Sistem sosial budaya indonesia
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×
 

Sistem sosial budaya indonesia

on

  • 10,139 views

 

Statistics

Views

Total Views
10,139
Views on SlideShare
10,138
Embed Views
1

Actions

Likes
0
Downloads
134
Comments
0

1 Embed 1

http://idebphimaks.blogspot.com 1

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft PowerPoint

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

Sistem sosial budaya indonesia Sistem sosial budaya indonesia Presentation Transcript

  • ILMU KESEJAHTERAAN SOSIAL FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS PADJADJARAN SISTEM SOSIAL BUDAYA INDONESIA
  • •ASAL KATA SYSTEMA ; KESATUAN KOMPONEN YANG BERHUBUNGAN TERATUR •Suatu kompleksitas dari saling ketergantungan antar bagian-bagian,komponen-komponen, dan proses- proses yang melingkupi aturan-aturan tata hubungan yang dapat dikenali. •Suatu tipe serupa dari saling ketergantungan antar kompleksitas tersebut dengan lingkungan sekitarnya.
  • DEFINISI SISTEM AHLI DEFINISI LUDWIG VON BARTALANFY Sistem merupakan seperangkat unsur yang saling terikat dalam suatu antar relasi diantara unsur-unsur tersebut dengan lingkungan ANATOL RAPOROT Sistem adalah suatu kumpulan kesatuan dan perangkat hubungan satu sama lain. Menurut ANATOL RAPOROT Sistem adalah suatu kumpulan kesatuan dan perangkat hubungan satu sama lain. L. ACKOF Sistem adalah setiap kesatuan secara konseptual atau fisik yang terdiri dari bagian-bagian dalam keadaan saling tergantung satu sama lainnya NANDANG MULYANA Satu kesatuan yang terdiri dari bagian-bagian yang mempunyai fungsi-fungsi tertentu yang digunakan untuk mencapai tujuan.
  • Gambar SISTEM SISTEM HUBUNGAN SALING TERGANTUNG SUB SISTEM
  • 1. HIMPUNAN BAGIAN-BAGIAN 2. BAGIAN-BAGIAN ITU SALING BERKAITAN 3. SETIAP BAGIAN BEKERJA SECARA MANDIRI DAN BERSAMA DAN SALING MENDUKUNG 4. DITUJUKAN UNTUK MENCAPAI TUJUAN BERSAMA (SISTEM) 5. TERJADI DILINGKUNGAN YANG KOMPLEKS
  • DEFINISI SOSIAL SEGALA SESUATU YANG BERHUBUNGAN DENGAN SISTEM HIDUP BERSAMA (BERMASYARAKAT) DARI ORANG ATAU KELOMPOK ORANG YANG DIDALAMNYA ADA STRUKTUR SESUATU YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEGIATAN BERSAMA ANTAR MANUSIA
  • CARA ATAU SIKAP HIDUP MANUSIA DALAM HUBUNGANNYA SECARA TIMBAL BALIK DENGAN ALAM DAN LINGKUNGAN HIDUPNYA YANG DIDALAMNYA SUDAH TERCAKUP HASIL CIPTA, RASA, KARYA BAIK FISIK MAUPUN PSIKOLOGIS, IDEAL DAN SPIRITUAL SEMUA HASIL CIPTA , RASA, DAN KARSA MANUSIA YANG DIHASILKAN DARI INTERAKSI ANTAR MANUSIA MAUPUN DENGAN LINGKUNGAN SEKITARNYA
