LAPORAN AKHIRSTUDI TENTANGKEBIJAKAN PENYELENGGARAAN LAYANAN SMS PREMIUMDEPARTEMEN KOMUNIKASI DAN INFORMATIKABADAN PENELITI...
iKATA PENGANTARLaporan Akhir Studi Tentang Kebijakan Penyelenggaraan Layanan SMS Premium merupakan laporantahap keempat at...
iiDAFTAR ISIHalamanKATA PENGANTAR ............................................................................. iDAFTAR IS...
iiiF. Penyelenggara SMS Premium ...................................... 35G. Penyelenggaraan Layanan SMS Premium .............
ivDAFTAR TABELHalamanTabel 1. : Pertumbuhan Pengguna Telepon Selulerdi Indonesia ............................................
vTabel 20. : Isi Konten Layanan SMS Premium ............................... 65Tabel 21. : Manfaat Layanan SMS Premium .......
viDAFTAR GAMBARHalamanGambar 1. : Multistage area sampling ........................................... 11Gambar 2. : Balan...
viiDAFTAR GRAFIKHalamanGrafik 1. : Jenis Kelamin ............................................................... 55Grafik ...
viiiGrafik 17. : Mengetahui bahwa informasi yang diterimaDikenakan biaya yang cukup mahal .............................. 6...
1BAB IPENDAHULUANA. Latar BelakangSebagaimana kita ketahui bahwa pada saat ini ditemukenali berbagai fitur layanan jasanil...
2perizinan, jaringan yang digunakan dan penomoran. Jasa Premium Call mempunyaiperizinan tersendiri dan untuk mengakses lay...
3B. PermasalahanPengaturan layanan SMS Premium antara lain yang mengatur penyelenggaraan, tariff, konten dan perizinan saa...
4a. Laporan Pendahuluan (Inception Report )Pada laporan pendahuluan ini diuraikan mengenai penjabaran kerangkaacuan, melip...
52. SMS Premium adalah layanan pesan singkat dengan tarif lebih besar dari SMSbiasa misalnya Rp. 1.000,-, Rp.1.300,- dan R...
6BAB IILANDASAN TEORIA. Pengertian JasaLayanan SMS Premium merupakan suatu jasa nilai tambahan telekomunikasi memberikanin...
7Sifat jasa dapat disimpan, dipergunakan atau tidak dapat dipergunakan, jasa akan habisdengan sendirinya. Mudah habis bila...
81. Kesenjangan antara harapan konsumen dan persepsi manajemen.Manajemen tidak selalu memahami secara tepat keinginan-kein...
9BAB IIIMETODOLOGI PENELITIANA. Pendekatan PenelitianStudi tentang Kebijakan Penyelenggaraan Layanan SMS Premium ini dilak...
10Populasi untuk penelitian terdiri dari regulator, operator telekomunikasi fixed wireless danseluler, content provider da...
113. Pelanggan/Pengguna dalam hal ini adalah pengguna perseorangan (masyarakat umum).Sampel untuk perorangan sebanyak 60 (...
12Kabupaten/Kotamadya yang menjadi wilayah survey sebanyak 14 (empat belas). SetiapKabupaten/Kotamadya dipilih 2 kecamatan...
13c. Penyebaran kuesioner dilakukan terhadap semua komponen yang direncanakan dalampenelitian, seperti yang tercantum dala...
14Meskipun metode BSC lebih banyak diimplementasikan dalam suatu organisasi perusahaan,metode ini juga dapat diimplementas...
15Measure (Parameter) = Weight x ScoreTotal Measure (Internal Business Process) = Sum MeasureKandidat Parameter :a. Regula...
16b. Alternatif layanan;c. Perkembangan Teknologi;d. Dampak Sosial.G. Pola PikirStudi Kebijakan Penyelenggara Layanan SMS ...
17H. Alur PikirAlur Pikir yang digunakan dalam melaksanakan studi ini adalah proses awal sampai akhir studi inidengan memp...
18BAB IVGAMBARAN UMUMA. UmumLayanan SMS Premium merupakan salah satu Value added Service (VAS) atau jasa nilaitambah telek...
19pemerintahan, mendukung terciptanya tujuan pemerataan pembangunan dan hasil-hasilnya, serta meningkatkan hubungan antar ...
20g. Asas etikaDalam penyelenggaraan telekomunikasi senantiasa dilandasi oleh semangatprofesionalisme, kejujuran, kesusila...
21Dalam Undang-Undang ini pasal 21 mengatakan bahwa penyelenggaratelekomunikasi dilarang melakukan kegiatan usaha penyelen...
22Penyelenggara jasa telekomunikasi diwajibkan memberikan dan pelaksanakan hal-hal yang sesuai dengan pasal 15,16,17,18 da...
23Dalam menyelenggarakan jasa teleponi dasar, penyelenggara jasa teleponidasar dapat melaksanakan fasilitas layanan tambah...
249) Jasa aplikasi packet-switchedPenyelenggaraan jasa teleponi dasar dan penyelenggaraan jasa multimediadapat dilakukan s...
25BRTI dibentuk untuk tujuan lebih menjamin adanya transparansi, independensi, danprinsip keadilan dalam penyelenggaraan j...
264) Menciptakan sistem perlindungan konsumen yang mengandung unsurkepastian hukum dan keterbukaan informasi serta akses u...
271) Pada pasal 15 yaitu pelaku usaha dalam menawarkan barang dan/ataujasa dilarang melakukan dengan cara pemaksaan atau c...
28Tabel 1. Pertumbuhan PenggunaTelepon Seluler di IndonesiaTahunJumlahPenggunaPertumbuhan1996 563.000 -1997 1.068.000 90%1...
29dengan pulsa telepon rumah dengan lisensi nirkabel tetap. Selain itu ada Staroneyang dimiliki PT. Indosat dan Esia milik...
30D. Perkembangan Teknologi SMSSMS (Short Message Service) secara umum dapat diartikan sebagai sebuah service yangmemungki...
31Tabel 3. Perkembangan Teknologi Messaging (SMS/MMS) dari Generasi Pertama (1G)sampai dengan Generasi Ketiga (3G)Generasi...
32Pada saat mulia digunakannya teknologi packet switch seperti GPRS, maka servicepengiriman pesanpun berkembang, tidak han...
33External Short Message Entities (ESME) adalah device selain MS yang dapat berfungsiuntuk menerima atau mengirim SMS. Pad...
34Untuk keperluan ini, SMSC harus tahu bagaimana status subscriber (aktif/tidak aktif),dimana lokasi MS B berada. Informas...
355. SMSC meneruskan SMS ke SME. Secara optional, SMSC dapat juga menerimaacknowledgment bahwa SMS telah diterima SME;6. S...
36misalnya PT. Telkomsel Tbk.(simpati, hallo, kartu as), PT. Exelcomindo Pratama (XL), PT.Indosat Tbk (Matrix, IM3, staron...
37dikenal dengan fixed wireless menggunakan teknologi CDMA maupunpenyelenggara telepon selular dengan menggunakan teknolog...
38Ke depan, ponsel yang telah terkonvergensi itu akan menjadi perangkat yangsangat handal dan berdayaguna dalam berbagai k...
39Revenue minimum serta revenue sharing yang diterapkan oleh masing-masing operator selular adalah sebagai berikut:Tabel 5...
40mengenai sistem bisnis antar operator-operator seluler dengan penyediacontent yang mensyaratkan adanya pendapatan minimu...
41memiliki siaran nasional sebanyak 11 (sebelas belas) statium televisi dapatdilihat sebagaimana terdapat dalam tabel I.6....
421) Parenting bersama Hj. Neno Warisman dengan isi tips-tips bermanfaatdalam mendidik dan mengasuh putra-putri anda denga...
43maka langsung dianggap sebagai pelanggan. Sedangkan untuk berhentiberlangganan disediakan kata kunci "UNREG", "Stop", at...
44dalam jumlah tertentu dari hasil keuntungan yang dibebankan kepada contentprovider. Tentu saja content provider harus ma...
45Content Provider dalam bentuk pulsa. Layanan SMS Premium yang diperolehtidak selalu memuaskan, tetapi justru pulsa di ka...
46Perbedaan peran antara content provider dengan penyelenggaratelekomunikasi yaitu content provider memilah dan mengelola ...
472. Hak Konsumena. Hak atas kemanan dan kenyamanan1) Kualitas jaringan;2) Perlindungan data diri;3) Promosi yang tidak di...
481) Pertanggungjawaban kepada publik – skema terbuka dan keputusandisampaikan pada publik;2) Independen – tidak terpengar...
49BAB VHASIL PENGUMPULAN DATAA. Data PrimerPengumpulan data primer penyelenggaraan layanan SMS Premium, telah kembali jawa...
50c. Tahapan proses layanan SMS Premium dari penyedia konten sampai denganmasyarakat pengguna, adalah sebagai berikut :Pih...
513) Banyaknya layanan SMS premium, sehingga menuntut penyelenggaratelekomunikasi untuk melakukan monitoring yang ektra ke...
52Peran access provider hampir tidak ada dalam penyelenggaraan layanan SMSPremium.3) Service ProviderPeran access provider...
Studi sms premium 2007
Studi sms premium 2007
Studi sms premium 2007
Studi sms premium 2007
Studi sms premium 2007
Studi sms premium 2007
Studi sms premium 2007
Studi sms premium 2007
Studi sms premium 2007
Studi sms premium 2007
Studi sms premium 2007
Studi sms premium 2007
Studi sms premium 2007
Studi sms premium 2007
Studi sms premium 2007
Studi sms premium 2007
Studi sms premium 2007
Studi sms premium 2007
Studi sms premium 2007
Studi sms premium 2007
Studi sms premium 2007
Studi sms premium 2007
Studi sms premium 2007
Studi sms premium 2007
Studi sms premium 2007
Studi sms premium 2007
Studi sms premium 2007
Studi sms premium 2007
Studi sms premium 2007
Studi sms premium 2007
Studi sms premium 2007
Studi sms premium 2007
Studi sms premium 2007
Studi sms premium 2007
Studi sms premium 2007
Studi sms premium 2007
Studi sms premium 2007
Studi sms premium 2007
Studi sms premium 2007
Studi sms premium 2007
Studi sms premium 2007
Studi sms premium 2007
Studi sms premium 2007
Studi sms premium 2007
Studi sms premium 2007
Studi sms premium 2007
Studi sms premium 2007
Studi sms premium 2007
Studi sms premium 2007
Studi sms premium 2007
Studi sms premium 2007
Studi sms premium 2007
Studi sms premium 2007
Studi sms premium 2007
Studi sms premium 2007
Studi sms premium 2007
Studi sms premium 2007
Studi sms premium 2007
Studi sms premium 2007
Studi sms premium 2007
Studi sms premium 2007
Studi sms premium 2007
Studi sms premium 2007
Studi sms premium 2007
Studi sms premium 2007
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Studi sms premium 2007

935

Published on

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total Views
935
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
28
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Studi sms premium 2007

  1. 1. LAPORAN AKHIRSTUDI TENTANGKEBIJAKAN PENYELENGGARAAN LAYANAN SMS PREMIUMDEPARTEMEN KOMUNIKASI DAN INFORMATIKABADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN SDMPUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN POS DAN TELEKOMUNIKASITAHUN 2007
  2. 2. iKATA PENGANTARLaporan Akhir Studi Tentang Kebijakan Penyelenggaraan Layanan SMS Premium merupakan laporantahap keempat atau terakhir dari kegiatan swakelola sesuai dengan Surat Keputusan Kepala BadanPenelitian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Departemen Komunikasi dan Informatika Nomor :23 /KEP/BLSDM/KOMINFO/4/2007 tanggal 2 April 2007 Tentang Pembentukan Tim Studi kebijakanPenyelengggaraan Layanan SMS Premium.Dalam laporan akhir studi ini menjelaskan tentang pendahuluan, metodologi penelitian, Selanjutnyamemberikan gambaran teori, gambaran umum yang menjelaskan penyelenggaraan SMS Premiumsecara umum, peraturan perundang-undangan, penyelenggara telekomunikasi, penyelenggara SMSPremium, hasil pengumpulan data dengan menjelaskan data primer terutama tentang persepsi penggunadan menguraikan data sekunder serta menganalisis data primer dan sekunder. Kemudian selanjutnyamemberikan kesimpulan dan saran/rekomendasi serta usulan kebijakan penyelenggaraan layanan smspremium.Akhir kata, mudah-mudahan studi ini dapat memberikan gambaran mengenai penyelenggaraan layananSMS Premium.Jakarta, Desember 2007Tim Peneliti/Pelaksana:Aizirman DjusanBaringin BatubaraMoedjionoSarwotoNeni RochaeniTim Puslitbang Postel
  3. 3. iiDAFTAR ISIHalamanKATA PENGANTAR ............................................................................. iDAFTAR ISI ........................................................................................ iiDAFTAR TABEL ................................................................................. ivDAFTAR GAMBAR .............................................................................. viDAFTAR GRAFIK ................................................................................. viiBAB I PENDAHULUAN …………………………………………….......... 1A. Latar Belakang .............................................................. 1B. Permasalahan ............................................................... 3C. Tujuan dan Sasaran ...................................................... 3D. Ruang Lingkup .............................................................. 4E. Pengertian-Pengertian ...................................................... 4BAB II LANDASAN TEORI ................................................................. 6A. Pengertian Jasa ............................................................. 6B. Karakteristik Jasa ........................................................... 6C. Kualitas Jasa ................................................................. 7BAB III METODOLOGI PENELITIAN ............................................... 9A. Pendekatan Penelitian ................................................... 9B. Teknik Penelitian ........................................................... 9C. Populasi dan Sampel ..................................................... 9D. Lokasi Penelitian ............................................................ 11E. Teknik Pengumpulan Data .............................................. 12F. Teknik Analisis Data ...................................................... 13G. Pola Pikir ........................................................................ 17H. Alur Pikir ......................................................................... 18BAB IV GAMBARAN UMUM ............................................................ 18A. Umum ............................................................................ 18B. Peraturan Perundang-undangan ................................... 18C. Penyelenggaraan Telekomunikasi ................................. 27D. Perkembangan Teknologi SMS ..................................... 30E. Arsitektur Jaringan SMS ............................................... 32
  4. 4. iiiF. Penyelenggara SMS Premium ...................................... 35G. Penyelenggaraan Layanan SMS Premium .................... 42H. Perlindungan Pengguna Layanan SMS Premium ........... 46BAB V HASIL PENGUMPULAN DATA .............................................. 49A. Data Primer ................................................................... 49B. Data Sekunder ............................................................... 73BAB VI ANALISIS DAN EVALUASI ................................................... 89A. Analisis Peraturan Perundang-Undangan ....................... 89B. Analisis Teknologi dan Layanan ..................................... 91C. Analsis Ekonomi ............................................................. 92D. Analisis Sosial dan Budaya …………………………....... 94E. Analisis Balance Scorecard ……………………………... 96F. Solusi Terhadap Permasalahan Studi ………………...... 105G. Himpunan Analisis ………………………………………… 108H. Evaluasi dan Solusi Draft Regulasi Jasa Pesan Premium . 110BAB VII KESIMPULAN DAN SARAN ................................................. 112A. Kesimpulan .................................................................. 112B. Saran/Rekomendasi ..................................................... 114DAFTAR PUSTAKA ................................................................................ 116
