PT BANK MEGA Tbk.
LAPORAN KEUANGAN
PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 MARET 2008 DAN 2007
Daftar Isi
Halaman
Neraca…………..........…………………………………………………………………………….……... 1-4
Laporan Laba Rugi……...................….…………………………………………………………….…… 5-6
Laporan Perubahan Ekuitas…….……..………………………………………………………………… 7
Laporan Arus Kas…………........….……………………………………………………………………… 8-9
Catatan atas Laporan Keuangan..................…………………………………………………………… 10 - 75
**************************
PT BANK MEGA Tbk.
NERACA
31 Maret 2008 dan 2007
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Catatan 2008 2007
AKTIVA
Kas 2a,3 620.719 348.106
Giro pada Bank Indonesia 2a,2c,4 2.775.489 3.198.429
Giro pada Bank Lain - Pihak ketiga 2a,2c,2h,5,32 415.011 131.407
Penyisihan kerugian (4.150) (1.314)
Bersih 410.861 130.093
Penempatan pada Bank Indonesia
dan Bank Lain - Pihak ketiga 2d,2h,6,32 - 100.650
Penyisihan kerugian - (1.007)
Bersih - 99.643
Surat-surat Berharga 2e,2h,7,32
Pihak yang mempunyai
hubungan istimewa 2b,41 16.068 15.287
Pihak ketiga 11.592.461 13.695.215
11.608.529 13.710.502
Penyisihan kerugian (3.769) (4.099)
Bersih 11.604.760 13.706.403
Tagihan Derivatif - Pihak ketiga 2h,2o,8 1.498 290
Penyisihan kerugian (15) (3)
Bersih 1.483 287
Kredit yang Diberikan 2f,2h,9,14,
15,16,32
Pihak yang mempunyai
hubungan istimewa 2b,41 111.906 16.067
Pihak ketiga 14.755.046 11.572.937
14.866.952 11.589.004
Penyisihan kerugian (211.617) (168.548)
Bersih 14.655.335 11.420.456
Tagihan Akseptasi - Pihak ketiga 2g,2h,10,32 319.036 419.303
Penyisihan kerugian (2.820) (2.966)
Bersih 316.216 416.337
Penyertaan 2j 31 31
Aktiva Pajak Tangguhan - bersih 2w,18 - 12.828
Catatan atas laporan keuangan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari
laporan keuangan secara keseluruhan.
1
PT BANK MEGA Tbk.
NERACA (lanjutan)
31 Maret 2008 dan 2007
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Catatan 2008 2007
Aktiva Tetap 2i,11,12a,
26,33
Harga perolehan 1.145.834 963.750
Akumulasi penyusutan (377.113) (298.529)
Nilai buku 768.721 665.221
Aktiva Lain-lain 2h,2i,2k,2l,
2m,12,15,26,
26,33
Pihak yang mempunyai
hubungan istimewa 2b,11,41 3.475 3.697
Pihak ketiga 626.003 524.162
Jumlah Aktiva Lain-lain - Bersih 629.478 527.859
JUMLAH AKTIVA 31.783.093 30.525.693
Catatan atas laporan keuangan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari
laporan keuangan secara keseluruhan.
2
PT BANK MEGA Tbk.
NERACA (lanjutan)
31 Maret 2008 dan 2007
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Catatan 2008 2007
KEWAJIBAN DAN EKUITAS
KEWAJIBAN
Kewajiban Segera 2p,13 175.718 138.332
Simpanan
Giro 2q,9b,14
Pihak yang mempunyai
hubungan istimewa 2b,41 113.308 41.436
Pihak ketiga 5.478.268 4.197.280
5.591.576 4.238.716
Tabungan 2q,9b,12c,15
Pihak yang mempunyai
hubungan istimewa 2b,41 18.168 26.385
Pihak ketiga 6.056.881 3.501.737
6.075.049 3.528.122
Deposito berjangka 2q,9b,16
Pihak yang mempunyai
hubungan istimewa 2b,41 160.616 175.524
Pihak ketiga 14.022.701 17.737.326
14.183.317 17.912.850
Jumlah Simpanan 25.849.942 25.679.688
Simpanan dari Bank Lain 2r,17
Pihak yang mempunyai
hubungan istimewa 2b,41 708 922
Pihak ketiga 1.122.617 1.171.964
Jumlah Simpanan dari Bank Lain 1.123.325 1.172.886
Surat Berharga yang Dijual Dengan Janji
Dibeli Kembali 19 - 414.655
Kewajiban Derivatif 2o,8 2.031 180
Hutang Bunga 2s,20
Pihak yang mempunyai
hubungan istimewa 2b,41 261 233
Pihak ketiga 82.026 84.915
Jumlah Hutang Bunga 82.287 85.148
Kewajiban Akseptasi - Pihak ketiga 2g,21 319.036 419.303
Pinjaman yang Diterima - Pihak ketiga 22,31 - 273.750
Catatan atas laporan keuangan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari
laporan keuangan secara keseluruhan.
3
BANK MEGA Tbk.
NERACA (lanjutan)
31 Maret 2008 dan 2007
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Catatan 2008 2007
Obligasi Subordinasi 2n,23 991.512 -
Estimasi Kerugian Komitmen dan
Kontinjensi 2h,24
Pihak yang mempunyai
hubungan istimewa 2b,41 1.050 11
Pihak ketiga 7.084 6.370
Jumlah Estimasi Kerugian
Komitmen dan Kontinjensi 8.134 6.381
Kewajiban Diestimasi atas
Imbalan Kerja 2u,37 46.321 29.054
Kewajiban Pajak Tangguhan 2w,18 187.834 -
Pinjaman Subordinasi 11,12e,26,43a 30.000 60.000
Kewajiban Lain-lain 2s,2t,25 144.210 190.404
Jumlah Kewajiban 28.960.350 28.469.781
EKUITAS
Modal Saham - nilai nominal
Rp500 (nilai penuh) per saham
Modal Dasar - 1.800.000.000 saham
Modal Ditempatkan dan Disetor
Penuh - 1.625.443.188 saham 27,43a 812.722 812.722
Tambahan Modal Disetor - Agio Saham 28,43a 777.985 777.985
Selisih Transaksi Entitas Sepengendali 2b 3.573 3.573
Keuntungan bersih yang belum
direalisasi atas Surat Berharga yang
Tersedia untuk Dijual 2e,7g 221.633 8.483
Saldo Laba
Telah ditentukan penggunaannya 43a 401 401
Belum ditentukan penggunaannya 1.006.429 452.748
Jumlah Ekuitas 2.822.743 2.055.912
JUMLAH KEWAJIBAN DAN EKUITAS 31.783.093 30.525.693
Catatan atas laporan keuangan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari
laporan keuangan secara keseluruhan.
4
PT BANK MEGA Tbk.
LAPORAN LABA RUGI
Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal
31 Maret 2008 dan 2007
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Catatan 2008 2007
PENDAPATAN DAN BEBAN OPERASIONAL
Pendapatan Bunga
Bunga 2b,2s,30,41 812.443 837.055
Provisi dan komisi 2t 25.015 23.195
Jumlah Pendapatan Bunga 837.458 860.250
Beban Bunga dan 2b,2s,
Pembiayaan Lainnya 22,31,41 (442.514) (548.342)
PENDAPATAN BUNGA - BERSIH 394.944 311.908
Pendapatan Operasional Lainnya
Jasa administrasi 49.663 36.051
Keuntungan transaksi mata
uang asing - bersih 2v,35 9.498 3.017
Keuntungan (Kerugian) perubahan nilai wajar
surat berharga yang
diperdagangkan - bersih 2e,7 (6.589) 208
Lain-lain 5.858 3.423
Jumlah Pendapatan Operasional Lainnya 58.430 42.699
Beban Penyisihan Kerugian
Aktiva Produktif dan Non-Produktif 2h,32 (35.805) (19.454)
Pemulihan (Beban) Estimasi Kerugian Komitmen
dan Kontinjensi 2h,24 1.075 (2.404)
Beban Operasional Lainnya
2b,2i,11,12b,
Umum dan administrasi 33,41 (133.681) (101.441)
Gaji dan kesejahteraan karyawan 2u,34 (82.400) (61.412)
Jumlah Beban Operasional Lainnya (216.081) (162.853)
LABA OPERASIONAL 202.563 169.896
Pendapatan dan Beban Bukan Operasional
Pendapatan Bukan Operasional
Pendapatan sewa 2b,12a,41 2.544 2.727
Lain-lain 11 2.611 1.849
Jumlah Pendapatan Bukan Operasional 5.155 4.576
Beban Bukan Operasional
Amortisasi biaya penyelamatan Bank 2m,12e,26 (2.254) (2.269)
Lain-lain 11 (2.889) (2.241)
Jumlah Beban Bukan Operasional (5.143) (4.510)
Pendapatan Bukan Operasional - Bersih 12 66
Catatan atas laporan keuangan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari
laporan keuangan secara keseluruhan.
5
PT BANK MEGA Tbk.
LAPORAN LABA RUGI (lanjutan)
Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal
31 Maret 2008 dan 2007
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Catatan 2008 2007
LABA SEBELUM MANFAAT (BEBAN)
PAJAK PENGHASILAN 202.575 169.962
MANFAAT (BEBAN) PAJAK PENGHASILAN 2w,13 (50.644) (50.993)
LABA BERSIH 151.931 118.969
LABA BERSIH PER SAHAM DASAR
(nilai penuh) 2x,27,38 93 73
Catatan atas laporan keuangan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari
laporan keuangan secara keseluruhan.
6
PT BANK MEGA Tbk.
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS
Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal
31 Maret 2008 dan 2007
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Keuntungan
Bersih yang belum Saldo Laba
Modal Saham Tambahan Selisih Direalisasi atas
Ditempatkan Modal Transaksi Surat Berharga Telah Belum
dan Disetor Disetor - Entitas yang Tersedia Ditentukan Ditentukan Jumlah
Catatan Penuh Agio Saham Sepengendali untuk Dijual Penggunaannya Penggunaannya Ekuitas
Saldo, 1 Januari 2007 812.722 777.985 3.573 5.841 401 333.779 1.934.301
Keuntungan bersih yang belum direalisasi
atas Surat Berharga yang Tersedia
untuk Dijual 2e,7 - - - 2.642 - - 2.642
Laba bersih - - - - - 118.969 118.969
Saldo, 31 Maret 2007 812.722 777.985 3.573 8.483 401 452.748 2.055.912
Saldo, 1 Januari 2008 812.722 777.985 3.573 489.958 401 854.498 2.939.137
Kerugian bersih yang belum direalisasi
atas Surat Berharga yang Tersedia
untuk Dijual 2e,7 - - - (268.325 ) - - (268.325 )
Laba bersih - - - - - 151.931 151.931
Saldo, 31 Maret 2008 812.722 777.985 3.573 221.633 401 1.006.429 2.822.743
Catatan atas laporan keuangan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan.
7
PT BANK MEGA Tbk.
LAPORAN ARUS KAS
Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal
31 Maret 2008 dan 2007
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Catatan 2008 2007
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan bunga, provisi dan komisi 753.336 759.506
Pendapatan operasional lainnya 64.498 42.873
Pendapatan bukan operasional - bersih 2.266 2.342
Penerimaan atas kredit yang telah
dihapusbukukan 9i 833 2.597
Pembayaran bunga dan pembiayaan lainnya (455.648) (569.238)
Beban operasional lainnya (216.081) (145.083)
Pembayaran pajak penghasilan 13 (85.863) (44.291)
Perubahan dalam aktiva dan kewajiban operasi:
Penurunan (kenaikan) aktiva operasi:
Penempatan pada Bank Indonesia
dan bank lain 1.262.567 959.458
Surat-surat berharga 2.857.821 1.025.828
Kredit yang diberikan (829.689) (579.755)
Aktiva lain-lain (182.767) (35.058)
Kenaikan (penurunan) kewajiban operasi:
Kewajiban segera 37.783 30.689
Simpanan:
Giro (1.250.459) 891.931
Tabungan (204.736) 233.419
Deposito berjangka (2.725.858) (1.201.662)
Simpanan dari bank lain 548.478 (1.123.882)
Surat berharga yang dijual dengan janji
dibeli kembali - 414.655
Kewajiban lain-lain (99.543) 5.792
Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan untuk)
Aktivitas Operasi (523.062) 670.121
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Hasil penjualan aktiva tetap 381 67
Pembelian aktiva tetap 11 (35.356) (41.878)
Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan untuk)
Aktivitas Investasi (34.975) (41.811)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Penambahan (pelunasan) pinjaman yang diterima 22 (422.685) 138.705
Penerbitan obligasi subordinasi 23 991.512 -
Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Pendanaan 568.827 138.705
Catatan atas laporan keuangan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari
laporan keuangan secara keseluruhan.
8
PT BANK MEGA Tbk
LAPORAN ARUS KAS (lanjutan)
Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal
31 Maret 2008 dan 2007
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Catatan 2008 2007
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
KENAIKAN BERSIH KAS DAN SETARA KAS 10.790 767.015
KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN 2a 3.800.429 2.910.927
KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN 2a 3.811.219 3.677.942
RINCIAN KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN
Kas 3 620.719 348.106
Giro pada Bank Indonesia 4 2.775.489 3.198.429
Giro pada bank lain 5 415.011 131.407
Jumlah 3.811.219 3.677.942
Catatan atas laporan keuangan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari
laporan keuangan secara keseluruhan.
9
PT BANK MEGA Tbk.
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal
31 Maret 2008 dan 2007
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. U M U M
a. Pendirian Bank dan Informasi Umum
PT Bank Mega Tbk. (Bank) didirikan dengan nama PT Bank Karman berdasarkan Akta Pendirian
No. 32 tanggal 15 April 1969 yang kemudian diperbaiki dengan Akta Perubahan No. 47 tanggal
26 November 1969, kedua akta tersebut dibuat di hadapan Mr. Oe Siang Djie, Notaris di
Surabaya. Akta pendirian ini disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat
Keputusan No. J.A 5/8/1 tanggal 16 Januari 1970 dan telah diumumkan dalam Berita Negara
Republik Indonesia No. 13, Tambahan No. 55. Anggaran dasar Bank telah mengalami beberapa
kali perubahan, terakhir dengan Akta Notaris Imas Fatimah, S.H., No. 81 tanggal 28 April 2006
antara lain mengenai peningkatan modal ditempatkan dan disetor penuh. Perubahan tersebut
telah diterima dan dicatat oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan
No. C-14659 HT.01.04.TH.2006 tanggal 18 Mei 2006 dan telah didaftarkan dalam Daftar
Perusahaan dengan No. TDP 090316525154 di Kantor Pendaftaran Perusahaan Kodya Jakarta
Selatan dengan No. 1137/RUB.09.03/IX/2006 tanggal 25 September 2006.
Bank mulai beroperasi secara komersial sejak tahun 1969 di Surabaya. Pada tahun 1992 nama
Bank berubah menjadi PT Mega Bank dan pada tanggal 17 Januari 2000 berubah menjadi
PT Bank Mega Tbk.
Sesuai dengan pasal 3 anggaran dasar Bank, ruang lingkup kegiatan usaha Bank adalah
menjalankan kegiatan umum perbankan. Bank memperoleh izin usaha sebagai bank umum
berdasarkan surat keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia No. D.15.6.5.48 tanggal
14 Agustus 1969. Pada tanggal 2 Agustus 2000, Bank memperoleh izin untuk menyelenggarakan
kegiatan usaha sebagai wali amanat dari Badan Pengawas Pasar Modal - Lembaga Keuangan
(BAPEPAM - LK). Bank juga memperoleh izin untuk menjalankan aktivitas sebagai bank devisa
berdasarkan surat keputusan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia No. 3/1/KEP.DGS/2001
tanggal 31 Januari 2001.
Kantor pusat Bank berlokasi di Menara Bank Mega, Jl. Kapten Tendean 12-14A, Jakarta. Bank
memiliki kantor sebagai berikut:
2008 2007
Kantor Cabang 70 54
Kantor Cabang Pembantu 105 93
Kantor Kas 1 2
b. Penawaran Umum Saham Bank dan Penambahannya
Sesuai dengan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa yang diselenggarakan
pada tanggal 17 Januari 2000, yang diaktakan dengan Akta Notaris Imas Fatimah, S.H., No. 9,
Bank telah melakukan penawaran umum saham perdana kepada masyarakat sebanyak
112.500.000 saham dengan nilai nominal Rp500 (nilai penuh) per saham dan harga penawaran
Rp1.200 (nilai penuh) per saham. Pada tanggal 15 Maret 2000, sesuai dengan surat Ketua
BAPEPAM - LK No. S-493/PM/2000, Pernyataan Pendaftaran Bank untuk menawarkan saham
kepada Masyarakat di Indonesia menjadi efektif dan pada tanggal 17 April 2000 saham-saham
yang ditawarkan tersebut dicatat dan diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (dahulu Bursa Efek
Jakarta dan Bursa Efek Surabaya).
Sesuai dengan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa yang diselenggarakan
pada tanggal 29 Maret 2001, yang diaktakan dengan Akta Notaris Imas Fatimah, S.H., No. 21,
Bank telah membagikan saham bonus sebesar Rp69.526 dengan menerbitkan sejumlah
139.052.000 saham dengan nilai nominal Rp500 (nilai penuh) per saham yang berasal dari
tambahan modal disetor - agio saham dan membagikan dividen saham sebesar Rp63.785 atau
sejumlah 56.698.000 saham yang berasal dari saldo laba dengan menggunakan harga penutupan
saham Bank di Bursa Efek Indonesia tanggal 28 Maret 2001 yaitu sebesar Rp1.125 (nilai penuh)
per saham. Dengan demikian, saham ditempatkan dan disetor penuh meningkat menjadi
Rp379.125 yang terdiri dari 758.250.000 saham.
10
PT BANK MEGA Tbk.
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal
31 Maret 2008 dan 2007
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. U M U M (lanjutan)
b. Penawaran Umum Saham Bank dan Penambahannya (lanjutan)
Sesuai dengan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa yang diselenggarakan
pada tanggal 22 Mei 2002 yang diaktakan dengan Akta Notaris Imas Fatimah, S.H., No. 33, Bank
telah melakukan Penawaran Umum Terbatas I Dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu
sejumlah 181.980.000 saham dengan nilai nominal Rp500 (nilai penuh) per saham dan harga
penawaran sebesar Rp1.100 (nilai penuh) per saham. Dengan Penawaran Umum Terbatas ini,
saham ditempatkan dan disetor penuh menjadi sebesar Rp470.115 yang terdiri dari 940.230.000
saham. Penawaran Umum Terbatas I Dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu tersebut telah
memperoleh pernyataan efektif dari BAPEPAM - LK pada tanggal 20 Mei 2002 melalui surat
No. S-1023/PM/2002.
Sesuai dengan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa yang diselenggarakan
pada tanggal 10 Maret 2005 yang diaktakan dengan Akta Notaris Imas Fatimah, S.H., No. 22,
Bank telah membagikan saham bonus sebesar Rp141.034 dengan menerbitkan sejumlah
282.068.998 saham dengan nilai nominal Rp500 (nilai penuh) per saham yang berasal dari
tambahan modal disetor - agio saham dan membagikan dividen saham sebesar Rp477.260 atau
sejumlah 203.089.644 saham yang berasal dari saldo laba dengan menggunakan harga
penutupan saham Bank di Bursa Efek Indonesia tanggal 9 Maret 2005 yaitu sebesar Rp2.350
(nilai penuh) per saham. Dengan demikian, saham ditempatkan dan disetor penuh meningkat
menjadi Rp712.694 yang terdiri dari 1.425.388.642 saham.
Sesuai dengan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa yang diselenggarakan
pada tanggal 24 Maret 2006 yang diaktakan dengan Akta Notaris Imas Fatimah, S.H., No. 98,
disetujui untuk melakukan Penawaran Umum Terbatas II Dengan Hak Memesan Efek Terlebih
Dahulu sejumlah 200.054.546 saham dengan nilai nominal Rp500 (nilai penuh) per saham dan
harga penawaran sebesar Rp2.500 (nilai penuh) per saham. Dengan Penawaran Umum
Terbatas II ini, saham ditempatkan dan disetor penuh menjadi sebesar Rp812.722 yang terdiri dari
1.625.443.188 saham. Penawaran Umum Terbatas II Dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu
tersebut telah memperoleh pernyataan efektif dari BAPEPAM - LK pada tanggal 23 Maret 2006
melalui surat No. S-702/PM/2006.
c. Dewan Komisaris, Direksi, Komite Audit dan karyawan
Pada tanggal 31 Maret 2008 dan 2007 susunan dewan komisaris dan direksi Bank adalah sebagai
berikut:
2008 2007
Komisaris Utama Chairul Tanjung Chairul Tanjung
Komisaris Independen Achjadi Ranuwisastra Achjadi Ranuwisastra
Komisaris Independen Rachmat Maulana Rachmat Maulana
Direktur Utama Yungky Setiawan Yungky Setiawan
Direktur Manajemen Risiko dan Kepatuhan Suwartini Suwartini
Direktur Retail Banking Kostaman Thayib Kostaman Thayib
Direktur Kredit Daniel Budirahaju Daniel Budirahaju
Direktur Manajemen Sumber Daya Manusia dan
Corporate Services Tjutjut Bramantoro Tjutjut Bramantoro
Direktur Treasuri dan Internasional J.B. Kendarto J.B. Kendarto
Pada tanggal 31 Maret 2008 dan 2007 susunan komite audit Bank adalah sebagai berikut:
2008 2007
Ketua Achjadi Ranuwisastra Achjadi Ranuwisastra
Anggota Rachman Mawardi Rachman Mawardi
Anggota Gunaryo Gunawan Gunaryo Gunawan
11
PT BANK MEGA Tbk.
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal
31 Maret 2008 dan 2007
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. U M U M (lanjutan)
c. Dewan Komisaris, Direksi, Komite Audit dan karyawan (lanjutan)
Pembentukan komite audit Bank telah dilakukan sesuai dengan Peraturan BAPEPAM - LK
No. IX.1.5.
Susunan direksi pada tanggal 31 Maret 2008 dan 2007 ditentukan berdasarkan Rapat Umum
Pemegang Saham Luar Biasa pada tanggal 28 Maret 2007, yang berita acaranya telah diaktakan
dengan Akta Notaris Imas Fatimah, S.H., No. 36 pada tanggal yang sama.
Susunan dewan komisaris pada tanggal 31 Maret 2008 dan 2007 ditentukan berdasarkan Rapat
Umum Pemegang Saham Tahunan pada tanggal 24 Maret 2006, yang berita acaranya telah
diaktakan dengan Akta Notaris Imas Fatimah, S.H., No. 97 pada tanggal yang sama.
Susunan dewan komisaris dan direksi pada tanggal 31 Maret 2008 dan 2007 tersebut telah
memperoleh persetujuan dari Bank Indonesia.
Pada tanggal 31 Maret 2008 dan 2007, Bank memiliki karyawan tetap masing-masing 3.998 dan
3.601 orang.
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI
Prinsip-prinsip akuntansi penting yang telah diterapkan secara taat konsisten oleh Bank dalam
penyajian laporan keuangan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Maret 2008 dan 2007
adalah sebagai berikut:
a. Dasar Penyajian Laporan Keuangan
Laporan keuangan Bank telah disajikan sesuai dengan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan
(PSAK) No. 31 (Revisi 2000) tentang “Akuntansi Perbankan” dan prinsip-prinsip akuntansi yang
berlaku umum lainnya yang ditetapkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia (IAI), serta praktek-praktek
yang lazim berlaku dalam industri perbankan serta pedoman akuntansi dan pelaporan yang
ditetapkan oleh otoritas perbankan Indonesia dan BAPEPAM - LK Peraturan No. VIII.G.7 tentang
“Pedoman Penyajian Laporan Keuangan” yang terdapat dalam Lampiran Ketua BAPEPAM - LK
No. KEP.06/PM/2000 tanggal 13 Maret 2000 dan Surat Edaran No. SE-02/BL/2008 tanggal
31 Januari 2008.
Laporan keuangan disusun berdasarkan nilai historis dan basis akrual, kecuali untuk surat-surat
berharga yang dimiliki dengan tujuan untuk diperdagangkan dan tersedia untuk dijual, tagihan dan
kewajiban derivatif yang dinyatakan sebesar nilai wajar serta agunan yang diambil alih yang
dicatat sebesar nilai bersih yang dapat direalisasi.
Laporan arus kas disusun berdasarkan metode langsung dengan mengelompokkan arus kas
dalam aktivitas operasi, investasi dan pendanaan, kecuali untuk beberapa arus kas dalam aktivitas
operasi dan pendanaan yang disusun dengan menggunakan metode tidak langsung. Untuk
penyajian laporan arus kas, yang termasuk kas dan setara kas adalah kas, giro pada Bank
Indonesia dan giro pada bank lain yang tidak digunakan sebagai jaminan atau dibatasi
penggunaannya.
Mata uang pelaporan yang digunakan dalam laporan keuangan adalah mata uang Rupiah. Angka-
angka yang disajikan dalam laporan keuangan, kecuali bila dinyatakan secara khusus, adalah
dibulatkan dalam jutaan Rupiah.
