Bab i bab iii 2003

2,517 views
2,434 views

Published on

0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
2,517
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
73
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Bab i bab iii 2003

  1. 1. KATA PENGANTAR Puji dan sukur kami ucapkan kepada Allah SWT yang telah melimpahkan karunia danrahmat-Nya, sehingga kami dapat menyelesaikan kerja praktek (KP) sampai penyusunanlaporan kerja praktek ini. Adapun pelaksanaan kerja praktek ini adalah salah satu syarat menyelesaikanpendidikan Gelar Sarjana Teknik pada Fakultas Teknik Industri, Institut Teknologi Medan.Penyusunan laporan kerja praktek ini disusun berdasarkan hasil kerja praktek yangdilaksanakan di PT. Indonesia Asahan Aluminium. Dalam pelak sanaan kerja praktek ini, kami menyadari bahwa laporan ini masi kurangsempurna dan masi ada kekurangan, oleh karena itu dengan kerendahan hati kami menerimakritik dan saran dari pembaca yang sipatnya membangun untuk lebih sempurnanya laporanini. Pada kesempatan ini kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada : 1. Bapak Ir. Zainuddin .MT, sebagai ketua jurusan teknik mesin, Fakultas Teknik Industri di Institut Teknologi Medan 2. Bapak Ir. Nasripili, sebagai kordinator kerja praktek Departemen Teknik mesin Fakultas Teknik Industri di Institut Teknologi Medan 3. Bapak Ir. M. Danny Sam, sebagai dosen pembimbing kerja praktek yan g telah berkenan memberikan bimbingan kepada kami untuk menyelesaikan kerja praktek ini. 4. Seluruh stap karyawan PT. Inalum yang telah memberi kesempatan kepada OJT yang telah menimbah ilmu diperusahaan PT. Inalum. 5. Bapak Mukayat Imam Safii sebagai pembimbing lapangan di seksi penuangan PT. Indonesia Asahan Aluminium. 6. Keluarga kami tercinta Khususnya pada Ayah handa dan Ibunda kami yang telah memberi doa dan dukungan moril dan materil
  2. 2. 7. Seluru rekan mahasiswa stambuk 2007 yang telah memberikan masukan dan saran kepada kami dalam penyusunan laporan ini.Akhir kata kami berharap laporan kerja praktek ini bias bermampaat terhadap siapa saja yangmembacanya dan semoga Allah SWT membalas semua kebaikan dan partisipasi kepadakami, Amin. Medan, mei 2011 Penulis,
  3. 3. DAFTAR ISIKATA PENGANTAR iDAFTAR ISI iiBAB I PENDAHULUAN 1 1.1 Latar Belakang 1 1.2 Tujuan Kerja Praktek 2 1.3 Mamfaat Kerja Praktek 2 1.4 Batasan Masalah 3 1.5 Waktu dan Tempat Penelitian 4BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 5 2.1 Visi dan Misi PT. Inalum 5 2.2 Sejarah Singkat 5 2.3 Ruang Lingkup PT. Inalum 7 2.4 Perbandingan Saham dan Tenaga Kerja 7 2.5 Fasilitas Lainya 8 2.6 Alih Teknologi 8 2.7 Kinerja Perusahaan Kontribusi PT. Inalum 9 2.8 Kontribusi PT. Inalum 11
  4. 4. 2.9 Proses Produksi 11BAB III STRUKTUR ORGANISASI DAN MSDM 13 3.1 Bentuk Organisasi 13 3.2 Struktur Organisasi 14 3.3 Manajemen Sember Daya Manusia 18 3.4 Tenaga Kerja dan Jam kerja 20Bab IV CASTING SECTION 22 4.1 Gambar Umum Casting Section 22 4.2 Standard Mutu Aluminium Batangan 25 4.3 Perencanaan Produk si di seksi penuangan 26 4.4 Bagian Casting Operasi 29 4.5 Bagian Transport 29 4.6 Bagian Operasi Bendling 29 4.7 Bagian Maintanance 30 4.8 Fungsi Pasilitas Utama 30 4.9 Fasilitas Pendukung 32 4.10 Material 32 4.11 Metode Proses Pembuatan Ingot 34 4.12 Bunding 36 4.13 Spearing (Pembersi Dapur) 37BAB V CASTING PROSES 38
  5. 5. BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN 41 6.1 Kesimpulan 41 6.2 Saran 42LAMPIRAN DAFTAR TABELTabel 2.1 : Produksi PT. Inalum tahun 2003 10Tabel 3.1 : Distribusi Karyawa 20Tabel 3.2 : Pembagian shift kerja 21Table 4.1 : Standart mutu Aluminium (Ingot) 25
  6. 6. BAB I PENDAHULUAN1.1 Latar Belakang Industri peleburan Aluminium mulai berkembang sejak Charles Hall dan Paul Heroult yangsecara terpisah menemukan proses produksi Aluminium yang lebih sederhana pada tahun 1886, yaitudengan cara mereduksi Aluminium (Al) dari bahan baku alumina (Al2O3) dengan proses elektrolisis.Dalam proses ini, bahan karbon (C) dipakai sebagai elektroda, didalam lelehan kriolit (Na 3AlF6)sebagai larutan elektrolit, dan arus listrik searah (DC) sebagai sumber energi pemisah Al dari senyawaalumina (Al2O3), dan menjaga agar elektrolit maupun metal cair yang terbentuk tetap terjaga dalamfase cair di dalam tungku reduksi. PT. Indonesia Asahan Aluminium (PT. Inalum) merupakan proyek kerjasama antaraPemerintah Indonesia, Perusahaan swasta Jepang dan Pemerintah Jepang yang bergerak di bidangindustri peleburan Aluminium. PT. Inalum berlokasi di Kuala Tanjung, Kecamatan Sei Suka,Kabupaten Batubara Sumatera Utara. PT. Inalum adalah satu-satunya pabrik peleburan aluminium
