Your SlideShare is downloading. ×
5


                                        BAB II

                                PEMBAHASAN


2.1. Tinjauan Umum Perusa...
6



    2.1.2. Struktur Organisasi
                                                  STRUKTUR ORGANISASI KANTOR PUSAT
   ...
7



Fungsi dan Tugas (job description) dari masing-masing pejabat yang merupakan

manajemen dari PT. BGR adalah sebagai b...
8



      Direktur Operasi dan Pemasaranmembawahi tiga orang Assisten

      Direktur masing-masing : Assisten Direktur b...
9



d. Mengadakan kerja sama operasi atau kontrak manajemen yang berlaku untuk

   jangka waktu tertentu dengan pihak lai...
10



2.1.3. Bidang Usaha

      Secara garis besar, aktivitas perusahaan terdiri dari 2 kegiatan pokok yaitu :

1. Umum

...
11



   Sampai dengan akhir tahun 2007 PT.BGR mengelola gudang sebanyak 47
                                              ...
12



         Struktur atau topologi adalah sebuah bentuk yang menggambarkan hubungan

dari sebuah jaringan (Map of Netwo...
13




                           Gambar II.3 Ring Topology

3. Star : sebuah bentuk topologi yang menghubungkan semua kab...
14



1. Broadcast topology : yaitu setiap host mengirim datanya ke semua host lain dalam

   media jaringan, dan disana t...
15



2.2.2. Skema Jaringan dan IP Address




           INTERNET




             Modem                      Server
    ...
16



                                                                                                                    ...
17



        IP Address adalah sebuah alamat yang diberikan pada jaringan komputer dan

peralatan jaringan lain yang meng...
18



pada jumlah unit host yang dikelola dimana pada tipe kelas C mampu menampung

sekitar 65.000 host dengan range IP an...
19



          Domain Name System (DNS) adalah suatu sistem yang memungkinkan nama

suatu host pada jaringan komputer ata...
20



Address tersebut untuk jangka waktu tertentu, sehingga pemberian IP Address ini

berlangsung secara otomatis dan din...
21



1. Biaya Instalasi

2. Keterhandalan (reliability)

3. Kemudahan instalasi dan perawatan

4. Laju pengiriman data ma...
22



penampang kawat tembaga yang lebih besar pula, hal inilah yang membedakan

kemampuan masing-masing kabel dalam melak...
23



Hub. Dan untuk kartu jaringan NIC (Network Interface Card) yang di gunakan berbasis

PCI card, tetapi dapat juga men...
24



Kabel Satu                       Kabel Dua

No        Warna Kabel                No       Warna Kabel

     1.      ...
25



  No           Warna Kabel           No              Warna kabel

  1.           Putih Orange           1.          ...
26



modem ADSL ZyXel Prestige 650R-31 yang dihubungkan ke switch sentral, maka

modem tersebut berfungsi sebagai gateway...
27




                 Gambar II.10. Tampilan Konfigurasi Modem ZyXel 650R-31




2.3.Spesifikasi Perangkat Keras (hardwa...
28



(tidak setiap orang diperbolehkan masuk keruang server jika tidak memiliki

kepentingan) dilengkapi dengan pendingin...
29



terdiri dari sebuah layar monitor 15 inci dengan penghubung sebuah KVM Switch yang

dapat memilih dan menampilkan ak...
30



security system yang berfungsi sebagai pengamanan jaringan agar para pengguna

komputer tidak dapat mengacak-acak da...
31



   Spesifikasi Server BGR-Data01 :

   a. Processor         :   Intel Pentium 4 2.8 Ghz,

   b. Memory            : ...
32



   a. Processor        :     Intel Pentium 4 2.8 Ghz,

   b. Memory           :     Corsair DDR 512 MB

   c. Hard d...
33



mencoba melakukan standarisasi hardware terutama pada Personal Computer (PC)

yaitu dengan mempergunakan hardware pe...
34



        Switch adalah sebuah alat yang digunakan sebagai jalur transportasi paket data

dari satu perangkat ke peran...
35



       Modem atau modulator de modulator adalah suatu alat yang bekerja mengubah

sinyal analog menjadi sinyal digit...
36



   a. Sistem operasi         :   Windows Server 2003 Enterprise Edition

   b. Software aplikasi      :   Symantec S...
37



3. Mail Server dengan kode BGR-Mail01.

   Software dan aplikasi yang ada pada Server BGR-Mail01 antara lain :

   a...
38



   b. Software aplikasi        :   Symantec Security Client 2008

           Server ini menyimpan data-data, file da...
39



                               Crystal Report.



2.5. Permasalahan Pokok

       Dari hasil pengamatan dan observas...
40



   c. Belum adanya standing rack atau mounting rack untuk penempatan switch serta

      patch panel sebagai termina...
41



       E-mail berfungsi sebagai alat komunikasi dalam pengiriman dan penerimaan

data, namun faktor kecepatan akses ...
42



3. Adanya Spam dan pop up yang tidak terkendali memungkinkan untuk

    disusupi/ditumpangi virus pada attachment fi...
43



datanya tidak up to date. Beberapa hal yang masih menjadi kendala dalam pengelolaan

website perusahaan antara lain ...
44



ada yang meliputi :

a. Identifikasi dengan pemasangan label (labelling) pada masing-masing ujung

   kabel jaringan...
45



   patch panel yang berfungsi sebagai terminal dari seluruh sistem pengkabelan

   jaringan LAN




             Gam...
46




                          Gambar II.23 Cable Protector pada area terbuka



   e. Dilakukan terminasi ulang pada uj...
47



       Untuk mengatasi permasalahan-permasalahan yang timbul sebagaimana telah

disebutkan diatas akibat kekurang se...
48



3. Untuk mengatasi pop up dan spam perlu dilakukan sosialisasi pada setiap user agar

selalu menghapus serta tidak m...
49



       Untuk mengatasi permasalahan-permasalahan yang menyangkut tentang

optimalisasi website, maka perlu dilakukan...
50



        Untuk menjaga kemungkinan terjadi gangguan atau kerusakan pada mail server

yang sekaligus berfungsi sebagai...
51




         Gambar II.8 Rangkaian Jaringan LAN PT. BGR Kantor Pusat

2.6.7. Analisa Biaya

      Setelah jaringan dira...
52



                           ASUS P5RD1VM (ATI X200+PCI-

  MainBoard                EX)                              ...
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

4. Bab II

3,704

Published on

Mas Winarno, silahkan di download TA doc

1 Comment
1 Like
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total Views
3,704
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
2
Actions
Shares
0
Downloads
139
Comments
1
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Transcript of "4. Bab II"

