27950610 kesehatan-jiwa

3,941 views
3,884 views

Published on

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
3,941
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
94
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

27950610 kesehatan-jiwa

  1. 1. MAKALAH MODUL KESEHATAN JIWAKESEHATAN JIWA DAN KONSEP DASAR PSIKIATRI KLINIS Oleh : Suharyadi Sasmanto I 111 06 012 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER UNIVERSITAS TANJUNGPURA PONTIANAK 2010
  2. 2. TINJAUAN PUSTAKA Pada saat ini ada kecenderungan penderita dengan gangguan jiwa jumlahnyamengalami peningkatan. Data hasil Survey Kesehatan Rumah Tangga (SK-RT)yang dilakukan Badan Litbang Departemen Kesehatan Republik Indonesia padatahun 1995 menunjukkan, diperkirakan terdapat 264 dari 1000 anggota RumahTangga menderita gangguan kesehatan jiwa. Dalam kurun waktu enam tahunterakhir ini, data tersebut dapat dipastikan meningkat karena krisis ekonomi dangcjolak-gejolak lainnya diseluruh daerah. Bahkan masalah dunia internasional punakan ikut memicu terjadinya peningkatan tersebut. Studi Bank Dunia (World Bank) pada tahun 1995 di beberapa Negaramenunjukkan bahwa hari-hari produktif yang hilang atau Dissabiliiy Adjusted LifeYears (DALYs) sebesar 8,1% dari Global Burden of Disease, disebabkan olehmasalah kesehatan jiwa. Angka ini lebih tinggi dari pada dampak yang disebabkanpenyakit Tuberculosis(7,2%), Kanker(5,8%), Penyakit Jantung (4,4%) maupunMalaria (2,6%). Tingginya masalah tersebut menunjukkan bahwa masalahkesehatan jiwa merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang besardibandingkan dengan masalah kesehatan lainnya yang ada dimasyarakat. Menurut WHO, orang yang sehat jiwa adalah orang yang merasa sehat danbahagia, mampu menghadapi tantangan kehidupan, menerima orang lainsebagaimana adanya, dan memiliki sikap positif terhadap diri sendiri dan oranglain. Dalam kenyataannya, dimasyarakat yang semakin berkembang terutamamasyarakat urban perkotaan, semakin banyak orang yang memilki jiwa yang tidaksehat walaupun belum mencapai taraf gangguan jiwa. Jika dibiarkan dan tidakdiintervensi dengan baik maka jiwa yang tidak sehat akan menimbulkan gangguanjiwa dalam jangka waktu yang signifikan. Menurut Undang-undang Nomor 23 Tahun 1992 yang dimaksud dengan"Kesehatan" adalah: "keadaan sejahtera dari badan, jiwa dan sosial yang
  3. 3. memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomis". Atasdasar definisi Kesehatan tersebut di atas, maka manusia selalu dilihat sebagai satukesatuan yang utuh (holistik) dari unsur "badan" (organobiologik), "jiwa" (psiko-edukatif) dan “sosial” (sosio-kultural), yang tidak dititik beratkan pada “penyakit”tetapi pada kualitas hidup yang terdiri dari "kesejahteraan" dan “produktivitassosial ekonomi”. Dari definisi tersebut juga tersirat bahwa "Kesehatan Jiwa" merupakanbagian yang tidak terpisahkan (integral) dari "Kesehatan" dan unsur utama dalammenunjang terwujudnya kualitas hidup manusia yang utuh. Menurut Undang-undang No 3 Tahun 1966 yang dimaksud dengan"Kesehatan Jiwa" adalah keadaan jiwa yang sehat menurut ilmu kedokteransebagai unsur kesehatan, yang dalam penjelasannya disebutkan sebagai berikut:"Kesehatan Jiwa adalah suatu kondisi yang memungkinkan perkembangan fisik,intelektual dan emosional yang optimal dari seseorang dan perkembangan ituberjalan selaras dengan keadaan orang lain". Makna kesehatan jiwa mempunyaisifat-sifat yang harmonis (serasi) dan memperhatikan semua segi-segi dalamkehidupan manusia dan dalam hubungannya dengan manusia lain. Jadi dapatdisimpulkan bahwa kesehatan jiwa adalah bagian integral dari kesehatan danmerupakan kondisi yang memungkinkan perkembangan fisik, mental dan sosialindividu secara optimal, dan yang selaras dengan perkembangan orang lain.(Brehm, 1989) Pada Undang-Undang nomor 3/1966 tentang Kesehatan Jiwa Bab IIPemeliharaan kesehatan jiwa, pasal 3 memberitahukan tentang usaha-usahapemerintah, Departemen Kesehatan, sebagai berikut : Memelihara kesehatan jiwa dalam pertumbuhan dan perkembangan anak. Mengusahakan keseimbangan jiwa dengan menyesuaikan penempatan tenaga selaras dengan bakat dan kemampuan. Perbaikan tempat kerja dan suasana kerja dalam perusahaan dan sebagainya, sesuai dengan ilmu kesehatan jiwa.
  4. 4. Mempertinggi taraf kesehatan jiwa seseorang dalam hubungannya dengan keluarga dan masyarakat. Usaha-usaha lain yang dianggap perlu oleh Menteri Kesehatan. (Setyonegoro,1984)Seseorang yang “sehat jiwa” mempunyai ciri-ciri sebagai berikut: 1. Merasa senang terhadap dirinya serta Mampu menghadapi situasi Mampu mengatasi kekecewaan dalam hidup Puas dengan kehidupannya sehari-hari Mempunyai harga diri yang wajar Menilai dirinya secara realistis, tidak berlebihan dan tidak pula merendahkan 2. Merasa nyaman berhubungan dengan orang lain serta Mampu mencintai orang lain Mempunyai hubungan pribadi yang tetap Dapat menghargai pendapat orang lain yang berbeda Merasa bagian dari suatu kelompok Tidak "mengakali" orang lain dan juga tidak membiarkan orang lain "mengakali" dirinya 3. Mampu memenuhi tuntutan hidup serta Menetapkan tujuan hidup yang realistis Mampu mengambil keputusan Mampu menerima tanggungjawab Mampu merancang masa depan Dapat menerima ide dan pengalaman baru Puas dengan pekerjaannya Untuk mencapai jiwa yang sehat diperlukan usaha dan waktu untukmengembangkan dan membinanya. Jiwa yang sehat dikembangkan sejak masabayi hingga dewasa, dalam berbagai tahapan perkembangan. Pengaruh lingkunganterutama keluarga sangat penting dalam membina jiwa yang sehat. Salah satu cara
  5. 5. untuk mencapai jiwa yang sehat adalah dengan penilaian diri yaitu bagaimanaseseorang melihat dirinya yang berkaitan erat dengan cara berpikir, cara berperan,dan cara bertindak.Penilaian diri seseorang positif apabila seseorang cenderung: Menemukan kepuasan dalam hidup Membina hubungan yang erat dan sehat Menetapkan tujuan dan mencapainya Menghadapi maju mundurnya kehidupan Mempunyai keyakinan untuk menyelesaikan masalahPenilaian diri seseorang negatif apabila seseorang cenderung: Merasa hidup ini sulit dikendalikan Merasa stres Menghindari tantangan hidup Memikirkan kegagalanBeberapa upaya untuk membangun penilaian diri: Seseorang harus jujur terhadap diri sendiri. Berupaya mengenali diri sendiri dan belajar menerima semua kekurangan dan kelebihannya. Bersedia memperbaiki diri sendiri untuk mengatasi kekurangannya Menetapkan tujuan dan berusaha mencapainya dengan tidak membandingkan diri sendiri dengan orang lain Selalu berusaha untuk mencapai yang terbaik sesuai dengan kemampuan, tetapi tidak boleh terlalu memaksakan diri sendiri. Apabila seseorang mengalami perubahan maka akan tcrjadi reaksi baiksecara jasmani maupun kejiwaan yang disebut dengan stres. Sebagai contohmisalnya para karyawan atau manajer merasakan stres apabila ada pekerjaan yangmenumpuk atau jika ada kesulitan dalam hubungan kerja.
