Kedaulatan Rakyat 25 Februari 2014

2,587 views

Published on

Published in: Education
0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
2,587
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
4
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Kedaulatan Rakyat 25 Februari 2014

  1. 1. Selasa Kliwon 25 Februari 2014 24 Bakdamulud 1947 Tahun LXIX No. 146 http://www.krjogja.com Harian Pagi 28 Halaman Suara Hati Nurani Rakyat @krjogjadotcom Harga Eceran Rp. 3.000 Terbit Sejak 27 September 1945 APAKAH abu vulkanik termasuk yang berasal Gunung Kelud ada gunanya? Mengapa dan untuk apa harus dikumpulkan? Banyak pertanyaan terlontar. Umumnya masyarakat menganggap, pengumpulan abu saat erupsi gunung hanya untuk kebersihan dan mengurangi debu semata. Padahal ada dampak positif dari keberadan abu vulkanik tersebut. Pakar pertanian Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) Dr Ir Gunawan Budiyanto MP telah melakukan penelitian soal abu vulkanik. Hasilnya, abu tersebut bukan hanya bermanfaat sebagai pupuk tanaman. "Tapi juga bisa memperbaiki sifat fisika tanah dan mempunyai kemampuan mengikat air," jelas Gunawan yang juga Wakil Rektor I UMY saat menyampaikan penelitiannya mengenai manfaat abu Gunung Kelud di Laboratorium Tanah Fakultas Pertanian Kampus Terpadu UMY, Senin (24/2). * Bersambung hal 7 kol 1 KR-Bambang Nurcahya Ratusan ribu kantong berisi abu Gunung Kelud di parkiran GOR Among Raga. YOGYA (KR) - Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan HB X mengatakan, penuntasan pembersihan abu vulkanik di DIY saat ini terus dilakukan. Rencananya, ribuan kantong abu vulkanik Gunung Kelud, yang saat ini dikumpulkan di dekat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY, akan digunakan untuk pupuk. Tindakan itu dilakukan dengan harapan abu vulkanik bisa dimanfaatkan petani. "Abu vulkanik ini saya berharap bisa dikasihkan petani dan dimanfaatkan sebagai pupuk. Bila hal itu bisa diwujudkan, secara otomatis ketergantungan petani terhadap pupuk kimia (urea) akan berkurang," terang Sultan di Kepatihan, Senin (24/2). Ketika dimintai komentar terkait banyaknya kantong-kantong yang masih terlihat di pinggir jalan, Sultan menyatakan, seharusnya kantongkantong pasir tersebut segera diambil. Supaya pembersihannya bisa cepat, diharapkan pengambilan tersebut dilakukan bersama-sama. Jadi tidak lagi berdasarkan wilayah kabupaten atau kota. "Seharusnya yang ngambil masing-masing kabupaten atau kota. Tapi saya minta kepada BPBD segera mengambil kantong-kantong abu vulkanik di pinggir jalan. Jadi begitu ada angkutan bisa langsung dibawa ke tempat penampungan," terang Sultan. Kepala BPBD DIY Gatot Saptadi mengatakan, dana tanggap darurat senilai Rp 1,9 miliar dialokasikan dari Pos Tidak Terduga (PTT) Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2014. Dana tersebut digunakan terutama untuk mobilisasi pembersihan, juga pengadaan bahan untuk sektor kesehatan seperti masker, obat-obatan, sarung tangan dan alat penjernih air. "Dana (tanggap darurat) itu tidak besar, hanya 2 persen dari anggaran PTT APBD sebesar Rp 50 miliar. Pascatanggap darurat abu vulkanik Kelud berakhir, aktivitas pemulihan menjadi wewenang kabupaten/kota," kata Gatot dalam Rapat Kerja dengan Komisi A DPRD DIY. Wakil Ketua Komisi A DPRD DIY Haris Sutarto berpendapat, penanganan tanggap darurat di DIY cukup baik, namun ada kendala pencairan anggaran yang kurang cepat. Komisi A mengusulkan anggaran untuk kedaruratan yang bukan dari PTT, agar mudah dicairkan. "Kalau dari PTT, anggaran dibutuhkan hari ini tapi baru turun tiga hari kemudian. Kami ingin ada semacam dana on call seperti dipunyai BNPB KR-Fadmi Sustiwi * Bersambung Dr Gunawan dengan abu Merapi dan Kelud yang diteliti. hal 7 kol 1 TERIMA MOBIL DARI WAWAN Catherine Tolak Hubungan Khusus LETUSAN Gunung Kelud menyisakan hikmah yang tinggi pada terciptanya sistem sosial dan masyarakat tangguh bencana. Mengapa demikian? Karena semakin tinggi frekuensi masyarakat berhadapan atau terpapar dengan peristiwa bencana, maka akan semakin kuat dan tangguh masyarakat tersebut dalam beradaptasi dengan segala bentuk perubahan dan tantangan yang terjadi. Yogyakarta adalah sebuah daerah istimewa yang rentan dari berbagai ancaman bencana alam. Apabila beberapa saat yang lalu, fokus kita hanya pada ancaman gempa bumi dan erupsi Merapi, maka letusan Gunung Kelud yang menyemburkan lebih dari 100 juta meter kubik material abu ke seluruh wilayah Yogyakarta menambah daftar panjang ancaman bencana yang harus kita hadapi bersama. Sebaran abu vulkanik Gunung Kelud ini sesungguhnya merupakan fenomena alam yang harus menjadi bagian kehidupan manusia. Meski banyak kerugian materi dan nonmateri yang muncul dari peristiwa luar biasa ini dan menimbulkan keprihatinan. Tetapi pada saat yang sama, bencana ini justru memunculkan potensi segenap * Bersambung hal 7 kol 1 LIMA DOKUMEN BELUM TERSELESAIKAN Pembangunan Bandara Terancam Molor JAKARTA (KR) - Artis cantik Catherine Wilson akhirnya diperiksa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Juru Bicara KPK Johan Budi mengatakan, yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi kasus pencucian uang Tubagus Chaery Wardhana alias Wawan karena diduga mendapat hadiah mobil. "Informasi yang diperoleh penyidik, ada pemberian mobil. Untuk itu, KPK melakukan klarifikasi kepada Catherine Wilson," kata Johan di KPK Jakarta, Senin (24/2). Meski demikian, Johan mengaku belum mendapat informasi lanjutan mengenai mobil apa yang diduga diberikan Wawan kepada Catherine Wilson. "Penyidik cuma memberikan informasinya demikian," kata Johan. Catherine seusai diperiksa tidak mau menjelaskan se- KR-Antara/Yudhi Mahatma Catherine Wilson usai diperiksa penyidik KPK. putar materi yang ditanyasudah saya sampaikan. Unkan penyidik. Ia juga menotuk itu, silakan konfirmasi lak berkomentar soal dugaan kepada KPK," tutur Capenerimaan hadiah dari Watherine yang akrab dipangwan. Namun ia menyebutgil Keket ini. Ia diperiksa kan, yang disampaikan hapenyidik KPK sejak pukul nya mengenai kenal atau 10.25 WIB sampai 15.15 tidak dengan Wawan. WIB. "Jadi, mengenai apapun * Bersambung hal 7 kol 4 KULONPROGO (KR) Pembangunan bandara internasional di Kecamatan Temon Kulonprogo diperkirakan molor dari jadwal yang telah ditentukan, menyusul penyusunan dokumen bersama yang tidak juga selesai. Izin Penetapan Lokasi (IPL) dari Gubernur DIY tidak akan turun bila penyusunan lima dokumen belum terselesaikan. Sekda Kulonprogo Ir RM Astungkoro MHum menjelaskan, ada lima dokumen yang harus dibuatkan PT Angkasa Pura (AP) agar IPL dari Gubernur DIY turun. Kelima dokumen meliputi keselamatan, lingkungan, kebisingan, analisis dampak lingkungan (Amdal) dan Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan (KKOP). "Terkait KKOP masih dibahas antara PT Angkasa Pura dan PT Jogja Magasa Iron (JMI). Sedangkan dokumen lainnya apakah sudah diselesaikan oleh PT Angkasa Pura atau belum, kami juga belum tahu, karena kami baru akan menghadap Sekda DIY untuk menanyakan sejauh mana perkembangan terakhir terkait dokumen-dokumen tersebut," kata Astungkoro kepada wartawan, Senin (24/2). Astungkoro mengatakan, pembangunan bandara di Kulonprogo prosesnya masih panjang. Bila kelima dokumen itu telah selesai, PT AP akan mengajukan dokumen pengadaan lahan pada Gubernur DIY agar IPL dari Gubernur segera diproses dan bisa turun. IPL Gubernur ini dipakai sebagai pegangan dalam sosialisasi, public hearing dan dilanjutkan pada Badan Pertanahan Nasional (BPN) untuk pembebasan dan pembayaran tanah atau pengadaan tanah. * Bersambung hal 7 kol 4 PPP Jadikan Agama dan Moralitas Prinsip ERUPSI Gunung Kelud membuat puluhan ribu warga sekitar mengungsi, meninggalkan harta bendanya. Untuk membantu meringankan beban saudara-saudara kita tersebut, KR membuka dompet sumbangan pembaca. Sumbangan diharapkan berupa uang, tak berbentuk barang. Diberikan di bagian keuangan SKH KR, Jl P Mangkubumi 42 Yogyakarta atau melalui rekening Bank BRI Cabang Mlati, Yogyakarta No. 0409-01-000180-56-1 atas nama Dompet KR Peduli Bencana Gunung Kelud. NO NAMA ALAMAT RUPIAH 89 Paguyuban Trah Poncosentono Kemiri Tanjung Sari Gunung Kidul Yogyakarta . . . . . 1,000,000.00 90 Majelis Taklim Ibu-Ibu Al Munawaroh Cupuwatu 2 Purwomartani, Kalasan, Sleman . . . . . . . . . 1,336,000.00 91 Pengajian Ibu-Ibu Nurul Fajar Karongan, Jogotirto, Berbah, Sleman . . . . . . . . . . . . . . . 1,000,000.00 92 Hamba Allah . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 333,000.00 93 Persaudaraan Haji Pogung (PHP) Sinduadi, Sleman DIY . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 5,000,000.00 94 Jama'ah Masjid An Nuurotain RW 09 Kricak Kidul Yogyakarta . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 1,000,000.00 95 Warung Bakmi Jawa Pak Nan Jl. Hayam Wuruk No. 40 Yogyakarta . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 250,000.00 96 Santriwan/Santriwati TPA Nurul Huda Bluyahan Pendowoharjo, Sewon, Bantul . . . . . . . . . . . . 375,000.00 97 Umi Latifah Pringgolayan Yogyakarta . . . . . . 300,000.00 * Bersambung hal 7 kol 4 PERSOALAN kebangsaan yang terjadi saat ini, lebih disebabkan karena degradasi moral di kalangan para elite pemimpin. Mereka seakan terbuai dengan kekuasaan, sehingga lupa akan amanah yang telah diberikan rakyat. Agar persoalan ini bisa tercerahkan, diperlukan kepekaan moralitas, sosial dan ekonomi dari seluruh elemen masyarakat. Partai Persatuan Pembangunan (PPP), sebagai satusatunya partai politik berasaskan Islam, mempunyai komitmen untuk mewujudkan esensi kehidupan bernegara dengan menegakkan tata nilai agama dan moralitas. "Agama dan moralitas ditempatkan sebagai prinsip dalam membangun kehidupan berbangsa dan bernegara," kata Ketua Dewan Pimpinan Wi- layah (DPW) PPP DIY HM Syukri Fadholi SH saat bersilaturahmi dengan SKH Kedaulatan Rakyat, belum lama ini. Menurut Syukri, dalam perjuangannya, PPP selalu mengedepankan esensi amar ma'ruf nahi munkar yang telah melekat dalam kehidupan partai. Semangat itu akan mengkristal di benak kader partai dan akan tercermin saat mengemban setiap tugas dan jabatan yang diamanatkan umat. Karena itu, menghadapi Pemilu 2014, setiap calon anggota legislatif (caleg) PPP sudah mempunyai kontrak politik dengan partai. Mereka akan mengemban tiga prinsip dasar yang telah ditetapkan partai, yaitu mengemban misi yang bersifat ilahiyah dan moralitas, tidak boleh korupsi Berita terkait PPP lainnya di halaman 24 dan selalu berperan dalam mengabdi kepada Allah SWT meningkatkan kesejahteraan dan bermanfaat bagi rakyat. masyarakat. "Jika selama seSelain itu, jabatan juga harus tahun tidak berbuat sesuatu ditempatkan sebagai akhlak, bagi kepentingan masyarakarena seorang pemimpin dekat, maka legislatif dari PPP ngan akhlak baik akan mamharus bersedia diganti (di-repu membawa kehidupan call) dengan kader bangsa ke yang lain," tandasarah yang nya. baik pula. Melalui komitDemimen pada perbaikkian juan moral dan pemga sebaberantasan korupsi, liknya, lanjut Syukri, PPP haningin menegaskan curnya sebagai partai yang membela umat dan rakyat. PPP selalu istiqomah dalam menempatkan sebuah jabatan kekuasaan politik karena PPP berpandangan. Jabatan kekuasaan politik itu harus ditempatkan sebagai sebuah prinsip, sehingga orienKR-Franz Boedisoekarnanto tasinya semaHM Syukri Fadholi.SH ta-mata untuk akhlak seorang pemimpin akan menjadi penghancur bagi bangsanya. Jabatan kekuasaan politik juga harus dipersembahkan hanya untuk kesejahteraan masyarakat. Wakil Ketua DPW PPP DIY, Ma'sum Amrullah menambahkan, sebagai partai berasaskan Islam, PPP mempunyai visi mewujudkan * Bersambung hal 7 kol 4 q DI lereng Gunung Muria, wilayah Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, persisnya di Desa Japan, ternyata ada sumber air unik, yaitu sumber air Rejenu. Sumber air Rejenu ini mengalirkan 3 macam rasa air, yaitu asin, asam dan pahit. Silahkan buktikan!--(Kiriman: M Fahrudin Hidayat, SMA Negeri 1 Bawang, Jalan Jlamprang No 1, Bawang, Batang, Jawa Tengah 51274)-b
