OLEHDr. Ir. Morina Riauwaty S, Dipl. Biol, MP
Asal usul kehidupan Pada dasarnya asal usul kehidupan dari  mana serta kapan asal usul kehidupan di  bumu ini mulai ada b...
Teori Abiogenesis (Aristoteles)
A. Teori Abiogenesis danBiogenesisTeori Abiogenesis (Aristoteles) (384-322 SM), adalah  seorang filsuf dan tokoh ilmu peng...
Teori Abiogenesis Sebenarnya dia mengetahui bahwa telur-telur ikan  yang menetas akan menjadi ikan yang sifatnya sama  se...
 Menurut penganut paham abiogenesis, makhluk  hidup tersebut terjadi begitu saja secara spontan. Itu sebabnya, teori abi...
 Paham abiogenesis bertahan cukup lama, yaitu semenjak  zaman Yunani Kuno (ratusan tahun sebelum Masehi)  hingga pertenga...
 John Needham : Tumbuhnya mikroorganisme pada air rebusan daging    sehingga berpendapat bahwa mikroorganisme    berasal...
Antonie van LeeuwenhookBerdasarkan penemuanadanya jentik-jentik pada airhujan dan rendaman airjerami, sehinggaberpendapat ...
Teori Biogenesis Teori ini bertentangan dengan teori  abiogenesis, karena menganggap bahwa makhluk  hidup berasal dari ma...
Francesco Redi Redi merupakan orang pertama yang melakukan eksperimen    untuk membantah teori abiogenesis.   Dia melaku...
Percobaan Francesco Redi Ditutup rapat   Dibiarkan terbuka   Ditutup kasa
Francesco RediLarva yang terdapatpada daging yangmembusuk bukanberasal dari dagingtetapi berasal dari lalatyang hinggap da...
1.Francesco Redi  Redi merupakan orang pertama yang melakukan eksperimenuntuk membantah teori abiogenesis.Dia melakukan pe...
 Menurut Redi belatung yang terdapat pada daging  berasal dari telur lalat. Labu ke III tidak terdapat belatung karena t...
Lazzaro SpallanzaniMikroorganisme yangtumbuh pada rebusandaging tersebutberasal dariudara, bukan darirebusan daging.
2. Lazzaro Spallanzani  Spallanzani juga melakukan percobaan untukmembantah teori abiogenesis, tetapi menggunakanbahan kal...
 Menurut Spallanzani mikroba yang tumbuh dan  menyebabkan busuknya kaldu berasal dari mikroba yang beraada di udara. Pen...
3. Louise Pasteur
3. Louise Pasteur Pasteur menyempurnakan percobaan Redi dan Spallanzani. Iamenggunakan kaldu dalam labuyang      disumbat ...
Louis Pasteur : Ø Mikroorganisme yang tumbuh bukan berasal dari    benda mati (air rebusan daging) tetapi dari    mikroor...
Louis Pasteur
 Mereka tidak bisa masuk karena terhambat oleh bentuk    pipa. Hal ini bisa dibuktikan bila labu dimiringkan    sedemikia...
B. Teori Evolusi Kimia Para ahli geologi beranggapan bahwa pada mulanya keadaan suhu di    permukaan bumi ini sangat   t...
1. A.I. Oparin (Rusia) Dia adalah orang pertama yang mengemukakan bahwa    evolusi zat-zat kimia telah terjadi   sebelum...
A.I. Oparin (Rusia Senyawa-senyawa ini membentuk semacam campuran  yang kaya akan materi-materi dalam lautan yang  masih ...
A.I. Oparin (Rusia Kemudian agregrasi ini membentuk molekul dalam bentuk tetesan  yang disebut protobion. Protobion ini ...
A.I. Oparin (Rusia Polimer ini oleh Sydney Fox disebut proteinoid.  Selanjutnya dalam penelitiannya di  laboratorium, pro...
2. Harold Urey Dia mengemukakan teori yang didasari atas pemikiran bahwa bahan organic    merupakan bahan   dasar organi...
3. Stanley miller Miller adalah murid Harold Urey yang juga tertarik terhadap    masalah asal usul kehidupan.   Didasark...
Stanley Miler Adanya aliran listrik bertegangan tinggi tersebut  menyebabkan gas-gas dalam alat Miller bereaksi  membentu...
Stanley Miler Eksperimen Miller dapat memberikan petunjuk bahwa  satuan- satuan kompleks didalam sistem   kehidupan seper...
Stanley Miler Hasil yang mereka buktikan barulah  mengetahui terbentuknya senyawa organik secara  bertahap, yakni dimulai...
4. Melvin Calvin Dia menunjukkan bahwa radiasi sinar dapat  mengubah metana, ammonia, hydrogen, dan  air menjadi molekul-...