  6. 6. Stres dapat terjadi pada setiap orang dan pada setiap waktu, karena stressmerupakan bagian dari kehidupan manusia yang tidak dapat dihindarkan. Padaumumnya orang menyadari adanya stres, namun ada juga yang tidak menyadaribahwa dirinya mengalami stres. Reaksi seseorang terhadap stres dapat bersifat positif maupun dapat bersifatnegatif. Reaksi yang bersifat negatif atau merugikan, jika terjadi keluhan ataugangguan pada orang tersebut. Reaksi bersifat positif, jika menimbulkan dampakyang menjadi pendorong agar orang berusaha. Stres yang bersifatnegatif/merugikan dapat terjadi apabila stres terlalu berat atau berlangsung cukuplama.Faktor yang menyebabkan stres disebut sebagai stresor.Ada beberapa macam penyebab stres: Stresor fisik/jasmani, antara lain: suhu dingin/panas, suara bising, rasa sakit, kelelahan fisik, polusi udara, tempat tinggal tak memadai dan sebagainya. Stresor psikologik, antara lain: rasa takut, kesepian, patah hati, marah, jengkel, cemburu, iri hati Stresor sosial-budaya, antara lain: hubungan sosial, kesulitan pekerjaan, menganggur, pensiun, PHK, perpisahan, perceraian, keterasingan, konflik rumah tangga.Stres dapat berpengaruh terhadap keadaan jasmani dan kejiwaan seseorang: Reaksi yang bersifat jasmani dapat berupa: jantung berdebar-debar, otot tegang, sakit kepala, sakit perut/diare, lelah, gangguan makan, eksim. Reaksi yang bersifat kejiwaan dapat berupa: sukar konsentrasi, sukar tidur, cenderung menyalahkan orang lain, cemas, menarik diri, menyerang, mudah tersinggung. Pada tahap yang berat stres dapat menimbulkan: penyakit fisik (misal tekanan darah tinggi, asma berat, serangan jantung dan sebagainya).
  7. 7. Stres tidak dapat dicegah akan tetapi dapat dikendalikan, berikut ini terdapat 12langkah pengendalian stres: 1. Merencanakan masa depan dengan lebih baik: Belajar hidup tertib dan teratur dan menggunakan waktu sebaik-baiknya. 2. Menghindari membuat beberapa perubahan besar dalam saat yang bersamaan: Misalnya pindah rumah, pindah pekerjaan dan sebagainya. Memberi waktu untuk menyesuaikan diri terhadap setiap perubahan yang baru sebelum melangkah lebih lanjut. 3. Menerima diri sendiri sebagaimana adanya 4. Menerima lingkungan sebagaimana adanya 5. Berbuat sesuai kemampuan dan minat 6. Membuat keputusan yang bijaksana 7. Berpikir positif 8. Membicarakan persoalan yang dihadapi dengan orang lain yang dapat dipercaya 9. Memelihara kesehatan diri sendiri 10. Membina persahabatan dengan orang lain 11. Meluangkan waktu untuk diri sendiri: Jika merasa tegang dan letih perlu istirahat atau rekreasi 12. Melakukan relaksasi: Melakukan relaksasi selama 10-15 menit setiap hari untuk mengendorkan ketegangan otot yang diakibatkan oleh stres. (Brehm, 1989)Kesehatan Jiwa Masyarakat (KESWAMAS)Sesuai dengan istilahnya, maka kesehatan jiwa masyarakat merupakan Suatu orientasi dalam kesehatan jiwa. Mencakup semua upaya yang dilaksanakan di masyarakat, di bawah nama kesehatan jiwa. Baik yang dilaksanakan secara hospital based maupun ambulatory.
  8. 8. Beberapa karakteristik lain yang melekat pada upaya keswamas adalah sebagaiberikut: Terutama sekali tertuju kepada kelompok-kelompok masyrakat (walaupun fokus terhadap individu tidak diabaikan. Dititikberatkan kepada upaya prevensi dan promosi; tidak hanya terapi dan rehabilitasi. Diikhtiarkan agar ada suatu kontinuitas dari berbagai pelayanan (keswa, sosial, kesejahteraan dan sebagainya). Dengan demikian maka diikthiarkan agar pelayanan-pelayanan itu merupakan suatu sistem keswa yang komprehensif. Mengutamakan suatu kerjasama intersektoral, khususnya sektor kesehatan/ kesehatan jiwa/ pendidikan/ kesejahteraan sosial/ keagamaan/ penerangan/ keluarga berencana/ dan sector-sektor lain yang ada relevansi dengan keswa. Berupaya melaksanakan "kegiatan psikoterapi singkat" (brief psychotherapy), dan tertuju kepada intervensi kondisi-kondisi krisis. Mengutamakan peran serta masyarakat. Mengusahakan pendidikan keswa bagi pejabat/petugas di bidang-bidang pelayanan kemanusiaan (human services), guna memperkokoh orientasi keswa mereka. Mengusahakan kerjasama yang mantap dan erat dengan bidang kesehatan masyarakat (public health). Melaksanakan research epidemiologi keswa. Mengusahakan agar seluruh lapisan masyarakat (golongan ekonomi; usia; jenis-jenis gangguan keswa; dan sebagainya) dapat mengambil manfaat dari upaya keswamas.(setyonugroho, 1984) Kesehatan mental dan penyakit mental merefleksikan suatu interaksikompleks antara fungsi otak dan pengaruh lingkungan. Problem kesehatan mentalpaling baik dipahami bila kita menggunakan sudut pandang yang lebih luas danmempertimbangkan konteks sosial budaya di mana problem tersebut muncul.
