Bahan Seminar Perbaikan Skripsi
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×
 

Bahan Seminar Perbaikan Skripsi

on

  • 12,093 views

Karya Ilmiah

Karya Ilmiah

Statistics

Views

Total Views
12,093
Views on SlideShare
12,060
Embed Views
33

Actions

Likes
3
Downloads
201
Comments
1

2 Embeds 33

http://www.slideshare.net 32
http://webcache.googleusercontent.com 1

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft PowerPoint

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
  • nice... tapi bab IV nya dimana? klik 'disini' ngga muncul'
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

Bahan Seminar Perbaikan Skripsi Bahan Seminar Perbaikan Skripsi Presentation Transcript

  • SEMINAR SKRIPSI Pengaruh Gaya Kepemimpinan Terhadap Motivasi Kerja Pegawai Pada Instansi Pemerintah Kecamatan Sukmajaya Kota Madya Depok Jawa Barat Oleh: Ainuddin A. Chalick NPM : 05. II. 005
  • BAB. I PENDAHULUAN
    • Latar Belakang Masalah
    • Dalam rangka meningkatkan citra, kerja dan kinerja instansi pemerintah menuju kearah professionealisme, dan menunjang terciptanya pemerintahan yang baik ( good governance ), perlu adanya penyatuan arah dan pandangan bagi segenap jajaran pegawai Pemerintah yang dapat dipergunakan sebagai pedoman atau acuan dalam melaksanakan tugas baik manajerial maupun operasioanl diseluruh bidang tugas dan unit organisasi instansi pemerintah secara terpadu.
    • Didalam perjalananya, Kecamatan Sukmajaya telah menunjukkan kemandiriannya dengan kemajuan dan peningkatan pembangunan seiring dengan agenda pembangunan nasional, baik dalam pertumbuhan ekonomi, sosial kemasyarakatan maupun dalam pelayanan kehidupan masyarakat. Disisi lain penerapan pembangunan tersebut juga mengandung risiko yang memerlukan perhatian, antara lain penurunan produktifitas pelayanan masyarakat, sebagai akibat cara kerja aparatur atau pegawai Pemerintah Kecamatan Sukmajaya Kota Depok dalam melayani masyarakat.
    • Dengan kata lain pelayanan masyarakat perlu ditingkatkan bukan saja melalui perbaikan sistem prosedur yang digunakan, tetapi juga yang lebih penting lagi adalah dengan meningkatkan motivasi kerja pegawai instansi pemerintah kecamatan Sukmajaya kota Depok itu sendiri. Oleh sebab itu setiap pimpinan harus mampu memanfaatkan sumber daya manusia, dalam hal ini adalah para pegawai dalam meningkatkan pelayanan masyarakat. Agar supaya pegawai dapat lebih efektif dalam melakukan tugasnya, maka pimpinan harus memahami situasi dalam organisasi atau instansi pemerintah kecamatan Sukmajaya kota Depok khusunya. Dengan demikian setiap pimpinan perlu mengetahui faktor yang mempengaruhi motivasi kerja pegawai. Salah satu faktor yang yang mempengaruhi motivasi kerja pegawai adalah faktor pimpinan yang dalam hal ini menyangkut gaya kepemimpinan
    • Berdasarkan hal tersebut diatas, penulis tertarik untuk mengkaji hubungan antara gaya kepemimpinan dan motivasi kerja pegawai pada Instansi Kecamatan Sukmajaya Kota Madya Depok sehingga pembentukan sistem administrasi modern yang berdasarkan fungsi dapat mencapai tujuan yang optimal
  • Identifikasi Masalah