  7. 7. yang ada di Indonesia, bahkan di Asia Tenggara dengan kapasitas 700 ton atau lebih Aluminiumcair/hari. PT. Inalum memiliki tiga pabrik utama yaitu :1.1.1. Unit Karbon (Carbon Plant) Pabrik Karbon memproduksi blok anoda dibagi atas tiga pabrik, yaitu pabrik pembuatankarbon mentah (green plant), pabrik pemanggangan (baking plant) dan pabrik penangkaian (roddingplant ). Di pabrik karbon, bahan baku kokas dan hardpitch di campur dan di bentuk menjadi blokanoda dan di panggang dengan temperature 1250 oC kemudian di bawa ke pabrik penangkaian untuk dipasangkan tangkai dengan menggunakan cast iron. Blok anoda di pabrik reduksi berfungsi sebagaielektroda.1.1.2. Unit Reduksi (Reduction Plant) Pabrik reduksi terdiri dari 3 gedung dengan 510 tungku Prebaked Anode Furnace (PAF)dengan desain 175 KA, namun sudah di tingkatkan hingga 199 KA, beroperasi pada suhu 970 oC. Padatungku reduksi bahan baku alumina akan dielektrolisa sehingga menghasilkan Aluminium cair(molten). Setiap pot rata-rata dapat menghasilkan aluminium sekitar 30 ton atau lebih Aluminiumcair/hari.1.1.3. Unit Penuangan (Casting Plant) . Di pabrik penuangan Aluminium cair dituangkan ke dalam Holding Furnace dengan kapasitas30 ton. Aluminium cair ini kemudian dicetak ke dalam cetakan Casting Machine dengan kapasitas 12ton/jam dan menghasilkan Aluminium batangan (ingot) yang beratnya masing-masing 50 lbs (+ 22,7kg). Prinsip dasar dari industri peleburan aluminium adalah reaksi elektrolisa. Dimana proseselektrolisa di dalam tungku dapat berlangsung dengan adanya material-material yang digunakan untukmemproduksi Aluminium. Adapun material-material tersebut adalah: Alumina (Al2O3), anoda karbon(C), katoda, larutan bath yang terdiri atas kliorit (Na 3AlF6), AlF3, soda abu (Na2CO3), tegangan listrik,dan sebagainya. Material ini akan dimasukkan ke dalam tungku dengan temperatur operasi 790 oC,dengan kuat arus normal sebesar 190 kA dan tegangan antara 4,20–4,30 V.1.2 Tujuan Kerja Praktek 1. Mahasiswa dapat mengetahui dan memahami aplikasi ilmu yang telah didapat di perusahaan serta menambah pengalaman. 2. Sebagai persyaratan memenuhi perkuliyaan dikampus.
  8. 8. 3. Mahasiswa dapat mengetahui dan memahami sistem kerja perusahaan dan terjun atau turut serta dalam proses. 4. Mahasiswa dapat mengetahui produktivitas perusahaan. 5. Mengenalkan dan membiasakan diri terhadap suasana kerja sebenarnya sehingga dapat membangun etos kerja yang baik, serta sebagai upaya untuk memperluas cakrawala wawasan kerja1.3 Manfaat Kerja Praktek 1. Dengan adanya kerja praktek ini, diharapkan mahasiswa dapat mengembangkan kreativitas kemandirian mental di dunia kerja. 2. Guna memenuhi kurikulum perkuliahan di INSTITUTE TEKNOLOGI MEDAN (ITM), khususnya jurusan Teknik Mesin 3. Tri Darma Perguruan Tinggi yaitu: pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat. 4. Tujuan pendidikan PENS-ITM yaitu: kepemimpinan, keahlian, kemandirian,kreativitas, berpikir ilmiah dan sikap hidup bermasyarakat. 5. Diperlukan keselarasan antara sistem pendidikan tinggi dan dunia kerja. 6. Syarat kelulusan mata kuliah kerja praktek di Jurusan Teknik Mesin dan Teknik Industri1.4 Batasan Masalah Adapun batasan masalah dari penulisan laporan kerja praktek di PT. Inalum adalah : 1. Manajemen Perusahaan Kerja praktek bidan manajemen perusahaan mencakup pembahasan mengenai strutur organisasi perusahaan, tata letak pabrik , pemasaran, permasalahan tenaga kerja, keselamatan dan kesehatan kerja, standard produksi dan gugus kendali mutu (ISO 9000 dan ISO 14000). 2. Bidan Produksi Kerja praktek dibidang produksi dilakukan dengan mempelajari proses pengolahan bahan baku menjadihasil jadi atau hasil setengah jadi yang merupakan produk akhir pada industry/perusahaan dimana kerja praktek dilakukan. 3. Bidan Pemeliharaan 4. Analisa Kasus1.5 Waktu Dan Tempat Pelaksaan
  9. 9. Penulis melaksanakan program Praktek Kerja Lapangan di PT Indonesia Asahan Aluminium(Inalum) yang berlokasi di kuala tanjung, Kecamatan Sei Suka, Kabupaten Batu Bara. Penulismelakukan Praktek Kerja lapangan di salah satu seksi di Pabrik Peleburan Aluminium, yaitu seksipenuangan (Casting Section – SCA)Praktek Kerja Lapangan (PKL) tersebut dilaksanakan pada tanggal 4 April 2011 sampai dengan 20Mei 2011 BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN2.1. VISI DAN MISI PT. INALUM 2.1.1 VISI PT INALUM menjaga hubungan yang harmonis dengan masyarakat, dan dalam 10 tahun kedepan setelah tahun 2009 akan menjadi perusahaan yang terkenal dalam produktivitas dan daya saing di industri aluminium dunia 2.1.2 Misi 1. Menciptakan manfaat bagi semua pihak yang berkepentingan melalui bisnis yang 2. menguntungkan serta mampu bersaing di pasar global. 3. Mendukung pengembangan ekonomi regional dan nasional dan selalu menjaga hubungan yang harmonis dengan masyarakat.