12
PT BANK MEGA Tbk.
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal
31 Maret 2008 dan 2007
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan)
b. Transaksi dengan Pihak-pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa
Jenis transaksi dan saldo yang signifikan dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan
istimewa seperti yang dinyatakan dalam PSAK No. 7 tentang “Pengungkapan Pihak-pihak yang
mempunyai Hubungan Istimewa”, dilaksanakan dengan atau tidak dengan syarat atau kondisi
normal yang sama dengan pihak-pihak yang tidak mempunyai hubungan istimewa, diungkapkan
dalam laporan keuangan.
Sesuai dengan PSAK No. 38 (Revisi 2004) tentang “Akuntansi Restrukturisasi Entitas
Sepengendali”, transaksi restrukturisasi antara entitas sepengendali berupa pengalihan saham
yang dilakukan dalam rangka reorganisasi entitas-entitas yang berada dalam suatu kelompok
usaha yang sama, bukan merupakan perubahan kepemilikan dalam arti substansi ekonomi,
sehingga transaksi demikian tidak dapat menimbulkan laba atau rugi bagi seluruh kelompok
perusahaan ataupun bagi entitas individual dalam kelompok perusahaan tersebut.
c. Giro pada Bank Indonesia dan Bank Lain
Giro pada Bank Indonesia dinyatakan sebesar saldo giro, sedangkan giro pada bank lain
dinyatakan sebesar saldo giro dikurangi dengan penyisihan kerugian.
d. Penempatan pada Bank Indonesia dan Bank Lain
Penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain merupakan penanaman dana dalam bentuk
fasilitas simpanan Bank Indonesia, call money, deposito berjangka dan lain-lain.
Penempatan pada Bank Indonesia disajikan sebesar nilai nominal setelah dikurangi bunga yang
belum diamortisasi.
Penempatan pada bank lain dinyatakan sebesar saldonya dikurangi dengan penyisihan kerugian.
e. Surat-surat Berharga
Surat-surat berharga terdiri dari obligasi swasta, investasi dalam unit penyertaan reksa dana,
Obligasi Retail Indonesia, Obligasi Pemerintah, Sertifikat Bank Indonesia (SBI) yang
diperdagangkan di pasar uang, akseptasi wesel impor, Obligasi Republik Indonesia dan akseptasi
wesel ekspor.
Penilaian surat-surat berharga didasarkan atas klasifikasinya sebagai berikut:
1. Diperdagangkan, dinyatakan sebesar nilai wajar. Keuntungan atau kerugian yang belum
direalisasi akibat kenaikan atau penurunan nilai wajar dikreditkan atau dibebankan pada
operasi periode berjalan.
2. Tersedia untuk dijual, dinyatakan sebesar nilai wajar. Keuntungan atau kerugian yang belum
direalisasi akibat kenaikan atau penurunan nilai wajar disajikan sebagai komponen ekuitas.
Keuntungan atau kerugian yang belum direalisasi tersebut dikreditkan atau dibebankan pada
operasi periode berjalan pada saat realisasi.
3. Dimiliki hingga jatuh tempo, dinyatakan sebesar nilai perolehan yang disesuaikan dengan
premi atau diskonto yang belum diamortisasi.
Investasi dalam unit penyertaan reksa dana untuk diperdagangkan dinyatakan sebesar nilai wajar
yang ditentukan berdasarkan nilai aktiva bersih dari reksa dana yang bersangkutan pada tanggal
neraca.
13
PT BANK MEGA Tbk.
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal
31 Maret 2008 dan 2007
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan)
e. Surat-surat Berharga (lanjutan)
Surat berharga yang diklasifikasikan sebagai “diperdagangkan” dan “tersedia untuk dijual”
ditentukan dengan referensi ke harga pasar yang dipublikasikan oleh Bloomberg dan harga pasar
yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (dahulu PT Bursa Efek Surabaya) pada tanggal neraca.
Biaya perolehan dinyatakan berdasarkan metode identifikasi khusus (specific identification
method).
Pada tanggal 16 Desember 2006, Ikatan Akuntan Indonesia menerbitkan PSAK No. 55 (Revisi
2006) tentang “Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran”. Berdasarkan PSAK tersebut
dinyatakan:
- Jika terjadi penjualan atau reklasifikasi atas investasi dalam kelompok dimiliki hingga jatuh
tempo dalam jumlah yang lebih dari jumlah yang tidak signifikan, maka sisa investasi dalam
kelompok dimiliki hingga jatuh tempo harus direklasifikasikan menjadi investasi dalam
kelompok tersedia untuk dijual (tainting rule).
- Jika karena perubahan intensi atau kemampuan entitas, surat berharga tidak tepat lagi
diklasifikasikan sebagai kelompok dimiliki hingga jatuh tempo, maka surat berharga tersebut
harus direklasifikasi menjadi investasi dalam kelompok “tersedia untuk dijual” dan diukur
kembali pada nilai wajarnya.
Pemindahan surat berharga dari kelompok dimiliki hingga jatuh tempo ke kelompok tersedia untuk
dijual dicatat sebesar nilai wajarnya pada tanggal pemindahan; selisih antara nilai tercatat,
termasuk diskonto/premi yang belum diamortisasi dan nilai wajar surat-surat berharga pada
tanggal pemindahan diakui sebagai keuntungan dan kerugian yang belum direalisasi yang
dilaporkan dalam ekuitas, setelah dikurangi dengan pajak tangguhan.
f. Kredit yang Diberikan
Kredit yang diberikan dinyatakan sebesar pokok kredit dikurangi dengan penyisihan kerugian.
Kredit yang direstrukturisasi merupakan modifikasi syarat-syarat kredit berupa penurunan suku
bunga dan perpanjangan waktu kredit yang disajikan sebesar pokok kredit dikurangi dengan
penyisihan kerugian.
Kredit dalam rangka pembiayaan bersama dan penerusan kredit serta kredit sindikasi dinyatakan
sebesar pokok kredit sesuai dengan porsi risiko yang ditanggung oleh Bank.
g. Tagihan dan Kewajiban Akseptasi
Tagihan dan kewajiban akseptasi dinyatakan sebesar nilai Letters of Credit (L/C) atau nilai
realisasi L/C yang telah diaksep oleh bank pengaksep (accepting bank). Tagihan akseptasi
disajikan bersih, setelah dikurangi dengan penyisihan kerugian.
h. Penyisihan Kerugian Aktiva Produktif dan Non-Produktif serta Estimasi Kerugian Komitmen
dan Kontinjensi
Bank membentuk penyisihan kerugian aktiva produktif berdasarkan penelaahan manajemen
terhadap kualitas masing-masing aktiva dan dengan mempertimbangkan hasil evaluasi
manajemen Bank atas prospek usaha, kinerja keuangan dan kemampuan membayar dari setiap
debitur serta mempertimbangkan rekomendasi Bank Indonesia berdasarkan hasil pemeriksaaan
berkalanya, klasifikasi yang ditetapkan oleh bank umum lainnya atas aktiva produktif yang
diberikan oleh lebih dari satu bank dan ketersediaan laporan keuangan debitur yang telah diaudit.
14
PT BANK MEGA Tbk.
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal
31 Maret 2008 dan 2007
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan)
h. Penyisihan Kerugian Aktiva Produktif dan Non-Produktif serta Estimasi Kerugian Komitmen
dan Kontinjensi (lanjutan)
Sejak tahun 2005, penyisihan aktiva produktif dan non-produktif dilakukan berdasarkan Peraturan
Bank Indonesia No. 7/2/PBI/2005 tanggal 20 Januari 2005 tentang Penilaian Kualitas Aktiva Bank
Umum (PBI 7) yang mana pasal-pasal tertentu telah diubah dengan Peraturan Bank Indonesia
No. 8/2/PBI/2006 tanggal 30 Januari 2006 tentang Perubahan atas PBI 7, yang kemudian diubah
kembali dengan Peraturan Bank Indonesia No. 9/6/PBI/2007 tanggal 30 Maret 2007 tentang
Perubahan Kedua Peraturan tersebut. Dalam Peraturan No. 9/6/PBI/2007 terdapat penambahan
jenis agunan yang dapat digunakan sebagai pengurang dalam perhitungan penyisihan yaitu mesin
yang merupakan satu kesatuan dengan tanah yang diikat dengan hak tanggungan dan resi
gudang yang diikat dengan hak jaminan atas resi gudang.
Aktiva produktif terdiri atas giro pada bank lain, penempatan pada bank lain, surat-surat berharga,
kredit yang diberikan, tagihan akseptasi, tagihan derivatif, penyertaan saham serta komitmen dan
kontinjensi yang mempunyai risiko kredit.
Aktiva non-produktif adalah aset Bank yang memiliki potensi kerugian, yaitu dalam bentuk agunan
yang diambil alih, properti terbengkalai, rekening antar kantor dan suspense accounts.
Komitmen dan kontinjensi yang mempunyai risiko kredit terdiri atas Letters of Credit yang tidak
dapat dibatalkan yang masih berjalan dan bank garansi.
Sesuai dengan peraturan Bank Indonesia, Bank mengklasifikasikan aktiva produktif ke dalam satu
dari lima kategori. Aktiva produktif tidak bermasalah (performing) diklasifikasikan sebagai “Lancar”
dan “Dalam Perhatian Khusus”. Sedangkan aktiva produktif bermasalah (non-performing)
diklasifikasikan kedalam tiga kategori yaitu: “Kurang Lancar”, “Diragukan” dan “Macet”.
Pembentukan penyisihan kerugian minimum sesuai Peraturan Bank Indonesia adalah sebagai
berikut:
1. Penyisihan umum sekurang-kurangnya 1% dari aktiva produktif yang digolongkan lancar,
kecuali Sertifikat Bank Indonesia (SBI), Penempatan pada Bank Indonesia, Obligasi
Pemerintah dan instrumen hutang lainnya yang diterbitkan oleh pemerintah Republik
Indonesia dan aktiva produktif yang dijamin dengan agunan tunai berupa giro, deposito,
tabungan, setoran jaminan, emas, Sertifikat Bank Indonesia atau Surat Utang Negara,
Jaminan Pemerintah Indonesia sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku,
standby Letter of Credit dari prime bank yang diterbitkan sesuai dengan Uniform Customs and
Practice for Documentary Credit (UCP) atau Internasional Standard Practice (ISP) yang
berlaku.
2. Penyisihan khusus untuk aktiva produktif:
Minimum
Penggolongan Persentase
Dalam perhatian khusus 5%
Kurang lancar 15 %
Diragukan 50 %
Macet 100 %
15
PT BANK MEGA Tbk.
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal
31 Maret 2008 dan 2007
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan)
h. Penyisihan Kerugian Aktiva Produktif dan Non-Produktif serta Estimasi Kerugian Komitmen
dan Kontinjensi (lanjutan)
Pembentukan penyisihan kerugian minimum sesuai Peraturan Bank Indonesia adalah sebagai
berikut (lanjutan):
3. Penyisihan khusus untuk aktiva non-produktif:
Minimum
Penggolongan Persentase
Kurang lancar, apabila aktiva non-produktif dimiliki lebih dari
1 (satu) tahun sampai dengan 3 (tiga) tahun 15 %
Diragukan, apabila aktiva non-produktif dimiliki lebih dari
3 (tiga) tahun sampai dengan 5 (lima) tahun 50 %
Macet, apabila aktiva non-produktif dimiliki lebih dari
5 (lima) tahun 100 %
Persentase penyisihan kerugian aktiva di atas diterapkan terhadap saldo aktiva produktif setelah
dikurangi dengan nilai agunan sesuai dengan peraturan Bank Indonesia, kecuali atas aktiva
produktif yang diklasifikasikan lancar dan tidak dijamin atau yang dijamin dengan agunan non-
tunai, dimana persentase penyisihan kerugian aktiva diterapkan terhadap saldo aktiva produktif
yang bersangkutan dan komitmen dan kontinjensi.
Penyisihan kerugian aktiva untuk komitmen dan kontinjensi yang dibentuk disajikan sebagai
kewajiban pada neraca dalam akun “Estimasi Kerugian Komitmen dan Kontinjensi”.
Saldo aktiva produktif yang memiliki kualitas macet, dihapusbukukan dengan penyisihan kerugian
aktivanya pada saat manajemen Bank berpendapat bahwa aktiva produktif sulit untuk direalisasi
atau ditagih. Penerimaan kembali aktiva produktif yang telah dihapusbukukan dicatat sebagai
penambah penyisihan kerugian aktiva produktif selama periode berjalan. Jika penerimaan
melebihi nilai pokok, kelebihan tersebut diakui sebagai pendapatan bunga.
i. Aktiva Tetap
Aktiva tetap dinyatakan sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutan. Bank
menghitung penyusutan dengan menggunakan metode garis lurus untuk bangunan dan saldo
menurun ganda untuk aktiva tetap lainnya dengan tarif penyusutan sebagai berikut:
Tarif (%)
Bangunan 5
Peralatan dan perabot kantor, kendaraan,
perpustakaan dan perbaikan gedung 25 - 50
Tanah tidak disusutkan.
Peralatan kantor terdiri dari Anjungan Tunai Mandiri (ATM), instalasi dan komputer/perangkat
lunak/jaringan IT dan peralatan kantor lainnya.
Aktiva dalam penyelesaian dinyatakan sebesar biaya perolehan. Akumulasi biaya perolehan akan
dipindahkan ke masing-masing aktiva tetap yang bersangkutan pada saat aktiva tersebut selesai
dikerjakan dan siap digunakan.
Sesuai dengan PSAK No. 47 tentang “Akuntansi Tanah”, biaya-biaya sehubungan dengan
perolehan atau perpanjangan hak kepemilikan tanah ditangguhkan dan diamortisasi dengan
menggunakan metode garis lurus sepanjang periode hak atas tanah atau umur ekonomis tanah,
mana yang lebih pendek.
16
PT BANK MEGA Tbk.
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal
31 Maret 2008 dan 2007
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan)
i. Aktiva Tetap (lanjutan)
Bank melakukan penelaahan untuk menentukan adanya indikasi terjadinya penurunan nilai aktiva
sesuai dengan PSAK No. 48 tentang “Penurunan Nilai Aktiva” pada akhir periode. Bank
diharuskan untuk menentukan taksiran jumlah yang dapat diperoleh kembali atas nilai seluruh
aktivanya apabila terdapat situasi atau keadaan yang memberikan indikasi terjadinya penurunan
nilai aktiva dan mengakuinya sebagai rugi dalam laporan laba rugi.
Biaya pemeliharaan dan perbaikan dibebankan pada laporan laba rugi pada saat terjadinya;
pemugaran dan penambahan dalam jumlah signifikan dan menambah masa manfaat ekonomis
dikapitalisasi ke aktiva tetap yang bersangkutan. Aktiva tetap yang sudah tidak digunakan lagi
atau yang dijual, biaya perolehan serta akumulasi penyusutannya dikeluarkan dari kelompok
aktiva tetap dan laba atau rugi yang terjadi dibukukan dalam laporan laba rugi periode yang
bersangkutan.
j. Penyertaan Saham
Penyertaan dalam bentuk saham dengan kepemilikan kurang dari 20% dicatat berdasarkan
metode biaya (cost method) yaitu harga perolehan dikurangi penyisihan kerugian dan disajikan
sebagai bagian dari akun “Aktiva Lain-lain”.
k. Agunan yang Diambil Alih (AYDA)
Agunan yang diambil alih sehubungan dengan penyelesaian kredit yang diberikan dinyatakan
sebesar nilai bersih yang dapat direalisasi dan disajikan sebagai bagian dari akun “Aktiva Lain-
lain”. Nilai bersih yang dapat direalisasi adalah nilai wajar agunan yang diambil alih dikurangi
dengan estimasi biaya untuk menjual agunan yang diambil alih tersebut. Selisih lebih antara saldo
kredit yang tidak dapat ditagih dengan nilai agunan yang diambil alih tersebut dibebankan pada
penyisihan kerugian kredit. Selisih antara nilai agunan yang diambil alih dan hasil penjualannya
diakui sebagai keuntungan atau kerugian pada saat penjualan terjadi.
Biaya-biaya sehubungan dengan pemeliharaan dan perolehan aktiva tersebut dibebankan pada
usaha pada saat terjadinya.
Bila terjadi penurunan nilai yang bersifat permanen, maka nilai tercatatnya dikurangi untuk
mengakui penurunan tersebut dan kerugiannya dibebankan pada usaha periode berjalan.
l. Biaya Dibayar di Muka
Biaya dibayar di muka dibebankan pada usaha sesuai dengan masa manfaatnya.
m. Biaya Penyelamatan Bank
Biaya-biaya yang terjadi pada saat PT Mega Corpora (dahulu PT Para Global Investindo) dan
PT Para Rekan Investama mengambil alih kepemilikan Bank pada tanggal 28 Maret 1996
diamortisasi dengan menggunakan metode garis lurus sampai dengan tahun 2010 setelah
dikurangi dengan hasil penagihan dari penyelesaian kredit masa lalu. Pada tahun 2002, jangka
waktu amortisasi biaya penyelamatan Bank tersebut diubah yaitu sampai dengan tahun 2008
(Catatan 12e dan 26).
n. Biaya Emisi Obligasi Subordinasi
Biaya emisi obligasi subordinasi disajikan sebagai pengurang nilai nominal obligasi subordinasi
tersebut dan diamortisasi selama 5 (lima) tahun dengan metode garis lurus.
17
PT BANK MEGA Tbk.
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal
31 Maret 2008 dan 2007
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan)
o. Tagihan dan Kewajiban Derivatif
Transaksi derivatif Bank merupakan transaksi untuk tujuan diperdagangkan dan untuk tujuan
lindung nilai terhadap risiko dalam kegiatan operasional Bank.
Instrumen keuangan derivatif dinilai dan diakui di neraca pada nilai wajar. Selisih atas nilai wajar
dengan nilai nosional merupakan tagihan atau kewajiban derivatif. Tagihan transaksi derivatif
disajikan dengan dikurangi penyisihan kerugian.
Nilai wajar ditentukan berdasarkan kurs spot Reuters pukul 16.00 WIB. Keuntungan atau kerugian
yang terjadi dari perubahan nilai wajar diakui dalam laporan laba rugi periode berjalan.
p. Kewajiban Segera
Kewajiban segera merupakan kewajiban Bank kepada pihak lain yang sifatnya wajib segera
dibayarkan sesuai dengan perintah pemberi amanat atau perjanjian yang ditetapkan sebelumnya.
Kewajiban segera dinyatakan sebesar nilai kewajiban Bank kepada pemberi amanat.
q. Simpanan
Giro merupakan dana nasabah yang dapat digunakan sebagai alat pembayaran dan bisa ditarik
setiap saat melalui cek atau dengan cara pemindahbukuan dengan bilyet giro atau sarana
pembayaran lainnya. Giro dinyatakan sebesar nilai kewajiban kepada pemegang giro.
Tabungan merupakan dana nasabah yang dapat ditarik setiap saat melalui counter dan Anjungan
Tunai Mandiri (ATM) atau dengan cara pemindahbukuan melalui Mobile Banking, Phone Banking
dan Internet Banking berdasarkan persyaratan tertentu yang disepakati bersama. Tabungan
dinyatakan sebesar nilai kewajiban kepada pemegang tabungan.
Deposito berjangka merupakan dana nasabah yang dapat ditarik pada waktu tertentu sesuai
perjanjian antara nasabah dengan Bank. Deposito berjangka dinyatakan sebesar nilai nominal
sesuai dengan perjanjian antara pemegang deposito berjangka dengan Bank.
r. Simpanan dari Bank Lain
Simpanan dari Bank Lain dinyatakan sesuai jumlah kewajiban terhadap bank lain. Simpanan dari
Bank lain terdiri dari kewajiban terhadap bank lain, baik lokal maupun luar negeri, dalam bentuk
giro, interbank call money dan deposito berjangka.
s. Pendapatan dan Beban Bunga
Bank mengakui pendapatan dan beban bunga atas dasar akrual. Pendapatan bunga atas aktiva
produktif yang diklasifikasikan sebagai “non-performing” diakui pada saat diterimanya
pembayaran. Pada saat aktiva produktif diklasifikasikan sebagai “non-performing”, tagihan bunga
yang sudah diakui sebagai pendapatan tetapi belum diterima, dibatalkan. Selanjutnya bunga yang
dibatalkan tersebut diakui sebagai tagihan kontinjensi.
Pendapatan bunga yang masih harus diterima atas aktiva “non-performing” Bank diperlakukan
sebagai akun di luar neraca (off-balance sheet) dan dilaporkan pada catatan atas laporan
keuangan.
Penerimaan pembayaran dari kredit yang kolektibilitasnya “Diragukan” dan “Macet” diakui terlebih
dahulu sebagai pengurang pokok kredit. Kelebihan penerimaan pembayaran atas pokok kredit
diakui sebagai pendapatan bunga.
Pendapatan bunga dari kredit yang direstrukturisasi hanya dapat diakui apabila telah diterima
secara tunai sebelum kualitas kredit menjadi lancar.
18
PT BANK MEGA Tbk.
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal
31 Maret 2008 dan 2007
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan)
t. Provisi dan Komisi
Pendapatan provisi dan komisi yang jumlahnya signifikan yang berkaitan langsung dengan kredit
yang diberikan dan mempunyai jangka waktu lebih dari satu tahun ditangguhkan dan diamortisasi
berdasarkan metode garis lurus sesuai dengan jangka waktunya. Saldo provisi dan komisi
sehubungan dengan kredit yang diselesaikan sebelum jatuh tempo diakui sebagai pendapatan
atau beban pada saat penyelesaian. Provisi dan komisi lainnya di luar yang dijelaskan di atas
diakui pada saat transaksi dilakukan.
u. Kewajiban Diestimasi atas Imbalan Kerja
Bank menerapkan PSAK No. 24 (Revisi 2004) tentang “Akuntansi Imbalan Kerja” yang mengatur
akuntansi dan pengungkapan atas imbalan kerja karyawan. Jumlah kewajiban diestimasi atas
imbalan kerja karyawan dihitung sesuai dengan Undang-undang No. 13/2003 tanggal 25 Maret
2003. Dalam PSAK No. 24 (Revisi 2004), nilai kini kewajiban imbalan pasti, beban jasa kini dan
beban jasa lalu ditentukan dengan menggunakan metode penilaian “Projected Unit Credit”.
Keuntungan dan kerugian aktuaris diakui sebagai pendapatan atau beban jika akumulasi bersih
keuntungan dan kerugian aktuarial yang belum diakui pada saat akhir periode pelaporan
sebelumnya melebihi 10% dari nilai kewajiban imbalan pasti pada tanggal tersebut. Keuntungan
dan kerugian aktuarial ini diakui dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan perkiraan
rata-rata sisa masa kerja karyawan. Biaya jasa lalu yang timbul dari pada saat program imbalan
pasti diperkenalkan pertama kali atau terjadi atau perubahan-perubahan dalam hutang imbalan
kerja program yang sudah ada diamortisasi sampai imbalan tersebut telah menjadi hak karyawan.
v. Transaksi dan Saldo dalam Mata Uang Asing
Transaksi dalam mata uang asing dicatat dalam Rupiah berdasarkan kurs yang berlaku pada saat
transaksi dilakukan. Pada tanggal neraca, aktiva dan kewajiban moneter dalam mata uang asing
dijabarkan ke dalam Rupiah berdasarkan kurs spot Reuters pukul 16.00 WIB pada tanggal
31 Maret 2008 dan 30 Maret 2007. Laba atau rugi kurs yang terjadi dikreditkan atau dibebankan
pada laba periode berjalan.
Kurs yang digunakan untuk menjabarkan mata uang asing ke dalam Rupiah adalah sebagai
berikut (nilai penuh):
2008 2007
1 Poundsterling Inggris 18.273,77 -
1 Euro 14.554,49 12.147,98
1 Dolar Amerika Serikat 9.205,00 9.125,00
1 Dolar Australia 8.417,52 7.368,90
1 Dolar Singapura 6.672,22 6.013,91
1 Dolar Hong Kong 1.182,46 1.167,68
1 Yen Jepang 92,74 77,26
w. Beban Pajak
Bank menerapkan metode kewajiban (liability method) untuk menentukan beban pajak
penghasilan. Menurut metode kewajiban, aktiva dan hutang pajak tangguhan diakui untuk semua
perbedaan temporer antara nilai aktiva dan kewajiban yang tercatat di neraca dengan dasar
pengenaan pajak atas aktiva dan kewajiban tersebut pada setiap tanggal pelaporan.
Aktiva dan hutang pajak tangguhan dihitung dengan menggunakan tarif pajak yang diharapkan
akan diterapkan pada tahun aktiva atau kewajiban tersebut direalisasi atau diselesaikan,
berdasarkan tarif pajak (dan peraturan-peraturan pajak) yang berlaku atau secara substansi telah
berlaku pada tanggal neraca.
Koreksi atas kewajiban pajak diakui pada saat surat ketetapan pajak diterima, atau apabila
diajukan keberatan dan atau banding, maka koreksi diakui pada saat keputusan atas keberatan
dan atau banding tersebut diterima.
19
PT BANK MEGA Tbk.