C. Karakteristik Makhluk Hidup Ciri-Ciri Makhluk Hidup Mengapa batu disebut makhluk tak hidup, sedangkan  pohon disebut m...
1. Bernapas Ciri utama makhluk dikatakan hidup yaitu bernapas.    Ketika bernapas makhluk hidup menghirup oksigen    (O2)...
2. Bergerak Ada dua macam gerak yaitu gerak aktif dan gerak pasif.  Gerak aktif adalah gerak berpindah tempat misalnya  d...
3.Peka terhadap Rangsang Makhluk hidup peka terhadap perubahan yang terjadi    disekitarnya.   Alat pengenal lingkungan...
4. Makan Makanan diperlukan oleh makhluk hidup sebagai sumber    energi, untuk pertumbuhan dan mengganti sel-sel yang rus...
5. Mengeluarkan Zat Sisa Dalam proses penyerapan makanan, terbentuklah zat  sisa yang merupakan zat yang tidak terserap o...
Ekskresi, Respirasi, Defekasi. Ekskresi, merupakan pengeluaran zat-zat sisa yang    dilakukan oleh kulit dan ginjal.   K...
6. Tumbuh Makhluk hidup mengalami pertumbuhan dan  perkembangan. Pertumbuhan meliputi  perubahan ukuran tubuh, yaitu luas...
7.Berkembang Biak Makhluk hidup berkembang biak untuk menghasilkan    keturunan.   Cara perkembangbiakan makhluk hidup b...
8. Beradaptasi Makhluk hidup mampu beradaptasi dengan lingkungan.    Macam-macam adaptasi makhluk hidup adalah adaptasi  ...
 Dari ciri-ciri tersebut diatas ada perbedaan ciri hidup yang dimiliki antara    hewan/manusia dengan tumbuhan, antara la...
TEORI EVOLUSI BIOLOGI Alexander Oparin adalah Ilmuwan Rusia. Didalam  bukunya yang berjudul The Origin of Life(Asal Usul ...
• Senyawa kompleks yang mula-mula terbentuk  diperkirakan senyawa aseperti Alkohol  (H2H5OH), dan senyawa asam amino yang ...
 Menurut Oparin senyawa kompleks tersebut sangat berlimpah dilautan maupun di permukaan daratan. Adanya energi yang berli...
 Senyawa kompleks yang tertimbun membentuk sop purba di lautan tersebut  selanjutnya berkembang sehingga memiliki kemampu...
 Senyawa kompleks dengan sifat-sifat tersebut diduga sebagai kehidupan yang pertamakali terbentuk. Jadi senyawa kompleks ...
 Walaupun dengan adanya senyawa-senyawa sederhana serta energi  yang berlimpah sehingga dilautan berlimpah senyawa organi...
 Timbunan Koaservat yang kaya berbagai kompleks organik  tersebut memungkinkan terjadinya pertukaran substansi dengan  li...
 Tahap selanjutnya substansi didalam Koaservat  membentuk enzim. Di sekeliling perbatasan antara Koaservat dengan  lingk...
 Kemampuan koaservat untuk menyerap zat-zat dari  medium memungkinkan bertambah besarnya ukuran  koaservat. Kemungkinan ...
 Teori evolusi biologi ini banyak diterima oleh paar  Ilmuwan. Namun, tidak sedikit Ilmuwan yang membantah  tentang inte...
 Teori evolusi kimia dan teori evolusi biologi banyak pendukungnya, namun baru teori evolusi kimia yang telah dibuktikan ...
 Seandainya apa yang dikemukakan dua teori tersebut benar, tetapi belum mampu menjelaskan bagaimana dan dari mana kehidup...
Terimakasih
biologi umum
biologi umum
biologi umum
biologi umum
biologi umum
biologi umum
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

biologi umum

6,956

Published on

Published in: Education
0 Comments
2 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total Views
6,956
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
191
Comments
0
Likes
2
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

biologi umum

  1. 1. OLEHDr. Ir. Morina Riauwaty S, Dipl. Biol, MP
  2. 2. Asal usul kehidupan Pada dasarnya asal usul kehidupan dari mana serta kapan asal usul kehidupan di bumu ini mulai ada belum terjawab secara tuntas sampai sekarang. Namun beberapa teori asal usul kehidupan berikut ini bisa sedikit menjelaskan tentang asal usul kehidupan di muka bumi ini
  3. 3. Teori Abiogenesis (Aristoteles)
  4. 4. A. Teori Abiogenesis danBiogenesisTeori Abiogenesis (Aristoteles) (384-322 SM), adalah seorang filsuf dan tokoh ilmu pengetahuan Yunani Kuno. Teori yang dikemukakan Aristoteles ini menyatakan bahwa makhluk hidup tercipta dari benda tak hidup yang berlangsung secara spontan (generatio spontanea). Misalnya cacing dari tanah, ikan dari lumpur, dan sebagainya. Teori ini dianut oleh banyak orang selama beberapa abad.
