Like this? Share it with your network

Share

Sosiologi

  • 1,218 views
Uploaded on

Sosialisasi dan Kepribadian

Sosialisasi dan Kepribadian

  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Be the first to comment
    Be the first to like this
No Downloads

Views

Total Views
1,218
On Slideshare
1,218
From Embeds
0
Number of Embeds
0

Actions

Shares
Downloads
26
Comments
0
Likes
0

Embeds 0

No embeds

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
    No notes for slide

Transcript

  • 1. Beranda PENGERTIANINTERAKSI SOSIAL 2.1Bentuk-bentuk Interaksi 2.2 Sosial Faktor Pendorong Interaksi Sosial K 2.3 E PENGERTIAN L 1. GIAN ARON ANGELO.RDINAMIKA SOSIAL O 2.4 M 2. NURUL AULIYA H. FAKTOR YANG P MENDORONG O 3. MIFTA FLORENCIADINAMIKA SOSIAL 2.5 K 2: 4. LM SATRIA AKBAR A.M KESIMPULAN Kesimpulan
  • 2. 2.1 Peran Norma & Nilai pada Proses Sosialisasi  Alat motivasi untuk member semangat pada manusia agar mewujudkan dirinya dalam perilaku sosialNorma dan nilai dalam masyarakat sangatlah berperan dalam  Sarana untuk menetapkan harga sosial. Nilai-nilaimemberikan stabilitas kehidupan bermasyarakat. Peran nilai sosial digunakan untuk mengukur penghargaan sosialdan norma secara umum adalah untuk mengatur pola yang patut diberikan kepada seseorang atau golongan.kehidupan masyarakat agar pola perilaku yang ditunjukkan  Petunjuk arah atau cara berpikir dan bertindak wargaseimbang,tidak merugikan, serta tidak menimbulkan masyarakat secara umum diarahkan oleh nilai-nilaiketidakadilan. Dalam masyarakat yang modern saat ini sosial yang berlaku.memang sangat dibutuhkan peran dari nilai dan norma. Hal ini  Alat solidaritas yang berfungsi mendorong masyarakat untuk saling bekerja sama untukdigunakan agar masyarakat modern tidak berlaku sekehendak mencapai sesuatu yang tidak dapat dicapai sendiri.hatinya. Secara lebih rinci peran nilai dan norma dalam  Kontrol sosial terhadap nilai-nilai yang dapat menjadimasyarakat adalah: acuan bagi setiap tindakan individu, serta interaksi antaranggota masyarakat.  Sebagai benteng perlindungan, karena nilai sosial merupakan tempat perlindungan yang kuat dan aman terhadap ancaman dari luar sehingga masyarakat akan senantiasa menjaga dan mempertahankan nilai sosialnya. Next
  • 3. Norma merupakan wujud konkret dari nilai yang merupakan pedoman. Di dalamnya terdapat hal yangmengharuskan individu atau masyarakat untuk melakukan tindakan dan perilaku yang dibenarkan untukmewujudkan nilai-nilai. Norma muncul dan tumbuh dari proses kemasyarakatan sebagai hasil dari prosesbermasyarakat. Pada awalnya, aturan itu dibentuk secara tidak sengaja. Lama-kelamaan norma-norma itudisusun atau dibentuk secara sadar. Norma dalam masyarakat berisi tata tertib, aturan, petunjuk standarperilaku yang pantas atau wajar sehingga norma tidak boleh dilanggar. Siapapun yang melanggarnya atau tidakbertingkah laku sesuai dengan ketentuan yang tercantum dalam norma, akan memperoleh hukuman.Norma yang ada dalam masyarakat memiliki peranan untuk mengatur, mengendalikan, memberi arah, danmemberi sanksi bagi tingkah laku masyarakat. Setiap masyarakat selalu mempunyai aturan agar tercipta suatukondisi tertib sosial. Untuk itulah norma diperlukan, bagi setiap masyarakat yang meng harapkan dan memaksaanggotanya untuk mengikuti norma sosial yang ada. Pelaksanaan norma akan selalu dilakukan sejak anak masihkecil. Saat pertama kali anak bersosialisasi dengan orangtuanya, mereka akan diajarkan untuk mengikutiperintah orangtuanya, seperti harus membantu orangtua, tidak boleh berbohong, berbuat baik dan menyayangiorang lain, dan sebagainya. Beberapa norma yang berperan dalam proses sosialisasi di antaranya norma Back Next
