Your SlideShare is downloading. ×
Buletin swadesa cetak-1
Buletin swadesa cetak-1
Buletin swadesa cetak-1
Buletin swadesa cetak-1
Buletin swadesa cetak-1
Buletin swadesa cetak-1
Buletin swadesa cetak-1
Buletin swadesa cetak-1
Buletin swadesa cetak-1
Buletin swadesa cetak-1
Buletin swadesa cetak-1
Buletin swadesa cetak-1
Buletin swadesa cetak-1
Buletin swadesa cetak-1
Buletin swadesa cetak-1
Buletin swadesa cetak-1
Buletin swadesa cetak-1
Buletin swadesa cetak-1
Buletin swadesa cetak-1
Buletin swadesa cetak-1
Buletin swadesa cetak-1
Buletin swadesa cetak-1
Buletin swadesa cetak-1
Buletin swadesa cetak-1
Buletin swadesa cetak-1
Buletin swadesa cetak-1
Buletin swadesa cetak-1
Buletin swadesa cetak-1
Buletin swadesa cetak-1
Buletin swadesa cetak-1
Buletin swadesa cetak-1
Buletin swadesa cetak-1
Buletin swadesa cetak-1
Buletin swadesa cetak-1
Buletin swadesa cetak-1
Buletin swadesa cetak-1
Buletin swadesa cetak-1
Buletin swadesa cetak-1
Buletin swadesa cetak-1
Buletin swadesa cetak-1
Buletin swadesa cetak-1
Buletin swadesa cetak-1
Buletin swadesa cetak-1
Buletin swadesa cetak-1
Buletin swadesa cetak-1
Buletin swadesa cetak-1
Buletin swadesa cetak-1
Buletin swadesa cetak-1
Buletin swadesa cetak-1
Buletin swadesa cetak-1
Buletin swadesa cetak-1
Buletin swadesa cetak-1
Buletin swadesa cetak-1
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×
Saving this for later? Get the SlideShare app to save on your phone or tablet. Read anywhere, anytime – even offline.
Text the download link to your phone
Standard text messaging rates apply

Buletin swadesa cetak-1

766

Published on

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total Views
766
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
58
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. (Hal. 24) (Hal. 33) Swadesa-I/2013 www.pnpm-jabar.org (Hal. 14)
  • 2. Antrian warga Desa Singajaya, Kec. Cibalong, Tasikmalaya mengambil air di Bangunan Sarana Air Bersih yang dibangun oleh PNPM Mandiri Perdesaan bersama Masyarakat TA 2012 Buletin Swadesa, Edisi-1 (Sept-Okt 2013) Diterbitkan oleh: Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa Provinsi Jawa Barat Jln. Soekarno Hatta No.466 Bandung bekerjasama dengan RMC III PNPM Mandiri Perdesaan Jawa Barat Jl. Batu Swadesa-I/2013 Permata II No.1 Margacinta, Bandung www.pnpm-jabar.org
  • 3. Informasi adalah unsur penting pembentuk pengetahuan. Lima belas tahun perjalanan PNPM Mandiri Perdesaan (PPK) di Jawa Barat tentu bukan sekedar penyampaian informasi dari pelaksanaan best practice kegiatan. Akan tetapi, bagaimana informasi tersebut menjadi telaahan edukasi terhadap pengambilan kebijakan pembangunan agar semakin konsisten dalam memberdayakan masyarakat secara terpadu dan berkelanjutan. Pada Tahun 2013, tidak kurang dari 4254 desa di 422 kecamatan dan 17 kabupaten di Jawa Barat ikut berpartisipasi. Tentu banyak edukasi yang dihasilkan dari program pemberdayaan bottom-up ini. Dukungan PNPM Mandiri Perdesaan terhadap pemerataan pembangunan di perdesaan di Jawa Barat sangat jelas. Wilayah selatan (pelosok) Garut, Tasikmalaya, Cianjur, Sukabumi hingga ke DOB Pangandaran dipastikan telah berkembang sejak berpartisipasi. Tidak hanya melalui penyediaan infrastruktur dasar seperti jalan, jembatan, Posyandu dan sekolah, tetapi juga pengembangan ekonomi rumah tangga 2 Swadesa-I/2013 melalui program Usaha Ekonomi Produktif dan Simpan Pinjam Perempuan (UEP/SPP). Peningkatan kapasitas bagi aktor pembangunan juga menjadi fokus PNPM Mandiri Perdesaan. Selain pengurus BKAD, di tingkat kecamatan juga diperkuat kelembagaan seperti BKAD, BP-UPK, TPM, TP2, PL dan kelembagaan strategis lainnya. Tak bisa dipungkiri bahwa hadirnya kelembagaan tersebut telah memicu peningkatan partisipasi dan kontribusi masyarakat dalam pembangunan daerah. Tidak hanya melalui even perencanaan seperti musrenbang, tetapi juga monitoring terhadap kegiatan pembangunan. Di tingkat desa tak ketinggalan. Fasilitasi pembentukan kelembagaan seperti TPK, KPMD, TP3, Kader Teknik dan lain sebagainya mendorong pemerataan dan percepatan pembangunan kawasan. Ucapan terima kasih disampaikan kepada Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan selaku Pembina Provinsi, Drs. Arifin Kertasaputra selaku Ketua Satker, dan PJO Provinsi. Tak lupa kepada seluruh jajaran RMC III Jawa Barat, Tim Faskab dan Satker di 17 kabupaten. Mari Gelorakan Semangat Bangga Membangun Desa. Salam Si Kompak..!! www.pnpm-jabar.org
  • 4. RAGAM SAJIAN Pengantar Gerbang Edukasi ; Memeratakan Pembangunan dengan PNPM Mandiri Perdesaan Kesenjangan itu Masih Nyata Solusi Pemberdayaan Desa Penguatan Partisipasi Bawah Memajukan Kaum Perempuan Pembelajaran Masyarakat Peduli Menebar Semangat Sauyunan Untuk Kualitas Lebih Baik Rekam Jejak: Jabar Skses Kawal PNPM Mandiri Perdesaan Rangkuman Berita Pro Desa: Pemprov bantu Gerai produk UEP/SPP Cermin Mandiri: Pelestarian UPK Phase-out Bojongsoang Kiprah Lingkungan; Air Solusi Kehidupan di Cibalong Prakarsa : Perdes Pelestari Aset Jejak Fasilitor: Tekad Baja untuk Jembatan Baja Pojok Hukum: Melawan Korupsi dari Desa Ruang Peduli: BKAD on the way Edukasi: Bersama RBM Menyebar Informasi dan Edukasi Derap Kader Desa: Membuang memble dengan menjadi KPMD Gerak Perempuan Resensi: Ketika Kader Desa menjadi Kepala Desa ON-Motivasi: Penyakit Merasa Profile Saur Lembur Good Shoot Pemimpin Redaksi Ali Yasin-Spesialis KIE Kontributor Fasilitator&Pelaku di 17 kabupaten Swadesa-I/2013 02 04 08 09 10 11 12 13 14 17 20 22 24 26 28 31 33 35 37 40 42 43 44 47 48 Jl. Batu Permata II No.1 Margacinta Bandung-Jawa Barat Email, gusyasin@yahoo.com Website: www.pnpm-jabar.org www.pnpm-jabar.org 3
  • 5. Memeratakan Pembangunan Dengan PNPM Mandiri Perdesaan P encapaian MDGs untuk penurunan angka kematian anak dan peningkatan kesehatan ibu masih menjadi fokus pembangunan Jawa Barat. Berdasar data BPS 2012, angka kematian bayi (/1000 kelahiran hidup) di angka 30, lebih tinggi dibanding target RPJMN tahun 2014. Capaian bidang pendidikan juga sama. Pada tahun 2012, Angka Partisipasi Kasar untuk level SMP dan SMA berada di rangking 23-26 (secara nasional). Kemiskinan berikut penanggulangannya menjadi isu strategis di Jawa Barat. Tidak kurang dari 9,52% dari total penduduk 44.548.521 jiwa merupakan penduduk miskin. Sebagian besar tinggal di lokasi pedesaan seperti wilayah selatan Cianjur, Tasikmalaya, Garut dan Sukabumi atau daerah 4 Swadesa-I/2013 pantura seperti Karawang dan Indramayu. Tak aneh bila sebagian dari mereka memilih bermigrasi ke kota ataupun keluar negeri (jadi TKI) untuk mencari penghasilan yang lebih baik. “Pemerataan pendidikan dan kesehatan masih jadi tantangan pembangunan di Jabar”, demikian kata Armida S Alisjahbana, Menteri PPN/Bappenas dalam Musrenbang RPJMD tahun 2013-2018 di Hotel Horison Bandung tanggal 10 September 2013 lalu. “Padahal, daerah jadi lini terdepan dalam pelayanan masyarakat” tandas guru besar UNPAD itu. Pendidikan sebagai isu strategis harus diperhatikan pemerataan dan kualitasnya. “Pada tahun 2014 diharapkan tidak ada lagi ruang kelas yang rusak” imbuhnya lagi. Penyebaran tenaga medis juga penting mengingat masih banyak terjadi kematian ibu dan bayi di pelosok Jawa Barat. Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan tidak menampik pernyataan tersebut. “Sebenarnya SDM Jabar mencukupi seperti halnya dokter dan bidan, tetapi persebaran ke daerah terpencil (pelosok) harus diakui kurang merata” terangnya. „Saat ini, kami www.pnpm-jabar.org
  • 6. Spirit Sauyunan Ngawangun Desa Aparat pemerintah & masy. Sauyunan dalam kegiatan fisik di PNPM MPd Kab. Ciamis sedang merancang konsep strategis pelibatan peran pemerintah kabupaten agar lebih optimal”, lanjutnya. Pada dasarnya pembangunan di Jawa Barat mengalami kemajuan beberapa tahun terakhir. Jumlah penduduk miskin yang sebelumnya di angka 10,65% (2011) sekarang ini turun menjadi 9,52% (per Maret 2013). Swadesa-I/2013 Prosentase penduduk miskin di wilayah pedesaan juga turun sebesar 0,83% (Data BPS, 2012). “Tingkat pengangguran terbuka turun dari angka 12,08% (2008) menjadi 9,08% (2012)”, ungkap Prof. Dr. Deny Juanda, Kepala Bappeda Provinsi Jawa Barat. www.pnpm-jabar.org 5
  • 7. Pemerataan pembangunan dan kawasan memang menjadi prinsip dasar kebijakan. Gubernur Ahmad Heryawan dalam rancangan RPJMD tahun 20132018 telah menetapkan visi Pemerintah Provinsi yaitu Jawa Barat Maju dan Sejahtera untuk semua. Kata “untuk semua” diartikan sebagai kondisi dimana hasil pembangunan dapat dirasakan oleh seluruh lapisan, elemen dan komponen masyarakat di 27 kabupaten/kota. Kesenjangan sebagai persoalan pembangunan Jawa Barat akan diselesaikan dengan inovasi perencanaan, Penerapan RKPD Jawa Barat online 2101, km-O pro poor, dan 6 Swadesa-I/2013 Rencana Aksi Multipihak Implementasi Pekerjaan sebagai dukungan lintas sektor diharapkan bisa memacu percepatan pemerataan. “pelibatan masyarakat berbasis penguatan aktor lokal akan diutamakan”, ujar Prof. Dr.Deny Juanda. Penjabaran visi Jawa Barat melalui delapan fokus pembangunan seperti pendidikan, kesehatan, infrastruktur, ekonomi pertanian dan bidang pembangunan multisektor yaitu penanggulangan kemiskinan. Melalui usulan kegiatan prioritas dengan mengacu 10 common goals, Pmerintah Provinsi telah menerapkan Jabar bebas putus jenjang sekolah melalui pemberian beasiswa, rehab www.pnpm-jabar.org
