ZONA SUHU &THERMOREGULATOR                 GUSTI RUSMAYADIPS. Agroekoteknologi - Faperta Unlam
Zona Suhu   Sub Pokok                   Tujuan Instruksional    Bahasan                      Khusus : Setelah    1.   Ce...
Pokok Bahasan:                    ThermoregulasiA.   Sub Pokok Bahasan     1.    Produksi Panas     2.    Aliran Panas    ...
• Ternak masih hidup, di luar zona tersebut                   matiZona kehidupan   • Terbagi zona hipotermia, homeotermia ...
Di bawah             Di atas suhusuhu nyaman              nyaman  Mengalami cekaman         Ada usaha        dingin       ...
A     = Death from coldB     = Summit Heat productA – C = Cold stressB - C = Regulatory heat productC     = LCT (Low Criti...
A. Produksi Panas1.   Produksi panas adalah panas yang     dihasilkan dari dalam tubuh        Produksi panas merupakan ha...
55                     50                          tinggi                     45                sedang(kJ/kg0.75per jam) P...
2. Faktor lain yang mempengaruhi                              produksi panas   Tingkah laku,   Jumlah konsumsi pakan dan...
Kondisi                           Produksi panas (kJ/kg0,75 jam)1.     Tingkah laku;       a.   Berdiri                   ...
B. Pelepasan Panas   Suhu tubuh dipertahankan oleh ternak    dengan cara membuang hasil produksi    panas dari dalam tubu...
250                                                                         250Produksi dan Kehilangan Panas              ...
2. Keseimbangan EnergiEnergi metabolis                 Energi dikonsumsi (GE)                             _(metabolizable ...
Energi dikonsumsi (GE)   Energi dikonsumsi (GE)     sapi perah laktasi       sapi dara, jantan dan anakPertumbuhan fetus  ...
Thermoregulator   suatu cara dari    mamalia unuk    mempertahankan    suhu tubuhnya dalam    keadaan konstan    sebagai ...
POIKILOTHERM; hewan berdarahdingin, yang suhu tubuhnya bervariasi       sesuai dengan perubahan suhu                      ...
Influenced by     Body Surface Area     Body Coverings     Water Exchange     Blodd Flow     Environment          Temperat...
Suhu tubuh ternakSuhu Tubuh, ºC              HOMEOTHERM   40   30                                 + MATI           HIBERNA...
PengaturanSensor                     PengeluaranPanas                     Panas         Jantung         Sistem            ...
Suhu tubuh   Suhu tubuh :       a. Kleiber : ST = 0,654 SR + 0,35 SK ⁰C       b. McLean et al. : ST = 0,86 SR + 0,14 SK...
Suhu Tubuh, Frekuensi         Pernafasan dan HTC   Kenaikan suhu tubuh, frekuensi    pernafasan sebanding dengan kenaikan...
HTC   Frekuensi pernafasan dan suhu tubuh sapi sebagai parameter untuk    perhitungan Heat Tolerance Coefficient (HTC) de...
Tugas 2                Heat Tolerance Coefficient (HTC)Tabel 1. Rataan suhu tubuh sapi PFH jantan pada tingkat umur I-0, I...
Tabel 2. Rataan frekuensi pernafasa n pada sapi PFH jantan umur I-0, I-1dan I-2I-0: berumur 9-12 bulan dengan berat + 268,...
Pembentukan dan Penyingkiran Panas Tubuh   Panas tubuh dibentuk oleh;       Proses dasar metabolisme       Pemasukan ma...
    Panas tubuh disingkirkan oleh;         radiasi dan konduksi   70%         evaporasi keringat     27%         respi...
Keseimbangan Panas   H–W=+D+V+R–E+S       H = Produksi panas metabolik       W = penggunaan panas untuk proses faali da...
A. Mempertahankan diri terhadap            keadaan dingin1.    Menambah insulasi tubuh;        Insulasi jaringan peripher...
