Your SlideShare is downloading. ×
MAKALAHPENDEKATAN, MODEL DAN TEKNIK PEMBELAJARANMATEMATIKAMakalah Yang Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu TugasMata Kuliah...
BAB IPENDAHULUANA. Latar BelakangBanyaknya peserta didik yang tidak menyukai pelajaran matematikamendorong para guru matem...
BAB IIPEMBAHASANA. Pendekatan KontruktivismePendidikan merupakan suatu kegiatan yang universal di dalam kehidupanmanusia. ...
diperlukan. Praktik pembelajaran kotruktivisme dilakukan untuk membantusiswa membentuk, mengubah, diri atau menstraformasi...
sama untuk menemukan sesuatu yang baru bagi siswa. Sesuatu yang baru datangdari “menemukan diri” bahkan dari “apa kata gur...
e) Pengetahuan berakar dalam kehidupanf) Dekat dengan kehidupan nyatag) Perubahan prilakuh) Siswa praktik bukan menghafali...
menncari solusi permasalahan dunia nyata, lebih lanjut Duch menyatakan bahwamodel ini dimaksudkan untuk mengembangkan sisw...
Beberapa faktor yang merupakan kelebihan pembelajaran berbasis masalahadalah :1. Peserta dididk dapat belajar, mengingat, ...
serta mungkin juga dengan banyak jawaban, sehingga merangsang kemampuanintelektual dan pengalaman siswa dalam proses menem...
Pendekatan Open-Ended ini menurut Suherman, memiliki beberapakeunggulan antara lain:7a. Siswa berpartisipasi lebih aktif d...
1. Pengertian Pendekatan RealistikPengertian pendekatan realistik menurut Riyanto Yatim,8“sebuahpendekatan pendidikan yang...
kontekstual yang dipilih harus sudah diantisipasi agar membelajarkan siswa kearah konsep atau algoritma yang dituju.3. Sel...
sini adalah kemampuan fisik dan mental yang mendasar sebagai penggerakkemampuan-kemampuan lain dalam individu.2. Macam- ma...
Kegiatan menyimpulkan dalam kegiatan belajar mengajar dilakukansebagai pengembangan keterampilan peserta didik yang dimula...
Menurut Riyanto Yatim ada empat kegiatan yang harus ditempuh dalamproses pembelajaran model deduktif-induktif. Tahapan keg...
Pada pendekatan analitik, masalah yang ingin diselesaikan perlu dipecah-pecah sehingga jelas hubungan antar bagian-bagian ...
Sebelum menentukan volume balok harus menentukan panjang balok terlebihdulu :Luas permukaan balok = 2.{p.l + l.t + p.t }19...
Kelemahan dari pendekatan sintetik , Seorang murid yang benar menyelesaikansoal tertentu dengan benar mungkin saja hanya k...
BAB IIIPENUTUPA. KesimpulanDalam mengajarkan pelajaran matematika banyak pendekatan,model,teknik, pembelajaran matematika ...
DAFTAR PUSTAKAJacobsen A David, 2009, Metodes for Teaching. Yogjakarta: Pustaka PelajarSuherman Eman, 2001, Strategi Pembe...