  5. 5. Teori Abiogenesis Sebenarnya dia mengetahui bahwa telur-telur ikan yang menetas akan menjadi ikan yang sifatnya sama seperti induknya. Telur-telur tersebut merupakan hasil perkawinan dari induk-induk ikan. Walau demikian, Aristoteles berkeyakinan bahwa ada ikan yang berasal dari Lumpur.
  6. 6.  Menurut penganut paham abiogenesis, makhluk hidup tersebut terjadi begitu saja secara spontan. Itu sebabnya, teori abiogenesis ini disebut juga generation spontanea. Bila pengertian abiogenesis dan generation spontanea digabung, maka konsepnya menjadi: makhluk hidup yang pertama kali di bumi berasal dari benda mati / tak hidup yang terjadinya secara spontan (sebenarnya ini adalah dua teori yang berbeda, tetapi orang sudah kadung salah kaprah).
  7. 7.  Paham abiogenesis bertahan cukup lama, yaitu semenjak zaman Yunani Kuno (ratusan tahun sebelum Masehi) hingga pertengahan abad ke-17, dimana Antonie Van Leeuwenhoek menemukan mikroskop sederhana yang dapat digunakan untuk mengamati makhluk-makhluk aneh yang amat kecil yang terdapat pada setetes air rendaman jerami. Oleh para pendukung paham abiogenesis, hasil pengamatan Antonie Van Leeuwenhoek ini seolah-olah memperkuat pendapat mereka tentang abiogenesis. Hasil pengamatan Anthoni ditulisnya dalam sebuah catatan ilmiah yang diberi judul “Living in a drop of water“. Tokoh lain pendukung teori ini adalah John Needham.
  8. 8.  John Needham : Tumbuhnya mikroorganisme pada air rebusan daging sehingga berpendapat bahwa mikroorganisme berasal dari air rebusan daging.
  9. 9. Antonie van LeeuwenhookBerdasarkan penemuanadanya jentik-jentik pada airhujan dan rendaman airjerami, sehinggaberpendapat bahwa jentik-jentik itu berasal dari air.
  10. 10. Teori Biogenesis Teori ini bertentangan dengan teori abiogenesis, karena menganggap bahwa makhluk hidup berasal dari makhluk hidup yang sudah ada sebelumnya. Tiga tokoh terkenal pendukung teori ini adalah Francesco Redi, Lazzaro Spallanzani, dan Louis Pasteur.
  11. 11. Francesco Redi Redi merupakan orang pertama yang melakukan eksperimen untuk membantah teori abiogenesis. Dia melakukan percobaan dengan menggunakan bahan daging segar yang ditempatkan dalam labu dan diberi perlakuan tertentu. Labu I : diisi daging segar dan dibiarkan terbuka Labu II : diisi daging segar dan ditutup dengan kain kasa Labu III : diisi daging segar dan ditutup rapat Ketiga labu diletakkan di tempat yang sama selama beberapa hari. Hasilnya adalah sebagai berikut: Labu I : dagingnya busuk, banyak terdapat belatung
  12. 12. Percobaan Francesco Redi Ditutup rapat Dibiarkan terbuka Ditutup kasa
  13. 13. Francesco RediLarva yang terdapatpada daging yangmembusuk bukanberasal dari dagingtetapi berasal dari lalatyang hinggap danbertelur di sana.
  14. 14. 1.Francesco Redi Redi merupakan orang pertama yang melakukan eksperimenuntuk membantah teori abiogenesis.Dia melakukan percobaan dengan menggunakan bahan dagingsegar yang ditempatkan dalamlabu dan diberi perlakuan tertentu. Labu I : diisi daging segar dan dibiarkan terbuka Labu II : diisi daging segar dan ditutup dengan kain kasa Labu III : diisi daging segar dan ditutup rapatKetiga labu diletakkan di tempat yang sama selama beberapahari. Hasilnya adalah sebagaiberikut: Labu I : dagingnya busuk, banyak terdapat belatung Labu II : dagingnya busuk, terdapat sedikit belatung Labu III : dagingnya tidak busuk, tidak terdapat belatung
  15. 15.  Menurut Redi belatung yang terdapat pada daging berasal dari telur lalat. Labu ke III tidak terdapat belatung karena tertutup rapat sehingga lalat tidak bisa masuk. Sayangnya, meskipun tertutup rapat ternyata pada labu tersebut bisa muncul belatung. Ini disebabkan karena Redi tidak melakukan sterilisasi daging pada disain percobaannya.
  16. 16. Lazzaro SpallanzaniMikroorganisme yangtumbuh pada rebusandaging tersebutberasal dariudara, bukan darirebusan daging.