  • 8. sekolah, tunjangan guru swasta dan lain pemerintah desa”, tutur mantan Sekda sebagainya. Karawang itu. Pemenuhan pelayanan dasar Pemprov Jawa Barat bertekad kesehatan ibu dan anak juga telah untuk membangun keterkaitan pelaku ditingkatkan melalui revitalisasi 500 unit dan sumber daya lokal yang dimiliki. posyandu, penyediaan dokter dan bidan, Tujuannya agar masyarakat lebih optimal penanggulangan gizi buruk dan berperan dalam pembangunan. “untuk penyediaan alat kesehatan. “pelatihan itu, pelaku pembangunan seperti halnya kader kesehatan, bantuan operasional, pengurus UPK, Pendamping Lokal dan pembenahan aktor Bangunan PoskesdesPNPM MPd Desa Buana Mekar, Cibugel, Sumedang sistem pembangunan informasi lainnya juga posyandu juga telah menjadi ditingkatkan garapan kapasitasnya serius melalui Pemprov”, bimbingan terang Drs. teknis”, terang Arifin Drs. Arifin Kertasaputra, Kertasaputra, Kepala Kepala BPMPD Jawa Barat. BPMPD Provinsi Jawa Barat (20/09). Di bidang infrastruktur, Pemprov Banyak praktisi sepakat bahwa juga mengalokasikan bantuan untuk pemerataan pembangunan di perdesaan pembangunan infrastruktur di 5321 desa telah meningkatkan capaian IPM (Indeks di Jawa Barat. “tidak hanya melalui Pembangunan Manusia) secara program Raksa Desa dan Desa Mandiri signifikan. Terbukti, pada tahun 2012 Peradaban sebagai bantuan IPM Jawa Barat menjadi 73,19 poin pada infrastruktur, tetapi juga kegiatan tahun 2011 menjadi 72,32 73,19 poin. peningkatan kapasitas aparatur Swadesa-I/2013 www.pnpm-jabar.org 7
  • 9. “dengan berkembangnya desa menjadi lokasi mandiri, maka laju urbanisasi dapat ditekan”, terang Ahmad Heryawan dalam acara Gubernur Saba Desa. Kaum Perempuan Desa Linggapora, Kawali-Ciamis bekerjasama dalam rehab jalan desa sepanjang 1075 mtr Solusi Pemberdayaan Desa Pemberdayaan merupakan instrumen ampuh untuk menyadarkan masyarakat miskin tentang potensi dan sumberdaya yang dimiliki. Selanjutnya, mereka terdorong untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan pembangunan. Banyak ahli sepakat, penanggulangan kemiskinan tidak cukup hanya dengan memberikan bantuan material, tetapi juga peningkatan kualitas hidup termasuk mindset. 8 Swadesa-I/2013 PNPM Mandiri Perdesaan yang hadir di Provinsi Jawa Barat sejak tahun 1998 (kala itu bernama Program Pengembangan Kecamatan), terbukti menjadi pendorong meningkatnya kualitas dan kuantitas masyarakat perdesaan Jawa Barat. Tidak hanya di bidang infrastruktur dan perekomian, tetapi juga perubahan perilaku melalui pelatihan intensif masyarakat. Pelaksanaan PNPM Mandiri Perdesaan bertumpu pada pendekatan partisipatif (utamanya RTM dan kaum perempuan). “masyarakat di desa saya menjadi melek perencanaan contohnya musdus, musdes atau musrenbangdes”, ujar Pipip Wuryana, Kades Margalaksana, Kec. Salawu Tasikmalaya yang bulan Juni lalu mendapat penghargaan desa partisipatif. Penguatan kapasitas kelembagaan masyarakat juga terfasilitasi oleh PNPM Mandiri Perdesaan. BKAD misalnya, sebagai lembaga kerjasama antar desa, perannya dianggap penting karena akses yang berhasil dibangun oleh PNPM Mandiri Perdesaan. ”Sebagai pengurus, saya terbiasa mengikuti musrenbang dari tingkat desa, kecamatan hingga kabupaten”, kata Otong Hasbana, Ketua www.pnpm-jabar.org
  • 10. BKAD Kadugede kuningan yang juga mendapat penghargaan Sikompak Award nasional beberapa waktu lalu (18/06). Perdesaan di Jawa Barat mencapai Rp. 4.104.465.390.000,-. Alokasi dana tersebut telah dimanfaatkan untuk pembangunan sarana-prasarana dasar yang totalnya 85.670 unit lebih. Dalam pengerjaannya, kegiatan tersebut telah menyerap sekurang-kurangnya Untuk 12.593.080 memeratakan HOK (Hari pembangunan Orang Kerja). di perdesaan, Apabila sejak tahun ditotal, telah 1998 PNPM terbangun Mandiri jalan desa Perdesaan telah sepanjang menjangkau 11.105 km, ribuan desa di 1737 unit Jawa Barat. jembatan, 783 Pada tahun 2013 unit pasar saja, tidak desa, 2276 unit kurang dari MCK umum Kerjabakti warga desa Tanjungsiang-Subang Dalam pembukaan jalan desa (PNPM MPd TA 2012) 4254 desa di dan 1329 unit 422 kecamatan 17 kabupaten menjadi bangunan irigasi yang total panjangnya lokasi sasaran. Daerah sulit seperti 1118 km. Karena bersifat bottom-up halnya Rumpin (Bogor), Cidaun (usulan partisipatif), dapat dipastikan (Cianjur), Langkaplancar (Pangandaran) bahwa kegiatan sarana-prasarana dan daerah sulit lainnya telah digarap tersebut sesuai dengan kebutuhan dengan baik dan terpadu. mendasar masyarakat setempat. Kurun waktu Tahun 1998 s/d Demikian halnya peningkatan 2013, alokasi BLM PNPM Mandiri akses masyarakat terhadap layanan Swadesa-I/2013 www.pnpm-jabar.org 9
  • 11. pendidikan dan kesehatan. “selama 15 tahun, tidak kurang dari 8.158 unit sekolah baru, pemberian beasiswa untuk 2.977 siswa dan pendirian 6.049 unit Pos Kesehatan Desa telah dibangun”, terang Puji Wiraatmaja, Spesialis Infrastruktur RMC III. Persoalannya bukan semata-mata pada penyediaan dana BLM, tetapi bagaimanakah masyarakat terlibat aktif dalam perencanaan, pelaksanaan (swadaya) hingga ke pelestariannya. Melalui adanya penggalian gagasan, perencanaan partisipatif dari tingkat RT/dusun, sense of belonging lebih tercipta. “tumbuhnya semangat kebersamaan adalah modal utama pembangunan,” ujar PJO provinsi (10/09). kegiatan rentenir cukup menjamur meskipun masyarakat sadar akan resiko bunga yang begitu tinggi. Program Usaha Ekonomi Produktif dan Simpan Pinjam Perempuan atau lebih dikenal UEP/SPP, PNPM Mandiri Perdesaan menjawa persoalan tersebut. Tanpa agunan serta dengan bunga nan rendah, masyarakat miskin difasilitasi untuk mendapatkan modal. Syarat utamanya berkelompok agar terjadi kontrol dan ikatan Memajukan Kaum Perempuan Data BPS 2012 menyebutkan, 42% penduduk miskin Jawa Barat berada di perdesaan. Persoalan serius mereka adalah terbatasnya akses kebersamaan. permodalan usaha. Jebakan rentenir Menurut penelitian, Kaum masih mendominasi wilayah perdesaan perempuan dikenal tangguh (telaten) Kelompok Opak, binaan UPK Tanjungsiang-SUBANG mulai dari Kab. Bogor, Karawang, SPP Pengrajin pengurangan resiko kemiskinan di dalam Indramayu hingga cianjur. Dengan tingkat keluarga. Menjawab hal itu, alasan klasik yaitu tanpa agunan, PNPM MPd memberikan akses khusus 10 Swadesa-I/2013 www.pnpm-jabar.org
  • 12. baik dalam kegiatan musyawarah ataupun permodalan (khusus Anggota Kelompok SPP Pisang, Desa Jatiserang, Panyingkiran, Majalengka perempuan) yang dikenal dengan SPP. Hasilnya bisa dikatakan sangat positif. Dari alokasi modal UEP sebesar Rp.71.038.408.393,- saat ini telah berkembang menjadi Rp. 120.636.390.287,-.Pun halnya program SPP, dari modal Rp.507.571.502.189,kini menjadi Rp.724.460.818.667,-. Tidak kurang dari 101.082 kelompok usaha di 4254 desa di Jawa Barat telah terlayani. Perkembangan tersebut menyimpulkan bahwa masyarakat lebih mudah didorong kemajuan usahanya dengan berkelompok. Pada saat ini tidak kurang dari 438 kantor UPK (termasuk phase-out) menjadi mitra permodalan Swadesa-I/2013 masyarakat miskin. “tidak sedikit pula UPK yang memiliki saldo perguliran diatas Rp. 7 milyar”, terang Rohman, spesialis MIS RMC. Pembelajaran masyarakat peduli Inti pemerataan pembangunan bukan hanya menyangkut pendanaan, tetapi juga bagaimana menciptakan kader/pelaku pembangunan di perdesaan. Selama ini, pembangunan sering dibebankan pada pemangku kepentingan seperti halnya pemerintah desa. “Pekerjaan pemerintah desa semakin terbantu dengan adanya pelaku seperti halnya TPK, KPMD, Kader teknis dan lain sebagainya”, terang Pipip Wuryana, Kades Margalaksana (10/06). Berdasar data yang dihimpun MIS RMC, sampai dengan tahun 2013, PNPM MPd di Jabar berhasil mendidik 42.500 orang Kader Pemberdayaan Masyarakat. Mereka adalah tenaga terlatih yang mengurusi usulan, pelaksanaan hingga pengawasan pembangunan. Tak hanya itu, sekitar 1.266 orang menjadi Pengurus UPK di 422 kecamatan lebih. Berbagai kelembagaan www.pnpm-jabar.org 11
