• Share
  • Email
  • Embed
  • Like
  • Save
  • Private Content
 

Pengukuran produktivitas dengan metode objective matrix (omax)

on

  • 4,136 views

analisis produktivitas

analisis produktivitas

Statistics

Views

Total Views
4,136
Views on SlideShare
4,118
Embed Views
18

Actions

Likes
0
Downloads
76
Comments
0

2 Embeds 18

http://www.slashdocs.com 14
http://www.docseek.net 4

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Adobe PDF

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

    Pengukuran produktivitas dengan metode objective matrix (omax) Pengukuran produktivitas dengan metode objective matrix (omax) Presentation Transcript

    • BAB I PENDAHULUAN1.1 Latar Belakang PT. Bridgestone Tire Indonesia, merupakan salah satu perusahaan manufaktur yang bergerak dalam bidang pembuatan produk ban. Agar perusahaan tetap bersaing dengan perusahaan-perusahaan lainnya, PT. Bridgestone Tire Indonesia memerlukan adanya peningkatan akan produktivitas dari pekerjanya secara berkelanjutan agar dapat melakukan hal yang optimal terhadap produk yang dihasilkannya. Sebagai langkah awal dari usaha-usaha peningkatan produktivitas, maka perlu dilakukan suatu pengukuran produktivitas.1.2 Perumusan Masalah Pada PT. Bridgestone Tire Indonesia menggunakan model produktivitas KGPMH (Kilo Gram Per Man Hours) yaitu perbandingan antara jumlah produk yang dihasilkan dengan jumlah waktu kerja. http://www.gunadarma.ac.id/   
    • 1.3 Tujuan 1. Menganalisa produktivitas pada Departemen Produksi 3 V3 (proses curing dan proses finishing) PT. Bridgestone Tire Indonesia dengan menggunakan Metode Objective Matrix (OMAX) yang berguna sebagai bahan masukan yang baik dalam pengukuran produktivitas bagi perusahaan. 2. Mengidentifikasikan faktor-faktor yang selama ini memiliki pengaruh terhadap perkembangan produktivitas. 3. Memberikan usulan dalam upaya meningkatkan produktivitas untuk masa yang akan datang.1.4 Pembatasan Masalah 1. Melihat ada beberapa jenis ban yang dihasilkan maka penulis hanya mengambil proses di Departemen Produksi 3 V3 (proses curing dan proses finishing) produk ban radial PT. Bridgestone Tire Indonesia. 2. Pengukuran produktivitas dilakukan dengan menggunakan model Objective Matrix (OMAX). 3. Periode dasar atau periode pembanding adalah bulan januari 2008 hingga desember 2008. 4. Periode pengukuran adalah bulan januari 2009 hingga agustus 2009. 5. Data yang diperoleh adalah data non finansial. 6. Pengukuran produktivitas disini tidak dimaksud untuk membandingkan dengan produktivitas tiap departemen dan perusahaan lainnya.   
    • 1.5 Sistematika Penulisan Adapun sistematika penulisan pada Tugas Akhir ini adalah sebagai berikut: - BAB I : PENDAHULUAN - BAB II : LANDASAN TEORI - BAB III: METODOLOGI PENELITIAN - BAB IV: PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA - BAB V : ANALISA DAN USULAN PERBAIKAN - BAB VI: KESIMPULAN DAN SARAN    
