VirusDari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebasLangsung ke: navigasi, cariUntuk kegunaan lain dari Virus, lihat V...
Virus sering diperdebatkan statusnya sebagai makhluk hidup karena ia tidak dapat menjalankanfungsi biologisnya secara beba...
Kata virus adalah kata bahasa Latin untuk racun dan substansi beracun lainnya, yang pertamakali digunakan di Bahasa Inggri...
Penelitian mengenai virus dimulai dengan penelitian mengenai penyakit mosaik yangmenghambat pertumbuhan tanaman tembakau d...
Martha Chase dan Alfred Hershey pada tahun 1952 berhasil menemukan bakteriofage.[8]       Bakterofage merupakan virus yang...
Untuk virus berbentuk heliks, protein kapsid (biasanya disebut protein nukleokapsid) terikatlangsung dengan genom virus.[1...
1. Infeksi Akut      infeksi akut merupakan infeksi yang berlangsung dalam jangka waktu cepat namun dapat      juga beraki...
mengikatkan sel kepada substratnya.[17] struktur ICAM-1 mirip dengan molekul       imunoglobulin dengan domain C dan V seh...
Proses fusi virus berenvelop dengan membran sel baik secara langsung maupun dengan       permukaan sel maupun mengikuti en...
Kelas II : DNA Utas Tunggal       Replikasi terjadi di dalam nukleus, melibatkan bentuk utas ganda intermediate sebagai   ...
Picornavirus, Poxvirus, dan Reovirus terjadi di sitoplasma, sementara itu proses perakitanAdenovirus , Poliovirus, dan Par...
Klasifikasi virus berdasarkan genomik fungsional        Virus di klasifikan menjadi 7 kelompok berdasarkan alur fungsi gen...
Baltimore.[29] Ciri khan dari virus ini adalah virus ini memiliki protein permukaan yangmerupakan antigen utama yaitu Hemm...
Virus DNA merupakan virus yang memiliki materi genetik berupa DNA, kelompok yangtergolong dalam kelompok ini adalah virus ...
Peranan Virus dalam KehidupanBeberapa virus ada yang dapat dimanfaatkan dalam rekombinasi genetika.[15] Melalui terapi gen...
memperlihatkan contoh kasus pada manusia yang memperlihatkan hubungan antara kanker danagen-agen infektan.[34] Juga ada be...
Virus
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Virus

2,964

Published on

0 Comments
2 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total Views
2,964
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
73
Comments
0
Likes
2
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Transcript of "Virus"

  1. 1. VirusDari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebasLangsung ke: navigasi, cariUntuk kegunaan lain dari Virus, lihat Virus (disambiguasi). ? Virus Rotavirus Klasifikasi virus Kelas: I–VII Groups I: Virus dsDNA II: Virus ssDNA III: Virus dsRNA IV: Virus (+)ssRNA V: Virus (−)ssRNA VI: Virus ssRNA-RT VII: Virus dsDNA-RTVirus adalah parasit berukuran mikroskopik yang menginfeksi sel organisme biologis. Virusbersifat parasit obligat, hal tersebut disebabkan karena virus hanya dapat bereproduksi di dalammaterial hidup dengan menginvasi dan memanfaatkan sel makhluk hidup karena virus tidakmemiliki perlengkapan selular untuk bereproduksi sendiri. Biasanya virus mengandung sejumlahkecil asam nukleat (DNA atau RNA, tetapi tidak kombinasi keduanya) yang diselubungisemacam bahan pelindung yang terdiri atas protein, lipid, glikoprotein, atau kombinasiketiganya. Genom virus akan diekspresikan menjadi baik protein yang digunakan untuk memuatbahan genetik maupun protein yang dibutuhkan dalam daur hidupnya.Istilah virus biasanya merujuk pada partikel-partikel yang menginfeksi sel-sel eukariota(organisme multisel dan banyak jenis organisme sel tunggal), sementara istilah bakteriofage ataufage digunakan untuk jenis yang menyerang jenis-jenis sel prokariota (bakteri dan organisme lainyang tidak berinti sel).
