Your SlideShare is downloading. ×
0
Perspektif Pembangunan Kabupaten Soppeng
Perspektif Pembangunan Kabupaten Soppeng
Perspektif Pembangunan Kabupaten Soppeng
Perspektif Pembangunan Kabupaten Soppeng
Perspektif Pembangunan Kabupaten Soppeng
Perspektif Pembangunan Kabupaten Soppeng
Perspektif Pembangunan Kabupaten Soppeng
Perspektif Pembangunan Kabupaten Soppeng
Perspektif Pembangunan Kabupaten Soppeng
Perspektif Pembangunan Kabupaten Soppeng
Perspektif Pembangunan Kabupaten Soppeng
Perspektif Pembangunan Kabupaten Soppeng
Perspektif Pembangunan Kabupaten Soppeng
Perspektif Pembangunan Kabupaten Soppeng
Perspektif Pembangunan Kabupaten Soppeng
Perspektif Pembangunan Kabupaten Soppeng
Perspektif Pembangunan Kabupaten Soppeng
Perspektif Pembangunan Kabupaten Soppeng
Perspektif Pembangunan Kabupaten Soppeng
Perspektif Pembangunan Kabupaten Soppeng
Perspektif Pembangunan Kabupaten Soppeng
Perspektif Pembangunan Kabupaten Soppeng
Perspektif Pembangunan Kabupaten Soppeng
Perspektif Pembangunan Kabupaten Soppeng
Perspektif Pembangunan Kabupaten Soppeng
Perspektif Pembangunan Kabupaten Soppeng
Perspektif Pembangunan Kabupaten Soppeng
Perspektif Pembangunan Kabupaten Soppeng
Perspektif Pembangunan Kabupaten Soppeng
Perspektif Pembangunan Kabupaten Soppeng
Perspektif Pembangunan Kabupaten Soppeng
Perspektif Pembangunan Kabupaten Soppeng
Perspektif Pembangunan Kabupaten Soppeng
Perspektif Pembangunan Kabupaten Soppeng
Perspektif Pembangunan Kabupaten Soppeng
Perspektif Pembangunan Kabupaten Soppeng
Perspektif Pembangunan Kabupaten Soppeng
Perspektif Pembangunan Kabupaten Soppeng
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×
Saving this for later? Get the SlideShare app to save on your phone or tablet. Read anywhere, anytime – even offline.
Text the download link to your phone
Standard text messaging rates apply

Perspektif Pembangunan Kabupaten Soppeng

4,479

Published on

Pengembangan dan Pengelolaan Sumber Daya Air Dalam Konteks Investasi di Bidang Air, Agribisnis, Agro Industri, Agro Wisata dan Pelestarian Lingkungan Hidup

Pengembangan dan Pengelolaan Sumber Daya Air Dalam Konteks Investasi di Bidang Air, Agribisnis, Agro Industri, Agro Wisata dan Pelestarian Lingkungan Hidup

Published in: Technology
0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total Views
4,479
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
5
Actions
Shares
0
Downloads
64
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. PERSPEKTIF PENGEMBANGAN KABUPATEN SOPPENG DALAM MENSUKSESKAN "OTDA" PENGEMBANGAN DAN PENGELOLAAN SUMBER DAYA AIR DALAM KONTEKS INVESTASI DI BIDANG AIR, AGRIBISNIS AGRO-INDUSTRI, AGRO-WISATA DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN HIDUP WATAN SOPPENG, 1 JULI 2003
  • 2. POKOK-POKOK BAHASAN PENDAHULUAN PERMASALAHAN UMUM S.D. AIR POTENSI INVESTASI & ALTERNATIFNYA STRATEGI PERSIAPAN & PELAKSANAAN KESIMPULAN REKOMENDASI KAWASAN PENGEMBANGAN
  • 3. WATAN SOPPENG
  • 4.  
  • 5. SOPPENG PERINGKAT BERAPA?
  • 6. KABUPATEN SOPPENG TERNYATA TIDAK TERMASUK DALAM PERINGKAT DAYA SAING INVESTASI DIANTARA 126 KABUPATEN/KOTA DI INDONESIA
  • 7.
    • LALU BAGAIMANA?
    • SUMBER DAYA
    • VERSUS DAYA SAING:
    • SUMBER DAYA ALAM;
    • SUMBER DAYA MANUSIA;
    • SUMBER DAYA DANA.
  • 8.
