Pasang Surut (Pasut)

36,896 views
36,369 views

Published on

Published in: Education
14 Comments
20 Likes
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total views
36,896
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
1,496
Comments
14
Likes
20
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Pasang Surut (Pasut)

  1. 1. PASANG SURUT Oleh : Abd. Malik, S.T., M.Si. 0 50 100 150 200 250 00.00 05.00 10.00 15.00 20.00 00.00 05.00 10.00 15.00 20.00 00.00 05.00 10.00 15.00 20.00 00.00 05.00 10.00 15.00 20.00 00.00 05.00 10.00 15.00 20.00 00.00 05.00 10.00 15.00 20.00 00.00 05.00 10.00 15.00 20.00 00.00 05.00 10.00 15.00 20.00 00.00 05.00 10.00 15.00 20.00 00.00 05.00 10.00 15.00 20.00 00.00 05.00 10.00 15.00 20.00 00.00 05.00 10.00 15.00 20.00 00.00 05.00 10.00 15.00 20.00 00.00 05.00 10.00 15.00 20.00 00.00 05.00 10.00 15.00 20.00 24-Jun-04 25-Jun-04 26-Jun-04 27-Jun-04 28-Jun-04 29-Jun-04 30-Jun-04 01-Jul-04 02-Jul-04 03-Jul-04 04-Jul-04 05-Jul-04 06-Jul-04 07-Jul-04 08-Jul-04 Waktu Pengamatan (Jam) Elevasi (cm) Elevasi MSL
  2. 2. Pembangkitan Pasang Surut (Pasut) <ul><li>Menurut Newton : Pasut adalah gerakan naik turunnya air laut terutama akibat pengaruh adanya gaya tarik menarik antara satu massa bumi dan massa benda-benda angkasa, khususnya bulan dan matahari. </li></ul><ul><li>Selanjutnya Newton menyebutkan bahwa besarnya gaya tarik menarik antara dua titik massa berbanding langsung dengan massanya dan berbanding terbalik dengan kuadrat jaraknya. </li></ul>
  3. 3. <ul><li> m 1 . m 2 </li></ul><ul><li>F = k </li></ul><ul><li>R 0 2 </li></ul><ul><li>Di mana : </li></ul><ul><li>F = gaya tarik menarik antara dua titik massa </li></ul><ul><li>m 1 = titik massa 1 </li></ul><ul><li>m 2 = titik massa 2 </li></ul><ul><li>R 0 2 = jarak antara pusat titik massa 1 dan 2 </li></ul><ul><li>k = konstanta gravitasi (6.67 x 10-11 New m2/kg2 ) </li></ul><ul><li>jarak bumi-bulan lebih dekat dibandingkan dengan jarak bumi-matahari, maka gaya tarik menarik yang diakibatkan oleh bulan akan lebih besar 2,18 kali daripada gaya yang diakibatkan oleh matahari, walaupun massa matahari jauh lebih besar. </li></ul>
  4. 4. <ul><li>Selain itu perputaran bumi pada porosnya (rotasi) akan menghasilkan gaya sentrifugal yang merupakan fungsi dari kecepatan sudut rotasi dan jarak terhadap sumbu bumi. Akibat dari pengaruh gaya tarik menarik dan gaya sentrifugal karena rotasi bumi, maka titik-titik massa di bumi dalam keadaan setimbang (Teori Keseimbangan Pasut / tides equilibrium theory ) </li></ul><ul><li>Dengan demikian maka terdapat beberapa gaya pembangkit pasang surut, yaitu gaya tarik menarik antara bumi, bulan dan matahari serta gaya sentrifugal yang mempertahankan kesetimbangan dinamik dari seluruh sistem yang ada </li></ul>
  5. 5. Bumi Gaya Tarik Bulan & matahari Bulan Air laut pasang Gaya Sentrifugal bumi Air laut surut Matahari Gaya Pembangkitan Pasang Surut
  6. 6. Pasut Purnama ( Spring Tide ) <ul><li>Pasang surut air laut dipermukaan bumi dengan kedudukan tertinggi terjadi pada saat titik pusat bumi, bulan dan matahari berada dalam satu garis lurus (deklinasi 0º atau 360º) dan saling memperkuatnya pengaruh dari masing-masing gaya penggerak pasut (bulan dan matahari), pasang ini biasa disebut Pasang Purnama ( Spring Tide ). </li></ul>