    • BAB III METODOLOGI PENELITIAN3.1 Diagram Alir Penelitian Mulai Studi  Pendahuluan Identifikasi  Masalah Studi Pustaka Tujuan  Penelitian Pengumpulan  D ata Ya Tidak D ata C ukup Pengolahan D ata  D engan Menggunakan  Metode  O bjective Matrix (OMA X ) A nalisa Hasil  Pengukuran Produktivitas Kesimpulan D an Saran    Selesai
    • BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA4.1 Pengumpulan Data Data penunjang yang diperlukan dalam pengolahan data adalah sebagai  berikut: ­ Sejarah Singkat Perusahaan    PT. Bridgestone Tire Indonesia berdiri pada 8 september 1973. Pemegang               saham dari Bridgestone Tire Indonesia terdiri dari 2 pemegang saham yaitu              45,75% dipegang oleh PT. Sinar Bersama Makmur dan 54,25% dipegang              oleh Bridgestone Corporation. Modal dasar perusahaan ini berkisar US $              24.960.000. Perkembangan perusahaan Bridgestone Tire Indonesia dimulai              pada tahun 1975, produksi ban pertama kali dilakukan di pabrik bekasi              pada tanggal 1 oktober 1975 yaitu ban truk atau bis. Pada tanggal 5              februari 1976 perusahaan diresmikan oleh menteri perindustrian RI dan              gubernur propinsi jawa barat yang berlangsung di pabrik bekasi.           ­  Kebijakan Dan Misi Perusahaan             Motto perusahaan Bridgestone Tire Indonesia adalah menyumbang               masyarakat dengan produk mutu tinggi.   
    • - Kondisi dan lingkungan tempat kerja Berdasarkan pengamatan dan survei langsung ke lapangan, didalam kawasan pabrik banyak terdapat poster keselamatan dan kesehatan kerja (K3) dan kalimat motivator untuk pekerja.- Tata Tertib Perusahaan- Jenis Produk PT. Bridgestone Tire Indonesia memproduksi berbagai jenis ban kendaraan penumpang, ban komersil (truk ringan dan mini bus), ban untuk keperluan industri, ban untuk keperluan pertanian dan untuk pemakaian dimedan berat. Produk ban yang dihasilkan terdapat tipe ban tubeless (tanpa ban dalam) dan tube (ban dalam).- Struktur Organisasi meliputi struktur organisasi perusahaan, struktur organisasi seksi V3 (proses curing dan finishing), dan struktur organisasi seksi industrial engineering.- Layout Pabrik PT. Bridgestone Tire Indonesia memiliki luas lantai produksi 275.700 m². Curing Seksi Cutting SR Belt Curing Seksi  Seksi Banburry Calender Banburry Curing Seksi Cutting Banburry Seksi Curing Building Banburry Finishing Curing Banburry Seksi Cutting Seksi Extruding Banburry TWH­A Curing Banburry Curing Mixing Chemical Curing Chemical Seksi Bead Curing Area chemical dan bahan baku Mixer Bahan Baku    