1. Insulasi tubuh/jaringana)   Insulasi jaringan adalah tahanan panas dari     pusat ke permukaan     Yang berperan adalah...
c)   Insulasi eksternal/udara adalah tahanan     aliran panas dari permukaan kulit dan     bulu ke lingkungan.     Yang be...
2. Meningkatkan Produksi Panas                         20Laju Metabolisme Basal                                           ...
Panas ekstra   Makan yang banyak   Menggigil   Kenaikan aktivitas volunter   Kenaikan sekresi norepinefrine & epinefri...
Laju penambahan/                            kehilangan produksi panas                                                     ...
B. Mempertahankan diri dari keadaan                  panas       Ternak mempertahankan diri terhadap                      ...
2.   Evaporasi dari kulit        Meningkatkan penguapan air dari kulit lewat         kelenjar keringat        Penyebaran...
3.   Evaporasi dari pernafasan/respirasi        Tergantung dari;            Volume udara yang di keluarkan per unit wakt...
Tingkat kepentingan panting dan sweating                                    pada ternak   SWEATING  “berkeringat”         ...
100                                        Kecepatan respirasi pada                                                 sapiRe...
5.   Menurunkan produksi panas        Dalam kondisi panas, metabolisme basal         diturunkan dengan jalan;           ...
C. Langkah yang ditempuh untuk      mengurangi cekaman panas   Penyilangan dari breed tropis dan    subtropis   Ventilas...
• Waingapu25 • Jakarta          • Bogor                • Malang                       • Bandung2120                       ...
Kesesuaian tempat   Daerah                             Tidak Sesuai              Masih mungkin   sesuai                  u...
Laju sekresi   Produksi      Laju       Suhu     Konsumsi                                                                 ...
Produksi susu                          Kadar Lemak   4 % FCMPerlakuan    44 minggu                           Susu (%)     ...
Referensi   Monstma, G. 1984. Tropical Animal    Production I (Climats and Housing). T20 D    Lecture Notes E400-103.   ...
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Iii. thermoregulator gtr

2,200

Published on

Setelah mengikuti perkuliahan ini diharap mahasiswa mampu menjelaskan kembali tentang zona suhu dan titik kritis

1 Comment
0 Likes
Statistics
Notes
  • Trims. Sangat membantu saya memahami ttg ilmu lingkungan ternak.
       Reply 
    Are you sure you want to  Yes  No
    Your message goes here
  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total Views
2,200
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
134
Comments
1
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Iii. thermoregulator gtr

  1. 1. ZONA SUHU &THERMOREGULATOR GUSTI RUSMAYADIPS. Agroekoteknologi - Faperta Unlam
  2. 2. Zona Suhu Sub Pokok  Tujuan Instruksional Bahasan Khusus : Setelah 1. Cekaman Dingin mengikuti dan Cekaman perkuliahan ini Panas diharap mahasiswa 2. Titik Kritis Suhu mampu menjelaskan kembali tentang zona suhu dan titik kritis
  3. 3. Pokok Bahasan: ThermoregulasiA. Sub Pokok Bahasan 1. Produksi Panas 2. Aliran Panas 3. Keseimbangan PanasB. Tujuan Instruksional Khusus:  Setelah mengikuti perkuliahan ini diharap mahasiswa mampu menjelaskan kembali tentang: 1. produksi panas, 2. aliran panas dan 3. mekanisme pengaturan panas dalam tubuh
  4. 4. • Ternak masih hidup, di luar zona tersebut matiZona kehidupan • Terbagi zona hipotermia, homeotermia dan hipertermia Zona • Zona suhu dalam tubuh ternak stabil tetapi dapat mengalami cekaman dingin atau homeotermis cekaman panas Zona • Zona suhu tubuh ternak stabil tetapi dibatasi termonetral titik kritis bawah dan atas Zona nyaman • Zona suhu tubuh ternak stabil tanpa melakukan adjusment. (thermo • BMR tetap comfort) • Suhu tubuh tetap
  5. 5. Di bawah Di atas suhusuhu nyaman nyaman Mengalami cekaman Ada usaha dingin membuang panas (vasokonstriksi, (vasodilatasi, piloereksi) berkeringat, panting Peningkatan Produksi panas produksi panas tubuh turun Buang panas secara Suhu tubuh turun fisik. (Van’t Hoff’s rule)
  6. 6. A = Death from coldB = Summit Heat productA – C = Cold stressB - C = Regulatory heat productC = LCT (Low Critical Temperature)C – D = Cold zoneD – E = Optimum zone / Thermo comfort zoneE – F = Warm zoneF = UCT (Upper Critical Temperature)F – G = Heat stressG = Death from heat
  7. 7. A. Produksi Panas1. Produksi panas adalah panas yang dihasilkan dari dalam tubuh  Produksi panas merupakan hasil aktivitas basal “specific dynamic action” dari makanan dan otot.  Produksi panas pada sapi perah laktasi dan kering kandang akan mencapai titik maksimum sekitar 3 jam setelah makan.
