Your SlideShare is downloading. ×
Being Catholic
Being Catholic
Being Catholic
Being Catholic
Being Catholic
Being Catholic
Being Catholic
Being Catholic
Being Catholic
Being Catholic
Being Catholic
Being Catholic
Being Catholic
Being Catholic
Being Catholic
Being Catholic
Being Catholic
Being Catholic
Being Catholic
Being Catholic
Being Catholic
Being Catholic
Being Catholic
Being Catholic
Being Catholic
Being Catholic
Being Catholic
Being Catholic
Being Catholic
Being Catholic
Being Catholic
Being Catholic
Being Catholic
Being Catholic
Being Catholic
Being Catholic
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×
Saving this for later? Get the SlideShare app to save on your phone or tablet. Read anywhere, anytime – even offline.
Text the download link to your phone
Standard text messaging rates apply

Being Catholic

955

Published on

Published in: Spiritual
1 Comment
1 Like
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total Views
955
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
2
Actions
Shares
0
Downloads
75
Comments
1
Likes
1
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. BEINGCATHOLIC Y.B. Prasetyantha, MSF
  • 2. Pertanyaan Pokok Apa artinya menjadi (seorang) Katolik? Mengapa Anda tetap menjadi (seorang) Katolik? Bagaimana kita menjadi (seorang) Katolik yang sejati?
  • 3. Tantangan Zaman Dunia yang semakin sekuler dan global  sekularisme dan materialisme Kenyataan pluralitas budaya dan agama  pluralisme dan relativisme Realitas Kemiskinan dan kesenjangan sosial  tindak kejahatan dan perusakan alam
  • 4. “Ancaman” dari Yang Lain Gerakan Fundamentalisme Keagamaan yang mengancam Gerakan “Gereja- gereja Baru” yang menggoda Gerakan “New Age” yang memikat
  • 5. Ketidaksempurnaan Gereja Katolik Hukum Gereja Katolik yang berat dan liturgi Latin yang kaku Ajaran Gereja pasca Konsili Vatikan II yang tidak tegas serta minimnya katekese umat Cara hidup sejumlah pemimpin Gereja yang mewah dan terlibat skandal
  • 6. Kerapuhan Umat Beriman Ketidakdewasaan pribadi-personal- relasional Dasar iman yang tidak kuat dan pembinaan iman yang minim yang menyebabkan rasa “rendah diri” “Luka Batin” dengan pimpinan atau sesama anggota Gereja
  • 7. Being Catholic: What does it mean?Konferensi Waligereja Indonesia, ImanKatolik, Buku Informasi dan Referensi,Jakarta, 1996, ix-x.
  • 8. Manusiawi … “Seorang Katolik adalah orang yang biasa. Ia perlu makan dan minum. Ia membutuhkan kawan dan mencari kesetiakawanan. Ia harus bekerja dan mencari nafkah. Ia bisa sakit dan pasti suatu saat akan mati. Ia berasal dari sebuah keluarga dan (kebanyakan) membangun keluarga juga. Ia belajar, berkembang dan ikut membangun masyarakat. Ia juga punya agama. Agama yang khusus. Agama Katolik. Karena agamanya ia disebut “Katolik”. Katolik berarti “umum”, dan ia memang terlibat dalam hidup yang umum. Ia tidak menutup diri atau hidup dalam ghetto. Sebagai orang Katolik, tentu ia memiliki kekhususan sendiri, namun lebih banyak hal yang umum, yang sama dengan semua orang. Bahkan dalam hal agama pun ada banyak kesamaan dengan orang lain.”
