Strategi Pemeliharaan         Ternak SapiPENDAMPINGAN PROGRAM SWASEMBADA DAGING SAPI KERBAU                     (PSDSK)  B...
Mengapa Pakan Paling PentingDiperhatikan ?• Pakan Komponen Produksi Dengan  Biaya Yang Terbesar (60-80% Biaya  Produksi)• ...
Sumber Pakan Limbah
Teknologi Pengawetan Pakan Ternak1. Pengawetan Dengan Teknik Hay Pengeringan Secara Alami dan Alat Pengering Pengeringan...
2. Pengawetan Dengan Teknik SilaseTujuan Silase Pengawetan Kandungan Nutrisi Hijauan / Bahan  Pakan Agar Bisa Disimpan D...
MEMBUAT SILASE SEDERHANABahan-bahan :   Sisa Rumput-rumputan, Jerami (Padi, Jagung)   Sedikit Pupuk Urea ( Max 2 % dari ...
Pemberian bahan tambahan , antara lain :       -        Molase (melas) :  2,5 kg /100 kg hijauan.       -        Onggok (t...
Komposisi Bahan Pakan Sumber Energi dan Sumber Protein  Sumber : Laboratorium Pakan Loka Penelitian Sapi Potong.
Kandungan Nutrisi Pakan Asal Limbah Pertanian
Kandungan Nutrisi Bahan Pakan Asal Limbah Agroindustri
Contoh Formulasi Ransum (Bedasarkanbahan Kering)                Metode Coba-coba
Tingkat Gizi Pakan/HMT dengan Umur Potong/Gembala
Kurva Pertumbuhan Rumput
Pedoman Penyusunan Nutrisi Pakan Untuk       Pembibitan Sapi Potong
Pedoman Penyusunan Nutrisi Pakan Untuk      Penggemukan Sapi Potong
Sapi Dara    Pemberian Bahan Kering Pakan Adalah 3% dari Berat Badan    Pemberian Suplemen Vitamin – Mineral 100 G/Ekor/Ha...
Skor Kondisi Tubuh
Efisiensi Reproduksi Atur pakan tepat untuk betina induk (Skor Ideal 3-4, skala 5) Bunting Kembali setelah 50 hari melah...
Sapi Bunting Muda Pemberian Bahan Kering Pakan Adalah 3% Dari Berat Badan Dedak Sebagai Pakan Penguat Pada Sapi Induk Bunt...
Sapi Bunting TuaPemberian Bahan Kering Pakan Adalah 3% Dari Berat BadanDedak/Bungkil Kelapa Sebagai Pakan Penguat Pada Sap...
Sapi Penggemukan  Pemberian Bahan Kering Pakan Adalah 3% Dari Berat Badan Konsentrat Campuran Dedak Dan Ubi Kayu Yang Dipa...
Susu Pengganti• Bila Induk Mati atau Tidak Keluar Air Susunya, Maka  Disusukan/Diperahkan Pada Induk Lain Yang Masih  Prod...
Kebutuhan Pakan Sapi PedetKeterangan :• Konsentrat Pedet : Pakan Yang Mengandung Protein 16 S/D 18%, Tdn   70%• Umur 0-1 M...
Porsi Hijauan Disarankan :Rumput : Legum (Kacang-kacangan) = 60 : 40 % Atau 75 : 25 %Makin Baik Kualitas Kandungan Protein...
Mineral BlokContoh Komposisi UMMB :• Molases/ Gula Merah                   31%,• Urea                                  3%,...
Strategi IB
Perkawinan SapiPemilihan Bibit Sapi
Sistim Perkawinan TernakKawin AlamInseminasi Buatan (Semen Beku atau Semen Segar)Syarat Ternak IB :    Induk Pilih yang B...
PROSES PRODUKSI BIBIT1. Sistim Pastura Yaitu Pembibitan Sapi Potong Yang   Sumber     Pakan     Utamanya     Berasal    da...