  2. 2. SELASA KLIWON 25 FEBRUARI 2014 (24 BAKDAMULUD 1947) KOTAYOGYA Hanura Kukuhkan Partai Bersih KR-Franz Boedisoekarnanto Pengurus Dewan Pimpinan Daerah Partai Hanura DIY silaturahmi di KR. YOGYA (KR) - Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) mengukuhkan sebagai partai yang bersih. Hal ini lantaran dari 977 anggota DPR RI dan DPRD dari Hanura, tidak ada satupun yang terjerat kasus korupsi. Dengan kondisi tersebut akan memudahkan langkah para caleg Hanura yang akan berlaga pada Pemilu 2014 nanti. Mereka tanpa ada rasa canggung mendatangi kelompok masyarakat untuk sosialisasi program yang akan diperjuangkannya. Demikian diungkapkan oleh Ketua Badan Pemenang- an Pemilu (Bapilu) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Hanura DIY, Lucky B Pangau, saat bersilaturahmi dengan jajaran Redaksi KR Group di Aula KR, Jl Margo Utomo (P Mangkubumi) 40-46 Yogyakarta, Senin (24/2). Pada kesempatan itu juga hadir Ketua DPD Hanura DIY Adi Nugroho dan fungsionaris Hanura lainnya Ir Bayu, Agus Sartono dan Suroso. Lucky menambahkan pengukuhan Hanura sebagai parpol terbersih didasari bukti dari Lembaga Survei sehingga kondisi ini bukan merupakan rekayasa. "Kami memiliki 977 anggota DPR RI dan DPRD di seluruh Indonesia. Dari sekian banyak anggota dewan tidak ada satupun yang tersangkut korupsi," urainya. Ketua DPD Hanura DIY, Adi Nugroho menambahkan caleg dan kader Hanura siap mengenalkan diri dan partainya pada masyarakat. Ditambahkan Adi, dalam mengendalikan sebuah organisasi untuk mencapai tujuan yang efektif dan efisien diperlukan waktu untuk kerja keras dan perjuangan. "Sukses itu diperjuangkan, untuk meraihnya butuh kekuatan, kekuatan butuh barisan dan persatuan untuk mencapai kondisi ini butuh kerja keras dan dana," tambahnya. Ia juga menyinggung soal pasangan Win-HT (Wiranto Hary Tanoe) merupakan pasangan capres dan cawapres yang pas karena paduan generasi tua dan muda. Ulasan lebih lengkap mengenai Hanura, akan dimuat pada koran edisi Rabu (26/2). (Aje)-a TERKENDALA SISTEM ANGGARAN Tunggakan Jamkesda Capai Rp 4,5 Miliar YOGYA (KR) - Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta ternyata memiliki tunggakan pembayaran program Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) cukup besar. Tunggakan tersebut mencapai Rp 4,5 miliar yang terdiri dari bulan Desember 2013 Rp 3 miliar dan Januari 2014 Rp 1,5 miliar. Besaran tunggakan itu bukan karena dana yang tidak tersedia, melainkan lebih disebabkan oleh sistem anggaran. "Khusus untuk Desember, karena akhir tahun maka laporan pembayaran tagihan Jamkesda dari Puskesmas dan layanan kesehatan terakhir dilaporkan tanggal 15. Makanya di atas tanggal itu belum dibayarkan," papar Plt Kepala UPT Jamkesda Kota Yogyakarta, Kustini, Senin (24/2). Meski sudah berganti tahun anggaran, tunggakan tersebut juga belum bisa dibayarkan dalam waktu dekat. Hal ini karena APBD Kota Yogyakarta 2014 belum juga bisa dicairkan. Namun pihaknya sudah mengajukan tagihan tunggakan ke Bendahara Pemkot atau Dinas Pajak Daerah dan Pengelolaan Keuangan (DPDPK). Sedangkan Pengelola Keuangan UPT Jamkesda Kota Yogyakarta, Sri Nuryanti menam- bahkan, serapan dana Jamkesda tahun 2013 lalu mencapai 98 persen. Dari total alokasi anggaran Rp 27,8 miliar, terserap sebanyak Rp 27,75 miliar. Jamkesda tersebut untuk menangani 433.794 kasus kesehatan di 18 Puskesmas dan 27 rumah sakit maupun fasilitas kesehatan. Alokasi dana tahun ini tidak jauh berbeda, yakni Rp 27 miliar. Warga yang mengakses Jamkesda cukup dengan menunjukkan kartu identitas, baik KTP maupun kartu keluarga saat berobat. "Warga kota yang mengakses dengan KTP juga cukup banyak. Ada 266.358 kasus dengan serapan Rp 19,4 miliar," terang Sri. Sementara Direktur RS Jogja, drg Tuty Setyowati mengungkapkan, tagihan Jamkesda di rumah sakitnya yang belum dibayarkan sedikitnya mencapai Rp 326 juta. Tagihan tersebut hanya untuk bulan Desember 2013. Sedangkan Januari dan Februari 2014 masih dalam perhitungan. Meski begitu, pelayanan di rumah sakit tidak mengalami gangguan. RS Jogja saat ini justru menyoroti tingginya tagihan dari program Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) sebesar Rp 9,29 miliar. "Kalau yang Jamkesmas ini kan dari pusat atau APBN. Kami sudah ajukan tapi belum cair," tandas Tuty. (R-9)-a 'RERESIK' ABU BARU 90 PERSEN Ribuan Pusaka Kraton Ditangani Khusus YOGYA (KR) - Upaya pembersihan Kraton Yogyakarta dari dampak abu vulkanik erupsi Gunung Kelud baru tercapai 90 persen meskipun sudah dibuka untuk wisata. Titik-titik yang belum dibersihkan yaitu Bangsal Keputren dan Bangsal Proboyekso termasuk ribuan pusaka milik Kraton Yogyakarta yang tersimpan didalamnya. "Dalam waktu dekat akan segera di bersihkan karena khusus untuk pusaka harus meminta izin terlebih dahulu kepada Raja Kraton Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X. Kalau tidak ada perintah dari beliau kami tidak berani sebab pembersihan pusaka Kraton tidak bisa asal-asalan, ada syarat khususnya," kata Penghageng Kawedanan Ageng Punakawan Nitya Budaya, GBPH Prabukusumo saat ditemui di Bangsal Kepatihan Yogyakarta, Senin (24/2). Gusti Prabu, panggilan akrab Prabukusumo yang tidak lain merupakan adik Sultan HB X ini menjelaskan pembersihan pusaka Kraton yang tersimpan di Bangsal Proboyekso memerlukan waktu 2 sampai 3 hari pengerjaan yang dilakukan oleh Abdi Dalem Bagian Pusaka nDalem dibantu Abdi Dalem Pamitri Wiji (perkerisan). Abu vulkanik tidak setebal yang ada di luar bangunan Kraton Yogyakarta, namun debu-bebu tipis tersebut menempel di lemarilemari dan pembungkus tombak dan pusaka lainnya yang memang tidak bisa disimpan dalam almari khusus. "Saya sudah mendapat izin 'Ngarso Dalem' (Sultan HB X-red) maka dalam waktu dekat akan dibersihkan. Tinggal mencari waktu malam Selasa atau Jumat nantinya yang langsung dibersihkan abdi dalem khusus yang memang bertugas untuk itu, syaratnya hanya sesajen saja," ujarnya. Menurut Prabukusumo meskipun hanya debu tipis yang tidak kasat mata namun hal ini tidak bisa dibiarkan begitu saja. Mengingat ribuan pusaka Kraton tersebut memerlukan pe(*-24)-a rawatan khusus. ÓKEDAULATAN RAKYATÓ HALAMAN 2 REGULASI MIRAS PERLU DIPERBARUI Efek Jera, Pelaku Harus Dihukum Maksimal YOGYA (KR) - Lemahnya regulasi terkait minuman keras (miras) ternyata bukan menjadi faktor utama terkait merebaknya peredaran miras di masyarakat. Ketegasan aparat penegak hukum dinilai memiliki peran cukup vital. Terutama hukuman maksimal bagi pelaku atau pengedar miras agar menimbulkan efek jera. Anggota Komisi A DPRD Kota Yogyakarta, Muhammad Fursan menilai, upaya penertiban yang dilakukan oleh Dinas Ketertiban Kota Yogyakarta sebenarnya cukup baik. Apalagi pada Januari lalu mampu membongkar pengedar di wilayah Jalan Veteran. "Makanya justru aparat penegak hukum juga harus memiliki perhatian. Hakim memang tidak bisa diintervensi, tapi paling tidak hukuman itu harus menimbulkan efek jera," paparnya, Senin (24/2). Fursan mengaku, pihaknya ikut prihatin atas peredaran miras. Apalagi ba- nyak kalangan pelajar yang dengan mudah mampu memperoleh miras. Sebagian besar tindakan kriminalitas pun disebabkan oleh miras. Terkait dengan regulasi, Pemkot Yogyakarta selama ini masih menggunakan Perda Nomor 7 Tahun 1953 tentang Pengendalian Minuman Keras. Ancaman sanksi sebenarnya sudah cukup besar, maksimal denda Rp 50 juta. Namun melihat perkembangan masa kini, menurut Fursan, sudah sepatutnya ada pembaruan. Sementara Kepala Bidang Operasi Dinas Ketertiban Kota Yogyakarta, Totok Perpustakaan Jantungnya Universitas YOGYA (KR) - Perpustakaan jantungnya universitas, namun kesadaran tersebut baru belakangan muncul di berbagai universitas baik di dalam maupun luar negeri. Hal ini ditegaskan oleh Rektor UGM Prof Dr Pratikno MSocSc pada acara pembukaan Gadjah Mada Library Fair (GMLF) 2014 di lobi Gedung Perpustakaan UGM, Senin (24/2). "Kesadaran bahwa perpustakaan sebagai jantungnya universitas baru disadari dan cenderung terlambat di banyak universitas," kata Pratikno. Untuk mendongkrak fungsi perpustakaan tersebut maka berbagai cara perlu ditempuh dengan menyiapkan fasilitas yang memadai. Perpustakaan diharapkan bisa menjembatani kepentingan internal maupun eksternal kampus. Ke depan hasil-hasil perpustakaan bukan saja bisa diakses secara elektronik (e-library) namun juga mobile library. Prof Pratikno berharap hadirnya perpustakaan di universitas diimbangi dengan ke- mudahan masyarakat maupun mahasiswa untuk mengaksesnya. "Dengan sumber daya yang ada ke depan tentu bisa menjadi mobile library," ujarnya. Kepala Perpustakaan UGM Dra Nawang Purwanti MLib mengatakan, GMLF 2014 yang mengangkat tema 'Integrasi dan Sinergi sebagai Strategi Penguatan Peran Perpustakaan' ini baru pertama kali diselenggarakan. Setidaknya ada 23 peserta pameran dari Yogyakarta, Jawa Tengah dan Jakarta akan berbagi informasi dalam GMLF sampai dengan 2 Maret mendatang. "Bersamaan dengan pameran diselenggarakan bedah buku, seminar, pemutaran film komunitas, workshop dan literasi informasi bagi pustakawan," kata Nawang. Tema yang diangkat, kata Nawang, selaras dengan program prioritas yang ditetapkan oleh Perpustakaan UGM saat ini dalam upaya membangun kerja sama lintas unit perpustakaan di ling(Asp)-a kungan UGM. Suryonoto mengaku, rencana membuat perda baru terkait miras pernah dimunculkan. Namun perlu kajian yang lebih komprehensif meliputi pihak kepolisian maupun pengadilan. "Yang memiliki kewenangan tentang miras bukan hanya pemerintah, tapi juga aparat penegak hukum lain. Selain miras, waktu itu kami juga usulkan perda tentang pelacuran," ungkapnya. Meskipun demikian, razia atau penertiban miras tetap digencarkan. Ketika petugas mencium adanya peredaran miras, ia menjanjikan langsung ditindaklanjuti. Sedangkan menyangkut keberadaan miras di kafe atau toko modern, menurutnya perlu dilihat kembali. Pasalnya, banyak kafe yang menjual minuman dengan kadar alkohol dibawah 5 persen. Hal itu diperbolehkan lantaran masuk kategori minuman bir. (R-9)-a SAMBUT KELAHIRAN ANAK GKR BENDARA GKR Hemas Sudah Siapkan Nama RAUT kebahagiaan terpancar jelas dari wajah permaisuri Kraton Yogyakarta, Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hemas. Karena dalam hitungan hari, putri bungsunya Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Bendara akan segera memberikan seorang cucu. Mengingat, Hari Perkiraan Lahir (HPL) semestinya pada 20 Februari kemarin, jadi sudah tergolong mundur empat hari. "Kalau dihitung dari hari KR-Effy Widjono Putro perkiraan lahirnya, sudah GKR Hemas mundur empat hari. Semalam sudah mulai berasa, jadi mungkin dalam beberapa hari ini akan lahir. Kalau soal nama, sudah saya siapkan tapi detailnya nanti saja, kalau sudah lahir," kata GKR Hemas di Kompleks Kepatihan, Senin (24/2). Hemas menyatakan, meski teknologi dibidang kedokteran sudah cukup canggih, tapi Jeng Reni (sapaan akrab GKR Bendara) ingin melahirkan anak pertamanya secara normal di Yogyakarta. Adapun rumah sakit yang dipilih untuk proses persalinan tersebut adalah RSUP Sardjito. "Kalau cucu-cucu saya sebelumnya, lahir di Australia dan Singapura. Tapi Reni sejak awal ingin melahirkan anaknya secara normal di Yogyakarta. Setelah itu baru 3 bulan kemudian, menyusul suaminya," terang istri dari Sri Sultan Hamengku Buwono X tersebut, seraya menambahkan, sebagai seorang ibu, Hemas memiliki keyakinan kalau cucunya tersebut berjenis ke(Ria)-a lamin laki-laki. Kekhasan Indonesia, Daya Tarik Wisatawan KR-Franz Boedisoekarnanto Erik Christopher Hookom BA MEd TEFL berbicara di depan peserta seminar. YOGYA (KR) - Adanya anggapan bahwa potensi wisata yang dimiliki Indonesia kalah dengan negara lain, tidak sepenuhnya benar. Kekhasan objek wisata yang ada di sejumlah daerah di Indonesia justru menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan. Pasalnya, keunikan tersebut belum tentu ditemukan di negara lain. "Indonesia memiliki banyak candi-candi yang tersebar di sejumlah daerah. Bahkan beberapa diantaranya termasuk salah satu dari keajaiban dunia. Tidak mengherankan jika seti- ap datang ke Indonesia, wisatawan selalu menyempatkan diri datang ke candi, karena bisa diamati seumur hidup tanpa bosan," terang dosen tamu asal Amerika Serikat (AS), Erik Christopher Hookom BA MEd TEFL saat menjadi keynote speaker dalam seminar internasional bertajuk 'Sustainable Tourism Development Based on Tourism Behavior' yang digelar Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarrukmo (Stipram) Yogyakarta di Inna Garuda Hotel, Senin (24/2). Menurut Erik, potensi wisata yang ada di Indonesia yang didalamnya termasuk Yogyakarta memiliki peluang ekonomi cukup menjanjikan. Tidak hanya karena, kekhasan yang dimiliki oleh negara dan daerah yang bisa dijadikan aset wisata yang berharga. Tentunya semua potensi tersebut bisa dimanfaatkan dengan baik, jika diimbangi dukungan banyak pihak dalam menjaga aset, sebagai pariwisata berkelanjutan. "Pengelolaan aset wisata tersebut, idealnya tidak hanya ramah bagi wisatawan namun juga kaum difabel. Kesadaran ini perlu didukung dunia pen- didikan agar untuk bisa mengembangkan pariwisata berkelanjutan," terangnya. Dalam kesempatan itu, Ketua Stipram, Suhendroyono mengungkapkan, kesadaran akan pentingnya pengembangan pariwisata Indonesia perlu ditingkatkan. Sebab jika pengelolaan pariwisata masih stagnan seperti sekarang Indonesia akan mengalami kesulitan untuk bersaing dengan negara lain. Supaya hal itu tidak terjadi, sinergitas dari sejumlah pihak mutlak diperlukan. (Ria)-a FI Ready Permudah Perawatan Motor Yamaha YOGYA (KR) - Hasil survei Yamaha menunjukkan kualitas bahan bakar di Indonesia kurang baik di rural area. Kondisi itu menjadikan perawatan motor berteknologi injeksi (fuel injection/FI) relatif sulit. Hal tersebut kini tidak menjadi masalah berkat Yamaha FI Ready. Sepeda motor Yamaha tetap kecang dan irit, hingga di atas lima tahun terus prima kondisinya. Yamaha FI Ready menjadi bukti layanan purna jual Yamaha yang terus memperhatikan kebutuhan konsumen yang membedakan dengan pabrikan lain. Yamaha FI Ready memberikan jaminan 15.000 teknisi dan 3.000 bengkel resmi yang sudah teredukasi dan ahli dalam menangani perawatan teknology FI. Keunggulan FI Ready Yamaha antara lain FI Part Yamaha yang memungkinkan pemeliharaan (maintenance) bisa dilakukan terpisah untuk masing-masing suku cadang, Self service FI Maintenance (servis tanpa harus ke bengkel) menggunakan Yamalube Carbon Cleaner. Bagi konsumen yang sibuk, ada Service Cepat FI 10 menit di bengkel resmi dengan 3M Injector Cleaning, Throttle Body, serta ruang bakar mesin dengan cairan khusus. Perawatan FI yang paling sempurna menggunakan FI Injector Tester & Cleaner, yang membersihkan secara sempurna komponen FI. Alat tersebut membuat kondisi motor seperti baru terus sehingga tidak perlu sering ganti part. Hal lain yang tidak dimiliki kompetitor adalah general check up menggunakan FI Diagnostic Tools, alat ini memungkinkan problem teknik sistem FI bisa dideteksi de(Bro)-a ngan cepat dan akurat.
