• Share
  • Email
  • Embed
  • Like
  • Save
  • Private Content
3 fase bulan ramadhan
 

3 fase bulan ramadhan

on

  • 173,044 views

 

Statistics

Views

Total Views
173,044
Views on SlideShare
24,469
Embed Views
148,575

Actions

Likes
1
Downloads
264
Comments
2

11 Embeds 148,575

http://www.idberitaterbaru.com 140796
http://idberitaku.com 5180
http://universitaspendidikan.com 2233
http://idberitaterbaru.com 277
http://translate.googleusercontent.com 45
https://www.google.com 25
http://webcache.googleusercontent.com 14
http://www.google.co.id 2
https://twitter.com 1
https://www.google.co.id 1
http://www.google.com 1
More...

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft Word

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel

12 of 2 previous next

  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
  • sangat indah
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
  • islam itu indah
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

    3 fase bulan ramadhan 3 fase bulan ramadhan Document Transcript

    • 3 FASE BULAN RAMADHANThursday, 11 August 2011 15:47Hari/Tgl : Rabu, 03 Agustus 2011Pembicara : Drs. Sodikin, SHDi hari yang cerah nan penuh berkah ini, masih di mushalla kantor PengadilanAgama Tigaraksa, rutinitas Kultum kembali di gelar. Seluruh pegawai Pengadilanbaik struktural maupun fungsional di tambah beberapa pegawai honorer, khusyukmenyimak paparan yang disampaikan oleh Bapak Drs. Sodikin SH.Dalam isi kultumnya tersebut, beliau membahas tentang pemanfaatan organinfrastruktur manusia yang di berikan Allah SWT. Walau singkat, uraian beliausangat menggelitik untuk kembali di renungkan tentang hakikat manusia denganpuasa. Diantara penjelasan beliau tersebut, pokok bahasannya bisa kita tuangkandisini.Yang pertama, beliau memulai paparannya dengan mengatakan bahwa kita patutbersyukur hingga saat ini kita bisa menjalani puasa ramadhan di hari yang ketiga.Berarti kita masih di fase pertama dari 3 fase ramadhan. 10 hari pertama adalahfase rohmat (kasih-sayang) Allah terhadap seluruh hambanya yang berpuasa. 10 harikedua adalah fase maghfiroh (ampunan) Allah terhadap hambanya yang berpuasadengan penuh keikhlasan. Dan 10 hari ketiga atau terakhir dari bulan ramadhanadalah fase itqu min an-Nar (dibebaskan dari api neraka). Di fase terakhir inikemulyaan ramadhan benar-benar diperlihatkan, karena didalamnya terhadap malamyang lebih mulya dari 1000 bulan, yaitu malam lailatul qodar.Yang kedua, hubungan manusia dengan manusia harus terjaga seperti hubunganhamba dengan Tuhannya. Jangan sampai hablu min an-Nas ini terputus karena lebihmementingkan hablu min Allah, ataupun sebaliknya. Alangkah indahnya kalau kitayang berpuasa ini (hablu min Allah) dibarengi dengan kedekatan kita terhadapsesama manusia. Kita baik dengan tetangga, kita hormat dengan tetangga, kitajalankan kewajiban kita sebagai tetangga dan kita tunaikan hak-haknya. Makadisinilah inti berpuasa sebenarnya, kita dekat dengan Tuhan kita, kita pun dekatdengan sesama manusia.Yang ketiga, beliau menjelaskan lebih lanjut, setiap manusia yang ada di muka bumiini merupakan simbol atau manifestasi kekuasaan Allah. Manusia diberi beberapakelebihan yang tidak diberikan kepada makhluk lain. Diantara kelebihan itu adalahmanusia diberi akal, hati dan pikiran.Dengan kelebihan ini, infrastruktur organ manusia seperti mata, tangan, kaki, hati,mulut, hidung dan organ lainnya yang telah diberikan oleh Allah seharusnya dapatdifungsikan dengan maksimal. Fungsi mata adalah untuk melihat hal-hal yang baik,
