Your SlideShare is downloading. ×
  • Like
Tesis hubungan minat membaca dan penguasaan kosakata dengan keterampilan berbicara siswa kelas vi sdn x
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×

Now you can save presentations on your phone or tablet

Available for both IPhone and Android

Text the download link to your phone

Standard text messaging rates apply

Tesis hubungan minat membaca dan penguasaan kosakata dengan keterampilan berbicara siswa kelas vi sdn x

  • 9,647 views
Published

 

  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
No Downloads

Views

Total Views
9,647
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
5

Actions

Shares
Downloads
175
Comments
1
Likes
1

Embeds 0

No embeds

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
    No notes for slide

Transcript

  • 1. TESIS HUBUNGAN MINAT MEMBACA DAN PENGUASAAN KOSAKATA DENGAN KETERAMPILANBERBICARA SISWA KELAS VI SDN X (PRODI : BAHASA INDONESIA)BAB IPENDAHULUANA. Latar Belakang MasalahSesuai dengan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan atau KTSP (2007 : 73) di Sekolah Dasar,pembelajaran bahasa Indonesia diarahkan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalamberkomunikasi dengan bahasa Indonesia yang baik dan benar, baik secara lisan maupun tulisan,serta menumbuhkan apresiasi terhadap hasil karya kesastraan Bangsa Indonesia.Ruang lingkup mata pelajaran bahasa Indonesia di Sekolah Dasar (SD) mencakup komponenkemampuan berbahasa dan kemampuan bersastra yang meliputi aspek-aspek : mendengarkan,berbicara, membaca, dan menulis.Kemampuan atau keterampilan berbicara merupakan bagian dari pengajaran bahasa IndonesiaDalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Sekolah Dasar (2007 : 74) dijelaskan bahwa tujuan matapelajaran bahasa Indonesia adalah agar siswa memiliki kemampuan berkomunikasi secara efektifdan efisien dengan etika yang berlaku baik secara lisan maupun tulis, menggunakan bahasaIndonesia untuk meningkatkan kemampuan intelektual, serta kematangan emosional dan sosial.Esensi bahasa adalah berbicara (berkomunikasi). Bahasa saat ini merupakan sesuatu yang dianggappenting akan keberadaannya dan peranannya. Bahasa merupakan alat komunikasi yang bisadinikmati oleh semua makhluk di belahan bumi ini, karena dengan bahasa, kita akan mengetahuiberbagai macam informasi.Bloomfield (1977 : 42) mengatakan bahwa semua aktivitas manusia yang terencana didasarkan padabahasa. Bahasa sendiri mempunyai bentuk dasar berupa ucapan atau lisan. Jadi jelas bahwa belajarbahasa pada hakikatnya adalah belajar komunikasi, dan komunikasi itu adalah berbicara.Hal senada disampaikan oleh Bygate (1987 : 26) bahwa dalam berbicara sesorang harus mempunyaipengetahuan keterampilan perspektif motorik, dan keterampilan interaktif. Maka, agar dapatbercerita dengan baik seseorang harus mempunyai kompetensi kebahasaan yang memadai sertaunsur-unsur yang menjadi syarat agar proses berbicaranya dapat lancar, baik dan benar. Unsur-unsur tersebut adalah lafal, intonasi, ejaan, kosakata dan sebagainya.Sementara itu kemampuan atau keterampilan berbicara, dianggap sebagai salah satu kemampuanberbahasa yang dijadikan tolok ukur dalam menentukan kualitas kemampuan berpikir seseorang.Berbicara merupakan ekspresi dari gagasan-gagasan seseorang yang menekankan komunikasi yangbersifat dua arah, yaitu memberi dan menerima.Apabila dicermati dalam keseharian, tidak semua siswa dalam berbicara memiliki kemampuan yangbaik dalam menyampaikan isi pesannya kepada orang lain. Kemampuan itu adalah kemampuandalam menyelaraskan atau menyesuaikan dengan tepat antara apa yang ada dalam pikiran atauperasaannya dengan apa yang diucapkannya, sehingga orang lain yang mendengarkannya dapatmemiliki pengertian dan pemahaman yang sama atau pas dengan keinginan si pembaca.Pada hakikatnya, siswa telah menyadari bahwa kemampuan berbicara merupakan sarana untukberkomunikasi, atau bekal melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi. Namun perlu diketahuibahwa setiap mendapat tugas berbicara siswa seringkali mengalami kesulitan. Kesulitan tersebutdapat berupa kesulitan dalam pemilihan kosakata yang tepat, kurang lancar berbicara, maupunkurang jelas dalam mengungkapkan gagasannya.Kosakata sebagai salah satu unsur bahasa memegang peranan penting dalam kegiatan berbicara.
