Makalah ips geografi

6,702
-1

Published on

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total Views
6,702
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
37
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Makalah ips geografi

  1. 1. MAKALAH IPS GEOGRAFI Nama : Dinda widya susanti Kelas : IX F No. Absen : 11
  2. 2. Negara Maju dan Negara Berkembang - Rangkuman singkat Ø Penggolongan Negara-negara di dunia berdasarkan kesejahteraan atau kualitas hidup rakyatnya : a) Negara Maju adalah Negara yang rakyatnya memiliki kesejahteraan atau kualitas hidup yang tinggi. (Eropa dan Amerika Utara) b) Negara berkembang adalah Negara yang rakyatnya memiliki tingkat kesejahteraan atau kualitas hidup taraf sedang atau dalam perkembangan (Asia,Afrika,Amerika Selatan/Amerika latin) Ø Indikator dalam penggolongan Negara sebagai Negara maju atau berkembang : a) Pendapatan Perkapita adalah : rata-rata pendapatan penduduk suatu Negara dalam satu tahun. Diperoleh dari hasil bagi antara Produk Nasional Bruto dengan jumlah penduduk. Sebuah Negara dikatakan makmur apabila pendapatan perkapitanya tinggi.Namun,pendapatan perkapita bukan penentu kemakmuran suatu Negara. b) Jumlah penduduk miskin Suatu Negara dikatakan makmur apabila jumlah rakyat/penduduk yang miskin sedikit. c) Angka Kematian Bayi dan Ibu Melahirkan d) Angka Melek Huruf e) Tingkat pertumbuhan penduduk Biasanya terjadi di negara berkembang f) Kualitas penduduk(Tingkat pendidikan,tingkat pendapatan,tingkat kesehatan) g) Kemajuan teknologi dan penggunaannya h) Kemajuan industry dan penggunaannya i) Pengolahan Sumber Daya Alam Ø Ciri-ciri Negara Maju dan Berkembang a) Negara Maju : 1. Pertanian termasuk peternakan dan perikanan untuk industrialisasi,diekspor 2. Aktivitas perekonomian menggunakan sarana dan prasarana modern
  3. 3. 3. Perkembangan Ilmu pengetahuan dan teknologi yang menunjang industry secara cepat 4. Pendapatan rata-rata penduduk tinggi 5. Pendidikan dan keterampilan penduduk cukup tinggi 6. Sifat kemandirian masyarakatnya tinggi 7. Tidak tergantung pada alam 8. Tingkat pertumbuhan penduduk rendah 9. Angka harapan hidup tinggi 10. Intesitas mobilitas tinggi b) Ciri-ciri Negara berkembang : 1. Pertanian termasuk peternakan dan perikanan hanya untuk memenuhi kebutuhan sendiri dan keluarga 2. Pada umumnya aktivitas masyarakat menggunakan sarana dan prasarana tradisional 3. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi berdasarkan pengalaman dan lamban 4. Pendapatan relative rendah 5. Pendidikan penduduknya rata-rata rendah 6. Sifat penduduk kurang mandiri 7. Sangat tergantung pada alam 8. Tingkat pertumbuhan penduduk tinggi 9. Angka harapan hidup rendah 10. Intensitas mobilitasw rendah Ø Negara maju memiliki pendapatan perkapita relative lebih tinggi daripada Negara berkembang. Implikasi dari pendapatan perkapita yang tinggi adalah kemampuan membeli bahan makanan yang lebih bergizi dan lebih memadai.
  4. 4. PERSEBARAN NEGARA MAJU DAN NEGARA BERKEMBANG 1. Wilayah Persebaran Negara Maju wilayah persebaran negara maju di dunia sebagian terletak di belahan bumi utara, yang meliputi Benua Eropa : Inggris, Prancis, Belanda, Jerman, Spanyol, Swedia, Norwegia, Finlandia, Denmark, Belgia dan Swiss, Benua Asia : Jepang, Korea Selatan dan Taiwan, Benua Amerika : Kanada dan Amerika Serikat. Selain negara tersebut diatas, Australia dan New Zealand juga termasuk negara maju yang terletak di belahan bumi selatan. 2. Wilayah Persebaran Negara Berkembang Wilayah persebaran negara berkembang sebagian besar terletak di belahan bumi selatan, yang meliputi Benua Asia, Benua Amerika dan Benua Afrika. A. Wilayah persebaran negara berkembang di Benua Asia 1. Asia Tengah : Kazakstan, Uzbekistan, Turkmenistan, Tajikistan, Kirgiztan. 2. Asia Selatan : Bangladesh, India, Pakistan, Nepal, Bhutan dan Sri Lanka. 3. Asia Tenggara : Indonesia, Singapura, Myanmar, Filipina, Thailand, Kamboja, Vietnam, Laos, Malaysia, Timor Leste dan Brunei Darussalam. 4. Asia Barat Daya (Timur Tengah): Irak, Iran, Turki, Arab Saudi, Yaman, Oman, Lebanon dan Syria. B. Wilayah persebaran negara berkembag di benua Amerika 1. Amerika Tengah : Meksiko, Guatemala, Honduras, El Savador, Panama, Belize dan Kosta Rika. 2. Kepulauan Karibia : Kuba, Haiti, Dominika, Jamaika, Bahama, Barbados, Trinidad dan Tobago. 3. Amerika Selatan : Bolivia, Ekuador, Brazil, Kolombia, Venezuela, Chili, Uruguay, Paraguay, Guyana, Peru, Suriname. C. Wilayah persebaran negara berkembang di Benua Afrika Dibenua Afika terdapat kurang lebih 55 dan sebagian besar merupakan negara berkembang dan negara miskin. Contoh negara berkembang yaitu Kenya, Nigeria, Mesir, Sudan , Angola dan Kongo.
  5. 5. Negara-negara yang di golongkan sebagai neghara maju dan berkembang di dunia Negara Negara maju Jepang Jepang merupakan negara kepulauan yang terletak di kawasan Asia Timur, tepatnya di sebelah Timur daratan Semenanjung Korea. Secara astronomis, Jepang berada antara 30°LU - 46°LU dan 128°BT - 179°BT. Luas negara ini sekitar 377.837 km² dengan jumlah penduduk mencapai 127.333.000 jiwa. Berdasarkan kedua indikator tersebut, rata-rata kepadatan penduduk Jepang sekitar 323 jiwa/ km².Sebagai negara kepulauan, Jepang memiliki beberapa pulau besar sebagai pulau utama, yaitu Honshu (pulau terluas sekaligus letak ibukota Jepang, Tokyo), Hokkaido, Kyushu, dan Shikoku.Selain itu, terdapat lebih dari 3.000 pulau kecil yang mengelilinginya. Di bidang perekonomian, Jepang banyak memegang peran penting, pendapatan perkapitanya yang tinggi (mencapai 31.410 US dollar) serta kestabilan mata uangnya mengantarkan Jepang sebagai salah satu negara maju di kawasan Asia. Di percaturan dunia, Jepang, Singapura, dan Korea Selatan mendapat julukan “Macan Asia” karena kemampuan negara negara tersebut dalam memperkukuh pengaruh perekonomiannya di kawasan Asia. Berikut ini beberapa bentuk kemajuan Jepang di berbagai bidang :
  6. 6. Kemajuan Di Bidang Pertanian Daratan Jepang banyak terdapat gunung dan pegunungan, sehingga topografinya relatif kasar.Kondisi ini menyebabkan Jepang memiliki luas wilayah pertanian yang tidak begitu luas, yaitu hanya ± 16% dari seluruh wilayah daratannya.Akan tetapi, meskipun luas wilayah pertaniannya relatif sempit, Jepang ternyata mampu menghasilkan produk pertanian yang berkualitas.Hal ini dipengaruhi oleh kesuburan tanah dan kemampuan sumber daya manusia dalam mengolah dan berinovasi di bidang pertanian, terutama dalam pemanfaatan teknologi dalam menciptakan varietas - varietas baru unggulan, pupuk, alat - alat pertanian dan obat - obatan. Hasil - hasil pertanian Jepang antara lain padi, kentang, jagung, sayur - sayuran, teh, jeruk, dan apel. Kemajuan Di Bidang Perikanan dan Peternakan Ikan merupakan bahan makanan kegemaran mayoritas penduduk Jepang. Oleh karena itulah pemenuhan akan konsumsi ikan (terutama ikan laut) di Jepang sangat tinggi. Hal ini didukung oleh adanya pertemuan arus hangat dan arus dingin (Kurosyiwo dan Oyasyiwo) di perairan Jepang yang kaya akan ikan. Hasil - hasil perikanan Jepang meliputi ikan salmon, makarel, tuna, hiu, haring, dan paus.Kesemuanya itu sebagian dikonsumsi langsung dan sebagian lagi diolah sebagai makanan kaleng.Adapun peternakan yang banyak berkembang di Jepang adalah peternakan babi, ayam, dan sapi. Kemajuan Di Bidang Industri Jepang merupakan negara industri besar.Bahkan saat ini Jepang menduduki peringkat kedua setelah Amerika Serikat sebagai negara industri besar di dunia.Produk industri Jepang telah tersebar ke berbagai pelosok dunia.Produk - produk tersebut meliputi produk permainan, barang elektronik, mobil/otomotif, obat - obatan/bahan kimia, tekstil, bahan makanan olahan, semen, kertas dan barang cetakan, kamera, dan alat transportasi.Bahkan, saat ini hasil industri otomotif Jepang merupakan hasil industri otomotif terbesar dunia. Hasil pembangunan negara Jepang di bidang industri ini sangat luar biasa, mengingat Jepang miskin sumber bahan
  7. 7. mineral, sehingga sebagian besar bahan baku industri tersebut diimpor dari negara lain, termasuk dari Indonesia. Kota - Kota Utama Jepang 1. Tokyo, merupakan ibukota Jepang, sekaligus sebagai pusat pemerintahan, perdagangan, dan pendidikan bertaraf internasional. 2. Osaka, merupakan kota terbesar kedua Jepang, sekaligus sebagai pusat industri tekstil. 3. Nagoya, merupakan pusat industri pesawat terbang, otomotif, lokomotif, dan industri besar lainnya. Keberadaan kota ini oleh orang Jepang dianggap sebagai “ibukota” Jepang di wilayah tengah. 4. Kyoto, merupakan ibukota Jepang hingga tahun 1868, kota ini sekarang berkembang sebagai pusat pendidikan dan kebudayaan. 5. Ginza, merupakan pusat hiburan, bisnis, dan perdagangan bertaraf internasional. Amerika Serikat Amerika Serikat merupakan negara benua yang terletak di kawasan Benua Amerika Utara, tepatnya di antara 24°33’LU - 70°23’LU dan 112°BB 66°BB.Luas negara ini mencapai 9.826.630 km² dengan jumlah penduduk sekitar 293.027.570 jiwa.Berdasarkan perbandingan luas wilayah dengan jumlah penduduknya, maka rata - rata kepadatan penduduk Amerika Serikat hanya sekitar 32 jiwa/km². Kepadatan penduduk ini pada umumnya berada di
  8. 8. kawasan perkotaan, terutama di kota - kota wilayah pantai Timur dan pantai Barat. Di bidang perekonomian, Amerika Serikat banyak memegang peran penting, bahkan dapat dikatakan mendominasi, terutama terhadap negara - negara yang sedang berkembang.Dengan pendapatan perkapita mencapai 36.010 US dollar dan kestabilan mata uangnya, Amerika Serikat mampu memosisikan diri sebagai negara maju.Berikut ini beberapa bentuk kemajuan Amerika Serikat. Kemajuan Di Bidang Pertanian Sebagai negara kontinental, Amerika Serikat mempunyai lahan yang masih sangat luas, bahkan dapat dikatakan hampir 47% lahan di Amerika Serikat masih digunakan untuk lahan pertanian. Dalam pelaksanaannya, lahan lahan tersebut dikonsentrasikan dalam beberapa produk unggulan, seperti berikut ini. 1. Kawasan lahan gandum yang disebut wheat belt, dapat dibedakan atas gandum musim dingin (winter wheat) yang terletak di daerah Kansas dan gandum musim semi (spring wheat) yang terletak di Montana, North Dakota, dan South Dakota.