Pola Pengembangan Peternakan SapiSistem Pemeliharaan Kandang Kolektif • Sistem Kandang Kolektif : Pemeliharaan Sapi   Dala...
Syarat dan Prinsip Kandang Kolektif1. Ramah Lingkungan, Sehingga Lokasinya Berada Diluar   Lingkungan Pemukiman.2. Banguna...
Manfaat Kandang Kolektif1. Wadah Kerjasama Peternak Dalam Kelompok/ Lembaga   Lainnya.2. Peternak Mudah Akses Informasi / ...
Sinar Matahari    Pengaruh Suhu Udara Tinggi                  Pada Ternak Sapi                     Pencernaan Melambat    ...
Sistem Pemeliharaan Padang Penggembalaan•   Padang Penggembalaan adalah lokasi atau    hamparan lahan luas yang digunakan ...
Pengembangan Sistem Padang Penggembalaan          HarusMemenuhi Ketentuan dan Persyaratan yaitu :1. Merupakan Lokasi Pelep...
Kawasan Peternakan Terpadu dengan Padang Penggembalaan
Manfaat sistem Padang Penggembalaan sebagai berikut :1.   Meningkatkan Kualitas Dan Kapasiatas Tampung     Ternak di Padan...
Strategi Pemeliharaan Ternak Sapi Potong
Strategi Pemeliharaan Ternak Sapi Potong
Strategi Pemeliharaan Ternak Sapi Potong
Strategi Pemeliharaan Ternak Sapi Potong
Strategi Pemeliharaan Ternak Sapi Potong
Strategi Pemeliharaan Ternak Sapi Potong
Strategi Pemeliharaan Ternak Sapi Potong
Strategi Pemeliharaan Ternak Sapi Potong
Strategi Pemeliharaan Ternak Sapi Potong
Strategi Pemeliharaan Ternak Sapi Potong
Strategi Pemeliharaan Ternak Sapi Potong
Strategi Pemeliharaan Ternak Sapi Potong
Strategi Pemeliharaan Ternak Sapi Potong
Strategi Pemeliharaan Ternak Sapi Potong
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Strategi Pemeliharaan Ternak Sapi Potong

9,379

Published on

Teknis pemeliharaan ternak sapi dan pembibitan sapi

1 Comment
3 Likes
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total Views
9,379
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
416
Comments
1
Likes
3
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Strategi Pemeliharaan Ternak Sapi Potong

  1. 1. Strategi Pemeliharaan Ternak SapiPENDAMPINGAN PROGRAM SWASEMBADA DAGING SAPI KERBAU (PSDSK) BALAI PENGKAJIAN TEKNOLOGI PERTANIAN KALIMANTAN BARAT 2011
  2. 2. Mengapa Pakan Paling PentingDiperhatikan ?• Pakan Komponen Produksi Dengan Biaya Yang Terbesar (60-80% Biaya Produksi)• Produktivitas Ternak 70% Dipengaruhi Faktor Lingkungan, Pengaruh Pakan ± 60% Paling Besar• Perubahan Fungsi Lahan Dan Iklim Membatasi Ketersediaan Hijauan Pakan
  3. 3. Sumber Pakan Limbah
  4. 4. Teknologi Pengawetan Pakan Ternak1. Pengawetan Dengan Teknik Hay Pengeringan Secara Alami dan Alat Pengering Pengeringan Secara Alami  Dijemur Secara Langsung  Mengangin-anginkan Di Bawah Rumah, Pepohonan, Dll. Hijauan/Tanaman Yang Sudah Kering (Hay) Dijaga Agar Tidak Terkena Air Hujan (Busuk dan Nilai Gizinya Turun)
  5. 5. 2. Pengawetan Dengan Teknik SilaseTujuan Silase Pengawetan Kandungan Nutrisi Hijauan / Bahan Pakan Agar Bisa Disimpan Dalam Kurun Waktu Yang Lama, Mengatasi Kesulitan Pakan Pada Musim Kemarau/PaceklikBahan Baku :Tanaman Hijauan, Limbah Industri Pertanian, SertaBahan Pakan Alami Lainnya,Kadar Air Berkisar Antara 40 - 80% (Uji : Peras),Dimasukan Dalam Sebuah Tempat Yang Tertutup RapatKedap Udara Yang Disebut Silo atau Ditutup TerpalProses Fermentasi Yang Dibutuhkan Untuk PembuatanSilase Lebih Kurang 3 Minggu Dan Hasil ProsesFermentasi Dapat Disimpan Selama 4-8 Bulan.
