Your SlideShare is downloading. ×
Analisis teknikal
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×

Saving this for later?

Get the SlideShare app to save on your phone or tablet. Read anywhere, anytime - even offline.

Text the download link to your phone

Standard text messaging rates apply

Analisis teknikal

1,696
views

Published on


0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total Views
1,696
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
83
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. Analisis TeknikalSebelum membahas analis tekinikal kita perlu mengetahui analis yangberhubungan dengan analisis teknikal tersebut yaitu analisis fundamental. Analisisfundamental adalah analisis terhadap fundamental suatu negara yang didasarkan padasituasi ekonomi, politik, keamanan secara global dan juga tiap-tiap Negara yangmengeluarkan indek saham. Prinsipnya analisis fundamental membutuhkan keahlian senitersendiri untuk memperhitungkan penting tidaknya suatu informasi menjadi faktor yangakan mempengaruhi fluktuasi nilai tukar suatu mata uang.Prinsip-prinsip analisis fundamental:1. Reaksi berantai, semakin besar dampak berantai suatu informasi, semakin besarpula pengaruhnya terhadap nilai indek saham.2. Jarak informasi, semakin dekat informasi dengan suatu indek saham, semakinbesar pengaruh informasi tersebut. Misalnya, informasi yang berasal dari dalamnegeri Indonesia akan lebih besar pengaruhnya terhadap nilai Indek Harga SahamGabungan (IHSG) disbanding informasi dari luar negeri.3. Sumber berita, semakin resmi sumber berita, semakin kuat pengaruhnyaterhadap nilai indek saham.4. Jenis berita, berita ekonomi lebih kuat pengaruhnya terhadap indek saham suatuNegara disbanding berita lainnya, seperti politik, social atau budaya.Biasanya dalam menggali berita kadang hal-hal yang tidak rasionalpun dijadikanalat untuk memprediksi pergerakan indek saham. Pada intinya informasi tersebut akanmempengaruhi supply dan demand atas indek saham suatu negara.Metode untuk melakukan analisis fundamental adalah dengan terus menerus mengupdate informasi yang ada. Media yang menyediakan informasi tersebut tergantungketersediaan fasilitas yang ada di tempat tersebut. Biasanya untuk informasi perdaganganindek saham tersedia di koran, televisi dan juga internet.Analisis Teknikal.Praktisi yang menggunakan analisis teknikal beranggapan bahwa analisisfundamental terlalu bervariasi dan pemakaiannya sulit diperhitungkan. Selain ituinformasi berita hanyalah penyebab dan bukan penentu arah pergerakan saham. Karenaitu orang beranggapan bahwa cara analisis yang paling tepat adalah dengan mempelajaritingkah laku dari pelaku pasar dan ini tercermin dalam pola grafik harga.Meyers yang banyak menggunakan aplikasi komputer dalam melakukan analisis teknikaldan banyak dikutip oleh majalah bisnis terkemuka, seperti Wall Street Journal, FinancialTime, Fortune dan lain sebagainya mendefinisikan analis teknikal sebagai studi tentangsekuritas secara individual dan pasar sebagai keseluruhan berdasar supply dan demand.Yang menjadi data utama dalam analisis teknikal adalah harga dan volume perdaganganhistoris.Asumsi yang Mendasari Analisis Teknikal.Para analis teknikal percaya bahwa mereka biasa mengetahui pola-polapergerakan harga saham di masa datang dengan berdasarkan pada observasi pergerakanharga saham di masa lalu, yang bertentangan dengan hipotesis efisiensi pasar yang