  • 9. Kristiani … “Secara khusus orang Katolik merasa diri satu dengan semua orang yang mengaku diri orang Kristen, sebab hidup imannya berpusat pada Yesus kristus. Karena imannya akan Yesus Kristus, hubungannya dengan Allah menjadi khusus. Ia mengakui Yesus Kristus sebagai Anak Allah dan yakin bahwa dalam Yesus Kristus Allah ingin menerima semua manusia sebagai anak-anak-Nya yang terkasih. Iman itu tidak berasal dari darinya sendiri, melainkan dari karya Roh dalam hatinya. Maka ia tidak hanya percaya kepada Allah Bapa dan Anak-Nya Yesus Kristus, tetapi juga kepada Roh Kudus. Ia percaya akan Allah Tritunggal. Sebagai orang Kristen ia juga percaya bahwa Allah yang hidup berbicara kepadanya melalui Kitab Suci yang merupakan buku kesaksian iman tentang karya keselamatan Allah, yang dimulai dengan sejarah Israel dan memuncak dalam diri Yesus dari Nazaret.”
  • 10. Katolik … “Kekhasannya sebagai orang Katolik ialah bahwa ia menghayati iman itu dalam Gereja Katolik. Gereja bukan sekedar perkumpulan orang beriman saja, melainkan medan karya Roh yang dikehendaki oleh Yesus Kristus. Orang Katolik percaya akan Gereja yang satu, kudus, katolik dan apostolik. Gereja itu, yang dipimpin oleh para uskup, diakuinya sebagai tanda dan sarana rahmat. Dengan ikut serta dalam kehidupan Gereja, ia menyatakan imannya kepada Allah Tritunggal. Oleh Roh Kudus ia dipersatukan dengan Kristus dalam penyerahan-Nya kepada Allah Bapa. Pengungkapan iman terlaksana secara khusus dalam perayaan sakramen, khususnya Ekaristi, dan diwujudkan dalam seluruh hidup, terutama dalam pengabdian kepada masyarakat.”
  • 11. Menjadi Katolik … Tidak sekali jadi, melainkan merupakan suatu PROSES yang berkelanjutan Bukan sekedar warisan yang terus menerus dihidupi, melainkan suatu PILIHAN MENDASAR yang selalu dipertanggungjawabkan Adalah suatu ANUGERAH yang disyukuri sekaligus suatu KOMITMEN yang senantiasa diperjuangkan
  • 12. “Aku telah disalibkan dengan Kristus; namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku.” (Gal 2:19-20)
  • 13. Why be Catholic? Why remain Catholic?Richard Rohr, O.F.M. & Joseph Martos, “Eight GoodReasons for Being Catholic”,http://www.american-catholic.org/Newsletters/CU/ac088.(diunduh 29 Juni 2010, pk. 20.00)
  • 14. Katolisitas … Adalah Kekayaan Tradisi Injili dan Kebijaksanaan yang hidup lebih dari 2000 tahun Mempertahankan kesatuan (unity) dan kebhinnekaan (diversity) sepanjang sejarah Kristianitas Merangkum kebijaksanaan para leluhur, abad pertengahan dan zaman modern
  • 15. Pandangan yang optimistis tentangciptaan (An optimistic view of creation) “Dimanapun matahari Katolik bersinar, di sana ada musik, canda tawa dan anggur merah yang baik.” Bagi Gereja Katolik, dunia dan segala isinya adalah anugerah dan sakramen (tanda + sarana) kehadiran Allah Orang Katolik menghargai segala sesuatu yang baik yang alam berikan dan berusaha memanfaatkannya secara bijaksana
  • 16. Suatu visi universal (A universal vision) Gereja pertama kali disebut “katolik” (Yunani, katholike = umum, universal) pada abad IV ketika seluruh Kekaisaran Roma menjadi Kristen dan ketika Konsili Ekumenik pertama diadakan di Nisea (325) Gereja Katolik bukan suatu gereja nasional, melainkan suatu gereja multikultural, suatu institusi internasional Karena Gereja adalah universal maka kita sungguh Katolik jika kita memandang dunia dan seluruh umat manusia, bukan dalam sudut pandang kesukuan ataupun kebangsaan, melainkan dalam perspektif Allah yang concern pada suatu keluarga besar manusia