    • fungsi kaki adalah untuk berjalan menuju keridhoan Allah, fungsi mulut adalahuntuk mengucap kata-kata yang benar, fungsi hati adalah untuk mengingat danmengagumi kebesaran Allah. Makanya pantas bila manusia di beri amanah sebagaiKhalifah Allah di muka bumi ini.Namun ironisnya, masih kata beliau, hingga saat ini pemanfaatan fungsi organ tubuhtersebut masih kurang. Banyak yang masih beranggapan bahwa puasa hanyalahsekedar rutinitas tahunan belaka, yang dilalui dengan menahan lapar dahaga dari pagisampai terbenam matahari tanpa ada pengaruh atau stimulus apa-apa. Mereka rajinbershodaqoh, selalu sholat di masjid/mushalla, mengaji Al-qur’an siang malamhanya pada bulan ramadhan. Selepas itu, ketika ramadhan telah usai merekatanggalkan kembali baju ketaatan mereka. Mereka kembali kepada kebiasaan merekayang dulu, shodaqoh jarang, sholat apalagi. Kalau sudah begini, derajat muttaqintidak akan bisa diraih.Sebenarnya kalau kita mau memanfaatkan fungsi hati kita dengan maksimal,kejadian tersebut tidak akan berlaku buat kita. Orang yang melek hatinya ataupikirannya, akan menggangap bahwa puasa merupakan sebuah ujian dan pembinaanagar kita menjadi manusia yang paripurna. Iman kita semakin bertambah tinggiseiring waktu, perbuatan kita terus sejalan dengan tuntunan Allah seiring pergantianmasa. Inilah manusia yang benar-benar memfungsikan infrastruktur yang diberikanoleh Allah kepada dirinya.Yang keempat, di akhir-akhir penjelasannya, Bapak Drs. Sodikin, SH memberikancontoh bahwa umur Yang Mulia para Hakim yang sudah berumur, tidak adamaknanya kalau umurnya itu hanya habis atau lewat begitu saja tanpa ada perubahanyang semakin baik pada dirinya. Bertambahnya uban bukan berarti bertambahnyapengetahuan dan kebijaksanaan, tetapi bertambahnya uban karena bertambahnyaumur. Sedangkan bertambahnya pengetahuan adalah karena seringnya belajar danmau memfungsikan semua infrastruktur yang melekat pada diri manusia tersebut.Yang kelima, dan yang terakhir, beliau mengatakan bahwa puasa membangunkejujujaran bagi yang yang menjalankannya. Puasa mendidik kita untuk berlakujujur, baik terhadap diri sendiri, orang lain, ataupun terhadap siapa saja di alam ini.Waallahu a’alm bisshowab.
    • KEUTAMAAN PUASA RAMADHANKeutamaan Puasa Ramadhan (1o Hari Pertama)Keutamaan Puasa Ramadhan sangat luar biasa, BulanRamadhan adalah bulan yang penuh dengan rahmah, maghfirah danampunan. Sebagaimana yang telah disabdakan baginda RasulullahSAW , membagi bulan Ramadhan itu menjadi tiga. Keutamaan puasaRamadhan 10 hari Pertama, adalah rahmat (awwaluhurahmah), Keutamaan puasa ramadhan pada 10 hari kedua adalahampunan (wa awsathuhu maghfirah), dan keutamaan puasa ramadhanpada 10 hari terakhir adalah bulan pelepasan dari siksa neraka (waakhiruhu itqun min an-nar).“Wahai manusia! Sungguh telah datang kepada kalian bulan Allahdengan membawa berkah rahmat dan ampunan Allah. Bulan yang muliadi sisi Allah. Hari-harinya adalah yang paling utama. Malam-malamnyaadalah yang paling utama. Waktu demi waktunya adalah yang palingutama.” (HR Ibnu Khuzaimah).Oleh karena itu Rasulullah SAW memerintahkan umat Islam agarsenantiasa memperbanyak amal ibadah di bulan Ramadhan. Sebab,terdapat banyak keutamaan Puasa Ramadhan yang akan diperolehnya.Ibadah sunah menjadi bernilai fardhu, makan sahur merupakan berkah,bersedekah akan dilipatgandakan, membaca Alquran akan menjadisyafaat, dan beribadah pada malam Lailatul Qadar nilainya lebih baikdaripada seribu bulan.Keutamaan Puasa Ramadhan (1o Hari Kedua)Keutamaan puasa ramadhan pada 10 hari kedua adalah ampunan.Dimana keutamaan puasa ramadhan fase kedua ini adalah Allahbanyak memberikan maghfirah atau ampunan. Inilah saat yang tepat
