Your SlideShare is downloading. ×
Media pembelajaran laju reaksi
Media pembelajaran laju reaksi
Media pembelajaran laju reaksi
Media pembelajaran laju reaksi
Media pembelajaran laju reaksi
Media pembelajaran laju reaksi
Media pembelajaran laju reaksi
Media pembelajaran laju reaksi
Media pembelajaran laju reaksi
Media pembelajaran laju reaksi
Media pembelajaran laju reaksi
Media pembelajaran laju reaksi
Media pembelajaran laju reaksi
Media pembelajaran laju reaksi
Media pembelajaran laju reaksi
Media pembelajaran laju reaksi
Media pembelajaran laju reaksi
Media pembelajaran laju reaksi
Media pembelajaran laju reaksi
Media pembelajaran laju reaksi
Media pembelajaran laju reaksi
Media pembelajaran laju reaksi
Media pembelajaran laju reaksi
Media pembelajaran laju reaksi
Media pembelajaran laju reaksi
Media pembelajaran laju reaksi
Media pembelajaran laju reaksi
Media pembelajaran laju reaksi
Media pembelajaran laju reaksi
Media pembelajaran laju reaksi
Media pembelajaran laju reaksi
Media pembelajaran laju reaksi
Media pembelajaran laju reaksi
Media pembelajaran laju reaksi
Media pembelajaran laju reaksi
Media pembelajaran laju reaksi
Media pembelajaran laju reaksi
Media pembelajaran laju reaksi
Media pembelajaran laju reaksi
Media pembelajaran laju reaksi
Media pembelajaran laju reaksi
Media pembelajaran laju reaksi
Media pembelajaran laju reaksi
Media pembelajaran laju reaksi
Media pembelajaran laju reaksi
Media pembelajaran laju reaksi
Media pembelajaran laju reaksi
Media pembelajaran laju reaksi
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×
Saving this for later? Get the SlideShare app to save on your phone or tablet. Read anywhere, anytime – even offline.
Text the download link to your phone
Standard text messaging rates apply

Media pembelajaran laju reaksi

18,341

Published on

1 Comment
5 Likes
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total Views
18,341
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
506
Comments
1
Likes
5
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. Kelas XI semester 1 Laju Reaksi
  • 2. Standar Kompetensi INDIKATOR Kompetensi Dasar TUJUAN LAJU REAKSI
  • 3. Sinopsis
    • Dalam materi ini akan dijelaskan mengenai pengertian kemolaran,konsep laju reaksi, persamaan laju reaksi,faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi dan Penjelasan mengenai Teori Tumbukan.
  • 4. Materi Pelajaran I KEMOLARAN KONSEP LAJU REAKSI PERSAMAAN LAJU REAKSI
  • 5. Materi Pelajaran II Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Laju Reaksi Konsentrasi Luas Permukaan Suhu Katalis
  • 6. I. Standar Kompetensi
    • Memahami kinetika reaksi, kesetimbangan kimia, dan faktor-faktor yang mempengaruhinya, serta penerapannya dalam kehidupan sehari hari dan industri .
  • 7. II. Kompetensi Dasar
    • 3.1.Menganalisis data percobaan
    • untuk menentukan laju dan orde
    • reaksi
    • 3.2.Menggunakan postulat dasar teori
    • tumbukan untuk menjelaskan
    • kebergantungan laju reaksi pada
    • beberapa faktor yang mempengaruhi
    • laju reaksi
  • 8. III. Indikator
    • Menjelaskan pengertian kemolaran dan penggunaanya
    • Menjelaskan konsep laju reaksi
    • Menjelaskan persamaan laju reaksi, orde reaksi dan tingkat reaksi serta penentuannya
    • Menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi
    • Menjelaskan teori tumbukan
  • 9. IV. Tujuan Pembelajaran
    • Siswa dapat menjelaskan pengertian kemolaran dan penggunaanya
    • Siswa dapat menjelaskan konsep laju reaksi
    • Siswa dapat menjelaskan persamaan laju reaksi, orde reaksi dan tingkat reaksi serta penentuannya
    • Siswa dapat menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi
    • Siswa dapat menjelaskan tentang teori tumbukan
  • 10.