    • Berdasarkan latar belakang masalah diatas yaitu penurunan produktifitas pelayanan masyarakat sebagai akibat cara kerja aparatur atau pegawai pemerintah Kecamatan Sukmajaya Kota Depok, maka pokok permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini berkaitan dengan motivasi pegawai instansi pemerintah Kecamatan Sukmajaya Kota Depok yang dipengaruhi oleh gaya kepemimpinan. Secara lebih rinci, pernyataan yang diajukan dalam penelitian ini adalah:
    • Apakah ada hubungan antara gaya kepemimpinan terhadap motivasi kerja pegawai pada instansi pemerintah Kecamatan Sukmajaya kota Depok?
    • Seberapa besar pengaruh gaya kepemimpinan terhadap motivasi kerja pegawai pada instansi pemerintah Kecamatan Sukmajaya?
  • Pembatasan Masalah
    • Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi motivasi kerja seorang pekerja/ pegawai menurut A. Mintorogo dan Sedarmayanti ( 1992 ) faktor tersebut antara lain: pimpinan, rekan sekerja, sarana fisik, kebijaksanaan dan peraturan organisasi, kompensasi/ imbalan jasa uang dan atau non uang serta jenis pekerjaan dan tantangan. Dengan melihat banyaknya faktor yang mempengaruhi motivasi kerja pegawai sebagaimana tersebut diatas, maka dalam penelitian ini dibatasi hanya pada faktor pimpinan terutama mengenai gaya kepemimpinan . Untuk itu penelitian dilakukan di instansi pemerintah Kecamatan Sukmajaya Kota Depok.
  • Perumusan Masalah
    • Gaya kepemimpinan merupakan faktor penting yang dapat mempengaruhi motivasi kerja pegawai. Dengan demikian faktor gaya kepemimpinan berhubungan dengan motivasi kerja pegawai instansi pemerintah Kecamayan Sukmajaya. Berdasarkan uraian diatas dapatlah dirumuskan masalahnya sebagai berikut:
    • Bagaimana hubungan antara faktor gaya kepemimpinan dengan motivasi pegawai pada instansi pemerintah Kecamatan Sukmajaya?
    • Seberapa besar hubungan antara gaya kepemimpinan dengan motivasi kerja pegawai pada instansi pemerintah Kecamatan Sukajaya?
  • Hipotesis
    • Berdasarkan hasil pengamatan serta teori yang dikemukakan oleh para ahli dan beberapa permasalahan yang melatarbelakangi permasalahan tersebut, dapat dibuat hipotesis yakni:
      • Ho1 : Tidak terdapat pengaruh positif dan signifikan gaya kepemimpinan terhadap motivasi kerja pegawai pada instansi Kecamatan Sukmajaya Kodya Depok.
      • Ha1 : Terdapat pengaruh yang positif dan signifikan gaya kepemimpinan terhadap motivasi kerja pegawai pada instansi pemerintah Kecamatan Sukmajaya Kodya Depok
  • Variabel Variabel Yang di Teliti
    • Agar diperoleh arah yang jelas tentang obyektifitas pengukuran variable penelitian, maka berikut ini akan diberikan pengertian dari variable secara operasional untuk masing masing variable. Adapun variabel variabel yang diteliti dalam penulisan skripsi ini dan pengertian operasional masing masing adalah sebagaiberikut:
    • Variabel Bebas ( Independent Variable )
    • Dalam hal ini yang menjadi variabel bebas ( Independent Variable ) adalah gaya kepemimpinan yang dalam hal ini dapat di definisikan sebagai variabel X, yang diukur dengan cara melakukan penelitian indikatornya yang meliputi: motif dan bakat, pengetahuan, keahlian dan kemampuan, visi, penerapan visi. Pengukuran dilakukan dengan menggunakan instrumen berupa kuesioner yang disusun oleh peneliti.
    • Variabel Terikat ( Dependent Variable )
    • Yang menjadi variabel terikat dalam penelitian ini adalah motivasi kerja pegawai yang di definisikan sebagai variabel Y, yang di ukur dengan cara melakukan penyebaran angket kepada seluruh sampel yang telah dipilih. Pengukuran motivasi kerja dilakukan dengan memberikan penilaian atas pelaksanaan pekerjaan, pengawasan, konsultasi dan komunikasi.