  10. 10. 2.2. Sejarah Singkat Setelah upaya memanfaatkan potensi Sungai Asahan yang mengalir dari Danau Toba diPropinsi Sumatera Utara untuk menghasilkan tenaga listrik mengalami kegagalan pada masapemerintahan Hindia Belanda, pemerintah Republik Indonesia bertekad mewujudkan pembangunanPembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di sungai tersebut. Tekad ini semakin kuat ketika tahun 1972 pemerintah menerima dari Nippon Koei, sebuahperusahaan konsultan Jepang laporan tentang studi kelayakan Proyek PLTA dan Aluminium Asahan.Laporan tersebut menyatakan bahwa PLTA layak untuk dibangun dengan sebuah peleburan aluminiumsebagai pemakai utama dari listrik yang dihasilkannya. Pada tanggal 7 Juli 1975 di Tokyo, setelah melalui perundingan-perundingan yang panjangdan dengan bantuan ekonomi dari Pemerintah Jepang untuk proyek ini, pemerintah Republik Indonesiadan 12 Perusahaan Penanam Modal Jepang menandatangani Perjanjian Induk untuk PLTA dan PabrikPeleburan Aluminium Asahan yang kemudian dikenal dengan sebutan Proyek Asahan. Kedua belasPerusahaan Penanam Modal Jepang tersebut adalah Sumitomo Chemical company Ltd., SumitomoShoji Kaisha Ltd., Nippon Light Metal Company Ltd., C Itoh & Co., Ltd., Nissho Iwai Co., Ltd.,Nichimen Co., Ltd., Showa Denko K.K., Marubeni Corporation, Mitsubishi Chemical Industries Ltd.,Mitsubishi Corporation, Mitsui Aluminium Co., Ltd., Mitsui & Co., Ltd. Selanjutnya, untuk penyertaan modal pada perusahaan yang akan didirikan di Jakarta keduabelas Perusahaan Penanam Modal tersebut bersama pemerintah Jepang membentuk sebuah perusahaandengan nama Nippon Asahan Aluminium Co., Ltd (NAA) yang berkedudukan di Tokyo pada tanggal25 Nopember 1975. Pada tanggal 6 Januari 1976, PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum), sebuah perusahaanpatungan antara pemerintah Indonesia dan Nippon Asahan Aluminium Co., Ltd, didirikan di Jakarta.Inalum adalah perusahaan yang membangun dan mengoperasikan Proyek Asahan, sesuai denganPerjanjian Induk. Perbandingan saham antara pemerintah Indonesia dan Nippon Asahan AluminiumCo., Ltd pada saat perusahaan didirikan adalah 10% dengan 90%. Pada bulan Oktober 1978perbandingan tersebut menjadi 25% dengan 75% dan sejak Juni 1987 menjadi 41,13% dengan 58,87%.Dan sejak 10 Februari 1998 menjadi 41,12% dengan 58,88%. Untuk melaksanakan ketentuan dalam Perjanjian Induk, Pemerintah Indonesia kemudianmengeluarkan SK Presiden No. 5/1976 yang melandasi terbentuknya Otorita Pengembangan Proyek
  11. 11. Asahan sebagai wakil Pemerintah yang bertanggung jawab atas lancarnya pembangunan danpengembangan Proyek Asahan.Inalum dapat dicatat sebagai pelopor dan perusahaan pertama di Indonesia yang bergerak dalambidang industri peleburan Aluminium dengan investasi sebesar 411 milyar Yen.2.3. Ruang Linkup Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA Inalum membangun dan mengoperasikan PLTA yangterdiri dari stasiun pembangkit listrik Sigura-gura dan Tangga yang terkenal dengan nama Asahan 2 yang terletak di Paritohan, Kabupaten Toba Samosir, Propinsi Sumatera Utara. Stasiun pembangkit ini dioperasikan dengan memanfaatkan air Sungai Asahan yang mengalirkan air danau Toba ke Selat Malaka. Oleh karena itu, total listrik yang dihasilkan sangat bergantung pada kondisi permukaan air danau Toba. Pembangunan PLTA dimulai padatanggal 9 Juni 1978 Pembangunan stasiun pembangkit listrik bawah tanah Siguragura dimulai padatanggal 7 April 1980 dan diresmikan oleh Presiden RI, Soeharto dalam acara Peletakan Batu Pertamayang diselenggarakan dengan tata cara adat Jepang dan tradisi lokal. Pembangunan seluruh PLTAmemakan waktu 5 tahun dan diresmikan oleh wakil presiden Umar Wirahadikusuma pada tangagl 7Juni 1983. Total kapasitas tetap 426 MW dan output puncak 513 MW. Listrik yang dihasilkandigunakan untuk pabrik peleburan di Kuala Tanjung.2.4 Perbandingan Saham dan Tenaga Kerja Pada tanggal 6 Januari 1976, PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum),sebuah perusahaanpatungan antara pemerintah indonesia dengan Nippon Asahan Aluminium Co., Ltd didirikan diJakarta. Inalum adalah perusahaan yang membangun dan mengoperasikan proyek asahan,sesuaidengan perjanjian induk. Perbandingan saham antara pemerintah Indonesia dan Nippon Asahanaluminium Co., ltd adalah :Saat didirikan Tahun 1975 : 10% Indonesia - 90% Nippon Asahan Aluminium
  12. 12. Pada bulan Oktober 1978 : 25% Indonesia – 75% Nippon Asahan AluminiumPada bulan Juni 1987 : 41,13% Indonesia – 58,87% Nippon Asahan AluminiumPada bulan Februari 1988 : 41,12% Indonesia – 58,88% Nippon Asahan Aluminium2.5 Fasilitas Lainnya Untuk kelancaran operasional pabrik, perusahan juga mendirikan beberapa fasilitaspendukung dikedua proyek seperti sebuah pelabuhan dengan 3 dermaganya, di mana salah satunyatelah di serahkan kepemerintah Indonesia pada tahun 1984 untuk kepentingan umum, dan jalanpenghubung.Komplek perumahan untuk karyawan juga di bangun diatas areal 200 Ha di pabrik peleburan dari 80Ha di PLTA lengkap dengan fasilitas di dalamnya seperti :  Mesjid  Gereja  Gedung olah raga dan pertemuan  Rumah sakit  Supermarket  Kantor pos  Fasilitas olah raga  Telekomunikasi  Dan lainnya.2.6 Alih Teknologi Pembangunan PT. Inalum merupakan suatu kesempatan baik untuk alih teknologi dan harus dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh putra putri Indonesia sebagai suatu medan latihan. Untuk memenuhui
  13. 13. harapan ini di lakukan ahli teknologi dari para kontraktor asing. Pembangunan PT.Inalummembutuhkan teknologi yang rumit. Dengan berpartisipasi dalam pembangunan proyek ini banyak stafdan karyawan Indonesia memperoleh kesempatan untuk melangkahkan kakinya ke gerbang teknikkontruksi modern yang diperolehnya dari kontraktor jepang. Banyak pula staf Indonesia yang bekerjapada perusahan kontraktor jepang dan sub-kontraknya di kirim ke jepang untuk mengikuti pelatihan.Perusahaan menyadari bahwa kelancaran pembangunan dan keberhasilan operasionalnya, tidakterlepas dari dukungan dan kerjasama yang baik dengan pemangku amanahnya (stakeholder). olehkarena itu, perusahaan melakukan berbagai kegiatan seperti:  Bidang keagamaan  Bidang pendidikan  Pemberdayaan masyarakat  Olah raga dan kebudayaan  Kepemudaan  Dan lain sebagainya. Kegiatan tersebut bertujuan untuk menciptakan hubungan baik dengan masyarakat disekitarnya.2.7 Kinerja Perusahaan Desain produksi alumunium batangan PT. Inalum adalah 225.000 ton Aliminium per tahun.Namun dengan adanya technologi improvement yang di lakukan oleh karyawan PT Inalum, kiniproduksi PT Inalum jauh di atas desain produksinya. Tingkat efesiensi pengggunaan arus jugameningkat hingga lebih dari 92%. Kapasitas produksi aluminium batangan PT. Inalum sangat bergantung pada jumlah listrikyang di hasilkan oleh PLTA PT. Inalum, Sedangkan PLTA PT. inalum bergantung pada kondisipermukaan air danau toba sebagai sumber air utama sungai Asahan.Berikut ini adalah tabel produksi aluminium ingot PT Inalum sejak tahun 2003.