  9. 9. Pelayanan kesehatan mental perlu didesain dan diberikan dalam cara yangsensitive terhadap isu-isu budaya serta memeperhatikan sudut pandang dankebutuhan dari ras dan juga etnik minoritas. Memahami perilaku abnormal paling baik dilakukan denganmemperhitungkan interaksi kompleks antara faktor biologis dan lingkungan(Nevid, Rathus dan Greene, 2005). Dari penjelasan ini, tampaklah bahwa setiap unsur dalam kehidupan salingmempengaruhi terhadap kondisi kesehatan jiwa seseorang, baik itu berasal daridiri pribadi pasien dan tak lepas juga dari pengaruh keluarga, masyarakat, yangmenjadi lingkungan sosial dari seorang pasien. Dalam sudut pandang perspektif sosiokultural, meyakini bahwa kita harusmempertimbangkan konteks-konteks sosial yang lebih luas dimana suatu perilakumuncul untuk memahami akar dari perilaku abnormal. Mereka meyakini bahwapenyebab perilaku abnormal mungkin dapat ditemui pada kegagalan masyarakatdan bukan kegagalan individunya. Masalah-masalah psikologis bisa jadi berakarpada penyakit sosial masyarakat seperti kemiskinan, perpecahan sosial,diskriminasi ras, dan gender serta kesempatan ekonomi. Oleh karena itu dalammemandang konsep kesehatan jiwa, harus dipertimbangkan secara menyeluruhdan bagaimana agar kesehatan jiwa itu dapat melingkupi tidak hanya bagi pasiennamun juga keluarga dan masyarakat. Sekali label “sakit mental” diberikan pada seseorang, sangatlah sulit untukdihilangkan. Label ini juga mempengaruhi respon seseorang terhadap pasien.Pasien mental distigmatisasi dan direndahkan sosial. Kesempatan kerja mungkinhilang, persahabatan mungkin pecah dan pasien mungkin dikucilkan darimasyarakat. Padahal, orang yang bermasalah seharusnya didorong untuk lebihbertanggungjawab dalam mengatur kehidupan dan memecahkan masalh merekasendiri. Teori sosial kognitif memandang bahwa manusia memberi pengaruh padalingkungannya, sebagaimana lingkungan memberi pengaruh pada meereka.Mereka memandang manusia sebagai orang yang secara mental memberiinformasi tentang lingkungan mereka. Sehingga kondisi kesehatan jiwa individu
  10. 10. dapat juga mencerminkan lingkungan tempat keberadaan individu tersebutwalaupun tidak terjadi pada semua gangguan kesehatah jiwa. Terapi yang dilakukan untuk pasien-pasien gangguan jiwa dapat bersifatterapi yang terpusat individu. Dalam terapi ini, klien, bukan terapis yangmengarahkan jalannya terapi. Cara ini mendorong klien untuk mengeksplorasilebih jauh perasaannya dan berhubungan dengan perasaan lebih jauh dalam diriyang tidak diakui karena kritikan sosial. Selain itu, ada juga bentuk terapi yang merupakan terapi keluarga. Terapiini lebih memastikan tercapainya konsep kesahatan jiwa bagi suatu keluargasecara utuh. Terapi keluarga bertujuan untuk membuat keluarga berfungsi lebihbaik . Kesimpulannya, sangatlah penting untuk memastikan tercapainyakesehatan jiwa baik bagi pasien secara individu, maupun pada tingkat keluargadan akhirnya pada taraf yang lebih luas yaitu pada tingkat masyarakat. Hal inidikarenakan semuanya saling terkait dan saling mempengaruhi akibat adanyainteraksi sosial dalam kehidupan.(Tomb, 2004)Konsep Pedekatan komprehensif dan holistic pada pasien.Psikiatri adalah bidang ilmu kedokteran yang berfokus pada pendekatankomprehensif dalam ilmu kedokteran dengan konsep biopsikososial, denganpendekatan eklektik holistik. 1. Pendekatan Komprehensif  Siklus kehidupan manusia  Otak dan perilaku  Ilmu- ilmu psikososial  Teori- teori perkembangan dan kepribadian – Freud, Jung, Adler, Horney, Erikson, Piaget, Gestalt Therapy, Existential Psychiatry, Behavior Therapy, Cognitive Theraphy, Terapi Keluarga 2. Pemeriksaan Psikiatri
  11. 11. 3. Gangguan Mental, Psikiatri Anak dan Remaja, Psikiatri Geriatri, Psikiatri Forensik 4. Terapi Psikiatri  Terapi Biologik  Konseling/Psikoterapi 5. Masalah Kesehatan MentalGangguan jiwa/mental adalah sindrom perilaku atau psikologis yang secara klinisbermakna yang berkaitan dengan distress/penderitaan dan atau disfungsi/hendaya,dan bukan hanya respons wajar terhadap kejadian tertentu atau terbatas padakonflik hubungan antara seseorang dengan lingkungan.Psikiatri memiliki dua fungsi: Sebagai pendekatan medis dasar yang komprehensif – mengerti manusia dari perspektif biologis, psikologis dan sosial Sebagai cabang kedokteran berfokus pada gangguan mental, masalah kesehatan mental dan hubungan antara cabang- cabang lain kedokteran dengan psikiatri (Consultation Liaison Psychiatry)Pendekatan Dasar Psikiatri: 1. Pendekatan Eklektik – meliputi  Perkembangan Ilmu Kedokteran Dasar  Pengobatan Medis Klinis  Cabang- cabang Humaniora Lain (psikologi, teologi, sejarah, linguistik, filosofi, kesusastraan, kesenian, ilmu social, antropologi) 2. Pendekatan Holistik – mendekati seseorang secara utuh dan menyeluruh sebagai seorang manusia dari aspek biopsikososialnyaKonsep Holistik Seorang individu tidak hanya sekedar kombinasi dari gabungan elemen- elemen kecil atau organ- organ tubuhnya.
  12. 12. Seorang individu adalah seorang yang unik, yang keunikannya secara individual berdasarkan atas aspek biologisnya, ditambah sejarah pribadinya dan perkembangan psikososialnya (termasuk budaya, tradisi, aspek keagamaan), yang lalu juga mempengaruhi caranya berpikir, respons emosional, perilaku dan persepsi subyektifnya tentang dirinya sendiri dan tentang dunia. Keunikan khas dari seseorang adalah unsur intensionalitas (intentionality), yang bida merubah secara radikal perjalanan hidupnya. Pendekatan Holistik dan Komprehensif di kedokteran artinya merawatorang/indivisu/pasien bukan sebagai obyek atau obyek medis, tetapi sebagaimanusia unik secara komprehensif dan holistik dan bukan sekedar bertujuanmenurunkan hendaya dan disfungsi. Tujuan utamanya adalah untuk meningkatkankesehatan mental dan kualitas hidup.Penyebab Umum Gangguan Jiwa Manusia bereaksi secara keseluruhan, secara holistik, atau dapat dikatakanjuga, secara somato-psiko-sosial. Dalam mencari penyebab gangguan jiwa, makaketiga unsur ini harus diperhatikan. Gangguan jiwa artinya bahwa yang menonjolialah gejala-gejala yang patologik dari unsur psike. Hal ini tidak berarti bahwaunsur yang lain tidak terganggu. Sekali lagi, yang sakit dan menderita ialahmanusia seutuhnya dan bukan hanya badannya, jiwanya atau lingkungannya. Hal-hal yang dapat mempengaruhi perilaku manusia ialah keturunan dankonstitusi, umur dan sex, keadaan badaniah, keadaan psikologik, keluarga, adat-istiadat, kebudayaan dan kepercayaan, pekerjaan, pernikahan dan kehamilan,kehilangan dan kematian orang yang dicintai, agresi, rasapermusuhan, hubungan antar amanusia, dan sebagainya. Tabel di bawah iniTaksiran kasar jumlah penderita beberapa jenis gangguan jiwa yang ada dalamsatu tahun di Indonesia dengan penduduk 130 juta orang.
