Cerita Tentang Kita1. Bukan Hamba Biasa; Bukan Tuan Biasa; Bukan Tuhan Biasa (Lukas7:1-10)2. Mencari Kasih Di Rumah Belas ...
(c) Jika kita sempat melihat bahasa aslinya, Yunani, maka kita akanmenemukan bahwa Rasul Lukas menyebutkan kata hamba dala...
"Aku berkata kepadamu, iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai,sekalipun di antara orang Israel!"Istimewa karena iman itu...
2Mencari Kasih Di Rumah Belas KasihYohanes 5:1-9Saya ingin mengajak kita untuk mulai merenungkan Firman Tuhanyang hari ini...
Di kala merasa sendirian, tak berdaya dan orang di luar sana gak adayang peduli. Satu hal yang patut kita syukuri sebagai ...
Saya mau menggambarkan situasi seperti apa yang dihadapi olehjemaat di Korintus pada waktu itu: Mereka sangat yakin dengan...
sepanjang jalan. Tahukah kamu bahwa itu adalah jalur mu? Aku selalumenempatkan dirimu di sebelah kiri jalan supaya air yan...
orang yang dikubur di sini dan 3 hari kemudian dia bangkit. Nah, saya gakmau ambil resiko kejadian itu terulang lagi sekar...
5.NilaiLukas 1:5-25Saya tertarik dengan ucapan hati Zakharia di ayat 25:"Inilah suatuperbuatan Tuhan bagiku, dan sekarang ...
kehidupan kita ini, gak akan ada habisnya. Selalu ada yang kurang lah pastimenurut penilaian orang mah.Akan tetapi ... sew...
tak tahu membedakan tangan kanan dari tangan kiri, dengan ternaknyayang banyak?"Allah yang masih memberikan kesempatan bag...
7.Tetap Tenang di Tengah Badai KehidupanMarkus 4:35-41Seandainya kita ada dalam perahu seperti yang terjadi di perikopkita...
Ketika badai itu dating, Rajawali akan mengembangkan sayapnyasehingga angin badai yang datang menyerbu dirinya itu justru ...
Secara sosial - karena dianggap najiz maka dia juga gak bisa bergaullayaknya orang normal lainnya.Selama 12 tahun lamanya ...
Beranilah untuk mengucapkan perkataan-perkataan iman yangmenghidupkan pengharapan!!"Tuhan aku percaya ... tepat pada waktu...
Hubungan persahabatan antara Yudas dengan Yesus mengalami konflik disitu. Yesus berkarya, tetapi di mata Yudas, karya Yesu...
10Iri Hatikah Aku?Matius 20:1-16Tentang hati yang iri. Mengacu pada pertanyaan pemilik kebunanggur dalam cerita perumpamaa...
11.Bukan Yesus yang Aku KenalYohanes 2:13-25Bukankah teks perikop kita hari ini sangat mengejutkan kita? Kalauyang selama ...
semakin besar perombakan yang dilakukan oleh Tuhan dalam membongkardan membangun kembali kehidupan kita, bisa jadi itulah ...
mengkritisi Tuhan adalah penjelasan dari Tuhan.Inilah pembuktian dan penjelasan dari Allah tentang hidup kita:Ayat 4-6Apab...
13.Kelegaan di Dalam TuhanLukas 7:36-50Ini kisah nyata dari negeri Spanyol. Adalah seorang bapak yangmencari anaknya yang ...
dirinya bukan terletak pada tampilan fisik uang itu. Gak peduli orangbanyak bilang apa tentang hidup kita sekarang. Orang ...
14.Tetap Tegar di Jalan SukarRatapan 5:1-22Perikop Ratapan 5:1-22 diberi judul oleh LAI: “Doa untukPemulihan”. Akan tetapi...
Pertanyaan penting: Saat kehidupan berjalan di jalan yang sukar,apa yang akan kita lakukan?Horatio Spafford punya jawabann...
15.Mengusir Dis Supaya HarmoniMazmur 19:1-6Ada satu cerita tentang seseorang yang sedang jalan-jalan di sebuahperkebunan. ...
Jarak matahari ke bumi adalah 149.669.000 kilometer (atau93.000.000 mil). Jarak ini dikenal sebagai satuan astronomi dan b...
7. Medan Magnet BumiMagnetosfer Bumi adalah suatu daerah di angkasa yang bentuknyaditentukan oleh luasnya medan magnet int...
selalu tepat pada waktu-Nya! Tidak pernah terlalu lama, terlalu cepat ..tetapi tepat!Akhir bulan, sekeluarga dah bingung k...
Kalau memang ketidakadilan sedang terjadi dalam kehidupan kitasekarang ini, bukankah ide untuk melawan ketidakadilan menja...
Penggalangan Dana (II) Pembangunan Pastori - Buku Renungan: Cerita Tentang Kita
Penggalangan Dana (II) Pembangunan Pastori - Buku Renungan: Cerita Tentang Kita
Penggalangan Dana (II) Pembangunan Pastori - Buku Renungan: Cerita Tentang Kita
Penggalangan Dana (II) Pembangunan Pastori - Buku Renungan: Cerita Tentang Kita
Penggalangan Dana (II) Pembangunan Pastori - Buku Renungan: Cerita Tentang Kita
Penggalangan Dana (II) Pembangunan Pastori - Buku Renungan: Cerita Tentang Kita
Penggalangan Dana (II) Pembangunan Pastori - Buku Renungan: Cerita Tentang Kita
Penggalangan Dana (II) Pembangunan Pastori - Buku Renungan: Cerita Tentang Kita
Penggalangan Dana (II) Pembangunan Pastori - Buku Renungan: Cerita Tentang Kita
Penggalangan Dana (II) Pembangunan Pastori - Buku Renungan: Cerita Tentang Kita
Penggalangan Dana (II) Pembangunan Pastori - Buku Renungan: Cerita Tentang Kita
Penggalangan Dana (II) Pembangunan Pastori - Buku Renungan: Cerita Tentang Kita
Penggalangan Dana (II) Pembangunan Pastori - Buku Renungan: Cerita Tentang Kita
Penggalangan Dana (II) Pembangunan Pastori - Buku Renungan: Cerita Tentang Kita
Penggalangan Dana (II) Pembangunan Pastori - Buku Renungan: Cerita Tentang Kita
Penggalangan Dana (II) Pembangunan Pastori - Buku Renungan: Cerita Tentang Kita
Penggalangan Dana (II) Pembangunan Pastori - Buku Renungan: Cerita Tentang Kita
Penggalangan Dana (II) Pembangunan Pastori - Buku Renungan: Cerita Tentang Kita
Penggalangan Dana (II) Pembangunan Pastori - Buku Renungan: Cerita Tentang Kita
Penggalangan Dana (II) Pembangunan Pastori - Buku Renungan: Cerita Tentang Kita
Penggalangan Dana (II) Pembangunan Pastori - Buku Renungan: Cerita Tentang Kita
Penggalangan Dana (II) Pembangunan Pastori - Buku Renungan: Cerita Tentang Kita
Penggalangan Dana (II) Pembangunan Pastori - Buku Renungan: Cerita Tentang Kita
Penggalangan Dana (II) Pembangunan Pastori - Buku Renungan: Cerita Tentang Kita
Penggalangan Dana (II) Pembangunan Pastori - Buku Renungan: Cerita Tentang Kita
Penggalangan Dana (II) Pembangunan Pastori - Buku Renungan: Cerita Tentang Kita
Penggalangan Dana (II) Pembangunan Pastori - Buku Renungan: Cerita Tentang Kita
Penggalangan Dana (II) Pembangunan Pastori - Buku Renungan: Cerita Tentang Kita
Penggalangan Dana (II) Pembangunan Pastori - Buku Renungan: Cerita Tentang Kita
Penggalangan Dana (II) Pembangunan Pastori - Buku Renungan: Cerita Tentang Kita
Penggalangan Dana (II) Pembangunan Pastori - Buku Renungan: Cerita Tentang Kita
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Penggalangan Dana (II) Pembangunan Pastori - Buku Renungan: Cerita Tentang Kita

3,259 views
3,062 views

Published on

Sahabat, GKP Galilea Tanjung Priok berencana menggalang dana untuk pembangunan Pastori. Untuk itu rencananya tulisan ini akan dibukukan dan digunakan sebagai alat untuk menggalang dana. Selain melalui Buku Renungan, kami pun membukukan Kumpulan Kutipan sebagai alat menggalang dana juga.

0 Comments
2 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
3,259
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1,442
Actions
Shares
0
Downloads
0
Comments
0
Likes
2
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Penggalangan Dana (II) Pembangunan Pastori - Buku Renungan: Cerita Tentang Kita

  1. 1. Cerita Tentang Kita1. Bukan Hamba Biasa; Bukan Tuan Biasa; Bukan Tuhan Biasa (Lukas7:1-10)2. Mencari Kasih Di Rumah Belas Kasih (Yohanes 5:1-9)3. Tidak Sia-Sia (I Korintus 15:58)4. Runtuhkan Tembok, Bangun Jembatan (Rut 1:1-22)5. Nilai (Lukas 1:5-25)6. One More Chance (Yunus 4:1-11)7. Tetap Tenang di Tengah Badai Kehidupan (Markus 4:35-41)8. Dunia Belum Berakhir (Markus 5:25-34)9. Andai Anda Dia (Yohanes 13:12-30)10. Iri Hatikah Aku? (Matius 20:1-16)11. Bukan Yesus yang Aku Kenal (Yohanes 2:13-25)12. Bejana Hidup (Yeremia 18:1-12)13. Kelegaan di Dalam Tuhan (Lukas 7:36-50)14. Tetap Tegar di Jalan Sukar (Ratapan 5:1-22)15. Mengusir Dis Supaya Harmoni (Mazmur 19:1-6)16. Tak Berdaya (Ester 4:10-17)17. Menutup Diri (Yohanes 20:24-29)18. Apa yang Menggerakan Hidupmu? (Markus 15:1-15)19. Melawan Rasa Kecewa (Yohanes 20:11-18)20. All Izz Well (Keluaran 2:1-10)21. Ransel Kehidupan (Ezra 7:28b-8:30)22. Menafaskan Kehidupan Melalui Doa (I Tesalonika 5:17)23. Termotivasi (II Timotius 3:1-17)24. Seorang Sahabat Bernama Penderitaan (Markus 9:30-32)25. Empat Langkah Menuju Duabelas Bakul (Markus 6:35-44)26. Langgeng (Nehemia 5:1-13)27. Kasih Adalah ... (Yohanes 21:15-19)28. Saling Berbuat Baik (Galatia 6:1-10)29. Beban Yang Bukan Dimaksudkan Untuk Kita Pikul Sendirian.(Mazmur 23:1-6)30. Pemberi Rasa (Markus 9:42-50)1.Bukan Hamba Biasa; Bukan Tuan Biasa;Bukan Tuhan BiasaLukas 7:1-10Apa yang pertama kali terpikir oleh kita sewaktu kita membacafirman Tuhan dari perikop kita hari ini? Kalau saya yang ditanya, makajawaban saya adalah: "Saya kagum." Ternyata masih ada figur-figur sepertiyang diceritakan oleh Rasul Lukas dalam perikop kita hari ini.Hari ini saya mau mengajak kita untuk melihat lebih dekat lagi tigafigur tokoh yang ada dalam perikop kita, dan mereka layak untuk membuatkita semua kagum. Figur Pertama dan Figur ke Dua adalah "Hamba" dan"Tuan" dalam perikop kita. Mereka itu bukan hamba biasa dan juga bukantuan biasa.Kita semua tahu bahwa hubungan antara hamba dengan tuanseringkali berujung tidak bahagia. Banyak yang punya kasus soalnya.Hamba yang mencuri duit tuannya, nyulik anak majikannya: membalas airsusu dengan air tuba. Atau sebaliknya, tuan yang menyiksa hambanya:dipukulin, di siram air keras, di setrika, gaji yang tidak dibayar berbulan-bulan lamanya. Tuan yang memperkosa hak-hak dari hambanya.Akan tetapi tolong buat satu pengecualian untuk hamba dan tuanyang ada dalam kisah teks kita hari ini. Sekali lagi, mereka bukan hambabiasa dan juga bukan tuan biasa.BUKAN HAMBA BIASAMari kita lihat data apa saja yang kita miliki tentang hamba dalam perikopkita hari ini:(a) Hamba ini sedang sakit keras dan hampir mati (ayat 2). Dariketerangan yang disampaikan oleh Rasul Matius, maka kita bisatahu sakit apa dia: sakit lumpuh dan membuatnya sangat menderita(Matius 8:6)(b) Hamba ini bukanlah salah satu prajurit bawahan dari tuannya,yaitu sang Perwira. - Jadi kalau kita melihat secara strata sosialyang berlaku kala itu, jelas hamba itu berada di bawah prajurit - .
