16002 5-338315169574
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×
 

16002 5-338315169574

on

  • 403 views

 

Statistics

Views

Total Views
403
Views on SlideShare
403
Embed Views
0

Actions

Likes
0
Downloads
8
Comments
0

0 Embeds 0

No embeds

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft Word

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

    16002 5-338315169574 16002 5-338315169574 Document Transcript

    • PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ir Amin Syukron, MT PERANCANGAN TATA LETAK PABRIK 1PERENCANAAN TATA LETAK PABRIKMODUL 5ANALISA PRODUK DAN PROSES MANUFAKTURING (OPERATION PROCESSCHART)DOSENIr.Amin Syukron, MTJURUSAN TEKNIK INDUSTRIFAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRIUNIVERSITAS MERCU BUANAPERENCANAAN TATA LETAK PABRIK
    • PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ir Amin Syukron, MT PERANCANGAN TATA LETAK PABRIK 2MODUL 5ANALISA PRODUK DAN PROSES MANUFAKTURING(OPERATION PROCESS CHART)A. TUJUAN INTRUKSIONALSetelah kuliah selesai mahasiswa diharapkan dapat Memahami langkah-langkah proses yang dialami oleh bahan baku yag meliputi urutan proses operasidan pemeriksaan.B. MATERI PEMBAHASAN1. Analisa Produk2. Analisa Proses3. Dasar-Dasar Perancangan Proses (Process Design)4. Metodologi Perancangan ProsesC. TUJUANMahasiswa mengetahui dan memahami beberapa hal sebagai berikut:1. Memahami langkah-langkah proses yang dialami oleh bahan baku yangmeliputi urutan proses operasi dan pemeriksaan.2. Dapat mendeskripsi kan proses bagi setiap kegiatan/aktivitas.3. Dapat mengestimasikan waktu penyelesaian masing-masing kegiatan.4. Mengetahui macam-macam aliran produksi.
    • PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ir Amin Syukron, MT PERANCANGAN TATA LETAK PABRIK 3PERENCANAAN TATA LETAK PABRIKMODUL 5ANALISA PRODUK DAN PROSES MANUFAKTURING(OPERATION PROCESS CHART)Suatu rancangan ataupun rencana tentang tata letak fasilitas pabriktidaklah akan bisa dibuat efektif apabila data penunjang mengenai bermacam-macam faktor yang berpengaruh terhadap tata letak pabrik itu sendiri tidak berhasildikumpulkan dengan sebaik-baiknya. Salah satu informasi data yang diperlukandisini ialah mengenai jenis/macam dan volume produk yang dibuat. Selain itubeberapa informasi tertentu yang menyangkut antara lain mengenai material danproses manufakturing yang dipilih untuk pembuatan produk tersebut jugamerupakan data yang cukup berarti didalam langkah awal perencanaan tata letakpabrik. Hal-hal yang menyangkut data informasi yang diperlukan tersebut dapatdilihat dalam tabel 4.1. di halaman 90.Dari data produksi ini maka jelas ada tiga elemen dasar produksi yangdiperlukan dalam proses perencanaan (design) tata letak pabrik bisa dibuat, yaitudata yang antara lain mencakup : Gambar cetak biru (blue print) seluruh komponen atau parts dari produksecara detail dan memenuhi ketentuan-ketentuan gambar kerja untukkeperluan manufakturing. Daftar komponen/parts (parts list) yang menunjukkan tidak saja komponen-komponen yang harus dibuat sendiri maupun yang akan dibeli. utan produksi (production routing) yang menunjukkan langkah-langkahurutan pengerjaan dari seluruh komponen yang akan dibuat mulai daribahan baku sampai ke produk jadi.
    • PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ir Amin Syukron, MT PERANCANGAN TATA LETAK PABRIK 4label 4. 1.Informasi Tentang Produk dan Kebattuhan DataAnalisa produk dan proses ini boleh dikatakan merupakan suatuaktivitas awal dan menjadi landasan di dalam usaha merencanakan tataletak pabrik nantinya. Kekeliruan didalam penganalisa akan menyebabkanhal-hal yang lebih fatal di dalam langkah-langkah selanjutnya. Disinidiperlukan pengetahuan yang cukup mengenai proses manufakturing baikyang berupa pengetahuan mengenai proses pembentukan (formingprocess) maupun proses pemotongan (cutting process).4.1. ALISIS PRODUKDi sini kita melaksanakan suatu analisa dengan cara memecahproduk akhir/jadi (assembly) menjadi komponen-komponen pembentukproduk tersebut secara detail. Untuk maksud ini maka pelaksanaandilakukan dengan jalan membuat suatu daftar komponen (part list), yaitusuatu daftar yang lengkap mengenai komponenkomponen yang adadalam suatu produk. Berdasarkan part list ini akan didapatkan suatuinformasi mengenai