  2. 2. Virus sering diperdebatkan statusnya sebagai makhluk hidup karena ia tidak dapat menjalankanfungsi biologisnya secara bebas jika tidak berada dalam sel inang. Karena karakteristik khasnyaini virus selalu terasosiasi dengan penyakit tertentu, baik pada manusia (misalnya virus influenzadan HIV), hewan (misalnya virus flu burung), atau tanaman (misalnya virus mosaiktembakau/TMV).Daftar isi 1 Etimologi 2 Sejarah penemuan 3 Struktur dan anatomi virus 4 Patogenesis Virus o 4.1 Macam-macam infeksi virus 5 Replikasi virus o 5.1 Pelekatan Virus o 5.2 Penetrasi o 5.3 Pelepasan Mantel o 5.4 Replikasi Genom dan Ekspresi Gen o 5.5 Perakitan o 5.6 Pematangan o 5.7 Pelepasan 6 Klasifikasi virus 7 Contoh-contoh virus o 7.1 Virus RNA  7.1.1 Retroviridae  7.1.2 Picornaviridae  7.1.3 Orthomixoviridae  7.1.4 Arboviruses o 7.2 Virus DNA  7.2.1 Herpesviridae  7.2.2 Parvoviridae  7.2.3 Poxviridae 8 Peranan Virus dalam Kehidupan o 8.1 Penyakit hewan akibat virus o 8.2 Penyakit tumbuhan akibat virus o 8.3 Penyakit manusia akibat virus 9 Diagnosis di laboratorium 10 Pencegahan dan pengobatan 11 Lihat pula 12 Referensi 13 Pranala luarEtimologi
  3. 3. Kata virus adalah kata bahasa Latin untuk racun dan substansi beracun lainnya, yang pertamakali digunakan di Bahasa Inggris tahun 1392.[1] Definisi "agen yang menyebabkan infeksipenyakit" pertama kali digunakan tahun 1728,[1] sebelum ditemukannya virus sendiri olehDmitry Iwanovsky tahun 1892.Sejarah penemuanVirus mosaik tembakau merupakan virus yang pertama kali divisualisasikan dengan mikroskopelektron. Virus telah menginfeksi sejak jaman sebelum masehi, hal tersebut terbukti dengan adanya beberapa penemuan-penemuan yaitu laporan mengenai infeksi virus dalam hieroglyph di Memphis, ibu kota Mesir kuno (1400SM) yang menunjukkan adana penyakit poliomyelitis, selain itu, Raja Firaun Ramses V meninggal pada tahun 1196 SM dan dipercaya meninggal karena terserang virus Smallpox. Pada jaman sebelum masehi, virus endemik yang cukup terkenal adalah virus Smallpox yang menyerang masyarakat cina pada tahun 1000. Akan tetapi pada pada tahun 1798 , Edward Jenner menemukan bahwa beberapa pemerah susu memiliki kekebalan terhadap virus pox. Hal tersebut diduga karena Virus Pox yang terdapat pada sapi, melindungi manusia dari Pox. Penemuan tersebut yang dipahami kemudian merupakan pelopor penggunaan vaksin. Pada tahun 1880, Louis Pasteur dan Robert Koch mengemukakan suatu "germ theory" yaitu bahwa mikroorganisme merupakan penyebab penyakit. Pada saat itu juga terkenal Postulat Koch yang sangat terkenal hingga saat ini yaitu : 1. Agen penyakit harus ada di dalam setiap kasus penyakit 2. Agen harus bisa diisolasi dari inang dan bisa ditumbuhkan secara in vitro 3. Ketika kultur agen muri diinokulasikan ke dalam sel inang sehat yang rentan maka ia bisa menimbulkan penyakit 4. Agen yang sama bisa di ambil dan diisolasi kembali dari inang yang terinfeksi tersebut
  4. 4. Penelitian mengenai virus dimulai dengan penelitian mengenai penyakit mosaik yangmenghambat pertumbuhan tanaman tembakau dan membuat daun tanaman tersebutmemiliki bercak-bercak. Pada tahun 1883, Adolf Mayer, seorang ilmuwan Jerman,menemukan bahwa penyakit tersebut dapat menular ketika tanaman yang ia teliti menjadisakit setelah disemprot dengan getah tanaman yang sakit. Karena tidak berhasilmenemukan mikroba di getah tanaman tersebut, Mayer menyimpulkan bahwa penyakittersebut disebabkan oleh bakteri yang lebih kecil dari biasanya dan tidak dapat dilihatdengan mikroskop.Pada tahun 1892, Dimitri Ivanowsky dari Rusia menemukan bahwa getah daun tembakauyang sudah disaring dengan penyaring bakteri masih dapat menimbulkan penyakitmosaik. Ivanowsky lalu menyimpulkan dua kemungkinan, yaitu bahwa bakteri penyebabpenyakit tersebut berbentuk sangat kecil sehingga masih dapat melewati saringan, ataubakteri tersebut mengeluarkan toksin yang dapat menembus saringan.[2] Kemungkinankedua ini dibuang pada tahun 1897 setelah Martinus Beijerinck dari Belanda menemukanbahwa agen infeksi di dalam getah yang sudah disaring tersebut dapat bereproduksikarena kemampuannya menimbulkan penyakit tidak berkurang setelah beberapa kaliditransfer antartanaman.[2] Patogen mosaik tembakau disimpulkan sebagai bukan bakteri,melainkan merupakan contagium vivum fluidum, yaitu sejenis cairan hidup pembawapenyakit.[2]Setelah itu, pada tahun 1898, Loeffler dan Frosch melaporkan bahwa penyebab penyakitmulut dan kaki sapi dapat melewati filter yang tidak dapat dilewati bakteri. Namundemikian, mereka menyimpulkan bahwa patogennya adalah bakteri yang sangat kecil.