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Uas bahasa indonesia iis astuti

329

Published on

0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total Views
329
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
0
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Transcript of "Uas bahasa indonesia iis astuti"

  1. 1. MAKALAHPENDEKATAN, MODEL DAN TEKNIK PEMBELAJARANMATEMATIKAMakalah Yang Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu TugasMata KuliahBahasa IndonesiaDosen : Indrya Mulyaningsih, MPd.DI SUSUN OLEH : IIS ASTUTINIM : 14121510613KELAS/SEMESTER : MATEMATIKA C/2FAKULTAS TARBIYAHINSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI ( IAIN )SYEKH NUR JATI CIREBON2013
  2. 2. BAB IPENDAHULUANA. Latar BelakangBanyaknya peserta didik yang tidak menyukai pelajaran matematikamendorong para guru matematika untuk melakukan pendekatan, model, danteknik dalam pembelajaran matematika agar para peserta didik yang tadinyatidak menyukai pelajaran matematika menjadi suka bahkan matematika jadikanpelajaran favorit. Dengan menggunakan pendekatan, model, dan teknik dalampembelajaran matematika diharapkan para siswa lebih mengerti tentang materiyang ada dalam pelajaran matematika.B. Rumusan masalah1. Apa yang dimaksud dengan pendekatan kontruktivisme?2. Apa yang dimaksud dengan pendekatan kontekstual?3. Apa yang dimaksud dengan pendekatan berbasis masalah?4. Apa yang dimaksud dengan pendekatan open ended?5. Apa yang dimaksud dengan pendekatan realistik?6. Apa yang dimaksud dengan pendekatan keterampilan proses?7. Apa yang dimaksud dengan model mengajar deduktif-induktif?8. Apa yang dimaksud dengan pendekatan analitik?C. Tujuan1. Mengetahui bagaimana Pendekatan, Model, Teknik PembelajaranMatematika.2. Mengetahui pendekatan- pendekatan tersebut, diantaranya pendekatankontruktivisme, pendekatan kontekstual, berbasis masalah, open ended,realistik, keterampilan proses, model mengajar deduktif-induktif, danpendekatan analitik.3. Mengetahui contoh- contoh pembelajaran matematika dari pendekatantersebut.
  3. 3. BAB IIPEMBAHASANA. Pendekatan KontruktivismePendidikan merupakan suatu kegiatan yang universal di dalam kehidupanmanusia. Pedidikan dipandang merupakan kegiatan manusia untukmemanusiakan sendiri, yaitu manusia berbudaya sendiri. Konstruktivis sebagaisuatu konsep yang banyak membicarakan masalah pembelajaran, diharapkanmenjadi landasan intelektual untuk menyusun dan menganalisis prolempembelajaran dalam pergulatan dunia pendidikan. Kontruktivis berarti bersifatmembangun. Dalam konteks filsafat pendidikan, kontruktivisme merupakansuatu aliran yang berupaya membangun tata susunan hidup kebudayaan yangbercorak modern. Kontruktivisme berupaya membina suatu konsensus yangpaling luas dan mengenai tujuan pokok dan tertinggi dalam kehidupan umatmanusia.1. Pengertian Pendekatan KotruktivismeMenurut R. Wilis Dahar, dalam bunga rampai “ Membuka Masa DepanAnak-Anak Kita” 1, dinyatakan bahwa sebagai filsafat belajar, kontruktivismesudah terungkap dalam tulisan ahli filsafat Giambattista Vico tahun 1710, yangmengemukakan bahwa orang hanya dapat benar-benar memahami yangdikontruksiya sendiri. Orang sepaham dengan gagasan kontruktivisme yang ditetapkan dala kelas dan perkembangan anak adalah piaget.Sistem pendekatan kontruktivisme dalam pengajaran lebih menekankanpengajaran top down daripada buttom up berarti siswa memulai dengan masalahkompleks untuk di pecahkan, kemudian menemukan keterampilan dasar yang1Eman Suherman. Strategi Pembelajaran Matematika Kotemporer, Bandung: JICA 2001, hal 21
