Your SlideShare is downloading. ×
Nu Dan Comunity Org
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×

Introducing the official SlideShare app

Stunning, full-screen experience for iPhone and Android

Text the download link to your phone

Standard text messaging rates apply

Nu Dan Comunity Org

1,063
views

Published on

Published in: Education

0 Comments
2 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total Views
1,063
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
0
Comments
0
Likes
2
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. MASYARAKAT Pelatihan Advokasi Lembaga Penyuluhan dan Bantuan Hukum Nahdlatul Ulama Kabupaten Pasuruan Di Universitas Yudharta Pasuruan, 8-10 September 2006 Presented by H. Ahmad Hakim Jayli, M.Si, Sekretaris PCNU Kabupaten Pasuruan PENGORGANISASIAN
  • 2. Ikhtiar Nahdlatul Ulama
    • Silaturrahim antar ulama
      • perhoeboengan di antara oelama jang bermadzhab
    • Keilmuan/pengkajian/pendidikan
      • Memeriksa kitab sebeloemnja dipakai mengadjar, memperbanjak madrasah
    • Penyiaran Islam, fasilitasi peribadatan, pelayanan sosial
      • Menjiarkan agama Islam dengan tjara jang halal, memperhatikan masjid, soeraoe, pondok, ihwal anak jatim, fakir miskin
    • Peningkatan taraf dan kualitas hidup masyarakat
      • Mendirikan badan oentoek memadjoekan oeroesan pertanijan, perniagaan dan peroesahaan jang tiada dilarang sjara’.
    • Naskah Khittah 1984
    • Qanun Asasi 1926
  • 3. Visi Pemberdayaan NU
    • Sejak awal NU memiliki pandangan dasar yang peka terhadap
      • Persatuan dan kesatuan ulama sebagai pemimpin masyarakat
      • keprihatinan atas nasib manusia: keterbelakangan, kebodohan dan kemiskinan
    • Pilihan Ikhtiar yang harus mendasari kegiatan NU dari masa ke masa:
      • Melakukan perbaikan, perubahan dan pembaharuan masyarakat, terutama mendorong swadaya masyarakat sendiri.
    • Kata Kunci:
      • Transformasi Sosial (menuju al-mashlahah al-aammah)
      • Pemberdayaan Masyarakat
      • Fasilitasi-Partisipatory
  • 4. Visi Pemberdayaan NU
    • Nahdlatul Ulama sejak semula meyakini bahwa persatuan dan kesatuan para ulama dan pengikutnya, masalah pendidikan, da’wah Islamiyah serta kegiatan perekonomian adalah masalah yang tidak dapat dipisahkan untuk mengubah masyarakat yang terbelakang, bodoh dan miskin menjadi masyarakat yang maju sejahtera dan berakhlaq mulia .
    • Naskah Khittah 1984
  • 5. Visi Pemberdayaan NU
    • Setiap Kegiatan Nahdlatul Ulama untuk kemaslahatan manusia dipandang sebagai perwujudan amal ibadah yang didasarkan pada faham keagamaan yang dianutnya.
    • Naskah Khittah 1984
  • 6. Visi Pemberdayaan NU
    • Usaha NU: ANGGARAN DASAR NU MUKTAMAR 2004
      • Agama: terlaksananya ajaran Islam
      • Pendidikan, pengajaran dan kebudayaan
      • Sosial: kesejahteraan lahir-batin
      • Ekonomi: pemerataan kesempatan berusaha, ekonomi kerakyatan
      • Usaha lain menuju Khaira Ummah
    • Visi: PROLITA MUKTAMAR 2004
      • NU sebagai wadah tatanan masyarakat yang sejahtera, berkeadilan dan demokratis atas dasar Islam Ahlussunnah Wal Jama’ah
    • Misi: PROLITA MUKTAMAR 2004
      • (b) Mewujudkan masyarakat yang berkeadilan dengan melakukan upaya advokasi masyarakat