    • - Proses Produksi Dalam pembuatan produk ban tipe radial meliputi proses banburry, proses extruding, proses bead, proses calender, proses cutting, proses building, proses curing, dan proses finishing.- Penggunaan Metode Kgpmh Kgpmh adalah jumlah produk yang dihasilkan oleh satu orang tenaga kerja langsung dalam waktu satu jam. Dimana formulasi rumus kgpmh sbb: Jumlah Total Pr oduksi KGPMH =  Jumlah Orang x 7. 17 x 3/4 x Hari Kerja x 0 . 96   Over Time   Man Jam  Bulan Jumlah Jumlah Jumlah Jumlah Jam Kgpmh Produksi Tenaga Hari lembur Yang Aktual Kerja Kerja Digunakan Januari ‘08 2265458 289 21 178,77 71,90 Februari 2275583 286 21 186,2 72,96 ‘08 Maret ‘08 2371253 286 22 182 72,60 April ’08 1942808 288 22 160,2 59,11 Mei ‘08 2391233 287 20 173,02 80,23    
    • Bulan Jumlah Jumlah Jumlah Jumlah Jam Kgpmh Produksi Tenaga Hari lembur Yang Aktual Kerja Kerja Digunakan Juni ’08 2283803 285 21 152,72 73,55 Juli ’08 2353155 285 21 178,25 75,72 Agustus ’08 2269748 286 22 178,67 69,50 September ’08 2046435 286 22 130,2 62,75 Oktober ’08 1913558 285 20 145,37 64,71 November ’08 1915133 285 21 148,15 61,69 Desember ’08 1274955 286 21 46,52 41,06 Januari ’09 826950 280 21 36,77 27,21 Februari ’09 1167443 285 21 27,89 37,75 Maret ’09 1557653 284 22 20,33 48,26 April ’09 1752210 284 22 59,12 54,22 Mei ’09 2152658 291 20 81,38 71,45 Juni ’09 2037885 284 21 92,05 65,99 Juli ’09 2086328 283 21 110,17 67,76 Agustus ‘09 2026650 287 22 107,02 61,97   
    • 4.2 Pengolahan Data Sebelum pembentukan metode omax dilakukan perhitungan rasio, dimana ada 6 rasio yang menjadi data penunjang. Rasio tersebut merupakan kriteria yang ditetapkan untuk perusahaan, formulasi rumus dari ke 6 rasio ini adalah sbb: Jumlah Pr oduk Cacat  Tire  Pemakaian Listrik Rasio 1 = X 100 Rasio 2 = Jumlah Pr oduksi Aktual  Tire  Jumlah Pr oduksi Aktual  Tire  Jumlah Jam Lembur Yang Digunakan  Jam  Waktu Line Stop  Jam Rasio 3 = X 100 Rasio 4 = X 100 Jumlah Jam Kerja Tersedia  Jam  Waktu Pr oduksi  Jam  Jumlah Pr oduk Aktual Tire  Jumlah Absensi  Hari  Rasio 5 = X 100 Rasio 6 = X 100 Jumlah T arget Pr oduksi Tire  Jumlah Hari Kerja Tersedia  Hari    
    • Bulan Rasio 1 Rasio 2 Rasio 3 Rasio 4 Rasio 5 Rasio 6 Januari ‘08 8,51 2,25 0,41 90,36 94,29 0,13 Februari ’08 9,13 2,10 0,43 92,07 99,04 0,18 Maret ’08 5,70 2,19 0,40 89,40 96,62 0,17 April ’08 5,86 2,24 0,35 88,77 95,60 0,14 Mei ’08 6,44 2,13 0,42 94,14 97,47 0,17 Juni ’08 8,31 2,16 0,36 91,40 97,07 0,20 Juli ‘08 7,44 2,16 0,42 92,04 96,57 0,17 Agustus ‘08 6,61 2,20 0,40 92,58 95,84 0,17 September ‘08 6,16 2,17 0,29 89,73 94,77 0,17 Oktober ’08 6,48 2,30 0,36 87,58 97,37 0,21 November ‘08 7,04 2,55 0,35 89,70 97,25 0,20 Desember ‘08 8,80 3,12 0,11 90,20 99,83 0,18 Jumlah 86,46 27,57 4,28 1087,97 1161,72 2,15 Nilai Standar Awal 7,21 2,30 0,36 90,66 96,81 0,18 Nilai Terburuk 9,13 3,12 25,94 94,13 99,83 0,21 Nilai Sasaran  3,9 2,00 0,25 45,33 100 0 Akhir   