  4. 4. diperlukan. Praktik pembelajaran kotruktivisme dilakukan untuk membantusiswa membentuk, mengubah, diri atau menstraformasikan informasi baru.Menurut Nana Sujana dkk dari tujuan tentang konstruktivisme dalampembelajaran ini, pada dasarnya ada beberapa tujuan yang ingin diwujudkanantara lain:2a. Memotivasi siswa bahwa belajar adalah tanggung jawab itu sendirib. Mengembangkan kemampuan siswa untuk mengajukan pertanyaan danmencari sendiri jawabannya.c. Membantu siswa untuk mengembangkan pengertian atau pemahamankonsep secara lengkap.2. Tujuan Pembelajaran KontruktivismeTujuan pembelajaran kontruktivisme ini ditentukan pada bagaimana belajar,yaitu menciptakan pemahaman baru yang menuntut aktivitas kreatif produktifdalam konteks nyata yang mendorong siswa belajar untuk berpikir dan berpikirulang lalu mendemostrasikan.B. Pendekatan Kontekstual1. Pengertian Pendekatan KontekstualPendektan kontekstual merupakan konsep belajar yang membantu gurumengkaitkan antara materi yang diajarkannya dengan situasi dunia nyata siswadan mendorong antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannyadalam kehidupan mereka sebagai anggota keluarga dan masyarakat.Dalam konteks ini, siswa perlu mengerti apa makna belajar, apamanfaatnya,. Dengan memosisikan sebagai diri sendiri yang memerlukan suatubekal untuk hidupnya nanti. Mereka mempelajari apa yang bermanfaat bagidirinya dan berupaya menggapainya.Dalam kelas kontekstual, tugas guru adalah membantu siswa mencapaitujuannya. Maksudnya, guru lebih banyak berurusan dengan strategi daripadamember informasi. Tugas guru mengelola kelas sebagai sebuah tim yang bekerja2Nana Sujana dkk. Model-Model Mengajar CBSA, Bandung: Sinar Baru, 1991, hal 36
  5. 5. sama untuk menemukan sesuatu yang baru bagi siswa. Sesuatu yang baru datangdari “menemukan diri” bahkan dari “apa kata guru”. Begitu peran guru di kelasyang dikelola dengan pendekatan kontekstual.2. Proses- Proses Pembelajaran KotekstualMenurut Nana Sujana dkk, pendekatan kontekstual mendasarkan diri padakecenderungan pemikiran tentang belajar sebagai berikut:3a. Proses belajarBelajar tidak hanya sekadar menghafal. Siswa harus mengkontruksikanpengetahuan di benak mereka sendiri.b. Transfer belajarSiswa belajar dari mengalami sendiri bukan dari pemberian orang lain.c. Siswa sebagai pembelajarManusia mempunyai kecenderungan untuk belajar dalam bidang tertentudan seorang anak mempunyai kecenderungan untuk belajar dengan cepathal-hal baru.d. Pentingnya lingkungan belajarBelajar efektif itu dimulai dari lingkungan belajar yang berpusat pada siswadari “guru akting di depan kelas, siswa menonton” ke “siswa akting bekerjadan berkarya, guru yang mengarahkannya.”Apa moto pembelajaran kontekstual? Student learn best by activelyconstructing their ownunderstanding atau cara belajar terbaik adalah siswamengkontruksikan sendiri secara aktif pemahamannya.Kata-kata kunci pembelajaran CTL:1. Real worl learninga) Mengutamakan pengalaman nyata anakb) Berfikir tingkat tinggic) Berpusat pada siswad) Siswa aktif, kritis, dan kreatif. Sedang guru mengarahkan3Nana Sujana dkk. Model-Model Mengajar CBSA, Bandung: Sinar Baru, 1991, hal 40
  6. 6. e) Pengetahuan berakar dalam kehidupanf) Dekat dengan kehidupan nyatag) Perubahan prilakuh) Siswa praktik bukan menghafali) Learning bukan teachingj) Pendidikan (education) bukan pengajaran (instruction)k) Pembentukan manusial) Memecahkan masalahm)Hasil belajar diukur dengan berbagai cara bukan hanya dengan tesStrategi pengajaran yang berasosiasi dengan CTL2. CBSAa. Pendekatan prosesb .Life skill educationc. Authentic instructiond. Cooperative learning3. Service learningC. Model Pembelajaran Berbasis MasalahPembelajaran berbasisis masalah mulai pertama kali diterapkan diMcMaster