• Share
  • Email
  • Embed
  • Like
  • Save
  • Private Content
Patologi Testis
 

Patologi Testis

on

  • 5,602 views

 

Statistics

Views

Total Views
5,602
Views on SlideShare
5,589
Embed Views
13

Actions

Likes
0
Downloads
360
Comments
0

2 Embeds 13

http://www.slideshare.net 12
http://webcache.googleusercontent.com 1

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft PowerPoint

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

    Patologi Testis Patologi Testis Presentation Transcript

    • PATOLOGI TESTIS DAN EPIDIDIMIS Hadi Irawiraman PPDS 1 Patologi Anatomi RS DR.Sardjito Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada Yogyakarta 2010
    • POTONGAN TESTIS
      • TESTIS
      • Stroma Tubulus Seminiferus
      • ( 200-250 tubulus)
      • Supporting Spermatogonia
      • ( Leydig cell ) ( Sertoli cell)
      Interstitial Cells
    • ANATOMI
    • Mikroskopis
    • Mikroskopis
    • Lesi pada Tunika vaginalis
      • Hidrokel : bertumpuknya cairan serosa di dalam tunika vaginalis
      • Hematokel : bertumpuknya darah di dalam tunika vaginalis
      • Kilokel : bertumpuknya cairan limfe di dalam tunika vaginalis
      • Spermatokel : bertumpuknya sperma secara lokal di dalam funikulus spermatikus
      • Varikokel : bertumpuknya darah secara lokal di dalam vena yg melebar pada funikulus spermatikus
    • PATOLOGI
      • ANOMALI KONGENITAL
      • INFLAMASI
      • GANGGUAN VASKULER
      • TUMOR TESTIS
    • ANOMALI KONGENITAL
      • Kriptorkismus
      • Kegagalan turunnya testis
      • Pada anak laki usia 1 tahun (1%)
      • Testis ditemukan pada sepanjang lintasan normal perjalanan testis dari rongga abdomen ke kanalis inguinalis
      • Idiopatik, kelainan genetik (Trisomi 13), hormonal.
    • Perubahan Regresi
      • Atrofi testis
      • Asimptomatik
      • Terjadi skunder karena :
      • Kriptorkidisme
      • Sindrom Klinefelter
      • Orkitis parotitis
      • Radiasi
      • Sirosis alkoholik
      • Obstruksi sal.sperma
      • Aging
    • Mikroskopis
      • Atrofi testi
      • Diameter tubulus Seminiferus mengecil
      • Membrana basalis menebal
      • Penurunan/tak adanya spermatogenesis
      • Jika total : sel sertoli (+), fibrosis, Sel leydig (+)
    • Atrofi testis
    • Inflamasi
      • Epididimitis dan Orkitis nonspesifik
      • Berkaitan dgn infeksi tractus urinarius
      • Infeksi skunder melalui vas deferens, limfatik funikulus spermatikus
      • Etiologi :
      • batang gram (-) : pdiatrik
      • Chlamedia trachomatis, Neisseria GO, seksual aktif ,< 35 thn
      • E.Coli, Pseudomonas, laki-laki, geriatri
      • Testis dan Epidimimitis (Fibrosis), Infertilitas
    • Inflamasi
      • Orkitis Granulomatosa (Autoimun)
      • Jarang
      • Usia pertengahan
      • Pembesaran Unilateral
      • Massa NT (+), mendadak, demam
      • Lesi seperti tuberkel, Reaksi granulomatosa diffus, pada tubulus seminiferus
      • Sering dikelirukan dgn neoplasma
    • Orkitis Granulomatosa (Autoimun)
    • Inflamasi Spesifik
      • GO
      • Parotitis epidemika (Mumps)
      • Tuberkulosis
      • Sifilis
    • Inflamasi Spesifik
      • Penyakit Gonore
      • Sebag.besar retrograd infection dari uretra posterior ke prostat,vesikulus seminalis, epididimis
    • Inflamasi Spesifik
      • Parotitis epidemika (Mumps)
      • Jarang pada anak-anak
      • Laki-laki pasca pubertas (20-30%)
      • Khas, Orkitis, 1 mg setelah inflma.parotis
      • Unilateral, tak infertilitas
      • Tuberkulosis
      • Sifilis
    • Torsio testis
      • Terpuntirnya funikulus spermatikus
      • Obstruksi aliran vena
      • Kelainan bell-claper
      • Kedaruran urologi
      • Orkiopeksi kurang dari 6 jam, viable
      • Kongestif, perdarahan, nekrosis
    • Tumor Testis
      • Umumnya dibagi dua Kelompok besar :
      • Tumor sel benih- germ cell (95% kasus)
      • Tumor nongerminal (stroma atau sex chord)
      • Sebagian besar germ cell tumor ,agresif, tetapi prognosisnya lebih baik
      • Insidensi Germ cell tumor 6:100.000 /thn
      • Peak pada usia 15-34 thn, 10 % kematian tumor kel.usia ini.
    • Klasifikasi Tumor Testis (Robbin, 2009)
      • Germ Cell tumor
          • Seminomatous tumor
            • Seminoma
            • Spermatocytic seminoma
          • Non Seminomatous tumor
            • Embrional carcinoma
            • Yolk sac tumor
            • Choriocarcinoma
            • Teratoma
      • Sex Cord-Stromal tumor
          • Leydiq cell tumor
          • Sertoli cell tumor
    • Klasifikasi (WHO)
    •  
    • Faktor resiko
      • Crypthorchidism
      • Faktor genetik, saudara kandung
      • Ras, Afrika jarang Germ cell tumor
      • Disgenesis testikuler :
      • Feminisasi testikuler