  17. 17. 2. Lazzaro Spallanzani Spallanzani juga melakukan percobaan untukmembantah teori abiogenesis, tetapi menggunakanbahan kaldu. Disainnya sebagai berikut: Labu I : diisi kaldu lalu dipanaskan dan dibiarkanterbuka Labu II : diisi kaldu, lalu ditutup dengan gabus yangdisegel dengan lilin, kemudiandipanaskanSetelah dingin kedua labu diletakkan di tempat yangsama. Beberapa hari kemudian hasilnyasebagai berikut. Labu I : berubah busuk dan keruh, banyakmengandung mikroba (bakteri) Labu II : tetap jernih, tidak mengandung mikroba
  18. 18.  Menurut Spallanzani mikroba yang tumbuh dan menyebabkan busuknya kaldu berasal dari mikroba yang beraada di udara. Pendukung paham abiogenesis keberatan dengan disain Spallanzani karena menurut anggapan mereka, labu yang tertutup menyebabkan gaya hidup (elan vital) dari udara tidak dapat masuk, sehingga tidak memungkinkan munculnya makhluk hidup (mikroba).
  19. 19. 3. Louise Pasteur
  20. 20. 3. Louise Pasteur Pasteur menyempurnakan percobaan Redi dan Spallanzani. Iamenggunakan kaldu dalam labuyang disumbat dengan gabus. Selanjutnya gabus tersebutditembus dengan pipa berbentuk leherangsa (huruf S), kemudian dipanaskan. Setelah dingin dibiarkanbeberapa hari kemudian diamati.Ternyata air kaldu tetap jernih dan tidak ditemukan mikroba.Disain pipa yang berbentuk leher angsa tersebut memungkinkanmasuknya gaya hidup dariudara, tetapi ternyata tidak didapati makhluk hidup dalam kaldu.Menurut Pasteur,mikroorganisme yang tumbuh dalam kaldu berasal dari udara.
  21. 21. Louis Pasteur : Ø Mikroorganisme yang tumbuh bukan berasal dari benda mati (air rebusan daging) tetapi dari mikroorganisme yang terdapat di udara. Ø Jasad renik terdapat di udara bersama dengan abu. Ø Omne vivum ex ovo, omne ovum ex vivo (kehidupan berasal dari telur dan telur dihasilkan makhluk hidup) Ø Makhluk hidup sekarang berasal dari makhluk hidup sebelumnya. Ø Makhluk hidup berasal dari makhluk hidup juga.
  22. 22. Louis Pasteur
  23. 23.  Mereka tidak bisa masuk karena terhambat oleh bentuk pipa. Hal ini bisa dibuktikan bila labu dimiringkan sedemikian rupa sehingga kaldu mengalir melalui pipa dan menyentuh ujung pipa, ternyata beberapa hari kemudian menyebabkan busuknya kaldu. Dengan demikian Pasteur telah membuktikan bahwa teori biogenesislah yang benar. Muncullah ungkapan : “ omne vivum ex ovo, omne ovum ex vivo, omne vivum ex vivo” yang artinya: makhluk hidup berasal dari telur, telur berasal dari makhluk hidup, makhluk hidup berasal dari makhluk hidup.
  24. 24. B. Teori Evolusi Kimia Para ahli geologi beranggapan bahwa pada mulanya keadaan suhu di permukaan bumi ini sangat tinggi. Akan tetapi, pada suatu saat bumi mengalami pendinginan. Pada proses pemanasan dan pendinginan tersebut, banyak terbentuk bahan-bahan kimia. Bahan- bahan yang berat akan masuk ke dalam permukaan bumi karena adanya gaya gravitasi, sedangkan bahan-bahan yang ringan akan berada di bagian luar bumi yang disebut atmosfer. Susunan isi atmosfer pada masa itu amat berbeda dengan susunan isi atmosfer sekarang. Pada atmosfer purba tidak tedapat unsure oksigen, karena pada suhu yang amat tinggi oksigen mudah bersenyawa dengan unsure-unsur lain. Teori evolusi kimia dikemukakan oleh beberapa ahli berikut ini:
  25. 25. 1. A.I. Oparin (Rusia) Dia adalah orang pertama yang mengemukakan bahwa evolusi zat-zat kimia telah terjadi sebelum kehidupan ini ada. Dalam bukunya “The Origin of Life”, dia mengemukakan bahwa asal mula kehidupan terjadi bersamaan dengan evolusi terbentuknya bumi dan atmosfernya. Atmosfer bumi mula-mula memiliki air, karbondioksida, metana, dan ammonia, namun tidak memiliki oksigen. Dengan adanya panas dari berbagai sumber energi, zat-zat tersebut mengalami serangkaian perubahan menjadi berbagai molekul organik sederhana.
