• Share
  • Email
  • Embed
  • Like
  • Save
  • Private Content
Empat tanda orang celaka dan bahagia
 

Empat tanda orang celaka dan bahagia

on

  • 3,912 views

 

Statistics

Views

Total Views
3,912
Views on SlideShare
3,912
Embed Views
0

Actions

Likes
1
Downloads
14
Comments
0

0 Embeds 0

No embeds

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft Word

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

    Empat tanda orang celaka dan bahagia Empat tanda orang celaka dan bahagia Document Transcript

    • Empat Tanda Orang Celaka dan BahagiaREPUBLIKA.CO.ID, Oleh Soraya KhoirunnisaDalam Kitab Nashaihul „Ibad karangan Imam Nawawi Al-Bantani disebutkan bahwa Rasulullahsaw. bersabda, “Tanda orang celaka ada empat yaitu : pertama, melupakan dosa-dosa masalalu padahal semuanya tercatat dengan rapi di sisi Allah.Kedua, mengenang kebaikan di masa lalu padahal belum diketahui diterima Allah atau tidak.Ketiga, Dalam urusan dunia selalu memandang ke yang lebih atas. Keempat, dalam urusanagama selalu memandang ke yang lebih rendah.Kemudian disebutkan pula, tanda orang bahagia juga ada empat. Pertama, mengingat dosa-dosa yang telah lalu. Kedua, melupakan kebaikan yang pernah ia lakukan.Ketiga, dalam urusan agama senang melihat kepada orang yang lebih tinggi (dalam ibadah danketaatannya kepada Allah). Keempat, dalam urusan dunia senang melihat kepada orang yanglebih rendah (sehingga mendorongnya untuk lebih mensyukuri nikmat-Nya).”Marilah kita merenung, di manakan kita di antara kedua tanda tersebut? Apabila memang kitalebih cenderung kepada sifat-sifat yang celaka maka tidak ada salahnya untuk mengakui.Karena pengakuan adalah langkah awal untuk memperbaiki diri.Tanda celaka yang pertama adalah melupakan dosa-dosa yang telah lalu. Kita sebagaimanusia yang seringkali lalai, bukan saja melupakan dosa yang telah lalu bahkan kita acapkalitidak menyadari bahwa apa yang kita lakukan menambah pundi dosa kita.Atau malah kita sudah tahu bahwa yang kita lakukan adalah dosa, namun tetap saja kitamelakukannya. Seakan-akan kita meremehkan balasan yang pasti akan kita terima di akhirat.Maka, mengingat dosa akan menghentikan niat buruk kita sekaligus menjadi motivator dalammenambah pundi pahala.Tanda celaka kedua adalah mengenang kebaikan di masa lalu. Adanya perasaan ini di dalamhati manusia adalah bukti nyata tentang liciknya syaitan. Syaitan pernah berjanji untuk selalumenggoda manusia yang disebutkan Allah dalam banyak ayat, salah satunya dalam surat Al-A’rof : 17. “Kemudian saya akan datangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, darikanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak mendapati kebanyakan mereka bersyukur.”Ketika manusia akan melakukan kebaikan, syaitan dengan berbagai caranya menggodamanusia untuk gagal melakukannya. Namun ketika manusia berhasil mengalahkan bisikan
