No.13 (lama no. 42) telp dan Fax (0271) 718015, Surakarta 57141. Kepala Perwakilan Dra Hermin Lestari, Semarang: Jalan Lampersari No. 62, telp (024) 8315792, 8448622, Pjs Kepala Perwakilan Sutardi, Purwokerto: Jalan Prof Moh Yamin No 5, telp (0281) 622244, Fax (0281) 621797, Kepala Perwakilan Ach. Pujiyanto SPd. Kedu Selatan: Jalan Veteran Blok A Kav. 6 Purworejo Plaza, telp/fax (0275) 321848. Kepala Perwakilan Suprapto SPd. Kulonprogo: Jalan Veteran No 16, Wates, telp 774738 Kepala Sub Perwakilan Suyatno, Klaten & Boyolali: Jalan Pandanaran Ruko No 2-3 Bendogantungan Klaten, telp (0272) 322756, Kepala Perwakilan Drs Guno Indarjo. Gunungkidul: Jalan Sri Tanjung No 4 Purwosari, Baleharjo, Wonosari, Gunungkidul, Telp 393562, 394707Kepala Sub Perwakilan Grahito. Homepage: www.kr.co.id. - Wartawan KR tidak menerima imbalan terkait dengan pemberitaan - Wartawan KR dilengkapi kartu pers/surat tugas TanggapanTulisan 'ParaPNSdanPensiunanDilarangSakit' MENANGGAPI Surat Pembaca di harian Kedaulatan Rakyat tentang 'Pa- ra PNS dan Pensiunan Dilarang Sakit' yang dimuat Sabtu 16 Maret 2014 ha- laman 14 kolom 1-2, berikut ini kami sampaikan penjelasan berdasarkan in- formasi dari Dinas Kesehatan Kabupa- ten Sleman: 1. Bahwa pasien memang diharus- kan dirujuk kembali ke rumah sakit untuk mendapatkan resep yang baru dari dokter spesialis, tetapi untuk bu- lan berikutnya resep tersebut bisa di- ambil di dokter keluarga. 2. Hal tersebut dikuatkan dengan Su- rat Edaran Menteri Kesehatan Nomor HK/Menkes/3241/2014, bahwa obat pe- nyakit kronis dapat diberikan oleh fasi- litas kesehatan tingkat pertama seba- gai program rujuk balik (PRB) melalui apotek/depo farmasi yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan. Ketentuan ini diberlakukan untuk penyakit diabetes mellitus, hipertensi, jantung, asma, pe- nyakit obstruktif kronis, epilepsi, skri- zofren, sirosis hepatis, stroke dan sin- droma Lupus Eritometus. Demikian kami sampaikan tanggap- an agar dapat diinformasikan sebagai- mana tersebut di atas. u - s. (457-2014). Dra Endah Sri Widiastuti MPA, NIP 19650430 199003 2007, Kepala Bagian Humas Sekda Pemkab Sleman. Bersatulah Bangsaku! TANGGAL 9/4/2014 Bangsa Indo- nesia memilih wakil yang akan meng- urus bangsa ini. Masing-masing calon menyampaikan program untuk mem- perbaiki Republik Indonesia di masa datang. Semua lapisan berharap Indo- nesia berubah menjadi lebih baik. Untuk mewujudkan impian Indone- sia lebih baik, maka masing-masing harus mampu menahan diri. Cobalah kita menghargai keberagaman. Manu- sia memang diciptakan berbeda antara yang satu dengan yang lain. Mustahil ketika kita mempunyai impian agar orang lain bisa bertindak sama. Ram- but sama hitamnya, tetapi masing-ma- sing punya pikiran berbeda. Perbe- daan yang ada ini kita manfaatkan un- tuk saling melengkapi. Bukan saling menyalahkan. Dengan perbedaan ini kita bisa bersinergi menyusun kekuat- an agar bangsa ini tetap kokoh walau tantangan menghadang. Ketika masing-masing mampu me- nahan diri, saling menghormati dan menghargai insya Allah keberagaman menjadi modal untuk mewujudkan persatuan dan kesatuan bangsa. Bang- sa sebesar Indonesia ini bisa menjalin persatuan dan kesatuan yang kokoh akan lahir kekuatan yang luar biasa. Kata kuncinya, marilah kita lihat ke- baikan orang lain, agar kita bisa menghormati dan menghargainya. Ya- kinlah bahwa setiap orang memiliki kelebihan yang tidak kita miliki. De- ngan melihat kebaikan dan kelebihan orang lain muncul kesadaran saling menghormati dan menghargai, yang akhirnya bisa hidup rukun, damai de- ngan berbagai perbedaan. Bersatulah bangsaku, menuju Indonesia yang le- bih baik! u - s. (452-2014). Sunardi Spd SD, Sie Pendidikan RT 05 Tegalsari, Jomblangan, Banguntapan, Bantul, DIY. Gratis, Pelatihan Hipnoterapi dan Totok Darah PELATIHAN totok wajah (Sabtu 29 Maret 2014) ternyata animo masyara- kat banyak sekali kami tidak bisa me- nampung. Kami pemilik Griya Refleksi Queen kembali mengadakan pelatihan hipnoterapi dan totok wajah gratis un- tuk warga. Peserta juga akan di-facial cuci wajahnya biar bersih, kotoran ter- angkat dan wajah menjadi kencang, sehingga akan tampak lebih muda. De- ngan mengikuti pelatihan ini anda bisa melakukan perawatan wajah sendiri. Pelatihan diadakan Sabtu, 5 April 2014; Sesi I pukul 09.00 s.d 12.00 WIB; Sesi II pukul 13.00 s.d 16.00 WIB di Griya Refleksi Queen Jl Purbayan Se- lokraman RT 47 RW 11 Kotagede (se- belah selatannya katering Ibu Supardi, baratnya bakpia Patok 27 Kotagede). Peserta yang berminat silakan me- ndaftar terlebih dahulu karena tempat terbatas (25 orang) tiap sesinya. Sila- kan daftar via sms, format: nama # ala- mat # pilih sesi kirim ke 08560001- 8755. Terima kasih. u - s. (456-2014). Mustaghfiroh SH, Pengelola Griya Refleksi Queen. Kehilangan STNK TELAH kehilangan STNK Yamaha Mio Nopol AB 2738 V atas nama Ny Syahbania. Kehilangan diperkirakan lokasi sekitar wilayah Kecamatan Da- nurejan Yogyakarta, sekitar tanggal 20-25 Maret 2014. Bagi yang menemu- kan STNK tersebut mohon hubungi kami sebagaimana alamat dan nomor telepon tersebut di bawah ini. u - s. (458-2014). Ny Syahbania, Jl Ronodigdayan 64 Telp 562127, Bausasran Yogyakarta. Pemerintah mensinyalir ada mafia diyat. -- Semoga mafianya bukan dari pemerintah. *** Di Magelang, uang KPU Rp 530 juta dirampok. -- Honor KPPS pun terancam. *** Eksepsi ditolak, Andi siap buktikan tak bersalah. -- Kalau tak bisa buktikan, harus siap risiko. DD AERAHAERAH Istimewa Yogyakarta tem- pat berbaurnya berbagai suku, aga- ma, dan etnik yang membuat Yogya menjadi istimewa. Berbaurnya berbagai et- nik, suku bangsa dan agama di Yogya, dikare- nakan daerah ini menjadi salah satu tujuan belajar dan menuntut ilmu. Di DIY, saat ini terdapat lebih dari 100 per- guruan tinggi, baik berstatus negeri maupun swasta. Lembaga-lembaga tersebut menyedi- akan banyak pilihan program studi, di anta- ranya memiliki kompetensi spesifik di bidang ilmu dan atau teknologi yang untuk mene- kuninya diperlukan prasarana penunjang yang khusus, yang tidak dapat digantikan oleh sarana lainnya. Penunjang tersebut ada- lah laboratorium atau literatur alam, yang ternyata banyak dijumpai di sekitar Yogya. Di sebelah utara Yogya terdapat Gunung Merapi yang sangat aktif. Setiap sekitar 3 hingga 4 tahun gunung ini erupsi, memun- tahkan rempah vulkanik dan lahar, yang ke- mudian memberikan kesuburan serta ke- makmuran bagi masyarakat di sekitarnya. Dalam sejarah aktivitasnya, gunung ini me- nunjukkan tipe erupsi yang berubah-rubah, dari efusif hingga eksplosif. Merapi pernah mengalami aktivitas besar di masa lalu, yang turut memicu keruntuhan Kerajaan Mataram Kuno pada abad ke 9 - 10. Dahsyatnya erupsi Merapi masa lampau di- buktikan dengan banyaknya candi-candi ter- kubur di sekitar DIY. Oleh karena itu Merapi merupakan referensi dalam studi geologi, vulkanologi, sejarah, arkeologi, pertambang- an, pertanian, sosial-budaya, ekonomi kreatif, serta lingkungan. Laboratorium alam yang lain adalah Ce- kungan Yogyakarta yang tersusun oleh en- dapan bersifat lepas, lulus air. Di bagian Pe- sisir Selatan, dapat dijumpai bentang alam gumuk pasir barkhan. Karenanya secara umum daerah ini membentuk sistem akuifer yang baik, yang mampu memberikan air tanah cukup bagi masyarakat yang tinggal di Yogyakarta dan sekitarnya. Terdapatnya ba- nyak mata air merupakan daya tarik tersen- diri dalam studi hidrogeologi. Belum lagi, di Dusun Berbah, di dasar sungai cabang Kali Opak, dijumpai endapan lava berstruktur bantal. Lava bantal merupakan penciri aliran lava yang membeku di lingkungan laut. Lava bantal Berbah ini juga merupakan situs geo- logi yang langka, yang tak hentinya dijadikan lokasi kunjungan field trip para mahasiswa. Pegunungan Selatan yang berada di selatan Yogya, secara fisiografi membentuk punggun- gan di bagian utara, dataran tinggi di bagian tengah, dan perbukitan karst di bagian sela- tan, yang dikenal sebagai Gunungsewu. Di Pe- gunungan Selatan bagian utara, terdapat situs gunungapi purba Nglanggeran. Gunungsewu memiliki pesona tersendiri, dengan puluhan ribu bukit karst besar dan kecil, ribuan dolina, uvala, lokva, polje, gua-gua, sungai bawah ta- nah, dan banyak muara-muara sungai bawah tanah ke laut, dengan debit aliran yang cukup besar. Contoh muara sungai bawah tanah, ter- dapat di Pantai Baron, Pantai Ngobaran, Pan- tai Drini dan Pantai Sundak, serta Pantai Ngungap Gunungkidul. Secara hidrogeologi, Gunungsewu memiliki sistem akifer yang unik, dengan tipe aliran saluran bawah permukaan. Beberapa gua di Gunungsewu, misalnya Gua Berhala di Ke- camatan Tepus, menyimpan sisa-sisa kehidu- pan manusia prasejarah, berupa artefak dan kerangka. Gunungsewu tidak saja menarik untuk studi di bidang geologi, geografi, per- tambangan, hidrogeologi, pertanian, arkeolo- gi, namun juga di bidang kepariwisataan, ka- rena pesona gua dan pantai karst yang cantik serta eksotik Geoheritage lain yang selalu dikunjungi oleh para mahasiswa berada di daerah Bayat, Perbukitan Jiwo, wilayah Kabupaten Klaten. Meskipun lokasinya berada di wilayah Jawa Tengah, namun situs ini mudah dijangkau dari Yogya. Di situs ini terdapat bebatuan yang termasuk berumur tertua di Jawa, dan terdapat warisan rawa-rawa purba berumur lebih dari satu juta tahun, yaitu Rawa Jom- bor. Pegunungan Menoreh di Kulonprogo yang dibangun oleh batuan vulkanik tua, ba- tu gamping terumbu, serta batuan karbonat berlapis, membentuk morfologi perbukitan dengan beberapa kerucut terisolasi. u - c. *) Prof Dr Ir Sari Bahagiarti K MSc, Dosen Teknik Geologi UPN "Veteran" Yogyakarta. YogyaIstimewauntukMenuntutIlmu Sari Bahagiarti K Maksimum 600 Kata PARA pengirim naskah Opini KR harap memba- tasi panjang naskah maksimum 4.000 karakter atau setara sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat dan nomor telepon. Naskah harap dikirim ke alamat email opinikr@gmail.com ADA fenomena menarik dalam persidangan kasus dugaan korupsi proyek Hambalang dengan terdak- wa mantan Menpora Andi Alfian Mallarangeng. Tak seperti terdak- wa kasus korupsi pada umumnya, Andi nampak tenang bak tak ada perasaan bersalah. Dalam menja- wab pertanyaan majelis hakim Ti- pikor pun, yang bersangkutan ti- dak terlihat grogi. Hampir semua pertanyaan dijawab lancar. Bahkan, ketika majelis hakim Ti- pikor Jakarta menolak seluruh no- ta keberatan (eksepsi) yang ia aju- kan bersama tim penasihat hu- kumnya, Andi tidak tampak kaget. Dalam pengakuannya usai sidang, ia sudah menduga eksepsinya ba- kal ditolak. Dengan penolakan ter- sebut, maka sidang kasus Ham- balang dilanjutkan. Menurut majelis hakim, keberat- anAndi dan tim pengacaranya telah memasuki materi pokok perkara, yakni bantahan terhadap dakwaan jaksa penuntut umum (JPU). Se- hingga, menurut hakim, bantahan tersebut seharusnya disampaikan saat sidang pembuktian nanti, bu- kan pada materi eksepsi. Kita tentu tidak ingin mencam- puri proses persidangan. Kita ha- nya perlu mengingatkan bahwa persidangan harus berjalan secara fair dan objektif. Ketika seseorang telah diajukan sebagai terdakwa, maka orang tersebut harus diang- gap tidak bersalah sampai peng- adilan memutuskan sebaliknya. Inilah sebenarnya makna asas pra- duga tak bersalah.Asas tersebut ju- ga berlaku untuk mantan Menpora Andi Alfian Mallarangeng. Memang, dalam eksepsi atau tangkisan, berisi hal-hal yang lebih bersifat teknis beracara, misalnya dakwaan kabur, salah orang, dan sebagainya. Agaknya Andi dan pe- nasihat hukumnya sudah memper- timbangkan hal demikian. Kini, setelah dalam putusan se- lanya hakim menolak seluruh nota keberatan terdakwa dan penasihat hukumnya, Andi ditantang untuk membuktikan ucapannya bahwa semua dakwaan jaksa hanyalah asumsi, bukan fakta hukum. Di fo- rum persidangan inilah Andi dan jaksa saling membeberkan bukti, bukan hanya sekadar beradu argu- men. Keterangan yang patut kita ca- tat, secara terus terang Andi meng- akui adanya penerimaan dana oleh adik kandungnya Andi Zulkarnaen Anwar alias Choel Mallarangeng dari mantan Sekretaris Menpora Wafid Muharram sebesar 550.000 dolar AS dan Rp 2 miliar dari Her- man Pranoto, pemilik PT Global Daya Manunggal (subkrontraktor Hambalang). Namun uang tersebut telah dikembalikan ke KPK. Me- nurut Andi, uang tersebut bukan untuk dirinya, melainkan untuk pribadi Choel. Sebagaimana diatur Pasal 4 UU Pemberantasan Tindak Pidana Ko- rupsi (Tipikor), pengembalian keru- gian keuangan negara tidak meng- hapus unsur pidananya. Persoal- annya, apakah saat uang tersebut dikembalikan, sudah terjadi keru- gian negara? Bila jawabnya ya, ten- tu harus diusut. Sebaliknya, bila belum terjadi kerugian negara, ten- tu penegak harus lebih cermat lagi. Andi bersikukuh tidak menya- lahgunakan kewenangan maupun memperkaya diri sendiri, orang lain, serta korporasi. Sebagai ter- dakwa, Andi berhak membela diri. Namun keputusan tetap pada ha- kim, apakah bantahan Andi ini da- pat dibenarkan secara hukum atau tidak. Yang jelas, kita sangat yakin, pengakuan Andi ini justru membu- ka peluang untuk dilakukan pe- nyidikan baru terkait kasus Ham- balang. Nah, siapa lagi yang dibidik KPK ? Kita tunggu saja. u - c.