[2]Pendapat Beijerinck baru terbukti pada tahun 1935, setelah Wendell Meredith Stanleydari Amerika Serikat berhasil mengkristalkan partikel penyebab penyakit mosaik yangkini dikenal sebagai virus mosaik tembakau.[3] Virus ini juga merupakan virus yangpertama kali divisualisasikan dengan mikroskop elektron pada tahun 1939 oleh ilmuwanJerman G.A. Kausche, E. Pfankuch, dan H. Ruska.[4]Pada tahun 1911, Peyton Rous menemukan jika ayam yang sehat diinduksi dengan seltumor dari ayam yang sakit, maka pada ayam yang sehat tersebut juga akan terkenakanker.[5] Selain itu, Rous juga mencoba melisis sel tumor dari ayam yang sakit lalumenyaring sari-sarinya dengan pori-pori yang tidak dapat dilalui oleh bakteri, lalu sari-sari tersebut di suntikkan dalam sel ayam yang sehat dan ternyata hal tersebut juga dapatmenyebabkan kanker.[5] Rous menyimpulkan kanker disebabkan karena sel virus pada seltumor ayam yang sakit yang menginfeksi sel ayam yang sehat.[5] Penemuan tersebutmerupakan penemuan pertama virus onkogenik, yaitu virus yang dapat menyebabkantumor. Virus yang ditemukan oleh Rous dinamakan Rous Sarcoma Virus(RSV).[5]Pada tahun 1933, Shope papilloma virus atau cottontail rabbit papilloma virus(CRPV)yang ditemukan oleh Dr Richard E Shope merupakan model kanker pertamapada manusia yag disebabkan oleh virus.[6] Dr Shope melakukan percobaan denganmengambil filtrat dari tumor pada hewan lalu disuntikkan pada kelinci domestik yangsehat, dan ternyata timbul tumor pada kelinci tersebut.[6]Wendell Stanley merupakan orang pertama yang berhasil mengkristalkan virus padatahun 1935.[7] Virus yang dikristalkan merupakan Tobacco Mozaic Virus (TMV).[7]Stanley mengemukakan bahwa virus akan dapat tetap aktif meskipun setelahkristalisasi.[7]
  5. 5. Martha Chase dan Alfred Hershey pada tahun 1952 berhasil menemukan bakteriofage.[8] Bakterofage merupakan virus yang memiliki inang bakteri sehingga hanya dapat bereplikasi di dalam sel bakteri.[8]Struktur dan anatomi virusModel skematik virus berkapsid heliks (virus mosaik tembakau): 1. asam nukleat (RNA), 2.kapsomer, 3. kapsid.Virus adalah organisme subselular yang karena ukurannya sangat kecil, hanya dapat dilihatdengan menggunakan mikroskop elektron. Ukurannya lebih kecil daripada bakteri sehingga virustidak dapat disaring dengan penyaring bakteri. Virus terkecil berdiameter hanya 20 nm (lebihkecil daripada ribosom), sedangkan virus terbesar sekalipun sukar dilihat dengan mikroskopcahaya.[9]Genom virus dapat berupa DNA ataupun RNA.[10] Genom virus dapat terdiri dari DNA untaiganda, DNA untai tunggal, RNA untai ganda, atau RNA untai tunggal.[10] Selain itu, asamnukleat genom virus dapat berbentuk linear tunggal atau sirkuler.[10] Jumlah gen virus bervariasidari empat untuk yang terkecil sampai dengan beberapa ratus untuk yang terbesar.[10][9] Bahangenetik kebanyakan virus hewan dan manusia berupa DNA, dan pada virus tumbuhankebanyakan adalah RNA yang beruntai tunggal.[10]Bahan genetik virus diselubungi oleh suatu lapisan pelindung.[10] Protein yang menjadi lapisanpelindung tersebut disebut kapsid.[10] Bergantung pada tipe virusnya, kapsid bisa berbentuk bulat(sferik), heliks, polihedral, atau bentuk yang lebih kompleks dan terdiri atas protein yangdisandikan oleh genom virus.[10] Kapsid terbentuk dari banyak subunit protein yang disebutkapsomer.[9][10]Bakteriofag terdiri dari kepala polihedral berisi asam nukleat dan ekor untuk menginfeksi inang.
  6. 6. Untuk virus berbentuk heliks, protein kapsid (biasanya disebut protein nukleokapsid) terikatlangsung dengan genom virus.[11] Misalnya, pada virus campak, setiap protein nukleokapsidterhubung dengan enam basa RNA membentuk heliks sepanjang sekitar 1,3 mikrometer.[11]Komposisi kompleks protein dan asam nukleat ini disebut nukleokapsid.[11] Pada virus campak,nukleokapsid ini diselubungi oleh lapisan lipid yang didapatkan dari sel inang, dan glikoproteinyang disandikan oleh virus melekat pada selubung lipid tersebut.[11] Bagian-bagian ini berfungsidalam pengikatan pada dan pemasukan ke sel inang pada awal infeksi.[11]Virus cacar air memiliki selubung virus.Kapsid virus sferik menyelubungi genom virus secara keseluruhan dan tidak terlalu berikatandengan asam nukleat seperti virus heliks.[12] Struktur ini bisa bervariasi dari ukuran 20 nanometerhingga 400 nanometer dan terdiri atas protein virus yang tersusun dalam bentuk simetriikosahedral.[12] Jumlah protein yang dibutuhkan untuk membentuk kapsid virus sferik ditentukandengan koefisien T, yaitu sekitar 60t protein.[12] Sebagai contoh, virus hepatitis B memiliki angkaT=4, butuh 240 protein untuk membentuk kapsid.