  5. 5. ivDAFTAR TABELHalamanTabel 1. : Pertumbuhan Pengguna Telepon Selulerdi Indonesia ................................................................. 28Tabel 2. : Jumlah Pelanggan Kartu Prabayar menurutOperator Telekomunikasi pada tanggal 25 Juli 2007 ..... 29Tabel 3. : Perkembangan Teknologi Massaging (SMS/MMS)dari Generasi Pertama (1G) sampai denganGenerasi Ketiga (3G) ..................................................... 31Tabel 4. : Daftar Penyedia Konten di Indonesia ............................ 37Tabel 5. : Kebijakan Penyelenggara Seluler TerhadapPenyelenggaraan Jasa Nilai Tambah ........................... 39Tabel 6. : Media Televisi yang menyelenggarakanSMS Premium ............................................................... 41Tabel 7. : Jenis Kelamin ................................................................ 54Tabel 8. : Pendidikan .................................................................... 55Tabel 9. : Pekerjaan ..................................................................... 56Tabel 10. : Penghasilan .................................................................. 57Tabel 11. : Mengetahui Layanan SMS Premium ............................. 58Tabel 12. : Sumber Informasi tentang SMS Premium ..................... 58Tabel 13. : Jenis Layanan SMS Premium yang digunakan .............. 59Tabel 14. : Alasan Menggunakan Layanan SMS Premium ............. 60Tabel 15. : Hal yang penting dalam penyelenggaraanSMS Premium ............................................................... 60Tabel 16. : Intensitas Penggunaan Layanan SMS PremiumDalam sebulan ................................................... 61Tabel 17. : Sering mendapat informasi yang tidak sesuaiDengan permintaan ...................................................... 62Tabel 18. : Proses Berlangganan SMS Premium .......................... 63Tabel 19. : Proses Pembatalan Berlangganan SMS Premium ........ 64
  6. 6. vTabel 20. : Isi Konten Layanan SMS Premium ............................... 65Tabel 21. : Manfaat Layanan SMS Premium ................................. 66Tabel 22. : Penyelenggaraan SMS Premium perlu diaturPemerintah .................................................................... 67Tabel 23. : Mengetahui bahwa Informasi yang diterimaDikenakan Biaya yang Cukup Mahal ............................ 68Tabel 24. : Pendapat tentang tarif SMS Premium ........................... 69Tabel 25. : Biaya yang dikeluarkan untuk SMS Premium ................ 70Tabel 26. : Masalah dalam Berlangganan SMS Premium ............... 71Tabel 27. : Harapan dalam Penyelenggaraan SMS Premium ......... 72Tabel 28. : Perspektif Financial ...................................................... 97Tabel 29. : Perspektif Internal Business Process ........................... 99Tabel 30. : Perspektif Customer ..................................................... 100Tabel 31. : Perspektif Learning and Growth ................................... 102Tabel 32. : Perbandingan Antara Perspektif ................................... 104Tabel 33. : Himpunan Analisis Penyelenggaraan LayananSMS Premium ............................................................... 109Tabel 34. : Evaluasi dan Solusi Draf Regulasi JasaPesan Premium ............................................................. 110
  7. 7. viDAFTAR GAMBARHalamanGambar 1. : Multistage area sampling ........................................... 11Gambar 2. : Balance Scorcard ...................................................... 13Gambar 3. : Pola Pikir ..................................................................... 16Gambar 4. : Alur Pikir ..................................................................... 17Gambar 5. : Arsitektur Jaringan GSM dengan tambahan SMSCenter ......................................................................... 32Gambar 6. : Skenario SMS MO (Mobile Originating) .................... 34Gambar 7. : Skenario SMS MT (Mobile terminating) ..................... 35
  8. 8. viiDAFTAR GRAFIKHalamanGrafik 1. : Jenis Kelamin ............................................................... 55Grafik 2. : Pendidikan .................................................................... 55Grafik 3. : Pekerjaan ...................................................................... 56Grafik 4. : Penghasilan .................................................................. 57Grafik 5. : Mengetahui Layanan SMS Premium ............................ 58Grafik 6. : Sumber Informasi tentang SMS Premium ..................... 58Grafik 7. : Jenis Layanan SMS Premium yang digunakan ............. 59Grafik 8. : Alasan menggunakan layanan SMS Premium ............... 60Grafik 9. : Hal yang penting dalam penyelenggaraanSMS Premium ............................................................... 61Grafik 10. : Intensitas pengguna layanan SMS Premiumdalam sebulan .............................................................. 62Grafik 11. : Sering mendapat informasi yang tidak sesuaiDengan permintaan ...................................................... 62Grafik 12. : Proses berlangganan SMS Premium ............................ 63Grafik 13. : Proses pembatalan berlangganan SMS Premium ......... 64Grafik 14. : Isi konten layanan SMS Premium ................................. 65Grafik 15. : Manfaat layanan SMS Premium ................................... 66Grafik 16. : Penyelenggaraan SMS Premium perlu diaturPemerintah .................................................................... 67
  9. 9. viiiGrafik 17. : Mengetahui bahwa informasi yang diterimaDikenakan biaya yang cukup mahal .............................. 68Grafik 18. : Pendapat tentang tarif SMS Premium .......................... 69Grafik 19. : Biaya yang dikeluarkan untuk SMS PremiumPerbulan ........................................................................ 70Grafik 20. : Masalah dalam penyelenggaraan SMS Premium ......... 71Grafik 21. : Harapan dalam penyelenggaraan SMS Premium ......... 72
  10. 10. 1BAB IPENDAHULUANA. Latar BelakangSebagaimana kita ketahui bahwa pada saat ini ditemukenali berbagai fitur layanan jasanilai tambah telekomunikasi. Fitur layanan tersebut, belum sepenuhnya diatur padaregulasi jasa telekomunikasi. Secara umum penyelenggaraan jasa telekomunikasi masihmengacu kepada Keputusan Menteri Perhubungan Nomor : 21 Tahun 2001 danperubahannya Keputusan Menteri Perhubungan Nomor : 30 Tahun 2004.Pada Keputusan Menteri Perhubungan tersebut penyelenggaraan jasa nilai tambahteleponi dibedakan dalam 6 (enam) jenis penyelenggaraan yakni penenyelenggaraan jasarekaman telepon untuk umum, store and forward, kartu panggil (calling card), panggilanpremium (premium call), telepon maya dan layanan pusat informasi (call center). Dalampenggelaran layanan tersebut penyedia layanan (operator) harus mendapatkan ijinpenyelenggaraan dari Direktorat Jenderal Pos dan Telekomunikasi DepartemenKomunikasi dan Informatika. Penyelenggaraan jasa nilai tambah teleponi adalahpenyelenggaraan jasa yang menawarkan layanan nilai tambah untuk teleponi dasar,seperti jasa jaringan pintar (IN), kartu panggil (calling card) jasa-jasa dengan teknologiinteraktif (Voice response).Bila dilihat dari penyelenggaraannya, fitur layanan SMS Premium mirip dengan layananjasa panggilan premium (premium call), dimana pada panggilan premium disediakanpenomoran kode akses khusus/tertentu yang mencirikan layanan tersebut yaitu 0809diikuti dengan nomor PSTN sebagaimana diatur dalam Fundamental Technical Plan (FTP) Nasional. Disamping penomoran, tarif yang diberlakukan berbeda dengan tarifpercakapan biasa/normal dan memiliki pola perhitungan tarif yang sudah baku. Sesuaidengan namanya premium, biasanya tarif yang dikenakan akan lebih tinggi dari tarifpercakapan biasa/normal. Adapun perbedaan dari kedua layanan tersebut adalah dari
  11. 11. 2perizinan, jaringan yang digunakan dan penomoran. Jasa Premium Call mempunyaiperizinan tersendiri dan untuk mengakses layanan premium call digunakan penomoranjaringan sirkit sewa (leased line) 0809 xxxxxx. Sedangkan layanan SMS Premiummerupakan layanan nilai tambah/fitur pada layanan jasa telepon bergerak seluler, untukmengakes layanan tersebut menggunakan penomoran telepon biasa atau menggunakanpenomoran kode akses tertentu yang belum dimanfaatkan oleh penyelenggara jasatelekomunikasi lainnya.Penyelenggaraan/penggunaan SMS Premium sekarang ini belum terakomodasipada Keputusan Menteri Perhubungan Nomor : 21 Tahun 2001 dan perubahannyaKeputusan Menteri Perhubungan Nomor : 30 Tahun 2004, maka seringkalidisalahgunakan oleh penyedia layanan jasa telekomunikasi untuk melakukanpengembangan usahanya tanpa memandang dampak yang timbul di kemudianhari.Dampak penyelenggaraaan layanan tersebut dapat dilihat dari dua sisi yaitu darisegi penyelenggara jasa telekomunikasi, terdapat persaingan usaha yang tidaksehat antar penyelenggara jasa telekomunikasi. Dari segi pengguna jasalayanan SMS Premium seringkali dirugikan karena tarif layanan masih belumdiatur, sehingga berpeluang terjadinya manipulasi billing rate yang dilakukan olehpenyelenggara/penyedia layanan SMS Premium yang tidak bertanggungjawab.Dalam rangka menciptakan iklim usaha yang sehat dan melindungi penggunaSMS Premium, maka diperlukan rekomendasi suatu kebijakan yangdiharapkan dipakai sebagai masukan dalam penyusunan kebijakan mengenaipengaturan penyelenggaraan SMS Premium.Dalam rangka penyusunan rekomendasi kebijakan tersebut perlu dilakukankajian/penelitian terhadap penyelenggaraan layanan SMS Premium sehingga kebijakanyang akan ditetapkan dapat mendukung dan menjamin kelangsungan penyelenggaraanlayanan SMS Premium yang kondusif.
  12. 12. 3B. PermasalahanPengaturan layanan SMS Premium antara lain yang mengatur penyelenggaraan, tariff, konten dan perizinan saat ini belum ditetapkan, namun layanan ini sudahbanyak diselenggarakan oleh penyelenggara telekomunikasi tanpa perizinan.Sebagian masyarakat belum memahami layanan sms premium ini sehingga seringdirugikan karena tarif layanan masih belum diatur, bahkan berpeluang terjadinyamanipulasi billing rate yang dilakukan oleh penyelenggara/ penyedia layanan SMSPremium yang tidak bertanggungjawab. Dari latar belakang dan permasalahantersebut, maka dapat dirumuskan permasalahan pokok studi yaitu ”Bagaimana layanansms premium saat ini “, dengan rincian masalah yang dapat diprediksi sebagai berikut :1. Jenis-jenis layanan sms premium apa saja yang diselenggarakan dan siapa sajapenggunanya ?2. Siapa dan berapa jumlah perusahaan penyedia layanan sms premium ?3. Sejauhmana penggunaan sms premium oleh masyarakat ?4. Masalah apa saja yang timbul dalam masyarakat akibat adanya layanan smspremium dan faktor-faktor apa saja yang menjadi penyebabnya ?5. Sejauhmanakah peran industri penyelenggara layanan sms premium pada networkprovider, acces provider, service provider, aplikasi provider dan content provider ?6. Bagaimanakah peran industri penyelenggara layanan sms premium pada networkprovider, acces provider, service provider, aplikasi provider dan content providerdimasa yang akan datang ?C. Tujuan Dan SasaranTujuan Penelitian :Penelitian ini diharapkan menghasilkan konsep kebijakan Depkominfo tentangpenyelenggaraa layanan sms premium.Sasaran Penelitian :Penelitian ini diharapkan menghasilkan sebagai berikut :1. Laporan hasil studi ilmiah, terdiri dari :
  13. 13. 4a. Laporan Pendahuluan (Inception Report )Pada laporan pendahuluan ini diuraikan mengenai penjabaran kerangkaacuan, meliputi penjabaran latar belakang, metodologi dan pendekatan teoriserta rencana kerja kegiatan persiapan, daftar pertanyaan untuk survei danpenyusunan laporan-laporan.b. Laporan Antara (Interim Report )Pada tahap laporan ini disampaikan kompilasi data dan informasi yang telahditabulasi dari hasil pengumpulan data baik primer maupun sekunder.c. Rancangan Laporan Akhir (Draft of Final Report)Pada Rancangan Laporan Akhir ini telah dihasilkan kesimpulan danrekomendasi, dan konsep kebijakan penyelenggaraan layanan sms premiumberdasarkan hasil analisis dan evaluasi data pada laporan sebelumnya.d. Laporan Akhir (Final Report)Laporan akhir merupakan laporan hasil penyempurnaan dari RancanganLaporan Akhir setelah pembahasan dan Laporan Akhir disertai abstraksi studi.2. Executive summary (ringkasan eksekutif)Merupakan ringkasan dari laporan akhir (final report) studi3. Konsep kebijakan penyelenggaraan layanan sms premium4. Naskah/ buku hasil penelitian yang siap dipublikasikanD. Ruang LingkupPenelitian ini termasuk dalam ruang lingkup penelitian survey masyarakat, regulator,penyelenggara telekomunikasi dan penyedia layanan sms premium dengan pendekatanpenelitian kuantitatif, dan mengacu pada asumsi-asumsi konsep teoritik telekomunikasi.Jangkauan penelitian mencakup seluruh wilayah Indonesia.E. Pengertian-Pengertian1. SMS (Short Message Service) adalah layanan pesan singkat atau pendek denganmemuat jumlah maksimal sebanyak 160 karakter dengan tarif pada umumnya Rp.350,- yang dilaksanakan oleh penyelenggara telekomunikasi.
  14. 14. 52. SMS Premium adalah layanan pesan singkat dengan tarif lebih besar dari SMSbiasa misalnya Rp. 1.000,-, Rp.1.300,- dan Rp. 2.000,- yang dilaksanakan berkatkerjasama antara penyelenggara telekomunikasi dengan content provider.3. SMS Spamming adalah layanan pesan singkat yang tidak dikehendaki karenaumumnya dikirim tanpa persetujuan pelanggan dengan frekuensi pengiriman bisasampai lima kali per hari yang isi layanannya mempromosikan produk, jasa danundian berhadiah, namun pelanggan sulit menghindar untuk menerimanya, karenatidak diberitahukan atau dijelaskan mekanisme untuk tidak menerimanya.4. Penyelenggara telekomunikasi (operator telekomunikasi) adalah perusahaanpenyedia jaringan dan jasa telekomunikasi yang menyediakan server untuk dapatterkirimnya konten atau isi layanan dari content provider kepada pelanggan.5. Content provider adalah perusahaan penyedia konten yang berfungsi memilah danmengelola nomor pelanggan yang masih aktif dan tidak aktif serta menyediakandata layanan (berita, skor, humor, ramalan, chatting, dsb-nya) untuk nomor yangmasih aktif (menjadi paket data siap antar).