  2. 2. (c) Jika kita sempat melihat bahasa aslinya, Yunani, maka kita akanmenemukan bahwa Rasul Lukas menyebutkan kata hamba dalamteks kita hari ini dengan dua kata: pertama, kata doulos (ayat 2) yangarti harafiahnya adalah budak - pembantu, dan satu lagi kataYunani pais (ayat 7), yang juga diterjemahkan oleh LAI menjadikata hamba. Bedanya adalah dari kata pais ini, kita jadi tahu bahwahamba yang dimaksud itu adalah seorang hamba yang masih berusiaremaja - masih belum dewasa -. Itu artinya, menurut budaya yangberlaku kala itu, hamba yang masih belum dewasa itu, sama sekalidipandang sebelah mata oleh masyarakat waktu itu (ingat sajasewaktu para murid Yesus mengusir anak-anak yang mau datangkepada Yesus untuk mendengar-Nya, di usir kan mereka),(d) Dunia sosial Romawi waktu itu, melegalkan jual - beli hamba dipasar. Dengan harga 600 dinar, maka kita bisa punya satu hambayang bisa kita perlakukan dengan seenaknya di rumah (waktu itu,bila mau - udah kayak barang kan di jual beli). Enam ratus dinarsetara dengan uang tabungan seorang buruh di zaman itu yangmenabung setengah dari penghasilan hariannya selama 4 tahun.Tampak mahal memang, tapi bagi seorang petinggi Romawi sepertituan Perwira kita dalam perikop hari ini, 600 dinar tentu bukansesuatu yang mahal.Sudah ketemu kah dengan sesuatu yang seharusnya membuat kitakagum dengan hamba dalam perikop kita ini? Jika belum, mari kitalanjutkan data apa yang kita miliki tentang tuan nya:BUKAN TUAN BIASA(a) Dia seorang petinggi pemerintahan Romawi, berarti dia pastibukan seorang Yahudi. Rasul Lukas menyebut dalam bahasaYunani, pangkat dari perwira itu: hekatontarchos.Seorang hetakontarchos mengepalai 100 orang prajurit untukmenjaga keamanan wilayah jajahan Romawi di Israel. Plus sebagaipelindung bagi para pemungut cukai yang amat di benci oleh orangYahudi waktu itu.(b) Yang menarik adalah, pemungut cukainya memang dibenci olehorang Yahudi, tetapi ternyata perwira yang jadi bos para pemungutcukai ini sangat dikasihi oleh orang Yahudi, ayat 2-4 "dia layakditolong karena dia memang baik".(c) Dia sangat menghargai dan memerhatikan hambanya yang saatitu sedang sakit keras. Padahal kalau dia mau gak ribet, gampang,kan tinggal diantepin aja (dibiarkan saja maksudnya) tuh hambanyayang sedang sakit itu sampai mati. Toh kalau mati satu itu pun cumahamba yang punya harga pasar, dan bisa dibeli lagi hamba yang barudi pasar. Beres dan gak ribet.Sampai di sini, kita dapat melihat istimewanya hamba dan tuan itu.Istimewanya si hamba adalah ... . Bayangkan apa yang menjadi etos kerjadari si hamba itu sehingga dia sangat sangat dikasihi dan diperhatikan olehtuannya? - Gak mungkin hamba itu adalah hamba yang suka bikin kasus -Jadi apa yang sudah dikerjakannya selama dia mengabdi kepada tuannyasehingga tuannya sangat amat memperjuangkan kehidupannya? Dia pekerjakeras? Dia bekerja dengan sepenuh hati? Dia menonjol dibandingkanhamba-hamba tuannya yang lain? Sangat mungkin itu semua yang terjadidalam keseharian pekerjaan yang dilakukan oleh hamba yang sedang sakitkeras itu sekarang.Istimewanya tuan perwira kita adalah ... . Yang pertama ya itu tadi,dia memperlakukan hambanya yang walau cuma seorang budak yang punyaharga pasar, tetapi diperlakukan bak seorang VIP - very important person -.(Padahal, seperti yang sudah kita ulas tadi, dia bisa aja gak ambil pusingdengan sakit kerasnya hambanya itu, dicuekin aja sampai mati sekalian).Keistimewaan perwira kita yang kedua adalah ayat 6-9. KetikaYesus tidak jauh lagi dari rumah perwira itu, perwira itu menyuruh sahabat-sahabatnya untuk mengatakan kepada-Nya:"Tuan, janganlah bersusah-susah, sebab aku tidak layak menerimaTuan di dalam rumahku; sebab itu aku juga menganggap dirikutidak layak untuk datang kepada-Mu. Tetapi katakan saja sepatahkata, maka hambaku itu akan sembuh. Sebab aku sendiri seorangbawahan, dan di bawahku ada pula prajurit. Jika aku berkatakepada salah seorang prajurit itu: Pergi!, maka ia pergi, dankepada seorang lagi: Datang!, maka ia datang, ataupun kepadahambaku: Kerjakanlah ini!, maka ia mengerjakannya." SetelahYesus mendengar perkataan itu, Ia heran akan dia, dan sambilberpaling kepada orang banyak yang mengikuti Dia, Ia berkata:
  3. 3. "Aku berkata kepadamu, iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai,sekalipun di antara orang Israel!"Istimewa karena iman itu keluar dari seorang bukan Yahudi yangamat memercayai kuasa Yesus. Hingga Yesus pun kagum: "Ada yah orangkayak gini" (ayat 9).Selama kita hidup di dunia, mungkin banyak orang bisa memilah-milah "saya hamba dan dia bosnya" atau "saya cuma kuli di sini, dia yangbayar saya ada di sini". Apa pun yang kita kerjakan hari ini di dunia yangmemilah-milah "tuan dan hamba" itu, pastikanlah bahwa saya adalah hambayang persis sama seperti hamba yang ada dalam perikop kita hari ini."Seorang hamba yang amat dikasihi oleh tuannya, karena kita bekerjadengan sekuat tenaga dan sepenuh hati kita". Dan jika kita diberikankesempatan oleh Tuhan menjadi apa yang disebut oleh dunia, seorang tuan,maka pastikanlah bahwa ada jiwa dari tuan perwira Romawi dalam perikopkita hari ini di kehidupan kita: "Seorang tuan - bos yang mengasihi dengansepenuh hati dan memperjuangkan hak-hak hidup hamba-hambanya".Abraham Lincoln, presiden Amerika yang memperjuangkan hak-hakhidup orang Amerika kulit hitam waktu itu, ketika Lincoln mati, semuaorang kulit hitam menangisi kepergian tuannya itu. Banyak orang Amerikayang bilang kepada anak-anak mereka waktu itu: "Nak, perhatikan benarwajah orang itu, sebab dialah yang telah memperjuangkan kamu hidup".BUKAN TUHAN BIASALain kata dunia, lain juga menurut pandangan Tuhan bagi kehidupankita. Bersyukurlah karena kita memiliki dan mengenal Tuhan yang tidakmemandang kita itu sebagai "cuma budak - hamba", melainkan:Aku tidak menyebut kamu lagi hamba, sebab hamba tidak tahu, apayang diperbuat oleh tuannya, tetapi Aku menyebut kamu sahabat,karena Aku telah memberitahukan kepada kamu segala sesuatu yangtelah Kudengar dari Bapa-Ku. (Yohanes 15:15)Tuhan sebagai sahabat bagi kita. Bukan cuma sekedar Bos kita,Tuhan itu sahabat kita. Dia memposisikan diri sebagai seorang sahabat agarkita tidak sungkan untuk datang dan mendekat pada-Nya.Lihat saja kenyataan bahwa tuan perwira kita dalam perikop itusangat sungkan bertemu dengan Yesus, karena dia memandang dirinya itutidak layak untuk bertemu dengan Yesus: "Tuan, janganlah bersusah-susah, sebab aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku; sebab ituaku juga menganggap diriku tidak layak untuk datang kepada-Mu. Tetapikatakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh."Kabar baiknya bagi kita hari ini adalah ... bayangkan, bagi merekayang merasa tidak layak saja Tuhan berkenan menolong mereka. Apalagikita yang dipandangnya bukan sebagai hamba biasa, melainkan seorangsahabat; Masak iya Tuhan enggan untuk menolong kehidupan kita sekarang.
  4. 4. 2Mencari Kasih Di Rumah Belas KasihYohanes 5:1-9Saya ingin mengajak kita untuk mulai merenungkan Firman Tuhanyang hari ini kita baca sama-sama. Satu hal yang saya pikirkan sewaktumembaca teks kita hari ini adalah, "Mengapa harus ada seseorang yangsudah 38 tahun lamanya menderita karena sakit, tetapi sampai dengan hariitu belum sembuh juga?" Padahal dalam teks kita dikatakan bahwaseseorang yang sakit itu sudah ada di dekat sebuah kolam yang apabila "airdalam kolam itu bergoncang dan seorang yang sakit nyebur ke kolam itu,apa pun penyakitnya bisa sembuh".Memang benar kita sama sekali tidak memiliki informasi tentangberapa lama sudah orang yang sakit selama 38 tahun itu sudah menanti didekat kolam Betesda. Apakah sejak awal dia sakit, 38 tahun yang lalusampai hari ini? Atau baru setahun yang lalu? Atau baru dua tahun ini diaada di dekat kolam Betesda untuk mencari kasih yang menyembuhkan itu?Kita tidak tahu.Kita juga tidak tahu ada berapa banyak orang yang menantikankesembuhan di dekat kolam Betesda itu, teks Alkitab kita hanyamenyebutkan "ada sejumlah besar orang". Sejumlah besar orang ituberapa? 100 orang? 200 orang? Kita tidak tahu. Dan kita juga tidak tahudalam hitungan waktu, berapa kali air dalam kolam Betesda itu bergoncang:Sekali sebulan? Setahun sekali? Tiga bulan sekali? Bayangkan kalauseminggu sekali, kan artinya orang yang sakit 38 tahun itu disalip melulukalau mau pake sistem budaya antri.Yang kita tahu jelas adalah ada seseorang yang sudah 38 tahun sakitdan dia mencari belas kasih yang menyembuhkan di sebuah kolam yang artinamanya sebenarnya adalah “Rumah Belas Kasih” (Betesda). Sayang, tidakada belas kasih yang menyembuhkan bagi dia yang sudah sakit selama 38tahun itu, justru di sebuah tempat yang bernama Rumah Belas Kasih.Apa yang terjadi di sana? Semua orang sakit yang berkumpulbanyak di sana ingin sembuh, sehingga tidak lagi memikirkan orang lainyang mungkin jauh jauh lebih menderita dibandingkan dirinya. Waktu sayamempersiapkan renungan ini, saya kepikiran begini: Adakah di waktu ituorang yang hanya sakit kepala sedikit saja, dan kebetulan dia sedang lewatdi depan kolam Betesda ketika airnya mulai bergolak, lalu dia lari dannyebur ke kolam itu, "Akhirnya hilang juga sakit kepala penggangguhidupku ini!"Kasih yang memudar justru terjadi di Rumah Belas Kasih: Betesda.Sewaktu semua orang hanya memikirkan dirinya sendiri, kesembuhandirinya sendiri, apa yang menyenangkan dirinya sendiri dan acuh tak peduliterhadap mereka yang mungkin jauh lebih menderita dibandingkan dirinyaitu.Sekali lagi, entah sudah berapa lama orang yang sakit selama 38tahun itu menunggu kasih yang menyembuhkan di Rumah Belas Kasih:Betesda. Hingga di hari itu, Yesus datang dan menawarkan kasih yangmenyembuhkan itu kepada dia, "Maukah engkau sembuh?"Saya tertarik dengan cara orang yang sudah sakit selama 38 tahunitu menjawab yang tampak sudah sangat putus asa di ayat 7:Jawab orang sakit itu kepada-Nya:"Tuhan, tidak ada orang yang menurunkan aku ke dalam kolam itu apabilaairnya mulai goncang, dan sementara aku menuju ke kolam itu, orang lainsudah turun mendahului aku."Dengan kata lain, dia mau mengatakan: "Aku tidak kebagian lagi kasih itudi sini".Entah ada berapa banyak orang yang memiliki pengalaman yangsama seperti itu: "Berharap menemukan kasih yang menyembuhkan ditempat yang memang seharusnya kasih itu ada, tetapi ..." Di rumah? Ditempat kita bekerja? Atau bahkan ketika kita bersekutu di Gereja?Seharusnya kita bisa bertemu dengan kasih yang menyembuhkan itu bukan?Tetapi bayangkan bila ada seorang yang memiliki pengalamanseperti ini:Pergi ke kantor, yang dia temui adalah kenyataan bahwa seseorangyang sudah dia kenal bertahun-tahun lamanya ternyata menusukdirinya dari belakang di depan bos mereka. Pulang ke rumahkepala udah mumet di kantor, apa yang dia temukan ... bapakibunya berantem tiap hari. Pergi ke gereja ... ternyata kita masihbertemu dengan orang-orang yang bergosip dan merasa lebih tahutentang hidup kita dan berperilaku seperti seorang hakim terhadaphidup kita. Runyam banget ya kalau sudah begitu ...
