Teaching style

  • 2,398 views
Uploaded on

 

  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
No Downloads

Views

Total Views
2,398
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0

Actions

Shares
Downloads
170
Comments
1
Likes
2

Embeds 0

No embeds

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
    No notes for slide

Transcript

  • 1. TEACHING STYLE
  • 2.
    • GAYA BELAJAR
    • GAYA BELAJAR adalah carayang kita lebih sukai dalam melakukan kegiatan berpikir,memproses dan mengerti sesuatu.
    • Gaya belajar siswa dapat diketahui dari kecendrungan kecerdasan siswa tersebut, yang didapati dari riset Multiple Intelegence. Seseorang dapat mempunyai lebih dari satu kecendrungan kecerdasan.
    • Gaya belajar sesorang biasanya dipengaruhi oleh kebiasaan orang tersebut, contoh :
    • Lipat kedua tangan anda didepan Dada. Perhatikan lengan mana yang berada diatas.
    • Sekaraang tukar lengan yang satunya yang berada di atas.
    • Bagaimana rasanya ?
    • Apabila gaya belajar siswa Tidak Sama Dengan gaya mengajar guru maka pelajaran menjadi sulit, membosankan dan gagal
  • 3.
    • MODALITAS BELAJAR
    • Modalitas belajar adalah model jalan atau cara guru mentransfer ilmu kepada siswa.
    • Modalitas ada 3 macam:
    • Visual : cara transfer ilmu dengan cara visual, seperti catatan, gambar, table, diagram, grafik, peta pikiran,dsb.
    • Auitorial : cara transfer ilmu dengan cara berbicara atau bercerita
    • Kinestik : cara transfer ilmu dengan aktifitas
    • MODALITAS
    • Otak kita lebih cepat menangkap informasi yang berasal dari MODALITAS VISUAL YANG BERGERAK.
    • Penelitian Dr.Venon Magnesen dari Texas Universitas
    • Persentase apa yang kita ingat jika
    • Membaca 20%
    • Mendengar 30%
    • Melihat 40%
    • Mengucapkan 50%
    • Melakukan 60%
    • Melihat,mengucapkan, mendengar , melakukan 90%
  • 4.
    • PARADIGMA YANG SALAH
    • Apabila guru mengajar menyampaikan informasi , baik pemikiran, penjelasan, ide, dan pandangan, kemudian siswa tidak mengerti, maka yang SALAH adalah SISWA, kenapa mereka sampai tidak mengertii.
    • EFEKTIFITAS KOMUNIKASI
    • Terletak pada tanggung jawab GURU.
    • Ada 3 elemen penting agar komunikasi guru efektif:
    • 1. Konten
    • 2. Konteks
    • 3. Penyampaian
    • 1. KONTEN, apa yang anda ingin katakan, meliputi:
    • Menguasai materi pelajaran
    • Kemampuan membangun hubungan dengan siswa
    • Kemampuan membangkitkan motivasi belajar siswa
    • Memberikan nilai tambah
    • Membangkitkan rasa ingin tahu siswa dan
    • Membuat siswa selalu ingin bertanya.
  • 5.
    • 2. KONTEKS,/ situasi atau kondisi yang terlibat, meliputi, :
    • Suasana hati atau mood
    • Peraturan yang berlaku dikelas atau disekolah
    • Pengalaman
    • Pembelajaran terdahulu
    • Kemampuan mempengaruhi situasi yang mendukung proses pembelajaran.
    • 3. PENYAMPAIAN/ cara Anda mengatakan informasi tersebut, meliputi :
    • Pesiapan lesson plan
    • Kemampuan body language
    • Kontak mata
    • Kualitas suara (volume, intonasi, dan kecepatan suara)
    • PRINSIP YANG PERLU DIKETAHUI AGAR KOMUNIKASI KITA EFEKTIF :
    • Perencanaa
    • Lesson Plan
    • Gaya Belajar dan Multiple Intelegence Siswa
    • Pembukaan yang Berkesan
    • Hak Mengajar
    • Kondisi Alfa siswa
    • Fasilator dan katalisator
  • 6.
    • 1. PERENCANAAN
    • PARADIGMA LAMA YANG SALAH :
    • Konsep kalau guru mengajar murid akan belajar. Perencanaan mengajar terletak pada bagaimana guru mengajar kemudian murid mengerti.
    • PARADIGMA BARU YANG BENAR :
    • Dengan guru mengajar belum tentu murid belajar. Sebab mengajar dan belajar adalah dua proses yang berbeda. Perencanaan mengajar terletak pada bagaimana murid bias mengerti, barulah merancang bagaimana guru mengajar.
    • Bagaimana kondisi pikiran murid saat Anda mau mengajar ?
    • Bagaimana situasi kelas pada saat itu ?
    • Apa yang telah murd ketahui mengenai topic yang akan Anda bawakan ?
    • Apa manfaat materi ini bagi kehidupan murid ?
    • Berapa banyak waktu yang tersedia ?
    • Apakah akan digunakan untuk kerja kelompok atau collaborative learning ?
