Presentasik3proyek 090814173727-phpapp02

592 views
404 views

Published on

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
592
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
23
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Presentasik3proyek 090814173727-phpapp02

  1. 1. PENERAPAN SMK3 PROYEKPENERAPAN SMK3 PROYEK ( Disampaikan pada Acara SOSIALISASI K3 WILAYAH NAD)( Disampaikan pada Acara SOSIALISASI K3 WILAYAH NAD) Banda AcehBanda Aceh : 06 Mei s/d 07 Juni 2008: 06 Mei s/d 07 Juni 2008 OLEHOLEH Ir. Moch. Afianto FaisolIr. Moch. Afianto Faisol ( Team Leader Paket BANDARA SIM ACEH)( Team Leader Paket BANDARA SIM ACEH)
  2. 2. PENGERTIANPENGERTIAN  K3 = Keselamatan & Kesehatan KerjaK3 = Keselamatan & Kesehatan Kerja  UU, Keppres, Permenaker,PeraturanUU, Keppres, Permenaker,Peraturan  Spesialisasi (Teknik Sipil, Medis, Hukum,Spesialisasi (Teknik Sipil, Medis, Hukum, Sosial, Manajemen)Sosial, Manajemen)  Standar OHSAS 18001 : 1999 , 2007Standar OHSAS 18001 : 1999 , 2007
  3. 3. DASAR HUKUM K3DASAR HUKUM K3 (UU NO.1 Tahun 1970, tentang(UU NO.1 Tahun 1970, tentang Keselamatan Kerja)Keselamatan Kerja) Pasal 13 :Pasal 13 : ““ Barangsiapa akan memasuki sesuatu tempatBarangsiapa akan memasuki sesuatu tempat kerja, diwajibkan mentaati semua petunjukkerja, diwajibkan mentaati semua petunjuk keselamatan kerja dan memakai alat-alatkeselamatan kerja dan memakai alat-alat perlindungan diri yang diwajibkan”perlindungan diri yang diwajibkan” (UU No.13 Tahun 2003, tentang(UU No.13 Tahun 2003, tentang Ketenaga-kerjaanKetenaga-kerjaan)) Pasal 87 :Pasal 87 : ““Setiap perusahaan wajib menerapkan sistemSetiap perusahaan wajib menerapkan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja yangmanajemen keselamatan dan kesehatan kerja yang terintegrasi dengan sistem manajemen perusahaanterintegrasi dengan sistem manajemen perusahaan
  4. 4. Sesuai dgn UU No I Thn 1970 ttg Keselamatan Kerja, UU No 3 Thn 1992 ttgSesuai dgn UU No I Thn 1970 ttg Keselamatan Kerja, UU No 3 Thn 1992 ttg Jamsostek & UU No 13 Thn 2003 ttg Ketenaga-kerjaan yg dikaitkan dgnJamsostek & UU No 13 Thn 2003 ttg Ketenaga-kerjaan yg dikaitkan dgn potensi bahaya tempat kerja dlm wilayah NAD & di lingkungan Bapel BRRpotensi bahaya tempat kerja dlm wilayah NAD & di lingkungan Bapel BRR NAD-Nias, maka Pemprov NAD dan Bapel BRR NAD-Nias, menyatakanNAD-Nias, maka Pemprov NAD dan Bapel BRR NAD-Nias, menyatakan komitmen dalam bidang Keselamatan dan Kesehatan Kerja ( K3 ) sebagaikomitmen dalam bidang Keselamatan dan Kesehatan Kerja ( K3 ) sebagai berikut :berikut : 1.1. K3 adalah unsur yg tidak dapat dipisahkan dari semua jenis kegiatanK3 adalah unsur yg tidak dapat dipisahkan dari semua jenis kegiatan kerja, sehingga Pemprov NAd & Bapel BRR NAD-Nias, akan selalukerja, sehingga Pemprov NAd & Bapel BRR NAD-Nias, akan selalu memberi perhatian dan dukungan untuk terciptanya Keselamatan danmemberi perhatian dan dukungan untuk terciptanya Keselamatan dan Kesehatan Kerja dalam wilayah NAD dan lingkungan BRR NAD-NiasKesehatan Kerja dalam wilayah NAD dan lingkungan BRR NAD-Nias 2.2. Tanggung jawab untuk terwujudnya K3 terletak pada semua pemberiTanggung jawab untuk terwujudnya K3 terletak pada semua pemberi kerja dan pegawai dari semua jenjang kepangkatan, oleh karenanya :kerja dan pegawai dari semua jenjang kepangkatan, oleh karenanya : a. Setiap pemberi kerja / pegawai harus mengamankan semua pekerjaana. Setiap pemberi kerja / pegawai harus mengamankan semua pekerjaan yang dilaksanakan sehingga aman bagi pegawai, orang lain danyang dilaksanakan sehingga aman bagi pegawai, orang lain dan lingkungannya.lingkungannya. b. Penegakan aturan / syarat Keselamatan dan Kesehatan Kerjab. Penegakan aturan / syarat Keselamatan dan Kesehatan Kerja merupakan bagian dari pembinaan bawahan oleh pimpinan unitmerupakan bagian dari pembinaan bawahan oleh pimpinan unit kerjakerja masing-masing.masing-masing. POKOK2 KEBIJAKAN PEMPROVPOKOK2 KEBIJAKAN PEMPROV NAD & BRR DALAM BIDANG K3NAD & BRR DALAM BIDANG K3