  26. 26. A.I. Oparin (Rusia Senyawa-senyawa ini membentuk semacam campuran yang kaya akan materi-materi dalam lautan yang masih panas, yang disebut primodial soup. Bahan campuran ini belum merupakan makhluk hidup, tetapi bertingkah laku mirip seperti system biologi. Primodial soup ini melakukan sintesis dan membentuk molekul organic kecil atau monomer, misalkan asam amino dan nukleotida. Monomer-monomer lalu bergabung membentuk polimer, misalnya protein dan asam nukleat.
  27. 27. A.I. Oparin (Rusia Kemudian agregrasi ini membentuk molekul dalam bentuk tetesan yang disebut protobion. Protobion ini memiliki ciri kimia yang berbeda dengan lingkungannya. Kondisi atmosfer masa kini tidak lagi memungkinkan untuk sintesis molekul organic secara spontan, karena oksigen atmosfer akan memecah ikatan kimia dan mengekstrasi electron. Polimerasi atau penggabungan monomer ini dapat dibuktikan oleh Sidney Fox. Beliau melakukan percobaan dengan memanaskan larutan kental monomer organic yang mengandung asam amino pada suhu titik leburnya. Saat air menguap, terbentuk lapisan monomer yang berpolimerasi.
  28. 28. A.I. Oparin (Rusia Polimer ini oleh Sydney Fox disebut proteinoid. Selanjutnya dalam penelitiannya di laboratorium, proteinoid dicampur dengan air dingin dan akan membentuk gabungan proteinoid yang menyusun tetesan kecil yang disebut mikrosfer. Mikrosfer diselubungi oleh membrane selektif permeable.
  29. 29. 2. Harold Urey Dia mengemukakan teori yang didasari atas pemikiran bahwa bahan organic merupakan bahan dasar organisme hidup, yang pada mulanya dibentuk sebagai reaksi gas yang ada di alam dengan bantuan energi. Menurut teori Urey, konsep tersebut dapat dijabarkan atas 4 fase berikut ini: Fase 1 : Tersedianya molekul metana, ammonia, hydrogen, dan uap air yang sangat banyak di atmosfer. Fase 2 : Energi yang timbul dari aliran listrik, halilintar, dan radiasi sinar kosmis Fase 3 : merupakan energi pengikat dalam reaksi molekul metana, ammonia, hydrogen, dan uao air. Terbentuknya zat hidup yang paling sederhana. Fase 4 : Zat hidup yang terbentuk berkembang dalam waktu jutaan tahun menjadi sejenis organisme yang lebih kompleks.
  30. 30. 3. Stanley miller Miller adalah murid Harold Urey yang juga tertarik terhadap masalah asal usul kehidupan. Didasarkan informasi tentang keadaan planet bumi saat awal terbentuknya, yakni tentang keadaan suhu, gas-gas yang terdapat pada atmosfer waktu itu, dia mendesain model alat laboratorium sederhana yang dapat digunakan untuk membuktikan hipotesis Harold Urey. Kedalam alat yang diciptakannya, Miller memasukan gas Hidrogen, Metana, Amonia, dan Air. Alat tersebut juaga dipanasi selama seminggu, sehingga gas-gas tersebut dapat bercampur didalamnya. Sebagai pengganti energi aliran listrik halilintar, Miller mengaliri perangkat alat tersebut dengan loncatan listrik bertegangan tinggi.
  31. 31. Stanley Miler Adanya aliran listrik bertegangan tinggi tersebut menyebabkan gas-gas dalam alat Miller bereaksi membentuk suatu zat baru. Kedalam perangkat juga dilakukan pendingin, sehingga gas-gas hasil reaksi dapat mengembun. Pada akhir minggu, hasil pemeriksaan terhadap air yang tertampung dalam perangkap embun dianalisis secar kosmografi. Ternyata air tersebut mengandung senyawa organic sederhana, seperti asam amino, adenine, dan gula sederhana seperti ribose. Eksperimen Miller ini dicoba beberapa pakar lain, ternyata hasilnya sama.
  32. 32. Stanley Miler Eksperimen Miller dapat memberikan petunjuk bahwa satuan- satuan kompleks didalam sistem kehidupan seperti Lipida, Karbohidrat, Asam Amino, Protein, Mukleotida dan lain-lainnya dapat terbentuk dalam kondisi abiotik. Teori yang terus berulang kali diuji ini diterima para ilmuwan secara luas. Namun, hingga kini masalah utama tentang asal-usul kehidupan tetap merupakan rahasia alam yang belum terjawab.