    • Tabel Kenaikan setiap Level Interval Rasio 1 Rasio 2 Rasio 3 Rasio 4 Rasio 5 Rasio 6 Atas ­ 0,4729 ­ 0,0429 ­ 0,0153 ­ 6,476 0,456 ­ 0,0257 Bawah ­ 0,64 ­ 0,2733 ­ 8,528 ­ 1,157 ­ 1,0067 ­ 0,01 Keterangan : Nilai Sasaran Akhir  Level 10  − Nilai S tan dar Awal  Level 3  Kenaikan Interval Atas   = Jumlah Level = 7 Nilai S tan dar Awal  Level 3  − Nilai Terburuk  Level 0  Kenaikan Interval Bawah  = Jumlah Level = 3                       Tabel Bobot Produktivitas Dan Sasaran  Peningkatan Rasio Bobot Produktivitas Sasaran Peningkatan 1 16,71 % 35,47 % 2 16,19 % 33,54 % 3 16,45 % 34,82 % 4 16,71 % 37,92 % 5 18,41 % 36,21 % 6 15,52 % 32,90 %   
    • Metode Objective Matrix (OMAX) Rasio 1 Rasio 2 Rasio 3 Rasio 4 Rasio 5 Rasio 6 Kualitas Efisiensi Efisiensi Efisiensi Efektivitas Inferensial 7,93 4,05 0,09 89,22 97,25 0,29 Performance 3,9 2,00 0,25 45,33 100 0 10 4,37 2,04 0,27 51,81 99,54 0,03 9 4,85 2,09 0,28 58,28 99,09 0,05 8 7 5,32 2,13 0,30 64,76 98,63 0,08 6 5,79 2,17 0,31 71,23 98,18 0,10 5 Skor 6,26 2,21 0,33 77,71 97,72 0,13 4 6,74 2,26 0,34 84,19 97,26 0,15 3 7,21 2,30 0,36 90,66 96,81 0,18 2 7,85 2,57 8,884 91,816 97,81 0,19 1 8,49 2,84 17,412 92,973 98,82 0,20 0 9,13 3,12 25,94 94,13 99,83 0,21 2 0 10 4 3 0 Skor 16,71 16,19 16,45 16,71 18,41 15,52 Bobot 33,42 0 164,5 66,84 55,23 0 Nilai Saat Ini Periode Dasar IndeksIndikator Performansi 319,9 300 6,633    Gambar Objective Matrix (OMAX) Bulan Januari 2009
    • Metode Objective Matrix (OMAX) Rasio 1 Rasio 2 Rasio 3 Rasio 4 Rasio 5 Rasio 6 Kualitas Efisiensi Efisiensi Efisiensi Efektivitas Inferensial 8,15 2,82 0,06 93,08 85,41 0,20 Performance 3,9 2,00 0,25 45,33 100 0 10 4,37 2,04 0,27 51,81 99,54 0,03 9 4,85 2,09 0,28 58,28 99,09 0,05 8 5,32 2,13 0,30 64,76 98,63 0,08 7 5,79 2,17 0,31 71,23 98,18 0,10 6 5 Skor 6,26 2,21 0,33 77,71 97,72 0,13 6,74 2,26 0,34 84,19 97,26 0,15 4 7,21 2,30 0,36 90,66 96,81 0,18 3 2 7,85 2,57 8,884 91,816 97,81 0,19 1 8,49 2,84 17,412 92,973 98,82 0,20 0 9,13 3,12 25,94 94,13 99,83 0,21 2 2 10 1 3 1 Skor 16,71 16,19 16,45 16,71 18,41 15,52 Bobot 33,42 32,38 164,5 16,71 55,23 15,52 Nilai Saat Ini Periode Dasar Indeks Indikator Performansi 317,76 300 5,92    Gambar Objective Matrix (OMAX) Bulan Februari 2009
    • Metode Objective Matrix (OMAX) Rasio 1 Rasio 2 Rasio 3 Rasio 4 Rasio 5 Rasio 6 Kualitas Efisiensi Efisiensi Efisiensi Efektivitas Inferensial 6,99 2,43 0,05 83,63 95,59 0,21 Performance 3,9 2,00 0,25 45,33 100 0 10 4,37 2,04 0,27 51,81 99,54 0,03 9 4,85 2,09 0,28 58,28 99,09 0,05 8 5,32 2,13 0,30 64,76 98,63 0,08 7 5,79 2,17 0,31 71,23 98,18 0,10 6 6,26 2,21 0,33 77,71 97,72 0,13 5 Skor 6,74 2,26 0,34 84,19 97,26 0,15 4 7,21 2,30 0,36 90,66 96,81 0,18 3 7,85 2,57 8,884 91,816 97,81 0,19 2 8,49 2,84 17,412 92,973 98,82 0,20 1 9,13 3,12 25,94 94,13 99,83 0,21 0 4 3 10 5 3 0 Skor 16,71 16,19 16,45 16,71 18,41 15,52 Bobot 66,84 48,57 164,5 83,55 55,23 0 Nilai Saat Ini Periode Dasar Indeks Indikator Performansi 418,69 300 39,56 Gambar Objective Matrix (OMAX) Bulan Maret 2009   