  5. 5. POKOK2 KEBIJAKAN PEMPROVPOKOK2 KEBIJAKAN PEMPROV NAD & BRR DALAM BIDANG K3NAD & BRR DALAM BIDANG K3 3.3. Semua pemangku kepentingan yang terkait dengan pelaksanaan suatuSemua pemangku kepentingan yang terkait dengan pelaksanaan suatu pekerjaan wajib mematuhi ketentuan-ketentuan dibidang K3.pekerjaan wajib mematuhi ketentuan-ketentuan dibidang K3. 4. Pemerintah Nanggroe Aceh Darussalam dan Badan Pelaksana BRR4. Pemerintah Nanggroe Aceh Darussalam dan Badan Pelaksana BRR NAD-Nias sangat mengharapkan partisipasi seluruh lapisan masyarakatNAD-Nias sangat mengharapkan partisipasi seluruh lapisan masyarakat Aceh dalam mengimplementasikan pelaksanaan K3, guna terciptanyaAceh dalam mengimplementasikan pelaksanaan K3, guna terciptanya ketenangan kerja dan ketenangan berusaha.ketenangan kerja dan ketenangan berusaha. Banda Aceh ; 18 Maret 2008Banda Aceh ; 18 Maret 2008 GUBERNUR NADGUBERNUR NAD KABAPELKABAPEL BRR NAD-NIASBRR NAD-NIAS IRWANDI YUSUFIRWANDI YUSUF KUNTORO MANGKUSUBRKUNTORO MANGKUSUBROTOOTO
  6. 6. Edaran Kabapel BRR ttg K3Edaran Kabapel BRR ttg K3 No : 0241/SE.00/I/2008, Tgl 24 Jan 2008No : 0241/SE.00/I/2008, Tgl 24 Jan 2008 1.1. Proyek yg berkualitas = proyek yg memenuhi : Sesuai kontrak,Proyek yg berkualitas = proyek yg memenuhi : Sesuai kontrak, tepat waktu & biaya, nihil kecelakaan & PAK dan prosesnya sesuaitepat waktu & biaya, nihil kecelakaan & PAK dan prosesnya sesuai aturan & ketentuan yang berlaku.aturan & ketentuan yang berlaku. 2.2. Penerapan K3 semua kegiatan yg rentan bahaya, mengancamPenerapan K3 semua kegiatan yg rentan bahaya, mengancam keselamatan, menimbulkan PAK & rugikan asset . Penerapankeselamatan, menimbulkan PAK & rugikan asset . Penerapan diberlakukan pada pegawai Bapel, Satker maupun Kontraktor yangdiberlakukan pada pegawai Bapel, Satker maupun Kontraktor yang menjadi rekanan BRR NAD-Nias. Pengawasan bersifat melekatmenjadi rekanan BRR NAD-Nias. Pengawasan bersifat melekat setiap jabatan.setiap jabatan. 3.3. Seluruh Deputi Sektoral harus mendukung & K3 jadi issue penting,Seluruh Deputi Sektoral harus mendukung & K3 jadi issue penting, dibahas setiap pertemuan / pengawasan dilapangan serta unsurdibahas setiap pertemuan / pengawasan dilapangan serta unsur penilaian kinerja kontraktor dan konsultan supervisipenilaian kinerja kontraktor dan konsultan supervisi..
  7. 7. Edaran Kabapel BRR ttg K3Edaran Kabapel BRR ttg K3 No : 0241/SE.00/I/2008, Tgl 24 Jan 2008No : 0241/SE.00/I/2008, Tgl 24 Jan 2008 4.4. Seluruh Ka.Regional & Ka. Distrik ditugaskan memantauSeluruh Ka.Regional & Ka. Distrik ditugaskan memantau penerapan K3 dilingkungannya, berikan teguran kepadapenerapan K3 dilingkungannya, berikan teguran kepada Ka.Satker/PPK bila tidak melaksanakan & jadikan K3 salah satuKa.Satker/PPK bila tidak melaksanakan & jadikan K3 salah satu agenda setiap rapat/ pengawasanagenda setiap rapat/ pengawasan 5.5. Pihak Satker/PPK, tidak cukup cantumkan K3 & Jamsostek sajaPihak Satker/PPK, tidak cukup cantumkan K3 & Jamsostek saja dalam kontrak kerja tetapi harus diawasi tiap hari dilapangan,dalam kontrak kerja tetapi harus diawasi tiap hari dilapangan, berikan teguran bila melanggar & K3 indikator kinerja pihak tsb.berikan teguran bila melanggar & K3 indikator kinerja pihak tsb. 6.6. Deputi Operasi ditugaskan untuk Audit K3, buat evaluasi sisdur,Deputi Operasi ditugaskan untuk Audit K3, buat evaluasi sisdur, lakukan sosialisasi/pelatihan, buat laporan, berikan rewardlakukan sosialisasi/pelatihan, buat laporan, berikan reward 7.7. Semua pegawai BRR termasuk pegawai Satker/PPK, harusSemua pegawai BRR termasuk pegawai Satker/PPK, harus dilindungi Jamsostek ( JKK, JK dan JPK)dilindungi Jamsostek ( JKK, JK dan JPK)
  8. 8. Edaran Kabapel BRR ttg K3Edaran Kabapel BRR ttg K3 No : 0241/SE.00/I/2008, Tgl 24 Jan 2008No : 0241/SE.00/I/2008, Tgl 24 Jan 2008 8.8. Semua pegawai BRR NAD-Nias dan pegawai Satker/PPKSemua pegawai BRR NAD-Nias dan pegawai Satker/PPK melakukan Monev & Audit proyek harus pakai Helm dan Sepatumelakukan Monev & Audit proyek harus pakai Helm dan Sepatu BootBoot 9.9. Anggaran untuk pelaksanaan kebijakan ini dialokasikan dari DIPAAnggaran untuk pelaksanaan kebijakan ini dialokasikan dari DIPA masing-masing Satuan Kerja.masing-masing Satuan Kerja. Kepala Badan Pelaksana Rehabilitasi dan Rekonstruksi NAD-NiasKepala Badan Pelaksana Rehabilitasi dan Rekonstruksi NAD-Nias Kuntoro MangkusubrotoKuntoro Mangkusubroto
  9. 9. TUJUAN PELAKSANAAN PROYEKTUJUAN PELAKSANAAN PROYEK  BiayaBiaya = Efisien= Efisien  PekerjaanPekerjaan = Berm= Bermutuutu  WaktuWaktu = Sesuai Jadwal= Sesuai Jadwal  SDM, Sarana & LingkunganSDM, Sarana & Lingkungan == SehatSehat && selamatselamat