masing-masing komponen, yaitu antara lain :waktu yang digunakan padamasing-masing langkahpembuatan dan perakitanMacam mesin dan fasilitasproduksi lainnya yang dibutuhkanlangkah- langkah pembuatan danperakitanIndustrial Engrineering Department,atau Production EngineeringDepartmentKOMPONEN/PARTS DARIPRODUKSPESIFIKASI Ukuran, berat, dan bentuk produkyang dibuatKualitas produk yang dikehendakiDesign Engineering, Quality Controldan Inspection DepartementJumlah/macam items yang akandibuat (product mix) per satuanwaktuVariasi di dalam output/demandSales/marketing research, dandepartemen Perencanaan danPengendalian ProduksiPRODUKVOLUME PRODUKSUMBER DIMANA DATA BISADIPEROLEHDATA YANG DIBUTUHKANLangkah-langkah dalam prosespernbuatanLangkah-langkah dalam prosespernbuatanKarakteristik khusus yang diminta
    • PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ir Amin Syukron, MT PERANCANGAN TATA LETAK PABRIK 5 Nomor komponen termasuk pula disini nomor kerjanya. Nama dari komponen tersebut. Jumlah komponen per unit produk yang ada. Spesifikasi dari komponen seperti jenis material, dimensi ukuran,standard kualitas pengerjaan, dan lain-lain.Selain itu beberapa informasi tambahan seperti harga dari tiap-tiap komponen, sumber tempat dari komponen tersebut dapat dibeli, danlain-lain dapat pula dinyatakan dalam daftar komponen tersebut. Daftarkomponen ini secara lengkap akan diberikan secara bersama-samagambar kerjanya oleh Design Engineering departement.Daftar komponen-komponen dan gambar kerjanya adalahmerupakan informasi yang berguna di dalam soal perencanaan tata letakpabrik. Di bawah ini diberikan suatu contoh gambar kerja (assemblydrawing) dari suatu dongkrak mekanis (mechanical jack) dan daftarkomponen. dari produk tersebut, yaituKETERANGAN GAMBARKomponen no 1 : Penyangga (Jack StandKomponen no 2 : Poros ulir (Screw)Komponen no 3 : Tuas (Handle)Komponen no 4:Tutup ulir (Screw CupKomponen no 5:Cincin (Washer)Gain bar 4. l,Produk Mechanical JackTabel 4.2.Daftar Komponen Mechanical Jack
    • PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ir Amin Syukron, MT PERANCANGAN TATA LETAK PABRIK 6Hasil dari analisa produk ini adalah berupa keputusan apakahuntuk suatu komponen tertentu sebaiknya kita harus membuat sendiri(sesuai dengan kemampuan dan potensi yang dimiliki), ataukah cukupkalau komponen tersebut dengan perimbangan ekonomisnya kita belibebas saja dipasaran atau bisa juga di sub-kontrakkan pada pabrik lain.Analisa semacam ini di dalam ekonomi teknik dikenal sebagai analisabuat atau beli (make or buy analysis). Analisa buat beli akan menentukanbesar/banyaknya fasilitas yang harus diinvestasikan yang mana haltersebut juga memberikan dampak dalam proses pengaturan tataletaknya. Analisa ini merupakan langkah awal yang justru mendasaridalam proses perencanaan fasilitas. Secara garis besar analisa buat belidapat dijabarkan pada gambar 4.2.Analisa buat-beli merupakan keputusan manajemen yang padadasarnya akan merupakan input dari bagian finance, industrialengineering, marketing, process engineering, purchasing, dan lain-lain.Input dari perencanaan fasilitas tersebut dibuat dalam bentuk daftar itemyang didefinisikan jelas, maka item yang harus dibuat dan many itemyang harus dibeli. Daftar item list seperti yang telah didiskusikan padahalaman sebelumnya.Nama part/ Jumlah Spesifikasikomponen per unit MaterialPenyangga Buat (Prose(Jack Stand) Pengecoran d:subkontrakkarPoros ulir Buat(Screw) +Tutup ulir(Screw cup)Cincin St. 1020 ( Ф1 -(Washer) 3/8")5 Tuas(Handle)I St. 1020 (Ф5/8")BuatBuat4 1 Buat2 1 St. 1020 ( Ф2")3 Besi TuangPARTS LISTNama : Dongkrak Mekanis (MechanicalJack)Nomor Gambar : 561No. Part Keterangan1 1 Besi Tuang
    • PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ir Amin Syukron, MT PERANCANGAN TATA LETAK PABRIK 74.2. ANALISIS PROSESUmum diketahui perubahan dari input yang berupa bahan bakumenjadi output yang berupa produk jadi atau jasa yang dikehendaki akanmemerlukan berbagai macam dan tahapan proses manufakturing.Teknologi, mesin dan peralatan, serta berbagai metode kerjadirencanakan dan digunakan untuk keperluan ini. Dalam merencanakantahapan proses yang diperlukan untuk membuat suatu produk, makaprocess engineering harus terlebih dahulu mempelajari detail gambarkerja yang ada, baru kemudian melaksanakan tindakan-tindakan sebagaiberikut :
    • PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ir Amin Syukron, MT PERANCANGAN TATA LETAK PABRIK 8Gambar 4.2.Sistenzatika Langkah-langkah Analisa Buat-Beli
    • PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ir Amin Syukron, MT PERANCANGAN TATA LETAK PABRIK 94.2.1. RUTE PRODUKSI (PRODUCTION ROUTEING)Pada analisa proses ini kita menentukan langkah-langkah yang harus diambildalam suatu operasi manufakturing dari sebuah benda kerja. Langkah-langkahoperasi ini secara spesifik diatur dalam proses "routeing" yang biasanya hal iniakan dibuat oleh Departemen Perencanaan dan Pengendalian Produksi. Prosesrouteing ini akan menyimpulkan langkah-langkah operasi yang diperlukan untukmerubah bahan baku menjadi produk jadi yang dikehendaki, dimana untuk itubeberapa informasi harus ikut menyertai didalam langkah ini, yaitu sebagai berikut Nama dan nomor komponen yang akan dibuat. Nomor gambar kerja dari komponen tersebut. Macam operasi kerja dan nomor operasinya. Mesin dan/atau peralatan produksi yang dipakai. Waktu standard yang ditetapkan untuk masing masing operasi kerja.•Mesin, perkakas, peralatan pembantu seperti jigs & fixture, danlain-lain harus dicantumkan secara spesiti}: didalam proses routeing inikarena pada akhirm-:: perencanaan rata letak pabrik akan ditunjukanuntukmengatur semua fasilitas produksi ini. Waktu operas: dimana jugaperlu dicantumkan dalam proses routeing akan sangat membantu didalampenentuan dan peralatan produksi lainnya yang dibutuhkan. Penetapanjumlah mesin yang dibutuhkan akan menentukan jumlah stasiunr kerjadan leas area dari masing-masing stasiun kerja tersebut. Hal inisebenarnya bukan saja akan menentukanr luas area stasiun kerjatersebut, akan tetapi informal: mengenai waktu standard operasi akanpula bergun;~ didalam menganalisa keseimbangan lintas kerja (line bal-ancing), model antrian (queuing model) dalarr. optimalisasi sistemhubungan antara manusia mesin, dan juga untuk model-model programlinier.Berikut in diberikan suatu contoh mengenai production routeinc,darimechanical jack stand, yaitu
    • PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ir Amin Syukron, MT PERANCANGAN TATA LETAK PABRIK 10Table 4.3.Rute Proses Produksi “Jack Stan”:Untuk maksud merencanakan tata letak pabrik, beberapa industrimembuat semacam manufakturing layout data yang mana pada dasarnyamerupakan production routing yang lebih lengkap karena disini jugadicantumkan lokasi dari pada mesin, kapasitas yang digunakan, bebankerja mesin, dan lain-lain.4.2.2. PETA PROSES (PROCESS CHART)Didalam menguraikan tahapan pengerjaan suatu benda dari phaseanalisis sampai ke phase akhir operasi dapat diperjelas denganmenggunakan peta proses. Peta proses adalah alat yang sangat pentingdidalam pelaksanaan studi mengenai operasi manufakturing dalam suatusistem produksi, Peta proses secara umum dapat didefinisikan sebagaigambar grafik yang menjelaskan setup operasi yang terjadi dalam prosesmanufakturing. Peta proses yang paling sederhana kita kenal adalahproses secara awal. Dalam block diagram ini akan digambarkan strukturproses yang harus dilalui didalam operasi kerja pembuatan suatu jenisproduk. Jumlah dari tahapan proses yang harus dilalui akan bergantungpada kompleks tidaknya desain produk yang harus dibuat. Contoh daripemakaian block diagram ini dapat dilihat sebagai berikut :
    • PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ir Amin Syukron, MT PERANCANGAN TATA LETAK PABRIK 11Gambar 4.3.Blok Diagram untuk Proses Manufakturing Perabot Rumah Tangga(Furniture) yang Sederhana.Penggunaan block diagram ini merupakan bentuk peta prosessederhana yang dibuat untuk menganalisa tahapan proses yang harusdilalui dalam pelaksanaan operasi manufakturing suatu produk secaraanalitis dan logis.Untuk keperluan yang lebih kompleks maka ada tiga model peta proseslain yang umum dipakai sebagai alat untuk menganalisa proses produksidan juga akan berguna didalam perencanaan tata letak pabrik. Ketigamodel peta proses tersebut ialah operation process chart, flow processchart, dan flow diagram.Untuk keperluan pembuatan peta proses ini maka oleh AmericanSociety of Mechanical Engineers (ASME) telah dibuat beberapa simbolstandard yang menggambarkan macam/jenis aktivitas yang umumdijumpai dalam proses produksi, yaitu sebagai berikut :Pengukuran Pemotongan Penghalusa PerakitanGahan Baku KayusuplaiesProduk Jadi(Perabot Rumah Tangga)
    • PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ir Amin Syukron, MT PERANCANGAN TATA LETAK PABRIK 12Table 4.4.Symbol-simbol yang dipergunakan dalam pembuatan peta proses(ASME standard)
    • PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ir Amin Syukron, MT PERANCANGAN TATA LETAK PABRIK 13Table 4.4.(lanjutan)
    • PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ir Amin Syukron, MT PERANCANGAN TATA LETAK PABRIK 144.2.2.1.PETA PROSES OPERASI (OPERATION PROCESS CHART)Peta proses operasi atau dikenal operation chart akanmenunjukkan langkah-langkah secara kronologis dari semua operasiinspeksi, waktu longgar, dan bahan baku yang digunakan di dalam suatuproses manufakturing yaitu mulai datangnya bahan baku sampai keproses pembungkusan (packaging) dari produk jadi yang dihasilkan. Petaini akan melukiskan peta operasi dari seluruh komponen-komponen dansub assemblies sampai menuju main assembly. Untuk membuat operationprocess chart maka disini ada dua simbol persegi yang menunjukkanaktivitas inspeksi. Pada pembuatan peta proses ini maka garis vertikalakan menggambarkan aliran umum dari proses yang dilaksanakan,sedangkan garis horizontal yang menuju kearah garis vertikal akanmenunjukkan adanya material yang akan bergabung dengan komponenyang akan dibuat. Untuk lebih jelasnya akan peta proses operasi berikutpada gambar 4.4. diberikan suatu contoh peta proses operasi untukoperasi manufakturing mechanical jack.Jelas dapat dilihat dari contoh tersebut bahwa dengan peta proses,aliran umum dari proses manufakturing komponen-komponen dari bahanmentah sampai ke komponen jadi akan dapat digambarkan secarakronologis. Selanjutnya dengan pembuatan peta semacam ini, suatu tataletak pabrik yang ideal akan dapat pula direncanakan sebaik-baiknyayaitu terutama dengan memperhatikan aliran proses operasimanufakturing dari komponenkomponen yang ada. Seperti apa yang yangtelah diuraikan diatas maka dalam peta proses operasi yang dicatathanyalah kegiatan- kegiatan operasi dan pemeriksaan/ inspeksi saja.Kadang-kadang pada akhir proses bisa ditambahkan tentangpenyimpanan (storage). dengan adanya informasi- informasi yang bisadicatat melalui peta proses operasi, banyak manfaat yang bisa diperolehantara lain: Data kebutuhan jenis proses operas i/inspeksi macam danspesifikasi mesin atau fasilitas bahan baku denganmemperhitungkan efisiensi pada setiap elemen operasi kerja atauinspeksi. Pola tata letak fasilitas dan aliran pemindahan bahannya. Alternatif-alternatif perbaikan prosedur dan data kerja yang sedang
    • PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ir Amin Syukron, MT PERANCANGAN TATA LETAK PABRIK 15dipakai.Gambar 4.4.Peta Proses Operasi Pembuatan Dongkrak Mekanis(Mechanical Jack)Untuk bisa menggambarkan peta proses ini dengan baik dan lengkap adabeberapa aturan dasar yang perlu dipahami dan diikuti sebagai berikut :Pertama pada baris paling atas perlu dituliskan "PETA PROSES OPERASI"(yang bisa pula disingkat dengan "PETA OPERASI") dan seterusnyatulis semua identifikasi kerja lainnya seperti nama obyek, nomor gambarkerja, dan lain-lain.Nama dan spesifikasi material yang akan diproses diletakkan diatas garishorizontal yang menunjukkan bahwa material tersebut masuk dalam prosesoperasi kerja.Lambang atau simbol ASME - khususnya simbol operasi atau inspeksi -ditetapkan dalam arah vertikal secara berurutan yang menunjukkanterjadinya perubahan proses untuk setiap simbolnya.Penomoran terhadap kegiatan operasi diberikan secara berurutan sesuaidengan urutan operasi yang dilakukan untuk pembuatan produk tersebut atausesuai dengan proses yang terjadi. Penomoran terhadap kegiataninspeksi diberikan tersendiri.Agar diperoleh gambar peta proses operasi yang baik, maka produk yangpaling banyak memerlukan langkah-langkah proses operasi harus dipetakanterlebih dahulu dan digambarkan pada garis vertikal paling kanan sendiri.
    • PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ir Amin Syukron, MT PERANCANGAN TATA LETAK PABRIK 16Garrrbar 4.5.Sistematika Umum Penggambaran Peta Proses OperasiPeta proses operasi pada dasarnya dirancang untuk memberikanpemahaman yang cepat dari kegiatankegiatan operasi yang harus diselenggarakanuntuk membuat suatu produk lengkap. Demikian pula peta operasi tersebutmemungkinkan untuk mempelajari semua operasi dan inspeksi yang diperlukansehingga langkahlangkah urutan kerja bisa disusun secara logis. Suatu manfaatbesar dalam pembuatan peta proses operasi adalah dalam hal kesederhanaannya.Peta ini memungkinkan untuk melihat hubungan antara proses/ operasi tanpaharus memperhatikan aktivitas handling yang diperlukan. Dengan alasan ini, makapeta proses operasi merupakan alat yang efektif untuk menggambarkan suatuproses ke operator yang kurang begitu familiar dengan urutan proses atauinspeksi.4.2.2.2. PETA ALIRAN PROSES (FLOW PROCESS CHART)Secara umum peta aliran proses akan melukiskan aktivitas proses produksisecara lebih detail dibandingkan dengan peta proses operasi seperti yang telah
    • PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ir Amin Syukron, MT PERANCANGAN TATA LETAK PABRIK 17dijelaskan sebelumnya. Sebagai tambahan daripada penggambaran yang terdapatpada peta proses operasi dimana disini hanya dua macam simbol aktivitas (operasi& inspeksi) yang digunakan, maka pada peta aliran proses semua aktivitasproduksi dan gerakan perpindahan (transportasi) bahan yang harus dilakukandalam proses produksi dari 4 suatu stasiun kerja ke stasiun kerja yang lain dalampabrik akan digambarkan dengan lebih jelas dan detail. Dengan demikian makadisini akan ada tiga tambahan simbol yang akan dipakai dalam pembuatan petaaliran proses transportasi atau pemindahan bahan, simbol berbentuk huruf "D"yang diartikan sebagai aktivitas menunggu (delay), dan simbol segitiga yangdigambarkan terbalik yang berarti aktivitas penyimpanan bahan/produk (storage).Keuntungan utama dari penggambaran peta aliran proses ini adalahlangkah-langkah proses - baik yang bersifat produktif (operasi dan inspeksi)ataupun tidak produktif (transportasi, menunggu, dan menyimpan) - dari awalsampai akhir kegiatan akan bisa diuraikan secara detail. Segala informasimengenai "hidden cost" yang tidak terlihat dalam penggambaran peta prosesoperasi akan bisa diketahui juga. Dengan peta aliran proses maka akan dapatdiperoleh keuntungan atas perbaikan proses antara lain, seperti : Mengeliminir operasi-operasi yang tidak perlu atau mengkombinasikannyadengan operasi yang lain. Mengeliminir aktivitas handling yang tidak efisien. Mengurangi jarak perpindahan material dari satu operasi ke operasi yanglain (langkah ini nantinya akan menjadi dasar pemikiran dalam halpengaturan tata letak fasilitas pabrik). Mengurangi waktu yang terbuang sia-sia karma kegiatan yang tidakproduktif seperti menunggu atau transportasi.Dengan memperhatikan elemen-elemen kerja yang tidak produktif tersebutmaka langkah perbaikan untuk penyelesaian operasi kerja akan bisa diusulkan.Cara ataupun prosedur penggambaran pada aliran proses - sekali lagi perluditekankan - tidak jauh berbeda dengan penggambaran peta proses operasi.Pemindahan material (transportasi) untuk lengkapnya perlu mencantumkaninformasi mengenai jarak tempuh, waktu pemindahan dan lokasi tujuan yangteridentifikasi jelas.4.2.2.3. DIAGRAM ALIRAN (FLOW DIAGRAM)
    • PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ir Amin Syukron, MT PERANCANGAN TATA LETAK PABRIK 18Meskipun peta aliran proses telah memberikan informasi yang tepat danmendetail mengenai suatu proses produksi akan tetapi peta seperti ini masihbelum menunjukkan suatu gambaran yang jelas mengenai aliran kerja yangsebenarnya dalam suatu pabrik. Untuk ini kadang-kadang tambahaninformasi yang berupa gambar atau sketsa sebenarnya dari suatu pabrik - bukansekedar gambar yang berbentuk grafik atau chart saja - akan sangat berguna didalam menganalisa kondisi aliran kerja yang ada. Sebagai contoh, sebelumkeputusan tentang apakah proses transportasi atau pemindahan bahan dapatdiperpendek jaraknya maka secara visual dan nyata diketahui denah ruanganyang mana suatu barang harus dipindahkan dari lokasi atau ke lokasi yang lainnya.Untuk cara yang terbaik dan untuk memberikan informasi yang tepat ialah denganmenggambarkan layout dan area pabrik yang ada, kemudian dibuat sketsa aliran yang akan menunjukkan gerakan perpindahan bahan dari stasiun kerja kestasiun kerja yang lainnya. Suatu