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal
31 Maret 2008 dan 2007
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan)
x. Laba Bersih Per Saham Dasar
Laba bersih per saham dasar dihitung dengan membagi laba bersih dengan jumlah rata-rata
tertimbang saham yang beredar pada tahun yang bersangkutan setelah memperhitungkan
pengaruh dari penerbitan saham baru melalui Penawaran Umum Terbatas II dengan Hak
Memesan Efek Terlebih Dahulu tahun 2006 (Catatan 27). Rata-rata jumlah saham yang beredar
sebesar 1.625.443.188 saham pada tahun 2008 dan 2007 (Catatan 38).
y. Pelaporan Segmen
Bank menyajikan informasi keuangan berdasarkan wilayah geografis (segmen primer) dan jenis
produk (segmen sekunder). Segmen primer dibagi ke dalam Kantor Pusat, Wilayah I, Wilayah II,
Wilayah III, Wilayah IV dan Wilayah V, sedangkan segmen sekunder dibagi ke dalam segmen
usaha kredit, treasuri dan kantor pusat dan lainnya.
z. Penggunaan Estimasi
Penyajian laporan keuangan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum mengharuskan
manajemen Bank untuk membuat estimasi dan asumsi terhadap jumlah yang dilaporkan.
Disebabkan karena tidak adanya kepastian dalam membuat estimasi, maka terdapat kemungkinan
hasil akrual yang dilaporkan pada masa yang akan datang akan berbeda dengan estimasi
tersebut.
3. KAS
Kas terdiri dari:
2008 2007
Rupiah 468.653 270.754
Mata uang asing
Dolar Amerika Serikat 66.542 70.730
Dolar Singapura 61.675 4.315
Euro 20.625 793
Yen Jepang 2.550 990
Dolar Australia 319 520
Dolar Hong Kong 199 4
Poundsterling Inggris 156 -
Jumlah mata uang asing 152.066 77.352
Jumlah 620.719 348.106
Kas dalam Rupiah termasuk uang pada mesin ATM sejumlah Rp17.949 dan Rp18.661 masing-masing
pada tanggal 31 Maret 2008 dan 2007.
4. GIRO PADA BANK INDONESIA
Giro pada Bank Indonesia terdiri dari:
2008 2007
Rupiah 2.377.373 3.068.854
Dolar Amerika Serikat
($AS43.250.000 pada tahun 2008 dan $AS14.200.000
pada tahun 2007, dalam nilai penuh) 398.116 129.575
Jumlah 2.775.489 3.198.429
20
PT BANK MEGA Tbk.
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal
31 Maret 2008 dan 2007
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
4. GIRO PADA BANK INDONESIA (lanjutan)
Pada tanggal 28 Juni 2004, BI mengeluarkan Peraturan No. 6/15/PBI/2004, yang berlaku efektif sejak
tanggal 1 Juli 2004, menyatakan bahwa selain daripada kewajiban Giro Wajib Minimum (GWM)
sebesar 5% untuk rekening Rupiah dan 3% untuk rekening mata uang asing, bank umum juga wajib
memenuhi tambahan GWM berdasarkan besarnya jumlah dana pihak ketiga yang dimiliki oleh bank,
yaitu:
Sampai dengan Rp1.000.000 - penambahan GWM sebesar 0%
Lebih besar dari Rp1.000.000 sampai dengan Rp10.000.000 - penambahan GWM sebesar 1%
Lebih besar dari Rp10.000.000 sampai dengan Rp50.000.000 - penambahan GWM sebesar 2%
Lebih besar dari Rp50.000.000 - penambahan GWM sebesar 3%
Pada tanggal 6 September 2005, BI mengeluarkan Peraturan No. 7/29/PBI/2005, yang berlaku efektif
sejak tanggal 8 September 2005, dimana bank juga wajib menambah GWM sesuai dengan besarnya
rasio kredit yang diberikan kepada pihak ketiga terhadap dana pihak ketiga (loan to deposit ratio/LDR),
yaitu:
Memiliki LDR lebih dari 90% - penambahan GWM sebesar 0%
Memiliki LDR lebih dari 75% sampai dengan 90% - penambahan GWM sebesar 1%
Memiliki LDR lebih dari 60% sampai dengan 75% - penambahan GWM sebesar 2%
Memiliki LDR lebih dari 50% sampai dengan 60% - penambahan GWM sebesar 3%
Memiliki LDR sebesar 40% sampai dengan 50% - penambahan GWM sebesar 4%
Memiliki LDR kurang dari 40% - penambahan GWM sebesar 5%
BI akan memberikan bunga atas tambahan GWM dalam rekening Rupiah tersebut sebesar suku
bunga SBI dikurangi dengan 600 basis point dalam tahun 2008 dan 6,5% per tahun dalam tahun 2007.
Perincian atas GWM adalah sebagai berikut:
2008 2007
Bank
Rupiah 10,12% 12,09%
Dolar Amerika Serikat 7,46% 3,10%
GWM yang diwajibkan
Rupiah 10,00% 11,00%
Dolar Amerika Serikat 3,00% 3,00%
Pada tanggal 31 Maret 2008 dan 2007, Bank telah memenuhi ketentuan Bank Indonesia tentang
GWM.
5. GIRO PADA BANK LAIN - PIHAK KETIGA
Giro pada bank lain terdiri dari:
2008 2007
Rupiah
PT Bank Central Asia Tbk. 15.516 9.272
Standard Chartered Bank, Indonesia 37 29
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. 11 -
PT Bank Pembangunan Daerah 3 -
PT Bank Lippo Tbk. 2 2
Jumlah Rupiah 15.569 9.303
21
PT BANK MEGA Tbk.
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal
31 Maret 2008 dan 2007
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
5. GIRO PADA BANK LAIN - PIHAK KETIGA (lanjutan)
Giro pada bank lain terdiri dari (lanjutan):
2008 2007
Mata uang asing
United Overseas Bank Ltd., Singapura 201.132 38.786
Wachovia Bank N.A., Amerika Serikat 62.452 53.360
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. 60.758 -
ABN AMRO Bank N.V., Jerman 35.470 14.194
ING Bank N.V., Belgia 12.614 -
Sumitomo Mitsui Banking Corporation, Jepang 10.721 1.185
Bank of America N.A., Amerika Serikat 6.361 1.704
ANZ Bank Ltd., Australia 3.910 5.068
PT Bank Central Asia Tbk. 2.487 2.819
The Hongkong and Shanghai
Banking Corporation Ltd., Australia 1.700 1.650
Citibank N.A., Amerika Serikat 781 1.402
Standard Chartered Bank, Amerika Serikat 585 857
Citibank N.A., Indonesia 276 566
The Hongkong and Shanghai
Banking Corporation Ltd., Hong Kong 105 505
Standard Chartered Bank, Hong Kong 77 -
PT Bank Lippo Tbk. 7 8
Standard Chartered Bank, Inggris 6 -
Jumlah mata uang asing 399.442 122.104
Jumlah 415.011 131.407
Penyisihan kerugian (4.150) (1.314)
Bersih 410.861 130.093
Rincian atas giro pada bank lain dalam mata uang asing adalah sebagai berikut (dalam jumlah penuh):
2008 2007
Dolar Amerika Serikat
Wachovia Bank N.A., Amerika Serikat 6.784.632 5.847.713
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. 6.600.497 -
Bank of America N.A., Amerika Serikat 691.074 186.682
PT Bank Central Asia Tbk. 270.172 308.931
Citibank N.A., Amerika Serikat 84.829 153.643
Standard Chartered Bank, Amerika Serikat 63.556 93.889
Citibank N.A., Indonesia 29.951 62.003
PT Bank Lippo Tbk. 820 893
Jumlah Dolar Amerika Serikat 14.525.531 6.653.754
Yen Jepang
Sumitomo Mitsui Banking Corporation, Jepang 115.598.652 15.332.470
Dolar Singapura
United Overseas Bank Ltd., Singapura 30.144.686 6.449.446
Euro
ABN AMRO Bank N.V., Jerman 2.437.023 1.168.442
ING Bank N.V., Belgia 866.678 -
Jumlah Euro 3.303.701 1.168.442
22
PT BANK MEGA Tbk.
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal
31 Maret 2008 dan 2007
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
5. GIRO PADA BANK LAIN - PIHAK KETIGA (lanjutan)
Rincian atas giro pada bank lain dalam mata uang asing adalah sebagai berikut (dalam jumlah penuh)
(lanjutan):
2008 2007
Dolar Australia
ANZ Banking, Australia 464.485 687.809
The Hongkong and Shanghai
Banking Corporation Ltd., Australia 202.002 223.872
Jumlah Dolar Australia 666.487 911.681
Dolar Hong Kong
The Hongkong and Shanghai
Banking Corporation Ltd., Hong Kong 88.465 432.518
Standard Chartered Bank, Hong Kong 65.197 -
Jumlah Dolar Australia 153.662 432.518
Poundsterling Inggris
Standard Chartered Bank, Inggris 356 -
Atas giro pada bank lain dalam mata uang Rupiah, Dolar Australia, Dolar Hong Kong, dan Yen
Jepang tidak mendapatkan bunga. Tingkat bunga rata-rata per tahun untuk giro pada bank lain dalam
mata uang asing lainnya adalah sebagai berikut:
2008 2007
Mata uang asing
Euro 2,53% 2,31%
Dolar Amerika Serikat 1,79% 2,05%
Dolar Singapura 0,28% 1,02%
Poundsterling Inggris 0,21% -
Ikhtisar perubahan penyisihan kerugian giro pada bank lain adalah sebagai berikut:
2008 2007
Mata Uang Mata Uang
Rupiah Asing Jumlah Rupiah Asing Jumlah
Saldo awal periode 131 3.167 3.298 195 314 509
Penyisihan (pemulihan
penyisihan) kerugian
selama periode berjalan
(Catatan 32) 25 680 705 (102) 897 795
Selisih kurs penjabaran - 147 147 - 10 10
Saldo akhir periode 156 3.994 4.150 93 1.221 1.314
Berdasarkan hasil penelaahan dan evaluasi manajemen Bank, kolektibilitas atas seluruh giro pada
bank lain digolongkan lancar. Manajemen Bank berpendapat bahwa jumlah penyisihan kerugian giro
pada bank lain adalah cukup untuk menutup kemungkinan kerugian atas tidak tertagihnya giro pada
bank lain serta telah dihitung berdasarkan ketentuan Bank Indonesia.
23
PT BANK MEGA Tbk.
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal
31 Maret 2008 dan 2007
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
6. PENEMPATAN PADA BANK INDONESIA DAN BANK LAIN - PIHAK KETIGA
Pada tanggal 31 Maret 2007 seluruh penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain merupakan
penempatan dalam bentuk call money dengan sisa umur sampai saat jatuh tempo berkisar antra 1 - 3
bulan.
Ikhtisar perubahan penyisihan kerugian penempatan pada bank lain dalam mata uang Rupiah adalah
sebagai berikut:
2008 2007
Saldo awal periode 2.907 3.652
Pemulihan penyisihan kerugian
selama periode berjalan (Catatan 32) (2.907) (2.645)
Saldo akhir periode - 1.007
Tingkat bunga rata-rata per tahun untuk penempatan dalam mata uang Rupiah adalah 8,37% pada
tahun 2007.
Berdasarkan hasil penelaahan dan evaluasi manajemen Bank, kolektibilitas atas seluruh penempatan
pada bank lain digolongkan lancar. Manajemen Bank berpendapat bahwa jumlah penyisihan kerugian
penempatan pada bank lain adalah cukup untuk menutup kemungkinan kerugian atas tidak
tertagihnya penempatan pada bank lain serta telah dihitung berdasarkan ketentuan Bank Indonesia.
7. SURAT-SURAT BERHARGA
Surat-surat berharga terdiri dari:
2008 2007
Dolar Amerika Dolar Amerika
Rupiah Serikat Jumlah Rupiah Serikat Jumlah
Diperdagangkan
Obligasi Pemerintah
(butir c) 77.895 - 77.895 80.333 - 80.333
Obligasi Swasta
(butir a) 29.974 - 29.974 - - -
Unit penyertaan
reksa dana
(butir b dan
Catatan 41) 16.068 - 16.068 15.287 - 15.287
Obligasi Retail
Indonesia 28.580 - 28.580 - - -
Jumlah
diperdagangkan 152.517 - 152.517 95.620 - 95.620
Tersedia untuk dijual
Obligasi Pemerintah
(butir c) 7.429.716 - 7.429.716 755.121 - 755.121
Sertifikat Bank
Indonesia setelah
dikurangi bunga
yang belum
diamortisasi 2.680.008 - 2.680.008 - - -
Obligasi Republik
Indonesia (butir d) - 1.163.650 1.163.650 - - -
Obligasi Swasta
(butir a) 131.770 50.628 182.398 25.000 - 25.000
24
PT BANK MEGA Tbk.
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal
31 Maret 2008 dan 2007
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
7. SURAT-SURAT BERHARGA (lanjutan)
Surat-surat berharga terdiri dari (lanjutan):
2008 2007
Dolar Amerika Dolar Amerika
Rupiah Serikat Jumlah Rupiah Serikat Jumlah
Tersedia untuk dijual (lanjutan)
Akseptasi wesel
ekspor - 240 240 - - -
Jumlah tersedia
untuk dijual 10.241.494 1.214.518 11.456.012 780.121 - 780.121
Dimiliki hingga jatuh
tempo (butir e)
Obligasi Pemerintah
(butir c) - - - 6.604.406 - 6.604.406
Premi yang belum
diamortisasi - - - 170.860 - 170.860
- - - 6.775.266 - 6.775.266
Sertifikat Bank
Indonesia - - - 4.765.546 - 4.765.546
Diskonto yang
belum diamortisasi - - - (12.272) - (12.272 )
- - - 4.753.274 - 4.753.274
Obligasi Republik
Indonesia (butir d) - - - - 1.095.000 1.095.000
Diskonto yang belum
diamortisasi - - - - (19.465) (19.465 )
- - - - 1.075.535 1.075.535
Obligasi Swasta
(butir a) - - - 124.087 95.813 219.900
Diskonto yang belum
diamortisasi - - - (378) (27) (405)
- - - 123.709 95.786 219.495
Akseptasi wesel impor - - - 1.495 9.857 11.352
Diskonto yang belum
diamortisasi - - - (31) (230) (261)
- - - 1.464 9.627 11.091
Akseptasi wesel
ekspor - - - - 100 100
Jumlah dimiliki hingga
jatuh tempo - - - 11.653.713 1.181.048 12.834.761
Jumlah 10.394.011 1.214.518 11.608.529 12.529.454 1.181.048 13.710.502
Penyisihan kerugian (3.263) (506) (3.769 ) (3.140) (959) (4.099)
Bersih 10.390.748 1.214.012 11.604.760 12.526.314 1.180.089 13.706.403
25
PT BANK MEGA Tbk.
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal
31 Maret 2008 dan 2007
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
7. SURAT-SURAT BERHARGA (lanjutan)
a. Rincian peringkat obligasi swasta dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (PT Pefindo) atau Standard
& Poors pada tanggal 31 Maret 2008 dan 2007 adalah sebagai berikut:
2008 2007
Peringkat Jumlah Peringkat Jumlah
Diperdagangkan
PT Bank Pan Indonesia Tbk. idA- 29.974 - -
Tersedia Untuk Dijual
Rupiah
PT Bank Ekspor Indonesia (Persero) idA- 54.233 - -
PT Berlian Laju Tanker Tbk. idAA- 37.215 - -
PT Bank Permata Tbk. Tahun 2006 idA- 25.874 idA- 25.000
PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) idA+ 10.362 - -
PT Jasa Marga (Persero) idA+ -
Tahun 2003 1.325 -
Tahun 2005 1.261 -
PT Bahtera Adimina Samudra Tbk. * 1.500 - -
131.770 25.000
Dolar Amerika Serikat
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. B 50.628 - -
Jumlah Tersedia Untuk Dijual 182.398 25.000
Dimiliki Hingga Jatuh Tempo
Rupiah
PT Bank Ekspor Indonesia (Persero) - - idA- 49.679
PT Berlian Laju Tanker Tbk. - - idA+ 40.000
PT Jasa Marga (Persero) - idA+
Tahun 2000 - 20.073
Tahun 2003 - 1.260
Tahun 2005 - 1.197
PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) - - * 10.000
PT Bahtera Adimina Samudra Tbk. - - * 1.500
- 123.709
Dolar Amerika Serikat
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. - - B- 50.188
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. - - B 45.598
- 95.786
Jumlah Dimiliki Hingga Jatuh Tempo - 219.495
Jumlah 212.372 244.495
* Tidak tersedia
Lembaga pemeringkat untuk obligasi yang diterbitkan oleh PT Bank Pan Indonesia Tbk., PT Bank
Ekspor Indonesia (Persero), PT Berlian Laju Tanker Tbk., PT Bank Permata Tbk., PT Jasa Marga
(Persero) dan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) adalah PT Pefindo dan untuk obligasi
Dolar Amerika Serikat yang diterbitkan oleh Antam Finance Limited, PT Bank Negara Indonesia
(Persero) Tbk., dan obligasi PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. adalah Standard & Poors.
Obligasi-obligasi ini jatuh tempo pada berbagai tanggal antara tanggal 27 Maret 2008 sampai
dengan tanggal 5 Januari 2021. Pendapatan bunga diterima setiap 3 bulan kecuali obligasi
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. diterima setiap 6 bulan.
26
PT BANK MEGA Tbk.
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal
31 Maret 2008 dan 2007
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
7. SURAT-SURAT BERHARGA (lanjutan)
Tingkat bunga rata-rata per tahun untuk obligasi swasta adalah sebagai berikut:
2008 2007
Rupiah 12,13% 13,64%
Dolar Amerika Serikat 7,41% 6,76%
b. Unit penyertaan reksa dana merupakan unit penyertaan reksa dana dimana PT Mega Capital
Indonesia, pihak yang mempunyai hubungan istimewa, berperan sebagai manajer investasi dalam
kontrak investasi kolektif reksa dana tersebut, yaitu unit penyertaan atas reksa dana Obligasi
Republik Indonesia (ORI) masing-masing sebesar Rp16.068 dan Rp15.287 pada tanggal-tanggal
31 Maret 2008 dan 2007 (Catatan 41).
c. Rincian Obligasi Pemerintah Rupiah adalah sebagai berikut:
Suku Bunga Tetap Tanggal Jatuh Tempo Suku Bunga (%) 2008 2007
FR 0035 15 Juni 2022 12,90% - 11.856
FR 0034 15 Juni 2021 12,80% - 47.087
FR 0031 15 November 2020 11,00% - 10.475
FR 0036 15 September 2019 11,50% - 10.861
FR 0048 15 September 2018 9,00% 17.116 -
FR 0028 15 Juli 2017 10,00 23.328 -
FR 0030 15 Mei 2016 10,75 1.425.713 1.440.493
FR 0027 15 Juni 2015 9,50 224.712 181.431
FR 0026 15 Oktober 2014 11,00 262.356 256.646
FR 0020 15 Desember 2013 14,28 878.291 1.185.345
FR 0019 15 Juni 2013 14,25 1.772.394 1.639.604
FR 0017 15 Januari 2012 13,15 298.647 288.245
FR 0016 15 Agustus 2011 13,45 98.681 94.165
FR 0013 15 September 2010 15,43 11.217 10.865
FR 0010 15 Maret 2010 13,15 1.075.448 1.019.909
FR 0002 15 Juni 2009 14,00 253.440 249.471
6.341.343 6.446.453
Suku Bunga Mengambang
VR 0015 25 Desember 2008 7,83 751.185 750.829
VR 0014 25 Agustus 2008 7,83 415.083 413.438
1.166.268 1.164.267
Jumlah 7.507.611 7.610.720
Pembayaran bunga atas obligasi dengan suku bunga tetap dilakukan setiap 6 bulan dan obligasi
dengan suku bunga mengambang dilakukan setiap 3 bulan, dimana Bank Indonesia bertindak
selaku agen pembayaran.
d. Rincian Obligasi Republik Indonesia (ORI) Dolar Amerika Serikat sebelum dikurangi dengan
diskonto yang belum diamortisasi adalah sebagai berikut:
Tanggal Jatuh Tempo Suku Bunga (%) 2008 2007
ORI 2017 9 Maret 2017 6,88 174.775 164.250
ORI 2016 15 Januari 2016 7,50 473.418 456.250
ORI 2015 20 April 2015 7,25 447.513 410.625
ORI 2014 10 Maret 2014 6,75 67.944 63.875
Jumlah 1.163.650 1.095.000
27
PT BANK MEGA Tbk.
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal
31 Maret 2008 dan 2007
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
7. SURAT-SURAT BERHARGA (lanjutan)
Pendapatan bunga diterima setahun dua kali yaitu setiap tanggal 9 Maret dan 9 September untuk
ORI 2017, setiap tanggal 15 Januari dan 15 Juli untuk ORI 2016, setiap tanggal 20 April dan
20 Oktober untuk ORI 2015, dan setiap tanggal 10 Maret dan 10 September untuk ORI 2014.
e. Pada tanggal 31 Maret 2007, klasifikasi surat-surat berharga yang dimiliki hingga jatuh tempo
berdasarkan sisa umur sampai dengan saat jatuh tempo sebelum dikurangi penyisihan kerugian
adalah sebagai berikut:
Rupiah Dolar Amerika Serikat Jumlah
Kurang dari 1 bulan 4.753.274 - 4.753.274
1 - 3 bulan 1.464 9.727 11.191
3 - 6 bulan - 45.598 45.598
6 - 12 bulan 20.073 - 20.073
Lebih dari 12 bulan 6.878.902 1.125.723 8.004.625
Jumlah 11.653.713 1.181.048 12.834.761
f. Ikhtisar perubahan penyisihan kerugian surat-surat berharga adalah sebagai berikut:
2008 2007
Dolar Amerika Dolar Amerika
Rupiah Serikat Jumlah Rupiah Serikat Jumlah
Saldo awal periode 3.530 519 4.049 3.110 1.838 4.948
Penyisihan
(pemulihan
penyisihan)
kerugian selama
periode berjalan
(Catatan 32) (267) (3) (270 ) 30 (902) (872)
Selisih kurs
penjabaran - (10) (10 ) - 23 23
Saldo akhir
periode 3.263 506 3.769 3.140 959 4.099
g. Laba (rugi) perubahan nilai surat berharga
Kerugian sehubungan dengan perubahan nilai wajar surat berharga yang diperdagangkan pada
tanggal 31 Maret 2008 sebesar Rp6.589, sedangkan keuntungan sehubungan dengan kenaikan
nilai wajar surat berharga yang diperdagangkan pada tanggal 31 Maret 2007 adalah sebesar
Rp208.
h. Berdasarkan hasil penelaahan dan evaluasi manajemen Bank, kolektibilitas atas seluruh surat-
surat berharga pada tanggal 31 Maret 2008 dan 2007 digolongkan lancar, kecuali atas obligasi
swasta - PT Bahtera Adimina Samudra Tbk. sebesar Rp1.500 dan akseptasi wesel ekspor
sebesar Rp240 yang digolongkan macet. Manajemen Bank berpendapat bahwa jumlah penyisihan
kerugian di atas adalah cukup untuk menutup kemungkinan kerugian atas tidak tertagihnya surat-
surat berharga dan telah dihitung berdasarkan ketentuan Bank Indonesia.
28
PT BANK MEGA Tbk.
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal
31 Maret 2008 dan 2007
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
8. TAGIHAN DAN KEWAJIBAN DERIVATIF - PIHAK KETIGA
Transaksi derivatif merupakan selisih antara nilai wajar dengan nilai kontrak transaksi forward dan
swap valuta (currency swap) dengan rincian sebagai berikut:
2008
Nilai Nosional Nilai Tagihan Kewajiban
Jenis (Kontrak) Wajar Derivatif Derivatif
Swap
Beli - Dolar Amerika Serikat,
Jual - Rupiah Indonesia 130.392, (129.215) 1.177 1.177 -
Beli - Yen Jepang,
Jual - Dolar Amerika Serikat 13.807, (13.496) 311 311 -
Beli - Rupiah Indonesia,
Jual - Dolar Amerika Serikat 92.056, (92.046) 10 10 -
Beli - Dolar Amerika Serikat,
Jual - Rupiah Indonesia 160.570, (161.845) 1.275 - (1.275)
Beli - Rupiah Indonesia,
Jual - Dolar Amerika Serikat 409.647, (410.303) 656 - (656)
Beli – Dolar Australia,
Jual - Dolar Amerika Serikat 8.290, (8.390) 100 - (100)
Jumlah 1.498 (2.031)
Penyisihan kerugian (15) -
Bersih 1.483 (2.031)
2007
Nilai Nosional Nilai Tagihan Kewajiban
Jenis (Kontrak) Wajar Derivatif Derivatif
Swap
Beli - Dolar Australia,
Jual - Dolar Amerika Serikat 7.212, (7.366 ) 154 - (154)
Beli - Dolar Amerika Serikat,
Jual - Rupiah Indonesia 392.658, (392.386) 272 272 -
Forward
Beli
Dolar Amerika Serikat 3.539 3.513 - (26)
Jual
Dolar Amerika Serikat 2.299 2.281 18 -
Jumlah 290 (180)
Penyisihan kerugian (3) -
Bersih 287 (180)
Kontrak instrumen derivatif tersebut tidak memenuhi syarat-syarat dokumentasi, tujuan dan
pengungkapan sebagai lindung nilai yang efektif sesuai dengan PSAK No. 55 tentang “Akuntansi
Instrumen Derivatif dan Aktivitas Lindung Nilai”, maka perubahan nilai wajar atas kontrak derivatif
disajikan sebagai bagian dari akun “Keuntungan Transaksi Mata Uang Asing”.