  14. 14. Tabel: 2.1 produksi PT. Inalumsejak tahun 2003Sertifikasi : a. Implementasi sistem manajemen mutu ISO – 9001 di PT>Inalum telah mendapat rekomendasi SGS Internasional dan memperoleh dua sertifikat, masing-masing: 1. Nomor AU 94/1054, Prebruari 1998 oleh joint Accredition System of Australia and New Zealand (JAS-ANZ) 2. Nomor ID03/0239, April 1998 oleh United Kingdom Accreditation Service (UKS) b. Data rangka turut melestarika lingkungan PT>Inalum telah mendapat sertipikat ISO 14001 NO.E55087 tentang Enviromental Management Syistem dari SGS internasional & UKAS, 5 April 2002. c. pT.Inalim telah mendapatkan predikat bendera biru (blue Flag) dari pemerintah Indonesia dalam hal pelestarian lingkungan (PROPER Evaluation). d. Dlam hal SMK3, PT.Inalum telah mendapatkan sertifikat No. 00352/SE/2004 pada tanggal 3 januari 2005 dengan prdikat bendera Emas (Gold Flag) e. Untuk mendeteksi ancaman keamanan dan mengambil tindakan pencegahan di pelabuhan, PT.Inalum telah mendapat sertifikat ISPS Code (international Ship and Port Fasilitu Security) No. 02/0161-DV, tanggal 3 juni 2005 yang dikeluarkan oleh Depertemen Perhubungan Republik Indonesia
  15. 15. 2.8 Kontribusi PT. Inalum Pertumbuhan dan perkembangan perusahaan tidak akan tercapai tanpa hubungan baikdengan masyarakat. Sejumlah dana telah dikeluarkan untuk meningkatkan kehidupan sosial danekonomi masyarakat sekitar, seperti pembangunan fasilitas –fasilitas umum, jalan – jalan sekitar,pelatihan teknik kejuruan bagi pemuda di daerah sekitar, pemberian beasiswa dan TABANAS kepadamurid–murid SD dan SMP setempat yang telah lulus dengan prestasi baik, serta melaksanakanperlombaan dan pertandingan olah raga dikedua daerah proyek khususnya di Sumatra Utara padaumumnya.2.9 Proses produksi Pabrik peleburan Aluminium di sebut juga sebagai proyek ”listrik dalam kaleng”, sebab listrikyang di hasilkan oleh pembangkit listriknya,sebagian besar di gunakan untuk kepentingan pabrikpeleburan.Listrik yang di hasilkan melalui PLTA PT. Inalum, yang terletak di sungai asahan, disalurkan ke pabrikpeleburan Aluminium di Kuala Tanjung melalui 275 Kv jaringan trasmisi.Bahan baku untuk aluminium di bongkar di pelabuhan Inalum dan di masukan ke dalam silo masing-masing melalui belt conveyor. Alumina di dalam silo kemudian dilarikan ke dry scrubber system untukdi reaksikan dengan gas HF dari tungku reduksi. Reacted alumina di sebut kemudian di bawa kehopper pot dengan anode changing crane (ACC) dan di masukan ke dalam tungku reduksi. Kokas yang ada di dalam silo dicampur dengan butt atau punting anoda dan di panaskandulu. Material-material tersebut di campur dengan pitch sebagai perekatnya. Kemudian materialnyatersebut di cetak di Ishaking machine menjadi blok karbon mentah. Blok tersebut kemudian dipanggang di baking furnace. Anoda yang sudah dipangggang kemudian di bawah ke pabrikpenangkaian ,namanya anode assembly. Anode assembly ini kemudian dibawa kepabrik reduksi dengan kendaraan khusus, anodetransport car (ACC) untuk di gunakan sebagai elektroda dalam proses elektrolisasi. Setelah anodatersebut di pakai selama kuran lebih 30 hari di dalam pot, puntung anoda tersebut diganti denganyang baru. Puntung tersebut kemudian di pecah di pabrik penangkaian untuk kemudian di pakai lagi. Didalam tungku reduksi, alumina akan dielektrolisai menjadi Aluminium cair. Setiap 32 jam,setiap pot akan di hisap 1,8 samapai 2 ton aluminium. Aluminium cair ini kemudian di bawa ke pabrik
  16. 16. penuangan dengan metal transport car (MTC) dan di tuangkan ke dalam holding furnace. setelahmendapat proses lanjutan, Aluminium cair di cetak di casting machine menjadi ingot, berat nya 22,7kg per batang. Aluminium batangan (ingot) ini kemudian diikat dan siap untuk dipasarkan. BAB III STRUKTUR ORGANISASI DAN MSDMIII. STRUKTUR ORGANISASI 3.1 Secara Umum