    • 1. Pengertian Kemolaran
    • Kemolaran adalah salah satu cara menyatakan kepekatan larutan.
    • Kemolaran menyatakan jumlah zat terlarut dalam setiap liter larutan (ingat : setiap liter larutan, bukan pelarut). Kemolaran dinyatakan dengan lambang M dan satuannya adalah mol L-1.Contoh : Larutan HCl 1 M artinya tiap liter larutan mengandung 1 mol HCl yang terlarut.
    M = atau M = A. KEMOLARAN
  • 11. Contoh soal : Sebanyak 2 gram NaOH (Ar Na = 23, O = 16, H = 1) dilarutkan dalam air hingga volume larutan 500 mL. Hitung kemolaran ( M ) larutan tersebut! Jawab : Dik : gram NaOH = 2 gram Ar NaOH = 23, O = 16, H = 1 Volume = 500 mL = 0,5 L Dit : Kemolaran ( M ) = ? Penyelesaian : M = = = = 0,1 M Jadi, molaritas dari larutan di atas adalah 0, 1 M.
  • 12. 2. Hubungan Kemolaran dengan Kadar Larutan
    • Kadar menyatakan massa zat terlarut dalam 100 gram larutan, sedangkan kemolaran menyatakan jumlah mol zat terlarut dalam setiap liter larutan. Oleh karena massa merupakan hasil kali volume dengan massa jenis, maka kemolaran larutan dapat ditentukan jika kadar dan massa jenisnya diketahui
    M =
  • 13. Contoh soal : Menghitung kemolaran asam sulfat pekat yang Mengandung 96% H2SO4 dengan massa jenis 1, 8 kg L-1.Kemolaran menyatakan jumlah mol ( n ) zat terlarut dalam 1 liter larutan. Jadi, kita harus menentukan jumlah mol asam sulfat dalam 1 liter larutan tersebut. Massa 1 liter asam sulfat = V x ρ = 1 L x 1, 8 kg L-1 = 1, 8 kg = 1, 8 x 1000 g = 1800 g s ( = ρ x 1000 g ) Massa H2SO4 96%, m = x 1800 g = 18 x 96 g ( = ρ x 10 x kadar )
  • 14. Jumlah mol H 2 SO 4 , n = = = 17, 63 mol atau ( = ρ x 10 x ) Kemolaran asam sulfat, M = = 17, 63 mol / 1 L = 17, 63 mol L -1 atau ( M = ) hubungan antara kemolaran dengan kadar dan massa jenis larutan sebagai berikut : ( M = ) Dengan, M = kemolaran = massa jenis Kada r = % massa mm = massa molar
  • 15.
    • Pengenceran menyebabkan volume dan kemolaran
    • larutan berubah, tetapi jumlah mol zat terlarut tidak
    • berubah. Oleh karena pengenceran tidak mengubah
    • jumlah mol zat terlarut maka :
    • n1 = n2 atau V1 M1 = V2 M2
    V1 M1 = V2 M2 2. Pengenceran
  • 16. Berapa ml air harus dicampur dengan 100 ml larutan NaOH 0,5 M sehingga menjadi 0,2 M ? Jawab : Misal volume air yang harus ditambah = x mL maka volume akhir larutan = (100 + x) mL. V 1 M 1 = V 2 M 2 100 . 0, 5 = (100 + x) 0,2 50 = 20 + 0,2 x x = = 150 contoh soal : Jadi volume air yang harus ditambahkan adalah 150 mL.
  • 17. 3. Pengertian Konsentrasi Dalam Sistem Gas
    • Gas selalu mengisi ruangan secara homogen. Konsentrasi atau kerapatan gas juga dinyatakan dengan kemolaran
    C = mol L -1 Dengan C = konsentrasi gas n = jumlah mol gas V = volume ruangan
  • 18. Kedalam suatu ruang 5 L dimasukkan 16 gr oksigen dan28 gr nitrogen. Hitunglah konsentrasi masing-masing gas tersebut ( N = 14 , O = 16 )! contoh soal : Jawab : Mol O 2 = = 0,5 mol Konsentrasi O2 (CO2) = 0,5 mol / 5 L = 0,1 mol L-1 Mol N 2 = = 1 mol Konsentrasi N2 (CN2) = 1 mol / 5 L = 0,2 mol L-1
  • 19.