  6. 6. MEMBUAT SILASE SEDERHANABahan-bahan : Sisa Rumput-rumputan, Jerami (Padi, Jagung) Sedikit Pupuk Urea ( Max 2 % dari Bobot Bahan) Campuran Pemanis dari Gula Yang Dicairkan Dedak Padi, Jagung Giling (Tambahan Energi) Disimpan di Tempat Yang Terlindung.Proses : Potong Rumput/Jerami Buat Lapisan Bahan Pakan ± 10-15 Cm Taburi Campuran Bahan (Urea, Gula, Dedak) Tambahkan Lapisan Bahan Pakan ± 10-15 Cm Demikian seterusnya disusun hingga mencapai ketinggian 1 – 1.5 meter Basahi Bagian Luar Bahan (Lembab) Tutup Dengan Terpal/Plastik
  7. 7. Pemberian bahan tambahan , antara lain : - Molase (melas) : 2,5 kg /100 kg hijauan. - Onggok (tepung) : 2,5 kg/100 kg hijauan. - Tepung jagung : 3,5 kg/100 kg hijauan. - Dedak halus : 5,0 kg/100 kg hijauan. - Ampas sagu : 7,0 kg/100 kg hijauan. NilaiIndikator Penilaian Nilai Penjelasan keberhasilan Wangi 25 1. Wangi seperti buah-buahan dan sedikit asam, sangat wangi dan 25 terdorong untuk mencicipinya. 2. Ingin mencoba mencicipinya tetapi asam, bau wangi 20 3. Bau asam, dan apabila diisap oleh hidung, rasa/wangi baunya semakin kuat atau sama sekali tidak ada bau. 10 4. Seperti jamur dan kompos bau yang tidak sedap 0 Rasa 25 1. Apabila dicoba digigit, manis dan terasa asam seperti 25 youghurt/yakult. 2. Rasanya sedikit asam 20 3. Tidak ada rasa 5 4. Rasa yang tidak sedap, tidak ada dorongan untuk mencobanya. 0 Warna 25 1. Hijau kekuning-kuningan 25 2. Coklat agak kehitam-hitaman 10 3. Hitam, mendekati warna kompos 0 Sentuhan 25 1. Kering, tetapi apabila dipegang terasa lembut dan empuk. Apabila 25 menempel ditangan karena baunya yang wangi tidak dicucipun tidak apa-apa 2. Kandungan airnya terasa sedikit banyak tetapi tidak terasa basah. 10 Apabila ditangan dicuci bau wanginya langsung hilang. 3. Kandungan airnya banyak, terasa basah sedikit (becek) bau yang menempel ditangan, harus dicuci dengan sabun supaya baunya 0 hilang. JUMLAH 100 Jumlah nilai = Nilai wangi + Nilai rasa + Nilai warna + Nilai sentuh
  8. 8. Komposisi Bahan Pakan Sumber Energi dan Sumber Protein Sumber : Laboratorium Pakan Loka Penelitian Sapi Potong.
