Your SlideShare is downloading. ×
0
Sosialisasi Regulasi Bwa 2 Dan 5,8 G Hz
Sosialisasi Regulasi Bwa 2 Dan 5,8 G Hz
Sosialisasi Regulasi Bwa 2 Dan 5,8 G Hz
Sosialisasi Regulasi Bwa 2 Dan 5,8 G Hz
Sosialisasi Regulasi Bwa 2 Dan 5,8 G Hz
Sosialisasi Regulasi Bwa 2 Dan 5,8 G Hz
Sosialisasi Regulasi Bwa 2 Dan 5,8 G Hz
Sosialisasi Regulasi Bwa 2 Dan 5,8 G Hz
Sosialisasi Regulasi Bwa 2 Dan 5,8 G Hz
Sosialisasi Regulasi Bwa 2 Dan 5,8 G Hz
Sosialisasi Regulasi Bwa 2 Dan 5,8 G Hz
Sosialisasi Regulasi Bwa 2 Dan 5,8 G Hz
Sosialisasi Regulasi Bwa 2 Dan 5,8 G Hz
Sosialisasi Regulasi Bwa 2 Dan 5,8 G Hz
Sosialisasi Regulasi Bwa 2 Dan 5,8 G Hz
Sosialisasi Regulasi Bwa 2 Dan 5,8 G Hz
Sosialisasi Regulasi Bwa 2 Dan 5,8 G Hz
Sosialisasi Regulasi Bwa 2 Dan 5,8 G Hz
Sosialisasi Regulasi Bwa 2 Dan 5,8 G Hz
Sosialisasi Regulasi Bwa 2 Dan 5,8 G Hz
Sosialisasi Regulasi Bwa 2 Dan 5,8 G Hz
Sosialisasi Regulasi Bwa 2 Dan 5,8 G Hz
Sosialisasi Regulasi Bwa 2 Dan 5,8 G Hz
Sosialisasi Regulasi Bwa 2 Dan 5,8 G Hz
Sosialisasi Regulasi Bwa 2 Dan 5,8 G Hz
Sosialisasi Regulasi Bwa 2 Dan 5,8 G Hz
Sosialisasi Regulasi Bwa 2 Dan 5,8 G Hz
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×
Saving this for later? Get the SlideShare app to save on your phone or tablet. Read anywhere, anytime – even offline.
Text the download link to your phone
Standard text messaging rates apply

Sosialisasi Regulasi Bwa 2 Dan 5,8 G Hz

2,013

Published on

Sosialisasi Peraturan BWA pada Pita Frekuensi Radio 2 GHz dan 5.8 GHz …

Sosialisasi Peraturan BWA pada Pita Frekuensi Radio 2 GHz dan 5.8 GHz

prepaared by
Arief Hamdani Gunawan

Published in: Technology, Business
0 Comments
2 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total Views
2,013
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
0
Comments
0
Likes
2
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide
  • X1=95; X2=95,10; Y1=6.10;Y2=6.20
  • Transcript