  5. 5. Di kala merasa sendirian, tak berdaya dan orang di luar sana gak adayang peduli. Satu hal yang patut kita syukuri sebagai orang percaya adalahbahwa Kasih yang Menyembuhkan itu bukanlah kita temukan di sebuahtempat. Bukan. Bukan tempatnya yang paling utama. Sebab hari ini kitabisa ada di sebuah tempat yang kita pikir kita bisa menemukan Kasih yangMenyembuhkan itu, tetapi ternyata gak ada sama sekali. Di rumah? Dikantor? Atau bahkan ... di gereja.Kalau kita berpikir bahwa sebuah tempat bisa membuat kitamenemukan kasih yang menyembuhkan, bersiaplah untuk, mungkin, selalukecewa.Bukan tempat yang menentukan kita akan menemukan kasih yangmenyembuhkan itu atau tidak. Melainkan apakah kita sudah berjumpadengan pribadi yang selalu menawarkan kepada kita: "Maukah engkausembuh?"Kabar baiknya, Dia selalu bisa kita jumpai di mana saja. Di rumah,di kantor, di gereja ... di mana saja. Bahkan di saat kita merasa di tempatkita ada hari ini ternyata sudah mulai kehilangan makna kasih itu sendiri.Dia akan tetap menawarkan kepada kita: "Maukah engkau sembuh?"Lalu apa jawab kita?Semoga kita tidak terjatuh dalam sebuah, saya menyebutnya:Analisis-Paralistis. "Membeberkan sebuah analisa yang kita pikir itu hebat,menyenangkan dan menjelaskan tentang keberadaan kita hari ini, tapisayang itu sama sekali tidak membuat kita sembuh, malah sebaliknya,makin lumpuh hidup kita ini.”Tuhan: "Maukah engkau sembuh?"A: "Tuhan, dia sudah terlalu sering mengecewakan saya!B: "Tuhan, hati ini sudah terlalu sakit rasanya!(itulah Analisis-Paralistis ... padahal kan jawabannya sederhana:Mau / Tidak?)Jika hari ini Tuhan bertanya pada kita, " ... maukah engkausembuh?" Lalu apakah jawab kita? [Aku menjawab: "Aku mau sembuh".]3.Tidak Sia-SiaI Korintus 15:58Saya pernah mendengar cerita tentang seorang petani dengan duabuah ember pengangkut air miliknya. Jadi ceritanya petani ini butuhmengangkut air dari jarak yang cukup jauh dari rumahnya dengan 2embernya itu. Namun sayang, satu embernya retak sedikit. Dia sudahberusaha menambalnya, tapi tetap saja masih bocor. "Ah, sudahlah, tohhanya bocor sedikit, masih ada air yang bisa ku simpan juga nanti", katapak petani.Setiap hari dia ambil air, jalan kaki, sambil memikul ember-embernya itu menyusuri jalan setapak. Suatu hari, ember yang penuhberkata pada ember yang retak itu, "Kamu memang gak berguna ya. Kamudiisi penuh sama bapak kita, tapi kamu sampai dirumah, nyatanya air yangada dalam kamu itu sudah berkurang. Untuk apa kamu jadi ember kalausudah begini?"Pernahkah kita berada di posisi ember yang retak itu? Saat di manakita tahu bahwa kita sudah berusaha untuk memberikan yang palingmaksimal dari yang kita bisa, tapi ternyata hasilnya tidak semaksimal yangkita harapkan?- Kita kirim lamaran kerja ke banyak perusahaan dengan percayadiri penuh, tapi hasilnya? Hampa, nihil! (lalu pikiran langsungmengarah ke anak dan istri di rumah ...)- Atau mungkin kita sudah belajar mati-matian tetapi hasilnya masihaja tetap gak ngerti, gak nyambung jugaDan tepat di saat itu mulai ada bisikan yang bersuara, "apa gunanyadirimu?"Kalau kita pernah ada di situasi itu, mungkin kita gak akan terburu-buru mengucapkan amin ketika kita membaca teks Alkitab kita hari ini:Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangangoyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu,bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia.I Korintus 15:58
  6. 6. Saya mau menggambarkan situasi seperti apa yang dihadapi olehjemaat di Korintus pada waktu itu: Mereka sangat yakin dengan adanyakebangkitan orang mati. Tetapi, di tengah-tengah keyakinan tingkat tinggiitu, tiba-tiba ada orang orang yang berkata, ayat 35: "Bagaimanakah orangmati dibangkitkan? Dan dengan tubuh apakah mereka akan datangkembali?"Itu sama aja seperti:- Seorang yang yakin sangat bahwa ia akan bekerja (walaupun sampai hariini terbukti dia selalu di tolak) dan kemudian ada orang yang bilang, "Ahelu, dah kirim ribuan lamaran saja masih kagak ada jawaban. Masihnganggurkan lu sampe hari ini?!"- Atau seorang yang sangat yakin bahwa dia akan bisa berbahasa inggeris,tapi kemudian ada orang yang bilang: "Ngaca dong, ulangan lu bahasainggris itu dapat berapa kemarin? Merah kan! Jeblok kan!"Saya mencari arti kata yang digunakan oleh rasul Paulus di ayat 58ini dalam bahasa aslinya (Yunani), mari kita lihat, ini menarik sekali:(1) " ... berdirilah teguh ..."Kata asli bahasa Yunani yang digunakan untuk "teguh" adalah δρα οι (hed-ἑ ῖrah-yos). Arti harafiah dari kata hedraios adalah,- tetap berada dalam satu posisi terus menerus- tetap berada dalam satu posisi yang tenang- tetap berada dalam satu posisi yang setia- tetap berada dalam satu posisi yang tabah(2) " ... jangan goyah ... "Kata asli bahasa Yunani yang digunakan untuk "jangan goyah"adalah μετακίνητοιἀ (am-et-ak-in-ay-tos). Arti harafiah dari kataametakinetos adalah,- tidak dapat digerakkan- teguh- tidak bergeser(3) " ... giatlah selalu ..."Kata asli bahasa Yunani yang digunakan untuk "giatlah" adalahπερισσεύοντες (per-is-syoo-o). Arti harafiah dari kata perisseuo adalah,- sangat berlimpah dalam kualitas dan kuantitas (mungkin artinya mengarahpada ajakan untuk tetap bersemangat)(4) " .... jerih payah ..."Kata asli bahasa Yunani yang digunakan untuk "jerih payah" adalahκόπος ( kop-os). Arti harafiah dari kata kopos adalah,- bekerja keras membanting tulang- bekerja sampai kelelahan dan keletihan- bekerja sampai susah payah(5) " ... tidak sia-sia ... "Kata asli bahasa Yunani yang digunakan untuk "sia-sia" adalah κεν ςὸ (ken-os). Arti harafiah dari kata kenos adalah,- hampa- sia-siaBerdasarkan hal ini, saya akan membacakan sekali lagi ayat kita hari ini:Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh [TETAPLAHBERDIRI DI SATU POSISI, TETAP TENANG, TETAP SETIA, TETAPTABAH], jangan goyah [JANGAN BERGESER, TETAPLAH TEGUH], dangiatlah [BERLIMPAHLAH DALAM KUALITAS DAN KUANTITAS,DALAM SEMANGAT] selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu,bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerihpayahmu [KELETIHANMU, KELELAHANMU, KERJA KERAS MUMEMBANTING TULANG, SUSAH PAYAHMU] tidak sia-sia [TIDAKAKAN MENEMUI KEHAMPAAN].Masih ingat cerita tentang ember yang retak tadi?Sejak dikomeni oleh ember yang penuh itu tadi, si ember retak mulaibanyak termenung, sedih. Suatu hari pak petani bertanya, "Kenapa kautermenung?" Ember yang retak pun menceritakan semua kesedihannya padapak petani.Setelah mendengarkan ember retak bercerita, pak petani berkata,"Besok, sewaktu kita berjalan menyusuri jalan setapak untuk mengambilair, ada yang mau kutunjukkan padamu."Keesokan harinya, "Sudahkah kamu melihat? Di sebelah kiri jalansetapak yang kita lalui tadi, ada bunga-bunga yang berkembang di
  7. 7. sepanjang jalan. Tahukah kamu bahwa itu adalah jalur mu? Aku selalumenempatkan dirimu di sebelah kiri jalan supaya air yang keluar dariretakan dirimu itu mengairi bunga-bunga di sepanjang jalan kita. Apa yangterjadi dalam dirimu itu tidak pernah sia-sia. Aku menikmati perjalananpanjang kita karena bunga-bunga itu bertumbuh karenamu, karena airyang keluar dari retakanmu dan menyirami bunga-bunga disepanjangperjalanan kita"Saya kira ini yang kita cari: Kita mencari selalu penjelasan tentangapa yang terjadi dalam kehidupan kita. Saat kita sedih kita mencaripenghiburan. Ketika kita terjatuh kita mencari kekuatan untuk bangkit.Ketika kita kehilangan pengharapan, kita mencari sesuatu agar pengharapanitu kembali ada.Gak usah cari jauh-jauh. Tuhan sudah mengumpulkannya dalamAlkitab. Dia sudah menunjukkan banyak hal pada kita dalam Alkitab. DanDia selalu bisa mengulangi apa yang telah Dia lakukan dalam sejarahAlkitab bagi hidup kita sekarang. Tinggal kita membaca dan menemukankuasa-Nya dalam Alkitab bagi hidup kita saat ini.4.Runtuhkan Tembok, Bangun JembatanRut 1:1-22Biasanya ketika kita membaca cerita tentang Ruth dan Naomi, yangpaling terlihat adalah kita senang sekali melihat hubungan yang mesra yangdibangun antara mama mertua dengan anak menantunya ini. Saya belummenikah memang, tapi kalau melihat yang biasanya ditampilkan di tvtentang hubungan mertua-menantu, kok seringnya ya gak semesra Ruthdengan Naomi yah.Papa saya pernah cerita begini, sebelum menikah dengan mama,ternyata eyang kakung pernah ngecek calon menantunya itu sampai datangke Jakarta dari Tuban lho. Hanya untuk memastikan: "Ni calon menantusaya orang bener gak nih." Kata nya sih, biar papa dulu juga sekolahteologi, dulu itu penampilannya preman abis: rambut gondrong, celanabolong. Kali aja itu yang membuat eyang kakung dulu sempat was-wasmelihat calon menantunya itu. Untung akhirnya acc juga.Saya ada cerita juga tentang hubungan mertua menantu, tapi inihanya sekedar cerita saja. Jadi ada satu keluarga muda, suami - istri yangpergi ke Yerusalem dan sang suami itu mengajak mertuanya. Ternyata diYerusalem, peristiwa yang mengagetkan datang, mertuanya meninggal.Mulailah keluarga ini mempersiapkan penguburan orang tua mereka itu.Pihak RS di Yerusalem bertanya kepada suami itu: "Apa hubungan ibudengan bapak?" Lalu jawab suami itu: "Oh, ibu ini mertua saya." Pihak RSmelanjutkan, "Ok, kalau mertua bapak mau dikuburkan di Indonesiabiayanya 5000 dollar, tapi kalau mau dikuburkan di sini, di Yerusalem,biayanya cukup hanya 2000 dollar saja."Setelah mikir lama, suami itu memilih, "Saya mau membawa pulangsaja ke Indonesia dan menguburkan ibu mertua saya di sana, saya pilihyang 5000 dollar."Pihak RS cukup kagum dengan keputusan itu, "Wah, Anda pastisangat menyayangi ibu mertua ya. Sampai-sampai mau di bawa pulang dandikuburkan di tanah air yang biayanya jelas tidak murah."Menantu itu pun kemudian berkata, "Yah gmana ya, sebenarnyagak gitu juga sih. Saya cuma ingat kalau 2000 tahun yang lalu ada juga
  8. 8. orang yang dikubur di sini dan 3 hari kemudian dia bangkit. Nah, saya gakmau ambil resiko kejadian itu terulang lagi sekarang."Kenyataan yang terjadi dalam kehidupan kita di masa kini jelas,kadang kita sulit untuk menemukan keharmonisan dan kemesraan dalammembangun sebuah hubungan. Hubungan mertua - menantu, atau hubunganapapun lainnya. Yang kita acapkali temukan justru kebencian, kemarahan,bahkan tega menghancurkan yang lain.Orang-orang terlalu sibuk membangun tembok. Mulailah merekasaling bertanya: "Hey kamu dari golongan mana? Suku apa? Kamu Gerejamana? Karismatik / Mainstream? Baptis selam / Baptis percik? Koalisi /Oposisi? Yang anak saya kan istri kamu, kamu kan anak bapakmu.Menjalani kehidupan sambil terus membangun tembok pemisahantara "kamu" dengan "kami" sehingga melupakan bahwa Allahmenurunkan hujan (yang cuma 30 menit misalnya - 1 jam gak berhenti,maka kita semua kerepotan dengan yang namanya kebanjiran) untuk semuaorang, banjir kan gak pandang bulu.Dari sini mungkin kita bisa sedikit memahami kenapa Tuhanmengizinkan satu perderitaan terjadi dalam kehidupan kita bersama.Mungkin Tuhan mau membuka mata semua orang yang sibuk membanguntembok bahwa ternyata dalam kamus penderitaan, kita semua ini adalahsaudara seperjalanan, keluarga yang sama-sama kita semua rindu untukhidup dipulihkan untuk bahagia, tenteram, baik.Dalam Perjanjian Baru, sewaktu orang-orang Yahudi sibukmembangun tembok antara "Yahudi" dengan "Samaria", ada 10 orang yangmengalami penderitaan karena sakit kusta; Dan mereka menghancurkantembok pemisah itu, mereka tidak lagi saling gontok-gontokan karena 9orang itu Yahudi dan 1 orang adalah Samaria. Mereka mulai jalan bersamauntuk mencari dan menemukan pemulihan dari penderitaan yang merekaalami bersama saat itu.Ruth dan Naomi punya bahan-bahan yang cukup untuk membanguntembok pemisah.Ruth orang Moab ("bukan orang kita"), Naomi orang Yahudi.Mereka punya cara masing-masing dalam memahami Tuhan.Yang satu mertua ("Ruth bukan anak kandung saya"), yang satumenantu ("Naomi bukan ibu kandung saya")Cukup sangat bahan untuk membuat sesuatu yang tinggi di sana.Dan mereka mengambil bahan-bahan yang ada itu, tetapi bukanuntuk membangun tembok, melainkan mereka membangun jembatan yangpada akhirnya mereka bisa saling memahami. Naomi memahami keputusanOrpa ketika dia pulang ke kampungnya dan memutuskan untuk tidakmengikut terus Naomi. Bahkan ide untuk pulang ke bangsanya itu jugaberasal dari Naomi.Ruth juga memahami apa artinya kehilangan orang-orang yangdikasihi seperti yang dialami oleh dirinya yang kehilangan suaminya, danNaomi yang kehilangan anaknya, suami dari Ruth. Dan Ruth jugamenyadari bahwa Naomi tidak lagi hanya sekadar mertua saja baginya,tetapi sudah menjadi orang tuanya sendiri.Hari ini mari kita lihat hidup kita, berharap yang sering masuk tv itujuga bertanya hal yang sama: "Apa sih yang sekarang ini sedang kitabangun dalam kehidupan bersama kita dengan orang-orang yang adadisekitar kita di sini? Bangun tembok atau bangun jembatan?"Kalau ngomong soal bahan untuk ngebangun mah kita punyabanyak: Pekerjaan - jabatan di kantor, itu bisa tuh jadi bangan bangunankita bikin tembok. Aku suami yang bekerja, dia istri yang di rumah. Itu jugabisa bangun tembok.Pulang ke rumah dah malam, pengen cepat mandi terus tidur .. tetapiistri lama bikin air panas, "kamu tuh gmana sih, suami pulang bukannyadilayanin kek malah gak diperhatiin" Istri menjawab: "Ya sabar atuh pa,mama juga baru selesai nih dari pagi sampai malem gini, cuci piring,nyapu, ngepel, cuci baju ... anak lagi sakit pulak. Besok tukeran aja dehkita, papa yang dirumah cuci ngepel dan segala macem, mama yang kerjadi luar rumah, biar tau lu."Maksud hati ngomel malah kena damprat istri. Hati kesel, liat anakyang paling gede main PS mulu, "Eh kamu kenapa gak belajar? Mainmulu! Belajar yang bener biar jadi polisi kayak bapakmu ini!" Laluanaknya bilang: "Yeeee, sapa yang mau jadi polisi? Lama kaya nya, miskinterus. Orang aku mau jadi pegawai pajak hahahahahaha ... biar cepetkaya."
