ITP UNS SEMESTER 1 bahan penyusun sel

2,314 views

Published on

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
2,314
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
3
Actions
Shares
0
Downloads
44
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

ITP UNS SEMESTER 1 bahan penyusun sel

  1. 1. BAHAN PENYUSUN SEL Biologi Sel Semester Gasal 2011/2012 Esti Widowati,S.Si.,M.P 07/04/13 1
  2. 2.  Beragam struktur dan fungsi sel tidak dapat dilepaskan dari molekul dan reaksi-reaksi kimia  Proses-proses kimia yang terjadi di dalam sel ataupun organisme juga tidak bisa dilepaskan dari hukum-hukum universal fisika  Biologi sel mempelajari reaksi-reaksi kimia yang terjadi dalam suatu sistem (yang memunculkan) kehidupan 07/04/13 2
  3. 3. PERAN PENTING BAHAN PENYUSUN SEL  Rantai karbon (penyusun utama organisme dengan ikatan stabil dan fungsional) termasuk oksigen, hidrogen dan nitrogen  Air  Permeabilitas selektif membran (dilengkapi protein integral)  Polimerisasi pembentukan makromolekul penting  Self-assembly 07/04/13 3
  4. 4.  Self-assembly 1. Sebagian besar protein mempunyai kemampuan self-assembly 2. Chaperone adalah molekul yang terlibat dalam pembentukan struktur protein 3. Interaksi non-kovalen terlibat dalam pembentukan struktur makromolekul 4. Keterbatasan self-assembly 5. Hirarki assembly memberikan keuntungan tersendiri bagi sel 07/04/13 4
  5. 5. BAHAN UTAMA SEL  Air  Karbohidrat  Protein  Lipid  Asam Nukleat  Mineral (kalsium, natrium, kalium dan sulfur) termasuk makronutrien dan mikronutrien  Bahan tersebut juga terdapat pada protoplasma yang berada pada konsistensi sol dan gel dan berkaitan dengan gerakan Brown 07/04/13 5
  6. 6. AIR  Bersifat polar  Kohesif  Pelarut  Kapasitas peredam suhu tinggi  Ikatan kovalen antara satu molekul hidrogen dan dua molekul oksigen  Media reaksi enzimatis metabolisme 07/04/13 6
  7. 7. KARBOHIDRAT  Monosakarida (pentosa dan heksosa), oligosakarida dan polisakarida  Monosakarida menjadi substrat dalam reaksi oksidasi metabolisme sel  Rangka penyusun dinding sel antara lain pati, selulosa, hemiselulosa, lignin, pektin, kitin yang termasuk polisakarida  Polisakarida dapat menjadi cadangan energi (glikogen)  Ribosa menjadi penyusun RNA dan ATP  Deoksiribosa menjadi penyusun DNA  Glikoprotein dan Glikolipid menjadi komponen membran sel 07/04/13 7
  8. 8. PROTEIN  Protein tersusun atas asam amino (20 asam amino)  Setiap asam amino memiliki gugus amino, gugus karboksil dan gugus R  Asam amino dapat bersifat polar, nonpolar atau netral serta memiliki karakter khas  Antara asam amino dihubungkan dengan ikatan peptida  Fungsi protein bersifat spesifik misalnya enzim  Struktur protein antara lain primer, sekunder, tersier dan kuarterner 07/04/13 8
  9. 9. LIPID  Bersifat hidrofobik  Asam lemak tersimpan didalam sitoplasma sel dalam bentuk molekul trigliserida (tiga rantai asam lemak yang bergabung dengan gliserol)  Asam lemak larut dalam pelarut organik (benzene, etanol, eter dan kloroform)  Fosfolipid komponen utama membran sel  Steroid termasuk hormon  Asam lemak tak jenuh ada pada tumbuhan  Asam lemak jenuh pada hewan  Trigliserida sebagai sumber energi  Lemak disimpan pada jaringan bawah kulit 07/04/13 9
  10. 10. KROMOSOM  Komponen sel didalam nukleus sebagai pembawa sifat dalam pembelahan sel  Memiliki susunan, fungsi dan bentuk khusus serta memiliki kemampuan untuk bereplikasi  Pengamatan dilakukan pada tahap metafase  Pemeriksaan menggunakan zat warna basis (metode Fuelgen) atau hematoksilin atau acetocarmine  Pengamatan dibantu larutan hipotonik  Diteliti oleh Hofmeister (1848) dan Waldeyer (1888)
  11. 11.  Kromosom memiliki 1. Sentromer : Bagian kromosom pada daerah penyempitan primer diantara lengan kromosom. Kromosom ini disebut kinetokor (pusat pergerakan kromosom dalam pergerakan sel dan bagian ini dihubungkan dengan benang fibril ke kutub sel) 2. Telomer : Lengan kromosom yang sering juga memiliki penyempitan sekunder yang didalamnya mengandung nucleolar zone/organizer untuk pembentukan nukleolus. Setiap inti rata-rata memiliki 2 kromosom yang memiliki nucleolar zone/organizer
  12. 12. 07/04/13 12