  • 4. 2.2 .1 Deskripsi Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perkembangan kepribadian Dalam perkembangan kepribadian masyarakat ada faktor-faktor yang memengaruhinya yakni faktor biologis, faktor sosial, dan faktor kebudayaan. Faktor biologis yaitu sesuatu yang berhubungan dengan keadaan jasmani, atau seringkali disebut faktor psikologis. Faktor sosial yaitu masyarakat yakni manusia-manusia lain disekitar individu yang mempengaruhi individu yang bersangkutan. Aspek kebudayaan yang mempengaruhi perkembangan dan pembentukan kepribadian yaitu nilai-nilai (Values).
  • 5. 2.2.2 Hasil Diskusi Faktor-faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Kepribadian1. Faktor BiologisFaktor biologis yaitu yang berhubungan dengan keadaan jasmani, atau seringkali disebut faktorfisiologi. Dewasa ini ada kedua psikologi Sosial. Ini menunjukkan dua pendekatan dalampsikologi , sosial ada yang menekankan faktor-faktor psikologis dan ada yang menekankanfaktor-faktor sosial atau dengan istilah lain, faktor-faktor yang timbul dari dalam diri individu(faktor personal), dan faktor-faktor berpengaruh yang datang dari luar diri individu (faktorenvironmental). Manakah di antara dua pendapat ini yang benar dengan menggunakan istilahEdward E. Sampson (1976) antara perspektif yang berpusat pada personal dengan perspektifyang berpusat pada situasi (situation-centered perspective).2. Faktor SosialYang dimaksud dengan faktor sosial ialah masyarakat yakni manusia-manusia lain disekitarindividu yang mempengaruhi individu yang bersangkutan. Faktor-faktor Sosiopsikologis adalahproses sosial dimana ia memperoleh beberapa karakteristik yang mempengarahi perilakunya,hal ini dapat kita mengklasifikasinya ke dalam tiga kamponen yaitu komponen afektif, komponenkognitif, dan kornponen konatif. Komponen afektif merupakan aspek emosional dari faktorsosiopsikologis. Komponen kognitif adalah aspek intelektual, yang berkaitan dengan apa yangdiketahui manusia. Komponen konatif adalah aspek volisional, yang berhubungan dengankebiasaan dan kemauan bertindak Back Next
  • 6. 3. Faktor KebudayaanPerkembangan dan pembentukan kepribadian pada diri masing-masing anak/orangtidak dapat dipisahkan dari kebudayaan masyarakat di mana anak itu dibesarkan.Seorang anak Indonesia misalnya, jika sejak kecil dibawa ke London dan dibesarkanserta dipelihara oleh orang Inggris dengan kebudayaan Inggris, jangan diharap bahwakeperibadian anak itu akan sama atau mirip dengan kepribadian orang-orang Indonesialainya. Pengaruh kebudayaan terhadap kepribadian sangat eratpengaruhnya, kepribadiaan seseorang tidak dapat diukur atau dinilai, tanpa menyelidikilatar belakang kebudayannya. Beberapa aspek kebudayaan yang mempengaruhiperkembangan dan pembentukan kepribadian yaitu nilai-nilai (Values). Back Next