  9. 9. 5.NilaiLukas 1:5-25Saya tertarik dengan ucapan hati Zakharia di ayat 25:"Inilah suatuperbuatan Tuhan bagiku, dan sekarang Ia berkenan menghapuskan aibkudi depan orang." Bayangkan, jadi selama ini, sebelum malaikat Gabrielmembawa kabar baik untuk Zakharia dan Elisabeth tentang akan lahirnyaseorang anak di tengah keluarga mereka, hingga mereka sudah jadi kakek-kakek dan nenek-nenek waktu itu (berapa kira-kira usia Zakharia danElisabeth waktu itu?); Puluhan tahun lamanya sebelum berjumpa denganGabriel, Zakharia menyatakan bahwa ia dan Elisabet ... menanggung aib.Padahal di ayat yang ke 6 dikatakan: “Keduanya adalah benar dihadapan Allah dan hidup menurut segala perintah dan ketetapan Tuhandengan tidak bercacat.” Jadi sebetulnya kehidupan Zakharia menurutpandangan Tuhan adalah baik adanya. Lalu datang dari mana "pemikiranZakharia tentang aib keluarga itu?"Ayat 7 “Tetapi mereka tidak mempunyai anak, sebab Elisabetmandul dan keduanya telah lanjut umurnya.” Saya nge-cek referensi ayatAlkitab yang ada di bawah-bawah itu dalam Alkitab kita, ada tidak referensiayat 7 yang mendasarkan dirinya pada teks di Perjanjian Lama? Tak ada.Tentang Tuhan yang marah bila ada keluarga yang tidak mempunyai anak?Ada? Gak ada.Tapi inilah kenyataan hidup kita dan selamat datang di duniakehidupan yang nyata, di mana kita bukan hanya berhadapan dengan sistemnilai yang dinyatakan oleh Tuhan Yesus, tetapi kita pun berhadapan dengansistem nilai yang dibuat oleh manusia.Tuhan tidak pernah mengatakan apa-apa tentang keluarga yang tidakmemiliki anak, apalagi mengatakan bahwa itu adalah aib, tidak pernah samasekali. Jadi datang dari mana pemahaman tentang aib itu? Dari sistem yangdibangun oleh masyarakat.Saya baca tafsir dan menemukan sesuatu yang cukup mengejutkan.Di masa itu memang orang-orang Yahudi membuat daftar peraturan yangmenilai baik atau buruknya kehidupan suatu keluarga Yahudi.- Seorang Yahudi yang tidak punya istri = buruk.- Seorang Yahudi yang punya istri tapi tidak punya anak? Sama. Burukjuga.Dan hukuman bagi mereka adalah dikucilkan dari kehidupan bersama diantara bangsa Yahudi kala itu. Mengerikan bukan.Seringkali kita pun diperhadapkan dengan sistem-sistem nilai yangdianut oleh masyarakat, yang dibuat oleh masyarakat itu sendiri, yang padaakhirnya kehidupan kita pun dikomeni baik atau buruk oleh masyarkat.Padahal Tuhan sendiri mungkin tidak pernah ngomeni apa-apa tentang halitu. Kadang masyarakat lebih kejam memang dalam melakukan "sebuahpenghukuman" dibandingkan dengan Tuhan sendiri.Berdasarkan dengan kenyataan ini ada satu hal yang menarikperhatian saya dan saya salut dengan keluarga Zakharia ini. Ayat 8Pada suatu kali, waktu tiba giliran rombongannya, Zakharia melakukantugas keimaman di hadapan Tuhan.Buat saya itu luar biasa.Ada beban aib yang dilimpahkan oleh masyarakat kepada keluargaZakharia, tapi apa yang terjadi? Dengan menanggung beban aib itu,Zakharia tetap melakukan tugas dan tanggung jawabnya di hadapan Tuhansebagai Imam. Zakharia tidak mengurung diri di rumah. Pun tidak pula diajadi ogah melayani Tuhan.Mari kita melihat diri kita masing-masing. Bolehkah bertanya?Adakah satu peristiwa kemarin yang membuat hati dan pikiran kita mulaiberpikir untuk: "Tuhan, kayaknya sampai di sini perjalanan pelayanan sayabagi Mu ... Saya mau selesai saja di sini ..."Sewaktu orang mulai ngasih nilai terhadap apa yang kita lakukanbagi Tuhan dalam perjalanan kehidupan kita dalam pekerjaan, pelayanandalam hal apapun juga?Orang kasih nilai baik kita lanjut.Orang kasih nilai buruk, "aduh, sorry-sorry deh Tuhan ya. Cukup sampaidisini."Kalau kata anak-anak muda mah, Moddy: tergantung mood, suasanahati. Suasana hati yang datang dari penilaian orang lain. (Lah, kita memangmelayani siapa sebetulnya di sini? Melayani Tuhan duluan atau melayanimanusia duluan?)Faktanya, kalau kita mau mengejar selalu penilaian semua orangterhadap kehidupan kita atau apapun yang kita kerjakanlah dalam
  10. 10. kehidupan kita ini, gak akan ada habisnya. Selalu ada yang kurang lah pastimenurut penilaian orang mah.Akan tetapi ... sewaktu seseorang berani berkata:"Tuhan ini saya ... saya mau melayani Tuhan dengan segala keterbatasanyang ada dalam hidup saya dan berusaha untuk memberikan yang terbaikbagi Tuhan ... Dan hari ini ... yang terbaik yang bisa saya lakukan bagiTuhan adalah yang saya lakukan sekarang bagi Mu, Tuhan ..."Itulah puncaknya kita hari itu. Dan kita tak akan kecewa sewaktuada orang yang bilang: "Hey .. naik lagi dong! Puncakmu kurang tinggituh!" Tak akan kecewa karena kita tahu kita sudah berjuang semaksimalyang kita bisa hari itu untuk sampai pada puncak terbaik yang kita bisalakukan hari itu.Kejarlah apa yang menentramkan hati. Kejarlah apa yang Tuhankatakan tentang hidup kita. Sebab jika kita mengejar perkataan danpenilaian manusia: Bersiaplah untuk selalu kecewa.6.One More ChanceYunus 4:1-11Ada satu kisah nyata, Pendiri Perusahaan Komputer - IBM, TomWatson, Sr. Ia mempunyai seorang manajer baru yang sedang meroketkarirnya. Suatu kali manajer ini diberikan suatu kepercayaan untukmelakukan satu proyek berdana besar: 12 juta US Dollar, tapi sayang .. diagagal! Perusahaan rugi besar! Kemudian, manajer yang gagal ini mengirimsurat pengunduran diri ke bos nya: Watson. Isinya: "Saya yakin Andamenginginkan pengunduran diri saya." (Apa yang akan Anda lakukan jikaAnda jadi Bos nya??)Keesokan harinya, Bos Watson memanggil manajernya itu danmengatakan kepadanya: "Saya tidak menginginkan pengunduran diri Anda.Saya baru saja mengeluarkan uang sebesar 12 juta Dollar untuk mendidikAnda. Sekarang, saatnya Anda mulai bekerja!"Wow, bukankah luar biasa apa yang dilakukan oleh seorang bosWatson terhadap manajer (karyawan) nya yang gagal itu. Dia mau tetapmau memberikan kesempatan kepada seseorang yang dianggap gagal, baikoleh orang lain atau bahkan bisa jadi dirinya sendiri menganggap bahwa diaitu memang benar-benar seorang yang telah gagal.Sebenarnya hal itu pula yang sedang dilakukan Tuhan kepadabangsa Niniwe dalam pembacaan Alkitab kita hari ini: "Tetap MemberikanKesempatan untuk Bertobat". Ada kuasa yang luarbiasa terjadi ketika kitamau, bahkan menyadari bahwa "masih ada kesempatan".Satu hal yang ingin kita renungkan hari ini adalah masalah Yunus,masalah kita: Memberi kesempatan.Ayat 1:Tetapi hal itu sangat mengesalkan hati Yunus, lalu marahlah ia.Kenapa kesal dan marah??Ayat 11Bagaimana tidak Aku akan sayang kepada Niniwe, kota yang besar itu,yang berpenduduk lebih dari seratus dua puluh ribu orang, yang semuanya
  11. 11. tak tahu membedakan tangan kanan dari tangan kiri, dengan ternaknyayang banyak?"Allah yang masih memberikan kesempatan bagi Niniwe.Prinsip Yunus: Salah --> Hukum!Prinsip Tuhan: Salah --> Bertobat? --> Ya! --> Beri kesempatan!Yang menarik adalah kelihatannya Yunus lupa akan satu hal: Bahwadia juga pernah diberikan kesempatan yang ke dua dari Allah. Masih ingatdong cerita bagaimana Yunus "lari" dari panggilan Tuhan untuk ke Niniwe.Di suruh A, tetapi malah melakukan Z.Tuhan:"Layakkah engkau marah, Yunus?"Niniwe --> Tarsis --> di makan ikan besar --> salah!Berbalik?? Ya!Diberikan kesempatan lagi oleh Allah? Ya! --> Pengutusan kembali untukke Niniwe.Dan lihatlah apa yang terjadi ketika Yunus memberitakan kabar pertobatanitu bagi orang Niniwe: Pertobatan satu bangsa, luar biasa!Mengapa kita kadang sulit memberikan kesempatan pada orang lainuntuk menjadi orang yang lebih baik? Mungkin karena kita lupa pakaipenghapusnya. Yang siap di tangan kita itu hanya pensil untuk menulis danmencatat kesalahan dan keburukan orang lain saja. "Dia salah!" –Kemudian kita tulis itu di dalam diri orang itu. Dan selamanya kitamemperlakukan orang itu dengan label yang sudah kita tulis: Dia salah.Jadi, meskipun mungkin orang itu sudah berbuat baik dan sudahberbalik dari kesalahannya kemarin, tetap saja dia salah. Tak adakesempatan, tak ada penghapus.Tuhan, setiap hari, setiap saat siap menggunakan penghapus-Nyabuat kesalahan kita. Nama penghapus-Nya itu adalah "masih adakesempatan"Seringkali kita memahami kata "hukuman Tuhan" itu tidak tepat.Tidak tepat, karena Tuhan itu jarang menghukum kita. Allah tidak pernahmerancang malapetaka untuk kita. Tuhan yang terutama bukanlahpenghukum, Tuhan adalah Kasih (pemberi kesempatan).Tuhan tidak perlu menghukum kita karena kesalahan-kesalahan kita,sebab cepat atau lambat, kalau kita salah dan tidak berbalik arah, cepat ataulambat kita akan bertemu dengan konsekuensi logis atas kesalahan yangsudah kita perbuat itu. Misalnya saja: gak belajar -> nilai jelek.Oleh sebab itulah maka dalam Perjanjian Lama, kata Ibrani yang digunakanuntuk kata “dosa”, hatta, memiliki makna: tidak tepat sasaran.Di saat kita melakukan kesalahan dan kita mau berbalik arah: Tuhansiap mengambil penghapus-Nya dan berkata: "Kan kuberikan kamukesempatan untuk menjadi orang yang lebih baik lagi."Jika Tuhan bisa dan mau selalu memberikan kesempatan ke dua, ketiga dan seterusnya kepada kita dan orang lain dengan menghapuskesalahan itu; Siapa kita sehingga kita tidak bisa bahkan tidak maumemberikan kesempatan kepada mereka untuk jadi orang yang lebih baik?Saya suka cara penulis Alkitab menggantung akhir kisah Yunus.Akhirnya gmana sikap Yunus? Kita gak tahu. Apakah Yunus sadar atautidak atas cara Allah mendidik Yunus untuk tetap memberikan kesempatanitu kepada Niniwe? Kita tidak tahu.Akhir kitab Yunus hanya di katakan begini, ayat 4:11Bagaimana tidak Aku akan sayang kepada Niniwe, kota yang besar itu,yang berpenduduk lebih dari seratus dua puluh ribu orang, yang semuanyatak tahu membedakan tangan kanan dari tangan kiri, dengan ternaknyayang banyak?"Kalau bapak dan ibu yang menjadi Yunus,apa yang akan bapak dan ibu lakukan selanjutnya??
  12. 12. 7.Tetap Tenang di Tengah Badai KehidupanMarkus 4:35-41Seandainya kita ada dalam perahu seperti yang terjadi di perikopkita hari ini bersama-sama dengan Yesus dan murid-murid waktu itu,sewaktu badai mulai datang dan dikatakan bahwa perahu sudah mulai banjir- penuh air, saya rasa apa yang dirasakan oleh murid-murid waktu itu:kepanikan mereka, ketakutan mereka, kekuatiran mereka sekaligus jugasebel-sebelnya mereka ke Yesus yang mereka anggap diam saja, gak pedulikalau perahu sebentar lagi bisa jadi ancur, mungkin 99,99% akan menjadiperasaan kita juga.Jadi kalau mau berbicara tentang tema kita hari ini "Tetap Tenang diTengah Badai Kehidupan"; Argghhh ... memang terasa lebih mudahmengucapkannya daripada mengimani dan melakukannya. Hari ini kita maumelihat beberapa hal yang mungkin bisa menjadi permenungan kita untukmengupayakan ketenangan, tetap damai meskipun ada di tengah badaikehidupan kita sekarang ini.Yang pertama,Badai akan selalu ada sewaktu kita memutuskan untukmelakukan perjalanan di tengah luasnya lautan kehidupan kitaini!Di tengah kehidupan keluarga, jemaat dan masyarakat, setiap kita punyakemungkinan besar bertemu dengan beragam macam tipe badai. “Ni anak-anak mau lanjut sekolah, kuliah .. itu bisa jadi badai. Sesuatu yang bisamembuat kita bergumul ... gmana nanti biayanya, darimana?”Tenang di tengah badai bukan berarti melarikan diri dari kenyataanitu, melainkan siap menghadapi kenyataan bahwa betul ada kesulitan-kesulitan di sana-sini dan berani menyatakan, “Meskipun begitu Tuhan,kami sekeluarga akan berjuang sekuat tenaga supaya anak-anak tetap bisamelanjutkan masa depan kehidupan mereka.”Bukankah salah satu yang bisa membuat kita tenang adalah saat kitaini tahu bahwa kita sudah melakukan yang sebaik mungkin dalammenghadapi amukan badai itu?Yang kedua,Saat berada di tengah badai adalah saat terbaik bagi kita untukmerasakan kuasa penyertaan Tuhan!Ada cerita tentang seorang korban kekejaman Nazi, namanya Corrieten Boom. Jauh sebelum ia mengalami penderitaan karena disiksa olehNazi, Corrie pernah bertanya ke papanya begini:"Papa ... gimana caranya biar aku bisa bertahandalam sebuah pergumulan dengan tetap bersukacita???"Papanya kemudian menjawab dengan memberikan gambaran seperti ini:"Anakku ... kalau aku menyuruhmu pergi ke sebuah toko,aku gak akan memberikan uang belanjanya sewaktuengkau masih sedang bermain ... Aku akan memberikan uang itusaat engkau benar-benar siap untuk pergi ke toko itu."Dan itulah rupanya yang, mungkin, menjadi alasan Corrie sehinggadia bisa bertahan dalam badai siksaan tentara Nazi waktu itu. Karena Corrietahu bahwa Tuhan memberikan kekuatan, modal untuknya agar dia tetapbertahan dan memperjuangkan kehidupannya.Kita akan tenang dalam menghadapi badai itu kalau kita tahu bahwameskipun kita melewati badai, Tuhan selalu ada dan menyertai kita danmemberikan kepada kita kekuatan yang cukup untuk melewati danmengalahkan setiap badai yang Dia izinkan terjadi dalam kehidupan kitasekarang ini.Yang terakhir,Badai Pasti BerlaluPertanyaannya kan setelah badai berlalu, kita ada dalam kondisiyang seperti apa? Dalam perikop kita, para murid menjadi semakinmenyadari bahwa Yesus itu punya kuasa! Kita?Mari belajar dari seekor burung Rajawali. Katanya, seekor Rajawali itu tahukapan waktunya sebuah badai akan muncul, jauh sebelum badai ituakhirnya datang. Nah ... Rajawali itu akan mempersiapkan dirinya denganterbang sampai ketinggian tertentu dan siap menunggu badai itu datang!
  13. 13. Ketika badai itu dating, Rajawali akan mengembangkan sayapnyasehingga angin badai yang datang menyerbu dirinya itu justru akanmengangkat dia melayang tinggi sehingga dia terbang jauh di atasmelampaui badai itu dan melewati badai yang sedang terjadi waktu itu.Waktu badai mengamuk, Rajawali justru memanfaatkan badaidahsyat itu untuk mengangkat dia ke tempat yang lebih tinggi yangmembuat dia bisa melewati badai sedahsyat apapun.Harapan dan perjuangan kita semua hari ini bila berada di tengahbadai hidup, bersama dengan Tuhan kita bisa melewati badai itu danmenapaki tingkat kehidupan yang baru, yang lebih tinggi lagi, lebih dekatlagi dan jauh lebih mengenal lagi tentang karya, kuasa penyertaan Tuhandalam kehidupan kita semua.8.Dunia Belum BerakhirMarkus 5:25-34Cerita yang mau kita renungkan hari ini cukup populer. DariSekolah Minggu dulu, sepertinya kita pernah diperdengarkan kisah tentangibu yang menderita sakit pendarahan selama 12 tahun ini, yang kemudiandipulihkan oleh Yesus.Sewaktu saya membaca kisah ini, muncul satu pertanyaan dalampikiran saya. Pertanyaan ini kemudian saya diskusikan sama mama saya,karena pertanyaan ini menyangkut rumah sakit, makanya saya tanya kemama yang sudah jadi Suster Emiritus, bukannya nanya ke papa yangsebentar lagi beliau akan menjadi Pendeta Emiritus di bulan Agustus.Saya tanya ke mama saya pertanyaan ini: "Apakah memang dizaman sekarang, mungkinkah seorang yang sakit pendarahan selama 12tahun itu bisa bertahan dan selamat??"Dan yang mengejutkan adalah karena mama saya bilang: "Secaramedis itu mustahil terjadi. Kalau memang ada orang yang pendarahan, gaksampai setahun dia, dah meninggal tuh orang. Logikanya: dia akankehabisan darah! Otomatis: dia butuh pasokan darah (transfusi) untukmengganti darah yang keluar supaya dia bisa tetap hidup!"Dengan kenyataan itu saya membayangkan di masa Yesus, denganteknologi medis yang pastinya belum canggih sama sekali (bayangkan sajaada tafsiran yang mengatakan bahwa mereka masih percaya tahyul-tahyulsemacam "bungkus ini ... taro di sana .. nanti kamu bisa sembuh"). Hanyamembayangkan betapa hebatnya kemampuan untuk bertahan selama 12tahun lamanya menjalani penderitaan seperti itu.Dua belas tahun lamanya ibu ini menderita ...Secara fisik - dia letih, dia capek, dia menderita.Secara keibuan - ada yang bilang bahwa dia gak bisa melahirkan.Secara seksual - ada juga yang bilang kalau ibu ini tidak bisa menyentuhsuaminya.Secara keuangan - kita tahu ibu ini sudah habis-habisan.Secara rohani - dulu, orang yang sakit seperti ibu ini ... mereka gak bolehmasuk ke Bait Allah: Najiz katanya ...