  3. 3. SELASA KLIWON 25 FEBRUARI 2014 (24 BAKDAMULUD 1947) GUNUNGKIDUL HARGA SAPI KIAN TERPURUK IKUTI GLOBAL FORUM DI BARCELONA Betty Terapkan Metode Pembelajaran TI soft Office Powerpoint. Pembelajaran berbasis proyek dengan mengusung tema mempromosikan objek wisata di Kabupaten Gunungkidul. Para siswa diajak ke sejumlah objek wisata di Gunungkidul untuk belajar dan berkomunikasi langsung dengan pelaku wisata, sekaligus mengambil gambar untuk pembuatan iklan pariwisata dalam bentuk brosur atau poster. Metode yang diterapkan memadukan kuriKR-Agus Waluyo kulum nasional, pemBetty Sekarasih Hadi Yani MPd BI (kanan) bersama belajaran abad 21 dan Sarono SPd. pemanfaatan teknologi informasi dan komuniPLAYEN (KR) - Guna menumbuhkan kasi, dalam kerangka aktivitas pembelaminat belajar para siswanya, Betty Sejaran Bahasa Inggris. karasih Hadi Yani MPd BI, guru SMA Beberapa objek wisata yang dijadikan Pembangunan 4 Playen, Gunungkidul objek untuk pembelajaran di antaranya menerapkan metode pembelajaran dengan Embung dan Gunung Api Purba Nglangmemanfaatkan teknologi untuk transforgeran, Air Terjun Sri Getuk, Pantai Indramasi pendidikan. Lewat metode di luar keyanti serta kerajinan topeng Bobung. las ini, peserta didik menjadi senang dan Betty harus bersaing dengan 23.000 tekun. karya inovasi guru dari seluruh dunia. Keberhasilan penerapan teknologi terseKarya yang dikirimkan Betty ini termasuk but Betty terpilih dalam program Microdi antara 250 guru inovatif dari 80 negara soft Expert Educator tingkat internasional. di dunia yang lolos ke tingkat internasiBersama dua wakil dari Indonesia Betty onal. "Alhamdulillah karya kami termasuk akan mengikuti Global Forum yang diseterbaik sehingga diikutkan dalam global lenggarakan di Barcelona 11-14 Maret forum di Barcelona, mohon doa restunya," 2014. ujarnya. Betty didampingi Kepala SMA PembaProgram pembelajaran Bahasa Inggris ngunan 4 Sarono SPd, Senin (24/2) mengayang diterapkan kepada siswa di SMA takan, program ini untuk mengapresiasi Pembangunan 4 Playen ini diharapkan guru dan sekolah secara mendunia yang setelah lulus, siswa akan mendapatkan memanfaatkan teknologi untuk transforbekal untuk bisa berkarya dan berproduksi masi pendidikan. Dia terpilih oleh Microkhususnya dalam mempromosikan objek soft atas pemanfaatan teknologi yang diwisata di Gunungkidul yang saat ini selakukan untuk meningkatkan kualitas dang mendunia. pembelajaran. Sarono SPd sangat mendukung program Bersama dua guru lainnya yakni Nuini, dengan keberhasilan yang diraih salah groho Budi Santosa dan Temmy Agung satu gurunya akan memberikan nuansa Nugroho, Betty menerapkan program aplibaru bagi SMA Pembangunan 4 Playen, kasi dari Microsoft di antaranya Microsoft sekaligus memotivasi siswa dan para lulusAuto Collage, Bing, Photostory 3 for win(Awa)-d an SMP. dows, Microsoft Office Publisher dan Micro- ULP LAKSANAKAN LELANG PENGADAAN Hindari Proyek Menumpuk di Akhir Tahun WONOSARI (KR) - Kebijakan alokasi pengadaan barang dan jasa guna menghindari keterlambatan pelaksanaan kegiatan pengadaan, mulai direalisasikan Februari 2014. Unit Layanan Pengadaan (ULP) barang dan jasa Pemkab Gunungkidul sudah melelangkan 4 kegiatan yang diselenggarakan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Gunungkidul. Ketua ULP Pemkab Gunungkidul, Ir Chaerudin didampingi sekretarisnya Agus Subaryanto ST, Senin (24/2) mengatakan, penjadwalan atau alokasi pengadaan barang dan jasa dilaksanakan seawal mungkin agar setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) bisa segera melaksanakan kegiatan pengadana barang dan jasa sesuai dengan jadwal. Berdasarkan pengalaman pada tahun-tahun sebelumnya, banyak pekerjaan pengadaan barang dan jasa yang mengalami keterlambatan, karena banyak SKPD yang melaksanakan kegiatan pada akhir tahun anggaran. Akibatnya selain banyak rekanan yang terkena denda, kualitas pekerjaan juga tidak maksimal karena pengerjaannya terburu-buru. Setelah 4 paket kegiatan selesai dilelang lewat Layanan Pengadaan Sistem Elektronik (LPSE) yang dilakukan ULP, kini sudah melakukan persiapan dan segera dilelang di antaranya pengadaan pakaian dan sepatu Linmas oleh Satpol PP, pengadaan bantuan semen dan aspal reguler di Badan Pemberdayaan Masyarakat Perempuan dan KB, serta pelaksanaan rehab dan pe- ningkatan jalan kabupaten dan jalan perdesaan oleh DPU. Juga lelang konsultan tentang amdal desa wisata dari Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan Gunungkidul. Dijelaskan dari pendataan kegiatan di semua SKPD, terdapat 1.409 paket kegiatan. Dari jumlah kegiatan tersebut yang melewati proses lelang LPSE ada 91 paket, pekerjaan nonlelang ada 1.868 paket dan swakelola ada 32 paket. Khusus untuk lelang dijadwalkan hingga April 2014 selesai. Jika ada proses lelang yang harus diulang akan dilaksanakan pada Mei 2014. "Dengan adanya alokasi pengadaan, diharapkan pada triwulan terakhir sudah tidak ada pekerjaan lagi," kata Agus Subaryanto. (Awa)-d BRI UNIT GADING DIRESMIKAN Dorong Pertumbuhan Ekonomi Masyarakat KR-Dedy EW Ny Sri Purwati dan muspika meninjau gedung BRI unit Gading Playen. WONOSARI (KR) - Keberadaan Bank BRI di Gunungkidul sangat membantu kegiatan usaha masyarakat. Termasuk menekan maraknya rentenir yang bunganya tinggi. Melalui peresmian kantor unit di Gading, harapannya bisa mendorong pertumbuhan ekonomi Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Masyarakat kini bisa mengakses layanan dengan lebih dekat dan cepat. "Bahkan lembaga keuangan desa di Playen sudah menjalin kerja sama dengan BRI," kata Camat Playen H Muhammad Miksan MSi ketika meresmikan Kantor Unit BRI di Gading, Playen, Senin (24/2). Kegiatan dihadiri Kapolsek Playen AKP Lutfi SIK, Danramil yang diwakili Serma Sumarja, Pemimpin Cabang BRI Wonosari Ny Sri Purwati dan undangan. Kantor Unit yang diresmikan berada tepat di depan Polsek Playen, yang sebelumnya menempati lokasi lama di depan Pasar Gading Playen. Ny Sri Purwati mengungkapkan, BRI terus meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat, bahkan 1 kantor cabang, 20 unit, 8 teras serta satu kantor kas siap memberikan layanan terbaik. Termasuk menggunakan teknologi tinggi. "Salah satunya transaksi Mocash BRI. Pemilik usaha cukup memiliki handphone yang bisa short message service untuk mendaftar." ujar(Ded)-d nya. ÓKEDAULATAN RAKYATÓ HALAMAN 3 Peternak Resah Dipermainkan Spekulan WONOSARI (KR) - Peternak sapi di Kabupaten Gunungkidul meresahkan terpuruknya harga dalam dua minggu terakhir hingga Senin (24/2). Setelah seminggu lalu harga sapi mengalami penurunan sekitar 15-20 persen kini tingkat penurunan harga semakin anjlok. Untuk jenis sapi potong program penggemukan rata-rata mengalami penurunan sekitar Rp 2.000.000, kini makin memprihatinkan lagi dengan tingkat penurunan mencapai Rp 2.500.000 hingga Rp 2.750.000. "Banyak peternak yang telanjur membawa sapi ke pasar untuk dijual terpaksa dibawa pulang lantaran harganya anjlok," kata Sugiman (56) pedagang sapi warga Tanjungsari di Pasar Siyono, Senin (24/2). Hingga saat ini peternak dibuat bingung dengan kondisi harga pasar yang cen- derung fluktuatif. Hampir setiap pekan harganya terus menurun dan kondisi seperti ini dikhawatirkan akan terus berlanjut. Sementara penyebab turunnya harga sapi juga belum diketahui apakah dampak dari hujan abu Gunung Kelud yang menyebabkan sulitnya memperoleh pakan atau karena kondisi pasar global dan kebijakan pemerintah terkait dengan impor sapi. "Kami berharap pemerintah turun tangan terkait dengan kondisi harga ternak yang terus menurun ini," ucapnya. Penurunan harga ternak di Gunungkidul ini tidak hanya untuk jenis sapi tetapi juga kambing. Untuk harga kambing yang dua minggu lalu dalam kisaran antara Rp 1.500.000 kini turun menjadi Rp 1.200.000-Rp 1.300.000. Sedangkan untuk kambing indukan harganya dalam kisaran Rp 1.000.000Rp 1.200.000 padahal dua minggu sebelumnya harganya dalam kisaran antara Rp 1.400.000-Rp 1.500.000. Kepala Dinas peternakan Gunungkidul, drh Krisna Berlian ketika dihubungi membenarkan terjadi penurunan harga ternak dalam beberapa hari terakhir ini. Sedangkan penyebab menurunnya harga ternak kini sedang diselidiki, jika dikaitkan dengan kebijakan impor dia meyakini bukan penyebabnya. Tetapi dia memprediksikan karena permainan spekulan termasuk oknum pedagang dengan memanfaatkan isu tentang abu vulkanik Gunung Kelud. "Dampak abu vulkanik tidak terlalu signifikan terhadap perkembangan ternak. Dari sisi pakan, sebelum diberikan ternak dibersihkan dengan air tidak akan menimbulkan dampak." terang(Bmp)-d nya. LATIHAN PENGAMANAN PEMILU Jalan Protokol Tertutup untuk Umum WONOSARI (KR) - Pelatihan terpadu pengamanan pemilu melibatkan 1.200 personel diadakan hari ini, Selasa (25/2). Terkait dengan kegiatan tersebut sepanjang jalan protokol meliputi Jl Agus Salim, Jl Perintis, Jl Brigjen Katamso, Jl Alun-alun, Jl Kol Soegiyono dan Bundaran BRI tertutup untuk umum baik kendaraan bermotor maupun pejalan kaki. "Kami mohon maaf untuk kepentingan itu terpaksa sejumlah jalan umum kami tutup," kata Kapolres Gunungkidul AKBP Faried Zulkarnaen SIK MH, Senin (24/2). Pelatihan pengamanan tersebut melibatkan berbagai unsur, Polisi/TNI, Panwaslu, KPU, Satpol PP, Linmas, Dishub, Polda DIY, Sat Intelkam, Gakkumdu dan Pemkab Gunungkidul. Mereka yang dilibatkan dalam pengamanan ini nantinya akan bertugas melaksanakan pesta demokrasi baik Pemilu Legislatif (Pileg) maupun Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014 mendatang. Personel yang dilibatkan dalam pelaksanaan pengamanan cukup banyak sehingga untuk kegiatan pe- latihan pengamanan terpaksa harus menutup jalan. Pada saat dilangsungkan pelatihan terpadu juga akan dilangsungkan simulasi pengamanan juga penanganan kasus pidana mengantisipasi jika dalam pelaksanaan Pileg maupun Pilpres terdapat gangguan. "Kita berharap pelatihan terpadu yang akan dilangsungkan di pusat ibu kota kabupaten ini berlangsung lancar sesuai rencana." terang Kapolres Gunungkidul AKBP Faried Zulkarnaen SIK MH. (Bmp)-d BERSIHKAN LONGSOR TERKENDALA MEDAN BPBD Nekat Operasikan Alat Berat WONOSARI (KR) - Timbunan ribuan meter kubik dari material longsoran bukit yang menutup ruas jalan utama Gedangsari-Klaten, Jawa Tengah di Desa Watugajah, Gedangsari, Gunungkidul mulai dibersihkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dengan menggunakan alat berat backhoe dan bouldozer Senin (24/2). "Karena volume longsoran cukup banyak memerlukan proses lama, karena medannya sulit pembersihan material juga dengan cara manual," kata Kepala BPBD Budiharjo SH MH di lokasi bencana. Sementara Camat Gedangsari, Muh Setyawan mengatakan dengan terputusnya jalur jalan menuju arah Klaten, Jawa Tengah selama dua hari, kegiatan perekonomian warga terhambat. Karena dengan kondisi jalan yang tidak lagi bisa dilalui kendaraan bermotor warga yang akan bepergian baik tujuan Gedangsari, Wonosari maupun sebagian warga yang akan menuju Klaten dan Yogyakarta melalui Prambanan, Sleman harus melintas melalui jalur alternatif yang jaraknya cukup jauh selisih sekitar 57 kilometer. "Kami berharap mudahmudahan proses evakuasi dan pembersihan material longsor segera selesai dan jalan bisa difungsikan," katanya. Kegiatan membersihkan material longsoran bukit juga terkendala hujan hingga proses evakuasi terpaksa dihentikan dan ditunda untuk keesokan harinya. Selain lumpur bercampur tanah material longsoran juga terdiri dari batu-batu bukit berukuran besar dan juga pepohonan. Karena itu selain menggunakan alat berat pembersihan material longsoran juga menggunakan alat pemotong. “Kita tetap menyesuaikan dengan kondisi alam jika hujan deras terpaksa dihentikan,” terangnya. Di bagian lain Budiharjo SH MH juga mengingatkan kepada warga yang bermukim di daerah perbukitan untuk tetap meningkatkan kewaspadaan. Pada puncak penghujan akhir bulan ini sejumlah daerah terjadi hujan cukup deras dan berpotensi terhadap longsor dan banjir. Kewaspadaan perlu ditingkatkan dan jika berada di daerah rawan agar melakukan berbagai antisipasi mencegah terjadinya kor(Bmp)-d ban. MINAT WISATA MENINGKAT Uang Masuk Setahun Rp 30 Miliar WONOSARI (KR) - Meskipun pendapatan retribusi wisata ditargetkan sekitar Rp 7,5 miliar uang masuk Gunungkidul secara total bisa mencapai sekitar Rp 30 miliar. Peningkatan jumlah wisatawan tidak hanya meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pariwisata, belanja wisatawan bisa tiga atau empat kali lipat. "Sejak meningkatnya jumlah wisatawan transaksi perdagangan mengalami kenaikan tajam," kata Drs H Immawan Wahyudi MH, Wakil Bupati Gunungkidul, Senin (24/2). Dalam rangka menciptakan kondisi yang nyaman dan aman bagi wisatawan , pemerintah terus meningkatkan perbaikan sarana dan prasarana yang menunjang pelayanan pariwisata. Kemacetan arus lalu lintas menjadi perhatian serius dari pamerintah. Selain opsi membuat PiyunganSambipitu menjadi tiga jalur, gagasan untuk membangun terowongan Piyungan-Patuk tetap merupakan program yang diharapkan dapat segera terwujud. Pemerintah DIY dan Kabupaten sudah melakukan pembicaraan awal dengan China. "Sekarang ini masing menunggu pembicaraan lanjutan," ucapnya. Secara panjang lebar diungkapkan, arus lalu lintas menuju Wonosari di hari-hari biasa sudah cukup padat. Pada hari kunjungan wisata akan semakin padat. Sehingga segara dicari solusinya. Peran masyarakat untuk mendukung meningkatnya kunjungan wisata sangat diperlukan. Warga masyarakat diharapkan dapat memberikan pelayanan sebaik-baiknya. "Pelayanan yang baik merupakan iklan yang paling mudah dilakukan." ujarnya. (Ewi)-d KASDAM IV DIPONEGORO Penanaman Pohon Cegah Kerusakan Alam PONJONG (KR) - Pelaksanaan pembangunan selama ini selain berdampak positif juga menimbulkan hal negatif. Salah satunya berupa pencemaran lingkungan. Penerapan teknologi yang tidak ramah terhadap alam, bisa menyebabkan kerusakan yang berdampak menjadi banjir, erosi, berkurangnya kesuburan tanah dan lingkungan. "Kawasan hijau di Gunungkidul, penting guna menjaga keseimbangan sebagai paru-paru kota. Ancaman kerusakan alam, bisa dicegah dengan pelestarian penghijauan secara berkesinambungan dan menyeluruh," kata Kepala Staf Kodam (Kasdam) IV Diponegoro Brigjen TNI Ibnu Darmawan di acara pencanangan go green dan penanaman pohon di kompleks SMKN 1 Ponjong, Senin (24/2). Kegiatan dihadiri Wakil Bupati H Immawan Wahyudi MH, Dandim 0730 Letkol Arh Herman Toni, Kapolres AKBP Faried Zulkarnaen dan undangan. Dikatakan, pada kenyataannya dari tahun ke tahun pemanfaatan lahan meningkat dan menyebabkan pertanian semakin menyempit. Pelestarian penghijauan bukan semata-mata tanggung jawab pemerintah, tetapi seluruh lapisan masyarakat. “Pelaksanaan penghijauan di Gunungkidul ini juga merupakan tindak lanjut penanaman sejuta pohon,” jelasnya. Dandim 0730 Gunungki- dul Letkol Arh Herman Toni menambahkan, untuk Gunungkidul ditanam sebanyak 5.127 bibit pohon yakni mangga, akasia dan jati. Lokasi penanaman memang berdekatan dengan sekolah di Bedoyo, Ponjong. Pelaksanaan penghijauan untuk mencegah kerusakan alam. "Melalui penanaman pohon diharapkan bisa mencegah bencana banjir, longsor maupun kerusakan lingkungan." ucapnya. (Ded)-d KR-Dedy EW Kasdam menanam pohon di Bedoyo.
  4. 4. SELASA KLIWON 25 FEBRUARI 2014 (24 BAKDAMULUD 1947) BANTUL ÓKEDAULATAN RAKYATÓ HALAMAN 4 LATIHAN TERPADU PENGAMANAN PEMILU 2014 Bentrok Massa-Aparat di Stadion Sultan Agung BANTUL (KR) - Bentrok massa penolak dilaksanakannya Pemilu dengan petugas terjadi di Stadion Sultan Agung Bantul, Senin (24/2). Sejumlah orang terluka dalam bentrokan tersebut, dan petugas berhasil menahan beberapa orang yang diduga sebagai provokator. Kerusuhan mereda setelah ratusan personel Satuan Sabhara Polres Bantul dan Brimob Polda DIY datang ke lokasi kejadian. Situasi mencekam itulah yang terjadi, ketika petugas gabungan Polres Bantul dan Polda DIY menggelar latihan terpadu pengamanan Pe- milu 2014. Kepala Biro Operasional Polda DIY, Kombes Pol Mohamad Arief Pranoto MM usai acara mengungkapkan, simulasi pengamanan Pemilu tidak boleh main-main. Karena sukses tidaknya simulasi mencerminkan kesiapan anggota di lapangan nantinya. Dengan simulasi itu, diharapkan personel tidak bingung, jika menghadapi situasi kerusuhan sebenarnya. Sementara Kapolres Bantul, AKBP Surawan SIK mengungkapkan, dua tempat pemungutan suara (TPS) di Desa Panjangrejo, Keca- matan Pundong perlu mendapat prioritas pengamanan ketika pelaksanaan pemungutan suara mendatang. Di lokasi itu kata Surawan, letaknya sangat terpencil, sementara sinyal handphone, handy talky (HT) tidak mampu menembus wilayah itu. Khusus dua TPS itu, personel pengamanan dan pengawalan selama berlangsungnya pemungutan suara ditambah. Sedangkan dalam Pemilu mendatang, akan menerjunkan 991 personel selama masa kampanye dan ketika pencoblosan ditambah menjadi (Roy)-m 1.200 personel. KR-Sukro Riyadi Suasana keributan massa dan petugas dalam simulasi pengamanan Pemilu 2014. HARI INI KE JAKARTA SOAL RETRIBUSI PASAR Honorer K2 Tuntut Pengangkatan CPNS Pemkab Belum Berniat Gratiskan BANTUL (KR) - Guru Tidak Tetap (GTT) dan Pegawai Tidak Tetap (PTT) atau pegawai honorer K2 Kabupaten Bantul, yang masingmasing wilayah kecamatan diwakili 3 orang, Senin (24/2) audiensi ke DPRD Bantul, untuk menyampaikan permasalahan yang dihadapi GTT-PTT di Bantul. Menurut rencana, Selasa (25/2) ini dilanjutkan ke Jakarta untuk menemui Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara (PAN). Rombongan di DPRD Bantul kemarin diterima Komisi D, Sarinto SPdI dan Jupriyanto SSi, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Bantul, Drs Supriyanto MM, Kepala Dinas Pendidikan Menengah dan Non Formal (Dikmenof) Bantul, Drs Masharun MM serta pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Bantul, di ruang sidang paripurna DPRD Bantul. Sebanyak 60 personel yang mewakili sekitar 700 GTT-PTT yang tidak lulus seleksi tahun 2013 yang diketuai Subardi, kepada wakil rakyat di DPRD maupun pemerintah Bantul menyampaikan kekecewaannya. Ka- rena honorer K2 yang tidak lulus seleksi pada umumnya sudah mengabdi selama 15 sampai ada yang 32 tahun. Karena itu, honorer K2 yang jumlahnya masih sekitar 700 orang itu, bisa diperjuangkan, tahun 2014 ini secara bertahap bisa diangkat menjadi PNS. Juga meminta, agar BKD Bantul segera memproses honorer K2 yang sudah lulus seleksi. Jika ditemukan penyimpangan dalam proses pemberkasan, supaya yang bersangkutan dicoret dari kelulusan seleksi CPNS. Menanggapi keluhan dan tuntutan GTTPTT tersebut, Pemkab Bantul dalam hal ini diwakili Kepala BKD dan DPRD Bantul, serta kepengurusan PGRI akan mendampingi GTTPTT menemui Menteri PAN RI di Jakarta. Yang diharapkan Rabu (26/2) besok sudah sampai di Jakarta. Kepala BKD Bantul mengatakan, dirinya prihatin dengan kondisi honorer K2 yang sudah puluhan tahun berjuang, tetapi sampai sekarang belum diangkat menjadi CPNS. (Jdm)-m Lazis Ukuwah ’Launching’di Pandak BERANGKAT dari semangat melaksanakan agenda kegiatan Pimpinan Pusat Muhammadiyah di bidang sosial, Pimpinan Ranting Muhammadiyah Pandak Barat 1 akan meluncurkan Lembaga Zakat Infaq dan Shadaqah (Lazis) Ukhuwah. Lazis Ukhuwah berkhidmad dalam pemberdayaan dan pembangunan manusia, melalui tiga langkah strategis, yaitu Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat, Pengembangan Sumberdaya Insani dan Pelayanan Sosial Masyarakat. "Ketimpangan Sosial yang terjadi di masyarakat Bantul, khususnya di wilayah Caturharjo Pandak membuat kami memberanikan diri mendirikan lembaga Lazis ini. Dengan tujuan agar yang kaya bisa memberikan bantuan pada si miskin, dengan pengelolaan yang profesional," tegas Sutjipto, salah satu penasehat didampingi pengurus Lazis Ukhuwah di redaksi KR Jalan P Mangkubumi 40-42 Yogyakarta, Sabtu (22/2) lalu. Lazis Ukhuwah akan launching Minggu (2/3) pagi mendatang, di Kompleks Masjid Baiturrahman Tegallayang Caturharjo Pandak Bantul. Bersamaan dengan kegiatan tersebut juga akan dilaksanakan bakti sosial, antara lain pengobatan massal serta pembagian sembako dan pemberian (*-27)-m santunan bagi anak kurang mampu. KR-Yuwono Pengurus Lazis Ukhuwah audiensi di Redaksi KR. PERCEPAT PEMULIHAN PASCAHUJAN ABU 17 Kecamatan Dilengkapi Pompa Air BANTUL (KR) - Pemerintah Kabupaten Bantul lewat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul, berusaha mempercepat pemulihan pascahujan abu Gunung Kelud beberapa waktu lalu. Situasi ini harus segera dinormalkan, supaya aktivitas masyarakat tidak terganggu. Diakui atau tidak, hujan abu sempat melumpuhkan perekonomian masyarakat. Agar target tersebut tercapai, BPBD Bantul membagikan 17 pompa air berukuran besar, gergaji mesin, serta sejumlah peralatan kerja bakti. Hal tersebut dikatakan Kepala BPBD Bantul, Drs Dwi Daryanto MSi, Senin (24/2) di Bantul. Dwi mengungkapkan mesin penyedot air dan gergaji mesin yang dibagikan sesuai jumlah kecamatan di Bantul. Dengan adanya pompa tersebut diharapkan segera memulihkan situasi pascahujan abu. Barang-barang tersebut nantinya pengelolaannya akan diserahkan ke pihak kecamatan. Jika sewaktu-waktu masyarakat ingin memanfaatkan, bisa langsung berhubungan dengan petugas di kecamatan. Dijelaskan, sebenarnya pompa dan sejumlah perlengkapan tersebut akan diserahkan di kecamatan untuk menghadapi ketika ada bencana alam. "Ini momentumnya bersamaan dengan hujan abu, sebenarnya program ini sudah kami rencanakan sebelumnya. Dari jumlah mesin pompa tersebut diantaranya dari BPBD DIY 10, dan tujuh dari BPBD Bantul," tambah Dwi. Terpisah Kepala Seksi (Kasi) Operasi dan Jaringan Dinas Sumber Daya Air (SDA) Bantul, Yitno ST MT mengungkapkan, terkait dengan kerusakan jaringan irigasi akibat abu vulkanik (Roy)-m sejauh ini belum ada laporan. BANTUL (KR) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul melalui Dinas Pasar, belum berencana menggratiskan retribusi pasar bagi para pedagang yang berjualan. Jika tanpa retribusi justru membuat pedagang tidak beraturan karena tidak memiliki tanggung jawab. "Kalau retribusi pedagang pasar digratiskan, artinya mereka tidak memiliki tanggung jawab. Toh kita menerapkan retribusi sudah paling murah. Di antara kota/kabupaten se-DIY, Bantul sudah paling murah menerapkan retribusi pasar," papar Kepala Dinas Pasar, Herman Setiaji kepada KR, Senin (24/2). Beberapa waktu lalu para pejabat dinas pasar se kota/kabupaten di DIY, beberapa kali melakukan diskusi. Dalam diskusi tersebut tidak ada rencana untuk melakukan penggratisan retribusi pasar. "Saya malah belum dengar retribusi pasar digratiskan di DIY. Karena kami sering melakukan diskusi. Sepertinya rencana digratiskan masih lama, karena kalau digratiskan malah membuat pedagang kurang bertanggung jawab," ujarnya lagi. Terkait retribusi imbuh DIBUKA DEPO KULINER SERBA IKAN Tingkatkan Produksi Kelautan dan Perikanan FBANTUL (KR) - Depo warung kuliner serba ikan, dan pemasaran produksi kelautan dan perikanan yang menempati bekas kantor Dinas Kelautan dan Perikanan lama, di Jalan Dr Wahidin Sudirohusodo Bantul, Senin (24/2) diresmikan Bupati Bantul Hj Sri Surya Widati, dilanjutkan pengguntingan untaian bunga oleh Ketua DPRD Bantul, Tustiyani SH. Bupati Bantul mengatakan, berkembangnya usaha kelautan dan perikanan terutama penangkapan dan budidaya ikan di Bantul, berdampak pada peningkatan produksi ikan segar. Meningkatnya produksi tersebut, tentunya perlu diimbangi dengan upaya peningkatan pemasaran dan pengolahan ikan, sehingga hasil produksi tersebut dapat terserap oleh pasar. "Depo warung kuliner dan pemasaran produksi perikanan ini merupakan salah satu solusi untuk meningkatkan pemasaran produk-produk perikanan tersebut, sehingga memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi dan akan meningkatkan pendapatan pelaku usaha kelautan dan perikanan," kata Bupati Sri Surya Widati. KR-Judiman Tustiyani SH didampingi Hj Sri Surya Widati menggunting untaian bunga. Sementara Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Bantul, Ir Edy Machmud Hidayat melaporkan, usaha kelautan dan perikanan di Kabupaten Bantul telah berkembang. Saat ini jumlah kelompok pengolahan dan pemasaran (Poklahsar) ikan sebanyak 60 kelompok dan ada 470 pelaku usaha Poklahsar. Produk yang dihasilkan terdiri lebih dari 20 jenis olahan, meliputi jenis abon, krispi, nugget, kerupuk, minuman nata rumput laut dan lainnya. Selain itu produk perikanan nonpangan juga berkembang baik, meliputi kerajinan kulit ikan pari, kerajinan kerang dan ikan hias. Berbagai jenis produk tersebut telah dipasarkan ke seluruh Jawa, Sumatera, bahkan ke luar negeri. Depo warung kuliner menempati bekas kantor Dinas Kelautan dan Perikanan lama, yang direhab dengan dana alokasi