  10. 10. ARAH KEBIJAKAN PEMBINAANARAH KEBIJAKAN PEMBINAAN K3K3 ARAH KEBIJAKAN PEMBINAANARAH KEBIJAKAN PEMBINAAN K3K3 Di Tempat KerjaDi Tempat Kerja Peningkatan produktifitas • AmanAman • SehatSehat • Ramah lingkunganRamah lingkungan • Nihil KecelakaanNihil Kecelakaan TERSELENGGARANTERSELENGGARAN YAYA STANDARSTANDAR
  11. 11. MENGAPA K3 PERLUMENGAPA K3 PERLU 1. Keharusan Undang-Undang & Permenaker.1. Keharusan Undang-Undang & Permenaker. - UU No: 1 Thn 1970, ttg Keselamatan KerjaUU No: 1 Thn 1970, ttg Keselamatan Kerja - UU No. 3 Thn 1992, ttg Jaminan Sosial Tenaga KerjaUU No. 3 Thn 1992, ttg Jaminan Sosial Tenaga Kerja - UU No : 13 Thn 2003, ttg Ketenaga-kerjaan- UU No : 13 Thn 2003, ttg Ketenaga-kerjaan - Permenaker R.I No. Per-01/MEN/1980 ttg K3 Konstruksi Bangunan- Permenaker R.I No. Per-01/MEN/1980 ttg K3 Konstruksi Bangunan - Permenaker R.I No. Per-05/MEN/1996, ttg Sisitem Manajemen K3- Permenaker R.I No. Per-05/MEN/1996, ttg Sisitem Manajemen K3 - Permenaker R.I No. Kep-1135/MEN/1987, ttg Bendera K3- Permenaker R.I No. Kep-1135/MEN/1987, ttg Bendera K3 - Kepres R.I No.22 Thn 1993, ttg Penyakit yang timbul akibat kerjaKepres R.I No.22 Thn 1993, ttg Penyakit yang timbul akibat kerja - Permenaker R.I LainnyaPermenaker R.I Lainnya 22.. Keutuhan dan kebahagian keluarga.Keutuhan dan kebahagian keluarga. 3. Kepastian keuntungan bisnis3. Kepastian keuntungan bisnis -- Tidak ada gangguan pada proses kegiatan.Tidak ada gangguan pada proses kegiatan. - Efisiensi biaya operasi.- Efisiensi biaya operasi. -- Citra Perusahaan/badan/lembagaCitra Perusahaan/badan/lembaga - Tidak ada tuntutan hukum- Tidak ada tuntutan hukum.. 4. Kerugian Sosial.4. Kerugian Sosial. -- Gangguan terhadap fasilitas umum.Gangguan terhadap fasilitas umum. - Biaya sosial yang ditanggung masyarakat- Biaya sosial yang ditanggung masyarakat 5. Kebutuhan banyak pihak, negara dan masyarakat.5. Kebutuhan banyak pihak, negara dan masyarakat.
  12. 12. ASPEK-ASPEK KEGIATANASPEK-ASPEK KEGIATAN YANG MEMERLUKAN “ K3 “YANG MEMERLUKAN “ K3 “ 1.1. PEKERJAAN & CARA KERJANYA :PEKERJAAN & CARA KERJANYA : - APD, Metoda yg berlaku, Cara gunakan Alat , Operasi Mesin, Rambu, Izin area,- APD, Metoda yg berlaku, Cara gunakan Alat , Operasi Mesin, Rambu, Izin area, Pelatihan pekerja, posisi tubuh, Keseriusan bekerja, dllPelatihan pekerja, posisi tubuh, Keseriusan bekerja, dll 2.2. MATERIAL YANG DIGUNAKAN :MATERIAL YANG DIGUNAKAN : -- Wadah ( Kondisi/Lebel), Gudang, P3K, Serapan TumpahanWadah ( Kondisi/Lebel), Gudang, P3K, Serapan Tumpahan,, Cara Simpan, dllCara Simpan, dll 3.3. MESIN /PERALATAN YANG DIGUNAKAN :MESIN /PERALATAN YANG DIGUNAKAN : -- Alat pengaman, Kondisi mesin, bebas ceceran, tanda service, tombol darurat,Alat pengaman, Kondisi mesin, bebas ceceran, tanda service, tombol darurat, Instruksi pengoperasian., mobilisasi alat berat dllInstruksi pengoperasian., mobilisasi alat berat dll 4.4. LINGKUNGAN KERJA :LINGKUNGAN KERJA : - Bebas tumpahan, Jalur bebas rintangan, penempatan barang, Penerangan,- Bebas tumpahan, Jalur bebas rintangan, penempatan barang, Penerangan, Ventilasi, APAR,( Mudah dilihat & Kondisi), Jalur evakuasi, Polusi, Kamtibmas,dllVentilasi, APAR,( Mudah dilihat & Kondisi), Jalur evakuasi, Polusi, Kamtibmas,dll
  13. 13. KECELAKAAN KERJAKECELAKAAN KERJA  Kecelakaan timbul karena ada sebab musababnyaKecelakaan timbul karena ada sebab musababnya ( Perbuatan( Perbuatan xx kondisi tdk amankondisi tdk aman ))  Perbuatan x kondisi tdk aman = KesalahanPerbuatan x kondisi tdk aman = Kesalahan manusiamanusia..  Kesalahan Manusia dipengaruhiKesalahan Manusia dipengaruhi oleh beberapa faktor:oleh beberapa faktor: -- Tingkat Ketrampilan / SkillTingkat Ketrampilan / Skill - Prosedur & Metoda kerja- Prosedur & Metoda kerja - Lingkungan kerja- Lingkungan kerja - Peralatan Kerja- Peralatan Kerja - Adat Kebiasaan- Adat Kebiasaan - Ketaatan pada Peraturan dan Ketentuan yg berlaku- Ketaatan pada Peraturan dan Ketentuan yg berlaku
  14. 14. KECELAKAAN KERJA •Korban jiwa •Kerusakan •Kerugian •Penderitaan •Citra Konsekuensi dari Penyimpangan Standar K3
  15. 15. Tanggung Jawab KecelakaanTanggung Jawab Kecelakaan Semua pihak yang terlibat dalam kegiatanSemua pihak yang terlibat dalam kegiatan proyek, meliputi :proyek, meliputi :  Penyedia Jasa ( Kontraktor /Pengusaha)Penyedia Jasa ( Kontraktor /Pengusaha)  Pengawas ( Mandor, Konsultan Supervisi)Pengawas ( Mandor, Konsultan Supervisi)  PekerjaPekerja  Pemberi Jasa ( Pemilik Pekerjaan /Owner )Pemberi Jasa ( Pemilik Pekerjaan /Owner )  Pemerintah ( Disnaker )Pemerintah ( Disnaker )