Berdasarkan hasil penelaahan dan evaluasi manajemen Bank, kolektibilitas atas tagihan derivatif pada
tanggal 31 Maret 2008 dan 2007 digolongkan lancar. Manajemen Bank berpendapat bahwa jumlah
penyisihan kerugian yang dibentuk adalah cukup untuk menutup kemungkinan kerugian atas tidak
tertagihnya akun ini serta telah diperhitungkan sesuai ketentuan Bank Indonesia.
29
PT BANK MEGA Tbk.
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal
31 Maret 2008 dan 2007
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
9. KREDIT YANG DIBERIKAN
Kredit yang diberikan terdiri dari:
1) Jenis kredit yang diberikan
2008
Dalam
Perhatian Kurang
Lancar Khusus Lancar Diragukan Macet Jumlah
Pihak yang mempunyai
hubungan istimewa
(Catatan 41)
Rupiah:
Modal kerja (butir d dan f) 91.826 - - - - 91.826
Konsumsi (butir e dan f) 19.885 3 - - - 19.888
Investasi (butir d) 192 - - - - 192
Jumlah kredit pihak yang
mempunyai hubungan
istimewa 111.903 3 - - - 111.906
Pihak ketiga
Rupiah:
Konsumsi (butir e dan j) 4.885.676 417.472 47.361 32.172 29.856 5.412.537
Investasi (butir d) 4.038.932 16.691 719 4.046 51.460 4.111.848
Modal kerja (butir d) 2.540.881 21.000 1.698 6.165 23.144 2.592.888
11.465.489 455.163 49.778 42.383 104.460 12.117.273
Mata uang asing:
Investasi (butir d) 1.502.787 3.869 - - 2.653 1.509.309
Modal kerja (butir d) 1.109.831 - - - 2.945 1.112.776
Konsumsi (butir e) 15.491 197 - - - 15.688
2.628.109 4.066 - - 5.598 2.637.773
Jumlah kredit pihak ketiga 14.093.598 459.229 49.778 42.383 110.058 14.755.046
Jumlah kredit 14.205.501 459.232 49.778 42.383 110.058 14.866.952
Penyisihan kerugian (136.079) (3.678) (2.352) (10.784) (58.724) (211.617)
Bersih 14.069.422 455.554 47.426 31.599 51.334 14.655.335
2007
Dalam
Perhatian Kurang
Lancar Khusus Lancar Diragukan Macet Jumlah
Pihak yang mempunyai
hubungan istimewa
(Catatan 41)
Rupiah:
Konsumsi (butir e dan f) 16.067 - - - - 16.067
Pihak ketiga
Rupiah:
Konsumsi (butir e dan j) 5.278.530 267.320 30.961 42.713 26.376 5.645.900
Modal kerja (butir d) 1.867.158 102.863 9.862 - 56.738 2.036.621
Investasi (butir d) 1.246.797 63.075 31.285 119 28.498 1.369.774
8.392.485 433.258 72.108 42.832 111.612 9.052.295
30
PT BANK MEGA Tbk.
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal
31 Maret 2008 dan 2007
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
9. KREDIT YANG DIBERIKAN (lanjutan)
1) Jenis kredit yang diberikan (lanjutan)
2007
Dalam
Perhatian Kurang
Lancar Khusus Lancar Diragukan Macet Jumlah
Mata uang asing:
Investasi (butir d) 1.700.505 - - - 957 1.701.462
Modal kerja (butir d) 810.404 - - - - 810.404
Konsumsi (butir e) 8.624 152 - - - 8.776
2.519.533 152 - - 957 2.520.642
Jumlah kredit pihak ketiga 10.912.018 433.410 72.108 42.832 112.569 11.572.937
Jumlah kredit 10.928.085 433.410 72.108 42.832 112.569 11.589.004
Penyisihan kerugian (102.082) (3.354) (1.562) (10.613) (50.937) (168.548)
Bersih 10.826.003 430.056 70.546 32.219 61.632 11.420.456
Rasio kredit bermasalah Bank adalah sebagai berikut:
2008 2007
Gross 1,35% 1,97%
Netto 0,88% 1,43%
Berdasarkan Peraturan Bank Indonesia No. 6/9/PBI/2004 tentang Tindak Lanjut Pengawasan dan
Penetapan Status Bank tanggal 26 Maret 2004, rasio dari kredit bermasalah secara netto
maksimal 5% dari jumlah kredit yang diberikan Bank.
2) Sektor ekonomi
2008
Dalam
Perhatian Kurang
Lancar Khusus Lancar Diragukan Macet Jumlah
Pihak yang mempunyai
hubungan istimewa
(Catatan 41)
Rupiah:
Jasa sosial (butir f) 75.000 - - - - 75.000
Perdagangan, restoran
dan perhotelan 17.018 - - - - 17.018
Lain-lain (butir f) 19.885 3 - - - 19.888
Jumlah kredit pihak yang
mempunyai hubungan
istimewa 111.903 3 - - - 111.906
Pihak ketiga
Rupiah:
Perdagangan, restoran
dan perhotelan 2.043.757 15.540 845 8.516 2.748 2.071.406
Konstruksi 1.738.605 571 - 1.402 500 1.741.078
Jasa usaha 1.048.794 10.753 969 - 2.000 1.062.516
Perindustrian 943.362 7.905 603 - 44.133 996.003
Transportasi 315.063 2.599 - - 25.130 342.792
31
PT BANK MEGA Tbk.
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal
31 Maret 2008 dan 2007
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
9. KREDIT YANG DIBERIKAN (lanjutan)
2) Sektor ekonomi (lanjutan)
2008
Dalam
Perhatian Kurang
Lancar Khusus Lancar Diragukan Macet Jumlah
Pihakk ketiga
Rupiah: (lanjutan)
Pertanian 217.661 - - - - 217.661
Jasa sosial 68.409 427 - 293 93 69.222
Lain-lain (butir j) 5.089.838 417.368 47.361 32.172 29.856 5.616.595
11.465.489 455.163 49.778 42.383 104.460 12.117.273
Mata uang asing:
Perdagangan, restoran
dan perhotelan 933.080 - - - 965 934.045
Jasa usaha 628.302 - - - - 628.302
Perindustrian 529.429 3.869 - - 4.633 537.931
Transportasi 367.949 - - - - 367.949
Konstruksi 116.160 - - - - 116.160
Pertanian 22.556 - - - - 22.556
Jasa sosial 1.926 - - - - 1.926
Lain-lain 28.707 197 - - - 28.904
2.628.109 4.066 - - 5.598 2.637.773
Jumlah kredit pihak ketiga 14.093.598 459.229 49.778 42.383 110.058 14.755.046
Jumlah kredit 14.205.501 459.232 49.778 42.383 110.058 14.866.952
Penyisihan kerugian (136.079) (3.678) (2.352) (10.784) (58.724) (211.617)
Bersih 14.069.422 455.554 47.426 31.599 51.334 14.655.335
2007
Dalam
Perhatian Kurang
Lancar Khusus Lancar Diragukan Macet Jumlah
Pihak yang mempunyai
hubungan istimewa
(Catatan 41)
Rupiah:
Lain-lain (butir f) 16.067 - - - - 16.067
Pihak ketiga
Rupiah:
Perdagangan, restoran
dan perhotelan 1.017.263 106.959 862 - 1.523 1.126.607
Perindustrian 549.651 1.301 40.284 - 43.505 634.741
Jasa usaha 684.113 2.653 - - - 686.766
Transportasi 337.099 334 1 11 - 337.445
Konstruksi 325.047 53.867 - - 200 379.114
Jasa sosial 38.798 641 - 119 8 39.566
Pertanian 13.157 - - - 40.000 53.157
Lain-lain (butir j) 5.427.357 267.503 30.961 42.702 26.376 5.794.899
8.392.485 433.258 72.108 42.832 111.612 9.052.295
Mata uang asing:
Perindustrian 817.695 - - - - 817.695
Jasa usaha 683.984 - - - - 683.984
Pertanian 357.560 - - - - 357.560
Transportasi 353.626 - - - - 353.626
32
PT BANK MEGA Tbk.
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal
31 Maret 2008 dan 2007
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
9. KREDIT YANG DIBERIKAN (lanjutan)
2) Sektor ekonomi (lanjutan)
2007
Dalam
Perhatian Kurang
Lancar Khusus Lancar Diragukan Macet Jumlah
Pihak ketiga
Mata uang asing:
Perdagangan, restoran
dan perhotelan 185.611 - - - 957 186.568
Konstruksi 15.375 - - - - 15.375
Lain-lain 105.682 152 - - - 105.834
2.519.533 152 - - 957 2.520.642
Jumlah kredit pihak ketiga 10.912.018 433.410 72.108 42.832 112.569 11.572.937
Jumlah kredit 10.928.085 433.410 72.108 42.832 112.569 11.589.004
Penyisihan kerugian (102.082) (3.354) (1.562) (10.613) (50.937) (168.548)
Bersih 10.826.003 430.056 70.546 32.219 61.632 11.420.456
3) Jangka waktu
a. Berdasarkan perjanjian kredit sebelum dikurangi penyisihan kerugian
2008 2007
Rupiah
1 tahun atau kurang 2.866.378 2.083.399
1 - 2 tahun 764.452 622.630
2 - 5 tahun 5.331.818 5.239.173
Lebih dari 5 tahun 3.266.531 1.123.160
12.229.179 9.068.362
Mata uang asing
1 tahun atau kurang 1.027.778 763.460
1 - 2 tahun 2.522 3.302
2 - 5 tahun 994.451 1.196.606
Lebih dari 5 tahun 613.022 557.274
2.637.773 2.520.642
Jumlah 14.866.952 11.589.004
b. Berdasarkan sisa umur jatuh tempo sebelum dikurangi penyisihan kerugian
2008 2007
Rupiah
1 tahun atau kurang 3.947.969 2.980.315
1 - 2 tahun 1.431.883 2.645.089
2 - 5 tahun 4.164.311 2.889.182
Lebih dari 5 tahun 2.685.016 553.776
12.229.179 9.068.362
33
PT BANK MEGA Tbk.
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal
31 Maret 2008 dan 2007
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
9. KREDIT YANG DIBERIKAN (lanjutan)
3) Jangka waktu (lanjutan)
b. Berdasarkan sisa umur jatuh tempo sebelum dikurangi penyisihan kerugian (lanjutan)
2008 2007
Mata uang asing
1 tahun atau kurang 1.036.216 775.936
1 - 2 tahun 180.984 80.109
2 - 5 tahun 1.174.649 1.107.478
Lebih dari 5 tahun 245.924 557.119
2.637.773 2.520.642
Jumlah 14.866.952 11.589.004
Berikut ini adalah informasi lainnya sehubungan dengan kredit yang diberikan:
a. Kredit yang diberikan dalam mata uang asing terdiri dari Dolar Amerika Serikat dan Dolar
Singapura.
b. Kredit yang diberikan dijamin dengan agunan tunai berupa giro, deposito, tabungan, emas,
agunan yang diikat dengan hak tanggungan atau surat kuasa untuk menjual dan jaminan lain yang
umumnya diterima oleh perbankan (Catatan 14, 15 dan 16). Manajemen berkeyakinan bahwa
agunan yang diterima atas kredit yang diberikan cukup untuk menutup kerugian yang mungkin
timbul akibat tidak tertagihnya kredit yang diberikan.
c. Suku bunga rata-rata per tahun atas kredit adalah sebagai berikut:
2008 2007
Rupiah
Investasi 12,87% 15,60%
Modal kerja 13,17% 15,33%
Konsumsi 14,48% 16,90%
Mata uang asing
Investasi 9,18% 9,01%
Modal kerja 7,92% 9,00%
Konsumsi 7,61% 7,00%
d. Kredit modal kerja dan investasi diberikan kepada debitur untuk memenuhi kebutuhan modal kerja
dan barang-barang modalnya.
e. Kredit konsumsi terdiri dari:
2008 2007
Rupiah
Kredit kendaraan bermotor 3.482.174 4.691.304
Kredit pemilikan rumah 932.612 393.687
Kartu kredit 636.083 345.125
Kredit perorangan lainnya 381.556 231.851
5.432.425 5.661.967
34
PT BANK MEGA Tbk.
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal
31 Maret 2008 dan 2007
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
9. KREDIT YANG DIBERIKAN (lanjutan)
Berikut ini adalah informasi lainnya sehubungan dengan kredit yang diberikan (lanjutan):
e. Kredit konsumsi terdiri dari (lanjutan):
2008 2007
Mata uang asing
Kredit pemilikan rumah 15.142 8.575
Kredit kendaraan bermotor 546 201
15.688 8.776
Jumlah 5.448.113 5.670.743
f. Kredit yang diberikan kepada pihak yang mempunyai hubungan istimewa pada tanggal 31 Maret
2008 dan 2007 masing-masing meliputi 0,35% dan 0,05% dari jumlah aktiva, yang diberikan
dengan kondisi dan persyaratan lainnya yang sebanding dengan kredit kepada pihak ketiga
lainnya. Perincian kredit tersebut adalah (Catatan 41):
2008 2007
Pinjaman perusahaan yang mempunyai
hubungan istimewa 92.019 -
Pinjaman direksi dan karyawan Bank 13.494 13.225
Pinjaman komisaris dan direksi perusahaan yang
mempunyai hubungan istimewa 6.393 2.842
Jumlah 111.906 16.067
Pinjaman karyawan merupakan kredit yang diberikan kepada direksi dan karyawan untuk
pembelian kendaraan dan rumah serta kartu kredit dengan jangka waktu yang berkisar antara
1 (satu) sampai dengan 10 (sepuluh) tahun dengan suku bunga tahunan rata-rata sebesar 11,75%
dan 12,75% masing-masing pada tahun 2008 dan 2007, yang dilunasi melalui pemotongan gaji
setiap bulan.
g. Bentuk restrukturisasi kredit terdiri dari modifikasi persyaratan kredit dan perpanjangan jatuh
tempo.
2008 2007
Kredit yang direstrukturisasi 207.129 9.697
Penyisihan kerugian (2.070) (97)
Bersih 205.059 9.600
Kredit yang direstrukturisasi berdasarkan kolektibilitas adalah sebagai berikut:
2008 2007
Lancar 207.040 9.697
Dalam perhatian khusus 89 -
Jumlah 207.129 9.697
Penyisihan kerugian (2.070) (97)
Bersih 205.059 9.600
Pada tanggal 31 Maret 2008 tidak terdapat kredit yang sedang dalam proses restrukturisasi.
35
PT BANK MEGA Tbk.
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal
31 Maret 2008 dan 2007
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
9. KREDIT YANG DIBERIKAN (lanjutan)
Berikut ini adalah informasi lainnya sehubungan dengan kredit yang diberikan (lanjutan):
h. Pada tanggal 31 Maret 2008 dan 2007, jumlah kredit yang telah dihentikan pembebanan
bunganya masing-masing sebesar Rp200.219 dan Rp227.509 atau meliputi 1,35% dan 1,97% dari
jumlah kredit yang diberikan. Pendapatan bunga atas kredit yang telah dihentikan pembebanan
bunganya tersebut diakui pada saat pembayarannya diterima, kecuali untuk kredit yang
digolongkan “Diragukan” dan “Macet”, pendapatan bunga diakui pada saat seluruh pembayaran
pokok sudah terlunasi.
Perincian pinjaman bermasalah dan penyisihan kerugian berdasarkan sektor ekonomi adalah
sebagai berikut:
2008 2007
Penyisihan Penyisihan
Pokok Kerugian Pokok Kerugian
Pertanian - - 40.000 -
Perindustrian 49.369 31.148 83.789 31.599
Transportasi 25.130 - 12 1
Perdagangan, restoran
dan perhotelan 13.075 2.385 3.342 1.572
Jasa usaha 969 51 - -
Konstruksi 1.902 515 200 -
Jasa sosial 387 240 127 68
Lain-lain 109.387 36.021 100.039 29.872
Jumlah 200.219 70.360 227.509 63.112
i. Ikhtisar perubahan penyisihan kerugian adalah sebagai berikut:
2008 2007
Mata Uang Mata Uang
Rupiah Asing Jumlah Rupiah Asing Jumlah
Saldo awal periode 166.556 27.387 193.943 139.755 19.902 159.657
Penyisihan kerugian selama
periode berjalan (Catatan 32) 40.925 (3.133) 37.792 17.865 2.683 20.548
Penerimaan kembali kredit yang
telah dihapusbukukan (butir k) 833 - 833 2.597 - 2.597
Penghapusbukuan selama
periode berjalan (butir k) (20.372) - (20.372) (14.529) - (14.529)
Selisih kurs penjabaran - (579) (579) - 275 275
Saldo akhir periode 187.942 23.675 211.617 145.688 22.860 168.548
Penyisihan kerugian kredit dibentuk berdasarkan hasil penelaahan manajemen Bank terhadap
kualitas masing-masing akun kredit pada akhir tahun. Dalam menentukan keseluruhan penyisihan
kerugian tersebut, Bank menggunakan ketentuan Bank Indonesia sebagai acuan (Catatan 2h).
Manajemen Bank berpendapat bahwa jumlah penyisihan kerugian di atas adalah cukup untuk
menutup kemungkinan kerugian atas tidak tertagihnya kredit yang diberikan serta telah dihitung
berdasarkan ketentuan Bank Indonesia.
j. Kredit yang disalurkan dengan sistem penerusan kredit (channeling) dan pembiayaan bersama
(joint financing) pada tanggal 31 Maret 2008 dan 2007 masing-masing sebesar Rp3.591.191 dan
Rp4.860.115. Risiko kredit yang ditanggung oleh Bank adalah sesuai dengan porsi kredit yang
dibiayai oleh Bank yang berkisar antara 90% sampai dengan 99% sebagaimana disebutkan dalam
perjanjian.
36
PT BANK MEGA Tbk.
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal
31 Maret 2008 dan 2007
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
9. KREDIT YANG DIBERIKAN (lanjutan)
Berikut ini adalah informasi lainnya sehubungan dengan kredit yang diberikan (lanjutan):
Mengacu pada Risalah Rapat antara Bank dengan Bank Indonesia tanggal 27 Juli 2005, Bank
Indonesia berpendapat bahwa pemberian kredit kendaraan bermotor dengan pola pembiayaan
bersama dengan beberapa perusahaan pembiayaan melampaui Batas Maksimum Pemberian
Kredit (BMPK). Selanjutnya, sesuai dengan Surat BI No. 7/254/DPwBI/PwB14 tanggal
23 September 2005, Bank Indonesia telah meminta Bank untuk menyampaikan rencana tindak
lanjut untuk mengubah skema pembiayaan bersama dengan pola “mirroring” untuk menghindari
adanya penafsiran pelampauan BMPK. Sesuai dengan Surat BI No. 7/85/DPwB1/PwB14/Rahasia
tanggal 21 November 2005, implementasi atas sistem “mirroring” akan dilaksanakan selambat-
lambatnya pada bulan Juni 2006 dan Bank tidak diperkenankan untuk memberikan plafon baru
sampai dengan implementasi sistem “mirroring” dijalankan.
Sebagai tindak lanjut, sejak bulan Juni 2006, Bank mulai mengimplementasikan sistem “mirroring”
atas pembiayaan baru yang diberikan bersama dengan PT Federal International Finance (FIF),
PT Indomobil Finance Indonesia dan PT Para Multifinance, pihak yang mempunyai hubungan
istimewa.
Jumlah kredit dengan pola pembiayaan bersama (joint financing) dengan pihak yang mempunyai
hubungan istimewa adalah sebagai berikut:
2008 2007
PT Para Multi Finance 741.364 291.602
PT Mega Central Finance 195.129 -
PT Mega Auto Finance 84.843
1.021.336 291.602
Seluruh kredit dengan pola pembiayaan bersama (joint financing) dengan pihak hubungan
istimewa tersebut telah menggunakan sistem “mirroring”.
Namun demikian atas transaksi pembiayaan bersama dengan FIF yang belum dapat diubah
menjadi sistem “mirroring”, Bank Indonesia melalui surat BI No. 9/66/DPB1 tanggal 5 Februari
2007, telah memberikan perpanjangan jangka waktu penerapan tindak lanjut pola “mirroring”
kepada FIF dari semula sampai dengan bulan Oktober 2006 menjadi sampai dengan bulan
Desember 2007.
Bank melalui surat No. 367/DIRBM-IRFD/07 tanggal 17 Desember 2007 melaporkan ke Bank
Indonesia bahwa konversi atas sebagian kredit (Rp614.670) dengan pola pembiayaan bersama
dengan FIF ke sistem “mirroring” telah selesai dilaksanakan, sehingga pada tanggal 31 Maret
2008 tidak terdapat pelampauan BMPK.
k. Ikhtisar perubahan kredit yang dihapusbukukan adalah sebagai berikut:
2008 2007
Saldo awal periode 125.347 66.016
Penghapusbukuan dalam periode berjalan (butir i) 20.372 14.529
Penerimaan kembali kredit yang telah
dihapusbukukan (butir i) (833) (2.597)
Saldo akhir periode 144.886 77.948
37
PT BANK MEGA Tbk.
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal
31 Maret 2008 dan 2007
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
9. KREDIT YANG DIBERIKAN (lanjutan)
Berikut ini adalah informasi lainnya sehubungan dengan kredit yang diberikan (lanjutan):
l. Rasio kredit usaha kecil terhadap kredit yang diberikan adalah 2,19% pada tahun 2008 dan 2,90%
pada tahun 2007.
m. Pemberian kredit dilakukan Bank berdasarkan prinsip kehati-hatian serta memenuhi ketentuan
yang telah ditetapkan oleh Bank Indonesia. Bank memiliki pedoman kebijakan pemberian kredit
dan ketentuan pelaksanaannya. Pemberian kredit dilaksanakan melalui tahapan analisa terhadap
karakter, modal, kapasitas, kondisi usaha dan tersedianya agunan.
Untuk menjamin persetujuan kredit yang obyektif dengan kualitas kredit yang baik, maka setiap
persetujuan kredit tidak dapat diputuskan oleh satu orang, melainkan menganut sistim Four Eyes
Principle, yaitu melalui komite kredit. Four Eyes Principle didefinisikan sebagai prinsip
pengambilan keputusan kredit yang didasarkan atas hasil evaluasi dan analisa dari 2 (dua) fungsi
yang berbeda, yaitu fungsi bisnis dan fungsi risiko. Komite kredit dibentuk dalam tiga tingkatan,
yaitu komite kredit cabang, wilayah dan komite kredit kantor pusat, masing-masing dengan
wewenang persetujuan kredit yang berjenjang.
Pelaksanaan pengendalian risiko portofolio kredit dilaksanakan secara terpadu sejak proses
pengajuan kredit oleh calon debitur sampai dengan penyelesaian kredit yang dilakukan oleh unit-
unit perkreditan secara berjenjang, yaitu berjalannya fungsi pembuatan, pengecekan dan
persetujuan oleh pejabat yang berlainan. Pengawasan kredit secara menyeluruh dilakukan oleh
komite kredit bekerja sama dengan divisi pendukung kredit untuk menjaga kualitas kredit yang
telah diberikan.
10. TAGIHAN AKSEPTASI - PIHAK KETIGA
Rincian tagihan akseptasi berdasarkan sisa umur jatuh tempo sebagai berikut:
2008 2007
Rupiah
Kurang dari 1 bulan 7.998 105.373
1 - 3 bulan 12.877 77.195
3 - 6 bulan 5.680 -
26.555 182.568
Dolar Amerika Serikat
Kurang dari 1 bulan 58.196 27.650
1 - 3 bulan 81.444 87.539
3 - 6 bulan 152.841 121.546
292.481 236.735
Jumlah 319.036 419.303
Penyisihan kerugian (2.820) (2.966)
Bersih 316.216 416.337
38
PT BANK MEGA Tbk.
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal
31 Maret 2008 dan 2007
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
10. TAGIHAN AKSEPTASI - PIHAK KETIGA (lanjutan)
Ikhtisar perubahan penyisihan kerugian tagihan akseptasi adalah sebagai berikut:
2008 2007
Mata uang Mata uang
Rupiah asing Jumlah Rupiah asing Jumlah
Saldo awal periode 480 1.849 2.329 870 1.901 2.771
Penyisihan (pemulihan
penyisihan) kerugian
selama periode berjalan
(Catatan 32) (243) 761 518 92 79 171
Selisih kurs penjabaran - (27) (27 ) - 24 24
Saldo akhir periode 237 2.583 2.820 962 2.004 2.966
Berdasarkan hasil penelaahan dan evaluasi manajemen Bank, kolektibilitas atas seluruh tagihan
akseptasi pada tanggal 31 Maret 2008 dan 2007 digolongkan lancar. Manajemen Bank berpendapat
bahwa jumlah penyisihan kerugian yang dibentuk adalah cukup untuk menutup kemungkinan kerugian
atas tidak tertagihnya akun ini serta telah dihitung berdasarkan ketentuan Bank Indonesia.