[12] Seperti virus bentuk heliks, kapsid sebagianjenis virus sferik dapat diselubungi lapisan lipid, namun biasanya protein kapsid sendiri langsungterlibat dalam penginfeksian sel.[12]Beberapa jenis virus memiliki unsur tambahan yang membantunya menginfeksi inang.Viruspada hewan memiliki selubung virus, yaitu membran menyelubungi kapsid.[13] Selubung inimengandung fosfolipid dan protein dari sel inang, tetapi juga mengandung protein danglikoprotein yang berasal dari virus.[13] Selain protein selubung dan protein kapsid, virus jugamembawa beberapa molekul enzim di dalam kapsidnya. Ada pula beberapa jenis bakteriofagyang memiliki ekor protein yang melekat pada "kepala" kapsid. Serabut-serabut ekor tersebutdigunakan oleh fag untuk menempel pada suatu bakteri.[14] Partikel lengkap virus disebut virion.Virion berfungsi sebagai alat transportasi gen, sedangkan komponen selubung dan kapsidbertanggung jawab dalam mekanisme penginfeksian sel inang.[14]Patogenesis VirusMacam-macam infeksi virusVirus dapat menginfeksi inangnya dan menyebabkan berbagai akibat bagi inangnya.[15] ada yangberbahaya, namun juga ada yang dapat ditangani oleh sel imun dalam tubuh sehingga akibatyang dihasilkan tidak terlalu besar.[15]
  7. 7. 1. Infeksi Akut infeksi akut merupakan infeksi yang berlangsung dalam jangka waktu cepat namun dapat juga berakibat fatal.[15] Akibat dari infeksi akut adalah : * Sembuh tanpa kerusakan (Sembuh total)[15] * Sembuh dengan kerusakan/cacat, misalnya : polio[15] * Berlanjut kepada infeksi kronis[15] * Kematian[15] 2. Infeksi Kronis Infeksi kronis merupakan infeksi virus yang berkepanjangan sehingga ada resiko gejala penyakit muncul kembali.[15] Contoh dari infeksi kronis adalah : * Silent subclinical infection seumur hidup, contoh : cytomegalovirus( CMV)[15] * Periode diam yang cukup lama sebelum munculnya penyakit, contoh : HIV [15] * Reaktivasi yang menyebabkan infeksi akut, contoh : shingles[15] * Penyakit kronis yang berulang (kambuh), contoh : HBV, HCV * Kanker contoh : HTLV-1, HPV, HBV, HCV, HHV.[15]Replikasi virusReplikasi virus terdiri atas beberapa tahapan-tahapan yaitu pelekatan virus, penetrasi, pelepasanmantel, replikasi genom dan ekspresi gen, perakitan, pematangan, dan pelepasan.Pelekatan VirusPelekatan virus merupakan proses interaksi awal antara partikel virus dengan molekul reseptorpada permukaan sel inang.[16] Pada tahap ini, terjadi ikatan spesifik antara molekul reseptorseluler dengan antireseptor pada virus.[16] Beberapa jenis virus memerlukan molekul lainnyauntuk proses pelekatan yaitu koreseptor.[16]Molekul reseptor yang target pada permukaan sel dapat berbentuk protein (biasanyaglikoprotein) atau residu karbohidrat yang terdapat pada glikoprotein atau glikolipid.[16]Beberapa virus kompleks seperti poxvirus dan herpesvirus memiliki lebih dari satu reseptorsehingga mempunyai beberapa rute untuk berikatan dengan sel.[16]Reseptor virus mempunyai beberapa kelas yang berbeda : molekul immunoglobulin-like superfamily reseptor terkait membran saluran dan transporter transmembran[16]Beberapa contoh virus beserta reseptor yang dimiliki : Human Rhinovirus (HRV) Human Rhinovirus memiliki reseptor ICAM-1(Intracelluler adhesion molecule-1).[17] Molekul tersebut merupakan molekul adhesi yang fungsi normalnya adalah untuk
  8. 8. mengikatkan sel kepada substratnya.[17] struktur ICAM-1 mirip dengan molekul imunoglobulin dengan domain C dan V sehingga digolongkan sebagai protein supefamily immunoglobulin[17] Struktur ICAM-1 memiliki lima Ig-like domain untuk berikatan dengan Lfa-1 (Leukocite function antigen-1), Mac-1 (Macrofage antigen-1), Rhinovirus (HRV), fibrinogen, dan PFIE (malaria infected erythocytes).[17] 10 serotipe dari HRV menggunakan ICAM-1 sebagai reseptor, sepuluh serotipe lainnya menggunakan protein yang beruhubungan dengan LDL reseptor.[17] Poliovirus mempunyai reseptor virus berupa protein membran integral yang juga anggota dari molekul superfamily immunoglobulin.[18] Reseptor ini memiliki tiga domain yaitu satu berupa variabel dan dua konstan.[18] Virus influenza Virus ini mempunyai dua tipe spike glikoprotein pada permukaan partikel virus yaitu hemagglutinin (HA) dan neuraminidase.[19] HA akan berikatan dengan reseptor virus influenza yang berupa asam sialat (N-asetil neuraminic acid).[19] virus ini berikatan dengan muatan negatif dari moieties asam sialat yang ada pada rantai oligosakarida yang secara kovalen berikatan dengan glikoprotein pada permukaan sel.[19] adanya asam sialat pada hampir semua jenis sel menyebabkan virus influenza bisa berikatan dengan banyak tipe sel.