    • syaitan dengan tetap melakukan kebaikan, syaitan menggoda manusia dengan cara yang lain.Dibisikkanlah ke dalam hati manusia rasa bangga dengan kebaikannya. Sehingga muncullahbangga diri. Muncullah rasa lebih baik daripada orang lain. Astaghfirullahal‟adzim.Dalam hal ini, menyadari bahwa amalan kita belum tentu diterima Allah memiliki perananpenting dalam menundukkan rasa ujub dan takabbur.Tanda celaka ketiga adalah dalam urusan dunia selalu memandang kapada yang lebih atas.Sehingga jiwa tidak tenang dan selalu merasa kurang. Yang teringat hanyalah kekurangan danserba kekurangan. Padahal, nikmat dari Allah adalah tidak terkira. “Dan jika kamu menghitungnikmat Allah, tidaklah dapat kamu menghinggakannya. Sesungguhnya manusia itu sangatdzalim dan sangat mengingkari (nikmat Allah). QS. Ibrahim : 34.Dan yang tanda celaka yang terakhir adalah dalam urusan ibadah selalu melihat kepada yanglebih rendah. Orang yang seperti ini akan menjadi orang sombong yang merasa telahmelakukan banyak. Padahal (lagi-lagi) kita tidak tahu apakah amal kita diterima Allah atau tidak.Maka, semoga kita dapat menjauhi tanda celaka dan mengamalkan tanda bahagia.Wallahua‟lam.Komentar:Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW menyebut empat tanda orang bahagia dan orangcelaka.Tanda-tanda orang celaka: Pertama, ia selalu mengingat kebaikan-kebaikan yang pernahdilakukannya, padahal tidak ada jaminan bahwa kebaikan-kebaikan tersebut diterima oleh AllahSWT. Kedua, ia selalu melupakan perbuatan-perbuatan maksiat yang dilakukannya, padahaldosa-dosa tercatat rapi dalam buku catatan amalnya. Ketiga, ia selalu melihat ke atas dalamurusan dunia, sehingga ia selalu merasa kurang dan tidak bisa bersyukur. Keempat, ia selalumelihat ke bawah dalam urusan akhirat, sehingga ia tidak punya semangat untuk berlomba-lomba mengumpulkan bekal akhirat.Tanda-tanda orang bahagia: Pertama, ia selalu melupakan kebaikan-kebaikan. Ia sangat tahudiri, merasa tidak pantas membangga-banggakan kebaikan-kebaikannya. Seolah dia tidakpernah berbuat kebaikan. Inilah kerendahan hati yang benar. Kedua, ia selalu mengingatkesalahan-kesalahan. Rasa sesalnya terus menggelayutinya karena perbuatan salahnya itu. Iatakut, jangan-jangan karena perbuatan salahnya itulah, murka Allah SWT datang. Ketiga, dalamurusan dunia, ia selalu melihat ke bawah. Apapun kondisinya, ia tetap mensyukurinya, karenamenurutnya ia lebih beruntung ketimbang mereka yang di bawahnya. Keempat, ia selalumelihat ke atas dalam urusan akhirat, sehingga tanpa bosan, ia terus bersemangatmengumpulkan bekal akhirat.
    • Calon Wakil Rakyat yang AmanahREPUBLIKA.CO.ID, Oleh Dr HM Harry Mulya ZeinKomisi Pemilihan Umum (KPU) telah membuka Pendaftaran calon anggota legislatif (bacaleg)hingga 22 April nanti. Ribuan warga di seantero Nusantara turut serta menjadi bacaleg dari 12partai politik nasional dan 3 partai lokal.Beragam niat menjadi caleg saat ini. Ada yang menjalankan perintah partai, permintaanmasyarakat, keinginan suami, mencari kekayaan, hingga pengabdian ke masyarakat. Niat inipula yang menentukan kualitas anggota Dewan di semua tingkatan (DPR RI atau DPRD).Karena niat yang menentukan tindakan seseorang di kemudian hari.Sebagai umat Islam, saya menyarankan kepada orang-orang yang akan mencalonkan diri nantipada Pemilu 2014 untuk meluruskan niat. Bahwa menjadi anggota Dewan yang merupakanwakil rakyat harus diawali dengan niat suci. Menjadi pejabat publik bukan sekadar mencarikekayaan akan tetapi merupakan bagian dari ibadah.Ketika niat ibadah sudah di ditanamkan, maka ketika terpilih nanti, menjalankan tugas sebagaianggota Dewan bukan sekadar kewajiban, tetapi kebutuhan akan ibadah.Ada baiknya kita membaca kisah seorang lelaki kaum Anshar.Anas bin Malik meriwayatkan bahwa seorang lelaki dari kaum Anshar datang menghadapRasulullah saw dan meminta sesuatu kepada beliau.Rasulullah saw bertanya, “Adakah sesuatu di rumahmu?”