  • 13. seperti BKAD, BP-UPK, TP2, TV, TP3 dan kelembagaan lain, membuat masyarakat desa tergerak untuk memajukan desanya secara mandiri. Pada Tahun 2013, PNPM Mandiri Perdesaan mengalokasikan dana tidak kurang dari Rp. 5 milyar untuk berbagai pelatihan peningkatan kapasitas aktor pembangunan perdesaan tersebut. Pembelajaran terhadap masyarakat memang menjadi fokus PNPM Mandiri Perdesaan. Melalui fasilitasi pembentukan Pokja RBM (Ruang Belajar Masyarakat) di tingkat kabupaten maupun kecamatan, saat ini sudah tak aneh jika terdapat kader pembangunan desa yang menguasai masalah teknis, perencanaan, hingga ke masalah hukum dan advokasi. “Beberapa kader RBM turut aktif dalam penyebarluasan informasi PNPM, bahkan tak sedikit yang berhasil menanganani kasus korupsi seperti halnya di Panjalu”, kata Sutarjo, Fasilitator Ciamis. Menebar Semangat Sauyunan Hadirnya PNPM Mandiri Perdesaan di 4254 desa di 17 kabupaten Jawa Barat mendapat sambutan baik 12 Swadesa-I/2013 pemerintah daerah. Pemenuhan cost sharing atau DDUB tidak menjadi beban. Bahkan, beberapa kabupaten seperti halnya Bandung menambah dana dari 5% ketentuan minimalnya. “Total dana cost sharing TA 2013 mencapai Rp.33.487.100.000,-“, ujar Rohman, Spesialis MIS. Selain cost sharing, penyediaan dana PAP menjadi bukti dukungan positif pemerintah kabupaten. Semua itu bermula pada pengakuan terhadap pelaksanaan PNPM Mandiri Perdesaan di wilayahnya. Pimpinan daerah sekelas Bupati Bogor, Purwakarta, Cianjur, Kuningan dan kabupaten lain, tak merasa segan untuk meresmikan hasil kegiatan fisik apakah itu jalan desa, posyandu, madrasah dan sarana lainnya. Dukungan terhadap kegiatan PNPM Mandiri Perdesaan juga diberikan oleh masyarakat desa. Tak peduli miskin, mereka berlomba menyumbangkan aset yang dimiliki. Tidak hanya tenaga, pikiran ataupun makanan, tetapi juga hibah tanah dan aset berharga lainnya. “dalam prasasti selalu disebutkan besaran swadaya yang disumbangkan dan www.pnpm-jabar.org
  • 14. itulah keberhasilan membangun kepedulian”, kata Puji Wiraatmaja, Spesialis Infrastruktur. (TA 2011) Warga Desa CiceretCigaronggong, Kec.CibalongGarut, bergotong royong mengangkat batu sungai untuk pembuatan saluran irigasi (P:1530 m) sebagai pengairan 25 ha sawah (BLM Rp.282 juta, swadaya Rp.4,5 juta). Untuk Kualitas Lebih Baik Sebagai program pemberdayaan yang bertumpu pada pembangunan manusia, PNPM Mandiri Perdesaan di provinsi Jawa Barat juga berfokus pada upaya peningkatan kualitas hidup manusia atau Human Development Indeks. Swadesa-I/2013 Tak hanya melalui pelatihan masyarakat, tetapi juga melalui penyediaan sarana-prasarana yang berkorelasi terhadap pengurangan angka buta aksara, kematian ibu dan bayi, dan problem penghambat kemajuan manusia lainnya. Melalui penyediaan saranaprasarana dasar seperti Posyandu, MCK, ambulan, Polindes diharapkan derajat kesehatan masyarakat desa meningkat signifikan. Apalagi, sarana-prasarana tersebut sesuai dengan apa yang mereka inginkan. Pun halnya penyediaan sekolah, PAUD, madrasah, Taman Kanak-kanah, dan fasilitas pendidikan strategis lainnya ditargetkan menjadi pendorong derajat level maupun kualitas pendidikan masyarakat desa. www.pnpm-jabar.org 13
  • 15. BPMPD Jawa Barat Sukses Mengawal PNPM Mandiri Perdesaan Selasa, 18 Juni 2013, menjadi hari bersejarah bagi Provinsi Jawa Barat, khususnya dalam pelaksanaan PNPM Mandiri Perdesaan. Sekian lama dinanti, Jawa Barat dinobatkan sebagai pemenang nasional Anugerah Si Kompak Award 2013. Tak tanggung-tanggung, dua kategori berhasil diraih bersamaan di tahun 2013. 14 Swadesa-I/2013 Dua kategori tersebut adalah Pertama, untuk bidang Kelembagaan, Kemitraan dan Kerjasama serta Peran dan Fungsi BKAD (Badan Kerjasama Antar Desa) yang diraih Kecamatan Kadugede, Kab. Kuningan. Kedua, untuk bidang PPD (Perencanaan Pembangunan Desa) yang diraih Desa Margalaksana, Kec. Salawu Kab. Tasikmalaya. Di hadapan puluhan Bupati, Kepala BPMPD provinsi, Kepala BPMPD Kabupaten, PJO prov dan PJOkab seIndonesia, piala cantik berwarna kuning keemasan itu diserahkan langsung oleh Mendagri Gamawan Fauzi. Penerima www.pnpm-jabar.org
  • 16. piala dari Jawa Barat adalah Sdr. Otong Hasbana (Ketua BKAD Kadugede) dan Pipip Wuryana (Kades Margalaksana). Hadir menemani kedua penerima piala tersebut Kepala BPMPD provinsi Jawa Barat Drs. Arifin Kertasaputra dan Drs. Moh Edi Junaedi selaku PJO provinsi PNPM Mandiri Perdesaan Jawa Barat. Kab. Tasikmalaya dan Bupati serta tim Satker BPMPD Kab. Kuningan. Tepuk tangan meriah mewarnai penghargaan yang turut disaksikan Menko Kesra Agung Laksono, Sujana Rohyat selaku Deputi Bidang Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Menko Kesra, Tarmizi A Karim selaku Dirjen PMD Kemendagri serta beberapa pejabat kementrian lainnya. Sebagai penerima anugerah, Otong Hasbana merasa bangga sekaligus terharus dengan penganugerahan tersebut. “Ini merupakan prestasi, tapi sekaligus beban bagi pengurus BKAD untuk bekerja lebih baik”, tegasnya. Swadesa-I/2013 Pernyataan senada juga disampaikan Pipip Wuryana. “meskipun awalnya nggak pede mas, tapi dengan penganugerahan piala ini saya optimis kedepannya desa kami akan lebih baik”, paparnya. Penganuegarahan Si Kompak Award Tahun 2013 yang bertempat di Hotel Grand Sahid Jaya Jakarta itu, mendapat sambutan meriah karena dalam sambutannya Menko Kesra Agung Laksono menyatakan bahwa PNPM www.pnpm-jabar.org 15
  • 17. Mandiri Perdesaan adalah program terbaik yang harus dilanjutkan. Dalam kesempatan itu pula, Gubernur Ahmad Heryawan dinobatkan sebagai pembina PNPM Mandiri Perdesaan terbaik di tingkat provinsi. Dukungan pendanaan APBD berupa PAP, pembuatan gerai produk UPK ataupun program pemberdayaan desa yang sejenis telah mengantarkan hal itu. menguatkan produk mereka dengan dukungan pemasaran. Gerai adalah salah satu program masterpiece pemprov terhadap pemasaran produk usaha kelompok peminjam SPP/UEP. Gerai juga menjadi media peningkatan kapasitas manajemen usaha melalui berbagai pelatihan yang dibuat secara terpadu. “Sewaktu kami berkunjung ke daerah (desa), masyarakat selalu mengharapkan agar PNPM Mandiri Perdesaan diteruskan”, terang Gubernur kelahiran Sukabumi tersebut. “Masyarakat bisa merasakan hasil positif kegiatan fisik, pendidikan maupun kesehatan”, tegasnya. Keripik Singkong, Kacang Asin, Krupuk Jagung produk kelompok SPP di Kab. Majalengka. Telah dijual ke pasar lokal (Cigasong, Cikijing dsb) Setelah terbebas dari jerat rentenir, rumah tangga miskin di perdesaan Jawa Barat difasilitasi dengan kemudahan akses meminjam modal usaha di UPK. Tahap selanjutnya adalah 16 Swadesa-I/2013 Produk Klp. SPP Burung Nuri binaan UPK Bojong, Purwakarta. Produk berbahan baku aren dan dijual Rp.15 ribu per pack ini telah dipasarkan di Purwakarta, Subang, Karawang www.pnpm-jabar.org
  • 18. Selasa, 17/09/2013. Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Bandung menjatuhkan vonis terhadap mantan pengurus UPK Malangbong Garut periode 2007-2010. Lilis (eks Ketua) dan Haris (eks Sekretaris) divonis 1,6 tahun pidana kurungan sedangkan Ida Widaningsih (eks Bendahara) divonis 2,6 tahun, menyusul korupsi dana UPK sebesar Rp.1,1 milyar yang berhasil dibuktikan oleh JPU di persidangan Sukabumi. Koswara Awaludin, 43 th, mantan ketua UPK Caringin Kab. Sukabumi, ditangkap Kejari Cibadak Kamis malam 20/09/2013. Sebelumnya, lelaki asal desa Caringin itu dinyatakan DPO setelah tiga kali pemanggilan tidak dipenuhi. Penangkapan dilakukan oleh Kejari bekerjasama Satreskrim Polres Sukabumi menyusul dugaan hilangnya dana PNPM Mandiri Perdesaan Kec. Caringin sebesar Rp.1,2 milyar berdasar audit tim gabungan RMC dan NMC pada tahun 2011. Swadesa-I/2013 www.pnpm-jabar.org 17
  • 19. Karawang, (Jumat, 20/09/2013) Kepala BPMPD Jawa Barat, Drs. Arifin Kertasaputra meresmikan kantor baru UPK Tirtamulya Kab. Karawang. Dalam sambutannya, mantan sekda Karawang itu menegaskan pentingnya pelayanan maksimal UPK terhadap masyarakat miskin agar lebih sejahtera bersama PNPM Mandiri Perdesaan. Kamis, 19/09/2013. BPMPD Jawa Barat menggelar Rakor khusus bertema “evaluasi percepatan penyerapan dana PNPM MPd TA 2013”. Selain perwakilan Satker Kabupaten dan Faskab, acara tersebut juga dihadiri tim Satker PMD Kemendagri, NMC dan RMC Jakarta. Tidak hanya menyangkut BLM, rakorsus juga mengidentifikasi status fasilitator dan pelaku yang masuk DCT Pemilu 2014. 18 Swadesa-I/2013 www.pnpm-jabar.org
  • 20. Bandung, 28/09/2013. Satker BPMPD Jawa Barat bekerjasama dengan Tim RMC menggelar seleksi Fasilitator Kabupaten di aula BPMPD Jawa Barat. Seleksi yang digelar sehari penuh itu menyusul kekosongan di dua tempat yaitu Garut dan Karawang. Tujuh asisten Faskab mengikuti seleksi tersebut. Pada hari yang sama juga digelar seleksi untuk mengisi kekosongan tiga orang asisten Faskab. 27/09/2013. Bintek Pendamping Lokal. Upaya peningkatan kapasitas pelaku pembangunan di perdesaan difasilitasi BPMPD Jawa Barat dengan penyelenggaraan Bimtek (Bimbingan Teknis). Seluruh PL di 422 kecamatan lokasi PNPM Mandiri Perdesaan dilatih berbagai kompetensi penting menyangkut manajemen keuangan program, pendampingan saranaprasana, serta pengawasan perencanaan desa. Bintek dilakukan dengan sistem kluster (Cirebon, Tasikmalaya, Bekasi, Lembang, dan Purwakarta) Swadesa-I/2013 www.pnpm-jabar.org 19