  16. 16.  IDENTIFIKASI BAHAYA ADALAH SALAH SATU LANGKAH DI DALAM MANAJEMEN K3 DENGAN TUJUAN UNTUK MENGIDENTIFIKASI APAKAH BAHAYA MUNGKIN (KESERINGAN) TERJADI DIDALAM SUATU KEGIATAN PROSES, APA AKIBAT YANG DITIMBULKAN (TINGKAT KEPARAHAN) DAN BAGAIMANA BAHAYA TERSEBUT BISA TERJADI  BANYAK CARA DAN PIRANTI DI DALAM IDENTIFIKASI BAHAYA. SALAH SATU CARA ADALAH MELIHAT KEJADIAN DARI KEGIATAN OPERASI DENGAN MENGGUNAKAN CHECK LIST / PEMERIKSAAN / INSPEKSI .. IDENTIFIKASI BAHAYAIDENTIFIKASI BAHAYA
  17. 17. Siapa & Kapan Melaksanakan K3Siapa & Kapan Melaksanakan K3 1. Pemerintah & DPR :1. Pemerintah & DPR : - UU, Keppres & Permenaker- UU, Keppres & Permenaker - Sosialisasi, Kampanye, Pelatihan, Pengawasan- Sosialisasi, Kampanye, Pelatihan, Pengawasan - Penghargaan dan Sanksi Hukum- Penghargaan dan Sanksi Hukum 2. Pemilik Pekerjaan (Perusahaan/Badan/Lembaga/Dinas)2. Pemilik Pekerjaan (Perusahaan/Badan/Lembaga/Dinas) - Owner Estimate- Owner Estimate - Aanwijing- Aanwijing - Pemasukan Penawaran- Pemasukan Penawaran - Kontrak Kerja- Kontrak Kerja - Termin Pembayaran- Termin Pembayaran - Penghargaan dan Sanksi- Penghargaan dan Sanksi
  18. 18. Siapa& Kapan melaksanakan K3Siapa& Kapan melaksanakan K3 3.3. Penyedia Jasa ( Kontraktor, Konsultan)Penyedia Jasa ( Kontraktor, Konsultan) - Penawaran ( Biaya dan Sertifikasi, Reward)- Penawaran ( Biaya dan Sertifikasi, Reward) - Peraturan,prosedur,Identifikasi Bahaya,Safety Plan, SMK3 dll- Peraturan,prosedur,Identifikasi Bahaya,Safety Plan, SMK3 dll - Penerapan dilokasi proyek- Penerapan dilokasi proyek a. Alat Pelindung Diri sesuai jenis & kebutuhana. Alat Pelindung Diri sesuai jenis & kebutuhan b. Safety Morning, Pelatihan, Kampanye dllb. Safety Morning, Pelatihan, Kampanye dll c. Inspeksi , Dokumentasi dllc. Inspeksi , Dokumentasi dll d. Reward dan Punishmentd. Reward dan Punishment e. Bukti pembayaran premi Jamsosteke. Bukti pembayaran premi Jamsostek f. Perlengkapan K3 ( Poster, Rambu, Perancah,Bendera,f. Perlengkapan K3 ( Poster, Rambu, Perancah,Bendera, Barikade, Kotak P3K, APAR, Spanduk, dll )Barikade, Kotak P3K, APAR, Spanduk, dll ) g. Mobilisasi Alat Beratg. Mobilisasi Alat Berat i. SOP terhadap operasionalisasi Alat Berat, Pesawati. SOP terhadap operasionalisasi Alat Berat, Pesawat Angkat/Angkut. dllAngkat/Angkut. dll
  19. 19. Siapa & Kapan melaksanakan K3Siapa & Kapan melaksanakan K3 4. Mandor, Konsultan Supervisi :4. Mandor, Konsultan Supervisi : -- Mengawasi penerapan dilokasi proyek setiap waktuMengawasi penerapan dilokasi proyek setiap waktu - Membuat dokumentasi- Membuat dokumentasi - Melakukan evaluasi & perbaikan serta saran/ usul- Melakukan evaluasi & perbaikan serta saran/ usul - Memberikan contoh yg baik & pengarahan2., dll- Memberikan contoh yg baik & pengarahan2., dll 5. Pekerja :5. Pekerja : - Memakai APD sesuai jenis pekerjaan dgn benar- Memakai APD sesuai jenis pekerjaan dgn benar - Mematuhi dan melaksanakan K3 secara konsisten.- Mematuhi dan melaksanakan K3 secara konsisten. - Menolak metoda kerja yg tidak aman & berbahaya- Menolak metoda kerja yg tidak aman & berbahaya - Memberikan usul, saran untuk perbaikan- Memberikan usul, saran untuk perbaikan 6. Serikat Pekerja & Asosiasi Kontraktor :6. Serikat Pekerja & Asosiasi Kontraktor : - Melakukan advokasi K3 bagi pekerja & pengusaha- Melakukan advokasi K3 bagi pekerja & pengusaha - Membantu kampanye, sosialisasi, pelatihan ttg K3- Membantu kampanye, sosialisasi, pelatihan ttg K3 - Memperjuangkan perlindungan hukum bagi dunia usaha- Memperjuangkan perlindungan hukum bagi dunia usaha
  20. 20. Siapa & Kapan melaksanakan K3Siapa & Kapan melaksanakan K3 7. Aparat Hukum:7. Aparat Hukum: -- Mengawasi penerapan K3 sebagaimana UU & PermenakerMengawasi penerapan K3 sebagaimana UU & Permenaker - Memberikan perlindungan bagi pekerja dan pengusaha- Memberikan perlindungan bagi pekerja dan pengusaha - Menjaga ketertiban unjuk rasa & kerusuhan pekerja- Menjaga ketertiban unjuk rasa & kerusuhan pekerja - Memproses tindakan hukum bagi pelanggaran K3- Memproses tindakan hukum bagi pelanggaran K3 8 Pers ( Media cetak & Elektronik ) :8 Pers ( Media cetak & Elektronik ) : - Memberitakan penghargaan dan saksi kepada publik- Memberitakan penghargaan dan saksi kepada publik - Membantu sosialisasi dan kampanye K3- Membantu sosialisasi dan kampanye K3 - Memberikan usul, saran untuk perbaikan- Memberikan usul, saran untuk perbaikan 9. Akademik, Cedikiawan & Komponen Masyarakat Lainnya :9. Akademik, Cedikiawan & Komponen Masyarakat Lainnya : - Memantau penerapan oleh Penyedia Jasa- Memantau penerapan oleh Penyedia Jasa - Membantu memberikan usul/saran untuk perbaikan- Membantu memberikan usul/saran untuk perbaikan - Mematuhi UU& Permenaker yg berlaku dalam lingkungannya- Mematuhi UU& Permenaker yg berlaku dalam lingkungannya