“Ada, ya Rasulullah!” jawabnya, “Saya mempunyai sehelai kain tebal, yang sebagian kamigunakan untuk selimut dan sebagian kami jadikan alas tidur. Selain itu saya juga mempunyaisebuah mangkuk besar yang kami pakai untuk minum.”“Bawalah kemari kedua barang itu,” sambung Rasulullah saw.Lelaki itu membawa barang miliknya dan menyerahkannya kepada Rasulullah. Setelah barangditerima, Rasulullah saw segera melelangnya. Kepada para sahabat yang hadir pada saat itu,beliau menawarkan pada siapa yang mau membeli. Salah seorang sahabat menawar keduabarang itu dengan harga satu dirham.Tetapi Rasulullah menawarkan lagi, barangkali ada yang sanggup membeli lebih dari satudirham, “Dua atau tiga dirham?” tanya Rasulullah kepada para hadirin sampai dua kali.Inilah lelang pertama kali yang dilakukan Rasulullah. Tiba-tiba salah seorang sahabat
    • menyahut, “Saya beli keduanya dengan harga dua dirham.”Rasulullah menyerahkan kedua barang itu kepada si pembeli dan menerima uangnya. Uang itulalu diserahkan kepada lelaki Anshar tersebut, seraya berkata, “Belikan satu dirham untukkeperluanmu dan satu dirham lagi belikan sebuah kapak dan engkau kembali lagi ke sini.”Tak lama kemudian orang tersebut kembali menemui Rasulullah dengan membawa kapak.Rasulullah saw melengkapi kapak itu dengan membuatkan gagangnya terlebih dahulu, lantasberkata, “Pergilah mencari kayu bakar, lalu hasilnya kamu jual di pasar, dan jangan menemuiaku sampai dua pekan.”Lelaki itu taat melaksanakan perintah Rasulullah. Setelah dua pekan berlalu ia menemuiRasulullah melaporkan hasil kerjanya. Lelaki itu menuturkan bahwa selama dua pekan iaberhasil mengumpulkan uang sepuluh dirham setelah sebagian dibelikan makanan danpakaian.Mendengar penuturan lelaki Anshar itu, Rasulullah bersabda, “Pekerjaanmu ini lebih baikbagimu daripada kamu datang sebagai pengemis, yang akan membuat cacat di wajahmu kelakpada hari kiamat.”Rasulullah saw memberikan pelajaran menarik tentang pentingnya bekerja. Dalam Islambekerja bukan sekadar memenuhi kebutuhan perut, tapi juga untuk memelihara harga diri danmartabat kemanusiaan yang seharusnya dijunjung tinggi.Karena itu, tidak salah ketika saya mengatakan, jangan pernah berpikir menjadi caleg hanyasekadar mencari kekayaan. Tetapi bagian dari pengabdian diri untuk mengangkat martabatkemanusiaan. Bekerja adalah ibadah yang harus kita lakukan bersama.Komentar:Posisi RakyatTercatat ada 46 partai politik (parpol) yang berminat bertarung dalam pesta akbar demokrasilima tahunan 2014. Tujuan utamanya memperebutkan 560 kursi DPR RI. Kriteria calon wakilrakyat hanya dipakai parpol untuk menyaring dan menjaring, khususnya dari kader atau elitparpolnya. Sisanya, direkrut dari tokoh masyarakat, kalangan akademisi, birokrat ataukomedian yang mempunyai nilai jual. Sosok swasta sebagai penyandang dana termasuk yangdiincar. Mantan