  33. 33. Stanley Miler Hasil yang mereka buktikan barulah mengetahui terbentuknya senyawa organik secara bertahap, yakni dimulai dari bereaksinya gas - gas diatmosfer purba dengan energi listrik halilintar. Selanjutnya semua senyawa tersebut bereaksi membentuk senyawa yang lebih kompleks dan terkurung dilautan. Akhirnya membentuk senyawa yang merupakan komponen sel. Dia berhasil membuktikan teori gurunya, Urey, dalam laboratorium dengan alat yang dinamakan perangkan percobaan “Stanley Miller-Harold Urey”
  34. 34. 4. Melvin Calvin Dia menunjukkan bahwa radiasi sinar dapat mengubah metana, ammonia, hydrogen, dan air menjadi molekul-molekul gula dan asam amino, dan juga membentuk purin dan pirimidin, yang merupakan zat dasar pembentukan DNA, RNA, ATP, dan ADP. Dari evolusi kimia dapat kita simpulkan bahwa senyawa anorganik yang ada di atmosfer mengalami perubahan sedikit demi sedikit membentuk senyawa organic. Senyawa organic itulah yang merupakan komponen dasar makhluk hidup.
  35. 35. C. Karakteristik Makhluk Hidup Ciri-Ciri Makhluk Hidup Mengapa batu disebut makhluk tak hidup, sedangkan pohon disebut makhluk hidup? Ingatkah kamu bahwa hanya makhluk hidup yang mempunyai ciri-ciri hidup. Ciri-ciri hidup tersebut adalah bernapas, bergerak, makan, mengeluarkan zat sisa, tumbuh, berkembangbiak, peka terhadap rangsang dan beradaptasi.
  36. 36. 1. Bernapas Ciri utama makhluk dikatakan hidup yaitu bernapas. Ketika bernapas makhluk hidup menghirup oksigen (O2) dan menghembuskan karbon dioksida (CO2). Oksigen diperlukan untuk proses oksidasi zat makanan yang menghasilkan energi dan karbon dioksida. Energi berguna untuk menjalankan kegiatan hidup. Reaksi oksidasinya sebagai berikut : Zat makanan + oksigen —> energi + uap air + karbon dioksida.
  37. 37. 2. Bergerak Ada dua macam gerak yaitu gerak aktif dan gerak pasif. Gerak aktif adalah gerak berpindah tempat misalnya dengan kaki, sayap dan sirip. Gerak pasif misalnya ditunjukkan oleh tumbuhan. Tumbuhan tidak dapat berpindah tempat, tetapi menggerakkan sebagaian tubuhnya. Contohnya gerak daun menguncup, gerak batang menghadap cahaya, gerak akar mendekati sumber air serta gerak mekarnya bunga.
  38. 38. 3.Peka terhadap Rangsang Makhluk hidup peka terhadap perubahan yang terjadi disekitarnya. Alat pengenal lingkungan pada manusia dan hewan berupa indra. Indra peka terhadap rangsang. Rangsang dapat berupa cahaya, bunyi, bau, rasa atau sentuhan. Dengan adanya indra yang peka terhadap rangsang-rangsang tersebut, manusia dan hewan mempunyai kemampuan melihat, mendengar, mencium, mengecap rasa dan menyentuh/meraba. Tumbuhan tidak mempunyai alat indra, tetapi peka terhadap rangsang. Misalnya tumbuhan putri malu menguncupkan daunnya jika disentuh dan pertumbuhan batang kearah cahaya matahari.
  39. 39. 4. Makan Makanan diperlukan oleh makhluk hidup sebagai sumber energi, untuk pertumbuhan dan mengganti sel-sel yang rusak. Tumbuhan hijau memperoleh makanan dengan memproduksi sendiri. Tumbuhan hijau sebagai produsen mengolah zat-zat anorganik menjadi zat organic melalui proses fotosintesis. Fotosintesis adalah proses pembuatan makanan oleh tumbuhan hijau dengan bantuan cahaya. Tumbuhan tak berhijau daun, hewan dan manusia tidak dapat membuat makanan sendiri. Mereka memanfaatkan makanan dari hasil fotosintesis tumbuhan hijau dan sumber lain dari hewan dan alam.
  40. 40. 5. Mengeluarkan Zat Sisa Dalam proses penyerapan makanan, terbentuklah zat sisa yang merupakan zat yang tidak terserap oleh tubuh. Zat-zat itu disebut zat sisa oksidasi biologis, misalnya air dan karbon dioksida. Berdasarkan aktivitas tubuh dan hasilnya, pengeluaran zat-zat sisa dibedakan atas :
  41. 41. Ekskresi, Respirasi, Defekasi. Ekskresi, merupakan pengeluaran zat-zat sisa yang dilakukan oleh kulit dan ginjal. Kulit akan mengeluarkan zat sisa yang dinamakan keringat karena adanya kelenjar keringat di bawah kulit. Ginjal akan menyaring darah dan mengeluarkan zat sisa yang disebut urine. Respirasi, merupakan pengeluaran CO2 sebagai zat sisa proses respirasi yang dikeluarkan melalui hidung. Defekasi, merupakan pengeluaran zat sisa pencernaan makanan yang berupa tinja (feses) melalui anus.