  • 7. 2.3 Agen-Agen Sosialisasi Dalam sosiologi pihak-pihak yang melaksanakan sosialisasi disebut sebagai agen atau media sosialisasi. Fuller dan Jacobs mengidentifikasi empat agen sosialisasi utama atau pihak-pihak yang melaksanakan proses sosialisasi utama. Keempat agen tersebut ialah, keluarga, lingkungan tempat tinggal, kelompok sebaya, sekolah, dan media massa. a. Keluarga Keluarga merupakan agen sosialisasi pertama yang mewarnai kehidupan individu, lewat nilai-nilai, norma-norma, maupun kebudayaan yang ditanamkan dalam individu yang bersangkutan.Sejak kelahirannya individu langsung berhadapan dengan anggota keluarganya, yaitu ayah dan ibunya.. Sebuah keluarga merupakan wahana pendidikan atau guru yang pertama.Pengaruh kehidupan sebuah keluarga, baik secara langsung, maupun tidak langsung, sangat kuat dan bertahan lama. Pada masyarakat modern, seorang anak sangat tergantung pada cara orangtua atau keluarga mendidiknya. Melalui interaksi dalam keluarga, anak mempelajari pola perilaku, sikap, keyakinan, cita-cita, dan nilai dalam keluarga dan masyarakat. Back Next
  • 8. Beranda 2.3 Agen-Agen Sosialisasi 2.1 Dalam sosiologi pihak-pihak yang melaksanakan sosialisasi disebut sebagai agen atau media sosialisasi. Fuller dan Jacobs mengidentifikasi empat agen sosialisasi utama atau pihak-pihak yang melaksanakan proses sosialisasi utama. Keempat agen tersebut 2.2 ialah, keluarga, lingkungan tempat tinggal, kelompok sebaya, sekolah, dan media massa. 2.3 a. Keluarga Keluarga merupakan agen sosialisasi pertama yang mewarnai kehidupan individu, lewat nilai-nilai, norma-norma, maupun kebudayaan yang 2.4 ditanamkan dalam individu yang bersangkutan.Sejak kelahirannya individu langsung berhadapan dengan anggota keluarganya, yaitu ayah dan ibunya.. Sebuah keluarga merupakan wahana pendidikan atau guru yang pertama.Pengaruh kehidupan sebuah keluarga, baik secara 2.5 langsung, maupun tidak langsung, sangat kuat dan bertahan lama. Pada masyarakat modern, seorang anak sangat tergantung pada cara orangtua atau keluarga mendidiknya. Melalui interaksi dalam keluarga, anak mempelajari pola perilaku, sikap, keyakinan, cita-cita, danKesimpulan nilai dalam keluarga dan masyarakat. Back Next
  • 9. Beranda AGEN-AGEN SOSIALISASI FaktorPendorong 2.1 b. Lingkungan tempat tinggal Interaksi Berdasarkan hasil penelitian anak dari pemukiman miskin menjadi anak yang sering bertabrakan dengan hukum dan anak yang berada di Sosial lingkungan yang lebih terjaga biasanya menjadi lebih aman keberadaannya.Atau bagaimana keluarga-keluarga yang tinggal di lingkungan sampah tidak menganggap bahaya mengancam ketika anak mereka bermain di tumpukan sampah. Sugesti 2.2 c. Kelompok sebaya Melalui teman bermain seorang individu akan belajar membangun Imitasi 2.3 solidaritas dan persamaan.Karena dalam lingkup teman bermain seorang individu merasa memiliki posisi yang sama dengan teman- temannya bila dibandingkan dengan posisi dia di dalam keluarga.Lingkungan keluarga secara umum membangun subordinasi, dimana anak-anak selalu dalam posisi yang tidak mempunyai pilihan untuk membantah, sementara dalam temanIdentifikasi 2.4 bermain mereka bisa belajar tentang kesetaraan. d. Sekolah Sekolah juga merupakan agen atau lembaga dalam proses sosialisasi. Simpati 2.5 Sekolah mengajarkan tentang pendaya gunaan segala potensi dan kemamapuan serta akal pikiran dalam mengatasi permasakahan dan mengembnagkan daya pikir untuk kehidupan yang lebih baik. Di sekolah individu diperkenalkan dengan aturan aturan yang jelas dan berlaku secara umum bagi siswa dalam susatu sekolah tanpa memandang latar belakang siswa yang bersangkutan.Kesimpulan Empati Back Next