  8. 8. 55 50 tinggi 45 sedang(kJ/kg0.75per jam) Produksi Panas 40 35 kering 30 25 20 15 14 16 18 20 22 24 02 04 06 08 10 12 14 Waktu dalam sehari Gambar 4. Perubahan produksi panas dalam sehari.
  9. 9. 2. Faktor lain yang mempengaruhi produksi panas Tingkah laku, Jumlah konsumsi pakan dan suhu lingkungan, Laktasi, Pertumbuhan dan kebuntingan, Tambahan beban panas dari luar tubuh;  energi radiasi matahari (langsung atau pantulan),  proses konduksi dan konveksi
  10. 10. Kondisi Produksi panas (kJ/kg0,75 jam)1. Tingkah laku; a. Berdiri 33,9 b. Berbaring 28,52. Konsumsi pakan (g TDN/kg0,75 per hari); a. 66,5 26,2 b. 50,8 23,2 c. 34,7 20,53. Suhu lingkungan (ºC); a. 10 670 b. 20 688 c. 30 7444. Pertumbuhan (kg/hari) a. 0,0 134 b. 0,6 153 c. 1,2 1815. Produksi susu (kg/hari) a. 31,6 44,1 b. 18,5 37,8 c. 0,0 (tidak berproduksi) 29,7Ket. 1. Pada pemberian pakan 72,7 g/kg0,75 per hari 2. Pada suhu udara 20ºC (Purwanto et al., 1991) 3. Produksi panas per hari (Purwanto et al., 1994) 4. Produksi panas per 5,5 jam (matsumoto et al., 1993) 5. (Purwanto, et al., 1990)
  11. 11. B. Pelepasan Panas Suhu tubuh dipertahankan oleh ternak dengan cara membuang hasil produksi panas dari dalam tubuhnya,melalui; (a) Penguapan dari permukaan kulit melalui keringat Jalur evaporasi (evaporative heat loss) (b) Pertukaran panas melalui saluran pernafasan radiasi Jalur sensible (sensible konduksi heat loss) konveksi
  12. 12. 250 250Produksi dan Kehilangan Panas Produksi dan Kehilangan Panas 200 200 150 (kcal/jam) (kcal/jam) 150 100 100 50 0 50 -50 0 15 20 25 30 35 40 10 20 30 o Suhu Udara ( C) Kelembapan (mm Hg)Gambar 5. Pengaruh suhu lingkungan dan kelembapan terhadap produksi panas (Ж), kehilangan evaporasi total (Δ), kehilangan bahang terasa (‫ ,)٭‬dan simpanan bahang tubuh (□)
  13. 13. 2. Keseimbangan EnergiEnergi metabolis Energi dikonsumsi (GE) _(metabolizable energy, ME) ternak ruminansia Fases (fecal energy, FE) Urine (urine energy, UE) Gas (CH4, H2) Panas fermentasi)
  14. 14. Energi dikonsumsi (GE) Energi dikonsumsi (GE) sapi perah laktasi sapi dara, jantan dan anakPertumbuhan fetus Pertumbuhan tubuhEnergi dalam suhu ER = ME – HP Keseimbangan energi ER: retensi energi, ME: energi metabolisme, dan HP: produksi panas
  15. 15. Thermoregulator suatu cara dari mamalia unuk mempertahankan suhu tubuhnya dalam keadaan konstan sebagai akibat dari pengaruh lingkungan.