  • DEFINISI MASYARAKAT SEBAGAI SISTEM SOSIAL BUDAYA AHLI DEFINISI MAC IVER DAN PAGE SISTEM KEBIASAAN DAN TATA CARA, WEWENANG DAN KERJA SAMA KELOMPOK, PENGAWASAN TINGKAH LAKU DAN KEBEBASAN RALPH LINTON KELOMPOK MANUSIA YANG HIDUP DAN BEKERJA SAMA CUKUP LAMA SEHINGGA MEREKA MENGATUR DIRI DAN MENGANGGAP MEREKA KESATUAN SOSIAL DENGAN BATAS YANG JELAS SELO SEOMARDJAN ORANG-ORANG YANG HIDUP BERSAMA YANG MENGHASILKAN BUDAYA NANDANG MULYANA SEKELOMPOK ORANG YANG BERINTERAKSI CUKUP LAMA SERTA MEMPUNYAI NORMA YANG MENGATUR HUBUNGAN DIANTARA PARA ANGGOTANYA
  • SYARAT SISTEM SOSIAL (ALVIN BERTRAND) DUA ORANG/ LEBIH INTERAK SI TUJUAN YANG DICAPAI STRUKTUR SIMBOL HARAPAN JADI PEDOMAN
  • KARAKTERISTIK SISTEM SOSIAL TALCOTT PARSONS1. DUA ORANG ATAU LEBIH SALING MEMPENGARUHI 2. SETIAP TINDAKAN MEMPERHITUNGKAN TINDAKAN ORANG LAIN 3. KADANG BERTINDAK BERSAMA UNTUK MENCAPAI TUJUAN BERSAMA
  • EKOLOGI DEMOGRAFI KEBUDAYAANKEPRIBADIAN WAKTU
  • TERBUKA TERTUTUP SIFAT SISTEM SOSIAL
  • 1. KOMUNIKASI 2. MEMELIHARA TAPAL BATAS 3. PENJALINAN SISTEM 4. SOSIALISASI 5. PENGAWASAN SOSIAL 6. PELEMBAGAAN 7. PERUBAHAN SOSIAL
  • DUA PENDEKATAN TEORITIS DALAM MELIHAT SISTEM SOSIAL DAN BUDAYA: STRUKTURAL FUNGSIONAL KONFLIK DIALEKTIKA
  • ISTILAH LAIN •INTEGRATION APPROACH •ORDER APPROACH •EQUILIBRIUM APPROACH •STRUCTURAL FUNGTIONAL APPROACH TOKOH-TOKOH • PLATO • AUGUSTE COMTE • HERBERT SPENCER • EMILE DURKHEIM • BRANISLAW MALINOWSKI • REDCLIFFE BROWN • TALCOT PARSON
  • Asumsi Dasar: MASYARAKAT TERINTEGRASI DIDASARKAN ATAS KESEPAKATAN PARA ANGGOTANYA TERHADAP NILAI DASAR KEMASYARAKATAN YANG DIJADIKAN ANUTAN DALAM KEHIDUPAN BERMASYARAKAT PENDEKATAN TEORI STRUKTURAL FUNGSIONAL
  • KESEPAKATAN MASYARAKAT DIJADIKAN GENERAL AGREEMENTS yang memiliki kemampuan untuk mengatasi PERBEDAAN-PERBEDAAN (PENDAPAT dan KEPENTINGAN) dari para anggotanya jadi MASYARAKAT SEBAGAI SUATU SISTEM YANG SECARA FUNGSIONAL TERINTEGRASI KEDALAM SUATU BENTUK EQUILIBRIUM PENDEKATAN TEORI STRUKTURAL FUNGSIONAL
  • ANGGAPAN DASAR  MASYARAKAT SEBAGAI SISTEM YANG TERDIRI DARI SUMSISTEM YANG BERHUBUNGAN  HUBUNGAN BERSIFAT GANDA DAN TIMBAL BALIK (SALING MEMPENGARUHI)  Secara FUNDAMENTAL, SISTEM SOSIAL BERGERAK KEARAH EQUILIBRIUM dan bersifat DINAMIS  DISFUNGSI/KETEGANGAN SOSIAL/ PENYIMPANGAN DENGAN SENDIRINYA TERATASI melalui PENYESUAIAN dan proses INSTITUSIONALISASI PENDEKATAN TEORI STRUKTURAL FUNGSIONAL
  •  PERUBAHAN SISTEM SOSIAL bersifat GRADUAL melalui PENYESUAIAN. Bukan bersifat REVOLUSIONER  PERUBAHAN terjadi melalui 3 macam kemungkinan: 1. PENYESUAIAN SISTEM SOSIAL terhadap PERUBAHAN DARI LUAR (extra systemic change) 2. PERTUMBUHAN melalui PROSES DIFFERENSIASI STRUKTURAL DAN FUNGSIONAL 3. PENEMUAN BARU oleh ANGGOTA MASYARAKAT  Faktor terpenting dalam INTEGRASI adalah KONSENSUS PENDEKATAN TEORI STRUKTURAL FUNGSIONAL