  • 17. Suatu sudut pandang yang menyeluruh(A holistic outlook) Gereja Katolik senantiasa mengusahakan kesucian (holiness) sebagai suatu keutuhan (wholeness) Dalam Gereja Katolik, setiap orang (perempuan & laki-laki, tua & muda, imam & awam) dipanggil untuk mencapai kepenuhan, untuk menjadi pribadi yang utuh dan kudus Kesucian sejati menuntut suatu pertobatan seluruh pribadi terus menerus, suatu transformasi total kepribadian, suatu perhatian pada kemurnian badani maupun rohani, serta keseimbangan doa dan karya di manapun dan kapanpun
  • 18. Pertumbuhan personal (Personal growth) Gereja Katolik memandang hidup sebagai sebuah proses pertobatan dan pertumbuhan yang berkelanjutan, suatu perjalanan yang bertahap melalui jatuh bangun (setia) Keselamatan dan kebahagiaan kita tidak tergantung hanya pada diri sendiri melainkan juga pada rahmat Allah yang mengundang dan memampukan (terbuka) Kerjasama dengan Roh Allah itu membawa kita pada pertumbuhan dalam Kristus, yakni kepenuhan pribadi justru dengan mengosongkan diri (kenosis)
  • 19. Sesungguhnya jikalau biji gandumtidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja;tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah. (Yoh 12:24)
  • 20. Transformasi sosial(Social transformation) Dari zaman ke zaman, sebagaimana Yesus menghadirkan Kerajaan Allah, Kristianitas senantiasa tertantang untuk membarui struktur masyarakat Secara khusus, Gereja Katolik memberi perhatian dan berpihak pada kaum miskin, tersingkir dan telantar atas dasar pemahaman akan martabat manusia sebagai citra Allah Menjadi Katolik berarti berdiri bersama semua orang yang berkehendak baik yang berusaha mengubah dunia menjadi lebih baik
  • 21. Suatu semangat kebersamaan(A communal spirit) Cara hidup (way of life) Kristiani pertama-tama adalah perjumpaan antar pribadi dalam kebersamaan (tubuh Kristus) Gereja Katolik pertama-tama adalah sebuah persekutuan dari paguyuban-paguyuban orang beriman Melawan semangat individualistik dan anonimitas, orang Katolik perlu menghidupkan kembali sekaligus mencari bentuk baru hidup bersama dalam hormat dan kasih
  • 22. Suatu kesadaran mendalam akan sejarah(A profound sense of history) Gereja Katolik, dibandingkan dengan Gereja manapun, telah ada dan tetap eksis selama lebih duapuluh abad Dalam hiruk pikuk sejarah panjang itu, pengalaman membuktikan bahwa kita tidak perlu takut pada sistem politik dan ekonomi manapun dan senyatanya Injil dapat hidup dalam setiap tempat, setiap saat dan dalam kondisi apapun Kesadaran kuat akan akar dan kontinuitas dengan kekayaan Katolik di masa lampau itu adalah nilai yang pantas kita banggakan
  • 23. Hormat terhadap pengetahuan manusiawi(A respect for human knowledge) Setelah filsafat, disiplin ilmu yang paling tua adalah teologi, fides quaerens intellectum, iman yang mencari pemahaman Kekayaan teologi dalam Katolisitas menegaskan bahwa iman tidaklah buta melainkan pencarian kebenaran terus menerus dalam terang akal budi dan pemahaman Hormat terhadap pengetahuan yang ada dalam Gereja Katolik itu senyatanya menghasilkan pemikir- pemikir besar yang mengembangkan ilmu pengetahuan seperti kedokteran, hukum, biologi, astronomi, dll.
  • 24. Tinggal, bangga dan bertumbuh dalam kekayaan kebijaksanaan Katolik … Menghargai seluruh ciptaan dan memandang dunia dalam perspektif universal Mengenakan sudut pandang holistik yang menantang pertumbuhan personal dan transformasi sosial Membangun hidup bersama yang lebih baik dan belajar dari sejarah Tidak takut untuk mempertanyakan iman, Gereja, dunia yang kita hidupi Dengan tetap mengarahkan mata, budi dan hati kita pada Kristus dan menghidupi Kabar Gembira (Injil)
  • 25. How to become a true Catholic?Henri J.M. Nouwen, In The Name of Jesus,Reflections on Christian Leadership, London,1989.
