• Save
Alkana
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×
 

Alkana

on

  • 8,129 views

 

Statistics

Views

Total Views
8,129
Views on SlideShare
8,080
Embed Views
49

Actions

Likes
13
Downloads
0
Comments
2

4 Embeds 49

http://www.slideshare.net 24
http://vizuhailinamaya.blogspot.com 12
http://wildfire.gigya.com 8
http://www.slideee.com 5

Accessibility

Upload Details

Uploaded via as Microsoft PowerPoint

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel

12 of 2

  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
  • my homeworkk...
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
  • gimana cra donloadnya??
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

    Alkana Alkana Presentation Transcript

    • ALKANA DAN SIKLOALKANA ELFI SUSANTI VH
    • Penggolongan senyawa Organik Hidrokarbon (hanya C & H) Senyawa Heteroatom aliphatik aromatik alkana alkena alkuna Senyawa siklik alkohol eter aldehida keton Asam karboksilat ester amina amida
    • INDIKATOR
      • Mahasiswa dapat :
      • menggambarkan struktur alkana dan sikloalkana
      • memberi nama senyawa alkana dan sikloalkana
      • menuliskan isomer pada alkana
      • mendeskripsikan sifat fisika alkana dan sikloalkana
      • menggambarkan konfomasi pada alkana dan sikloalkana
      • menuliskan reaksi halogenasi dan pembakaran pada alkana
      • Struktur Alkana dan sikloalkana
      • Tata Nama Senyawa Alkana dan Sikloalkana
      • Isomer pada Alkana
      • Sifat Fisika Alkana dan Sikloalkana
      • Konfomasi pada Alkana dan Sikloalkana
      • Reaksi Halogenasi dan Pembakaran pada Alkana
      RUANG LINGKUP
    • Struktur Alkana
    • A. Rumus Umum : C n H 2 n + 2 CH 4 metana (Gas alam) CH 3 –CH 3 (C 2 H 6 ) etana CH 3 –CH 2 –CH 3 (C 3 H 8 ) propana (LPG) CH 3 CH 2 CH 2 CH 3 (C 4 H 10 ) butana 75-85% CH 4 5-10% C 2 H 6 1-5% C 3 H 8
    • Rumus Umum Alkana Rumus Umum Sikloalkana
    • Fraksi tertentu dari Destilasi langsung Minyak Bumi/mentah :   Bahan bakar pemanas Minyak gas berat 18 - 25 305 - 405 Bahan bakar diesel Minyak gas ringan 13 - 17 230 - 305 Bahan bakar memasak Minyak tanah 11 - 12 180 - 230 Bahan bakar mobil Bensin 5 -10 30 - 180 Bahan bakar gas Fraksi gas 1 - 4 < 30 Penggunaan Nama Jumlah C TD ( o C)
    • TATA NAMA ALKANA
      • IUPAC ( The International Union of Pure and Applied Chemistry )
        • temukan rantai karbon terpanjang, dan gunakan sebagai nama induk
        • penomoran dengan substituen memperoleh nomor terendah
        • berikan lokasi substituen alkil
        • tempatkan substituen dengan urutan alfabet (contoh: etil sebelum metil)
    • Nama umum cabang alkana
    •  
    • Beri nama senyawa berikut:
    • Gambarkan struktur dari: 2,3,3-trimetilheptana 1-bromo-2-etil-3-(2-metilpropil)sikloheksana
    • ISOMER PADA ALKANA n -butane “ rantai lurus” Rantai bercabang isobutane Isomer posisi C 4 H 10
      • “ butane” lighters:
        • 5% n -butane
        • 95% isobutane
    • C 5 H 12 n -pentana isopentana neopentana C 6 H 14 5 isomers C 10 H 22 75 isomers C 20 H 42 366,319 isomers
    • Gambarkan isomer posisi untuk senyawa : a. C 6 H 14 (5) b. C 7 H 16 (9)
    • C 6 H 14 (5) C 7 H 16 (9)
    • SIFAT FISIKA ALKANA
      • Kepolaran ;
      • alkana memiliki  = 0 : bersifat tidak polar
      • Kelarutan ; alkana larut dalam pelarut nonpolar
      • Inert ; karena perbedaan keelektronegatifan pada alkana kecil sehingga tidak memiliki momen ikatan yang cukup untuk melakukan reaksi heterolitik.
      • Titik didih
      • Untuk suatu deret homolog ;
      • TD bertambah dengan bertambahnya CH 2 (metilen) = + 300C
      • Untuk unsur dengan BM yang sama ;
      • luas permukaan yang menentukan tinggi rendahnya TD dari senyawa sejenis.
      • C1 – C4 : pada t dan p normal adalah gas
      • C4 – C17 : pada t dan p normal adalah cair
      • > C18 : pada t dan p normal adalah padat
    • Titik didih senyawa alkana
    • Penguapan
      • Perubahan fisika, bukan perubahan kimia