  17. 17. Setiap orang tentu mempunyai tujuan dan berusaha untuk mencapainya. Tujuan ituakan berbeda bagi setiap orang antar alain karena pengaruh pengetahuan danpengalamannya berbeda. Namun demikian setiap orang akan sama dalam satu hal yaituingin memperthankan dan memenuhi kebutuhan hidupnya, antara lain kebutuhan akansandang pangan , kebutuhan akan rasa aman , kebutuhan untuk bergaul , kebutuhan untukdihargai dan kebutuhan di akui keberhasilannya. Oleh karena manusia secara kodrat terbatas kemampuannya maka dia tidak dapatmemenuhi kebutuhanna secara sendiri . dia harus bekerja sama dengan orang lain untukmencapai tujuannyna , atau beroganisasi, yaitu perpaduan secara sistematis dari bagian-bagian yang saling berkait/ tergantung untuk memberikan suatu kesatuan yang bulat melaluikewenangan dan pengawasan dalam mencapai tujuan yang telah ditentukan. Dan sebagaitindak lanjutnya membentuk suatu struktur organisasi. Struktur organisasi adalah gambaran skematik tentang hubungan kerja sama antaraorang bekerja pada suatu organisasi guna mencapai tujuannya.Menurut hubungan kerja sama tersebut, serta lalu lintas wewenang dan tanggung jawabnya ,maka struktur organisasi tersebut dapat dibedakan atas: 1. organisasi garis ( line organization ) 2. organisasi garis dan staff ( staff and line organization ) 3. organisasi panitia ( comitee) 4. organisasi fungsi ( fungtional organization ) Di PT.INALUM, struktur organisasi yang di pakai adalah organisasi garis dan staff.Adapun fungsi atau tugas dari bagian-bagian struktur organisasi tersebut adalah sebagaiberikut:3.2. Rapat umum pemegang saham (RUPS) - RUPS adalah organ perseroan yang memegan kekuasaan tertinggi. RUPS terdiri dari:
  18. 18. a. Rapat tahunan yang diadakan selambat-lambatnya pada akhir bulan September setiap tahun kaelnder. b. Rapat umum luar biasa diadakan setiap saat jika dianggap perlu oleh direksi dan/ atau pemegang saham - Hak dan wewenang RUPS adalah mengangkat dan memeberhentikan komisaris dan direksi3.3. komisaris 3.3.1. keanggotaan. - Komisaris terdiri dari sekurang-kurangnya 2 ( dua ) orang anggota, salah seorang diantaranya bertindak sebagai presiden komisaris. - Para anggota komisaris dan presiden komisaris dianggakat oleh RUPS dari calon- calon yang diusulkan oleh para pemegang saham pihak asing dan pemegang saham pihak Indonesia sebanding dengan jumlah saham yang dimiliki oleh masing-masing pihak dengan ketentuan sekurang-kurangnya 1 (satu) orang anggota komisaris harus ada calon yang di usulkan oleh pemegang saham pihak Indonesia. 3.3.2. Anggota komisaris dipilih untuk sauatu jangka waktu yang berakhir pada penutupan rapat umum pemegang saham tahunan yang kedua setelah mereka terpilih dengan tidak mengurangi hak rapat umum pemegang saham 3.3.3. Tugas dan wewenang. − Komisaris bertugas mengawasi kebujakan direksi dalam menjalankan perseroan serta memberikan nasihat kepada direksi . − Komisaris dapat meminta penjelasan tentang segala hal yang dipertanyakan
  19. 19. 3.3.4. Komisaris setiap waktu berhak menggentikan untuk sementara waktu seorang atau lebih anggota direksi berdasarkan keputusan yang disetujui oleh lebih dari ½ (satu per dua) jumlah anggota komisaris jikalau mereka bertindak bertentangan dengan anggaran dasar dan/atau undang-undang dan peraturan yang berlaku.3.4. Direksi 3.4.1. keanggotaan − Direksiterdiri dari sekurang kurangnya enam orang anggota, diantara seorang Sebagai President Direktur. − Para anggota Direksi diangkat dan d iangkat dari rapat umum Pemegang Saham. − Para anggota Direksi di angkat dari calon-calon yang diusulkan para Pemegang Saham pihak Indonesia sebanding dengan jumlah saham yang dimiliki oleh masing-masing pihak dengan ketentuan sekurang-kurangnya satu orang anggota Direksi harus dari calon yang diuslkan oleh Pemegang Saham pihak Indonesia. − Tidak kurang dari dua orang anggota Direksi termasuk seorang anggota yang dicalonkan oleh Pemegang Saham Indonesia harus ber kebangsaan Indonesia. 3.4.2. Masa Jabatan − Para anggota Direksi dipilih untuk suatu jangka waktu yang berakhir pada penutupan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan kedua setelah mereka terpilih dengan tidak mengurangi hak Rapat Umum Pemegang Saham untuk memberhentikan para anggota Direksi sewaktu-waktu dan mereka dapat dipilih kembali oleh Rapat Umum Pemegang Saham.