khusus (DAK) Kabupaten Bantul anggaran 2013 dengan total dana sekitar Rp 60 juta. Untuk pengelolaannya diserahkan kepada Dharma Wanita Dinas Kelautan dan Perikanan Bantul, bekerjasama dengan asosiasi Poklahsar 'Projo Mino' dan asosiasi produk perikanan nonpangan 'Tirto Agung Se(Jdm)-m jahtera'. Hujan Angin Rusakkan Rumah BANTUL (KR) - Hujan deras disertai angin kencang merusakkan sejumlah bangunan di Jalan Imogiri Timur Tamanan Banguntapan Bantul, Senin (24/2) sore. Tidak ada korban jiwa dan luka dalam musibah itu, tetapi kerugian diperkirakan mencapai jutaan rupiah. Kerusakan didominasi atap rumah copot terbawa angin serta sejumlah pohon tumbang. Kesaksian Agus Budiarto (26) pengelola jasa cuci motor dan mobil, di Jalan Imogiri Timur Donoloyo Banguntapan Bantul mengungkapkan, sebelum angin kencang menerjang didahului hujan sangat deras. Sementara di tengah hujan yang tidak kunjung reda, dari timur berembus angin kencang. KR-Sukro Riyadi Warga berada di bawah atap seng yang roboh. Agus mengatakan, tiupan angin tersebut langsung melabrak atap seng dan langsung ambruk. Melihat tiupan dan hujan yang begitu mengerikan itu, sejumlah karyawannya langsung menghambur lari menyelamatkan diri. Menurutnya, meski tidak terlalu lama, tiupan angin itu membuat orang cemas. Akibat kejadian tersebut, Agus mengklaim, kerugian mencapai Rp 7 juta. Sementara Sukardi pemilik pusat jual beli kendaraan 'Kardi Motor', di Jalan Imogiri Timur Km 6 Nglebeng Tamanan Banguntapan Bantul mengungkapkan, hujan yang disertai angin terjadi singkat. Tetapi akibatnya sungguh di luar dugaan, asbes atap rumahnya lepas terbawa angin. Menurutnya angin berembus dari arah timur sangat kencang dan langsung menerjang (Roy)-m bangunan. Herman, retribusi pasar di Bantul paling besar yakni kios Rp 250/meter/hari. Adapun retribusi dibagi tiga, yakni kios Rp 250/meter/hari, los Rp 200/meter/hari dan los paling murah Rp 150/meter/hari. Adapun los yang retribusinya Rp 200/meter/hari hanya ada di pasar kelas satu yakni Pasar Imogiri, Pasar Niten, Pasar Piyungan dan Pasar Bantul. Sedangkan pasar kelas 2 menerapkan los yang retribusinya Rp 150/meter/hari seluruh pasar sisanya. Berdasarkan data seluruh pasar di Bantul ada 31 pasar. Terkait pasar tumpah, imbuh Herman, hingga saat ini telah dilakukan penataan. Pasar-pasar seperti Pasar Pleret dan Pasar Dlingo awalnya 50 persen lebih merupakan pedagang pasar tumpah. Terkait Kartu Identitas Pedagang (KIP), hingga saat ini, Dinas Pasar Bantul telah mengeluarkan sekitar 3.000 KIP bagi pedagang lama. "Ada tiga macam KIP, yakni KIP kios, KIP los dan KIP pelataran. Adapun teknisnya pedagang lama mendapatkan KIP kios dan KIP los, sedangkan pedagang baru mendapatkan KIP pelataran. Dari sekian ini KIP terbanyak yang dikeluarkan Dinas Pasar justru KIP los," urai(Aje)-m nya. KPU Tekankan Semangat Kerelawanan BANTUL (KR) - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bantul, menekankan semangat kerelawanan pada anggota Relawan Demokrasi (Relasi). Hal ini lantaran Relasi dituntut tanggap dan bekerja keras meski dengan honor yang sangat kecil. Komisioner KPU Bantul Divisi Sosialisasi, Titik Istiyawatun Khasanah SIP kepada KR, Senin (24/2) mengakui, program-program sosialisasi yang dilakukan Relasi KPU Bantul sudah cukup banyak dilakukan. Hanya saja program-program yang disosialisasikan memang tidak banyak terekspos, karena Relasi menyasar warga di luar segmen yang telah disosialisasi oleh KPU. Segmen- segmen tersebut di antaranya, segmen pemilih pemula, perempuan, difabel, kaum terpinggirkan. "Personel Relasi ada 25 orang dan wilayah mereka luas sekali 17 kecamatan se-Bantul, sehingga program-program sosialisasi mereka menyasar, misalnya ikut pada pertemuan PKK, rapatrapat pemuda dan sebagainya," ujar Titik. Adapun honor yang diterima Relasi perbulan Rp 350 ribu, meski demikian ditekankan pada mereka akan menumbuhkan se(Aje)-m mangat kerelawanan dan pelayanan masyarakat. Nilai Budaya, Unsur Pembentuk Perilaku BANTUL (KR) - Pembentukan karakter siswa tidak bisa dipisahkan dari pembelajaran kebudayaan Jawa, di lokasi sekolah tersebut berada. Karena dalam kebudayaan Jawa banyak nilai yang sesuai, jika diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Budaya Jawa mengandung banyak makna dalam upaya membangun pola perilaku dan budi pekerti. Dengan pertimbangan itu, SMA Pangudi Luhur Yogyakarta mengunjungi Rumah Budaya Tembi Sewon Bantul, Senin (24/2). Guru Bahasa Jawa SMA Pangudi Luhur Yogyakarta, Rita Heriwiyandani menjelaskan, budaya Jawa harus diberikan kepada anak-anak sebagai penerus bangsa. Karena tidak dipungkiri, pola perilaku seseorang sangat dipengaruhi seberapa jauh serapan dan pemahaman terhadap budaya itu sendiri. "Karena kita di Yogya, tentunya budaya Jawa harus dipahami. Itu kuncinya," ujar Rita. Seringkali ditemukan dalam pergaulan sehari-hari, perilaku seseorang jauh dari cermin nilai budaya Jawa. Artinya kata Rita, apapun alasannya mempelajari kebudayaan harus diberikan kepada anak-anak. Sejauh ini belum ada indikator generasi muda meninggalkan budaya Jawa. Tetapi yang perlu dilakukan adalah memperkenalkan budaya itu sendiri kepada (Roy)-m siswa.
  5. 5. SELASA KLIWON 25 FEBRUARI 2014 ( 24 BAKDAMULUD 1947 ) Perlu Pemurnian Padi Menor WATES (KR) - Padi Menor (Melati Menoreh) yang akan diusulkan ke Kementerian Pertanian menjadi salah satu padi varietas unggul masih harus menjalani pemurnian antara tiga sampai empat kali tanam. Salah satu kelebihan padi lokal asal Kulonprogo ini memiliki aroma wangi dibandingkan varietas padi unggul lainnya. Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian dan Kehutanan (Dispertahut) Kulonprogo, Tri Hidayatun dan Kepala Seksi Serealia Mardiyanto kepada KR, Senin (24/2). "Masih membutuhkan waktu panjang untuk mengusulkan padi Menor menjadi salah satu varietas unggul ke Kementerian Pertanian. Bulan Februari merupakan uji coba tanam kedua untuk pemurnian," kata Tri Hidayatun. Menurutnya, produktivitas uji coba tanam pertama yang dilakukan di wilayah Desa Banjararum, Kecamatan Kalibawang cukup menggembirakan. Namun masih harus melakukan pemurnian karena masih ada varietas lain. Mardiyanto menjelaskan dari uji coba tanam pertama padi Menor di Desa Banjararum, tingkat produktivitas hasil panennya cukup menggembirakan. Dari pengubinan panenan di bulan Januari lalu menghasilkan gabah kering panen (GKP) sebanyak 8,38 ton per hektare. Untuk penanaman uji coba kedua akan ditanam lagi pada pertengahan bulan Februari. Melalui pemurnian uji coba tanam beberapa kali dapat menentukan deskripsi padi Menor. Kendala yang dihadapi dalam uji coba pertama, katanya tanaman padi sempat terserang hama wereng dan tikus. Kedua hama penyakit tersebut dapat dikendalikan hingga dapat dipanen. "Kendala pada uji coba pertama ada serangan wereng dan tikus. Serangan hama penyakit dapat dikendalikan dengan tingkat produktivitas termasuk baik," tam(Ras)-b bahnya. Warga Minta Padat Karya Ditingkatkan LENDAH (KR) - Agar jumlah bangunan fisik terutama infrastruktur jalan yang berkualitas di Kulonprogo semakin banyak, warga berharap Pemkab menambah anggaran program padat karya. "Pertimbangan kami minta alokasi dana program padat karya ditambah, karena kualitas bangunan fisik yang dikerjakan rekanan kalah dengan hasil garapan masyarakat," kata Wagimin (51) warga Desa Tirtorahayu Kecamatan Galur, Senin (24/2). Permintaan tersebut juga disampaikannya saat mengikuti pertemuan dengan Ketua Komisi A DPRD DIY Ahmad Subangi di Balai Desa Bumirejo Lendah. Menurut Wagimin hasil proyek yang dikerjakan rekanan atau kontraktor tidak awet. "Contohnya pengerjaan cor blok yang digarap rekanan, baru beberapa bulan selesai kondisinya sudah rusak. Berbeda dengan hasil pengerjaan masyarakat melalui padat karya masih relatif bagus," katanya. Demi sebuah proyek pembangunan infrastruktur jalan tahan lama, maka program padat karya, swakelola dan sejenisnya harus terus dilanjutkan. "Bila perlu anggaran kegiatan tersebut ditambah. Dengan demikian kualitas jalan di desa-desa jadi lebih bagus dan tahan lama," tuturnya. Sementara salah satu Dukuh di Bumirejo Karto Cahyono menyampaikan keluhan tentang program Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) pengganti Jamkesmas. Di lapangan ternyata masih banyak warga miskin belum terkaver, termasuk warga rentan miskin yang sakit-sakitan juga tidak dapat jaminan sosial tersebut. Ironisnya dalam pendataan, dukuh sebagai ujung tombak di lapangan justru tidak pernah dilibatkan. "Tahu-tahu sudah muncul nama calon penerima, itu pun belum tentu sesuai kriteria. Akibatnya dukuh jadi sasaran protes warga. Mbok, kalau ada pelaksanaan program kami dikasih tahu, sehingga semuanya bisa berjalan lancar," harapnya.(Rul)-b KULONPROGO RETAKAN KECEME LONGSOR Jalan Lingkar Wisata Suroloyo Terputus SAMIGALUH (KR) - Retakan tanah lereng Puncak Suroloyo di Keceme, Desa Gerbosari longsor menyusul hujan yang turun di wilayah tersebut. Longsoran mengakibatkan kerusakan fasilitas jalan lingkar wisata, jaringan listrik dan jaringan pipa air bersih di kawasan retakan. Informasi yang dihimpun KR, Senin (24/2) menyebutkan longsor terjadi di dalam kawasan retakan tanah, Sabtu (22/2) malam. Lereng longsor di jalan lingkar wisata mengakibatkan ruas jalan ambles sekitar satu meter. Jalan tidak lagi bisa dilewati kendaraan bermotor, jaringan pipa air bersih terputus dan tiang listrik miring, bergeser dari posisinya. Satu sisi kabel listrik tertarik akibat pergeseran tiang listrik dan kabel di sisi lain kendor hampir menempel tanah. Karno seorang warga Keceme mengatakan, retakan tanah berada di serambi depan rumahnya. "Selain ruas jalan lingkar wisata di bawah rumah sudah longsor, retakan tanah dekat rumah kedalamannya mencapai sekitar dua meter," ujar Karno. Kepala Badan Penanggu- langan Bencana Daerah (BPBD) Kulonprogo Untung Waluyo yang ditemui KR di ruang kerjanya mengatakan, pihaknya bersama Tim Reaksi Cepat (TRC) terus melakukan pemantauan retakan tanah di Keceme. Menurutnya, BPBD sudah berkoordinasi dengan Satuan Kelembagaan Pemerintah Daerah (SKPD). Untuk menghindari jatuhnya korban jiwa, penghuni di dekat lokasi retakan tanah disarankan mengungsi ke rumah saudaranya yang aman. "Menghadapi kondisi alam seperti itu, BPBD sudah meminta keluarga Karno mengungsi ke rumah saudaranya yang aman. Jangan sampai jika terjadi longsor ada korban jiwa," kata Untung. Dijelaskan, dari hasil analisa Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Ke- GIRIMULYO (KR) - Bupati Kulonprogo dr Hasto Wardoyo bangga dengan manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wates dan Badan Amil Zakat Kecamatan (Bazcam) Girimulyo, Dinas Pendidikan serta Pemerintah Desa (Pemdes) Jatimulyo yang peduli, sehingga melaksanakan bedah rumah milik warga miskin, Kusirah (70) di Pedukuhan Kembang Desa Jatimulyo, Girimulyo. "Saya sangat bangga dengan dinas dan instansi serta masyarakat Pedukuhan Kembang yang ikhlas gotong royong bedah KR-Asrul Sani Sebelum ikut bedah rumah, Bupati dr Hasto berbincangbincang dengan Kusirah dan sejumlah ibu. pasien bahkan lebih," ujarnya, Senin (24/2). Hal ini karena untuk pasien pada PPK1 (Pelayanan Kesehatan Tingkat 1) yakni puskesmas, dokter keluarga, untuk pelayanan kasus kronis semua harus dirujuk dulu ke spesialis. Terkait apakah hanya diperiksa di PPK1 saja atau rumah sakit, ditentukan oleh spesialis. "Jadi peningkatannya itu. Dan terbanyak untuk kronis adalah syaraf dan penyakit dalam," kata Lies. Dijelaskan, secara keseluruhan di Kulonprogo peningkatan pasien terse- Namun pada saat-saat tertentu kesulitan untuk memenuhi seluruh kebutuhan beras dari produksi petani Kulonprogo. Seperti pendistribusian jatah raskin Januari di bulan Februari, harus mendatangkan dari luar daerah. "Sebagian besar produksi dari petani dari Kulonprogo. Tetapi belum bisa semua se- gunungapian (BPPTK), dalam waktu cepat atau lambat retakan tanah di Keceme berpotensi longsor. Dari hasil pemantauan di la- Rumah Kusirah Dibedah but tidak bermakna karena sudah diberlakukan Universal Coverage atau seluruh penduduk menjadi peserta program jaminan kesehatan sejak 2012 dengan Jamkesda, sehingga di BPJS tidak meningkat drastis. Namun untuk 2011 hingga 2012 meningkat drastis. "Saat ini Jamkesda masih tetap jalan. Karena yang belum terkaver dari BPJS akan dikaver