  • KRITIK TITIK TEKAN PADA PERANAN UNSUR- UNSUR NORMATIF dari TINGKAH LAKU SOSIAL (pengaturan secara NORMATIF terhadap HASRAT seseorang untuk menjamin STABILITAS SOSIAL) (David Lockwood) PENDEKATAN TEORI STRUKTURAL FUNGSIONAL
  • Menurut David Lockwood Terdapat SUB STRATUM yang berupa DISPOSISI-DISPOSISI yang mengakibatkan timbulnya PERBEDAAN LIFE CHANCES (kesempatan hidup) dan KEPENTINGAN- KEPENTINGAN YANG TIDAK NORMATIF DALAM SETIAP SITUASI SOSIAL terdapat 2 hal yaitu: TATA TERTIB yang bersifat NORMATIF SUB STRATUM yang melahirkan KONFLIK PENDEKATAN TEORI STRUKTURAL FUNGSIONAL
  • GAMBARAN SITUASI SOSIAL MENURUT DAVID LOCKWOD SUB STRATUM TATA TERTIB PENDEKATAN TEORI STRUKTURAL FUNGSIONAL
  • KENYATAAN YANG DIABAIKAN DALAM PENDEKATAN STRUKTURAL FUNGSIONAL 1. Setiap STRUKTUR SOSIAL mengandung KONFLIK dan KONTRADIKSI yang bersifat internal dan menjadi PENYEBAB PERUBAHAN 2. REAKSI suatu SISTEM SOSIAL terhadap PERUBAHAN yang datang dari luar (extra systemic change) tidak selalu bersifat Adjustive/tampak 3. Suatu SISTEM SOSIAL dalam waktu yang panjang dapat mengalami KONFLIK SOSIAL yang bersifat VISIOUS CIRCLE 4. Perubahan-perubahan sosial tidak selalu terjadi secara GRADUAL melalui penyesuaian, tetapi juga dapat terjadi secara REVOLUSIONER PENDEKATAN TEORI STRUKTURAL FUNGSIONAL
  • PERUBAHAN SOSIAL TERJADI AKIBAT KONFLIK DAN UNTUK MENGATASINYA DIPERLUKAN KOMPROMI DIANTARA YANG BERKONFLIK. AKIBAT KOMPROMI MENGHASILKAN KONDISI YANG BERBEDA DENGAN KONDISI AWAL Tokoh: DAHRENDORF
  • 1. PERUBAHAN SOSIAL ADALAH HAL YANG MELEKAT PADA SISTEM SOSIAL 2. KONFLIK MERUPAKAN GEJALA YANG MELEKAT PADA SISTEM SOSIAL 3. SETIAP SUBSISTEM MEMBERIKAN SUMBANGAN BAGI TERJADINYA DISINTERGRASI DAN PERUBAHAN SOSIAL 4. MASYARAKAT TERINTEGRASI ATAS DOMINASI DARI SATU KELOMPOK TERHADAP KELOMPOK LAINNYA
  • UNSUR-UNSUR ATAU SUBSISTEM YANG BERTENTANGAN dalam SUATU SISTEM SOSIAL atau KONTRADIKSI INTERN akibat DARI ADANYA PEMBAGIAN KEWENANGAN/OTORITAS yang TIDAK MERATA ANTAR SUBSISTE,dapat MENYEBABKAN TERJADINYA PERUBAHAN SOSIAL DALAM SISTEM SOSIAL YANG BERSANGKUTAN Contoh: REFORMASI DI INDONESIA
  • KARENA KEPENTINGAN SETIAP SUBSISTEM SUDAH TERWAKILI DENGAN ADANYA MEKANISME TERTENTU, SEHINGGA ADA KOMPROMI-KOMPROMI YANG DIANGGAP MENGUNTUNGKAN BAGI SETIAP SUBSISTEM YANG ADA DALAM SISTEM SOSIAL TERSEBUT
  • KEPENTINGAN-KEPENTINGAN YANG MEWAKILI SUBSISTEM DALAM SISTEM SOSIAL TERWAKILI OLEH ADANYA adanya ASSOSIASI TERKOORDINASI secara IMPERATIV (IMPETARATIVELY COORDINATED ASSOCIATIONS/ICA) DALAM SISTEM SOSIAL MASYARAKAT
  •  Terbentuk atas HUBUNGAN-HUBUNGAN KEKUASAAN antara beberapa KELOMPOK PEMERAN KEKUASAAN YANG ADA DALAM masyarakat  KEKUASAAN menunjukkan adanya faktor “PAKSAAN” oleh suatu kelompok atas kelompok yang lain. Dalam ICA hubungan kekuasaan menjadi TERLEGITIMASI