  • 2. menyatakan bahwa harga saham di pasar mencerminkan semua informasi yang ada dipasar. Kinerja saham di masa lalu tidak mempengaruhi kinerja saham di masa datang.Keputusan analis teknikal dalam menjual atau membeli saham didasari data-data hargadan volume perdagangan saham di masa lalu,. Informasi data masa lalu tersebut akanmendasari prediksi mereka atas pola perilaku harga saham di masa datang.Asumsi yang mendasarinya adalah “ nilai pasar barang dan jasa, ditentukan oleh interaksipermintaan dan penawaran” (Levy 1966). Interaksi permintaan dan penawaran ditentukanoleh berbagai faktor, baik faktor rasional maupun faktor yang tidak rasional. Faktor-faktor tersebut meliputi berbagai variabel ekonomi dan variabel fundamental, sertafaktor-faktor, seperti opini yang beredar, mood investor, dan ramalan-ramalan investor.Harga-harga sekuritas secara individual dan nilai pasar dapat berubah karena perubahanhubungan permintaan dan penawaran. Hubungan-hubungan tersebut akan dapat dideteksidengan melihat diagram reaksi pasar yang terjadi. Hampir semua pihak dapat menerimaasumsi bahwa nilai produk ditentukan oleh kekuatan tarik menarik antara permintaan danpenawaran. Yang kurang dapat diterima oleh semua semua pihak mungkin asumsi bahwapermintaan dan penawaran dipengaruhi oleh faktor-faktor yang bersifat tidak rasional(irrational factor).Asumsi yang berkaitan dengan kecepatan penyesuaian harga saham (speed ofadjustment) dari harga keseimbangan yang lama menuju harga keseimbangan yang baru.Para analis teknikal selalu berharap bahwa penyesuaian harga saham yang lama menujuharga keseimbangan yang baru, akan terjadi dalam jangka waktu yang cukup panjangkarena informasi yang menyebabkan perubahan harga biasanya memerlukan beberapawaktu sebelum informasi tersebut diserap secara penuh oleh pasar. Pola penyerapaninformasi seperti ini disebabkan karena adanya informasi yang tidak simetris (asymetrisinformation), di mana hanya beberapa investor saja yang mampu mengakses informasidan dapat memprediksi apa yang akan terjadi pada harga saham disbanding investorlainnya. Seiring dengan tindakan menjual dan membeli saham yang dilakukan pihak-pihak yang menguasai informasi untuk memperoleh keuntungan maka harga saham jugaakan bergerak menuju harga keseimbangan baru.Disamping informasi di atas ada tiga prinsip yang dapat digunakan sebagai patokandalam memahami analisis teknikal yaitu:1. Refleksi semua kejadian, segala sesuatu yang terjadi yang dapat mempengaruhibaik yang rasional maupun irrasional sudah direfleksikan dalam harga yangterbentuk. Menguat dan melemahnya indek saham merupakan fakta, tetapi nilaisesungguhnya suatu indek saham ditentukan oleh kekuatan permintaan danpenawaran yang tercermin pada indek saham. Jika permintaan meningkat danpenawaran menurun atau tetap, maka harga akan naik, dan akan terjadi kebalikannyajika kondisi berbalik.2. Tren, harga bergerak dalam suatu tren, dan tren tidak mungkin dimanipulasi.Jika tren bergerak ke arah naik, tidaklah mungkin membuatnya turun, kecuali dalamsuatu titik tertentu akan terjadi puncak untuk kemudian berbalik arah (reversal).3. Selalu berulang, aksi pasar (market action) selalu berulang, artinya para analisteknikal percaya bahwa investor akan mengulangi tindakan yang sama jika kondisipasar yang terjadi juga sama. Keadaan ini akan dipetakan dalam suatu diagram yangpopuler dengan sebutan chart.
  • 3. Keuntungan dan Kritik Terhadap Analis TeknikalJika seorang investor mampu mengakses informasi secara cepat, punyakemampuan analisis yang tinggi dan punya insting yang tajam atas apa yang terjaditerhadap pasar jika ada informasi baru maka investor tesebut akan mampumendapatkan return abnormal yang melebihi return pasar dan return investor lainnya.Dari pernyataan tersebut dapat diartikan bahwa jika investor akan mendapatkan abnormalreturn, mereka harus mampu mendapatkan informasi secara lebih cepat dibandinginvestor lainnya, dan menterjemahkan informasi tersebut ke dalam tindakan membeliatau menjual saham sehingga investor dapat memperoleh keuntungan.Kritik yang timbul untuk analisis teknikal adalah yang berkaitan dengan asumsi yangmendasarinya dan keefektivan pendekatan analisis teknikal dalam memprediksi hargasaham. Kritik yang paling tajam muncul dari penganut hipotesis efisiensi pasar, yangsama sekali tidak percaya harga saham di masa mendatang akan dipengaruhi olehpergerakan harga saham masa lalu, karena apabila pasar efisien maka tidak seoranginvestor pun dapat memperoleh keuntungan abnormal dari pasar. Hal ini dibuktikan daribeberapa penelitian yang membuktikan bahwa harga saham