  21. 21. RUANG LINGKUP K3RUANG LINGKUP K3  Semua kegiatan yang menggunakan tenaga kerja danSemua kegiatan yang menggunakan tenaga kerja dan memiliki kerentanan terhadap kecelakaan, yangmemiliki kerentanan terhadap kecelakaan, yang dilaksanakan didarat, laut maupun udara.dilaksanakan didarat, laut maupun udara.  Jenis kegiatan, dapat berupa, antara lain :Jenis kegiatan, dapat berupa, antara lain : - Konstruksi, Proyek dll- Konstruksi, Proyek dll - Industri ( Pabrik, Karoseri, dll)- Industri ( Pabrik, Karoseri, dll) - Mobilisasi Alat Berat, Kenderaan, Pesawat AA dll- Mobilisasi Alat Berat, Kenderaan, Pesawat AA dll - Pekerjaan Instalasi ( Listrik, Sanitasi, Telkom dll)- Pekerjaan Instalasi ( Listrik, Sanitasi, Telkom dll) - Penanganan limbah, Kimia dll- Penanganan limbah, Kimia dll - Pekerjaan di kantor, rumah sakit dll- Pekerjaan di kantor, rumah sakit dll - Kegiatan Survey- Kegiatan Survey - Kenderaan angkutan ( Mobil, Pesawat, Kapal dll )- Kenderaan angkutan ( Mobil, Pesawat, Kapal dll ) - Pemadam Kebakaran, Evakuasi dll- Pemadam Kebakaran, Evakuasi dll
  22. 22. KOMPONEN K3 YANG PERLUKOMPONEN K3 YANG PERLU PERHATIAN DIPROYEKPERHATIAN DIPROYEK  APDAPD ( Helm, Sepatu, Masker, Sarung Tangan,( Helm, Sepatu, Masker, Sarung Tangan, Kacamata Pengaman, Body Protector, Rompi,Kacamata Pengaman, Body Protector, Rompi, Safety Belt dll ), tersedia dgn cukup dan kondisi baikSafety Belt dll ), tersedia dgn cukup dan kondisi baik sesuai jenis pek.nyasesuai jenis pek.nya  Perlengkapan K3Perlengkapan K3 ( Bendera K3, spanduk, papan( Bendera K3, spanduk, papan info K3, Rambu, Barikade, APAR, Obat2an P3K,info K3, Rambu, Barikade, APAR, Obat2an P3K, Poster, Segitiga Pengaman, Jas Hujan, lampuPoster, Segitiga Pengaman, Jas Hujan, lampu malam hari dll ) tersedia dengan cukup dan sesuaimalam hari dll ) tersedia dengan cukup dan sesuai dengan jenis pekerjaan.dengan jenis pekerjaan.  Alat Bantu kerjaAlat Bantu kerja ( Perancah, Tangga, Pesawat( Perancah, Tangga, Pesawat Angkat Angkut, Alat Berat dll ) dalam keadaan amanAngkat Angkut, Alat Berat dll ) dalam keadaan aman dan siap pakaidan siap pakai
  23. 23. KOMPONEN K3 YANG PERLUKOMPONEN K3 YANG PERLU PERHATIAN DIPROYEKPERHATIAN DIPROYEK  Peralatan KerjaPeralatan Kerja ( Mesin, Perkakas ) dalam keadaan( Mesin, Perkakas ) dalam keadaan baik dan amanbaik dan aman  Mobilisasi alat beratMobilisasi alat berat, pastikan sesuai ketentuan dan, pastikan sesuai ketentuan dan aman bagi lingkungan.aman bagi lingkungan.  Safety Plant & Identifikasi bahayaSafety Plant & Identifikasi bahaya yang dibuat olehyang dibuat oleh Kontraktor termasuk Safety MorningKontraktor termasuk Safety Morning  Barak, sanitasi dan air minumBarak, sanitasi dan air minum pekerja yg hiegines,pekerja yg hiegines, aman dan sehataman dan sehat  Pembayaran premi JamsostekPembayaran premi Jamsostek & Sertifikasi& Sertifikasi  Penanganan emergencyPenanganan emergency ( No.Telp, Sisdur dll)( No.Telp, Sisdur dll)  Pola Pelaksanaan SMK3Pola Pelaksanaan SMK3 ( SOP, Aturan, Pedoman)( SOP, Aturan, Pedoman)
  24. 24. POLA PELAKSANAAN K3 PROYEKPOLA PELAKSANAAN K3 PROYEK -PELA TIHAN -KAMPANYE - SOSIALISASI POKOK2 KEBI JAKAN K3 - SISDUR - SOP STRATEGI IMPLEMEN TASI EVALUASI & REKOMEN DASI TAR GET KINER JA K3 PENE RAPAN - INSPEKSI - AUDIT -REWARD -SANKSI INPUT OUTPUT PROSES
  25. 25. INSPEKSI K3 DI PROYEKINSPEKSI K3 DI PROYEK INSPEKSI K3 DALAM PERMENAKER NO. 05/1996 (elemen 4.1) : Personil --- pengalaman & keahlian cukup Catatan inspeksi --- dipelihara & tersedia Peralatan & metode --- memadai Tindakan perbaikan Penyelidikan --- dikembangkan Hasil temuan --- dianalisa & ditinjau ulang .. INSPEKSI K3 DALAM OHSAS 18002:2000 (klausul 4.5.1, butir d.3) : Peralatan kerja --- harus diinspeksi Tempat kerja --- harus diinspeksi Verifikasi atas hasil inspeksi --- harus dilakukan Data hasil inspeksi --- dikelola ..