  15. 15. 6BAB IILANDASAN TEORIA. Pengertian JasaLayanan SMS Premium merupakan suatu jasa nilai tambahan telekomunikasi memberikaninformasi yang dibutuhkan oleh pelanggan. Oleh karena jasa ini tunduk pada teori pemasaranyang menyatakan jasa merupakan suatu bentuk yang tidak berwujud, tidak dapat dilihat, dantidak menghasilkan kepemilikan sesuatu.Definisi jasa menurut Philip Kotler adalah setiap tindakan kegiatan yang dapat ditawarkan olehsatu pihak kepada pihak lain, pada dasarnya tidak berwujud dan tidak mengakibatkankepemilikan apapun. Produksinya dapat dikaitkan atau tidak dikaitkan pada satu produk fisik.Pada dasarnya jasa merupakan kegiatan-kegiatan ekonomi yang hasilnya tidak berwujud produkdalam bentuk fisik, biasanya dikonsumsi pada saat bersamaan dengan waktu yang dihasilkandan memberikan nilai tambah seperti kenyaman, hiburan, kesenangan dan informasi ataupunpemecehan masalah yang dihadapi pelanggan/konsumen.B. Karakteristik JasaKarakteristik utama jasa menurut Philip Kotler terbagi 4 bagian, yaitu :1. Tidak berwujud (Intangibility)Jasa tidak berwujud, tidak seperti produk fisik, jasa tidak dapat dilihat, dirasa, didengan dandicium sebelum jasa itu dibeli.2. Tidak terpisahkan (Inseparibility)Umumnya jasa dihasilkan dan dikonsumsi secara bersamaan, tidak seperti barang fisikyang diproduksi, disimpan dalam persediaan, didstribusikan melalui berbagai penjual, dankemudian dikonsumsi.3. Bervariasi ( Variability)Jasa bersifat bervariasi, karena jasa tergantung pada siapa yang menyediakan, kapan dandimana jasa dilakukan.4. Mudah lenyap (Perishability)
  16. 16. 7Sifat jasa dapat disimpan, dipergunakan atau tidak dapat dipergunakan, jasa akan habisdengan sendirinya. Mudah habis bila jasa digunakan.C. Kualitas JasaPentingnya kualitas jasa bagi perusahaan sepertinya sudah menjadi standar di lingkunganperusahaaan agar tetap dapat unggul dalam memenangkan persaingan. Suatu perusahaanharus mengetahui lebih dahulu pengertian dari kualitas jasa. Menurut Wyckof dalam bukuManajemen Jasa oleh Tjiptono, kualitas jasa adalah tingkat keunggulan yang diharapkan danpengendalian atas tingkat keunggulan tersebut untuk memenuhi keunggulan pelanggan.Cara perusahaan memeberikan jasa berkualitas tinggi secara berkesinambungan adalah denganmemenuhi atau melebihi harapan kualitas jasa pelanggan yang menjadi sasaran. Harapanpelanggan dibentuk oleh pengalaman masa lampau, pembicaraan dari mulut ke mulut, dan iklanperusahaan jasa. Dengan demikian pelanggan dapat memilih dan memandingkan jasa yangdialami dengan jasa yang diharapkan.Parasuraman, Zeithaml, dan Berry dalam buku Manajemen Pemasaran, Analisis, Perencanaan,Implementasi dan kontrol oleh Philip Kotler menatakanm 5 penentu kualitas jasa, yaitu :1. Berwujud (Tangible)Penampilan fasilitas fisik, peralatan, penampilan karyawan dan sarana komunikasi.2. Kehandalan (Realiability)Kemampuan memberikan pelayanan yang dijanjikan dengan segera, akurat danmemuaskan.3. Daya tanggap (Responsiveness)Keinginan untuk membantu pelanggan dan memberikan pelayanan dengan cepat.4. Kepastian (Assurance)Pengertian, kesopanan, dan kemampuan karyawan untuk menumbuhkan kepercayaan dankeyakinan para pelanggan kepada perusahaan.5. Empati (Empathy)Memberikan perhatian secara individual atau pribadi dengan memahami keinginan parapelanggan.Kemudian ada 5 (lima) kesenjangan atau gap yang menyebabkan penyampaian kualitas jasatidak berhasil, yaitu :
  17. 17. 81. Kesenjangan antara harapan konsumen dan persepsi manajemen.Manajemen tidak selalu memahami secara tepat keinginan-keinginan pelanggan.Kesenjangan ini terjadi karena kurangnya penelitian pemasaran, pemanfaatan yang tidakmemadahi atas temuan penelitian, kurangnya interaksi antara pihak manajemen danpelanggan, komunikasi dari bawah ke atas yang kurang memadai, serta terlalu banyaknyatingkatan manajemen.2. Kesenjangan antara persepsi manajemen dan spesifikasi kualitas jasa.Manajemen mungkin memahami secara cepat keinginan pelanggan, tetapi tidak membuatatau menyususn standar tugas tertentu.3. Kesenjangan antara spesifikasi kualitas jasa dan penyampaian jasa.Kesenjangan ini karena karyawan mungkin kurang terlatih, tidak mampu atau tidak maumencapai standar. Karyawan diberikan pekerjaan pada standar-standar yang salingbertentangan, seperti menyediakan waktu untuk mendengarkan permintaan parapelanggan dan melayni pelanggan dengan cepat.4. Kesenjangan antara penyampaian jasa dan komunikasi eksternal.Harapan pelanggan/konsumen dipengaruhi oleh pernyataan yang dibuat para wakilperusahaan iklan. Kesenjangan ini terjadi karena tidak memadainya komunikasi diantarakaryawan dan memberikan janji yang berlebihan dalam komunikasi eksternal.5. Kesenjangan antara jasa yang dialami dan jasa yang diharapkan.Kesenjangan ini terjadi bila memiliki persepsi yang keliru tentang kualitas jasa. Jika terbuktibenar, maka perusahaan memperoleh dampak positif, namun, bila yang diterima lebihrendah dari yang diharapkan, maka kesenjangan ini menimbulkan permasalahan bagiperusahaan.
  18. 18. 9BAB IIIMETODOLOGI PENELITIANA. Pendekatan PenelitianStudi tentang Kebijakan Penyelenggaraan Layanan SMS Premium ini dilakukan denganmenggunakan metode penelitian survey dengan pendekatan kuantitatif terhadap komunitasregulator bidang telekomunikasi, penyelenggara telekomunikasi selular, penyelenggaratelekomunikasi fixed wireless, penyelenggara layanan konten, dan pengguna layanan SMSPremium. Hal ini untuk mengetahui kondisi terkini menyangkut regulasi yang telah dikeluarkan olehpemerintah, mengetahui sejauh mana operator telekomunikasi bekerjasama menyelenggarakanjaringan SMS Premium, bagaimana pola dan sistem penyelenggaraan layanan SMS Premium,mengetahui perkembangan penyelenggaraan layanan konten, dan mengetahui perkembangan dansejauh mana kebutuhan konsumen atau pengguna terhadap layanan SMS Premium.Peran serta pemerintah dalam penyelenggaraan layanan SMS Premium ini dilakukan denganpendekatan menyangkut kebijakan-kebijakan yang memayungi para penyelenggara dan penggunaSMS Premium berupa kebijakan nasional. Kemudian pendekatan dan analisis kebijakanpemerintah dalam mendukung penyelenggaraan layanan SMS Premium, pola format kerjasama,kemampuan sumber daya manusia dan lain sebagainya.Sampel akan dipilih berdasar acak proporsional, sedangkan pertimbangan yang diambil tersebutberdasar tujuan penelitian yaitu diharapkan menghasilkan konsep kebijakan pemerintah tentangpenyelenggaraan layanan SMS Premium.Setelah data terkumpul dari kusioner yang dilakukan, maka data dan informasi diolah denganmenggunakan analisis Balance Score Card (BSC) yang lebih rinci akan dijelaskan pada bagianmetode pengolahan dan analisis data.B. Teknik PenelitianPenelitian dilaksanakan dengan menggunakan teknik penelitian survey, studi literatur. Surveydilakukan untuk mengumpulkan data-data primer, sedangkan studi literatur dilakukan untukmengumpulkan data sekunder.C. Populasi dan Sampel1. Populasi
  19. 19. 10Populasi untuk penelitian terdiri dari regulator, operator telekomunikasi fixed wireless danseluler, content provider dan masyarakat. Masyarakat yang menjadi populasi adalahmasyarakat di 14 lokasi daerah di Indonesia.2. SampelSampel dipilih secara acak proporsional menurut populasi jumlah pengguna di setiap daerah.Sebagai pendukung analisis data kuantitatif, diambil dari data kuantitatif yang berasal daripenyelenggara telekomunikasi, penyedia layanan sms premium dan regulator (yangberwenang di bidang telekomunikasi).Ukuran sampel untuk masyarakat pengguna dalam penelitian ini dengan menggunakanrumus sampel sebagai berikut :22EZpxqnDimana :N = Besar sampel(p x q) = Variasi populasi (heterogenitas)Z = Ukuran tingkat kepercayaanE = Margin of errorDengan menggunakan asumsi tingkat kepercayaan 95%, tingkat heterogenitas 50 x 50 danmargin of error sebesar 5%, maka jumlah seluruh sampel di 14 lokasi daerah sebanyak 840sampel. Kemudian jumlah sampel setiap kota ditentukan secara proporsial.Penggunaan sampel dalam studi ini adalah :1. Pemerintah sebagai Regulator.Pemerintah dalam hal ini adalah Direktorat Jenderal Pos dan Telekomunikasi dan BadanRegulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI). Jumlah responden sebanyak 2 (dua) responden.2. Penyelenggaran jasa telekomunikasi selular dan fixed wireless adalah PT. Telkom Indonesia(flexi), PT. Telkomsel (simpati, hallo,as). PT. Indosat (mentari, matrix, IM3 dan Starone),PT. Exelcomindo Pratama (XL), PT. Bimantara (Fren/Mobile-8), PT. Bakrie Brothers (Esia)dan PT. Hutchison CP Telecommunications Jumlah responden sebanyak 7 (tujuh)responden.
  20. 20. 113. Pelanggan/Pengguna dalam hal ini adalah pengguna perseorangan (masyarakat umum).Sampel untuk perorangan sebanyak 60 (enam puluh) responden setiap daerah. Jumlahresponden seluruhnya adalah 14 daerah x 60 responden = 840 responden.Sampel dalam studi ini dapat dirinci sebagai berikut :1. Regulator = 2 responden2. Operator Telekomunikasi = 7 responden3. Content Provider = 20 responden4. Masyarakat pengguna = 840 respondenJumlah = 869 respondenD. Lokasi PenelitianSampel untuk lokasi penelitian dipilih menurut area berdasarkan wilayah (multi-stage area sampling) yaitu pengambilan sampel secara bertahap di mulai dari kota, kabupaten dan kecamatan.Multistage area sampling dapat digambarkan sebagai berikut :Gambar 1. Multistage area samplingKabupaten/KotamadyaKecamatanPengguna
  21. 21. 12Kabupaten/Kotamadya yang menjadi wilayah survey sebanyak 14 (empat belas). SetiapKabupaten/Kotamadya dipilih 2 kecamatan secara acak kemudian dipilih pengguna dari teleponfixed wireless dan seluler.Lokasi yang dipilih secara purposive terdiri dari 14 lokasi yaitu Medan, Pontianak, Palembang,Yogyakarta, Surabaya, Bandung, Denpasar, Samarinda, Makassar, Manado, Batam, Balikpapan,Banten dan Jakarta.E. Teknik pengumpulan dataPengumpulan data studi ini terdiri dari data primer dan data sekunder, yaitu :a. Pengumpulan data sekunder berupa peraturan perundang-undangan yang berhubunganpenyelenggaraan layanan SMS Premium. Dalam mengumpulkan data sekunder dilakukanmetode studi kepustakaan, yaitu studi tentang kondisi tata perundang-undangan tentangperaturan pertelekomunikasian di Indonesia mulai dari undang-undang, peraturanpemerintah sampai dengan keputusan menteri sebagai bagian operasionalnya, dankepustakaan lainnya seperti standar-standar pertelekomunikasian serta data-data dariinternet.b. Pengumpulan data primer dengan cara melakukan survey, yaitu melakukan penelitianlapangan dengan maksud untuk mendapatkan data dan informasi dari keadaan sebenarnyaatau langsung dari obyek yang diteliti sehingga data dan informasi diyakini kebenarannya.Data primer dilakukan dengan menggunakan teknik sebagai berikut :1) Kuesioner, yaitu teknik pengumpulan data dengan memberikan beberapa pertanyaantertutup tertulis kepada responden.2) Wawancara, yaitu mengajukan pertanyaan kepada pihak-pihak yang memahamipermasalahan ini meliputi pakar telekomunikasi, pihak pemerintah sebagai regulator,operator telekomunikasi sebagai penyelenggara, pelanggan, operator penyedia jasasewa infrastruktur backbone dan pihak-pihak lainnya yang terkait.Untuk menjamin keakuratan hasil survey, berikut adalah proses yang dilakukan :a. Proses pengumpulan data awal digunakan untuk mendeskripsikan atau mengidentifikasisemua hal penting yang menyangkut tentang kebijakan pemerintah, penyelenggara jasatelekomunikasi, penyelenggara penyedia konten, penyelenggara media televisi danmasyarakat pengguna layanan SMS Premium.b. Dari identifikasi dan temuan permasalah tersebut, disusun kuesioner yang komprehensifberisi tentang semua hal yang mungkin akan mempengaruhi keefektifan keluarnyakebijakan pemerintah menyangkut penyelenggaraan layanan SMS Premium.