    • FAKTOR DAYA SAING:
    • PEMBERDAYAAN SDM;
    • KELEMBAGAAN;
    • TEKNOLOGI;
    • SUMBER DAYA DANA;
    • INSTRUMEN PENGATURAN.
  • 9.
    • TEORI SKALA OPTIMAL
    • UKURAN SEBESAR MUNGKIN TAPI MAMPU DIURUS;
    • KECIL, TAPI MASIH CUKUP EFISIEN U/ DIKEMBANGKAN.
    • SOLUSI?:  DIPECAH; ATAU
    • DIGABUNG!
  • 10.
    • BATASAN DISKUSI:
    • PEMBERDAYAAN SDM ;
    • KELEMBAGAAN;
    • TEKNOLOGI ;
    • SUMBER DAYA DANA;
    • INSTRUMEN PENGATURAN.
  • 11. BERI SESEORANG IKAN, MAKA AKAN DIMAKAN HABIS BERI SESEORANG PANCING, MAKA AKAN MENJADI KENYANG BERI SESEORANG PENGETAHUAN MEMANCING MAKA AKAN MAKMUR
  • 12. BERI SESEORANG IKAN, MAKA AKAN DIMAKAN HABIS BERI SESEORANG PANCING, MAKA AKAN MENJADI KENYANG BERI SESEORANG PENGETAHUAN MEMANCING MAKA AKAN MAKMUR KAMI REWE’ SIPULUNG KE SOPPENG BUKAN MEMBAWA IKAN, BUKAN JUGA PANCING, TAPI MUNGKIN HANYA SUMBANG SARAN BAGAIMANA MEMANCING?
  • 13. KONTEKS PERWILAYAHAN KEUNGGULAN KOMPARATIF: * KABUPATEN SOPPENG, DENGAN LUAS 1.500KM 2 DENGAN LAHAN PERTANIAN 24.846 HA DAN PENDUDUK 234.578 JIWA, TIDAK MEMADAI POTENSINYA  “ KEUNGGULAN KOMPARATIF ”. * PERWILAYAHAN PERTANIAN LAHAN SEMPIT  KENDALA PRODUKSI BERDAYA SAING PASAR  BIAYA PRODUKSI PER UNIT LUAS BESAR  KURANG DAYA SAING. SUMBER DAYA LOKAL & KOMODITAS ANDALAN: * TANPA “ UPAYA KHUSUS ”, SUMBER DAYA LOKAL HANYA CUKUP-CUKUPAN SAJA. * PERSAINGAN BEBAS & PENING- KATAN “SDM” MENJADI TANTANGAN “ OTDA ” KE DEPAN. * PERLU PENINGKATAN “ SUMBER DAYA LOKAL ”  “ KOMODITAS ANDALAN ”  “ KEUNGGULAN KOMPETITIF ” SECARA LOKAL, REGIONAL, NASIONAL, MAUPUN INTERNASIONAL.
  • 14. KONTEKS: ‘IT’- ‘EG’ - ‘T3’
    • KIAT PERSAINGAN:
    • PENGEMBANGAN
    • TERENCANA
    • SESUAI TUNTUTAN
    • PENGEMBANGAN SEKTOR
    • BERBASIS SUMBER DAYA AIR
    • DAN PERTANIAN:
    • KESESUAIAN LAHAN;
    • KAPASITAS SUMBER DAYA;
    • KELESTARIAN LINGKUNGAN;
    • SDM vs. TECHNOLOGI;
    • AGRIBISNIS - AGROINDUSTRI
    •  PELUANG PASAR
    • FOKUS
    • SUMBER DAYA LOKAL:
    • DENGAN 66.23% BEKERJA
    • DI SEKTOR PERTANIAN, MAKA
    • S.D. LOKAL PERLU DIGALI
    • DARI BASIS SEKTOR INI DAN
    • SEKTOR SUMBER DAYA AIR,
    •  DITUMBUH-KEMBANGKAN
    • DAYA SAINGNYA:
    • BERBASIS BUDAYA LOKAL;
    • BERBASIS USAHA BISNIS;
    • BERBASIS IPTEK;
    • BERPENDEKATAN GLOBAL;
    • (IT - EG - T3)
  • 15. POTENSI INVESTASI
  • 16.