penggambaran yang menunjukkan lokasi-lokasidari semua aktivitas dalam bentuk peta aliran proses ini disebut dengan flowdiagram.Diagram aliran proses ini terlihat akan lebih mempunyai arti didalamusaha menganalisa tata letak pabrik, karena disini digambarkan bukan sajadalam bentuk peta aliran proses akan tetapi juga layout sebenarnya dari pabrikyang ada atau yang direncanakan. Dengan mengamati arah lintasan/aliran prosesmaka kita akan bisa mempertimbangkan pada lokasi-lokasi mana suatu kondisipemindahan bahan akan terlihat kritis yaitu lokasi dimana perpotongan lintasan akinterlihat paling banyak. Disamping itu dari data ini tentu saja akan dapat dianalisajarak perpindahan minimum yang sebaiknya diterapkan didalam meletakkan suatustasiun kerja relatif terhadap stasiun kerja lainnya. Diagram aliran ini akan sangatbermanfaat bilamana diinginkan untuk mengevaluasi layout yang sudahada untuk selanjutnya dilakukan perubahan-perubahan yang lebih baik(relayout).Prosedur penggambaran diagram aliran dalam hal ini dilakukan denganterlebih dahulu menggambarkan layout dari fasilitas-fasilitas pabrik yang adakemudian dibuatkan sketsa aliran proses yang berlangsung dari awal (dimulai dariraw material storage) sampai ke akhir proses operasi (biasanya akan diakhiri difinished-goods storage) seperti apa yang dilaksanakan dalam pembuatan petaaliran proses. Karena keterbatasan tempat untuk menulis maka tidak semuainformasi yang biasanya dicantumkan dalam peta proses operasi atas peta aliran
    • PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ir Amin Syukron, MT PERANCANGAN TATA LETAK PABRIK 19proses perlu dicantumkan pula dalam penggambaran diagram aliran ini.Pembuatan diagram aliran proses terlihat akan lebih mempunyai arti didalam upaya menganalisa tata letak fasilitas produksi dan proses pemindahanbahannya. Dengan mengamati arah aliran proses operasi maka akan bisa dilihatdan dipertimbangkan lokasi-lokasi kerja mana yang "kritis" dengan memperhatikanterutama banyak garis perpotongan yang menggambarkan lintasanpemindahan material. Demikian pula akan dapat diidentifikasikan secara jelasadanya gerakan perpindahan material yang bolak balik (back-tracking) yang justruharus dihindari dalam perancangan rata letak fasilitas pabrik dan pemindahanmaterial.4.3. DASAR - DASAR PERANCANGAN PROSES (PROCESS DESIGN)Proses porubahan input (bahan baku) menjadi output (produk akhir) yangdikehendaki memerlukan satu rangkaian proses pengerjaan yang bertahap.Disini diperlukan teknologi, mesin, peralatan/fasilitas produksi dan metodekerja guna melaksanakan operasioperasi yang diperlukan dalam prosesproduksi tersebut. Perancangan proses produksi dalam hal ini akan tergantungpada karakteristik produk keluaran yang ingin dibuat dan pola ini akantergantung pada karakteristik produk keluaran yang ingin dibuat dan polakebutuhan yang harus dipenuhi dalam proyek pembuatan produk. Berdasarkankondisi produk keluaran, macam/tipe transformasi, dan aliran prosesnya makaperancangan proses produksi dapat dibedakan dalam diagram pada gambar4.6.Didalam perancangan produk permasalahan yang dihadapi adalah "apa(what)" yang harus dibuat, sedangkan dalam perancangan proses penekananpermasalahan terletak pada "bagaimana (how)" cara pembuatannya. Kriteriaterpenting untuk mengklasifikasikan proses produksi adalah tipe aliran dari unitpabrik yang bergerak dari satu tahap menuju ke tahap proses berikutnya. Disinidikenal 3 tipe aliran dasar, yaitu : flow shop job shop, dan proyekPilihan terhadap tipe aliran proses produksi merupakan satu keputusan yangpenting karena hal tersebut akan berpengaruh terhadap teknologi yangditerapkan, tingkat ketrampilan operator yang dipekerjakan, metode
    • PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ir Amin Syukron, MT PERANCANGAN TATA LETAK PABRIK 20perencanaan dan pengendalian produksi, strategi pemasaran yang dipilih sertapermasalahan perencanaan finansialnya.
    • PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ir Amin Syukron, MT PERANCANGAN TATA LETAK PABRIK 21Gambar 4.6.Diagram Perancangan Proses Produksi
    • PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ir Amin Syukron, MT PERANCANGAN TATA LETAK PABRIK 224.3.1. FLOW SHOPUntuk pembuatan produk yang memiliki rancangan dasar yangcenderung tetap beberapa waktu lama dan dikehendaki memenuhi pangsapasar yang besar, maka hal tersebut memerlukan pengaturan proses produksidalam bentuk "flow shop" yang normalnya akan bekerja sebanyak-banyaknyaguna disimpan (stock). Sedang definisi bengkel produksi berdasarkan tipe flowshop bisa dinyatakan sebagai suatu pabrik dimana proses konversi inputmenjadi output akan terjadi dengan menggunakan langkahlangkah operasiyang sama dengan peralatan khusus (special machine) dan biasanyaberlangsung dalam posisi tetap•selama lintasan produksi diselenggarakan.Satu bentuk yang ekstrim dari tipe flow shop adalah proses produksi yangmengalir secara kontinyu (continous process) dimana disini material akanbergerak mengalir dari satu proses ke proses berikutnya secara konstan.Industri-industri yang transformasi prosesnya berlangsung secara kimiawiumumnya mengikuti tipe ini seperti halnya oil refining sugar, factory, dan lain-lain.Secara umum tipe flow shop dibagi dalam 2 macam lagi yaitu : continous flow shop intermittent flow shopPada continous flow shop proses produksi berjalan untuk menghasilkan satujenis produk (Contoh : gula, rokok, aspal, dan lain-lain); sedangkan padaintermitten flow shop proses produksi bisa diinterupsi secara periodik untukmembuat model produk yang memiliki spesifikasi berbeda tetapi tetap memilikiurutan/langkah proses yang sama (disini produk tetap memiliki rancangandasar yang sama, seperti : botol, mobil, dan lain-lain).4.3.2. JOB SHOPUntuk pabrik yang menghendaki fleksibilitas dalam memenuhi keinginankonsumen untuk berbagai macam produk, maka rigiditas proses produksiseperti dijumpai dalam tipe flow shop harus dirubah dengan proses-proseskonversi yang fleksibel. Hal ini bisa dijumpai dalam tipe pengaturan job shopdimana normalnya diaplikasikan untuk memenuhi order masuk yang cenderungberbeda-beda dalam bentuk rancangan dasarnya.Job shop bisa didefinisikan sebagai proses konversi dimana unit-unit
    • PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ir Amin Syukron, MT PERANCANGAN TATA LETAK PABRIK 23produk yang berasal dari order yang berbeda-beda dibuat mengikuti langkah-langkah yang berbeda dan melalui fasilitas-fasilitas produksi yangdikelompokkan sesuai dengan jenis atau fungsi kerjanya. Kebutuhan untuk bisamemiliki fleksibilitas dalam menangani berbagai macam desain produk tidakbisa tidak memerlukan penggunaan mesin, peralatan kerja atau tenaga kerjayang berubahubah. Hal ini berarti sangat diperlukan tenaga kerja yang memilikiskill tinggi dan mesin-mesin yang memiliki banyak fungsi (general purpose).Konsekuensi adanya fleksibilitas yang diperoleh dari tipe job shop akanberakibat pada waktu pemrosesan yang lebih lama (hal ini disebabkankeharusan untuk melakukan set-up mesin yang terlalu wring akibat order kerjayang selalu berubah-ubah): kebutuhan untuk menyediakan area yang sangatluas untuk menyimpan produk/komponen setengah jadi (in process inventory)dan hambatan-hambatan lain berkaitan dengan perencanaan produksi. Haltersebut berakibat waktu penyimpanan (delivery times) produk keluaranmenjadi lambat, kualitas produk menjadi bervariasi dan biasanya produksimenjadi mahal dibandingkan dengan tipe flow shop.4.3.3. PROYEKProyek adalah suatu proses kerja yang menghasilkan produk (output) yangagak kompleks sifatnya dan biasanya hanya dibuat satu kali pada saat tertentu.Disini akan memerlukan sejumlah kegiatan yang menggunakan sumber-sumberterbatas yang harus dikoordinasikan secara ketat. Umumnya output dari kegiatanproyek tidak akan berulang pada saat dan lokasi yang sama dalam jangka waktuyang singkat.Kebutuhan untuk mengelola kegiatan proyek tidak hanya muncul dariorganisasi usaha berorientasi pada proyek-proyek khusus semacam movie studio,jasa konstruksi (jembatan, bendungan, bangunan bertingkat, jalan raya, dan lain-lain) ataupun jasa konsultasil penelitian. Kegiatan proyek juga akan muncul danberkaitan dengan sistem flow dan bilamana diperlukan desain, evaluasi sertaproduk baru.4.4. METODOLOGI PERANCANGAN PROSESPerancangan proses (process design) merupakan suatu aktivitas yangmemerlukan serangkaian langkah/ kegiatan yang berututan di mulai denganpenetapan tahapan proses produksi sampai dengan evaluasi/ pemilihan alternatifproses produksi dari masing-masing tahapan sesuai dengan produk yang dibuat.
    • PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ir Amin Syukron, MT PERANCANGAN TATA LETAK PABRIK 24Prosedur umum dalam penetapan desain proses produksi dapat diuraikan sebagaiberikut :LANGKAH 1 : Penetapan tahapan-tahapan produksi.Pembuatan sebuah produk sering kali tidak bisa dilaksanakan lewat satu macamprosesatau mesin saja, akan tetapi harus melalui berbagai macam proses dengantahapan yang terurut secara logis. Analisa proses (lihat bab 4.2) merupakan carayang tepat untuk menetapkan macam proses dan urutan/tahapan yang harusditempuh guna membuat produk yang dikehendaki.LANGKAH 2 Penetapan alternatif metode produksi untuk setiap tahapanproses.Setelah menetapkan macam dan tahapan yang sesuai, maka langkah selanjutnyaadalah mengidentifikasikan alternative-alternatif metodeatau teknologi ang tersediadan tepat untuk diaplikasikan pada setiapmacam prosesproduksi. Alternativemetode produksi biasanya akan dibedakan dalam penekanan terhadap distribusipenugasan antarta manusia dan mesin.LANGKAH 3 : Penetapan alternative dari metode produksi yang
    • PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ir Amin Syukron, MT PERANCANGAN TATA LETAK PABRIK 25memungkinkan dipilih.Alternative metode produksi yang diidentifikasikan untuk setiap tahap padalangkah-langkah, umumnya diberikan tanpa didasarkan pada studs yang mendetaildengan memperhatikan kemampuan, kebutuhan atau batasanbatasan yangdimiliki. Lebih jauh seringkali pula masingmasing alternatif dibuat tanpa melihathubungan nya dengan metode yang dipakai pada tahap produksi lainnya. Langkahke 3 ini mencoba mencari keserasian hubungan antara satu metode denganmetode yang lain pada tahapan yang berbeda. Alternatif metode yang jelas tidaklayak bisa diseleksi dan digugurkan lebih awal agar pengambilan keputusan tidakperlu melibatkan terlalu banyak alternatif. Alternatif yang memungkinkan disiniditunjukkan dengan tanda lingkaran pada gambar.Setelah menetapkan macam dan tahapan yang sesuai. maka langkahselanjutnya adalah mengidentifikasikan alternatif-alternatif metode atau teknologiyang tersediadan tepat untuk diaplikasikan pada setiap macam proses produksi.Alternatif metode produksi biasanya akan dibedakan dalam penekanan terhadapdistribusi penugasan antara manusia dan mesin. Sebagai contoh metode padatkarya (labor intensive method) akan menekankan pada peranan manusia sebagaipelaksana kerja, sedangkan di metode padat modal (capital intensive method)akan bertumpu pada pemakaian mesin untuk melakukan pros transformasiproduksi sesuai dengan yang dikehendaki.. Banyaknya alternatif metode produksiyang bisa diusulkan untuk setiap tahap produksi akan tergantung pada bentuhoperasi dan tingkatan teknologi yang tersedia.LANGKAH 4 : Analisis pemilihan alternatif proses produksi secara detail.Langkah ini mencari kemungkinan-kemungkinan yan paling tepat dari setiapalternatif sisa untuk masingmasing tahap, kemudian bagaimana kalau
    • PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ir Amin Syukron, MT PERANCANGAN TATA LETAK PABRIK 26dikombinasikam dengan alternatif dari tahap yang lain. Dengan demikian akandiperoleh alternatif yang lengkap unto melaksanakan proses produksi dari tahapawal sampai tahap akhir. Bilamana setiap tahap proses independr terhadaptahapan proses untuk memilih alternatif yar paling layak dari setiap tahap tanpamemperhatik metode yang dipakai di tahap lainnya.Disini alternator dianalisis danditetapkan secara individu tanpa melihatnti sebagai bagian dari proses produksiyang integral. Pemilihan alternatif pada langkah 4 ini setiap analisisn,s harus dibuatsecara detail dengan memperhatik performans, economic costs dan kriteriakualitasnya.LANGKAH 5 : Evaluasi dan penetapan akhir d proses produksi yang akandipakai.Langkah 5 disini mencoba membuat analisa secara kuantitatif didalampemilihan alternatif yang p ing layak. Metode analisis semacam break over analysisbisa dipergunakan untuk menganalisa keunggulan ekonomis denganmempertimbangkan volume produksi yang harus dibuat. Tentu pertimbangan-pertimbangan teknis dikaitkan dengan spesifikasi dan performans teknis, itumerupakan dasar yang paling pokok yang harus dilihat.
    • PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ir Amin Syukron, MT PERANCANGAN TATA LETAK PABRIK 27