  42. 42. 6. Tumbuh Makhluk hidup mengalami pertumbuhan dan perkembangan. Pertumbuhan meliputi perubahan ukuran tubuh, yaitu luas, tinggi dan berat. Perkembangan adalah perubahan menjadi dewasa.
  43. 43. 7.Berkembang Biak Makhluk hidup berkembang biak untuk menghasilkan keturunan. Cara perkembangbiakan makhluk hidup berbeda-beda. Hewan berkembang biak antara lain dengan melahirkan, bertelur, bertelur- melahirkan, bertunas, fragmentasi atau membelah diri. Tumbuhan berkembang biak secara alami dan buatan. Perkembangbiakan alami pada tumbuhan yaitu dengan biji (kawin) dan dengan tidak kawin, misalnya membelah diri, spora, tunas, umbi, geragih dan akar tinggal. Perkembangbikan tumbuhan secara buatan, misalnya stek, cangkok, runduk dan kultur jaringan.
  44. 44. 8. Beradaptasi Makhluk hidup mampu beradaptasi dengan lingkungan. Macam-macam adaptasi makhluk hidup adalah adaptasi morfologi, adaptasi tingkah laku, dan adaptasi fisiologi. Adaptasi morfologi adalah penyesuaian terhadap lingkungan yang berhubungan dengan bentuk tubuh atau alat tubuh. Contoh pada katak dan itik terdapat selapu renang pada kakinya untuk berenang. Adaptasi tingkah laku adalah penyesuaian terhadap lingkungan dalam bentuk tingkah laku. Contoh : hewan bermigrasi ke lain tempat yang banyak sumber makanan. Adaptasi fisiologi adalah penyesuaian terhadap lingkungan dalam bentuk tingkah laku. Contoh : berkeringat saat cuaca panas.
  45. 45.  Dari ciri-ciri tersebut diatas ada perbedaan ciri hidup yang dimiliki antara hewan/manusia dengan tumbuhan, antara lain :  Hewan/Manusia 1. Bergerak : Melakukan gerak pindah tempat. 2. Cara memperoleh makanan : Tidak dapat membuat makanan sendiri (heterotrof) . Bahan yg dimakan berupa zat organik. 3. Pertumbuhan : Hanya sampai batas usia tertentu  Tumbuhan 1. Bergerak :Tidak dapat berpindah tempat sendiri. 2. Cara memperoleh makanan : Dapat membuat makanan sendiri (autotrof), Bahan yang diperlukan untuk membuat makanan berupa zat anorganik 3. Pertumbuhan : Tumbuh terus menerus sampai mati.
  46. 46. TEORI EVOLUSI BIOLOGI Alexander Oparin adalah Ilmuwan Rusia. Didalam bukunya yang berjudul The Origin of Life(Asal Usul Kehidupan). Oparin menyatakan bahwa paad suatu ketika atmosfer bumi kaya akan senyawa uap air, CO2, CH4, NH3, dan Hidrogen. Karena adanya energi radiasi benda-benda angkasa yang amat kaut, seperti sinar Ultraviolet, memungkinkan senyawa-senyawa sederhana tersebut membentuk senyawa organik atau senyawa hidrokarbon yang lebih kompleks. Proses reaksi tersebut berlangsung dilautan.
  47. 47. • Senyawa kompleks yang mula-mula terbentuk diperkirakan senyawa aseperti Alkohol (H2H5OH), dan senyawa asam amino yang paling sederhana.• Selama berjuta-juta tahun, senyawa sederhana tersebut bereaksi membenrtk senyawa yang lebih kompleks, Gliserin, Asam organik, Purin dan Pirimidin. Senyawa kompleks tersebut merupakan bahan pembentuk sel.
  48. 48.  Menurut Oparin senyawa kompleks tersebut sangat berlimpah dilautan maupun di permukaan daratan. Adanya energi yang berlimpah, misalnya sinar Ultraviolet, dalam jangka waktu yang amat panjang memungkinkan lautan menjadi timbunan senyawa organik yang merupakan sop purba atau Sop Primordial.
  49. 49.  Senyawa kompleks yang tertimbun membentuk sop purba di lautan tersebut selanjutnya berkembang sehingga memiliki kemampuan dan sifat sebagai berikut : A. memiliki sejenis membran yang mampu memisahkan ikatan-ikatan kompleks yang terbentuk dengan molekul-molekul organik yang terdapat disekelilingnya; B. memiliki kemampuan untuk menyerap dan mengeluarkan molekil-molekul dari dan ke sekelilingnya; C. memiliki kemampuan untuk memanfaatkan molekul-molekul yang diserap sesuai denagn pola-pola ikatan didalamnya; D. mempunyai kemampuan untuk memisahkan bagian-bagian dari ikatan- ikatannya. Kemampuan semacam ini oleh para ahli dianggap sebagai kemampuan untuk berkembang biak yang pertama kali.