  13. 13. Biarpun gejala umum atau gejala yang menonjol itu terdapat pada unsurkejiwaan, tetapi penyebab utamanya mungkin di badan (somatogenik),dilingkungan sosial (sosiogenik) ataupun dipsike (psikogenik). Biasanya tidakterdapat penyebab tunggal, akan tetapi beberapa penyebab sekaligus dari berbagaiunsur itu yang saling mempengaruhi atau kebetulan terjadi bersamaan, lalutimbullah gangguan badan ataupun jiwa. Umpamanya seorang dengan depresi,karena kurang makan dan tidur daya tahan badaniah seorang berkurang sehinggamengalami keradangan tenggorokan atau seorang dengan mania mendapatkecelakaan. Sebaliknya seorang dengan penyakit badaniah umpamanya keradanganyang melemahkan, maka daya tahan psikologiknya pun menurun sehingga iamungkin mengalami depresi. Sudah lama diketahui juga, bahwa penyakit padaotak sering mengakibatkan gangguan jiwa. Contoh lain ialah seorang anak yangmengalami gangguan otak (karena kelahiran, keradangan dan sebagainya)kemudian menjadi hiperkinetik dan sukar diasuh. Ia mempengaruhilingkungannya, terutama orang tua dan anggota lain serumah. Mereka ini bereaksiterhadapnya dan mereka saling mempengaruhi. Sumber penyebab gangguan jiwa dipengaruhi oleh faktor-faktor padaketiga unsur itu yang terus menerus saling mempengaruhi, yaitu :1. Faktor-faktor somatik (somatogenik) 1.1. Neroanatomi 1.2. Nerofisiologi 1.3. nerokimia
  14. 14. 1.4. tingkat kematangan dan perkembangan organik 1.5. faktor-faktor pre dan peri - natal2. Faktor-faktor psikologik ( psikogenik) : 2.1. Interaksi ibu –anak : normal (rasa percaya dan rasa aman) atau abnormal berdasarkan kekurangan, distorsi dan keadaan yang terputus (perasaan tak percaya dan kebimbangan) 2.2. Peranan ayah 2.3. Persaingan antara saudara kandung 2.4. inteligensi 2.5. hubungan dalam keluarga, pekerjaan, permainan dan masyarakat 2.6. kehilangan yang mengakibatkan kecemasan, depresi, rasa malu atau rasa salah 2.7. Konsep dini : pengertian identitas diri sendiri lawan peranan yang tidak menentu 2.8. Keterampilan, bakat dan kreativitas 2.9. Pola adaptasi dan pembelaan sebagai reaksi terhadap bahaya 2.10. Tingkat perkembangan emosi3. Faktor-faktor sosio-budaya (sosiogenik) 3.1. Kestabilan keluarga 3.2. Pola mengasuh anak 3.3. Tingkat ekonomi 3.4. Perumahan : perkotaan lawan pedesaan 3.5. Masalah kelompok minoritas yang meliputi prasangka dan fasilitas kesehatan, pendidikan dan kesejahteraan yang tidak memadai 3.6. Pengaruh rasial dan keagamaan 3.7. Nilai-nilai1. Faktor keturunan Pada mongoloisme atau sindroma Down (suatu macam retardasi mentaldengan mata sipit, muka datar, telinga kecil, jari-jari pendek dan lain-lain)terdapat trisoma (yaitu tiga buah, bukan dua) pada pasangan Kromosoma No. 21.Sindroma Turner (dengan ciri-ciri khas : tubuh pendek, leher melebar,
  15. 15. infantilisme sexual) ternyata berhubungan dengan jumlah kromosima sex yangabnormal. Gangguan yang berhubungan dengan kromosoma sex dikatakan“terikat pada sex” (“sex linked”), artinya bahwa efek genetik itu hanya terdapatpada kromosoma sex. Kaum wanita ternyata lebih kurang peka terhadap gangguanyang terikat pada sex, karena mereka mempunyai dua kromosoma X : bila satutidak baik, maka yang lain biasanya akan melakukan pekerjaannya.Akan tetapi seorang pria hanya mempunyai satu kromosoma X dan satukromosoma Y, dan bila salah satu tidak baik, maka terganggulah ia. Masihdipermasalahkan, betulkan pria dengan XYY lebih cenderung melakukanperbuatan kriminal yang kejam ?Tabel Penelitian saudara kembar dan saudara kandung yang salah satunyamenderita skizofrenia2. Faktor Konstitusi Konstitusi pada umumnya menunjukkan kepada keadaan biologikseluruhnya, termasuk baik yang diturunkan maupun yang didapati kemudian;umpamanya bentuk badan (perawakan), sex, temperamen, fungsi endoktrin dauratsyaraf jenis darah Jelas bahwa hal-hal ini mempengaruhi perilaku individu secarabaik ataupun tidak baik, umpamanya bentuk badan yang atletik atau yang kurus,tinggi badan yang terlalu tinggi ataupun terlalu pendek, paras muka yang cantrikataupun jelek, sex wanita atau pria, fungsi hormonal yang seimbang atau yangberlebihan salah satu hormon, urat syaraf yang cepat reaksinya atau yang lambatsekali, dan seterusnya. Semua ini turut mempengaruhi hidupseseorang.
  16. 16. 3. Cacat Kongenital Cacat kongenital atau sejak lahir dapat mempengaruhi perkembangan jiwaanak, terlebih yang berat, seperti retardasi mental yang brat. Akan tetapi padaumumnya pengaruh cacat ini pada timbulnya gangguan jiwa terutama tergantungpada individu itu, bagaimana ia menilai dan menyesuaikan diri terhadap keadaanhidupnya yang cacat atau berubah itu. Orang tua dapat mempersukar penyesuaianini dengan perlindungan yang berlebihan (proteksi berlebihan). Penolakan atautuntutan yang sudah di luar kemampuan anak. Singkatnya : kromosoma dan“genes” yang defektif serta banyak faktor lingkungan sebelum, sewaktu dansesudah lahir dapat mengakibatkan gangguan badaniah. Cacat badaniah biasanyadapat dilihat dengan jelas,tetapi gangguan sistim biokimiawi lebih halus dan sukarditentukan. Gangguan badaniah dapat mengganggu fungsi biologik ataupsikologik secara langsung atau dapat mempengaruhi daya tahan terahdap stres.
  17. 17. 4. Perkembangan Psikologik yang salah a. Ketidak matangan atau fixasi, yaitu inidvidual gagal berkembang lebih lanjut ke fase berikutnya; b. “Tempat-tempat lemah” yang ditinggalkan oleh pengalaman yang traumatik sebagai kepekaan terhadap jenis stres tertentu, atau c. disorsi, yaitu bila inidvidu mengembangkan sikap atau pola reaksi yang tidak sesuai atau gagal mencapai integrasi kepribadian yang normal. Kita akan membicarakan beberapa faktor dalam perkembangan psikologik yang tidak sehat5. Deprivasi dini Deprivasi maternal atau kehilangan asuhan ibu di rumah sendiri, terpisahdengan ibu atau di asrama, dapat menimbulkan perkembangan yang abnormal.Deprivasi rangsangan umum dari lingkungan, bila sangat berat, ternyataberhubungan edngan retardasi mental. Kekurangan protein dalam makanan,terutama dalam jangka waktu lama sebelum anak breumur 4 tahun, dapatmengakibatkan retardasi mental. Eprivasi atau frustrasi dini dapat menimbulkan“tempat-tempat yang lemah” pada jiwa, dapat mengakibatkan perkembangan yangsalah ataupun perkembangan yang berhenti. Untuk perkembangan psikologikrupanya ada “masa-masa gawat”. Dalam masa ini rangsangan dan pengalamanbelajar yang berhubungan dengannya serta pemuasan berbagai kebutuhan sangatperlu bagi urut-urutan perkembangan intelektual, emosional dan sosial yangnormal.6. Pola keluarga yang petagonik Dalam masa kanak-kanak keluarga memegang peranna yang pentingdalam pembentukan kepriadian. Hubungan orangtua-anak yang salah atauinteraksi yang patogenik dalam keluarga sering merupakan sumber gangguanpenyesuaian diri. Kadang-kadang orangtua berbuat terlalu banyak untuk anak dantidak memberi kesempatan anak itu berkembang sendiri. Ada kalanya orangtuaberbuat terlalu sedikit dan tidak merangsang anak itu atau tidak memberibimbingan dan anjuran yang dibutuhkannya. Kadang-kadang mereka
  18. 18. malahan mengajarkan anak itu pola-pola yang tidak sesuai. Akan tetapi pengaruhcara asuhan anak tergantung pada keadaan sosial secara keseluruhan dimana halitu dilakukan. Dan juga, anak-anak bereaksi secara berlainan terhadap cara yangsama dan tidak semua akibat adalah tetapi kerusakan dini sering diperbaikisebagian oleh pengalaman di kemudian hari. Akan tetapi beberapa jenis hubunganorangtua-anak sering terdapat dalam latar belakang anak-anak yang terganggu,umpamanya penolakan, perlindungan berlebihan, manja berlebihan, tuntutanperfeksionistik, standard moral yang kaku dan tidak realistik, disiplin yang salah,persaingan antar saudara yang tidak sehat, contoh orangtua yang salah, ketidak-sesuaikan perkawinan dan rumah tangganya yang berantakan, tuntutan yangbertentangan.Perlu diingat bahwa hubungan orangtua-anak selalu merupakan suatu interaksi(saling mempengaruhi), bukanlah hanya pengaruh satu arah dari orangtua ke anak.