  26. 26. PENYAKIT AKIBAT KERJAPENYAKIT AKIBAT KERJA (PAK )(PAK )  Penyakit yang terjadi akibat kerja dapatPenyakit yang terjadi akibat kerja dapat dicegahdicegah  Diperlukan kesadaran dan kemauanDiperlukan kesadaran dan kemauan  PAK dapat menimbulkan kelainan/cacat yangPAK dapat menimbulkan kelainan/cacat yang tidak dapat dipulihkan kembalitidak dapat dipulihkan kembali  Kemungkinan cacat besarKemungkinan cacat besar  Menyebabkan hilangnya waktu kerjaMenyebabkan hilangnya waktu kerja  Penyakit yang timbul/terjadi adalah akibatPenyakit yang timbul/terjadi adalah akibat tindakan/perbuatan manusia berupa apa yangtindakan/perbuatan manusia berupa apa yang dikerjakan, hasil yang dikerjakan, maupundikerjakan, hasil yang dikerjakan, maupun alat yang dipakai kerjaalat yang dipakai kerja
  27. 27. UPAYA DITUJUKAN  Penyesuaian diri dengan pekerjaanPenyesuaian diri dengan pekerjaan  Menghindarkan dari gangguan kesehatanMenghindarkan dari gangguan kesehatan sebagai akibat pengaruh potensi bahayasebagai akibat pengaruh potensi bahaya yang timbul karena pekerjaan/lingkunganyang timbul karena pekerjaan/lingkungan  Meningkatkan kesehatan fisik & rohaniMeningkatkan kesehatan fisik & rohani serta kesegaran jasmaniserta kesegaran jasmani  Memberikan pengobatan & perawatanMemberikan pengobatan & perawatan serta rehabilitasiserta rehabilitasi
  28. 28. UPAYA MENCAKUP  Pemeriksaan kesehatan awal, berkala,Pemeriksaan kesehatan awal, berkala, khususkhusus  Pelayanan kesehatanPelayanan kesehatan  Penanganan pencegahan &Penanganan pencegahan & penanggulangan keadaan daruratpenanggulangan keadaan darurat  Saran & laporan perencanaan tempatSaran & laporan perencanaan tempat kerja, gizi kerjakerja, gizi kerja  Pembinaan & pengawasan lingkunganPembinaan & pengawasan lingkungan
  29. 29. ETIOLOGI PENYAKIT Golongan fisikGolongan fisik Golongan kimiaGolongan kimia Golongan hayatiGolongan hayati
  30. 30. GOLONGAN FISIK (1)  Suara gaduh dapat menimbulkan pekak atau tuliSuara gaduh dapat menimbulkan pekak atau tuli  Tekanan yang berubah-ubah dapat menyebabkanTekanan yang berubah-ubah dapat menyebabkan penyakit caissonpenyakit caisson  Suhu yang tinggi dapat mengakibatkan penyakit heatSuhu yang tinggi dapat mengakibatkan penyakit heat stroke, heat cramp, atau hyperpierastroke, heat cramp, atau hyperpiera  Suhu terlalu rendah dapat menimbulkan frostbite,Suhu terlalu rendah dapat menimbulkan frostbite, white finger diseases, trench foot, dan lain-lainwhite finger diseases, trench foot, dan lain-lain  Getaran dapat menyebabkan terganggunya sirkulasiGetaran dapat menyebabkan terganggunya sirkulasi darah tepi dan gangguan syaraf, antara lain:darah tepi dan gangguan syaraf, antara lain: syndrome vibrasi, raynoud phenomena, white finger,syndrome vibrasi, raynoud phenomena, white finger, low back pain (lumbago), syndrome sciatica dll.low back pain (lumbago), syndrome sciatica dll.