  1. 1. 5 BAB II PEMBAHASAN 2.1. Tinjauan Umum Perusahaan 2.1.1. Sejarah Perusahaan PT. Bhanda Ghara Reksa (BGR) didirikan pada tanggal 11 April 1977 berdasarkan Peraturan Pemerintah No.26 tahun 1976. Perusahaan ini merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak dibidang pergudangan umum serta jasa- jasa yang terkait dengan pergudangan. Semenjak berdirinya, PT BGR merupakan stockholder pupuk yang diproduksi oleh PT. Pusri. Sebagai Badan Usaha Milik Negara yang memiliki peranan penting dalam pendistribusian pupuk secara nasional, PT.BGR memiliki fasilitas pergudangan yang tersebar sampai ke pelosok kabupaten diseluruh wilayah Indonesia dengan basis- basisnya yang berada di pusat-pusat kota dan pelabuhan. Namun seiring dengan kemajuan zaman PT. BGR berkembang menjadi satu badan usaha yang tidak hanya menjadi stockholder pupuk bagi PT. Pusri, akan tetapi suatu sarana penyimpanan produk bagi perusahaan lain yang bergerak dibidang nonpupuk, bahkan telah berkembang dan mereposisi kegiatannya menjadi Jasa Pengelolaan Logistik (Logistic Management Service). 5
  2. 2. 6 2.1.2. Struktur Organisasi STRUKTUR ORGANISASI KANTOR PUSAT PT. (Persero) BHANDA GHARA REKSA DIREKTUR UTAMA DIREKTUR DIREKTUR DIREKTUR OPERASI PERENCANAAN ADMINISTRASI DAN PEMASARAN DAN PENGEMBANGAN DAN KEUANGAN SEKRETARIS STAFF AHLI Ass dir Ass dir Ass dir Ass dir Ass dir Ass dir Ass dir Ass dir Ass dir Ass dir Ass dir pemasaran pergudangan logistik perencanan M.Mutu Pengembangan Bid.Hukum Bid.SPI SDM Keu & Akt Bid Umum Manager Manager Manager Manager Manager Manager Manager Manager Manager Manager Manager Operasi Pengendl pemasaran Ops Pergud perencanan sistim SPI Wil I PUKK SDM keuangan pengadaan Logistik Dokumen Informasi Manager Manager Manager Manager Manager Analisa adm Manager Manager analisa analisa ADM analisa Evaluasi pengembangan Manager Manager & pelaporan SPI Wil II gaji & ADM&Pgd & Logistik &Penelitian Pengendalian usaha akuntansi pemeliharaan kesejahtraan Manager Operasional, Manager agunan & jasa Verifikasi CABANG-CABANG Gambar II.1. Struktur Organisasi PT.BGR Kantor Pusat
  3. 3. 7 Fungsi dan Tugas (job description) dari masing-masing pejabat yang merupakan manajemen dari PT. BGR adalah sebagai berikut : 1. Direktur Utama a. Memimpin dan mengurus Perseroan sesuai dengan maksud dan tujuan perusahaan b. Bertanggung jawab penuh dalam melaksanakan tugas untuk kepentingan perusahaan c. Mengadakan kerja sama operasi atau kontrak manajemen dengan pihak lain d. Menetapkan dan menyesuaikan struk organisasi perusahaan tur Direktur Utama membawahi dua orang Assisten Direktur yaitu Assisten Direktur Bidang Hukum dan Assisten Direktur Bidang Satuan Pengawasan Intern (SPI). 2. Direktur Operasi dan Pemasaran a. Memimpin dan mengurus Perseroan sesuai dengan maksud dan tujuan perusahaan b. Menguasai, memelihara dan mengurus kekayaan Perusahaan c. Bertanggung jawab penuh dalam melaksanakan tugas untuk kepentingan perusahaan dalam mencapai maksud dan tujuannya d. Mengadakan kerjasama operasi atau kontrak manajemendengan pihak lain e. Menetapkan dan menyesuaikan struktur organisasi Direktorat Operasional dan pemasaran
  4. 4. 8 Direktur Operasi dan Pemasaranmembawahi tiga orang Assisten Direktur masing-masing : Assisten Direktur bidang Pemasaran, Assisten Direktur Bidang Logistik dan Assisten Direktur Bidang Pergudangan. 3. Direktur Perencanaan & Pengembangan a. Memimpin dan mengurus Direktorat Perencanaan dan Pengembangan sesuai dengan maksud dan tujuan perusahaan. b. Bertanggung jawab penuh dalam melaksanakan tugas untuk kepentingan perusahaan dalam mencapai maksud dan tujuannya c. Mengadakan kerjasama operasi atau kontrak manajemendengan pihak lain d. Menetapkan dan menyesuaikan struktur organisasi Direktorat Perencanaan dan Pengembangan Direktur Perencanaan dan Pengembangan membawahi tiga orang Assisten Direktur masing-masing : Assisten Direktur Bidang Perencanaan, Assisten Direktur Bidang Pengembangan dan Assisten Direktur Bidang Manajemen Mutu. Untuk tugas-tugas yang berkaitan dengan Teknologi Informasi dilaksanakan oleh seorang Manager Sistem Informasi yang posisinya berada dibawah Assisten Direktur Bidang Pengembangan. 3. Direktur Administrasi & Keuangan a. Memimpin dan mengurus Direktorat Keuangan dan Administrasi sesuai dengan maksud dan tujuan Perusahaan. b. Menguasai, memelihara dan mengurus kekayaan Perseroan c. Bertanggung jawab penuh dalam melaksanakan tugas untuk kepentingan Perseroan dalam mencapai maksud dan tujuannya
  5. 5. 9 d. Mengadakan kerja sama operasi atau kontrak manajemen yang berlaku untuk jangka waktu tertentu dengan pihak lain e. Menetapkan dan menyesuaikan struktur organisasi Direktorat Keuangan dan Administrasi f. Menetapkan kebijaksanaan dalam memimpin dan mengurus Direktorat Keuangan dan Administrasi g. Mengatur ketentuan-ketentuan tentang kepegawaian Direktorat Keuangan dan Administrasi termasuk penetapan gaji, pensiun atau jaminan hari tua dan penghasilan lain bagi para pegawai berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham h. Memberikan pertanggung-jawaban dan segala keterangan tentang keadaan dan jalannya perseroan berupa laporan tahunan termasuk perhitungan tahunan kepada Rapat Umum Pemegang Saham Memberikan laporan berkala lainnya menurut cara dan waktu sesuai dengan ketentuan yang berlaku serta laporan lainnya setiap kali diminta oleh Pemegang Saham Direktur Administrasi dan Keuangan membawahi tiga orang Asisten Direktur masing-masing : Asisten Direktur Bidang Keuangan & Akuntansi, Assisten Direktur Bidang SDM dan Assisten Direktur Bidang Umum.
  6. 6. 10 2.1.3. Bidang Usaha Secara garis besar, aktivitas perusahaan terdiri dari 2 kegiatan pokok yaitu : 1. Umum Menyelenggarakan dan menyediakan sewa pengelolaan ruangan gudang baik gudang terbuka maupun gudang tertutup, termasuk stock management dan collateral management. 2. Khusus Menyediakan dan menyelenggarakan jasa-jasa : a. Pergudangan 1) Penyewaan ruang gudang 2) Pengelolaan gudang b. Jasa Pengurusan Transportasi Nasional Internasional 1) Angkutan darat, laut dan udara 2) Pengurusan dan penyelesaian dokumen pelabuhan, pabean dan lain-lain 3) Container Depo c. Pemeliharaan barang dan jasa lainnya 1) Termite control 2) Spraying 3) Fumigasi 4) Appraisal 5) Mecanic (forklift, crane, dll).
