WLAN and Its benefit

1,143 views
1,057 views

Published on

this paper describes about the WLAN benefit for communication successfull at indoor-bulding high-floor.

Published in: Technology, Business
0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
1,143
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
0
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

WLAN and Its benefit

  1. 1. Algoritma Penentuan ke-n Secara Acak untuk Formula Pembagi SNMP Simamora, ST., MT.1 1. Program studi: Teknik Komputer Politeknik TELKOM Bandung Jl. Telekomunikasi, Ters.Buah Batu, Bandung 40257 Email : snmpsimamora@telkom.net ABSTRAK Mekanisme pemecahan sebuah persoalan diperoleh dari pembangunan suatu algoritma. Algoritma disusun dari sejumlah tahapan instruksi yang dilakukan agar hasil akhir penyelesaian persoalan didapatkan secara sistematis dan terstruktur. Dari sebuah algoritma dapat selanjutnya dibangun aplikasi pemrograman. Kasus yang menarik adalah saat formula yang dihadapi merupakan fungsi pembalik dari fungsi awal. Misalkan ini ditemukan pada formula Cparalel pada rumus mencari Kapasitor penggati pada rangkaian serial kapasitor pada rangkaian listrik. Hal yang tersulit bagi user adalah menentukan terminasi proses perulangan jika setiap masukan pada blok proses dilakukan secara acak Dalam struktur pohon logika, proses perulangan dilakukan menggunakan for..i; dalam kasus ini, akan digunakan Bahasa Pemrograman C++ untuk membangun program dari algoritma yang telah disusun. Dengan alasan, bahasa ini lebih representatif dibandingkan bahasa pemrograman yang lain Kata kunci: algoritma, fungsi pembagi, fungsi pembalik, looping- process. Jurnal Politeknik TELKOM Bandung 1 Volume 1 Nomor 1 Tahun 2009
  2. 2. 1. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pendekatan yang dilakukan dalam penyelesaian sebuah persoalan lebih mudah jika dilakukan terlebih dahulu penyusunan algoritma penyelesaian persoalannya agar solusi yang ingin dicapai lebih mudah didapatkan. Terlebih khususnya dalam kasus-kasus yang berkaitan dengan persoalan pemrograman. Hal mayoritas yang umum dijumpai adalah bagaimana menurunkan sebuah formula matematis ke dalam blok pemrograman. Hal menarik berikutnya adalah jika sebuah proses perulangan pada blok struktur logika pemrograman tahapan terminasi bergantung dari banyaknya input-value yang ditetapkan oleh user. Hal ini bisa dipecahkan dengan solusi pendekatan menggunakan kaidah matematika dasar. Kasus yang paling umum dijumpai adalah menentukan nilai Kapasitor pengganti pada C kapasitor yang dirangkai secara seri, dimana jumlah C kapasitor ditetapkan oleh user secara acak. 1.2 Batasan Masalah Persoalan dilakukan pembatasan pada beberapa aspek berikut ini: a. Uji penurunan formula hanya dilakukan pada rumus nilai pengganti kapasitansi untuk rangkaian Kapasitor yang dirangkai secara serial. b. Penelusuran hanya dalam batasan perhitungan matematis bukan mencari nilai fisis (secara fisika) c. Uji menggunakan bahasa pemrograman dilakukan sebagai implementasi algoritma yang dibuat. d. Tidak berorientasi kepada basis data. 1.3 Tujuan Penelitian a. Membangun sebuah algoritma untuk menentukan nilai pengganti untuk n secara acak pada formula pembagi Jurnal Politeknik TELKOM Bandung 2 Volume 1 Nomor 1 Tahun 2009