  7. 7. Pasut Perbani ( Neap Tide ) <ul><li>Pasang surut laut dengan tunggang minimum terjadi pada keadaan di mana garis hubung titik-titik pusat bumi dan matahari tegak lurus dengan garis hubung titik-titik pusat bumi dengan bulan. Pasang ini di namakan Pasang Perbani ( Neap Tide ). </li></ul>
  8. 8. Tunggang Air Pasut ( Tidal Range ) <ul><li>Merupakan perbedaan antara puncak pasang tertingi (Air Tinggi/AT/ High Water/HW ) pada saat spring tide dengan air surut terendah (Air Rendah/AR/ Low Water/LW ) pada saat neap tide yang bisa mencapai beberapa meter hingga puluhan meter. </li></ul><ul><li>Besarnya selain dipengaruhi oleh posisi bulan terhadap bumi juga dipengaruhi oleh faktor jarak antara bulan dengan bumi dan jarak antara bumi dan matahari dalam masing-masing lintasan orbit. </li></ul>
  9. 9. <ul><li>Persamaan untuk tunggang pasut, yaitu : </li></ul><ul><li>Jika Tipe pasang surut Semidiurnal/Mixed Tide Prevailing Semidiurnal : </li></ul><ul><li>HAT = LAT + 2(AK 1 +AO 1 +AS 2 +AM 2 ) </li></ul><ul><li>MHHWS = LAT + 2(AS 2 +AM 2 )+AK 1 +AO 1 </li></ul><ul><li>MHHWN = LAT + 2AM 2 +AK 1 + AO 1 </li></ul><ul><li>MSL </li></ul><ul><li>MLLWN = LAT + 2AS 2 + AK 1 + AO 1 </li></ul><ul><li>MLLWS = LAT + AK 1 + AO 1 </li></ul><ul><li>LAT = MSL – AK 1 - AO 1 – AS 2 – AM 2 </li></ul><ul><li>Jika Tipe pasang surut Diurnal/Mixed Tide Prevailing Diurnal : </li></ul><ul><li>HAT = LAT + 2(AK 1 +AO 1 +AS 2 +AM 2 ) </li></ul><ul><li>MHHWS = LAT + 2(AK 1 +AO 1 )+ 2 </li></ul><ul><li>MHHWN = LAT + 2 AK 1 + AS 2 +AM 2 </li></ul><ul><li>MSL </li></ul><ul><li>MLLWN = LAT + 2AO 1 + AS 2 + AM 2 </li></ul><ul><li>MLLWS = LAT + AS 2 + AM 2 </li></ul><ul><li>LAT = MSL – AK 1 - AO 1 – AS 2 – AM 2 </li></ul><ul><li>(Surimiharja, 1997) </li></ul>HAT = Highest Astronomical Tide MHHWS = Mean High Higher Water Spring MHHWN = Mean High Higher Water Neap MSL = Mean Sea Level MLLWN = Mean Low Lower Water Neap MLLWS = Mean Low Lower Water Spring LAT = Lowest Astronomical Tide
  10. 10. Tipe Pasut <ul><li>Pasang surut harian tunggal ( diurnal tide ), dalam satu hari terjadi satu kali air pasang dan satu kali air surut. Periode pasang surut adalah 24 jam 50 menit. </li></ul>Tinggi air (cm) 12 Waktu (Jam) 6 0 18 24 DT
  11. 11. <ul><li>Pasang surut harian ganda ( semidiurnal tide ), dalam satu hari terjadi dua kali air pasang dan dua kali air surut dengan tinggi yang hampir sama dan pasang surut terjadi secara berurutan secara teratur. Periode pasang surut rata-rata adalah 12 jam 24 menit. Pasang surut ini terdapat di Selat Malaka sampai Laut Andaman. </li></ul>Tinggi air (cm) 12 Waktu (Jam) 6 0 18 24 DT
  12. 12. <ul><li>Pasang surut campuran condong ke harian tunggal ( mixed tide prevailing diurnal ), dalam satu hari terjadi satu kali air pasang dan satu kali air surut tetapi kadang-kadang untuk sementara waktu terjadi dua kali pasang dan dua kali surut dengan tinggi dan periode yang sangat berbeda </li></ul>Tinggi air (cm) 12 0 24 DT Waktu (Jam)
  13. 13. <ul><li>Pasang surut campuran condong ke harian ganda ( mixed tide prevailing semidiurnal ), pada tipe ini dalam satu hari terjadi dua kali air pasang dan dua kali air surut, tetapi tinggi dan periodenya berbeda. </li></ul>Tinggi air (cm) 12 Waktu (Jam) 0 24 DT