  14. 14. Secara sosial - karena dianggap najiz maka dia juga gak bisa bergaullayaknya orang normal lainnya.Selama 12 tahun lamanya ternyata bukan hanya sakit penyakitnya yangmenggerogiti fisiknya. Akan tetapi, orang-orang disekitarnya punmenggerogoti batinnya - semangatnya. Luar biasa menderita ibu ini.Pertanyaan terbesarnya adalah:"Apa sih yang membuat si ibu yang luar biasa ini mampu tetap bertahandengan keadaan yang seperti tadi itu hingga akhirnya dia menemukan apayang dia cari?"Ayat 27a:"Dia sudah mendengar berita-berita tentang Yesus, ..."Beberapa ratus tahun yang lalu gak akan ada orang yang percayakalau manusia itu bisa terbang. Sampai akhirnya muncul Wright Bersaudarayang kemudian menciptakan pesawat terbang tipe yang paling sederhana.Beberapa puluh tahun yang lalu, mana ada orang yang percaya kalaumanusia bisa berlari sejauh 1 mil dengan catatan waktu kurang dari 4 menit.Itu gak mungkin karena pikir mereka pasti gak ada orang yang sanggupmelakukan hal itu. Sampai akhirnya ada satu orang yang bernama RogerBannister yang membuktikan bahwa hal itu bisa dilakukan.Barulah setelah banyak orang kemudian mendengar apa yang telahmereka lakukan pada waktu itu, mulailah bermunculan rekor-rekor baru didunia atletik. Muncullah tipe-tipe pesawat yang baru, yang lebih canggihlagi ... sampai sekarang.Apa yang mereka dengar di balik kisah-kisah itu adalah apa yang ibu inidengar di balik berita-berita tentang Yesus:Pengharapan - Seseorang akan mampu bertahan sampai akhir ketika diatidak pernah kehilangan Pengharapan.Saya pernah mendengar cerita tentang seseorang (ini kisah nyata)yang mencari pekerjaan ke sana - ke mari. Dia kirim surat lamaran keberbagai perusahaan, tapi apa yang dia dapat? Perusahan yang 1 menolakdia. Perusahaan ke 2 bilang mereka gak butuh orang semacam dia.Perusahaan yang ke 10 ... yang ke 20 ... yang ke 30 ... yang ke 31 ... semuaperusahaan itu punya jawaban sama. Sampai akhirnya Perusahaan yang ke32. Akhirnya perusahaan ke 32 itu berani untuk memberikan kesempatankepada si bapak ini.Kalau begitu apa artinya sebuah Pengharapan?Pengharapan adalah percaya bahwa di perusahaan yang selanjutnya akanada jawaban yang kita cari selama ini ... Pengharapan adalah tetap percayabahwa di percobaan yang selanjutnya kita akan menemukan jawaban yangselama ini kita cari (jadi inget Edison kan kalau kayak gini ... katanyasebelum dia berhasil nemuin lampu itu ... dia mencoba 1000 kali sebelumberhasil ... fuih ... )Gak peduli sudah satu tahun ... 2 tahun nganggur ... atau bahkan 12tahun lamanya sakit dan menderita ... Selama pengharapan itu masih hidup,jawaban yang kita cari selalu menanti di depan untuk kita temukan..Itu yang pertama, yang kedua adalah ...Ayat 28:Sebab katanya: "Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh.""Aku akan sembuh!"Itu yang selalu ada dalam pikiran si ibu yang sudah menderita selama 12tahun sakit.Pengharapan tidak hidup begitu saja. Pengharapan akan tetap hidup apabilakita terus menghidupkannya dalam kehidupan kita!Apa yang kita pikirkan tentang masa depan hidup kita?Apa yang kita percaya, imani tentang hidup kita?Apa yang kita ucapkan mengenai kehidupan kita sekarang?"Yah .. gmana atuh Tuhan ... Tuhan kan bisa lihat sendiri ...keluarga saya gmana ancurnya!"" Dua tahun Tuhan .. 2 tahun sudah saya nunggu dan terus mencaritapi apa? Percuma!"Pengharapan tidak akan bisa bernafas dan tetap hidup di kalimat-kalimatsemacam itu!
  15. 15. Beranilah untuk mengucapkan perkataan-perkataan iman yangmenghidupkan pengharapan!!"Tuhan aku percaya ... tepat pada waktunya nanti ... Tuhan akanmemulihkan keadaan keluarga saya ... Tuhan akan menunjukkan pekerjaanyang terbaik untuk saya ... Tuhan akan menghadirkan seorang pendampingyang setia dalam hidup saya!!!"Saya berharap bapak dan ibu tidak berpikir saya sedang mengobral janjiTuhan. Tidak. Saya tidak sedang mengobral janji Tuhan. Terlampau besarbahkan tak terhingga nilainya bukti kasih Tuhan yang sudah kita terimasehingga kita bisa mengobral janji-Nya itu dengan harga murah.Ketika kita berbicara tentang pengharapan, iman, itu mahalharganya. Kenapa? Karena gak semua orang yang ada di sekitar kitamungkin mengerti, setuju bahkan percaya tentang apa yang kita harapkandan imani itu bisa terjadi dalam kehidupan kita, keluarga kita, jemaat kitaatau bahkan bangsa dan negara kita.Tugas kita yang terakhir satu, sama seperti yang dilakukan oleh ibu tadi ..Mari kita mulai mewujudkan apa yang kita harapkan dan imani itu dalambentuk tindakan-tindakan yang nyata.maka di tengah-tengah orang banyak ituia mendekati Yesus dari belakang dan menjamah jubah-Nya."Hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau.Pergilah dengan selamat dan sembuhlah dari penyakitmu!"9.Andai Anda DiaYohanes 13:12-30Saya sangat tertarik untuk melihat kembali ayat 27b, ketika Yesusberkata: "Apa yang hendak kauperbuat, perbuatlah dengan segera." Adasatu yang menjadi pertanyaan saya sewaktu membaca ayat ini, mungkin inijuga menjadi pertanyaan bapak dan ibu ... Mengapa Yesus mengeluarkanperkataan seperti itu kepada seseorang yang Dia tahu persis bahwa orang itusedang merancangkan apa yang jahat, yang buruk kepada diri-Nya? Yesusberkata seperti itu - "Apa yang hendak kauperbuat, perbuatlah dengansegera." - kepada seorang Yudas.Andai bapak dan ibu ada di posisi Yesus pada waktu itu, kira-kiraapa yang akan kita lakukan - seandainya ada orang yang kita tahu punyarencana jahat dalam kehidupan kita?Kalau kita lihat di tv, andai seseorang mengetahui bahwa ada oranglain yang sedang merancangkan sesuatu yang jahat dalam kehidupan dia,maka biasanya dia akan sebisa mungkin menghindari rancangan jahat itu.Atau bila memungkinkan, sebelum ada orang lain yang bisa berbuat jahatkepada hidupnya, singkirkan saja orang yang mau berbuat jahat itu. Habisperkara.Akan tetapi, kenapa Yesus mengambil jalan yang jarang dilalui olehkebanyakan orang? Dalam perikop kita, Yesus tahu bahwa Yudas punya"rencana" - rencana yang buruk - dan di ayat ke 27, seakan-akan Yesusberkata kepada Yudas: "Kalau kamu memang mau merancangkan yangjahat, sesuatu yang buruk, silahkan saja!"Ada dua fakta yang mau kita renungkan bersama tentang pertanyaankita bersama di ayat 27 tadi.Fakta ITernyata, sebaik apapun kita berkarya, melayani, bekerja di tengah-tengahkehidupan bersama dengan orang lain: di kantor, di masyarakat, di manasaja kita ada; Akan selalu ada orang-orang yang tidak suka dengan apa yangkita kerjakan. Sebaik apapun kita, semanis apapun senyuman yang kitaberikan ... tetap aja buruk di mata mereka.
  16. 16. Hubungan persahabatan antara Yudas dengan Yesus mengalami konflik disitu. Yesus berkarya, tetapi di mata Yudas, karya Yesus itu nol besar kalauYesus tidak mampu memenuhi kerinduan banyak orang Israel pada zamanitu: berontak dari penjajah Romawi - Yesus jadi raja - Yudas jadi PerdanaMenteri nya.Itulah sebabnya Yudas merancang sesuatu yang Yudas harapkandari situasi itu, Yesus berani untuk memulia perlawanan-Nya terhadappenjajahan Romawi. Maka muncullah ide "pengkhianatan" itu.Dengan kesadaran akan adanya situasi yang seburuk itu, dalam ayat27, Yesus menyatakan kesiapan-Nya menghadapi segala kemungkinan:Kemungkinan terbaik:Yudas tobat, meninggalkan rancangan yang jahat itu.Kemungkinan terburuk:Yudas maju terus, dan yang buruk itu benar-benar terjadi -> JalanPenderitaan menuju Salib. Dan Yesus siap menghadapi keduanya …Kemungkinan terbaik: Orang-orang yang mungkin sampai hari inikita rasakan: "kok jahat bener sih ini orang", bisa jadi di hari-harimendatang adalah sahabat terbaik kita. Ohhh ... Tuhan ahlinya menghadapisituasi yang semacam itu, masalah perubahan drastis, Tuhan memangjagonya mengubah kehidupan seseorang menjadi lain sama sekali.Sebut saja Saulus yang diubahkannya menjadi Paulus. Dari "lawan"menjadi "kawan". Sebut saja nama orang yang sekarang kita kasihi ...mungkin dulunya itu kita musuhan dengan mereka.Itu kemungkinan terbaik. Kalau kemungkinan terburuk?Ya .. kemungkinan terburuknya dihina terus aja, tertekan terus, dihantamterus tiap hari, tiap ketemu: TB! Tekanan Baatin!Kabar buruknya: Itulah jalan salib yang kita lalui. Jalan penderitaanyang sedang kita lewati dalam perjalanan hidup kita. Akan tetapi, iman kitatidak berhenti di situ. Betul ada penderitaan, betul ada tekanan,pergumulan ... Tetapi ... ,I Petrus 1:11Dan mereka meneliti saat yang mana dan yang bagaimana yangdimaksudkan oleh Roh Kristus, yang ada di dalam mereka, yaitu Roh yangsebelumnya memberi kesaksian tentang segala penderitaan yang akanmenimpa Kristus dan tentang segala kemuliaan yang menyusul sesudah itu.Jika kita mau teliti, jeli, menyadari bahwa ternyata melalui jalanpenderitaan itu, Tuhan mau menunjukkan kepada kita "kemuliaan yangmenyusul sesudah penderitaan yang kita alami sekarang".Fakta IIBenar, orang-orang di luar sana mungkin bisa merancangkan sesuatu yangjahat dalam kehidupan kita ... sesuatu yang membuat kita bergumul berat,tertekan dan menderita ... Ayat 27, Yesus berani menyambut jalan salibitu .. karena Dia tahu, Bapa bisa berkarya - bahkan melalui rancangankeburukan yang diniatkan oleh orang lain - untuk menunjukkan rancangandamai sejahtera, rancangan kemuliaan yang akan hadir sesudah itu.Bukankah hal ini yang menjadi sumber ketenangan kita. BahwaAllah sendiri tidak hanya berdiam diri. Dia berpikir keras - berjuang sekuattenaga untuk menyelamatkan kehidupan kita, untuk membawa kita beralihdari penderitaan-penderitaan yang kita alami hari ini menuju kepadakemuliaan dibalik penderitaan itu.Dalam Perjanjian Lama, Yusuf mengalami hal itu. Habis-habisandia dikerjain sama saudara-saudaranya sendiri (sedarah daging) ... tapiKejadian 50:20 Yusuf berani berkata:Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi Allahtelah mereka-rekakannya untuk kebaikan, dengan maksud melakukanseperti yang terjadi sekarang ini, yakni memelihara hidup suatu bangsayang besar.Baik kisah Yusuf, maupun kisah akhir kehidupan Tuhan yangdatang dalam rupa manusia menunjukkan “ada kemuliaan dibalik semuapenderitaan yang terjadi”. Itukah juga yang akan menjadi bagian dari kisahkita?
  17. 17. 10Iri Hatikah Aku?Matius 20:1-16Tentang hati yang iri. Mengacu pada pertanyaan pemilik kebunanggur dalam cerita perumpamaan yang tadi. Sebetulnya ada dua hal yangsaya masih pertanyakan dari cerita ini, tapi sayangnya sama Yesus cerita inisudah di-amin-kan duluan dan ceritanya selesai. Kita dan semua orangyang mendengar cerita perumpamaan Yesus yang ini di suruh mikir sendiriapakah pekerja-pekerja yang mulai lebih awal itu memang benar iri atautidak dengan pekerja yang datang jam 5 sore, karena diupahinnya merekasama kok. Sayang, ending ceritanya gantung.Pertanyaan saya yang pertama tentang akhir perumpamaan ini:Apa reaksi para pekerja itu sewaktu sang pemilik kebun anggur bertanya:"Iri hatikah kamu?"Karena memang gak ada kelanjutan kisahnya, mari kita cobabayangkan dan teruskan cerita perumpamaan ini. Kan hanya ada duakemungkinan jawabannya:(a) "O ... tentu tidak kok Tuhan, kami gak ngiri kok .. yah emangupah sehari kerja 1 dinar ... mereka hari ini kerja dan kami jugakerja ... jadi sama-sama kerja kan ... jadi dapat 1 dinar deh ...Syukur malah kami hari ini dapat kerjaan."(b) Ngiri? Ya jelaslah kami ngiri! Ngapain cape-cape kerja dari jam6 pagi sampai jam 6 sore kayak gini kalo upah yang kami dapatsama aja kayak mereka yang cuma kerja 1 jam!!!Katanya, ciri-ciri orang yang iri hati itu mereka gak suka sama kesuksesanorang lain dan sebaliknya orang yang iri hati malah senang kalau orang lainitu gagal.Pekerja yang datang terakhir: kerja cuma 1 jam dapat 1 dinar =Sukses dong: untung. Masalahnya, pekerja yang datang lebih awal itu gaksuka kalau mereka yang kerja paling terakhir tadi sukses dapat upah kerjayang sama dengan mereka. Yah, sepersepuluhnya atuh seharusnya!Satu pertanyaan lagi yang tidak kalah penting adalah: Sayabertanya-tanya tentang perjalanan pulang mereka dari tempat kerja tadisampai tiba di rumah, ketemu keluarga. Apa yang ada di dalam hati merekaya?Ada dua juga kemungkinannya:"Aduh Tuhan ... terima kasih sekali hari ini saya dapat berkat Tuhan ....padahal pagi tadi aku udah kuatir ada gak ya kebun yang bisa aku garap ...takut gak bisa bawa apa-apa untuk anak dan istriku pas pulang ... tapisyukurlah ... Tuhan kasih jalan buat aku dapatin 1 dinar hari ini"--- sampai di rumah ---"Istriku .. anak-anak ku ... papa pulang ... papa bawa makan malam, ayosini kita kumpul ... tadi papa terima berkat Tuhan lho ... kita berdoa duludeh ucap syukur ya nanti papa pasti ceritain tentang Tuhan yang kasihberkat hari ini buat kita"Itu satu kemungkinannya, yang satu lagi ada:"Ah ... sialan! Gak habis pikir saya ... gmana dia bisa dapat 1 dinar jugapadahal kerja cuma satu jam aja .. tau gini kan mending kerja masuk jam 5aja!!"--- sampai di rumah ---"Istriku ... anak-anak ... papa pulang .. bawa makanan, kita makan ayo ..."Si istri kemudian tanya: "Kok papa cemberut aja dari tadi sih? Kenapa?Ada apa? Cerita dong pa" ... "Kamu tau gak mah ... tadi itu di tempat kerjaaku kesel banget sama orang-orang yang cuma kerja satu jam eh malah dibayar sama kayak aku yang udah kerja capek-capek dari pagi tadi!! ... "Yaudah, tenang atuh pah .. tenang" ... "Gak bisa mah ... ini gak adil namanya,gak adil banget!!!"Katanya, orang yang iri hati itu, dia bisa kehilangan banyak haldalam hidupnya. Sukacita hilang, damai sejahtera hilang, rasa syukur hilangdan katanya kesehatan juga bisa hilang. Kalau keluarga bisa ikutan hilanggak ya kalau tiap hari kerjanya iri aja terus sama orang lain?Padahal di depan matanya, di depan hidungnya berkat Tuhan itu ada,di berikan oleh Tuhan buat dia dan keluarganya. Tapi semua itu hilang, diajadi tidak menyadari berkat Tuhan yang mencukupkan hidupnya itu karenairi hati.Nah sekarang, kita mau pilih ending cerita yang kayak bagaimana?Semoga kita tidak salah pilih.