  22. 22. 13c. Penyebaran kuesioner dilakukan terhadap semua komponen yang direncanakan dalampenelitian, seperti yang tercantum dalam dokumen kerangka acuan kerja yaitumengcakup 14 (empat belas) lokasi wilayah di Indonesia.d. Dari hasil kuesioner akan dianalisis. Hasil analisis akan menghasilkan keinginan pelakutentang masalah pengaturan menurut prioritas.e. Dari prioritas tersebut akan dianalisis dan direkomendasikan tentang kebijakan yangsesuai agar kebijakan tersebut berjalan secara efektif.F. Teknik Analisis DataKonsep kebijakan penyelenggaraan sms premium dibuat berdasarkan hasil analisis yangdilakukan dengan menggunakan metode pengukuran kinerja Balanced Socrecard (BSC). BalanceScore Card merupakan sistem manajemen (bukan saja sistem pengukuran) yang memungkinkanorganisasi mengklarifikasi visi dan strateginya dan menterjemahkan keduanya dalam suatu aksi.Metode ini menyediakan umpan balik (feedback) yang meliputi internal proses bisnis dan hasileksternal (outcomes) guna melakukan perbaikan kinerja strategik dan hasil yangberkesinambungan.Balance Scorecard merupakan conceptual framework untuk menterjemahkan obyektif strategisperusahaan atau organisasi ke dalam satu set indikator kinerja yang dipetakan ke dalam empatperspektif, yaitu Finansial, Customer, Internal Business Process dan Learning and Growth.Beberapa indikator diolah untuk mengukur perkembangan organisasi dalam mencapai visinya,indikator lainnya di olah untuk mengukur perkembangan organisasi dalam mencapai visinya,indikator lainnya diolah untuk mengukur pencapaian sukses jangka panjang.Parameter analisis Balance Scorecard dari studi ini dapat dilihat pada gambar 2. dibawah ini :Gambar 2. Balance Scorcard
  23. 23. 14Meskipun metode BSC lebih banyak diimplementasikan dalam suatu organisasi perusahaan,metode ini juga dapat diimplementasikan dalam kegiatan studi kebijakan penyelenggaraanlayanan SMS Premium dengan dilakukan beberapa penyesuaian sebagai berikut :1. Perspektif Finansial ditekankan kepada perhitungan biaya penyelenggaraan layanan SMSPremium, profitabiltas operator fixed wireless dan seluler; profitabilitas content provider danpendapatan pajak;2. Perspektif Internal Business Process ditekankan kepada hal-hal yang menyangkut regulasipenyelenggaraan layanan SMS Premium, regulasi pentarifan, skema Kerjasama danMonitoring;3. Perspektif Customer ditekankan pada tarif, service level, manfaat dan Perlindungan;4. Perspektif Learning and Growth ditekankan pada standar pelayanan, alternatif layanan,perkembangan teknologi dan dampak sosial.Pada pengukuran dengan menggunakan metode balance scorecard, dibuat suatu matrikberdasarkan perspektif yang akan dilihat sebagai berikut :1. Perspektif FinancialParameter Weight Score ( 1 – 10) MeasureTotal 100%Measure (Parameter) = Weight x ScoreTotal Measure (Financial) = Sum MeasureKandidat Parameter :a. Biaya penyelenggaraan layanan SMS Premium;b. Profitabiltas operator fixed wireless dan seluler;c. Profitabilitas content provider;d. Pendapatan pajak.2. Perspektif Internal Business ProcessParameter Weight Score (1 – 10) MeasureTotal 100%
  24. 24. 15Measure (Parameter) = Weight x ScoreTotal Measure (Internal Business Process) = Sum MeasureKandidat Parameter :a. Regulasi penyelenggaraan layanan SMS Premium;b. Regulasi pentarifan;c. Skema Kerjasama;d. Monitoring.3. Perspektif CustomerParameter Weight Score ( 1 – 10) MeasureTotal 100%Measure (Parameter) = Weight x ScoreTotal Measure (Customer) = Sum MeasureKandidat Parameter :a. Tarifb. Service Levelc. Manfaatd. Perlindungan4. Perspektif Learning and GrowthParameter Weight Score ( 1 – 10) MeasureTotal 100%Measure (Parameter) = Weight x ScoreTotal Measure (Learning and Growth) = Sum MeasureKandidat Parameter :a. Standar layanan;
  25. 25. 16b. Alternatif layanan;c. Perkembangan Teknologi;d. Dampak Sosial.G. Pola PikirStudi Kebijakan Penyelenggara Layanan SMS Premium ini menggunakan pola pikir berbagaitahapan pelaksanaan dengan melihat kondisi saat ini antara lain : layanan SMS Premium,penyelenggara SMS Premium, penggunaan SMS Premium oleh masyarakat dan permasalahanyang terjadi dari layanan SMS Premium tersebut, hal ini sebagai input. Kemudian subyek dalamstudi ini adalah regulator yang terdiri dari pemerintah dalam hal ini Ditjen Postel dan BRTI, operatortelekomunikasi terdiri dari operator seluler dan operator fixed wireless, content provider danmasyarakat pengguna serta obyek penelitian adalah SMS Premium dengan metode/teknik analisispenelitian adalah Balance scorecard.Dalam menganalisis studi ini dipengaruhi instrumental input berupa produk hukum yang terdiri dariundang-undang, peraturan pemerintah, keputusan menteri yang terkait dengan layanan SMSPremium dan environmental input terdiri dari teknologi informasi, aspek ekonomi dan sosialbudaya. Sedangkan output dari studi ini adalah berupa rekomendasi kebijakan penyelenggaraanlayanan SMS Premium dan hasil yang dharapkan adalah terwujudnya penyelenggaraan SMSPremium yang berkualitas dengan tarif yang murah dan konten yang bersifat edukatif. Kemudianuntuk mengetahui pola pikir studi ini dapat dilihat pada gambar 3. di bawah ini :INSTRUMENTAL INPUT UU No. 36 Tahun 1999 Tentang Telekomunikasi UU No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen PP. 52 Tahun 2000 Tentang Penyelenggaraan Telekomunikasi KM 21 tahun 2001 Tentang Penyelenggaraan JasaTelekomunikasi KM 30 Tahun 2004 tentang perubahan atas KM 21 tahun2001 Tentang Penyelenggaraan Jasa TelekomunikasiOUTPUTRekomendasi kebijakanpenyelenggaraan SMSPremium untukmewujudkan : Tersedianya layananSMS premium yanglebih berkualitas Tarif SMS premiumyang lebih murah; Konten yang edukatif.ENVIRONMENTAL INPUT Teknologi Informasi Aspek EkonomiINPUT Kondisi jenis layanansms premium saatini; Penyelenggara SMSPremium saat ini; Penggunaan smspremium olehmasyarakat saat ini; Masalah-masalahyang timbul dalammasyarakat akibatadanya layanan smspremium dan faktor-faktor yang menjadipenyebabnya;TepearPbe,taSUBYEK1. Regulator2.OperatorTelekomunikasiFixed Wirelessdan Seluler3.Content Provider4.MasyarakatpenggunaOBJEKSMSPremiumMETODE Survei Lapanganmelalui kuesioner Data sekunder Analisis BalancedScore Card (BSC)Gambar 3. Pola Pikir StudiTentang KebijakanPenyelenggaraan SMS Premium
  26. 26. 17H. Alur PikirAlur Pikir yang digunakan dalam melaksanakan studi ini adalah proses awal sampai akhir studi inidengan memperhatikan kondisi saat ini tentang pertumbuhan telepon seluler, fixed wireless dancontent provider serta berbagai permasalahannya. Selanjutnya perlu perumusan kebijakanpenyelenggaraan layanan SMS Premium berikut penerapan strategi dan upaya dalam rangkamerealisasikan kebijakan penelenggaraan layanan SMS Premium yang meliputi mengenai tarif,mutu layanan dan konten yang diterjemahkan dalam metode/teknik analisis balance scorecard dandipengaruhi oleh instrumental input berupa produk-produk hukum telekomunikasi dan perlindungankonsumen serta environmental input berupa teknologi informasi, aspek ekonomi dan sosial budaya.Kemudian selanjutnya tercipta kondisi yang diharapkan tentang penyelenggaraan layanan SMSPremium yang berkualitas, murah dan memiliki konten yang edukatif. Hal ini secara rinci dapatdilihat dalam alur pikir studi ini pada gambar 4. di bawah ini :A.Gambar 4. Alur PikirStudi Tentang KebijakanPenyelenggaraanSMS PremiumPertumbuhan teleponselular yang pesat danterjadi persainganketat Kondisi jenis layanansms premium saat ini; Penyelenggara SMSPremium saat ini; Penggunaan smspremium olehmasyarakat saat ini; Masalah-masalah yangtimbul dalammasyarakat akibatadanya layanan smspremium dan faktor-faktor yang menjadipenyebabnya;PERMASALAHAN:Kebijaksanaan:Penyelenggaraan SMSPremiumTarifMutu layananKontenStrategi dan UpayaStrategi dan langkah-langkah dalam rangkamerealisasikan kebijakanpenyelenggara SMSPremium meliputi :TarifMutu layananKontenTarif SMS Premiumlebih murahMutu layanan yangkualitasTerwujupenyelengSMS Preyang berkmurah dkontenedukaINSTRUMENTAL INPUT UU No. 36 Tahun 1999 Tentang Telekomunikasi UU No.8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen PP. 52 Tahun 2000 Tentang Penyelenggaraan Telekomunikasi KM 21 tahun 2001 Tentang Penyelenggaraan Jasa Telekomunikasi KM 30 Tahun 2004 tentang perubahan atas KM 21 tahun 2001 TentangPenyelenggaraan Jasa TelekomunikasiENVIRONMENTAL INPUT Teknologi Informasi Aspek Ekonomi Sosial BudayaKondisi saat ini Kondisi diharapkanKonten yang edukatif
  27. 27. 18BAB IVGAMBARAN UMUMA. UmumLayanan SMS Premium merupakan salah satu Value added Service (VAS) atau jasa nilaitambah telekomunikasi yang paling cepat pertumbuhannya dibandingkan dengan jasanilai tambah telekomunikasi lainnya. Kondisi ini tidak terlepas dari persaingan yangsemakin ketat antara para penyedia konten (Content Provider) yang menyelenggarakanSMS Premium, saat ini penyedia konten telah mencapai sekitar 200 perusahaan. Disisilain aturan untuk memiliki short number atau nomor yang biasa menjadi tujuanpengiriman SMS Premium terdiri dari 4 angka semakin diperketat untuk diperoleh,sehingga penyedia konten berusaha memaksimalkan pendapatan bagi perusahaandengan berbagai cara yang terkadang menjurus ke hal-hal perjudian atau penipuanterhadap pelanggan atau pengguna SMS Premium.Pelanggan atau pengguna yang ingin mengirimkan SMS Premium tujuannya bermacam-macam ada yang ingin mendapatkan informasi dalam berbagai hal, mendukung idoladalam pemilihan penyayi, ingin mendapatkan hadiah dan seterusnya. Sedangkanpelanggan atau pengguna apabila tidak ingin lagi mendapatkan layanan SMS Premiumyang diterimanya terkadang sangat sulit untuk menghentikannya dan otomatis memotongpulsa pelanggan. Bila diperhatikan tarif SMS Premium sangatlah mahal mencapai Rp.2000 per SMS bila dibandingkan dengan SMS biasa sekitar Rp. 500 per SMS.B. Peraturan Perundang-UndanganPeraturan perundang-undangan yang terkait dengan studi kebijakan penyelenggaraanlayanan SMS Premium, antara lain :1. Undang-Undang Nomor 36 Tahun 1999 tentang TelekomunikasiPenyelenggaraan telekomunikasi mempunyai arti strategis dalam upayamemperkukuh persatuan dan kesatuan bangsa, memperlancar kegiatan
  28. 28. 19pemerintahan, mendukung terciptanya tujuan pemerataan pembangunan dan hasil-hasilnya, serta meningkatkan hubungan antar bangsa.Penyelenggara telekomunikasi wajib memperhatikan 7 (tujuh) asas, yaitu :a. Asas manfaatPembangunan telekomunikasi khususnya penyelenggaraan telekomunikasiakan Iebih berdaya guna dan berhasil guna baik sebagai infrastrukturpembangunan, sarana penyelenggaraan pemerintahan, sarana pendidikan,sarana perhubungan, maupun sebagai komoditas ekonomi yang dapat Iebihmeningkatkan kesejahteraan masyarakat lahir batin.b. Asas adil dan merataMemberikan kesempatan dan perlakuan yang sama kepada semua pihak yangmemenuhi syarat dan hasil-hasilnya dinikmati oleh masyarakat secara adil danmerata.c. Asas kepastian hukumPembangunan telekomunikasi khususnya penyelenggaraan telekomunikasiharus didasarkan kepada peraturan perundang-undangan yang menjaminkepastian hukum, dan memberikan perlindungan hukum baik bagi parainvestor, penyelenggara telekomunikasi, maupun kepada penggunatelekomunikasi.d. Asas kepercayaan pada diri sendiri,Dilaksanakan dengan memanfaatkan secara maksimal potensi sumber dayanasional secara efisien serta penguasaan teknologi telekomunikasi, sehinggadapat meningkatkan kemandirian dan mengurangi ketergantungan sebagaisuatu bangsa dalam menghadapi persaingan global.e. Asas kemitraanPenyelenggaraan telekomunikasi harus dapat mengembangkan iklim yangharmonis, timbal balik, dan sinergi dalam penyelenggaraan telekomunikasi.f. Asas keamananPenyelenggaraan telekomunikasi selalu memperhatikan faktor keamanandalam perencanaan, pembangunan, dan pengoperasiannya.
  29. 29. 20g. Asas etikaDalam penyelenggaraan telekomunikasi senantiasa dilandasi oleh semangatprofesionalisme, kejujuran, kesusilaan, dan keterbukaan.Tujuan penyelenggaraan telekomunikasi adalah mereformasi bidang telekomunikasiuntuk meningkatkan kinerja penyelenggaraan telekomunikasi dalam rangkamenghadapi globalisasi, mempersiapkan sektor telekomunikasi memasukipersaingan usaha yang sehat dan profesional dengan regulasi yang transparan,serta membuka lebih banyak kesempatan berusaha bagi pengusaha kecil danmenengah.Mengingat telekomunikasi merupakan salah satu cabang produksi yang penting danstrategis dalam kehidupan nasional, maka penguasaannya dilakukan oleh negarayang dalam penyelenggaraannya ditujukan untuk sebesar-besarnya bagikepentingan dan kemakmuran rakyat.Fungsi Pemerintah dalam penyelenggaraan telekomunikasi, antara lain :a. Fungsi penetapan kebijakan adalah perumusan mengenai perencanaan dasarstrategis dan perencanaan dasar teknis telekomunikasi nasional.b. Fungsi pengaturan mencakup kegiatan yang bersifat umum dan atau teknisoperasional yang antara lain, tercermin dalam pengaturan perizinan danpersyaratan dalam penyelenggaraan telekomunikasi.c. Fungsi pengendalian dilakukan berupa pengarahan dan bimbingan terhadappenyelenggaraan telekomunikasi.d. Fungsi pengawasan adalah pengawasan terhadap penyelenggaraantelekomunikasi, termasuk pengawasan terhadap penguasaan, pengusahaan,pemasukan, perakitan, penggunaan frekuensi dan orbit satelit, serta alat,perangkat, sarana dan prasarana telekomunikasi.Fungsi penetapan kebijakan, pengaturan, pengawasan dan pengendaliandilaksanakan oleh Menteri. Sesuai dengan perkembangan keadaan, fungsipengaturan, pengawasan dan pengendalian penyelenggaraan telekomunikasi dapatdilimpahkan kepada suatu badan regulasi. Dalam rangka efektivitas pembinaan,pemerintah melakukan koordinasi dengan instansi terkait, penyelenggaratelekomunikasi, dan mengikutsertakan peran masyarakat.