[19]PenetrasiPenetrasi terjadi pada waktu yang sangat singkat setelah pelekatan virus pada reseptor dimembran sel.[20] Proses ini memerlukan energi Tiga mekanisme yang terlibat: Translokasi partikel virus Proses translokasi relatif jarang terjadi di antara virus dan mekanisme belom sepenuhnya dipahami benar, kemungkinan diperantarai oleh protein di dalam virus kapsid dan reseptor membran spesifik.[21] Endositosis virus ke dalam vakuola intraseluler proses endositosis merupakan mekanisme yang sangat umum sebagai jalan masuk virus ke dalam sel.[22] Tidak diperlukan protein virus spesifik selain yang telah digunakan untuk pengikatan reseptor.[22] fusi dari envelope dengan membran sel (untuk virus yang berenvelope)
  9. 9. Proses fusi virus berenvelop dengan membran sel baik secara langsung maupun dengan permukaan sel maupun mengikuti endositosis dalam sitoplasma.[22] Diperlukan adanya protein fusi spesifik dalam envelop virus, misalnya : HA influenza dan glikoprotein transmembran (TM) Rhinovirus.[22]Pelepasan MantelTahap ini terjadi setelah proses penetrasi dimana kapsid virus baik seluruhnya maupun sebagiandipindahkan ke dalam sitoplasma sel inang.[20] Pada tahap ini genom virus terekspos dalambentuk kompleks nukleoprotein.[20] Dalam beberapa kasus, tahap ini berlangsung cukupsederhana dan terjadi selama fusi pada membran virus dengan membran plasma.[20] untuk viruslainnya, tahap ini merupakan proses multistep yang melibatkan jalur endositosis dan membrannukleus.[20]Replikasi Genom dan Ekspresi Gen7 Klasifikasi Baltimore.[23]Strategi replikasi dari beberapa virus tergantung pada material genetik alami dari virustersebut.[24] Dalam hal ini, virus dibagi dalam 7 kelompok seperti pengelompokan [[DavidBaltimore].[24] Proses ekspresi gen akan menentukan semua proses infeksi virus (akut, kronis,persisten, atau laten).[24] Kelas I : DNA Utas Ganda Kelompok ini dibagi menjadi dua kelompok : 1. Replikasi terjadi di inti dan relatif tergantung kepada faktor-faktor seluler (Adenoviridae, Polyomaviridae, Herpesviridae)[24] 2. Replikasi terjadi di sitoplasma (Poxviridae). virus ini melibatkan semua faktor- faktor yang penting untuk transkripsi dan replikasi dari genomnya, dan kebanyakan tidak tergantung pada perangkat replikasi dari inangnya[24].
  10. 10. Kelas II : DNA Utas Tunggal Replikasi terjadi di dalam nukleus, melibatkan bentuk utas ganda intermediate sebagai cetakan untuk sintesis utas tunggal DNA turunannya (Parvoviridae)[24] Kelas III : RNA Utas Ganda Virusnya memiliki genom yang tersegmentasi. masing-masing segmennya ditranskripsi secara terpisah untuk menghasilkan monosistronik mRNA individual. contoh : Reoviridae[24] Kelas IV : RNA Utas Tunggal (+) Virus dengan polisistronik mRNA dimana kelas ini genom RNA membentuk mRNA yang ditranslasikan untuk membentuk suatu polyprotein yang dipecah membentuk protein matang. Contoh : Picornaviridae[24] Kelas V : RNA Utas Tunggal (-) Genom pada kelas ini dibagi menjadi dua tipe : 1. Genom tidak bersegmen (Rhabdoviridae), Tahap pertama dalam replikasi adalah transkripsi dari genom RNA utas (-) oleh virion RNA-dependent RNA polimerase untuk menghasilkan monosistronik mRNA yang juga sebagai cetakan untuk replikasi genom.[24] 2. Genom bersegmen (Orthomixoviridae), replikasi terjadi di dalam nukleus dimana monosistronik mRNA untuk masing-masing gen virus dihasilkan oleh transkriptase virus.[24] Kelas VI : RNA Utas Tunggal (+) dengan DNA Intermediate Genom Retrovirus RNA utas tunggal (+) bersifat diploid dan tidak dipakai secara langsung sebagai mRNA tetapi sebagi template untuk reverse transkriptase menjadi DNA.[24] Kelas VII : DNA Utas Ganda dengan RNA Intermediate Virus kelompok ini bergantung kepada reverse transkriptase, tetapi berbeda dengan retrovirus, prosesnya terjadi di dalam partikel virus selama maturasi (Hepadnaviridae).[24]PerakitanPerakitan merupakan proses pengumpulan komponen-komponen virion pada bagian khusus didalam sel.[20] Selama proses ini, terjadi pembentukan struktur partikel virus.[20] Proses initergantung kepada proses replikasi di dalam sel dan tempat di mana virus melepaskan diri darisel.[20] mekanisme perakitan bervariasi untuk virus yang berbeda-beda. Contoh : proses perakitan