    • KEUNGGULAN KOMPETITIF :
    • DENGAN POTENSI SUMBER DAYA:
    • ALAM - AIR, PERTANIAN,
    • SDM, TEKNOLOGI – BUDAYA;
    • BERBAGAI POTENSI INVESTASI DAPAT DIKEMBANGKAN
    • DI KABUPATEN SOPPENG (KHUSUSNYA S.D. AIR
    • DALAM KONTEKS: AGRIBISNIS, AGROINDUSTRI,
    • LINGKUNGAN DAN WISATA TERKAIT)
    • MENJADI “KEUNGGULAN KOMPETITIF”.
    • PERLU: “KETRAMPILAN KERJA” (SMART WORKING)
    • DAN KOMITMEN KERJA BERSAMA MELAUI
    • MANAJEMEN “ORGANISASI PEMBELAJARAN”
    • (LEARNING ORGANIZATION) .
    POTENSI INVESTASI
  • 17.
    • PENDEKATAN SISTEMIK :
    • PENGAMBILAN KEPUTUSAN (PILIHAN) DENGAN
    • PENDEKATAN SISTEMIK, MERAIH KEUNGGULAN
    • “ KOMPETITIF” + “KOMPARATIF” = SYARAT MUTLAK:
    • PERMINTAAN (TUNTUTAN) PASAR;
    • KESESUAIAN (PERUNTUKAN & KAPASITAS) LAHAN;
    • 3. KESESUAIAN KONDISI BUDAYA TANI LOKAL
    • DAN PENDAYAGUNAAN S.D. AIR;
    • 4. TUNTUTAN O&P, PELESTARIAN L.H. YANG
    • HOLISTIK DAN BERKELANJUTAN.
    POTENSI INVESTASI - PILIHAN
  • 18.
    • USAHA TANI UNGGULAN &
    • BERKUALITAS
    • LAHAN SEBAGAI MATA-RANTAI PRODUKSI,
    • PASCA PRODUKSI DAN PEMASARAN: (a) USAHA TANI
    • BERKUALITAS; (b) USAHA TANI UNTUK WISATA
    • (REKREASI BERBASIS PERTANIAN);
    • 2. USAHA TANI BERKUALITAS: (a) USAHA TANI
    • LANGSUNG, PETERNAKAN, PERIKANAN; DAN (b)
    • USAHA PRODUKSI  NILAI TAMBAH.
    POTENSI INVESTASI - PILIHAN
  • 19.
    • USAHA TANI UNTUK WISATA
    • WISATA AGRO (AGROTOURISM) :
    • USAHA PEMANCINGAN, PERAHU, RAKIT,
    • WISATA DANAU, SUNGAI, TAMBAK, TAMAN AIR;
    • (b) TAMAN REKREASI BUAH, SAYURAN, APOTIK HIDUP,
    • TAMAN BUNGA, BURUNG, KUPU-KUPU, ANGREK HUTAN;
    • (c) TAMAN WISATA GUNUNG; (d) WISATA HUTAN, LEBAH,
    • TANAMAN LANGKA; (e) WISATA PERDESAAN-ADAT;
    • (f) WISATA PERTANIAN TRADISIONAL, ANYAMAN,
    • WISATA PERSUTRAAN, INDUSTRI R.T.; DSB.
    POTENSI INVESTASI - PILIHAN
  • 20.
    • KESESUAIAN LAHAN-TOPOGRAFI
    • KATEGORI TOPOGRAFI SOPPENG:
    • HAMPARAN DATARAN RENDAH;
    • DAERAH RATA/DATAR;
    • DAERAH BERGELOMBANG; DAN
    • DAERAH PEGUNUNGAN (DATARAN TINGGI);
    • (SECARA KHUSUS, KESESUAIAN LAHAN
    • TERHADAP PILIHAN USAHA HARUS
    • DIKAJI SECARA MENDALAM, UNTUK DIKEMBANGKAN
    • SESUAI DENGAN KARAKTERISTIK UNGGULAN
    • BIDANG USAHA YANG DITANGANI).