  14. 14. <ul><li>Tipe pasang surut dapat diketahui dengan pasti dengan cara mendapatkan bilangan/ konstanta pasut (Tidal Constant/Form-zahl) yang dihitung dengan menggunakan metode Admiralti yang merupakan perbandingan jumlah amplitudo komponen diurnal terhadap amplitudo komponen semidiurnal, yang dinyatakan dengan : </li></ul> A K 1 + AO 1 F = AM 2 + AS 2 Tabel 1. Pengelompokan Tipe Pasut 1 x pasang sehari, saat spring bisa terjadi 2x pasang sehari Tunggal F > 3 1 x atau 2 x pasang sehari dengan interval yang berbeda Campuran tunggal 1.5 < F f <3 2x pasang sehari dengan perbedaan tinggi dan interval yang berbeda Campuran ganda 0.25 < F <1.5 2x pasang sehari dengn tinggi relatif sama Harian ganda O < F <0.25 FENOMENA JENIS PASUT NILAI BENTUK
  15. 15. <ul><li>Tabel 2. Komponen/Konstanta Harmonik Pasut Utama </li></ul>Interaksi M 2 dan S 2 2.20 MS 4 2 x kecepatan sudut M 2 6.21 M 4 Interaksi bulan dan matahari dgn perubahan jarak bulani akibat lintasan berbentuk elips 8.18 MK 3 Interaksi bulan dan matahari dgn perubahan jarak matahari akibat lintasan berbentuk elips 13.13 MNS 2 Interaksi bulan dan matahari 11.61 2SM 2 Perairan dangkal Variasi semi tahunan 2191.43 S sa Variasi bulanan 661.30 M m Variasi setengah bulanan 327.86 M f Perioda panjang Deklinasi matahari 24.07 P 1 Deklinasi bulan 25.82 O 1 Deklinasi sistem bulan dan matahari 23.93 K 1 Diurnal Perubahan jarak bulan ke bumi akibat lintasan yang berbentuk elips 11.97 K 2 Perubahan jarak bulan ke bumi akibat lintasan yang berbentuk elips 12.66 N 2 Gravitasi matahari dengan orbit lingkaran dan sejajr ekuator bumi 12.00 S 2 Gravitasi bulan dengan orbit lingkaran dan sejajr ekuator bumi 12.24 M 2 Semidiurnal FENOMENA PERIODA (jam) NAMA KOMPONEN JENIS
  16. 16. Arus Pasut ( Tidal Current ) <ul><li>Merupakan gerak horisontal badan air menuju dan menjauhi pantai seiring dengan naik turunnya muka laut yang disebabkan oleh gaya-gaya pembangkit pasut </li></ul><ul><li>Arus pasut memiliki sifat bergerak dengan arah yang saling bertolak belakang ( bi-directional ). Arah arus saat air meninggi biasanya bertolak belakang dengan arah arus saat air merendah. </li></ul><ul><li>Kecepatan arus pasut minimum atau efektif nol terjadi saat air tinggi atau air rendah ( slack waters ), pada saat-saat tersebut pasut maksimum terjadi saat -saat antara air tinggi dan air rendah. Dengan demikian, perioda kecepatan arus pasut akan mengikuti perioda pasut yang membangkitkannya. </li></ul>
  17. 17. Arus Pasang ( flood currents ) Menuju Pasang 325 0,22 5o 9' 5'' 120o 16' 53'' 6 Menuju Pasang 290 0,44 5o 9' 16'' 120o 16' 35'' 5 Menuju Pasang 270 0,43 5o 8' 53'' 120o 16' 39'' 4 Menuju Pasang 305 0,49 5o 8' 50'' 120o 16' 23'' 3 Menuju Pasang 280 0,60 5o 8' 34 120o 16' 41'' 2 Menuju Pasang 300 0,50 5o 8' 24'' 120o 16' 31'' 1 Keterangan Arah (oN) Kecepatan (m/dt) Posisi Stasiun
  18. 18. Arus Surut ( ebb currents ) Menuju Surut 20 0,083 5o 9' 5'' 120o 16' 53'' 6 Menuju Surut 40 0,042 5o 9' 16'' 120o 16' 35'' 5 Menuju Surut 70 0,248 5o 8' 53'' 120o 16' 39'' 4 Menuju Surut 130 0,102 5o 8' 50'' 120o 16' 23'' 3 Menuju Surut 130 0,042 5o 8' 34 120o 16' 41'' 2 Menuju Surut 60 0,095 5o 8' 24'' 120o 16' 31'' 1 Keterangan Arah (oN) Kecepatan (m/s) Posisi Stasiun Stasiun