  •  Dalam ICA terdapat RULING dan RULED (pemeran yang berkuasa dan pemeran yang dikuasai)  yang berkuasa berusaha mempertahankan STATUS QUO, yang dikuasai berusaha mendapatkan STATUS QUO  Terdapat DIKOTOMI antara DOMINATOR dan SUB DOMINATOR (DOMINATED GROUP dengan SUBJUGATED GROUP)
  • KEKUASAAN (POWER) dan OTORITAS (AUTHORITY) merupakan sumber yang langka dan selalu DIPEREBUTKAN dalam sebuah IMPERATIVELY COORDINATED ASSOCIATIONS DIMANA SETIAP ANGGOTA SISTEM SOSIAL AKAN BERUSAHA MENDAPATKAN POWER DAN OTORITAS TERSEBUT
  • DOMINATED SUBJUGATEDSUBJUGATED SUBJUGATED SUBJUGATED SUBJUGATED MENGUASAI DIKUASAI LEGITIMASI
  • DAHRENDORF dengan teori KONFLIK berusaha menyempurnakan pendapat KARL MARX mengenai REALITAS SOSIAL
  • 1. SISTEM SOSIAL selalu berada dalam KONFLIK yang terus menerus (CONTINUAL STATE OF CONFLICT) 2. Konflik tercipta karena KEPENTINGAN yang saling BERTENTANGAN dalam struktur sosial 3. Kepentingan yang saling bertentangan merupakan refleksi dari perbedaan dalam DISTRIBUSI KEKUASAAN antar kelompok yang MENDOMINASI dan TERDOMINASI 4. Kepentingan cenderung mempolarisasi kedalam dua kelompok kepentingan
  • 5. Konflik bersifat DIALEKTIKA (suatu konflik menciptakan suatu kepentingan yang baru, yang dibawah kondisi tertentu akan menurunkan konflik yang berikutnya) 6. Perubahan sosial adalah ciri/karakter yang selalu berada dimanapun (UBIQUITOUS FEATURE) dalam setiap sistem sosial dan akibat dari konflik. 7. Konflik dapat diatasi oleh kekuasaan yang dihimpun di dalam ICA.  ICA yang dominan dapat meredam konflik
  • Dalam tinjauan KONFLIK DIALEKTIKA, suatu KEPENTINGAN bisa dinegoisasikan antar kelompok dalam ICA jika sudah menjadi KELOMPOK KEPENTINGAN yang bersifat NYATA Sehingga, Bersatunya INDIVIDU yang memiliki KEPENTINGAN yang SAMA dalam sebuah kelompok yang TERORGANISIR menjadi hal yang penting.
  • Kepentingan yang SAMA dari beberapa INDIVIDU, jika tidak DIORGANISASI secara FORMAL kedalam suatu KELOMPOK, merupakan KEPENTINGAN SEMU karena tidak ada yang bisa mewakili/mengatasnamakan pemilik kepentingan
  • 1. KONDISI TEKNIS dari suatu organisasi/ TECHNICAL CONDITIONS OF ORGANIZATIONS (sejumlah orang yang mampu mengorganisasikan dan merumuskan LATENT INTEREST menjadi MANIFEST INTEREST) 2. KONDISI POLITIS dari suatu organisasi/ POLITICAL CONDITIONS OF ORGANIZATION (adanya KEBEBASAN POLITIK untuk berorganisasi yang diberikan oleh masyarakat) 3. KONDISI SOSIAL bagi suatu organisasi/SOCIAL CONDITIONS OF ORGANIZATIONS (adanya SISTEM KOMUNIKASI yang memungkinkan para anggota dari suatu kelompok semu berkomunikasi satu sama lain dengan mudah)
  • KONDISI TEKNIS KONDISI SOSIAL KONDISI POLITIS KELOMPOK KEPENTINGAN