    • a. Pelarutan padatan murni
    • Contoh :
    • Membuat 500 mL larutan NaOH 1M dari Kristal NaOH
    • murni.
    • Prosedurnya melalui beberapa tahap sebagai berikut :
    • Menyiapkan alat dan bahan yang diperlukan yaitu neraca, botol timbang, labu ukur 500 mL, sendok stainless stel, Kristal NaOH dan aquades.
    • Menghitung jumlah NaOH yang diperlukan
    • Mol NaOH = 500 mL x 1 mmol mL-1
    • = 500 mmol = 0,5 mol
    • Menimbang 20 gr Kristal NaOH
    • Melarutkan NaOH itu dengan kira-kira 300 mL aquades dalam labu ukur 500 mL. setelah Kristal NaOH itu larut seluruhnya, ditambahkan lagi aquades hingga volume larutan tepat 500 mL
    4. Membuat larutan Dengan Kemolaran Tertentu
  • 20.
    • b. Pengenceran larutan pekat
    • Contoh : Membuat 200 mL H2SO4 4 M dari asam sulfat 98 % massa jenis 1,8 kg L-
    • Cara kerja pembuatan larutan sebagai berikut :
    • Menyiapkan alat dan bahan yang diperlukan yaitu labu ukur 200 mL, gelas kimia 200 mL, pipet ukur, asam sulfat pekat dan aquades.
    • Menghitung volume asam sulfat pekat yang diperlukan. Dari perhitungan di atas diketahui kemolaran asam sulfat pekat adalah 18 mol L-1. Volume asam sulfat pekat yang diperlukan dapat dihitung dengan menggunakan rumus pengenceran.
    • V1 . M1 = V2 . M2
    • V1 . 18 = 200 . 4
    • V1 = 44,44 mL
    • Mengambil 44,44 mL asam sulfat pekat menggunakan pipet ukur.
    • Melarutkan asam sulfat pekat itu kedalam kira-kira 100 mL air dalam gelas kimia ukuran 200 mL secara hati-hati.
    • Setelah campuran agak dingin, dipindahkan kedalam labu ukur ukuran 200 mL, kemudian ditambahkan aquades hingga volume tepat 200 mL
  • 21. B. KONSEP LAJU REAKSI
    • Pengertian Laju Reaksi
    • Laju atau kecepatan Reaksi
    • didefinisikan sebagai jumlah suatu perubahan
    • molekul tiap satuan waktu. Satuan waktu dapat
    • berupa detik, menit, jam, hari atau tahun. Laju
    • reaksi dinyatakan sebagai laju berkurangnya
    • pereaksi atau laju bertambahnya produk
    Gambar1. a. Perkaratan besi merupakan contoh reaksi lambat b. ledakan merupakan contoh reaksi cepat a. b.