  50. 50.  Senyawa kompleks dengan sifat-sifat tersebut diduga sebagai kehidupan yang pertamakali terbentuk. Jadi senyawa kompleks yang merupakan perkembangan dari sop purba tersebut telah memiliki sifat-sifat hidup seperti nutrisi, ekskresi, mampu mengadan metabolisme, dan mempunayi kemampuan memperbanyak diri atau reproduksi.
  51. 51.  Walaupun dengan adanya senyawa-senyawa sederhana serta energi yang berlimpah sehingga dilautan berlimpah senyawa organik yang lebih kompleks, namun Oparin mengalami kesulitan untuk menjelaskan mengenai mekanisme transformasi dari molekul-molekul protein sebagai abenda tak hidup kebenda hidup. Bagaimana senyawa- senyawa organik sop purba tersebut dapat memiliki kemampuan seperti tersebut diatas ? Oparin menjelaskan sebagai berikut : Protein sebagai senyawa yang bersifat Zwittwer Ion, dapat membentuk kompleks koloid hidrofil (menyerap air), sehingga molekul protein tersebut dibungkus oleh molekul air. Gumpalan senyawa kompleks tersebut dapat lepas dari cairan dimana dia berada dan membentuk emulsi. Penggabunagn struktur emulsi ini akan menghasilkan koloid yang terpiah dari fase cair dan membentuk timbuna gumpalan atau Koaservat.
  52. 52.  Timbunan Koaservat yang kaya berbagai kompleks organik tersebut memungkinkan terjadinya pertukaran substansi dengan lingkungannya. Di samping itu secara selektif gumpalan Koaservat tersebut memusatkan senyawa-senyawa lain kedalamnya terutama Kristaloid. Komposisi gumpalan koloid tersebut bergantung kepada komposisi mediumnya. Dengan demikian, perbedaan komposisi medium akan menyebabkan timbulnya variasi pada komposisi sop purba. Variasi komposisi sop purba diberbagai areal akan mengarah kepada terbentuknya komposisi kimia Koaservat yang merupakan penyedia bahan mentah untuk proses biokimia.
  53. 53.  Tahap selanjutnya substansi didalam Koaservat membentuk enzim. Di sekeliling perbatasan antara Koaservat dengan lingkungannya terjadi penjajaran molekul-molekul Lipida dan protein sehingga terbentuklah selaput sel primitif. Terbentuknya selaput sel primitif ini memungkinkan memberikan stabilitas pada koaservat. Dengan demikian, kerjasama antara molekul-molekul yang telah ada sebelumnya yang dapat mereplikasi diri kedalam koaservat dan penagturan kembali Koaservat yang terbungkus lipida amat mungkin akan mnghasilkan sel primitif.
  54. 54.  Kemampuan koaservat untuk menyerap zat-zat dari medium memungkinkan bertambah besarnya ukuran koaservat. Kemungkinan selanjutnya memungkinkan terbentuknya organisme Heterotropik yang mampu mereplikasi diri dan mendapatkan bahan makanan dari sop Primordial yang kaya akan zat-zat organik.
  55. 55.  Teori evolusi biologi ini banyak diterima oleh paar Ilmuwan. Namun, tidak sedikit Ilmuwan yang membantah tentang interaksi molekul secara acak yang dapat menjadi awal terbentuknya organisme hidup.
  56. 56.  Teori evolusi kimia dan teori evolusi biologi banyak pendukungnya, namun baru teori evolusi kimia yang telah dibuktikan secara eksperimental, sedangkan teori evolusi biologi belum ada yang menguji secara eksperimental.
  57. 57.  Seandainya apa yang dikemukakan dua teori tersebut benar, tetapi belum mampu menjelaskan bagaimana dan dari mana kehidupan diplanet bumi ini pertama kali muncul. Yang perlu diingat adalah bahwa kehidupan adalah tidak hanya menyangkut masalah replikas; (penggandaan diri) atau masalah kehidupan biologis saja, tetapi juga menyangkut masalah kehidupan rohani. Tentang teori asal usul kehidupan yang menyatakan organisme pertamakali terbentuk dilautan bisa dipahami dari sudut biologi, karena molekul-molekul organik yang merupakan sop purba itu tertumpuk dilaut.
  58. 58. Terimakasih
  1. Gostou de algum slide específico?

    Recortar slides é uma maneira fácil de colecionar informações para acessar mais tarde.

×