  • 13. KAMIS PAHING 3 APRIL 2014 ( 2 JUMADILAKIR 1947 ) PURWOREJO (KR) - KPU Kabupaten Purworejo mulai memasang tanda hologram di setiap formulir yang akan digu- nakan sebagai logistik pemungutan dan penghitungan suara Pemilu Legislatif 2014. "Pemasangan hologram ini kami laku- kan setelah mendapat kiriman formulir," kata Ketua KPU Purworejo Dulrokhim, Rabu (2/4). Menurut Dulrokhim, karena waktunya sudah sangat dekat maka untuk pemasangan hologram dikebut siang dan malam agar jadwal distribusi seluruh logistik ke panitia pemilihan ke- camatan (PPK) bisa tepat waktu sesuai regulasi," jelasnya. Sedang formulir yang sudah diterima itu di antaranya for- mulir model C untuk tempat pemungutan suara (TPS), fomulir model D untuk panitia pemungutan suara (PPS), formulir model DA untuk PPK dan formulir model DB untuk kabupa- ten. "Semua model formulir untuk DPR, DPD, DPRD provinsi dan DPRD kabupaten sudah mencukupi," katanya. Dikatakan, formulir yang dipasang hologram itu hanya un- tuk model C yang diperuntukkan bagi TPS. "Pemasangan ho- logram ini sekaligus untuk menyortir jika terjadi kerusakan atau kekurangan," katanya seraya menambahkan, pemasang- an hologram itu melibatkan para pekerja yang memiliki keahlian. Setelah dilakukan pemasangan hologram, selanjut- nya langsung dilakukan pengesetan bersama surat suara. Da- lam proses ini KPU melibatkan masing-masing PPK sekaligus juga PPS yang dijadwal dalam sehari untuk empat kecamatan. Ditanya soal kekurangan logistik lainnya, Dulrokhim me- nyebutkan, sampai saat ini kekurangan surat suara yang su- dah diajukan belum juga dipenuhi. (Nar)-s PemasanganHologramPemiluDikebut KEBUMEN (KR) - Seminggu menjelang pencoblosan Pemilu 2014, pasaran ternak sapi di Kebumen lesu. Kelesuan disebabkan jumlah pembelinya yang menurun drastis diband- ing hari-hari sebelumnya. Akibat sepinya pembeli, harga sapi pun anjlok. "Pasar Hewan Kebumen yang biasanya dijubeli pedagang dan pembeli, hari ini terlihat longgar karena pembe- li jarang yang datang. Demi menyiasati sepinya pembeli, mau tak mau pedagang pun menurunkan harga jual sapi agar pu- lang dari tempat ini nanti kami tak gigit jari," ujar Mustolih (40), pedagang sapi asal Desa Jatimulyo Kecamatan Alian Kebumen, di Pasar Hewan Kebumen, Rabu (2/4). Diungkapkan, harga sapi dewasa maupun bibit di Pasar He- wan Kebumen pada Rabu (2/4) rata-rata turun Rp 3.000 sam- pai Rp 4.000/kilogram dibandingkan harga sebelumnya. Se- perti sapi jantan dewasa kelas super mencapai Rp 40.000/kilo- gram, sebelumnya Rp 43 ribu/kilogram. Sedangkan sapi betina dewasa kelas super Rp 35.000/kilogram, sebelumnya Rp 38.000/kilogram. Harga sapi bibit usia 7 bulan mencapai Rp 7 juta/ekor. Sebe- lumnya Rp 8 juta/ekor. Sedangkan sapi bibit umur 4 bulan Rp 5 juta/ekor, sebelumnya Rp 6 juta/ekor. Beberapa pedagang sapi lainnya menduga, selain disebab- kan situasi politik menjelang Pemilu, sepinya transaksi ternak juga disebabkan banyaknya dana masyarakat yang terserap untuk membayar iuran mid semester dan les pelajaran menje- lang ujian nasional anak sekolah. "Namun kami yakin, seusai Pemilu atau dua sampai tiga minggu ke depan, harga sapi akan kembali naik," ujar Ahmadi (60), pedagang sapi asal Desa/KecamatanAmbal Kebumen. (Dwi)-c ÓKEDAULATAN RAKYATÓ HALAMAN 13BANYUMAS-PURWOREJO Dina Kemrungsung DINA-DINA sikiye, kabeh caleg lagi padha ke- mrungsung nggolet bithing/suara. Kabeh caleg langka sing raine mrengut. Kabeh caleg sikape so- pan santun, doyan mesem diapik-apikna, tamah tamah, lan katon lomah murah soho welas asih. Sebab kudu mesem ngguyu terus-terusan, pan- cen akeh caleg sing padha lara kemeng lan pegel- pegel linu neng pipi. Mbangkane mengko, bubar mesem, bubar coblosan koh ora dadi, caleg kuwe mesti bakal mrengut terus-terusan, kesuh saben dinane, stres lan bi- ngung goli arep mbelekna duit mo- dal sing wis metu nggo biaya politik. "Angger duite dhewek sing ditok- na nggo nggawe baliho, spanduk lan benner caleg tah ora patiya kesuh. Lha, mbangkane rata-rata caleg goli olih duit ya anu ndadak utang- utang mamring se- dulur, tangga, lan bank. Bubar co- blosan ora dadi anggota dewan, ya mumet, bingung goli nyaur karo duit apa? Mulane ujare inyong, molaih siki, kabeh caleg mestine kudu persiapan padha ngumpulna obat stress. Mengko angger gagal temenan dadi anggota dewan, obat-obat sing wis dikumpulna gari dipangani saben dina, ndean madan dhangan" kandhane Karto Ngethether mbukak diskusi politik esuk-esuk maring kanca batir Wirya Pantek lan Mbok Cengis. Mbok Cengis malah duwe pinemu sing beda. "Lha ngerti menawa biaya politik kanggo caleg, kayata gawe baleho, stiker, kartu nama dheweke nggo ngenalna lan kampanye baen bisa entong akeh, koh ndadaksara dipeksa-peksa melu njago caleg. Angger ora duwe duit ya kena melu njago, ningen ya aja ngetokna duit nggo gawe alat-alat peraga kampanye sih ngapa ? Njago ningen cukup sregep silaturrahmi maring umah wong- wong thok baen jan-jane cukup koh ! Mertamu, ngomong jujur menawa dheweke ora duwe duit, ora bisa wuwur, toli malah dimelasi wong akeh. Eh..sapa ngerti sebab melas, malah akeh sing ndukung" kand- hane Mbok Ce- ngis. Sebab beda pendapat, Wirya Pantek dadi ne- ngahi. "Pancen angger dipikir-pikir, kebutuhan caleg kanggo ngenalna dheweke mamring masyarakat, kaya- ta baliho, spanduk, stiker, lan kartu- kartu nama ya bisa ngasi entong duit tekan Rp 150 juta nggo caleg DPRD Kabupaten/kota. Durung duit nggo biaya transpor tim sukses lan pendukunge nalika melu teka neng kampanye terbuka lapangan, ya bisa memtu duit luwih akeh. Durung ditambahi maning duit wuwur nggo serangan fajar, serangan subuh, utawa serangan dhuha jam 9.00 awan maring calon pen- coblos, wih... tambah akeh maning duit sing kudu metu, bisa nngasi Rp 500 juta. Caleg ora duwe duit ngomong jujur ngaku mlarat, ya durung ana sejarahe bisa dadi. Mulane pancen angger wani njago caleg ya apike jujur, ningen tetep kudu sugih duit" kandhane Wirya Pantek. (Kang Edhon)-s PURWOREJO (KR) - Bupati Purworejo Drs H Mahsun Zain MAg meminta kepada semua pihak agar tidak lagi ber- bicara mengenai daftar keinginan ataupun daftar kebutuhan semata. Tetapi harus mampu dan berani menyusun daftar skala prioritas. Bupati juga mengingatkan, prediksi APBD tahun 2015 Pur- worejo sebesar Rp 1,44 triliun yang bersumber dari pendapat- an asli daerah (PAD) sebesar Rp 136,6 miliar dan lainnya dari dana perimbangan serta dari netto pembiayaan lainnya. Dari jumlah itu diperkirakan alokasi untuk pembangunan murni dari APBD tanpa dana alokasi khusus (DAK) dan bantuan keuangan provinsi hanya mampu sekitar Rp 379,43 miliar. Hal itu dikemukakan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan Rencana Kerja Pembangunan Daerah (Mus- renbang RKPD) 2015 di pendapa rumah dinas bupati setem- pat. "Kemampuan pendanaan belanja langsung untuk pemba- ngunan hanya naik 22,65 persen dari APBD 2014. Sehingga perlu disadari bersama, kegiatan di masing-masing satuan kerja perangkat daerah (SKPD) tidak akan mungkin menga- lami kenaikan yang luar biasa," katanya, Rabu (2/4). Dicontohkan, untuk kegiatan Dinas Pekerjaan Umum (DPU), setiap tahunnya dari APBD hanya mampu memba- ngun satu sampai dua ruas jalan perkecamatan, selebihnya dari DAK dan bantuan keuangan provinsi. "Kalau ini dipak- sakan dengan alokasi lebih, konsekwensinya akan ada SKPD yang tidak kebagian anggaran," jelasnya. Bupati juga meminta kepada masyarakat dan seluruh pe- mangku kepentingan, baik unsur DPRD, SKPD, LSM, lemba- ga akademisi dan lainnya untuk dapat mengawal dan men- jadikan hasil musrenbang desa/kelurahan sampai dengan pro- ses final dokumen RKPD 2015 sebagai acuan perencanaan dan pelaksanaan kegiatan pembangunan di Purworejo. (Nar)-s PrediksiAPBD2015Rp1,4Triliun PasarHewanKebumenSepi PURWOKERTO (KR) - Seretnya penyerapan beras petani oleh Bulog dan belum meratanya petani melakukan panen raya, mengakibatkan stok beras di Bulog Subdivisi Regional (Subdivre) Banyumas, yang diperuntukkan penyaluran kebu- tuhan beras miskin (raskin) semakin menipis. Stok yang ada hanya cukup untuk kebutuhan raskin bulan Mei 2014. Sehingga, Bulog terpaksa harus mendatangkan be- ras sebanyak lima ton dari Bulog Subdivre Pati dan Semarang. Kepala Bulog Subdivre Banyumas, Sugeng Rahayu, menje- laskan tambahan pasokan beras sebanyak lima ton berasal Bulog Subdivre Pati sebanyak 3.000 ton dan Bulog Semarang sebanyak 2.000 ton. "Sehingga saat ini ada tambahan stok se- banyak lima ribu ton,” jelas Sugeng, Rabu (2/4). Dikatakan, kebutuhan penyaluran raskin di wilayah Banyu- mas yang meliputi empat kabupaten yakni Banyumas, Purba- lingga, Banjarnegara dan Cilacap setiap bulan sebanyak 6.600 ton. Sugeng menambahkan berkurangnya stok beras di Bulog Banyumas karena ada tambahan pengeluaran stok beras di dua bulan di tahun 2014. “Selama bulan Februari dan Maret, masing-masing ada dua kali penyaluran. Sekali penyaluran mencapai 6.000 ton lebih. Sehingga selama dua bulan tersebut, Bulog Banyumas menyalurkan 24.000 ton lebih,” ujarnya. Untuk mengisi stok beras yang semakin menipis, Bulog Banyumas saat ini sedang menggenjot pengadaan pada bulan April untuk memenuhi kebutuhan penyaluran raskin. Diha- rapkan pada bulan April merupakan panen raya di wilayah Cilacap dan sebagian Banyumas. (Dri)-s BULOG MINTAKIRIMAN DAERAH LAIN StokBerasBulogBanyumasMenipis Petani Keluhkan Harga Gabah Penurunan harga terjadi sejak per- sawahan di wilayah selatan Kabupa- ten Purworejo memasuki musim pa- nen. "Memasuki panen harga pasti tu- run, namun kali ini penurunannya cu- kup besar sampai Rp 500 perkilo- gram," ungkap Ngadiyo (60) petani di Desa Tunjungan Kecamatan Ngombol kepada KR, Rabu (2/4). Petani, lanjutnya, masih memper- oleh penghasilan dari penjualan ga- bah. Untuk setiap iring atau 1.800 me- ter persegi sawah, pada kondisi tanpa serangan hama dipanen sepuluh kuin- tal gabah senilai kurang lebih Rp 3.500.000. Untuk semusim tanam, petani me- ngeluarkan biaya kurang lebih Rp 700.000. Saat panen maksimal, petani memperoleh upah kurang lebih Rp 1 juta perbulan dari bercocok tanam. "Namun tidak pernah bisa, sebab banyak hamanya dan maksimal ha- nya menghasilkan tujuh kuintal se- hingga dihitung upah bulanan, penda- patan kami tidak lebih dari Rp 350.000. Untuk itu, jika harga gabah bisa di atas Rp 4.000 perkilogram, ka- mi senang," tuturnya. Petani di Desa Wasiat Ngombol Su- darno (50) menambahkan, penurunan harga juga terjadi untuk komoditas Sintanur dari Rp 4.300 menjadi Rp 3.800 perkilogram. "Namun Sintanur memang masih lebih tinggi, sebab dinilai sebagai varietas baru yang hasil dan kualitasnya lebih bagus," ujarnya. Sementara itu, turunnya harga ga- bah justru membawa harapan baru bagi peningkatan program penyerap- an beras dan gabah oleh Bulog. Me- nurut Kepala Gudang Bulog 505 Keca- matan Butuh Suprapto, sejumlah pe- dagang yang bermitra semakin bermi- nat menjual beras pada Bulog. "Rata-rata beras masuk 50 - 60 ton setiap hari, harga yang mulai terko- reksi diakui menjadi sinyal bagus un- tuk mempermudah proses penyera- pan. Stok pangan di gudang Bulog Bu- tuh terus bertambah, cukup hingga Mei 2014," ucapnya. Bulog membeli sesuai ketetapan pe- merintah, Rp 6.600 perkilogram untuk beras dan Rp 4.200 perkilogram gabah kering giling (GKG). Beras yang dise- tor tetap berkualitas bagus karena Bu- log hanya menerima panenan dengan kadar air dan hampa kotoran sesuai standar. (Jas)-c TEWASNYA IBU DAN BAYI IDI Brebes Bentuk Tim Penyelidik BREBES (KR) - Tragedi tewasnya ibu dan bayi yang dikandungnya, sete- lah terjatuh saat proses persalinan di RS Bersalin di Brebes, yang diduga akibat kelalaian dokter, akhirnya dise- lesaikan secara kekeluargaan setelah dijembatani oleh Ikatan Dokter Indo- nesia (IDI) Kabupaten Brebes, Selasa (1/4) lalu. Meski demikian pi- hak IDI tetap membentuk Tim untuk menyelidiki masalah tersebut. Proses kekeluargaan yang dimediasi oleh IDI itu berlangsung tertutup di gedung IDI Brebes, dihadiri suami kor- ban Andi Wijaya dan dr Budi Arya, yang membantu proses persalinan kor- ban saat itu. Juga dihadiri Ketua Ko- misi IV DPRD Kabupaten Brebes, Ah- mad Torikhin. Sedangkan di pihak IDI diwakili Ketua IDI Brebes dr H Sar- tono dan sejumlah pengurus IDI ca- bang Brebes lainnya. Mediasi berlang- sung pukul 13.00 hingga pukul 16.00. Dokter H Sartono saat dihubungi, Rabu (2/4) kemarin, mengatakan dari hasil mediasi intinya sudah tidak ada masalah lagi antara keluarga korban dengan dokter yang membantu proses persalinan tersebut. Pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan musi- bah itu bisa menimpa siapa pun. Da- lam mediasi, kedua belah pihak juga telah menandatangani surat pernyata- an. Pihak rumah bersalin yang diwkili dr Budi Arya, selaku pemilik rumah bersalin menyerahkan bantuan dana duka. “Intinya, masalah ini telah sele- sai secara kekeluargaan melalui medi- asi dan tidak ada masalah lagi di an- tara kedua belah pihak,” tutur Sartono. Namun demikian, kata Sartono, meski telah diselesaikan seca- ra kekeluargaan, dari sisi profesi dok- ter IDI akan melaksanakan kajian mendalam. Tim yang dibentuk IDI telah melaksanakan tugasnya. Itu di- lakukan untuk mengetahui apakah yang dilakukan dokter kepada pasien- nya menyalahi kode etik atau tidak. "Jika menyalahi tentu akan ada sanksi yang dijatuhkan. Soal sanksi tim kami kini tengah melakukan ka- jian mendalam untuk mengetahui ka- sus tersebut ada unsur menyalahi ko- de etik atau tidak,” tegas Sartono. Ketua Komisi IV DPRD Brebes, Ah- mad Torikhin, yang juga mewakili ke- luarga korban, mengatakan dari hasil mediasi, keluarga korban telah mene- rima sebagai musibah. Keluarga kor- ban juga menyatakan tak akan me- nuntut kejadian tersebut. “Masalah ini telah diselesaikan ke- keluargaan, keluarga korban meneri- ma ini sebagai musibah, harapan kami masalah ini tidak akan terulang di ke- mudian hari,” ujar Ahmad yang juga paman korban. Seperti diberitakan KR sebelumnya, seorang ibu hamil yang tengah mela- kukan proses persalinan di salah satu rumah bersalin di Brebes, terjatuh da- ri tempat tidur persalinan hingga me- ninggal dunia, Jumat (28/3). Korban adalah Endah Tri Muhana (21), asal Desa Pakijangan, Kecamatan Bulak- amba, Kabupaten Brebes, sedangkan bayi yang masih dalam kandungan ju- ga nyawanya tidak tertolong. (Ryd)-m CalegNasDemSorotiBandaraWirasaba PURBALINGGA (KR) - Luput dari sen- tuhan calon anggota legislatif (caleg) lain, Bandar Udara (Bandara) Wirasaba menjadi perhatian caleg Partai NasDem, Amelia Ang- graeni. Caleg DPR RI itu menegaskan, akan memperjuangkan agar Bandara Wirasaba di Purbalingga segera bisa direalisasikan. "Apalagi di Purbalingga banyak sekali per- usahaan modal asing. Purbalingga juga dekat dengan Banyumas, Tegal, Brebes dan Pema- lang. Bandara itu bisa membuka akses udara wilayah Jateng bagian barat," tutur Amelia kepada wartawan, usai menghadiri kampa- nye terbuka Partai NasDem di kompleks Stadion Goentoer Darjono, Selasa (1/4) sore. Amelia mengaku sangat concern terhadap pengembangan bandara milik TNI AU terse- but. Ketika mulai blusukan di wilayah Kabu- paten Purbalingga, Banjarnegara dan Kebu- men, ia harus menggunakan transportasi kereta api atau mobil pribadi. "Butuh waktu lima jam dengan mengguna- kan kereta api. Ketika saya terbang ke Yogya dan melanjutkan perjalanan ke Purbalingga, juga butuh waktu enam jam dengan kendara- an pribadi. Itu tidak efisien," ujarnya. Ketika disinggung lambatnya pengem- bangan bandara karena belum ada izin dari Kementerian Perhubungan, Amelia dengan antusias menyebutkan pihaknya memiliki akses kuat dengan Kementerian Perhubung- an. "Insya Allah bisa diatur," tuturnya man- tap. Pada kesempatan yang sama, Amelia juga menyebutkan, persoalan di wilayah Purba- lingga, Banjarnegara dan Kebumen, teruta- ma masalah kemiskinan dan pengangguran. Di tiga wilayah itu, persentasenya melam- paui angka nasional. "Di tingkat nasional, jumlah penduduk miskin sekitar 13 persen. Di Kebumen men- capai 23 persen. Di Purbalingga dan Banjar- negara tidak jauh selisihnya dengan Kebu- men," ujarnya. (Rus)-m LombaCatur,PNSDipanggilPanwaslu BANJARNEGARA (KR) - Kepala SMPN 1 Rakit Banjarne- gara, Muhammad Nurcholis, dipanggil oleh Panwaslu karena ikut lomba catur simultan yang digelar sebagai ajang kampanye grandmaster Utut Adianto, selaku calon anggota DPR dari PDI Perjuangan daerah pemilihan Jateng. "Dia kami panggil untuk klarifikasi atas dugaan keterlibatannya dalam kampanye terbu- ka PDI Perjuangan hari Jumat 28 Maret," kata ketua Panwaslu Kecamatan Banjarnegara, Sarno Wuragil, Selasa (2/4). Menurut Sarno, Muhammad Nurhcholis 'kepergok' anggota Panwaslu saat duduk menghadap salah satu dari 20 papan catur melawan Utut Adianto di lokasi kampanye terbuka di Alun-alun Kota Banjarnegara. "Status dia PNS, jadi kami panggil," kata- nya. Saat diklarifikasi, Muhammad Nurcholis mengaku khilaf. "Grandmaster Utut Adianto merupakan idola saya. Tanpa pikir panjang, saya ikut lomba catur melawan idola saya itu," ujarnya. Penghobi catur tadi menuturkan, pada hari Jumat ada keper- luan dinas di kantor Dinas Pendidikan. Dalam perjalanan pu- lang, ia melihat baliho besar Utut Adianto di alun-alun. Di tem- pat itu pula, tampak deretan papan catur sudah disiapkan. "Saya berhenti kemudian ke meja catur karena ingin melawan Utut Adianto. Saya tak menyadari bahwa main catur di arena kampanye juga masuk kategori terlibat kampanye," katanya. Pendidik tadi menambahkan, sebenarnya begitu kalah mela- wan Utut Adianto, langsung meninggalkan alun-alun. "Saat itu saya juga tak merasa kikuk atau bagaimana dan tanpa maksud apa-apa selain karena saya mengidolakan Utut Adianto. Ini jadi pelajaran, sebagai PNS saya harus hati-hati," ujarnya. (Mad)-m DAPAT KIRIMAN DARI PUSAT KPUMasihKurangSuratSuara PURWOKERTO (KR) - Setelah Komisi Pemilihan Umum (KPU) Banyumas merencanakan akan mencetak surat suara sendiri lantaran mengalami kekurangan, Rabu (2/4) kemarin akhirnya KPU Pusat mengirimkan tambahan 10.960 lembar surat suara. Tambahan logistik Pemilu berupa 10.960 lember surat surat suara terdiri untuk surat suara anggota DPR, DPD, DPRD Pro- vinsi, DPRD Kabupaten/Kota. "KPU Banyumas saat ini akhir- nya mendapat tambahan 10.960 lembar surat suara, namun jumlah tersebut belum bisa menutup kekurangan surat suara di Banyumas," kata Ketua KPU Banyumas,Aan Rohaeni. Kekurangan surat suara disebabkan tambahan logistik yang dikirim KPU Pusat, berdasarkan data yang dilaporkan per tang- gal 16 Maret meskipun KPU Pusat menyatakan menggunakan data terbaru tanggal 26 Maret 2014. Aan, menambahkan kekurangan surat suara di Kabupaten Ba- nyumas 5.300 lembar untuk empat jenis surat suara. Namun tambahan surat suara tersebut belum bisa menutupi kekurangan yang ada meskipun jumlah yang dikirim mencapai 10.960 lem- bar. Bahkan tambahan surat suara tersebut tidak seluruhnya se- suai dengan daerah pemilihan (dapil). Ia mencontohkan dapil yang sebenarnya hanya kurang sedikit, namun tambahan surat suaranya berlebih dan sebaliknya, dapil yang kekurangan surat suaranya sangat banyak tetapi tambahannya hanya sedikit. Karena permasalahan tersebut, hingga kemarin KPU Banyu- mas masih kekurangan sekitar 2.000 lembar surat suara. Se- hingga KPU Banyumas hingga kemarin masih kerepotan. Jika hingga H-2 menjelang pelaksanaan pencoblosan masih terjadi kekurangan logistik, pihaknya akan meminta persetu- juan KPU Pusat serta rekomendasi dari Panitia Pengawas Pemilihan Umum dan seluruh partai politik agar bisa mencetak sendiri surat suara. Dampak kekurangan surat suara tersebut mengakibatkan jadwal distribusi logistik dari KPU Kabupaten Banyumas ke seluruh panitia pemilihan kecamatan (PPK) men- jadi mundur. (Dri/Mak)-s KR-Jarot Sarwosambodo Petani memisahkan kotoran dari gabah yang baru dirontokkan. PURWOREJO (KR) - Harga gabah di tingkat petani di Kabu- paten Purworejo berangsur turun. Petani mengeluh karena keun- tungan mereka semakin menipis akibat biaya budidaya padi cen- derung meningkat. Penebas membeli gabah IR 64 basah di ting- kat petani Rp 3.500 perkilogram, turun dari Rp 4.000 perkilo- gram dua minggu lalu.