  7. 7. 11 Sampai dengan akhir tahun 2007 PT.BGR mengelola gudang sebanyak 47 8 unit dengan kapasitas sebesar 1.664.496 ton terdiri dari : 1. Gudang Milik yaitu gudang yang dibangun, dimiliki dan dikelola oleh PT Bhanda Ghara Reksa. Saat ini PT. BGR memiliki 143 unit gudang milik. 2. Gudang Sewa Yaitu gudang milik perusahaan lain yang disewa oleh PT.BGR untuk kepentingan PT. BGR. Saat ini PT.BGR menyewa 49 unit gudang non milik. 3. Gudang Manajemen Yaitu gudang milik perusahaan pelanggan yang dikelola oleh PT.BGR. Produk yang disimpan digudang tersebut merupakan milik perusahaan pemilik gudang tersebut namun pengelolaan stock menjadi tanggung jawab PT.BGR sepenuhnya. Saat ini PT.BGR mengelola 270 gudang manajemen. 4. Terminal Cargo Yaitu gudang yang berfungsi sebagai tempat transit barang dari pelabuhan maupun dari daerah lain untuk didistribusikan ke dalam sebuah kota. Saat ini PT BGR mempunyai 16 unit Terminal Cargo yang terletak di kota Surakarta dan Makassar. Gudang-gudang tersebut tersebar pada 15 Cabang yang berada diseluruh Indonesia. 2.2. Topologi Jaringan dan Skema Jaringan 2.2.1. Topologi Jaringan
  8. 8. 12 Struktur atau topologi adalah sebuah bentuk yang menggambarkan hubungan dari sebuah jaringan (Map of Network) atau bagaimana sebuah jaringan dibuat. Hubungan tersebut sangat tergantung dari jenis aplikasinya dimana setiap struktur memiliki keuntungan dan kerugian masing-masing. Secara umum terdapat dua difinisi topologi jaringan yaitu : 1. Physical Topology atau topologi fisik yaitu merupakan bentuk lay out aktual dari kabel-kabel atau media yang menghubungkan host-host pada sebuah jaringan LAN. 2. Logical Topology atau topologi logika yaitu sebuah bentuk yang mendifinisikan bagaimana sebuah media diakses oleh host-host dalam sebuah jaringan LAN. Bentuk topologi fisik (Physical Topology) yang umum digunakan dalam membangun sebuah jaringan LAN adalah : 1. Bus : merupakan segmen backbone tunggal melalui sebuah kabel lurus panjang, dimana semua host terkoneksi langsung ke backbone tersebut. Gambar II.2 Bus Topology 2. Ring : sebuah topologi yang mengkoneksikan host pertama ke host berikutnya, dan host yang terakhir terhubung ke host yang pertama. Model ini akan membentuk sebuah lingkaran yang akan menghubungkan node-node komputer yang dikoneksikan melalui media kabel jaringan.
  9. 9. 13 Gambar II.3 Ring Topology 3. Star : sebuah bentuk topologi yang menghubungkan semua kabel ke sebuah point sentral yang biasanya berbentuk hub atau switch. Gambar II.4. Star Topology Sedangkan logical topology dari sebuah jaringan adalah sebuah bentuk yang menggambarkan bagaimana host-host saling berkomunikasi melalui sebuah media. Terdapat dua tipe umum dari logical topology ini yaitu :
  10. 10. 14 1. Broadcast topology : yaitu setiap host mengirim datanya ke semua host lain dalam media jaringan, dan disana tidak ada stasion pesanan apapun dalam network (yang pertama datang, pertama dilayani). 2. Token Passing : yaitu sebuah metode mengontrol akses network dengan melepas pesan elektronik ke setiap host secara berurutan. Saat sebuah host menerimanya, berarti host tersebut dapat mengirim data pada network. Jika host tidak memiliki data untuk dikirim, maka ia melepas pesan ke host berikutnya, dan proses similar ini akan terus berlangsung berulang-ulang. Struktur atau topologi jaringan yang di gunakan oleh PT.BGR Kantor Pusat dalam membangun sebuah jaringan komputer berbasis Local Area Network (LAN) adalah topologi Star sebuah bentuk topologi yang menghubungkan semua kabel ke sebuah point sentral yang biasanya berbentuk hub atau switch. Topologi Star dianggap merupakan topologi yang paling sesuai dimana seluruh komputer client pada setiap lantai terhubung pada sebuah Switch yang berada pada masing-masing lantai dan switch pada masing-masing lantai tersebut akan dihubungkan pada sebuah switch sentral yang berada di ruang server di lantai 3. Dalam topologi Star, sebuah terminal pusat bertindak sebagai pengatur dan pengendali dari semua komunikasi data, sedangkan terminal lain terhubung ke terminal pusat melalui sebuah switch. Pengiriman data dari satu terminal ke terminal lainnya melalui sebuah switch di terminal pusat selanjutnya terminal pusat akan menyediakan jalur komunikasi khusus pada dua terminal yang akan berkomunikasi tersebut. Secara umum media transmisi yang digunakan adalah kabel twisted pair yang jumlahnya cukup banyak untuk menunjang komunikasi antara PC client dengan Server.
  11. 11. 15 2.2.2. Skema Jaringan dan IP Address INTERNET Modem Server ADSL Switch 100 Client mbps Shared printer Gambar II.5 Blok Diagram LAN PT.BGR Kantor Pusat Jakarta
  12. 12. 16 Lantai 4 PC Client Share Printer SD SD PRO PRO SWITCH 100Mbps SD SUPER 3Com STACK Status 1x 6x green=enabled, link OK flashing green=disabled, link OK off=link, fail Professional W or kstation 6000 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Packet Profes sional Works tat ion 6000 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Status 7x 12x SuperStack II Baseline 10/100 Switch 192.168.1.2 192.168.1.27 – 192.168.1.32 Lantai 3 INTERNET SWITCH 100Mbps ZIXEL 192.168.1.1 Status SUPER STACK 3Com SD MODEM 1x 6x green=enabled, link OK flashing green=disabled, link OK off=link, fail 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Packet 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Status 7x 12x SuperStack II Baseline 10/100 Switch Email Database File Anti-Virus Server Server DC+DHCP Server Server Server 192.168.1.8 192.168.1.7 192.168.1.9 192.168.1.5 192.168.1.6 PC Client SD PRO SD PRO Profes sional Works tat ion 6000 Professional Wor kstation 6000 Share Printer 192.168.1.21 – 192.168.1.26 1x 6x Status green=enabled, link OK flashing green=disabled, link OK SUPER STACK 3 Com SD SD PC Client PRO SD off=link, fail PRO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Packet 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Status 7x 12x SuperStack II Baseline 10/100 Switch SWITCH 100Mbps 192.168.1.3 Professional Work station 6000 Professional Wor kst ation 6000 192.168.1.33 – 192.168.1.38 Share Printer SWITCH 100Mbps 192.168.1.4 SD SUPER 3 Com STACK Status 1x 6x green=enabled, link OK flashing green=disabled, link OK off=link, fail 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Packet 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Status 7x 12x SuperStack II Baseline 10/100 Switch Lantai 2 Lantai 1 PC Client Share Printer SD PRO SD PRO Profes sional Works tat ion 6000 Pr of es sional Work station 6000 192.168.1.39 – 192.168.1.44 Gambar II.6 Rangkaian Jaringan LAN PT. BGR Kantor Pusat
