Presentasi

3,384 views

Published on

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
3,384
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
4
Actions
Shares
0
Downloads
52
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Presentasi

  1. 1. Prosedur Pelaksanaan P2TLDi PT PLN (Persero) Rayon Rivai Oleh: Antasena 0610 3031 0878
  2. 2. LATAR BELAKANGOleh karena makin banyaknya masyrakat yangmelakukan pencurian listrik, yang mana pencurian listriktersebut merupakan kerugian bagi pihak PT. PLN(Persero). Dan secara sengaja atau tidak, masyarakattidak memperhatikan keselamatannya dalam melakukanpencurian listrik. Maka dari itu, perlu diadakannyaPenertiban Pemakaian Tenaga Listrik (P2TL) oleh pihakPLN, agar dapat menghindari sesuatu yang tidakdiinginkan akibat pencurian listrik tersebut, sepertikebakaran akibat hubung singkat dan sebagainya.Dengan adanya penertiban tersebut, maka diharapkanmasyarakat lebih memahami tentang bahaya listrikakibat pencurian listrik, dan mampu mempergunakanlistrik sebagai mestinya seperti tertera di SPJBTL antarapelanggan dan PLN sendiri.
  3. 3. TUJUAN DAN MANFAATTujuan Mempelajari tentang program P2TL (Penertiban Pemakaian Tenaga Listrik) Mengetahui serta memahami prosedur pelaksanaan P2TL sesuai SOP dari PT.PLN Mengetahui berbagai macam modus operandi pencurian listrik Mengerahui jenis-jenis pelanggaran dan sanksi yang ada di P2TL
  4. 4. Manfaat Membiasakan diri mahasiswa untuk mengenal dan mengkondisikan diri dengan suasana lingkungan kerja sesungguhnya Mahasiswa mampu memahami, membandingkan dan mengembangkan pelajaran atau ilmu yang diperoleh dari kampus untuk diterapkan dalam dunia kerja Mahasiswa memperoleh pengalaman kerja yang dapat bermanfaat untuk masa
  5. 5. RUMUSAN MASALAHSesuai dengan uraian dari latar belakang masalah, permasalahan yang dibahas pada laporan ini adalah: bagaimana prosedur pelaksanaan Penertiban Pemakaian Tenaga Listrik (P2TL) yang dilakukan oleh PT. PLN Rayon Rivai terutama menyangkut pada Alat Pembatas dan Pengukur (APP) yang ada di rumah-rumah pelanggan (pelanggan 1 phase) yang terdiri dari Kwhmeter dan MCB
  6. 6. TINJAUAN PUSTAKAApa itu P2TL?Penertiban Pemakaian Tenaga Listrik yang selanjutnya disebut P2TL merupakan langkah positif PT PLN (Persero) dalam menertibkan dan mengamankan energi listrik yang dimanfaatkan masyarakat (pelanggan) secara tidak sah (illegal)
  7. 7. Selain itu juga tujuan P2TL lainnya yaitu :a) Menekan susut kWhb) Menertibkan para pemakai listrik baik pelanggan maupun non pelangganc) Meningkatkan mutu dan keandalan jaringand) Terciptanya keselamatan umume) Menyelamatkan pemakaian kWh dan daya yang tidak tertagihf) Meningkatkan citra PLN
  8. 8. PEMBAHASANTata cara pelaksanaan P2TL meliputi 3 (tiga) tahap, yaitu : Tahap Pra P2TL, yang merupakan kegiatan tahap persiapan yang dilakukan sebelum dilaksanakannya P2TL; Tahap Pelaksanaan P2TL merupakan kegiatan tahap pelaksanaan P2TL di lapangan; Tahap Pasca P2TL, yang merupakan kegiatan tahap tindak lanjut hasil temuan P2TL.
  9. 9. TAHAP PRA P2TL Langkah-langkah yang harus dilakukan pada Tahap Pra P2TL, adalah :  menentukan Target Operasi ( TO );  menyusun jadwal pelaksanaan;  melakukan koordinasi dengan Penyidik;  melakukan koordinasi lapangan dengan pihak terkait;  menyiapkan perlengkapan P2TL yang berkaitan dengan pelaksanaan P2TL di lapangan.
  10. 10. TAHAP PELAKSANAAN P2TL Langkah-langkah yang harus dilakukan oleh Petugas Pelaksana Lapangan P2TL pada tahap pelaksanaan P2TL, adalah :  memasuki persil Pemakai Tenaga Listrik dan melakukan pengamanan lokasi;  sebaiknya petugas P2TL tidak menyentuh atau mendekat APP sebelum disaksikan oleh penghuni atau saksi, untuk menghindari dugaan merusak segel sebelum diadakan pemeriksaan;  melakukan pemeriksaan lapangan;  melakukan tindakan P2TL bagi Pemakai Tenaga Listrik;  melakukan pemberkasan hasil pemeriksaan P2TL;  meninggalkan lokasi Pemakai Tenaga Listrik;  menyerahkan dokumen dan barang bukti kepada petugas administrasi P2TL dengan membuat berita acara serah terima dokumen dan Barang Bukti P2TL.