11. AKTIVA TETAP
Aktiva tetap terdiri dari:
2008
Reklasifikasi/ Reklasifikasi/
Saldo Awal Penambahan Pengurangan Saldo Akhir
Kepemilikan Langsung
Harga Perolehan
Hak atas tanah 188.513 7.117 - 195.630
Bangunan 464.415 20.897 287 485.025
Peralatan kantor 210.109 2.604 260 212.453
Perabot kantor 107.795 9.508 3 117.300
Kendaraan 84.282 3.351 1.800 85.833
Perbaikan gedung 18.769 171 - 18.940
Jumlah 1.073.883 43.648 2.350 1.115.181
Aktiva dalam Penyelesaian
Bangunan 38.945 - 8.292 30.653
Jumlah Harga Perolehan 1.112.828 43.648 10.642 1.145.834
Kepemilikan Langsung
Akumulasi Penyusutan
Bangunan 64.405 6.001 115 70.291
Peralatan kantor 167.122 5.888 259 172.751
Perabot kantor 63.829 4.202 4 68.027
Kendaraan 49.646 2.515 908 51.253
Perbaikan gedung 14.179 612 - 14.791
Jumlah Akumulasi Penyusutan 359.181 19.218 1.286 377.113
Nilai Buku 753.647 768.721
39
PT BANK MEGA Tbk.
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal
31 Maret 2008 dan 2007
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
11. AKTIVA TETAP (lanjutan)
2007
Reklasifikasi/ Reklasifikasi/
Saldo Awal Penambahan Pengurangan Saldo Akhir
Kepemilikan Langsung
Harga Perolehan
Hak atas tanah 158.929 21.561 12.823 167.667
Bangunan 423.829 17.951 18.342 423.438
Peralatan kantor 183.255 5.753 1.845 187.163
Perabot kantor 93.521 2.601 1.436 94.686
Kendaraan 74.520 2.031 139 76.412
Perbaikan gedung 13.714 670 - 14.384
Jumlah 947.768 50.567 34.585 963.750
Aktiva dalam Penyelesaian
Bangunan 8.689 - 8.689 -
Jumlah Harga Perolehan 956.457 50.567 43.274 963.750
Kepemilikan Langsung
Akumulasi Penyusutan
Bangunan 42.895 5.187 10 48.072
Peralatan kantor 140.820 5.744 746 145.818
Perabot kantor 46.076 4.048 134 49.990
Kendaraan 39.822 2.483 86 42.219
Perbaikan gedung 12.169 261 - 12.430
Jumlah Akumulasi Penyusutan 281.782 17.723 976 298.529
Nilai Buku 674.675 665.221
Pada tanggal 31 Maret 2008, hak atas tanah yang dimiliki oleh Bank merupakan Hak Guna Bangunan
(HGB) dan Hak Milik atas Satuan Rumah Susun (HMASRS) dengan sisa umur hak atas tanah
tersebut berkisar antara 4 bulan sampai dengan 30 tahun dan dapat diperpanjang.
Atas sebagian ruangan kantor yang disewakan kepada pihak-pihak yang mempunyai hubungan
istimewa (Catatan 12a) disajikan sebagai bagian dari aktiva tetap karena nilai buku dari ruangan yang
disewakan tersebut tidak material.
Aktiva tetap, kecuali aktiva dalam penyelesaian dan tanah, diasuransikan terhadap risiko kebakaran
dan risiko lainnya berdasarkan suatu paket polis tertentu. Manajemen Bank berpendapat bahwa nilai
pertanggungan tersebut cukup untuk menutup kemungkinan kerugian atas aktiva tetap yang
dipertanggungkan.
Tanah dan bangunan dengan nilai buku sejumlah Rp8.857 dan Rp9.159 masing-masing pada tanggal
31 Maret 2008 dan 2007, dijadikan jaminan atas pinjaman yang diperoleh dari Bank Indonesia
(Catatan 26).
Penyusutan yang dibebankan pada beban operasional sebesar Rp19.218 dan Rp17.723 masing-
masing untuk tahun 2008 dan 2007 (Catatan 33).
Laba (rugi) yang timbul dari hasil penjualan dan penghapusan aktiva tetap - bersih dicatat sebagai
bagian dari akun “Pendapatan dan Beban Bukan Operasional” pada laporan laba rugi. Manajemen
Bank berpendapat bahwa tidak terdapat penurunan nilai atas aktiva tetap di atas.
40
PT BANK MEGA Tbk.
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal
31 Maret 2008 dan 2007
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
12. AKTIVA LAIN-LAIN
Aktiva lain-lain terdiri dari:
2008 2007
Mata Uang Mata Uang
Rupiah Asing Jumlah Rupiah Asing Jumlah
Pihak yang mempunyai
hubungan istimewa
(Catatan 41)
Piutang sewa (butir a) 2.568 - 2.568 2.627 - 2.627
Sewa dibayar di muka
(butir b) 634 - 634 1.030 - 1.030
Bunga masih akan
diterima 273 - 273 40 - 40
Pihak ketiga
Bunga masih akan
diterima 270.124 29.968 300.092 286.135 29.182 315.317
Uang muka pembelian
aktiva 128.671 - 128.671 52.461 - 52.461
Biaya dibayar di muka
(butir c) 75.907 - 75.907 76.588 - 76.588
Agunan yang diambil
alih setelah dikurangi
penyisihan kerugian
sebesar Rp2.083 dan
Rp1.457 pada tanggal
31 Maret 2008 dan
2007 (butir d dan
Catatan 32) 19.785 - 19.785 19.232 - 19.232
Biaya ditangguhkan 14.506 - 14.506 13.966 - 13.966
Setoran jaminan 7.383 4.383 11.766 7.160 4.150 11.310
Uang muka 8.663 - 8.663 12.510 - 12.510
Biaya penyelamatan
Bank (butir e) 6.662 - 6.662 15.746 - 15.746
Piutang sewa 228 - 228 - - -
Lain-lain 59.671 52 59.723 6.985 47 7.032
Jumlah 595.075 34.403 629.478 494.480 33.379 527.859
a. Bank menyewakan sebagian ruangan kantor di Menara Bank Mega kepada PT Mega Capital
Indonesia, PT Para Bandung Propertindo, PT Asuransi Umum Mega, PT Asuransi Jiwa Mega Life,
PT Duta Visual Nusantara Tivi Tujuh, PT Bank Syariah Mega Indonesia, PT Trans Coffee dan
PT Trans Kalla Makassar, pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa. Jumlah pendapatan
sewa yang diperoleh untuk tahun 2008 dan 2007 masing-masing sebesar Rp2.544 dan Rp2.727
dan dicatat sebagai bagian dari akun “Pendapatan Bukan Operasional - Pendapatan Sewa” pada
laporan laba rugi (Catatan 11 dan 41).
b. Bank mengadakan perjanjian sewa menyewa dengan PT Para Bandung Propertindo, pihak yang
mempunyai hubungan istimewa, atas ruangan di Bandung Super Mal yang digunakan sebagai
salah satu cabang Bank. Jangka waktu sewa tersebut adalah 5 tahun. Jumlah biaya sewa untuk
tahun 2008 dan 2007 masing-masing sebesar Rp632 dan Rp575 dan dicatat sebagai bagian dari
akun “Beban Umum dan Administrasi” pada laporan laba rugi (Catatan 33 dan 41).
c. Untuk meningkatkan dana pihak ketiga, Bank memperkenalkan produk tabungan Mega Rencana
dimana pada saat pembukaan rekening tabungan tersebut, nasabah akan melakukan penyetoran
dana sebesar jumlah tertentu (Catatan 15). Sebagai kompensasi, nasabah akan memperoleh
barang tertentu, yang nilainya kurang lebih setara dengan jumlah dana yang disetorkan ke Bank
pada saat pembukaan rekening. Selanjutnya berdasarkan perjanjian, nasabah tersebut wajib
melakukan penyetoran dana tabungan sebesar jumlah tertentu setiap bulannya sampai dengan
jatuh tempo. Pemberian barang tersebut dibukukan sebagai biaya dibayar di muka yang
diamortisasi selama jangka waktu perjanjian dan akan diperhitungkan sebagai kewajiban yang
harus dibayar oleh nasabah apabila nasabah yang bersangkutan gagal memenuhi ketentuan
perjanjian tersebut.
41
PT BANK MEGA Tbk.
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal
31 Maret 2008 dan 2007
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
12. AKTIVA LAIN-LAIN (lanjutan)
Pada tanggal 31 Maret 2008 dan 2007, nilai barang yang diberikan kepada nasabah setelah
dikurangi dengan amortisasi sesuai dengan jangka waktu perjanjian masing-masing sebesar
Rp42.808 dan Rp37.398, dicatat sebagai bagian dari akun “Aktiva Lain-lain - Biaya Dibayar di
Muka” pada neraca. Sedangkan jumlah amortisasi untuk tahun 2008 dan 2007 dicatat sebagai
bagian dari akun “Beban Umum dan Administrasi” pada laporan laba rugi (Catatan 33). Produk
tabungan Mega Rencana tersebut juga dilindungi dengan asuransi jiwa.
d. Pada tanggal 31 Maret 2008 dan 2007, agunan yang diambil alih berdasarkan kolektibilitas lancar
dan kurang lancar adalah masing-masing sebesar Rp8.048 dan Rp13.820 untuk tahun 2008 dan
Rp10.975 dan Rp9.714 untuk tahun 2007 .
Ikhtisar perubahan penyisihan kerugian agunan yang diambil alih adalah sebagai berikut:
2008 2007
Saldo awal periode 2.129 -
Penyisihan kerugian selama periode berjalan
(Catatan 32) (46) 1.457
Saldo akhir periode 2.083 1.457
Manajemen Bank berpendapat bahwa jumlah penyisihan kerugian atas agunan yang diambil alih
telah memadai dan nilai tercatat agunan yang diambil alih tersebut merupakan nilai bersih yang
dapat direalisasi.
e. Biaya penyelamatan Bank merupakan biaya-biaya yang terjadi pada saat PT Mega Corpora
(dahulu PT Para Global Investindo) dan PT Para Rekan Investama mengambil alih kepemilikan
Bank pada tanggal 28 Maret 1996. Biaya-biaya tersebut, yang antara lain terdiri dari biaya
penyelesaian kredit sebelum pengambilalihan Bank merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari
pendapatan bunga di masa mendatang sebagai hasil dari pemanfaatan pinjaman subordinasi
yang diperoleh Bank dari BI (Catatan 26). BI dalam suratnya No. 29/119/UPB1/AdB1 tanggal
25 Juni 1996 telah menyetujui perlakuan penangguhan ini. Biaya penyelamatan Bank tersebut
diamortisasi dengan menggunakan metode garis lurus sampai dengan tahun 2010 setelah
dikurangi dengan hasil penagihan dari penyelesaian kredit masa lalu dan dicatat dalam akun
“Beban Bukan Operasional” pada laporan laba rugi.
Sehubungan dengan perubahan jangka waktu pinjaman subordinasi berdasarkan surat BI
No. 3/510/BKr tanggal 28 Desember 2001 (Catatan 26), mulai tahun 2002 saldo biaya
penyelamatan Bank tersebut diamortisasi dengan metode garis lurus sampai dengan tahun 2008
setelah dikurangi dengan hasil penagihan dari penyelesaian kredit masa lalu.
Ikhtisar perubahan biaya penyelamatan Bank adalah sebagai berikut:
2008 2007
Saldo awal 8.916 18.015
Amortisasi (2.254) (2.269)
Saldo akhir 6.662 15.746
42
PT BANK MEGA Tbk.
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal
31 Maret 2008 dan 2007
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
13. KEWAJIBAN SEGERA
Kewajiban segera terdiri dari transaksi kliring atau transfer nasabah yang belum diselesaikan, titipan
pembayaran pajak yang belum dilimpahkan ke rekening Kantor Perbendaharaan dan Kas Negara
(KPKN) sehubungan dengan kegiatan operasional Bank sebagai Bank Persepsi serta hutang pajak
Bank.
14. GIRO
Giro terdiri dari:
2008 2007
Mata Uang Mata Uang
Rupiah Asing Jumlah Rupiah Asing Jumlah
Pihak yang mempunyai
hubungan istimewa
(Catatan 41) 88.834 24.474 113.308 28.199 13.237 41.436
Pihak ketiga 3.620.894 1.857.374 5.478.268 3.027.514 1.169.766 4.197.280
Jumlah 3.709.728 1.881.848 5.591.576 3.055.713 1.183.003 4.238.716
Rincian giro dalam mata uang asing adalah sebagai berikut:
2008
Dolar Dolar
Amerika Serikat Singapura Euro Jumlah
Pihak yang mempunyai
hubungan istimewa 24.446 28 - 24.474
Pihak ketiga 1.722.090 123.084 12.200 1.857.374
Jumlah 1.746.536 123.112 12.200 1.881.848
2007
Dolar Dolar
Amerika Serikat Singapura Euro Jumlah
Pihak yang mempunyai
hubungan istimewa 13.222 15 - 13.237
Pihak ketiga 1.079.335 84.561 5.870 1.169.766
Jumlah 1.092.557 84.576 5.870 1.183.003
Suku bunga rata-rata tahunan untuk giro adalah sebagai berikut:
2008 2007
Rupiah 3,71% 5,36%
Mata uang asing
Dolar Amerika Serikat 2,92% 3,31%
Dolar Singapura 0,49% 0,49%
Euro 0,25% 0,31%
Giro yang digunakan sebagai jaminan atas fasilitas-fasilitas kredit, bank garansi dan Letter of Credit
yang diberikan oleh Bank kepada nasabah atau yang diblokir pada tanggal 31 Maret 2008 berjumlah
Rp19.325 (Catatan 9b).
43
PT BANK MEGA Tbk.
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal
31 Maret 2008 dan 2007
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
14. GIRO (lanjutan)
Pihak yang mempunyai hubungan istimewa adalah perusahaan-perusahaan dalam kelompok usaha
Para, komisaris, direksi dan karyawan kunci Bank.
Giro yang diterima dari pihak yang mempunyai hubungan istimewa pada tanggal 31 Maret 2008 dan
2007 masing-masing meliputi 0,39% dan 0,15% dari jumlah kewajiban.
15. TABUNGAN
Tabungan terdiri dari:
2008 2007
Pihak yang Pihak yang
Mempunyai Mempunyai
Hubungan Hubungan
Istimewa Istimewa
(Catatan 41) Pihak Ketiga Jumlah (Catatan 41) Pihak Ketiga Jumlah
Mega Ultima 776 2.336.038 2.336.814 10.050 2.008.940 2.018.990
Mega Absolut 11.165 1.825.213 1.836.378 - - -
Mega Dana 4.584 1.428.870 1.433.454 14.716 947.034 961.750
Mega Maxi 776 259.206 259.982 666 395.469 396.135
Mega Rencana
(Catatan 12c) 867 201.121 201.988 953 146.223 147.176
Mega Salary - 6.156 6.156 - 3.751 3.751
Mega Proteksi - 216 216 - 258 258
Mega Prestasi - 61 61 - 62 62
Jumlah 18.168 6.056.881 6.075.049 26.385 3.501.737 3.528.122
Seluruh tabungan dalam mata uang Rupiah dengan suku bunga rata-rata tahunan sebesar 5,20%
pada tahun 2007 dan 6,55% pada tahun 2007.
Tabungan yang digunakan sebagai jaminan atas fasilitas-fasilitas kredit, bank garansi dan Letter of
Credit yang diberikan oleh Bank kepada nasabah atau yang diblokir pada tanggal 31 Maret 2008
berjumlah Rp3.250 (Catatan 9b).
Pihak yang mempunyai hubungan istimewa adalah komisaris, direksi dan karyawan kunci Bank.
Tabungan yang diterima dari pihak yang mempunyai hubungan istimewa pada tanggal 31 Maret 2008
dan 2007 masing-masing meliputi 0,06% dan 0,09% dari jumlah kewajiban.
16. DEPOSITO BERJANGKA
Deposito berjangka terdiri dari:
2008 2007
Mata Uang Mata Uang
Rupiah Asing Jumlah Rupiah Asing Jumlah
Pihak yang mempunyai
hubungan istimewa
(Catatan 41) 157.971 2.645 160.616 163.681 11.843 175.524
Pihak ketiga 11.281.504 2.741.197 14.022.701 15.889.964 1.847.362 17.737.326
Jumlah 11.439.475 2.743.842 14.183.317 16.053.645 1.859.205 17.912.850
44
PT BANK MEGA Tbk.
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal
31 Maret 2008 dan 2007
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
16. DEPOSITO BERJANGKA (lanjutan)
Rincian deposito berjangka berdasarkan sisa umur sampai dengan saat jatuh tempo adalah sebagai
berikut:
2008 2007
Mata Uang Mata Uang
Rupiah Asing Jumlah Rupiah Asing Jumlah
Kurang dari 1 bulan 10.574.094 2.496.395 13.070.489 12.306.496 1.458.115 13.764.611
1 - 3 bulan 603.536 200.571 804.107 2.553.998 383.980 2.937.978
3 - 6 bulan 105.858 22.506 128.364 237.753 7.200 244.953
6 - 12 bulan 155.987 24.370 180.357 955.398 9.910 965.308
Jumlah 11.439.475 2.743.842 14.183.317 16.053.645 1.859.205 17.912.850
Rincian deposito berjangka berdasarkan jangka waktu adalah sebagai berikut:
2008 2007
Mata Uang Mata Uang
Rupiah Asing Jumlah Rupiah Asing Jumlah
Kurang dari 1 bulan 1.132.632 1.841 1.134.473 1.640.679 59.386 1.700.065
1 bulan 9.448.137 2.610.333 12.058.470 11.936.585 1.683.930 13.620.515
3 bulan 342.418 85.951 428.369 757.672 84.334 842.006
6 bulan 303.927 18.136 322.063 357.195 21.570 378.765
12 bulan 168.191 27.581 195.772 1.296.361 9.985 1.306.346
Lebih dari 12 bulan 44.170 - 44.170 65.153 - 65.153
Jumlah 11.439.475 2.743.842 14.183.317 16.053.645 1.859.205 17.912.850
Deposito berjangka yang digunakan sebagai jaminan atas fasilitas-fasilitas kredit, bank garansi dan
Letter of Credit yang diberikan oleh Bank kepada nasabah atau yang diblokir pada tanggal 31 Maret
2008 dan 2007 masing-masing berjumlah Rp625.201 dan Rp721.125 (Catatan 9b).
Pihak yang mempunyai hubungan istimewa adalah perusahaan-perusahaan dalam kelompok usaha
Para, komisaris, direksi dan karyawan kunci Bank.
Deposito berjangka yang diterima dari pihak yang mempunyai hubungan istimewa pada tanggal
31 Maret 2008 dan 2007 masing-masing meliputi 0,55% dan 0,62% dari jumlah kewajiban.
Suku bunga rata-rata tahunan deposito adalah sebagai berikut:
2008 2007
Rupiah 7,35% 9,13%
Mata uang asing
Dolar Amerika Serikat 4,22% 4,16%
Dolar Singapura 2,08% 1,55%
Euro 1,87% 1,10%
45
PT BANK MEGA Tbk.
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal
31 Maret 2008 dan 2007
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
17. SIMPANAN DARI BANK LAIN
Rincian simpanan dari bank lain adalah sebagai berikut:
2008 2007
Rupiah
Call money - Pihak ketiga 819.500 526.600
Deposito berjangka - Pihak ketiga 195.071 321.181
Giro
Pihak yang mempunyai hubungan
istimewa (butir b dan Catatan 41) 708 922
Pihak ketiga 108.046 32.183
1.123.325 880.886
Dolar Amerika Serikat
Call money - Pihak ketiga - 292.000
- 292.000
Jumlah 1.123.325 1.172.886
a. Rincian simpanan dari bank lain berdasarkan jangka waktu adalah sebagai berikut:
2008
Deposito
Call Money Berjangka Giro Jumlah
Kurang dari 1 bulan 819.500 183.171 108.754 1.111.425
1 - 3 bulan - 11.900 - 11.900
Jumlah 819.500 195.071 108.754 1.123.325
2007
Deposito
Call Money Berjangka Giro Jumlah
Kurang dari 1 bulan 727.350 319.631 33.105 1.080.086
1 - 3 bulan 91.250 1.550 - 92.800
Jumlah 818.600 321.181 33.105 1.172.886
b. Simpanan yang diterima dari pihak hubungan istimewa merupakan simpanan dari PT Bank
Syariah Mega Indonesia pada tanggal 31 Maret 2008 dan 2007 masing-masing meliputi 0,0024%
dan 0,003% dari jumlah kewajiban.
c. Suku bunga rata-rata tahunan simpanan dari bank lain adalah sebagai berikut:
2008 2007
Rupiah 6,55% 6,11%
Mata uang asing
Dolar Amerika Serikat - 5,60%
46
PT BANK MEGA Tbk.
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal
31 Maret 2008 dan 2007
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
18. AKTIVA (KEWAJIBAN) PAJAK TANGGUHAN
Rincian aktiva (kewajiban) pajak tangguhan - bersih adalah sebagai berikut:
2008 2007
Aktiva pajak tangguhan
Kewajiban diestimasi atas imbalan kerja 14.038 8.919
Penyisihan kerugian aktiva produktif
dan non-produktif 3.747 3.103
Estimasi kerugian komitmen dan kontinjensi 2.726 1.180
Penyusutan aktiva tetap 1.638 2.129
Jumlah 22.149 15.331
Kewajiban pajak tangguhan
Keuntungan yang belum direalisasi atas surat
berharga tersedia untuk dijual (209.983) (2.503)
Aktiva (kewajiban) pajak tangguhan - bersih (187.834) 12.828
Manajemen Bank berpendapat bahwa seluruh aktiva pajak tangguhan dapat terpulihkan di masa
mendatang.
19. EFEK YANG DIJUAL DENGAN JANJI DIBELI KEMBALI
Seluruh efek yang dijual dengan janji dibeli kembali pada tanggal 31 Maret 2007 merupakan penjualan
Sertifikat Bank Indonesia, dengan rincian sebagai berikut:
Suku Tanggal Harga
Bunga Jatuh Tempo Nilai Nominal Beli Kembali
Sertifikat Bank Indonesia 12,00% 2 April 2007 415.000 414.655
Jumlah 414.655
20. HUTANG BUNGA
Hutang bunga terdiri dari:
2008 2007
Rupiah
Pihak yang mempunyai
hubungan istimewa (Catatan 41) 246 218
Pihak ketiga 76.837 77.500
77.083 77.718
Mata uang asing
Pihak yang mempunyai
hubungan istimewa (Catatan 41) 15 15
Pihak ketiga 5.189 7.415
5.204 7.430
Jumlah 82.287 85.148
47
PT BANK MEGA Tbk.
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal
31 Maret 2008 dan 2007
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
20. HUTANG BUNGA (lanjutan)
Rincian hutang bunga dalam mata uang asing adalah sebagai berikut:
2008
Dolar Dolar
Amerika Serikat Singapura Euro Jumlah
Pihak yang mempunyai
hubungan istimewa 15 - - 15
Pihak ketiga 5.113 32 44 5.189
Jumlah 5.128 32 44 5.204
2007
Dolar Dolar
Amerika Serikat Singapura Euro Jumlah
Pihak yang mempunyai
hubungan istimewa 15 - - 15
Pihak ketiga 7.400 12 3 7.415
Jumlah 7.415 12 3 7.430
Pihak yang mempunyai hubungan istimewa adalah perusahaan-perusahaan yang dalam kelompok
usaha Para, komisaris, direksi dan karyawan kunci Bank.
Hutang bunga kepada pihak yang mempunyai hubungan istimewa pada tanggal 31 Maret 2008 dan
2007 masing-masing meliputi 0,0009% dan 0,0008% dari jumlah kewajiban.
21. KEWAJIBAN AKSEPTASI - PIHAK KETIGA
Rincian kewajiban akseptasi berdasarkan sisa umur jatuh tempo adalah sebagai berikut:
2008 2007
Rupiah
Kurang dari 1 bulan 7.998 105.373
1 - 3 bulan 12.877 77.195
3 - 6 bulan 5.680 -
26.555 182.568
Dolar Amerika Serikat
Kurang dari 1 bulan 58.196 27.650
1 - 3 bulan 81.444 87.539
3 - 6 bulan 152.841 121.546
292.481 236.735
Jumlah 319.036 419.303
48
PT BANK MEGA Tbk.
