Presentasi dns klh_malang-05072012 [compatibility mode]
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×
 

Like this? Share it with your network

Share

Presentasi dns klh_malang-05072012 [compatibility mode]

on

  • 816 views

presentasi kementerian LH

presentasi kementerian LH

Statistics

Views

Total Views
816
Views on SlideShare
804
Embed Views
12

Actions

Likes
0
Downloads
5
Comments
0

1 Embed 12

http://smkalhudakdr.wordpress.com 12

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Adobe PDF

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

Presentasi dns klh_malang-05072012 [compatibility mode] Document Transcript

  • 1. PROGRAM DEBT FOR NATURE SWAP INDONESIA – JERMAN Pembiayaan Investasi Lingkungan untuk Usaha Mikro dan Kecil oleh: Asdep Ekonomi Lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup Seminar Program Debt Swap – Kemenko Ekonomi Malang, Juli 2012Apa itu Program DNSIndonesia Jerman? DNS adalah Program Pertukaran Hutang melalui kegiatan lingkungan, Pemerintah Jerman sepakat untuk menghapuskan hutang apabila Program Lingkungan yang dapat disepakati berhasil dilaksanakan. Diusulkan beberapa program. Program yang disetujui adalah program bantuan pembiayaan peralatan lingkungan untuk Usaha Mikro dan Kecil 2
  • 2. Tujuan dari DNS KLH  Menghapuskan hutang Pemerintah Indonesia kepada Pemerintah Jerman, Euro 12,5 juta (dana yang dialokasikan Euro 6.25 juta)  Meningkatkan kemampuan Usaha Mikro dan Kecil dalam mengelola masalah lingkungan  Untuk meningkatkan kualitas lingkungan di Indonesia melalui bantuan kepada Usaha Mikro dan Kecil yang memiliki akses terbatas kepada perbankan dalam menyediakan peralatan produksi bersih dan pengendalian pencemaran, sekaligus meningkatkan 3 daya saing UMK.Komponen Dana yangditertukarkan (swap fund) Dana untuk Proses Pelelangan TAU (Tim konsultan), Lembaga Keuangan, Auditor Dana untuk operasionalisasi TAU dan Auditor Dana untuk penyaluran ke UMK (minimum 80% dari total dana yang dipertukarkan) 4
  • 3. DASAR HUKUM DNS III Separate Arrangement Agreement DNS III thn 2006 “Financial Assistance for Environmental Investments for Micro and Small Enterprises” Per Men No : 10A tahun 2006 tentang Pedoman Teknis Penyaluran Pembiayaan bagi kegiatan DNS dengan Pemerintah Jerman untuk Investasi Lingkungan bagi UMK serta perubahan- perubahannya Perjanjian Kerjasama antara BSM – KLH tahun 2006, 2007, 2008, 2009 dan 2010 5Pembiayaan Skema DNSMerupakan Joint Financing KLH Lembaga 20% 80% keuangan UMK (Self Financing, min 5%) 6