  • 21. Pemprov Jawa Barat Bantu Pembuatan Gerai Produk kelompok SPP/UEP Gerai tersebut dimaksudkan sebagai fasilitas promosi bagi aneka produk dan jasa kelompok usaha binaan PNPM Mandiri Perdesaan. Tak hanya itu, pembinaan usaha juga akan diberikan karena di gerai tersebut terdapat ruang pelatihan pengembangan usaha kelompok. “kami optimis, setelah P embukaan akses permodalan PNPM Mandiri Perdesaan telah mendorong perkembangan dunia usaha di perdesaan. Melalui program UEP/SPP, mayarakat yang semula miskin difasilitasi untuk bangkit. Secara berkelompok mereka diberi kesempatan mendapat pinjaman tanpa agunan. 15 tahun perkembanganya di Jawa Barat, tidak kurang dari 101.082 kelompok UEP/SPP berkembang dengan aneka produk maupun jasanya. Sudah jamak terjadi bahwa pemasaran produk usaha di perdesaan bersifat konvensional. Manajemen yang dikembangkanyapun ala kadarnya yang berpengaruh pada kurang berkembangnya usaha. Situasi inilah yang mendasari Pemerintah provinsi Jawa Barat mengambil langkah taktis. Salah satunya dengan pengalokasian Rp.1 milyar/kabupaten untuk pembuatan Gerai. 20 Swadesa-I/2013 produk dipasarkan digerai nantinya akan menambah angka penjualan usaha kelompok”, terang Drs. Arifin Kertasaputra, Kepala BPMPD Jawa Barat. UPK Tanjungkerta Sumedang sudah mempraktekan hal tersebut. Dengan bantuan promosi baik melalui etalase, even dan jaringan pemasaran lain, kelompok penghasil ayam panggang di kecamatan www.pnpm-jabar.org
  • 22. tersebut sekarang ini berkembang cukup pesat. “dikarenakan banyak orang tahu dan merasa cocok rasa, mungkin juga harganya, akhirnya banyak yang pesan”, ujar Drs. Arifin Kertasaputra. Pada tahun 2013, sudah tiga kabupaten yang memulai pengerjaan pembuatan gerai yaitu Majalengka, Sumedang dan juga Purwakarta. Gerai tersebut menempati lahan tidak kurang 1000 meter persegi. Desain yang ditentukan, selain berupa outlet/etalase, juga tempat pelatihan (capacity building). Etalase nantinya berfungsi sebagai media pemasar berbagai produk yang originial memang produksi kelompok peminjam SPP/UEP. Contohnya, kecimping, opak, asinan, dodol, bambu kreatif dan lain sebagainya. “di satu kabupaten nantinya terdapat puluhan hingga ratusan produk”, tegas Drs. Arifin Kertasaputra. Penyediaan ruang pelatihan juga dimaksudkan sebagai penguat hal tersebut. Berdasar studi, tak sedikit kelompok peminjam SPP/UEP yang berkebutuhan dalam pelatihan seperti teknik packaging, manajemen usaha, strategi pemasaran dan lain sebagainya. Disinilah perlunya dukungan antarpihak khususnya dari SKPD/OPD kabupaten diharapkan muncul. Contoh dari Dinas Koperasi, UMKM, Perindag dan SKPD Swadesa-I/2013 Proses pengerjaan bangunan Gerai Produk Kelompok SPP/UEP di Tomo Kab.Sumedang lain yang memiliki misi program yang sama. Sebagaimana prinsip PNPM Mandiri Perdesaan, maka dukungan lintas sektor diperlukan termasuk dalam pengoptimalan gerai. Disitulah pentingnya prakarsa dan dukungan lokal. www.pnpm-jabar.org 21
  • 23. Bertahan Pada Asa Tersisa * (Strategi pelestarian UPK Phase-Out Bojongsoang-Kab.Bandung) BP-UPK), dan Cucu Barmana (Tim Verifikasi) membenahi anggapan salah tersebut. Meski tak seluruhnya berhasil, Agus bersama pengurus lain tetap melakukan perguliran. Disamping penyelenggaraan MAD, pengurus juga aktif koordinasi dengan Ibu Lilis, PJOK. Alhasil sampai saat ini terlayani 34 kelompok SPP. Bertahan di masa phase-out bukan pekerjaan mudah. Tidak adanya suntikan BLM membuat lemas. Lunturnya komitmen juga menjadi problem. Di beberapa lokasi, phase-out menjadi awal ketidakberlanjutan kegiatan. Kegiatan perguliran dana simpan-pinjam sebagai warisan PPK/PNPM Mandiri Perdesaan akhirnya tinggal cerita. Namun cerita tersebut tak dialami UPK Sauyunan Bojongsoang yang dibentuk Desember 2001 lalu. Setelah dinyatakan phase-out pada tahun 2007, UPK yang diketuai Agus Pembinaan kelompok peminjam SPP di Bojongsoang Surahman itu mencoba bertahan Pelayanan dan pembinaan meski dengan status keuangan defisit Rp. terhadap 34 kelompok itulah yang 60 juta. Kala itu, pinjaman bermasalah menyemangati pengurus hingga kini. mencapai Rp. 503.649.999,-. Anggapan Tekad untuk melestarikan aset tersebut hibah terhadap dana tersebut menjadi menjadi energi yang terus menyala. tantangan berat pemulihannya. “Meskipun perolehan jasa tak seberapa, Agus Surahman, dibantu Ipin bagi kami yang penting masyarakat Aripin (Ketua BKAD), Puji Setya (Ketua 22 Swadesa-I/2013 www.pnpm-jabar.org
  • 24. miskin tetap terlayani modal usahanya”, ungkap Agus yang menjadi Ketua UPK sejak tahun 2004 itu. Phase-out memang masa berat berat. Harapan untuk mendapatkan suntikan modal BLM bisa dikata tidak pernah didapat. Namun, bemodal visi Bupati Bandung Dadang Naser memberikan piala Si kompak kepada pengurus UPK phase-out Bojongsoang (Th.2012) sebagai lembaga peningkat kesejahteraan masyarakat melalui pelestarian PPK, pengurus UPK terus berupaya menjalankan kegiatan perguliran dari sisa dana yang ada. Pada tahun 2007, sebagai tahun awal phase-out, kondisi keuangan UPK defisit tidak kurang dari Rp.60 juta Swadesa-I/2013 Tekad itulah yang menghidupkan spirit kemandirian. Atas konsistensi itulah, pada tahun 2012 UPK Sauyunan mendapat Anugerah Si Kompak Award untuk kategori Phase-out dari Pemkab Bandung. Agus yang pernah mengetuai Forum UPK kab. Bandung menyatakan bahwa UEP/SPP adalah warisan yang bermanfaat bagi orang miskin di perdesaan. Menurutnya, program tersebut mampu menjawab kebutuhan pokok permodalan. (*Agus Sr) “Program UEP/SPP adalah warisan yang bermanfaat bagi orang miskin dan karenanya harus dilestarikan” (Agus Surahman) www.pnpm-jabar.org 23
  • 25. Air Solusi Kehidupan (Oleh : Mahmud Yusuf, S.Fil, sekretaris UPK Cibalong) minimnya daerah tangkapan air menjadi pemicu kelangkaannya. Keadaan itu mengusik warga Singalancap, Desa Singajaya, Kec. Cibalong Kab.Tasikmalaya. Dikelilingi pegunungan, warga memang alami Warga Ds.Singajaya gotong royong kerjakan SAB untuk pemenuhan air bersih di rumah mereka Air adalah senyawa penting kesulitan air bersih. Sumber air berada di kehidupan. Tak hanya untuk minum, sungai sejauh 300 meter dengan tetapi juga untuk pertanian, peternakan ketinggian 50 mtr, maka bagi warga yang dan penghidupan lainnya. Di bumi, tidak kuat mengangkut harus merogoh tersedia air tidak kurang dari 1,4 triliun kocek. “uang Rp. 25 ribu hanya setara kilometer kubik (330 juta mil³). dengan 175 liter air sedangkan Sayangnya, air kadang tak bersahabat. kebutuhannya rata-ratanya 875 liter”, Melimpah di musim penghujan dan kata Ustad Rouf, warga setempat. menghilang di musim kemarau. Iklim tak beraturan yang diperparah dengan 24 Swadesa-I/2013 www.pnpm-jabar.org
  • 26. Penggunaan diesel pernah dicoba. diketuai Endang Supriyadi bergerak Hasilnya tak seberapa karena cepat merealisasi dana tersebut. Warga bahu membahu bersama kemiringannya mencapai 70 derajat. Pun KPMD dan Pemerintah Desa. Setelah 86 demikian, warga tetap menginginkan hari pengerjaan, pompanisasi di-MDSTpompanisasi. Pada tahun 2009, usulan kan. Bersamaan itu pula dibentuk Tim tersebut dalam musdes dikalahkan oleh Pemelihara dengan komposisi Andung pembangunan jalan, madrasah dan MCK. (ketua), neneng (sekretaris), Eet “tak putus asa (Bendahara), warga Ujang mengusulkan lagi (operator dan hasilnya mesin). pada tanggal 11 Dengan iuran mei 2010 masuk Rp.250,dalam penetapan /liter, sampai RKP Desa”, tutur bulan Oktober 2012, kas Tim Yusuf yang kini pemelihara menjadi mencapai Rp. sekretaris UPK 10.000.000,-. Cibalong. Kas tersebut Pada untuk tanggal 22 pemeliharaan Ramai Warga mengambil air dari SAB PNPM MPd Januari 2011 mesin dan Desa Singajaya, Cibalong, Tasikmalaya dilakukan rembug jaringan. kesanggupan dan Saat ini, bangunan sarana air terkumpulah swadaya sebesar Rp. bersih telah dinikmati tidak kurang 140 13.755.750,-. Setelah diverifikasi, pada KK 586 warga. Daden A Solihin, Kades acara MAD penetapan tangga 28 April Singajaya menyatakan rasa syukurnya. 2011, usulan pompanisasi masuk dalam “Saya berharap Kampung Singalancap SPC dengan alokasi BLM sebesar Rp. jadi percontohan pengelolaan air 115.798.600,- . Usulan semula untuk Singalancap diperluas untuk kampung dengan pembuatan PERDES”, Banceuy dan Rancamulya. TPK yang terangnya. Swadesa-I/2013 www.pnpm-jabar.org 25
  • 27. Perdes Sebagai Pelestari Aset 18 mtr persegi. Namun telah rusak bertahun-tahun. Pada tahun 2011, setelah esa Haurkuning, Kec. dilakukan pemetaan kebutuhan, Nusaherang Kab. Kuningan musyawarah perencanaan dan terpenting merupakan desa koservasi komitmen pemeliharaan, akhirnya warga karena berdekatan dengan hutan menyetujui pembangunan SAB di lokasi lindung. Di sana terdapat banyak potensi tersebut. Sesuai usulan, SAB berukuran sumber mata air. Namun ironis, warga 160 meter/12 sering kesulitan jam air bersih. diperkirakan Desa bisa memenuhi yang terletak 20 kebutuhan 4 km dari ibukota dusun (500 Kuningan ini Keluarga). sejak tahun Usulan 1982, PNPM Mandiri sesungguhnya Perdesaan yang telah dibangun bersifat open SAB (Sarana Air menu, pada Bersih). Tetapi, dasarnya kerusakan tak SAB Desa Haurkuning, digunakan 400 KK di 4 Dusun sebagai acuan pernah bagi masyarakat untuk mengusulkan diperbaiki. Wargapun harus bersabar kegiatan yang dianggap vital akan untuk mendapat air satu ember dengan menyelesaikan masalah. mengantri semalaman. Deni, Fasilitator Teknik, berupaya Padahal di musim kemarau pun mengawal usulan melalui fasilitasi surver debit di sumber air memadai (5 teknis, musyawarah, pelaksanaan hingga liter/detik). Jarak sumber ke rumah pemeliharaan. Disisi lain, keingingan warga sekitar 400 meter dan dibagian masyarakat sudah bulat. Sarana Air hilir telah ada bak penampung berukuran D 26 Swadesa-I/2013 www.pnpm-jabar.org