  19. 19. 7. Masa remaja Masa remaja dikenal sebagai masa gawat dalam perkembangankepribadian, sebagai masa “badai dan stres”. Dalam masa ini inidvidu dihadpaidengan pertumbuhan yang cepat, perubahan-perubahanbadaniah dan pematangansexual. Pada waktu yang sama status sosialnya jugamengalami perubahan, biladahulu ia sangat tergantung kepada orangtuanya atau orang lain, sekarang ia harusbelajar berdiri sendiri dan bertanggung jawab yang membawa dengan sendirinyamasalah pernikahan, pekerjaan dan status sosial umum. Kebebasan yang lebihbesar membawa tanggung jawab yang lebih besar pula. Perubahan-perubahan inimengakibatkan bawha ia harus mengubah konsep tentang diri sendiri. Tidakjarang terjadi “krisis identitas” (Erikson, 1950). Ia hasu memantapkan dirinyasebagai seorang individu yang berkepribadian lepas dari keluarganya, ia harusmenyelesaikan masalah pendidikan, pernikahan dan kehidupan dalam masyarakat.Bila ia tidak dibekali dengan pegangan hidup yang kuat, maka ia akan mengalami“difusi identitas”, yaitu ia bingung tentang “apakah sbenarnya ia ini” dan “buatapakah sebebarnya hidup ini”. Sindroma ini disebut juga “anomi”, remaja itumerasa terombang ambing, terapung-apung dalam hidup ini tanpa tujuan tertentu.Banyak remaja sebenarnya tidak membernontak, akan tetapi hanya sekedarsedang mencari arti dirinya sendiri serta pegangan hidup yang berarti bagimereka. Hal “badai dan stres” bagi kaum remaja ini sebagian besar berakar padastruktur sosial suatu masyarakat. Ada masyarakat yang membantu para remaja inidengan adat-istiadatnya sehingga masa remaja dilalui tanpa gangguan emosionalyang berarti. Kebanyakan kebutuhan kita hanya dapat diperoleh melalui hubungandengan orang-orang lain. Jadi cara kita berhubungan dengan orang lain sangatmempengaruhi kepuasan hidup kita. Kegagalan untuk mengadakan hubunganantar manusia yang baik mungkin berasal dari dan mengakibatkan juga kekurangpartisipasi dalam kelompok dan kekurangan identifikasi dengan kelompok dankonformitas (persesuaian) yang berlebihan dengan norma-norma kelompok(seperti dalam “gang” atau perkumpulan-perkumpulan rahasia para remaja).Secara garis besar dapat dikatakan bahwa kemampuan utama dalam hidup dandalam menyesuaikan diri memerlukan “penerapan” tentang beberapa masalahutama dalam hidup, seperti pernikahan, ke-orangtua-an, pekerjaan dan hari tua. Di
  20. 20. samping kemampuan umum ini dalam bidang badaniah, emosional, sosial danintelektual, kita memerlukan persiapan bagi masalah. Masalah khas yang mungkinsekali akan dihadapi dalam berbagai masa hidup kita.8. Faktor sosiologik dalam perkembangan yang salah Alfin Toffler mengemukakan bahwa yang paling berbahaya di zamanmodern, di negara-negara dengan “super-industrialisasi”, ialah kecepatanperubahan dan pergantian yang makin cepat dalam hal “ke-sementara-an”(“transience”), “ke-baru-an” (“novelty”) dan “ke-aneka-ragaman” (“diversity”).Dengan demikian individu menerima rangsangan yang berlebihan sehinggakemungkinan terjadinya kekacuan mental lebih besar. Karena hal ini lebih besarkemungkiannya dalam masa depan, maka dinamakannya “shok masa depan”(“future shock”). Telah diketahui bahwa seseorang yang mendadak berada ditengah-tengah kebudayaan asing dapat mengalami gangguan jiwa karenapengaruh kebudayaan ini yang serba baru dan asing baginya. Hal ini dinamakan“shock kebudayaan” (“culture shock”). Seperti seorang inidvidu, suatumasyarakat secara keseluruhan dapat juga berkembang ke arah yang tidak baik.Hal ini dapat dipengaruhi oleh lingkungan fisik (umpamanya daerah yang dahulusubur berubah menjadi tandus) ataupun oleh keadaan sosial masyarakat itu sendiri(umpanya negara dengan pimpinan diktatorial, diskriminasi rasial.religius yanghebat, ketidak-adilan sosial, dan sebagainya). Hal-hal ini merendahkan daya tahanfrustasi seluruh masyarakat (kelompok) dan menciptakan suasana sosial yangtidak baik sehingga para anggotanya secara perorangan dapat menjurus kegangguan mental. Faktor-faktor sosiokultural membentuk, baik macam sikapindividu dan jenis reaksi yang dikembangkannya, maupun jenis stres yangdihadapinya.9. Genetika Menurut Cloninger, 1989 gangguan jiwa; terutama gangguan persepsisensori dan gangguan psikotik lainnya erat sekali penyebabnya dengan faktorgenetik termasuk di dalamnya saudara kembar, atau anak hasil adopsi. Individuyang memiliki anggota keluarga yang mengalami gangguan jiwa memiliki
  21. 21. kecenderungan lebih tinggi dibanding dengan orang yang tidak memiliki faktorherediter. Individu yang memiliki hubungan sebagai ayah, ibu, saudara atau anakdari klien yang mengalami gangguan jiwa memiliki kecenderungan 10 %,sedangkan keponakan atau cucu kejadiannya 2-4 %. Individu yang memilikihubungan sebagai kembar identik dengan klien yang mengalami gangguan jiwamemiliki kecenderungan 46-48 %, sedangkan kembar dizygot memilikikecenderungan 14-17 %. Faktor genetik tersebut sangat ditunjang dengan polaasuh yang diwariskan sesuai dengan pengalaman yang dimiliki oleh anggotakeluarga klien yang mengalami gangguan jiwa.10. Neurobiological Menurut Konsep Neurobiological gangguan jiwa sangat berkaitan dengankeadaan struktur otak sebagai berikut : Abnormalities in the structure of the brainor in its activity in specific locations can cause or contribute to psychiatricdisorders. For example, a communication problem in one small part of the braincan cause widespread dysfunction. It is also known that the following network ofnuclei that control cognitive, behavioral, and emotional functioning aeparticularly implicated in psychiatric disorders :_ The cerebral cortex, which is critical in decision making and higher-orderthinking, such as abstract reasoning._ The limbic system, which is involved in regulating emotional behavior, memory,and learning._ The basal ganglia, some of which coordinate movement_ The hypothalamus, which regulates hormones through out the body andbehaviors such as eating, drinking, and sex._ The locus ceruleus, which manufactures neurons, which regulate sleep and areinvolved with behavior and mood._ The substantia nigra, dopamine-producing cells involved in the control ofcomplex movement, thinking, and emotional responses. Klien yang mengalami gangguan jiwa memiliki ciri-ciri biologis yangkhas terutama pada susunan dan struktur syaraf pusat, biasanya klien mengalami