wakil rakyat yang banyak jasanya ke parpol masih dilirik.Rakyat hanya pada posisi berhak memilih calon wakil rakyat yang dijual parpol, tidak bisamengusulkan nama calon. Rakyat tidak mencoblos parpol, menentukan pilihan pada siapa sajayang dikenal dan layak jadi wakilnya, di tingkat kabupaten/kota, provinsi maupun DPR-RI.Pemilu legislatif bukan seperti beli kucing dalam karung. Walau mudah bak menebak buahmanggis, namum terkadang harapan tinggal harapan. Rakyat memang dikondisikan harusmengikuti aturan main para wakil rakyat.Masalahnya, calon yang dikenal karena jejak rekamnya
    • layak dipilih, tetapi berada di parpol yang tidak diminati karena sepak terjangnya tidak pro-rakyat. Setelah dipilih dan masuk parlemen, karena wajib ikut aturan main parpol, ditambahterkontaminasi lingkungan, berubah drastis.Kinerja Wakil RakyatWakil rakyat diketahui kinerjanya melalui media massa saat jadi tersangka tipikor (tindak pidanakorupsi). Tersandung berbagai kasus, namun malah jadi tamu, nara sumber atau pembicara diberbagai acara TV swasta. Bagi wakil rakyat yang tidak banyak mulut namun dekat dengankalangan TV swasta, komentarnya bisa dipajang di running text secara menerus. Diketahuisebagai wakil rakyat karena ada pergantian antar waktu, atau meninggal dunia.Fungsi legislasi ditunjukkan dengan menunggaknya produk hukum. Fungsi anggaran semakinmenguatkan adanya budaya dan lagu wajib korupsi. Fungsi pengawasan lebih dijabarkansebagai studi banding, lawatan, dan kunjungan kerja ke manca negara, ataumengkambinghitamkan pihak eksekutif.Di lapangan, rakyat selalu menjadi korban sia-sia dalam memperjuangkan haknya, karenatanahnya diserobot oleh pengusaha, menjadi alih fungsi atau sumber Galian C. Berhadapandan bentrok fisik dengan aparat keamanan atau tukang pukul pengusaha. Maraknya berbagaielemen masyarakat turun ke jalan, sebagai indikasi tidak berfungsinya keterwakilan rakyat.Masalah bangsa dan negara berbasis SARA memang diperlukan kepekaan, kepedulian dandaya tanggap wakil rakyat.Ironis, wakil rakyat bisa mengikuti pepatah : “Karena nila sebelanga, tak berarti susu segelas”.Menimang Sebelum MeminangRakyat memilih wakilnya karena sudah kenal secara pribadi atau percaya bahwa pilihannyabisa melaksanakan amanah secara total. Statistik anggota DPR RI 2009-2014 hanyamenyuratkan : 17,49% perempuan; mayoritas pada : 46,81% S1; 62,71% akademisi; 38,98%41-50 tahun; serta sesedikit 49.677.076 rakyat (29,00%) tidak menggunakan hak pilihnya aliasgolput.Mengacu statistik di atas, umat Islam memantapkan langkah dengan :Pertama, secara proaktif melakukan kajian terhadap calon. Kalau perlu adakan acara jumpacalon. Secara pribadi lalukan sholat istiqarah.Kedua, fokus pada latar belakang pekerjaan yang berbasis pengembangan syiar Islam, demikemaslahatan umat.Ketiga, penuhi kuota 30% perempuan, pilihan bukan karena popularitas duniawi.Keempat, beri kesempatan generasi muda yang belum terkontaminasi, tidak bisa didiktekepentingan politik praktis, atau mempunyai jejak rekam bisa diharapkan.Kelima, utamakan disiplin ilmu dan pengalaman yang menunjang fungsi DPR.