  • 4. MEKANISME PENCAIRAN DANA KETERANGAN : KLH 1. UMK mengajukan TAU 3 permohonan pinjaman ke BSM 2 4 2. Bank Syariah Mandiri meminta rekomendasi teknis ke KLH Bank Syariah Mandiri 3. KLH memproses kelayakan teknis 5 dan kunjungan 1 lapangan 4. KLH mengeluarkan Usaha Mikro dan Kecil surat rekomendasi 5. BSM menyalurkan dana ke UMK 7TAU = Technical Assistance Unit Indikator Keberhasilan Untuk dapat melakukan penghapusan HLN, maka DNS KLH harus dinyatakan berhasil berdasarkan indikator sbb: 1. Terdapat keuntungan/manfaat lingkungan, sekurang-kurangnya satu parameter lingkungan dari suatu proyek, 2. Minimal 80% dana dapat disalurkan ke UMK dalam jangka waktu 5 tahun. 3. Tingkat kemacetan (NPL) tidak melebihi dari 10% 4. Terbentuknya mekanisme dana bergulir (revolving fund) 8
  • 5. Ketentuan Pinjaman ProgramDNS Target group : UMK, koperasi, kelompok usaha bersama Maksimum pinjaman : Rp 500 juta Interest rate : 10% ke end user Loan period : 8 tahun (maks. 10 tahun) Grace Period : 0-1 tahun 9 SASARAN Memperluas akses bagi kelompok sasaran baru: UMK yang memiliki akses terbatas kepada fasilitas perbankan Modifikasi skema pendanaan untuk UMK yang memiliki akses terbatas terkait dengan aspek:  Jaminan  Track record  Product life cycle 10
  • 6. MENGAPA DISEBUT MUDAH DANMURAH?  Grace Period : 0-1 year  Komposisi Pinjaman :  60% untuk investasi  dan 40% for working capital  Tingkat bagi hasil rendah  Masa pengembalian pinjaman yang panjang: 3 - 7 tahun  Jaminan: rendah 11 MEKANISME PENCAIRAN DANA KETERANGAN : KLH 1. UMK mengajukan 3 permohonan pinjaman ke BSM 2 4 2. Bank Syariah Mandiri meminta rekomendasi teknis ke KLH Bank Syariah Mandiri 3. KLH memproses kelayakan teknis 5 dan kunjungan 1 lapangan 4. KLH mengeluarkan Usaha Mikro dan Kecil surat rekomendasi 5. BSM menyalurkan dana ke UMK 12
  • 7. PERALATAN YANG DAPAT DIBIAYAI 1. Peralatan Pencegahan Pencemaran  Peralatan Produksi Bersih  Peralatan Non Ozone Depleting Substance (ODS) 2. Peralatan 3R  Seluruh peralatan yang dapat mengurangi:  Sumber Daya Alam: hemat air, hemat energi  Mengurangi limbah (daur ulang limbah plastik, logam, kertas, padat organik), 3. Peralatan Pengolahan Limbah  Instalasi Pengolah Air Limbah  Instalasi Pengolah Limbah Udara  Instalasi Pengolah Limbah Padat 4. Peralatan laboratorium lingkungan 5. Bahan baku atau tambahan yang ramah lingkungan (mis. pengganti bleaching agent) 6. Sertifikasi ramah lingkungan 7. Tapak IPAL/IDUL 8. Jasa Konsultan/konstruksi Investasi lingkungan 13 Investasi dan Modal Kerja yang TIDAK dapat dibiayai  LAHAN  Pembayaran PAJAK baik untuk peralatan maupun untuk tanah  BIAYA OPERASIONAL :  Pembayaran Tenaga Kerja  Pembayaran Listrik  Air  Transportasi 14
  • 8. UMK YANG TELAH MEMANFAATKAN PROGRAM DNS-KLHPEMANFAAT DANA PROGRAM DNS MIKRO HIDRO PRODUKSI BERSIH TAHU KONVERSI BBM DENGAN GAS DAUR ULANG PLASTIK PENYULINGAN DAUN CENGKEH; BAHAN BAKAR ALTERNATIF SEKAM PADI; BUDIDAYA JAMUR; DAUR ULANG LOGAM; PEMANFAATAN LIMBAH BAN UNTUK INDUSTRI SANDAL; PUPUK ORGANIK; REAKTOR BIOGAS; PAKAN TERNAK; VULKANISIR BAN; SHUTTLE COCK; PEMANFAATAN SABUT KELAPA 16