  13. 13. 17 IP Address adalah sebuah alamat yang diberikan pada jaringan komputer dan peralatan jaringan lain yang menggunakan protokol TCP/IP. IP Address terdiri atas 32 bit angka biner yang dapat dituliskan sebagai empat kelompok angka desimal yang dipisahkan oleh tanda titik seperti 192.168.0.1. Berikut adalah contoh table IP Address : Tabel II.1 : IP Address Network ID Host ID 192 168 0 1 IP Address terdiri atas dua bagian yaitu network ID dan host ID, dimana network ID menentukan alamat jaringan komputer, sedangkan host ID menentukan alamat host (komputer, router, switch dll). Oleh sebab itu IP Address memberikan alamat lengkap suatu host beserta alamat jaringan di mana host itu berada. Untuk mempermudah pemakaian maka IP Address dikelompokkan dalam kelas-kelas yang penggunaannya tergantung pada kebutuhan pemakai, namun yang umum digunakan untuk jaringan LAN adalah sebagaimana terlihat pada tabel dibawah ini : Tabel II.2 : Pembagian Kelas pada IP Address Class Range Network ID Host ID Subnet mask A 0 – 127 xxx.0.0.1 xxx.255.255.254 255.0.0.0 B 128 – 191 xxx.xxx.0.1 xxx.xxx.255.254 255.255.0.0 C 192 – 223 xxx.xxx.xxx.1 xxx.xxx.xxx.254 255.255.255.0 PT. BGR yang mengoperasikan 30 unit computer yang terhubung pada jaringan Local Area Network (LAN) di kantor pusat dan lebih kurang 15 unit untuk setiap cabangnya menggunakan IP Address kelas C. Pemilihan tipe kelas ini lebih didasarkan
  14. 14. 18 pada jumlah unit host yang dikelola dimana pada tipe kelas C mampu menampung sekitar 65.000 host dengan range IP antara 192.0.xxx.xxx – 223.155.xxx.xxx Untuk implementasi IP Address pada komputer client dan server di PT BGR Kantor Pusat dengan menggunakan tipe kelas C adalah sebagai berikut : 1. Server Tabel II.3 : Nama Server dan IP Address No. Nama Server IP Adress 1. DHCP & DC Server 192.168.1.6 2. Database Server 192.168.1.7 3. Email Server 192.168.1.8 4. Antivirus 192.168.1.5 5. File Server 192.168.1.9 2. Client Untuk komputer client, IP Address didapatkan dari DHCP Server dengan perincian sebagai berikut : a. Scope IP : 192.168.1.1 s/d 192.168.1.100 b. Exclude : 192.198.1.1 s/d 192.168.1.20 c. Subnet mask : 255.255.255.0 d. Gateway : 192.168.1.6 e. DNS : 192.168.1.6 f. WINS : 192.168.1.6 g. DNS Suffix : bgr.co.id 2.2.3. Domain Name System (DNS)
  15. 15. 19 Domain Name System (DNS) adalah suatu sistem yang memungkinkan nama suatu host pada jaringan komputer atau internet ditranslasikan menjadi IP Address. Dalam pemberian nama, DNS menggunakan arsitektur hierarki sebagai berikut : 1. Root-level domain : merupakan tingkat teratas yang ditampilkan sebagai tanda titik (.). 2. Top level domain : merupakan kode kategori organisasi atau negara misalnya: .com untuk dipakai oleh perusahaan; .edu untuk dipakai oleh perguruan tinggi; .gov untuk dipakai oleh badan pemerintahan dan sebagainya. Selain itu untuk membedakan pemakaian nama oleh suatu negara dengan negara lain digunakan tanda misalnya .id untuk Indonesia atau .au untuk Australia. 3. Second level domain : merupakan nama untuk organisasi atau perusahaan, misalnya : microsoft.com; yahoo.com, dan lain-lain. PT BGR memiliki dua Domain Name System (DNS) yaitu : bgr.co.id yang dipergunakan untuk keperluan komunikasi internal dan bgrindonesia.com untuk keperluan komunikasi eksternal. 2.2.4. Dynamic Host Configuration Protocol (dhcp) IP Address dan subnet mask dapat diberikan secara otomatis menggunakan Dynamic Host Configuration Protocol (dhcp) atau diisi secara manual. DHCP berfungsi untuk memberikan IP Address secara otomatis pada komputer yang menggunakan protokol TCP/IP. DHCP bekerja dengan relasi client-server, dimana DHCP server menyediakan suatu kelompok IP Address yang dapat diberikan pada DHCP client. Dalam memberikan IP Address ini, DHCP hanya meminjamkan IP
  16. 16. 20 Address tersebut untuk jangka waktu tertentu, sehingga pemberian IP Address ini berlangsung secara otomatis dan dinamis. Pada jaringan LAN PT.BGR terdapat sebuah DHCP server yang berfungsi sebagai pengatur pemberian IP Address untuk kepentingan koneksi dan komunikasi pada seluruh komputer client serta peralatan pendukung komunikasi lainnya. Untuk pengaturan dalam pemberian IP Address pada komputer client dan peralatan komunikasi lainnya, DHCP server memberikan batasan (scope) sebagai berikut : 1. Scope IP : 192.168.1.1 s/d 192.168.1.100 2. IP Exclude : 192.198.1.1 s/d 192.168.1.20 Dengan adanya batasan Scope IP Adress dan IP Exclude, maka setiap komputer yang dihubungkan ke jaringan LAN BGR akan secara otomatis diberikan penomoran sesuai dengan scope yang telah ditetapkan. 2.2.5. Media Transmisi Media transmisi adalah sebuah media yang berfungsi untuk menyalurkan data dan informasi dari suatu tempat ketempat lain. Dalam Local Area Network (LAN) semua media yang dapat menyalurkan gelombang listrik dan gelombang elektromagnet dapat digunakan sebagai media pengirim. Media transmisi ini dapat berupa kabel jaringan maupun gelombang elektromagnet maupun gelombang radio (frequency). Pemilihan jenis media transmisi ini pada setiap instansi berbeda-beda dan sangat tergantung pada kebutuhan jaringan yang akan dibangun. Beberapa faktor yang perlu diperhatikan dan menjadi bahan pertimbangan dalam pemilihan media transmisi untuk sebuah jaringan diantaranya adalah sebagai berikut :
  17. 17. 21 1. Biaya Instalasi 2. Keterhandalan (reliability) 3. Kemudahan instalasi dan perawatan 4. Laju pengiriman data maksimal 5. Keamanan data 6. Ketahanan terhadap interferensi, dan 7. Kemudahan konfigurasi Hal-hal diatas sangatlah penting mengingat tujuan utama dari membangun sebuah jaringan adalah untuk kecepatan dan keamanan transfer data, disamping faktor biaya juga menjadi pertimbangan yang cukup menentukan dalam membangun sebuah jaringan. Disebabkan oleh pertimbangan-pertimbangan diatas dan melihat kepentingan traffic data yang saat ini diperlukan oleh PT.BGR dalam berkomunikasi secara internal di kantor pusat maupun ke cabang-cabang, maka perusahaan memilih untuk membangun jaringan dengan menggunakan media transmisi berupa kabel Unshielded Twisted Pair (UTP). Kabel unshielded twisted pair (UTP) yang dipergunakan oleh PT.BGR adalah dua macam yaitu : 1. UTP cat-5 enhanced untuk transfer data dengan kecepatan maksimal 100 mbps. 2. UTP cat-6 Giga speed untuk transfer data dengan kecepatan maksimal satu Gigabyte per second. Jika diperhatikan sekilas, secara fisik kedua jenis kabel tersebut memiliki bentuk dan ciri yang hampir sama, namun jika diperhatikan lebih seksama, maka terlihat bahwa kabel cat-6 Giga speed mempunyai usuran lebih besar dengan
  18. 18. 22 penampang kawat tembaga yang lebih besar pula, hal inilah yang membedakan kemampuan masing-masing kabel dalam melakukan transfer data. PT.BGR memanfaatkan kedua jenis kabel ini pada jaringan Local Area Network (LAN), dimana untuk kabel UTP dengan cat-5 dipergunakan untuk menghubungkan seluruh komputer client dengan server dan kabel cat-6 Gigabyte dipergunakan untuk menghubungkan komputer server dengan server lainnya. Dengan demikian diharapkan alur pertukaran informasi dan data antar server dapat berjalan lebih cepat tanpa hambatanyang berarti. Gambar II.7 UTP cat-5 enhanced Gambar II.8 UTP cat-6 Giga Speed Kabel UTP ( Unshielded Twisted Pair) mempunyai delapan kabel, dalam penyusunaannya mempunyai dua fungsi. Yang pertama digunakan untuk straight dan yang kedua untuk cross link. Sraight digunakan apabila hubungan kabel menggunakan