    • Pertolongan Al-quran di Alam KuburREPUBLIKA.CO.ID, Oleh Soraya KhoirunnisaDari Sa’id bin Sulaim ra, Rasulullah SAW bersabda, “Tiada penolong yang lebih utamaderajatnya di sisi Allah pada hari Kiamat daripada Al-Qur’an. Bukan nabi, bukan malaikat danbukan pula yang lainnya.” (Abdul Malik bin Habib-Syarah Ihya).Bazzar meriwayatkan dalam kitab La‟aali Masnunah bahwa jika seseorang meninggal dunia,ketika orang-orang sibuk dengan kain kafan dan persiapan pengebumian di rumahnya, tiba-tibaseseorang yang sangat tampan berdiri di kepala mayat. Ketika kain kafan mulai dipakaikan, diaberada di antara dada dan kain kafan.Setelah dikuburkan dan orang-orang mulai meninggalkannya, datanglah dua malaikat. YaituMalaikat Munkar dan Nakir yang berusaha memisahkan orang tampan itu dari mayat agarmemudahkan tanya jawab.Tetapi si tampan itu berkata,” Ia adalah sahabat karibku. Dalam keadaan bagaimanapun akutidak akan meninggalkannya. Jika kalian ditugaskan untuk bertanya kepadanya, lakukanlahpekerjaan kalian. Aku tidak akan berpisah dari orang ini sehingga ia dimasukkan ke dalamsyurga.”Lalu ia berpaling kepada sahabatnya dan berkata,”Aku adalah Alquran yang terkadang kamubaca dengan suara keras dan terkadang dengan suara perlahan. Jangan khawatir setelahmenghadapi pertanyaan Munkar dan Nakir ini, engkau tidak akan mengalami kesulitan.”Setelah para malaikat itu selesai memberi pertanyaan, ia menghamparkan tempat tidur danpermadani sutera yang penuh dengan kasturi dari Mala’il A’la. (Himpunan Fadhilah Amal : 609)Allahuakbar, selalu saja ada getaran haru selepas membaca hadis ini. Getaran penuhpengharapan sekaligus kekhawatiran. Getaran harap karena tentu saja mengharapkan Alquranyang kita baca dapat menjadi pembela kita di hari yang tidak ada pembela. Sekaligus getarantakut, kalau-kalau Alquran akan menuntut kita. Allah… terimalah bacaan Alquran kami.Sempurnakanlah kekurangannya.Banyak riwaya yang menerangkan bahwa Alquran adalah pemberi syafa’at yang pastidikabulkan Allah SWT. Upaya agar mendapatkan syafaat Alquran tentu saja denganmendekatkan diri kepada Alquran. Salah satu cara yang sangat baik dalam “memaksa” kitauntuk dekat dengan Alquran adalah dengan menghafalkannya.Dengan berniat menghafal Alquran hati kita seakan-akan terpanggil untuk selalu memegangAlquran. Ada tanggung jawab yang membuat kita merasa “bersalah” jika tidak memegang Al-Qur’an. Walaupun mungkin sekedar membacanya.
    • Pada akhirnya kita mau tidak mau “dipaksa” untuk mendekat kepada Alquran. Dapat dikatakandengan menghafalkan Alquran kita telah mengikatkan diri dengan Al-Qur’an. Sesibuk apapunkita, kita dipaksa untuk selalu dekat Alquran. Dan itu sungguh bukan termasuk “pemaksaan”yang aniaya. Melainkan pemaksaan yang penuh kebaikan.Semoga hadis di atas menjadi cambuk bagi kita ketika rasa malas menerpa kita. Semoga Allahdengan kemuliaanNya menjadikan Alquran sebagai syafa’at bagi kita, bukan sebagai penuntutkita.Semoga Alquran menjadi “teman” bagi kita ketika tidak ada sesuatupun di dunia ini yang dapatmenemani kita. Amin. Mari menghafal Alquran.Komentar:Tidak ada satu kitab pun di dunia ini yang melebihi al-Quran, baik dari segi kandungan maupungaya bahasanya. Maka pantas jika al-Quran disebut sebagai mukjizat terbesar sepanjangmasa. Beruntunglah, sebab mukjizat terbesar itu dihadiahkan untuk