    • 1. Sosialisasi Peraturan BWA pada Pita Frekuensi Radio 2 GHz dan 5.8 GHz Bandung, 27 Juli 2009
    • 2. Agenda
      • Latar Belakang
      • Peraturan Menteri Kominfo No. 26/PER/M.KOMINFO/6/2009 (2 GHz)
      • Peraturan Menteri Kominfo No. 27/PER/M.KOMINFO/6/2009 (5.8 GHz)
    • 3. Latar Belakang
      • 19 Januari 2009 disahkan:
        • Peraturan Menteri Kominfo No. 8/PER/M.KOMINFO/1/2009 tentang Penetapan Pita Frekuensi Radio Untuk Keperluan Layanan Pita Lebar Nirkabel (Wireless Broadband) Pada Pita Frekuensi Radio 2.3 GHz
        • Peraturan Menteri Kominfo No. 9/PER/M.KOMINFO/1/2009 tentang Penetapan Pita Frekuensi Radio Untuk Keperluan Layanan Pita Lebar Nirkabel (Wireless Broadband) Pada Pita Frekuensi Radio 3.3 GHz Dan Migrasi Pengguna Frekuensi Radio Eksisting Untuk Keperluan Layanan Pita Lebar Nirkabel (Wireless Broadband) Dari Pita Frekuensi Radio 3.4 – 3.6 GHz Ke Pita Frekuensi Radio 3.3 GHz
      • 15 Juni 2009 disahkan:
        • Peraturan Menteri Kominfo juga telah mengesahkan Peraturan Menteri Kominfo No. 26PER/M.KOMINFO/6/2009 tentang Penetapan Pita Frekuensi Radio Untuk Keperluan Layanan Pita Lebar Nirkabel (Wireless Broadband) Pada Pita Frekuensi Radio 2 GHz
        • Peraturan Menteri Kominfo No. 27/PER/M.KOMINFO/6/2009 tentang Penetapan Pita Frekuensi Radio Untuk Keperluan Layanan Pita Lebar Nirkabel (Wireless Broadband) Pada Pita Frekuensi Radio 5.8 GHz.
    • 4. Regulasi Pita Lebar Nirkabel PM 7 Penataan pita lebar nirkabel PM 8 Penetapan pita 2.3 GHz PM 9 Penetapan pita 3.3 GHz dan migrasi KM 4 Peluang usaha 2.3 GHz KM 5 Penetapan Blok pita 3.3 GHz
    • 5. PM 7 (1/5)
      • Penataan pita frekuensi radio untuk keperluan layanan pita lebar nirkabel
      • Layanan pita lebar nirkabel adalah layanan telekomunikasi yang kecepatan transmisi datanya sekurang-kurangnya 256 kbps
      • Pita frekuensi radio yang telah ditetapkan alokasinya untuk keperluan layanan pita lebar nirkabel adalah 300 MHz, 1.5 GHz, 2 GHz dan 3.3 GHz atau pita frekuensi radio yang teridentifikasi secara internasional untuk layanan pita lebar nirkabel
    • 6. PM 7 (2/5)
      • Penggunaan pada pita 300 MHz, 1.5 GHz, 2 GHz, 2.3 GHz, 3.3 GHz dan 10.5 GHz diberikan izin pita
      • Penggunaan pita 2.4 GHz dan 5.8 GHz diberikan izin kelas
      • Izin pita frekuensi radio untuk keperluan layanan pita lebar nirkabel dilarang dialihkan kepada pihak lain kecuali atas izin Menteri
      • Jika tidak melakukan pembangunan dalam jangka waktu 2 tahun maka izin pita dicabut
    • 7. PM 7 (3/5) Penggunaan alat/perangkat telekomunikasi
      • Alat/perangkat telekomunikasi yang digunakan untuk pita 2,3 GHz dan 3,3 GHz wajib memenuhi TKDN > 30% untuk SS dan 40% untuk BS
      • Dalam jangka waktu 5 tahun wajib memenuhi TKDN minimal 50%
    • 8. PM 7 (4/5) Zona Wilayah Layanan pita lebar nirkabel
      • 9. Papua
      • 10. Maluku & Maluku utara
      • 11. Sulbagsel
      • 12. Sulbagut
      • 13. Kalbagbar
      • 14. Kalbagtim
      • 15.Rikep
      • 1. Sumbagut
      • 2. Sumbagteng
      • 3. Sumbagsel
      • 4. Banten & jabotabek
      • 5. Jabagbar
      • 6. Jabagteng
      • 7. Jabagtim
      • 8. Bali & Nusra
    • 9. PM 7 (5/5) Contoh Data Koordinat Sumbagut Satuan terkecil 0.1 derajat atau sekitar 11 x 11 km
    • 10. PM 8
      • Penetapan pita frekuensi radio untuk keperluan layanan pita lebar nirkabel pada pita frekuensi radio 2.3 GHz
      • Blok frekuensi 2390 – 2400 MHz untuk KPU
      • BHP 2300 – 2390 MHz membayar BHP pita
      • BHP 2390 – 2400 MHz membayar BHP ISR
    • 11. PM 8 Blok Frekuensi Pita 2,3 GHz
    • 12. KM 4
      • Peluang usaha penyelenggaraan jaringan tetap lokal berbasis packet switched yang menggunakan pita frekuensi radio 2.3 GHz untuk keperluan layanan pita lebar nirkabel.