  9. 9. 2. Kawasan lahan kapas yang disebut cotton belt dan merupakan penghasil kapas terbesar di dunia, terdapat di Texas, Alabama, 3. Georgia, dan Lousiana. 4. Kawasan lahan jagung yang disebut corn belt, terletak di daerah Ohio, Iowa, Minnesotta, Missouri, dan Indiana. Selain pola pertanian per kawasan tersebut, Amerika Serikat juga mengembangkan pertanian secara umum, seperti perkebunan tembakau di Tennesse dan Virginia, perkebunan tebu di muara Sungai Mississippi, serta sayuran dan buah - buahan. Kemajuan Di Bidang Peternakan dan Perikanan Peternakan sangat maju dan telah lama dikembangkan di Amerika Serikat. Hal ini dikarenakan Amerika Serikat banyak memiliki area padang rumput (praire) yang sangat luas. Adapun hewan ternak utama adalah sapi, kuda, biri - biri, babi, dan unggas. Hasil ternak utama adalah daging, kulit, wol, susu, dan telur. Adapun perikanan diusahakan secara besar - besaran di wilayah Samudra Atlantik. Kemajuan Di Bidang Pertambangan Bidang pertambangan merupakan salah satu kegiatan yang telah lama dikembangkan di Amerika Serikat.Dengan kemampuan sumber daya manusia dan peralatan modern yang dimilikinya, Amerika Serikat mampu mengolah sendiri kekayaan alamnya.Berikut ini beberapa bahan mineral utama di Amerika Serikat. 1. Batubara; merupakan bahan tambang mineral terbesar di Amerika Serikat. Lokasi penambangannya membentang dari Alabama hingga Pensylvania. 2. Minyak bumi; cadangan minyak bumi Amerika Serikat juga tergolong besar, daerah pertambangannya tersebar di Ohio, Texas, Oklahoma, Pensylvania, dan California. 3. Bijih besi; banyak diusahakan di sepanjang Pegunungan Mesabi (Mesabi Range) di dekat Danau Superior. 4. Emas; terdapat di Nevada, Sacramento, dan Colorado. 5. Tembaga, timah, dan bouksit; banyak diusahakan di Arkansas, Arizona, dan Montana. Kemajuan Di Bidang Perindustrian
  10. 10. Perindustrian telah berkembang dan bahkan saat ini dapat dikatakan sebagai tulang punggung perekonomian di Amerika Serikat.Berikut ini beberapa industri besar di Amerika Serikat. 1. Industri baja di Pittsburgh, Chicago, Birmingham, dan Cleveland. 2. Industri kilang minyak di Texas dan Oklahoma. 3. Industri tembaga di Montana. 4. Industri tekstil di Georgia dan Carolina. 5. Industri pesawat terbang, mobil, dan peralatan militer di Seatle dan Los Angeles. 6. Industri mesin pertanian di Waterivo. 7. Industri wol dan sutra di Pensylvania, Massachussets, New Jersey, dan South Carolina. Kemajuan Di Bidang Perdagangan Sebagai negara yang menganut paham ekonomi kapitalis dan perdagangan bebas, bidang perdagangan mengalami perkembangan yang sangat pesat.Hampir semua negara di dunia ini menjalin hubungan dagang dengan Amerika Serikat.Amerika Serikat mengekspor mesin - mesin, otomotif, pesawat terbang, barang elektronika, bahan - bahan makanan dan minuman olahan, persenjataan, alat-alat kedokteran, bahan-bahan kimia, dan obatobatan, serta masih banyak lagi. Adapun impor Amerika Serikat terutama berasal dari negara - negara sedang berkembang berupa bahan bahan baku industri, seperti minyak dan gas, kayu, kopi, gula, karet, dan berbagai bahan baku industri lainnya. Kota - Kota Utama di Amerika Serikat Sebagai negara maju yang sangat dominan di percaturan dunia, Amerika Serikat memiliki banyak kota terkenal. Beberapa kota terkenal tersebut, antara lain berikut ini. 1. Washington, D.C., merupakan pusat kendali pemerintahan Amerika Serikat sekaligus letak istana kepresidenan. 2. New York, merupakan kota terbesar sebagai pusat perdagangan dunia, di kota ini berdiri gedung pusat perdagangan dunia (World Trade Center Building/WTC) dan pusat pasar bursa dunia (The New York Stock Exchange/NYSE). Di kota ini juga terdapat markas besar PBB. 3. Los Angeles, merupakan kota terbesar kedua dan berperan sebagai kota pusat industri perakitan, komunikasi, keuangan, dan busana. Lalu lintas
  11. 11. pelabuhan udaranya merupakan yang terpadat di Amerika Serikat. Kota ini juga merupakan pusat industri pesawat terbang dan perlengkapan militer. 4. Chicago, merupakan kota terbesar ke tiga. Kota ini dikenal sebagai pusat pemotongan hewan ternak, pusat pengecoran logam dan baja, produsen alatalat kedokteran, perlengkapan perkeretaapian, sabun, cat, kosmetika, mesin - mesin industri, dan perlengkapan olah raga. 5. Philadelphia, pusat industri kimia, obat - obatan, pengolahan makanan, dan barang-barang cetakan. Kota ini juga terkenal karena kemajuannya di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi sehingga mengantarkan Philadelphia sebagai kota pusat industri kesehatan utama Negara - Negara Sedang Berkembang Brasil Brasil merupakan negara terbesar di wilayah Amerika Selatan, tepatnya di antara 5°LU - 34°LS dan 35°BB - 74°BB. Luas negara ini mencapai 8.547.404 km² dengan jumlah penduduk sekitar 184.101.110 jiwa.Rata-rata kepadatan penduduk di Brasil hanya sekitar 22 jiwa/km².Mayoritas penduduknya masih tinggal di daerah pedesaan dengan tingkat penghasilan yang belum begitu tinggi.Di bidang perekonomian, Brasil menunjukkan peningkatan pendapatan perkapita negaranya dari tahun ke tahun hingga mencapai 2.590 US dollar.Pendapatan tersebut didukung oleh kegiatan perekonomian Brasil dari berbagai sektor. Pertanian dan Kehutanan Sektor pertanian merupakan tulang punggung perekonomian negara Brasil dan menyumbangkan sekitar 45% dari komoditas ekspornya.Hingga saat ini, Brasil merupakan pengekspor kopi utama dunia, hasil - hasil pertanian
  12. 12. lainnya berupa teh, rempah - rempah, kapas, cokelat, tembakau, kayu, jagung, dan tebu.Adapun wilayah hutan di Brasil merupakan salah satu sumberdaya yang sangat penting dalam pemenuhan produk domestik dan ekspor.Sekitar dua per tiga dari hasil - hasil hutan diperoleh dari hutan tropis asli, sedangkan sepertiganya dipenuhi dari hutan - hutan baru. Hasil hasil hutan tersebut banyak dimanfaatkan untuk konstruksi dan pembuatan bubur kayu (pulp) sebagai bahan baku kertas. Perikanan Perikanan menyokong 3% dari kebutuhan protein masyarakatnya.Dua per tiga hasil perikanan dipenuhi dari hasil perikanan laut sedangkan sisanya dipenuhi dari hasil perikanan darat.' Pertambangan Pertambangan menyumbangkan 8,6% devisa bagi negara. Tambang utama di Brasil adalah bijih besi, sedangkan hasil tambang lainnya adalah emas, minyak, timah, nikel, aluminium, kapur, intan, dan berbagai macam, batu mulia. Perindustrian Industri yang berkembang di Brasil, antara lain, industri baja, tekstil, semen, pengolahan makanan, petrokimia, perakitan pesawat dan mobil, serta barang - barang kimia dan elektronik. Perdagangan 1. Ekspor: mobil dan suku cadang, besi dan baja, kopi, teh, cokelat, tebu, rempah - rempah, produk makanan, dan ternak olahan. 2. Impor: minyak dan produk olahannya, mesin - mesin mobil, kelistrikan, dan bahan - bahan kimia organik. Kota - kota utama di Brasil 1. Brasilia, merupakan ibukota dan pusat pemerintahan, pendidikan, dan kebudayaan. 2. Sao Paulo, merupakan kota pusat industri, hampir 40% industri Brasil terdapat di kota ini. Jenis industri yang dominan adalah otomotif, tekstil, dan petrokimia.
  13. 13. 3. Rio de Jeneiro, merupakan kota pelabuhan laut utama yang sangat ramai. Di kota ini juga terdapat industri bahan - bahan kimia dan gelas. 4. Porto Alegre, merupakan pusat industri pengolahan bahan makanan. Mesir Mesir merupakan negara terbesar di wilayah Afrika Utara, tepatnya di antara 22°LU - 32°LU dan 25°BT - 36°BT. Luas negara ini mencapai 997.739 km² dengan jumlah penduduk sekitar 76.117.430 jiwa. Rata - rata kepadatan penduduk di Mesir mencapai 77 jiwa/km².Wilayah Mesir yang luas tersebut kebanyakan didominasi gurun yang tidak layak untuk dijadikan tempat tinggal, sehingga penduduknya memusat di wilayah lembah Sungai Nil dan di pesisir pantainya.Adanya penduduk asli yang tinggal secara nomaden di daerah gurun menyebabkan Mesir mengalami ketimpangan dalam hal penyebaran penduduk dan pendapatannya. Meskipun memiliki banyak devisa, namun pendapatan perkapita penduduknya hanya mencapai 1.350 US dollar. Pendapatan tersebut didukung oleh beberapa kegiatan perekonomian berikut ini : Pertanian Sektor pertanian menyumbangkan 17% perekonomian negara Mesir.Meskipun didominasi wilayah gurun, namun Mesir mendapatkan berkah dari adanya aliran Sungai Nil yang menyuburkan kawasan lembah dan deltanya. Mesir terkenal sebagai penghasil kapas, gandum, kurma, zaitun, dan serat papyrus (bahan baku kertas). Seiring dengan dibangunnya proyek raksasa bendungan Aswan, maka pertanian Mesir semakin maju.Saat ini produk pertaniannya semakin berkembang dengan menghasilkan berbagai jenis buah - buahan, sayuran, padi, tebu, dan rumput-rumputan untuk makanan ternak. Peternakan dan Perikanan Selain sebagai petani, masyarakat tradisional Mesir juga banyak yang hidup dari beternak secara nomaden.Jenis hewan ternak yang dikembangkan secara tradisional adalah domba, biri - biri, dan unta. Salah satu dampak pembangunan bendungan Aswan adalah mampu mendukung kegiatan peternakan, sehingga saat ini banyak peternak yang mulai mengembangkan
  14. 14. ternaknya dengan cara - cara modern. Adapun perikanan dibedakan atas perikanan laut dan perikanan darat.Perikanan laut banyak diusahakan di perairan Laut Merah dan perairan Laut Tengah, sedangkan perairan darat banyak diusahakan di Sungai Nil dan di kawasan bendungannya. Pertambangan Hasil tambang utama Mesir adalah minyak bumi dan gas alam yang terdapat di pantai dan perairan Laut Merah serta di kawasan Gurun Libya dan Semenanjung Sinai.Selain hasil tambang utama tersebut, dikembangkan juga pertambangan fosfat, bijih besi, dan garam. Perindustrian Perindustrian termasuk di dalamnya perakitan, pertambangan, dan konstruksi, memberi masukan lebih dari 35% pendapatan nasionalnya. Hasil industri utama negara ini adalah tekstil, bahan - bahan kimia, besi, dan minyak beserta olahannya. Hubungannya dengan negara - negara maju menyebabkan Mesir juga mulai membangun perindustrian di bidang otomotif, elektronik, barang - barang rumah tangga, dan obat - obatan. Kawasan industri utama terdapat di Kairo dan Alexandria serta di berbagai zona industri di sepanjang Terusan Suez. Perdagangan 1. Ekspor berupa kapas, benang, tekstil dan permadani, minyak mentah, gas dan produk olahannya kopi, teh, cokelat, tebu, dan kurma. 2. Impor berupa mesin - mesin dan peralatan transportasi, besi dan baja, kertas dan produk olahan makanan, serta bahan - bahan kimia. Selain memperoleh devisa dari perdagangan, Mesir juga diuntungkan dengan adanya Terusan Suez yang membelah negaranya, yaitu dari pelayanan pelabuhan dan bea masuk terusan.
  15. 15. Kota - Kota Utama Di Mesir 1. Kairo, merupakan ibukota dan kota terbesar di Benua Afrika. Berfungsi sebagai pusat pemerintahan, pendidikan, dan kebudayaan. 2. Alexandria, merupakan salah satu kota tertua di dunia, saat ini berfungsi sebagai pusat kebudayaan, filsafat, dan agama. 3. Suez, merupakan kota pelabuhan yang ramai, terletak di tepi Laut Merah dan berfungsi sebagai pintu masuk Terusan Suez. 4. Port Said, merupakan kota pelabuhan yang sangat ramai. Terletak di tepi Laut Tengah dan berperan sebagai pintu masuk Terusan Suez. Di kota ini terdapat berbagai jenis industri, seperti industri kimia, pengolahan makanan, perikan.