  • 22. Dalam reaksi kimia, perubahan yang dimaksud adalah perubahan konsentrasi pereaksi atau produk. Seiring dengan bertambahnya waktu reaksi, maka jumlah zat pereaksi akan makin sedikit, sedangkan produk makin banyak. Laju reaksi dinyatakan sebagai laju berkurangnya pereaksi atau laju bertambahnya produk. Satuan konsentrasi yang digunakan adalah molaritas (M) atau mol per liter (mol. L-1). Satuan waktu yang digunakan biasanya detik (dt). Sehingga laju reaksi mempunyai satuan mol per liter per detik (mol. L-1. dt-1 atau M.dt-1). Bagaimanakah cara menyatakan laju dari suatu reaksi? Gambar 2 : Laju reaksi A -> B, ditunjukkan dengan berkurangnya molekul A dan bertambahnya molekul B dalam satu satuanwaktu
  • 23. Tabel 1. Persamaan Laju Integrasi dari Orde 0, 1, dan 2 = k t = Kons. -1 waktu -1 k vs t k [ A ] 2 2 Waktu -1 -k ln [A] t vs t ln [A] t = -kt + ln[A 0 ] k [ A ] 1 Kons. Waktu -1 -k [A] t vs t [A] t = -kt + [A 0 ] k [ A ] 0 = k 0 Satuan Slope Garis Kurva Hukum Laju Integrasi Persamaan Laju Orde
  • 24. C.PERSAMAAN LAJU REAKSI Tujuan dari mempelajari laju reaksi adalah untuk dapat memprediksi laju suatu reaksi. Hal tersebut dapat dilakukan dengan hitungan matematis melalui hukum laju. Sebagai contoh, pada reaksi: a A + b B -> c C + d D Dimana A dan B adalah pereaksi, C dan D adalah produk dan a,b,c,d adalah koefisien penyetaraan reaksi, maka hukum lajunya dapat dituliskan sebagai berikut: Laju reaksi = k [A]m [B]n ............................(3) dengan, k = tetapan laju, dipengaruhi suhu dan katalis (jika ada) m = orde (tingkat) reaksi terhadap pereaksi A n = orde (tingkat) reaksi terhadap pereaksi [A], [B] = konsentrasi dalam molaritas.
  • 25. Salah satu faktor yang dapat mempercepat laju reaksi adalah konsentrasi, namun seberapa cepat hal ini terjadi? Menemukan orde reaksi merupakan salah satu cara memperkirakan sejauh mana konsentrasi zat pereaksi mempengaruhi laju reaksi tertentu. Orde reaksi atau tingkat reaksi terhadap suatu komponen merupakan pangkat dari konsentrasi komponen tersebut dalam hukum laju. Sebagai contoh, v = k [A]m [B]n, bila m=1 kita katakan bahwa reaksi tersebut adalah orde pertama terhadap A. Jika n=3, reaksi tersebut orde ketiga terhadap B. Orde total adalah jumlah orde semua komponen dalam persamaan laju: n + m + ... Pangkat m dan n ditentukan dari data eksperimen, biasanya harganya kecil dan tidak selalu sama dengan koefisien a dan b. Hal ini berarti, tidak ada hubungan antara jumlah pereaksi dan koefisien reaksi dengan orde reaksi. A. Orde Reaksi
  • 26. Secara garis besar, beberapa macam orde reaksi diuraikan sebagai berikut: 1. Orde nol Reaksi dikatakan berorde nol terhadap salah satu pereaksinya apabil perubahan konsentrasi pereaksi tersebut tidak mempengaruhi laju reaksi Artinya, asalkan terdapat dalam jumlah tertentu, perubahan konsentrasi pereaksi itu tidak mempengaruhi laju reaksi. Bila kita tulis laju reaksinya: k A k l Gambar 4 : Grafik Orde Reaksi Nol
  • 27. 2. Orde Satu Suatu reaksi dikatakan berorde satu terhadap salah satu pereaksinya jika laju reaksi berbanding lurus dengan konsentrasi pereaksi itu. Misalkan, konsentrasi pereaksi itu dilipat tigakan maka laju reaksi akan menjadi 31 atau 3 kali lebih besar.Bila kita tinjau reaksi orde satu berikut: A -> produk, maka persamaan lajunya: ] [ Integrasinya adalah ln [A]t = -kt + ln[A 0] Bila persamaan ln [A]t = -kt + ln[A0] dibuat grafik ln [A] lawan t, maka diperoleh garis lurus dengan kemiringan = -k, sedang jelajahnya (intersep) = ln[A]0. Gambar 5 : Grafik Orde Reaksi Satu
  • 28. 3. Orde Dua Suatu reaksi dikatakan berorde dua terhadap salah satu pereaksi jika laju reaksi merupakan pangkat dua dari konsentrasi pereaksi itu. Apabila konsentrasi zat itu dilipatigakan, maka laju pereaksi akan menjadi 3 2 atau 9 kali lebih besar. Gambar 6 : Grafik Orde Reaksi Dua 4. Orde Negatif Suatu reaksi berorde negatif jika laju reaksi berbanding terbalik dengan konsentrasi pereaksi itu. Jika konsentrasi pereaksi itu diperbesar, maka laju reaksi kan semakin kecil.