University School Medicane Kanada pada tahun 1969. Sejak ituPendekatan Berbasis Masalah menyebar keseluruh dunia, khususnya dalambidang pendidikan kedokteran atau keperawatan dan bidang-bidang laindiperguruan tinggi, misalnya arsitektur, matematika, okupasi dan fisio terapi,ilmu mumi.1. Pengertian Pembelajaran Berbasis masalahPembelajaran berasis masalah adalah suatu model pembelajaran yangmenuntut peserta didik untuk berpikir kritis, memecahkan masalah, belajarsecara mandiri, dan menuntut keterampilan berpartisipasi dalam tim. Prosespemecahan masalah dilakukan secara kolaborasi dan disesuaikan dengankehidupan. Duch menyatakan bahwa pembelajaran berbasis masalah adalahsuatu model pembelajaran yang menghadapkan peserta didik pada tantangan“belajar untuk belajar “. Siswa aktif bekerja sama bersama kelompok untuk
  7. 7. menncari solusi permasalahan dunia nyata, lebih lanjut Duch menyatakan bahwamodel ini dimaksudkan untuk mengembangkan siswa berpikir kritis , analitis,dan untuk menemukan serta menggunakan sumber daya sesuai untuk belajar.2. Karakteristik Pembelajaran Berbasis MasalahDalam buku learning to teach, Arend mengidentifikasikan karakteristikpembelajaran berbasis masalah yakni:4a. Pengajuan MasalahLangkah awal dari pembelajaran berbasis masalah adalah mengajukan masalahselanjutnya berdasarkan masalah ditemukan konsep, prinsip serta aturan- aturan.Masalah yang diajukan secara autentik mengacu pada kehidupan nyata.b. Keterkaitan dengan Disiplin Ilmu lainWalaupun pembelajran berbasis masalah hanya ditujukan pada suatu bidangmasalah tertentu, tetapi pada pemecahan masalah – masalah aktual, pesertadidik dapat menyelidiki dar berbagai ilmu.c. Menyelidiki Masalah AutentikDalam pembelajaran berbasis masalah, amat diperlukan untuk menyelidikimasalah autentik dan mencari solusi nyata atas masalah tersebut. Mahasiswamenganalisis dan merumuskan masalah, mengembangkan hipotesis danmeramalkan, mengumpulkan, dan menganalisis informasi, melaksanakaneksperimen jika diperlukan, membuat acuan dan menyimpulkan masalah.d. Melaporkan Hasil kerjaModel mengajarkan peserta didik untuk menyusun dan melaporkan hasil kerjasesuai dengan kemampuannya.4Nana Sujana dkk. Model-Model Mengajar CBSA, Bandung: Sinar Baru, 1991, hal 54
  8. 8. Beberapa faktor yang merupakan kelebihan pembelajaran berbasis masalahadalah :1. Peserta dididk dapat belajar, mengingat, menerapkan, dan melanjutkanproses belajar secara mandiri. Prinsip-prinsip “ membelajarkan “ seperti initidak bisa dilayani melalui pembelajaran tradisisonal yang banyakmenekankan pada kemampuan menghafal.2. Peserta didik diperlakukan sebagai pribadi yang dewasa. Perlakuan inimemberikan kebebasan kepada peserta didik untuk mengimplementasikanpengetahuan atau pengalaman yang dimiliki untuk memecahkan masalah.D. Pengertian Pendekatan Open Ended1. Pengertian Pendekatan Open EndedMenurut Suherman,5problem yang diformulasikan memiliki multi jawabanyang benar disebut problem tak lengkap atau disebut juga Open-Endedproblem atau soal terbuka. Siswa yang dihadapkan dengan Open-Ended problem,tujuan utamanya bukan untuk mendapatkan jawaban tetapi lebih menekankanpada cara bagaimana sampai pada suatu jawaban. Dengan demikian bukanlahhanya satu pendekatan atau metode dalam mendapatkan jawaban. Sifat“keterbukaan” dari suatu masalah dikatakan hilang apabila hanya ada satu caradalam menjawab permasalahan yang diberikan atau hanya ada satu jawaban yangmungkin untuk masalah tersebut. Contoh penerapan masalah Open-Ended dalamkegiatan pembelajaran adalah ketika siswa diminta mengembangkan metode, caraatau pendekatan yang berbeda dalam menjawab permasalahan yang diberikanbukan berorientasi pada jawaban atau hasil akhir.Pembelajaran dengan pendekatan Open-Ended diawali denganmemberikan masalah terbuka kepada siswa. Kegiatan pembelajaran harusmengarah dan membawa siswa dalam menjawab masalah dengan banyak cara,5Eman Suherman. Strategi Pembelajaran Matematika Kotemporer, Bandung: JICA 2001, hal.117