  • 14. KAMIS PAHING 3 APRIL 2014 ( 2 JUMADILAKIR 1947) ”KEDAULATAN RAKYAT” HALAMAN 14KLATEN-SOLO LOKANANTA DINILAI KURANG SERIUS BatalJadiMuseumMusikIndonesia KARANGANYAR (KR) - Dinas Kesehatan Kabupaten Karanganyar mengintensifkan pengawasan kesehatan balita di Kecamatan Gondangrejo akibat tingginya kasus gizi buruk. Kasus gizi buruk kembali muncul awal tahun ini, seperti hal- nya tahun lalu dengan jumlah mencapai belasan balita. Kasi Perbaikan Gizi Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupa- ten Karanganyar Sularto, Rabu (2/4) mengatakan konsultan di Puskesmas Gondangrejo terus memantau kondisi enam balita yang mengalami gizi buruk. Keberadaannya diketahui berdasarkan data dari Posyandu hingga Februari 2014, di mana jumlah tersebut potensial bertambah hingga April. Dalam kurun waktu Januari-Februari 2014, sebanyak 11 balita asal Karanganyar mengalami gizi buruk. Kasus tersebut juga tercatat di 2013, dengan jumlah mencapai 36 balita. Dari jumlah itu, 27 balita berhasil ditangani. Sedangkan sisanya terus dipantau dengan perlakuan khusus. Terhadap balita penderita gizi buruk, kader Posyandu ditu- gaskan secara khusus mendampingi pemberian asupan nutrisi sistem paket dalam kurun waktu tertentu sampai kondisinya normal. Paket ini biasanya diberikan selama 90 hari. Selain menekankan peran penting orangtua, petugas di Posyandu juga memantau perkembangan balita setiap jadwal kunjungan dengan pemberian suplementasi vitamin A bagi balita usia 6-59 bulan yang dilakukan pada Februari dan Agustus. Jenis penyakit yang menyulitkan pemulihan gizi buruk an- tara lain penyakit kronis dan penyakit bawaan sejak lahir yakni jantung bawaan (klep bocor), hidrocepalus, kelainan tumbuh kembang/cerebral palsy dan sebagainya. Sularto mengimbau balita tetap disusui ASI eksklusif hingga usia 2 tahun. Di usia 6 bulan, pemberian makanan pendamping ASI sangat dianjurkan. (*-10)-c SOLO (KR) - Direktur Jenderal (Dirjen) Kebudayaan Kementerian Pen- didikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) Kacung Marijan, meminta tempat pa- jang beberapa koleksi Museum Radya Pustaka, dipindahkan ke ruang lain. Koleksi-koleksi master piece yang se- mentara ini ditempatkan pada ruang terbuka, bisa dipindahkan ke ruang berpintu, bahkan dilengkapi alat penga- man, di antaranya alarm. "Penataan ulang koleksi Museum Radya Pustaka secara umum, sudah mendekati tataran ideal. Hanya saja, be- berapa koleksi tergolong master piece terutama dari sisi nilai kesejarahan, masih ditempatkan pada ruang terbuka tanpa alat pengaman, kecuali hanya CCTV. Tentu saja hal itu kurang aman bagi sejumlah koleksi," ungkap Kacung Marijan saat meninjau museum tertua di Indonesia itu, Selasa (1/4) petang, Menurut Kacung Marijan, alat penga- man CCTV belum cukup untuk melin- dungi koleksi museum dari kemungkian pencurian, sebab hanya sebatas merekam aktivitas di ruang bersangkutan. Akan menjadi lebih baik, jika semua etalase koleksi bernilai sejarah tinggi, dilengkapi alarm, sehingga ketika terjadi proses pen- curian, dapat terdeteksi sejak dini. Dengan begitu, kasus pencurian koleksi museum, sebagaimana terjadi di Museum Radya Pustaka, Museum Nasional dan beberapa museum lain, tak terulang lagi. Diakui, sistem penga- manan hampir di seluruh museum di Indonesia, terutama yang dikelola peme- rintah, masih jauh dari tataran ideal. "Ada beberapa museum disertai sis- tem pengamanan canggih, tapi biasanya milik swasta,' ujarnya sembari menye- butkan, dalam waktu dekat, pihaknya akan menyusun standardisasi penga- manan museum. Rencananya, standard- isasi pengamanan museum akan di- tuangkan dalam Peraturan Pemerintah (PP) yang saat ini masih dalam proses sinkronisasi antarkementerian. Ketua Komite Pengelola Museum Ra- dya Pustaka Purnomo Subagyo, meng- akui dalam proses penataan ulang koleksi Museum Radya Pustaka yang saat ini mencapai 90 persen. Namun demikian, masalah pengamanan belum dipertimbangkan khusus. Karenanya, ada beberapa koleksi master piece justru berada di ruang terbuka dengan meng- andalkan pengamanan dari CCTV serta pintu utama. (Hut)-s PENATAAN MUSEUM RADYA PUSTAKA KurangAman, Master Piece Dipindah DI MUSEUM LINDHU GEDHE Siswa Belajar Kebencanaan KORBAN PUTING BELIUNG Terima Bantuan dari Bupati PEMUNGUTPAJAKSALAHGUNAKANWEWENANG TunggakanPBBCapaiRp9Miliar "Sekitar satu tahun silam, Kemendikbud menerima usulan dari pengelola Lo- kananta untuk mendirikan Museum Musik Indonesia. Gagasan itu baik, sebab Indonesia memiliki kekayaan musik. Selain itu, Lokananta mempunyai koleksi rekaman berbagai jenis musik, berben- tuk piringan hitam dan serta peralatan rekaman berusia puluhan tahun," ungkap Direktur Jenderal (Dirjen) Kebudayaan, Kacung Mari- jan, menjawab wartawan, di Solo, Rabu (2/4), Setidaknya, koleksi terse- but dapat dijadikan modal utama mendirikan museum musik, sehingga Kemendik- bud mereaksi secara positif. Hanya saja, dalam perkem- bangan kemudian tak ada pembicaraan lebih lanjut. Kacung Marijan khawatir, lobi dengan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang membawahi PNRI sebagai pengelola Lokananta, menjadi sia-sia karena kekurangseriusan pengusul. Kalaupun rencana men- dirikan museum musik akan diteruskan, Kacung Marijan memastikan tidak mungkin dilaksanakan ta- hun ini. Sementara ini, Kemendikbud hanya bisa bersikap menunggu kese- riusan pengusul. Kecuali ji- ka pengelolaan Lokananta yang sebenarnya lebih de- kat dengan kebudayaan, di- alihkan ke Kemdikbud, pro- ses mendirikan museum musik pada perusahaan re- kaman pertama di Indone- sia itu, segera dapat direali- sasikan. (Hut)-s BelasanBalitaAlamiGiziBuruk WUJUDKAN KAWASAN WISATAEDUKASI InfrastrukturSangiranDiperbaiki WARGA SEPAKAT URUNAN Bangun Jembatan Darurat SOLO (KR) - Keinginan mewujudkan Lokananta menjadi Museum Musik Indonesia, kandas di tengah jalan. Rencana yang dilontarkan satu tahun si- lam, cenderung berjalan di tempat. Pihak Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sudah merespons positif rencana itu, namun pihak Lokananta di bawah naungan Perum Percetakan Negara Republik Indonesia (PNRI) Negara cenderung pasif. KLATEN (KR) - Puluhan siswa SMA Muhammadyah I Klaten studi kebencanaan dengan kunjungan lapangan di Monumen Lindhu Gedhe di Desa Sengon Prambanan, Rabu (2/4). Selain itu, para siswa juga mengun- jungi sejumlah tempat yang ada kaitannya de- ngan kebencanaan. Peserta studi lapangan, Muhammad Yusuf Habibi mengaku senang dapat belajar soal ben- cana yang pernah ada di Klaten. Selama ini, ia dan teman-temanya banyak yang tidak paham karena tidak pernah menerima informasi lewat proses belajar di sekolahan. Guru SMA Muhammadiyah 1 Klaten Agus Cahyono mengatakan, program studi lapangan ke Monumen Lindhu Gedhe dan beberapa tem- pat lain seperti Candi Sojiwan dan situs Watu Gudig ini bertujuan memberi pemahaman bah- wa Klaten rawan bencana. Pemahaman ini harus diajarkan agar siswa paham daerahnya dan tahu saat menghadapi bencana. Agus berharap, kurikulum soal kebencanaan segera diterapkan di Klaten un- tuk memberikan pemahaman kepada siswa didiknya. Sekretaris Pusat Informasi dan Pembela- jaran Kebencanaan (Pijar) Nur Cahyo menge- mukakan, Monumen Lindhu Gedhe sering me- nerima kunjungan dan studi lapangan dari ber- bagai kalangan. Di monumen tersebut ada ruang home the- ater atau ruang multimedia, yang berfungsi untuk pembelajaran kebencanaan melalui au- dio visual. Di kompleks Lindhu Gedhe juga ada ruang pameran dan halaman yang luas. Bisa digunakan untuk kemah atau outbond. Puluhan siswa Muhammadyah 1 Klaten tersebut belajar sejarah berdirinya Lindhu Gedhe. Di monumen ini mereka tahu latar be- lakang dibangunnya monumen sebagai peri- ngatan atau tetenger gempa bumi Yogya - Jateng pada Mei 2006 silam. Di monumen itu juga terdapat foto-foto kejadian gempa dan ber- bagai bencana seperti erupsi Gunung Merapi. BPBD Belum Maksimal Peran Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di Jawa Tengah (Jateng) pada umumnya belum maksimal, karena keter- batasan personel. Tidak jarang, di beberapa daerah, ketika terjadi bencana personel BPBD kebingungan harus berbuat apa, sementara relawan dari elemen lain justru sudah melangkah lebih jauh. "Keterbatasan personel dan kemampuan, memang sulit dipecahkan karena menyangkut aturan main. Namun hal itu bukan menjadi alasan bagi BPBD untuk selalu kebingungan saat menghadapi bencana," ungkap Gubernur Jawa tengah (Jateng) Ganjar Pranowo, saat membuka pelatihan penanganan bencana bagi kalangan pelajar di Balaikota Solo, Rabu (2/4). Ganjar menandaskan BPBD harus populer. Bukan saja dikenal serta mudah diakses ma- syarakat, tetapi juga terjalin komunikasi de- ngan kalangan relawan. Dicontohkan, out put pelatihan dari kalangan pelajar, dapat didaya- gunakan menjadi relawan bencana, sesuai ke- mampuan dan kapasitas masing-masing. Ganjar menyebut, dari hasil pemetaan selu- ruh kabupaten dan kota di Jateng tergolong rawan bencana, mulai banjir hingga tsunami. Bencana banjir menjadi ancaman utama yang meliputi 85 persen dari 35 kabupaten/kota di Jateng, bahaya tanah longsor mencapai 82 persen, selebihnya ancaman gempa bumi dan tsunami meski dengan prosentase kecil. Ganjar menyarankan, pelatihan pena- nganan bencana dapat dilakukan minimal satu tahun dua kali dengan peserta saling bergantian, sehingga terlahir relawan-re- lawan baru yang setiap saat siap digerakkan. Minimal mereka memiliki kemampuan dasar penanganan serta bersahabat dengan bencana. (Sit/Hut)-c KR-Hari D Utomo Dirjen Kebudayaan Kacung Marijan bersama Walikota Solo FX Hadi Rudyatmo, meninjau penataan koleksi Museum Radya Pustaka. SRAGEN (KR) - Tunggakan Pajak Bumi Bangunan (PBB) Pedesaan dan Perkotaan (P2) di Kabupaten Sragen hingga bulan Maret 2014 tercatat sebesar Rp 9,1 miliar. Jumlah itu merupakan akumulasi tunggakan tahun 2004 hingga tahun 2012 sebesar Rp 4,9 miliar ditambah tung- gakan tahun 2013 sebesar Rp 4,2 miliar. Kabid PBB Dinas Pendapatan Pengelola Kekayaan dan Aset Daerah (DPPKAD) Sragen Harianto Sapoetro, Rabu (2/4) menjelaskan penyebab terjadinya tunggakan dise- babkan penyalahgunaan penarikan PBB P2 oleh petugas pemungut. Selain itu, wajib pajak belum melunasi tung- gakannya dan penyampaikan klaim SPPT (Surat Pembe- ritahuan Pajak Terhutang) PBB. Menurut Haryanto, faktor penyebab terjadinya tung- gakan PBB yang paling banyak adalah karena penyalahgu- naan dari petugas pemungut. Biasanya, petugas pemungut sudah menarik PBB ke wajib pajak namun menunda penye- toran. "Kami sudah minta petugas segera menyetorkan pajak. Tapi tetap ada yang membandel sehingga beberapa petugas pemungut yang terpaksa diproses hukum karena tidak segera melunasi tunggakan," ujarnya. Haryanto menjelaskan, untuk mengantisipasi agar penya- lahgunaan penarikan pajak tidak terulang, pihaknya telah mengumpulkan para perangkat desa (Perdes) yang menjadi petugas pemungut PBB P2 untuk diberi pengarahan. Peng- arahan diikuti oleh seluruh petugas pemungut PBB P2 di Kabupaten Sragen. Pengelolaan PBB di Kabupaten Sragen perJanuari 2014 secara resmi telah sepenuhnya dikelola pemerintah daerah. Pengalihan pengolaan PBB dari pemerintah pusat ke daerah untuk Kabupaten Sragen terbilang paling lambat di- banding kabupaten/kota di Jawa Tengah. Meski begitu segala persiapan telah dilakukan DP2KAD. Untuk melaksanakan program itu, DP2KAD Sragen be- kerja sama dengan Bank Pembangunan Daerah (BPD) Jateng, bakal menyiapkan 20 loket pembayaran di masing- masing kecamatan. Tidak hanya itu, pemkab juga bakal menambah tenaga pelayanan pajak PBB. "Pengalihan pe- ngelolaan PBB ini, 100 persen penerimaan pajak PBB bakal masuk ke Pendapatan Asli Daerah (PAD) kabupaten," tam- bahnya. (Sam)-c BOYOLALI (KR) - Warga Desa Tegalrejo Kecamatan Sawit sepakat urunan guna memperbaiki Jembatan Plegung yang ambrol sebulan lalu. Terputusnya akses jembatan membuat warga harus memutar sejauh 6 km. "Kita sudah rembugan dengan masyarakat. Nanti urunan untuk membuat jembatan darurat sambil menunggu jembatan permanen dibangun," ungkap Sekdes Tegalrejo Slamet Ra- harjo, Rabu (2/4). Diperkirakan biaya pembangunan jembatan darurat terse- but sekitar Rp 10 sampai Rp 15 juta. Jembatan darurat akan dibuat dari bahan kayu glugu dan bambu. Realisasi pemba- ngunan diperkirakan dimulai setelah Pemilu 9 April 2014. Ada dua opsi konstruksi jembatan darurat yang akan diba- ngun. Pertama, jembatan sepanjang 52 meter dan lebar 1,5 meter dibangun di sebelah jembatan lama yang ambrol. Kedua, jembatan sepanjang 30 meter dan lebar 1,5 meter diba- ngun di atas jembatan lama. Menurut Slamet Raharjo, pembangunan jembatan cukup mendesak. Sebab jembatan menjadi akses utama masyarakat dan siswa sekolah. Selama ini, karena jembatan tak dapat di- lintasi, masyarakat harus memutar sejauh 6 km. "Sebelum ambrol, kondisi jembatan memang sudah rapuh sebab sudah tua. Kalau tidak salah dibangun pada tahun 1940-an dan belum direnovasi. Jadi memang saatnya diganti," tandasnya. (*-9)-c SUKOHARJO (KR) - Korban ben- cana alam dijamin akan mendapat- kan bantuan logistik dan perbaikan rumah. Jaminan diberikan sebagai bagian dari pelayanan berdasarkan program kerja Pemkab Sukoharjo. Perbaikan rumah dilakukan dengan disertai bukti konkret kondisi ter- akhir di lapangan. Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya, Rabu (2/4) menyampaikan hal itu saat meninjau dan memberikan ban- tuan kepada korban bencana alam angin puting beliung di Kelurahan Begajah Kecamatan Sukoharjo Kota, Selasa (1/4) malam. Korban bencana alam saat ini menerima bantuan ke- butuhan makan-minum, peralatan masak dan pakaian bekas layak pakai. "Pihak kelurahan dan kecamatan sudah saya minta untuk mendata sia- pa saja warga yang jadi korban ben- cana alam kemarin, termasuk dileng- kapi bukti foto untuk mendapat ban- tuan perbaikan rumah," ujar War- doyo Wijaya. Bantuan diberikan seba- gai bentuk tanggung jawab Pemkab Sukoharjo. Lurah Begajah Kecamatan Suko- harjo Kota Sri Murdiyanto mengata- kan ada dua rumah yang mengalami kerusakan akibat bencana alam angin puting beliung. Satu rumah mi- lik Sriyanto warga Jalakan RT 01 RW 03 Begajah yang rusak pada bagian atap setelah tertimpa pohon mangga. Kerusakan ringan juga terjadi di rumah milik Tukimin warga Ngromo RT 02 RW 05 Begajah setelah be- berapa genteng kabur dan pecah. "Korban sudah mendapat bantuan logistik, selanjutnya akan didata ke- rusakan serta dilampiri bukti foto un- tuk mendapatkan perbaikan rumah sesuai instruksi bupati," ujarnya. Camat Sukoharjo Kota Gondang Rejono mengatakan, total ada tiga rumah di wilayahnya yang menjadi korban angin puting beliung sejak be- berapa hari terakhir. Satu di Kelu- rahan Mandan dan dua di kelurahan Begajah. Kerusakan tersebut akan mendapatkan perbaikan sepenuhnya dari Pemkab Sukoharjo. Wakil Komandan SAR Sukoharjo Muclis meminta warga selalu waspa- da dengan perubahan cuaca seperti sekarang. Pasalnya kondisi ekstrem iklim yang terjadi tidak bisa ditebak. "Seperti angin besar dalam beberapa hari terakhir disertai hujan deras, khususnya warga yang tinggal di areal terbuka harus lebih waspada karena berpotensi menjadi korban puting beliung," ujarnya. (Mam)-g KR-Wahyu Imam Ibadi Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya (baju merah) memberikan bantu- an kepada korban bencana alam angin puting beliung di Begajah Sukoharjo Kota. SRAGEN (KR) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah akan mempercepat perbaikan sarana infrastruktur jalan dan jembatan menuju kawasan wisata edukasi Sangi- ran Kalijambe Sragen. Selain itu, pembangunan Klaster Dayu dan Klaster Bukuran dikebut untuk melengkapi wisata edukasi Sangiran. Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menyampaikan pihak- nya telah menerima usulan pengajuan untuk pembangunan jalan dan jembatan di kawasan Sangiran, termasuk penyele- saian dua klaster baru yang saat ini masih dalam proses. "Anggaran sudah diajukan dan akan kami alokasikan di APBD perubahan nanti. Kalau tidak keliru angkanya antara Rp 3 - 4 miliar," ujar Ganjar. Kawasan Sangiran diharapkan tidak hanya menjadi kawasan wisata purbakala, tetapi juga menjadi wahana edukasi. Kepala Balai Pelestarian Situs Manusia Purba Sangiran Sukronedi, Rabu (2/4) menjelaskan pengembangan wisata Sangiran terus dilakukan agar menjadi salah satu lokasi wisata edukasi yang menampilkan sejarah manusia purba. Museum Sangiran memiliki sejumlah pesona dan kekayaan informasi sebagai salah satu situs arkeologi manusia purba terlengkap di Asia. Berada di area seluas 56 km dan terletak di kaki Gunung Lawu, atau sekitar 15 km utara Surakarta, situs Sangiran memiliki jutaan informasi mengenai sejarah kehidupan manusia purba. Mulai dari sejarah kemunculan, pola kehi- dupan, binatang dan jenis hewan yang hidup bersama hingga proses terjadinya bentang alam dalam kurun waktu tidak ku- rang dari 2 juta tahun. Dari tiga displai yang dipajang, para pengunjung dapat menyaksikan sekitar 30 ribu koleksi fosil. Tidak hanya seka- dar manusia purba, namun ratusan fosil hewan seperti ga- jah, badak, buaya, harimau, banteng, binatang air, bebatuan, tumbuhan laut, dan peralatan batu milik manusia purba juga lengkap disajikan. (Sam)-c