  16. 16. Negara berkembang Negara berkembang adalah istilah yang digunakan untuk menjelaskan dan mengkategorikan negara-negara di dunia yang memiliki standar hidup relatif rendah, sektor industri yang kurang berkembang, skor Indeks Pembangunan Manusia atau Human Development Index (HDI) berada pada tingkat menengah ke bawah, serta rendahnya pendapatan perkapita. Negara yang dikategorikan sebagai Beberapa negara yang masuk kategori negara industri baru, antara lain Argentina, Brasil, Meksiko, China (termasuk Taiwan dan Hongkong), Singapura, Korea Selatan, Yunani, Spanyol, dan Portugal. Sebagian besar negara di dunia, yakni sekitar 76% dikategorikan sebagai negara berkembang. Negara-negara tersebut adalah sebagian besar negara di Afrika, Amerika Tengah, dan sebagian negara di Laut Karibia.Termasuk juga negara-negara Arab, serta sebagian besar negara Asia Tenggara. Di luar kategori negara berkembang dan negara maju, ada beberapa negara yang dikelompokkan sebagai negara gagal (failed state). Negara-negara ini masih menghadapi perang sipil serta memiliki penguasa yang otoriter.Misalnya, Afghanistan, Haiti, Somalia, Myanmar, Irak, dan Korea Utara. Menurut data The World Bank, yang termasuk negara sedang berkembang (digolongkan menurut wilayahnya) adalah sebagai berikut: 1. Negara-negara Afrika 1. Angola 19. Mali 2. Benin 20. Malawi 3. Botswana 21. Mauritius 4. Burkina Faso 22. Morocco 5. Burundi 23. Mozambique 6. Kemarun 24. Namibia 7. Chad 25. Nigeria 8. Pantai Gading 26. Rwanda 9. Kongo 27. Senegal 10. Djibouti 28. Sierra Leone 11. Mesir 29. Somalia 12. Ethiopia 30. Afrika Selatan 13. Gabon 31. Sudan 14. Ghana 32. Tanzania
  17. 17. 15. Kenya 33. Togo 16. Lesotho 34. Tunisia 17. Liberia 35. Uganda 18. Libya 36. Zimbabwe 2. Negara-negara Amerika Utara, Tengah, dan Karibia 1. Bahamas 8. Haiti 2. Barbados 9. Honduras 3. Costa Rica 10. Jamaica 4. Cuba 11. Nicaragua 5. Rep. Dominika 12. Panama 6. El Salvador 13. Trinidad-Tobago 7. Guatemala 3. Negara-negara Amerika Selatan 1. Bolivia 6. Peru 2. Colombia 7. Suriname 3. Chile 8. Uruguay 4. Ekuador 9. Venezuela 5. Paraguay 10. Guyana 4. Negara-negara Asia 1. Afghanistan 16. Mongolia 2. Bahrain 17. Nepal 4. Bangladesh 18. Korea Utara 4. Brunei 19. Oman 5. Burma 20. Pakistan 6. Cambodia 21. Filipina 7. India 22. Qatar 8. Indonesia 23. Saudi Arabia 9. Iran 24. Sri Lanka 10. Iraq 25. Syria 11. Jordan 26. Thailand 12. Kuwait 27. Timor Leste 13. Laos 28. UAE 14. Lebanon 29. Vietnam 15. Malaysia 30. Yaman
  18. 18. 5. Negara-negara Oseania 1. Samoa (Amerika) 2. Christmas Island 3. Fiji 4. Polynesia (Perancis) 5. Guam 6.Kepulauan Marshall 7. Micronesia 8. Nauru 9. Kepulauan Mariana 10. Papua New Guinea Negara-negara berkembang terus menghadapi tantangan untuk bertumbuh menjadi negara maju, atau mengalami kemunduran dan menjadi negara gagal. Beberapa ciri utama negara berkembang dapat diberikan di bawah ini. 1. Sebagian besar penduduk (>70%) bekerja di sektor pertanian. 2. Industrinya biasanya berlatarbelakang agraris, terutama memanfaatkan hasil kehutanan, pertanian, dan perikanan (industri sektor pertama dan sektor kedua). 3. Tenaga pertanian masih mengandalkan tenaga kerja manusia. 4. Luas lahan garapan relatif sempit dengan teknologi yang sederhana sehingga hasilnya tidak maksimal. 5. Pendapatan per kapita rendah. 6. Angka kelahiran dan kematian masih tinggi. 7. Tingginya angka pengangguran karena besarnya jumlah penduduk dan terbatasnya lapangan pekerjaan. 8. Pendidikan formal tersebar secara tidak merata dengan kualitas yang buruk. 9. Kelebihan jumlah penduduk yang menyebabkan tidak terjangkau atau tidak meratanya pelayanan sosial. 10. Kedudukan dan peran wanita sangat terbatas dan cenderung dipandang sebagai kelas dua. Bentuk bentuk perubahan social budaya secara cepat dan lambat
  19. 19. 1. Definisi Perubahan Sosial Setiap manusia selama hidup pasti mengalami perubahan-perubahan. Perubahan dapat berupa pengaruhnya terbatas maupun luas, perubahan yang lambat dan ada perubahan yang berjalan dengan cepat. Perubahan dapat mengenai nilai dan norma sosial, pola-pola perilaku organisasi, susunan lembaga kemasyarakatan, lapisan-lapisan dalam masyarakat, kekuasaan dan wewenang, interaksi sosial dan sebagainya. Perubahanperubahan yang terjadi pada masyarakat merupakan gejala yang normal. Pengaruhnya bisa menjalar dengan cepat ke bagian-bagian dunia lain berkat adanya komunikasi modern. Perubahan dalam masyarakat telah ada sejak zaman dahulu. Namun, sekarang perubahan-perubahan berjalan dengan sangat cepat sehingga dapat membingungkan manusia yang menghadapinya. Definisi perubahan sosial menurut beberapa ahli sosiologi: a. William F.Ogburn mengemukakan bahwa “ruang lingkup perubahan-perubahan sosial meliputi unsur-unsur kebudayaan baik yang material maupun yang immaterial, yang ditekankan adalah pengaruh besar unsur-unsur kebudayaan material terhadap unsur-unsur immaterial”. b. Kingsley Davis mengartikan “perubahan sosial sebagai perubahan-perubahan yang terjadi dalam struktur dan fungsi masyarakat”. c. MacIver mengatakan “perubahan-perubahan sosial merupakan sebagai perubahanperubahan dalam hubungan sosial (social relationships) atau sebagai perubahan terhadap keseimbangan (equilibrium) hubungan sosial”. d. JL.Gillin dan JP.Gillin mengatakan “perubahan-perubahan sosial sebagai suatu variasi dari cara-cara hidup yang telah diterima, baik karena perubahan-perubahan kondisi geografis, kebudayaan material, komposisi penduduk, idiologi maupun karena adanya difusi ataupun penemuan-penemuan baru dalam masyarakat”. e. Samuel Koenig mengatakan bahwa “perubahan sosial menunjukkan pada modifikasimodifikasi yang terjadi dalam pola-pola kehidupan manusia”. f. Definisi lain adalah dari Selo Soemardjan. Rumusannya adalah “segala perubahanperubahan pada lembaga-lembaga kemasyarakatan di dalam suatu masyarakat, yang mempengaruhi sistem sosialnya, termasuk di dalamnya nilai-nilai, sikap dan pola perilaku di antara kelompok-kelompok dalam masyarakat”. Dari definisi di atas dapat disimpulkan perubahan sosial adalah perubahan yang terjadi dalam struktur masyarakat yang dapat mempengaruhi sistem sosial. 2. Karakteristik Perubahan Sosial Perubahan Sosial memiliki beberapa karakteristik yaitu: a. Pengaruh besar unsur-unsur kebudayaan material terhadap unsur-unsur immaterial. b. Perubahan-perubahan yang terjadi dalam struktur dan fungsi masyarakat. c. Perubahan-perubahan dalam hubungan sosial (social relationships) atau sebagai perubahan terhadap keseimbangan (equilibrium) hubungan sosial. d. Suatu variasi dari cara-cara hidup yang telah diterima, baik karena perubahan-
  20. 20. perubahan kondisi geografis, kebudayaan material, komposisi penduduk, idiologi maupun karena adanya difusi ataupun penemuan-penemuan baru dalam masyarakat. e. Modifikasi-modifikasi yang terjadi dalam pola-pola kehidupan manusia f. Segala perubahan-perubahan pada lembaga-lembaga kemasyarakatan di dalam suatu masyarakat, yang mempengaruhi sistem sosialnya, termasuk di dalamnya nilai-nilai, sikap dan pola perilaku di antara kelompok-kelompok dalam masyarakat. 3. Bentuk-bentuk Perubahan a. Perubahan lambat dan perubahan cepat Perubahan-perubahan yang memerlukan waktu yang lama, rentetan rentetan perubahan kecil yang saling mengikuti dengan lambat, dinamakan evolusi. Pada evolusi perubahan terjadi dengan sendirinya tanpa rencana atau kehendak tertentu. Perubahan tersebut terjadi karena usaha-usaha masyarakat untuk menyesuaikan diri dengan keperluan-keperluan, keadaan-keadaan, dan kondisi-kondisi baru yang timbul sejalan pertumbuhan masyarakat. Macam-macam teori evolusi: 1) Unilenear theories of evolution. Teori ini pada pokoknya berpendapat bahwa manusia dan masyarakat (termasuk kebudayaannya) mengalami perkembangan sesuai dengan tahap-tahap tertentu, bermula dari bentuk yang sederhana, kemudian bentuk yang kompleks sampai pada tahap yang sempurna. 2) Universal theory of evolution menyatakan bahwa perkembangan masyarakat tidaklah perlu melalui tahap-tahap tertentu yang tetap. Teori ini mengemukakan bahwa kebudayaan manusia telah mengikuti suatu garis evolusi yang tertentu. 3) Multilined theories of evolution. Teori ini lebih menekankan pada penelitianpenelitian terhadap tahap-tahap perkembangan tertentu dalam evolusi masyarakat. Sementara itu perubahan-perubahan sosial yang berlangsung dengan cepat dan menyangkut dasar-dasar atau sendi-sendi pokok kehidupan masyarakat. Secara sosiologis agar suatu revolusi dapat terjadi, maka harus dipenuhi syarat-syarat tertentu antara lain: 1) Harus ada keinginan umum untuk mengadakan suatu perubahan. 2) Adanya seorang pemimpin atau sekelompok orang yang dianggap mampu memimpin masyarakat tersebut. 3) Pemimpin diharapkan dapat menampung keiginan-keinginan masyarakat untuk kemudian merumuskan serta menegaskan rasa tidak puas tadi menjadi program dan arah gerakan. 4) Pemimpin tersebut harus dapat menunjukkan suatu tujuan pada masyarakat. 5) Harus ada momentum yaitu saat di mana segala keadaan dan faktor sudah tepat dan baik untuk memulai suatu gerakan. b. Perubahan kecil dan perubahan besar Perubahan kecil adalah perubahan-perubahan yang terjadi pada unsur unsur struktur sosial yang tidak membawa pengaruh langsung atau yang berarti bagi masyarakat. Perubahan mode pakaian, misalnya, tidak akan membawa pengaruh apa-apa bagi masyarakat dalam keseluruhannya, karena tidak mengakibatkan perubahan-
  21. 21. perubahan pada lembaga-lembaga kemasyarakatan. Sedangkan perubahan besar adalah perubahan-perubahan yang terjadi pada unsur-unsur struktur sosial yaitu membawa pengaruh besar pada masyarakat. c. Perubahan yang dikehendaki (intended-change) atau perubahan yang direncanakan (planned-chage) dan perubahan yang tidak dikehendaki (unitended-change) atau perubahan yang tidak direncanakan (unplanned-change) Perubahan yang dikehendaki atau direncanakan merupakan perubahan yang diperkirakan atau yang telah direncanakan terlebih dahulu oleh pihak-pihak yang hendak mengadakan perubahan di dalam masyarakat. Pihak-pihak yang menghendaki perubahan dinamakan agen of chage yaitu seseorang atau sekelompok orang yang mendapat kepercayaan masyarakat sebagai pemimpin satu atau lebih lembagalembaga kemasyarakatan. Sedangkan perubahan sosial yang tidak dikehendaki atau yang tidak direncanakan merupakan perubahan-perubahan yang terjadi tanpa dikehendaki atau berlangsung di luar jangkauan pengawasan masyarakat dan dapat menyebabkan timbulnya akibat-akibat sosial yang tidak diharapkan masyarakat. d. Perubahan Struktur dan Perubahan Proses Perubahan struktural yaitu perubahan yang sangat mendasar yang menyebabkan reorganisasi dalam masyarakat. Misalnya penggunaan alat-alat yang canggih pada perkebunan. Sedangkan perubahan proses adalah perubahan yang sifatnya tidak mendasar. Perubahan tersebut merupakan penyempurnaan dari perubahan sebelumnya. Contohnya revisi pasal-pasal Undang-undang Dasar. Sifatnya menyempurnakan kekurangan-kekurangan yang terdapat dalam pasal-pasal dalam undang-undang. 4. Perspektif Teori Perubahan Sosial Perspektif Teori Perubahan Sosial dibagi menjadi 5 yaitu: 1) Teori Evolusioner Teori evolusioner memiliki paham bahwa perubahan sosial memiliki arah yang tetap yang dilalui oleh semua masyarakat. Semua masyarakat melalui urutan pertahapan yang sama dan bermula dari tahap perkembangan awal menuju tahap perkembangan akhir. Di samping itu teori evolusioner mengatakan bahwa manakala tahap terakhir telah dicapai, maka pada saat itu perubahan evolusioner pun berakhir. Tokoh-tokoh teori evolusioner: a) Auguste Comte Auguste Comte membagi perubahan menjadi tiga tahap yaitu tahap teologis yang diarahkan oleh nilai-nilai supernatural, tahap metafisik dimana nilai-nilai supernatural digeser oleh prinsip-prinsip abstrak yang berperan sebagai dasar perkembangan budaya, dan tahap terakhir yaitu tahap positif/ ilmiah yang mana masyarakat diarahkan oleh kenyataan yang didukung oleh prinsip-prinsip ilmu pengetahuan. b) Darwin dan Herbert Spenser Teori Darwin diikuti oleh Herbert Spenser yang mengatakan bahwa orang-orang cakap dan bergairah (energetik) akan memenangkan perjuangan sedangkan orang-orang yang malas dan lemah akan tersisih.