secara statistik tidak bergerakmengikuti tren seperti yang dikemukan analis teknikal.Kritik selanjutnya menyangkut keefektivan analisis teknikal untuk jangka waktu yangpanjang. Maksudnya adalah jika analisis teknikal mampu memberikan keuntungan bagibeberapa investor karena mampu menemukan pola pergerakan saham dalam meresponinformasi baru, maka tentu saja pendekatan ini akan menjadi popular dan banyakdiadopsi oleh investor lainnya akan berdampak pada penyesuaian harga yang lebih cepatdari biasanya. Jika ini terjadi dalam jangka yang panjang keefektivan penggunaan analisteknikal sudah tidak akan bermanfaat lagi.Teknik Analisis TeknikalPara pengguna analisisi teknikal disebut juga chartist karena mereka biasanyamenggunakan grafik (chart) dalam aktivitasnya untuk merekam data pergerakan hargasaham dan volume perdagangan. Dari grafik tersebut mereka akan mencari polapergerakan harga saham maupun volume perdagangan serta celah-celah keuntungan daripola tersebut.Analisis teknikal mengamati pembentukan grafik harga dengan berbagai varian yangmungkin terjadi dibandingkan dengan perilaku harga sebelumnya. Sekalipun analisisteknikal mempertimbangkan data-data statistik lainnya, namun perangkat utama analisisteknikal adalah pada grafik harga yang dianggap dapat memenuhi prediksi harga terkinidan kecenderungannya.Tujuan pokok mengamati grafik adalah: Secepat mungkin menemukan kecenderungan harga Memperkirakan kemungkinan waktu dan jarak kecenderungan itu Memilih saat yang paling menguntungkan untuk masuk dan keluar pasar
  • 4. Teknik Penggunaan Grafik1. The Dow Theory.Teori ini ditemukan oleh Charles H. Dow pada tahun 1800-an. Teori ini bertujuanuntuk mengidentifikasi tren harga pasar saham dalam jangka panjang denganberdasar pada data-data historis harga pasar saham di masa lalu, yangdikelompokkan mejadi tiga yaitu:• Primary Trend, yaitu pergerakan harga saham dalam jangka waktupanjang• Secondary Intermediate Trend, yaitu pergerakan harga saham yangterjadi selama pergerakan harga dalam primary tren. Bersifat penyimpangandari pergerakan primer yang terjadi dalam beberapa minggu atau bulan.• Minor Trend atau day to day move merupakan fluktuasi harga sahamyang terjadi setiap hari.Contoh Pergerakan Saham menurut The Dow Theory2. Chart Pola Pergerakan Harga Saham• Support Level.Support level berarti tingkat harga atau kisaran harga, pada saat para analisteknikal mengharapkan akan terjadinya peningkatan yang signifikan ataspermintaan saham di pasar. Biasanya terjadi ketika banyak investor melakukantindakan “ambil untung” dengan melakukan penjualan saham-saham karenatertarik pada harga jual yang cukup tinggi, dan biasanya diikuti oleh penurunanharga saham. Dampak selanjutnya adalah banyak pembeli saham yang tertarikuntuk melakukan pembelian-pembelian saham sehingga permintaan sahamkembali meningkat. Sesuai dengan hukum permintaan penawaran, peningkatanpermintaan saham ini nantinya diharapkan menjadi support level yang menjagaagar harga saham bergerak naik.
  • 5. • Resistance LevelResistance level berarti kisaran harga di mana para analis teknikal berharap akanterjadi peningkatan yang signifikan atas jumlah saham yang ditawarkan di pasar.Dengan kata lain, resistance level menggambarkan batas atas tingkat harga(upper boundary) yang dapat membuat para penjual saham segera menjadipenahan atas gerakan naik harga saham karena jika banyak pihak yang inginmenjual saham di pasar maka diharapkan harga akan bergerak turun, dan tidakmelewati batas atas harga. Hal ini biasa terjadi ketika harga saham turun terussetelah mencapai harga tertinggi. Investor yang memiliki saham tentunya tidakaakan mau rugi akibat harga sahamnya selalu turun. Mereka akan menunggu waktuyang tepat untuk menjual sahamnya agar kerugian berkurang. Biasanya pada saatharga saham mencapai titik balik (recovery point).Grafik Pola Pergerakan Saham yang sering digunakan:a. Bar ChartBar Chart merupakan cara paling sederhana dalam analisis teknikal yangmenggambarkan pergerakan harga saham. Sumbu