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal
31 Maret 2008 dan 2007
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
22. PINJAMAN YANG DITERIMA - PIHAK KETIGA
Pinjaman yang diterima seluruhnya dalam mata uang Dolar Amerika Serikat yang diperoleh dari
Wachovia Bank N.A., Amerika Serikat, dalam rangka pembiayaan fasilitas Letter of Credit (L/C). Pada
tanggal 31 Maret 2007, saldo transaksi tersebut adalah sebagai berikut:
Tanggal
Penerimaan Jatuh Tempo Suku Bunga (%) Nilai Penuh ($AS) Ekuivalen Rp
20 Maret 2007 19 April 2007 5,77 15.000.000 136.875
20 Maret 2007 11 Juni 2007 5,82 15.000.000 136.875
Jumlah 30.000.000 273.750
Rincian pinjaman yang diterima berdasarkan sisa umur sampai dengan saat jatuh tempo adalah
sebagai berikut:
2007
Kurang dari 1 bulan 136.875
1 - 3 bulan 136.875
Jumlah 273.750
23. OBLIGASI SUBORDINASI
Pada tanggal 15 Januari 2008, Bank menerbitkan Obligasi Subordinasi Bank Mega Tahun 2007
(Obligasi) dengan jumlah keseluruhan sebesar Rp1.000.000. Obligasi tersebut ditawarkan kepada
umum pada tanggal 4-8 Januari 2008. Penawaran umum Obligasi tersebut telah memperoleh
pernyataan efektif dari Ketua BAPEPAM - LK dalam surat No. S-6569/BL/2007 tanggal 28 Desember
2007.
Rincian obligasi subordinasi pada tanggal 31 Maret 2008 sebagai berikut:
2008
Nilai nominal 1.000.000
Biaya emisi yang belum diamortisasi (8.488)
Jumlah 991.512
Obligasi ini akan jatuh tempo seluruhnya pada tanggal 15 Januari 2018 atau pada waktu yang lebih
awal yaitu tanggal 16 Januari 2013 jika Bank melakukan Opsi Beli. Bank dapat membeli kembali
sebagian atau seluruh Obligasi, baik sebagai pelunasan atau untuk disimpan, pada hari pertama
setelah ulang tahun ke-5 (kelima) sejak tanggal emisi pada harga pasar dengan memperhatikan
ketentuan dalam Perjanjian Perwaliamanatan dan ketentuan perundang-undangan yang berlaku di
Indonesia, setelah terlebih dahulu memperoleh persetujuan dari Bank Indonesia. Obligasi tersebut
dibebani dengan tingkat bunga tetap untuk tahun ke-1 (kesatu) sampai dengan tahun ke-5 (kelima)
sebesar 11,5% per tahun, dan tingkat bunga tetap yang lebih tinggi untuk tahun ke-6 (keenam) sampai
dengan tahun ke-10 (kesepuluh) sebesar 21,5% per tahun yang akan dibayarkan setiap triwulan (3
bulan), dimulai pada tanggal 15 April 2008 sampai dengan tanggal 15 Januari 2018 atau pada waktu
yang lebih awal yaitu tanggal 15 Januari 2013, jika Bank melaksanakan Opsi Beli. Seluruh Obligasi
tersebut telah dicatatkan di Bursa Efek Indonesia berdasarkan surat No. S-00240/BELCAT-S/01-2008
tanggal 15 Januari 2008.
49
PT BANK MEGA Tbk.
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal
31 Maret 2008 dan 2007
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
23. OBLIGASI SUBORDINASI (lanjutan)
Wali Amanat atas Obligasi ini adalah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Berdasarkan
Perjanjian Perwaliamanatan Obligasi sebagaimana dinyatakan dengan Akta Notaris No. 24 tanggal 9
Oktober 2007 oleh Imas Fatimah, S.H., yang diubah dengan Akta Notaris No. 36 tanggal 14 Desember
2007 oleh Notaris yang sama, Obligasi ini tidak dijamin dengan suatu agunan khusus dan tidak dijamin
oleh pihak ketiga dan tidak dimasukkan dalam program Penjaminan Bank yang dilaksanakan oleh
Bank Indonesia atau lembaga penjaminan lainnya sesuai dengan peraturan perundang-undangan
yang berlaku, akan tetapi dengan tidak mengurangi ketentuan dalam Perjanjian Perwaliamanatan,
Obligasi tersebut dijamin dengan seluruh harta kekayaan Bank baik barang bergerak maupun barang
tidak bergerak, baik yang telah ada maupun yang akan ada di kemudian hari sesuai dengan ketentuan
dalam Kitab Undang-undang Hukum Perdata Indonesia.
Bank juga tidak akan menyelenggarakan penyisihan dana pelunasan Obligasi dengan pertimbangan
untuk mengoptimalkan penggunaan dana hasil emisi sesuai dengan rencana penggunaan dana hasil
emisi.
Dana hasil penawaran umum Obligasi setelah dikurangi dengan biaya-biaya emisi seluruhnya akan
dipergunakan oleh Bank untuk meningkatkan kemampuan modal serta sebagai sumber pendanaan
jangka panjang guna meningkatkan aktiva produktif, khususnya untuk meningkatkan fasilitas kredit
Bank.
Berdasarkan surat dari Bank Indonesia No. 10/23/DPB1/Rahasia tanggal 31 Januari 2008, Bank
Indonesia menyetujui permohonan Bank untuk memperhitungkan dana hasil penerbitan Obligasi
sebesar Rp1.000.000 sebagai komponen modal pelengkap dengan jumlah maksimal sebesar 50%
dari modal inti Bank pada posisi Januari 2008.
Berdasarkan surat dari PT Fitch Ratings Indonesia (Fitch), Biro Pemeringkat Efek Independen, No.
RC012/DIR/ X/2007 tanggal 22 Oktober 2007, peringkat obligasi subordinasi Bank adalah “A(idn)”.
Sehubungan dengan penerbitan Obligasi Subordinasi Bank, pada tanggal 13 Februari 2008, Bank
mengadakan perjanjian $AS/Rp Linked Swap dengan Standard Chartered Bank, Indonesia (SCB).
Berdasarkan perjanjian swap tersebut, Bank akan membayarkan kepada SCB pada tingkat suku
bunga tetap Rupiah sebesar 11,0% ditambah FX (Foreign Exchange) performance per tahun dan SCB
akan membayarkan kepada Bank pada tingkat suku bunga tetap Rupiah sebesar 11,5% per tahun
atas nilai nosional sebesar Rp1.000.000. FX performance didefinisikan dan dihitung berdasarkan
perhitungan tertentu sebagaimana tertulis pada perjanjian, dimana SCB bertindak sebagai agen
penghitung. Perjanjian tersebut akan berakhir pada tanggal 15 Januari 2013.
24. ESTIMASI KERUGIAN KOMITMEN DAN KONTINJENSI
Estimasi kerugian atas transaksi komitmen dan kontinjensi yang dibentuk Bank adalah sebagai
berikut:
2008 2007
Rupiah - Pihak ketiga
Bank garansi 3.596 2.996
Surat Kredit Berjangka Dalam Negeri 984 113
4.580 3.109
50
PT BANK MEGA Tbk.
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal
31 Maret 2008 dan 2007
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
24. ESTIMASI KERUGIAN KOMITMEN DAN KONTINJENSI (lanjutan)
Estimasi kerugian atas transaksi komitmen dan kontinjensi yang dibentuk Bank adalah sebagai berikut
(lanjutan):
2008 2007
Mata uang asing
Bank garansi
Pihak yang mempunyai hubungan
istimewa (Catatan 41) 1.018 11
Pihak ketiga 1.331 377
L/C yang masih berjalan - Pihak ketiga
Pihak yang mempunyai hubungan
istimewa (Catatan 41) 32 -
Pihak ketiga 1.173 2.884
3.554 3.272
Jumlah 8.134 6.381
Ikhtisar perubahan estimasi kerugian komitmen dan kontinjensi adalah sebagai berikut:
2008 2007
Mata Uang Mata Uang
Rupiah Asing Jumlah Rupiah Asing Jumlah
Saldo awal periode 5.820 3.441 9.261 1.151 2.775 3.926
Penyisihan (pemulihan
penyisihan) kerugian
selama periode berjalan (1.240) 165 (1.075 ) 1.958 446 2.404
Selisih kurs penjabaran - (52) (52 ) - 51 51
Saldo akhir periode 4.580 3.554 8.134 3.109 3.272 6.381
Berdasarkan hasil penelaahan dan evaluasi manajemen Bank, seluruh kolektibilitas transaksi
komitmen dan kontinjensi dalam kegiatan usaha Bank yang mempunyai risiko kredit pada tanggal
31 Maret 2008 dan 2007 digolongkan lancar, kecuali atas kewajiban kontinjensi - bank garansi untuk
PT Perusahaan Perdagangan Indonesia sebesar Rp6.165 yang pada tanggal 31 Maret 2007
digolongkan dalam perhatian khusus. Manajemen Bank berpendapat bahwa jumlah penyisihan
kerugian di atas adalah cukup untuk menutup kemungkinan kerugian atas tidak dapat terealisasinya
transaksi komitmen dan kontinjensi.
25. KEWAJIBAN LAIN-LAIN
Kewajiban lain-lain terdiri dari:
2008 2007
Mata Uang Mata Uang
Rupiah Asing Jumlah Rupiah Asing Jumlah
Setoran jaminan 17.257 63.485 80.742 91.989 47.576 139.565
Pendapatan diterima
di muka 31.678 3.320 34.998 3.398 - 3.398
Hasil restitusi PPN 11.209 - 11.209 12.962 - 12.962
Biaya yang masih
harus dibayar 1.822 - 1.822 710 78 788
Lain-lain 15.436 3 15.439 33.691 - 33.691
Jumlah 77.402 66.808 144.210 142.750 47.654 190.404
51
PT BANK MEGA Tbk.
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal
31 Maret 2008 dan 2007
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
25. KEWAJIBAN LAIN-LAIN (lanjutan)
Berdasarkan surat Direktorat Jenderal Pajak No. S-1035/PJ.53/2003 tanggal 23 Oktober 2003, kantor
pajak menyetujui Pajak Pertambahan Nilai (PPN) atas perolehan gedung Menara Bank Mega dapat
dikreditkan pada masa pajak diperolehnya faktur pajak masukan tersebut sepanjang Bank melakukan
penyerahan jasa yang terutang PPN. Atas restitusi PPN masukan yang diperoleh, Bank berkewajiban
untuk mengangsur kembali selama 10 (sepuluh) tahun dimulai pada tahun 2004.
26. PINJAMAN SUBORDINASI
Pinjaman subordinasi merupakan pinjaman yang diperoleh Bank dari Bank Indonesia (BI) sehubungan
dengan pengambilalihan kepemilikan Bank oleh PT Mega Corpora (dahulu PT Para Global Investindo)
dan PT Para Rekan Investama pada tahun 1996. Pengambilalihan kepemilikan Bank tersebut
merupakan tindakan penyelamatan Bank dari kesulitan likuiditas dan kerugian yang didasarkan
kepada proposal penyelamatan yang diajukan oleh Para Grup kepada Direksi BI, dan telah disetujui
oleh BI dalam suratnya No. 28/1281/UPB1/AdB1 tanggal 6 Maret 1996.
Jumlah pinjaman yang diberikan adalah sebesar Rp120.000 yang terdiri dari Rp30.000 berupa dana
segar (fresh fund) dan sisanya sebesar Rp90.000 merupakan hasil konversi saldo negatif giro BI yang
dialami Bank pada saat itu. Disamping itu, para pemegang saham baru juga diwajibkan oleh BI untuk
menambah modal disetor Bank sebesar Rp50.000 yang telah dipenuhi oleh para pemegang saham
baru di tahun 1996. Berdasarkan surat BI No. 3/510/BKr tanggal 28 Desember 2001 pinjaman
subordinasi tersebut mulai diangsur pada tahun 2003 sampai dengan tahun 2008. Pada tanggal
31 Maret 2008 dan 2007, sisa angsuran pinjaman subordinasi masing-masing sebesar Rp30.000 dan
Rp60.000.
Perhitungan bunga atas pinjaman subordinasi dilakukan secara capping 6% per tahun dilaksanakan
mulai bulan Maret 1996 sampai dengan bulan Desember 2003. Sedangkan mulai bulan Januari 2004
sampai dengan bulan Desember 2008 suku bunga pinjaman adalah efektif 6% per tahun. Selisih
perhitungan bunga karena perubahan suku bunga selama periode bulan Maret 1996 sampai dengan
bulan Desember 2003 sebesar Rp34.633 diangsur selama 5 (lima) tahun dimulai tanggal
31 Desember 2004 sampai dengan tanggal 31 Desember 2008 (Catatan 12e).
Pinjaman subordinasi ini dijamin dengan jaminan dari pemegang saham utama Bank, PT Mega
Corpora (dahulu PT Para Global Investindo), dan aktiva tetap Bank dengan nilai buku aktiva tetap
berjumlah Rp8.857 dan Rp9.159 masing-masing pada tanggal 31 Maret 2008 dan 2007 (Catatan 11).
27. MODAL SAHAM
Susunan pemegang saham Bank berdasarkan informasi yang diterima dari PT Datindo Entrycom
selaku Biro Administrasi Efek Bank adalah sebagai berikut:
2008
Jumlah Saham
Ditempatkan dan Persentase
Pemegang Saham Disetor Penuh Pemilikan Jumlah Modal
PT Mega Corpora
(dahulu PT Para Global Investindo) 897.562.265 55,22 448.781
Publik - masing-masing di bawah 5% 727.880.923 44,78 363.941
Jumlah 1.625.443.188 100,00 812.722
52
PT BANK MEGA Tbk.
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal
31 Maret 2008 dan 2007
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
27. MODAL SAHAM (lanjutan)
2007
Jumlah Saham
Ditempatkan dan Persentase
Pemegang Saham Disetor Penuh Pemilikan Jumlah Modal
PT Para Global Investindo 871.421.561 53,61 435.711
Publik - masing-masing di bawah 5% 754.021.627 46,39 377.011
Jumlah 1.625.443.188 100,00 812.722
Sesuai dengan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa yang diselenggarakan pada
tanggal 24 Maret 2006 yang diaktakan dengan Akta Notaris Imas Fatimah, S.H., No. 98, disetujui
untuk melakukan Penawaran Umum Terbatas II Dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu
sebanyak-banyaknya 200.054.546 saham dengan nilai nominal Rp500 (nilai penuh) per saham
dengan harga penawaran sebesar Rp2.500 (nilai penuh) per saham. Setelah Penawaran Umum
Terbatas II ini, saham ditempatkan dan disetor penuh menjadi sebesar Rp812.722 yang terdiri dari
1.625.443.188 saham. Penawaran Umum Terbatas II Dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu
tersebut telah memperoleh pernyataan efektif dari BAPEPAM - LK pada tanggal 23 Maret 2006
melalui surat No. S-702/PM/2006.
Sehubungan dengan hasil Penawaran Umum Terbatas II, Bank yang diwakili oleh komisaris utama
Bank, pada tanggal 28 April 2006 telah melakukan perubahan anggaran dasar atas peningkatan
modal ditempatkan dan disetor penuh dari Rp712.694 terdiri dari 1.425.388.642 saham menjadi
Rp812.722 terdiri dari 1.625.443.188 saham sebagaimana dinyatakan dalam Akta Notaris Imas
Fatimah, S.H., No. 81 pada tanggal yang sama. Perubahan anggaran dasar tersebut telah diterima
dan dicatat oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia dalam Surat Keputusan No. C-14659 HT
01.04.TH. 2006 tanggal 18 Mei 2006. Perubahan ini juga telah didaftarkan dalam Daftar Perusahaan
dengan No. TDP 090316525154 di Kantor Pendaftaran Perusahaan Kodya Jakarta Selatan dengan
No. 1137/RUB.09.03/IX/2006 tanggal 25 September 2006.
28. TAMBAHAN MODAL DISETOR - AGIO SAHAM
Akun ini terdiri dari agio saham, saham bonus dan biaya emisi efek ekuitas sebagai berikut:
2008 2007
Agio saham
Penawaran Umum Perdana Tahun 2000 78.750 78.750
Kapitalisasi tambahan modal disetor (69.526) (69.526)
Dividen Saham Tahun 2001 35.436 35.436
Penawaran Umum Terbatas I Tahun 2002 109.188 109.188
Dividen Saham Tahun 2005 375.716 375.716
Penawaran Umum Terbatas II Tahun 2006 400.109 400.109
Saham bonus Tahun 2005 (141.035) (141.035)
Biaya emisi efek ekuitas
Penawaran Umum Perdana Tahun 2000 (9.223) (9.223)
Penawaran Umum Terbatas I Tahun 2002 (1.430) (1.430)
Jumlah 777.985 777.985
53
PT BANK MEGA Tbk.
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal
31 Maret 2008 dan 2007
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
29. DIVIDEN TUNAI DAN PEMBENTUKAN DANA CADANGAN
Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan yang diselenggarakan pada tanggal 28 Maret 2007,
yang diaktakan dengan Akta Notaris Imas Fatimah, S.H., No. 35, para pemegang saham setuju untuk
tidak membagikan dividen tunai dan tetap sebagai saldo laba yang akan dipergunakan sebagai modal
kerja Bank.
Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan yang diselenggarakan pada tanggal 24 Maret 2006,
yang diaktakan dengan Akta Notaris Imas Fatimah, S.H., No. 97, para pemegang saham setuju untuk
tidak membagikan dividen tunai dan tetap sebagai saldo laba yang akan dipergunakan sebagai modal
kerja Bank.
30. PENDAPATAN BUNGA
Pendapatan bunga diperoleh dari:
2008 2007
Surat-surat berharga 330.268 401.999
Kredit yang diberikan
Konsumsi 215.995 257.010
Investasi 155.166 79.146
Modal kerja 97.054 72.241
Penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain 11.850 25.281
Lain-lain 2.110 1.378
Jumlah 812.443 837.055
Pendapatan bunga yang diperoleh dari pihak yang mempunyai hubungan istimewa berjumlah Rp3.007
dan Rp547 masing-masing untuk tahun 2008 dan 2007 atau meliputi 0,37% dan 0,07% masing-
masing dari jumlah pendapatan bunga (Catatan 41).
31. BEBAN BUNGA DAN PEMBIAYAAN LAINNYA
Akun ini merupakan beban bunga dan pembiayaan lainnya yang timbul atas:
2008 2007
Simpanan
Deposito berjangka 255.620 411.271
Tabungan 79.724 50.690
Giro 53.907 41.456
Simpanan dari bank lain 25.332 41.749
Obligasi subordinasi 24.705 -
Pinjaman subordinasi 3.094 3.049
Beban pembiayaan lainnya 132 127
Jumlah 442.514 548.342
Beban bunga yang dibayarkan kepada pihak yang mempunyai hubungan istimewa untuk tahun 2008
dan 2007 masing-masing berjumlah Rp1.618 dan Rp1.369 atau meliputi 0,37% dan 0,25% masing-
masing dari jumlah beban bunga dan pembiayaan lainnya (Catatan 41).
54
PT BANK MEGA Tbk.
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal
31 Maret 2008 dan 2007
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
32. BEBAN PENYISIHAN KERUGIAN AKTIVA PRODUKTIF DAN NON-PRODUKTIF
Akun ini merupakan penyisihan (pemulihan penyisihan) kerugian selama tahun berjalan atas:
2008 2007
Aktiva produktif
Kredit yang diberikan (Catatan 9i) 37.792 20.548
Giro pada bank lain (Catatan 5) 705 795
Tagihan akseptasi (Catatan 10) 518 171
Tagihan derivatif 13 -
Surat-surat berharga (Catatan 7f) (270) (872)
Penempatan pada bank lain (Catatan 6) (2.907) (2.645)
35.851 17.997
Aktiva non-produktif
Agunan yang diambil alih (Catatan 12d) (46) 1.457
Jumlah 35.805 19.454
33. BEBAN UMUM DAN ADMINISTRASI
Beban umum dan administrasi terdiri dari:
2008 2007
Iklan dan promosi 26.450 17.804
Penyusutan (Catatan 11) 19.218 17.723
Komisi penjualan kartu kredit 10.976 5.225
Sewa (Catatan 12b dan 41) 9.604 6.270
Komunikasi 9.587 7.030
Transportasi 6.360 4.534
Perlengkapan kantor 5.742 3.413
Listrik dan air 4.967 4.565
Asuransi 3.535 5.718
Pemeliharaan dan perbaikan 3.108 2.528
Perjalanan dinas 2.867 890
Bank koresponden 2.183 1.275
Representasi 1.567 1.234
Amortisasi biaya pembukaan cabang 1.395 1.243
ATM bersama 1.198 1.016
Pajak dan perizinan 821 598
Honorarium tenaga ahli 820 289
Lain-lain (Catatan 40) 23.283 20.086
Jumlah 133.681 101.441
55
PT BANK MEGA Tbk.
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal
31 Maret 2008 dan 2007
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
34. BEBAN GAJI DAN KESEJAHTERAAN KARYAWAN
Beban gaji dan kesejahteraan karyawan terdiri dari:
2008 2007
Gaji dan upah 64.344 48.409
Tunjangan makan dan transportasi 9.026 6.981
Lain-lain 9.030 6.022
Jumlah 82.400 61.412
35. TRANSAKSI PEMBELIAN DAN PENJUALAN TUNAI MATA UANG ASING
Rincian pembelian dan penjualan tunai mata uang asing yang belum diselesaikan adalah sebagai
berikut:
2008
Mata Uang Asing
(dalam jumlah penuh) Rupiah
Tagihan
Pembelian tunai mata uang asing yang belum diselesaikan $AS 93.488.560 860.562
$AUD 3.139.998 26.431
JPY 129.785.000 12.036
$SGD 1.660.000 11.076
EURO 660.000 9.606
919.711
Kewajiban
Penjualan tunai mata uang asing yang belum diselesaikan $AS 81.735.391 752.374
$SGD 26.244.500 175.109
$AUD 3.769.998 31.734
JPY 269.943.500 25.035
EURO 900.000 13.099
997.351
2007
Mata Uang Asing
(dalam jumlah penuh) Rupiah
Tagihan
Pembelian tunai mata uang asing yang belum diselesaikan $AS 11.013.180 100.495
EUR 450.000 5.467
$AUD 450.000 3.316
$SGD 531.055 3.194
112.472
Kewajiban
Penjualan tunai mata uang asing yang belum diselesaikan $AS 51.013.025 465.495
$AUD 1.600.000 11.790
EUR 350.000 4.252
481.536
56
PT BANK MEGA Tbk.
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal
31 Maret 2008 dan 2007
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
36. TAGIHAN DAN KEWAJIBAN KOMITMEN DAN KONTINJENSI
Bank memiliki tagihan dan kewajiban komitmen dan kontinjensi sebagai berikut:
2008 2007
Komitmen
Kewajiban Komitmen
Fasilitas kredit kepada nasabah yang belum
digunakan - Pihak ketiga (3.679.577) (2.234.459)
L/C tidak dapat dibatalkan yang masih berjalan
Pihak yang mempunyai hubungan
istimewa (Catatan 41) (3.222) -
Pihak ketiga (262.328) (324.146)
Jumlah L/C tidak dapat dibatalkan yang masih
berjalan (265.550) (324.146)
Jumlah Kewajiban Komitmen (3.945.127) (2.558.605)
Kontinjensi
Tagihan Kontinjensi
Pendapatan bunga dalam penyelesaian (Catatan 2s) 47.401 46.209
Kewajiban Kontinjensi
Bank garansi
Pihak yang mempunyai hubungan
istimewa (Catatan 41) (102.572) (1.091)
Pihak ketiga (859.671) (514.770)
Jumlah bank garansi (962.243) (515.861)
Jumlah Kewajiban Kontinjensi - Bersih (914.842) (469.652)
Kewajiban Komitmen dan Kontinjensi - Bersih (4.859.969) (3.028.257)
Pihak yang mempunyai hubungan istimewa pada tanggal 31 Maret 2008 adalah PT Mahagaya
Perdana, PT Trans Living, PT Asuransi Umum Mega dan PT Asuransi Jiwa Mega Life dan 31 Maret
2007 adalah PT Televisi Transformasi Indonesia.
37. KEWAJIBAN DIESTIMASI ATAS IMBALAN KERJA
Bank mencatat kewajiban estimasi imbalan kerja karyawan sebesar Rp46.321 dan Rp29.054 masing-
masing pada tanggal 31 Maret 2008 dan 2007.
Bank mencatat kewajiban imbalan pasti atas imbalan pasca kerja (post employment benefit) pada
tahun 2008 dan 2007 berdasarkan perhitungan aktuaria yang dilakukan oleh PT Dayamandiri
Dharmakonsilindo, aktuaris independen, berdasarkan laporannya masing-masing pada tanggal
14 Januari 2008 dan 26 Januari 2007. Kewajiban imbalan pasti atas imbalan pasca kerja (post
employment benefit) tersebut dihitung dengan menggunakan metode “Projected Unit Credit” dan
asumsi-asumsi sebagai berikut:
2008 2007
Tingkat diskonto 10,50% 10,57%
Tingkat kenaikan upah (gaji) 9,50% 9,00%
Usia pensiun 55 tahun 55 tahun
Tingkat kematian Tabel CSO - 1980 Tabel CSO - 1980
57
PT BANK MEGA Tbk.
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal
31 Maret 2008 dan 2007
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
38. LABA BERSIH PER SAHAM DASAR
Laba bersih per saham dihitung dengan membagi laba bersih kepada pemegang saham dengan rata-
rata tertimbang jumlah saham biasa yang beredar pada tahun yang bersangkutan.