  • 15. KAMIS PAHING 3 APRIL 2014 ( 2 JUMADILAKIR 1947 ) ÓKEDAULATAN RAKYATÓ HALAMAN 15LINGKAR JATENG Pencairan Bansos Ditunda Sekretaris Daerah Pemerintah Kabu- paten Temanggung Bambang Arochman, Rabu (2/4) mengatakan, hanya bantuan sosial bersifat aspirasi yang dihentikan, seperti untuk pembangunan infrastruk- tur pedesaan, tempat ibadah dan peru- mahan. Sementara bantuan kesehatan dan keluarga berencana tetap diku- curkan. "Kami tidak menghentikan bansos yang dikelola Dinas Kesehatan, BKKBN dan rumah sakit. Sebab riskan bila tidak dikucurkan," katanya. Dikatakan, bantuan sosial dikelola oleh sejumlah satuan kerja perangkat daerah (SKPD) seperti Dinas Kesehatan, rumah sakit, Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Sosial, Badan Pemberdayaan Masyara- kat Desa, Dinas Kebudayaan Pemuda dan Olahraga dan Bagian Kesejahteraan Sekretariat Daerah. Bantuan ada yang bersifat fisik dan nonfisik. Dikemukakan, setelah Pemilu 2014, Pemkab akan berkonsultasi dengan pim- pinan DPRD dan Kementerian Dalam Negeri terkait dengan langkah lanjut pencairan bantuan sosial. "Diharapkan setelah Pemilu bansos bisa dikucurkan, kami minta maaf kepada warga bila ada penundaan," katanya. KPK melayangkan surat secara lang- sung kepada seluruh kepala daerah me- lalui surat bernomor B-14/01-15/01/2014 pada 6 Januari 2013 ditandatangani lang- sung Ketua KPK Abraham Samad. KPK menyebutkan, terdapat hubungan antara kenaikan dana bansos dan hibah APBD dengan pelaksanaan Pemilu baik di ting- kat pusat maupun daerah. Ditemukan pu- la kecenderungan kenaikan dana hibah dibandingkan dana bansos jelang pelak- sanaan Pilkada 2011 hingga 2013. Wakil Ketua DPRD Kabupaten Te- manggung Tunggul Purnomo menyam- but baik dengan penundaan pencairan bansos tersebut. DPRD selaku lembaga pengawas mendukung kebijakan terse- but demi aman dan baiknya. "Bansos rentan diselewengkan sehingga kami sa- ngat setuju bila ditunda," katanya. Kades Campurejo Kecamatan Tretep Agus Setiawan menyambut gembira de- ngan penundaan bansos, sebab di tingkat bawah bisa dijadikan sarana untuk kam- panye dukung mendukung caleg dan par- pol tertentu. "Kami sangat senang, ini un- tuk menghindari salah pengertian," katanya sembari mengemukakan ada setidaknya tiga proyek yang mendapat dana bansos. Kepala Desa Wonosari Kecamatan BuluAgus Parmudji mengemukakan, pe- nundaan bansos lebih baik karena bisa mengantisipasi memanasnya suhu poli- tik dan perpecahan di warga akibat kam- panye Pemilu Legislatif 2014. "Desa kami mendapat sekitar Rp 150 juta, dengan pe- nundaan tidak masalah sebab nantinya juga akan turun," katanya. (Osy) -g Kades Diminta Hati-hati KelolaADD PATI ( KR ) - Bupati Pati H Haryanto SH MM MSi mengingatkan para kepala desa su- paya hati-hati dalam mengelola Alokasi Dana Desa (ADD). Karena pertanggungjawaban ADD akan diperiksa Badan Pemeriksa Ke- uangan (BPK). Jika ada kades yang menyalah- gunakan pemakaian ADD dipastikan akan berbuntut ke perkara hukum. Ditemui wartawan Rabu (2/4), Bupati H Haryanto mengungkapkan pihaknya sering menerima pengaduan masyarakat yang mela- porkan adanya dugaan penyalahgunaan dana desa yang dilakukan oknum kades. Maka un- tuk menekan kemungkinan adanya penyalah- gunaan ADD diperlukan langkah pembela- jaran bagi kades dalam mengelola adminis- trasi dan keuangan yang sesuai ketentuan. ADD merupakan bentuk perimbangan ke- uangan dari pemerintah pusat untuk daerah. Di Kabupaten Pati (Jateng) anggarannya men- capai Rp 31,08 miliar. Anggaran tersebut akan didistribusikan ke 401 desa yang tersebar di 21 kecamatan. Sebelum dana tersebut diserahkan ke desa, para kades lebih dulu diberi bimbingan mengenai petunjuk teknis pengelolaan ADD yang dilakukan Badan Pemberdayaan Masya- rakat Desa (Bapermades). Kemudian kantor DPPKAD Pati memberikan pemahaman menge- nai mekanisme pencairan dan pelaporan ADD. Haryanto menegaskan pembagian ADD di- lakukan pada awal tahun 2014. Dengan harap- an pelaksanaan anggaran dapat terlaksana se- cara menyeluruh. “Dalam kurun waktu 9 bulan efektif diharapkan para kades mampu bisa menyelesaikan program desa sesuai waktu yang ditetapkan” ujarnya. Sementara itu, untuk penetapan sebuah pro- yek, Bupati H Haryanto mengaku tidak mau ber- main sesuka hati. Semua proyek dan kegiatan pemkab harus melalui pembahasan rencana kegiatan pembangunan daerah (RKPD). “Kalau tidak sesuai RKPD malah akan menjadi masa- lah. Maka kalau memang ingin menggolkan se- buah kegiatan atau proyek harus melalui RKPD. “Saya tidak mau ada proyek jadi-jadian atau dadakan yang berisi permintaan dari bupati pribadi. Semua program harus mengacu RKPD” tegas Haryanto. (Cuk) -g TERKAIT PERAMPOKAN UANG KPU Secepatnya Dicari Anggaran Pengganti MAGELANG (KR) - KPU Kabupaten Magelang melaporkan kasus perampok- an uang Rp 537 juta lebih yang terjadi Selasa (1/4) ke KPU Provinsi Jawa Te- ngah dan KPU Pusat. Diharapkan dalam waktu dekat didapatkan solusi anggaran sebagai ganti sejumlah uang yang hilang tersebut. Demikian dikatakan Afifuddin, Ketua KPU Kabupaten Magelang kepada KR usai memimpin rapat koordinasi dengan beberapa pihak di KPU Kabupaten Ma- gelang, Rabu (2/4). Sekretaris dan Bendahara KPU Kabupaten Magelang, kemarin berangkat ke KPU Provinsi Jawa Tengah untuk sesegera mungkin mendapatkan back up solusi anggaran Pemilu untuk wilayah Kecamatan Windusari. Afifuddin juga berharap agar proses tahapan Pemilu Legislatif di kawasan ka- ki Gunung Sumbing Kabupaten Mage- lang jangan sampai tertunda. Terkait pe- ristiwa perampokan uang yang terjadi di daerah Sambung Payaman Kecamatan Secang Kabupaten Magelang itu, Ketua KPU Kabupaten Magelang meminta kepada seluruh anggota PPK, PPS dan KPPS di wilayah Kecamatan Windusari Kabupaten Magelang untuk dapat beker- ja sesuai dengan tahapan. "Sedang kami yang ada di KPU Kabu- paten Magelang memikirkan bagaimana mencari solusi dan mengupayakan agar anggaran yang 'terganggu' dapat ter-co- ver kembali dalam waktu secepat-cepat- nya," kata Afifuddin. Hak-hak KPPS, PPS, PPK tidak akan hilang dan biaya operasional tentunya juga akan ada solu- si dari KPU Kabupaten, KPU Provinsi Jawa Tengah dan KPU Pusat. "Ini merupakan agenda nasional yang tidak boleh tertunda hanya karena ada kejahatan perampokan," katanya. Ja- ngan sampai peristiwa perampasan uang di tepi jalan raya Magelang-Semarang, Selasa siang lalu, menjadikan Pemilu Legislatif di Kecamatan Windusari ter- ganggu. Pelaksanaan Pemilu Legislatif di kawasan kaki Gunung Sumbing Kabupa- ten Magelang tersebut tetap harus ber- jalan sesuai dengan tahapan. Seperti diberikan, uang sebanyak Rp 537 juta lebih yang baru saja diambil dari Bank BRI Muntilan dirampas orang ti- dak dikenal, saat kendaraan Toyota Avanza warna hitam AA 141 B berhenti di tepi jalan dan diperbaiki salah satu bannya karena kempes. Pelaku langsung membuka pintu samping kanan bela- kang dan merebut tas berisi uang ratu- san juta rupiah tersebut. Uang tersebut rencananya dipergu- nakan untuk keperluan pembuatan 142 TPS di Kecamatan Windusari Kabupaten Magelang, honor KPPS, honor PPS dan honor PPK serta untuk kesekretariatan di Kecamatan Windusari. Sementara itu Kabag Ops Polres Kabu- paten Magelang Kompol M Soedijarto kepada KR usai mengikuti rapat koordi- nasi di KPU Kabupaten Magelang, me- ngatakan, hingga Rabu kemarin bebera- pa orang yang dimintai keterangan berkaitan dengan peristiwa perampokan. Tim dari Polsek Secang dan Polres Kabupaten Magelang terus melakukan penyelidikan. (Tha) -g Rumah Dinas Sekda Dibiarkan Kosong SALATIGA (KR) - Rumah dinas untuk pejabat Sekre- taris Daerah (Sekda) Kota Sa- latiga di Jalan Seruni sudah beberapa tahun ini tidak di- tempati oleh pejabat bersang- kutan. Rumah dinas yang te- rus dilakukan pembenahan tersebut dialihfungsikan un- tuk tempat transit tamu dan kepentingan lain. Beberapa staf di Pemkot Salatiga mengungkapkan, Rumah Dinas Sekda Salatiga yang cukup bagus tersebut se- lama ini memang kosong ti- dak dipakai selayaknya ru- mah dinas. Setiap hari hanya tutup dan bila malam hari sepi lantaran memang tidak dipakai. “Kami dan pekerja (staf) di Pemkot Salatiga terkadang diperintahkan untuk mem- bersihkan saja. Waktu HUT Salatiga lalu rumah dinas ini dipakai untuk menginap kru penyanyi Ike Nurjanah. Lha gimana Mas, memang sama pejabatnya tidak dihuni,” ujar PNS di Pemkot Salatiga kepa- da KR, Rabu (2/4). Sementara beberapa warga sekitar rumah dinas Sekda di Jalan Seruni Kota Salatiga menuturkan kondisi tersebut sudah berjalan beberapa ta- hun ini. Rumah dinas itu per- nah ditempati oleh pejabat sekda ketika masih dijabat oleh Sutedjo. “Sudah lama se- pi Mas, tidak ditempati sudah beberapa tahun ini. Hanya kami melihat terkadang ada PNS atau orang datang mem- bersihkan dan pekerja menge- cat tembok rumdin. Biasanya penghuninya kalau memang ada mesti srawung dengan warga,” ujar Kardi (65) warga sekitar kepada wartawan. Kabag Humas Pemkot Sa- latiga, Adi Setiarso kepada wartawan Rabu (2/4) membe- narkan bila rumah dinas sek- da tersebut memang tidak di- tempati oleh Sekda Agus Ru- dianto. Karena yang bersang- kutan memilih bertempat tinggal di rumahnya sendiri. Selama ini rumah tersebut se- ring digunakan untuk kegiat- an Pemkot Salatiga, wisma tamu dan kegiatan insidentil yang lain. “Pak Sekda lebih memilih bertempat tinggal di rumahnya sendiri. Rumah di- nas memang kosong tetapi te- tap dilakukan perawatan,” katanya. (Sus) -g TimorLestePelajariPNPM MUNTILAN (KR) - Sebanyak 24 orang perwakilan Kemen- terian Negara Timor Leste, mengunjungi Desa Kalibening Keca- matan Dukun Kabupaten Magelang, Selasa (1/4). Mereka ingin belajar tentang Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Pedesaan (MP). Kecamatan Dukun dipilih ka- rena dinilai berhasil melaksanakan berbagai program kegiatan PNPM MP. "Sejak PNPM MP dilaksanakan, Kecamatan Dukun selalu mendapat kesempatan. Semuanya dapat dilaksanakan dan di- selesaikan dengan baik. Di sisi lain, dengan adanya program PNPM MP, ternyata mampu menumbuhkan swadaya masyara- kat. Sementara untuk tahun 2014 ini saja, Kecamatan Dukun mendapat alokasi dana dari PNPM MP sebanyak Rp 1,1 miliar," kata Camat Dukun, Dra Siti Zumaroh MM. Dana Rp 1,1 miliar itu, kata Siti, terdistribusi ke semua desa di wilayahnya. Di antaranya, Desa Kalibening yang mendapat alokasi Rp 48,3 juta untuk pembangunan irigasi dan pelatihan kader posyandu. Kemudian Desa Banyubiru, untuk bendungan dan saluran irigasi Rp 81,8 juta, Desa Wates untuk pelatihan pembuatan gethuk dan jetkolet, pembangunan gedung PKD dan perpipaan mendapat Rp 160,5 juta. "Untuk Desa Dukun menda- pat dana Rp 71 juta untuk pelatihan penggunaan mesin peron- tok padi, prasarana PKD dan irigasi. Kemudian Desa Keningar yang mendapat Rp 151 juta untuk pelatihan manajemen pema- saran dan produksi pothil, pagar pengaman PAUD, alat per- mainan edukatif PAUD dan irigasi," sebutnya. (Bag) -g PalsuTandaTangan,StafKPIDDilaporkanGubernur SEMARANG (KR)- Kepala Sub Bag Umum Sekretariat Komisi Penyiaran Indonesia Dae- rah (KPID) JatengAskuri SH MSi, melaporkan bendahara pengeluaran dan Kepala Kesekre- tariatan (Kasek) KPID Jateng ke Gubernur Ja- teng Ganjar Pranowo. Laporan dilakukan ka- rena diduga terlibat dalam pemalsuan tanda tangan untuk mencairkan anggaran yang ni- lainya hampir Rp 800 juta. Dalam surat yang juga ditembuskan ke se- jumlah instansi terkait, seperti Wakil Guber- nur Jateng, Sekda Jateng, Ketua KPID Jateng dan beberapa instansi lainnya, Askuri membe- berkan adanya dugaan permainan anggaran di sekretariatan KPID Jateng. Berdasarkan peraturan Gubernur (Pergub) No. 76 tahun 2013 tentang pedoman penata- usahaan APBD 2014 bagian ke delapan pasal 13 (6), PPK SKPD bertugas antara lain meneliti kelengkapan SPJ-LS dan kesiapan oleh PPTK dan meneliti kelengkapan SPP- UP, SPJ-GU, SPP-TU dan SPP-LS gaji dan tunjangan PNS serta penghasilan lainnya yang ditetapkan sesuai dengan ketentuan pe- rundang-undangan yang diajukan oleh ben- dahara pengeluaran. Namun dalam kenya- taannya, Askuri yang juga sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) mengaku tidak bisa melaksanakan tugasnya sesuai tugas pokok dan fungsi (Tupoksi) tersebut, karena ada dugaan bendahara pengeluaran dan pengguna anggaran (Kasek KPID Jateng) tidak ingin dokumen keuangan di KPID dive- rifikasi dengan baik sesuai ketentuan. “Dalam praktiknya saya temukan surat pernyataan verifikasi nomor 00007/SPM/GU/ 1.25.01/B02/1/2014 tertanggal 4 Februari 2014 dan surat pernyataan verifikasi nomor 00015/- SPM/GU/1.25.01/B02/1/2014 yang seharusnya saya tanda tangani, ternyata tanda tangan saya dipalsukan. Sehingga saya tidak bertang- gungjawab atas kebenaran dokumen keuang- an tersebut,” tutur Askuri dalam suratnya yang ditujukan ke Gubernur. Dalam suratnya yang dikirimkan ke Guber- nur tersebut,Askuri juga melampirkan dua do- kumen surat pernyataan verifikasi yang tanda tangan dirinya dipalsukan. Surat pernyataan verifikasi tertanggal 4 Februari 2014 untuk pencairan anggaran senilai Rp 340,576 juta dan surat pernyataan verifikasi tertanggal 18 Maret 2014 untuk pencairan anggaran sebesar Rp 440 juta. Askuri juga minta petunjuk Gu- bernur untuk menyelesaikan kasus tersebut. Kasek KPID JatengAgus HeryAriyanto saat dikonfirmasi di ruang kerjanya Selasa (1/4) tidak ada di tempat. Menurut salah satu staf KPID, Kasek sedang mengikuti pendidikan dan latihan kepemimpinan (Diklatpim) III di kantor Diklat Srondol Semarang. Ketua KPID Jateng Budi SP saat dikonfir- masi mengakui menerima tembusan surat pengaduan dari Askuri ke Gubernur Jateng. Untuk sementara ini kasus dugaan pemalsuan tanda tangan untuk mencairkan anggaran di KPID Jateng tersebut belum mengganggu ki- nerja KPID, karena tidak terkait langsung de- ngan tupoksi komisioner. (Bdi) - g OperasionalJalanTolMolor SEMARANG (KR) - Meski Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono minta kepada Menteri PU agar operasional jalan tol Semarang-Solo seksi 2 Ungaran-Bawen segera dibuka, namun hingga sekarang perintah tersebut belum bisa dilaksanakan. Karena hingga sekarang pihak Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) belum bisa menyelesaikan uji kelayakannya. Padahal semula direncanakan operasional jalan tol Ungaran-Bawen akan dilakukan pada akhir Maret 2014. Kepada wartawan di Semarang Rabu (2/4), Kepala BPJT Achmad Gani Ghazali mengatakan, hingga sekarang uji ke- layakan jalan tol Ungaran-Bawen sepanjang 11,9 km tersebut belum rampung. Achmad Gani Ghazali berharap uji kelayakan bisa selesai pekan ini jika tidak ada perbaikan lagi. "Kami masih menunggu hasil checking terakhir perbaikannya disalah satu titik. Kami berharap laporan dari tim segera kami terima. Mudah-mudahan hari ini laporan sudah bisa masuk,” tutur Achmad Gani. Pengamat Transportasi Unika Soegidjopranoto Semarang Joko Setijowarno mengatakan, sangat menyayangkan proses uji kelayakan tol Ungaran-Bawen yang hingga kini belum selesai pengerjaannya. Faktor yang menghambat proses uji karena keterlambatan audit keselamatan jalan yang seharusnya di- lakukan sebelum jalan tol jadi. "Seharusnya audit keselamatan itu dilakukan sejak peren- canaan, pelaksanaan hingga penyelesaian. Kalau sekarang masih dilakukan audit berarti BPJT terlambat dan tidak memu- lai dari awal. Selain belum tuntasnya proses uji kelayakan, belum ditetapkannya tarif yang akan diberlakukan juga patut menjadi bahan evaluasi pemerintah, " tutur Joko Setijowarno. Kepala Dinas Bina Marga Jateng Bambang Nugroho mengata- kan, uji kelayakan yang sedang berjalan meliputi uji beban, uji rambu-rambu jalan, uji kerataan jalan dan konstruksi. Uji beban sudah dilakukan pada November 2013 lalu saat progres jalan tol mencapai 75 persen, sedangkan uji rambu-rambu sekaligus un- tuk menjadi pertimbangan penentuan tarif jalan tol. (Bdi) -g DayaTampungTPATinggal3Tahun WONOSOBO (KR) - Tingkat produksi sampah di Kabupaten Wonosobo tergolong tinggi. Dalam kondisi normal, setiap hari- nya lebih dari 217 meter kubik sampah berasal dari rumah tang- ga, industri dan dunia usaha yang berhasil diangkut ke Tempat PembuanganAkhir (TPA) Wonorejo. "Jika dalam sehari saja ada 217 meter kubik sampah, dalam setahun ada sekitar 78.277 meter kubik sampah yang masuk ke TPA. Dengan tingginya volume sampah yang masuk, diprediksi daya tampung TPA hanya tinggal 3 tahun lagi," ungkap Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Wonosobo Supri- yanto kepada KR, Rabu (2/4). Dijelaskan, luasan lahan TPA Wonorejo hanya 4,5 hektare. Lokasi tersebut sudah digunakan untuk menampung sampah sejak 1988 sehingga kondisinya saat ini sudah cukup kritis. Kemungkinan besar dalam kurun waktu 3 tahun ke depan, kon- disi TPAsudah penuh. Untuk itu, lanjutnya, harus segera dicarikan solusi agar di ke- mudian hari tidak terjadi masalah mengenai masalah sampah di daerah. Sebagai langkah antisipasi, pemerintah daerah harus segera mencari lahan baru TPA. (Art) -g TEMANGGUNG (KR) - Pemkab Temanggung menunda pen- cairan bantuan sosial (bansos) hingga usai Pemilu Legislatif 2014 un- tuk mengantisipasi timbulnya salah tafsir dan permasalahan sosial di tingkat masyarakat. KR-Chandra AN ABRASI: Pantai yang tanpa pembatas, akan sangat rentan terkena abrasi. Jika hal ini dibiarkan, dikhawatirkan pantai akan semakin berkurang karena hantaman abrasi. Untuk mengantisipasi ‘hilangnya’ pantai dari gerusan abrasi tersebut, penanaman mangrove perlu digalakkan. Selain menahan laju abrasi, penanaman mangrove di pantai akan membiakkan biota laut pula. KR-EDY SUSANTO Rumah Dinas Sekda yang dibiarkan tidak berpenghuni. BKDBantahMintaUang’Syukuran’ GROBOGAN (KR) - Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Grobogan Suhadi SH MM membantah jika instansinya meminta sejumlah uang untuk syukuran kepada tenaga honor- er K2 yang lolos tes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). “Saya mendapat laporan dari kepala SD Jetaksari , Keca- matan Pulokulon, bahwa ada seorang guru honorer K2 yang lo- los CPNS dimintai uang Rp 10 juta oleh oknum yang mengaku dari BKD. Uang tersebut untuk syukuran karena guru ber- sangkutan lolos CPNS dan agar bisa tetap ditempatkan di seko- lah semula. Jangan percaya dan dituruti,” pintanya di hadapan ratusan tenaga honorer K2 yang tengah mengikuti sosialisasi pemberkasan di Gedung Riptaloka Setda Grobogan, Rabu (2/4). Sosialisasi dilakukan selama dua hari, diikuti 644 orang yang dibagi dua tahap. Menurut Suhadi, oknum tidak bertanggung jawab tersebut hanya ingin memanfaatkan momentum yang tepat untuk mengeruk keuntungan pribadi. Langkah yang di- lakukan oleh kepala sekolah tersebut sangat tepat karena lang- sung minta klarifikasi ke BKD. Nomor handphone oknum yang digunakan juga tidak aktif lagi. “Modus yang dilakukan oknum tersebut adalah minta uang untuk agar CPNS bersangkutan tetap bertugas di tempat semu- la. Jika tidak mau memberi uang syukuran, maka CPNS terse- but akan ditempatkan jauh dari tempat tinggalnya,” terang Suhadi. (Tas) -g KR-Taslim Kepala BKD Grobogan memberi penjelasan tenaga ho- norer K2 yang lolos CPNS.