  3. 3. b. Membangun blok pemrograman dari algoritma yang telah dibuat. 1.4 Manfaat Penelitian a. Memudahkan user jika berhadapan dengan formula pembagi untuk variabel-n secara acak b. Memudahkan user jika ingin mencari deret ke-n untuk sejumlah n-masukan secara acak. 2. TEORI DASAR, MODEL DESAIN, DAN IDENTIFIKASI Penelitian dilaksanakan menggunakan pendekatan Top-Down, dimana sebuah hipotesis ditetapkan terlebih dahulu, lalu dilakukan penyelesaian secara terstruktur ke bawah yang lebih khusus. Alat Bantu yang digunakan adalah: a. Perangkat Lunakan Bahasa Pemrograman C++ menggunakan Turbo C++ v3.0 b. Komputer Desktop dengan clock-rate 200MHz 2.1. Definisi Algoritma Definisi algoritma adalah suatu urutan langkah-langkah yang disusun secara logika dan sistematis untuk menyelesaikan suatu persoalan yang dapat dieksekusi. Yang dimaksud dengan dapat dieksekusi di sini adalah dapat diimplementasikan untuk dijalankan atau dilaksanakan. Pada dasarnya algoritma tidak selalu identik dengan komputer, karena dapat juga dijumpai pada bidang lain; namun lebih umum ditemukan pada persoalan-persoalan matematika. 2.2. Identifikasi Persoalan Jika ditetapkan rumus C kapasitor pengganti yang dihubungkan secara Jurnal Politeknik TELKOM Bandung 3 Volume 1 Nomor 1 Tahun 2009
  4. 4. serial adalah sebagai berikut: Untuk C kapasitor sebanyak 3 adalah: 1 1 1 1 = + + ........................................................(Persamaan-1) Cp c1 c 2 c3 maka untuk n kapasitor adalah: 1 1 1 1 1 = + + + ... + ....................................(Persamaan-2) Cp n c1 c 2 c3 cn jika diturunkan untuk mendapatkan nilai C pengganti, maka: c1 + c 2 + c3 + ...c n Cp n = ............................................(Persamaan-3) c1 .c 2 .c3 ....c n 2.3. Klasifikasi struktur kontrol berdasarkan pohon pencabangan 2.3.1. Struktur for repetition Perulangan for merupakan umum yang digunakan bila menyangkut proses looping, seperti pemanggilan kembali sejumlah indeks dalam suatu array. Sintaks untuk struktur logika for dituliskan sebagai berikut: for (expr1; expr2; expr3) statement Pertama-tama ekspresi ke-1 (expr1) dievaluasi (dieksekusi) sekali langsung saat perulangan mulai dilakukan. Selanjutnya di permulaan di iterasi selanjutnya, expr2 dievaluasi. Bila evaluasi memberi nilai TRUE, looping berlanjut dan statement bercabang dieksekusi. Jika evaluasi memberi nilai FALSE, eksekusi looping selesai. Di akhir iterasi, expr3 dievaluasi (dieksekusi). Misalkan: //Looping.cpp #include<iostream.h> void main() { Jurnal Politeknik TELKOM Bandung 4 Volume 1 Nomor 1 Tahun 2009
  5. 5. for(int i=0;i<7;i++) { cout << "No-" << i+1 << endl; } cout << "Proses perulangan selesai.."; } Gambar 1. Skema Struktur for repetition 3. HASIL DAN DISKUSI 3.1. Penyelesaian Persoalan Dari Persamaan-1 disebutkan: 1 1 1 1 = + + . Cp c1 c 2 c3 maka: 1 cc cc cc = 2 3 + 1 3 + 1 2 Cp c1c 2 c3 c1c 2 c3 c1c 2 c3 (c 2 c3 + c1c3 + c1c 2 ) = .............................Persamaan-4 (c1c 2 c3 ) Jurnal Politeknik TELKOM Bandung 5 Volume 1 Nomor 1 Tahun 2009