    POTENSI INVESTASI - PILIHAN
  • 21. I. DATARAN RENDAH: 1. PERIKANAN, KERAMBAH; 2. BUDU-DAYA TANAMAN AIR; 3. PRODUKSI PETERNAKAN BEBEK, ANGSA; 4. USAHA PEMBENIHAN IKAN; 5. PERTANIAN WISATA, KOLAM HIASAN, PEMANCINGAN, WISATA AIR, DAYUNG, PENANGKARAN BUAYA, WISATA SUNGAI, DSB. PILIHAN SESUAI TOPOGRAFI II. DATARAN RATA : 1. USAHA TANI KONVENSIONAL, TANAMAN LANGKA, PERTANIAN ORGANIK, PEMBIBITAN, PAKAN TERNAK; 2. PETERNAKAN, UNGGAS, PADANG GEMBALA, LAHAN USAHA TERNAK; 3. PEMBENIHAN, BENIH SIAP TANAM, PENANGKARAN KHEWAN PIARAAN UNGGUL; 4. PROSESING “AQUA” – AIR KEMASAN, PRODUK LIMBAH HUTAN; 5. USAHA “LITBANG”; 6. PERTANIAN WISATA, BUDAYA PERDESAAN DLL.
  • 22. III. BERGELOMBANG: 1. PERTANIAN, SUTRA, TANAMAN KERAS, BIBIT UNGGUL, USAHA PERLEBAHAN, BAMBU SAYUR, BAMBU BAHAN BANGUNAN, KERAJINAN, TANAMAN WEWANGIAN, KEMBANG, BUMBU-BUMBUAN; 2. PETERNAKAN UNGGAS, USAHA PRODUKSI PAKAN TERNAK UNGGAS; 3. PEMBENIHAN; 4. PRODUKSI PENGOLAHAN; 5. USAHA LITBANG; 6. PERTANIAN WISATA, DLL. PILIHAN SESUAI TOPOGRAFI VI. BERBUKIT-BUKIT : 1. USAHA TANAMAN KERAS, BUDIDAYA LEBAH (APICULTURE), HORTIKULTURA, KEMBANG, ANGREK; 2. USAHA TERNAK, LAHAN GEMBALA, 3. HUTAN PRODUKSI, 4. USAHA PRODUKSI, LAYANAN LITBANG, KONSERVASI HUTAN, TANAMAN LANGKA, HUTAN PERCOBAAN, “ABORETUM”; 5. PERTANIAN WISATA, 6. RESOR PERISTIRAHATAN, HUTAN WISATA, WISATA GUNUNG, PANJAT TEBING DAN SEBAGAINYA.
  • 23.  
  • 24.  
  • 25.  
  • 26.  
  • 27. (B) KEPEDULIAN BERSAMA KONSERVASI SDA & LINGKUNGAN; (C) MELAKSANAKAN 11 LANGKAH PERSIAPAN MEMBANGUN KOMITMEN: (1) Membentuk Badan Pengelola; (2) Identifikasi stakeholder; (3) Analisis Masalah; (4) Kajian Faktor-faktor terkait; (5) Identifikasi Kelompok Sasaran (6) Identifikasi Mitra Kerja; (7) Menyepakati Tujuan; (8) Identifikasi Kegiatan yang terkait; (9) Menentukan target kerja dan jadwal kegiatan; (10) Menyusun Rencana Anggaran; (11) Menyusun Tim Pelaksana. (A) PENDEKATAN KEIKUTSERTAAN (PARTISIPATIF): MEMBANGUN KEPEDULIAN BERSAMA. PEMERINTAH BERPERAN MENDORONG PENGEMBANGAN VISI BERSAMA – STRATEGI BERSAMA. PERSIAPAN PROGRAM:
  • 28. (B) IDENTIFIKASI BIDANG USAHA YG. MENGAKAR DI MASYARAKAT ATAU BIDANG INVESTASI ANDALAN MASYARAKAT, MISALNYA: (1) Potensi tembakau CabengE; (2) Beras Mandi; (3) Ulat Sutra; (4) Pemintalan Kapas; (5) Pandai Besi; (6) Pandai Emas; (7) Sewa-menyewa lahan; (8) Tanaman Tahunan, Kelapa, Pisang Barangan, Cengkeh, Kemiri, Gula Aren; (9) Pariwisata; (10) LITBANG dll.
    • (C) STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA:
    • JENIS INVESTASI USAHA; (a) Konteks Wujud Usaha;
    • (b) Bentuk Organisasi; (c) Kharakter Usaha; dan (d) Skala Usaha.
    • (2) POLA PENAGANAN USAHA:
    • Swasta   Petani Individu; (b) Swasta   P3A
    • Petani Individu   P3A.