oleh Jamkesda," katanya. Selain poli, pasien rawat inap kelas 3 juga meningkat, apabila bangsal habis maka bisa dinaikkan kelas 2, 1 atau (Wid)-e VIP. Petani Lokal Sulit Penuhi Jatah Raskin PENGASIH (KR) - Produksi beras dari para petani Kulonprogo belum dapat memenuhi kebutuhan beras miskin (raskin) jatah bulan Januari yang didistribusikan kepada sekitar 43.021 kepala keluarga (KK) Rumah Tangga Sasaran Penerima Manfaat (RTS-PM) di Kabupaten Kulonprogo. Hal tersebut terungkap dari pemantauan KR saat pendistribusian raskin bulan Januari oleh Bulog Divisi Regional (Divreg) DIY di Desa Margosari dan Desa Kedungsari, Senin (24/2). Terdapat pergantian sejumlah nama KK penerima raskin, meskipun kuota di tiap desa sama pada tahun 2013 lalu. Seusai kerja sama antara Pemkab Kulonprogo dengan Bulog Divre DIY yang ditandatangani pada awal Januari lalu, raskin yang didistribusikan untuk KK RTSPM adalah beras dari produksi petani Kulonprogo. KR-Agussutata Ruas jalan lingkar wisata Puncak Suroloyo yang terputus akibat retakan tanah dan longsor. DENGAN DANA CSR RSUD WATES Naik, Pasien BPJS Poliklinik RSUD WATES (KR) - Perkembangan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) kesehatan di RSUD Wates berjalan baik. Kenaikan pasien poliklinik mencapai 25 persen lebih. Meningkatnya pasien poli juga diikuti pasien rawat inap yang menyebabkan bangsal kelas 3 penuh. Hal itu dikatakan Direktur Utama RSUD Wates dr Lies Indriyati SpA. "Pasien poliklinik mengalami kenaikan hingga 25 persen dari sebelumnya. Kalau tahun 2013 rata-rata di poliklinik perhari 430 pasien menjadi 500 ÓKEDAULATAN RAKYATÓ HALAMAN 5 hingga masih harus mendatangkan beras dari luar daerah," tutur Dwi Haryanto, Petugas Pengawal (Gaswal) Raskin di Desa Kedungsari. Menurutnya, satu Gaswal mengawal pendistribusian raskin di satu desa. Untuk pendistribusian dan pembayaran dari RTM-PM berjalan lancar. Di Desa Kedungsari KR-Agussutata Sebagian raskin yang didistribusikan merupakan beras produksi petani Kulonprogo. didistribusikan beras 6,7 ton dengan total pembayaran sekitar Rp 10,7 juta. Penyedia Data Raskin yang juga Kepala Bagian Kesra Desa Kedungsari Iwan Santoso menjelaskan, penerima raskin warga di wilayahnya 448 KK. Dari hasil pencermatan data penerima raskin 2014 terdapat tujuh KK digantikan ahli waris karena meninggal. Sedangkan dua KK diganti orang lain karena tidak ada ahli waris yang dinilai layak menerima dan bukan warga Kedungsari. Pada saat menerima raskin 15 kg per KK, RTM-PM membayar lunas dengan harga Rp 1.600 per kg. "Pendistribusian berjalan lancar meski ada beberapa penerima raskin digantikan orang lain karena meninggal. Hanya terkadang terjadi kekeliruan dalam penghitungan menjadikan pendistribusian agak lama," tu(Ras)-b turnya. rumah. Hebatnya lagi warga tidak sekadar membantu tenaga tapi juga menggalang dana untuk pengadaan material dan sembako selama bedah rumah berlangsung," kata Bupati Hasto didampingi Wabup Drs Sutedjo saat mengikuti bedah rumah, Minggu (23/2). Dijelaskan, bedah rumah merupakan bagian dari kegiatan Gerakan Gotong Royong Rakyat Bersatu (Gentong Rembes) yang mengandung makna kaum mampu membantu rakyat miskin. Bantuan datang dari berbagai pihak, diantaranya dana corporate social responsibility (CSR) RSUD Wates sebanyak Rp 10 juta, Bazcam Girimulyo dan Dinas Pendidikan serta Pemdes Jatimulyo. Sebelum dibedah, sebagian rumah Kusirah yang sebatang kara ternyata sudah ambruk. Kondisi tersebut mengundang keprihatinan para penyumbang, sehingga mempercepat bedah (Rul)-e rumah. pangan, telah terjadi longsor di kawasan retakan tanah. Identifikasi besarnya kerugian akibat longsor masih menunggu kestabilan tanah. "Setelah tanah stabil baru dapat dilakukan identifikasi dan penanganan infrastruktur yang mengalami kerusakan," tambahnya. (Ras)-e Timnas Evaluasi Pemkab Kulonprogo WATES (KR) - Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (PPD) Pemkab Kulonprogo dievaluasi oleh Tim Nasional Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (EPPD). Tim yang diketuai Sukoco SH MSi bersama tujuh anggota diterima Wabup Drs H Sutedjo, Ketua DPRD H Ponimin Budi Hartono, serta Kepala SKPD di Gedung Kaca Wates, Senin (24/2). Dikatakan Ketua Tim Sukoco SH MSI, dalam rangka Laporan PPD 2012, maka tim akan melakukan pengamatan langsung di Kulonprogo meliputi fokus praktik satu atap (satu pintu), pelayanan kesehatan, pelayanan dan penyidikan umum. "Nantinya akan dipilih 10 besar kabupaten dan kota, serta 10 provinsi terbaik," katanya. Dipaparkan Wabup Sutedjo, perkembangan jalannya penyelenggaraan Pemkab Kulonprogo antara lain kondisi makro ekonomi relatif baik, ditandai peningkatan nilai PDRB Atas Dasar Harga Konstan Tahun 2000 sebesar Rp 1.869.338.000.000 pada tahun 2011 menjadi Rp 1.963.078.000.000 pada 2012. Selain itu laju pertumbuhan ekonomi dari 4,95 persen pada tahun 2011 meningkat menjadi 5,01 persen pada 2012, angka ini merupakan pertumbuhan tertinggi yang pernah dicapai lima tahun terakhir. "Akselerasi pertumbuhan ekonomi juga diikuti dengan perbaikan kondisi pendapatan masyarakat yang digambarkan dengan peningkatan PDRB perkapita pertahun sebesar 7,68 persen, dari sebesar Rp 9.910.472 pada tahun 2011 menjadi Rp. 10.671.984 pada tahun 2012. Perbaikan kondisi ekonomi tersebut juga dipengaruhi kumulatif inflasi sampai akhir tahun 2012 masuk dalam kategori rendah (di bawah dua digit) yaitu sebesar 3,39 persen, lebih rendah dibanding laju inflasi Kota Yogyakarta sebesar 4,31 persen dan Nasional 4,30 persen. "Sedangkan jumlah penduduk miskin berdasarkan data dari BPS tahun 2011 sebesar 23,62 persen turun menjadi 23,32 (Wid)-b persen tahun 2012," ujarnya.
  6. 6. SLEMAN SELASA KLIWON 25 FEBRUARI 2014 (24 BAKDAMULUD 1947) ÓKEDAULATAN RAKYATÓ HALAMAN 6 TERDAMPAK ABUVULKANIK Cabai Rawit Tembus Rp 60.000/Kg KR- Aditya Kurniawan Ny Yuni memilah cabai yang baik dan buruk. SLEMAN (KR) - Hujan abu vulkanik Gunung Kelud yang mengguyur DIY dan Jateng, berdampak pada tanaman cabai. Banyak tanaman cabai rawit di daerah Muntilan Jawa Tengah, mati. Kondisi demikian menyebabkan harga cabai disejumlah pasar tradisional di Sleman, naik hingga tembus Rp 60.000/Kg. Menurut Ny Yuni pedagang sayuran di pasar Godean, dirinya selalu kulak cabai dari daerah Muntilan. Sehingga untuk harga juga menyesuaikan dengan harga kulakan terkini di daerah tersebut. "Di Muntilan harga cabai sudah tinggi, jadi mau tidak mau harga jual juga ikut naik. Setahu saya, tanaman cabai di Muntilan banyak yang mati dan rusak akibat terjangan abu vulkanik," tuturnya kepada KR, Senin (24/2). Kini, dia menjual cabai rawit merah dengan harga Rp 60.000/Kg, rawit hijau Rp 30.000, keriting merah Rp 20.000 dan cabai keriting hijau Rp 12.000/Kg. Hal sama juga dialami pedagang sayuran di pasar Cebongan. Ny Sri menuturkan, cabai rawit merah kini dijual Rp 50.000/Kg, rawit hijau Rp 30.000, keriting merah Rp 15.000 dan keriting hijau Rp 12.000/Kg. "Karena sudah puluhan tahun saya kulak cabai dari Muntilan, jadi saya tetap ambil dari sana meskipun harganya mahal," ujarnya seraya menjelaskan naiknya cabai lantaran hujan abu yang merusak tanaman cabai di Muntilan. Namun untuk beberapa komoditas lain seperti sayuran saat ini masih stabil. Sementara itu, bagi Rudi Anton peta- SLEMAN TERDAPAT 76.188 PEMILIH PEMULA Rentan Jadi Objek Mobilisasi Parpol SLEMAN (KR) - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sleman mencatat, dari 777.068 yang masuk dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT), 10 persen atau 76.188 diantaranya merupakan pemilih pemula. Dari jumlah tersebut 80 persen berasal dari kalangan pelajar. Besarnya jumlah pemilih pemula tersebut menurut anggota KPU Sleman Divisi Sosialisasi dan Pendidikan Pemilih Indah Sri Wulandari, sangat rentan dijadikan objek mobilisasi dari partai politik (Parpol). Sebab, sebagian dari mereka baru pertama kali mencoblos dan cenderung ikut-ikutan memilih berdasarkan pilihan orang terdekat. Seperti orangtua, saudara bahkan teman. "Para pemilih pemula ini benar-benar harus diperhatikan. Sebab angkanya sangat besar dan setara dengan 8-10 kursi di DPRD. Jika dibiarkan, tidak menutup kemungkinan mereka akan dijadikan objek dari peserta pemilu," kata Indah kepada KR, Senin (24/2). Menurutnya, KPU Sleman sebelumnya telah menggandeng pemilih pemula melalui Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) tentang pelak- sanaan Pemilu dan imbauan agar tidak golput. Pembekalan juga sudah diberikan agar mereka mampu menjadi pemilih yang cerdas dan kritis. Para pengurus OSIS yang telah mendapatkan bekal tentang Pemilu dari KPU diharapkan bisa menularkan ilmunya kepada teman-teman di sekolah. Baik itu adik ataupun kakak kelas mereka. Selain menggandeng sekolah, KPU Sleman juga telah bekerjasama dengan Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) dalam hal pengawasan terkait sosialisasi Pemilu di sekolahsekolah. Bahkan pihak Disdikpora Sleman telah mengeluarkan imbauan kepada sekolah jenjang menengah keatas untuk melakukan sosialisasi Pemilu. Dinas juga akan melakukan pengawasan terhadap sekolah-sekolah mana saja yang belum melaksanakan sosialisasi. "Jika ada sekolah yang ingin melakukan sosialisasi Pemilu dan berniat mengundang KPU, kami siap sebagai narasumber. Sebab dengan sosialisasi yang telah kami berikan kepada pengurus dan pembina OSIS beberapa waktu lalu, diharapkan mereka bisa menjadi agen sosialisasi Pemilu di sekolahnya masing-ma(Awh)-a sing," jelas Indah. ni cabai dari Desa Sidokarto Kecamatan Godean, hujan abu tidak mempengaruhi kondisi tanaman cabai miliknya. "Sebenarnya tanaman cabai sama dengan tanaman lain, hanya saja pola tanamnya berbeda," katanya sembari menunjukkan tanaman cabai rawit dan keriting yang ditanam di lahan seluas 4.000 meter persegi tersebut. Dijelaskan, pola tanam itu terletak pada tanah sebagai media. Disitu, sampah-sampah organik beserta pupuk ditimbun dengan tanah. Sehingga mampu menghasilkan tanah yang gembur dan subur. "Saya sudah menerapkan pola ini selama 5 tahun. Hasilnya, tanaman cabai ini mampu dipanen hingga 25 kali. Padahal yang lain cuma sampai 15 kali panen," jelas Rudi. (*-1)-a Hari Ini, Sekbang Dimulai SLEMAN (KR) - Sekolah Penerbangan (Sekbang), Selasa (25/2) hari ini mulai melakukan beroperasi. Semua persiapan sudah dilakukan untuk mengoperasionalkan pesawat-pesawat yang ada setelah hujan abu vulkanik. Komandan Lanud Adisutjipto Marsma TNI Agus Munandar SE berpesan, sebelum dilaksanakan penerbangan yakinkan dahulu semua fungsi pesawat dapat berjalan dengan baik. Jika perlu dilakukan pembersihan sampai benar-benar bersih. "Sebelum diterbangkan, harus dicek semua dan harus dalam kondisi bagus. Saya minta anggota yang terkait dapat bekerja secara maksimal mendukung penerbangan ini," kata Agus, Senin (24/2) di Lanud Adisutjipto. Pihaknya mengucapkan terima kasih kepada seluruh anggota yang telah bekerja keras siang dan malam membersihkan Lanud Adisutjipto dari Abu vulkanik Kelud. Sehingga Lanud Adisutjipto bisa dioperasikan kembali. Sedangkan Kepala Dinas Logistik Lanud Adisutjipto Kol Kal Suryanto mengatakan, sekarang ini semua pesawat sudah siap dioperasionalkan. Di depan hangar maupun selter pesawat bravo, kemarin dilakukan penyemprotan. "Kami sudah siap mengoperasionalkan pesawat-pesawat yang ada. Saya (Sni)-a yakinkan fasilitas 100% sudah siap," tegasnya. DIDUGA TERCEMAR ZAT BESI PASCAHUJAN ABU VULKANIK Air Sumur Warga Kuwang Tak Layak Konsumsi Pemeliharaan Drainase Butuh Rp 1,2 M SLEMAN (KR) - Belasan sumur warga di Dusun Kuwang Argomulyo Cangkringan, tak layak konsumsi karena mengandung zat besi. Kondisi demikian menyebabkan warga harus ngangsu untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari terutama untuk minum dan memasak. "Sedikitnya ada sekitar 15 sumur milik warga kami yang kondisi airnya tak layak dikonsumsi. Air sumur tersebut diduga mengandung zat besi cukup tinggi. Terutama sumur yang berada di wilayah RT 4 dan 5 yang berdekatan dengan Kali Tepus," ka- ta Kepala Dukuh Kuwang Argomulyo, Yusafat kepada KR, Senin (24/2). Diakui, perubahan air sumur tersebut sebenarnya sudah terjadi sejak beberapa waktu lalu. Sedangkan air sumur yang dinilai membahayakan tersebut secara otomatis tak pernah dipergunakan lagi atau mangkrak. Warga takut menggunakan air sumur tersebut karena dikhawatirkan berdampak