  19. 19. 23 Hub. Dan untuk kartu jaringan NIC (Network Interface Card) yang di gunakan berbasis PCI card, tetapi dapat juga menggunakan dalam bentuk PCMCIA atau USB. Tabel II.4. Jenis kabel Unshielded Twister Pair Fungsi Straight
  20. 20. 24 Kabel Satu Kabel Dua No Warna Kabel No Warna Kabel 1. Putih Orange 1. Putih Orange 2. Orange 2. Orange 3. Putih Hijau 3. Putih Hijau 4. Biru 4. Biru 5. Putih Biru 5. Putih Biru 6. Hijau 6. Hijau 7. Putih Coklat 7. Putih Coklat 8. Coklat 8. Coklat Tabel II.5. Jenis Kabel Unshielded Twister Pair Fungsi Cross link Kabel Satu Kabel Dua
  21. 21. 25 No Warna Kabel No Warna kabel 1. Putih Orange 1. Putih Hijau 2 Orange 2. Hijau 3. Putih Hijau 3. Putih Orange 4. Biru 4. Biru 5. Putih Biru 5. Putih Biru 6. Hijau 6. Orange 7. Putih Coklat 7. Putih Coklat 8. Coklat 8. Coklat 2.2.6. Koneksi Ke Internet PT. BGR memanfaatkan koneksi ke Internet melalui PT. Telkom dengan berlangganan Dedicated Line ADSL dengan kecepatan akses 512 Kbps. Melalui sebuah
  22. 22. 26 modem ADSL ZyXel Prestige 650R-31 yang dihubungkan ke switch sentral, maka modem tersebut berfungsi sebagai gateway dengan IP Public 222.124.xx.xx dan sekaligus sebagai router yang akan mengatur dan mendistribusikan segala permintaan koneksi seluruh komputer client. Dengan sistem tersebut maka seluruh komputer yang ada di Kantor Pusat dapat memanfaatkan koneksi ke internet dengan cepat dan tanpa batas. Untuk lebih jelasnya, maka diagram dibawah ini dapat memberikan gambaran tentang hubungan komputer client ke Internet melalui sebuah modem ADSL dalam PT. BGR kantor pusat Jakarta. Gambar II.9 Diagram koneksi ke Internet menggunakan ADSL Modem Dan berikut adalah tampilan konfigurasi pada modem ADSL ZyXEL Prestige 650R-31 :
  23. 23. 27 Gambar II.10. Tampilan Konfigurasi Modem ZyXel 650R-31 2.3.Spesifikasi Perangkat Keras (hardware) 2.3.1. Server Untuk menopang kegiatan operasionalnya PT. BGR Kantor Pusat memanfaatkan enam unit server yang memiliki fungsi yang berbeda-beda. Dari keenam unit server tersebut tiga unit merupakan pengadaan baru dengan Cassing Rack dan ketiga sisanya memanfaatkan server lama dengan casing tower serta sedikit penyesuaian terhadap Sistem operasi dan konfigurasinya. Keenam server tersebut terletak pada lantai 3 dan ditempatkan pada ruang Bidang Perencanaan dan Pengembangan (P2) dalam sebuah lemari server 5U Rackmount Chasis Enlight 8950R yang telindung dengan baik. Sebuah ruangan berukuran 2 x 2 meter telah dipersiapkan sebagai ruang server yang cukup terisolasi
  24. 24. 28 (tidak setiap orang diperbolehkan masuk keruang server jika tidak memiliki kepentingan) dilengkapi dengan pendingin suhu ruangan yang cukup (18o C) selama 24 jam nonstop. Gambar II.11 Server dengan Cassing Rack dan Cassing tower Gambar II.12 Ruang Server dengan 5U Rackmount Chasis Enlight 8950R Untuk keperluan operasional dan memonitor aktivitas keenam unit server tersebut maka diperlukan sebuah alat yang berfungsi sebagai tampilan atau monitor yang mampu menginformasikan aktivitas masing-masing server. Peralatan tersebut
  25. 25. 29 terdiri dari sebuah layar monitor 15 inci dengan penghubung sebuah KVM Switch yang dapat memilih dan menampilkan aktivitas sebuah server secara bergantian. Gambar II.13 KVM Switch Gambar II.14 Monitor Pengendali Server Pada dasarnya fungsi dari sebuah server adalah mengatur, mengontrol dan mengendalikan komputer client yang terhubung kedalam jaringan LAN. Server memberikan hak-hak kepada client untuk dapat bergabung kedalam jaringan atau dapat pula memutuskan hubungan dari jaringan. Semua fungsi tersebut dikerjakan oleh Domain Controller (DC), dimana dalam hal ini berfungsi sebagai pengatur seluruh operasional komputer yang ada pada jaringan LAN. Pada komputer server juga terdapat
  26. 26. 30 security system yang berfungsi sebagai pengamanan jaringan agar para pengguna komputer tidak dapat mengacak-acak data yang tersimpan pada server. Untuk menjaga hal-hal yang tidak dingiinkan maka komputer server juga dilengkapi dengan system backup data dimana secara periodik server akan melakukan backup data-data serta konfigurasi dari Domain Controller sehingga terhindar dari kemungkinan kerusakan secara total. Seluruh data backup dari Domain Controller disimpan didalam sebuah hard disk yang ditempatkan pada Mail Server yang sekaligus berfungsi sebagai Backup Domain Controller (BDC). Sebagaimana telah diuraikan diatas bahwa masing-masing server memiliki spesifikasi dan fungsi yang berbeda-beda, namun secara garis besar dapat digambarkan sebagai berikut : 1. Primary Domain Controller (PDC) dengan kode BGR-DC01. Spesifikasi Server DC-01 : a. Processor : Intel Pentium 4 2.8C Ghz, b. Memory: Corsair DDR 1 GB c. Hard disk : 2 x Seagate Barracuda 80 GB 7200 rpm d. NIC : 3 Com 3C1670800 Server ini berfungsi menyimpan seluruh database penting yang berkaitan dengan user account termasuk didalamnya terdapat data tentang security, policy serta informasi-informasi lain seperti yang biasa digunakan dalam Exchange, ISA dan sebagainya. Server ini dapat dikatakan sebagai Server utama yang mengendalikan seluruh operasional dan melayani seluruh komputer client. 2. Database Server dengan kode BGR-Data01.
  27. 27. 31 Spesifikasi Server BGR-Data01 : a. Processor : Intel Pentium 4 2.8 Ghz, b. Memory : Corsair DDR 1 GB c. Hard disk : 2 x Seagate Barracuda 80 GB 7200 rpm d. NIC : 3 Com 3C1670800 Server ini menyimpan database SQL Server yang melayani beberapa aplikasi untuk operasional perusahaan pada Bidang Keuangan, Akuntansi, SDM dan Bidang Umum, seperti : a. Data Keuangan dan Akuntansi (General Ledger, Program Piutang Perusahaan) b. Data bidang SDM, Absensi dan Penggajian (Payroll). c. Data bidang Umum (Inventaris Perusahaan). 3. Mail Server dengan kode BGR-Mail01. Spesifikasi Server BGR-Mail01 : a. Processor : Intel Xeon 2.4 Ghz, b. Memory : Corsair DDR 1 GB c. Hard disk : 2 x Seagate Barracuda 80 GB 7200 rpm d. NIC : 3 Com 3C1670800 Server ini juga berfungsi untuk menyimpan dan melayani data-data e-mail perusahaan dengan memanfaatkan aplikasi Microsoft Exchange Server 2003. Sebagai BDC, server ini juga menyimpan seluruh data-data yang terdapat pada Primary Domain Controller (PDC). 4. Antivirus Server dan Proxy Server dengan kode BGR-Proxy01. Spesifikasi Server BGR-Proxy01 :