  • 2. Melalui kata-kata, kita dapat mengekspresikan pikiran, gagasan, serta perasaan terhadap orang lain.Keluhan tentang rendahnya keterampilan berbicara siswa, juga sering dilontarkan oleh beberapaguru Sekolah Dasar (SD). Padahal di jenjang Sekolah Dasar inilah merupakan awal dan dasar dalampembinaannya. Namun, di sisi lain berdasarkan kondisi objektif yang ada harus diakui bahwa guruatau pengajar kurang intensif terhadap penanganan pembelajaran berbicara. Pemilihan metodeyang kurang tepat, pengelolaan pembelajaran yang kurang optimal, rendahnya kesempatan yangdiberikan kepada siswa untuk berlatih dalam mengutarakan pendapatnya merupakan penyebab laindari kegagalan siswa dalam berbicara.Apabila dicermati lebih mendalam, faktor dalam diri siswa sebagai faktor dominan dalampembelajaran berbicara. Faktor yang diduga sebagai penyebab rendahnya keterampilan berbicaraadalah rendahnya pengetahuan tentang kaidah bahasa yang berlaku, minimnya penguasaankosakata siswa, dan terbatasnya pengetahuan atau pengalaman yang akan disampaikan kepadalawan bicara atau pendengar. Selaras dengan hal tersebut, Henry Guntur Tarigan (1993 : 2)mengatakan bahwa kualitas keterampilan berbahasa seseorang jelas bergantung kepada kuantitasdan kualitas kosakata yang dimilikinya.Faktor lain yang diduga mempengaruhi keterampilan berbicara adalah minat membaca. Minatmembaca yang tinggi, siswa akan senang membaca dan pada gilirannya siswa memperoleh sejumlahkonsep, pengetahuan, maupun teknologi. Dengan perolehan seperti itu akan mendukung siswauntuk terampil berbicara.Satu di antara beberapa faktor yang dapat mempengaruhi terwujudnya minat membaca yang tinggiadalah peranan perpustakaan sekolah. Perpustakaan sebagai sumber informasi ilmu pengetahuanharus benar-benar dapat memainkan peranannya. Bahkan ada yang mengatakan bahwaperpustakaan merupakan jantung sekolah. Sekolah yang perpustakaannya hidup akan berkembangpesat dan lebih maju, sebaliknya sekolah yang perpustakaannya mati, pengembangan ilmupengetahuan dari sekolah tersebut juga akan terhambat. Seiring dengan keberadaan perpustakaansekolah, pemerintah menaruh perhatian terhadap perkembangannya. Oleh karena itu digalakkanlomba perpustakaan sekolah. Semua itu untuk mendukung terciptanya pembelajar yang cerdas,terampil dan berkualitas.Kegiatan membaca dapat bermakna dan berkualitas apabila didorong oleh minat membaca yangtinggi. Sayangnya, tidak semua siswa mempunyai minat membaca yang tinggi. Minat membaca yangrendah diduga sebagai pemicu rendahnya penguasaan kosakata. Dengan demikian siswa yang minatbacanya rendah akan rendah pula penguasaan kosakatanya. Hal itu akan berlanjut pada kegiatanberbahasa yang lain yang berbentuk berbicara.Henry Guntur Tarigan (1984 : 53), menyatakan bahwa tanpa kemampuan berbicara yang memadai,siswa tidak dapat mengekspresikan, menyatakan, dan menyampaikan pikiran, gagasan, danperasaan dengan baik. Keterampilan berbicara siswa tidak dapat dimiliki dengan tiba-tiba, tetapiharus melalui latihan yang teratur.Mengacu beberapa perkiraan-perkiraan jawaban di atas, peneliti tertarik untuk mengadakanpenelitian guna menguji ada tidaknya hubungan signifikan antara minat membaca dan penguasaankosakata dengan keterampilan berbicara.Untuk itu, penelitian ini bertolak dari anggapan bahwa minat membaca berpengaruh terhadapketerampilan berbicara. Keduanya diduga mempunyai hubungan yang sangat erat. Selain itupenguasaan kosakata seseorang juga dianggap berpengaruh terhadap keterampilan berbicarasehingga antara minat membaca, penguasaan kosakata, dan keterampilan berbicara salingberhubungan dan mempengaruhi.