  11. 11. Adapun pemeriksaan yang dilakukan di lapangan antara lain: Pemeriksaan Segel. Pemeriksaan Adanya Sadapan Di Sltr / Sltm. Pemeriksaan Fisik APP dan Perlengkapannya Pemeriksaan Putaran Piringan Kwh meter dan Kvarh meter. Pemeriksaan Pengawatan
  12. 12. TAHAP PASCA P2TLLangkah-langkah yang harus dilakukan oleh Petugas Administrasi P2TL pada tahap Pasca P2TL, adalah :  menerima dokumen dan barang bukti hasil pemeriksaan lapangan P2TL;  menerima dan/atau membuat surat panggilan kepada Pemakai Tenaga Listrik atau yang mewakili dalam rangka tindak lanjut hasil temuan P2TL;  melakukan pemeriksaan administrasi dan laboratorium hasil temuan P2TL;  membuat analisa dan perhitungan serta usulan penyelesaian tindak lanjut hasil temuan P2TL;  melaksanakan penetapan tindak lanjut hasil temuan P2TL sesuai penetapan Pemberi Tugas atau Penanggung Jawab P2TL;  menyiapkan administrasi proses tindak lanjut hasil temuan P2TL;  membuat laporan penyelesaian kasus P2TL;  memproses tindak lanjut hasil keputusan General Manager Distribusi/Wilayah atau Manajer APJ/Area/Cabang atas keberatan P2TL yang diusulkan oleh Tim Keberatan P2TL.
  13. 13. JENIS DAN GOLONGAN PELANGGARAN SERTAKELAINAN PEMAKAIAN TENAGA LISTRIKTerdapat 4 (empat) Golongan Pelanggaran pemakaian tenaga listrik, yaitu :  Pelanggaran Golongan I (P I) merupakan pelanggaran yang mempengaruhi batas daya;  Pelanggaran Golongan II (P II) merupakan pelanggaran yang mempengaruhi pengukuran energi;  Pelanggaran Golongan III (P III) merupakan pelanggaran yang mempengaruhi batas daya dan mempengaruhi pengukuran energi;  Pelanggaran Golongan IV (P IV) merupakan pelanggaran yang dilakukan oleh Bukan Pelanggan.
  14. 14. Terdapat 4 (empat) Kelainan pemakaian tenaga listrik, yaitu :Kelainan Golongan I (K I) apabila pemakaian tenaga listrik pada Pelanggan yang peruntukkannya tidak sesuai dengan golongan tarif pada alas hak yang sah/surat perjanjian jual beli tenaga listrik.
  15. 15. Kelainan Golongan II (K II)apabila terjadi kelainan pada APP dan/atau kejadian di luar Pelanggan maupun PLN, antara lain : Kedapatan atau terbukti bahwa sejumlah/seluruh energi yang telah digunakan pelanggan ternyata tidak terukur, tidak tercatat dan/atau belum tertagih Kedapatan atau terbukti bahwa sejumlah daya yang telah digunakan pelanggan melebihi daya pada alas hak yang sah/surat perjanjian jual beli tenaga listrik dan belum tertagih
  16. 16. Kelainan Golongan III (K III)apabila terjadi kelainan pada APP dan/atau kejadian di luar kendali pelanggan maupun PLN, yang antara lain karena: Segel dan/atau Segel Tera APP belum terpasang. Segel dan/atau Segel Tera putus karena kondisi alam/korosi. APP dan/atau Perlengkapan APP rusak karena kondisi alam/korosi. APP dan/atau Perlengkapan APP belum terpasang, namun kepada Pelanggan telah dikenakan tagihan secara limit. Sambungan levering/mengulur instalasi tenaga listrik tidak sesuai atas hak yang sah/surat perjanjian jual beli tenaga listrik.
  17. 17. KESIMPULANKesimpulanSetelah melakukan kegiatan Kerja Praktek di PT. PLN (Persero) Rayon Rivai, maka penulis dapat membuat kesimpulan: Alat Pembatas dan Pengukur (APP) milik PLN merupakan alat transaksi listrik antara pelanggan dengan PLN yang tanggung jawabnya berada di tangan pelanggan berasarkan SPJBTL Susut distribusi terdiri dari susut teknis dan susut non teknis, salah satu penyebab susut non teknis adalah akibat adanya pemakaian tenaga listrik secara ilegal. Kegiatan Penertiban Pemakaian Tenaga Listrik (P2TL) bertujuan untuk menertibkan pemakaian tenaga listrik ilegal agar dapat mengurangi susut non teknis.

×