  20. 20. − Dalam hal terdapat penambahan anggota Direksi, maka masa jabatan anggota Direksi lainnya yang telah ada, kecuali Rapat Umum Pemegang Saham menetapkan lain. 3.4.3. Tugas dan Wewenang − Direksi bertanggung jawab penuh dalam melaksanakan tugasnya untuk kepentingan perseroan dalam mencapai maksud dan tujuannya. − Pembagian tugas dan wewenang setiap anggota Direksi ditetapkan oleh Rapat Umum Pemegang Saham dan Wewenang tersebut oleh Rapat Pemegang Saham dapat dilimpahkan kepada Komisaris. − Direksi untuk, perbuatan tertentu atas tanggung jawabnya sendiri, berhak pula mengangkat seorang atau lebih sebagai wakil atau kuasa yang diatur dalam surat kuasa. − Direksi berhak mewakili perseroan didalam atau diluar pengadilan serta melakukan suatu tindakan dan perbuatan baik mengenai pengurusan maupun mengenai pemilikan serta mengikat perseroan dengan pihak lain dan/atau pihak lain dengan perseroan, dengan pembatasan-penbatasan yang ditetapkan oleh rapat Umum Pemegang Saham.3.5. President Direktur President Direktur adalah salah seorang Direksi yang oleh karena jabatannya berhak dan berwenang bertindak untuk dan atas nama Direksi serta mewakili Perseroan.3.6. Direktur Direktur adalah anggota Direksi karena jabatannya melaksanakan tugas untuk kepentingan perseroan sesuai dengan ruang lingkup/fungsi masing-masing seperti tersebut dibawah ini:
  21. 21. 1. Umum dan Sumber Daya Manusia 2. Perencanaan dan Keuanagan 3. Bisnis 4. Produksi 5. Teknologi Peleburan 6. Pembangkit Listrik 7. Koordinasi Keuanga 3.7. Divisi Badan atau orang yang dibentuk/ditugaskan untuk mengawasi pelaksanaan ketentua- ketentuan yang akan dilaksanakan berdasarkan ruang lingkup/fungsi Direkstur masing- masing. Divisi dikepalai General Manager. 3.8. Department Badan atau orang yang dibentuk/ditugaskan untuk mengawasi pelaksaan dari ketentuan- ketentuan yang talah digariskan/ditentukan oleh Divisi masing-masing. Department dikepalai oleh Manager.3.9. Seksi Badan atau orang yang dibentuk/ditugaskan untuk melksanakan setiap kebijaksanaanyang telah ditentukan/digariskan oleh Department masing-masing. Seksi dikepalai olehManager. 3.10. Sub-Seksi Badan atau orang yang dibentuk/ditugaskan untuk melaksanakan setiap kebijaksanaan yang telah ditentukan/digariskan oleh seksi masing-masing. Sub-Seksi dikepalai oleh Junior Manager (JM). 3.11. Auditor Internal
  22. 22. Auditor Internal merupakan unit organisasi yang berdiri sendiri yang bertanggung jawabatas pemeriksaan dan pelayanan kegiatan perusahaan dan melaporkan hasilpemeriksaan dan penilaian tersebut kepada Presiden Direktur. Auditor Internal dibawahpengawasan presiden Direktur membantu organisasi yang bertanggung jawab atas tugasyang mereka emban dengan cara memberikan analisis, rekomendasi, pemberian nasihat daninformasi3.12. Wakil Untuk Manajemen untuk ISO 9001:2000,ISO 140001:2004 dan SMK 3 (MR)Management Refresentaif (wakil manajemen) untuk sistem manajemen mutu standart ISO9001, sistem menajemen linhkungan ISO 140001 dan sistem manajemen kesalamatan dankesehatan kerja (SMK 3) di angkat dan bertanggung jawab kepada President Direkturmelaksanakan tugas dan tanggung jawab seperti yang telah ditetapkan dalam Manual Mutu,lingkungan dan K3 sert Prosedur Mutu Standar ISO-14001 dan Sistem ManajemenKesehatan dan Keselamatn Kerja (SMK 3) sebagai berikut:Tugas dan tanggung jawab Wakil Manajemen antara lain: - Memberikan Arahan dan Petunjuk kepada seluruh tingkatan Manajemen Mengenai Inplementasi Sistem Manajemen Mutu, Sistem Manajemen Lingkungan dan Sistem Manajemen Kesehatn daKeselamatan Kerja Perusahaan. - Sebagi penghugung antara Perusahaan dengan Badan Sertifikasi Mengenai Sistem Manajemen Kutu Standar ISO 9001, Sistem Manajemen Lingkungan ISO 14001 dan SISTEM Manajemen Keselamatn dan Kesehatan Kerja (SMK 3)3 Memberikan saran kepada President Direktur untuk melakukun tinjauan Manajemen mengenai Inpkementasi asaistem Manajemen Mutu, Sistem Manajemen Lingkungan dan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja Dan tindakan pencegahan dan koreksi sesuai dengan Prosedur Mutu, Prosedur Lingkingan dan Prosedur K3. - Bertanggung jawab atas fungsi jaminan Mutu, Lingkungan dan K3 dengan memberikan masukan-masukan kepada President Direktur atau Direktur terkait
  23. 23. sesuai dengan permasalahan yang ditemukan atau yang timbul sebagai upaya untuk tindakan pencegahan dan koreksi demi peningkatan Sistem Manajemen Mutu, Lingkungan dan K3 Perusahaan. 3.13. Managemen sumber daya manusia (msdm) Sistem personalia yang digunakan oleh PT.inalum didasarkan pada misi perusahaan (Bidang SDM) yaitu mengembangkan karyawan yang berjiwa patriot,profesiaonal dan penuh rasa tanggung jawab.untuk merealisasikan misi tersebut,maka PT.inalum menyusaun suatu sistem yang disebut dengan sistem yang disebut dengan sistem managemen sumber daya manusia HUMAN RESOURCES MANAGEMENT SYSTEM (HRMS),yang meliputi 4 kegiatan yaitu: a. Organizing (pengorganisasian) b. Rekrutmen and placemen (penerimaan dan penempatan) c. Evaluation and delopment (evaluasi dan pengembangan) d. Compensation (pengupahan). Sistem managemen sumderdaya manusia PT.inalum mempunyai tujuan antara lain: a. Meletakkan dasar bagi penyusun kebijaksanaan pengelolaan SDM. b. Penyelarasan sistem pengelolaan organisasi perusahaan. c. Mengembangkan potensi SDM atau karyawan PT.inalum secara optimal.3.14. sistem pengelolaan organisasi (organizing)