  22. 22. c) Lewis Henry Morgan Lewis mengatakan bahwa terdapat tujuh tahap teknologi yang dilalui masyarakat yaitu dari tahap perbudakan hingga tahap peradapan. d) Karl Mark Karl Mark menyatakan tahap masyarakat pemburu primitif ke masyarakat industrialis modern. 2) Teori Siklus Perubahan sebagai suatu siklus karena sulit diketahui ujung pangkal penyebab awal terjadinya perubahan sosial. Perubahan yang terjadi lebih merupakan peristiwa prosesual dengan memandang sejarah sebagai serentetan lingkaran tidak berujung. Ibn Khaldun, salah satu teoritisi sosiohistoris mengemukakan bahwa perubahan sebagai suatu siklus, yang analisisnya memfokuskan pada bentuk dan tingkat pengorganisasian kelompok dengan latar belakang sosial budaya yang berbeda. Para penganut teori siklus juga melihat adanya sejumlah tahap yang harus dilalui oleh masyarakat, tetapi mereka berpandangan bahwa proses peralihan masyarakat bukannya berakhir. Pada tahap terakhir yang sempurna melainkan berputar kembali ke tahap awal untuk peralihan selanjutnya. Tokoh-tokoh teori siklus a) Oswald Spengler Ia berpendapat bahwa setiap peradapan besar mengalami proses pentahapan kelahiran, pertumbuhan dan keruntuhan, kemudian berputar lagi yang memakan waktu sekitar 1000 tahun. b) Pitirim Sorokin Pitirim Sorokin menyatakan terdapat tiga siklus sistem kebudayaan yang berputar tanpa akhir, yaitu kebudayaan ideasional yang didasari oleh nilai-nilai dan kepercayaan terhadap unsur supernatural, kebudayaan idealistis dimana kepercayaan terhadap unsur supernatural dan rasionalitas yang berdasarkan fakta bergabung dalam menciptakan masyarakat ideal dan terakhir kebudayaan sensasi yang merupakan tolak ukur dari kenyataan dan tujuan hidup. c) Arnold Toynbee Ia berpendapat bahwa peradaban besar berada dalam siklus kelahiran, pertumbuhan, keruntuhan dan kematian. 3) Teori perkembangan (linear) Perubahan sebagai perkembangan (linear) adalah bahwa pada dasarnya setiap masyarakat walau secara lambat namun pasti akan selalu bergerak, berkembang, dan akhirnya berubah dari struktur sosial yang sederhana menuju ke yang lebih kompleks maju dan modern. 4) Teori Fungsional (Talcott Parsons) Penganutnya menerima perubahan sebagai sesuatu yang konstan dan tidak memerlukan penjelasan.
  23. 23. 5) Teori konflik (Karl Mark) Para penganutnya berpendapat bahwa hal yang konstan adalah konflik sosial bukannya perubahan. Perubahan hanyalah merupakan akibat dari adanya konflik tersebut. Pandangan teori fungsional dan teori konflik tentang perubahan sosial Pandangan Teori Fungsional Pandangan Teori Konflik Setiap masyarakat relatif bersifat stabil terus menerus berubah Setiap komponen masyarakat biasanya menunjang kestabilan masyarakat perubahan masyarakat. Setiap masyarakat biasanya relatif terintegrasi berada dalam tegangan dan konflik Kestabilan sosial tergantung pada Kesepakatan (konsensus) dikalangan anggota. Tekanan tehadap yang satu oleh yang lainnya. Sumber diadaptasi dari Bryce F. Ryan, Social and cultural change, the Ronald Press Company, New York. 5. Proses Perubahan Sosial a. Penemuan baru (discovery) yaitu penemuan merupakan persepsi manusia yang dianut secara bersama, mengenai suatu aspek kenyataan yang semula sudah ada. b. Invensi (Invention) yaitu suatu kombinasi baru/ cara penggunaan baru dari pengetahuan yang sudah ada. c. Difusi (difution) yaitu penyebaran unsur-unsur budaya dari suatu kelompok ke kelompok lainnya. 6. Faktor Penyebab Perubahan Sosial Pada dasarnya, perubahan-perubahan sosial terjadi oleh karena anggota masyarakat pada waktu tertentu merasa tidak puas lagi terhadap keadaan kehidupannya yang lama. Normanorma dan lembaga-lembaga sosial atau sarana penghidupan yang lama dianggap tidak memadai lagi untuk memenuhi kebutuhan hidup yang baru. Selo Soemardjan dan Soelaeman Soemardi mengatakan bahwa secara umum penyebab dari perubahan sosial budaya dibedakan atas dua golongan besar, yaitu: a. Perubahan yang berasal dari masyarakat itu sendiri.
  24. 24. b. Perubahan yang berasal dari luar masyarakat. Secara jelas akan dipaparkan di bawah ini: a. Perubahan yang berasal dari masyarakat. 1) Bertambah atau berkurangnya penduduk. Perubahan jumlah penduduk merupakan penyebab terjadinya perubahan sosial, seperti pertambahan atau berkurangnya penduduk pada suatu daerah tertentu. Bertambahnya penduduk pada suatu daerah dapat mengakibatkan perubahan pada struktur masyarakat, terutama mengenai lembaga-lembaga kemasyarakatan. Sementara pada daerah lain terjadi kekosongan sebagai akibat perpindahan penduduk tadi. 2) Penemuan-penemuan baru Penemuan-penemuan baru akibat perkembangan ilmu pengetahuan baik berupa teknologi maupun berupa gagasan-gagasan menyebar kemasyarakat, dikenal, diakui, dan selanjutnya diterima serta menimbulkan perubahan sosial. Menurut Koentjaraningrat faktor-faktor yang mendorong individu untuk mencari penemuan baru adalah sebagai berikut : 1. Kesadaran dari orang perorangan karena kekurangan dalam kebudayaannya. 2. Kualitas dari ahli-ahli dalam suatu kebudayaan. 3. Perangsang bagi aktivitas-aktivitas penciptaan dalam masyarakat. 3) Pertentangan (konflik) dalam masyakat Pertentangan dalam nilai dan norma-norma, politik, etnis, dan agama dapat menimbulkan perubahan sosial budaya secara luas. Pertentangan individu terhadap nilai-nilai dan norma-norma serta adat istiadat yang telah berjalan lama akan menimbulkan perubahan bila individu-individu tersebut beralih dari nilai, norma dan adat istiadat yang telah diikutinya selama ini. 4) Terjadinya pemberontakan atau revolusi Pemberontakan atau revolusi dapat merombak seluruh aspek kehidupan sampai pada hal-hal yang mendasar seperti yang terjadi pada masyarakat Inggris, Prancis dan Rusia. b. Perubahan yang berasar dari luar masyarakat. 1) Sebab-sebab yang berasal dari lingkungan alam fisik yang ada disekitar manusia. Menurut Soerjono Soekanto sebab yang bersumber pada lingkungan alam fisik yang kadang-kadang disebabkan oleh tindakan para warga masyarakat itu sendiri. Misalnya, penebangan hutan secara liar oleh segolongan anggota masyarakat memungkinkan untuk terjadinya tanah longsor, banjir dan lain sebagainya. 2) Peperangan Peperangan yang terjadi dalam satu masyarakat dengan masyarakat lain menimbulkan berbagai dampak negatif yang sangat dahsyat karena peralatan perang sangat canggih. 3) Pengaruh kebudayaan masyarakat lain. Adanya interaksi langsung antara satu masyarakat dengan masyarakat lainnya akan menyebabkan saling pengaruh. Selain itu pengaruh dapat berlangsung melalui komunikasi satu arah yakni komunikasi masyarakat dengan media-media massa. Ada empat tipe respon psikologis individu terhadap cross-cultural contact : Pertama, tipe passing yaitu individu menolak kebudayaan yang asli dan mengadopsi
  25. 25. kebudayaan yang baru. Kedua, tipe chauvinist yaitu individu menolak sama sekali pengaruh-pengaruh asing. Ketiga, tipe marginal yaitu respon yang terombang ambing di antara kebudayaan asli dengan kebudayaan asing. Keempat, mediating yaitu individu dapat menyatukan bermacam-macam identitas budaya. 7. Faktor yang Mempengaruhi Jalannya Proses Perubahan a. Faktor Pendorong Jalannya Proses Perubahan 1) Kontak dengan kebudayaan lain Salah satu proses yang menyangkut hal ini adalah diffusion. Difusi adalah proses penyebaran unsur-unsur kebudayaan dari individu kepada individu lain dari satu masyarakat ke masyarakat lain. Dengan proses tersebut manusia mampu untuk menghimpun penemuan-penemuan baru yang telah dihasilkan. Ada dua tipe difusi yaitu difusi intra-masyarakat (intra-society diffusion) dan tipe difusi antar masyarakat (inter-society diffusion). Difusi intra-masyarakat terpengaruh oleh beberapa faktor, misalnya: a) Suatu pengakuan bahwa unsur yang baru tersebut mempunyai kegunaan. b) Ada tidaknya unsur-unsur kebudayaan yang dipengaruhi diterimanya atau tidak diterimanya unsur-unsur yang baru. c) Unsur baru yang berlawanan dengan fungsi unsur lama kemungkinan besar tidak akan diterima. d) Kedudukan dan peran sosial dari individu yang menemukan sesuatu yang baru tadi akan mempengaruhi apakah hasil penemuannya itu dengan mudah diterima atau tidak. e) Pemerintah dapat membatasi proses difusi tersebut. Sedangkan difusi antar masyarakat dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu antara lain: a) Adanya kontak antara masyarakat-masyarakat tersebut. b) Kemampuan untuk mendemontrasikan kemanfaatan penemuan baru tersebut. c) Pengakuan akan kegunaan penemuan baru tersebut. d) Ada tidaknya unsur-unsur kebudayan yang menyaingi unsur-unsur penemuan baru tersebut. e) Peranan masyarakat yang menyebarkan penemuan baru di dunia ini. f) Paksaan dapat juga dipergunakan untuk menerima suatu penemuan baru. 2) Sistem pendidikan formal yang maju Pendidikan mengajarkan kepada individu aneka macam kemampuan. Pendidikan memberi nilai-nilai tertentu bagi manusia terutama dalam membuka pikiran serta menerima hal-hal baru dan juga bagaimana cara berpikir secara ilmiah. Pendidikan mengajarkan manusia untuk dapat berpikir secara objektif bagaimana akan memberikan kemampuan untuk menilai apakah kebudayaan masyarakatnya akan dapat memenuhi kebutuhan-kebutuhan zaman atau tidak. 3) Sikap menghargai hasil karya seseorang dan keinginan-keinginan untuk maju. Apabila sikap tersebut melembaga dalam masyarakat maka masyarakat akan merupakan pendorong bagi usaha-usaha penemuan baru. Di Indonesia penghargaan terhadap karya orang lain masih belum tampak terbukti masih banyaknya penjiblakan karya demi memperoleh keuntungan pribadi atau kelompok dengan mengorbankan orang lain. Penghargaan dapat mendorong seseorang untuk
  26. 26. menciptakan karya-karya inovatif sehingga dapat medorong kemajuan disegala bidang kehidupan. 4) Toleransi Toleransi merupakan sikap menghormati dan menghargai orang lain serta tidak memaksakan apa yang dianggap dirinya benar. Toleransi terhadap perbuatan yang menyimpang (deviation), dan bukan merupakan delik. 5) Sistem terbuka lapisan masyarakat. Sistem terbuka memungkinkan adanya gerak sosial vertikal yang luas atau berarti memberi kesempatan kepada para individu untuk maju atas dasar kemampuan sendiri. Dalam keadaan demikian seseorang mungkin akan mengadakan identifikasi dengan warga-warga yang mempunyai status lebih tinggi. Identifikasi merupakan tingkah laku yang sedemikian rupa sehingga seseorang merasa kedudukan sama dengan orang atau golongan lain yang dianggap lebih tinggi dengan harapan agar diperlakukan sama dengan golongan tersebut. Identifikasi terjadi di dalam hubungan superordinasi-subordinasi. Pada golongan yang berkedudukan lebih rendah acapkali terdapat perasaan tidak puas terhadap kedudukan sosial sendiri. Keadaan tersebut dalam sosiologi disebut status-anxiety yang dapat menyebabkan seseorang dapat berusaha untuk menaikkan kedudukan sosialnya. 6) Penduduk yang heterogen Masyarakat yang terdiri dari kelompok-kelompok sosial yang mempunyai latar belakang kebudayaan, ras, ideologi yang berbeda mempermudah terjadinya pertentangan-pertentangan yang mengundang kegoncangan-kegoncangan. Keadaan yang demikian menjadi pendorong bagi terjadinya perubahan-perubahan dalam masyarakat. 7) Ketidakpuasan masyarakat terhadap bidang-bidang kehidupan tertentu. Ketidakpuasan yang berlangsung lama dalam masyarakat kemungkinan besar akan mendatangkan revolusi. 8) Orientasi kemasa depan. Setiap orang yang memiliki orientasi pemikiran kemasa depan pasti akan memiliki tekad untuk terus berusaha agar bisa hidup lebih baik. Berbagai usaha dilakukan agar bisa mencapai cita-cita yang diimpikan. 9) Nilai bahwa manusia harus senantiasa berikhtiar untuk memperbaiki hidupnya. Di dunia ini tidak ada yang diperoleh dengan gratis. Semuanya butuh perjuangan dan pengorbanan untuk dapat mencapai hidup yang baik. b. Faktor Penghambat 1) Kurangnya hubungan dengan masyarakat lain. Kehidupan terasing menyebabkan sebuah masyarakat tidak mengetahui perkembangan-perkembangan apa yang terjadi pada masyarakat lain yang mungkin akan dapat memperkaya kebudayaannya sendiri. Hal itu juga menyebabkan bahwa masyarakat terkungkung pola-pola pemikirannya oleh tradisi. 2) Perkembangan ilmu pengetahuan yang terlambat. Hal ini mungkin disebabkan hidup masyarakat tersebut terasing dan tertutup atau mungkin karena lama dijajah oleh masyarakat lain. 3) Sikap masyarakat yang sangat tradisional.
