Your SlideShare is downloading. ×
Kedaulatan Rakyat 28 Maret 2014
Kedaulatan Rakyat 28 Maret 2014
Kedaulatan Rakyat 28 Maret 2014
Kedaulatan Rakyat 28 Maret 2014
Kedaulatan Rakyat 28 Maret 2014
Kedaulatan Rakyat 28 Maret 2014
Kedaulatan Rakyat 28 Maret 2014
Kedaulatan Rakyat 28 Maret 2014
Kedaulatan Rakyat 28 Maret 2014
Kedaulatan Rakyat 28 Maret 2014
Kedaulatan Rakyat 28 Maret 2014
Kedaulatan Rakyat 28 Maret 2014
Kedaulatan Rakyat 28 Maret 2014
Kedaulatan Rakyat 28 Maret 2014
Kedaulatan Rakyat 28 Maret 2014
Kedaulatan Rakyat 28 Maret 2014
Kedaulatan Rakyat 28 Maret 2014
Kedaulatan Rakyat 28 Maret 2014
Kedaulatan Rakyat 28 Maret 2014
Kedaulatan Rakyat 28 Maret 2014
Kedaulatan Rakyat 28 Maret 2014
Kedaulatan Rakyat 28 Maret 2014
Kedaulatan Rakyat 28 Maret 2014
Kedaulatan Rakyat 28 Maret 2014
Kedaulatan Rakyat 28 Maret 2014
Kedaulatan Rakyat 28 Maret 2014
Kedaulatan Rakyat 28 Maret 2014
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×
Saving this for later? Get the SlideShare app to save on your phone or tablet. Read anywhere, anytime – even offline.
Text the download link to your phone
Standard text messaging rates apply

Kedaulatan Rakyat 28 Maret 2014

1,482

Published on

Published in: Education
0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total Views
1,482
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
3
Actions
Shares
0
Downloads
5
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. JAKARTA (KR) - Ketua Umum Partai Demokrat (PD) Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang tampil menjadi juru kampanye partainya, diprotes karena mengguna- kan fasilitas negara. Seha- rusnya SBY ketika berkam- panye untuk partai melepas- kan atribut sebagai pejabat negara. "Susilo Bambang Yudhoyo- no melakukan pelanggaran aturan atau etika berkampa- nye, karena menggunakan fasilitas negara untuk aktivi- tas kampanye," kata Wakil Bendahara Umum (Waben- dum) Partai Golkar Bam- bang Soesatyo di Jakarta, Kamis (27/3). Dengan pelanggaran ini, Bawaslu harusnya memberi- kan peringatan kepada PD dan SBY atas penggunaan fa- silitas negara dalam berkam- panye. *Bersambung hal 7 kol 6 SLEMAN (KR) - Gunung Merapi di per- batasan DIY - Jateng, Kamis (27/3) kembali menunjukkan aktivitasnya. Suara gemuruh disertai hujan abu, pasir dan kerikil membu- at warga yang tinggal di sekitar gunung panik dan berhamburan keluar rumah. Gemuruh yang sampai menggetarkan ru- mah dirasakan di Sleman, Magelang, Klaten dan Boyolali. Warga Sleman di lereng Merapi, begitu mendengar suara gemuruh disusul hujan abu dan pasir segera mengungsi di Balai Desa Glagaharjo Kecamatan Cangkringan Sleman. Antrean puluhan truk pasir juga terlihat di jalan menuju arah Kali Gendol. Berdasarkan pantauan KR di Balai Desa Glagaharjo sekitar pukul 14.00, ratusan warga dari Dusun Kalitengah Lor, Kalitengah Kidul dan Srunen Desa Kepuharjo tampak berkumpul. Terlihat se- jumlah relawan sedang membagi-bagikan masker kepada warga. Sejumlah warga mengaku mendengar suara gemuruh sekitar pukul 13.15. Suara tersebut disertai dengan letusan sehingga membuat panik. Bahkan sebagian merasa- kan rumahnya bergetar seperti ada gempa. Mereka langsung keluar rumah dan bersama- sama menyelamatkan diri. Tumpuk (65), warga Dusun Kalitengah Kidul ketika baru pu- lang mencari rumput mendengar suara gemuruh yang cukup ken- cang. Bersama anaknya dia lalu mengungsi dengan sepeda motor. "Tidak sempat bawa barang banyak. Ha- nya baju saja. Namanya saja panik," katanya. Sementara Harni (34) ketika kejadian hendak memerah sapi. Begitu mendengar suara gemuruh yang disertai getar- an, mengurungkan niat- nya. *Bersambung hal 7 kol 4 JAKARTA (KR) - Dua ter- dakwa kasus suap sengketa Pilkada Gunung Mas, Hambit Bintih dan Chairun Nisa di- jatuhi hukuman masing-ma- sing empat tahun penjara dan denda Rp 100 juta subsider tiga bulan kurungan. Semen- tara, satu terdakwa lagi Cor- nelis Nalau Antun dijatuhi hukuman tiga tahun penjara dan denda Rp 150 juta sub- sider tiga bulan kurungan. Majelis hakim menyatakan, ketiga terdakwa terbukti se- cara sah dan meyakinkan telah menyuap mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Akil Mochtar. "Terdakwa ter- bukti secara sah dan meya- kinkan melakukan tindak pi- dana korupsi," kata Ketua Majelis Hakim, Suwidya di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (27/3). Dalam amar putusannya majelis hakim menyatakan, Hambit Bintih selaku calon bupati incumbent memberi- kan hadiah atau janji kepada Akil Mochtar melalui anggota DPR, Chairun Nisa untuk mengurus gugatan sengketa Pilkada Kabupaten Gunung Mas. Gugatan itu diajukan pasangan lainnya, Alfridel Jinu-Ude Arnold dan Jaya Samaya Monong-Daldin. Da- lam upaya memenangkan sengketa, Hambit Bintih ke- mudian menyetujui memberi Rp 3 miliar kepadaAkil Moch- tar yang saat itu bertindak se- laku ketua hakim panel MK. Akhirnya, Cornelis yang di- minta untuk menyerahkan uang itu mendatangi rumah dinas Akil ditemani Chairun Nisa. Namun, sebelum uang sampai di tangan Akil, mere- ka keburu ditangkap KPK. Dalam perkara suap seng- keta Pilkada Kabupaten Gunung Mas, kata hakim, ter- dakwa Cornelius terbukti telah turut serta dengan me- nyiapkan dana yang diminta Hambit Bintih untuk dise- rahkan kepada Akil Mochtar. *Bersambung hal 7 kol 1 @krjogjadotcom q KOTA Magelang dilayani 12 jalur angkutan kota. Yang istimewa adalah Jalur 2, yang start di Shopping, kemudian lewat RSU Tidar, depan Akmil belok kantor Walikota Mage- lang, depan Samsat kembali ke Shopping. Jalan yang dile- wati hanya mengelilingi Gu- nung Tidar. Maka jalur terse- but disebut Jalur Darling atau Tidar Keliling!--(Kiriman: Tarmadi, Karang kidul RT 04 RW 05, Magelang 56124, Jawa Tengah).-a Jumat Legi 28 Maret 2014 26 Jumadilawal 1947 Tahun LXIX No. 177 Harian Pagi 28 Halaman Harga Eceran Rp. 3.000 http://www.krjogja.com SUAPAKIL MOCHTAR RP 3 MILIAR Hambit-Chairun Nisa Divonis 4 Tahun Suara Hati Nurani Rakyat Terbit Sejak 27 September 1945 PEMILIHAN umum legislatif tinggal menunggu hari. Seluruh partai politik dan calon anggota legislatif sedang sibuk berkampanye untuk merebut suara rakyat. Berbagai janji dan komitmen dilontarkan jika mereka terpilih. Bahkan tak jarang, para caleg memberikan sejumlah uang kepada pemilih (politik uang). Semua upaya tersebut dilakukan oleh para caleg untuk menunjukkan bahwa mereka peduli pada per- soalan rakyat. Namun, tetap saja ada keraguan, apakah janji peduli pada masa- lah rakyat itu terealisasi ketika mereka menjabat? Inilah persoalan klasik pemilu di Indonesia. Bahwa selalu ada jurang pemisah yang cukup lebar antara kenyataan dan janji yang diucapkan politisi ketika berkampanye. Bahkan sebaliknya, banyak politisi yang justru terlibat persoalan hukum dan korupsi. Menurut pantauan Pusat Kajian Anti- korupsi Fakultas Hukum UGM, dalam rentang waktu 2009-2014 hampir seluruh partai politik tersangkut masalah korupsi. Pembe- ritaan media massa menunjukkan bahwa tidak satu pun partai politik yang memiliki kader yang menduduki jabatan publik yang tidak memiliki kaitan dengan praktik korupsi. Pada umumnya, korupsi yang dilakukan politisi DPR atau DPRD berkaitan dengan jabatan dan kewenangan yang dimilikinya. Kekua- saan legislatif yang potensial dijadikan pintu masuk korupsi adalah kekuasaan legislasi, penganggaran, dan pengawasan. Selain ketiga fungsi pokok parlemen tersebut, kekuasaan dalam pemilihan peja- bat publik juga dapat dijadikan sebagai ajang transaksional. *Bersambung hal 7 kol 4 KR- Antara/Andika Wahyu Hambit Bintih KR-Dokumentasi BPPTKG Visual hembusan Kamis (27/3) pukul 13.05 WIB dari da- erah Srumbung-Ngepos. YOGYA (KR) - Kepala Balai Penyelidikan dan Pengem- bangan Teknologi Keben- canaan Geologi (BPP- TKG) Yogyakarta Drs Subandriyo MSi me- ngatakan, hembus- an Gunung Merapi berlangsung empat menit dari pukul 13.12 hingga 13.16. Hembusan disertai hujan abu, material pasir dan kerikil. "Ini peristiwa pelepasan gas dari perut Merapi, fenomena yang sering terjadi setelah erupsi 2010. Timbulnya getaran menunjukkan ada akumulasi tekanan gas yang cukup tinggi sebelum terjadi hembusan," katanya di Kantor BPPTKG Yogyakarta. *Bersambung hal 7 kol 6 GUNAKAN FASILITAS NEGARA BawasluHarusTegurSBY Seorang ibu warga Desa Glagaharjo Cangkringan menyelamatkan diri bersama anaknya. Seorang lansia dievakuasi ke Balai Desa Glagaharjo Cangkringan.Foto: Surya Adi Lesmana
  • 2. YOGYA (KR) - Waktu pen- daftaran Aubade 1.000 Orang Paduan Suara di Grha Sabha Pramana UGM diperpanjang hingga 24 April 2014 men- datang. Dengan perubahan waktu ini, maka pertemuan teknik dengan masing-masing perwakilan paduan suara juga diundur, waktunya akan diten- tukankemudian. Aubade tersebut merupakan kerja sama Pusat Studi Pancasila UGM, MPR RI, Paduan Suara Gelora Bahana Patria (PS GBP) dan didukung SKH Kedaulatan Rakyat. Meskipun waktu pendaftaran diperpanjang dan pertemuan teknik diubah waktunya, penyelenggaraan lomba tetap 4 Mei2014,pukul15.00WIB. Hal ini dikatakan Koordi- nator Panitia, Haryadi, kepada KR, Kamis (27/3).Adapun lagu yang akan dibawakan secara paduan suara tersebut masing- masing "Nyiur Melambai" cip- taan Maladi, "Kharisma Indonesia" ciptaan Budiman, "Mars Pangeran Diponegoro" ciptaan NN, "Jogja Kembali" ciptaan Subagyo, "Berkibarlah Bendera" ciptaan Gombloh, dan "Indonesia Jaya" ciptaan Cha- kenM. Penyelenggaraan aubade paduan suara tersebut untuk menyongsong HUT ke-50 PS GBP yang jatuh pada 14 Juli 2014. Pendiri PS GBPadalah N Simanungkalit bersama bebe- rapa mahasiswa UGM 14 Juli 1964. (War)-f YOGYA (KR) - Ketua DPW PKB DIY H Agus Sulistiyono SE MT bersama KRT Poer- bokusumo (Mas Acun) terus melakukan safari politik ke be- berapa tempat, terutama di kantong-kantong Abdi Dalem Kraton Yogyakarta, seperti di Kinahrejo, Cangkringan, Ka- bupaten Sleman, Imogiri, Kotagede, Plosokuning, Mlangi dan lainnya. Di Kinahrejo, Cangkringan, calon anggota DPR RI dari PKB DIY, H Agus Sulistiyono dan Mas Acun, diterima putra Alm Mbah Marijan, Mas Nga- behi Suraksohargo (Asih) di rumahnya, Huntap Karang- kendal, Palemsari, Cangkring- an, Kabupaten Sleman. "Ka- rena Ndoro Acun, kami tidak bisa menolak, dan siap mem- bantu PKB," ujar Mas Ngabehi Suraksohargo. Menurut Mas Ngabehi Su- raksohargo (Asih), warga yang berada di Huntap Karangkedal ini, mayoritas warga yang du- lunya bertempat tinggal di Ki- nahrejo, setelah erupsi Gunung Merapi 2010 silam, kini warga Kinahrejo pindah ke huntap. "Disini ada 82 kepala keluarga (KK) dengan jumlah jiwa seki- tar 250 orang," ujarnya. Dia berharap, pada Pemilu 2014 ini, warga yang berada di huntap bisa menggunakan hak pilihnyadenganbaikdanbenar, agartidakadayanggolput. Ketua DPW PKB DIY, H Agus Sulistiyono SE MT me- nyatakan, kedatanganya ke Kinahrejo Cangkringan ini, se- lain menjalin silaturrahmi sekaligus menjalin hubungan sesama umat manusia, karena dengan silaturrahmi ini akan memudahkan kita dalam segala hal. (*)-f JUMAT LEGI 28 MARET 2014 (26 JUMADILAWAL 1947) ÓKEDAULATAN RAKYATÓ HALAMAN 2KOTAYOGYA HUT KE-50 GELORABAHANAPATRIA Pendaftaran'Aubade1000Orang'Diperpanjang PKBSafaridiKantongAbdi Dalem KR-Istimewa Ketua DPW PKB DIY H Agus Sulistiyono SE MT dan KRT Poerbokusumo .
  • 3. "Berbagai proyek di Desa Sidorejo sudah berjalan de- ngan benar. Tidak ada perma- salahan," kata Prayogo dan Katiya koordinator massa da- lam orasinya. Diungkapkan, Kades Sido- rejo dalam melaksanakan tu- gasnya tidak arogan dan bisa mengayomi masyarakat. Ter- bukti mampu memimpin kembali Desa Sidorejo untuk yang kedua kali. Berbagai proyek yang digelontorkan pe- merintah mulai dari kelom- pok usaha bersama, bantuan ternak, bedah rumah serta pembangunan lain juga sudah terlaksana dengan baik. "Termasuk Percepatan Pembangunan Infrastruktur Pedesaan (PPIP). Seluruhnya terealisasi, bisa dibuktikan di lapangan," ucapnya. Aksi solidaritas masyarakat Sidorejo ini untuk mengkla- rifikasi aksi segelintir orang yang sebelumnya datang ke pemkab dan mengatasnama- kan paguyuban dukuh serta warga Sidorejo. Menurut war- ga, aksi tersebut tidak mewa- kili masyarakat Sidorejo yang jumlahnya mencapai 12 ribu lebih. Padahal dalam aksi se- belumnya hanya mencapai 30 orang. Perwakilan massa diterima Assisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pem- kab Gunungkidul, Tommy Harahap SH MH di lantai 2 pemda. Dalam pertemuan tersebut, Tommy menampung aspirasi masyarakat. Tim pa- nitia khusus masih bekerja di lapangan untuk melakukan pencermatan dan pengecekan di Desa Sidorejo. "Saat ini, tim pansus masih bekerja, masyarakat harus bersabar untuk memperoleh hasilnya." ucapnya. (Ded)-f JUMAT LEGI 28 MARET 2014 (26 JUMADILAWAL 1947) ÓKEDAULATAN RAKYATÓ HALAMAN 3GUNUNGKIDUL JADWALIMAM DAN KHATIB MasjiddiGunungkidul,Jumat(28/3) Masjid Agung Al Ikhlas Wonosari Drs H Isnanto SH MA Nurul Hadi Ledoksari H Munawir Al Muttaqin Ledoksari HM Taufiq Salyono MPd Puri Handayani LedoksariNuryanto Ruadi MA Darul Falah Kranon Drs H Heriyanto Nurul Hasanah Kepek IHMSukamtoSAg NurulHudaKepekI IrHImamTaufiqSPdAt Takwa Jeruk KepekWakhid Budiyono SPd Aviciena RSUD Wonosari H Suroyo AMK Safinatunnajah Trimulyo I Asmuni SPdI Al Hidayah Trimulyo II Kholis Muhajir SAg Syaroful Ummah Tegalmulyo KepekH Mukhotib MPdI Baitussalam Sum- bermulyoDrsHYusufARMAAlMujahidinRinginsariHUntung Santoso SE MA Al Mufaridun Barat terminal Drs H Jumhidi MA Nurul Falah Madusari H Aam Sugasto MA Darussalam Je- ruksariDrs Hananto An Nuur Jeruksari Suyono SPdIAl Musafir Kodim 0730 GK Wasiran Maruf SPd Al Muqorrobin Tawarsari Sutardi SPdI Baitul Quddus Pandansari H Iskanto AR SAg Al Amin GadungsariDrs Rubino MSi Al Falah GadungsariSujono Baitul Hidayah Polres GK Ngadiyono SPd Baitul Muwahidin Baleharjo H Mustakim MA At Taubah Rutan Wonosari Suhar- jiman SAg An Nuur Mulyosari Baleharjo HardimanAt Tarbiyah Disdikpora GK H Sugasto MA Al Muhajirin Rejosari Baleharjo Drs Ngatino Al Fatah Wukirsari Baleharjo Fatkhurrohman Al Muttaqin Tegalsari Satino BAAl Azhar Karangrejek Choirudin SAg Mujahid Drs KH Bardan Utsman MPdI Nurul Mutaqin Tegalsari Drs Khadirin Adlan Kranon Darwance SMA Muh Wonosari Ledoksari H Kamidjan MA. (Ria)-f TEGASKAN TAK ADA PENYIMPANGAN Warga Sidorejo Geruduk Pemkab WONOSARI (KR)-Ratusan wargaDesaSidorejo,PonjongmendatangiKantor Pemkab Gunungkidul, Kamis (27/3). Kedatangan massa yang menggunakan truk, mobil, minibus dan sepeda motor, langsung berorasi diAlun-alun Wonosari. Dalam orasinya, warga menyesalkan segelintir orang yang mengaku warga Sidorejo dan melaporkandugaanpenyimpangandiSidorejo.Padahalsampaisekarangtidakada pelanggaran dan masyarakat tetap hidup rukun. KR-Dedy EW Massa berorasi di Alun-alun Wonosari. BPC PHRI GUNUNGKIDUL DIKUKUHKAN MelayanidenganKearifanLokal WONOSARI (KR) - Peran Perhimpunan Hotel dan Res- toran Indonesia (PHRI) sangat strategis dalam mendukung perkembangan kepariwisataan baik di Gunungkidul maupun DIY yang kini sedang menga- lami 'booming' kunjungan wisa- tawan. "PHRI harus bisa me- merankan diri dalam melayani para wisatawan dengan menge- depankan kearifan lokal," ujar Ketua Badan Pengurus Daerah (BPD) PHRI DIY, KRHT Drs Istijab Danunagoro MM saat mengukuhkan Badan Pengurus Cabang (BPC) PHRI Gu- nungkidul periode 2014-2019 di Rumah Makan Nielasary, Siyono, Wonosari, Rabu (26/3) sore. Dalam kesempatan tersebut diisi pula penyuluhan pajak oleh Rudy Gunawan Bastari, Kepala Kanwil Direktorat Pajak DIY. Pengukuhan dihadiri Staf Ahli Bupati Bidang Pembangunan Saryanto, Kepala Bidang Promosi dan Pemasaran Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan Gunung- kidul Wijang EkaAswarna. Pengurus BPC PHRI yang dilantik Ketua Karnilasari, Wakil Ketua Sunyoto SH, Sekretaris Zulkarnaen dan Riyanto Salyono SE MM, Bendahara Ir Agus Sugeng Wibowo dan Sustriningsih. Koordinator Bidang Restoran dan Jasa Boga Sumiyati dan Yani Andarwati, Bidang Promosi Supriyadi dan Joko Wasito, Bidang Pengembangan SDMArif Rahman dan Slamet Riyadi, Hubungan Antar Lembaga dan Hukum Sri Suwarni dan Ngatno. Bidang Litbang RahayuAningtyas SH dan Faniyati SE. Bidang Pengem- bangan Profesi dan Organisasi Yayuli dan Adnisa Alaliyah. Penasehat Bupati Gunungkidul, Kepala Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan Gunungkidul Slamet dan Suhardi. Bupati Gunungkidul dalam sambutan tertulis yang dibacakan Saryanto menyatakan, sektor pariwisata di Gunungkidul sejak 2012 mulai menggeliat dengan jumlah kunjungan yang terus meningkat. Guna memberikan pelayanan kepada mereka dibu- tuhkan layanan perhotelan dan rumah makan atau restoran yang memadahi. Bupati mengingatkan agar para pengelola hotel dan restoran tidak memanfaatkan adanya booming wisatawan dengan mematok harga mahal dampaknya wisatawan akan kapok. "Kami berharap agar BPC PHRI harus mampu memberi- kan pelayanan dan pembinaan kepada anggota lainnya guna mendukung sektor pariwisata," ucapnya. (Awa)-f KR-Agus Waluyo Karnilasari
  • 4. SLEMAN (KR) - Hibah un- tuk kelompok perikanan tidak bisa diberikan dua kali. Diha- rapkan kelompok perikanan yang sudah pernah menerima dana hibah dari pemerintah bisa memanfaatkan dengan baik dan berkembang. "Sesuai aturan, dana hibah tidak bisa diberikan dua kali," kata Gubernur DIY Sri Sultan HB X saat dialog dengan ke- lompok perikanan dan panen perdana cacing sutra, Kamis (27/3) di Gancahan VII, Sido- mulyo, Godean. Gubernur mencontohkan, se- perti di Asosiasi Cacing Sutra Yogya, pemerintah pernah memberikan dana hibah sebe- sar Rp 318 juta. Dana itu bisa digunakan untuk memulai sarana pembudidayaan cacing sutra. "Kalau mengenai modal, petani bisa memanfaatkan ko- perasi. Sedangkan dana hibah bisa untuk melengkapi sarana dulu," ujarnya. Menurutnya, permasalahan yang sering dialami para pem- budidaya ikan adalah masalah pakan. Pihaknya juga mengim- bau kepada petani jangan ter- pengaruh pada pakan buatan pabrik. "Kalau masih keter- gantungan pakan pabrik, petani mudah dipermainkan. Tapi kalau sudah bisa membu- at pakan sendiri, petani tidak bisa dipermainkan harga," pin- tanya. (Sni)-f YOGYA (KR) - Perempuan memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat. Na- mun kenyataannya banyak perempuan yang dipandang sebelah mata atas peran dan kemampuannya. Menurut Arom Atikarini SPsi, calon anggota legislatif (caleg) DPRD DIY dari Dapil 5 (Minggir, Moyudan, Seyegan, Godean, Gamping, Mlati, De- pok dan Berbah) kehadiran pe- rempuan dalam dunia politik sebetulnya hal yang wajar. Karena untuk memperjuang- kan kepentingan perempuan, maka kehadiran politisi pe- rempuan sangat dibutuhkan. Karena itu, jika dirinya di- percaya menjadi anggota legis- latif, maka salah satu program utama yang diperjuangkan adalah pembelaan terhadap perempuan di segala aspek. Wanita akrab dengan aktivi- tas perjuangan perempuan ini menganggap bahwa sering ditemui dalam susunan orga- nisasi kurang melibatkan pe- rempuan. Padahal banyak pe- rempuan yang mampu duduk sebagai pengurus organisasi dan potensial memajukan or- ganisasi tersebut. Dalam hal pekerjaan, pe- rempuan memiliki kesem- patan yang sama dengan pria. Namun kenyataannya, sering terjadi perbedaan kesem- patan. Kenyataan ada rekrut- men pekerjaan dengan meli- hat gender bukan atas ke- mampuan yang dimilikinya. "Dalam memajukan perusaha- an tentu yang dilihat kemam- puannya," ujarArom. Melihat kenyataan tersebut, Arom akan berjuang agar pe- rempuan memiliki kesem- patan yang sama, baik dalam bidang kesempatan berorga- nisasi maupun dalam kesem- patan memperoleh pekerjaan. Selain itu, dalam hal me- ngarungi kehidupan rumah tangga, jangan ada lagi terjadi kekerasan terhadap istri maupun anak-anak. Agar harapan tersebut ter- capai, maka legislatif di ting- kat daerah harus memper- juangkan perundang-undang- an di tingkat lokal yang dapat menjamin persamaan gender. Disamping itu juga harus da- pat memperjuangkan anggar- an yang berpihak pada ke- pentingan perempuan. (*)-f JUMAT LEGI 28 MARET 2014 (26 JUMADILAWAL 1947) ÓKEDAULATAN RAKYATÓ HALAMAN 4SLEMAN JADWAL IMAM DAN KHATIB Masjid di Sleman, Jumat (28/3) MASJID Muhajirin Griya Taman Asri H Yoyok Atik MSi Al Adn Ring Road Barat no 99 Pundung, Nogotirto Gamping Ust Yuni Erwanto PhD Baiturrahim Perum Sukoharjo Ngaglik tak- mir Al Huda Dero Pakem takmir Al Hidayah Modinan Banyuraden Gamping Drs Supriyono Al Amien Perengkembang Balecatur Gamping Bambang Nugroho Al Amien Aminah Binti Saif Sumbergamol Balecatur Imam Sukiman Ar Raudah Jl Magelang Km 5,5 Kutu Tegal Sinduadi Mlati Misbakhul Anam Ar Rahmah Sawitsari Condongcatur Depok DrAmirHusniAlHikmahSumberanSariharjoNgaglikH Sukirno SH Mujahidin Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) takmir Quwwatul Islam Perumnas Condongcatur Depok Sleman H ChairilAnwar Agung Dr Wahidin Sudirohusodo Drs H Muh Lutfi Hamid MAg Al Baraakah Mudal Sariharjo Ngaglik Ust Dr Suraji Munawir MSi RS JIH Jl Ring Road Utara Con- dongcatur Depok Herry Zudianto SE Akt MM Al Huda Pelem- kecut Santren Caturtunggal Depok Saharudin MA Baitur- rahman Klidon Sukoharjo Ngaglik Ust MuhAgus. (Ria)-f AROM ATIKARINI Perempuan Miliki Peran Penting Gubernur Panen Cacing Sutra
  • 5. WATES (KR) - Penyebaran narkoba dapat menyusup me- lalui berbagai sendi kehidup- an. Hal ini menjadi tantangan berat bagi para kader penyu- luh anti narkoba di Kulonprogo yang akan menjadi pusat per- tumbuhan perekonomian DIY bagian barat. Kepala Badan Narkoba Ku- lonprogo (BNK), Arif Prastowo mengharapkan masyarakat di Kulonprogo dapat terbebas dari narkoba. Kader penyuluh Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredar- an Gelap Narkoba (P4GN) ha- rus intensif mensosialisasikan bahaya narkoba kepada ma- syarakat sekitar. "Di Kulon- progo akan ada pabrik bijih be- si, pelabuhan pendaratan ikan, bandara internasional dan kawasan industri. Ini menjadi tantangan bagi para kader P4GN," tuturnya. Arif Prastowo mengungkap- kan hal tersebut di sela-sela se- bagai nara sumber hari kedua, Kamis (27/3) P4GN di Aula Palang Merah Indonesia (PMI) Kulonprogo. Sebanyak 40 ka- der perwakilan desa di Kabu- paten Kulonprogo selama dua hari mengikuti sosialisasi pem- bentukan kader penyuluh P4GN tahap kedua. Menurutnya, seminggu se- belumnya diadakan kegiatan sama pada tahap pertama se- banyak 40 peserta dari kader perwakilan desa. Keseluruhan terdapat 80 kader penyuluhan P4GN dari 87 desa di Kulon- progo. Ketua BNNPDIY Budiharso di depan peserta kader penyu- luh P4GN menjelaskan tahun 2014 merupakan tahun penye- lamatan pengguna narkoba. Upaya penekanan pemberan- tasan harus dilakukan yang di- imbangi dengan rehabilitasi para pecandu narkoba. "Kita harus menyelamatkan para korban yang menjadi pecandu narkoba. Mereka su- dah kehilangan masa lalu dan masa kini, Jangan sampai mereka kehilangan masa de- pan," tambahnya. (Ras)-e BKL Tunas Mekar yang ber- anggotakan 20 orang ini juga mampu memanfaatkan bahan lokal yang ada di sekitar ru- mah lansia untuk meningkat- kan produktivitas melalui pe- ngolahan pucuk pohon gebang menjadi agel, kemudian dibuat kerajinan tas. "Kegiatan ini bagus, karena kelompok yang belum lansia mau membina lansia melalui kelompok BKL. Sehingga orang yang sudah lansia bisa dikembalikan ke habitatnya sesuai kesukaan mereka yang tentunya dapat meningkatkan harapan hidup mereka, bah- kan masih produktif secara ekonomi. Konsep tutur, sem- bur, wuwur, yakni tutur berar- ti memberikan nasihat, sem- bur adalah mendoakan dan wuwur artinya bisa produktif, meningkatkan perekonomian, bila dijalani lansia akan mem- berikan hasil luar biasa," kata Hasto sembari mengatakan untuk menjalani hidup lansia menjadi lebih baik adalah ha- rus sehat, produktif dan memi- liki ilmu. Hasto berpesan, lansia agar berhati-hati menjaga kese- hatan, terutama tulang. Sebab yang paling rawan di usia sen- ja adalah tulang yang mudah keropos. "Para lansia dianjur- kan senam beban, yaitu senam yang membebani tulang su- paya lebih awet dan tidak kero- pos," kata Hasto saat meneri- ma kunjungan tim penilai Ke- lompok BKL tingkat DIY di Bulak Tuksono, Kamis (27/3). Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi DIY Dra Tjondrorini MKes menganggap Bupati Ku- lonprogo memiliki komitmen terhadap program kependu- dukan, keluarga berencana dan pembangunan keluarga. Apalagi bupati sebagai dokter tentu memiliki kompetensi un- tuk membina keluarga lansia dan lansia. "BKL merupakan suatu wadah atau kegiatan di mana tujuannya adalah untuk memberdayakan lansia supaya betul-betul menjadi insan yang produktif, sehat dan berman- faat sehingga tidak menjadi be- ban keluarga, masyarakat dan pemerintah," ujarnya. (Wid)-e JUMAT LEGI 28 MARET 2014 (26 JUMADILAWAL 1947) ÓKEDAULATAN RAKYATÓ HALAMAN 5KULONPROGO Kelompok Lansia Tingkatkan Harapan Hidup RAPERDAKAWASAN TANPAROKOK TakBermaksudMelarangMerokok WATES (KR) - Pembuatan Raperda Kawasan Tanpa Rokok (KTR) bukan dimaksudkan melarang apalagi mengkriminalisasi- kan orang yang merokok. Tapi lebih menekankan pada pengatur- an atau pengalihan kegiatan merokok, mengiklankan rokok di kawasan yang bukan KTR. Demikian disampaikan Wabup Kulonprogo Drs H Sutedjo saat membacakan Jawaban Bupati terhadap pemandangan umum Panitia Khusus (Pansus) dan Fraksi-fraksi terhadap dua Raperda dalam rapat paripurna (Rapur) DPRD di Gedung Dewan setem- pat, Selasa (25/3). Rapur dipimpin Ketua DPRD Ponimin Budi Hartono dan diikuti segenap anggota serta dihadiri Sekda Ir Astungkoro MHum dan para Kepala SKPD. Kedua Raperda yang sedang dibahas Raperda KTR dan Pe- ngelolaan Usaha Pertambangan Mineral dan Batubara (Minerba). Dijelaskan, salah satu tujuan pembuatan Raperda peningkatan kesadaran dan kewaspadaan masyarakat terhadap bahaya merokok yang antara lain, dijabarkan dalam bentuk perlindungan terhadap anak sekolah atau di bawah 18 tahun serta ibu hamil dari penjualan rokok. "Peningkatan kesadaran masyarakat ter- hadap bahaya merokok dengan cara memberikan pendidikan agar tidak merokok di dalam ruangan atau rumah. Sedangkan kewas- padaan terhadap bahaya merokok diwujudkan dengan mengikut- sertakan masyarakat untuk mewujudkan lingkungan bersih dan sehat dari pengaruh rokok," ujarnya. Menjawab pertanyaan Pansus tentang sanksi bagi usaha pe- nambangan yang tidak berizin, Wabup menegaskan akan dikenai pidana kurungan paling lama tiga bulan atau denda paling ba- nyak Rp 50 juta. Usaha pertambangan yang tidak berizin, akan berdampak kerusakan lingkungan dan prasarana umum. (Rul)-e KulonprogoTantanganKaderAntiNarkoba JADWALIMAMDANKHATIB MasjiddiKulonprogo,Jumat(28/3) MASJID Agung Wates Waldjono Jami' Wates Abdur Rahman At Taubat Sudarminto Masyfa Wates M Yasin Ainurrahman Polres Sugiyarto Asy Syifa Wates Damiri At Taqwa Bendungan Agus Wiratno At Thohiroh Giripeni Su'adi Al Muttaqin Dinas Pendidikan Dalisan Siti Chatijah Wates Hamam Muttaqin Ali Bin Abi Tholib Kriyanan Muh Hadi Nurul Huda Seworan Paimin Siti 'Aisyah Binti Abu Bakar Asidiq RA Pengasih IKADI Agung Pengasih Kepala MAN Wates I Baiturrahman Dharmais Abdul Fatah Baitussalam Serut Su- diro Puro Paku Alaman Giri- gondo Masrohanudin Hashinul Muttaqien Kedundang Imam Suri Nurul Huda Temon Su- mardi At Taqwa Sentolo Ngus- man Al Amin Salamrejo Sen- tolo Mujiyono Al Iman Po- ngangan Sentolo Jamhari Al Falah Sukoreno Sentolo Su- bintomo Sultan Agung Kaliba- wang Suharto Abu Bakar Shidik Banjaroyo Sumardi Al Iman Kisik Banjarasri Sugiya Nurul Huda Duwet Banjarharjo Marsidi Dainuri Noor Sunan Kalijaga Banjararum Abdul Khamid Al Falaah Semaken III Thoha Elfaiz Jami' Jetis Ger- bosari Samigaluh Muhammad Hadi Al Jihad Madigondo Sidoharjo Samigaluh Kadari Al Ikhlas Pucanggading Hargo- mulyo Kokap Rajimin/Tondo S Nasrullah Tapen Hargomulyo Kokap BurhaniArwin. (Wid)-e Sumber: Kantor Kementerian Agama Kulonprogo. SENTOLO (KR) - Kelompok Bina Keluarga Lansia (BKL) ternyata dapat meningkatkan ha- rapan hidup lansia. Seperti halnya kelompok BKL Tunas Mekar dari Pedukuhan Bulak Desa Tuksono Kecamatan Sentolo yang diapresiasi Bupati Kulon- progo dr H Hasto Wardoyo SpOG(K). BKL mampu memberdayakan lansia sekaligus menunjukkan bahwa lansia masih bisa produktif baik dalam bidang kesenian, industri rumah tangga maupun kegiatan kemasyarakatan lainnya.