  24. 24. organisasi perusahaan harus di bentuk dengan struktur yang mendukung frofesionalisme serta upaya untuk mencapai produktivitas yang optimal.untuk itu perlu dilakukan suatu pengelolaan organisasi,yang meliputi pengaturan terhadap pembagian kelompok tugas (job group),pengaturan kepangkatan,dan pengaturan. Sedangkan dalam hal pembagian kelompok tugas (job group) secara garis besar terbagi atas dua bagian yaitu: a. kelompok tugas utama,terdiri atas: managerial (M),staff (S) dan foreman (F),Clerk (C),dan technical (T). b. Kelompok tugas khusus,terdiri dari:Expert(E), Doktor(D) dan para medic (P).3.15. sistem penerimaan dan penempatan (recruitment and placement) Penerimaan atau rekrutmen di PT.inalum terutama di maksudkan untuk regenerasi.pada dasar nya PT. Inaluam hanya menerima karyawan yang baru menyelesaikan pendidikan (fress Graudate) sesuai dengan tingkat pendidikan yang di butuhkan.kebutuhan akan karyawan baru didasarkan akan analisis jabatan internal,ketenaga kerjaan yang ada,kebijaksanaan bisnis perusahaan,dan program rekrutmen yang telah ditetapkan. Untuk mendapatkan tenaga kerja yang berkwalitas dan mampu memberi kontribusi yang besar terhadap kemajuan perusahaan,maka dalam melakukan rekrutmen perlu adanya proses seleksi.DI PT.inlum seksi ini terdiri atas 4 tahapan,yaitu: a. Seleksi administratif b. Tes akademik dan psikolog c. Tes wawancara d. Tes kesehatan
  25. 25. Bagi yang di terima sebagai karyawan,akan ditempatkan pada posisi yang sesuai dengan latar belakang pendidikan nya.dan selanjut nya akan di didik dan di latih untuk menguasai pekerjaan nya sesuai sesuai dengan yang di tugas kan oleh perusahaan.3.16. sistem pengupahan (compensation) Dalam sistem pengupahan yang di gunakannya,PT.inalum memegang teguh prinsip- prinsip kesamaan hak,seperti berikut: − Setiap karyawan dengan kontribusi yang sama harus mendapatkan perlakuan yang sama pula baik berupa imbalan maupun hukuman. − Perusahaan akan memberikan penghargaan bagi karyawan yang berprestasi dan menjatuhkan sanksi yang setimpal bagi karyawan yang tidak disiplin. −3.17. Tenaga kerja dan jam kerja Tenaga kerja dan Jumlah tenaga kerja yang bekerja di PT.inalum seluruh nya berjumlah 2237 orang yang tersebar,baik di pabrik peleburan,pembangkit listrik,kantor perwakilan,serta kantor pusat di jakarta. Distribusi jumlah karyawan setiap lokasi perusahaan tersebut dapat dilihat pada tabel 3.1 jumlah karyawan periode April 2011 adalah sebagai berikut Tabel 3.1 distribusi karyawan PT. Inalum No Lokasi INA JPN 1 IHO 29 1 2 IMO 7 0 3 ISP 1706 1 4 IPP 236 0 1978 2 Dari tabel diatas terlihat bahwa jumlah karyawan yang paling besar adalah dikuala tanjung(ISP) yaitu sebanyak 1706 orang karyawan. Pabrik peleburan Aluminium ini terdiri
  26. 26. atas beberapa pabrik yang menunjang kegiatannya untuk memproduksi Aluminium ingot,seperti pabrik carbon, pabrik reduksi dan pabrik penuangan. Setiap pabrik tersebut memilikitenaga kerja yang cukup besar, sehingga total tenaga kerja yang ada dipabrik peleburanAluminium ini sangat besar. Pada seksi penuangan (casting section), distribusi karyawan yangbekerja mulai dari jabatan staff, Leader dan Operator dapat dilihat pada lampiran.3.18 Jam KerjaJam kerja yang berlaku di PT.Inalum khususnya dipabrik peleburan Aluminium Kuala tanjungterbadi dua, yaitu: 1. Day Time Waktu ini berlaku untuk karyawan yang bekerja di kantor (administrasi), yaitu mulai pukul 08.00 – 16.30 wib pada hari senin s/d hari jumat, dan waktu israhat mulai dari pukul 12.00 – 12.50 wib. 2. Shift Time PT. Inalum adalah perusahaan yang ber produksi selama 24 jam kerja, maka untuk karyawan bekerja dibagian produksi (pabrik), waktu bekerja dibagi atas tiga shift kerja. Dan karyawan yang bekerja untuk mengisi ketiga shift tersebut diatas 4 kelompok (team) yang jabwalya diatur oleh perusahaan. Pembagian sift kerja dapat dilihat pada tabel 3.2Tabel 3.2 Pembagian Shift KerjaShift Bekerja Istirahat BekerjaI 00.00 - 03.00 03.00 - 04.00 04.00 - 08.00II 08.00 - 12.00 12.00 - 13.00 13.00 - 16.30III 16.30 - 18.30 18.30 - 19.30 19.30 - 24.00
  27. 27. BAB IV CASTING SECTION4.1 Gambaran Umum Casting Section Smelter casting section (SCA) merupakan seksi akhir pada proses peleburan (smelter)Aluminium . Casting Section ini berperan dalam proses pencetakan Aluminium cair (molten)menjadi Aluminium batangan (Ingot) yang berada dibawah tanggung jawab DepartementReduction and Casting dari Devisi Produksi PT. Inalum. Ingot yang telah dicetak memilikikemurnian 90,00 - 99,92% setiap harinya mampu memproduksi + 700 ton ingot yangberlangsung selama 24 jam. Untuk memproduksi Aluminium batangan (ingot), Casting Section saat inimenggunakan 7 unit Furnace. Diantaranya 1(satu) unit Melting Furnace (dapur pelebur) yangdipanaskan dengan menggunakan burner (sumber energy nya dari heavy oil & Gas), 6 unitHolding Furnace (dapur penampung) dipanaskan dengan menggunakan Heater element(sumber energy nya listrik), 7 unit casting Machine (mesin pencetak) dan 7 Stacking Machine(mesin penumpuk) yang digunakan untuk memproduksi Aluminium batangan (ingot). CastingSection juga dilengkapi dengan fasilitas-fasilitas pendukung seperti peralatan penyediaanminyak berat (heavy Oil), peralatan penyedia LPG, dan pasilitas penyedia air industri, sertaruang pendingin dross (Dross cooling Room). Casting Section mempunyai peranan penting dalam menjalan kualitas ingot , karenasebelum Aluminium cair (molten) dicetak dilakukan pengecekan kadar Fe. Jika kadar Fe tidaksesuai dengan yang ditargetkan maka, dilakukan penanggulangan Grade, sebab kadar Fesangat mempengaruh kepada kualitas ingot dan penentuan jenis grade yang dihasilkan. Setelah dicetak, sejumlah tertentu Aluminium batangan (ingot) ditumpuk denganmesin penumpuk (stacking machine) dan ditimbang dengan menggunakan timbanganpunggung 2 ton, lalu dipindah kelapangan pendingin ingot (ingot cooling yard). Setelahpendinginan, ingot akan diikat dengan Combination Strapping tool, dibawa kelapangan