  • 16. PERTANYAAN MIB 2994 MENDATAR: 1. Pinggir laut. 5. Advokat. 8. Jenis belut. 9. Regu (Ing). 10. Dara. 11. Jiplak. 12. Me- nyatu. 14. Militer (Ing). 17. Setelah Selasa. 18. Pengaruhi ikut. 19. Pi- lihan. 22. Pemerah kuku. 24. Acu- an. 27. Serta. 28. Tempayan. 29. Zaman. 30. Martabat. 31. Karpet untuk senam. MENURUN: 2. Ajang. 3. Sang- ga. 4. Dikte. 5. Sebelum siang. 6. Cermin. 7. Perseorangan. 12. Ongkos kirim. 13. Kesenian khas Banten. 15. Lawan malas. 16. Yai- tu. 20. Perjanjian antarnegara. 21. Ilmu pengetahuan dan teknologi (Singk). 22. Tak lupa. 23. Takut-ta- kuti. 25. Nyanyi berdua. 26. Cu- kup. KETENTUAN MENEBAK 1. Jawaban ditulis di kartupos, tempeli Kupon 2994. 2. Paling lambat jawaban di- tunggu 2 minggu setelah terbitan ini. 3. Pemenang akan diumumkan 22-4-2014. 4. Akan dipilih 3 pemenang, masing-masing berhadiah Rp 75.000. JAWABAN MI 2984 MENDATAR: 1. Rampai. 5. Ki- rana. 8. Doa. 9.Akal. 10. Nota. 11. Komplot. 12. Area. 14. Abad. 17. Tara. 18. Agar. 19. Plak. 22. Arti. 24. Lampias. 27. Akta. 28. Bawa. 29. Sua. 30. Klimis. 31. Lekang. MENURUN: 2. Askar. 3. Palka. 4. Idam. 5. Kaul. 6. Renta. 7. Ne- tra. 12. Antup. 13. Ceria. 15. Bu- gar. 16. Derai. 20. Lokal. 21. Kla- im. 22. Asbak. 23. Tawon. 25. Miss. 26. Ikal. PEMENANG MI 2984 1. Astuti Sri Adiningsih, La- ngenastran Lor Pb III/117, Yogya- karta 55131. 2. SR Lousiana CB, Jl Kolom- bo 19A, Yogyakarta. 3. Yunta Raissa Kaltsum, Pe- rum Griya Satria Mandalatama Blok 9/23, RT 05/05, Karanglewas Kidul, Purwokerto 53161. u - k KUPON MI 2994KUPON MI 2994 MELATIH INGATAN BERHADIAH KAMIS PAHING 3 APRIL 2014 ( 2 JUMADILAKIR 1947 ) ÓKEDAULATAN RAKYATÓ HALAMAN 16 DI PANTAI DEPOK BANTUL VSCGelarDragbikeNiteRaceII YOGYA (KR) - Venture Sport Club (VSC) Yogya kembali menggelar dragbike bertajuk 'VSC Dragbike Nite Race II-2014' di Pantai Depok, Parangtritis, Bantul, Sabtu (5/4) malam men- datang. Kejuaraan terbuka dan berhadiah total Rp 55 juta plus sekitar 100 trofi. "Dragbiker yang mengikuti event ini tak hanya dari DIY, tapi dari berbagai kota di Indonesia, seperti Palembang, DKI Jakarta, Jabar, Jatim dan Jateng. Kebetulan pada hari yang sama, tidak ada kejuaraan di daerah lain. Jadi kemungkinan event kali ini akan diikuti lebih banyak peserta," kata promotor lomba Drs H Najib M Saleh di sekretariat panitia, VSC Jalan Ireda 145Yogya, Selasa (1/4). Disebutkan, even ini mempertandingkan 20 kelas. Tiga kelas di antaranya merupakan kelas lokal DIY, yaitu Bebek 2 Tak Standard 116 cc lokal DIY, kelas bebek 4 Tak Std 155 cc lokal DIY dan kelas Sport Standard s/d 155 cc lokal DIY. (Rar)-k PedansaDIYBerjayadiSemarang SLEMAN (KR) -Atlet dansa DIY dari Bailamos Dance School (BDS) kembali menorehkan prestasi gemilang di tingkat nasio- nal saat tampil di Kejuaraan Dansa '14th Semarang Open' yang berlangsung akhir pekan lalu. Amelia Tiffany dan Charlotte Menur Bunga berhasil menyabet 3 medali emas bagi DIY di ajang yang diikuti pedansa dari berbagai daerah di Indonesia itu. Menurut Kepala sekolah BDS, Ruci Anggraini kepada warta- wan di Sleman, Selasa (1/4), prestasi yang ditorehkan siswa-sis- wanya di ajang tersebut jelas sangat membanggakan. Pasalnya, di ajang tersebut pedansa asal SMP Maria Immaculatta Yogya, Josephine Amelia Tiffany berhasil meraih medali emas dari no- mor Solo Dance kategori latin usia di bawah 16 tahun dengan menampilkan tarian cha cha dan jive. Sedangkan Charllote Menur, siswi SD Tarakanita Bumijo, berhasil meraih emas dari nomor Solo Dance kategori latin usia di bawah 12 tahun dengan tarian cha-cha. (R-3)-k GOL NEYMAR SELAMATKAN BARCA Meski Imbang, MU Tetap Dipuji MANCHESTER (KR) - Manajer Manchester United (MU) David Mo- yes memuji performa pasukannya, meski ha- nya bermain imbang 1-1 dengan Bayern Muenchen dalam leg pertama babak perempatfinal Liga Champions di Old Trafford, Rabu (2/4) dini hari WIB. Hasil ini membuat lang- kah ‘Iblis Merah’ untuk menembus ba- bak semifinal cukup berat. MU sempat unggul berkat gol Ne- manja Vidic menit 56. Namun Bayern mampu membalas lewat gol Bastian Schweinsteiger menit 67. Laga ini diwar- nai keluarnya satu kartu merah untuk Schweinsteiger pada pengujung laga. “Para pemain tampil sangat bagus yang membuat kami gembira, meski se- dikit kecewa dengan hasil imbang. Tapi malam ini kami telah membuka peluang dan setidaknya harus mencetak satu gol pada leg kedua nanti,” ujar Moyes seusai laga seperti dilansir Sky Sports. Sedangkan pelatih Bayern, Josep Gu- ardiola menyoroti keputusan wasit Car- los Velasco Carballo yang mengeluarkan kartu merah untuk Schweinsteiger, sete- lah mendapat dua kartu kuning akibat melanggar Wayne Rooney. “Wasit sudah memimpin sangat bagus, tapi kartu me- rah itu tidak adil,” katanya. Tampil di depan publiknya, MU lang- sung tancap gas dengan agresivitas ting- gi dan sempat mencetak gol melalui Danny Welbeck pada menit 4, namun di- anulir wasit yang menilai Welbeck mengangkat kaki terlalu tinggi. Bayern mersepons dengan mengambil alih ken- dali permainan dan menebar ancaman. Namun hingga turun minum belum ter- cipta gol. Memasuki babak kedua, Bayern tetap lebih dominan. Namun justru MU yang mampu mencetak gol setelah Vidic ber- hasil memanfaatkan sepak pojok Rooney dengan sundulan yang gagal diantisipasi kiper Manuel Neuer. Die Roten selamat dari kekalahan berkat gol Schweinsteiger, hasil kerja sama dengan pemain pengganti, Mario Mandzukic. Dalam laga lainnya, tuan rumah Barcelona nyaris dipermalukan Atletico Madrid di Camp Nou. Beruntung Neymar mampu mencetak gol penyama hingga skor akhir menjadi 1-1. Tim tamu sempat unggul dulu berkat gol Diego Ribas. Meski tampil di kandang lawan, Atletico tampil percaya diri, bahkan su- dah menghadirkan dua ancaman serius melalui aksi mantan pemain Barca, David Villa pada awal laga. Barca pun sudah harus kehilangan Gerard Pique pada menit 11 akibat cedera dan pelatih Gerardo Martino memasukkan Mark Bartra sebagai penggantinya. Atletico unggul lebih dulu setelah Diego Ribas mampu menaklukkan kiper Jose Pinto pada menit 56. Barca meres- pons kebobolan ini dengan memforsir se- rangan dan terus melakukan tekanan berbahaya hingga membuahkan gol ba- lasan melalui aksi Neymar menit 71, menuntaskan umpan akurat dari An- dres Iniesta. (Jan)-k STREET CHILD WORLD CUP 2014 PutraIndonesiaTumbangkan Brasil RIO DE JANEIRO (KR) - Dengan perjuangan luar bia- sa, Tim Putra ‘Garuda Baru’ Indonesia berhasil menum- bangkan Tim Samba Brasil 30 pada laga ketiga Grup 1 Kom- petisi Street Child World Cup (SCWC) 2014 yang berlang- sung di Rio de Janeiro, Brasil, Selasa (1/4) malam. Keme- nangan anak-anak jalanan Indonesia sangat luar biasa karena sebelumnya Indonesia mengalahkan Afrika Selatan dengan skor telak 12-1 dan menundukkan Liberia 4-1. “Berkat kemenangan atas Brasil, Indonesia memimpin Grup 1 dengan nilai 9 dari tiga kali pertandingan. Dipasti- kan, Tim Garuda Indonesia masuk ke babak delapan be- sar meskipun masih menyisa- kan satu laga lagi melawan Mesir,” tandas Ketua Yayasan Transmuda Energy Nusanta- ra (TEN), Mahir Bayasut da- lam siaran pers yang diterus- kan Satkaara, Rabu (2/4). Ya- yasan TEN merupakan pem- rakarsa keikutsertaan tim Indonesia ke SCWC 2014 ini. Mahir terus terang menya- takan sangat senang dengan hasil ini. Ketua Yayasan TEN ini berharap tim yang terdiri dari anak jalanan pelbagai ko- ta di Indonesia ini bisa terus memperbaiki perjuangannya di laga berikutnya. “Kini, kami memimpin Grup 1 dengan nilai 9, dengan 19 gol dan dua kali kebobolan. Dengan tiga kemenangan ter- sebut, Tim Indonesia menjadi topik perbincangan para dele- gasi dari 20 negara. Bahkan Indonesia kini diunggulkan menjadi juara,” tambahnya. Meski hasil perjuangan bisa dikatakan luar biasa, namun Mahir Bayasut berharap anak-anak binaannya tidak larut dan kemudian terlalu percaya diri serta meremeh- kan lawan. Apalagi perjalan- an untuk menjadi juara masih cukup panjang. “Semoga anak-anak tidak over confident atas kemenang- an ini. Bahaya jika terlalu per- caya diri, akan sangat berba- haya,” harapnya. Dengan ma- suk ke delapan besar ini, Tim Putra ‘Garuda Baru’ diwa- wancarai secara khusus oleh TV Global - Brasil. (Fsy)-k KR-Istimewa Tim Garuda foto bersama dengan pembina.
  • 17. CMYK CMYK CMYK CMYK KAMIS PAHING 3 APRIL 2014 ( 2 JUMADILAKIR 1947 ) HALAMAN 17 JADWAL KAMPANYE PARTAI DAN DPD DI DIY HARI INI Kota Yogyakarta PDIP GKR Hemas (DPD) Bantul PKPI Ismarindayani (DPD) Kulonprogo M Hersam (DPD) Sleman Nasdem M Afnan Hadiskusumo (DPD) Gunungkidul M Hersam Sidarto Danusubroto (DPD) Sumber: KPU DIY/KPU Sleman (R-9/Awh)-x "Memang tidak mudah untuk dibuk- tikan, tapi itu justru jadi tantangan agar praktik money politics tidak terja- di di masyarakat. Kemungkinan ter- jadinya serangan fajar pada masa ten- ang, justru cukup kecil. Sebaliknya praktik money politics itu justru perlu diwaspadai saat kampanye tertutup," terang Sultan di Kompleks Kepatihan, Rabu (2/4). Sultan mengungkapkan, pihaknya me- minta pada Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) untuk mengintensifkan koordinasi. Sehingga kemungkinan ada- nya Pegawai Negeri Sipil (PNS) atau aparat desa yang tidak netral saat Pemilu legislatif bisa diantisipasi. Sebab jika sam- pai mereka tidak netral akan berpengaruh pada kepemimpinan mereka. "PNS dan aparat desa harus netral dalam pemilu, jadi tidak boleh memihak caleg atau partai tertentu," ujarnya. Ketua Bawaslu DIY, Mohammad Najib seusai bersilaturahmi dengan Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X di Kompleks Kepatihan, Rabu (2/4) menje- laskan, pelanggaran Alat Peraga Kam- panye masih banyak terjadi dalam pemi- lihan umum (Pemilu) legislatif 2014. Bahkan berdasarkan data yang ada di Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) DIY, sampai dengan 30 Maret 2014 jumlah pelanggaran APK di DIY mencapai 23 ribu. Selain pelanggaran APK sejumlah Caleg diindikasi melaku- kan money politics. Adapun jumlah Caleg yang bisa diproses terkait money politics ada 5 orang. Meskipun dalam praktiknya, money politics itu tidak mu- dah untuk dilanjutkan karena tidak cukup bukti dan saksi. "Caleg yang melakukan money politics, selama ini masih sulit ditindak karena polisi membutuhkan bukti dan saksi. Padahal kedua hal itu, terkadang sulit un- tuk dipenuhi. Karena masyarakat tidak mau menjadi saksi, selain takut biasanya mereka tidak rela apa yang sudah diteri- ma diambil lagi," terangnya. Mohammad Najib menyatakan, keter- batasan APK dan money politics paling banyak terjadi di Kota Yogyakarta. Kendati demikian tidak menutup ke- mungkinan pelanggaran itu juga terjadi di daerah lain, hanya tidak dilaporkan. Sayangnya selain tidak ada anggota ma- syarakat yang mau untuk menjadi saksi, Undang-Undang yang mengatur terkait dengan hal itu masih memiliki celah. Dampaknya tidak semua money politics bisa diproses. (Ria)-d SLEMAN (KR) - Untuk memastikan kesehatan petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di wilayah- nya, Panitia Pemungutan Suara (PPS) Desa Banyuraden Gamping Sleman, mengadakan pemeriksaan kesehatan selama dua hari, Rabu-Kamis (2-3/4) di Balai Desa Banyuraden Gamping Sleman. Ketua PPS Desa Banyuraden, Suparno mengatakan, sesuai ke- putusan Komisi Pemilihan Umum (KPU), setiap petugas KPPS diwajibkan menjalani pemeriksaan kesehatan. Pemeriksaan itu untuk memastikan kesehatan petugas jelang pelaksanaan pemu- ngutan suara 9 April besok. "Sesuai aturan, pemeriksaan kese- hatan ini wajib dilaksanakan," kata Suparno kepada KR di sela pemeriksaan kesehatan. Menurut Suparno, pemeriksaan kesehatan meliputi pemerik- saan tekanan darah, tinggi badan, berat badan dan usia, di- lakukan oleh tiga tenaga medis dari Puskesmas Gamping 2. Desa Banyuraden sendiri terdiri dari 33 Tempat Pemungutan Suara (TPS) dengan petugas KPPS sebanyak 231 orang. Sedangkan pemilih yang telah terdaftar di Daftar Pemilih Tetap (DPT) se- banyak 10.945. "Jumlah pemilih itu kemungkinan akan bertam- bah dengan adanya daftar pemilih khusus," pungkasnya. (*-5)-d 231PetugasKPPSBanyuraden PeriksaKesehatan SLEMAN(KR) - Spanduk bertuliskan 'Warga kami masih ter- buka menerima serangan fajar', terpampang di Dusun Mejing Kidul,Ambarketawang, Gamping Sleman. Spanduk itu terpajang di dekat pemakaman umum di antara baliho berukuran kecil para caleg. Selain itu, tulisan 'Golput' menggunakan cat putih ditemukan di jalan aspal Ringroad Barat, Trihanggo, Gamping, Sleman. Sedikitnya ada lima tulisan baik di jalur cepat maupun jalur lambat. Sejumlah warga di dua lokasi tersebut mengaku ti- dak tahu siapa yang memasang atau menulis tulisan tersebut. Edy, warga Dusun Mejing Kidul, mengaku tidak tahu siapa yang memasang spanduk tersebut. Dijelaskan, spanduk bertu- liskan menerima serangan fajar itu sudah terpasang sekitar 4 hari lalu. Ia pun mengaku sudah mendapatkan uang dari seorang caleg agar memilih wakil rakyat tersebut. Kendati demikian, ia memastikan tidak akan terpengaruh dan tetap akan memilih se- suai pilihannya. "Kalau ada yang mau memberi (uang, red) ya saya terima. Namun saya tidak terpengaruh karena sudah memi- liki pilihan sendiri," ujarnya, Selasa (1/4). Beberapa ibu-ibu yang ditemui di lokasi bahkan tidak menge- tahui maksud dari serangan fajar sebagaimana terdapat dalam tulisan spanduk itu. Namun saat ditanya jika ada caleg yang datang mau memberi uang, warga mengaku mau menerima. Sri warga sekitar mengatakan, meski menerima pemberian, ia tidak terpengaruh. Ketua RW 8 setempat Putut Wiryawan dikonfirmasi wartawan mengatakan, warganya anti money politics. Menurutnya, span- duk itu sebagai bentuk sindiran terhadap caleg-caleg yang mem- berikan uang pada masyarakat agar memilihnya. (Ayu)-d Spanduk’SeranganFajar’Bermunculan BANTUL (KR) - Ribuan massa Partai Persatuan Pembangunan (PPP) mengikuti kampanye terbuka di Lapangan Mulyodadi Kecamatan Bambanglipuro Bantul, Rabu (2/4). Massa tidak hanya datang dari Bantul, tetapi dari Yogyakarta juga turut hadir untuk memeriahkan kampanye putaran terakhir itu. Jurkam dalam kampanye tersebut Ke- tua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PPP DIY Syukri Fadholi, Ketua DPC PPP Bantul, Suwandi SIP. Dalam orasinya, Syukri Fadholi meminta kadernya dan masyarakat mewaspadai hadirnya 'preman politik' menjelang pelak- sanaan pemilu. Preman politik hanya datang memberi uang untuk membeli suara dengan dalih sedekah. Padahal orang tersebut sebe- lumnya tidak pernah memberikan uang atau barang kepada masyarakat. Artinya kata Syukri, preman politik datang sekadar mem- beli suara rakyat agar mampu mendulang suara dalam pemilu. "Jangan sampai preman politik datang berkeliaran untuk membeli suara, harus diadakan perlawanan secara masif dari masyarakat," tegas Syukri. Menurutnya, orang tiba-tiba datang tidak tahu asal-usulnya kemudian memberikan uang harus dihentikan. Karena pembeli suara dalam pemilu sebenarnya sudah mengkhianati rakyat. Selain meminta kader PPP dan masya- rakat melawan preman politik. Ketika caleg de- ngan memberi uang untuk meraih suara. Jika kedepannya terpilih, jangan berharap akan memperjuangkan rakyatnya. (Roy)-d KAMPANYE TERBUKA PPP ’Preman Politik’Harus Dilawan SLEMAN (KR) - Menjelang masa tenang sebelum pelak- sanaan Pemilu 9 April nanti, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Sleman menggelar rapat koordinasi membahas pembersihan Alat Peraga Kampanye (APK) di kantor setempat, Rabu (2/4). Kabid Trantip Satpol PP Drs Fathoni mengungkapkan, men- gacu pada Peraturan Bupati Nomor 3 Tahun 2014 dan UU Nomor 8 Tahun 2012 mengenai masa tenang, diatur dalam masa tenang semua peserta pemilu tidak diperbolehkan melaksanakan kam- panye berupa apapun bentuknya baik melalui pertemuan, span- duk, baliho dan sebagainya. Pihaknya mengharapkan kepada Panitia Pengawas Pemilu (Satpol PP) untuk memberikan surat kepada masing-masing Parpol peserta pemilu agar segera mem- bersihkan segala bentukAPK di wilayahnya masing-masing. "Kami beri waktu kepada tiap-tiap parpol untuk member- sihkan semua APK terhitung tanggal 6 April mulai pukul 00.00 hingga 08.00 WIB. Jika hal itu tidak dilakukan, kami selaku pi- hak berwenang yang akan membersihkannya. Bersama dengan instansi terkait. Seperti DPUP, Polres, Panwaslu, KPU dan Dishubkominfo," katanya usai rakor. Lebih lanjut Fathoni menjelaskan, selama tiga hari terhitung tanggal 6-8 April, tim akan langsung bergerak. Mereka dibagi dalam tiga kelompok yang terdiri dari 10-11 personel. Melalui kegiatan ini diharapkan masyarakat benar-benar dapat merasa- kan masa tenang sebelum hari pencoblosan berlangsung. "Diharapkan penertibanAPK dalam berjalan lancar dan tertib. Kami juga mengimbau kepada masyarakat bisa menggunakan hak politiknya dengan mencoblos partai dan caleg sesuai pilihan. Sebab itu akan menentukan nasib bangsa untuk lima tahun ke depan," jelas Fathoni. (Awh)-d JELANG MASA TENANG SatpolPPKoordinasiPenertibanAPK MONEY POLITICS TETAP DIWASPADAI SultanMintaPNSdanAparatDesaNetral SENTOLO (KR) - Pengurus DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Kulonrogo meman- faatkan jadwal kampanye terbuka putaran keti- ga di Dapil Kecamatan Sentolo dan Nanggulan dengan menggelar gerakan penanaman cabai serta pembekalan saksi-saksi di TPS yang di- pusatkan di Balai Desa Demangrejo Sentolo dan rumah kader PAN sekaligus Wabup Drs Su- tedjo, di Desa Wijimulyo Kecamatan Nanggulan. "Penanaman