2008 2007
Laba bersih kepada pemegang saham 151.931 118.969
Rata-rata tertimbang jumlah saham
biasa yang beredar 1.625.443.188 1.625.443.188
Jumlah (nilai penuh) 93 73
58
PT BANK MEGA Tbk.
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal
31 Maret 2008 dan 2007
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
39. PELAPORAN SEGMEN
Bank mengungkapkan pelaporan informasi keuangan berdasarkan segmen geografis dan segmen produk sesuai dengan PSAK No. 5 (Revisi 2000),
sebagai berikut:
Segmen Geografis
2008
Kantor
Keterangan Pusat Wilayah I Wilayah II Wilayah III Wilayah IV Wilayah V Jumlah
Aktiva
Kas dan setara kas - bersih 3.189.355 70.064 205.192 156.159 99.027 87.272 3.807.069
Surat-surat berharga - bersih 11.604.520 - - 240 - - 11.604.760
Kredit yang diberikan - bersih 5.779.129 1.422.508 3.714.195 1.560.167 1.097.015 1.082.321 14.655.335
Tagihan akseptasi - bersih 122.761 - 164.563 - 28.892 - 316.216
Aktiva lain-lain - bersih 838.993 57.375 201.919 102.768 109.160 89.498 1.399.713
Jumlah aktiva 21.534.758 1.549.947 4.285.869 1.819.334 1.334.094 1.259.091 31.783.093
Kewajiban
Simpanan
Giro (3.677) (335.223) (3.946.819) (732.810) (371.536) (201.511) (5.591.576)
Tabungan - (787.816) (2.279.046) (703.904) (1.324.444) (979.839) (6.075.049)
Deposito berjangka - (675.832) (9.761.757) (1.094.569) (2.033.833) (617.326) (14.183.317)
Simpanan dari bank lain (819.500) (114.908) (27.959) (74.606) (17.236) (69.116) (1.123.325)
Kewajiban akseptasi (123.662) - (166.219) - (29.155) - (319.036)
Obligasi subordinasi (991.512) - - - - - (991.512)
Pinjaman subordinasi (30.000) - - - - - (30.000)
Kewajiban lain-lain (418.074) (9.849) (107.269) (33.306) (68.612) (9.425) (646.535)
Jumlah kewajiban (2.386.425) (1.923.628) (16.289.069) (2.639.195) (3.844.816) (1.877.217) (28.960.350)
59
PT BANK MEGA Tbk.
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal
31 Maret 2008 dan 2007
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
39. PELAPORAN SEGMEN (lanjutan)
Segmen Geografis (lanjutan)
2008
Kantor
Keterangan Pusat Wilayah I Wilayah II Wilayah III Wilayah IV Wilayah V Jumlah
Pendapatan Bunga
Kredit yang diberikan 170.188 46.972 114.554 58.134 40.627 37.740 468.215
Surat-surat berharga 330.216 - 43 9 - - 330.268
Penempatan pada
Bank Indonesia
dan bank lain 11.850 - - - - - 11.850
Lain-lain 2.110 - - - - - 2.110
Provisi dan komisi 10.746 1.418 6.210 2.551 1.618 2.472 25.015
Jumlah pendapatan bunga 525.110 48.390 120.807 60.694 42.245 40.212 837.458
Beban Bunga dan Pembiayaan
Lainnya
Simpanan
Deposito berjangka - (12.940) (170.247) (21.390) (39.767) (11.276) (255.620)
Tabungan - (9.969) (30.192) (9.216) (18.225) (12.122) (79.724)
Giro - (1.865) (42.218) (6.271) (2.364) (1.189) (53.907)
Simpanan dari bank lain (21.523) (736) (426) (1.372) (371) (904) (25.332)
Obligasi subordinasi (24.705) - - - - - (24.705)
Pinjaman subordinasi (3.094) - - - - - (3.094)
Beban pembiayaan lainnya - (5) (4) (14) (76) (33) (132)
Jumlah beban bunga dan
pembiayaan lainnya (49.322) (25.515) (243.087) (38.263) (60.803) (25.524) (442.514)
Pendapatan (beban) bunga -
bersih 475.788 22.875 (122.280) 22.431 (18.558) 14.688 394.944
60
PT BANK MEGA Tbk.
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal
31 Maret 2008 dan 2007
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
39. PELAPORAN SEGMEN (lanjutan)
Segmen Geografis (lanjutan)
2008
Kantor
Keterangan Pusat Wilayah I Wilayah II Wilayah III Wilayah IV Wilayah V Jumlah
Pendapatan operasional
lainnya 31.175 2.794 11.722 4.426 4.533 3.780 58.430
Beban penyisihan kerugian
aktiva dan estimasi kerugian
komitmen dan kontinjensi (31.634) (609) (268) 121 (858) (1.482) (34.730)
Beban operasional lainnya
Umum dan administrasi (70.747) (5.930) (28.058) (10.393) (10.611) (7.942) (133.681)
Gaji dan kesejahteraan
karyawan (33.203) (5.536) (19.399) (8.075) (9.312) (6.875) (82.400)
Laba (rugi) operasional 371.379 13.594 (158.283) 8.510 (34.806) 2.169 202.563
Beban bukan
operasional - bersih (317) 12 264 34 16 3 12
Beban pajak - bersih (50.644) - - - - - (50.644)
Laba (rugi) bersih 320.418 13.606 (158.019) 8.544 (34.790) 2.172 151.931
61
PT BANK MEGA Tbk.
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal
31 Maret 2008 dan 2007
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
39. PELAPORAN SEGMEN (lanjutan)
Segmen Geografis (lanjutan)
2007
Kantor
Keterangan Pusat Wilayah I Wilayah II Wilayah III Wilayah IV Wilayah V Jumlah
Aktiva
Kas dan setara kas - bersih 3.429.288 43.668 47.352 74.285 49.985 32.050 3.676.628
Penempatan pada Bank
Indonesia dan bank lain - bersih 99.643 - - - - - 99.643
Surat-surat berharga - bersih 13.704.855 - - 1.548 - - 13.706.403
Kredit yang diberikan - bersih 4.002.495 1.252.854 3.074.177 1.411.370 824.370 855.190 11.420.456
Tagihan akseptasi - bersih 304.123 - 59.900 - 52.314 - 416.337
Aktiva lain-lain 748.196 52.054 183.069 67.725 95.657 59.525 1.206.226
Jumlah aktiva 22.288.600 1.348.576 3.364.498 1.554.928 1.022.326 946.765 30.525.693
Kewajiban
Simpanan
Giro (1.312) (252.043) (2.946.740) (624.507) (254.136) (159.978) (4.238.716)
Tabungan - (463.187) (1.353.357) (441.108) (702.025) (568.445) (3.528.122)
Deposito berjangka - (1.196.501) (11.362.073) (1.328.873) (3.145.595) (879.808) (17.912.850)
Simpanan dari bank lain (818.600) (44.048) (12.589) (171.099) (16.498) (110.052) (1.172.886)
Kewajiban akseptasi (305.993) - (60.499) - (52.811) - (419.303)
Pinjaman yang diterima (273.750) - - - - - (273.750)
Pinjaman subordinasi (60.000) - - - - - (60.000)
Kewajiban lain-lain (681.648) (10.964) (118.459) (13.823) (31.254) (8.006) (864.154)
Jumlah kewajiban (2.141.303) (1.966.743) (15.853.717) (2.579.410) (4.202.319) (1.726.289) (28.469.781)
62
PT BANK MEGA Tbk.
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal
31 Maret 2008 dan 2007
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
39. PELAPORAN SEGMEN (lanjutan)
Segmen Geografis (lanjutan)
2007
Kantor
Keterangan Pusat Wilayah I Wilayah II Wilayah III Wilayah IV Wilayah V Jumlah
Pendapatan Bunga
Kredit yang diberikan 113.801 53.158 110.145 61.189 34.992 35.112 408.397
Surat-surat berharga 401.972 - - 27 - - 401.999
Penempatan pada
Bank Indonesia
dan bank lain 25.281 - - - - - 25.281
Lain-lain 1.378 - - - - - 1.378
Provisi dan komisi 9.356 1.351 7.427 1.687 1.257 2.117 23.195
Jumlah pendapatan bunga 551.788 54.509 117.572 62.903 36.249 37.229 860.250
Beban Bunga dan Pembiayaan
Lainnya
Simpanan
Deposito berjangka - (29.523) (254.003) (32.521) (74.752) (20.472) (411.271)
Tabungan - (6.845) (18.892) (6.296) (10.709) (7.948) (50.690)
Giro - (1.345) (33.895) (3.773) (1.469) (974) (41.456)
Simpanan dari bank lain (35.337) (639) (174) (2.540) (466) (2.593) (41.749)
Pinjaman subordinasi (3.049) - - - - - (3.049)
Beban pembiayaan lainnya (113) (2) (3) (5) (3) (1) (127)
Jumlah beban bunga dan
pembiayaan lainnya (38.499) (38.354) (306.967) (45.135) (87.399) (31.988) (548.342)
Pendapatan (beban) bunga -
bersih 513.289 16.155 (189.395) 17.768 (51.150) 5.241 311.908
63
PT BANK MEGA Tbk.
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal
31 Maret 2008 dan 2007
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
39. PELAPORAN SEGMEN (lanjutan)
Segmen Geografis (lanjutan)
2007
Kantor
Keterangan Pusat Wilayah I Wilayah II Wilayah III Wilayah IV Wilayah V Jumlah
Pendapatan operasional
lainnya 16.577 2.140 15.135 2.822 3.420 2.605 42.699
Beban penyisihan (pemulihan
penyisihan) kerugian aktiva
dan estimasi kerugian
komitmen dan kontinjensi (16.019) 185 (2.053) (3.721) 67 (317) (21.858)
Beban operasional lainnya
Umum dan administrasi (53.171) (4.530) (23.133) (7.793) (8.046) (4.768) (101.441)
Gaji dan kesejahteraan
karyawan (25.901) (3.753) (15.408) (5.604) (6.657) (4.089) (61.412)
Laba (rugi) operasional 434.775 10.197 (214.854) 3.472 (62.366) (1.328) 169.896
Pendapatan (Beban) bukan
operasional - bersih (205) 26 133 102 12 (2) 66
Beban pajak - bersih (50.993) - - - - - (50.993)
Laba (rugi) bersih 383.577 10.223 (214.721) 3.574 (62.354) (1.330) 118.969
Penjelasan
• Kantor Pusat terdiri dari Treasury, Card Center dan unit-unit fungsional dimana di dalamnya termasuk aktiva, kewajiban, pendapatan dan beban yang tidak dapat dialokasikan.
• Wilayah I terdiri dari seluruh cabang dan cabang pembantu di Sumatera dan Batam.
• Wilayah II terdiri dari seluruh cabang dan cabang pembantu di Jabotabek dan propinsi Banten.
• Wilayah III terdiri dari seluruh cabang dan cabang pembantu di Bandung, Cirebon dan Jawa Tengah.
• Wilayah IV terdiri dari seluruh cabang dan cabang pembantu di Bali dan Jawa Timur.
• Wilayah V terdiri dari seluruh cabang dan cabang pembantu di Kalimantan dan Sulawesi.
64
PT BANK MEGA Tbk.
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal
31 Maret 2008 dan 2007
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
39. PELAPORAN SEGMEN (lanjutan)
Segmen Produk
Kantor pusat
Kredit Treasuri dan lainnya Jumlah
2008
Pendapatan bunga, provisi dan komisi 491.626 342.118 3.714 837.458
Jumlah Aktiva 14.655.335 11.604.760 5.522.998 31.783.093
2007
Pendapatan bunga, provisi dan komisi 430.292 427.280 2.678 860.250
Jumlah Aktiva 11.420.456 13.806.046 5.299.191 30.525.693
40. JAMINAN PEMERINTAH TERHADAP KEWAJIBAN PEMBAYARAN BANK UMUM
Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia No. 26/KMK.17/1998 tanggal
28 Januari 1998, yang kemudian diperbaharui dengan Surat Keputusan Menteri Keuangan Republik
Indonesia No. 179/KMK.017/2000 tanggal 26 Mei 2000, tentang “Syarat dan Tata Cara Pelaksanaan
Jaminan Pemerintah terhadap Kewajiban Pembayaran Bank Umum”, dinyatakan bahwa Pemerintah
menjamin kewajiban bank peserta program penjaminan yang memenuhi kriteria tertentu.
Program penjaminan ini berlaku sejak tanggal 26 Januari 1998 sampai dengan 31 Januari 2001.
Jangka waktu tersebut diperpanjang dengan sendirinya untuk jangka waktu 6 bulan berikutnya secara
terus menerus, kecuali apabila dalam waktu 6 bulan sebelum berakhirnya jangka waktu program
penjaminan atau jangka waktu perpanjangannya, Menteri Keuangan mengumumkan pengakhiran dan
atau perubahan program penjaminan tersebut.
Surat Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia No. 179/KMK.017/2000 tersebut, telah
diperbaharui dengan Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia No. 84/KMK.06/2004 tanggal
27 Februari 2004 tentang “Syarat, Tata Cara dan Ketentuan Pelaksanaan Jaminan Pemerintah
terhadap Kewajiban Pembayaran Bank Umum”. Perubahan tersebut antara lain mengenai
pembayaran premi penjaminan yang sebelumnya dibayarkan melalui Badan Penyehatan Perbankan
Nasional, diubah menjadi dibayarkan melalui Unit Pelaksana Penjaminan Pemerintah (UP3).
Program Penjaminan Pemerintah melalui UP3 telah berakhir pada tanggal 22 September 2005,
sebagaimana dinyatakan dalam Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia No. 68/PMK.05/2005
tanggal 10 Agustus 2005 tentang Perhitungan dan Pembayaran Premi Program Penjaminan
Pemerintah Terhadap Kewajiban Pembayaran Bank Umum untuk periode 1 Juli sampai dengan
21 September 2005. Sebagai pengganti UP3, Pemerintah telah membentuk lembaga independen,
yaitu Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) berdasarkan Undang-undang Republik Indonesia No. 24
tahun 2004 tanggal 22 September 2004 tentang Lembaga Penjamin Simpanan, dimana LPS menjamin
simpanan masyarakat termasuk simpanan dari bank lain dalam bentuk giro, deposito, sertifikat
deposito, tabungan dan/atau bentuk lainnya yang dipersamakan dengan itu. Jumlah simpanan yang
dijamin oleh LPS adalah sebagai berikut:
1. 22 September 2005 - 21 Maret 2006 : seluruh simpanan
2. 22 Maret 2006 - 21 September 2006 : maksimum nilai simpanan Rp5.000
3. 22 September 2006 - 21 Maret 2007 : maksimum nilai simpanan Rp1.000
4. 22 Maret 2007 : maksimum nilai simpanan Rp100
Bank telah melakukan pembayaran atas jaminan Pemerintah sebesar Rp13.935 dan Rp13.278,
masing-masing dalam tahun 2008 dan 2007 dicatat sebagai bagian dari akun “Beban Administrasi dan
Umum” (Catatan 33).
65
PT BANK MEGA Tbk.
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal
31 Maret 2008 dan 2007
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
41. SIFAT DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAK YANG MEMPUNYAI HUBUNGAN ISTIMEWA
Dalam kegiatan usaha normal Bank melakukan transaksi dengan pihak-pihak yang mempunyai
hubungan istimewa yang dilakukan dengan kondisi dan persyaratan yang sama dengan pihak ketiga
lainnya kecuali atas pinjaman yang diberikan kepada karyawan.
Rincian dari transaksi dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa, kecuali yang menyangkut
rahasia Bank, adalah sebagai berikut:
2008 2007
Jumlah Persentase (%) Jumlah Persentase (%)
Surat-surat berharga (Catatan 7b):
PT Mega Capital Indonesia 16.068 0,05 15.287 0,05
Kredit yang diberikan (Catatan 9):
PT Duta Visual Nusantara Tivi Tujuh 75.000 0,24 - -
PT Trans Living 16.826 0,05 - -
Lain-lain dibawah 1 miliar 193 0,001 - -
Direksi dan karyawan 19.887 0,06 16.067 0,05
Jumlah kredit yang diberikan 111.906 0,35 16.067 0,05
Aktiva lain-lain (Catatan 12):
Lain-lain di bawah Rp1 miliar 3.475 0,011 3.697 0,012
Giro (Catatan 14) 111.308 0,39 41.436 0,15
Tabungan (Catatan 15) 18.168 0,06 26.385 0,09
Deposito berjangka (Catatan 16) 160.616 0,55 175.524 0,62
Simpanan dari bank lain (Catatan 17) 708 0,0024 922 0,0032
Hutang bunga (Catatan 20) 261 0,0009 233 0,0008
Estimasi kerugian komitmen dan
kontinjensi (Catatan 24) 1.050 0,0036 11 0,00004
Pendapatan bunga (Catatan 30) 3.007 0,37 547 0,07
Beban bunga (Catatan 31) 1.618 0,37 1.369 0,25
Beban asuransi kesehatan karyawan
PT Asuransi Jiwa Mega Life 29 0,02 2.995 2,95
Beban sewa (Catatan 12b):
PT Para Bandung Propertindo 632 0,47 575 0,57
Pendapatan sewa (Catatan 12a):
Lain-lain di bawah Rp1 miliar 2.544 49,35 2.727 59,59
Kewajiban Komitmen & kontinjensi (Catatan 36):
PT Mahagaya Perdana 84.242 - - -
PT Trans Living 20.805 - - -
PT Televisi Transformasi Indonesia - - 1.091 -
Lain-lain di bawah Rp1 miliar 747 - - -
Jumlah kewajiban Komitmen & kontijensi 105.794 - 1.091 -
Manajemen Bank berkeyakinan tidak terdapat transaksi dengan pihak yang mempunyai hubungan
istimewa yang mengandung benturan kepentingan sebagaimana diatur dalam Peraturan BAPEPAM -
LK No. IX.E.1 tentang Benturan Kepentingan Transaksi Tertentu.
Keterangan:
a. Persentase dari surat-surat berharga, kredit yang diberikan dan aktiva lain-lain dihitung terhadap jumlah aktiva pada
masing-masing tanggal neraca.
b. Persentase dari giro, tabungan, deposito berjangka, simpanan dari bank lain, estimasi kerugian komitmen dan kontinjensi
dan kewajiban lain-lain dihitung terhadap jumlah kewajiban pada masing-masing tanggal neraca.
c. Persentase dari pendapatan bunga dihitung terhadap jumlah pendapatan bunga untuk masing-masing periode yang
bersangkutan.
d. Persentase dari beban bunga dihitung terhadap jumlah beban bunga dan pembiayaan lainnya untuk masing-masing
periode yang bersangkutan.
e. Persentase dari beban asuransi kesehatan karyawan dan beban sewa dihitung terhadap jumlah beban umum dan
administrasi untuk masing-masing periode yang bersangkutan.
f. Persentase dari pendapatan sewa dihitung terhadap jumlah pendapatan bukan operasional untuk masing-masing periode
yang bersangkutan.
66
PT BANK MEGA Tbk.
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal
31 Maret 2008 dan 2007
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
41. SIFAT DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAK YANG MEMPUNYAI HUBUNGAN ISTIMEWA (lanjutan)
Sifat hubungan istimewa:
- Hubungan kepemilikan/pemegang saham yang sama
PT Televisi Transformasi Indonesia, PT Duta Visual Nusantara Tivi Tujuh, PT Para Bandung
Propertindo, PT Mega Capital Indonesia, PT Bank Syariah Mega Indonesia, PT Para Multifinance,
PT Asuransi Jiwa Mega Life, PT Asuransi Umum Mega, PT Mega Corpora (dahulu PT Para Global
Investindo), PT Trans Property (dahulu PT Para Inti Propertindo), PT Trans Corpora (dahulu
PT Para Inti Investindo), PT CT Corpora (dahulu PT Para Inti Holdindo), PT Batam Indah
Investindo, PT Mahagaya Perdana, PT Trans Coffee, PT Mega Central Finance, PT Anta Express
Tour & Travelservice Tbk., PT Trans Airways, PT Trans Media Corpora, PT Trans Rekan Media,
PT Trans Entertainment, PT Trans F&B, PT Trans Fashion, PT Trans Lifestyle, PT Para Inti
Energy, PT Para Energy Investindo, PT Trans Kalla Makassar, PT Trans Studio, PT Naryadelta
Prarthana, PT Mega Auto Finance, PT CT Global Resources (dahulu PT Mega Energy Persada),
PT Para Bali Propertindo, PT Mega Indah Propertindo, PT CT Agro, PT Kaltim CT Agro, PT Kalbar
CT Agro dan PT Kalteng CT Agro.
- Hubungan kepengurusan
PT Trans Living
- Hubungan manajemen atau karyawan kunci Bank
42. POSISI DEVISA NETO
Posisi Devisa Neto (PDN) Bank adalah sebagai berikut:
2008
Mata Uang Asing
(dalam jumlah penuh) Ekuivalen Rp
Posisi Devisa
Aktiva Kewajiban Aktiva Kewajiban Neto
Keseluruhan (neraca dan
rekening administratif)
Dolar Amerika Serikat 603.364.940 600.200.222 5.553.975 5.524.844 29.131
Dolar Singapura 48.890.364 48.883.006 326.207 326.158 49
Euro 5.347.775 5.879.203 77.834 85.569 7.735
Dolar Hong Kong 320.394 60.000 379 71 308
Poundsterling Inggris 8.877 - 162 - 162
Dolar Australia 3.837.675 3.840.315 32.304 32.327 23
Yen Jepang 290.977.060 374.113.355 26.984 34.696 7.712
Jumlah 6.017.845 6.003.665 45.120
Neraca
Dolar Amerika Serikat 509.876.380 518.464.831 4.693.413 4.772.469 (79.056)
Dolar Singapura 47.230.364 22.638.506 315.131 151.049 164.082
Euro 4.687.775 4.979.203 68.228 72.470 (4.242)
Dolar Hong Kong 320.394 60.000 379 71 308
Poundsterling Inggris 8.877 - 162 - 162
Dolar Australia 697.675 70.315 5.873 592 5.281
Yen Jepang 161.192.060 104.169.855 14.948 9.661 5.287
Jumlah 5.098.134 5.006.312 91.822
Jumlah Modal Tier I dan Tier II (bulan Maret 2008)
(Catatan 43a) 3.379.014
67
PT BANK MEGA Tbk.
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal
31 Maret 2008 dan 2007
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
42. POSISI DEVISA NETO (lanjutan)
Posisi Devisa Neto (PDN) Bank adalah sebagai berikut (lanjutan):
Rasio PDN (Keseluruhan) 1,34%
Rasio PDN (Neraca) 2,72%
Rasio PDN per 31 Maret 2008 jika menggunakan modal bulan Februari 2008 adalah sebagai berikut:
Jumlah Modal Tier I dan Tier II (bulan Februari 2008) 3.373.284
Rasio PDN (Keseluruhan) 1,34%
Rasio PDN (Neraca) 2,72%
2007
Mata Uang Asing
(dalam jumlah penuh) Ekuivalen Rp
Posisi Devisa
Aktiva Kewajiban Aktiva Kewajiban Neto
Keseluruhan (neraca dan
rekening administratif)
Dolar Amerika Serikat 467.003.764 467.283.383 4.261.409 4.263.961 2.552
Euro 1.693.022 1.684.723 20.567 20.466 101
Dolar Hong Kong 431.912 - 504 - 504
Dolar Australia 1.423.164 1.692.405 10.487 12.471 1.984
Dolar Singapura 15.038.090 15.049.090 90.438 90.504 66
Yen Jepang 27.990.145 8.020.216 2.163 620 1.543
Jumlah 4.385.568 4.388.022 6.750
Neraca
Dolar Amerika Serikat 455.990.584 416.270.358 4.160.914 3.798.467 362.447
Euro 1.243.022 1.334.723 15.100 16.214 (1.114)
Dolar Hong Kong 431.912 - 504 - 504
Dolar Australia 973.164 92.405 7.171 681 6.490
Dolar Singapura 14.507.035 15.049.090 87.244 90.504 (3.260)
Yen Jepang 27.990.145 8.020.216 2.163 620 1.543
Jumlah 4.273.096 3.906.486 366.610
Jumlah Modal Tier I dan Tier II (bulan Maret 2007)
(Catatan 43a) 2.148.966
Rasio PDN (Keseluruhan) 0,31%
Rasio PDN (Neraca) 17,06%
Rasio PDN per 31 Maret 2007 jika menggunakan modal bulan Februari 2007 adalah sebagai berikut:
Jumlah Modal Tier I dan Tier II (bulan Februari 2007) 2.057.152
Rasio PDN (Keseluruhan) 0,33%
Rasio PDN (Neraca) 17,82%
Perhitungan Posisi Devisa Neto (PDN) pada tanggal 31 Maret 2008 dan 2007 didasarkan pada Surat
Keputusan Bank Indonesia (PBI) No. 7/37/PBI/2005 tanggal 30 September 2005, dimana PDN Bank
secara keseluruhan maupun PDN untuk neraca setinggi-tingginya 20% dari modal. PDN secara
keseluruhan merupakan jumlah absolut dari selisih antara aktiva dan kewajiban dalam mata uang
asing, baik yang terdapat di neraca maupun rekening administratif.
PDN Bank pada tanggal 31 Maret 2008 dan 2007 telah memenuhi ketentuan Bank Indonesia.