  18. 18. 11.Bukan Yesus yang Aku KenalYohanes 2:13-25Bukankah teks perikop kita hari ini sangat mengejutkan kita? Kalauyang selama ini yang kita bayangkan tentang Yesus itu: baik, manis, imut,penyayang, penyabar, gak pernah marah, kita pasti akan terperangah -melongo melihat tindakan Yesus pada waktu itu.Seandainya bapak, ibu atau saya ada di sana waktu itu bersama-sama dengan mereka yang sudah kenal Yesus - memang dalam perikop kitatidak terlalu terasa nuansanya, tapi coba lihat perikop paralelnya di Matius21 atau Lukas 19. Lihat perbedaannya? Matius dan Lukas menceritakankisah ini di bagian-bagian akhir karya Yesus di dunia. Itu artinya, pastibanyak orang yang sudah tahu persis bagaimana pengajaran Yesus -Bayangkan apa yang ada dalam pikiran orang dan kita seandainya kita adadi sana dan melihat kejadian itu? "Kok, kayaknya bukan seperti Yesus yangaku kenal selama ini ya?"Kalau sudah begitu, pertanyaan pentingnya buat kita sekarangadalah: Bagaimana kita memaknai Firman Tuhan hari ini untuk hidup kitasekarang? Sebab pasti ada sesuatu yang Tuhan mau katakan dan nyatakandalam firman-Nya hari ini.Ada beberapa hal yang mau kita renungkan hari ini:1) Ayat 14-16"Dalam Bait Suci didapati-Nya pedagang-pedagang lembu, kambingdomba dan merpati, dan penukar-penukar uang duduk di situ. Ia membuatcambuk dari tali lalu mengusir mereka semua dari Bait Suci dengan semuakambing domba dan lembu mereka; uang penukar-penukar dihamburkan-Nya ke tanah dan meja-meja mereka dibalikkan-Nya."Sebenarnya sih kita gak usah terlalu heran juga kalau kita melihatTuhan marah. Bukankah dalam Perjanjian Lama kita juga sering melihatAllah yang menyatakan kemarahan-Nya kepada umat percaya. Yang haruskita cari tahu adalah kenapa Allah bisa marah?Yesus marah dalam teks kita hari ini punya alasan. Bukan hanyakarena Bait Allah dijadikan tempat jualan - okelah bisa dipahami bilamemang dulu orang Yahudi harus tukerin uang yang ada gambar kaisarnya(karena gak boleh di dewain) - tapi jadi kelewat batas jika ternyata justrusituasi seperti itu dimanfaatkan oleh oknum tertentu buat cari untung gede!Untung buat mereka, buntungnya buat orang-orang yangdiperlakukan tidak adil, diperas, dan yang lebih ngenesin lagi adalahkebanyakan orang gak bisa ngelakuin apa-apa, gak punya daya apa-apauntuk melakukan sesuatu. Dekingan para penjual di Bait Allah itu orangtinggi soalnya.Kalau begitu kenyataannya, bukankah tindakan Yesus saat ituadalah kabar baik bagi kita: Sewaktu kita merasa tidak berdaya, gak punyakuasa untuk melawan ketidakadilan dan penindasan yang terjadi: Tuhantidak tinggal diam, Dia berbuat sesuatu, Dia menunjukkan solidaritas danpembelaan-Nya kepada orang-orang yang tidak berdaya ini."Iya Tuhan ... tapi kapan? Sudah berulangkali aku diperlakukanseperti ini ... gak adil .. diperas ... ditindas ...!!"Pengalaman teks kita membuktikan satu hal: mereka menanti pembelaanhingga akhirnya pembelaan itu datang, dari Tuhan.2) ayat 19Jawab Yesus kepada mereka: "Rombak Bait Allah ini, dan dalam tiga hariAku akan mendirikannya kembali."Dalam teks kita jelas Yesus sedang merombak dan menyucikan bait Allah.Akan tetapi ketika Yesus bicara tentang Bait Allah yang akan dirombak dandalam 3 hari Dia akan membangunnya kembali, ternyata semua orangngeuh-nya (baca: menyangka)Yesus berbicara tentang Bait Allah secaraharafiah (Gedung Bait Allah waktu itu yang dipikir oleh mereka sebentarlagi dirombak).Padahal, yang Yesus maksud tentang Bait Allah yang akandirombak dan dibangun kembali dalam 3 hari adalah diri, kehidupan. Diridan kehidupan-Nya.Ini dia kabar baiknya: Tuhan menjanjikan kehidupan baru,kehidupan yang dibangun di atas dasar yang kokoh dan untuk itu Dia butuhmerombak hidup kita.Dirombak sampai ke dasar kalau perlu! Dan uniknya, biasanya
  19. 19. semakin besar perombakan yang dilakukan oleh Tuhan dalam membongkardan membangun kembali kehidupan kita, bisa jadi itulah cara Tuhan untukmembangun bangunan kehidupan yang lebih mantab yang lebih kuat lagiuntuk kita. Ibarat anak sekolah setelah Ujian Nasional, naik kelas.Syaratnya satu: Kita semua bersedia dan setuju dengan cara Diamerombak kehidupan kita. Menyakitkan? Pastinya. Pontang-pantingmembangun kembali kehidupan? Jelas.Akan tetapi hasilnya? Ah ... kita tahulah hasilnya bagaimana bilakita menyerahkan bangunan kehidupan kita pada Tukang Bangunan YangAgung itu.12.Bejana HidupYeremia 18:1-12Satu hal yang membuat saya bertanya-tanya selama persiapanadalah: "Kalau Tuhan memang mau mengatakan sesuatu kepada Yeremia,kenapa Tuhan gak langsung to the point ngomong saja?? Kenapa Yeremiajustru diperintahkan oleh Tuhan untuk pergi ke rumah tukang periukdulu??" Sekedar info aja bahwa dalam kitab Yeremia, ada 9 peristiwa dimana Tuhan menggunakan "alat peraga" untuk mengatakan sesuatu kepadaYeremia.Bandingkan jika Tuhan langsung saja ngomong ke Yeremia tentanginti maksud-Nya saat itu: "Aku ini Tuhan yang memiliki kuasa ... kalaukamu merasa hidupmu ini sedang hancur-hancurnya, Aku sanggupmemulihkan kehidupanmu!" Sama aja kan intinya dengan apa yang barusaja kita baca dalam perikop kita hari ini. Cuma satu ayat aja kalau Tuhanlangsung ke intinya, bandingkan perikop kita yang harus sampai ada 12 ayatuntuk sampai ke intinya.Jadi apa sebenarnya tujuan Tuhan, sehingga Tuhan repot-repot bawaYeremia ke rumah tukang periuk?? (Bayangin perasaan Yeremia waktuitu .. "ini nih siapa yang kurang kerjaan ya? Aku yang kurang kerjaan atauTuhan kurang kerjaan apa ya, pake nyuruh ke tukang periuk segala ...")Saya menemukan jawabannya: Ada banyak orang ketika merekamendengar Allah berfirman tentang dirinya, hidupnya, masa depannya ...kemudian mereka tidak percaya. Kenapa mereka tidak percaya? Karenayang mereka lihat dan rasakan hari ini sama sekali tidak sesuai dengan apayang dikatakan oleh Tuhan. "Mana Tuhan ... katanya Tuhan bilang A, tapikok malah Z .. zauh gini??"Kalau sudah begini apa yang mereka butuhkan? Bukti! Bukti bahwaAllah memang benar sanggup untuk menepati dan menggenapi apa yangdifirmankan-Nya.Yang kita butuhkan saat terjadi hal-hal yang tidak kita mengerti, hal-hal yang tidak seperti harapan kita, hal-hal yang membuat kita bertanya dan
  20. 20. mengkritisi Tuhan adalah penjelasan dari Tuhan.Inilah pembuktian dan penjelasan dari Allah tentang hidup kita:Ayat 4-6Apabila bejana, yang sedang dibuatnya dari tanah liat di tangannya itu,rusak, maka tukang periuk itu mengerjakannya kembali menjadi bejanalain menurut apa yang baik pada pemandangannya. Kemudian datanglahfirman TUHAN kepadaku, bunyinya: "Masakan Aku tidak dapat bertindakkepada kamu seperti tukang periuk ini, hai kaum Israel!, demikianlahfirman TUHAN. Sungguh, seperti tanah liat di tangan tukang periuk,demikianlah kamu di tangan-Ku, hai kaum Israel!Dalam ayat yang lain, dinyatakan: "Tetapi sekarang, ya TUHAN,Engkaulah Bapa kami! kamilah tanah liat dan Engkaulah yang membentukkami, dan kami sekalian adalah buatan tanganMu." (Yesaya 64:8)Pertanyaan penting: Jika saat ini kita memang sedang dibentuk olehTuhan, sang Tukang Periuk, untuk dijadikan cangkir atau gelas, bagaimanakita menggambarkan keadaan cangkir atau gelas diri kita sekarang ini?Sempurna? Ada retakan? Setengah jadi? Atau ... dulu sih sepertinyasempurna tapi sekarang kok ancur gini ya??Apapun perasaan kita saat ini, satu hal yang harus kita mengertibersama adalah bahwa Allah masih terus menerus memproses danmembentuk "cangkir" kehidupan kita. Allah belum selesai dengan cangkirkehidupan kita!Kabar Baiknya adalah Allah siap membentuk dan memproses kehidupankita. Sampai kapan? Sampai Allah berkata: "Hey .. lihat .. itu Nona, diaadalah cangkir kebanggaan-Ku."Kabar Buruknya adalah Allah siap membentuk hidup kita dan memproseskita. Kita? Apakah kita siap dengan cara Allah memproses dan membentukkehidupan kita sekarang ini??Ketika Allah sepertinya sedang menghancur-leburkan cangkirhidupku sebagai cara-Nya untuk memproses dan membentuk masa depanku... Apakah kita siap? Sewaktu di PHK? Diputusin pacar? Gagal dalam studi?Gagal dalam bisnis usaha? Dan semua hal lainnya yang buruk menurut kita.Lalu apa yang akan kita lakukan?Ayat 4Apabila bejana, yang sedang dibuatnya dari tanah liat di tangannya itu,rusak, maka tukang periuk itu mengerjakannya kembali menjadi bejanalain menurut apa yang baik pada pemandangannya.Mempercayai bahwa pemulihan bisa terjadi. Atau ... merencanakan bunuhdiri? Marah dan terus memaki Tuhan?Kalau kita marah atau bahkan memaki Tuhan terhadap satuperistiwa buruk yang terjadi dalam kehidupan kita biasanya itulah tandanyakita sedang kecewa terhadap diri kita sendiri - terhadap keputusan-keputusan yang kita ambil dahulu, jalan yang kita pilih yang akhirnyamembawa kita pada konsekuensi logis dari apa yang kita pilih itu - Kitakecewa hasilnya, karena tindakan yang kita pilih di masa lalu dan mungkinkemudian kita "meng-kambing-hitam-kan" Tuhan.Ini dia masalahnya: Karena Tuhan sebagai tukang periuk ini sedangmembentuk tanah liat menjadi cangkir, Tuhan sedang berhadapan dengan"tanah liat yang hidup", bukan yang mati.Kalau tanah liat yang biasa (secara harafiah), gak susah ngaturnya.Dibentuk gmana aja, dengan cara apa aja, dia gak akan rewel. Sedangkankita? karena kita adalah "tanah liat yang hidup", yang bisa berteriak,menggugat dan marah, kita selalu dapat memutuskan untuk bersedia ataumenolak cara Allah membentuk dan memproses kehidupan kita ini dengancara-Nya.Menjadi cangkir - bejana tanah liat yang akhirnya bisa Allahbanggakan dengan cara bersedia melewati proses pembentukan SangTukang Periuk, seturut dengan cara-Nya untuk masa depan kehidupan kita.Ini tantangan dari Tuhan untuk kita.