cabai merupakan upaya kami mempelopori aksi nyata dalam mendukung pe- ngembangan ekonomi produktif. PAN tidak hanya ingin meraih kemenangan, tapi juga memberi contoh pengembangan ekonomi pro- duktif khususnya di sektor pertanian," kata ju- rkam Wabup Drs Sutedjo. Selain diikuti puluhan kader dan simpatisan, aksi penanaman cabai juga dihadiri sejumlah fungsionaris DPD PAN Kulonprogo serta para caleg. Pelaksanaan program pengembangan ekono- mi produktif khususnya sektor pertanian sesungguhnya bukan kali pertama diadakan. Tapi sudah rutin dilaksanakan oleh kader PAN. Hasilnya lahan pertanian yang dulunya tandus kini telah disulap jadi lahan produktif. Ketua DPD PAN setempat, Hamam Mut- taqim menjelaskan, aksi tanam cabai meru- pakan bukti nyata PAN selalu berjuang dengan kerja nyata. "Gerakan penanaman cabai salah satu bukti nyata keteladanan PAN dalam men- dukung program pertanian dalam mewujudkan pertumbuhan ekonomi. Kami tidak omong kosong, karena ada kerja nyata. PAN akan se- lalu merealisasikan ekonomi prduktif," terang Caleg DPRD DIY. (Rul)- d KR-Asrul Sani Selain menanam cabai, simpatisan PAN juga konvoi di wilayah Kecamatan Sentolo dan Nanggulan. PAN Pelopori Ekonomi Produktif KR-Sukro Riyadi Massa PPP menghadiri kampanye di Lapangan Mulyodadi. YOGYA(KR) - Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X me- nyatakan, penanganan money politics (politik uang) memang tidak mudah, tapi karena tidak boleh di dalam peraturan. Semua pihak harus tetap melakukan pengawasan, soal nantinya tidak bisa mem- buktikan itu persoalan lain. KR-Judiman SEBUAH spanduk terpampang di pojok simpang empat Gose Bantul, yang dipasang oleh kelompok warga yang menamakan dirinya Gerakan Anti Politik Uang, dengan tulisan yang menggelitik, "1. Terima duitnya, 2. Jangan dicoblos, 3. Doakan tidak terpilih". WATES (KR) - Upaya pelestarian seni budaya yang berkem- bang di tengah masyarakat selalu dilakukan Pengurus Partai Golkar Kulonprogo. Salah satunya menampilkan kesenian jati- lan saat kampanye terbuka di Pedukuhan Dayakan, Desa/ Kecamatan Pengasih, Selasa (1/4). "Kami sengaja menggelar kampanye dengan hiburan kese- nian tradisional jatilan sebagai bentuk komitmen kami me- lestarikan seni budaya adi luhung," kata Sekretaris DPD Partai Golkar setempat Drs Suharto. Sementara Jurkam Ahmad Subangi mengatakan, Kecamatan Pengasih merupakan sentral seni dan budaya di Kulonprogo. Hampir semua jenis kesenian ada dan berkem- bang di daerah ini. Sehingga tidak salah jika Partai Golkar akan terus melaksanakan program pelestarian seni budaya tradi- sional. "Seni dan budaya merupakan bagian pendukung Keistimewaan DIY yang harus dilestarikan," jelas pria yang saat ini menjabat Ketua Komisi A DPRD DIY. Di Bantul, ribuan kader dan simpatisan Partai Golkar mema- dati lapangan bekas Pasar Imogiri Bantul untuk mengikuti kam- panye terbuka dengan jurkam Ketua DPD Partai Golkar DIY, Drs HM Gandung Pardiman MM , Selasa (1/4). Dalam orasinya Gandung meminta simpatisan serta kader Golkar menolak korupsi, kolusi dan nepotisme di Indonesia. Tekad tersebut diwujudkan dengan deklarasi Pergerakan Pasukan Rakyat (PPR) Anti Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) Yogyakarta. Dijelaskan, lahirnya PPR Anti KKN Yogyakarta dilandasi ke- sadaran tinggi. KKN merupakan perilaku merugikan rakyat, bangsa dan negera Indonesia. "Koruptor adalah penghisap uang rakyat yang tidak boleh merajalela. korupsi terang-teran- gan, sembunyi-sembunyi, harus diberantas," tegas Gandung. Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Bantul, Agus Subagyo dalam orasinya mengungkapkan, pihaknya tidak segan-segan melakukan PAW kepada kadernya jika terbukti melakukan penyelewengan yang merugikan rakyat. (Rul/Roy/Aje)-d Golkar Pentaskan Jatilan SLEMAN (KR) - Partai Bulan Bintang (PBB) Kabupaten Sleman tidak memanfaatkan semua jadwal kampanye terbuka yang telah diagendakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) se- tempat. Lebih banyak dampak negatifnya dibanding manfaatnya menjadi alasan keputusan tersebut. Ketua DPC PBB Sleman Suhadi Hamid mengungkapkan hal itu kepada KR, Selasa (1/4). Sesuai jadwal dari KPU, PBB men- dapatkan jatah kampanye terbuka di Halaman Parkir Stadion Maguwoharjo Depok Sleman. Namun, sejumlah caleg dan pe- ngurus partai memilih memanfaatkannya dengan blusukan ke beberapa pasar tradisional. "Langkah tersebut kami nilai lebih efektif, dibandingkan menggelar kampanye terbuka. Melalui langkah ini kami jadi pa- ham, bahwa belum semua warga paham tentang tata cara pemi- lihan. Setidaknya ada tiga pasar yang kami sasar, yakni Pasar Condongcatur, Pasar Stand dan Pasar Gowok," katanya. Dalam blusukan ke pasar tersebut, juga diberikan sejumlah Alat Peraga Kampanye (APK) kepada masyarakat. Selain itu ju- ga berlangsung dialog antara pedagang dan sejumlah caleg dari PBB. Termasuk menyampaikan visi misi baik dari partai maupun caleg. "Warga bisa bertemu dan melihat langsung caleg dari kami. Bisa menyampaikan langsung apa keluhan mereka selama ini. Berbeda dengan kampanye terbuka, mereka hanya melihatkan di atas panggung ataupun sejumlahAPK yang terpasang. Tanpa bisa berbicara langsung," jelasnya. Ketika disinggung berapa target kursi di DPRD Sleman, Suhadi yakin PBB mampu memperoleh 4-5 kursi. Untuk sekarang memang tidak ada satupun wakil dari PBB yang men- jadi anggota dewan. Meski demikian, pihaknya tetap mengaku optimis. (Awh)-d PBBPilihBlusukankePasar
  • 18. ÓKEDAULATAN RAKYATÓ HALAMAN 18HUKUM&KRIMINALKAMIS PAHING 3 APRIL 2014 ( 2 JUMADILAKIR 1947 ) DUA ORANG JADI KORBAN Kelompok Bercadar Rusak Rumah TOLAK PENDAFTARAN GUGATAN XLLaporkanPejabatPNYogyakeKomnasHAM BANTUL (KR) - Dua orang masing-ma- sing Lelo Dos Santos (23) serta Evaldino Pereira (23) asal Dili Timor Leste mengalami luka bacok setelah diserang belasan orang tidak dikenal di Perum Taman Pratama Sanggrahan Banguntapan Bantul, Rabu (2/4). Selain menyerang secara fisik, pelaku juga merusak rumah korban. Kejadian tersebut kemudian dilaporkan ke Mapolsek Banguntapan Bantul. Dari lokasi kejadian, petugas menyita barang bukti sebuah pedang. Informasi di lapangan menyebutkan, penyerang sekitar 15 orang bercadar yang melengkapi diri dengan senjata tajam sama sekali tidak diduga. Sebelum peristiwa terja- di, sekitar pukul 01.45 korban akan membe- li makanan. Baru saja beberapa langkah meninggalkan halaman, dari arah depan menghambur orang bercadar melakukan penyerangan dengan senjata tajam. Serangan dadakan membuat dua korban tidak berdaya meski berusaha melawan. Kawanan tersebut menghentikan serangan- nya setelah korban mengalami luka di bagian tangan, leher serta punggung. Kapolsek Banguntapan Kompol Sudarsono mengungkapkan, sampai sekarang motif penyerangan belum diketahui secara pasti. Korban sendiri mengaku tidak punya per- soalan dengan orang lain. Saat ini korban di- rawat di RS Bethesda. Sementara itu, pelaku pembacokan ter- hadap Supriyadi, yakni Pd (36) warga Kasihan Bantul, berhasil dibekuk Sat Reskrim Polresta Yogya dan Polsek Tegal- rejo, Selasa (1/4). Tersangka melakukan pembacokan diduga karena salah paham de- ngan korban. (Roy/Sni)-f YOGYA(KR) - PT XLAxia- ta Tbk (XL) dan kuasa hu- kumnya Dedy Kurniadi SH melaporkan pejabat di Peng- adilan Negeri (PN)Yogyakarta ke Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), Selasa (1/4). Pejabat PN Yogya itu dilaporkan atas tuduhan perampasan HAM warga ne- gara menyusul penolakan pendaftaran gugatan XL pada Kamis (27/3) dan Jumat (28/3) tanpa alasan yang jelas. “Kami terkejut karena pen- daftaran gugatan klien kami harus ditunda sampai kehadir- anketuaPNYogyapadaSelasa (1/4) atau tertunda selama lima hari. Meskipun akhirnya pendaftaran gugatan tersebut di terima pada Selasa (1/4) tetapi keanehan penolakan ini merupakan pelanggaran HAM karena XLmerupakan perikat- an berbadan hukum maupun kami selaku individu berhak melaporkanhaltersebut,”tutur Dedy Kurniadi SH MH didam- pingi Manager Management Service XL Central Region, IndraArdiyanto,Rabu(2/4). Sebelumnya, sejak 2006 terdapat persoalan terkait la- han dan bangunan di Grha XL Jalan Mangkubumi No 20-22 Yogyakarta yang bakal di eksekusi atas dasar putus- an Ketua PN Jakarta Utara pada 4 Desember 2013. Na- mun kliennya menganggap keputusan tersebut berdasar- kan gugatan palsu atas tanah pertapakan kantor XL Yogya- karta dengan sita eksekusi atas tanah/rumah tersebut oleh PN berdasarkan pihak ketiga. (*-24)-f JAKSATAK BISABUKTIKAN UNSUR PIDANA PH:TerdakwaHarusDibebaskan PERKARA DUGAAN KORUPSI TANAH KAS DESA JadiTersangka,KadesPurwomartaniTetapBertugas Kasat Reskrim Sleman AKP Alaal Prastya menje- laskan, hasil audit BPKP, dugaan korupsi yang di- lakukan tersangka sebesar Rp 82 juta. “Kasus ini terbongkar hasil penyelidikan setelah adanya laporan masyarakat,” jelasAlaal, Rabu (2/4). Modus yang digunakan ter- sangka, yakni menyewakan tanah kas desa tanpa izin peja- bat yang berwenang. Dari uang sewaan sebesar Rp 100 juta, kemudian masuk ke rekening pribadi tersangka se- banyak Rp 82 juta. Kasus ini bergulir saat tersangka menja- bat Pjs Lurah Purwomartani 2012 silam. Kemudian ter- sangka menyewakan tanah kas desa seluas 7.000 meter persegi di Dusun Sambireto, Purwomartani selama 20 ta- hun. Namun dalam prosesnya, tersangka tidak mengantongi izin dari pejabat berwenang. Dijelaskan, tersangka sela- ma ini tidak ditahan karena ia merupakan pejabat publik yang melayani masyarakat. “Tersangka juga proaktif dan setiap diperlukan untuk keperluan penyidikan selalu hadir,” jelasnya. Dalam kasus itu, penyidik menyita bebera- pa dokumen dan uang tunai Rp 82 juta dari rekening ter- sangka yang diduga meru- pakan hasil korupsi. Penyidik menjerat tersangka dengan pasal 2 dan 3 Undang-undang Tindak Pidana Korupsi. “Hasil penyidikan tidak ada orang lain yang terlibat. Pekan depan berkas akan ka- mi kirim berikut tersangka ke kejaksaan,” ujarnya. Dikonfirmasi wartawan, Tugiran mengatakan pihak- nya menghormati proses hu- kum yang berlaku. Pihaknya sudah menyiapkan penasihat hukum untuk mendampingi- nya. Meski terlibat kasus du- gaan korupsi, namun Tugiran memastikan status tersangka yang ia sandang tidak meng- ganggu aktifitasnya sebagai kepala desa. (Ayu)-f SENGKETAYAYASAN KLENTENG GONDOMANAN TergugatBersikukuhBerhakMengangkatPengurus YOGYA (KR) - Meski penggugat mene- gaskan pengangkatan pengurus maupun pengawas Yayasan Bhakti Manggala Dharma Klenteng Gondomanan sesuai Akta No 5 tanggal 30 November 2012 bukan hasil keputusan rapat pembina, tapi tergugat bersikukuh hal itu sesuai de- nganAnggaran DasarYayasan. Hal itu ditegaskan kuasa hukum tergu- gat Aryanto, Oncan Poerba SH, dalam repliknya yang dibacakan di hadapan ma- jelis hakim PN Yogya yang diketuai Putut Setiyono SH, Rabu (2/4). Sebelum terbentuknya Akta No 5 tang- gal 30 November 2012, tergugat Aryanto satu-satunya sebagai pembina dan kepu- tusannya mengikat. “Oleh karena itu, hasil rapat tanggal 16 Oktober 2012 di- mana penggugat Angling Widjaya terpilih sebagai ketua yayasan adalah tidak sah,” jelasnya. Sebelumnya penggugatAngling Widjaya melalui kuasa hukumnya, Bimas Aryanta SH, menyatakan pengurus yang ada di ak- ta No 5 tanggal 30 November 2012 meru- pakan arogansi serta penyalahgunaan kekuasaan dari tergugat, Aryanto, dan di- lakukan tanpa melalui rapat pembina. Hal itu tak sesuai dengan Pasal 32 dan Pasal 44 UU No 28 Tahun 2004, serta Pasal 14 dan Pasal 25 Anggaran Dasar Yayasan Bhakti Manggala Dharma. Penggugat Angling Widjaya, mengung- kapkan rapat pembina tanggal 16 Oktober 2012 sebelumnya telah dianggap sah, bahkan tergugat langsung memerintah- kan mantan ketua yayasan sebelumnya, Ny Ina Sulistyowati, untuk menyerahkan semua kunci-kunci yang ada di Klenteng kepada penggugat. “Saya juga langsung diperintahkan tergugat untuk menjalan- kan kewajiban, serta tugas yang diama- natkan kepadanya sebagai ketua yayasan. Namun belakangan, rapat pembina pada 16 Oktober 2012 diingkari oleh tergugat dengan dibuatnyaAkta No 5,” paparnya. Diakui Angling Widjaya, begitu terpilih menjadi ketua yayasan saat itu juga ia menegaskan keuangan klenteng harus tertib. “Awal saya menjadi ketua yayasan, keuangan klenteng tidak ada sama sekali. Tapi selanjutnya saya ingin proses penge- luaran dan pemasukan dana dilakukan se- suai dengan mekanisme yang benar. Sehingga uang klenteng tidak untuk ke- pentingan pribadi. Ini mungkin yang menyebabkan tergugat memilih pengurus baru, karena dengan cara saya dia tak bisa menggunakan dana klenteng semaunya,” ungkapAngling Wijaya. (Sni/Zie)-f Lagi,KejatiDIYPanggilSaksidariUGM YOGYA (KR) - Kejaksaan Tinggi (Kejati) DIY kembali me- manggil saksi-saksi dari UGM terkait dugaan penjualan aset tanah UGM di Plumbon Banguntapan Bantul seluas 4.000 M2. Hingga saat ini penyidik baru memanggil dua saksi yakni dari pegawai bagian aset UGM dan Kades Banguntapan. Kasi Penkum Kejati DIY Purwanta Sudarmaji SH, Rabu (2/4), meluruskan saksi yang dipanggil kemarin itu adalah Suratman pegawai bagian aset UGM, bukan bagian arsip. Selain itu Abdullah Sajad sebagai Kades Banguntapan. “Tadi (kemarin, red), Suratman kembali mendatangi Kejati, tapi saya belum mendapat kepastian dari penyidik, apakah menyerahkan berkas atau diperiksa lagi,” jelas Purwanta, Rabu (2/4). Untuk saksi-saksi lainnya belum dilakukan pemanggilan. Namun dalam waktu dekat penyidik akan memanggil saksi- saksi lain dari UGM. (Sni)-f SUKOHARJO (KR) - Petugas Polres Sukoharjo melakukan pengembangan atas kasus penangkapan tiga orang tersangka pengguna dan pengedar narkotika. Hasilnya, mereka berhasil menyita 0,5 kg ganja siap pa- kai di rumah salah satu tersangka. Kasat Narkoba AKP Suparmin dan Kasubag Humas Polres Sukoharjo AKP Joko Sugiyanto, Rabu (2/4), menjelaskan ketiga tersangka yakni Ag (40) warga Purworejo Jetis Sukoharjo Kota, Hel (30) warga Semanggi Pasar Kliwon Solo, Am (48) warga Gondokusuman Yogya. Para tersangka di- tangkap saat berada di rumah tersangkaAg. Saat penangkapan, petugas menga- mankan barang bukti berupa satu paket sabu-sabu, dua paket ganja, satu bong, satu botol alkohol, satu pengapian, satu rol alumu- nium foil, satu bungkus sedotan, dan satu timbangan. Selain itu petugas juga menyita sebuah sepeda motor dan HP milik tersang- ka. Setelah dimintai keterangan dan melakukan pemeriksaan terhadap HP ter- sangka Hel, petugas mengembangkan kasus tersebut. Hasilnya pada Selasa (1/4) malam, petugas menggeledah di rumah tersangka Ag. “Petugas menemukan ganja di dapur dan di belakang rumah dengan cara di timbun tanah. Total ada 0,5 kg ganja kering siap pa- kai kami temukan,” ujarAKP Suparmin. Setelah mendapati barang bukti tambahan tersebut, petugas kemudian meminta kete- rangan dari tersangka yang diakuinya ganja didapat dari seseorang dengan inisial Jhon berdomisili di Cilacap Jawa Tengah. (Mam)-f DIPASOK DARI CILACAP PolisiSita0,5KgGanjaSiapPakai SLEMAN (KR) - Kepala Desa (Kades) Purwomartani Kalasan, Tugiran (49), menjadi tersangka kasus dugaan korupsi. Berkas pemeriksaan kasus ini pun, pekan depan akan dilimpahkan petugas Satreskrim Polres Sleman ke ke- jaksaan negeri (Kejari) setempat untuk proses pelimpahan tahap kedua. PELAKU ANAK-ANAK JALANAN Komplotan Perampok Toko Jejaring Diringkus SLEMAN (KR) - Komplotan rampok yang beraksi di Indomaret Kalasan dan Kulonprogo, Rabu (2/4) pagi, diringkus unit Jatanras Satreskrim Polres Sleman. Pelaku berjumlah lima orang yang merupakan anak jalanan yakni Yud alias Gendut (23) asal Indramayu Jawa Barat, AR (23) asal Tidar Magelang, Yon (19) asal Kutoarjo. Dua tersangka lain yakni Ram (23) asal Purwokerto dan Ai (28) asal Klitren Yogya serta seorang lagi masih DPO. Dari catatan kepolisian, beberapa orang pelaku merupakan residivis dalam kasus pencurian. Sebelum beraksi, ka- wanan anak jalanan yang ditangkap di lokasi berbeda ini dalam kondisi mabuk ciu. Kapolres Sleman AKBP Ihsan Amin didampingi Kasat Reskrim AKP Alaal Prastya menjelaskan, mereka membawa senjata tajam dan juga pistol mainan un- tuk menakuti karyawan Indomaret. “Dengan senjata tersebut, mereka ju- ga menganiaya karyawan minimarket. Barang bukti sajam dan pistol mainan sudah kami sita untuk barang bukti,” jelas Ihsan. Petugas juga menga- mankan motor milik seorang karyawan Indomaret, Andika yang dicuri peram- pok. Kasat Reskrim menambahkan, penangkapan berdasarkan penye- lidikan. Termasuk pengembangan dan analisa data olah TKP sebelumnya terutama petunjuk rekaman CCTV para pelaku yang beraksi sekitar 15 menit. Sementara menurut penuturan tersangka Yud, setelah beraksi mereka kemudian berpencar. “Selain di Kalasan saya juga beraksi di Indomaret Kulonprogo,” jelasnya. Sementara itu, petugas Polres Temanggung tengah mengejar pelaku perampokan yang beraksi di Alfamart Jalan Raya Temanggung-Wonosobo, wilayah Kledung Temanggung, Selasa (1/4) malam. Atas kejadian itu toko je- jaring tersebut merugi Rp 900.000. Kapolres Temanggung, AKBP Dwi Indra Maulana, Rabu (2/4), mengata- kan pihaknya telah mendapat rekaman CCTV yang terpasang di toko tersebut. “Kami telah mendapatkan gambaran pelaku dan kini sedang dalam buruan dengan melibatkan seluruh jajaran ke- polisian yang ada,” jelasnya. Diungkapkan, perampokan terjadi Senin (1/4) sekitar pukul 21.45. Berdasarkan pengamatan rekaman CCTV, terlihat pelaku masuk ke area parkir seorang diri lalu memarkir sepe- da motor menghadap ke jalan. Ini diper- kirakan untuk persiapan lari. Begitu masuk toko, pelaku langsung menodongkan pistol pada kasir. Saat dia- mati lebih mendalam, dari hasil rekam- an CCTV itu, kemungkinan senjata yang digunakan untuk menodong kasir adalah senjata mainan. (Ayu/Osy)-f KR-Wahyu Priyanti Petugas menunjukkan sajam di hadapan para tersangka. SLEMAN (KR) - Setelah dituntut selama 2 tahun penjara oleh Jaksa Suryanto SH dengan tuduhan melakukan penipuan, terdakwa NAS alias Anton (43) warga Babarsari Caturtunggal Depok Sleman, melalui penasihat hukumnya Oncan Poerba SH Rabu (2/4), menyampaikan pledoi atau pembelaannya. Dalampledoinya,yangdibacakandihadapanmajelishakimPN Sleman yang diketuai Sutikna SH, Oncan Poerba menyatakan berdasarkan fakta hukum yang terungkap selama persidangan dan pada tuntutan jaksa tak terbukti adanya kerja sama dalam usaha dengan Erlin Susiana. “Yang terungkap di persidangan adalah utang piutang dengan jasa bunga. Selama dipersidangan juga terbukti jika terdakwa telah melunasi utang-utangnya, bahkan dilunasi di hadapan penyidik Polda DIY. Jaksa juga tak bisa membuktikan unsur pidana dalam perkara ini,” ungkapnya. Sejak awal, terdakwa maupun penasihat hukumnya menyata- kan jika perkara tersebut merupakan perkara perdata. “Sehingga sudahselayaknyamajelishakimmenyatakanterdakwatidakter- buktisecarasahdanmeyakinkanmelakukantindakpidanaseba- gaimana yang didakwakan jaksa. Sudah selayaknya terdakwa dibebaskan dari segala dakwaan,” tegas Oncan. (Zie)-f