  • 29. Pengaruh konsentrasi terhadap laju reaksi secara kuantitatif hanya dapat diketahui dari hasil eksperimen. Sebagai contoh, penentuan persamaan laju dengan metode laju awal . Mari kita perhatikan reaksi antara hydrogen (gas) dengan nitrogen mono oksida (gas) yang secara kinetika dapat diamati dari perubahan tekanan campuran yang berkurang, karena empat molekul pereaksi menghasilkan tiga molekul produk menurut reaksi. 2H2 (g) + 2 NO (g) -> 2 H2O (g) + N2 (g) B.Penentuan Persamaan Laju Reaksi
  • 30. Tabel 2. Laju reaksi NO dan H 2 pada suhu Dari reaksi pada suhu 8000 C diperoleh data sebagai berikut: 0,056 0,009 0,003 6 0,025 0,009 0,002 5 0,0063 0,009 0,001 4 0,075 0,003 0,006 3 0,050 0,002 0,006 2 0,025 0,001 0,006 1 H 2 NO Laju awal Konsentrasi molar awal Eksperimen
  • 31. Dari data eksperimen 1 dan 2 terlihat, bahwa pada konsentrasi NO konstan (0,006M), jika konsentrasi H2 dilipat duakan, laju reaksi juga naik dua kali lipat. Bila konsentrasi H2 dinaikan tiga kali, laju reaksi juga bertambah menjadi tiga kali lipat (eksperimen 1 dan 3). Dengan demikian, perubahan laju semata-mata disebabkan oleh perubahan konsentrasi H2. Eksperimen 4, 5, dan 6 menunjukkan bahwa pada konsentrasi H2 konstan (0,009M), jika konsentrasi NO dinaikan dua kali dan tiga kali lipat, maka laju reaksi naik menjadi empat kali dan sembilan kali lebih besar. Jadi, perubahan laju reaksi semata-mata disebabkan perubahan konsentrasi NO.
  • 32. Bagaimana cara menentukan persamaan laju reaksi dari data percobaan di atas? Dari persamaan reaksi: 2H2 (g) + 2 NO (g) -> 2 H2O (g) + N2 (g) dapat ditulis persamaan lajunya sebagai: v = k [H2]x [NO]y Orde reaksi terhadap H2, yaitu x dapat ditentukan dengan membandingkan percobaan 1 dan 2, atau percobaan 2 dan 3, atau percobaan 1 dan 3: = = -> 2 x = 2, maka x = 1 Jadi, laju reaksi sebanding dengan konsentrasi H2 pangkat satu.
  • 33. Orde reaksi terhadap NO, yaitu y dapat ditentukan dengaN membandingkan percobaan 4 dan 5, atau percobaan 4 dan 6, atau percobaan 5 dan 6: = = -> 2 x = 4, maka x = 2 Jadi, laju reaksi sebanding dengan konsentrasi NO pangkat dua. Secara matematis, persamaan laju reaksi dapat dituliskan: v = k [H2][NO]2
  • 34. Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Laju Reaksi 1. Konsentrasi Dalam teori tumbukan, perubahan jumlah molekul pereaksi dapat berpengaruh pada laju suatu reaksi. Jumlah mol spesi zat terlarut dalam 1 liter larutan dinamakan konsentrasi molar. Bila konsentrasi pereaksi diperbesar dalam suatu reaksi, berarti kerapatannya bertambah dan akan memperbanyak kemungkinan tabrakan sehingga akan mempercepat laju reaksi. Gambar 8 : Makin banyak perahu dalam kolam, makin banyak terjadi tabrakan
  • 35. 2. Luas Permukaan Sentuhan Gambar 9 : Bila kubus 1 cm3 dipecah menjadi dua, maka luas permukaan sentuh meningkat dua kalinya, dan permukaan sentuh tadi bereaksi dengan cairan atau gas. Hal ini merupakan contoh bagaimana penurunan ukuran partikel dapat memperluas permukaan sentuh zat.