  11. 11. Picornavirus, Poxvirus, dan Reovirus terjadi di sitoplasma, sementara itu proses perakitanAdenovirus , Poliovirus, dan Parvovirus terjadi di nukleus.[20]PematanganPematangan merupakan tahap dari siklus hidup virus dimana virus bersifat infeksius.[20] padatahap ini terjadi perubahan struktur dalam partikel virus yang kemungkinan dihasilkan olehpemecahan spesifik protein kapsid untuk menghasilkan produk yang matang.[20] protease virusdan enzim seluler lainnya biasanya terlibat dalam proses ini.[20]PelepasanSemua virus kecuali virus tanaman melepaskan diri dari sel inang melalui dia mekanisme : untuk virus litik (semua virus non-selubung), pelepasan merupakan proses yang sederhana, dimana sel yang terinfeksi terbuka dan virus keluar.[20] untuk virus berselubung, diperlukan membran lipid ketika virus keluar dari sel melewati membran , proses ini dikenal sebagai budding.[20]Proses pelepasan partikel virus kemungkinan bisa merusak sel(Paramyxovirus, Rhabdovirus, danTogavirus) , dan kemungkinan sebagian lagi tidak merusak sel (Retrovirus).[20]Klasifikasi virusVirus dapat diklasifikasi menurut morfologi, tropisme dan cara penyebaran, dan genomikfungsional.[25] Klasifikasi virus berdasarkan morfologi Berdasarkan morfologi, virus dibagi berdasarkan jenis asam nukleat dan juga protein membran terluarnya (envelope) menjadi 4 kelompok, yaitu :[25] 1. Virus DNA 2. Virus RNA 3. Virus berselubung 4. Virus non-selubung Klasifikasi virus berdasarkan tropisme dan cara penyebaran Berdasarkan tropisme dan cara penyebaran, virus dibagi menjadi:[25] 1. Virus Enterik 2. Virus Respirasi 3. Arbovirus 4. Virus onkogenik 5. Hepatitis virus
  12. 12. Klasifikasi virus berdasarkan genomik fungsional Virus di klasifikan menjadi 7 kelompok berdasarkan alur fungsi genomnya. Klasifikasi ini disebut juga klasifikasi Baltimore yaitu:[25] 1. Virus Tipe I = DNA Utas Ganda 2. Virus Tipe II = DNA Utas Tunggal 3. Virus Tipe III = RNA Utas Ganda 4. Virus Tipe IV = RNA Utas Tunggal (+) 5. Virus Tipe V = RNA Utas Tunggal (-) 6. Virus Tipe VI = RNA Utas Tunggal (+) dengan DNA perantara 7. Virus Tipe VII = DNA Utas Ganda dengan RNA perantaraContoh-contoh virusVirus RNAVirus RNA merupakan virus yang memiliki materi genetik berupa RNA, kelompok yangtergolong dalam kelompok ini adalah virus kelas III, IV, V, dan VI. Beberapa contoh familiavirus yang termasuk ke dalam kelompok ini adalah Retroviridae, Picornaviridae,Orthomixoviridae, dan Arbovirus.[26]RetroviridaeRetroviridae merupakan virus berbentuk ikosahedral. Virus ini memiliki genom RNA berjumlahdua buah yang keduanya identik dan memiliki polaritas positif yang nantinya akan diekspresikanmenjadi enzim polimerase yang unik yaitu reverse traskriptase yang berguna untuk mengubahRNA menjadi DNA.[26][27]DNA yang dihasilkan nantinya akan berintegrasi ke dalam DNA selinang sebagai provirus.[26] Virus ini termasuk ke dalam virus yang ganas, dapat menyebabkanpenekanan sistem kekebalan tubuh dan juga tumor.[26] Sifatnya yang ganas tersebut disebabkansalah satunya karena virus ini mudah mengalami mutasi.[26]Salah satu genus dari famili ini yang paling terkenal adalah genus Lentivirus, yang contohspesiesnya adalah HIV 1 dan 2.[26]PicornaviridaePicornaviridae merupakan berukuran kecil. Virus ini memiliki genom RNA dengan polaritaspositif sehingga termasuk virus kelas IV dalam klasifikasi Baltimore.[28] Virus dalam famili inimampu menyebabkan banyak penyakit pada manusia, di antaranya adalah penyakit polio yangdisebabkan oleh Poliovirus dan flu ringan yang disebabkan oleh Rhinovirus.[28]OrthomixoviridaeOrthomoxoviridae merupakan virus yang memiliki selubung dengan materi genetik RNAbersegmen berpolaritas negatif sehingga virus ini termasuk dalam kelas V dalam klasifikasi
  13. 13. Baltimore.[29] Ciri khan dari virus ini adalah virus ini memiliki protein permukaan yangmerupakan antigen utama yaitu Hemmaglutinin (HA) dan Neuraminidase (NA).[29]Hemmaglutinin merupakan bagian virus yang menempel pada sel target oleh sebab itu antiboditerhadap hemmaglutinin dapat melindung dari infeksi virus.[29] Neuraminidase berperan untukmelepaskan virion dari sel oleh sebab itu antibodi terhadap NA dapat menekan tingkat keparahaninfeksi virus.[29]Virus ini di klasifikasikan menjadi empat kelompok yaitu : 1. Influenza tipe A Influenza tipe A merupakan virus yang menginfeksi berbagai spesies baik manusia, burung (burung liar, ternak, domestik), babi, kuda, anjing, dan mamalia air(anjing laut dan paus).[29] Virus influenza tipe A dapat mengalami antigenic drift dan antigenic shift. [29] Antigenic drift adalah terjadinya mutasi pada gen yang menyandikan protein Hemmaglutinin. Hal tersebut menyebabkan antibodi yang ada tidak dapat mengenalinya lagi. Kejadian tersebut menyebabkan terjadinya endemik musiman.