  27. 27. Suatu sikap yang mengagung-agungkan tradisi dan masa lampau serta anggapan bahwa tradisi secara mutlak tak adapat diubah, menghambat jalannya proses perubahan. Keadaan tersebut akan menjadi lebih parah apabila masyarakat yang bersangkutan dikuasai oleh golongan konservatif. 4) Adanya kepentingan-kepentingan yang telah tertanam dengan kuat atau vested interests. Dalam setiap organisasi sosial yang mengenal sistem lapisan pasti akan ada kelompok orang yang menikmati kedudukan perubahan-perubahan. Misalnya dalam masyarakat feodal dan pada masyarakat yang sedang mengalami tradisi. Dalam hal yang terakhir ada golongan-golongan dalam masyarakat yang dianggap sebagai pelopor proses transisi karena selalu mengidentifikasikan diri dengan usaha-usaha dan jasa-jasanya, sukar sekali bagi mereka untuk melepaskan kedudukannya di dalam suatu proses perubahan. 5) Rasa takut akan terjadinya kegoyahan pada integrasi kebudayaan. Memang harus diakui kalau tidak mungkin integrasi semua unsur suatu kebudayaan bersifat sempurna. Beberapa pengelompokan unsur-unsur tertentu mempunyai derajat integrasi tinggi. Maksudnya unsur-unsur luar dihawatirkan akan menggoyahkan integrasi dan menyebabkan perubahan-perubahan pada aspek-aspek tertentu masyarakat. 6) Prasangka terhadap hal-hal baru atau asing atau sikap yang tertutup. Sikap yang demikian banyak dijumpai pada masyarakat-masyarakat yang pernah dijajah bangsa-bagsa barat. Mereka sangat mencurigai sesuatu yang berasal dari barat, karena tidak pernah bisa melupakan pengalaman-pengalaman pahit selama penjajahan. Kebetulan unsur-unsur baru kebanyakan berasal dari barat maka prasangka kian besar lantaran hawatir bahwa melalui unsur-unsur tersebut penjajah bisa masuk lagi. 7) Hambatan-hambatan yang bersifat ideologis. Setiap usaha perubahan pada unsur-unsur kebudayaan rohaniah. Biasanya diartikan sebagai usaha berlawanan dengan ideologi masyarakat yang sudah menjadi dasar integrasi masyarakat tersebut. 8) Adat atau kebiasaan. Adat atau kebiasaan merupakan pola-pola perilaku bagi anggota masyarakat di dalam memenuhi segala kebutuhan pokoknya. Apabila kemudian ternyata pola-pola perilaku tersebut efektif lagi di dalam memenuhi kebutuhan pokok, krisis akan muncul. Mungkin adat atau kebiasaan yang mencakup bidang kepercayaan, sistem mata pencaharian,pembuatan rumah, cara berpakaian tertentu, begitu kokoh sehingga sukar untuk diubah. Misalnya, memotong padi dengan menggunakan mesin akan terasa akibatnya bagi tenaga kerja (terutama wanita) yang mata pencaharian tambahannya adalah memotong padi dengan cara lama. Hal ini merupakan suatu halangan terhadap introduksi alat pemotong baru yang sebenarnya lebih efektif dan efisien. 9) Nilai bahwa hidup ini pada hakikatnya buruk dan tidak mungkin diperbaiki. Konsep kepercayaan bahwa hal-hal buruk yang terjadi merupakan takdir dari yang kuasa dan sulit untuk dirubah. Sehingga menerimanya begitu saja tanpa usaha yang konkrit untuk keluar dari permasalahan yang dihadapi.
  28. 28. 8. Tantangan Globalisasi Terhadap Eksistensi Jati Diri Bangsa Dalam era reformasi ditandai oleh perubahan besar dalam tata kehidupan, baik ditinjau dari aspek sosial, politik, ekonomi, budaya, termasuk perubahan dalam dunia pendidikan. Di Indonesia, perubahan besar dipengaruhi oleh dua hal, yaitu globalisasi dalam relasi internasional dan otonomi daerah yang telah diterapkan Indonesia dalam era reformasi sekarang ini. Globalisasi telah mendorong masyarakat menjadi semakin terbuka terhadap pengaruh dari luar wilayah suatu negara, sehingga daya saing antar a satu negara terhadap negara lain menjadi hal yang begitu penting dalam hubungan ekonomi antar bangsa. Di tingkat nasional, tuntutan terhadap otonomi, mengemuka sejalan dengan meningkatnya wacana demokratisasi dalam kehidupan masyarakat, berbangsa dan bernegara. Keberhasilan otonomi daerah ini pada akhirnya sangat tergantung pada kemampuan SDM dalam mengelola potensi alam dan manusia yang dimiliki oleh masyarakat di daerah untuk sebesar-besarnya kepentingan masyarakat daerah itu. Pendidikan dapat mengambil peran yang besar dalam transformasi besar tersebut dengan merumuskan kembali visi, misi dan orientasi pendidikannya. Azyumardi Azra (2002: 224) mendefinisikan globalisasi sebagai arus orang-orang, barang-barang dan jasa, informasi dan gagasan melewati batas-batas negara-bangsa dan kebudayaan lokal, nasional dan regional. Menurut Giddens (2001) globalisasi merupakan fenomena yang hampir tidak bisa dihindari oleh suatu masyarakat modern sekarang, sekalipun tidak semua konsekuensinya menguntungkan dan baik. Bagi negara yang sedang berkembang yang kualitas SDM rendah sehingga produktivitasnya dan daya saing rendah, globalisasi dapat menimbulkan konsekuensi yang kurang menguntungkan bagi perekonomiannya. Oleh karena itu Mansour Fakih (2003) melihat globalisasi sebagai mitos yang diciptakan oleh negaranegara maju untuk memperluas pasarnya di negara berkembang. Dalam perspektif ini, globalisasi perlu diwaspadai sebagai bentuk baru imperialisme (Bello, 2004: 6). Pada awalnya, pengaruh globalisasi sangat terasa pada bidang ekonomi dan telah melahirkan tata ekonomi baru (new economy). Perkembangan new economy menuntut perubahanperubahan baik di dalam organisasi maupun dalam tingkah laku para pelaku ekonomi. Dengan kata lain, era globalisasi disamping sangat dipengaruhi oleh penguasaan atas teknologi informasi dan komunikasi juga perlu didukung pemahaman terhadap berbagai latar budaya masyarakat antar bangsa (Nugroho dan Cahayani, 2003: 2). Oleh karena itu, wacana besar setelah wacana globalisasi adalah wacana demoratisasi, pluralisme dan multikulturalisme (Sirry, 2003). Pengaruh wacana globalisasi, demokratisasi, pluralisme dan multikulturalisme terhadap pendidikan antara lain adalah perlunya diselenggaraka n pendidikan yang lebih demokratis dan tidak diskriminatif. Pendidikan nilai dan watak (afeksi) tetap memiliki relevansi dalam sistem pendidikan nasional, terutama dalam rangka mengembangkan sikap toleran dan semakin meningkatnya pemahaman terhadap kehidupan budaya bangsa sendiri serta menggalang saling pengertian antar budaya da n antar bangsa dalam pergaulan internasional. Pengaruh globalisasi terhadap pendidikan dapat dipahami dengan melihat bagaimana kehidupan antar bangsa terjalin dan semakin terhubung (interconnected) satu sama lainnya. Bentuk nyata semakin terhubungnya satu bangsa dengan bangsa lain dapat
  29. 29. dilihat dari semakin banyaknya tenaga kerja asing dan perusahaan-perusahaan atau koorporasi multinasional dari negara-negara maju melebarkan sayap di berbagai belahan dunia yang lain. Restoran makanan siap saji dan produk minuman bermerek internasional misalnya, sekarang dapat ditemui di berbagai kota-kota di Indonesia. Restoran dan produk minuman ini tidak hanya dimaksudkan untuk melayani tenaga kerja ekspatriat di Indonesia yang jumlahnya tidak terlalu besar, tetapi untuk melayani para pelanggan lokal yang semakin akrab dengan selera produk global ini. Fenomena yang lain, dalam globalisasi juga ditandai dengan ekspansi perusahaan atau koorporasi multinasional dengan menginvestasikan modalnya di negara berkembang, dengan alasan untuk efisiensi dan mendekati pasar. Efisiensi ekonomis dapat dicapai karena di negara berkembang umumnya, tenaga kerja dan beberapa faktor produksi lainnya relatif cukup murah, sedangkan dari sisi pemasaran produk dapat dihemat beberapa biaya, seperti biaya transportasi, karena produk dibuat semakin dekat dengan pasar atau konsumennya. Dengan demikian dapat dipahami mengapa globalisasi dipandang sebagai bentuk imperialisme baru dan menempatkan negara berkembang umumnya sebagai potensi pasar yang terbuka luas. Kemudian permasalahan yang muncul sebagai akibat dari semakin banyaknya perusahaan asing di negara berkembang yang melibatkan tenaga kerja lokal adalah adanya kendala bahasa atau komunikasi dan kesenjangan budaya. Kendala bahasa dapat di atasi dengan waktu yang relatif cepat dengan memberikan kursus atau pendidikan keterampilan berbahasa kepada para staf dan karyawan lokal di suatu perusahaan multinasional, apalagi sekarang banyak lembaga pendidikan yang mengharuskan peserta didik untuk menguasai bahasa, terutama bahasa Inggris dengan standar tertentu sebagai syarat kelulusan. Sementara itu kesenjangan budaya tidak bis a diselesaikan secara cepat dan relatif mudah sebagaimana mengatasi kendala bahasa. Permasalahan lain yang muncul kemudian adalah bagaimana pendidikan tidak hanya memberikan pengetahuan dan ketrampilan bekerja namun juga mampu mengatasi dan mengantisipasi kesenjangan budaya dalam rangka menyiapkan peserta didik agar memiliki kemampuan beradaptasi dengan berbagai kultur yang terdapat dalam dunia kerja. Toleransi dan pemahaman terhadap kultur berbagai bangsa akan berpengaruh terhadap kemampuan seseorang dalam meningkatkan efisiensi dan efektivitas dalam bekerja bersama dengan orang-orang dengan berbagai ragam latar kultural yang berbedabeda. Kehidupan multikultural semacam ini sekarang dengan mudah di temui di berbagai kota besar di Indonesia, misalnya perusahaan milik Hongkong dan Amerika yang di Indonesia didalamnya bekerja orang India, Singapura dan Indonesia dalam satu kantor. Sebagai ilustrasi Nugroho dan Cahayani (2003: 97) memberikan contoh budaya komunikasi yang muncul antara orang Jepang sebagai pendatang dengan orang Philipina yang bekerja di perusahaan Jepang di Philipina. Orang Philipina menganggap bahwa cara berkomunikasi di perusahaan tersebut sangat dipengaruhi oleh budaya Jepang. Orangorang Jepang memiliki kebudayaan untuk membedakan cara berbicara dan kata-kata berdasarkan tingkatan lawan bicaranya. Yang dimaksud cara berbicara ini termasuk sikap tubuh yang memberi hormat dengan menunduk 90 derajat berulang-ulang. Cara dan sikap itu tidak terdapat dalam masyarakat Philipina. Cara berkomunikasi seperti itu dianggap oleh orang Philipina sebagai terlalu formal, eksklusif dan tidak membaur dengan kebudayaan lokal yang relatif lebih praktis. Sebaliknya cara berbicara orang Philipina dianggap tidak sopan bagi orang Jepang. Sebagaimana dikemukakan dalam pendahuluan