  • 28. Bersih harus terbangun dan terpelihara. Apalagi, warga merasa air benar-benar yang paling dibutuhkan. Sebelumnya sering terjadi ribut rebutan air. Alhasil, pada tahun 2012 usulan SAB terdanai. Alokasi BLM sebesar Rp.93.433.000,- ditambah dengan dana swadaya masyarakat sebesar Rp.4.917.000,-. Ukurannya 40 meter persegi. Kurang lebih 3 bulan pengerjaan, warga bahu-membahu ikut gotong royong. Pada tanggal 21 November 2012, pembangunan SAB berhasil di MDSTkan. Warga bersukacita. Begitu pula Pemerintah Desa. Pembangunan SAB ini secara otomatis memfungsikan kembali PERDES No.04/2008 tentang Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Pengelola Air Minum dan Lembaga Keuangan Mikro (PAM-LKM). PERDES yang disahkan oleh Kepala Desa Nana Rusmana pada tahun 2008 itu mengatur: (1) Penetapan Badan Pengawas dan Direksi (pengelola), (2) tugas dan wewenang serta (3) pelaporan pertanggungjawaban. Saat ini, direksi telah menetapkan aturan pemanfaatan SAB. Untuk 0-20 kubik dihargai Rp. 10 ribu, selebihnya dikalikan Rp.500 ribu/meter kubiknya. Rinciannya, 40% untuk dana Swadesa-I/2013 pemeliharaan (termasuk honor pengelola) dan 60% untuk APBDes. Dalam sebulan bisa mendapat income Rp.4 juta/bulan.”tapi ini bukan untuk profit semata, yang lebih penting adalah pemanfaatan untuk warga,”tegas Pepen, Kaur Ekbang Pemdes Haurkuning. (Deni,FT Nusaherang) Bangunan SAB Desa Leuwilaja, SindangwangiMajalengka, mengaliri 200 KK TA 2013, PNPM Mandiri Perdesaan menfasilitasi pembuatan 188 Unit Sarana Air Bersih di 17 kabupatenJawa Barat www.pnpm-jabar.org 27
  • 29. Tekad Baja untuk Jembatan Baja PNPM. Pasalnya, di dusun tersebut terdapat sungai yang cukup menyulitkan untuk angkut hasil panen. Selama ini, masyarakat swadaya membuat jembatan berbahan bambu. Tentu hanya untuk dilewati pejalan kaki saja. Selain bambunya yang lapuk, sungai cukup curan dengan kedalaman tidak kurang dari 6 meter. Tahun 2011 merupakan tahun bersejarah bagi masyarakat dusun pasir gombong. Tak dinyana, usulan pembangunan jembatan bambu tersebut menempati posisi rangking 2 pada saat MAD, menyisihkan 20 usulan lain. Kondisi Jembatan sebelum dibangun, tidak permanen dan membahayakan warga yang melewatinya Melalui survey teknis, desain RAB, dan studi kelayakan lainya, jembatan Dusun Pasir gombong, bambu di pasir gombong disetujui untuk merupakan salah satu dusun di dirubah menjadi jembatan gelagar baja. desa Pasirbaru, Kec.Pagelaran. BLM yang di alokasikan sebesar Rp. Sebagai desa berkontur pegunungan, dusun ini relatif terpencil dan berjarak Rp.224.179.000,-. tidak kurang dari 60 km dari ibukota Swadaya masyarakat bukanhanya Cianjur. Pencaharian masyarakat seharipada swadaya material dan tenaga waktu hari sebagai petani. pembangunannya, tetapi juga dengah Dengan penghasilan yang tak hibah tanah mengingat prasyarat lebar seberapa, masyarakat dusun jalan penghubung minimal 2,5 meter pasirgombong berharap perubahan dari sedangkan sebelumnya Cuma 1 meter. D 28 Swadesa-I/2013 www.pnpm-jabar.org
  • 30. Itupun ditambah kewajiban memasang batu jalan per KK 10 meter. perbukitan, ditengahnya terdapat sungai Cisarua. Sungai membatasi itulah kehidupan yang sebagian masyarakat Desa Cigudeg. Demi mengatasi membikin hal itu, masyarakat jembatan darurat berbahan baku bambu. Tentu saja Kondisi Jembatan setelah dibangun; kokoh, nyaman dan melancarkan kegiatan warga hanya untuk penyebarangan kaki. Sejak awal sesungguhnya telah muncul harapan. Andai jembatan Menyeberangkan Mimpi Warga Desa Khoirudin, ST (FT Cigudeg-Bogor) Jembatan mungkin bukan kebutuhan langka di daerah yang berkecukupan maju. Apalagi di lokasi yang sudah tersedia sejak dulunya. Tentu beda dengan desa terisolir dengan kondisi ekonomi warganya yang lemah. Adanya bantuan dana tentu sangat dibutuhkan. Dusun Cisarua, Desa Banyuresmi, tersebut permanen, warga berpikir hal itu akan menguntungkan. Namun 10 tahun lebih, harapan tinggal harapan. Tekad gotong royongpun menyeruak setelah warga dan tokoh bersepakat di dalam musyawarah dusun hingga desa. Akhirnya, melalui Forum MAD kecamatan Cigudeg di tahun 2009, diterimalah usulan pembangunan Kec.Cigudeg, Bogor merupakan salah jembatan berikut besaran usulan BLM satu desa berjarak lebih dari 30 km dari sesuai perhitungannya. ibukota Bogor. Kontur sebagian wilayah Swadesa-I/2013 www.pnpm-jabar.org 29
  • 31. Kondisi sebelum & sesudah jembatan Cisarua dibangun warga bersama PNPM MPd Berdasar desain dan RAB, pembangunan jembatan tersebut menyerap dana tidak kurang dari Rp.76.830.000,- dengan alokasi BLM Rp.66.365.000,-, masyarakat pun berswadaya sebesar Rp.10.465.000,Akhirnya jembatan lengkung sepanjang 15 meter dengan lebar 2 meter terbangun kokoh. Tidak kurang dari 100 Kepala Keluarga bersyukur tiada habisnya. Ini bukan hanya persoalan fisik, tetapi batin yang begitu gembira setelah merasa adanya perubahan dari jembatan tersebut. Aden, Tokoh masyarakat setempat mengungkapkan,”sejak jembatan dibangun, anak-anak sekolah, petani, dan saya sendiri bisa menyadari bahwa PNPM Mandiri memang luar biasa, “tegas pria berkumis itu. 30 Swadesa-I/2013 Selama lima tahun, 2008-2013, PNPM Mandiri Perdesaan di Jawa Barat telah menfasilitasi terbangunnya jembatan desa 1737 unit. 80% jembatan tersebut terpelihara baik dan dimanfaatkan sebagai penunjang kegiatan ekonomi, pendidikan, agama dsb www.pnpm-jabar.org
  • 32. Zero Tolerance for Corruption T anggal 1 November 2012, Im dan Nn yang merupakan mantan sekretaris dan bendahara UPK Panjalu-Ciamis menangis tersedu. Hakim pengadilan Tipikor Bandung yang diketuai I Gusti Lanang, mengganjar keduanya dengan vonis masing-masing 4,3 tahun dan 4 tahun hukum penjara. Selain membayar uang pengganti sebesar Rp.1,1 milyar, mereka juga diharuskan membayar denda Rp.200 juta. Vonis ini dijatuhkan majelis hakim menyusul tindak pidana korupsi sebesar Rp.2,5 milyar oleh kedua ibu Swadesa-I/2013 rumah tangga itu. Dikabarkan, keduanya tergoda gaya hidup (life style) sehingga nekat membuat kelompok fiktif dalam perguliran program SPP/UEP di Kecamatan Panjalu demi memperkaya diri sendiri. Dengan dugaan yang sama pada tanggal 24 Juli 2013 Pengadilan Tipikor Bandung kembali memvonis Od, eks Ketua UPK Taraju-Tasikmalaya periode 2001-2010. Majelis Hakim yang beranggotakan syamsudin, SH, Heri Sutanto, SH dan Adriano SH menjatuhkan vonis 2,6 tahun pidana kurungan menyusul kerugian negara akibat tindak pidana korupsi ibu rumah tangga itu sebesar Rp. 951 juta. Berlanjut pada tanggal 17 september 2013, Pengadilan Tipikor Bandung kembali mengganjar mantan pengurus UPK Malangbong-Garut. Ls (eks Ketua) dan Hs (eks Sekretaris) divonis 1,6 pidana penjara menyusul kerugian negara akibat tidak pidana korupsi senilai Rp.140 juta (Ls) dan Rp.30 juta (Hs). Sedangkan Iw (eks Bendahara) divonis 2,6 tahun karena merugikan negara sebesar Rp. 913.382.000,-. www.pnpm-jabar.org 31
  • 33. Berselang dua hari, pada tanggal Tentu saja tindakan tersebut 19 september 2013 lalu Kejari Cibadak bertentangan dengan PTO atau prinsip Sukabumi menangkap Kw (43 thn). anti korupsi PNPM Mandiri Perdesaan. Mantan Ketua UPK periode 2007-2011 Wajar apabila penegak hukum menjerat itu ditahan karena dugaan tindak pidana mereka. Berbagai pasal diantaranya pasal 2 ayat 1 jo pasal 3 jo pasal 9 ayat 1 jo pasal 18 korupsi dana huruf B PNPM Mandiri UU 31 Perdesaan 1999 Kec.Caringin Tentang sebesar Rp.1,2 Pemberan tasan milyar. Kini, Tipikor jo lelaki asal UU no 20 kampung 2001 Caringin itu tentang mendekam di perubaha tahanan n atas UU Nyomplong, 31 1999 Sujana Royat, Ketua Pokja Pengendali dalam Gelar Semangat Anti Korupsi tentang Sukabumi. PNPM Mandiri (Lampung, 16 Mei 2013) pemberan Berdasar pengungkapan kasus dipersidangan, tasan Tipikor jo pasal 64 ayat 1 KUHP selama ini sering digunakan dasar penetapan vonis modus para terpidana baik dari Panjalu, terhadap pelaku tindak pidana korupsi di Malangbong, Taraju ataupun Caringin PNPM Mandiri Perdesaan. relatif sama dari segi modus, seperti: “Vonis terhadap mantan pengurus UPK diharapkan menjadi pembuatan kelompok fiktif, warning bagi pengurus UPK lain”, perguliran tanpa MAD, terang Ali Yasin, Spesialis KIE RMC III penggelapan setoran kelompok, Jawa Barat. Apalagi, Pokja Pengendali rekayasa laporan keuangan dan PNPM Mandiri telah mendeklarasikan aneka modus lainnya toleransi nol terhadap korupsi (zero tolerance for corruption) di Bandar 32 Swadesa-I/2013 www.pnpm-jabar.org