  16. 16. POIKILOTHERM; hewan berdarahdingin, yang suhu tubuhnya bervariasi sesuai dengan perubahan suhu lingkungan. HOMEOTHERM; hewan berdarah panas, yang suhu tubuhnya dapat dipertahankan dalam selang yangsempit, walaupun suhu lingkungannya berubah dalam selang yang cukup luas. HIBERNATING; hewan yang dapat mengistirahatkan dalam kondisi yangtidak memungkinkan untuk kebutuhan tubuhnya.
  17. 17. Influenced by Body Surface Area Body Coverings Water Exchange Blodd Flow Environment Temperature Influenced by Sources Wind Colorigenic • Food Humidity Hormones • Body Reserves Production: • Rumen or Cecum Milk Fermentation Non-evaporative Evaporative Meat • Environment Cooling Cooling WoolRadiation Respiration MolekulerConvection Skin ActiviyConduction Maintenance HEAT LOSS HEAT GAIN Hypothermia N Hyperthermia O R M A L
  18. 18. Suhu tubuh ternakSuhu Tubuh, ºC HOMEOTHERM 40 30 + MATI HIBERNATER 20 10 0 POIKILOTHERM -10 + MATI 30 20 10 0 -10 -30 -50 -70 Suhu Lingkungan, ºC
  19. 19. PengaturanSensor PengeluaranPanas Panas Jantung Sistem dan Syaraf Paru- Pusat ParuSensor PengaturanDingin Produksi Panas Umpan Balik
  20. 20. Suhu tubuh Suhu tubuh :  a. Kleiber : ST = 0,654 SR + 0,35 SK ⁰C  b. McLean et al. : ST = 0,86 SR + 0,14 SK ⁰C  ST = Suhu tubuh  SK = 0,25(P+D) + 0,32(Ta) + 0,18 (Tb) D= Dada P = Punggung Ta = Tungkai atas Tb = Tungkai bawah
  21. 21. Suhu Tubuh, Frekuensi Pernafasan dan HTC Kenaikan suhu tubuh, frekuensi pernafasan sebanding dengan kenaikan Heat Tolerance Coeffisient (HTC). Heat Tolerance adalah ketahanan ternak terhadap panas sekitarnya (Mahdi, 1984). Monstma (1984) menyatakan bahwa ternak yang tercekam panas antara lain akan direfleksikan pada respon suhu tubuh dan frekuensi pernafasan
  22. 22. HTC Frekuensi pernafasan dan suhu tubuh sapi sebagai parameter untuk perhitungan Heat Tolerance Coefficient (HTC) dengan menggunakan rumus Benezra (Benezra Coefficient) : Keterangan : HTC : Heat Tolerance Coefficient Tb : Rataan suhu tubuh sapi (⁰C) Fr : Rataan frekuensi pernafasan sapi perah selama 1 menit 38,3 : Angka standart suhu tubuh sapi (⁰C) 23 : Angka standart frekuensi pernafasan sapi selama 1 menit Menurut Monstma (1984) bahwa ternak dapat dikatakan memiliki ketahanan terhadap panas yang baik jika nilai HTC = 2 dan semakin tinggi nilai HTC berarti semakin rendah tingkat ketahanannya Suhu tubuh dan frekuensi pernafasan merupakan parameter dasar yang dipakai untuk menduga daya adaptasi ternak (Amakiri and Funsho, 1979).
