Presentasi pengembangan kurikulum

4,881 views
4,849 views

Published on

1 Comment
1 Like
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total views
4,881
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
39
Actions
Shares
0
Downloads
321
Comments
1
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Presentasi pengembangan kurikulum

  1. 1. Dipresentasikan Oleh: Sarijo (1023011054) Cahyono Eko S. (0923011009)
  2. 2. PENGEMBANGAN KURIKULUM Prinsip-Prinsip Pengembangan KurikulumPengembang Kurikulum Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Artikulasi dan Hambatan Model-Model Pengembangan Kurikulum
  3. 3. PRINSIP UMUM
  4. 4.  Internal: Komponen- komponen kurikulum (tujuan, bahan, strategi, organisasi dan evaluasi). Eksternal: Epistomologis tuntutan ilmu pengetahuan dan teknologi. Psikologis tuntutan dan potensi peserta didik. Sosilogis tuntutan dan kebutuhan perkembangan masyarakat
  5. 5. Mengusahakan agar yang dihasilkan memiliki sifat luwes, lentur dan fleksibel dalam pelaksanaannya, memungkinkan penyesuaian berdasarkan situasi dan kondisi tempat dan waktuyang selalu berkembang, serta kemampuan dan latar bekang peserta didik.
  6. 6. Kesinambungan, baik secara vertikal, maupun secara horizontal. Pengalaman-pengalaman belajar memperhatikankesinambungan, baik yang di dalam tingkat kelas, antarjenjang pendidikan, maupun antara jenjang pendidikan dengan jenis pekerjaan.
  7. 7. Mudah dilaksanakan, menggunakan alat-alat sederhana dan biayanya juga murah. Prinsip ini juga disebut prinsip efisiensi yakni mendayagunakan waktu, biaya, dan sumber-sumberlain yang ada secara optimal, cermat dan tepat sehingga hasilnya memadai.
  8. 8. Mengusahakan agar kegiatan pengembangankurikulum mencapai tujuantanpa kegiatan yang sia-sia, baik secara kualitas maupun kuantitas.
  9. 9. Perumusan tujuan pendidikanbersumber pada:1) Ketentuan/kebijaksanaan pemerintah2) Survei3) Pengalaman negara lain4) Penelitian (reseach)
  10. 10. Pemilihan isi kurikulum perlumempertimbangkan:1) Perlu penjabaran tujuan pembelajaran ke dalam bentuk perbuatan hasil belajar yang khusus dan sederhana.2) Isi bahan harus mencakup segi kognitif, afektif dan psikomotor.3) Unit-unit kurikulum harus disusun dalam urutan yang logis dan sistematis.
  11. 11. Pemilihan proses pembelajaran1) Kesesuaian2) Kegiatan yang bervariasi3) Urutan kegiatan bertingkat.4) Mencapai tujuan kognitif, afektif dan psikomotor.5) Apakah lebih mengaktifkan siswa6) Mendorong kemampuan baru7) Menimbulkan hubungan luar sekolah.8) Menekankan “learning by doing” di samping “learning by seeing and knowing”.
  12. 12. Didukung media & alat2 bantupembelajaran:1) Ketersediaan alat/media pembelajaran.2) Pembuatan alat/media3) Pengorganisasian alat dalam bahan ajar4) Pengintegrasian dalam keseluruhan kegiatan belajar.5) Hasil yang terbaik akan diperoleh degan menggunakan multi media.
  13. 13. 1) Penyusunan alat penilaian (test).langkahnya: merumusan tujuan (kognitif, afektif dan psikomotor), diuraikan ke dalam bentuk tingkah laku murid yang dapat diamati, dihubungkan dengan bahan ajar, menuliskan butir-butir test.2) Memperhatikan: Bagaimana kelas, usia, dan tingkat kemampuan kelompok yang akan ditest? waktu, bentuk dan jumlah butir test yang perlu disusun?3) Pengolahan hasil test memperhatikan: Norma apa yang digunakan dalam pengolahan hasil test tersebut, Apakah digunakan formula guessing? Bagaimana pengubahan skor ke dalam kor masak, Skor standar apa yang digunakan, Untuk apakah hasil-hasil test digunakan.
  14. 14. Dalam mengembangkan suatu kurikulum banyak pihakyang turut berpartisipasi, yaitu: Administrator pendidikan,Ahli pendidikan, Ahli kurikulum, Ahli bidang ilmupengetahuan, Guru dan Orang tua murid serta tokohmasyarakat. Administrator, guru dan orang tua adalah pihak- pihak yang secara terus- menerus turut terlibat dalam pengembangan kurikulum.