      • Hanya dipengaruhi oleh interaksi antara molekul (interaksi intermolekul)
      • Ikatan kimia tidak putus
    • Perkirakan urutan titik didih senyawa berikut:
    • SIKLOALKANA
    • Contoh Sikloalkana
    • Tata Nama Sikloalkana
    •  
    • Beri nama sikloalkana berikut:
    • Nama sikloalkana berikut:
    • Beri nama sikloalkana berikut:
    • Nama sikloalkana berikut :
    • KONFORMASI ALKANA
      • Alkana mempunyai ikatan sigma, menurut Kekule atom yang terikat oleh ikatan sigma dapat diputar,
      • menimbulkan adanya molekul yang disebut konformer ( conformation Isomer )
    • Pada etana (CH 3 -CH 3 ); ada 1 ikatan C-C, struktur rotasi (rotamer) yang ada yaitu staggered dan eclipsed .
    •  
    •  
    •  
    • Aspek penting dari Stereoisomer Konformasi:
      • Interkonfersi konformasi dalam molekul sederhana terjadi cepat pada temperatur kamar,
      • Isolasi konformer murni biasanya tidak mungkin.
      • Konformer spesifik membutuhkan tatanama khusus, seperti staggered , eclipsed , gauche dan anti
      • Konformer spesifik tersusun dari sudut dihedral.
      • konformasi Staggered sekitar ikatan tunggal C-C lebih stabil (punya energi potensial terendah) dibandingkan konformasi eklips.
      • Konformer Gauche pada butana kurang stabil dari pada konformer anti sekitar 0,9 Kkal/mol.
      • Konformer Butana B dan C memiliki struktur bayangan cermin yang tidak identik, sudut dihedral 2400 & 3000.
    • Konformasi Sikloalkana
      • Siklopropana
      • B erbentuk planar, dengan atom karbon pada sudut segitiga samasisi.
      • Sudut ikatan 60 0 lebih kecil daripada sudut optimum atom karbon normal (109,50),
      • Siklobutana
      • siklobutana mengurangi tegangan dari ikatan (keluar dari sudut dihedral sebesar 250), tetapi total eklip dan tegangan sudut juga besar.
      • siklopentana
      • mempunyai tegangan sudut sangat kecil (sudut pentagon= 108 0 ),
      • tegangan eklip besar (10 kkal/mol) jika planar.
      • Akibatnya : cincin anggota 5 mengambil konformasi non planar
      • sikloheksana
      • merupakan contoh baik untuk sistem siklik yang menghilangkan eklip dan tegangan sudut dengan mengambil konformasi nonplanar.
    • Beberapa konformasi sikloheksana:
      • Konfigurasi stereoisomer adalah stabil, dan tidak mudah merubah, sedangkan isomer konformasi biasanya berubah dengan cepat.
      • Dalam pengujian struktur yang mungkin untuk sikloheksana tersubstitusi, mengikuti 2 prinsip, yaitu:
      • 1. Konformasi kursi umumnya lebih stabil daripada yang lain.
      • 2. Substituen pada konformer kursi lebih suka menempati posisi equatorial.
    • Struktur konformasi sikloheksana disubstitusi: 1,1-dimetilsikloheksana   1-t-butil-1-methilsikloheksana  
    • disubstitusi 1,2 cis-1,2-dimetilsikloheksana   trans-1,2-dimetilsikloheksana  
    • disubstitusi 1,3 cis-1,3- dimetilsikloheksana   trans-1,3- dimetilsikloheksana  
    • disubstitusi 1,4 cis-1,4- dimetilsikloheksana   trans-1,4- dimetilsikloheksana  
    • Reaksi-reaksi Alkana
      • A. Halogenasi Alkana = Reaksi dengan Halogen
      • Reaksi substitusi (penggantian) satu atau lebih atom H pada alkana oleh unsur halogen (F,Cl,Br,I).
      • Reaksi terjadi dengan adanya sinar matahari atau suhu tinggi.
      • R adikal halida akan menyerang terutama di tempat yang menghasilkan radikal alkil tersusbtitusi tinggi.
      • Karena radikal tersubstitusi lebih tinggi adalah lebih stabil .
    • Mekanisme Halogenasi Alkana
      • 1. Tahap inisiasi ,
      • yaitu tahap pemecahan molekul halogen
      • kemudian reaksi radikal dengan molekul Cl 2 :
      2. Tahap propagasi
    • 3. Tahap terminasi ; tahap penghentian reaksi
    • B. REAKSI DENGAN OKSIGEN = PEMBAKARAN
      • 1. Reaksi Pembakaran Sempurna
      • (menghasilkan CO 2 )
      • CH 4 + 2 O 2 CO 2 + 2 H 2 O + 212,8 kkal/mol
      • 2. Reaksi pembakaran tidak sempurna
      • (menghasilkan CO atau C)
      • 3 CH 4 + 2 O 2 2 CO + 4 H 2 O
      • CH 4 + O 2 C + 2 H 2 O