kita umat akhir zaman,umat Muhammad Saw.Tidak diragukan lagi, ternyata membaca al-Quran memberikan segudang manfaat yang sangatdahsyat. Selain mendapatkan pahala berlipat ganda, orang yang membaca al-Quran juga akanmendapatkan syafaat (pertolongan) di hari kiamat dan alam kubur, serta bisa memasuki surgadengan mudah. Manfaat lain bagi orang yang membaca al-Quran di antaranya adalahmelancarkan rezeki, membuat seseorang menjadi lebih kebal terhadap penyakit, mempunyaijiwa yang lebih stabil, mempunyai karakter yang kuat, inovatif, dan pantang menyerah, mampumenghentikan kebiasaan buruk seperti merokok dan penyalahgunaan narkoba, dan mampumeningkatkan kemampuan berbicara di depan orang banyak.
    • Rezeki yang HalalREPUBLIKA.CO.ID, Oleh Syahruddin El-FikriSuatu hari, ketika Rasulullah SAW pulang ke rumah, beliau mendapat sebutir kurma di tempattidurnya. Beliau pun bermaksud untuk memakannya. Namun, belum sempat merealisasikannya,beliau membuang kurma itu.“Aku khawatir kurma itu adalah kurma sedekah (zakat), maka aku membuangnya.” (HRBukhari/2431, dan Muslim/1070, dari Abu Hurairah RA).Dalam riwayat lain, sebagaimana ditulis Maulana Muhammad Zakariyya al-Kandahlawi RAdalam karyanya Fadha`il al-A‟mal (Keutamaan Beramal) disebutkan, suatu ketika RasulullahSAW tak bisa memejamkam matanya sepanjang malam.Beliau tampak gelisah, dan selalu mengubah posisi tidurnya. Namun, hal itu tak juga membuatbeliau tertidur. Aisyah RA, istri Rasulullah kemudian bertanya penyebab beliau kesulitanmemejamkan matanya untuk tidur.Rasul menjawab; “Tadi ada sebutir kurma yang diletakkan di suatu tempat. Karena khawatirkurma itu terbuang sia-sia, maka aku memakannya.Rasul melanjutkan, Sekarang aku merasa khawatir dan menyesal, karena mungkin kurma itudikirimkan ke sini untuk disedekahkan kepada orang-orang miskin.” Rasul SAW bersabda:“Sesungguhnya sedekah itu halal bagi Muhammad dan keluarganya. (HR Muslim).Saat ini, betapa banyak beredar makanan dan minuman yang tidak halal di sekitar kita.Kehalalan suatu makanan atau barang, bukan hanya zatnya saja, tapi juga dari caramendapatkannya, mengolahnya, dan mengonsumsinya.Ayam, misalnya, adalah hewan yang dihalalkan Allah SWT dan Rasul-Nya. Walau demikian,tidak serta merta ayam halal dikonsumsi. Pertama, apakah ayam yang telah dimasak, sudahdisembelih dengan menyebut nama Allah?Kedua, apakah proses pengolahannya dan bahan-bahannya juga dari sumber yang halal?Ketiga, apakah ketika akan dikonsumsi (dimakan) juga dilakukan dengan cara-cara yang sesuaiajaran Islam?Kita sering menemukan makanan atau minuman yang dibiarkan begitu saja. Tidak diketahuisiapa pemiliknya. Namun, karena begitu membutuhkannya (haus atau lapar), acapkali kitalangsung mencicipinya tanpa sepengetahuan dari sang pemilik makanan atau minumantersebut.