  30. 30. 21Dalam Undang-Undang ini pasal 21 mengatakan bahwa penyelenggaratelekomunikasi dilarang melakukan kegiatan usaha penyelenggaraan telekomunikasiyang bertentangan dengan kepentingan umum, kesusilaan, keamanan, atauketertiban umum. Kemudian dalam penjelasan disebutkan penghentian kegiatanusaha penyelenggaraan telekomunikasi dapat dilakukan oleh pemerintah setelahdiperoleh informasi yang patut diduga dengan kuat dan diyakini bahwapenyelenggaraan telekomunikasi tersebut melanggar kepentingan umum,kesusilaan, atau ketertiban umum.Sedangkan pasal 22 mengatakan bahwa setiap orang dilarang melakukan perbuatantanpa hak, tidak sah, atau memanipulasi :a. Akses ke jaringan telekomuniaksi;b. Akses ke jasa telekomunikasi;c. Akses ke jaringan telekomunikasi khusus.2. Peraturan Pemerintah R.I. Nomor 52 Tahun 2000 tentang PenyelenggaraanTelekomunikasiDalam Peraturan Pemerintah ini terdapat peraturan yang mengatakanpernyelenggaraan jasa telekomunikasi menggunakan jaringan telekomunikasi milikpenyelenggara jaringan telekomunikasi sesuai dengan pasal 13.Penyelenggaraan jasa telekomunikasi sesuai dengan pasal 14 ayat 1, terdiri dari :a. Penyelenggaraan jasa teleponi dasar;b. Penyelenggaraan jasa nilai tambah teleponi;c. Penyelenggaraan jasa multimedia;Ketentuan mengenai tata cara penyelenggaraan jasa telekomunikasi sebagaimanadimaksud diatas diatur dengan Keputusan Menteri seusai pasal 14 ayat 2.
  31. 31. 22Penyelenggara jasa telekomunikasi diwajibkan memberikan dan pelaksanakan hal-hal yang sesuai dengan pasal 15,16,17,18 dan 19, antara lain :a. Menyediakan fasilitas telekomunikasi untuk menjamin kualitas pelayanan jasatelekomunikasi yang baik;b. Memberikan pelayanan yang sama kepada pengguna jasa telekomunikasi;c. Dalam menyediakan fasilitas telekomunikasi penyelenggara jasatelekomunikasi wajib mengikuti ketentuan teknis dalam Rencana Dasar Teknis;d. Mencatat/merekam secara rinci pemakaian jasa telekomunikasi yangdigunakan oleh pengguna telekomunikasi;e. Apabila pengguna memerlukan catatan/rekaman pemakaian jasatelekomunikasi penyelenggara telekomunikasi wajib memberikannya dancatatan/rekaman disimpan sekurang-kurangnya 3 (tiga) bulan;f. Berhak memungut biaya atas permintaan catatan/rekaman pemakaian jasatelekomunikasi;g. Memenuhi setiap permohonan dari calon pelanggan telekomunikasiyang telah memenuhi syarat-syarat berlangganan jasa telekomunikasisepanjang akses jasa telekomunikasi tersedia.3. Keputusan Menteri Perhubungan Nomor : KM. 21 Tahun 2001 tentangPenyelenggaraan Jasa TelekomunikasiPenyelenggaraan jasa telekomunikasi terdiri dari :a. Penyelenggaraan jasa teleponi dasarPenyelenggaraan jasa teleponi dasar berubah sesuai dengan KeputusanMenteri Perhubungan Nomor : KM. 30 Tahun 2001 tentang PerubahanKeputusan Menteri Perhubungan Nomor : KM.21 Tahun 2001 tentangPenyelenggaraan Jasa Telekomunikasi, yaitu :1) penyelenggara jaringan tetap lokal;2) penyelenggara jaringan tetap sambungan langsung jarak jauh (SLJJ);3) penyelenggara jaringan tetap sambungan internasional;4) penyelenggara jaringan bergerak seluler;5) penyelenggara jaringan bergerak satelit; atau6) penyelenggara radio trunking.
  32. 32. 23Dalam menyelenggarakan jasa teleponi dasar, penyelenggara jasa teleponidasar dapat melaksanakan fasilitas layanan tambahan, penyelenggara jasateleponi dasar dapat menerapkan biaya tambahan penggunaan fasilitaslayanan tambahan yang besarnya ditetapkan oleh penyelenggara dan fasilitaslayanan tambahan diberikan atas permintaan pelanggan.Fasilitas layanan tambahan adalah sebagai berikut :1) Reverse charging;2) Multi call address;3) Abbreviated dialling;4) Special dialling fasilities;5) Voice and text mail box;6) Short message services (SMS).b. Penyelenggaraan jasa nilai tambah teleponiPenyelenggaraan jasa nilai tambah teleponi terdiri atas jenis jasa :1) Panggilan premium;2) Kartu panggil;3) Nomor telepon maya (virtual private phone number);4) Rekaman telepon untuk umum;5) Store and forward;6) Pusat layanan informasi (call centre).c. Penyelenggaraan jasa multimedia.Penyelenggaraan jasa multimedia terdiri atas :1) Jasa televisi berbayar;2) Jasa akses internet (internet service provider);3) Jasa interkoneksi internet (NAP);4) Jasa internet teleponi untuk keperluan publik;5) Jasa wireless access protocol (WAP);6) Jasa portal;7) Jasa small office home office (SOHO);8) Jasa transaksi on-line;
  33. 33. 249) Jasa aplikasi packet-switchedPenyelenggaraan jasa teleponi dasar dan penyelenggaraan jasa multimediadapat dilakukan secara jual kembali. Kemudian penyelenggaraan jasateleponi dasar. penyelenggaraan jasa nilai tambah teleponi danpenyelenggaraan jasa multimedia merupakan penyelenggaraan yang jumlahpenyelenggaranya tidak dibatasi.Apabila suatu daerah tidak tersedia jaringan telekomunikasi, penyelenggarajasa telekomunikasi dapat membangun jaringan telekomunikasi. Jaringantelekomunikasi yang dibangun oleh penyelenggara jasa telekomunikasidilarang disewakan kepada pihak lain.Penyelenggara jasa telekomunikasi wajib penyediakan, antara lain :a. Menyediakan segala fasilitas telekomunikasi untuk menjamin pelayananjasa telekomunikasi;b. Memberikan pelayanan yang sama kepada pemakai jasatelekomunikasi;c. Membuat ketentuan dan syarat-syarat berlangganan jasatelekomunikasi;d. Mengumumkan secara terbuka kemungkinan pemenuhan berlanggananjasa telekomunikasi.4. Keputusan Menteri Perhubungan Nomor : KM.31 Tahun 2003 tentangPenetapan Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia sebagaimana telahdiubah dengan Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor:25/P/M.KOMINFO/11/2005Kebijakan telekomunikasi di Indonesia dilaksanakan oleh Badan RegulasiTelekomunikasi Indonesia (BRTI) yang terdiri atas Direktorat Jenderal Pos danTelekomunikasi dan Komite Regulasi Telekomunikasi. Komite RegulasiTelekomunikasi adalah sekelompok orang yang memenuhi syarat yang ditetapkandengan tugas bersama-sama Direktorat Jenderal Pos dan Telekomunikasimenjalankan tugas BRTI.
  34. 34. 25BRTI dibentuk untuk tujuan lebih menjamin adanya transparansi, independensi, danprinsip keadilan dalam penyelenggaraan jaringan telekomunikasi danpenyelenggaraan jasa telekomunikasi baik dalam fungsi pengaturan, pengawasandan pengendalian penyelenggaraan jaringan telekomunikasi dan penyelenggaraanjasa telekomunikasi.a. Pengaturan, meliputi penyusunan dan penetapan ketentuan penyelenggaraanjaringan telekomunikasi dan penyelenggaraan jasa telekomunikasi, yaitu :1. Perizinan penyelenggaraan jaringan telekomunikasi danpenyelenggaraan jasa telekomunikasi;2. Standar kinerja operasi;3. Standar kualitas layanan;4. Biaya interkoneksi;5. Standar alat dan perangkat telekomunikasi.b. Pengawasan terhadap penyelenggaraan jaringan elekomunikasi danpenyelenggaraan jasa telekomunikasi, yaitu :1. Kinerja operasi;2. Persaingan usaha;3. Penggunaan alat dan perangkat telekomunikasi.c. Pengendalian terhadap penyelenggaraan jaringan telekomunikasi danpenyelenggaraan jasa telekomunikasi, yaitu :1. Penyelesaian perselisihan antar penyelenggara jaringan telekomunikasidan penyelenggara jasa telekomunikasi;2. Penggunaan alat dan perangkat telekomunikasi;5. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Komsumena. Tujuan perlindungan konsumen sesuai pasal 3, antara lain :1) Meningkatkan kesadaran,kemampuan, dan kemandirian konsumenuntukmelindungi diri;2) Mengangkat harkat dan martabat konsumen dengan caramenghindarkannya dari ekses negatif pemakaian barang dan/atau jasa;3) Meningkatkan pemberdayaan konsumen dalam memilih, menetukan, danmenuntut hak-haknya sebagai konsumen;
  35. 35. 264) Menciptakan sistem perlindungan konsumen yang mengandung unsurkepastian hukum dan keterbukaan informasi serta akses untukmendapatkaninformasi;5) Menumbuhkan kesadaran pelaku usaha mengenai pentingnyaperlindungan konsumen sehingga tumbuh sikap yang jujur danbertanggung jawab dalam berusaha.b. Hak Konsumen sesuai pasal 4, antara lain :1) Hak untuk memilih barang dan/atau jasa serta mendapatkan barangdan/atau jasa tersebut sesuai dengan nilai tukar dan kondisi sertajaminan yang dijanjikan;2) Hak atas informasi yang benar, jelas dan jujur mengenai kondisi danjaminan barang dan/atau jasa;3) Hak untuk didengar pendapat dan keluhannya atas barang dan/atau jasayang digunakan;4) Hak untuk mendapat pembinaan dan pendidikan konsumen;5) Hak untuk diperlakukan atau dilayani secara benar dan jujur serta tidakdiskriminatif.c. Kewajiban pelaku usaha sesuai pasal 7, antara lain :1) Beritikat baik dalam melakukan kegiatan usahanya;2) Memberikan informasi yang benar, jelas, dan jujur mengenai kondisi danjaminan barang dan/atau jasa serta memberi penjelasan penggunaan,perbaikan, dan pemeliharaan;3) Memperlakukan atau melayani konsumen secara benar danjujur sertatidak diskriminatif;4) Menjamin mutu barang dan/atau jasa yang diproduksi dan/ataudiperdagangkan berdasarkan ketentuan standar mutu barang dan/ataujas yang berlaku.d. Penyelenggara SMS Premium yang melakukan pelanggaran dan menipu sertamerugikan konsumen dapat terkena pasal-pasal Undang-undang Nomor 8Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen antara lain :
  36. 36. 271) Pada pasal 15 yaitu pelaku usaha dalam menawarkan barang dan/ataujasa dilarang melakukan dengan cara pemaksaan atau cara lain yangdapat menimbulkan gangguan baik fisik maupun psikis terhadapkonsumen.2) Pasal 18 f yaitu pelaku usaha dalam menawarkan barang dan/atau jasayang ditujukan untuk diperdagangkan dilarang membuatataumencantumkan klausula baku pada setiap dokumen dan/atauperjanjian apabila memberi hak kepada pelaku usaha untuk mengurangimanfaat jasa atau mengurangi harta kekayaan konsumen yang menjadiobjek jual beli jasa.e. Penyelenggara SMS Premium yang melanggar pasal 15 dan 18 f dapatdikenakan sanksi pidana terhadap pelaku usaha dan/atau pengurusnya sesuaidengan pasal 61 dan pasal 62 ayat 1 yaitu pelaku usaha yang melanggarketentuan sebagaimana dimaksud dalam pasal tersebut dipidana denganpidana penjara paling lama 5 (lima) tahun atau pidana denda paling banyakRp. 2.000.000.000,- (dua miliar rupiah).C. Penyelenggaraan TelekomunikasiPerkembangan jumlah pengguna telepon seluler di Indonesia tumbuh sangat pesat,melampaui pengguna telepon tetap sejak tahun 2001. Pada kuartal 1 tahun 2005 inijumlah pelanggan telepon tetap Indonesia baru mencapai 8,6 juta SST (sumber:TELKOM), sementara jumlah pelanggan telepon bergerak telah mencapai angka 40 jutapengguna di akhir tahun 2005 (sumber: ATSI). Tetapi, seiring dengan peningkatan jumlahpengguna, tingkat churn (nomor telepon hangus) di pasar diperkirakan juga semakinmeningkat. Tingkat churn rata-rata industri seluler di Indonesia saat ini sebesar 6%-7%(sumber: INDOSAT).
  37. 37. 28Tabel 1. Pertumbuhan PenggunaTelepon Seluler di IndonesiaTahunJumlahPenggunaPertumbuhan1996 563.000 -1997 1.068.000 90%1998 1.066.000 0%1999 2.424.000 127%2000 3.569.000 47%2001 6.223.000 74%2002 11.448.000 84%2003 18.900.000 65%2004 29.000.000 53%2005 40.000.000 38%Sumber: ATSIDari segi operator, Indonesia kini memiliki beberapa operator besar, sepertiTelkomsel, Indosat, dan Excelcomindo Pratama yang layanannya berbasis GSM(Global System for Mobile Communication), yang kemudian meningkat denganadanya layanan data berbasis GPRS (General Packet Radio Service) dan EDGE(Enhance Data Rate for GSM Evolution).Layanan berbasis CDMA (Code Division Multiple Access) dengan teknologitransfer data hingga 2 Mbps (mega bit per second) juga telah diselenggarakan diIndonesia, yakni CDMA2000 1X-EVDO (Evolution Data Optimized). Hingga saatini, tercatat ada 4 (empat) operator yang menggunakan teknologi CDMA2000-1X,yaitu : 3 (tiga) perusahaan dengan menggunakan layanan fixed wireless yaituPT.Telkom dengan TelkomFlexi-nya menawarkan telepon murah yang setara
  38. 38. 29dengan pulsa telepon rumah dengan lisensi nirkabel tetap. Selain itu ada Staroneyang dimiliki PT. Indosat dan Esia milik kelompok Bakrie pada PT. Bakrie Telecomyang sebelumnya menjalankan layanan telekomunikasi dengan merek Ratelindo.Satu lagi telepon selular adalah PT. Mobile-8 Telecom, anak perusahaanBimantara, yang menggunakan merk Fren.Banyaknya jumlah operator dan jenis-jenis layanan baru yang menarik semakinmendorong peningkatan jumlah pengguna ponsel, termasuk juga pengguna PDA(Personal Digital Assistant) yang dipadukan dengan ponsel. Tahun 2005 takkurang dari 40 juta orang telah menggunakan ponsel, atau sekitar 17% dari jumlahpenduduk Indonesia yang 233 juta jiwa.Di sisi lain pengguna kartu prabayar menurut Direktorat Jenderal Pos danTelekomunikasi, Departemen Komunikasi dan Informatika pada tanggal 25 Juli2007 telah mencapai 80.070.663 pelanggan, dengan rincian dapat dilihat padatabel. 1.2., sebagai berikut :Tabel 2. Jumlah Pelanggan Kartu Prabayar Menurut Operator Telekomunikasipada Tanggal 25 Juli 2007No. Operator Telekomunikasi Jumlah1. PT. Telkomsel Tbk. 41.001.0002. PT. Indosat Tbk. 19.636.9903. PT. Exelcomindo Pratama 9.743.2454. PT. Telkom Tbk. 4.251.6425. PT. Mobile-8 Telecom 2.175.7316. PT. Bakrie Telecom 1.997.1277. PT. Huchinson CP. Telecommunications 1.057.3388. PT. Sampoerna Telekomunikasi Indonesia 198.0009. PT. Natrindo Telepon Seluler 9.590Jumlah 80.070.663Sumber : Ditjen Postel
  39. 39. 30D. Perkembangan Teknologi SMSSMS (Short Message Service) secara umum dapat diartikan sebagai sebuah service yangmemungkinkan ditransmisikannya pesan text pendek dari dan ke mobile phone, fax,mesin, atau internet protocol address. Disebut pesan text pendek karena pesan yangdikirimkan hanya berupa karakter text dan tidak lebih dari 160 karakter. PentransmisianSMS menggunakan kanal signalling, bukan kanal suara, sehingga kita dapat sajamenerima SMS walaupun kita sedang melakukan komunikasi suara.Dalam perkembangannya, SMS menjadi salah satu service yang banyak diminati dandigunakan oleh user, hal ini karena teknologi SMS memiliki beberapa keunggulan, antaralain :1. Harganya murah;2. Merupakan ”deliver oriented service”, artinya pesan akan selalu diusahakan untukdikirimkan ke tujuan. Jika suatu saat nomor tujuan sedang tidak aktif atau di luarcoverage, maka pesan akan disimpan di SMSC server dan akan dikirimkansesegera setelah nomor tujuan aktif kembali. Pesan juga akan tetap terkirim ketujuan walaupun nomor tujuan sedang melakukan pembicaraan atau sibuk;3. Dapat dikirim ke banyak penerima sekaligus pada saat yang bersamaan;4. Pesan dapat dikirmkan ke berbagai jenis tujuan, seperti e-mail, IP ataupun applikasilain;5. Kegunaannya banyak, dengan cara diintegrasikan dengan applikasi content, SMSdapat digunakan untuk berbagai macam keperluan seperti kuis, voting, chatting,reservasi, request informasi, sensus/survey, dan lainnya tergantung dengankegunaan dan fungsi aplikasi content yang terhubungan dengan SMSC.SMS adalah salah satu teknologi messaging atau penyampaian pesan. SMS sendiri mulaidikenalkan pada era teknologi wireless generasi ke 2 (2G), yaitu pada saatdimungkinkannya melakukan komunikasi data pada telekomunikasi wireless.Tabel di bawah ini menunjukan perkembangan dari teknologi messaging (SMS/MMS) darimulai era teknologi generasi pertama (1G) sampai ke teknologi 3G.