    • Apakah materi yang diajarkan melalui suatu permainan ?
    • Bagaimana cara memberikan umpan balik yang efektif?
    • Bagaimana cara memastikan bahwqa murid benar-benar telah mengerti apa yang telah diajarkan?
    • Bagaimana cara merayakan keberhasilan siswa apabila telah mengerti materi ?
    • Sebelum membuat perencanaan mengajar/lesson plan dan sebelum masuk kelas, pertanyaan-pertanyaan ini Anda harus bias menjawab.
  • 7.
    • LESSON PLAN
    • Lesson plan harus ditulis/direcord dan disimpan rapi. Dapat dibawa saat mengajar sebagai acuan
    • Dalam Lesson Plan diusahakan membuat cara-cara quantum dalam manghapal, mencatat, membaca dan lain-lain.
    • Usahakan hasil akhir sebuah materi dimuat dalam kertas yang agak besar dengan metode mind-map dan ditempel dengan kertas, siswa dapat juga menjadikannya sebagai acauan.
    • GAYA BELAJAR DAN MULTIPLE INTELEGENCE SISWA
    • Dalam mengajar gunakan persentase terbesar KINESTETIK
    • Kenalilah kecendrungan kecerdasan siswa yang terbesar ( data ini didapatkan pada hasil penelitian MI Research siswa)
    • PEMBUKAAN YANG BERKESAN
    • Fikus, mengarahkan pikiran murid
    • Meningkatkan moyivasi dan semangat belajar
    • Membeikan inspirasi
    • Membangun hubungan dengan siswa
    • Dapat menciptakan arti yang berhubungan dengan siswa
    • Menghilangkan penghambat utama proses pembelajaran yaitu, stress, rasa terancam/ tiadak aman, kekhawatiran dan rasa tidak berdaya.
  • 8.
    • HAK MENGAJAR
    • Pada saat guru mengajar, terlebih daulu guru harus mendapatkan HAK MENGAJAR dari siswa
    • Apabila hak tersebut telah didapatkan guru, maka proses belajar mengajar dapat diteruskan dan berhasil. Apabila hak tersebut tidak didapat, maka akan terjadi bencana MENTAL BLOCK dan COGNITIVE SHUTDWON, Artinya sebagus apapun lesson plan yang anda buat dan sebaik apapun anda mengajar siswa tetap tidak mau menerima dan mengerti apa yang anda ajarkan.
    • CARA MENDAPATKAN HAK MENGAJAR DARI SISWA :
    • Guru harus menjadi teladan yang baik, ingat pada 99 ASMAHUL HUSNA
    • Guru harus memberi perhatian maksimal kepada siswa, ingat konsep jepang.
    • Guru harus member kasih sayang kepada siswa
    • Guru harus memberikan penghargaan kepada siswa
    • Guru harus bebicara dengan kata-kata yang positif kepada siswa. Ingat konsep meja.
    • Guru menjaga penampilannya, agar citra diri anda yang baik tertanam dalam benak siswa. Perhatikan pakaian dan rambut anda.
    • KONDISI ALFA SISWA
    • Selalu menjaga siswa dalam kondisi alfa, yaitu dengan :
    • Fun Story
    • ice Breaking
    • brain Gym
    • Musik
    • Semuanya harus direcord
  • 9. FASILISATOR DAN KATALISATOR Zaman sekarang guru bukan satu-satunya sumber informasi, sumber informasi lain lebih dahsyat daripada seorang guru antara lain : TV, surat kabar, radio, seminar, buku-buku, electronic book, ensiklopedia, dan internet, sehingga guru harus mengubah peranya menjadi seorang fasilisator dan katalisator
    • Peran Guru Sebagai FASILISATOR
    • Posisi murid dengan guru sama
    • Murid bertanggung jawab dan berperan aktif terhadap proses dan hasil pembelajaran
    • Guru merancang proses pembelajaran, menetapkan materi, bagaimana cara penyampaian, apa hasil yang ingin dicapai, level berpikir apa yang ingin digunakan, strategi apa yang ingin digunakan untuk memeriksa kemajuan murid dan selanjutnya membantu dan mengarahkan murid untuk melakukan sendiri aktifitas pembelajaran itu.
    • Peran Guru Sebagai KATALISATOR
    • Guru membantu siswa menemukan kekuatan, bakat dan kelebihan siswa. Gunakan POSTER TALENTA yang ditempel di kelas.
    • Guru membantu mengarahkan dan mengembangkan aspek kepribadian, karakter, emosi dan intelektual siswa. Dapat dicapai melalui mata pelajaran Emosional Quontient.
    • Guru mampu menumbuhkan dan mengembangkan rasa cinta siswa terhadap proses belajar sehingga siswa mengerti CARA BELAJAR mereka sendiri yang optimal, dan siswa mengerti bahwa proses belajar adalah proses yang berkesinambungan, terus menerus, berhenti apabila kita dipanggil oleh Allah SWT.
    • Untuk menjadikan siswa sebagaiseorang konsumen, maka kita membutuhkan kerjasama dengan semua siswa dalam proses pembelajaran.