  30. 30. bahwa globalisasi merupakan fenomena yang sangat terasa terutama dalam bidang ekonomi yang salah satu aspek pentingnya adalah masalah SDM, menurut Kusumohamidjojo (2000: 142) globalisasi telah mendekatkan manusia dengan manusia, masyarakat dengan masyarakat, kebudayaan dengan kebudayaan yang berbedabeda. Di sisi yang lain globalisasi juga bisa mempertinggi tingkat pertentangan antar manusia, antar masyarakat, dan antar kebudayaan. Dengan demikian pendekatan budaya dalam pendidikan diharapkan dapat meningkatkan pengertian dan pemahaman berbagai latar budaya yang beraneka ragam, disamping tentunya berusaha meningkatkan mutu SDM dan daya saingnya. Dalam kaitannya dengan keberagaman kebudayaan, organisasi multikultural umumnya akan mengadakan pelatihan penanganan keanekaragaman budaya tersebut dengan dua program, yaitu (Nugroho dan Cahayani, 2003: 104): 1. Program untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman mengenai perbedaan nilai, sikap, pola perilaku serta cara berkomunikasi. 2. Program untuk mengembangkan keterampilan baru dan kompetensi anggota organisasi, termasuk kemampuan berkomunikasi, keterampilan berbahasa asing dan ketrampilan bernegosiasi. Sedangkan pengaruh globalisasi terhadap eksistensi negara-bangsa dikemukakan oleh Kenichi Ohmae (2002) bahwa ada kecenderungan munculnya negara kawasan (regionalisasi). Munculnya negara kawasan ini sangat kelihatan terutama dalam bidang kerjasama ekonomi, seperti munculnya Uni Eropa dengan mata uang bersama Euro, kerjasama ekonomi APEC, AFTA, dsb. Hal senada dikemukakan Daniel Bell dalam Buchori (2001: 27) yang mengemukakan bahwa ada dua kecenderungan yang bertolak belakang di masa depan, yaitu kecenderungan untuk beritegrasi dalam bidang ekonomi, dan kecenderungan untuk berpecah belah (fragmentasi) dalam kehidupan politik. Dalam beberapa hal, predikasi fragmentasi kehidupan politik ini telah terjadi di negara-negara Eropa Timur dan semenanjung Balkan. Gejala globalisasi sudah lama dirasakan oleh negara-negara berkembang dalam bentuk simbol-simbol modernisasi sebagaimana disebut oleh Alvin Toffler (1992) sebagai 3 F, yaitu Food, Fun dan Fashion. Food maksudnya makanan sebagaimana meluasnya berbagai produk makanan fast foods dan junk foods seperti Kentucky Fried Chicken (KFC), Mc Donald, Pizza, dsb. Disamping produk makanan, masyarakat negara berkembang juga semakin akrab dengan minuman Coca Cola, Pepsi, Sprite, dan produkproduk lainnya. Pengaruh dunia fun bisa dilihat dari begitu besarnya pengaruh hibura n baik berupa film layar lebar maupun televisi, musik dan dunia gemerlap lainnya. Dunia hiburan ini erat hubungannya dengan fashion, karena melalui dunia hiburan diperkenalkan model baju, asesori, rambut dan dandanan lainnya. Pengaruh ini ternyat a tidak hanya terjadi pada kaum remaja saja. Tentu masih ingat diwaktu yang lalu ketika muncul “demam” potongan rambut Demi Moore setelah sukses sang bintang dalam film Ghost, sehingga dari ibu-ibu rumah tangga sampai dengan pembantu rumah tangga berpotongan rambut “ala Polwan” ini. Sedangkan Kenichi Ohmae (2002) menyebutkan besarnya pengaruh “4I” yang dalam era global. Empat I tersebut meliputi: Pertama, Investasi. Pasar modal dunia telah kelebihan investasi untuk memenuhi keperluan negaranegara maju, dan masalahnya kesempatan investasi yang menjanjikan keuntungan besar tidak selalu sama dengan negara dari mana dana itu berasal. Investasi tidak lagi dibatasi oleh batas geografis ataupun bangsa, bahkan sekarang kehadirannya dinantikan di
  31. 31. berbagai negara berkembang di Asia pada umumnya dan sebagaimana investasi asing pada umumnya, investasi asing ini bisa pergi manakala iklim investasi di negara berkembang tersebut dianggap tidak lagi menguntungkan. Kasus penutupan pabrik elektronik Sony dan Sepatu Nike di Indonesia dapat menjelaskan fenomena ini. Dengan demikian posisi negara berkembang dalam investasi juga cukup lemah. Kedua, Industri. Industri tidak lagi harus melakukan negoisasi dengan kepentingan pemerintah. Di masa lalu pemerintah sebagai representasi negara dapat melakukan regulasi pajak, bea masu k atau subtitusi ekspor sebagai strategi melindungi (proteksi) industri dalam negeri. Di masa sekarang bentuk proteksi dan berbagai bentuk entry barier dilarang dan negara yang merasa dirugikan oleh perdagangan yang tidak adil dapat mengajukannya ke sidang GATT atau WTO. Dunia industri asing yang berada pada suatu negara pada umumnya bertujuan untuk mendekati pasar potensial sekaligus mengurangi ongkos produksi seperti misalnya murahnya tenaga kerja, tersedianya sumber daya alam dan untuk mengurangi ongkos transportasi. Ketiga, teknologi informasi (IT- Information Tecnology). Dengan kemajuan perkembangan teknologi seperti internet misalnya, maka dapat dipahami bagaimana jaringan perusahaan multinasional mengembangkan jaringan teknologi informasi yang memungkinkan perusahaan pusat untuk mengendalikan berbagai anak perusahaannya yang tersebar di berbagai belahan dunia yang lain. Internet dan chatin g adalah salah satu contoh yang mudah tentang bagaimana antar orang dapat berkomunikasi tanpa kendala tempat, ruang dan waktu. Hal ini tentu semakin mengukuhkan bagaimana new economy dunia di masa depan nanti terbentuk. Keempat, konsumen individual (Individual Costumer). Para konsumen tidak lagi dikondisikan oleh larangan-larangan oleh pemerintah. Atau dengan kata lain, pemerintah tidak dapat melarang konsumsi warganya. Para konsumen dapat melakukan pemilihan terhadap produk yang akan mereka konsumsi, misalnya karena harganya lebih murah, sesuai selera dan kualitas lebih baik tanpa memperdulikan dari negara mana barang itu berasal. Kompetisi antar bangsa dalam produk barang dan jasa menjadi semakin ketat. Kompetisi itu bisa berupa harga, mutu maupun jumlah tanpa memperhatikan dari mana barang it u berasal. Dengan demikian batas-batas negara dan bangsa semakin kabur. Karena dulu kedaulatan negara selalu identik dengan kedaulatan wilayah, ekonomi, sosial, politik, dan budaya. Namun dengan globalisasi kedaulatan ekonomi, sosial, budaya dan bahkan politik menjadi surut berkurang karena bergitu besarnya pengaruh internasional. Dala m kaitannya dengan aspek internasionalisasi dalam aspek ekonomi dalam era global ini Jeff S. Luke (1999: 16) menyatakan dua hal. Pertama, integrasi global dari pasar modal sebagai salah satu bentuk dari produk revolusi komunikasi sehingga memudahkan kapital berpindah dari negaranegara maju, dengan cepat berpindah ke ekonomi dunia. Kedua, pembangunan industri yang mendunia telah diperkuat dengan persebaran pertumbuhan cepat sebagai akibat kemajuan teknologi. Baik penjelasan Ohmae dan Luke sama-sama menjelaskan bahwa globalisasi adalah keniscayaan. Multikulturalisme di era global, globalisasi di mana masyarakat saling terhubung dan batas-batas kultural antar bangsa semakin terbuka, maka keunggulan dan daya saing
  32. 32. suatu bangsa atas bangsa lain menjadi faktor yang penting. Di sisi lain, perlu dikembangkan pemahaman baru dan mendukung terciptanya kultur yang semakin toleran terhadap keragaman kebudayaan bangsa-bangsa yang lain sehingga dapat terjalin kerja sama yang adil dalam hubungan antar masyarakat dan bangsa. Keunggulan suatu masyarakat atau bangsa terhadap masyarakat atau bangsa yang lain tidak seharusnya menimbulkan diskriminasi, eksploitasi dan ketergantungan negara maju atas negara berkembang. Dengan kata lain, perlu diciptakan sistem global yang lebih adil sehingga setiap negara berkembang dapat menikmati kemakmuran bersama-sama dengan negara maju. Sementara itu negara berkembang dapat menumbuhkan sikap toleran yang didasarkan nilai-nilai persamaan (equality) dan keadilan (equity). Dalam rangka pengembangan SDM yang sadar globalisasi, maka dunia pendidikan dapat mengembangkan nilai-nilai multikulturalisme dalam rangka mempersiapkan peserta didik menghadapi globalisasi. Pendidikan dapat mempersiapkan jenis-jenis ilmu pengetahuan dan keterampilan tertentu yang diperkirakan semakin dibutuhkan di masa depan sekaligus dapat menciptakan kondisi kultural yang semakin kondusif terhadap keragaman, baik keragaman di tingkat lokal, nasional dan internasional. Dengan demikian persiapan SDM melalui pendidikan seharusnya dapat menjawab tantangan lokal, nasional dan global. Dewasa ini multikulturalisme ini merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pembahasan tentang globalisasi. Inti dari multikulturalisme adalah kesediaan menerima kelompok lain secara sama sebagai kesatuan, tanpa memperdulikan perbedaan budaya, etnik, jender, bahasa, ataupun agama (Sirry, 2003). Multikulturalisme dalam pendidikan dapat diintegrasikan dalam pendidikan nilai dan watak (karakter) dan pada umumnya pendidikan nilai dan watak efektif bila diberikan sejak usia dini. Kesiapan lembaga pendidikan dalam menghadapi isu globalisasi perlu dilakukan oleh pimpinan berserta seluruh tenaga pendidik. Dalam kaitannya dengan profesionalisme tenaga pendidik, maka seorang tenaga pendidik yang professional dituntut dengan sejumlah persyaratan minimal, antara lain, memiliki kualifikasi pendidikan profesi yang memadai, memiliki kompetensi keilmuan sesuai dengan bidang yang ditekuninya, memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik dengan anak didiknya, mempunyai jiwa kreatif dan produktif, memiliki etos kerja dan komitmen yang tinggi terhadap profesinya, dan selalu melakukan pengembangan diri secara terus menerus (continuous improvement) melalui organisasi profesi, internet, buku, seminar dan semacamnya (Sidi, 2001: 38-39). Dalam hal ini, kemampuan menguasai teknologi informasi dan komunikasi (ICT- Information Communications Tecnology) menjadi faktor yang cukup penting bagi eksistensi sebuah bangsa. Bila apa yang dikemukakan di muka lebih menunjukkan pada kompetensi dalam artian akademis, maka staf pendidik yang profesional, disamping menunjukkan kompetensi akademis juga harus dibarengi dengan kompetensi etis karena setiap profesi memiliki nilai-nilai etika yang melekat pada pekerjaan itu (Buchori, 2001:104). Etika atau moralitas profesi ini tepat bila dikembangkan di lembaga pendidikan dan pimpinan beserta seluruh tenaga pengajar dapat mengajarkannya melalui contoh dan keteladana n. Di masa depan, bukan hanya kecerdasan intelektual saja yang dibutuhkan oleh persert a didik, namun juga kecerdasan emosional, moral dan spiritual. Staf pengajar yang mampu menjaga integritas pribadi tentu akan lebih berwibawa untuk mengantarkan peserta didiknya menghadapi masa depan yang penuh dengan tantangan. Kompetensi lain yang