  • 9. REAKTOR BIOGAS KOTORAN SAPI Diskripsi Kegiatan Bahan Bakar Alternatif Biogas Untuk 660 KK Jumlah pembiayaan DNS Rp. 3,6M Lokasi : Pasuruan – Jawa Timur Mengkonversi penggunaan 29.000 liter minyak tanah/bulan Mengurangi emisi 420 ton CO2/bulan Mempercepat dekomposisi 1.600 ton kotoran sapi siap jadi pupuk organik Pada pengguna reaktor biogas tipe volume 8m3 seharga Rp7,5 juta/Unit ‐ Menghemat penggunaan minyak tanah Rp300 ribu/bulan ‐ Pengembalian Rp120 ribu/bulan selama 5 tahun ‐ self financing Rp2 juta 17 PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA MIKROHYDRO Diskripsi Kegiatan Energi Listrik Alternatif Tenaga Mikrohidro Kapasitas 40 KW untuk 100 KK Investasi Rp580 juta/unit Pembiayaan DNS: Rp. 500 juta Lokasi : Makasar – Sulawesi Selatan Mengurangi emisi 14 ton CO2/bulanMengkonversi konsumsi solar genset Rp300 ribu/KK/bulanKepastian pasokan listrik tanpa pengaruh kelangkaan solar * Biaya Rp60 ribu/KK/bulan dalam 5 bulan Self financing Rp3 juta/KK 18
  • 10. BAHAN BAKAR ALTERNATIF SEKAM PADI Diskripsi Kegiatan Bahan Bakar Alternatif Dari Limbah Sekam Kapasitas Pengering 20 Ton Beras/hari Investasi Rp900 juta/unit Pembiayaan DNS: Rp. 500 juta Lokasi : Sumbawa – Nusa Tenggara Barat Memanfaatkan 90 ton limbah sekam per bulan Mengkonversi konsumsi solar dryer Rp 30 Juta/bulan Kepastian bahan bakar tanpa pengaruh kelangkaan solar * Pengembalian 10 juta/bulan selama 5 tahun Self financing Rp400 juta/KK 19PERALATAN PRODUKSI BERSIH DAN REAKTOR BIOGAS INDUSTRI TAHU Diskripsi Kegiatan Peralatan Produksi Bersih dan Reaktor Biogas Industri Tahu  Kapasitas Proses 600 Kg Kedelai/hari Investasi Rp125 juta/unit Pembiayaan DNS:  6 UMK @ Rp. 84 juta  Lokasi : Klaten – Jawa Tengah Mengurangi dampak limbah cair 360 m3/bulan Mengurangi emisi 14 ton CO2/bulan Menghemat bahan bakar kayu Rp4 Juta/bulan Mengkonversi konsumsi minyak tanah 5 KK Rp1 juta/bulan Produk tahu yang lebih higienis dan lebih bersaing 20 * Pengembalian Rp2,7 juta/bulan selama 5 tahun
  • 11. KONVERSI BAHAN BAKAR GAS INDUSTRI Diskripsi Kegiatan Konversi BBM‐MFO dengan BBG‐CNG Industri Peleburan Kaca  Investasi Rp530 juta/unit Pembiayaan DNS: Rp. 500 juta Lokasi : Surabaya – Jawa Timur Mengurangi emisi 80 ton CO2/bulan Menghemat biaya bahan bakar Rp200 juta/bulan Menghilangkan asap yang meresahkan penduduk sekitar * Pengembalian Rp10 juta/bulan selama 5 tahun 21 Self financing Rp30 juta INDUSTRI DAUR ULANG PLASTIK Diskripsi Kegiatan Daur Ulang Plastik Menggunakan Peralatan Pelletizer Kapasitas 3 Ton Produk/Hari Investasi Rp500 juta/unit Pembiayaan DNS: Rp. 500 jt Lokasi : Malang – Jawa Timur Mendaur ulang sampah plastik 75 ton/bulan Keuntungan usaha dapat mencapai Rp100 juta/bulanMemproduksi pellet plastik dengan harga lebih kompetitif * Pengembalian Rp10 juta/bulan selama 5 tahun 22