  31. 31. GOLONGAN FISIK (1)  Penerangan lampu yang kurang dapatPenerangan lampu yang kurang dapat merusak daya penglihatanmerusak daya penglihatan  Sinar infra merah dapat menyebabkanSinar infra merah dapat menyebabkan kekeruhan lensa mata (katarakkekeruhan lensa mata (katarak))  Sinar ultra violet dapat menyebabkanSinar ultra violet dapat menyebabkan peradangan mataperadangan mata  Radiasi sinar radio aktif dapatRadiasi sinar radio aktif dapat menyebabkan tumor ganas, kulit, danmenyebabkan tumor ganas, kulit, dan sistem darah lukemia, aplastik animeasistem darah lukemia, aplastik animea
  32. 32. GOLONGAN KIMIA  Gas seperti CO, H2S, HCN, amoniak dapatGas seperti CO, H2S, HCN, amoniak dapat menyebabkan keracunan pada tenaga kerjamenyebabkan keracunan pada tenaga kerja  Uap diantaranya uap dari logam yang dapatUap diantaranya uap dari logam yang dapat menyebabkan penyakit meradang, keracunan, danmenyebabkan penyakit meradang, keracunan, dan metal fume fevermetal fume fever  Larutan/zat kimia dapat menyebabkan kulitLarutan/zat kimia dapat menyebabkan kulit dermatitis dan luka bakardermatitis dan luka bakar  Debu, penimbunan debu dalam paru-paru,Debu, penimbunan debu dalam paru-paru, menyebabkan penyakit: silicious oleh Si2 bebas,menyebabkan penyakit: silicious oleh Si2 bebas, byssinosis disebabkan debu kapas, asbestosisbyssinosis disebabkan debu kapas, asbestosis disebabkan debu asbes, stenosis disebabkan debu bijidisebabkan debu asbes, stenosis disebabkan debu biji timah, siderosis disebabkan debu Fe2O3timah, siderosis disebabkan debu Fe2O3
  33. 33. GOLONGAN HAYATI (BIOLOGI)  Cacing dapat menyebabkanCacing dapat menyebabkan ankylostmiasis, schitosomiasisankylostmiasis, schitosomiasis  Serangga misalnya lebah, kutu, pinjal,Serangga misalnya lebah, kutu, pinjal, atau nyamuk dapat menularkan penyakitatau nyamuk dapat menularkan penyakit malaria, filarisasi, dan lain-lainmalaria, filarisasi, dan lain-lain
  34. 34. PENCEGAHAN P A K  Substitusi, mengganti bahan-bahan berbahaya denganSubstitusi, mengganti bahan-bahan berbahaya dengan bahan yang tidak berbahaya tanpa mengurangi hasil danbahan yang tidak berbahaya tanpa mengurangi hasil dan mutu pekerjaanmutu pekerjaan  Isolasi, yaitu menjauhkan/memisahkan proses kerjaIsolasi, yaitu menjauhkan/memisahkan proses kerja yang membahayakan/menggangguyang membahayakan/mengganggu  Ventilasi, baik secara umum maupun secara lokal yaituVentilasi, baik secara umum maupun secara lokal yaitu dengan udara bersih yang dialirkan keruang kerja ataudengan udara bersih yang dialirkan keruang kerja atau dengan menghisap keluardengan menghisap keluar  Alat pelindung diri, alat ini dapat berbentuk topiAlat pelindung diri, alat ini dapat berbentuk topi pelindung kepala, sarung tangan, sepatu yang dilapisipelindung kepala, sarung tangan, sepatu yang dilapisi baja bagian depan untuk menahan beban berat,maskerbaja bagian depan untuk menahan beban berat,masker khusus untuk melindungi alat pernafasan terhadap debukhusus untuk melindungi alat pernafasan terhadap debu atau gas yang berbahaya, kaca mata khusus, dsb nysatau gas yang berbahaya, kaca mata khusus, dsb nys
  35. 35. STRES KERJA  Stres merupakan masalah bagi kesehatanStres merupakan masalah bagi kesehatan tenaga kerja yang banyak menimbulkantenaga kerja yang banyak menimbulkan kerugian materikerugian materi  Stres merupakan suatu sindrom/kumpulanStres merupakan suatu sindrom/kumpulan gejala yang merupakan respon non spesifikgejala yang merupakan respon non spesifik dari individu terhadap suatudari individu terhadap suatu rangsangan/tuntutan dari lingkungannyarangsangan/tuntutan dari lingkungannya  Dalam lingkungan ketenagakerjaan stresDalam lingkungan ketenagakerjaan stres didefinisikan sebagai suatu ketidakdidefinisikan sebagai suatu ketidak seimbangan yang dihayati antara tuntutanseimbangan yang dihayati antara tuntutan pekerjaan dan kemampuan individu bilapekerjaan dan kemampuan individu bila kegagalan yang terjadi berdampak pentingkegagalan yang terjadi berdampak penting
  36. 36. REAKSI TUBUH TERHADAP STRESS  Respon psikologik, berupa gangguan jiwa (mudahRespon psikologik, berupa gangguan jiwa (mudah tersinggung, konsentrasi menurun, gejalatersinggung, konsentrasi menurun, gejala kecemasan, ketegangan, apatis maupun depresi)kecemasan, ketegangan, apatis maupun depresi)  Respon perilaku, berupa perubahan perilakuRespon perilaku, berupa perubahan perilaku (merokok dan minuman keras, menyendiri,(merokok dan minuman keras, menyendiri, selera makan, perilaku seksual, obat penenang,selera makan, perilaku seksual, obat penenang, agresif, antisosial, lesu kerja)agresif, antisosial, lesu kerja)  Respon fisiologis, berupa (sistemjantungRespon fisiologis, berupa (sistemjantung pembuluh darah, sistem pencernaan, nyeripembuluh darah, sistem pencernaan, nyeri punggung, sakit kepala, asma, gangguanpunggung, sakit kepala, asma, gangguan menstruasi, sakit pinggang, alergi)menstruasi, sakit pinggang, alergi)