  33. 33. juga diperlukan tenaga pengajar, terutama tenaga pengajar bidang sosial dan pendidikan nilai adalah kompetensi kemasyarakatan. Kompetensi kemasyarakatan adalah kemampuan tenaga pengajar sebagai pribadi untuk hidup dan berperan aktif dalam kehidupan masyarakatnya. Dalam kaitannya dengan pengembangan iklim demokrasi di dalam kelas, maka tenaga pendidik harus memiliki wawasan yang luas serta pengalaman bermasyarakat. Masyarakat bagi pendidikan adalah salah satu sumber belajar yang penting yang harus terus dipelajari dan dikaji sebagai persiapan peserta didik hidup d i dalamnya. Apalagi demokrasi bukanlah warisan melainkan diperoleh dan didapatkan melalui proses pembelajaran (learning). Sedangkan berkaitan dengan pencapaian tujua n belajar, disamping harus dipersiapkan melalui pengembangan materi ajar, juga perlu dilakukan dengan pengembangan metode pembelajaran. Metode konvensional seperti ceramah, perlu divariasikan dengan metode lain yang lebih demokratis dan dengan komunikasi dua arah sehingga dapat menggali dan mengembangkan potensi dan kreativitas anak didik. Beberapa metode yang dapat digunakan dalam mengembangkan pendidikan yang demokratis ini antara lain active learning, pembelajaran siswa aktif, maupun pembelajaran portofolio. 9. Gagasan/ Pemikiran Untuk Mengatasi Memudarnya Jati Diri Bangsa Eksistensi bangsa dan negara dalam era global. Ada dua pendapat dalam menjawab pertanyaan bagaimana eksistensi sebuah bangsa dan negara dalam era global dan masing-masing pendapat tersebut mempunyai argumentasi yang sama-sama kuat. Pendapat pertama menyatakan bahwa globalisasi tidak mengurangi eksistensi organisasi negara dan, pendapat kedua menyatakan bahwa eksistensi organisasi negara menjadi berkurang di era global. Presiden Indonesia keempat dalam menjalankan pemerintahan percaya terhadap pendapat bahwa good government is less government atau pemerint ah yang baik adalah pemerintah yang sedikit mungkin mengatur masyarakat (memerintah). Pendapat ini bukan sama sekali baru. Banyak pemikiran tentang peran pemerintah menyatakan hal yang sama. Hal ini menimbulkan perdebatan lama tentang seberapa besar seharusnya peran pemerintah dalam mengatur masyarakat dan seberapa besar hak dan kebebasan yang dimiliki masyarakat dan tidak dapat diintervensi oleh pemerintah (negara). Pendapat semacam ini muncul karena dikotomi rakyat dan negara. Sehinga konklusinya, negara dinyatakan kuat apabila masyarakat lemah, dan sebaiknya negara lemah apabila masyarakat terlalu kuat. Bila pendapat ini benar maka negara yang kuat akan melakukan berbagai regulasi untuk mencapai tujuan-tujuan negara dengan mereduksi hak-hak masyarakat. Tujuan itu misalnya berkaitan dengan tujuan pembangunan ekonomi, industri, moneter, pendidikan, perdagangan, pertahanan keamanan, politik, sosial dan budaya. Regulasi negara terhadap berbagai aspek kehidupan masyarakat ini akan mengurangi kebebasan partisipasi masyarakat dalam berbagai aspek kehidupan tersebut. Akibatnya masyarakat merasa terkekang dan kehidupan politik menjadi tidak demokratis ketika negara terlalu kuat. Sebaliknya apabila negara lemah dan individu-individu dalam masyarakat menjadi kuat maka inisiatif masyarakat menjadi begitu berpengaruh terhadap keputusan dan pemenuhan kebutuha n
  34. 34. bersama. Di Indonesia, otonomi daerah adalah sebagai salah satu bentuk penguatan da n pemberdayaan masyarakat lokal dan masyarakat pada umumnya. Sekalipun dampak negatifnya sudah tampak misalnya pindahnya KKN dari pusat ke daerah, munculnya “raja-raja” kecil di daerah, naiknya jumlah dan jenis pajak daerah sehingga beban masyarakat menjadi semakin berat. Hal ini tentu tidak sejalan dengan tujuan dari otonomi daerah itu sendiri untuk meningkatkan efisiensi dan efektifitas penggunaan sumber daya alam dan manusia untuk sebesar-besarnya kesejahteraan masyarakat di daerah. Di tingkat global, negara yang kuat akan mengakibatkan sulitnya intervensi negara asing terhada p negara tersebut karena setiap bantuan serta negara atau lembaga asing tidak dapat langsung diberikan kepada masyarakat sehingga di masa lalu kebocoran dana pembangunan sangat besar. Perlu kiranya dipahami bahwa bantuan asing hampir selalu disertai misi untuk melindungi dan membentuk citra (image) yang baik terhadap lembaga dan kepentingan negara tersebut di negara yang diberi bantuan. Dengan kata lain, bantuan yang diberikan oleh negara donor tidaklah gratis. Ada pamrih. Bahkan ada kecenderungan berbagai hutang/bantuan luar negeri menjadi perangkap ketergantunga n negara periferal terhadap negara center, negara marginal terhadap negara dominan, negara miskin terhadap negara kaya (Rachbini, 1995). Demikian juga globalisasi tidak lepas dari desain negara maju dalam rangka memenuhi kepentingan ekonomi dan industrinya. Isu demokrasi, hak asasi manusia (HAM), gender, pluralisme dan multikulturalisme harus dipandang sebagai bagian dari desain hegemoni negara maju terhadap negara berkembang. Karena Amerika Serikat sebagai kampiun demokrasi, belakangan ini tidak dapat lagi menjadi contoh bagi demokrasi karena menggunakan standar ganda dalam isu penegakan HAM. Demikian juga dalam isu globalisasi, di satu sisi merupakan hal yang tidak bisa dihindari namun di sisi lain tidak semua konsekuensinya baik. Isu demokrasi, pluralisme dan multikulturalisme pun pantas diberi catatan karena isu tersebut bila tidak dikembangkan berdasarkan prinsip-prinsip equity (keadilan) dan equality (persamaan) sehingga isu tersebut menjadi kehilangan makna. Sebagaimana dikemukakan di muka, sekalipun tidak semua konsekuensi globalisasi baik bahkan banyak masyarakat negara menolak, termasuk masyarakat Eropa sendiri, namun bagi bangsa Indonesia globalisasi merupakan hal yang suka tidak suka, mau tidak mau harus diterima kehadirannya. Namun perlunya kiranya dikembangkan strategi kebudayaan untuk meminimalisir dampak globalisasi yang merugikan. Strategi kebudayan ini dikembangkan berdasarkan komitmen masyarakat bangsa untuk mendahulukan kepentingan nasional dalam mengadakan interaksi ataupun kerjasama dengan negara bangsa lain. Bila di era globalisasi semakin peran negara semakin berkurang, maka fungsi filter terhadap kebudayaan dan pengaruh asing yang merusak dapat efektif dilakukan oleh individu-individu dalam masyarakat. Globalisasi dapat mereduksi eksistensi negara dari organisasi negara yang kuat menjadi organisasi negara yang lemah. Namun eksistensi masyarakat yang semakin kuat di era otonomi ini bila tidak dibarengi dengan kemajuan yang berarti dalam etika dan perilaku masyarakat tentu akan menjadi hambatan. Masyarakat yang diharapkan semakin mendukung otonomi daerah yang disemangati oleh prinsip demokratisasi dan penguatan partisipasi masyarakat daerah dalam mengelola kekayaan dan sumber daya daerah untuk
  35. 35. kesejahteraan masyarakat daerah, dapat terpinggirkan kembali. Jejaring globalisasi jug a telah merambah ke daerah antara lain dalam bentuk peraturan perundang-undangan yang memberikan peluang bagi daerah untuk mengadakan kerjasama luar negeri dan pinjaman luar negeri. Dengan demikian semakin diperlukan pemerintahan daerah yang kuat baik secara legitimasi (politik), SDM, maupun manajemen (akuntabilitas). Sedangkan di sisi lain, filter terhadap pengaruh budaya asing yang merusak lebih banyak tergantung kepada kemampuan individu-individu dalam memilih mana yang baik dan yang tidak baik. Dengan demikian pembentukan manusia yang otonom secara sosial, politik dan ekonomi akan menjadi kontrol yang efektif dari dampak negatif globalisasi.
  36. 36. Faktor-Faktor Pendorong Perubahan social budaya pada masyarakat a. Adanya Kontak dengan Kebudayaan Lain Kontak dengan kebudayaan lain dapat menyebabkan manusia saling berinteraksi dan mampu menghimpun penemuan-penemuan baru yang telah dihasilkan. Penemuan-penemuan baru tersebut dapat berasal dari kebudayaan asing atau merupakan perpaduan antara budaya asing dengan budaya sendiri. Proses tersebut dapat mendorong pertumbuhan suatu kebudayaan dan memperkaya kebudayaan yang ada. b .Sistem Pendidikan Formal yang Maju Pendidikan memberikan nilai-nilai tertentu bagi manusia, terutama membuka pikiran dan mem-biasakan berpola pikir ilmiah, rasional, dan objektif. Hal ini akan memberikan kemampuan manusia untuk menilai apakah kebudayaan masyarakatnya dapat memenuhi perkembangan zaman atau tidak. c . Sikap Menghargai Hasil Karya Orang Lain Penghargaan terhadap hasil karya seseorang akan mendorong seseorang untuk berkarya lebih baik lagi, sehingga masyarakat akan semakin terpacu untuk menghasilkan karya-karya lain. d .Toleransi terhadap Perbuatan yang Menyimpang Penyimpangan sosial sejauh tidak melanggar hukum atau merupakan tindak pidana, dapat merupakan cikal bakal terjadinya perubahan sosial budaya.Untuk itu, toleransi dapat diberikan agarsemakin tercipta hal-hal baru yang kreatif.
  37. 37. e . Sistem Terbuka Masyarakat ( Open Stratification ) Sistem terbuka memungkinkan adanya gerak sosial vertikal atau horizontal yang lebih luas kepada anggota masyarakat. Masyarakat tidak lagi mempermasalahkan status sosial dalam menjalin hubungan dengan sesamanya.Hal ini membuka kesempatan kepada para individu untuk dapat mengembangkan kemampuan dirinya. f . Heterogenitas Penduduk Di dalam masyarakat heterogen yang mempunyai latar belakang budaya, ras, dan ideologi yang berbeda akan mudah terjadi pertentangan yang dapat menimbulkan kegoncangan sosial. Keadaan demikian merupakan pendorong terjadinya perubahan-perubahan baru dalam masyarakat dalam upayanya untuk mencapai keselarasan sosial. g . Orientasi ke Masa Depan Pemikiran yang selalu berorientasi ke masa depan akan membuat masyarakat selalu berpikir maju dan mendorong terciptanya penemuan-penemuan baru yang disesuaikan dengan perkembangan dan tuntutan zaman. h. Ketidakpuasan Masyarakat terhadap Bidang-Bidang Tertentu Ketidakpuasan yang berlangsung lama di kehidupan masyarakat dapat menimbulkan reaksi berupa perlawanan, pertentangan, dan gerakan revolusi untuk mengubahnya. i .Nilai Bahwa Manusia Harus Senantiasa Berikhtiar untuk Memperbaiki Hidupnya Ikhtiar harus selalu dilakukan manusia dalam upaya memenuhi kebutuhannya yang tidak terbatas dengan menggunakan sumber daya yang terbatas.