  19. 19. Datum Referensi / Datum Vertikal <ul><li>Duduk Tengah (DT) / Mean Sea Level (MSL) </li></ul><ul><li>adalah permukaan laut rata-rata yang merupakan suatu kedudukan yang ditentukan melalui pengamatan air laut (pengamatan pasut) untuk setiap jam, hari, bulan atau tahun. </li></ul><ul><li>Dalam survey hidrografi dikenal dua istilah DT, yaitu : </li></ul><ul><li>DT Harian pada umumnya ditentukan melalui pengamatan permukaan laut setiap jam selama satu hari (dari jam 00.00 sampai dengan jam 23.00), sehingga diperoleh 24 harga hasil pengamatan. </li></ul><ul><li>DT Bulanan ditentukan melalui nilai rata-rata dari DT Harian untuk waktu satu bulan. DT Bulanan ini tidak memiliki masa perubahan yang pendek seperti DT Harian di mana hampir memperlihatkan perubahan yang merata. </li></ul><ul><li>DT Tahunan ditentukan melalui nilai rata-rata dari DT Bulanan untuk waktu satu tahun (12 bulan). </li></ul><ul><li>DT Sejati , merupakan muka laut rata-rata ideal yang tidak lagi dipengaruhi oleh keadaan pasang surut, di mana pengamatan kedudukan permukaan laut haruslah dilakukan paling sedikit selama 18,6 tahun. (Djaja, 1979) </li></ul>
  20. 20. <ul><li>Perhitungan DT dapat dihitung dengan beberapa cara sesuai dengan periode : </li></ul><ul><li>- Perhitungan periode jangka pendek selama satu hari </li></ul><ul><li>- Perhitungan periode satu bulan </li></ul><ul><li>- Perhitungan periode berbulan-bulan untuk mencari </li></ul><ul><li>(mendapatkan) Z 0 yang tepat </li></ul><ul><li>- Perhitungan periode bertahun-tahun untuk mengetahui </li></ul><ul><li>perubahan dari tahun ke tahun dan perubahan periode </li></ul><ul><li>jangka panjang. (Sitepu dalam Teknologi Survei Laut, 1996) </li></ul><ul><li>Selain itu nilai DT dapat diperoleh dari hasil analisa harmonik dengan metode admiralty (konstanta S 0 ). </li></ul>
  21. 21. Nilai DT /Mean Sea Level (MSL) : 69.76 = 70 cm DT/MSL Harian dengan Perhitungan Jangka Pendek
  22. 22. <ul><li>Muka Surutan atau Chart Datum (Zo) </li></ul><ul><li>adalah bidang yang terletak di bawah air rendah terendah rata-rata surut, diukur sebesar nilai muka surutan dari DT selama penelitian atau nilai muka surutan yang telah mengalami koreksi musim dari DT sejati. </li></ul><ul><li>Perhitungan nilai muka surutan dapat dilakukan dengan menggunakan berbagai formula, yaitu : </li></ul><ul><li>Defenisi dari Prancis (Lowest Predicted Low Water), </li></ul><ul><li>Zo = 1,2 (M 2 + S 2 + K 2 ) </li></ul><ul><li>Defenisi Admiralty Inggris, Zo = 1,1 (M 2 + S 2 ) </li></ul><ul><li>Defenisi dari Pantai Timur Amerika (Mean Low Water), Z 0 = M 2 </li></ul><ul><li>Defenisi dari Australia (Indian Low Water Spring), </li></ul><ul><li>Zo = AM 2 + AS 2 + AK 1 + AO 1 </li></ul><ul><li>( Mihardja, 1987 dalam Ongkosongo dan Suyarso, 1989 dan Sitepu dalam Teknologi Survei Laut, 1996). </li></ul>
  23. 23. <ul><li>Air Tinggi Tertinggi (ATT) </li></ul><ul><li>Datum pasut lain yang biasa dipakai untuk keperluan hidrografi adalah air tinggi tertinggi, biasa disebut sebagai datum elevasi yang didefenisikan menurut persamaan di bawah ini : </li></ul><ul><li>N </li></ul><ul><li> S 0 +  Ai </li></ul><ul><li> i=1 </li></ul><ul><li>Amplitudo komponen yang dipergunakan dalam persamaan tersebut adalah amplitudo komponen dari M 2 , S 2 , K 1 , dan O 1 . </li></ul><ul><li>(Mihardja dan Setiadi dalam Ongkosongo dan Suyarso, 1989) </li></ul>
  24. 24. Pemanfaatan Pasut <ul><li>Pencemaran perairan </li></ul><ul><li>Kegiatan perikanan tambak ikan/udang di wilayah pantai </li></ul><ul><li>Sumber energi listrik </li></ul><ul><li>Perencanaan tata ruang kawasan pesisir/pantai </li></ul>
  25. 25. Thank You ....

×