  21. 21. 13.Kelegaan di Dalam TuhanLukas 7:36-50Ini kisah nyata dari negeri Spanyol. Adalah seorang bapak yangmencari anaknya yang kabur dari rumah, ternyata anaknya itu telahmelakukan sebuah kesalahan yang membuat dia takut ketemu samabapaknya. Berbulan-bulan lamanya si bapak itu mencari, tapi gak ketemu.Semua cara sudah dilakukan bapak itu untuk mencari anaknya yangmenghilang. Akhirnya, si bapak ini menempuh satu cara yang belum pernahdia lakukan selama ini: pasang iklan di koran dan sebarin pamflet-pamfletyang isinya begini:"Paco tersayang, temui papa di depan menara loncengdekat plaza pada hari sabtu besok, siang hari.Semua diampuni. Aku menyayangimu, papamu!"Hari Sabtu siang itu, di depan menara lonceng, berkumpullah 800orang yang bernama Paco mencari pengampunan. Ternyata, nama Paco ituadalah nama yang umum di Spanyol, seperti nama Budi atau Wayan diIndonesia lah. Kurang lebih 800 orang Paco yang berkumpul di siang hariitu untuk menjumpai ayahnya menggambarkan kepada kita betapabanyaknya orang yang terbeban karena kesalahan yang pernah merekalakukan.Tuhan Yesus sendiri berkata kepada setiap kita:"Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat.Aku akan memberikan kelegaan kepadamu"Kelegaan yang seperti itulah yang dicari oleh 800 orang Paco dalam ceritakita tadi dan hal itu pula yang dicari oleh seorang perempuan yang tidakkita ketahui namanya dalam pembacaan Alkitab kita hari ini.Lukas hanya menyebutkan perempuan itu sebagai: "Seorang perempuanyang TERKENAL sebagai ORANG BERDOSA!" (ayat 37)Sudahkah kita membayangkan beban berat macam apa yangditanggung oleh si perempuan itu dengan label yang dia terima darimasyarakat waktu itu? Mengetahui keberadaan diri kita yang sudah berbuatdosa saja pasti sudah berat. Apalagi ditambah dengan kata "TERKENAL"-> semua orang tahu! Sungguh beban yang teramat berat sehingga air matayang keluar dari perempuan tadi cukup untuk membasuh kaki YesusAda dua hal penting yang ingin kita renungkan bersama:1. Boleh tanya gak? Kesan pertama sewaktu bapak atau ibumembaca kisah kita ini apa ya? (misalnya Yudas: kesannya kan"buang-buang duit aja tuh perempuan!")Kalau saya, saya justru sangat terkesan sekali oleh keberanian dankekuatan mental perempuan itu! Menemui Yesus yang sedang berkunjungdi rumah seorang Farisi? Hmmmm .. sepertinya itu bukan ide yang baguskan ya ... Orang berdosa versus Orang-orang yang berusaha hidup kudus?( Lihat ayat 39.)Dibutuhkan keberanian tingkat tinggi dan mental baja untuk maudatang dan bertemu dengan Yesus. Sebab salah-salah perempuan itu bisaditimpukin sampai mati! Dirajam sama orang-orang Farisi itu!Yesus mengerahui hal itu, makanya dia bercerita di ayat 41-43.Dinar = upah 1 hari kerja. Menarik ya, perbandingannya 500:50 bukannya500:0. Itu artinya pada hakikatnya kita semua ini adalah orang-orang yangberhutang (berdosa) di hadapan Tuhan. Siapa di antara kita yang tidakpernah berbuat dosa di hadapan Tuhan? Tidak ada! Setiap kitamembutuhkan yang namanya kelegaan dari satu kata: Pengampunan.Pertanyaan pentingya adalah: Mengapa Tuhan tetap maumengampuni meskipun mungkin kita berpikir: "saya gak layak diampunikarena perbuatan salah yang pernah saya lakukan itu"??Karena Tuhan melihat hakikat nilai diri kita, hidup kita yangsebenarnya. Sama seperti semua orang yang akan mengambil tetapmemungut selembar uang Rp. 20.000,- yang ia temukan ditengah jalan.Walau kusut, lecek, kotor berdebu, atau bahkan sudah kena lumpur, nilai
  22. 22. dirinya bukan terletak pada tampilan fisik uang itu. Gak peduli orangbanyak bilang apa tentang hidup kita sekarang. Orang mungkin hanyamelihat hidup kita ini kotor, lecek, kusam. Akan tetapi Tuhan bilang kepadasemua orang itu: "Tunggu dulu ... anak-Ku ini tetap memiliki nilai dan diaberharga selalu di mata-Ku!"2. Setiap kali Tuhan hendak berkarya melalui hidup kita, Tuhanselalu membutuhkan kerjasama kita! Sebab percuma kita datangke gereja, mendengarkan Firman Tuhan apabila kita tidakpercaya dan bekerjasama dengan apa kata firman Tuhan.Ayat 50:Tetapi Yesus berkata kepada perempuan itu:"Imanmu telah menyelamatkan engkau, pergilah dengan selamat!"Rasa percayanya kita sangat menentukan ketika Tuhan hendakmelakukan sebuah karya besar dalam hidup kita. Seberapa besar rasapercaya kita itu terhadap kata-kata dan kuasa Tuhan yang sanggupmengubah hidup kita?Saya punya satu lagi cerita untuk menutup renungan kita. Adalahsekumpulan anak sekolah yang sedang melakukan sebuah darma wisata kesatu danau. Mereka semua sewa perahu untuk keliling danau itu. Tiba-tibadi tengah danau ada satu anak yang jatuh kecebur ke danau selagi perahumereka itu melaju. Nah, diantara mereka itu ada satu orang yang memangterkenal jago berenang. Semua orang dah panik dan minta ke yang jagorenang itu supaya buru-buru selametin tuh temen mereka yang mereka tahugak bisa berenang sama sekali.Akan tetapi, apa yang terjadi? 5 menit berlalu .. 10 menit berlalu ...semua orang tambah panik. Barulah di menit yang ke 15, si jago renang initerjun ke danau dan selamatkan tuh anak yang hampir tenggelam. Semuatemannya bingung, kenapa lama bener gak terjun ke danau untukselamatkan temen itu? Lalu si jago renang itu pun menjelaskan begini:"Kalau saya langsung terjun ke danau dan mencoba menyelamatkan dia ...bisa-bisa karena dia masih panik, dia tonjok saya lagi sampai saya pingsan.. nah kan jadi berabe kalau gitu ... makanya saya tunggu dia capek dulubaru deh saya terjun ke danau dan selamatkan dia."Apakah bapak dan ibu, dan saya memiliki beban yang teramat beratsaat ini? Apakah kita telah lelah mencari jalan tapi tak pernah menemukansolusi yang kita cari? Kabar baiknya adalah ada satu Jalan bagi kita yanglama mencari solusi.Sang Jalan itu melihat hidup kita meski orang lain tak pernahmelihatnya. Sang Jalan itu membutuhkan kepercayaan kita sewaktu Diaberkata kepada kita:"Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat.Aku akan memberikan kelegaan kepadamu"
  23. 23. 14.Tetap Tegar di Jalan SukarRatapan 5:1-22Perikop Ratapan 5:1-22 diberi judul oleh LAI: “Doa untukPemulihan”. Akan tetapi, apabila kita memperhatikan dengan seksama apayang dikatakan oleh Peratap dalam curahan hatinya saat itu, sungguh yangkita temukan adalah deretan panjang tentang penderitaan, kepahitan, semuabeban di dalam hati dan pikirannya waktu itu.Mari kita lihat apa saja yang menjadi curahan hati Peratap dalamperikop ini:Ayat 1: dilupakan, dihina.Ayat 2-3: kehilangan.Ayat 5: kelelahan.Ayat 6: meminta-minta.Ayat 7: sengsara.Ayat 8: dipandang rendah.Ayat 9: bertemu dengan maut.Ayat 10: kelaparan.Ayat 11: ketidakberdayaan.Ayat 12: diremehkan.Ayat 13: terbeban berat.Ayat 15: berkabung.Ayat 16: salah arah.Ayat 17: hati yang terluka.Ayat 20: dilupakan.Ayat 22: dibuang.Kita bisa melihat betapa ‘jomplang’-nya (tidak seimbang) antara kalimatatau pikiran-pikiran yang membebani dengan pernyataan yang memulihkan.Hanya 2 ayat yang memuat pernyataan positif, yaitu:Ayat 19 (yang bernada keyakinan)Engkau, ya TUHAN, bertakhta selama-lamanya,takhta-Mu tetap dari masa ke masa!Dan ayat 21 (yang bersifat pengharapan).Bawalah kami kembali kepada-Mu, ya TUHAN, maka kami akankembali, baharuilah hari-hari kami seperti dahulu kala!Seperti orang mau perang, dia punya senjata 2, tapi musuh dalampikirannya ada 20.Hal yang menarik adalah, kenapa justru curahan hati yang bernadaminor seperti ini ditempatkan oleh Peratap, justru di akhir kitabnya.Antiklimaks!Biasanya yang paling popular dari curahan hati Peratap adalah pasal3. Mari kita lihat Ratapan 3:66, “Engkau akan mengejar mereka denganmurka dan memunahkan mereka dari bawah langit, Ya Tuhan. “ Iniklimaks! Keyakinan tingkat tinggi. Atau pasal selanjutnya, Ratapan 4:22"Telah hapus kesalahanmu, puteri Sion, tak akan lagi TUHAN membawaengkau ke dalam pembuangan, tetapi kesalahanmu, puteri Edom, akandibalas-Nya, dan dosa-dosamu akan disingkapkan-Nya."Itu juga keyakinan tingkat tinggi! Klimaks.Sekarang bandingkan dengan ending perikop kita 5:22, "Atau, apaEngkau sudah membuang kami sama sekali? Sangat murkakah Engkauterhadap kami?" Tanda tanya besar. Seakan-akan semua keyakinan tingkattinggi yang telah dicapai olep peratap ‘dulu’, dihancurkan dengan sebuahpertanyaan yang belum terjawab.Akan tetapi, bila kita mau merenungkan hal ini lebih jauh lagi,bukankah kehidupan kita layaknya sebuah perjalanan. Kita berjuang untuknaik, tapi ada kalanya harus menyusuri jalan di ketinggian yang sama,bahkan tidak mustahil juga kita berjalan turun. Ada jalan yang mulus, tapitidak jarang pula kita berjumpa dengan jalan yang terjal nan sukar.Dan itulah yang dirasakan oleh peratap dalam curahan hatinya ini.Dia mengalami naik turunnya perjalanan panjang menuju puncak! Harikemarin dengan kepercayaan diri yang penuh menikmati kasih Tuhan ditanah Perjanjian yang melimpah madu dan susu itu. Tetapi kok sekarangmalah ‘anjlok’, Israel dibuang, Israel dijajah oleh bangsa asing.
  24. 24. Pertanyaan penting: Saat kehidupan berjalan di jalan yang sukar,apa yang akan kita lakukan?Horatio Spafford punya jawabannya sendiri.Sebagai seorang pengacara, kehidupannya berjalansempurna, dia punya istri, keluarga mereka di karunia 5orang anak, karier pun menanjak. Berawal dari sebuahkebakaran hebat, keluarga yang sedang menanjak ini tiba-tiba ‘anjlok’ ke titik terendah hidup mereka. Merekakehilangan semua investasi mereka, dan mereka berjuanglagi dari nol.Dua tahun sejak peristiwa itu berlalu, keluarga Spaffordmerencanakan liburan, mereka memesan tiket kapal laut dan bersiap untukberangkat. Akan tetapi, karena ada tugas mendadak, Horatio membatalkankeikutsertaannya dan membiarkan istrinya dan 4 orang putrinya untuk pergiberlibur.Dan apa mau di kata, ternyata kapal yang ditumpangi oleh istri dan 4orang putrinya itu karam di hantam badai. 226 orang meninggal di sana,termasuk 4 putri mereka. “Saved alone, what should I do” demikian sangistri mengabari suaminya.Segera dia menyusul istrinya itu. Dalam perjalanan menyusulistrinya itu, Horatio terdiam ketika nakhoda kapal yang ia tumpangi berkatakepada nya: "di sinilah tragedi itu terjadi." Sambil melihat hamparan lautyang luas, Horatio sadar bahwa dia sedang memandang lautan luas yangtelah merenggut 4 orang anaknya dan kebahagiaannya dalam sekejap.Dalam kesedihan yang mendalam dan kegalauan yang kalut, dia menuliskansesuatu yang ia yakini dan terciptalah lagu ini:NKB 195 "Kendati Hidupku Tent’ram"Kendati hidupku tent’ram dan senang,dan walau derita penuh,Engkau mengajarku bersaksi tegas:s’lamatlah, s’lamatlah jiwaku.Reffrein:S’lamatlah jiwaku, s’lamatlah, s’lamatlah jiwaku.Kendatipun susah terus menekandan iblis geram menyerbu,Tuhanku menilik anak-Nya tetap;S’lamatlah, s’lamatlah jiwaku.Yesusku mengangkat di salib kejamdosaku dan aib sepenuh.Hutangku dibayar dan aku lepas,puji Tuhan, wahai jiwaku.Ya Tuhan, singkapkan embun yang gelapdapatkan seg’ra umat-Mu.Pabila serunai berbunyi gegap, kuseru:s’lamatlah jiwaku!Apa yang sedang Horatio lakukan pada waktu itu?Dia sedang menuliskan kelanjutan dari ayat 22 dalam perikop kita! "Atau,apa Engkau sudah membuang kami sama sekali? Sangat murkakah Engkauterhadap kami?" Dia menjawab jiwa dari pertanyaan di ayat 22 itu dengansikap imannya! It Is Well With My Soul.
  25. 25. 15.Mengusir Dis Supaya HarmoniMazmur 19:1-6Ada satu cerita tentang seseorang yang sedang jalan-jalan di sebuahperkebunan. Ada banyak tanaman dan pohon dia lihat di sana. Ada pohonkecapi: buah kecil, berwarna kuning, di atas pohonnya yang tinggi-tinggiitu. Tak berapa lama kemudian dia melihat juga ada pohon semangka,masih belum matang dan merambat di tanah. Orang itu melihat buah kecapidan mambandingkannya dengan semangka, lalu dia ketawa ngakak:"Hahahahah ... ah Tuhan ini gmana sih? ... gak bijak banget narohsemangka segede itu di pohon yang ngerambat di tanah kayak gitu ...sedangkan kecapi, buahnya kecil-kecil kok ya malah di taruh di pohontinggi gede malah ... Kalau saya jadi Tuhan mah pasti semangka lah yangsaya taroh di pohon besar itu ... biar cocok lah mereka-mereka itu!"Setelah berjalan cukup lama, orang ini pun cape, dia ngaso sambilduduk di bawah pohon kecapi. Tiba-tiba ... PLAAKKKK!! Ada satu buahkecapi jauh dari pohon dan nyenggol dia punya kepala, benjol dah dia.Lalu apa yang di lakukan oleh orang itu? Dia meringis kesakitan!Lalu dia marah-marah? Tidak! Dia malah ngelompat kegirangan sambilteriak-teriak: "Tuhan emang bijak, Tuhan emang hebat ... Coba kalausemangka yang Dia taruh di pohon setinggi ini ... dah mau gmana nihkepala g sekarang hahahahah".Ada begitu banyak orang yang dengan mudahnya merekamengkritisi dan mempertanyakan di mana letak ke-Mahakuasaan Tuhan,hikmat Tuhan, pertimbangan-pertimbangan Tuhan. Ketika yang merekalihat di sekitar mereka itu, entah itu alam sekitar mereka atau bahkanmungkin ketika mereka melihat ke dalam kehidupan mereka sendiri, yangmereka lihat justru tepat seperti orang yang kejatohan kecapi itu tadi. "Inikok gak cocok banget ya kayaknya ... katanya Anak Tuhan .... tapi kokbergumul berat, banyak cobaan, dihina-hina, difitnah, menanti yang belumpasti ..." Rasanya dengan semua itu ... kita jadi mikir: "kok gak cocok-cocokamat ya dengan jalan cerita di Alkitab, hidup saya sekarang???"Saya gak tahu seberapa sering bapak, ibu atau teman-teman mudaberpikir sampai ke sana. Kalau saya, kadang-kadang jika memang lagiberat-beratnya ya mikir sampai ke sana juga.Hari ini kita mau menemukan apa yang Tuhan katakan ketika kitaberpikir sampai sejauh itu tentang pertanyaan akan pekerjaan-pekerjaanTuhan: "Tuhan kerjanya apa sih? Jangan-jangan Tuhan lagi cuti ngurushidup saya?"Ada satu hal yang mau kita renungkan dari pembacaan Alkitab kita hari ini.Mari kita lihat kembali ayat 2:Langit menceritakan kemuliaan Allah,dan cakrawala memberitakan pekerjaan tangan-Nya;Kalau menurut bapak dan ibu, apa artinya ayat 1 ini untuk hidup kita?Mungkin kita akan jawab begini: "Melalui alam semesta kita bisa melihatkarya Tuhan". Oke itu satu, ada yang lain gak?Sekarang saya mau tanya: "Pernahkah langit, cakrawala, ataubahkan awan di langit tiba-tiba runtuh dan mencelakai kehidupan kita dibumi??? Tidak! Mereka semua akan selalu ada di tempatnya. Awan,sekalipun jatuh .. dia jadi air dulu kan ya .. dan kalaupun akhirnya banjir,kan kebanyakan salah manusianya kan.Itu baru hal-hal kecil yang kasat mata. Saya punya data:Ada seorang astronom dari Amerika, Hugh Ross, menulis sebuah buku yangberjudul "The fingerprint of God: Recent Scientific Discoveries Reveal theUnmistakable Identity of the Creator". Dalam bukunya itu Rossmenyebutkan sebuah prinsip: Prinsip Antropis. Prinsip in menyatakanbahwa setiap detail yang terdapat di alam semesta ini telah dirancangsedemikian rupa dengan ketepatan yang sempurna oleh Tuhan, yangmemungkinkan kita bisa hidup di Bumi ini.Ada 10 contoh yang bisa kita lihat di sini1. Jarak antara Matahari ke Bumi