  • 6. Kecamatan Bantul: Masjid Agung Manunggal, Drs H Sae- bani. Jamasba, H Jiriban SH CN. Muqorobin, Panut SPd. Al Muna Gowokan, Markhaban BA. Al Muhtada Keyongan, Drs Supar- madi. Al Abwa Priyan, Basyir BA. Kholid Bin Walid Palbapang, Daliman. Al Fajar Palbapang, Sa- rimbi. Cholil Masyuri Ringinhar- jo, K Nur Muh Mahfud. An Najah Ringinharjo, H Fachrudin SAg. Kecamatan Sewon: Nurul Huj- jah, H Irfan S Awwas. Ar Rahman Tarudan Bangunharjo, H Condri Cahyono. Nurul Huda Ngoto, R Khozen FA. Al Janah Jetis, Sukardi. Adz Dzikro Sudimoro, Drs H Djuweni. An Nur Pandean, Fathurohman. Ridwanillah Dada- pan, K Nurhadi. Al Huda Tembi Timbulharjo, HES Karjan. Al Hi- dayah Kepuhan, Dalhari. Al Taq- wa Diro, Drs Suharyanto. An Naj- wa Kweni, Drs Bahroni. Kodama Krapyak, Drs KH Ashari Abta MPdI. Darussalam Bakung, Ah- mad Widodo SH. Al Mukmin Glu- go, KH Muhadi Zainudin Lc MA. Kecamatan Jetis: Al Makmur Bembem, Drs Kawidi. Baiturid- wan Karangsemut, Maksum. Al Fatah Beji, Anwari Bakri. Keca- matan Bambanglipuro: Ar Rah- man Sawungan Sumbermulyo, Poniran. Al Amna Jogodayoh, Panut Zairi SPd. Ihsanul Mur- tadho Sarang , Wajidi. Al Ihsan Plebengan, Zarowi. Nurul Yaqin Pete, Sahadi. Miftahus Tulasan, Wakidi.KecamatanPandak:Mar- sidullah, H Mulyanto. Al Amna, Muhadi. Baiturahman, Ahmad Azar SPd. Baiturohim, Saidi SAg. Kecamatan Sedayu: Kebonda- lem Srontakan Argomulyo, H Mursidi. An Nafi Puluhan, Drs Ka- siman. Sholihin Klangon, Ngesti Widodo. (Roy)-m JUMAT LEGI 28 MARET 2014 (26 JUMADILAWAL 1947) ÓKEDAULATAN RAKYATÓ HALAMAN 6BANTUL BANTUL (KR) - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bantul sedang mengajukan 19.000 surat suara tambahan, untuk menambah jumlah kekurangan surat suara yang rusak serta ter- tukar. Sementara itu KPU juga mendesak perce- takan segera mengirimkan surat suara tambah- an tersebut, sebelum awal April. Hal ini agar KPU tidak mengubah skedul proses pendistribu- sian logistik. Komisioner KPU Bantul Divisi Logistik, Didik Joko Nugroho kepada wartawan di kantornya, Kamis (27/3) mengatakan, dirinya berharap pa- da akhir Maret ini surat suara tambahan sudah dapat diterima KPU Bantul. "Setelah proses pelipatan surat suara selesai, jumlah kerusakan surat suara ada sekitar 17.000 lembar. Setelah dihitung-hitung, terma- suk asumsi surat suara cadangan, kami membu- tuhkan serta mengajukan 19.000 lembar surat suara tambahan. Selain tertukar, kebanyakan kerusakan karena noktah tetesan tinta serta sobek pada surat suara," ujar Didik. Terkait surat suara yang tertukar, Didik menambahkan, setelah mereka meminta ma- sukan dari KPU Pusat dan Provinsi, ternyata surat suara yang tertukar tersebut diminta dikembalikankekabupaten/kotamasing-masing melalui percetakan. "Surat suara yang tertukar akan kami kemba- likankepercetakan,dankemungkinanpercetak- an yang akan ambil sendiri sambil mengirimkan surat suara tambahan yang kami ajukan," tam- bah Didik. Terkait droping logistik ke Petugas Pemu- ngutan Suara (PPS), KPU mengagendakan pada 5 April 2014 mendatang. Hingga saat ini, pihak KPU sedang menyelesaikan proses penomoran sampul surat suara untuk masing-masing Tem- pat Pemungutan Suara (TPS). Selain peno- moran, ada pula pemasangan stiker hologram pada berita acara serta bukti penghitungan suara di tingkat KPPS. (Aje)-m KPUAjukan19.000SuratSuaraTambahan PERKEMBANGAN sistem pendidikan di bidang keperawatan di Indonesia, saat ini sudah sangat tinggi. Hal itu dibuktikan dengan adanya lulusan keperawatan Indonesia yang bekerja di luar negeri, di antaranya Jepang dan di kawasan Timur Tengah. Selain itu, juga terdapat 387 se- kolah tinggi keperawatan, baik di perguruan tinggi negeri (PTN) dan perguruan tinggi swasta (PTS). Kondisi ini jauh berbeda 20 tahun lalu, yang hanya ada akademi keperawatan saja seba- gai tempat menuntut ilmu bagi calon perawat. Namun, lulusan keperawatan saat ini belum menjadi profesi yang mumpuni. Meskipun de- ngan sistem dan materi pendidikan yang sudah baik, tetapi dalam praktek secara individu be- lum bagus. Hal ini karena sarana dan prasarana kegiatan praktek belum memadai. Maka dari itu, untuk mencetak perawat dengan kualitas baik secara individual, harus didukung sarana dan prasarana yang baik. Agar lulusan perawat mempunyai daya saing dan kepercayaan diri tinggi, untuk menghadapi pasar kerja bebas di bidang keperawatan. Per- nyataan itu diungkapkan Kepala Prodi S3 Ke- perawatan Universitas Indonesia, Prof Dra Elly Nurachman, pada ’Seminar Nasional Kepera- watan dan Sediminasi Hasil Penelitian’, di Asri Medical Center Yogyakarta, Kamis (27/3), yang digelar Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STI- KES)AlmaAtaYogyakarta. (*-6)-m MENCETAK PERAWAT BERKUALITAS HarusDidukungSaranadanPrasarana Tidak jarang ditemui, petani hidup terseok-seok dengan ber- bagai pemicu. Salah satu kebi- jakan yang dinilai salah ka- prah adalah, terkait program swasembada pangan. Inti pro- gram itu, kebutuhan pangan tersedia tanpa mempertim- bangkan asal-usulnya. Hal tersebut mengemuka da- lam "Sarasehan Agribisnis Me- nuju Kedaulatan Pangan Ber- basis Ekonomi Kerakyatan", yang digelar Pengurus Kontak Tani dan Nelayan Andalan (KTNA) DIY, di Gedung Madu Candya Bantul, Kamis (27/3). Hadir dalam acara tersebut Pembina Petani DIY, Drs HM Idham Samawi, Plt Kepala Dinas Pertanian dan Kehutan- an Bantul, Partogi Damai Pakpahan BE SE MSi, Ketua DPRD DIY, Yoeke IndraAgung Laksana serta Ketua KTNA DIY Suroto. Peserta sarasehan melibatkan anggota KTNA ka- bupaten/kota di DIY. Drs HM Idham Samawi mengungkapkan, konsep swa- sembada pangan yang dide- ngungkan pemerintah dinilai tidak tepat. Jika acuannya ke- tersediaan pangan, pemerin- tah tidak mau tahu asal-usul- nya, yang penting ada. Hal ter- sebut sudah sesuai dengan tar- get program sejak awal. Pada- hal kata Idham, jika dirunut lebih jauh, banyak pihak diru- gikan akibat kebijakan terse- but. "Jika sebagian kebutuhan pangan didatangkan dari luar negeri, pihak paling dirugikan adalah petani, itu kenyataan," ujar Idham. Jika kebijakan tersebut te- rus berlangsung petani tidak akan pernah sejahtera, karena kalah bersaing dengan produk impor. Mestinya swasembada pangan diubah menjadi keda- ulatan pangan. Konsep keda- ulatan pangan, sudah jelas. Kebutuhan pangan sepenuh- nya dicukupi dari produksi da- lam negeri. Sebenarnya Indo- nesia ini kaya akan sumber daya alam yang bahkah tidak dipunyai negara lain. "Negara China saja yang jumlah pen- duduknya jauh lebih banyak dari kita mampu impor ke Indonesia, mengapa kita tidak bisa. Itu ada yang salah de- ngan kebijakan pemerintah ki- ta," ujarnya. (Roy/Aje)-m SARASEHAN AGRIBISNIS KTNA DIY KedaulatanPangan,StrategiMenyejahterakanPetani BANTUL(KR)-Sektorpertaniansebagaipenyanggakebutuhanpangandinege- riini,dinilaisalahdalampengelolaannya.Tidakmengherankan,ketikakebijakanpe- merintah dinilai belum sepenuhnya berpihak petani dan cenderung merugikan. Akibatnya, melimpahnya sumber daya alam di negeri ini belum sepenuhnya mampu mendongkrakkesejahteraanpetanidanmasyarakatsecaraumum. KR-Sukro Riyadi Drs HM Idham Samawi sebagai pembicara dalam sarase- han Kedaulatan Pangan. JADWAL IMAM DAN KHATIB Masjid di Bantul, Jumat (28/3)
  • 7. Dia lalu masuk ke rumah un- tuk mengambil tas berisi surat-surat berharga. "Isinya KK, KTP sama surat-surat penting lainnya. Memang su- dah saya siapkan kalau sewak- tu-waktu harus mengungsi," kata warga Dusun Sunen ini. Boleng, salah satu relawan dari Taruna Siaga Bencana (Tagana) mengungkapkan, ke- siapsiagaan warga terhadap bencana Gunung Merapi me- mang sudah tinggi. Terbukti mereka telah mempersiapkan diri membawa surat-surat berharga dan beberapa lembar pakaian. Warga tak lama mengungsi di Balai Desa Glagaharjo. Setelah mendapat informasi ji- ka kondisi Merapi aman, seki- tar pukul 14.30 mereka sudah diperbolehkan kembali ke rumah. Kecuali anak-anak dan lansia masih disarankan tetap berada di balai desa. Suasana panik juga di- rasakan warga Klaten. Ribuan warga di Kecamatan Ke- malang berhamburan men- gungsi setelah wilayahnya diguyur hujan kerikil dan abu akibat aktivitas Gunung Merapi. Dengan membawa barang seadanya, pengungsi meninggalkan kampung hala- mannya sekitar pukul 13.30 atau sesaat setelah semburan material vulkanik berupa kerikil dan abu. Salah satu pengungsi, Yanti (60), warga Desa Sidorejo Kecamatan Kemalang menu- turkan, bersama keluarga dan tetangga mengungsi begitu mendengar suara bergemuruh yang disusul hujan kerikil dan abu. "Getarannya sangat terasa. Suara gemuruh sangat keras sehingga membuat kami panik. Belum sempat berke- mas tiba-tiba ada suara keras mengenai atap rumah yang ternyata kerikil jatuh dari la- ngit. Saya berpikir jika Gu- nung Merapi meletus," kisah- nya. Sementara di Magelang, warga Desa Krinjing Keca- matan Dukun sempat kaget dengan aktivitas Gunung Merapi. Bahkan tidak sedikit di antara mereka yang sudah mengemasi pakaian untuk mengungsi. "Meski jarak dari puncak Gunung Merapi seki- tar 6 kilometer, getarannya sa- ngat terasa di wilayah Desa Krinjing," kata Ismail, Kepala Desa Krinjing. Sedangkan Kepala Desa Cangup Kecamatan Musuk Boyolali, Sabar mengatakan, sekitar pukul 13.00 rumah warga bergetar diikuti suara gemuruh dari arah puncak Merapi selama beberapa me- nit. Sedikit hujan abu juga me- ngguyur di wilayah Sangup. (Awh/*-7/Tha/*-9)-d 10 Hari Air Pam Tak Mengalir KEPADA Yth. Bapak Kepala Kantor PDAM Gunungkidul. Kami warga Tangkil, Kemejing, Semin Gunungkidul. mengapa air pam su- dah 10 hari ini tidak mengalir. Tapi di Wilayah Semin Kota, air selalu mengalir. Pajak kami tidak pernah telat. Ketika saya bertanya pada petugas PDAM, dijawab kalau wilayah Semin Kota dataran ren- dah. +62857472XXXX JUMAT LEGI 28 MARET 2014 (26 JUMADILAWAL 1947) HALAMAN 7 "Terdakwa (Cornelis) hanya menyiapkan dana dan hanya ingin membantu karena menghor- mati terdakwa satu (Hambit)," ujar Suwidya. Anggota DPR Chairun Nisa diganjar hu- kuman sama dengan Hambit Bintih karena ter- bukti menerima suap Rp 75 juta sebagai imbal- an membantu pengurusan sengketa pilkada di MK. "Terdakwa sebagai perantara antara Hambit Bintih dan Akil Mochtar," ujar majelis hakim. Pembelaan terdakwa bahwa pemberian Rp 75 juta adalah bantuan untuk naik haji, dini- lai hakim tidak relevan. Pasalnya, dari proses persidangan telah terbukti pemberian uang tersebut ada kaitannya dengan pengurusan sengketa Pilkada Gunung Mas di MK. (Imd/Ful)-d. Modus umumnya adalah korupsi dalam bentuk suap atau gratifikasi. Menerima suap atau gra- tifikasi merupakan jalan pintas yang digunakan politisi untuk memperkaya diri sendiri atau par- tai politik. Motifnya beragam, boleh jadi untuk mengembalikan modal kampanye, untuk mem- biayai pencalonan pada pemilu berikutnya atau untuk pendanaan kegiatan partai. Oleh karena itu, kasus korupsi yang melibatkan anggota DPR dan DPRD, disinyalir selalu berujung dan bermuara pada partai politik. Sistem pen- danaan partai yang buruk memaksa para anggota partai ini mencari sumber pendanaan dari segala macam cara, termasuk korupsi. Pada titik inilah, momentum pemilu legislatif 9 April mendatang menjadi penting. Pemilu merupakan mekanisme demokrasi untuk menyeleksi pejabat publik (politisi) pemangku kepentingan rakyat. Di tangan para politisi ini- lah kebijakan publik 5 (lima) tahun kedepan berada. Maka jika rakyat salah menentukan pi- lihan, rakyat jugalah yang akan menderita. Kita tentu tidak ingin, mereka yang melanggar hukum, korupsi dan menyalahgunakan kekuasaan, terpilih kembali dan menduduki ja- batan sebagai pembuat kebijakan publik. Karenanya, rakyat harus memilih caleg yang bersih. Bagaimana kriterianya? Memang sulit untuk menentukan kriteria ideal. Jikalau pun kriteria ideal itu ada, maka sangat sulit mencari orang yang memenuhi kriteria ideal tersebut. †Walaupun belum ideal, paling tidak caleg yang bersih adalah caleg yang bersih dari ca- cat integritas (moral) dan bersih dari masalah hukum. Rakyatlah yang menjadi hakim untuk meni- lai apakah seorang caleg mempunyai integritas (moral) baik atau buruk. Masyarakat bisa menggunakan ukuran nilai-nilai moral, sosial dan agama yang hidup di masyarakat. Sementara untuk kasus hukum, ukurannya adalah apakah seorang caleg pernah ter- sangkut masalah hukum atau tidak. Kemudian, apakah seorang caleg pernah terlibat korupsi atau disebut-sebut diduga kuat melakukan ko- rupsi. Mereka yang memiliki catatan buruk in- tegritas dan tersangkut masalah hukum tidak pantas untuk dipilih. Rendahnya tingkat kepercayaan publik saat ini terhadap lembaga perwakilan politik dise- babkan oleh tingkah laku anggotanya. Situasi yang buruk ini harus diselamatkan, terutama agar kepercayaan publik terhadap lembaga politik tidak semakin terpuruk. Oleh karena itu, masyarakat harus proaktif dalam mengidenti- fikasi para caleg yang bersih. Tidak hanya sampai disitu. Para caleg juga harus diikat de- ngan komitmen dan janji terbuka bahwa mere- ka akan berpihak pada kepentingan rakyat, menjaga integritas selama menjabat dan menolak segala bentuk perbuatan korupsi. Sebaliknya, bagi mereka yang terbukti gagal, mempunyai integritas buruk dan tidak pro pem- berantasan korupsi, harus dihukum dengan cara tidak memilihnya pada pemilu nanti. Semoga, kesadaran kritis masyarakat ini dapat membawa perubahan di DPR dan DPRD. (Penulis adalah Direktur Advokasi Pusat Kajian Antikorupsi Fakultas Hukum UGM)-f "Saya berharap Bawaslu berani mengidentifikasi pelanggaran yang dilakukan SBY, serta menjatuhkan sanksi kepada PD," tegas Bambang. Dalam kampanye PD di Lampung, SBY menggunakan fasilitas negara mulai dari keberangkatannya melalui pesawat udara. "Tentu saja Bawaslu harus menyikapi hal ini. Kalau tidak bersi- kap, Bawaslu akan dinilai diskriminatif dan tidak independen. Kalau Bawaslu diskriminatif, itu menjadi benih-benih kecuran- gan dalam Pileg maupun Pilpres 2014," tambah Bambang. Sebelumnya, Bawaslu menegaskan Presiden berhak menggu- nakan fasilitas negara dalam berkampanye, salah satunya pe- sawat kepresidenan. "Sekarang begini, dalam undang-undang protokoler ada dua hal yang masih melekat, ini undang-undang ya, yaitu protokoler dan keamanan," kata Ketua Bawaslu Muhammad di Gedung KPU Jakarta. (Edi/Sim)-d Bawaslu . . . . . . . . . . . . . . Sambungan hal 1 Menurut Subandriyo, hembusan dipicu dua gempa tektonik yang terjadi Kamis pukul 01.16 dan 03.52. Peristiwa ini juga merupakan dampak ikutan dari gempa vulkanik yang terjadi pa- da Senin (24/3) pukul 11.00 di kedalaman 4 kilometer dari pun- cak. Hembusan itu hanyalah peristiwa tunggal (single event), belum bisa dikategorikan sebagai peristiwa erupsi. "Setelah hem- busan hanya terjadi satu gempa susulan, setelah itu hening. Kalau Merapi akan erupsi magmatis yang sebenarnya, pasti gem- pa akan berlanjut hingga ratusan kali," jelasnya. Dijelaskan, erupsi adalah proses keluarnya magma ke per- mukaan bumi, yang ditandai keluarnya material magma yang baru (juvenil). Tapi hujan abu, pasir dan kerikil yang terlontar da- lam hembusan kemarin adalah material lama sisa erupsi 2010. "Hingga kini belum ada indikasi magma bermigrasi ke per- mukaan. Hembusan ini hanya single event, belum mengarah ke erupsi magmatis. Karena itu kami menyatakan status Merapi masih tetap 'Normal'," tandas Subandriyo. (Bro)-d Dipicu . . . . . . . . . . . . . . . Sambungan hal 1 Merapi Muntahkan . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . Sambungan hal 1 Memilih . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . Sambungan hal 1Hambit-Chairun . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . Sambungan hal 1
  • 8. JUMAT LEGI 28 MARET 2014 (26 JUMADILAWAL 1947) ÒKEDAULATAN RAKYATÓ HALAMAN 8 DIHARAPKAN SERAPANNYA MAKSIMAL Awal April Danais Cair Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bap- peda) DIY, Drs Tavip Agus Rayanto MSi mengatakan, Daftar Isian PenggunaanAng- garan (DIPA) dan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) su- dah turun, bahkan telah di- lakukan evaluasi terhadap pe- manfaatan Danais 2013, se- hingga tinggal pencairannya. Pihaknya telah mengutus per- wakilan ke Jakarta Jumat (28/3), guna mendesak supaya Danais 2014 segera dicairkan. “Janjinya pusat, awal April 2014 danais bisa dicairkan. Maka hari ini kami diundang ke Jakarta untuk klarifikasi. DIPA dan PMK sudah turun jadi tinggal pencairannya saja yang katanya sudah ditan- datangani Dirjen Perimbang- an Keuangan Kementerian Keuangan RI,” tandas Tavip di Hotel Inna Garuda Yogya- karta, Kamis (27/3). Tavip mengungkapkan, upaya mempercepat pencair- an Danais 2014 senilai total Rp 523, 8 miliar tersebut agar penyerapannya semaksimal mungkin. Meski Danais 2014 akan dilakukan dalam tiga termin dengan besaran ma- sing-masing 25 persen, 55 per- sen dan 20 persen, semuanya semaksimal mungkin diserap. Terlebih pemanfaatan Danais 2013 lalu terkendala waktu yang mepet, tidak sebanding dengan kucuran dana yang amat besar sehingga realisasi serapan minim. “Berkaca dari pemanfaatan Danais 2013 kita telah mela- kukan evaluasi baik program maupun peruntukannya, apa- lagi lelang tidak bisa jalan tahun lalu, makanya tidak ada pembangunan fisik meng- gunakan anggaran keistime- waan, sehingga program dige- sar ke arah lain,” tuturnya Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset (DPPKA), Bambang Wis- nu Handoyo mengaku justru saat ini tengah dilakukan re- visi terkait danais tersebut ke pusat. Setelah dilakukan re- visi, baru Danais 2014 bisa di- cairkan, dengan landasan di- terbitkannya DIPA dan PMK Khusus, belum lagi payung hukumnya dengan adanya SK Gubernur terkait rambu-ram- bu pemanfaatan danais bagi masing-masing bidang keis- timewaan DIY. (*-24)-d JAKARTA (KR) - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa Menteri Pertanian (Mentan) Suswono di Tegal Jawa Tengah ter- kait kasus Sistem Komunikasi Radio Terpadu (SKRT) di Kementerian Kehutanan tahun 2006-2007. Menurut Juru Bicara KPK Johan Budi, pemeriksaan dilakukan Rabu (26/3). “Namun, saya tidak tahu persis lokasi peme- riksaannya. Biasanya pemeriksaan di luar KPK, kita dibantu kepolisian setempat,” tutur Johan di Jakarta, Kamis (27/3). Suswono diperiksa KPK, karena pernah menjadi Wakil Ketua Komisi IV DPR asal Fraksi PKS. Peme- riksaan di Tegal untuk mempercepat penyi- dikan. Mentan Suswono membenarkan kalau diri- nya diperiksa. Suswono mengatakan, pe- meriksaan terhadap kasus ini semacam re- view atau pengulangan karena adanya ter- sangka lain yang baru tertangkap. Politisi PKS tersebut mengaku tidak mengikuti per- kembangan kasus SKRT dengan tersangka Anggoro Widjojo ini. Menurutnya, kasus ini ditangani Pokja Kehutanan Komisi IV DPR dan saat itu dirinya menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi IV DPR bidang Pangan. Jadi, imbuh Suswono, dirinya tidak ikut dalam pembahasan masa- lah SKRT itu. “Selama di Komisi IV DPR RI, saya sudah mengembalikan gratifikasi kepada KPK hingga mencapai sekitar Rp 1,2 miliar. Sangat boleh ja- di di antara gratifikasi yang dikembalikan itu ada kaitannya dengan SKRT. Saya tidak hapal karena ada beberapa ‘titipan’yang disampaikan ke saya,” papar Suswono. (Ful/Imd)-d YOGYA (KR) - Dana keistimewaan (Danais) 2014 segera dicairkan dalam waktu dekat. Di- harapkan, April 2014 sudah bisa digunakan untuk membiayai program dan kegiatan keistimewaan DIY. Dikhawatirkan, bila tidak segera dicairkan, pemanfaatan Danais 2014 akan bernasib sama de- ngan Danais 2013 yang penyerapannya tidak mak- simal. DIPERIKSA TERKAIT KASUS SKRT Suswono Sudah Kembalikan Rp 1,2 M SEMARANG (KR) - Kepala Staf TNI AD (KSAD) Jenderal TNI Budiman me- ngatakan, TNI AD telah me- nyiapkan seluruh helikop- ternya di pangkalan-pangkal- an yang ada dari Sabang sam- pai Merauke. TNI AD juga menyiapkan 40 helikopter dari berbagai jenis untuk stand by bila dibutuhkan. Helikopter tersebut selain sebagai alat pertahanan juga dapat difungsikan sebagai alat pendukung operasi selain perang, antara lain untuk penanggulangan dan pe- nanganan bencana. TNI AD juga siap membantu dalam hal angkutan logistik pemilu menggunakan helikopter un- tuk menjangkau daerah-dae- rah yang sulit dijangkau de- ngan transportasi darat, ter- utama di luar Jawa. “Untuk beberapa daerah atau wilayah sudah ada yang meminta kami untuk mem- bantu. Hal tersebut dikomu- nikasikan melalui Dandim dan Danrem,” ujar KSAD da- lam kunjungan ke Lanumad Jenderal Ahmad Yani dan Skadron 11 Serbu, Kamis (27/3). KSAD didampingi Pang- dam IV Diponegoro Mayjen TNI Sunindyo dan Dan Pus- penerbad Letkol Inf Benny S, selain mengecek kesiapan alat utama sistem pertahanan (Alutsista) helikopter dan persenjataannya, juga mela- kukan pengecekan kesiapan Satgas Penanggulangan dan Penanganan BencanaAlam di Lapangan Parade Kodam IV Diponegoro. Ribuan personel dari AD, Polri, Instansi Pem- prov Jateng serta elemen masyarakat yang berkompe- ten menangani bencana alam disiagakan dan dicek kesiap- annya. (Cha)-d SukseskanPemilu,TNIADSiapkanHeli
  • 9. JUMAT LEGI 28 MARET 2014 ( 26 JUMADILAWAL 1947 ) ÓKEDAULATAN RAKYATÓ HALAMAN 9LINGKARYOGYA GONDOKUSUMAN: Masjid Al Hidayah Jl Gayam HM Rosyid Supriyadi MSi .Al Mujahidin Klitren Lor Gondokusuman Abdullah Fattah SAg Mustaqiem Danukusuman Baciro Marzuki Abu Choir Jami At Takwa Kotabaru Drs H Syaifuddin Jufri MAg Baitul Aziez Danukusuman H Sholahudin At-Tauhid Dr H Mardjoko Idris MA Sultan Agung Kompleks Pusdiklat Kemendagri Puji Untoro SPd Nidaul Jannah Terban Abdul Halim Al Hikmah Terban (Syuhada III) HM Alwy SE. DANUREJAN: Masjid Mubarok Drs H Windu Wiryanto Sho- lihin Ledok Tukangan Drs H Tarda Siregar Ukhuwah Islamiyah Tegal Lempuyangan Danang Dwiyantoro Sulthony Kompleks Kepatihan Ust Prof Dr Yunahar IIyas MAg An Nuur Stasiun Lem- puyangan Rukiman Miftahussalam Tukangan Ahmad Fadli. JETIS : Masjid Al Hijrah Jl Tentara Rakyat Mataram H Mintardi Masjid Adz-Dzakirin. Totok Rajiyanto Al Barkah Budi Handojo SH LLM Nurul Huda RW 01 Bahrudi MF Jami Baitul Makmur Na- srudin Cokrokusuman Dr H Khamim Zarkasih P Jami Al-Jihad Cokrodiningrat H Abunda Farouq At-Tauhid Penumping Guffron Su'udi SAg Darussalam Jogoyudan Totok Pratopo Al Huda Ba- dran Sihabudin Mutaqin Jogoyudan Fathul Islam Assalaam Jetis- harjo dr Fauzi AR SpAn Al Imam JenggotanTrianto Al Amien Go- wongan Jetis Ust Drs Ahmad Nur Umam MM Husnul Khotimah KH Abdul Muhaimin Al Ikhlas Drs H Syamsaini Mukhlisin takmir Al Mu'min Kodim 0734 Jl AM Sangaji Margiyanto MA TEGALREJO: Masjid Al Makmur Jl Kyai Mojo 117 Riza Arfani ST Al Amrun Demakan Baru Abu Umair An Nur BLPT Yogya- karta H Djarot Margiyantoro STP MSc Al Akbar Khamim Zarkasi Al Amien Blunyahrejo Karangwaru Sukoco Jafariyah Nurul Mut- taqien Blunyahrejo Ust MS Abadi Al Fajar Blunyahrejo Bintoro SH An-Nur JatimulyoAgus Sutrisno SAg Nur Iman Jatimulyo Dar- mawan Baitul Karim Jatimulyo Ust Baihaqi Al Hidayah Jatimulyo Baru Kricak Ust Rahmat Saputra Al Ikhlash Jatimulyo Drs Maksum Amrullah Nurul Adhen Kricak Kidul Ust Drs H Untung Budiono Al Munawwaroh Ir H Suwarno HB An-Nuurotain Kricak Kidul M Badawi FZ BA Fisabilillah Sidomulyo Wandani Nurdini SidomulyoTeguh Santoso Al Barokah Sidomulyo Suyantno Al Furqon Bangunrejo Kricak Ust Ahmadi Solichin MPdI Baiturah- man Bangunrejo Sunarwi At Takwa Bangunrejo Rusmanto SAg Kyai Mojo Bener MYN Rujito SPdI Muqorrobin Bener Ust Mis- bahudin Al Ayubi RK Saudagaran Demakan Drs H Rusdiyanto MM Diponegoro Tegalrejo Drs H Ahmad Mustafid MAg Nur Mutaqin Sudagaran Drs H Amat Sirojudin Padepokan KH Ahmad Dahlan Prof Dr Edhi Martono MSc. Baiturrohman Karangwaru Ir H Sapto Nugroho MSi Al Fathu Bangirejo H Wahyudi SPdI Babul Jannah Tompeyan Bambang Nurul FalahMustofa Wardoyo Al Huda Karangwaru Lor H Slamet BA Al Hikmah Karangwaru Drs H Muslich As-Sakinah Drs H Dudi Sambojo Al Fajri Ahmad Syae- qoni SAg. UMBULHARJO : Masjid Noor Islam Jl Gayam Semaki Kulon Drs H Waharjani MAg Hayu Kurniawan Jl Lowanu 15 Ngelak So- rosutan Ardan Fahrudin Taqwa Suronatan Agus Salim SHI Nur Hasanah Tegalcatak Ardiyanto SIP Pangeran Diponegoro Ba- laikota Ust H Mustofa Ismail. GONDOMANAN : Masjid Muttaqien Beringharjo Husnan Wadi MPI Asy- Syifa RS PKU Muhammadiyah Drs H Sukriyanto AR MHum Al Hidayah KOREM 072/Pamungkas H MuhAsrofi SPd Gedhe Kauman YogyakartaDrs H Kamiran Qomar. WIROBRAJAN: Masjid Kuncen Agus Supriyana Amal Mulya Jl HOS Cokroaminoto Pakuncen Drs Totok Budi Santoso Al Muttaqin Drs H Wasis Abdullah Maksum Al Furqon Klebeb Jl Tu- ronggo Pakuncen H Zainuddin Aziz Al Mukarromah Ngampon Pakuncen HM Lukman Hakim MA Al Amien Gampingan Wirobra- jan Drs Ausath Asfianto Ikhwatun Khasanah takmir Al Furqon Kleben H Zainuddin Azis. MANTRIJERON: Masjid Al Ikhsan Suryowijayan Ricky Adi SAg Mangkuyudan Abdullah. PAKUALAMAN: Masjid Besar Pakualaman M Fauzi Nur Af- shocki. WIROGUNAN : Masjid Al Wihdah Muhidin Isma Almatin Hida- yah Al Maruf Abdul Ghofur SAg Kartini M Masykuri Baitun Naim Hardiman SAg Al Karim Drs Harjono Al Huffadh Sudarmadi SPd BaiturahmanDrs Edy Purnama Ar-Ridho Marzuki Al Ikhlash Drs H Sudiman Nurul Huda Muslimin Al Jihad Agung At-Tauhid Sur- yanto Al Mizan A Mustafid MHum. GEDONGTENGEN: Masjid Abdul Rahman Sosrodipuran Drs Joko P Hikmah Notoyudan Pringgokusuman Erawin SAg An Nur RW 03 JlagranAhmad Nur Umam Ar Rahman Bekeljaten Pringgokusuman M Ashari Kabir Nurul Huda Sosrowijayan We- tan Ust Abdurrahman Anugerah Ilahi Notoyudan Suhartanto SAg Danoedjo Kemetiran Kidul Drs H Khaedar Waluyo BTR Much- tarom Jlagran Sumanggiyo. KRATON : Masjid Margo Mulyo Nagan H Rusdi Rais SH. (Ria)-s JADWAL IMAM DAN KHATIB Masjid di Kota Yogyakarta, Jumat (28/3) DILAKUKAN USAI PILEG KepemilikanAktaKependudukanAkanDiupdate Menurut Kepala Seksi Data dan Informasi Dinduk- capil Kota Yogyakarta, Ded- dy Feriza, selama ini pihak- nya merasa kesulitan untuk mendata jumlah anak yang memiliki akta kelahiran. "Tidak hanya akta kelahi- ran saja, tapi akta kepen- dudukan lain seperti perka- winan serta cerai hidup," tandasnya dalam jumpa pers, Kamis (27/3). Deddy menambahkan, va- liditas data kependudukan juga sangat penting dalam proses perencanaan pro- gram pembangunan. Ter- utama ketepatan target dan sasaran. Namun sudah bertahun- tahun data kependudukan tidak diupdate secara me- nyeluruh. Pada Mei 2013 la- lu, pemutakhiran hanya me- nyentuh domisili warga. Pemutakhiran data ke- pendudukan itu akan dila- kukan dengan menyebar- kan formulir ke seluruh pen- duduk Kota Yogyakarta. Formulir tersebut kini te- ngah dalam proses percetak- an dan akan mulai dibagi- kan pada minggu ketiga Bu- lanApril. "Jadi usai Pileg su- dah kami lakukan. Target- nyaAgustus, semua data su- dah diperbarui dan kami la- porkan juga ke Pemda DIY," imbuhnya. Dalam formulir itu, selu- ruh kolom wajib diisi. Anta- ra lain menyangkut nomor akta kependudukan, status, pendidikan, pekerjaan, go- longan darah, hingga pro- gram jaminan kesehatan yang diikuti. Bahkan, kepa- la keluarga wajib menyerta- kan nomor telepon agar tiap ada persoalan kependuduk- an, bisa langsung dihubungi petugas. Khusus untuk program ja- minan kesehatan juga wajib diisi. Hal ini berkaitan de- ngan rencana Pemkot Yog- yakarta yang akan menja- min seluruh warga melalui Jaminan Kesehatan Nasio- nal (JKN) pada 2016 men- datang. "Jangan sampai nanti warga mendapat ja- minan yang dobel," tandas- nya. Selain itu, pengurus RT kini harus melaporkan seca- ra berjenjang ke Dindukca- pil tiap ada warganya yang meninggal dunia. Pelaporan tersebut untuk menghindari tercantumnya warga yang sudah tiada dalam setiap program pemerintah. Jum- lah warga Kota Yogyakarta saat ini terdata sekitar 407 ribu jiwa dengan 124 ribu Kepala Keluarga (KK). (R-9)-s YOGYA (KR) - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dindukcapil) Kota Yogyakarta akan melakukan pemutakhiran data kependudukan secara menyeluruh usai Pemilu Legislatif (Pileg). Salah satunya terkait kepemilikan akta kependudukan yang kurang terpan- tau secara riil.