  9. 9. Kandungan Nutrisi Pakan Asal Limbah Pertanian
  10. 10. Kandungan Nutrisi Bahan Pakan Asal Limbah Agroindustri
  11. 11. Contoh Formulasi Ransum (Bedasarkanbahan Kering) Metode Coba-coba
  12. 12. Tingkat Gizi Pakan/HMT dengan Umur Potong/Gembala
  13. 13. Kurva Pertumbuhan Rumput
  14. 14. Pedoman Penyusunan Nutrisi Pakan Untuk Pembibitan Sapi Potong
  15. 15. Pedoman Penyusunan Nutrisi Pakan Untuk Penggemukan Sapi Potong
  16. 16. Sapi Dara Pemberian Bahan Kering Pakan Adalah 3% dari Berat Badan Pemberian Suplemen Vitamin – Mineral 100 G/Ekor/Hari (PBBH Sebesar 0,550 Kg)Keberhasilan Reproduksi Dan Produksi Sapi Dara DiharapkanBerat Badan Saat Kawin Sekitar 250 Kg – 300 Kg (SkorKondisi Tubuh 3 – 4)Sapi Dara Dapat Dikawinkan Pertama Kali Pada Umur ± 16,5Bulan, Selanjutnya Umur Beranak Pertama Adalah Pada Usia27 Bulan.
  17. 17. Skor Kondisi Tubuh
  18. 18. Efisiensi Reproduksi Atur pakan tepat untuk betina induk (Skor Ideal 3-4, skala 5) Bunting Kembali setelah 50 hari melahirkan 1 Tahun = 1 Anak Skor 3 Skor 4
  19. 19. Sapi Bunting Muda Pemberian Bahan Kering Pakan Adalah 3% Dari Berat Badan Dedak Sebagai Pakan Penguat Pada Sapi Induk Bunting Muda Sebanyak 2 % Berat Badan Penambahan Suplemen Mengandung Kalsium, Fosfat Dan Vitamin ADEKDapat Menghasilkan PBBH 0,7 Kg
  20. 20. Sapi Bunting TuaPemberian Bahan Kering Pakan Adalah 3% Dari Berat BadanDedak/Bungkil Kelapa Sebagai Pakan Penguat Pada Sapi IndukBunting Sebanyak 2 % Berat Badan Penambahan Suplemen Yang Mengandung Kalsium, Fosfat dan Vitamin ADEKSuplementasi Daun Tanaman Leguminosa Pohon DanSemak Selama Dua Bulan Pertama Setelah Beranak Bobot Lahir Tinggi Produksi Susu Tinggi Bobot Sapih Tinggi Kematian Pedet Rendah Bobot Bakalan (Potong Tinggi) Bobot Dewasa Tubuh Cepat Tercapai (Kawin)
  21. 21. Sapi Penggemukan Pemberian Bahan Kering Pakan Adalah 3% Dari Berat Badan Konsentrat Campuran Dedak Dan Ubi Kayu Yang Diparut Jagung (Biji, Dedak, Tongkol), Limbah Pengolahan Minyak (Bungkil) Permulaan Musim Hujan – Musim Kering Rumput Masih Hijau, Sapi Digembalakan Di Padang Rumput Pada Akhir Musim Kering Diberi Hijauan + KonsentratPertambahan Berat Badan Harian 0,6 - > 1 kg / Hari
  22. 22. Susu Pengganti• Bila Induk Mati atau Tidak Keluar Air Susunya, Maka Disusukan/Diperahkan Pada Induk Lain Yang Masih Produksi Colostrum.• Apabila Tidak Ada Induk Lain, Diberikan Colostrum Buatan, Formulasi :  Alternatif 1 : Air Hangat 0,5 Liter + 2 Sendok Makan Madu + 1 Sendok Makan Minyak Ikan + 2 Butir Kuning Telur  Alternatif 2 : ½ Liter Susu Murni + 1 Sendok Makan Minyak Ikan + 1 Butir Kuning Telur + 1 Sendok Makan Madu + 0,25 Liter Air Hangat• Bahan Diaduk Rata Kemudian Diminumkan Pada Pedet Dalam Keadaan Hangat