  • 10. Beranda 2.4 Tujuan Sosialisasi FaktorPendorong 2.1 Interaksi Sosial • Menumbuhkan disiplin Sugesti 2.2 • Menanamkan aspirasi atau cita-cita • Mengajarkan peran-peran sosial dan sikap-sikap penunjangnya • Mengajarkan keterampilan sebagai persiapan dasar Imitasi 2.3 TUJUAN untuk berpartisipasi dalam kehidupan orang dewasa • Memberikan keterampilan kepada seseorang untuk SOSIALISASI dapat hidup bermasyarakat • Mengembangkan kemampuan berkomunikasi secara efektifIdentifikasi 2.4 • Membantu mengendalikan fungsi-fungsi organic yang dipelajari melalui latihan-latihan mawas diri yang tepat. • Membiasakan diri berperilaku sesuai dengan nilai-nilai dan kepercayaan pokok yang ada di masyarakat. Simpati 2.5Kesimpulan Empati Back Next
  • 11. Beranda 2.5 Hubungan Sosialisasi dengan Faktor Pembentukan KepribadianPendorong Setiap individu memiliki kepribadian melalui sosialisasi sejak seseorang dilahirkan. Kepribadian menunjuk pada suatu 2.1 Interaksi pengaturan sikap-sikap seseorang untuk berfikir, berbuat dan merasakan, khususnya apabila dia berhubungan dengan orang Sosial lain atau menanggapi suatu keadaan. Kepribadian atau personalitas dapat didefinisikan sebagai ciri watak seorang individu yang konsisten memberikan kepadanya suatu identitas sebagai individu yang khas. Kepribadian Sugesti 2.2 merupakan organisasi dari faktor-faktor biologis, psikologis dan sosiologis, yang unsurunsurnya adalah: pengetahuan, perasaan, dan naluri. 1. Pengetahuan Imitasi 2.3 Pengetahuan merupakan unsur yang mengisi akal-pikiran seseorang yang sadar, merupakan hasil dari pengalaman inderanya atau reseptor organismanya. Dengan pengetahuan dan kemampuan akalnya manusia menjadi mampu membentuk konsep-konsep, persepsi, idea atau gagasan-gagasan. 2. PerasaanIdentifikasi 2.4 Kecuali pengetahuan, alam kesadaran manusia juga mengandung berbagai macam perasaan, yaitu keadaan dalam kesadaran manusia yang karena pengaruh pengetahuannya dinilainya sebagai positif atau negatif. Perasaan bersifat subjektif dalam diri manusia dan mampu menimbulkan kehendak-kehendak. Simpati 2.5 3. Dorongan naluri (drive) Naluri merupakan perasaan dalam diri individu yang bukan ditimbulkan oleh pengaruh pengetahuannya, melainkan sudah terkandung dalam organisma atau gennya.Kesimpulan Empati Back Next
  • 12. KESIMPULAN: Sosialisasi adalah proses belajar individu untuk mengenal dan menghayati nilai-nilai dan norma norma sosial sehingga terjadi pembentukan sikap untuk berperilaku sesuai dengan tuntutan atau perilaku masyarakatnya. Agen/ Pelaku / Lembaga sosialisasi adalah keluarga, teman sebaya, sekolah, lingkungan kerja, media massa. Kepribadian adalah ciri-ciri watak khas seseorang yang konsisten sehingga menjadi identitas dirinya secara khusus. Faktor- faktor pembentuk kepribadian Warisan biologis( keturunan ) Lingkungan fisik ( geografis ) Lingkungan sosial (budaya , pengalaman kelompok). Fungsi nilai sosial dalam proses sosialisasi 1 . Sebagai faktor pendorong 2 . Sebagai petunjuk arah 3 . Sebagai alat pengawas 4 . Sebagai alat solidaritas 5 . Sebagai benteng perlindungan