[29] Antigenic shift adalah munculnya subtipe barus virus influenza yang disebabkan karena penggabunggan genetik antara manusia dengan virus hewan atau dengan transmisi langsung dari hewan unggas ke manusia. karena tidak ada atau sedikitnya imunitas terhada virus baru, maka pandemik dapat terjadi.[29] 2. Influenza tipe B 3. Influenza tipe C 4. Tick-Borne Influenza virus ini merupakan virus yang berasal dari kutu.[29]ArbovirusesArbovirus merupakan singkatan dari ARthropoda-BOrne virus yaitu virus yang berasal darikelompok Arthropoda.[30] Arbovirus dibagi menjadi empat famili yaitu : 1. Togaviridae contoh virus yang termasuk dalam kelompok ini adalah Rubellavirus.[30] 2. Flaviviridae contoh virus yang termasuk dalam kelompok ini adalah Hepatitis C virus dan Denguevirus yang penyebabkan penyakit demam berdarah dengue.[30] 3. Bunyaviridae contoh virus yang termasuk dalam kelompok ini adalah California encephalitis virus (CE) yang menyebabkan penyakit encephalitis pada manusia.[30] 4. Reoviridae contoh virus yang termasuk dalam kelompok ini adalah reovirus yang menyebabkan Colorado tick fever dan Rotavirus yang menyebabkan diare epidemik pada anak-anak.[30]Virus DNA
  14. 14. Virus DNA merupakan virus yang memiliki materi genetik berupa DNA, kelompok yangtergolong dalam kelompok ini adalah virus kelas I, II, VII. Beberapa contoh familia virus yangtermasuk ke dalam kelompok ini adalah Herpesviridae, Parvoviridae, dan Poxviridae.[31]HerpesviridaeHerpesviridae merupakan kelompok virus berukuran besar dengan materi genetik DNA utasganda sehingga dikelompokkan ke dalam kelas 1 dalam klasifikasi baltimore. Virus dalamkelompok ini dapat menyebabkan penyakit ganas dan juga dapat menyebabkan kelainan pascakelahiaran pada bayi.[31] Herpesviridae terbagi ke dalam beberapa genus, yaitu : 1. Alpha Herpesvirus Virus yang termasuk dalam kelompok Alpha herpesvirus biasanya menyebabkan penyakit yang akut dengan gejala yang muncul saat itu juga.[31] infeksi virus ini bersifat laten persisten disebabkan karena kemampuan genom virus ini untuk berintergrasi dengan sel inang.[31] jika kondisi inang sedang lemah, maka ada kemungkinan penyakit dapat muncul kembali pada tempat yang sama.[31] contoh dari virus ini adalah Herpes simplex tipe 1 dan 2 dan Varicella zoster(VZ) virus.[31] 2. Beta Herpesvirus Virus yang termasuk dalam kelompok beta herpesvirus biasanya menyebabkan penyakit yang akut akan tetapi tidak ditemukan gejala pada carrier.[31] virus ini menyebabkan infeksi pada bayi dan perkembangan abnormal (penyakit kongenital).[31] contoh dari virus ini adalah Cytomegalovirus.[31] 3. Gamma Herpesvirus Virus yang termasuk dalam kelompok ini mampu menyebabkan penyakit limphopoliperatif jinak dan ganas.[31] contoh dari virus ini adalah Epstein-Barr virus.[31]ParvoviridaeParvoviridae merupakan virus dengan DNA utas tunggal polaritas positif atau negatif sehinggatermasuk dalam kelas II dalam klasifikasi Baltimore.[32] Virus ini tidak memiliki selubung virusdan merupakan virus manusia yang berukuran paling kecil.[32] Virus merupakan virus yang tidaksempurna sehingga perlu berasosiasi dengan adenovirus sehingga sering disebut Adeno-Associated Virus(AAV).[32] Salah satu contoh kelompok ini adalah virus B-19 yang dapatmenyebabkan cacat atau keguguran pada janin.[32]PoxviridaePoxviridae merupakan virus dengan materi genetik DNA untai ganda sehingga virus ini ditermasuk dalam kelas I dalam klasifikasi Baltimore.[33] Ciri khas dari virus ini adalah virus inimemiliki morfologi besar dan kompleks.[33] Virus yang terkenal dalam kelompok ini adalahSmallpox.[33] Smallpox cukup terkenal karena menimbulkan pandemik yang sangat besardiseluruh dunia.[33] sekarang virus Smallpox sudah dimusnahkan.[33]
  15. 15. Peranan Virus dalam KehidupanBeberapa virus ada yang dapat dimanfaatkan dalam rekombinasi genetika.[15] Melalui terapi gen,gen jahat (penyebab infeksi) yang terdapat dalam virus diubah menjadi gen baik(penyembuh).[15] Baru-baru ini David Sanders, seorang profesor biologi pada Purdues School ofScience telah menemukan cara pemanfaatan virus dalam dunia kesehatan.[15] Dalam temuannvayang dipublikasikan dalam Jurnal Virology, Edisi 15 Desember 2002, David Sanders berhasilmenjinakkan cangkang luar virus Ebola sehingga dapat dimanfaatkan sebagai pembawa genkepada sel yang sakit (paru-paru).[15] Meskipun demikian, kebanyakan virus bersifat merugikanterhadap kehidupan manusia, hewan, dan tumbuhan.[15]Virus sangat dikenal sebagai penyebab penyakit infeksi pada manusia, hewan, dan tumbuhan.[15]Sejauh ini tidak ada makhluk hidup yang tahan terhadap virus.