  28. 28. penyimpanan ingot (ingot storage yard) dengan menggunakan forklift (kendaraan pengankutingot), selanjutnya siap untuk dipasarkan.4.1.1. STRUKTUR ORGANISASI SCA Seksi penuangan ( SCA) dibawah tanggung jawab Departemen Reduction and Castingdipimpin oleh seorang Manager yang dibawahi 2 Subseksi : a) Casting operation and service b) Bundling , transport and maintenance4.1.2. Tata Letak Pabrik Tata letak pabrik yang baik dapat membantu dalam proses produksi, karena denganpenempatan pasilitas yang baik , maka material handling dan material movement dapatditekan seminimal mungkin , dalam penghematan produksi bagi perusahaan . oleh karenadalam mengatur tataletak ruangan kantor maupun ruangan pabrik , faktor yang harusdiperhatian adalah ruang gerak bagi material juga bagi pekerja, ruangan untuk service danrepairning equipment, mapun pabriknya sendiri. Seperti yang dijelaskan sebelumnya ,bahwa casting setion merupakan salah satu seksidari beberapa seksi yang berada dibawah depertemen reduction casting dan visi prosuksi yangada di PT.Inalum . karena itu tata letak pabrik untuk casting section inipun perlu mendapatperhatian yang seksama, agar tidak terjadi pemborosan biaya yang seharusnya tidak perludikeluarkan . tata letak pabrik akan dijelaskan seagai berikut: Bangunan casting setion terdiri atas daerah untuk produksi dan daerah untuk kantorluas total untuk bangunan ini seluruhnya adalah 8670 m2 yang terdiri atas 8337 m2 untukdaerah lantai roduksi dan 33 m2 untuk bangunan kantorFasilitas-fasilitas penunjang yang terdapat di Casting section antara lain: a. Fasilitas Utama seperti: dapur (furnace) , mesin pencetak (casting mechine), mesin penumpuk (stacking machine), alat angkat (crane) , alat timbang (truck scale & plat
  29. 29. form scale), alat pengikat ingot (combination strapping tool), kendaraan pabrik (forklift & metal transport car). b. Fasilitas pendukung yaitu: − Fasilitas pendukung pabrik seperti: tangki minyak berat ( heavy oil), ruang LPG, menara pendingin (cooing tower), bak air panas dan air dingin, pompa-poppa air, dross cooling room, cerobong pembuang gas , dan ruang switch. − Fasilitas pendukung produksi, seperti: gudang/ruang penyimpan bahan dan peralatan , ruang pengendali , bundling house, ingot coling yard, ingot storage yard dan testing room − Fasilitas umum seperti : parkir kendaraan, kantor, dapur tempat merebus air − Fasilitas pelayanan karyawan separti: toilet , kamar mandi, station room, ruang ganti pakaian , dan ruang ganti ibadah.Lay out lantai produki casting atau tata letak mesin dan peralatany a secara umummenggunakan lay out by prduct, karena susunan mesin dan peralatan disusun sesuai denganurutan proses yang dikerjakan dalam memproduksi Aluminium batangan (ingot) . namununtuk proses akhir, yaitu bundling (pengikatan), digunakan prinsip lay out by process dimanamesin-mesin diumpulkan pada proses tertentu . dalam hal ini peralatan untuk proses pengikatuntuk tumpukan ingot dikumpuklkan dalam satu tempat, yaitu bundling house. Lay out daricasting section ini dapat dilihat dari lamiran.
  30. 30. 4.2 Standard Mutu Aluminium Batangan (Ingot)Tabel 4.1 Standart mutu Aluminium (ingot) grade/ class CHEMICAL COMPOSITION (%) JIS Contolled Total Sum of COLOURING H2102 elements elements Si Fe Cu Al PT.Inalum 1968 each of analyzed and (Based on (max) (max) (max) (min) Reaffirmed Ti and Mn controlled PT. Inalum) 1974 (max) (max) S1-A - 0.04 0.04 0.01 0.01 0.08 99.92 Sky blue S1-B - 0.04 0.06 o.01 0.01 0.10 99.90 Sky blue S1 Special class 1 0.05 0.07 0.01 0.01 0.10 99.90 Sky blue S2 spesial class 2 0.08 0.12 0.01 0.01 0.15 99.85 Green G1 Class 1 0.15 0.20 0.01 0.02 0.30 99.70 - G2 Class 2 0.25 0.40 0.02 0.02 0.50 99.50 - G3 Class 3 0.50 0.80 0.02 0.03 1.00 99.00 -4.2.1 Unit Comsution Standard Unit consumption standart (UC standard ) adalah standard jumlah bahan yang dibutuhkan atau digunakan untuk menghasilkan 1 ton Aluminium batangan (Ingot). Tujuan penetapan UC standard adalah: 1. Sebagai dasar perhitungan dalam perencanaan produksi aluminium dan rencana pengadaan bahan 2. Sebagai batasan dalam pengendalikan atau mengontrol jumlah bahan yang terpakai pada saat proses operasi dilapangan 3. Untuk mengontol alat-alat yang digunakan, terutama timbangan .4.2.2 Standard Pengendalian Grade Produk Sejak tanggal 1 Januari 2001 , PT.Inalum tidak lagi memproduksi grade S2, G2 danG3 karena tidak ada pesanan produk tersebut. Untuk grade S2 digabung menjadi grade G1sehingga range untuk Fe menjadi 0.08 - 0.20 dan untuk Si menjadi 0.06-0.15. Jadi saat ini

×