  38. 38. Tipe – Tipe Masyarakat dalam Menyikapi Perubahan a.Masyarakat Terbuka Dalam menerima perubahan, pada masyarakat terbuka dibedakan menjadi dua kelompok, yaitu: 1.Masyarakat yang Menerima Perubahan dengan seleksi Dalam tipe masyarakat yang demikian, perubahan yang ada disikapi dengan sikap selektif. Artinya perubahan yang membawa dampak positif bagi nilainilai di masyarakat tersebut akan diterima dengan tangan terbuka, sebaliknya perubahan yang dapat menimbulkan rusaknya norma-norma sosial yang telah ada ditolak keberadaannya. Masyarakat seperti ini tergolong masyarakat modern berikut adalah ciri-ciri masyarakat modern: 1.Sikap hidup yang dapat menerima hal-hal baru dan terbuka untuk perubahan 2.Mempunyai keberanian untuk mengemukakan pendapat 3.Lebih mengutamakan masa kini, sangat menghargai waktu 4.Memiliki perencanaan dan pengorganisasian 5.Yakin pada IPTEK dari pada hal-hal gaib (mistik) 6.Penuh perhitungan dan percaya diri 7.Menghargai harkat hidup orang lain 8.Memiliki sikap keadilan dan pemerataan 2. Masyarakat yang Menerima Perubahan Tanpa Seleksi Semua unsur-unsur yang masuk dalam suatu masyarakat dianggap baik dan lebih maju, sehingga perlu diikuti, terutama unsur-unsur budaya dari dunia barat.Hal ini karena perkembagan ilmu dan teknologi mereka demikian maju dan cepat perkembangannya. Keadaan ini membuat sebagian masyarakat lupa bahwa tidak semua yang datang dari barat merupakan hal-hal yang modern. Proses menerima semua unsur-unsur barat tanpa seleksi disebut WESTERNISASI
  39. 39. Semua yang datang dari barat tidak dapat digolongkan modern. Pergaulan bebas, seks bebas, merupakan kerusakan moral dan tidak sesuai dengan nilai dan norma bangsa Indonesia. Modern tidak sama denga westernisasi. Hal ini berarti tidak semua yang datang dari Barat itu modern.Westernisasi harus kita tolak.Kita bukan orang Barat, tapi orang Indonesia yang memiliki nilai-nilai budaya dan normanorma sosial sendiri yang jauh lebih baik dari norma-norma sosial yang ada di Barat. b. Masyarakat Tertutup Masyarakat tertutup sulit menerima perubahan. Mereka bersifat bahwa perubahan akan menyebabkan hilangnya keaslian budayanya. Mereka menutup diri akan perubahan, adakalanya mereka menerima perubahan namun sifatnya terbatas bahkan ada yang tak mau menerimanya sama sekali. Mereka tak mau bergaul dengan masyarakat luar. Masyarakat Papua, masih ada suku-suku yang hampir belum mengalami perubahan, kehidupan mengembara di hutan, mengumpulkan makanan berupa daun-daunan, berpindah dari satu tempat ke tempat yang lain (nomaden) bahkan mereka belum menggunakan pakaian Ciri – Ciri Masyarakat Tertutup 1.Tak mau kehilangan budaya aslinya 2.Perkembangan ilmu pengetahuan yang lambat 3.Memiliki sifat etnosentrisme yang tinggi 4.Terlalu kuat memegang tradisi dan ideologi kelompok 5.Mobilitas sosial rendah Perilaku Masyarakat Terhadap Perubahan Sosial Budaya Kita telah belajar tentang perubahan sosial budaya dan globalisasi beserta dampak perubahan sosial budaya dan globalisasi.Perubahan sosial budaya pada masyarakat menimbulkan adanya perilaku positif dan negatif. Berikut ini beberapa contohnya A.Perilaku Positif Masyarakat Terhadap Perubahan Sosial Budaya 1.Percaya Pada Diri Sendiri
  40. 40. Orang yang percaya diri tidak membiarkan kebiasaan lama, orang lain, dan kondisi lingkungan mendikte nasibnya.Dia menunjukkan sikap dan menentukan diri sendiri arah hidupnya.Ia tak pernah terkurung adalam ketakutan, melainkan selalu berusaha melakukan tindakan membangun. Orang seperti ini melihat perubahan sebagai sesuatau yang wajar.Perubahan adalah tantangan dan kesempatan untuk berkembang.Ia juga yakin bahwa ia dapat melewati setiap tantangan sebagai dampak dari perubahan itu Orang yang percaya diri akan meniali dirinya secara jujur. Ia sadar akan semua aset berharga dalam dirinya dan selalu berusaha menemukan aset lain yang belum dikembangkan. Ia juga membuat analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunity, Threats atau kekuatan, kelemahan, kesempatan dan ancaman) dalam dirinya. Hasil dari analisis ini digunakan untuk membuat dan menerapkan strategi pengembangan diri yang lebih realistis 2. Berpikir Rasional Menurut Habermas, rasionalitas adalah kemampuan berpikir secara logis dan analitis. Berpikir secara analitis berarti berusaha menyelidiki suatu peristiwa untuk mengetahui keadaan sebenarnya. Cara berpikir rasional merupakan cara berpikir dimana orang mempertimbangkan akal budinya dalam memutuskan sesuatu. Orang seperti ini tak menerima begitu saja sebuah unsur baru.Ia akan selalu menyelidikinya dan mempertimbangkannya. Orang seperti ini akan cenderung mudah menerima sesuatu yang masuk akal. Bila perubahan itu mengarah pada sesuatau yang baik, yang masuk akal ia akan menerima perubahan itu. Bila perubahan itu tidak masuk akal, dan negatif ia akan dengan segera menolaknya 3. Terbuka Pada Inovasi
  41. 41. Orang yang terbuka pada inovasi akan cenderung dinamis dan mudah berubah. Karena ia senantiasa terdorong untuk lebih dalam mengetahui inovasi baru dan dengan segera mempelajarinya. Semakin terbuka seseorang terhadap suatu inovasi, semakin besar pula perubahan yang mungkin terjadi B. Perilaku Negatif Masyarakat Terhadap Perubahan Sosial Budaya 1.Penyalahgunaan Teknologi teknologi disisi lain dapat memudahkan dan membantu kehidupan manusia jika digunakan secara bijaksana. Akan tetapi ketika teknologi digunakan secara tidak bijaksana, akan menimbulkan dampak negatif. Misalnya saja teknologi internet digunakan oleh sebagian orang untuk pornografi dan melakukan kejahatan di dunia maya 2. Perilaku Kebarat-Baratan Westernisasi adalah suatu asimilasi kebudayaan barat atau proses soosial yang memperkenalkan kebiasaan dan praktik-praktik peradaban Barat. Hal ini terjadi karena mereka menganggap semua yang dari Barat modern.Mereka bertingkah seperti orang Barat agar dianggap modern. Buktinya yaitu gaya hidup mereka yang ala barat, mulai dari cara berpakaian hingga pola makan. Bila diamati, budaya Barat berpotensi mengubah cara berpikir, cara bekerja, dan cara hidup kita. Ketiga aspek ini tak semuanya negatif atau positif. Dari ketiga aspek itu, cara hidup lebih cepat berubah daripada cara berpikir ataupun cara bekerja. Tanpa sadar masyarakat membiarkan kebudayaan Baratmengubah pola hidup mereka. Gaya hidup masyarakat yang khas sudah mulai menghilang 3. Konsumerisme Konsumerisme merupakan sikap atau perilaku suka membeli barang untuk mendapatkan prestise atau gengsi tertentu, tanpa memperhatikan kegunaanya. Perilaku seperti ini lebih mendahulukan pemenuhan keinginan dengan gaya hidup mewah daripada pemenuhan kebutuhan pokok. Dampak Perilaku Masyarakat Terhadap Perubahan Sosial Budaya
  42. 42. a.Integrasi Sosial Manusia atau masyarakat menemukan sistem nilai dan falsafah hidup baru. Apabila hal ini terjai, maka unsur-unsur yang berbeda dapat saling menyesuaikan, berarti yang terjadi adalah integrasi sosial b. Disintegrasi Sosial Disintegrasi sosial terjadi ketika unsur-unsur sosial yang berbeda yang ada dalam masyarakat tidak mampu menyesuaikan diri satu sama lain. Ketika unsur sosial yang satu memaksakan diri, maka unsur sosial yang lainnya akan memberontak atau melawan. gejala disintegrasi sosial antara lain sebagai berikut: 1.Tidak adanya persamaan pandangan mengenai tujuan semula yang ingin dicapai. 2.Norma-norma masyarakat mulai tidak berfungsi dengan baik sebagai alat pengendalian sosial demi mencapai tujuan bersama. 3.Terjadi pertentangan antarnorma-norma yang ada dalam masyarakat. 4.Sanksi yang diberikan kepad pelanggar norma tidak dilaksanakan secara konsekuen. 5.Tindakan-tindakan warga masyarakat tidaklagi sesuai dengan normanorma yang berlaku dalam masyarakat. 6.Terjadi proses-proses sosial yang bersifat disosiatif Bentuk-Bentuk Disintegrasi Sosial 1.Aksi protes dan demonstrasi 2.Kriminalitas 3.Kenakalan remaja 4.Pelacuran 5.Pergolakan daerah Sikap Kritis terhadap Pengaruh Perubahan Sosial Budaya a.Sikap Positif terhadap Pengaruh Perubahan Sosial Budaya 1.Terbuka (Open Minded) Masyarakat dapat bersikap terbuka pada perubahan sosial budaya. Masyarakat akan memperhatikan sesuatu yang baru yang ada disekitar mereka. Setelah itu mereka melakukan seleksi akan pengaruh tersebut.
  43. 43. Bangsa Indonesia sejak dulu merupakan bangsa yang terbuka terhadap budaya dari luar.Hal ini dapat dilihat dari banyaknya asimilasi maupun akulturasi yang ada di Indonesia.Kebudayaan Betawi misalnya, merupakan asimilasi dari kebudayaan Indonesia, Melayu, Cina, Timur Tengah dan Eropa. Antisipatif Antisipatif adalah sikap tanggap terhadap sesuatu yang sedang dan akan terjadi. Setelah bersikap terbuka dengan perubahan yang terjadi, kita juga harus tanggap terhadap kemungkinan-kemungkinan dan fenomena yang terjadi Selektif Selektif memiliki dua makna, yang pertama melalui seleksi atau penyaringan, yang kedua mempunyai daya pilih. Setelah mengetahui bahwa suatu perubahan sosial budaya memiliki pengaruh baik atau buruk, masyarakat kemudian melakukan proses seleksi yakni memilih pengaruh manakah yang memberikan manfaat besar bagi dirinya ataupun orang lain Adaptif Apabila seseorang telah memutuskan bahwa suatu kebudayaan telah membawa pengaruh positif bagi dirinya dan orang lain, ia akan menyesuaikan diri dengan perubahan tersebut. Dengan cara seperti itu, ia akan mudah mengikuti dan menyerap perubahan itu Tidak Meninggalkan Kebudayaan Asli Meski kita telah menerima kebudayaan dari luar, dan telah beradaptasi dengan kebudayaan tersebut.Hendaklah kebudayaan asli kita senantiasa kita jaga dan lestarikan agar jangan sampai hilang. Karena kebudayaan asli kita adalah suatu yang unik dan memiliki nilai yang tinggi Sikap Negatif terhadap Pengaruh Perubahan Sosial Budaya 1.Tertutup dan Curiga
  44. 44. Sikap tertutup biasanya dimiliki oleh masyarakat yang sudah terlanjur menikmati dan tenang berada di dalam kebudayaannya yang mapan. Mereka akan merasa tidak senang apabila ada pengaruh kebudayaan lain yang mencoba masuk kedalamnya. Perubahan sosial budaya yang masuk dianggap akan merusak tatanan yang ada. Sikap tertutup dan curiga ini merupakan salah satu ciri masyarakat tradisional Acuh tak Acuh dan Apatis Sikap ini mirip dengan sikap tertutup.Hanya saja sikap ini memiliki perbedaan dengan sikap tertutup dalam hal merasakan perubahan yang datang. Sikap tertutup, masyarakatnya merasakan penuh pengaruh perubahan itu, akan tetapi sikap acuh tak acuh dan apatis ini masyarakat atau individu belum tentu merasakan pengaruh perubahan. Pada sikap acuh tak acuh ini, masyarakat tak mau tahu dengan apa yang sedang terjadi, karena pengaruh yang ada tak berdampak apa-apa pada dirinya. Tidak Selektif dan Tidak Berinisiatif Tidak selektif berarti tak mampu memilah-milah pengaruh perubahan sosial budaya manakah yang bermanfaat atau tidak bagi dirinya. Tidak inisiatif berarti tidak memiliki ide atau prakarsa untuk berbuat sesuatu. Segala sesuatunya ditentukan oleh pihak lain. Dalam menghadapi perubahan sosial budaya, orang yang punya inisiatif akan mudah diombangambingkan pengaruh dari luar dirinya

×