68
PT BANK MEGA Tbk.
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal
31 Maret 2008 dan 2007
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
43. INFORMASI PENTING LAINNYA
a. Rasio Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM) Bank pada tanggal 31 Maret 2008 dan
2007 dihitung berdasarkan peraturan Bank Indonesia No. 5/12/PBI/2003, adalah sebagai berikut:
2008 2007
Modal inti
Modal disetor (Catatan 27) 812.722 812.722
Cadangan tambahan modal
Agio saham (Catatan 28) 777.985 777.985
Saldo laba yang telah ditentukan
penggunaannya 401 401
Saldo laba tahun lalu 578.973 322.021
Laba tahun berjalan 75.966 59.485
Jumlah modal inti 2.246.047 1.972.614
Modal pelengkap
(maksimum 100% dari modal inti)
Cadangan umum penyisihan kerugian aktiva
produktif (maksimum 1,25% dari ATMR) 152.967 116.352
Pinjaman subordinasi
(maksimum 50% dari modal inti)
(Catatan 23 & 26) 980.000 60.000
Jumlah modal pelengkap 1.132.967 176.352
Jumlah modal (Catatan 42) 3.379.014 2.148.966
Aktiva tertimbang menurut risiko (ATMR) kredit 17.369.851 13.312.165
Aktiva tertimbang menurut risiko (ATMR) pasar 20.384.077 13.500.138
Rasio KPMM Bank untuk risiko kredit 19,45% 16,14%
Rasio KPMM Bank untuk risiko pasar 16,58% 15,92%
Rasio KPMM yang diwajibkan 8,00% 8,00%
b. Jatuh tempo aktiva dan kewajiban berdasarkan waktu yang tersisa sampai dengan tanggal jatuh
tempo adalah sebagai berikut:
2008
1 bulan 3 bulan 1 tahun 2 tahun 3 tahun
Sampai sampai sampai sampai sampai sampai Lebih
dengan dengan dengan dengan dengan dengan dari
1 bulan 3 bulan 12 bulan 2 tahun 3 tahun 5 tahun 5 tahun Lainnya Jumlah
Aktiva
Kas 620.719 - - - - - - - 620.719
Giro pada Bank Indonesia 2.775.489 - - - - - - - 2.775.489
Giro pada bank lain 415.011 - - - - - - - 415.011
Penyisihan kerugian - - - - - - - (4.150) (4.150)
Surat-surat berharga 1.152.076 1.717.905 1.166.268 1.328.888 66.950 397.328 5.779.114 - 11.608.529
Penyisihan kerugian - - - - - - - (3.769) (3.769)
Tagihan derivatif 1.498 - - - - - - - 1.498
Penyisihan kerugian - - - - - - (15) (15)
Kredit yang diberikan 249.539 780.894 3.953.752 1.612.867 2.143.319 3.195.641 2.930.940 - 14.866.952
Penyisihan kerugian - - - - - - - (211.617) (211.617)
Tagihan akseptasi 66.194 94.321 158.521 - - - - - 319.036
Penyisihan kerugian - - - - - - - (2.820) (2.820)
69
PT BANK MEGA Tbk.
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal
31 Maret 2008 dan 2007
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
43. INFORMASI PENTING LAINNYA (lanjutan)
b. Jatuh tempo aktiva dan kewajiban berdasarkan waktu yang tersisa sampai dengan tanggal jatuh
tempo adalah sebagai berikut (lanjutan):
2008
1 bulan 3 bulan 1 tahun 2 tahun 3 tahun
Sampai sampai sampai sampai sampai sampai Lebih
dengan dengan dengan dengan dengan dengan dari
1 bulan 3 bulan 12 bulan 2 tahun 3 tahun 5 tahun 5 tahun Lainnya Jumlah
Aktiva (lanjutan)
Aktiva tetap - bersih - - - - - - - 768.721 768.721
Aktiva lain-lain 303.162 - - - - - - 328.430 631.592
Penyisihan kerugian - - - - - - - (2.083) (2.083)
Jumlah aktiva 5.583.688 2.593.120 5.278.541 2.941.755 2.210.269 3.592.969 8.710.054 872.697 31.783.093
Kewajiban
Kewajiban segera 175.718 - - - - - - - 175.718
Giro 5.591.576 - - - - - - - 5.591.576
Tabungan 5.873.061 - - - - - 201.988 - 6.075.049
Deposito berjangka 13.070.489 804.107 308.721 - - - - - 14.183.317
Simpanan dari bank lain 1.111.425 11.900 - - - - - - 1.123.325
Kewajiban derivatif 2.031 - - - - - - - 2.031
Kewajiban akseptasi 66.194 94.321 158.521 - - - - - 319.036
Obligasi Subordinasi - - - - - - 991.512 - 991.512
Estimasi kerugian komitmen
dan kontinjensi - - - - - - - 8.134 8.134
Kewajiban diestimasi atas
imbalan kerja - - - - - - - 46.321 46.321
Kewajiban aktiva pajak
tangguhan - - - - - - - 187.834 187.834
Pinjaman subordinasi - - 30.000 - - - - - 30.000
Kewajiban lain-lain 164.851 - - - - - 11.209 50.437 226.497
Jumlah kewajiban 26.055.345 910.328 497.242 - - - 1.204.709 292.726 28.960.350
Selisih (20.471.657) 1.682.792 4.781.299 2.941.755 2.210.269 3.592.969 7.505.345 579.971 2.822.743
2007
1 bulan 3 bulan 1 tahun 2 tahun 3 tahun
Sampai sampai sampai sampai sampai sampai Lebih
dengan dengan dengan dengan dengan dengan dari
1 bulan 3 bulan 12 bulan 2 tahun 3 tahun 5 tahun 5 tahun Lainnya Jumlah
Aktiva
Kas 348.106 - - - - - - - 348.106
Giro pada Bank Indonesia 3.198.429 - - - - - - - 3.198.429
Giro pada bank lain 131.407 - - - - - - - 131.407
Penyisihan kerugian - - - - - - - (1.314) (1.314)
Penempatan pada Bank
Indonesia dan bank lain - 100.650 - - - - - - 100.650
Penyisihan kerugian - - - - - - - (1.007) (1.007)
Surat-surat berharga 5.629.015 11.191 65.671 449.146 1.165.455 546.879 5.843.145 - 13.710.502
Penyisihan kerugian - - - - - - - (4.099) (4.099)
Tagihan derivatif 290 - - - - - - - 290
Penyisihan kerugian - - - - - - - (3) (3)
Kredit yang diberikan 231.183 497.701 3.027.368 2.693.608 2.068.899 1.959.567 1.110.678 - 11.589.004
Penyisihan kerugian - - - - - - - (168.548) (168.548)
Tagihan akseptasi 133.023 164.734 121.546 - - - - - 419.303
Penyisihan kerugian - - - - - - - (2.966) (2.966)
Aktiva pajak tangguhan - bersih - - - - - - - 12.828 12.828
Aktiva tetap - bersih - - - - - - - 665.221 665.221
Aktiva lain-lain 317.984 - - - - - - 209.906 527.890
Jumlah aktiva 9.989.437 774.276 3.214.585 3.142.754 3.234.354 2.506.446 6.953.823 710.018 30.525.693
70
PT BANK MEGA Tbk.
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal
31 Maret 2008 dan 2007
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
43. INFORMASI PENTING LAINNYA (lanjutan)
b. Jatuh tempo aktiva dan kewajiban berdasarkan waktu yang tersisa sampai dengan tanggal jatuh
tempo adalah sebagai berikut (lanjutan):
2007
1 bulan 3 bulan 1 tahun 2 tahun 3 tahun
Sampai sampai sampai sampai sampai sampai Lebih
dengan dengan dengan dengan dengan dengan dari
1 bulan 3 bulan 12 bulan 2 tahun 3 tahun 5 tahun 5 tahun Lainnya Jumlah
Kewajiban
Kewajiban segera 138.332 - - - - - - - 138.332
Giro 4.238.716 - - - - - - - 4.238.716
Tabungan 3.380.945 - - - - - 147.177 - 3.528.122
Deposito berjangka 13.764.612 2.937.977 1.210.261 - - - - - 17.912.850
Simpanan dari bank lain 1.080.086 92.800 - - - - - - 1.172.886
Surat berharga yang dijual
Dengan janji dibeli kembali 414.655 - - - - - - - 414.655
Kewajiban akseptasi 133.023 164.734 121.546 - - - - - 419.303
Kewajiban derivatif 180 - - - - - - - 180
Pinjaman diterima 136.875 136.875 - - - - - - 273.750
Estimasi kerugian komitmen
dan kontinjensi - - - - - - - 6.381 6.381
Kewajiban diestimasi atas
imbalan kerja - - - - - - - 29.054 29.054
Pinjaman subordinasi - - 30.000 30.000 - - - - 60.000
Kewajiban lain-lain 225.502 - - - - - 12.962 37.088 275.552
Jumlah kewajiban 23.512.926 3.332.386 1.361.807 30.000 - - 160.139 72.523 28.469.781
Selisih (13.523.489) (2.558.110) 1.852.778 3.112.754 3.234.354 2.506.446 6.793.684 637.495 2.055.912
44. KEGIATAN WALI AMANAT
Bank memperoleh izin untuk menyelenggarakan kegiatan usaha sebagai wali amanat dari BAPEPAM
- LK berdasarkan surat keputusan No. 20/STTD-WA/PM/2000 pada tanggal 2 Agustus 2000. Jasa-
jasa yang dilakukan oleh Bank sebagai wali amanat adalah sebagai berikut:
a. Mewakili kepentingan pemegang obligasi baik di dalam dan di luar pengadilan dalam melakukan
tindakan hukum yang berkaitan dengan kepentingan pemegang obligasi;
b. Menyampaikan informasi lengkap secara terbuka mengenai kualifikasinya sebagai Wali Amanat
dalam prospektus;
c. Memberikan laporan kepada BAPEPAM - LK, Bursa Efek dan pemegang obligasi baik secara
langsung atau melalui Bursa Efek dalam hal emiten telah cidera janji atau terjadi keadaan yang
dapat membahayakan kepentingan pemegang obligasi;
d. Melakukan pengawasan atau pemantauan secara berkala mengenai perkembangan pengelolaan
usaha emiten berdasarkan laporan keuangan atau laporan lainnya;
e. Memberikan nasehat yang diperlukan emiten sehubungan dengan perjanjian perwaliamanatan.
45. MANAJEMEN RISIKO
Dalam tahun 2008, Bank terus meningkatkan pengembangan infrastruktur pengelolaan risiko.
Pengembangan infrastruktur pengelolaan risiko Bank difokuskan pada beberapa aspek yaitu:
• Peningkatan kesadaran dan kompetensi sumber daya manusia;
• Peran dari unit Manajemen Risiko;
71
PT BANK MEGA Tbk.
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal
31 Maret 2008 dan 2007
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
45. MANAJEMEN RISIKO (lanjutan)
Pengembangan infrastruktur pengelolaan risiko Bank difokuskan pada beberapa aspek yaitu
(lanjutan):
• Penyempurnaan alat bantu pengelolaan risiko;
• Pengembangan infrastruktur untuk mengantisipasi penerapan Basel 2.
Penyesuaian atas pelaksanaan risiko Bank meliputi penyusunan kebijakan dan pedoman atas
pengelolaan risiko kredit, risiko pasar, risiko likuiditas, risiko operasional, risiko strategik, risiko
kepatuhan, risiko hukum dan risiko reputasi.
Risiko Kredit
Secara umum tingkat risiko kredit Bank berada pada tingkat risiko Moderate to Low. Pengelolaan
risiko kredit telah dijalankan dengan memastikan beberapa hal berikut:
• Tingkat kesadaran atas risiko kredit oleh seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan pemberian
kredit telah cukup memadai;
• Proses manajemen risiko kredit dari identifikasi risiko, analisa risiko, pengukuran risiko hingga
monitoring risiko kredit diperhatikan dalam siklus proses kredit secara menyeluruh, mulai dari
proses origination sampai dengan proses pelunasan;
• Proses kredit yang transparan dan terhindar dari moral hazard untuk mengesampingkan aspek
risiko;
• Proses pemantauan atas keseluruhan portofolio kredit secara memadai untuk menjaga tingkat
risiko konsentrasi tetap pada kisaran risk appetite Bank. Telah dilakukan re-profiling portofolio
kredit Bank dari yang sebelumnya terkonsentrasi pada segmen konsumer menjadi lebih tersebar
pada segmen usaha yang lain;
• Identifikasi risiko atas setiap produk baru yang akan dijalankan.
Risiko Kredit (lanjutan)
Bank telah menggunakan internal rating system (Mega Credit Risk Rating) yang dalam
penyempurnaannya juga didukung oleh pengembangan database untuk keperluan perhitungan-
perhitungan Probability of Default, Loss Given Default dan Exposure at Default. Studi-studi internal
untuk mendukung pengembangan hal-hal tersebut juga terus dilakukan.
Risiko Pasar dan Risiko Likuiditas
Pengembangan infrastruktur pengelolaan risiko pasar dan risiko likuiditas terutama dilakukan pada hal
hal berikut ini:
• Kebijakan, Internal Control Treasury dan peningkatan limit-limit risiko;
• Monitoring Limit dengan implementasi system treasury (Spectrum);
• Proses implementasi VARworks untuk peningkatan pemantauan risiko pasar;
• Implementasi sistem informasi Bloomberg untuk prediksi dan data/pengukuran risiko.
Pasar
Tingkat risiko pasar (risiko nilai tukar dan risiko suku bunga) terutama diukur dari kemampuan
permodalan Bank untuk meng-cover tingkat potential loss yang ditimbulkan oleh eksposur dan
fluktuasi nilai tukar dan suku bunga.
72
PT BANK MEGA Tbk.
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal
31 Maret 2008 dan 2007
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
45. MANAJEMEN RISIKO (lanjutan)
Likuiditas
Secara umum tingkat risiko likuiditas Bank berada pada tingkat risiko Moderate. Kondisi likuiditas
pasar akibat kebijakan yang diambil oleh otoritas moneter juga mempengaruhi likuiditas Bank.
Pertumbuhan dana pihak ketiga terus meningkat tetapi berfluktuasi akibat naik turunnya overnight di
pasar uang dan daya tarik investasi di pasar modal. Walaupun demikian posisi likuiditas Bank tetap
kuat, karena besarnya jumlah posisi likuid aset Bank.
Risiko Operasional
Fokus penerapan manajemen risiko operasional adalah pelaksanaan pengawasan internal yang
melekat di dalam setiap proses operasional, peningkatan risk awareness dan pengelolaan risiko
produk dan aktivitas baru.
Pengawasan internal antara lain dilakukan dengan memastikan bahwa semua aktivitas operasional
telah mematuhi ketentuan internal dan eksternal. Setiap tindakan penyimpangan ditangani
penyelesaiannya dengan melibatkan unit Internal Audit, unit Fraud in Banking Investigation dan unit
kerja lain yang terkait.
Setiap penyimpangan dicatat frekuensi dan kerugian finansialnya (bila ada) baik untuk keperluan
perbaikan dan pengembangan sistem dan prosedur yang ada juga untuk keperluan persiapan
perhitungan Operational Risk Capital Charge berdasarkan Advanced Measurement Approach.
Pada tahun 2007, sistem pencatatan kerugian risiko operasional yang telah dikembangkan (Loss
Event Recording System) akan diterapkan secara efektif. Sistem ini memungkinkan setiap loss event
dapat dicatat menggunakan aplikasi komputer berbasis web yang akan dimonitor secara on line oleh
Kantor Pusat.
Risiko Operasional (lanjutan)
Peningkatan risk awareness dilaksanakan dengan berbagai sosialisasi kerangka manajemen risiko
kepada seluruh jajaran pelaksana operasional Bank, terutama para pegawai baru baik melalui suatu
program pelatihan maupun workshop-workshop.
Selain itu, juga dilaksanakan suatu mekanisme penilaian terhadap pelaksanaan risk control dengan
menggunakan program bantu MeRCA yang dilakukan rutin dalam periode tertentu.
MeRCA (Mega Risk and Control Assessment) merupakan program bantu dalam penilaian dan
peningkatan risk awareness di setiap jajaran pelaksana aktivitas Bank. Program MeRCA ini membantu
unit-unit kerja di cabang untuk mengenal risiko-risiko yang melekat (inherent risk) di unit kerjanya.
Selain itu, unit-unit kerja tersebut juga dapat melakukan penilaian secara mandiri atas pelaksanaan
pengendalian atas risiko (risk control) yang mungkin terjadi di unit kerjanya.
Berdasarkan hasil penilaian tersebut akan diperoleh gambaran secara umum mengenai pelaksanaan
risk control di setiap kantor operasional dan Bank secara keseluruhan. Selain itu, hasil penilaian
tersebut dipandang bermanfaat untuk menjadi masukan dalam pengembangan kebijakan sumber
daya manusia, misalnya pengembangan kebutuhan materi pelatihan tertentu, atau sebagai dasar
pertimbangan dalam pengembangan karir pegawai (kelayakan promosi).
Pengelolaan risiko produk dan aktivitas baru menjadi lebih efektif dengan dibentuknya working group
di bawah Komite Produk. Penyempurnaan ini memastikan bahwa setiap produk dan aktifitas baru
telah memperhatikan aspek manajemen risiko, aspek hukum dan aspek pembukuan/akuntansi
sebelum diluncurkan. Selain itu, cakupan pengelolaan risiko produk dan aktivitas Bank diperluas tidak
hanya untuk produk dan aktifitas baru tetapi juga yang telah ada, baik dalam rangka penyempurnaan
maupun perbaikan.
73
PT BANK MEGA Tbk.
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal
31 Maret 2008 dan 2007
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
45. MANAJEMEN RISIKO (lanjutan)
Pengelolaan risiko operasional dalam bidang teknologi informasi dilakukan dengan ditetapkannya
Disaster Recovery Center (DRC) di Bogor. Adanya DRC ini merupakan salah satu tindakan penting
dalam rangka menjamin kesinambungan operasional Bank apabila terjadi gangguan infrastruktur pada
data center di Kantor Pusat.
Key risk indicators digunakan sebagai salah satu sarana pemantauan risiko. Indikator tersebut antara
lain: rasio pegawai keluar, frekuensi dan kerugian akibat internal fraud, permasalahan kelengkapan
dan kesahihan dokumen transaksi, pelanggaran wewenang, open item, gangguan sistem dan
teknologi, frekuensi dan kerugian akibat eksternal fraud dan gangguan eksternal lainnya. Indikator-
indikator risiko yang dihimpun dan dimonitor tidak hanya risiko operasional saja tetapi juga risiko
lainnya, yaitu risiko strategik, risiko hukum, risiko kepatuhan dan reputasi.
Risiko Strategik
Pengendalian risiko strategik dilaksanakan dengan pemantauan realisasi dibandingkan dengan target
yang harus dicapai. Pemantauan dilakukan baik melalui laporan realisasi maupun dalam rapat-rapat
Komite Aset dan Kewajiban (ALCO).
Pengambilan keputusan-keputusan bisnis yang penting selalu dilakukan dalam suatu komite (Komite
Manajemen Risiko, Komite Kredit, Komite Produk, Komite Kebijakan Perkreditan dan Komite
Teknologi Informasi). Ini dilaksanakan secara konsisten agar keputusan yang diambil diyakini telah
mempertimbangkan semua aspek baik aspek bisnis maupun aspek manajemen risiko.
Risiko Strategik (lanjutan)
Perbaikan sistem perkreditan untuk menunjang penerapan grandplan 2007 telah memberikan
perubahan paradigma dalam upaya pencapaian target bisnis. Diharapkan dengan strategi grandplan
2007 ini dapat meningkatkan pertumbuhan aset dan profit Bank keseluruhan secara sehat dan
berkesinambungan.
Terkait dengan upaya pertumbuhan kredit, maka dari sisi pendanaan juga telah dilakukan upaya-
upaya penghimpunan dana pihak ketiga melalui produk-produk yang menarik dan inovatif. Produk-
produk penghimpunan dana pihak ketiga dikembangkan melalui bekerja sama dengan perusahaan
asuransi (bancassurance) dan sehingga tercipta produk perbankan dengan tingkat bunga yang lebih
tinggi dari counter rate bagi nasabah tetapi tetap berbiaya rendah bagi Bank. Selain untuk mendorong
percepatan pertumbuhan dana pihak ketiga, produk-produk tersebut juga menghasilkan reprofiling
cost of fund dana pihak ketiga bagi Bank.
Risiko Kepatuhan
Peranan Compliance and Good Corporate Governance Division merupakan hal penting, khususnya
dalam hal memastikan dipatuhinya ketentuan-ketentuan eksternal/internal sebelum kebijakan atau
prosedur disetujui Direksi termasuk keputusan-keputusan bisnis yang akan diambil. Selain itu,
pemantauan pencapaian posisi rasio-rasio keuangan penting dilakukan baik secara harian, mingguan
maupun bulanan (sesuai ketentuan berlaku) merupakan pelaksanaan dari pengendalian risiko
kepatuhan.
Efektifitas pelaksanaan ketentuan KYC (Know Your Customer) terus menerus digalakkan untuk
memastikan bahwa proses KYC dijalankan di kantor-kantor operasional Bank. Pada tahun 2007,
berdasarkan penilaian Bank Indonesia, penerapan KYC oleh Bank mendapatkan peringkat 2 (dua).
Peringkat terbaik adalah peringkat 1 (satu) yang belum pernah dicapai oleh perbankan di Indonesia.
74
PT BANK MEGA Tbk.
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal
31 Maret 2008 dan 2007
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
45. MANAJEMEN RISIKO (lanjutan)
Risiko Hukum
Selain memastikan kekuatan hukum Bank dalam perjanjian kredit dan pengikatan agunan, keterlibatan
secara aktif unit kerja bidang hukum dalam setiap perancangan produk dan aktivitas baru merupakan
langkah pengendalian terhadap munculnya risiko hukum. Terutama yang mungkin timbul akibat
perbedaan persepsi hukum di dalam kontrak kerja sama dengan pihak ketiga maupun persyaratan
suatu produk atau layanan jasa Bank.
Risiko Reputasi
Pengelolaan keluhan nasabah oleh Customer Care Center dilakukan sebagai salah satu hal utama
dalam pengelolaan risiko reputasi. Penerapannya tidak hanya dengan memberikan respon yang positif
dan proporsional bagi nasabah tetapi juga sekaligus menghimpun aspirasi dan minat nasabah dalam
pengembangan produk dan layanan jasa perbankan umumnya.
Selain itu, Bank terus menerus melakukan upaya pemeliharaan reputasi dengan melaksanakan
berbagai kegiatan baik yang bersifat sosial maupun edukasi produk dan jasa layanan perbankan di
Bank kepada masyarakat.
Penyampaian Profil Risiko ke Bank Indonesia
Mengacu pada Peraturan Bank Indonesia (PBI) No. 5/8/PBI/2003 tanggal 19 Mei 2003 tentang
Penerapan Manajemen Risiko bagi Bank Umum dan Surat Edaran Bank Indonesia (SEBI)
No. 5/21/DPNP tanggal 29 September 2003 tentang Pedoman Standar Penerapan Manajemen Risiko
Bagi Bank Umum, maka sejak tahun 2005 setiap triwulan Bank telah menyampaikan laporan Profil
Risiko ke Bank Indonesia sesuai format yang ditetapkan dan tepat waktu.
46. KONDISI EKONOMI
Perekonomian Indonesia menunjukkan perkembangan yang semakin membaik disertai dengan
stabilitas makro ekonomi dan keuangan yang terjaga sampai dengan tahun 2007. Pertumbuhan
ekonomi di tahun 2007 menunjukkan peningkatan yang didorong oleh masih tingginya pengeluaran
pemerintah dan membaiknya kinerja ekspor. Dengan perkembangan tersebut serta memperhatikan
prospek ekonomi moneter, Bank Indonesia kembali menurunkan tingkat suku bunga SBI menjadi 8%
pada akhir tahun 2007.
Harapan akan semakin membaiknya ekonomi Indonesia didukung oleh bisnis perbankan. Penyaluran
kredit telah menunjukkan perbaikan dengan semakin meningkatnya pertumbuhan kredit perbankan
yang dibarengi dengan menurunnya rasio non-performing loans (NPL).
Kebijakan otoritas moneter dalam menjaga kestabilan harga serta upaya pemerintah dalam
meningkatkan pembangunan infrastruktur, menggerakkan sektor riil dan memperbaiki iklim investasi
akan terus mendorong perbaikan ekonomi. Optimisme tersebut diyakini akan mendorong
pertumbuhan ekonomi dan mendorong kinerja perbankan Indonesia di masa mendatang.
Laporan keuangan terlampir mencakup dampak kondisi ekonomi tersebut, sepanjang hal itu dapat
ditentukan dan diperkirakan besarnya. Pemulihan kondisi ekonomi ke kondisi yang sehat dan stabil
sangat tergantung pada kebijakan fiskal, moneter yang terus menerus diupayakan oleh pemerintah
Indonesia untuk mencapai pemulihan ekonomi, suatu tindakan yang berada di luar kendali Bank.
75
0 comments
Post a comment