  • Populasi dan Sampel
    • Populasi adalah keseluruhan semua karakter yang mungkin dari obyek yang lengkap dan jelas yang ingin diteliti. Sehingga sasaran yang akan menjadi obyek penelitian ini merupakan keseluruhan karakteristik yang ada dalam instansi pemerintah Kecamatan Sukmajaya yang terdiri dari:
    • PNS 38 Orang
    • CPNS 3 Orang
    • TEKON 9 Orang
    • SUKWAN 4 Orang
    • Jumlah 54 Orang
    • Sampel adalah sebagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki populasi, sehingga sampel merupakan bagian dari populasi yang terpilih dan dimaksudkan untuk dapat mewakili populasi penelitian. Dalam penelitian ini yang dijadikan sampel adalah seluruh jumlah pegawai di instansi pemerintah Kecamatan Sukmajaya Kota Madya Depok. Hal ini dimaksudkan agar dapat menghasilkan interpretasi dan olah data yang lebih valid.
  • Tekhnik Pengumpulan Data
    • Pengumpulan Data Langsung
      • Observasi, yaitu dengan cara pengumpulan data diperoleh langsung dari perusahaan atau objek yang diteliti baik berupa struktur dan data tentang standard operasional dan prosedur
      • Penyebaran angket (kuesioner), yaitu memperoleh data dengan membuat daftar pertanyaan disertai dengan kemungkinan jawaban yang harus dipilih yang disebarkan kepada seluruh pegawai di kantor Kecamatan Sukmajaya Kodya Depok. Angket yang peneliti buat adalah terdiri 41 buah pertanyaan dimana 20 buah memuat pertanyaan tentang kepemimpinan dan 21 lagi memuat pertanyaan tentang motivasi kerja. Masing masing jawaban memiliki bobot tertentu dari yang tertinggi mempunyai bobot 5 dan bobot terendah adalah 1. Untuk memudahkan responden dalam mengisi angket, jawabannya telah ditentukan yang terdiri dari 5 pilihan yaitu: sangat baik, baik, cukup baik, kurang baik, tidak baik. Angket yang dibagikan berjumlah 38 lembar namun hanya kembali 35. Angket 35 lembar tersebut di anggap sudah mewakili dari 3 kekurangan sample yang sebelumnya telah di pilih
    • Pengumpulan Data Tidak Langsung
    • Yaitu dengan mempelajari buku buku karangan ilmiah untuk mendapatkan informasi atau data yang diperlukan sebagai sumber penelitian. Karangan ilmiah yang menjadi sumber data lainnya sebagai tambahan wawasan dan informasi adalah modul perkuliahan yang di dapat dari dosen pada mata kuliah yang bersangkutan dan mengusahakan searching data atau artikel ilmiah yang terkait melalui internet serta sumber sumber yang lain yang dianggap relevan.
  • Tekhnik Pengolahan Data
    • Analisis Kuantitatif
    • Dengan analisa kuantitatif ini dapat dibuktikan ada atau tidaknya hubungan antara gaya kepemimpinan dengan motivasi kerja pegawai atau sejauh mana pengaruh situasi kepemimpinan terhadap motivasi kerja pegawai. Adapun analisa kuantitatif yang digunakan terdiri atas:
  • Regresi Linier Sederhana Regresi linier sederhana didasarkan pada hubungan fungsional atau kausal satu variabel independen (gaya kepemimpinan) dengan satu variabel dependen (motivasi kerja pegawai). Persamaan umum regresi linier sederhana adalah: Y=a+bX Dimana: Y = Subyek dalam variabel dependen yang diprediksikan a = Harga Y bila X= 0 (harga konstan) b = Angka arah atau koefisien regresi yang menunjukkan angka peningkatan ataupun penurunan variabel dependen yang didasarkan pada variabel independen. Bila b(+) maka naik, dan jika (-) maka terjadi penurunan.