  • 10. ÓKEDAULATAN RAKYATÓ HALAMAN 10JUMAT LEGI 28 MARET 2014 ( 26 JUMADILAWAL 1947 )
  • 11. JUMAT LEGI 28 MARET 2014 ( 26 JUMADILAWAL 1947 ) ÓKEDAULATAN RAKYATÓ HALAMAN 11PENDIDIKAN&EKBIS Kondisi tersebut perlu men- dapatkan perhatian serius da- ri para pemimpin di Indonesia. Sehingga adanya kesenjangan dan berbagai persoalan kemis- kinan yang selalu menjadi to- pik pembahasan wakil rakyat setiap Pemilihan Umum (Pemilu) bisa segera diatasi. "Pertumbuhan ekonomi yang selama ini dibanggakan pemerintah, sebenarnya tan- pa kualitas dan kurang maksi- mal dalam penyerapan tenaga kerja serta pengentasan ke- miskinan. Hal itu bisa dilihat dari kesenjangan pendapatan yang semakin mencolok serta terancamnya kedaulatan pa- ngan, karena terlalu tergan- tung dari negara asing," papar Wakil Pemimpin Redaksi (Wa- pemred) Koran Jakarta Adi Murtoyo dalam Diskusi Eko- nomi 'Ekonomi Politik 2014: Isu-isu Terkini' yang diseleng- garakan Fakultas Ekonomi Universitas Atma Jaya Yog- yakarta (FE UAJY) bekerja sama dengan SKH Kedau- latan Rakyat dan Koran Ja- karta di Kampus Babarsari Depok Sleman, Rabu (26/3). Diskusi yang melibatkan ra- tusan mahasiswa UAJY terse- but dimoderatori Wapemred KR Ronny Sugiantoro. Adi Murtoyo menyatakan, kedaulatan pangan di Indo- nesia saat ini sedang teran- cam. Karena Indonesia yang selama ini dikenal sebagai ne- gara agraris dengan potensi alam cukup berlimpah, justru menjadi importir terbesar. Pa- dahal hal itu sebetulnya bisa diantisipasi dengan meng- optimalkan sumber daya alam yang dimiliki dan lebih cermat dalam menentukan kebijakan. Mengingat berbagai persoalan ekonomi yang muncul secara tidak langsung dipengaruhi kebijakan pemerintah tahun- tahun sebelumnya. "Kebijakan ekonomi dan politik tidak bisa dipungkiri memiliki kaitan cukup erat. Karena itu, sebelum mengam- bil keputusan harus dilaku- kan perencanaan secara ma- tang, sehingga adanya kerugi- an yang timbul bisa ditekan dan kedaulatan pangan serta peningkatan kesejahteraan masyarakat lebih mudah di- wujudkan," jelasnya. Menurut Adi, problem eko- nomi yang dihadapi bangsa In- donesia cukup kompleks. Ti- dak hanya terkait kedaulatan pangan, tapi juga beberapa persoalan lain. Untuk meng- atasi persoalan itu, pemimpin memiliki peran cukup strate- gis. Tentunya semua itu bisa ditangani tuntas jika ada sikap proaktif masyarakat. (Ria)-s JAKARTA(KR) - Pemerintah terus me- ningkatkan pembangunan infrastruktur di kawasan Indonesia Timur dalam upaya mengembangkan potensi pariwisata di wilayah ini. Diharapkan, konektivitas an- tar pulau di wilayah itu dengan pintu ma- suk utama wisatawan mancanegara dan Nusantara ke daerah tujuan wisata lain- nya dapat ditingkatkan. "Indonesia ini memang banyak tempat wisata alam yang indah, tapi itu semua akan percuma kalau tidak didukung infras- trukturyangbaik,"kataMenteriPariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf), Mari Elka Pangestu, di Jakarta, Rabu (26/3). Menurut Mari, saat ini pembangunan infrastruktur di kawasan Indonesia Timur terus dilakukan, terutama bandara yang dinilai sebagai akses penting untuk konek- tivitas. Namun, untuk membangun ban- dara baru tidak mudah karena perlu lokasi yang strategis. Mari Pangestu mengakui, bandara yang sudah terbangun, seperti di Bali, Lombok, Ambon, Kupang, dan Labuan Bajo dirasa belum cukup untuk pengembangan poten- si pariwisata. "Masih perlu dibangun dan dikembangkan lagi, misalnya di Flores dan Sorong. Semakin baiknya konektivitas melalui jalur udara bisa meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan secara pe- sat," katanya. Menteri menambahkan, kawasan Papua dan Papua Barat yang sangat kaya potensi pariwisatanya masih sulit dijang- kau. "Tapi kalau konektivitasnya sudah ada sangat luar biasa," ujarnya, seraya berharap, para pelaku industri dapat bersinergi dengan Garuda Indonesia un- tuk mendukung pariwisata nasional. Dengan demikian, peran ekonomi rakyat dalam kancah perekonomian nasional maupun global dapat ditingkatkan. Pada kesempatan yang sama Dirut PT Garuda Indonesia Emirsyah Satar menga- takan, pihaknya mengoperasikan lebih banyak lagi pesawat ATR72-600. Pesawat ini mendukung operasional pesawat Bombardier CRJ1000 NextGen dalam me- ningkatkan konektivitas nasional sesuai program MP3EI, dengan mengembangkan jaringan penerbangan ke wilayah yang menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru dan tujuan wisata. (Imd)-s KedaulatanPanganMasihTerancam PERLU DUKUNGAN INFRASTRUKTUR Kembangkan Pariwisata Indonesia Timur SLEMAN (KR) - Pertumbuhan ekonomi Indone- sia saat ini belum bisa membentuk pondasi yang kuat bagi generasi mendatang. Karena pertumbuhan eko- nomi di atas 6% yang selama ini dilontarkan pemerin- tah, tidak menggambarkan kondisi di lapangan dalam arti yang sebenarnya. JAKARTA (KR) - Perpustakaan di masa sekarang bukan lagi seperti gambaran ke- banyakan orang sekian puluh tahun lalu. Bukan lagi gedung tua yang hanya berisi tumpukan buku lusuh dan berdebu karena jarang pengunjung. Kini perpustakaan sudah menjelma menjadi pusat pembelajaran bagi se- mua kalangan melalui akses yang lebih luas ter- hadap informasi, juga untuk mengembangkan bisnis agar lebih kompetitif didukung sarana teknologi informasi (TI). "Sebanyak 3,5 juta orang di Indonesia telah mendapatkan akses internet gratis untuk men- cari pekerjaan atau informasi untuk mengem- bangkan bisnisnya melalui dukungan Perpustakaan Seru (PerpuSeru), termasuk usa- ha kecil menengah (UKM) di daerah," ujar Ketua Pelaksana Coca-Cola Foundation Indonesia (CCFI) Titie Sadarini dalam kete- rangan persnya ke KR, Kamis (27/3). Menurutnya, Program PerpuSeru yang di- jalankan CCFI dan Bill & Melinda Gates Foundation (BMGF), kini telah bermitra de- ngan 34 Perpustakaan Umum di 16 provinsi di Indonesia, terutama Perpustakaan Umum Pemkab/Pemkot. "Kami berupaya mengem- bangkan perpustakaan sebagai pusat pembela- jaran masyarakat berbasis teknologi informasi, khususnya kelompok perempuan, pemuda dan usaha mikro agar mampu meningkatkan kuali- tas hidupnya," tuturnya. Erlyn Sulistyaningsih, Direktur Program PerpuSeru menjelaskan, pihaknya mendorong perpustakaan menjadi pusat informasi masya- rakat yang mampu memfasilitasi pelatihan, workshop, penyediaan layanan komputer dan internet. "Kami harap hal itu dapat mem- berikan manfaat langsung bagi masyarakat khususnya untuk meningkatkan kualitas hidupnya," ujarnya. Menurutnya, banyak manfaat positif yang bisa didapat masyarakat dari perpus. Seperti yang dilakukan Perpustakaan Umum Daerah (Perpusda) Pamekasan. Mereka menggelar seminar digital marketing gratis bagi pengusa- ha dan perajin batik untuk mengembangkan pe- masaran batik lewat online. Peserta diberikan tata cara pengembangan bisnis pemasaran on- line. Informasi selain lewat buku, bisa lewat in- ternet dan juga tatap muka, seperti seminar. Hikmah Nurrofik dari Batang Jawa Tengah merasakan manfaat pelatihan internet dari per- pus setempat hingga berhasil mengembangkan ternak ayam hibrida dan menjadi ajang praktik belajar mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) Semarang. (San)-s YOGYA (KR) - Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) DIY mende- sak segera dibukanya pintu gerbang utama pelabuhan Tanjung Adikarto dan pemba- ngunan bandara baru di Kulonprogo. Alasannya, upaya ini mendorong pertumbuhan ekonomi DIY dan mengurangi beban transportasi industri se- kaligus meningkatkan ekspor produk-produk unggulan dari daerah ini. "Arah pembangunan per- ekonomian DIY pada tahun 2020-2025 fokus di pintu sela- tan, artinya dengan dua ger- bang utama melalui laut dan udara di Kulonprogo itu dibu- ka bisa mengurangi beban transportasi industri. Apabila pelabuhan dan bandara terse- but difungsikan, tidak perlu lewat Jateng atau Jatim, ini bisa memangkas masalah pen- gurusan bea cukai dan biaya transportasi," ujar Ketua Ka- din DIY, Gonong Djuliastono kepada KR, Kamis (27/3). Kadin DIY berusaha dengan dukungan mencarikan in- vestor yang tertarik menanamkan modalnya di da- erah tersebut, karena Kadin merupakan mitra kerja Pemda DIY. Beberapa waktu lalu, Kadin DIY telah memfasilitasi pelaku bisnis dan investor dari Timur Tengah untuk melihat langsung potensi di Kulonprogo yang bisa dikem- bangkan khususnya bidang pertambangan dan perikanan, terlebih dengan dibukanya pelabuhan Tanjung Adikarto nantinya. "Kami mendukung penuh dibukanya pelabuhan Tanjung Adikarto, karena melalui pintu masuk itu, diharapkan ekspor meningkat dan menekan im- por," tandasnya. Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda DIY, Didik Purwadi telah menyiap- kan regulasi dan menggodok lembaga pengelola pelabuhan Tanjung Adikarto yang pada Oktober nanti memasuki 'soft lounching'. Tidak hanya sekadar pelabuhan ikan sema- ta, Tanjung Adikarto nantinya juga difungsikan menjadi pelabuhan kering yang bisa mengakomodir mengangkut produk-produk ekspor andalan DIY selain perikanan. (*-24)-s KadinDesakTanjungAdikartoDibuka YOGYA (KR) - Sebanyak 238 siswa SD Negeri Suryo- diningratan 3 Yogya terdiri 118 siswa Kelas I-II dan 120 siswa Kelas III-IV mengikuti pembe- lajaran di luar kelas berupa outbound. Kelas I-II diadakan Selasa (25/3) di Banyusumilir dan Kelas III-IV di Karangasri Pakem Sleman, Rabu (26/3). Menurut Kepala SDN Suryodiningratan 3 Dwi Atmi Sutarini MPd, kegiatan ini wa- jib diikuti semua siswa Kelas I- IV sebagai sarana pendidikan pengembangan karakter anak, kedisiplinan, kerja sama, tang- gung jawab dan cinta alam. "Kegiatan ini rutin setiap tahun pada semester genap setelah Ujian Tengah Semes- ter," katanya. Harapannya, anak-anak bisa mengenal ling- kungan, kemudian meningkat- kan kedisiplinan dan kerja sama dengan teman. Sementara siswa Kelas V mengikuti kunjung museum ke Museum Gumuk Pasir dan Museum Sonobudoyo, Kamis (27/3), bekerja sama dengan Dinas Kebudayaan DIY. Wajib kunjung museum ini satu rangkaian pembelajaran di lu- ar kelas untuk mengetahui se- jarah budaya bangsa. "Jadi anak tidak sekadar belajar di kelas, tapi juga bisa mendapat pengalaman langsung atau kontekstual di lingkungan se- kitar," katanya. (Wan)-o 'Outbound' SDN Suryodiningratan 3 PerpustakaanDorongPengembanganBisnis STRATEGI dibutuhkan organisasi untuk me- ningkatkan kinerja organisasi. Strategi meng- gambarkan bagaimana menyesuaikan kapabili- tas yang dimiliki organisasi dengan peluang. Salah satu bentuk strategi tersebut adalah strategi arung jeram. Pada strategi ini, perusa- haan dibawa pada kondisi anti kemapanan. Perusahaan dibawa pada daerah dengan ting- kat persaingan tinggi dan atau terdapat ber- bagai kebijakan dari pemerintah setempat yang sangat mengikat. Jika salah dalam mengenda- likan, perusahaan akan terhempas batu karang atau tenggelam ditelan arus yang deras. Supaya tetap eksis, organisasi pada strategi ini dijalankan dengan menggunakan tim yang tangguh dan solid dengan visi dan misi yang sama. Di sini perusahaan dituntut melakukan perencanaan secara komprehensif (menyelu- ruh). Perusahaan juga dituntut membangun re- lationship visi misi, tujuan ke dalam berbagai sasaran strategi. Pada strategi ini juga harus ada keseimbangan antara aspek keuangan dan non keuangan. Ibaratnya melakukan rafting, maka pada strategi ini yang diperhatikan kondisi sekitar kita dengan tetap menjaga keseimban- gan kapal. Oleh karena itu, perusahaan mensu- plemen ukuran internal keuangan dengan ukur- an yang berdasar kepada informasi keuangan (eksternal), informasi non keuangan (internal) serta informasi non keuangan (eksternal) Pada kondisi ini, team work perusahaan harus bisa berpikir secara strategis yang meliputi, di mana kita berada saat ini? Ke mana tujuan kita? dan bagaimana kita mencapai tu- juan? Pada strategi ini, perusahaan dituntut lebih kreatif dan inovatif. Perusahaan harus meninggalkan hal – hal yang dapat mengaki- batkan gagalnya strategi tersebut meliputi (1) Berasumsi hubungan sebab akibat bersifat pasti. Hal ini dikarenakan pada strategi ini penuh dengan ketidakpastian, (2) Melakukan perbaikan hanya dengan satu ukuran sepan- jang waktu, (3) Hanya menggunakan ukuran objektif, (4) Menghindari ukuran – ukuran non fi- nansial ketika mengevaluasi manajer dan karyawan, serta (5) Menggunakan terlalu banyak ukuran. Apabila perusahaan sukses menerapkan strategi arung jeram dan menjadi pemenang, maka bukan hal yang mustahil dia akan menja- di pemimpin pada suatu pasar yang akan selalu dicari oleh konsumen. Produk yang dihasilkan oleh pemenang pada strategi ini akan dikenal oleh konsumen sebagai produk berkualitas tinggi. Konsumen akan lebih mengingat produk hasil olahan perusahaan tersebut dibandingkan produk sejenis yang dihasilkan oleh perusa- haan lain. u - s R Suprono Wahyujatmiko SE, Mahasiswa Program MM Angkatan 42 PPS FE UII Strategi Arung Jeram KR-Franz Boedisukarnanto Adi Murtoyo dan Ronny Sugiantoro pada Diskusi Ekonomi Politik di UAJY. KR-Isnawan Siswa mengikuti kegiatan 'outbound'.
  • 12. PP UTUTARANARAN kampanye pemilu legislatif sudah dimulai. Yang harus diperhati- kan ialah tetap memelihara kebersa- maan dan kedamaian. Momentum kampanye adalah ajang untuk memperkenalkan kontes- tan pemilu bukan, ajang kekerasan dan pe- maksaan kehendak. Dilanggarnya tata krama kampanye sering merusak harmoni. Kampa- nye tidak cerdas atau sering dikenal dengan kampanye hitam kerap mewarnai ajang kam- panye dengan mengangkat isu SARA. Kampanye hitam merupakan strategi menja- tuhkan lawan politik jelang pemilu. Kampanye hitam terjadi karena politisi serakah dan licik sehingga mempergunakan cara-cara yang ku- rang etis dalam menjatuhkan pihak lain guna meraup dukungan. Tidak saatnya kita men- dukung orang yang haus kekuasaan. Maraknya kampanye hitam disebabkan persaingan politik yang kian ketat. Kampanye yang mestinya me- maparkan program sering berubah menjadi olok-olok terbuka menjatuhkan lawan politik. Dalam masa kampanye konstituen mestinya dapat mengenal partai politik dan politisi ma- na yang layak dipilih untuk menjadi saluran aspirasi. Pilihan itu hendaknya terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan. Rakyat berhak tahu rekam jejak kandidat secara utuh agar tidak memilih kucing di dalam karung. Perta- ma, partai politik semestinya tidak melakukan kampanye yang justru membuat keresahan di masyarakat. Kampanye dengan mengangkat isu-isu sensitif dalam banyak hal justru me- mancing konflik. Kampanye semacam itu justru kontrapro- duktif karena kepercayaan rakyat bisa hilang. Pernyataan yang keluar dari tokoh-tokoh poli- tik untuk menyerang pihak lain sering membu- at marah para pendukungnya. Dan itu menim- bulkan aroma pergesekan di lapisan akar rum- put. Maka komentar, pendapat atau pernya- taan yang meresahkan dalam rangka menye- rang pihak lain tidak diperlukan. Kedua, rakyat sering tidak siap dengan kam- panye hitam untuk menjatuhkan lawan politik. Dalam persepsi rakyat mereka yang berani maju menjadi caleg adalah kader andal, ber- kualitas dan layak menjadi panutan. Maka rakyat sering kebingungan ketika caleg-caleg- nya saling menjatuhkan dengan isu 'ecek-ecek'. Sikap jengah rakyat ini bisa melahirkan apa- tisme untuk memilih atau tidak memilih. Wak- tu pendek dalam kampanye mestinya dipergu- nakan untuk mengemukakan hal-hal yang pro- duktif dan strategis. Membiarkan kampanye hitam kadangkala merusak irama permainan di masyarakat. Pe- milu yang dimaknai sebagai pesta demokrasi sering berubah menjadi pemicu konflik. Ini yang sering diabaikan politisi dan partai politik peserta pemilu. Ketiga, kurangnya pendidikan politik masyarakat terkait pemilu. Partai poli- tik dan politisi kerap hanya fokus pada peme- nangan belaka tetapi lupa mendidik secara politik masyarakat pemilih. Hal ini wajar mengingat partai politik dan politisi memiliki tujuan yang sangat pragmatis hanya ingin me- rebut kekuasaan. Untuk mencegah dampak buruk kampanye hitam dan kampanye negatif diperlukan pen- didikan politik khususnya bagi masyarakat akar rumput. Har- yatmoko dalam buku 'Etika Po- litik dan Kekuasaan' (2003) da- lam etika politik hidup bersama dan untuk orang lain tidak mung- kin terwujud kecuali menerima pluralitas dalam kerangka insti- tusi yang adil. Etika politik tidak hanya menyangkut perilaku indi- vidual tetapi juga terkait dengan tindakan kolektif (etika sosial). Dalam etika individual kalau orang mempunyai pandangan tertentu bisa langsung diwujud- kan dalam tindakan. Sedangkan dalam etika politik yang merupa- kan etika sosial untuk dapat me- wujudkan pandangannya dibu- tuhkan persetujuan dari sebanyak mungkin warga negara karena menyangkut tindakan kolektif. Dan karena itu etika politik akan kri- tis terhadap manipulasi atau penyalahgunaan nilai-nilai dan simbol. Ia berkaitan dengan ma- salah struktur sosial, politik, ekonomi dan bu- daya yang mengondisikan tindakan kolektif. Dalam pendidikan politik partai politik dan politisi perlu menjelaskan alasan rasional meng- apa rakyat perlu berbondong-bondong ke TPS dan memberikan suaranya.Artinya, mereka ha- rus tahu persis kondisi partai dan politisi yang maju sebagai calon legislatif. Dengan begitu de- mokrasi sejati akan terbangun. Selama ini kita mengulang-ulang perhelatan pemilu dari berba- gai tataran desa, kabupaten/kota, provinsi, na- sional tetapi substansi demokrasi sejati yakni kesejahteraan rakyat tidak menjadi kenyataan. Pendidikan politik merupakan cara untuk menciptakan kampanye cerdas dan santun. Kampanye santun dan berbudaya akan men- ciptakan pemilu yang bermartabat. Partai poli- tik dan politisi harus mempergunakan waktu yang tersisa ini untuk melakukan pendidikan politik bagi rakyat secara bermartabat. u - o. *) Paulus Mujiran, alumnus S-2 Undip, Pengamat Sosial dan Politik di Semarang. Mewujudkan Pemilu yang Bermartabat Paulus Mujiran PemiluJanganGangguPertumbuhanEkonomi OPINI ÓKEDAULATAN RAKYATÓ HALAMAN 12JUMAT LEGI 28 MARET 2014 ( 26 JUMADILAWAL 1947 ) SIUPP (Surat Izin Usaha Penerbitan Pers) No. 127/SK/MENPEN/SIUPP/A.7/1986 tanggal 4 Desember 1990. Anggota SPS. ISSN: 0852-6486. Penerbit: PT-BP Kedaulatan Rakyat Yogyakarta, Terbit Perdana: Tanggal 27 September 1945. Perintis: H Samawi (1913 - 1984) M Wonohito (1912 - 1984). Penerus: Dr H Soemadi M Wonohito SH (1985-2008) Penasihat: Drs HM Idham Samawi. Komisaris Utama: Drs HM Romli. Direktur Utama: dr Gun Nugroho Samawi. Direktur Keuangan: Imam Satriadi SH. Direktur Pemasaran: Fajar Kusumawardhani SE. Direktur Produksi: HM Wirmon Samawi SE MIB. Direktur Penelitian dan Pengembangan: Sugeng Wibowo SH Pemimpin Umum: dr Gun Nugroho Samawi. Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Drs Octo Lampito MPd. Wakil Pemimpin Redaksi: Drs H Ahmad Luthfie MA. Ronny Sugiantoro SPd, SE, MM. Redaktur Pelaksana: Mussahada, Drs Hudono SH, Joko Budhiarto. Manajer Litbang Diklat Redaksi: Wismoko Poernomo, Manajer Produksi Redaksi: Ngabdul Wakid. Redaktur: Drs Suhadi Sukarno S, Drs Sihono HT, Theo Sutiyono, H Soeparno SAdhy, Drs Widyo Suprayogi, Dra Esti Susilarti MPd,Yon Haryono Hadi, Dra Hj Fadmi Sustiwi, Dra Prabandari, Isnawan, Benny Kusumawan, Primaswolo Sudjono SPt, Drs Swasto Dayanto, Hanik Atfiati, MN Hassan, Herry Sugito, Drs Jayadi K Kastari, Sutopo Sgh, M Arief Budiarto, Subchan Mustafa, Sulistyo Sutopo, Drs Hasto Sutadi, Eko Boediantoro, Muhammad Fauzi SSos, Drs Mukti Haryadi, Retno Wulandari SSos, H Chaidir, M Sobirin, Linggar Sumukti, Agung Purwandono, Isdiyanto SIP (Pjs Ka Biro Semarang), H Imong Dewanto (Pjs Ka Biro Jakarta), Qomarul Hadi (Ka Biro Surakarta), Edhi Romadhon (Ka Biro Purwokerto), Drs M Thoha ( Ka Biro Kedu Utara), Gunarwan (Ka Biro Kedu Selatan), R Agussutata (Ka Sub Biro Kulonprogo), Sri Warsiti (Ka Sub Biro Klaten & Boyolali), Y Agus Waluyo (Ka Sub Biro Gunungkidul), Sukaryono BA (Pjs Waka Biro Semarang). Fotografer: Yuwono, Effy Widjono Putro. Sekretaris Redaksi: Dra Hj Supriyatin. Pemimpin Perusahaan: Fajar Kusumawardhani SE. Kepala TU Langganan: Purwanto Hening Widodo BSc, telp (0274)- 565685 (Hunting) Manajer Iklan: M Amien Syarif SPt, telp (0274) - 565685 (Hunting) Fax: (0274) 555660. E-mail: iklan@kr.co.id, iklankryk23@yahoo.com, iklankryk13@gmail.com. Langganan per bulan termasuk ‘Kedaulatan Rakyat Minggu’... Rp 65.000,00, Iklan Umum/Display...Rp 25.000,00/mm klm, Iklan Keluarga...Rp 12.000,00 /mm klm, Iklan Baris/Cilik (min. 3 baris. maks. 10 baris) .. Rp 12.000,00 / baris, Iklan Satu Kolom (min. 30 mm. maks. 100 mm) Rp 12.000,00 /mm klm, Iklan Khusus: Ukuran 1 klm x 45 mm .. Rp 210.000,00, (Wisuda lulus studi D1 s/d S1, Pernikahan, Ulang Tahun) q Iklan Warna: Full Colour Rp 46.000,00/ mm klm (min. 600 mm klm), Iklan Kuping (2 klm x 40 mm) 500% dari tarif. Iklan Halaman I: 300 % dari tarif (min. 2 klm x 30 mm, maks. 2 klm x 150 mm). Iklan Halaman Terakhir: 200% dari tarif . Tarif iklan tersebut belum termasuk PPN 10% Bank: Bank BNI - Rek. Giro: 003.044.0854, Bank Bukopin - Rek. No. 1000.103.04.3, Dinas Giro dan Cekpos No.j.15.78 Dicetak di Percetakan “Kedaulatan Rakyat” Jalan RayaYogya - Solo Km 11 Sleman Yogyakarta 55573, telp (0274) - 496549 dan (0274) - 496449. Isi di luar tanggungjawab percetakan Alamat Kantor Redaksi: Jalan P Mangkubumi 40 - 42 Yogyakarta, 55232. Fax (0274) - 563125, Telp (0274) - 565685 (Hunting) Alamat Homepage: http://www.kr.co.id Alamat e-mail: naskahkr@gmail.com. Perwakilan dan Biro: Jakarta: Jalan Utan Kayu No. 104B Jakarta Timur 13120, telp (021) 8563602, fax: 8500529. Kuasa Direksi: Ir Ita Indirani. Wakil Kepala Perwakilan Hariyadi Tata Raharja. Wartawan: H Ishaq Zubaedi Raqib, Syaifullah Hadmar, Muchlis Ibrahim,Alfons Suhadi, H Margono Herwoto, Rini Suryati, Ida Lumongga Ritonga. Kedu Utara: JalanAchmad Yani No 133, telp (0293) 363552 dan 362502 Magelang. Kepala Perwakilan Sumiyarsih. Surakarta: Jalan Bhayangkara No.13 (lama no. 42) telp dan Fax (0271) 718015, Surakarta 57141. Kepala Perwakilan Dra Hermin Lestari, Semarang: Jalan Lampersari No. 62, telp (024) 8315792, 8448622, Pjs Kepala Perwakilan Sutardi, Purwokerto: Jalan Prof Moh Yamin No 5, telp (0281) 622244, Fax (0281) 621797, Kepala Perwakilan Ach. Pujiyanto SPd. Kedu Selatan: Jalan Veteran Blok A Kav. 6 Purworejo Plaza, telp/fax (0275) 321848. Kepala Perwakilan Suprapto SPd. Kulonprogo: Jalan Veteran No 16, Wates, telp 774738 Kepala Sub Perwakilan Suyatno, Klaten & Boyolali: Jalan Pandanaran Ruko No 2-3 Bendogantungan Klaten, telp (0272) 322756, Kepala Perwakilan Drs Guno Indarjo. Gunungkidul: Jalan Sri Tanjung No 4 Purwosari, Baleharjo, Wonosari, Gunungkidul, Telp 393562, 394707Kepala Sub Perwakilan Grahito. Homepage: www.kr.co.id. - Wartawan KR tidak menerima imbalan terkait dengan pemberitaan - Wartawan KR dilengkapi kartu pers/surat tugas KajiUlang‘Underpass’Menjadi‘Overpass’ SUDAH bertambah dua orang dari warga Kulonprogo yang memasalahkan Underpass Kulur Temon Kulonprogo. Saya yang sering ziarah ke leluhur di desa yang sama, yang mengawali peng- ungkapan masalah ini di PP KR, saya yakin di belakang mereka banyak suara serupa. Saya berpikir logika teknis. Masalah- nya underpass adalah pekerjaan proyek di bawah Kementerian Perhubungan mungkin atas inisiatif PT KAI, sesuai Undang-undang Perkeretaapian, bah- wa perlintasan sebidang antara jalan rel dengan jalan raya, dituntut menjadi perlintasan tidak sebidang, dengan alasan keselamatan perjalanan kereta api, sudah barang tentu perjalanan di jalan raya juga (ingat peristiwa perlin- tasan Gamping), sedangkan overpass adalah proyek di Kementerian Pekerja- an Umum. Masalahnya adalah underpass di Ke- menterian Perhubungan antreannya ce- pat dilaksanakan, sedangkan overpass antreannya panjang, itu pun dengan skala prioritas di Kementerian PU. Lagi-lagi egoisme sektoral, yang ba- rang tentu sering meninggalkan aspek teknis dan sosiologis, dalam hal ini geo- logi teknik atau tekstur struktur tanah, di lokasi yang akan dikerjakan. Jelas cakupan tangkapan air di lokasi yang dimasalahkan