  • 26. Nasehat Petrus … “Saudara-saudaraku, berusahalah sungguh-sungguh, supaya panggilan dan pilihanmu makin teguh. Sebab jikalau kamu melakukannya, kamu tidak akan pernah tersandung. Dengan demikian kepada kamu akan dikaruniakan hak penuh untuk memasuki Kerajaan kekal, yaitu Kerajaan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus.” (2Ptr 1:10-11)
  • 27. Nasehat Paulus … “Karena itu, sebagai orang-orang pilihan Allah yang dikuduskan dan dikasihi-Nya, kenakanlah belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutan dan kesabaran. Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian. Dan segala sesuatu yang kamu lakukan dengan perkataan atau perbuatan, lakukanlah semuanya itu dalam nama Tuhan Yesus, sambil mengucap syukur oleh Dia kepada Allah, Bapa kita.” (Kol 3:12-13.17)
  • 28. Konsili Vatikan II, Lumen Gentium 31tentang Awam Katolik … “Ciri khas dan istimewa kaum awam yakni sifat keduniaannya. Di situlah mereka dipanggil oleh Allah untuk menunaikan tugas mereka sendiri dengan dijiwai semangat Injil, dan dengan demikian ibarat ragi membawa sumbangan mereka demi pengudusan dunia bagaikan dari dalam. Jadi, tugas mereka yang istimewa, yakni: menyinari dan mengatur semua hal-hal fana, yang erat-erat melibatkan mereka, sedemikian rupa, sehingga semua itu selalu terlaksana dan berkembang menurut kehendak Kristus, demi kemuliaan Sang Pencipta dan Penebus.”
  • 29. Dari relevansi menuju doa Godaan: Menjadi Relevan Pertanyaan: Apakah Engkau Mencintai Aku? Disiplin: Doa Kontemplatif  “Agar dapat menghayati hidup yang tidak dikuasai oleh keinginan menjadi relevan melainkan hidup yang tertambat pada pengenalan akan cinta pertama Allah, kita harus menjadi orang-orang mistik. Seorang mistik adalah pribadi yang jati dirinya berakar dalam pada cinta pertama Allah.”
  • 30. “Kedalaman Ilahi tersembunyi dalamkesederhanaan, ketulusan itumembahagiakan, cinta itu membebaskan.”
  • 31. Dari popularitas menuju pelayanan Godaan: Menjadi Hebat Tugas: Gembalakanlah Domba-domba-Ku Disiplin: Pengakuan dan Pengampunan  “Melalui pengakuan, kekuatan gelap dikeluarkan dari ketertutupan daging, dibawa ke dalam terang dan dapat dilihat oleh komunitas. Melalui pengampunan, kekuatan itu dilucuti dan dipergikan, sehingga integrasi baru antara tubuh dan roh menjadi mungkin.”
  • 32. “Tuhan, kutahu cintaku terbatasdan tak sempurna, tetapi kumau mencintai-Mu tanpa syarat, sebagaimana Engkau telahmencintaiku tanpa syarat dengan cinta-Mu yang sempurna dan tiada batas.”
  • 33. Dari yang memimpin menuju yangdipimpin Godaan: Menjadi Berkuasa Tantangan: Orang Lain akan Membawa Engkau Disiplin: Refleksi Teologis  “Refleksi teologis adalah refleksi atas kenyataan hidup sehari-hari yang menyakitkan dan menggembirakan, dengan pikiran Yesus dan dengan cara itu mengangkat kesadaran manusia sampai mengenal penyelenggaraan Allah yang lembut.”
  • 34. “Allah membuat segala sesuatu indah pada waktunya.” (Pkh 3:11)
  • 35. BERKAH DALEM

×