  22. 22. pembesaran ventrikel ke III sebelah kirinya. Ciri lainnya terutama adalah padaklien yang mengalami Schizofrenia memiliki lobus frontalis yang lebih kecil darirata-rata orang yang normal (Andreasen, 1991). Menurut Candel, Pada klien yang mengalami gangguan jiwa dengan gejalatakut serta paranoid (curiga) memiliki lesi pada daerah Amigdala sedangkan padaklien Schizofrenia yang memiliki lesi pada area Wernick’s dan area Brochabiasanya disertai dengan Aphasia serta disorganisasi dalam proses berbicara(Word salad). Adanya Hiperaktivitas Dopamin pada klien dengan gangguan jiwaseringkali menimbulkan gejala-gejala Schizofrenia. Menurut hasil penelitian,neurotransmitter tertentu seperti Norepinephrine pada klien gangguan jiwamemegang peranan dalam proses learning, Memory reiforcement, Siklus tidur danbangun, kecemasan, pengaturan aliran darah dan metabolisme. Neurotransmitterlain berfungsi sebagai penghambat aktivasi dopamin pada proses pergerakan yaituGABA.(Gamma Amino Butiric Acid). Menurut Singgih gangguan mental dan emosi juga bisa disebabkan olehperkembangan jaringan otak yang tidak cocok (Aplasia). Kadang-kadangseseorang dilahirkan dengan perkembangan cortex cerebry yang kurang sekali,atau disebut sebagai otak yang rudimenter (Rudimentary Brain). Contoh gangguantersebut terlihat pada Microcephaly yang ditandai oleh kecilnya tempurung otak.Adanya trauma pada waktu kelahiran, tumor, Infeksi otak seperti EnchepahlitisLetargica, gangguan kelenjar endokrin seperti thyroid, keracunan CO (carbonMonoxide)serta perubahan-perubahan karena degenerasi yang mempengaruhisistem persyarafan pusat.11. Biokimiawi tubuh Biochemistry. Several brain chemicals have been implicated inschizophrenia, but research to date points most strongly the following :_ AN excess of the neurotransmitter dopamine._ An imbalance between dopamine and other neurotransmitters, particularlyserotonin.
  23. 23. _ Problems in the dopamine receptor systems several research strategies supportthe role of dopamine in schizophrenia. For instance, drugs that increase levels ofdopamine in the brain can produce psychosis. Drugs that reduce dopaminefunction have antipsychotic effects as well. This is seen in the antipsychotic drugsthat reduce the number of postsynaptic receptors that interact with dopamine.Birth Events. Many attempts have been made to study the influences of maternalnutrition infection, placental insufficiency, anoxia, hemorrhage, and traumabefore at birth as possible causes of schizophrenia.12. Neurobehavioral Kerusakan pada bagian-bagian otak tertentu ternyata memegang perananpada timbulnya gejala-gejala gangguan jiwa, misalnya:_ Kerusakan pada lobus frontalis: menyebabkan kesulitan dalam prosespemecahan masalah dan perilaku yang mengarah pada tujuan, berfikir abstrak,perhatian dengan manifestasi gangguan psikomotorik._ Kerusakan pada Basal Gangglia dapat menyebabkan distonia dan tremor_ Gangguan pada lobus temporal limbic akan meningkatkan kewaspadaan,distractibility, gangguan memori (Short time).13. Stress : Stress psikososial dan stress perkembangan yang terjadi secara terusmenerus dengan koping yang tidak efektif akan mendukung timbulnya gejalapsikotik dengan manifestasi; kemiskinan, kebodohan, pengangguran, isolasisosial, dan perasaan kehilangan. Menurut Singgih (1989:184), beberapa penyebabgangguan mental dapat ditimbulkan sebagai berikut :a. Prasangka orang tua yang menetap, penolakan atau shock yang dialami padamasa anak.b. Ketidak sanggupan memuasakan keinginan dasar dalam pengertian kelakuanyang dapat diterima umum.c. Kelelahan yang luar biasa, kecemasan, anxietas, kejemuand. Masa-masa perubahan fisiologis yang hebat : Pubertas dan menopause
  24. 24. e. Tekanan-tekanan yang timbul karena keadaan ekonomi, politik dan sosial yangtergangguf. Keadaan iklim yang mempengaruhi Exhaustion dan Toxemag. Penyakit kronis misalnya; shifilis, AIDSh. Trauma kepala dan vertebrai. Kontaminasi zat toksikj. Shock emosional yang hebat : ketakutan, kematian tiba-tiba orang yang dicintai.14. Penyalahgunaan obat-obatan : Koping yang maladaptif yang digunakan individu untuk menghadapistrsessor melalui obat-obatan yang memiliki sipat adiksi (efek ketergantungan)seperti Cocaine, amphetamine menyebabkan gangguan persefsi, gangguan prosesberfikir, gangguan motorik dsb.15. Psikodinamik : Menurut Sigmund Freud adanya gangguan tugas pekembangan pada masaanak terutama dalam hal berhubungan dengan orang lain sering menyebabkanfrustasi, konflik, dan perasaan takut, respon orang tua yang maladaptif pada anakakan meningkatkan stress, sedangkan frustasi dan rasa tidak percaya yangberlangsung terus-menerus dapat menyebabkan regresi dan withdral. Disamping hal tersebut di atas banyak faktor yang mendukung timbulnyagangguan jiwa yang merupakan perpaduan dari beberapa aspek yang salingmendukung yang meliputi Biologis, psikologis, sosial, lingkungan(environmental). Tidak seperti pada penyakit jasmaniah, sebab-sebab gangguanjiwa adalah kompleks. Pada seseorang dapat terjadi penyebab satu atau beberapafaktor dan biasanya jarang berdiri sendiri. Mengetahui sebab-sebab gangguan jiwapenting untuk mencegah dan mengobatinya. Umumnya sebab-sebab gangguanjiwa dibedakan atas : a. Sebab-sebab jasmaniah/ biologik b. Sebab-sebab kejiwaan/ psikologik c. Sebab-sebab yang berdasarkan kebudayaan.