adalah kedekatannya dengan sungai, yang akan mempenga- ruhi kedalaman muka air tanah. Di lokasi yang dipermasalahkan jelas, sedalam berapa pun underpass, pasti air akan menggenang walau dengan upaya sedotan kompresor daya berapa pun, tidak mengatasi masalah, karena debit 'kolam underpass' jauh lebih besar dari- pada daya kompresor, belum lagi ke- kuatan operator atau power yang meng- gerakkan penyedot tersebut. Perlu dicermati ulang rencana under- pass-underpass di tempat lain, masih di Kulonprogo. Untuk underpass yang su- dah menjadi 'kolam tiban', solusinya adalah dengan re-design, kaji ulang un- derpass, diganti dengan overpass. Bila suara warga/rakyat tidak direspons DPRD, baik yang Kabupaten bahkan DPRD DIY (jalur koordinasi legislatif), sungguh sayang kita mencoblos mereka lima tahun yang lalu. Sumangga Bapak Bupati dan Sekda beserta jajaran PU dan Perhubungan, yang disengkuyung DPRD-nya. u - k. (422-2014). Ir Widiastjarjo, Samironobaru 19 Yogya, Telp 584319/HP 081328834732, email wcaryo@yahoo.com. Kami Siap Membeli/Menerima Kendaraan Angkutan Sekolah KEPADA Yth Pembaca KR, donatur ataupun pemilik kendaraan roda em- pat. Sekiranya ada di antara pembaca KR yang akan memberikan (hibah) ataupun menjual kendaraan roda em- pat, kami insyaAllah siap menerima hi- bah ataupun membeli kendaraan de- ngan harga kekeluargaan/sosial. Rencana kendaraan tersebut akan kami gunakan untuk angkutan sekolah yang selama ini tidak ada akses angkut- an sekolah di daerah kami. Sekolah ka- mi terletak di Desa Sumberrejo, Tem- pel, Sleman, dengan kondisi siswa ba- nyak dari keluarga kurang mampu. In- sya Allah selain untuk angkutan siswa, akan kami gunakan untuk kegiatan pendidikan dan sosial keagamaan. Un- tuk itu kami siap menerima hibah atau pun membeli. Sekiranya ada yang berminat segera datang ke sekolah kami atau menghu- bungi kami (HP 0818462465/02748228- 161). Terima kasih. u - k. (428-2014). Moch Yusuf SS SPdI, Kepala Sekolah SMP Muhammadiyah 1 Tempel. Permohonan Bantuan Pembangunan Masjid Kadisoro Gilangharjo Pandak Bantul Assalamu'alaikum Wr Wb DENGAN ini kami beritahukan bah- wa di wilayah RT 04 Dusun Kadisoro, Desa Gilangharjo, Kecamatan Pandak Kabupaten Bantul, DIY, sedang dilak- sanakan pembangunan masjid yang di- dirikan di atas tanah wakaf dari almar- humah Ibu Bariyah dengan luas ba- ngunan 15 x 10 m. Dalam pelaksanaan pembangunan tersebut tidak dapat lepas dari masalah pendanaan dan menurut perkiraan da- na yang diperlukan sesuai dengan ren- cana (RAB) sebesar Rp 240.000.000. Adapun dana yang ada sampai saat ini terkumpul Rp 60.000.000, masih keku- rangan dana Rp 180.000.000. Oleh karena itu perkenankanlah ka- mi selaku panitia pembangunan masjid dengan rendah hati memohon kepada Bapak/Ibu/Sdr dermawan kaum mu- slim dan muslimat untuk menyisihkan sebagian dari rezeki yang Bapak/Ibu/ Sdr miliki dan memberikan bantuan un- tuk mencukupi kekurangan tersebut dan semoga menjadikan amal jariyah, serta mendapatkan pengganti yang me- limpah dari Allah SWT. Aamiin ya Rab- balAlamin. Adapun dalam pemberian/penyalur- an dana dapat diserahkan langsung ke- pada Bapak Sagiran (087293245647) atau melalui rekening nomor: 0236-01- 017446-53-5 Bank BRI Cabang Bantul atas nama Panitia Masjid Kadisoro RT 04 Gilangharjo Pandak Bantul cq Sa- giran atau Musihana. Atas perhatian dan bantuannya di- ucapkan terima kasih. u - k. (438-2014). Wassalamu'alaikum Wr Wb Sagiran, Panitia Pembangunan Masjid Kadisoro, Gilangharjo, Pandak Bantul, DIY. AS soroti pemilu di Indonesia. --Tidak hanyaAS. Seluruh Dunia amati RI. *** 10 Hari kampanye, telan korban 5 jiwa. --Massa harus lebih mengekang diri! *** Pemilu picu inflasi. --Waspadai uang palsu! PP ERHELAERHELATTANAN pesta demokrasi lima tahunan, secara masif sudah dimulai. Semarak pesta telah dimulai sejak la- ma melalui semakin banyaknya pamflet, pos- ter, umbul-umbul, spanduk, bendera parpol, baliho yang berisi propaganda, janji politik, ser- ta gambar calon pemimpin--yang senyatanya menambah sampah visual yang memperburuk citra keindahan sebuah wilayah, termasuk pu- la citra keistimewaan DIY. Pun begitu, cara- cara tersebut masih dianggap sebagai cara am- puh bagi para kontestan untuk menjadi se- orang pemimpin. Pertanyaannya, bagaimana mengimbangi propaganda visual tersebut, agar masyarakat secara cerdas mampu memilih pemimpin yang dibutuhkan negeri ini. 'Ayo Cari Pemimpin yang Pro Lingkungan', begitulah bunyi propaganda yang terpampang di halaman muka salah satu Kantor Kemen- terian Lingkungan Hidup di Ringroad Barat Yogyakarta. Ajakan yang sangat simpatik, mengingat kondisi lingkungan di negeri ini be- gitu mengkhawatirkan. Tetapi ternyata ada yang lebih mengkhawatirkan lagi dibanding kondisi lingkungan, yakni kondisi agraria. Ke- napa? Indonesia adalah negara agraris yang sebagian besar penduduknya menggantung- kan perikehidupannya dari sektor agraria dan negaranyapun bergantung pada kekayaan sumber daya agraria dan sumber daya alam yang terkandung di dalamnya sebagai sumber kesejahteraan. Dengan memiliki sekitar 17.504 pulau (7.870 pulau bernama, dan 9.634 pulau belum berna- ma), panjang pantai mencapai 81.000 km, luas daratan 1,9 juta km2 dan luas perairan sekitar 3,3 juta km2, merupakan potensi agraria yang luar biasa. Namun demikian, isu-isu tentang keagrariaan ini absen dari benak para calon pe- mimpin bangsa. Padahal berbagai persoalan yang sedang menggelayuti bangsa ini tidak ter- lepas dari persoalan dan kebijakan agraria, ter- masuk kabut asap di Riau yang 'memaksa' Pre- siden turun langsung menyelesaikannya. Berbagai permasalahan keagrariaan dapat disebutkan antara lain: (1) tumpang tindihnya peraturan perundang-undangan di bidang kea- grariaan, yang mencapai sekitar 632 regulasi yang tumpang tindih, baik pada level undang- undang, peraturan pemerintah, peraturan pre- siden sampai pada peraturan menteri/kepala badan; (2) terbatasnya akses masyarakat ter- hadap penguasaan dan pemilikan tanah dan sumber daya agraria; (3) banyak terdapatnya tanah telantar ataupun ditelantarkan oleh pe- megang hak; (4) belum terwujudnya pendaftar- an tanah secara menyeluruh di wilayah Indo- nesia; (5) belum terdaftarnya seluruh bidang- bidang tanah di Indonesia; (6) lambatnya pe- nyelesaian sengketa, konflik dan perkara agra- ria-pertanahan, dari sejumlah 8.307 kasus ba- ru separuh yang terselesaikan; (7) belum me- madainya perlindungan terhadap hak-hak atas tanah bagi masyarakat, termasuk hak ulayat masyarakat hukum adat; dan (8) belum jelas- nya teritorial sektor perkebunan, pertambang- an, kehutanan dan pertanahan; (9) belum ada- nya lembaga penilaian tanah yang mampu memberikan penilaian secara adil, transparan dan mendukung penguatan sistem perpajakan dan penilaian ganti rugi atas tanah. Absennya isu-isu keagrariaan dari propagan- da calon pemimpin yang bertarung dalam pes- ta demokrasi ini, mengesankan bahwa mereka abai atau tidak paham makna agraria atau, ja- ngan-jangan tidak paham pula bahwa negeri kita adalah negeri agraris yang membutuhkan pemimpin-pemimpin yang pro agraria. Pada- hal secara jelas dan sangat yakin para calon pemimpin tersebut hapal di luar kepala menge- nai Pasal 33 (3) UUD 1945, yang menyebutkan bahwa bumi, air, ruang angkasa dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar- besar kemakmuran rakyat. Itulah makna agra- ria secara konstitusional. Makna itu pula-lah yang mengharuskan setiap pemimpin bangsa ini memahami, memperhatikan dan mengam- bil kabijakan pembangunan yang pro agraria dalam mewujudkan kesejahteraan rakyat. Kebijakan pro agraria berarti menjalankan amanah Pasal 33 (3) UUD 1945 dan mengim- plementasikan UU 5/1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria (UUPA). Lima misi utama UUPA yang meliputi: (1) perom- bakan hukum agraria; (2) pelaksanaan land re- form; (3) penataan penggunaan tanah; (4) li- kuidasi hak-hak asing dalam bidang agraria; dan (5) penghapusan sisa-sisa feodal dalam bidang agraria, merupakan kebijakan sekali- gus cita-cita bersama seluruh bangsa Indone- sia. Untuk itu marilah kita secara cermat dan cerdas menentukan pilihan pada calon pemim- pin yang pro agraria. Pro agraria berarti pro kesejahteraan rakyat, sekaligus pro keberlan- jutan lingkungan dan bangsa Indonesia. u - s. *) Dr Sutaryono, Dosen Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional (STPN) & Prodi Pembangunan Wilayah Fakultas Geografi UGM. MencariPemimpinProagraria Sutaryono Maksimum 600 Kata PARA pengirim naskah Opini KR harap memba- tasi panjang naskah maksimum 4.000 karakter atau setara sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat dan nomor telepon. Naskah harap dikirim ke alamat email opinikr@gmail.com MAKIN mendekati hari H pelaksa- naan pemilihan legislatif 9April 2014, kampanye makin hiruk pikuk. Semua partai berusaha maksimal mempe- ngaruhi rakyat agar memilihnya. Ini sah-sah saja dalam demokrasi. Se- jauh dalam batas-batas aturan yang disepakati bersama. Kita percaya, semua pihak makin dewasa. Pengalaman menyelenggara- kan sekian kali Pemilu sejak merdeka tahun 1945 tentulah membikin kita semua sebagai bangsa makin cerdas dan bijak. Lebih-lebih saat ini. Kita semua tentunya menyadari, kita berada di tengah perlombaan dua raksasa eko- nomi, yakniAmerika Serikat (AS) dan Tiongkok (RRT). Pada tahun 2012 AS menguasai 27% manufaktur teknologi tinggi du- nia. Dalam kurun waktu 9 tahun RRT mengejar ketertinggalannya hingga pada 2013 menguasai 24% total global bidang yang sama. Kondisi ini membikin AS risau. Hingga Presiden Obama mencanang- kan 100.000 guru baru dalam kurun waktu 10 tahun guna meningkatkan kualitas dan kuantitas pengajaran sains, teknologi, engineering dan ma- tematika. Selain itu juga mendorong para ilmuwanAmerika mengembang- kan inovasi teknologi paling baru. Sidang tahunan 2014 The Ameri- can Association for the Advancement of Science juga mengungkap penemu- an baru, yakni adanya korelasi erat antara jumlah kata yang "dicamkan" ayah bunda kepada anaknya dengan potensi anak dalam mengembangkan kecerdasannya di masa depan. Per- alatan baru dikembangkan untuk me- ningkatkan potensi kecerdasan anak. Singkatnya, AS memberi perhatian lebih besar pada pendidikan praseko- lah. Memonitor hal ini RRC maupun ne- gara-negara lain tentunya akan ter- pacu untuk melakukan hal serupa. Indonesia bagaimana? Kita sadar, kita masih sedang mem- bangun pendidikan. Ada setumpuk masalah mendasar yang dihadapi pendidikan tingkat prasekolah hingga perguruan tinggi. Di sisi lain kita ber- syukur, kita saat ini memiliki potensi yang bisa kita manfaatkan untuk ke- pentingan pembangunan yang sifat- nya lebih makro. Koran ini sudah mengemukakan beberapa waktu lalu, saat ini Indone- sia beruntung memiliki apa yang dise- but sebagai bonus demografi. Yakni kondisi jumlah penduduk usia 15-59 tahun yang dominan untuk diman- faatkan sebagai tenaga produktif de- ngan potensi menghasilkan penda- patan lebih besar dari penduduk usia di bawah 15 dan di atas 59 tahun pa- da kurun waktu 2012-2035. Menurut Prof Emil Salim, potensi bonus demografi ini bisa digunakan untuk meningkatkan posisi Indonesia dari negara berpenghasilan mene- ngah (pendapatan perkapita US$4000) ke negara berpenghasilan tinggi dengan pendapatan perkapita US$12.500. Ini bisa dicapai dalam waktu 20 tahun jika pertumbuhan ra- ta-rata 7% pertahun. Jika ini terlaksana, dengan catatan kita bisa memanfaatkan momentum sebaik-baiknya, kesejahteraan ber- keadilan bangsa bisa ditingkatkan dan kemiskinan bisa dikikis habis. Untuk itu, sebagai penggerak pemba- ngunan bangsa, diperlukan pengem- bangan sains, teknologi, engineering dan matematika dibalut ilmu sosial budaya. Hal ini kita kemukakan agar para calon legislator yang saat ini sedang habis-habisan berkampanye, ingat dan menyadari bahwa pengabdian berupa kerja keras untuk bangsa dan tanah air menunggu mereka. Semua pihak perlu ingat dan menyadari, Pe- milu perlu dijaga jangan sampai mengganggu persatuan, pertumbuh- an ekonomi dan kesinambungan pem- bangunan. Kalau kita semua lengah, bangsa ini akan makin tertinggal dan akhirnya habis dilindas sejarah. u - o.
  • 13. JUMAT LEGI 28 MARET 2014 ( 26 JUMADILAWAL 1947 ) ”KEDAULATAN RAKYAT” HALAMAN 13
  • 14. JUMAT LEGI 28 MARET 2014 ( 26 JUMADILAWAL 1947 ) ”KEDAULATAN RAKYAT” HALAMAN 14
  • 15. JUMAT LEGI 28 MARET 2014 ( 26 JUMADILAWAL 1947 ) ÓKEDAULATAN RAKYATÓ HALAMAN 15MANCANEGARA SEKALI Ki Tanu Metir berdiri. Didekati Untara yang kembali jatuh tertidur karena lemah. Diraba dada anak itu sambil bergumam, "Pernapasannya menjadi bertambah baik. Mudah-mudahan ia dapat segera memiliki kesadaran sepenuhnya. Dalam keadaannya sekarang, Angger Untara kadang-kadang masih menjadi pening dan berkunang-kunang." "Mudah-mudahan," sahut Widura. "Mulai besok, Angger Untara harus banyak minum obat reramuan, sehingga badannya akan menjadi se- gera kuat kembali. Obat-obatan yang dapat mengganti darahnya yang sudah terlalu banyak mengalir seperti yang pernah dialaminya dahulu." Widura mengangguk-angguk. Tiba-tiba ia teringat kepada obat yang diberikan oleh Sidanti. Karena itu, katanya, "Bagaimanakah dengan obat yang diberikan oleh Sidanti?" Ki Tanu Metir mengerutkan kening. Sesaat ia ber- diam diri. Tampaklah ia menjadi ragu-ragu. "Bagaimana?" desak Widura pula. Ki Tanu Metir mengangguk-angguk. Namun sesaat tampak wajahnya menjadi tegang. Dan akhirnya ia menjawab, "Maaf, Ngger. Apakah aku boleh berkata sebenarnya?" "Ya, tentu," sahut Widura heran. Perlahan-lahan diraihnya obat dari Sidanti yang diletakkan di samping pembaringan Untara. Sekali la- gi, obat itu dibukanya, dan ditunjukkan kepada Widura. "Obat ini sangat berbahaya, Ngger." "Kenapa?" bertanya Widura heran. Ki Tanu Metir memandang ke daun pintu yang ter- buka, namun kemudian kepalanya itu ditundukkan. Widura menjadi heran melihat sikap Ki Tanu Metir. Karena itu, ia mendesaknya, "Kenapa obat itu sangat berbahaya, Kiai?" Ki Tanu Metir berpaling ke arah Untara yang masih tertidur. Sambil mengangguk-angguk, ia bergumam, "Untunglah bahwa obat ini belum menyentuh lukanya. Kalau Angger pernah melihat, ini adalah salah satu je- nis warangan yang akan dapat mempengaruhi per- edaran darah." "He...?" Widura terkejut mendengar keterangan itu. "Warangan ini..." berkata Ki Tanu Metir, "Akan da- pat membekukan darah, sehingga cairan darah Angger Untara akan bergumpal-gumpal dan menyumbat jalur- jalur nadinya." "Jadi...?" Kata-kata Widura terputus di kerongkong- an. Namun Ki Tanu Metir sudah dapat menangkap maksudnya. Karena itu, ia menyahut, "Ya. Ternyata Angger Untara benar-benar akan dibunuhnya." Terasa keringat dingin mengalir di tubuh Widura. Tiba-tiba teringatlah Widura kepada peristiwa yang pernah dialaminya sendiri. Sidanti dan Ki Tambak Wedi pernah akan membunuhnya pula. Sehingga ka- rena itu, dengan serta-merta, ia berkata, "Kalau begitu, luka Untara itupun pasti dibuat oleh Sidanti." Ki Tanu Metir terdiam sesaat. Kemudian jawabnya, "Mungkin, Ngger. Adalah mungkin sekali." (Bersambung)-e 387 LONGSOR DI WASHINGTON Kemungkinan 90 Korban yang Hilang Sudah Tewas Sebelumnya regu penolong berhasil mengangkat 25 ma- yat korban tanah longsor. Mereka cemas, kemungkinan mayat-mayat korban yang tertimbun tanah longsor itu tidak dapat diambil. Sebe- lumnya jumlah korban yang hilang dilaporkan mencapai 176 jiwa, namun kemarin jumlahnya berkurang menja- di 90 jiwa. Presiden Barack Obama menyatakan keadaan darurat untuk negara bagian Washington. Kota Oso tertimbun tanah longsor setelah kawasan itu dilanda hujan lebat selama empat hari. Lokasi tanah longsor itu berjarak 88 kilome- ter di timur laut Seattle. Tanah longsor itu menutupi areal seluas 2,6 kilometer persegi. Kesedihan menghing- gapi warga Oso. Mereka men- cari-cari keluarga maupun ke- nalan yang hilang. Kecemas- an semacam itu dialami John Pugh (47) warga yang tinggal di Darrington. Gubernur Washington Jay Inslee mengatakan jumlah ko- rban belum konklusif. “Sung- guh menyedihkan sejauh ini kami belum dapat menemu- kan korban tanah longsor yang mampu bertahan hidup sete- lah tertimbun antara 36 sam- pai 48 jam. Tetapi kami masih berharap ada korban yang ter- lindung struktur yang kuat, misalnya mobil,” ujar Inslee. Lokasi longsor itu dihuni oleh sektar 180 orang. Musi- bah itu terjadi pada Sabtu (22/3). Meski demikian tidak semua warga berada di ru- mah saat bencana terjadi. Di- rektur manajemen darurat Snohomist County, John Pe- nnington berharap korban segera dapat ditemukan. Sebagian korban bukan warga Oso. Mereka antara lain para tukang, pengendara motor yang sedang melintas atau orang-orang yang berada di Oso saat tanah longsor ter- jadi. Nasih sedikitnya 35 orang yang berasal dari luar Oso tidak diketahui. Petugas pemadam keba- karan di Mukilteo, Brian McMahan mengatakan dela- pan orang selamat, namun cedera. Mereka termasuk bayi berusia 22 minggu yang dite- mukan bersama ibunya. Bayi itu kondisinya kritis, meski sudah membaik. Regu penolong mengenakan jas hujan melanjutkan penca- rian. Mereka terdiri dari seki- tar 200 orang yang menyisir zona bencana. Mereka meng- gunakan anjing dan alat de- tektor suara maupun kamera. Backhoe dikerahkan untuk mengangkat tanah longsor. Direktur operasional Batalion Pemadam Kebakaran Snoho- mish County, Steve Mason menjelaskan pencarian kor- ban berjalan lambat namun teratur. Salah stau relawan yang ikut mencari korban ta- nah longsor adalah Jan Mc- Clelland. Ia cemas seluruh ko- rban yang belum ditemukan tidak dapat diselamatkan. Tanah longsor di Washing- ton merupakan yang terburuk diAS. Bencana serupa itu per- nah terjadi pada tahun 1969 dan merenggut 150 jiwa war- ga Virginia Tanah longsor itu mengubur 49 rumah penduduk. Tum- bangnya pohon, serta longsor- an batu dan tanah merusak- kan sebagian jalan raya di ti- mur laut Seattle. (AP/Bro) - c Pertama Kali Obama Bertemu Paus Fransiskus ROMA(KR) - Untuk perta- ma kalinya, PresidenAmerika Serikat Barack Obama berte- mu dengan penguasa Vatikan, Paus Fransiskus (77), Kamis (27/3). Kedua pemimpin mem- bahas berbagai hal, termasuk upaya memerangi ketidak- adilan yang menjadi per- soalan dunia. Menurut deputi penasihat keamanan nasional Ben Rho- des, Obama terinspirasi Paus Fransiskus yang mendorong umat manusia di seluruh du- nia untuk menjunjung iklusi dan persamaan. Obama juga memuji kepemimpinan Paus Fransiskus. Menurut rencana, Obama akan meninggalkan Italia pa- da Jumat (28/3) menuju Saudi Arabia, negara terakhir yang dikunjungi dalam lawatan kali ini. Obama dan Paus Fransiskus sama-sama pri- hatin menyaksikan jurang pemisah yang semakin lebar antara si kaya dan si miskin. Persoalan lain yang menjadi perhatian bersama adalah aborsi, kontrasepsi serta hu- bungan sesama jenis. Selain bertemu Paus Fran- siskus dalam kunjungannya ke Italia, Obama juga berte- mu Perdana Menteri Matteo Renzi dan Presiden Giorgio Napolitano. Obama juga me- nyempatkan diri mengun- jungi Colosseum. Secara umum hubungan antara AS dan Italia dekat. Meski demikian berkenaan dengan pemberian sanksi ter- hadap Rusia dalam krisis Kri- mea, Italia perlu memperoleh alasan yang lebih meyakin- kan dariAS. Renzi yang berusia 39 ta- hun dan gaya berpolitiknya banyak meniru Obama berha- rap dapat memperkuat hu- bungan antara Roma dan Wa- shington. Meski demikian se- jak jauh-jauh hari media su- dah menduga pertemuan Obama dengan Renzi kalah pamor dibandingkan dengan pertemuan Presiden AS de- ngan Paus Fransiskus. Memerangi ketidakdilan merupakan tema yang sama- sama menarik hati Obama dan Paus Fransiskus. Selain itu keduanya juga tertarik meninjau kembali persoalan di Timur Tengah, masalah ling- kungan dan imigrasi. Obama menganggap lebarnya jurang pemisah antara si kaya dan si miskin sebagai persoalan yang terus menghantui dunia. Sebelumnya Obama meng- gunakan berbagai cara untuk menjembatani ketidakadilan yang dirasakan oleh si miskin. Ia menaikkan pajak bagi or- nag-orang kaya dalam upaya meratakan kesejahteraan ter- hadap rakyat miskin. Paus Fransiskus sejak lama mendesak agar pemerintah melahirkan kebijakan yang dapat menolong mereka yang sakit dan membutuhkan. Paus pernah mengeritik kapi- talisme yang dianggap me- ningkatkan ketidakadilan. Pada awalnya hal itu membu- at Paus Fransiskus dianggap menjalankan ajaran Marxist, namun belakangan publik pa- ham bahwa ketidakadilan memang harus diatasi. Obama terkesan pada Paus Fransiskus setelah pemimpin Vatikan itu meminta gereja berhenti memperdebatkan aborsi, homoseks dan kon- trasepsi. Paus Fransiskus tidak selalu seiring sejalan de- ngan kebijakan AS. Tahun lalu, ia menggelar aksi kepri- hatinan yang diikuti ribuan orang. Saat itu Paus Fran- siskus menentang usulan in- tervensi militer AS terhadap Suriah. (AP/Bro) -c SELAMA 46 TAHUN JADI TERPIDANA MATI Iwao Hakamada Akhirnya Dibebaskan TOKYO (KR) - Pengadilan Negeri Shizuoka akhirnya membebaskan Iwao Hakama- da (78) pria yang dijatuhi hu- kuman mati 46 tahun sebe- lumnya, Kamis (27/3). Penga- dilan juga memerintahkan kasus ini disidang ulang kare- na ada bukti-bukti baru yang meringankan Hakamada. Hakim mengatakan bukti- bukti yang digunakan untuk menghukum Hakamada se- benarnya adalah rekayasa. Keputusan hakim di Peng- adilan Shizuoka itu melega- kan keluarga Hakamada, ter- masuk adik perempuannya Hideko Hakamada serta pengacaranya, Katsuhiko Nishijima. Secara keseluruhan Haka- mada telah ditahan selama 48 tahun. Sekitar 46 tahun di antaranya dengan status se- bagai terpidana mati. Hal ini menyebabkan Hakamada memegang rekor terpidana mati terlama versi Guinness World Records. Hakim mengatakan apa yang dialami Hakamada me- rupakan ketidakadilan. Ke- mungkinan besar ia tidak bersalah dan harus dibebas- kan. Iwao Hakamada adalah mantan petinju profesional yang mengaku merampok mantan bos tempatnya beker- ja di pabrik kedelai. Ia juga mengaku membunuh istri serta dua anak bosnya se- belum membakar rumah kor- ban pada tahun 1966. Belakangan, Hakamada mencabut pengakuannya. Ia terpaksa mengakui tuduhan itu lantaran dipukuli ber- ulangkali oleh polisi saat diri- nya dimintai keterangan. Meski Hakamada mencabut pengakuannya, Mahkamah Agung Jepang tetap memper- kuat keputusan pengadilan di bawahnya yang menetapkan Hakamada dijatuhi hukuman mati pada tahun 1980. Di persidangan jaksa menggunakan pakaian ber- simbah darah sebagai barang bukti setahun setelah Haka- mada ditangkap. Belakangan pakaian itu tidak cocok dike- nakan Hakamada dan terlalu baru dibandingkan masa saat pembunuhan terjadi. Hakim memerintahkan Hakamada dibebaskan setelah pengacara dapat membuktikan DNA Hakamada tidak cocok de- ngan noda darah yang terda- pat pada pakaian tersebut. Bahkan salah satu hakim yang pada awalnya menya- takan Hakamada bersalah mengakui bahwa keputusan- nya keliru. Di sisi lain, hakim itu tidak dapat meyakinkan kedua rekannya bahwa Hakamada tidak bersalah. Roseann Rife, direktur riset Asia Timur pada Amnesty International mengatakan kasus ini harus disidangkan ulang. Aktivis pembela Hak Azasi Manusia sudah lama men- duga polisi Jepang sering menggunakan penyiksaan fisik untuk memaksa tersang- ka mengakui kejahatan yang dituduhkan. Padahal tersang- ka tidak melakukannya. Ha- kamada menjadi orang ke- enam yang mendapat kesem- patan kasusnya disidangkan ulang. Dalam empat kasus, terpidana dibebaskan dan satu kasus lainnya dipending. (AP/Pra) -c KR-AP/Rick Wilking, Pool Regu penolong berusaha mengangkat mayat korban dari dalam lumpur. DARRINGTON (KR) - Pesimisme menghing- gapi regu penolong yang masih melanjutkan penca- rian korban tanah longsor di Oso, negara bagian Washington Amerika Serikat, Kamis (27/3). Pihak berwenang menduga sebanyak 90 korban yang dinyatakan hilang, kemungkinan tewas. KR-AP Photo Barack Obama disambut pejabat Vatikan. KR-AP/Kyodo News Hideko Hakamada, adik perempuan Iwao Hakamada menggelar jumpa pers di depan Pengadilan Shizuoka.