    (A) IDENTIFIKASI & KAJIAN BIDANG USAHA: (KAJIAN TERPADU MELIBATKAN PIHAK-PIHAK BERKEPENTINGAN MELALUI MATA RANTAI SEKTOR-SEKTOR TERKAIT  JELAS HAK, KEWAJIBAN DAN TANGGUNGJAWAB MASING-MASING. PERSIAPAN PELAKSANAAN:
  • 29. (B) IDENTIFIKASI BIDANG USAHA YG. MENGAKAR DI MASYARAKAT ATAU BIDANG INVESTASI ANDALAN MASYARAKAT, MISALNYA: (1) Potensi tembakau CabengE; (2) Beras Mandi; (3) Ulat Sutra; (4) Pemintalan Kapas; (5) Pandai Besi; (6) Pandai Emas; (7) Sewa-menyewa lahan; (8) Tanaman Tahunan, Kelapa, Pisang Barangan, Cengkeh, Kemiri, Gula Aren; (9) Pariwisata; (10) LITBANG dll.
    • (C) STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA:
    • JENIS INVESTASI USAHA; (a) Konteks Wujud Usaha;
    • (b) Bentuk Organisasi; (c) Kharakter Usaha; dan (d) Skala Usaha.
    • (2) POLA PENAGANAN USAHA:
    • Swasta   Petani Individu; (b) Swasta   P3A
    • Petani Individu   P3A.
    (A) IDENTIFIKASI & KAJIAN BIDANG USAHA: (KAJIAN TERPADU MELIBATKAN PIHAK-PIHAK BERKEPENTINGAN MELALUI MATA RANTAI SEKTOR-SEKTOR TERKAIT  JELAS HAK, KEWAJIBAN DAN TANGGUNGJAWAB MASING-MASING.
    • JENIS INVESTASI USAHA:
    • (1) PEMBEDAAN KONTEKS WUJUD USAHA :
    • (a) Usaha Bisnis Pertanian;
    • (b) Usaha Tani Berbasis Wisata;
    • (c) Usaha Berbasis Experimental;
    • (2) PEMBEDAAN DARI BENTUK ORGANISASI :
    • (a) Pertanian Berbasis Korporasi;
    • (b) Pertanian Berbasis Koperasi;
    • (c) Pertanian Berbasis Usaha Publik;
    • (d) Pertanian Berbasis Usaha Swasta.
    • (3) PEMBEDAAN ATAS KHARAKTER USAHA TANI :
    • (a) Pertanian Spesialisasi; (b) Diversifikasi;
    • (4) PEMBEDAAN ATAS SKALA USAHA :
    • Pertanian Berskala Besar;
    • Pertanian Menengah dan Kecil.
    • (PERTIMBANGAN FAKTOR KEAMANAN USAHA)
    PERSIAPAN PELAKSANAAN:
  • 30. (B) IDENTIFIKASI BIDANG USAHA YG. MENGAKAR DI MASYARAKAT ATAU BIDANG INVESTASI ANDALAN MASYARAKAT, MISALNYA: (1) Potensi tembakau CabengE; (2) Beras Mandi; (3) Ulat Sutra; (4) Pemintalan Kapas; (5) Pandai Besi; (6) Pandai Emas; (7) Sewa-menyewa lahan; (8) Tanaman Tahunan, Kelapa, Pisang Barangan, Cengkeh, Kemiri, Gula Aren; (9) Pariwisata; (10) LITBANG dll.
    • (C) STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA:
    • JENIS INVESTASI USAHA; (a) Konteks Wujud Usaha;
    • (b) Bentuk Organisasi; (c) Kharakter Usaha; dan (d) Skala Usaha.
    • (2) POLA PENAGANAN USAHA:
    • Swasta   Petani Individu; (b) Swasta   P3A
    • Petani Individu   P3A.
    (A) IDENTIFIKASI & KAJIAN BIDANG USAHA: (KAJIAN TERPADU MELIBATKAN PIHAK-PIHAK BERKEPENTINGAN MELALUI MATA RANTAI SEKTOR-SEKTOR TERKAIT  JELAS HAK, KEWAJIBAN DAN TANGGUNGJAWAB MASING-MASING.
    • POLA PENANGANAN USAHA:
    • (1) SEKTOR SWASTA   PETANI INDIVIDU :
    • (a) Pemilikan Bersama (Joint Owened) ;
    • (b) Kontrak Pangsa Pasar Khusus;
    • (c) Kontrak Penyiapan Sumber Daya;
    • (d) Produksi Bagi-Sewa;
    • (e) Penyediaan Modal;
    • (f) Permodalan Siap-Mitra.