vertikal merupakan hargasaham, sedangkan sumbu horizontal menunjukkan waktu. Pergerakan hargasaham setiap harinya ditunjukkan oleh diagram batang vertikal (bar vertikal),yang ujung atasnya menunjukkan harga tertinggi saham dan ujung bawahnyamenunjukkan harga terendah saham setiap hari.b. Point-and-Figure ChartPenggunaan grafik dengan angka dan gambar ini untuk menggambarkanpergerakan harga saham dan lebih komplek dari bart cahart karenamenggambarkan perubahan harga saham yang berubah secara signifikan.Perubahan harga yang signifikan biasanya dapat dilihat dalam bentuk angkayang menunjukka perubahan harga saham.3. Rata-rata BergerakTeknik rata-rata bergerak (moving average) adalah salah satu teknik untukmendeteksi dan menganalisis pergerakan harga saham baik saham individualmaupun seluruh saham di pasar modal. Tujuannya adalah untuk mendeteksi arahpergerakan harga saham dan besarnya tingkat pergerakan tersebut. Data yangdigunakan adalah data harga penutupan saham (closing price) untuk waktu tertentumisal untuk masa waktu 3 bulan. Dari informasi tersebut menghasilkan sebuah garistrend rata-rata bergerak yang menunjukkan tren pergerakan harga saham, yangselanjutnya dipakai untuk memprediksi arah pergerakan saham di masa depan.Setelah dianalisis akan menghasilkan keputusan menjual dan membeli saham,dengan anjuran sebagai berikut:• Dianjurkan membeli saham jika:a. garis rata-rata bergerak secara mendatar dan harga pasar saham melampauigaris tersebutb. harga saham berada di bawah garis rata-rata bergerak yang sedang menaikc. harga saham saat ini berada di atas garis rata-rata bergerak yang cenderungmenurun, namun kembali menaik sebelum mencapai garis tersebut.
  • 6. • Disaran menjual jika:a. harga saham saat ini berada di bawah garis rata-rata bergerak mendatarb. harga saham bergerak naik di atas garis rata-rata bergerak, namun garis rata-rata bergerak tersebut justru sedang menurunc. harga saham yang cenderung mengalami kenaikan (berada di bawah garisrata-rata bergerak) tetapi kembali menurun sebelum mencapai garis rata-ratabergerak tersebut.4. Relative StrengthTeknik ini menggambarkan rasio antara harga saham dengan indek pasar atauindustri tertentu. Hasil perbandingan biasanya digambarkan dengan plot-plot yangmenunjukkan perbandingan harga relatif saham selama jangka waktu tertentu.Dari gambar yang tersusun investor akan dapat melihat perbandingan kekuatansaham-saham tersebut terhadap industrinya atau terhadap indek pasar.Dalam penggunaan relative strength jika terjadi trend pergerakan harga sahamyang meningkat maka bagi investor pergerakan tersebut merupakan sinyal akanterjadinya peningkatan rasio harga saham dibanding indeks pasar, danmemungkinkan akan memberikan return yang melebihi return pasar dan akanmenarik minat investor untuk menjadikan saham tersebut sebagai alternatifinvestasi yang baik.
  • 7. • Disaran menjual jika:a. harga saham saat ini berada di bawah garis rata-rata bergerak mendatarb. harga saham bergerak naik di atas garis rata-rata bergerak, namun garis rata-rata bergerak tersebut justru sedang menurunc. harga saham yang cenderung mengalami kenaikan (berada di bawah garisrata-rata bergerak) tetapi kembali menurun sebelum mencapai garis rata-ratabergerak tersebut.4. Relative StrengthTeknik ini menggambarkan rasio antara harga saham dengan indek pasar atauindustri tertentu. Hasil perbandingan biasanya digambarkan dengan plot-plot yangmenunjukkan perbandingan harga relatif saham selama jangka waktu tertentu.Dari gambar yang tersusun investor akan dapat melihat perbandingan kekuatansaham-saham tersebut terhadap industrinya atau terhadap indek pasar.Dalam penggunaan relative strength jika terjadi trend pergerakan harga sahamyang meningkat maka bagi investor pergerakan tersebut merupakan sinyal akanterjadinya peningkatan rasio harga saham dibanding indeks pasar, danmemungkinkan akan memberikan return yang melebihi return pasar dan akanmenarik minat investor untuk menjadikan saham tersebut sebagai alternatifinvestasi yang baik.