buruk bagi kesehatan. Sebab selain bau besinya sangat menyengat dan jika ditampung dalam bak muncul endapan berwarna kuning me- nyerupai karat. "Mereka menggunakan air sumur tersebut hanya untuk mencuci dan mandi. Sedangkan untuk minum dan memasak mengambil dari sumur milik warga lain yang dinilai aman," katanya. Warga sangat berharap jaringan air menuju huntap Kuwang segera dapat selesai. Sebab jaringan air yang dibangun dari dusun Bakalan hingga kini belum mengalir airnya. Sedangkan selama ini belum ada solusi lain untuk menyuplai kebutuhan air (R-1)-a bagi belasan KK tersebut. Kebutuhan dan Kuota Gas Elpiji Tak Imbang SLEMAN (KR) - Kurangnya ketersediaan gas elpiji ukuran 3 Kg di pasaran dikarenakan perbandingan antara kebutuhan dan kuota tak seimbang. Permintaan gas elpiji 3 Kg di Sleman sebesar 9, 305 juta tabung, namun kuota tahun ini hanya 8,73 juta tabung. Selain itu juga banyak warga yang semula menggunakan gas elpiji 12 Kg beralih ke 3 Kg. Kasi Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral Dinas Sumber Daya Air dan Mineral Ir Purwoko Surjatmanto mengatakan, realisasi distribusi gas elpiji 3 Kg di Sleman tahun 2013 sebanyak 8,075 juta tabung. Kuota tahun ini hanya mengalami peningkatan 8 persen dari re- alisasi tahun kemarin. "Padahal kami mengajukan kuota sebanyak 9,305 juta tabung atau naik 15 persen dari tahun kemarin. Tapi hanya disetujui 8 persen saja untuk kuota tahun ini," kata Purwoko kepada KR, Senin (24/2) di kantornya. Dengan tidak seimbangnya antara kuota dan permintaan menjadi salah satu penyebab kurangnya ketersediaan gas elpiji 3 Kg. Selain itu rencana kenaikan gas elpiji 12 Kg membuat masyarakat memilih menggunakan 3 Kg. "Selisihnya memang cukup banyak karena elpiji 3 Kg bersubsidi dan dipe- Posko Peduli 'Saka Bhayangkara' KR - Wahyu Priyanti Kapolsek Depok Timur menerima bantuan dari masyarakat. SLEMAN (KR) - Polsek Depok Timur membuka posko peduli tanggap bencana 'Saka Bhayangkara Depok'. Posko ini sebagai salah satu implementasi tugas-tugas kepolisian dalam pencegahan dan penanggulangan bencana. Salah satunya kepedulian terhadap bencana erupsi Gunung Kelud. Kepedulian masyarakat pun mulai mengalir untuk para korban erupsi Kelud melalui posko Saka Bhayangkara Depok. Salah satunya bantuan makanan yang diberikan Saka Bhayangkara Pakem. Kamabisaka Bhayangkara Depok, Kompol Andreas Deddy Wijaya SIK yang menerima langsung bantuan, menyambut baik peran serta Saka Bhayangkara Pakem. Kompol Andreas berharap, peran serta masyarakat lain dalam memberikan bantuan kepada korban erupsi Gunung Kelud. Bantuan tersebut akan disalurkan kepada korban erupsi Gunung Kelud. "Pemberian bantuan merupakan kegiatan sosial yang sangat positif sebagai bentuk kepedulian serta saling tolong menolong terhadap sesama," jelasnya, Senin (24/2) di Mapolsek (Ayu)-a Depok Timur. runtukkan bagi masyarakat yang tidak mampu, serta usaha mikro. Tapi sekarang ini orang menengah ke atas juga menggunakan 3 Kg," jelasnya. Dengan kurangnya ketersediaan gas elpiji 3 Kg ini, pihaknya akan mengajukan penambahan kuota agar menjadi 9,305 juta tabung. Untuk mengatasi kurangnya terpaksa pasokan diambilkan dari distribusi bulan yang akan datang. "Kuota bulan depan, sebagian akan kami ambil untuk memenuhi kebutuhan bulan ini. Hal itu juga berlaku bulan berikutnya. Kemudian nanti kami akan mengajukan kuota tambahan ke Kementerian ESDM," katanya. (Sni)-a Pengajian Bersama Anak Yatim di Kalasan KALASAN (KR) - Memperingati HUT ke-65 Drs Slamet Riyanto, serta ulang tahun pernikahan ke-35 dengan Hj Sri Rahayu, diadakan pengajian bersama anak yatim piyatu dan duafa Muhammadiyah Prambanan-Kalasan, di Dusun Temanggal Purwomartani Kalasan, Minggu (23/2). Dalam kesempatan itu juga diserahkan bantuan berupa sembako dan sejumlah uang, kepada anak-anak panti asuhan Pimpinan H Murmadi AR. Pengajian disampaikan Prof Dr Taufiq Ahmad Daldiri dari UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, dihadiri tokoh-tokoh Muhammadiyah Kecamatan Kalasan. Dalam tausiahnya, Taufiq Ahmad Daldiri berpesan, agar H Slamet Riyanto bisa mensyukuri nikmat umur panjang dan bisa memanfaatkan sisa waktu selama masih hidup. Disamping terus berbuat amal saleh dalam kebaikan. "Kami berpesan agar kita semua bisa menjaga keutuhan keluarga, dan menjadikan keluarga muslim yang diridoi Allah SWT," katanya. Pada pagi harinya di desa setempat diadakan mancing (Isw)-a bersama. KR-Iswantoro Prof Dr Taufiq Ahmad Daldiri serahkan bantuan kepada anak yatim piyatu disaksikan Drs H Salemt Riyanto. KR-Saifullah Nur Ichwan Beberapa kantong bagor berisi abu vulkanik yang masih di pinggir Jalan Magelang. SLEMAN (KR) - Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan (DPUP) Kabupaten Sleman akan mengajukan dana untuk pemeliharaan drainase Rp 1, 2 miliar pascahujan abu vulkanik. Jika tidak dilakukan pemeliharaan diperkirakan rawan banjir karena terjadi pendangkalan. Kasi Drainase DPUP Sleman Zaini Anwar ST MT mengatakan, tiap tahun DPUP selalu mengajukan anggaran pemeliharaan drainase sebesar Rp 500 juta. Rencananya tahun depan akan mengajukan pemeliharaan drainase dua kali lipat dari biasanya, yaitu Rp 1, 2 miliar. "Kalau diajukan di APBD perubahan, waktunya sangat mepet dan dikhawatirkan tidak terserap. Makanya pengajuannya tahun depan saja," kata Zaini kepada KR, Senin (24/2) di ruang kerjanya. Menurutnya, pascahujan abu vulkanik ini membuat sedimen drainase meningkat yang berakibat terjadi pendangkalan. Kondisi tersebut sangat rawan terjadinya banjir kare- na drainase tidak mampu menampung air yang masuk. "Sekarang ini belum semua sisa abu vulkanik masuk ke drainase, tapi sudah ada yang menjadi sedimen. Semakin sering turun hujan, sedimen di saluran drainase akan bertambah," katanya. Diakui, sejak terjadi hujan abu vulkanik, masyarakat sudah melakukan pembersihan. Abu vulkanik dikumpulkan dan dimasukkan ke dalam karung. Kemudian DPUP mengambil abu vulkanik tersebut. "Kalau kemarin tidak dibersihkan, bisa menyebabkan penyumbatan di saluran drainase. Sedangkan abu vulkanik yang sudah dimasukkan karung kami manfaatkan untuk ngurug," ujarnya. Sekarang ini memang masih ada beberapa karung berisi abu vulkanik belum diambil petugas. Namun jumlahnya tidak terlalu banyak. "Kalau pun ada yang belum diambil, hanya beberapa titik saja dan tidak banyak. Tapi nanti akan kami ambil supaya bersih (Sni)-a tidak ada abu lagi," pungkasnya. Rumus Kaya Jadi Pengusaha UNTUK menjadi seorang pengusaha sukses tak bisa hanya asal-asalan. Jika ingin menjadi pengusaha sukses, Management Coach Yogyakarta akan menyelenggarakan Seminar Cerdas Resolusi Bisnis 2014 bertajuk 'Jalur Cepat Jadi Pengusaha Sukses' di Hotel Amaris Jalan Pangeran Diponegoro No 87 Yogyakarta, Kamis (27/2) mulai pukul 16.30. Panitia seminar, Septi Wulandari menjelaskan, seminar akan membahas rumus kaya menjadi seorang pengusaha. Misalnya, cara membuat perencanaan bisnis, blue print usaha, membuat standar operasi prosedur, mengembangkan usaha melalui franchise, mitra, cabang dan sebagainya. "Masih banyak yang akan dibahas, termasuk akan dipaparkan bagaimana menyiapkan strategi untuk bisnis dalam menghadapi persaingan yang kian ketat. Cara membuat rencana usaha 1 tahun ke depan, dan lain-lain," kata Septi Wulandari, Senin (24/2). Ditambahkan Septi, pembicara yang ditampilkan Ahmad Hidayat pemilik brand Iga Bakar Jogja, pengusaha beberapa resto, Coach Certified TOT James Gwee dan Member International Caoch Federation. "Tiket seminar hanya Rp 100 ribu/peserta, on the spot Rp 200 ribu/peserta. Tiket bisa dibeli di bagian Promosi SKH Kedaulatan Rakyat Jalan Pangeran Mangkubumi, Gramedia Sudirman, Hotel Amaris Yogya, Radio Sindo Trijaya, Toko Tas Fandi Jl Mataram atau transfer Rek BCA 4451070074 atas nama Navi Ananda Utama. Ada diskon 10% bagi (*-2)-a yang transfer," pungkas Septi.
  7. 7. HALAMAN 7 SELASA KLIWON 25 FEBRUARI 2014 (24 BAKDAMULUD 1947) TOLAK PENDIRIAN PABRIK SEMEN Warga Gelar Aksi Kubur Diri KR-Cuk Conk Narasipati Prosesi kubur diri menolak rencana pendirian pabrik semen di Desa Brati Kecamatan Kayen. Abu Kelud . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . Sambungan hal 1 (Badan Nasional Penanggulangan Bencana), tapi yang aman dari penyimpangan. Kami menginginkan dana itu sudah ada pada APBD Perubahan 2014," jelasnya. Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD DIY Prasetyo Budi Laksono mengungkapkan, keberadaan ratusan ribu kantong berisi abu Gunung Kelud di lapangan parkir GOR Among Raga Jalan Kenari Yogyakarta, mulai diminati sejumlah warga untuk berbagai keperluan. BPBD DIY telah menerima pesanan, baik via telepon maupun langsung. "Kami sudah ditembusi beberapa warga. Mereka menginginkan abu tersebut untuk pupuk, bangunan dan kerajinan. Atas permintaan itu, akan kami atur agar pengambilan tertib. Tujuannya untuk menjaga kondisi lapangan parkir agar tidak rusak," terangnya. Masyarakat mengeluhkan lambannya pemerintah daerah dalam mengangkut abu vulkanik yang sudah mereka kumpulkan di tepi jalan. Menurut Ketua RW 02 Dipowinatan Mergangsan, M Wahyu Sugianto, warga selalu diminta melakukan kerja bakti pembersihan abu vulkanik. Namun giliran abu sudah dibersihkan, ternyata tak kunjung diangkut oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta. "Bagaimana kampung bisa bersih kalau kantong abu itu tidak juga diangkut. Padahal warga kami sudah banting tenaga untuk kerja bakti," tandasnya. Kepala BPBD Kota Yogyakarta Agus Winarto mengakui, pascatanggap darurat masih banyak kantong abu yang belum terangkut. Diperkirakan hingga kini baru sekitar 60 persen yang sudah diangkut. Pengangkutan abu vulkanik terkendala armada dan tenaga yang terbatas. Karena itu, Agus meminta masing-masing camat agar menjalin komunikasi dengan pihak swasta. (Bro/Ria/*-2/R-9)-d Halus, . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . Sambungan hal 1 Penelitian itu sebagai rangkaian UMY Peduli Bencana Abu Gunung Kelud yang dilaksanakan sejak Selasa (18/2) hingga Maret 2014. Gunawan tidak sedang asal bicara. Namun dampak positif dari abu vulkanik itu diketahui setelah melakukan penelitian terhadap abu vulkanik dari letusan Gunung Merapi 2010. Sehingga, riwayat hasil penelitian Gunung Merapi itu akan diulangi lagi pada abu vulkanik dari letusan Gunung Kelud. "Perbedaannya hanya satu, abu Gunung Kelud itu lebih halus ukurannya dibanding abu Merapi. Abu Gunung Kelud itu ukuran halusnya seperti lempung atau clay dengan diameter di bawah 0,002 milimeter," ungkapnya. Abu Gunung Kelud menjadi lebih halus karena ia menempuh jarak yang lebih jauh, yaitu sekitar 200 kilometer lebih. Dengan tebaran jauh itu, kandungan pasir tidak ikut terbawa angin. "Abu yang lebih halus itu lebih mudah untuk mengikat air. Dengan begitu, waktu yang dibutuhkan untuk pengolahannya menjadi pupuk tanaman dan bahan untuk memperbaiki sifat tanah akan lebih singkat. Karena sudah berpisah dengan material lain seperti pasir," ujarnya. Lembab Untuk penelitian abu vulkanik dari letusan Gunung Kelud, menurut Gunawan terlebih dahulu akan diteliti mengenai sebaran abunya, sifat-sifat fisika tentang teksturnya atau distribusi diameter partikel tanahnya, kemam- puannya untuk menyimpan air dan mengukur pH atau tingkat keasamannya. "Apakah pH-nya sekitar 7 atau tidak. Sebab kemarin kita ukur pH-nya sekitar 5,5, artinya itu tidak mengganggu tanaman. Jadi kami juga berharap, abu dari Kelud ini juga bisa dimanfaatkan untuk hal-hal yang berguna," paparnya. Hal lain yang juga menjadi kelebihan dari abu Kelud ini yaitu lebih lembab, karena dia bersifat higroskopis atau mudah menyerap kelembaban lingkungan. Selain itu, kandungan mineralnya juga banyak besinya dan kadar air yang dikandungnya dalam kondisi kering bisa mencapai 810%. "Ini artinya, abu Kelud bisa dimanfaatkan untuk menyuburkan tanah dan pertanian. Abu Kelud ini juga memiliki kandungan Fe (besi), Mn (mangan), Si (silikat), Al (aluminium), Ca (kalsium), K (kalium) dan P (fosfor). Jadi abu ini kalau sudah menjadi pupuk, bisa menjadi cadangan jangka panjang. Dan rencananya, kami juga akan menjadikan abu Kelud ini sebagai bahan penelitian untuk pembuatan pupuk pelet," ujarnya. Penelitian yang dilakukan sejak Senin (17/2) ini melibatkan 14 tim, yang terdiri Pertanian, Teknik Sipil dan Teknik Mesin. Sementara untuk sampel abu Gunung Kelud