    • Hal seperti ini juga merupakan perbuatan yang tidak dihalalkan, karena perbuatan itu samadengan mencuri.Allah SWT dan Rasul-Nya sudah memperingatkan kita, untuk selalu berhati-hati denganmakanan yang tidak halal. Sebab, sekecil apapun makanan atau minuman yang dikonsumsidan tidak jelas kehalalannya, hal itu dapat mencegah seseorang dari wanginya bau surga. (HRMuslim).Ahmad bin Hanbal pernah ditanya, “Apa yang bisa melembutkan hati?” Beliau menjawab;“Makanan yang halal.” Makanan yang halal sangat memengaruhi corak dan isi hati seseorang.Jika tubuh manusia dibentuk dari sumber yang halal, maka hatinya akan berkembang penuhkelembutan. Sebaliknya, makanan dari sumber yang tidak halal, akan membuat hatinya kerasdan mati.Kita patut berhati-hati akan makanan dan minuman yang tidak halal. Rasulullah SAWmenyampaikan; “Sungguh akan datang suatu masa, yaitu seseorang tidak lagi peduli darimanadia mendapatkan harta, apakah jalan halal atau haram.” (HR Bukhari). Wallahu a‟lam.Komentar:Allah telah memerintahkan kepada kita agar selalu mencari rizki dariterkandung dalam ayat alquran,Yang artinya: “ Maka makanlah lagi baik dari rezki yang telah diberikanAllah jika kamu benar-benarmenyembah-NYA.”Demikian juga Islam yang kita anut telah menganjurkan agar kita berusahaSebagai umat yang menjadipanutan sudah sewajarnya kita menunjukkan bahwa setiap usaha kita adalahCaraUntuk memperoleh rezki yang halal kita perlu melakukan 3
    • UN Ciptakan Pelajar yang Jujur dan KreatifREPUBLIKA.CO.ID, Oleh Dr HM Harry Mulya ZeinMulai pekan ini, seluruh pelajar tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) akan melaksanakanUjian Nasional (UN).Seperti pelaksanaan UN tahun–tahun sebelumnya, semua kemampuan dikerahkan untukmeraih kesuksesan dalam pelaksanaan UN. Berbagai cara pun kerap dilakukan, baik olehpelajar maupun civitas sekolah.Hasil UN pun menjadi dijadikan ajang gengsi siswa maupun sekolah dalam meraih prestasi.Positifnya, sekolah maupun siswa saling berlomba-lomba meraih prestasi dan hasil UN yangtertinggi.Paradigma yang berkembang dimasyarakat bahwa tidak lulus UN merupakan aib yang harusdihindari, membuat civitas sekolah dan siswa terkadang melegalkan segala cara.Masyarakat akan mencemooh dan mencap bodoh bagi peserta yang tidak lulus UN dan akanmencap tidak berkualitas serta kompeten kepada sekolah yang terdapat siswanya tidak lulusUN, membuat praktik ilegal semakin terbuka lebar. Sehingga, perbuatan tidak jujur dan tidakterpuji pun kerap dilakukan siswa atau civitas sekolah.Mungkin kita sering mendengar pemberitaan di media massa telah terjadi kecurangan dalampelaksanaan UN. Mulai dari kemunculan calo UN, praktik membocorkan soal-soal UN,menyebarkan kisi-kisi jawaban dari civitas sekolah kepada siswa peserta UN, hingga prilakumenyontek yang dilakukan peserta UN.Oleh karena itu Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI terusmenyempurnakan pelaksanaan UN, sehingga kualitas kelulusan para pelajar kita dapatdibanggakan.Saya meyakini, untuk meraih prestasi dan kesuksesan dalam pelaksanaan UN, bukan dengancara instan; menyontek, menggunakan calo, atau bahkan membagikan kisi-kisi jawaban soalUN. Cara itu akan menghasilkan generasi bermental instantisme. Generasi yang tidakmenghargai proses, yakni proses belajar keras dan sungguh.Kita harus sadari, para peserta UN tingkat SMA dan SMP pada lima hingga sepuluh tahun kedepan akan menjadi pengganti generasi sebelumnya. Sebagai penerus, maka civitas sekolahharus benar-benar menjadi tulang punggung dalam memberi arah generasi saat ini.Apakah mereka akan menjadi generasi instan dan menghalalkan segala cara. Atau kita