  • KONFLIK TIDAK BISA DILENYAPKAN, TETAPI HANYA BISA DI KENDALIKAN AGAR KONFLIK LATENT TIDAK MENJADI MANIFEST DALAM BENTUK VIOLENCE/KEKERASAN
  • KONSILIASI (CONCILIATION) MEDIASI (MEDIATION) PERWASITAN (ARBITRATION)
  • TERWUJUD MELALUI LEMBAGA-LEMBAGA TERTENTU YANG MEMUNGKINKAN TUMBUHNYA POLA DISKUSI DAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN DIANTARA FIHAK- FIHAK YANG BERKONFLIK
  •  Bersifat OTONOM dengan WEWENANG untuk MENGAMBIL KEPUTUSAN tanpa CAMPUR TANGAN fihak lain  Kedudukan lembaga tersebut dalam masyarakt bersifat MONOPOLISTIS (hanya lembaga tersebut yang berfungsi demikian)  Peran lembaga harus mampu MENGIKAT KELOMPOK KEPENTINGAN yang BERLAWANAN. Termasuk KEPUTUSAN- KEPUTUSAN yang di HASILKAN  Harus bersifat DEMOKRATIS
  •  Masing-masing kelompok SADAR sedang BERKONFLIK  Kelompok-kelompok yang berkonflik TERORGANISIR secara JELAS  Setiap kelompok yang berkonflik harus PATUH pada RULE OF THE GAMES
  • Fihak yang berkonflik sepakat menunjuk fihak KETIGA untuk memberi “nasehat- nasehat” penyelesaian konflik MENGURANGI IRASIONALITAS KELOMPOK YANG BERKONFLIK
  • Dilakukan/terjadi jika fihak yang bersengketa bersepakat untuk menerima atau “terpaksa” menerima hairnya fihak ketiga yang akan memberikan “keputusan-keputusan” tertentu untuk mengurangi konflik
  • KONFLIK AKAN MENJADI KEKUATAN PENDORONG TERJADINYA PERUBAHAN- PERUBAHAN SOSIAL YANG TERUS BERLANJUT
  •  ADA SEGMENTASI DALAM KELOMPOK- KELOMPOK DENGAN KEBUDAYAAN BERBEDA  STRUKTUR SOSIAL TERBAGI KE DALAM LEMBAGA-LEMBAGA NONKOMPLEMENTER  KURANG ADANYA KONSENSUS  RELATIF SERING KONFLIK
  •  INTEGRASI SOSIAL TERCIPTA ATAS PAKSAAN DAN SALING KETERGANTUNGAN DALAM BIDANG EKONOMI  ADANYA DOMINASI POLITIK DARI SATU KELOMPOK TERHADAP KELOMPOK YANG LAIN
  • MASYARAKAT MAJEMUK TIDAK SAMA DENGAN MASYARAKAT DENGAN UNIT-UNIT KEKERABATAN YANG SEGMENTER MASYARAKAT MAJEMUK TIDAK SAMA DENGAN MASYARAKAT YANG TERDEFERENSIASI ATAU SPESIALISASI TINGGI
  • Adalah: Suatu masyarakat yang terbagi-bagi ke dalam berbagai kelompok berdasarkan garis keturunan tunggal, tetapi memiliki struktur kelembagaan yang bersifat homogen
  • Adalah Suatu masyarakat dengan tingkat differensiasi fungsional yang tinggi dengan banyak lembaga- lembaga kemasyarakatan yang saling komplementer dan saling tergantung
  • SOLIDARITAS MEKANIS DAN SOLIDARITAS ORGANIS sulit di tumbuhkan dalam MASYARAKAT MAJEMUK Karena Pengelompokan yang terjadi bersifat sesaat atas dasar kepentingan praktis
  •  DENGAN MUNCULNYA KONSENSUS PADA SEBAGIAN BESAR ANGGOTA MASYARAKAT TENTANG NILAI KEMASYARAKATAN YANG FUNDAMENTAL  MUNCULNYA BERBAGAI KESATUAN SOSIAL (cross cutting affiliations) SEHINGGA TERJADI LOYALITAS GANDA (cross cutting loyalities)
  • KESATUAN SOSIAL MASYARAKAT TERINTEGRASI