      • Sindrom Klinefelter
      • Kelainan Kromosom, lengan pendek Kr 12
    • KLINIS
      • Salah satu testis membengkak, tanpa rasa sakit
      • Abdomen bagian bawah, Dull ache
      • Sakit, akut, 10% kasus
      • Keluhan “metastasis” 10 % kasus
      • Massa di leher/ Batuk /Anoreksia / Muntah / sakit pinggang/ Bengkak anggota tubuh bawah
      • Ginekomatia, 5% kasus
      • Infertilitas, jarang
    • Imaging (woodward et al, 2002)
    • Imaging (woodward et al, 2002)
    • Imaging (woodward et al, 2002)
    • Imaging (woodward et al, 2002)
    • Penanda tumor (European Association of urology, 2004
      • AFP
      • Beta hCG
      • LDH
      • Ketiganya meningkat pada 51% tumor
      • AFP meningkat pada 50-70% NSGCT
      • Beta hCG meningkat pada 40-60% NSGCT
      • 90% NSGCT kenaikan satu atau dua marker
      • LDH, krg spesific, Volume tumor, 80% kasus yang lanjut
    • Staging (American Joint Committee on Cancer)
    • Staging (Robbin,2009)
      • Stadium I : Tumor terbatas pada testis
      • Stadium II : Metastasis yang terbatas pada KGB retroperitoneal dibawah diafragma
      • Stadium III : Metastasis di luar KGB retroperitoneal atau di atas diafragma
    • Germ Cell tumor
      • Seminoma
        • 50 % dari neoplasma testis
        • Histologis : identik disgerminoma
        • pd ovarium
        • Makros : besar, lunak, bts tegas,
        • homogen, putih abu abu, dibatasi
        • tunika albugenia
        • Varian :
        • Seminoma Klasik (95% kasus)
        • Seminoma Spermatositik.
    •  
    • Seminoma Klasik
    • Seminoma Spermatositik Spermatocytic seminoma showing admixture of medium-sized cells (predominating), giant cells, and small lymphocyte-like cells
    • Germ Cell tumor (GCT) Non Seminomatous tumor
      • Embrional carcinoma
        • 2-3 % dari tumor GCT
        • Peak 20-30 thn
        • Makros : Massa invasif,
        • batas tak tegas, fokus
        • perdarahan dan nekrosis
    • Embrional carcinoma
    • Germ Cell tumor (GCT) Non Seminomatous tumor
      • Yolk sac tumor
      • Tumor sinus endoderm
      • Anak : tumor testis tersering
      • anak umur < 3 thn
      • Dewasa : sering ditemukan
      • bercampur dgn embrional
      • carcinoma
      • Mikros : Schiller-Duval
        • bodies
    • Yolk sac tumor
    • Schiller Duval bodies (Yolk sac tumor)
    • Germ Cell tumor (GCT) Non Seminomatous tumor
      • Choriocarcinoma
      • Sangat ganas,unsur sito dan sinsitiotrofoblas
      • Pada testis jarang murni, biasanya merupakan neoplasma sel benih campuran
      • hCG Positif pd sitoplasma sinsitiotrofoblas
    • Choriocarcinoma is an uncommon testicular germ cell tumor that is usually seen as a component of mixed germ cell tumor. Many patients present with metastases to lung or brain. This image shows admixture of polygonal cells with clear cytoplasm (cytotrophoblast) and large multinucleated cells with smudged nuclear chromatin (syncytiotrophoblast). 
    • Germ Cell tumor (GCT) Non Seminomatous tumor
      • Teratoma
      • Mengandung 3 unsur, endodermal, mesodermal, ektodermal
      • Pada anak, tumor jinak,prognosis
      • baik
      • Laki pasca pubertas, semua teratoma dianggap ganas
    • Teratoma
    • Tumor Campuran
      • Tersering, campuran teratoma, karsinoma embrional, yolk sac
      • Teratokarsinoma, mengandung teratoma dan karsinoma embrional
    • Mixed Germ Cell–Sex Cord–Stromal Tumors
    • Tumor Sex Cord-Stromal gonad
      • Tumor sel leydig
      • 1-3% dari tumor testis
      • Unilateral, 3% bilateral
      • Dewasa
      • Pola : Solid,trabekular
      • miksoid,pseudofolikular,
      • mikrokistik
      • Malignant Leydig Cell Tum or
      • Nekrosis
      • Invasi ke Pembuluh darah
      • Inti atipik
      • Jumlah mitosis
      • Pigment lipochrome kurang
      • 10% Metastase
    • Tumor sel leydig
      • Leydig cell tumor of testis. The neoplasm is characterized by solid growth of polygonal cells with abundant granular acidophilic cytoplasm.
    • Reinke's Crystalloids
    • Tumor sel sertoli (Androblastoma)
      • Terkadang berhubungan dengan ginekomastia
      • Melepaskan hormon androgen ,estrogen
      • Sebagian besar bersifat jinak
      • 10% Metastasis
      • Mitosis
      • Pleomorphis
      • Ukuran sel besar
      • Nekrosis
    • Tumor sel sertoli
    • Limfoma testis
      • NHL, diffuse large B-cell lymphoma
      • 5% dari tumor testis
      • Sering pada usia > 60 thn
      • Prognosis buruk
    • Limfoma testis
    • Limfoma testis
    • Testicular Self Examination (TSE)
    • Diferensial Diagnosis
      • Hydrocele
      • Lymphoma
      • Spermatocele
      • Varicocele
      • Epididymitis
      • Testicular torsion
      • TERIMA KASIH