  13. 13.  Penyempitan/konstriksi sekunder dapat dibedakan dengan konstriksi primer karena letaknya pada telomer yang lurus  Konstriksi primer terletak pada telomer yang membentuk sudut  Bagian dalam lengan kromosom terdapat kromonemata, spiral DNA dan satelit
  14. 14.  Molekul DNA pada kromosom manusia sepanjang 7,3 cm membentuk spiral setebal 2,3 nm dan panjang 1300 µm  Satelit terletak di ujung telomer berbentuk bulat dan dihubungkan dengan filamen kromosom. Hanya beberapa kromosom saja yang memiliki satelit (SAT)
  15. 15.  Nukleus memiliki heterokromatin dan eukromatin (Heitz, 1928). Heterokromatin bersifat mengikat warna lebih kuat atau bersifat heteropiknotik positif.  Heterokromatin merupakan condensed chromatin terletak dalam kromosom terutama pada satelit, konstriksi sekunder, sentromer atau bagian lain dari telomer  Eukromatin atau extended chromatin yaitu bagian kromosom yang tidak bergelung dan tidak terlihat karena bersifat heteropiknotik negatif
  16. 16.  Heterokromatin fakultatif terdapat sepasang yang salah satunya tidak bersifat heterokromatik atau terlihat sebagai Barr Body (Epitel Pipi) atau Drum Stick (Leukosit)  Heterokromatin konstitutif terdapat pada hampir setiap pasangan kromosom Heterokromatin
  17. 17. 1. Telosentrik : Sentromer terletak diujung kromosom 2. Akrosentrik : Sentromer terletak di dekat ujung 3. Submetasentrik : Sentromer di dekat pertengahan 4. Metasentrik : Sentromer terletak di tengah Letak Sentromer
  18. 18.  Jumlah kromosom tidak sama pada setiap spesies tetapi selalu tetap jumlahnya pada setiap sel  Perubahan jumlah kromosom akan menyebabkan kelainan dalam pertumbuhan dan perkembangan sel  Jumlah kromosom paling sedikit pada cacing Nematoda (2) dan terbanyak pada kupu-kupu Spanyol (Lysandra nivescens) dengan 380 kromosom  Manusia 46 kromosom atau 23 pasang (22AA + XX/XY)
  19. 19. 1. Peripheral Chromatin : kelompok kromatin yang menempel pada membran inti 2. Chromatin Island/granules/Particles : kelompok kromatin yang membentuk pulau di bagian tengah inti 3. Nucleolus Associated Chromatin : mengelilingi nuklelolus  Kromatin adalah bagian dari benang kromosom yang bergelung.  Benang kromosom sangat halus dan tidak terlihat Kromatin
  20. 20.  Didalam kromosom terdapat protein sebesar 72%, DNA 16% dan RNA 12%  Protein dalam kromosom berupa ikatan nukleoprotein (berbentuk protamin yang mengelilingi DNA dan histon yang berfungsi menghambat transkripsi DNA sehingga DNA tidak aktif selama interfase
  21. 21.  Pengamatan kromosom dilakukan pada tahap metafase menggunakan kolkisin untuk menghentikan mitosis dan larutan hipotonik untuk memisahkan kromosom satu sama lain  Sel yang diamati adalah sel embrionik  Karyotyping kromosom manusia dilakukan berdasarkan panjang kromosom dan letak sentromernya (1960)
  22. 22. ASAM NUKLEAT  Basa nitrogen asam nukleat tersusun atas basa purin dan pirimidin  DNA tersusun atas nukleotida (gula deoksiribosa, basa nitrogen yaitu Adenin (A), Guanin (G), Timin (T) dan Sitosin(S) serta fosfat)  RNA tersusun atas nukleotida seperti DNA kecuali gula ribosa dan basa Timin (T) diganti Urasil (U) 07/04/13 22
  23. 23.  2 rantai membentuk struktur helix  Backbone : gula-fosfat  nitrogenous bases form steps in ladder  Pasangan basa  A berikatan dengan T (2 ikatan hidrogen)  G berikatan dengan C (3 ikatan hidrogen)  Rantai antiparalel 3’to 5’ dan 5’to 3’  Setiap rantai merupakan template untuk pembentukan rantai baru  Urutan basa merupakan kode DNA 07/04/13 23
  24. 24. 07/04/13 24  DNA contains one of four nucleotides: adenine (A), thymine (T), cytosine (C), and guanine (G).  A+T or C+G
  25. 25. 07/04/13 25
  26. 26. 07/04/13 26
  27. 27. 07/04/13 27
  28. 28. RNA  5-C gula ribosa  Basa nitrogen Adenin, Guanin, Sitosin, Urasil (pengganti Timin pada DNA)  Struktur linear atau globular  Komplementer pasangan basa dengan DNA  Tipe RNA ada 3 yaitu mRNA a. Dibentuk didalam inti sel/nukleus b. Dibentuk dengan komplementer DNA selama transkripsi c. Setiap 3 basa (kodon) merupakan kode untuk 1 asam amino d. Membawa kode genetik 07/04/13 28
  29. 29. tRNA a. Transfer asam amino dari sitoplasma ke ribosom/mRNA b. Pengikatan pada 3' end disebut aminoacyl tRNA c. Antikodon dengan kodon dari mRNA rRNA a. Globular b. Membentuk kompleks untuk ribosom 07/04/13 29

×