  • TERJADI 2 (dua) TNGKATAN KONFLIK KONFLIK BERSIFAT IDEOLOGIS KONFLIK BERSIFAT POLITIS
  •  KONFLIK YANG TERJADI ANTARA SISTEM NILAI YANG DIANUT OLEH ANGGOTA MASYARAKAT DAN NILAI TERSEBUT DIJADIKAN IDEOLOGI DARI KESATUAN SOSIAL. HAL INI TERJADI JIKA SETIAP KESATUAN SOSIAL MEMPUNYAI NILAI YANG DIJADIKAN IDEOLOGI DAN SALING BERTENTANGAN
  •  KONFLIK YANG TERJADI KARENA ADANYA PERTENTANGAN DALAM PEMBAGIAN STATUS KEKAUSAAN DAN SUMBER-SUMBER EKONOMI YANG TERBATAS ADANYA DI DALAM MASYARAKAT
  • JIKA MASYARAKAT BERADA DALAM SITUASI KONFLIK, MAKA SETIAP ANGGOTA ATAU KESATUAN SOSIAL AKAN BERUSAHA MENGABAIKAN PERBEDAAN GUNA MEMPERKOKOH SOLIDARITAS ANGGOTA, MEMBENTUK ORGANISASI KEMASYARAKATAN untuk KESEJAHTERAAN dan PERTAHANAN BERSAMA
  •  SEBAGIAN BESAR ANGGOTA MASYARAKAT BERSEPAKAT TENTANG BATAS-BATAS TERITORIAL DARI NEGARA SEBAGAI SUATU KEHIDUPAN POLITIK  SEBAGIAN BESAR ANGGOTA MASYARAKAT BERSEPAKAT MENGENAI STRUKTUR PEMERINTAHAN DAN ATURAN-ATURAN DALAM PROSES POLITIK YANG BERLAKU BAGI SELURUH MASYARAKAT (William Liddle)
  • STRUKTUR MAJEMUK MASYARAKAT INDONESIA
  • KARAKTERISTIK MASYARAKAT INDONESIA  MASYARAKAT INDONESIA SANGAT HETEROGEN BAIK SECARA VERTIKAL MAUPUN HORIZONTAL  MASYARAKAT INDONESIA MEMILIKI SUSUNAN DENGAN CIRI PLURALITAS YANG SANGAT TINGGI  AKIBATNYA MASYARAKAT INDONESIA SANGAT RAWAN TERJADI KONFLIK  DENGAN DEMIKIAN MASYARAKAT INDONESIA DIKATEGORIKAN SEBAGAI MASYARAKAT MAJEMUK
  •  MASYARAKAT MAJEMUK (PLURAL SOCIETIES) YANG TERDIRI ATAS DUA ATAU LEBIH ELEMEN YANG HIDUP SENDIRI-SENDIRI TANPA ADA PEMBARUAN SATU SAMA LAIN DALAM KESATUAN POLITIK (Furnival)  TIDAK ADA PERMINTAAN SOSIAL YANG DIHAYATI ANGGOTA MASYARAKAT YANG MENYEBABKAN MUNCULNYA KARAKTERISTIK PEREKONOMIAN YANG KHAS/BERBEDA
  •  SETIAP ANGGOTA MASYARAKAT KURANG MEMILIKI LOYALITAS TERHADAP MASYARAKAT SEBAGAI SUATU SISTEM  MASYARAKAT SECARA KESELURUHAN KURANG MEMILIKI HOMOGENITAS KEBUDAYAAN  ANGGOTA MASYARAKAT KURANG MEMILIKI DASAR-DASAR UNTUK SALING MEMAHAMI SATU SAMA LAIN
  •  MAJEMUK secara HORIZONTAL  MAJEMUK secara VERTIKAL
  •  MASYARAKAT MAJEMUK INDONESIA DAPAT DIAMATI DENGAN DUA PENDEKATAN YAITU KONFLIK DIALEKTIKA dan STRUKTURAL FUNGSIONAL.  KONFLIK DAN KONSENSUS MERUPAKAN GEJALA YANG SELALU ADA DALAM MASYARAKAT MAJEMUK INDONESIA
  •  STATUS ADALAH KEDUDUKAN DALAM STRUKTUR SOSIAL YANG MENEMPATKAN INDIVIDU DALAM SISTEM SOSIAL (MASYARAKAT) ASPEK STATIS  PERANAN ADALAH POLA PERILAKU YANG DIHARAPKAN DARI INDIVIDU SESUAI DENGAN STATUS YANG DISANDANGNYA ASPEK DINAMIS
  • DENGAN DEMIKIAN DALAM SUATU SISTEM SOSIAL, INDIVIDU AKAN MENDUDUKI POSISI TERTENTU (STATUS) DAN JUGA HARUS BERTINDAK (PERAN) SESUAI DENGAN STATUS YANG DISANDANGNYA YANG DIATUR DALAM NORMA ATAUA ATURAN YANG TELAH DISEPAKATI BERSAMA AKIBATNYA MUNCUL DIFERENSIASI SOSIAL DALAM MASYARAKAT