    • Konsep Ushul al-Khams: MUNAS ALIM ULAMA nu 1997
      • Al Huquq Al-Insaniyah fil-Islam, perlindungan lima hak dasar manusia
      • Hifdz ad-Din, Hifdz al-’Irdl, Hifdz al-Aql, Hifdz an-Nasl, Hifdz al-Mal
  • 7. Visi Pemberdayaan NU
    • Program Pemberdayaan Hukum dan Keadilan PROLITA MUKTAMAR 2004
      • Kampanye PENEGAKAN HUKUM dalam kehidupan sosial dan penyelenggaraan negara.
      • Kaiian terhadap isi dan implementasi PRODUK HUKUM yang berdampak negatif bagi masyarakat.
      • ADVOKASI untuk korban pelanggaran HAM, perampasan hak, dan ketidakkeadilan gender.
      • Jaringan ANTI KORUPSI, anti pelanggaran HAM dan anti kekerasan.
      • Pemahaman prinsip HAM di lembaga pendidikan di lingkungan NU dan organisasi NU.
      • Pemberdayaan perempuan: pendidikan politik, peningkatan life skill , dst.
    • Program Pengembangan Masyarakat PROGRAM UMUM KONFERCAB 2006
      • Kampanye dan advokasi hukum dan HAM, baik melalui lembaga pendidikan formal dan pesantren maupun melalui penyuluhan dan pendampingan hukum bagi warga NU.
      • Upaya preventif dan sistemik guna mengeliminasi potensi kekerasan dan kejahatan di tengah masyarakat serta merancang formulasi rekonsiliasi dan perdamaian masyarakat.
  • 8. Agenda Pemberdayaan
    • Community Development
      • Pengembangan Masyarakat
      • Pendekatan pembangunan yang berwawasan lokal, partisipatif dan edukatif
      • “ Membantu orang agar mampu membantu dirinya sendiri” Diktum dalam Pekerjaan Sosial (Social Work)
      • Memperbaiki kualitas hidup masyarakat melalui pendayagunaan sumber-sumber yang ada pada mereka, bertumpu pada prinsip partisipasi sosial
    • Community Organizing
      • Pengorganisasian Masyarakat
      • Proses konsolidasi kekuatan masyarakat dengan melibatkan konstituen sebanyak mungkin
  • 9. Pengorganisasian Masyarakat
    • Tujuan
      • mewujudkan suatu perubahan sosial yang transformatif dengan berangkat dari apa yang dimiliki oleh masyarakat yang bersangkutan
    • Target
      • Sisi Pemberdayaan
        • Meningkatnya kesejahteraan
        • Meningkatnya akses pada sumberdaya
        • Meningkatnya kesadaran kritis
        • Meningkatnya partisipasi
        • Meningkatnya kontrol
      • Sisi Gerakan (harakah)
        • Masyarakat sebagai subyek
        • Komunitas dan sektor
  • 10. Pengorganisasian Masyarakat
    • PROSES
      • Menemukan penyelesaian-penyelesaian masalah yang mungkin dilakukan,
      • Menyusun sasaran yang harus dicapai
      • Melakukan Identifikasi sumber daya dan infrastruktur yang ada
      • Membangun sebuah institusi yang secara demokratis diawasi oleh seluruh konstituen.
    • INSTITUSI
      • Diharapkan mampu mengembangkan kapasitas masyarakat untuk menangani masalahnya dan bisa menampung semua keinginan dan kekuatan konstituen yang ada
      • Alat untuk mencapai tujuan, bukan tujuan itu sendiri
        • ‘ Membentuk’: Kelompok tani, nelayan, buruh, guru, tukang becak, dll
        • ‘ Optimalisasi’: MWC, Ranting, Pertanu, dll.
  • 11. Fasilitator
    • Aktor/unsur
      • Pekerja Sosial/fasilitator
      • Masyarakat setempat
      • Lembaga donor
      • Instansi terkait
    • Visi Fasilitator
      • Pemungkin (enabling)
      • Pendukung (supporting)
