Bahan Tambahan Pangan Bab 1

10,611
-1

Published on

Published in: Business, Technology
1 Comment
1 Like
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total Views
10,611
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
245
Comments
1
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Bahan Tambahan Pangan Bab 1

  1. 1. TEKNOLOGI BAHAN TAMBAHAN MAKANAN
  2. 2. Literatur <ul><li>Food Additives, Second Edition Revised and Expanded </li></ul><ul><li>Food Chemical Safety, Volume 2 Additives (David H. Watson) </li></ul>
  3. 3. Pengampu dan Penilaian Dr. nat.techn. Siswo Sumardiono, ST, MT Aji Prasetyaningrum, ST, MSi Pengawer, Pemanis, Antikosidan, Pewarna, Emulsifier, Pengental . Mid-Semester : 40 % Tugas I : 10 % Ujian Akhir : 40 % Tugas II : 10 %
  4. 4. Pendahuluan <ul><li>Pengertian BTM : </li></ul><ul><li>Bahan Tambahan Pangan (BTM) -> Bahan yang biasanya tidak digunakan dan bukan merupakan komponen makanan, serta tidak mempunyai nilai gizi, yang sengaja ditambahkan kedalam makanan untuk maksud teknologi pada proses pembuatan makanan. </li></ul>
  5. 5. Tujuan Pemberian BTM : <ul><li>Sengaja ditambahkan -> untuk mempertahankan kesegaran dan cita rasa (pengawet, pewarna, dan pengeras) </li></ul><ul><li>Tidak sengaja ditambahkan -> terdapat secara tidak sengaja, baik dalam jumlah sedikit atau banyak akibat perlakuan selama proses produksi. </li></ul><ul><ul><li>Bisa berupa : residu untuk tujuan produksi bahan mentah atau penanganannya yang masih terus terbawa kedalam makanan yang akan dikonsumsi. </li></ul></ul><ul><ul><li>Cth : - residu pestisida -> insektisida, herbisida, fungisida, dan rodentisida. </li></ul></ul><ul><ul><li> - antibiotik </li></ul></ul><ul><ul><li> - hidrokarbon aromatik polisiklis </li></ul></ul>
  6. 6. Bahan Tambahan Makanan Alami <ul><li>Asal </li></ul><ul><li>Dari sumber alamiah seperti lesitin, dan asam sitrat </li></ul><ul><li>Dari sintetis bahan kimia yang mempunyai sifat serupa dengan bahan alamiah sejenis (susunan kimia atau sifat metabolismenya), cth : asam askorbat dan β -karoten. </li></ul><ul><li>Kelebihan </li></ul><ul><li>Lebih pekat, lebih stabil, dan lebih murah </li></ul><ul><li>Kelemahan </li></ul><ul><li>Sering terjadi ketidaksempurnaan proses sehingga mengandung zat-zat yang berbahaya bagi kesehatan, dan kadang-kadang bersifat karsinogenik yang merangsang terjadinya kanker. </li></ul>
  7. 7. Penggunaan BTM <ul><li>Dosisnya dibawah ambang batas yang telah ditentukan. </li></ul><ul><li>Jenis BTP ada 2 : </li></ul><ul><li>1. GRAS (Generally Recognized as Safe) </li></ul><ul><li> -> aman dan tidak berefek toksin (cth : glukosa). </li></ul><ul><li>2. ADI (Acceptable Daily Intake) </li></ul><ul><li> -> harus ditetapkan batas penggunaan hariannya (daily intake). </li></ul><ul><li>SK Menteri Kesehatan RI No.722/MenKes/Per/IX/88 -> mengenai bahan tambahan pangan </li></ul>
  8. 8. Golongan BTM yang diijinkan <ul><li>Golongan BTM yang diijinkan oleh Menkes RI No.722/MenKes/Per/IX/88, antara lain: </li></ul><ul><li>1. Antioksidan (Antioxidant) </li></ul><ul><li>2. Antikempal (Anticaking Agent) </li></ul><ul><li>3. Pengatur Keasaman (Acidity Regulator) </li></ul><ul><li>4. Pemanis Buatan (Artificial Sweetener) </li></ul><ul><li>5. Pemutih dan pematang telur (Flour Treatment Agent) </li></ul><ul><li>6. Pengemulsi, Pemantap, dan Pengental (Emulsifier, Stabilizer, Thickener) </li></ul><ul><li>7. Pengawet (Preservative) </li></ul><ul><li>8. Pengeras (Firming Agent) </li></ul><ul><li>9. Pewarna (Colour) </li></ul><ul><li>10. Penyedap Rasa dan Aroma, Penguat Rasa (Flavour, Flavour Enhancer) </li></ul><ul><li>11. Sekuestran (Sequestrant) </li></ul>
  9. 9. Golongan BTM yang dilarang <ul><li>Bahan Tambahan yang dilarang menurut Permenkes RI No. 722/Menkes/Per/IX/88, sebagai berikut: </li></ul><ul><ul><ul><li>Natrium Tetraborat (Boraks) </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>Formalin (Formaldehyd) </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>Minyak nabati yang dibrominasi (Brominanted Vegetable Oils) </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>Kloramfenikol (Chlorampenicol) </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>Kalium Klorat (Pottasium Chlorate) </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>Dietilpirokarbonat (Diethylpyrocarbonate, DEPC) </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>Nitrofuranzon (Nitrofuranzone) </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>P-Phenetilkarbamida </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>Asam Salisilat dan garamnya </li></ul></ul></ul><ul><li>Bahan tambahan lain yang dilarang, antara lain rhodamin B (pewarna merah), methanyl yellow (pewarna kuning), dulsin (pemanis sintetis), dan kalsium bromat (pengeras) </li></ul>
  10. 10. TUGAS MANDIRI Mempelajari Bab 8 hal 172-203 Food Chemical Safety, Volume 2 Additives (David H. Watson)
  11. 11. Terima Kasih
  1. A particular slide catching your eye?

    Clipping is a handy way to collect important slides you want to go back to later.

×