  25. 25. Untuk mengetahui mana penyebab yang asli dan mana yang bukan perludiketahui dua istilah : sebab yang memberikan predisposisi adalah faktor yangmenyebabkan seseorang menjadi rentan/ peka terhadap suatu gangguan jiwa(genetik, fisik atau latar belakang keluarga/ sosial. Sebab yang menimbulkanlangsung atau pencetus adalah faktor traumatis langsung menyebabkan gangguanjiwa (kehilangan harta pekerjaan/ kematian, cendera berat, perceraian dan lain-lain.16. Sebab Biologika. KeturunanPeran yang pasti sebagai penyebab belum jelas, mungkin terbatas dalammengakibatkan kepekaan untuk mengalami gangguan jiwa tapi hal tersebut sangatditunjang dengan faktor lingkungan kejiwaan yang tidak sehat.b. Jasmaniahbeberapa penyelidik berpendapat bentuk tubuh seorang berhubungan dengangangguan jiwa tertentu, Misalnya yang bertubuh gemuk / endoform cenderungmenderita psikosa manik defresif, sedang yang kurus/ ectoform cenderungmenjadi skizofreniac. TeperamenOrang yang terlalu peka/ sensitif biasanya mempunyai masalah kejiwaan danketegangan yang memiliki kecenderungan mengalami gangguan jiwa.d. Penyakit dan cedera tubuhPenyakit-penyakit tertentu misalnya penyakit jantung, kanker dan sebagainya,mungkin menyebabkan merasa murung dan sedih. Demikian pula cedera/cacattubuh tertentu dapat menyebabkan rasa rendah diri.e. Irama sirkardian tubuh
  26. 26. Circadian Rhythms : The recognition that human activities and behaviors such assleeping, eating, body temperature, menses, and mood are cyclical and tend to becorrelated with certain external environmental stimuli is not new. Recently,biological research has hypothesized that these body rhythms are governed byinternal circadian pacemakers located in specific areas of the brain and that theyae subject to change by specific external cues.17. Sebab Psikologik Bermacam pengalaman frustasi, kegagalan dan keberhasilan yang dialamiakan mewarnai sikap, kebiasaan dan sifatnya dikemudian hari. Hidup seorangmanusia dapat dibagi atas 7 masa dan pada keadaan tertentu dapat mendukungterjadinya gangguan jiwa.a. Masa bayi Yang dimaksud masa bayi adalah menjelang usia 2 th – 3 th. , dasarperkembangan yang dibentuk pada masa tersebut adalah sosialisasi dan pada masaini timbul dua masalah yang penting yaitu :_ Cara mengasuh bayiCinta dan kasih sayang ibu akan memberikan rasa hangat/ aman bagi bayi dandikemudian hari menyebabkan kepribadian yang hangat, terbuka dan bersahabat.Sebaliknya, sikap ibu yang dingin acuh tak acuh bahkan menolak dikemudian hariakan berkembang kepribadian yang bersifat menolak dan menentang terhadaplingkungan._ Cara memberi makanSebaiknya dilakukan dengan tenang, hangat yang akan memberi rasa aman dandilindungi, sebaliknya, pemberian yang kaku, keras dan tergesa-gesa akanmenimbulkan rasa cemas dan tekanan.b. Masa anak pra sekolah (antara 2 sampai 7 tahun) Pada usia ini sosialisasi mulai dijalankan dan telah tumbuh disiplin danotoritas.Hal-hal yang penting pada saat ini adalah :
  27. 27. _ Hubungan orang tua – anakPenolakan orang tua pada masa ini, yang mendalam atau ringan, akanmenimbulkan rasa tidak aman dan ia akan mengembangkan cara penyesuaianyang salah, dia mungkin menurut, menarik diri atau malah menentang danmemberontak._ Perlindungan yang berlebihanMenunjukkan anak atau memaksakan kehendak/ mengatur dalam segala hal,mengakibatkan kepribadian sianak tidak berkembang secara wajar waktu dewasa,memiliki krpribadian yang mantap, cenderung mementingkan diri sendiri danakibatnya kurang berhasil sebagai orang tua._ Perkawinan tak harmonis dan kehancuran rumah tanggaAnak tidak mendapat kasih sayang. Tidak dapat menghayati disiplin tak adapanutan, pertengkaran dan keributan membingungkan dan menimbulkan rasacemas serta rasa tidak aman. hal-hal ini merupakan dasar yang kuat untuktimbulnya tuntutan tingkah laku dan gangguan kepribadian pada anak dikemudianhari._ Otoritas dan DisiplinDisiplin diberikan sesuai dengan kemampuan dan tingkat kematangan anak,diberikan dengan cara yang baik, tegas dan konsisten, sehingga anak menerimasebagai hal yang wajar. Disiplin yang diluar kemampuan sianak, dipaksakan,dengan cara yang keras dan kaku, menyebabkan anak akan melawanmemberontak atau menuntut berlebihan. Sebaliknya disiplin yang tidak tegassecara mental, latihan yang keras, akan menyebabkan rasa cemas, rasa tidak amandan kemudian hari mungkin menjadi nakal, keras kepala dan selalu inginkesempurnaan (perfeksionis)._ Perkembangan seksualPendekatan yang sehat, kesediaan untuk memberi jawaban secara jelas, terusterang, wajar dan objektif terhadap masalah seksual pada anak akanmengembangkan sikap yang positif. Reaksi orang tua yang menyebabkan anakmenganggap sek adalah tabu, menjijikan, memalukan dan sebagainya akanmerupakan awal kesulitan seksual dikemudian hari._ Agresi dan cara permusuhan
  28. 28. Merupakan hal yang wajar seorang anak akan mengembangkan pola-pola yangberguna. Pengawasan yang berlebihan, menyebabkan anak akan mengekang,sehingga timbul tingkah laku yang mengganggu. Agresi dan permusuhan yangditerima anak akan menyebabkan sikap defens dan mau menag sendiri. Sedangkansikap yang longgar akan menyebabkan anak menjadi nakal dan terbiasa denganperbuatan-perbuatan yang mengganggu ketertiban._ Hubungan kakak-adikPersaingan yang sehat antara adik – kakak merupakan hal yang wajar dan menjadidasar untuk tumbuh dan berkembang secara baik. Persaingan yang tidak sehat danberlebihan (pilih kasih, menghukun tanpa meneliti, prasangka, kompensasiberlebihan dan sebagainya) akan merupakan dasar terbentuknya sifat –sifat yangmerugikan. orang tua harus besikap dan menjadi penengah bagi anak-abaknya.Jangan menjadi pendorong timbulnya persaingan tidak sehat ini._ Kekecewaan dan pengalaman yang menyakitkan.Kematian, kecelakaan, sakit berat, penceraian, perpindahan yang mendadak,kekecewaan yang berlarut-larut dan sebagainya akan mempengaruhiperkembangan kepribadian, tapi juga tergantung pada keadaan sekitarnya (orang,lingkungan atau suasana saat itu) apakah mendukung atau mendorong dan jugatergantung pada pengalamannya dalam menghadapi masalah tersebut.c. Masa Anak sekolahMasa ini ditandai oleh pertumbuhan jasmaniah dan intelektual yang pesat. Padamasa ini, anak mulai memperluas lingkungan pergaulannya. Keluar dari batas-batas keluarga. Masalah-masalahn penting yang timbul :_ Perkembangan jasmaniKekurangan atau cacat jasmaniah dapat menimbulkan gangguan penyesuaian diri.Dalam hal ini sikap lingkungan sangat berpengaruh, anak mungkin menjadirendah diri atau sebaliknya melakukan komprensasi yang positif atau komprensasinegatif._ Penyesuaian diri di sekolah dan sosialisasiSekolah adalah tempat yang baik untuk seorang anak mengembangkankemampuan bergaul dan memperluas sosialisasi, menguji kemampuan, dituntut