    • (2) SEKTOR SWASTA   P3A :
    • (a) Kerja Sama Usaha (Joint Venture) ;
    • (b) Kontrak Pangsa Pasar Khusus;
    • (c) Kontrak Penyiapan Sumber Daya.
    • (3) PETANI INDIVIDU   P3A :
    • Kerja sama Usaha (Joint Venture)
    • Pemilikan Bersama (Joint Owened) ;
    • Operasi Bersama (Joint Operation);
    • Kontrak Pangsa Pasar;
    • Kontrak Manajemen Produksi;
    • Kontrak Penyiapan Sumber Daya.
    PERSIAPAN PELAKSANAAN:
  • 31. PENGEMBANGAN SEKTOR ANDALAN  SUMBER DAYA ALAM, SDM, TEKNOLOGI, INVESTASI DAN MANAJEMEN USAHA TERPADU. PENGEMBANGAN DAN PENGELOLAAN “SDA” DALAM KONTEKS INVESTASI AGRIBISNIS, AGROINDUSTRI, AGROWISATA, & EKOWISATA. KESESUAIAN TOPOGRAFI & BIDANG USAHA, PARTISIPASI MASYARAKAT  STRATEGI, JENIS & POLA USAHA,  KOMODITAS KOMPETITIF, SENTUHAN NILAI TAMBAH  KEUNGGULAN “KOMPETITIF” & “KOMPARATIF”. PERLU TEROBOSAN “PARTISIPATIF”  PARADIGMA BARU, PERSAINGAN BEBAS, DEMOKRATISASI KETERBUKAAN, PASAR BEBAS & “OTONOMI DAERAH”; SINERGI MATA RANTAI PRODUKSI, PASCA PRODUKSI & PEMASARAN BERBASIS SDA, USAHA PERTANIAN BERKUALITAS & BERBASIS WISATA. KESIMPULAN
  • 32. PARTISIPASI THD SELURUH MATA RANTAI  KOMPLEMENTER. PERANAN PEMERINTAH SEBAGAI PEMBERDAYA  VISI BERSAMA, KEPEDULIAN DAN KOMITMEN BERSAMA DAN TERPADU  KONSERVASI SDA, LINGKUNGAN  EFISIENSI & PENGHEMATAN & PERLINDUNGAN. KOMITMEN POLITIS “PEMDA”  PRODUKSI  INEFISIENSI  MASYARAKAT BERPERAN AKTIF; KONSISTENSI ANTARA RENCANA DAN PELAKSANAAN; KETERPADUAN PRODUKSI, PASCA PRODUKSI DALAM MATA RANTAI TERINTEGRASI; PILIHAN PERTANIAN MODERN NAMUN  KAPASITAS & BUDAYA YG. BERAKAR DI MASYARAKAT MELALUI STRATEGI PILIHAN  POLA USAHA YG TEPAT. TUNTUTAN “OTDA” DEMOKRATISASI, TRANSPARANSI PARTISIPATIF, LINGKUNGAN  TANGGUNGJAWAB SEMUA. PEMDA AKTIF BERSAMA MITRA KERJA, DUNIA USAHA, INDUSTRI, WISATA, KOMUNIKASI, MANUFAKTUR, PEMASARAN, BADAN PELAKSANA  “OTDA” REKOMENDASI
  • 33. KEUNGGULAN KOMPARATIF KABUPATEN SOPPENG YANG RELATIF “TERBATAS”, CUKUP POTENSIAL UNTUK DIKEMBANGKAN MELALUI KOMITMEN BERSAMA  TINDAK NYATA  “KEUNGGULAN KOMPETITIF”  “OTDA”. RENUNGAN PENUTUP
  • 34. PERLU SINERJI : PEMBERDAYAAN SDM; KELEMBAGAAN; TEKNOLOGI (IT-EG-T3); SUMBER DAYA DANA; INSTRUMEN PENGATURAN. RENUNGAN PENUTUP
  • 35. AKSI NYATA PERLU MULAI DARI DIRI KITA MASING-MASING, PADA SAAT INI JUGA! RENUNGAN PENUTUP
  • 36. “ MARI KITA USAHAKAN S.D. AIR” SECARA BIJAK, BAGI GENERASI MENDATANG! HIMBAUAN PENUTUP
  • 37. www.hafied.org [email_address] [email_address]
  • 38. TERIMA KASIH THAT'S ALL (THANK YOU)

×