  28. 28. 32 a. Processor : Intel Pentium 4 2.8 Ghz, b. Memory : Corsair DDR 512 MB c. Hard disk : Seagate Barracuda 20 GB 7200 rpm d. NIC : 3 Com 3C1670800 Server ini melayani dan menyimpan Program Antivirus yang juga berfungsi sebagai firewall. Selain itu server ini juga berfungsi sebagai Proxy Server yaitu Gateway cadangan jika koneksi utama ke internet yang selama ini dilakukan melalui Modem ADSL mengalami gangguan. 5. File & RAS Server dengan kode BGR-File01 Spesifikasi Server BGR-File01 : a. Processor : Intel Pentium 4 2.8 Ghz, b. Memory : Corsair DDR 512 MB c. Hard disk : 2 x Seagate Barracuda 40 GB 7200 rpm d. NIC : 3 Com 3C1670800 Server ini menyimpan data-data, file dan dokumen seluruh pengguna (client) baik perorangan (My Document), maupun group sesuai dengan bidang masing-masing. Data-data tersebut dapat berupa aplikasi Microsoft Word, Microsoft Excel, Microsoft Power Point, Corel Draw, maupun data-data lain seperti foto dan gambar-gambar perusahaan. 2.3.2. Personal Computer (PC) Client PT. BGR Pusat memiliki sebanyak 30 unit Personal Computer (PC) yang berfungsi sebagai workstation (client). Komputer-komputer tersebut memiliki tipe dan spesifikasi yang berbeda-beda, namun jika dilihat dari spesifikasinya PT.BGR telah
  29. 29. 33 mencoba melakukan standarisasi hardware terutama pada Personal Computer (PC) yaitu dengan mempergunakan hardware pendukung PC (Mainboard, RAM, Sound Card, NIC dan hard disk) yang dapat dikatakan hampir sama dan seragam dari sisi merk, dan hanya seri keluaran yang berbeda tergantung pada tahun produksinya. Menyadari bahwa Personal Computer yang digunakan dalam sebuah jaringan akan sangat menentukan unjuk kerja (Performance) dari jaringan tersebut, maka komputer dengan unjuk kerja tinggi akan mampu mengirim dan mengakses data dalam jaringan dengan cepat dan akurat. Didalam jaringan tipe client-server, komputer yang difungsikan sebagai server mutlak harus memiliki unjuk kerja yang lebih tinggi dibandingkan komputer-komputer lain sebagai workstation, karena server akan bertugas melayani dan menyediakan fasilitas serta mengelola operasional jaringan tersebut. Berikut adalah spesifikasi Personal Computer (PC) yang dimiliki oleh rata-rata komputer client pada PT.BGR Kantor Pusat. Spesifikasi Personal Computer Client 1. Mainboard : Merk Assus Type P4S533, P4VP-MX dan P4 845 GL 2. Processor : Intel Pentium IV 3. Memory : 256 – 512 MB 4. Hard disk : Seagate 40-80 Gb 5. NIC : 3 Com 3C1670800 6. Monitor : Standard monitor 15” 2.3.3. Switch
  30. 30. 34 Switch adalah sebuah alat yang digunakan sebagai jalur transportasi paket data dari satu perangkat ke perangkat lain, terdiri dari beberapa port, dan masing-masing port diisi untuk satu komputer atau satu perangkat, kelebihan dari switch dibandingkan dengan hub adalah lebih smart dan pada beberapa switch terdapat fasilitas untuk mengatur konfigurasi serta memonitor unjuk kerjanya (manageable). Adapun switch yang dipergunakan oleh PT.BGR sebanyak empat unit, empat unit switch 100 mbps 24 port yang diletakkan pada masing-masing lantai. Masing- masing switch dengan merk 24 port 100 mbps unmenegable yang dipergunakan untuk menghubungkan server dan/antar komputer client. Untuk kecepatan transfer data dan menyederhanakan konfigurasi kabel, maka beberapa switch diletakan pada masing- masing lantai dimana terletak komputer client pada lantai yang bersangkutan. Sedangkan sebagai switch sentral yang menghubungkan switch pada masing-masing lantai terletak pada ruang server di lantai 3. Gambar II.15. Switch pada PT.BGR Kantor Pusat Jakarta 2.3.4. Modem ADSL (Asymetric Digital Subscriber Line)
  31. 31. 35 Modem atau modulator de modulator adalah suatu alat yang bekerja mengubah sinyal analog menjadi sinyal digital atau sebaliknya. Tipe dari modem sendiri sangat beragam, namun disini hanya akan dibahas modem yang digunakan pada PT.BGR Kantor Pusat untuk keperluan koneksi ke internet yaitu Modem ADSL. Modem ADSL adalah sebuah modem dengan kecepatan penghantaran data dan suara dengan kecepatan tinggi. Kecepatan dari sebuah modem tergantung dari jarak pelanggan dengan sentral telepon (STO) dimana modem tersebut melakukan hubungan (dial up). Semakin jauh jarak sentral telepon dengan pelanggan maka kecepatan modem juga akan menurun secara signifikan. Gambar II.16. Modem ADSL Zyxel 650R-31 2.4. Spesifikasi Perangkat Lunak (software) 2.4.1. Server Sebagaimana telah diuraikan diatas bahwa masing-masing server memiliki spesifikasi dan fungsi yang berbeda-beda, namun secara garis besar dapat digambarkan sebagai berikut : 1. Primary Domain Controller (PDC) dengan kode BGR-DC01. Software dan aplikasi yang ada pada Server BGR-DC01 antara lain :
  32. 32. 36 a. Sistem operasi : Windows Server 2003 Enterprise Edition b. Software aplikasi : Symantec Security Client 2008 Server ini berfungsi menyimpan seluruh database penting yang berkaitan dengan user account termasuk didalamnya terdapat data tentang security, policy serta informasi-informasi lain seperti yang biasa digunakan dalam Exchange, ISA dan sebagainya. Server ini dapat dikatakan sebagai Server Utama yang mengendalikan seluruh operasional dan melayani seluruh komputer client. 2. Database Server dengan kode BGR-Data01. Software dan aplikasi yang ada pada Server BGR-Data01 antara lain : a. Sistem operasi : Windows Server 2003 Enterprise Edition b. Software aplikasi : SQL Server 7.0, Symantec Security Client 2008, Aplikasi General Ledger, Aplikasi Piutang, Aplikasi Absensi, Aplikasi Penggajian dan SDM dan Aplikasi Inventaris Perusahaan. Server ini menyimpan database SQL Server yang melayani beberapa aplikasi untuk operasional perusahaan pada Bidang Keuangan, Akuntansi, SDM dan Bidang Umum, seperti : a) Data Keuangan dan Akuntansi (General Ledger, Program Piutang Perusahaan) b) Data bidang SDM, Absensi dan Penggajian (Payroll). c) Data bidang Umum (Inventaris Perusahaan).
  33. 33. 37 3. Mail Server dengan kode BGR-Mail01. Software dan aplikasi yang ada pada Server BGR-Mail01 antara lain : a. Sistem operasi : Microsoft Windows Server 2003 b. Software aplikasi : Exchange 2003 Server Enterprise Edition, Symantec Security Client 2004 Selain berfungsi sebagai Backup Domain Controller (BDC) yang menyimpan seluruh konfigurasi dari Domain Controller, server ini juga berfungsi untuk menyimpan dan melayani data-data e-mail perusahaan dengan memanfaatkan aplikasi Microsoft Exchange Server 2003. Sebagai BDC server ini juga menyimpan seluruh data-data yang terdapat pada Primary Domain Controller (PDC). 4. Antivirus Server dan Proxy Server dengan kode BGR-Proxy01. Software dan aplikasi yang ada pada Server BGR-Proxy01 antara lain : a. Sistem operasi : Microsoft Windows Server 2003 b. Software aplikasi : Symantec Anti Virus 2008 Enterprise editon for server, Win Route Pro 4.2.5. Server ini melayani dan menyimpan Program Antivirus yang juga berfungsi sebagai firewall. Selain itu server ini juga berfungsi sebagai Proxy Server yaitu Gateway cadangan jika koneksi utama ke internet yang selama ini dilakukan melalui Modem ADSL mengalami gangguan. 5. File Server dengan kode BGR-File01 Software dan aplikasi yang ada pada Server BGR-File01 antara lain : a. Sistem operasi : Microsoft Windows Server 2003