  9. 9. serta mungkin juga dengan banyak jawaban, sehingga merangsang kemampuanintelektual dan pengalaman siswa dalam proses menemukan sesuatu yang baru.Pendekatan Open-Ended menjanjikan kepada suatu kesempatan kepadasiswa untuk meginvestigasi berbagai strategi dan cara yang diyakininya sesuaidengan kemampuan mengolaborasi permasalahan. Tujuannya tiada lain adalahagar kemampuan berpikir matematika siswa dapat berkembang secara maksimaldan pada saat yang sama kegiatan-kegiatan kreatif dari setiap siswaterkomunikasi melalui proses pembelajaran.Dalam pembelajaran dengan pendekatan Open-Ended, siswa diharapkanbukan hanya mendapatkan jawaban tetapi lebih menekankan pada prosespencarian suatu jawaban. Menurut Suherman,6mengemukakan bahwa dalamkegiatan matematik dan kegiatan siswa disebut terbuka jika memenuhi aspekberikut:a. Kegiatan Siswa Harus Terbuka.Yang dimaksud kegiatan siswa harus terbuka adalah kegiatanpembelajaran harus mengakomodasi kesempatan siswa untuk melakukansegala sesuatu secara bebas sesuai kehendak mereka.b. Kegiatan Matematika Merupakan Ragam Berpikir.Kegiatan matematik adalah kegiatan yang didalamnya terjadi prosespengabstraksian dari pengalaman nyata dalam kehidupan sehari-hari kedalam dunia matematika atau sebaliknya.c. Kegiatan Siswa dan Kegiatan Matematika Merupakan Satu Kesatuan.Dalam pembelajaran matematika, guru diharapkan dapat mengangkatpemahaman dalam berpikir matematika sesuai dengan kemampuanindividu. Meskipun pada umumnya guru akan mempersiapkan danmelaksanakan pembelajaran sesuai dengan pengalaman dan pertimbanganmasing-masing.2. Kelebihan dan Kekurangan Pendekatan Open-Ended6Eman Suherman. Strategi Pembelajaran Matematika Kotemporer, Bandung: JICA 2001, hal. 120
  10. 10. Pendekatan Open-Ended ini menurut Suherman, memiliki beberapakeunggulan antara lain:7a. Siswa berpartisipasi lebih aktif dalam pembelajaran dan seringmengekspresikan idenya.b. Siswa memiliki kesempatan lebih banyak dalam memanfaatkanpengetahuan dan keterampilan matematik secara komprehensif.c. Siswa dengan kemampuan matematika rendah dapat meresponpermasalahan dengan cara mereka sendiri.d. Siswa secara intrinsik termotivasi untuk memberikan bukti ataupenjelasan.e. Siswa memiliki pengelaman banyak untuk menemukan sesuatu dalammenjawab permasalahan.Kelemahan Pendekatan Open-EndedDisamping keunggulan, menurut Suherman, terdapat pula kelemahan daripendekatan Open-Ended, diantaranya:1. Membuat dan menyiapkan masalah matematika yang bermakna bagi siswabukanlah pekerjaan mudah.2. Mengemukakan masalah yang langsung dapat dipahami siswa sangat sulitsehingga banyak siswa yang mengalami kesulitan bagaimana meresponpermasalahan yang diberikan.3. Siswa dengan kemampuan tinggi bisa merasa ragu atau mencemaskanjawaban mereka.4. Mungkin ada sebagaian siswa yang merasa bahwa kegiatan belajar merekamereka tidak menyenangkan karena kesulitan yang mereka hadapi.5. 8Eman Suherman. Strategi Pembelajaran Matematika Kotemporer, Bandung: JICA2003, hal. 1336.E. Pendekatan Realistik7Eman Suherman. Strategi Pembelajaran Matematika Kotemporer, Bandung: JICA 2003, hal.132-133