  • 12. INDUSTRI DAUR ULANG PLASTIK Diskripsi Kegiatan Daur Ulang Plastik Menggunakan Peralatan Injeksi Kapasitas 200 kg Produk/Hari Pembiayaan DNS: Rp. 500 juta Lokasi : Palu – Sulawesi Barat Mendaur ulang sampah plastik 6 ton/bulan Keuntungan usaha dapat mencapai Rp15 juta/bulan Memproduksi plastik Injeksi dengan harga lebih kompetitif * Pengembalian Rp4 juta/bulan selama 5 tahun 23 PENYULINGAN DAUN CENGKEH Diskripsi Kegiatan Proses Penyulingan daun Cengkeh Kapasitas 1 ton daun per hari Investasi Rp360 juta/unit Pembiayaan DNS: Rp.500 juta Lokasi : Karanganyar – Jawa Tengah Memanfaatkan sampah daun cengkeh 30 ton/bulan Keuntungan usaha dapat mencapai Rp18 juta/bulanMenjadi penghasilan tambahan petani perkebunan cengkeh 24 * Pengembalian Rp8 juta/bulan selama 5 tahun
  • 13. BUDIDAYA JAMUR MERANG/TIRAM Diskripsi Kegiatan Budidaya Jamur dengan Media Tanam dari Limbah Biomasa (Merang atau Serbuk Kayu) Kapasitas Produksi 2 Ton Jamur/tahun/kumbung Investasi Rp8 juta/kumbung Pembiayaan DNS: Rp. 500 juta Lokasi : Bandar Lampung ‐ Lampung Memanfaatkan limbah biomasa 10 – 30 ton/tahun/kumbung Keuntungan usaha dapat mencapai Rp5 juta/tahun/kumbungEks media tanam bermanfaat jadi pupuk organik kaya nitrogen 25 * Pengembalian Rp2 juta/tahun/kumbung selama 5 tahun INDUSTRI PUPUK ORGANIK Diskripsi Kegiatan Produksi Pupuk Organik Dari Kotoran Ternak Kapasitas Produksi 750 Ton/bulan Investasi Rp4 Milyar/unit Pembiayaan DNS: Rp. 3,8 Milyar Lokasi : Malang – Jawa Timur (KUD gondang legi) Memanfaatkan limbah kotoran ternak 900 ton/bulan Keuntungan usaha dapat mencapai Rp350 juta/bulan Pupuk untuk meningkatkan produktivitas dan perbaikan kondisi tanah 26 * Pengembalian Rp60 juta/bulan selama 5 tahun
  • 14. INDUSTRI PAKAN TERNAK ALTERNATIF Diskripsi Kegiatan Produksi Pakan Ternak Dengan Bahan Baku dari Limbah Pertanian Kapasitas Produksi 200 Ton/bulan Pembiayaan DNS KLH 4,2 M Lokasi : Malang – Jawa Timur (Kop. SAE Pujon) Memanfaatkan limbah pertanian 160 ton/bulan Keuntungan usaha dapat mencapai Rp80 juta/bulanPakan murah berkualitas dengan jaminan kontinuitas ketersediaannya  * Pengembalian Rp8 juta/bulan selama 5 tahun 27 KERAJINAN SHUTTLECOCK Diskripsi Kegiatan Produksi Suttlecock Berbahan Baku Limbah Bulu Unggas Kapasitas Produksi 17.500 Slop/bulan Investasi Rp400 Juta/unit (Alat‐Bangunan) Pembiayaan DNS‐KLH @Rp.300 juta (4UMK) Lokasi : Tegal – Jawa Tengah Memanfaatkan limbah bulu 1 ton/bulan Keuntungan usaha dapat mencapai Rp70 juta/bulan Kerajinan melibatkan 16 KK dalam kegiatan produksinya  * Pengembalian Rp9 juta/bulan selama 5 tahun 28
  • 15. KERAJINAN LAINNYA BERBAHAN BAKU LIMBAH HANDICRAFT LOGAM DARI SCRAP SANDAL KARET DARI BAN BEKAS 29 PEMANFAATN LIMBAH LAINNYAMATRAS SABUT KELAPA VULKANISIR BAN BEKAS 30
  • 16. PENGGUNAAN DANA DNS KLH2006 - 2011 31SEBARAN WILAYAH BERDASARKANJUMLAH UMK 32
  • 17. SEBARAN WILAYAH BERDASARKANJUMLAH PENCAIRAN 33JUMLAH UMK BERDASARKAN JENISINVESTASI LINGKUNGAN 34