  40. 40. 31Tabel 3. Perkembangan Teknologi Messaging (SMS/MMS) dari Generasi Pertama (1G)sampai dengan Generasi Ketiga (3G)Generasi Frekuensi Kbps. Teknologi Service Keterangan1G.800 Mhz.range 9,6 AMPS Circuit- switched wirelessanolag voice Limited system capacityand capability No dataTidak bisaSMS2G.800, 900dan 1900Mhz. range9,6 -14,4 TDMA GSM CDMA Circuit- switched wirelessdigital voice data Security lebih baik Kapsitas lebih besar Support komunikasi dataBisa SMS2,5G.1900 Mhzrange56 -144 GPRS CDMA2000-1X EDGE Circuit- switched wirelessdigital voice data Diperkenalkannya packet-switched data services Kecepatan & kapsitas lebihbaik Tahapmigrasi ke3G Bisa SMS,EMS danMMS3G. 2 Ghz.144vehicle,384outside,2 Mbpsindoors WCDMA CDMA2000-MX UMTS Packet-switched wireless Voice dan data Encrypsi, high-speedmultimedia Bisa SMS,EMS, MMS 3G platforms: komunikasimultimediakecepatantinggiSumber : DiolahDalam perkembangannya, SMS kemudian dikembangkan menjadi EMS(Enhanced Message Service), dimana dengan EMS jumlah karakter yang bisadikirimkan dalam 1 SMS menjadi lebih banyak dan dapat juga digunakan untukmengirimkan pesan berupa non-karakter (dapat berupa gambar sederhana). PadaEMS, untuk pengiriman pesan yang lebih dari 160 karakter, maka pesan akandipecah menjadi beberapa buah di mana masing-masingnya terdiri dari tidak lebihdari 160 karakter. Misalnya pesan yang dikirimkan terdiri dari 167 karakter, makapesan ini akan dipecah menjadi 2 buah SMS (1 buah SMS dengan 160 karakterdan 1 SMS dengan 7 karakter). Kedua SMS ini akan dikirimkan sebagai 2 SMSterpisah dan di sisi penerima akan digabungkan menjadi satu SMS lagi.
  41. 41. 32Pada saat mulia digunakannya teknologi packet switch seperti GPRS, maka servicepengiriman pesanpun berkembang, tidak hanya sebatas text saja, tapi juga bisa dalambentuk gambar dan suara (multimedia), service ini dikenal dengan nama MMS (MultimediaMessage Service). Dengan MMS user dapat mengirimkan pesan lebih hidup karena dapatberupa gambar (statik dan bergerak), suara, ataupun gabungan keduanya.E. Arsitektur Jaringan SMSGambar di bawah ini menunujukan salah satu contoh arsitektur jaringan GSM denganSMS center (SMSC) di dalamnya.Gambar 5. Arsitektur Jaringan GSM dengan tambahan SMS CenterDengan SMS, kita dapat mentransmisikan pesan singkat dari dan ke Mobile Subscriber(MS). Pengiriman pesan singkat ini (SMS) dimungkinkan dengan adanya sebuah SMSC(Short Message Service Center). Secara umum SMSC berfungsi menerima SMS yangdikirim, menyimpannya untuk sementara, dan memforward (mengirimkan) SMS tersebutke mobile subscriber (MS) ataupun ESME tujuan.
  42. 42. 33External Short Message Entities (ESME) adalah device selain MS yang dapat berfungsiuntuk menerima atau mengirim SMS. Pada umumnya ESME dipakai untuk menciptakanlayanan yang lebih beragam kepada pelanggan ataupun untuk meningkatkan performancejaringan telekomunikasi dari operator telekomunikasi wireless yang bersangkutan. ESMEdapat berupa antara lain :VMS (Voice Mail Service)VMS (Voice Mail Service) berfungsi untuk menerima, menyimpan danmemperdengarkan voice mail (pesan suara) yang ditujukan kepada subscriber.Pesan suara ini direkam ketika ada orang yang hendak menghubungi subscribertertentu, tapi subscriber tersebut alam keadaan tidak aktif, sibuk, ataupun di luarcoverage, sehingga si pemanggil tidak dapat tersambung dengannya. Pada saat ini,pemanggil dapat meninggalkan pesan berupa suara dan akan disimpan di VMS.Pada suatu saat nanti, apabila subscriber yang akan dipanggil tadi sudah aktifkembali atau sudah idle, dia akan menerima notifiksi bahwa ada pesan suarauntuknya, dan dia dapat mendengarkan pesan suara tersebut dengan merequestVMS untuk memperdengarkannya di handsetnya.Web.Dengan teknologi internet yang berkembang pesat, MS dapat mengirimkan SMS danlangsung ditampilkan dalam suatu halaman web.E-Mail.MS dapat juga mengirimkan SMS ke suatu alamat e-mail dan akan diterima sebagaisebuah e-mail.Aplikasi content lainnya.Dengan perkembangan teknologi IT, terutama dibidang software, maka SMS dapatdigunakan untuk berbagai macam tujuan, seperti : voting, reservasi tiket, registrasianggota suatu komunitas, games/kuis, survey, bahkan memungkinkan juga untukdigunakan sebagai sarana Pemilu (Pemilihan Umum). Semua itu dimungkinkankarena adanya aplikasi-aplikasi content yang mendukung.Bila sebuah SMS dikirimkan dari MS A ke MS B, maka SMS itu akan diteruskan oleh BSSke MSC dan kemudian ke SMSC. SMSC berfungsi mengirimkan SMS tersebut ke MS B.
  43. 43. 34Untuk keperluan ini, SMSC harus tahu bagaimana status subscriber (aktif/tidak aktif),dimana lokasi MS B berada. Informasi-informasi mengenai MS B ini didapat dari HLR.Jika misalnya MS B dalam keadaan aktif, maka SMSC akan mengirimkan SMS ke MS Bmelalui MSC A, MSC B dan kemudian MS B. Bila misalnya MS B dan MS A adalah MSdari 2 operator yang berbeda, maka pada saat pengirman SMS dari A ke B, maka SMStersebut hanya akan melalui SMSC A, tidak singgah lagi di SMSC B.Jika misalnya, MS B dalam keadaan tidak aktif, maka SMS tidak akan diforward danditeruskan ke MSB, tapi akan disimpan untuk sementara di SMSC. Pada kondisi ini,SMSC A akan selalu berkomunikasi dengan HLR untuk mengetahui kondisi MS B. Bilasuatu saat SMSC mendapatkan informasi dari HLR bahwa MS B aktif kembali, maka SMSakan diteruskan ke MSC A, MSCB, dan MS B.Gambar di bawah ini menunjukan alur skenario pengiriman SMS MO dari MS ke ESME(SMS Originating).Gambar 6. Skenario SMS MO (Mobile Originating)1. MS diaktifkan dan ter-register ke networknya;2. MS mengirimkan SMS ke MSC;3. MSC berkomunikasi dengan VLR untuk memverifikasi bahwa message yang dikirimkansesuai dengan supplementary service yang ada dan MS tidak sedang dalam keadaandiblok untuk mengirimkan SMS;4. MSC mengirimkan SMS ke SMSC dengan menggunakan operasi forward ShortMessage;
  44. 44. 355. SMSC meneruskan SMS ke SME. Secara optional, SMSC dapat juga menerimaacknowledgment bahwa SMS telah diterima SME;6. SMSC membertitahukan MSC bahwa SMS telah dikirim ke SME.Dan gambar di bawah ini menunjukan alur skenario SMS yang diterima MS dari ESME(SMS Terminating).Gambar 7. Skenario SMS MT (Mobile Terminating)1. ESME mengirimkan SMS ke SMSC;2. Setelah menerima SMS, SMSC akan berkomunikasi dengan HLR mengetahui statusdan lokasi MS;3. SMSC meneruskan SMS ke MSC;4. MSC akan menghubungi VLR untuk mengetahui informasi dari MS. Dalam tahap initermasuk juga proses authentikasi MS;5. Jika MS dalam keadaan aktif dan tidak diblock, MSC mentransfer SMS ke MS;6. MSC akan mengirimkan informasi delivery message ke SMSC;7. Jika diminta oleh ESME, SMSC akan mengirimkan status report ke ESME.F. Penyelenggara SMS PremiumDalam sebuah layanan SMS Premium, umumnya minimal terdapat dua pihak yang terlibatdalam layanan ini. Yang pertama tentu saja pihak penyelenggara telekomunikasi,
  45. 45. 36misalnya PT. Telkomsel Tbk.(simpati, hallo, kartu as), PT. Exelcomindo Pratama (XL), PT.Indosat Tbk (Matrix, IM3, starone), PT. Mobile-8 Telecom (Fren), PT. Telkom Tbk.(Flexi), PT. Bakrie Telecom (Esia) dan Tree (3). Sementara yang kedua adalah ContentProvider (CP). Content Provider inilah yang menyediakan konten dan bertanggung jawabterhadap seluruh muatan dan data yang dikirim melalui SMS ke pelanggan. Kemudianpenyelenggara telekomunikasi hanya bertanggung jawab soal teknis kirim mengirim dantidak mengurusi masalah mengenai konten sama sekali.Peranan Penyelenggara SMS Premium, meliputi antara lain :1. Menciptakan, menumbuhkan dan mengembangkan industri content yang mandiridengan mendorong pengembangan industri local content, yaitu :a. Menyediakan insentif khusus bagi mitra penyedia content lokal;b. Menumbuhkan lingkungan usaha yang kondusif;c. Memfasilitasi infrastruktur telekomunikasi yang mendukung untukpengembangannya.2. Membangun industri content yang sehat, khususnya SMS premium dengan terusmeningkatkan fungsi controlling monitoring dalam penyelenggaraannya, yaitu :a. Menjamin penegakan aturan main, reward dan punishment dalampenyelenggaraan SMS premiuma. Membangun sistem yang bersifat self controlling , di bidang teknis maupunlegal, dalam rangka pencapaian tujuan industri sehat tersebutDalam hal ini dapat diketahui beberapa penyelenggara SMS Premium melibatkanberbagai pihak yang terkait langsung, yaitu :1. Penyelenggara TelekomunikasiTerselenggaranya SMS Premium ditentukan dengan adanya penyelenggaratelekomunikasi yang merupakan salah satu pihak yang menentukan keberhasilanlayanan ini. Penyelenggara telekomunikasi memberikan nomor akses kepadapenyelenggara penyedia konten dengan 4 (empat) digit nomor akses. Secara teknis,layanan ini dapat tersambung dengan dipasangnya server dari content providerpada jaringan yang telah terinterkoneksi dengan sistem serving GPRS support note(SGSN) yang dimiliki operator telekomunikasi. Penyelenggara telekomunikasi iniadalah penyelenggara dengan jaringan lokal dengan mobilitas terbatas yang lebih
  46. 46. 37dikenal dengan fixed wireless menggunakan teknologi CDMA maupunpenyelenggara telepon selular dengan menggunakan teknologi GSM yang intinyadapat digunakan untuk keperluan SMS.2. Penyelenggara Penyedia Konten (Content Provider)Penyelenggara penyedia konten ini yang sangat bertanggung jawab terhadapseluruh isi atau muatan dan data yang dikirim melalui SMS ke pelanggan.Sementara operator telekomunikasi hanya bertanggung jawab terhadap teknispengiriman dan tidak bertanggung jawab terhadap isi atau muatan sama sekali.Penyelenggara penyedia konten (Content Provider) yang menyelenggarakan SMSPremium saat ini telah mencapai sekitar 200 perusahaan, 30% content providerbergabung pada Indonesian Mobile and Online Content Provider Association(IMOCA). Hal ini seiring dengan pesatnya berkembangan bidang telekomunikasi dansekaligus semakin meningkatnya jumlah penggguna telepon bergerak.Beberapa penyelenggara penyedia konten di Indonesia, antara lain :Tabel 4. Daftar Penyedia Content di IndonesiaNo. Content Provider Produk1. Alpha OmegaReligius Muslim, Kriten, Budha dan Hindu,Tips-tips motivasi, manajemen, humor dankeluarga2.Integra SolusindoTelematikaMusic, graphic and video, information, Quiz3. Iquana SMSRingTone, color graphic, theme dan javageme4. Ponsel PlanetRing Tone, ja geme, color graphic, SMSzodiak gaul, SMS kocok rezeki, SMS kuis5. Mobile GaulWallpaper, ringtone, graphic animation,picture message, operator logo, java games,SMS chat, gaul‟s groovy SMS, gaul cool stuffSMS6. TigerMooColor graphic, graphic animation, ringtone,game, picture message7. ShaboxRingtone,wallpaper, game, chating, SMSMkalender harian muslim, SMS teks lucu,graphic animation8. 123xfunRingtone, color graphic, theme, dan javagameSumber : Internet (content provider)
  47. 47. 38Ke depan, ponsel yang telah terkonvergensi itu akan menjadi perangkat yangsangat handal dan berdayaguna dalam berbagai keperluan, misalnya untukkomunikasi suara, komunikasi data, kirim email, koneksi internet hinggasebagai organizer dan dengan dukungan teknologi yang semakin canggih.Koneksi nirkabel pun tampaknya semakin dimungkinkan, karena saat ini adabeberapa vendor yang telah mengembangkan ponsel yang mendukungteknologi Wi-Fi.Namun, kalau kita lihat perkembangannya di Indonesia, peningkatan jumlahpengguna ponsel, belum diimbangi dengan meningkatnya jumlah dan variasicontent, kekayaan content akan menjadi basis persaingan layanan ponsel kedepan. Di Indonesia, boleh dikata content lokal masih belum berkembang danpenyedia content juga tampaknya belum cukup diberi peluang yang kondusifdan luas oleh para operator yang ada. Meski di banyak operator berkembangdi negara-negara lain content dianggap sebagai salah satu penunjang bisnisoperator seluler, sementara di Indonesia kalangan operator belummenganggap penyedia content sebagai mitra sinergi dalam menggaetpelanggan. Operator masih melihat dirinya sebagai postur yang sangatpowerful dalam bisnis seluler. Hal tersebut terlihat dari kebijakan yang diambiloleh operator selular, antara lain adalah sebagai berikut:a. Setiap content provider wajib menjamin bahwa revenue layanannya perbulan lebih dari batas minimum tertentu. Apabila untuk periode 1 (satu)bulan revenue layanan berada di bawah nilai tersebut, maka contentprovider (CP) dikenakan penalti yang besarnya adalah selisih antaraminimum revenue dan revenue bulan tersebut (operator revenue).b. Revenue sharing yang diterapkan oleh operator seluler kepada masing-masing CP terlalu kecil mengingat peran yang dilakukan oleh CP, yaitusebagai pengembang layanan dan pemasar layanan. Sedangkan porsirevenue sharing operator selular, yang hanya berperan sebagaipenyedia jaringan beserta pembebanan pelanggan, porsinya terlalubesar.