  23. 23. Tugas 2 Heat Tolerance Coefficient (HTC)Tabel 1. Rataan suhu tubuh sapi PFH jantan pada tingkat umur I-0, I -1 dan I-2I-0: berumur 9-12 bulan dengan berat + 268,17 kg,I-1: berumur 1-2 tahun dengan berat + 400,14 kg, danI-2: berumur dari 3 tahun dengan berat + 411 kgSumber: Affandi, 2009
  24. 24. Tabel 2. Rataan frekuensi pernafasa n pada sapi PFH jantan umur I-0, I-1dan I-2I-0: berumur 9-12 bulan dengan berat + 268,17 kg,I-1: berumur 1-2 tahun dengan berat + 400,14 kg, danI-2: berumur dari 3 tahun dengan berat + 411 kgSumber: Affandi, 2009
  25. 25. Pembentukan dan Penyingkiran Panas Tubuh Panas tubuh dibentuk oleh;  Proses dasar metabolisme  Pemasukan makanan (daya dinamis spesifik)  Calorigenic effect BMR (Basal Metabolic Rate) : Q = 70 W 0,75 Q = Laju metabolisme (kkal/hr) W = Bobot badan (kg) Kaniakan 1 unit W  menaikkan 0,75 unit laju metab  produk metabolisme ≠ kelipatan W.
  26. 26.  Panas tubuh disingkirkan oleh;  radiasi dan konduksi 70%  evaporasi keringat 27%  respirasi 2%  urine, dll 1% Cara Pembuangan panas a. Tak sadar (fisika) : radiasi, konveksi, konduksi, penguapan selainPengaruh : keringat.- Luas permukaan b. Tak sadar (faali) : tonus otot, nafas, keringat, darah perifer, cairan- Penutup tubuh dan elektrolit, metabolisme.- Air dan elektrolit c. Sadar (tingkah laku) : jalan,- Darah perifer berteduh, minum, makan, hibernasi,- Lingkungan postur tubuh.
  27. 27. Keseimbangan Panas H–W=+D+V+R–E+S  H = Produksi panas metabolik  W = penggunaan panas untuk proses faali dan kerja  D = Pertukaran panas konduksi ( + jika dibuang)  V = Pertukaran panas konveksi ( + jika dibuang)  R = Pertukaran panas radiasi (+ jika dibuang)  E = Pembuangan panas evaporasi  S = Panas disimpan dalam tubuh (+ jika disimpan)
  28. 28. A. Mempertahankan diri terhadap keadaan dingin1. Menambah insulasi tubuh;  Insulasi jaringan peripher  Insulasi bulu dan kulit  Insulasi external2. Meningkatkan produksi panas; agar suhu tubuh normal, ternak perlu menghasilkan panas dari metabolisme basal.
  29. 29. 1. Insulasi tubuh/jaringana) Insulasi jaringan adalah tahanan panas dari pusat ke permukaan Yang berperan adalah;  Lemak di bawah kulit  Pengaruh pembuluh darahb) Insulasi bulu dan kulit adalah tahanan panas dari permukaan kulit dan bulu ke lingkungan se kitarnya. Yang berperan;  Ketebalan bulu  Persentuhan dengan lingkungan  Density bulu
  30. 30. c) Insulasi eksternal/udara adalah tahanan aliran panas dari permukaan kulit dan bulu ke lingkungan. Yang berperan  Boundary layer (lapisan udara tipis yang melekat pada permukaan kulit)  Angin  Bentuk tubuh
  31. 31. 2. Meningkatkan Produksi Panas 20Laju Metabolisme Basal Suhu Kritis ekstra Panas Kebutuhan Panas Akibat dingin 10 Kelebihan Panas minimal (dibuang) Panas 0 5 10 15 20 25 30 35 40 ºC SUHU LINGKUNGAN
  32. 32. Panas ekstra Makan yang banyak Menggigil Kenaikan aktivitas volunter Kenaikan sekresi norepinefrine & epinefrin Menggulung Vaso konstruksi kulit Horipilasi
  33. 33. Laju penambahan/ kehilangan produksi panas A = daerah Temperatur tubuh bagian dalam hypothermia C-D = Comfort Zone B-E = daerah termoregulatorDingin Panas C= temperatur kritis D= temperatur mulai terjadi Kehilangan panas evaporasi evaporative F = daerah hyperthermia Temperatur Lingkungan
  34. 34. B. Mempertahankan diri dari keadaan panas Ternak mempertahankan diri terhadap panas dengan cara;1. Pengurangan Insulasi  Dilakukan dengan jalan meningkatkan aliran darah ke dalam kulit, terutama dengan vascodilatasi pembuluh darah  Hair shedding/mengkilatkan bulu pada musim panas untuk memantulkan radiasi  Molting atau merontokkan bulu pada unggas.