  34. 34. 38 b. Software aplikasi : Symantec Security Client 2008 Server ini menyimpan data-data, file dan dokumen seluruh pengguna (client) baik perorangan (My Document), maupun group sesuai dengan bidang masing-masing. Data-data tersebut dapat berupa aplikasi Microsoft Word, Microsoft Excel, Microsoft Power Point, Corel Draw, maupun data-data lain seperti foto dan gambar-gambar perusahaan. 2.4.2. Personal Computer (PC) Client Personal komputer di PT.BGR Kantor Pusat berjumlah 30 unit dengan spesifikasi perangkat lunak sebagai berikut : 1. Sistem operasi : Microsoft XP profesional 2. Program Paket : Microsoft office 2003 Microsoft Outlook 2003 3. Program utility : Norton anti virus 2008 for client Acrobat Reader Ver 7 Acrobat Distiller Ver 7 Win Zip Transtool Language Yahoo Messenger 4. Program Aplikasi : Aplikasi Keuangan & Akuntansi terpadu SQL 7
  35. 35. 39 Crystal Report. 2.5. Permasalahan Pokok Dari hasil pengamatan dan observasi penulis pada jaringan LAN di PT.BGR Kantor Pusat, terdapat beberapa permasalahan yang timbul yang diakibatkan oleh kekurang sempurnaan sistem jaringan Local Area Network (LAN) . Permasalahan- permasalahan tersebut antara lain seperti terinci di bawah ini. 2.5.1. Sistem Pengkabelan (Cabling) Terdapat beberapa permasalahan yang timbul diakibatkan oleh kekurang sempurnaan sistem pengkabelan antara lain : 1. Belum adanya standarisasi yang lengkap terhadap sistem pengkabelan (cabling) jaringan LAN yang meliput : i a. Identifikasi pada setiap kabel dengan pemasangan label (labelling) pada jaringan LAN. Gambar II.17. Kabel UTP dengan RJ-45 Conector Tanpa Label b. Pemasangan face plate dan modular jack yang belum menyeluruh pada setiap komputer yang ada.
  36. 36. 40 c. Belum adanya standing rack atau mounting rack untuk penempatan switch serta patch panel sebagai terminal dari seluruh sistem pengkabelan jaringan LAN yang ada. d. Belum adanya cable managemet yang berfungsi untuk mengatur kerapihan kabel serta pemasangan cable protector yang belum menyeluruh terutama pada area-area terbuka untuk melindungi keamanan kabel dari kerusakan yang diakibatkan oleh gigitan binatang pengerat (tikus) ataupun gangguan-gangguan lain yang diakibatkan oleh faktor kesalahan manusia (human error) seperti kabel yang rusak akibat sering terinjak dan tersandung sepatu. Gambar II.18 Lintasan Kabel UTP tanpa Protector e. Adanya kegagalan pada beberapa komputer client untuk melakukan koneksi ke Domain Controller dan DHCP Server yang disebabkan oleh ketidak sempurnaan pada proses terminasi connector RJ45 (crimpting). 2.5.2. E-mail
  37. 37. 41 E-mail berfungsi sebagai alat komunikasi dalam pengiriman dan penerimaan data, namun faktor kecepatan akses dan kemudahan dalam pengoperasian menjadi sebuah tuntutan yang kadang belum dapat terpenuhi. Beberapa permasalahan yang timbul berkaitan dengan sistem pengoperasian e-mail antara lain : 1. Belum berfungsinya fasilitas POP3 menyebabkan akses e-mail dari luar kantor pusat menjadi sangat lambat, hal ini disebabkan karena e-mail harus diakses melalui webmail secara online dengan menggunakan fasilitas OWA (Outlook Web Acces) yang disediakan oleh Microsoft Exchange Server 2003. Gambar II.19 Tampilan e-mail menggunakan Outlook Web Acces (OWA) 2. Kapasitas dan daya tampung mailbox pada mail server terus berkurang akibat tidak adanya fasilitas POP3 yang berfungsi untuk memindahkan e-mail dari mailbox pada mail server ke komputer client (download). Selain itu adanya fasilitas automatic deleting pada periode 60 hari dirasa belum efektif karena dalam kurun waktu tersebut kapasitas e-mail yang tertampung sudah cukup banyak.
  38. 38. 42 3. Adanya Spam dan pop up yang tidak terkendali memungkinkan untuk disusupi/ditumpangi virus pada attachment file e-mail, bila hal tersebut tidak ditangani secara hati-hati maka besar kemungkinan akan dapat menyebabkan gangguan dan permasalahan pada komputer client 2.5.3. Koneksi Internet Koneksi internet menggunakan Telkom Link ADSL dengan kecepatan 512 kbps melalui ISP PT. Telkom memiliki ketergantungan yang sangat besar pada Internet Service Provider (ISP). Hal ini akan menjadi masalah jika terjadi gangguan koneksi yang diakibatkan oleh sistem pada provider, maka seluruh client yang terhubung pada jaringan LAN akan mengalami gangguan koneksi dan tidak dapat melakukan akses ke internet. 2.5.4. Web Server Website merupakan sebuah pintu gerbang dan penghubung bagi perusahaan dengan dunia luar. Keberadaan website yang interaktif dan selalu menampilkan data yang up to date secara otomatis akan mengangkat citra perusahaan dimata publik, begitu juga sebaliknya jika sebuah website terlihat statis dengan data-data serta informasi yang terdapat didalamnya selalu tetap dan tidak pernah berubah, maka akan memberikan kesan perusahaan tidak terurus dengan baik. PT. BGR memiliki sebuah website dengan alamat http://www.bgrindonesia.com. Pada awalnya website tersebut direncanakan akan menjadi sarana komunikasi antar cabang dengan kantor pusat, namun sebagaimana telah dikemukakan diatas bahwa website tersebut hingga saat ini masih statis serta data-
  39. 39. 43 datanya tidak up to date. Beberapa hal yang masih menjadi kendala dalam pengelolaan website perusahaan antara lain : 1. Belum adanya fasilitas web server pada server BGR kantor pusat menyebabkan komunikasi dan penyampaian informasi dari dan ke cabang manjadi lambat dan kurang efektif. 2. Website perusahaan saat ini diletakan pada server (hosting) disebuah perusahaan Web Hosting yang menyebabkan pengelolaan terhadap Web Perusahaan menjadi lambat dan tidak efektif. 3. Kemampuan personil BGR dalam mengelola website masih sangat terbatas meskipun telah dibuatkan sebuah website dengan kemudahan fasilitas dalam pengelolaanya. 2.5.5. Backup Data Server Pemanfaatan Mail Server yang sekaligus difungsikan sebagai backup data server menimbulkan kerawanan apabila terjadi kerusakan pada server yang bersangkutan. Disamping itu hal ini dapat menyebabkan unjuk kerja dari server yang sekaligus berfungsi backup data menjadi tidak maksimal. 2.6. Pemecahan Masalah 2.6.1.Sistem Pengkabelan (Cabling) Permasalahan-permasalahan yang timbul yang diakibatkan oleh kekurang sempurnaan pada sistem pengkabelan diantaranya dapat diatasi dengan melakukan perbaikan dan standarisasi pada sistem pengkabelan antara lain : 1. Perlu dilakukan standarisasi secara menyeluruh pada sistem pengkabelan yang