  48. 48. 39Revenue minimum serta revenue sharing yang diterapkan oleh masing-masing operator selular adalah sebagai berikut:Tabel 5. Kebijakan Operator Selular terhadapPenyelenggaraan Jasa Nilai TambahNo OperatorKelasCPOperatorRevenueMinimumRevenueMinimumLayananRevenue SharingOperator CP1 Telkomsel Basic 10.000.000 16.666.667 60 % 40 %2 Telkomsel Silver 50.000.000 100.000.000 50 % 50 %3 Telkomsel Gold 100.000.000 250.000.000 40 % 60 %4 Indosat Social None None 50 % 50 %5 Indosat Comercial25.000.000 76.900.000 50 % 50 %6 Excelcom - 25.000.000 38.910.000 45 % 55 %Sumber : DiolahKurangnya content-content lokal yang kaya akan variasi dan jenisnya itu,pada saat yang sama berdampak pada penggunaan ponsel yang masih lebihbanyak untuk keperluan komunikasi suara, yakni 80 persen, sedang 20persen lainnya untuk SMS atau MMS. Dua penggunaan inilah yang masihcukup dominan dalam memberi penghasilan kepada para operator.Lemahnya perkembangan content lokal ini, juga berdampak, baik terhadapoperator dalam upaya meningkatkan jumlah pengguna dan penggunaanponsel, para vendor yang produk-produknya sudah menyediakan fitur-fituryang sangat beragam, maupun terhadap kreativitas pembuatan dan bisniscontent lokal.Sebenarnya, tuntutan terhadap content lokal cukup besar, sejalan dengansemakin meningkatnya kemampuan dan layanan yang disediakan oleh paraoperator, misalnya dengan diterapkannya teknologi terkini, seperti GPRS(General Packet Radio Service) dan EDGE (Enhanced Data Rate for GSMEvolution), yang dianggap akan menjadi pendorong tumbuhnya content lokal.Dari data Telkomsel dan Indosat, terlihat adanya penurunan jumlah penyediacontent di Indonedia antara tahun 2004-2005. Pada tahun 2004 ada sekitar130 penyedia content, sementara di akhir tahun 2005 turun menjadi sekitar50 saja. Ini merupakan dampak dari diberlakukannya kebijakan baru
  49. 49. 40mengenai sistem bisnis antar operator-operator seluler dengan penyediacontent yang mensyaratkan adanya pendapatan minimum per bulan untuksetiap penyedia content. Karena tidak dapat memenuhi pendapatan minimumtersebut, maka banyak penyedia content lokal yang gulung tikar.Indonesia sesungguhnya sangat potensial dalam pengembangan contentlokal, bukan saja karena jumlah penduduk yang besar, pengguna ponselyang terus meningkat, melainkan terbukanya kreativitas yang luas denganberbagai kekayaan alam dan budaya menjadi setting pembuatan contentlokal. Ke depan, tampaknya perlu ada kemitraan strategis antara paraoperator dengan para penyedia dan pebisnis content lokal ini, kalau tak mau“dijajah” para penyedia content asing. Masalahnya bukan anti asing,melainkan bagaimana potensi yang sangat besar yang kita miliki dapatdioptimalkan, bahkan bukan saja untuk keperluan pasar lokal, melainkanpasar mancanegara, terutama dimana “titik temu budaya serumpun” dapatdijadikan sebagai titik singgung kreativitas yang secara nilai lebih mendekati.Di sisi lain, content-content yang dikembangkan pun tidak selalu yang terkait denganberita (news), nada dering, melainkan yang lebih menarik terutama bagi pasar anak-anak muda, yang memang sangat dominan dalam mengkonsumsi content-content diponsel.3. Penyelenggara MediaMedia yang menyelenggarakan SMS Premium terdapat paling sedikit 2 (dua) media,yaitu :a. TelevisiPeran media televisi sangat strategis dalam penyelenggaraan SMS Premium,karena media televisi di Indonesia dengan jangkauan penyiarannya telahmencapai ke pelosok-pelosok daerah terpencil dan daerah perbatasan dengannegara tetangga, media televisi merupakan media yang mampu memberikantontonan yang menarik dengan interaksi gambar dan suara, sehingga sangatbanyak diminati oleh berbagai lapisan masyarakat, dari masyarakat menengahkeatas sampai masyarakat menengah ke bawah. Pada saat ini yang telah
  50. 50. 41memiliki siaran nasional sebanyak 11 (sebelas belas) statium televisi dapatdilihat sebagaimana terdapat dalam tabel I.6. di bawah ini :Tabel 6. Media Televisi yang penyelenggarakan SMS PremiumNo. NamaTelevisiKonten TarifPer SMSNomorOperatorKeterangan1. TVRI2. RCTIIndonesian Idol Rp. 2.000,- 9288Pemilihan Penyanyidan pengirim SMSmendapatkan hadiahIdola Rp. 2 000,- 9388Untuk mengetahuitentang seorangidola3. SCTV SCTV Award Rp. 2000,- 7288 Pemilihan groundband favorit4. TPI KDI-4 Rp. 2.000,- 6288- PemilihanPenyanyi terbaikdangdut- Hadiah pengirimSMS : Rp. 15 juta5. ANTV Seleb MendadakdangdutRp. 2000,- Pemilihan penyanyidangdut selebriti6. INDOSIAR Mama Mia Rp. 2.000,- 3949Memilih penampilanterbaik peserta perepisode7. METRO TV Mentro Kuis Rp. 2000,-Hadiah mobil, motordan uang jutaanrupiah8. TRANS TV KampusExtravaganzaRp. 2.000,- 9070 Memilih bintangvaganza yang baru9. TRANS 710. LATIVI Dangdut VS Pop Rp. 2.000,- 9699 Memilih penyanyifavorit11. GLOBAL TV Ikon Rp. 2.000,- 9288 Memilih pemusikfavoritSumber : Diolahb. Surat KabarSelain media televisi yang sering digunakan oleh masyarakat adalah mediasurat kabar. Peran media surat kabar adalah memberikan ruang iklan dalammenyelenggarakan SMS Premium seperti yang dilakukan oleh Media suratkabar Bisnis Jakarta contoh bentuk SMS Premium, yaitu :
  51. 51. 421) Parenting bersama Hj. Neno Warisman dengan isi tips-tips bermanfaatdalam mendidik dan mengasuh putra-putri anda dengan ketik REG BJNENO kirim ke 3477 dan biaya SMS Premium sebesar Rp. 1.300,-2) Feng Shui bersama Master feng Shui Dr. Akino W. Azzro dengan isi ilmupengetahuan bagi kesuksesan anda dengan ketik REG BJ FS kirim ke3477 dan biaya SMS Premium sebesar Rp. 1.300,-3) Tips seputar dapur dan masakan bersama Sisca Soewitomo dengan ketikREG BJ TD kirim ke 3477 dan biaya SMS Premium sebesar Rp. 1.300,-G. Penyelenggaraan Layanan SMS Premium1. LayananProgram SMS Premium ini berbeda dengan SMS pada umumnya. Saat ini, jenisnyasudah sangat beragam. Seperti berita, skor (pertandingan/lomba), profil figurpublik/artis, kencan virtual (Chatting), humor, atau yang kini lagi populer adalahmencari ayat-ayat kitab suci atau ramalan. Seluruh jenis-jenis layanan ini dapatdiperoleh melalui SMS. Masyarakat yang ingin memperoleh jenis-jenis layanan SMSPremium ini dapat mengirim sebuah kata kunci yang sudah dipromosikan untuksebuah layanan ke sebuah nomor yang biasanya memiliki angka digit empat buah.Setelah itu akan menerima balasan (reply) sesuai permintaan.Panjang muatan balasan biasanya tidak akan lebih dari 160 karakter. Ini adalahjumlah karakter maksimal pengiriman dan penerimaan sms dalam sebuah ponsel,yang tak hanya berlaku untuk premium. Dalam lalu lintas SMS umum, jumlah ini pulayang berlaku. Jika lebih dari 160 karakter, maka karakter sisa akan terkirim melaluiSMS berikutnya.2. Mekanisme LayananSeiring dengan perkembangan SMS premium akhirnya harus menggunakan prosespendaftaran. Dengan kata lain, masyarakat diharuskan berlangganan untukmendapatkan akses dan mengikuti layanan. Pada awalnya dalam prosespendaftaran tidak memiliki acuan baku atau standar, ada yang menggunakan katakunci "REG", "Daftar", atau "SUB". Ketiga kata kunci ini (keyword), digunakan untukberlangganan. Apabila masyarakat ingin mengirim tulisan itu ke nomor tertentu,
  52. 52. 43maka langsung dianggap sebagai pelanggan. Sedangkan untuk berhentiberlangganan disediakan kata kunci "UNREG", "Stop", atau "UNSUB", setelahmengirim kata kunci tersebut, maka seorang pengguna tidak lagi dianggap sebagaipelanggan. Proses layanan SMS Premium dapat pula menggunakan kombinasi"REG ON" untuk berlangganan dan "REG OFF" untuk berhenti berlangganan. Saatini proses berlangganan dan tidak berlangganan layanan SMSM Premium telahdisepakati menggunakan kata ”REG” untuk berlangganan dan ”UNREG” berhentiberlangganan.3. Biaya dan KeuntunganSeperti diketahui, tarif yang diberlakukan pada umumnya dalam layanan SMSpremium adalah Rp 2000,- Keuntungan dari biaya ini tidak sepenuhnya dimiliki olehcontent provider, namun juga oleh penyelenggara telekomunikasi. Perhitungannyaadalah sebagai berikut :Dari Rp 2000,- itu, pihak penyelenggara telekomunikasi terlebih dahulu mengambilatau pemotong misalnya sebesar Rp 350,- untuk fasilitas layanan sms umum,sisanya kemudian dibagi dua antara penyelenggara telekomunikasi mendapatbagian 50% atau 60% dan content provider mendapat bagian 50% atau 40%.4. Permasalahan terhadap layanan SMS Premiuma. Kesulitan tidak berlangganan (unreg)Permasalahan yang dianggap cukup merugikan masyarakat ada pada urusandaftar dan berhenti. Masyarakat yang sudah mengirim SMS Premium untukberhenti, tetapi layanan tidak berhenti dan informasi tetap dikirim. Hal inimerupakan tanggung jawab content provider dalam melaksanakan bisnislayanan SMS Premium.Pada awalnya, layanan SMS premium tidak memerlukan proses langgananatau registrasi, namun saat ini, banyak content provider yang jumlahpendapatannya tidak memadai untuk membiayai ongkos server padapenyelenggara telekomunikasi. Oleh karena itu penyelenggara telekomunikasimewajibkan setiap content provider untuk memiliki program daftar agarkonsumen menjadi terikat. Hal Ini ada kaitannya dengan wajib membayar
  53. 53. 44dalam jumlah tertentu dari hasil keuntungan yang dibebankan kepada contentprovider. Tentu saja content provider harus mampu memenuhi kewajibanterebut.Jika keuntungan yang diperoleh melebihi jumlah ditetapkan, makakelebihannya menjadi milik content provider. Apabila kurang diperoleh, makacontent provider harus tetap membayar sebagaimana yang telah ditetapkan.Besaran pembayaran juga tergantung kepada kelas rekening di penyelenggaratelekomunikasi. Ada yang standar, premium, silver dan gold. Semakin tinggitingkatannya, semakin tinggi pula jumlah pembayarannya. Kelas ini pula yangmenentukan apakah content provider tertentu bisa memiliki nomor aksespribadi atau tidak. Pemberlakuan tentang kewajiban tersebut, di kemudian haribanyak kegiatan layanan SMS Premium yang dilakukan content provider tidakdapat dipertanggungjawabkan, terutama kepada content provider yang tidakjelas kredibilitasnya. Hal ini terkadang content provider yang punya kredibilitasbagus dianggap sama dengan content provider yang tidak jelas kredibilitasnya.b. Pengiriman konten tidak terbatasSeringkali terjadi berbagai permasalahan di masyarakat misalnya seseorangmendaftar program berita yang diadakan sebuah situs berita terkenal.Kemudian menerima berita yang sudah pernah dikirim sebelumnya denganjumlah pengirim yang tidak terbatas. Dalam peraturan yang ditetapkanpenyelenggaraan telekomunikasi, setiap content provider hanya diperbolehkanmengirim maksimal dua SMS dalam sehari, dengan maksud, supaya pulsaorang tidak dieksploitir. Layanan yang disediakan juga seharusnya punyadaftar pilihan waktu. Apakah layanan ingin dikirim setiap pagi dan sore atausebagainya. Misalnya, layanan itu adalah skor pertandingan sepakbola(livescore), maka hanya dimungkinkan mengirim dalam bentuk Half Time(istirahat) dan Full Time (selesai),. namun content provider tidak melaksanakanketentuan ini.c. Pengambilan pulsaMinat masyarakat terhadap layanan SMS Premium yang begitu banyak tidakterlepas dari berbagai masalah yang dihadapi masyarakat, seperti cukupbanyak masyarakat pengguna yang merasa tertipu atau dimanfaatkan oleh
  54. 54. 45Content Provider dalam bentuk pulsa. Layanan SMS Premium yang diperolehtidak selalu memuaskan, tetapi justru pulsa di kartu ponsel habis disedot ataudiambil.d. Penipuan dengan motif kuis berhadiahLayanan SMS Premium yang lain dan cukup banyak minat masyarakat adalahkuis berhadiah. Kuis berhadiah ini dengan kegiatan pemberian pertanyaanyang sangat mudah kepada masyarakat dan masyarakat yang ingin berminatdapat menjawab pertanyaan tersebut dengan kirim ke nomor kode aksestertentu dengan tarif SMS Premium Rp.2.000,-/SMS. Kemudian akhir programhadiah tidak diumumkan atau diberikan kepada pemenang.e. Tidak adanya Customer ServiceProgram SMS Premium menggunakan sebuah program yang dibuat denganbahasa komputer, sebuah bahasa yang cukup tinggi tingkat kesulitannya.Karena berhubungan dengan lalu lintas data, maka celah gangguannya jugatinggi. Itulah sebabnya dibutuhkan orang khusus yang mengurusi teknik(technical support). Kontinyu, tanpa putus, 24 jam. Jika masalah teknis ada dipenyelenggara telekomunikasi.Kewajiban content provider selain mengenai data juga memilah siapa yangharus dikirimi data dan siapa yang tidak lagi menjadi anggota pelanggan.Kegiatan ini dikerjakan melalui program komputer, bukan penyelenggaratelekomunikasi yang mengirim data ke satu demi satu pelanggan, namunmasalah pengambilan pulsa, kesalahan ada di pihak content provider.Kemudian untuk menghindari kerugian di masa yang akan datang, masyarakatharus mampu menyikapi layanan SMS Premium yang memberikan layananterbaik dan dapat dipertanggung-jawabkan. Content provider yang baikbiasanya memiliki departemen Costumer Service yang bisa diakses kapansaja, terutama layanan SMS premium yang dipromosikan dalam suatu media,apabila tidak tercantum costumer service maka layanan SMS Premiumtersebut diragukan kebenarannya.