  • 36. 3. Suhu Laju reaksi kimia bertambah dengan naiknya suhu. Umumnya kenaikan suhu sebesar 100C menyebabkan kenaikan laju reaksi sebesar dua sampai tiga kali. Kenaikan laju reaksi dapat dijelaskan dari gerak molekulnya. Molekul-molekul dalam suatu zat kimia selalu bergerak-gerak. Oleh karena itu, kemungkinan terjadi tabrakan antar molekul yang ada. Tetapi tabrakan itu belum berdampak apa-apa bila energi yang dimiliki oleh molekul-molekul itu tidak cukup untuk menghasilkan tabrakan yang efektif. Energi yang diperlukan untuk menghasilkan tabrakan yang efektif atau untuk menghasilkan suatu reaksi disebut energi pengaktifan .
  • 37. Salah satu cara untuk mempercepat laju reaksi adalah dengan jalan menurunkan energi pengaktifan suatu reaksi. Hal ini dapat dilakukan dengan menggunakan katalis. Katalis adalah zat yang dapat meningkatkan laju reaksi tanpa dirinya mengalami perubahan kimia secara permanen. Katalis dapat bekerja dengan membentuk senyawa antara atau mengabsorpsi zat yang direaksikan. 4. Katalis Suatu reaksi yang menggunakan katalis disebut reaksi katalis dan prosesnya disebut katalisme. Katalis suatu reaksi biasanya dituliskan di atas tanda panah, misalnya. 2 KClO 3 (g) 2 KCl (s) + 3 O2 (g) )
  • 38. Teori Tumbukan
    • laju reaksi akan bergantung pada tiga hal berikut:
    • Frekuensi tumbukan
    • Fraksi tumbukan yang melibatkan partikel dengan energi cukup
    • Fraksi partikel dengan energi cukup yang bertumbukan dengan arah
    • yang tepat.
    Syarat-syarat terjadinya suatu reaksi : 1. tumbukan efektif Gambar 5 : Tumbukan yang efektif terjadi bila atom K bertumbukan dengan atom I, karena ukuran atomnya sama.
  • 39. Gambar 6 : Makin banyak molekul yang bereaksi, makin banyak kemungkinan terjadi tumbukan untuk menghasilkan molekul hasil reaksi.
  • 40. 2. energi tumbukan yang cukup Energi minimum yang harus dimiliki oleh partikel pereaksi sehingga menghasilkan tumbukan efektif disebut energy pengaktifan ( Ea = energi aktivasi).Semua reaksi, eksoterm atau endoterm, memerlukan energy pengaktifan. Energi pengaktifan ditafsirkan sebagai energi penghalang (barier) antara pereaksi dan produk. Pereaksi harus didorong sehingga dapat melewati energi penghalang tersebut baru kemudian dapat berubah menjadi produk. Profil diagram energi pada reaksi eksoterm dan endoterm diberikan pada Gambar 7. Gambar 7 : Energi pengaktifan untuk reaksi eksoterm (a) dan reaksi endoterm (b)
  • 41. POST TEST
    • Tentukan kemolaran larutan yang dibuat dengan melarutkan 4 gramNaOH
    • dalam air sehingga diperoleh 200 ml larutan (Ar Na = 23, O = 16, H = 1)
    a. 0,1 M b. 0,2 M c. 0,3 M d. 0,4 M 2. Larutan H2SO4 diketahui Ar ( H = 1; O = 16; Na = 23; S = 32 ). Hitung lah massa H2SO yang terdapat dalam 100 mL larutan H2SO­4 2 M !
      • a. 18,5 gram
      • b. 19,6 gram
      • c. 20,9 gram
      • d. 21 gram
  • 42. 3.Berapa ml air yang harus dicampur dengan 150 ml larutan NaOH 0,4 M sehingga menjadi 0,2 M ?