  • 18. JUMLAH PENCAIRAN BERDASARKAN JENIS INVESTASI LINGKUNGAN 35Hasil Audit Independen Th. 2008• Program DNS telah dilaksanakan sesuai dengan Separate Arrangement Agreement (SAA) antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Jerman.• Telah mencapai kriteria keberhasilan yang tercantum dalam SAA tersebut, dengan catatan bahwa penyaluran 80% dana tersedia belum dapat dinilai karena baru dapat diukur pada tahun kelima.• Institutional arrangement dan Disbursement Mechanism seperti yang tercantum dalam SAA dapat diimplementasikan dengan baik.Total dana diserap per 2008 Euro1,611,731.31 Total dana yang sudah dihapus EUR 3,223,462.62 36
  • 19. PEMBELAJARAN PROGRAM DNS PEMBELAJARAN PROGRAM DNS PERENCANAAN1. ISU PENGALIHAN PRIORITAS NASIONAL  Bentuk dan jenis kegiatan harus didisain berdasarkan kebutuhan dan prioritas nasional2. ISU ON TOP BUDGET DAN ALOKASI DANA  Utang yang di Swap tidak berasal dari utang institusi yang bersangkutan  Mempengaruhi alokasi dana di institusi pelaksana3. DNS BELUM DIKENAL STRUKTUR ANGGARAN  Bukan hibah dan tidak termasuk pinjaman  Belum ada MAK yang khusus menampung program DNS4. ISU MULTI YEARS 38
  • 20. PEMBELAJARAN PROGRAM DNS (2)4. ISU MULTI YEARS  Pengadaan LK dan TAU setiap tahun.5. PEMAHAMAN PROGRAM DNS YANG MASIH TERBATAS TERMASUK UNIT/INSTITUSI PENGAWAS/PEMERIKSA  Pemahaman “Redirect” pembayaran hutang  Isu kerugian negara6. PROGRAM DNS KLH MERUPAKAN DNS PERTAMA (DI DUNIA) MENGGUNAKAN SKEMA PINJAMAN LUNAK  Dana Bergulir dan BLU  Dana Capacity Building 39 PEMBELAJARAN PROGRAM DNS (3) PROGRAM PINJAMAN LUNAK7. TINGGINYA RESIKO PENGEMBALIAN KREDIT  Pengaruh kebijakan pemerintah terhadap keberlanjutan investasi lingkungan,  Budaya dan karakteristik pelaku usaha dan8. KAPASITAS SDM PERBANKAN YANG MASIH TERBATAS  Pemahaman dan pengetahuan tentang investasi lingkungan masih terbatas9. PENINGKATAN KEBUTUHAN INVESTASI LINGKUNGAN  Green Investment  Melindungi fungsi lingkungan sekaligus menjadi sumber 40 pendapatan (income generating)
  • 21. PEMBELAJARAN PROGRAM DNS PENGGUNA DNS Membuka pasar baru untuk perbankan yaitu pembiayaan investasi lingkungan bagi UMK; Sebagai pembelajaran bagi UMK dalam mendapatkan pembiayaan dari Perbankan; Memberikan kemudahan bagi pelaku UMK untuk mengakses pembiayaan untuk mengembangkan usahanya; Semangat bagi UMK untuk mengoptimalkan sumber daya alam yang dipergunakan dengan cara reuse, reduce, recycle; Program DNS berhasil memperbaiki kualitas lingkungan dan memberikan dampak positif keekonomian terhadap masyarakat sekitar. 41 PENUTUP  Pemanfaatan Skema DNS memiliki karakteristik yang inovatif;  Tantangan yang ada tidak sebanding dengan peluang manfaat yang akan diperoleh;  Perlu dikembangkan kebijakan dan skema DNS yang lebih intergratif dan holistik;  Koordinasi dan partisipasi berbagai pihak menjadi kunci keberhasilan utama. 42
  • 22. 43 43