  6. 6. jika C1=c2*c3, dan C2=c1*c3, dan C3=c1*c2, maka 1 (C1 + C 2 + C 3 ) = .......................................Persamaan-5 Cp c1c 2 c3 Selanjutnya, dapat diturunkan kembali untuk 3 kapasitor adalah sebagai berikut: 1 C1 = c1 ∗ c 2 ∗ c3 ∗ c1 1 C 2 = c1 ∗ c 2 ∗ c3 ∗ c2 1 C 3 = c1 ∗ c 2 ∗ c3 ∗ c3 Sedangkan untuk 4 kapasitor, didapatkan: 1 C1 = c1 ∗ c 2 ∗ c3 ∗ c 4 ∗ c1 1 C 2 = c1 ∗ c 2 ∗ c3 ∗ c 4 ∗ c2 1 C 3 = c1 ∗ c 2 ∗ c3 ∗ c 4 ∗ c3 1 C 4 = c1 ∗ c 2 ∗ c3 ∗ c 4 ∗ c4 Berdasarkan turunan rumus ini, maka dapat dicari n kapasitor; untuk setiap kapasitor ke-i, maka: 1 C i = c1 ∗ c 2 ∗ c3 ∗ ... ∗ c n ∗ .......................Persamaan-6 ci Jurnal Politeknik TELKOM Bandung 6 Volume 1 Nomor 1 Tahun 2009
  7. 7. 3.2. Implementasi dalam Algoritma Penentuan ke-n Secara Acak untuk Formula Pembagi Untuk c sebagai nilai kapasitor, cTot sebagai nilai kapasitor pengganti, dan tanya sebagai n kapasitor sebarang, maka: set cTot←1 set temp←0 for(set jinisialisasi s.d jtetapan) { set awal←1 cTot*=c[j] for(set iinisialisasi s.d itetapan) { awal*=c[i] } awal/=c[j]; A[j]=a; temp +=A[j]; } cTot/=temp 3.3. Blok Pemrograman dalam Bahasa Pemrograman C++ //cserial.cpp #include <iostream.h> void main() { int j,i,tanya; float a,h,A[100],cTot,c[100]; cout << "Berapa kapasitor?: "; cin >> tanya; cout << "nSatuan kapasitor dalam micro-Farad."; cout << endl; for(i=0;i<tanya;i++) { cout << "Masukkan nilai C-" << i+1 << ": "; cin >> c[i]; } cTot=1; h=0; Jurnal Politeknik TELKOM Bandung 7 Volume 1 Nomor 1 Tahun 2009
  8. 8. for(j=0;j<tanya;j++) { a=1; cTot*=c[j]; for(i=0;i<tanya;i++) { a*=c[i]; } a/=c[j]; A[j]=a; h+=A[j]; } cTot/=h; cout << "nCpengganti = " << cTot << " micro- Farad."; } Tabel 1. Hasil simulasi Σ kapasitor 1µF 4µF 12µF 5 0.2 0.8 2.4 8 0.125 0.5 1.5 25 0.04 0.16 0.48 4. KESIMPULAN Dari hasil penelitian dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: a. Untuk mendapatkan nilai pengganti n pada formula pembagi tak berhingga, dapat diselesaikan dengan cara setiap variabel ke-i dikalikan dengan pembagi ke-i dari variabel bersangkutan. b. Proses perulangan diterminasi pada blok algoritma: awal*=c[i] c. Larik digunakan sebagai penampung dari sejumlah kapasitor yang ditetapkan oleh user. d. Agar tidak memboroskan memori, isi larik cukup di-set sebanyak DEC100. Jurnal Politeknik TELKOM Bandung 8 Volume 1 Nomor 1 Tahun 2009
  9. 9. 5. DAFTAR PUSTAKA [1]. Goodrich, Michael T., Tamassia, R., Mount, D.M., 2000, “Data Structures and Algorithms in C++”, tersedia pada http://cpp.datastructures.net/textbook/index.html.physicsclassroom. com/Class/ light/lighttoc.html, diakses pada tanggal 10 Juli 2006. [2]. Simamora, S.N.M.P, 2006, “Diktat Kuliah KOM366 Algoritma dan Pemrograman (4 sks)”, Jurusan Ilmu Komputer, Fak.MIPA, Univ. Advent Indonesia, Bandung. [3]. Simamora, S.N.M.P, 2002, “Diktat Kuliah SK303 Dasar Komputer dan Pemrograman (2 sks)”, Departemen Sistem Komputer, Fak.Teknik, ITHB, Bandung. Jurnal Politeknik TELKOM Bandung 9 Volume 1 Nomor 1 Tahun 2009

×