  11. 11. 1. Pengertian Pendekatan RealistikPengertian pendekatan realistik menurut Riyanto Yatim,8“sebuahpendekatan pendidikan yang berusaha menempatkan pendidikan pada hakikidasar pendidikan itu sendiri”.Matematika Realistik yang telah diterapkan dan dikembangkan di Belandateorinya mengacu pada matematika harus dikaitkan dengan realitas danmatematika merupakan aktifitas manusia. Dalam pembelajaran melaluipendekatan realistik, strategi-strategi informasi siswa berkembang ketika merekamenyelesaikan masalah pada situasi- situsi biasa.Pada pendekatan Realistik peran guru tidak lebih dari seorang fasilitator,moderator atau evaluator.2. Prinsip dan pertimbangan menggunakan pendekatan realistikDavid A jacobsen menyebutkan ada tiga prinsip kunci dalam pendekatanrealistik, ketiga kunci tersebut adalah:91. Guided reinvention and progressive mathemazing,2. Didactical phemonology, dan3. Self developed models.1. Guided reinvention and progressive mathemazing memberikan kesempatankepada siswa untuk menemukan kembali konsep atau algoritma sebagaimanaditemukannya konsep itu secara matematis. Bila diperlukan, siswa perludigiring ke arah penemuan itu.2. Didactical phemonology, menyatakan bahwa fenomena pembelajaran harusmenekankan bahwa masalah kontekstual yang diajukan kepada siswa harusmemenuhi kriteria:a. Memperlihatkan berbagai macam aplikasi yang telah diantisipasi. Sesuaidengan dampak pada matematisasi progresif. Dengan demikian, masalah8Riyanto Yatim. Paradigma Baru Pembelajaran, Jakarta: Kencana 2009, hal. 519David A Jacobsen. Metodes For Teaching, Yogyakarta: Pustaka Pelajar 2009 hal. 28
  12. 12. kontekstual yang dipilih harus sudah diantisipasi agar membelajarkan siswa kearah konsep atau algoritma yang dituju.3. Self developed models, menyatakan bahwa model yang dikembangkan siswaharus dapat menjembatani pengetahuan informal dan pengetahuan matematikaformal. Model matematika dikembangkan oleh siswa secara mandiri untukmemecahkan masalah. Pada awalnya, model matematika itu berupa modelsituasi yang telah diakrabi siswa berdasarkan pengalaman siswa sebelumnya.Melalui proses generalisasi dan formalisasi, model itu akhirnya dirumuskandalam bentuk model matematika yang formal.F. Pendekatan Keterampilan Proses1. Pengertian Pendekatan Keterampilan ProsesMenurut Nana Sujana dkk pendekatan keterampilan proses adalah10pengembangan sistem belajar yang mengefektifkan siswa (CBSA) dengan caramengembangkan keterampilan memproses perolehan pengetahuan sehinggapeserta didik akan menemukan, mengembangkan sendiri fakta dan konsep sertamenumbuhkan sikap dan nilai yang dituntut dalam tujuan pembelajarankhusus”.Berdasarkan uraian di atas dapat diambil kesimpulan bahwapendekatan keterampilan proses adalah pendekatan belajar mengajar yangmengarah pada pengembangan kemampuan dasar berupa mental fisik, dan sosialuntuk menemukan fakta dan konsep maupun pengembangan sikap dan nilaimelalui proses belajar mengajar yang telah mengaktifkan siswa (CBSA)sehingga mampu menumbuhkan sejumlah keterampilan tertentu pada diripeserta didik.Pembinaan dan pengembangan kreatifitas berarti mengaktifkan murid dalamkegiatan belajarnya. Untuk itu cara belajar siswa aktif (CBSA) yangmengembangkan keterampilan proses yang dimaksud dengan keterampilan di10Nana Sujana dkk. Model-Model Mengajar CBSA, Bandung: Sinar Baru, 1991, hal. 76