  •  MUNCUL KARENA ADANYA PERBEDAAN DALAM MASYARAKATSEPERTI PERBEDAAN AGAMA, RAS, ETNIS, CLAN, PEKERJAAN, BUDAYA, J ENIS KELAMIN DAN LAIN SEBAGAINYA  PERBEDAAN YANG ADA TIDAK DIKLASIFIKASIKAN SECARA BERTINGKAT/VERTIKAL  PERBEDAAN YANG ADA BERSIFAT HORIZONTAL  DIFERENSIASI ADALAH KLASIFIKASI TERHADAP PERBEDAAN YANG BIASANYA SAMA (HORISONTAL)
  •  Ciri Fisik. Misalnya : warna kulit, bentuk mata, rambut, hidung, muka, dsb.  Ciri Sosial. karena perbedaan cara pandang dan pola perilaku dalam masyarakat contohnya : pola perilaku seorang perawat akan berbeda dengan seorang karyawan kantor.  Ciri Budaya, berhubungan dengan pandangan hidup, nilai, dan norma, misal religi, sistem kekeluargaan, ketangguhan (etos)
  •  Diferensiasi Ras. Ras adalah suatu kelompok manusia yang memiliki ciri-ciri fisik bawan yang sama. Diferensiasi ras berarti pengelompokan masyarakat berdasarkan ciri- ciri fisiknya, bukan budayanya.  Diferensiasi Suku Bangsa (Etnis). Menurut Hassan Shadily MA, suku bangsa atau etnis adalah segolongan rakyat yang masih dianggap mempunyai hubungan biologis. Diferensiasi suku bangsa merupakan penggologan manusia berdasarkan ciri-ciri biologis yang sama, seperti ras.  Namun suku bangsa memiliki ciri-ciri paling mendasar yang lain, yaitu adanya kesamaan budaya. Suku bangsa memiliki kesamaan berikut : - ciri fisik - kesenian - bahasa daerah - adat istiadat
  •  Klen (Clan) sering juga disebut kerabat luas atau keluarga besar. Klen merupakan kesatuan keturunan (genealogis), kesatuan kepercayaan (religiomagis) dan kesatuan adat (tradisi). Klen adalah sistem sosial yang berdasarkan ikatan darah atau keturunan yang sama umumnya terjadi pada masyarakat unilateral baik melalui garis ayah (patrilineal) maupun garis ibu (matrilineal).
  •  Klen atas dasar garis keturunan ayah (patrilineal) antara lain terdapat pada: › Masyarakat Batak (dengan sebutan Marga) › Masyarakat Minahasa (klennya disebut Fam), › Masyarakat Ambon (klennya disebut Fam) › Masyarakat Flores (klennya disebut Fam)  Klen atas dasar garis keturunan ibu (matrilineal) antara lain terdapat pada masyarakat Minangkabau, Klennya disebut suku yang merupakan gabungan dari kampuang-kampuang.
  •  Diferensiasi agama merupakan pengelompokan masyarakat berdasarkan agama/kepercayaannya. Komponen-komponen Agama: ・ Emosi keagamaan, yaitu suatu sikap yang tidak rasional yang mampu menggetarkan jiwa, misalnya sikap takut bercampur percaya. ・ Sistem keyakinan, terwujud dalam bentuk pikiran/gagasan manusia seperti keyakinan akan sifat-sifat Tuhan, wujud alam gaib, kosmologi, masa akhirat, cincin sakti, roh nenek moyang, dewa-dewa, dan sebagainya. ・ Upacara keagamaan, yang berupa bentuk ibadah kepada Tuhan, Dewa- dewa dan Roh Nenek Moyang. ・ Tempat ibadah, seperti Mesjid, Gereja, Pura, Wihara, Kuil, Klenteng. ・ Umat, yakni anggota salah satu agama yang merupakan kesatuan sosial.