  • 3. B. Identifikasi MasalahKeterampilan berbicara merupakan keterampilan yang sangat penting dimiliki oleh siswa. Namundemikian masih banyak keluhan tentang ketidakmampuan siswa berkomunikasi dengan lancar danbaik.Berdasar latar belakang yang telah diuraikan di atas, maka dapat diidentifikasi masalah sebagaiberikut :1. Faktor-faktor apa sajakah yang mempengaruhi keterampilan berbicara siswa ?Apakah pengajaran bahasa Indonesia di sekolah benar-benar sudah mencakup beberapaketerampilan berbahasa ?Apakah minat membaca dan penguasaan kosakata siswa berpengaruh terhadap keterampilanberbicara ?Adakah faktor-faktor lain mempengaruhi keterampilan berbicara siswa ?Apakah setiap siswa dalam berinteraksi menyebabkan rendahnya nilai berbicara ?Apakah faktor lingkungan keluarga dan masyarakat sudah mendukung kegiatan berbicara siswa ?Sejauh mana peranan perpustakaan sekolah dalam membangkitkan motivasi membaca siswa ?C. Pembatasan MasalahBerhubung banyak masalah yang timbul, maka dalam penelitian ini perlu dibatasi. Hal inidimaksudkan agar lebih tajam dan mendalam dalam pembahasannya. Adapun masalah dalampenelitian ini dibatasai pada : Keterampilan berbicara khusunya berpidato dan kaitannya denganminat membaca dan penguasaan kosakata.D. Rumusan MasalahBerdasarkan latar belakang masalah, identifikasi masalah, dan pembatasan masalah, dalampenelitian ini dapat dirumuskan masalah sebagai berikut :1. Adakah hubungan antara minat membaca dengan keterampilan berbicara ?2. Adakah hubungan antara penguasaan kosakata dengan keterampilan berbicara ?3. Adakah hubungan antara minat membaca dan penguasaan kosakata secara bersama-samadengan keterampilan berbicara ?E. Tujuan PenelitianBerdasarkan rumusan masalah tersebut, tujuan dari penelitian ini adalah :1. Tujuan UmumSecara umum penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi ada tidaknya hubungan antaraminat membaca dan penguasaan kosakata secara bersama-sama dengan keterampilan berbicarasiswa kelas VI Sekolah Dasar Negeri 2 X di Kecamatan X Kabupaten X.2. Tujuan KhususSecara khusus penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya :a. hubungan antara minat membaca dengan keterampilan berbicara siswa kelas VI SDN X;b. hubungan antara penguasaan kosakata dengan keterampilan berbicara siswa kelas VI SDN X;c. hubungan antara minat membaca dan penguasaan kosakata secara bersama-sama denganketerampilan berbicara siswa kelas VI SDN X.F. Manfaat Penelitian
  • 4. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat, baik secara teoretis maupun praktiskepada guru khusunya guru mata pelajaran bahasa Indonesia dan kepada siswa SDN X, Kecamatan X,Kabupaten X serta para pembaca pada umumnya.1. Manfaat TeoretisSecara teoritis, penelitian ini diharapkan bermanfaat untuk :a. memberikan informasi tentang ada tidaknya hubungan signifikan antara minat membaca danpenguasaan kosakata dengan keterampilan berbicara baik secara sendiri-sendiri maupun bersama-sama.b. memberikan masukan tentang sejauh mana hubungan antara minat membaca dan penguasaankosakata secara bersama-sama dengan keterampilan berbicara.c. memberikan sumbangan kepada teori pembelajaran tentang berbicara serta variabel-variabelyang mendukung keterampilan berbicara.d. menambah wawasan ilmu khususnya bidang pembelajaran bahasa Indonesia sehinggamendorong peneliti lain untuk melaksanakan penelitian sejenis yang lebih luas dan mendalam.2. Manfaat PraktisSecara praktis, penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat kepada :a. SiswaManfaat penelitian ini bagi siswa adalah untuk mengetahui kemampuannya dalam hal keterampilanberbicara, minat membaca dan penguasaan kosakata sehingga mereka dapat mengukurkemampuannya.b. GuruSebagai bahan pertimbangan tentang arti penting minat membaca dan penguasaan kosakata siswabagi pengembangan keterampilan berbicara, sehingga mendorong para guru untuk mengajarkanempat keterampilan berbahasa secara merata.Memberi masukan kepada guru bahasa Indonesia tentang komponen-komponen bahasa dankomponen lainnya yang mendukung keterampilan berbicara bahasa Indonesia.Memberikan masukan kepada guru bahasa Indonesia dalam menentukan strategi pembelajaranberbicara yang tepat sehingga tujuan pembelajaran keterampilan berbicara dapat tercapai.c. Kepala SekolahManfaat penelitian ini bagi kepala sekolah adalah untuk memberikan dorongan kepada guru dalammelaksanakan kegiatan pembelajaran agar menerapkan pembelajaran yang integral.d. Pengelola PendidikanHasil dari penelitian ini dapat dimanfaatkan untuk mengetahui kondisi faktual pembelajaranketerampilan berbicara di SD, khususnya di SDN X Kecamatan X Kabupaten X. Untukpengembangannya, tambahan buku bacaan baru sangat diperlukan guna membangkitkan motivasisiswa dalam membaca.