  • 16. PERTANYAAN MI 28-3-2014 MENDATAR: 1. Jenis monyet. 7. Sedikit. 8. Renta. 9. Hutan. 12. Permaisuri. 15. Umur. 17. Dongeng. 18. Temperatur. 20. Sama de- ngan atas. 23. Saham. 26. Celemek. 27. Mampu melakukan. 28. Elemen. MENURUN: 1. Beruntung. 2. Wanita (Ing). 3. Angka hasil pertan- dingan. 4. Saleh. 5. Dampak. 6. Adi. 10. Pasangan suami. 11. Bagi- an penting kendaraan. 13. Antan. 14. Kebal terhadap penyakit. 16. Gagasan. 18. Perlindungan. 19. Kosong. 21. Aliran air yang ken- cang. 22. Dandanan mencolok mata. 24. Abu. 25. Sudah lewat. JAWABAN MI 26-3-2014 MENDATAR: 1. Comot. 7. Reduksi. 8. Dusta. 9. Spasi. 12. Raih. 15. Amor. 17. Asasi. 18. Koki. 20. Star. 23. Urgen. 26. Abjad. 27. Lambang. 28. Askar. MENURUN: 1. Cadar. 2. Misai. 3. Tras. 4. Idea. 5. Iklim. 6. Tikar. 10. Peace. 11. Sais. 13. Aso. 14. Hair. 16. Oma. 18. Kuali. 19. Kur- ma. 21. Tajuk. 22. Radar. 24. Gram. 25. Naga. u - k MMEELLAATTIIHH IINNGGAATTAANN JUMAT LEGI 28 MARET 2014 ( 26 JUMADILAWAL 1947 ) ÓKEDAULATAN RAKYATÓ HALAMAN 16 TURNAMEN TENIS SONY TERBUKA LiNavsCibulkovadiSemifinal KEY BISCAYNE (KR) - Petenis wanita asal China, Li Na akan menghadapi petenis asal Rusia, Dominika Cibulkova pa- da semifinal turnamen tenis Sony Terbuka 2014. Kedua petenis ini memastikan lolos ke fase empat besar setelah pada babak perempatfinal mengalahkan lawan masing-masing. Bertanding di Crandon Park Tennis Center, Key Biscayne, Kamis (27/3) pagi WIB, Li Na dipaksa menghadapi perlawanan sengit dari petenis asal Denmark, Caroline Wozniacki, sebelum akhirnya menang dengan skor 7-5, 7-5 setelah bertarung dalam waktu 2 jam 2 menit. Cibulkova juga harus bertarung sengit dalam tiga set melawan unggulan ketiga Agnieszka Radwans- ka. Petenis Rusia itu berhasil menaklukkan Radwanska de- ngan skor 3-6, 7-6, 6-3. "Kemenangan ini sangat berarti buat saya," ucap Cibulkova seusai pertandingan sebagaimana dilansir Associated Press. "Selalu sulit menghadapi Aga (panggilan Agnieszka), tapi saya tahu harus tetap agresif. Walaupun Anda membuat se- jumlah kesalahan melawan Aga, Anda harus tetap agresif," katanya. "Begitulah cara main saya, dan itulah satu-satunya cara un- tuk mengalahkan dia. Saya harus terus berjuang," tandasnya. Pertemuan Li Na dan Cibulkova di babak semifinal merupa- kan partai ulangan final grand slam Australia Terbuka 2014, Januari silam. Saat itu, Li Na menang dan keluar sebagai jua- ra. Sebelum ini Li Na dan Cibulkova telah bertemu sebanyak enam kali. Sejauh ini Li Na selalu keluar sebagai pemenang. Yang jelas, pemenang laga ini akan bertemu pemenang antara Serena Williams dan Maria Sharapova. (Lis)-o MTsAssalamJuaraTurnamen Silat TEMANGGUNG (KR) - Merebut 7 medali emas, 2 perak dan 3 perunggu, kontingen Ma- drasah Tsanawiyah (MTs) Assalam Kranggan Temanggung, keluar sebagai juara umum ke- lompok SLTP pada turnamen pencak silat pe- lajar tingkat Kabupaten di GOR Bambu Run- cing Temanggung. Atas keberhasilan tersebut mereka membo- yong trofi Ikatan Pencak Silat Seluruh Indone- sia (IPSI) Temanggung. Peringkat II SMP 6 Temanggung, meraih 2 emas, 2 perak dan 5 perunggu. Peringkat III diraih MTs Al Muk- min Tembarak (1 emas, 2 perak, 4 perunggu). Pada kelompok SLTA juara umum diraih kontingen Madrasah Aliyah (MA) Assalam Kranggan Temanggung (4 emas, 4 perak dan 5 perunggu), disusul SMK Negeri Temanggung (3-1-4) dan MAAl Mukmin Tembarak (3 emas, 1 perak). Untuk kelompok umum (padepokan) juara dimenangkan Tapak Suci Putera Muhamma- diyah Temanggung (17-16-10). Kedua, Persau- daraan Setia Hati Temanggung (14-12-8) dan tempat ketiga diraih Persinas Asad Temang- gung (7-6-6). Ketua panitia pelaksana M Nasichin, Kamis (27/3) mengatakan, kejuaraan pencak silat pe- lajar dan umum tahun 2014 berjalan sukses. Para atlet bertanding dengan menjunjung tinggi semangat sportivitas. (Mud)-o PERINGATI HARI PERS NASIONAL 2014 PWIDIYGelarJalanSehatKeluarga YOGYA(KR) - Sebagai rangkaian kegiatan peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2014, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) DIY akan kembali menggelar jalan sehat bagi in- san pers di DIY pada Senin (31/3) dengan start dan finish di Kompleks Gedung PWI DIY Jalan Gambiran 45Yogya. "Jalan sehat keluarga besar PWI DIY ini ti- dak dibuka untuk umum, namun khusus un- tuk insan pers DIY bersama keluarga. Pe- serta tidak dipungut biaya pendaftaran dan disediakan doorprize utama serta ratusan doorprize menarik lainnya," ungkap ketua pa- nitia jalan sehat Budi Arjoto dalam kete- rangannya kepada KR, kemarin. Selain untuk memperingati HPN, lanjut Budi, jalan sehat tersebut juga bertujuan un- tuk mempererat tali silaturahmi antar-insan pers DIY. Menurut rencana peserta akan dile- pas Ketua Umum KONI DIY GBPH H Prabu- kusumo SPsi. Ketentuan jalan sehat di antaranya, peser- ta lebih dulu mendaftar langsung pada hari pelaksanaan di tempat start, sebelum peserta dilepas pada pukul 07.00 WIB. Setiap keluar- ga berhak mendapatkan maksimal 5 kupon doorprize (bapak, ibu dan 3 anak). Peserta akan dilepas di tempat start, Kompleks Ge- dung PWI DIY. Peserta melewati rute yang telah ditentu- kan panitia, antara lain dengan masuk KRKB Gembiraloka, peserta tidak dipungut biaya pembelian tiket tanda masuk. Doorprize akan diundi saat peserta sudah mencapai finis de- ngan hiburan penampilan penyanyi, diiringi musik elektone. (Jan)-o DISDIKPORAGUNUNGKIDUL Seleksi PPLPSepakbola WONOSARI (KR) - Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Gunungkidul menggelar seleksi pe- main sepakbola untuk masuk Pusat Pendidikan Latihan Pelajar (PPLP) Gunungkidul, Kamis (27/3) siang ini mulai pukul 14.00 di Stadion Gelora Handayani, Jeruksari, Wono- sari. Pelatih PPLP Gunungkidul cabang sepakbola Satsu Wi- dodo kepada KR, kemarin menyatakan, untuk peserta selek- si maksimal kelahiran 1 Januari 1998. Seleksi akan dilak- sanakan selama dua hari, hari ini dan besok di tempat sama. “Hasil seleksi ini akan diambil 15 pemain terbaik untuk kemudian dibina selama satu tahun. Ada beberapa aspek yang dijadikan dasar dari seleksi ini, termasuk kualitas teknik dan fisik. Kami juga memperhatikan postur tubuh pemain,” jelas Satsu. Seleksi dilakukan secara terbuka, sekolah diminta me- ngirimkan pemain-pemain berpotensi yang dimiliki. “Se- mua sekolah di Gunungkidul boleh mengirimkan wakilnya untuk ikut seleksi ini dan diharapkan yang dikirim yang benar-benar berbakat dan memiliki potensi,” jelasnya. (Jan)-o KR-AP/Wilfredo Lee Li Na saat menghadapi Wozniacki. PILIH KETUM BARU PBSIDIYSelenggarakanMusda SLEMAN (KR) - Pengurus Daerah Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (Pengda PBSI) DIY bakal menggelar Musya- warah Daerah (Musda) yang akan dilangsungkan di Gedung KONI DIY, Jalan Trikora no 4Yogya, Sabtu (29/3). Musda digelar, karena masa bakti kepengurusan PBSI DIY periode 2010-2014 sudah berakhir 17 Maret tahun ini. Untuk itu, sesuai aturan AD/ART PBSI, perlu diadakan Mus- da guna memilih pengurus yang baru. "Dalam Musda nanti, pa- nitia penyelenggara akan mengagendakan laporan pertanggung- jawaban Pengurus PBSI DIY periode 2010-2014 dan Pergantian Pengurus antar waktu (PAW) 2013-2014," ujar Sukiman, Sekum Pengda PBSI DIY kepada KR di Sleman, Rabu (26/3). Sukiman menjelaskan, terjadinya PAW karena Ketum PBSI DIY 2010-2014 sebelumnya Drs Kusdarto Pramono pada tahun 2013 terpilih menjadi Sekjen PP PBSI yang berkedudukan di Jakarta. "Agar Pak Kusdarto fokus mengemban tugas berat se- bagai Sekjen PP PBSI, maka yang bersangkutan mundur seba- gai Ketua umum Pengda PBSI DIY. Sebagai penggantinya Peng- urus PBSI DIY menunjuk Tavip Agus Rayanto sebagai Ketum, untuk meneruskan sisa waktu kepengurusan yang masih ada," tegasnya. Lebih lanjut dikatakan, untuk memilih figur Ketum PBSI DIY yang baru tidak mudah. Untuk itu, panitia mengum- pulkan masukan soal calon Ketum yang akan diajukan. (Rar)-o DAMPAK HILANGNYA MH370 BalapanF1diSepangSepi SEPANG (KR) - Tragedi hilangnya pesawat terbang Ma- laysian Airline MH370, berdampak langsung terhadap pe- nyelenggaraan Grand Prix Formula 1 di Malaysia, yang akan digelar di Sirkuit Sepang, Minggu (30/3). Salah satu in- dikasi yang sudah terlihat sejak beberapa hari jelang dige- larnya balapan 'jet darat' seri kedua ini adalah sepinya pen- jualan tiket. Sebagai tanda turut berduka dan penghormatan bagi keluarga korban, pihak penyelenggara GP Malaysia sudah memutuskan untuk membatalkan konser yang men- datangkan penyanyi asal Amerika Serikat, Christina Aguilera. Rencananya, Aguilera akan tampil untuk menye- marakkan acara jelang lomba. Sementara sesi free practice dimulai Jumat (28/3) hari ini. Akibat seretnya penjualan tiket, Malaysia terancam bakal menjadi penyelenggara balapan F1 dengan penonton paling sedikit dalam sejarah adu cepat 'jet darat' selama kurun 15 tahun terakhir. Meski tiket sudah terjual sebanyak 25 persen, penjualan di kurun waktu satu pekan sebelum ba- lapan tahun ini menurun drastis. "Dalam satu minggu terakhir kami hanya menjual 50 tiket. Dibandingkan tahun lalu di periode yang sama kami menjual sekitar 1.000 tiket," kata salah satu agen tiket un- tuk GP Malaysia, Ram Sithambaram seperti dilansir Planet F1. "Kami membayar mahal untuk tragedi MH370. Kami mengharapkan keajaiban bahwa penjualan tiket akan me- ningkat dalam beberapa hari ke depan," imbuhnya. Belum dikonfirmasikan apakah dalam balapan nanti para driver akan mengenakan pita hitam atau tidak, sebagai penghormatan bagi korban hilangnya pesawat komersial Malaysia itu. Meski secara pribadi banyak pembalap yang sudah menyampaikan simpati. Salah satunya dari pemba- lap Mercedes, Lewis Hamilton. "Doa dan simpati saya untuk semua teman dan keluarga korban penumpang pesawat MH370." tulis Hamilton di akun Twitter pribadinya. (Lis)-o
  • 17. TEPUS (KR)- Calon anggota DPD RI dari Dapil DIY GKR Hemas melakukan kampanye terbuka di lapangan Bintaos, Tepus. Sekitar 8.000 warga yang mayoritas kaum ibu memenuhi lapang- an untuk mendengarkan pidato istri Sultan Hamengku Buwono X, Kamis (27/3). Dalam orasinya GKR Hemas mengajak kepada seluruh warga untuk mendukung pembangunan yang sudah diprogramkan Pemerintah Kabupaten Gunungkidul dan DIY. "Kita lihat bersama bahwa Gunungkidul sudah banyak kemajuan, terutama dalam sektor pariwisata, sehingga perlu kita dukung bersama," ujarnya. GKR Hemas berjanji jika masih dipercaya oleh masyarakat DIY menjadi anggota DPD RI periode 2014-2019, akan tetap memper- juangkan Kabupaten Gunungkidul agar lebih maju lagi, terutama sektor pariwisata, perekonomian, budaya terutama pembangunan akses jalan dan prasarana lain guna mendukung kepariwisataan di daerah ini. Dalam kesempatan tersebut GKR Hemas juga menyelipkan program pemerintah keluarga sejahtera cukup 2 anak atau program KB. Kapasitasnya sebagai Ketua Tim Penggerak PKK DIY, GKR Hemas menyatakan jika anak lebih dari dua tidak hanya kesulitan dalam biaya hidup tetapi yang penting adalah biaya pendidikan yang semakin mahal. (Awa)-a KaumIbuSambutHemasdiTepus SLEMAN (KR) - Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) kembali memanfaatkan jatah kampanye terbuka tingkat kabupa- ten, Kamis (27/3). Bertempat di Lapangan Raden Ronggo Kecamatan Kalasan, kampanye dihadiri langsung oleh Ketua Umum Partai Gerindra Prof Dr Ir Suhardi MSc. Kepada KR usai berorasi, Suhardi mengungkapkan jika par- tainya mentargetkan untuk menguasai kursi di senayan dalam Pemilu 2014 ini. Target suara di atas 23 persen, dia yakin mampu memperoleh 133 kursi. Tidak hanya itu, jika perolehan suaranya bisa diatas 20 persen, secara otomatis partainya mampu men- gusung calon presiden dan wakil presiden secara mandiri. ÓJika melihat dari target, memang sepertinya berat. Tapi kami yakin dan pasti biasa. Sebab berdasarkan hasil survei baik internal, nasional maupun internasional partai kami diprediksi mampu men- dapatkan suara di atas 23 persen. Jika ini terjadi, jangankan senayan. Kursi di DPRD Provinsi dan kabupaten kami yakin mam- pu memperoleh satu fraksi penuh,Ó tegasnya. Keyakinan itu setelah melihat kondisi dari kader dan simpatisan. Jika dalam pemilu sebelumnya, Gerindra kesulitan untuk menda- patkan saksi di Tempat Pemungutan Suara (TPS). Selain itu kepengurusan juga tidak sampai ke level terendah, yakni ranting. ÓTapi sekarang kondisinya jauh lebih baik. Sekarang kita memiliki tim khusus untuk pemantapan saksi,Ó ujarnya. (Awh)-a PartaiGerindraYakinMampuKuasaiSenayan Kota Yogyakarta PKS (Selatan) Nasdem (Utara) Ismarindayani (DPD) Bantul PDIP (Timur) M Hersam (DPD) Kulonprogo M Afanan Hadikusumo (DPD) Sleman Partai NasDem di Halaman Parkir Stadion Maguwoharjo. PKS di Lapangan Radenronggo Kecamatan Kalasan. PDI Perjuangan di Lapangan Getas Kecamatan Mlati. Partai Hanura di Lapangan Klidon Kecamatan Ngaglik. Sidarto Danusubroto (DPD) Gunungkidul PKB Suratman (DPD) Sumber: KPU DIY/KPU Sleman (R-9/Awh)-a JADWAL KAMPANYE PARTAI DAN DPD DI DIY HARI INI JUMAT LEGI 28 MARET 2014 (26 JUMADILAWAL 1947 ) HALAMAN 17 Sosiolog UGM, Prof Sunyoto Usman mengatakan, praktik politik transak- sional dalam bentuk pembangunan fisik seperti ini sangat kental dengan praktik money politics. Menurutnya, pemba- ngunan fisik untuk umum, normalnya harus melewati mekanisme pemba- hasan di tingkat warga. Kemudian real- isasi pembangunannya baru dilakukan setelah mendapat kesepakatan dari war- ga. "Warga harus curiga, jika ada pemba- ngunan fisik yang melibatkan caleg se- bagai praktik money politics," kata Sunyoto saat dihubungi KR, Kamis (27/3). Menurut Sunyoto, jika warga mene- mui praktik politik transaksional dil- ingkunganya, sebaiknya dilaporkan ke Panwaslu untuk ditindaklanjuti. Hal itu penting dilakukan supaya hak warga ti- dak tersandera sehingga bebas memilih wakil rakyatnya sesuai hati nurani. Suyoto menambahkan, fenomena poli- tik transaksional seperti ini memang se- ring muncul menjelang pergantian tam- puk kepemimpinan. Disatu sisi, caleg ingin mendapatkan banyak suara, se- dangkan disisi lain masyarakat juga ingin memanfaatkan masa kampanye dengan merasakan kenikmatan sesaat berupa pembangunan fisik. "Sebagian Warga itu ingin menikmati kenikmatan instan," katanya. Maka dari itu, untuk mencegah ter- jadinya politik transaksional, diperlukan peran aktif dari masyarakat untuk men- gawasi. Selain itu, peran media juga tak kalah penting dalam mengontrol tiap ta- hapan pemilu melalui pemberitaan yang objektif. "Masyarakat harus terus diberi pendidikan politik, bahwa kepentingan bangsa lebih penting dibanding kenik- matan sesaat yang diberikan caleg," pungkasnya. (*-5)-a YOGYA (KR) - Honorarium bagi Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) pada Pemilu Legislatif (Pileg) 2014 tak mengalami perbe- daan dengan Pileg 2009 lalu. Yakni Rp 400 ribu untuk ketua dan Rp 350 ribu untuk anggo- ta. Meski tidak ada perubahan dari Pileg 2009, namun jika di- banding dengan Pemilukada Kota Yogyakarta 2011 lalu ter- jadi kenaikan hampir dua kali lipat. Saat Pemilukada, honor ketua KPPS ialah Rp 250 ribu dan anggota KPPS Rp 175 ribu. Hal ini cukup wajar lan- taran Pemilukada mengan- dalkan APBD sedangkan Pileg berasal dari APBN. "Kami su- dah mendapat informasi jika honor untuk ketua itu Rp 400 ribu dan anggota Rp 350 ribu," ungkap Ketua KPU Kota Yogyakarta, Wawan Budianto, Kamis (27/3). Proses anggaran untuk KPPS pada Pileg 2014 terse- but, kini tengah dalam proses pencairan. Wawan menam- bahkan, pihaknya saat ini jus- tru tengah mempersiapkan bimbingan teknis (bimtek) ba- gi seluruh KPPS. Pekan ini, bimtek tersebut sudah bisa digelar dan penye- lenggaranya diserahkan oleh masing-masing Panitia Pemu- ngutan Suara (PPS) maupun Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK). "Secara kelembagaan, seluruh KPPS sudah terben- tuk. Buku pedoman untuk bimtek juga sudah kami se- barkan ke seluruh PPS," im- buhnya. Wawan mengakui, KPPS ja- di ujung tombak dalam penye- lenggaraan Pemilu di lapang- an. Oleh karena itu, ia sangat berharap tidak ada perubahan regulasi terkait dengan teknis Pemilu. Sehingga cukup dige- lar satu kali bimtek bagi tiap KPPS. Sementara itu, Ketua RW 02 Dipowinatan Mergangsan, Wahyu Sugianto mengatakan, persoalan masih belum selesai meski KPPS sudah terbentuk. Terutama terkait dengan pe- ngamanan hasil pemungutan suara dari Tempat Pemu- ngutan Suara (TPS) ke PPK. "Siapa nanti yang akan meng- amankan. Kalau dulu Linmas masuk jadi bagian KPPS, tapi sekarang masih belum ada kepastian," tandasnya. Dirinya selaku tokoh masya- rakat setempat hanya berha- rap supaya segera muncul kepastian terkait fungsi dan peran Linmas. Kendati Pem- kot sudah mensiagakan perso- nel Linmas, namun ketugasan di tingkat lapangan untuk tu- rut mengamankan belum me- miliki landasan. (R-9)-a TAK BERBEDA DENGAN PILEG 2009 Honorarium KPPS Rp 400 Ribu BANTUL (KR) - Pelanggaran lalu lintas yang dilakukan oleh peserta kampanye Pemilu 2014, tidak dapat dihitung dan sulit untuk dilakukan tindakan, karena saking banyaknya yang melanggar. Hal tersebut dikemukakan Wakapolda DIY, Kombes Ahmad Dofiri SIK dihubungi KR ketika melihat lang- sung kegiatan kampanye Pemilu di Lapangan Ringinharjo Bantul Kamis (27/3). Menurut Wakapolda, Polisi tetap akan menindak peserta kampanye yang melakukan pelanggaran lalu lintas. Terutama yang membahayakan pengguna jalan yang lain. Tetapi kalau menindak pelaku pelanggaran secara besar-besaran, dengan bentuk konvoi kendaraan bermotor dengan knalpot blombon- gan, petugas kesulitan menindak mereka. Karena itu, Wakapolda DIY hanya mengimbau kepada para peserta kampanye Pemilu, agar tetap mentaati aturan yang ada, termasuk mentaati peraturan lalu lintas. Sementara jajaran Polres Bantul, selama kampanye Pemilu 2014 berjalan, sudah mengamankan belasan knalpot dari sepe- da motor peserta kampanye. Kamis kemarin juga menangkap seorang peserta kampanye yang knalpot sepeda motornya di- blombong, melintas di jalan protokal kota Bantul, yang meru- pakan jalur larangan peserta kampanye. Menurut Kapolres Bantul, AKBP Surawan SIK, sejak pelak- sanaan kampanye Pemilu 2014, belum ada laporan pelang- garan peserta kampanye atau partai yang mengarah pidana. Tetapi kalau pelanggaran lalu lintas, semua peserta pemilu dari semua partai melakukan pelanggaran. (Jdm)-a MelintasdiJalurLarangan MotorBlombonganDitangkap BANTUL (KR)- Tidak kurang dari 7.000 simpatisan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) mengikuti kampanye terbuka di Lapangan Ringinharjo Bantul, zona Bantul Barat, Kamis (27/3). Karena luas lapangan tidak mampu menampung massa partai peserta Pemilu nomor urut 9, berlambang Ka'bah terse- but, sehingga memacetkan lalulintas di jalan se- kitar Lapangan Ringinharjo. Sebagai Juru Kampanye (Jurkam), HM Syukri Fadholi SH. Syukri Fadholi mengemukakan, PPP sampai saat ini masih merupakan partai yang istiqom- ah, yang mengedepankan etik dan nilai-nilai agama Islam. Karena itu tidak akan melakukan politik uang, dan tetap menjaga moral. Dikatakan oleh Syukri, reformasi sudah ber- jalan 15 tahun, tetapi tidak berjalan baik serta tidak sesuai tujuan reformasi semula. Akibatnya perjalanan negara ini masih tim- pang, masih banyak korupsi dan nepotisme, masih banyak pula pejabat yang tidak memikirkan kehidupan rakyat kecil. Aset-aset negara tidak dimanfaatkan untuk kesejahter- aan rakyat. "Karena itu, sekarang ini saatnya rakyat harus bangkit memerangi kezaliman, meme- rangi korupsi dan nepotisme, memilih pe- mimpin bangsa yang benar-benar mengayomi rakyat dan mempunyai semangat membangun untuk kesejahteraan rakyat," tegas Syukri. Sementara Bendahara DPC PPP Bantul, Agus S, yang juga Ketua Gerakan Pemuda Ka'bah (GPK) Bantul, kepada (I>KR mengata- kan, kampanye PPP Kamis kemarin dijadwal menggelar rapat umum, dengan mengambil zona Bantul Barat, di Lapangan Ringinharjo. Pada awalnya, diprediksi akan diikuti sekitar 5.000 simpatisan. (Jdm/Roy)-a SLEMAN(KR) - Partai NasDem mentargetkan me- raih 7 kursi di DPRD DIY dan 6 kursi di masing-masing DPRD kabupaten/kota. Selain itu kader-kader Partai Nas- dem di pemerintahan nanti- nya akan dapat memperbaiki kondisi kesejahteraan ma- syarakyatYogyakarta. Hal tersebut diungkapkan Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) Partai Nas- Dem DIY Hari Martono, dalam kampanye terbuka di Lapangan Getas Mlati Sle- man, Kamis (27/3)."Menurut pengamatan kami, masyara- kat Yogyakarta belum meng- alami kesejahteraan dalam sektor perekonomian. Hal itu dibuktikan dengan banyaknya pengangguran dan belum bisa mengelola dana yang dibe- rikan oleh pemerintah," ujarnya. Diungkapkan pula, kader Partai Nasdem harus memiliki pengetahun ekonomi. Harap- annya kader mampu mening- katkan SDM yang cerdas dan kreatif, sehingga memiliki ke- mampuan mendorong pertum- buhan ekonomi dan dapat de- ngan baik mengelola dana yang diberikan oleh pemerin- tah, agar tepat guna. (*-6)-a PANWAS TAK BISATINDAK LANJUTI LaporanKehilanganAPKTanpaDisertaiPelaku WATES (KR) - Kendati selama musim kampanye Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Kulonprogo menerima laporan kehilangan Alat Peraga Kampanye (APK) dari pengurus partai politik (Parpol). Tapi hingga kini penyelenggara pemilu itu tidak bisa berbuat banyak untuk menindaklanjuti laporan terse- but. "Ya memang ada tiga pengurus parpol melapor ke kami ter- kait banyaknya APK mereka yang hilang. Kasus tersebut bisa mengarah pada dugaan tindak pidana pemilu kalau pelakunya pelaksana, peserta dan petugas kampanye sesuai Pasal 299 Undang-Undang Nomor 8/ 2012 tentang Pemilu Anggota DPR/DPD/ DPRD," kata Divisi Penanganan Pelanggaran Panwaslu setempat Yuli Sutardiyo kepada KR, Kamis (27/3). Tiga pengurus parpol yang melaporkan APK-nya hilang, Partai Nasdem, PDIP dan Partai Gerindra. Dijelaskan, pihaknya tidak bisa menindaklanjuti laporan terse- but karena kewenangan Panwaslu dalam menangani masalah tersebut sangat terbatas. "Kami bisa menindaklanjuti laporan yang mereka sampaikan apabila disertai pelaku, saksi dan barang bukti. Sementara ini laporan hanya sebatas pemberi- tahuan tanpa disertai persyaratan yang ditentukan undang-un- dang. Artinya selama pelapor tidak bisa menunjukkan pelaku, saksi dan barang bukti (BB), kami tidak bisa bertindak," ujarnya. Dari tiga laporan yang masuk Panwaslu tidak ada satu pun yang bisa ditindaklanjuti. "Karena setelah tujuh hari dari laporan, mereka tidak bisa me- nunjukkan pelaku, saksi dan barang buktinya," terangYuli. Laporan kehilanganAPK tidak bisa ditangani pihak Kepolisian karena belum memenuhi unsur tindak pidana umum tapi kasus leks spesialis. Pengurus DPC Partai Gerindra merasa dirugikan hilangnya sejumlah APK mereka di Pedukuhan Prembulan dan Pandowan Desa Tirtorahayu, Galur, sehingga melapor ke Panwaslu. (Rul)-a YOGYA (KR) - Praktik politik transaksional yang dilakukan seba- gian calon legislatif (caleg) jelang pemilu legislatif bisa menyandera hak politik masyarakat. Praktik jual beli suara itu tak hanya di- lakukan terhadap perorangan saja, melainkan juga berupa kesepa- katan antara caleg dengan warga, dengan imbalan berbentuk pemba- ngunan fisik. POLITIK TRANSAKSIONAL WargaHarusBeraniLaporkankePanwaslu SESUAI amanat UU No. 8 tahun 2012 tentang Pemilihan Umum Anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, Bawaslu, Bawaslu Provinsi, Panwaslu Kabupaten/Kota, Panwaslu Kecamatan, Pengawas Pemilu Lapangan dan Pengawas Pemilu Luar Negeri menerima laporan pelanggaran Pemilu pada setiap ta- hapan Penyelenggaraan Pemilu. Prinsip dasar dalam pelaksanaan tugas dan wewe- nang Pengawas Pemilu dalam menerima laporan pelanggaran Pemilu adalah: 1) Bawaslu, Bawaslu Provinsi, Panwaslu Kabupaten/Kota, Panwaslu Kecamatan, dan Pengawas Pemilu Lapangan meneri- ma laporan pelanggaran Pemilu pada setiap tahapan penyelenggaraan Pemilu. 2) Panitia pengawas Pemilu mempunyai tugas dan wewenang untuk menerima la- poran pelanggaran Pemilu berdasarkan tempat ter- jadinya pelanggaran yang dilaporkan. 3) Laporan pelanggaran yang disampaikan kepada Bawaslu diteruskan kepada pengawas Pemilu yang berwenang. Dalam penerimaan laporan, Pasal 249 ayat (3) UU No. 8Tahun 2012 mensyaratkan bahwa laporan disam- paikan secara tertulis, dengan memuat sedikitnya: a) Nama dan alamat pelapor; b) Pihak terlapor; c) Waktu dan tempat kejadian perkara; dan d) Uraian kejadian. Selanjutnya pengawas Pemilu memutuskan untuk menindaklanjuti atau tidak menindaklanjuti Temuan atau Laporan Dugaan Pelanggaran paling lambat 3 (tiga) hari setelah Temuan atau Laporan Dugaan Pelanggaran diterima. Dalam hal Pengawas Pemilu memerlukan keterangan tambahan dari Pelapor untuk menindaklanjuti Laporan Dugaan Pelanggaran terse- but, waktu penanganan Laporan Dugaan Pelanggaran diperpanjang paling lama 5 (lima) hari setelah Laporan Dugaan Pelanggaran diterima. Laporan harus memenuhi syarat formal dan material sebuah laporan. Dalam Peraturan Bawaslu No. 14 Tahun 2012 sebagaimana telah diubah dengan Perbawaslu No. 3 Tahun 2013 Tentang Tata Cara Pelaporan dan Penanganan Pelanggaran Pemilihan Umum Anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Pasal 10 diatur bahwa pada saat menerima la- poran dugaan pelanggaran Pemilu, petugas meneliti pemenuhan syarat formal dan syarat materiil. Syarat formal meliputi: a) pihak yang berhak melaporkan; b) waktu pelaporan tidak melebihi ketentuan batas waktu; dan c) keabsahan Laporan Dugaan Pelanggaran yang meliputi: kesesuaian tanda tangan dalam formulir Laporan Dugaan Pelanggaran dengan kartu identitas; dan tanggal dan waktu. Syarat materil meliputi: a) identi- tas Pelapor; b) nama dan alamat terlapor; c) peristiwa dan uraian kejadian; d) waktu dan tempat peristiwa ter- jadi; e) saksi-saksi yang mengetahui peristiwa tersebut; dan f) barang bukti yang mungkin diperoleh atau dike- tahui. Jika hanya syarat formil saja yang tidak terpenuhi, menurut Perbawaslu masih memungkinkan untuk ditin- daklanjuti. Laporan yang tidak memenuhi syarat formal tersebut menjadi informasi awal adanya dugaan pelanggaran yang ditindaklanjuti sebagai temuan. Terhadap laporan/temuan yang masuk ke peng- awas Pemilu, jika syarat formil dan materiilnya telah terpenuhi, selanjutnya dilakukan kajian. Dalam pro- ses kajian tersebut, pengawas Pemilu me- ngumpulkan bukti-bukti serta dapat melakukan pe- manggilan terhadap pelapor, saksi-saksi maupun ter- lapor untuk dilakukan klarifikasi. Kesimpulan hasil ka- jian dari pengawas Pemilu dapat berupa 1) laporan/temuan tersebut merupakan pelanggaran, atau 2) laporan/temuan bukan pelanggaran Pemilu, atau 3) laporan/temuan tersebut merupakan sengke- ta Pemilu. Pelanggaran Pemilu ada 3 (tiga) macam yaitu Pelanggaran kode etik, Pelanggaran adminis- trasi dan pelanggaran pidana Pemilu. Pelanggaran kode etik penyelenggara Pemilu diteruskan kepada Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu; pelanggaran administrasi Pemilu diteruskan kepada KPU, KPU Provinsi, atau KPU Kabupaten/Kota; dan tindak pidana Pemilu diteruskan kepada Kepolisian Negara Republik Indonesia. Jika hasil kajian menyimpulkan bahwa laporan/ temuan bukan pelanggaran Pemilu, maka proses di- hentikan. Akan tetapi jika laporan/temuan tersebut bukan pelanggaran Pemilu tetapi merupakan pelang- garan terhadap peraturan lain di luar rejim Pemilu, ma- ka akan diteruskan kepada instansi yang berwenang. Jika laporan/temuan tersebut merupakan sengketa Pemilu maka pengawas Pemilu berwenang untuk menyelesaikan dan memutuskan, dan keputusan pengawasPemilumerupakankeputusanyangfinaldan mengikat artinya harus dijalankan dan tidak dapat di- lakukan upaya hukum lain, kecuali sengketa Pemilu yang berkaitan dengan verifikasi Partai Politik Peserta Pemilu dan daftar calon tetap anggota DPR, DPD, DPRD provinsi, dan DPRD kabupaten/kota. Khusus untuk sengketa yang berkaitan dengan verifikasi partai politik dan pencoretan dari DCT masih dapat dilakukan gugatankePTTUNjikakeputusanpengawasPemiluti- dak memuaskan. (Penulis adalahAnggota Bawaslu DIY Divisi Penindakan Pelanggaran)-a Mekanisme Penanganan Pelanggaran Pemilu Oleh: Sri R. Werdiningsih, SH KR- Satria Jurkam Partai NasDem melakukan orasi di Lapangan Getas Mlati. NasDem Perbaiki Ekonomi Rakyat 7.000 SIMPATISAN TURUN KE JALAN PPP Kedepankan Etik dan Nilai Islam KR Judiman Sebanyak 7.000 simpatisan PPP tidak tertampung di Lapangan Ringinharjo.