  37. 37. PERTOLONGAN PERTAMA PADA KECELAKAAN (P3K)  Bukan mengambil alih tugas dariBukan mengambil alih tugas dari petugas medis, melainkan usahapetugas medis, melainkan usaha darurat sebelum petugas medisdarurat sebelum petugas medis datang.datang.  Pertolongan pertama adalah perawatanPertolongan pertama adalah perawatan yang harus segera diberikan padayang harus segera diberikan pada orang yang mengalami cedera atauorang yang mengalami cedera atau sakit mendadaksakit mendadak..  Pertolongan pertama tidak melakukanPertolongan pertama tidak melakukan penanganan medis yang tepat, hanyapenanganan medis yang tepat, hanya berupa pemberian bantuan sementaraberupa pemberian bantuan sementara
  38. 38. PROSES P3K  Identifikasi kerusakan yang terjadi:Identifikasi kerusakan yang terjadi: seberapa serius luka yang terjadiseberapa serius luka yang terjadi  Untuk pertolongan pertama itu sendiriUntuk pertolongan pertama itu sendiri adalah: apa yang harus dilakukan sekarang?adalah: apa yang harus dilakukan sekarang? Dalam suatu kedaruratan, penanggulanganDalam suatu kedaruratan, penanggulangan harus segera dilakukan dan untuk hal iniharus segera dilakukan dan untuk hal ini memerlukan keterampilanmemerlukan keterampilan  Hubungi secepat mungkin bantuan: kontakHubungi secepat mungkin bantuan: kontak orang yang tepat. Kecepatan seseorangorang yang tepat. Kecepatan seseorang mendapatkan pertolongan pertama sangatmendapatkan pertolongan pertama sangat menentukan terhadap akibat yangmenentukan terhadap akibat yang didapatkannyadidapatkannya
  39. 39. DASAR DASAR ENAM TINDAKAN DARURAT  Pernapasan buatanPernapasan buatan  Penghentian pendarahanPenghentian pendarahan  Penanggulangan renjatan (schok)Penanggulangan renjatan (schok)  Perawatan luka dan luka bakarPerawatan luka dan luka bakar  Perawatan terkilir dan patah tulangPerawatan terkilir dan patah tulang  Pengangkutan penderitaPengangkutan penderita
  40. 40. MANFAAT K3MANFAAT K3 A. BAGI PENYEDIA JASA (Owner )A. BAGI PENYEDIA JASA (Owner )  Mengurangi beban biaya proyekMengurangi beban biaya proyek  Mengurangi kerugian waktu akibat terlambatnya proyekMengurangi kerugian waktu akibat terlambatnya proyek  Bukti Komitmen Lembaga pada UU & PeraturanBukti Komitmen Lembaga pada UU & Peraturan  Mengurangi penundaan pengadaan peralatanMengurangi penundaan pengadaan peralatan  Memberikan rasa aman sehingga waktu penyerapan danaMemberikan rasa aman sehingga waktu penyerapan dana dapat terpenuhidapat terpenuhi  Adanya garansi terhadap terpenuhinya jadwal, mutu, biayaAdanya garansi terhadap terpenuhinya jadwal, mutu, biaya dan keselamatan kerjadan keselamatan kerja
  41. 41. MANFAAT K3MANFAAT K3 B. BAGI PEKERJAB. BAGI PEKERJA  Mendapatkan hak mengikuti program asuransiMendapatkan hak mengikuti program asuransi  Menjaga pekerja tetap sehat dan produktipMenjaga pekerja tetap sehat dan produktip  Keterampilan pekerja berkembangKeterampilan pekerja berkembang  Dapat bekerja dalam keadaan tenang dan nyamanDapat bekerja dalam keadaan tenang dan nyaman  Tugas pekerja lebih effesienTugas pekerja lebih effesien  Ada jaminan untuk kelangsungan bekerjaAda jaminan untuk kelangsungan bekerja  Terjalinya kerja sama antara pekerja dgn perusahaanTerjalinya kerja sama antara pekerja dgn perusahaan  TK yang mengerti K3 merupakan asset perusahaanTK yang mengerti K3 merupakan asset perusahaan
  42. 42. MANFAAT K3MANFAAT K3 c.c. BAGI KONTRAKTORBAGI KONTRAKTOR  Ada korelasi yang jelas antara program K3 dgn laba usahaAda korelasi yang jelas antara program K3 dgn laba usaha  Dengan menerapkan K3 maka kontraktor akan dapatDengan menerapkan K3 maka kontraktor akan dapat mengurangi biaya premi untuk asuransimengurangi biaya premi untuk asuransi  Program K3 dapat mengurangi kehilangan waktuProgram K3 dapat mengurangi kehilangan waktu pelaksanaan proyekpelaksanaan proyek  Program K3 dapat meningkatkan mutu pelaksanaan proyekProgram K3 dapat meningkatkan mutu pelaksanaan proyek  Program K3 dapat meningkatkan citra kontraktor dalamProgram K3 dapat meningkatkan citra kontraktor dalam pandangan penyedia jasapandangan penyedia jasa
  43. 43. SANKSI & REWARD K3SANKSI & REWARD K3 DALAM PROYEKDALAM PROYEK SANKSI :SANKSI :  Teguran lisanTeguran lisan  Teguran tertulisTeguran tertulis  Denda pada terminDenda pada termin  Pemutusan kontrak kerja .Pemutusan kontrak kerja . REWARD :REWARD : - Cinderamata / PiagamCinderamata / Piagam - BonusBonus - Mitra kerja dalam proyek lainMitra kerja dalam proyek lain - Dsb.Dsb.
  44. 44. SANKSI HUKUM K3SANKSI HUKUM K3 Pelanggaran dari UU No.1 ThnPelanggaran dari UU No.1 Thn 1970 ttg1970 ttg Keselamatan Kerja dan UU No. 13Keselamatan Kerja dan UU No. 13 Thn 2003Thn 2003 ttg Ketenaga-kerjaan, dikenakanttg Ketenaga-kerjaan, dikenakan sanksi :sanksi : a.a. Pidana = Kurungan Badan +Pidana = Kurungan Badan + DendaDenda b.b. Administratif.Administratif. - Teguran- Teguran -- Peringatan TertulisPeringatan Tertulis - Pembatasan Usaha -- Pembatasan Usaha - PembekuanPembekuan - Pencabutan Izin- Pencabutan Izin -- Pembatalan KontrakPembatalan Kontrak CONTOH-CONTOH KECELAKAAN KERJA
  45. 45. TerimakasihTerimakasih && SampaiSampai JumpaLagiJumpaLagi K3 Sukses

×