    • Metode Objective Matrix (OMAX)  Rasio 1 Rasio 2 Rasio 3 Rasio 4 Rasio 5 Rasio 6 Kualitas Efisiensi Efisiensi Efisiensi Efektivitas Inferensial 6,3 2,38 0,13 84,16 96,27 0,21 Performance 3,9 2,00 0,25 45,33 100 0 10 4,37 2,04 0,27 51,81 99,54 0,03 9 4,85 2,09 0,28 58,28 99,09 0,05 8 5,32 2,13 0,30 64,76 98,63 0,08 7 5,79 2,17 0,31 71,23 98,18 0,10 6 6,26 2,21 0,33 77,71 97,72 0,13 5 Skor 6,74 2,26 0,34 84,19 97,26 0,15 4 7,21 2,30 0,36 90,66 96,81 0,18 3 7,85 2,57 8,884 91,816 97,81 0,19 2 8,49 2,84 17,412 92,973 98,82 0,20 1 9,13 3,12 25,94 94,13 99,83 0,21 0 5 3 10 5 3 0 Skor 16,71 16,19 16,45 16,71 18,41 15,52 Bobot 83,55 48,57 164,5 83,55 55,23 0 Nilai Saat Ini Periode Dasar IndeksIndikator Performansi 435,4 300 45,13 Gambar Objective Matrix (OMAX) Bulan April 2009   
    • Metode Objective Matrix (OMAX) Rasio 1 Rasio 2 Rasio 3 Rasio 4 Rasio 5 Rasio 6 Kualitas Efisiensi Efisiensi Efisiensi Efektivitas Inferensial 6,08 2,14 0,20 85,67 95,12 0,10 Performance 3,9 2,00 0,25 45,33 100 0 10 4,37 2,04 0,27 51,81 99,54 0,03 9 4,85 2,09 0,28 58,28 99,09 0,05 8 5,32 2,13 0,30 64,76 98,63 0,08 7 5,79 2,17 0,31 71,23 98,18 0,10 6 6,26 2,21 0,33 77,71 97,72 0,13 5 Skor 6,74 2,26 0,34 84,19 97,26 0,15 4 7,21 2,30 0,36 90,66 96,81 0,18 3 7,85 2,57 8,884 91,816 97,81 0,19 2 8,49 2,84 17,412 92,973 98,82 0,20 1 9,13 3,12 25,94 94,13 99,83 0,21 0 6 7 10 4 3 6 Skor 16,71 16,19 16,45 16,71 18,41 15,52 Bobot 100,26 113,33 164,5 66,84 55,23 93,12 Nilai Saat Ini Periode Dasar Indeks Indikator Performansi 593,28 300 97,76  Gambar Objective Matrix (OMAX) Bulan Mei 2009  
    • Metode Objective Matrix (OMAX) Rasio 1 Rasio 2 Rasio 3 Rasio 4 Rasio 5 Rasio 6 Kualitas Efisiensi Efisiensi Efisiensi Efektivitas Inferensial 6,20 2,18 0,22 87,62 94,00 0,22 Performance 3,9 2,00 0,25 45,33 100 0 10 4,37 2,04 0,27 51,81 99,54 0,03 9 4,85 2,09 0,28 58,28 99,09 0,05 8 5,32 2,13 0,30 64,76 98,63 0,08 7 6 5,79 2,17 0,31 71,23 98,18 0,10 Skor 5 6,26 2,21 0,33 77,71 97,72 0,13 4 6,74 2,26 0,34 84,19 97,26 0,15 3 7,21 2,30 0,36 90,66 96,81 0,18 2 7,85 2,57 8,884 91,816 97,81 0,19 1 8,49 2,84 17,412 92,973 98,82 0,20 0 9,13 3,12 25,94 94,13 99,83 0,21 Skor 6 6 10 4 3 0 Bobot 16,71 16,19 16,45 16,71 18,41 15,52 Nilai 100,26 97,14 164,5 66,84 55,23 0 Saat Ini Periode Dasar Indeks Indikator Performansi 483,97 300 61,32    Gambar Objective Matrix (OMAX) Bulan Juni 2009