    • Analisis Koefisien Korelasi
    • Yaitu uji yang menentukan derajat atau kekuatan korelasi antara motivasi kerja (Y) dengan gaya kepemimpinan (X). Kegunaannya untuk menentukan apakah suatu hipotesa dapat diterima atau tidak. Adapun hasil nilai perhitungan itu cukup berarti atau dapat diperoleh dengan jalan mengadakan uji kebenaran dengan nol hipotesa dan alternatif Hipotesa.
    • Perhitungan Nilai Koefisien Determinasi
    • Untuk mengukur seberapa besar bvariabel variabel independen dapat menjelaskan variabel dependen, maka digunakan koefisien determinasi (R2). Koefisien ini menunjukkan proporsi variabilitas total pada variabel dependen yang dijelaskan oleh model regreso. Nilai R2 berada pada interval 0 R2 1.
    • Secara logika dapat diketahui bahwa makin baik estimasi model dalam menggambarkan data, maka makin dekat nilai R ke nilai 1 (satu). Nilai R dapat diperoleh dengan rumus:
    • R2 = (r)2 X 100%
    • Dimana:
    • R2 = Koefisien determinasi
    • R = Koefisien korelasi
    • Uji Hipotesis Dengan t- test
    • Uji hipotesis dengan t-test digunakan untuk mengetahui apakah variabel independen memiliki pengaruh signifikan atau tidak terhadap variabel dependen secara untuk setiap variabel. Rumus yang digunakan untuk mengetahui nilai t-hitung adalah sebagai berikut:
    • Rumus Uji Signifikansi (Uji t
    • t =
    • Keterangan:
    • t = Signifikansi korelasi
    • = Koefisien korelasi
    • n = Jumlah Responden
    • Setelah didapatkan nilai t-hitung melalui rumus diatas, maka untuk menginterpretasikan hasilnya berlaku ketentuan sebagai berikut:
        • Jika t-hitung > t-tabel, maka Ho ditolak (ada hubungan yang signifikan)
        • Jika t-hitung < t-tabel, maka Ho diterima (tidak ada hubungan yang signifikan)
    • Untuk mengetahui t-tabel digunakan ketentuan n-2 pada level of significance () sebesar 5% (tingkat kesalahan 5% atau 0,05) atau taraf keyakinan 95% atau 0,95. Jadi apabila tingkat kesalahan suatu variabel lebih dari 5% berarti variabel tersebut tidak signifikan.
    • Deskripsi Kuantitatif
    • Analisa diskriptif kuantitatif yaitu teknis analisis yang pada dasarnya menggunkan penjelasan-penjelasan serta gambaran umum penjelasan koefisien korelasi yang bersimbol r mempunyai batasan = - 1 < r < 1. artinya bila r = 1, hubungan X dan Y sempurna serta positif atau mendekati 1 hubungan X dan Y sangat erat dan positif. Bila r = - 1 hubungan X dan Y sangat erat dan negetif. Bila r = 0 hubungan X dan Y tidak ada hubungan.
  • BAB. II. LANDASAN TEORITIS DAN TINJAUAN PUSTAKA
    • Pengertian Manajemen
    • Manajemen merupakan suatu alat untuk mencapai suatu tujuan yang di inginkan oleh sebuah organisasi atau perusahaan. Dimana manajemen yang baik akan memudahkan didalam mewujudkan tujuan yang akan dicapai.
    • Manajemen merupakan instrumen yang penting, baik itu untuk perusahaan atau organisasi besar, menengah maupun besar. Manajemen sangat dibutuhkan oleh setiap organisasi karena hanya dengan manajemen yang baik, organisasi akan berkembang dan mencapai tujuan.
    • Adapun beberapa pengertian tentang manajemen menurut para ahli adalah sebagai berikut:
    • Manajemen adalah pengelolaan suatu pekerjaan untuk memperoleh hasil dalam rangka pencapaian tujuan yang telah ditentukan dengan cara menggerakkan orang orang lain untuk bekerja. (Yayat M. Herujito, 2004; 2)
    • Manajemen adalah ilmu dan seni mengatur proses pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber sumber daya lainnya secara efektif dan efesien untuk mencapai suatu tujuan tertentu. (Malayu S. P. Hasibuan, 2000; 2)
    • ” management is proces undertaken by one more persons to coofidenate the activities of other persons to actieve resulth not attemante by any one person activy alone ”. (James H. Donelly. Jr dan James C. Gibson, 1998; 5)
    • Dari definisi definisi diatas dapat diambil kesimpulan bahwa manajemen adalah suatu proses untuk mengatur sumber daya manusia dan sumber daya organisasi atau perusahaan lainnya secara efektif dan efesien guna tercapainya tujuan organisasi
    • Pengertian Manajemen Sumber Daya Manusia
    • Manajemen sumber daya manusia adalah suatu bidang manajemen yang khusus mempelajari hubungan peranan manusia dalam organisasi publik atau perusahaan. Dengan demikian, fokus yang dipelajari manajemen sumber daya manusia mengkaji karakterisitik dan segala seluk beluk tenaga kerja manusia.
    • Pengertian manajemen sumber daya manusia terdiri atas dua kalimat; manajemen dan sumber daya. Manajemen adalah the art of getting things done trough the effort of other people. Sumber daya manusia atau personalia adalah tenaga kerja, buruh atau pegawai yang mengandung arti keseluruhan orang orang yang bekerja pada suatu organisasi tertentu. (Manullang, 1996; 14).
    • Menurut T. Hani Handoko (1998; 4) sumber daya manusia adalah penarikan, seleksi, pengembang, pemelihara dan penggunaan sumber daya manusia untuk mencapai baik tujuan tujuan individu maupun organisasi.
    • Adapun menurut French manajemen sumber daya manusia adalah penarikan, seleksi, pengembangan, penggunaan, dan pemeliharaan sumber manusia oleh organisasi. (Wendell French, 1995; 3)
    • Manajemen sumber daya manusia sangat diperlukan guna meningkatkan produktivitas serta efektivitas dan efesiensi di dalam penggunaan sumber daya manusia. Sehingga apa yang menjadi tujuan dari organisasi akan dapat tercapai sebagaimana mestinya.
    • Fungsi Manajemen Sumber Daya manusia
    • Production Mainded
    • Merupakan usaha usaha pihak organisasi atau perusahan agar para tenaga kerja atau pegawai bersedia memberikan prestasi yang sebesar besarnya (mencapai produktivitas maksimum). Ini dapat dicapai dengan melalui fungsi fungsi manajemen yang ada dalam organisasi atau perusahaan.
    • People Mainded
    • Mempunyai pengertian hanya dengan perhatian yang sungguh sungguh dari pihak perusahaan atau organisasi kepada tenaga kerja atau pegawai antara lain dengan pelayanan sebaik mungkin, sistem birokrasi yang pendek, kondisi pekerjaan dan lingkungan kerja yang layak, jaminan jaminan sosial yang layak dan sebagainya.
    • Pengertian Kepemimpinan
    • Ada beberapa pendapat pakar tentang pengertian kepemimpinan, antara lain adalah sebagai berikut: Kepemimpinan adalah pengaruh antar pribadi, dalam situasi tertentu dan langsung melalui proses komunikasi untuk mencapai satu atau beberapa tujuan tertentu (Tannebaum, Weschler and Nassarik, 1961; 24). Kepemimpinan adalah sikap pribadi, yang memimpin pelaksanaan aktivitas untuk mencapai tujuan yang diinginkan. (Shared Goal, Hemhiel & Coons, 1957; 7).