      • a. 75 ml
      • b. 100 ml
      • c. 125 ml
      • d. 150 ml
    4.Data eksperimen untuk reaksi 2A (g) + B (g) -> 2AB (g) Terdapat pada tabel berikut : Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa persamaan laju reaksinya adalah . . . a. v = k [ A ]2 b. v = k [ B ] c. v = k [ A ]2 [ B ] d. v = k [ B ] [ A ]2 54 0,1 0,3 5 24 0,1 0,2 4 18 0,3 0,1 3 12 0,2 0,1 2 6 0,1 0,1 1 B A Laju awal ( M / det ) Konsentrasi molar awal Eksperimen
  • 43.
    • 5.Suatu reaksi tertentu berorde nol terhadap Pereaksi A mempunyai nilai k= 0,025 Ms-1. Jika konsentrasi awal A adalah 0,50 M, maka konsentrasinya saat reaksi berlangsung selama 15 detik adalah . . .
    • a. 0,500 M
    • b. 0,320 M
    • c. 0,125 M
    • d.0, 060 M
    • 6. Untuk reaksi A + B -> C diperoleh data sebagai berikut :
    Harga tetapan laju reaksi k untuk reaksi diatas adalah . . . a. 1000 b. 500 c. 450 d. 200 0,54 0,60 0,03 0,16 0,40 0,02 0,08 0,20 0,02 0,02 0,20 0,01 Laju, molar/menit [ B ] Molar [ A ] Molar
  • 44.
    • 7. Data percobaan suatu reaksi 2A + B2 -> 2 AB, tercantum dibawah ini. Orde keseluruhan reaksi tersebut adalah . . .
    a. 0 b. 1 c. 2 d. 3
    • 8. Kenaikan suhu akan mempercepat laju reaksi karena . . .
      • a. kenaikan suhu kan menaikan energi pengaktifan zat yang bereaksi
      • b. kenaikan suhu akan memperbesar konsentrasi zat bereaksi
      • c. kenaikan suhu akan memperbesar energi kinetik molekul pereaksi
      • d. kenaikan suhu akan memperbesar tekanan
    0,54 0,60 0,03 0,16 0,40 0,02 0,08 0,20 0,02 0,02 0,20 0,01 Laju,molar/menit [ B ] Molar [ A ] Molar
  • 45.
    • 9. Pengaruh tekanan terhadap laju reaksi yaitu . . .
      • a. Penambahan tekanan akan memperbesar laju reaksi
      • b. Penambahan tekanan akan memperkecil laju reaksi
      • c. Pengurangan tekanan akan memperbesar laju reaksi
      • d. Pengurangan tekanan akan memperlancar laju reaksi
    • 10. Ada 2 macam katalisator yaitu . . .
      • a. katalisator termal dan katalisator nontermal
      • b. katalisator differensial dan katalisator nondifferensial
      • c. katalisator enzim dan katalisator non enzim
      • d. katalisator homogen dan katalisator heterogen
    • 11. Energi yang menimum yang harus dimiliki oleh partikel-partikel pereaksi sehingga menghasilkan tumbukan yang efektif disebut . . .
      • a. enegi aktivitas
      • b. energi tumbukan
      • c. energi pereaksi
      • d. energi pengaktifan
  • 46.
    • 12. Berdasarkan Teori Tumbukan laju reaksi bergantung pada tiga hal,
    • salah satunya yaitu . . .
      • a. frekuensi partikel
      • b. frekuensi tumbukan
      • c. frekuensi reaksi
      • d. frekuensi energi
    • 13.Faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi antara lain . . .
    • a. ukuran zat padat,energi,suhu, dan katalis
    • b. katalisator,ukuran zat padat, suhu, dan konsentrasi
    • c. suhu, pereaksi, energi, dan ukuran zat padat
    • d. konsentrasi, reaksi zat, energi, katalisator
    • 14. Tetapan laju reaksi bergantung pada . . .
    • a. hasil reaksi
    • b. reaksi
    • c. jenis reaksi
    • d. pereaksi
  • 47.
    • 15. Jika laju reaksi berbanding terbalik dengan konsentrasi, maka suatu pereaksi itu berorde . . .
    • a. satu
    • b. dua
    • c. positif
    • d. negatif
  • 48. Terima Kasih

×