  • 34. Lampung pada 16 mei 2013 lalu bersama dengan KPK dan ICW. “Itu artinya, seluruh pelaku dan fasilitator menjadi teladan masyarakat dalam untuk menjauhi korupsi”, tandas alumni universitas Jember itu. Apalagi, prinsip pelaksanaan PNPM Mandiri Perdesaan jelas sejak awal, yaitu harus transparan, terbuka, partisipatif dan bebas dari tindak korupsi. Penanganan secara hukum, pada dasarnya sebagai alternatif terakhir setelah pendekatan musyawarah (nonlitigasi) tidak berhasil. Kenyataannya memang beragam. Ada pelaku yang sadar, mengakui dan mengembalikan seperti di UPK Japara-Kuningan. Tetapi ada juga yang tak mengembalikan seperti Caringin-Sukabumi, Taraju-Tasikmalaya, dan tempat lainnya. PNPM Mandiri Perdesaan memprakarsai kesadaran hukum masyarakat melalui pembentukan Tim Penyehat Pinjaman, Tim Penanganan Masalah, Community Based Monitoring dan lain sebagainya. Hakekat penyelesaian masalah diutamakan non-litigasi sebagai edukasi antarpihak Swadesa-I/2013 S ebagai pengawal proses pembangunan di pedesaan, BKAD bukan lembaga jadi-jadian. Terlebih di PNPM Mandiri Perdesaan posisinya sangat strategi karena sebagai pelestari hasil kegiatan PPK-PNPM MPd (Permendagri No.38/2007) tentang Kerjasama Desa. Dasar itulah yang BKAD Kec. Rongga-Bandung Barat, yang diketuai Aa Rusyana, dalam penanganan pinjaman bermasalah senilai Rp. 269.427.659,sebagai pemecahan aset dari UPK Kec. Gununghalu. Bukan hal mudah karena sebagian masyarakat menilainya hibah. Dengan semangat besar untuk keluar dari kec. bermasalah, BKAD Rengasdengklok-Karawang juga berhasil menangani pinjaman UEP/SPP sebesar Rp. 252.000.000,-. Meski harus tertatih karena banyak peminjam yang kabur jadi TKW, juga alasan bangkrut, tetapi hal itu bisa diselesaikan dengan kembalinya uang www.pnpm-jabar.org 33
  • 35. pinjaman sebesar Rp. 182 juta pada dua bulan pertama dan Rp.70 juta pada dua bulan selanjutnya. banding dan peningkatan kapasitas lainnya. Ditangan Otong Hasbana, BKAD Kadugede Kab.Kuningan disulap menjadi Otong Hasbana, Ketua BKAD Kadugede-Kuningan, bersalaman dengan Mendagri Gamawan Fauzi dalam Anugerah Si Kompak Award TA 2013 BKAD Kec. Krangkeng-Indramayu yang diketuai Wasnidi, juga melakukan hal tersebut. Selama kurang lebih 2 bulan mereka berhasil mengembalikan pinjaman macet masayarakat sebesar Rp. 215 juta. Saat ini, mereka juga aktif menangani penyalahgunaan dana oleh eks Ketua UPK sebesar Rp. 253 juta. Selain penanganan pinjaman bermasalah, BKAD juga pro-aktif dalam hal lain. Contoh BKAD Kec.KawaliCiamis. Lembaga yang diketuai Bpk Barnas itu disamping ikut mereview RPJM/RKPDes, partisipasi di musrenbang kec&kab, juga melakukan advokasi kebijakan intregrasi di Kab. Ciamis melalui hearing DPRD, studi 34 Swadesa-I/2013 lembaga aktif pengawal perencanaan pembangunan desa. Tidak hanya dengan koordinasi horisontal seperti dengan PJOK, Muspika, UPK dan kelembagaan lain setingkat kecamatan, akan tetapi juga aktif membangun kemitraan dengan pihak swasta seperti PT Sosro, PT Asuransi Bumi Putra, STIKKU Kuningan dan lain sebagainya. Atas kegigihan itulah, BKAD Kadugede yang dimotori Otong dinobatkan sebagai BKAD terbaik nasional untuk kategori Kemitraan dan Kerjasama. Otong yang hanya seorang penjaga sekolah itu mampu membuktikan bahwa kepedulian terhadap masyarakat selalu indah untuk dipraktekan. www.pnpm-jabar.org
  • 36. Inspirasi menarik juga datang dari BKAD Kec.Bojongsoang-Bandung. Meski telah berstatus phase out sejak tahun 2007, BKAD yang diketuai Ipin Arifin masih tetap peduli dengan kegiatan UPK. Tiga bulan sekali diadakan rapat koordinasi untuk membahas peluang dan hambatan kegiatan Perguliran. Semangat pengabdian seperti itulah yang patut ditiru. Peningkatan Kapasitas Pengurus BKAD menjadi concern PNPM Mandiri Perdesaan. Di Jawa Barat, selama TA 2013, sekurang-kurangnya telah dilatih 231 orang pengurus BKAD dengan alokasi DOK lebih dari Rp.102 juta (Belum termasuk pelatihan gabungan antara BKAD, BP-UPK, UPK yang dananya mencapai Rp.70 juta lebih) Swadesa-I/2013 Bersama RBM; membuang Takut untuk menyebar Informasi dan Edukasi R uang Belajar Masyarakat (RBM) merupakan salah satu kegiatan unggulan PNPM Mandiri Perdesaan. Dalam tiga tahun terakhir, RBM di tingkat kabupaten, kecamatan hingga desa menjadi arena belajar www.pnpm-jabar.org 35
  • 37. strategis dan gratis. Sejak tahun 2011 di di 17 kabupaten Jawa Barat berlomba 17 kabupaten Jawa Barat, telah terbentuk membuat media. Selain buletin cetak Pokja RBM dengan berbagai kegiatan bulanan seperti Kab. Cianjur, Bekasi, pembelajaran seperti pelatihan kader Purwakarta dan Bandung, ada pula yang teknik, pelatih masyarakat, advokasi mengembangkan website seperti hukum hingga ke pengembangan media Kuningan, Ciamis dan Sukabumi. Pokja informasi. RBM Majalengka tak kalah kreatif Habermas dengan sekolah jurnalistik menyatakan berbasis audio visual seperti bahawa proses radio komunitas, blog desa, komunikasi pembuatan film dan lain masyarakat harus sebagainya. bersandar pada PNPM Mandiri pengembangan Perdesaan menyediakan dana nalar kritis. Sebab, stimulus Rp.300 juta (tahun hakekatnya setiap 2011) dan Rp.180 juta (tahun manusia berhak 2012) di 17 kabupaten. Di berbicara dalam Bekasi, Sukabumi dan pembangunan. Cianjur, pemkab terdorong Majalah Sindangkasih, diterbitkan Disitulah peran memberikan dana APBD agar oleh Pokja RBM Kab. Majalengka penting Pokja RBM. kegiatan RBM semakin luas. Masyarakat desa Termasuk salah satunya untuk yang semula tidak pengembangan media berupa paham advokasi kemudian berlatih buletin masyarakat. menjadi paralegal. Di bidang teknik juga Pada tahun 2013, dengan terampil menyusun desain RAB. semangat keberlanjutan Pokja RBM di 4 Dibidang pengembangan media (empat) kabupaten Integrasi yaitu informasi juga tak kalah piawai. Ciamis, Majalengka, Subang dan Menyadari bahwa informasi Sumedang mendapat BLM masingmerupakan sumber edukasi, Pokja RBM masing Rp.180 juta. Satu diantaranya 36 Swadesa-I/2013 www.pnpm-jabar.org
  • 38. untuk fasilitasi pengembangan media informasi masyarakat. Di Kabupaten Sumedang, dana tersebut digunakan untuk pembuatan buku yang memuat kisah pemberdayaan desa. RBM telah menjadi ruang bertemu pelaku dan aktor pembangunan perdesaan. Tentu hanya mereka yang peduli sebab sifatnya adalah relawan. Di Kab.Bekasi misalnya, mayoritas tim redaksi Majalah Mitra Mandiri adalah buruh pabrik yang waktu di siang harinya dihabiskan di pabrik. Pun begitu, tekad mereka untuk belajar dan menyebar informasi kuat mengakar. Itulah swadaya yang justru tak ternilai. Komitmen, pengetahuan, kepedulian adalah swadaya yang lebih lestari. RBM menjadi komunitas pemberdayaan aktor pembangunan di perdesaan. Di kabupaten Majalengka, pengurus dan relawan RBM bidang media telah akrab menjalin kerjasama dengan GDMGerakan Desa Membangun, sebuah NGO yang konsen dengan pemberian portal/website gratis untuk pemerintah Desa. Swadesa-I/2013 Membuang Memble Dengan Menjadi KPMD... Oleh. Pulung (KPMD Buahkapas Sindangwangi Kab Majalengka) kec KPMD bersama warga Desa Buahkapas, mengerjakan rabat beton PNPM MPd D esa Buahkapas, menjadi lokasi PNPM Mandiri Perdesaan sejak tahun 2007. Saat itu aku terpilih jadi Fasilitator Desa dan setelah tahun 2008 disebut KPMD. Awalnya, aku tidak menahu urusan desa karena sibuk di sekolah. Setelah 2 (dua) tahun berkecimpung, aku mulai sadar betapa kompleksnya masalah masyarakat. Menumbuhkan sikap peduli tidaklah mudah. Pengetahuan yang rendah, ego yang tinggi, sikap acuh tak www.pnpm-jabar.org 37
  • 39. peduli, hingga konflik menjadi melihat air bening mengalir ke setiap problemnya. Namun semua itu tidak rumah penduduk di desaku. menyurutkan tekadku. Aku berfikir, Kini, air bersih tidak lagi menjadi inilah tantangan sebenarnya. Akhirnya, masalah di desaku bahkan sudah hampir kuikuti kegiatan pertemuan demi 1 (satu) tahun kondisi air cukup pertemuan untuk merubah cara pandang melimpah. Namanya relawan, menjadi masyarakat. KPMD kadang melelahkan lahir maupun Ternyata, aktif di PNPM itu batin. Tak digaji, kadang dicaci. mengasyikkan. Banyak hal yang akhirnya Namun, rasa gembira melihat kuketahui seperti orang lain gembira cara mengolah selalu data, menyemangatiku. berkomunikasi aku dapat dengan masyarakat mengaplikasikan dan lain pengetahuan yang sebagainya. Pada aku miliki untuk tahun 2010 desa kemaslahatan Buahkapas masyarakat. Dari mendapat dana awal aku pembuatan rabat berprinsip bahwa KPMD &Bersama warga berembug usulan kaum perempuan Desa Buahkapas beton sepanjang materi bukan 569 mtr, disitulah segalanya. aku belajar langsung teknik memobilisasi Bukannya aku tidak orang. membutuhkan materi namun aku Pada tahun 2011, Desaku berusaha untuk tidak menjadikan materi mendapat alokasi pengadaan air bersih. sebagai ukuran segalanya. Aku yakin jika Aku bersyukur, kerja keras aku dan kita bekerja dengan ikhlas, rizki itu akan seluruh pelaku program tidak sia-sia, datang dari yang tidak pernah kita rasa lelah pun hilang begitu saja ketika sangka-sangka. Bagiku, pengalaman dan pengetahuan lebih berharga dari 38 Swadesa-I/2013 www.pnpm-jabar.org