    • Metode Objective Matrix (OMAX) Rasio 1 Rasio 2 Rasio 3 Rasio 4 Rasio 5 Rasio 6 Kualitas Efisiensi Efisiensi Efisiensi Efektivitas Inferensial 5,44 2,20 0,26 87,16 95,10 0,24 Performance 3,9 2,00 0,25 45,33 100 0 10 4,37 2,04 0,27 51,81 99,54 0,03 9 4,85 2,09 0,28 58,28 99,09 0,05 8 5,32 2,13 0,30 64,76 98,63 0,08 7 5,79 2,17 0,31 71,23 98,18 0,10 6 6,26 2,21 0,33 77,71 97,72 0,13 5 Skor 6,74 2,26 0,34 84,19 97,26 0,15 4 7,21 2,30 0,36 90,66 96,81 0,18 3 7,85 2,57 8,884 91,816 97,81 0,19 2 8,49 2,84 17,412 92,973 98,82 0,20 1 9,13 3,12 25,94 94,13 99,83 0,21 0 Skor 7 6 10 4 3 0 16,71 16,19 16,45 16,71 18,41 15,52 Bobot 116,97 97,14 164,5 66,84 55,23 0 Nilai Indikator Performansi Saat Ini Periode Dasar Indeks 500,68 300 66,89    Gambar Objective Matrix (OMAX) Bulan Juli 2009
    • Metode Objective Matrix (OMAX) Rasio 1 Rasio 2 Rasio 3 Rasio 4 Rasio 5 Rasio 6 Kualitas Efisiensi Efisiensi Efisiensi Efektivitas Inferensial 6,44 2,28 0,24 89,20 98,42 0,16 Performance 3,9 2,00 0,25 45,33 100 0 10 4,37 2,04 0,27 51,81 99,54 0,03 9 4,85 2,09 0,28 58,28 99,09 0,05 8 5,32 2,13 0,30 64,76 98,63 0,08 7 5,79 2,17 0,31 71,23 98,18 0,10 6 6,26 2,21 0,33 77,71 97,72 0,13 5 Skor 6,74 2,26 0,34 84,19 97,26 0,15 4 7,21 2,30 0,36 90,66 96,81 0,18 3 7,85 2,57 8,884 91,816 97,81 0,19 2 8,49 2,84 17,412 92,973 98,82 0,20 1 9,13 3,12 25,94 94,13 99,83 0,21 0 Skor 5 4 10 4 6 4 16,71 16,19 16,45 16,71 18,41 15,52 Bobot 83,55 64,76 164,5 66,84 110,46 62,08 Nilai Indikator Performansi Saat Ini Periode Dasar Indeks 552,19 300 84,06 Gambar Objective Matrix (OMAX) Bulan Agustus 2009   
    • BAB V ANALISA DAN PEMBAHASANKriteria Produktivitas Disebabkan karena listrik padam dana. Faktor Manusia : persentase cacat, kebersihan sekitar pabrik yang kurang efisiensi pemakaian energi, efisiensi dijaga. waktu produksi, persentase waktu line stop, dan efisiensi jam kerja. Usulan perbaikan kriteriab. Faktor Material : Terjadi pada kriteria produktivitas produktivitas 1 (persentase cacat). Disebabkan karena material yang a. Faktor Manusia : Melakukan on the job digunakan kurang dan penggunaan training, dan sebaiknya supervisor material yang tidak layak pakai. dengan para pekerja dapat berkoordinasi dengan baik. b. Faktor Material : Penggantian materialc. Faktor Metode : Terjadi pada kriteria yang baru dan persediaan material produktivitas 1 (persentase cacat). perlu ditingkatkan. Disebabkan karena metode kerja yang salah dari tahap pencetakan sampai dilakukan pemasakan dalam proses c. Faktor Metode : Simulasi proses curing. dengan mengganti curing bladder dan ketepatan pensettingan temperatur.d. Faktor Mesin : persentase cacat, d. Faktor Mesin : Perawatan mesin, efisiensi pemakaian energi, efisiensi penggantian mesin lama dengan waktu produksi, persentase waktu line mesin yang memiliki kualitas lebih stop, efisiensi jam kerja, Disebabkan baik, dan menjaga kebersihan mesin. karena kurang terawat dan usia mesin. e. Faktor Lingkungan : Memaksimalkane. Faktor Lingkungan : persentase cacat, penggunaan genset dengan efisiensi pemakaian energi, efisiensi melakukan perawaan secara berkala waktu produksi, persentase waktu line dan menjaga kebersihan lingkungan stop, dan efisiensi jam kerja. sekitar pabrik agar tidak mengganggu aktivitas para pekerja.   
    • BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN Disebabkan banyaknya pekerja yang absen dikarenakan  beberapa alasan seperti sakit,tanpa keterangan Tingkat Produktivitas Selama Periode Pengukuran dan izin. ­ Januari ’09, IP = 6,633 % dengan nilai saat ini sebesar 319,9.   ­ Februari ’09, IP = 5,92 % dengan nilai saat ini sebesar 317,76.  Adapun saran untuk perusahaan sbb: Penurunan IP dari periode januari ’09 sebesar – 0,713. 1. Mengadakan pelatihan untuk semua karyarwan  ­ Maret ’09, IP = 39,56 % dengan nilai saat ini 418,69. baru maupun lama agar lebih terampil dan  ­ April ’09, IP = 45,13 % dengan nilai saat ini 435,4. menghasilkan kinerja yang lebih efisien dan  ­ Mei ’09, IP = 97,76 % dengan nilai saat ini 593,28. efektif. ­ Juni ’09, IP = 61,32 % dengan nilai saat ini 483,97. Penurunan  2. Selalu dilakukan evaluasi dan perbaikan  IP dari periode mei ’09 sebesar 36,44 %. terhadap cara kerja agar perusahaan selalu  ­ Juli ’09, IP = 66,89 % dengan nilai saat ini sebesar 500,68. produktif. ­ Agustus ’09, IP = 84,06 % dengan nilai saat ini sebesar 552,19. 3. Pemeriksaan terhadap material yang masuk  harus memiliki kualitas dan kuantitas yang Faktor Yang Mempengaruhi Penurunan Produktivita sesuai dengan pemesanan.­ Skor rata­rata rasio 1 (Kriteria Kualitas) = 4,625. Kondisi cukup  4. Sistem preventive maintenance untuk mencegah  baik karena produk cacat tidak banyak. penghentian mesin harus terencana dengan   baik agar mesin dan peralatan dapat diandalkan ­ Skor rata­rata rasio 2 (Kriteria efisiensi) = 3,875. Kondisi  pemakaian listrik terlalu besar. dan mempunyai produktivitas yang tinggi.­ Skor rata­rata rasio 3 (kriteria efisiensi) = 10. Kondisi sangat baik  5. Sistem manajemen keselamatan dan kesehatan  karena capai target perusahaan dlm mengefisiensikan antara  kerja harus lebih ditingkatkan, diharapkan sesuai  waktu lembur dengan waktu kerja yang digunakan.  dengan praktek dilapangan agar tidak terjadi  kecelakaan dalam pekerjaan sehingga dapat ­ Skor rata­rata rasio 4 (kriteria efisiensi) = 3,875. Dalam  memperbaiki mesin terlalu lama sehingga produksi terhenti  menyebabkan penurunan hasil produksi yang  (Line stop). dikarenakan tenaga kerja tidak masuk. ­ Skor rata­rata rasio 5 (kriteria efektivitas) = 3,375. Disebabkan  6. Untuk tetap dapat mempertahankan dan  produksi aktual tidak sesuai dengan target produksi yang  meningkatkan produktivitas perusahaan, maka  direncanakan. sebaiknya untuk perhitungan IP harus dilakukan  secara berkala sehingga perusahaan dapat ­ Skor rata­rata rasio 6 (kriteria inferensial) = 1,375.  secara terus menerus memantau kriteria­kriteria  yang menyebakan terjadinya penurunan  produktivitas dan dapat segera menanggulangi  penyebab penurunan produktivitas tersebut.