    • ciptakan generasi yang pekerja keras, yang menghargai proses.Sekolah menjadi pusat pendidikan benar-benar menghasilkan pribadi-pribadi yang jujur. Pribadiyang jujur merupakan roh kehidupan yang teramat fundamental, karena setiap penyimpangandari prinsip kejujuran terlebih oleh kalangan pelajar, sebagai generasi bangsa, pada hakikatnyaakan berbenturan dengan suara hati nurani.Pribadi jujur akan menciptakan pribadi yang menghargai hak karya orang lain. Pribadi jujurakan lebih terbuka dan tidak akan mengambil yang bukan haknya. Pribadi jujur merupakanpribadi yang lebih bangga dengan milik dan karya sendiri tanpa dan tidak bangga dengan karyaplagiat.Dengan modal prinsip kejujuran menciptakan kepribadian jujur, maka akan mudah menciptakanpribadi yang kreatif dan inovatif. Karena tanpa kejujuran, maka kreativitas tidak akan bisaberkembang.Dr Abdullah Nashih Ulwan dalam buku Tarbiyyatul Aulad Fil Islam menyebutkan ada limametode dalam menciptakan generasi kreatif, diantaranya:1. Mendidik anak dengan keteladanan yang baik, orang tua harus memberikan contoh yangbaik setiap hari dalam berbagai hal.2. Mendidik anak dengan pembiasaan yang baik, segala hal yang baik sudah harus dibiasakandilaksanakan sejak dini.3. Mendidik anak dengan pengajaran dan dialog.4. Mendidik anak dengan pengawasan dan nasihat5. Memberikan punishment dan reward. Apabila anak tidak melakukan sesuatu yangseharusnya dilakukan sementara perintah yang lemah lembut sudah diberikan.Sekolah memiliki peran yang besar dalam pendidikan anak karena mereka yang berhakmelakukan proses pendidikan formal. Keberhasilan pendidikan anak di sekolah sangattergantung pada kualitas guru, kurikulum, sarana dan prasarana pendidikan dan juga anak itusendiri.Cara guru mengajar yang lebih mengutamakan hafalan daripada pemahaman membuat anaklebih sering menggunakan otak kiri daripada otak kanan. Sehingga proses pendidikan disekolah terasa kaku, membosankan dan cenderung mematikan kreatifitas dan kemandiriananak.
    • Komentar:Dalam menjawab tudingan kejujuran stakeholders pendidikan dalam kontroversi Ujian Nasional,pemerintah memang tak pernah kekurangan akal. Tahun ini misalnya, pemerintahmenyiasatinya dengan penambahan variasi soal. Jika Ujian Nasional sebelumnya terdiri atas 5paket soal,, maka UN 2013 terdiri dari 20 paket soal. Perubahan itu diklaim mampumeningkatkan kualitas dan mencegah kecurangan yang marak terjadi. Tapi pemerintahagaknya lupa bahwa fenomena kebocoran kunci jawaban dari oknum tidak bertanggung jawabtetap berpotensi terjadi secara kasat mata.Penambahan variasi soal pada satu sisi memang akan menyulitkan dan mempersempit ruanggerak siswa melakukan kecurangan baik menyontek maupun membaca kunci jawaban. Namunproses psikologis siswa mengenai sosok Ujian Nasional yang menakutkan tentu tidak mudahdihilangkan. Akhirnya siswa membuat kecurangan sistemik seperti pembelian kunci jawabandari oknum tidak bertanggung jawab dan kongkalikong dengan pengawas. Apalagi jamakditemui, para pengawas dari kalangan guru bekerja seadanya, lebih asyik mengobroldibandingkan secara serius dan penuh konsentrasi mengawasi peserta Ujian Nasional.
    • MUHAMAD HAIDAR BASHOFI201210170311047MUTAWASATIN A