  23. 23. Kebutuhan Pakan Sapi PedetKeterangan :• Konsentrat Pedet : Pakan Yang Mengandung Protein 16 S/D 18%, Tdn 70%• Umur 0-1 Minggu Pedet Bersama Induk• Umur 1 Minggu S/D 3 Bulan Disusukan Ke Induk Minimal 2 X Per Hari atau Bersama Induk
  24. 24. Porsi Hijauan Disarankan :Rumput : Legum (Kacang-kacangan) = 60 : 40 % Atau 75 : 25 %Makin Baik Kualitas Kandungan Protein Pakan Hijauan,Maka Porsi Hijauan Dapat Ditambah dan Porsi PakanKonsentrat Dapat Dikurangi. Sapi Peranakan Lokal Sapi Peranakan Eks-import 1) Periode Konsentrat Jerami2) Konsentrat Jerami2) Bl. ke 1 1,0 % 2,4 % 2,1 % 0,60 % Bl. Ke 2 0,8 % 2,5 % 1,9 % 0,65 % Bl. Ke 3 0,7 % 2,6 % 1,7 % 0,70 % Bl. Ke 4 0,5 % 2,7 % 1,6 % 0,75 %
  25. 25. Mineral BlokContoh Komposisi UMMB :• Molases/ Gula Merah 31%,• Urea 3%,• Garam 5%,• Bekatul (Dedak Halus/Kualitas Bagus) 22%,• Bungkil Kelapa 22%,• Kapur 8%• Dolomit 1%• Mineral 1%.Cara Pembuatan UMMB• Panaskan Molases/Gula Merah, Dicampur Dengan Bahan-bahan Lain (Telah Dicampur Terlebih Dahulu), Diaduk Bersama Molases Yang Telah Panas.
  26. 26. Strategi IB
  27. 27. Perkawinan SapiPemilihan Bibit Sapi
  28. 28. Sistim Perkawinan TernakKawin AlamInseminasi Buatan (Semen Beku atau Semen Segar)Syarat Ternak IB :  Induk Pilih yang Berbadan Besar, atau Sudah Melahirkan  Pilih Semen / Straw IB dari Bangsa Sapi Potong : Simmental  Limousine  Brahman  Peranakan Ongole  Bali  Madura Batas Boleh IB sampai anak keturunan ke – 3 (F3) Kalau lebih dari F3 resiko sukar bunting/ Majir
  29. 29. PROSES PRODUKSI BIBIT1. Sistim Pastura Yaitu Pembibitan Sapi Potong Yang Sumber Pakan Utamanya Berasal dari Pastura/Padang Penggembalaan.2. Sistim Semi Intensif Yaitu Pembibitan Sapi Potong Yang Menggabungkan Antara Sistem Pastura Dan Sistem Intensif. Cara Pemeliharaan Di Padang Penggembalaan Dan Dikandangkan.3. Sistem Intensif Yaitu Pembibitan Sapi Potong Dengan Pemeliharaan Di Kandang. Pada Sistem Ini Kebutuhan Pakan Disediakan Penuh.
  30. 30. Pola Pengembangan Peternakan SapiSistem Pemeliharaan Kandang Kolektif • Sistem Kandang Kolektif : Pemeliharaan Sapi Dalam Suatu Kandang Bersama, • Dibangun Gotong Royong oleh Para Peternak, • Berfungsi Sebagai Wadah Kerjasama Peternak, Unit Usaha Agribisnis Sapi (Multifungsi) • Dasar Pertimbangan : Pemeliharaan Sapi Intensif, • Ternak Dipelihara Dalam Kandang Siang Malam, • Luas Lahan Relatif Sempit dan Jumlah Pemilikan Ternak Sapi Relatif Kecil ( 2-3 Ekor)
  31. 31. Syarat dan Prinsip Kandang Kolektif1. Ramah Lingkungan, Sehingga Lokasinya Berada Diluar Lingkungan Pemukiman.2. Bangunan Kandang Berada Pada Tanah Milik Kelompok dan atau Tanah Pemerintah Desa.3. Dibangun Secara Gotong Royong Melibatkan Partisipasi dan Swadaya Para Peternak.4. Mempunyai Peraturan Yaitu Tata Tertib / Kesepakatan Yang Wajib Ditaati Seluruh Peternak Dalam Kelompok Kandang Kolektif.5. Didayagunakan Untuk Berbagai Kepentingan Bersama Dan Kerjasama Bagi Peternak Anggota Kelompok.