  • 18. JUMAT LEGI 28 MARET 2014 ( 26 JUMADILAWAL 1947 ) ÓKEDAULATAN RAKYATÓ HALAMAN 18LINGKAR JATENG GroboganKembangkanTenun GROBOGAN (KR) - Belum banyak yang tahu jika sebagian tenun ikat yang beredar di pasaran seperti Semarang, Solo dan Yogya adalah produksi Grobogan. Meski tingkat produksinya masih berskala kecil, namun tenun ikat asli Grobogan sudah dikenal sejak tahun 2011. Kualitas kain yang bagus, warna yang kalem dan motif menjadi ciri khasnya. Satu-satunya sentra kerajinan kain tenun manual yang ada di daerah itu berada di Desa Lajer Kecamatan Penawangan. Ada empat kelompok usaha bersama (KUB) dengan 43 set alat tenun bukan mesin (ATBM). Setiap harinya ada 47 perajin yang setia memilin dan menenun benang-benang menjadi kain. Menurut Ketua KUB Tenun Ikat Tri Guna Jaya, Gunawan, setiap bulan ia berhasil memproduksi lebih dari 1.000 potong kain tenun untuk dikirim kepada pemesan luar daerah. “Bahkan kadang saya sampai kewalahan memenuhi order dari luar daerah,” akunya, Kamis (27/3). Kesulitan memenuhi order diakui, karena proses pembuatannya cukup rumit. Mulai dari mengurutkan benang sesuai motif (ngeteng), pembuatan motif, pengikatan motif, hingga pewarnaan. Selembar kain berukuran 2,2 x 1,1 meter bisa dikerjakan dalam waktu tiga jam. Satu po- tongnya dibanderol dengan harga Rp 100 ribu-Rp 140 ribu. Saat kunker di sentra tenun di desa tersebut, Ketua Tim Penggerak PKK Grobogan Dyah Bambang Pudjiono mengaku tertarik dan PKK siap mempromosikan kain tenun asli desa tersebut. “Salah satu langkahnya adalah mengenakan baju dari kain tenun pada saat pertemuan resmi dengan pejabat luar da- erah. Selain itu saya akan mempresentasikannya. Mulai dari situlah, kain tenun Grobogan diharapkan bisa semakin dikenal. Saya juga akan mengikutkan pada berbagai pameran,” ucap istri Bupati Grobogan ini. (Tas) -g 650WargaGroboganTerserangTBC GROBOGAN (KR) - Kasus tuberculosis (TBC) di Kabupa- ten Grobogan cukup tinggi dibanding daerah lain. Selama tahun 2013, penyakit paru tersebut menyerang 650 warga dari berbagai kalangan. “Penyakit tuberculosis dapat menyerang siapa saja, tidak pandang umur dan bisa ditularkan dimana saja. Jika tidak segera diobati, penyakit yang disebabkan virus bisa menyebabkan kematian,” kata Kabid Pencegahan Penanggulangan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan Kabupaten Grobogan dr Slamet Widodo, di kantornya, Kamis (27/3). Menurutnya, kasus tuberculosis disebabkan infeksi bakteri mikrobakterium tuberkulosa. Bakteri ini berbentuk batang dan bersifat tahan asam, sehingga dikenal juga sebagai Batang TahanAsam (BTA). “Penyakit ini diawali dengan batuk selama dua minggu yang tidak kunjung sembuh. Batuk tersebut juga disertai dengan lendir. Jika sudah parah, lendir ini juga dibarengi dengan darah. Penyakit ini juga mempengaruhi daya tahan tubuh,” terang Slamet. Diakui, setiap kali ditemukan kasus TBC, pihaknya lang- sung turun tangan dengan cara mendatangi rumah warga yang terserang penyakit tersebut. Mereka diberi obat secara gratis agar tidak segera menular kepada anggota keluarga atau warga lain. Untuk menekan angka kasus TBC, Dinas Kesehatan Grobogan melakukan dan menggalang kerja sama lintas program dan lintas sektor untuk penjaringan suspek TBC di masyarakat. (Tas) -o PrajuritRaiderBuatPelampungSendiri SEMARANG (KR) - Pangdam IV Diponegoro Mayjen TNI Su- nindyo memuji Kopda Sudarno, prajurit Yonif 400 Raider yang memiliki kiat membuat rompi pelampung SAR sendiri bersama istrinya. Pujian tersebut disampaikan Pangdam ketika mengun- jungi MakoYonif 400 Raider Srondol Semarang belum lama ini. "Saya bangga atas usaha prajurit yang memiliki kreasi membuat rompi pelampung sendiri dan kualitasnya tak kalah dengan buatan pabrik. Oleh karena itu ini bisa dikembangkan dan dipesan dalam jumlah banyak untuk memenuhi kebu- tuhan melengkapi SAR Siaga Bencana yang ada di Kodim- Kodim," ujar Pangdam IV sambil memperhatikan rompi pe- lampung buatan Sudarno yang diberi emblem lambang Kodam IV Diponegoro. Menurut Wakil Komandan (Wadan)Yonif 400 Raider Mayor Inf Tunggul Jati yang mendampingi Danyon Mayor Inf Heri Bam- bang Wahyudi, kiat Kopda Sudarno ini lahir untuk menyiasati mahalnya harga rompi buatan pabrik. "Harga rompi buatan pa- brik mencapai Rp 400 ribu, sedangkan kalau buat sendiri hanya Rp 130 ribu. Oleh karena itu kami mencoba membuat dengan membeli bahan dan menjahitnya sendiri. Semuanya dikerjakan oleh istri Kopda Sudarno. Setelah berhasil membuat satu, kami uji coba dan hasilnya bisa mengambang layaknya rompi buatan pabrik ", jelas Mayor Inf Tunggul Jati. Awal pembuatan rompi ini dilatarbelakangi keberhasilan Yonif 400 Raider membuat perahu LCR dari susunan jerigen dengan fi- nishing karpet plastik. (Cha) - k ICWSiapKawalBongkarKasusHonorerK2 “Kami telah meminta ban- tuan advokasi ke ICW dan mereka secara tegas menyata- kan siap memberikan pen- dampingan. ICW bahkan men- dorong agar dugaan pemal- suan, manipulasi data, serta indikasi praktik suap dan gratifikasi dalam perekrutan CPNS dibongkar tuntas. Bukti mengenai hal itu sangat kuat,” ujar Ketua KMKB Sururi Mujib, Kamis (27/3). Sururi bersama Sekretaris KMKB Slamet Machmudi da- tang ke ICW untuk menye- rahkan satu bendel berkas bukti dugaan pemalsuan dan manipulasi database honorer K2. Berkas diterima Siti Suli- antari Rachman dan Febri Diansyah SH dari Divisi Pengaduan Persoalan CPNS/ PNS. Menindaklanjuti masa- lah itu, ICW segera turun ke Kudus untuk melakukan tes- timoni langsung kepada para tenaga honorer K2 yang men- jadi korban. ICW selanjutnya akan me- nyurati Kapolda Jateng agar menuntaskan kasus itu de- ngan memeriksa pihak- pihak terkait yang terlibat. Akibat database yang diterima Ke- menterian PAN dan RB di- duga palsu dan penuh rekaya- sa itu, banyak tenaga honorer K2 ‘Siluman’ lolos menjadi CPNS. Sedang K2 ‘Asli’ yang memenuhi kualifikasi haknya justru terampas. “ICW akan mendesak Men- PAN agar membersihkan pi- hak- pihak yang memalsukan data dan menganulir tenaga honorer K2 yang terlibat. Jika mereka tetap diberi Surat Keputusan (SK) pengangkat- an, Men-PAN akan digugat ke pengadilan,” tegas Sururi. Sistematis Kasus honorer K2 di Kudus mendapat perhatian luas karena KMKB berhasil mene- mukan bukti- kuat dugaan re- kayasa secara sistematis da- lam perekrutan CPNS. Bukti tersebut kemudian disam- paikan ke Kementerian PAN- RB dan Badan Kepegawaian Nasional (BKN), serta Om- budsman Perwakilan Jawa Tengah, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan kepada Komnas HAM terkait intimidasi sebagai dampak pengungkapan masalah itu. Kasus itu juga dilaporkan ke Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri. Bareskrim kemudian melimpahkan ka- sus itu kepada Polda Jawa Tengah dan meminta dilaku- kan penyelidikan dan penyi- dikan atas laporan tindak pi- dana keterangan palsu terse- but yang diduga dilakukan Musthofa (Bupati Kudus, red) dan kawan- kawan, berdasar lampiran barang bukti. Sementara, Kepala Om- budsman Republik Indonesia (Ori) Perwakilan Jawa Te- ngah, Achmad Zaid saat mela- kukan investigasi ke Kudus menyatakan, telah menemu- kan 37 data palsu dan hasil manipulasi yang melibatkan sejumlah pihak dan tenaga honorer K2. “Indikasinya sa- ngat jelas, dan tidak menutup kemungkinan dalam peneri- maan CPNS honorer K2 terja- di praktik suap. Kudus kami jadikan barometer dan pintu masuk untuk membongkar masalah itu,” katanya. (Trq)-g DI TIGA PERUSAHAAN UpahBuruhBelumSesuaiUMK PEKALONGAN (KR) - Ratusan karyawan yang berada di tiga perusahaan yang ada, belum mendapatkan gaji sesuai Upah Minimum Kota (UMK) 2014 sebesar Rp 1.165.000. Sehingga mereka merasa dirugikan dan meminta pihak terkait memperjuangkan nasibnya. Padahal di Dinsosnakertrans setempat tidak ada perusahaan yang mengajukan penangguhan pelaksanaan UMK. Beberapa buruh secara terpisah Kamis (27/3) menuturkan, kondisi itu sangat memprihatinkan. Mengingat, ketika mereka mengecek ke Dinsosnakertrans perusahaannya tidak tercatat yang mengajukan penangguhan pembayaran sesuai UMK. Namun kenyataannya, gaji mereka masih dibawah UMK, “Kami telah mengadukan kasus ini ke DPC SPN setempat un- tuk ditindaklanjuti,” kata salah seorang di antaranya yang meminta identitaskan ditutupi. Sekretaris DPC Serikat Pekerja Nasional (SPN) Damirin membenarkan, akan hal tersebut. Diakui, pihaknya akan terus mengawal permasalahan tersebut sehingga sekitar seribu bu- ruh yang ada di tiga perusahaan tersebut bisa menerima hak- haknya sesuai dengan ketentuan. Selain itu, pihaknya mende- sak Pemkot Pekalongan aktif melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan UMK. “Ini terjadi, akibat lemahnya pengawasan yang dilakukan pemerintah. Sehingga tidak semua perusahaan melaksanakan penetapan UMK,” katanya. Ditambahkan, salah satu lemahnya pengawasan, dipeng- aruhi minimnya tenaga pengawas yang ada. Sementara jumlah perusahaan yang harus diawasi cukup banyak mencapai 371 perusahaan. Padahal pengawasan ini sudah diatur dalam Perda Ketenagakerjaan. Berdasarkan data yang ada, perusahaan bisa mengajukan penangguhan pelaksanaan UMK jika memenuhi ada dua syarat. Yakni harus laporan audit keuangan selama dua tahun terakhir dan syarat kedua adanya surat persetujuan dari para pekerja. Dari kedua persyaratan tersebut yang cukup sulit dipenuhi perusahaan adalah persetujuan dari para pekerja, karena tidak banyak pekerja yang bersedia. (Riy) - o KR-M TASLIM Ketua Tim Penggerak PKK Grobogan bersama Direktur Utama PD BPR BKK Purwodadi tengah mengamati tenun ikat produksi perajin daerah. KR- Mc. Thoriq Kepala Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Perwa- kilan Jateng Achmad Zaid (tengah batik), bertemu tena- ga honorer korban perekrutan CPNS 2013 di Kudus. KUDUS (KR) - Indonesian Corruption Watch (ICW) siap mengawal dan melakukan pendampingan advokasi gerakan Konsorsium Masyarakat Kudus Bersih (KMB) dalam membongkar dugaan pemalsuan dan manipulasi database tenaga honorer kategori dua (K2) dalam perekrutan calon pegawai negeri sipil (CPNS) 2013 di ‘Kota Kretek’. Terkait hal itu terindikasi pula adanya praktik suap dan gratifikasi yang diduga dilakukan oknum pejabat setempat dan orang- orang di sekeliling kekuasaan. KR-Chandra AN Pangdam IV Diponegoro Mayjen TNI Sunindyo (kanan) melihat rompi pelampung buatan Kopda Sudarno (kiri). Kejar Ketertinggalan Infrastruktur PROVINSI Jateng dari sisi infrastruktur re- latif tertinggal dibandingkan Jabar, DIY dan Jatim. Di saat pencanangan tahun infrastruk- tur2014, diterpabencanabanjirsebagaicobaan dari Tuhan. Kerusakan jalan akibat banjir se- makin memperparah kondisinya. Meski begitu Jateng tetap bertekad men- jadikan tahun 2014 sebagai tahun infrastruk- tur, dengan merencanakan pembangunan in- frastruktur, perbaikan, sekaligus bertahan. Pada 2014, dialokasikan anggaran pembenah- an infrastruktur melalui belanja langsung un- tuk jalan dan jembatan Rp 906,489 miliar un- tuk irigasi Rp 143,831 miliar dan keciptakar- yaan Rp 61,068 miliar. Selain itu, didukung belanja tidak langsung Rp1triliunlebih,terdiriRp755,43miliaruntuk bantuan keuangan kabupaten/kota yang di- arahkan pada sektor pembangunan infrastruk- tur, serta Rp 435,32 miliar untuk pembangun- an infrastruktur desa. Dana tersebut masih mungkin bertambah pada anggaran perubahan tahun ini. Inilah survival infrastrukturnya Jawa Tengah. Langkah pertama, pemeliharaan rutin de- ngan menambal jalan yang berlubang serta pro- gramregulerAPBD2014yangdikerjakanmulai bulan ini dan telah dicanangkan serentak pada Minggu (16/3) lalu. Kedua, anggaran untuk mengatasi kerusakan, tak hanya infrastruktur jalan,ternyatasangatkurang.Setidaknya,dibu- tuhkan anggaran Rp 3 triliun. Karenanya, pem- prov telah mengajukan anggaran kepada pe- merintahpusat,untukperbaikan. Langkahberikutnya,pemprovakanmeminta izin kepada DPRD dalam politik anggaran, un- tuk mendahului anggaran. Di samping itu, juga mengelompokkan ulang anggaran bantuan kepada pemerintah kabupaten/kota. Sehingga dana yang kecil-kecil itu diharapkan dapat ter- akumulasi menjadi besar untuk dikembalikan lagi kepada kabupaten/kota agar diprioritaskan pada infrastruktur, khususnya jalan dan sum- ber daya air. Langkah ini yang akan saya la- kukan untuk menyelesaikan infrastruktur di Jateng. Namun, kualitas ini tak dapat terjaga kalau masyarakat tak ikut mengawasi. Saya ingin, masyarakat berbondong-bondong untuk meng- awasi. Cara mengawasinya, masyarakat bisa melakukan pemotretan untuk selanjutnya diki- rimmelaluiemail ganjar_gub@jatengprov.go.id. Peran serta masyarakat sangat penting, agar kualitas pembangunan jalan nantinya sesuai harapan, sehingga bisa lebih awet. Pemprov ju- ga akan mengintensifkan pengawasan dengan mengontrol langsung pelaksanaan pekerjaan- nya. u- g (Disampaikan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo kepada Wartawan KR Isdiyanto). WargaPelosokKesulitanUrusJKN REMBANG (KR) - Warga yang jauh dari Kecamatan Kota Rembang mengaku kesulitan mengurus kepesertaan jaminan kesehatan nasional (JKN) secara mandiri. Pasalnya, penguru- san JKN harus langsung ke Kantor Operasional Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial (BPJS) di Rembang Kepala Puskesmas Sarang dr Ahmad Faud, Kamis (27/3) mengemukakan, sering menerima keluhan warga yang akan mengurus kepesertaan baru JKN. Jarak kantor BPJS sangat jauh dari Sarang. Mereka tentu harus keluar ongkos banyak bila bolak-balik ke Kota Rembang. Terlebih jika berkas persyaratan kurang,” ujarAhmad Faud. Disebutkan, BPJS akan lebih baik jika mau membuka kantor operasional pembantu di setiap kecamatan. “Apalagi warga se- bagian besar belum paham tentang JKN. Terbukti, warga ba- nyak yang masih meminta perawatan kesehatan gratis dengan menggunakan surat keterangan miskin (SKTM). Padahal, SK- TM tidak lagi berlaku,” tandasnya. Sementara Kepala Desa Tasikharjo Kecamatan Kaliori Suto- no menyatakan sangsi dengan validitas data penerima JKN ber- dasarkan penerima Jamkesmas. Pasalnya, tutur Sutono, dite- mukan banyak data penerima Jamkesmas yang sudah mening- gal tapi masih terdaftar. “Kalau tidak ada pemutakhiran data, kami berharap pemerintah menggratiskan saja layanan kese- hatan dan pendidikan bagi semua warga,” tegasnya. (Ags) -g
  • 19. Kegiatan pada Kamis (27/3) kemarin melibatkan warga di tujuh desa yang masuk wila- yah rawan erupsi. Pelak- sanaan simulasi dilakukan di tiga desa di Kecamatan Batu- raden yang berakhir di lapang- an Rempoah Baturaden. Saat simulasi digambarkan aktivitas Gunung Slamet dari level normal, dinaikkan men- jadi waspada dan kemudian level siaga. Kemudian Bupati Banyumas bersama unsur pimpinan daerah dan instansi melakukan koordinasi dan me- lakukan persiapan penangan- an pengungsi. Petugas gabungan yang ter- diri TNI, Polri, BPBD, Linmas, Relawan, Tagana, PMI dan Pramuka melakukan tin- dakan guna mengevakuasi warga di sejumlah desa yang terdampak bencana erupsi gu- nung itu. Warga yang menden- gar bunyi kentongan dan sirine tanda bahaya segera berlarian, meninggalkan rumah masing-masing menuju titik kumpul di masing-masing desa yakni Desa Ketenger, Karangmangu, Kemutug Lor dan Karangsalam. Selanjutnya dievakuasi oleh petugas gabungan dengan kendaraan pikap menuju tem- pat pengungsian sementara yang berlokasi di lapangan Rempoah, Kecamatan Batu- raden. Sesampainya di tempat pengungsian sementara, para relawan segera mendata para pengungsi guna mengetahui kemungkinan masih adanya warga yang tertinggal di de- sanya maupun yang sakit. Bupati Banyumas, Achmad Husein, mengatakan bahwa kegiatan merupakan salah satu siklus kesiapsiagaan dalam penanganan bencana dan menjadi salah satu dari sembilan kegiatan yang digu- nakan dalam tahapan kesiap- siagaan. "Kegiatan ini mengisyaratkan bahwa kesi- apsiagaan bencana seharus- nya tidak pernah berhenti. Ini harus dianggap seolah-olah se- tiap hari akan terjadi benca- na," jelasAchmad Husein. Diharapkan, dengan adanya kegiatan simulasi akan me- ningkatkan pengetahuan penanganan bencana oleh pe- merintah dan masyarakat. Kemudian dampak negatif dari kemungkinan erupsi Gunung Slamet dapat dimini- malisasi. Koordinator Antisipasi Pe- nanganan Bencana Erupsi Gunung Slamet Kabupaten Banyumas, Didi Rudwianto saat mendampingi Bupati Banyumas, mengatakan bah- wa kegiatan simulasi digelar untuk melatih kesiapsiagaan masyarakat jika sewaktu-wak- tu terjadi bencana erupsi Gunung Slamet. Menurutnya, setelah simu- lasi masyarakat akan tahu apa yang harus dilakukan dan di- mana mereka akan ber- kumpul, mereka tidak perlu pulang dulu ke rumah masing- masing ketika mendengar tan- da bahaya. Didi menjelaskan, berda- sarkan pendataan di Kabupaten Banyumas terda- pat 35 desa di tujuh keca- matan yang masuk wilayah rawan bencana erupsi Gunung Slamet. Kemudian dari 35 desa yang masuk da- erah rawan, terdapat tujuh desa di tiga kecamatan yang paling rawan terkena erupsi yakni Desa Melung Keca- matan Kedungbanteng, Desa Ketenger Karangmangu, Ke- mutug Lor dan Karangsalam Kecamatan Baturaden serta Desa Limpakuwus dan Gan- datapa Kecamatan Sumbang. Dalam simulasi melibatkan sekitar 800 personel dari berbagai instansi dan 700 war- ga dari empat desa terdampak erupsi Gunung Slamet yakni Ketenger, Karangmangu, Ke- mutug Lor dan Karangsalam Kecamatan Baturaden. Sedang jumlah warga yang kemungkinan terkena dampak erupsi sekitar 40.000 orang yang tersebar di tujuh desa dari tiga kecamatan. Hingga, kemarin status Gunung Slamet masih di level waspada, sedang daerah larangan aktivitas dari warga dua kilometer dari kawah. Aktivitas vulkanik dari Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana dan Geologi (PVMBG), pada hari Kamis (27/3) pukul 00.00- 06.00 WIB secara visual kon- disi cuaca Gunung Slamet ter- pantau terang, angin bertiup tenang, dan berkabut. Kemudian letusan asap ke- labu dua kali letusan ketinggi- an 1-1,2 kilometer condong ke timur. Kegempaan tercatat 78 kali gempa embusa dan tiga kali gempa letusan dengan lama 24-35 detik. Tambah Masker Untuk mengantisipasi ke- mungkinan terjadinya erupsi besar, Dinas Kesehatan (Din- kes) Kabupaten Banyumas menambah jumlah persediaan masker, dari sebelumnya 38.000 masker, saat ini ditam- bah menjadi 50.000 masker. Sekretaris Dinkes Banyu- mas, Sadiyanto, menjelaskan masker yang tersedia se- banyak 38.000 lembar dinilai masih kurang dan sekarang sedang dilakukan pengadaan. "Dari jumlah stok masker yang ada, sebagian besar su- dah terdistribusikan ke sejum- lah Puskesmas di Banyumas," kata Sadiyanto. Kemudian sebanyak 24.000 masker didistribusikan ke Puskesmas yang wilayahnya berpotensi terdampak hujan abu vulkanik akibat aktivitas Gunung Slamet. Di antaranya Puskesmas Baturaden I dan II masing-masing tersedia seki- tar 5.000 masker. Selanjutnya Puskesmas Sumbang I disiap- kan 1.000 masker dan Puskes- mas Sumbang II 5.000 lembar dan Puskesmas Kedungbateng 5.000 masker. Puskesmas lainnya yang wilayahnya rawan terkena abu vulkanik Puskesmas Ci- longok I, Pekucen dan Pus- kesmas Karanglewas, ma- sing-masing disediakan 1.000 lembar. "Meski wilayah tersebut relatif lebih aman dibanding wilayah lainnya tapi tetap disediakan," tutur Sadiyanto. (Dri)-k PURBALINGGA (KR) - Sebelas Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Pendidikan (Dindik) di Purbalingga serempak mengajukan permohonan pengunduran diri, Rabu (26/3). Selain yang mengundurkan diri, ada dua Kepala UPT yang mengajukan pensi- un dini yaitu Kepala UPT Kejobong dan Karangmoncol. Pengunduran massal itu mengejutkan ka- langan pendidik dan Pemkab Purbalingga. Kepala Dindik Purbalingga, Tri Gunawan menuturkan, 11 Kepala UPT itu pada Rabu (26/3) pagi sudah menghadap dan menyerah- kan surat pengunduran diri. Tapi mereka ti- dak menyebutkan alasannya. Tri mengaku tidak bisa memutuskan sendiri. Surat pengunduran diri akan ditu- jukan pada Bupati dan dirapatkan di Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat). Sejumlah Kepala UPT yang dihubungi wartawan menolak memberikan keterangan. Muncul rumor yang menyebutkan, alasan pen- gunduran diri massal karena merasa telah me- lakukan kesalahan. Sebelumnya, tiga Kepala UPT Dindik di Purbalingga terlibat kasus korupsi anggaran dana alokasi khusus (DAK) Dindik tahun 2012 dan sudah divonis hukuman oleh Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang. Masing-masing Kepala UPT Bobotsari Suprapto, Kepala UPT Bukateja Mugi Raharjo dan Kepala UPT Purbalingga, Sahlan. "Rumornya begitu. Karena ketiga Kepala UPT yang sudah inkracht itu mengumpulkan setoran DAK dari para Kepala UPT yang lain," ujar Tri Gunawan. Kemungkinan lain, karena adanya rotasi ja- batan yang memungkinkan Kepala UPT seba- gai pejabat struktural digeser menjadi pejabat fungsional. Tapi, Tri Gunawan menepis isu itu. Menurutnya, rotasi jabatan belum tentu menempatkan pejabat struktural ke fungsio- nal. "Bisa saja ke dinas yang lain dengan ja- batan struktural. Atau memang juga bisa ke jabatan fungsional," ujarnya. (Rus)-k JUMAT LEGI 28 MARET 2014 ( 26 JUMADILAWAL 1947 ) ÓKEDAULATAN RAKYATÓ HALAMAN 19BANYUMAS ANTISIPASI ERUPSI BESAR GUNUNG SLAMET Simulasi Tanggap Bencana Digencarkan PURWOKERTO (KR) - Pemerintah Kabu- paten (Pemkab) bersama Komando Distrik Militer (Kodim) 0701 dan Polres Banyumas, menggencar- kan kegiatan simulasi tanggap bencana mengha- dapi jika terjadi erupsi besar Gunung Slamet. FokusBerdakwahdanUrusJemaah TEGAL (KR) - Setelah purna tu- gas sebagai Wakil Walikota Tegal pe- riode 2009-2014, KH HabibAli Zaenal Abidin SH MH, akan fokus berdak- wah dan mengurus jemaah pengajian. ”Alhamdulillah, saya purna tugas tidak ada cacat dan saya akan lebih konsen membina jemaah pengajian dan mengurus biro umrah dan haji yang selama ini kami kelola. Semoga ini akan lebih memberikan keberka- han,” ujar Habib Ali saat ditemui KR di rumahnya, Rabu (26/3). Habib Ali mengakui, selama menjabat wakil walikota waktu yang tersedia untuk membina pengajian terhadap para jemaah- nya hanya bisa dilakukan setiap Sabtu dan Minggu. Demikian ju- ga wilayah yang menjadi tempat dakwahnya sangat terbatas. ”Sekarang jangkauan wilayah dakwah saya lebih luas dan bisa ke mana-mana," tegas HabibAli. Habib mengakui selama satu periode duduk sebagai wakil wa- likota Tegal menjadi pengalaman hidup yang sangat berharga. Untuk itulah ia sangat mengapresiasi atas kinerja SKPD selama ini sehingga bisa belajar di dalam tubuh pemerintahan. "Namun saya juga akui, sebagai pejabat saat itu saya banyak kekurangan- nya, karenanya kami minta maaf yang sedalam-dalamnya kepa- da masyarakat Tegal,” kata HabibAli. (Ryd)-k GerindraTarget10KursiDPRD PURBALINGGA (KR) - Dewan Pimpinan Cabang Partai Gerakan Indonesia Raya (DPC Partai Gerindra) Purbalingga mematok target perolehan minimal dua kursi pada masing- masing daerah pemilihan (Dapil). Dengan lima dapil di Purbalingga, optimis bisa menempatkan sedikitnya 10 kadernya di DPRD Purbalingga. "Ini bukan mimpi. Kami melihat masyarakat begitu antusias mendukung Partai Gerindra," tutur Ketua Divisi Hukum DPC Gerindra Purbalingga, Budi Wiyono SH, Selasa (25/3). Nama Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Prabowo Subianto diyakini mampu menjadi magnet bagi konstituen un- tuk memberikan suaranya pada partai Gerindra pada pemu- ngutan suara 9 April mendatang. Ditambah dengan enam pro- gram Prabowo untuk kesejahteraan rakyat, Gerindra Purbalingga tidak ragu mematok target tinggi. "Faktanya, setiap pertemuan caleg Gerindra selalu dihadiri massa dalam jumlah yang tidak sedikit," ujarnya. Optimisme serupa juga ditunjukkan Budi pada pemilihan Presiden. Menurutnya, capres Partai Gerindra Prabowo Subianto bakal mendulang suara dalam jumlah signifikan di Purbalingga. "Enam program Prabowo sangat jelas dan terukur," tegas Budi. (Rus). PedagangPersoalkanTokoModern BANJARNEGARA(KR) - Jam buka toko modern yang dibuka bekerja sama dengan Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) Kecamatan Kalibening Banjarnegara sejak 10 Februari 2014, dipermasalahkan oleh paguyuban pedagang tradisional Kecamatan Kalibening karena melanggar aturan. "Sesuai perjanjian, jam buka toko mulai pukul 10.00 - pukul 22.00. Kenyataannya, pukul 07.00 toko sudah buka," kata Ketua paguyuban, Fauzi, Rabu (26/3). Menurut Fauzi, pedagang tradi- sional yang semula memprotes rencana pendirian toko modern na- mun akhirnya melunak, seharusnya dihormati dengan cara men- jaga kesepakatan. "Akibat pelanggaran jam buka, omzet penjualan pedagang tradisional mengalami penurunan. Kami minta agar Pemkab bertindak tegas atas pelanggaran itu," kata Fauzi pula. Ketua KPRI Tegak Kalibening, NurulAini, menyatakan sudah menerima laporan pelanggaran jam toko modern. "Kami sudah memberikan peringatan manajemen agar mematuhi perjanjian," katanya Terpisah, Kasi Perijinan pada KP2T Banjarnegara,Aji Pilusoro, mengatakan toko modern di Kalibening melanggar Perda Nomor 1 Tahun 2011 pasal 26 yang mengatur tentang jam buka operasional toko modern adalah pukul 10.00. "Kami agar menegur pihak ma- najemen. Perda harus ditaati," ujarnya. Seperti diberitakan sebelumnya, rencana pendirian toko modern di Kalibening mendapat protes keras dari kalangan pedagang tradisional karena khawatir akan mengurangi om- set penjualan dagangan milik mereka. Sikap mereka melu- nak setelah ada kesepakatan toko modern mengenai aturan jam buka. (Mad)-k EkspoUMKMBerbasisPerempuan PURWOKERTO (KR) - Pergerakan Perempuan Banyumas (PPB) bersama Yayasan Eling Mas akan menggelar ekspo Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) berbasis perempuan di Taman Andhang Pangrenan (Trap) Purwokerto. "Kegiatan ekspo digelar 29 hingga 31 Maret 2014 di Trap Purwokerto," kata Ketua PPB, Kosanah Tulmikidah, Kamis (27/3). Menurutnya, dalam kegiatan nanti ditampilkan hasil karya perempuan Banyumas di 26 stand yang disiapkan. "Kalau ke- seluruhan ada 52 stand dan yang 26 stand khusus hasil UMKM berbasis perempuan Banyumas yang memiliki nilai jual," tutur Khosanah. Sejumlah UMKM berbasis perempuan yang dipamerkan seperti hasil pembuatan kesed, patung kayu, dan hasil karya perempuan lainnya yang memiliki nilai jual tinggi, tapi kurang promosi. Diharapkan dengan gelar ekspo UMKM berbasis perem- pauan asal Banyumas akan dikenal dan memiliki nilai jual yang tinggi. "Sebenarnya hasil UMKM perempuan Banyumas banyak, namun saat dijual ke pasaran menggunakan brand daerah lain," ujarnya. Ekspo dibuka dari pukul 08.00 hingga 22.00 juga diisi berbagai hiburan seperti band, barongsai, kentongan dan lomba hadroh tingkat Kabupaten Banyumas. (Dri)-s 11 Kepala UPT Dindik Mundur BANYUMAS (KR) - Lebih dari seribu pelang- gan air PDAM Ajibarang, Banyumas resah. Sebab, sejak Februari 2014 lalu hingga sekarang tidak bisa mendapatkan aliran air PDAM setiap harinya secara normal. Dari 24 jam setiap harinya, maksimal hanya 4 jam air PDAM yang mengalir dan bisa dipergu- nakan masyarakat.Akibatnya, air yang bisa ter- tampung di bak-bak mandi mereka hanya cukup untuk cuci pakaian, cuci piring dan keperluan masak dan minum saja. Kebutuhan MCK dan lainnya warga lebih memilih ke sungai terdekat yang airnya keruh. Suradi, warga Desa Ajibarang Wetan KecamatanAjibarang, mengeluh dengan kondisi air PDAM yang sudah sebulan lebih hanya mengalir antara 3 sampai 4 jam. Menurutnya, warga RT 2 RW 3 dan para tetangga lainnya su- dah sebulan lebih ini harus ronda terus menung- gu air PDAM mengalir. Sebab pada siang hari samasekali tidak mengalir. Baru mengalir jam 01.00 dini hari. ”Tragisnya air mati lagi pada jam 04.00 pagi atau waktu subuh. Jadi hanya sekitar tiga jam air mengalir,” kata Suradi, Rabu (26/3). Keadaan seperti itu, lanjut Suradi, sangat mengganggu aktivitas sehari-hari untuk kebu- tuhan masak, nyuci, mandi dan sebagainya. Air yang mengalir terbatas, sedang seluruh penghu- ni rumah membutuhkan air. Kalau sudah habis persediaan airnya, otomatis harus menunggu sampai mengalir lagi. Mati Listrik Kepala Unit PDAM Cabang Ajibarang, Su- kisno mengatakan matinya air PDAM di wilayah Ajibarang karena seringkali listrik mati sehingga pompa air di daerah Tonjong Desa Pandansari Kecamatan Ajibarang ikut mati. Penyaluran air ke Desa Ajibarang Wetan dan sekitarnya sekarang memanfaatkan mata air di Tonjong Desa Pandansari menggunakan alat pompa air. Aliran listrik pompa air Tonjong, imbuhnya, ikut PLN jalur Brebes. Warga banyak yang tidak tahu kalau aliran listrik pompanya ikut Kabu- paten Brebes. ”Kebetulan akhir-akhir ini di sana sedang sering mati listrik,” ujar Sukisno. (Ero)-s PURWOKERTO (KR) - Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas (Unsoed) memfasilitasi mahasiswa per- antau yang ada di Purwokerto untuk bisa mengikuti pemilih- an umum legislatif (Pileg). Demikian dikatakan Koor- dinator Fasilitasi Mahasiswa Rantau Pilih Pemilu di Pur- wokerto BEM Unsoed Pur- wokerto, Reni Kurnia, Kamis (27/3). "Ini cara kami agar Pemilu legislatif 9 April besok sukses, sedikit yang tidak ny- oblos dan mengurangi angka golput," katanya. Mahasiswa Fakultas Pe- ternakan Unsoed ini berse- mangat membantu teman-te- man mahasiswa lain yang me- miliki KTP luar Kabupaten Banyumas untuk tetap men- coblos di Purwokerto karena dirinya juga mahasiswi peran- tau. "Saya berasal dari Cika- rang Bekasi. Tetapi pada 9 April saya mencoblos di salah satu TPS Kota Purwokerto. Dengan cara begini, kuliah ti- dak terganggu, hak sebagai pemilih pemilu juga terlayani. Teman-teman mahasiswa pa- rantau silakan datang ke Sekretariat BEM Unsoed jika ada yang ingin mencoblos di Kota Purwokerto. Kami akan urus sampai rampung," tutur Reni. Untuk keperluan tersebut pemilih akan memperoleh Formulir Model A5-KPU dan pemilih perantau harus me- nyerahkan fotokopi KTP/Pas- por/Kartu Keluarga/dokumen kependudukan lainnya selam- bat-lambatnya 29 Maret 2014 besok. (Ero)-d BEM FasilitasiPemilihPerantauAirPDAMAjibarangMacet,WargaResah PURBALINGGA (KR) - Sedikitnya 10 anak punk di- ciduk aparat Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Purbalingga, Rabu (26/3). Anak-anak berusia belasan tahun yang biasa mangkal di sekitar lampu pengatur lalu- lintas disinyalir kerap meng- ganggu ketertiban umum. Mereka diciduk dari beberapa lokasi. Satpol PP menyisir jalanan di kota Purbalingga. Melihat kedatangan petugas, beberapa anak punk lari kocar-kocir. Bocah-bocah dengan pakaian dekil itu lari berhamburan ke gang-gang sempit sehingga membingungkan petugas Satpol PP yang berusaha mengejar. Tapi berkat petun- juk warga, akhirnya satu orang anak punk berhasil dibekuk. Anak punk yang tertangkap dibawa ke Markas Satpol PP di kompleks Pendapa Dipokusumo dan diberi pembi- naan. Untuk memberikan efek jera anak punk yang ter- tangkap dipotong rambutnya dan dipaksa mandi. "Tidak hanya dibina dan di- gunduli. Kami juga mem- berikan makan siang kepada bocah-bocah itu," ujar Kasi Pengendalian dan Operasi (Dalops) Satpol PP Purbaling- ga, Teguh Sungkono kepada wartawan. Razia dilakukan karena Satpol PP banyak mendapat- kan keluhan dari masyarakat terkait menjamurnya anak punk yang ngamen di jalanan. Anak-anak dengan dandanan dan aksesori nyentrik itu ker- ap memacetkan lalu lintas karena berdiri seenaknya di te- ngah jalan. Bahkan di antara mereka memaksa untuk diberikan uang imbalan. "Dari hasil pendataan mere- ka ternyata banyak yang ber- asal dari luar Purbalingga, di antaranya berasal dari Yogya, Cilacap, Wonosobo dan Lam- pung," ujarnya. Teguh mengatakan, mere- ka akan dikirim ke Pondok Pesantren di Karangsari. Setelah itu akan dikirimkan ke panti rehabilitasi di Cilacap. (Rus)-k GANGGU KETERTIBAN Anak ‘Punk’ Diciduk Satpol PP KR-Riyadi Habib Ali KR-Driyanto Petugas gabungan saat mengevakuasi korban erupsi Gunung Slamet. KR-Toto Rusmanto Anak punk dirazia Satpol PP Purbalingga.