[15] Tiap virus secara khususmenyerang sel-sel tertentu dari inangnya. Virus yang menyebabkan selesma menyerang saluranpernapasan, virus campak menginfeksi kulit, virus hepatitis menginfeksi hati, dan virus rabiesmenyerang sel-sel saraf. Begitu juga yang terjadi pada penyakit AIDS (acquired immunedeficiency syndrome), yaitu suatu penyakit yang mengakibatkan menurunnya daya tahan tubuhpenderita penyakit tersebut disebabkan oleh virus HIV yang secara khusus menyerang sel darahputih.[15] Tabel berikut ini memuat beberapa macam penyakit yang disebabkan oleh virus.[15]Selain manusia, virus juga menyebabkan kesengsaraan bagi hewan dan tumbuhan.[15] Tidaksedikit pula kerugian yang diderita peternak atau petani akibat ternaknya yang sakit atau hasilpanennya yang berkurang.[15]Penyakit hewan akibat virusPenyakit tetelo, yakni jenis penyakit yang menyerang bangsa unggas, terutama ayam.Penyebabnya adalah new castle disease virus (NCDV).[15] Penyakit kuku dan mulut, yakni jenispenyakit yang menyerang ternak sapi dan kerbau.[15] Penyakit kanker pada ayam oleh roussarcoma virus (RSV).[15] Penyakit rabies, yakni jenis penyakit yang menyerang anjing, kucing,dan monyet, disebabkan oleh virus rabies.[15]Penyakit tumbuhan akibat virusPenyakit mosaik, yakni jenis penyakit yang menyerang tanaman tembakau.[2] Penyebabnyaadalah tobacco mosaic virus (TMV) Penyakit tungro, yakni jenis penyakit yang menyerangtanaman padi.[2] Penyebabnya adalah virus Tungro.[2] Penyakit degenerasi pembuluh tapis padajeruk. Penyebabnya adalah virus citrus vein phloem degeneration (CVPD).[2]Penyakit manusia akibat virusContoh paling umum dari penyakit yang disebabkan oleh virus adalah pilek (yang bisa sajadisebabkan oleh satu atau beberapa virus sekaligus), cacar, AIDS (yang disebabkan virus HIV),dan demam herpes (yang disebabkan virus herpes simpleks).[34] Kanker leher rahim juga didugadisebabkan sebagian oleh papilomavirus (yang menyebabkan papiloma, atau kutil), yang
  16. 16. memperlihatkan contoh kasus pada manusia yang memperlihatkan hubungan antara kanker danagen-agen infektan.[34] Juga ada beberapa kontroversi mengenai apakah virus borna, yangsebelumnya diduga sebagai penyebab penyakit saraf pada kuda, juga bertanggung jawab kepadapenyakit psikiatris pada manusia.[34]Potensi virus untuk menyebabkan wabah pada manusia menimbulkan kekhawatiran penggunaanvirus sebagai senjata biologis. Kecurigaan meningkat seiring dengan ditemukannya carapenciptaan varian virus baru di laboratorium.[34]Kekhawatiran juga terjadi terhadap penyebaran kembali virus sejenis cacar, yang telahmenyebabkan wabah terbesar dalam sejarah manusia, dan mampu menyebabkan kepunahansuatu bangsa.[34] Beberapa suku bangsa Indian telah punah akibat wabah, terutama penyakitcacar, yang dibawa oleh kolonis Eropa.[34] Meskipun sebenarnya diragukan dalam jumlahpastinya, diyakini kematian telah terjadi dalam jumlah besar.[34] Penyakit ini secara tidaklangsung telah membantu dominasi bangsa Eropa di dunia baru Amerika.[34]Salah satu virus yang dianggap paling berbahaya adalah filovirus.[34] Grup Filovirus terdiri atasMarburg, pertama kali ditemukan tahun 1967 di Marburg, Jerman, dan ebola.[34] Filovirus adalahvirus berbentuk panjang seperti cacing, yang dalam jumlah besar tampak seperti sepiring mi.[34]Pada April 2005, virus Marburg menarik perhatian pers dengan terjadinya penyebaran di Angola.Sejak Oktober 2004 hingga 2005, kejadian ini menjadi epidemi terburuk di dalam kehidupanmanusia.[34]Diagnosis di laboratoriumDeteksi, isolasi, hingga analisis suatu virus biasanya melewati proses yang sulit dan mahal.[35]Karena itu, penelitian penyakit akibat virus membutuhkan fasilitas besar dan mahal, termasukjuga peralatan yang mahal dan tenaga ahli dari berbagai bidang, misalnya teknisi, ahli biologimolekular, dan ahli virus.[35] Biasanya proses ini dilakukan oleh lembaga kenegaraan ataudilakukan secara kerjasama dengan bangsa lain melalui lembaga dunia seperti OrganisasiKesehatan Dunia (WHO).[35]Pencegahan dan pengobatanKarena biasanya memanipulasi mekanisme sel induknya untuk bereproduksi, virus sangat sulituntuk dibunuh.[36] Metode pengobatan sejauh ini yang dianggap paling efektif adalah vaksinasi,untuk merangsang kekebalan alami tubuh terhadap proses infeksi, dan obat-obatan yangmengatasi gejala akibat infeksi virus.[36]Penyembuhan penyakit akibat infeksi virus biasanya disalah-antisipasikan dengan penggunaanantibiotik, yang sama sekali tidak mempunyai pengaruh terhadap kehidupan virus.[36] Efeksamping penggunaan antibiotik adalah resistansi bakteri terhadap antibiotik.[36] Karena itulahdiperlukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan apakah suatu penyakit disebabkan olehbakteri atau virus.[36]

×