  • 19.                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  IKLAN BARIS DAPAT ANDA AKSES DI : www.krjogja.com dan krjogja.com/m
  • 20.                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                             IKLAN BARIS DAPAT ANDA AKSES DI : www.krjogja.com dan krjogja.com/m
  • 21.                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                IKLAN BARIS DAPAT ANDA AKSES DI : www.krjogja.com dan krjogja.com/m
  • 22.                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                   IKLAN BARIS DAPAT ANDA AKSES DI : www.krjogja.com dan krjogja.com/m
  • 23. KAMIS PAHING 3 APRIL 2014 (2 JUMADILAKIR 1947) “KEDAULATAN RAKYAT” HALAMAN 23 Gelandang pekerja keras yang selama ini menjadi an- dalan lini tengah Persiba ter- sebut, Rabu (2/4) kemarin su- dah tiba di Bantul usai men- jalani perjalanan udara dari Makassar ke Yogya. "Ini saya sudah berada di Bantul dan akan kembali ber- latih dengan rekan-rekan lainnya untuk persiapan per- tandingan lawan Madura," terang Arwin saat dihubungi KR di Bantul kemarin. Sayang, meski telah kembali kemarin, Ar- win tak bisa langsung bergabung dalam la- tihan bersama rekan-rekan- nya karena tim tidak mengge- lar latihan sore dan hanya berlatih pada Rabu pagi. "Sore ini memang libur, mungkin besok saya akan mulai gabung berlatih. Yang pasti, saya selalu siap untuk memberikan yang terbaik," ujar pemain bernomor pung- gung 23 tersebut. Dengan kembalinya Arwin ke Bantul, pelatih kepala Persiba, Sajuri Syahid meng- aku cukup terbantu karena tenaga Arwin sangat dibu- tuhkan di dua laga tersebut. Sebagai pe- main berposisi gelan- dang bertahan, peran Arwin sangat penting untuk menghambat pergerakan serangan lawan. "Jelas kehadirannya sangat membantu bagi tim untuk menyeimbangkan tim saat menyerang dan berta- han," ujarnya. Sementara itu untuk per- siapan menghadapi dua laga tandang ke Jawa Timur men- datang, Sajuri kemungkinan besar akan menerapkan stra- tegi bertahan guna mengejar poin di laga tersebut. Jika se- lama ini skema permainan empat pemain belakang seja- jar, dalam laga tandang besok kemungkinan pola tersebut akan diubah. Perubahan ini karena di dua laga tersebut, Persiba bertindak sebagai tim tamu sehingga akan memilih untuk lebih bertahan dengan menu- runkan tiga pemain sekaligus di sentral pertahanan. "Pola 3-5-2 kemungkinan akan saya gunakan di laga be- sok. Terlebih, salah satu pe- main andalan saya (Johan Ibo) juga akan absen akibat akumulasi kartu kuning," je- lasnya. Dengan akan memperkuat lini belakang di dua laga kon- tra Persepam dan Persela Lamongan mendatang, Sajuri berharap ancaman dari se- rangan-serangan tim lawan yang selama ini dinilai memi- liki kualitas striker hebat da- pat diredam. Kekuatan lini depan Persepam didominasi duet penyerangnya Silvio Escobar dan Zaenal Arif yang masing-masing sudah mence- tak 4 dan 2 gol. "Lawan kami memiliki ke- kuatan lini depan kuat, jadi saya harap pemain belakang yang ada seperti Eduardo Bi- zarro, Slamet Widodo dan Ramadhan bisa mengantisi- pasinya saat mereka saya turunkan bersama," tandas- nya. (R-3)-d UTAMAKAN PERKUAT LINI BELAKANG Arwin Balik, Skuad Persiba Komplet KOMPETISI PSSI BANTUL PORS Kuasai KU-15 BANTUL (KR) - PORS Segoroyoso tampil gemilang dengan menjadi kampiun Kom- petisi Kelompok Umur (KU) 15 Tahun Peng- cab PSSI Bantul usai menundukkan Ba- turetno 2-2 (1-1) lewat babak adu penalti tos- tosan di Stadion Sultan Agung, Rabu (2/4). Penalti tos-tosan harus diambil usai kedua tim bermain imbang 1-1 di waktu normal 2X30 menit dan 2-2 di babak adu penalti. Di laga tersebut, Baturetno yang bertekad untuk menyapu bersih tiga gelar kompetisi kelompok umur di Bantul tahun ini, mampu unggul cepat saat Ulil Absor berhasil mence- tak gol di menit 9 sekaligus membawa tim- nya unggul 1-0. Namun mimpi buruk bagi Baturetno hadir di menit 52 saat PORS mampu menyamakan kedudukan jadi 1-1 lewat Endi Sofyan dan skor 1-1 bertahan hingga waktu usai. Pemenang antara kedua tim akhirnya ha- rus ditentukan lewat adu penalti. Dalam ba- bak tersebut, kiper PORS, M Firdaus dan Baturetno, Rahmat Azis tampil gemilang setelah mampu memblok sejumlah tendang- an. Sehingga di babak adu penalti itu, kedua tim sama-sama hanya mampu menambah 1 gol lewat Bayu untuk Baturetno dan M Reza dari PORS, sehingga skor tetap imbang 2-2 (1-1). Pemenang laga akhirnya ditentukan lewat undian guna memilih tim mana yang dipu- tuskan menjadi penendang dan menjadi ki- per di penalti terakhir. Hasil undian akhir- nya menentukan, Baturetno menjadi penen- dang dan PORS menjadi kiper. Dalam ek- sekusi terakhir itu, Reza Azis ditunjuk seba- gai eksekutor penalti bagi Baturetno, namun sepakannya mampu dibaca oleh kiper PORS, M Firdaus sekaligus mengantarkan PORS jadi juara KU-15. Sementara itu, Putratama berhak atas peringkat ketiga usai meraih kemenangan tipis 2-1 atas MBK di partai yang digelar se- belum partai final. Dalam laga tersebut, Pu- tratama berhasil mendominasi jalannya laga sejak menit pertama. Terbukti, saat pertan- dingan baru berjalan 2 menit, Putratama berhasil langsung unggul 1-0. Adalah Yudhistira Anggara yang mampu membobol gawang MBK sekaligus membuka keran keunggulan timnya. Putratama meng- gandakan keunggulannya di menit 48 lewat gol M Yusuf. MBK hanya mampu menipis- kan ketertinggalan jadi 1-2 saat Reza Putra mencetak gol bagi timnya dan skor tersebut bertahan hingga bubaran. (R-3)-d JAJAKI PEMAIN LAGI PSS Batal Coba Persiram dan PPSM SLEMAN (KR) - PSS Sleman batal mengge- lar dua uji coba melawan klub Indonesia Super League (ISL) Persiram Raja Ampat dan klub sesama peserta Kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia, PPSM Sakti Magelang yang semula masing-masing dijadwalkan Kamis (3/4) sore ini dan Minggu (6/4) mendatang di Stadion Maguwoharjo Sleman. "Pertandingan uji coba melawan Persi- ram dan PPSM terpaska dibatalkan karena sangat riskan di masa kampa- nye ini. Meskipun digelar tanpa penon- ton," ungkap pelatih PSS SartonoAnwar kepada wartawan seusai memimpin latih- an di Stadion Maguwoharjo, kemarin sore. Sartono memang masih memrogramkan dua pertandingan uji coba lagi melawan klub sele- vel atau di atasnya sebelum terjun dalam Kom- petisi Divisi Utama musim ini. Tim 'Laskar Sembada' akan mengawali kiprahnya pada kompetisi musim ini dengan menjamu Per- senga Nganjuk di Stadion Maguwoharjo pada 15April mendatang. PSS juga kembali menjajaki pemain asal Persiram U-21, Bili yang bisa berposisi sebagai gelandang maupun striker. Pemain muda ini mulai bergabung dalam latihan, kemarin dan masih dipantau kualitasnya. Sementara itu meski Direktur Utama PT Putra Sleman Sembada (PSS) Sukeno menya- takan telah memberi kepercayaan kepada pelatih Sartono Anwar untuk merangkap ja- batan sebagai manajer tim, namun sejauh ini belum diperoleh kepastian. Bahkan pada manager meeting peserta Kom- petisi Divisi Utama pada Selasa (1/4) di Hotel Park Lane Jakarta, PSS masih di- wakili Drs Rumadi yang sebelumnya telah mundur dari jabatan manajer opera- sional. Sartono sendiri mengaku pada prinsipnya siap mengemban amanat ini, namun dia masih akan berbicara dengan PT PSS lebih dulu. "Saya siap menjadi manajer, tapi saya harus bicara dengan PT PSS dulu," ungkap Sartono, sembari menyatakan ada syarat yang diajukan untuk menerima jabatan seba- gai manajer itu. Namun pelatih senior asal Semarang ini enggan membeberkan persya- ratan apa yang diajukan. (Jan)-d SEBELUM 10 APRIL PSIM Harus Punya Dana YOGYA (KR) - Kesiapan pendanaan PSIM Yogya harus jelas dulu, sebelum Kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia mulai diputar. Jika tetap be- lum ada kejelasan hingga 10 April nanti, maka harus ditin- jau lagi keikutsertaan tim 'Laskar Mataram' dalam kompetisi yang sudah akan digulirkan mulai 15 April mendatang. "Kejelasan pendanaan ini harus sudah ada sebelum kompetisi mulai digulirkan, tidak bisa nanti diupayakan sambil jalan. Berdasarkan pe- ngalaman pada kompetisi be- berapa musim sebelumnya, dengan cara mengupayakan sambil jalan, maka akan me- nimbulkan banyak masalah dan keikutsertaan PSIM da- lam kompetisi menjadi ter- sendat, tidak seperti yang diharapkan," tandas Direktur Utama PT Putra Insan Man- diri (PIM) Dwi Irianto SH kepada KR, Rabu (2/4) ke- marin. Seperti diberitakan sebe- lumnya, Ketua Umum PSIM Haryadi Suyuti menyatakan PSIM hingga kini belum mempunyai dana untuk mengikuti kompetisi musim ini. Pendanaan ini baru akan diupayakan agar tim kebang- gaan masyarakat Yogya terse- but tetap bisa eksis dalam kompetisi musim ini. Lebih lanjut Dwi Irianto menyatakan, dana sudah ha- rus tersedia pada 10 April nanti karena pada tanggal ini, harus memenuhi gaji pertama pemain dan pelatih. "Batas waktunya memang pada 10 April karena sudah harus memenuhi kewajiban mem- bayar gaji pemain dan pe- latih, jika sampai tanggal ini tetap tidak ada dana, tentu harus dibicarakan lagi ke- ikutsertaan PSIM dalam kompetisi," terangnya. Pria yang akrab disapa Mbah Putih itu pun berharap, segera ada solusi terhadap masalah kesiapan pendanaan PSIM dalam mengikuti kom- petisi ini. Sementara itu Direktur Operasional PT PIM Jarot Sri Kastowo yang mewakili PSM dalam manager meeting di Hotel Park Lane Jakarta, Selasa (1/4) malam menjelas- kan, Kompetisi Divisi Utama musim ini dipastikan bakal diikuti 63 tim. Namun 8 klub peserta masih dibebani per- syaratan tertentu untuk bisa ikut kompetisi. (Jan)-d Persitema TanpaPemainAsing TEMANGGUNG (KR) - Persitema Kabupaten Temanggung memastikan pada laga Divisi Utama 2014 putaran pertama tan- pa melibatkan pemaian asing dan lebih mengandalkan para pe- main lokal. Pertimbangannya adalah pembiayaan pemain asing yang mahal. "Kami sudah mempertimbangkan masak-masak, semua dikorelasikan dengan situasi dan kondisi. Kami tanpa pe- main asing," kata Manajer Persitema, Yunianto, Rabu (2/4) Dia mengemukakan, berdasarkan hasil rapat dalam perte- muan manajemen yang dilaksanakan di Surabaya sekitar dua bulan lalu bahwa pemain asing tidak wajib. Artinya, ketika pu- nya pemberdayaan pemain lokal, hal itu akan lebih baik. Namun, terangnya, penggunaan pemain asing tetap dipertim- bangkan jika memiliki dana atau ada donatur yang bersedia membiayainya. Hanya saja kemungkinan pada putaran kedua. Pada putaran itu, Persitema akan melakukan tambal sulam pe- main, yakni dari kerangka yang ada dilakukan evaluasi kemu- dian lini yang masih ada kekurangan dilakukan penambalan. "Kami melakukan pengisian atau memanggil beberapa pe- main yang diseleksi kemampuan, bakat dan mental sesuai de- ngan kebutuhan tim dan kami percayakan sepenuhnya kepada pelatih yang sudah kami evaluasi dan cukup berpengalaman untuk bisa memberikan yang terbaik bagi Persitema," katanya. Dikemukakan Persitema pada putaran pertama tidak menar- get muluk-muluk, yang terpenting adalah bermain maksimal dengan memberdayakan pemain yang ada. "Yang pasti kami siap hadapi lawan-lawan kita terutama di Grup IV Divisi Utama Liga Indonesia," katanya. (Osy)-d STAMINA MASIH KURANG PRIMA BekatalDiujiLawanKlubLokal MAGELANG (KR) - Pe- nyerang baru PPSM Sakti Magelang, Cristian Bekatal, dinilai masih kurang baik sta- minanya. Karena itu, dalam beberapa hari ini fisiknya akan digenjot. Tak hanya itu, pemain asal Kamerun itu juga akan dicoba pada laga mela- wan tim lokal, Muntilan FC di Lapangan Taman Agung Muntilan Kamis (3/4) sore ini. Menurut Pelatih Kepala PPSM Magelang, M Hasan, sejak mulai bergabung dan la- tihan Senin (31/3) kemarin, pi- haknya terus memantau per- kembangan permainan indi- vidu dan fisiknya. "Untuk skill permainan- nya, tidak ada masalah. Ia hanya kurang menjaga fisik- nya, jadi stamina masih di bawah pemain lain yang su- dah bergabung sebulan ini," katanya. Untuk adaptasi dengan pa- ra pemain dan permainan tim, kata pelatih kelahiran Ma- diun ini, dinilai tidak menjadi kendala. Pasalnya, eks pe- main Persiku Kudus dan be- berapa klub divisi utama lain- nya tersebut, sudah terbiasa berganti-ganti klub. Terkait uji coba dengan Muntilan FC, ia akan menco- ba beberapa komposisi pe- main. Besar kemungkinan, akan lebih banyak menurun- kan pemain cadangan. Na- mun begitu, mereka akan di- campur dengan pemain inti. "Bekatal termasuk yang akan kita mainkan. Namun melihat kondisi fisiknya, kemungkin- an ia hanya akan main di ba- bak kedua," jelasnya. Selain itu, uji coba tersebut juga bertujuan untuk mema- tangkan karakter tim yang selama ini dia bentuk. Yaitu, bermain menyerang dan do- minan dalam penguasaan bo- la. Untuk rencana uji coba de- ngan PSS Sleman di Stadion Madya Magelang, Minggu (6/4), pihaknya belum bisa memastikan. Namun demi- kian, tetap melakukan komu- nikasi secara intens dengan PSS. (Bag)-d OOSN SENAM ARTISTIK GUNUNGKIDUL SD Jeruksari Borong Gelar WONOSARI (KR) - SDN Jeruksari UPT TK/SD Kecamatan Wonosari borong juara Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (OOSN) cabor SenamArtistik 2014, di SDN Jeruksari Rabu (2/4). Dengan meraih juara I, II dan IV oleh Siti Maryam, Purdiana S dan A Friana Winda. Juara III diraih Mei Lita R dari SD Ba- nyusoca 2 Playen. Kelompok Putra juara I, II dan IV juga dari SD Jeruksari Wo- nosari, yakni Hendri Kurnia S, Danang Listiyanto dan Yoga Per- mana. Juara III diraih Diva Rifky S dari SD Banyusoca 2 Playen. Cabor Renang 50 meter Gaya Bebas Putra, juara I Yudha Ilham Pratama (SD Hargomulyo I), II M MufidAl Dayyan (SDAl Mujahidin) III Ramadhan Rizki (SD Playen I), IV Raihan Jisa Mahameru (SDAl Mujahidin). Putri juara I Berlian Nurul Insani (SD Mendongan Playen), II M Alinda Maheswari (SD Wiladeg), III Salma Kumala Dewi (SD Al Mujahidin) dan IV Madina Glory HP (SD IT Pemata Bangsa). 50 Meter Gaya Dada Putra, juara I Ramadhani Cesario P(SD Wonosari I), II Dwiki Nur Wahyu (SD Wonosari IV), III Iqbal Purbo Jati (SD Wono Baru), IV Rauf Pra- wira (SDAl Mujahidin). Gaya dada Putri juara I Nusa Oryza (SD Al Mujahidin), II Bela Nur Fitriana (SD Wono VI),III Mahesh- vara Dhavinta (SD Wono VI) IV Zuznia Muazzah (SD Keringan). Nomor 50 meter Gaya Kupu-kupu Putra, Juara I Raphael Juan Setya (SD Gadingsari), IIAdnan Zaini (SD Karangrejek II), III Rafi Syarifudin Ramadani (SD Wonosari I), IV Raihan Hafis Ivana (SD Semanu 3). (*-3)-d SSBBogowontoJuaraPendowoCup PURWOREJO (KR) - SSB Bogowonto berhasil menjadi juara umum Turnamen Pendowo Cup 2014. Kesebelasan tersebut menang dalam pertandingan final melawan SSB Sawunggalih Kutoarjo untuk kategori U-12 dan SSB IM Purworejo pada kelas U-14. Tim besutan pelatih Inggil Wantoro itu unggul tipis 1-0 dari SSB Sawunggalih dan 1-0 dari SSB IM Purworejo dalam pertandingan final di Alun-alun Purworejo, Senin (31/3). "Kami menang tipis, pertandingannya sangat ketat dan tim lawan juga main bagus," ungkap Inggil Wantoro, kepada KR, Rabu (2/4). Sementara itu, Ketua Panitia Turnamen Pendowo Cup 2014 Supomo mengatakan, kompetisi untuk atlet muda tersebut digelar untuk merayakan terbentuknya SSB Bogo- wonto. Menurutnya, antusiasme klub sepakbola khusus anak di Purworejo dinilai tinggi dalam mengikuti kejuaraan. Sebanyak 16 SSB mengikuti kejuaraan U-12 dan 15 tim berkompetisi dalam kelas U-14. "Tim juga perwakilan dari berbagai kecamatan di Purworejo. Adanya kompetisi kategori usia mendorong terbentuknya regenerasi pesepakbola Indo- nesia," ucapnya. (Jas)-d KR-Adhitya Asros Pemain PORS Segoroyoso meluapkan kegembiraannya usai menjadi juara KU-15 tahun, kemarin. KR-Janu Riyanto Dwi Irianto SH BANTUL (KR) - Setelah beberapa saat harus berlatih dengan kondisi tim kurang lengkap, tim Persiba Bantul akhirnya mulai mendapat kepas- tian kompletnya skuad usai gelandang bertahan- nya Arwin kembali ke Bantul. Dengan kembalinya Arwin dari Makassar, 'Laskar Sultan Agung' akan semakin siap untuk bertanding melawan Persepam Madura United, Senin (14/4) mendatang.