  29. 29. prestasi, mengekang atau memaksakan kehendaknya meskipun tak disukai olehsianak.d. Masa RemajaSecara jasmaniah, pada masa ini terjadi perubahan-perubahan yang penting yaitutimbulnya tandatanda sekunder (ciri-ciri diri kewanitaan atau kelaki-lakian)Sedang secara kejiwaan, pada masa ini terjadi pergolakan pergolakan yang hebat.pada masa ini, seorang remaja mulai dewasa mencoba kemampuannya, disuatufihak ia merasa sudah dewasa (hak-hak seperti orang dewasa), sedang dilain fihakbelum sanggup dan belum ingin menerima tanggung jawab atas semuaperbuatannya. Egosentrik bersifat menetang terhadap otoritas, senangberkelompok, idealis adalah sifat-sifat yang sering terlihat. Suatu lingkungan yangbaik dan penuh pengertian akan sangat membantu proses kematangan kepribadiandi usia remaja.e. Masa Dewasa mudaSeorang yang melalui masa-masa sebelumnya dengan aman dan bahagia akancukup memiliki kesanggupan dan kepercayaan diri dan umumnya ia akan berhasilmengatasi kesulitan-kesulitan pada masa ini. Sebaliknya yang mengalami banyakgangguan pada masa sebelumnya, bila mengalami masalah pada masa inimungkin akan mengalami gangguan-gangguan jiwa. Masalahmasalah yangpenting pada masa ini adalah :_ Hubungan dengan lawan jenisMasa ini dimulai dari masa pacaran, menikah dan menjadi orang tua beberapafaktor yang mungkin menyulitkan suatu perkawinan :_ Perasaan takut dan bersalah mengenai perkawinan dan kehamilan_ Perasaan takut untuk berperan sebagai orang tua ketidak sanggupanmempunyaai anak_ Perbedaan harapan akan berperan masing-masing (tak ada penyesuaian barudalam tingkah laku / berpikir)_ Masalah-masalah keuangan_ Gangguan-gangguan dari keluarga
  30. 30. _ Pemilihan dan penyesuaian pekerjaanPekerjaan sebaiknya dipilih berdasar bakat dan minat sendiri pemilihan yangsemata-mata dipaksa / disuruh / kompensasi atau karena “kesempatan dankemudahan” sering mempermudah gangguan penyesuaian dalam pekerjaan.Gangguan berupa rasa malas, sering bolos, timbul bermacam keluhan jasmani(sering sakit) sering mengalami kecelakaan dalam pekerjaan dan terlihatketegangan-ketegangan dalam keluarga karena jadi pemarah dan mudahtersinggung.f. Masa dewasa tuaSebagai patokan masa ini dicapai kalau status pekerjaan dan sosial seseorangsudah mantap. Masalah-masalah yang mungkin timbul :_ Menurunnya keadaan jasmaniah_ Perubahan susunan keluarga (berumah tangga, bekerjan) maka orang tuasering kesepian_ Terbatasnya kemungkinan perubahan-perubahan yang baru dalam bidangpekerjaan atau perbaikan kesalahan yang lalu._ Penurunan fungsi seksual dan reproduksi,Sebagian orang berpendapat perubahan ini sebagai masalah ringan seperti rendahdiri. pesimis. Keluhan psikomatik sampai berat seperti murung, kesedihan yangmendalam disertai kegelisahan hebat dan mungkin usaha bunuh diri.g. Masa TuaAda dua hal yang penting yang perlu diperhatikan pada masa ini Berkurangnyadaya tanggap, daya ingat, berkurangnya daya belajar, kemampuan jasmaniah dankemampuan sosial ekonomi menimbulkan rasa cemas dan rasa tidak aman sertasering mengakibatkan kesalah pahaman orang tua terhadap orangdilingkungannya.Perasaan terasing karena kehilangan teman sebaya keterbatasangerak dapat menimbulkan kesulitan emosional yang cukup hebat.
  31. 31. 18. Sebab sosio kultural Kebudayaan secara teknis adalah ide atau tingkah laku yang dapat dilihatmaupun yang tidak terlihat. Faktor budaya bukan merupakan penyebab langsungmenimbulkan gangguan jiwa, biasanya terbatas menentukan “warna” gejala-gejala. Disamping mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan kepribadianseseorang misalnya melalui aturan-aturan kebiasaan yang berlaku dalamkebudayaan tersebut. Beberapa faktor-faktor kebudayaan tersebut :_ Cara-cara membesarkan anakCara-cara membesarkan anak yang kaku dan otoriter , hubungan orang tua anakmenjadi kaku dan tidak hangat. Anak-anak setelah dewasa mungkin bersifatsangat agresif atau pendiam dan tidak suka bergaul atau justru menjadi penurutyang berlebihan._ Sistem NilaiPerbedaan sistem nilai moral dan etika antara kebudayaan yang satu dengan yanglain, antara masa lalu dengan sekarang sering menimbulkan masalah-masalahkejiwaan. Begitu pula perbedaan moral yang diajarkan dirumah / sekolah denganyang dipraktekkan di masyarakat sehari-hari.Kepincangan antar keinginan dengan kenyataan yang adaIklan-iklan diradio, televisi. Surat kabar, film dan lain-lain menimbulkanbayangan-bayangan yang menyilaukan tentang kehidupan modern yang mungkinjauh dari kenyataan hidup sehari-hari. Akibat rasa kecewa yang timbul, seseorangmencoba mengatasinya dengan khayalan atau melakukan yang merugikanmasyarakat.Ketegangan akibat faktor ekonomi dan kemajuan teknologiDalam masyarakat modern kebutuhan makin meningkat dan persaingan makinmeningkat dan makin ketat untuk meningkatkan ekonomi hasil-hasil teknologimodern. Memacu orang untuk bekerja lebih keras agar dapat memilikinya. Jumlahorang yang ingin bekerja lebih besar dari kebutuhan sehingga pengangguranmeningkat, demikian pula urbanisasi meningkat, mengakibatkan upah menjadirendah. Faktor-faktor gaji yang rendah, perumahan yang buruk, waktu istirahat
  32. 32. dan berkumpul dengan keluarga sangat terbatas dan sebagainya merupakansebagian mengakibatkan perkembangan kepribadian yang abnormal.Perpindahan perpindahan kesatuan keluargaKhusus untuk anak yang sedang berkembang kepribadiannya, perubahan-perubahan lingkungan (kebudayaan dan pergaulan). Hal ini cukup mengganggu.Masalah golongan minoritasTekanan-tekanan perasaan yang dialami golongan ini dari lingkungan dapatmengakibatkan rasa pemberontakan yang selanjutnya akan tampil dalam bentuksikap acuh atau melakukan tindakan-tindakan akan yang merugikan orang banyak.
  33. 33. DAFTAR PUSTAKABrehm, S.S. & Kassin, S.M. 1989. Sosial Psychology. Boston: Houghton Mifflin Company.Nevid, E. S., Rathus S. A., Greene, B., (2005), Psikologi Abnormal ed 5, Erlangga: JakartaSetyonegoro, R. Kusumanto. 1984. Kesehatan jiwa di Indonesia. Jakarta: CV. Rajawali.Tomb, D. A., (2004), Buku Saku Psikatri ed 6, EGC: Jakarta

×