  40. 40. 44 ada yang meliputi : a. Identifikasi dengan pemasangan label (labelling) pada masing-masing ujung kabel jaringan baik yang berada pada sisi client maupun pada sisi server, sehingga mempermudah pengurutan dan penanganan jika terjadi permasalahan pada infrastruktur jaringan. b. Pemasangan face plate dan modular jack dilakukan secara menyeluruh pada tiap-tiap end point kabel jaringan menuju komputer baik untuk server maupun client. Gambar II.20 Face plate dan modular jack c. Perlu sebuah standing rack atau mounting rack untuk menempatkan switch atau hub dan peralatan lain seperti modem, KVM Switch dan lain-lain serta sebuah
  41. 41. 45 patch panel yang berfungsi sebagai terminal dari seluruh sistem pengkabelan jaringan LAN Gambar 2.21 Patch panel pada standing rack d. Diperlukan sebuah cable management yang berfungsi untuk mengatur dan merapihkan kabel-kabel jaringan sehingga mudah untuk melakukan penanganan jika terjadi permasalahan-permasa-lahan yang diakibatkan oleh sistem pengkabelan. Gambar II.22 Cable management pada sebuah rackmount Cable protector perlu dipasang secara menyeluruh terutama pada setiap perlintasan kabel pada area terbuka, sehingga aman dari gangguan-gangguan yang diakibatkan oleh gigitan binatang serangga maupun kerusakan-kerusakan lain yang diakibatkan oleh human error misalnya terinjak atau tersandung sepatu.
  42. 42. 46 Gambar II.23 Cable Protector pada area terbuka e. Dilakukan terminasi ulang pada ujung-ujung konektor RJ45 dengan menggunakan crimpting tool, dan dilakukan pengecekan hasilnya dengan secara akurat menggunakan sebuah alat fluke meter. Gambar II.24. Proses terminasi ulang (recrimpting) pada RJ45 connector 2.6.2. E-mail.
  43. 43. 47 Untuk mengatasi permasalahan-permasalahan yang timbul sebagaimana telah disebutkan diatas akibat kekurang sempurnaan sistem e-mail perusahaan, maka perlu dilakukan langkah-langkah sebagai berikut : 1. Mengaktifkan fasilitas POP3 pada Microsoft Exchange Server 2003 agar masing- masing client dapat melakukan download e-mail dari mail server ke dalam PC client, sehingga proses pembacaan dan pengaksesan e-mail dapat dilakukan secara off line. 2. Dengan diaktifkannya POP3 pada Microsoft Exchange Server, maka kapasitas mailbox pada mail server menjadi lebih besar dan lebih efektif dikarenakan data pada mailbox mail server selalu di download dan dipindahkan ke komputer masing- masing client. Gambar II.25 Tampilan e-mail menggunakan fasilitas POP3
  44. 44. 48 3. Untuk mengatasi pop up dan spam perlu dilakukan sosialisasi pada setiap user agar selalu menghapus serta tidak membuka terhadap e-mail yang tidak jelas sumber pengirimannya. 2.6.3. Koneksi Internet Untuk menjaga agar kelangsungan koneksi ke internet tetap dapat berlangsung meskipun terjadi gangguan pada provider ADSL PT.Telkom, maka perlu dibuatkan proxy server sebagai alternatif koneksi dengan menggunakan dial-up connection ke ISP yang lain. Gambar II.26 Koneksi internet menggunakan dial up 2.6.4. Web Server
  45. 45. 49 Untuk mengatasi permasalahan-permasalahan yang menyangkut tentang optimalisasi website, maka perlu dilakukan langkah-langkah sebagai berikut : 1. Perlu dibuatkan Web Server dengan mengaktifkan fasilitas IIS (Internet Information Services) sehingga seluruh informasi yang diperuntukkan bagi seluruh cabang cukup diletakkan dalam sebuah website pada web server di kantor pusat dan cabang dapat mengaksesnya melalui sebuah alamat website. 2. Dengan diaktifkannya Web Server maka posisi website perusahaan dapat diletakkan pada web server dikantor pusat dan tidak perlu lagi di hosting ditempat lain, dengan demikian pengelolaan website perusahaan menjadi lebih efektif serta dapat berjalan secara terus menerus. Gambar II.27 Tampilan Website PT.Bhanda Ghara Reksa 2.6.5. Backup Data Server
  46. 46. 50 Untuk menjaga kemungkinan terjadi gangguan atau kerusakan pada mail server yang sekaligus berfungsi sebagai backup server, maka perlu difikirkan untuk dibuatkan sebuah backup server secara tersendiri (khusus) yang terpisah dari mail server, sehingga fungsi dari backup server dan mail server dapat berjalan lebih maksimal. Network Printer PC Client 192.168.1.14 192.168.1.27 – 192.168.1.32 ` ` SWITCH 100Mbps 192.168.1.2 2.6.6. Skema Jaringan Usulan Lantai 4 INTERNET Cisco Router (DHCP) SWITCH 100Mbps 192.168.1.1 192.168.1.11 SD 192.168.1.10 GIGABIT SWITCH 8 Port Antivirus Proxy Backup File & Print Server Server EMAIL & WEB Database DC/DNS/WINS Server Server Server 192.168.1.5 192.168.1.12 Server 192.168.1.9 192.168.1.8 192.168.1.7 IP 192.168.1.6 Network Printer 192.168.1.13 PC Client ` 192.168.1.33 – 192.168.1.38 ` Lantai 3 SWITCH 100Mbps 192.168.1.3 PC Client ` ` 192.168.1.53 – 192.168.1.38 Network Printer 192.168.1.15 Lantai 2 SWITCH 100Mbps 192.168.1.4 PC Client ` ` 192.168.1.39 – 192.168.1.44 Network Printer 192.168.1.16 Lantai 1
  47. 47. 51 Gambar II.8 Rangkaian Jaringan LAN PT. BGR Kantor Pusat 2.6.7. Analisa Biaya Setelah jaringan dirancang, penulis memberikan analisa biaya sebagai berikut : 1. Penyediaan Perangkat Jaringan Tabel II.6 Analisa biaya perangkat jaringan Hardware Tipe Perkiraan Harga Router Cisco Catalyst 851W-G-A-K9 Rp. 4.603.275,- Switch Gigabit Cisco Catalyst WS-C3560G-48TS-S Rp. 44.233.875,- UTP Kabel AMP Cat 6 @ Rp. 900.000,- x 5 Roll Rp. 5.400.000,- UTP Kabel AMP Cat 5e @ Rp. 600.000,- x 3 Roll Rp. 1.800.000,- Total Biaya perangkat jaringan dan jetdirect Rp. 56.037.150,- 2. Penyediaan Komputer Server dan Printer Tabel II.7 Analisa biaya pengadaan komputer server dan printer Hardware Tipe Perkiraan Harga
  48. 48. 52 ASUS P5RD1VM (ATI X200+PCI- MainBoard EX) Rp. 1.000.000,- PIV LGA 775, 3.0E GHz cache 1 Prosessor MB Rp. 2.155.000,- Memory DDRAM 1 GB PC-3200 VGEN Rp. 500.000,- Rp. 1.245.000,- Seagate CC3200822A Barracuda 200GB, 7200rpm, Serial ATA 150, Hard disk 8 MB Cache Gecube X1300 256MB Hyper Rp. 800.000,- Video Graphic Card memory To 512MB Pci Express External JetDirect for HP J7988G Jetdirect en1700 @ Network Printer Rp 2.075.625,- x 2 Pcs Rp. 4.151.250,- Network Color Printer Fuji Xerox Phaser 7760GX Rp. 75.635.775,- Network Mono Printer HP Laser Jet 4250 DTN Rp. 22.831.875,- Ms Windows 2003 Server standard Server Operating System R2 w/SP2 32Bit Rp. 9.234.225,- Total Biaya Penyediaan Komputer Server dan Printer Rp. 117.553.125,- Dengan memperhatikan perincian biaya yang penulis usulkan diatas pada penambahan–penambahan piranti tersebut maka diperlukan biaya atau dana kurang lebih Rp. 173.590.275,- penulis mengusulkan rincian biaya ini dengan harapan dapat mengatasi permasalahan pada PT. Bhanda Ghara Reksa (BGR) Jakarta dimana tempat penulis melakukan riset.

×