  • 24. CMYK CMYK CMYK CMYK KAMIS PAHING 3 APRIL 2014 ( 2 JUMADILAKHIR 1947 ) HALAMAN 24 Ketua EMPPB Kabupaten Sema- rang, Yudi Sana, mengatakan masya- rakat yang tergabung dalam EMPPB bukan dari partai politik melainkan dari elemen masyarakat. Tujuannya, untuk mengawasi dan meminimalisir pelanggaran pemilu khususnya beru- pa politik uang yang kemungkinan besar terjadi arena politik. EMPPB menurutnya menyebar 3.800 orang di seluruh wilayah Kabupaten Sema- rang. ”Anggota kami sudah siap melaku- kan pengawasan pemilu hingga ke pelosok-pelosok desa. Apalagi mereka punya handphone sehingga mudah untuk merekam adanya pelanggaran. Ini gerakan murni dan sudah izin KPU, Panwaslu serta pihak kepo- lisian,”tutur Yudisana kepada war- tawan, Rabu (2/4). Setelah melakukan deklarasi ang- gota EMPPB langsung bekerja mela- kukan pengawasan pemilu. Jika nan- ti ada temuan pelanggaran akan dila- porkan ke Panwaslu untuk proses se- lanjutnya. Dengan pengawasan ini menjadikan pemilu yang bersih, be- bas dari money politics dan bagi-bagi sembako untuk mendapatkan suara. Mengenai biaya operasional, Yudi mengungkapkan kegiatan ini murni kesadaran masyarakat untuk peng- awasan pemilu bersih dan jujur. EMPPB tanpa bantuan dari pihak manapun. ”Kami swadaya dari uang pribadi tiap anggota,” tukasnya, Anggota Divisi Kelembagaan dan Sumber Daya Manusia, Panwaslu Kabupaten Semarang, Mardoyo, me- ngatakan pihaknya mengapresiasi terbentuknya kelompok masyarakat yang membantu melaksanakan peng- awasan tersebut. Sebab jumlah ang- gota panwaslu terbatas sehingga membuat pengawasan sulit men- jangkau sampai pelosok desa. ”De- ngan adanya elemen masyarakat yang siap melakukan pengawasan ini dapat membantu panwaslu dalam mengawasi tahapan pemilu. Jangan berjalan sendiri-sendiri dan bila ada pelanggaran laporkan ke kami,” ka- tanya. (Sus)-a SUKARELAAWASI PEMILU Warga Deklarasikan Anti Politik Uang GROBOGAN (KR) - Jadwal kampanye terbuka PDIP Grobogan dimanfaatkan pengurus DPC dan caleg un- tuk mendatangi beberapa pasar tradisional dan menga- jak para pedagang mencoblos partai gambar banteng mon- cong putih pada 9 April 2014 nanti. ”Kami juga menyosialisas- ikan Capres Jokowi. Menyo- sialisasikan Jokowi menjadi Capres PDIP menjadi kewa- jiban dari semua pengurus partai mulai dari DPP, DPD, DPC, PAC hingga Ranting,” kata Ketua DPC PDIP Gro- bogan Sri Sumarni SHMM saat menyambangi Pasar Induk Purwodadi, Rabu (2/4). Kampanye simpatik diikuti puluhan pengurus dan caleg dengan naiki belasan mobil. Setelah di Pasar Induk Pur- wodadi, rombongan kemudian menuju Pasar Tawangharjo, Wirosari, Kuwu, Pulokulom, Truko, Godong dan Pasar Gu- bug. Saat kampanye, pengu- rus dan para Caleg mem- bagikan stiker dan kaos. Sri Sumarni mengatakan, kampanye dengan cara me- nyambangi pasar tradisional dinilai efektif dibandingkan dengan menggelar kampanye terbuka dengan mengum- pulkan massa di lapangan atau gedung. Dengan terjun langsung ke bawah, calon pemilih bisa mengetahui dan mengenal para caleg PDIP dari tingkat DPR RI, DPRD Jateng dan DPRD Grobogan. ”Mengunjungi pasar tradision- al sekaligus bisa menyerap as- pirasi mereka untuk diper- juangkan,” jelasnya. Pati Terpisah, PDIP Pati sangat berharap dari efek domino pencapresan Jokowi. Titik puncak dari nama besar Gu- bernur DKI Jakarta tersebut akan berdampak men- dongkrak perolehan suara ba- gi partai berlambang banteng mencereng pada Pemilu Legislatif 9April 2014. Hal tersebut diungkapkan Caleg PDIP Pati, Teguh Ban- dang Waluyo hari Selasa (1/4) petang. Di sela-sela kegiatan kampanye PDIP putaran ter- akhir yang berlangsung di la- pangan Desa Pundenrejo Ke- camatan Tayu, Pati (Jateng), Teguh Bandang Waluyo selaku ketua panpel mengaku optimis setiap dapil akan mampu me- raup 3 sampai 4 kursi di DPRD kabupaten. ”Itu akibat efek domino nama besar Jokowi yang bisa mengangkat PDIP dalam mendulang suara pada pileg,” ujarnya. Wonogiri Sementara politikus senior PDIP Mangara M Siahaan membantah isu yang menye- butkan pencapresan Jokowi hanya sebagai boneka partai. "Tidak mungkin Bu Mega menjadikan Jokowi sebagai boneka mainan. Ibu Mega sa- ngat menghormati Jokowi dan Jokowi sendiri tidak peduli de- ngan berbagai ejekan, sajak syair maupun celotehan dari pihak tertentu," tandasnya saat ditemui KR usai menjadi jurkam Pileg 2014 di La- pangan Desa Watangsono Ja- tisrono Wonogiri, Selasa (1/4) siang. PDIP, katanya, menca- lonkan Jokowi nyapres de- ngan tekad pada Pileg 9 April partai berlambang moncong putih itu meraih 130 kursi di DPR pusat. (Tas/Cuk/Dsh)-a DIHARAPKAN DONGKRAK SUARA Caleg PDIPWajib Kampanyekan Jokowi Capres Enthus Bantah Pindah Partai SLAWI (KR) - Ribuan orang menghadiri kampanye terbuka Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di lapangan sepak bola Dukuhsalam, Kecamatan Slawi Kabupaten Tegal, Selasa (1/4). Kampanye PKB menghadirkan artis ibu kota Ridho Rhoma dan grup musik Sonet 2 band. Penampilan Ridho mampu menghipno- tis massa yang berdesak-desakan sambil berjoget ria.Apalagi keti- ka Ridho menyanyikan beberapa lagu salah satunya 'Menunggu', massa tambah semangat berjoget. Dalam orasinya Yusuf Chudhori mengatakan, PKB Jateng menargetkan wakil di DPR RI dari Dapil IX sebanyak 2 orang hing- ga 3 orang. Kemudian untuk Provinsi 3 wakil. Sementara target di Kabupaten Tegal PKB menjadi yang nomor satu. ÓSaat pemilihan Bupati Tegal sudah membuktikan bersama bahwa warga NU kelu- arga besar badan otonom seperti Fatayat, GP Anshor, Muslimat dan lainnya sudah membuktikan dengan memenangkan Enthus - Umi. Oleh karenanya pada pemilu 2014 buktikan lagi dengan memenangkan PKB,Ó ujar Yusuf. Sedangkan Bupati Tegal, Enthus Susmono, mengingatkan kepada seluruh warga Kabupaten Tegal agar jangan golput, tapi memberikan hak pilihnya sesuai hati nurani. "Bagi warga NU ja- ngan golput, harus menyukseskan pileg dan pilpres mendatang," tegas Enthus. Enthus juga membantah jika dirinya telah mening- galkan PKB, seperti yang dihembuskan pihak- tertentu. (Ryd)-a MUNTILAN (KR) -Kam- panye terbuka terakhir yang digelar PAN di Kabupaten Magelang, dihadiri ribuan orang. Tidak seperti kampa- nye sebelum-sebelumnya, me- reka menggelar kampanye ter- akhir ini dengan cara mancing bareng di Dam Oprit Srowol diatas Sungai Pabelan per- batasan Kecamatan Mungkid dan Muntilan, Rabu (2/4). Sebelumnya, sekitar satu ton ikan berbagai jenis, ditebar di lokasi kampanye tersebut. Tidak ada door prize atau pun hadiah khusus bagi para pe- serta mancing, namun mereka dapat mancing secara gratis tanpa dibatasi waktu. Di sisi lain, mereka juga dapat me- nikmati hiburan organ tunggal dan orasi dari sejumlah calon legislatif yang maju di DPRD Kabupaten Magelang, Provin- si Jateng maupun di DPR RI. Salah satu caleg DPR RI Tjatur Sapto Edi, menegaskan jika PAN sejak berdiri hingga saat ini, belum tersentuh ka- sus korupsi. Ini membuktikan, jika PAN benar-benar partai bersih yang layak untuk diper- caya masyarakat Indonesia. ìCoba bandingkan dengan par- tai lain. Anggota PAN di DPR RI maupun yang duduk di ek- sekutif, belum satu pun yang tersangkut kasus korupsi. Ini harus menjadi catatan rakyat Indonesia pada pemilu 2014 ini,î katanya. Di sisi lain, lanjut Tjatur, ke- bijakan-kebijakan PAN sela- ma ini selalu memperjuang- kan kesejahteraan rakyat. ìSaya merupakan saksi se- jarah sekaligus pendiri PAN tahun 1998 lalu. Terbukti, se- jak berdiri hingga saat ini, ke- bijakan PAN tidak pernah sekali pun mengkianati rakyat dan Pemerintahan Indonesia. Karena itu, jika PAN menang akan memperbaiki negara lebih baik ,” tegasnya. Sementara Anang Iman- nudin, caleg DPRD Jateng dan Mashari caleg DPRD Kabu- paten Magelang mengatakan, jika kegiatan kampanye de- ngan cara mancing dan tebar ikan ini dipilih, karena PAN peduli akan pelestarian alam dan ekosistem sungai. (Bag)-a SOLO (KR) - Dinilai berbau kampanye, pelaksanaan ÔBedah ParpolÕdi Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo diprotes mahasiswa. Terkait dengan itu Pembantu Rektor III Drs Dwi Tiyanto MSi menyata- kan siap membenahi pelaksanaan "Bedah Politik" hari kedua, Kamis (3/4). "Pelaksanaa hari kedua harus lebih baik dan tidak berbau kampa- nye. Semua harus dikemas secara akademis," kata Dwi Tiyanto usai mengikuti ÔBedah ParpolÕ hari pertama di auditorium kampus UNS, Rabu (2/4). Bedah Parpol digelar Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM). Sementara Presiden BEM UNS, Siswandi juga siap meluruskan pelaksanaan Bedah Parpol hari kedua agar tidak diwarnai kampanye. Karena rangkaian dari kegiatan semarak pemilu ini difokuskan untuk membedah visi misi partai politik maupun calon legislatif. "Karena keti- ka kami melakukan road-show ke fakultas-fakultas ternyata banyak mahasiswa yang tidak mengenali latar belakang para calon legislatif. Berikutnya kami membuat acara bedah politik ini," jelas Siswandi. Bedah Parpol bukan sebagai ajang kampanye. Namun pelak- sanaannya diwarnai munculnya pernyataan pembicara minta du- kungan dan peserta bertanya menyebutkan jatidiri sebagai calon legislatif secara lengkap. Hal ini membuat mahasiswa menilai bedah parpol sudah berbau kampanye. Dwi Tiyanto mengakui adanya pembicara yang sempat minta du- kungan dan itu tak dibenarkan. Ia tidak ingin hal serupa muncul kem- bali pada bedah politik hari kedua. (Qom)-a PURWOKERTO (KR) - Ratusan alat peraga kampanye (APK) yang melanggar aturan, Rabu (2/4), dirazia Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) bersama Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Banyumas. Dalam razia tersebut, Panwaslu dan Satpol PP mengerahkan puluhan petugas dan alat berat untuk menurunkan satu baliho berukuran besar yang terpasang di Jalan Jenderal Soedirman Barat, Purwokerto. Selain di Jalan Jenderal Soedirman, razia juga digelar di sejumlah ruas jalan utama kota Purwokerto seperti Jalan HR Bunyamin, Jalan Martadireja dan Jalan Overste Isdiman. "APK yang dirazia, yang melanggar Peraturan KPU Nomor 13 Tahun 2013 dan Perda Kabupaten Banyumas," ungkap Ketua Panwaslu Kabupaten Banyumas, Gunawan Sujanmadi. Menurutnya, selama masa kampanye berlangsung banyak ter- jadi pelanggaran administrasi ribuan pemasangan APK yang di- lakukan partai politik dan calon legislatif (caleg). Selanjutnya mere- ka hanya dikenakan sanksi adminstrasi oleh KPU. (Dri)-d TEGAL (KR) - Kampanye anti golput kini digencarkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Ketua DPRD Kota Tegal, Edy Suripno SH. Bertempat di depan rumah Edy, Selasa (1/4) malam, sosialisasi pemilu diikuti 300 warga Kelurahan Panggung Kecamatan Tegal Timur. Anggota KPU Kota Tegal, Thomas Budiono dan Siti Mudrikah, menjelaskan tentang pentingnya memilih dalam pemilu dan memberikan penjelasan detail tentang tata cara pencoblosan. Dalam pemaparannya, Thomas mengatakan bahwa memilih bagian terpenting dalam perhelatan demokrasi yang berlangsung setiap 5 tahun sekali. Warga Negara yang baik tidak memilih golput dan warga negara yang baik ikut terlibat dalam pemilihan. "Sekitar lima menit di dalam bilik suara sama artinya anda menentukan nasib bangsa untuk lima tahun ke depan,” tutur Thomas. Dikatakan, ada 9 jenis coblosan yang benar dan ada 3 jenis coblosan yang dianggap salah. Namun demikian untuk lebih menyederhanakan bahasa dalam mencoblos warga harus tahu nama caleg dan asal partainya. ìJadi di dalam bilik suara nanti, warga tinggal lihat surat suara yang di atasnya ada ciri warna hijau adalah untuk caleg DPRD Kota Tegal, warna kuning untuk caleg tingkat pusat, warna biru untuk caleg tingkat provinsi dan warna merah untuk DPD. Buka dulu kertasnya, cari logo partainya, lalu cari nama caleg yang akan dipilihnya. Begitu lebih mudah,”kata Thomas. Sementara itu Edy meminta agar Warga Kota Tegal jeli dalam menentukan pilihan saat memasuki bilik pencoblosan dalam perhelatan pemilu legislatif nanti. "Jangan sampai terjebak seperti halnya memilih kucing dalam karung," kata Edy. Warga Kota Tegal diharap menjadi rakyat yang baik, peduli terhadap agenda pemilu, berpartisipasi ikut mencob- los. (Ryd)-a KampanyeAntiGolputDigencarkan UNGARAN (KR) - Warga Kabupaten Semarang dari berbagai profesi, Rabu (2/4) di depan Benteng William II Ungaran Kabupaten Semarang, mendeklarasikan diri anti-politik uang dalam Pemilu 2014. Mereka menamakan diri sebagai Elemen Masyarakat Peduli Pemilu Bersih (EMPPB) terdiri buruh, tukang ojek dan pegawai swasta. Merkea berharap agar pemilu legislatif dan pemilu presiden dilaksanakan secara jujur dan adil. SUKOHARJO (KR) Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sukoharjo ke- banjiran permintaan formulir A5 dari masyarakat untuk bisa mencoblos saat Pemilu 2014. Hingga kini, permintaan sudah mencapai sekitar 200 lembar. Jumlah tersebut diperkirakan akan mengalami kenaikan seiring semakin dekatnya pelaksanaan pesta demokrasi pemilihan legislatif (pileg) yang digelar 9April mendatang. Ketua KPU Sukoharjo Kuswanto ditemui di kantornya, Rabu (2/4) menje- laskan permintaan mayoritas dari dari masyarakat umum khususnya peran- tauan dari luar daerah yang bekerja di Sukoharjo. Selain itu ada mahasiswa ikut meminta formulir A5 karena tidak bisa pulang saat hari pencoblosan. Formulir A5 dijelaskan Kuswanto, merupakan kebijakan dari KPU Pusat kepada warga yang sudah memiliki hak pilih untuk ikut mencoblos saat pelak- sanaan pemilu meski berada di luar da- erah. Hal tersebut ditujukan agar bisa menekan angka golongan putih (gol- put). ”Semisal warga perantauan, ma- hasiswa, atau warga yang bekerja atau sedang menjalankan tugas saat pen- coblosan dilaksanakan. Seperti wartawan bisa mengajukan formulir A untuk mencoblos,”ujar Kuswanto. Untuk mendapatkan formulir A5, pe- mohon bisa mengajukan langsung kepada petugas KPU di daerah atau ka- bupaten dituju. Syaratnya cukup de- ngan membawa serta menyertakan fo- tocopi identitas diri, seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP). Setelah me- lengkapi persyaratan dan mendaftar ke kantor KPU di daerah, selanjutnya petugas akan melakukan klarifikasi. Hal tersebut bertujuan untuk mengecek apakah pemohon yang meminta for- mulir A5 tersebut sudah terdaftar di- daerah asal. ”KPU Sukoharjo akan meminta kon- firmasi ke KPU daerah asal pemohon, kalau sudah terdaftar disana maka harus dicoret dari daftar karena akan memilih disini,” lanjutnya. Waktu un- tuk klarifikasi tersebut dilakukan sepu- luh hari sebelum pencoblosan. Hal itu sudah menjadi aturan dari KPU Pusat. Beres Ketua KPU juga menjelaskan bahwa Sukoharjo sudah menerima kiriman ke- kurangan surat suara untuk DPR RI, DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten dan DPD. Selanjutnya, mereka melakukan pengepakan di masing-masing sampul untuk selanjutnya didistribusikan ke tempat pemungutan suara (TPS). ”Total ada 13 ribu lebih surat suara DPD sudah dikirim dari pusat. Dengan begitu, maka kekurangan sebelumnya kini sudah tertangani. Kiriman se- banyak 3 ribu lebih surat suara untuk DPR RI, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten juga sudah diterima KPU Sukoharjo. Artinya semua kebutuhan logistik pemilu sudah lengkap dan ting- gal pengepakan dan distribusi saja,”ujar Kuswanto. Sebelumnya KPU Sukoharjo masih kekurangan surat suara dalam jumlah banyak. Pengajuan dilakukan ke KPU Pusat dengan harapan bisa segera dikirim. Respons cepat langsung dibe- rikan dengan mengirimkan sesuai per- mintaan. Selanjutnya KPU Sukoharjo, melaku- kan pengepakan surat suara yang dibu- tuhkan mulai dari DPR RI, DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten dan DPD kedalam sampul. Selain itu, turut diki- rimkan juga semua formulir sesuai de- ngan kebutuhan saat pencoblosan. ”Sekarang pengiriman baru di- lakukan di enam dari total 12 keca- matan, sedangkan kekurangan dikebut beberapa hari,”lanjutnya. (Mam)-a SURAT SUARA SUDAH BERES KPUSukoharjoKebanjiranPermintaanFormulirA5 KR-Bagyo Harsono Ribuan warga ikut mancing gratis di Dam Srowol. PAN Gelar Mancing dan Tebar1Ton Ikan KR-Qomarul Hadi Para pembicara saat memaparkan visi misinya di bedah parpol. ÔBedahParpolÕDiprotesMahasiswa KR-Driyanto Petugas gabungan Satpol PP dan Panwaslu menurunkan ba- liho caleg yang melanggar peraturan. PanwasdanSatpolRaziaAPK KR-Taslim Kader PDIP mengunjungi pasar tradisional. KR-Riyadi Enthus sedang memberikan sambutan kampanye PKB.