  15. 15. FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH PADA PENGEMBANGAN KURIKULUM : Pengembangilmu pengetahuan dan pengembangLPTK : Sekolah harusmelayani aspirasi masyarakat (terutamadunia usaha sangat berpengaruh ) : nilai-nilai yang dianutoleh masyarakat harus terintegrasi
  16. 16. Artikulasi dalam pendidikan berarti“Kesatupaduan dan koordinasi segalapengalaman belajar”.Untuk merealisasikan artikulasi kurikulum, perlu:1. meneliti kurikulum secara menyeluruh2. membuang hal-hal yang tidak diperlukan,3. menghilangkan duplikasi,4. merevisi metode serta isi pembelajaran,5. mengusahakan perluasan dan kesinambungan kurikulum.
  17. 17. Hambatan-hambatan Pengembangan Kurikulum: Guru kurang berpartisipasi dalam pengembangan kurikulum, yaitu: kurang waktu, kekurangsesuaian pendapat, baik antara sesama guru maupun dengan kepala sekolah dan administrator, dan karena kemampuan dan pengetahuan guru itu sendiri. Kurangnya dukungan masyarakat baik dalam pembiayaan dan kurangnya umpan balik terhadap sistem pendidikan atau kurikulum yang sedang berjalan. Untuk pengembangan kurikulum, apalagi yang berbentuk eksperimen baik metode, isi atau sistem secara keseluruhan membutuhkan biaya
  18. 18. ADMINISTRASI /PEMERINTAH PUSAT Hasilnya dikaji uang Tim PengarahTIM PENGARAHPENGEMBANG TIM KERJA KURIKULUM PENGEMBANGANGGOTANNYA: Pejabat KURIKULUMDibawahnya, Para Ahli ANGGOTANNYA: Para AhliPendidikan, Ahli Kurikulum, Ahli Pendidikan, Ahli Kurikulum, AhliDisiplin Ilmu, Tokoh Dunia Kerja Disiplin Ilmu, Perguruan Tinggi, Guru SeniorTUGASNYA: Merumuskan,konsep Dasar, Landasan- TUGASNYA: Menyusun Kurikulumlandasan, Kebijakan & Strategi sesungguhnya yang kebihUtama dlm Pengembangan operasional, menjabarkan konsepKurikulum dn kebijakan dasar Tim Pengarah Setelah penyempurnaan dan dinilai MONITORING, telah cukup baik, administrator PENGAWASAN, DAN menetapkan berlakunya kurikulum BIMBINGAN
  19. 19.  Lawan dari . Inisiatif dan upaya pengembangan kurikulum, bukan datang dari atas tetapi dari bawah, yaitu guru-guru atau sekolah. Pengembangan atau penyempurnaan berkenaan suatu komponen kurikulum, satu atau beberapa bidang studi ataupun seluruh bidang studi dan seluruh komponen kurikulum. Hal itu didasarkan bahwa guru adalah perencana, pelaksana, dan juga penyempurna dari pembelajaran di kelasnya. Gurulah yang paling tahu kebutuhan kelasnya, oleh karena itu gurulah yang paling kompeten menyusun kurikulum bagi kelasnya.
  20. 20. Pengembangan kurikulum yang bersifat grass roots, mungkin hanya berlaku untuk bidang studi tertentu atau sekolah tertentu, tetapi mungkin pula dapat digunakan untuk seluruh bidang studi pada sekolah atau daerah lain. Pengembangan kurikulum yang bersifat desentralistik dengan model grass rootsnya, memungkinkan terjadinya kompetisi dalam meningkatkan mutu dan sistem pendidikan, yang pada gilirannya akan melahirkan manusia- manusia yang lebih mandiri dan kreatif.
  21. 21. Ahli kurikulum pusat pengembangan kurikulum, ahli pendidikan perguruan tinggi/sekolah Menetapkan arena atau dan guru-guru terpilih, lingkup wilayah profesional dalam sistem pendidikan, Profesional lain dan tokoh Menetapkan Personalia masyarakat 1) Membentuk tim pengembang kurikulum Organisasi & Prosedur 2) Mengadakan peniliaan atauPengembangan Kurikulum penelitian terhadap kurikulum yg ada dan yang sedang digunakan 3) Studi penjajagan kemungkinan Implementasi Kurikulum penyusunan kurikulum baru 4) Merumuskan kriteria-kreteria bagi penetuan kuirkulum baru Evaluasi Kurikulum 5) Penyusunan dan penulisan kurikulum baru Evaluasi pelaksanaan kurikulum oleh guru, Desain Kurikulum, evaluasi hasil belajar siswa, Evaluasi dari keseluruhan kurikulum.