  26. 26. Jarak matahari ke bumi adalah 149.669.000 kilometer (atau93.000.000 mil). Jarak ini dikenal sebagai satuan astronomi dan biasadibulatkan (untuk penyederhanaan hitungan) menjadi 148 juta km.Dibandingkan dengan bumi, diameter matahari kira-kira 112 kalinya. Gayatarik matahari kira-kira 30 kali gaya tarik bumi. Sinar matahari menempuhmasa delapan menit untuk sampai ke Bumi.-Jika lebih jauh:planet bumi akan terlalu dingin bagi siklus air yang stabil-Jika lebih dekat:planet bumi akan terlalu panas bagi siklus air yang stabil2. Gravitasi di Permukaan BumiGravitasi permukaan dari sebuah obyek astronomi (planet, bintang,dll.) adalah percepatan gravitasi yang berlaku pada permukaan obyektersebut. Gravitasi permukaan bergantung pada massa dan radius obyektersebut. Seringkali gravitasi permukaan dinyatakan sebagai rasio denganharga yang berlaku di Bumi.-Jika lebih kuat:atmosfer bumi akan menahan terlalu banyak gas beracun (amoniak danmethana)-Jika lebih lemah:atmosfer bumi akan terlalu tipis karena banyak kehilangan udara3. Periode rotasi bumiRotasi Bumi merujuk pada gerakan berputar planet Bumi padasumbunya dan gerakan di orbitnya mengelilingi matahari.Masa rotasi Bumi pada sumbunya dalam dalam hubungannya denganbintang ialah 23 jam, 56 menit dan 4.091 detik. Masa rotasi dalamkaitannya dengan matahari ialah 24 jam.-Jika lebih lama: perbedaan suhu pada siang dan malam hari terlalubesar-Jika lebih cepat: kecepatan angin pada atmosfer terlalu tinggi4. AlbedoAlbedo merupakan sebuah besaran yang menggambarkanperbandingan antara sinar matahari yang tiba di permukaan bumi dan yangdipantulkan kembali ke angkasa dengan terjadi perubahan panjanggelombang (outgoing longwave radiation). Perbedaan panjang gelombangantara yang datang dan yang dipantulkan dapat dikaitkan dengan seberapabesar energi matahari yang diserap oleh permukaan bumi.-Jika lebih besar: Zaman es tak terkendali akan terjadi-Jika lebih kecil: efek rumah kaca tak terkendali akan terjadi5. Aktivitas GempaGempa bumi adalah getaran atau guncangan yang terjadi dipermukaan bumi. Gempa bumi biasa disebabkan oleh pergerakan kerakbumi (lempeng bumi). Kata gempa bumi juga digunakan untukmenunjukkan daerah asal terjadinya kejadian gempa bumi tersebut. Bumikita walaupun padat, selalu bergerak, dan gempa bumi terjadi apabilatekanan yang terjadi karena pergerakan itu sudah terlalu besar untuk dapatditahan.-Jika lebih besar: terlalu banyak makhluk hidup binasa-Jika lebih kecil: bahan makanan dasar laut tidak akan didaur ulang kedaratan melalui pengangkatan tektonik6. Ketebalan Kerak BumiKerak bumi adalah lapisan terluar Bumi yang terbagi menjadi duakategori, yaitu kerak samudra dan kerak benua. Kerak samudra mempunyaiketebalan sekitar 5-10 km sedangkan kerak benua mempunyai ketebalansekitar 20-70 km. Penyusun kerak samudra yang utama adalah batuanbasalt, sedangkan batuan penyusun kerak benua yang utama adalah granit,yang tidak sepadat batuan basalt.Kerak bumi dan sebagian mantel bumi membentuk lapisan litosfer denganketebalan total kurang lebih 80 km.-Jika lebih tebal: terlalu banyak oksigen berpidah dari atmosfer ke kerakbumi-Jika lebih tipis: aktivitas tektonik dan vulkanik akan terlalu besar
  27. 27. 7. Medan Magnet BumiMagnetosfer Bumi adalah suatu daerah di angkasa yang bentuknyaditentukan oleh luasnya medan magnet internal Bumi, plasma anginmatahari, dan medan magnet antarplanet. Di magnetosfer, campuran ion-iondan elektron-elektron bebas baik dari angin matahari maupun ionosfir bumidibatasi oleh gaya magnet dan listrik yang lebih kuat daripada gravitasi dantumbukan.-Jika lebih kuat: badai elektromagnetik akan terlalu merusak-Jika lebih lemah: kurangnya perlindungan dari radiasi berbahaya yangberasal dari luar angkasa8. Interaksi Gravitasi dengan BulanBulan yang ditarik oleh gaya gravitasi Bumi tidak jatuh ke Bumidisebabkan oleh gaya sentrifugal yang timbul dari orbit Bulan mengelilingibumi. Besarnya gaya sentrifugal Bulan adalah sedikit lebih besar dari gayatarik menarik antara gravitasi Bumi dan Bulan. Hal ini menyebabkan Bulansemakin menjauh dari bumi dengan kecepatan sekitar 3,8cm/tahun.-Jika lebih besar: efek pasang surut pada laut, atmosfer dan periode rotasisemakin merusak-Jika lebih kecil: perubahan tidak langsung pada orbit menyebabkanketidakstabilan iklim9. Kadar Karbondioksida dan Uap Air dalam AtmosferAtmosfer Bumi terdiri atas nitrogen (78.17%) dan oksigen(20.97%), dengan sedikit argon (0.9%), karbondioksida (variabel, tetapisekitar 0.0357%), uap air, dan gas lainnya. Atmosfer melindungi kehidupandi bumi dengan menyerap radiasi sinar ultraviolet dari matahari danmengurangi suhu ekstrem di antara siang dan malam. 75% dari atmosfer adadalam 11 km dari permukaan planet.Atmosfer tidak mempunyai batas mendadak, tetapi agak menipis lambatlaun dengan menambah ketinggian, tidak ada batas pasti antara atmosferdan angkasa luar.-Jika lebih besar: efek rumah kaca tak terkendali akan terjadi-Jika lebih kecil: efek rumah kaca tidak memadai10. Kadar Ozon dalam AtmosferOzon terdiri dari tiga molekul oksigen dan amat berbahaya padakesehatan manusia. Secara alamiah, ozon dihasilkan melalui percampurancahaya ultraviolet dengan atmosfer bumi dan membentuk suatu lapisanozon pada ketinggian 50 kilometer.Ozon tertumpu di bawah stratosfer di antara 15 dan 30 km di ataspermukaan bumi yang dikenal sebagai lapisan ozon. Ozon dihasilkandengan pelbagai persenyawaan kimia, tetapi mekanisme utama penghasilandan perpindahan dalam atmosfer adalah penyerapan tenaga sinar ultraviolet(UV) dari matahari.-Jika lebih besar: suhu permukaan bumi terlalu rendah-Jika lebih kecil: suhu permukaan bumi terlalu tinggi, terlalu banyakradiasi ultravioletFuihhh, lumayan panjang ya. Kenapa saya mengeluarkan datasepanjang itu sekarang? Karena saya akhirnya jadi mikir sendiri: kalauTuhan bisa mengatur dengan seharmonis itu tentang segala sesuatu ...tentang alam semesta yang serumit itu dan segala isinya dengan ketepatandan keharmonisan yang luar biasa; Masak iya Tuhan gak sanggup mengaturdan merancang hidup kita yang cuma secuil ini di dalam rancangan tangan-Nya yang baik agar hidup kita bisa menyingkirkan kata Dis- dalam sebuah–harmoni.Ngomong-ngomong tentang Disharmoni, kita sering ketemu dngankata "DIS" ini kan ya. Waktu kita gak suka - DISlike, waktu kita takut -DIScourage, waktu kita gak puas – DISsatisfied, de el el. Menurut legenda,DIS itu adalah nama dewa neraka, tugasnya dia adalah membuat orangputus asa! (R. Ian Seymour, Maximaze Your Potential, 1-2).Saya gak tahu keputusasaan macam apa yang membuat hari ini kitamerasa hidup kita berada dalam sebuah ke-DIS-harmonian; Mungkin kitagak nyaman dengan suasana rumah di keluarga kita yang .. ya ampun ...cek-cok aja tiap hari; Atau menunggu yang kita gak tahu pasti: kapandatang jodohnya, kapan kerja, kapan kawin, kapan lulus.Kalau Tuhan sanggup mengatur alam semesta ini dengan ketepatanyang luar biasa, Dia akan lebih dari sekadar kata sanggup untuk mengaturdan merancang kehidupan kita ini di dalam rancangan tangan-Nya yang
  28. 28. selalu tepat pada waktu-Nya! Tidak pernah terlalu lama, terlalu cepat ..tetapi tepat!Akhir bulan, sekeluarga dah bingung karena persediaan dah habis,bingung mau makan apa. Tetapi ternyata ada yang ngetuk pintu, "Ibu, iniada berkah buat ibu dan keluarga .. ada makanan untuk ibu .. anak kamibaru sunatan makanya kami syukuran sekarang" (based on true story ni ..pernah ada yang cerita soalnya).Atau bapak ibu mau mendengar cerita tentang teman saya. Dia lamamenantikan pasangan hidup yang dari Tuhan. Dicari, ditunggu dan pastididoakan siang malam. Lama sekali dia menunggu, akhirnya ternyata yangditunggu itu datang juga, gak jauh pula ternyata orangnya. Tepat padawaktu-Nya. Bahkan saya dengar mereka mau menikah bulan depan dan ituluarbiasa!Dan pengharapan kami akan kamu adalah teguh, karena kami tahu,bahwa sama seperti kamu turut mengambil bagiandalam kesengsaraan kami, kamu juga turut mengambil bagiandalam penghiburan kami.(II Korintus 1:7)Bukankah itu yang selalu Tuhan lakukan ketika kita berhadapandengan sebuah DIS- . Tuhan ikut merasakan sengsara kita. Dia menangissewaktu kita menangis. Dia juga selalu berusaha menghibur kita, Diamenguatkan kita; Bahkan lebih dari itu ... Dia selalu mencari-cari cara untukmengusir "Dewa Dis" (baca: penderitaan kita) dan menunjukkan kemuliaanDia dalam rancangan-Nya yang indah dalam hidup kita.16.Tak BerdayaEster 4:10-17"Aku melayangkan mataku ke gunung-gunung;dari manakah akan datang pertolonganku?"Hari ini kita mau berbicara tentang keberanian untuk melawanketidakadilan. Kalau sudah ngomong soal ketidakadilan, wuihh … zamanmakin modern, bentuk-bentuk ketidakadilan juga kayaknya jadi semakinaneh dan semakin ‘lucu’.Sewaktu saya mempersiapkan renungan ini, saya menemukan datayang saya yakin hal seperti ini tidak aneh terjadi di negeri kita.Tasikmalaya, 12 Juli baru-baru ini, ada dua bocah umur 13-an tahun yangdibawa ke pengadilan dengan tuduhan telah mencuri dua ekor anak ayammilik tetangganya. Jaksa menuntut dua anak itu dengan hukuman, tujuhtahun! Dan kemudian oleh hakim di vonis 3,5 tahun. Ah .. yang benar saja!Tiga setengah tahun untuk nyolong anak ayam? Lucu sekali. sedangkanmereka-mereka yang udah jelas merugikan Negara karena korupsi, dihukumberapa tahun? Satu? Dua tahun? Belum lagi di tambah izin keluar untukmakan di mall, izin untuk nonton pertandingan tenis di luar negeri. Aneh!Memang lucu nih hukum di negeri kita ini!Dan contoh tadi, baru satu cerita tentang kelucuan yang ada dinegeri kita ini, di antara banyak cerita lucu lainnya!
  29. 29. Kalau memang ketidakadilan sedang terjadi dalam kehidupan kitasekarang ini, bukankah ide untuk melawan ketidakadilan menjadi ide yangterbaik?? Tetapi biasanya seseorang akan kembali bertanya kepada dirinyasendiri-sendiri …“Mau melawan ketidakadilan??? Memang punya daya apa, punyakekuatan apa saya sekarang ini? Saya gak punya daya dan kekuatan apa-apa untuk bisa melawan ketidakadilan yang sedang terjadi sekarang ini!”Ester dan Mordhekai sebagai orang Yahudi yang hidup di negeriasing, merasakan dan menyadari betul apa artinya perasaan tidak berdayamelawan ketidakadilan yang terjadi waktu itu.Ester 3:8-9aMaka sembah Haman kepada raja Ahasyweros: "Ada suatu bangsa yanghidup tercerai-berai dan terasing di antara bangsa-bangsa di dalamseluruh daerah kerajaan tuanku, dan hukum mereka berlainan denganhukum segala bangsa, dan hukum raja tidak dilakukan mereka, sehinggatidak patut bagi raja membiarkan mereka leluasa. Jikalau baik padapemandangan raja, hendaklah dikeluarkan surat titah untuk membinasakanmereka;Kebijakan pemerintah yang sama sekali memberatkan rakyatnyayang beragama Yahudi. “Di suruh nyembah raja? Orang Yahudi mana mau.Itu melanggar perintah Tuhan (jangan sujud menyembah apapun juga)”. Itusama saja misalnya (walaupun tetap gak sama juga sih) seperti, misalnyatiba-tiba pemerintah ambil kebijakan untuk mengubah hari Minggu dari harilibur menjadi hari kerja, “ya gmana atuh orang Kristen ibadahnya???”Ketidakadilan yang muncul justru karena kebijakan pemerintah yangtidak peka terhadap kebutuhan dan perasaan rakyatnya. Dan sayangnyakemudian dilengkapi oleh dendam dan niat jahat untuk menghancurkan:genoside (pemusnahan satu bangsa). Itu yang dihadapi oleh Mordekhai,Ester dan seluruh bangsa Yahudi pada waktu itu: ancaman genoside.Hari ini, apabila ketidakadilan juga sedang terjadi dalam kehidupankita, hal-hal yang tidak masuk akal sedang terjadi dalam hidup kita, apayang akan kita perbuat??Belajar dari perikop kita hari ini Ester 4:10-17, paling gak kita bisamenemukan ada 3 hal yang bisa kita pelajari ketika berhadapan dengansebuah ketidakadilan:Belajar untuk tetap melakukan sesuatuyang bisa kita lakukan untuk menghadirkan keadilan.Itu yang dilakukan oleh Mordekhai. Dia tidak diam, tapi juga diatidak melakukan tindakan-tindakan bodoh: menggerakkan seluruh orangYahudi untuk berontak ke pemerintah Persia, itu tindakan bodoh. Sama ajacari mati lebih cepat!Apalah daya orang Yahudi pada waktu itu. Cuma penduduk asingyang tak punya daya apa-apa untuk membela diri. Tapi toh Mordekhai tetapmelakukan sesuatu. Dia datang kepada Ester yang dipandangnya punyadaya lebih untuk memperjuangkan keadilan itu (walaupun sebenarnya Esterpun tidak kalah tak berdayanya di hadapan hukum raja Ahasyweros waktuitu. Salah-salah Ester bisa mati).Mungkin hari ini, kita semua adalah figur-figur Ester di zamanmodern yang ditempatkan oleh Tuhan untuk memperjuangkan kehadiranrasa damai, adil, tenteram, sukacita, di tengah kehidupan kita di keluarga, dijemaat, di dalam kehidupan keseharian kita.Pasti ada yang salah, kalau …Bapak di rumah sukacita, tapi ibu dananak-anak cemberutan aja di rumah. Ibu gembira … seneng-senengbelanja sana-sini, tapi bapak stress di rumah .. anak-anak tertekandirumah. Anak-anak foya-foya .. gak sadar atau malah gak mau tahubahwa bokap nyokap mereka itu sampai nangis dara cari duitnya.Bukan! Bukan yang seperti ini yang kita cari dalam hidup kita. Kitaberjuang supaya kita sama-sama: sama-sama merasakan damai, sukacita,adil, bahkan kalau berduka pun kita sama-sama untuk saling menguatkansatu sama lain.Belajar untuk menyerahkan diri secara total kepada Tuhan.Percaya bahwa pembelaan Tuhan itu ada. Jalan keselamatan yangdari Tuhan itu tidak pernah datang terlambat. Tuhan bisa menunjukkankuasa-Nya, pembelaan-Nya dan jalan keselamatan-Nya bagi kita melaluisiapapun .. melalui apapun … tepat di saat yang paling kita butuhkan.Saya ada cerita, sepertinya ini kisah nyata. Terjadi di kala perang

×