      • Pelindung (protecting)
    • Posisi Fasilitator:
      • Memandang Klien dan lingkungannya sebagai sistem yang dinamis dan potensial dalam proses pemecahan masalah dan pemenuhan kebutuhan sosial
      • “ Making the best of the client’s resources”
  • 12. Tahapan
    • Melebur dengan masyarakat
      • Membangun kontak person, Menjalin pertemanan, Terlibat sebagai pendengar, Terlibat aktif dalam diskusi, Ikut bekerja sama.
    • Melakukan penyelidikan sosial
      • Melakukan analisa sosial baik makro maupun mikro (untuk mengidentifikasi faktor-faktor sistemik dalam masyarakat yang secara konsisten mengakibatkan marjinalisasi kelompok-kelompok tertentu dari akses terhadap sumber daya dan manfaat)
      • Melakukan pendokumentasian.
    • Merancang kegiatan awal
      • Merumuskan isu bersama,
      • Musyawarah bersama,
      • Mengidentifikasi masalah dan potensi.
    • Melaksanakan kegiatan yang sesuai dengan kesepakatan musyawarah bersama.
    • Membentuk organisasi rakyat.
  • 13. Prinsip dan Nilai
    • Sikap Kemasyarakan NU NASKAH KHITTAH 1984
      • Tawassuth (Sikap Tengah) dan I’tidal (Berlaku Adil)
      • Tasamuh (Toleran)
      • Tawazun (Seimbang)
      • Amar Ma’ruf Nahi Munkar
    • Etika: Mabadi’ Khaira Ummah MUNAS ALIM ULAMA, LAMPUNG 1992
      • As-Shidqu: benar, jujur
      • Al-Wafa’ bil-’Ahdi: pemenuhan janji, disiplin
      • At-Ta’awun: tolong menolong
      • Al-’adalah: keadilan
      • Al-Istiqamah: konsisten
    • Nilai Dasar Pengorganisasian
      • Transparansi, Partisipasi
      • Saling percaya, Desentralisasi
      • Kepercayaan pada daya hidup dan daya cipta rakyat
      • Solidaritas, Keadilan
  • 14. Sikap Dasar Fasilitator
    • Keterbukaan
      • Mau belajar dari pengalaman baru
      • Mau berbagi pengalaman dan pikiran
      • Bersedia memberi kritik yang konstruktif
      • Bersedia menerima kritik dan saran dari orang lain, misalnya pelatih atau rekan sesama pendamping, terutama dari rakyat/komunitas
    • Disiplin
      • Mampu mengerjakan tugas yang telah disepakati (efektivitas)
      • Mampu mentaati batas waktu (efisiensi)
      • Tepat waktu dalam pertemuan dan kegiatan kelompok
    • Ingin tahu
      • Keinginan yang sehat untuk mempelajari hal/gagasan baru
      • Berprakarsa untuk mencari tahu tentang hal/gagasan baru
    • Kepekaan akan situasi yang mendesak (sense of urgency)
      • Berniat dan bertekad untuk menyelesaikan tugas tepat waktu
      • Penuh pertimbangan akan ketepatan waktu dalam perencanaan dan kegiatan pengorganisasian komunitas
  • 15. Sikap Dasar Fasilitator
    • Berprakarsa (berinisiatif)
      • Bertindak cepat tanpa menunggu perintah
      • Berani mengambil langkah untuk memecahkan persoalan kelompok
    • Berani melawan (irreverence)
      • Bijak dan inovatif dalam menghadapi konvensi, aturan, praktek, kebiasaan dan adat yang menghambat kemajuan dan keberdayaan rakyat
      • Mampu memunculkan taktik yang efektif melawan struktur yang menindas (praktek, kebiasaan dan adat yang menguatkan penindasan)
    • Kesediaan untuk berubah dan mengambil resiko
      • Berani mencoba gagasan dan bentuk aksi baru
      • Tegas dalam mengambil langkah-langkah yang diperlukan meski mengandung resiko atau ketidak-pastian