  • 20. JUMAT LEGI 28 MARET 2014 (26 JUMADILAWAL 1947) ÓKEDAULATAN RAKYATÓ HALAMAN 21MAGELANG - PURWOREJO PenambangDemodiPemkabMagelang Mereka meminta dilibatkan dalam pembuatan regulasi soal penambangan. Di sisi lain, mereka juga minta diberikan lokasi khusus untuk penam- bangan manual, mulai dari wilayah Bego Pendem hingga batas Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM). "Kami juga minta dipermu- dah dan penyederhanaan pro- ses perizinan untuk pertam- bangan rakyat dengan memu- tus keterlibatan kepala desa. Selama ini, kepala desa, pihak yang paling sulit memberikan rekomendasi kewilayahan un- tuk proses perizinan itu. Di sisi lain, beberapa kepala desa jus- tru terlibat baik langsung mau- pun tidak langsung atas ter- jadinya penambangan liar yang dilakukan oleh pengusa- ha-pengusaha dari luar daerah dengan menggunakan alat be- rat," kata Iwan Hermawan, Koordinator Gemasika. Di sisi lain, pihaknya sangat mendukung langkah Pemkab Magelang yang akan member- lakukan kembali aturan ten- tang batas muatan (tonase) ba- han galian C secara tegas. "Kami juga mendukung keten- tuan mengenai jam tambang, yakni mulai pukul 06.00 hing- ga 18.00 WIB. Ini penting, agar tidak ada konflik horizontal dan meminimalisir permasa- lahan sosial di tengah masya- rakat," tegasnya. Namun begitu, Pemkab Ma- gelang diminta menindak te- gas sesuai aturan yang berlaku terhadap oknum-oknum yang terlibat dalam penambangan liar. Salah satunya terhadap oknum kepala desa yang mem- berikan rekomendasi atas ke- giatan penambangan liar ter- sebut. "Penambangan lair nya- ta-nyata melanggar Perda No- mor 1 Tahun 2008 dan Perbup Magelang Nomor 1 Tahun 2011. Kemudian juga undang- undang lingkungan hidup karena ketika penambangan tidak dilakukan dengan izin, secara otomatis kegiatan terse- but tidak pernah mendapat- kan izin lingkungan, menyu- sun dokumen Amdal dan re- klamasi," imbuh Fatkhul Mu- jib, dari Punokawan. Disayangkan, dalam demo kemarin tidak ada satu pun pe- jabat Pemkab Magelang yang bersedia menanggapi. Mereka hanya diterima Pimpinan DPRD dan Komisi C, di anta- ranya Ahmad Achadi, Mujadin Putu Murja dan Sad Prio Putro serta Sarwo Edi. "Kami sebenarnya sudah mengagendakan rapat untuk menerima teman-teman pe- nambang ini, namun disayang- kan, tidak ada eksekutif yang datang. Padahal, surat per- mintaan audiensi hari ini (ke- marin), kami terima dua hari lalu," kataAhadi. Karena menunggu terlalu lama di Gedung DPRD, ratus- an massa pun 'menjemput' Bupati dan pejabat Magelang di gedung Pemkab yang berse- belahan dengan gedung rakyat tersebut. Namun lagi-lagi, tidak ada pejabat yang 'mau' menemui mereka. (Bag)-d Sistem'Methuk'UntungkanPetani PURWOREJO (KR) - Petani padi di kawasan pesisir Kabupaten Purworejo mene- rapkan sistem methuk. Mereka langsung mengolah tanah sete- lah padi dipanen, tanpa me- nunggu seperti dilakukan ke- banyakan petani. Sistem itu mampu meningkatkan peng- hasilan petani secara sig- nifikan. Setelah padi dibabat, petani langsung membuat persemai- an bibit. "Selagi bibit tumbuh, kami bajak sawah. Petani ti- dak menunggu lama karena justru akan merugikan," ung- kap Untoro (55) petani di Desa Tegalaren Kecamatan Purwo- dadi, kepada KR, Kamis (27/3). Petani memperhitungkan, ji- ka padi yang ditanam April bisa dipanen Juni atau Juli, memasuki awal kemarau. Petani memanfaatkan lahan untuk budidaya tanaman hor- tikultura tanpa khawatir ko- moditas yang ditanam ludes terkena hujan. Budidaya hortikultura men- jadi andalan petani mening- katkan penghasilan dalam se- tahun. "Hanya dengan modal Rp 6 juta untuk semangka, jika sukses panen dapat untung Rp 29 juta. Hortikultura kini an- dalan kami memperoleh peng- hasilan yang besar," tuturnya. Menurutnya, keuntungan budidaya padi sudah tidak sebesar hortikulltura karena mahalnya sarana produksi dan rendahnya harga jual. Petani harus mengeluarkan modal Rp 600.000 untuk setiap 1.800 me- ter persegi sawah. Mereka mendapat penghasilan kotor antara Rp 3,5 juta jika panen- an bagus. Sementara itu, Kepala Bi- dang Produksi Tanaman Pa- ngan dan Hortikultura Dinas Pertanian Kelautan Peterna- kan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Purworejo Ir Eko Anang SW mengemukakan, sistem methuk membuat mu- sim tanam maju dari jadwal. Namun cara itu justru meng- hindarkan petani dari persoal- an sulit air karena tanaman sudah dewasa saat kemarau. Selain itu, panen juga dapat lebih awal sehingga petani me- miliki waktu lebih panjang un- tuk budidaya palawija.(Jas)-d ResahkanWarga,TGMJadiAjangMesum PURWOREJO (KR) - Ke- resahan warga masyarakat Kelurahan Baledono Keca- matan/Kabupaten Purworejo dan sekitarnya terkait keber- adaan Taman Geger Menjang- an (TGM) semakin nyata. Mengingat kabar tentang TGM yang sering dijadikan se- bagai ajang permesuman itu bukan sekadar isu, namun su- dah menjadi kenyataan. Setiap saat, di lokasi itu se- ring terlihat beberapa pa- sangan muda mudi, bahkan pelajar yang nekad melaku- kan perbuatan tak pantas. Mereka juga tidak merasa malu untuk berpelukan dan berciuman meski pada siang bolong. Para pasangan muda mudi itu memanfaatkan ga- sebo di kompleks TGM itu. Tembok yang dibangun di lo- kasi itu justru dijadikan se- bagai tempat yang dianggap aman. "Sering kali pasangan ke- kasih berduan di Gasebo atau panggung di taman itu. Malam hari karena penerangannya re- mang-remang membuat mere- ka semakin berani untuk bermesraan," keluh seorang warga yang enggan disebut ja- tidirinya, Kamis (27/3). Menurut sejumlah warga, dampak negatif keberadaan TGM sangat dirasakan kare- na memang sampai saat ini tidak ada penjagaan. Pos sat- pam yang disediakan di ta- man tersebut tidak difungsi- kan. Apalagi jika hari libur, TGM yang berada di kom- pleks Kolam Renang Arta Tir- ta itu, justru semakin parah dengan banyaknya pasangan kekasih yang mendatangi tempat itu. (Nar)-d KR-Bagyo Harsono Ratusan penambang unjuk rasa di halaman Pemkab Magelang. MUNGKID (KR) - Ratusan warga yang umum- nya para penambang dan buruh slenggrong pasir (Punokawan) dan pengemudi armada galian C (Bolorodo), bergabung dengan LSM Gerakan Ma- syarakat untuk Transparansi Kebijakan (Gema- sika) melakukan aksi damai di Pemkab Magelang, Kamis (27/3). 'FashionShow'BatikMagelangan MAGELANG (KR) - Sejumlah produk batik Magelang ditampilkan dalam fashion show Batik Magelang di Gedung Kiai Sepanjang Kota Magelang, Kamis (27/3). Sedang di se- rambi gedung, produk batik dari beberapa kampung di Kota Magelang juga dipamerkan. Batik yang ditampilkan dalam rangkaian peresmian kegiatan pembangunan Kota Magelang tersebut merupa- kan produk beberapa kampung di Kota Magelang. Misalnya batik dari Kampung Jaranan, Kampung Ringinanom, Rejo- winangun. Motif batik juga disesuaikan dengan nama kam- pungnya. Tidak hanya para Duta Wisata Kota Magelang yang tampil memperagakan beberapa karya batik, tetapi juga beberapa karyawan Pemerintah Kota Magelang dan 2 pelajar SLB. Sekretaris Pemerintah Kota Magelang Drs Sugiharto kepada KR mengatakan, ditampilkan beberapa karya batik Magelang ini untuk mengangkat produk tersebut. Terlebih mulai 1 April 2014 seluruh PNS di jajaran Pemerintah Kota Magelang diwajibkan mengenakan Batik Magelangan, yaitu untuk setiap Kamis dan Jumat. Motif bebas. Ketua Paguyuban Batik Magelang, Ny Naris Prajoko, me- ngatakan, pihaknya menyambut gembira keputusan Peme- rintah Kota Magelang mengenai kewajiban bagi PNS di ja- jaran Pemerintah Kota Magelang untuk mengenakan pakaian batik Magelangan. Secara tidak langsung hal itu meningkatkan penjualan produk Magelang dan meningkat- kan tenaga kerja. (Tha)-d 1.325PemilihTakPenuhiSyarat KEBUMEN (KR) - KPU Kebumen melakukan penyem- purnaan daftar pemilih tetap (DPT) dengan mencatat pemi- lih yang tidak lagi memenuhi syarat (TMS) sebagai pemilih berdasarkan masukan atau usulan masyarakat, pengawas pemilu dan partai politik peserta pemilu. "Proses penyempurnaan DPT meliputi perbaikan data pe- milih yang memiliki NIK invalid serta data tanggal lahir maupun alamat yang salah," jelas Ketua KPU Kebumen Paulus Widiyantoro, Kamis (27/3). Perbaikan data dilakukan di dalam Sistem Informasi Data Pemilih (Sidalih). Paulus menegaskan, sistem tidak menghilangkan data pemilih dalam DPT, tetapi hanya memberi tanda coret pada data pemilih dan pada dokumen. "Data DPT pertanggal 17 Januari sebanyak 1.034.732 pe- milih. Dalam penyempurnaan DPT, ditemukan 1.325 pemi- lih yang tidak lagi memenuhi syarat karena berbagai se- bab," ungkap Paulus seraya mengatakan, jumlah NIK in- valid yang telah diperbaiki sebanyak 103 pemilih dan saat ini NIK invalid dalam DPT KPU Kebumen sudah tidak ada. Sementara itu, hasil penyusunan Daftar Pemilih Khusus (DPK) untuk orang yang memenuhi syarat sebagai pemilih tetapi belum pernah terdaftar dalam DPS/DPSHP/DPT, sampai 25 Maret 2014 diketahui sebanyak 861 orang de- ngan rincian 421 laki-laki dan 440 perempuan. (Suk)-d UUDesaJanganDipolitisasi WONOSOBO (KR) - Anggota Komisi B DPR RI Ahmad Muqowwan yang ju- ga pernah menjadi Ketua Pansus UU Desa, meng- ingatkan agar UU Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Desa jangan dipolitisasi. Untuk itu pihaknya mengingatkan kepada para kades dan pe- rangkat desa, jangan mudah terkena bujuk rayu ketika ada pihak-pihak yang mengklaim bisa membantu mencairkan anggaran untuk pembangunan desa yang jumlahnya mencapai Rp 1 miliar perdesa tersebut. "Kades harus waspada dan hati-hati. Jangan mu- dah percaya. Apalagi dengan situasi politik saat ini, jelas akan banyak pihak-pihak yang akan mempolitisasi UU Desa," ungkap Ahmad Muqowwan saat memberi- kan sosialisasi UU Desa di hadapan ratusan kades dan perangkat desa se-Kabupa- ten Wonosobo, Rabu (26/3) siang. Menurutnya, UU Desa yang telah disahkan meru- pakan hasil perjuangan yang panjang. Sejak muncul- nya ide, hingga akhirnya ter- bitnya UU, pro dan kontra senantiasa mengiringi. Jadi semua pihak, terutama para kades dan perangkat desa diminta untuk dapat mema- haminya secara mendalam demi mewujudkan cita-cita mulia para penggagasnya, yaitu terwujudnya desa se- bagai subjek pembangunan yang mandiri dan berbasis pada asas gotong royong. Asas gotong royong menja- di hal yang utama dalam im- plementasi UU Desa. Kare- na kelak dalam proses pen- cairan dana alokasi desa yang memungkinkan desa digelontor dana hingga Rp 1 miliar, dibutuhkan musya- warah dan mufakat segenap elemen masyarakat di desa. Dalam hal ini, kades harus mampu menyatukan berba- gai kepentingan masyarakat menuju desa yang mandiri dan sejahtera. Direktur Jenderal (Dirjen) Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD), Kementerian Dalam Negeri RI, Tarmizi A Malik menjelaskan, UU De- sa merupakan jawaban atas keresahan kalangan kades dan perangkat desa. Dengan terbitnya UU Desa, masa ja- batan kades yang sebelum- nya dibatasi 2 periode, men- jadi 3 periode bila terus ter- pilih dalam pilkades. (Art)-d Heri Raih Mobil Undian Pop Mie Keluarga Basis Utama Membentuk MoralAnak MUNTILAN (KR) - Untuk membentuk karakter anak, tidak lepas dari teladan yang diberikan kedua orangtuanya. Pendidikan formal maupun nonformal juga penting, na- mun pendidikan dalam keluar- ga memberikan peran sangat penting untuk pembentukan moral dan budi pekerti anak di masa mendatang. "Keluarga harus menjadi ba- sis utama untuk membentuk moral dan budi pekerti anak. Karena itu, penguatan demo- krasi dalam sistem pendidikan nasional harus dilakukan. Yak- ni dengan mendorong pendi- dikan keluarga," kata Abdul Kadir Karding, anggota Komisi X DPR RI dalam dengar pen- dapat umum tentang empat pi- lar kebangsaan di Muntilan, Rabu (26/3). Hadir dalam kesempatan itu, Pengurus Cabang (PC) Muslimat NU dan guru-guru Ma'arif se-Kabupaten Mage- lang. "Pendidikan utama di Indonesia ada tiga. Yakni pen- didikan keluarga, formal dan nonformal. Ketiganya harus menjadi satu kesatuan. Perma- salahan saat ini, banyak orang- tua yang sibuk bekerja.Akibat- nya, perhatian terhadap anak kurang. Pengawasan teknologi terhadap anak juga kurang. Tak mengherankan, moral dan perilaku anak menjadi ter- ganggu. Ini harus diubah de- ngan mendorong pendidikan keluarga," tegasnya. Hal lainnya, pihaknya ber- harap pemerintah tidak lagi melakukan diskriminasi di dunia pendidikan. Selama ini, menurut Karding, pemerintah telah memberikan perlakukan berbeda antara sekolah-seko- lah negeri dan swasta. Tidak hanya soal fasilitas, tapi juga perhatian terhadap para tena- ga pengajarnya. "Ini dapat dilihat di daerah- daerah pinggiran. Ke depan, ini tidak boleh terulang. Peme- rintah harus didorong untuk memperhatikan sekolah dan guru-guru swasta. Program sertifikasi guru, sebenarnya tu- juannya sangat bagus. Hanya kenyataan di lapangan, justru memicu kesenjangan di antara guru. Ke depan, kesejahteraan guru di swasta, minimal harus sama atau setara dengan upah minimum kabupaten (UMK)," tandasnya. (Bag)-d Doa Bersama, 200 Siswa Pingsan TEMANGGUNG (KR) - Ratusan pelajar SMA di Kabupaten Temanggung pingsan saat mengikuti spiritual building training (SBT) menyambut Ujian Nasional (UN) di gedung Pemuda Kota Temanggung, Kamis (27/3). Ketua Panitia SBT Iswalsi mengatakan, doa bersama untuk penguatan mental dan spiritual guna menghadapi UN yang akan diselenggara- kan beberapa waktu ke depan. Usai mengikuti doa bersama, diharapkan pada diri siswa tum- buh semangat belajar dan percaya diri. "Selain pembekalan materi ujian, siswa perlu penguatan mental spiritual. SBT merupakan salah satu program tahunan yang selalu dilak- sanakan tiap menjelang akhir tahun pelajaran," katanya. Sekitar 1.700 siswa kelas tiga SMA dan SMK dari sejumlah sekolah di Kabupaten Temang- gung mengikuti doa bersama yang dipandu tim dari Universitas Sains Alquran. Tidak kurang 200 siswa pingsan sehingga memerlukan perto- longan dari tim medis. Dikatakan, berdasar evaluasi, siswa yang mengikuti SBT, meraih nilai bagus dalam UN dan ijazah dibanding teman yang tidak meng- ikutinya. "Jadi ada korelasi antara SBT dengan kelulusan siswa. Untuk itu menjadi agenda tahunan," katanya. Guru SMK Swadaya Humam Sabroni, menge- mukakan, setiap akhir tahun pelajaran siswa di- landa stres atau kegelisahan untuk menghadapi UN. Ujian dianggap sebagai beban berat. Pihak sekolah pun tidak luput turut menghadapi be- ban berat karena harus meluluskan siswa se- hingga perlu dibangun kepercayaan diri para gu- ru, pihak sekolah lainnya, terutama siswa. "Ka- mi berusaha menyadarkan diri kepada siswa bi- la setelah lulus untuk segera berkarya sehingga manfaat. Kami minta siswa menarget 15 tahun ke depan sudah berhasil," katanya. (Osy)-d MAGELANG (KR) - Heri Mulyana Drajat, warga Dusun Karang Wonosobo menerima hadiah mobil Nissan March dari Pop Mie. Selasa (25/3). Ha- diah diserahkan Devie Perma- na, Branch Manager PT Indo- food CBP Sukses Makmur Tbk Divisi Noodle Cabang Sema- rang di dealer mobil Nissan di Magelang. Heri Mulyana Drajat me- ngatakan, tahun lalu ia pernah mengirimkan beberapa nomor undian, namun tidak ada sa- tupun yang memperoleh ha- diah. Pada Februari 2014 tanpa sengaja pada Pop Mie yang di- belinya ada satu kupon undian dan ayah tiga anak ini kembali mencoba mengirimkan nomor yang ada dalam kupon terse- but. Pada pertengahan Fe- bruari lalu ia memperoleh in- formasi kalau dirinya berhasil memenangkan undian dan memperoleh hadiah mobil. Namanya muncul dalam web- site Pop Mie. Indofood saat ini sedang me- lakukan promosi undian Pop Mie Get Lucky 2014 yang di- laksanakan selama periode promosi dari Februari hingga Mei 2014. Sejak tahun 2011, pelaksanaan Pop Mie Get Lucky sudah 4 kali dilaksana- kan. Mekanisme yang dilak- sanakan setiap tahunnya ber- beda dengan tujuan memberi- kan yang terbaik kepada kon- sumen. Devie Permana mengata- kan, tujuan dilaksanakannya Pop Mie Get Lucky 2014 ini se- bagai bentuk apresiasi Pop Mie kepada konsumen yang sudah sangat setia pada produk Pop Mie. Hadiah Pop Mie Get Lucky tahun ini yang diberi- kan berupa 48 mobil Nissan March untuk seluruh Indone- sia. Dari 48 mobil tersebut, su- dah 12 mobil yang dimenang- kan sehingga tinggal 36 mobil. Di Jawa Tengah sendiri tahun 2014 ini sudah ada 2 peme- nang, yaitu Heri Mulyana Dra- jat dan warga dari Kudus. Ditambahkan Tubagus Mu- nadi (Area Sales and Promo- tion Manager PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk Divisi Noodle Cabang Semarang), pa- jak hadiah dan bea balik nama mobil ditanggung seluruhnya oleh Indofood dan pemenang tidak mengeluarkan uang se- peserpun. (Tha)-d KR-Thoha Devie Permana menyerahkan duplikasi kunci mobil kepada Heri Mulyana Drajat. KR-Bagyo Harsono Abdul Kadir Karding menyosialisasikan 4 pilar kebangsaan. KR-Ariswanto Ahmad Muqowwan KPUMengepakSuratSuara PURWOREJO (KR) - KPU Kabupaten Purworejo kini mulai melakukan pengepakan surat suara dan logistik lain- nya untuk kebutuhan Pemilu Legislatif 2014. "Pengepakan ini dikemas dalam kantong plastik dan langsung dimasukkan dalam kotak. Nanti juga akan diteliti lagi oleh Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK)," kata Ketua KPU Purworejo Dulrokhim, Kamis (27/3) di sela-sela kegiatan pengepakan di lapangan tenis indoor kompleks pendapa rumah dinas bupati setempat. Menurut Dulrokhim, pengepakan suarat suara mulai dari surat suara DPR, DPD dan DPRD Provinsi maupun kabupaten yang dimasukkan dalam kotak yang berbeda. Begitupun untuk logistik juga ditempatkan pada kotak tersendiri. "Khusus untuk tinta, alat coblos dan bantalan dikemas tersendiri. Kami khawatir jika dijadikan satu dengan surat suara, nanti kalau ada tinta tumpah atau bocor dapat merusak surat suara," katanya. Dengan penempatan logistik pada kotak yang berbeda ini, lanjut Dulrokhim, untuk menghindari kerusakan pada surat suara maupun form-form lainnya. (Nar)-d
  • 21.                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          IKLAN BARIS DAPAT ANDA AKSES DI : www.krjogja.com dan krjogja.com/m
  • 22.                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                   IKLAN BARIS DAPAT ANDA AKSES DI : www.krjogja.com dan krjogja.com/m
  • 23.                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                IKLAN BARIS DAPAT ANDA AKSES DI : www.krjogja.com dan krjogja.com/m
  • 24.                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                   IKLAN BARIS DAPAT ANDA AKSES DI : www.krjogja.com dan krjogja.com/m
  • 25. AreaBioskopjoGja ÓKEDAULATAN RAKYATÓ HALAMAN 26HUKUM&KRIMINALJUMAT LEGI 28 MARET 2014 ( 26 JUMADILAWAL 1947 ) TAK TERBUKTI MERUGIKAN NEGARA MantanDirutJTTDivonis22Bulan Terdakwa dinyatakan tidak terbukti merugikan keuangan negara, namun hanya ber- potensi merugikan negara da- lam perkara dugaan korupsi dana Biaya Operasional Ken- daraan (BOK) PT JTT. “Majelis hakim beda penda- pat dengan jaksa mengenai uang pengganti. Hakim meni- lai terdakwa tidak merugikan uang negara dan hanya poten- si merugikan negara. Sehingga uang pengganti dan hukuman tambahan tidak ada,” ungkap Soewarno membacakan amar putusan. Kedua terdakwa dinilai melanggar Pasal 3 UU No 31 Tahun 1999 tentang Pembe- rantasan tindak pidana ko- rupsi. Putusan tersebut jauh lebih ringan dari tuntutan Jaksa Nila Maharani SH MH yang menginginkan terdakwa Purwanto dihukum 5 tahun penjara dan denda Rp 200 ju- ta subsider 6 bulan kurungan. Selain itu jaksa juga meminta terdakwa dikenakan uang pengganti Rp 562.646.277 subsider 2,5 tahun kurungan. Sedangkan terdakwa Mulyadi dituntut 2 tahun dan denda Rp 50 juta subsider 6 bulan kurungan. Selama persidangan ter- ungkap, pada Februari 2008, terdakwa Mulyadi selaku Kepala Dishubkominfo mene- rima pengajuan BOK dari Purwanto Johan Riyadi. Dalam pengajuan dana BOK sebesar Rp 1 miliar tersebut tanpa dilampiri bukti doku- men pendukung yang lengkap dan sah untuk dapat dibayar- kan. Namun terdakwa Mul- yadi memerintahkan ke ben- dahara untuk membayarkan sebesar Rp 874.447.392. Terdakwa Purwanto kem- bali mengajukan permohonan dana operasional BOK bulan Maret hingga November 2008. Sebelumnya jaksa menilai, pada bulan Februari 2008 yang terdapat selisih antara pembayaran dari Dishub- kominfo ke PT JTT sehingga negara dirugikan Rp 413.437.- 743. Sedangkan kerugian ne- gara pada Februari-Desember 2008 sekitar Rp 149.208.534. Namun dalam pertim- bangan majelis hakim, selisih itu tidak menimbulkan keru- gian negara, karena berdasar- kan fakta persidangan dana itu sudah terserap semua un- tuk operasional Bus Trans Jogja. “Hanya saja potensi kerugian negara karena peng- ajuan dana itu tanpa prosedu- ral dan tidak sesuai mekanis- me saja,” ujarnya. Atas vonis tersebut baik jak- samaupunterdakwadanpena- sihat hukumnya Layung Pur- nomo SH serta Dedy Suwadi SRSHmenyatakanpikir-pikir. “Kami menilai majelis ha- kim ragu-ragu dalam menja- tuhkan putusan. Sebab fakta hukumnya terdakwa terbukti tidak merugikan keuangan negara, tapi kok dinyatakan korupsi. Seharusnya terdak- wa divonis bebas. Kami tetap meyakini apa yang dilakukan terdakwa hanya ekses dari ke- salahan prosedur mekanisme pencairan dana,” ungkap Layung. (Sni/Zie)-m TERBUKTI MENYALAHGUNAKAN JABATAN MantanWakilKetuaKONISlemanDihukum1Tahun SEMARANG (KR) - Bupati Sragen Agus Faturrachman yang berstatus tersangka terkait kasus penipuan di- panggil Polda Jateng. Namun, pada panggilan kedua yang harus mengha- dap penyidik, Kamis (27/3), ternyata yang bersangkutan tidak juga datang. “Bupati Sragen Agus telah diberi surat panggilan kedua untuk men- jalani pemeriksaan sebagai tersangka di hadapan penyidik,” ungkap Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol A Liliek didamping Kasubid Penmas Bid HumasAKBP Kartuti, kemarin. Dengan tidak hadirnya tersangka pada panggilan kedua itu, maka se- suai perundang-undangan, penyidik akan mengeluarkan surat perintah ‘membawa’. Dengan surat tersebut penyidik akan membawa tersangka ke Polda Jateng. “jadi pengertian ini bukan surat menjemput paksa, tapi sesuai undang-undang hanya surat perintah membawa,” ungkap Kabid Humas. Ketidakhadiran tersangka terjawab setelah tim penasihat hukumnya me- nyampaikan jika Bupati Sragen terse- but sedang sakit. Namun penyidik tidak percaya, sebab sehari sebelum- nya Bupati Sragen itu mengikuti kam- panye Golkar dan memimpin pem- blokiran jalan. “Penasihat hukum tersangka me- ngatakan kliennya sakit, tapi ketika diminta melihat pada gambar di koran saat Bupati Sragen itu melakukan ak- si, mereka tidak bisa ngomong,” tam- bahnya. Sebagaimana diketahui, penangan- an kasus penipuan melibatkan Bupati Sragen menindaklanjuti laporan kor- ban Kepala dinas tenaga kerja dan transmigrasi(disnakertrans) Kabupaten Sukoharjo, Agus Bambang Haryanto (53). Korban, pada 6 Maret 2012 melapor ke Polda Jateng telah di- tipu oleh Agus Faturrachman terkait janji jabatan Sekda Sragen dengan kerugian tidak kurang Rp 800 juta. Kasus itu sendiri berawal pada men- jelang pemilihan bupati (Pilbup) Kabupaten Sragen awal tahun 2011. Agus Faturrachman yang mencalon- kan menjadi bupati berusaha meng- gandeng Agus Bambang Haryanto se- bagai wakilnya yang saat itu menjabat Kepala PU Sukoharjo. Tapi tak diizinkan oleh Bupati Suko- harjo. Meski demikian Agus Fatur- rachman meminta bantuan menca- rikan uang sebesar Rp 1 miliar sebagai modal mencalonkan dirinya dengan janji akan menjadikan Agus Bambang Haryanto sebagai Sekda Kabupaten Sragen. Namun setelah menjadi bu- pati, Agus Faturrachman ternyata telah ingkar janji. (Cry)-m JADI TERSANGKA KASUS DUGAAN PENIPUAN Bupati Sragen ‘Mangkir’Panggilan Polda Jateng SLEMAN (KR) - Dua perampok beraksi di Jalan Ringroad Utara tepatnya depan Hotel Sewu Mas Sinduadi, Mlati Sleman, Rabu (26/3) siang bolong. Korban seorang nasabah bank, Fahrurrozi (31) warga Godean Sleman. Pelaku yang mengendarai motor Yamaha RX King me- rampas tas berisi uang tunai sebesar Rp 54,5 juta yang akan disetorkan korban ke Bank Mandiri di Jalan Kaliurang Sleman. Hingga semalam, petugas Polres Sleman masih mendalami laporan tersebut. Informasi yang di- himpun KR, sekitar pukul 15.00 korban mengen- darai motor dari arah kantor koperasi sejahtera bersama di Jalan Monjali, Sinduadi, Mlati, Sleman menuju Bank Syariah Mandiri. Mendekati lokasi, dua pengendara RX King berboncengan memepet korban. Tepat di depan Hotel Sewu Mas, pelaku yang membonceng lang- sung merampas tas yang dibawa korban. Namun korban berusaha mempertahankan tasnya se- hingga pelaku nekat memukul tubuh korban hingga jatuh. Perampok tersebut kemudian menodongkan senjata api (senpi) ke arah korban dan merampas tas berisi uang tunai Rp 54,5 juta. Setelah itu ke- dua pelaku kabur. Kapolres Sleman AKBP Ihsan Amin, mengata- kan penyidik masih meminta keterangan korban. “Saya pelajari dulu keterangan pelapor untuk penyelidikan,” jelasnya semalam. Terpisah, Kasat Reskrim Polres Sleman AKP Alaal Prasetya, juga menyatakan pihaknya masih mendalami pelaku dari ciri-ciri yang berhasil diketahui korban. Saksi lain juga akan dimintai keterangan untuk pengungkapan keja- dian tersebut. (Ayu)-g GASAK UANG RP 54,5 JUTA PerampokBerpistolBeraksiSiangBolong KunciMobilPunDigasakPencuri DIDUGA DIANIAYAADIK KELAS SiswiSMPTerkapardiRumahSakit Jukir Dibacok 2 Pria Mabuk YOGYA (KR) - Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Yogya yang dike- tuai Sri Mumpuni SH, Kamis (27/3), menjatuhkan hukuman penjara 1 ta- hun denda Rp 50 juta subsider 1 bulan terhadap mantan Wakil Ketua I dan Bendahara KONI Sleman, Triyana dan Wahyu Hidayat. Kedua terdakwa dinyatakan terbuk- ti melanggar Pasal 3 UU No 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tipikor jo pasal 55 KUHP jo Pasal 64 KUHP. “Terdakwa terbukti menyalahgunakan jabatannya sehingga menguntungkan orang lain. Akibatnya negara dirugi- kan Rp 760 juta dalam dana hibah KONI Sleman 2010-2011,” ungkap ma- jelis hakim. Putusan itu lebih ringan 3 bulan dari tuntutan Jaksa Ismet SH. Dikatakan, kedua terdakwa bersa- ma Mujiman (sudah divonis 13 bulan) mengupayakan adanya bukti kas pe- ngeluaran yang belum ada peruntukan dan nominalnya. Namun hampir selu- ruh cabang olahraga (cabor) diminta menandatangani di kas pengeluaran yang masih kosong. “Memang sebelumnya ada selisih antara penyaluran dana ke cabor-cabor dengan pertanggungjawabannya. Se- hingga kedua terdakwa mengu- payakan mengeluarkan bukti kosong dan cabor-cabor diminta menanda- tanganinya,” terangnya. Selain itu, para terdakwa juga tidak melak- sanakan tugas dan fungsinya sebagai pengurus KONI Sleman. Terdakwa membiarkan saksi Mujiman mengelola keuangan sendiri dan menyalurkan dana hibah ke cabor-cabor. “Namun para terdakwa juga ikut menandatangani laporan pertang- gungjawaban. Sehingga terdakwa membiarkan saksi Mujiman melaku- kan korupsi,” paparnya. Terpisah penasihat hukum terdakwa Triyana, Deddy Suwadi SH, mengaku masih berpikir atas putusan majelis hakim tersebut. Pihaknya menilai, per- timbangan hakim tidak sesuai dengan fakta persidangan. “Masih akan kami koordinasikan dengan klien kami, apa- kah mengajukan banding atau meneri- ma putusan itu,” ujar Deddy. (Sni)-m YOGYA (KR) - Mantan Direktur Utama PT Jogja Tugu Trans (JTT), Purwanto Johan Riyadi dan mantan Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika DIY (Dishubkominfo) DIY, Ir Mulyadi Hadikusumo, divonis 22 bulan penjara dan denda Rp 50 juta subsider 3 bulan oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor Yogya Soewarno SH MH, Kamis (27/3). SLEMAN (KR) - Rumah Yoni Prastyawan (37) di Jalan Yudistira Sembego Maguwoharjo Depok Sleman, disatroni pen- curi, Rabu (26/3). Pelaku menggasak perhiasan emas dan ba- rang berharga senilai total Rp 56 juta lebih. Bahkan, kunci mobil juga tak luput dari sasaran pelaku yang hingga kemarin masih dalam pencarian polisi. Saat kejadian, rumah tersebut kosong ditinggal pemiliknya. Kanit Reskrim Polsek Depok Timur Iptu Heri Suhendar mengatakan pencurian yang terjadi siang hari itu masih dalam penyelidikan. Informasi yang dihimpun KR, korban ditelepon Novia (32) se- kitar pukul 15.30. Dalam telepon mengatakan jika rumahnya kebobolan. Korban yang sedang bekerja, bergegas pulang dan mendapati rumahnya berantakan. Selanjutnya korban menge- cek di dalam kamar tidurnya dan diketahui uang tunai, kunci dan STNK serta perhiasan emas dalam almari sudah raib. Kemudian di ruang tamu, ternyata barang berupa Laptop dan televisi juga hilang. Peristiwa itu langsung dilaporkan ke Polsek Depok Timur. Dari hasil identifikasi, barang yang hilang terdiri dari gelang emas dan kalung emas serta anting emas seberat 100 gram seharga Rp 40 juta, televisi 52 inci warna hitam seharga Rp 7 juta serta laptop warnahitamsehargaRp4juta.SelainituuangtunaisebesarRp5 juta dan kunci serta STNK mobil Toyota Avanza warna hitam NopolAB 1621 UE juga digasak pencuri. (Ayu)-m TEGAL (KR) - Diduga di- aniaya adik kelasnya dan dua siswi SMP swasta, siswi SMPN 6 Kraton Tegal Barat, Kota Tegal, Anisa Nurdiyati (15), mengalami luka serius dan hingga Kamis (27/3) ma- sih dirawat di RSI Harapan Anda Tegal. Menurut seorang perawat di rumah sakit tersebut, kor- ban mengalami luka memar di dada dan kepala sehingga menyebabkan trauma kepala. “Saat pertama masuk ke ru- ang UGD, korban pingsan dan hingga kini masih merasa pusing karena korban meng- alami trauma di kepala,” ujar perawat yang tidak mau me- nyebutkan namanya tersebut. Kasus penganiayaan dan pengeroyokan itu sudah dila- porkan ke Mapolresta Tegal. Seorang petugas Polresta Tegal, yang melapor adalah keluarga korban. Menurut ibu korban, Ikmah (31) warga Jalan Jalak Barat, Pekauman Tegal, sesuai penu- turan anaknya pada Senin (24/3) sekitar pukul 11.00, di sekolah sudah tidak ada pela- jaran, korban membeli mi- numan es di depan Apotek Rama Dewi. Ketika sedang menikmatai es, tiba-tiba ba- junya ditarik oleh adik kelas- nya berinisial Na (14) bersa- ma dua pelajar lainnya, yakni Ci (14) dan Nas (14). TanpakompromiCidanNas memukulkan benda keras ke tubuh korban, termasuk me- ngenai kepala korban. Sedang- kan Na hanya memegangi tu- buh korban dari belakang. Sebelum pingsan, korban sem- pat berteriak minta tolong dan para pelaku melarikan diri. Warga kemudian membawa- nya ke rumah sakit. (Ryd)-m SLEMAN (KR) - Seorang juru parkir (jukir) sebuah tempat ka- raoke, Asdimoyo alias Ledeng (37), diamuk dua pria tak dikenal, Kamis (27/3) dinihari. Akibatnya, warga Babarsari Caturtunggal itu mengalami luka bacok di bagian tangan dan kaki kanan. Peristiwa itu terjadi tak jauh dari tempat korban bekerja di depan karaoke kawasan Babarsari Caturtunggal Depok. Pelaku yang diduga dalam kondisi mabuk, juga merusak mobil yang sedang terparkir. Sekitar pukul 02.30, korban sedang duduk-duduk santai di lo- kasi kejadian. Kemudian datang dua orang pria langsung me- mecah kaca mobil Toyota Innova yang sedang diparkir. Belum hilang rasa kagetnya, korban didatangi kedua pelaku yang lang- sung membacok tangan dan kakinya menggunakan senjata ta- jam. Korban berteriak minta tolong sehingga pelaku kabur. Namun sebelumnya, pelaku memecah kaca nako sebuah wa- rung makan padang di belakang minimarket tidak jauh dari lokasi pembacokan. Setelah itu pelaku kabur ke arah timur dengan mo- tornya. Warga yang ada di lokasi, tidak berani mengejar karena se- lain mabuk, kedua pelaku juga membawa senjata tajam. (Ayu)-g KR-Franz Boedisoekarnanto DITUTUP : Jalan Cendana Yogyakarta Kamis (27/3), untuk sementara ditutup karena ada perbaikan pipa air limbah, persisnya di pertigaan Jalan Cendana menuju Jalan Kusumanegara. Untuk kenyamanan berkendaraan, sebaiknya pengguna jalan menghindari jalan tersebut.