  • 40. segalanya. Akhir tahun 2011, aku terpilih menjadi Tim Pelatih Masyarakat (TPM) Kecamatan. Menundukan Tantangan Bagiku ini sebuah tantangan baru, masalahnya aku yakin melatih masyarakat akan jauh berbeda dengan pola mengajar anak-anak di sekolah. Aku banyak mendapat ilmu dari Fasilitator Kecamatan Maupun dari Fasilitator Teknik. Ini yang tidak bisa dinilai dengan uang, sebab ilmu pengetahuan, wawasan dan pengalaman jauh lebih berharga dibanding dengan materi. Ini yang membuat aku bertahan di PNPM. Di tahun 2012, secara tidak sengaja aku terpilih menjadi Tim Pelatih Masyarakat (TPM) Kabupaten di bawah Pokja RBM (Ruang Belajar Masyarakat) Kabupaten Majalengka. Rasanya begitu lengkap anugrah Tuhan terhadapku. Tidak sedikit ilmu dan pengetahuan yang aku dapat. Ternyata dunia ini begitu luas, dan aku sadar ternyata aku tidak ada apa-apanya dibanding dengan yang lain. Aku merasa begitu kecil dan kerdil, aku bersyukur aku bisa menimba pengetahuan yang Swadesa-I/2013 luas selama aku menjadi bagian dari pelaku PNPM ini. Bagaimanapun aku yakin semua sudah diatur oleh yang Maha Kuasa. Mungkin ini jalan hidup aku yang harus dinikmati dan disyukuri. Buat rekanrekan, jangan pernah menyerah untuk berbuat kebaikan. Yakinlah, tidak semua orang memiliki kesempatan untuk dapat mengabdi kepada masyarakat. Jangan pernah merasa kita sudah pintar sebab di luar sana masih banyak orang yang lebih pintar. Teruslah belajar. Percayalah, akan ada banyak hikmah dan pelajaran dari setiap apa yang kita lakukan, asal semuanya didasari oleh keikhlasan. Bagiku, PNPM Mandiri Perdesaan ibarat sebuah tempat pendidikan yang sangat terbuka, demokratis, menghargai dan pastinya membuat pintar. Aku yang sebelumnya biasa-biasa, kini seperti luar biasa karena bisa berkontribusi di pembangunan desa. Sebagai terima kasihku, aku akan berupaya melanjutkan ilmu-ilmu yang telah diajarkan PNPM seperti dalam merencanakan usulan, mencari swadaya, melaporkan dan lain sebagainya. www.pnpm-jabar.org 39
  • 41. D Antusias peserta Musyawarah Khusus Perempuan, Desa Banjar waringin, Salopa-Tasikmalaya Semangat kaum perempuan dalam pembuatan jalan Rabat Beton, Ds.Pasirtengah Tasikmalaya 40 Swadesa-I/2013 esa Salem menjadi lokasi PNPM Mandiri Perdesaan sejak tahun 2009. Desa yang berjarak 9 km dari kota Purwakarta ini merupakan satu dari 11 desa di Kecamatan Pondoksalam. Mayoritas pencaharian masyarakat sebagai petani dan pedagang. Berangkat dari tekad untuk berdaya, kaum perempuan di desa ini aktif dalam kegiatan PNPM MPd. Salah satunya menjadi penerima manfaat Program Simpan Pinjam Perempuan (SPP). Semangat sauyunan menjadikan tingkat pengembalian 100 persen di setiap bulan. “yang pasti kami terbebas dari rentenir yang bunganya memberatkan,” terang Nunung (37), anggota kelompok SPP setempat. Untuk menambah ketrampilan usaha, pada tahun 2013 masyarakat mengusulkan pelatihan menjahit. Usulan yang terfasilitasi melalui MKP (Musyawarah Khusus Perempuan) ini sebagai keinginan mereka menambah penghasilan keluarga. Pelatihan menjahit dipilih karena di Purwakarta banyak beroperasi pabrik tekstil. “Mayoritas pekerja pabrik kan kaum perempuan, nah tentunya butuh keterampilan menjahit bagi yang melamar,” ungkap Nani, tokoh perempuan setempat. Setelah Tim Verifikasi memastikan usulan layak, pelatihan menjahit dibahas dalam MAD (Musyawarah Antar Desa). www.pnpm-jabar.org
  • 42. Serius. Perempuan Desa Salem berlatih menjahit yang dana pelatihannya disupport oleh PNPM MPd Usulan menempati rangking ketiga dan disetujui dalam MAD. Besar alokasi pendanaan Rp. 122.624.000,- ditambah swadaya Rp. 15.094.000,-. Pelatihan dibagi dua sesi; Pelatihan Menjahit Taylor (Rumahan) yang diikuti 32 orang. Kedua, Pelatihan Menjahit Garment (Pabrikan) yang diikuti 16 orang. Total partisipan 48 orang. Pelatihan dilaksanakan di bulan Agustus 2013. Selain ibu rumah tangga, ada juga dari fresh graduate SMA. Pelatihan menjahit Taylor dilaksanakan dengan mendatangkan Pelatih professional sedangkan pelatihan menjahit Garment dilaksanakan di CV. OCEAN Purwakarta. Hasilnya, pada November 2013, terdapat 11 lulusan pelatihan yang diterima kerja. Ada yang di PT Ekstren, CV Jaya Collection ada juga yang di PT Kervis. Berikut adalah tabel penghasilan: Swadesa-I/2013 Sebelumnya, sudah ada keinginan berusaha akan tetapi tidak terfasilitasi. PNPM Mandiri Perdesaan yang peduli terhadap peningkatan kapasitas, telah membuka jalan terang bagi kaum perempuan Desa Salem. “sebagai awal, saya kira pelatihan ini sudah berhasil. Sselanjutnya kami harus mandiri,” ujar anggota KPMD sambil mengacungkan jempol kepada PNPM Mandiri Perdesaan. KATA BIJAK Hidup ini tak akan pernah lepas dari cinta, karna kita lahir dan di besarkan karena cinta.... Terus berdoa dan percaya. tanpa mengeluh, selalu bersyukur. maka indah semua yang kan kamu dapat www.pnpm-jabar.org 41
  • 43. Ketika Kader Desa Jadi Kepala Desa termuat dalam buku berjudul “Puspa Ragam Pemberdayaan”, hal 47 yang diterbitkan oleh Pokja RBM Kab. Majalengka (Maret,2013). nung S Nurhasanah, perempuan yang dilahirkan 44 tahun silam. Selepas SMA, dia merantau ke Karawang dan bekerja di sebuah pabrik sepatu. Bosan sebagai karyawan, dia memutuskan pulang ke kampungnya di Tenjolayar, Cigasong, Majalengka. Pada tahun 2009 dia terpilih KPMD dan mulai mengenal hubungan masyarakat. PNPM Mandiri Perdesaan mengajari perempuan lulusan SMAN 1 Majalengka itu pede mengajak orang peduli. Selain denan persuasi individual, dia juga telaten memfasilitasi kegiatan musdes, musyawarah khusus perempuan dan lain sebagainya. Pengalaman berharga itu membuatnya berani mencalonkan diri sebagai Kades. Tak dinyana, dia terpilih pada Pilkades tahun 2010 tersebut. Enung merasa bahwa PNPM Mandiri Perdesaan menjadi sekolah gratis baginya. Kisah ini Berani maju, berani peduli Ela Nurela adalah sosok perempuan sukses bersama PNPM Mandiri Perdesaan. Kader Teknik Desa Kec. Maja itu terbukti mahir memfasilitasi kegiatan teknik seperti pembangunan jalan Cibodas, perkerasan jalan di kampung Jati Desa Cengal, dan lain sebagainya. Meski tak semahir insinyur, namun perempuan muda itu tak asing dengan istilah desain, RAB, uji material dan LPD. Perubahan pengetahuan, sikap dan ketrampilan dalam membangun desa juga dirasakan Uju Juardi, KPMD Muktisari, Kec, Cingambul. Juga Ani Mulyani, KPMD Desa Mekarmulya Kec. Kertajati. Mereka menjadi mahir teknik fasilitasi masyarakat. Buku Puspa Ragam pemberdayaan memuat kisah lokal munculnya aktor pembangunan lokal. E 42 Swadesa-I/2013 www.pnpm-jabar.org
  • 44. http://www.jamilazzaini.com P erasaan itu penting karena membuat hati kita tetap lembut dan halus. Tetapi kalau punya penyakit “merasa” itu berbahaya. Contohnya “merasa” hebat, padahal faktanya tidak hebat. Di twiterland saya mengamati banyak orang yang “merasa” beriman padahal itu hanya perasaan saja. Faktanya kata-katanya sering menyakiti hati orang. Bahkan masih punya waktu menyelidiki kehidupan pribadi orang lain, khususnya kelemahan dan aib orang lain kemudian disebarluaskan lewat dunia maya. Ada juga yang “merasa” kaya raya padahal hidup dari hutang dan kartu kredit. Kemana-mana menggunakan busana bermerk, parfum berharga mahal, gadget canggih, padahal hutangnya berlimpah. Penyakit “merasa” kaya raya bisa berakibat miskin papa. Bagaimana agar terhindar dari penyakit merasa? Pertama, banyaklah bergaul dengan orang yang lebih hebat dan ambilah pelajaran dari mereka. Saya pernah punya penyakit merasa hebat karena punya Pesantren Wirausaha sejak tahun 2000. Banyak Swadesa-I/2013 lulusannya yang sudah menjadi pengusaha, dari anak keluarga miskin sekarang menjadi keluarga yang berlebih secara finansial. Namun usai saya bertemu mas Jaya Setiabudi, pak Ciputra dan temanteman EU (Entrepreneur University), penyakit merasa saya luntur. Ternyata masih banyak orang yang lebih hebat dibandingkan saya. Kesadaran itu menghasilkan banyak pembenahan di Pesantren Wirausaha yang saya pimpin. Kedua, perbanyak ilmu dan pengalaman. Saat ada orang merasa hebat dan besar kepala boleh jadi karena miskin ilmu dan kurang pengalaman. Banyak trainer yang pada awalnya merasa hebat, namun setelah ikut Trainer Bootcamp & Contest mereka menyadari bahwa dirinya belumlah seberapa. Setelah training usai, mereka banyak melakukan pembenahan, maka hasilnya melejit luar biasa. Order semakin ramai, muncul di berbagai media, semakin rajin menulis buku dan semakin percaya diri bahwa profesi trainer memang sangat menjanjikan. Cobalah duduk sejenak. Lalu, periksa kesehatan “mental” Anda. Apakah ada penyakit “merasa” di dalam diri Anda? Apabila ada, segeralah sembuhkan dengan dua cara tersebut di atas. Selamat mencoba…!! www.pnpm-jabar.org 43