  22. 22.  Model ini pada dasarnya bersifat grass roots, yang datang dari bawah. Bedanya pada model pengembangan kurikulum ini adalah murni dari orang- orang yang berada dalam suatu sekolah tanpa campur tangan oleh pemerintah. Model ini diprakarsai oleh guru atau sekelompok guru yang bekerja sama dengan ahli yang bermaksud mengadakan perbaikan kurikulum.
  23. 23. Menurut Smith, Stanley dan Shores ada duavariasai dalam model ini yaitu: pertama, sekelompok guru dari suatu sekolah atau beberapa sekolah ditunjuk oleh pengambil kebijaksaan untuk melakukan percobaan tentang salah satu atau beberapa segi/komponen kurikulum kedua, beberapa orang guru merasa kurang puas dengan kurikulum yang ada, kemudian mereka mencoba mengadakan penelitian, perbaikan dan pengembangan sendiri.
  24. 24. Ada beberapa kebaikan model ini:1. Karena kurikulum disusun dan dilaksanakan dalam situasi tertentu yang nyata, maka akan dihasilkan kurikulum yang lebih praktis.2. Perubahan/penyempurnaan kurikulum dalam skala kecil/aspek tertentu yang khusus, sedikit sekali ditolak administrator, dibanding secara menyeluruh.3. Pengembangan dalam skala kecil dengan model demontrasi dapat menembus hambatan yang sering dialami yaitu dokumentasinya bagus tapi pelaksanaannya tidak ada.4. Model ini menempatkan guru sebagai pengambil inisiatif dan nara sumber yang dapat menjadi
  25. 25. Kelemahan model ini: Bagi guru-guru yang tidak turut berpartisipasi dalam pengembangan, mereka akan menerimanya dengan engan-engan, dalam keadaan terburuk mungkin akan terjadi apatisme.
  26. 26. Menurut Taba pengembangan model ini lebih mendorong inovasi dan kreativitas guru-guru, karena bersifat induktif, yang merupakan inverse atau arah terbalik dari model tradisional.Cara-cara lama/deduktif, antara lain:1. Penentuan prinsip-prinsip dan kebijaksanaan dasar2. Merumuskan desain kurikulum yang berisifat menyeluruh didasarkan atas komitmen-komitmen tertentu3. Menyusun unit-unit kurikulum sejalan dengan desain yang menyeluruh4. Melaksanakan kurikulum di dalam kelas
  27. 27. Model Taba terdiri dari lima langkah yaitu:1. Mengadakan unit-unit eksprimen bersama guru-guru, unit yang dieksprimen meliputi: mendiagnosis kebutuhan, merumuskan tujuan-tujuan khusus, memilih isi, mengorganisasi isi, memilih pengalaman belajar, mengorganisasi pengalaman belajar, mengevaluasi dan melihat sekuens dan keseimbangan.2. Menguji unit eksprimen, yang bertujuan untuk mengetahui validitas, keperaktisan serta serta kelayakan penggunaannya.3. Mengadakan revisi dan konsolidasi (tahap perbaikan dan penyempurnaan serta penarikan kesimpulan).4. Pengembangan keseluruhan kerangka kurikulum yang dilakukan untuk mengetahui apakah konsep- konsep dasar atau landasan-landasan teori yang
  28. 28. Roger: Bahwa manusia berada dalam prosesperubahan (becoming, developing, changing),mempunyai kekuatan dan potensi untukberkembang sendiri, tetapi karena hambatan-hambatan tertentu ia membutuhkan orang lain untukmembantu memperlancar/mempercepat perubahan • Pendidikan merupakan upayatersebut. memperlancar dan mempercepat perubahan ke arah perkembangan. Guru/pendidik bukan pemberi informasi apalagi penentu perkembangan anak, mereka hanyalah pendorong dan pemelancar perkembangan anak.