    • Kepemimpinan adalah suatu proses yang mempengaruhi aktifitas kelompok yang diatur untuk mencapai tujuan bersama (Rauch & Behling, 1984; 46).
    • Kepemimpinan adalah suatu proses yang memberi arti (penuh arti kepemimpinan) pada kerjasama dan dihasilkan dengan kemauan untuk memimpin dalam mencapai tujuan (Jacobs & Jacques, 1990; 281).
    • Kepemimpinan adalah seni kemampuan mempengaruhi perilaku manusia dan kemampuan untuk mengendalikan orang orang dalam organisasi agar perilaku mereka sesuai dengan perilaku yang di inginkan oleh pimpinan. (Yayat M. Herujito, 2004; 179 ).
    • Pengertian Gaya Kepemimpinan
    • Gaya kepemimpinan menurut Yayat M. Herujito adalah leadership styles. Maksudnya, cara yang diambil seseorang dalam rangka mempraktekkan kepemimpinanannya. Gaya kepemimpinan bukan bakat. Oleh karena itu, gaya kepemimpinan dapat dipelajari dan dipraktekkan dan dalam penerapannya harus disesuaikan dengan situasi yang dihadapi (Yayat M. Herujito, 2004; 188)
    • Gaya kepemimpinan yang terdapat dalam setiap organisasi dipandang sebagai suatu proses kunci bagi keberhasilan organisasi yang bersangkutan. Gaya kepemimpinan merupakan perilaku pimpinan terhadap pengikutnya, atau cara yang dipergunakan pemimpin dalam mempengaruhi para pengikutnya. (Trimo, 1995; vii). Sedangkan Hersey mengatakan bahwa gaya kepemimpinan adalah pola-pola perilaku konsisten yang diterapkan dalam bekerja. (Hersey, 1992; 150).
    • Menurut Suradinata, untuk mengetahui lebih dalam tentang gaya kepemimpinan, terlebih dahulu perlu diketahui perbedaan antara pemimpin dan kepemimpinan. Pemimpin adalah orang yang memimpin kelompok dua orang atau lebih, baik pada suatu organisasi maupun keluarga. Sedangkan kepemimpinan adalah kemampuan seorang pemimpin untuk mengendalikan, memimpin, mempengaruhi pikiran, perasaan atau tingkah laku orang lain, untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan sebelumnya. (Suradinata, 1997; 11)
    • Ada tiga penekanan gaya kepemimpinan dalam mengelola organisasi, yaitu : (1) kepemimpinan yang efektif adalah kepemimpinan yang situasional dalam menerapkan berbagai macam gaya kepemimpinan seperti gaya otokratik, paternalistik, laissez faire, demokratik dan kharismatik; (2) gaya kepemimpinan yang tepat ditentukan oleh tingkat kedewasaan atau kematangan para anggota organisasi; (3) peranan apa yang diharapkan dapat dimainkan oleh para pemimpin dalam organisasi. (Siagian, 1995; 24)
    • Pengertian Motivasi
    • Produktivitas pegawai menjadi pusat perhatian dalam upayanya untuk meningkatkan kinerja yang mempengaruhi efesiensi sdan efektivitas organisasi. Analisis yang lebih mengkonsentrasikan pada kinerja akan lebih memberikan penekanan pada dua factor utama yaitu: 1) motivasi dari pegawai, 2) kemampuan dari pegawai untuk bekerja.
    • Berawal dari pengertian motivasi, maka yang dimaksud motivasi kerja yaitu sesuatu yang menimbulkan dorongan atau semangat kerja atau dengan kata lain pendorong semangat kerja. Faktor faktor yang mempengaruhi motivasi kerja antara lain: atasan, rekan, sarana fisik, kebijaksanaan dan peraturan, imbalan jasa, uang dan non uang, jenis pekerjaan, tantangan, situasi dan gaya kepemimpinan.
    • Teori Teori Motivasi
    • Pendapat dan teori tentang motivasi cukup banyak, namun yang menonjol adala teori motivasi yang dikemukakan pakar, antara lain:
    • Teori Abraham H. Maslow
    • Teori Douglas Mc Gregor
    • Teori Frederich Herzberg
    • Teori David Mc Clelland
  • BAB. III GAMBARAN UMUM OBJEK PENELITIAN
    • Sejarah Singkat Berdirinya Kecamatan Sukmajaya Kota Depok
    • Dahulu Depok merupakan sebuah dusun ditengah hutan belantara, yang kemudian pada tanggal 18 Mei 1696 seorang pejabat tinggi VOC bernama Cornellis Chastelin membli tanah tersebut dan sedikit wailayah Batavia Selatan. Untuk mengurus tanah tanah tersebut, Cornellis Chastelin mendatangkan kurang lebih 150 orang hamba hamba dari Bali dan Sulawesi Selatan, yang tahun 1871 pemerintah Belanda mengizinkan daerah Depok membentuk pemerintahan sendiri meliputi daerah teritorial Gemeente Bestuur Depok tapi tidak termasuk tanah Eigendom dan beberapa hak lain yang diakui hingga tahun 1942. Pada tahun 1975 dimulai pembangunan perumahan oleh Perum Perumnas Depok I dan menyusul pembangunan perumahan yang dikenal dengan kawasan Depok II, Tengan dan Timur.
    • Pesatnya pertambahan penduduk dan pembangunan di wilayah Depok sebagai penyangga DKI Jakarta, mendorong pemerintah pusat meningkatkan status wilayah kepemerintahannya. Pesatnya pembangunan di wilayah Depok, pada tanggal 18 Maret 1982 status pemerintahan yang semula adalah Kecamatan menjadi Kota Administrtatif. Selama kurang lebih tujuh belas tahun wilayah Depok menjadi Kota Administratif. Berdasarkan UU Nomor 15 Tahun 1999 tepatnya tanggal 27 April 1999 Kota Administratif Depok resmi menjadi Kota Madya yang membawahi enam wilayah Kecamatan yaitu: Kecamatan Beji, Kecamatan Cimanggis, Kecamatan Limo, Kecamatan Pancoran Mas, Kecamatan Sukmajaya, dan Kecamatan Sawangan yang semua meliputi 63 kelurahan.
    • Kecamatan Sukmajaya adalah salah satu wilayah yang berada dibawah pemerintahan Kota Madya Depok. Kecamatan Sukmajaya dihuni oleh 196. 446 jiwa meliputi sebelas kelurahan, 168 rukun warga, 7110 rukun tetangga dan memiliki luas wilayah 3. 127, 5 Ha yang berada di pusat kota pemerintahan.
    • Struktur Organisasi dan Tingkatan manajemen
    • Kecamatan Sukmajaya Kota Depok menyumpai strukur organisasi berdasrkan ketetapan pasal 98 Peraturan Daerah Kota Depok Nomor 16 Tahun 2003 tentang pembentukan dan sasaran organisasi perangkat daerah dalam menjalankan kegiatannya. Struktur organisasi Kecamatan Sukmajaya dapat dilihat berikut ini:
    CAMAT SEKRETARIS CAMAT JABATAN FUNGSIONAL SEKSI Pemerintahan SEKSI Pembangunan SEKSI Perekonomian SEKSI KESSOS SEKSI DIKBUD
    • Kedudukan, Tugas dan Fungsi Kecamatan Sukmajaya
    • Kedudukan, tugas dan fungsi Kecamatan sebagaimana telah diatur dalam pasal 95, pasal 96, dan pasal 97 Peraturan Daerah Koda Depok Nomor 16 Tahun 2003
    • Kondisi Umum Responden Pegawai Kecamatan Sukmajaya
    • Untuk mengetahui lebih jauh nmengenai keadaan secara umum para pegawai yang dijadikan responden pada peneletian di Kecamatan Sukmajaya Kota Depok, penulis telah memilih 38 sampel dari sebanyak 54 populasi yang ada. Dari 38 sampel yang telah dipilih tersebut, hanya 35 lembar angket yang terisi sesuai dengan petunjuk dan dikatakan data yang ada dapat diolah selanjutnya. Dibawah ini berbaku tabulasi untuk criteria masing masing responden.
  • BAB. IV PEMBAHASAN, ANALISIS DAN INTERPRETASI
    • Pada BAB. IV ini Selengkapnya penulis paparkan disini
  • BAB. V. PENUTUP