  35. 35. 2. Evaporasi dari kulit  Meningkatkan penguapan air dari kulit lewat kelenjar keringat  Penyebaran kelenjar keringat terbanyak di leher  Penguapan keringat dipengaruhi oleh angin dan kelembapan  Ternak jenis tropis, banyak kelenjar keringat dibanding ternak dari jenis subtropis
  36. 36. 3. Evaporasi dari pernafasan/respirasi  Tergantung dari;  Volume udara yang di keluarkan per unit waktu  Jenis ternak4. Hubungan evaporasi dan respirasi Bagi ternak yang sukar mengeluarkan panas dengan panting (respirasi), maka ternak tersebut dilengkapi dengan sweating (keringat)
  37. 37. Tingkat kepentingan panting dan sweating pada ternak SWEATING “berkeringat” PANTING “terengah-engah”Manusia Kuda Sapi Babi Anjing Unggas Unta Kucing
  38. 38. 100 Kecepatan respirasi pada sapiRespirasi per menit 80 60 40 20 -20 -10 0 10 20 30 40 Temperatur Lingkungan
  39. 39. 5. Menurunkan produksi panas  Dalam kondisi panas, metabolisme basal diturunkan dengan jalan;  Mengurangi makan  Memperbanyak minum  Vasodilatasi cutaneus  Panting/sweating  Anoreksia  Apati & inertia  konduksi
  40. 40. C. Langkah yang ditempuh untuk mengurangi cekaman panas Penyilangan dari breed tropis dan subtropis Ventilasi perkandangan Penyiraman berkala Makanan/ransum yang tepat (formulasi ransum sedikit tetapi cukup) Menempatkan pada lokasi yang sesuai
  41. 41. • Waingapu25 • Jakarta • Bogor • Malang • Bandung2120 • Batu • Tawangmangu • Pacet • Lembang18 • Cibodas • Tosary15 • Cibodas13 0 500 1000 1500 2000 Altitude (m)
  42. 42. Kesesuaian tempat Daerah Tidak Sesuai Masih mungkin sesuai untuk Baik untuk Sesuai untuk untuk sapi Aklimatisasi perah Cross Brees Sapi TropisPlateau Batu Bandung Jakarta JogyakartaDieng Lembang Bogor MedanCibodas Pacet Bukittinggi SurabayaCiwidey Tawangmangu Magelang Padang SemarangTosari Salatiga Waingapu Sukabumi Jember Malang Klaten Manado Ungaran U. Pandang Kupang Pontianak Palembang
  43. 43. Laju sekresi Produksi Laju Suhu Konsumsi PertambahanPeriode tiroksin (LST) panas pernafasan rektal makan BB lbs/hari mg/ekor/hari) kkal/jam/BB per menit (ºC) lb/hari Kondisi dingin (36 – 65ºF)Mula- 0,210 4,09 40 102,2 15,7 1,8mula Kondisi panas (75 – 95ºF)Akhir 0,108 4,03 107 103,8 14,7 1,1
  44. 44. Produksi susu Kadar Lemak 4 % FCMPerlakuan 44 minggu Susu (%) (kg) (kg)Kontrol 3285 4.50 3435 Dirusak 1757 3.97 1761tiroidnya
  45. 45. Referensi Monstma, G. 1984. Tropical Animal Production I (Climats and Housing). T20 D Lecture Notes E400-103. Purwanto, Bagus P. 2004. Biometeorologi Ternak1. kuliah/ biomet/ Biometeorologi_Ternak
  1. A particular slide catching your eye?

    Clipping is a handy way to collect important slides you want to go back to later.

×