  •  Agama dan Masyarakat. Dalam perkembangannya agama mempengaruhi masyarakat dan demikian juga masyarakat mempengaruhi agama atau terjadi interaksi yang dinamis. Di Indonesia, kita mengenal agama Islam, Katolik, Protestan, Budha dan Hindu. Disamping itu berkembang pula agama atau kepercayaan lain, seperti Khong Hu Chu, Aliran Kepercayaan, Kaharingan dan Kepercayaan- kepercayaan asli lainnya.
  •  Diferensiasi profesi merupakan pengelompokan masyarakat yang didasarkan pada jenis pekerjaan atau profesinya.  Profesi biasanya berkaitan dengan suatu ketrampilan khusus. Misalnya profesi dosen memerlukan ketrampilan khusus, seperti : pandai berbicara, suka membimbing, sabar, dsb.  Berdasarkan perbedaan profesi kita mengenal kelompok masyarakat berprofesi seperti guru, dokter, pedagang, buruh, pegawai negeri, tentara, dan sebagainya.  Perbedaan profesi biasanya juga akan berpengaruh pada perilaku sosialnya. Contohnya, perilaku seorang guru akan berbeda dengan seorang dokter ketika keduanya melaksanakan pekerjaannya.
  •  Jenis kelamin merupakan kategori dalam masyarakat yang didasarkan pada perbedaan seks atau jenis kelamin (perbedaan biologis).  Perbedaan biologis ini dapat kita lihat dari struktur organ reproduksi, bentuk tubuh, suara, dan sebagainya.  Atas dasar itu, terdapat kelompok masyarakat laki-laki atau pria dan kelompok perempuan atau wanita.
  •  Jenis kelamin merupakan kategori dalam masyarakat yang didasarkan pada perbedaan seks atau jenis kelamin (perbedaan biologis).  Perbedaan biologis ini dapat kita lihat dari struktur organ reproduksi, bentuk tubuh, suara, dan sebagainya.  Atas dasar itu, terdapat kelompok masyarakat laki-laki atau pria dan kelompok perempuan atau wanita.
  •  Diferensiasi ini merupakan pengelompokan manusia berdasarkan asal daerah atau tempat tinggalnya, desa atau kota.  Terbagi menjadi: - masyarakat desa : kelompok orang yang tinggal di pedesaan atau berasal dari desa; - masyarakat kota : kelompok orang yang tinggal di perkotaan atau berasal dari kota. Perbedaan orang desa dengan orang kota dapat kita temukan dalam hal-hal berikut ini : perilaku,tutur kata, cara berpakaian, cara menghias rumah, dsb.
  •  Demi menampung aspirasi masyarakat untuk turut serta mengatur negara/ berkuasa, maka bermunculan banyak sekali partai.  Diferensiasi partai adalah perbedaan masyarakat dalam kegiatannya mengatur kekuasaan negara, yang berupa kesatuan- kesatuan sosial, seazas, seideologi dan sealiran.