  13. 13. sini adalah kemampuan fisik dan mental yang mendasar sebagai penggerakkemampuan-kemampuan lain dalam individu.2. Macam- macam keterampilan yang mendasar dimaksud adalah:a. MengamatiMenurut Riyanto Yatim Mengamati merupakan11salah satu keterampilanilmiah yang paling mendasar dalam proses dan memperoleh ilmu pengetahuanserta merupakan hal terpenting untuk mengembangkan keterampilanproses yang lain.Jadi, kegiatan mengamati merupakan tingkatan paling rendah dalampengembangan keterampilan dasar dari peserta didik, karena hanya sekedar padapenglihatan dengan panca indera. Pada dasarnya mengamati dan melihatmerupakan dua hal yang berbeda walaupu sekilas mengandung pengertian yangsama.b. MengklasifikasikanMelalui keterampilan mengklasifikasi peserta didik diharapkan mampumembedakan, menggolongan segala sesuatu yang ada di sekitar merekasehingga apa yang mereka lihat sehari-harii dapat menambah pengetahuan dasarmereka.c. MengkomunikasikanMengkomunikasikan bukan berarti hanya melalui berbicara saja tetapibisa juga dengan gambar, tulisan bahkan penampilan dan mungkin lebih baikdari pada berbicara.d. MengukurKegiatan pengukuran yang dilakukan peserta didik berbeda-bedatergantung dari tingkat sekolah mereka, karena semakin tinggi tingkatsekolahnya maka semakin berbeda kegiatan pengukuran yang dikerjakan.e. Menyimpulkan11Riyanto Yatim. Paradigma Baru Pemelajaran, Jakarta: Kencana, 2009, hal. 63
  14. 14. Kegiatan menyimpulkan dalam kegiatan belajar mengajar dilakukansebagai pengembangan keterampilan peserta didik yang dimulai dari kegiatanobservasi lapangan tentang apa yang ada di alam ini.Kegiatan-kegiatan yang tergolong dalam langkah-langkah proses belajarmengajar atau bagian inti yang bercirikan keterampilan proses, meliputi :1. Menjelaskan bahan pelajaran yang diikuti peragakan, demonstrasi,gambar, modal, bangan yang sesuai dengan keperluan. Tujuan kegiatanini adalah untuk mengembangkan kemampuan mengamati dengancepat, cermat dan tepat.2. Merumuskan hasil pengamatan dengan merinci, mengelompokkan ataumengklasifikasikan materi pelajaran yang diserap dari kegiatanpengamatan terhadap bahan pelajaran tersebut.3. Menafsirkan hasil pengelompokkan itu dengan menunjukkan sifat, haldan peristiwa atau gejala yang terkandung pada tiap-tiap kelompok.E. Model mengajar deduktif-induktif1. Pengertian Pembelajaran deduktif- induktifModel ini merupakan gabungan model deduktif dengan model induktif.Artinya, kedua model tersebut disatukan penggunaannya dalam satu prosespembelajaran. Pada tahap pertama digunakan pendekatan deduktif, kemudiandilanjutkan dengan pendekatan induktif.Model mengajar ini sangat penting dalam mengembangkan cara berfikirilmiah para siswa. Sekalipun, model ini lebih tepat untuk mengajarkan IPA danMatematika, bisa juga digunakan dalam pengajaran ilmu-ilmu social danbahasa, terutama untuk bahan pengajaran yang sifatnya prinsip atau generalisasi,misalnya hukum.
  15. 15. Menurut Riyanto Yatim ada empat kegiatan yang harus ditempuh dalamproses pembelajaran model deduktif-induktif. Tahapan kegiatan tersebutdiurutkan sebagai berikut:121. Guru mengajukan masalah atau gejala kepada para siswa. Masalah ataugejala itu sebaiknya dipilih yang sifatnya aktual yang terjadi dalamkehidupan sehari-hari, atau yang sedang hangat di masyarakat. Namun,permasalahannya atau gejala tersebut ada kaitannya dengan prinsip-prinsipkeilmuan yang terdapat dalam bidang studi atau mata pelajaran yangdiajarkan.2. Sehubungan dengan tema dan pertanyaan tersebut, setiap siswa dimintamengkaji kaitan masalah dengan materi bahan pengajaran dari bidang studiyang sedang dipelajarinya3. Siswa diminta mengumpulkan data atau informasi dari berbagai sumbermengenai permasalahan itu. Setelah itu, siswa dibimbing untuk bisamembuktikan atau menguji kebenaran jawaban sementara berdasarkan datadan informasi yang telah ditemukannya4. Membuat kesimpulan dari proses yang telah dilakukan oleh siswa, yaknimerumuskan jawaban yang paling tepat bagi masalah itu sesuai dengankonsep dan prinsip yang terdapat dalam mata pelajaran.H. Pendekatan Analitik1. Pengertian Pendekatan analitikPendekatan analitik adalah pembahasan bahan pelajaran bisa dimulai darihal yang tidak di ketahui sampai kepada yang sudah diketahui atau sebaliknyadari yang sudah diketahui menghasilkan apa yang ingin diketahui. Bila proseduryang ditempuh adalah dari yang apa yang belum diketahui ke yang sudahdiketahui, maka dikatakan menggunakan pendekatan analitik, sedangkanprosedur sebaliknya adalah pendekatan sintetik.12Riyanto Yatim. Paradigma Baru Pemelajaran, Jakarta: Kencana, 2009, hal. 76