      • Peluang usaha diberikan kepada penyelenggara jaringan telekomunikasi dan/atau penyelenggara jasa telekomunikasi
      • Pemilihan penyelenggara melalui proses seleksi yang mulai dilaksanakan selambat-lambatnya 3 bulan sejak KepMen ditetapkan (19 Jan 09)
    • 13. PM 9
      • Penetapan pita frekuensi radio untuk keperluan layanan pita lebar nirkabel pada pita frekuensi radio 3.3 GHz dan migrasi pengguna frekuensi radio eksisting untuk keperluan layanan pita lebar nirkabel dari pita frekuensi radio 3.4 – 3.6 GHz ke pita frekuensi radio 3.3 GHz
      • Pita frekuensi radio 3300 – 3400 MHz ditetapkan untuk pengguna eksisting 3.3 GHz dan pengguna eksisting 3.4 – 3.6 GHz dan pengguna lain yang penetapannya dilaksanakan sesuai ketentuan perundangan yang berlaku
      • Pengguna membayar BHP pita
    • 14. Blok Frekuensi 3.3 GHz
    • 15. KM 5
      • Penetapan blok pita frekuensi radio dan zona layanan pita lebar nirkabel pada pita frekuensi radio 3.3 GHz untuk penggunaan pita frekuensi radio eksisting untuk keperluan layanan pita lebar nir kabel
      • Pengguna 3.3 GHz wajib menyesuaikan selambat-lambatnya 7 bulan sejak KM ditetapkan
      • Pengguna 3.4 - 3.6 GHz wajib migrasi ke 3.3 GHz selambat-lambatnya 2 tahun sejak KM ditetapkan
    • 16. KM 5 Operator Eksisting 3.3 GHz
    • 17. 2.3 GHz pada PM 32/2008 KPUT
      • Berhak menggunakan frekuensi 2390 – 2400 MHz
      • Dalam hal menggunakan frekuensi 2390 – 2400 MHz maka wajib menggunakan alat/perangkat yang memiliki TKDN minimal 20%
      • Wilayah cakupan hanya terbatas pada wilayah desa WPUT
      • BHP frekuensi berbasis ISR
    • 18. Kep Dirjen BWA 2.3 GHz & 3.3 GHz
      • 26 Februari 2008
      • PD 94/2008: Persyaratan teknis alat & perangkat telekomunikasi Subscriber Station BWA Nomadic pita frek 2,3 GHz
      • PD 95/2008: Persyaratan teknis alat & perangkat telekomunikasi Base Station BWA Nomadic pita frek 2,3 GHz
      • PD 96/2008: Persyaratan teknis alat & perangkat telekomunikasi Antena BWA Nomadic pita frek 2,3 GHz
      • 13 Agustus 2008
      • PD 220/2008: Persyaratan teknis alat & perangkat telekomunikasi Base Station BWA TDD Nomadic pita frek 3,3 GHz
      • PD 221/2008: Persyaratan teknis alat & perangkat telekomunikasi Antena BWA TDD Nomadic pita frek 3,3 GHz
      • PD 222/2008: Persyaratan teknis alat & perangkat telekomunikasi Subscriber Station BWA TDD Nomadic pita frek 3,3 GHz
    • 19. PM 26
      • Pita frekuensi radio 2 GHz pada rentang frekuensi radio 2053 – 2083 MHz ditetapkan untuk keperluan layanan pita lebar nirkabel (wireless broadband) dengan moda TDD.
      • Pita frekuensi radio 2 GHz dibagi menjadi 6 blok frekuensi radio seperti tersebut di bawah ini:
      • Nomor Blok Rentang Frekuensi
        • 1 2053 – 2058 MHz
        • 2 2058 – 2063 MHz
        • 3 2063 – 2068 MHz
        • 4 2068 – 2073 MHz
        • 5 2073 – 2078 MHz
        • 6 2078 – 2083 MHz
    • 20. PM 26
      • Penetapan blok pita frekuensi radio dan zona layanan pita lebar nirkabel (wireless broadband) pada pita frekuensi radio 2 GHz kepada pengguna pita frekuensi radio 2 GHz eksisting untuk layanan pita lebar nirkabel (wireless broadband) yang disesuaikan penggunaan pita frekuensi radionya diatur dalam Keputusan Menteri tersendiri.
      • Penetapan blok pita frekuensi radio dan zona layanan pita lebar nirkabel (wireless broadband) pada pita frekuensi radio 2 GHz kepada pengguna pita frekuensi radio 2 GHz eksisting untuk layanan pita lebar nirkabel (wireless broadband) diatur dalam Peraturan Menteri tersendiri.
    • 21. PM 26