  55. 55. 46Perbedaan peran antara content provider dengan penyelenggaratelekomunikasi yaitu content provider memilah dan mengelola nomorpelanggan yang masih aktif dan tidak aktif serta menyediakan data layanan(berita, skor, humor, ramalan, chatting, dsb-nya) untuk nomor yang masih aktif(menjadi paket data siap antar). Sedangkan penyelenggara telekomunikasimemastikan paket data bisa terkirim (penyelenggara telekomunikasi sebagaijembatan antara content provider dengan masyarakat pengguna dalam haldata layanan).Selanjutnya masyarakat harus seteliti mungkin dengan nomor akses layananSMS Premium yang dimiliki content provider. Jika ingin mengirim SMSPremium ke nomor akses tertentu, maka informasi yang diperoleh tentunyadari nomor akses tersebut. Jika bukan dari nomor akses yang dikirim, makatentunya patut mempertanyakan kebenaran informasi layanan SMS Premiumtersebut.H. Perlindungan Pengguna Layanan SMS PremiumDalam melakukan perlindungan pengguna layanan SMS Premium, beberapa hal dapatdijelaskan sebagai berikut :1. Fungsi pengguna/konsumen antara lain :a. Fungsi pengguna/konsumen sebagai definerKonsumen menentukan layanan yang diinginkan dan tidak diinginkan.Kemudian konsumen memberikan kontribusi untuk menentukan standarmengenai kenyamanan, kemudahan akses dan prosedur.b. Fungsi pengguna/konsumen sebagai InformanKonsumen adalah sumber informasi utama mengenai apa yang terjadi dalampelayanan yang diberikan oleh pihak penyedia jasa.c. Fungsi pengguna/konsumen sebagai EvaluatorKonsumen sebagai penerima pelayanan sekaligus juga berperan sebagaipembanding layanan mana yang terbaik. Kermudian pelayanan petugas manayang baik, penyedia konten, operator telekomunikasi mana yang lebih baik.
  56. 56. 472. Hak Konsumena. Hak atas kemanan dan kenyamanan1) Kualitas jaringan;2) Perlindungan data diri;3) Promosi yang tidak diperlukan.b. Hak atas informasi1) Informasi layanan konten sangat terbatas;2) Promosi memberikan informasi yang menyesatkan;3) Cara mengaktifkan dan membatalkan layanan.c. Hak untuk memilih1) Harusnya didasarkan pada informasi yang jelas dan lengkap;2) Tingkat literasi konsumen sangat bervariasi;3) Positive option.d. Hak untuk mendapatkan pendidikan konsumen1) Pendidikan untuk menjadi „smart user‟ hampir tidak ada;2) Layanan konten didominasi untuk kepentingan konsumtif.e. Hak untuk mendapatkan ganti rugiPengguna kartu pra bayar hampir tidak memiliki hak ini.3. Mekanisme Pengaduana. Akses (Access) – kemudahan konsumen mengadu1) Biaya – murah, idealnya gratis;2) Prosedur – sederhana;3) Bukti-bukti – tidak mempersulit, fokus pada keadilan;4) Menyeluruh – semua aspek pengaduan tercakup dalam sekalipenyelesaian;5) Dapat diakses secara langsung – tidak dilempar-lempar;6) Disosialisasikan secara baik dan dimengerti oleh konsumen;7) Ketersediaan – untuk semua konsumen, bukan hanya di kota-kota besarsaja.b. Kejujuran (Fairness)
  57. 57. 481) Pertanggungjawaban kepada publik – skema terbuka dan keputusandisampaikan pada publik;2) Independen – tidak terpengaruh siapa yang mendanai; petugas ditunjukoleh badan independen;3) “Hati Nurani” (Natural Justice).c. Keefektifan (Effectiveness)1) Ruang lingkup – komprehensif dan memuaskan;2) Kecepatan;3) Mengatasi problem sistemik – bukan hanya kasus-kasus individual;4) Keputusan yang mengikat bagi industri.
  58. 58. 49BAB VHASIL PENGUMPULAN DATAA. Data PrimerPengumpulan data primer penyelenggaraan layanan SMS Premium, telah kembali jawabankuesioner dari penyelenggara telekomunikasi yaitu PT. Telkomsel, PT. ExelcomindoPratama, untuk content provider telah kembali dari PT. Alpha Omega Wahana Nusantara dan PT.Integra Solusindo Telematika, Sedangkan data yang belum diperoleh dari regulator (Ditjen Posteldan BRTI) dan PT. Indosat.Lokasi survey untuk masyarakat pengguna telah dilaksanakan 4 (empat) lokasi daerah yaituMedan, Manado, Denpasar dan Makassar dari 14 (empat belas) lokasi daerah, karenapelaksanaan pendataan untuk 10 lokasi lainnya tidak dapat dilaksanakan dengan berlakunyakebijakan baru dalam penggunaan anggaran tahun 2007. Dengan berkurangnya lokasi survei inimaka jumlah sampel masyarakat pengguna menjadi 4 x 60 sampel = 240 sampel.Data primer yang terkumpul adalah sebagai berikut :1. Penyelenggara Telekomunikasia. Kebijakan telekomunikasiKeputusan Menteri Perhubungan Nomor 21 Tahun 2001 Tentang PenyelenggaraanJasa Telekomunikasi berikut berubahannya Keputusan Menteri Perhubungan Nomor30 Tahun 2004 Tentang Penyelenggaraan Jasa Telekomunikasi, secara keseluruhanbelum mengatur secara jelas mengenai SMS Premium terutama yang menyangkutmasalah pertanggung jawaban produk dan kualitas layanan atas produk yangditawarkan kepada basis pelanggan penyelenggara jasa teleponi dasar, sehinggapenyelenggara teleponi dasar seringkali bertindak sebagai pihak yang melayanikeluhan layanan tersebut, padahal seharusnya layanan tersebut adalah merupakantanggung jawab penyedia jasa SMS Premium.b. Tidak perlu ada izin tertulis dalam penyelengaraan SMS Premium.Berdasarkan sifat bisnis dari SMS Premium, sesungguhnya penyedia jasa SMSMPremium dapat digolongkan ke dalam penyedia konten, namun Keputusan MenteriPerhubungan Nomor 21 Tahun 2001 berikut perubahannya tidak mengatur mengenaipenyelenggara konten, tetapi pemerintah melalui Ditjen Postel dapat menetapkanaturan-aturan dengan persyaratan minimum dalam penyelengaraan SMS Premium.
  59. 59. 50c. Tahapan proses layanan SMS Premium dari penyedia konten sampai denganmasyarakat pengguna, adalah sebagai berikut :Pihak content provider harus mengajukan permohonan ke penyelenggaratelekomunikasi dengan melengkapi dokumen-dokumen izin perusahaan danpersyaratan-persyaratan teknis dan operasi lainnya dari penyelenggaratelekomunikasi. Untuk setiap layanan yang akan dipasarkan, pihak content providerjuga harus memberikan product brief pada pihak penyelenggara telekomunikai berikutsystem pentarifannya.d. Minat masyarakat terhadap layanan SMS PremiumMinat masyarakat cukup bagus dan industri ini akan bertumbuh seiring makin beragamlayanan yang ada, yang harus dilakukan saat ini adalah bagaimana industri ini bisaberkembang dengan baik dan menerapkan mekanisme berlangganan dan berhentiberlangganan dengan mudah untuk pengguna telekomunikasi.e. Tarif layanan SMS premium yang relatif mahal bila dibandingkan dengan tarif SMSbiasaSMS Premium dalam pengembangannya memerlukan investasi yang cukup besarberupa perangkat keras dan perangkat lunak, baik dari sisi aplikasi maupunoperasionalnya. Kemudian juga manfaat atau nilai tambah dari konten. Oleh karena itutarif layanan SMS premium lebih mahal dari tarif biasa.f. Model bisnis dan kerjasama provider atau pihak lain dalam penyelengaraan SMSPremiumIndustri ini tumbuh sangat cepat dan selama ini melakukan self regulated denganmereferensi ke beberapa aturan yang ada di berbagai industri, termasuk aturantelekomunikai. Pihak content provider memiliki perjanjian kerjasama tersendiri denganpihak service provider dan service provider berhubungan dengan pihak operatortelekomunikasi. Dalam beberapa hal tertentu, content provider juga dapat bertindaksebagai service provider. Model bisnis yang ada saat ini ditetapkan berdasarkan tugasdan tanggung jawab masing-masing pihak dan disepakati bersama oleh pihak-pihakyang terlibat.g. Kendala yang dihadapi dalam penyelengaraan layanan SMS Premium :1) Aturan-aturan mengenai konten apa yang boleh dan btidak boleh digunakan;2) Beberapa content provider tidak siap menghadapi perubahan yang memerlukankreatif dengan layanan yang menarik;
  60. 60. 513) Banyaknya layanan SMS premium, sehingga menuntut penyelenggaratelekomunikasi untuk melakukan monitoring yang ektra ketat.h. Penyelenggara SMS Premium di masa depan1) Industri jasa SMS Premium tetap bertumbuh dimasa mendatang denganpergeseran bentuk layanan berbasis SMS ke data dan video;2) Pelanggan akan lebih selektif dalam memilih layanan yang sesuai dengankebutuhannya;3) Pihak content provider akan lebih kreatif dalam memberikan layanan konten-kontennya, sehingga bagi content provider yang tidak memiliki layanan kontenyang mempunyai ciri khas sekaligus menarik akan tersisi dalam persaingan.2. Penyelenggara Konten (Content Provider)a. Pengaturan penyelenggaraan SMS PremiumDalam rangka meningkatkan layanan SMS Premium kepada masyarakat pengguna,beberapa hal diperjelas aturan antara lain :1) Peraturan-peraturan yang diperbolehkan dan tidak diperbolehkan contentprovider dalam menyelenggarakan layanan SMS Premium;2) Standar mekanisme penyelenggaraan layanan berhadiah;3) Content provider asing yang sudah di blacklist di negaranya sebaiknya tidakdiperkenankan menyelenggarakan di Indonesia.b. Tidak perlu perizinan dalam penyelenggaraan layanan SMS Premium, tetapi aturanyang dipertegas bagi penyedia konten dan diantara operator telekomunikasi denganpenyedia konten sudah ada perjanjian yang cukup kuat serta tidak merugikanmasyarakat pengguna.c. Peran industri jasa SMS Premium, antara lain :1) Network ProviderPenyelenggaraan layanan SMS Premium dalam hal ini penyedia jaringan adalahpara operator telekomunikasi yang berperan sangat besar dalammenyelenggarakan SMS Premium yang berkualitas dengan billing yang adil,benar dan dapat dipertanggung jawabkan. Dimasa depan network providermeningkatkan mutu jaringan dan transparansi dalam billing.2) Acces Provider
  61. 61. 52Peran access provider hampir tidak ada dalam penyelenggaraan layanan SMSPremium.3) Service ProviderPeran access provider hampir tidak ada dalam penyelenggaraan layanan SMSPremium.4) Aplikasi ProviderPenyedia aplikasi layanan SMS Premium membuat program aplikasi yanginovatif dan bermanfaat bagi masyarakat pengguna.5) Content ProviderPenyedia konten berperan sangat besar dengan terselenggaranya layanan SMSPremium dengan menyediakan konten yang bermanfaat, menarik, menghibur,konten yang benar dan dapat dipertanggung-jawabkan. Dimasa depan contentprovider dapat lebih berinovasi dengan layanan konten yang bermutu danbermanfaat bagi masyarakat pengguna.d. Tahapan proses layanan SMS Premium dari penyedia konten sampai denganmasyarakat pengguna, adalah sebagai berikut :Content provider memberikan atau menawarkan product brief kepada para operatortelekomunikasi. Product brief adalah suatu uraian singkat mengenai program,mekanisme mengikuti program, tariff, media promosi dll. Kemudian setelah productbrief disetujui oleh operator telekomunikasi. Selanjutnya content provider bersamadengan operator telekomunikasi akan mengadakan user acceptance test atau mengujipemakaian penerimaan/penggunaan product brief , sebelum layanan konten SMSPremium tersebut diluncurkan atau dipromosikan kepada masyarakat luas.e. Jenis-jenis layanan SMS Premium yang berada pada content providerSetiap content provider memberikan jenis layanan SMS Premium berbeda-bedakontennya, misalnya antara lain :1) PT. Alpha Omega Wahana Nusantaraa) 70% untuk komunitas religius Muslim, Kristen, Budha dan Hindu;b) 30% untuk hal yang lain seperti tips motivasi, manajemen, humor, keluargadll.2) PT. Integra Solusindo Telematikaa) Music content

×