    • Ulet; kerja-keras; aktif melakukan kunjungan ke komunitas
      • Tidak berhenti hanya paham teori dan konsep, justru berusaha mewujudkannya dalam praksis
      • Tidak terikat pada jam kerja yang biasa (mental kerja Senin - Jumat)
      • Tidak defensif dan membuat alasan yang mengada-ada untuk kegagalan dalam melakukan tugas
      • Tidak mudah patah dan frustrasi dalam menghadapi hambatan
  • 16. Sikap Dasar Fasilitator
    • Kepedulian yang tulus pada rakyat
      • Bisa mengapresiasi cara pandang, gaya hidup, cara berpikir, bereaksi, bercanda rakyat (yang unik)
      • Menikmati bergaul dan tinggal bersama komunitas
      • Mempelajari ungkapan-ungkapan lokal dan menggunakannya dalam berbincang-bincang dengan rakyat setempat
    • Yakin dan percaya bahwa rakyat mampu menentukan kehendak sendiri
      • Yakin bahwa dirinya bisa belajar dari rakyat
      • Berorientasi pada proses tetapi tidak menggunakan proses sebagai dalih untuk kegagalan dalam menghasilkan keluaran yang memuaskan
      • Tidak melakukan tindakan untuk rakyat tetapi secara sabar memperlihatkan kepada rakyat cara bertindak yang tepat
      • Tidak memaksakan pandangan atau ukuran keunggulan (standard of excellence) dirinya sendiri pada rakyat/ komunitas
    • Kepekaan
      • Memperlihatkan rasa peduli yang sungguh-sungguh pada perasaan orang lain, khususnya rakyat di komunitas
      • Sadar akan kecenderungan khusus yang ada pada dirinya sendiri
  • 17. Sikap Dasar Fasilitator
    • Harga diri yang positif
      • Memperlihatkan rasa percaya diri yang memadai
      • Bisa bekerja baik tanpa dorongan rasa bersaing atau rendah diri
      • Mampu memasukkan unsur canda (humor) dalam taktik dan penggalangan rakyat
      • Bisa mengatasi frustrasi
    • Kreativitas/Inovasi
      • Berusaha memancing perasaan, pikiran, partisipasi rakyat secara inovatif dengan menggunakan cara-cara yang baru
      • Dengan sengaja selalu mempertimbangkan alternatif/rencana cadangan terhadap gagasan dan rancangan yang ada
      • Selalu berusaha secara kreatif menggunakan sumberdaya yang ada dan/atau kebiasaan sesuai dengan budaya setempat
    • Selera canda (sense of humor)
      • Mampu menikmati kerja lapangan
      • Mampu menertawakan kekeliruan/kekurangan diri sendiri dan mengatasinya
    • Kejujuran: mampu menyatakan dan menjunjung tinggi kebenaran.
    • Keluwesan: dapat dengan mudah menyesuaikan diri perubahan dengan situasi atau perbedaan konteks
    • Solidaritas: mampu menciptakan hubungan yang harmonis dengan rekan sekerja dan rakyat di komunitas
  • 18. TERIMA KASIH
    • Referensi
    • Wawasan Dasar Nahdlatul Ulama: Naskah Khittah NU, Keputusan Muktamar XXVII NU 1984
    • Anggaran Dasar NU, Keputusan Muktamar XXXI NU, 2004
    • Al-Huquq Al-Insaniyah fil-Islam, Keputasan Munas Ailm Ulama, Lombok, 1997
    • Mabadi’ Khaira Ummah, Keputasan Munas Ailm Ulama, Lampung, 1992
    • Program Lima Tahun PBNU, Keputusan Muktamar XXXI NU, 2005
    • Program Umum 2006-2011 PCNU Kabupaten Pasuruan, Keputusan Konfercab NU, 2006
    • Peran Pekerja Sosial dalam Community Development, dalam http://www.policy.hu/suharto/makIndo8.html
    • Tujuan, Dasar dan Prinsip Pengorganisasian, dalam http://www.urbanpoor.or.id/content/view/127/81/