diambil khusus dari atas genteng dengan berat jenis 2,8 gram/cm3. Dan penelitian ini kemungkinan juga akan memakan waktu sekitar 2,5 tahun, karena juga melibatkan penelitian dalam bidang Teknik Sipil dan Teknik Mesin. (Fsy)-d PATI (KR) - Perjuangan sebagian warga masyarakat yang bermukim di lereng Pegunungan Kendeng Pati Selatan untuk menentang rencana pendirian pabrik semen terus dilakukan. Hingga Senin (24/2), warga tetap menolak rencana pendirian pabrik semen sampai memunculkan adegan dua warga Desa Brati Kecamatan Kayen melakukan aksi nekat kubur diri. Ratusan warga Desa Brati dan puluhan orang dari desa lain menyaksikan adegan prosesi kubur diri hidup-hidup. Sebelumnya, warga setempat sempat mengekspresikan sikap penolakan rencana pendirian pabrik semen dengan cara menempelkan aneka tulisan di dinding rumah rumah warga. Prosesi aksi kubur diri hidup-hidup diawali dengan perjalanan warga dari Pegunungan Kendeng. Mereka menuju Lapangan Desa Brati sambil membawa poster aneka ukuran. Sejenak kemudian muncul dua pemuda Desa Brati yang melepas baju dan kemudian masuk ke da- PPP . . . . . . . . . . . . . . . . . Sambungan hal 1 masyarakat Indonesia yang bertakwa kepada Allah SWT. Untuk mewujudkan visi tersebut PPP telah menetapkan lima misi. Pertama, menjalin persaudaraan antarumat Islam (Ukhuwah Islamiyah), menjalin persaudaraan antarsesama manusia (Ukhuwah Insaniyah), menjalin persaudaraan sebangsa setanah air (Ukhuwah Wathaniyah), musyawarah mufakat dan tertinggi adalah terciptanya negeri yang baldatun thoyibatun wa robbun ghofurun. Dalam memperjuangkan aspirasi umat, PPP berpedoman pada enam prinsip utama. Yaitu ibadah, amar ma'ruf nahi munkar, kebenaran kejujuran keadilan, musyawarah, persamaan kebersamaan persatuan dan istiqomah. "Keenam prinsip itu menjadi kekuatan PPP dalam memperjuangkan aspirasi umat," katanya. (*-5/Mus)-d Pembangunan . . . . . . . . Sambungan hal 1 "Juli atau Agustus ini, pengadaan tanah diharapkan dapat terselesaikan. Tapi semua tergantung keadaan di lapangan. Meski begitu operasional bandara akan dipakai 2017," katanya. (Wid)-d Catherine . . . . . . . . . . . . . Sambungan hal 1 Ditanya hubungannya dengan Wawan, Keket mengaku tidak mempunyai hubungan khusus. "Tak ada hubungan spesial," katanya. Terkait kasus TPPU Wawan, KPK sudah memeriksa sejumlah saksi termasuk dari kalangan artis. Artis yang sudah diperiksa adalah Jennifer Dunn dan Rebecca karena diduga menjadi pihak yang turut menerima aliran uang dari Wawan. Pemeriksaan terhadap Rebecca Reijman pada Kamis (20/2). Saat keluar dari pemeriksaan penyanyi blasteran IndonesiaBelanda itu membantah terkait dengan kasus Wawan. "Saya sudah klarifikasi ke KPK, saya tidak ada terkait sama kasus ini, terima kasih," tuturnya. Sebelumnya KPK juga memeriksa bintang sinetron Jennifer Dunn pada Jumat (14/2) untuk mengklarifikasi penyitaan mobil Toyota Alphard Vellfire warna putih bernomor polisi B 510 JDC milik Jennifer. Mobil tersebut adalah pemberian Wawan kepada Jennifer agar mau bergabung dalam rumah produksi milik Wawan. (Ful)-e Dompet . . . . . . . . . . . Sambungan hal 1 maupun berkelompok untuk menghadapi konsekuensi dari adanya kejadian bencana. Lihatlah bagaimana informasi mengenai cara membersihkan abu vulkanik dan cara menggunakan masker yang tepat untuk melindungi dari pekatnya abu menjadi informasi berantai yang banyak ditemukan di sosial media belakangan ini. Pusat kajian kebencanaan juga secara aktif merespons bencana ini dengan melakukan penilaian cepat atas dampak abu vulkanik ini pada sektor pertanian, transportasi, kesehatan, perekonomian dan cagar budaya. Semua perilaku aktif dan dinamis yang dilakukan baik oleh individu maupun institusi yang tidak tinggal diam atas kondisi yang dihadapinya menjadi indikasi adanya pembentukan kapasitas individu yang pada akhirnya membentuk ketahanan masyarakat pada bencana. Dimensi terakhir adalah kemampuan beradaptasi. Adaptasi pada kondisi baru pascabencana bukanlah sebuah persoalan yang sederhana bagi setiap individu atau masyarakat. Meskipun jalan-jalan penuh debu dan banyak kegiatan yang dialihkan di dalam ruangan, tetapi tidak tampak adanya kekecewaan atau kemarahan dari masyarakat. Sikap menerima atas kondisi ini dengan terus semangat bekerja justru menunjukkan kemampuan masyarakat Yogyakarta dalam beradaptasi. Kemampuan ini kemudian memengaruhi bagaimana masyarakat merespons efek negatif dari suatu peristiwa bencana yang sekaligus juga menjadi mekanisme dalam memfasilitasi ketangguhan terhadap bencana. Apabila masyarakat bereaksi secara emosional terhadap datangnya bencana tanpa berusaha mengatasi masalah, maka kerentanan dalam kehidupan bermasyarakat justru akan meningkat. Setiap bencana adalah anugerah apabila kita menyikapinya dengan penuh hikmah dan bijaksana. (Penulis adalah Staf Ahli di Pusat Studi Bencana UGM dan Dosen di Jurusan Manajemen dan Kebijakan Publik, Fisipol, UGM)-d SOAL CAWAPRES Prabowo Tunggu Hasil Pileg PURWOKERTO (KR) - Calon wakil presiden (cawapres) dari Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) untuk mendampingi calon presiden (capres) Prabowo Subianto akan ditentukan setelah hasil Pemilihan Legislatif. "Untuk menentukan Cawapres dari Partai Gerindra itu nanti setelah Pemilu legislatif. Kita masih melihat nanti dukungan rakyat. Partai Gerindra baru bisa menentukan apakah bisa mengusung pasangan capres dan cawapres sendiri atau harus berkoalisi dengan partai lain," kata Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto usai memberikan kuliah umum dalam Silaturahmi Nasional BEM Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) di Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), Senin (24/2). Ketika ditanya kemungkinan untuk berpasangan dengan Ketua PP Muhammadiyah, Din Syamsuddin, Prabowo mengatakan masih dipertimbangkan oleh kalangan partainya. Din Syamsuddin itu tokoh bangsa dan semua kalangan akan mempertimbangkan dan Gerindra sangat terbuka. "Partai ini bukan milik saya, jadi saya memperhitungkan segala pertimbangan yang terbaik untuk kepentingan bangsa," ungkapnya. Berkaitan adanya lawan politik lain, Prabowo menganggap lawan politik dari partai lain jangan dianggap lawan. Partai politik lain merupakan saudara serta kawan seperjuangan yang harus diajak bersama-sama menjawab persoalan bangsa. Prabowo menegaskan, kunci menghadapi persoalan yang ada di Indonesia adalah dengan melakukan perbaikan. Salah satu di antaranya dengan menghentikan kebocoran anggaran. "Sudah terlalu banyak kekayaan bangsa yang bocor. Untuk itu harus dihentikan kebocoran, kemudian baru menuju kesejahteraan selanjutnya menciptakan pemerintah yang bersih dan kuat," jelasnya. (Dri)-b Apa Dampak Abu Vulkanik bila Masuk Sumur? KEPADA Dinas Kesehatan DIY. Mohon informasi apakah ada dampak negatif abu vulkanik bila masuk dalam sumur terbuka bagi kesehatan? Mohon diadakan penelitian karena di Yogyakarta masih banyak sumur tanah dalam keadaan terbuka terutama di desa-desa. +6257812XXXXX Masyarakat . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . Sambungan hal 1 anggota masyarakat untuk segera memulihkan kondisi Yogya menjadi nyaman. Menghadapi bencana ini, tanpa disadari masyarakat Yogyakarta sedang bergerak menuju masyarakat tangguh bencana. Kemampuan masyarakat untuk bangkit kembali dan memulihkan kondisi dengan menggunakan sumber dayanya sendiri adalah tingkat pertama dari masyarakat tangguh bencana. Banyaknya kerja bakti yang dilakukan secara serentak di berbagai sudut-sudut perkampungan, perumahan, sekolah dan kampus telah menunjukkan rasa bermasyarakat yang tinggi dari berbagai komponen masyarakat. Munculnya rasa bermasyarakat ini dapat dimaknai sebagai adanya perasaan memiliki dan keterikatan terhadap orang-orang dan lokasi tempat suatu bencana terjadi. Rasa tersebut kemudian dimanifestasikan dalam keterlibatan individu pada upaya tanggap bencana dengan memberikan akses dan pemanfaatan dukungan sosial. Dimensi lain dari masyarakat tangguh bencana adalah adanya peningkatan kapasitas individu dan dukungan sosial. Setelah Gunung Kelud meletus, kebutuhan informasi atas semua hal yang berkaitan dengan letusan dan abu vulkanik meningkat tajam. Rasa ingin tahu yang tinggi ini mendorong banyak masyarakat berselancar di dunia maya untuk mendapatkan informasi dan pengetahuan untuk kemudian membaginya melalui media sosial. Keinginan untuk segera mengetahui kapan hujan akan turun di wilayah Yogyakarta misalnya, membuat berbagai seminar maupun talkshow yang mengundang narasumber dari BMKG menjadi ramai dikunjungi. Untuk itu, istilah-istilah seperti meteorologi, klimatologi dan vulkanologi menjadi perbendaharaan kata yang banyak didengar pada pekan-pekan ini. Selain itu, secara sadar masyarakat melakukan pengembangan kapasitas dirinya juga tergambar dari usaha yang mereka lakukan baik secara mandiri lam tanah yang sudah digali. Keadaan mendadak jadi hening ketika urugan tanah mencapai batas leher keduanya. Beberapa anak ada yang menangis keras, bahkan penonton dewasa sampai ada yang menitikkan air mata. Beberapa petugas keamanan yang memakai pakaian dinas luar tidak berani menghentikan aksi kubur tersebut. Mastio (27), pelaku kubur diri mengatakan, aksinya tersebut merupakan simbol dari puncak keresahan warga atas rencana pendirian pabrik semen yang masih terus dipaksakan dengan berbagai cara. Padahal warga sudah jelas menolak rencana tersebut. Sementara itu, rencana pendirian pabrik semen di wilayah Pati Selatan terus saja berjalan. Hingga kini Pemkab Pati sedang menyusun kerangka Amdal. Namun Pemkab Pati tidak berani mengeluarkan pernyataan secara tegas apakah mendukung atau menolak rencana pendirian pabrik semen. (Cuk)-e KR-ENDAR WIDODO Keluarga besar SMPN 1 Wonosari, Gunungkidul menyerahkan bantuan bencana erupsi Kelud Rp 12.570.000,- di Kantor Sub Biro KR Wonosari, Senin (24/2). 98 99 100 101 102 103 104 105 Inu Pogung Baru D7 Jl. Kaliurang Km. 5 Warga Dususn Widoro Bangunharjo Sewon, Bantul, Yogyakarta......................... Jama'ah Musholla Rodhi Allah Padokan Lor SMP N 2 Bambanglipuro Sidomulyo, Bambanglipuro, Bantul, Yogyakarta ........... Rita, SS Dengan Orangtua Perantau di Yogyakarta . . . . . ....................................... Angga Kusuma . .Kauman, Yogyakarta .... Kelompok Pengajian Bahutmah 43 Haji 2009 Sleman Timur . . . ....................................... Kelurga Hafari Margoaru F-6 ...................... Melalui Sub Perwakilan Kulonprogo: 106 Kel. M. Wardono .Temon Kulonprogo ....... 107 108 109 110 Melalui Biro KR Wonosari Gunungkidul: SMPN 4 Semin Gunungkidul...................... SD N Bendo Ngawen Gunungkidul........... Zaki (Siswa Kelas III SDN Ponjong 2 Gunungkidul) . . . . ....................................... Keluarga Besar SMP N 1 Wonosari Gunungkidul . . . . ...................................... 188,800.00 2,003,700.00 500,000.00 2,003,000.00 1,000,000.00 250,000.00 500,000.00 1,500,000.00 100,000.00 550,000.00 426,500.00 100,000.00 12,570,000.00 Jumlah . . . . . . . . .......................................Rp. 32,286,000.00 s/d 23 Februari 2014 ..................................Rp. 193,247,900.00 s/d 24 Februari 2014 .................................Rp. 225,533,900.00 (Dua ratus dua puluh lima juta lima ratus tiga puluh tiga ribu sembilan ratus rupiah). Bagaimana Mengolah Abu Vulkanik? YTH. Dinas Pertanian DIY atau Dekan Universitas di Yogyakarta. Volume abu vulkanik Gunung Kelud yang mengguyur DIY cukup tinggi. Mohon diadakan penelitian tentang manfaat abu vulkanik bagi dunia pertanian. Apakah abu dapat diolah sebagai bahan pupuk atau tidak. Saya yakin apabila ada manfaatnya, banyak petani yang akan membutuhkan. +628586XXXX Adakah Penjernih Air Sumur? KEPADA Yth. Dinas Kesehatan. Mohon informasi. Apakah ada obat penjernih air sumur galian? Bila ada dimana kami harus mendapatkan? Terima kasih. +62877380XXXX Revitalisasi Tugu Yogya KEPADA dinas terkait. Mohon direvitalisasi ulang pembangunan Tugu Yogya karena kurang sempurna. Bila dilihar dari jauh, tanamah yang tidak merata terlihat seperti semak belukar. Pemasangan pondasi dibuat persegi sering tertabrak kendaraan. +62819155XXXX Jalan Genjahan Ponjong Rusak YANG terhormat Bupati Gunungkidul. Jalan Desa Genjahan, Ponjong hingga SDN Genjahan 1 rusak berat rawan kecelakaan. Mohon diperbaiki. +62857757XXXX

×