  29. 29. Partisipasi Pengembangan PartisipasiPemilihan Guru Dalam Pengalaman Orang TuaTarget Dari Pengalaman Kelompok Yg Dalam Sistem Kelompok Yang Intensif Untuk Satu KegiatanPendidikan Intensif Kelas/Unit Pelajaran Kelompok Adanya kesediaan dari pejabat pendidikan untuk ikut dalam kegiatan kelompok yang intensif. Selama satu minggu para pejabat pendidikan/administrator melakukan kegiatan kelompok dalam suasana yang relaks, tidak formal
  30. 30. Partisipasi Pengembangan PartisipasiPemilihan Guru Dalam Pengalaman Orang TuaTarget Dari Pengalaman Kelompok Yg Dalam Sistem Kelompok Yang Intensif Untuk Satu KegiatanPendidikan Intensif Kelas/Unit Pelajaran Kelompok Partisipasi guru dalam pengalaman kelompok yang intensif. Guru dan pejabat pendidikan bersama-sama mengikuti kegiatan kelompok yang intesif, dari pertemuan tersebut diperoleh hal-hal yang merupakan ide-ide dalam pengembangan kurikulum di lapangan
  31. 31. Partisipasi Pengembangan PartisipasiPemilihan Guru Dalam Pengalaman Orang TuaTarget Dari Pengalaman Kelompok Yg Dalam Sistem Kelompok Yang Intensif Untuk Satu KegiatanPendidikan Intensif Kelas/Unit Pelajaran Kelompok Pengembangan pengalaman kelompok yang intensif untuk satu kelas atau unit pelajaran. Siswa dilibatkan dalam pertemuan kelompok intensif antara pejabat pendidikan dan guru
  32. 32. Partisipasi Pengembangan PartisipasiPemilihan Guru Dalam Pengalaman Orang TuaTarget Dari Pengalaman Kelompok Yg Dalam Sistem Kelompok Yang Intensif Untuk Satu KegiatanPendidikan Intensif Kelas/Unit Pelajaran Kelompok Partisipasi orang tua dalam kegiatan kelompok, artinya orang tua telibat juga dalam kegiatan intensif kelompok tersebut
  33. 33. Model ini didasarkan pada asumsibahwa Perkembangan KurikulumMerupakan Perubahan Sosial.Sesuai dengan asumsi tersebutmodel ini menekankan pada:hubungan insani, sekolah danorganisasi masyarakat, dan wibawadari pengetahuan profesional.
  34. 34. Mengkaji masalah kurikulum, berupa pengumpulan data menyeluruh, dan mengidentifikasi faktor-faktor, kekuatan dan kondisi yang mempengaruhi masalah. Implementasi tindakan pertama, segera diikutidengan pegumpulan data dan fakta, yang berfungsi sbg bahan: evaluasi tindakan, pemahaman masalah yg dihadapi, untuk menilai kembali dan mengadakan modifikasi, dan acuan menentukan tindakan lebih lanjut.
  35. 35. Perkembangan bidang teknologi dan ilmupengetahuan serta nilai-nilai efesiensi danefektivitas dalam bisnis, juga mepengaruhiperkembangan model-model kurikulum. Tumbuh kecenderungan- kecenderungan baru yang didasarkan atas hal itu, di antaranya:: • The berhavioral Analisys model • The system analisys model
  36. 36. Menekankan penguasaan prilaku atau kemampuan. Suatu kemampuan atau prilaku yang kompleks diuraikan menjadi prilaku-prilaku yang sederhana, yang tersusun secara hirarkis. 1. 2. 3.The behavioral The system The Computer-Analisys model analisys model Based Model
  37. 37. Berasal Dari Gerakan Efesiensi Bisnis.1. Menentukan spesifikasi perangkat hasil belajar yang harus dikuasai siswa.2. Menyusun instrumen untuk menilai ketercapaian- ketercapaian hasil belajar yang harus dikuasai siswa.3. Mengedintifikasi tahap-tahap ketercapaian hasil serta perkiraan biaya yang diperlukan4. Membandingkan biaya dan keuntungan dari beberapa program pendidikan. 1. 2. 3.The behavioral The system The Computer-Analisys model analisys model Based Model
  38. 38. Model Pengembangan Kurikulum Dengan Memanfaatkan Komputer.Pengembangan dimulai dengan mengidentifikasiseluruh unit-unit kurikulum, tiap unit kurikulum telahmemiliki rumusan tentang hasil-hasil yangdiharapkan. Setelah diadakan pengelolaandisesuaikan dengan kemampuan dan hasil-hasilyang dicapai siswa disimpan dalam komputer. 1. 2. 3.The behavioral The system The Computer-Analisys model analisys model Based Model

×