  16. 16. Pada pendekatan analitik, masalah yang ingin diselesaikan perlu dipecah-pecah sehingga jelas hubungan antar bagian-bagian yang belum di ketahuidengan yang sudah diketahui. Dimulai dengan langkah dari hal yang tidakdiketahui dicari langkah-langkah selanjutnya yang mengkaitkan yang belumdiketahui itu sehingga sampai ke hal yang sudah diketahui.Penentuan Volume dengan Pendekatan AnalitikMisal, penentuan volume balok dengan pendekatan analitik :Komponen – komponen pada Balok ABCD.EFGH :A, B, C, D, E, F, G, H disebut titik sudut.AB, BC, CD, DA, AE, DH, CG, BF, EF, FG, GH, HE disebut rusuk.ABCD, ABEF, ADHE, BCGF, CDHG, EFGH disebut sisi.AC, BD, DE, AH, DG, CH, FH, EG, CF, BG, AF, BE disebut diagonal sisi.AG, CE, BH, DF disebut diagonal ruang.ACGE, BDHF, BECH, BGAH, AFDG, CFDE disebut bidang diagonal.Komponen–komponen balok tersebut semua telah kita ketahui, sedangkanmenentukan volume dengan pendekatan analitik belum kita ketahui, jadi volumebalok adalah:Volume Balok = panjang x lebar x tinggi= p x l x tPenerapan pada soal:Suatu balok memiliki luas permukaan 198 cm2. Jika lebar dan tinggi balokmasing-masing 6 cm dan 3 cm, tentukan volume balok tersebut.Penyelesaian :
  17. 17. Sebelum menentukan volume balok harus menentukan panjang balok terlebihdulu :Luas permukaan balok = 2.{p.l + l.t + p.t }198 cm2= 2.{p.6 + 6.3 + p.3}198 cm2= 2. {6p +18 + 3p}198 cm2= 2. {9p + 18 cm2}198 cm2= 18 p cm + 36 cm218p cm = 198cm2– 36 cm218p cm = 162 cm2P = 162 cm2: 18 cmP = 9 cmVolume Balok = p x l x t = 9 cm x 6 cm x 3 cm = 162 cm3.I. Pendekatan Sintetik1. Pengertian pendekatan sintetikPendekatan sintesis merupakan proses pembelajaran lebih mengarahpada suatu hal yang umum diketahui oleh siswa sehingga dalam prosesnyaseorang peserta didik bisa menjelaskan kembali sebagai wujud dari prosespembelajaranBerdasarkan pendapat di atas, dapat diambil kesimpulan bahwapendekatan sintetik merupakan kebalikan dari pendekatan analitik.2. Kelebihan dan kekuragan pendekatan sintetik menurut Riyanto Yatimadalah :13Kelebihan metode ini yaitu, merupakan pendekatan yang logis, seringkalipembahasan dengan pendekatan sintetik lebih singkat daripada analitik.13Riyanto Yatim. Paradigma Baru Pemelajaran, Jakarta: Kencana, 2009, hal. 81
  18. 18. Kelemahan dari pendekatan sintetik , Seorang murid yang benar menyelesaikansoal tertentu dengan benar mungkin saja hanya karena hafal langkah-lanhkahyang harus ditempuhnya tanpa memiliki pengertian. Jika demikian, menghafallangkah-langkah penyelesaian berbagai macam soal makin lama akan menjadibeban yang makin berat.
  19. 19. BAB IIIPENUTUPA. KesimpulanDalam mengajarkan pelajaran matematika banyak pendekatan,model,teknik, pembelajaran matematika yang dapat digunakan oleh para pengajar, agarpara peserta didik dapat menerima materi dengan mudah, dan dapat memahamiapa yang sudah disampaikan saoleh guru.
  20. 20. DAFTAR PUSTAKAJacobsen A David, 2009, Metodes for Teaching. Yogjakarta: Pustaka PelajarSuherman Eman, 2001, Strategi Pembelajaran Matematika Kotemporer,Bandung: JICASuherman Herman, 2003, Strategi Pembelajaran Matematika Kotemporer,Bandung: JICAYatim Riyanto, 2009, Paradigma Baru Pembelajaran, Jakarta: KencanaSujana Nana, dkk. 1991, Model-Model Mengajar CBSA. Bandung: Sinar Baru

×