  32. 32. Manfaat Kandang Kolektif1. Wadah Kerjasama Peternak Dalam Kelompok/ Lembaga Lainnya.2. Peternak Mudah Akses Informasi / Teknologi dari Dinas/Instansi.3. Membantu Meningkatkan Pengamanan Kegiatan Usaha Dan Sistim Keamanan Lingkungan (Siskamling).4. Memudahkan Pengelolaan Ternak Seperti Mengawinkan, Seleksi, Pencatatan, Pengamanan Penyakit Dan Lain-lain.5. Menghemat Pengeluaran Usaha Agribisnis Peternakan, Efisiensi Penggunaan Lahan dan Biaya Bangunan Kandang.6. Meningkatkan Nilai Tambah Usaha Peternakan, Kotoran Ternak Dapat Ditampung (Menjadi Pupuk Organik dan Energi Gas Bio)7. Memudahkan Dinas/Instansi Terkait Dalam Membina, Membimbing dan Memberikan Pelayanan Kepada Para Petani Peternak.
  33. 33. Sinar Matahari Pengaruh Suhu Udara Tinggi Pada Ternak Sapi Pencernaan Melambat Berkeringat Pengeluaran CO2 Kebuntingan Rendah Naik Pernafasan Meningkat Pesokan Makanan Berkurang Sapi Perlu Kandang / Pelindung Produksi Susu Turun
  34. 34. Sistem Pemeliharaan Padang Penggembalaan• Padang Penggembalaan adalah lokasi atau hamparan lahan luas yang digunakan masyarakat untuk tempat menggembalakan ternak.• Sistem Padang Penggembalaan merupakan pola usaha peternakan sapi yang menggunakan padang penggembalaan dengan perhitungan daya tampung lahan sebagai basis kegiatan usaha produksi sapi bibit dan sapi potong.
  35. 35. Pengembangan Sistem Padang Penggembalaan HarusMemenuhi Ketentuan dan Persyaratan yaitu :1. Merupakan Lokasi Pelepasan Ternak Oleh Masyarakat.2. Wilayah Padang Penggembalaan Ditetapkan Dengan Peraturan Dan Atau Keputusan Muspika3. Tanah Masyarakat Dan Telah Disepakati Untuk Diajdikan Wilayah Padang Penggembalaan4. Memiliki Kelembagaan Kelompok Yang Beranggotakan Para Peternak .5. Memiliki Tata Tertib Atau Kesepakatan Bersama Yang Wajib Ditaati Seluruh Peternak Dalam Wilayah Padang Penggembalaan6. Secara Teknis, Sosial Budaya Dan Ekonomis Sangat Layak Dijadikan Padang Penggembalaan
  36. 36. Kawasan Peternakan Terpadu dengan Padang Penggembalaan
  37. 37. Manfaat sistem Padang Penggembalaan sebagai berikut :1. Meningkatkan Kualitas Dan Kapasiatas Tampung Ternak di Padang Pengembalaan.2. Mengembangkan Peternakan Terintegrasi Dengan Sektor Terkait.3. Memudahkan Dalam Mengembalakan Ternak.4. Meningkatkan Populasi Dan Produksi Ternak.5. Meningkatkan Skala Pemilikian Dan Pendapatan Peternak.6. Memudahkan Dinas Peternakan Dan Dinas/Instansi Terkait Dalam Membina,7. Membimbing Dan Memberikan Pelayanan Kepada Para Petani Peternak.
  1. A particular slide catching your eye?

    Clipping is a handy way to collect important slides you want to go back to later.

×