    • bagi kita untuk meminta ampun atas dosa-dosa kita denganmemperbanyak dzikir dan meminta ampunan, meminta agar semuadosa-dosa kita di maafkan dan diterima tobat kita.Tidak ada bulan-bulan lain yang sebaik bulan ramadhan, maka itujanganlah kita menyiakannya, agar kita tidak menjadi orang yangmerugi.Keutamaan Puasa Ramadhan Ketiga ( 10 Hari Terakhir )Keutamaan Puasa Ramadhan pad 10 hari terakhir yang dipenuhibarokah yang berlimpah ruah. Terutama jika kiat beribadah pada malamlailatul qadar. Sebuah ibadah yang dilakukan pada malam itu denganikhlas dan sesuai dengan petunjuk Nabi Muhammad Shalallahu „alaihiwa Sallam lebih baik daripada ibadah yang dilakukan selama Seribubulan selain Ramadhan. Tentu keutamaan Puasa Ramadhan yang amatbesar ini akan membuat hati yang jernih dan akal yang sehat terdorongdan berharap untuk dapat meraihnya.Malam lailatul qadar terjadi pada bulan Ramadhan, sekali dalamsetahun. RasulullahShalallahu „alaihi wa Sallam bersabda:“Carilah lailatul qadar pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan,jika ada diantara kalian lemah, maka jangan sampai luput dari tujuh malam yang tersisa (terakhir).” (HR. Al-Bukhari danMuslim)Dalam riwayat Al-Imam Muslim yang lain, Rasulullah Shalallahu „alaihiwa Sallam bersabda:…. maka carilah pada malam yang ganjil dari sepuluh malam terakhirbulan ramadhan.Al-Hafizh Ibnu Hajar rahimahullah berkata dalam Fathul Bari: “Pendapatyang paling kuat tentang terjadinya lailatul qadar adalah pada malamganjil dari sepuluh malam terakhir bulan ramadhan. Dan terjadinyatidak menetap pada malam tertentu dalam setiap tahunnya.”
    • Adapun memastikan suatu malam dari bulan Ramadhan bahwa iaadalah Malam lailatul qadar(di tahun tersebut), maka membutuhkandalil (yang shahih dan jelas) dalam penentuannya. Namun malam-malam ganjil pada sepuluh terakhir itu hendaknya lebih dijaga dibandingselainnya, dan malam keduapuluh tujuh hendaknya lebih dijaga lagidaripada malam-malam ganjil selainnya yang dimungkinkan bertepatandengan lailatul qadar (Lihat Fatawa Al-Lajnah Ad-Da`imah li Al-Buhutswa Al-Ifta`)Apa yang seharusnya dilakukan di malam tersebut?Pertama: Bersungguh-sungguh pada sepuluh malam terakhir melebihikesungguhan pada malam-malam selainnya, dalam hal shalat,membaca Al-Qur‟an, berdo‟a, dan ibadah-ibadah yang lainnya. „Aisyah smenceritakan:“Dahulu Rasulullah Shalallahu „alaihi wa Sallam jika memasuki sepuluhmalam terakhir, beliau menghidupkan malamnya, dan membangunkankeluarganya, serta mengencangkan tali pinggangnya.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)Dalam riwayat Al-Imam Ahmad dan Muslim: “Dahulu beliau Shalallahu„alaihi wa Sallam bersungguh-sungguh pada sepuluh malamterakhir yang tidak sama kesungguhannya dengan malam-malamselainnya.”Kedua: Menegakkan shalat tarawih dengan penuh keimanan dan hanyamengharapkan pahala dari Allah. Nabi Muhammad Shalallahu „alaihi waSallam bersabda:“Barangsiapa yang menegakkan shalat pada malam lailatulqadar dengan penuh keimanan dan hanya mengharapkan pahala dariAllah, maka pasti akan diampuni dosa-dosanya yang telahlalu.” (HR. Al-Jama’ah, kecuali Ibnu Majah).
    • Ketiga: Membaca do‟a sebagaimana yang diajarkan Nabi Shalallahu„alaihi wa Sallam kepada „Aisyah radliyallahu „anha. „Aisyah radliyallahu„anha berkata: “Wahai Rasulullah, bagaimana pendapatmu jika akumenjumpai suatu malam bahwa itu adalah malam lailatul qadar apayang harus aku baca pada malam itu? Rasulullah Shalallahu „alaihi waSallam menjawab: “Ucapkanlah (berdo‟alah):“Ya Allah! Sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf Maha Mulia lagi sukamemaafkan, maka maafkanlah aku.” (HR. At-Tirmidzi). * KeutamaanPuasa Ramadhan pada sepuluh hari pertama, kedua dan terakhir.