  • 45. Profile Fasilitor Juara Cianjur Pekerjaan fasilitasi memang tak sederhana. Konflik dengan pelaku, dilema keluarga, hak/gaji yang tertunda, pemenuhan seabrek tupoksi, kadang menciutkan nyali. Di Ciamis, ada FK yang difitnah setelah ungkap korupsi, di Bandung Barat ada yang diusir, di Indramayu ada yang diintimidasi. Saat seperti itulah, mentalitas juang fasilitator diuji. Bagi yang tak kuat, hari-harinya dipenuhi keluhan, mengumpat keadaan, suka menuding dan mencari alibi. Bahkan, ingin lari dari lokasi. Namun, justru tak sedikit yang berkembang menjadi fasilitator Juara, yaitu mereka yang oleh Rodney Overton (2002) dicirikan sbb: 1. Memiliki energi yang tinggi 2. Berani dan komitmen 3. Berkreativitas tinggi 4. Selalu Menginspirasi 5. Mampu menyusun prioritas 6. Kepercayaan diri tinggi 7. Adil dan menghargai orang 8. Menikmati Apapun Resiko 9. Mengakui kesalahan 10. Mendorong pemahaman mendalam banyak orang 44 Swadesa-I/2013 SINERGI.Gubernur, Kepala BPMPD&Tim RMC III Jawa Barat di Gedung Pakuan (22/05) KEKOMPAKAN. All Team Fasilitator PNPM MPd Jabar tergabung dalam IPPMI (01/03) PERSATUAN. Team Fasilitator PNPM MPd Majalengka, bersatu mengawal integrasi(20/10) www.pnpm-jabar.org
  • 46. Jl. Batu Permata II No.1 Margacinta-Bandung 40287 Sugih Arto Koordinator Provinsi Zubriyanto Sofyan Deputy Koorprov Endah Sutraniati HRD-1 Wahyu Widayanto HRD-2 Agust Wardhana FMS-1 Antonius AB FMS-2 Ewirta Lista P SP2M Puji Wiraatmaja Spesialis Infrastruktur Ali Yasin Spesialis KIE Dedi Rustandi Spesialis Training Rohman Spesialis MIS Swadesa-I/2013 HRD FMS SP2M MIS KIE Human Resources Development Financial Management Support Pengaduan dan Penanganan Masalah Management Information System Komunikasi Informasi Edukasi www.pnpm-jabar.org 45
  • 47. 6 10 7 8 9 5 11 2 1 4 13 12 17 3 14 15 1. BANDUNG : Soreang Residance Blok E 4 No. 2 Ds. Gandasari, Katapang 40971 pnpmkabbandung.wordpress.com 2. BANDUNG BARAT : Jln. Sukamaju No.32 blok Warungpulus, Batujajar Barat. pnpmmpdkbb.blogspot.com 3. CIANJUR : Jalan raya cianjur km 8 No. 1 Kp Ciherang desa ciherang Karangtengah pnpmcianjur.blogspot.com 4. SUKABUMI : jl. Pajajaran No.102 Desa Sukamantri, Cisaat http://pnpmsukabumi-org, 5. BOGOR : Jl. Sirojul Munir RT.03/06, Kel. Nangewer Mekar, Cibinong 6. BEKASI : perumahan Taman Lotus Jl. Antilop II A/F4 No.12 Cikarang Pusat 7. KARAWANG:Jl.SyehQuro No. 37 KarawangTimur pnpm-karawang.blogspot.com 8. PURWAKARTA : Jl pramuka 205 Selaeuri, Bunder pnpmmpdpurwakarta.blogspot.com 9. SUBANG: Jl. Salendro B1 No.31, Perumahan 16 10. INDRAMAYU: jl pahlawan 5B indramayu RT 04/09, Kel.Lemahmekar pnpmwongdermayu.blogspot.com 11. CIREBON: Perumahan Griya Caraka blok B 1 No.1-2, KEDAWUNG 12. MAJALENGKA: Jln. Ahmad kusuma no.4 RT.02/04 majalengka wetan, www.pnpmmajalengka.or.id 13. SUMEDANG: Jln. Sebelas April RT. 02/02 Ds. Rancamulya, Sumedang Utara pnpmsumedang.blogspot.com 14. GARUT: Perumahan Cimanganten G-II No.2 Tarogong Kidul http://pnpm-garut.org 15. TASIKMALAYA: Jl. Sukapura no 17 A, Kel. Lengkonsari-Pancasila pnpmtasikmalaya.blogspot.com 16. CIAMIS: Jl. Panoongan no.33 RT.04/16, Kertasari http://pnpmfaskabciamis.blogspot.com, 17. KUNINGAN: Jl Ckawung, 73 Cijoho http://pnpmmandirikuningan.blogspot.com BTN Ciheuleut Indah, Kel. Pasirkarumbi http://pnpmmpdkabsubang.blogspot.com/ 46 Swadesa-I/2013 www.pnpm-jabar.org
  • 48. Ada sebuah pertanyaan pendengar yang mengaku bernama Jeng Ana. Ketika itu saya sedang on air di Radio Gapura FM, sebuah Radio Komunitas yang saat ini tak lagi populer dibanding radio komersial. Radio Gapura FM yang didirikan sejak tahun 2008, dipancarluaskan dari rumah pak Dudi, seorang anggota BPD Desa Palasari, Kec. Ciater Kab.Subang Jawa Barat. Pertanyaanya adalah, mengapa di PNPM Mandiri Perdesaan kaum perempuan difasilitasi untuk berdaya. Pertanyaan ini menyusul pertanyaan seorang Bapak sebelumnya yang menyebutkan, mengapa hanya ada SPP (Simpan Pinjam Perempuan). Apakah kaum laki-laki tidak dipercaya sehingga tidak diberi kesempatan meminjam dana bergulir tersebut. Ya, tentu bukanlah hal mudah menjawab pertanyaan tersebut. Sebab, harus menggunakan perspektif atau cara pandang berpikir mereka yang notabene orang desa. Di sebagian masyarakat kita, stigma negatif terhadap kaum perempuan memang masih melekat. Dalam bahasa Jawa, perempuan disebut konco wingking yang artinya partner urusan belakang (dapur,sumur, kasur). Meskipun tak seperti dulu, namun secara substansi pemberdayaan kaum perempuan belum sesuai harapan. Kita bisa menyaksikan dalam skala kecil/rumah tangga, kaum perempuan masih ditahbiskan sebagai pekerja yang serba lemah. Konotasinya adalah kaum pria lebih pandai, lebih berhak, dan lebih berhasil, lebih bisa dipercaya, lebih bisa dikembangkan dan lain sebagainya. Swadesa-I/2013 Anggapan demikian ternyata tak selalu benar. Tiga belas tahun PNPM Mandiri Perdesaan dijalankan, yang semula bernama PPK (Program Pengembangan Kecamatan), menghadirkan sebuah trending conclusion bahwa kaum perempuan jauh lebih tangguh dan kreatif dalam pemeliharaan akses ekonomi meskipun dalam skala yang sangat kecil Program SPP PNPM Mandiri Perdesaan, didesain untuk kebangkitan kaum perempuan dalam hal akses permodalan. Namun sebenarnya bukan hanya itu, sebab dengan berkelompok, mereka juga diberi peningkatan kapasitas agar muncul soliditas dan solidaritas dalam pengentasan kemiskinan. (Ali Yasin, Spesialis KIE) Informasi program SPP Juga disebarluaskan Via Radio Komunitas yang tergabung dalam JRKI (Jaringan Radio Komunitas Indonesia). 19 Radio tergabung di Jabar diantaranya Baina FM (Kuningan), Gapura FM (Subang), K-PASS FM (Bandung), BILIK FM (Indramayu), Q-LAN FM (Cirebon), RASI FM (Garut) dan lain sebagainya. Selain informasi SPP, juga disiarkan berita tentang Musyawarah, kegiatan fisik dan info lain sebagai bentuk edukasi dan keterbukaan informasi PNPM MPd ke masyarakat desa. www.pnpm-jabar.org 47
  • 49. BANGGA PRODUK NEGERI PISAH-SAMBUT Tim Spesialis RMC III Jawa Barat mengenakan pakaian Batik di Hari Kerja sebagai semangat memajukan produk kreatif masyarakat desa Team Work Solid. PJO Provinsi lama (Drs.M Edi Junaedi) bersama PJO Provinsi penerusnya (Nurtafiyana, S.Pt ME) disertai Tim RMC III. SHOOTING FILM DOKUMENTER KEAKRABAN Gondola Film (Produser Film Dokumenter) Spanyol wawancara saat pengambilan rekaman kegiatan anggota kelompok SPP Sistik Desa Sukadami-Wanayasa, Purwakarta. 48 Swadesa-I/2013 Drs. Arifin Kertasaputra (Kepala BPMPD Jawa Barat) bersalaman dengan Tim Fasilitator kabupaten sebagai penguat keakraban dankekompakan www.pnpm-jabar.org
  • 50. MADRASAH NURUL FALAH JEMBATAN GELAGAR BAJA Bangunan seluas P:14 mtr, L:7 mtr ini di Jayamukti, Ddibangun TA 2012 dengan BLM Rp. 224.123.700,Pancatengah, Tasikmalaya. Mmenggunakan BLM TA ditambah swadaya Rp. 113.740.000,- Jembatan 2013 Rp.111.797.700,ditambah swadaya sepanjang 24 mtr itu menghubungkan 2 dusun (500 Rp.18.523.000,-. Masyarakat menambah swadaya KK di Ds. Sukamaju,Kec. Cidolog, Ciamis menjadi Rp.131.477.000,- . PAUD AL IKHLAS PAUD ini Terintegrasi untuk Posyandu. Dibangun masyarakat menggunakan BLM sebesar Rp.42.220.000,- dan swadaya Rp.23.443.000,-. Sampai sekarang, PAUD di Sukamaju, Kec. Baregbeg Ciamis ini melayani 45 murid. Swadesa-I/2013 POSYANDU GAGAK 3 Posyandu ini terletak di Ds. TanjungsarI, Sukahaji, Majalengka. Dibangun PNPM MPd dengan BLM Rp.94.143.500,- ditambah swadaya Rp.16.130.000,-. Bangunan seluas15 m2 ini digunakan dengan baik oleh masyarakat www.pnpm-jabar.org 49
  • 51. 1 1 2 2 2 33 2 50 Swadesa-I/2013 1. Melatih sumberdaya handal sebagai aktor pemberdaya lokal (Pelatihan Training of Trainer (TOT) Tenaga Pelatih Masyarakat Pokja RBM Kab. Bekasi (02/2013) 2. Hak masyarakat mengetahui kaidah hukum dalam upaya penanganan masalah. (Pelatihan Advokasi Hukum Pokja RBM Kab. Cianjur (17/01/2013) 3. Masyarakat berhak menyuarakan aspirasi di era citizen jurnalisme (Pelatihan jurnalistik Pokja RBM Kab. Tasikmalaya (10/01/2013) 4. Teknik pemasaran produk desa melalui media online (Pelatihan pembuatan website Desa oleh Pokja RBM Kab.Ciamis (30/10/2013) RBM (Ruang Belajar Masyarakat) merupakan prakarsa PNPM Mandiri Perdesaan agar masyarakat Desa memiliki kultur/perilaku belajar yang terorganisir di bidang pelatihan, teknik, hukum, media informasi, dan lain sebagainya. Pada TA 2013, disedikan DOK (Dana Operasional Kegiatan) sebesar Rp.600 juta. Diharapkan tujuan tersebut tercapai. Hadirnya Pokja RBM mendorong dukungan Pemerintah Daerah melanjutkan dengan dana APBD spt di Cianjur, Sukabumi, Bekasi, Majalengka dsb 4 www.pnpm-jabar.org
  • 52. 1 2 1. Pelatihan Masyarakat merupakah fokus utama PNPM Mandiri Perdesaan. Pada TA 2013, telah dialokasikan dana sebesar Rp. 6.319.723.900,untuk 2.689 jumlah/volume kegiatan pelatihan di 17 Kab. Diantara pelatihan UPK, BKAD, PL, BP-UPK, Kades, KPMD, Kelompok, dan lain sebagainya Swadesa-I/2013 3 4. www.pnpm-jabar.org 51
  • 53. 2 1 3 Alokasi BLM PNPM MPd untuk pelatihan (peningkatan kapasitas) usaha kelompok SPP/UEP di TA 2013 sebesar Rp. 27.394.070.350 ,di 140 kecamatan di 17 kabupaten Jawa Barat. Berdasar need assesment, berbagai pelatihan kreatif diusulkan/didanai seperti teknik packaging, menjahit, peternakan, produk kuliner dan usaha livelihood lainnya. Disamping pelatihan, ada pula yang difasilitasi ketersediaan alat produksinya. 52 Swadesa-I/2013 www.pnpm-jabar.org

×