      • Penetapan blok pita frekuensi radio 2 GHz eksisting dan zona layanan pita lebar nirkabel (wireless broadband) yang disesuaikan penggunaan pita frekuensi radionya tetap dikenakan kewajiban membayar BHP untuk ISR sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku sampai dengan ditetapkannya ketentuan pembayaran BHP untuk Izin Pita Spektrum Frekuensi Radio pada frekuensi radio 2 GHz.
      • Kewajiban membayar BHP untuk Izin Pita Spektrum Frekuensi Radio terdiri dari biaya izin awal (up front fee) dan biaya Izin Pita Spektrum Frekuensi Radio (IPSFR) tahunan yang besaran dan tata cara pembayarannya ditetapkan dengan Peraturan Menteri tersendiri.
    • 22. PM 27
      • Pita frekuensi radio 5.8 GHz pada rentang frekuensi radio 5725 – 5825 MHz ditetapkan untuk keperluan layanan pita lebar nirkabel (wireless broadband) dengan moda TDD.
      • Setiap pengguna frekuensi radio pada pita frekuensi radio 5.8 GHz untuk layanan pita lebar nirkabel (wireless broadband) diberikan izin penggunaan frekuensi radio berdasarkan izin kelas.
    • 23. PM 27
      • Penggunaan frekuensi radio berdasarkan izin kelas tersebut wajib memenuhi ketentuan sebagai berikut:
        • digunakan secara bersama (sharing) pada waktu, wilayah, dan/atau tehnologi secara harmonis antar pengguna;
        • dilarang menimbulkan gangguan yang merugikan; dan
        • tidak mendapatkan proteksi.
      • Penggunaan bersama (sharing) tersebut dilakukan berdasarkan koordinasi antar pengguna frekuensi radio.
    • 24. PM 27
      • Dikecualikan dari ketentuan pemberian izin berdasarkan izin kelas, pemberian izin penggunaan frekuensi radio berdasarkan izin kelas tidak berlaku pada kota dimana terdapat pengguna pita frekuensi radio 5.8 GHz eksisting untuk keperluan layanan pita lebar nirkabel (wireless broadband) sebagaimana data nama-nama kotanya tersebut di bawah ini:
        • 1 Jakarta 2 Bogor 3 Depok 4 Tangerang 5 Bekasi 6 Cikarang 7 Bandung 8 Yogyakarta 9 Surabaya 10 Batam 11 Semarang 12 Denpasar 13 Balikpapan 14 Tenggarong 15 Pekanbaru 16 Bontang 17 Sampang
      • Pengecualian tersebut hanya berlaku sampai dengan tanggal 19 Januari 2011.
    • 25. PM 27
      • Penggunaan pita frekuensi radio 5.8 GHz untuk keperluan layanan pita lebar nirkabel (wireless broadband) yang pemberian izinnya berdasarkan izin kelas wajib mengikuti ketentuan teknis seperti tersebut di bawah ini:
      • Setiap pengguna pita frekuensi radio 5.8 GHz dibatasi penggunaan lebar pita (bandwidth) maksimal sebesar 20 MHz.
      • Setiap pengguna pita frekuensi radio 5.8 GHz dibatasi penggunaan daya pancar (power) sesuai dengan aplikasi sebagai berikut:  
        • Aplikasi P-to-P (Point-to-Point):    
          • Maximum mean EIRP : 36 dBm    
          • Maximum mean EIRP density : 23 dBm / MHz  
        • Aplikasi P-to-MP (Point-to-Multipoint)    
          • Maximum mean EIRP : 36 dBm  
          • Maximum mean EIRP density : 23 dBm / MHz  
        • Aplikasi Mesh    
          • Maximum mean EIRP : 33 dBm    
          • Maximum mean EIRP density : 20 dBm / MHz  
        • Aplikasi AP-MP (Any Point-to-Multipoint)    
          • Maximum mean EIRP : 33 dBm    
          • Maximum mean EIRP density : 20 dBm / MHz
    • 26. PM 27
      • Alat /perangkat telekomunikasi yang akan digunakan pada 5.8 GHz untuk keperluan layanan pita lebar nirkabel (wireless broadband) yang pemberian izinnya berdasarkan izin kelas wajib memiliki sertifikat alat/perangkat sesuai ketentuan perundang-undangan.
      • Penggunaan pita frekuensi radio 5.8 GHz untuk keperluan pita lebar nirkabel (wireless broadband) dikenakan BHP spektrum frekuensi radio yang besarannya diatur dalam Peraturan Menteri tersendiri.
    • 27. Thank You [email_address]

    ×