  • 26. JUMAT LEGI 28 MARET 2014 (26 JUMADILAWAL 1947) “KEDAULATAN RAKYAT” HALAMAN 27 YOGYA (KR) - Balai Pemuda dan Olahraga (BPO) Disdikpora DIY me- masukkan 161 atlet pelajar untuk bergabung dalam program Pemusatan Latihan Daerah (Puslatda) guna tampil di ajang Pekan Olahraga Pe- lajar Wilayah (Popwil) III yang ber- langsung di Bali, 24-30 Agustus men- datang. Jumlah atlet yang ikut dalam program Puslatda ini berasal dari 8 ca- bang olahraga yang berbeda. Delapan cabor tersebut yakni, sepak- bola, bolavoli indoor, bola basket, tenis meja, tenis lapangan, bulutangkis, pen- cak silat dan sepak takraw. Program Puslada Popwil ini menurut Kasi Olahraga BPO, Drs Latanggang saat ditemui KR di Kantor BPO DIY, Kamis (27/3), nantinya akan berlangsung se- lama 4 bulan mulai bulan April hingga Agustus sebelum pemberangkatan. Jumlah atlet yang masuk Puslatda Popwil ini merupakan hasil pantauan BPO dan Pengda masing-masing cabor selama berlangsungnya Pekan Olah- raga Pelajar Daerah (Popda) DIY ke- marin. Meski ada 161 atlet di program Puslatda Popwil, nantinya hanya 125 atlet saja yang akan diberangkatkan ke Pulau Dewata untuk berebut tiket ke Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) 2015. "Jadi saat ini memang ada 161 atlet yang kami masukkan dalam program Puslatda Popwil, tapi nanti yang akan kami berangkatkan ke Popwil-nya hanya 125 atlet saja. Untuk itu, setiap atlet kami harap bisa meningkatkan kemampuannya semaksimal mungkin agar bisa lolos ke Popwil dari Puslatda ini," terang Dari kuota dari pusat tentang jum- lah atlet yang akan bertanding di Popwil mendatang, tercatat bolavoli mendapat jumlah atlet terbanyak yakni 24 atlet, kemudian pencak silat 21 atlet, bola basket dengan 20 atlet, sepakbola 18 atlet, sepak takraw 12 atlet, serta tenis meja, tenis lapangan dan bulutangkis dengan masing-ma- sing 10 atlet. Dalam program ini, nantinya ma- sing-masing cabor akan diberikan pembiayaan untuk menggelar latihan rutin 4 kali dalam seminggu. Selain telah menentukan 161 atlet pelajar yang masuk dalam Puslatda Popwil, dalam kesempatan tersebut BPO juga telah menetapkan pelatih dan koordi- nator masing-masing cabor yang akan memimpin latihan para atlet. Untuk cabor sepakbola, tim ofisial terdiri dari, pelatih Satmoyo, Ridwan Fauzi, Eko, Dwi, cabor bolavoli dilatih oleh M Zainudin, Sujarwo, Ari Sep- tianto, Suratna, Bambang Utoro, bola basket dipimpin oleh M Singgih, YB Siswanto, Yanu Iswantara, Johan, te- nis meja dilatih Murtadho, Olysius, te- nis lapangan oleh Jaka Suryanto, Damas, bulutangkis oleh Imam Ku- nantoro, Yuniaristi, Restu Tegush, pen- cak silat dilatih Purwo Wasono, Bam- bang Mujiyono, Agil, Ambar, serta se- pak takraw oleh Surahno dan Su- darsono. (R-3)-d 161 Atlet Ikut Puslatda Popwil di Bali SORE INI LATIHAN BERSAMAPERSIBAT TriHandokoResmiGabungPSIM YOGYA (KR)- Manajemen PSIM Yogya telah menyele- saikan proses negosiasi de- ngan Tri Handoko, Kamis (27/3) kemarin. Mantan bom- ber Persis Solo ini pun menja- di pemain terakhir 'Laskar Mataram' dalam menghadapi Kompetisi Divisi Utama yang diputar mulai 15 April mendatang. "Alhamdulillah Tri Handoko sudah deal tadi pagi (kemarin pa- gi, red). Dengan ma- suknya pemain ini, maka kebutuhan tim sudah ter- penuhi. Skuad PSIM sudah komplet dan kini tinggal me- matangkan persiapan meng- hadapi kompetisi," ungkap Direktur Utama PT Putra Insan Mandiri Dwi Irianto SH kepada KR, kemarin. Sebagai rangkaian persiap- an menghadapi kompetisi itu, PSIM akan menggelar latihan bersama dengan klub divisi I Persibat Batang di Stadion Mandala Krida Yogya, sore ini. Pelatih PSIM Seto Nur- diyantara menyatakan, latih tanding ini terutama akan di- manfaatkan untuk menguji ketajaman lini depannya. Di samping mengoptimalkan komposisi pemain terbaik yang dipersiapkan untuk kompetisi. Menurutnya ada beberapa alternatif pemain yang akan diandalkan di lini depan, se- perti Engkus Kuswaha, Tri Handoko, Tony Yuliandri atau mendorong Andri Supriyanto sebagai ujung tombak serang- an. "Masih banyak alternatif pemain di lini depan, akan ki- ta lihat nanti mana yang pa- ling tajam," jelasnya. Terkait jadwal Kom- petisi Divisi Utama yang telah dirilis PT Liga Indonesia, Seto menilai memang ku- rang ideal, karena ada yang masa recovery an- tarpertandingan yang sa- ngat mepet, tapi juga ada yang terlalu panjang. "Memang jad- wal itu ada sisi positifnya tapi juga ada kerugiannya bagi tim," terang pelatih yang mu- sim lalu masih menjadi pe- main andalan PSIM itu. Pada laga perdana, PSIM langsung melakukan laga tandang dengan menhadapi tuan rumah Persinga Ngawi pada 15 April. Jadwal selan- jutnya, (22/4): PSIM vs PSBK, (25/4) :PSIM vs PSBI, (29/4): PSS vs PSIM, (3/5): Madiun vs PSIM, (6/5): Perseman vs PSIM dan (10/5): PSIM vs Persenga. Lebih lanjut Seto mengaku tidak masalah langsung men- jalani laga tandang pada par- tai pertama. "Tidak masalah, justru be- ban pemain tidak terlalu be- sar tampil di kandang lawan," tandas Seto lagi. (Jan)-d LOMBA LINE DANCE DAN POCO-POCO Diikuti 14 Kecamatan se-KotaYogya YOGYA (KR) - Sebanyak 20 tim dari 14 Kecamatan se- Kota Yogyakarta ikut dalam Lomba Line Dance dan Senam Poco-poco yang digelar Ikatan Langkah Dansa Indonesia (IL- DI) Kota Yogya. Mengambil tempat di XT Square, Minggu (30/3) mendatang, ajang ini memperebutkan total hadiah Rp 6,1 juta. Menurut Ketua ILDI Kota Yogya, Nuri Hartono kepada KR seusai menggelar perte- muan teknik dengan seluruh peserta di Gondomanan, Ka- mis (27/3) mengatakan, ke- giatan ini merupakan pro- gram pertama yang digelar kepengurusan ILDI Yogya pe- riode 2014-2017 yang dipim- pinnya. "Dari awal kegiatan ini, ka- mi cukup gembira karena sambutan dari komunitas senam diYogya sangat positif," terangnya. Hal ini terbukti dengan ke- sediaan perwakilan dari selu- ruh kecamatan di Kota Yogya untuk mengirimkan wakilnya guna ambil bagian dalam lom- ba ini. Bahkan, tak hanya me- ngirimkan satu tim, kecamat- an-kecamatan tersebut juga ada yang mengirimkan 2 tim berbeda untuk ikut meramai- kan kegiatan yang pelaksana- annya diketuai oleh Hj Tri Kirana Muslidatun atau Ibu Walikota Yogya. Dengan animo dan sambut- an warga Kota Yogya yang cukup bagus, Nuri bertekad untuk menggelar kegiatan ini secara rutin setiap tahun se- bagai salah satu upaya untuk ikut mengajak masyarakat Yogya untuk gemar berolahra- ga. "Rencananya ke depan akan digelar setiap tahun. Agar, perkembangan olahraga ini bisa berkembang di setiap kecematan. Ke depannya, ka- mi berharap bisa semakin berkembang hingga berbasis di tingkat RW," ujarnya. Menurutnya, pengembang- an olahraga line dance dan poco-poco di kalangan masya- rakat Kota Yogya ini juga se- jalan dengan program peme- rintah yakni 'Yogya Bugar'. "Pemasyarakatan memang penting, tapi agar olahraga ini semakin digemari dan masya- rakat semakin termotivasi, kami kompetisikan. Dan ha- silnya, sambutannya positif," ujarnya. Dalam perlombaan yang akan dimulai pada pukul 08.00 WIB dan rencananya akan dibuka secara langsung oleh Walikota Yogya Haryadi Suyuti tersebut, setiap tim peserta akan berkekuatan 7 orang."Untuk tim line dance yang merupakan olahraga berbasis dansa tapi dilaku- kan individual tidak berpa- sangan ini, jumlah tersebut terdiri dari 5 orang pemain inti dan 2 orang cadangan," pungkasnya. (R-3)-d KOMPETISI KU PSSI BANTUL 4 Tim Lolos ke Semifinal BANTUL (KR) - Empat tim berhasil lolos ke babak semifinal Kompetisi Kelompok Umur (KU) Pengcab PSSI Bantul usai meraih kemenangan pada laga perempatfinal yang berlangsung, Kamis (27/3). Dari empat tim yang berhasil lolos tersebut, dua tim berasal dari KU-15 tahun dan 2 tim berasal dari KU-17 tahun. Untuk laga KU-15 tahun yang berlangsung di Lapangan Cepit, pada pertandingan pertama tim MBK berhasil lolos ke babak empat besar usai menundukkan Paris Muda dengan skor 3-2 (0-0) melalui adu penalti. Setelah kedua tim bermain imbang 0-0 di waktu normal 2X30 menit, pemenang akhirnya diten- tukan dengan adu penalti. Dalam babak tersebut, MBK mampu mencetak 3 gol melalui Mutarom, Reza dan Lugas, sedangkan Paris Muda hanya mam- pu mencetak 2 gol lewat Lukas Tri dan Febri. Di babak semifinal, MBK akan bertemu Baturetno yang di laga kedua juga menang 4-1 (0-0) melalui babak adu penalti atas Pendowo. Sementara itu untuk laga perempatfinal KU-17 tahun yang berlangsung di Lapangan Murtigading, PORS Segoroyoso ber- hak lolos ke semifinal usai menang 2-0 atas Baturetno. Dua gol PORS dilesakkan Hendri menit 20 dan Erdin menit 23. Sedang- kan lawan PORS di semifinal adalah Persopi yang menang 4-3 (0-0) dalam drama adu penalti atas Pendowo. (R-3)-d 5 BESAR DIVISI II SLEMAN HMS ke ’Grandfinal’ SLEMAN (KR) - HMS Bangunkerto memastikan lolos ke babak grandfinal Kompetisi Divisi II Pengcab PSSI Sleman, setelah melumat GPA 4-1 dalam lanjutan babak 5 besar di Stadion Tridadi Sleman, Kamis (27/3) kemarin sore. HMS di puncak klasemen sementara sudah mengantongi nilai 9, hing- ga sudah aman di posisi dua besar, meski rival-rivalnya masih menyisakan satu dan dua pertandingan. HMS membuka keunggulan lewat gol Alvian menit 32. GPA sempat menyamakan kedudukan berkat gol Andi menit 40. HMS yang memang tampil dominan mampu menambah 3 gol pada babak kedua, masing-masing melalui Satria menit 64, Arbain menit 70 dan M Ruliawan menit 76. Sehari sebelumnya, POSS bermain imbang 1-1dengan Agung Putro di tempat sama. Ini merupakan poin pertama ba- gi kedua kesebelasan yang tidak mengubah posisi mereka pa- da klasemen sementara. POSS tetap di peringkat 4 dan Agung Putro di urutan 3. Kedua tim sama-sama mengantongi nilai 1, Agung Putro hanya unggul selisih gol. Namun dengan nilai satu dari dua pertandingan yang telah dilakoni, peluang kedua tim untuk lolos ke babak grandfinal cukup tipis. Pada pertandingan yang berjalan ketat sejak awal, Agung Putro unggul dulu berkat gol Yanuar Adi menit 24. Melalui per- juangan keras para pemainnya, POSS mampu menyamakan kedudukan lewat bidikan DianAngger menit 70. (Jan)-d Perkuat Lini Depan PPSM Incar Bekatal MAGELANG (KR) - Pelatih PPSM Sakti Magelang, M Hasan, berencana mendatangkan Cristian Bekatal untuk dico- ba kemampuannya. Mantan striker Persiku Kudus itu, diren- canakan memperkuat lini depan kesebelasan kebanggaan Magelang yang saat ini baru memiliki tiga striker lokal. Jika nantinya layak dan sesuai kebutuhan tim, mungkin akan di- rekrut. "Terus terang, untuk mencari pemain lokal yang bagus dan sesuai kebutuhan tim, sudah sulit karena pasti telah direkrut klub lain," kata Hasan, Kamis (27/3). Untuk saat ini, pihaknya akan terus menggunakan waktu sebelum kick off pertengahan April mendatang, untuk menu- tup segala kekurangannya. Terutama di lini depan yang masih kurang tajam penyelesaiannya. "Dari evaluasi setiap kali uji coba, pemain depan kita sebenarnya sudah sering membuat peluang. Disayangkan, penyelesaian akhirnya masih kurang. Ini akan kita perbaiki. Salah satunya dengan mendatangkan pemain baru," tuturnya. Pihaknya sangat berharap, Bekatal bisa menjadi salah satu striker di skuad yang dibentuknya. "Tiga striker kita, sebenar- nya sudah bagus. Sayang dua di antaranya kini cedera, yakni Faisol dan Reza. Tambahan satu pemain depan mendesak di- lakukan," tegasnya. (Bag)-d PSSFokusHadapiPersenga SLEMAN (KR) - Setelah mendapat kepastian jadwal Kom- petisi Divisi Utama musim ini, PSS Sleman mulai fokus meng- hadapi Persenga Nganjuk yang akan dihadapi pada laga per- dana pada 15 April mendatang di Stadion Maguwoharjo Sle- man. Meski demikian pelatih Sartono Anwar mangaku masih buta dengan kekuatan calon lawannya ini. Sartono pun tidak terlalu peduli dengan kekuatan lawan dan lebih memilih konsentrasi mempersiapkan timnya agar saat tejun dalam kompetisi nanti, benar-benar siap tempur. "Siapa pun lawan yang dihadapi PSS pada laga pembuka tidak ma- salah, sama saja. Semua harus diwaspadai dan tidak boleh menganggap remeh," tandas pelatih senior ini, kemarin. Tim 'Laskar Sembada' tergabung pada Grup 5 bersama Per- senga Nganjuk, Madiun Putra, Perseman Manokwari, PSIM, Persinga Ngawi, PSBK dan PSBI. Jadwal PSS berikutnya, 15/4: PSS vs Persenga, 22/4: Madiun Putra vs PSS, 25/4: Perseman vs PSS, 29/4: PSS vs PSIM, 10/5: Persinga vs PSS, 14/5: PSS vs PSBK dan 18/5: PSS vs PSBI. Manajer PSS saat ini pun masih kosong menjelang kompetisi diputar. Muncul wacana jabatan manajer bakal dirangkap pe- latih Sartono Anwar. Namun sejauh ini tetap belum ada kepas- tian dari pihak PT Putra Sleman Sembada. Sartono pun berha- rap segera ada kejelasan terkait masalah ini, mengingat kom- petisi segera diputar. Sartono juga mengisyaratkan siap menja- bat manajer kalau memang ditugaskan. Sebelumnya pernah merangkap jabatan manajar dan pelatih saat di PSIS. (Jan)-d KR-Adhitya Asros Sejumlah peserta memperagakan gerakan line dance usai menggelar pertemuan teknik, kemarin. KR-Adhitya Asros Laga KU-15 antara Baturetno (oranye) melawan Pendowo (biru) kemarin.
  • 27. JUMAT LEGI 28 MARET 2014 ( 26 JUMADILAWAL 1947 ) HALAMAN 28 Terakhir jurkam pusat yang meman- faatkan Bandara Tunggul Wulung untuk kepentingan kampanye di wilayah Jawa Tengah Selatan adalah Ketua Umum Partai Hanura Wiranto, Rabu (26/3), de- ngan mencarter pesawat ATR 42-500 mi- lik PT Indonesia Air Transport. Kepala Bandara Tunggul Wulung Cilacap, Banggas Silitonga mengakui adanya peningkatan jumlah penerban- gan di bandara tersebut. "Peningkatan itu bukan karena adanya penambahan jadwal penerbangan reguler, tetapi kare- na adanya penerbangan khusus atau ex- tra flight yang digunakan para jurkam pusat. Kalau penerbangan reguler, masih tetap seperti hari-hari biasa," jelasnya, Kamis (27/3), Disebutkan, penerbangan reguler tetap empat kali perhari, masing-masing melayani rute Cilacap-Jakarta sebanyak tiga kali dan Cilacap-Semarang sekali se- hari.Jumlah penumpang setiap pener- bangan rata-rata 12 orang, karena meng- gunakan pesawat kecil. Diakui, jika dilihat di sekitar apron (tempat parkir pesawat) di Bandara Tunggul Wulung, setiap harinya dipadati puluhan pesawat. Namun pesawat-pe- sawat itu bukan untuk penerbangan komersial, karena pesawat-pesawat tersebut merupakan pesawat untuk la- tihan siswa sekolah penerbangan. "Di Cilacap memang ada lima sekolah pener- bangan. Termasuk sekolah penerbangan Curug milik Kementerian Perhubungan yang berpraktik di Cilacap. Masing-ma- sing sekolah penerbangan itu menyedi- akan 4-5 pesawat latih, sedangkan jum- lah siswa sekolah penerbangan keselu- ruhan sekitar 50 orang," jelas Banggas Silitonga. Terkait dengan mulai padatnya pener- bangan di Bandar Tunggul Wulung, Banggas mengatakan, pihaknya sudah mengusulkan ke Kementerian Per- hubungan (Kemenhub), Pemkab Cilacap dan Pemprov Jawa Tengah, agar Ban- dara Tunggul Wulung dikembangkan. Termasuk landasan pacunya, sehingga bisa didarati pesawat yang lebih besar la- gi. (Mak)-d CILACAP (KR) - Masa kampanye Pemilu Legilatif 2014 yang ber- langsung sejak 16 Maret lalu dapat meningkatkan penerbangan di Bandara Tunggul Wulung Cilacap. Hal itu dikarenakan adanya se- jumlah juru kampanye (Jurkam) pusat yang mencarter pesawat khusus dan memanfaatkan bandara tersebut. SELAMA MASA KAMPANYE PenerbangandiTunggulWulungMeningkat JOKOWI BATAL KE KUDUS Usung Presiden, PDIPTarget30%diDPR KR-Mc Thoriq Salah satu kader PDIP memakai topeng bergambar Jokowi. KUDUS (KR) - Jurkam PDIP Ganjar Pranowo sangat yakin partainya pada pemilu legislatif mampu meraih minimal 30% kursi DPR RI. Persentasi itu lebih besar dari batas mi- nimal jumlah kursi partai di DPR yang hanya 20%, sebagai syarat bisa mengusung sendiri calon presiden. ”Dengan minimal 30 persen kur- si DPR, PDIP menjadi gampang dan optimis dalam mengusung dan menjadikan Jokowi se- bagai presiden,” tegas Ganjar dalam kampanye terbuka di Lapangan Desa Loram Wetan Jati Kudus, Kamis (27/3). Meski Capres PDIP Jokowi batal berkunjung ke Kudus, namun massa tetap mengelu-elukan dan memberikan dukungan penuh Gubenur DKI Jakarta tersebut sebagai Calon Presiden RI 2014. Mereka tak merasa menyesal, meski tokoh idolanya tidak jadi datang dalam kampa- nye rapat terbuka partai bergambar kepala ban- teng moncong putih dalam lingkaran. Puluhan poster bergambar calon legislatif DPR, DPRD I dan DPRD II ditempeli foto Jokowi, tampak memenuhi pinggir lapangan. Mereka ingin numpang popularitas Jokowi un- tuk menggaet massa pada Pemilu Legislatif (Pileg) 9 April mendatang. Sejumlah orang tak ketinggalan memakai topeng bergambar Jokowi. ”Datang atau tidak datang ke Kudus, Jokowi tetap harus jadi presiden. Pilihan caleg boleh be- da, tapi untuk presiden kami pilih Jokowi,” tegas Roni (34), mengaku simpatisan PDIP dan fans berat Jokowi asal Kecamatan Dawe Kudus. Kampanye terbuka PDIP dihadiri sekitar 3 ribu massa kader dan simpatisan partai, ter- hibur dengan kehadiran orkes melayu (OM) Romansa. Sejumlah juru kampanye (jurkam) yang hadir di antaranya Ganjar Pranowo, yang saat ini menjabat Gubernur Jawa Tengah. (Trq)-d SEMARANG (KR) - Tiga Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang diketahui tak netral dalam Pemilu 2014 di Kota Semarang, akhirnya dijatuhi sanksi disiplin dari atasan. Panwaslu Kota Semarang se- laku pelapor dan merekomen- dasikan penjatuhan sanksi, telah mendapat surat dari Sekda Kota Semarang perihal penjatuhan sanksi tersebut. Menurut Ketua Panwaslu Kota Semarang Sri Wahyu Ananingsih kepada KR, Kamis (27/3), surat tersebut bernomor 862/3297 tertanggal 25 Maret 2014, ditandatangani Sekda Kota Semarang Adi Tri Hananto, diterima Panwas pa- da Rabu (26/3). Isi surat mem- beritahukan, Pemkot Semarang telah memeriksa tiga orang PNS yang dila- porkan panwaslu dan telah diberi hukuman disiplin dari Camat Tugu sebagai atasan langsung para terlapor. Sanksi yang dijatuhkan be- rupa pernyataan tidak puas secara tertulis kepada ketiga- nya, masing-masing Lurah Mangkang Kulon AM, Se- kretaris Lurah Mangkang Ku- lon SM dan staf kelurahan Mangkang Kulon Y. Ketiga- nya, sesuai rekomendasi Pan- waslu dinyatakan melanggar PP Nomor 53/2010 tentang Disiplin PNS. Ketiga PNS tersebut, ter- bukti telah bertindak tak ne- tral yang hanya menguntung- kan caleg tertentu di masa kampanye pemilu. Perbuatan tersebut, kata Ana, berten- tangan dengan jabatan dan statusnya sebagai PNS. Menurut Ana, Panwaslu Kota Semarang memberi apre- siasi terhadap Sekda Kota Semarang, yang telah menin- dak ketiga bawahannya. Meski Panwaslu menunggu lama proses sanksi, mengingat peristiwa terjadi sejak Januari 2014. Demikian pula, sanksi yang dijatuhkan dinilai tergo- long ringan.Ananingsih berha- rap hal itu dijadikan pelajaran bagi PNS lain di Kota Sema- rang yang berjumlah 15 ribu orang agar tak meniru perbu- atan mereka. ”Kami berharap seluruh PNS di Kota Sema- rang tidak meniru perbuatan PNS di Tugu yang telah dike- nai sanksi meski ringan secara hukum,” tegasnya. Ditegaskan, bila dikemudi- an hari ditemukan kejadian se- rupa, kata Anna, panwaslu pasti merekomendasikan sanksi keras sesuai aturan, un- tuk menindak PNS yang me- langgar. Bahkan bila pelang- garan netralitas PNS itu me- menuhi unsur pidana pemilu, pihaknya siap memroses se- cara hukum. (Isi)-o Pemkot Semarang Tindak PNS Tak Netral SRAGEN (KR) - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sragen masih kekurangan sekitar 4.000 surat suara untuk pemi- lihan anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD). Sementara surat suara untuk pemilihan anggota DPR dan DPRD sudah lengkap menyusul telah diterimanya sebanyak 5.925 surat suara pengganti yang rusak. Ketua KPU Sragen, Ngatmin Abas kepada wartawan Kamis (27/3) mengatakan, saat ini pihaknya telah mendistribusikan ke- lengkapan pemilihan legislatif (pileg) ke Panitia Pemilihan Keca- matan (PPK). Sejauh ini pendistribusian sudah hampir kelar ke 20 kecamatan yang ada. "Termasuk 5.928 surat suara yang rusak sudah diganti dan kami susulkan untuk didistribusikan," ujarnya. Proses distribusi logistik disebut Ngatmin melibatkan aparat ke- polisian yang mengawal sampai lokasi. Setelah dikirimkan ke PPK, logistik dikirimkan ke Tempat Pemungutan Suara (TPS). "Kalau untuk pengiriman ke TPS menjadi tanggung jawab PPK dengan melibatkan keamanan dari masing-masing Polsek," jelas- nya. Secara keseluruhan, lanjutnya, logistik pemilu yang masih ku- rang adalah surat suara untuk DPD yang masih kurang sekitar 4.000. Kekurangan sebanyak itu adalah surat suara yang rusak dan belum diganti sampai sekarang. "Kami berharap kekurangan surat suara untuk DPD tersebut segera dikirim dan langsung ka- mi distribusikan," tandasnya. Ngatmin menambahkan, jumlah pemilih di Kabupaten Sragen pileg mendatang tercatat sebanyak 768.727 orang. Pemilih se- banyak itu berkurang sebanyak 1.111 orang yang dicoret karena meninggal dunia. Mereka akan memilih 431 calon anggota legis- latif (caleg). (Sam)-d REMBANG (KR) - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Ka- bupaten Rembang, Kamis (27/3) siang menetapkan 1.074 warga ke dalam Daftar Pemilihan Khusus (DPK) Pemilu Legislatif 9 April mendatang. Selanjutnya data itu akan dikirim ke KPU Provinsi Jawa Tengah untuk mendapatkan pengesahan. Komisioner KPU Rembang, Maftukin mengemukakan, yang dikatagorikan sebagai DPK adalah warga yang sudah memenuhi syarat memilih namun tidak tercatat sebagai Daftar Pemilih Tetap (DPT). ”DPK sudah kami tetapkan dan selanjutnya akan disahkan oleh KPU Provinsi pada 27 dan 28 Maret ini,” ujarnya, Kamis. Dikatakan, ada 546 TPS bagi DPK. Kecamatan yang me- miliki DPK terbanyak adalah Lasem dengan total 178 warga. Kemudian Kecamatan Sarang 159 warga dan disusul Kecamatan Rembang 131 warga. ”Sekarang total ada 2.323 TPS terdiri atas 1.777 untuk DPT dan 546 untuk DPK. Dengan tambahan DPK 1.074, total pemilihan nanti menjadi 476.455 dari sebelumnya 475.381,” paparnya. Sementara itu, Ketua Panitia Pemungutan Suara Desa Ngemplak Kecamatan Lasem Imron Wijaya menilai, daftar pemilihan tetap (DPT) dinilai agat semrawut. Pasalnya, DPT di setiap tempat pemungutan suara (TPS) tidak diurutkan per rukun tetangga (RT). ”Namun, DPT itu diurutkan per kepala keluarga (KK). Karena PPS mengurutkan berdasarkan RT baru TPS. Sementara itu, KPU mengurutkan DPT berdasarkan KK baru RT. Kalau satu TPS lebih dari satu RT, bisa semrawut. Padahal sudah dicetak rangkap banyak,” paparnya. (Ags)-d KPURembangTetapkan 1.074OrangMasukDPK PATI (KR) - Mendekati hari pelaksanaan pemilihan umum memaksa KPU Pati menggencarkan sosialisasi pencoblosan. Guna menekan angka golput, sasaran sosialisasi diarahkan ke pelajar bahkan ke lokalisasi yang berada di Margorejo. Sementara itu, Bupati H Haryanto SH MM MSI mengancam akan memberi sanksi terhadap Pegawai Negeri Sipil yang tidak netral. Komisioner Divisi Sosialisasi KPU Pati, Imbang Setyawan me- nyatakan jika sosialisasi di lokalisasi Lorong Indah (LI) Margorejo merupakan lanjutan dari kegiatan yang sama yang pernah dilakukan sebelumnya. "Kami sudah melakukan sosiali- sasi ke pasar tradisional dan pasar hewan serta ke sekolah SLA. Diharapkan partisipasi pemilih saat pencoblosan meningkat," ujarnya Kamis ( (27/3). Sosialisasi di LI Margorejo untuk menyampaikan pesan me- ngenai perlunya sukses Pemilu 9April 2014. Petugas KPU Pati mendatangi secara langsung ke rumah bordil yang ditempati para Pekerja Seks Komersial (PSK). Ketua Paguyuban lokalisasi LI, Mastur yang ditemui war- tawan menyatakan meminta anggotanya supaya pulang ke rumah guna mencoblos pada hari Pemilu 9 April mendatang. Seorang PSK LI, sebut saja bernama Sri asal Tayu membenarkan sudah diberitahu induk semangnya untuk pulang pada tanggal 7 atau 8 April. ”Sehingga 9 April bisa mencoblos di rumah,” tu- turnya. KPU Pati melalui relawan demokrasi juga melakukan sosiali- sasi Pemilu 2014 di kalangan pelajar karena dianggap sebagai pemilih pemula. Diharapkan pelajar mau mencoblos untuk memilih calon legislator yang diusung parpol. Supaya menarik perhatian pelajar maka dalam sosialisasi relawan demokrasi sempat dibagikan tas gambar pemilu dengan tulisan ”tidak nyob- los tidak keren”. Sanksi PNS Sementara Bupati Pati H Haryanto SH MM MSI mengancam akan memberi sanksi terhadap Pegawai Negeri Sipil (PNS) apabi- la kedapatan tidak netral. Dia meminta PNS supaya tidak terli- bat aktif sebagai timses atau kampanye pada pelaksanaan pileg maupun pilpres. ”PNS memang mempunyai hak memilih. Namun PNS sebagai abdi masyarakat supaya netral dan tidak terjebak dalam politik praktis,” ujarnya. ”PPNomor 53 tahun 2010 sudah mengatur tentang sanksi bagi PNS yang terlibat politik praktis. Bahkan bagi PNS yang melanggar ketentuan dapat diberhentikan dari jabatan dan sta- tus kepegawaiannya” kata Bupati Pati. (Cuk )-d KPUPatiSosialisasidiLokalisasiKPU Sragen Kekurangan 4 Ribu Surat Suara DPD PURWOKERTO (KR) - Dewan Pimpinan Cabang Partai Kebangkitan Bangsa (DPC PKB) Kabupaten Banyumas menargetkan 12 kursi DPRD Kabupaten Banyumas dan satu kursi DPRD Jawa Tengah pada Pemilu Legislatif 2014 ini. Untuk memanfaatkan jatah kampanye terbuka, Kamis (27/3) PKB Banyumas melakukan sosialisasi berbagai program PKB dengan cara keliling kampung di seluruh Daerah Pemilihan (Dapil) Banyumas. "PKB masih memiliki jatah kampanye terbuka pada minggu terakhir masa kampanye, yakni tanggal 2 dan 4 April 2014. Rencananya jatah kampanye terbuka terakhir pada tanggal 4 April akan diisi dengan kegiatan jalan sehat," kata Penasihat DPC PKB Banyumas yang juga caleg DPRD Provinsi Jawa Tengah, Akhmad Iksan saat dihubungi KR, Kamis (27/3). Menurutnya, seluruh caleg PKB akan memanfaatkan waktu yang tersisa pada minggu terakhir masa kampanye sebaik mungkin, karena 5 April sudah memasuki masa tenang menje- lang pelaksanaan pemilu. (Dri)-d PKBKampanyeKelilingDesa KonvoiBecakWarnaiKampanyeGolkar KR- Abdul Alim Caleg Partai Golkar menaiki becak branding di kampanye terbuka. KARANGANYAR (KR) - Partai Golkar memantik simpati massa melalui konvoi be- lasan becak branding saat kampanye terbuka yang berlangsung di lapangan Desa Blulukan, Colomadu, Kamis (27/3). Para calon anggota legislatif (caleg) dan juru kampanye nasional (jurkamnas) Golkar diperkenalkan kepada calon pemilih. Sebanyak delapan caleg Karanganyar Dapil Colomadu dan Gondangrejo yang diperke- nalkan yakni Suwarni, Edi Sudadi, Yuliana, Agus Sulistianto, Kristituti, Suroto, Joko Widodo dan Eko Kris Hartono. Hadir pula Caleg DPR RI Partai Golkar Hajriyanto Y Thohari selaku Jurkamnas. Mereka menaiki becak beratribut partai berlambang pohon beringin itu bersama simpatisan dan pe- ngurus DPD Partai Golkar. Hajriyanto dalam orasinya meminta mas- sa mencoblos parpol bernomor urut lima itu saat pemungutan suara 9 April 2014. Ini pen- ting artinya demi pembangunan Karang- anyar melalui penyelarasan wakil rakyat dan kepala daerah yang berwarna politik sama. Separuh keberhasilan sudah dicapai Golkar dengan menempatkan kader ter- baiknya di kursi Bupati Karanganyar, yakni Juliyatmono yang juga ketua DPD partai, saat Pilkada 2013. Kini tinggal menem- patkan kader Golkar di legislatif yang baru memperoleh sembilan kursi dari total 45 kur- si pada Pileg 2009. ”Siapkah Anda menambah kursi legislatif menjadi 18 kursi atau lebih?” kata Hajriyanto kepada massa yang disambut riuh tepuk ta- ngan tanda kesanggupan. (*-10)-d SEMARANG (KR) - Untuk memastikan tidak adanya tin- dak kecurangan di tingkat tempat pemungutan suara (TPS), Partai Keadilan Se- jantera (PKS) Jateng memben- tuk tim relawan blangkon. Tim memantapkan strategi peme- nangan pemilu dengan mela- kukan pengawasan maksimal di TPS. Selain itu, dalam seti- ap kampanye membuat tem- pat penitipan anak, agar kader dapat mengikuti kampanye dengan tenang dan tidak melanggar ketentuan. Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) PKS Jateng Hadi Santoso mengemukakan kepada wartawan di Sema- rang Kamis (27/3). Relawan blangkon dibentuk untuk menyiapkan pemenangan de- ngan model pendampingan untuk caleg PKS di Jateng. Dari total 10.184 relawan, seti- ap delapan relawan akan men- dampingi satu caleg, dengan demikian, relawan blangkon nantinya akan mendampingi 1.273 caleg PKS yang tersebar di 10 daerah pemilihan (Dapil) di Jateng. Menurut Hadi Santoso, relawan tersebut diberi nama relawan blangkon, karena un- tuk membudayakan budaya Jawa saja. ”Istilah relawan blangkon sebenarnya hanya untuk men- guri-uri budaya Jawa saja, karena tidak semua relawan PKS menggunakan blangkon. Tetapi saat bertugas di TPS atau saat melakukan pendam- pingan, mereka memang di- harapkan menggunakan blangkon,” tutur Hadi San- toso. (Bdi)-o RELAWAN BLANGKON PKS DampingiCalegHinggaPenitipanAnak KR-Budiono Tempat penitipan anak ala PKS saat kampanye terbuka.

×